<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.98-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.98-5jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-05T03:50:16+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53060-kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53060-kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:8785aa93fda1822c63852fe19b4b1eee</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp 1x" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" alt="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53060-kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej" title="JURIS - Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ" target="_blank">Menelusuri Kepuasan Hidup Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional Dan Kesejahteraan Psikologis: Studi Kasus Perusahaan Distributor Farmasi PT XYZ</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana budaya organisasi memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kepuasan hidup karyawan di perusahaan distributor farmasi, sehingga dapat diketahui apakah nilai dan norma perusahaan memperkuat atau melemahkan efek kepemimpinan. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perubahan tingkat kepuasan hidup seiring waktu ketika intervensi kepemimpinan transformasional diterapkan, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang dan dinamika adaptasi karyawan. Terakhir, peneliti dapat menyelidiki peran faktor moderasi seperti tingkat beban kerja atau dukungan sosial di tempat kerja dalam memperkuat atau mengurangi pengaruh kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup, yang dapat membantu merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih terarah..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis memiliki peran terhadap kepuasan hidup karyawan distributor farmasi PT XYZ.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karyawan yang berada di bawah gaya kepemimpinan transformasional serta merasakan kesejahteraan psikologis di tempat kerja cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.Artinya, semakin besar peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis, semakin tinggi pula tingkat kepuasan hidup karyawan di distributor farmasi PT XYZ
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran gaya kepemimpinan transformasional dan kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan hidup pada karyawan distributor farmasi PT XYZ. Kepemimpinan transformasional merupakan pemimpin yang mengubah nilai, keyakinan, dan sikap pengikutnya. Menurut Kepuasan hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan individu, kepuasan hidup berbeda dengan kebahagiaan saat ini, yang lebih bersifat emosional dan sesaat. Transformasional menginspirasi pengikutnya dengan memberikan visi tentang kemana kelompok tersebut akan menuju serta menciptakan budaya kerja yang mendorong tercapainya kinerja tinggi. Kesejahteraan psikologis berhubungan dengan tantangan eksistensial yang dialami...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" type="image/webp" length="56746" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-0cfe0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-714a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/kepuasan-hidup-kepemimpinan-transformasional-kesej-thumb-5fad4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:94332cc80a413d54b91ff97aec88f8a8</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" target="_blank">Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda lajang. Penelitian ini dapat berfokus pada karakteristik individu pemilik, seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang sosial, serta jenis hewan peliharaan yang dimiliki. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam mengurangi kesepian pada individu lajang. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana dukungan sosial dari teman, keluarga, atau komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu lajang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi kesepian pada individu lajang. Intervensi ini dapat mencakup dukungan interaksi sosial pemilik hewan, edukasi mengenai manfaat memelihara jenis hewan tertentu, atau program-program yang mendorong interaksi sosial dan membangun hubungan emosional yang lebih mendalam. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian, serta mengembangkan intervensi yang efektif, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda lajang di Jakarta..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis yang diajukan peneliti mengenai hubungan pet attachment dengan kesepian ditolak.Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan berstatus lajang di Jakarta.Pet attachment dapat mempengaruhi tingkat kesepian secara berbeda-beda, beberapa individu dapat tetap merasakan kesepian, sementara individu lain tidak merasakannya.Mayoritas partisipan penelitian ini memiliki tingkat pet attachment dan kesepian berkategori tinggi.Jenis hewan berpengaruh pada hasil ini, pemilik hewan kelinci memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan pemilik ikan menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Perempuan cenderung memiliki pet attachment lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun laki-laki lebih cenderung mengalami kesepian.Berdasarkan usia, pet attachment tertinggi ditemukan pada usia 30 tahun, sedangkan kesepian tertinggi pada usia 19 tahun.Selain itu, berdasarkan domisili, Jakarta Barat memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Durasi lama memelihara hewan selama 9 tahun dikaitkan dengan pet attachment dan kesepian yang paling tinggi.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pet attachment tidak dapat dijadikan faktor utama untuk mengurangi kesepian pada dewasa muda lajang di Jakarta.Meskipun memiliki keterikatan kuat dengan hewan peliharaan, individu lajang tetap dapat merasa kesepian karena kurangnya hubungan emosional mendalam yang hanya dapat diperoleh melalui interaksi manusia, seperti komunikasi verbal, berbagi pengalaman, dan keintiman emosional.Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya mengeksplorasi lebih mendalam mengenai hubungan antara karakteristik individu pemilik, jenis hewan peliharaan, serta faktor lingkungan dengan kesejahteraan psikologis
<br>Di Jakarta, individu dewasa muda berstatus lajang menunjukkan tingkat kesepian yang cukup tinggi. Individu yang merasa kesepian cenderung mencari dukungan emosional untuk memenuhi kebutuhan afektif mereka, salah satunya adalah dengan membangun hubungan bersama hewan peliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda berusia 18-30 tahun, berstatus lajang, dan telah memelihara hewan peliharaan minimal tiga tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive non-probability sampling dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" type="image/webp" length="93206" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53058-motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53058-motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:5786157dc400c4ee1dbb6c5459984ec7</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="trauma self" label="trauma self" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,self,trauma]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" alt="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53058-motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa" title="JURIS - Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek" target="_blank">Gambaran Motivasi Belajar pada Mahasiswa Dewasa Awal di Wilayah Jabodetabek</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana motivasi belajar mahasiswa dewasa awal berubah selama periode transisi pendidikan, misalnya dengan merancang studi longitudinal yang mengikuti cohort yang sama selama tiga sampai lima tahun untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memengaruhi fluktuasi motivasi. Selanjutnya, studi komparatif antara mahasiswa di wilayah perkotaan JABODETABEK dan wilayah nonAcperkota dapat mengeksplorasi perbedaan dimensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta menguji apakah konteks sosialAcekonomi memoderasi tingkat amotivasi. Akhirnya, penelitian eksperimen yang mengimplementasikan program intervensi seperti konseling akademik atau pelatihan manajemen waktu dapat menilai efektivitas strategi tersebut dalam menurunkan tingkat amotivasi dan memperkuat motivasi intrinsik, dengan menggunakan desain kontrol acak untuk memastikan validitas hasil..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa dewasa awal di wilayah JABODETABEK dengan menggunakan instrumen Academic Motivation Scale (AMS), dapat disimpulkan bahwa secara umum mahasiswa dewasa awal berada pada tingkat motivasi belajar yang tinggi.Dari ketiga dimensi motivasi belajar, dapat dilihat bahwa motivasi ekstrinsik dan intrinsik memiliki rata-rata skor di atas 4.00 yang berarti mahasiswa mempunyai dorongan belajar yang kuat baik dalam diri sendiri maupun dari faktor luar diri
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar, meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan amotivasi pada mahasiswa dewasa awal dengan rentang usia 18Ae25 tahun di wilayah JABODETABEK. Mahasiswa pada tahap dewasa awal cenderung menghadapi banyak tantangan khususnya dalam perkuliahan berupa tantangan akademis seperti kesulitan belajar, manajemen waktu, beban akademik, kemudian tantangan sosial seperti membangun jaringan sosial dengan teman maupun dosen, dan tantangan untuk menyeimbangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" type="image/webp" length="61072" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-c5f03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-743fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/motivasi-intrinsik-remaja-jasmani-mahasiswa-dewasa-thumb-1e0df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:028597d472c9758fb6f234f2795a416e</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" target="_blank">Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar
<br>Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan merupakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" length="154890" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:cce8eaf0ccf58094d3f97ccfca123738</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" target="_blank">Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai teknik dan pendekatan yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari autonomy-supportive teaching terhadap prestasi akademik dan perkembangan pribadi siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara autonomy-supportive teaching dan motivasi belajar, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas..
<br>Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara autonomy-supportive teaching dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah atas atau disingkat SMA.Dalam penelitian ini mendapat kesimpulan melalui uji korelasi yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara autonomy-supportive teaching dengan motivasi belajar.Berdasarkan pengujian hipotesis melalui korelasi spearman menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi gaya pengajaran autonomy-supportive teaching diterapkan oleh guru, maka akan semakin kuat pula hubungan terhadap motivasi belajar siswa di sekolah.Berlaku juga sebaliknya, jika autonomy-supportive teaching yang diterapkan oleh guru rendah, maka motivasi belajarnya akan rendah
<br>Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Selain menjadi pemberi pembelajaran, guru pun diharapkan dapat memberi motivasi kepada siswa dalam semangat mengikuti pembelajaran. Salah satu cara guru memotivasi siswa adalah dengan menerapkan metode autonomy supportive teaching yang dapat meningkatkan keterlibatan belajar siswa di kelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan autonomy supportive teaching dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 393 siswa SMA di Jakarta sebagai partisipan penelitian. Pengambilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" type="image/webp" length="87992" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:c497e9e719328df2ed7edc2cf2431b5b</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" alt="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53056-edukasi-coping-stress-stres-karyawan" title="JURIS - Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote" target="_blank">Gambaran Strategi Coping Stress Karyawan Sistem Kerja Remote</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana efektivitas intervensi pelatihan coping berbasis digital mempengaruhi tingkat stres karyawan remote, dengan membandingkan kelompok yang menerima modul daring versus kelompok kontrol selama enam bulan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat mengeksplorasi perubahan dinamika stres dan strategi coping seiring berjalannya waktu pada karyawan remote di sektor teknologi informasi, untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang memoderasi keberlanjutan coping efektif. Terakhir, penelitian komparatif lintas budaya dapat menguji perbedaan persepsi stres dan preferensi strategi coping antara pekerja remote di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, guna menghasilkan kerangka kerja adaptif yang memperhitungkan konteks budaya dan organisasi. Dengan pendekatan ini, hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang berbasis bukti bagi perusahaan serta kebijakan publik dalam mendukung kesejahteraan mental tenaga kerja remote..
<br>Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengalaman stres yang dialami oleh empat karyawan remote serta faktorAcfaktor penyebabnya, seperti beban kerja berlebihan, kurangnya waktu istirahat, masalah teknis, dan minimnya dukungan sosial.Strategi coping yang digunakan, yaitu social support, positive reappraisal, dan accepting responsibility, terbukti membantu mengurangi dan mengatasi stres serta meningkatkan kesejahteraan.Meskipun stresor tersebut tidak sepenuhnya hilang, penerapan strategi coping yang tepat dapat memperbaiki penanganan stres, mengurangi dampak negatif, dan menjaga kesejahteraan jangka panjang karyawan
<br>Perubahan dalam sistem kerja akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perusahaan mengadopsi sistem kerja remote. Meskipun sistem kerja remote memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja, namun juga menimbulkan sejumlah tantangan dan dampak stres yang perlu diperhatikan dan diatasi. Masalah teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat keras yang bermasalah juga bisa menghambat pekerjaan dan sulit untuk memisahkan antara waktu kerja dan waktu pribadi. Ketika bekerja dari rumah, interaksi langsung dengan rekan kerja berkurang, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional. Untuk mengatasi tantangan dan dampak stres yang muncul, karyawan perlu mengimplementasikan strategi dan upaya yang tepat. Strategi tersebut dikenal dengan istilah "coping", yang merujuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" type="image/webp" length="103384" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-6012f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-9b87f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/edukasi-coping-stress-stres-karyawan-sistem-remote-thumb-aa7a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:697064504883830a00cf62729d3b26e8</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" target="_blank">Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat..
<br>Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN
<br>Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship quality) dalam memprediksi employability....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" length="177138" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:6e297e5ca964560afc3258e4cb79c763</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="neva sefanya" label="neva sefanya" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" target="_blank">Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" type="image/webp" length="100976" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:e279807e12b4fc144ab47b4ae9f14d7d</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="dating apps" label="dating apps" />
	<category term="monty p" label="monty p" />
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" target="_blank">Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif..
<br>Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti
<br>Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" length="87588" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53066-intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53066-intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:8550a06dd7ab0189c72a8d50cbbec3e5</id>
	<published>2026-07-05T03:22:19+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T03:22:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53066-intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" target="_blank">Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan layanan kamar. Selain itu, penggunaan skala kelelahan emosi yang telah diterjemahkan dan divalidasi secara budaya dapat memperjelas perbedaan dimensi kelelahan pada karyawan layanan pelanggan, sehingga peneliti dapat mengembangkan instrumen yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Selanjutnya, pendekatan longitudinal yang melacak perubahan kelelahan emosi, resiliensi, dan work engagement selama enam bulan atau lebih dapat mengungkap dinamika kausalitas yang tidak terdeteksi dalam desain crossAcsectional, memberikan wawasan tentang bagaimana intervensi resiliensi dapat mempengaruhi kesejahteraan kerja dari waktu ke waktu..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi.Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keduanya.Resiliensi tidak terbukti berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan emosi dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang merasakan kejenuhan/kebosanan, kurang bersemangat, kurang berdaya dalam menyelesaikan pekerjaan pribadi atau dalam melayani klien. Work engagement adalah keadaan pikiran yang positif, yang dicirikan dengan adanya dedication, vigor, dan absorption pada diri individu (Schaufeli et al. 2002). Penelitian sebelumnya (Ferreira et al., 2018) menyatakan bahwa tingkat kelelahan emosi dapat memprediksi penurunan work engagement. Untuk itu, perlu diusahakan bagaimana mengidentifikasi kelelahan emosional, agar work engagement tidak menurun. Dalam penelitian ini, resiliensi diajukan sebagai moderator antara kelelahan emosi dan work engagement....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" type="image/webp" length="115208" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53051-tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53051-tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:4c02f7241472e2a224e7ed7eb9e62256</id>
	<published>2026-07-04T19:54:51+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T19:54:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp 1x" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" alt="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53051-tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru" title="JURIS - Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi" target="_blank">Analisis Model Kegagalan Rumah 2 Lantai Akibat Negative Skin Friction dan Curah Hujan yang Tinggi</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, diperlukan pengembangan simulasi terintegrasi yang menggabungkan proses infiltrasi air hujan dengan analisis stabilitas lereng, untuk memprediksi perubahan faktor keamanan lereng pada intensitas hujan yang berbeda-beda. Terakhir, studi komparatif tentang efektivitas teknik perbaikan tanah seperti vacuum preloading atau pencampuran tanah dalam mengurangi friksi negatif dan meningkatkan stabilitas lereng dapat memberikan panduan praktis bagi perencanaan proyek konstruksi di daerah rawan tanah lunak..
<br>Analisis menunjukkan bahwa daya dukung tiang sebesar 76,88 ton dan friksi negatif mencapai 54,73 ton.faktor keamanan lereng menurun menjadi 0,812 pada kondisi curah hujan tinggi, menandakan ketidakstabilan lereng.kegagalan rumah disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan friksi negatif, sehingga desain fondasi harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut
<br>Salah satu permasalahan yang muncul pada suatu proyek adalah adanya tanah lunak. Pada proyek dengan jenis tanah lunak, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penurunan tanah pada tanah lunak menyebabkan gesekan antara tanah denan selimut tiang yang disebut fenomena tahanan friksi negatif. Tahanan friksi negatif tidak boleh diabaikan karena memberikan gaya yang cukup besar terhadap beban yang harus ditopang oleh tiang. Oleh karena itu, seorang insinyur harus memperhatikan dan mengetahui mengenai perilaku tanah lunak. Selain itu dalam mendesain, seorang insinyur juga harus memperhatikan mengenai curah hujan optimal yang akan terjadi selama pengerjaan suatu proyek dan setelahnya yang berdampak pada kualitas tanah dan fondasi yang digunakan. Topografi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" type="image/webp" length="48490" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-33bdf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-7bdb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/tanah-rumah-tinggal-model-stabilitas-lereng-penuru-thumb-5c699.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:c07a8309dedc7a6d5f26fa15fce0e221</id>
	<published>2026-07-04T18:52:52+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T18:52:52+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" target="_blank">Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi..
<br>Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5   raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm
<br>Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada dinding...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" length="61216" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 03:50:16 +0700. 12 items. Served in: 3.334 seconds [atom] -->
