<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-04-23T14:47:47+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41424-keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-keu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41424-keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-keu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:526d9848699d33266c56ad490d019a1c</id>
	<published>2026-04-23T04:28:46+07:00</published>
	<updated>2026-04-23T04:28:46+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="sungai alam" label="sungai alam" />
	<category term="ojs pkp" label="ojs pkp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[alam,ojs,pkp,sungai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp" title="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp 1x" title="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" alt="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-33141.webp" title="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-33141.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-33141.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-33141.webp 1x" title="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" alt="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41424-keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-keu" title="JURIS - Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru" target="_blank">Pelatihan Bisnis Syariah Untuk Pemula Pada Pemuda Di Lingkungan Masjid Mujahadah Kelurahan Rintis Pekanbaru</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan kewirausahaan syariah pada pemuda. Hal ini dapat mencakup perbandingan antara pelatihan tatap muka, pelatihan daring, atau kombinasi keduanya, serta evaluasi dampak penggunaan studi kasus atau simulasi bisnis dalam meningkatkan penerapan konsep bisnis syariah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha bisnis syariah yang dijalankan oleh pemuda, seperti akses terhadap modal, dukungan sosial, atau pengetahuan tentang pasar. Dengan memahami faktor-faktor ini, program pelatihan dan pendampingan dapat dirancang secara lebih efektif untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh pemuda dalam memulai dan mengembangkan usaha mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi peran teknologi dalam memfasilitasi pengembangan bisnis syariah oleh pemuda, seperti penggunaan platform e-commerce, media sosial, atau aplikasi keuangan syariah. Hal ini dapat membantu pemuda untuk menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengelola risiko keuangan dengan lebih baik..
<br>Inisiatif pengabdian kepada masyarakat, yang berpusat pada pelatihan bisnis syariah untuk pemula, membekali pemuda dengan pemahaman tentang tujuh prinsip dasar etika bisnis syariah, empat sikap penting dalam bisnis syariah, serta kegiatan yang dilarang berdasarkan hukum syariah, di samping nasihat praktis untuk memulai bisnis syariah untuk pemula.Pelatihan ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta tentang bisnis syariah.Mengingat hasil evaluasi pengabdian masyarakat ini, sangat penting agar inisiatif ini dipertahankan, terutama dalam bidang mendukung usaha bisnis syariah.Keberlanjutan pengabdian masyarakat ini sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan keterlibatan kaum muda dalam bisnis syariah
<br>Tujuan dari inisiatif pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan strategi yang efektif untuk memulai usaha yang sesuai dengan syariah bagi individu pemula dikalangan pemuda di lingkungan masjid mujahadah Pekanbaru. Pendekatan metodologis yang diadopsi adalah kerangka seminar pelatihan bisnis syariah, yang mencakup empat fase berbeda: fase persiapan yang melibatkan diskusi observasional dan wawancara, diikuti oleh fase implementasi di mana pelatihan dilakukan bersama dengan penyebaran materi yang berkaitan dengan strategi efektif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp" type="image/webp" length="105972" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-b2cd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/keuangan-syariah-model-bisnis-literasi-pelatihan-p-thumb-33141.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-901-isnjbengkalis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12145-khidmah-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM 18 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM 18 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM 18 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41420-pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41420-pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:4e89b63ac0ff9dcfba83e1b84c4d7132</id>
	<published>2026-04-22T22:07:36+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T22:07:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji validitas diskriminan dan konvergen dari skala TRIM-18 dengan variabel psikologi lainnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji validitas diskriminan dan konvergen dari skala TRIM-18 dengan variabel psikologi lainnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-a224b.webp" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-a224b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-a224b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-a224b.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" alt="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-70dcc.webp" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-70dcc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-70dcc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-70dcc.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" alt="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" alt="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41420-pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor" title="JURIS - Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18" target="_blank">Pengembangan dan Validasi Pengukuran Skala Pemaafan TRIM-18</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji validitas diskriminan dan konvergen dari skala TRIM-18 dengan variabel psikologi lainnya, seperti empati, resiliensi, dan kesejahteraan psikologis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa skala TRIM-18 benar-benar mengukur konstruk pemaafan secara unik dan tidak tumpang tindih dengan konstruk psikologis lainnya. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pemaafan, seperti karakteristik individu (misalnya, kepribadian, religiusitas), karakteristik hubungan (misalnya, tingkat keintiman, frekuensi konflik), dan faktor situasional (misalnya, tingkat keparahan pelanggaran, dukungan sosial). Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemaafan pada individu dan dalam hubungan interpersonal. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi berbasis skala TRIM-18 dalam meningkatkan pemaafan dan kesejahteraan psikologis pada berbagai populasi, seperti korban kekerasan, pasangan yang mengalami konflik, atau individu yang berduka. Hal ini akan memberikan bukti empiris tentang manfaat praktis dari pengukuran dan intervensi pemaafan..
<br>Pengukuran pemaafan dengan skala TRIM-18 merupakan pengukuran pemaafan yang berfokus pada hubungan interpersonal dengan menggunakan pendekatan pada tiga motif, yaitu (avoidance, revenge dan benevolence.Ketiga motif ini bersifat terpisah terutama dalam pengukuran dan analisis data.Hasil analis faktor konfirmatori secara mandiri menunjukkan bahwa ketiga motif memiliki validitas konstrak yang baik dan dapat diterima.Namun ketiga diuji secara bersamaan baik dengan 3 dan 2 faktor tidak memenuhi criteria fit uji kecocokan model.Ini artinya, bahwa model tersebut harus dimodifikasi dengan memperhatikan aitem-aitem yang ada pada ketiga factor tersebut.Ada potensi overlap dalam pengukuran pada factor avoidance dan benevolence
<br>Pemaafan merupakan salah faktor penting dalam hubungan interpersonal. Metode dan jenis Pengukuran pemaafan banyak dilakukan oleh para ahli salah satu dengan menggunakan skala Transregression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) yang berfokus pada 3 faktor yaitu avoidance, revenge, dan benevolence. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan dan menguji validitas konstrak skala TRIM-18. Subjek penelitian berjumlah 207 mahasiswa. Hasil penelitian dengan analisis factor konfirmatori secara menunjukkan bahwa ketiga factor (avoidance, revenge, dan benevolence) memenuhi criteria fit model pengukuran. Artinya, aitem-aitem yang berada pada setiap factor mencerminkan kevalidan dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp" type="image/webp" length="97708" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-a224b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-70dcc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/pemaafan-trim-18-validitas-interpersonal-faktor-ha-thumb-595d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41422-john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inkl" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41422-john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inkl" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:676d544bc9d52e43ded04d283dc25eb6</id>
	<published>2026-04-22T22:03:35+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T22:03:35+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="ulee kareng" label="ulee kareng" />
	<category term="contact us" label="contact us" />
	<category term="chik puasa" label="chik puasa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chik,contact,kareng,puasa,ulee,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Locke tentang pengalaman dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum pendidikan modern, khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek dan penemuan. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Locke tentang pengalaman dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum pendidikan modern, khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek dan penemuan. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp 1x" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" alt="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-03e95.webp" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-03e95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-03e95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-03e95.webp 1x" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" alt="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-62f5f.webp" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-62f5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-62f5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-62f5f.webp 1x" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" alt="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41422-john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inkl" title="JURIS - Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan" target="_blank">Pemikiran John Locke Tentang Pendidikan</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Locke tentang pengalaman dapat diintegrasikan secara efektif dalam kurikulum pendidikan modern, khususnya dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek dan penemuan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pandangan Locke tentang pendidikan dengan filosofi pendidikan dari tokoh-tokoh lain, seperti Jean-Jacques Rousseau atau Maria Montessori, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam pendekatan mereka. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada relevansi konsep hak asasi manusia dalam pendidikan yang diadvokasi oleh Locke dalam konteks pendidikan inklusif dan keberagaman budaya, serta bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan setara bagi semua siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pemikiran Locke dapat terus menginspirasi dan membentuk praktik pendidikan di masa depan, serta berkontribusi pada pengembangan sistem pendidikan yang lebih relevan dan efektif..
<br>John Locke, seorang filsuf terkemuka abad ke-17, memainkan peran sentral dalam perkembangan ilmu filsafat dan pendidikan.Pemikirannya menekankan pentingnya pengalaman sebagai landasan pembentukan pengetahuan dan karakter individu, dengan konsep 'tabula rasa' sebagai dasar pemikirannya.Pandangan Locke tentang pendidikan juga menyoroti peran penting orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak, serta pengembangan keterampilan karakter, etika, dan nilai-nilai moral
<br>Pemikiran John Locke tentang pendidikan telah menjadi subjek penting dalam kajian ilmu pendidikan. Latar belakang masalah mengemukakan kompleksitas tuntutan masyarakat pada masa Locke dan bagaimana pemikirannya berusaha menjawab tantangan pendidikan pada zamannya. Penelitian ini bertujuan untuk merinci konsep-konsep pendidikan Locke, menganalisis landasan filosofisnya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan sistem pendidikan. Metode penelitian melibatkan telaah pustaka intensif terhadap karya-karya asli Locke dan interpretasi para ahli. Hasil penelitian menguraikan pandangan Locke tentang peran pengalaman dan asal-usul pengetahuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp" type="image/webp" length="64944" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-bdc75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-03e95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/john-locke-pemikiran-pendidikan-konteks-inklusif-k-thumb-62f5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3540-lakaspia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16587-jurnal-ilmiah-guru-madrasah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41421-lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41421-lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:d370acc0ea59a41810c3b2a175104c49</id>
	<published>2026-04-22T22:00:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T22:00:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap lunturnya sektor pertanian di perkotaan, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. Pertama, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model pertanian perkotaan yang berkelanjutan, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap lunturnya sektor pertanian di perkotaan, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. Pertama, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model pertanian perkotaan yang berkelanjutan, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-22ce2.webp" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-22ce2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-22ce2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-22ce2.webp 1x" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" alt="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp 1x" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" alt="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-acd8e.webp" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-acd8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-acd8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-acd8e.webp 1x" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" alt="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41421-lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi" title="JURIS - Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan" target="_blank">Lunturnya Sektor Pertanian Di Perkotaan</a>: Berdasarkan analisis terhadap lunturnya sektor pertanian di perkotaan, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mencari solusi yang lebih komprehensif. Pertama, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model pertanian perkotaan yang berkelanjutan, seperti pertanian vertikal atau hidroponik, yang dapat memaksimalkan penggunaan lahan terbatas dan meningkatkan produktivitas pangan lokal. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dalam melindungi lahan pertanian dan memberikan insentif bagi petani muda agar tertarik terjun ke sektor pertanian. Penelitian ini dapat mencakup analisis perbandingan kebijakan di negara-negara lain yang berhasil mempertahankan sektor pertaniannya di tengah urbanisasi. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk memahami dampak psikologis dan sosial dari hilangnya mata pencaharian petani akibat alih fungsi lahan, serta mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui program pelatihan keterampilan dan diversifikasi ekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan..
<br>Pertumbuhan ekonomi perkotaan yang berfokus pada sektor industri menyebabkan alih fungsi lahan pertanian, yang diperparah oleh proyek pembangunan nasional dan kepentingan investor.Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian dan menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani.Lunturnya sektor pertanian ini mengancam ketahanan pangan dan menunjukkan ketergantungan Indonesia pada negara lain, sesuai dengan teori ketergantungan yang menjelaskan eksploitasi negara satelit oleh negara pusat
<br>Sektor pertanian merupakan sektor penting untuk ketahanan pangan di Indonesia. Namun, pemerintah hanya berfokus pada pembangunan melalui sektor industri, sehingga pertanian luntur akibat masuknya sektor modern melalui hubungan negara pusat-satelit. Hal tersebut terlihat alih fungsi lahan pertanian yang sering terjadi di perkotaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana lunturnya sektor pertanian di perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Data didapatkan melalui sumber berita, hingga jurnal yang menjelaskan pembangunan sektor industri yang menggeser lahan pertanian. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman. Data diklasifikasikan sesuai dengan rumusan masalah, kemudian direduksi menjadi kesimpulan yang dapat dipahami. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan untuk membantu menganalisis data. Teori ketergantungan dipilih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp" type="image/webp" length="56506" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-22ce2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-7cc3d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/lahan-pertanian-pertumbuhan-sektor-industri-fungsi-thumb-acd8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2535-thejournalish.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10874-journal-publishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z A Phenomenological Approach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z A Phenomenological Approach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z A Phenomenological Approach ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41413-seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41413-seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:53ee8f0f369e34bcbd698d2840575ccc</id>
	<published>2026-04-22T21:44:21+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T21:44:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi seblak di media sosial memengaruhi persepsi dan perilaku konsumsi generasi Z, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas mereka. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi seblak di media sosial memengaruhi persepsi dan perilaku konsumsi generasi Z, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas mereka. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-3398a.webp" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-3398a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-3398a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-3398a.webp 1x" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" alt="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp 1x" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" alt="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-4f640.webp" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-4f640.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-4f640.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-4f640.webp 1x" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" alt="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41413-seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity" title="JURIS - Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach" target="_blank">Seblak as Comfort Food and Cultural Identity of Generation Z: A Phenomenological Approach</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam bagaimana representasi seblak di media sosial memengaruhi persepsi dan perilaku konsumsi generasi Z, serta bagaimana hal ini berkontribusi pada pembentukan identitas mereka. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan makna seblak di berbagai daerah di Indonesia untuk memahami bagaimana makanan tradisional lain berperan dalam konstruksi identitas generasi muda. Terakhir, penelitian kuantitatif dengan skala yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji validitas temuan penelitian ini dan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi konsumsi seblak di kalangan generasi Z. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran makanan tradisional dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di era digital ini. Dengan memahami dinamika ini, kita dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk melestarikan kuliner lokal dan memperkuat identitas budaya bangsa..
<br>Penelitian ini mengungkap bahwa konsumsi seblak di kalangan generasi Z tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas makan, tetapi juga sebagai praktik sosial yang sarat makna emosional, budaya, dan identitas.Seblak berfungsi sebagai *comfort food* yang memberikan kenyamanan psikologis, sekaligus sebagai simbol identitas budaya Sunda yang tetap hidup di tengah modernitas.Temuan ini mempertegas pandangan fenomenologi Alfred Schutz bahwa makna subjektif individu dibentuk melalui pengalaman intersubjektif di ranah sosial
<br>Seblak, a typical Sundanese snack made from wet crackers with a spicy taste, has now become part of popular culture favored by Generation Z. Although many previous studies have examined seblak from culinary, economic, and product promotion perspectives, studies that highlight the social meaning, cultural identity, and gender dimensions in seblak consumption are relatively limited. This study aims to explore the meaning of seblak consumption among Generation Z using Alfred Schutz's phenomenological approach....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp" type="image/webp" length="63690" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-3398a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-fb18f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/seblak-generation-z-comfort-food-cultural-identity-thumb-4f640.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-624-unimed.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16532-edukasi-kultura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ THE LEVELS OF IL 6 CRP and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:a62de0bdf7f5eef947eb2fb0d6253117</id>
	<published>2026-04-22T20:40:17+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T20:40:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp 1x" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." alt="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41411-reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-cr" title="JURIS - THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS." target="_blank">THE LEVELS OF IL-6, CRP, and LDH IN THE VITREOUS HUMOUR OF DIABETIC RETINOPATHY PATIENTS.</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal antara kadar biomarker inflamasi (IL-6, CRP, LDH) dan perkembangan retinopati diabetik. Studi ini dapat melibatkan pemantauan kadar biomarker secara berkala pada pasien dengan DR ringan hingga sedang dan mengamati apakah peningkatan kadar biomarker memprediksi perkembangan menjadi PDR. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kadar biomarker inflamasi pada pasien DR, seperti kontrol glikemik, tekanan darah, dan faktor genetik. Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan terapi yang lebih personal. Ketiga, studi klinis terkontrol secara acak diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi anti-inflamasi dalam memperlambat perkembangan DR. Terapi ini dapat mencakup penggunaan obat-obatan anti-inflamasi, seperti inhibitor IL-6 atau CRP, atau pendekatan non-farmakologis, seperti modifikasi gaya hidup dan terapi nutrisi. Kombinasi dari pendekatan-pendekatan ini berpotensi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan terapi tunggal. Dengan demikian, penelitian lanjutan yang berfokus pada biomarker inflamasi dan terapi anti-inflamasi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penanganan dan prognosis retinopati diabetik..
<br>Studi ini menekankan peran penting biomarker inflamasi dalam patogenesis retinopati diabetik.Peningkatan kadar IL-6, LDH, dan CRP dalam sampel humor vitreous dari pasien PDR dibandingkan dengan pasien NPDR menunjukkan aktivasi jalur inflamasi selama perkembangan penyakit.Penelitian ini membuka jalan bagi investigasi lebih lanjut ke terapi target yang dapat memodulasi mediator inflamasi ini, berpotensi meningkatkan prognosis retinopati diabetik
<br>Diabetic retinopathy (DR) merupakan komplikasi signifikan dari diabetes mellitus (DM) dan tetap menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan pada usia kerja. Peningkatan kadar biomarker inflamasi terjadi pada DR. Penelitian ini berfokus pada Interleukin-6 (IL-6), C-Reactive Protein (CRP), dan Lactate Dehydrogenase (LDH) karena IL-6 menginduksi produksi berlebihan VEGF, CRP memiliki sifat pro-inflamasi dan anti-inflamasi, sedangkan LDH bekerja melalui proses oksidasi piruvat menjadi laktat. Perubahan kadar laktat mencerminkan perubahan laju metabolisme glukosa atau kadar piruvat. Studi prospektif cross-sectional dilakukan pada kasus Diabetic Retinopathy yang didiagnosis di pusat perawatan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien NPDR, kadar rata-rata IL-6...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" type="image/webp" length="97816" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-7d495.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-c136f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/reactive-protein-crp-pasien-faktor-genetik-il-6-ld-thumb-a55e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41412-guru-abad-ke21-islami-kompetensi-g" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41412-guru-abad-ke21-islami-kompetensi-g" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:3a8c82c6cb9c84b2a9e7f2f1ee3ba112</id>
	<published>2026-04-22T19:57:34+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:57:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="ulee kareng" label="ulee kareng" />
	<category term="contact us" label="contact us" />
	<category term="chik puasa" label="chik puasa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chik,contact,kareng,puasa,ulee,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas metode coaching dalam meningkatkan kompetensi guru pada mata pelajaran tertentu, seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas metode coaching dalam meningkatkan kompetensi guru pada mata pelajaran tertentu, seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-c8640.webp" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-c8640.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-c8640.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-c8640.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" alt="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-1aed2.webp" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-1aed2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-1aed2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-1aed2.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" alt="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" alt="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41412-guru-abad-ke21-islami-kompetensi-g" title="JURIS - Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik" target="_blank">Upaya Pengawas Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21 dengan Metode Coaching pada Supervisi Akademik</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas metode coaching dalam meningkatkan kompetensi guru pada mata pelajaran tertentu, seperti matematika atau sains, untuk memahami apakah ada perbedaan kebutuhan pelatihan yang spesifik. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak metode coaching terhadap hasil belajar siswa, dengan menggunakan desain penelitian eksperimen untuk membandingkan kelompok guru yang menerima coaching dengan kelompok kontrol. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam menerima coaching, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses peningkatan kompetensi, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang implementasi coaching dalam konteks pendidikan madrasah..
<br>Penerapan metode coaching terbukti efektif dalam meningkatkan mutu kompetensi guru abad ke-21.Dengan coaching, guru tidak hanya belajar mengenai teknik dan strategi pengajaran yang efektif, tetapi juga mendapatkan arahan tentang pemenuhan instrumen pembelajaran yang diberikan oleh supervisor.Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga dapat menghasilkan output pendidikan yang berkualitas
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode coaching pada supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru abad 21. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dengan metode coaching. Selanjutnya dibuktikan dengan adanya data hasil observasi. Guru abad 21 dituntut untuk menerapkan strategi pembelajaran yang dirancang, memberi pengalaman belajar yang berkualitas, memperhatikan karakteristik peserta didik, serta memahami peran, fungsi, dan kegunaan mata pelajaran yang diajarkan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp" type="image/webp" length="66896" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-c8640.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-1aed2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/guru-abad-ke21-islami-kompetensi-coaching-supervis-thumb-3fe50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3540-lakaspia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16587-jurnal-ilmiah-guru-madrasah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:1fdfe80596070d3b1388460a947afa64</id>
	<published>2026-04-22T19:46:06+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:46:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp 1x" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" alt="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41409-retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr" title="JURIS - Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment" target="_blank">Simple Encircling Scleral Band for Uncomplicated Retinal Detachment</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar pada pasien dengan PVR derajat rendah, dengan fokus pada efektivitasnya dalam mencegah perkembangan PVR lebih lanjut. Kedua, penelitian prospektif yang lebih besar diperlukan untuk membandingkan hasil visual dan anatomi antara pengencangan skleral melingkar dengan pita sempit dan teknik bedah lainnya, seperti vitrektomi pars plana, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal untuk berbagai jenis ARR. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme perubahan refraktif yang terkait dengan pengencangan skleral melingkar, dengan tujuan mengembangkan strategi untuk meminimalkan atau mencegah induksi miopia pasca-operasi..
<br>Pengencangan skleral melingkar sempit dapat dipertimbangkan sebagai teknik yang efektif dan aman pada kasus ARR yang terpilih, termasuk yang terletak di anterior, ganda, atau memiliki robekan retina yang tidak terlihat.Studi terkontrol acak berukuran besar lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kemanjurannya
<br>Latar belakang: Penelitian ini melaporkan hasil bedah dan visual dari penggunaan pita sempit dalam pengencangan skleral melingkar untuk ablasi retina regmatogen (ARR) yang terpilih. Metode: Tinjauan seri kasus retrospektif dari 16 pasien dengan ARR primer yang dirawat dengan pengencangan skleral melingkar menggunakan pita sempit 240 (2,5 mm) di KMN Eye Care dari Juni 2018 hingga Juni 2020. Hasil: Total 16 mata pada 16 pasien dengan ARR menjalani pengencangan skleral melingkar dengan pita silikon sempit 240 (2,5 mm) tanpa ban atau spons tambahan. Semua pasien memiliki mata miopia, dengan visual acuity terkoreksi terbaik (BCVA) pra-operasi rata-rata kurang dari 0,50. Tingkat reattachment retina primer adalah 81,25%. Tiga pasien mengalami re-detasemen retina dalam satu bulan pasca-operasi, dan 2 pasien mengalami cairan submakula persisten,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" type="image/webp" length="88668" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-c49ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-d78b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/retinal-detachment-scleral-buckling-narrow-band-rr-thumb-1b6a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy REBT untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:e89e4a3c2b2fc1f2dc1f9948717b3032</id>
	<published>2026-04-22T19:11:55+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T19:11:55+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" alt="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41401-self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-est" title="JURIS - Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying" target="_blank">Efektivitas Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Self Esteem pada Siswa SMP Korban Bullying</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan subjek penelitian, tidak hanya pada siswa SMP, tetapi juga pada jenjang pendidikan lain seperti SMA atau perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas REBT tetap konsisten pada kelompok usia yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memoderasi efektivitas REBT, seperti jenis kelamin, latar belakang sosial ekonomi, atau tingkat keparahan bullying yang dialami, sehingga intervensi REBT dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing individu. Lebih lanjut, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan REBT dalam kombinasi dengan pendekatan terapi lain, seperti terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi kelompok, untuk melihat apakah kombinasi tersebut dapat menghasilkan efek sinergis yang lebih besar dalam meningkatkan self esteem dan mengatasi dampak bullying pada siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai efektivitas REBT dan membantu mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah bullying dan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa..
<br>Pemberian REBT terbukti efektif untuk meningkatkan self esteem siswa SMP korban bullying.Lima orang subjek menunjukkan peningkatan self esteem dari kategori rendah menjadi kategori sedang setelah menerima REBT, dan self esteem mereka tetap bertahan di kategori sedang setelah 2 minggu perlakuan.REBT memberikan hasil yang lebih optimal apabila diberikan kepada subjek yang memiliki kapasitas intelektual rata-rata atas dan aktif selama sesi terapi berlangsung
<br>Rational emotive behavior therapy (REBT) adalah terapi yang berusaha mengubah pikiran irasional menjadi rasional sehingga subjek memiliki perasaan berharga, mampu, dan diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas REBT untuk meningkatkan self esteem pada siswa SMP korban bullying. Terapi berlangsung selama 10 jam yang disajikan dalam 4 sesi dan setiap sesinya berlangsung sekitar 2,5 jam. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa SMP korban bullying secara fisik, verbal dan relasional, memiliki self esteem yang rendah, dan memiliki skor IQ minimal rata-rata. Sepuluh subjek dibagi menjadi dua kelompok, 5 ke dalam kelompok eksperimen dan 5 kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Self Esteem, lembar tugas, buku rumah subjek dan wawancara. Analisis data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" type="image/webp" length="90660" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-50a22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-0696b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/self-esteem-keluarga-behavior-therap-rebt-bullying-thumb-e6964.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Association of Antidepressant Food Scores Anemia and Physical Activity with Adolescent Depression ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association of Antidepressant Food Scores Anemia and Physical Activity with Adolescent Depression ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association of Antidepressant Food Scores Anemia and Physical Activity with Adolescent Depression ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41417-hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-risik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41417-hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-risik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:8b3287775db60ec9e8605fc7b632fae7</id>
	<published>2026-04-22T18:55:57+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:55:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis makanan antidepresan spesifik yang paling efektif dalam mencegah depresi pada remaja ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis makanan antidepresan spesifik yang paling efektif dalam mencegah depresi pada remaja ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-af046.webp" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-af046.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-af046.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-af046.webp 1x" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" alt="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-764cb.webp" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-764cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-764cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-764cb.webp 1x" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" alt="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp 1x" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" alt="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41417-hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-risik" title="JURIS - Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression" target="_blank">Association of Antidepressant Food Scores, Anemia, and Physical Activity with Adolescent Depression</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis makanan antidepresan spesifik yang paling efektif dalam mencegah depresi pada remaja Indonesia, dengan mempertimbangkan ketersediaan dan preferensi lokal. Kedua, penting untuk meneliti lebih dalam mekanisme biologis yang menghubungkan anemia dengan peningkatan risiko depresi pada remaja, termasuk peran zat besi dan neurotransmitter. Ketiga, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara aktivitas fisik dan depresi, serta untuk mengidentifikasi jenis dan intensitas aktivitas fisik yang paling bermanfaat bagi kesehatan mental remaja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangan intervensi gizi dan gaya hidup yang efektif dalam mencegah dan mengatasi masalah depresi pada remaja di Indonesia..
<br>Antidepressant Food Score dan status anemia dapat dikaitkan dengan kejadian depresi pada remaja.Aktivitas fisik dalam penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian depresi pada remaja.Penelitian ini mengindikasikan bahwa remaja putri dengan pola makan rendah kandungan antidepresan dan mengalami anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi
<br>Latar Belakang: Satu dari tiga remaja di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental, sementara di sisi lain permasalahan anemia pada remaja putri belum teratasi. Beberapa literatur menyatakan bahwa pola makan dan aktivitas fisik dapat menjadi strategi untuk mencegah depresi.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antidepressant food scores, status anemia, dan aktivitas fisik dengan kejadian depresi pada remaja.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik cross-sectional yang melibatkan 173 siswa perempuan. Pemilihan subyek penelitian menggunakan teknik purposive random sampling yang dipilih dengan kriteria inklusi siswi berusia 15 - 18 tahun, berdomisili di Kabupaten Bekasi, bersedia diambil darahnya. Kriteria eksklusi siswi yang sedang melakukan diet dan tidak mengonsumsi obat antidepresan. Konsumsi makanan antidepresan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp" type="image/webp" length="89174" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-af046.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-764cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/hamil-risiko-depresi-emosional-mental-remaja-gaya-thumb-4ba97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1419-almaata.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7124-jurnal-gizi-dietetik-indonesia-indonesian-journal-nutrition.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessment of early and late dry age related macular degeneration with spectral domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:8390aa940c02f8ad6542c475d3e66682</id>
	<published>2026-04-22T18:29:30+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:29:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="baseline sub" label="baseline sub" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="ditsha datta" label="ditsha datta" />
	<itunes:keywords><![CDATA[baseline,content,datta,ditsha,main,sub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp 1x" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" alt="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41410-armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-sdo" title="JURIS - Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence" target="_blank">Assessment of early and late dry age-related macular degeneration with spectral-domain optical coherence tomography and fundus autofluorescence</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal yang lebih besar diperlukan untuk mengevaluasi secara lebih akurat nilai prediktif dari temuan FAF dan SDOCT dalam memprediksi perkembangan ARMD kering menjadi bentuk yang lebih lanjut, seperti neovaskularisasi makula. Hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi dan memerlukan intervensi lebih awal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari perubahan autofluoresensi pada ARMD kering. Memahami proses ini dapat mengarah pada pengembangan terapi target yang dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit. Ketiga, penelitian prospektif yang mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan dalam perkembangan ARMD kering, serta interaksinya dengan temuan FAF dan SDOCT, akan memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang etiologi penyakit dan dapat mengidentifikasi target terapi baru..
<br>OCT dan FAF menunjukkan korelasi yang baik dalam menilai ARMD kering dini dan lanjut, sehingga menjelaskan korelasi antara perubahan anatomi dan biokimia.Oleh karena itu, ini dapat digunakan sebagai prediktor perkembangan, ketika digunakan bersama
<br>Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menilai fitur-fitur awal dan akhir dari degenerasi makula terkait usia (ARMD) kering menggunakan optical coherence tomography (SDOCT) domain spektral dan autofluoresensi fundus (FAF). Metode: Studi observasional cross-sectional dilakukan dari Januari-Desember 2022 di pusat perawatan mata tersier, India. Pasien berusia >55 tahun dan secara klinis didiagnosis ARMD kering menjalani SDOCT dan FAF. SDOCT dan FAF dinilai dan dikorelasikan dengan visual acuity terkoreksi terbaik (BCVA). Hasil: 106 mata dari 60 kasus dimasukkan. Usia rata-rata adalah 65,24 A 4,80 tahun. BCVA rata-rata adalah 0,4 A 0,24 LogMAR. Di antara drusen yang terbukti secara klinis, drusen keras (>63AAm) adalah 88,6% (n=94 mata), drusen lunak yang menyatu 9% (n=10 mata) dan perubahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" type="image/webp" length="85908" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-cb847.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-acdef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/armd-sdoct-faf-rpe-drusen-coherence-tomography-dom-thumb-13189.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6759-ijretina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16032-international-journal-retina.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-23:61c2cbe67a2ac1b567dafa589748e75f</id>
	<published>2026-04-22T18:21:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-22T18:21:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="lisensi cc 4" label="lisensi cc 4" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<category term="road issn" label="road issn" />
	<itunes:keywords><![CDATA[4,cc,issn,lisensi,road,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp 1x" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" alt="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41404-pengembangan-karir-dosen-sikap" title="JURIS - Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender" target="_blank">Sikap Terhadap Pengembangan Karir Ditinjau dari Gender</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi sikap terhadap pengembangan karir, seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja, atau dukungan sosial dari keluarga dan rekan kerja. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi karyawan terhadap pengembangan karir, terutama pada perempuan yang mungkin menghadapi tantangan atau hambatan tertentu. Ketiga, penelitian dapat mengkaji efektivitas program pengembangan karir yang ada di perusahaan, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan program tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan karyawan, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap terhadap pengembangan karir karyawan Perbankan berdasarkan jenis kelamin (gender) tidak berbeda secara nyata atau sama.Artinya menunjukkan bahwa berbagai indikator dalam pengembangan karir di dunia pekerjaan tidak membedakan kesempatan untuk memperolehnya baik bagi karyawan laki-laki maupun perempuan.Mereka mempunyai sikap yang sama terhadap pengembangan karir mereka
<br>Sikap terhadap pengembangan karir adalah penilaian atau evaluasi (berdasarkan kognitif, afektif dan konatif) mengenai pengembangan karir yang tercermin dalam mendukung atau tidak mendukung sebagai reaksi dari pengembangan karir yang berupa peningkatan pendidikan, sistem promosi, pelatihan, serta mutasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap pengembangan karir pada karyawan ditinjau dari gender yaitu karyawan laki-laki dan karyawan perempuan. Hasil analisa menggunakan teknik Independent Sampel T-Test diperoleh nilai t sebesar 0,186 dengan tingkat signifikansi sebesar p=0,852 (pOu0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa sikap terhadap pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" type="image/webp" length="98670" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-552d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-f6534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pengembangan-karir-dosen-sikap-gender-program-peni-thumb-d5dcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4325-jurnal-psikologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Thu, 23 Apr 2026 14:47:47 +0700. 12 items. Served in: 2.82 seconds [atom] -->
