<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-09-21T06:56:43+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben Haezer Tuguis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben Haezer Tuguis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben Haezer Tuguis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67706-dinamika-politik-konflik-sosial-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67706-dinamika-politik-konflik-sosial-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:c690dc7980b77d57682ae8c0c4ece933</id>
	<published>2026-09-21T06:22:07+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T06:22:07+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="relasi islam" label="relasi islam" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,islam,kel,ojs,relasi,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konflik politik terhadap kohesi jemaat dan peran pelayanan pastoral dalam memulihkan hubungan yang rusak. Selain itu, studi tentang strategi pengembangan kesadaran politik warga jemaat dalam menghadapi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konflik politik terhadap kohesi jemaat dan peran pelayanan pastoral dalam memulihkan hubungan yang rusak. Selain itu, studi tentang strategi pengembangan kesadaran politik warga jemaat dalam menghadapi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-ced52.webp" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-ced52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-ced52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-ced52.webp 1x" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" alt="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp 1x" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" alt="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-c725e.webp" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-c725e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-c725e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-c725e.webp 1x" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" alt="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67706-dinamika-politik-konflik-sosial-p" title="JURIS - Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis" target="_blank">Dampak Konflik Pemilihan Umum Terhadap Perpecahan Jemaat: Studi Kasus Jemaat Gereja Masehi Injili di Halmahera Eben-Haezer Tuguis</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konflik politik terhadap kohesi jemaat dan peran pelayanan pastoral dalam memulihkan hubungan yang rusak. Selain itu, studi tentang strategi pengembangan kesadaran politik warga jemaat dalam menghadapi dinamika sosial yang kompleks dapat menjadi arah baru. Terakhir, penelitian tentang perbedaan pendekatan gereja dalam menangani konflik politik di berbagai denominasi dapat memberikan wawasan tentang efektivitas metode rekonsiliasi yang berbeda..
<br>Konflik yang terjadi di Jemaat GMIH Eben Haezer Tuguis adalah dampak pemilihan legislatif tahun 2024 yang memperlihatkan bagaimana dinamika politik dapat merusak relasi persekutuan gereja, bahkan memicu perpecahan jemaat.Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan polarasi dalam kehidupan berjemaat, tetapi juga berdampak serius dalam kehidupan keluarga, pergaulan anak muda, dan relasi sosial masyarakat desa.Upaya rekonsiliasi yang dilakukan secara administratif nyatanya terbukti belum cukup efektif untuk menyentuh akar persoalan tersebut, sehingga jemaat tetap terpecah.Dalam konteks demikian, gereja dipanggil untuk hadir secara aktif melalui pelayanan pastoral yang menyentuh dimensi penyembuhan, pendampingan, pembimbingan, pemliharaan, pendamaian, dan pemberdayaan serta pembebasan
<br>Konflik dalam kehidupan bergereja tidak hanya disebabkan oleh perbedaan doktrinal atau struktural, tetapi juga dapat dipicu oleh dinamika sosial dan politik di sekitar jemaat. Artikel ini hendak mengkaji dampak dari konflik politik terhadap kehidupan bergereja dengan metode studi kasus di Jemaat GMIH Eben-Haezer Tuguis, Maluku Utara. Konflik terjadi akibat ketegangan pascapemilihan legislatif di tahun 2024 lalu. Ketika ada salah satu anggota jemaat yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebagian pendukungnya tidak menerima hasil kekalahan yang kemudian hal tersebut memicu perpecahan internal dalam Jemaat Eben-Haezer Tuguis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak dari konflik tersebut membuat keluarga dan persekutuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp" type="image/webp" length="263776" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-ced52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-deda8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/dinamika-politik-konflik-sosial-rekonsiliasi-pasto-thumb-c725e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identitas Hibrid Kristen Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K Bhabaha ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67696-gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67696-gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:cec318fa7a92d205be91d27076785dda</id>
	<published>2026-09-21T05:38:17+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T05:38:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="miracle cell" label="miracle cell" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cell,kel,miracle,ojs,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp 1x" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" alt="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67696-gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid" title="JURIS - Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha" target="_blank">Identitas Hibrid Kristen: Penelusuran Genealogis terhadap Kristianitas Gereja Protestan Maluku Pascakolonial Bersama Homi K. Bhabaha</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis bagaimana identitas Kristen GPM terbentuk dan berubah dalam konteks sosial, budaya, dan politik yang dinamis di Maluku, dengan mempertimbangkan pengaruh-pengaruh kolonial dan pascakolonial.2. Meneliti bagaimana identitas Kristen GPM mempengaruhi dan dipengaruhi oleh interaksi dengan kelompok-kelompok agama lain di Maluku, serta bagaimana identitas tersebut berperan dalam upaya-upaya perdamaian dan rekonsiliasi pasca-konflik.3. Melakukan studi komparatif antara identitas Kristen GPM dengan identitas Kristen di daerah-daerah lain di Indonesia, untuk memahami karakteristik unik dan kesamaan-kesamaan yang mungkin ada, serta bagaimana identitas tersebut dibentuk oleh konteks lokal dan nasional..
<br>Melalui pemaparan analitis terhadap perjalanan historis Gereja Protestan Maluku, hal yang dapat disimpulkan yakni identitas Kristen GPM alias Kristianitas GPM merupakan hasil negosiasi.Negosiasi yang dimaksud bukan dalam pengertian yang asimilasi-pasif saja, melainkan terakomodir di dalamnya juga asimilasi-aktif.Negosiasi identitas tidak hanya berkaitan dengan ancaman yang datang dari pihak luar (liyan), tetapi berkaitan juga dengan kehendak untuk berubah.Kehendak untuk berubah sangat penting karena dengan begitu negosiasi identitas tidak bersumber dari represi.Akan tetapi, negosiasi identitas yang dilakukan bersumber dari kebutuhan untuk mengidentifikasikan serta merepresentasikan diri secara terus-menerus dalam menyikapi proses perubahan sosial, budaya, dan politik di tengah masyarakat.Sedari awal artikel ini orang sudah pasti menerawang bahwa Kristianitas GPM tidak murni.Kristianitas GPM tidak hanya soal identitas religius.Kristianitas GPM juga adalah identitas politik, identitas kultural, dan identitas sosial, yang masing-masing dapat teridentifikasi berdasarkan segmen-segmen (konteks) historis tertentu.Dengan demikian, konstruksi Kristianitas GPM kontemporer ialah hibrid yakni Kristianitas yang seharusnya terbuka menerjang potensi-potensi perubahan masyarakat ke depannya tanpa mengabaikan esensi dari Kekristenan itu sendiri.Sama seperti kerelaan masyarakat pribumi Maluku memilih untuk menjadi Kristen karena ekaristi dianggap sejajar dengan tradisi secara esensial, perubahan atau negosiasi yang bersifat asimilatif-aktif juga sebaiknya jangan mengabaikan esensialitas secara subjektif pada diri kita sendiri
<br>Identitas melekat pada subjek, sehingga identifikasi publik terhadap individu atau kelompok dalam masyarakat akan selalu terjalin dengan identitas: dari mana asalnya? Apa agamanya, sukunya, dan jenis kelaminnya? Agama sebagai elemen identitas menjadi penting, terutama di Indonesia, mengakui "Tuhan Yang Maha Esa" sebagai dasar pertama Pancasila. Artikel ini bermaksud untuk menguraikan pembentukan identitas Kristen kontemporer yang berafiliasi dengan GPM sepanjang era kolonial dan pascakolonial di Maluku. Dengan demikian, penelitian ini memakai konsep hibriditas dari teori pascakolonial sebagai alat analisisnya. Metode genealogi digunakan dalam artikel ini untuk mengeksplorasi data historis-tekstual tentang GPM di era kolonial dan pascakolonial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas Kristen bersifat dialektis sesuai dengan dinamika konteks sosial, sehingga identitas tidak pernah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" type="image/webp" length="196202" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0f33c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-6a05b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/gereja-protestan-gpm-kristianitas-identitas-hibrid-thumb-0df43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726 2019 dan SNI 2847 2019 Studi Kasus Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67715-distribusi-beban-gempa-gedung-tahan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67715-distribusi-beban-gempa-gedung-tahan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:ebaff9592c46e39cfcc36d0507b76fbf</id>
	<published>2026-09-21T05:02:15+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T05:02:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pulau haruku" label="pulau haruku" />
	<category term="talake ambon" label="talake ambon" />
	<category term="richrisna h" label="richrisna h" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" alt="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67715-distribusi-beban-gempa-gedung-tahan" title="JURIS - Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)" target="_blank">Analisis Kapasitas Elemen Struktur Terhadap Beban Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019 (Studi Kasus: Bangunan Gedung Baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi penggunaan material alternatif untuk fondasi tiang pancang guna meningkatkan daya dukung tanah lunak. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara metode respons spektrum dan metode lain dalam analisis struktur tahan gempa. Penelitian juga bisa mengkaji dampak orientasi bangunan terhadap distribusi beban gempa, terutama pada bangunan dengan panjang melebihi 40 meter. Dengan mempertimbangkan hasil penelitian ini, penting untuk mengembangkan pedoman desain struktur yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis daerah rawan gempa. Penelitian lebih lanjut juga sebaiknya mencakup simulasi skenario gempa dengan intensitas berbeda untuk menguji ketahanan struktur. Selain itu, penggunaan teknologi pemantauan real-time untuk mengidentifikasi deformasi fondasi dapat menjadi arah penelitian yang relevan. Studi tentang optimasi pola penempatan tiang pancang untuk meningkatkan efisiensi fondasi juga layak dieksplorasi. Penelitian terkait perbaikan desain struktur atas (balok dan kolom) untuk memenuhi konsep strong column-weak beam secara optimal dapat menjadi fokus selanjutnya. Evaluasi dampak perubahan parameter SNI terhadap desain struktur tahan gempa juga perlu dilakukan. Akhirnya, penelitian tentang integrasi sistem isolasi getar dalam desain bangunan di daerah rawan gempa menjadi arah studi yang menarik untuk masa depan..
<br>Analisis beban mati, beban mati tambahan, dan beban hidup menunjukkan bahwa total beban pada lantai dua mencapai 4.Gaya geser dasar respons spektrum dalam arah x dan y masing-masing 1.941,27 kN, yang lebih rendah dari gaya geser statik ekuivalen.Elemen struktur seperti balok, kolom, dan fondasi memenuhi syarat keamanan sesuai SNI, termasuk kekuatan lentur, geser, dan efisiensi fondasi yang mencapai 98-100%
<br>Indonesia merupakan daerah dengan aktivitas gempa tinggi. Penelitian ini menganalisis kapasitas elemen struktur bangunan baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura yang tidak memiliki dilatasi. Analisis mencakup beban mati, beban hidup, dan beban gempa menggunakan metode spektrum respons di ETABS. Hasil menunjukkan bahwa elemen struktur memenuhi syarat keamanan sesuai SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, termasuk kekuatan balok, kolom, dan fondasi. Defleksi antar lantai dan efisiensi fondasi juga memenuhi persyaratan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" type="image/webp" length="105542" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-72e33.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-aa28c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/distribusi-beban-gempa-gedung-tahan-mati-daerah-ra-thumb-fd904.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV AIDS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV AIDS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV AIDS ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67694-tindakan-yesus-hiv-aids-pengucilan-teologi-b" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67694-tindakan-yesus-hiv-aids-pengucilan-teologi-b" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:b970d682aaa21ff052acb6dd29e43926</id>
	<published>2026-09-21T04:56:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:56:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pauljonas l" label="pauljonas l" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,l,ojs,pauljonas,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang efektivitas program gereja dalam mengurangi stigma HIV/AIDS melalui pendekatan pastoral. 2. Analisis peran dinamika gender dalam penyebaran HIV/AIDS di komunitas tertentu. 3. Studi tentang dampak ajaran agama terhadap perubahan sikap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang efektivitas program gereja dalam mengurangi stigma HIV/AIDS melalui pendekatan pastoral. 2. Analisis peran dinamika gender dalam penyebaran HIV/AIDS di komunitas tertentu. 3. Studi tentang dampak ajaran agama terhadap perubahan sikap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" alt="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-601c0.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-601c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-601c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-601c0.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" alt="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-c6985.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-c6985.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-c6985.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-c6985.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" alt="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67694-tindakan-yesus-hiv-aids-pengucilan-teologi-b" title="JURIS - Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS" target="_blank">Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS</a>: 1. Penelitian tentang efektivitas program gereja dalam mengurangi stigma HIV/AIDS melalui pendekatan pastoral. 2. Analisis peran dinamika gender dalam penyebaran HIV/AIDS di komunitas tertentu. 3. Studi tentang dampak ajaran agama terhadap perubahan sikap masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS. Penelitian ini dapat mengembangkan strategi pencegahan berbasis iman dan meningkatkan kesadaran sosial tentang keadilan kesehatan..
<br>HIV/AIDS bukan hanya ancaman biologis, tetapi juga fenomena sosial dan spiritual yang menciptakan luka berlapis-lapis.Gereja perlu memperhatikan pelayanan keadilan sosial, menghilangkan stigma, dan menolong penderita dengan kasih.Tindakan Yesus menunjukkan pentingnya belas kasih dan penerimaan tanpa prasangka.Masyarakat harus menjaga jarak namun tetap mendukung penderita HIV/AIDS dengan motivasi dan doa
<br>Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pengajaran kepada setiap manusia dalam melihat tindakan Yesus yang dengan kerendahan hati memberikan kasih-Nya kepada semua orang tanpa terkecuali, khususnya kepada seorang yang menderita sakit kusta (Markus 1: 40-45). Yesus hadir dan mendekati penderita sakit kusta itu tanpa mempedulikan hukum kesucian yang berlaku pada zaman itu. Pegucilan yang dialami oleh penderita sakit kusta dirasakan pula di zaman sekarang dengan nama penyakit yaitu HIV/AIDS, yang merupakan penyakit berbahaya dan tentu sulit untuk disembuhkan. Para penderita HIV/AIDS ini sering kali dikucilkakan atau dihindari oleh masyarakat atau orang terdekat. Lewat tindakan Yesus itu memberikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp" type="image/webp" length="269668" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-aa63d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-601c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/tindakan-yesus-pengucilan-teologi-belas-kasih-masy-thumb-c6985.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau Studi Kasus Perumtel Kayu Tiga ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67713-temperatur-mata-air-sumber-sendang-su" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67713-temperatur-mata-air-sumber-sendang-su" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:37a8a6122aeef49975addc9af49c719e</id>
	<published>2026-09-21T04:55:41+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:55:41+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pulau haruku" label="pulau haruku" />
	<category term="talake ambon" label="talake ambon" />
	<category term="richrisna h" label="richrisna h" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" alt="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67713-temperatur-mata-air-sumber-sendang-su" title="JURIS - Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)" target="_blank">Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Soya Kecamatan Sirimau (Studi Kasus: Perumtel Kayu Tiga)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap debit sumber air Wai Soya Bawah, karena fluktuasi curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan air. Selain itu, pengembangan sistem manajemen berbasis komunitas untuk memastikan partisipasi aktif warga dalam pemeliharaan jaringan distribusi juga penting. Terakhir, studi tentang integrasi teknologi sensor pintar untuk pemantauan real-time kebocoran pipa dan kualitas air bisa menjadi arah penelitian baru, mengingat kebutuhan akan efisiensi dan keandalan sistem distribusi air bersih di masa depan..
<br>Sistem jaringan distribusi air bersih di Perumtel Kayu Tiga secara umum masih berfungsi, namun belum optimal.Unit sumber air baku, pipa transmisi, reservoir, dan jaringan distribusi mengalami berbagai masalah teknis seperti sedimentasi, kebocoran pipa, serta kurangnya pemeliharaan rutin.Meskipun kapasitas sistem saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan air bersih, efisiensi sistem menurun akibat kehilangan air dan kondisi jaringan yang tidak sesuai standar.Debit sumber air Wai Soya Bawah saat ini masih cukup, tetapi tanpa pengelolaan berkelanjutan, ketersediaan debit berpotensi menurun di masa depan.Untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih, diperlukan rehabilitasi infrastruktur, pemeliharaan rutin, dan penataan ulang jaringan distribusi sesuai standar teknis
<br>Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus disediakan secara berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat. Di Desa Soya, khususnya wilayah Perumtel Kayu Tiga, air bersih disalurkan dari mata air Wai Soya Bawah melalui jaringan transmisi ke reservoir sebelum didistribusikan kepada warga. Namun, sistem yang ada menghadapi masalah teknis seperti sedimentasi pada bangunan penangkap air, kebocoran pipa transmisi, kerusakan reservoir, dan pemasangan jaringan distribusi yang tidak memenuhi standar, sehingga meningkatkan risiko kehilangan dan kontaminasi air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas sumber air dan proyeksi kebutuhan air bersih di area tersebut. Data primer dikumpulkan melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" type="image/webp" length="99820" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-87456.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-d94de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/temperatur-mata-air-sumber-sendang-sumur-jaringan-thumb-383ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67704-mental-siswa-kelas-busana-konsel" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67704-mental-siswa-kelas-busana-konsel" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:65c786996d7db72741c474122c942d2f</id>
	<published>2026-09-21T04:50:40+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:50:40+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="yanang wael" label="yanang wael" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,ojs,ukim,wael,wainitu,yanang]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang konseling pastoral terhadap kesehatan mental siswa yang mengalami perundungan. 2. Studi tentang peran aktif orang tua dalam mencegah perundungan di sekolah, khususnya melalui komunikasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang konseling pastoral terhadap kesehatan mental siswa yang mengalami perundungan. 2. Studi tentang peran aktif orang tua dalam mencegah perundungan di sekolah, khususnya melalui komunikasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp 1x" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" alt="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-7709c.webp" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-7709c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-7709c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-7709c.webp 1x" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" alt="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-95f6e.webp" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-95f6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-95f6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-95f6e.webp 1x" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" alt="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67704-mental-siswa-kelas-busana-konsel" title="JURIS - Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania" target="_blank">Konseling Pastoral bagi Siswa Kelas 6 SD yang Mengalami Perundungan di SD Kristen YPPK Nania</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang konseling pastoral terhadap kesehatan mental siswa yang mengalami perundungan. 2. Studi tentang peran aktif orang tua dalam mencegah perundungan di sekolah, khususnya melalui komunikasi dan pemahaman yang lebih mendalam. 3. Pengembangan kebijakan sekolah yang lebih terstruktur untuk menangani kasus perundungan, dengan fokus pada pendidikan karakter dan budaya saling menghargai..
<br>, siswa Kelas 6 SD Kristen YPPK Nania, terjadi karena adanya perbedaan fisik yang kemudian menjadi bahan ejekan oleh teman-temannya.Perundungan tersebut berdampak pada kondisi emosional, perilaku, dan hubungan sosialnya di sekolah.Melalui pendekatan pastoralia transformatif dan holistik, pendampingan pastoral membantu korban dalam memperoleh dukungan, pemulihan, serta penguatan mental dan spiritual.Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah, keluarga, gereja, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan
<br>Perundungan merupakan salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, emosional, dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran konseling pastoral dalam mendampingi siswa Kelas VI yang mengalami perundungan di SD Kristen YPPK Nania. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk perundungan yang dialami siswa meliputi ejekan verbal, diskriminasi, dan pengucilan dalam pergaulan. Konseling pastoral...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp" type="image/webp" length="306714" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-22fd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-7709c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/mental-siswa-kelas-busana-konseling-pastoral-perun-thumb-95f6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67698-otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67698-otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:4dd3cf3639a4d1aa64278650404b2618</id>
	<published>2026-09-21T04:36:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:36:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="miracle cell" label="miracle cell" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,cell,kel,miracle,ojs,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari keterlibatan lembaga agama dalam proses demokrasi lokal, terutama di daerah dengan dinamika politik yang kompleks seperti Papua. Penelitian kedua bisa mengeksplorasi peran etika ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari keterlibatan lembaga agama dalam proses demokrasi lokal, terutama di daerah dengan dinamika politik yang kompleks seperti Papua. Penelitian kedua bisa mengeksplorasi peran etika ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-d63f0.webp" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-d63f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-d63f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-d63f0.webp 1x" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" alt="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp 1x" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" alt="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-1fe94.webp" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-1fe94.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-1fe94.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-1fe94.webp 1x" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" alt="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67698-otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat" title="JURIS - Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025" target="_blank">Misi Politik Gki Di Tanah Papua Dalam Proses Pemungutan Suara Gubernur Dan Wakil Gubernur Papua Tanggal 06 Agustus 2025</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang dari keterlibatan lembaga agama dalam proses demokrasi lokal, terutama di daerah dengan dinamika politik yang kompleks seperti Papua. Penelitian kedua bisa mengeksplorasi peran etika dan moral dalam membangun sistem kepemimpinan yang adil dan transparan, dengan membandingkan praktik di Papua dan wilayah lain di Indonesia. Penelitian ketiga dapat mengkaji bagaimana kebijakan otonomi khusus di Papua dapat direformasi agar lebih efektif dalam mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi, serta memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan politik. Ketiga penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang interaksi antara agama, politik, dan keadilan, serta memberikan rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan kesejahteraan masyarakat..
<br>GKI di Tanah Papua sebagai institusi gerejawi dalam menyikapi PSU Gubernur dan Wakil Gubernur Papua telah berupaya dalam memainkan fungsi politik profetisnya, juga bersuara dan bertindak dalam menyikapi bentuk-bentuk ketidakadilan dan ketidakbenaran.Sikap politik GKI itu nampak lewat bargaining politik GKI dalam PSU.Langkah GKI itu menjadi suatu misi perwujudan Papua yang aman dan damai, sebab para politikus dan pejabat daerah sudah dinilai bergeser dari nilai-nilai demokrasi.Sikap politik itu dilakukan, karena Injil tidak hanya berbicara tentang keselamatan jiwa, tetapi juga tentang pembaharuan hidup, keadilan, dan kesejahteraan umat manusia.Oleh karena itu, gereja terpanggil dalam memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah (keadilan, kasih, dan damai sejahtera) dalam kehidupan masyarakat, termasuk ranah politik.Meskipun demikian, kesadaran penting yang perlu terbangun dalam keterlibatan GKI dalam politik sedemikian adalah politik sebagai misi GKI di Tanah Papua mestinya diletakkan pada koridor dan peran politik gereja yang harus terkontrol, bersikap netral, dan tetap menyuarakan keadilan dan kebenaran.Sikap politik yang dimainkan seharusnya bersifat etik profetik.Politik gereja adalah politik yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam terang Alkitab sebagai landasan moral dan etik
<br>Realitas politik di Papua sangat riskan bila ditelusuri secara cermat karena menyisakan berbagai persoalan yang sulit diatasi. Persoalan-persoalan yang dihadapi adalah kemiskinan, ketidakadilan, dan diskriminasi yang telah berakar juga menjadi akar pahit dalam kehidupan masyarakat Papua. Berbagai usaha untuk mengatasi persoalan politik di Papua seolah menjaring angin, karena para pemangku kepentingan (pejabat pemerintahan dan politik) berlaku skeptis terhadap kondisi sosial itu. Korupsi dan pementingan diri sendiri adalah faktor utama sulitnya upaya menyejahterakan masyarakat. Moralitas dan mentalitas para pejabat daerah tidak bertanggung jawab mengakibatkan terjadinya distorsi politik. Kondisi sosial masyarakat tersebut disebabkan oleh proses-proses demokrasi yang dilaksanakan yang mana ternodai dengan kecurangan, politik uang, dan tindakan-tindakan penyimpangan serupa. Atas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp" type="image/webp" length="207500" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-d63f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-4fe69.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/otsus-tanah-papua-sikap-politik-negara-masyarakat-thumb-1fe94.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67692-korban-bencana-identifikasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67692-korban-bencana-identifikasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:7ef06d7bbc34d4b8b3e7d05874180530</id>
	<published>2026-09-21T04:28:18+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:28:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pauljonas l" label="pauljonas l" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,l,ojs,pauljonas,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pendampingan pastoral yang holistik dan transformatif, dengan mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Model ini dapat diterapkan secara praktis dalam berbagai konteks ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pendampingan pastoral yang holistik dan transformatif, dengan mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Model ini dapat diterapkan secara praktis dalam berbagai konteks ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-d3f4f.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-d3f4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-d3f4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-d3f4f.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-a99fe.webp" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-a99fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-a99fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-a99fe.webp 1x" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" alt="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67692-korban-bencana-identifikasi" title="JURIS - Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia" target="_blank">Pendampingan Pastoral Bagi Korban Bencana Alam di Indonesia</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pendampingan pastoral yang holistik dan transformatif, dengan mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Model ini dapat diterapkan secara praktis dalam berbagai konteks bencana di Indonesia, dengan mempertimbangkan keragaman budaya dan kebutuhan spesifik korban. 2. Mengembangkan teologi kontekstual yang relevan dengan realitas bencana di Indonesia, termasuk pemahaman tentang keberadaan Tuhan di tengah bencana, liturgi yang responsif bagi para korban, dan penafsiran Alkitab yang mengatasi tantangan teologis. Teologi ini dapat menjadi landasan bagi pendampingan pastoral yang efektif dan bermakna. 3. Mempelajari dan menerapkan strategi advokasi keadilan sosial dalam konteks bencana. Gereja dapat berperan sebagai suara moral yang mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan yang adil dan responsif terhadap kebutuhan korban bencana. Advokasi ini dapat mencakup kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi, perlindungan kelompok rentan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan..
<br>Bencana yang melanda Indonesia antara tahun 2018 dan 2021, termasuk insiden di daerah Pasigala, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, dan sejumlah banjir di berbagai lokasi, telah memberikan dampak luas bagi masyarakat.Dampak tidak hanya pada aspek fisik, seperti kerusakan rumah dan infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis dan spiritual.Banyak individu yang terdampak bencana merasakan trauma, rasa takut, bahkan mengalami gangguan PTSD, akibat kehilangan anggota keluarga, rumah, dan rasa aman dalam hidup mereka.Di samping itu, sebagian orang mengalami krisis iman ketika menghadapi kesengsaraan yang luar biasa.Oleh sebab itu, keadaan ini memerlukan pendekatan pendampingan pastoral yang holistik dan transformatif, yang bisa mencakup kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual para korban.Dalam kerangka ini, teologi pastoral yang integratif menjadi signifikan.Melalui sudut pandang ini, bencana tidak diartikan sebagai kejadian acak atau hukuman dari Tuhan, melainkan elemen dari realitas dunia yang rumit, yang muncul akibat interaksi antara kekuatan alam, tindakan manusia, dan misteri kedaulatan Allah.Iman Kristen menekankan bahwa Tuhan tetap ada sebagai Pribadi yang menjaga, menemani, dan memberikan harapan kepada umat-Nya.Perspektif teologi pembebasan sangat relevan dalam menanggapi situasi bencana, dengan mendukung mereka yang menderita dan tertindas.Pendekatan ini mendorong gereja untuk tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam tindakan yang membebaskan dan mengembalikan martabat manusia.Pendekatan pelayanan yang menyeluruh dan transformatif diperlukan, yang mencakup respons darurat, dukungan mental, penguatan keyakinan, pemberdayaan sosial dan ekonomi, serta advokasi untuk keadilan sosial.Pelaksanaan strategi ini harus difokuskan pada pembangunan gereja yang tangguh terhadap bencana, dengan kemampuan untuk memberikan pendampingan pastoral secara efektif dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak eksternal
<br>Indonesia adalah negara yang sangat rentan terhadap bencana akibat lokasinya di Cincin Api Pasifik. Dalam rentang waktu 2018-2021, banyak bencana besar terjadi, yang memberikan dampak yang signifikan baik fisik, mental, maupun spiritual kepada para korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak nyata dari bencana alam terhadap korban, mempertimbangkan pandangan teologi pastoral mengenai bencana, dan merumuskan pendampingan pastoral yang transformatif berlandaskan teologi pembebasan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendampingan pastoral yang berhasil harus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp" type="image/webp" length="268866" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-b104e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-d3f4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/korban-bencana-identifikasi-alam-konteks-gempa-pen-thumb-a99fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67709-perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-agra" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67709-perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-agra" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:6a3bb292fe2b58a8d367540e8cb0f99c</id>
	<published>2026-09-21T04:26:03+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:26:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="relasi islam" label="relasi islam" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,islam,kel,ojs,relasi,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model advokasi gereja yang lebih transformatif dan kontekstual, dengan fokus pada penguatan kapasitas jemaat dalam memahami ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model advokasi gereja yang lebih transformatif dan kontekstual, dengan fokus pada penguatan kapasitas jemaat dalam memahami ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-d0eb0.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-d0eb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-d0eb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-d0eb0.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-c05d0.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-c05d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-c05d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-c05d0.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp 1x" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" alt="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67709-perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-agra" title="JURIS - Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi" target="_blank">Peran Gereja dalam Advokasi Konflik Agraria: Studi Kasus Sengketa Tanah Ulayat antara Masyarakat Tananahu dan PT. Perkebunan Nusantara XIV melalui Perspektif Teologi Advokasi</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan model advokasi gereja yang lebih transformatif dan kontekstual, dengan fokus pada penguatan kapasitas jemaat dalam memahami hak-hak agraria dan pembangunan kerja sama lintas sektor dengan lembaga adat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.2. Melakukan penelitian lebih mendalam tentang peran gereja sebagai mediator dan fasilitator dialog multipihak dalam konflik agraria, dengan tujuan untuk mengurangi risiko eskalasi konflik dan membangun kepercayaan di antara pihak-pihak yang bersengketa.3. Meneliti dan menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat melalui teologi advokasi, dengan fokus pada pendidikan jemaat mengenai hak-hak agraria dan hukum adat, serta memfasilitasi pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan pengembalian tanah ulayat. Penelitian ini dapat membantu gereja dalam memperkuat kesadaran kolektif tentang hak-hak adat dan membangun posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi dengan pihak perusahaan dan pemerintah.4. Menganalisis dan mengembangkan strategi keadilan yang teologis dan praktis dalam advokasi konflik agraria, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis seperti Imago Dei, Preferential Option for the Poor, Shalom, dan Restorative Justice. Strategi ini dapat mencakup pendidikan jemaat, fasilitasi dialog multipihak, advokasi kebijakan berbasis keadilan sosial, dan penguatan jaringan sosial dan hukum bagi masyarakat adat.5. Melakukan penelitian komparatif tentang peran gereja dalam advokasi konflik agraria di berbagai wilayah di Indonesia, dengan tujuan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh gereja dalam merespons ketimpangan relasi kuasa yang merugikan masyarakat adat dan kelompok rentan.6. Menganalisis dan mengevaluasi dampak dari keterlibatan gereja dalam advokasi konflik agraria, baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual, dengan tujuan untuk mengukur keberhasilan dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh gereja dalam upaya advokasi dan pemberdayaan masyarakat.7. Meneliti dan menganalisis peran gereja dalam advokasi konflik agraria yang melibatkan korporasi besar, dengan fokus pada strategi-strategi advokasi yang dapat digunakan oleh gereja untuk mendorong korporasi tersebut agar lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.8. Melakukan penelitian tentang peran gereja dalam advokasi konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat dan pemerintah, dengan tujuan untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan dan peluang-peluang yang dihadapi oleh gereja dalam upaya advokasi dan mediasi antara kedua pihak.9. Menganalisis dan mengembangkan strategi advokasi yang berbasis dialog kritis dengan negara dan korporasi, dengan tujuan untuk mendorong perubahan kebijakan dan praktik-praktik yang lebih adil dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya tanah.10. Melakukan penelitian tentang peran gereja dalam advokasi konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat dan perusahaan lokal, dengan tujuan untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan dan peluang-peluang yang dihadapi oleh gereja dalam upaya advokasi dan mediasi antara kedua pihak.Dengan melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada saran-saran di atas, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dan kontekstual dalam pengembangan teologi advokasi di Indonesia, serta memperkuat peran gereja dalam merespons konflik agraria secara lebih adil dan bermakna..
<br>Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa peran gereja dalam konflik agraria di Tananahu telah menunjukkan praksis teologi advokasi pada level pendampingan moral dan spiritual, tapi masih memerlukan pengembangan menuju advokasi yang lebih transformatif dan struktural.Oleh karena itu, gereja-gereja di konteks serupa di Indonesia perlu merefleksikan ulang model keterlibatan sosialnya agar tidak berhenti pada penguatan iman dan stabilitas sosial semata, tetapi juga berani mengambil posisi profetis dalam merespons ketimpangan relasi kuasa yang merugikan masyarakat adat dan kelompok rentan.Upaya ini dapat diwujudkan melalui penguatan kapasitas jemaat dalam memahami hak-hak agraria, pembangunan kerja sama lintas sektor dengan lembaga adat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, serta pengembangan advokasi yang berbasis dialog kritis dengan negara dan korporasi.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran empiris tentang peran gereja dalam konflik agraria, tetapi juga menawarkan kontribusi reflektif bagi pengembangan teologi advokasi yang lebih kontekstual di Indonesia
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja sebagai agen advokasi dalam konflik agraria di Negeri Tananahu yang melibatkan masyarakat adat dan PTP Nusantara XIV Kebun Awaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisis dengan menekankan penafsiran penulis terhadap makna dan pola keterlibatan gereja dalam konteks konflik agraria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan gereja tidak bersifat formal-struktural atau hukum, melainkan lebih menekankan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp" type="image/webp" length="263858" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-d0eb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-c05d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perspektif-teologi-agraria-komparatif-konflik-loya-thumb-586e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67711-estimasi-anggaran-biaya-kinerja-bia" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67711-estimasi-anggaran-biaya-kinerja-bia" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:672263a251647d2d121b79a4a54281f8</id>
	<published>2026-09-21T04:11:18+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:11:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pulau haruku" label="pulau haruku" />
	<category term="talake ambon" label="talake ambon" />
	<category term="richrisna h" label="richrisna h" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ambon,h,haruku,pulau,richrisna,talake]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan adendum terhadap ketidaksesuaian anggaran biaya, khususnya pada proyek infrastruktur jalan. 2. Peneliti bisa mengeksplorasi metode alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan adendum terhadap ketidaksesuaian anggaran biaya, khususnya pada proyek infrastruktur jalan. 2. Peneliti bisa mengeksplorasi metode alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-098fa.webp" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-098fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-098fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-098fa.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" alt="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-478f3.webp" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-478f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-478f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-478f3.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" alt="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" alt="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67711-estimasi-anggaran-biaya-kinerja-bia" title="JURIS - Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd" target="_blank">Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Menggunakan Metode Eva Pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Babar Kabupaten Mbd</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak perubahan adendum terhadap ketidaksesuaian anggaran biaya, khususnya pada proyek infrastruktur jalan. 2. Peneliti bisa mengeksplorasi metode alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi pemborosan anggaran. 3. Studi lanjutan juga bisa fokus pada penerapan indikator SPI dan CPI dalam konteks proyek berbeda untuk memahami korelasi antara efisiensi waktu dan biaya secara lebih mendalam..
<br>Berdasarkan analisis EVA, proyek menunjukkan CPI 0,99 < 1 (biaya aktual melebihi rencana) dan SPI 1,20 > 1 (waktu proyek lebih cepat dari rencana).Estimasi biaya akhir proyek mencapai Rp 4.254,10, melebihi anggaran addendum-01 sebesar Rp 4.Durasi proyek diperkirakan 27 minggu, satu minggu lebih cepat dari rencana awal 28 minggu
<br>Proyek sering mengalami penyimpangan waktu dan biaya yang melebihi Rencana Anggaran Biaya (RAP). Untuk mengevaluasi kinerja proyek, diperlukan pemantauan, evaluasi, dan pengendalian waktu serta biaya. Proyek peningkatan jalan hotmix di Kampung Babar direncanakan selesai dalam 28 minggu dengan nilai kontrak addendum-01 sebesar Rp 4.555.084.000. Berdasarkan tinjauan minggu ke-19 dan ke-20, tidak ada perkembangan pekerjaan di lapangan, tetapi progres pekerjaan tercatat 11,34% lebih cepat dari jadwal. Realisasi pekerjaan pada minggu ke-20...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp" type="image/webp" length="130862" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-098fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-478f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/estimasi-anggaran-biaya-kinerja-listrik-proyek-ana-thumb-db9e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1332-manumata-jurnal-ilmu-teknik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67702-partisipasi-ibadah-pendampingan-pastoral-amgpm" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67702-partisipasi-ibadah-pendampingan-pastoral-amgpm" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:cf31cf8dc828276001dd473b230cd8b4</id>
	<published>2026-09-21T04:00:52+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T04:00:52+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="yanang wael" label="yanang wael" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,ojs,ukim,wael,wainitu,yanang]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp 1x" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" alt="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67702-partisipasi-ibadah-pendampingan-pastoral-amgpm" title="JURIS - Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip" target="_blank">Pemuda Gereja sebagai Garam dan Terang Dunia:: Pendampingan Pastoral terhadap Minimnya Partisipasi Anggota dalam Ibadah AMGPM Ranting II  di Jemaat GPM Ebenhaezer Skip</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, mengembangkan kajian ini dengan pendekatan kuantitatif atau mixed methods untuk menguji efektivitas pendampingan pastoral yang diusulkan pada konteks gereja yang lebih luas. Kedua, memperkuat pendekatan pastoral secara personal kepada anggota yang baru bergabung dan anggota yang mulai jarang mengikuti ibadah dan kegiatan ranting, dengan tujuan membangun komunikasi yang hangat dan membuat anggota merasa dihargai, diperhatikan, dan diterima sebagai bagian dari komunitas. Ketiga, menciptakan suasana ibadah yang lebih hidup, kreatif, dan partisipatif tanpa mengurangi makna serta hakikat ibadah itu sendiri, dengan melibatkan anggota dalam berbagai bentuk pelayanan kreatif yang tetap berpusat pada Firman Tuhan. Keempat, menjadikan pendampingan pastoral yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagai rujukan bagi peneliti lain dalam kajian ilmu pastoral, dengan menghubungkan setiap persoalan partisipasi anggota dengan bentuk pendampingan pastoral yang sesuai, sehingga dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan pada berbagai konteks..
<br>Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka hal yang dapat disimpulkan yakni tiga hal yang menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian ini.Pertama, rendahnya partisipasi anggota AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah ranting yang disebabkan oleh beberapa faktor internal (dari dalam), yaitu.ketidakpercayaan diri dalam memimpin ibadah, kepribadian introvert yang sulit bergaul, dan ketergantungan pada ajakan teman.serta beberapa faktor eksternal (dari luar), yaitu.kesibukan pekerjaan/pendidikan, jarak dan kondisi geografis lokasi ibadah, juga ketidaktepatan waktu pelaksanaan ibadah, serta kurangnya kreativitas/variasi ibadah yang menimbulkan kejenuhan.Kedua, minimnya partisipasi tersebut berdampak signifikan pada empat area kehidupan bergereja anggota yaitu terhambatnya pertumbuhan iman personal anggota, melemahnya kohesi dan kesehatan kehidupan persekutuan ranting, terhambatnya regenerasi kepemimpinan pelayanan gerejawi di masa depan, serta risiko keterputusan jangka panjang anggota dari kehidupan bergereja apabila dibiarkan tanpa penanganan.Ketiga, sebagai jawaban atas kedua persoalan tersebut, pendampingan pastoral berdasarkan konsep van Beek, yang terdiri atas empat komponen, diusulkan, yaitu.(1) fungsi membimbing secara personal bagi anggota yang kurang percaya diri dan introvert.(2) kepemimpinan pastoral yang relasional dan bersahabat bagi anggota yang bergantung pada ajakan teman.(3) pendampingan pastoral yang bersifat outreach melalui kunjungan dan komunikasi berkelanjutan bagi anggota yang terkendala kesibukan dan jarak.serta (4) pembaharuan kreativitas ibadah dan komitmen kepemimpinan pastoral yang melayani.Pendampingan pastoral ini terbukti mulai diwujudkan pengurus ranting setempat melalui pembiasaan dalam mendengarkan anggota, kunjungan, serta komunikasi berkala kepada anggota yang kurang aktif, dan pelibatan anggota dalam perencanaan, juga pelaksanaan kegiatan ranting
<br>Kajian ini meneliti rendahnya partisipasi anggota Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip dalam ibadah serta relevansinya bagi perumusan pendampingan pastoral. Kesenjangan antara jumlah anggota terdaftar dan rata-rata kehadiran dalam ibadah menunjukkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan pendekatan pastoral yang personal sebagai upaya meningkatkan partisipasi anggota dalam ibadah AMGPM Ranting II Cabang Ebenhaezer-Skip. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui penelitian lapangan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" type="image/webp" length="304942" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-b32fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-7fb1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/partisipasi-pendampingan-pastoral-amgpm-muda-gerej-thumb-05389.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual Pemerkosaan Anak di Bawah Umur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual Pemerkosaan Anak di Bawah Umur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual Pemerkosaan Anak di Bawah Umur ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67693-kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67693-kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:96fdaed67965ac3fcdd6ba554dcac298</id>
	<published>2026-09-21T03:56:54+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T03:56:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="pauljonas l" label="pauljonas l" />
	<category term="kel wainitu" label="kel wainitu" />
	<category term="ojs ukim ac" label="ojs ukim ac" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,kel,l,ojs,pauljonas,ukim,wainitu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat upaya perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, gereja, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Keluarga perlu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperkuat upaya perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, gereja, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Keluarga perlu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-ffffd.webp" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-ffffd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-ffffd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-ffffd.webp 1x" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" alt="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-b38de.webp" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-b38de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-b38de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-b38de.webp 1x" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" alt="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp 1x" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" alt="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67693-kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu" title="JURIS - Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)" target="_blank">Konsep Teologi Tubuh Anak dan Sakralitas Melihat Kasus Pelecehan Seksual : (Pemerkosaan Anak di Bawah Umur)</a>: Untuk memperkuat upaya perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, gereja, pemerintah, dan aparat penegak hukum. Keluarga perlu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan pendidikan seks yang sesuai usia anak. Gereja diharapkan menghadirkan pelayanan pastoral yang responsif melalui konseling, pendampingan trauma, dan edukasi kepada jemaat. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menegakkan aturan perlindungan anak secara tegas dan menyediakan layanan rehabilitasi bagi korban. Sekolah dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan menghapus stigma terhadap korban. Dukungan berkelanjutan dari keluarga, gereja, masyarakat, dan tenaga profesional sangat penting untuk membantu korban dalam memulihkan diri dari trauma dan meneguhkan kembali martabatnya sebagai pribadi yang berharga..
<br>Kasus kekerasan seksual terhadap anak, khususnya pemerkosaan anak di bawah umur, masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Maluku.Kekerasan seksual terhadap anak masih tergolong tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Dalam perspektif teologi, tubuh manusia dipandang sebagai ciptaan Allah yang memiliki martabat dan nilai sakral karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei).Oleh karena itu, kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindakan yang tidak hanya melanggar hukum dan norma sosial, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai iman Kristen.Gereja melalui pendekatan teologi pastoral memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada anak korban kekerasan seksual, dengan fungsi menyembuhkan, menopang, menuntun, dan mendamaikan.Pemahaman teologis mengenai penghargaan terhadap anak dalam ajaran Yesus harus menjadi dasar moral dan teologis bagi gereja untuk memperkuat upaya perlindungan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual
<br>Kekerasan seksual terhadap anak, khususnya pemerkosaan anak di bawah umur, merupakan persoalan serius yang berdampak luas pada perkembangan fisik, emosional, sosial, dan spiritual anak. Tindakan ini tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam serta memengaruhi pembentukan kepribadian dan pertumbuhan moral anak. Dalam perspektif iman Kristen, anak dipahami sebagai pribadi yang memiliki nilai dan tujuan Ilahi, sehingga setiap bentuk kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Kajian teologis mengenai kekerasan seksual terhadap anak tidak dapat dilepaskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp" type="image/webp" length="203738" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-ffffd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-b38de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/kekerasan-seksual-pelecehan-penurunan-suhu-tubuh-a-thumb-74264.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-130-ukim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1331-patita-jurnal-teologi-pendidikan-kristiani.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Mon, 21 Sep 2026 06:56:43 +0700. 12 items. Served in: 6.406 seconds [atom] -->
