<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.238-19jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-19T23:26:27+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Youthful Perspectives In Efl The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55034-hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pela" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55034-hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pela" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:822547fc737124c51c1adc28c9550a24</id>
	<published>2026-07-19T21:29:18+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T21:29:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="yulia rahman" label="yulia rahman" />
	<category term="tk gayamsari" label="tk gayamsari" />
	<category term="uin sjech m" label="uin sjech m" />
	<itunes:keywords><![CDATA[gayamsari,m,rahman,sjech,tk,uin,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp 1x" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" alt="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55034-hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pela" title="JURIS - Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject" target="_blank">Youthful Perspectives In Efl: The First Year StudentsAo Point Of View On English Subject</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran interaktif, memengaruhi motivasi dan pemahaman siswa kelas satu terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam mengatasi kesulitan kosakata yang diidentifikasi pada penelitian ini. Selain itu, studi komparatif antara pendekatan pembelajaran berbasis kodeAcswitching dan pendekatan monolingual dapat mengungkap efektivitas masingAcmasing strategi dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar siswa usia dini. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang melacak perkembangan sikap dan prestasi bahasa Inggris siswa selama tiga tahun pertama pendidikan dasar dapat memberikan wawasan tentang faktorAcfaktor yang berkontribusi pada keberlanjutan minat belajar Bahasa Inggris serta mengidentifikasi intervensi kurikulum yang paling berpengaruh. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran orang tua dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di rumah, dengan mengkaji korelasi antara keterlibatan keluarga dan peningkatan kemampuan bahasa siswa. Selain itu, analisis faktor lingkungan sekolah, seperti ukuran kelas dan ketersediaan sumber belajar, dapat membantu memahami bagaimana konteks fisik mempengaruhi hasil belajar Bahasa Inggris pada tingkat usia dini..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang sikap siswa terhadap bahasa Inggris sangat penting untuk merancang praktik pengajaran yang efektif.Dari hasil survei, 80A% siswa memberikan respons positif terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, meskipun sebagian kecil masih menyatakan keraguan dan menganggap bahasa tersebut menantang karena statusnya sebagai bahasa asing.Oleh karena itu, guru dan perancang kurikulum perlu menyesuaikan teknik pengajaran agar lebih menarik dan relevan, sehingga dapat meningkatkan motivasi serta keberhasilan belajar bahasa Inggris pada siswa
<br>Penelitian ini mengenai pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris yag dilakukan pada siswa tahun pertama di SD 1 Muhammadiyah Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan utama yang yaitu Apa pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris?. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara sebagai instrumen. Wawancara dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan kesulitan peserta terkait dengan bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" type="image/webp" length="77540" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-a728f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-ee743.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/hasil-belajar-siswa-spektrum-sikap-mata-pelajaran-thumb-91c37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1921-alimspublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9453-simpati.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55035-kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55035-kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:75fa597e67b8e0986b0b1766bbeb825e</id>
	<published>2026-07-19T21:29:18+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T21:29:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="iis juliani" label="iis juliani" />
	<category term="sunan ampel" label="sunan ampel" />
	<category term="ahmad dani" label="ahmad dani" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,ampel,dani,iis,juliani,sunan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp 1x" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" alt="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55035-kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sis" title="JURIS - The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes" target="_blank">The Influence of The Use of Learning Media on The Material on The Properties of Light on The Learning Outcomes</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan media kotak sifat cahaya (KOSICA) pada tingkatan kelas yang lebih tinggi, seperti kelas X dan XI, untuk menilai apakah peningkatan kemampuan berpikir kritis tetap konsisten pada materi sains yang lebih kompleks; selanjutnya, diperlukan perbandingan antara KOSICA dengan media digital interaktif seperti animasi atau realitas virtual dalam meningkatkan pemahaman konsep cahaya dan keterampilan berpikir kritis, guna menentukan media mana yang paling efisien dalam konteks pembelajaran; terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi optimal dalam alokasi waktu dan pelatihan guru untuk penggunaan KOSICA, termasuk analisis biayaAcmanfaat serta dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan siswa, sehingga dapat memberikan pedoman praktis bagi sekolah dalam mengimplementasikan media ini secara luas..
<br>Penggunaan kotak sifat cahaya (KOSICA) secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terbukti dari peningkatan nilai rataAcrata dari 54,81 menjadi 82,90 dan nilai pAcvalue <0,05.Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis pengalaman nyata dapat memperkuat pemahaman konsep sifat cahaya serta keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa SMP.Oleh karena itu, disarankan agar para ahli mengevaluasi dan mengoptimalkan penggunaan KOSICA pada berbagai titik pemotongan untuk memperluas penerapannya dalam pembelajaran sains
<br>Penelitian ini meneliti pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam mengajarkan sifat cahaya terhadap hasil belajar siswa sekolah menengah pertama serta kemampuan berpikir kritis mereka dalam ilmu pengetahuan. Pendekatan kuantitatif dengan desain satu grup preActestAepostActest digunakan, dengan sampel dipilih secara acak dan data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja siswa, dengan nilai rataAcrata meningkat dari 54,81 pada preActest menjadi 82,90 pada postActest, yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" type="image/webp" length="110666" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-28508.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-c91b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kinerja-siswa-autis-smp-swasta-interaksi-sekolah-p-thumb-15054.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-739-islamic-journal-integrated-science-education-ijise.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Generative Adversarial Networks in Medical Imaging A Review of Emerging Trends and Insights ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Generative Adversarial Networks in Medical Imaging A Review of Emerging Trends and Insights ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Generative Adversarial Networks in Medical Imaging A Review of Emerging Trends and Insights ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55033-pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55033-pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:50c84b98e3a4405d5551642260004660</id>
	<published>2026-07-19T19:17:01+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T19:17:01+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="adaptive drl" label="adaptive drl" />
	<category term="yee mon thu" label="yee mon thu" />
	<category term="diego oliva" label="diego oliva" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adaptive,diego,drl,mon,oliva,thu,yee]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, perlu dipertimbangkan pengembangan arsitektur GAN yang dapat menghasilkan gambar realistis dan mempertahankan akurasi anatomi detail halus, memastikan keamanan dan keandalan klinis. Integrasi pengetahuan domain, seperti batasan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, perlu dipertimbangkan pengembangan arsitektur GAN yang dapat menghasilkan gambar realistis dan mempertahankan akurasi anatomi detail halus, memastikan keamanan dan keandalan klinis. Integrasi pengetahuan domain, seperti batasan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp 1x" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" alt="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-8067d.webp" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-8067d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-8067d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-8067d.webp 1x" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" alt="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-2258b.webp" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-2258b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-2258b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-2258b.webp 1x" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" alt="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55033-pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi" title="JURIS - Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights" target="_blank">Generative Adversarial Networks in Medical Imaging: A Review of Emerging Trends and Insights</a>: Untuk penelitian lanjutan, perlu dipertimbangkan pengembangan arsitektur GAN yang dapat menghasilkan gambar realistis dan mempertahankan akurasi anatomi detail halus, memastikan keamanan dan keandalan klinis. Integrasi pengetahuan domain, seperti batasan yang diinformasikan fisika dan prioritas patologi khusus, dapat lebih meningkatkan interpretabilitas dan keandalan gambar yang dihasilkan. Protokol evaluasi terstandar, yang menggabungkan metrik kuantitatif dengan penilaian yang didorong oleh ahli, diperlukan untuk memungkinkan perbandingan yang adil di antara studi dan modus. Selain itu, perluasan penelitian ke domain yang belum dieksplorasi seperti histopatologi, pencitraan vaskular, penyakit menular, dan pencitraan pediatrik dapat membuka peluang baru. Menangani efisiensi komputasi dan stabilitas pelatihan akan menjadi kunci untuk memungkinkan penerapan di pengaturan kesehatan dengan sumber daya terbatas, sementara pendekatan privasi yang dilindungi seperti pembelajaran GAN federatif harus maju untuk mendukung kolaborasi multi-institusi tanpa mengorbankan kerahasiaan pasien. Akhirnya, kerangka etis dan regulasi harus berkembang secara paralel dengan inovasi teknis untuk mengurangi risiko penyalahgunaan dan menetapkan pedoman yang jelas untuk integrasi aman konten yang dihasilkan GAN ke dalam alur kerja klinis..
<br>Tinjauan sistematis pendekatan berbasis GAN dalam pencitraan biomedis menunjukkan bahwa arsitektur ini (mulai dari model dasar seperti DCGAN dan cGAN hingga varian canggih seperti StyleGAN, PGGAN, WGAN-GP, dan GAN dimodifikasi khusus) telah maju secara signifikan dalam sintesis gambar, peningkatan, dan adaptasi lintas domain.Aplikasi mereka mencakup spektrum luas domain biomedis, dengan konsentrasi tertinggi di Medical Physics & Rekonstruksi dan Cancer Imaging & Diagnosis, didukung oleh dataset publik dan proprietary, termasuk CBIS-DDSM, ChestX-ray14, BraTS, OAI, dan ABIDE.Evaluasi umumnya mengandalkan metrik kualitas gambar kuantitatif seperti SSIM, PSNR, dan FID, yang dilengkapi dengan pengukuran tugas khusus seperti Dice, AUC, dan penilaian visual ahli.Kekuatan kunci metode ini terletak pada kemampuan mereka untuk menghasilkan gambar realistis dan diagnostik, meningkatkan kinerja hilir melalui augmentasi data, meningkatkan pencitraan dalam kondisi berkualitas rendah atau dosis rendah, dan beradaptasi secara fleksibel dengan tugas klinis yang beragam, bahkan dengan data berlabel terbatas.Namun, keterbatasan tetap ada, termasuk ketergantungan pada dataset berkualitas tinggi dan beragam, risiko ketidakakuratan anatomi, ketidakstabilan pelatihan, tuntutan komputasi tinggi, protokol evaluasi yang tidak terstandarisasi, dan pertimbangan etis dan regulasi yang belum dieksplorasi secara memadai.Penelitian masa depan tentang GAN dalam pencitraan biomedis harus fokus pada menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknis dan penerapan klinis dengan mengembangkan arsitektur yang tidak hanya menghasilkan keluaran visual realistis tetapi juga mempertahankan akurasi anatomi detail halus, memastikan keamanan dan keandalan klinis.Integrasi pengetahuan domain, seperti batasan yang diinformasikan fisika dan prioritas patologi khusus, dapat lebih meningkatkan interpretabilitas dan keandalan gambar yang dihasilkan.Protokol evaluasi terstandar, yang menggabungkan metrik kuantitatif dengan penilaian yang didorong oleh ahli, diperlukan untuk memungkinkan perbandingan yang adil di antara studi dan modus.Selain itu, perluasan penelitian ke domain yang belum dieksplorasi seperti histopatologi, pencitraan vaskular, penyakit menular, dan pencitraan pediatrik dapat membuka peluang baru.Menangani efisiensi komputasi dan stabilitas pelatihan akan menjadi kunci untuk memungkinkan penerapan di pengaturan kesehatan dengan sumber daya terbatas, sementara pendekatan privasi yang dilindungi seperti pembelajaran GAN federatif harus maju untuk mendukung kolaborasi multi-institusi tanpa mengorbankan kerahasiaan pasien.Akhirnya, kerangka etis dan regulasi harus berkembang secara paralel dengan inovasi teknis untuk mengurangi risiko penyalahgunaan dan menetapkan pedoman yang jelas untuk integrasi aman konten yang dihasilkan GAN ke dalam alur kerja klinis
<br>Generative Adversarial Networks (GANs) semakin banyak diterapkan dalam pencitraan biomedis untuk sintesis gambar realistis, peningkatan, dan terjemahan modus. Meskipun kemajuan pesat, tantangan tetap ada dalam mempertahankan akurasi anatomi, standar evaluasi, dan mencapai integrasi klinis yang andal. Tinjauan ini memeriksa studi berbasis GAN terbaru, mengidentifikasi arsitekturnya, aplikasi, dataset, metode evaluasi, kekuatan, dan keterbatasannya. Kontribusi utama adalah sintesis komprehensif model GAN di seluruh domain biomedis, menggarisbawahi tren, metrik kinerja, dan celah penelitian untuk eksplorasi masa depan. Tinjauan literatur terstruktur dilakukan, menganalisis studi ditinjau sejawat yang memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan sebelumnya....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp" type="image/webp" length="77580" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-58b3e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-8067d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/pengembangan-sumber-daya-manusia-evaluasi-gans-bio-thumb-2258b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2335-journal-robotics-control-jrc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55039-hybrid-deep-learning-pendidikan-fisi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55039-hybrid-deep-learning-pendidikan-fisi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:2253dddabe699c431c108a7513868ae6</id>
	<published>2026-07-19T18:25:51+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T18:25:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="iis juliani" label="iis juliani" />
	<category term="sunan ampel" label="sunan ampel" />
	<category term="ahmad dani" label="ahmad dani" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,ampel,dani,iis,juliani,sunan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp 1x" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" alt="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55039-hybrid-deep-learning-pendidikan-fisi" title="JURIS - Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching" target="_blank">Review of Mapping Research Trends on Deep Learning In Physics Teaching</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana dimensi afektif dan sosial, seperti motivasi belajar, kolaborasi, dan keterlibatan emosional, dipengaruhi oleh penerapan deep learning dalam pembelajaran fisika, sehingga dapat mengisi kesenjangan yang selama ini terfokus pada aspek kognitif saja. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model desain instruksional yang sistematis dan terintegrasi, memadukan deep learning dengan teknologi digital interaktif seperti simulasi, platform AI (misalnya ChatGPT), dan analitik pembelajaran, serta menguji keefektifan penilaian otentik yang mendukung pembelajaran bermakna. Terakhir, sebuah studi longitudinal yang meneliti dampak program pengembangan profesional guru terhadap kesiapan mereka dalam mengimplementasikan deep learning, serta konsekuensinya terhadap pencapaian kompetensi abad ke-21 siswa, perlu dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi di kelas..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian deep learning dalam fisika meningkat secara tidak menentu antara tahun 2016 hingga 2025, namun diprediksi menurun pada tahun 2025, dengan beragam jenis publikasi yang tersedia.Implementasi deep learning memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran, kesiapan guru, dan sistem penilaian yang mendukung pembelajaran bermakna.Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, reformasi kurikulum, dan evaluasi pembelajaran
<br>Pendekatan deep learning dapat diterapkan pada sistem pendidikan yang bersifat personalisasi dan adaptif. Pembelajaran personalisasi (juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis kompetensi) merupakan pendekatan edukatif yang menyesuaikan instruksi dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian deep learning dalam bidang fisika. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dan analitis, dengan data yang diperoleh dari dokumen yang terindeks di Google Scholar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" type="image/webp" length="116190" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-8ff92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-1634b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/hybrid-deep-learning-pendidikan-fisika-keterampila-thumb-383dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-656-iain-kediri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-739-islamic-journal-integrated-science-education-ijise.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55037-kesehatan-mental-sekolah-kinerja" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55037-kesehatan-mental-sekolah-kinerja" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:34f8deb09a349b58fb7deac12eb503e8</id>
	<published>2026-07-19T18:13:42+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T18:13:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="adaptive drl" label="adaptive drl" />
	<category term="yee mon thu" label="yee mon thu" />
	<category term="diego oliva" label="diego oliva" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adaptive,diego,drl,mon,oliva,thu,yee]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp 1x" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" alt="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55037-kesehatan-mental-sekolah-kinerja" title="JURIS - SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning" target="_blank">SpatialAeTemporal Connectivity Descriptors for EEG-Based Mental Stress Detection Using Interpretable Machine Learning</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Pengembangan teknik pengurangan fitur yang lebih efisien untuk dataset EEG yang kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi mesin klasik sering kali outperform metode pembelajaran dalam dalam dataset EEG yang kecil karena mereka lebih baik dalam generalisasi dan kurang intensif secara komputasi. Namun, teknik pengurangan fitur yang lebih canggih dapat meningkatkan kinerja klasifikasi tanpa mengurangi interpretabilitas.2. Eksplorasi metode transformasi dan normalisasi konektivitas yang lebih lanjut. Penelitian ini memperkenalkan transformasi log-transformed untuk meningkatkan stabilitas distribusi korelasi dan meningkatkan interpretabilitas. Metode transformasi dan normalisasi lainnya dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas konektivitas berbasis EEG.3. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset EEG yang lebih beragam dan skenario real-time. Penelitian ini dilakukan pada dataset DASPS yang terkontrol, dan hasilnya mungkin tidak sepenuhnya mewakili skenario dunia nyata. Pengujian kerangka kerja STCD pada dataset yang lebih beragam dan skenario real-time dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kinerjanya dalam aplikasi praktis, seperti sistem pemantauan kesehatan mental yang dapat dikenakan dan platform penilaian stres waktu nyata..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan, yang disebut Spatial-Temporal Connectivity Descriptor (STCD), mampu mencapai akurasi yang tinggi dalam mendeteksi stres mental menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal yang dibuat secara manual.STCD menggabungkan berbagai fitur temporal dan spasial, seperti statistik domain waktu, parameter Hjorth, korelasi antar saluran, asimetri amplitudo, dan Indeks Lag Fase (PLI), untuk mengekstrak informasi yang relevan dari sinyal EEG.Penelitian ini juga mengevaluasi kinerja delapan klasifikasi mesin klasik, yaitu XGBoost, SVM, Random Forest, KNN, Decision Tree, AdaBoost, Gradient Boosting, dan Gaussian Naive Bayes, dalam skenario klasifikasi stres biner dan multikelas.Hasilnya menunjukkan bahwa KNN dan SVM mencapai akurasi tertinggi, sedangkan XGBoost menawarkan keseimbangan optimal antara akurasi prediktif dan efisiensi komputasi.Analisis matriks kebingungan lebih lanjut mengonfirmasi perilaku prediksi yang stabil untuk setiap kelas, menunjukkan bahwa kinerja yang dilaporkan tidak didorong oleh ketidakseimbangan kelas, tetapi mencerminkan kemampuan pemisahan fitur yang kuat.Penelitian ini juga membandingkan kinerja STCD dengan pendekatan sebelumnya dalam pengenalan stres berbasis EEG, menunjukkan keunggulan STCD dalam hal akurasi dan representasi spasial-temporal yang kuat.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa STCD merupakan kerangka kerja yang efisien untuk pengenalan stres mental berbasis EEG, dengan kemampuan diskriminatif yang kuat antara tingkat stres yang berbeda, dan dapat menjadi alternatif yang menarik untuk arsitektur pembelajaran dalam yang kompleks
<br>Stres mental merupakan ancaman besar bagi kesehatan global karena memiliki efek buruk yang serius terhadap memori, kesejahteraan emosional, dan produktivitas orang. Meskipun elektroensefalografi (EEG) menawarkan metode non-invasif dengan resolusi temporal tinggi untuk penilaian stres, sifat kompleks dan tidak stabil dari respons neural terkait stres tetap menjadi tantangan signifikan untuk sistem klasifikasi berbasis EEG yang andal. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan kerangka kerja pengenalan stres berbasis EEG yang dapat ditafsirkan dan modular yang menggunakan deskriptor konektivitas spasial-temporal dengan model pembelajaran mesin klasik. Kerangka kerja yang diusulkan mengekstrak fitur yang dibuat secara manual...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" type="image/webp" length="121144" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-01cd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-20c22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kesehatan-mental-sekolah-kinerja-klasifikasi-detek-thumb-d32d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2335-journal-robotics-control-jrc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55038-klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55038-klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:543f00d5b4174a5d47137a88f1fe40f3</id>
	<published>2026-07-19T17:50:49+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T17:50:49+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="adaptive drl" label="adaptive drl" />
	<category term="yee mon thu" label="yee mon thu" />
	<category term="diego oliva" label="diego oliva" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adaptive,diego,drl,mon,oliva,thu,yee]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp 1x" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" alt="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55038-klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil" title="JURIS - Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000" target="_blank">Lightweight Hybrid Feature Extraction for Real-Time Skin Lesion Classification on HAM10000 and MSK10000</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi metode ekstraksi fitur hibrida yang diusulkan. Pertama, kami merekomendasikan untuk mengeksplorasi teknik ekstraksi fitur alternatif yang lebih canggih dan mengintegrasikannya dengan metode yang diusulkan untuk meningkatkan akurasi dan kinerja klasifikasi. Kedua, kami menyarankan untuk mengoptimalkan parameter hiper dari algoritma pembelajaran mesin yang digunakan dalam penelitian ini, seperti SVM, kNN, dan Decision Tree, untuk mencapai hasil yang lebih baik. Terakhir, kami mengusulkan untuk melakukan validasi lebih lanjut dari metode yang diusulkan pada dataset yang lebih beragam dan kompleks, serta melakukan perbandingan dengan metode-metode lain yang ada dalam literatur untuk memastikan keandalan dan generalisasi metode yang diusulkan..
<br>Studi ini mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida baru untuk klasifikasi lesi kulit dan mengintegrasikan Local Binary Pattern (LBP) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM).Kami telah melakukan eksperimen menggunakan metode yang diusulkan terintegrasi dengan klasifikasi mesin belajar tradisional seperti SVM, kNN dan Decision Tree pada dua dataset publik, MSK10000 (klasifikasi biner) dan HAM10000 (klasifikasi multi-kelas).Sistem menunjukkan kinerja yang kuat pada berbagai metrik evaluasi, termasuk skor F1 yang mencapai 99,52% A 0,16 untuk klasifikasi biner dan 95,29% A 0,94 untuk tugas multi-kelas.Selain itu, metode yang diusulkan menunjukkan efisiensi komputasi tinggi yang akan memungkinkan implementasi aktual dalam skenario sumber daya terbatas
<br>Kanker kulit adalah salah satu kanker yang paling umum dan dalam beberapa kasus mematikan di seluruh dunia, yang menekankan pentingnya diagnosis awal dan akurat yang bergantung pada pengelolaan penyakit yang berhasil. Prosedur diagnosis konvensional memakan waktu dan rentan terhadap rutinitas yang bervariasi yang memerlukan sistem klasifikasi otomatis dan konsisten. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan metode ekstraksi fitur hibrida untuk klasifikasi lesi kulit biner dan multi-kelas dengan mengintegrasikan Local Binary...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" type="image/webp" length="148070" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-ef2b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-00139.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/klasifikasi-biner-ekstraksi-fitur-hasil-kanker-kul-thumb-7253d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-594-umy.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2335-journal-robotics-control-jrc.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengetahuan dan Kebenaran Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55024-filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-barat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55024-filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-barat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:b86e253125ce693225e0d13dbf8cbb17</id>
	<published>2026-07-19T16:05:38+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T16:05:38+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="vina cirebon" label="vina cirebon" />
	<category term="resensi buku" label="resensi buku" />
	<category term="front matter" label="front matter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,front,matter,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp 1x" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" alt="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55024-filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-barat" title="JURIS - Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur" target="_blank">Pengetahuan dan Kebenaran: Membincang Karakteristik Epistemologi Barat dan Epistemologi Timur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan kontribusi dalam memahami dan mengatasi tantangan ekologi yang dihadapi manusia saat ini. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kedua epistemologi tersebut dapat saling melengkapi dan bekerja sama dalam mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran dan praktik yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan ekologi global..
<br>Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, karakteristik epistemologi barat meliputi.[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui correspondence theory of truth (kebenaran korespondensi), coherence theory of truth (kebenaran koherensi) dan pragmatic theory of truth (kebenaran pragmatis).[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada aspek intuisi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat subjektif dan sintesis.[3] hubungan dengan agama bersifat terkait, khususnya dalam relasi sebab akibat.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui consensus theory of truth (kebenaran konsensus) dan aletheia theory of truth (kebenaran penyingkapan/ pewahyuan).Ketiga, selain memiliki perbedaan yang mendasar, epistemologi barat dan epistemologi timur memiliki kesamaan dalam beberapa hal, yaitu tentang misteri pengetahuan dan kebenaran, manusia sebagai subjek-objek pengetahuan dan kebenaran, dan kebermanfaatan pengetahuan dan kebenaran.Jadi, pengetahuan dan kebenaran yang diperoleh melalui perjumpaan epistemologi barat dan epistemologi timur didasarkan pada kebermanfaatan yang disepakati bersama (pragmatic Ae consensus theory of truth)
<br>Penelitian ini bertujuan mengali perbedaan dan persamaan karakteristik epistemologi barat dan epistemologi timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan kajian terhadap pustaka dan literatur, baik dalam bentuk buku, jurnal maupun dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, karakteristik epistemology barat meliputi: [1] pendekatan pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi, [2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis, [3] hubungan dengan agama bersifat terpisah, dan [4] validitas pengetahuan diperoleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" type="image/webp" length="49624" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-8de7a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-36dcd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/filsafat-kebenaran-pengetahuan-epistemologi-konsen-thumb-6194a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Yesus Kasihanilah Aku Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah PP Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah Perda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yesus Kasihanilah Aku Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah PP Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah Perda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yesus Kasihanilah Aku Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah PP Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah Perda ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55027-kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55027-kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:521017bd9fe19282ed40bd9b28513342</id>
	<published>2026-07-19T15:39:32+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T15:39:32+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="vina cirebon" label="vina cirebon" />
	<category term="resensi buku" label="resensi buku" />
	<category term="front matter" label="front matter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,front,matter,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan adalah: 1. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari pemberdayaan pengemis, seperti Bartimeus, dalam konteks Indonesia modern. 2. Meneliti efektivitas dan tantangan implementasi Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah terkait ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan adalah: 1. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari pemberdayaan pengemis, seperti Bartimeus, dalam konteks Indonesia modern. 2. Meneliti efektivitas dan tantangan implementasi Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah terkait ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-00920.webp" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-00920.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-00920.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-00920.webp 1x" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" alt="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-cacca.webp" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-cacca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-cacca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-cacca.webp 1x" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" alt="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp 1x" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" alt="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55027-kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus" title="JURIS - Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)" target="_blank">Yesus, Kasihanilah Aku!: Perlakuan Yesus Bertemu Bartimeus dari Perspektif Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda)</a>: Saran penelitian lanjutan adalah: 1. Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari pemberdayaan pengemis, seperti Bartimeus, dalam konteks Indonesia modern. 2. Meneliti efektivitas dan tantangan implementasi Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah terkait penanggulangan pengemis, serta bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk memberdayakan pengemis. 3. Mempelajari peran agama, khususnya Kristen, dalam memberdayakan pengemis dan bagaimana ajaran-ajaran agama dapat diterapkan dalam upaya pemberdayaan ini..
<br>Perlakuan Yesus kepada Bartimeus sesuai dengan PP Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah.Bartimeus masuk kategori pengemis menurut aturan pemerintah.Yesus tidak langsung memberikan uang atau barang, melainkan menanyakan kebutuhannya.Yesus menyembuhkan Bartimeus dari kebutaan sesuai dengan upaya preventif pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan pengemis dan mengembangkan diri mereka.Peran Yesus ini seharusnya dilakukan oleh warga negara Indonesia saat bertemu pengemis, yaitu memberikan pelayanan yang mengangkat harkat dan martabat manusia
<br>Kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia juga terjadi di zaman Yesus. Tulisan ini akan melihat bagaimana perlakuan Yesus kepada Bartimeus ketika dilakukan oleh pemerintah Indonesia menurut Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah (Perda). Indonesia menetapkan aturan ini untuk mengurangi jumlah pengemis dan memberdayakan mereka. Yesus melihat hal ini dengan cara membantu Bartimeus sembuh dari kebutaan, yang merupakan contoh pemberdayaan. Fokus tulisan ini adalah sikap Yesus saat bertemu Bartimeus untuk pertama kalinya hingga Bartimeus sembuh, meskipun ada sorakan untuk tidak menolongnya.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp" type="image/webp" length="56220" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-00920.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-cacca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/kesenjangan-sosial-bartimeus-perlakuan-yesus-yesus-thumb-98a99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Percaya Serahkan Sisanya kepada Semesta Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Percaya Serahkan Sisanya kepada Semesta Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Percaya Serahkan Sisanya kepada Semesta Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55018-aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55018-aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:35966de296d0628a87ab463dcbd85a0c</id>
	<published>2026-07-19T15:13:26+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T15:13:26+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="vina cirebon" label="vina cirebon" />
	<category term="resensi buku" label="resensi buku" />
	<category term="mewarga hati" label="mewarga hati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pengaruh spiritualitas mistik pada sejumlah lagu pop Indonesia lainnya untuk menguji apakah pola mistik serupa muncul dan bagaimana dampaknya terhadap persepsi publik serta dinamika politik; selanjutnya, diperlukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pengaruh spiritualitas mistik pada sejumlah lagu pop Indonesia lainnya untuk menguji apakah pola mistik serupa muncul dan bagaimana dampaknya terhadap persepsi publik serta dinamika politik; selanjutnya, diperlukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp 1x" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" alt="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-1f027.webp" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-1f027.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-1f027.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-1f027.webp 1x" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" alt="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-97d2e.webp" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-97d2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-97d2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-97d2e.webp 1x" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" alt="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55018-aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamik" title="JURIS - Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda" target="_blank">Percaya, Serahkan Sisanya kepada Semesta: Spiritualitas Mistik dalam Lagu Ghea Indrawari AuTerima Kasih Sudah BertahanAy serta Relevansinya dalam Kampanye Politik Sherly Tjoanda</a>: Penelitian selanjutnya dapat membandingkan pengaruh spiritualitas mistik pada sejumlah lagu pop Indonesia lainnya untuk menguji apakah pola mistik serupa muncul dan bagaimana dampaknya terhadap persepsi publik serta dinamika politik; selanjutnya, diperlukan studi kuantitatif yang mengukur respons audiens terhadap elemen mistik dalam lirik lagu, sehingga dapat mengidentifikasi variabel demografis atau psikologis yang memediasi penerimaan pesan spiritual dan motivasi politik; terakhir, penting untuk meneliti peran musik mistik dalam mobilisasi politik di konteks budaya lain, misalnya dengan mengeksplorasi kasus-kasus di negara dengan tradisi religius berbeda, guna memahami sejauh mana mekanisme transformasi spiritual dapat memicu aksi sosial dan perubahan kebijakan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu AuTerima Kasih Sudah BertahanAy mengandung unsur spiritualitas mistik yang menghubungkan pengalaman pribadi artis dengan dinamika politik, sehingga berfungsi sebagai simbol perjuangan dan transformasi.Analisis mengidentifikasi tiga tahapan mistikAikekaguman, melepaskan, dan transformasiAiyang terealisasi melalui lirik lagu dalam konteks penderitaan serta kontribusinya terhadap kepedulian kesehatan mental.Selanjutnya, temuan menegaskan bahwa mistisisme tidak terbatas pada elit religius, melainkan dapat diakses semua orang dan berpotensi memotivasi aksi politik serta perubahan sosial
<br>Tulisan ini mengkaji spiritualitas mistik dalam lagu AuTerima Kasih Sudah BertahanAy karya Ghea Indrawari menggunakan teori spiritualitas mistik Meister Eckhart-Dorothee Soelle. Melalui pendekatan kualitatif, penulis menganalisis lirik lagu yang mencerminkan perjalanan karir Ghea dalam industri musik dengan tiga tahapan perjalanan mistik menurut Eckhart-Soelle (kekaguman, melepaskan, dan transformasi) dan gagasan sunder warumbe. Ghea, yang awalnya terjebak dalam ekspektasi tinggi terhadap kekuatan dirinya, akhirnya menyerahkan hasil karyanya kepada Tuhan dan mengalami transformasi untuk bersuara tentang isu kesehatan mental. Relevansi lagu ini dalam kampanye politik Sherly Tjoanda terlihat ketika lagu tersebut digunakan sebagai simbol perjuangan dan transformasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp" type="image/webp" length="54758" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-a6eed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-1f027.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/aksi-politik-kolektif-kampanye-pks-dinamika-lagu-p-thumb-97d2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Eksistensi dalam Klik Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Eksistensi dalam Klik Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Eksistensi dalam Klik Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55017-chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55017-chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:332d315fa844c96e62dec878202395d6</id>
	<published>2026-07-19T14:47:09+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T14:47:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="vina cirebon" label="vina cirebon" />
	<category term="resensi buku" label="resensi buku" />
	<category term="mewarga hati" label="mewarga hati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan etika di era digital, penelitian lanjutan dapat menyoroti beberapa aspek krusial yang belum dieksplorasi secara empiris atau mendalam dalam kajian ini. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan etika di era digital, penelitian lanjutan dapat menyoroti beberapa aspek krusial yang belum dieksplorasi secara empiris atau mendalam dalam kajian ini. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" alt="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-394c2.webp" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-394c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-394c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-394c2.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" alt="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-89146.webp" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-89146.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-89146.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-89146.webp 1x" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" alt="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55017-chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat" title="JURIS - Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman" target="_blank">Eksistensi dalam Klik: Fenomena AuApapun Demi KontenAy dalam Perspektif Homo Digitalis Budi Hardiman</a>: Untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan etika di era digital, penelitian lanjutan dapat menyoroti beberapa aspek krusial yang belum dieksplorasi secara empiris atau mendalam dalam kajian ini. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi empiris yang mengkaji secara spesifik efektivitas implementasi empat strategi penataan komunikasi digital yang diusulkan oleh Budi Hardiman, yaitu juridifikasi, moralisasi, solidarisasi, dan kepemimpinan pluralis, dalam konteks masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat mengukur bagaimana penerapan strategi-strategi tersebut secara konkret berkontribusi pada perubahan perilaku kreator dan konsumen konten, serta sejauh mana dampaknya dalam mengurangi tren 'apapun demi konten' yang tidak etis di berbagai platform media sosial. Kedua, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai dampak psikologis dan sosiologis jangka panjang terhadap individu yang menjadi 'Homo Digitalis' atau 'Homo Brutalis'. Studi ini bisa fokus pada perubahan pola pikir, identitas diri, dan kapasitas penalaran moral yang terjadi akibat ketergantungan berlebihan pada algoritma dan dorongan untuk selalu eksis melalui interaksi digital. Dengan demikian, kita dapat memahami lebih baik bagaimana transformasi ini memengaruhi kesejahteraan mental dan perkembangan etika personal. Ketiga, mengingat bahwa fenomena 'apapun demi konten' juga didorong oleh motivasi ekonomi dan sosial, penelitian selanjutnya dapat menggali faktor-faktor sosio-ekonomi dan budaya yang lebih spesifik di Indonesia. Misalnya, bagaimana tekanan ekonomi, norma sosial, atau aspirasi terhadap popularitas digital memengaruhi keputusan individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam praktik konten yang kontroversial. Analisis ini dapat memberikan wawasan mengenai akar masalah yang lebih dalam, sehingga solusi yang dirumuskan menjadi lebih kontekstual dan berkelanjutan. Melalui pendekatan-pendekatan ini, diharapkan dapat terbentuk kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, etis, dan berkelanjutan bagi masyarakat..
<br>Perkembangan digital, dengan konsep Homo Digitalis Budi Hardiman, telah melahirkan fenomena 'apapun demi konten' yang mengikis etika demi popularitas dan keuntungan, seperti terlihat pada kasus eksploitasi anak dan mengemis online.Kondisi ini menuntut kesadaran etis dan reflektif dalam berteknologi, sebagaimana ditekankan oleh Aristoteles tentang keputusan moral dan Heidegger mengenai bahaya pemikiran mekanis.Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup regulasi hukum, moralisasi etika digital, solidaritas masyarakat, dan kepemimpinan pluralis untuk menciptakan ruang digital yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab
<br>Era digital telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan mengekspresikan eksistensinya. Media sosial seperti TikTok dan YouTube menjadi ruang utama bagi individu untuk membangun identitas digital mereka, sering kali mengutamakan engagement dan keuntungan ekonomi dibandingkan pertimbangan etis. Berdasarkan perspektif filsafat Budi Hardiman, tulisan ini mengkaji bagaimana eksistensi digital tidak hanya memengaruhi identitas manusia, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku mereka secara fundamental. Konsep...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp" type="image/webp" length="77648" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-6c4f6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-394c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/chatgpt-norma-sosial-konteks-masyarakat-homo-digit-thumb-89146.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resensi Buku Where Two or Three Are Gathered Transforming the Parish through Communities of Practice ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55019-gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-pr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55019-gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-pr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:a309f17936fe01cc50fe901907596276</id>
	<published>2026-07-19T14:02:47+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T14:02:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="vina cirebon" label="vina cirebon" />
	<category term="resensi buku" label="resensi buku" />
	<category term="mewarga hati" label="mewarga hati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[buku,cirebon,hati,mewarga,resensi,vina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" alt="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55019-gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-pr" title="JURIS - Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice" target="_blank">Resensi Buku: Where Two or Three Are Gathered: Transforming the Parish through Communities of Practice</a>: 1. Bagaimana komunitas praktik dapat diterapkan di berbagai konteks selain gereja, seperti sekolah, rumah sakit, atau komunitas basis, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan transformasi dan pertumbuhan iman di dalam komunitas tersebut?2. Apakah ada cara untuk mengembangkan gagasan tentang penginjilan yang lebih inklusif dan dapat diterapkan di berbagai denominasi, sehingga dapat memperluas jangkauan karya ini di luar lingkungan Katolik?3. Bagaimana kita dapat mengelaborasi dan menerapkan gagasan transformasi gereja ini secara lebih luas, dengan mempertimbangkan dinamika dan kebutuhan unik dari setiap jenis gereja, dan bagaimana hal ini dapat mendorong diskusi dan perenungan di antara para pemeluk agama yang berbeda?.
<br>Buku ini memberikan kontribusi yang komprehensif secara konseptual dan contoh empiris dalam mentransformasi gereja yang dapat dikatakan sebagai kelebihan buku.Bagi peresensi, gagasan yang dapat dikembangkan dari buku ini yaitu keramahtamahan (hospitality), percakapan (conversation), pengikut (followership), dan memilih dan memilah (discernment).Regan memang meletakkannya pada desain gereja sebagaimana salah satu perwujudan dari komunitas-komunitas praktik (communities of practice).Namun, peresensi menilai ini bisa dilakukan di wujud komunitas praktik yang lain, contohnya sekolah, rumah sakit, komunitas sel, dan komunitas basis.Sebagai contoh, di sekolah, pembaca yang ingin menggunakan gagasan ini bisa mendesainnya dengan melibatkan budaya sekolah, kebijakan pendidikan, pembelajaran dan kurikulum (eksplisit, implisit, dan nol), dan orang-orang yang terlibat (guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua)
<br>Gagasan transformasi gereja atau paroki menjadi hal penting dalam kehidupan menggereja agar senantiasa memperbarui diri. Ini bisa semacam mengembangkan ungkapan ecclesia reformanda quia reformata atau biasa disebut ecclesia reformata semper reformanda yang berarti gereja harus selalu tereformasi sebagaimana dipopulerkan Karl Barth pada 1947 yang berasal dari Agustinus (Koffeman, 2015). Tidak heran dengan menggunakan kata kunci AuparokiAy (parish) dan AugerejaAy (congregation), banyak literatur melimpah disajikan di luar Indonesia di antaranya Transforming Parish Ministry: The Changing Roles of Catholic Clergy, Laity, and Women...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" type="image/webp" length="80890" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-baaee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-312e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/c/gereja-paroki-komunitas-praktik-wujud-kunci-parish-thumb-0a399.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12010-aradha-journal-divinity-peace-conflict-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55023-standar-usaha-homestay-provinsi-l" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-55023-standar-usaha-homestay-provinsi-l" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-19:8d8b35483848c5b743854c6e7ece04ac</id>
	<published>2026-07-19T13:02:50+07:00</published>
	<updated>2026-07-19T13:02:50+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="budi prayogi" label="budi prayogi" />
	<category term="wira saputra" label="wira saputra" />
	<itunes:keywords><![CDATA[budi,content,main,prayogi,saputra,wira]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi Standard Operating Procedures terhadap kepuasan tamu dan kinerja ekonomi homestay di Lampung Barat, misalnya dengan melakukan survei longitudinal pada homestay yang telah diterapkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi Standard Operating Procedures terhadap kepuasan tamu dan kinerja ekonomi homestay di Lampung Barat, misalnya dengan melakukan survei longitudinal pada homestay yang telah diterapkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-779c8.webp" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-779c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-779c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-779c8.webp 1x" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" alt="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp 1x" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" alt="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-d550a.webp" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-d550a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-d550a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-d550a.webp 1x" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" alt="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-55023-standar-usaha-homestay-provinsi-l" title="JURIS - Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf" target="_blank">Bimbingan Teknis Penyiapan Homestay di Lampung Barat Berdasarkan Pedoman Kemeparekraf</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang implementasi Standard Operating Procedures terhadap kepuasan tamu dan kinerja ekonomi homestay di Lampung Barat, misalnya dengan melakukan survei longitudinal pada homestay yang telah diterapkan SOP. Selain itu, diperlukan studi perbandingan efektivitas antara pelatihan tatap muka partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini dengan metode pembelajaran digital atau eAclearning dalam meningkatkan kepatuhan standar homestay, untuk menentukan pendekatan yang paling efisien dan dapat diakses secara luas. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan model skala nasional untuk standarisasi homestay yang memperhitungkan adaptasi budaya lokal, sehingga dapat diuji coba di provinsi lain dan menilai keberlanjutan serta replikabilitas model tersebut dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan..
<br>Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan di Liwa Kabupaten Lampung Barat yang melibatkan 20 homestay dengan total peserta 40 orang, dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta telah mendapatkan pembekalan atas unit usaha yang mereka jalankan guna menjaga dan meningkatkan tingkat kepuasan tamu di homestay yang dikelola oleh masyarakat daerah.Standarisasi homestay yang diturunkan menjadi SOP sebagai bentuk implementasi merupakan wujud nyata dari kesadaran masyarakat untuk bersinergi membangun pariwisata di Lampung Barat.Diharapkan kegiatan sejenis dapat dilakukan berulang kali untuk menjangkau keseluruhan homestay yang ada di Lampung Barat dan provinsi Lampung pada umumnya
<br>Tidak hanya Homestay menjadi alternatif akomodasi yang menawarkan kenyamanan, juga pengalaman autentik tetapi berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, namun terdapat permasalahan dalam pengelolaan homestay saat ini, banyak homestay yang belum mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Ketidaksesuaian terhadap standar ini berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan dan fasilitas, yang pada akhirnya dapat mengurangi daya saing homestay sebagai alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan partisipatif kualitatif, di mana peneliti tidak hanya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp" type="image/webp" length="63142" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-779c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-52ef8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/standar-usaha-homestay-provinsi-lampung-bawaslu-ma-thumb-d550a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1814-ppl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9003-abdi-wisata-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 19 Jul 2026 23:26:27 +0700. 12 items. Served in: 3.929 seconds [atom] -->
