<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-04-15T03:37:55+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perilaku Pemijahan Teripang Pasir Holothuria Scabra Berdasarkan Faktor Lingkungan Suhu Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38758-pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijaha" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38758-pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijaha" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:13ae95cefeb7fc2f9a1989c6ca2f354c</id>
	<published>2026-04-14T23:27:00+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T23:27:00+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="graph icon" label="graph icon" />
	<category term="waa sagu" label="waa sagu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" alt="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" alt="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38758-pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijaha" title="JURIS - Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara" target="_blank">Perilaku Pemijahan Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Berdasarkan Faktor Lingkungan (Suhu) Di Desa Ohoi Letman Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara</a>: Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh faktor lingkungan lain, seperti salinitas dan pH, terhadap perilaku pemijahan teripang pasir. Selain itu, penelitian tentang teknik manipulasi lingkungan yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan sistem aerasi atau kontrol suhu otomatis, dapat diinvestigasi untuk meningkatkan keberhasilan pemijahan. Terakhir, penelitian tentang pengaruh variasi genetik teripang pasir terhadap respons pemijahan terhadap berbagai kondisi lingkungan juga perlu dilakukan untuk mengembangkan strain teripang yang lebih adaptif dan produktif..
<br>Induk jantan melakukan pemijahan dengan cara bertumpu pada tubuh bagian belakang (posterior), induk teripang mengangkat tinggi kepalanya atau tubuh bagian depan (anterior) yang terlihat adanya tonjolan yang kemudian mengeluarkan sperma yang terlihat seperti asap berwarna putih di dalam air.Dengan selang waktu 10 menit terlihat seekor induk betina dengan suhu yang sama dan cara pemijahan yang sama induk betina ini mengeluarkan sel telur.Suhu merupakan faktor keberhasilan pemijahan, namun lingkungan juga (salinitas, pH, DO) mendukung dalam proses pemijahan
<br>Teripang Pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu komoditas ekspor dari sektor perikanan yang sudah menurun produksi dan pelestarian sumber daya. Pemijahan teripang sebagai langkah awal penyediaan benih pada budidayanya yang telah berhasil dilakukan secara alami, tetapi frekuensi pemijahan masih sangat rendah. Penelitian ini menggunakan perlakuan induk teripang yang diseleksi dan diambil sebagai sampel yaitu 8 ekor dan memiliki perilaku yang selalu aktif. Induk teripang kemudian diseleksi berdasarkan panjang dan berat teripang. Perilaku pemijahan yang ditampilkan oleh teripang saat memijah berdasarkan faktor lingkungan (suhu) dengan cara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" type="image/webp" length="58756" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-a40e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pengaruh-variasi-suhu-teripang-pasir-pemijahan-per-thumb-220dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38761-uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38761-uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:504b45faf18f26c0f89ab13a4ee36896</id>
	<published>2026-04-14T22:56:05+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:56:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" alt="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38761-uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing" title="JURIS - PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING" target="_blank">PERBANDINGAN METODE MANUFAKTUR PROPELLER CLARK Y: 3D PRINTING DAN SILICONE MOLDING</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komprehensif tentang pengaruh ketebalan airfoil pada kualitas cetakan propeler menggunakan metode 3D printing. Selain itu, penelitian tentang optimasi parameter proses silicone molding untuk mengurangi penyusutan dan meningkatkan kualitas cetakan juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Terakhir, studi tentang pengaruh material resin pada proses silicone molding terhadap performa propeler juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya..
<br>Metode manufaktur silicone molding dapat menjadi alternatif dalam pembuatan propeller selain metode injection molding.Keunggulan dari metode ini terletak pada selisih ukuran antara desain CAD dan hasil cetakan akhir yang tergolong kecil, dengan nilai penyusutan maksimum sebesar -8,77%.Nilai tersebut masih dapat ditekan lebih lanjut melalui pengaturan faktor-faktor proses, seperti suhu dan kelembapan ruangan selama pencetakan.Sementara itu, metode 3D printing lebih sesuai diterapkan pada propeler dengan profil airfoil yang memiliki ketebalan lebih besar.Hasil cetakan propeler modifikasi menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan propeler tanpa modifikasi.Penambahan ketebalan sebesar 1 mm, misalnya, menghasilkan bagian leading edge yang tercetak lebih presisi.Namun, penyesuaian terhadap ketebalan ini menyebabkan bentuk propeler yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan desain awal berdasarkan referensi Spline Dat
<br>Saat ini, industri penerbangan berkembang sangat pesat, tidak hanya pada pesawat berawak, tetapi juga dalam pengembangan pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Salah satu komponen krusial pada UAV adalah propeller. Metode yang umum digunakan dalam proses manufaktur propeller antara lain adalah metode forming, hand lay-up, dan vacuum bagging. Metode lain yang berpotensi menjadi alternatif adalah pencetakan menggunakan silikon (silicone molding) dan pencetakan tiga dimensi (3D printing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metode manufaktur yang paling sesuai untuk pembuatan propeller dengan tipe airfoil Clark Y. Penelitian dilakukan menggunakan metode simulasi, analisis geometri, dan analisis visual. Metode manufaktur silicone molding dapat digunakan sebagai alternatif selain injection molding...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" type="image/webp" length="82394" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-4680f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-97072.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/uav-propeler-clark-y-cetakan-silikon-3d-printing-c-thumb-dd579.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38740-uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38740-uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:8f4dba9562bac4bb413afd6a5aebb5b2</id>
	<published>2026-04-14T22:55:32+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:55:32+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="afid nugroho" label="afid nugroho" />
	<category term="teguh wibowo" label="teguh wibowo" />
	<category term="sandi rais" label="sandi rais" />
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" alt="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38740-uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m" title="JURIS - Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan" target="_blank">Pengaruh Alkalisasi Hybrid Komposit Bulu Itik Alabio Dan Serat Purun Tikus Terhadap Keausan Dan Kekerasan</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi konsentrasi NaOH terhadap sifat mekanik komposit bulu itik dan purun tikus. Hal ini penting untuk menentukan konsentrasi NaOH yang optimal dalam proses alkalisasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian sifat-sifat lain dari komposit, seperti kekuatan tarik dan impak, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa material. Ketiga, dapat dilakukan studi mengenai pengaruh penambahan material pengisi, seperti nanopartikel, terhadap sifat-sifat komposit untuk meningkatkan kekuatannya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh material komposit yang lebih unggul dengan aplikasi yang lebih luas, serta berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan..
<br>Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pada penelitian komposit hibrida ini, pengaruh alkalisasi terhadap uji keausan dan kekerasan sampel komposit menunjukkan bahwa nilai tertinggi diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 10 menit, sedangkan nilai terendah diperoleh setelah perlakuan alkalisasi selama 60 menit.Semakin lama perlakuan alkalisasi pada serat, maka nilai keausannya semakin rendah, namun nilai kekerasan sampel komposit semakin tinggi.Alkalisasi juga mempengaruhi persentase rongga (void) dalam komposit selama uji keausan dan kekerasan.Alkalisasi dapat membantu mengurangi pembentukan rongga pada komposit, karena alkalisasi selama 60 menit diketahui dapat mengurangi nilai rongga sebesar 0,29% terhadap uji keausan dan 1,18% terhadap void pada uji kekerasan
<br>Provinsi Kalimantan Selatan merupakan habitat salah satu jenis tumbuhan Purun Tikus. Tanaman ini tumbuh liar di lahan basah dan digunakan untuk kerajinan tangan serta menjadi habitat bagi itik Alabio. Bulu itik banyak ditemukan dibuang di tempat pembuangan sampah. NaOH merupakan senyawa kimia bersifat basa yang memiliki fungsi menghilangkan dan membersihkan residu pada serat. Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian pada material komposit penguat bulu itik dan purun tikus dengan metode alkalisasi perendaman dengan NaOH. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh alkalisasi campuran hibrida bulu itik - purun tikus dengan matriks poliester terhadap uji aus dan kekerasan serta pengaruh void terhadap pori-pori berlubang. Uji aus dilakukan sesuai ASTM G99-04. Standar pengujian kekerasan ASTM...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" type="image/webp" length="66194" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-d64f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-ebc19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/uji-kekerasan-spesimen-komposit-hibrida-optimasi-m-thumb-f6dfc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38754-ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38754-ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:059b1f7f157b4f2a3820e91134115645</id>
	<published>2026-04-14T22:51:01+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:51:01+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="teorema hahn" label="teorema hahn" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hahn,header,page,teorema]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp 1x" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" alt="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp 1x" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" alt="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38754-ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan" title="JURIS - Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R" target="_blank">Teorema Titik Tetap untuk Pemetaan Hybrid Diperumum di Ruang Hilbert atas R</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan teorema Ergodic untuk pemetaan hybrid diperumum di ruang Hilbert atas real, yang akan memperluas aplikasi teori ini ke studi dinamika nonlinear. Selain itu, eksplorasi sifat-sifat pemetaan hybrid diperumum dalam konteks ruang vektor bernorma yang lebih umum, seperti ruang Orlicz, dapat memberikan wawasan baru tentang keberadaan dan karakteristik titik tetap. Terakhir, investigasi mengenai hubungan antara pemetaan hybrid diperumum dan masalah optimasi konveks dapat membuka peluang untuk mengembangkan algoritma baru yang efisien untuk mencari solusi optimal..
<br>Penelitian ini membuktikan eksistensi titik tetap untuk pemetaan Hybrid diperumum di ruang Hilbert atas R dengan memanfaatkan Limit Banach.Ditemukan bahwa jika terdapat elemen dalam himpunan konveks tertutup yang menghasilkan barisan terbatas, maka pemetaan tersebut memiliki titik tetap.Selain itu, kekonvergenan lemah suatu barisan juga menjamin bahwa limit lemahnya merupakan titik tetap dari pemetaan tersebut.Hasil ini memperluas pemahaman tentang teorema titik tetap pada pemetaan nonlinear, termasuk pemetaan nonekspansif, nonspreading, dan hybrid
<br>Penelitian ini mengkaji eksistensi titik tetap bagi pemetaan Hybrid diperumum pada ruang Hilbert atas R. Misalkan C adalah himpunan tak kosong, konveks, dan tertutup dalam ruang Hilbert atas R, serta T suatu pemetaan Hybrid diperumum. Ditunjukkan bahwa apabila terdapat x OO C sehingga {T nx} terbatas, maka dengan menggunakan Limit Banach dapat dibuktikan bahwa T memiliki titik tetap. Selain itu, jika untuk setiap barisan dalam C berlaku bahwa selisih antara elemen dan hasil pemetaannya menuju nol serta barisan tersebut konvergen lemah ke suatu elemen di C, maka elemen limit tersebut merupakan titik tetap dari T . Hasil ini menegaskan peran penting Limit Banach dalam menjamin eksistensi titik tetap bagi pemetaan Hybrid diperumum di ruang Hilbert atas R.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" type="image/webp" length="160678" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-e8ad7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/ruang-vektor-x-teorema-titik-pemetaan-hybrid-limit-thumb-a854d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic Sea Water Reverse Osmosis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38762-pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38762-pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:ad72f39a3681e10a4dd381a9fe2e3536</id>
	<published>2026-04-14T22:40:20+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:40:20+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="afid nugroho" label="afid nugroho" />
	<category term="teguh wibowo" label="teguh wibowo" />
	<category term="sandi rais" label="sandi rais" />
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp 1x" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" alt="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38762-pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut" title="JURIS - Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis" target="_blank">Studi Penyediaan Air Bersih Di Desa Sulamu Menggunakan Teknologi Photovoltaic- Sea Water Reverse Osmosis</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penyediaan air bersih di Desa Sulamu dan wilayah serupa. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai optimasi efisiensi energi pada sistem PV-SWRO, termasuk penggunaan teknologi pemulihan energi untuk mengurangi konsumsi energi per meter kubik air yang dihasilkan. Kedua, penelitian lapangan yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami kondisi lokal Desa Sulamu secara spesifik, seperti kualitas air laut, pola konsumsi air masyarakat, dan faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi kebutuhan air bersih. Ketiga, pengembangan model pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan perlu dieksplorasi untuk mengatasi tantangan biaya investasi awal yang tinggi, serta mendorong partisipasi aktif dari pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam pengembangan infrastruktur desalinasi berbasis energi terbarukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah kekurangan air bersih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Sulamu berpotensi menghadapi tantangan serius dalam penyediaan air bersih akibat keterbatasan sumber air tawar dan pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan mencapai 8.210 jiwa pada tahun 2032, dengan kebutuhan air bersih sebesar 215.Teknologi desalinasi berbasis PV-SWRO diusulkan sebagai solusi berkelanjutan dengan estimasi konsumsi energi antara 496 hingga 1.554 MWh per tahun, yang didukung potensi energi matahari melimpah di wilayah tersebut.Data estimasi kebutuhan air dan energi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam merancang strategi yang mendukung keberlanjutan program desalinasi berbasis energi terbarukan
<br>Kekurangan air bersih diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi Indonesia di masa mendatang, khususnya di daerah dengan curah hujan rendah, serta kawasan pesisir yang memiliki sumber daya air tawar terbatas. Penelitian ini mengkaji penyediaan air bersih melalui teknologi desalinasi air laut di Desa Sulamu, Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga tahun 2032. Teknologi yang digunakan adalah desalinasi air laut berbasis Photovoltaic (PV) yang menggerakkan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini diajukan sebagai solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Penelitian ini mencakup analisis kebutuhan air yang disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan penduduk dan estimasi konsumsi energi dari sistem PV-SWRO. Metode yang digunakan untuk memproyeksi jumlah penduduk sampai dengan tahun 2032 adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" type="image/webp" length="206878" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-724fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-c6acd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/pipa-air-bersih-lobster-tawar-aliran-laut-kekurang-thumb-97e95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38747-korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ko" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38747-korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ko" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:31366f105df492357ebbe5560a9b8abb</id>
	<published>2026-04-14T22:31:23+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:31:23+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="afid nugroho" label="afid nugroho" />
	<category term="teguh wibowo" label="teguh wibowo" />
	<category term="sandi rais" label="sandi rais" />
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode deteksi cacat yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data koefisien korelasi Pearson dengan teknik pencitraan ultrasonik lainnya, seperti phased array atau full waveform inversion, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode deteksi cacat yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data koefisien korelasi Pearson dengan teknik pencitraan ultrasonik lainnya, seperti phased array atau full waveform inversion, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" alt="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-82940.webp" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-82940.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-82940.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-82940.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" alt="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-ca69f.webp" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-ca69f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-ca69f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-ca69f.webp 1x" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" alt="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38747-korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ko" title="JURIS - Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik" target="_blank">Deteksi Cacat Pada Carbon Fiber Reinforced Polymer Berdasarkan Koefisien Korelasi Pearson Dari Sinyal Echo Ultrasonik</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode deteksi cacat yang lebih akurat dengan mengintegrasikan data koefisien korelasi Pearson dengan teknik pencitraan ultrasonik lainnya, seperti phased array atau full waveform inversion, untuk memvisualisasikan dan melokalisasi cacat secara tiga dimensi. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode koefisien korelasi Pearson dengan metode deteksi cacat berbasis machine learning atau deep learning, dengan tujuan mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal dalam mendeteksi cacat pada material CFRP. Terakhir, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan sistem deteksi cacat portabel dan real-time yang dapat digunakan secara langsung di lapangan untuk inspeksi material CFRP pada struktur atau komponen yang kompleks, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan proses pemeliharaan dan perbaikan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, metode ultrasonik dan koefisien korelasi Pearson efektif dalam mendeteksi cacat pada material CFRP.Sinyal ultrasonik envelope hasil pengukuran memiliki korelasi yang kuat dengan sinyal referensi di area bebas cacat, namun menunjukkan korelasi yang lemah di area yang mengandung cacat.Meskipun metode ini efektif dalam mendeteksi keberadaan cacat, metode ini belum mampu menentukan posisi kedalaman cacat secara tepat
<br>Carbon fiber reinforced polymer (CFRP) adalah material komposit yang sering digunakan dalam industri penerbangan, otomotif, dan kelautan karena kekuatannya yang tinggi dan beratnya yang ringan. Namun, keandalan CFRP dapat terganggu oleh cacat internal yang terjadi selama proses manufaktur atau penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya cacat pada CFRP berdasarkan koefisien korelasi Pearson dari sinyal echo ultrasonik. Metode ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengidentifikasi cacat berdasarkan perubahan pola sinyal. Sinyal referensi diperoleh dengan merata-ratakan sinyal dari beberapa lokasi bebas cacat. Perubahan pola sinyal terhadap sinyal referensi dikuantifikasi menggunakan koefisien...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp" type="image/webp" length="72470" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-8fa21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-82940.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/b/korelasi-pearson-deteksi-cacat-produk-koefisien-ma-thumb-ca69f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:704a939f376017db6e5c208fab1779d4</id>
	<published>2026-04-14T22:10:13+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T22:10:13+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="graph icon" label="graph icon" />
	<category term="waa sagu" label="waa sagu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" alt="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38750-sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spekt" title="JURIS - Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku" target="_blank">Analisis Kadar Karbohidrat Tepung Beberapa Jenis Sagu yang Dikonsumsi Masyarakat Maluku</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif terhadap berbagai jenis sagu di Maluku, dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan kandungan karbohidrat dan karakteristik lainnya. Selain itu, penelitian tentang potensi industrialisasi tepung sagu juga dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Terakhir, penelitian tentang manfaat kesehatan dan nutrisi dari konsumsi tepung sagu dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang nilai gizi sagu bagi masyarakat..
<br>Kandungan kadar karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4% dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%.Penelitian tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat didalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk yang sempurna
<br>Sagu merupakan salah satu jenis bahan pangan tradisional daerah Maluku yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Di Maluku, hidup berbagai jenis sagu pada habitatnya masing-masing dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Beberapa jenis sagu yang tumbuh di daerah Maluku dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah Sagu Tuni, Ihur, Molat, Makanaru dan Duri Rotan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan karbohidrat beberapa jenis sagu menggunakan spektrofotometer dan rumus regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat tepung Sagu Tuni (Metroxylon rumphii) sebesar 89,13%, tepung Sagu Ihur (Metroxylon sylvester) sebesar 77,4%, dan tepung Sagu Molat (Metroxylon sagus Rottbol) sebesar 88,6%. Penelitian lebih lanjut tentang tubuhan sagu dan segala potensi yang terdapat di dalamnya dibutuhkan, khususnya tepung sagu agar dapat menjadi produk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" type="image/webp" length="89828" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-3bc62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/sago-metroxylon-sagu-tepung-karbohidrat-spektrofot-thumb-49b03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA Cocos nucifera TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Brassica juncea L ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:031d0d40541481894d0d69198e7b4e1d</id>
	<published>2026-04-14T21:53:34+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T21:53:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="graph icon" label="graph icon" />
	<category term="waa sagu" label="waa sagu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" alt="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38759-volume-air-kelapa-rendah-pertumbuha" title="JURIS - PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)" target="_blank">PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifera)  TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengaruh air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya untuk mengetahui apakah air kelapa juga memiliki efek yang serupa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam air kelapa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tanaman sawi, sehingga dapat dikembangkan sebagai pupuk alami yang efektif..
<br>Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea L.), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A0)
<br>Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed, Air Kelapa, Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" type="image/webp" length="70786" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-03e4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-2c213.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/volume-air-kelapa-rendah-pertumbuhan-tanaman-sawi-thumb-6e19e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:9dd5c7d656ae7f8cc213b70c9c03ca76</id>
	<published>2026-04-14T21:13:34+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T21:13:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="afid nugroho" label="afid nugroho" />
	<category term="teguh wibowo" label="teguh wibowo" />
	<category term="sandi rais" label="sandi rais" />
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp 1x" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" alt="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38741-efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-turbi" title="JURIS - Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD" target="_blank">Pola Aliran Udara Pada Turbin Angin Savonius Heliks Dengan Variasi Jumlah Sudu Menggunakan Metode CFD</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jumlah sudu pada turbin angin Savonius tipe heliks terhadap performa turbin secara keseluruhan. Apakah variasi jumlah sudu yang lebih sedikit atau lebih banyak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja turbin? Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain turbin Savonius heliks dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk sudu, sudut sudu, dan konfigurasi sudu yang optimal untuk meningkatkan performa turbin. Apakah ada desain sudu atau konfigurasi sudu tertentu yang dapat meningkatkan efisiensi turbin Savonius heliks? Studi ini juga dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan, seperti kecepatan angin yang berbeda-beda, untuk melihat bagaimana variasi jumlah sudu mempengaruhi kinerja turbin di berbagai kondisi..
<br>Hasil pengujian dan pembahasan pola aliran turbin Savonius tipe heliks yang sudah dilakukan menunjukkan variasi jumlah sudu mempengaruhi pola liran udara yang terjadi.Jumlah sudu meningkatkan tekanan pada sisi cembung blade returning.Peningkatan tekanan pada sisi cembung sudu akan menghambat kinerja turbin.Dua buah sudu menghasilkan turbulensi yang lebih kecil dibandingkan variasi tiga dan empat sudu.Penurunan jumlah sudu berpengaruh terhadap penurunan turbulensi yang terjadi.Turbulensi yang terjadi pada turbin menyebabkan performanya menurun karena berkurangnya distribusi kecepatan fluida, bertambahnya jumlah pusaran mengakibatkan menurunnya kecepatan fluida.Oleh karena itu, turbin Savonius tipe heliks dengan dua sudu menjadi rekomendasi utama karena variasi dua sudu menghasilkan performa paling optimal dibandingkan variasi yang lain dengan minimnya terjadi tekanan pada sisi cembung sudu dan terjadinya turbulensi
<br>Ketersediaan sumber daya fosil yang semakin menurun mendorong pemerintah dan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan. Salah satu solusi adalah menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk memenuhi permintaan energi. Turbin Savonius, juga dikenal sebagai VAWT, memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi skala kecil. Turbin angin Savonius memiliki performa lebih rendah dibandingkan jenis lainnya. Performa ini perlu ditingkatkan melalui modifikasi desain, seperti variasi jumlah sudu pada turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu pada kinerja turbin angin Savonius tipe heliks. Fokus penelitian ini pada pola aliran udara dengan variasi jumlah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" length="114694" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-d2250.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3d65a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/efisiensi-turbin-pelton-baterai-angin-pengaruh-var-thumb-3533d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deep Neural Network Based Student Performance Prediction with Hessian Free Optimization ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:412526fcbffa503fbe62763826a0b0c1</id>
	<published>2026-04-14T20:53:31+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T20:53:31+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp 1x" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" alt="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38751-jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan" title="JURIS - Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization" target="_blank">Deep Neural Network-Based Student Performance Prediction with Hessian-Free Optimization</a>: Berdasarkan temuan ini, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknik penanganan ketidakseimbangan kelas untuk meningkatkan kinerja penyaringan risiko dini. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki potensi menggabungkan data eksternal, seperti data sosioekonomi atau data demografis, untuk lebih meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada pengembangan model yang dapat memberikan penjelasan yang dapat ditindaklanjuti untuk hasil prediksi, memungkinkan intervensi yang ditargetkan dan dukungan bagi mahasiswa yang berisiko..
<br>Secara keseluruhan, hasil eksperimen mendukung empat kesimpulan utama.Pertama, kelompok fitur gabungan mencapai kinerja klasifikasi multiclass terbaik, meskipun keunggulannya atas kelompok fitur akademik saja hanya marginal.Kedua, optimasi Hessian-free secara konsisten mencapai kinerja terbaik di semua skenario kelompok fitur.Ketiga, keuntungan HFO yang jelas atas pengoptimal pertama kali muncul dalam skenario non-akademik-saja, di mana keuntungannya atas pengoptimal pertama kali terkuat sangat besar.Keempat, variabel non-akademik yang tersedia pada waktu masuk memang mengandung sinyal prediktif yang bermakna untuk penyaringan risiko dini, meskipun kinerja penyaringan yang dihasilkan tetap terbatas karena ketidakseimbangan kelas yang parah dan kesulitan inheren dalam memprediksi hasil akademik jangka panjang dari informasi sebelum masuk.Studi ini menunjukkan bahwa variabel non-akademik dapat mendukung penyaringan tahap pertama mahasiswa, meskipun mereka tidak cukup untuk prediksi risiko mandiri yang sangat akurat
<br>Memprediksi predikat kelulusan mahasiswa merupakan hal yang penting untuk pemantauan akademik dan intervensi tepat waktu dalam pendidikan tinggi. Studi ini menyelidiki prediksi predikat kelulusan menggunakan jaringan saraf tiruan dalam tiga pengaturan kelompok fitur: hanya akademik, hanya non-akademik, dan fitur akademikAenon-akademik gabungan. Multilayer perceptron dengan tiga lapisan tersembunyi dilatih menggunakan SGD dengan momentum, RMSProp, Adam, dan prosedur optimasi Hessian-free yang diredam. Dua tugas dipertimbangkan: tugas klasifikasi predikat kelulusan empat kelas dan tugas penyaringan risiko biner di mana Cukup diperlakukan sebagai kelas risiko positif. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok fitur gabungan mencapai kinerja multiclass terbaik, dengan akurasi 0,8478 dan skor F1 berbobot 0,8274. Optimasi Hessian-free secara konsisten menghasilkan hasil terbaik di semua skenario...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" type="image/webp" length="117702" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-d8e48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-2ae75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/jaringan-saraf-tiruan-penambangan-data-pendidikan-thumb-0cda0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-449-uin-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17496-jurnal-riset-mahasiswa-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38752-rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38752-rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:6b0f3a0ca31103a844041bea30c2d10b</id>
	<published>2026-04-14T20:46:25+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T20:46:25+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="afid nugroho" label="afid nugroho" />
	<category term="teguh wibowo" label="teguh wibowo" />
	<category term="sandi rais" label="sandi rais" />
	<itunes:keywords><![CDATA[afid,nugroho,rais,sandi,teguh,wibowo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model simulasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi trek yang lebih realistis, termasuk variasi kekasaran permukaan dan tingkat keparahan puntiran. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model simulasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi trek yang lebih realistis, termasuk variasi kekasaran permukaan dan tingkat keparahan puntiran. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-3698c.webp" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-3698c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-3698c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-3698c.webp 1x" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" alt="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-a6c02.webp" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-a6c02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-a6c02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-a6c02.webp 1x" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" alt="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp 1x" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" alt="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38752-rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif" title="JURIS - Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir" target="_blank">Simulasi Dinamika Benda Jamak Interaksi Roda-Rel untuk Lokomotif Langsir di Jalur Berpuntir</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model simulasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi trek yang lebih realistis, termasuk variasi kekasaran permukaan dan tingkat keparahan puntiran. Selain itu, studi eksperimental di lapangan sangat penting untuk memvalidasi hasil simulasi dan mengevaluasi kinerja lokomotif shunter dalam kondisi operasional yang sebenarnya. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh desain suspensi yang berbeda dan sistem kontrol pada stabilitas dan keselamatan lokomotif shunter saat melewati jalur yang berpuntir, dengan tujuan mengoptimalkan kinerja dan mengurangi risiko anjlok. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika interaksi roda-rel dan berkontribusi pada peningkatan keselamatan dan efisiensi sistem perkeretaapian..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa lokomotif shunter yang dimodelkan dapat beroperasi dengan aman pada jalur dengan puntiran hingga 5% pada kecepatan hingga 20 km/jam.Rasio Nadal tetap berada di bawah ambang batas kritis, dan tidak terjadi pengangkatan roda, menunjukkan risiko anjlok yang rendah.Temuan ini memberikan keyakinan terhadap stabilitas dan keselamatan operasional lokomotif shunter di lingkungan dengan ketidaksempurnaan jalur
<br>Dampak puntiran rel terhadap lokomotif shunter, yang lebih jarang diteliti dibandingkan dengan kereta kecepatan tinggi dan kereta barang, dianalisis untuk memperluas pengetahuan tentang interaksi roda-rel. Studi ini berfokus pada pengaruh puntiran rel sebesar 5% terhadap gaya pegas yang dialami oleh roda kereta, dengan menyoroti isu-isu utama seperti potensi anjlok dan hilangnya kontak roda-rel. Dengan menganalisis rasio Nadal dan pengangkatan roda (wheel lift) dalam kondisi kecepatan rendah (10-20 km/jam) yang khas untuk lokomotif shunter, studi ini memberikan wawasan baru tentang keselamatan operasional. Simulasi dinamika multibodi menggunakan model lokomotif dua gandar sederhana menunjukkan bahwa, meskipun dalam kondisi puntiran rel yang menantang, rasio Nadal dan pengangkatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp" type="image/webp" length="73554" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-3698c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-a6c02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/rel-kereta-api-anjlok-dinamika-multibodi-lokomotif-thumb-b3723.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-533-lmu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16823-sjme-kinematika-jurnal-teknik-mesin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG Musa sp DI PULAU AMBON ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-15:d4bfa4c2e9413dd21f92f462199aef4d</id>
	<published>2026-04-14T20:17:47+07:00</published>
	<updated>2026-04-14T20:17:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="graph icon" label="graph icon" />
	<category term="waa sagu" label="waa sagu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,graph,icon,sagu,waa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" alt="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-38742-pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik" title="JURIS - HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON" target="_blank">HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK VARIETAS PISANG (Musa sp.) DI PULAU AMBON</a>: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis lebih mendalam terhadap varietas pisang yang ditemukan di Pulau Ambon, khususnya dalam hal karakterisasi genetik dan potensi keragaman genetiknya. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara varietas pisang di Pulau Ambon dengan varietas pisang di daerah lain di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan persamaan genetik di antara varietas-varietas tersebut. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi pengembangan varietas pisang baru yang lebih unggul dengan memanfaatkan keragaman genetik yang ada di Pulau Ambon..
<br>Berdasarkan hasil pengamatan, jenis pisang yang ditemukan dan diidentifikasi serta diinventarisasi berjumlah tujuh jenis pisang yaitu pisang Empat puluh hari, Jawaka, Kepok, Ambon hijau, Raja, Emas dan Tanduk.Berdasarkan hasil karakterisasi morfologis, terdapat variasi penampilan pada setiap jenis pisang di pulau Ambon.Perbedaan terlihat pada bentuk, ukuran, warna, penampakkan tiap organ baik pada batang, daun, bunga dan buah.Berdasarkan similaritasnya, hubungan kekerabatan terdekat yaitu antara pisang Jawaka lokasi Seith dan Kepok lokasi Latuhalat dengan nilai similaritas sebesar 747525.Sedangkan hubungan kekerabatan terjauh antara pisang Emas dan pisang Tanduk dengan nilai similaritas sebesar 0,559647
<br>Pisang merupakan buah tropis yang sudah populer di masyarakat, dan potensial dikembangkan di Indonesia. Terdapat banyak varietas pisang yang tumbuh liar maupun dibudidaya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan karakter antar tiap jenisnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari penampilan tanaman seperti batang semu, daun, bunga, dan buah. Perbedaan tersebut penting sekali untuk diketahui hubungan kekerabatan antar jenisnya sehingga dapat diperoleh informasi awal dalam memperbaiki sifat genetik yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" type="image/webp" length="72998" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-ebc8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-26a2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/pisang-musa-sp-hubungan-kekerabatan-fenetik-pulau-thumb-f1c6b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16824-biopendix-jurnal-biologi-pendidikan-terapan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Wed, 15 Apr 2026 03:37:55 +0700. 12 items. Served in: 7.406 seconds [atom] -->
