<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.63-25jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.63-25jun2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-06-26T13:37:06+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51647-model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-supe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51647-model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-supe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:adba20cfbd89cdcbb26fdc85badc098a</id>
	<published>2026-06-26T11:26:06+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T11:26:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="teori konsep" label="teori konsep" />
	<category term="azzam fadhil" label="azzam fadhil" />
	<category term="aniyyah al" label="aniyyah al" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,aniyyah,azzam,fadhil,konsep,teori]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara konsep supervisi dan kepemimpinan Islam dengan praktik manajemen modern di berbagai sektor industri. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara konsep supervisi dan kepemimpinan Islam dengan praktik manajemen modern di berbagai sektor industri. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp 1x" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" alt="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-184da.webp" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-184da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-184da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-184da.webp 1x" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" alt="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-12895.webp" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-12895.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-12895.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-12895.webp 1x" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" alt="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51647-model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-supe" title="JURIS - Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern" target="_blank">Relevansi Konsep Supervisi dan Kepemimpinan Menurut Perspektif Islam Serta Penerapannya di Era Modern</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara konsep supervisi dan kepemimpinan Islam dengan praktik manajemen modern di berbagai sektor industri. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dengan praktik manajemen modern untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan organisasi secara keseluruhan. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan model supervisi dan kepemimpinan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan praktik manajemen modern, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti etika, moral, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan praktik manajemen modern yang lebih efektif dan beretika, serta memperkuat identitas organisasi Islam dalam menghadapi tantangan global saat ini dan di masa depan..
<br>Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konsep supervisi dan kepemimpinan dalam Islam memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kebutuhan organisasi di era modern.Beberapa kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah.Pertama, prinsip-prinsip supervisi dalam Islam yang menekankan pada pengawasan konstruktif dan pembinaan berkelanjutan sejalan dengan konsep pengembangan sumber daya manusia modern.Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pencapaian target organisasi tetapi juga pada pengembangan potensi individu secara holistik.Kedua, nilai-nilai kepemimpinan Islam seperti amanah, adil, dan shura memberikan fondasi yang kuat bagi praktik kepemimpinan modern yang menekankan pada transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.Implementasi nilai-nilai ini dapat meningkatkan efektivitas kepemimpinan sekaligus membangun budaya organisasi yang sehat.Ketiga, integrasi antara konsep supervisi dan kepemimpinan Islam dengan praktik manajemen modern menciptakan model pengelolaan organisasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.Model ini tidak hanya memperhatikan aspek kinerja dan produktivitas tetapi juga aspek moral dan etika dalam praktik manajemen.Keempat, penerapan konsep supervisi dan kepemimpinan Islam di era modern memerlukan adaptasi dan kontekstualisasi yang tepat, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental yang menjadi esensi ajaran Islam.Hal ini memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan kearifan tradisional sekaligus mengadopsi praktik-praktik manajemen kontemporer yang efektif.Kelima, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan konsep supervisi dan kepemimpinan Islam di era modern bergantung pada kemampuan pemimpin dalam memahami dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan tuntutan dan tantangan organisasi kontemporer
<br>Penelitian ini mengkaji relevansi konsep supervisi dan kepemimpinan dalam perspektif Islam serta implementasinya di era modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip supervisi dan kepemimpinan dalam Islam dapat diterapkan secara efektif dalam konteks kepemimpinan dan organisasi kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis konten terhadap sumber-sumber primer Islam dan literatur supervisi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep supervisi dan kepemimpinan dalam Islam memiliki keselarasan yang kuat dengan teori supervisi modern,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp" type="image/webp" length="98138" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-6687f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-184da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/model-supervisi-relevansi-konsep-mazmur-tim-penera-thumb-12895.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3090-stiqisykarima.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12617-bunyan-al-ulum-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al QurAoan Perspektif Tafsir An Nur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al QurAoan Perspektif Tafsir An Nur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al QurAoan Perspektif Tafsir An Nur ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51651-perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51651-perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:bd737bd46fe6caaa4d5eea1188c2f0a8</id>
	<published>2026-06-26T11:23:25+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T11:23:25+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="teori konsep" label="teori konsep" />
	<category term="azzam fadhil" label="azzam fadhil" />
	<category term="aniyyah al" label="aniyyah al" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,aniyyah,azzam,fadhil,konsep,teori]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan sistematis antara tafsir AnAcNur dan tafsir klasik lainnya dalam penggunaan perumpamaan tumbuhan, untuk mengidentifikasi perbedaan metodologis dan implikasi teologis yang muncul (misalnya, bagaimana ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan sistematis antara tafsir AnAcNur dan tafsir klasik lainnya dalam penggunaan perumpamaan tumbuhan, untuk mengidentifikasi perbedaan metodologis dan implikasi teologis yang muncul (misalnya, bagaimana ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-5bb45.webp" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-5bb45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-5bb45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-5bb45.webp 1x" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" alt="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp 1x" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" alt="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-57d6f.webp" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-57d6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-57d6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-57d6f.webp 1x" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" alt="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51651-perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt" title="JURIS - Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur" target="_blank">Perumpamaan Tumbuhan Dalam Al-QurAoan Perspektif Tafsir An-Nur</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan sistematis antara tafsir AnAcNur dan tafsir klasik lainnya dalam penggunaan perumpamaan tumbuhan, untuk mengidentifikasi perbedaan metodologis dan implikasi teologis yang muncul (misalnya, bagaimana Tafsir Ibn Kathir atau Tafsir alAcJawziyah memaknai ayatAcayat serupa). Selain itu, sebuah studi empiris yang melibatkan responden Muslim kontemporer dapat menilai sejauh mana interpretasi Hasbi memengaruhi pemahaman dan aplikasi nilai moral yang terkandung dalam metafora tumbuhan, dengan menggunakan kuesioner atau wawancara mendalam. Selanjutnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan ilmu botani dapat menguji akurasi ilmiah deskripsi tumbuhan dalam AlAcQur'an serta relevansi metaforanya, sehingga memperkaya dialog antara ilmu pengetahuan dan kajian tafsir. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan tentang fungsi pedagogis perumpamaan alam dalam teks suci, meningkatkan validitas interpretasi, dan memberikan kontribusi praktis bagi pendidikan Islam modern..
<br>Penafsiran Hasbi menggabungkan pendekatan kontekstual, analogis, dan penekanan pada hikmah, serta mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan perbandingan konseptual.Ia mempertimbangkan konteks historis dan aspek moral untuk menghasilkan penjelasan yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.Metode ini bertujuan menjembatani konsep abstrak Al-Qur'an dengan pengalaman nyata manusia, sehingga pesan dapat lebih mudah diserap dan diamalkan
<br>Tumbuhan dalam Al-Qur'an digunakan sebagai perumpamaan yang kaya akan hikmah dan pelajaran, menggambarkan konsep kehidupan, spiritual, dan moral sekaligus membuktikan kekuasaan Allah SWT. Penelitian ini mengkaji penafsiran Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur tentang ayat-ayat perumpamaan tumbuhan, menggunakan metode library research dengan pendekatan maudhu'i (tematik). Fokus penelitian adalah menganalisis interpretasi Hasbi ash-Shiddiqiey terhadap ayat-ayat perumpamaan tumbuhan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Hasilnya menunjukkan bahwa penafsirannya bersifat kontekstual, menggunakan pendekatan analogis, dan menekankan aspek moral...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp" type="image/webp" length="67854" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-5bb45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-18316.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/perumpamaan-tumbuhan-tafsir-anacnur-quran-perspekt-thumb-57d6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3090-stiqisykarima.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12617-bunyan-al-ulum-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51654-kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-u" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51654-kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-u" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:dd18cd34171087b2ccbd41df3da1281b</id>
	<published>2026-06-26T10:56:57+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T10:56:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="yeamin masum" label="yeamin masum" />
	<category term="tien yustini" label="tien yustini" />
	<category term="effective e" label="effective e" />
	<itunes:keywords><![CDATA[e,effective,masum,tien,yeamin,yustini]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan usaha kecil dan kewirausahaan swasta di Uzbekistan, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk meningkatkan akses keuangan bagi usaha kecil, termasuk memperluas pilihan kredit dan meningkatkan pendidikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan usaha kecil dan kewirausahaan swasta di Uzbekistan, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk meningkatkan akses keuangan bagi usaha kecil, termasuk memperluas pilihan kredit dan meningkatkan pendidikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-7b54f.webp" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-7b54f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-7b54f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-7b54f.webp 1x" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" alt="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp 1x" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" alt="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-8421a.webp" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-8421a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-8421a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-8421a.webp 1x" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" alt="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51654-kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-u" title="JURIS - The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship" target="_blank">The impact of financial mechanisms on increasing the efficiency of small businesses and private entrepreneurship</a>: Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan usaha kecil dan kewirausahaan swasta di Uzbekistan, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi untuk meningkatkan akses keuangan bagi usaha kecil, termasuk memperluas pilihan kredit dan meningkatkan pendidikan kewirausahaan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan efektivitas mekanisme keuangan dalam mempromosikan pertumbuhan usaha kecil, seperti dengan menganalisis dampak insentif fiskal dan sistem kredit pada pertumbuhan usaha kecil. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki peran usaha kecil dalam pengembangan ekonomi regional dan nasional, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan kontribusi usaha kecil terhadap produk regional bruto dan lapangan kerja..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha kecil secara konsisten berkontribusi lebih dari 70% terhadap produk regional bruto dan memainkan peran vital dalam lapangan kerja dan output industri.Namun, tantangan regulasi, implementasi, dan inovasi terus menghambat potensi penuhnya.Studi ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur keuangan, perluasan pilihan kredit, dan perbaikan pendidikan kewirausahaan untuk mendukung pertumbuhan sektoral jangka panjang
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak mekanisme keuangan dalam meningkatkan efisiensi usaha kecil dan kewirausahaan swasta, dengan fokus pada peran mereka dalam pengembangan ekonomi di Uzbekistan, khususnya di wilayah Samarkand. Pendekatan metode campuran digunakan, yang menggabungkan analisis kuantitatif statistik resmi dengan evaluasi kinerja keuangan dan historis-komparatif. Data dikumpulkan dari laporan nasional dan regional, dan statistik deskriptif digunakan untuk menilai tren kontribusi produk regional bruto dan tingkat aktivitas bisnis.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp" type="image/webp" length="68462" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-7b54f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-bfd1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/4/kontribusi-usaha-nilai-efisiensi-investasi-daerah-thumb-8421a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2876-goodwoodpub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11656-journal-sustainable-tourism-entrepreneurship.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Indonesias Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Indonesias Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Indonesias Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51642-perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51642-perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:4cadb6243eb0d0bbc3ce305cb29f53d7</id>
	<published>2026-06-26T10:06:06+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T10:06:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gijlss index" label="gijlss index" />
	<category term="tony tan 342" label="tony tan 342" />
	<category term="hadi shubhan" label="hadi shubhan" />
	<itunes:keywords><![CDATA[342,gijlss,hadi,index,shubhan,tan,tony]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran Indonesia sebagai kekuatan menengah dalam konteks inisiatif yang dipimpin oleh kekuatan besar, seperti Board of Peace (BoP). ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran Indonesia sebagai kekuatan menengah dalam konteks inisiatif yang dipimpin oleh kekuatan besar, seperti Board of Peace (BoP). ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp 1x" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" alt="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6fca7.webp" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6fca7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6fca7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6fca7.webp 1x" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" alt="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-aab11.webp" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-aab11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-aab11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-aab11.webp 1x" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" alt="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51642-perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board" title="JURIS - Indonesia&#039;s Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership" target="_blank">Indonesia's Geopolitical Calculation as a Middle Power in the Board of Peace Membership</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran Indonesia sebagai kekuatan menengah dalam konteks inisiatif yang dipimpin oleh kekuatan besar, seperti Board of Peace (BoP). Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Indonesia menavigasi tekanan domestik dan internasional dalam mengambil keputusan kebijakan luar negerinya, serta bagaimana BoP mempengaruhi posisi Indonesia dalam sistem internasional.2. Melakukan studi komparatif antara Indonesia dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya yang menjadi anggota BoP. Penelitian ini dapat mengeksplorasi apakah pola multi-alignmen pragmatis Indonesia adalah unik atau mencerminkan tren yang lebih luas di antara kekuatan menengah yang muncul dalam merespons inisiatif geopolitik kekuatan besar.3. Melakukan wawancara mendalam dengan para pembuat kebijakan elit yang terlibat langsung dalam negosiasi BoP dan finalisasi perjanjian perdagangan. Wawancara ini dapat memberikan akses ke proses pembuatan keputusan internal yang tidak dapat ditangkap oleh data sekunder. Para informan kunci dapat mencakup pejabat dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Kantor Kepresidenan, baik mantan maupun saat ini.4. Melakukan analisis lintas negara yang membandingkan keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BoP dengan partisipasinya dalam inisiatif yang dipimpin kekuatan besar lainnya. Penelitian ini dapat mengungkapkan apakah pola pemeliharaan retorika prinsip independen dan aktif bersamaan dengan pergeseran substansial ke arah pragmatisme adalah konsisten di seluruh domain kebijakan atau spesifik untuk forum keamanan yang dipimpin oleh kekuatan besar tertentu..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan geopolitik Indonesia dalam bergabung dengan Board of Peace (BoP) adalah multidimensional dan tidak dapat dikurangi menjadi satu motif tunggal.Perhitungan ini mencakup nexus diplomatik-ekonomi antara keanggotaan BoP dan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS (ART), yang menawarkan 1.819 barang ekspor utama Indonesia tarif nol dan menurunkan tarif keseluruhan dari 32% menjadi 19%.Nexus ini menunjukkan bahwa keanggotaan BoP berfungsi sebagai fasilitator diplomatik untuk kepentingan ekonomi yang nyata.Namun, perjanjian juga memberlakukan komitmen pembelian yang signifikan dan keselarasan keamanan ekonomi pada Indonesia, yang tidak diakui dalam versi resmi pemerintah.Nexus BoP-ART ini merupakan kontribusi empiris asli dari penelitian ini.Status Indonesia sebagai negara menengah membentuk sifat unik keterlibatan Indonesia melalui logika diplomasi niche, yaitu berkontribusi dalam bidang keunggulan komparatifnya, yaitu kapasitas perdamaian operasional.Namun, keputusan "on hold" pada Maret 2026 mengonfirmasi bahwa keterlibatan ini lebih reaktif daripada agenda-setting, yang merupakan ciri khas kekuatan menengah yang sejati.Dari sembilan indikator yang dianalisis, hanya dua yang sepenuhnya kompatibel dengan prinsip bebas dan aktif.Temuan ini mendukung kesimpulan bahwa kekuatan menengah yang muncul menunjukkan pola keterlibatan yang didorong oleh alasan strategis pragmatis daripada komitmen normatif saja.Prinsip independen dan aktif tidak dibuang secara regresif, tetapi diredefinisi sebagai kerangka retorika dalam transisi menuju multi-alignmen pragmatis
<br>Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang dipimpin AS pada 22 Januari 2026 menimbulkan perdebatan signifikan mengenai konsistensinya dengan prinsip kebijakan luar negeri bebas aktif (independen dan aktif) negara. Namun, literatur yang ada belum menganalisis secara sistematis perhitungan geopolitik Indonesia sebagai negara menengah dalam kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap logika strategis di balik keanggotaan Indonesia dalam BoP. Menggunakan desain studi kasus kualitatif tunggal, penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp" type="image/webp" length="103362" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6672f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-6fca7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/3/perhitungan-geopolitik-kekuatan-menengah-board-pea-thumb-aab11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1422-greenation-international-journal-law-social-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Techno Oligarchic Communication Paradox Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Techno Oligarchic Communication Paradox Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Techno Oligarchic Communication Paradox Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51634-paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-de" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51634-paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-de" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:4c6d214b0be73c5b118bfe0c543bfd60</id>
	<published>2026-06-26T09:50:15+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T09:50:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gijlss index" label="gijlss index" />
	<category term="tony tan 342" label="tony tan 342" />
	<category term="hadi shubhan" label="hadi shubhan" />
	<itunes:keywords><![CDATA[342,gijlss,hadi,index,shubhan,tan,tony]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kontradiksi partisipasi-kepercayaan dan efek media Fase 4 yang paradoks, reformasi struktural diperlukan di tiga tingkat. Pertama, pada tingkat regulasi, ketentuan konflik kepentingan harus mencegah individu yang memegang posisi dewan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk mengatasi kontradiksi partisipasi-kepercayaan dan efek media Fase 4 yang paradoks, reformasi struktural diperlukan di tiga tingkat. Pertama, pada tingkat regulasi, ketentuan konflik kepentingan harus mencegah individu yang memegang posisi dewan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp 1x" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" alt="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-aa322.webp" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-aa322.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-aa322.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-aa322.webp 1x" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" alt="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-b42e1.webp" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-b42e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-b42e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-b42e1.webp 1x" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" alt="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51634-paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-de" title="JURIS - The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties" target="_blank">The Techno-Oligarchic Communication Paradox: Corporate Media Effects and Democratic Deficit in Indonesian Political Parties</a>: Untuk mengatasi kontradiksi partisipasi-kepercayaan dan efek media Fase 4 yang paradoks, reformasi struktural diperlukan di tiga tingkat. Pertama, pada tingkat regulasi, ketentuan konflik kepentingan harus mencegah individu yang memegang posisi dewan di konglomerat media penyiaran dari memimpin partai-partai dan mengendalikan infrastruktur penyiaran. Ini dapat didasarkan pada reformasi hukum media Italia pasca-Berlusconi, dengan penegakan melalui KPI dan KPU yang didukung oleh pemantauan masyarakat sipil. Kedua, pada tingkat institusional, partai-partai yang mengembangkan mekanisme ko-kreasi kebijakan yang sejati - loop umpan balik transparan, masukan warga negara yang didokumentasikan dalam pengembangan platform, akuntabilitas yang dapat diukur - harus menerima akses preferensial ke dana partai publik dan waktu udara siaran. Akhirnya, pada tingkat komunikasi, inisiatif literasi media harus melampaui deteksi disinformasi untuk literasi struktural: mempersenjatai warga negara untuk mengidentifikasi kepemilikan media dan afiliasi partai, dengan menarik pada kurikulum literasi media Finlandia yang dievaluasi secara luas. Pentingnya TOCP diperkuat oleh penggunaan AI dalam pemilihan 2024, yang memperburuk semua tiga mekanisme secara bersamaan, terutama ketika digunakan dalam infrastruktur oligarki yang ada, karena aset data dan jaringan distribusi yang memaksimalkan dampak komunikasi AI adalah struktur konglomerat media yang sama..
<br>Studi ini mendokumentasikan bifurkasi struktural partisipasi politik Indonesia (79% partisipasi pemilih di samping 35% kepercayaan partai), mengembangkan kerangka kerja TOCP sebagai ekstensi teoritis dari model Davis, dan mendasarkan keduanya pada analisis empiris multi-metode.Pada tingkat empiris, studi ini mengkonfirmasi politik uang, pola perekrutan elit, dan organisasi partai kosong sebagai pengemudi struktural penurunan partisipasi kualitatif, sementara saluran alternatif digital menunjukkan vitalitas mobilisasi untuk institusi formal yang direformasi.Efek media Fase 4 mencapai ekspresi matang dalam pemilihan 2024.507 kasus hoax politik ( 277% dari 2014) dan dokumentasi media sintetis yang dihasilkan AI.Pada tingkat teoritis, TOCP maju Davis's kerangka kerja secara struktural - mengidentifikasi kepemilikan media korporat sebagai variabel pengorganisasian yang memodulasi efek Fase 4 - dan secara kontekstual - menunjukkan bagaimana dinamika Fase 4 beroperasi secara berbeda dalam konteks yang lemah institusional, kepercayaan rendah.Tiga mekanisme bersama menjelaskan bagaimana IDR 1,2 triliun dalam sumber daya kampanye, 89% ketergantungan platform digital, dan 34% jangkauan pemuda menghasilkan elektabilitas 4,1% dan penurunan kepercayaan 21 poin.Pada tingkat praktis, agenda reformasi tiga tingkat diperlukan.ketentuan konflik kepentingan regulasi untuk mencegah individu yang memegang posisi dewan di konglomerat media penyiaran dari memimpin partai-partai dan mengendalikan infrastruktur penyiaran), pengembangan institusional struktur partai deliberatif yang sejati, dan literasi media struktural yang melampaui deteksi disinformasi
<br>Partai-partai politik Indonesia menunjukkan kontradiksi demokratis yang konsisten: tingkat partisipasi pemilih di atas 79% coexist dengan kepercayaan partai hanya 35%, sementara ekologi media algoritmik telah secara bersamaan memungkinkan mobilisasi sipil dan memperkuat penanaman oligarki. Mengambil dari desain kualitatif konstruktivis yang mengintegrasikan PRISMA-guided sistematis tinjauan pustaka (N = 44 studi, 2019-2025), studi kasus tunggal dari Partai Perindo, dan sistematis analisis konten media sosial (N = 400 pos,  = 0,81), studi ini memperluas Aeron Davis's (2019) empat-fase model efek media melalui kerangka kerja yang diusulkan Techno-Oligarchic Komunikasi Paradox (TOCP). TOCP formalizes tiga mekanisme struktural - Funding Corporatocracy, Digital Personalization Tanpa Partisipasi, dan Algoritmik Legitimation Substitusi - yang menjelaskan bagaimana Fase 4 teknologi komunikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp" type="image/webp" length="97064" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-56f36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-aa322.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/paradox-komunikasi-techno-oligarchic-efek-demokras-thumb-b42e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1422-greenation-international-journal-law-social-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Earnings Informativeness in Emerging Markets The Role of Income Smoothing Foreign Ownership and Information Asymmetry ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Earnings Informativeness in Emerging Markets The Role of Income Smoothing Foreign Ownership and Information Asymmetry ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Earnings Informativeness in Emerging Markets The Role of Income Smoothing Foreign Ownership and Information Asymmetry ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51632-kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51632-kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:39e6a8ced4cda7dc5393d79fb1d59529</id>
	<published>2026-06-26T09:07:47+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T09:07:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="evidence non" label="evidence non" />
	<category term="credit risk" label="credit risk" />
	<category term="gijea index" label="gijea index" />
	<itunes:keywords><![CDATA[credit,evidence,gijea,index,non,risk]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mempelajari dampak interaksi antara kepemilikan asing dan kualitas regulasi pasar modal terhadap informativeness laba, menanyakan apakah penguatan regulasi dapat mengubah pengaruh negatif kepemilikan asing; penelitian lain dapat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mempelajari dampak interaksi antara kepemilikan asing dan kualitas regulasi pasar modal terhadap informativeness laba, menanyakan apakah penguatan regulasi dapat mengubah pengaruh negatif kepemilikan asing; penelitian lain dapat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-6c7a7.webp" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-6c7a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-6c7a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-6c7a7.webp 1x" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" alt="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-b14d6.webp" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-b14d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-b14d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-b14d6.webp 1x" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" alt="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp 1x" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" alt="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51632-kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own" title="JURIS - Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry" target="_blank">Earnings Informativeness in Emerging Markets: The Role of Income Smoothing, Foreign Ownership, and Information Asymmetry</a>: Penelitian lanjutan dapat mempelajari dampak interaksi antara kepemilikan asing dan kualitas regulasi pasar modal terhadap informativeness laba, menanyakan apakah penguatan regulasi dapat mengubah pengaruh negatif kepemilikan asing; penelitian lain dapat menguji peran independen institusi pengawas, seperti OJK, dalam memitigasi efek asimetri informasi guna meningkatkan kepercayaan investor; sekaligus, studi longitudinal dapat menilai apakah pola kepemilikan asing berubah seiring waktu memengaruhi perilaku smoothing pendapatan dan memperkuat atau melemahkan efeknya terhadap informativeness laba..
<br>Smoothing pendapatan tidak secara signifikan mempengaruhi informativeness laba, sehingga investor tidak menilai praktik smoothing sebagai indikator kualitas laba.Kepemilikan asing memiliki efek negatif signifikan terhadap informativeness laba, kemungkinan karena investor asing sudah mengantisipasi informasi sebelum pengumuman.Asimetri informasi mempengaruhi langsung informativeness laba, menyoroti pentingnya kualitas lingkungan informasi bagi pasar berkembang
<br>Penelitian ini meneliti pengaruh smoothing pendapatan dan kepemilikan asing terhadap informativeness laba dengan asimetri informasi sebagai variabel moderasi di pasar berkembang. Metode kuantitatif menggunakan data panel 165 observasi tahun perusahaaan 55 perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ac2022. Hasil regresi panel dengan Random Effect Model menunjukkan kepemilikan asing berpengaruh negatif signifikan terhadap informativeness laba, sementara smoothing pendapatan tidak berpengaruh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp" type="image/webp" length="98938" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-6c7a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-b14d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/kualitas-laba-earnings-informativeness-foreign-own-thumb-94557.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1423-greenation-international-journal-economics-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51638-justice-natural-resources-rights-nature" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51638-justice-natural-resources-rights-nature" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:406ff8bd7111ee11930e5564a1d3662c</id>
	<published>2026-06-26T08:52:10+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T08:52:10+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gijlss index" label="gijlss index" />
	<category term="tony tan 342" label="tony tan 342" />
	<category term="hadi shubhan" label="hadi shubhan" />
	<itunes:keywords><![CDATA[342,gijlss,hadi,index,shubhan,tan,tony]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ To address the limitations of the anthropocentric paradigm and achieve a more just and sustainable management of natural resources, a comprehensive approach is necessary. This approach should involve integrating ecological values into legal systems, recognizing ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ To address the limitations of the anthropocentric paradigm and achieve a more just and sustainable management of natural resources, a comprehensive approach is necessary. This approach should involve integrating ecological values into legal systems, recognizing ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-58ad1.webp" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-58ad1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-58ad1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-58ad1.webp 1x" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" alt="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp 1x" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" alt="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-b51c6.webp" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-b51c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-b51c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-b51c6.webp 1x" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" alt="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51638-justice-natural-resources-rights-nature" title="JURIS - A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya" target="_blank">A Reconstruction of Justice in Natural Resource Governance Based on the Rights of Nature: The Restitution of the UNESA Reservoir in Surabaya</a>: To address the limitations of the anthropocentric paradigm and achieve a more just and sustainable management of natural resources, a comprehensive approach is necessary. This approach should involve integrating ecological values into legal systems, recognizing the intrinsic value of nature, and promoting the Rights of Nature concept. Additionally, there is a need to strengthen institutional mechanisms and law enforcement to ensure the effective protection and restoration of ecological functions. By adopting a holistic and inclusive perspective, the legal system can better address the complex challenges of natural resource governance and contribute to the overall sustainability of ecosystems..
<br>The findings indicate that justice in natural resource control has not fully integrated the ecological dimension, while the Rights of Nature concept provides a foundational basis for expanding the meaning of justice through the recognition of the intrinsic value of nature.The reconstruction of justice is carried out through the strengthening of normative, institutional, and governance aspects, positioning ecosystem sustainability as an integral component of justice itself.The reconstruction of justice in natural resource governance based on the Rights of Nature in the case of the UNESA Reservoir restitution demonstrates that resolving natural resource issues requires a paradigmatic transformation that places ecological functions as a primary consideration.The proposed reconstruction model provides a direction for legal reform that is more just and sustainable, ensuring a balance between human interests and ecosystem sustainability
<br>The control of natural resources within the Indonesian legal system continues to be dominated by an anthropocentric paradigm, positioning nature primarily as an object of exploitation. This has resulted in inadequate protection of ecological functions and a failure to realize substantive justice. The study aims to analyze the construction of justice in natural resource control, examine the concept of the Rights of Nature from a natural philosophy perspective, and formulate a model for reconstructing justice based on the Rights of Nature in the case of the UNESA Reservoir restitution...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp" type="image/webp" length="111548" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-58ad1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-5465e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/justice-natural-resources-rights-nature-resource-c-thumb-b51c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1422-greenation-international-journal-law-social-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51644-pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-w" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51644-pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-w" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:61558a98ef6c3feed87e8c7cbbe2fdd6</id>
	<published>2026-06-26T08:52:09+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T08:52:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="andi taufik" label="andi taufik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi kriteria tambahan seperti warisan budaya dan tingkat kepuasan pengunjung untuk memperkaya model evaluasi ARAS, sehingga hasilnya lebih komprehensif dalam menilai nilai intrinsik dan eksternal objek ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi kriteria tambahan seperti warisan budaya dan tingkat kepuasan pengunjung untuk memperkaya model evaluasi ARAS, sehingga hasilnya lebih komprehensif dalam menilai nilai intrinsik dan eksternal objek ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" alt="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-63fc7.webp" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-63fc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-63fc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-63fc7.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" alt="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-cd588.webp" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-cd588.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-cd588.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-cd588.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" alt="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51644-pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-w" title="JURIS - Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik" target="_blank">Penerapan Metode ARAS Dalam Pemilihan Objek Wisata yang Terbaik</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi integrasi kriteria tambahan seperti warisan budaya dan tingkat kepuasan pengunjung untuk memperkaya model evaluasi ARAS, sehingga hasilnya lebih komprehensif dalam menilai nilai intrinsik dan eksternal objek wisata. Selain itu, studi lintas wilayah yang menggabungkan Analisis Rasio Tambahan (ARAS) dengan pemetaan berbasis GIS dapat membantu mengidentifikasi lokasi strategis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan pada skala provinsi atau nasional. Selanjutnya, perbandingan metodologi ARAS dengan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria lainnya, seperti TOPSIS atau VIKOR, dapat dilakukan untuk menilai konsistensi dan keandalan hasil, serta memberikan rekomendasi metodologis yang optimal bagi perencana kebijakan pariwisata..
<br>Berdasarkan perhitungan Metode ARAS, lima objek wisata di Kabupaten Tapanuli Tengah berhasil diurutkan berdasarkan nilai optimal relatif, di mana Pantai Pandan memperoleh nilai tertinggi 1 dan dinyatakan sebagai objek wisata terbaik dengan potensi pengembangan paling tinggi.Hutan Tropis Sibolga berada pada peringkat kedua dengan nilai 0,9659, menunjukkan daya tarik yang signifikan, sementara Air Terjun Sibolangit, Danau Linting, dan Pulau Samosir menempati peringkat ketiga, keempat, dan kelima secara berurutan.Nilai-nilai tersebut mencerminkan kombinasi keunggulan dalam aspek keindahan alam, aksesibilitas, fasilitas, keberlanjutan lingkungan, dan dampak ekonomi, dan dapat dijadikan acuan strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan
<br>Pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan berbagai objek wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Keberadaan objek wisata yang beragam, mulai dari pantai, hutan tropis, air terjun, hingga danau, menjadikan wilayah ini kaya akan potensi alam yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan objek wisata terbaik di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan menggunakan metode ARAS (Additive Ratio Assessment). Metode ini digunakan karena mampu menilai berbagai alternatif secara objektif berdasarkan kriteria tertentu, seperti Daya Tarik Alam, Kemudahan Akses, Fasilitas Pendukung, Keberlanjutan Lingkungan, dan Dampak Ekonomi bagi masyarakat setempat. Proses penilaian dilakukan melalui perhitungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp" type="image/webp" length="223044" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-4a673.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-63fc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/pariwisata-berkelanjutan-wisata-air-terjun-objek-r-thumb-cd588.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1103-djournals.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14349-journal-informatics-electrical-electronics-engineering.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention The Role of AoAisyiyah in Central Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention The Role of AoAisyiyah in Central Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention The Role of AoAisyiyah in Central Java ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51636-organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51636-organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:5796653601323528ee53ecbfbc48b2ab</id>
	<published>2026-06-26T08:34:08+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T08:34:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gijlss index" label="gijlss index" />
	<category term="tony tan 342" label="tony tan 342" />
	<category term="hadi shubhan" label="hadi shubhan" />
	<itunes:keywords><![CDATA[342,gijlss,hadi,index,shubhan,tan,tony]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pendekatan profetik Aisyiyah dalam mengurangi prevalensi cyberbullying di kalangan siswa SMP di Jawa Tengah dengan desain penelitian campuran longitudinal yang melibatkan survei, observasi kelas, dan analisis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pendekatan profetik Aisyiyah dalam mengurangi prevalensi cyberbullying di kalangan siswa SMP di Jawa Tengah dengan desain penelitian campuran longitudinal yang melibatkan survei, observasi kelas, dan analisis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-cdc54.webp" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-cdc54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-cdc54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-cdc54.webp 1x" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" alt="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-3775a.webp" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-3775a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-3775a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-3775a.webp 1x" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" alt="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp 1x" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" alt="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51636-organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende" title="JURIS - AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java" target="_blank">AoA Prophetic Approach to Bullying Prevention: The Role of AoAisyiyah in Central Java</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas pendekatan profetik Aisyiyah dalam mengurangi prevalensi cyberbullying di kalangan siswa SMP di Jawa Tengah dengan desain penelitian campuran longitudinal yang melibatkan survei, observasi kelas, dan analisis data sekunder selama dua tahun. Selain itu, penting untuk menyelidiki kontribusi program literasi digital bagi orang tua yang difasilitasi oleh Aisyiyah, dengan menilai perubahan sikap dan praktik pengawasan gadget serta hubungannya dengan frekuensi insiden bullying melalui pendekatan eksperimental terkontrol. Penelitian ketiga dapat membandingkan model keadilan restoratif yang diterapkan Aisyiyah dengan pendekatan hukuman tradisional di provinsi lain, guna mengevaluasi perbedaan hasil rehabilitasi korban, kepuasan pihak terkait, dan dampak jangka panjang pada iklim sekolah. Selanjutnya, studi komparatif mengenai integrasi nilai profetik dalam kurikulum pendidikan karakter dapat memberikan wawasan tentang cara optimal menanamkan nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam pembelajaran formal di seluruh Indonesia..
<br>Aisyiyah Jawa Tengah memainkan peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan bullying dengan menginternalisasi nilai-nilai profetik (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah) dalam program perlindungan anak dan perempuan.Melalui konsistensi, tanggung jawab, dakwah, dan strategi intelijen, Aisyiyah telah melaksanakan pencegahan, intervensi, dan rehabilitasi, termasuk bantuan hukum, psikologis, ekonomi, dan spiritual, serta melatih paralegal dan mengkoordinasi dengan pemerintah.Upaya tersebut terbukti efektif, terlihat dari penanganan ribuan kasus nonAclitigasi dan litigasi, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi, UNICEF, BKKBN, dan universitas
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Aisyiyah Jawa Tengah dalam pencegahan dan penanggulangan bullying serta cyberbullying melalui pendekatan profetik. Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah di Jawa Tengah menerapkan nilaiAcnilai profetik dalam kebijakan antiAcbullying. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosiologis dengan metode nonAcdoktrinal; data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber terpercaya dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan Aisyiyah di sekolah dasar dan menengah berupa penerapan nilaiAcnilai Islam untuk melindungi hak perempuan dan anak, serta pendampingan spiritual korban oleh pemuka agama. Kesimpulannya, peran Aisyiyah dalam otonomi semu tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah daerah.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp" type="image/webp" length="229238" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-cdc54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-3775a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/organisasi-perempuan-aisyiyah-nilai-profetik-pende-thumb-633c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1422-greenation-international-journal-law-social-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance Evidence from Non Financial Firms in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance Evidence from Non Financial Firms in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance Evidence from Non Financial Firms in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51640-praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51640-praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:e64efaed4a95830d99b189e07ac8e811</id>
	<published>2026-06-26T08:14:43+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T08:14:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="evidence non" label="evidence non" />
	<category term="credit risk" label="credit risk" />
	<category term="gijea index" label="gijea index" />
	<itunes:keywords><![CDATA[credit,evidence,gijea,index,non,risk]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara terpisah dampak masingAcmasing dimensi ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) terhadap perilaku penghindaran pajak pada perusahaan Indonesia dengan menggunakan data panel yang lebih panjang serta metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara terpisah dampak masingAcmasing dimensi ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) terhadap perilaku penghindaran pajak pada perusahaan Indonesia dengan menggunakan data panel yang lebih panjang serta metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-0f685.webp" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-0f685.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-0f685.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-0f685.webp 1x" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" alt="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp 1x" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" alt="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-fec3a.webp" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-fec3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-fec3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-fec3a.webp 1x" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" alt="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51640-praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi" title="JURIS - The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia" target="_blank">The Effect of ESG Practices on Corporate Tax Avoidance: Evidence from Non-Financial Firms in Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki secara terpisah dampak masingAcmasing dimensi ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) terhadap perilaku penghindaran pajak pada perusahaan Indonesia dengan menggunakan data panel yang lebih panjang serta metode variabel instrumental untuk mengatasi endogenitas, sehingga dapat mengidentifikasi kontribusi relatif tiap dimensi. Selanjutnya, analisis peran kepemilikan institusional dan jaringan politik dalam memoderasi hubungan antara ESG dan penghindaran pajak dapat dilakukan dengan membandingkan perusahaan keluarga versus nonAckeluarga serta menguji interaksi dengan tingkat penegakan pajak regional, guna memahami bagaimana struktur kepemilikan dan pengaruh politik memengaruhi efektivitas ESG dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Akhirnya, studi komparatif multinasional yang menggabungkan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) dapat diterapkan untuk memahami mekanisme motivasi manajerial di negara berkembang versus negara maju, serta mengevaluasi efek kebijakan ESG disclosure terhadap kepatuhan pajak di berbagai institusi, yang akan memperkaya literatur tentang peran ESG dalam tata kelola pajak secara global..
<br>Penelitian ini mengkaji pengaruh kinerja ESG terhadap penghindaran pajak korporasi dengan menggunakan Cash Effective Tax Rate (CASH_ETR) sebagai satu-satunya proksi.Hasil empiris menunjukkan bahwa ESG tidak secara konsisten memengaruhi penghindaran pajak.model Fixed Effects tidak menemukan hubungan signifikan, sedangkan estimasi FDAcGMM menunjukkan efek positif yang signifikan, menandakan bahwa ESG dapat meningkatkan pembayaran pajak tunai.Keterbatasan penelitian meliputi sampel terbatas pada perusahaan nonAckeuangan yang terdaftar di IDX, pengukuran ESG yang agregat, serta tidaknya variabel seperti kepemilikan, koneksi politik, dan karakteristik dewan, sehingga disarankan penelitian lanjutan memperluas variabel tata kelola, mendisaggregasi dimensi ESG, dan melakukan studi lintas negara atau metodologi kualitatif
<br>Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap penghindaran pajak korporasi pada perusahaan nonAckeuangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015Ae2024. Berdasarkan teori pemangku kepentingan, perusahaan dengan praktik ESG yang lebih kuat diperkirakan melakukan penghindaran pajak yang lebih rendah karena komitmen yang lebih tinggi terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan pemangku kepentingan. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp" type="image/webp" length="113228" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-0f685.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-736dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/praktik-esg-tata-kelola-pajak-korporasi-adopsi-pas-thumb-fec3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1423-greenation-international-journal-economics-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51637-konstruksi-sosial-australia-huku" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51637-konstruksi-sosial-australia-huku" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:35cb0bffeaf1557f4721e81f3785f2d3</id>
	<published>2026-06-26T07:50:16+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T07:50:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gijlss index" label="gijlss index" />
	<category term="tony tan 342" label="tony tan 342" />
	<category term="hadi shubhan" label="hadi shubhan" />
	<itunes:keywords><![CDATA[342,gijlss,hadi,index,shubhan,tan,tony]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka regulasi yang ideal untuk mengatur kecerdasan buatan dalam sistem keadilan Indonesia. Kerangka ini harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip supremasi hukum, transparansi algoritma, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka regulasi yang ideal untuk mengatur kecerdasan buatan dalam sistem keadilan Indonesia. Kerangka ini harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip supremasi hukum, transparansi algoritma, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e1d08.webp" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e1d08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e1d08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e1d08.webp 1x" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" alt="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp 1x" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" alt="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e62e4.webp" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e62e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e62e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e62e4.webp 1x" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" alt="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51637-konstruksi-sosial-australia-huku" title="JURIS - The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases" target="_blank">The Use of Artificial Intelligence by Judges in Adjudicating Cases</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan kerangka regulasi yang ideal untuk mengatur kecerdasan buatan dalam sistem keadilan Indonesia. Kerangka ini harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip supremasi hukum, transparansi algoritma, akuntabilitas, dan non-diskriminasi, serta menjamin mekanisme korektif jika sistem kecerdasan buatan menghasilkan output yang salah atau merugikan. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia dalam sistem keadilan, yaitu hakim, panitera, dan seluruh pejabat yudisial, agar memiliki literasi teknologi yang memadai, memahami cara kerja sistem kecerdasan buatan, dan memiliki kesadaran kritis terhadap batasan dan potensi bias yang melekat pada sistem tersebut. Akhirnya, penelitian juga harus menyelidiki implikasi etika dan filosofis dari penggunaan kecerdasan buatan untuk tujuan yudisial, termasuk tantangan akuntabilitas dan hak asasi manusia..
<br>Integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem keadilan Indonesia adalah keniscayaan sejarah.Namun, bagaimana hal itu terjadi, siapa yang menentukan nilai-nilai yang diembannya, dan apa mekanisme yang memastikan akuntabilitasnya sepenuhnya merupakan pilihan sosial dan hukum yang berada di tangan manusia.Teori Konstruksi Sosial dan SCOT mengajarkan bahwa tidak ada jalan tunggal untuk adopsi teknologi.melainkan ada berbagai kemungkinan yang dibuka atau ditutup melalui proses negosiasi sosial, regulasi hukum, dan pilihan etika kolektif.Kecerdasan buatan seharusnya menjadi instrumen yang meningkatkan, bukan menggantikan, kapasitas manusia hakim dalam menegakkan keadilan
<br>Perkembangan kecerdasan buatan yang semakin masif telah menyentuh ranah yudisial dan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang bagaimana hukum harus meresponsnya. Artikel ini menyelidiki hubungan antara hakim, hukum, dan kecerdasan buatan melalui studi normatif, menggunakan pendekatan statuta dan konsep, serta pendekatan socio-legal yang berlandaskan pada Teori Konstruksi Sosial, terutama Konstruksi Sosial Teknologi (SCOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan bukanlah entitas netral yang berdiri sendiri, melainkan dibentuk oleh nilai-nilai, norma, dan kepentingan aktor sosial yang berinteraksi di dalamnya. Dalam konteks yudisial, hakim sebagai aktor sosial memiliki peran aktif dalam membentuk adopsi dan penggunaan teknologi, bukan hanya penerima pasif inovasi teknologi. Sistem hukum Indonesia masih menghadapi kesenjangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp" type="image/webp" length="101320" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e1d08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-4ad88.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/konstruksi-sosial-australia-adaptif-kemerdekaan-ha-thumb-e62e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1422-greenation-international-journal-law-social-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Determinants of Banking Stock Returns The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinants of Banking Stock Returns The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinants of Banking Stock Returns The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51633-risiko-reputasi-parsial-persepsi-r" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-51633-risiko-reputasi-parsial-persepsi-r" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-26:85d1fe15dfe76ddfdbfcedcf7bbfd687</id>
	<published>2026-06-26T07:00:11+07:00</published>
	<updated>2026-06-26T07:00:11+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="evidence non" label="evidence non" />
	<category term="credit risk" label="credit risk" />
	<category term="gijea index" label="gijea index" />
	<itunes:keywords><![CDATA[credit,evidence,gijea,index,non,risk]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi ESG (Environmental, Social, Governance) memodifikasi hubungan antara ERM dan pengembalian saham serta dampaknya terhadap persepsi risiko investor di pasar modal Indonesia. Selanjutnya, studi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi ESG (Environmental, Social, Governance) memodifikasi hubungan antara ERM dan pengembalian saham serta dampaknya terhadap persepsi risiko investor di pasar modal Indonesia. Selanjutnya, studi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-451e2.webp" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-451e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-451e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-451e2.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" alt="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-0c8b6.webp" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-0c8b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-0c8b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-0c8b6.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" alt="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" alt="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51633-risiko-reputasi-parsial-persepsi-r" title="JURIS - Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking" target="_blank">Determinants of Banking Stock Returns: The Moderating Role of Corporate Social Responsibility and Fraud Risk in Indonesian Banking</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi ESG (Environmental, Social, Governance) memodifikasi hubungan antara ERM dan pengembalian saham serta dampaknya terhadap persepsi risiko investor di pasar modal Indonesia. Selanjutnya, studi kuantitatif dapat membandingkan efek struktur kepemilikan, baik pemerintah maupun swasta, terhadap sensitivitas pengembalian saham terhadap volatilitas ekonomi makro, sehingga memetakan peran institusi dalam mendorong stabilitas sistem keuangan. Akhirnya, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dapat menginvestigasi strategi pencegahan penipuan dan prosedur audit internal di bank-bank besar, untuk menilai efektivitas regulasi RBBR dalam mengurangi risiko reputasi dan dampaknya terhadap nilai pasar..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan penerapan Enterprise Risk Management mencerminkan sinyal risiko tinggi bagi investor, sehingga menurunkan pengembalian saham.Sebaliknya, kepemilikan pemerintah dan Rating Bank Berbasis Risiko secara positif meningkatkan kepercayaan investor, khususnya dalam kondisi ketidakpastian.CSR dan risiko penipuan berfungsi sebagai mekanisme moderasi, menyamaratakan dampak ERM dan memperkuat signal kepemilikan pemerintah serta RBBR
<br>Penelitian ini meneliti pengaruh kinerja keuangan, Enterprise Risk Management (ERM), struktur kepemilikan pemerintah, dan Risk-Based Bank Rating (RBBR) terhadap pengembalian saham bank, dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dan risiko penipuan berperan sebagai variabel moderasi. Data panel 27 bank terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015Ac2021 dianalisis menggunakan regresi panel dan Analisis Regresi Moderasi (MRA) melalui pendekatan Panel EGLS. Hasilnya menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan ERM memiliki dampak negatif pada pengembalian saham, sedangkan kepemilikan pemerintah dan RBBR berpengaruh positif. CSR secara signifikan memoderasi hubungan antara ERM...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp" type="image/webp" length="98504" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-451e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-0c8b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/risiko-reputasi-parsial-persepsi-nilai-pasar-saham-thumb-22e10.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-689-e-greenation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-1423-greenation-international-journal-economics-accounting.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Fri, 26 Jun 2026 13:37:06 +0700. 12 items. Served in: 6.996 seconds [atom] -->
