<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-04-08T14:53:21+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region Abelson Bcr Abl Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr Hasan Sadikin Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35892-bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35892-bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:ce13b509aa738f12ffb5efef9bf2d16d</id>
	<published>2026-04-08T13:30:38+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T13:30:38+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="iis kurniati" label="iis kurniati" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp 1x" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" alt="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35892-bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode" title="JURIS - Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung" target="_blank">Analisis Unit Cost Pemeriksaan Breakpoint Cluster Region - Abelson (Bcr-Abl) Dalam Peningkatan Pendapatan Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penerapan metode TCM terhadap kepuasan pasien dalam mendapatkan hasil pemeriksaan BCR-ABL secara cepat dan akurat, mengingat waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode PCR dengan pooling. Kedua, diperlukan kajian lebih lanjut tentang efisiensi biaya jangka panjang dengan metode TCM jika jumlah sampel meningkat, termasuk analisis utilisasi alat dan konsumsi reagen dalam kondisi beban kerja tinggi. Ketiga, sebaiknya diteliti penerapan skema penentuan tarif layanan berbasis unit cost yang diperoleh dari metode Activity Based Costing untuk pemeriksaan BCR-ABL, agar rumah sakit dapat menetapkan harga yang transparan, terjangkau bagi pasien, dan tetap menguntungkan bagi institusi..
<br>Metode TCM lebih efektif dan efisien untuk pemeriksaan BCR-ABL dibandingkan metode PCR.Unit cost pemeriksaan dengan metode TCM lebih rendah, yaitu Rp2.Selain lebih murah, metode TCM juga mengurangi waktu tunggu hasil dari satu bulan menjadi maksimal satu hari kerja
<br>Breakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya Kromosom Philadelphia (Ph 1 chr). RSUP Dr. Hasan Sadikin melakukan pemeriksaan BCR-ABL dengan metode PCR. Harga pemeriksaan ini terhitung mahal dan tidak ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga laboratorium harus melakukan pooling sampel untuk menekan unit cost hal ini menyebabkan waktu tunggu hasil pemeriksaan BCL-ABL menjadi 1 bulan. Terdapat metode lain pemeriksaan BCR-ABL yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM) yang diwakili GenXpert yang memiliki sensitivitas yang sama dengan metode PCR. Dengan metode TCM pemeriksaan ini dapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" type="image/webp" length="99194" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-77dae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-4c721.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/bcr-abl-unit-cost-tes-molekuler-murah-metode-tcm-a-thumb-b48fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Structuring of Local Government Organizations The Perspective of Henry MintzbergAos Theory ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35881-peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35881-peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:135883058160f00902a54fe72c87cfc6</id>
	<published>2026-04-08T13:21:53+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T13:21:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="luwu regency" label="luwu regency" />
	<category term="slot88 https" label="slot88 https" />
	<category term="kontak https" label="kontak https" />
	<itunes:keywords><![CDATA[https,kontak,luwu,regency,slot88]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp 1x" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" alt="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35881-peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori" title="JURIS - The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory" target="_blank">The Structuring of Local Government Organizations: The Perspective of Henry MintzbergAos Theory</a>: Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penataan organisasi perangkat daerah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pelatihan dan pengembangan kapasitas yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memahami dan menerapkan aturan yang ada. Selain itu, penelitian juga dapat mengusulkan strategi-strategi untuk meningkatkan hubungan kerja yang efektif antara berbagai divisi dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kejelasan regulasi dan memastikan bahwa peraturan yang ada dapat diterapkan dengan efektif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam meningkatkan kualitas penataan organisasi perangkat daerah dan mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan efisien..
<br>Penelitian ini memeriksa penataan organisasi perangkat daerah melalui teori organisasi Henry Mintzberg, dengan fokus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember.Temuan menunjukkan bahwa penyusunan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Desa Kabupaten Jember belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang ada.Masalah utama adalah tidak adanya peraturan daerah yang memberikan panduan teknis untuk penyusunan peraturan bupati.Selain itu, peraturan tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip penataan organisasi perangkat daerah yang rasional, proporsional, efektif, dan efisien sebagaimana dikemukakan oleh teori Mintzberg.Hal ini menyebabkan masalah seperti kurangnya kemampuan untuk memahami dan menerapkan aturan yang ada.Perbaikan diperlukan dalam hal sumber daya manusia yang kompeten dan profesional, kejelasan regulasi, hubungan kerja yang efektif, dan mengurangi pengaruh politik dalam proses pengambilan keputusan
<br>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penataan Organisasi Perangkat Desa. Fokus penelitian yaitu menganalisis kebijakan penataan organisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, teknik penentuan sampel menggunakan (snowball sampling). Penentuan informan kunci yang dipilih awal penelitian yakni Kepala Dinas, Sekretaris dan Kepala Bagian. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Data yang digunakan data skunder dan data primer. Peneliti mengacu pada teori Henry Minztberg (1993) tentang lima struktur dalam mendesain organisasi yang efektif. Berdasarkan temuan dinyatakan bahwa penataan organisasi perangkat daerah di tinjau dari teori mintzberg tergolong...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" type="image/webp" length="78534" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-b8f18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-1d125.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/peraturan-daerah-organisasi-perangkat-teori-penata-thumb-38ec1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10263-politico.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI CACING KREMI Enterobius vermicularis PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35887-risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35887-risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:b4aa21ed1bba05c519e5b8e90b278a96</id>
	<published>2026-04-08T12:47:27+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:47:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="iis kurniati" label="iis kurniati" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp 1x" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" alt="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35887-risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis" title="JURIS - HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024" target="_blank">HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN INFEKSI      CACING KREMI (Enterobius vermicularis) PADA ANAK PANTI ASUHAN DI KELURAHAN SUKABANGUN KOTA PALEMBANG TAHUN 2024</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak panti asuhan dan anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dan edukasi tentang personal hygiene yang efektif untuk mencegah infeksi cacing kremi. Studi longitudinal juga dapat dilakukan untuk melihat efek jangka panjang dari kebersihan diri terhadap kejadian infeksi cacing kremi. Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua atau pengasuh dengan personal hygiene anak-anak panti asuhan dan kejadian infeksi cacing kremi? Bagaimana pengaruh lingkungan panti asuhan, seperti kepadatan dan kebersihan, terhadap personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi? Apakah ada perbedaan signifikan dalam personal hygiene dan risiko infeksi cacing kremi antara anak-anak panti asuhan yang memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang baik dan yang tidak?.
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan mengganti pakaian dan kebiasaan menggigit kuku dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis)
<br>Latar belakang: Infeksi cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum dan menyebabkan gangguan kesehatan. Infeksi cacing dapat disebabkan oleh beberapa jenis cacing parasit, salah satunya adalah Enterobius vermicularis. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan Personal hygiene dengan kejadian infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) pada anak panti asuhan di Kelurahan Sukabangun Kota Palembang tahun 2024. Metode penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik Proportional Random sampling dengan sampel berjumlah 33 anak. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 dari 33 anak (18,2%) yang positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Berdasarkan kebiasaan mencuci tangan didapatkan p value = 0,00 (p<0,05) yang berarti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" type="image/webp" length="58270" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-be852.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-0258f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/risiko-infeksi-postpartum-enterobius-vermicularis-thumb-b2e85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi Overwight pada Anak di Kecamatan Panti Kabupaten Jember ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35902-pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35902-pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:9f7331b92d76402bbecefe7f3bee6475</id>
	<published>2026-04-08T12:11:42+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:11:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" alt="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35902-pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma" title="JURIS - Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember" target="_blank">Analisis Kejadian Gangguan Kelebihan Gizi ( Overwight ) pada Anak  di Kecamatan Panti Kabupaten Jember</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi keluarga yang memengaruhi pola makan anak, seperti tingkat pendapatan, pendidikan orang tua, dan akses terhadap makanan sehat. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk menggali perspektif orang tua mengenai tantangan dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi gizi yang ditujukan untuk meningkatkan pola makan dan aktivitas fisik anak di tingkat masyarakat. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan gizi, pelatihan memasak makanan sehat, atau pembentukan kelompok dukungan bagi orang tua. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi peran lingkungan sekolah dalam membentuk perilaku makan dan aktivitas fisik anak. Hal ini dapat mencakup evaluasi kualitas makanan yang disediakan di kantin sekolah, ketersediaan fasilitas olahraga, dan pelaksanaan program pendidikan kesehatan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan pola aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak di Kecamatan Panti.Pola makan yang tidak seimbang meningkatkan risiko obesitas hingga 18 kali lipat, sementara pola aktivitas fisik yang rendah meningkatkan risiko tersebut sebesar 3,5 kali lipat.Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas pola makan dan peningkatan aktivitas fisik anak sangat penting untuk mencegah dan mengatasi masalah obesitas pada anak
<br>Masalah gangguan gizi tidak hanya kekurangan gizi, kelebihan berat badan (overweight) pada balita juga menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai. Prevalensi overweight pada balita mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 8% dari populasi balita. Pentingnya upaya pencegahan dalam berbagai aspek. Penelitian ini berfokus pada analisis faktor-faktor yang berpengaruh pada kelebihan gizi pada anak di kecamatan Panti. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Setting area...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" type="image/webp" length="111746" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-66690.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-13fb1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/pola-aktivitas-otak-fisik-anak-kualitas-makanan-ma-thumb-c100a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba Filipi 2 6 8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba Filipi 2 6 8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba Filipi 2 6 8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35896-konteks-gereja-modern-relevan-gerej" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35896-konteks-gereja-modern-relevan-gerej" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:ff6c39cdc1e453a15acbfec9b771da9f</id>
	<published>2026-04-08T12:11:06+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:11:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="slot bet 100" label="slot bet 100" />
	<category term="based work" label="based work" />
	<category term="stt hidup" label="stt hidup" />
	<itunes:keywords><![CDATA[100,based,bet,hidup,slot,stt,work]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan analisis intertekstual terhadap himne Kristus dalam Filipi 2:6Ae8 dengan membandingkannya dengan berbagai teks tulisan-tulisan Paulus lainnya ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan analisis intertekstual terhadap himne Kristus dalam Filipi 2:6Ae8 dengan membandingkannya dengan berbagai teks tulisan-tulisan Paulus lainnya ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp 1x" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" alt="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-f4f44.webp" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-f4f44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-f4f44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-f4f44.webp 1x" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" alt="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-1f883.webp" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-1f883.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-1f883.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-1f883.webp 1x" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" alt="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35896-konteks-gereja-modern-relevan-gerej" title="JURIS - Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini" target="_blank">Dari Kenosis ke Kepemimpinan Hamba: Filipi 2:6-8 sebagai Model Teologis Bagi Transformasi Gereja Masa Kini</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan analisis intertekstual terhadap himne Kristus dalam Filipi 2:6Ae8 dengan membandingkannya dengan berbagai teks tulisan-tulisan Paulus lainnya untuk menelusuri kesinambungan tema mengenai kerendahan hati dan ketaatan Kristus dalam keseluruhan narasi Alkitab. Kedua, melakukan kajian semantik atas istilah morphe, ekenssen, dan tapeinos secara mendalam guna memperkaya pemahaman linguistik sekaligus teologis tentang makna kenosis, khususnya dalam penerapannya terhadap model kepemimpinan gereja masa kini. Ketiga, meneliti lebih lanjut tentang penerapan kepemimpinan hamba dalam konteks gereja modern yang menghadapi tantangan-tantangan seperti sekularisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial-budaya. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana kepemimpinan hamba dapat menjadi solusi transformatif dan efektif dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut..
<br>Kepemimpinan hamba sebagaimana diajarkan dalam Filipi 2.6Ae8 memberikan landasan teologis yang mendalam bagi gereja masa kini dalam menghadapi berbagai tantangan modern, seperti kemajuan teknologi, arus sekularisasi, pluralisme agama, serta dinamika perubahan sosial.Teladan Yesus Kristus menjadi fondasi dari model kepemimpinan yang bersifat transformatif melalui tiga dimensi utama.pertama, kesediaan-Nya untuk melepaskan hak dan keistimewaan ilahi.kedua, kerendahan hati-Nya dalam mengambil rupa seorang hamba.dan ketiga, ketaatan-Nya yang total hingga kematian di kayu salib.Model kepemimpinan hamba ini menegaskan bahwa pelayanan sejati berakar pada kasih, kerendahan hati, dan solidaritas terhadap sesama.Dalam konteks gereja modern, dibutuhkan sosok pemimpin yang berintegritas, rendah hati, serta terbuka terhadap pembaruan tanpa kehilangan arah rohani.Dengan menerapkan prinsip kepemimpinan hamba, gereja dapat mentransformasi paradigma kepemimpinan tradisional yang kerap berorientasi pada hierarki dan otoritas menjadi pola yang lebih partisipatif, inklusif, serta kontekstual dengan perkembangan zaman.Oleh karena itu, kepemimpinan hamba tidak dapat dipandang sekadar sebagai strategi manajerial atau pendekatan organisasi, melainkan sebagai panggilan rohani yang bersumber dari teladan Yesus sendiri
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan hamba berdasarkan Filipi 2:6-8 serta relevansinya bagi gereja modern. Fokus kajian diarahkan ke ranah teologis praktis terhadap teladan Yesus Kristus yang merendahkan hati, mengosongkan diri dan taat sampai mati di atas kayu salib. Hasil eksegesis menunjukkan bahwa kepemimpinan hamba memberikan alternatif yang solusi transformatif di tengah tantangan gereja modern, seperti sekularisasi, perkembangan teknologi, pluralisme agama, serta perubahan sosial-budaya. Teladan Yesus Kristus yang mengajarkan tiga aspek utama kepemimpinan hamba: melepaskan hak pribadi, mengambil rupa sebagai hamba, serta hidup dalam ketaatan dan pengorbanan akan membentuk karakter pemimpin Kristen yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp" type="image/webp" length="93452" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-76e2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-f4f44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konteks-gereja-modern-relevan-kepemimpinan-kenosis-thumb-1f883.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1485-sttberitahidup.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7536-angelion-jurnal-teologi-pendidikan-kristen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip prinsip Teologisnya pada Masa Kini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip prinsip Teologisnya pada Masa Kini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip prinsip Teologisnya pada Masa Kini ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35897-baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemb" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35897-baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemb" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:fa67957d1d1f2d8210aa91f97905df54</id>
	<published>2026-04-08T12:05:10+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:05:10+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="slot bet 100" label="slot bet 100" />
	<category term="based work" label="based work" />
	<category term="stt hidup" label="stt hidup" />
	<itunes:keywords><![CDATA[100,based,bet,hidup,slot,stt,work]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep 'penuh Roh' dapat diterapkan dalam konteks pelayanan lintas budaya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep 'penuh Roh' dapat diterapkan dalam konteks pelayanan lintas budaya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" alt="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-cb34f.webp" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-cb34f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-cb34f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-cb34f.webp 1x" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" alt="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-dd7be.webp" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-dd7be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-dd7be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-dd7be.webp 1x" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" alt="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35897-baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemb" title="JURIS - Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini" target="_blank">Analisis Frasa AuPenuh RohAy dalam Berbagai Peristiwa di Kisah Para Rasul dan Penerapan Prinsip-prinsip Teologisnya pada Masa Kini</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep 'penuh Roh' dapat diterapkan dalam konteks pelayanan lintas budaya, mengingat keragaman ekspresi rohani di berbagai budaya. Hal ini dapat membantu gereja memahami dan menghargai perbedaan budaya dalam pengalaman rohani, sambil tetap mempertahankan inti teologis dari 'penuh Roh'. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara pemahaman 'penuh Roh' dalam tradisi-tradisi Kristen yang berbeda, seperti Pentakosta, Karismatik, dan Injili. Perbandingan ini dapat mengungkap kesamaan dan perbedaan dalam penafsiran teologis, serta implikasi praktisnya bagi kehidupan gereja. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana 'penuh Roh' dapat berkontribusi pada rekonsiliasi dan perdamaian dalam masyarakat yang terpecah belah. Dengan memahami bagaimana Roh Kudus memampukan orang percaya untuk mengasihi musuh dan memaafkan pelanggaran, gereja dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan damai..
<br>Hasil analisis frasa Aupenuh RohAy dalam Kitab Kisah Para Rasul tidak dapat dipahami sebagai konsep tunggal, melainkan sebagai realitas multidimensi yang menjadi dasar bagi misi dan kehidupan Kristen.Temuan ini memberikan jawaban komprehensif terhadap dua rumusan masalah utama, yaitu makna teologis frasa tersebut dan penerapannya dalam konteks saat ini.AuPenuh RohAy dalam Kisah Para Rasul memiliki makna yang bervariasi tergantung pada konteks naratifnya.Secara teologis, kepenuhan Roh Kudus dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama berdasarkan istilah Yunani yang digunakan.Prinsip-prinsip ini memiliki relevansi praktis yang penting bagi gereja saat ini.Secara keseluruhan, makna Aupenuh RohAy tidak hanya merujuk pada pengalaman emosional, tetapi anugerah yang memampukan orang percaya bertindak dengan kuasa Allah dan hidup sesuai dengan kehendak Allah
<br>Penelitian ini mengkaji frasa Aupenuh RohAy dalam Kitab Kisah Para Rasul dengan tujuan memahami makna teologisnya yang kompleks dan menerapkan prinsip-prinsip teologisnya pada masa kini. Meskipun frasa ini sering dipahami secara sederhana sebagai pengalaman emosional, analisis teologis dan eksegetis teks Yunani menunjukkan bahwa maknanya mencakup pemberdayaan untuk melaksanakan misi dan keberanian untuk bersaksi, karakter yang diperlukan untuk pelayanan, ketahanan di tengah penderitaan, dan otoritas ilahi. Penelitian ini juga menyoroti perbedaan fungsional antara istilah Yunani pleres (yang menunjukkan kualitas karakter yang berkelanjutan) dan pleths (yang merujuk pada pemberdayaan yang bersifat temporal atau sementara yang terjadi pada saat tertentu untuk tujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp" type="image/webp" length="82252" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-d955a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-cb34f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/baptisan-roh-kudus-kisah-rasul-pemberdayaan-karakt-thumb-dd7be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1485-sttberitahidup.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7536-angelion-jurnal-teologi-pendidikan-kristen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35880-identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pari" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35880-identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pari" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:7f4cf57c157657c1a468b5b4dd5d5071</id>
	<published>2026-04-08T12:03:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:03:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="luwu regency" label="luwu regency" />
	<category term="slot88 https" label="slot88 https" />
	<category term="kontak https" label="kontak https" />
	<itunes:keywords><![CDATA[https,kontak,luwu,regency,slot88]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" alt="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35880-identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pari" title="JURIS - The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment" target="_blank">The Impact of Tourism Policies on Local Economic Empowerment</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi dampak nyata kebijakan pariwisata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Pendekatan empiris ini penting untuk menghasilkan data yang lebih spesifik dan aplikatif dalam mendukung formulasi kebijakan yang efektif. Selain itu, penelitian lanjutan juga perlu menekankan peran teknologi digital dan inovasi sosial sebagai faktor kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi lokal. Penting juga untuk mengkaji mekanisme kolaborasi antara pemangku kepentingan agar tercipta sinergi optimal dalam implementasi kebijakan pariwisata. Dari sisi kebijakan, disarankan agar pemerintah mengembangkan regulasi yang fleksibel dan adaptif, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga pengembangan pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penguatan kebijakan pelestarian budaya dan lingkungan juga menjadi prioritas utama agar identitas lokal terjaga dan dampak negatif pariwisata massal dapat diminimalkan. Dengan kombinasi penelitian komprehensif dan kebijakan yang responsif, diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan..
<br>Berdasarkan literatur yang ditinjau, kebijakan pariwisata memiliki peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal jika dirancang dan diterapkan secara inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, seperti melalui pengembangan desa wisata dan pelatihan kapasitas, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan melestarikan budaya serta lingkungan.Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pemberdayaan, terutama melalui program kolaboratif dan penggunaan teknologi digital yang memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.Namun, tantangan seperti ketimpangan ekonomi, potensi kerusakan sosial budaya, dan kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan perlu diatasi agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.Kebijakan pariwisata seharusnya menekankan peningkatan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi multi-pihak, mendukung regulasi yang berorientasi pada keberlanjutan, dan memanfaatkan inovasi digital.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi empiris mendalam untuk menguji dampak kebijakan secara langsung, mengidentifikasi mekanisme optimal dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui pariwisata.Selain itu, pengembangan kebijakan harus adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan, dengan menekankan pelestarian budaya dan keberlanjutan agar pengembangan pariwisata dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal
<br>Penelitian ini mengkaji dampak kebijakan kepariwisataan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Jember melalui studi literatur. Kebijakan pariwisata yang diterapkan menitikberatkan pada pengembangan destinasi berbasis masyarakat dengan pendekatan inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, pendapatan, dan pelestarian budaya serta lingkungan. Faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi meliputi keterlibatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" type="image/webp" length="44844" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-819b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-2d68c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/identitas-lokal-produk-tas-pengembangan-pariwisata-thumb-392d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10263-politico.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35893-memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kogni" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35893-memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kogni" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:db9110ab52ea4276ddf36689680d0912</id>
	<published>2026-04-08T12:02:35+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T12:02:35+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35893-memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kogni" title="JURIS - Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember" target="_blank">Pengaruh Salat Tahajud terhadap Memori Jangka Pendek pada Lanjut Usia di Forum Komunikasi Karang Werda Kabupaten Jember</a>: Pertama, perlu diteliti apakah durasi kekhusyukan dalam salat tahajud, bukan hanya frekuensi dan jumlah rakaat, turut memengaruhi peningkatan memori jangka pendek pada lansia, dengan menggunakan alat ukur objektif seperti EEG untuk menilai kedalaman relaksasi mental. Kedua, perlu dikaji bagaimana perbedaan waktu pelaksanaan salat tahajudAimisalnya mendekati akhir malam dibanding awal malamAimempengaruhi kualitas gelombang alfa dan efektivitasnya terhadap memori kerja lansia. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi apakah manfaat salat tahajud terhadap memori bisa diperluas ke lansia non-Muslim melalui bentuk meditasi religius atau spiritual yang serupa, agar temuan ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam intervensi kognitif. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain longitudinal untuk mengevaluasi perubahan jangka panjang, serta mengontrol faktor pengganggu seperti status nutrisi, tingkat stres, dan latar belakang pendidikan. Selain itu, penggunaan metode pengumpulan data yang lebih objektif, seperti pencatatan otomatis frekuensi salat atau penilaian kualitas tidur, dapat meningkatkan validitas hasil. Dengan menggabungkan pendekatan neurofisiologis dan psikososial, penelitian berikutnya bisa mengungkap mekanisme di balik hubungan antara spiritualitas malam hari dan kesehatan kognitif lansia secara lebih komprehensif..
<br>Salat tahajud berpengaruh terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger.Lansia yang rutin melaksanakan salat tahajud, baik dari segi frekuensi per minggu maupun jumlah rakaat, memiliki kemampuan memori jangka pendek yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak melaksanakannya.Pengaruh positif tersebut kemungkinan terkait dengan kondisi relaksasi yang ditimbulkan selama salat tahajud, yang berhubungan dengan aktivitas gelombang alfa pada otak
<br>Penurunan memori jangka pendek lebih sering terjadi pada lansia. Salat Tahajud menyebabkan gelombang otak berada pada fase gelombang alfa; fase ini berhubungan dengan kondisi relaksasi yang dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salat tahajud terhadap memori jangka pendek pada lansia di Karang Werda Sumbersari, Patrang, Kaliwates, Sumberjambe, Silo, dan Puger. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Total sampel yang memenuhi kriteria...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" type="image/webp" length="154846" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-b788c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-3e3dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/memori-jangka-pendek-kognitif-lansia-motorik-kuali-thumb-33afa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35899-infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35899-infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:eef47208b4804bbe0441540faa2ceaa2</id>
	<published>2026-04-08T11:42:29+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T11:42:29+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="iis kurniati" label="iis kurniati" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik pada pasien ISK. Selain itu, penelitian tentang pola kuman penyebab ISK dan sensitivitas antibiotik terhadap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik pada pasien ISK. Selain itu, penelitian tentang pola kuman penyebab ISK dan sensitivitas antibiotik terhadap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp" title="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp 1x" title="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" alt="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-afd42.webp" title="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-afd42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-afd42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-afd42.webp 1x" title="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" alt="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35899-infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt" title="JURIS - Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih" target="_blank">Pola Kuman dan Faktor Risiko Kejadian Resistensi pada Pasien Infeksi Saluran Kemih</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik pada pasien ISK. Selain itu, penelitian tentang pola kuman penyebab ISK dan sensitivitas antibiotik terhadap kuman tersebut juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, penelitian tentang strategi pencegahan dan penanganan ISK yang efektif, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dewasa, dapat menjadi topik yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut..
<br>Pola kuman penyebab infeksi saluran kemih disebabkan oleh 9 spesies bakteri yang terbanyak adalah bakteri E.Coli 48% dan kedua Staphylococcus epidermidis (18%).ISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun
<br>Latar Belakang: Penyakit Infeksi saluran kemih masih menjadi masalah kesehatan karena angka morbiditas dan mortalitas masih cukup tinggi. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit menular terbanyak kedua setelah infeksi Pernapasan. ISK juga dapat terjadi pada semua kalangan usia mulai dari anak- anak samapai orang dewasa. ISK dapat disebabkan oleh bakteri gram negatif maupun gram positif serta jamur, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuman penyebab ISK dan mengetahui jenis antibiotik yang sensitif dan resisten melalui pemeriksaan kultur urin penderita ISK serta untuk mengetahui faktor - faktor penyebab terjadinya resistensi. Metode: Desain penelitan ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di laboratorium Bakteriologi jurusan teknologi laboratorium...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp" type="image/webp" length="74538" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-bfed2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/infeksi-saluran-kemih-resistensi-bakteriologi-bakt-thumb-afd42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35883-tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35883-tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:357e01029fa89f36796af004209e884e</id>
	<published>2026-04-08T11:32:24+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T11:32:24+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp 1x" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" alt="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35883-tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p" title="JURIS - Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial" target="_blank">Peranan Keluarga yang Tinggal di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan dalam Mencegah Masalah Psikososial</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau lansia. Kedua, bagaimana pengaruh dukungan emosional keluarga terhadap pencegahan masalah psikososial. Ketiga, bagaimana peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat di masyarakat perkotaan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial dan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif..
<br>Sebagian besar peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial adalah sangat baik, sedangkan di wilayah perkotaan sebagian besar adalah kategori baik.Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah (p value >0,05).Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan kondisi sosial, serta kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi kesehatan yang merata, tantangan sosial dan ekonomi yang sama, peran keluarga sebagai unit utama dalam dukungan sosial, pengaruh budaya, dan fungsi keluarga dalam mencegah masalah psikososial yang sama antara masyarakat di wilayah pedesaan dan perkotaan
<br>Masalah psikososial adalah perubahan dalam kehidupan seseorang yang berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial (52,8%), sedangkan keluarga di wilayah perkotaan sebagian besar termasuk dalam kategori baik (50,9%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan peran keluarga di kedua wilayah dalam mencegah masalah psikososial.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" type="image/webp" length="77194" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-21ae9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-52844.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/tionghoa-peran-keluarga-hasil-analisis-perangkat-p-thumb-b1ae4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35886-perokok-aktif-trigliserida-pasif-syi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35886-perokok-aktif-trigliserida-pasif-syi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:c666238674f211ad01e5397d86a0e491</id>
	<published>2026-04-08T10:52:49+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T10:52:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="iis kurniati" label="iis kurniati" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,iis,issue,kurniati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan representatif untuk memperkuat temuan mengenai hubungan paparan asap rokok dengan kadar trigliserida, mengingat keterbatasan jumlah sampel pada penelitian ini. Kedua, diperlukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan representatif untuk memperkuat temuan mengenai hubungan paparan asap rokok dengan kadar trigliserida, mengingat keterbatasan jumlah sampel pada penelitian ini. Kedua, diperlukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-245f8.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-245f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-245f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-245f8.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-ee8d2.webp" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-ee8d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-ee8d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-ee8d2.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" alt="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35886-perokok-aktif-trigliserida-pasif-syi" title="JURIS - Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto" target="_blank">Perbedaan Kadar Trigliserida Pada Perokok Aktif Dan Pasif Di Terminal Bulupitu Purwokerto</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan representatif untuk memperkuat temuan mengenai hubungan paparan asap rokok dengan kadar trigliserida, mengingat keterbatasan jumlah sampel pada penelitian ini. Kedua, diperlukan studi longitudinal untuk melihat pengaruh jangka panjang merokok aktif maupun pasif terhadap perubahan kadar trigliserida seiring waktu, bukan hanya melalui pendekatan cross-sectional. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian yang mengintegrasikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kadar trigliserida seperti pola makan, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol secara komprehensif agar dapat memisahkan pengaruh rokok dari faktor risiko metabolik lainnya. Penelitian-penelitian tersebut akan membantu memahami lebih dalam mekanisme biologis dan dampak kesehatan dari paparan rokok, baik aktif maupun pasif, terutama di lingkungan kerja terbuka seperti terminal. Selain itu, pendekatan multivariat dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu. Studi di lokasi berbeda juga dapat memberikan gambaran yang lebih luas. Penelitian yang melibatkan intervensi edukasi kesehatan terhadap pekerja terminal juga layak dipertimbangkan. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, kebijakan kesehatan di tempat kerja dapat dirancang lebih efektif. Temuan dari studi lanjutan dapat mendukung kampanye antirokok yang berbasis bukti. Akhirnya, penelitian yang membandingkan dampak rokok konvensional dan rokok elektrik terhadap profil lipid juga relevan seiring dengan tren penggunaan produk tembakau alternatif..
<br>Rerata kadar trigliserida perokok aktif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas sebesar 154,96 A 80,44 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif sebesar 104,70 A 43,65 mg/dL.Berdasarkan uji T independent, diperoleh nilai p sebesar 0,074 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar trigliserida antara perokok aktif dan perokok pasif.Dengan demikian, meskipun terdapat perbedaan secara numerik, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik
<br>Rokok mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya salah satunya adalah nikotin. Zat tersebut dapat menstimulasi sistem simpatis adrenal yang menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin di korteks adrenal dimana bagian ini merupakan tempat medulla adrenal berperan menghasilkan hormon adrenalin dan non-adrenalin saat stress yang dapat meningkatkan konsentrasi serum free fatty acid (FFA), lebih lanjut merangsang sintesis dan sekresi kolesterol di hati, seperti: mensekresi very low-density lipoprotein (VLDL) di hati dan dengan demikian meningkatkan kadar trigliserida darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp" type="image/webp" length="121324" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-aa6dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-245f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/perokok-aktif-trigliserida-pasif-perbedaan-termina-thumb-ee8d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2042-poltekkes-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10506-journal-medical-laboratory-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35882-wilayah-pesisir-pulau-faktor-peril" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-35882-wilayah-pesisir-pulau-faktor-peril" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-08:731b083f9addce41ccdfca57c46753a9</id>
	<published>2026-04-08T10:42:22+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T10:42:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp 1x" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" alt="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-35882-wilayah-pesisir-pulau-faktor-peril" title="JURIS - Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir" target="_blank">Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pengasuhan pada masyarakat pesisir, khususnya terkait pemberian ASI dan MPASI. Hal ini penting untuk memahami faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi perilaku pengasuhan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari faktor sosial dan perilaku terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita di wilayah pesisir. Penelitian ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi gizi dan praktik pengasuhan yang tepat dalam mengurangi prevalensi stunting pada balita di wilayah pesisir. Program intervensi ini sebaiknya melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan kader kesehatan, untuk memastikan keberlanjutan program..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial dan perilaku seperti tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, jumlah anak dalam keluarga, serta praktik pemberian ASI dan MPASI terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir.Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada edukasi gizi dan pengasuhan ibu, peningkatan akses informasi kesehatan, serta penguatan program keluarga berencana di komunitas pesisir.Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan praktik pengasuhan yang tepat guna mencegah stunting pada balita.Selain itu, diperlukan dukungan ekonomi bagi keluarga di wilayah pesisir untuk memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi anak-anak mereka
<br>Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor sosial dan perilaku yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah pesisir. Faktor sosial yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan jumlah anak. Faktor perilaku yang diteliti meliputi praktik pemberian ASI eksklusif, pemberian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" type="image/webp" length="274078" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-3ca1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-2b862.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/wilayah-pesisir-pulau-faktor-perilaku-sosial-stunt-thumb-54978.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10262-indonesian-journal-health-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Wed, 08 Apr 2026 14:53:21 +0700. 12 items. Served in: 2.507 seconds [atom] -->
