<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 03:57:27 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 03:57:27 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-23T03:57:27+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Prediction Of Physico Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance Fluorescence Computer Vision ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prediction Of Physico Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance Fluorescence Computer Vision ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prediction Of Physico Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance Fluorescence Computer Vision ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68497-model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-mode</link>
	<guid isPermaLink="false">77de6dcd5230d481587108f241c2baf6</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 00:15:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur nafi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,nafi,nur,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan model pembelajaran mesin berbasis deep learning untuk meningkatkan akurasi prediksi kematangan jeruk. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknik visi komputer pada varietas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision: Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan model pembelajaran mesin berbasis deep learning untuk meningkatkan akurasi prediksi kematangan jeruk. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknik visi komputer pada varietas jeruk lain atau kondisi lingkungan yang berbeda. Selanjutnya, penggunaan sensor tambahan atau teknik fusi data untuk memperkaya parameter prediksi juga menjadi arah penelitian yang layak dikembangkan. Penelitian ini juga dapat diperluas untuk mengevaluasi dampak metode non-destruktif pada kualitas buah secara keseluruhan. Studi lanjutan juga dapat menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti data iklim atau kondisi penyimpanan, untuk meningkatkan keandalan model. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi efisiensi dan skalabilitas sistem prediksi dalam skenario industri pertanian nyata. Penelitian ini juga membuka peluang untuk mengembangkan alat deteksi kematangan yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen pasca panen. Dengan mengoptimalkan model dan menggabungkan data multidimensi, penelitian lanjutan dapat memperkuat aplikasi teknologi non-destruktif dalam industri pertanian. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi perbandingan antara metode non-destruktif dan destruktif dalam konteks ekonomi dan keberlanjutan.. Sebuah model pembelajaran mesin telah dikembangkan menggunakan dataset gambar refleksi-fluoresensi untuk mengklasifikasikan tiga tingkat kematangan buah Jeruk Tangerin Batu 55, menggunakan tiga model.Model SVM yang menggunakan data refleksi (RGB) menghasilkan hasil yang paling menguntungkan, mencapai akurasi pelatihan 100% dan akurasi pengujian 97%.Untuk prediksi kematangan buah Jeruk Tangerin Batu 55 menggunakan metode PLS, rasio Brix/Acidity muncul sebagai parameter yang signifikan dibandingkan yang lain.Secara khusus, set fitur yang digabungkan menghasilkan akurasi prediksi tertinggi, dengan nilai R2 sebesar 0 Jeruk (Citrus sp.) adalah salah satu komoditas pertanian yang paling melimpah di Indonesia. Salah satu jeruk lokal yang populer adalah Jeruk Tangerin Batu 55. Panen jeruk tangerin dimulai 252 hari setelah bunga mekar. Secara konvensional, tingkat kematangan ditentukan dengan mengamati warna, bentuk, dan kekerasan. Hasil pengelompokan manual cenderung subjektif dan kurang akurat. Pengujian destruktif dapat dilakukan dan memberikan hasil objektif; namun, memerlukan sampel dan merusak buah. Visi komputer dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat kematangan buah secara non-destruktif. Visi komputer dual mode refleksi-fluoresensi dapat meningkatkan akurasi prediksi. Studi ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp" title="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp 1x" title="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" alt="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-ff816.webp" title="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-ff816.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-ff816.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-ff816.webp 1x" title="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" alt="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68497-model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-mode" title="JURIS - Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision" target="_blank">Prediction Of Physico-Chemical Characteristics In Batu Tangerine 55 Based On Reflectance-Fluorescence Computer Vision</a>: Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat mengembangkan model pembelajaran mesin berbasis deep learning untuk meningkatkan akurasi prediksi kematangan jeruk. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknik visi komputer pada varietas jeruk lain atau kondisi lingkungan yang berbeda. Selanjutnya, penggunaan sensor tambahan atau teknik fusi data untuk memperkaya parameter prediksi juga menjadi arah penelitian yang layak dikembangkan. Penelitian ini juga dapat diperluas untuk mengevaluasi dampak metode non-destruktif pada kualitas buah secara keseluruhan. Studi lanjutan juga dapat menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti data iklim atau kondisi penyimpanan, untuk meningkatkan keandalan model. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi efisiensi dan skalabilitas sistem prediksi dalam skenario industri pertanian nyata. Penelitian ini juga membuka peluang untuk mengembangkan alat deteksi kematangan yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen pasca panen. Dengan mengoptimalkan model dan menggabungkan data multidimensi, penelitian lanjutan dapat memperkuat aplikasi teknologi non-destruktif dalam industri pertanian. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi perbandingan antara metode non-destruktif dan destruktif dalam konteks ekonomi dan keberlanjutan..
<br>Sebuah model pembelajaran mesin telah dikembangkan menggunakan dataset gambar refleksi-fluoresensi untuk mengklasifikasikan tiga tingkat kematangan buah Jeruk Tangerin Batu 55, menggunakan tiga model.Model SVM yang menggunakan data refleksi (RGB) menghasilkan hasil yang paling menguntungkan, mencapai akurasi pelatihan 100% dan akurasi pengujian 97%.Untuk prediksi kematangan buah Jeruk Tangerin Batu 55 menggunakan metode PLS, rasio Brix/Acidity muncul sebagai parameter yang signifikan dibandingkan yang lain.Secara khusus, set fitur yang digabungkan menghasilkan akurasi prediksi tertinggi, dengan nilai R2 sebesar 0
<br>Jeruk (Citrus sp.) adalah salah satu komoditas pertanian yang paling melimpah di Indonesia. Salah satu jeruk lokal yang populer adalah Jeruk Tangerin Batu 55. Panen jeruk tangerin dimulai 252 hari setelah bunga mekar. Secara konvensional, tingkat kematangan ditentukan dengan mengamati warna, bentuk, dan kekerasan. Hasil pengelompokan manual cenderung subjektif dan kurang akurat. Pengujian destruktif dapat dilakukan dan memberikan hasil objektif; namun, memerlukan sampel dan merusak buah. Visi komputer dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat kematangan buah secara non-destruktif. Visi komputer dual mode refleksi-fluoresensi dapat meningkatkan akurasi prediksi. Studi ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp" type="image/webp" length="104462" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-615f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/model-pembelajaran-konstruktivisme-data-iklim-rand-thumb-ff816.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-176-stts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14973-insyst-journal-intelligent-system-computation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68498-pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural</link>
	<guid isPermaLink="false">1872d10ffc8099798bd3d6873f059977</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:50:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur nafi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,nafi,nur,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning: Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan dengan menggabungkan metode deep learning lainnya, seperti transfer learning menggunakan model pre-trained, untuk mempercepat proses pelatihan dan meningkatkan kinerja. Penelitian juga bisa mengeksplorasi teknik pra-pemrosesan gambar yang lebih efektif atau menggabungkan fitur visual dengan data non-visual, seperti kondisi lingkungan tanaman, untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit secara holistik.. Kami menciptakan sistem untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun menggunakan deep learning.Dataset kami berasal dari Kaggle, dan kami hanya menggunakan 2120 gambar dengan empat kelas penyakit.blight, common rust, gray leaf spot, dan healthy.Hasil pengujian untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun jagung adalah 84,5%.Hasil yang dihasilkan masih kurang akurat, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada arsitektur CNN Pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia dan ekspor ke luar negeri. Banyak petani masih belum memiliki pengalaman dalam mengenali jenis penyakit pada tanaman jagung, sehingga membutuhkan alat atau sistem untuk memberikan informasi kepada petani pemula. Banyak studi sebelumnya telah mengembangkan sistem otomatis untuk mengidentifikasi penyakit daun jagung dengan tujuan meningkatkan produksi jagung melalui pengenalan dini dan pengendalian penyakit. Penelitian ini menyarankan sistem identifikasi jenis penyakit daun jagung menggunakan metode CNN (Convolutional Neural Network) untuk meningkatkan akurasi pengenalan penyakit secara dini. Metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya umumnya menggunakan deep learning dengan hasil akurasi di atas 90%. CNN adalah salah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp 1x" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" alt="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp 1x" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" alt="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68498-pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" target="_blank">Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan dengan menggabungkan metode deep learning lainnya, seperti transfer learning menggunakan model pre-trained, untuk mempercepat proses pelatihan dan meningkatkan kinerja. Penelitian juga bisa mengeksplorasi teknik pra-pemrosesan gambar yang lebih efektif atau menggabungkan fitur visual dengan data non-visual, seperti kondisi lingkungan tanaman, untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit secara holistik..
<br>Kami menciptakan sistem untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun menggunakan deep learning.Dataset kami berasal dari Kaggle, dan kami hanya menggunakan 2120 gambar dengan empat kelas penyakit.blight, common rust, gray leaf spot, dan healthy.Hasil pengujian untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun jagung adalah 84,5%.Hasil yang dihasilkan masih kurang akurat, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada arsitektur CNN
<br>Pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia dan ekspor ke luar negeri. Banyak petani masih belum memiliki pengalaman dalam mengenali jenis penyakit pada tanaman jagung, sehingga membutuhkan alat atau sistem untuk memberikan informasi kepada petani pemula. Banyak studi sebelumnya telah mengembangkan sistem otomatis untuk mengidentifikasi penyakit daun jagung dengan tujuan meningkatkan produksi jagung melalui pengenalan dini dan pengendalian penyakit. Penelitian ini menyarankan sistem identifikasi jenis penyakit daun jagung menggunakan metode CNN (Convolutional Neural Network) untuk meningkatkan akurasi pengenalan penyakit secara dini. Metode yang digunakan dalam penelitian sebelumnya umumnya menggunakan deep learning dengan hasil akurasi di atas 90%. CNN adalah salah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" type="image/webp" length="107160" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-176-stts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14973-insyst-journal-intelligent-system-computation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Chinese Community Language Maintenance Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Chinese Community Language Maintenance Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Chinese Community Language Maintenance Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68487-bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa</link>
	<guid isPermaLink="false">c3c0d570ff30a0668e41883f5b84bb74</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:21:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memastikan kelangsungan hidup bahasa komunitas Tionghoa, penelitian lanjutan perlu mengkaji penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran bahasa, seperti pengembangan aplikasi berbasis game untuk menarik minat generasi muda. Selanjutnya, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang: Untuk memastikan kelangsungan hidup bahasa komunitas Tionghoa, penelitian lanjutan perlu mengkaji penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran bahasa, seperti pengembangan aplikasi berbasis game untuk menarik minat generasi muda. Selanjutnya, penelitian dapat fokus pada peran transmisi bahasa antar generasi, khususnya melalui pendidikan keluarga dan kebijakan sekolah. Terakhir, studi tentang dampak kebijakan pemerintah terhadap pemeliharaan bahasa komunitas juga penting untuk memahami tantangan dan solusi yang lebih luas.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda perlu dilibatkan dalam upaya mempertahankan bahasa komunitas Tionghoa agar tidak punah di masa depan.Penggunaan teknologi digital dalam upaya-upaya tersebut dapat menjadi solusi efektif.Selain itu, pentingnya pendidikan dan kesadaran akan nilai-nilai budaya serta identitas harus ditingkatkan untuk memastikan kelangsungan hidup bahasa-bahasa komunitas Di era modern saat ini, bahasa minoritas atau bahasa yang kurang dominan semakin sedikit digunakan karena terjadinya pergeseran bahasa. Situasi ini memprihatinkan karena bahasa-bahasa tersebut menghadapi ancaman kepunahan. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaannya dan upaya untuk mempertahankannya. Menggunakan komunitas Tionghoa di Pulau Pinang, Malaysia sebagai studi kasus, penelitian ini menginvestigasi isu yang disebutkan. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2016 dengan 22 remaja Malaysia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp 1x" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" alt="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-7244b.webp" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-7244b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-7244b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-7244b.webp 1x" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" alt="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-5728d.webp" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-5728d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-5728d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-5728d.webp 1x" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" alt="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68487-bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa" title="JURIS - Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang" target="_blank">Chinese Community Language Maintenance: Perceptions of and Efforts Made by Young Malaysians in Penang</a>: Untuk memastikan kelangsungan hidup bahasa komunitas Tionghoa, penelitian lanjutan perlu mengkaji penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran bahasa, seperti pengembangan aplikasi berbasis game untuk menarik minat generasi muda. Selanjutnya, penelitian dapat fokus pada peran transmisi bahasa antar generasi, khususnya melalui pendidikan keluarga dan kebijakan sekolah. Terakhir, studi tentang dampak kebijakan pemerintah terhadap pemeliharaan bahasa komunitas juga penting untuk memahami tantangan dan solusi yang lebih luas..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda perlu dilibatkan dalam upaya mempertahankan bahasa komunitas Tionghoa agar tidak punah di masa depan.Penggunaan teknologi digital dalam upaya-upaya tersebut dapat menjadi solusi efektif.Selain itu, pentingnya pendidikan dan kesadaran akan nilai-nilai budaya serta identitas harus ditingkatkan untuk memastikan kelangsungan hidup bahasa-bahasa komunitas
<br>Di era modern saat ini, bahasa minoritas atau bahasa yang kurang dominan semakin sedikit digunakan karena terjadinya pergeseran bahasa. Situasi ini memprihatinkan karena bahasa-bahasa tersebut menghadapi ancaman kepunahan. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaannya dan upaya untuk mempertahankannya. Menggunakan komunitas Tionghoa di Pulau Pinang, Malaysia sebagai studi kasus, penelitian ini menginvestigasi isu yang disebutkan. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2016 dengan 22 remaja Malaysia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp" type="image/webp" length="102918" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-d4295.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-7244b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/bahasa-minoritas-masyarakat-komunitas-tionghoa-gen-thumb-5728d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68485-dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-fak</link>
	<guid isPermaLink="false">5ffc505e9c0d9a9779f4e877f143f55a</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:13:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan antara dakwah visual dan non-visual di platform media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing pendekatan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan antara dakwah visual dan non-visual di platform media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing pendekatan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak kredibilitas komunikator terhadap audiens berbeda usia, seperti Gen Z dan Gen X, untuk memahami preferensi dan respons mereka terhadap pesan dakwah. Studi juga dapat mengembangkan strategi komunikasi yang mengintegrasikan elemen visual dan audio untuk meningkatkan daya tarik dan keterlibatan audiens di era digital.. Praktik dakwah tanpa menampilkan wajah atau representasi fisik tetap mampu menarik perhatian audiens dan menghasilkan respons positif.Efektivitas dakwah tidak selalu ditentukan oleh kehadiran unsur visual, melainkan dapat dibangun melalui kualitas penyampaian pesan, seperti intonasi suara, penggunaan bahasa yang komunikatif, serta kedalaman makna yang disampaikan.Terdapat tiga faktor utama yang membentuk daya tarik dakwah, yaitu keahlian (expertise), kepercayaan (trustworthiness), dan daya tarik (attractiveness) komunikator.Dakwah yang disampaikan mampu menimbulkan keterlibatan emosional dan spiritual yang kuat, serta berdampak pada perubahan sikap audiens Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor daya tarik dakwah Ustazah Halimah Alaydrus yang disampaikan tanpa visual wajah, serta memahami bagaimana pesan tetap efektif dan menarik bagi audiens. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis konten video berdasarkan kategori akidah, akhlak, dan ibadah, serta wawancara mendalam dengan audiens yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik dakwah tidak bergantung pada aspek visual, melainkan pada kredibilitas komunikator yang mencakup keahlian, kepercayaan, dan daya tarik nonfisik. Penyampaian yang lembut, penggunaan bahasa sederhana, serta intonasi suara yang tepat mampu menciptakan keterlibatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" alt="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-257f6.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-257f6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-257f6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-257f6.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" alt="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-a56a1.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-a56a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-a56a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-a56a1.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" alt="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68485-dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-fak" title="JURIS - Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube" target="_blank">Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan antara dakwah visual dan non-visual di platform media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing pendekatan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak kredibilitas komunikator terhadap audiens berbeda usia, seperti Gen Z dan Gen X, untuk memahami preferensi dan respons mereka terhadap pesan dakwah. Studi juga dapat mengembangkan strategi komunikasi yang mengintegrasikan elemen visual dan audio untuk meningkatkan daya tarik dan keterlibatan audiens di era digital..
<br>Praktik dakwah tanpa menampilkan wajah atau representasi fisik tetap mampu menarik perhatian audiens dan menghasilkan respons positif.Efektivitas dakwah tidak selalu ditentukan oleh kehadiran unsur visual, melainkan dapat dibangun melalui kualitas penyampaian pesan, seperti intonasi suara, penggunaan bahasa yang komunikatif, serta kedalaman makna yang disampaikan.Terdapat tiga faktor utama yang membentuk daya tarik dakwah, yaitu keahlian (expertise), kepercayaan (trustworthiness), dan daya tarik (attractiveness) komunikator.Dakwah yang disampaikan mampu menimbulkan keterlibatan emosional dan spiritual yang kuat, serta berdampak pada perubahan sikap audiens
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor daya tarik dakwah Ustazah Halimah Alaydrus yang disampaikan tanpa visual wajah, serta memahami bagaimana pesan tetap efektif dan menarik bagi audiens. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis konten video berdasarkan kategori akidah, akhlak, dan ibadah, serta wawancara mendalam dengan audiens yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik dakwah tidak bergantung pada aspek visual, melainkan pada kredibilitas komunikator yang mencakup keahlian, kepercayaan, dan daya tarik nonfisik. Penyampaian yang lembut, penggunaan bahasa sederhana, serta intonasi suara yang tepat mampu menciptakan keterlibatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp" type="image/webp" length="96744" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-be35c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-257f6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-visual-relevansi-pesan-efisiensi-faktor-day-thumb-a56a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68491-bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">ec041455d50ceb71eda564dab726f322</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:04:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anwar daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ nyak arief ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,anwar,arief,banda,daud,nyak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan etika komunikasi Islam dalam platform digital modern untuk memahami adaptasi nilai-nilai tradisional. 2. Studi tentang peran konsep syura dalam pengambilan keputusan kolaboratif di organisasi modern dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan etika komunikasi Islam dalam platform digital modern untuk memahami adaptasi nilai-nilai tradisional. 2. Studi tentang peran konsep syura dalam pengambilan keputusan kolaboratif di organisasi modern dapat mengembangkan kerangka komunikasi berbasis dialog. 3. Analisis perbandingan antara teori percakapan modern dan prinsip qaulan dalam konteks penyelesaian konflik dapat memperkaya wawasan tentang komunikasi yang adil dan beretika.. Penelitian ini menunjukkan bahwa teori percakapan modern dan perspektif Islam memiliki keselarasan dalam etika komunikasi dan mekanisme interaksi.Integrasi kedua pendekatan ini memperkaya kerangka analisis komunikasi yang lebih komprehensif.Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan kerangka komunikasi yang menggabungkan aspek teknis, sosial, dan spiritual Penelitian ini bertujuan mengkaji teori percakapan dalam perspektif Islam dan ilmu komunikasi modern guna membangun kerangka komunikasi yang komprehensif. Percakapan dipahami sebagai bentuk interaksi yang tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga simbolik, sosial, dan spiritual. Dalam perspektif Islam, komunikasi berlandaskan prinsip qaulan meliputi qaulan sadida, baligha, layyina, maAorufa, dan karima serta konsep syura yang menekankan kejujuran, kelembutan, musyawarah, dan tanggung jawab moral dalam praktik komunikasi. Sementara itu, teori percakapan modern dianalisis melalui paradigma positivistik, interpretif, dan kritis, dengan fokus pada Conversation Analysis dan Conversation Theory... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-a8c96.webp" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-a8c96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-a8c96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-a8c96.webp 1x" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" alt="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-9afd1.webp" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-9afd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-9afd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-9afd1.webp 1x" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" alt="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp 1x" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" alt="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68491-bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko" title="JURIS - Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi" target="_blank">Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan etika komunikasi Islam dalam platform digital modern untuk memahami adaptasi nilai-nilai tradisional. 2. Studi tentang peran konsep syura dalam pengambilan keputusan kolaboratif di organisasi modern dapat mengembangkan kerangka komunikasi berbasis dialog. 3. Analisis perbandingan antara teori percakapan modern dan prinsip qaulan dalam konteks penyelesaian konflik dapat memperkaya wawasan tentang komunikasi yang adil dan beretika..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa teori percakapan modern dan perspektif Islam memiliki keselarasan dalam etika komunikasi dan mekanisme interaksi.Integrasi kedua pendekatan ini memperkaya kerangka analisis komunikasi yang lebih komprehensif.Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan kerangka komunikasi yang menggabungkan aspek teknis, sosial, dan spiritual
<br>Penelitian ini bertujuan mengkaji teori percakapan dalam perspektif Islam dan ilmu komunikasi modern guna membangun kerangka komunikasi yang komprehensif. Percakapan dipahami sebagai bentuk interaksi yang tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga simbolik, sosial, dan spiritual. Dalam perspektif Islam, komunikasi berlandaskan prinsip qaulan meliputi qaulan sadida, baligha, layyina, maAorufa, dan karima serta konsep syura yang menekankan kejujuran, kelembutan, musyawarah, dan tanggung jawab moral dalam praktik komunikasi. Sementara itu, teori percakapan modern dianalisis melalui paradigma positivistik, interpretif, dan kritis, dengan fokus pada Conversation Analysis dan Conversation Theory...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp" type="image/webp" length="73052" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-a8c96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-9afd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/bisnis-digital-modern-mahasiswa-ilmu-komunikasi-ko-thumb-557f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68495-adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh</link>
	<guid isPermaLink="false">9eb695298f3937c0f6791ebaf0a4658c</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:01:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anwar daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ nyak arief ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,anwar,arief,banda,daud,nyak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap penyebaran tren pakaian adat Aceh di kalangan generasi muda. Selain itu, membandingkan transformasi pakaian adat Aceh dengan daerah lain di Indonesia yang juga mengalami pengaruh syariat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap penyebaran tren pakaian adat Aceh di kalangan generasi muda. Selain itu, membandingkan transformasi pakaian adat Aceh dengan daerah lain di Indonesia yang juga mengalami pengaruh syariat Islam dan globalisasi. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran perempuan dalam menjaga identitas budaya melalui inovasi desain pakaian adat yang tetap mematuhi nilai-nilai agama. Dengan mempelajari aspek ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang interaksi antara tradisi, agama, dan modernitas dalam konteks budaya lokal. Penelitian lebih lanjut juga perlu menggali bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih pakaian adat yang sesuai dengan norma syariat dan tren saat ini. Selain itu, studi tentang pengaruh pendidikan terhadap pemahaman masyarakat tentang makna simbolik pakaian adat dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian juga bisa mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur standar pakaian adat yang ramah terhadap norma agama dan budaya. Dengan memperdalam aspek-aspek ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk pelestarian budaya Aceh di era modern. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan peran teknologi dalam proses modifikasi pakaian adat, seperti penggunaan digital printing atau aplikasi teknologi lainnya dalam desain. Terakhir, studi tentang persepsi generasi muda terhadap perubahan pakaian adat dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan identitas budaya Aceh di masa depan.. Pakaian adat perkawinan di Aceh telah menjadi simbol identitas sosial, khususnya bagi kalangan bangsawan.Namun, seiring berjalannya waktu, pakaian adat ini mengalami banyak perubahan akibat dinamika sosial, masuknya nilai-nilai luar, serta pengaruh kebijakan lokal seperti pemberlakuan syariat Islam.Transformasi pakaian adat pengantin Aceh bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut persoalan identitas, nilai, dan cara masyarakat memaknai tubuh serta peran sosial di tengah perubahan zaman dalam membentuk identitas budaya masa kini Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang transformasi pakaian adat perkawinan Aceh pasca pemberlakuan syariat Islam, faktor pendorong berubahnya pakaian adat perkawinan Aceh, dan respon masyarakat terhadap perubahan pakaian adat perkawinan Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan dari kalangan penata rias, perancang busana, dan tokoh masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga diperoleh dari artikel, dan buku, data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca pemberlakuan Islam banyak terjadi perubahan dalam bentuk, motif, warna dan cara penggunaan pakaian adat Aceh, terjadi penyesuaian agar bisa tetap sejalan dengan nilai-nilai kesopanan dan ajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-c1d0f.webp" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-c1d0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-c1d0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-c1d0f.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" alt="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-ec4e9.webp" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-ec4e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-ec4e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-ec4e9.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" alt="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" alt="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68495-adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh" title="JURIS - Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global" target="_blank">Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap penyebaran tren pakaian adat Aceh di kalangan generasi muda. Selain itu, membandingkan transformasi pakaian adat Aceh dengan daerah lain di Indonesia yang juga mengalami pengaruh syariat Islam dan globalisasi. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran perempuan dalam menjaga identitas budaya melalui inovasi desain pakaian adat yang tetap mematuhi nilai-nilai agama. Dengan mempelajari aspek ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang interaksi antara tradisi, agama, dan modernitas dalam konteks budaya lokal. Penelitian lebih lanjut juga perlu menggali bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih pakaian adat yang sesuai dengan norma syariat dan tren saat ini. Selain itu, studi tentang pengaruh pendidikan terhadap pemahaman masyarakat tentang makna simbolik pakaian adat dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian juga bisa mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur standar pakaian adat yang ramah terhadap norma agama dan budaya. Dengan memperdalam aspek-aspek ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk pelestarian budaya Aceh di era modern. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan peran teknologi dalam proses modifikasi pakaian adat, seperti penggunaan digital printing atau aplikasi teknologi lainnya dalam desain. Terakhir, studi tentang persepsi generasi muda terhadap perubahan pakaian adat dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan identitas budaya Aceh di masa depan..
<br>Pakaian adat perkawinan di Aceh telah menjadi simbol identitas sosial, khususnya bagi kalangan bangsawan.Namun, seiring berjalannya waktu, pakaian adat ini mengalami banyak perubahan akibat dinamika sosial, masuknya nilai-nilai luar, serta pengaruh kebijakan lokal seperti pemberlakuan syariat Islam.Transformasi pakaian adat pengantin Aceh bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut persoalan identitas, nilai, dan cara masyarakat memaknai tubuh serta peran sosial di tengah perubahan zaman dalam membentuk identitas budaya masa kini
<br>Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang transformasi pakaian adat perkawinan Aceh pasca pemberlakuan syariat Islam, faktor pendorong berubahnya pakaian adat perkawinan Aceh, dan respon masyarakat terhadap perubahan pakaian adat perkawinan Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan dari kalangan penata rias, perancang busana, dan tokoh masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga diperoleh dari artikel, dan buku, data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca pemberlakuan Islam banyak terjadi perubahan dalam bentuk, motif, warna dan cara penggunaan pakaian adat Aceh, terjadi penyesuaian agar bisa tetap sejalan dengan nilai-nilai kesopanan dan ajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp" type="image/webp" length="78472" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-c1d0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-ec4e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/adat-tokoh-masyarakat-incumbent-banda-aceh-istiada-thumb-09065.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Membangun Citra World Class University Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Membangun Citra World Class University Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Membangun Citra World Class University Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68480-legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">09e95bbab4106495bc92d79892637d1b</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:00:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai strategi komunikasi institusional yang efektif dalam membangun citra perguruan tinggi Islam menuju World Class University. Kajian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh): Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai strategi komunikasi institusional yang efektif dalam membangun citra perguruan tinggi Islam menuju World Class University. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh humas, termasuk publikasi capaian akademik, pengelolaan media digital, dan penguatan relasi media. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran humas dalam membangun hubungan dengan media eksternal. Bagaimana humas dapat memanfaatkan media massa untuk membangun legitimasi institusional dan meningkatkan visibilitas akademik di tingkat global. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh humas dalam upaya membangun citra institusi. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan teknis, belum terintegrasinya sistem komunikasi, serta dominasi konten seremonial yang menghambat optimalisasi citra substantif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih komprehensif dalam pengembangan kajian hubungan masyarakat di perguruan tinggi Islam, khususnya dalam konteks persaingan global pendidikan tinggi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kehumasan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berperan dalam meningkatkan visibilitas dan legitimasi institusi melalui publikasi capaian akademik serta relasi dengan media eksternal sebagai upaya validasi eksternal yang membantu mengubah klaim internal menjadi pengakuan publik.Namun, pembentukan citra tidak semata ditentukan oleh intensitas komunikasi, melainkan oleh kesesuaian antara narasi yang disampaikan dengan kualitas akademik yang nyata.Dominasi konten seremonial berisiko membuat komunikasi hanya menampilkan aktivitas formal kampus, sementara kontribusi akademik yang substantif kurang terlihat, sehingga reputasi institusi tidak terbentuk secara andal.Temuan ini menegaskan adanya batas peran humas dalam proses pencitraan kelembagaan.Humas tidak dapat secara mandiri menciptakan reputasi tanpa dukungan mutu akademik, tata kelola manajerial, serta infrastruktur yang memadai.Reputasi perguruan tinggi pada dasarnya merupakan hasil sinergi antara kualitas institusi dan pengelolaan komunikasi yang profesional.Tanpa integrasi tersebut, publikasi dan citra cenderung hanya menghasilkan dampak jangka pendek dan belum tentu memperkuat posisi institusi dalam persaingan global.Bagi PTKIN yang mengusung visi WCU, penelitian ini memberikan pelajaran bahwa internasionalisasi reputasi tidak cukup dicapai melalui pencitraan, tetapi harus bertumpu pada penguatan substansi akademik yang dikomunikasikan secara kredibel.Oleh karena itu, penguatan kelembagaan humas melalui dukungan kebijakan pimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem komunikasi yang terintegrasi menjadi prasyarat penting agar humas dapat berperan strategis dalam mendukung transformasi institusi secara berkelanjutan Persaingan global pendidikan tinggi yang menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola komunikasi institusional secara strategis guna membangun reputasi menuju World Class University. Dalam konteks tersebut, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menghadapi kebutuhan untuk menyelaraskan capaian akademik dengan persepsi publik melalui fungsi hubungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kehumasan dalam membentuk dan membingkai citra institusi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Studi menggunakan kerangka Teori Citra Frank Jefkins dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap informan internal dan eksternal, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-a477e.webp" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-a477e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-a477e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-a477e.webp 1x" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" alt="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a1ff.webp" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a1ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a1ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a1ff.webp 1x" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" alt="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp 1x" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" alt="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68480-legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko" title="JURIS - Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)" target="_blank">Strategi Membangun Citra World Class University (Studi Pada Kasubtim Hubungan Masyarakat dan Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh)</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai strategi komunikasi institusional yang efektif dalam membangun citra perguruan tinggi Islam menuju World Class University. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh humas, termasuk publikasi capaian akademik, pengelolaan media digital, dan penguatan relasi media. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran humas dalam membangun hubungan dengan media eksternal. Bagaimana humas dapat memanfaatkan media massa untuk membangun legitimasi institusional dan meningkatkan visibilitas akademik di tingkat global. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh humas dalam upaya membangun citra institusi. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan teknis, belum terintegrasinya sistem komunikasi, serta dominasi konten seremonial yang menghambat optimalisasi citra substantif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih komprehensif dalam pengembangan kajian hubungan masyarakat di perguruan tinggi Islam, khususnya dalam konteks persaingan global pendidikan tinggi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kehumasan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berperan dalam meningkatkan visibilitas dan legitimasi institusi melalui publikasi capaian akademik serta relasi dengan media eksternal sebagai upaya validasi eksternal yang membantu mengubah klaim internal menjadi pengakuan publik.Namun, pembentukan citra tidak semata ditentukan oleh intensitas komunikasi, melainkan oleh kesesuaian antara narasi yang disampaikan dengan kualitas akademik yang nyata.Dominasi konten seremonial berisiko membuat komunikasi hanya menampilkan aktivitas formal kampus, sementara kontribusi akademik yang substantif kurang terlihat, sehingga reputasi institusi tidak terbentuk secara andal.Temuan ini menegaskan adanya batas peran humas dalam proses pencitraan kelembagaan.Humas tidak dapat secara mandiri menciptakan reputasi tanpa dukungan mutu akademik, tata kelola manajerial, serta infrastruktur yang memadai.Reputasi perguruan tinggi pada dasarnya merupakan hasil sinergi antara kualitas institusi dan pengelolaan komunikasi yang profesional.Tanpa integrasi tersebut, publikasi dan citra cenderung hanya menghasilkan dampak jangka pendek dan belum tentu memperkuat posisi institusi dalam persaingan global.Bagi PTKIN yang mengusung visi WCU, penelitian ini memberikan pelajaran bahwa internasionalisasi reputasi tidak cukup dicapai melalui pencitraan, tetapi harus bertumpu pada penguatan substansi akademik yang dikomunikasikan secara kredibel.Oleh karena itu, penguatan kelembagaan humas melalui dukungan kebijakan pimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem komunikasi yang terintegrasi menjadi prasyarat penting agar humas dapat berperan strategis dalam mendukung transformasi institusi secara berkelanjutan
<br>Persaingan global pendidikan tinggi yang menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola komunikasi institusional secara strategis guna membangun reputasi menuju World Class University. Dalam konteks tersebut, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menghadapi kebutuhan untuk menyelaraskan capaian akademik dengan persepsi publik melalui fungsi hubungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kehumasan dalam membentuk dan membingkai citra institusi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Studi menggunakan kerangka Teori Citra Frank Jefkins dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap informan internal dan eksternal, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp" type="image/webp" length="79344" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-a477e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a1ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/legitimasi-institusional-komunikasi-sumber-daya-ko-thumb-8a5cf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals A Microstructure Study In Ihlrams ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals A Microstructure Study In Ihlrams ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals A Microstructure Study In Ihlrams ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68488-bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-ing</link>
	<guid isPermaLink="false">50c87e2866a6f57a9387072db8f7e4bb</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 22:42:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi mikrostruktur artikel metode di disiplin ilmu lain di Indonesia untuk memahami perbedaan lebih lanjut. 2. Studi perbandingan antara jurnal internasional dan lokal dapat memberikan wawasan tentang konvensi penulisan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams: 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi mikrostruktur artikel metode di disiplin ilmu lain di Indonesia untuk memahami perbedaan lebih lanjut. 2. Studi perbandingan antara jurnal internasional dan lokal dapat memberikan wawasan tentang konvensi penulisan yang berbeda. 3. Penelitian dapat fokus pada bagaimana penulis Indonesia menyesuaikan gaya penulisan mereka dengan standar jurnal berbahasa Inggris, termasuk strategi untuk meningkatkan kualitas publikasi.. Studi ini menemukan bahwa mikrostruktur artikel metode sejarah dan hukum Indonesia berbeda dari model bahasa Inggris.Perbedaan ini menjadi tantangan bagi penulis Indonesia dalam mempublikasikan artikel di jurnal berbahasa Inggris, tetapi pemahaman tentang perbedaan ini dapat meningkatkan kesadaran dan peluang mereka.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mikrostruktur di disiplin lain dan membandingkan dengan jurnal internasional lainnya Jumlah studi mikrostruktur generik dalam artikel penelitian (RAs) dalam bahasa Inggris telah meningkat secara global. Namun, studi pada area ini di konteks Indonesia masih terbatas, khususnya di bagian metode. Untuk mengatasi kebutuhan ini, peneliti fokus pada analisis mikrostruktur 30 artikel metode sejarah dan hukum Indonesia (IHLRAMs) karena kedua disiplin ini belum pernah diteliti sebelumnya di konteks Indonesia. Dalam analisis, model bahasa Inggris yang ditemukan oleh Zhang dan Wannaruk (2016) digunakan sebagai kerangka analisis awal dalam kedua korpus. Namun, kedua dataset hanya sebagian besar menggunakan model bahasa Inggris ini; dengan demikian, analisis lanjutan menggunakan pendekatan top-down. Hasil menunjukkan bahwa korpus memiliki model mikrostruktur sendiri, yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-6d74b.webp" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-6d74b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-6d74b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-6d74b.webp 1x" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" alt="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-ec756.webp" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-ec756.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-ec756.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-ec756.webp 1x" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" alt="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp 1x" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" alt="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68488-bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-ing" title="JURIS - Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams" target="_blank">Challenges And Opportunities Of Indonesian Authors For Publishing Articles In English Journals: A Microstructure Study In Ihlrams</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi mikrostruktur artikel metode di disiplin ilmu lain di Indonesia untuk memahami perbedaan lebih lanjut. 2. Studi perbandingan antara jurnal internasional dan lokal dapat memberikan wawasan tentang konvensi penulisan yang berbeda. 3. Penelitian dapat fokus pada bagaimana penulis Indonesia menyesuaikan gaya penulisan mereka dengan standar jurnal berbahasa Inggris, termasuk strategi untuk meningkatkan kualitas publikasi..
<br>Studi ini menemukan bahwa mikrostruktur artikel metode sejarah dan hukum Indonesia berbeda dari model bahasa Inggris.Perbedaan ini menjadi tantangan bagi penulis Indonesia dalam mempublikasikan artikel di jurnal berbahasa Inggris, tetapi pemahaman tentang perbedaan ini dapat meningkatkan kesadaran dan peluang mereka.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mikrostruktur di disiplin lain dan membandingkan dengan jurnal internasional lainnya
<br>Jumlah studi mikrostruktur generik dalam artikel penelitian (RAs) dalam bahasa Inggris telah meningkat secara global. Namun, studi pada area ini di konteks Indonesia masih terbatas, khususnya di bagian metode. Untuk mengatasi kebutuhan ini, peneliti fokus pada analisis mikrostruktur 30 artikel metode sejarah dan hukum Indonesia (IHLRAMs) karena kedua disiplin ini belum pernah diteliti sebelumnya di konteks Indonesia. Dalam analisis, model bahasa Inggris yang ditemukan oleh Zhang dan Wannaruk (2016) digunakan sebagai kerangka analisis awal dalam kedua korpus. Namun, kedua dataset hanya sebagian besar menggunakan model bahasa Inggris ini; dengan demikian, analisis lanjutan menggunakan pendekatan top-down. Hasil menunjukkan bahwa korpus memiliki model mikrostruktur sendiri, yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp" type="image/webp" length="88936" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-6d74b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-ec756.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/bahasa-asing-model-pencapaian-berbahasa-inggris-st-thumb-59a57.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68493-buku-teks-bahasa-inggris-pathway-te</link>
	<guid isPermaLink="false">ebc3c9c2fd1b2f9a38faab250d5a5aa1</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 22:33:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh representasi perspektif budaya terhadap pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa, serta perbandingan antara buku teks ELT yang didukung pemerintah dan non-pemerintah dalam menyajikan nilai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh representasi perspektif budaya terhadap pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa, serta perbandingan antara buku teks ELT yang didukung pemerintah dan non-pemerintah dalam menyajikan nilai multikultural. Selain itu, studi tentang penggunaan teknologi digital dalam memperkaya pemahaman budaya melalui buku teks dapat menjadi arah baru. Penelitian ini juga perlu mengembangkan metode untuk mengukur efektivitas konten budaya dalam meningkatkan toleransi dan kesadaran antarbudaya siswa, serta menganalisis bagaimana budaya lokal dapat lebih secara aktif diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran tanpa mengorbankan perspektif global.. Buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X mengandung berbagai nilai multikultural, seperti menghargai produk budaya, praktik, dan komunitas orang lain.Namun, buku teks ini masih kurang dalam mengembangkan pemahaman terhadap perspektif budaya dan tokoh.Meskipun mencakup budaya lokal, target, dan internasional, konten cenderung menekankan budaya internasional.Oleh karena itu, buku teks ini menunjukkan nilai multikultural yang tidak lengkap dan tidak seimbang.Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan menggunakan kategori budaya yang berbeda dan penyediaan informasi budaya yang lebih mendalam untuk memperkaya perspektif siswa Ketidakseimbangan budaya dalam buku teks pengajaran bahasa Inggris (ELT) tetap menjadi kekhawatiran utama di konteks EFL Indonesia. Banyak buku teks ELT yang didukung pemerintah sering menekankan budaya lokal sementara mengabaikan perspektif global, yang dapat menghambat pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini mengeksplorasi representasi nilai multikultural dalam buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X, yang tidak didukung pemerintah. Dengan menggunakan lima dimensi budaya Moran (2001) dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6ece5.webp" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6ece5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6ece5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6ece5.webp 1x" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" alt="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp 1x" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" alt="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6c118.webp" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6c118.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6c118.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6c118.webp 1x" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" alt="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68493-buku-teks-bahasa-inggris-pathway-te" title="JURIS - Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook" target="_blank">Multicultural Values Representation in an Indonesian EFL Textbook</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh representasi perspektif budaya terhadap pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa, serta perbandingan antara buku teks ELT yang didukung pemerintah dan non-pemerintah dalam menyajikan nilai multikultural. Selain itu, studi tentang penggunaan teknologi digital dalam memperkaya pemahaman budaya melalui buku teks dapat menjadi arah baru. Penelitian ini juga perlu mengembangkan metode untuk mengukur efektivitas konten budaya dalam meningkatkan toleransi dan kesadaran antarbudaya siswa, serta menganalisis bagaimana budaya lokal dapat lebih secara aktif diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran tanpa mengorbankan perspektif global..
<br>Buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X mengandung berbagai nilai multikultural, seperti menghargai produk budaya, praktik, dan komunitas orang lain.Namun, buku teks ini masih kurang dalam mengembangkan pemahaman terhadap perspektif budaya dan tokoh.Meskipun mencakup budaya lokal, target, dan internasional, konten cenderung menekankan budaya internasional.Oleh karena itu, buku teks ini menunjukkan nilai multikultural yang tidak lengkap dan tidak seimbang.Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan menggunakan kategori budaya yang berbeda dan penyediaan informasi budaya yang lebih mendalam untuk memperkaya perspektif siswa
<br>Ketidakseimbangan budaya dalam buku teks pengajaran bahasa Inggris (ELT) tetap menjadi kekhawatiran utama di konteks EFL Indonesia. Banyak buku teks ELT yang didukung pemerintah sering menekankan budaya lokal sementara mengabaikan perspektif global, yang dapat menghambat pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini mengeksplorasi representasi nilai multikultural dalam buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X, yang tidak didukung pemerintah. Dengan menggunakan lima dimensi budaya Moran (2001) dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp" type="image/webp" length="98848" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6ece5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-c5891.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/buku-teks-bahasa-inggris-pathway-pegangan-multicul-thumb-6c118.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self Directed Learning Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self Directed Learning Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self Directed Learning Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68490-kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat</link>
	<guid isPermaLink="false">2cc493bd1c834ba4a97400f72810eaf0</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 22:22:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mrs dalloway ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,dalloway,e,flag,journal,mrs]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi AI pada keterampilan berpikir kritis dan kreativitas. Selain itu, penelitian yang membandingkan perspektif budaya terhadap penggunaan AI dalam pendidikan akan memberikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi AI pada keterampilan berpikir kritis dan kreativitas. Selain itu, penelitian yang membandingkan perspektif budaya terhadap penggunaan AI dalam pendidikan akan memberikan wawasan berharga. Evaluasi efisiensi intervensi AI tertentu pada keterampilan SDL dan motivasi siswa juga dapat menjadi topik penelitian yang berharga. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan peluang yang luas dalam penggunaan alat AI untuk mempromosikan praktik pendidikan di Uzbekistan, dengan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengembangan kemandirian dan kompetensi belajar mandiri siswa. Dalam struktur pendidikan saat ini yang mendukung dan mengintegrasikan fitur teknologi, penerapan AI dapat membantu siswa membantu diri mereka sendiri dan mendorong pemikiran bias. Penelitian ini menunjukkan kebutuhan pendidik dan pembuat kebijakan untuk memahami sikap budaya dan dukungan teknologi yang dirasakan untuk memungkinkan penggunaan AI yang tepat. Penelitian lebih lanjut tentang fungsi AI dalam lingkungan belajar, khususnya menyerukan penerapan teknologi yang tepat yang memungkinkan pembelajar untuk menggerakkan perubahan dalam sistem, akan sangat berguna.. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang penggunaan AI dalam meningkatkan keterampilan belajar mandiri (SDL) di antara mahasiswa Uzbekistan.Temuan menunjukkan bahwa 85,19% responden percaya bahwa AI berdampak positif pada prestasi akademik mereka, menunjukkan potensinya untuk mendorong kemandirian dalam belajar.Temuan ini sejalan dengan penelitian Korea, di mana siswa beralih dari persepsi negatif menjadi lebih positif terhadap AI, mencerminkan transformasi dalam pengalaman belajar mereka.Namun, studi Vietnam menunjukkan kekhawatiran yang signifikan tentang ketergantungan AI, dengan 83% siswa merasa bahwa ketergantungan pada alat seperti ChatGPT menghambat kemampuan pemecahan masalah mereka, dan 76% percaya bahwa penyalahgunaan AI menghambat pemikiran kritis dan keterampilan komunikasi.Kekhawatiran ini juga tercermin dalam studi internasional yang memperingatkan bahwa AI dapat mendorong kemalasan dan mengurangi motivasi untuk pemecahan masalah mandiri.Temuan ini menekankan pentingnya otonomi dalam memupuk motivasi dan keterlibatan pembelajar.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sikap positif terhadap alat AI mendukung literatur yang ada yang mendukung AI sebagai sarana untuk pembelajaran individual.Namun, keraguan tentang AI yang mendorong kemalasan menunjukkan kesenjangan dalam literatur yang menyerukan penggunaan AI yang bertanggung jawab, terutama dalam konteks pendidikan tradisional seperti Uzbekistan.Temuan mengenai AI sebagai mediator langsung dalam pendidikan menunjukkan potensinya untuk meningkatkan efisiensi interaksi di antara peserta pendidikan, memungkinkan mereka untuk fokus pada pemikiran tingkat tinggi.Hal ini sejalan dengan literatur yang lebih luas yang menekankan pentingnya otonomi dalam belajar, karena kedua studi tersebut mendukung siswa dan instruktur untuk mengambil inisiatif dalam penggunaan teknologi AI.Namun, kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada AI menggemakan keraguan yang ditemukan dalam studi sebelumnya, menimbulkan pertanyaan tentang implikasi jangka panjang dari mengandalkan teknologi secara berat untuk belajar Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan alat kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan keterampilan belajar mandiri (SDL) dan mengidentifikasi perubahan yang terkait dengan kedaulatan dan semangat pembelajar di Uzbekistan. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan tentang penggunaan AI dalam pendidikan di tingkat global, tetapi sedikit studi yang melihat efektivitas intervensi AI dalam sistem pendidikan Uzbekistan. Menggunakan kuesioner online dengan metode kuantitatif, survei sampel dikirimkan kepada 27 mahasiswa dan pascasarjana untuk menangkap pengalaman mereka dengan alat AI. Analisis data kuantitatif digunakan, dengan hasil menunjukkan pengaruh AI yang dirancang, melaporkan tingkat yang lebih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-39205.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-39205.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-39205.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-39205.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" alt="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" alt="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-ede52.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-ede52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-ede52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-ede52.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" alt="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68490-kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat" title="JURIS - Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan" target="_blank">Artificial Intelligence Tools Effectively Developing Self-Directed Learning, Increasing StudentsAo Autonomy and Motivation in Uzbekistan</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi AI pada keterampilan berpikir kritis dan kreativitas. Selain itu, penelitian yang membandingkan perspektif budaya terhadap penggunaan AI dalam pendidikan akan memberikan wawasan berharga. Evaluasi efisiensi intervensi AI tertentu pada keterampilan SDL dan motivasi siswa juga dapat menjadi topik penelitian yang berharga. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan peluang yang luas dalam penggunaan alat AI untuk mempromosikan praktik pendidikan di Uzbekistan, dengan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengembangan kemandirian dan kompetensi belajar mandiri siswa. Dalam struktur pendidikan saat ini yang mendukung dan mengintegrasikan fitur teknologi, penerapan AI dapat membantu siswa membantu diri mereka sendiri dan mendorong pemikiran bias. Penelitian ini menunjukkan kebutuhan pendidik dan pembuat kebijakan untuk memahami sikap budaya dan dukungan teknologi yang dirasakan untuk memungkinkan penggunaan AI yang tepat. Penelitian lebih lanjut tentang fungsi AI dalam lingkungan belajar, khususnya menyerukan penerapan teknologi yang tepat yang memungkinkan pembelajar untuk menggerakkan perubahan dalam sistem, akan sangat berguna..
<br>Penelitian ini memberikan pemahaman tentang penggunaan AI dalam meningkatkan keterampilan belajar mandiri (SDL) di antara mahasiswa Uzbekistan.Temuan menunjukkan bahwa 85,19% responden percaya bahwa AI berdampak positif pada prestasi akademik mereka, menunjukkan potensinya untuk mendorong kemandirian dalam belajar.Temuan ini sejalan dengan penelitian Korea, di mana siswa beralih dari persepsi negatif menjadi lebih positif terhadap AI, mencerminkan transformasi dalam pengalaman belajar mereka.Namun, studi Vietnam menunjukkan kekhawatiran yang signifikan tentang ketergantungan AI, dengan 83% siswa merasa bahwa ketergantungan pada alat seperti ChatGPT menghambat kemampuan pemecahan masalah mereka, dan 76% percaya bahwa penyalahgunaan AI menghambat pemikiran kritis dan keterampilan komunikasi.Kekhawatiran ini juga tercermin dalam studi internasional yang memperingatkan bahwa AI dapat mendorong kemalasan dan mengurangi motivasi untuk pemecahan masalah mandiri.Temuan ini menekankan pentingnya otonomi dalam memupuk motivasi dan keterlibatan pembelajar.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sikap positif terhadap alat AI mendukung literatur yang ada yang mendukung AI sebagai sarana untuk pembelajaran individual.Namun, keraguan tentang AI yang mendorong kemalasan menunjukkan kesenjangan dalam literatur yang menyerukan penggunaan AI yang bertanggung jawab, terutama dalam konteks pendidikan tradisional seperti Uzbekistan.Temuan mengenai AI sebagai mediator langsung dalam pendidikan menunjukkan potensinya untuk meningkatkan efisiensi interaksi di antara peserta pendidikan, memungkinkan mereka untuk fokus pada pemikiran tingkat tinggi.Hal ini sejalan dengan literatur yang lebih luas yang menekankan pentingnya otonomi dalam belajar, karena kedua studi tersebut mendukung siswa dan instruktur untuk mengambil inisiatif dalam penggunaan teknologi AI.Namun, kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada AI menggemakan keraguan yang ditemukan dalam studi sebelumnya, menimbulkan pertanyaan tentang implikasi jangka panjang dari mengandalkan teknologi secara berat untuk belajar
<br>Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan alat kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan keterampilan belajar mandiri (SDL) dan mengidentifikasi perubahan yang terkait dengan kedaulatan dan semangat pembelajar di Uzbekistan. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan tentang penggunaan AI dalam pendidikan di tingkat global, tetapi sedikit studi yang melihat efektivitas intervensi AI dalam sistem pendidikan Uzbekistan. Menggunakan kuesioner online dengan metode kuantitatif, survei sampel dikirimkan kepada 27 mahasiswa dan pascasarjana untuk menangkap pengalaman mereka dengan alat AI. Analisis data kuantitatif digunakan, dengan hasil menunjukkan pengaruh AI yang dirancang, melaporkan tingkat yang lebih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp" type="image/webp" length="96924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-39205.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-6140f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/kecerdasan-buatan-generatif-gen-ai-akuisisi-alat-a-thumb-ede52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannahs Novel The Women 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannahs Novel The Women 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannahs Novel The Women 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68494-realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident</link>
	<guid isPermaLink="false">f746cfeb773e13423455d0c8160f31cc</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 22:07:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana novel The Women (2024) menggambarkan solidaritas dan dukungan sesama wanita sebagai alat untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah's Novel The Women (2024): Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana novel The Women (2024) menggambarkan solidaritas dan dukungan sesama wanita sebagai alat untuk melawan penindasan dan mengklaim kembali identitas. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana solidaritas dan dukungan ini dapat menjadi kekuatan penggerak dalam perjuangan untuk kesetaraan dan pengakuan wanita dalam masyarakat patriarki.2. Menjelajahi representasi veteran wanita dalam sastra dan media lainnya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana penggambaran veteran wanita telah berubah sepanjang waktu dan bagaimana penggambaran ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang kontribusi wanita dalam konflik militer.3. Mengkaji peran feminisme eksistensial dalam sastra kontemporer. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana penulis kontemporer menggunakan feminisme eksistensial untuk menantang norma-norma patriarki dan mengeksplorasi tema-tema seperti ketahanan, agensi, dan pencarian identitas wanita dalam masyarakat modern.. Novel The Women (2024) selaras dengan tema inti feminisme eksistensial.Frankie, tokoh utama, adalah perawat tempur dan veteran yang pensiun yang berjuang untuk reintegrasi ke dalam kehidupan sipil.Sebagai perwakilan veteran wanita, ia menghadapi penolakan masyarakat, alienasi keluarga, dan trauma emosional yang berasal dari pengalaman perangnya.Setelah kembali ke Amerika, Frankie dihantui oleh horor Vietnam, tetapi ia menerima sedikit atau tanpa dukungan dari institusi seperti VA, komunitasnya, atau bahkan keluarganya sendiri.Penolakan ini mencerminkan kegagalan masyarakat yang lebih luas untuk mengakui pengorbanan yang dilakukan wanita dalam Perang Vietnam.Benner, figur yang melambangkan sikap masyarakat, mengabaikan kontribusi wanita seperti Frankie, memperpanjang gagasan bahwa hanya prajurit laki-laki yang pantas dihormati dan dihormati.Orang tua Frankie sendiri memperkuat marginalisasi ini.ibunya mematikan suaranya dengan melarang pembicaraan tentang Vietnam, sementara ayahnya merasa malu dengan pilihannya untuk melayani, karena wanita pada tahun 1960-an diharapkan untuk memainkan peran domestik.Perjalanan Frankie menuju penemuan diri dan identitas yang diredefinisi adalah secara emosional dan fisik menguras.Perjuangannya menggambarkan prinsip-prinsip inti feminisme eksistensial, khususnya penolakan norma-norma patriarki dan ekspektasi masyarakat.Melalui resistensinya terhadap label dan asumsi yang dipaksakan, Frankie menggambarkan kemampuan wanita untuk menegaskan individualitas dan agensinya.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman sastra sosiologis, khususnya feminisme eksistensial sebagaimana diartikulasikan oleh Simone de Beauvoir.Diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu pembaca dan sarjana dalam menghargai The Women (2024) karya Kristin Hannah dan penjelajahannya yang mendalam tentang pengalaman wanita dalam perang.Dengan demikian, penelitian ini menekankan pesan yang lebih luas dari narasi tentang ketahanan, solidaritas, dan agensi veteran wanita, serta pentingnya menantang sistem patriarki yang telah secara historis menekan cerita mereka Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjuangan veteran wanita dalam novel The Women (2024) karya Kristin Hannah melalui kacamata feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Fokus penelitian ini adalah penggambaran veteran wanita, khususnya Frankie (Frances McGrath), saat menganalisis konstruksi peran gender dan dinamika antara pria dan wanita dalam masyarakat. Mengambil dari karya seminal De Beauvoir, The Second Sex, yang mengkritik marginalisasi historis wanita sebagai "Yang Lain" dalam masyarakat patriarki. Analisis novel ini mengkritik struktur patriarki sambil merayakan ketahanan dan agensi wanita. Metode kualitatif deskriptif yang menekankan analisis naratif memberikan pemahaman komprehensif tentang perjalanan emosional Frankie dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp 1x" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" alt="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-359cc.webp" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-359cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-359cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-359cc.webp 1x" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" alt="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-2d501.webp" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-2d501.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-2d501.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-2d501.webp 1x" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" alt="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68494-realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident" title="JURIS - An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah&#039;s Novel The Women (2024)" target="_blank">An Existentialist Feminism Analysis in Kristin Hannah's Novel The Women (2024)</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana novel The Women (2024) menggambarkan solidaritas dan dukungan sesama wanita sebagai alat untuk melawan penindasan dan mengklaim kembali identitas. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana solidaritas dan dukungan ini dapat menjadi kekuatan penggerak dalam perjuangan untuk kesetaraan dan pengakuan wanita dalam masyarakat patriarki.2. Menjelajahi representasi veteran wanita dalam sastra dan media lainnya. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana penggambaran veteran wanita telah berubah sepanjang waktu dan bagaimana penggambaran ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang kontribusi wanita dalam konflik militer.3. Mengkaji peran feminisme eksistensial dalam sastra kontemporer. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana penulis kontemporer menggunakan feminisme eksistensial untuk menantang norma-norma patriarki dan mengeksplorasi tema-tema seperti ketahanan, agensi, dan pencarian identitas wanita dalam masyarakat modern..
<br>Novel The Women (2024) selaras dengan tema inti feminisme eksistensial.Frankie, tokoh utama, adalah perawat tempur dan veteran yang pensiun yang berjuang untuk reintegrasi ke dalam kehidupan sipil.Sebagai perwakilan veteran wanita, ia menghadapi penolakan masyarakat, alienasi keluarga, dan trauma emosional yang berasal dari pengalaman perangnya.Setelah kembali ke Amerika, Frankie dihantui oleh horor Vietnam, tetapi ia menerima sedikit atau tanpa dukungan dari institusi seperti VA, komunitasnya, atau bahkan keluarganya sendiri.Penolakan ini mencerminkan kegagalan masyarakat yang lebih luas untuk mengakui pengorbanan yang dilakukan wanita dalam Perang Vietnam.Benner, figur yang melambangkan sikap masyarakat, mengabaikan kontribusi wanita seperti Frankie, memperpanjang gagasan bahwa hanya prajurit laki-laki yang pantas dihormati dan dihormati.Orang tua Frankie sendiri memperkuat marginalisasi ini.ibunya mematikan suaranya dengan melarang pembicaraan tentang Vietnam, sementara ayahnya merasa malu dengan pilihannya untuk melayani, karena wanita pada tahun 1960-an diharapkan untuk memainkan peran domestik.Perjalanan Frankie menuju penemuan diri dan identitas yang diredefinisi adalah secara emosional dan fisik menguras.Perjuangannya menggambarkan prinsip-prinsip inti feminisme eksistensial, khususnya penolakan norma-norma patriarki dan ekspektasi masyarakat.Melalui resistensinya terhadap label dan asumsi yang dipaksakan, Frankie menggambarkan kemampuan wanita untuk menegaskan individualitas dan agensinya.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman sastra sosiologis, khususnya feminisme eksistensial sebagaimana diartikulasikan oleh Simone de Beauvoir.Diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu pembaca dan sarjana dalam menghargai The Women (2024) karya Kristin Hannah dan penjelajahannya yang mendalam tentang pengalaman wanita dalam perang.Dengan demikian, penelitian ini menekankan pesan yang lebih luas dari narasi tentang ketahanan, solidaritas, dan agensi veteran wanita, serta pentingnya menantang sistem patriarki yang telah secara historis menekan cerita mereka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjuangan veteran wanita dalam novel The Women (2024) karya Kristin Hannah melalui kacamata feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Fokus penelitian ini adalah penggambaran veteran wanita, khususnya Frankie (Frances McGrath), saat menganalisis konstruksi peran gender dan dinamika antara pria dan wanita dalam masyarakat. Mengambil dari karya seminal De Beauvoir, The Second Sex, yang mengkritik marginalisasi historis wanita sebagai "Yang Lain" dalam masyarakat patriarki. Analisis novel ini mengkritik struktur patriarki sambil merayakan ketahanan dan agensi wanita. Metode kualitatif deskriptif yang menekankan analisis naratif memberikan pemahaman komprehensif tentang perjalanan emosional Frankie dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp" type="image/webp" length="93802" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-e3493.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-359cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/realitas-masyarakat-modern-kontribusi-wanita-ident-thumb-2d501.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Traditional Games AuBoy BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School An Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Traditional Games AuBoy BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School An Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Traditional Games AuBoy BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School An Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68475-lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku</link>
	<guid isPermaLink="false">d59086488be5fbb498f892ba3443c92f</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:55:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ impact child ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ cc licence ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cc,child,content,impact,licence,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan permainan tradisional dalam pengembangan keterampilan sosial anak. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas berbagai jenis permainan tradisional dalam konteks pendidikan formal. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan permainan tradisional dalam pengembangan keterampilan sosial anak. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas berbagai jenis permainan tradisional dalam konteks pendidikan formal. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan pembelajaran karakter dan keterampilan sosial secara sistematis.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional bebentengan dan boy-boyan secara efektif memfasilitasi dan meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar.Permainan ini mendorong kerja sama, empati, bantuan tim, dan sportivitas pada siswa kelas V SDN 1 Kebonpedes.Permainan tradisional berhasil mengubah perilaku siswa yang bergantung pada gadget menjadi perilaku yang lebih adaptif dan sensitif terhadap norma sosial Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang mengandung nilai pendidikan dan sosial untuk pengembangan anak. Namun, kemajuan teknologi menyebabkan permainan tradisional secara bertahap ditinggalkan dan digantikan oleh permainan digital yang cenderung mengurangi interaksi sosial langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran permainan tradisional boy-boyan dan bebentengan dalam memfasilitasi keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi deskriptif untuk mengeksplorasi fenomena interaksi budaya siswa. Subjek penelitian adalah siswa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-8df68.webp" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-8df68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-8df68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-8df68.webp 1x" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" alt="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-fdaba.webp" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-fdaba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-fdaba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-fdaba.webp 1x" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" alt="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp 1x" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" alt="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68475-lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku" title="JURIS - Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis" target="_blank">Traditional Games AuBoy-BoyanAy and AuBebentenganAy in Facilitating Social Skills in Elementary School: An Analysis</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan permainan tradisional dalam pengembangan keterampilan sosial anak. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas berbagai jenis permainan tradisional dalam konteks pendidikan formal. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan pembelajaran karakter dan keterampilan sosial secara sistematis..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional bebentengan dan boy-boyan secara efektif memfasilitasi dan meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar.Permainan ini mendorong kerja sama, empati, bantuan tim, dan sportivitas pada siswa kelas V SDN 1 Kebonpedes.Permainan tradisional berhasil mengubah perilaku siswa yang bergantung pada gadget menjadi perilaku yang lebih adaptif dan sensitif terhadap norma sosial
<br>Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang mengandung nilai pendidikan dan sosial untuk pengembangan anak. Namun, kemajuan teknologi menyebabkan permainan tradisional secara bertahap ditinggalkan dan digantikan oleh permainan digital yang cenderung mengurangi interaksi sosial langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran permainan tradisional boy-boyan dan bebentengan dalam memfasilitasi keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi deskriptif untuk mengeksplorasi fenomena interaksi budaya siswa. Subjek penelitian adalah siswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp" type="image/webp" length="104206" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-8df68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-fdaba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/lingkungan-sosial-teman-sebaya-kontrol-perilaku-si-thumb-46835.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4451-eastasouth-institute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18823-esle.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68483-analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-isl</link>
	<guid isPermaLink="false">01a57510ac606b4235b971d434bbb93e</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:53:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: (1) Menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana integrasi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai spiritual dapat diterapkan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, terutama dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: (1) Menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana integrasi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai spiritual dapat diterapkan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, terutama dalam hal pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. (2) Meneliti dan mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu menggabungkan analisis rasional dengan refleksi spiritual dalam Pendidikan Agama Islam, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. (3) Melakukan kajian komparatif tentang bagaimana pendekatan positivistik dalam pendidikan modern dapat diintegrasikan dengan paradigma pendidikan Islam yang bersifat holistik dan transendental, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan modernitas seperti sekularisme dan materialisme.. Penelitian ini menganalisis teori Hukum Tiga Tahap Auguste Comte yang mencakup tahap teologis, metafisis, dan positif.Dalam perspektif filsafat pendidikan, positivisme memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metodologi penelitian pendidikan yang sistematis, berbasis data empiris, dan terukur.Pendekatan ini telah membantu membangun fondasi ilmiah bagi pengembangan kurikulum, evaluasi pembelajaran, serta kebijakan pendidikan berbasis bukti.Bahkan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, pendekatan positivistik turut memperkuat metodologi penelitian dan strategi pembelajaran yang lebih sistematis.Namun demikian, positivisme memiliki keterbatasan mendasar ketika diterapkan secara eksklusif dalam Pendidikan Agama Islam.Teori ini cenderung mereduksi realitas hanya pada aspek empiris dan rasional, mengabaikan dimensi metafisik, moral, dan spiritual.Kritik dari filsuf pasca-positivis seperti Roy Bhaskar juga mengungkap bahwa klaim positivisme tentang "fakta empiris murni" tidak sepenuhnya benar karena fakta merupakan konstruksi sosial.Lebih jauh, Hukum Tiga Tahap Comte lebih mementingkan nilai-nilai fisik daripada nilai-nilai metafisik, berpotensi melahirkan pendidikan yang meninggalkan agama dan mengabaikan eksistensi Tuhan.Relevansi pemikiran Comte terhadap PAI di era modern terletak pada upaya sintesis integratif.Metode ilmiah positivisme dapat dimanfaatkan sebagai alat metodologis, sementara nilai-nilai keagamaan berfungsi sebagai landasan etika dan spiritual.Pendidikan Islam justru berpandangan bahwa dimensi teologis bukanlah fase yang harus ditinggalkan, melainkan fondasi spiritual yang terus menyertai perkembangan intelektual.Integrasi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai religius menjadi kunci pengembangan sistem pendidikan holistik yang mengembangkan kecerdasan intelektual sekaligus membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori Hukum Tiga Tahap perkembangan intelektual yang dikemukakan oleh Auguste Comte, yaitu tahap teologis, metafisis, dan positif, dari perspektif filsafat pendidikan, serta relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik analisis data meliputi analisis isi dan analisis filosofis terhadap sumber primer dan sekunder untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi antara rasionalitas ilmiah dan dimensi spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun positivisme Comte memberikan kontribusi signifikan terhadap metodologi ilmiah serta penggunaan rasionalitas dan empirisme dalam pendidikan modern, paradigma ini cenderung mereduksi dimensi spiritual dan moral dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-75211.webp" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-75211.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-75211.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-75211.webp 1x" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-03971.webp" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-03971.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-03971.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-03971.webp 1x" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp 1x" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68483-analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-isl" title="JURIS - Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam" target="_blank">Hukum Tiga Tahap Perkembangan Intelektual Auguste Comte Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi, yaitu: (1) Menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana integrasi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai spiritual dapat diterapkan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam, terutama dalam hal pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. (2) Meneliti dan mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu menggabungkan analisis rasional dengan refleksi spiritual dalam Pendidikan Agama Islam, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. (3) Melakukan kajian komparatif tentang bagaimana pendekatan positivistik dalam pendidikan modern dapat diintegrasikan dengan paradigma pendidikan Islam yang bersifat holistik dan transendental, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan modernitas seperti sekularisme dan materialisme..
<br>Penelitian ini menganalisis teori Hukum Tiga Tahap Auguste Comte yang mencakup tahap teologis, metafisis, dan positif.Dalam perspektif filsafat pendidikan, positivisme memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metodologi penelitian pendidikan yang sistematis, berbasis data empiris, dan terukur.Pendekatan ini telah membantu membangun fondasi ilmiah bagi pengembangan kurikulum, evaluasi pembelajaran, serta kebijakan pendidikan berbasis bukti.Bahkan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, pendekatan positivistik turut memperkuat metodologi penelitian dan strategi pembelajaran yang lebih sistematis.Namun demikian, positivisme memiliki keterbatasan mendasar ketika diterapkan secara eksklusif dalam Pendidikan Agama Islam.Teori ini cenderung mereduksi realitas hanya pada aspek empiris dan rasional, mengabaikan dimensi metafisik, moral, dan spiritual.Kritik dari filsuf pasca-positivis seperti Roy Bhaskar juga mengungkap bahwa klaim positivisme tentang "fakta empiris murni" tidak sepenuhnya benar karena fakta merupakan konstruksi sosial.Lebih jauh, Hukum Tiga Tahap Comte lebih mementingkan nilai-nilai fisik daripada nilai-nilai metafisik, berpotensi melahirkan pendidikan yang meninggalkan agama dan mengabaikan eksistensi Tuhan.Relevansi pemikiran Comte terhadap PAI di era modern terletak pada upaya sintesis integratif.Metode ilmiah positivisme dapat dimanfaatkan sebagai alat metodologis, sementara nilai-nilai keagamaan berfungsi sebagai landasan etika dan spiritual.Pendidikan Islam justru berpandangan bahwa dimensi teologis bukanlah fase yang harus ditinggalkan, melainkan fondasi spiritual yang terus menyertai perkembangan intelektual.Integrasi antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai religius menjadi kunci pengembangan sistem pendidikan holistik yang mengembangkan kecerdasan intelektual sekaligus membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori Hukum Tiga Tahap perkembangan intelektual yang dikemukakan oleh Auguste Comte, yaitu tahap teologis, metafisis, dan positif, dari perspektif filsafat pendidikan, serta relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik analisis data meliputi analisis isi dan analisis filosofis terhadap sumber primer dan sekunder untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai integrasi antara rasionalitas ilmiah dan dimensi spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun positivisme Comte memberikan kontribusi signifikan terhadap metodologi ilmiah serta penggunaan rasionalitas dan empirisme dalam pendidikan modern, paradigma ini cenderung mereduksi dimensi spiritual dan moral dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp" type="image/webp" length="88434" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-75211.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-03971.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/analisis-isi-islam-agama-abu-nilai-moral-kurikulum-thumb-97584.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan Di Banda Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan Di Banda Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan Di Banda Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68486-proses-akulturasi-bahasa-budaya-akultur</link>
	<guid isPermaLink="false">b6b8ddb73b241dd83dad25a9206d60b4</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:46:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memperkuat komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa internasional. 2. Studi tentang dampak jangka panjang akulturasi komunikasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Thailand di Banda Aceh. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan Di Banda Aceh: 1. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memperkuat komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa internasional. 2. Studi tentang dampak jangka panjang akulturasi komunikasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Thailand di Banda Aceh. 3. Analisis perbandingan strategi akulturasi antara mahasiswa Thailand dengan kelompok mahasiswa internasional lainnya di lingkungan kampus multikultural.. Akulturasi budaya mahasiswa Thailand di Banda Aceh berlangsung secara bertahap melalui interaksi intens dengan lingkungan akademik.Proses ini melibatkan penyesuaian bahasa, intonasi, dan gaya komunikasi.Meski menghadapi tantangan seperti perbedaan sistem pembelajaran dan keterbatasan pemahaman istilah, mahasiswa Thailand berhasil meningkatkan kompetensi komunikasi.Strategi integrasi menjadi dominan, di mana mereka mempertahankan budaya asal sambil beradaptasi dengan budaya lokal.Akulturasi komunikasi menjadi kunci dalam mendukung adaptasi akademik dan sosial mereka Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi budaya mahasiswa Thailand dalam berkomunikasi pada proses perkuliahan di Banda Aceh, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Thailand yang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Thailand mengalami proses akulturasi komunikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-43f56.webp" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-43f56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-43f56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-43f56.webp 1x" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" alt="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-72db8.webp" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-72db8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-72db8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-72db8.webp 1x" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" alt="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp 1x" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" alt="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68486-proses-akulturasi-bahasa-budaya-akultur" title="JURIS - Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh" target="_blank">Akulturasi Budaya Mahasiswa Thailand Dalam Berkomunikasi Pada Proses Perkuliahan  Di Banda Aceh</a>: 1. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memperkuat komunikasi antarbudaya bagi mahasiswa internasional. 2. Studi tentang dampak jangka panjang akulturasi komunikasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Thailand di Banda Aceh. 3. Analisis perbandingan strategi akulturasi antara mahasiswa Thailand dengan kelompok mahasiswa internasional lainnya di lingkungan kampus multikultural..
<br>Akulturasi budaya mahasiswa Thailand di Banda Aceh berlangsung secara bertahap melalui interaksi intens dengan lingkungan akademik.Proses ini melibatkan penyesuaian bahasa, intonasi, dan gaya komunikasi.Meski menghadapi tantangan seperti perbedaan sistem pembelajaran dan keterbatasan pemahaman istilah, mahasiswa Thailand berhasil meningkatkan kompetensi komunikasi.Strategi integrasi menjadi dominan, di mana mereka mempertahankan budaya asal sambil beradaptasi dengan budaya lokal.Akulturasi komunikasi menjadi kunci dalam mendukung adaptasi akademik dan sosial mereka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi budaya mahasiswa Thailand dalam berkomunikasi pada proses perkuliahan di Banda Aceh, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Thailand yang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Thailand mengalami proses akulturasi komunikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp" type="image/webp" length="95060" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-43f56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-72db8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/proses-akulturasi-bahasa-budaya-dayak-batik-lokal-thumb-b8f13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Motivation In Context A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Motivation In Context A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Motivation In Context A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68492-peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete</link>
	<guid isPermaLink="false">752fb37705532ebd907c6b1d62765f4b</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:41:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas integrasi lingkungan berbahasa Inggris di luar kelas dalam meningkatkan keterampilan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas integrasi lingkungan berbahasa Inggris di luar kelas dalam meningkatkan keterampilan bahasa peserta didik. Kedua, penting untuk mengevaluasi peran kelompok sebaya dalam memengaruhi motivasi belajar bahasa, khususnya dalam konteks universitas yang dominan menggunakan bahasa lokal. Ketiga, penelitian dapat fokus pada dampak faktor sosial-ekonomi terhadap akses dan kesempatan belajar bahasa Inggris, terutama di kalangan mahasiswa dari latar belakang yang berbeda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang dinamika motivasi dan identitas dalam pembelajaran bahasa, serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas pendidikan bahasa di lingkungan universitas.. Pengalaman belajar di universitas, meskipun berbeda bagi peserta dengan perspektif berbeda, memberikan peluang bagi peserta didik untuk memahami hubungan antara kepercayaan diri dan bahasa Inggris serta memotivasi mereka untuk terus belajar bahasa Inggris.Identitas peserta didik berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap bahasa Inggris, dengan kepercayaan diri dan latar belakang sosial-ekonomi menjadi faktor penting.Meskipun ada tantangan, lingkungan universitas ternyata memberikan ruang bagi peserta didik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan bahasa mereka melalui aktivitas ekstrakurikuler dan interaksi sosial Studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi interaksi antara pembentukan citra diri dan persepsi peserta didik tentang identitas mereka sebagai penutur bahasa Inggris Sri Lanka. Motivasi dalam pembelajaran bahasa telah dikaitkan dengan berbagai faktor (motive) yang memainkan peran dalam meyakinkan peserta didik untuk belajar sebuah bahasa. Penelitian terbaru tentang motivasi memperlihatkan motivasi sebagai elemen penting dalam pembelajaran bahasa yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor kontekstual unik. Dalam lingkungan pendidikan tinggi Sri Lanka, kebutuhan akan bahasa Inggris terasa terutama dalam pendidikan tinggi dan pekerjaan lulusan. Dengan demikian, saya bertujuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan apakah dan bagaimana pengalaman belajar peserta didik di universitas Jaffna memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bahasa mereka.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-b7344.webp" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-b7344.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-b7344.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-b7344.webp 1x" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" alt="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp 1x" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" alt="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a7019.webp" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a7019.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a7019.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a7019.webp 1x" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" alt="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68492-peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete" title="JURIS - Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment" target="_blank">Motivation-In-Context: A Study Of L2 Identity Formation In A Dominantly L1 University Environment</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas integrasi lingkungan berbahasa Inggris di luar kelas dalam meningkatkan keterampilan bahasa peserta didik. Kedua, penting untuk mengevaluasi peran kelompok sebaya dalam memengaruhi motivasi belajar bahasa, khususnya dalam konteks universitas yang dominan menggunakan bahasa lokal. Ketiga, penelitian dapat fokus pada dampak faktor sosial-ekonomi terhadap akses dan kesempatan belajar bahasa Inggris, terutama di kalangan mahasiswa dari latar belakang yang berbeda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang dinamika motivasi dan identitas dalam pembelajaran bahasa, serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas pendidikan bahasa di lingkungan universitas..
<br>Pengalaman belajar di universitas, meskipun berbeda bagi peserta dengan perspektif berbeda, memberikan peluang bagi peserta didik untuk memahami hubungan antara kepercayaan diri dan bahasa Inggris serta memotivasi mereka untuk terus belajar bahasa Inggris.Identitas peserta didik berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap bahasa Inggris, dengan kepercayaan diri dan latar belakang sosial-ekonomi menjadi faktor penting.Meskipun ada tantangan, lingkungan universitas ternyata memberikan ruang bagi peserta didik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan bahasa mereka melalui aktivitas ekstrakurikuler dan interaksi sosial
<br>Studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi interaksi antara pembentukan citra diri dan persepsi peserta didik tentang identitas mereka sebagai penutur bahasa Inggris Sri Lanka. Motivasi dalam pembelajaran bahasa telah dikaitkan dengan berbagai faktor (motive) yang memainkan peran dalam meyakinkan peserta didik untuk belajar sebuah bahasa. Penelitian terbaru tentang motivasi memperlihatkan motivasi sebagai elemen penting dalam pembelajaran bahasa yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor kontekstual unik. Dalam lingkungan pendidikan tinggi Sri Lanka, kebutuhan akan bahasa Inggris terasa terutama dalam pendidikan tinggi dan pekerjaan lulusan. Dengan demikian, saya bertujuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan apakah dan bagaimana pengalaman belajar peserta didik di universitas Jaffna memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bahasa mereka....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp" type="image/webp" length="98838" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-b7344.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a76ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/peserta-didik-pencapaian-berbahasa-inggris-kompete-thumb-a7019.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68496-nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara</link>
	<guid isPermaLink="false">880d889a9b4399b778c2fd562fdceed9</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:41:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anwar daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ nyak arief ]]></category>
	<category><![CDATA[ banda aceh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aceh,anwar,arief,banda,daud,nyak]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang orientasi penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa dari berbagai universitas dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Penelitian ini dapat mengidentifikasi apakah ada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang orientasi penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa dari berbagai universitas dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Penelitian ini dapat mengidentifikasi apakah ada perbedaan orientasi penggunaan media sosial yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan agama. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada dampak penggunaan media sosial terhadap prestasi akademik mahasiswa dan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk identitas dan nilai-nilai sosial mahasiswa, serta bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk mempromosikan nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran sosial.. Kehadiran media sosial dan media massa telah berperan memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri dan pengetahuannya.Fakta saat ini menunjukkan bahwa semua mahasiswa telah memanfaatkan media, baik untuk kepentingan belajar, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, dan juga untuk mencari hiburan, bahkan media juga berperan besar dalam membentuk jati diri mahasiswa.Dalam perspektif teori agenda setting dijelaskan bahwa media berperan besar dalam membentuk jati diri dan perilaku seseorang, termasuk perilaku mahasiswa.Proses pembentukan perilaku mahasiswa ikut juga dipengaruhi oleh arah dan orientasi pemanfaatan media oleh mahasiswa itu sendiri.Jika media sosial itu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif maka akan menghasilkan energi yang positif.Sebaliknya, jika media itu digunakan untuk sesuatu yang negatif, maka akan membentuk perilaku-perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa itu sendiri.Semakin sering informasi yang ditampilkan di media, maka semakin besar pula peluang untuk mempengaruhi opini masyarakat mengenai pemberitaan itu.Begitu pula semakin sering mahasiswa mengakses informasi di media, maka semakin besar pula peluang terjadinya perubahan orientasi mereka dalam berpikir dan bertindak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial secara terbuka di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa, yang dalam beberapa kasus disalahgunakan, seperti untuk perjudian online, keterlibatan jaringan narkoba, dan aktivitas bermain gim yang dinilai kurang mendukung perkembangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis orientasi penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa UIN Ar-Raniry dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket secara daring (Google Form), diskusi kelompok terfokus (FGD), dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden telah menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-36384.webp" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-36384.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-36384.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-36384.webp 1x" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" alt="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-ac72a.webp" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-ac72a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-ac72a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-ac72a.webp 1x" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" alt="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp 1x" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" alt="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68496-nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara" title="JURIS - Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh" target="_blank">Orientasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang orientasi penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa dari berbagai universitas dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Penelitian ini dapat mengidentifikasi apakah ada perbedaan orientasi penggunaan media sosial yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan agama. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada dampak penggunaan media sosial terhadap prestasi akademik mahasiswa dan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan diri. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam membentuk identitas dan nilai-nilai sosial mahasiswa, serta bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk mempromosikan nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran sosial..
<br>Kehadiran media sosial dan media massa telah berperan memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri dan pengetahuannya.Fakta saat ini menunjukkan bahwa semua mahasiswa telah memanfaatkan media, baik untuk kepentingan belajar, meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, dan juga untuk mencari hiburan, bahkan media juga berperan besar dalam membentuk jati diri mahasiswa.Dalam perspektif teori agenda setting dijelaskan bahwa media berperan besar dalam membentuk jati diri dan perilaku seseorang, termasuk perilaku mahasiswa.Proses pembentukan perilaku mahasiswa ikut juga dipengaruhi oleh arah dan orientasi pemanfaatan media oleh mahasiswa itu sendiri.Jika media sosial itu dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif maka akan menghasilkan energi yang positif.Sebaliknya, jika media itu digunakan untuk sesuatu yang negatif, maka akan membentuk perilaku-perilaku menyimpang di kalangan mahasiswa itu sendiri.Semakin sering informasi yang ditampilkan di media, maka semakin besar pula peluang untuk mempengaruhi opini masyarakat mengenai pemberitaan itu.Begitu pula semakin sering mahasiswa mengakses informasi di media, maka semakin besar pula peluang terjadinya perubahan orientasi mereka dalam berpikir dan bertindak
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial secara terbuka di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa, yang dalam beberapa kasus disalahgunakan, seperti untuk perjudian online, keterlibatan jaringan narkoba, dan aktivitas bermain gim yang dinilai kurang mendukung perkembangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis orientasi penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa UIN Ar-Raniry dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket secara daring (Google Form), diskusi kelompok terfokus (FGD), dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden telah menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp" type="image/webp" length="72206" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-36384.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-ac72a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/nilai-sosial-mahasiswa-universitas-bina-nusantara-thumb-3a229.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68477-metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar</link>
	<guid isPermaLink="false">8646c50bf77b187be9da09beec81eca7</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:35:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ impact child ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ cc licence ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cc,child,content,impact,licence,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak strategi pengajaran berbeda terhadap berpikir kreatif siswa berdasarkan gaya belajar mereka. 2. Penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan pemecahan masalah kreatif untuk pembelajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles: 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak strategi pengajaran berbeda terhadap berpikir kreatif siswa berdasarkan gaya belajar mereka. 2. Penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan pemecahan masalah kreatif untuk pembelajaran yang beragam. 3. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas metode pembelajaran diferensiasi di berbagai konteks pendidikan untuk memperluas penerapan temuan studi ini.. Studi ini memperkuat bahwa proses berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah cerita matematika menunjukkan pola yang berbeda tergantung pada gaya belajar mereka.Siswa visual menggunakan representasi visual sistematis, siswa auditori menunjukkan kekuatan dalam menjelaskan alur solusi secara verbal tetapi kurang konsisten dalam prosedur perhitungan, sementara siswa kinestetik menunjukkan ide-ide yang lebih kreatif melalui representasi berbasis gerakan.Elaborasi adalah indikator yang paling dominan, sedangkan fluensi dan fleksibilitas bervariasi di antara kelompok gaya belajar.Temuan ini menunjukkan bahwa guru matematika perlu merancang aktivitas yang disesuaikan dengan modality belajar siswa, seperti menyediakan sketsa visual, ruang penjelasan verbal, dan kesempatan manipulasi konkrit Pembelajaran matematika di sekolah dasar saat ini cenderung bersifat prosedural dan homogen, sehingga kurang memfasilitasi berbagai gaya belajar dan memengaruhi keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah cerita matematika, dengan mempertimbangkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan, melibatkan siswa kelas VI SD Negeri 9 Pamuruyan, Sukabumi. Sampel dipilih menggunakan teknik snowball sampling berdasarkan kuesioner... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-06ba0.webp" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-06ba0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-06ba0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-06ba0.webp 1x" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" alt="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp 1x" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" alt="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-08047.webp" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-08047.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-08047.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-08047.webp 1x" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" alt="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68477-metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar" title="JURIS - The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles" target="_blank">The Creative Thinking Process of Elementary School Students in Solving Mathematics Story Problems Reviewed from Learning Styles</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak strategi pengajaran berbeda terhadap berpikir kreatif siswa berdasarkan gaya belajar mereka. 2. Penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan pemecahan masalah kreatif untuk pembelajaran yang beragam. 3. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas metode pembelajaran diferensiasi di berbagai konteks pendidikan untuk memperluas penerapan temuan studi ini..
<br>Studi ini memperkuat bahwa proses berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah cerita matematika menunjukkan pola yang berbeda tergantung pada gaya belajar mereka.Siswa visual menggunakan representasi visual sistematis, siswa auditori menunjukkan kekuatan dalam menjelaskan alur solusi secara verbal tetapi kurang konsisten dalam prosedur perhitungan, sementara siswa kinestetik menunjukkan ide-ide yang lebih kreatif melalui representasi berbasis gerakan.Elaborasi adalah indikator yang paling dominan, sedangkan fluensi dan fleksibilitas bervariasi di antara kelompok gaya belajar.Temuan ini menunjukkan bahwa guru matematika perlu merancang aktivitas yang disesuaikan dengan modality belajar siswa, seperti menyediakan sketsa visual, ruang penjelasan verbal, dan kesempatan manipulasi konkrit
<br>Pembelajaran matematika di sekolah dasar saat ini cenderung bersifat prosedural dan homogen, sehingga kurang memfasilitasi berbagai gaya belajar dan memengaruhi keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah cerita matematika, dengan mempertimbangkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan, melibatkan siswa kelas VI SD Negeri 9 Pamuruyan, Sukabumi. Sampel dipilih menggunakan teknik snowball sampling berdasarkan kuesioner...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp" type="image/webp" length="97104" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-06ba0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-63b9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/metode-pembelajaran-kreatif-produktif-gaya-belajar-thumb-08047.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4451-eastasouth-institute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18823-esle.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Trauma Healing Anak Pasca Banjir Di Gampong Beurawang Pidie Jaya Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Trauma Healing Anak Pasca Banjir Di Gampong Beurawang Pidie Jaya Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Trauma Healing Anak Pasca Banjir Di Gampong Beurawang Pidie Jaya Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68482-trauma-healing-perspektif-kondisi-p</link>
	<guid isPermaLink="false">f8467669b92d09065712801be3cccf0f</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:30:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan trauma healing berbasis teknologi untuk meningkatkan akses layanan psikologis di daerah terpencil. Selain itu, perlu dilakukan studi kuantitatif untuk mengukur efektivitas jangka panjang pendekatan edukatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan trauma healing berbasis teknologi untuk meningkatkan akses layanan psikologis di daerah terpencil. Selain itu, perlu dilakukan studi kuantitatif untuk mengukur efektivitas jangka panjang pendekatan edukatif dan komunikatif. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam trauma healing untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan keberlanjutan program.. Pendekatan edukatif dan komunikatif dalam trauma healing efektif dalam mendukung pemulihan psikologis anak pasca-banjir.Aktivitas seperti permainan kelompok dan storytelling membantu anak mengekspresikan emosi, meningkatkan regulasi diri, dan memperkuat keterampilan sosial.Interaksi positif antara fasilitator dan anak menjadi faktor kunci keberhasilan.Model ini menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya menangani dampak trauma secara individual, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan adaptasi anak pasca-bencana Banjir yang melanda Gampong Beurawang, Pidie Jaya, menimbulkan dampak psikologis signifikan pada anak-anak, termasuk stres, ketakutan, dan kesulitan beradaptasi pasca-bencana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan trauma healing anak pasca-banjir dengan pendekatan edukatif dan komunikatif. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan studi lapangan, termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan yang dilakukan pada tanggal 11 Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp 1x" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" alt="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a660e.webp" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a660e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a660e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a660e.webp 1x" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" alt="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a1f50.webp" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a1f50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a1f50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a1f50.webp 1x" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" alt="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68482-trauma-healing-perspektif-kondisi-p" title="JURIS - Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif" target="_blank">Trauma Healing Anak Pasca-Banjir  Di Gampong Beurawang, Pidie Jaya: Pendekatan Edukatif Dan Komunikatif</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan trauma healing berbasis teknologi untuk meningkatkan akses layanan psikologis di daerah terpencil. Selain itu, perlu dilakukan studi kuantitatif untuk mengukur efektivitas jangka panjang pendekatan edukatif dan komunikatif. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam trauma healing untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan keberlanjutan program..
<br>Pendekatan edukatif dan komunikatif dalam trauma healing efektif dalam mendukung pemulihan psikologis anak pasca-banjir.Aktivitas seperti permainan kelompok dan storytelling membantu anak mengekspresikan emosi, meningkatkan regulasi diri, dan memperkuat keterampilan sosial.Interaksi positif antara fasilitator dan anak menjadi faktor kunci keberhasilan.Model ini menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya menangani dampak trauma secara individual, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan adaptasi anak pasca-bencana
<br>Banjir yang melanda Gampong Beurawang, Pidie Jaya, menimbulkan dampak psikologis signifikan pada anak-anak, termasuk stres, ketakutan, dan kesulitan beradaptasi pasca-bencana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan trauma healing anak pasca-banjir dengan pendekatan edukatif dan komunikatif. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan studi lapangan, termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan yang dilakukan pada tanggal 11 Januari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp" type="image/webp" length="85028" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-f88c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a660e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/trauma-healing-perspektif-kondisi-psikologis-anak-thumb-a1f50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68489-wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-ide</link>
	<guid isPermaLink="false">093d401e5b7bd246a4238f09a0de8550</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:29:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang pertama adalah menyelidiki lebih lanjut bagaimana ruang imajinasi dalam puisi Walcott berfungsi sebagai ruang transformasi dan reimajinasi identitas. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Walcott menggunakan lanskap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY: Saran penelitian lanjutan yang pertama adalah menyelidiki lebih lanjut bagaimana ruang imajinasi dalam puisi Walcott berfungsi sebagai ruang transformasi dan reimajinasi identitas. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Walcott menggunakan lanskap metaforis untuk mengubah perspektif diri dan menavigasi kerumitan identitas multikultural. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ruang imajinasi ini berfungsi sebagai wadah untuk mengekspresikan keragaman budaya dan sejarah yang rumit di Karibia. Saran penelitian lanjutan yang kedua adalah menganalisis lebih lanjut bagaimana memori dan imajinasi saling berinteraksi dalam puisi Walcott. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana Walcott menggunakan ingatan sebagai sarana untuk menciptakan ruang imajinasi yang kaya dan emosional. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ingatan dan imajinasi bekerja sama untuk membentuk identitas dan pengalaman manusia. Saran penelitian lanjutan yang ketiga adalah menyelidiki lebih lanjut bagaimana puisi Walcott menawarkan perspektif unik tentang dekolonisasi dan identitas pascakolonial. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Walcott menggabungkan ruang yang terinspirasi kolonial dan indigenously untuk menciptakan visi sintesis budaya yang menantang teori perlawanan sederhana terhadap kolonialisme. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana puisi Walcott menawarkan cara baru untuk memahami keragaman dan kerumitan identitas pascakolonial.. Derek Walcott menggunakan ruang imajinasi dan memori dalam puisinya untuk menawarkan wawasan mendalam tentang kompleksitas identitas Karibia dan pengalaman manusia secara lebih luas.Dengan menciptakan lanskap yang emosional dan penuh resonansi yang menghapus batas antara fisik dan imajiner, Walcott membangun ruang puisi di mana pribadi dan universal bertemu.Karya-karyanya tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang sastra Karibia, tetapi juga berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang peran memori dan tempat dalam membentuk pengalaman manusia.Lanskap puisi yang kaya sejarah dan kompleksitas budaya yang ia ciptakan menawarkan kerangka kerja yang nuansa untuk memahami bagaimana individu dan komunitas menavigasi perairan yang sering kali bergelombang dari keragaman budaya dan warisan sejarah.Selain itu, kemampuan Walcott untuk menggabungkan kekuatan budaya yang berbeda bersama-sama dan saling berinteraksi menawarkan contoh bagaimana pluralisme dapat dipromosikan dan harmoni dicapai di tengah keragaman.Aspek penting dari seni ini menjadi relevan saat kita hidup di masyarakat global di mana isu-isu seputar identitas dan keaslian menjadi semakin rumit.Dalam ruang imajiner ini, perlakuan Walcott terhadap ingatan juga membawa beberapa pengamatan mendasar tentang kesadaran sejarah.Bagi Walcott, memori bukan hanya gudang yang tidak berubah untuk peristiwa masa lalu.itu adalah agen aktif yang terus-menerus mengubah cara kita melihat sekarang dan membayangkan masa depan.Sikap ini memiliki implikasi bagi cara kita menulis sejarah, terutama mengenai pengalaman kolektif.ini terutama berlaku untuk masyarakat yang sebelumnya dijajah.Puisi Walcott juga menawarkan cara lain untuk melihat dekolonisasi dalam studi pascakolonial.Dengan menggabungkan ruang yang terinspirasi kolonial dan indigenously, ia menyajikan visi sintesis budaya yang menantang teori perlawanan sederhana terhadap kolonialisme.Perspektif multidimensional ini berguna untuk memahami bagaimana identitas pascakolonial terbentuk.Aspek linguistik dalam puisi Walcott juga penting.Pencampuran yang cerdik antara bahasa Inggris standar dengan dialek Creole menciptakan tekstur kaya dalam puisinya sambil menegaskan ethos Karibia yang kuat secara linguistik.Untuk masyarakat multilingual, ini memiliki implikasi bagi pembuatan kebijakan bahasa serta masalah konservasi budaya.Secara keseluruhan, puisi Walcott mengingatkan kita akan peran seni dalam memahami dunia kita.Dalam dunia yang ditandai dengan fragmentasi dan pembagian, ia menggunakan puisi untuk menunjukkan bagaimana batas-batas budaya dapat dilampaui melalui empati dan pemahaman.Dengan menciptakan ruang imajiner bagi pembaca untuk masuk, Walcott mendorong kita untuk mengalami dunia orang lain dan mengakui apa yang kita miliki secara universal.Perjalanan Walcott ke fantasi dan memori tidak hanya tentang kesenangan yang diperoleh dari puisi.Ini adalah alat penting yang membantu memahami berbagai konsep seperti penemuan diri, kekuatan lokasi, dan bagaimana memori membentuk kehidupan setiap orang.Saat kita terus menghadapi pertanyaan tentang identitas budaya atau warisan dari masa lalu atau bahkan keintiman global, jelas bahwa tidak ada cara lain selain melalui imajinasi yang akan menunjukkan apa yang kita miliki secara universal sebagai manusia.semuanya akan terlalu banyak jika hanya ada kesengsaraan dan penderitaan.Dengan demikian, ia memberikan kontribusi yang signifikan bagi sastra Karibia sambil memberikan ide-ide yang relevan dengan banyak bidang studi dalam masyarakat manusia, mendukung lagi pentingnya puisi saat ini karena kecuali untuk kompleksitas yang berubah Puisi Derek Walcott sangat terkait dengan lanskap tanahnya dan dia menyuntikkan puisi dengan kenangan dari Karibia. Dia menggunakan imaji dalam puisinya yang membuat nyata dan imajiner sebuah rasa tempat, yang dipengaruhi oleh St. Lucia, tempat dia tumbuh besar, dan sejarah kolonial kolektif. Studi ini menyelidiki makna ruang imajinasi dan memori dalam puisi Derek Walcott, menjelajahi bagaimana penyair menggunakan gambar mental dan visi untuk menciptakan lanskap, pengaturan, dan suasana yang menyelami ide, emosi, dan pemikiran yang kompleks.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp 1x" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" alt="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-1a222.webp" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-1a222.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-1a222.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-1a222.webp 1x" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" alt="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-c3ac1.webp" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-c3ac1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-c3ac1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-c3ac1.webp 1x" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" alt="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68489-wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-ide" title="JURIS - IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY" target="_blank">IMAGINED SPACES AND MEMORY IN WALCOTTAoS POETRY</a>: Saran penelitian lanjutan yang pertama adalah menyelidiki lebih lanjut bagaimana ruang imajinasi dalam puisi Walcott berfungsi sebagai ruang transformasi dan reimajinasi identitas. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Walcott menggunakan lanskap metaforis untuk mengubah perspektif diri dan menavigasi kerumitan identitas multikultural. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ruang imajinasi ini berfungsi sebagai wadah untuk mengekspresikan keragaman budaya dan sejarah yang rumit di Karibia. Saran penelitian lanjutan yang kedua adalah menganalisis lebih lanjut bagaimana memori dan imajinasi saling berinteraksi dalam puisi Walcott. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana Walcott menggunakan ingatan sebagai sarana untuk menciptakan ruang imajinasi yang kaya dan emosional. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana ingatan dan imajinasi bekerja sama untuk membentuk identitas dan pengalaman manusia. Saran penelitian lanjutan yang ketiga adalah menyelidiki lebih lanjut bagaimana puisi Walcott menawarkan perspektif unik tentang dekolonisasi dan identitas pascakolonial. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana Walcott menggabungkan ruang yang terinspirasi kolonial dan indigenously untuk menciptakan visi sintesis budaya yang menantang teori perlawanan sederhana terhadap kolonialisme. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana puisi Walcott menawarkan cara baru untuk memahami keragaman dan kerumitan identitas pascakolonial..
<br>Derek Walcott menggunakan ruang imajinasi dan memori dalam puisinya untuk menawarkan wawasan mendalam tentang kompleksitas identitas Karibia dan pengalaman manusia secara lebih luas.Dengan menciptakan lanskap yang emosional dan penuh resonansi yang menghapus batas antara fisik dan imajiner, Walcott membangun ruang puisi di mana pribadi dan universal bertemu.Karya-karyanya tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang sastra Karibia, tetapi juga berkontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang peran memori dan tempat dalam membentuk pengalaman manusia.Lanskap puisi yang kaya sejarah dan kompleksitas budaya yang ia ciptakan menawarkan kerangka kerja yang nuansa untuk memahami bagaimana individu dan komunitas menavigasi perairan yang sering kali bergelombang dari keragaman budaya dan warisan sejarah.Selain itu, kemampuan Walcott untuk menggabungkan kekuatan budaya yang berbeda bersama-sama dan saling berinteraksi menawarkan contoh bagaimana pluralisme dapat dipromosikan dan harmoni dicapai di tengah keragaman.Aspek penting dari seni ini menjadi relevan saat kita hidup di masyarakat global di mana isu-isu seputar identitas dan keaslian menjadi semakin rumit.Dalam ruang imajiner ini, perlakuan Walcott terhadap ingatan juga membawa beberapa pengamatan mendasar tentang kesadaran sejarah.Bagi Walcott, memori bukan hanya gudang yang tidak berubah untuk peristiwa masa lalu.itu adalah agen aktif yang terus-menerus mengubah cara kita melihat sekarang dan membayangkan masa depan.Sikap ini memiliki implikasi bagi cara kita menulis sejarah, terutama mengenai pengalaman kolektif.ini terutama berlaku untuk masyarakat yang sebelumnya dijajah.Puisi Walcott juga menawarkan cara lain untuk melihat dekolonisasi dalam studi pascakolonial.Dengan menggabungkan ruang yang terinspirasi kolonial dan indigenously, ia menyajikan visi sintesis budaya yang menantang teori perlawanan sederhana terhadap kolonialisme.Perspektif multidimensional ini berguna untuk memahami bagaimana identitas pascakolonial terbentuk.Aspek linguistik dalam puisi Walcott juga penting.Pencampuran yang cerdik antara bahasa Inggris standar dengan dialek Creole menciptakan tekstur kaya dalam puisinya sambil menegaskan ethos Karibia yang kuat secara linguistik.Untuk masyarakat multilingual, ini memiliki implikasi bagi pembuatan kebijakan bahasa serta masalah konservasi budaya.Secara keseluruhan, puisi Walcott mengingatkan kita akan peran seni dalam memahami dunia kita.Dalam dunia yang ditandai dengan fragmentasi dan pembagian, ia menggunakan puisi untuk menunjukkan bagaimana batas-batas budaya dapat dilampaui melalui empati dan pemahaman.Dengan menciptakan ruang imajiner bagi pembaca untuk masuk, Walcott mendorong kita untuk mengalami dunia orang lain dan mengakui apa yang kita miliki secara universal.Perjalanan Walcott ke fantasi dan memori tidak hanya tentang kesenangan yang diperoleh dari puisi.Ini adalah alat penting yang membantu memahami berbagai konsep seperti penemuan diri, kekuatan lokasi, dan bagaimana memori membentuk kehidupan setiap orang.Saat kita terus menghadapi pertanyaan tentang identitas budaya atau warisan dari masa lalu atau bahkan keintiman global, jelas bahwa tidak ada cara lain selain melalui imajinasi yang akan menunjukkan apa yang kita miliki secara universal sebagai manusia.semuanya akan terlalu banyak jika hanya ada kesengsaraan dan penderitaan.Dengan demikian, ia memberikan kontribusi yang signifikan bagi sastra Karibia sambil memberikan ide-ide yang relevan dengan banyak bidang studi dalam masyarakat manusia, mendukung lagi pentingnya puisi saat ini karena kecuali untuk kompleksitas yang berubah
<br>Puisi Derek Walcott sangat terkait dengan lanskap tanahnya dan dia menyuntikkan puisi dengan kenangan dari Karibia. Dia menggunakan imaji dalam puisinya yang membuat nyata dan imajiner sebuah rasa tempat, yang dipengaruhi oleh St. Lucia, tempat dia tumbuh besar, dan sejarah kolonial kolektif. Studi ini menyelidiki makna ruang imajinasi dan memori dalam puisi Derek Walcott, menjelajahi bagaimana penyair menggunakan gambar mental dan visi untuk menciptakan lanskap, pengaturan, dan suasana yang menyelami ide, emosi, dan pemikiran yang kompleks....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp" type="image/webp" length="103020" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-cf46f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-1a222.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/wujud-makna-ruang-keragaman-budaya-identitas-daera-thumb-c3ac1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen Peran Fungsi Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai Nilai Adat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen Peran Fungsi Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai Nilai Adat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen Peran Fungsi Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai Nilai Adat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68484-lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh</link>
	<guid isPermaLink="false">c2e30e9de9b9013b071c98b58a8693c1</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:16:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh media digital terhadap pelestarian nilai adat di kalangan generasi muda. Selain itu, perlu dikaji bagaimana model kerja sama antara lembaga adat dan pemerintah daerah dapat ditingkatkan untuk memperkuat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh media digital terhadap pelestarian nilai adat di kalangan generasi muda. Selain itu, perlu dikaji bagaimana model kerja sama antara lembaga adat dan pemerintah daerah dapat ditingkatkan untuk memperkuat fungsi pengawasan. Terakhir, studi tentang efektivitas program pembinaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi adat di tengah dinamika sosial modern.. Manajemen Majelis Adat Aceh di Kabupaten Bireuen telah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh globalisasi.Penerapan fungsi manajemen secara sistematis menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan lembaga ini dalam melestarikan nilai-nilai adat.Namun, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan anggaran, serta inovasi program untuk menjaga relevansi pelestarian adat di tengah perubahan zaman Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen MAA di Kabupaten Bireuen dengan fokus pada peran, fungsi, dan implementasinya dalam pelestarian nilai-nilai adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen terkait kelembagaan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen MAA di Kabupaten Bireuen telah berjalan cukup baik. Dalam aspek perencanaan, MAA menyusun program pelestarian adat secara sistematis. Pada aspek pengorganisasian, MAA menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, serta lembaga masyarakat. Dalam pelaksanaan, berbagai kegiatan seperti penyelesaian sengketa adat, sosialisasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-c7233.webp" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-c7233.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-c7233.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-c7233.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" alt="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-1b7b7.webp" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-1b7b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-1b7b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-1b7b7.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" alt="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" alt="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68484-lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh" title="JURIS - Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat" target="_blank">Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh media digital terhadap pelestarian nilai adat di kalangan generasi muda. Selain itu, perlu dikaji bagaimana model kerja sama antara lembaga adat dan pemerintah daerah dapat ditingkatkan untuk memperkuat fungsi pengawasan. Terakhir, studi tentang efektivitas program pembinaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi adat di tengah dinamika sosial modern..
<br>Manajemen Majelis Adat Aceh di Kabupaten Bireuen telah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh globalisasi.Penerapan fungsi manajemen secara sistematis menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan lembaga ini dalam melestarikan nilai-nilai adat.Namun, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan anggaran, serta inovasi program untuk menjaga relevansi pelestarian adat di tengah perubahan zaman
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen MAA di Kabupaten Bireuen dengan fokus pada peran, fungsi, dan implementasinya dalam pelestarian nilai-nilai adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis dokumen terkait kelembagaan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen MAA di Kabupaten Bireuen telah berjalan cukup baik. Dalam aspek perencanaan, MAA menyusun program pelestarian adat secara sistematis. Pada aspek pengorganisasian, MAA menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, serta lembaga masyarakat. Dalam pelaksanaan, berbagai kegiatan seperti penyelesaian sengketa adat, sosialisasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp" type="image/webp" length="83536" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-c7233.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-1b7b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/lembaga-adat-gampong-aceh-basir-tokoh-nilai-batak-thumb-678a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prophetic Humanism and the Politics of Recognition A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al BukhAr ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prophetic Humanism and the Politics of Recognition A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al BukhAr ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prophetic Humanism and the Politics of Recognition A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al BukhAr ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68478-studi-hadis-klasik-humanisme-profetik</link>
	<guid isPermaLink="false">f23fe87a2ad6623d84a59980d42e367f</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:14:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ side menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ k al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,k,menu,side]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hadis lain yang berkaitan dengan hubungan antaragama untuk memperkaya pemahaman tentang humanisme profetik. 2. Analisis perbandingan antara konsep humanisme profetik dengan filsuf lain seperti Al-Farabi atau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hadis lain yang berkaitan dengan hubungan antaragama untuk memperkaya pemahaman tentang humanisme profetik. 2. Analisis perbandingan antara konsep humanisme profetik dengan filsuf lain seperti Al-Farabi atau Ibn Rushd untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam pandangan antropologi. 3. Studi tentang dampak Konstitusi Madinah terhadap prinsip pengakuan dalam masyarakat pluralistik modern, dengan fokus pada bagaimana prinsip ini dapat diterapkan dalam konteks kebijakan publik saat ini.. Hadis tentang jenazah Yahudi dalam auu al-BukhAr mengandung makna filosofis yang melampaui etika kebiasaan.Perilaku Nabi Muhammad mengonfirmasi martabat manusia sebagai nafs yang diberikan oleh Tuhan, melampaui label agama, dan memperluas pengakuan ini ke dalam struktur politik Madinah.Studi ini menunjukkan bahwa hadis ini tidak hanya mencerminkan empati sosial tetapi juga struktur pengakuan yang mendalam, yang berkontribusi pada pemahaman antropologi theosentris dan hubungan antaragama.Dengan membandingkan humanisme profetik dan teori pengakuan Charles Taylor, penelitian ini membuka jalan untuk studi hadis yang lebih mendalam dalam konteks filsafat politik kontemporer Artikel ini merekonstruksi makna filosofis hadis di mana Nabi Muhammad berdiri menghadiri jenazah orang Yahudi yang dilewatinya, yang tercatat dalam auu al-BukhAr. Studi ini menanyakan apakah laporan tersebut hanya mencerminkan etika empati sosial atau memiliki struktur yang lebih dalam tentang pengakuan martabat manusia, serta bagaimana struktur tersebut terkait dengan politik pengakuan Charles Taylor. Melalui penelitian kualitatif perpustakaan dan pembacaan filosofis-hermeneutik, analisis ini mengeksplorasi teks Arab dan komentar klasik, semantik nafs dalam penggunaan Al-Qur'an, psikologi Avicenna, korpus Madinah lainnya tentang hubungan Muslim dan non-Muslim, serta urutan perjanjian Konstitusi Madinah.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-03c05.webp" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-03c05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-03c05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-03c05.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" alt="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-576f7.webp" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-576f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-576f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-576f7.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" alt="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" alt="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68478-studi-hadis-klasik-humanisme-profetik" title="JURIS - Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr" target="_blank">Prophetic Humanism and the Politics of Recognition: A Philosophical Reading of the Hadith on the Jewish Funeral in auu Al-BukhAr</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hadis lain yang berkaitan dengan hubungan antaragama untuk memperkaya pemahaman tentang humanisme profetik. 2. Analisis perbandingan antara konsep humanisme profetik dengan filsuf lain seperti Al-Farabi atau Ibn Rushd untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam pandangan antropologi. 3. Studi tentang dampak Konstitusi Madinah terhadap prinsip pengakuan dalam masyarakat pluralistik modern, dengan fokus pada bagaimana prinsip ini dapat diterapkan dalam konteks kebijakan publik saat ini..
<br>Hadis tentang jenazah Yahudi dalam auu al-BukhAr mengandung makna filosofis yang melampaui etika kebiasaan.Perilaku Nabi Muhammad mengonfirmasi martabat manusia sebagai nafs yang diberikan oleh Tuhan, melampaui label agama, dan memperluas pengakuan ini ke dalam struktur politik Madinah.Studi ini menunjukkan bahwa hadis ini tidak hanya mencerminkan empati sosial tetapi juga struktur pengakuan yang mendalam, yang berkontribusi pada pemahaman antropologi theosentris dan hubungan antaragama.Dengan membandingkan humanisme profetik dan teori pengakuan Charles Taylor, penelitian ini membuka jalan untuk studi hadis yang lebih mendalam dalam konteks filsafat politik kontemporer
<br>Artikel ini merekonstruksi makna filosofis hadis di mana Nabi Muhammad berdiri menghadiri jenazah orang Yahudi yang dilewatinya, yang tercatat dalam auu al-BukhAr. Studi ini menanyakan apakah laporan tersebut hanya mencerminkan etika empati sosial atau memiliki struktur yang lebih dalam tentang pengakuan martabat manusia, serta bagaimana struktur tersebut terkait dengan politik pengakuan Charles Taylor. Melalui penelitian kualitatif perpustakaan dan pembacaan filosofis-hermeneutik, analisis ini mengeksplorasi teks Arab dan komentar klasik, semantik nafs dalam penggunaan Al-Qur'an, psikologi Avicenna, korpus Madinah lainnya tentang hubungan Muslim dan non-Muslim, serta urutan perjanjian Konstitusi Madinah....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp" type="image/webp" length="70958" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-03c05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-576f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/studi-hadis-klasik-humanisme-profetik-hadith-jemaa-thumb-e5251.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17649-jurnal-aqidah-filsafat-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara Analisis Tematik Nilai Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara Analisis Tematik Nilai Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara Analisis Tematik Nilai Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68481-mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-b</link>
	<guid isPermaLink="false">5015d0e94f2cd029f5e80f9290248ff4</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:13:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ umar dani 79 ]]></category>
	<category><![CDATA[ pidie jaya ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai adat ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[79,adat,dani,jaya,nilai,pidie,umar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan karakter di pesantren modern, dengan menggabungkan konsep lokal dan global. Selain itu, perlu dilakukan analisis intertekstual antara Marah Labid dan tafsir ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani: Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan karakter di pesantren modern, dengan menggabungkan konsep lokal dan global. Selain itu, perlu dilakukan analisis intertekstual antara Marah Labid dan tafsir Nusantara periode modernis untuk memetakan evolusi pemikiran moderasi. Studi tentang resepsi teks Marah Labid dalam konteks digital juga penting, terutama dalam memahami bagaimana santri menginternalisasi nilai-nilai toleransi melalui media sosial. Penelitian dapat mengkaji dampak pendidikan berbasis kearifan lokal terhadap penanggulangan radikalisme di kalangan generasi muda. Selain itu, perlu dikembangkan kerangka hermeneutika yang mengintegrasikan metodologi tradisional dan kontemporer untuk menjawab tantangan pluralisme di era global. Penelitian juga bisa mengeksplorasi hubungan antara sufisme dan moderasi beragama dalam konteks masyarakat majemuk. Pemetaan kontribusi tokoh-tokoh pesantren lainnya terhadap moderasi beragama juga menjadi arah penelitian yang relevan. Analisis tentang peran institusi pendidikan dalam memperkuat identitas keagamaan sambil tetap menjaga harmoni sosial perlu dilanjutkan. Penelitian bisa juga menggali potensi dialog antara tradisi tafsir Nusantara dan aliran Islam modern untuk menciptakan pemahaman yang lebih inklusif. Terakhir, studi tentang pengaruh faktor psikospiritual dalam membangun sikap toleransi dapat memberikan wawasan baru untuk pendekatan pendidikan agama.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kitab Marah Labid karya Syekh Nawawi Al-Bantani bukan sekadar transmisi pasif atas tafsir klasik, melainkan sebuah instrumen rekonstruksi teologis yang memfungsikan metodologi linguistik dan intertekstual untuk melegitimasi nilai-nilai moderasi beragama.Temuan utama menunjukkan bahwa Syekh Nawawi mengonstruksi pola AuModerasi NusantaraAy melalui tiga ranah utama.(1) Demarkasi teologis yang absolut namun non-konfrontatif (QS.(2) Perlindungan otonomi kehendak manusia dalam berkeyakinan yang bersifat muukam (QS.dan (3) Kewajiban etis-humanis yang melampaui batas sektarian (QS.Dekonstruksi yang dilakukan terhadap status naskh pada ayat-ayat toleransi membuktikan bahwa pemikiran beliau memiliki kecenderungan inklusivitas yang kuat di tengah tarikan puritanisme Hijaz pada masanya Diskursus mengenai moderasi beragama sering kali menimbulkan ketegangan antara teks-teks klasik yang dipersepsikan kaku dengan realitas pluralistik kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi dan mengklasifikasikan secara tematik nilai-nilai moderasi dalam kitab Marah Labid karya Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang mufasir otoritatif Indonesia abad ke-19. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menerapkan pendekatan tafsir maudhuAoi (tematik) yang diintegrasikan dengan analisis intertekstual dan linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi membangun pola AuModerasi NusantaraAy melalui rekonstruksi makna pada ayat-ayat kunci seperti QS. Al-Baqarah: 256, QS. Al-Hujurat: 13, dan QS. Al-Mumtahanah: 8.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp 1x" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" alt="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-45b82.webp" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-45b82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-45b82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-45b82.webp 1x" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" alt="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-94053.webp" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-94053.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-94053.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-94053.webp 1x" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" alt="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68481-mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-b" title="JURIS - Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani" target="_blank">Moderasi Beragama dalam Tafsir Nusantara: Analisis Tematik Nilai-Nilai Toleransi dalam Marah Labid Karya Syekh Nawawi Al-Bantani</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan karakter di pesantren modern, dengan menggabungkan konsep lokal dan global. Selain itu, perlu dilakukan analisis intertekstual antara Marah Labid dan tafsir Nusantara periode modernis untuk memetakan evolusi pemikiran moderasi. Studi tentang resepsi teks Marah Labid dalam konteks digital juga penting, terutama dalam memahami bagaimana santri menginternalisasi nilai-nilai toleransi melalui media sosial. Penelitian dapat mengkaji dampak pendidikan berbasis kearifan lokal terhadap penanggulangan radikalisme di kalangan generasi muda. Selain itu, perlu dikembangkan kerangka hermeneutika yang mengintegrasikan metodologi tradisional dan kontemporer untuk menjawab tantangan pluralisme di era global. Penelitian juga bisa mengeksplorasi hubungan antara sufisme dan moderasi beragama dalam konteks masyarakat majemuk. Pemetaan kontribusi tokoh-tokoh pesantren lainnya terhadap moderasi beragama juga menjadi arah penelitian yang relevan. Analisis tentang peran institusi pendidikan dalam memperkuat identitas keagamaan sambil tetap menjaga harmoni sosial perlu dilanjutkan. Penelitian bisa juga menggali potensi dialog antara tradisi tafsir Nusantara dan aliran Islam modern untuk menciptakan pemahaman yang lebih inklusif. Terakhir, studi tentang pengaruh faktor psikospiritual dalam membangun sikap toleransi dapat memberikan wawasan baru untuk pendekatan pendidikan agama..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kitab Marah Labid karya Syekh Nawawi Al-Bantani bukan sekadar transmisi pasif atas tafsir klasik, melainkan sebuah instrumen rekonstruksi teologis yang memfungsikan metodologi linguistik dan intertekstual untuk melegitimasi nilai-nilai moderasi beragama.Temuan utama menunjukkan bahwa Syekh Nawawi mengonstruksi pola AuModerasi NusantaraAy melalui tiga ranah utama.(1) Demarkasi teologis yang absolut namun non-konfrontatif (QS.(2) Perlindungan otonomi kehendak manusia dalam berkeyakinan yang bersifat muukam (QS.dan (3) Kewajiban etis-humanis yang melampaui batas sektarian (QS.Dekonstruksi yang dilakukan terhadap status naskh pada ayat-ayat toleransi membuktikan bahwa pemikiran beliau memiliki kecenderungan inklusivitas yang kuat di tengah tarikan puritanisme Hijaz pada masanya
<br>Diskursus mengenai moderasi beragama sering kali menimbulkan ketegangan antara teks-teks klasik yang dipersepsikan kaku dengan realitas pluralistik kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi dan mengklasifikasikan secara tematik nilai-nilai moderasi dalam kitab Marah Labid karya Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang mufasir otoritatif Indonesia abad ke-19. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menerapkan pendekatan tafsir maudhuAoi (tematik) yang diintegrasikan dengan analisis intertekstual dan linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Nawawi membangun pola AuModerasi NusantaraAy melalui rekonstruksi makna pada ayat-ayat kunci seperti QS. Al-Baqarah: 256, QS. Al-Hujurat: 13, dan QS. Al-Mumtahanah: 8....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp" type="image/webp" length="103694" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-ecce9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-45b82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/mutaallim-karya-syekh-nawawi-zuhd-moderasi-beragam-thumb-94053.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4402-lsama-aceh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19551-kalam-jurnal-agama-sosial-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Representation of Objects Function in Anti Corruption Commercial Video Based on Peirces Semiotics A Case Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Representation of Objects Function in Anti Corruption Commercial Video Based on Peirces Semiotics A Case Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Representation of Objects Function in Anti Corruption Commercial Video Based on Peirces Semiotics A Case Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68479-anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode</link>
	<guid isPermaLink="false">df2c57aa41e7a71f03d93677b746af5d</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 21:03:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ e journal ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ novel women ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,counter,e,flag,journal,novel,women]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas video anti-korupsi dalam mengubah perilaku penonton dan mendorong tindakan pencegahan korupsi. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce's Semiotics: A Case Study: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas video anti-korupsi dalam mengubah perilaku penonton dan mendorong tindakan pencegahan korupsi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi komunikasi yang digunakan dalam video anti-korupsi dengan strategi komunikasi dalam kampanye anti-korupsi lainnya, seperti iklan cetak atau kampanye media sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran semiotika dalam kampanye sosial lainnya, seperti kampanye lingkungan atau kampanye kesehatan masyarakat, untuk memahami bagaimana tanda-tanda visual dapat digunakan secara efektif dalam menyampaikan pesan sosial yang kompleks.. Penelitian ini menganalisis tanda-tanda dalam video Anti-Korupsi (Video Komersial)-Proyek Tahun Akhir yang diunggah oleh Muiz Hr.Lima adegan utama diidentifikasi sebagai data utama dalam penelitian ini.Secara keseluruhan, kombinasi ikon, indeks, dan simbol dalam setiap adegan menunjukkan efektivitas video dalam menyampaikan pesan anti-korupsi.Ikon dalam setiap adegan memberikan visualisasi realistis bagi penonton, seperti orang-orang di ruang publik atau interaksi sederhana yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Indeks menggambarkan hubungan sebab-akibat yang relevan dengan tindakan korupsi, seperti pengawasan melalui CCTV, transaksi uang, dan interaksi serius di lokasi tersembunyi.Simbol, baik dalam bentuk teks atau objek (seperti uang), menyampaikan peringatan moral dan pesan eksplisit tentang bahaya, risiko, dan konsekuensi tindakan korupsi.Interpretasi menyeluruh dari penelitian ini mengungkapkan bahwa video berhasil meningkatkan kesadaran penonton tentang isu korupsi melalui pendekatan semiotika yang menggabungkan tanda-tanda visual, indeks, dan simbolik.Pesan utamanya adalah bahwa korupsi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, dengan konsekuensi yang luas, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan tindakan pencegahan dari masyarakat Penelitian ini menganalisis tanda-tanda dalam video Anti-Korupsi (Video Komersial)-Proyek Tahun Akhir yang diunggah oleh Muiz Hr, dengan durasi 2 menit 9 detik dan 14 ribu penonton. Metode kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi makna visual dalam video berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Data primer diperoleh melalui sampel acak dari YouTube, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait semiotika dan kampanye anti-korupsi. Analisis berfokus pada identifikasi ikon, indeks, dan simbol dalam lima adegan kunci yang dipilih. Hasil studi menunjukkan total 9 ikon, 5 indeks, dan 5 simbol yang dianalisis berdasarkan teori fungsi objek Peirce. Kombinasi tanda-tanda ini terbukti efektif dalam menyampaikan pesan anti-korupsi. Ikon memberikan visualisasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-ec18f.webp" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-ec18f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-ec18f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-ec18f.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" alt="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-e0555.webp" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-e0555.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-e0555.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-e0555.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" alt="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" alt="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68479-anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode" title="JURIS - The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce&#039;s Semiotics: A Case Study" target="_blank">The Representation of Objects Function in Anti-Corruption Commercial Video Based on Peirce's Semiotics: A Case Study</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas video anti-korupsi dalam mengubah perilaku penonton dan mendorong tindakan pencegahan korupsi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi komunikasi yang digunakan dalam video anti-korupsi dengan strategi komunikasi dalam kampanye anti-korupsi lainnya, seperti iklan cetak atau kampanye media sosial. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran semiotika dalam kampanye sosial lainnya, seperti kampanye lingkungan atau kampanye kesehatan masyarakat, untuk memahami bagaimana tanda-tanda visual dapat digunakan secara efektif dalam menyampaikan pesan sosial yang kompleks..
<br>Penelitian ini menganalisis tanda-tanda dalam video Anti-Korupsi (Video Komersial)-Proyek Tahun Akhir yang diunggah oleh Muiz Hr.Lima adegan utama diidentifikasi sebagai data utama dalam penelitian ini.Secara keseluruhan, kombinasi ikon, indeks, dan simbol dalam setiap adegan menunjukkan efektivitas video dalam menyampaikan pesan anti-korupsi.Ikon dalam setiap adegan memberikan visualisasi realistis bagi penonton, seperti orang-orang di ruang publik atau interaksi sederhana yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Indeks menggambarkan hubungan sebab-akibat yang relevan dengan tindakan korupsi, seperti pengawasan melalui CCTV, transaksi uang, dan interaksi serius di lokasi tersembunyi.Simbol, baik dalam bentuk teks atau objek (seperti uang), menyampaikan peringatan moral dan pesan eksplisit tentang bahaya, risiko, dan konsekuensi tindakan korupsi.Interpretasi menyeluruh dari penelitian ini mengungkapkan bahwa video berhasil meningkatkan kesadaran penonton tentang isu korupsi melalui pendekatan semiotika yang menggabungkan tanda-tanda visual, indeks, dan simbolik.Pesan utamanya adalah bahwa korupsi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, dengan konsekuensi yang luas, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan tindakan pencegahan dari masyarakat
<br>Penelitian ini menganalisis tanda-tanda dalam video Anti-Korupsi (Video Komersial)-Proyek Tahun Akhir yang diunggah oleh Muiz Hr, dengan durasi 2 menit 9 detik dan 14 ribu penonton. Metode kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi makna visual dalam video berdasarkan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Data primer diperoleh melalui sampel acak dari YouTube, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait semiotika dan kampanye anti-korupsi. Analisis berfokus pada identifikasi ikon, indeks, dan simbol dalam lima adegan kunci yang dipilih. Hasil studi menunjukkan total 9 ikon, 5 indeks, dan 5 simbol yang dianalisis berdasarkan teori fungsi objek Peirce. Kombinasi tanda-tanda ini terbukti efektif dalam menyampaikan pesan anti-korupsi. Ikon memberikan visualisasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp" type="image/webp" length="68874" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-ec18f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-e0555.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/anti-korupsi-de-peirce-fungsi-objek-metode-kualita-thumb-55d9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-616-usd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19552-uc-journal-elt-linguistics-literature-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E A S I Exposure Analogy Social Action Impact Writing Learning Model Based on Basic Literacy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E A S I Exposure Analogy Social Action Impact Writing Learning Model Based on Basic Literacy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E A S I Exposure Analogy Social Action Impact Writing Learning Model Based on Basic Literacy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68476-pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-l</link>
	<guid isPermaLink="false">602c0a7730848f1f5747305ba05076ea</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 20:38:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ impact child ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ cc licence ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cc,child,content,impact,licence,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan guru berbasis komunitas pembelajaran untuk meningkatkan penerapan model E-A-S-I secara konsisten. Selain itu, penelitian tentang adaptasi model E-A-S-I untuk kelas besar dengan memanfaatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan guru berbasis komunitas pembelajaran untuk meningkatkan penerapan model E-A-S-I secara konsisten. Selain itu, penelitian tentang adaptasi model E-A-S-I untuk kelas besar dengan memanfaatkan teknologi seperti realitas augmentasi untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik juga relevan. Terakhir, studi tentang integrasi metode refleksi audio-visual dalam penulisan dampak dapat membantu siswa yang memiliki gaya belajar audio-visual untuk mengurangi ketergantungan pada format tulisan formal.. Penerapan model pembelajaran E-A-S-I berbasis literasi dasar di SDN Cipanengah Sukabumi menunjukkan bahwa kompetensi administratif guru dalam merancang desain pembelajaran baik, tetapi eksekusi praktis model masih tidak merata.Temuan utama menunjukkan bahwa tahap Exposure dapat diimplementasikan dengan baik, sementara tahap Analogy dan Penulisan Dampak paling sulit karena guru kesulitan membangun jembatan metaforis, merancang scaffolding tulisan reflektif, dan mengarahkan literasi kritis siswa.Tahap Tindakan Sosial dibatasi oleh kelas yang penuh dan ruang terbatas, mengurangi efektivitas kerja kelompok.Pengembangan guru harus beralih dari pelatihan teknis singkat menuju pembelajaran berkelanjutan, mentoring reflektif, dan studi pelajaran berbasis sekolah yang memperkuat pengetahuan pedagogis konten, konstruksi analogi, dan umpan balik formatif.Implementasi masa depan harus menyediakan contoh modul pembelajaran E-A-S-I konkret, scaffolding multimodal, dan menyesuaikan tugas Tindakan Sosial ke aktivitas skala kecil berbasis kelas atau komunitas agar model dapat diterapkan lebih konsisten dalam pembelajaran literasi dasar Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis kompetensi pedagogis guru dalam menerapkan model pembelajaran E-A-S-I (Exposure, Analogy, Social Action, Impact Writing) berbasis literasi dasar di SDN Cipanengah, Sukabumi. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan lima guru dari kelas III hingga VI sebagai peserta. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi kelas non-partisipatif, dan analisis dokumen rencana pelajaran serta karya siswa. Temuan menunjukkan bahwa meskipun guru berhasil merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan berbasis siswa, mereka menghadapi hambatan signifikan selama penerapan praktis, terutama pada tahap Analogi dan Penulisan Dampak karena paradigma guru sentris dan keterampilan membaca/menulis kritis siswa yang rendah. Keterbatasan ruang dan jumlah siswa yang besar juga membatasi mobilitas fisik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-f52a5.webp" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-f52a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-f52a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-f52a5.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" alt="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" alt="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-731af.webp" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-731af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-731af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-731af.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" alt="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68476-pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-l" title="JURIS - Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy" target="_blank">Pedagogical Competency Analysis in the Application of the E-A-S-I (Exposure - Analogy - Social Action - Impact Writing) Learning Model Based on Basic Literacy</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan guru berbasis komunitas pembelajaran untuk meningkatkan penerapan model E-A-S-I secara konsisten. Selain itu, penelitian tentang adaptasi model E-A-S-I untuk kelas besar dengan memanfaatkan teknologi seperti realitas augmentasi untuk mengatasi keterbatasan ruang fisik juga relevan. Terakhir, studi tentang integrasi metode refleksi audio-visual dalam penulisan dampak dapat membantu siswa yang memiliki gaya belajar audio-visual untuk mengurangi ketergantungan pada format tulisan formal..
<br>Penerapan model pembelajaran E-A-S-I berbasis literasi dasar di SDN Cipanengah Sukabumi menunjukkan bahwa kompetensi administratif guru dalam merancang desain pembelajaran baik, tetapi eksekusi praktis model masih tidak merata.Temuan utama menunjukkan bahwa tahap Exposure dapat diimplementasikan dengan baik, sementara tahap Analogy dan Penulisan Dampak paling sulit karena guru kesulitan membangun jembatan metaforis, merancang scaffolding tulisan reflektif, dan mengarahkan literasi kritis siswa.Tahap Tindakan Sosial dibatasi oleh kelas yang penuh dan ruang terbatas, mengurangi efektivitas kerja kelompok.Pengembangan guru harus beralih dari pelatihan teknis singkat menuju pembelajaran berkelanjutan, mentoring reflektif, dan studi pelajaran berbasis sekolah yang memperkuat pengetahuan pedagogis konten, konstruksi analogi, dan umpan balik formatif.Implementasi masa depan harus menyediakan contoh modul pembelajaran E-A-S-I konkret, scaffolding multimodal, dan menyesuaikan tugas Tindakan Sosial ke aktivitas skala kecil berbasis kelas atau komunitas agar model dapat diterapkan lebih konsisten dalam pembelajaran literasi dasar
<br>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis kompetensi pedagogis guru dalam menerapkan model pembelajaran E-A-S-I (Exposure, Analogy, Social Action, Impact Writing) berbasis literasi dasar di SDN Cipanengah, Sukabumi. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan lima guru dari kelas III hingga VI sebagai peserta. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi kelas non-partisipatif, dan analisis dokumen rencana pelajaran serta karya siswa. Temuan menunjukkan bahwa meskipun guru berhasil merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan berbasis siswa, mereka menghadapi hambatan signifikan selama penerapan praktis, terutama pada tahap Analogi dan Penulisan Dampak karena paradigma guru sentris dan keterampilan membaca/menulis kritis siswa yang rendah. Keterbatasan ruang dan jumlah siswa yang besar juga membatasi mobilitas fisik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp" type="image/webp" length="106438" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-f52a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-4ac60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/pelatihan-guru-hasil-karya-siswa-kelas-iii-literas-thumb-731af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4451-eastasouth-institute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18823-esle.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 03:57:27 +0700. 24 items. Served in: 4.985 seconds [rss] -->
