<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-09-24T04:03:20+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Algoritma Simulated Annealing Genetic Algorithm dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68758-solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68758-solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:fcd78df571a5f4cca39e6d4d1583196d</id>
	<published>2026-09-24T02:33:56+07:00</published>
	<updated>2026-09-24T02:33:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" alt="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68758-solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm" title="JURIS - Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem" target="_blank">Perbandingan Algoritma Simulated Annealing, Genetic Algorithm, dan Ant Colony Optimization terhadap Permasalahan Travelling Salesman Problem</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma hybrid yang menggabungkan keunggulan GA, SA, dan ACO untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan eksperimen dengan dataset TSP yang lebih besar atau kompleks untuk menguji skalabilitas algoritma. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi teknik tuning parameter otomatis yang lebih canggih untuk meningkatkan konvergensi dan stabilitas hasil. Dengan pendekatan ini, diharapkan muncul solusi inovatif yang lebih efektif dalam menyelesaikan masalah optimasi kombinatorial..
<br>Berdasarkan perbandingan tiga algoritma yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO) dalam menyelesaikan Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin, GA menunjukkan kinerja paling unggul dengan rute terbaik mencapai 27.539,86, diikuti oleh ACO dengan jarak 28.Keunggulan GA dapat dikaitkan dengan karakteristiknya yang efektif dalam mengeksplorasi ruang solusi besar melalui mekanisme seleksi, perkawinan, dan mutasi, memungkinkannya mengeksplorasi berbagai kemungkinan rute secara simultan.Sementara itu, ACO menunjukkan performa yang bersaing berkat kemampuannya mensimulasikan perilaku semut dalam mencari rute optimal menggunakan feromon, dan SA, meskipun lebih sederhana, tetap mampu memberikan solusi yang memadai melalui pendekatan probabilistik dalam menjelajahi ruang solusi, menjadikan ketiga algoritma ini pilihan yang baik untuk menyelesaikan TSP, dengan GA sebagai pilihan utama berdasarkan hasil yang diperoleh
<br>Percobaan ini membandingkan tiga algoritma heuristik, yaitu Genetic Algorithm (GA), Simulated Annealing (SA), dan Ant Colony Optimization (ACO), dalam menyelesaikan masalah Travelling Salesman Problem (TSP) menggunakan dataset Berlin. TSP merupakan masalah kombinatorial yang bertujuan untuk menentukan rute terpendek yang mengunjungi sejumlah titik dan kembali ke titik awal. Metode percobaan mencakup penerapan ketiga algoritma dengan pengaturan parameter yang konsisten, termasuk jumlah iterasi sebanyak 10 kali, untuk mengevaluasi kinerja masing-masing algoritma. Hasil percobaan menunjukkan bahwa GA mencapai solusi terbaik dengan total jarak tempuh 27.539,86, diikuti oleh ACO dengan jarak 28.774,06, dan SA dengan jarak 28.897,26....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" type="image/webp" length="68940" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-b465e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-154d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/solusi-inovatif-algoritma-hybrid-travelling-salesm-thumb-7ba62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:5569f991ea3eb5b6ed9a54b7bc7fb64f</id>
	<published>2026-09-24T02:33:56+07:00</published>
	<updated>2026-09-24T02:33:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" target="_blank">Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan berbasis sekolah di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda. Dengan memperluas sampel penelitian dan mempertimbangkan faktor psikososial, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental remaja..
<br>Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara bullying dan masalah emosional-perilaku, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan siswa dengan orang lain.Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying di kalangan remaja
<br>Bullying merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan terkait dengan gangguan emosional dan perilaku. Namun, bukti mengenai dampaknya di kalangan siswa SMA di Banda Aceh, Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengalaman korban bullying dan mengeksaminasi hubungannya dengan masalah emosional dan perilaku di kalangan siswa SMA di Banda Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 180 siswa usia 14Ae17 tahun di tiga SMA di Banda Aceh, Februari 2025. Tingkat dan jenis bullying dinilai menggunakan Revisi Kuesioner Olweus Bully/Victim (OBVQ-R), sedangkan masalah emosional-perilaku diukur dengan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis asosiasi menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" type="image/webp" length="80720" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data Driven Policy Instrument in Malang Raya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data Driven Policy Instrument in Malang Raya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data Driven Policy Instrument in Malang Raya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68766-pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68766-pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:797885fb1e612e400e5ab9ba22693bb1</id>
	<published>2026-09-23T23:03:36+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T23:03:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="focus scope" label="focus scope" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,focus,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan intervensi kebijakan dalam bidang keselamatan lalu lintas di Malang Raya. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan intervensi kebijakan dalam bidang keselamatan lalu lintas di Malang Raya. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-cbbe8.webp" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-cbbe8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-cbbe8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-cbbe8.webp 1x" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" alt="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-03d16.webp" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-03d16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-03d16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-03d16.webp 1x" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" alt="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp 1x" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" alt="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68766-pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven" title="JURIS - GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya" target="_blank">GSTAR Modeling for Forecasting Traffic Accident Claim Frequency as a Data-Driven Policy Instrument in Malang Raya</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan intervensi kebijakan dalam bidang keselamatan lalu lintas di Malang Raya. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi frekuensi klaim kecelakaan lalu lintas, seperti kondisi cuaca atau volume lalu lintas. Dengan memasukkan variabel-variabel ini ke dalam model GSTARX, akurasi prediksi dapat ditingkatkan dan studi dapat diperluas ke wilayah metropolitan lainnya untuk perbandingan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada analisis dampak intervensi kebijakan yang telah diterapkan oleh PT Jasa Raharja Malang Branch, seperti SMS-based safe driving advisories, radio outreach, dan Mobile Traffic Safety Unit (MUKL) deployments. Dengan mengintegrasikan hasil forecasting model GSTAR dengan program-program pencegahan institusi, Jasa Raharja dapat mengarahkan intervensi secara lebih strategis dan efektif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak positif dari investasi dan kampanye keselamatan lalu lintas yang difokuskan di Kota Malang terhadap Batu dan Kabupaten Malang. Dengan demikian, strategi yang ditargetkan secara geografis dapat memberikan manfaat keselamatan agregat yang lebih besar per unit pengeluaran dibandingkan dengan alokasi proporsional di ketiga wilayah tersebut..
<br>Penelitian ini berhasil mengembangkan dan memvalidasi model GSTAR(2,1) untuk memprediksi frekuensi klaim kecelakaan lalu lintas bulanan di tiga wilayah hukum di Malang Raya, yaitu Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.Model ini mengungkapkan bahwa Kota Malang berfungsi sebagai node pengaruh spasial dominan, yang bertanggung jawab atas lebih dari 91% efek spasial yang diterima oleh Batu dan 85% efek yang diterima oleh Kabupaten Malang, sementara kondisi dua bulan sebelumnya memiliki daya prediktif signifikan di seluruh sistem.Temuan ini mengonfirmasi bahwa pola klaim kecelakaan di wilayah tersebut bersifat terstruktur dan bukan acak, serta volume klaim yang konsisten tinggi di Kota Malang (70-85 klaim per bulan) memerlukan perhatian prioritas dalam alokasi sumber daya.Selain memperluas kerangka GSTAR ke domain empiris baru, penelitian ini menunjukkan bahwa model forecasting spasio-temporal dapat berfungsi sebagai instrumen kebijakan berbasis data yang praktis.keluaran yang dihasilkan menawarkan Bappeda, Dinas Perhubungan, dan PT Jasa Raharja Malang Branch dasar yang konkret dan dapat diterapkan untuk memindahkan tata kelola keselamatan lalu lintas regional dari respons reaktif menuju perencanaan berbasis bukti yang antisipatif
<br>Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu tantangan persisten dalam pengembangan perkotaan, yang menimbulkan beban signifikan pada keuangan publik, khususnya mekanisme klaim yang dikelola oleh PT Jasa Raharja. Memahami pola spasial dan temporal frekuensi klaim kecelakaan lalu lintas merupakan fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan berbasis data yang efektif. Penelitian ini mengembangkan model forecasting frekuensi klaim kecelakaan lalu lintas di kawasan Malang Raya yang mencakup wilayah Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang dengan menggunakan pendekatan Generalized Space-Time Autoregressive...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp" type="image/webp" length="68418" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-cbbe8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-03d16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pariwisata-malang-raya-korelasi-spasial-svd-seven-thumb-beeda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1780-malangkota.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17054-pangripta.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68761-sistem-sengketa-pajak-jenderal-paja" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68761-sistem-sengketa-pajak-jenderal-paja" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:3dff81065b8602f3bcacfd0ba31bd887</id>
	<published>2026-09-23T22:25:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T22:25:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gunong kleng" label="gunong kleng" />
	<category term="guide author" label="guide author" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,flag,guide,gunong,kleng]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp 1x" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" alt="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68761-sistem-sengketa-pajak-jenderal-paja" title="JURIS - Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia" target="_blank">Reposisi Kelembagaan Otoritas Pajak sebagai Lembaga Independen dalam Mewujudkan Sistem Perpajakan yang Berkeadilan di Indonesia</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang dampak model semi-autonomous revenue authority (SARA) terhadap kepatuhan wajib pajak dan efisiensi pengumpulan pajak di Indonesia, terutama dalam konteks implementasi yang berbeda di berbagai daerah. Kedua, analisis mendalam mengenai mekanisme pengawasan independen yang dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas DJP, dengan membandingkan struktur otoritas keuangan seperti OJK. Ketiga, studi tentang peran teknologi digital, seperti platform e-Tax Court, dalam meningkatkan kecepatan dan keadilan penyelesaian sengketa pajak, serta potensi inovasi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan. Penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mereformasi sistem perpajakan yang lebih adil dan efektif..
<br>Reposisi kelembagaan DJP sebagai semi-autonomous revenue authority merupakan keniscayaan konstitusional yang tidak dapat ditunda.Kerangka hukum yang berlaku pasca UU HPP dan UU P2SK masih menyisakan normative gap yang signifikan, di mana DJP tetap beroperasi sebagai unit subordinat Kementerian Keuangan tanpa otonomi anggaran maupun kepegawaian yang memadai.Kondisi demikian melahirkan conflict of interest struktural yang menggerus kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.Transformasi kelembagaan yang menyeluruh menjadi prasyarat fundamental agar otoritas pajak mampu menjalankan fungsinya secara independen, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara
<br>Pajak merupakan instrumen fiskal paling vital dalam struktur keuangan negara, namun efektivitasnya sangat bergantung pada fondasi kelembagaan yang kokoh dan independen. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga saat ini masih berkedudukan sebagai unit subordinat di bawah Kementerian Keuangan, kondisi yang secara inheren memunculkan conflict of interest struktural dan mereduksi otonomi kebijakan perpajakan nasional. Kehadiran Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan belum mampu menutup normative gap kelembagaan yang ada. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka hukum kelembagaan DJP, memetakan hambatan struktural dan normatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" type="image/webp" length="102372" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-42300.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-84300.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/sistem-sengketa-pajak-jenderal-djp-reposisi-kelemb-thumb-85dce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-539-stain-tdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21186-constituo-jurnal-riset-hukum-kenegaraan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:21c67ca05b82a2f52e9b212dd1966ac5</id>
	<published>2026-09-23T21:46:42+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:46:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="gunong kleng" label="gunong kleng" />
	<category term="guide author" label="guide author" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<itunes:keywords><![CDATA[author,counter,flag,guide,gunong,kleng]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp 1x" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68762-struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi" title="JURIS - Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia" target="_blank">Peran Strategis Advokat Sebagai Opesium Nobel Dalam Penegakan Hukum Di Indonesia</a>: 1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah terpencil. 2) Studi tentang peran pendidikan hukum dalam membentuk integritas moral advokat melalui kurikulum yang lebih berfokus pada nilai etika dan tanggung jawab sosial. 3) Analisis kebijakan untuk memperkuat sistem pengawasan independen terhadap pelanggaran kode etik profesi advokat, dengan mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam proses pengaduan dan sanksi yang transparan. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas profesi advokat, memastikan keadilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa advokat memiliki peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia sebagai bagian dari profesi officium nobile merupakan profesi yang mulia dan terhormat, kedudukan advokat tidak hanya sebagai pemberi jasa hukum kepada klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan professional dalam menjamin tegaknya keadilan, perlindungan hak asasi manusia serta kepastian hukum.Melalui fungsi pendamping, pembelaan, konsultasi, dan bantuan hukum, advokat juga berperan penting dalam menjaga prinsip terhadap keadilan bagi Masyarakat.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya integritas dan penegakan kode etik, inetervansi kekuasaan, jasa hukum akses bantuan hukum bagi Masyarakat miskin, serta menurunya kepercayaan public terhadap profesi advokat, kondisi tersebut menyebabkan nilai officium nobile sering kali tidak terimplementasi secara optimal dalam praktik penegakan hukum, selain itu lemahnya organisasi adavokat dalam sisitem pengawasan terhadap menjalankan tugasnya.Oleh karena itu diperlukan Upaya penguatan peran advokat melalui reformasi organisasi profesi, penguatan kode etik, Pendidikan profesi yang berintegritas, dan lebih optimal dalam pengawasan profesi, dalam peningkatan pelaksanaan bantuan hukum secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat yang tidak mampu, sebagai penguat yang bertujuan untuk mengembalikan hakikat profesi advokat sebagai penjaga keadilan dan pelindung hak-hak Masyarakat.Profesi advokat diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, dan trasparan terhadap klien
<br>Penelitian ini membahas, peran strategi sebagai officium nobile dalam penegakan hukum di Indonesia. Advokat tidak hanya berfungsi sebagai pembela kepentingan klien, tetapi juga sebagai penegak hukum yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia serta akses terhadap keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, literatur, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedudukan advokat telah diakui secara normatif dalam sistem Indonesia, yakni yang terdapat dapat UU nomor 18 tahun 2003, namun implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti krisis integritas,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" length="91236" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-350ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-e5e4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/struktur-peran-advokat-kualitas-profesi-akuntansi-thumb-82b96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-539-stain-tdm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21186-constituo-jurnal-riset-hukum-kenegaraan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:80c00fbc952d6d96a0879763bb4114c2</id>
	<published>2026-09-23T21:40:02+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:40:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" alt="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" alt="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" target="_blank">Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini untuk skala data yang lebih besar dan beragam, seperti dalam industri manufaktur berskala global. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi adaptasi algoritma genetika untuk menangani kendala tambahan seperti keterbatasan sumber daya manusia atau fluktuasi permintaan pasar secara real-time..
<br>Algoritma genetika mampu menemukan solusi optimal secara efektif dalam meminimalkan waktu penyelesaian pekerjaan (makespan) pada masalah penjadwalan open shop.Hasil yang diperoleh stabil dan mendekati nilai optimal.Algoritma ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengeksplorasi solusi secara efisien untuk permasalahan penjadwalan kompleks
<br>Penjadwalan pada sistem penjadwalan open shop merupakan masalah optimasi yang kompleks, dimana setiap pekerjaan harus dijalankan pada beberapa mesin tanpa urutan. Tantangan utamanya adalah menemukan program yang meminimalkan total waktu penyelesaian (Makespan) dalam batas waktu yang ditentukan. Pada penelitian ini, pendekatan algoritma genetika (GA) digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan open store. GA dipilih karena kemampuannya dalam mengeksplorasi ruang solusi yang luas dan menemukan skema yang mendekati optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma genetika merupakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" type="image/webp" length="65076" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:ae03e5ee150389babadf0ebb673c6b30</id>
	<published>2026-09-23T21:17:21+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:17:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" target="_blank">Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  "S-Inventory" Berbasis Desktop</a>: Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian barcode atau QR code dapat mempercepat proses input dan pelacakan barang fisik, mengurangi kesalahan manual, serta mempermudah inventarisasi. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan fitur prediktif untuk mengidentifikasi kebutuhan inventaris berdasarkan pola penggunaan historis, sehingga membantu pengambilan keputusan manajemen yang lebih efektif. Ketiga saran ini saling melengkapi dan membuka peluang penelitian yang lebih luas dalam bidang sistem informasi pendidikan..
<br>Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi inventaris 'S-Inventory' berbasis desktop berhasil dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Aplikasi ini mampu menggantikan sistem pencatatan manual menjadi terkomputerisasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dan redundansi data.Fitur unggulan seperti notifikasi stok kritis, validasi kode barang otomatis, dan mekanisme pembaruan stok real-time terbukti meningkatkan akurasi data aset.Selain itu, ketersediaan fitur ekspor laporan ke format Excel memberikan efisiensi bagi administrator dalam menyusun rekapitulasi aset.Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi sistem berjalan valid dan bebas dari kesalahan logika
<br>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Inventaris Sekolah berbasis desktop sebagai solusi terhadap permasalahan pencatatan aset yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan. Aplikasi dikembangkan menggunakan paradigma Pemrograman Visual dengan bahasa VB.NET pada platform Microsoft Visual Studio, serta menerapkan pendekatan multi-form dan prinsip event-driven programming untuk menghasilkan alur kerja yang terstruktur dan interaktif. Sistem ini dirancang dengan arsitektur modular yang mendukung kemudahan dalam pengelolaan data, seperti pencatatan barang masuk, barang keluar, dan peminjaman aset sekolah. Selain itu, aplikasi menyediakan mekanisme validasi otomatis, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, serta proses pengolahan data secara real-time...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" type="image/webp" length="53102" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:c9df0e350e0acde085162d6f55a88c8a</id>
	<published>2026-09-23T21:04:27+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:04:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="lukman hakim" label="lukman hakim" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,content,editor,hakim,lukman,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" target="_blank">Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan psikologisnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengalaman dan perspektif individu yang telah melakukan konversi agama, terutama dalam konteks perkawinan beda agama. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong pasangan beda agama untuk kembali ke agama asal mereka setelah menikah, termasuk pengaruh keluarga dan dinamika hubungan. Keempat, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan peraturan hukum yang ada mempengaruhi keputusan konversi agama dan perkawinan beda agama. Kelima, studi komparatif tentang praktik konversi agama dan perkawinan beda agama di berbagai wilayah di Indonesia dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika sosial dan budaya yang terkait..
<br>Artikel ini berkontribusi pada pemahaman dinamika konversi agama untuk memenuhi syarat pernikahan.Modus konversi ke Islam untuk legalitas perkawinan beda agama seringkali menampilkan dinamika rumit dalam kehidupan perempuan di Indonesia.Fenomena ini dapat terjadi pada pasangan, baik pria maupun wanita yang berpura-pura masuk Islam agar memenuhi syarat untuk menikah dengan pasangannya.Setelah menikah, salah satu pasangan seringkali mengubah gaya hidup dan meninggalkan praktik Islam.Salah satu pasangan, yang sering merasa pasrah dan terbatas dalam pilihan mereka, terkadang memutuskan untuk mengikuti agama suaminya demi harmonisasi rumah tangga dan kelangsungan hubungan keluarga.Temuan individu yang konversi dan kemudian kembali ke agamanya menunjukkan bahwa konversi tersebut seringkali hanya sebagai modus pernikahan bagi pasangan.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka tidak selalu mencerminkan niat tulus untuk konversi.Berdasarkan tipologi aktor konversi agama yang diusulkan oleh John William Bennet, mereka yang memiliki keinginan untuk kembali ke agama asal setelah menikah termasuk dalam kategori perilaku adaptif, yaitu tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam konteks ini, konversi dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan persetujuan dalam hubungan, tanpa komitmen mendalam terhadap ajaran agama baru
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami fenomena modus masuk Islam yang terjadi dalam perkawinan beda agama di Indonesia, dengan fokus pada lima pasangan yang berpura-pura masuk Islam untuk memenuhi syarat legal perkawinan dengan perempuan Muslim. Dalam lima kasus, setelah perkawinan terjadi, kelima pasangan kembali ke agamanya semula, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan dilema bagi pasangan yang terlibat. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (field research) melalui pendekatan antropologi hukum yakni untuk mengetahui bagaimana norma-norma hukum berinteraksi dengan praktik sosial dan budaya di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya praktik kepura-puraan, di mana salah satu pasangan berpura-pura masuk Islam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" length="68732" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:c4af8f9ec77b2967e73bf7d53910edb7</id>
	<published>2026-09-23T19:37:21+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:37:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="lukman hakim" label="lukman hakim" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,content,editor,hakim,lukman,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" target="_blank">Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, untuk memahami bagaimana mereka menerapkan pendekatan integratif dan intersubjektif dalam studi hukum Islam. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam praktik hukum Islam di Indonesia, serta bagaimana metode ini dapat disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan politik yang ada..
<br>Penelitian ini menemukan tipe studi hukum Islam integratif-intersubjektif sebagai mentalitas saintifik bagi seorang ahli hukum Muslim yang mampu mendialogkan secara kreatif antara nalar subjektif, objektif, intersubjektif dan nalar periode awal, pertenghan, dan akhir, untuk penyelesaian masalah hukum Islam di era kontemporer.Temuan ini berimplikasi pada pembentukan nalar studi hukum Islam moderat, yaitu tidak ekstrim subjektif di satu sisi dan ekstrim objektif di sisi yang lain
<br>Epistemologi studi hukum Islam telah bergeser dari pola atomisasi ke arah integrasi. Integrasi epistemologi hukum Islam melingkupi tipe subjektif, objektif, dan intersubjektif. Model integrasi epistemologi di bidang ini telah menjadi diskursus penting di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" type="image/webp" length="60766" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:46fec36860ebed5096ee82d35d05177b</id>
	<published>2026-09-23T19:28:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:28:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" target="_blank">Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler..
<br>NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis
<br>Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" length="165876" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:96e66b6e999f043f191ea406e469fb88</id>
	<published>2026-09-23T18:48:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:48:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" target="_blank">Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang keunggulan dan keterbatasan masing-masing dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan nodul tiroid. Akhirnya, penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi divergensi antara risiko malignansi yang tersirat dan tingkat malignansi yang diamati dalam subset yang dioperasi dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dalam penilaian nodul tiroid..
<br>TI-RADS dan Bethesda menunjukkan concordance terbatas dalam penugasan kategori, tetapi keduanya menunjukkan peningkatan risiko malignansi yang progresif di seluruh kategori pada histopatologi, dengan korelasi yang semakin meningkat.Kategorisasi Bethesda memberikan spesifisitas dan akurasi keseluruhan yang lebih tinggi daripada TI-RADS sendiri, sedangkan kedua sistem mempertahankan nilai prediktif negatif yang dapat diterima untuk mengecualikan malignansi pada subset yang dioperasi
<br>Thyroid nodules are increasingly detected with high-resolution ultrasonography (HRUS). Although most are benign, accurate malignancy risk stratification is essential to avoid unnecessary procedures. Assessing alignment between ultrasound and cytology-based classification systems may improve overall decision-making.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" type="image/webp" length="102938" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-24:65b98e9d39ea20fecfbcf48c6ecd9d1f</id>
	<published>2026-09-23T17:52:14+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T17:52:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" target="_blank">Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif pasien tentang dampak hemodialisis pada kesehatan mental mereka. Terakhir, penelitian intervensi dapat dieksplorasi untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis..
<br>Sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami depresi minimal, diikuti oleh depresi ringan dan sedang, dengan kejadian yang lebih tinggi pada wanita dan pasien berusia >50 tahun.Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam durasi PGK dan hemodialisis di antara tingkat depresi, hubungan secara keseluruhan menunjukkan korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan
<br>Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal, yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan prognosis buruk dan peningkatan risiko penyakit psikiatrik, terutama depresi.Tujuan: Untuk memeriksa tingkat depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Semarang, Indonesia.Metode: Studi deskriptif cross-sectional dilakukan pada sampel 80 responden dengan PGK yang menjalani hemodialisis. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Maret 2024 menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan dianalisis dengan GraphPad 9.5.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis adalah 83,8% untuk depresi minimal,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" type="image/webp" length="77116" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Thu, 24 Sep 2026 04:03:20 +0700. 12 items. Served in: 6.269 seconds [atom] -->
