<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-05T00:41:40+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course HRS BC ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course HRS BC ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course HRS BC ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53044-hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53044-hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:673e81b9ed37b9d2f4c98396a7ace71f</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh variasi kadar limbah karbit terhadap berbagai properti campuran aspal HRS-BC, seperti ketahanan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh variasi kadar limbah karbit terhadap berbagai properti campuran aspal HRS-BC, seperti ketahanan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp 1x" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" alt="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-0c488.webp" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-0c488.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-0c488.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-0c488.webp 1x" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" alt="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-d7f00.webp" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-d7f00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-d7f00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-d7f00.webp 1x" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" alt="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53044-hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi" title="JURIS - Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)" target="_blank">Substitusi Filler dengan Limbah Karbit terhadap Campuran Aspal Panas Hot Rolled Sheet Ae Base Course (HRS-BC)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh variasi kadar limbah karbit terhadap berbagai properti campuran aspal HRS-BC, seperti ketahanan deformasi, ketahanan terhadap air, dan sifat-sifat mekanik lainnya.2. Selain itu, studi komparatif antara penggunaan limbah karbit dan filler konvensional dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan kinerja dan karakteristik campuran aspal HRS-BC.3. Untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan, penelitian dapat berfokus pada pengembangan metode pengolahan limbah karbit yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari bahan yang tak terpakai dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan..
<br>Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini diantaranya.Hasil dari Pengujian substitusi filler dengan variasi limbah karbit 0%, 40%, 50% dan 60% dari berat filler untuk nilai marshall properties didapatkan hasil penelitian pada Tabel 7.Substitusi filler dengan penggunaan limbah karbit terhadap campuran aspal HRS-BC ternyata mempengaruhi hasil marshall properties.hasil pengujian substitusi  campuran yang paling memenuhi spesifikasi adalah pada campuran limbah karbit kadar 60% yakni hasil stabilitas, VFWA,VMA, dan Marshall Quotient.namun pada kadar 60% ada yang tidak memenuhi Spesifikasi Umum Divisi 6.Perkerasan Aspal yaitu hasil Flow dan nilai VIM
<br>Dalam campuran aspal panas digunakan bahan pengisi filler, filler digunakan sebagai bahan pengisi antar partikel agregat yang lebih kasar, filler juga berfungsi meningkatkan energi ikat (kohesi) pada aspal beton. penelitian ini menggunakan limbah karbit sebagai alternatif pengganti filler pada campuran aspal HRS-BC, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian marshall test yaitu stabilitas, VFWA, VMA, VIM, Flow, dan MQ. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Eksperimen. Komposisi Variasi Substitusi limbah karbit yang digunakan sebesar 0%, 40%, 50%, dan 60% dari berat filler. hasil penelitian didapatkan campuran limbah karbit...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp" type="image/webp" length="114262" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-27368.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-0c488.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/hasil-stabil-marshall-quotient-mq-pengaruh-variasi-thumb-d7f00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Hubungan Antara Autonomy Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:7a82783b52b428c1e3083b8538a59e86</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp 1x" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" alt="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53061-pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas" title="JURIS - Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta" target="_blank">Studi Hubungan Antara Autonomy-Supportive Teaching Dan Motivasi Belajar Pelajar SMA Jakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada strategi-strategi konkret yang dapat diterapkan oleh guru dalam menerapkan autonomy-supportive teaching. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai teknik dan pendekatan yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari autonomy-supportive teaching terhadap prestasi akademik dan perkembangan pribadi siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara autonomy-supportive teaching dan motivasi belajar, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas..
<br>Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara autonomy-supportive teaching dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah atas atau disingkat SMA.Dalam penelitian ini mendapat kesimpulan melalui uji korelasi yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara autonomy-supportive teaching dengan motivasi belajar.Berdasarkan pengujian hipotesis melalui korelasi spearman menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi gaya pengajaran autonomy-supportive teaching diterapkan oleh guru, maka akan semakin kuat pula hubungan terhadap motivasi belajar siswa di sekolah.Berlaku juga sebaliknya, jika autonomy-supportive teaching yang diterapkan oleh guru rendah, maka motivasi belajarnya akan rendah
<br>Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran siswa di sekolah. Selain menjadi pemberi pembelajaran, guru pun diharapkan dapat memberi motivasi kepada siswa dalam semangat mengikuti pembelajaran. Salah satu cara guru memotivasi siswa adalah dengan menerapkan metode autonomy supportive teaching yang dapat meningkatkan keterlibatan belajar siswa di kelas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan autonomy supportive teaching dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" type="image/webp" length="60692" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-be87d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-6ff81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pengaruh-persepsi-siswa-kompetensi-guru-ma-motivas-thumb-ab22f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Compassion dengan Subjective Well Being Pada Remaja Broken Home ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Compassion dengan Subjective Well Being Pada Remaja Broken Home ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Self Compassion dengan Subjective Well Being Pada Remaja Broken Home ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53063-remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikol" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53063-remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikol" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:7892f3ccc191a386cb0b7aa0c90c4fe9</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara detail bagaimana selfAccompassion memengaruhi dimensiAcdimensi spesifik dari subjective wellAcbeing, seperti kepuasan hidup, affect, dan spiritualitas, pada remaja yang berasal dari keluarga broken home dengan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara detail bagaimana selfAccompassion memengaruhi dimensiAcdimensi spesifik dari subjective wellAcbeing, seperti kepuasan hidup, affect, dan spiritualitas, pada remaja yang berasal dari keluarga broken home dengan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-e348b.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-e348b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-e348b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-e348b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-7b44a.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-7b44a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-7b44a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-7b44a.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53063-remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikol" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home" target="_blank">Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Remaja Broken Home</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti secara detail bagaimana selfAccompassion memengaruhi dimensiAcdimensi spesifik dari subjective wellAcbeing, seperti kepuasan hidup, affect, dan spiritualitas, pada remaja yang berasal dari keluarga broken home dengan menggunakan analisis model struktural. Dengan mengidentifikasi kontribusi masingAcmasing komponen selfAccompassion (selfAckindness, common humanity, mindfulness) terhadap tiap dimensi kesejahteraan subjektif, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas tentang mekanisme psikologis yang terlibat. Selain itu, sebuah studi intervensi longitudinal dapat dirancang untuk menguji apakah program pelatihan selfAccompassion mampu meningkatkan subjective wellAcbeing secara berkelanjutan selama enam bulan atau lebih, dibandingkan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Pengukuran dilakukan secara berulang pada titik waktu awal, pertengahan, dan akhir, sehingga dapat menilai efek jangka panjang serta potensi efek residual setelah program selesai. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran moderasi dukungan emosional orang tua atau kualitas hubungan antara anak dan orang tua dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara selfAccompassion dan subjective wellAcbeing. Penelitian ini dapat memperluas sampel ke wilayah geografis yang lebih luas dan meningkatkan ukuran sampel, sehingga hasilnya menjadi lebih representatif dan memungkinkan analisis perbedaan berdasarkan faktor demografis seperti jenis kelamin dan tingkat pendidikan orang tua. Hasil dari tiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar empiris yang lebih kuat untuk pengembangan intervensi psikologis yang terarah, serta memperkaya literatur mengenai perlindungan psikologis bagi remaja yang tumbuh dalam keluarga tidak utuh..
<br>Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara self-compassion dan subjective well-being pada remaja dari keluarga broken home.Semakin tinggi nilai self-compassion, semakin tinggi pula tingkat subjective well-being yang dimiliki.Kedua variabel tersebut berada pada kategori tinggi, menunjukkan remaja broken home memiliki tingkat self-compassion dan subjective well-being yang tinggi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara self-compassion dan subjective well-being pada remaja yang berasal dari keluarga broken home. Self-compassion merujuk pada sikap menerima diri dengan penuh kasih sayang, sementara subjective well-being menggambarkan perasaan kepuasan hidup dan kebahagiaan subjektif individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan di media sosial. Partisipan yang terlibat berjumlah 315 remaja yang memenuhi kriteria...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp" type="image/webp" length="96244" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-01be2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-e348b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/remaja-broken-home-subjektif-kondisi-psikologis-we-thumb-7b44a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well Being Pada Remaja di Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53054-populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53054-populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:31c1d6185e81b5ce465b7184a2ca9d32</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp 1x" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" alt="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53054-populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec" title="JURIS - Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta" target="_blank">Peran Smartphone Addiction Terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja di Jakarta</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor mediasi seperti dukungan sosial, strategi coping, atau kecerdasan emosional yang mungkin memoderasi hubungan antara smartphone addiction dan subjective well-being pada remaja, sehingga dapat menjawab pertanyaan: bagaimana peran dukungan sosial dalam mengurangi dampak negatif kecanduan smartphone terhadap kesejahteraan subjektif? Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan sampel yang representatif dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk daerah perkotaan dan pedesaan, dapat menilai perubahan pola kecanduan smartphone dan well-being seiring waktu, untuk menjawab: apakah tren peningkatan penggunaan smartphone secara berkelanjutan mempengaruhi penurunan well-being secara kronologis pada populasi remaja? Terakhir, penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam atau focus group discussion dapat menggali persepsi remaja tentang pengalaman mereka dengan smartphone, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis dan sosial yang belum terdeteksi dalam model kuantitatif, menjawab pertanyaan: apa motivasi internal dan eksternal yang mendorong perilaku kecanduan smartphone di kalangan remaja Indonesia?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa smartphone addiction berpengaruh negatif signifikan terhadap subjective well-being remaja di Jakarta, dengan kontribusi sebesar 16,7% terhadap penurunan kesejahteraan (RA = 0,167).Semakin tinggi tingkat kecanduan, semakin rendah tingkat well-being yang dirasakan oleh remaja.Temuan ini menekankan pentingnya perhatian pada masalah kecanduan smartphone di kalangan remaja
<br>Penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja di era digital, khususnya di Jakarta, dengan  tingkat  kepemilikan  smartphone  yang  terus  meningkat.  Smartphone  menawarkan  beragam  manfaat,  tetapi penggunaan  yang  berlebihan  dapat  memicu  kecanduan,  dikenal  sebagai  smartphone  addiction,  yang  berpotensi memengaruhi subjective well-being seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran smartphone addiction terhadap  subjective  well-being  pada  remaja  di  Jakarta.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kuantitatif  non- eksperimen  dengan  desain  korelasional  pada  349  remaja  berusia  15...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" type="image/webp" length="128602" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-c577b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-34419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/populasi-remaja-korban-smartphone-addiction-subjec-thumb-4b44e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:91e4598041e9f62c2136475db1b457c8</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="generasi z" label="generasi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" target="_blank">Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai
<br>Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja, interaksi antar rekan kerja, dukungan pengawasan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" length="87084" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:88509c7400871e81e393b9e3d2575955</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp 1x" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" alt="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53059-motivasi-intrinsik-driver-peran-mot" title="JURIS - Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan" target="_blank">Motivasi Belajar Siswa SMA Dan Sederajat: Peran Penetapan Tujuan Dalam Pendidikan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penetapan tujuan pada sampel yang lebih besar dan lebih beragam, termasuk siswa dari berbagai provinsi serta pengguna bimbingan belajar daring, untuk menguji apakah temuan serupa muncul dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, studi eksperimental atau longitudinal dapat dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif regresi yang digunakan saat ini, guna mengidentifikasi hubungan kausal antara dimensi penetapan tujuan (meaningful, personal improvement, data based) dan motivasi belajar secara lebih mendalam. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai variabel mediasi, dengan mengacu pada teori selfAcdetermination, untuk memahami bagaimana tujuan yang bermakna dapat memperkuat motivasi intrinsik siswa dan pada akhirnya meningkatkan prestasi akademik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel penetapan tujuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel motivasi belajar.Hasil temuan ini menunjukkan bahwa individu yang menetapkan tujuan cenderung memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mencapai hasil.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penetapan tujuan yang jelas berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar
<br>Saat ini, peminat perguruan tinggi tidak hanya siswa SMA saja tetapi juga siswa SMK dan MA. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya peserta seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun 2024 yang juga mulai didominasi oleh selain siswa SMA. Fenomena ini tidak lepas dari maraknya lembaga bimbingan belajar di Indonesia. Berdasarkan wawancara interpersonal dengan narasumber, diketahui bahwa dengan mengikuti bimbingan belajar, siswa jauh lebih termotivasi untuk mencapai keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan terhadap motivasi belajar. Penetapan tujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" type="image/webp" length="154890" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-bab9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-81ef7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/motivasi-intrinsik-driver-peran-variabel-belajar-a-thumb-306a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:5e642471e9f70feadf16a24f69f6badf</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" alt="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53055-kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan" title="JURIS - Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta" target="_blank">Hubungan Pet Attachment Dan Kesepian Pada Dewasa Muda Pemilik Hewan Peliharaan yang Berstatus Lajang di Jakarta</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan implikasinya, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian pada individu dewasa muda lajang. Penelitian ini dapat berfokus pada karakteristik individu pemilik, seperti jenis kelamin, usia, dan latar belakang sosial, serta jenis hewan peliharaan yang dimiliki. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan sosial dalam mengurangi kesepian pada individu lajang. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana dukungan sosial dari teman, keluarga, atau komunitas dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu lajang. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada intervensi yang ditujukan untuk mengurangi kesepian pada individu lajang. Intervensi ini dapat mencakup dukungan interaksi sosial pemilik hewan, edukasi mengenai manfaat memelihara jenis hewan tertentu, atau program-program yang mendorong interaksi sosial dan membangun hubungan emosional yang lebih mendalam. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara pet attachment dan kesepian, serta mengembangkan intervensi yang efektif, penelitian lanjutan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis individu dewasa muda lajang di Jakarta..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis yang diajukan peneliti mengenai hubungan pet attachment dengan kesepian ditolak.Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan berstatus lajang di Jakarta.Pet attachment dapat mempengaruhi tingkat kesepian secara berbeda-beda, beberapa individu dapat tetap merasakan kesepian, sementara individu lain tidak merasakannya.Mayoritas partisipan penelitian ini memiliki tingkat pet attachment dan kesepian berkategori tinggi.Jenis hewan berpengaruh pada hasil ini, pemilik hewan kelinci memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan pemilik ikan menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Perempuan cenderung memiliki pet attachment lebih tinggi dibandingkan laki-laki, namun laki-laki lebih cenderung mengalami kesepian.Berdasarkan usia, pet attachment tertinggi ditemukan pada usia 30 tahun, sedangkan kesepian tertinggi pada usia 19 tahun.Selain itu, berdasarkan domisili, Jakarta Barat memiliki pet attachment tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menunjukkan tingkat kesepian tertinggi.Durasi lama memelihara hewan selama 9 tahun dikaitkan dengan pet attachment dan kesepian yang paling tinggi.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pet attachment tidak dapat dijadikan faktor utama untuk mengurangi kesepian pada dewasa muda lajang di Jakarta.Meskipun memiliki keterikatan kuat dengan hewan peliharaan, individu lajang tetap dapat merasa kesepian karena kurangnya hubungan emosional mendalam yang hanya dapat diperoleh melalui interaksi manusia, seperti komunikasi verbal, berbagi pengalaman, dan keintiman emosional.Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya mengeksplorasi lebih mendalam mengenai hubungan antara karakteristik individu pemilik, jenis hewan peliharaan, serta faktor lingkungan dengan kesejahteraan psikologis
<br>Di Jakarta, individu dewasa muda berstatus lajang menunjukkan tingkat kesepian yang cukup tinggi. Individu yang merasa kesepian cenderung mencari dukungan emosional untuk memenuhi kebutuhan afektif mereka, salah satunya adalah dengan membangun hubungan bersama hewan peliharaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan kesepian pada dewasa muda pemilik hewan peliharaan yang berstatus lajang di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini adalah individu dewasa muda berusia 18-30 tahun, berstatus lajang, dan telah memelihara hewan peliharaan minimal tiga tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive non-probability sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan adalah The Lexington Attachment to Pets...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" type="image/webp" length="134950" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-48a48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-fee26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/kondisi-psikologis-individu-persepsi-pemilik-hewan-thumb-b4f87.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keterkaitan Antara Body Image dan Self Disclosure Pada Remaja di Tangerang ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53062-persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53062-persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:e5fd2df6d139dbf6d062fb1cb539bc79</id>
	<published>2026-07-04T23:44:54+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T23:44:54+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp 1x" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" alt="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53062-persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi" title="JURIS - Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang" target="_blank">Keterkaitan Antara Body Image dan Self-Disclosure Pada Remaja di Tangerang</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana intensitas penggunaan media sosial memoderasi hubungan antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada remaja, dengan meneliti apakah remaja yang lebih sering terpapar konten visual mengalami pola hubungan yang berbeda dibandingkan yang jarang menggunakan media sosial. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang mengikuti kelompok remaja selama beberapa tahun untuk mengevaluasi arah kausal antara perubahan citra tubuh dan tingkat pengungkapan diri, sehingga dapat mengidentifikasi apakah peningkatan citra tubuh secara konsisten menghasilkan peningkatan keterbukaan atau sebaliknya. Akhirnya, sebuah intervensi terintegrasi yang menggabungkan program peningkatan citra tubuh dengan pelatihan keterampilan sosial dan dukungan emosional dapat diuji secara eksperimental untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pengungkapan diri dan kesejahteraan psikologis, serta membandingkan hasilnya dengan intervensi yang fokus hanya pada satu aspek. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan remaja dan membantu merancang program yang lebih tepat sasaran..
<br>Penelitian ini menemukan korelasi positif yang signifikan namun lemah antara citra tubuh dan pengungkapan diri pada siswa SMA (r = 0,145, p = 0,003), yang menunjukkan bahwa persepsi tubuh yang lebih positif dapat sedikit meningkatkan keterbukaan dalam berbagi informasi pribadi.Namun, kekuatan hubungan yang lemah mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar citra tubuh turut memengaruhi tingkat pengungkapan diri remaja.Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan intervensi yang tidak hanya memperbaiki citra tubuh tetapi juga mencakup aspek sosial dan emosional guna meningkatkan komunikasi interpersonal dan kesejahteraan psikologis siswa
<br>Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu, di mana persepsi terhadap tubuh (body image) menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi interaksi sosial, termasuk keterbukaan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara body image dan self-disclosure pada siswa SMA di Tangerang. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 431 siswa berusia 15Ae18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) untuk mengukur body image dan Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) untuk mengukur self-disclosure. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" type="image/webp" length="78174" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-91e2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-cf008.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/persepsi-tubuh-kondisi-psikologis-siswa-interaksi-thumb-119e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:cea9c49d655a0b8b5312ad811a1848c1</id>
	<published>2026-07-04T18:52:52+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T18:52:52+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" alt="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53049-konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-ana" title="JURIS - Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional" target="_blank">Perbandingan Deformasi Dinding pada Basement Metode Top-Down dengan Analisis Construction Stage dan Analisis Konvensional</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperhatikan detail meshing agar hasil yang didapat lebih akurat. Elemen struktur yang belum dilihat gaya-gaya dalam yang terjadi dapat ditampilkan di analisis berikutnya. Selain itu, analisis selanjutnya dapat mempertimbangkan perubahan muka air tanah di luar area galian yang terjadi..
<br>Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan analisis construction stage dan analisis konvensional, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pada pekerjaan basement dengan metode top-down, penting untuk dilakukan construction stage analysis karena berpengaruh terhadap hasil analisis.Hasil deformasi dinding menunjukkan bahwa hasil analisis construction stage lebih besar dibanding analisis biasa (tanpa memperhitungkan tahapan konstruksi) sehingga lebih baik desain dihitung menggunakan tahapan konstruksi sesuai dengan yang terjadi di lapangan.Dari hasil analisis construction stage pada basement dengan sistem top-down, didapatkan bahwa deformasi maksimum yang terjadi pada dinding semakin besar seiring dengan majunya tahapan konstruksi.Pelat berfungsi sangat efektif sebagai strut pada sistem top-down dan membantu menahan beban lateral tanah sehingga mengurangi defleksi dinding penahan tanah (dinding diafragma).Pada penggalian basement tanpa pelat sebagai strut, didapatkan deformasi dinding penahan tanah sebesar 179,11 mm pada tahap galian 5, namun apabila pelat digunakan deformasi berkurang menjadi 15,07 mm yaitu 8,41% dari deformasi dinding tanpa pelat.Deformasi maksimum dinding diafragma terjadi pada tahap galian 5   raft.Deformasi ini masih lebih kecil daripada syarat deformasi sesuai ketentuan SNI yaitu sebesar 85 mm
<br>Pada konstruksi basement dengan metode top-down, pekerjaan penggalian dan pemasangan pelat dilakukan secara bertahap. Namun, tidak semua aplikasi geoteknik dapat mensimulasikan tahapan konstruksi sehingga pengaruhnya sering diabaikan oleh banyak insinyur dalam praktiknya. Maka, pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh tahapan konstruksi basement menggunakan aplikasi MIDAS GTS NX. Pada program, akan dilakukan dua analisis yang berbeda. Pertama, dilakukan analisis construction stage yang mensimulasikan tahapan konstruksi. Sebagai perbandingan, dilakukan analisis konvensional yang tidak mensimulasikan tahapan konstruksi. Kedua hasil analisis dibandingkan. Analisis ini lebih berfokus pada deformasi yang terjadi pada dinding diafragma. Pemodelan terdiri dari 5 tahap galian dengan kedalaman 17 meter dan dinding diafragma dengan kedalaman 36 meter. Dinding diberi perkuatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" type="image/webp" length="77422" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-c3417.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-9b3fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/konstruksi-basement-hasil-analisis-shift-analis-fa-thumb-f5d13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete Wearing Course Ac Wc ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete Wearing Course Ac Wc ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete Wearing Course Ac Wc ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53045-serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-limb" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53045-serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-limb" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:013e1ad88ff6374f2ff33b99ee1aa623</id>
	<published>2026-07-04T18:26:33+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T18:26:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh variasi kadar limbah serbuk besi yang lebih rendah, seperti 1% hingga 3%, terhadap nilai Marshall Properties untuk menentukan rentang optimal yang dapat memenuhi semua standar teknis. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh variasi kadar limbah serbuk besi yang lebih rendah, seperti 1% hingga 3%, terhadap nilai Marshall Properties untuk menentukan rentang optimal yang dapat memenuhi semua standar teknis. Selain itu, studi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" alt="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-b566f.webp" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-b566f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-b566f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-b566f.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" alt="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-17bb3.webp" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-17bb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-17bb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-17bb3.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" alt="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53045-serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-limb" title="JURIS - Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)" target="_blank">Penggunaan Limbah Serbuk Besi Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Asphalt Concrete-Wearing Course (Ac-Wc)</a>: Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh variasi kadar limbah serbuk besi yang lebih rendah, seperti 1% hingga 3%, terhadap nilai Marshall Properties untuk menentukan rentang optimal yang dapat memenuhi semua standar teknis. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan mencampurkan serbuk besi bersama filler lain, misalnya bubuk batu kapur, guna meningkatkan stabilitas dan nilai Marshall Quotient pada campuran ACAcWC. Selanjutnya, diperlukan uji coba lapangan jangka panjang terhadap campuran aspal yang mengandung serbuk besi, dengan memantau perilaku mekanik dan keausan di bawah beban lalu lintas serta kondisi lingkungan yang bervariasi, guna menilai daya tahan dan performa nyata dari material tersebut..
<br>Penambahan limbah serbuk besi sebagai bahan tambah agregat halus pada aspal ACAcWC tidak dapat memenuhi seluruh persyaratan nilai Marshall Properties, sehingga tidak dapat dijadikan substitusi lengkap.Dari variasi kadar 0%, 4%, 4,5% dan 5%, kadar 4% memberikan hasil paling mendekati standar spesifikasi.Oleh karena itu, penggunaan serbuk besi pada kadar 4% dianggap paling potensial namun masih membutuhkan optimasi lebih lanjut
<br>Seiring berkembangnya jaman, jalan mudah sekali mengalami kerusakan karena banyaknya transportasi yang melintas. Untuk itu, pengembangan temuan baru terus dilakukan untuk memperbaiki kekuatan lapisan jalan. Dalam penelitian ini digunakan limbah serbuk besi karena dari segi fisik, serbuk besi sangat mirip dengan agregat halus. Dalam penelitian ini, limbah serbuk besi digunakan untuk bahan tambah agregat halus dengan kadar 0%, 4%, 4.5%, 5% dari berat agregat halus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari limbah serbuk besi terhadap parameter Marshall Properties. Penelitian ini menggunakan metode pengujian Marshall Properties yang terdiri dari Stabilitas (kg), VIM (%), VMA (%), VFA (%), Flow dan Marshall Quotien. Untuk hasil terbaik dari perbandingan aspal dengan kadar 0% dan aspal dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp" type="image/webp" length="69684" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-753ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-b566f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/serbuk-besi-marshall-aspal-limbah-campuran-agregat-thumb-17bb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53047-analisis-risiko-ahp-bahaya" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53047-analisis-risiko-ahp-bahaya" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:de9df85c5fdb6b476aa19bcf66d27e95</id>
	<published>2026-07-04T17:39:34+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T17:39:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp 1x" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" alt="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53047-analisis-risiko-ahp-bahaya" title="JURIS - Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan" target="_blank">Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Kedungombo Sebagai Dasar Prioritas Pemeliharaan Bendungan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana keakuratan dan kepraktisan metode tradisional serta metode pohon kejadian dalam menilai risiko kegagalan pada bendungan dengan karakteristik geoteknik dan hidrologi yang berbeda, sehingga dapat menghasilkan kerangka penilaian yang lebih universal. (2) Dampak perubahan iklim terhadap probabilitas kegagalan bendungan Kedungombo dan bendungan serupa dapat dianalisis dengan mengintegrasikan skenario curah hujan ekstrem ke dalam model risiko, sehingga strategi mitigasi dapat disesuaikan dengan proyeksi masa depan. (3) Penerapan teknologi sensor cerdas dan sistem pemantauan realActime untuk mendeteksi deformasi, kebocoran, dan aktivitas fauna pada lereng bendungan dapat dievaluasi keefektifannya dalam mempercepat keputusan pengurangan risiko. Selain itu, studi komparatif mengenai biayaAcmanfaat dari berbagai strategi pengurangan risiko akan membantu otoritas dalam menentukan prioritas investasi yang paling efisien. Penelitian juga dapat meneliti persepsi masyarakat setempat terhadap risiko bendungan serta partisipasi mereka dalam program pemantauan, guna memperkuat tata kelola berbasis komunitas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan jangka panjang bendungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar..
<br>Kesimpulan dari hasil penilaian risiko Bendungan Kedungombo adalah penilaian risiko dengan menggunakan metode tradisional dan metode pohon kejadian menunjukkan risiko Bendungan Kedungombo tidak dapat diterima.Meskipun demikian, hasil penilaian risiko yang tidak dapat diterima tidak serta merta menunjukkan bendungan dalam kondisi bahaya.Namun diperlukan upaya-upaya perbaikan guna meminimalisir dampak terjadinya kegagalan
<br>Bendungan harus selalu dijaga kinerja operasi, fungsi, dan keamanannya, sehingga perlu dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan rehabilitasi pada bendungan yang sudah terbangun dan beroperasi. Sistem prioritas pada pelaksanaan kegiatan perbaikan dan rehabilitasi pada bendungan dapat disusun berdasarkan status bahaya bendungan dari segi keamanan atau besarnya risiko terhadap kegagalan bendungan akibat bencana alam maupun akibat lain. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penilaian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" type="image/webp" length="61276" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0d7d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-42329.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/analisis-risiko-ahp-bahaya-strategi-mitigasi-bendu-thumb-0efaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik Lateral Dan Momen Pada Tanah Kohesif ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:cf5915302b36419b455a49db07d6c611</id>
	<published>2026-07-04T17:32:42+07:00</published>
	<updated>2026-07-04T17:32:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="yordan salim" label="yordan salim" />
	<category term="andree savio" label="andree savio" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andree,content,main,salim,savio,yordan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" alt="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53050-fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pan" title="JURIS - Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif" target="_blank">Analisis Kekuatan Sambungan Tiang Pancang Beton Terhadap Gaya Tarik, Lateral, Dan Momen Pada Tanah Kohesif</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan material baru seperti serat polimer yang diperkuat (FRP) pada sambungan tiang pancang untuk meningkatkan kapasitas menahan gaya tarik, lateral, dan momen, serta menilai kinerjanya melalui uji laboratorium dan lapangan. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis elemen hingga yang memodelkan perilaku grup tiang pancang dengan sambungan splicing dapat divalidasi dengan data eksperimental, sehingga memungkinkan prediksi mekanisme kegagalan secara lebih akurat. Selanjutnya, studi geoteknik yang mempertimbangkan heterogenitas tanah serta beban dinamis, termasuk gempa bumi, dapat memberikan pedoman desain yang lebih komprehensif bagi fondasi tiang pancang dengan sambungan, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi biaya pada proyek konstruksi besar..
<br>Berdasarkan hasil analisis, semua sambungan tiang pancang yang diuji tidak mampu menahan gaya tarik, dan sambungan Brunsplice serta Cement Dowel akan gagal pada momen lentur maksimum sekitar kedalaman 7,5Am.Selain itu, tidak terdapat reduksi kekuatan pada daya dukung aksial tekan, sementara sambungan Anderson dan Brunsplice kurang cocok bila terdapat gaya tarik pada kombinasi beban struktur atas.Penentuan posisi sambungan dipengaruhi oleh kurvatur momen lentur fondasi
<br>Dengan adanya pertumbuhan pendudukan dan perkembangan teknologi, bentuk bangunan dari waktu ke waktu juga mengikuti perubahan yang terjadi. Perubahan bentuk bangunan tersebut membawa kebutuhan kekuatan terhadap gaya dan momen tertentu berubah. Maka dari itu, fondasi sebagai struktur bagian bawah sekaligus penopang bangunan harus mampu menahan gaya-gaya yang terjadi. Fondasi tiang pancang pracetak merupakan salah satu jenis fondasi dalam yang umum digunakan sekarang ini. Namun, dikarenakan fondasi cetak terlebih dahulu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" type="image/webp" length="79570" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-b11b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-82db2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/fondasi-tiang-gempa-bumi-pondasi-pancang-sambungan-thumb-904a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3244-jurnal-mitra-teknik-sipil.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 00:41:40 +0700. 12 items. Served in: 4.042 seconds [atom] -->
