<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-04-23T11:30:54+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:543ee67d305084c7cfc892dfe77f3467</id>
	<published>2026-04-22T20:40:17+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T20:40:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." target="_blank">THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS.</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini dapat melibatkan pemantauan kadar biomarker secara berkala pada pasien dengan DR ringan hingga sedang dan mengamati apakah peningkatan kadar biomarker memprediksi perkembangan menjadi PDR. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kadar biomarker inflamasi pada pasien DR, seperti kontrol glikemik, tekanan darah, dan faktor genetik. Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan terapi yang lebih personal. Ketiga, studi klinis terkontrol secara acak diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi anti-inflamasi dalam memperlambat perkembangan DR. Terapi ini dapat mencakup penggunaan obat-obatan anti-inflamasi, seperti inhibitor IL-6 atau CRP, atau pendekatan non-farmakologis, seperti modifikasi gaya hidup dan terapi nutrisi. Kombinasi dari pendekatan-pendekatan ini berpotensi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan terapi tunggal. Dengan demikian, penelitian lanjutan yang berfokus pada biomarker inflamasi dan terapi anti-inflamasi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penanganan dan prognosis retinopati diabetik..
<br>Studi ini menekankan peran penting biomarker inflamasi dalam patogenesis retinopati diabetik.Peningkatan kadar IL-6, LDH, dan CRP dalam sampel humor vitreous dari pasien PDR dibandingkan dengan pasien NPDR menunjukkan aktivasi jalur inflamasi selama perkembangan penyakit.Penelitian ini membuka jalan bagi investigasi lebih lanjut ke terapi target yang dapat memodulasi mediator inflamasi ini, berpotensi meningkatkan prognosis retinopati diabetik
<br>Diabetic retinopathy (DR) merupakan komplikasi signifikan dari diabetes mellitus (DM) dan tetap menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan pada usia kerja. Peningkatan kadar biomarker inflamasi terjadi pada DR. Penelitian ini berfokus pada Interleukin-6 (IL-6), C-Reactive Protein (CRP), dan Lactate Dehydrogenase (LDH) karena IL-6 menginduksi produksi berlebihan VEGF, CRP memiliki sifat pro-inflamasi dan anti-inflamasi, sedangkan LDH bekerja melalui proses oksidasi piruvat menjadi laktat. Perubahan kadar laktat mencerminkan perubahan laju metabolisme glukosa atau kadar piruvat. Studi prospektif cross-sectional dilakukan pada kasus Diabetic Retinopathy yang didiagnosis di pusat perawatan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien NPDR, kadar rata-rata IL-6 adalah 23,59 A 19,02,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" type="image/webp" length="130948" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41397-perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41397-perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:202c594fe16354735a7bca247df850f6</id>
	<published>2026-04-22T19:52:22+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:52:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="aniket kumar" label="aniket kumar" />
	<category term="rova virgana" label="rova virgana" />
	<itunes:keywords><![CDATA[aniket,content,kumar,main,rova,virgana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap terjadinya perdarahan suprakoroidal selama vitrektomi, terutama yang berkaitan dengan manuver Valsalva. Studi prospektif yang melibatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap terjadinya perdarahan suprakoroidal selama vitrektomi, terutama yang berkaitan dengan manuver Valsalva. Studi prospektif yang melibatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp 1x" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" alt="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-7b554.webp" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-7b554.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-7b554.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-7b554.webp 1x" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" alt="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-89b85.webp" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-89b85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-89b85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-89b85.webp 1x" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" alt="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41397-perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal" title="JURIS - Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report" target="_blank">Suprachoroidal Haemorrhage Caused By Valsalva Maneuver During Vitrectomy: A Case Report</a>: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap terjadinya perdarahan suprakoroidal selama vitrektomi, terutama yang berkaitan dengan manuver Valsalva. Studi prospektif yang melibatkan pemantauan tekanan intraokular secara real-time selama vitrektomi dapat membantu menentukan ambang batas tekanan yang aman dan mengembangkan strategi untuk mencegah manuver Valsalva yang tidak disengaja. Selain itu, penelitian yang mengeksplorasi efektivitas berbagai protokol manajemen anestesi, seperti penggunaan obat-obatan yang mengurangi tekanan vena, dapat memberikan wawasan tentang cara meminimalkan risiko perdarahan suprakoroidal. Penelitian di masa depan juga dapat berfokus pada pengembangan teknik bedah baru atau perangkat yang dapat mengurangi risiko cedera pada pembuluh darah koroid selama vitrektomi, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan hasil visual..
<br>Manuver Valsava selama vitrektomi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti perdarahan suprakoroidal.Meskipun merupakan salah satu komplikasi anestesi yang dapat dipulihkan selama vitrektomi, komplikasi ini dapat mengakibatkan gangguan penglihatan yang parah.Kasus ini menyoroti pentingnya mewaspadai potensi risiko manuver Valsava selama operasi intraokular dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan terjadinya
<br>Pengantar: Perdarahan suprakoroidal adalah komplikasi yang jarang namun signifikan yang dapat terjadi selama operasi intraokular akibat manuver Valsalva saat pasien terjaga. Akumulasi darah yang cepat di ruang suprakoroidal akibat peningkatan tekanan seperti manuver Valsalva dapat disebabkan oleh pecahnya arteri siliar posterior atau vena vorteks. Laporan kasus: Seorang pria berusia 43 tahun dengan IOL yang terlepas setelah operasi katarak yang berhasil menjalani vitrektomi, eksplantasi IOL, dan implantasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp" type="image/webp" length="96320" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-caea0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-7b554.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/perdarahan-suprakoroidal-vitrektomi-manuver-valsal-thumb-89b85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:1fdfe80596070d3b1388460a947afa64</id>
	<published>2026-04-22T19:46:06+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:46:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" target="_blank">Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus pada efektivitasnya dalam mencegah perkembangan PVR lebih lanjut. Kedua, penelitian prospektif yang lebih besar diperlukan untuk membandingkan hasil visual dan anatomi antara pengencangan skleral melingkar dengan pita sempit dan teknik bedah lainnya, seperti vitrektomi pars plana, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal untuk berbagai jenis ARR. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme perubahan refraktif yang terkait dengan pengencangan skleral melingkar, dengan tujuan mengembangkan strategi untuk meminimalkan atau mencegah induksi miopia pasca-operasi..
<br>Pengencangan skleral melingkar sempit dapat dipertimbangkan sebagai teknik yang efektif dan aman pada kasus ARR yang terpilih, termasuk yang terletak di anterior, ganda, atau memiliki robekan retina yang tidak terlihat.Studi terkontrol acak berukuran besar lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kemanjurannya
<br>Latar belakang: Penelitian ini melaporkan hasil bedah dan visual dari penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar untuk ablasi retina regmatogen (ARR) yang terpilih. Metode: Tinjauan seri kasus retrospektif dari 16 pasien dengan ARR primer yang dirawat dengan pengencangan skleral melingkar menggunakan pita sempit 240 (2,5 mm) di KMN Eye Care dari Juni 2018 hingga Juni 2020. Hasil: Total 16 mata pada 16 pasien dengan ARR menjalani pengencangan skleral melingkar dengan pita silikon sempit 240 (2,5 mm) tanpa ban atau spons tambahan. Semua pasien memiliki mata miopia,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" type="image/webp" length="47458" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Drink More Risk Less ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Drink More Risk Less ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Drink More Risk Less ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41408-public-health-water-quality-leadersh" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41408-public-health-water-quality-leadersh" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:fd751c02a2fdb55cbdcf641eb18917cc</id>
	<published>2026-04-22T19:41:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:41:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="open access" label="open access" />
	<category term="aan nurhadi" label="aan nurhadi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[aan,access,content,main,nurhadi,open]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara hidrasi dan regulasi glukosa, termasuk peran hormon dan jalur ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara hidrasi dan regulasi glukosa, termasuk peran hormon dan jalur ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-d75a3.webp" title="JURIS - Drink More, Risk Less" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-d75a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-d75a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-d75a3.webp 1x" title="JURIS - Drink More, Risk Less" alt="JURIS - Drink More, Risk Less" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp" title="JURIS - Drink More, Risk Less" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp 1x" title="JURIS - Drink More, Risk Less" alt="JURIS - Drink More, Risk Less" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-b6c4e.webp" title="JURIS - Drink More, Risk Less" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-b6c4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-b6c4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-b6c4e.webp 1x" title="JURIS - Drink More, Risk Less" alt="JURIS - Drink More, Risk Less" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41408-public-health-water-quality-leadersh" title="JURIS - Drink More, Risk Less" target="_blank">Drink More, Risk Less</a>: Berdasarkan temuan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara hidrasi dan regulasi glukosa, termasuk peran hormon dan jalur pensinyalan tertentu. Kedua, studi intervensi yang mengevaluasi dampak program edukasi hidrasi dan peningkatan akses ke air bersih terhadap kejadian dan pengendalian diabetes di komunitas pedesaan di Arab Saudi akan sangat berharga. Ketiga, penelitian prospektif dapat mengeksplorasi interaksi antara hidrasi, pola makan, dan aktivitas fisik dalam memitigasi risiko diabetes, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosiodemografi dan lingkungan yang relevan. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan diabetes yang lebih komprehensif dan efektif yang disesuaikan dengan konteks unik Arab Saudi..
<br>This study demonstrates that insufficient water consumption markedly elevates the incidence of diabetes in Riyadh Province, Saudi Arabia, irrespective of other recognized risk factors.Participants eating less than 2 liters daily had significantly elevated fasting blood glucose and HbA1c levels in comparison to those adhering to hydration guidelines.Moreover, water quality surfaced as an undervalued element, with users of untreated water exhibiting inferior glycemic profiles.Rural-urban differences were significant, with rural inhabitants experiencing reduced water usage and restricted access to treated water sources.The protective benefit of sufficient hydration proved especially significant in the hot climate of Saudi Arabia and was amplified when coupled with physical exercise and appropriate nutrition
<br>Diabetes mellitus is an escalating public health issue in Saudi Arabia, with rising prevalence linked to lifestyle factors such as nutrition, physical activity, and hydration practices. This study investigates the relationship between water drinking habits and diabetes risk among adults in Riyadh Province, where severe climatic circumstances may intensify hydration-related health concerns. A longitudinal study approach was employed to track 300 people aged 30 to 65 over a two-year period, collecting data on water consumption, glycemic indicators, and related health behaviors. The results demonstrate that persons consuming Ou2 liters of water daily had reduced fasting blood glucose (94 mg/dL) and HbA1c levels (5.6%) in contrast to those consuming <2 liters daily (102...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp" type="image/webp" length="73766" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-d75a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-66bc0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/public-health-water-quality-leadership-global-conc-thumb-b6c4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-935-riverstudies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4589-atribut-width-height-tag-marquee.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:5450b450a352ba83b9188ce73faa93a6</id>
	<published>2026-04-22T19:11:55+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:11:55+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" target="_blank">Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok usia yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memoderasi efektivitas REBT, seperti jenis kelamin, latar belakang sosial ekonomi, atau tingkat keparahan bullying yang dialami, sehingga intervensi REBT dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing individu. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan REBT dalam kombinasi dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi kelompok, untuk melihat apakah kombinasi tersebut dapat menghasilkan efek sinergis yang lebih besar dalam meningkatkan self esteem dan mengatasi dampak bullying pada siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai efektivitas REBT dan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah bullying dan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa..
<br>Pemberian REBT terbukti efektif untuk meningkatkan self esteem siswa SMP korban bullying.Lima orang subjek menunjukkan peningkatan self esteem dari kategori rendah menjadi kategori sedang setelah menerima REBT, dan self esteem mereka tetap bertahan di kategori sedang setelah 2 minggu perlakuan.REBT memberikan hasil yang lebih optimal apabila diberikan kepada subjek yang memiliki kapasitas intelektual rata-rata atas dan aktif selama sesi terapi berlangsung
<br>Rational emotive behavior therapy (REBT) adalah terapi yang berusaha mengubah pikiran irasional menjadi rasional sehingga subjek memiliki perasaan berharga, mampu, dan diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas REBT untuk meningkatkan self esteem pada siswa SMP korban bullying. Terapi berlangsung selama 10 jam yang disajikan dalam 4 sesi dan setiap sesinya berlangsung sekitar 2,5 jam. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa SMP korban bullying secara fisik, verbal dan relasional, memiliki self esteem yang rendah, dan memiliki skor IQ minimal rata-rata. Sepuluh subjek dibagi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" type="image/webp" length="102884" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41400-wisata-alam-program-kewirausahaan-pengemba" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41400-wisata-alam-program-kewirausahaan-pengemba" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:ebba9f3a6bd464c74ed8167a6d058557</id>
	<published>2026-04-22T19:05:17+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:05:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="sungai alam" label="sungai alam" />
	<category term="ojs pkp" label="ojs pkp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[alam,ojs,pkp,sungai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program kewirausahaan ini dalam jangka panjang, dengan melacak perkembangan siswa setelah mereka ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program kewirausahaan ini dalam jangka panjang, dengan melacak perkembangan siswa setelah mereka ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp" title="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp 1x" title="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" alt="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-61164.webp" title="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-61164.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-61164.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-61164.webp 1x" title="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" alt="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41400-wisata-alam-program-kewirausahaan-pengemba" title="JURIS - Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi" target="_blank">Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program kewirausahaan ini dalam jangka panjang, dengan melacak perkembangan siswa setelah mereka menyelesaikan sekolah dasar. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan dampak program kewirausahaan di SDN Kebonbera dengan program serupa di sekolah lain, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum kewirausahaan yang lebih terintegrasi dan komprehensif, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah dan komunitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pendidikan kewirausahaan di Indonesia, serta membantu menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing..
<br>Program penanaman jiwa kewirausahaan di SDN Kebonbera berhasil memperkenalkan dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan pada siswa usia dini.Implementasi program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar kewirausahaan, serta meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan problem-solving mereka.Kegiatan berbasis proyek dan simulasi bisnis yang diterapkan dalam program berhasil melibatkan siswa secara aktif dan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang relevan
<br>Pendidikan kewirausahaan di usia dini memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan dalam dunia bisnis modern. Penelitian ini berfokus pada inisiatif penanaman jiwa kewirausahaan di SDN Kebonbera, Rumah Transisi UBJ, Sukabumi, dengan tujuan untuk mengintegrasikan konsep kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dasar. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, termasuk kreativitas, inovasi, dan keterampilan manajerial dasar. Metode yang digunakan mencakup pelatihan interaktif, proyek berbasis tim, dan simulasi kegiatan bisnis kecil yang relevan dengan konteks lokal. Evaluasi dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp" type="image/webp" length="126280" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-f722b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/wisata-alam-program-kewirausahaan-pengembangan-efe-thumb-61164.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-901-isnjbengkalis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12145-khidmah-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41388-religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-anonymou" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41388-religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-anonymou" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:bb4c0c4fa88f3c521288795e3fb832c4</id>
	<published>2026-04-22T19:00:52+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:00:52+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan perkawinan selain religiusitas, seperti dukungan sosial, komunikasi, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan perkawinan selain religiusitas, seperti dukungan sosial, komunikasi, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" alt="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-ebad5.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-ebad5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-ebad5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-ebad5.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" alt="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-fe627.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-fe627.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-fe627.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-fe627.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" alt="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41388-religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-anonymou" title="JURIS - Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan" target="_blank">Hubungan Antara Religiusitas dengan Kepuasan Perkawinan</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan perkawinan selain religiusitas, seperti dukungan sosial, komunikasi, dan pengelolaan keuangan. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman pasangan suami istri dalam menjalani perkawinan yang religius. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada kelompok usia tertentu, misalnya pasangan muda atau pasangan yang sudah memasuki usia pensiun, untuk melihat perbedaan pengaruh religiusitas terhadap kepuasan perkawinan pada kelompok usia yang berbeda..
<br>Terdapat hubungan antara religiusitas dan kepuasan perkawinan pada pasangan suami istri, artinya semakin tinggi religiusitas yang dimiliki maka semakin tinggi pula kepuasan perkawinan yang dirasakan oleh pasangan.Selain itu, kepuasan perkawinan juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, tingkat pendidikan dan usia perkawinan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kepuasan perkawinan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Enrich Marital Satisfaction (EMS) dan skala religiusitas. Subjek penelitian berjumlah 208 orang. Analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan korelasi (r) sebesar 0.582 dengan probabilitas (p) 0.000 (pO0.01). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kepuasan perkawinan. Artinya, tingkat religiusitas pasangan suami istri berkaitan dengan kepuasan perkawinan yang dirasakan. Selain itu, religiusitas memberikan sumbangan efektif terhadap kepuasan perkawinan sebesar 33.9%.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp" type="image/webp" length="115936" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-168cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-ebad5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/religiusitas-kepuasan-perkawinan-keluarga-peneliti-thumb-fe627.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy Retinal Vein Occlusion and Age Related Macular Degeneration in Eastern India An Epidemiological Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy Retinal Vein Occlusion and Age Related Macular Degeneration in Eastern India An Epidemiological Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy Retinal Vein Occlusion and Age Related Macular Degeneration in Eastern India An Epidemiological Study ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41390-retina-komorbiditas-manajemen-india-timur-oklusi-v" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41390-retina-komorbiditas-manajemen-india-timur-oklusi-v" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:b531e4c90e8a911d3b38c9cdae2b9a6c</id>
	<published>2026-04-22T18:58:44+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:58:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="aniket kumar" label="aniket kumar" />
	<category term="rova virgana" label="rova virgana" />
	<itunes:keywords><![CDATA[aniket,content,kumar,main,rova,virgana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki faktor-faktor sosial ekonomi yang berkontribusi pada keterlambatan dalam mencari perawatan dan kepatuhan tindak lanjut yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki faktor-faktor sosial ekonomi yang berkontribusi pada keterlambatan dalam mencari perawatan dan kepatuhan tindak lanjut yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" alt="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-4b9d9.webp" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-4b9d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-4b9d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-4b9d9.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" alt="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-38a5d.webp" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-38a5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-38a5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-38a5d.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" alt="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41390-retina-komorbiditas-manajemen-india-timur-oklusi-v" title="JURIS - Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study" target="_blank">Prevalence and Demographic Patterns of Diabetic Retinopathy, Retinal Vein Occlusion, and Age-Related Macular Degeneration in Eastern India: An Epidemiological Study</a>: Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki faktor-faktor sosial ekonomi yang berkontribusi pada keterlambatan dalam mencari perawatan dan kepatuhan tindak lanjut yang buruk, khususnya di antara perempuan. Kedua, studi prospektif dapat mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis masyarakat, seperti program skrining yang ditargetkan dan layanan kesehatan jarak jauh, dalam meningkatkan deteksi dini dan manajemen penyakit retina. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki hubungan antara komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit ginjal kronis dengan perkembangan dan hasil penyakit retina, yang mengarah pada pendekatan perawatan yang lebih personal dan terintegrasi. Dengan mengatasi kesenjangan ini, kita dapat meningkatkan hasil perawatan kesehatan bagi individu yang terkena dampak penyakit retina di India Timur dan seterusnya..
<br>Studi ini menyoroti perlunya protokol skrining yang ditingkatkan dan strategi manajemen multidisiplin di India Timur untuk mengatasi beban penyakit retina yang tinggi.Intervensi yang ditargetkan di wilayah ini dapat mencegah kehilangan penglihatan dan meningkatkan hasil perawatan kesehatan
<br>Penelitian observasi prospektif ini dilakukan di rumah sakit perawatan tersier dari Agustus 2021 hingga Desember 2022. Pasien dewasa (Ou18 tahun) yang didiagnosis dengan retinopati diabetik (DR), oklusi vena retina (RVO), atau degenerasi makula terkait usia (ARMD) direkrut setelah mendapatkan persetujuan setelah mendapatkan persetujuan yang diinformasikan. Pengumpulan data komprehensif, termasuk informasi demografis, karakteristik klinis, dan hasil pengobatan, dilakukan. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Studi kohort (N=812) menunjukkan dominasi DR (60,84%, 95% CI: 57,4-64,2%), diikuti oleh oklusi vena retina cabang (BRVO, 18,72%, 95% CI: 16,1-21,6%), ARMD (12,07%,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp" type="image/webp" length="95320" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-df27a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-4b9d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/retina-komorbiditas-manajemen-india-oklusi-vena-ca-thumb-38a5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:f96111e272ec40d9c2ee14f59d199632</id>
	<published>2026-04-22T18:29:30+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:29:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" target="_blank">Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ARMD kering menjadi bentuk yang lebih lanjut, seperti neovaskularisasi makula. Hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi dan memerlukan intervensi lebih awal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari perubahan autofluoresensi pada ARMD kering. Memahami proses ini dapat mengarah pada pengembangan terapi target yang dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit. Ketiga, penelitian prospektif yang mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan dalam perkembangan ARMD kering, serta interaksinya dengan temuan FAF dan SDOCT, akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang etiologi penyakit dan dapat mengidentifikasi target terapi baru..
<br>OCT dan FAF menunjukkan korelasi yang baik dalam menilai ARMD kering dini dan lanjut, sehingga menjelaskan korelasi antara perubahan anatomi dan biokimia.Oleh karena itu, ini dapat digunakan sebagai prediktor perkembangan, ketika digunakan bersama
<br>Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menilai fitur-fitur awal dan akhir dari degenerasi makula terkait usia (ARMD) kering menggunakan optical coherence tomography (SDOCT) domain spektral dan autofluoresensi fundus (FAF). Metode: Studi observasional cross-sectional dilakukan dari Januari-Desember 2022 di pusat perawatan mata tersier, India. Pasien berusia >55 tahun dan secara klinis didiagnosis ARMD kering menjalani SDOCT dan FAF. SDOCT dan FAF dinilai dan dikorelasikan dengan visual acuity terkoreksi terbaik (BCVA). Hasil: 106 mata dari 60 kasus dimasukkan. Usia rata-rata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" type="image/webp" length="85908" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:5eb2bc94da1fb4aa6bf7ec41d12f2cc8</id>
	<published>2026-04-22T18:21:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:21:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" target="_blank">Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja, atau dukungan sosial dari keluarga dan rekan kerja. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi karyawan terhadap pengembangan karir, terutama pada perempuan yang mungkin menghadapi tantangan atau hambatan tertentu. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas program pengembangan karir yang ada di perusahaan, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan program tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan karyawan, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap terhadap pengembangan karir karyawan Perbankan berdasarkan jenis kelamin (gender) tidak berbeda secara nyata atau sama.Artinya menunjukkan bahwa berbagai indikator dalam pengembangan karir di dunia pekerjaan tidak membedakan kesempatan untuk memperolehnya baik bagi karyawan laki-laki maupun perempuan.Mereka mempunyai sikap yang sama terhadap pengembangan karir mereka
<br>Sikap terhadap pengembangan karir adalah penilaian atau evaluasi (berdasarkan kognitif, afektif dan konatif) mengenai pengembangan karir yang tercermin dalam mendukung atau tidak mendukung sebagai reaksi dari pengembangan karir yang berupa peningkatan pendidikan, sistem promosi, pelatihan, serta mutasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap pengembangan karir pada karyawan ditinjau dari gender yaitu karyawan laki-laki dan karyawan perempuan. Hasil analisa menggunakan teknik Independent Sampel T-Test diperoleh nilai t sebesar 0,186 dengan tingkat signifikansi sebesar p=0,852 (pOu0,01)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" type="image/webp" length="98670" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41394-persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41394-persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:b8b7a4ba10240080c6bec2d0a7797b23</id>
	<published>2026-04-22T17:55:08+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T17:55:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="sungai alam" label="sungai alam" />
	<category term="ojs pkp" label="ojs pkp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[alam,ojs,pkp,sungai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman dan meningkatkan efektivitas program pembinaan jiwa wirausaha pada generasi Z. Pertama, penelitian kuantitatif dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman dan meningkatkan efektivitas program pembinaan jiwa wirausaha pada generasi Z. Pertama, penelitian kuantitatif dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-7dd8e.webp" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-7dd8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-7dd8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-7dd8e.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-5d6cd.webp" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-5d6cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-5d6cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-5d6cd.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" alt="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41394-persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-m" title="JURIS - Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis" target="_blank">Pembinaan Jiwa Wirausaha Pada Generasi Z Di Madrasah Aliyah Darussalam Pematang Duku Timur Kabupaten Bengkalis</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman dan meningkatkan efektivitas program pembinaan jiwa wirausaha pada generasi Z. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara lebih akurat dampak program pembinaan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap wirausaha generasi Z, dengan menggunakan instrumen yang terstandarisasi dan melibatkan sampel yang lebih besar. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi generasi Z terhadap program pembinaan, serta faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan mereka dalam mengembangkan jiwa wirausaha. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai model pembinaan jiwa wirausaha yang diterapkan di berbagai madrasah, dengan mempertimbangkan karakteristik siswa, sumber daya yang tersedia, dan dukungan dari pihak sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan program pembinaan jiwa wirausaha yang lebih relevan, efektif, dan berkelanjutan bagi generasi Z di masa depan..
<br>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pembinaan jiwa wirausaha pada generasi Z ini memberikan pengetahuan kepada generasi Z tentang pentingnya berwirausaha dan kiat kiat dalam berwirausaha.Pemaparan tiga materi dan motivasi dari tim pengabdian kepada masyarakat mampu memotivasi dan membuka wawasan serta pemikiran generasi Z, untuk berwirausaha, mengenal potensi diri, memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bijak serta memiliki mentor wirausaha.Berdasarkan hasil evaluasi pengabdian, maka kegiatan ini harus dilaksanakan keberlanjutanya, yakni pendampingan atau pelatihan digital marketing.Keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting untuk dilaksanakan, untuk mewujudkan generasi Z yang sukses dalam berwirausaha
<br>Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan motivasi pembinaan jiwa wirausaha terhadap generasi Z untuk siswa dan siswi Madrasah Aliyah Daarusalam Pematang Duku Timur Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan adalah metode seminar pembinaan wirausaha dengan empat tahap yakni tahap persiapan dengan observasi diskusi dan wawancara, kemudian tahap pelaksanaan dengan melaksanakan seminar pembinaan dan pemberian materi tentang generasi Z dan Revolusi industry, pentingnya berwirausaha kiat kiat berwirausaha, kemudian tahap evaluasi dan penyusunan laporan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa motivasi generasi Z mengalami peningkatan setelah dilaksanakan seminar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp" type="image/webp" length="105078" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-17ff1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-7dd8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/persepsi-generasi-wirausaha-z-pembinaan-motivasi-m-thumb-5d6cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-901-isnjbengkalis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12145-khidmah-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41391-diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-melli" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41391-diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-melli" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:8ff93d73933665bd47cdb70dc5ae2f36</id>
	<published>2026-04-22T17:23:27+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T17:23:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="aniket kumar" label="aniket kumar" />
	<category term="rova virgana" label="rova virgana" />
	<itunes:keywords><![CDATA[aniket,content,kumar,main,rova,virgana]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi perubahan ketebalan RNFL dari waktu ke waktu dan hubungannya dengan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi perubahan ketebalan RNFL dari waktu ke waktu dan hubungannya dengan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-c7139.webp" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-c7139.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-c7139.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-c7139.webp 1x" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" alt="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp 1x" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" alt="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-4d15c.webp" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-4d15c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-4d15c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-4d15c.webp 1x" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" alt="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41391-diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-melli" title="JURIS - RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2" target="_blank">RETINAL NERVE FIBER LAYER THICKNESS ASSOCIATED WITH SEVERITY OF DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY IN DIABETES MELLITUS TYPE 2</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi perubahan ketebalan RNFL dari waktu ke waktu dan hubungannya dengan perkembangan DPN. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi ketebalan RNFL pada pasien diabetes, seperti kontrol glikemik, tekanan darah, dan durasi diabetes. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi terapi yang dapat meningkatkan ketebalan RNFL dan mencegah atau memperlambat perkembangan DPN, seperti intervensi nutrisi atau olahraga. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran RNFL dalam patogenesis DPN dan mengidentifikasi strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa RNFL lebih tipis pada kuadran rata-rata, temporal, dan nasal pada kelompok DM dengan DPN dibandingkan dengan kelompok DM tanpa DPN.Meskipun demikian, hubungan ini tidak signifikan secara statistik.Temuan ini menunjukkan potensi RNFL sebagai indikator neurodegenerasi pada pasien diabetes, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi signifikansi klinisnya.Penggunaan OCT untuk menilai ketebalan RNFL dapat menjadi alat skrining tambahan dalam deteksi dini dan pemantauan perkembangan DPN
<br>Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ketebalan Lapisan Serat Saraf Retina (Retinal Nerve Fiber Layer/RNFL) bermanfaat dalam mendeteksi tingkat kerusakan neurodegenerasi perifer pada pasien diabetes. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 36 partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok: 18 pasien diabetes mellitus tipe 2 (DM) dengan neuropati perifer diabetik (Diabetic Peripheral Neuropathy/DPN) dan 18 pasien DM tanpa DPN. Semua partisipan berusia 40-60 tahun dengan ketajaman visual terbaik yang dikoreksi lebih baik dari 0,2 logMAR. Pemeriksaan Optical Coherence Tomography (OCT) dilakukan untuk menentukan ketebalan RNFL, sedangkan pemeriksaan Electroneuromyography (ENMG) dan DNS-Ina Score digunakan untuk menegakkan diagnosis DPN. Data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp" type="image/webp" length="93768" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-c7139.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-02585.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/diabetes-mellitus-dm-pasien-tipe-neuropati-perifer-thumb-4d15c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Thu, 23 Apr 2026 11:30:54 +0700. 12 items. Served in: 2.906 seconds [atom] -->
