<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.254-28jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.254-28jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-28T16:18:20+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Ukraine War as a Cause of Food Crisis A Framing Analysis of Three Giant International Media ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ukraine War as a Cause of Food Crisis A Framing Analysis of Three Giant International Media ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ukraine War as a Cause of Food Crisis A Framing Analysis of Three Giant International Media ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56926-pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56926-pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:3a74eefc775d440cfe8b6a0689fd4c40</id>
	<published>2026-07-28T13:47:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T13:47:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="rouli manalu" label="rouli manalu" />
	<category term="jurnal iski" label="jurnal iski" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,iski,jurnal,manalu,rouli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana framing media tentang krisis pangan memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen di negaraAcnegara berkembang, misalnya dengan menguji pertanyaan: 'Bagaimana persepsi masyarakat terhadap penyebab krisis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana framing media tentang krisis pangan memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen di negaraAcnegara berkembang, misalnya dengan menguji pertanyaan: 'Bagaimana persepsi masyarakat terhadap penyebab krisis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp 1x" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" alt="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-fa3af.webp" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-fa3af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-fa3af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-fa3af.webp 1x" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" alt="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-b29f3.webp" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-b29f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-b29f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-b29f3.webp 1x" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" alt="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56926-pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan" title="JURIS - Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media" target="_blank">Ukraine War as a Cause of Food Crisis: A Framing Analysis of Three Giant International Media</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana framing media tentang krisis pangan memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen di negaraAcnegara berkembang, misalnya dengan menguji pertanyaan: 'Bagaimana persepsi masyarakat terhadap penyebab krisis pangan dipengaruhi oleh framing yang diberikan oleh media internasional versus media lokal?'. Selain itu, studi lanjutan dapat memperluas cakupan sumber berita dengan memasukkan platform media sosial dan outlet berita digital lainnya untuk menjawab pertanyaan: 'Apakah pola framing pada media sosial berbeda secara signifikan dari media tradisional dalam menyoroti konflik RusiaAcUkraina, perubahan iklim, dan pandemi COVIDAc19 sebagai penyebab krisis pangan?'. Terakhir, penelitian longitudinal dapat meneliti evolusi framing selama periode yang lebih panjang dan dampaknya terhadap kebijakan publik, melalui pertanyaan: 'Bagaimana perubahan framing media selama periode 2020Ac2025 memengaruhi keputusan kebijakan pemerintah terkait keamanan pangan dan apakah terdapat korelasi antara intensitas framing dan implementasi kebijakan mitigasi?'. Dengan menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif, serta melibatkan responden dari berbagai latar belakang, penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi penanggulangan krisis pangan yang lebih efektif..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa media internasional membingkai krisis pangan global dengan tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim, pandemi COVIDAc19, dan konflik RusiaAcUkraina, di mana konflik tersebut menjadi penyebab paling signifikan (lebih dari 39%).Konflik ini mengganggu produksi dan distribusi pangan dunia, sementara perubahan iklim serta pandemi memperburuk ketahanan pangan melalui kekeringan, banjir, dan gangguan rantai pasokan.Oleh karena itu, perang RusiaAcUkraina dipandang sebagai faktor utama yang memperparah krisis pangan, terutama bagi negaraAcnegara miskin yang sangat bergantung pada impor pangan
<br>Ketersediaan pangan merupakan salah satu hal penting yang harus dipenuhi oleh setiap negara agar rakyatnya dapat hidup sehat dan aktif. Saat ini, dunia menghadapi ketidakamanan pangan yang mengancam kesejahteraan manusia. Dunia, yang belum pulih dari efek domino perubahan iklim, pandemi COVIDAc19, dan yang terbaru perang RusiaAcUkraina, semakin tidak siap menghadapi krisis pangan global. Malnutrisi, kelaparan massal, dan kelaparan ekstrem akan menjadi masalah utama jika krisis ini berlanjut. Peringatan tentang krisis pangan global yang sering diabaikan telah menempatkan sistem pangan dunia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp" type="image/webp" length="92670" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-3886f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-fa3af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/pembatasan-impor-pangan-ketahanan-keamanan-keluarg-thumb-b29f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan Transplanting II ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan Transplanting II ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan Transplanting II ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56931-produksi-pisang-buah-cacahan-batang" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56931-produksi-pisang-buah-cacahan-batang" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:498dc6366a811c483dcc70de8d0eaa61</id>
	<published>2026-07-28T13:47:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T13:47:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="glycine max" label="glycine max" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="de geer" label="de geer" />
	<itunes:keywords><![CDATA[de,geer,glycine,header,max,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh dosis kompos yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan bibit pisang Barangan, untuk menentukan dosis optimal yang dapat meningkatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh dosis kompos yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan bibit pisang Barangan, untuk menentukan dosis optimal yang dapat meningkatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp" title="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" alt="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-f5914.webp" title="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-f5914.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-f5914.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-f5914.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" alt="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56931-produksi-pisang-buah-cacahan-batang" title="JURIS - Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)" target="_blank">Pengaruh Berbagai Jenis dan Dosis Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan pada Tahap Aklimatisasi di Lapangan (Transplanting II)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh dosis kompos yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan bibit pisang Barangan, untuk menentukan dosis optimal yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit secara signifikan. 2. Melakukan studi komparatif antara penggunaan kompos kotoran ayam dan kompos batang pisang, untuk menentukan manfaat dan keunggulan masing-masing jenis kompos terhadap pertumbuhan bibit pisang. 3. Meneliti pengaruh kombinasi kompos kotoran ayam dan kompos batang pisang pada media tanam, untuk mengeksplorasi potensi sinergi antara kedua jenis kompos tersebut dalam mendukung pertumbuhan bibit pisang Barangan..
<br>Penggunaan kompos batang pisang, kompos kotoran ayam dan kosarmas dengan dosis 2,5 - 15 g per kg media tanam, menghasilkan pertumbuhan bibit pisang Barangan yang baik pada tahap aklimatisasi (transplanting II), dan siap pindah tanam pada umur 2 bulan, sesuai dengan persyaratan bibit yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.Kompos kotoran ayam terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bibit pisang Barangan asal kultur jaringan, meskipun peningkatan pertumbuhan tersebut relatif tidak jauh berbeda dengan peningkatan pertumbuhan dengan penggunaan kompos batang pisang maupun kosarmas
<br>Pisang merupakan buah tropis yang banyak disukai masyarakat. Di Indonesia, permintaan buah pisang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya teknologi industri pengolahan pisang. Salah satu jenis pisang yang sangat digemari oleh konsumen adalah pisang Barangan. Peningkatan produksi pisang Barangan harus diikuti dengan perbaikan teknik budidaya dan perluasan areal penanamannya. Perluasan areal penanaman memerlukan bibit pisang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat, serta bebas dari organisme pengganggu tanaman. Oleh sebab itu saat ini telah dikembangkan perbanyakan bibit pisang melalui kultur jaringan. Bibit pisang asal kultur jaringan memerlukan media aklimatisasi dengan komposisi campuaran media tanam yang baik agar diperoleh bibit yang siap pindah tanam dalam waktu yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp" type="image/webp" length="128754" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-11d82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/produksi-pisang-buah-cacahan-batang-kulit-goroho-p-thumb-f5914.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-330-unbari.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18005-one-moment-please.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56916-sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56916-sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:a3873e6e8ac3707a85d15be80c41c47b</id>
	<published>2026-07-28T13:47:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T13:47:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="generation z" label="generation z" />
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="dedy irwandy" label="dedy irwandy" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,dedy,generation,irwandy,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif tentang difusi pertanian organik di berbagai negara dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran pemimpin ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif tentang difusi pertanian organik di berbagai negara dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran pemimpin ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp 1x" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" alt="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-3a3ab.webp" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-3a3ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-3a3ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-3a3ab.webp 1x" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" alt="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-f12a5.webp" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-f12a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-f12a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-f12a5.webp 1x" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" alt="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56916-sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi" title="JURIS - Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change" target="_blank">Diffusion of Organic Agriculture Communication Innovations as an Effort to Mitigate Climate Change</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif tentang difusi pertanian organik di berbagai negara dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kebijakan yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran pemimpin lokal dan kampanye berbasis masyarakat dalam mendorong petani kecil untuk beralih ke sistem organik. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pendekatan berbasis hikmat lokal dapat menjadi model yang relevan untuk negara-negara berkembang dengan struktur masyarakat yang kuat. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana komunikasi inovasi dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya lokal, seperti Tri Hita Karana di Bali, untuk meningkatkan adopsi pertanian organik. Studi ini dapat memberikan sumbangsih bagi strategi komunikasi pertanian yang lebih terkontekstualisasi, partisipatif, dan berbasis budaya lokal untuk mengatasi tantangan perubahan iklim dan memperluas praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia..
<br>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa langkah efektif yang dapat diterima oleh petani untuk beralih ke pertanian organik adalah melalui pengembangan sistem sosial yang erat kaitannya dengan hikmat lokal, serta partisipasi aktif dari pemimpin tradisional atau pejabat desa yang memiliki dan memperoleh kepercayaan masyarakat.Strategi terkait distribusi produk pertanian organik dan inovasi yang dilakukan dapat mendorong semangat petani untuk beralih ke pertanian organik.Pendekatan utama adalah kemampuan interaktif yang didasarkan pada penempatan ide untuk menanamkan kepercayaan dalam transisi dari pola pertanian konvensional ke pola organik.Pertanian Bali tidak hanya dilihat dari perspektif ekonomi, tetapi juga sebagai kompleks dan harmoni yang saling terkait antara alam, budaya, dan kehidupan sosial yang terus dilestarikan dan dikembangkan untuk mewujudkan pertanian Bali yang berkelanjutan.Secara khusus, untuk Kelompok Tani Subak Wengaya Betan, Provinsi Bali, sistem pertanian organik dapat menjadi salah satu upaya untuk merespons dampak perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan
<br>Penggunaan pupuk dan pestisida sintetis yang telah berlangsung lama telah menciptakan kebiasaan dan ketergantungan di kalangan petani. Bahan-bahan anorganik telah menjadi hal yang umum dan seolah-olah tidak ada pilihan lain untuk digunakan sebagai bahan pertanian. Pada dasarnya, bahan-bahan produksi pertanian berbasis sintetis dapat merusak lingkungan dan berpotensi merugikan petani. Sebagian besar petani di Kelompok Tani Subak Wengaya Betan telah beralih dari penggunaan bahan anorganik ke bahan organik hingga saat ini. Hal ini seharusnya menjadi contoh bagi petani di Subak Wengaya Betan untuk dapat mengadopsi inovasi pertanian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp" type="image/webp" length="101342" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-07a54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-3a3ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/sistem-organik-difusi-inovasi-komunikasi-mitigasi-thumb-f12a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus TMV dan Cucumber Mosaic Virus CMV pada Chaenopodium amaranticolor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus TMV dan Cucumber Mosaic Virus CMV pada Chaenopodium amaranticolor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus TMV dan Cucumber Mosaic Virus CMV pada Chaenopodium amaranticolor ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56933-cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56933-cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:d9bc8fb8e9f17a5491018852703b8163</id>
	<published>2026-07-28T13:47:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T13:47:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="glycine max" label="glycine max" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="de geer" label="de geer" />
	<itunes:keywords><![CDATA[de,geer,glycine,header,max,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara sistematis pengaruh variasi pH sap terhadap stabilitas dan daya infektifitas Tobacco Mosaic Virus (TMV) serta Cucumber Mosaic Virus (CMV), dengan menguji rentang pH 3 sampai 9 serta mencatat perubahan titik ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara sistematis pengaruh variasi pH sap terhadap stabilitas dan daya infektifitas Tobacco Mosaic Virus (TMV) serta Cucumber Mosaic Virus (CMV), dengan menguji rentang pH 3 sampai 9 serta mencatat perubahan titik ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-8c008.webp" title="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-8c008.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-8c008.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-8c008.webp 1x" title="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" alt="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp" title="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp 1x" title="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" alt="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56933-cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas" title="JURIS - Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor" target="_blank">Uji Infektivitas Tobacco Mosaic Virus (TMV)  dan Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada Chaenopodium amaranticolor</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara sistematis pengaruh variasi pH sap terhadap stabilitas dan daya infektifitas Tobacco Mosaic Virus (TMV) serta Cucumber Mosaic Virus (CMV), dengan menguji rentang pH 3 sampai 9 serta mencatat perubahan titik panas inaktivasi dan batas pengenceran, sehingga dapat ditentukan kondisi pH optimal untuk penyimpanan jangka panjang virus dalam sap. Selanjutnya, studi perbandingan infektivitas kedua virus pada beberapa tanaman indikator lain, seperti Nicotiana benthamiana, Solanum lycopersicum, dan Cucumis sativus, dapat memberikan gambaran mengenai spektrum host, perbedaan respons lokal versus sistemik, serta memperkuat validitas Chaenopodium amaranticolor sebagai model deteksi awal. Selain itu, penelitian dapat mengkaji efek kombinasi perlakuan termal (misalnya pemanasan pada 60AAC, 80AAC, dan 100AAC selama 5Ac15Amenit) dengan penambahan agen kimia antiAcoksidan atau surfaktan (seperti asam askorbat atau TweenAc20) terhadap inaktivasi CMV, untuk mengidentifikasi protokol yang lebih efisien dalam menonaktifkan virus pada bahan tanaman. Pendekatan genetik juga dapat diterapkan dengan melakukan sequencing lengkap pada isolat TMV dan CMV yang diuji, guna mengidentifikasi mutasi yang berkontribusi pada perbedaan stabilitas termal dan resistensi terhadap pengenceran, serta menghubungkannya dengan fenotipe infeksinya. Akhirnya, uji lapangan yang melibatkan aplikasi prosedur penyimpanan dan inaktivasi yang telah dioptimalkan pada skala pilot dapat menilai dampak praktis terhadap pengendalian penyebaran virus di kebun komersial, sehingga menghasilkan rekomendasi manajemen yang berbasiskan bukti ilmiah..
<br>TMV masih bersifat infeksius pada pengenceran antara 10-5 dan 10-6 serta pada perlakuan suhu 90AC.CMV tidak infektif pada pengenceran antara 10-1 dan 10-2 serta pada suhu antara 40AC dan 50AC.Kedua virus menunjukkan perbedaan stabilitas fisik dalam sap Chaenopodium amaranticolor
<br>Uji infektivitas merupakan salah satu kelengkapan dalam mengetahui sifat fisik virus. Penentuan sifat fisik virus dapat dilakukan dengan melakukan pengujian titik panas inaktivasi (Thermal inactivation point/TIP), ketahanan in vitro (Longevity in vitro/LIV), dan titik batas pengenceran (Dilution end point/DEP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui infektivitas TMV dan CMV dalam sap melalui LIV, DEP, dan TIP pada tanaman Chaenopodium amaranticolor. Pengujian LIV dilakukan dengan inkubasi sap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp" type="image/webp" length="128168" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-8c008.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/cymbidium-mosaic-virus-infektivitas-tmv-cmv-panas-thumb-5f03c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-330-unbari.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18005-one-moment-please.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Influence of the graph density on approximate algorithms for the graph vertex coloring problem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Influence of the graph density on approximate algorithms for the graph vertex coloring problem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Influence of the graph density on approximate algorithms for the graph vertex coloring problem ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56929-kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56929-kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:cc9636ee1e75627aa80c5eec5e82050c</id>
	<published>2026-07-28T11:11:17+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T11:11:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="design solar" label="design solar" />
	<category term="gain 50 w dc" label="gain 50 w dc" />
	<category term="design small" label="design small" />
	<itunes:keywords><![CDATA[50,dc,design,gain,small,solar,w]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan algoritma yang lebih efisien untuk masalah pewarnaan vertex graf dengan mempertimbangkan kepadatan graf. Penelitian ini dapat berfokus pada perancangan algoritma baru yang dapat menghasilkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan algoritma yang lebih efisien untuk masalah pewarnaan vertex graf dengan mempertimbangkan kepadatan graf. Penelitian ini dapat berfokus pada perancangan algoritma baru yang dapat menghasilkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-2f40f.webp" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-2f40f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-2f40f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-2f40f.webp 1x" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" alt="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp 1x" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" alt="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-b8afa.webp" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-b8afa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-b8afa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-b8afa.webp 1x" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" alt="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56929-kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik" title="JURIS - Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem" target="_blank">Influence of the graph density on approximate algorithms  for the graph vertex coloring problem</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan algoritma yang lebih efisien untuk masalah pewarnaan vertex graf dengan mempertimbangkan kepadatan graf. Penelitian ini dapat berfokus pada perancangan algoritma baru yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat, terutama untuk graf dengan kepadatan tinggi. Selain itu, studi komparatif antara berbagai algoritma pewarnaan graf dapat dilakukan untuk menentukan algoritma mana yang paling efektif dalam berbagai skenario kepadatan graf. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mengoptimalkan algoritma yang ada, seperti dengan menggunakan teknik-teknik pencarian lokal atau pendekatan berbasis kecerdasan buatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan algoritma pewarnaan graf yang lebih kuat dan efisien, yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti desain jaringan, analisis data, dan optimisasi sistem..
<br>Hasil eksperimen menunjukkan bahwa untuk graf G1 - G19, algoritma GC-IDX menghasilkan solusi yang lebih baik daripada algoritma GC-RND dalam kebanyakan kasus.Hanya dalam dua kasus, algoritma GC-RND menghasilkan solusi yang sebanding dengan algoritma GC-IDX.ketika kepadatan graf melebihi 85%, jumlah warna yang diperlukan meningkat secara signifikan untuk kedua algoritma.Namun, bahkan pada kepadatan 95%, jumlah warna yang diperlukan untuk mewarnai vertex graf tidak melebihi setengah jumlah vertex.Ini adalah temuan penting yang menunjukkan bagaimana peningkatan kepadatan graf mempengaruhi jumlah kelas kromatik yang dihasilkan oleh algoritma.Ketika kepadatan graf meningkat dari 95% hingga 100%, jumlah warna yang diperlukan untuk mewarnai graf meningkat secara signifikan.Namun, untuk nilai kepadatan graf di atas 97%, kedua algoritma menghasilkan solusi identik.Kompleksitas kedua algoritma adalah kuadratik, tergantung terutama pada jumlah vertex dalam graf dan dalam tingkat yang lebih rendah pada kepadatan, yaitu jumlah tepi.Hasil menunjukkan bahwa dengan peningkatan signifikan kepadatan graf, yaitu peningkatan yang signifikan dalam jumlah tepi, waktu eksekusi kedua algoritma berubah tidak signifikan dan hampir linier, dengan hanya peningkatan yang sangat kecil
<br>Penelitian ini mengeksplorasi dua algoritma heuristik yang dirancang untuk menyelesaikan masalah pewarnaan graf secara efisien. Kode implementasi kedua algoritma disediakan untuk pemahaman yang lebih baik dan aplikasi praktis. Metode eksperimental dibahas secara mendalam untuk memastikan kejelasan dan reproduksibilitas. Waktu eksekusi algoritma diukur dengan menjalankan aplikasi uji enam kali untuk setiap graf yang dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa algoritma pertama umumnya menghasilkan solusi yang lebih baik daripada algoritma kedua. Hanya dalam dua kasus, algoritma pertama menghasilkan solusi yang sebanding dengan algoritma kedua. Hasil mengungkapkan tren lain: ketika kepadatan graf melebihi 85%, jumlah warna yang diperlukan meningkat secara signifikan untuk kedua algoritma....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp" type="image/webp" length="89452" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-2f40f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-a1cdb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kepadatan-graf-algoritma-heuristik-nomor-kromatik-thumb-b8afa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-631-iaescore.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2949-international-journal-electrical-computer-engineering.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ An efficient direction oriented block based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction oriented block based inpainting ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An efficient direction oriented block based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction oriented block based inpainting ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An efficient direction oriented block based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction oriented block based inpainting ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56928-video-inpainting-block-matching-adaptive-search-re" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56928-video-inpainting-block-matching-adaptive-search-re" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:f6d49284a120c56e5271a34cb572d821</id>
	<published>2026-07-28T09:36:08+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T09:36:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="design solar" label="design solar" />
	<category term="gain 50 w dc" label="gain 50 w dc" />
	<category term="design small" label="design small" />
	<itunes:keywords><![CDATA[50,dc,design,gain,small,solar,w]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki integrasi estimasi gerakan berbasis jaringan saraf dalam algoritma ADSRAcDOBI untuk meningkatkan kemampuan penanganan gerakan kompleks dan wilayah yang terhalang, sehingga memperkaya kualitas inpainting pada adegan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki integrasi estimasi gerakan berbasis jaringan saraf dalam algoritma ADSRAcDOBI untuk meningkatkan kemampuan penanganan gerakan kompleks dan wilayah yang terhalang, sehingga memperkaya kualitas inpainting pada adegan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp 1x" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" alt="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-776ad.webp" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-776ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-776ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-776ad.webp 1x" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" alt="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-b4491.webp" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-b4491.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-b4491.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-b4491.webp 1x" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" alt="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56928-video-inpainting-block-matching-adaptive-search-re" title="JURIS - An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting" target="_blank">An efficient direction oriented block-based video inpainting using morphological operations and adaptively dimensioned search region with direction-oriented block-based inpainting</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki integrasi estimasi gerakan berbasis jaringan saraf dalam algoritma ADSRAcDOBI untuk meningkatkan kemampuan penanganan gerakan kompleks dan wilayah yang terhalang, sehingga memperkaya kualitas inpainting pada adegan dinamis. Selanjutnya, diperlukan evaluasi komprehensif algoritma pada berbagai kumpulan data video dunia nyata, termasuk kondisi pencahayaan rendah, kecepatan kamera tinggi, dan variasi konten, guna menguji generalisasi dan ketahanan metode terhadap variasi lingkungan. Selain itu, pengembangan implementasi realActime pada perangkat tepi atau arsitektur GPU dapat menjadi fokus, dengan tujuan mengoptimalkan kecepatan proses inpainting untuk aplikasi streaming langsung. Penelitian juga dapat mengeksplorasi kombinasi teknik patchAcbased tradisional dengan pendekatan blockAcmatching adaptif untuk mengurangi artefak pada tekstur halus, khususnya pada objek wajah atau teks. Akhirnya, studi perbandingan antara ADSRAcDOBI dan model deepAclearning mutakhir seperti transformerAcbased video inpainting dapat memberikan wawasan tentang tradeAcoff antara akurasi, kecepatan, dan kebutuhan sumber daya komputasi..
<br>Video inpainting menghilangkan atau memulihkan wilayah yang hilang dalam video dengan memanfaatkan informasi spasial dan temporal.Algoritma block matching ADSRAcDOBI yang diusulkan berhasil mengidentifikasi dan mengisi wilayah target menggunakan konten latar belakang yang cocok, serta menunjukkan nilai PSNR 22,19 dan waktu inpainting 3,43 detik yang lebih baik dibandingkan metode eksisting.Temuan ini membuktikan efisiensi ADSRAcDOBI, dan penelitian lanjutan dapat meningkatkan metode dengan menangani wilayah terhalang serta memperbaiki kemampuan penanganan gerakan
<br>Inpainting video merupakan teknik dalam bidang visi komputer yang digunakan untuk menghilangkan objek yang tidak diinginkan dari urutan video sambil mempertahankan konsistensi visual, sehingga perubahan tidak dapat terdeteksi oleh mata manusia. Makalah ini memperkenalkan model inpainting video yang akurat berbasis wilayah pencarian berukuran adaptif dengan algoritma directionAcoriented blockAcbased inpainting (ADSRAcDOBI). Model tersebut bekerja dalam lima fase utama: praAcpemrosesan, pemisahan latar belakang, operasi morfologi, penghapusan objek, dan inpainting video. Pada tahap awal video masukan diubah menjadi frame, kemudian dilakukan praAcpemrosesan seperti deionisasi dan perubahan ukuran. FrameAcframe tersebut selanjutnya diproses menggunakan modul pengurangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp" type="image/webp" length="90592" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-c901c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-776ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/inpainting-block-matching-adaptive-search-region-w-thumb-b4491.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-631-iaescore.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2949-international-journal-electrical-computer-engineering.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56917-kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56917-kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:787e0b5b47f375dc5e50ab483cf39f2e</id>
	<published>2026-07-28T09:11:44+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T09:11:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="capital city" label="capital city" />
	<category term="revisiting e" label="revisiting e" />
	<category term="generation z" label="generation z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[capital,city,e,generation,revisiting,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pelatihan kompetensi jurnalistik yang komprehensif. Model ini dapat mencakup modul-modul pelatihan yang menyeluruh, mulai dari kesadaran ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pelatihan kompetensi jurnalistik yang komprehensif. Model ini dapat mencakup modul-modul pelatihan yang menyeluruh, mulai dari kesadaran ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-46e55.webp" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-46e55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-46e55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-46e55.webp 1x" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" alt="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-8c3b9.webp" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-8c3b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-8c3b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-8c3b9.webp 1x" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" alt="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp 1x" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" alt="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56917-kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu" title="JURIS - Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province" target="_blank">Implementing Journalistic Competence in Realizing Press Professionalism in Riau Province</a>: Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pelatihan kompetensi jurnalistik yang komprehensif. Model ini dapat mencakup modul-modul pelatihan yang menyeluruh, mulai dari kesadaran etika hingga keterampilan praktis dalam peliputan berita. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis, seperti program-program beasiswa atau insentif finansial yang dapat menarik talenta-talenta muda ke dalam industri pers. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki peran masyarakat dalam mempromosikan profesionalisme pers, termasuk bagaimana masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam mengawasi dan mendukung jurnalis dalam melaksanakan tanggung jawab sosial mereka..
<br>Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi jurnalis diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme pers.Jadi, jelas bahwa kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan adalah faktor utama yang mendorong jurnalis untuk berhasil dalam karya jurnalistik berkualitas.Bagian-bagian kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan terlihat dalam hal pemahaman jurnalis dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam aktivitas harian.Temuan penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian 1 (RQ1) dengan menjelaskan bagaimana jurnalis di Provinsi Riau, Indonesia, memahami kompetensi jurnalis dan bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai ini.Penelitian ini dilanjutkan dengan diskusi bersama jurnalis senior dan beberapa komponen yang bermitra dengan pers di daerah.Hasilnya, penerapan kompetensi jurnalis di Riau dianggap baik, meskipun dalam banyak kasus, penerapan nilai-nilai kompetensi jurnalis masih kurang.Penelitian ini menjawab RQ2, yang menjelaskan penerapan kompetensi jurnalis dan implementasi tanggung jawab sosial jurnalis terhadap masyarakat.Penelitian ini menekankan rendahnya tingkat pendidikan jurnalis, kualitas kesejahteraan jurnalis yang tidak memadai, dan kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam membangun pers nasional berkualitas
<br>Untuk menjamin profesionalisme, setiap jurnalis harus memenuhi satu faktor penting yang disebut kompetensi jurnalistik. Kompetensi jurnalistik dinilai melalui tiga aspek utama: kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Jurnalis yang kompeten seharusnya mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan mendukung terwujudnya profesionalisme pers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jurnalis tentang kompetensi jurnalis dan memungkinkan mereka menerapkan nilai-nilai kompetensi di lapangan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau, Indonesia, menggunakan metode kualitatif dengan teknik sampling purposive. Enam jurnalis, terdiri dari tiga jurnalis bersertifikat kompetensi dan tiga jurnalis non-bersertifikat kompetensi, diwawancarai secara mendalam. Dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp" type="image/webp" length="88272" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-46e55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-8c3b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/kompetensi-jurnalistik-profesionalisme-pers-tanggu-thumb-44019.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hijab Fantasy on Instagram Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hijab Fantasy on Instagram Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hijab Fantasy on Instagram Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56924-merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56924-merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:0fe42173bce330b80ebc5299ef20a731</id>
	<published>2026-07-28T08:41:14+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T08:41:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="led sympathy" label="led sympathy" />
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="ira mirawati" label="ira mirawati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,ira,led,mirawati,sympathy]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis dampak penggunaan media sosial pada perilaku konsumen, khususnya dalam hal pembentukan identitas dan ekspresi diri. 2. Meneliti strategi komunikasi merek lainnya dalam membangun komunitas online ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis dampak penggunaan media sosial pada perilaku konsumen, khususnya dalam hal pembentukan identitas dan ekspresi diri. 2. Meneliti strategi komunikasi merek lainnya dalam membangun komunitas online ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp 1x" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" alt="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-5bada.webp" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-5bada.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-5bada.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-5bada.webp 1x" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" alt="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-30ac1.webp" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-30ac1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-30ac1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-30ac1.webp 1x" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" alt="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56924-merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola" title="JURIS - Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand" target="_blank">Hijab Fantasy on Instagram: Community Fantasy Theme for Vanilla Hijab Brand</a>: Saran penelitian lanjutan dapat mencakup: 1. Menganalisis dampak penggunaan media sosial pada perilaku konsumen, khususnya dalam hal pembentukan identitas dan ekspresi diri. 2. Meneliti strategi komunikasi merek lainnya dalam membangun komunitas online dan mengukur keberhasilannya dalam mencapai tujuan bisnis. 3. Mengeksplorasi peran influencer media sosial dalam mempromosikan produk dan merek, serta pengaruhnya terhadap perilaku konsumen dan keputusan pembelian..
<br>Berdasarkan tujuan artikel ini, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial sangat penting bagi pertumbuhan bisnis Vanilla Hijab dan komunikasi dengan pelanggan potensial dan eksisting.Produsen Vanilla Hijab membentuk pola komunikasi pelanggan melalui media massa dengan audiens target yang aktif dan dapat memilih dan menyesuaikan informasi yang diberikan.Individu melakukan komunikasi baru dengan anggota kelompok komunitas lain yang memiliki tujuan serupa berdasarkan kesamaan tertentu.Keberadaan komunitas ini juga menghasilkan aliran komunikasi bertema fantasi yang konstan antara anggotanya.Setiap anggota komunitas mengetahui dan mengikuti tema yang sedang berlangsung untuk tetap relevan.Dari pengamatan bagaimana individu menggunakan cerita, ritual, simbol, dan aktivitas lainnya untuk menghasilkan dan mereproduksi serangkaian pemahaman yang menciptakan budaya kelompok (Littlejohn, 2017), dapat disimpulkan bahwa budaya kelompok Masyarakat Vanilla Hijab melahirkan konsumerisme dan kompetisi di antara anggotanya, di mana masing-masing berusaha mempertahankan eksistensinya di masyarakat.Kompetisi di antara pelanggan menjawab pertanyaan penelitian tentang pola komunikasi dan tema fantasi yang diciptakan oleh kelompok.Meskipun semua peserta adalah pengguna media sosial dan anggota komunitas Vanilla Hijab, penelitian masa depan dapat memanfaatkan studi ini dan mengeksplorasi perspektif yang berbeda, yang mungkin memberikan solusi bagi berbagai pihak seperti industri, perusahaan, atau akademisi
<br>Di era modern ini, hijab tidak lagi menjadi eksklusifitas dari kelompok tertentu. Makna hijab telah berkembang dan diterima luas di masyarakat. Meskipun hijab merupakan kewajiban bagi wanita muslim, hijab juga menjadi pernyataan mode. Penerimaan hijab yang semakin luas telah melahirkan brand hijab lokal. Artikel ini meneliti penggunaan media sosial, khususnya Instagram, untuk mempelajari komunikasi antara kelompok pengguna hijab, dengan fokus pada pelanggan dari brand hijab tertentu, yaitu Vanilla Hijab. Pengamatan terhadap perilaku kelompok ini menggunakan fantasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp" type="image/webp" length="94756" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-a199e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-5bada.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/merek-hijab-lokal-wacana-strategi-komunikasi-pola-thumb-30ac1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56912-pondok-pesantren-islam-prososial" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56912-pondok-pesantren-islam-prososial" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:38490dea49ab71c1b88bf2a13f02c068</id>
	<published>2026-07-28T08:01:32+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T08:01:32+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="aida minropa" label="aida minropa" />
	<category term="lenni sastra" label="lenni sastra" />
	<category term="fitria alisa" label="fitria alisa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[aida,alisa,fitria,lenni,minropa,sastra]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan santri, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada evaluasi jangka panjang dampak intervensi pendidikan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah peningkatan pengetahuan dan perilaku ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan santri, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada evaluasi jangka panjang dampak intervensi pendidikan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah peningkatan pengetahuan dan perilaku ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-8ccda.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-8ccda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-8ccda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-8ccda.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" alt="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" alt="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-9a5ec.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-9a5ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-9a5ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-9a5ec.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" alt="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56912-pondok-pesantren-islam-prososial" title="JURIS - Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal" target="_blank">Pemberdayaan Santri Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mendukung Era New Normal</a>: Untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan santri, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada evaluasi jangka panjang dampak intervensi pendidikan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah peningkatan pengetahuan dan perilaku santri dalam menerapkan PHBS dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, penting juga untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren, seperti dukungan keluarga, ketersediaan sarana, dan budaya setempat. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dapat disesuaikan dan ditingkatkan untuk mencapai dampak yang lebih berkelanjutan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi santri dalam program-program kesehatan, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan-pendekatan kreatif dalam penyampaian pesan kesehatan. Dengan demikian, program pemberdayaan santri dapat terus dikembangkan dan disesuaikan untuk mencapai dampak yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung era New Normal..
<br>Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, terjadi peningkatan pengetahuan santri pondok pesantren Al-Muhajirin dan Al-Azzeriyah di wilayah kecamatan Warunggunung kabupaten Lebak tentang PHBS setelah dilaksanakannya pendidikan kesehatan.Para santri terbiasa mencuci tangan yang baik setelah mendapat keterampilan cara mencuci tangan yang benar.Dimanfaatkannya bantuan/stimulus standing westafel dan jamban sehat oleh para santri di lingkungan pondok pesantren.Para santri terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren
<br>Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan yang berfokus pada bidang keagamaan, menciptakan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Kondisi sanitasi yang belum memenuhi syarat kesehatan memiliki dampak bagi kesehatan santri. Pada era New Normal, protokol kesehatan tetap dilakukan oleh santri, pengelola pondok pesantren, dan keluarga pengunjung agar masyarakat pondok pesantren dapat mengoptimalkan derajat kesehatannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan diskusi grup dan simulasi yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2022 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Desa Padasuka dan Al-Azzeriyah Desa Jagabaya Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp" type="image/webp" length="108428" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-8ccda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-a0e9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/pondok-pesantren-islam-prososial-santri-prenduan-e-thumb-9a5ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3639-mercubaktijaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16689-jurnal-abdi-mercusuar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56927-alterasi-etika-individu-motivasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56927-alterasi-etika-individu-motivasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:f12f3da3fee4bd8cdead1be13a42e939</id>
	<published>2026-07-28T08:01:25+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T08:01:25+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="generation z" label="generation z" />
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="dedy irwandy" label="dedy irwandy" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,dedy,generation,irwandy,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut peran komunikasi interpersonal dalam membentuk motivasi dan perilaku individu dalam konteks keluarga, dengan mempertimbangkan dinamika dan nilai-nilai keluarga yang unik di berbagai budaya. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut peran komunikasi interpersonal dalam membentuk motivasi dan perilaku individu dalam konteks keluarga, dengan mempertimbangkan dinamika dan nilai-nilai keluarga yang unik di berbagai budaya. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-18487.webp" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-18487.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-18487.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-18487.webp 1x" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" alt="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-746db.webp" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-746db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-746db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-746db.webp 1x" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" alt="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp 1x" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" alt="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56927-alterasi-etika-individu-motivasi" title="JURIS - Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy" target="_blank">Communication as a Catalyst for Motivational Shifts in AuHow to Make Millions Before Grandma DiesAy</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut peran komunikasi interpersonal dalam membentuk motivasi dan perilaku individu dalam konteks keluarga, dengan mempertimbangkan dinamika dan nilai-nilai keluarga yang unik di berbagai budaya. 2. Menganalisis bagaimana motivasi intrinsik dan ekstrinsik saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain dalam konteks film, serta bagaimana komunikasi interpersonal dapat memengaruhi perubahan motivasi dari ekstrinsik menjadi intrinsik. 3. Melakukan studi komparatif antara film 'How to Make Millions Before Grandma Dies' dengan film-film lain yang memiliki tema serupa, untuk memahami bagaimana komunikasi interpersonal dan motivasi individu ditampilkan dan berkembang dalam berbagai narasi dan budaya..
<br>Penelitian ini menekankan interaksi antara nilai-nilai tradisional Tionghoa-Thailand, yang menekankan kehidupan antargenerasi, kohesi keluarga, dan dinamika keluarga Asia modern.Adat Tionghoa-Thailand adalah tinggal di rumah yang sama selama beberapa generasi, yang memperkuat ikatan keluarga.Kebijaksanaan, adat istiadat budaya, dan nilai-nilai dapat diturunkan dari generasi ke generasi melalui kehidupan antargenerasi.Peristiwa dalam film ini menggambarkan kasih sayang orang tua, menekankan bahwa anak-anak harus membantu dan merawat orang tua saat mereka menua.Kehidupan antargenerasi juga meningkatkan kohesi sosial karena praktik ini mendorong rasa memiliki sumber daya dan tanggung jawab bersama di antara keluarga besar.Namun, dalam kehidupan keluarga, dinamika selalu ada.Bahkan dalam keluarga yang harmonis, konflik kecil harus ada antara anggota keluarga.Kadang-kadang, konflik memperkuat ikatan keluarga, tetapi tidak jarang, beberapa konflik berakhir dalam permusuhan jangka panjang yang tidak pernah menemukan solusi.Penerapan TRA dalam film 'How to Make Millions Before Grandma Dies' secara efektif menunjukkan bagaimana motivasi individu, awalnya didorong oleh faktor eksternal seperti warisan keuangan, dapat berevolusi melalui komunikasi interpersonal dan dalam konteks hubungan keluarga.Setiap karakter didorong oleh motivasi unik mereka sendiri.Ketika individu percaya bahwa perilaku tertentu akan membantu mereka mencapai tujuan tertentu, keyakinan atau pandangan lain yang tidak konsisten dengan perilaku itu akan menjadi kurang berpengaruh pada sikap dan norma mereka.Dengan kata lain, fokus mereka akan lebih diarahkan pada keyakinan yang mendukung tujuan mereka, mengurangi pengaruh keyakinan yang tidak relevan.Niat mereka mendorong mereka untuk mencapai tujuan mereka untuk mendapatkan warisan dalam bentuk rumah dari orang tua mereka.Namun, niat dapat berubah seiring dengan hubungan keluarga yang semakin terbentuk melalui komunikasi interpersonal dari setiap karakter dalam film ini.Perubahan niat ini juga mendorong pergeseran motivasi tokoh utama, M, sehingga segala sesuatu yang dilakukannya didedikasikan untuk Amah dan mengikuti konsep katanyu terhadap orang tua
<br>Perjalanan hidup yang dialami oleh individu, beserta dinamika yang dihadapi, merefleksikan berbagai motivasi yang dipengaruhi oleh niat dan lingkungan, yang membentuk perilaku individu. Penelitian ini mengeksplorasi perubahan motivasi tokoh utama dalam film 'How to Make Millions Before Grandma Dies'. Tokoh utama, yang dipengaruhi oleh interaksi personalnya dengan Amah, mengubah motivasinya dari kekayaan menjadi apresiasi terhadap warisan kebijaksanaan dan hubungan Amah. Dengan menggunakan Teori Tindakan Beralasan (Theory of Reasoned Action), penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi bergeser dari tujuan materialistik yang didorong secara eksternal menjadi tujuan emosional yang didorong secara internal. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan Metode Analisis Naratif Todorov, temuan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp" type="image/webp" length="92926" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-18487.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-746db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/alterasi-etika-individu-motivasi-tokoh-ashito-intr-thumb-31638.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56915-jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56915-jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:a8223f8ea6ef0f7b2e1053933f464099</id>
	<published>2026-07-28T06:42:27+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T06:42:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="led sympathy" label="led sympathy" />
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="ira mirawati" label="ira mirawati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,ira,led,mirawati,sympathy]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak konvergensi antara media massa arus utama dan media sosial dalam membentuk agenda publik. Kedua, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak konvergensi antara media massa arus utama dan media sosial dalam membentuk agenda publik. Kedua, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-4f102.webp" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-4f102.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-4f102.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-4f102.webp 1x" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" alt="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-9ecb5.webp" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-9ecb5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-9ecb5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-9ecb5.webp 1x" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" alt="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp 1x" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" alt="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56915-jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana" title="JURIS - Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory" target="_blank">Critical Discourse Network Analysis on Ferdy Sambo News in Online Media Using Agenda Setting Theory</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak konvergensi antara media massa arus utama dan media sosial dalam membentuk agenda publik. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana media sosial mempengaruhi agenda kebijakan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan publik secara luas. Ketiga, penelitian mendatang dapat fokus pada analisis lebih mendalam tentang bagaimana media massa arus utama, seperti Kompas.com, membentuk opini publik melalui framing berita. Penelitian ini dapat membantu memahami peran media dalam membentuk opini publik dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kebijakan publik..
<br>Hasil penelitian berdasarkan Agenda Setting Theory, melalui analisis Media Agenda, menunjukkan bahwa Kompas.com telah menekankan kasus Ferdy Sambo, yang telah menjadi penyebab kekhawatiran di kalangan masyarakat Indonesia.Hal ini diperkuat oleh konvergensi antara media massa arus utama dan media sosial.Dari sisi Agenda Publik, berita kasus Ferdy Sambo, baik melalui media massa arus utama seperti Kompas.Dari sisi Agenda Kebijakan, mayoritas masyarakat Indonesia mengharapkan Sambo dijatuhi hukuman mati, meskipun vonis tersebut akhirnya dikurangi menjadi hukuman penjara seumur hidup setelah Sambo mengajukan banding untuk kasasi.Vonis terhadap Sambo menunjukkan korelasi antara agenda media, agenda publik, dan agenda kebijakan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Critical Discourse Network Analysis berita kasus Ferdy Sambo di Portal Media Online melalui Agenda Setting Theory. Penelitian menggunakan metode analisis jejaring sosial yang menggabungkan dua unsur metode, yaitu analisis konten kualitatif dan analisis jejaring sosial kuantitatif, untuk menganalisis berita menggunakan Discourse Network Analysis (DNA) dan visualisasi jejaring menggunakan aplikasi perangkat lunak Visone. Metode kualitatif juga digunakan untuk menganalisis kecenderungan Kompas.com dalam framing kasus Ferdy Sambo pada periode Agustus 2022 hingga Februari 2023. Data yang dianalisis mencakup 14 laporan berita. Berdasarkan Agenda Setting Theory, melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp" type="image/webp" length="157040" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-4f102.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-9ecb5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/jejaring-sosial-tik-critical-discourse-network-ana-thumb-c8fca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mapping News Visualization Pattern on Katadata and Tirto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mapping News Visualization Pattern on Katadata and Tirto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mapping News Visualization Pattern on Katadata and Tirto ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56922-dominasi-visual-komunikasi-visua" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56922-dominasi-visual-komunikasi-visua" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-28:bd4063692f5080913b3163bbdccc0c1a</id>
	<published>2026-07-28T06:38:00+07:00</published>
	<updated>2026-07-28T06:38:00+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="common crawl" label="common crawl" />
	<category term="rouli manalu" label="rouli manalu" />
	<category term="jurnal iski" label="jurnal iski" />
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,iski,jurnal,manalu,rouli]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada efek visualisasi berita terhadap penerimaan konsumen. Penting untuk mengetahui bagaimana orang (dari berbagai kategori) menerima informasi visual. Satu metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada efek visualisasi berita terhadap penerimaan konsumen. Penting untuk mengetahui bagaimana orang (dari berbagai kategori) menerima informasi visual. Satu metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-ae5bd.webp" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-ae5bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-ae5bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-ae5bd.webp 1x" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" alt="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp 1x" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" alt="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-176f4.webp" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-176f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-176f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-176f4.webp 1x" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" alt="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56922-dominasi-visual-komunikasi-visua" title="JURIS - Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id" target="_blank">Mapping News Visualization Pattern on Katadata.id and Tirto.id</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada efek visualisasi berita terhadap penerimaan konsumen. Penting untuk mengetahui bagaimana orang (dari berbagai kategori) menerima informasi visual. Satu metode yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan masyarakat dalam menerima informasi visual adalah dengan melakukan tes eksperimental. Tes ini telah dilakukan sejak infografis pertama kali digunakan. Infografis klasik dianggap kaku dan tidak mendorong keterlibatan pembaca. Ketidakpuasan dengan format klasik ini melahirkan konsep yang disebut isotype. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki alasan di balik tren visual yang ditemukan, apakah berasal dari strategi visual tertentu yang digunakan oleh media atau dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran warna dalam infografis dan bagaimana warna dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan informasi oleh audiens..
<br>Id terdiri dari 66 ilustrasi dan teks, 32 laporan berita, 16 ilustrasi dan grafik, 1 ilustrasi, dan 1 berita tanpa visualisasi.Sementara itu, visualisasi 118 berita dari Tirto.id terdiri dari 116 berita dengan ilustrasi dan teks, 2 berita dengan grafik saja.Kedua media ini memiliki dominasi visualisasi yang sama.Penelitian ini masih berlangsung untuk melihat pola visualisasi atau pola penggunaan infografis pada sejumlah media di Indonesia
<br>Penelitian ini membahas kesenjangan penelitian dalam memahami jenis dan pola visualisasi yang digunakan dalam infografis Covid-19. Dengan menganalisis infografis dari platform media populer di Indonesia, seperti Katadata.co.id dan Tirto.id, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan yang ada dan menemukan tren visual serta preferensi yang relevan dengan komunikasi kesehatan. Kerangka teoritis penelitian ini didasarkan pada konsep komunikasi visual, teori desain informasi, dan komunikasi kesehatan. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik analisis konten, penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp" type="image/webp" length="91810" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-ae5bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-26892.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/dominasi-visual-komunikasi-kuat-data-visualization-thumb-176f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1724-iski.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15995-jurnal-komunikasi-ikatan-sarjana-komunikasi-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Tue, 28 Jul 2026 16:18:20 +0700. 12 items. Served in: 9.686 seconds [atom] -->
