<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-06-21T11:00:31+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Assessing Self Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessing Self Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessing Self Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50102-improve-efl-students-mahasiswa-progra" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50102-improve-efl-students-mahasiswa-progra" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:a5e934ae1c9472e08bb63fe847a54f11</id>
	<published>2026-06-21T10:55:46+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T10:55:46+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="authors menu" label="authors menu" />
	<category term="primary menu" label="primary menu" />
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<itunes:keywords><![CDATA[authors,chief,editor,menu,primary]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa EFL dalam berbicara. Penelitian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa EFL dalam berbicara. Penelitian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp 1x" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" alt="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-b8745.webp" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-b8745.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-b8745.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-b8745.webp 1x" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" alt="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e508f.webp" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e508f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e508f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e508f.webp 1x" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" alt="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50102-improve-efl-students-mahasiswa-progra" title="JURIS - Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance" target="_blank">Assessing Self-Confidence Levels in EFL StudentsAo Speaking Performance</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan:1. Mengembangkan strategi pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswa EFL dalam berbicara. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode pengajaran yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, seperti penggunaan teknologi, simulasi, atau pendekatan kolaboratif dalam kelas.2. Meneliti faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kepercayaan diri mahasiswa EFL. Penelitian dapat menyelidiki peran lingkungan belajar, dukungan guru, dan interaksi antar mahasiswa dalam membentuk kepercayaan diri. Mempelajari faktor-faktor ini dapat membantu dalam merancang strategi pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kinerja berbicara.3. Meneliti hubungan antara kepercayaan diri dan aspek-aspek lain dalam pembelajaran bahasa, seperti motivasi, minat, dan strategi belajar. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana kepercayaan diri mempengaruhi aspek-aspek tersebut dan sebaliknya, serta bagaimana mereka saling berkaitan dalam proses pembelajaran bahasa. Dengan memahami hubungan ini, strategi pembelajaran yang lebih holistik dapat dikembangkan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan hasil belajar secara keseluruhan..
<br>Berdasarkan temuan analisis data dan diskusi, peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa EFL Universitas Negeri Makassar memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi dalam kinerja berbicara.Hal ini dibuktikan oleh skor rata-rata 76,51 dalam rentang skor 65-77 yang menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi di antara mahasiswa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepercayaan diri mahasiswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) dalam kaitannya dengan kinerja berbicara mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari dua puluh delapan mahasiswa EFL dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar yang dipilih menggunakan teknik penarikan sampel acak bergerombol. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase serta mengidentifikasi pola umum dalam tingkat kepercayaan diri. Selain itu, skor rata-rata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp" type="image/webp" length="94350" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e1b68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-b8745.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/improve-efl-students-mahasiswa-program-studi-esai-thumb-e508f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1415-harpressid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7110-celebes-journal-language-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Local Wisdom in Deeper Learning Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Wisdom in Deeper Learning Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Wisdom in Deeper Learning Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50097-identitas-akademik-pesantren-standar-eksp" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50097-identitas-akademik-pesantren-standar-eksp" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:cfbd18b6b74c127d1d2c28603211a343</id>
	<published>2026-06-21T10:55:46+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T10:55:46+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="authors menu" label="authors menu" />
	<category term="primary menu" label="primary menu" />
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<itunes:keywords><![CDATA[authors,chief,editor,menu,primary]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dari budaya-budaya lain dapat diterapkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dari budaya-budaya lain dapat diterapkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ccc83.webp" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ccc83.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ccc83.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ccc83.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" alt="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" alt="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-74254.webp" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-74254.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-74254.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-74254.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" alt="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50097-identitas-akademik-pesantren-standar-eksp" title="JURIS - Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing" target="_blank">Local Wisdom in Deeper Learning: Cultivating Academic Identity and Cultural Sustainability in EFL Writing</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dari budaya-budaya lain dapat diterapkan dalam pengajaran penulisan akademik EFL. Penelitian ini dapat dilakukan di berbagai wilayah dengan budaya yang berbeda, untuk melihat apakah pendekatan yang sama dapat diterapkan dan apakah hasilnya serupa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari integrasi kebijaksanaan lokal dalam penulisan akademik. Apakah perubahan yang terjadi pada identitas akademik siswa bertahan dalam jangka panjang? Apakah mereka terus menggunakan kebijaksanaan lokal dalam penulisan mereka setelah penelitian ini selesai? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas pendekatan ini dalam konteks-konteks budaya yang berbeda. Apakah pendekatan ini dapat diterapkan dengan sukses di negara-negara dengan budaya yang berbeda dari Indonesia? Apakah ada modifikasi yang diperlukan untuk menyesuaikan dengan konteks budaya yang berbeda? Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat lebih memahami bagaimana integrasi kebijaksanaan lokal dapat meningkatkan Deeper Learning dan menumbuhkan identitas akademik yang tangguh dalam pengajaran penulisan akademik EFL..
<br>Integrasi kebijaksanaan lokal Bugis-Makassar, yaitu filosofi Siri' na Pacce dan Sulapa Eppa, ke dalam kerangka Deeper Learning untuk mengajar penulisan akademik EFL terbukti sukses dalam mendorong Deeper Learning dan menumbuhkan identitas akademik yang tangguh.Penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi asli bukan penghalang dalam memperoleh literasi global, melainkan sumber daya kognitif dan afektif yang kuat.Melalui model Deeper Learning Berbasis Kebijaksanaan Lokal, siswa beralih dari peniru bahasa pasif menjadi duta budaya yang percaya diri, membuktikan bahwa ekspresi budaya yang autentik dan standar retorika bahasa Inggris yang ketat dapat dicapai secara sinergis
<br>Hegemoni konvensi retorika Anglo-Amerika dalam pengajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) sering memaksa pembelajar untuk menyeimbangkan tuntutan literasi global dengan marginalisasi epistemologi asli mereka. Penelitian ini menyelidiki integrasi kebijaksanaan lokal Bugis-Makassar, khususnya filosofi Siri' na Pacce (kehormatan dan empati) dan Sulapa Eppa (pandangan dunia holistik) ke dalam kerangka Deeper Learning untuk mengajar penulisan akademik. Dilakukan sebagai studi kasus kualitatif di Sulawesi Selatan, penelitian ini melibatkan mahasiswa Sastra Inggris yang terlibat dalam kurikulum Project-Based Learning. Data dari portofolio penulisan, wawancara mendalam, dan jurnal reflektif mengungkapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp" type="image/webp" length="109728" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ccc83.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-ba349.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/identitas-akademik-pesantren-standar-ekspresi-buda-thumb-74254.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1415-harpressid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7110-celebes-journal-language-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50120-kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-peng" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50120-kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-peng" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:ebe76b9240b9d8bb392f0dcd4ec9b08c</id>
	<published>2026-06-21T10:55:46+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T10:55:46+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="bandar slot" label="bandar slot" />
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<category term="slot gacor" label="slot gacor" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,full,gacor,issue,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana penerapan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pada destinasi wisata yang rawan bencana? Kedua, sejauh ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana penerapan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pada destinasi wisata yang rawan bencana? Kedua, sejauh ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-bc11a.webp" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-bc11a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-bc11a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-bc11a.webp 1x" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" alt="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-022d7.webp" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-022d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-022d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-022d7.webp 1x" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" alt="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp 1x" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" alt="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50120-kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-peng" title="JURIS - Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism" target="_blank">Digital Innovation In Disaster Management And Sustainable Tourism</a>: Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana penerapan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pada destinasi wisata yang rawan bencana? Kedua, sejauh mana model prediktif berbasis kecerdasan buatan dapat memperkirakan tingkat risiko bencana dan membantu perencanaan strategis bagi pelaku industri pariwisata? Ketiga, bagaimana mekanisme kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal dalam mengembangkan kerangka kerja digital untuk manajemen bencana yang berkelanjutan di kawasan pariwisata? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas teknologi digital, memperjelas faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang praktis untuk meningkatkan daya tahan sektor pariwisata terhadap dampak bencana alam. Dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, studi lanjutan dapat menguji hipotesis terkait adopsi inovasi digital dan mengidentifikasi hambatan serta peluang yang ada..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi digital menjadi faktor penting dalam manajemen bencana dan pengembangan pariwisata pada wilayah rawan bencana di Indonesia.Implementasi teknologi digital, termasuk analisis berbasis data, kepemimpinan digital, serta integrasi Internet of Things dan kecerdasan buatan, dapat meningkatkan pengambilan keputusan, efisiensi operasional, dan keberlanjutan lingkungan.Oleh karena itu, diperlukan kerangka kerja terpadu yang menggabungkan transformasi digital, strategi mitigasi bencana, dan kolaborasi publikAcswasta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan daya saing sektor pariwisata
<br>Bencana alam merupakan hal yang banyak terjadi di Indonesia. Pengelolaan bencana di kawasan pariwisata diperlukan perencanaan dan sinergi pemerintah dari tingkat nasional hingga daerah. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Nomor 9 tahun 2021 tentang pedoman destinasi wisata berkelanjutan menyebutkan bahwa standar pengelolaan berkelanjutan pada destinasi harus memiliki rencana-rencana penanggulangan risiko, pengelolaan krisis, dan tanggap darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah inovasi digital dalam pelaksanaan manajemen bencana di kawasan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp" type="image/webp" length="91244" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-bc11a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-022d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/kawasan-pariwisata-v-daerah-sektor-pengembangan-ek-thumb-ac141.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1078-unira-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5398-journal-governance-innovation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50116-kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-b" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50116-kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-b" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:19eb11f30e7cdf5e2b8c30fc8418a2df</id>
	<published>2026-06-21T09:18:03+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T09:18:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="bandar slot" label="bandar slot" />
	<category term="slot gacor" label="slot gacor" />
	<category term="toto togel" label="toto togel" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,gacor,slot,togel,toto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya, perlu dilakukan pertemuan rutin yang melibatkan semua pihak terkait. Diskusi dan perencanaan bersama dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya, perlu dilakukan pertemuan rutin yang melibatkan semua pihak terkait. Diskusi dan perencanaan bersama dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-6ffe8.webp" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-6ffe8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-6ffe8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-6ffe8.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" alt="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" alt="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-1532d.webp" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-1532d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-1532d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-1532d.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" alt="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50116-kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-b" title="JURIS - Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya" target="_blank">Collaborative Governance dalam Pengelolaan Taman Bungkul Surabaya</a>: Untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya, perlu dilakukan pertemuan rutin yang melibatkan semua pihak terkait. Diskusi dan perencanaan bersama dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain itu, penting untuk meningkatkan komunikasi dan kepercayaan antar stakeholders, serta memastikan komitmen yang kuat dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, kolaborasi dapat menjadi lebih efektif dan optimal dalam pengelolaan taman..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bungkul Surabaya serta model kolaborasi stakeholders di Taman Bungkul Surabaya yakni dari delapan indikator kolaborasi yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar stakeholders di Taman Bungkul Surabaya yang sangat minimum.Hal ini membuktikan bahwa dua faktor yang kolaborasinya antar stakeholders dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya sudah terlaksana dengan optimal
<br>Pada tahun 2013, Taman Bungkul Surabaya telah menjadi ikon kota yang meraih pujian internasional dalam kelompok Taman Terbaik di Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang di dalamnya terdapat petilasan Sunan Bungkul. Kolaborasi taman Bungkul dalam pengelolaannya terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi, UMKM, PDAM Surya Sembada, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dalam kolaborasi stakeholder yang berlokasikan di ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bungkul Surabaya. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh berasal dari pengamatan kegiatan maupun peristiwa yang diamati, dan studi literatur. Pada penelitian ini dapat menjadi tolak ukur keberhasilan kolaborasi yang di dalamnya terdapat delapan variabel, menggunakan teori menurut...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp" type="image/webp" length="93110" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-6ffe8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-39277.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/kolaborasi-pemangku-kepentingan-taman-bungkul-tata-thumb-1532d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1078-unira-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5398-journal-governance-innovation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Systematic Literature Review Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Systematic Literature Review Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Systematic Literature Review Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50108-santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50108-santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:543c8c1e8b0913aec357b7f17ee1cf9d</id>
	<published>2026-06-21T08:54:12+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T08:54:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="bandar slot" label="bandar slot" />
	<category term="slot gacor" label="slot gacor" />
	<category term="toto togel" label="toto togel" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,gacor,slot,togel,toto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian selanjutnya meliputi tiga arah utama. Pertama, melakukan studi komparatif mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik patronase pada pemerintah daerah di berbagai negara, seperti Indonesia, Nigeria, dan negara Afrika lainnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian selanjutnya meliputi tiga arah utama. Pertama, melakukan studi komparatif mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik patronase pada pemerintah daerah di berbagai negara, seperti Indonesia, Nigeria, dan negara Afrika lainnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-7288d.webp" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-7288d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-7288d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-7288d.webp 1x" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" alt="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp 1x" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" alt="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-dce47.webp" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-dce47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-dce47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-dce47.webp 1x" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" alt="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50108-santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat" title="JURIS - Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer" target="_blank">Systematic Literature Review: Political Patronage Versus Merit System on Local Government Analysis VOSViewer</a>: Saran penelitian selanjutnya meliputi tiga arah utama. Pertama, melakukan studi komparatif mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik patronase pada pemerintah daerah di berbagai negara, seperti Indonesia, Nigeria, dan negara Afrika lainnya, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan kebijakan tersebut. Kedua, melakukan penelitian longitudinal yang menelusuri dampak penerapan sistem merit pada kualitas pelayanan publik dan tingkat korupsi di kotaAckota Indonesia, misalnya Medan, Deli Serdang, dan DIY, selama periode sepuluh tahun ke depan, sehingga dapat mengukur perubahan kinerja birokrasi secara kuantitatif. Ketiga, menyelidiki hambatan budaya dan institusional yang menyebabkan resistensi terhadap sistem merit di wilayah dengan tradisi patronase kuat, dengan menggunakan pendekatan campuran (mixedAcmethods) yang menggabungkan survei, wawancara mendalam, dan analisis dokumen kebijakan, guna menghasilkan rekomendasi praktis untuk mempercepat transformasi birokrasi. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya literatur tentang tata kelola birokrasi serta memberikan dasar kebijakan yang kuat untuk implementasi sistem merit secara berkelanjutan di tingkat nasional dan regional..
<br>Studi literatur sistematik dengan analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penerapan sistem merit dan konsep pemerintahan lokal masih jarang diteliti secara mendalam, meskipun keduanya penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Praktik patronase politik tetap menjadi hambatan utama dalam proses rekrutmen ASN, baik di Indonesia maupun di negara lain seperti Nigeria, yang berdampak pada inefisiensi dan korupsi.Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk menyeimbangkan penelitian jurnal selama sepuluh tahun terakhir serta mengurangi pertimbangan politik dalam penempatan pejabat publik
<br>Pentingnya peningkatan perbaikan sektor publik dengan regulasi rekrutmen pegawai yang berorientasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan meminimalisir kepentingan politis dan praktik patronase. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perkembangan penerapan merit system pada pencegahan praktik patronase dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal. Menggunakan analisis bibliometrik VOSViewer. Studi literatur dalam penelitian ini memberikan gambaran mengenai perbaikan sector public perspektif merit system dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp" type="image/webp" length="68920" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-7288d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-e44a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/santri-systematic-literature-akuntabilitas-pejabat-thumb-dce47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1078-unira-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5398-journal-governance-innovation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Combined Hip Procedure Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Combined Hip Procedure Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Combined Hip Procedure Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50112-hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50112-hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:61d86b3a854b02659d8739d2937e7ae4</id>
	<published>2026-06-21T08:41:53+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T08:41:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="state art" label="state art" />
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan hasil pengobatan fraktur acetabular pada lansia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan pendekatan yang lebih kompleks dan disesuaikan untuk setiap pasien. Studi prospektif yang membandingkan hasil CHP dengan metode pengobatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan hasil pengobatan fraktur acetabular pada lansia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan pendekatan yang lebih kompleks dan disesuaikan untuk setiap pasien. Studi prospektif yang membandingkan hasil CHP dengan metode pengobatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-b3664.webp" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-b3664.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-b3664.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-b3664.webp 1x" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" alt="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-959f9.webp" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-959f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-959f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-959f9.webp 1x" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" alt="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp 1x" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" alt="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50112-hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h" title="JURIS - The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report" target="_blank">The Combined Hip Procedure: Open Reduction Internal Fixation Combined with Total Hip Arthroplasty for the Management of Severe Acetabular Fractures in the Elderly: A Case Report</a>: Untuk meningkatkan hasil pengobatan fraktur acetabular pada lansia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan pendekatan yang lebih kompleks dan disesuaikan untuk setiap pasien. Studi prospektif yang membandingkan hasil CHP dengan metode pengobatan lainnya dapat memberikan wawasan berharga tentang efektivitas dan keamanan prosedur ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan CHP, seperti kualitas tulang dan stabilitas cedera tulang panggul. Dengan memahami faktor-faktor ini, para ahli dapat mengembangkan strategi pengobatan yang lebih efektif dan mengurangi kebutuhan akan pembedahan sekunder. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas CHP dalam kasus-kasus spesifik, seperti fraktur acetabular yang disertai dengan kerusakan femoral kepala atau artritis pra-eksisting. Dengan memahami manfaat dan keterbatasan CHP dalam berbagai skenario klinis, para ahli dapat membuat keputusan pengobatan yang lebih terinformasi dan meningkatkan hasil untuk pasien lansia dengan fraktur acetabular..
<br>Tujuan kami adalah mengurangi kebutuhan akan pembedahan sekunder dengan menggunakan prosedur panggul gabungan (CHP), untuk pasien kami, sesuai indikasi, alih-alih menggunakan reduksi terbuka dan fixasi internal (ORIF) sendiri dalam pengobatan fraktur acetabular kompleks pada pasien lanjut usia
<br>Ada berbagai macam fraktur acetabular yang mempengaruhi orang tua disebabkan oleh karakteristik pasien dan fraktur yang berbeda. Penerapan prinsip manajemen yang sangat individual (disesuaikan) sangat penting untuk mencapai hasil yang sukses. Literatur sebelumnya telah menggambarkan indikasi dan hasil dari berbagai pilihan manajemen, termasuk perawatan tertutup, reduksi terbuka dan fixasi internal, dan artroplasti total panggul langsung atau bertahap. Manajemen awal yang tepat sangat kritis, karena kegagalan awal dan pembedahan penyelamatan selanjutnya dapat menyebabkan morbiditas. Hasil klinis setelah ORIF sangat tergantung pada kualitas reduksi artikular dan kemampuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp" type="image/webp" length="129676" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-b3664.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-959f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/hasil-klinis-acetabulum-fracture-elderly-combine-h-thumb-01f5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50113-deformitas-valgus-berat-lateral" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50113-deformitas-valgus-berat-lateral" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:92ee422118b3d69c2e5d02513fe744ee</id>
	<published>2026-06-21T08:12:33+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T08:12:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="state art" label="state art" />
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut manfaat dan tantangan pendekatan lateral parapatellar dalam TKA, terutama dalam kasus deformitas valgus yang parah. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut manfaat dan tantangan pendekatan lateral parapatellar dalam TKA, terutama dalam kasus deformitas valgus yang parah. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp" title="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp 1x" title="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" alt="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-ed44c.webp" title="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-ed44c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-ed44c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-ed44c.webp 1x" title="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" alt="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50113-deformitas-valgus-berat-lateral" title="JURIS - Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report" target="_blank">Lateral Parapatellar Approach with Preservation Infrapatellar Fat Pad in TKA for Severe Valgus Deformity with Flexion Contracture and Patella Subluxation: A Case Report</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut manfaat dan tantangan pendekatan lateral parapatellar dalam TKA, terutama dalam kasus deformitas valgus yang parah. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelestarian fat pad infrapatellar dalam meningkatkan hasil klinis dan mengurangi komplikasi pasca-operasi. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan teknik-teknik baru dalam menangani deformitas valgus yang parah, termasuk optimasi teknik pembedahan dan pemilihan implan yang tepat..
<br>Pendekatan lateral parapatellar dengan pelestarian fat pad infrapatellar adalah teknik bedah yang efektif untuk melakukan TKA pada osteoarthritis sekunder dengan deformitas valgus yang parah, kontraktur lutut fleksi, dan subluksasi patela
<br>Total knee arthroplasty (TKA) untuk pasien osteoartritis dengan deformitas valgus tetap menjadi tantangan bagi para ahli bedah, yang memerlukan penyeimbangan jaringan lunak yang sulit dicapai. Pendekatan parapatellar medial yang paling umum digunakan untuk TKA. Menggunakan pendekatan lateral memungkinkan akses langsung ke patologi yang mendasari. Namun, secara luas membebani penutupan kapsul lateral dan defek setelah TKA, terutama pada kehadiran deformitas lutut valgus dan fleksi yang parah. Penggunaan flap yang berbasis lateral sangat penting untuk menutup celah jaringan lunak yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp" type="image/webp" length="103692" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-a2fa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/deformitas-valgus-berat-lateral-parapatellar-appro-thumb-ed44c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa BUMDes Studi pada BUMDes Panggung Lestari ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa BUMDes Studi pada BUMDes Panggung Lestari ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa BUMDes Studi pada BUMDes Panggung Lestari ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50110-integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelol" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50110-integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelol" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:1f77e379c86d4789575e725de1cba71c</id>
	<published>2026-06-21T07:47:02+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T07:47:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="bandar slot" label="bandar slot" />
	<category term="slot gacor" label="slot gacor" />
	<category term="toto togel" label="toto togel" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bandar,gacor,slot,togel,toto]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat keberhasilan BUMDes Panggung Lestari dalam mengintegrasikan model pentahelix, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita dan memfasilitasi replikasi di desa-desa lain. Pertama, penting untuk melakukan studi kuantitatif ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Melihat keberhasilan BUMDes Panggung Lestari dalam mengintegrasikan model pentahelix, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita dan memfasilitasi replikasi di desa-desa lain. Pertama, penting untuk melakukan studi kuantitatif ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-1164b.webp" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-1164b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-1164b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-1164b.webp 1x" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" alt="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp 1x" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" alt="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-a128c.webp" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-a128c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-a128c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-a128c.webp 1x" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" alt="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50110-integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelol" title="JURIS - Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari" target="_blank">Model Pentahelix dalam Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): Studi pada BUMDes Panggung Lestari</a>: Melihat keberhasilan BUMDes Panggung Lestari dalam mengintegrasikan model pentahelix, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita dan memfasilitasi replikasi di desa-desa lain. Pertama, penting untuk melakukan studi kuantitatif yang lebih mendalam untuk mengukur dampak spesifik setiap elemen pentahelixAiyaitu akademisi, badan usaha, masyarakat, pemerintah, dan mediaAiterhadap performa BUMDes secara holistik, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Penelitian ini bisa membandingkan BUMDes yang berhasil menerapkan model pentahelix secara penuh dengan yang masih parsial, sehingga kita dapat mengidentifikasi variabel-variabel kunci yang paling berkontribusi pada pencapaian tujuan BUMDes di berbagai konteks desa.Kedua, perlu juga dieksplorasi secara lebih komprehensif mengenai faktor-faktor kontekstual yang dapat memengaruhi transferabilitas model pentahelix ke desa-desa lain yang memiliki karakteristik sumber daya, budaya, atau tingkat kepemimpinan yang berbeda. Bagaimana desa dengan keterbatasan modal awal, minimnya akses teknologi, atau tantangan partisipasi masyarakat dapat mengadopsi prinsip-prinsip pentahelix? Studi kasus terhadap BUMDes yang belum berhasil mengimplementasikan model ini secara optimal dapat memberikan wawasan berharga mengenai hambatan-hambatan praktis dan strategi adaptasi yang efektif.Terakhir, mengingat peran sentral figur pemimpin desa seperti yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Panggungharjo, penelitian lanjutan sebaiknya juga membahas isu keberlanjutan model pentahelix dalam jangka panjang, khususnya terkait dengan suksesi kepemimpinan. Bagaimana BUMDes dapat membangun kerangka kerja kelembagaan yang kuat sehingga kolaborasi antar helix tetap efektif dan inovasi terus berjalan meskipun terjadi pergantian pemimpin desa? Ini akan membantu merumuskan model tata kelola yang tangguh dan memastikan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya bergantung pada karisma individu, melainkan menjadi sistem yang berkelanjutan dan terinstitusionalisasi, menjamin kemandirian ekonomi desa dalam jangka panjang..
<br>Studi ini mengonfirmasi peran krusial model pentahelix dalam kesuksesan BUMDes Panggung Lestari sebagai percontohan nasional, di mana Pemerintah Desa Panggungharjo memegang peran sentral sebagai inisiator, organisator, dan agen kontrol.Partisipasi aktif masyarakat desa menjadi pilar kedua, melengkapi dukungan akademisi dalam penelitian produk, badan usaha sebagai kolaborator pemasaran dan pengembangan, serta media dalam mempromosikan praktik modern "4.Untuk keberlanjutan dan replikasi model di desa lain, penguatan jejaring pentahelix ini sangat penting agar BUMDes dapat mencapai kemandirian ekonomi desa secara luas, dengan pemerintah pusat dan daerah diharapkan memfasilitasi integrasi model ini
<br>Di tengah kebingungan dan kesulitan yang dialami oleh rata-rata desa di Indonesia dalam mewujudkan Badan Usaha Desa (BUMDes), Panggung Lestari dinobatkan sebagai BUMDes percontohan nasional. BUMDes ini telah berhasil menopang Desa Panggungharjo menjadi desa yang mandiri secara ekonomi dan turut memberikan solusi atas problem sosial-ekonomi yang dihadapi oleh warga desa. Dengan memanfaatkan beberapa deskriptif, hal ini dilakukan untuk mengulik seberapa jauh pengembangan Panggung Lestari jika dilihat dalam model pentahelix, yaitu model kolaborasi yang melibatkan lima aktor utama: akademisi, badan usaha, masyarakat, pemerintah, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp" type="image/webp" length="66806" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-1164b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-c11ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/integrasi-model-c4-formulasi-tata-kelola-sektor-bu-thumb-a128c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1078-unira-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5398-journal-governance-innovation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50111-orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-fa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50111-orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-fa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:9f501d006dccbf5b97a0c4033a1711e3</id>
	<published>2026-06-21T07:26:27+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T07:26:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="state art" label="state art" />
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap fraktur femur intertrochanterik pada populasi lansia, seperti kondisi medis tertentu, aktivitas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap fraktur femur intertrochanterik pada populasi lansia, seperti kondisi medis tertentu, aktivitas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" alt="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-ee39d.webp" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-ee39d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-ee39d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-ee39d.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" alt="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-fef75.webp" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-fef75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-fef75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-fef75.webp 1x" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" alt="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50111-orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-fa" title="JURIS - Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital" target="_blank">Characteristics of Intertrochanteric Femur Fracture at Bali Mandara General Hospital</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap fraktur femur intertrochanterik pada populasi lansia, seperti kondisi medis tertentu, aktivitas fisik, dan faktor lingkungan. 2. Mengevaluasi efektivitas dan hasil jangka panjang dari berbagai metode operasi yang digunakan untuk menangani fraktur femur intertrochanterik, seperti PFNA dan InterTAN, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia pasien, tingkat keparahan fraktur, dan komplikasi pasca operasi. 3. Mengembangkan strategi pencegahan dan intervensi yang efektif untuk mengurangi insiden fraktur femur intertrochanterik pada populasi lansia, termasuk program edukasi, latihan fisik yang disesuaikan, dan intervensi nutrisi untuk meningkatkan kepadatan tulang..
<br>Fraktur femur intertrochanterik lebih umum terjadi pada pasien perempuan dengan sebanyak 25 pasien (69,4%).Berdasarkan kelompok usia, fraktur femur intertrochanterik lebih umum terjadi pada lansia (>60 tahun).Berdasarkan mekanisme trauma, terdapat 33 pasien dengan trauma energi rendah, sementara tiga pasien dengan trauma energi tinggi.Menurut klasifikasi Boyd dan Griffin, tipe 2 fraktur lebih umum (14 pasien [38,9%]).Semua pasien menjalani operasi PFNA (100%) dan kebanyakan memiliki indeks Singh grade B (16 pasien [44,4%])
<br>Patah tulang paha intertrochanterik adalah fraktur ekstrakapsular yang terjadi sepanjang garis yang terletak antara trochanter besar dan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kasus fraktur femur intertrochanterik di Rumah Sakit Umum Bali Mandara Denpasar dari Januari hingga Agustus 2022. Metode: Studi deskriptif retrospektif ini mengevaluasi karakteristik pasien dengan fraktur femur intertrochanterik di Rumah Sakit Umum Bali Mandara Denpasar dari Januari hingga Agustus 2022. Karakteristik pasien yang termasuk dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, klasifikasi fraktur sesuai dengan klasifikasi Boyd dan Griffin, mekanisme trauma, manajemen, dan energi trauma berdasarkan indeks Singh. Hasil berdasarkan data yang dikumpulkan dari catatan medis dari Januari hingga Agustus 2022, terdapat 36 pasien dengan fraktur femur intertrochanterik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp" type="image/webp" length="83538" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-9b5b5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-ee39d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/orif-fraktur-femur-skoliosis-usia-pasien-faktor-ri-thumb-fef75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Exploring the Transactional Communication Model in Managing Work Responsibilities ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring the Transactional Communication Model in Managing Work Responsibilities ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring the Transactional Communication Model in Managing Work Responsibilities ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50101-komunikasi-organisasi-bpd-proses-organi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50101-komunikasi-organisasi-bpd-proses-organi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:6f5e163c4ef97957b2c8e55c0346a214</id>
	<published>2026-06-21T07:10:14+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T07:10:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="authors menu" label="authors menu" />
	<category term="primary menu" label="primary menu" />
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<itunes:keywords><![CDATA[authors,chief,editor,menu,primary]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang kebutuhan memahami dinamika kerja, penelitian berikutnya dapat mengkaji bagaimana model komunikasi transaksi memengaruhi tingkat kepuasan kerja di sektor publik, dengan menanyakan: apakah karyawan yang sering terlibat dalam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang kebutuhan memahami dinamika kerja, penelitian berikutnya dapat mengkaji bagaimana model komunikasi transaksi memengaruhi tingkat kepuasan kerja di sektor publik, dengan menanyakan: apakah karyawan yang sering terlibat dalam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" alt="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-9f365.webp" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-9f365.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-9f365.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-9f365.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" alt="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-d0d22.webp" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-d0d22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-d0d22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-d0d22.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" alt="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50101-komunikasi-organisasi-bpd-proses-organi" title="JURIS - Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities" target="_blank">Exploring the Transactional Communication Model  in Managing Work Responsibilities</a>: Berdasarkan latar belakang kebutuhan memahami dinamika kerja, penelitian berikutnya dapat mengkaji bagaimana model komunikasi transaksi memengaruhi tingkat kepuasan kerja di sektor publik, dengan menanyakan: apakah karyawan yang sering terlibat dalam komunikasi dua arah merasakan job satisfaction yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak? Selanjutnya, dapat dilakukan studi longitudinal untuk menggali perubahan pola komunikasi transaksi dari awal hingga akhir proyek, sehingga dapat diperoleh indikasi kritis ketika tim mengalami bottleneck. Terakhir, eksplorasi perbandingan antar industriAimisalnya pendidikan dan mediaAidapat mengidentifikasi perbedaan kunci dalam struktur hierarki dan prosedur yang memengaruhi efektivitas komunikasi, menanyakan bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi pada kecepatan dan kualitas penyelesaian tugas..
<br>Analisis percakapan kerja menggunakan Model Proses Komunikasi Organisasi ShockleyAcZalabak menunjukkan bahwa komunikasi di lingkungan organisasi secara fundamental bersifat interaktif dan kontekstual.Semua percakapan membuktikan bahwa makna dibangun bersama melalui respon segera, klarifikasi, dan penyesuaian, memungkinkan karyawan untuk mengkoordinasikan tugas, memecahkan masalah, dan mempertahankan efisiensi alur kerja.Temuan menegaskan pentingnya konteks organisasiAistruktur, budaya, dan norma alur kerjaAiyang membentuk perilaku komunikatif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan model komunikasi transaksi menggunakan Model Proses Komunikasi Organisasi ShockleyAcZalabak yang diterapkan oleh karyawan dalam deliveri ucapan transaksi pada manajemen pekerjaan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah karyawan di lingkungan akademik dan radiodifusi. Data tentang model komunikasi transaksi dikumpulkan melalui transkrip observasi beraudio. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi di lingkungan organisasi bersifat fundamentalnya transaksi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp" type="image/webp" length="64718" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-36487.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-9f365.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/komunikasi-organisasi-bpd-proses-model-kh-efektivi-thumb-d0d22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1415-harpressid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7110-celebes-journal-language-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two stage Revision ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two stage Revision ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two stage Revision ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50109-infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50109-infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:9991a5af7853aa67ddb21ae04061d6ca</id>
	<published>2026-06-21T07:06:17+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T07:06:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="state art" label="state art" />
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini terbatas pada enam pasien di satu rumah sakit, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas. Rekomendasi selanjutnya adalah melakukan studi multiAcpusat dengan jumlah pasien lebih besar untuk menilai hasil jangka panjang dan faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini terbatas pada enam pasien di satu rumah sakit, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas. Rekomendasi selanjutnya adalah melakukan studi multiAcpusat dengan jumlah pasien lebih besar untuk menilai hasil jangka panjang dan faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-68f05.webp" title="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-68f05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-68f05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-68f05.webp 1x" title="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" alt="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp" title="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp 1x" title="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" alt="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50109-infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki" title="JURIS - Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision" target="_blank">Treatment of Chronic Prosthetic Joint Infection after Total Knee Arthroplasty with Two-stage Revision</a>: Penelitian ini terbatas pada enam pasien di satu rumah sakit, sehingga hasil tidak dapat digeneralisasi secara luas. Rekomendasi selanjutnya adalah melakukan studi multiAcpusat dengan jumlah pasien lebih besar untuk menilai hasil jangka panjang dan faktor risiko kambuh. Selain itu, studi terkontrol dapat menilai manfaat tambahan dari biopsi frozen section intraoperatif dalam memutuskan reimplantasi, dengan membandingkan tingkat keberhasilan dan infeksi residu antara kelompok yang menggunakan frozen section dan yang tidak. Penelitian lain dapat mengeksplorasi durasi antibiotik antara tahap pertama dan kedua, menilai apakah periode lebih singkat atau lebih lama memengaruhi eradikasi infeksi dan fungsi sendi. Terakhir, evaluasi kualitas hidup dan kepuasan pasien setelah revizion dua tahap dapat memberikan pandangan klinis yang lebih komprehensif dan mengarahkan perawatan individualisasi..
<br>PJI pada TKA merupakan tantangan besar dan dapat mengancam nyawa atau anggota tubuh.deteksi kronis melalui sinus drainase dan peningkatan LED/CRP menegaskan diagnosis.Dalam situasi dengan sinus traksi ke sendi lutut, prosedur dua tahap dianggap optimal dan sering disarankan dibandingkan satu tahap.Penelitian terdahulu mendukung pilihan dua tahap sebagai metode terbaik untuk kasus kronis
<br>Infeksi sendi prostetik (PJI) merupakan komplikasi umum pada arthroplastik lutut. Penatalaksanaan tergantung pada banyak faktor individual, terutama lamanya onset infeksi, apakah akut atau kronis. Revizion dua tahap dianggap metode terbaik pada kasus PJI kronis di bawah kondisi tertentu. Dalam periode tiga tahun, hanya sedikit pasien terdiagnosis PJI kronis setelah total arthroplastik lutut (TKA). Semua pasien memiliki diagnosis lebih dari tiga bulan pasca operasi, diverifikasi secara klinis dengan adanya sinus pada lutut, serta tanda laboratorium dan radiologis infeksi. Semua kasus diobati dengan revizion dua tahap yang terdiri dari debridement, penghapusan semua implan serta pemasangan spacer lutut artikuler pada operasi pertama, dilanjutkan dengan implantasi arthroplastik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp" type="image/webp" length="82258" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-68f05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/infeksi-sendi-prostetik-kepuasan-pasien-rumah-saki-thumb-dcd02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Biofilms Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Biofilms Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Biofilms Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50107-hygiene-risiko-infeksi-noso" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-50107-hygiene-risiko-infeksi-noso" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-06-21:5bbadb928ce31a604b7054bc5949e1c6</id>
	<published>2026-06-21T06:29:19+07:00</published>
	<updated>2026-06-21T06:29:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="case report" label="case report" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="state art" label="state art" />
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas inhibitor quorum sensing baru pada pencegahan pembentukan biofilm pada perangkat medis, baik dalam uji in vitro maupun model in vivo, untuk menilai potensi terapeutik dan keamanan penggunaannya; selanjutnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas inhibitor quorum sensing baru pada pencegahan pembentukan biofilm pada perangkat medis, baik dalam uji in vitro maupun model in vivo, untuk menilai potensi terapeutik dan keamanan penggunaannya; selanjutnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp" title="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp 1x" title="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" alt="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-c9951.webp" title="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-c9951.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-c9951.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-c9951.webp 1x" title="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" alt="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50107-hygiene-risiko-infeksi-noso" title="JURIS - Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare" target="_blank">Biofilms: Microbial Communities and Their Crucial Impact on Healthcare</a>: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas inhibitor quorum sensing baru pada pencegahan pembentukan biofilm pada perangkat medis, baik dalam uji in vitro maupun model in vivo, untuk menilai potensi terapeutik dan keamanan penggunaannya; selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi peran enzim yang dihasilkan oleh mikrobioma manusia dalam memecah matriks EPS biofilm pada model luka kronis, dengan tujuan mengidentifikasi kandidat enzim yang dapat diaplikasikan secara klinis; akhirnya, pengembangan model komputasi prediktif yang mengaitkan sifat permukaan material (misalnya kekasaran, energi permukaan, dan charge) dengan kemampuan adhesi biofilm akan membantu merancang bahan implant yang secara intrinsik menolak kolonisasi mikroba, sehingga mengurangi risiko infeksi nosokomial..
<br>Biofilm memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dengan memperparah infeksi dan meningkatkan resistensi antibiotik.Pemahaman mendalam tentang mekanisme quorum sensing dan struktur matriks biofilm sangat penting untuk merancang intervensi yang efektif.Oleh karena itu, pengembangan strategi penghambatan biofilm, termasuk inhibitor QS dan bahan antimikroba, harus menjadi fokus utama penelitian klinis ke depan
<br>Biofilm merupakan komunitas mikroba yang terstruktur, di mana selAcsel mikroorganisme hidup bersama dalam matriks pelindung yang mereka produksi sendiri. Proses pembentukan biofilm melibatkan lima tahap utama: (1) attachment awal, (2) adhesi dan agregasi, (3) pembentukan mikrokoloni, (4) maturasi dengan pelepasan ekstraseluler polisakarida (EPS) dan ekspresi gen, serta (5) dispersi untuk penyebaran sel. Selama proses tersebut, sistem komunikasi selAcsel yang disebut quorum sensing (QS) memainkan peran penting dalam mengatur kepadatan sel, transfer gen horizontal, dan resistensi terhadap antibiotik. Biofilm berkontribusi pada lebih dari 80% infeksi klinis, termasuk infeksi pada kateter, prostesis, dan jaringan kronis, sehingga menimbulkan beban ekonomi dan morbiditas yang signifikan. Penelitian terkini menyoroti pengembangan agen penghambat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp" type="image/webp" length="40912" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-3d1d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/hygiene-risiko-infeksi-nosokomial-biofilm-quorum-s-thumb-c9951.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sun, 21 Jun 2026 11:00:31 +0700. 12 items. Served in: 4.443 seconds [atom] -->
