<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.104-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.104-5jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-05T10:50:39+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53099-kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53099-kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:6a7a367508764610e010f25df2eb743e</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="semen padang" label="semen padang" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="padang city" label="padang city" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,counter,flag,padang,semen]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi jenis material konstruksi dan sistem struktural memengaruhi kerentanan seismik pada gedung-gedung perpustakaan universitas lain dengan menggunakan metode HVSR, sehingga dapat menghasilkan panduan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi jenis material konstruksi dan sistem struktural memengaruhi kerentanan seismik pada gedung-gedung perpustakaan universitas lain dengan menggunakan metode HVSR, sehingga dapat menghasilkan panduan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-68146.webp" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-68146.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-68146.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-68146.webp 1x" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" alt="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-6b4cc.webp" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-6b4cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-6b4cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-6b4cc.webp 1x" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" alt="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp 1x" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" alt="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53099-kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei" title="JURIS - Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method" target="_blank">Vulnerability Analysis of Andalas University Library Building Using Microtremor HVSR Method</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi jenis material konstruksi dan sistem struktural memengaruhi kerentanan seismik pada gedung-gedung perpustakaan universitas lain dengan menggunakan metode HVSR, sehingga dapat menghasilkan panduan desain yang lebih umum. Selain itu, pengembangan sistem pemantauan realActime yang mengintegrasikan sensor IoT dengan teknik mikrotremor HVSR dapat memberikan data dinamis tentang respons bangunan terhadap gangguan lingkungan, membantu mengidentifikasi kondisi kritis secara cepat. Terakhir, menggabungkan data HVSR dengan model elemen hingga numerik serta validasi melalui percobaan shakeActable dapat memperkuat pemahaman mekanisme resonansi dan memberikan strategi mitigasi yang teruji secara eksperimental..
<br>Penelitian berhasil menganalisis kerentanan Gedung Perpustakaan Unand dengan metode mikrotremor HVSR, menunjukkan frekuensi alami yang stabil pada sebagian besar lantai dengan nilai dominan 4,238AHz, namun terdapat variasi kecil pada lantai 2 dan 3 akibat distribusi massa atau kekakuan struktural.Faktor amplifikasi berada dalam rentang 7Ae17,9 dan konsentrasi tinggi pada lantai 2 dan 3, yang berhubungan dengan nilai indeks kerentanan seismik tertinggi (700Ae750) pada lantai 2, sementara lantai 1 memiliki nilai terendah (135Ae140) dan lantai lainnya berada di kisaran 200Ae300.Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan amplifikasi meningkatkan indeks kerentanan seismik, sehingga lantai dengan amplifikasi tinggi memerlukan perhatian khusus dalam perkuatan struktural untuk mengurangi risiko gempa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan Gedung Perpustakaan Universitas Andalas (UPT) yang terletak di daerah rawan gempa bumi menggunakan metode mikrotremor HVSR. Pengukuran dilakukan pada 20 titik pada setiap lantai gedung untuk menentukan nilai frekuensi alami, faktor amplifikasi, dan indeks kerentanan seismik. Hasil menunjukkan bahwa nilai frekuensi alami memiliki pola distribusi yang stabil pada sebagian besar lantai, dengan variasi kecil pada beberapa lantai akibat distribusi massa atau kekakuan struktural. Nilai amplifikasi tertinggi ditemukan pada lantai 2 dan 3, yang mengindikasikan potensi resonansi lokal. Indeks kerentanan seismik tertinggi terdapat pada lantai 2 dengan nilai hingga 750, menunjukkan perlunya perhatian lebih pada desain dan kekuatan struktural lantai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp" type="image/webp" length="66668" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-68146.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-6b4cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/4/kerentanan-gedung-hvsr-mikrotremor-amplifikasi-sei-thumb-a5619.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Chikmatul Muballigoh Serang Banten ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53114-arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53114-arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:27d8b1e3876a5b102df8c3ad08b10a43</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" alt="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53114-arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab" title="JURIS - Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten" target="_blank">Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak metode sorogan terhadap peningkatan kemampuan memahami makna teks kitab kuning secara lebih spesifik, seperti analisis terhadap kemampuan santri dalam mengidentifikasi tema utama, memahami struktur argumentasi, dan mengaplikasikan konsep-konsep keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek psikologis dan motivasi belajar santri dalam metode sorogan, termasuk bagaimana metode ini mempengaruhi kepercayaan diri, minat, dan tanggung jawab belajar santri. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana metode sorogan dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks pembelajaran kitab kuning di pesantren modern dengan memanfaatkan teknologi pendidikan, seperti penggunaan aplikasi atau platform digital untuk memfasilitasi interaksi antara guru dan santri, serta meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pembelajaran..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca kitab kuning.Metode ini membantu santri untuk memahami teks bacaan secara mendalam melalui diskusi secara langsung antara santri dan gurunya.Santriwan-santriwati Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh menggunakan metode Sorogan untuk meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning dengan beberapa indikator yang ada seperti santri mampu membaca cepat, menerjemahkan, dan mampu memahami makna teks dalam kitab kuning.Penggunaan metode sorogan mampu memberikan keefektivitasan terhadap peningkatan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca mekanis santri.Metode sorogan juga memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan kemampuan memahami makna pada santri.Metode sorogan membantu santri untuk mengembangkan kemampuan analisis dan pemahaman teks secara lebih mendalam.Melalui kegiatan sorogan, santri termotivasi untuk mengidentifikasi informasi penting, memahami hubungan tiap kalimat, dan mendalami makna tersirat dalam teks.Metode sorogan juga meningkatkan kemampuan santri melalui evaluasi seperti ujian yang diadakan di setiap tiga bulan sekali di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh.Dengan demikin, penerapan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang - Banten
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, serta menganalisis metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan mekanik dan pemahaman makna di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode berjalan secara efektif. Dikatakan efektif karena para santri menunjukkan peningkatan yang baik dalam pemahaman, kecepatan, dan ketelitian membaca kitab kuning setelah menerapkan metode sorogan. Sebagaimana...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" type="image/webp" length="86898" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-2ea9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-d17c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/arab-santriwati-pondok-analisis-deskriptif-kitab-s-thumb-5ff93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1168-uin-banten.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13722-attention-required-cloudflare.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI DI SMP ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI DI SMP ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI DI SMP ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53116-agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53116-agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:c0e9fbf713d613739911d762c8003d04</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengkaji lebih lanjut peran guru PAI dalam implementasi nilai moderasi beragama di sekolah, khususnya dalam hal inovasi pembelajaran dan strategi pembinaan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengkaji lebih lanjut peran guru PAI dalam implementasi nilai moderasi beragama di sekolah, khususnya dalam hal inovasi pembelajaran dan strategi pembinaan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" alt="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-7db83.webp" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-7db83.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-7db83.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-7db83.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" alt="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-6132c.webp" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-6132c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-6132c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-6132c.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" alt="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53116-agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguat" title="JURIS - STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP" target="_blank">STRATEGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Mengkaji lebih lanjut peran guru PAI dalam implementasi nilai moderasi beragama di sekolah, khususnya dalam hal inovasi pembelajaran dan strategi pembinaan karakter. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana guru PAI dapat menjadi agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas di kalangan siswa.2. Meneliti dampak kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap budaya sekolah secara keseluruhan, termasuk dalam hal inklusivitas, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Penelitian ini dapat mengukur seberapa efektif kepemimpinan transformasional dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung pengembangan karakter siswa.3. Menganalisis pengaruh pendekatan humanis-transformatif dalam penguatan toleransi beragama di sekolah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan humanis-transformatif dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang moderasi beragama.Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan studi kepemimpinan pendidikan Islam, khususnya dalam konteks kepala sekolah sebagai aktor sosial untuk moderasi beragama di era radikalisme..
<br>Penelitian ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah sangat berpengaruh dalam memperbaiki cara mengajar Pendidikan Agama Islam yang mengedepankan nilai moderasi beragama.Kepala sekolah bukan sekadar pengelola, tapi juga menjadi contoh dan pendorong semangat yang membangun suasana sekolah yang terbuka dan menghargai perbedaan.Dari hasil penelitian, terlihat jelas bahwa sikap teladan, dorongan motivasi, pemikiran kritis, dan perhatian khusus dari kepala sekolah berhasil membuat pembelajaran agama menjadi lebih toleran dan sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.Pembelajaran PAI yang menanamkan moderasi ini tidak hanya cocok dengan ajaran Islam dan kebijakan nasional, tapi juga menggunakan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan melibatkan partisipasi aktif.Meski ada tantangan, semuanya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik, empati, dan sikap reflektif, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat dan mendorong pemberdayaan.Dengan begitu, penelitian ini berhasil menjawab tujuan awal untuk menggambarkan bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah memperkuat nilai moderasi beragama lewat pembelajaran PAI
<br>Penguatan nilai moderasi beragama di sekolah penting dilakukan sejak dini untuk mencegah paham ekstrem dan intoleran. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya sekolah yang inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam penguatan moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMPN 4 Limbangan Garut dan SMP Adzzimat DaAoi Indonesia Rancaekek Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp" type="image/webp" length="91724" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-e91d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-7db83.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/agama-islam-pai-pembelajaran-pelatihan-penguatan-m-thumb-6132c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1168-uin-banten.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13722-attention-required-cloudflare.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53107-evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53107-evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:5a8f66019eed506feb3245a19d035985</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan model perencanaan jalur evakuasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti topografi, kondisi jalan, dan potensi bahaya. Model ini dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan model perencanaan jalur evakuasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti topografi, kondisi jalan, dan potensi bahaya. Model ini dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp 1x" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" alt="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-7acc6.webp" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-7acc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-7acc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-7acc6.webp 1x" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" alt="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-c81b7.webp" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-c81b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-c81b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-c81b7.webp 1x" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" alt="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53107-evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian" title="JURIS - Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi" target="_blank">Perencanaan Partisipatif Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Desa Ngargomulyo dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana Gunungapi Merapi</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan model perencanaan jalur evakuasi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti topografi, kondisi jalan, dan potensi bahaya. Model ini dapat membantu dalam menentukan jalur evakuasi yang paling efektif dan efisien.2. Melakukan studi lebih lanjut tentang peran serta masyarakat dalam perencanaan jalur evakuasi. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana partisipasi masyarakat dapat meningkatkan kualitas dan akurasi perencanaan, serta bagaimana mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif.3. Menganalisis dampak pembangunan struktural dan non struktural terhadap kelancaran evakuasi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan dapat mendukung evakuasi, serta bagaimana pembangunan kapasitas masyarakat dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan mereka dalam menghadapi bencana..
<br>Masyarakat dapat memetakan jalur evakuasi dengan menggunakan local knowledge yang dimiliki, yaitu berbasiskan pada pengetahuan mengenai kondisi lingkungan sekitar yang ada dengan bantuan fasilitator untuk representasi ke dalam bentuk peta.Alasan pemilihan jalur adalah karena kebiasaan melewati jalan, sedikitnya alternatif jalur dan pertimbangan jalur yang diambil adalah semua jalur dengan pertimbangan jalur tersebut bisa dilalui.Hasil peta yang digambarkan masyarakat merupakan peta yang akurat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.Peta tersebut sudah sesuai dengan kondisi lingkungan desa dan dapat menjadi acuan solusi dalam menghadapi situasi krisis ancaman bencana Gunungapi Merapi
<br>Peran serta masyarakat dalam penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul partisipatif perlu dilakukan dengan tujuan hasil perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan. Desa Ngargomulyo yang terletak 6,5 km dari puncak Gunungapi Merapi memerlukan penentuan jalur evakuasi untuk menekan resiko yang ada. Artikel ini memberikan gambaran mengenai perencanaan partisipatif jalur evakuasi dan titik kumpul Desa Ngargomulyo, dengan menggunakan metode partisipatif dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menghasilkan peta jalur evakuasi yang baik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp" type="image/webp" length="123572" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-a76c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-7acc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/evakuasi-titik-kumpul-kinerja-sistem-pengendalian-thumb-c81b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53100-transmisi-serat-optik-data" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53100-transmisi-serat-optik-data" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:538b9e0077329ed4215259980d99f1b9</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="semen padang" label="semen padang" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="padang city" label="padang city" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,counter,flag,padang,semen]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp 1x" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" alt="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp 1x" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" alt="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53100-transmisi-serat-optik-data" title="JURIS - Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance" target="_blank">Existence of Fiber Bragg Grating Sensors Based on Power Input and Transmission Distance</a>: Melihat hasil penelitian ini yang didasarkan pada simulasi, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah melakukan validasi eksperimental di laboratorium. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pembangunan prototipe sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG seragam untuk mengonfirmasi temuan simulasi, khususnya terkait kinerja pada berbagai daya masukan dan jarak transmisi. Validasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan implementasi praktis dan akurasi model Optisystem yang digunakan. Selain itu, mengingat adanya penurunan kualitas sinyal yang signifikan pada jarak transmisi lebih dari 60 km akibat tingginya tingkat kebisingan dan efek dispersi, penelitian berikutnya perlu mengeksplorasi teknik kompensasi yang lebih canggih. Hal ini bisa meliputi integrasi sensor FBG dengan perangkat lain seperti penguat serat optik (misalnya EDFA atau Raman amplifier) atau penggunaan serat kompensasi dispersi (DCF) guna menjaga integritas sinyal dan faktor-Q pada jarak yang lebih jauh. Dengan demikian, akan dapat diidentifikasi solusi untuk memperluas jangkauan transmisi tanpa mengorbankan kualitas. Terakhir, untuk lebih mengoptimalkan kinerja sistem FBG, penelitian dapat memperluas jenis FBG yang diinvestigasi. Ini mencakup studi tentang profil apodisasi FBG yang berbeda, variasi panjang kisi, atau bahkan struktur FBG hibrida seperti FBG bercirik (chirped FBG) atau FBG sampel (sampled FBG), serta menyelidiki bagaimana parameter ini berinteraksi dengan konfigurasi saluran Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM) yang beragam. Tujuannya adalah untuk menemukan desain FBG yang paling robust dan efisien dalam mengatasi tantangan atenuasi dan dispersi pada sistem komunikasi optik masa depan..
<br>Penelitian ini merancang sistem komunikasi serat optik dengan sensor FBG yang beroperasi pada frekuensi 193.1 THz, daya 20 dBm, dan laju bit 10 Gbit/s.Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan FBG seragam secara signifikan meningkatkan kinerja transmisi, dengan faktor-Q yang lebih baik dan tingkat kesalahan bit (BER) yang lebih rendah dibandingkan FBG Gaussian, bahkan pada saluran CWDM.Meskipun demikian, kualitas sinyal menurun drastis pada jarak lebih dari 60 km akibat kebisingan tinggi, menyebabkan penurunan faktor-Q yang substansial dan membatasi kapasitas transmisi data
<br>Serat optik dipilih sebagai media transmisi karena kemampuannya dalam mentransmisikan data dengan daya tinggi, kecepatan tinggi, dan atenuasi rendah. Meskipun memiliki keunggulan tersebut, serat optik masih menghadapi tantangan seperti atenuasi dan dispersi yang dapat mengurangi kinerja transmisi data. Penelitian ini mengkaji kinerja sistem komunikasi berbasis serat optik menggunakan sensor Fiber Bragg Grating (FBG), khususnya dalam mengatasi efek linier yang memengaruhi kualitas transmisi. Dalam perancangan sistem ini, peneliti memvariasikan jarak transmisi dari 10 Ae 150 km dan menyesuaikan daya masukan dari 2 Ae 20 dBm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FBG seragam lebih efektif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" type="image/webp" length="86370" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-94c55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/transmisi-serat-optik-data-sinyal-rancang-sistem-p-thumb-0f3a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj Iran ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53109-chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53109-chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:4b31a84634c09e8e64283310e8e49475</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="elina svir" label="elina svir" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[elina,svir,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp 1x" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" alt="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53109-chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi" title="JURIS - Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran" target="_blank">Assessing Social Capital Indicators in Public Spaces in Central Streets of the City of Sanandaj, Iran</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk fokus pada aspek fisik dan budaya masyarakat dalam studi kasus di kota seperti Sanandaj, untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas sosial dan modal sosial guna meningkatkan kualitas hidup warga. Ketidakpedulian terhadap elemen-elemen ini dapat menyebabkan konsekuensi negatif, termasuk segregasi sosial, ketidakaktifan individu, masalah kesehatan fisik dan mental, kesenjangan budaya generasi, komunitas yang tidak berkelanjutan, dan akhirnya kualitas hidup yang lebih rendah..
<br>Modal sosial adalah masalah yang berisiko menurun di ruang perkotaan, yang membuat keberhasilan ruang perkotaan tidak mungkin.Perencana perkotaan harus berpikir untuk meningkatkan interaksi dan modal sosial di ruang perkotaan.Menurut hasil dari bagian analisis, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan orang terhadap individu lain yang ada di jalan cukup tinggi.Sementara itu, tingkat kepercayaan terhadap orang asing sangat rendah, yang merupakan masalah sosial.Sebagian besar peserta menyatakan bahwa jika mereka menemukan tas/barang hilang, mereka akan mencoba menemukan pemiliknya, tetapi tidak berharap untuk menemukan tas/barang hilang milik mereka sendiri jika mereka kehilangan barang tersebut.Tingkat norma sosial, termasuk penerimaan perbedaan, membantu orang yang membutuhkan, dan mediasi sosial serta keyakinan dalam mempengaruhi status lingkungan, dinilai memiliki tingkat yang dapat diterima.Empat area studi kasus dalam penelitian ini terletak di inti utama kota Sanandaj dan memainkan peran penting dalam kota serta dalam hal modal sosial kota.Jalan-jalan ini menampung orang dari kelas sosial dan kelompok yang berbeda dan dari wilayah yang berbeda di kota, yang menggunakan jalan-jalan ini untuk tujuan yang berbeda.Panjang jalan yang pendek adalah faktor penting, yang bersama dengan peningkatan kekuatan dan penurunan kelemahan, menciptakan lingkungan yang cocok untuk berjalan kaki, serta menarik banyak orang, membangun interaksi sosial, meningkatkan kepercayaan, meningkatkan norma sosial dan jaringan sosial
<br>Konsep modal sosial telah diusulkan bersama modal lain seperti modal manusia, modal keuangan dan modal ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi modal sosial di jalan-jalan, yang merupakan salah satu ruang publik perkotaan yang paling dinamis. Mereka menyediakan koneksi fisik untuk interaksi sosial dan akibatnya dapat meningkatkan modal sosial. Untuk tujuan ini, empat persimpangan pusat kota Sanandaj, Iran dipilih sebagai studi kasus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" type="image/webp" length="85800" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-f3d47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-2f489.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/chatgpt-norma-sosial-kelas-tokoh-teknologi-modal-m-thumb-fb11e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ ENSO and IOD Variability Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ ENSO and IOD Variability Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ ENSO and IOD Variability Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53096-curah-hujan-suhu-produk-sa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53096-curah-hujan-suhu-produk-sa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:94a751e3cf1fd16dafbc8bb0b223dc27</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="semen padang" label="semen padang" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="padang city" label="padang city" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,counter,flag,padang,semen]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut dampak interaksi ENSO dan IOD pada pola angin dan sirkulasi atmosfer di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta implikasinya ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut dampak interaksi ENSO dan IOD pada pola angin dan sirkulasi atmosfer di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta implikasinya ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp 1x" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" alt="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-8abfa.webp" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-8abfa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-8abfa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-8abfa.webp 1x" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" alt="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-50e34.webp" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-50e34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-50e34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-50e34.webp 1x" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" alt="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53096-curah-hujan-suhu-produk-sa" title="JURIS - ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB" target="_blank">ENSO and IOD Variability: Impacts on Precipitation and Sea Surface Temperature in Bali and NTB</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut dampak interaksi ENSO dan IOD pada pola angin dan sirkulasi atmosfer di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta implikasinya terhadap transportasi udara dan kualitas udara di wilayah tersebut. (2) Meneliti lebih dalam bagaimana interaksi ENSO dan IOD memengaruhi ketersediaan air tawar dan kualitas air di wilayah pesisir Bali dan Nusa Tenggara Barat, terutama dalam konteks perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut. (3) Melakukan studi komparatif tentang dampak interaksi ENSO dan IOD pada ekosistem terumbu karang di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan untuk melindungi ekosistem tersebut..
<br>Berdasarkan analisis anomali suhu permukaan laut (SST) dan curah hujan di selatan BaliAeNusa Tenggara Barat melalui lima skenario ENSOAeIOD, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara fenomena iklim ini sangat mempengaruhi pola musiman.Di bawah kondisi ENSOAeIOD netral (2013), fluktuasi SST yang moderat ( 0,3 AC hingga -1,2 AC.Gambar 3 dan 4) secara langsung mengatur ketersediaan kelembaban laut, yang menghasilkan curah hujan tersebar 6Ae10 mm/hari selama musim hujan basah dan zona kering lokal dengan curah hujan di bawah 2 mm/hari selama musim hujan kering.Selama peristiwa La Niya yang bertepatan dengan fase dipole positif (2007, 2010, dan 2022), SST menunjukkan kenaikan tajam ( 0,5 AC hingga  1,2 AC.Gambar 5, 7, 9, 10), yang mendorong peningkatan curah hujan 7Ae13 mm/hari di musim hujan basah.Namun, meskipun SST tetap hangat, pengaruh angin timur yang kuat selama musim hujan kering membatasi curah hujan hanya 0Ae3 mm/hari, dengan zona kering mengalami defisit hingga -3 mm/hari.Sebaliknya, kombinasi La Niya dan dipole negatif (2016) mempertahankan kenaikan SST ( 0,4 AC hingga  1,0 AC.Gambar 11, 12) sepanjang kedua musim, yang mempertahankan anomali curah hujan positif secara konsisten  10 hingga  14 mm/hari di musim hujan basah dan  3 hingga  6 mm/hari di musim hujan kering.Di bawah skenario kering ekstrem El Niyo dengan dipole positif (2019), pendinginan SST yang signifikan (-0,6 AC hingga -1,2 AC.Gambar 13, 14) menekan evaporasi samudra dan menyebabkan defisit curah hujan yang signifikan -6 hingga -11 mm/hari selama kedua periode musiman.Akhirnya, dalam kasus El Niyo dengan dipole negatif (2004), pendinginan SST yang moderat (-0,3 AC hingga -0,6 AC.Gambar 1, 2) dikombinasikan dengan pemulihan kelembaban yang terbatas terkait dengan fase dipole negatif, yang menyebabkan curah hujan terbatas, dengan anomali berkisar dari -4 hingga  2 mm/hari di musim hujan basah dan -1 hingga  3 mm/hari di musim hujan kering.Secara keseluruhan, pola musiman di wilayah BaliAeNTB sangat dipengaruhi oleh fase kombinasi ENSO dan IOD melalui modulasi SST, yang mengatur pasokan kelembaban atmosfer.Peristiwa La Niya yang digabungkan dengan fase dipole negatif menghasilkan kondisi yang lebih basah, El Niyo yang digabungkan dengan fase dipole positif menyebabkan kekeringan ekstrem, dan fase netral cenderung menghasilkan iklim musiman yang lebih seimbang
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana interaksi antara El NiyoAeSouthern Oscillation dan Indian Ocean Dipole mempengaruhi suhu permukaan laut dan variabilitas curah hujan di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Data suhu permukaan laut, curah hujan, dan angin bulanan dari Januari 2004 hingga Agustus 2022 dianalisis menggunakan dataset reanalysis dan satelit, serta indeks variabilitas samudra dan dipole. Lima kombinasi fase iklim perwakilan diidentifikasi untuk menangkap kondisi netral, basah, dan kering. Analisis statistik dan spasial menunjukkan bahwa fase El Niyo dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp" type="image/webp" length="117926" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-2a867.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-8abfa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/curah-hujan-suhu-produk-satelit-el-niyoaesouthern-thumb-50e34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53108-faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53108-faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:093404b7c45cdf2f891609aa22856295</id>
	<published>2026-07-05T10:33:43+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T10:33:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp 1x" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" alt="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53108-faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-p" title="JURIS - Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok" target="_blank">Kajian Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan di Kampung Tambak Lorok</a>: Untuk mengatasi kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, pemerintah dapat fokus pada perbaikan sumberdaya pesisir dengan program penanaman mangrove dan pengendalian pencemaran. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan akses nelayan terhadap modal perbankan dan memberikan pelatihan khusus bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kedua, nelayan dapat berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan dan memperbaharui alat tangkap yang ramah ekosistem. Ketiga, pemerintah dan nelayan dapat bekerja sama dalam mengoptimalkan Tempat Pelelangan Ikan untuk menghindari monopoli harga oleh bakul. Dengan demikian, diharapkan kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok dapat diminimalkan dan kesejahteraan nelayan dapat ditingkatkan..
<br>A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor natural merupakan rusaknya sumberdaya pesisir dan musim yang tidak menentu.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor struktural merupakan sulitnya mengakses modal perbankan dan tidak adanya kekuasaan dalam menentukan harga tangkapan.A Faktor penyebab kemiskinan nelayan di Kampung Tambak Lorok yang disebabkan oleh faktor kultural merupakan kebisaaan hidup yang konsumtif serta tidak mudah dalam menabung.A Rob dan banjir semakin memperparah kemiskinan masyarakat nelayan Kampung Tambak Lorok karena menimbulkan kerugian berupa terendamnya rumah nelayan yang kemudian membuat nelayan mengalami kerusakan harta benda serta memunculkan ancaman baru berupa kemungkinan terjangkit oleh penyakit, hilangnya harta benda dan hilangnya pekerjaan.Sehingga solusi yang dapat dilakukan nelayan adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk melakukan peninggian rumah agar tidak terendam di tengah kondisi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Maka, penyebab kemiskinan nelayan Kampung Tambak Lorok merupakan keterpaduan antara tiga faktor penyebab kemiskinan, yaitu natural, struktural dan kultural, yang kemudian diperparah dengan adanya kerugian yang ditimbulkan oleh rob dan banjir sebagai dampak dari perubahan iklim bagi wilayah pesisir
<br>Kemiskinan disebabkan oleh faktor natural, kultural dan struktural. Kondisi kemiskinan tersebut semakin diperparah dengan adanya fenomena perubahan iklim dalam bentuk bencana rob dan banjir yang menimpa kawasan pesisir. Kampung Tambak Lorok merupakan tempat tinggal bagi 500 lebih keluarga nelayan miskin. Ada tiga dugaan fenomena permasalahan utama di Kampung Tambak Lorok, yaitu kemiskinan, penyakit sosial dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor penyebab kemiskinan natural nelayan di Kampung Tambak Lorok yaitu faktor musim dan kerusakan pesisir. Faktor kemiskinan struktural disebabkan oleh sulitnya akses modal perbankan dan tidak memiliki kekuasaan dalam menentukan harga jual tangkapan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" type="image/webp" length="92816" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-8f7d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-e2761.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/faktor-struktur-kultural-religius-wilayah-pesisir-thumb-55644.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53119-daerah-rawan-banjir-bencana" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53119-daerah-rawan-banjir-bencana" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:45f8792c9d670eb222618bb0b839ca9f</id>
	<published>2026-07-05T07:51:24+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:51:24+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="ade komariah" label="ade komariah" />
	<category term="slot88aslijp" label="slot88aslijp" />
	<category term="quick menus" label="quick menus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ade,komariah,menus,quick,slot88aslijp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" alt="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53119-daerah-rawan-banjir-bencana" title="JURIS - Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul" target="_blank">Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang pelatihan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dalam menurunkan ansietas dengan desain studi longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, diperlukan kajian tentang penggunaan media digital, seperti aplikasi seluler atau modul eAclearning, untuk memperkuat penyampaian materi edukasi kepada kader keluarga, dengan mengukur dampaknya terhadap retensi pengetahuan dan kemampuan mengatasi ansietas pada masyarakat terdampak. Selanjutnya, perbandingan antara pendekatan konseling individual dan terapi kelompok yang diberikan oleh kader terlatih dapat diinvestigasi untuk menentukan metode psikososial mana yang paling efektif dalam mengurangi tingkat ansietas warga di daerah rawan banjir..
<br>Menerapkan dan mengembangkan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dapat mengarah pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan serta efikasi diri keluarga yang dapat membuat keluarga mengadopsi perilaku pencegahan terkait kecemasan yang dirasakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan mayoritas kategori Baik setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan maka diyakini mampu meningkatkan proses dan pemantapan motivasi, kemampuan dan fungsi keluarga yang dilakukan secara terencana, terarah, sistematis dan berlanjut melalui bimbingan, konsultasi, perlindungan, advokasi, pelembagaan keluarga dalam rangka memperkuat peran sosial keluarga terutama di Kecamatan Astambul
<br>Bencana Banjir memberikan dampak tidak hanya secara material dan fisik namun secara psikologis yaitu adanya ansietas terutama pada bencana banjir berulang. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah psikologis ansietas pada penduduk rawan banjir di wilayah Kecamatan Astambul. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir dalam membantu menurunkan ansietas dampak banjir tingkat pengetahuan meningkat sebanyak 50%. Kader keluarga perlu mendapatkan pelatihan berkelanjutan dalam upaya menurunkan ansietas dampak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" type="image/webp" length="107868" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-89499.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-d2157.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/daerah-rawan-banjir-bencana-rendah-ansietas-pember-thumb-4dd90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Depolarization in Delivering Public Services Impacts of Minimum Service Standards MSS on the Quality of Health Services in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Depolarization in Delivering Public Services Impacts of Minimum Service Standards MSS on the Quality of Health Services in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Depolarization in Delivering Public Services Impacts of Minimum Service Standards MSS on the Quality of Health Services in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53104-efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53104-efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:ef7696c87bdc563e7fda2a9b13176672</id>
	<published>2026-07-05T06:14:23+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T06:14:23+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengurangi ketimpangan layanan publik, kami menyarankan bahwa MSS penting sebagai titik kontrol bagi pemerintah daerah dalam pengiriman layanan publik. Namun, karena perbedaan sumber daya, perlu dirancang transfer fiskal yang tepat dengan tujuan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk mengurangi ketimpangan layanan publik, kami menyarankan bahwa MSS penting sebagai titik kontrol bagi pemerintah daerah dalam pengiriman layanan publik. Namun, karena perbedaan sumber daya, perlu dirancang transfer fiskal yang tepat dengan tujuan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-0a99f.webp" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-0a99f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-0a99f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-0a99f.webp 1x" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" alt="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-ff173.webp" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-ff173.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-ff173.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-ff173.webp 1x" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" alt="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp 1x" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" alt="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53104-efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah" title="JURIS - Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia" target="_blank">Depolarization in Delivering Public Services: Impacts of Minimum Service Standards (MSS) on the Quality of Health Services in Indonesia</a>: Untuk mengurangi ketimpangan layanan publik, kami menyarankan bahwa MSS penting sebagai titik kontrol bagi pemerintah daerah dalam pengiriman layanan publik. Namun, karena perbedaan sumber daya, perlu dirancang transfer fiskal yang tepat dengan tujuan menciptakan depolarisasi dalam pengiriman layanan publik, setidaknya hingga tingkat minimum. Ini akan menjadi titik awal yang baik untuk mencapai kesetaraan di antara daerah..
<br>Berdasarkan data tentang pencapaian MSS yang dikompilasi oleh Kementerian Dalam Negeri (MoHA) dan Kementerian Kesehatan mengenai pencapaian setiap distrik terhadap target yang ditetapkan dalam MSS, kami menemukan bahwa MSS dapat secara potensial meningkatkan layanan kesehatan di munisipalitas dan kota-kota di Indonesia, karena kami menemukan peningkatan kualitas layanan kesehatan.Fokus pada sektor kesehatan, temuan kami menunjukkan bahwa fenomena depolarisasi dalam pengiriman layanan publik ada.Mayoritas pemerintah daerah yang menjadi sampel dalam penelitian ini melakukan lebih baik dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan berusaha mengurangi kesenjangan antara layanan saat ini dan target MSS.Konsentrasi tinggi dalam plot sebaran menunjukkan bahwa kualitas layanan kesehatan di daerah sampel secara bertahap meningkat menuju tingkat minimum kualitas layanan yang diperlukan oleh MSS.Dengan kata lain, MSS sebagai upaya untuk meminimalkan disparitas/jebakan ketimpangan sebagai konsekuensi tidak diinginkan dari desentralisasi secara potensial menciptakan depolarisasi dalam pengiriman layanan publik.Selain itu, perbedaan kapasitas fiskal di antara pemerintah daerah terkait dengan tingkat pencapaian target MSS.Pemerintah daerah dengan kapasitas keuangan yang tinggi lebih mungkin untuk mencapai target MSS dengan mudah, dan sebaliknya
<br>Beberapa pakar berpendapat bahwa kebijakan desentralisasi cenderung menciptakan polarisasi, yaitu peningkatan ketimpangan/disparitas di antara distrik. Untuk mengatasi masalah ini, Minimum Service Standards (MSS) diperkenalkan sebagai strategi kunci dalam mendesentralisasi Indonesia. Dalam penelitian ini, kami mencoba menemukan melalui pengukuran kinerja MSS apakah penerapan standar dapat efektif dalam polarisasi/depolarisasi dalam pengiriman layanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Pertanyaan ini pada dasarnya merupakan respons terhadap kritik umum bahwa desentralisasi baik untuk menciptakan kesetaraan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetapi seringkali tidak berfungsi untuk mencapai kesetaraan di antara pemerintah daerah. Menggunakan data penilaian diri dari sampel 54 distrik dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp" type="image/webp" length="94472" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-0a99f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-ff173.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/efisiensi-layanan-publik-belanja-pemerintah-daerah-thumb-056bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach A Case Study in the Island of Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53111-clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53111-clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:7d31d7ad7610bc6968a9386d1a49c9c7</id>
	<published>2026-07-05T04:46:50+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T04:46:50+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="elina svir" label="elina svir" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[elina,svir,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp 1x" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" alt="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53111-clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p" title="JURIS - Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia" target="_blank">Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) bagaimana penambahan variabel sosialAcekonomi, seperti tingkat pendidikan dan pendapatan per kapita, mempengaruhi pengelompokan daerah tertinggal menggunakan metode CLARA atau algoritma clustering lainnya; (2) apakah penggunaan teknik pembelajaran mendalam seperti autoAcencoder dapat meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi pola outlier pada data infrastruktur berskala besar; serta (3) bagaimana hasil clustering dapat divalidasi secara geografis dengan mengintegrasikan data aksesibilitas transportasi dan layanan publik untuk menghasilkan peta prioritas pembangunan yang lebih realistis. Studi tersebut sebaiknya menerapkan pendekatan multivariat yang menggabungkan data PODES, SUSENAS, serta sumber data satelit untuk memperkaya dimensi analisis. Selain itu, perbandingan performa antara CLARA, DBSCAN, dan Spectral Clustering dapat memberikan wawasan tentang kehandalan masingAcmasing metode dalam konteks data dengan outlier yang signifikan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah bagi pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mempercepat pengentasan ketimpangan infrastruktur di Pulau Jawa..
<br>Berdasarkan pendekatan pembelajaran tak terawasi dengan clustering partisional, metode CLARA menghasilkan hasil clustering terbaik karena memberikan nilai koefisien konektivitas dan indeks Dunn yang paling optimal.Analisis menunjukkan bahwa pada Pulau Jawa terdapat 99 kabupaten/kota yang tergolong daerah tertinggal infrastruktur, 12 kabupaten/kota dalam kategori berkembang, dan 8 kabupaten/kota dengan infrastruktur maju.Untuk mengurangi ketertinggalan, diperlukan perbaikan pada jaringan jalan aspal/konstruksi, jalan beraspal, jalan tanah, serta peningkatan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan rumah tangga pengguna telepon di daerah yang tergolong tertinggal
<br>Penelitian ini mencoba mengidentifikasi daerah tertinggal di kabupaten/kota di pulau Jawa, Indonesia, berdasarkan sejumlah indikator infrastruktur. Pendekatan unsupervised learning digunakan untuk melakukan klasterisasi dengan metode K-Means, K-Medoids, dan CLARA. Selain memperoleh hasil klasterisasi secara teknis dan melakukan perbandingan kinerja ketiga metode pembelajaran unsupervised learning, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memetakan hasil klasterisasi agar lebih mudah dalam mengenali karakteristik daerah yang terindikasi sebagai daerah tertinggal, yang seharusnya mutlak prioritas pembangunan infrastruktur. Ditemukan bahwa metode clustering terbaik adalah metode CLARA, dengan koefisien konektivitas 7,4794 dan nilai indeks Dunn 0,1042. Pengelompokan sekat kabupaten/kota di Pulau Jawa dengan metode CLARA...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" type="image/webp" length="93868" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-6c32d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-8e372.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/clara-clustering-infrastruktur-daerah-tertinggal-p-thumb-394c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-621-itb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2957-journal-regional-city-planning.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53103-quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53103-quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:ec00196d519c8a9b1a8cdcd960f0f76f</id>
	<published>2026-07-05T04:41:58+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T04:41:58+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="semen padang" label="semen padang" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="padang city" label="padang city" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,counter,flag,padang,semen]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diajukan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki efek dari variasi panjang penyaringan pada probabilitas terowongan dan laju ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diajukan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki efek dari variasi panjang penyaringan pada probabilitas terowongan dan laju ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp 1x" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" alt="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-448a1.webp" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-448a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-448a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-448a1.webp 1x" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" alt="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-dcf8d.webp" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-dcf8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-dcf8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-dcf8d.webp 1x" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" alt="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53103-quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log" title="JURIS - A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion" target="_blank">A Quantum Mechanical Aspect of Cold Fusion</a>: Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diajukan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki efek dari variasi panjang penyaringan pada probabilitas terowongan dan laju fusi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan memanipulasi parameter lingkungan, seperti kepadatan deuterium atau karakteristik elektron konduksi, untuk mengobservasi bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku fusi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi implikasi teoretis dari model ini dalam konteks fusi nuklir pada umumnya. Studi ini dapat mencakup analisis lebih lanjut tentang bagaimana mekanisme fusi yang diusulkan dapat diterapkan pada sistem fusi nuklir lainnya, seperti fusi panas atau fusi dalam kondisi ekstrem. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode eksperimental yang lebih sensitif untuk mendeteksi dan mengukur aktivitas fusi energi rendah dalam matriks palladium yang diisi dengan deuterium. Ini dapat melibatkan pengembangan teknik deteksi yang lebih canggih atau metode analisis data yang lebih canggih untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan akurasi pengukuran..
<br>Studi ini menyajikan model mekanika kuantum yang menunjukkan bahwa fusi nuklir antara deuterium dapat terjadi dalam matriks palladium yang diisi dengan deuterium dalam kondisi energi rendah.Dengan memperlakukan deuterium sebagai plasma bosonik kuantum yang tertanam dalam lingkungan logam konduktif dan mempertimbangkan efek penyaringan yang disebabkan oleh elektron konduksi dan osilasi plasma kolektif, hambatan Coulomb yang biasanya bersifat repulsif secara signifikan dikurangi.Modifikasi ini dalam potensial interaksi menurunkan hambatan fusi efektif, sehingga meningkatkan probabilitas terowongan kuantum antara deuterium.Hasil numerik berdasarkan model ini menunjukkan bahwa meskipun probabilitas fusi untuk setiap pasangan deuterium tetap sangat kecil, jumlah interaksi deuterium yang besar dalam matriks palladium yang terisi tinggi memungkinkan laju fusi yang dapat diukur.Laju fusi yang dihitung mencerminkan pengaruh parameter fisik kunci seperti kepadatan deuterium, panjang penyaringan, dan energi dasar.Hasil ini mengonfirmasi bahwa matriks palladium tidak hanya mengandung deuterium tetapi juga secara aktif memodifikasi interaksinya melalui properti elektron dan strukturalnya, memungkinkan proses fusi pada energi yang jauh di bawah yang diperlukan dalam skenario fusi plasma konvensional.Kesimpulan ini menekankan peran fundamental lingkungan padat dalam meningkatkan terowongan dan menunjukkan bahwa kombinasi konfinemen kuantum, penyaringan muatan, dan koheren yang diinduksi matriks dapat secara kolektif menyebabkan fenomena fusi yang dapat diamati bahkan dalam kondisi suhu rendah.Model ini memberikan mekanisme fisik yang konsisten dan kuantitatif untuk fusi energi rendah dalam sistem materi padat, yang layak untuk penyelidikan eksperimental dan teoritis lebih lanjut
<br>Penelitian ini menyajikan sebuah model mekanika kuantum untuk fusi nuklir energi rendah dalam sebuah matriks palladium yang diisi dengan deuterium, berdasarkan modifikasi interaksi Coulomb antara deuterium akibat efek penyaringan lingkungan. Dalam kerangka ini, deuterium diperlakukan sebagai boson bermuatan yang tertanam dalam sebuah matriks logam konduktif, di mana repulsinya yang saling bertentangan secara signifikan dikurangi oleh awan elektron konduksi dan perilaku plasma kolektif. Interaksi ini dimodelkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp" type="image/webp" length="66358" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-9447e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-448a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/quantum-bosons-tunneling-plasma-fusion-matriks-log-thumb-dcf8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 10:50:39 +0700. 12 items. Served in: 8.726 seconds [atom] -->
