<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.264-1aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.264-1aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-08-16T18:27:55+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif Laporan Kasus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif Laporan Kasus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif Laporan Kasus ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58851-pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58851-pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:f9e9bd8bcd6ddbd5dd632b30bfc021fb</id>
	<published>2026-08-16T15:15:41+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T15:15:41+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="sargassum sp" label="sargassum sp" />
	<category term="thrush bayi" label="thrush bayi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang perawatan maloklusi gigitan terbuka anterior dengan fokus pada kombinasi ekstrusi anterior dan intrusi posterior. Studi ini dapat menyelidiki efektivitas dan hasil jangka panjang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang perawatan maloklusi gigitan terbuka anterior dengan fokus pada kombinasi ekstrusi anterior dan intrusi posterior. Studi ini dapat menyelidiki efektivitas dan hasil jangka panjang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-e2e62.webp" title="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-e2e62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-e2e62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-e2e62.webp 1x" title="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" alt="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp" title="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp 1x" title="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" alt="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58851-pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklu" title="JURIS - Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)" target="_blank">Perawatan Kasus Maloklusi Skeletal Klas III Disertai Gigitan Terbuka Anterior Menggunakan Peranti Cekat Sistem Ligasi Pasif (Laporan Kasus)</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang perawatan maloklusi gigitan terbuka anterior dengan fokus pada kombinasi ekstrusi anterior dan intrusi posterior. Studi ini dapat menyelidiki efektivitas dan hasil jangka panjang dari pendekatan ini pada pasien dengan pola skeletal vertikal hiperdivergen. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak penggunaan peranti cekat sistem ligasi pasif pada hasil perawatan, terutama dalam hal ekspansi posterior dan penggunaan elastik sejak awal perawatan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang perawatan maloklusi gigitan terbuka anterior dan membantu mengembangkan strategi perawatan yang lebih efektif..
<br>Perawatan maloklusi gigitan terbuka anterior dapat dilakukan dengan ekstrusi anterior, intrusi posterior, dan kombinasi keduanya.Laporan kasus ini merupakan kasus maloklusi kelas III tipe 2 pada pasien wanita, usia 17 tahun dengan gigitan terbuka anterior skeletal hiperdivergen.Guna mencapai tumpang gigit yang optimal, dilakukan dengan peletakan braket gigi-gigi anterior atas lebih ke servikal.Koreksi gigitan terbuka pada pasien ini juga ditunjang dengan penggunaan box elastic di bagian anterior sejak awal perawatan.Selain penggunaan box elastic, digunakan class III short elastic dari premolar kedua atas ke kaninus bawah.Pasien memiliki lengkung gigi atas dan bawah yang konstriksi sehingga penggunaan peranti cekat passive self ligating merupakan pilihan yang tepat karena didapatkan ekspansi posterior yang lebih baik sekaligus elastik yang dapat digunakan sejak awal perawatan
<br>Gigitan silang anterior dapat dibedakan menjadi gigitan silang skeletal dan dental. Kasus maloklusi gigitan terbuka anterior yang disebabkan oleh faktor skeletal berhubungan dengan pola pertumbuhan mandibula ke bawah dan ke belakang. Pola skeletal vertikal hiperdivergen pada pasien gigitan terbuka anterior menuntut operator untuk menjaga dimensi vertikal agar tidak memperparah kondisi yang ada. Penggunaan peranti cekat sistem ligasi pasif memberikan keuntungan pada perawatan pasien dengan maloklusi kelas III dan gigitan terbuka anterior. Pasien perempuan berusia 17 tahun datang ke Klinik Ortodonti RSKGM FKG UI dengan keluhan lidah sering tergigit sewaktu tidur dan menyebabkan sariawan. Pasien memiliki wajah dolikofasial, simetris, dan tidak seimbang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien memiliki pola skeletal kelas III dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp" type="image/webp" length="195610" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-e2e62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/pasien-wanita-dewasa-perempuan-lesi-maloklusi-klas-thumb-ae307.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58842-stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58842-stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:9329bd85a2c01082db0e885375bb6b83</id>
	<published>2026-08-16T15:05:49+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T15:05:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="sargassum sp" label="sargassum sp" />
	<category term="thrush bayi" label="thrush bayi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek pasta gigi pemutih pada bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek pasta gigi pemutih pada bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp" title="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp 1x" title="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" alt="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-de4f8.webp" title="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-de4f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-de4f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-de4f8.webp 1x" title="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" alt="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58842-stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemu" title="JURIS - Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih" target="_blank">Perubahan Warna Bahan Mahkota Sementara Resin Akrilik Swapolimerisasi Setelah Kontaminasi Larutan Kopi dan Penyikatan dengan Pasta Gigi Pemutih</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek pasta gigi pemutih pada bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai merek pasta gigi pemutih dan metode penyikatan yang berbeda. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengaruh waktu penyikatan dan frekuensi penggunaan pasta gigi pemutih terhadap stabilitas warna bahan mahkota sementara. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi antara pasta gigi pemutih dan bahan mahkota sementara, serta potensi solusi yang dapat diterapkan dalam praktik klinis..
<br>Disimpulkan terdapat perubahan warna yang signifikan pada bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi setelah kontaminasi larutan kopi dan penyikatan dengan pasta gigi pemutih
<br>Mahkota sementara digunakan untuk jangka waktu sementara sampai selesainya mahkota definitif. Perubahan warna mahkota sementara dapat disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik. Sedangkan stabilitas warna sangat dibutuhkan sampai selesainya mahkota definitif. Noda ekstrinsik pada mahkota sementara berhubungan dengan aktivitas kebersihan mulut yang buruk dan intensitas minuman kromogenik seperti kopi. Masyarakat cenderung menggunakan pasta gigi pemutih sebagai cara yang efisien untuk mengatasi masalah ini. Namun, kandungan bahan abrasif pasta gigi pemutih juga dapat mempercepat degradasi bahan mahkota sementara sehingga memengaruhi stabilitas warna bahan mahkota sementara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan warna bahan mahkota sementara resin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp" type="image/webp" length="94504" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-48dce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/stabilitas-warna-mahkota-pasta-gigi-pemutih-abrasi-thumb-de4f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera Laporan Kasus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera Laporan Kasus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera Laporan Kasus ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58837-cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58837-cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:7b3321705f046b90bcb136cbae167233</id>
	<published>2026-08-16T15:01:59+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T15:01:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi yang lebih mendalam tentang efek jangka panjang dari cangkok tulang pada pasien dengan polisitemia vera. Selain itu, penelitian tentang strategi perawatan periodontal yang optimal untuk pasien dengan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi yang lebih mendalam tentang efek jangka panjang dari cangkok tulang pada pasien dengan polisitemia vera. Selain itu, penelitian tentang strategi perawatan periodontal yang optimal untuk pasien dengan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp" title="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp 1x" title="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" alt="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-0a422.webp" title="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-0a422.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-0a422.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-0a422.webp 1x" title="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" alt="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58837-cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi" title="JURIS - Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)" target="_blank">Cangkok Tulang Gigi Anterior Maksila Pada Pasien Periodontitis Kronis Dengan Polisitemia Vera (Laporan Kasus)</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi yang lebih mendalam tentang efek jangka panjang dari cangkok tulang pada pasien dengan polisitemia vera. Selain itu, penelitian tentang strategi perawatan periodontal yang optimal untuk pasien dengan kondisi ini dapat memberikan wawasan yang berharga. Terakhir, studi komparatif antara berbagai pendekatan bedah dan non-bedah dalam menangani kasus serupa dapat membantu mengembangkan pedoman klinis yang lebih baik..
<br>Pasien dengan polisitemia vera mungkin memiliki presentasi klinis yang beragam, termasuk episode perdarahan, yang dapat menyulitkan terapi periodontal.Setiap kasus polisitemia vera memerlukan perawatan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.Oleh karena itu, kerjasama yang erat dan komunikasi yang sering antara periodontis dan hematolog-onkolog sangat penting, terutama untuk prosedur invasif agar dapat mencegah komplikasi.Prosedur bedah rekonstruktif dengan cangkok tulang pada kasus ini menunjukkan hasil yang cukup baik
<br>Polisitemia vera merupakan kelainan mieloproliferatif yang ditandai dengan proliferasi mieloid dan menyebabkan peningkatan produksi eritrosit. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasien periodontitis. Periodontitis yang disertai trauma oklusi dapat menyebabkan pengeroposan tulang, resesi dan mobilitas gigi. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan pasien polisitemia vera dalam menjaga gigi dan memulihkan jaringan periodontal yang sehat dengan operasi flap dan pencangkokan tulang. Pasien laki-laki berusia 43 tahun dengan keluhan gigi depan atas goyang sejak beberapa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp" type="image/webp" length="240286" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-486a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/cangkok-tulang-xenograft-klinis-pasien-tbi-potensi-thumb-0a422.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58844-hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ris" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58844-hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ris" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:1ccfffdfac4f977babea5aa076339499</id>
	<published>2026-08-16T14:58:33+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:58:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai hubungan antara infeksi odontogenik dan hepatitis B, serta dampak komorbiditas ini terhadap penanganan dan hasil pengobatan abses submandibula. Selain itu, penelitian juga dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai hubungan antara infeksi odontogenik dan hepatitis B, serta dampak komorbiditas ini terhadap penanganan dan hasil pengobatan abses submandibula. Selain itu, penelitian juga dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-b7534.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-b7534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-b7534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-b7534.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" alt="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" alt="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58844-hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ris" title="JURIS - Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak" target="_blank">Penatalaksanaan Abses Submandibula Sinistra Et Causa Gangren Radix  Pada Pasien Hepatitis Di RSUD Sultan Fatah Demak</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam mengenai hubungan antara infeksi odontogenik dan hepatitis B, serta dampak komorbiditas ini terhadap penanganan dan hasil pengobatan abses submandibula. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan protokol perawatan abses submandibula yang lebih efektif dan aman bagi pasien dengan komorbiditas hepatitis B, termasuk penggunaan antibiotik yang tepat dan strategi pengendalian infeksi yang optimal. Terakhir, studi prospektif dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan prosedur insisi dan drainase abses submandibula pada pasien dengan hepatitis B, serta memantau hasil jangka panjangnya..
<br>Pasien pada kasus ini terkonfirmasi hepatitis dengan hasil pemeriksaan HbsAg menunjukan hasil positif.Hepatitis B menjadi perhatian utama dokter gigi karena merupakan salah satu penyakit menular, sehingga setiap pasien dengan riwayat hepatitis harus dirawat untuk masalah darurat gigi saja.Protokol pengendalian infeksi dan sterilisasi yang tepat harus diikuti untuk mengurangi risiko infeksi.Penatalaksanaan pada kasus ini diharapkan akan memberikan kesembuhan kepada pasien tersebut
<br>Infeksi submandibula umumnya berasal dari gigi molar pertama dan kedua rahang bawah dari penyebaran infeksi dari ruang sublingual dan submental. Gejala abses submandibula ditandai dengan rasa nyeri dan terjadi pembengkakan pada bagian pipi hingga leher bagian dalam yang terjadi infeksi. Infeksi yang terjadi pada spasia submandibula dapat bersumber dari infeksi gigi yang meluas menuju dasar mulut, faring, dan kelenjar limfe submandibula. Pasien perempuan berusia 49 tahun datang ke RSUD Sultan fatah Demak dengan gejala klinis mengarah pada abses submandibula, dimana terdapat keluhan pipi sebelah kiri bengkak hingga leher, gigi sisa akar sering...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp" type="image/webp" length="88636" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-b7534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/hygiene-risiko-infeksi-pasien-perempuan-dewasa-ses-thumb-f84fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Trends in Development Journalism in Student Publication A Longitudinal Content Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Trends in Development Journalism in Student Publication A Longitudinal Content Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Trends in Development Journalism in Student Publication A Longitudinal Content Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58855-publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58855-publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:19422a2ad5d3bbf569c08df88f73e77a</id>
	<published>2026-08-16T14:49:16+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:49:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="avatars self" label="avatars self" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[avatars,header,page,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar publikasi institusionalisasi seksi komunikasi pembangunan melalui pelatihan editorial yang terstruktur, program bimbingan, dan perencanaan cakupan tematik yang memastikan kontinuitas dan kedalaman di ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar publikasi institusionalisasi seksi komunikasi pembangunan melalui pelatihan editorial yang terstruktur, program bimbingan, dan perencanaan cakupan tematik yang memastikan kontinuitas dan kedalaman di ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-fa644.webp" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-fa644.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-fa644.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-fa644.webp 1x" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" alt="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp 1x" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" alt="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-26c24.webp" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-26c24.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-26c24.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-26c24.webp 1x" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" alt="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58855-publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp" title="JURIS - Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis" target="_blank">Trends in Development Journalism in Student Publication: A Longitudinal Content Analysis</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar publikasi institusionalisasi seksi komunikasi pembangunan melalui pelatihan editorial yang terstruktur, program bimbingan, dan perencanaan cakupan tematik yang memastikan kontinuitas dan kedalaman di seluruh isu yang kurang terwakili seperti Sains dan Teknologi, Budaya, dan Lingkungan. Studi masa depan juga dapat mempertimbangkan memperluas cakupan analisis untuk mencakup publikasi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi publik serupa, memungkinkan pemahaman komparatif tentang bagaimana jurnalisme pembangunan dipraktikkan dan berkembang dalam lanskap media kampus Filipina yang lebih luas. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media sosial dan platform digital dalam memfasilitasi diskusi dan advokasi pembangunan di antara mahasiswa dan komunitas, serta menganalisis bagaimana platform ini dapat digunakan untuk memperkuat dan memperluas fungsi agenda-building publikasi..
<br>Analisis konten komunikasi pembangunan dalam CLSU Collegian dari tahun 2021 hingga 2025 mengungkapkan pertumbuhan yang signifikan dalam semua dimensi yang diteliti.Tren frekuensi menunjukkan peningkatan konsisten, dari lima artikel pada tahun 2021 menjadi sembilan belas pada tahun 2025, hampir empat kali lipat dari output awal.Isu-isu pembangunan yang dominan yang muncul, terutama Pendidikan, Pertanian dan Sistem Pangan, serta Pembangunan Ekonomi, mencerminkan perhatian publikasi terhadap masalah yang relevan secara institusional dan struktural bagi komunitas yang dilayaninya.Analisis framing melalui model empat tahap Entman lebih lanjut mengungkapkan bahwa penanganan editorial terhadap isu-isu ini secara konsisten melampaui definisi masalah tingkat permukaan menuju atribusi penyebab struktural, evaluasi moral dari kegagalan institusional, dan rekomendasi solusi sistemik yang berorientasi kebijakan, menandakan pergeseran yang jelas menuju orientasi framing yang lebih sadar solusi dan berorientasi advokasi.Akhirnya, evolusi dalam cakupan pemberitaan, dari fokus universitas yang dominan menuju orientasi komunitas lokal dan nasional yang semakin meningkat, mencerminkan publikasi yang semakin besar dalam fungsi agenda-setting dan agenda-building-nya, memosisikan CLSU Collegian tidak hanya sebagai buletin kampus tetapi sebagai platform yang autentik untuk jurnalisme pembangunan yang memperbesar suara akar rumput dan menempatkan masalah komunitas di pusat diskursus publik
<br>Publikasi mahasiswa di institusi pendidikan tinggi Filipina memainkan peran penting dalam jurnalisme pembangunan, namun tren jangka panjang konten komunikasi pembangunan dalam publikasi tersebut masih kurang diteliti, khususnya pada universitas negeri berbasis pertanian dan sains. Penelitian ini menganalisis konten komunikasi pembangunan dalam CLSU Collegian, publikasi mahasiswa resmi Central Luzon State University, pada terbitan berkala yang diterbitkan dari tahun 2021 hingga 2025. Dengan menggunakan desain metode campuran, penelitian ini memadukan analisis kuantitatif deskriptif dengan analisis framing kualitatif dan analisis agenda-setting...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp" type="image/webp" length="100606" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-fa644.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-21888.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/publikasi-institusi-agenda-setting-jurnalisme-kamp-thumb-26c24.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-605-iain-su.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17574-komunikologi-jurnal-pengembangan-ilmu-komunikasi-sosial.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Dramaturgy of Roblox User Identity Avatars as Self Performance and Dual Backstage ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Dramaturgy of Roblox User Identity Avatars as Self Performance and Dual Backstage ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Dramaturgy of Roblox User Identity Avatars as Self Performance and Dual Backstage ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58857-front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kece" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58857-front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kece" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:ecd4024319d4fac8d1a5cca4e844cabf</id>
	<published>2026-08-16T14:45:19+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:45:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="avatars self" label="avatars self" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[avatars,header,page,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana identitas virtual yang dibangun melalui avatar di Roblox mempengaruhi interaksi sosial dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana identitas virtual yang dibangun melalui avatar di Roblox mempengaruhi interaksi sosial dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-1a8d0.webp" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-1a8d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-1a8d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-1a8d0.webp 1x" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" alt="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-c45dd.webp" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-c45dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-c45dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-c45dd.webp 1x" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" alt="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp 1x" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" alt="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58857-front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kece" title="JURIS - The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage" target="_blank">The Dramaturgy of Roblox User Identity: Avatars as Self-Performance and Dual Backstage</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana identitas virtual yang dibangun melalui avatar di Roblox mempengaruhi interaksi sosial dan hubungan antar pengguna. Bagaimana avatar yang berbeda mempengaruhi persepsi dan perilaku pengguna lainnya? Apakah ada perbedaan signifikan dalam cara pengguna berinteraksi dan membentuk hubungan sosial tergantung pada avatar yang mereka gunakan? Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak penggunaan avatar pada pembentukan identitas diri. Bagaimana avatar yang dipilih oleh pengguna merefleksikan identitas diri mereka dan bagaimana hal itu mempengaruhi persepsi diri mereka sendiri? Apakah ada korelasi antara avatar yang digunakan dan aspek-aspek tertentu dari identitas diri, seperti kepribadian, nilai-nilai, atau aspirasi? Ketiga, penelitian dapat menganalisis bagaimana dinamika front stage dan back stage dalam konteks Roblox mempengaruhi perilaku pengguna. Apakah ada perbedaan dalam perilaku pengguna saat mereka berada di front stage dibandingkan saat mereka berada di back stage? Bagaimana pengguna mengelola transisi antara kedua tahap ini dan apakah ada strategi tertentu yang mereka gunakan untuk mempersiapkan penampilan selanjutnya? Dengan mempertimbangkan saran penelitian lanjutan ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman kita tentang peran avatar dalam membentuk identitas dan komunikasi interpersonal di ruang virtual seperti Roblox..
<br>Penelitian ini berhasil mengidentifikasi fenomena performa pada platform Roblox yang melibatkan komunikasi interpersonal melalui kustomisasi avatar oleh pengguna.Analisis temuan, yang dikaitkan dengan teori dramaturgi Erving Goffman, menunjukkan bahwa pengguna Roblox secara sadar mengelola kesan diri melalui kustomisasi avatar di platform Roblox dengan memanfaatkan "front stage" dan "back stage".Di front stage, pengguna menggunakan berbagai elemen dalam performanya, seperti avatar sebagai persona visual depan dan avatar sebagai peran yang merepresentasikan ekspektasi dan realitas yang dibangun.Dalam studi ini, avatar berfungsi sebagai topeng yang memungkinkan praktik manajemen kesan dan membentuk persepsi pengguna.Sedangkan "back stage" merujuk pada saat pengguna melepas topeng dan beristirahat sejenak untuk mempersiapkan pertunjukan selanjutnya.Penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi temuan sebelumnya tentang komunikasi virtual dan avatar dalam komunikasi interpersonal, tetapi juga memperluas studi tentang avatar dalam konteks komunikasi interpersonal melalui teori dramaturgi yang didorong oleh pengguna.Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan empiris untuk pengembangan studi komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi interpersonal di ruang virtual berbasis avatar.Penelitian ini menyediakan referensi untuk penelitian masa depan dengan menawarkan pemahaman mendalam tentang pembentukan identitas dan komunikasi interpersonal di platform Roblox
<br>Aktivitas komunikasi saat ini mengalami perkembangan signifikan, di mana proses pertukaran pesan dalam jaringan (daring) dirasakan lebih akrab dan individu dapat mengontrol citra dirinya. Hal ini menyebabkan banyak individu berperan dalam dua dunia, yaitu dunia digital dan dunia nyata. Roblox, sebagai platform daring, menawarkan kehidupan kedua melalui penggunaan avatar, sehingga pengguna dapat merepresentasikan diri sesuai preferensi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengguna Roblox mengelola avatar dari perspektif dramaturgi oleh Erving Goffman. Subjek penelitian adalah pengguna avatar, dan objek penelitian adalah analisis representasi diri pengguna avatar melalui komunikasi interpersonal di platform online Roblox. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi netnografi (etnografi virtual). Analisis data dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp" type="image/webp" length="89950" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-1a8d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-c45dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/front-stage-gay-komunikasi-virtual-back-kecemasan-thumb-e424a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-605-iain-su.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17574-komunikologi-jurnal-pengembangan-ilmu-komunikasi-sosial.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Polusi Digital Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Polusi Digital Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Polusi Digital Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58854-agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-episte" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58854-agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-episte" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:dd6cf38433b8401a991a081496efdb01</id>
	<published>2026-08-16T14:39:30+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:39:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="avatars self" label="avatars self" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[avatars,header,page,self]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki efektivitas operasionalisasi indikator TGF dalam berbagai konteks sosiokultural yang berbeda, terutama di wilayah dengan tingkat literasi digital yang heterogen. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki efektivitas operasionalisasi indikator TGF dalam berbagai konteks sosiokultural yang berbeda, terutama di wilayah dengan tingkat literasi digital yang heterogen. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp 1x" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" alt="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-4d1a0.webp" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-4d1a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-4d1a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-4d1a0.webp 1x" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" alt="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-cb04e.webp" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-cb04e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-cb04e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-cb04e.webp 1x" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" alt="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58854-agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-episte" title="JURIS - Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital" target="_blank">Polusi Digital: Krisis Epistemik dan Tata Kelola Kebenaran dalam Peradaban Digital</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki efektivitas operasionalisasi indikator TGF dalam berbagai konteks sosiokultural yang berbeda, terutama di wilayah dengan tingkat literasi digital yang heterogen. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai adaptasi model komunikasi trans-nubuwwah dalam platform media sosial berbasis algoritma video pendek (seperti TikTok atau Reels) untuk melihat relevansi etika profetik dalam format komunikasi kontemporer. Penelitian juga dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan (AI Governance) ke dalam lapisan Platform Epistemic Architecture (PEA) untuk melihat sejauh mana otomatisasi dapat mendukung atau memperburuk integritas informasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya pergeseran kebijakan dari sekadar "penghapusan konten" menuju "reformasi arsitektur" dalam menangani polusi digital..
<br>Artikel ini menegaskan bahwa polusi digital merupakan krisis struktural dalam peradaban digital global yang melampaui persoalan misinformasi dan disinformasi semata.Polusi digital adalah degradasi sistemik terhadap lingkungan epistemik publik yang terjadi akibat interaksi antara kapitalisme digital, arsitektur algoritmik platform, fragmentasi ruang publik, dan melemahnya kompetensi epistemik masyarakat.Fenomena post-truth menunjukkan bahwa kebenaran tidak lagi menjadi pusat gravitasi dalam pembentukan opini publik, sementara algoritma platform memperkuat dinamika tersebut melalui logika ekonomi perhatian.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan parsial baik melalui literasi media semata maupun regulasi konten yang terbatas tidak cukup untuk mengatasi polusi digital.Diperlukan kerangka tata kelola yang terintegrasi dan sistemik.Oleh karena itu, artikel ini merumuskan Truth Governance Framework (TGF) yang mencakup tiga dimensi utama.Civic Epistemic Competence (CEC), Institutional Epistemic Integrity (IEI), dan Platform Epistemic Architecture (PEA).Ketiga dimensi tersebut harus berjalan secara simultan dan saling memperkuat dalam membangun ketahanan epistemik masyarakat digital.Artikel ini juga menegaskan pentingnya kontribusi Global Selatan melalui nilai-nilai jurnalisme profetik seperti siddiq, amanah, tabligh, fathanah, dan prinsip tabayun sebagai fondasi normatif dalam memperkuat tata kelola kebenaran.Model komunikasi trans-nubuwwah yang dikembangkan berdasarkan karya ilmiah M.Yoserizal Saragih menawarkan perspektif peradaban non-Barat yang memperkaya bukan menggantikan diskursus tata kelola epistemik global
<br>Polusi digital, yang didefinisikan sebagai pencemaran sistematis lingkungan informasi melalui disinformasi algoritmik dan rekayasa ketidakpastian epistemic, merupakan tantangan krusial peradaban abad ke-21. Artikel ini mengusulkan Truth Governance Framework (TGF) sebagai solusi integratif yang menggabungkan kesiapan sipil, komunikasi jurnalistik profetik, dan agensi epistemik generasi baru. Berbeda dengan pendekatan moderasi konten yang bersifat reaktif, artikel ini berargumen bahwa polusi digital adalah patologi struktural kapitalisme digital yang memerlukan tata kelola epistemik yang komprehensif. Mengintegrasikan perspektif Global Selatan dan jurnalisme profetik dari M. Yoserizal Saragih, studi ini mengajukan tiga proposisi orisinal: (1) polusi digital sebagai krisis ontologis, (2) komunikasi trans-nubuwwah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp" type="image/webp" length="82026" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-91186.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-4d1a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/agensi-epistemik-polusi-digital-tata-kelola-komuni-thumb-cb04e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-605-iain-su.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17574-komunikologi-jurnal-pengembangan-ilmu-komunikasi-sosial.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Oral Thrush Pada Bayi Gambaran Klinis dan Tatalaksana ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Oral Thrush Pada Bayi Gambaran Klinis dan Tatalaksana ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Oral Thrush Pada Bayi Gambaran Klinis dan Tatalaksana ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58852-mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58852-mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:182442931963eac4a37f69240851012b</id>
	<published>2026-08-16T14:39:04+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:39:04+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="sargassum sp" label="sargassum sp" />
	<category term="thrush bayi" label="thrush bayi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas tentang faktor-faktor penyebab oral thrush pada bayi, termasuk kebersihan mulut, sanitasi, dan faktor-faktor lain yang mungkin terlibat. Selain itu, penelitian tentang efektivitas berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas tentang faktor-faktor penyebab oral thrush pada bayi, termasuk kebersihan mulut, sanitasi, dan faktor-faktor lain yang mungkin terlibat. Selain itu, penelitian tentang efektivitas berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-92ca2.webp" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-92ca2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-92ca2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-92ca2.webp 1x" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" alt="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-040bb.webp" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-040bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-040bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-040bb.webp 1x" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" alt="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp 1x" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" alt="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58852-mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur" title="JURIS - Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana" target="_blank">Oral Thrush Pada Bayi: Gambaran Klinis dan Tatalaksana</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas tentang faktor-faktor penyebab oral thrush pada bayi, termasuk kebersihan mulut, sanitasi, dan faktor-faktor lain yang mungkin terlibat. Selain itu, penelitian tentang efektivitas berbagai metode pengobatan oral thrush, termasuk obat-obatan topikal dan sistemik, dapat dilakukan untuk menentukan pendekatan terbaik dalam menangani infeksi ini. Terakhir, studi tentang edukasi dan peran dokter gigi dalam memberikan informasi kepada orang tua tentang pencegahan dan perawatan oral thrush pada bayi juga dapat menjadi topik menarik untuk diteliti..
<br>Oral thrush merupakan infeksi jamur yang sering terjadi pada bayi.Diagnosis oral thrush dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis.Kebersihan non adekuat merupakan faktor utama penyebab oral thrush.Lesi dapat sembuh dengan meningkatkan oral hygiene.Walaupun demikian, obat anti fungi topikal diperlukan apabila lesi terlalu luas.Cara penggunaan obat perlu diperhatikan agar terapi yang diberikan berhasil
<br>Oral thrush adalah infeksi jamur yang umum terjadi pada bayi. Penyebab utama oral thrush adalah kebersihan mulut yang tidak adekuat. Faktor-faktor ini dapat berasal dari rongga mulut bayi, kulit puting ibu, kebersihan tangan ibu dan bayi, serta peralatan makan dan minum bayi. Diagnosis kerja umumnya diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. Biopsi dapat dilakukan untuk konfirmasi diagnosis jika oral thrush menyerupai kondisi oral lain. Gambaran klinis dapat berupa bercak putih menyerupai krim yang dapat diseka pada mukosa mulut serta pada beberapa kondisi dapat meninggalkan dasar hiperemis setelah diseka. Higiene mulut yang adekuat mampu menghilangkan infeksi jamur jika belum terlalu parah. Jika sudah meninggalkan permukaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp" type="image/webp" length="186664" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-92ca2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-040bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/mukosa-mulut-sel-epitel-infeksi-jamur-patogen-thru-thumb-e97db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58849-mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-ginj" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58849-mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-ginj" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:6b677707b978f95a1141ad859ef0b1cf</id>
	<published>2026-08-16T14:25:56+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T14:25:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="sargassum sp" label="sargassum sp" />
	<category term="thrush bayi" label="thrush bayi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang hubungan antara gagal ginjal kronik dan infeksi jamur Candida Sp. dalam rongga mulut. Studi ini dapat menyelidiki mekanisme spesifik di balik peningkatan risiko infeksi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang hubungan antara gagal ginjal kronik dan infeksi jamur Candida Sp. dalam rongga mulut. Studi ini dapat menyelidiki mekanisme spesifik di balik peningkatan risiko infeksi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp" title="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp 1x" title="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" alt="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-b6946.webp" title="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-b6946.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-b6946.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-b6946.webp 1x" title="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" alt="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58849-mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-ginj" title="JURIS - Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik" target="_blank">Temuan Klinis Pseudomembran Oral Candidiasis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang hubungan antara gagal ginjal kronik dan infeksi jamur Candida Sp. dalam rongga mulut. Studi ini dapat menyelidiki mekanisme spesifik di balik peningkatan risiko infeksi jamur pada pasien GGK, termasuk peran xerostomia, penggunaan obat, dan kondisi imunosupresi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas dan keamanan berbagai pilihan pengobatan, seperti nistatin, dalam mengobati pseudomembran oral candidiasis pada pasien GGK. Studi komparatif tentang pilihan pengobatan yang berbeda dapat memberikan wawasan berharga untuk manajemen klinis yang lebih baik. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada strategi intervensi untuk meningkatkan oral hygiene dan nutrisi pada pasien GGK, yang dapat mengurangi risiko lesi oral dan infeksi jamur..
<br>Gagal ginjal kronik (GGK) adalah penyakit sistemik yang dapat menyebabkan lesi oral, termasuk pseudomembran oral candidiasis.Lesi oral ini diduga terkait dengan xerostomia akibat peningkatan kadar ureum dalam darah dan penggunaan obat antihipertensi (amlodipine) serta diuretik (furosemide).Faktor lain yang mempengaruhi lesi ini adalah oral hygiene yang buruk, kondisi imunosupresi, dan malnutrisi
<br>Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal dengan glomelural filtration rate (GFR) sekitar 15-59 mL/menit/1.73mA. Manifestasi oral pada pasien GGK telah banyak dilaporkan. Manifestasi tersebut dapat dipengaruhi oleh penyakit ginjal itu sendiri, obat, maupun terapi yang diberikan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan temuan klinis pseudomembran oral candidiasis pada pasien GGK. Seorang laki-laki berusia 41 tahun menderita GGK dan sedang dirawat inap di Bangsal Mawar, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien mengeluhkan bercak putih pada lidah dan mulut kering. Pasien jarang sikat gigi selama rawat inap. Pemeriksaan intra oral terdapat lesi berupa plak berbentuk irregular berwarna putih di area dorsum lidah yang dapat dikerok dan meninggalkan area kemerahan. Rongga mulut pasien tercium adanya bau uremik. Pasien...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp" type="image/webp" length="104482" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-36400.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/mulut-pasien-pneumonia-penyakit-ginjal-kronik-klas-thumb-b6946.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58847-alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-tiru" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58847-alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-tiru" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:82b8ff4bb596b62e9a3ccbe72227d280</id>
	<published>2026-08-16T13:42:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T13:42:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,report,reports]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan alkalin peroksida memengaruhi kekerasan permukaan silikon LTSDL swapolimerisasi. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan dapat menelusuri bagaimana jenis larutan pembersih gigi tiruan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan alkalin peroksida memengaruhi kekerasan permukaan silikon LTSDL swapolimerisasi. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan dapat menelusuri bagaimana jenis larutan pembersih gigi tiruan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-4233f.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-4233f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-4233f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-4233f.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-119bd.webp" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-119bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-119bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-119bd.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" alt="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58847-alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-tiru" title="JURIS - Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi" target="_blank">Pengaruh Perendaman dalam Larutan Alkalin Peroksida terhadap Kekerasan Permukaan SilikonSsoft Denture Liner Swapolimerisasi</a>: Penelitian ini telah menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan alkalin peroksida memengaruhi kekerasan permukaan silikon LTSDL swapolimerisasi. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan dapat menelusuri bagaimana jenis larutan pembersih gigi tiruan lain, seperti berbagai konsentrasi sodium hipoklorit atau bahkan kombinasi pembersihan mekanis dan kimiawi, memengaruhi sifat material selain kekerasan. Akan sangat bermanfaat untuk menginvestigasi perubahan pada elastisitas, kekuatan sobek, atau stabilitas warna, karena properti ini juga krusial bagi kenyamanan dan fungsi gigi tiruan. Selain itu, mengingat simulasi penelitian ini terbatas hingga satu tahun, studi jangka panjang yang lebih ekstensifAimencakup dua hingga lima tahunAipenting untuk memprediksi durabilitas material dalam penggunaan klinis sebenarnya. Penelitian semacam ini dapat mensimulasikan kondisi rongga mulut yang lebih kompleks, termasuk efek gaya kunyah, variasi suhu, dan paparan saliva alami, untuk melihat interaksi faktor-faktor ini terhadap integritas SDL. Terakhir, sebuah arah penelitian menarik adalah mengeksplorasi formulasi bahan silikon LTSDL yang lebih inovatif. Dengan memvariasikan jenis dan konsentrasi bahan pengisi (filler) atau primer dalam komposisi silikon, kita mungkin dapat mengembangkan material soft denture liner yang lebih tahan terhadap degradasi dan perubahan kekerasan akibat larutan pembersih, tanpa mengurangi sifat bantalan dan kenyamanan yang ditawarkan. Ide-ide penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan soft denture liner yang lebih unggul dan panduan perawatan yang lebih optimal bagi pengguna gigi tiruan..
<br>Silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam bahan pembersih gigi tiruan alkalin peroksida bisa digunakan selama satu tahun pemakaian karena peningkatan nilai kekerasan permukaannya dalam rentang ISO
<br>Penggunaan soft denture liner (SDL) pada gigi tiruan yang menyebabkan rasa sakit, bakteri dan jamur membentuk koloni secara mudah dan berpenetrasi pada gigi tiruan. Pembersihan kimiawi adalah pilihan utama untuk kontrol plak pada gigi tiruan yang sudah diaplikasikan SDL karena dapat membersihkan gigi tiruan yang tidak dapat dijangkau dengan metode mekanis. Alkalin peroksida adalah larutan pembersih yang efektif melarutkan kotoran dan mengurangi mikroorganisme terutama Candida albicans selama 15 menit perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan perbedaan pengaruh lama perendaman silikon long term soft...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp" type="image/webp" length="72238" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-aee61.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-4233f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/alkalin-peroksida-stomatitis-gigi-tiruan-soft-dent-thumb-119bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58835-gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58835-gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:825cbf5f9e7e9eed676fa16a0a48b8ed</id>
	<published>2026-08-16T13:15:54+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T13:15:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="sargassum sp" label="sargassum sp" />
	<category term="thrush bayi" label="thrush bayi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bayi,case,reports,sargassum,sp,thrush]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" alt="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" alt="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58835-gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin" title="JURIS - Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah" target="_blank">Hubungan Antara Vitamin D dan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di RSGM Baiturrahmah</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengobservasi hubungan antara vitamin D dan karies gigi pada anak-anak dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara vitamin D dan karies gigi, seperti pola makan, kebersihan mulut, dan faktor genetik. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif terhadap pemahaman kita tentang peran vitamin D dalam kesehatan gigi anak-anak..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan vitamin D dan menjaga oral hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar subyek (72,6%) yang mengonsumsi vitamin D secara rutin memiliki karies yang lebih rendah.Vitamin D juga memengaruhi pembentukan email dan gigi, sehingga kekurangan vitamin D dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi
<br>Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara serum 25(OH)D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di RSGM Baiturrahmah.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" type="image/webp" length="86516" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-60ba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/gigi-primer-warna-permanen-kekurangan-vitamin-kari-thumb-a5400.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58840-obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-ki" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-58840-obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-ki" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-16:c3571317d6dea3b56c33842f529166a3</id>
	<published>2026-08-16T13:05:03+07:00</published>
	<updated>2026-08-16T13:05:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="case reports" label="case reports" />
	<category term="vitro study" label="vitro study" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[case,full,issue,reports,study,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan mouthwash yang menggabungkan kitosan dan teh hijau dengan bahan alami lainnya, seperti ekstrak jahe atau daun salam, untuk meningkatkan efektivitas antibakteri dan mengurangi efek samping. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan mouthwash yang menggabungkan kitosan dan teh hijau dengan bahan alami lainnya, seperti ekstrak jahe atau daun salam, untuk meningkatkan efektivitas antibakteri dan mengurangi efek samping. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-d9696.webp" title="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-d9696.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-d9696.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-d9696.webp 1x" title="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" alt="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp" title="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp 1x" title="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" alt="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-58840-obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-ki" title="JURIS - Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash" target="_blank">Characteristics and Antibacterial Activity of Chitosan and Green Tea Extracts in Mouthwash</a>: Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan mouthwash yang menggabungkan kitosan dan teh hijau dengan bahan alami lainnya, seperti ekstrak jahe atau daun salam, untuk meningkatkan efektivitas antibakteri dan mengurangi efek samping. Selain itu, studi klinis yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan manfaat jangka panjang dari penggunaan mouthwash ini. Penelitian juga dapat mengeksplorasi mekanisme aksi antibakteri dari kitosan dan teh hijau secara lebih mendalam, termasuk interaksi mereka dengan berbagai jenis bakteri mulut dan potensi sinergi antara kedua bahan tersebut..
<br>Mouthwash dari bahan alami dengan efek samping minimal dapat menjadi alternatif dari mouthwash berbahan kimia.Mouthwash yang disintesis dari kitosan dan teh hijau memiliki gugus fungsi yang dapat bertindak sebagai agen antibakteri yang efektif, sehingga berkontribusi pada penghambatan bakteri mulut.Efektivitas antibakteri mouthwash kitosan dan teh hijau bahkan terbukti setara dengan mouthwash komersial
<br>Karies gigi dan radang gusi dapat dikurangi melalui penggunaan obat kumur. Namun, obat kumur berbahan dasar kimia dikaitkan dengan beberapa efek samping. Alternatif yang lebih aman untuk obat kumur kimiawi adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami. Kitosan dan teh hijau telah menjadi perhatian dalam sintesis obat kumur, dengan fokus pada karakterisasi sifat antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang metodologi sintesis, karakteristik, dan efektivitas antibakteri kitosan dan teh hijau. Obat kumur kitosan dan teh hijau dapat disintesis dengan menggunakan metode pelarutan. Metode ini memerlukan pembuatan larutan isotropik yang stabil secara termodinamika dari suatu zat dalam air dengan penambahan surfaktan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp" type="image/webp" length="113404" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-d9696.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/obat-kumur-teh-hijau-camellia-kitosan-characterist-thumb-07c9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-497-usk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17470-cakradonya-dental-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 16 Aug 2026 18:27:55 +0700. 12 items. Served in: 4.057 seconds [atom] -->
