<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.328-21aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.328-21aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-08-21T17:49:31+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:126adc4b5980bf6b8a853f6f482dd3ab</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" target="_blank">Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya</a>: Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam pengembangan metode kritik tafsir. Kedua, penelitian tentang prinsip dan parameter kritik tafsir yang jelas dan ilmiah, termasuk studi tentang bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam praktik kritik tafsir. Ketiga, penelitian tentang dampak dan manfaat dari kritik tafsir terhadap pemahaman dan penerapan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk studi tentang bagaimana kritik tafsir dapat membantu dalam mengatasi perbedaan penafsiran dan meningkatkan kualitas penafsiran Al-Qur'an..
<br>Secara historis, kritisisme sejatinya sudah sangat tua, setua manusia itu sendiri, atau bahkan jauh lebih tua dari manusia.Sebab sebelum Adam diciptakan, malaikat Aemelalui informasi QS.30Ai menurut sebagian mufasir, sudah melakukan kerja kritis itu.Kemudian kritisisme berkembang seiring dengan tabiat dasar dan kebutuhan manusia hingga masuk ke dalam disiplin ilmu pengetahuan, seperti ilmu hadis, fikih dan ilmu Al-QurAoan.Dalam konteks studi Al-QurAoan, tradisi kritik tafsir dimulai dari kritik sumber penafsiran.seperti kritik terhadap hadis-hadis palsu dan lemah, kritik israAoiliyat hingga kritik ad-dakhil (tafsir infiltratif)86 dan kritik personalitas mufasir.Secara umum, kritik tafsir didefinisikan sebagai langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-QurAoan.Maka wilayah kerja kritik tafsir adalah menganalisis, mengavaluasi dan menilai tafsir secara argumentatif dengan parameter ilmiah.Ending dari kerja kritis tersebut adalah pemetaan tipologi tafsir yang sesuai koredor ilmiah dan yang tidak sesuai, tafsir yang kuat dan yang lemah, tafsir yang mustaqm dan yang munuarif, tafsir yang terpuji (maumd) dan yang tercela (madhmm).Dengan demikian, kritik yang dilakukan bersifat konstruktif, bukan dekonstruktif.Untuk memastikan agar kerja kritik tafsir tersebut ke arah yang konstruktif, maka harus diperhatikan hal-hal berikut.(2) bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya tafsir yang dikritik.dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir.Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-QurAoan seperti QS.269, Sunnah Nabi, pendapat sahabat seperti pendapat Abu Bakar dan Umar serta kaidah-kaidah ilmiah seperti kaidah.tajwz al-khaaAo AoalA al-mujtahidn (kemungkinan terjadinya kesalahan pada ide para mujtahid).binAAo al-aukAm AoalA al-eann aw nisbyat al-uaqqah (dasar penetapan hukum adalah eann atau relativitas kebenaran).al-amr bi al-maAorf wa al-nahyu Aoan al-munkar (amar makruf nahi munkar).Dalam proses pelaksanaannya, harus dilandasi dengan prinsip dan parameter yang jelas dan ilmiah, sehingga kritikus tidak jatuh dalam kesalahan dan subjektivitas yang berlebihan.Di antara prinsip dan parameter kritik tafsir tersebut adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat, mengetahui aspek qaAoyAt, tidak melanggar ijmaAo (konsensus), memperhatikan norma adat (al-Aourf), memperhatikan konteks (siyAq), mempertimbangkan maslahat, menggunakan ilmu logika (maniq).Dengan berpegang teguh pada hal-hal tersebut, diharapkan kerja kritik tafsir akan menghasilkan produk penafsiran yang lebih baik, berkualitas dan bermanfaat
<br>Tulisan ini berusaha mengetengahkan diskursus kritik tafsir; mulai dari definisi, sejarah, landasan hukum hingga prinsip dan parameter kritiknya. Untuk mendapat gambaran yang jelas, digunakan pendekatan historis dengan metode deskriptif-filosofis. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa kritik tafsir merupakan langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-QurAoan. Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-QurAoan, Sunnah Nabi, pendapat sahabat dan kaidah-kaidah ilmiah. Adapun prinsip dan parameter kritik tafsir yang perlu dipedomani adalah bersikap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" type="image/webp" length="85250" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59839-budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negos" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59839-budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negos" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:60b9112850f95a654e8ae953eccd46af</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59839-budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negos" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" target="_blank">Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang virtual untuk pembentukan komunitas yang lebih intim dan dukungan sosial emosional. Ini mencakup pertanyaan tentang bagaimana aplikasi atau forum online dapat memfasilitasi kelompok kecil berbasis minat atau dukungan antar-anggota, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala geografis atau waktu, serta dampaknya terhadap mengurangi perasaan isolasi di antara umat Nias Katolik yang tersebar. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana elemen-elemen budaya Nias yang lebih kaya, seperti nilai-nilai luhur, seni tradisional, atau cerita rakyat, dapat diintegrasikan secara lebih sistematis dan mendalam ke dalam kurikulum katekese dan bentuk-bentuk liturgi yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pendekatan inkulturasi yang komprehensif ini mampu memperkuat pemahaman iman yang kontekstual dan memastikan transmisi identitas budaya keagamaan yang kuat kepada generasi muda di lingkungan urban. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat melacak evolusi identitas Katolik Nias lintas generasi. Fokusnya adalah bagaimana generasi kedua atau ketiga yang lahir dan besar di Bandung menafsirkan, mempraktikkan, dan mempertahankan warisan Nias dan Katolik mereka, serta tantangan dan peluang unik yang mereka hadapi dalam membentuk identitas di tengah masyarakat multikultural yang terus berubah. Memahami perspektif dan kebutuhan spesifik kelompok ini akan sangat membantu Gereja dan komunitas dalam mengembangkan strategi pastoral yang lebih relevan dan berkelanjutan untuk masa depan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa identitas religius dan budaya umat Katolik Nias di Bandung dipertahankan melalui interaksi praktik keagamaan, hubungan komunitas, dan inkulturasi, dengan Ekaristi sebagai pilar utama, namun keberlanjutan identitas ini sangat bergantung pada dukungan komunitas yang inklusif dan formasi iman yang kontekstual.Meskipun partisipasi gereja tinggi, dukungan komunitas dan inkulturasi berbasis budaya masih belum merata, menyoroti kebutuhan akan koordinasi yang lebih baik antara KNKB dan Gereja lokal serta strategi pastoral yang lebih responsif.Oleh karena itu, identitas ini tidak terpelihara secara otomatis melainkan terus-menerus dinegosiasikan melalui ibadah, relasi sosial, ekspresi budaya, dan adaptasi dalam lingkungan diaspora perkotaan multikultural
<br>Tujuan: Studi ini mengkaji bagaimana umat Katolik Nias di Bandung mempertahankan identitas religius dan budaya mereka dalam diaspora perkotaan multikultural. Penelitian ini berfokus pada praktik keagamaan, dukungan komunitas, pelestarian budaya, dan kebutuhan akan inkulturasi dalam kehidupan Gereja. Metodologi: Studi ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh perhitungan frekuensi deskriptif yang berasal dari respons kuesioner terbuka yang dikodekan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 32 responden, satu diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan enam peserta, dan wawancara mendalam dengan enam informan kunci. Data dianalisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" type="image/webp" length="87406" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59832-peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-ritua" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59832-peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-ritua" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:e7b05927cb53bedc6183079429c0adfd</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59832-peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-ritua" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" target="_blank">Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance</a>: Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan peran ritual dalam berbagai jenis ansambel yang dimediasi teknologi, seperti kelompok improvisasi jaringan, komunitas live coding, atau lingkungan pertunjukan virtual. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi berulang dalam orkestra laptop dapat membentuk rasa identitas dan keterikatan para penampil. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman sosial, budaya, dan emosional para penampil dan penonton..
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital.Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang yang diritualisasi, sistem koordinasi gestur, dan objek teknologi yang secara simbolis bermuatan membentuk pertunjukan kolektif di tiga kasus yang diteliti.Bentuk ritual ini menstabilkan interaksi yang dimediasi teknologi, mengatur kreativitas kolektif, dan mengubah perangkat digital menjadi artefak pertunjukan yang bermakna.Di seluruh kasus, ritual berfungsi sebagai infrastruktur interaksi yang memediasi HCI dan mendukung keterlibatan kolektif yang berkelanjutan.Temuan ini menyarankan bahwa orkestra laptop harus dipahami tidak hanya sebagai inovasi teknologi atau musik, tetapi juga sebagai lingkungan ritual yang mengatur agen terdistribusi antara penampil dan sistem teknologi.Temuan ini memiliki implikasi untuk studi ritual dalam masyarakat digital, pedagogi pertunjukan, dan penelitian tentang kreativitas kolektif yang dimediasi teknologi
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital. Meskipun orkestra laptop telah sering dibahas sebagai inovasi teknologi dan model pedagogis, struktur ritual dan peran mereka dalam memediasi interaksi manusia-komputer (HCI) masih kurang dieksplorasi. Artikel ini menyelidiki bagaimana praktik ritual disesuaikan di berbagai konteks orkestra laptop dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap resonansi kedua-tahap dalam pertunjukan kolektif yang dimediasi teknologi. Metode penelitian menggunakan desain interpretatif kualitatif yang menggabungkan analisis kinerja komparatif dengan observasi autoetnografi. Fokus penelitian ini adalah pada tiga pertunjukan: Nonspecific Gamelan Taiko Fusion (2006) oleh Princeton Laptop Orchestra (PLOrk), Twilight (2013)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" type="image/webp" length="78842" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59836-integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59836-integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:5a9c819cd323a99cb73e8578b1ad102c</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59836-integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" target="_blank">Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara lebih mendalam dengan pakar budaya, khususnya perempuan cendekiawan dan praktisi ritual Yoruba, untuk memastikan bahwa penggambaran otoritas spiritual perempuan tidak hanya terlihat tetapi juga terhubung secara struktural dengan kerangka kerja adat yang kuat. Hal ini akan membantu mengatasi kecenderungan untuk hanya menampilkan kekuatan perempuan sebagai anomali, bukan sebagai bagian integral dari sistem kepercayaan. Kedua, diperlukan studi etnografi yang mendalam tentang proses produksi film dan seri streaming, melibatkan wawancara dengan para pembuat film, penulis skenario, dan tim penasihat budaya. Penelitian ini dapat mengungkap bagaimana batasan waktu, tekanan platform, dan keputusan kreatif selama produksi memengaruhi konsistensi kosmologis dan kedalaman epistemologis dari narasi yang mengadaptasi sistem pengetahuan adat. Misalnya, apakah tekanan untuk menghibur penonton global kadang membuat kedalaman filosofis dikorbankan demi daya tarik visual? Ketiga, penting untuk menganalisis bagaimana umpan balik dan penerimaan dari audiens target, terutama komunitas Yoruba dan praktisi budaya, dapat menjadi bagian integral dari siklus pengembangan media. Dengan memahami bagaimana representasi ini ditafsirkan, diterima, atau bahkan ditentang oleh mereka yang memiliki pengetahuan budaya langsung, kita dapat merancang mekanisme yang mendorong akuntabilitas budaya yang lebih tinggi dan perbaikan naratif yang berkelanjutan, menciptakan jembatan antara hiburan populer dan transmisi warisan budaya yang bertanggung jawab..
<br>Rise of the Spectre berhasil menggambarkan kosmologi Yoruba, khususnya konsep kematian sebagai transisi dan otoritas ritual, menjadikannya medium transmisi budaya yang signifikan.Namun, seri ini tidak konsisten mempertahankan logika kosmologis yang diangkatnya, terlihat dari penyelesaian naratif yang ambigu atas kewajiban spiritual dan kurangnya pengembangan struktural agensi spiritual perempuan.Hal ini menunjukkan bahwa seri tersebut berfungsi ganda sebagai representasi budaya yang bermakna sekaligus tontonan visual populer yang, karena tuntutan naratif serial, kadang mengurangi kedalaman epistemologis sistem ritual yang digambarkannya
<br>Latar Belakang: Televisi populer Nigeria semakin banyak melibatkan kosmologi adat Afrika sebagai kerangka naratif, namun analisis ilmiah tentang bagaimana sistem ini direpresentasikan dengan kesetiaan budaya masih terbatas. Produksi Nollywood (industri film Nigeria) yang berpusat pada kepercayaan tradisional Yoruba menawarkan lokasi yang produktif namun kurang teruji untuk menginterogasi persimpangan epistemologi adat dan praktik media pascakolonial. Tujuan: Penelitian ini mengkaji Anykylypy: Rise of the Spectre (2024), sebuah seri Netflix Nigeria, sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" type="image/webp" length="94290" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:73791ddb74e9e088946ca7b557fc1b55</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" target="_blank">Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19</a>: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan beragam anggota komunitas SAD, termasuk perempuan, generasi muda, dan spesialis ritual, di samping para pemimpin adat. Hal ini penting untuk mengungkap dinamika transmisi pengetahuan antargenerasi, bagaimana peran gender memengaruhi praktik kesehatan, serta nuansa praktik penyembuhan sehari-hari yang mungkin tidak terwakili sepenuhnya dalam penelitian yang berfokus pada tokoh adat senior. Kedua, mengingat kekhawatiran komunitas SAD tentang penurunan jumlah spesies di Tanah Gedong Obat akibat perubahan lingkungan, penelitian lanjutan perlu mendokumentasikan secara sistematis keragaman botani di area tersebut. Ini bisa menjadi studi etnobotani kolaboratif yang mengidentifikasi spesies tanaman obat yang terancam, menganalisis dampak deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terhadap ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya pengobatan tradisional, serta mengidentifikasi strategi konservasi yang efektif yang didasari oleh pengetahuan lokal. Ketiga, untuk menjembatani kesenjangan antara sistem kesehatan adat dan modern, studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis bagaimana praktik kesehatan adat seperti besesandingon dan melangun dapat diintegrasikan atau berinteraksi dengan layanan kesehatan formal, terutama dalam konteks ancaman penyakit menular di masa depan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara otoritas adat dan tenaga kesehatan formal untuk mengembangkan pendekatan pencegahan dan penanganan penyakit yang lebih holistik dan kultural-sensitif. Pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang resiliensi komunitas adat dan cara terbaik untuk mendukung kesejahteraan mereka tanpa mengikis kearifan lokal..
<br>Sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) mengintegrasikan penyakit, pencegahan, dan penyembuhan melalui kerangka relasional yang menghubungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak sosial, tanda-tanda ekologis, dan hubungan spiritual.Praktik seperti besesandingon dan melangun mengatur ancaman kesehatan mulai dari risiko lokal hingga ancancaman yang lebih luas, sementara penyembuhan berbasis tumbuhan tertanam kuat dalam ritual, bimbingan spiritual, kepatuhan adat, dan akses ke sumber daya ekologis.Penelitian ini menekankan pentingnya memahami sistem kesehatan adat melalui kategori relasionalnya sendiri dan menyarankan keterlibatan dengan komunitas SAD harus menghormati otoritas adat serta protokol komunitas terkait akses dan pengetahuan ritual
<br>Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana pemimpin adat Suku Anak Dalam (SAD) mengklasifikasikan penyakit, menerapkan besesandingon dan melangun sebagai respons terhadap ancaman epidemi yang dirasakan, serta mengintegrasikan ritual spiritual dengan penyembuhan berbasis tumbuhan. Penelitian ini juga menafsirkan logika relasional yang menghubungkan praktik-praktik ini melalui filosofi intersubjektivitas Gabriel Marcel. Metode: Studi ini menggunakan studi kasus mini-etnografi kualitatif yang dilakukan dari September hingga November 2020 di komunitas SAD Air Hitam dan Kejasung, yang terletak di dekat Taman Nasional Bukit Duabelas di Jambi, Indonesia. Data diperoleh dari tujuh pemimpin adat utama dan tiga peserta tambahan melalui observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan bersama, percakapan kelompok, serta catatan lapangan kontemporer....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" length="84640" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59837-petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59837-petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:2d96f47fd6ae87156a10a30dcd4c84c7</id>
	<published>2026-08-21T17:27:06+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T17:27:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59837-petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" target="_blank">Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ritual cenderung bergeser dari tanggung jawab ritual yang berkelanjutan menuju keterlibatan yang lebih sporadis atau berbasis dokumentasi. Penting untuk menyelidiki alasan di balik perubahan ini dan mengembangkan strategi untuk melibatkan pemuda dalam posisi komite inti, program antar generasi untuk mentransfer pengetahuan ritual, dan dokumentasi makna simbolik Petik Laut, larung, sedekah laut, dan rasa syukur.2. Menganalisis dampak dan tantangan komodifikasi pariwisata terhadap ritual Petik Laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa pariwisata meningkatkan visibilitas dan peluang ekonomi, tetapi juga dapat mengubah praktik suci menjadi pertunjukan publik. Penting untuk menyelidiki bagaimana pariwisata dapat dikelola secara etis, zona wisatawan dibatasi selama momen suci, dan pemimpin agama dan komunitas terlibat dalam manajemen acara, serta terintegrasi dengan program konservasi pesisir.3. Memeriksa perdebatan ortodoksi dan bagaimana mereka mempengaruhi ruang untuk tradisi lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa perdebatan ortodoksi membantu mengklarifikasi batas teologis, tetapi juga dapat menyempitkan ruang untuk tradisi lokal jika ditangani secara kaku. Penting untuk menyelidiki bagaimana perdebatan ini dapat dikelola secara konstruktif, dengan melibatkan pemimpin agama dan komunitas dalam dialog yang terus-menerus, dan memastikan bahwa ritual tetap bermakna secara budaya sambil mempertahankan legitimasi teologis..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Petik Laut di Pengambengan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai tradisi pesisir yang terpelihara, bentuk sincretisme yang statis, atau proses Islamisasi satu arah.Sebaliknya, ritual ini berfungsi sebagai arena ritual yang dinegosiasikan di mana aktor Muslim dan Hindu menafsirkan kembali simbol ritual, mengatur batas teologis, mengatur partisipasi bersama, dan menanamkan etika ekologis ke dalam praktik komunitas.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akulturasi Islam-Hindu terjadi melalui relabeling simbolik, adaptasi liturgi Islam, dan pembuatan batas teologis berbasis komite.Elemen ritual seperti persembahan, larung, perahu hias, dan doa tidak sepenuhnya dihapus atau dibiarkan tidak berubah.mereka ditinjau, disesuaikan, dan ditafsirkan kembali sehingga tetap bermakna secara budaya sambil mengurangi ambiguitas teologis.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kohesi antaragama dalam Petik Laut bukanlah warisan budaya pasif, tetapi prestasi sosial yang terorganisir.Kohesi dihasilkan melalui gotong royong, kerja sama komite bersama, pembagian kerja ritual, ruang ritual bersama, partisipasi diferensial, dan narasi maritim kolektif seperti gagasan bahwa "laut milik semua orang." Peserta Muslim dan Hindu tidak berpartisipasi dengan cara yang identik, tetapi peran mereka yang berbeda diorganisir menjadi struktur ritual bersama yang memungkinkan kerja sama tanpa memerlukan asimilasi liturgi.Selain itu, Petik Laut berfungsi sebagai medium ekologi agama.Laut dipahami sebagai sumber rezeki, ritual diframework sebagai rasa syukur kepada Tuhan, dan tanggung jawab ekologis dipraktikkan melalui bahan yang dapat terurai secara alami, penggunaan plastik yang berkurang, pembersihan pantai, pemantauan pemuda, dan pengingat moral terhadap perilaku maritim yang merusak.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada menunjukkan bahwa ritual pesisir dapat berfungsi secara bersamaan sebagai mekanisme negosiasi agama, infrastruktur kohesi antaragama, dan medium untuk menginstitusionalisasikan etika lingkungan.Hal ini memperluas studi sebelumnya yang cenderung memperlakukan ritual pesisir terutama sebagai warisan budaya, kebijaksanaan lokal, atau simbolisme ekologis dengan menunjukkan bagaimana makna ritual dinegosiasikan dalam komunitas multireligius.Namun, penelitian ini terbatas pada satu siklus ritual di satu desa pesisir, dengan pengumpulan data lapangan yang dilakukan dalam waktu singkat.Penelitian lebih lanjut harus membandingkan Petik Laut di berbagai daerah pesisir, menyelidiki partisipasi gender dan agensi Hindu yang lebih dalam, dan melakukan studi longitudinal tentang keterlibatan pemuda, komodifikasi pariwisata, dan perdebatan ortodoksi
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Petik Laut, sebuah ritual pesisir di Pengambengan, Jembrana, Bali, berfungsi sebagai arena negosiasi akulturasi Islam-Hindu, kohesi antaragama, dan etika lingkungan pesisir. Penelitian ini membahas kebutuhan untuk melampaui pandangan ritual pesisir sebagai warisan budaya, praktik sincretik, atau Islamisasi satu arah dengan menganalisis bagaimana batas-batas agama, partisipasi bersama, dan tanggung jawab ekologis diproduksi dalam komunitas nelayan multireligius. Metodologi penelitian ini menggunakan etnografi kualitatif agama. Data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" type="image/webp" length="94418" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59840-prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ane" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59840-prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ane" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:5986823006a004a5d93ffeb54e0e8115</id>
	<published>2026-08-21T16:31:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T16:31:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" alt="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" alt="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59840-prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ane" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" target="_blank">Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto</a>: Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengkaji lebih jauh bagaimana faktor-faktor spesifik pada diri pasien, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), atau riwayat kesehatan tertentu seperti penyakit saraf atau kebiasaan merokok, memengaruhi risiko dan tingkat keparahan hipersalivasi ketika seseorang menerima TIVA. Misalnya, apakah pasien lansia atau dengan kondisi medis bawaan tertentu lebih rentan mengalami hipersalivasi dengan jenis obat TIVA tertentu? Kedua, perlu diselidiki perbandingan kejadian hipersalivasi antara pasien yang hanya menerima TIVA murni dengan mereka yang menjalani anestesi gabungan, seperti TIVA dikombinasikan dengan gas anestesi atau anestesi lokal. Studi semacam ini dapat membantu menentukan apakah pendekatan anestesi yang berbeda dapat mengurangi risiko hipersalivasi. Ketiga, mengingat bahwa hipersalivasi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyumbatan jalan napas, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi, misalnya pemberian obat-obatan tertentu sebelum atau selama operasi, untuk mencegah atau mengatasi produksi air liur berlebihan yang disebabkan oleh TIVA, khususnya yang menggunakan ketamine. Tujuannya adalah menemukan cara terbaik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur bedah..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasi populasi pasien.Kejadian hipersalivasi intra anestesi lebih sering terjadi pada pasien yang diinduksi ketamine (78,8%).Secara signifikan, terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun
<br>Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" type="image/webp" length="98556" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59834-pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59834-pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:ea8733a413f516d7258c0a2a06078691</id>
	<published>2026-08-21T16:31:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T16:31:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59834-pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" target="_blank">Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara</a>: Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi pelatihan. Sebuah studi kualitatif, misalnya, dapat menyelidiki persepsi dan pengalaman karyawan serta fasilitator pelatihan terkait relevansi, desain kurikulum, dan metode penyampaian materi. Ini penting untuk memahami mengapa materi yang ada belum mampu mentransformasi pengetahuan menjadi peningkatan kinerja yang terukur, serta untuk mengidentifikasi jenis konten atau pendekatan pedagogis apa yang paling sesuai untuk konteks pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain itu, karena metode pelatihan terbukti memiliki hubungan yang signifikan, penelitian di masa depan bisa membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan, seperti simulasi berbasis kasus, pembelajaran kolaboratif, atau platform e-learning, terhadap indikator kinerja spesifik seperti kepuasan pasien atau efisiensi layanan. Pendekatan quasi-eksperimental dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai metode mana yang paling optimal untuk mencapai tujuan pelatihan tertentu dan mempertahankan peningkatan kinerja jangka panjang. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan untuk mengkaji peran faktor moderasi atau mediasi lain yang disebutkan dalam literatur, seperti dukungan sumber daya, budaya organisasi, atau sistem penghargaan. Misalnya, bagaimana lingkungan kerja yang mendukung atau sistem manajemen kinerja yang efektif dapat memperkuat atau bahkan melemahkan dampak pelatihan terhadap kinerja karyawan di Puskesmas, sehingga menghasilkan kerangka kerja yang lebih holistik untuk intervensi pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa tujuan dan metode pelatihan memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan kesehatan di puskesmas.Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara materi pelatihan dengan kinerja karyawan.Secara keseluruhan, pelatihan berperan besar dalam meningkatkan kinerja, sehingga manajemen puskesmas perlu memprioritaskan program pelatihan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
<br>Pelatihan karyawan di bidang pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan karyawan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelatihan dengan kinerja karyawan di Puskesmas Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jakarta Utara dengan berjumlah 100 responden. Pada variabel peneliti ini tujuan pelatihan, materi, metode, dengan kinerja. Instrumen yang digunakan oleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" type="image/webp" length="76866" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:0b52a3be9040ee694208203745a7e4a9</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" target="_blank">Makna Dn dalam Al-QurAoan</a>: Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an dengan pemahaman agama-agama lain tentang konsep agama dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan dalam konteks sosial kontemporer, khususnya dalam mempromosikan toleransi dan kesetaraan antar umat beragama..
<br>Menggali makna din pada surat al-Kafirun ayat 6 dengan menggunakan semiotika Roland Barthes membuktikan bahwa konstruksi batasan agama hanya berdasarkan dua aspek yaitu kepercayaan pada Tuhan dan mempunyai ritual ibadah sebagaimana yang dianut oleh masyarakat jahiliyah waktu itu.Meskipun model kepercayaan mereka pada Tuhan adalah politeisme, bahkan mereka melakukan ritual ibadah berdasarkan hawa nafsu serta mereka tidak memiliki konsep nabi dan kitab suci.Berdasarkan hasil temuan ini, jika dihadapkan dengan ketetapan negara mengenai rumusan kriteria agama resmi yang diakui, al-QurAoan justru lebih longgar dan inklusif.Sedangkan telah jamak diketahui bahwa jumlah agama lokal jauh lebih banyak dari pada agama resmi di Indonesia.Hal ini sekaligus mempertegas bahwa semangat yang dibawa oleh al-QurAan adalah toleransi dan egaliter
<br>Artikel ini berusaha meneliti makna kata dn yang terdapat pada surat al-Kafirun: 6 sebagai refleksi perdebatan mengenai batasan kriteria agama resmi dalam negara. Penulis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam menganalisa makna kata din yaitu dengan melihat dari aspek denotasi sebagai sistem linguistik dan aspek konotasi sebagai sistem mitologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian adalah pada sistem lingusitik kata dn bermakna agama. Kemudian pada sistem mitologi kata din bermakna agama orang kafir Quraisy yang hanya punya konsep ketuhanan yang politeisme dan ritual ibadah. Mereka tidak memiliki konsep nabi dan kitab suci. Temuan ini menunjukan Al-QurAoan justru lebih inklusif dalam memberikan konstruksi kriteria batas agama. Secara tersirat surat al-Kafirun ayat 6...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" type="image/webp" length="92394" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:5ebff1fb1e4797a0341c6169d97f28f1</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" target="_blank">Konsep NasAkh wal Manskh</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ijtihad modern yang ditawarkan An-Na'im atau penggunaan konsep makkiyyah dan madaniyyah dalam menentukan konsep nasakh. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana konsep nasakh dapat diterapkan dalam konteks kontemporer dan relevansinya dengan kebutuhan umat Islam saat ini..
<br>Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa nasakh dapat diartikan sebagai pemindahan suatu ketentuan hukum syar'i dengan hukum syar'i yang datang kemudian karena sebuah kemaslahatan yang menghendakinya.Akan tetapi, menurut penulis ketentuan-ketentuan hukum yang telah di-nasakh suatu waktu dapat diberlakukan kembali jika kemaslahatan menghendakinya sebagaimana pendapat An-Na'im.Penulis juga setuju dengan pendapat Abdullah Saeed bahwa hukum pada dasarnya dapat berubah mengikut situasi dan kondisi umat Islam.Oleh karena itu, menurut penulis konsep nasakh yang ditawarkan oleh Abdullah Saeed dapat digunakan sebagai langkah untuk menghadirkan solusi di tengah masalah umat saat ini dengan jalan menafsiri ulang Al-Qur'an.Akan tetapi penulis menambahkan catatan bahwa penulis lebih setuju jika nasakh diartikan dengan istilah 'menunda' atau 'mengganti' dari pada dengan istilah 'menghapus' atau 'membatalkan'
<br>Teori nasakh wal mansukh masih menjadi perdebatan sampai sekarang baik di kalangan ulama tafsir maupun di kalangan ulama usul fiqih. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep nasakh wal mansukh yang ditawarkan oleh dua ulama kontemporer sebagai bentuk respons mereka dari perdebatan yang terus berlangsung. Dua ulama kontemporer tersebut yaitu Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed. Tulisan ini merupakan bentuk penelitian pustaka dan merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam tulisan ini didapatkan dari penelusuran sumber-sumber tertulis seperti buku dan artikel. Data yang sudah didapatkan kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" type="image/webp" length="111466" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59831-hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59831-hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:2aac731d12a6495326cad61972bb437f</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="husni husni" label="husni husni" />
	<itunes:keywords><![CDATA[husni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59831-hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" target="_blank">PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis stroke (hemoragik dan non-hemoragik) dengan kejadian aspirasi, serta faktor-faktor risiko yang terkait. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari latihan oral motor exercise pada kemampuan menelan dan kualitas hidup pasien stroke, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat meningkatkan hasil jangka panjang..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke di RSUD Dr.Yunus Bengkulu tahun 2023, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rata-rata usia yang mengalami kejadian aspirasi pada pasien stroke pasien yang berusia diatas 52 tahun.Tingkat pendidikan pada penelitian ini sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD).Jenis stroke pada penelitian ini sebagian besar dengan stroke non hemoragik dan Frekuensi stroke yang dialami sebagian besar serangan stroke pertama.Rata-rata kejadian aspirasi responden pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan 5,24 dan sesudah diberikan perlakuan menurun menjadi 0,41.Sedangkan rerata kejadian aspirasi pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan 5,18 dan sesudah diberikan edukasi menurun menjadi 3,24.Teirdapat peingaruh oral motor eixceirsicei teirhadap peinurunan keijadian aspirasi p=(<0,05) pada pasiein strokei
<br>Latar belakang: Stroke merupakan gangguan aliran darah ditandai dengan hilangnya fungsi sistem saraf fokal dan global, yang dimanifestasikan oleh paralisis pada satu sisi tubuh serta gejala neurologis lainnya. Pasien stroke juga sering mengalami kesulitan menelan dan berisiko mengalami aspirasi. Tindakan keperawatan untuk mencegah aspirasi meliputi pemberian latihan oral motor dan mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler. Tujuan: mengetahui pengaruh Oral Motor Exercise terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke. Metode: Desain penelitian merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest with control group, jumlah sampel 34 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depaiul Hospitail Swaillow Screening (DHSS) dan tabel kejadian aspirasi. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Wilcoxon Sign...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" type="image/webp" length="78560" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:fb880c9c11635aa368a4b7eeca52d0b6</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" target="_blank">Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat tentang tanda kesalehan. Kedua, penelitian tentang makna Aar al-sujd dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan hermeneutik yang lebih luas, seperti pendekatan maAonA cum maghzA, untuk menemukan makna yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian tentang dinamika penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dalam kitab tafsir dapat dilakukan dengan menganalisis berbagai tafsir klasik dan kontemporer, serta mengkaji perkembangan pemahaman tentang Aar al-sujd sepanjang sejarah..
<br>29 mengandung pesan utama untuk menjaga perdamaian dan dalam menyelesaikan masalah harus mengutamakan jalan damai dari pada berperang.Sikap keras para sahabat terhadap orang kafir, disebabkan sikap orang kafir yang melapaui batas.Sikap kasih sayang sesama umat muslim merupakan sikap yang harus dijaga karena dengan saling berkasih sayang, maka akan menguatkan islam.29 menunjukkan bahwa tanda hitam yang terdapat pada wajah tidak ada kaitannya dengan tanda hitam yang terdapat pada kening.ar al-sujd dipahami sebagaimna pancaran, keagungan, ketenangan yang tampak pada wajah yang direfleksikan pada ketaatan, kekhusyukAoan serta ketawadhukan
<br>Artikel ini bertujuan untuk menemukan makna kontemporer terhadap kata aar al-sujd yang terdapat dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dengan tinjauan hermeneutik maAona-cum-maghza. Kajian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengaplikasian pendekataan ini terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dengan memperhatikan pada aspek analisis tekstual yang dipadukan dengan analisis kontekstual. Sehingga berdasakan kedua tinjauan tersebut akan menemukan makna signifikansi fenomenal historis dan dinamis terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 Adapaun hasil temuan menunjukkan bahwa aar al-sujd pada QS. Al-Fath [48]: 29 menggambarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" type="image/webp" length="95606" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Fri, 21 Aug 2026 17:49:31 +0700. 12 items. Served in: 3.115 seconds [atom] -->
