<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.149-11jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.149-11jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-11T07:36:46+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname Litopenaeus vannamei ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname Litopenaeus vannamei ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname Litopenaeus vannamei ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54038-eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54038-eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:0fe35a24a25553c6126c146e43decca7</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="lili suharli" label="lili suharli" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<category term="focus scope" label="focus scope" />
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,ilmu,jurnal,lili,scope,suharli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas ekstrak rumput laut pada skala lapangan dengan membandingkan dosis 2A% terhadap dosis lain dalam kondisi budidaya intensif, sehingga dapat menentukan dosis optimal untuk produksi komersial. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas ekstrak rumput laut pada skala lapangan dengan membandingkan dosis 2A% terhadap dosis lain dalam kondisi budidaya intensif, sehingga dapat menentukan dosis optimal untuk produksi komersial. Selanjutnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a3f58.webp" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a3f58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a3f58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a3f58.webp 1x" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" alt="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-24dfe.webp" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-24dfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-24dfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-24dfe.webp 1x" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" alt="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp 1x" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" alt="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54038-eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif" title="JURIS - Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)" target="_blank">Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas ekstrak rumput laut pada skala lapangan dengan membandingkan dosis 2A% terhadap dosis lain dalam kondisi budidaya intensif, sehingga dapat menentukan dosis optimal untuk produksi komersial. Selanjutnya, studi dapat meneliti mekanisme molekuler bagaimana senyawa bioaktif pada Eucheuma sp. dan Ulva sp. memodulasi ekspresi gen imun terkait pada hemosit udang, yang dapat memperjelas jalur imunostimulasi spesifik. Selain itu, penelitian dapat menguji kombinasi ekstrak rumput laut dengan probiotik atau prebiotik untuk menilai sinergi peningkatan kesehatan usus dan imunomodulasi pada udang vaname, serta dampaknya terhadap resistensi terhadap patogen seperti Vibrio harveyi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, pemberian ekstrak rumput laut Sargasum sp.meningkatkan jumlah total hemosit (THC) dan persentase diferensial hemosit (DHC) pada udang vaname.Ekstrak rumput laut dengan konsentrasi 2A% juga mempercepat pertumbuhan panjang dan berat udang.Oleh karena itu, ekstrak rumput laut dapat berfungsi sebagai imunostimulan efektif untuk meningkatkan sistem pertahanan dan performa pertumbuhan udang vaname
<br>Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang vaname dilakukan oleh hemosit. Hemosit merupakan salah satu sel imun utama pada udang. Salah satu upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit udang adalah melalui peningkatan sistem pertahanan tubuh udang, yaitu dengan menggunakan imunostimulan. Rumput laut Sargasum sp., Eucheuma sp. dan Ulva sp. merupakan sumberdaya laut yang potensial sebagai sumber fitokimia yang mempunyai aktivitas biologi yang bermanfaat bagi kesehatan. Rumput laut ini memiliki kandungan seperti tannin, flavonoid, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp" type="image/webp" length="90504" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a3f58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-24dfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/eucheuma-sp-estimasi-berat-udang-senyawa-bioaktif-thumb-a2dda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau Scylla serrata ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau Scylla serrata ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau Scylla serrata ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54035-dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54035-dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:c40e446865fa3b7e24db75d73f2987ac</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="leni maryani" label="leni maryani" />
	<category term="rico rico 11" label="rico rico 11" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[11,ilmu,jurnal,leni,maryani,rico]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efek dosis berbeda vitamin C dan vitamin A pada pertumbuhan kepiting bakau selama periode yang lebih panjang, misalnya tiga hingga enam bulan, untuk menilai apakah manfaat jangka panjang muncul pada dosis optimal. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efek dosis berbeda vitamin C dan vitamin A pada pertumbuhan kepiting bakau selama periode yang lebih panjang, misalnya tiga hingga enam bulan, untuk menilai apakah manfaat jangka panjang muncul pada dosis optimal. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-e485c.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-e485c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-e485c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-e485c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-23a9c.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-23a9c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-23a9c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-23a9c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54035-dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)" target="_blank">Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan Vitamin A Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata)</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efek dosis berbeda vitamin C dan vitamin A pada pertumbuhan kepiting bakau selama periode yang lebih panjang, misalnya tiga hingga enam bulan, untuk menilai apakah manfaat jangka panjang muncul pada dosis optimal. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi kombinasi suplementasi vitamin dengan nutrisi lain seperti protein, mineral, atau probiotik, guna menentukan sinergi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan serta kesehatan imunologi kepiting. Penelitian juga disarankan untuk menyelidiki mekanisme fisiologis yang mendasari respon vitamin, termasuk analisis status antioksidan, parameter imunologis, dan perubahan metabolik pada Scylla serrata, sehingga pemahaman tentang cara kerja vitamin dapat diterapkan dalam strategi budidaya yang lebih efisien..
<br>Berdasarkan hasil analisis ANOVA, hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (H1) ditolak, menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada pertumbuhan bobot kepiting bakau (Scylla serrata) antara perlakuan penambahan vitamin C, vitamin A, atau tanpa vitamin.Nilai Ftabel (4,25) lebih besar dari Fhitung (3,16) pada taraf 5%, namun nilai p > 0,05 menegaskan bahwa suplementasi vitamin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan.Dengan demikian, penambahan vitamin C dan A dalam pakan tidak meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau secara signifikan
<br>Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya (KKP 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dan A dalam pakan terhadap pertumbuhan berat mutlak dan berat spesifik kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian dilakukan selama 30 hari, pada bulan April Ae Mei 2025 di CV. Elitism, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp" type="image/webp" length="101520" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-e485c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-6a922.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/dosis-optimal-vitamin-pakan-ikan-mandiri-pertambah-thumb-23a9c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa Sungsang Kecamatan Banyuasin II Studi Kasus Pempek Botor dan Kerupuk Udang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa Sungsang Kecamatan Banyuasin II Studi Kasus Pempek Botor dan Kerupuk Udang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa Sungsang Kecamatan Banyuasin II Studi Kasus Pempek Botor dan Kerupuk Udang ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54041-produk-pempek-udang-biaya-total-usaha" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54041-produk-pempek-udang-biaya-total-usaha" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:e1cb25a38fb6c0b2a6f80c8d8ed13b7a</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="banyuasin ii" label="banyuasin ii" />
	<category term="dina melinda" label="dina melinda" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[banyuasin,dina,ii,ilmu,jurnal,melinda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan distribusi produk olahan udang di Desa Sungsang. Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan distribusi produk olahan udang di Desa Sungsang. Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-3aabb.webp" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-3aabb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-3aabb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-3aabb.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" alt="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-c9d5c.webp" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-c9d5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-c9d5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-c9d5c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" alt="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" alt="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54041-produk-pempek-udang-biaya-total-usaha" title="JURIS - Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang" target="_blank">Analisis Pendapatan dan Efisiensi Usaha Produk Olahan Udang di Desa  Sungsang, Kecamatan Banyuasin II. Studi Kasus : Pempek, Botor, dan Kerupuk Udang</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan distribusi produk olahan udang di Desa Sungsang. Bagaimana strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional? Apakah ada potensi untuk mengembangkan pasar ekspor produk olahan udang dari Desa Sungsang? Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada aspek keberlanjutan usaha pengolahan udang, seperti pengelolaan limbah dan dampak lingkungan. Bagaimana upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memastikan keberlanjutan usaha pengolahan udang di Desa Sungsang? Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi peluang diversifikasi produk olahan udang, seperti pengembangan produk baru atau inovasi dalam proses pengolahan. Apakah ada peluang untuk menciptakan produk olahan udang yang lebih bernilai tambah dan menarik bagi konsumen?.
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan udang di Desa Sungsang, yang meliputi produk pempek, botor, dan kerupuk udang, memiliki tingkat efisiensi yang baik berdasarkan nilai R/C ratio yang diperoleh.Usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing mencapai nilai R/C ratio sebesar 1,89.Nilai tersebut mengindikasikan bahwa setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah dalam menghasilkan proses pendapatan lebih dari 1 rupiah, sehingga usaha ini tergolong efisien (R/C ratio > 1).Pendapatan rata-rata per produksi diketahui sebesar Rp.Sementara itu, total biaya produksi per proses yang mencakup biaya tetap dan biaya variable, meliputi pempek, Rp.Dengan potensi pasar yang besar terhadap produk olahan udang dan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat, pengolahan udang di Desa Sungsang dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut baik dari segi skala produksi maupun diversifikasi produk
<br>Desa Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, memanfaatkan potensi maritim dengan hasil tangkapan laut melimpah sebagai sumber utama pendapatan. Penelitian ini menganalisis pendapatan dan efisiensi usaha pengolahan udang, meliputi pempek, botor, dan kerupuk udang. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha pengolahan pempek udang memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,28, sedangkan botor dan kerupuk udang masing-masing memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,89. Nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak untuk dikembangkan karena setiap pengeluaran sebesar 1 rupiah mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 1 rupiah. Pendapatan rata-rata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp" type="image/webp" length="88268" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-3aabb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-c9d5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/produk-pempek-udang-biaya-total-usaha-nilai-efisie-thumb-df9f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir Panulirus homarus Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir Panulirus homarus Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir Panulirus homarus Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54021-budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54021-budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:4a8971bc389220dcc1c1524f053da2f2</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="sungai gelam" label="sungai gelam" />
	<category term="eko harianto" label="eko harianto" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[eko,gelam,harianto,ilmu,jurnal,sungai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi formalin terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih lobster pada kedalaman yang berbeda, guna menentukan dosis optimal yang meminimalkan stres namun tetap efektif dalam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi formalin terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih lobster pada kedalaman yang berbeda, guna menentukan dosis optimal yang meminimalkan stres namun tetap efektif dalam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-8ff2e.webp" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-8ff2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-8ff2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-8ff2e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" alt="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" alt="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-a4ae7.webp" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-a4ae7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-a4ae7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-a4ae7.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" alt="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54021-budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi" title="JURIS - Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka" target="_blank">Pengaruh Kedalaman Lokasi Penangkapan Puerulus Lobster Pasir (Panulirus homarus) Terhadap Kualitas Benih di Perairan Labangka</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi formalin terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih lobster pada kedalaman yang berbeda, guna menentukan dosis optimal yang meminimalkan stres namun tetap efektif dalam pengendalian patogen. Selain itu, studi jangka panjang tentang pertumbuhan dan produksi benih lobster yang diambil dari kedalaman 28-30 meter dibandingkan dengan kedalaman lain dapat memberikan wawasan mengenai potensi peningkatan produksi budidaya secara berkelanjutan. Selanjutnya, penelitian mengenai dampak perubahan iklim, khususnya variasi suhu dan salinitas, terhadap distribusi optimal lokasi dan kedalaman penangkapan puerulus lobster pasir di perairan Labangka akan membantu dalam merumuskan strategi adaptif untuk menjaga kualitas benih di masa depan..
<br>Lokasi benih lobster yang berkualitas baik berada pada pantai Semara dengan nilai TKH mencapai 60-100% dan biomassa terendah 0,198A0,001 gram.Lokasi penangkapan yang baik untuk benih lobster berada pada kedalaman 28-30 meter (tengah), dengan nilai TKH berkisar 31,1% hingga 95,5%.Dengan demikian, kedalaman menengah di pantai Semara memberikan kondisi optimal untuk produksi benih lobster pasir
<br>Lobster pasir (Panulirus homarus) adalah jenis lobster dengan nilai ekonomi penting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kedalaman lokasi penangkapan puerulus lobster pasir (P. homarus) terhadap kualitas benih di perairan Labangka, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor, yaitu lokasi penangkapan dan kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lokasi penangkapan tidak memiliki pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup dan perubahan bobot biomassa lobster. Namun, faktor kedalaman dan waktu pengamatan memiliki pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap TKH dan perubahan bobot...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp" type="image/webp" length="101530" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-8ff2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-7e392.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/budidaya-lobster-pasir-faktor-lokasi-kedalaman-pen-thumb-a4ae7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Respon Imun Udang Vaname Litopenaeus vannamei Melalui Kombinasi Vitamin D3 Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Respon Imun Udang Vaname Litopenaeus vannamei Melalui Kombinasi Vitamin D3 Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Respon Imun Udang Vaname Litopenaeus vannamei Melalui Kombinasi Vitamin D3 Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54030-budidaya-udang-vaname-usaha-v" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54030-budidaya-udang-vaname-usaha-v" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:4fb3964c7f27a7d84a886f8872020f40</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="pangasius sp" label="pangasius sp" />
	<category term="qorie astria" label="qorie astria" />
	<category term="dian mutiara" label="dian mutiara" />
	<itunes:keywords><![CDATA[astria,dian,mutiara,pangasius,qorie,sp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi rentang dosis optimal Hyperol (vitamin D3, Ca, Mg) pada berbagai tahap pertumbuhan udang vaname selama periode yang lebih panjang, misalnya 180 hari, untuk menentukan efek kumulatif pada respon imun serta pertumbuhan. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi rentang dosis optimal Hyperol (vitamin D3, Ca, Mg) pada berbagai tahap pertumbuhan udang vaname selama periode yang lebih panjang, misalnya 180 hari, untuk menentukan efek kumulatif pada respon imun serta pertumbuhan. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-ae265.webp" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-ae265.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-ae265.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-ae265.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" alt="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" alt="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-94e98.webp" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-94e98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-94e98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-94e98.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" alt="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54030-budidaya-udang-vaname-usaha-v" title="JURIS - Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan" target="_blank">Peningkatan Respon Imun Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Melalui Kombinasi Vitamin D3, Mineral Ca Dan Mg Pada Pakan</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi rentang dosis optimal Hyperol (vitamin D3, Ca, Mg) pada berbagai tahap pertumbuhan udang vaname selama periode yang lebih panjang, misalnya 180 hari, untuk menentukan efek kumulatif pada respon imun serta pertumbuhan. Selanjutnya, kombinasi suplementasi Hyperol dengan probiotik atau prebiotik dapat diuji untuk melihat sinergi peningkatan parameter imun dan ketahanan terhadap patogen pada kondisi kualitas air yang beragam. Selain itu, analisis biayaAcmanfaat serta dampak lingkungan dari penerapan Hyperol secara skala komersial diperlukan untuk menilai kelayakan ekonomi, potensi residu kimia, dan keberlanjutan budidaya udang vaname di industri. Penelitian-penelitian tersebut akan memperluas pemahaman tentang mekanisme kerja Hyperol dan memberikan panduan praktis bagi petani udang dalam mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas secara berkelanjutan..
<br>Penambahan kombinasi vitamin D3, mineral Ca dan Mg pada pakan dapat meningkatkan respon imun udang vaname melalui penghitungan total hemosit dan pengamatan perbedaan jenis hemosit yang dipelihara selama 60 hari
<br>Udang vaname merupakan biota perikanan yang tidak memiliki kekebalan tubuh spesifik. Sehingga dalam teknis pembudidayaan udang lebih menerapkan prinsip pencegahan terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan respon imun udang vaname melalui penghitungan jumlah total hemosit dan pengamatan perbedaan jenis hemosit yang dipelihara selama 60 hari. Pengujian dilakukan dengan perlakuan kombinasi vitamin D3, mineral Ca dan Mg (Hyperol) pada pakan antara lain kontrol (pemeliharaan udang tanpa suplementasi Hyperol) dan pemeliharaan udang dengan penambahan suplementasi Hyperol pada pakan sebanyak 0,25AmL/kg pakan (A); 0,5AmL/kg pakan (B); 0,75AmL/kg pakan (C); dan 1AmL/kg pakan (D). Hasil terbaik yang didapatkan adalah perlakuan dengan penambahan suplementasi Hyperol 1AmL/kg pakan dengan jumlah total...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp" type="image/webp" length="143970" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-ae265.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-8493a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/budidaya-udang-vaname-usaha-vitamin-d3-hyperol-min-thumb-94e98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Design and Implementation of an IoT Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri Porang Cultivation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Design and Implementation of an IoT Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri Porang Cultivation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Design and Implementation of an IoT Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri Porang Cultivation ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54039-udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54039-udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:a10a7cd12c2c8dd3df9fc6aee21621db</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="nc license" label="nc license" />
	<category term="rji logo" label="rji logo" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,license,logo,nc,rji]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Pengembangan sistem multi-node: perluasan sistem menjadi arsitektur multi-node akan memungkinkan pemantauan dan kendali yang lebih luas di area pertanian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Pengembangan sistem multi-node: perluasan sistem menjadi arsitektur multi-node akan memungkinkan pemantauan dan kendali yang lebih luas di area pertanian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp 1x" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" alt="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-1d12a.webp" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-1d12a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-1d12a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-1d12a.webp 1x" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" alt="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-8fd18.webp" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-8fd18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-8fd18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-8fd18.webp 1x" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" alt="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54039-udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi" title="JURIS - Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation" target="_blank">Design and Implementation of an IoT-Based Automatic Irrigation and Environmental Monitoring System for Amorphophallus muelleri (Porang) Cultivation</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Pengembangan sistem multi-node: perluasan sistem menjadi arsitektur multi-node akan memungkinkan pemantauan dan kendali yang lebih luas di area pertanian yang lebih besar. Dengan menggunakan node-node tambahan, sistem dapat mengumpulkan data dari berbagai lokasi dan mengendalikan irigasi secara lebih terpusat. 2. Integrasi analitik data cerdas atau kecerdasan buatan: dengan mengintegrasikan analitik data cerdas atau kecerdasan buatan, sistem dapat menganalisis data lingkungan secara lebih canggih dan mengambil keputusan yang lebih cerdas mengenai waktu dan jumlah irigasi yang diperlukan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pertumbuhan tanaman. 3. Pengujian dan validasi di berbagai kondisi lingkungan: meskipun sistem telah diuji di bawah berbagai kondisi, pengujian lebih lanjut di berbagai lokasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan membantu memvalidasi kinerja dan keandalan sistem. Hal ini akan memastikan bahwa sistem dapat diterapkan secara luas di berbagai wilayah dengan kondisi lingkungan yang beragam..
<br>Sistem irigasi otomatis dan pemantauan lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya Amorphophallus muelleri (porang) telah dirancang dan diimplementasikan dengan sukses.Sistem ini terdiri dari sensor suhu dan kelembaban DHT22, sensor kelembaban tanah YL-69, sensor intensitas cahaya BH1770, dan sensor hujan, yang terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino Uno, modul Wi-Fi NodeMCU ESP8266, dan aplikasi Blynk untuk pemantauan real-time.Hasil kalibrasi menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, dengan nilai kesalahan sebesar 2,19% untuk sensor suhu, 1,75% untuk sensor kelembaban tanah, dan 5,09% untuk sensor intensitas cahaya.Sensor hujan juga berfungsi dengan baik dalam membedakan kondisi kering, hujan ringan, dan hujan lebat berdasarkan pembacaan ADC.Uji selama tiga hari menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan kondisi lingkungan dan mengaktifkan pompa air secara otomatis ketika kelembaban tanah turun di bawah ambang batas 50%.Sistem ini terbukti efektif dalam menjaga kelembaban tanah pada tingkat optimal dan meningkatkan efisiensi penggunaan air selama budidaya porang.Data lingkungan juga dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Blynk, sehingga sistem ini sangat cocok diterapkan dalam konsep pertanian cerdas, khususnya untuk berbagai jenis lahan dengan kebutuhan irigasi yang spesifik.Meskipun kinerjanya menjanjikan, sistem ini masih memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ketergantungan pada implementasi single-node dan potensi variabilitas pengukuran di bawah kondisi lapangan yang dinamis.Pekerjaan masa depan akan fokus pada perluasan sistem menjadi arsitektur multi-node dan integrasi analitik data cerdas atau kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan efisiensi irigasi
<br>Penanaman Amorphophallus muelleri (porang) di Indonesia sangat bergantung pada pola hujan dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan curah hujan. Ketergantungan ini seringkali menyebabkan pengelolaan irigasi yang tidak efisien dan pertumbuhan tanaman yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem irigasi otomatis dan pemantauan lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mendukung budidaya porang dan meningkatkan efisiensi pengelolaan air. Sistem ini diimplementasikan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno dan NodeMCU ESP8266, terintegrasi dengan sensor DHT22 (suhu dan kelembaban),...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp" type="image/webp" length="102990" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-9ec5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-1d12a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/udara-kelembaban-tanah-praktek-sistem-multi-penduk-thumb-8fd18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten Cyprinus carpio L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten Cyprinus carpio L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten Cyprinus carpio L ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54022-air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54022-air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:9e93ef84df4f2f5f109eb0c9ed08d68b</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="metode vitro" label="metode vitro" />
	<category term="slot jackpot" label="slot jackpot" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ilmu,jackpot,jurnal,metode,slot,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berbagai studi selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi dosis air kelapa muda agar ditemukan keseimbangan optimal antara energi dan osmolitas untuk sperma. Selain itu, penelitian dapat menggabungkan air kelapa muda dengan tambahan antioksidan alami seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berbagai studi selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi dosis air kelapa muda agar ditemukan keseimbangan optimal antara energi dan osmolitas untuk sperma. Selain itu, penelitian dapat menggabungkan air kelapa muda dengan tambahan antioksidan alami seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4fe18.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4fe18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4fe18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4fe18.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-e8d0c.webp" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-e8d0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-e8d0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-e8d0c.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" alt="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54022-air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas" title="JURIS - Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)" target="_blank">Efektivitas Penambahan Bahan Pengencer Sperma Yang Berbeda Terhadap Tingkat Keberhasilan Ginogenesis Ikan Mas Punten (Cyprinus carpio L.)</a>: Berbagai studi selanjutnya dapat mengeksplorasi variasi dosis air kelapa muda agar ditemukan keseimbangan optimal antara energi dan osmolitas untuk sperma. Selain itu, penelitian dapat menggabungkan air kelapa muda dengan tambahan antioksidan alami seperti ekstrak daun pepaya untuk menilai apakah kombinasi tersebut dapat memperpanjang umur sperma dan meningkatkan kualitas embrio. Selanjutnya, penelitian jangka panjang perlu dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan kesehatan karsel yang dihasilkan, sehingga dapat dipastikan bahwa teknik ginogenesis ini tidak hanya efektif secara reproduktif tetapi juga aman bagi kelangsungan populasi ikan mas punten..
<br>Penambahan bahan pengencer sperma memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan ginogenesis pada ikan mas punten.Perlakuan dengan air kelapa muda ditambah NaCl menghasilkan nilai motilitas, fertilisasi, hatching, dan survival rate terbaik.Oleh karena itu, air kelapa muda merupakan pengencer paling efektif untuk meningkatkan efisiensi ginogenesis ikan mas punten
<br>Ginogenesis merupakan proses terbentuknya zigot dari gamet betina tanpa kontribusi dari gamet jantan. Manfaat melakukan ginogenesis adalah mempercepat proses pemurnian, membuat populasi klon hanya dalam dua generasi, membuat populasi tunggal kelamin betina, mempercepat proses, dan mendeterminasi genotip jenis kelamin betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan bahan pengencer sperma yang berbeda terhadap tingkat keberhasilan ginogenesis ikan mas punten (Cyprinus carpio L.). Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 pengulangan: Sperma   100% NaCl; Sperma   50% madu   50% NaCl; Sperma   50% air kelapa muda   50% NaCl; Sperma   50% sari tebu   50% NaCl. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah sperma yang ditambahkan dengan air kelapa muda dan NaCl,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp" type="image/webp" length="201272" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4fe18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-4b00a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/air-kelapa-tua-ikan-punte-motilitas-hatching-rate-thumb-e8d0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di Tiga Kabupaten Sumatera Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54027-penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54027-penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:c762ee7c72526667ef08d6fd69b940cc</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="banyuasin ii" label="banyuasin ii" />
	<category term="dina melinda" label="dina melinda" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[banyuasin,dina,ii,ilmu,jurnal,melinda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" alt="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54027-penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar" title="JURIS - Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan" target="_blank">Karakteristik Morfometrik dan Meristik Ikan Putak Notopterus notopterus Di  Tiga Kabupaten Sumatera Selatan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi morfometrik dan meristik ikan putak berubah sepanjang tahun pada setiap stasiun, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh musiman terhadap pertumbuhan dan struktur tubuh ikan. Selain itu, penggunaan teknik DNA barcoding bersama analisis genetik populasi dapat membantu mengungkap struktur genetik serta tingkat diversitas antar populasi ikan putak di tiga kabupaten, memberikan wawasan tentang konektivitas dan potensi isolasi genetik. Selanjutnya, studi komprehensif mengenai faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan kecepatan aliran air dapat dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan hubungan sebabAcakibat antara kondisi habitat dan karakteristik morfometrik, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi upaya konservasi dan pengelolaan stok ikan putak yang lebih efektif..
<br>Karakteristik morfometrik ikan putak di ketiga stasiun menunjukkan adanya variasi status pertumbuhan, termasuk alometrik positif, negatif, dan isometrik, dengan korelasi yang bervariasi antara kuat, sedang, dan lemah.Karakteristik meristik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar stasiun.Rasio jenis kelamin tidak seimbang di stasiun 1 dan 3 (1.0,25), sementara di stasiun 2 rasio mendekati keseimbangan (1
<br>Perbedaan kondisi lingkungan tempat hidup ikan putak Notopterus notopterus dapat mempengaruhi distribusi dan variasi morfologi ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik morfometrik, meristik dan nisbah kelain Ikan putak di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang bersifat deskriptif dengan menggunakan Ikan putak sebagai objek penelitian. Pengambilan sampel ikan putak dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun tempat pengambilan sampel, yaitu stasiun 1 penampungan ikan putak yang ada di desa Epil Kabupaten Musi Banyuasin, Stasiun 2 terletak di BBI Sukarela Kabupaten Banyuasin, dan Stasiun 3 tengkulak ikan putak yang terletak di Sianjur 3 Kota Palembang. Sampel yang diperoleh diamati mengunakan acuan penelitian terdahulu dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" type="image/webp" length="96518" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-a02ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-2e95d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/penyakit-permukaan-tubuh-ikan-populasi-selar-hidup-thumb-e1f10.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Automation of Orchid Soil pH Using IoT Based Soil pH Sensor SKJ 001 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54026-evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54026-evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:2ed3ba0e7a2a7b00a6f0993c1fd1eb74</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="deli serdang" label="deli serdang" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="ipomea spp" label="ipomea spp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,deli,flag,ipomea,serdang,spp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp 1x" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" alt="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54026-evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi" title="JURIS - Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)" target="_blank">Automation of Orchid Soil pH Using IoT-Based Soil pH Sensor (SKJ-001)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem otomasi pH tanah yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur tambahan seperti pengendalian kelembaban tanah, suhu, dan cahaya. Hal ini dapat membantu menjaga kondisi optimal untuk pertumbuhan tanaman anggrek.2. Menerapkan sistem otomasi pH tanah ini pada skala yang lebih besar, seperti di kebun anggrek komersial atau di area pertanian yang luas. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu petani dalam mengelola pH tanah secara efisien dan efektif.3. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan kinerja sistem otomasi pH tanah, seperti meningkatkan akurasi sensor pH tanah, meningkatkan kecepatan respons sistem, dan meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani kondisi tanah yang bervariasi. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi lebih andal dan akurat dalam menjaga stabilitas pH tanah..
<br>A soil pH automation system for orchid plants has been designed using the SKJ-001 soil pH sensor, the HC-SR04 ultrasonic sensor, a 5-volt pump, and a relay, utilizing the NodeMCU ESP32 microcontroller.The average accuracy value obtained is 98.606%, the average precision value is 99.176%, and the average error is 0.Based on the soil pH measurement data obtained using the SKJ-001 sensor, processed by programming through the Arduino IDE and Blynk, and compared to the VT-05 soil pH moisture meter, the instrument meets the eligibility standards with an error of less than 5%.The measurement data can be downloaded in CSV format through Blynk and processed using Excel.The operation of the soil pH automation system can be monitored through the Blynk application, which sends soil pH data, solution height, and pump activity notifications from the NodeMCU ESP32 microcontroller via the internet for real-time remote monitoring
<br>Proses pertumbuhan dan perkembangan anggrek cymbidium memerlukan pH tanah sekitar 5,5-6,5. Jika tidak, akan menyebabkan penyerapan nutrisi rendah, yang berakibat daun menjadi kuning dan pertumbuhan lambat, sedangkan pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan akar tanaman mati. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan desain otomasi pH tanah berbasis IoT menggunakan sensor pH tanah SKJ-001 untuk menjaga stabilitas pH tanah dan mengurangi kegagalan pertumbuhan dan perkembangan anggrek akibat pH tanah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" type="image/webp" length="86304" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-b8675.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-2a94a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/evaluasi-respons-sistem-ultrasonic-sensor-kondisi-thumb-3c718.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1350-fisika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6824-journal-physical-society-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54028-racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54028-racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:2eb5b779f095912369fe33ca71d3e1a0</id>
	<published>2026-07-11T06:51:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T06:51:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="siti lestari" label="siti lestari" />
	<category term="heri wahyudi" label="heri wahyudi" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[heri,ilmu,jurnal,lestari,siti,wahyudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana program penanaman Sonneratia alba secara berskala mempengaruhi peningkatan keragaman dan fungsi ekosistem mangrove di Pulau Panjang, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah pengayaan jenis dapat meningkatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana program penanaman Sonneratia alba secara berskala mempengaruhi peningkatan keragaman dan fungsi ekosistem mangrove di Pulau Panjang, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah pengayaan jenis dapat meningkatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-240fc.webp" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-240fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-240fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-240fc.webp 1x" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" alt="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp 1x" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" alt="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-b2740.webp" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-b2740.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-b2740.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-b2740.webp 1x" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" alt="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54028-racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc" title="JURIS - Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir" target="_blank">Analisis Struktur Vegetasi dan Dominansi Spesies Mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, Sebagai Dasar Pengelolaan Ekosistem Pesisir</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana program penanaman Sonneratia alba secara berskala mempengaruhi peningkatan keragaman dan fungsi ekosistem mangrove di Pulau Panjang, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah pengayaan jenis dapat meningkatkan resilien terhadap perubahan lingkungan. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental untuk menguji pengaruh variasi salinitas dan tipe sedimen terhadap pertumbuhan dan dominansi spesies mangrove, guna mengetahui batas toleransi masingAcmasing spesies serta potensi adaptasi jangka panjang. Penelitian ketiga dapat memanfaatkan citra satelit dan teknik penginderaan jauh untuk memantau dinamika perubahan zonasi mangrove selama periode lima tahun, sehingga dapat menilai efektivitas intervensi rehabilitasi dan memberi dasar kebijakan berbasis data. Keempat, analisis biayaAcmanfaat dari program pengayaan jenis dibandingkan dengan pendekatan tradisional dapat memberikan wawasan ekonomi tentang keberlanjutan pengelolaan mangrove. Kelima, kajian partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi dapat mengungkap peran pengetahuan tradisional serta meningkatkan keberhasilan jangka panjang proyek konservasi..
<br>Analisis Indeks Nilai Penting (INP) mengungkap bahwa komunitas mangrove di Pulau Panjang didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa, sementara kontribusi spesies pionir Sonneratia alba masih rendah.Dominansi kuat dua spesies utama menyebabkan homogenitas komunitas dan menurunkan resilien ekosistem terhadap tekanan lingkungan.Oleh karena itu, diperlukan strategi pengayaan jenis dengan menanam Sonneratia alba serta spesies pelengkap lainnya untuk meningkatkan keragaman dan fungsi ekosistem mangrove
<br>Ekosistem mangrove di Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, menunjukkan dominansi tinggi oleh genus Rhizophora yang mencerminkan homogenitas komunitas dan potensi penurunan ketahanan ekosistem terhadap tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur vegetasi dan dominansi spesies mangrove melalui perhitungan Indeks Nilai Penting (INP) sebagai dasar pengelolaan pesisir berkelanjutan. Data vegetasi dikumpulkan menggunakan metode transek garis dan plot kuadran pada delapan stasiun pengamatan, dengan parameter kerapatan, frekuensi, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan Rhizophora mucronata memiliki INP tertinggi (125,27), diikuti Rhizophora stylosa (100,37), sedangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp" type="image/webp" length="103740" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-240fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-309c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/racemosa-rhizophora-stylosa-dominansi-spesies-sulc-thumb-b2740.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Catatan Pertama Rasbora einthovenii Bleeker 1851 Di Pulau Mendanau Kepulauan Bangka Belitung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Catatan Pertama Rasbora einthovenii Bleeker 1851 Di Pulau Mendanau Kepulauan Bangka Belitung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Catatan Pertama Rasbora einthovenii Bleeker 1851 Di Pulau Mendanau Kepulauan Bangka Belitung ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54020-akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54020-akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:f50492249a9a72730a0a448c12850f63</id>
	<published>2026-07-11T00:29:03+07:00</published>
	<updated>2026-07-11T00:29:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="siti lestari" label="siti lestari" />
	<category term="heri wahyudi" label="heri wahyudi" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[heri,ilmu,jurnal,lestari,siti,wahyudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi diversitas genetik dan struktur populasi Rasbora einthovenii di seluruh Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan teknik DNA barcoding serta analisis mikrosatelit, sehingga dapat mengungkap tingkat konektivitas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi diversitas genetik dan struktur populasi Rasbora einthovenii di seluruh Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan teknik DNA barcoding serta analisis mikrosatelit, sehingga dapat mengungkap tingkat konektivitas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-40867.webp" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-40867.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-40867.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-40867.webp 1x" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" alt="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-16b80.webp" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-16b80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-16b80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-16b80.webp 1x" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" alt="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp 1x" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" alt="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54020-akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau" title="JURIS - Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung" target="_blank">Catatan Pertama Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851)Di Pulau Mendanau, Kepulauan Bangka Belitung</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi diversitas genetik dan struktur populasi Rasbora einthovenii di seluruh Kepulauan Bangka Belitung dengan menggunakan teknik DNA barcoding serta analisis mikrosatelit, sehingga dapat mengungkap tingkat konektivitas antar pulau termasuk Mendanau. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menilai toleransi ekologis spesies ini terhadap variasi parameter kualitas air seperti pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut, untuk memahami batas adaptasi dan potensi penyebaran ke habitat baru. Terakhir, investigasi kelayakan domestikasi Rasbora einthovenii sebagai sumber broodstock harus mencakup percobaan pembiakan terkontrol, pemantauan pertumbuhan, serta evaluasi risiko inbreeding, sehingga dapat memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan budidaya berkelanjutan. Ketiga fokus penelitian tersebut akan melengkapi pengetahuan yang masih terbatas, memperkuat strategi konservasi, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui akuakultur yang berbasis pada spesies endemik..
<br>Keberadaan Rasbora einthovenii di Pulau Mendanau dilaporkan pertama kali dalam publikasi ini.Spesimen yang ditemukan memiliki karakter morfometrik panjang total 5,35AAA0,24Acm dan panjang standar 4,37AAA0,13Acm, serta dipastikan melalui karakter meristik D.Temuan distribusi ini menambah pengetahuan tentang penyebaran geografis spesies ini di Indonesia
<br>Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan ikan natif dan endemik yang tinggi. Belum semua wilayah di kepulauan ini telah teridentifikasi iktiofaunanya. Salah satu spesies ikan air tawar natif populer adalah Rasbora einthovenii (Bleeker, 1851) dari famili Cyprinidae yang memiliki sebaran luas di Paparan Sunda. Spesies dengan nama dagang internasional Blue line rasbora telah lama menjadi salah satu jenis ikan hias yang diimpor Amerika Serikat dari Asia. Di Kepulauan Bangka Belitung, spesies ini memiliki catatan keberadaannya di Pulau Bangka dan Belitung. Namun belum pernah diidentifikasi keberadaannya di Pulau Mendanau yang berada di antara Pulau Bangka dan Belitung. Ekplorasi R. enthovenii di Pulau Mendanau bertujuan untuk melaporkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp" type="image/webp" length="198196" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-40867.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-16b80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/akuarium-ikan-hias-bangka-belitung-mahasiswa-pulau-thumb-1815d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54032-tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54032-tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-11:c273e14565f6595c56eefe808e08212a</id>
	<published>2026-07-10T21:53:28+07:00</published>
	<updated>2026-07-10T21:53:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="leni maryani" label="leni maryani" />
	<category term="rico rico 11" label="rico rico 11" />
	<category term="jurnal ilmu" label="jurnal ilmu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[11,ilmu,jurnal,leni,maryani,rico]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh adopsi teknologi penangkapan modern terhadap produktivitas nelayan di Sumatera Selatan dengan membandingkan kelompok nelayan yang menggunakan teknologi terkini dan yang masih memakai peralatan tradisional, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh adopsi teknologi penangkapan modern terhadap produktivitas nelayan di Sumatera Selatan dengan membandingkan kelompok nelayan yang menggunakan teknologi terkini dan yang masih memakai peralatan tradisional, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-db0e0.webp" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-db0e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-db0e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-db0e0.webp 1x" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-93f61.webp" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-93f61.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-93f61.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-93f61.webp 1x" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" alt="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54032-tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan" title="JURIS - Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan" target="_blank">Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh adopsi teknologi penangkapan modern terhadap produktivitas nelayan di Sumatera Selatan dengan membandingkan kelompok nelayan yang menggunakan teknologi terkini dan yang masih memakai peralatan tradisional, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan efisiensi penangkapan ikan. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengintegrasikan data iklim dan variabilitas musim guna menilai dampak perubahan cuaca serta fenomena ENSO terhadap fluktuasi produksi perikanan tangkap, yang dapat memberikan wawasan tentang adaptasi strategi penangkapan di masa depan. Terakhir, analisis spasial menggunakan GIS dan data remote sensing dapat dilakukan untuk memetakan distribusi usaha penangkapan ikan serta hubungannya dengan zona ekologi, guna menentukan area dengan potensi produksi tinggi dan mengoptimalkan alokasi sumber daya perikanan secara berkelanjutan..
<br>Jumlah nelayan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi ikan tangkap di perairan laut, yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, pola cuaca, musim, serta karakteristik tradisional dan tingkat pengetahuan yang rendah.Demikian pula, jumlah perahu motor tempel tidak berpengaruh terhadap produksi ikan tangkap karena masih menggunakan teknologi rendah dan bersifat tradisional.Kedua faktor tersebut menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap hasil tangkapan ikan di Sumatera Selatan
<br>Potensi perikanan tangkap laut belum dimanfaatkan secara optimal di Sumatera Selatan. Nelayan sebagai tenaga kerja usia produktif di wilayah pesisir merupakan subjek pengelolaan sumber daya perairan setempat selain perahu motor tempel yang merupakan salah satu elemen utama dalam meningkatkan produktivitas nelayan. Penelitian menggunakan data deret waktu, yaitu jumlah perahu motor tempel, nelayan, dan ikan yang ditangkap selama tahun 2013 dan 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah perahu motor tempel dan nelayan dalam mempengaruhi jumlah ikan yang ditangkap. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam analisis data. R2 = 0,032 menunjukkan bahwa jumlah perahu motor tempel dan nelayan memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap jumlah ikan yang ditangkap. Nilai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp" type="image/webp" length="79324" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-db0e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-6ee3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/tangkapan-ikan-optimalisasi-hasil-penangkapan-prod-thumb-93f61.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1911-univpgri-palembang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13320-jurnal-ilmu-ilmu-perikanan-budidaya-perairan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sat, 11 Jul 2026 07:36:46 +0700. 12 items. Served in: 4.97 seconds [atom] -->
