<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-09-06T22:15:40+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64595-kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-men" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64595-kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-men" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:87c7b5e305380b75c468b47f5120d740</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat rendahnya minat ibu terhadap kontrasepsi implant dan adanya korelasi kuat dengan pengetahuan, paritas, dan dukungan suami, penelitian lanjutan perlu didesain untuk menyelami lebih dalam aspek-aspek tersebut. Pertama, studi kualitatif atau mixed-methods ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Mengingat rendahnya minat ibu terhadap kontrasepsi implant dan adanya korelasi kuat dengan pengetahuan, paritas, dan dukungan suami, penelitian lanjutan perlu didesain untuk menyelami lebih dalam aspek-aspek tersebut. Pertama, studi kualitatif atau mixed-methods ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-ca08b.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-ca08b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-ca08b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-ca08b.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" alt="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" alt="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-cdc5c.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-cdc5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-cdc5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-cdc5c.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" alt="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64595-kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-men" title="JURIS - Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025" target="_blank">Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kurangnya Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim Tahun 2025</a>: Mengingat rendahnya minat ibu terhadap kontrasepsi implant dan adanya korelasi kuat dengan pengetahuan, paritas, dan dukungan suami, penelitian lanjutan perlu didesain untuk menyelami lebih dalam aspek-aspek tersebut. Pertama, studi kualitatif atau mixed-methods dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi, pengalaman, dan hambatan spesifik yang dihadapi ibu dan suami dalam memilih kontrasepsi implant di wilayah Puskesmas Sukarami, melampaui sekadar korelasi statistik yang sudah ditemukan. Ini akan membantu mengidentifikasi nuansa sosial, budaya, dan pribadi yang mungkin tidak terdeteksi oleh pendekatan kuantitatif. Selanjutnya, dengan fokus pada peran penting pengetahuan, penelitian intervensi sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan yang inovatif dan terstruktur, khususnya yang melibatkan komunikasi langsung dan materi informatif yang mudah diakses, dalam meningkatkan pemahaman ibu tentang manfaat serta prosedur kontrasepsi implant. Apakah edukasi yang ditargetkan mampu secara signifikan mengubah perilaku penggunaan? Terakhir, mengingat signifikansi dukungan suami, studi dapat diarahkan untuk menguji model intervensi yang melibatkan pasangan secara aktif dalam sesi konseling keluarga berencana. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Sejauh mana konseling berpasangan dapat meningkatkan dukungan suami dan pada akhirnya minat ibu untuk menggunakan kontrasepsi implant, serta apa saja faktor penentu keberhasilan implementasi program semacam itu? Penelitian-penelitian ini akan memberikan landasan yang lebih kokoh untuk pengembangan strategi peningkatan penggunaan kontrasepsi implant yang lebih tepat sasaran..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan ibu dalam menggunakan kontrasepsi implant di Puskesmas Sukarami pada tahun 2025 sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama.Pengujian statistik menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara signifikan berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi implant.Secara terpisah, pengetahuan memiliki signifikansi tertinggi (p=0,000), diikuti oleh paritas dan dukungan suami (keduanya p=0,002), menegaskan peran penting masing-masing variabel dalam pilihan kontrasepsi
<br>Kontrasepsi implant merupakan salah satu metode efektif untuk mencegah kehamilan, namun tingkat penggunaannya di masyarakat masih rendah. Data LKRI tahun 2023 urutan ke 3 dengan persentase 6,2%. Di wilayah kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim tahun 2024 jumlah akseptor implant hanya 5,3% dan pada awal tahun 2025 hanya 2,7% lebih rendah dibandingkan kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, paritas, dan dukungan suami dengan pemakaian kontrasepsi implant di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp" type="image/webp" length="71920" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-ca08b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-67410.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/kontrasepsi-implant-pengetahuan-dukungan-suami-fak-thumb-cdc5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64605-manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-prenat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64605-manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-prenat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:0d68c570eccc8cb3f9e74d65561f422b</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari praktik prenatal yoga terhadap kesehatan ibu dan janin, serta membandingkan efektivitas prenatal yoga dengan intervensi non-farmakologis lainnya seperti akupunktur atau terapi suara. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari praktik prenatal yoga terhadap kesehatan ibu dan janin, serta membandingkan efektivitas prenatal yoga dengan intervensi non-farmakologis lainnya seperti akupunktur atau terapi suara. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-11317.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-11317.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-11317.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-11317.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-5fa57.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-5fa57.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-5fa57.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-5fa57.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64605-manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-prenat" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak" target="_blank">Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari praktik prenatal yoga terhadap kesehatan ibu dan janin, serta membandingkan efektivitas prenatal yoga dengan intervensi non-farmakologis lainnya seperti akupunktur atau terapi suara. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh faktor budaya dan lingkungan sosial terhadap adopsi praktik prenatal yoga oleh ibu hamil di berbagai daerah. Penelitian juga diperlukan untuk mengembangkan strategi edukasi yang lebih personalisasi berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu hamil, serta mengevaluasi efektivitas program prenatal yoga dalam mengurangi komplikasi kehamilan seperti preeklamsia atau diabetes gestasional..
<br>Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar dari responden yaitu sebanyak 18 responden (60%) berpengetahuan cukup sebelum edukasi prenatal yoga.Namun, setelah diberikan edukasi, tidak ada lagi responden yang berada dikategori cukup.Sebagian besar dari responden yaitu 22 responden (73%) berpengetahuan baik setelah edukasi prenatal yoga.Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan atau pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi dengan peningkatan pengetahuan ibu hamil.Edukasi yang diberikan biasanya mencakup manfaat prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung, melatih pernapasan, dan relaksasi serta keamanan gerakannya bagi janin
<br>Latar Belakang: Perubahan pada ibu hamil terjadi mulai awal trimester pertama dan memuncak pada waktu persalinan. Perubahan ini dapat ditoleransi baik pada wanita sehat, tapi dapat memperburuk atau menimbulkan penyakit yang sudah ada sebelum kehamilan (Yulizawati et al., 2017). Prenatal yoga merupakan modifikasi dari gerakan-gerakan yoga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh ibu hamil yang bertujuan untuk mempersiapkan secara fisik, mental dan spiritual ibu hamil untuk menghadapi proses persalinan. Berdasarkan data kunjungan ibu hamil terhitung dari bulan november 2025 - januari 2026 berjumlah 114 orang. Banyak keluhan ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil seperti cemas, nyeri punggung, mudah lelah menjadi ketertarikan peneliti untuk memberikan edukasi tentang prenatal yoga pada kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Hamil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp" type="image/webp" length="64074" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-11317.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-c35a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/manfaat-prenatal-yoga-hamil-pengetahuan-edukasi-pr-thumb-5fa57.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64594-insiden-nyeri-punggung-intensitas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64594-insiden-nyeri-punggung-intensitas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:61fcc369f73bf7c79052984ba1a05117</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" alt="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64594-insiden-nyeri-punggung-intensitas" title="JURIS - Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada" target="_blank">Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue  di Geriya Sehat Bali Dwipa Husada</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melakukan pengukuran hasil terapi secara kuantitatif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja akupunktur dalam mengurangi nyeri punggung bawah secara lebih mendalam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi akupunktur pada kasus-kasus spesifik..
<br>Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue menunjukkan hasil yang positif.Terapi ini mampu menurunkan intensitas nyeri, mengurangi kekakuan, serta meningkatkan kemampuan aktivitas harian klien secara bertahap.Pendekatan berbasis sindrom memberikan arah terapi yang lebih terfokus, sehingga efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam penanganan nyeri punggung bawah, khususnya pada klien usia lanjut
<br>Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan nyeri punggung bawah umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologis sebagai alternatif yang aman dan holistik, salah satunya akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Akupunktur pada kasus nyeri punggung bawah dengan Sindrom Stagnasi Qi dan Xue. Penelitian menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" type="image/webp" length="74280" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-2eea5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-86b58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/insiden-nyeri-punggung-intensitas-dismenorea-asuha-thumb-ec140.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin Dingin Sebuah Studi Kasus Ilustratif ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64593-otot-leher-nyeri-non-penuru" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64593-otot-leher-nyeri-non-penuru" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:9864cb05232983648223eb8cfc389690</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp 1x" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" alt="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64593-otot-leher-nyeri-non-penuru" title="JURIS - Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif" target="_blank">Akupunktur dalam Penanganan Nyeri Otot Leher akibat Sindrom Angin-Dingin: Sebuah Studi Kasus Ilustratif</a>: 1. Dilakukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas akupunktur pada nyeri leher akibat Sindrom Angin-Dingin. 2. Dikembangkan studi perbandingan antara akupunktur dengan terapi konvensional seperti obat antiinflamasi atau fisioterapi. 3. Dilakukan penelitian tentang efek jangka panjang akupunktur pada fungsi gerak leher dan kualitas hidup pasien..
<br>Studi kasus ilustratif ini menunjukkan bahwa intervensi akupunktur yang disusun berdasarkan diferensiasi sindrom TCM memberikan hasil klinis yang baik pada kasus nyeri otot leher akibat invasi Angin-Dingin.Penerapan protokol yang mengombinasikan titik lokal (GB20, GB21, dan Ashi) serta titik distal (SI3, TE5, dan LI4) selama dua belas sesi menghasilkan penurunan nyeri yang progresif hingga mencapai resolusi nyeri pada akhir terapi
<br>Nyeri otot leher merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan produktivitas kerja, terutama pada pekerja pengguna komputer. Dalam perspektif Traditional Chinese Medicine (TCM), nyeri otot leher dapat dikaitkan dengan Jing Bi akibat invasi patogen Angin-Dingin yang menyebabkan hambatan aliran Qi dan Darah pada meridian. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus ilustratif deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan nyeri otot leher non-traumatik yang sesuai dengan Sindrom Angin-Dingin. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan respons klinis pasien setelah diberikan intervensi akupunktur dengan kombinasi titik lokal dan distal. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan berdasarkan Empat Cara Pemeriksaan TCM, pengukuran intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), serta evaluasi lingkup gerak sendi leher...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" type="image/webp" length="47880" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-76dec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-f641e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/c/otot-leher-nyeri-non-penurunan-akupunktur-penangan-thumb-7e183.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64598-bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohc" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64598-bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohc" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:fd54eab650518aa9ca35323a68d9d570</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB, perlu dilakukan upaya sistematis dalam meningkatkan dukungan keluarga. Perawat dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dukungan keluarga melalui pemberian informasi, penilaian, instrumentasi, dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB, perlu dilakukan upaya sistematis dalam meningkatkan dukungan keluarga. Perawat dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dukungan keluarga melalui pemberian informasi, penilaian, instrumentasi, dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-fd2b4.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-fd2b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-fd2b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-fd2b4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-8e567.webp" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-8e567.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-8e567.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-8e567.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" alt="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64598-bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohc" title="JURIS - Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis" target="_blank">Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis</a>: Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB, perlu dilakukan upaya sistematis dalam meningkatkan dukungan keluarga. Perawat dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dukungan keluarga melalui pemberian informasi, penilaian, instrumentasi, dan dukungan emosional. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup pasien TB, seperti komorbiditas dan masalah sosial ekonomi..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang baik mengakibatkan kualitas hidup yang buruk bagi pasien TB.Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien TB.Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis, yaitu pendidikan, usia, komorbiditas, dan stres mental
<br>Tuberkulosis (TB) memengaruhi kualitas hidup pasien dan meningkatkan angka kematian. Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah dukungan keluarga, yang berfungsi sebagai panduan untuk kebijakan dan tindakan konkret. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien tuberkulosis. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 35 pasien TB menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan nilai p sebesar 0,0001, menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien tuberkulosis.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp" type="image/webp" length="72536" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-d4251.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-fd2b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/bta-pasien-tb-hidup-lansia-ohca-hubungan-dukungan-thumb-8e567.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber KB SKB Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber KB SKB Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber KB SKB Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64601-promosi-konseling-kb-strategi-berimbang" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64601-promosi-konseling-kb-strategi-berimbang" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:e1f8070afa49813f3bb53c17199bd6b3</id>
	<published>2026-09-06T17:07:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T17:07:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan pelatihan intensif untuk bidan tentang penggunaan Strategi Konseling Berimbang (SKB) agar pengetahuan mereka meningkat dan dapat memberikan pelayanan KB yang lebih efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan pelatihan intensif untuk bidan tentang penggunaan Strategi Konseling Berimbang (SKB) agar pengetahuan mereka meningkat dan dapat memberikan pelayanan KB yang lebih efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-9ced8.webp" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-9ced8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-9ced8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-9ced8.webp 1x" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" alt="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp 1x" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" alt="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-47361.webp" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-47361.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-47361.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-47361.webp 1x" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" alt="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64601-promosi-konseling-kb-strategi-berimbang" title="JURIS - Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas" target="_blank">Deskripsi Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pengambilan Keputusan Ber-KB (SKB) Dan ABPK Pada Bidan di Kabupaten Banyumas</a>: Pertama, perlu dilakukan pelatihan intensif untuk bidan tentang penggunaan Strategi Konseling Berimbang (SKB) agar pengetahuan mereka meningkat dan dapat memberikan pelayanan KB yang lebih efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan efektivitas SKB dan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) dalam meningkatkan pemahaman klien tentang kontrasepsi. Ketiga, penelitian juga dapat fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan bidan, seperti pengalaman kerja, akses pelatihan, dan ketersediaan sumber daya pendukung. Dengan mengembangkan pelatihan, memperbandingkan metode konseling, dan menganalisis faktor penentu pengetahuan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan KB secara signifikan. Selain itu, penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi peran teknologi dalam menyampaikan informasi kontrasepsi kepada bidan dan klien. Studi tentang kepuasan klien terhadap metode konseling yang berbeda juga penting untuk memastikan layanan KB sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta inovasi dalam penyelenggaraan KB yang lebih inklusif dan efektif..
<br>Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang sangat signifikan antara SKB dan ABPK pada bidan.Pengetahuan kategori baik pada ABPK mencapai 85,3%, sedangkan pada SKB hanya 2,7%, dengan selisih 82,6%.Rata-rata pengetahuan ABPK (mean 2,85) lebih tinggi satu tingkat dibandingkan SKB (mean 1,69), menunjukkan kesenjangan pemahaman yang sangat nyata
<br>Latar Belakang : Penyelenggaraan layanan KB masih belum dilakukan secara maksimal terlihat dari hanya sedikit permasalahan yang teridentifikasi, 1,1 miliar pasangan usia subur, ada 270 juta jiwa yang tidak memakai kontrasepsi yang paling signifikan dalam peserta Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah. Pengetahuan bidan yang kurang terkait perlindungan, keterampilan konseling, serta keterampilan menggunakan alat bantu konseling untuk mempermudah dalam memberikan penjelasan kepada klien menjadi salah satu penyebab dekadensi penggunaan konseling KB. Tujuan : Untuk mendeskripsikan perbedaan tingkat pengetahuan tentang alat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp" type="image/webp" length="181816" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-9ced8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-b4e1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/promosi-konseling-kb-strategi-berimbang-alat-bantu-thumb-47361.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-146-urindo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7646-jurnal-ilmu-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Importance of STEM Education in Early Childhood Education Developing Critical Thinking at an Early Age ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64590-akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64590-akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:f7a0986816df5909b08d261286c2c961</id>
	<published>2026-09-06T15:42:09+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T15:42:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ulya fawaida" label="ulya fawaida" />
	<category term="nadia azizah" label="nadia azizah" />
	<category term="atul khosyi" label="atul khosyi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[atul,azizah,fawaida,khosyi,nadia,ulya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp 1x" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" alt="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64590-akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir" title="JURIS - The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age" target="_blank">The Importance of STEM Education in Early Childhood Education: Developing Critical Thinking at an Early Age</a>: Untuk melengkapi penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi pendekatan STEM dalam zona bermain lainnya seperti Zona Seni atau Zona Literasi untuk melihat dampak berbeda terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran bahan belajar berbeda (seperti bahan loose parts versus alat digital) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Ketiga, peneliti dapat mengevaluasi efek jangka panjang dari paparan dini pendidikan STEM terhadap prestasi akademik anak di tingkat pendidikan lebih lanjut. Dengan memperluas cakupan penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan model pendidikan STEM yang lebih inklusif dan adaptif terhadap berbagai konteks pembelajaran anak usia dini..
<br>Penelitian deskriptif kualitatif ini membuktikan bahwa pendekatan STEM tidak hanya relevan untuk tingkat pendidikan lanjutan tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif, kontekstual, dan bermakna di tingkat pendidikan usia dini.Melalui optimalisasi pengaturan ruang zonasi, khususnya Zona Rekayasa dan Zona Eksplorasi Bahan Alami dan Teknologi, anak-anak muda telah terbukti mengembangkan keterampilan berpikir kritis sejak dini.Analisis dokumen perencanaan dan catatan pelaksanaan menunjukkan bahwa aktivitas bermain inkuiri sederhana, seperti eksperimen propagasi suara atau merancang jalur kursi roda menggunakan blok, dapat merangsang indikator kunci berpikir kritis pada fase dasar.Anak-anak telah terbukti mampu mengajukan pertanyaan investigatif, menganalisis hubungan sebab-akibat, menyelesaikan masalah secara mandiri saat mengalami kegagalan desain, dan berkomunikasi ide spasial mereka.Ini memastikan bahwa pendidikan STEM di usia dini dapat menempa dasar pemikiran yang kuat tanpa memberi beban target akademis abstrak kepada anak-anak.Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena fokus observasi saat ini terbatas pada dua zona pembelajaran tertentu.Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti dan praktisi pendidikan masa depan untuk memperluas lokus penelitian ke zona bermain lainnya, seperti Zona Permainan Peran, Zona Seni, atau Zona Literasi.Ekspansi ini penting untuk merumuskan model implementasi STEM yang lebih komprehensif, integratif, dan holistik di masa depan
<br>Masih ada orang yang percaya bahwa pendekatan STEM sulit diimplementasikan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mereka menganggap pendekatan ini lebih cocok untuk pendidikan tingkat lanjut. Hal ini karena siswa di tingkat ini memiliki keterampilan berpikir kritis dan lanjutan yang diperlukan untuk pembelajaran STEM. Sebaliknya, mereka berargumen bahwa kemampuan berpikir anak usia dini masih terbatas. Mereka belum bisa berpikir kritis. Berdasarkan realitas ini, penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa literasi, matematika, sains,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" type="image/webp" length="83402" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-ff86b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-034c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/akademik-anak-migran-pembelajaran-stem-pola-pikir-thumb-365a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6442-education-science-technology-international-conference.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano Emulsiying Diri SNEDDS Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano Emulsiying Diri SNEDDS Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano Emulsiying Diri SNEDDS Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64591-sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedd" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64591-sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedd" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:897c60493173ac9ba7571f4d5ece0126</id>
	<published>2026-09-06T14:29:02+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T14:29:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="john jackson" label="john jackson" />
	<category term="asep chandra" label="asep chandra" />
	<category term="opan baehaqi" label="opan baehaqi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,baehaqi,chandra,jackson,john,opan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek dari variasi konsentrasi Labrasol dan Tween 80 terhadap karakteristik fisik dan stabilitas SNEDDS asam mefenamik. (2) Meneliti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek dari variasi konsentrasi Labrasol dan Tween 80 terhadap karakteristik fisik dan stabilitas SNEDDS asam mefenamik. (2) Meneliti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-ffef0.webp" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-ffef0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-ffef0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-ffef0.webp 1x" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" alt="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-d513d.webp" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-d513d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-d513d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-d513d.webp 1x" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" alt="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp 1x" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" alt="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64591-sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedd" title="JURIS - Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex" target="_blank">Optimisasi Labrasol dan Tween 80 dalam Sistem Pengantaran Obat Nano-Emulsiying Diri (SNEDDS) Mefenamik Asam Menggunakan Metode Desain Lattice Simplex</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek dari variasi konsentrasi Labrasol dan Tween 80 terhadap karakteristik fisik dan stabilitas SNEDDS asam mefenamik. (2) Meneliti potensi penggunaan SNEDDS asam mefenamik dalam aplikasi klinis, seperti dalam pengobatan nyeri akut atau peradangan. (3) Mengembangkan formulasi SNEDDS asam mefenamik dengan menambahkan bahan aktif lain atau modifikasi surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan obat..
<br>Kombinasi 24% Labrasol dan 1% Tween 80 pada SNEDDS asam mefenamik, dengan nilai desirabilitas 0,984, memiliki warna bening, tidak beraroma, homogen, berbentuk cair, pH 4,69, viskositas 31,33 cP, persen pengantar 96,80%, waktu emulsi 29,11 detik, ukuran partikel 44,30 nm, potensial zeta -28,87 mV, dan indeks polidispersitas 0,563, dengan persen tingkat masing-masing 100,08%, 100,70%, dan 99,87%
<br>Asam mefenamik adalah turunan dari asam anthranilat yang berfungsi sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), antipiretik, dan analgesik. Asam mefenamik termasuk dalam kelas II Sistem Klasifikasi Biopharmaceutical (BCS) yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Pembuatan SNEDDS memerlukan surfaktan non-ionik dengan nilai HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance) lebih dari 10. Asam mefenamik memiliki kelarutan tinggi dalam surfaktan Labrasol yang memiliki HLB 12 dan Tween 80 yang memiliki HLB 15. Penelitian ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp" type="image/webp" length="234176" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-ffef0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-d513d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/sistem-pengantaran-obat-nano-emulsiying-snedds-lab-thumb-6df66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5415-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18346-international-journal-health-pharmaceutical-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Habits of Mind of Prospective Science Teachers Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science Based Halal Products ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Habits of Mind of Prospective Science Teachers Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science Based Halal Products ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Habits of Mind of Prospective Science Teachers Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science Based Halal Products ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64588-pendidikan-guru-islam-halal-product-exports" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64588-pendidikan-guru-islam-halal-product-exports" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:7006f1ae266fa156bee587dff7fb203b</id>
	<published>2026-09-06T13:19:44+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T13:19:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ulya fawaida" label="ulya fawaida" />
	<category term="nadia azizah" label="nadia azizah" />
	<category term="atul khosyi" label="atul khosyi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[atul,azizah,fawaida,khosyi,nadia,ulya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan sebaiknya berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi pembelajaran yang dirancang khusus untuk meningkatkan dimensi Habits of Mind (HoM) yang masih rendah pada calon guru sains. Ini mencakup kemampuan bertanya, ketelitian, dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan sebaiknya berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi pembelajaran yang dirancang khusus untuk meningkatkan dimensi Habits of Mind (HoM) yang masih rendah pada calon guru sains. Ini mencakup kemampuan bertanya, ketelitian, dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-f3eb8.webp" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-f3eb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-f3eb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-f3eb8.webp 1x" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" alt="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-57ce2.webp" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-57ce2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-57ce2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-57ce2.webp 1x" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" alt="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp 1x" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" alt="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64588-pendidikan-guru-islam-halal-product-exports" title="JURIS - Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products" target="_blank">Habits of Mind of Prospective Science Teachers: Exploring Cognitive Dispositions in Designing Science-Based Halal Products</a>: Penelitian lanjutan sebaiknya berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi pembelajaran yang dirancang khusus untuk meningkatkan dimensi Habits of Mind (HoM) yang masih rendah pada calon guru sains. Ini mencakup kemampuan bertanya, ketelitian, dan keberanian mengambil risiko bertanggung jawab dalam konteks desain produk halal berbasis sains. Bagaimana model pembelajaran berbasis proyek atau inkuiri yang terintegrasi penuh dapat secara efektif mengasah disposisi kognitif ini? Selain itu, studi empiris tentang korelasi antara profil HoM calon guru sains dengan kualitas inovasi dan keberhasilan produk halal berbasis sains yang mereka kembangkan sangat diperlukan. Penting untuk meninjau apakah HoM yang lebih tinggi berkorelasi dengan desain produk yang lebih inovatif dan memenuhi standar etika halal. Terakhir, penelitian longitudinal dapat melacak perkembangan HoM sepanjang program pendidikan guru, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor pendorong seperti dukungan institusional atau peran mentor. Temuan ini akan memandu program pendidikan guru sains untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal, mempersiapkan calon guru agar mampu berinovasi secara ilmiah dan etis..
<br>Mayoritas partisipan menunjukkan tingkat Habits of Mind (HoM) yang tinggi, didukung oleh kekuatan dalam menerapkan pengetahuan masa lalu, berpikir fleksibel, dan metakognisi, meskipun dimensi bertanya, mencari akurasi, dan mengambil risiko bertanggung jawab masih memerlukan peningkatan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain produk halal berbasis sains merupakan konteks pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan HoM, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan kemampuan pemecahan masalah dunia nyata pada calon guru sains.Oleh karena itu, program pendidikan guru sains perlu mengintegrasikan pengalaman belajar berbasis proyek dan kontekstual guna memperkuat disposisi kognitif dan mempersiapkan guru masa depan menghadapi tantangan ilmiah dan sosial
<br>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil Habits of Mind (HoM) calon guru sains dalam merancang produk halal berbasis sains. Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif yang melibatkan calon guru sains yang telah menyelesaikan mata kuliah terkait sains dan pengembangan produk. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Habits of Mind yang telah divalidasi, meliputi dimensi-dimensi kunci seperti ketekunan, berpikir fleksibel, berpikir metakognitif, menerapkan pengetahuan masa lalu pada situasi baru, bertanya dan mengajukan masalah, serta berusaha untuk akurasi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp" type="image/webp" length="67636" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-f3eb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-57ce2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/pendidikan-guru-islam-halal-product-exports-kompet-thumb-dd43e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6442-education-science-technology-international-conference.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi Antara Teori dan Praktik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi Antara Teori dan Praktik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi Antara Teori dan Praktik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64582-mahkamah-konstitusi-mk-keputus" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64582-mahkamah-konstitusi-mk-keputus" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:7dc0856ee105121c7a8e2a8ab9974acb</id>
	<published>2026-09-06T12:21:03+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T12:21:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan teori penemuan hukum yang lebih komprehensif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadopsi pendekatan interdisipliner, di mana ilmu hukum tidak dapat dipisahkan dari disiplin ilmu lain seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan teori penemuan hukum yang lebih komprehensif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadopsi pendekatan interdisipliner, di mana ilmu hukum tidak dapat dipisahkan dari disiplin ilmu lain seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-ead09.webp" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-ead09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-ead09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-ead09.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" alt="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-01aa8.webp" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-01aa8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-01aa8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-01aa8.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" alt="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" alt="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64582-mahkamah-konstitusi-mk-keputus" title="JURIS - Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik" target="_blank">Dinamika Penemuan Hukum dalam Konstitusi: Antara Teori dan Praktik</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan teori penemuan hukum yang lebih komprehensif. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadopsi pendekatan interdisipliner, di mana ilmu hukum tidak dapat dipisahkan dari disiplin ilmu lain seperti sosiologi, psikologi, dan ekonomi. Selain itu, penggunaan data empiris dalam penelitian dapat memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana hakim di berbagai pengadilan menerapkan norma hukum. Integrasi teknologi dalam penemuan hukum juga dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi proses penemuan hukum. Terakhir, peningkatan pendidikan hukum yang mencakup pemahaman mendalam tentang proses penemuan hukum dan praktik-praktik terbaik dapat mempersiapkan mahasiswa hukum untuk menghadapi tantangan di lapangan..
<br>Dinamika penemuan hukum dalam konstitusi merupakan proses yang kompleks dan terus berkembang.Dalam konteks Indonesia, penemuan hukum tidak hanya bergantung pada teks konstitusi itu sendiri, tetapi juga pada interpretasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga, seperti Mahkamah Konstitusi (MK) dan pengadilan lainnya.Penemuan hukum ini sering kali mencerminkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat.Hubungan antara teori dan praktik dalam penemuan hukum konstitusi dapat dilihat dari bagaimana teori-teori hukum diterapkan dalam proses pengambilan keputusan oleh lembaga peradilan.Teori hukum memberikan kerangka kerja bagi hakim dalam menafsirkan dan menerapkan hukum, tetapi dalam praktiknya, hakim sering kali menghadapi dilema yang kompleks ketika teori tidak sepenuhnya mencakup realitas sosial yang ada.Oleh karena itu, penting untuk terus mengkaji dan mengembangkan teori-teori hukum agar dapat lebih responsif terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat
<br>Dinamika penemuan hukum dalam konteks konstitusi, dengan fokus pada hubungan antara teori dan praktik. Penemuan merupakan proses yang kompleks di mana para penegak hukum, terutama hakim, harus menafsirkan dan menerapkan norma-norma hukum yang terdapat dalam konstitusi. Melalui pendekatan kualitatif, kajian ini menganalisis bagaimana teori-teori penemuan hukum berinteraksi dengan praktik di lapangan, serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkan prinsip-prinsip konstitusi dalam berbagai konteks sosial dan politik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana dinamika ini mempengaruhi pengembangan hukum di Indonesia, serta peran vital yang dimainkan oleh pemangku kepentingan, termasuk lembaga peradilan dan masyarakat sipil. Dengan demikian, artikel ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp" type="image/webp" length="66256" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-ead09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-01aa8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mahkamah-konstitusi-mk-keputusan-teori-prinsip-din-thumb-e3ff9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-160-um-metro.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7099-jurnal-renvoi-jurnal-hukum-syariah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64583-akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64583-akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:dfa42fae384c5d7de69784a145e47e05</id>
	<published>2026-09-06T11:54:20+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T11:54:20+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kebijakan diskresi Kantor Pertanahan Kota Metro dalam pendaftaran peralihan hak bersama, dengan membandingkan praktik di kota lain untuk menemukan solusi optimal. Selain itu, pentingnya sosialisasi regulasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kebijakan diskresi Kantor Pertanahan Kota Metro dalam pendaftaran peralihan hak bersama, dengan membandingkan praktik di kota lain untuk menemukan solusi optimal. Selain itu, pentingnya sosialisasi regulasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-eb58e.webp" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-eb58e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-eb58e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-eb58e.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" alt="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-5730f.webp" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-5730f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-5730f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-5730f.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" alt="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" alt="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64583-akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris" title="JURIS - Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro" target="_blank">Kebijakan Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Hak Bersama Di Kantor Pertanahan Kota Metro</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kebijakan diskresi Kantor Pertanahan Kota Metro dalam pendaftaran peralihan hak bersama, dengan membandingkan praktik di kota lain untuk menemukan solusi optimal. Selain itu, pentingnya sosialisasi regulasi melalui platform digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang prosedur pendaftaran yang transparan. Terakhir, studi tentang penggunaan teknologi sertifikat elektronik untuk mempercepat proses pendaftaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan wewenang oleh pihak terkait..
<br>Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pendaftaran peralihan hak milik atas hak bersama, Kepala Kantor Pertanahan dapat menggunakan diskresi akibat dari peraturan perundang-undangan yang belum sepenuhnya jelas atau lengkap.Diskresi ini diwujudkan melalui tindakan administratif berupa penambahan persyaratan dokumen dalam pendaftaran, seperti fotokopi buku nikah, perjanjian perkawinan (jika ada), fotokopi akta cerai, surat keterangan dari kepala desa mengenai status tanah sebagai hak bersama, atau surat persetujuan dari ahli waris jika salah satu pasangan telah meninggal dunia.Keputusan ini didasarkan pada empat aspek utama.untuk menjamin kepastian hukum bagi pemegang hak atas tanah, memastikan peran aktif petugas pendaftaran tanah dalam menyediakan informasi yang akurat dalam daftar umum, memenuhi syarat-syarat yang sah untuk penerbitan Keputusan Tata Usaha Negara sesuai dengan UU Administrasi Pemerintahan, serta melengkapi bukti selain Akta PPAT
<br>Pasal 37 ayat (1) PP 24 Tahun 1997 menyatakan bahwa peralihan hak milik atas tanah hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta PPAT. Akta PPAT memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna karena memuat semua unsur alat bukti perdata, sehingga tidak memerlukan dokumen lain sebagai dasar pendaftaran hak. Hal ini dipertegas dengan PERKABAN Nomor 1 Tahun 2010. Pada kenyataannya, kepala kantor pertanahan kota Metro tidak serta merta mau menerima akta PPAT sebagai bukti peralihan satu-satunya untuk dijadikan dasar pendaftaran peralihan hak. Kepala kantor Pertanahan Kota Metro memberikan persyaratan tambahan berupa dokumen fotokopi buku nikah, fotokopi akta cerai, perjanjian perkawinan, dan/atau surat persetujuan dari para...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp" type="image/webp" length="66218" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-eb58e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-5730f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/akta-cerai-hak-milik-masyarakat-ahli-waris-peralih-thumb-9550b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-160-um-metro.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7099-jurnal-renvoi-jurnal-hukum-syariah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune Inflammation Index as Predictors of Repeated Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Routine Hemodialysi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64585-indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-64585-indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-06:285d63805cb54068af8de93cae2d43e3</id>
	<published>2026-09-06T11:09:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-06T11:09:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="john jackson" label="john jackson" />
	<category term="asep chandra" label="asep chandra" />
	<category term="opan baehaqi" label="opan baehaqi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[asep,baehaqi,chandra,jackson,john,opan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp 1x" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" alt="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-64585-indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn" title="JURIS - Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi" target="_blank">Combination of Controlling Nutritional Status Score and Systemic Immune-Inflammation Index as Predictors of Repeated  Hospitalization in Chronic Kidney Failure Patients  Undergoing Routine Hemodialysi</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif kohort yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat kesehatan untuk memastikan generalisasi model. Selain itu, studi intervensi diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen berdasarkan skor CONUT dan SII dalam mengurangi rawat inap berulang. Penelitian juga dapat fokus pada evaluasi hubungan kausal antara skor CONUT, SII, dan rawat inap berulang, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mencegah rawat inap berulang pada pasien hemodialisis..
<br>Berdasarkan penelitian terhadap 121 pasien gagal ginjal kronik tahap 5 yang menjalani hemodialisis rutin, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara skor Controlling Nutritional Status (CONUT) dengan frekuensi rawat inap berulang.Pasien dengan skor CONUT yang lebih tinggi, yang mencerminkan status malnutrisi yang lebih parah, cenderung memiliki frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan bahwa skor CONUT memiliki koefisien korelasi 0,462 dengan nilai p 0,000, dan dalam analisis multivariat terbukti sebagai prediktor independen dengan rasio odds 1,619 (95% CI 1,287Ae2,036.Hal ini berarti setiap kenaikan satu poin pada skor CONUT meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 61,9%.Selain itu, Sistemik Immune-Inflammation Index (SII) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan rawat inap berulang.Nilai SII yang lebih tinggi, yang menunjukkan dominasi inflamasi sistemik, terkait dengan frekuensi rawat inap berulang yang lebih tinggi.Analisis menunjukkan koefisien korelasi 0,389 dengan nilai p 0,000.Dalam analisis multivariat, SII juga merupakan prediktor independen dengan rasio odds 1,097 (95% CI 1,041Ae1,156.p = 0,001), yang berarti setiap kenaikan 100 unit SII meningkatkan risiko rawat inap berulang sebesar 9,7%.Penelitian ini juga menemukan hubungan signifikan antara skor CONUT dan SII dengan koefisien korelasi 0,418 dan nilai p 0,000.Temuan ini mendukung konsep sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS), di mana status malnutrisi yang buruk erat kaitannya dengan peningkatan inflamasi sistemik pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.Kedua kondisi ini saling memperburuk, membentuk siklus patologis yang meningkatkan risiko komplikasi dan rawat inap berulang
<br>Rawatan hemodialisis merupakan pilihan terapi pengganti ginjal bagi pasien gagal ginjal kronik (CKD). Meskipun hemodialisis dapat memperpanjang harapan hidup, komplikasi dan morbiditas tetap menjadi tantangan yang signifikan. Pasien hemodialisis memiliki tingkat rawat inap berulang yang tinggi, yang tidak hanya meningkatkan morbiditas dan mortalitas tetapi juga menimbulkan beban biaya kesehatan yang signifikan dan mengurangi kualitas hidup. Malnutrisi dan inflamasi adalah dua faktor penting yang mempengaruhi hasil klinis pada populasi ini. Sindrom kompleks malnutrisi-inflamasi (MICS) sering terjadi pada pasien hemodialisis dan diyakini sebagai penyebab utama resistensi eritropoietin,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" type="image/webp" length="176966" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-08ab3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-14b58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/indikator-pelayanan-rawat-inap-pasien-chronic-kidn-thumb-4eb37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-5415-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18346-international-journal-health-pharmaceutical-ijhp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 06 Sep 2026 22:15:40 +0700. 12 items. Served in: 8.08 seconds [atom] -->
