<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.165-15jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.165-15jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/random.atom</id>
	<updated>2026-07-15T07:52:40+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Random - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Random - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/random.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/random.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>12</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>12</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigerias Bitumen Zone Learning From Ugandas Experience ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigerias Bitumen Zone Learning From Ugandas Experience ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigerias Bitumen Zone Learning From Ugandas Experience ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54506-regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-re" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54506-regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-re" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:f3f386ad7b65c8b78a6d8c85ecf54d7e</id>
	<published>2026-07-15T06:13:38+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T06:13:38+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari penambangan bitumen terhadap komunitas lokal di Zona Bitumen Nigeria. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana penambangan bitumen mempengaruhi akses masyarakat terhadap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari penambangan bitumen terhadap komunitas lokal di Zona Bitumen Nigeria. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana penambangan bitumen mempengaruhi akses masyarakat terhadap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d7966.webp" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d7966.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d7966.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d7966.webp 1x" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" alt="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp 1x" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" alt="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-82ee9.webp" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-82ee9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-82ee9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-82ee9.webp 1x" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" alt="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54506-regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-re" title="JURIS - Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria&#039;s Bitumen Zone: Learning From Uganda&#039;s Experience" target="_blank">Instream Flow Rights for Protecting River Ecology in Nigeria's Bitumen Zone: Learning From Uganda's Experience</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari penambangan bitumen terhadap komunitas lokal di Zona Bitumen Nigeria. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana penambangan bitumen mempengaruhi akses masyarakat terhadap air bersih, pertanian, dan kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kerangka hukum dan kelembagaan yang ada dalam melindungi ekosistem sungai dan memastikan penggunaan air yang berkelanjutan. Studi ini dapat menganalisis apakah regulasi yang ada telah berhasil mencegah penarikan air yang tidak terkendali dan menjaga aliran instream yang memadai. Akhirnya, penelitian dapat mengusulkan strategi dan kebijakan baru untuk meningkatkan kerangka kerja regulasi saat ini, dengan mempertimbangkan pengalaman dari negara-negara seperti Uganda, Alberta, dan Kanada, untuk mencapai pengelolaan air yang berkelanjutan dan konservasi ekosistem sungai di Zona Bitumen Nigeria..
<br>Dalam mengejar tujuan pembangunan, semakin jelas bahwa air adalah sumber daya terbatas yang memerlukan manajemen dan perlindungan yang hati-hati dari kontaminasi.Upaya pembangunan berkelanjutan harus memprioritaskan konservasi ekosistem sungai, terutama di daerah yang terkena dampak penambangan bitumen.Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) pada tahun 2030 sangat penting, dengan konservasi air memainkan peran sentral.Komitmen yang tulus dari negara-negara sangat diperlukan, yang melibatkan intervensi praktis dan kerangka regulasi untuk melindungi sumber daya air.Pelajaran dari model regulasi di daerah seperti Uganda, Alberta, dan Kanada, di mana penggunaan air diatur oleh hukum yang efektif dan perjanjian sukarela, dapat menginformasikan strategi untuk meredam dampak negatif potensial terhadap ekosistem sungai di Zona Bitumen Nigeria.TPB 6, yang berfokus pada manajemen air, menyerukan integrasi prinsip sumber daya air ke dalam kerangka legislasi dan administratif.Ini termasuk inisiatif pembangunan kapasitas, keterlibatan pemangku kepentingan yang aktif, dan kepatuhan terhadap prinsip lingkungan seperti "pengguna membayar" dan "pencemar membayar".Legislasi air yang komprehensif harus membahas penggunaan, kepemilikan, dan konservasi, dengan jelas mendefinisikan tanggung jawab di antara badan pemerintah sambil memastikan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan.Selain itu, memupuk pendekatan kolaboratif antara komunitas tuan rumah dan industri ekstraktif dapat membantu meringankan konflik dan mempromosikan upaya untuk mencapai target TPB, khususnya mengenai tantangan terkait air yang terkait dengan penambangan bitumen.Penyempurnaan terus-menerus dari legislasi yang ada sangat penting untuk mengatasi masalah yang berkembang dalam manajemen sumber daya air dan perlindungan ekosistem sungai di Zona Bitumen Nigeria
<br>Air adalah sumber daya vital yang penting untuk kelangsungan hidup manusia, hewan, dan ekosistem. Inklusi air dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) menunjukkan pentingnya air. Manajemen dan regulasi sumber daya air yang efektif sangat penting untuk mencapai perkembangan di berbagai sektor. Namun, kekurangan air tawar menjadi perhatian yang semakin meningkat, terutama dengan konsumsi air yang tinggi dalam penambangan dan produksi bitumen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hibrida untuk menilai regulasi sumber daya air di Nigeria dan Uganda. Sebanyak 226 kuesioner didistribusikan kepada responden di Nigeria, dan data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan analitis. Temuan mengungkapkan kekurangan kerangka hukum yang kuat yang mengatur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp" type="image/webp" length="50936" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d7966.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-d3fe5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/regulasi-ai-holistik-kuliah-sistem-air-kerangka-mi-thumb-82ee9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection A Case Study of 41pk Pdt Sus Hk 2021 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection A Case Study of 41pk Pdt Sus Hk 2021 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection A Case Study of 41pk Pdt Sus Hk 2021 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54501-perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54501-perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:a755a28330307b15cf62b883fe77006d</id>
	<published>2026-07-15T05:59:53+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:59:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi hukum dari penggunaan lagu cover di platform media sosial, khususnya dalam konteks YouTube, dan bagaimana ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi hukum dari penggunaan lagu cover di platform media sosial, khususnya dalam konteks YouTube, dan bagaimana ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-bcea3.webp" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-bcea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-bcea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-bcea3.webp 1x" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" alt="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-fabac.webp" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-fabac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-fabac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-fabac.webp 1x" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" alt="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp 1x" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" alt="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54501-perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar" title="JURIS - Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021" target="_blank">Liability of Intermediary Parties in the Context of Copyright Protection: A Case Study of 41pk/Pdt.Sus-Hk/2021</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi hukum dari penggunaan lagu cover di platform media sosial, khususnya dalam konteks YouTube, dan bagaimana platform tersebut dapat berperan dalam melindungi hak cipta. 2. Meneliti dan menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana prinsip fair use diterapkan dalam kasus-kasus pelanggaran hak cipta lagu cover, dan bagaimana hal ini dapat menjadi panduan bagi para pencipta dan pengguna lagu cover untuk menghindari pelanggaran hak cipta. 3. Melakukan studi komparatif tentang bagaimana peraturan hak cipta di Indonesia dibandingkan dengan negara lain, khususnya dalam hal perlindungan hak cipta untuk lagu cover dan bagaimana platform media sosial dapat membantu dalam memastikan kepatuhan terhadap peraturan tersebut..
<br>Berdasarkan formulasi masalah yang berkaitan dengan topik yang diteliti mengenai hukum hak cipta, beberapa kesimpulan dapat ditarik dari temuan penelitian yang disajikan sebagai berikut.Pertama, pembuatan ulang lagu atau melakukan penampilan ulang karya orang lain diperbolehkan jika memenuhi persyaratan penggunaan hak cipta lagu yang ada.Jika niat di balik penampilan lagu tersebut bukan untuk tujuan komersial atau keuntungan, aktivitas tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran.Jika lagu cover dilakukan untuk tujuan pemerintah atau untuk kemajuan pengetahuan, dan tidak bertentangan dengan norma yang ada, maka dapat dianggap dapat diterima selama sumber atau nama pencipta dicantumkan secara lengkap.Penggunaan lagu, perekaman, dan unggahan video ke saluran YouTube pribadi dapat dianggap sebagai upaya untuk menampilkan atau menyiarkan karya intelektual, yang masuk dalam kategori hak pertunjukan.Unggahan video dan audio lagu cover adalah cara untuk mendistribusikan atau berbagi karya cover dengan audiens yang lebih luas.Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta menekankan bahwa setiap orang yang melakukan penampilan harus mematuhi kewajiban yang berkaitan dengan hak ekonomi para pelaku.Ini termasuk memperoleh izin atau lisensi, serta tanggung jawab untuk membayar royalti sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam huruf a, c, dan d dari Pasal 23 ayat (2).Mengenai lisensi, peraturan tercantum dalam Pasal 80 Undang-Undang Hak Cipta 2014.Pasal ini mengatur hak-hak bagi mereka yang memegang hak cipta atau hak terkait untuk memberikan izin kepada pihak yang ingin menggunakan karya cipta.Pasal ini juga menetapkan durasi lisensi dan jumlah royalti yang diperlukan
<br>Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengkaji praktik pembuatan ulang lagu, yang umum disebut sebagai "cover lagu", sesuai dengan peraturan dalam Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama. Pertama, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana peraturan hak cipta diterapkan dalam konteks penggunaan ulang karya cipta, khususnya dalam bentuk lagu, sesuai dengan undang-undang hak cipta. Kedua, penelitian ini menganalisis konsekuensi hukum yang dikenakan pada pelanggar hak cipta dalam konteks ini. Ketiga, penelitian ini mengevaluasi kompatibilitas Putusan Mahkamah Agung Nomor 41PK/Pdt.Sus-HK/2021 dengan prinsip-prinsip Teori Perlindungan Hukum.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp" type="image/webp" length="53316" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-bcea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-fabac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/perlindungan-hak-kekayaan-intelektual-proteksi-kar-thumb-959ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54505-konsep-utang-perkara-verifikasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54505-konsep-utang-perkara-verifikasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:55194c70cab4f53b64d38317c80fc44c</id>
	<published>2026-07-15T05:33:47+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:33:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kriteria yang lebih jelas dalam membedakan antara bukti sederhana dan kompleks dalam kasus utang dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kriteria yang lebih jelas dalam membedakan antara bukti sederhana dan kompleks dalam kasus utang dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp 1x" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" alt="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-b2637.webp" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-b2637.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-b2637.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-b2637.webp 1x" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" alt="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-903f8.webp" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-903f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-903f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-903f8.webp 1x" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" alt="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54505-konsep-utang-perkara-verifikasi" title="JURIS - Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification" target="_blank">Key Considerations on the Authority of the Commercial Court and the State Court in Debt Qualification</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kriteria yang lebih jelas dalam membedakan antara bukti sederhana dan kompleks dalam kasus utang dan kontrak. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi implikasi hukum dari tumpang tindih yurisdiksi antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Niaga, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan utang dan kontrak yang kompleks. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari revisi Artikel 1, paragraf 6 dari UU 37/2004 terhadap praktik hukum kepailitan di Indonesia, termasuk bagaimana revisi tersebut dapat meningkatkan kepastian hukum dalam kasus-kasus utang sederhana..
<br>Pertama, konsep utang di Indonesia telah mengalami evolusi yang signifikan, terutama dalam transisi ke UU 37/2004.kedua, verifikasi utang sederhana melibatkan konfirmasi bahwa debitur memiliki setidaknya dua kreditor dan utang yang belum dibayar yang telah jatuh tempo.dan ketiga, Pengadilan Niaga menangani kasus dengan bukti yang sederhana, sedangkan kasus yang kompleks berada di bawah yurisdiksi Pengadilan Negeri.Namun, masih ada keraguan mengenai kasus mana yang harus diajukan ke pengadilan mana.Oleh karena itu, tesis ini merekomendasikan revisi Artikel 1, paragraf 6 dari UU 37/2004 untuk lebih jelas dan meningkatkan kriteria verifikasi utang sederhana
<br>Artikel 1, paragraf 6 dari Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan memberikan definisi yang jelas tentang utang, tetapi dalam beberapa kasus, wewenang Pengadilan Negeri tumpang tindih dengan Pengadilan Niaga, terutama dalam hal verifikasi utang. Tesis ini mengeksplorasi perkembangan konsep utang dalam hukum kepailitan Indonesia, penanganan verifikasi utang sederhana dalam kasus kepailitan, dan tumpang tindih yurisdiksi antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Niaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Hukum Normatif, dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan perkembangan historis. Sumber-sumber yang digunakan meliputi teks hukum, komentar, dan literatur terkait, yang dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini mengungkapkan tiga temuan kunci: pertama, konsep utang di Indonesia telah mengalami evolusi yang signifikan, terutama...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp" type="image/webp" length="49788" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-8b71e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-b2637.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/konsep-utang-perkara-verifikasi-jatuh-tempo-wewena-thumb-903f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS A Case Study of Decision Number 20 Pdt Sus PKP ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS A Case Study of Decision Number 20 Pdt Sus PKP ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS A Case Study of Decision Number 20 Pdt Sus PKP ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54515-verifikasi-utang-penuh-hak-korban" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54515-verifikasi-utang-penuh-hak-korban" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:4d2a0feddc80bc52dc2f7cbb64330bf8</id>
	<published>2026-07-15T05:21:05+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:21:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa antara karyawan dan perusahaan, disarankan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan penyederhanaan prosedur PKPU khususnya untuk kasus yang melibatkan karyawan dalam revisi Undang-Undang Nomor 37 Tahun ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa antara karyawan dan perusahaan, disarankan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan penyederhanaan prosedur PKPU khususnya untuk kasus yang melibatkan karyawan dalam revisi Undang-Undang Nomor 37 Tahun ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-bba5f.webp" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-bba5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-bba5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-bba5f.webp 1x" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" alt="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp 1x" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" alt="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-a2ee6.webp" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-a2ee6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-a2ee6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-a2ee6.webp 1x" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" alt="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54515-verifikasi-utang-penuh-hak-korban" title="JURIS - RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP" target="_blank">RESOLUTION OF DISPUTES IN APPLICATIONS FOR POSTPONEMENT OF DEBT PAYMENT OBLIGATIONS BY EMPLOYEES AGAINST COMPANIES FAILING TO FULFILL THEIR OBLIGATIONS (A Case Study of Decision Number: 20/Pdt.Sus-PKP</a>: Untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa antara karyawan dan perusahaan, disarankan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan penyederhanaan prosedur PKPU khususnya untuk kasus yang melibatkan karyawan dalam revisi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, termasuk menetapkan batas waktu yang lebih singkat dan memprioritaskan penyelesaian klaim karyawan. Pengadilan Niaga disarankan untuk mengembangkan mekanisme mediasi sebelum proses PKPU formal, dengan melibatkan hakim pengawas sebagai mediator untuk mencapai kesepakatan pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Sementara itu, disarankan agar karyawan dan serikat pekerja melakukan negosiasi langsung atau mediasi dengan perusahaan sebelum mengajukan PKPU, dan jika perlu mengajukan PKPU, mereka harus berkoordinasi untuk mengajukan permohonan bersama dengan dokumentasi yang lengkap untuk mempercepat proses penyelesaian sengketa..
<br>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dapat menjadi solusi efektif dalam menyelesaikan sengketa antara karyawan dan perusahaan.Proses PKPU, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, memungkinkan baik debitur maupun kreditur untuk mengajukan permohonan ke Pengadilan Niaga jika debitur dianggap tidak mampu membayar utangnya.Proses penyelesaian sengketa di Pengadilan Niaga melibatkan verifikasi utang, rapat kreditur, dan upaya mencapai kesepakatan penyelesaian.Mdn menunjukkan efektivitas mekanisme PKPU dalam menyelesaikan sengketa antara karyawan dan perusahaan, dengan tercapainya kesepakatan pembayaran penuh hak karyawan melalui proses yang terstruktur.PKPU terbukti dapat menjadi solusi yang menjamin hak karyawan sekaligus memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memenuhi kewajibannya
<br>Penelitian ini mengkaji penggunaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang sebagai alternatif penyelesaian sengketa antara karyawan dan perusahaan yang gagal memenuhi hak normatif karyawan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan analisis kualitatif, studi ini mengeksplorasi ketentuan hukum untuk mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, proses penyelesaian sengketa di Pengadilan Niaga, dan Keputusan Nomor 20/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Mdn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang menyediakan mekanisme hukum...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp" type="image/webp" length="53064" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-bba5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-32913.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/verifikasi-utang-penuh-hak-korban-normatif-penyele-thumb-a2ee6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non Structural Institutions ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non Structural Institutions ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non Structural Institutions ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54502-masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-le" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54502-masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-le" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:18d1ae65e1cdde3fb9899e2e74d8322f</id>
	<published>2026-07-15T05:10:38+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:10:38+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, diperlukan upaya-upaya berikut: Pertama, perlu dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat tentang hak dan layanan yang tersedia, agar saksi dan korban merasa aman dan terlindungi. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, diperlukan upaya-upaya berikut: Pertama, perlu dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat tentang hak dan layanan yang tersedia, agar saksi dan korban merasa aman dan terlindungi. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" alt="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-ae23b.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-ae23b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-ae23b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-ae23b.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" alt="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-8bb27.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-8bb27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-8bb27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-8bb27.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" alt="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54502-masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-le" title="JURIS - The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions" target="_blank">The Effectiveness of Witness and Victim Protection Institutions as Non-Structural Institutions</a>: Untuk meningkatkan efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, diperlukan upaya-upaya berikut: Pertama, perlu dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat tentang hak dan layanan yang tersedia, agar saksi dan korban merasa aman dan terlindungi. Kedua, penting untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum melalui nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama yang jelas, sehingga proses perlindungan dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Ketiga, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban harus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan anggaran agar dapat memberikan layanan yang tepat waktu dan efektif. Selain itu, pemerintah perlu merevisi Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban untuk mengatasi kelemahan yang ada, termasuk menyederhanakan prosedur administratif dan memperkuat sanksi terhadap pelaku ancaman terhadap saksi dan korban..
<br>Efektivitas peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sebagai lembaga non-struktural di Indonesia sangat penting untuk menjamin keselamatan dan hak saksi dan korban kejahatan.Didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2014, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban memiliki tugas utama untuk memberikan perlindungan fisik dan psikologis serta dukungan hukum kepada saksi dan korban.Cakupan ini mencakup kompensasi, rehabilitasi, dan bentuk bantuan lainnya.Namun, peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sering kali terhambat oleh berbagai hambatan, termasuk kurangnya pemahaman publik tentang keberadaan dan kompleksitas prosedur perlindungan yang membuat saksi dan korban enggan mencari bantuan.Untuk meningkatkan efektivitasnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban perlu melakukan sosialisasi intensif untuk meningkatkan kesadaran publik tentang hak dan layanan yang tersedia.Penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum melalui penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama yang jelas sangat penting.Selain itu, prioritas peningkatan sumber daya manusia dan alokasi anggaran sangat penting untuk memastikan layanan yang tepat waktu dan efektif.Pemerintah juga perlu merevisi Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban untuk mengatasi kelemahan yang ada, menjelaskan mekanisme pemberian dukungan dan sanksi untuk pelanggaran, serta menyederhanakan prosedur administratif agar lebih mudah diakses oleh saksi dan korban
<br>Perlindungan hukum adalah layanan esensial yang diamanatkan oleh Konstitusi Republik Indonesia tahun 1945. Pasal 28I ayat (4) menekankan tanggung jawab negara dalam melindungi, mempromosikan, menegakkan, dan mewujudkan hak asasi manusia. Mengakui pentingnya menjaga keamanan masyarakat, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2014 dan lebih lanjut didefinisikan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2016. Lembaga ini mencakup semua tahap proses hukum pidana, memastikan saksi dan korban merasa aman saat memberikan keterangan. Penelitian ini menggunakan metode normatif, melibatkan tinjauan dokumen perpustakaan untuk menganalisis teks hukum sesuai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp" type="image/webp" length="59540" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-cdfd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-ae23b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/masyarakat-lembaga-non-perlindungan-saksi-peran-ad-thumb-8bb27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings A Medicolegal Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings A Medicolegal Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings A Medicolegal Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54500-hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54500-hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:f30bf28340c3155d2a2c33fbe0664539</id>
	<published>2026-07-15T05:06:58+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:06:58+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pendokumentasian dalam layanan kesehatan, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi sistem komunikasi dan pendokumentasian yang terstandar di fasilitas kesehatan. Hal ini dapat mencakup ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pendokumentasian dalam layanan kesehatan, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi sistem komunikasi dan pendokumentasian yang terstandar di fasilitas kesehatan. Hal ini dapat mencakup ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-19a43.webp" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-19a43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-19a43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-19a43.webp 1x" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" alt="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-15472.webp" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-15472.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-15472.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-15472.webp 1x" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" alt="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp 1x" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" alt="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54500-hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan" title="JURIS - The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective" target="_blank">The Legal Dimensions of Communication in Hospital Settings: A Medicolegal Perspective</a>: Untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pendokumentasian dalam layanan kesehatan, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi sistem komunikasi dan pendokumentasian yang terstandar di fasilitas kesehatan. Hal ini dapat mencakup pelatihan yang komprehensif bagi tenaga kesehatan dalam teknik komunikasi klinis, serta pengenalan template dokumentasi, audit trail, dan validasi supervisi untuk membangun sistem komunikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien, termasuk penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan komunikasi yang berpusat pada pasien. Penelitian juga dapat menyelidiki dampak komunikasi yang efektif terhadap kepatuhan pasien terhadap terapi dan pencegahan konflik. Terakhir, penelitian dapat menganalisis peran rekam medis dalam memperkuat posisi hukum rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam menghadapi sengketa potensial..
<br>Komunikasi di lingkungan rumah sakit bukan hanya masalah efisiensi teknis atau keterampilan interpersonal, tetapi juga konstruksi hukum yang membentuk fondasi hak-hak pasien, tanggung jawab profesional, dan akuntabilitas institusional.Pengklasifikasian komunikasi menjadi domain klinis dan administratif, adopsi metode standar seperti SBAR dan komunikasi closed-loop, serta penekanan pada pendokumentasian yang menyeluruh mencerminkan harapan hukum yang berkembang terkait presisi, transparansi, dan perilaku etis dalam layanan kesehatan.Meskipun regulasi kesehatan Indonesia telah mulai memasukkan kewajiban hukum terkait komunikasi dan pendokumentasian, masih terdapat kesenjangan kritis dalam implementasinya.Oleh karena itu, penguatan kebijakan internal rumah sakit dan penyelarasan dengan standar hukum yang diterima tidak hanya merupakan praktik terbaik, tetapi juga menjadi pelindung terhadap pelanggaran etika, kelalaian profesional, dan tanggung jawab institusional
<br>Komunikasi dalam layanan kesehatan tidak hanya merupakan keterampilan klinis, tetapi juga elemen fundamental dalam menjamin keselamatan pasien dan kepastian hukum dalam praktik medis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien merupakan penyebab utama kesalahan medis yang berujung pada sengketa hukum. Laporan analitis dari The Joint Commission (TJC) di Amerika Serikat, berdasarkan 2.455 kejadian sentinal pada tahun 2008, mengungkapkan bahwa lebih dari 70% insiden tersebut disebabkan oleh kegagalan komunikasi di antara tenaga kesehatan. Fenomena ini juga mencerminkan situasi di Indonesia. Menurut Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), yang sekarang direstrukturisasi menjadi Majelis Disiplin Profesi (MDP), sebagian besar tuduhan pelanggaran disiplin di bidang medis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp" type="image/webp" length="65406" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-19a43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-15472.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-pasien-keluarga-monitoring-keselamatan-ptm-tek-thumb-95bbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54519-pengendali-data-pribadi-perlindungan-perlindu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54519-pengendali-data-pribadi-perlindungan-perlindu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:19b32639894fb2e3f265859fd92925ae</id>
	<published>2026-07-15T05:05:17+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T05:05:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan perlindungan data pribadi nasabah dalam perbankan digital, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan sistem keamanan yang lebih canggih dan terintegrasi, seperti penggunaan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan perlindungan data pribadi nasabah dalam perbankan digital, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan sistem keamanan yang lebih canggih dan terintegrasi, seperti penggunaan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-13cdc.webp" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-13cdc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-13cdc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-13cdc.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" alt="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-ef281.webp" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-ef281.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-ef281.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-ef281.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" alt="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp 1x" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" alt="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54519-pengendali-data-pribadi-perlindungan-perlindu" title="JURIS - Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)" target="_blank">Legal Protection For Bank Customers In The Use Of E-Kyc In Opening New Accounts Online As A Form Of Digital Financial Innovation (Study At The Jakarta Head Office Of The State Savings Bank)</a>: Untuk meningkatkan perlindungan data pribadi nasabah dalam perbankan digital, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan sistem keamanan yang lebih canggih dan terintegrasi, seperti penggunaan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan transparansi transaksi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pemerintah dalam mengatur dan mengawasi implementasi E-KYC serta tanggung jawab bank dalam melindungi data pribadi nasabah. Penelitian juga dapat mengusulkan strategi edukasi dan sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran nasabah tentang pentingnya melindungi data pribadi mereka sendiri..
<br>E-KYC diimplementasikan melalui Customer Due Diligence yang mencakup identifikasi, verifikasi, dan pemantauan elektronik untuk memastikan transaksi sesuai dengan profil nasabah, di mana bank harus memenuhi aspek keamanan, konektivitas, dan kompatibilitas sistem.BTN Mobile telah terdaftar sebagai PSE domestik swasta dengan nomor 001813.PSE/12/2021 yang menerapkan teknologi keamanan standar internasional, perlindungan data berlapis, dan pengawasan dari BI dan OJK.Namun, masih banyak nasabah yang belum memahami pentingnya melindungi data pribadi, sehingga diperlukan sosialisasi oleh pemerintah dan bank untuk menerapkan tata kelola yang bersih dan jelas serta terus meningkatkan sistem keamanan terbaik untuk mencegah penyalahgunaan data nasabah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
<br>Penelitian ini mengkaji fungsi E-KYC dalam perbankan Indonesia, tanggung jawab bank dalam melindungi data pribadi nasabah, dan bentuk perlindungan data di Kantor Pusat BTN Jakarta, menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan statuta. POJK Nomor 23/POJK.01/2019 mengizinkan verifikasi nasabah melalui sarana elektronik untuk menggantikan pertemuan langsung, di mana E-KYC diterapkan sebagai Customer Due Diligence yang mencakup identifikasi, verifikasi, dan pemantauan elektronik untuk memastikan transaksi sesuai dengan profil nasabah. Bank penyelenggara E-KYC diwajibkan memenuhi aspek keamanan, konektivitas, kompatibilitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp" type="image/webp" length="59884" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-13cdc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-ef281.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/pengendali-data-pribadi-perlindungan-tata-kelola-p-thumb-9ac22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No 2 of 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No 2 of 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No 2 of 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54499-persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-u" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54499-persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-u" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:d66bc94aeff0924ccd5a3b268aa8ac8d</id>
	<published>2026-07-15T04:55:37+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T04:55:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi praktis dari Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada evaluasi implementasi peraturan di lapangan, termasuk analisis kasus nyata yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi praktis dari Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada evaluasi implementasi peraturan di lapangan, termasuk analisis kasus nyata yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp 1x" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" alt="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-19d12.webp" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-19d12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-19d12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-19d12.webp 1x" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" alt="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-a921f.webp" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-a921f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-a921f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-a921f.webp 1x" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" alt="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54499-persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-u" title="JURIS - Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023" target="_blank">Procedural Handling of Monopoly Practices and Unfair Business Competition Cases after the Enactment of Business Competition Supervisory Commission Regulation No. 2 of 2023</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implikasi praktis dari Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada evaluasi implementasi peraturan di lapangan, termasuk analisis kasus nyata yang melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan keberhasilan dalam penerapan prosedur yang telah direformulasi. Selain itu, penelitian ini juga dapat menganalisis dampak peraturan terhadap kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pihak terkait dalam kasus-kasus persaingan usaha. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan hukum persaingan prosedural di Indonesia dan meningkatkan kualitas penegakan hukum persaingan secara keseluruhan..
<br>Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 yang diterbitkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha merupakan reformasi signifikan dalam penanganan prosedural praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Peraturan ini memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas dengan mendefinisikan tahap prosedural secara jelas, termasuk inisiasi kasus, investigasi, pemeriksaan, pengadilian, dan pelaksanaan keputusan administratif.Dibandingkan dengan kerangka kerja sebelumnya, peraturan ini memformalisasi mekanisme notifikasi, pengajuan bukti, prosedur sidang, dan mekanisme banding, sehingga memberikan proses hukum yang lebih terstruktur dan dapat diprediksi.Analisis kritis menunjukkan bahwa meskipun peraturan ini menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk proses hukum yang adil, efektivitasnya bergantung pada implementasi praktis.Perlindungan hak-hak pihak terkait memerlukan penegakan konsisten, kapasitas institusional yang memadai, personel yang terlatih, dan sistem pemantauan untuk mencegah kesalahan prosedural, penundaan, atau inkonsistensi yang bersifat diskresioner.Tantangan masih ada dalam menyeimbangkan efisiensi administratif dengan keadilan prosedural, khususnya dalam pengelolaan pengumpulan bukti, perlindungan informasi rahasia, dan pelaksanaan sanksi secara tepat waktu dan efektif.Secara keseluruhan, Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 merupakan upaya sadar untuk meningkatkan kualitas penegakan hukum persaingan di Indonesia.Suksesnya bergantung tidak hanya pada kejelasan ketentuan tertulis, tetapi juga pada kemampuan Komisi untuk mengoperasionalkan prosedur ini dalam praktik, memastikan proses hukum yang adil, kepastian hukum, dan akuntabilitas bagi semua pihak terkait.Evaluasi, pengawasan, dan penyempurnaan prosedur secara berkelanjutan sangat penting untuk mencapai tujuan peraturan dan memperkuat kepercayaan publik dalam penegakan hukum persaingan
<br>Penerbitan Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha menandai reformasi signifikan dalam hukum prosedural yang mengatur penanganan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Peraturan ini mereformulasi kerangka prosedural yang diterapkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha, khususnya terkait dengan inisiasi kasus, investigasi, pemeriksaan, pengadilian, dan penegakan keputusan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi prosedural Peraturan Nomor 2 Tahun 2023 dan kontribusinya dalam meningkatkan proses hukum yang adil, kepastian hukum, dan efektivitas penegakan hukum persaingan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp" type="image/webp" length="59216" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-3b02c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-19d12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/persaingan-usaha-kepercayaan-pelaku-prosedural-pen-thumb-a921f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Dynamics of Omnibus Law Formation Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dynamics of Omnibus Law Formation Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dynamics of Omnibus Law Formation Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54497-studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-r" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54497-studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-r" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:e8ab194559bae1fa19106a23efb805bd</id>
	<published>2026-07-15T04:33:27+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T04:33:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dapat dirancang secara sistematis dalam proses penyusunan omnibus law, dengan menguji model konsultasi daring dan lokakarya multisektor untuk menilai peningkatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dapat dirancang secara sistematis dalam proses penyusunan omnibus law, dengan menguji model konsultasi daring dan lokakarya multisektor untuk menilai peningkatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" alt="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-94575.webp" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-94575.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-94575.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-94575.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" alt="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-711a6.webp" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-711a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-711a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-711a6.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" alt="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54497-studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-r" title="JURIS - Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos" target="_blank">Dynamics of Omnibus Law Formation: Between Legislative Efficiency and Potential Legal Chaos</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dapat dirancang secara sistematis dalam proses penyusunan omnibus law, dengan menguji model konsultasi daring dan lokakarya multisektor untuk menilai peningkatan transparansi dan legitimasi demokratis. Studi komparatif antara penerapan omnibus law di Indonesia yang berbasis sistem hukum sipil dengan negaraAcnegara bertradisi common law seperti Amerika Serikat atau Australia dapat mengidentifikasi faktorAcfaktor adaptasi institusional yang diperlukan agar harmonisasi norma hukum tetap terjaga. Analisis empiris terhadap dampak konkret omnibus law terhadap hakAchak pekerja dan perlindungan lingkungan, khususnya pada sektorAcsektor yang terdampak oleh UndangAcUndang Cipta Kerja, dapat memberikan bukti kuantitatif tentang risiko dualisme regulasi dan ketidakpastian hukum. Selain itu, pengembangan pedoman prosedural yang bersifat standar operasional prosedur (SOP) bagi pembentukan omnibus law, termasuk tahapan evaluasi dampak regulasi (Regulatory Impact Analysis) yang terukur, dapat diuji melalui studi kasus pada revisi regulasi sektoral berikutnya. Penelitian terakhir dapat mengevaluasi efektivitas koordinasi antar lembaga pemerintah pusat dan daerah setelah penerapan omnibus law, dengan menggunakan metode survei dan wawancara untuk mengukur tingkat sinkronisasi kebijakan serta implikasi terhadap otonomi daerah..
<br>Penerapan metode omnibus law di Indonesia menandai perubahan signifikan dalam pendekatan legislatif dengan fokus pada efisiensi dan penyederhanaan regulasi.Namun, pelaksanaannya menghadapi kekurangan prosedural dan yuridis, seperti kurangnya landasan hukum yang kuat, partisipasi publik yang terbatas, dukungan akademik yang tidak memadai, serta inkonsistensi isi hukum yang mengurangi kepercayaan publik dan kepastian hukum.Oleh karena itu, agar omnibus law dapat menjadi alat reformasi regulasi yang efektif, inisiatif legislatif ke depan harus mengedepankan perencanaan matang, dasar hukum yang solid, transparansi, partisipasi publik, dan harmonisasi norma hukum
<br>Metode omnibus law merupakan pendekatan baru dalam kerangka legislatif Indonesia, pertama kali diwujudkan dalam UndangAcUndang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Metode ini menyatukan regulasi sektoral yang beragam ke dalam satu kerangka hukum tunggal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempermudah proses investasi. Namun, metode ini mendapat kritik tajam terkait legitimasi, terutama karena partisipasi publik yang kurang memadai dan potensi ambiguitas hukum yang timbul dari tumpang tindih norma. Integrasi omnibus law yang dipengaruhi oleh tradisi common law menimbulkan tantangan kompatibilitas dengan sistem hukum perdata Indonesia yang menekankan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp" type="image/webp" length="64862" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-fa065.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-94575.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/studi-komparatif-regulasi-reformasi-ikn-revisi-tat-thumb-711a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law Case Study The New National Capital Nusantara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law Case Study The New National Capital Nusantara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law Case Study The New National Capital Nusantara ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54507-institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54507-institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:6b7c7b515847601d184c9acf2594f80e</id>
	<published>2026-07-15T04:26:05+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T04:26:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara institusi presidensial Indonesia dan Korea ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara institusi presidensial Indonesia dan Korea ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" alt="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-9eac7.webp" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-9eac7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-9eac7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-9eac7.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" alt="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-183f0.webp" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-183f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-183f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-183f0.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" alt="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54507-institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki" title="JURIS - Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)" target="_blank">Analysis of Foreign Investment Policy from the Perspective of Economic Development Law (Case Study: The New National Capital Nusantara)</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara institusi presidensial Indonesia dan Korea Selatan dalam hal pengisian jabatan, terutama dalam hal pemilihan umum dan sistem partai yang berbeda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana perbedaan sistem partai mempengaruhi proses pemilihan umum dan pengisian jabatan Presiden.2. Meneliti lebih dalam mekanisme impeachment di Indonesia dan Korea Selatan, termasuk proses dan institusi yang terlibat. Penelitian ini dapat fokus pada perbedaan antara kedua negara dalam hal prosedur dan institusi yang terlibat dalam proses impeachment, serta implikasi hukum dan politiknya.3. Mengkaji pembagian wewenang antara Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia, serta antara Presiden dan Perdana Menteri di Korea Selatan. Penelitian ini dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana pembagian wewenang ini diatur dalam konstitusi masing-masing negara, dan bagaimana hal itu mempengaruhi fungsi dan peran masing-masing pejabat dalam sistem pemerintahan..
<br>Menyusun permasalahan dengan membandingkan kesamaan dan perbedaan antara institusi presidensial Republik Indonesia dan Republik Korea dapat disimpulkan bahwa, institusi presidensial di Republik Indonesia dan Republik Korea Selatan pada dasarnya memiliki kesamaan baik dalam fungsi Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.Perbedaannya hanya terletak pada wakil yang mendampingi Presiden, di Indonesia Presiden didampingi oleh Wakil Presiden, di Korea Selatan Presiden didampingi oleh Perdana Menteri.Meskipun ini sama sebagai asisten utama dan asisten Presiden, mereka memiliki fungsi, tugas, dan wewenang yang berbeda.Demikian pula, dalam pengisian jabatan Presiden dan Wakil antara Republik Indonesia dan Republik Korea, ada kesamaan, tetapi ada juga perbedaan antara kedua negara.Pengisian jabatan Presiden antara Indonesia dan Korea Selatan dilakukan dengan cara yang sama melalui mekanisme pemilihan umum yang dipilih langsung oleh rakyat, meskipun institusi penyelenggara dan sistem pemilihan berbeda, karena perbedaan sistem partai yang diadopsi oleh kedua negara.Dalam hal pemakzulan Presiden selama masa jabatannya, ada kesamaan, yaitu adanya institusi impeachment, tetapi dalam proses impeachment ada perbedaan antara kedua negara.Mengenai pembagian wewenang antara Presiden dan Wakilnya (Perdana Menteri) di Korea Selatan, diatur dengan jelas dalam konstitusi, tetapi pembagian wewenang antara Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia tidak diatur secara rinci dalam UUD 1945
<br>Perbandingan berarti membandingkan untuk menemukan kesamaan dan perbedaan dalam sistem pemerintahan antara Republik Indonesia dan Republik Korea, dan sistem pemerintahan yang dibahas adalah institusi presidensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kesamaan dan perbedaan antara Republik Indonesia dan Republik Korea. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif, yaitu penelitian untuk mengetahui atau menguji perbedaan antara dua atau lebih kelompok yang dilakukan dengan membandingkan variabel yang berbeda (objek penelitian)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp" type="image/webp" length="80736" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-3d478.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-9eac7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/institusi-presidensial-republik-korea-danatau-waki-thumb-183f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Voice of Youth in Democracy An Analysis of Generation Zs Engagement in the 2024 Regional Elections ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Voice of Youth in Democracy An Analysis of Generation Zs Engagement in the 2024 Regional Elections ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Voice of Youth in Democracy An Analysis of Generation Zs Engagement in the 2024 Regional Elections ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54517-legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54517-legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:e1f221d25edfe76760aba789a5075009</id>
	<published>2026-07-15T03:51:17+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T03:51:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada dampak pendidikan politik yang komprehensif terhadap partisipasi Generasi Z dalam pemilihan. Bagaimana pendidikan politik dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang peraturan pemilihan dan mendorong ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada dampak pendidikan politik yang komprehensif terhadap partisipasi Generasi Z dalam pemilihan. Bagaimana pendidikan politik dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang peraturan pemilihan dan mendorong ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-d0dde.webp" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-d0dde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-d0dde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-d0dde.webp 1x" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" alt="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp 1x" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" alt="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-05285.webp" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-05285.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-05285.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-05285.webp 1x" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" alt="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54517-legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw" title="JURIS - The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z&#039;s Engagement in the 2024 Regional Elections" target="_blank">The Voice of Youth in Democracy: An Analysis of Generation Z's Engagement in the 2024 Regional Elections</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada dampak pendidikan politik yang komprehensif terhadap partisipasi Generasi Z dalam pemilihan. Bagaimana pendidikan politik dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang peraturan pemilihan dan mendorong keterlibatan yang lebih aktif dan kritis? Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dan media sosial dalam meningkatkan partisipasi Generasi Z dalam pemilihan, serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengatasi tantangan dalam proses pemilihan. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi untuk meningkatkan keterlibatan Generasi Z dalam pemilihan, dengan mempertimbangkan motivasi dan minat mereka yang unik, serta bagaimana mereka dapat menjadi agen perubahan dalam demokrasi..
<br>Generasi Z menunjukkan karakteristik unik dalam partisipasi politik dan demokrasi mereka, ditandai dengan keinginan kuat untuk berkontribusi pada perubahan sosial, khususnya melalui pemilihan.Dalam Pemilihan Daerah 2024 di Kabupaten Serang, keterlibatan Generasi Z sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan mencapai 45%, yang mencerminkan minat mereka yang signifikan dalam mengambil peran aktif dalam proses demokrasi.Partisipasi mereka tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memperkenalkan perspektif segar dan dinamis yang memperkaya sistem demokrasi.Namun, Generasi Z menghadapi tantangan, terutama dalam pendidikan politik dan pemahaman peraturan pemilihan.Meskipun demikian, motivasi mereka tetap tinggi berkat akses luas terhadap informasi melalui media sosial dan dukungan kuat dari komunitas.Pelatihan yang disediakan oleh pemerintah dan penyelenggara pemilihan memainkan peran vital dalam melengkapi mereka dengan keterampilan yang diperlukan.Dengan dukungan dan sumber daya yang tepat, potensi besar Generasi Z untuk berkontribusi pada pemilihan yang transparan dan akuntabel di Indonesia dapat sepenuhnya direalisasikan.Semangat dan pendekatan inovatif mereka menjadikan mereka aset kunci dalam memperkuat demokrasi untuk masa depan
<br>Studi ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan Generasi Z dalam organisasi Pemilihan Daerah 2024 di Kabupaten Serang, dengan fokus pada partisipasi mereka sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan. Generasi Z dikenal dengan karakteristik unik dalam partisipasi politik dan demokrasi, ditandai dengan keinginan kuat untuk berkontribusi pada perubahan sosial, khususnya melalui keterlibatan dalam pemilihan. Data menunjukkan bahwa 45% anggota Panitia Pemilihan Kecamatan di Kabupaten Serang berasal dari Generasi Z, yang menunjukkan minat mereka...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp" type="image/webp" length="46316" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-d0dde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-c395e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/legitimasi-sistem-demokrasi-partisipasi-aktif-sisw-thumb-05285.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54509-komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-dem" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-54509-komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-dem" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-15:55759264261ddece3d57b40b4370c546</id>
	<published>2026-07-15T03:49:33+07:00</published>
	<updated>2026-07-15T03:49:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam mekanisme pengaruh oligarki politik terhadap keputusan editorial media massa dengan menggunakan analisis jaringan untuk memetakan hubungan kekuasaan dan alur informasi; selanjutnya, penting untuk meneliti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam mekanisme pengaruh oligarki politik terhadap keputusan editorial media massa dengan menggunakan analisis jaringan untuk memetakan hubungan kekuasaan dan alur informasi; selanjutnya, penting untuk meneliti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-c1259.webp" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-c1259.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-c1259.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-c1259.webp 1x" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" alt="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-f0062.webp" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-f0062.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-f0062.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-f0062.webp 1x" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" alt="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp 1x" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" alt="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-54509-komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-dem" title="JURIS - Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia" target="_blank">Rethinking Mass Media as The Fourth Pillar of Democracy in Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara mendalam mekanisme pengaruh oligarki politik terhadap keputusan editorial media massa dengan menggunakan analisis jaringan untuk memetakan hubungan kekuasaan dan alur informasi; selanjutnya, penting untuk meneliti efektivitas aktivisme politik berbasis Twitter terhadap perilaku pemilih selama pemilihan umum, dengan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur dampak hashtag dan percakapan daring; terakhir, diperlukan studi komparatif tentang kerangka regulasi yang dapat melindungi independensi media massa di era digital, membandingkan kebijakan Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya guna mengidentifikasi praktik terbaik dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kebebasan pers serta memperkuat pilar keempat demokrasi..
<br>Demokrasi bukan hanya sistem pemerintahan, melainkan sekumpulan nilai seperti kesetaraan, kebebasan, dan partisipasi warga, serta menuntut perlindungan hak asasi manusia.Media, dalam segala bentuknya, berperan sebagai fasilitator yang memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pemberdayaan warga melalui penyebaran informasi, namun evolusi teknologi memerlukan pemahaman bahwa media bukan sekadar alat komunikasi massal melainkan mediator nilai sosial.Pada akhirnya, keberhasilan demokrasi tergantung pada partisipasi aktif individuAiwarga, aktivis, jurnalis, dan pembuat kebijakanAiyang bersama media menciptakan ruang publik yang dinamis, inklusif, dan berkeadilan
<br>Indonesia, sebagai negara demokratis, bergantung pada lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta media massa, untuk mendukung sistemnya. Secara tradisional media massa dianggap sebagai Aupilar keempatAy demokrasi, namun penelitian kami menantang anggapan bahwa media massa berfungsi sebagai pilar yang independen. Dengan meneliti lanskap media Indonesia yang terus berkembang dan memanfaatkan beragam sumber, termasuk penelitian akademik serta analisis keterlibatan mogul media dalam politik, kami...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp" type="image/webp" length="64708" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-c1259.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-f0062.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/komunikasi-massa-aktivisme-politik-nilai-demokrasi-thumb-8f906.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-149-umt.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8580-replik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Wed, 15 Jul 2026 07:52:40 +0700. 12 items. Served in: 3.739 seconds [atom] -->
