<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.101-5jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.101-5jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-05T07:43:26+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:4942189af044edd409fe72253828f3f9</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="generasi z" label="generasi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" target="_blank">Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop..
<br>Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup
<br>Musik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" type="image/webp" length="115182" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:a541f4c1c9c7463b049a03c889ff1c72</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" target="_blank">Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang peran kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, seperti kondisi lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan dukungan manajemen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berperan dalam motivasi kerja sales retail di beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK).5% terhadap motivasi kerja dan memiliki peran positif yang jelas.Artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka semakin tinggi pula motivasi kerja dan sebaliknya.Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja berperan penting dalam motivasi kerja.Dimensi working conditions (WCS) merupakan dimensi kualitas kehidupan kerja yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0
<br>Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting keberlangsungan perusahaan untuk menangani berbagai masalah salah satunya dalam membangun kinerja yang baik untuk para karyawannya. Kualitas Kerja Karyawan merupakan hal yang cukup kompleks dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah faktor dari dalam diri seperti motivasi. Upaya pimpinan dalam meningkatkan motivasi untuk para bawahan dinilai penting terutama untuk para Sales sebagai ujung tombak dari pemasaran produk atau jasa perusahaan yang memiliki pengaruh besar dalam tercapainya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" length="77104" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:91e4598041e9f62c2136475db1b457c8</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="generasi z" label="generasi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" target="_blank">Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai
<br>Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" length="87700" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:948a5e5e01cf1e98f6b013af98f3542e</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" target="_blank">Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia..
<br>Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support)
<br>Work engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja. Dalam penelitian ini, social support akan lebih berfokus pada rekan kerja. Sedangkan work engagement dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang mampu berkomitmen dengan organisasi baik secara emosional maupun secara intelektual (Lockwood, 2007). Jumlah partisipan dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" type="image/webp" length="140798" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:d1ee38d7d574612d2264c4619acbd03e</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="tommy y" label="tommy y" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" target="_blank">Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat..
<br>Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN
<br>Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship quality) dalam memprediksi employability. Internship Quality adalah bagaimana individu mempersepsi kualitas dari suatu magang (Gamboa et al., 2013). Employability adalah tentang memiliki kemampuan untuk memperoleh pekerjaan awal, mempertahankan pekerjaan dan memperoleh pekerjaan baru...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" length="177138" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:c1d525546f5f38dc6fc848a6956a05fe</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="dating apps" label="dating apps" />
	<category term="monty p" label="monty p" />
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" target="_blank">Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer attachment pada Dewasa Muda</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki alasan lain seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi langsung dapat meningkatkan interaksi sosial mereka..
<br>Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online.Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online
<br>Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaannya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan attachment. Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Inventory of Parents...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" type="image/webp" length="69200" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53087-pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53087-pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:d45f2870f51bf3949f4d72c449b58553</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="lena atoy 34" label="lena atoy 34" />
	<category term="hasbi nasrum" label="hasbi nasrum" />
	<category term="edi purnomo" label="edi purnomo" />
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53087-pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" target="_blank">Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental dapat membandingkan teknik nonAcfarmakologis untuk mengurangi nyeri pada pasien ISK, seperti kompres hangat versus stimulasi listrik transkutan (TENS), untuk menentukan metode yang paling efektif dan nyaman. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak keterlibatan keluarga dalam asuhan keperawatan terhadap frekuensi kekambuhan ISK selama enam bulan setelah discharge, sehingga dapat memberikan bukti kuat tentang manfaat pendekatan keluarga dalam manajemen jangka panjang. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperluas bukti ilmiah, meningkatkan praktik keperawatan, dan menurunkan beban ISK pada populasi luas..
<br>Asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari pada Nn.P dengan infeksi saluran kemih mampu mengatasi empat masalah keperawatan, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan.Keberhasilan implementasi didukung oleh kerja sama pasien, dukungan keluarga, kolaborasi dengan perawat ruangan, ketersediaan terapi medis, serta edukasi yang diberikan secara bertahap.Perawat diharapkan dapat meningkatkan pemantauan kebutuhan eliminasi urine, memberikan tindakan kenyamanan seperti kompres hangat sesuai indikasi, memperkuat edukasi personal hygiene urogenitalia, serta melibatkan keluarga dalam pencegahan kekambuhan ISK
<br>Latar belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) sering menimbulkan nyeri, gangguan eliminasi urine, dan demam. Tujuan: Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien ISK di ruang perawatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien perempuan dewasa dengan ISK tanpa komplikasi. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan head-to-toe, observasi tiga hari, dan dokumentasi keperawatan. Hasil: Ditegakkan empat diagnosis, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" type="image/webp" length="98196" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:6a7c791cece964e34ef85f9ff552ba1d</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="neva sefanya" label="neva sefanya" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" target="_blank">Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap penelitian yang sudah pernah diterbitkan mengenai topik tertentu. Hasil kajian menemukan empat artikel penelitian kuantitatif yang relevan dengan tujuan penelitian,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" length="105194" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:128cec5974d4d2b7f28b0c52847c7470</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="neva sefanya" label="neva sefanya" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" target="_blank">Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pengelolaan perilaku yang sistematis dan berkelanjutan di panti asuhan, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan spesifik anak-anak di panti asuhan..
<br>Anak usia 3Ae11 tahun di Panti Asuhan X memiliki perilaku agresif yang bervariasi, termasuk agresi verbal terhadap orang lain, agresi fisik terhadap orang lain, agresi terhadap objek, dan agresi terhadap diri sendiri.Setelah diberikan intervensi regulasi emosi melalui sesi psikoedukatif dan latihan keterampilan adaptif, kemampuan anak dalam mengelola emosi meningkat, ketidakstabilan emosi berkurang, dan semua bentuk agresi menurun, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal terhadap orang lain.Hasil ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara lebih tepat dan mengurangi perilaku agresif
<br>Perilaku agresif pada anak usia 3Ae11 tahun di panti asuhan dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan menciptakan lingkungan pengasuhan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perilaku agresif anak dan mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif. Partisipan penelitian terdiri dari 10 anak berusia 3Ae11 tahun yang tinggal di Panti Asuhan X dan teridentifikasi menunjukkan perilaku agresif. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretestAeposttest dengan intervensi berupa sesi psikoedukasi dan latihan keterampilan regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kemampuan regulasi emosi dan penurunan skor ketidakstabilan emosi. Seluruh dimensi agresi mengalami penurunan, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" type="image/webp" length="91780" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53080-sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53080-sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:017acbee411802f14d21f9be1ef7ec09</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="generasi z" label="generasi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53080-sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" target="_blank">Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z</a>: Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z. 3. Mengembangkan strategi intervensi dan edukasi untuk membantu generasi Z mengelola Fear of Missing Out (FOMO) dan meningkatkan self-esteem mereka..
<br>Berdasarkan hasil analisis variabel self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z usia 18 hingga 25 tahun, ditemukan hubungan yang signifikan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO).Temuan ini mendukung hipotesis penelitian, yaitu adanya hubungan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z yang aktif menggunakan media sosial
<br>Individu yang mengalami fenomena Fear of Missing Out (FoMO) cenderung merasa takut akan tertinggal mengenai informasi, tren, dan pengalaman menyenangkan yang dialami oleh orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, individu yang mengalami hal tersebut tidak dapat menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain, terutama melalui media sosial. Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan hal ini adalah rendahnya harga diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada generasi Z yang menggunakan media sosial. Alat ukur self-esteem yang digunakan telah diadaptasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" type="image/webp" length="95202" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53085-intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-mot" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53085-intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-mot" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:c4c4bc92fb0067d1198611131f2f5ce4</id>
	<published>2026-07-05T07:23:36+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T07:23:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="lena atoy 34" label="lena atoy 34" />
	<category term="hasbi nasrum" label="hasbi nasrum" />
	<category term="edi purnomo" label="edi purnomo" />
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53085-intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-mot" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" target="_blank">Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting pola yang dilakukan secara individual versus secara berkelompok dapat memberikan insight tentang efektivitas sosial dan motivasi anak. Selanjutnya, integrasi teknologi digital, seperti aplikasi tablet yang mensimulasikan kegiatan menggunting, dapat diuji sebagai tambahan atau alternatif terhadap metode konvensional untuk mempercepat perkembangan koordinasi mata-tangan dan keterampilan motorik halus..
<br>E dengan gangguan perkembangan motorik halus selama 14 hari menunjukkan adanya peningkatan kemampuan secara bertahap sejak hari pertama hingga hari keempat belas.Diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah maupun orang tua yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan motorik halus, khususnya dalam keterampilan menggunting pola
<br>Latar Belakang : Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan pesat dan periode sensitif, sehingga perkembangan motorik, khususnya motorik halus, sangat penting. Perkembangan yang kurang optimal dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kesulitan akademik (menulis, menggambar, menggunakan alat belajar) serta keterlambatan kemandirian (mengancing baju, mengikat sepatu, makan sendiri). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan perkembangan motorik halus di TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil satu siswa TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju yang berusia 72 bulan, dengan gangguan perkembangan motorik halus....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" type="image/webp" length="108176" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-05:2b31a829ef61017fe9bbb60cfd5c9399</id>
	<published>2026-07-05T04:46:31+07:00</published>
	<updated>2026-07-05T04:46:31+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="neva sefanya" label="neva sefanya" />
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" target="_blank">The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis dan kesehatan mental karyawan dalam konteks industri yang beragam. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam keselamatan psikologis yang paling signifikan berkontribusi terhadap hasil kesehatan mental yang positif. 2. Melakukan penelitian yang berfokus pada dampak intervensi organisasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi dan praktik organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin dapat memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong inovasi, dan mendukung karyawan dalam mengakui kesalahan dan mencari bantuan tanpa takut konsekuensi negatif. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana keselamatan psikologis dapat ditingkatkan di berbagai organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak positif pada kesehatan mental karyawan, produktivitas, dan kinerja organisasi secara keseluruhan..
<br>Protokol ini menetapkan metodologi yang ketat dan transparan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan.Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis bukti akan menjadi komprehensif dan dapat diulang.Temuan yang diharapkan akan menjembatani kesenjangan antara teori keselamatan psikologis tingkat tim dan kerangka iklim keselamatan psikososial tingkat organisasi.Akhirnya, tinjauan sistematis ini akan memberikan wawasan berbasis bukti yang berharga bagi praktisi dan organisasi untuk memprioritaskan keselamatan psikologis sebagai strategi inti untuk melindungi kesehatan mental karyawan dan meningkatkan kesejahteraan tempat kerja secara keseluruhan
<br>Kesehatan mental karyawan telah menjadi perhatian global yang kritis, dengan data yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan berkontribusi terhadap kerugian ekonomi tahunan yang luar biasa sebesar 1 triliun dolar akibat produktivitas yang hilang. Keselamatan psikologis, yang didefinisikan sebagai keyakinan bersama dalam sebuah tim bahwa lingkungan aman untuk mengambil risiko antar pribadi, adalah faktor vital yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi. Studi ini menyajikan protokol untuk tinjauan literatur sistematis (TLS) yang dirancang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" type="image/webp" length="115296" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 07:43:26 +0700. 12 items. Served in: 3.904 seconds [atom] -->
