<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 08:29:53 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:29:53 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-15T08:29:53+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66079-program-formal-sosial-evaluasi-pri</link>
	<guid isPermaLink="false">9569435ff81582d60460941ad08fba10</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 08:08:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ free nicepng ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,free,nicepng,scope,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan modul pelatihan guru PAUD inklusi berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas pedagogik. Selanjutnya, studi tentang desain ruang kelas inklusi yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus, seperti tuna ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan modul pelatihan guru PAUD inklusi berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas pedagogik. Selanjutnya, studi tentang desain ruang kelas inklusi yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus, seperti tuna netra, perlu dilakukan. Terakhir, penelitian tentang peran komunitas lokal dalam mendukung pendidikan inklusi melalui program sosialisasi dan kerja sama antara lembaga pendidikan dan keluarga dapat menjadi fokus baru.. Pendidikan inklusi merupakan manifestasi nyata dari hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan yang setara dan bermartabat tanpa memandang perbedaan kemampuan, latar belakang, maupun kondisi sosial.Implementasinya tidak hanya memerlukan komitmen moral, tetapi juga dukungan struktural dari pemerintah dan lembaga pendidikan.Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip inklusi memiliki landasan teologis yang kuat.Nilai-nilai rahmah (kasih sayang), Aoadl (keadilan), dan ihsan (kepedulian sosial) menjadi pondasi moral untuk membangun lingkungan belajar yang ramah terhadap keberagaman.Dengan demikian, pendidikan inklusi berbasis nilai Islam diharapkan tidak sekadar menjadi program formal, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang rahmatan lil Aoalamin Ai tempat setiap anak, tanpa terkecuali, dapat tumbuh, belajar, dan berkontribusi sesuai dengan potensinya Pendidikan inklusi adalah layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus maupun potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pendidikan inklusi, khususnya di jenjang anak usia dini. Selain itu, jumlah lembaga pendidikan yang menerapkan inklusi masih terbatas sehingga banyak anak berkebutuhan khusus belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-23fda.webp" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-23fda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-23fda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-23fda.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-cf65e.webp" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-cf65e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-cf65e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-cf65e.webp 1x" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" alt="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66079-program-formal-sosial-evaluasi-pri" title="JURIS - Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam" target="_blank">Pengelolaan PAUD Inklusi Berbasis Pendidikan Islam</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan modul pelatihan guru PAUD inklusi berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas pedagogik. Selanjutnya, studi tentang desain ruang kelas inklusi yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus, seperti tuna netra, perlu dilakukan. Terakhir, penelitian tentang peran komunitas lokal dalam mendukung pendidikan inklusi melalui program sosialisasi dan kerja sama antara lembaga pendidikan dan keluarga dapat menjadi fokus baru..
<br>Pendidikan inklusi merupakan manifestasi nyata dari hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan yang setara dan bermartabat tanpa memandang perbedaan kemampuan, latar belakang, maupun kondisi sosial.Implementasinya tidak hanya memerlukan komitmen moral, tetapi juga dukungan struktural dari pemerintah dan lembaga pendidikan.Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip inklusi memiliki landasan teologis yang kuat.Nilai-nilai rahmah (kasih sayang), Aoadl (keadilan), dan ihsan (kepedulian sosial) menjadi pondasi moral untuk membangun lingkungan belajar yang ramah terhadap keberagaman.Dengan demikian, pendidikan inklusi berbasis nilai Islam diharapkan tidak sekadar menjadi program formal, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang rahmatan lil Aoalamin Ai tempat setiap anak, tanpa terkecuali, dapat tumbuh, belajar, dan berkontribusi sesuai dengan potensinya
<br>Pendidikan inklusi adalah layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus maupun potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pendidikan inklusi, khususnya di jenjang anak usia dini. Selain itu, jumlah lembaga pendidikan yang menerapkan inklusi masih terbatas sehingga banyak anak berkebutuhan khusus belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp" type="image/webp" length="72314" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-23fda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-5e900.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/program-formal-sosial-evaluasi-prioritas-politik-p-thumb-cf65e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5878-journal-ashil-jurnal-pendidikan-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66065-persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day</link>
	<guid isPermaLink="false">6e65dccc379ec131bcbc8d66b0f50c58</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:41:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas bahan ajar yang dikembangkan dalam berbagai institusi pendidikan, dengan melibatkan kelompok ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas bahan ajar yang dikembangkan dalam berbagai institusi pendidikan, dengan melibatkan kelompok partisipan yang lebih besar. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana bahan ajar yang terintegrasi ini mempengaruhi perkembangan kompetensi profesional calon guru PAI di berbagai konteks.2. Menjelajahi potensi lingkungan pembelajaran digital dalam memperkuat praktik reflektif dan kompetensi profesional di kalangan calon guru PAI. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan platform pembelajaran online yang mendukung interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan.3. Melakukan penelitian longitudinal yang mengukur dampak jangka panjang bahan ajar yang dikembangkan terhadap kompetensi profesional mahasiswa. Studi ini dapat memantau perkembangan mahasiswa selama beberapa tahun setelah mereka menyelesaikan mata kuliah PPG, untuk mengevaluasi bagaimana bahan ajar tersebut mempengaruhi praktik pengajaran mereka di lapangan.. Penelitian ini menghasilkan pengembangan bahan ajar untuk mata kuliah PPG yang dinilai sangat layak digunakan mahasiswa Program Studi PAI.Validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta hasil uji coba mahasiswa menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut memenuhi harapan dalam hal kualitas konten, desain instruksional, kejelasan bahasa, dan kegunaan.Lebih penting lagi, bahan ajar yang dikembangkan ini menjawab kebutuhan pembelajaran yang teridentifikasi selama analisis awal dengan memadukan pengetahuan pedagogis, pengalaman belajar autentik, aktivitas reflektif, dan nilai-nilai pendidikan Islam ke dalam satu sumber belajar.Selain menghasilkan bahan ajar pembelajaran yang telah divalidasi, penelitian ini menyoroti pentingnya merancang bahan ajar yang menghubungkan pemahaman teoretis dengan praktik pengajaran profesional.Integrasi semacam itu sangat relevan bagi mahasiswa program studi PAI karena mendukung pengembangan kompetensi profesional secara bertahap sebelum mereka terjun ke sekolah sebagai guru.Sehingga, bahan ajar yang dihasilkan tidak hanya menjadi sumber daya praktis bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga memberikan contoh bagaimana materi pembelajaran yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada nilai dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan guru Persiapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai calon guru memerlukan sumber daya instruksional yang tidak hanya menjelaskan konsep-konsep profesional, tetapi juga mengaitkannya dengan praktik pengajaran yang autentik. Namun, materi pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) masih terbatas, karena sebagian besar sumber daya yang ada lebih ditujukan untuk pendidikan guru dalam jabatan dan menyajikan konten yang terfragmentasi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi bahan ajar pembelajaran bagi mahasiswa PAI dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang diadaptasi dari Borg dan Gall.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-a95f5.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-a95f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-a95f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-a95f5.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-3a094.webp" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-3a094.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-3a094.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-3a094.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" alt="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66065-persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day" title="JURIS - Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam" target="_blank">Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Profesi Guru Bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas bahan ajar yang dikembangkan dalam berbagai institusi pendidikan, dengan melibatkan kelompok partisipan yang lebih besar. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana bahan ajar yang terintegrasi ini mempengaruhi perkembangan kompetensi profesional calon guru PAI di berbagai konteks.2. Menjelajahi potensi lingkungan pembelajaran digital dalam memperkuat praktik reflektif dan kompetensi profesional di kalangan calon guru PAI. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan platform pembelajaran online yang mendukung interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan.3. Melakukan penelitian longitudinal yang mengukur dampak jangka panjang bahan ajar yang dikembangkan terhadap kompetensi profesional mahasiswa. Studi ini dapat memantau perkembangan mahasiswa selama beberapa tahun setelah mereka menyelesaikan mata kuliah PPG, untuk mengevaluasi bagaimana bahan ajar tersebut mempengaruhi praktik pengajaran mereka di lapangan..
<br>Penelitian ini menghasilkan pengembangan bahan ajar untuk mata kuliah PPG yang dinilai sangat layak digunakan mahasiswa Program Studi PAI.Validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta hasil uji coba mahasiswa menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut memenuhi harapan dalam hal kualitas konten, desain instruksional, kejelasan bahasa, dan kegunaan.Lebih penting lagi, bahan ajar yang dikembangkan ini menjawab kebutuhan pembelajaran yang teridentifikasi selama analisis awal dengan memadukan pengetahuan pedagogis, pengalaman belajar autentik, aktivitas reflektif, dan nilai-nilai pendidikan Islam ke dalam satu sumber belajar.Selain menghasilkan bahan ajar pembelajaran yang telah divalidasi, penelitian ini menyoroti pentingnya merancang bahan ajar yang menghubungkan pemahaman teoretis dengan praktik pengajaran profesional.Integrasi semacam itu sangat relevan bagi mahasiswa program studi PAI karena mendukung pengembangan kompetensi profesional secara bertahap sebelum mereka terjun ke sekolah sebagai guru.Sehingga, bahan ajar yang dihasilkan tidak hanya menjadi sumber daya praktis bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga memberikan contoh bagaimana materi pembelajaran yang berbasis kompetensi dan berorientasi pada nilai dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan guru
<br>Persiapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai calon guru memerlukan sumber daya instruksional yang tidak hanya menjelaskan konsep-konsep profesional, tetapi juga mengaitkannya dengan praktik pengajaran yang autentik. Namun, materi pembelajaran yang dirancang khusus untuk mata kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) masih terbatas, karena sebagian besar sumber daya yang ada lebih ditujukan untuk pendidikan guru dalam jabatan dan menyajikan konten yang terfragmentasi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi bahan ajar pembelajaran bagi mahasiswa PAI dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang diadaptasi dari Borg dan Gall....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp" type="image/webp" length="111086" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-fbed5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-a95f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/persepsi-profesi-guru-kreatif-siswa-pai-sumber-day-thumb-3a094.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66073-sosial-anak-moral-kontrol-pelan</link>
	<guid isPermaLink="false">cfff11c7b0560aa1ed3a795dc4a0fe8d</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:40:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ de recht ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,de,jkt,main,pn,recht]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi, diperlukan investasi berkelanjutan dalam mekanisme edukasi dan kontrol sosial yang sudah ada, disertai kehadiran penegakan hukum yang konsisten di lokasi berisiko tinggi dan perbaikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023: Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi, diperlukan investasi berkelanjutan dalam mekanisme edukasi dan kontrol sosial yang sudah ada, disertai kehadiran penegakan hukum yang konsisten di lokasi berisiko tinggi dan perbaikan infrastruktur yang ditargetkan di area di mana keterbatasan ekonomi secara langsung membentuk perilaku jalan yang tidak aman. Upaya Satlantas Polres Ngawi ke depan akan diuntungkan dengan mendirikan sistem pencatatan data yang konsisten, mengadopsi pelacakan keterlibatan dasar untuk konten media sosial, dan mengformalikan kerangka evaluasi untuk program duta keselamatan dengan indikator partisipasi dan perilaku yang didefinisikan. Penelitian masa depan juga akan diuntungkan dengan desain perbandingan yang menyelidiki yurisdiksi polisi yang berbeda, memungkinkan klaster penyebab yang diidentifikasi di sini, kesadaran hukum, konsistensi penegakan hukum, dan keterbatasan ekonomi dan infrastruktur, untuk diuji untuk generalisasi di luar konteks Kabupaten Ngawi.. Satlantas Polres Ngawi telah menerapkan serangkaian upaya pencegahan yang kohesif untuk menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, meliputi sosialisasi sekolah, integrasi kurikulum melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, identifikasi data-driven terhadap kelompok berisiko tinggi, kampanye media sosial, dan kampanye keselamatan publik yang melibatkan siswa sebagai duta keselamatan.Secara kolektif, upaya-upaya ini berfungsi sebagai strategi berlapis yang membangun kesadaran hukum dan memperkuat ikatan sosial anak dengan keluarga, sekolah, dan penegak hukum.Indikator awal, seperti peningkatan penggunaan helm dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelas tentang aturan lalu lintas, menunjukkan bahwa pendekatan berlapis ini mulai mengubah pemahaman menjadi kepatuhan praktis.Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi juga multidimensional, meliputi kesadaran hukum yang tidak lengkap dan persepsi risiko yang meremehkan, kesenjangan pengawasan dan konsistensi penegakan hukum, serta keterbatasan ekonomi dan infrastruktur.Pola ini mendukung pandangan Kartono tentang kenakalan remaja sebagai hasil dari tekanan perkembangan, sosial, dan lingkungan yang tumpang tindih, dan memperkuat kesimpulan bahwa program pencegahan yang berfokus pada pendidikan, meskipun dirancang dengan baik, tidak dapat mengatasi pelanggaran yang berakar pada penegakan hukum yang lemah atau kesulitan ekonomi.Kesimpulan ini harus dibaca bersama dengan beberapa keterbatasan penelitian saat ini, yaitu absennya data pelanggaran perbandingan yang tercatat secara sistematis selama periode yang berbeda, metrik keterlibatan yang tidak dilacak untuk kampanye media sosial, dan kurangnya mekanisme evaluasi yang terstandarisasi untuk program duta keselamatan siswa, semua ini membatasi kemampuan untuk memverifikasi efektivitas program secara independen Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ngawi dalam menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran ini di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggabungkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan tujuh informan, terdiri dari tiga personel Satlantas Polres Ngawi, dua guru dari sekolah mitra, dan dua perwakilan orang tua, yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam program pencegahan. Pengumpulan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-2bb3b.webp" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-2bb3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-2bb3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-2bb3b.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" alt="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" alt="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-0e6fa.webp" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-0e6fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-0e6fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-0e6fa.webp 1x" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" alt="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66073-sosial-anak-moral-kontrol-pelan" title="JURIS - Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023" target="_blank">Upaya Pencegahan dan Faktor Penyebab Pelanggaran Lalu Lintas oleh Anak: Studi Kasus Satlantas Polres Ngawi Tahun 2022-2023</a>: Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi, diperlukan investasi berkelanjutan dalam mekanisme edukasi dan kontrol sosial yang sudah ada, disertai kehadiran penegakan hukum yang konsisten di lokasi berisiko tinggi dan perbaikan infrastruktur yang ditargetkan di area di mana keterbatasan ekonomi secara langsung membentuk perilaku jalan yang tidak aman. Upaya Satlantas Polres Ngawi ke depan akan diuntungkan dengan mendirikan sistem pencatatan data yang konsisten, mengadopsi pelacakan keterlibatan dasar untuk konten media sosial, dan mengformalikan kerangka evaluasi untuk program duta keselamatan dengan indikator partisipasi dan perilaku yang didefinisikan. Penelitian masa depan juga akan diuntungkan dengan desain perbandingan yang menyelidiki yurisdiksi polisi yang berbeda, memungkinkan klaster penyebab yang diidentifikasi di sini, kesadaran hukum, konsistensi penegakan hukum, dan keterbatasan ekonomi dan infrastruktur, untuk diuji untuk generalisasi di luar konteks Kabupaten Ngawi..
<br>Satlantas Polres Ngawi telah menerapkan serangkaian upaya pencegahan yang kohesif untuk menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, meliputi sosialisasi sekolah, integrasi kurikulum melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, identifikasi data-driven terhadap kelompok berisiko tinggi, kampanye media sosial, dan kampanye keselamatan publik yang melibatkan siswa sebagai duta keselamatan.Secara kolektif, upaya-upaya ini berfungsi sebagai strategi berlapis yang membangun kesadaran hukum dan memperkuat ikatan sosial anak dengan keluarga, sekolah, dan penegak hukum.Indikator awal, seperti peningkatan penggunaan helm dan keterlibatan siswa dalam diskusi kelas tentang aturan lalu lintas, menunjukkan bahwa pendekatan berlapis ini mulai mengubah pemahaman menjadi kepatuhan praktis.Faktor penyebab pelanggaran lalu lintas oleh anak di Kabupaten Ngawi juga multidimensional, meliputi kesadaran hukum yang tidak lengkap dan persepsi risiko yang meremehkan, kesenjangan pengawasan dan konsistensi penegakan hukum, serta keterbatasan ekonomi dan infrastruktur.Pola ini mendukung pandangan Kartono tentang kenakalan remaja sebagai hasil dari tekanan perkembangan, sosial, dan lingkungan yang tumpang tindih, dan memperkuat kesimpulan bahwa program pencegahan yang berfokus pada pendidikan, meskipun dirancang dengan baik, tidak dapat mengatasi pelanggaran yang berakar pada penegakan hukum yang lemah atau kesulitan ekonomi.Kesimpulan ini harus dibaca bersama dengan beberapa keterbatasan penelitian saat ini, yaitu absennya data pelanggaran perbandingan yang tercatat secara sistematis selama periode yang berbeda, metrik keterlibatan yang tidak dilacak untuk kampanye media sosial, dan kurangnya mekanisme evaluasi yang terstandarisasi untuk program duta keselamatan siswa, semua ini membatasi kemampuan untuk memverifikasi efektivitas program secara independen
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan oleh Satlantas Polres Ngawi dalam menangani pelanggaran lalu lintas oleh anak, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran ini di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggabungkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan tujuh informan, terdiri dari tiga personel Satlantas Polres Ngawi, dua guru dari sekolah mitra, dan dua perwakilan orang tua, yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam program pencegahan. Pengumpulan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp" type="image/webp" length="70110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-2bb3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-c0be7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/sosial-anak-moral-kontrol-pelanggaran-lintas-kesad-thumb-0e6fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-192-ubhara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12594-de-recht-journal-police-law-enforcement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integrating Islamic Values Salaf Scholarship and Nationalism in the Santris Character Development in Pesantren ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrating Islamic Values Salaf Scholarship and Nationalism in the Santris Character Development in Pesantren ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrating Islamic Values Salaf Scholarship and Nationalism in the Santris Character Development in Pesantren ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66075-karakter-santri-pesantren-pendidik</link>
	<guid isPermaLink="false">8300fc19563cd596d651c6f1e110b4af</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:38:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat pendidikan karakter di lembaga-lembaga Islam, diperlukan pengembangan model pendidikan yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan terukur. Model ini harus mampu mengadaptasi tantangan globalisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri's Character Development in Pesantren: Untuk memperkuat pendidikan karakter di lembaga-lembaga Islam, diperlukan pengembangan model pendidikan yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan terukur. Model ini harus mampu mengadaptasi tantangan globalisasi dan heterogenitas latar belakang santri, serta memastikan dokumentasi nilai-nilai kebangsaan secara sistematis. Selain itu, penting untuk terus memperkuat otoritas kiai dan menciptakan lingkungan pesantren yang kondusif untuk mendukung integrasi nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan. Studi ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kiai, ustaz, dan pengelola pesantren dalam mengimplementasikan model integrasi nilai yang holistik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif, seperti penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran, untuk meningkatkan efektivitas integrasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan santri.. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan di Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, bersifat holistik dan sistematis sepanjang proses pendidikan.Ketiga nilai ini diajarkan secara terintegrasi dalam kurikulum, budaya pesantren, dan kehidupan sehari-hari santri.Integrasi ini menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter santri, menumbuhkan kesalehan agama, kedalaman intelektual, dan identitas nasional.Nilai-nilai Islam diinternalisasi melalui ibadah rutin, pembentukan karakter moral, dan teladan kiai dan ustaz, membentuk karakter spiritual dan moral santri.Sementara itu, keilmuan Salaf berperan dalam mengembangkan cara berpikir kritis dan sistematis, berakar pada tradisi intelektual Islam klasik.Nilai-nilai kebangsaan diintegrasikan melalui aktivitas sosial, narasi keagamaan, dan praktik sehari-hari yang menumbuhkan cinta tanah air, toleransi, dan moderasi beragama.Suksesnya integrasi nilai-nilai ini didukung oleh otoritas kuat kiai, lingkungan pesantren yang kondusif, tradisi keilmuan yang mapan, dan sistem pendidikan yang menggabungkan aspek formal dan non-formal.Namun, tantangan juga dihadapi, seperti pengaruh globalisasi, heterogenitas latar belakang santri, dan keterbatasan dalam sistematisasi kurikulum dan dokumentasi nilai-nilai kebangsaan.Model integrasi nilai di Pesantren An-Nawawi Berjan memiliki keunggulan pendekatan holistik dan berbasis budaya, tetapi terbatas dalam standar dan replikasi.Upaya diperlukan untuk mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan kekuatan tradisi pesantren dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan terukur, tanpa kehilangan karakter khasnya.Studi ini menegaskan bahwa pesantren berperan dalam membentuk karakter santri yang utuh dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan identitas nasional.Model ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan kontemporer, sekaligus memperkuat identitas Islam dan Indonesia secara seimbang Meskipun pesantren telah lama dikenal sebagai lembaga yang menumbuhkan karakter keagamaan, penelitian yang menjelaskan bagaimana nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan diintegrasikan secara bersamaan ke dalam model pendidikan yang koheren untuk pembentukan karakter masih terbatas. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji proses integrasi di Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-fd773.webp" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-fd773.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-fd773.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-fd773.webp 1x" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" alt="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-c49c6.webp" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-c49c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-c49c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-c49c6.webp 1x" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" alt="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp 1x" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" alt="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66075-karakter-santri-pesantren-pendidik" title="JURIS - Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri&#039;s Character Development in Pesantren" target="_blank">Integrating Islamic Values, Salaf Scholarship, and Nationalism in the Santri's Character Development in Pesantren</a>: Untuk memperkuat pendidikan karakter di lembaga-lembaga Islam, diperlukan pengembangan model pendidikan yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan terukur. Model ini harus mampu mengadaptasi tantangan globalisasi dan heterogenitas latar belakang santri, serta memastikan dokumentasi nilai-nilai kebangsaan secara sistematis. Selain itu, penting untuk terus memperkuat otoritas kiai dan menciptakan lingkungan pesantren yang kondusif untuk mendukung integrasi nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan. Studi ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kiai, ustaz, dan pengelola pesantren dalam mengimplementasikan model integrasi nilai yang holistik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pengajaran yang inovatif, seperti penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran, untuk meningkatkan efektivitas integrasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan santri..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan di Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, bersifat holistik dan sistematis sepanjang proses pendidikan.Ketiga nilai ini diajarkan secara terintegrasi dalam kurikulum, budaya pesantren, dan kehidupan sehari-hari santri.Integrasi ini menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter santri, menumbuhkan kesalehan agama, kedalaman intelektual, dan identitas nasional.Nilai-nilai Islam diinternalisasi melalui ibadah rutin, pembentukan karakter moral, dan teladan kiai dan ustaz, membentuk karakter spiritual dan moral santri.Sementara itu, keilmuan Salaf berperan dalam mengembangkan cara berpikir kritis dan sistematis, berakar pada tradisi intelektual Islam klasik.Nilai-nilai kebangsaan diintegrasikan melalui aktivitas sosial, narasi keagamaan, dan praktik sehari-hari yang menumbuhkan cinta tanah air, toleransi, dan moderasi beragama.Suksesnya integrasi nilai-nilai ini didukung oleh otoritas kuat kiai, lingkungan pesantren yang kondusif, tradisi keilmuan yang mapan, dan sistem pendidikan yang menggabungkan aspek formal dan non-formal.Namun, tantangan juga dihadapi, seperti pengaruh globalisasi, heterogenitas latar belakang santri, dan keterbatasan dalam sistematisasi kurikulum dan dokumentasi nilai-nilai kebangsaan.Model integrasi nilai di Pesantren An-Nawawi Berjan memiliki keunggulan pendekatan holistik dan berbasis budaya, tetapi terbatas dalam standar dan replikasi.Upaya diperlukan untuk mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan kekuatan tradisi pesantren dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan terukur, tanpa kehilangan karakter khasnya.Studi ini menegaskan bahwa pesantren berperan dalam membentuk karakter santri yang utuh dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan identitas nasional.Model ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan kontemporer, sekaligus memperkuat identitas Islam dan Indonesia secara seimbang
<br>Meskipun pesantren telah lama dikenal sebagai lembaga yang menumbuhkan karakter keagamaan, penelitian yang menjelaskan bagaimana nilai-nilai Islam, keilmuan Salaf, dan kebangsaan diintegrasikan secara bersamaan ke dalam model pendidikan yang koheren untuk pembentukan karakter masih terbatas. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji proses integrasi di Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp" type="image/webp" length="109200" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-fd773.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-c49c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/karakter-santri-pesantren-pendidikan-islami-model-thumb-d16ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66069-model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja</link>
	<guid isPermaLink="false">e075a403d88b0278d375491c9c34ea42</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:31:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara keteladanan guru, rutinitas keagamaan, dan pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada peran kolaborasi sekolah dan keluarga dalam memperkuat karakter siswa, serta bagaimana pengalaman belajar kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memperkuat Profil Pelajar Pancasila melalui pengaitan materi agama dengan nilai kebangsaan, pembelajaran aktif dan kontekstual, keteladanan, rutinitas religius, kerja sama dengan keluarga, serta pengalaman di luar kelas.Strategi tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan membentuk kesinambungan antara pengetahuan, contoh perilaku, latihan, dan refleksi.Data menunjukkan perkembangan pada kedisiplinan ibadah dan akhlak, penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi sosial, kemampuan bekerja mandiri, keaktifan memecahkan masalah, dan kreativitas.Dengan demikian, guru PAI menjalankan fungsi sebagai pengajar, pembimbing, model, dan penggerak budaya karakter di sekolah Kurikulum Merdeka mengharuskan sekolah untuk mengaitkan pencapaian akademik dengan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menerapkan berbagai pendekatan, namun praktik-praktik tersebut belum didokumentasikan secara komprehensif. Penelitian ini mengidentifikasi strategi yang digunakan guru PAI untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila serta mengkaji hubungannya dengan pengembangan karakter siswa. Desain studi kasus kualitatif diterapkan di sebuah sekolah menengah atas Islam. Data telaah dokumen, kemudian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru mengaitkan materi PAI dengan nilai-nilai Pancasila, menerapkan pembelajaran partisipatif, memberikan keteladanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp 1x" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" alt="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66069-model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja" title="JURIS - Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas" target="_blank">Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Atas</a>: Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi strategi guru PAI dalam mengaitkan nilai-nilai Islam dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila di berbagai sekolah dengan latar belakang budaya dan sosial yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut hubungan antara keteladanan guru, rutinitas keagamaan, dan pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada peran kolaborasi sekolah dan keluarga dalam memperkuat karakter siswa, serta bagaimana pengalaman belajar kontekstual dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI memperkuat Profil Pelajar Pancasila melalui pengaitan materi agama dengan nilai kebangsaan, pembelajaran aktif dan kontekstual, keteladanan, rutinitas religius, kerja sama dengan keluarga, serta pengalaman di luar kelas.Strategi tersebut tidak bekerja secara terpisah, melainkan membentuk kesinambungan antara pengetahuan, contoh perilaku, latihan, dan refleksi.Data menunjukkan perkembangan pada kedisiplinan ibadah dan akhlak, penghargaan terhadap perbedaan, partisipasi sosial, kemampuan bekerja mandiri, keaktifan memecahkan masalah, dan kreativitas.Dengan demikian, guru PAI menjalankan fungsi sebagai pengajar, pembimbing, model, dan penggerak budaya karakter di sekolah
<br>Kurikulum Merdeka mengharuskan sekolah untuk mengaitkan pencapaian akademik dengan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Dalam praktiknya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menerapkan berbagai pendekatan, namun praktik-praktik tersebut belum didokumentasikan secara komprehensif. Penelitian ini mengidentifikasi strategi yang digunakan guru PAI untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila serta mengkaji hubungannya dengan pengembangan karakter siswa. Desain studi kasus kualitatif diterapkan di sebuah sekolah menengah atas Islam. Data telaah dokumen, kemudian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru mengaitkan materi PAI dengan nilai-nilai Pancasila, menerapkan pembelajaran partisipatif, memberikan keteladanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" type="image/webp" length="75164" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-84ad7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-29d48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/model-perilaku-guru-proyek-penguatan-profil-pelaja-thumb-4f4ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures A Study at Tuban Police ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures A Study at Tuban Police ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures A Study at Tuban Police ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66071-perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-l</link>
	<guid isPermaLink="false">fe778f2622b04dc9af2790dcbf104fe0</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:25:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ de recht ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,de,jkt,main,pn,recht]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengevaluasi dampak peningkatan jumlah penyidik perempuan dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak, mengingat peran spesifik mereka dalam membangun kepercayaan korban. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police: Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengevaluasi dampak peningkatan jumlah penyidik perempuan dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak, mengingat peran spesifik mereka dalam membangun kepercayaan korban. Kedua, mengkaji kebutuhan pelatihan khusus bagi penyidik dalam menghadapi kasus yang melibatkan pelaku berkedudukan sosial tinggi, termasuk teknik mengatasi resistensi saksi dan keluarga pelaku. Ketiga, meneliti efektivitas program kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak melalui pendekatan komunitas, dengan fokus pada pengurangan stigma terhadap korban dan peningkatan laporan kasus. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat membentuk kerangka penelitian holistik yang mengintegrasikan aspek sosiologis, hukum, dan psikologis dalam upaya peningkatan perlindungan anak secara menyeluruh.. Kedudukan sosial pelaku memperbesar hambatan yang telah ada dalam proses penyidikan, tetapi tidak mengubah standar perlindungan hukum yang wajib diberikan kepada anak sebagai korban.Prinsip persamaan di hadapan hukum secara substantif tetap ditegakkan, meskipun belum sepenuhnya sempurna, melalui kepatuhan terhadap prosedur hukum yang berlaku Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran paling serius terhadap hak-hak anak yang menimbulkan rasa takut dan dampak psikologis berkepanjangan bagi korban. Ketika terduga pelaku merupakan tokoh masyarakat yaitu individu yang memiliki kedudukan sosial dan memperoleh kepercayaan publik yang tinggi, proses penyidikan kepolisian menghadapi berbagai hambatan yang menguji jaminan konstitusional mengenai persamaan di hadapan hukum. Hal ini karena anak berhak memperoleh perlindungan hukum yang sama seperti warga negara lainnya, tanpa memandang siapa pihak yang dituduh sebagai pelaku. Penelitian ini mengkaji permasalahan penyidikan yang dihadapi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-9d7f5.webp" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-9d7f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-9d7f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-9d7f5.webp 1x" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" alt="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-12d72.webp" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-12d72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-12d72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-12d72.webp 1x" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" alt="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp 1x" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" alt="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66071-perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-l" title="JURIS - Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police" target="_blank">Equality Before the Law in the Investigation of Child Sexual Violence Committed by Community Figures: A Study at Tuban Police</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengevaluasi dampak peningkatan jumlah penyidik perempuan dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak, mengingat peran spesifik mereka dalam membangun kepercayaan korban. Kedua, mengkaji kebutuhan pelatihan khusus bagi penyidik dalam menghadapi kasus yang melibatkan pelaku berkedudukan sosial tinggi, termasuk teknik mengatasi resistensi saksi dan keluarga pelaku. Ketiga, meneliti efektivitas program kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak melalui pendekatan komunitas, dengan fokus pada pengurangan stigma terhadap korban dan peningkatan laporan kasus. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat membentuk kerangka penelitian holistik yang mengintegrasikan aspek sosiologis, hukum, dan psikologis dalam upaya peningkatan perlindungan anak secara menyeluruh..
<br>Kedudukan sosial pelaku memperbesar hambatan yang telah ada dalam proses penyidikan, tetapi tidak mengubah standar perlindungan hukum yang wajib diberikan kepada anak sebagai korban.Prinsip persamaan di hadapan hukum secara substantif tetap ditegakkan, meskipun belum sepenuhnya sempurna, melalui kepatuhan terhadap prosedur hukum yang berlaku
<br>Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran paling serius terhadap hak-hak anak yang menimbulkan rasa takut dan dampak psikologis berkepanjangan bagi korban. Ketika terduga pelaku merupakan tokoh masyarakat yaitu individu yang memiliki kedudukan sosial dan memperoleh kepercayaan publik yang tinggi, proses penyidikan kepolisian menghadapi berbagai hambatan yang menguji jaminan konstitusional mengenai persamaan di hadapan hukum. Hal ini karena anak berhak memperoleh perlindungan hukum yang sama seperti warga negara lainnya, tanpa memandang siapa pihak yang dituduh sebagai pelaku. Penelitian ini mengkaji permasalahan penyidikan yang dihadapi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Unit PPA)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp" type="image/webp" length="94632" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-9d7f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-12d72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/perlindungan-anak-tokoh-masyarakat-hak-literasi-ke-thumb-0eaa1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-192-ubhara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12594-de-recht-journal-police-law-enforcement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco civic Culture Siswa Madrasah Aliyah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco civic Culture Siswa Madrasah Aliyah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco civic Culture Siswa Madrasah Aliyah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66068-nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia</link>
	<guid isPermaLink="false">16698a3cbfe0c950e2617623784a4899</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:01:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan model pendidikan lingkungan berbasis kokurikuler yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dan budaya sekolah dalam membentuk eco-civic culture. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan model pendidikan lingkungan berbasis kokurikuler yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dan budaya sekolah dalam membentuk eco-civic culture. Model ini dapat diterapkan di berbagai madrasah dan lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan siswa.2. Melakukan penelitian komparatif atau longitudinal untuk mengkaji implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam berbagai konteks madrasah atau lembaga pendidikan lainnya. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan eco-civic culture.3. Meneliti dampak jangka panjang dari internalisasi nilai-nilai ekoteologi terhadap perubahan perilaku ekologis siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode mixed methods untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai keagamaan, pengalaman partisipatif, dan perilaku ramah lingkungan siswa dalam jangka waktu yang lebih lama.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan eco-civic culture di Madrasah Aliyah merupakan hasil dari proses internalisasi nilai-nilai ekoteologi yang berlangsung melalui kegiatan kokurikuler, diperkuat oleh partisipasi dan tanggung jawab kolektif, serta dikokohkan melalui habituasi dan keteladanan warga madrasah.Temuan empiris mengungkap bahwa nilai-nilai Islam, seperti khalifah, amanah, mizan, dan islah, tidak hanya dipahami sebagai ajaran normatif, tetapi diimplementasikan dalam berbagai aktivitas keseharian sehingga membentuk kesadaran ekologis dan perilaku peduli lingkungan siswa.Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan di madrasah akan lebih bermakna apabila nilai-nilai keagamaan diintegrasikan dengan pengalaman belajar, pembiasaan, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sekolah Pendidikan lingkungan di Madrasah Aliyah selama ini lebih banyak menekankan aspek pengetahuan ekologis, sementara integrasi nilai-nilai teologis Islam sebagai dasar pembentukan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses internalisasi nilai-nilai ekoteologi melalui kegiatan kokurikuler dalam membentuk eco-civic culture siswa pada konteks Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MAN 2 Kota Kediri. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan madrasah, guru, pembina kokurikuler,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-f9035.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-f9035.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-f9035.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-f9035.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" alt="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-abd54.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-abd54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-abd54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-abd54.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" alt="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp 1x" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" alt="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66068-nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia" title="JURIS - Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah" target="_blank">Internalisasi Nilai Ekoteologi Berbasis Kokurikuler dalam Membentuk Eco-civic Culture Siswa Madrasah Aliyah</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Mengembangkan model pendidikan lingkungan berbasis kokurikuler yang mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dan budaya sekolah dalam membentuk eco-civic culture. Model ini dapat diterapkan di berbagai madrasah dan lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan siswa.2. Melakukan penelitian komparatif atau longitudinal untuk mengkaji implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam berbagai konteks madrasah atau lembaga pendidikan lainnya. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan eco-civic culture.3. Meneliti dampak jangka panjang dari internalisasi nilai-nilai ekoteologi terhadap perubahan perilaku ekologis siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode mixed methods untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai keagamaan, pengalaman partisipatif, dan perilaku ramah lingkungan siswa dalam jangka waktu yang lebih lama..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan eco-civic culture di Madrasah Aliyah merupakan hasil dari proses internalisasi nilai-nilai ekoteologi yang berlangsung melalui kegiatan kokurikuler, diperkuat oleh partisipasi dan tanggung jawab kolektif, serta dikokohkan melalui habituasi dan keteladanan warga madrasah.Temuan empiris mengungkap bahwa nilai-nilai Islam, seperti khalifah, amanah, mizan, dan islah, tidak hanya dipahami sebagai ajaran normatif, tetapi diimplementasikan dalam berbagai aktivitas keseharian sehingga membentuk kesadaran ekologis dan perilaku peduli lingkungan siswa.Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan di madrasah akan lebih bermakna apabila nilai-nilai keagamaan diintegrasikan dengan pengalaman belajar, pembiasaan, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sekolah
<br>Pendidikan lingkungan di Madrasah Aliyah selama ini lebih banyak menekankan aspek pengetahuan ekologis, sementara integrasi nilai-nilai teologis Islam sebagai dasar pembentukan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses internalisasi nilai-nilai ekoteologi melalui kegiatan kokurikuler dalam membentuk eco-civic culture siswa pada konteks Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MAN 2 Kota Kediri. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan madrasah, guru, pembina kokurikuler,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp" type="image/webp" length="82478" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-f9035.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-abd54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/nilai-ekoteologi-siswa-ma-daya-madrasah-alia-warga-thumb-e7721.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66078-peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik</link>
	<guid isPermaLink="false">a1a4e778c317acc0037f12aadc434f88</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:58:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ free nicepng ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,free,nicepng,scope,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan berbasis permainan tradisional yang relevan dengan konteks sosial budaya daerah tertentu. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi teknologi digital, seperti aplikasi edukasi keuangan interaktif, dalam meningkatkan pemahaman konsep finansial dasar pada anak usia dini. Ketiga saran ini berpotensi memperkaya wawasan tentang peran konteks budaya dan inovasi teknologi dalam pendidikan keuangan anak, serta membuka peluang penelitian lebih lanjut yang beragam dan relevan dengan tantangan keuangan masa depan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas finansial anak usia dini terbentuk melalui interaksi kompleks antara nilai budaya keluarga, praktik pendidikan di PAUD, dan paparan media digital.Integrasi pendidikan keuangan berbasis sosiokultural dalam kurikulum PAUD, yang melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku finansial anak.Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori sosiokultural Vygotsky dalam konteks pendidikan finansial anak usia dini.Hasil studi memperluas pemahaman bahwa literasi keuangan bukan hanya keterampilan kognitif, tetapi juga konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan interaksi sosial.Penelitian ini memperkaya kerangka teoretis pendidikan anak usia dini dengan menekankan pentingnya nilai sosial dan budaya dalam membentuk identitas keuangan anak Perkembangan ekonomi global menuntut peningkatan literasi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi. Anak-anak membangun pemahaman keuangan tidak hanya melalui pengetahuan matematis, tetapi juga melalui interaksi sosial dan budaya dalam keluarga serta lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan identitas finansial anak usia dini melalui pendekatan sosiokultural dengan menelaah literatur mengenai praktik pendidikan keuangan di PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan paradigma konstruktivis dan teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan dokumen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp 1x" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" alt="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66078-peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik" title="JURIS - Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan" target="_blank">Identitas Finansial Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosiokultural dalam Literasi Keuangan</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak perbedaan kearifan lokal terhadap pembentukan identitas finansial anak, seperti membandingkan pendekatan budaya Tionghoa dan Sunda dalam konteks modern. Selain itu, perlu dikembangkan modul pendidikan keuangan berbasis permainan tradisional yang relevan dengan konteks sosial budaya daerah tertentu. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi teknologi digital, seperti aplikasi edukasi keuangan interaktif, dalam meningkatkan pemahaman konsep finansial dasar pada anak usia dini. Ketiga saran ini berpotensi memperkaya wawasan tentang peran konteks budaya dan inovasi teknologi dalam pendidikan keuangan anak, serta membuka peluang penelitian lebih lanjut yang beragam dan relevan dengan tantangan keuangan masa depan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas finansial anak usia dini terbentuk melalui interaksi kompleks antara nilai budaya keluarga, praktik pendidikan di PAUD, dan paparan media digital.Integrasi pendidikan keuangan berbasis sosiokultural dalam kurikulum PAUD, yang melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku finansial anak.Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori sosiokultural Vygotsky dalam konteks pendidikan finansial anak usia dini.Hasil studi memperluas pemahaman bahwa literasi keuangan bukan hanya keterampilan kognitif, tetapi juga konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan interaksi sosial.Penelitian ini memperkaya kerangka teoretis pendidikan anak usia dini dengan menekankan pentingnya nilai sosial dan budaya dalam membentuk identitas keuangan anak
<br>Perkembangan ekonomi global menuntut peningkatan literasi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi. Anak-anak membangun pemahaman keuangan tidak hanya melalui pengetahuan matematis, tetapi juga melalui interaksi sosial dan budaya dalam keluarga serta lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembentukan identitas finansial anak usia dini melalui pendekatan sosiokultural dengan menelaah literatur mengenai praktik pendidikan keuangan di PAUD. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan paradigma konstruktivis dan teori sosiokultural Vygotsky. Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan dokumen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" type="image/webp" length="88852" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-7bc8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-5d03b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/peran-aktif-anak-teknologi-digital-budaya-pendidik-thumb-3f2ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5878-journal-ashil-jurnal-pendidikan-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66067-dalih-nilai-islam-prinsip-etika</link>
	<guid isPermaLink="false">4715acb11bbe1a5c5e23963b0d96ce54</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:55:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi: Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana proses internalisasi nilai-nilai teologis seperti tauhid, amanah, dan keadilan dapat dilakukan secara efektif pada tingkat individu pengelola lembaga pendidikan Islam, bukan sekadar transfer pengetahuan tetapi pembentukan etos kerja yang mempengaruhi setiap keputusan. Misalnya, bagaimana pelatihan berbasis kesadaran spiritual atau program pengembangan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkuat komitmen pengelola terhadap prinsip-prinsip ini di tengah tuntutan administrasi modern. Mengingat pesatnya perkembangan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip etika Islam seperti amanah dan keadilan dapat diintegrasikan dan dipertahankan dalam sistem tata kelola berbasis teknologi. Hal ini mencakup bagaimana kita memastikan keputusan oleh algoritma atau AI selaras dengan nilai-nilai tersebut, serta mengidentifikasi tantangan dan merumuskan pedoman etis konkret untuk implementasi AI guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran karakteristik kelembagaan sebagai moderator dalam implementasi TBEGF dengan membandingkan bagaimana model ini diterapkan dan beradaptasi di berbagai jenis lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren tradisional, madrasah modern, atau perguruan tinggi Islam. Memahami faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas TBEGF, termasuk budaya lokal, sumber daya, dan tekanan kebijakan, akan sangat berharga untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik dan dapat diterapkan secara luas.. Penelitian ini menemukan bahwa fondasi teologis pendidikan Islam, meliputi tauhid, amanah, syrA, 'adl, ihsan, maqAid al-syar'ah, dan tazkiyat al-nafs, adalah konstruk epistemologis yang memandu tujuan, kurikulum, pembentukan karakter, dan kepemimpinan pendidikan Islam menuju paradigma yang holistik dan transformatif.Untuk mengatasi fragmentasi dalam praktik tata kelola, studi ini mengusulkan model konseptual Tauhid-Based Educational Governance Framework (TBEGF) yang menjelaskan empat tahap transformasi nilai teologis menjadi tata kelola operasional yang teruji empiris.Penelitian selanjutnya sangat penting untuk memvalidasi TBEGF secara kuantitatif dengan SEM-PLS serta melalui studi mixed methods pada berbagai tipologi lembaga, guna memperkuat generalisasi dan keberlanjutan ilmu Manajemen Pendidikan Islam Tata kelola lembaga pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tuntutan akuntabilitas publik dan transformasi digital, sementara tuntutan mempertahankan basis nilai teologis sebagai dasar keberadaannya harus tetap terpenuhi. Kajian mengenai tata kelola berbasis Islam masih bersifat teoretis, normatif, dan terfragmentasi, sehingga belum tersedia sintesis mengenai bagaimana fondasi teologis ditransformasikan menjadi konstruk tata kelola pendidikan yang operasional. Penelitian ini menyusun model konseptual integratif melalui dua tahap analitis: memetakan secara sistematis fondasi teologis sebagai landasan tata kelola pendidikan Islam dalam literatur bereputasi, dan menganalisis bagaimana fondasi tersebut ditransformasikan menjadi konstruk dan praktik tata kelola. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp 1x" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" alt="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66067-dalih-nilai-islam-prinsip-etika" title="JURIS - Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi" target="_blank">Rekonstruksi Tata Kelola Pendidikan Islam Berbasis Teologi</a>: Meskipun kerangka Tata Kelola Pendidikan Berbasis Tauhid (TBEGF) telah diusulkan untuk menjembatani nilai teologis dengan praktik tata kelola, masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sebuah penelitian lanjutan yang menarik adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana proses internalisasi nilai-nilai teologis seperti tauhid, amanah, dan keadilan dapat dilakukan secara efektif pada tingkat individu pengelola lembaga pendidikan Islam, bukan sekadar transfer pengetahuan tetapi pembentukan etos kerja yang mempengaruhi setiap keputusan. Misalnya, bagaimana pelatihan berbasis kesadaran spiritual atau program pengembangan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam dapat memperkuat komitmen pengelola terhadap prinsip-prinsip ini di tengah tuntutan administrasi modern. Mengingat pesatnya perkembangan transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), penting untuk meneliti bagaimana prinsip-prinsip etika Islam seperti amanah dan keadilan dapat diintegrasikan dan dipertahankan dalam sistem tata kelola berbasis teknologi. Hal ini mencakup bagaimana kita memastikan keputusan oleh algoritma atau AI selaras dengan nilai-nilai tersebut, serta mengidentifikasi tantangan dan merumuskan pedoman etis konkret untuk implementasi AI guna menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Terakhir, penelitian dapat fokus pada peran karakteristik kelembagaan sebagai moderator dalam implementasi TBEGF dengan membandingkan bagaimana model ini diterapkan dan beradaptasi di berbagai jenis lembaga pendidikan Islam, seperti pesantren tradisional, madrasah modern, atau perguruan tinggi Islam. Memahami faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi efektivitas TBEGF, termasuk budaya lokal, sumber daya, dan tekanan kebijakan, akan sangat berharga untuk mengembangkan rekomendasi yang lebih spesifik dan dapat diterapkan secara luas..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa fondasi teologis pendidikan Islam, meliputi tauhid, amanah, syrA, 'adl, ihsan, maqAid al-syar'ah, dan tazkiyat al-nafs, adalah konstruk epistemologis yang memandu tujuan, kurikulum, pembentukan karakter, dan kepemimpinan pendidikan Islam menuju paradigma yang holistik dan transformatif.Untuk mengatasi fragmentasi dalam praktik tata kelola, studi ini mengusulkan model konseptual Tauhid-Based Educational Governance Framework (TBEGF) yang menjelaskan empat tahap transformasi nilai teologis menjadi tata kelola operasional yang teruji empiris.Penelitian selanjutnya sangat penting untuk memvalidasi TBEGF secara kuantitatif dengan SEM-PLS serta melalui studi mixed methods pada berbagai tipologi lembaga, guna memperkuat generalisasi dan keberlanjutan ilmu Manajemen Pendidikan Islam
<br>Tata kelola lembaga pendidikan Islam saat ini dihadapkan pada tuntutan akuntabilitas publik dan transformasi digital, sementara tuntutan mempertahankan basis nilai teologis sebagai dasar keberadaannya harus tetap terpenuhi. Kajian mengenai tata kelola berbasis Islam masih bersifat teoretis, normatif, dan terfragmentasi, sehingga belum tersedia sintesis mengenai bagaimana fondasi teologis ditransformasikan menjadi konstruk tata kelola pendidikan yang operasional. Penelitian ini menyusun model konseptual integratif melalui dua tahap analitis: memetakan secara sistematis fondasi teologis sebagai landasan tata kelola pendidikan Islam dalam literatur bereputasi, dan menganalisis bagaimana fondasi tersebut ditransformasikan menjadi konstruk dan praktik tata kelola. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" type="image/webp" length="111998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-377c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-6a70a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/dalih-nilai-islam-prinsip-etika-nilai-nilai-geneti-thumb-f3394.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66084-kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p</link>
	<guid isPermaLink="false">89adaed4067774842b8d14434ea560b5</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:34:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan: 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang peran program mentoring dalam pengembangan kompetensi profesional guru vokasional. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek pengembangan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan dukungan sistemik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan.. Model yang dibangun sesuai dengan kondisi empiris, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam perencanaan upaya peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK.Faktor kepribadian, jiwa kepemimpinan, dan mental wirausaha individu guru tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja guru.Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen mutu dan pengembangan kompetensi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah model yang dibangun sesuai dengan data empiris, dan (2) mengetahui kontribusi faktor-faktor determinasi terhadap kinerja guru. Penelitian menggunakan model pengukuran dengan pendekatan analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperoleh melalui teknik sampling area cluster multi stage. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis dengan analisis koefisien determinasi LISREL-8.51. Hasil menunjukkan bahwa model sesuai dengan data empiris. Model ini menjadi dasar untuk perencanaan model... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp 1x" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" alt="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66084-kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p" title="JURIS - Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan" target="_blank">Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan</a>: 1. Penelitian lanjutan tentang dampak pelatihan kepemimpinan berbasis kompetensi terhadap peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK. 2. Analisis pengaruh integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran terhadap efektivitas kinerja guru. 3. Studi tentang peran program mentoring dalam pengembangan kompetensi profesional guru vokasional. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek pengembangan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan dukungan sistemik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan..
<br>Model yang dibangun sesuai dengan kondisi empiris, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam perencanaan upaya peningkatan kinerja guru teknik mesin di SMK.Faktor kepribadian, jiwa kepemimpinan, dan mental wirausaha individu guru tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja guru.Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen mutu dan pengembangan kompetensi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasional
<br>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah model yang dibangun sesuai dengan data empiris, dan (2) mengetahui kontribusi faktor-faktor determinasi terhadap kinerja guru. Penelitian menggunakan model pengukuran dengan pendekatan analisis faktor konfirmatori. Populasi penelitian adalah guru teknik mesin di semua Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah pada semester II tahun akademik 2004-2005. Sampel diperoleh melalui teknik sampling area cluster multi stage. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis dengan analisis koefisien determinasi LISREL-8.51. Hasil menunjukkan bahwa model sesuai dengan data empiris. Model ini menjadi dasar untuk perencanaan model...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" type="image/webp" length="109530" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-d5dd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-75963.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/kapasitas-guru-praprofesi-teknik-analisis-faktor-p-thumb-6bd2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Content Commodification and Controversy Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Content Commodification and Controversy Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Content Commodification and Controversy Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66064-pesantren-digital-representasi-komunikasi</link>
	<guid isPermaLink="false">5b3423df114a15441b16db6bfc1abbf1</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:34:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal kopis ]]></category>
	<category><![CDATA[ farous amous ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amous,farous,focus,jurnal,kopis,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang representasi pesantren di media digital terhadap persepsi publik. 2. Studi tentang dinamika komunikasi internal pesantren dalam konteks platform digital dapat memberikan wawasan baru. 3. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang representasi pesantren di media digital terhadap persepsi publik. 2. Studi tentang dinamika komunikasi internal pesantren dalam konteks platform digital dapat memberikan wawasan baru. 3. Penelitian tentang peran kreator konten dalam membentuk narasi pesantren dapat mengungkap mekanisme pengaruh mereka terhadap masyarakat. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek yang belum sepenuhnya dijelajahi, seperti dampak jangka panjang, dinamika internal, dan peran aktor non-tradisional dalam pembentukan narasi.. Pesantren dalam era digital mengalami transformasi representasi menjadi konten fragmentasi, komodifikasi, dan kontroversi.Dinamika learning powered dan earning powered saling berinteraksi, menciptakan ketegangan antara nilai tradisional dan performativitas digital.Representasi pesantren mencerminkan perubahan epistemologis dan relasi kekuasaan antara institusi keagamaan dan platform digital.Rekomendasi penelitian mencakup penguatan literasi digital berbasis nilai pesantren dan praktik komunikasi etis untuk menjaga fungsi pesantren sebagai sumber pengetahuan dan moral Penelitian ini mengkaji representasi, produksi, dan perdebatan seputar pesantren dalam ekosistem media digital, khususnya TikTok, YouTube, dan Instagram. Perkembangan platform digital telah menggeser pemahaman publik tentang pesantren, dari model learning powered yang berbasis kedalaman keilmuan dan otoritas keagamaan, menuju earning powered yang dikendalikan algoritma, viralitas, serta logika ekonomi atensi. Melalui analisis isi kualitatif, penelitian ini menelusuri pola representasi, bentuk komodifikasi, serta kontroversi yang berkembang di ruang digital. Temuan menunjukkan bahwa pesantren kini hadir sebagai konten visual dan naratif yang terfragmentasi;... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-9f91f.webp" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-9f91f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-9f91f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-9f91f.webp 1x" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" alt="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-1c0e3.webp" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-1c0e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-1c0e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-1c0e3.webp 1x" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" alt="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp 1x" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" alt="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66064-pesantren-digital-representasi-komunikasi" title="JURIS - Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape" target="_blank">Content, Commodification, and Controversy: Pesantren as Objects of Attention in the Digital Media Landscape</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang representasi pesantren di media digital terhadap persepsi publik. 2. Studi tentang dinamika komunikasi internal pesantren dalam konteks platform digital dapat memberikan wawasan baru. 3. Penelitian tentang peran kreator konten dalam membentuk narasi pesantren dapat mengungkap mekanisme pengaruh mereka terhadap masyarakat. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek yang belum sepenuhnya dijelajahi, seperti dampak jangka panjang, dinamika internal, dan peran aktor non-tradisional dalam pembentukan narasi..
<br>Pesantren dalam era digital mengalami transformasi representasi menjadi konten fragmentasi, komodifikasi, dan kontroversi.Dinamika learning powered dan earning powered saling berinteraksi, menciptakan ketegangan antara nilai tradisional dan performativitas digital.Representasi pesantren mencerminkan perubahan epistemologis dan relasi kekuasaan antara institusi keagamaan dan platform digital.Rekomendasi penelitian mencakup penguatan literasi digital berbasis nilai pesantren dan praktik komunikasi etis untuk menjaga fungsi pesantren sebagai sumber pengetahuan dan moral
<br>Penelitian ini mengkaji representasi, produksi, dan perdebatan seputar pesantren dalam ekosistem media digital, khususnya TikTok, YouTube, dan Instagram. Perkembangan platform digital telah menggeser pemahaman publik tentang pesantren, dari model learning powered yang berbasis kedalaman keilmuan dan otoritas keagamaan, menuju earning powered yang dikendalikan algoritma, viralitas, serta logika ekonomi atensi. Melalui analisis isi kualitatif, penelitian ini menelusuri pola representasi, bentuk komodifikasi, serta kontroversi yang berkembang di ruang digital. Temuan menunjukkan bahwa pesantren kini hadir sebagai konten visual dan naratif yang terfragmentasi;...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp" type="image/webp" length="94910" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-9f91f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-1c0e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/pesantren-digital-representasi-komunikasi-internal-thumb-a7d21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5876-jurnal-kopis-kajian-penelitian-pemikiran-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaru Manajemen Dana BOS Iklum Sekolah Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaru Manajemen Dana BOS Iklum Sekolah Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaru Manajemen Dana BOS Iklum Sekolah Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66081-iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko</link>
	<guid isPermaLink="false">660c8e1a90ae101d0aa8fbdb67ceccb0</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:26:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang manajemen Dana BOS terhadap akses pendidikan di berbagai daerah dengan kondisi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang manajemen Dana BOS terhadap akses pendidikan di berbagai daerah dengan kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Kedua, perlu dilakukan studi tentang bagaimana iklim sekolah yang positif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas. Ketiga, penelitian tentang peran motivasi kerja guru dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, terutama di lingkungan sekolah yang menghadapi tantangan struktural dan sumber daya yang tidak merata, dapat menjadi arah baru untuk mengoptimalkan kinerja pendidikan secara berkelanjutan.. Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah, Kualitas Pelayanan Guru Dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh terhadap akses masyarakat dalam pendidikan, khususnya bagi masyarakat Kota Tegal.Pengelolaan Dana BOS yang baik dan benar, kebiasaan positif dan suasana kondusif, pelayanan guru yang memuaskan, motivasi kerja guru yang bergairah dan profesional mendorong orang tua / wali dan masyarakat pada umumnya mempercayakan putra-putrinya menuntut ilmu di sekolah tersebut.Kebijakan Pembangunan Pendidikan tentang Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar (Diksar) 9 (Sembilan) Tahun Gratis dan Bermutu, berpengaruh terhadap akses masyarakat dalam pendidikan, khususnya di Kota Tegal.Masyarakat merasa terbantu pembiayaannya sehingga peserta didik, orang tua / wali dan masyarakat pada umumnya, tinggal konsentrasi pada proses pembelajaran untuk menyerap ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan (skill) Kebijakan Pembangunan Pendidikan sekarang ini menekankan pada Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Gratis dan Bermutu, dengan didukung oleh pembiayaan pendidikan melalui APBN maupun APBD. Realisasinya dalam bentuk Dana BOS, termasuk BOS Buku, Dana Pendidikan dan Dana Pendamping. Tujuannya agar Bangsa Indonesia kedepan minimal memiliki tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Hal ini untuk mengantisipasi tantangan global yang semakin kompleks, dimana kompetisi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) semakin canggih, agar kedepan bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton belaka. Apakah terdapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp 1x" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" alt="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-bc007.webp" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-bc007.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-bc007.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-bc007.webp 1x" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" alt="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-97779.webp" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-97779.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-97779.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-97779.webp 1x" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" alt="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66081-iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko" title="JURIS - Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal" target="_blank">Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang manajemen Dana BOS terhadap akses pendidikan di berbagai daerah dengan kondisi sosial ekonomi yang berbeda. Kedua, perlu dilakukan studi tentang bagaimana iklim sekolah yang positif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas. Ketiga, penelitian tentang peran motivasi kerja guru dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, terutama di lingkungan sekolah yang menghadapi tantangan struktural dan sumber daya yang tidak merata, dapat menjadi arah baru untuk mengoptimalkan kinerja pendidikan secara berkelanjutan..
<br>Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah, Kualitas Pelayanan Guru Dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh terhadap akses masyarakat dalam pendidikan, khususnya bagi masyarakat Kota Tegal.Pengelolaan Dana BOS yang baik dan benar, kebiasaan positif dan suasana kondusif, pelayanan guru yang memuaskan, motivasi kerja guru yang bergairah dan profesional mendorong orang tua / wali dan masyarakat pada umumnya mempercayakan putra-putrinya menuntut ilmu di sekolah tersebut.Kebijakan Pembangunan Pendidikan tentang Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar (Diksar) 9 (Sembilan) Tahun Gratis dan Bermutu, berpengaruh terhadap akses masyarakat dalam pendidikan, khususnya di Kota Tegal.Masyarakat merasa terbantu pembiayaannya sehingga peserta didik, orang tua / wali dan masyarakat pada umumnya, tinggal konsentrasi pada proses pembelajaran untuk menyerap ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan (skill)
<br>Kebijakan Pembangunan Pendidikan sekarang ini menekankan pada Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Gratis dan Bermutu, dengan didukung oleh pembiayaan pendidikan melalui APBN maupun APBD. Realisasinya dalam bentuk Dana BOS, termasuk BOS Buku, Dana Pendidikan dan Dana Pendamping. Tujuannya agar Bangsa Indonesia kedepan minimal memiliki tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs). Hal ini untuk mengantisipasi tantangan global yang semakin kompleks, dimana kompetisi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) semakin canggih, agar kedepan bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton belaka. Apakah terdapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp" type="image/webp" length="52544" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-9698c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-bc007.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/iklim-sekolah-motivasi-guru-taman-kanak-sosial-eko-thumb-97779.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram dianwidayanti ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram dianwidayanti ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram dianwidayanti ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66062-produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-prom</link>
	<guid isPermaLink="false">87ecd9190cf3c273e0e29ba015242260</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:23:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal kopis ]]></category>
	<category><![CDATA[ farous amous ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amous,farous,focus,jurnal,kopis,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan representasi muslimah ideal di platform media sosial lain seperti TikTok atau YouTube, terutama dalam konten yang menggabungkan edukasi agama dengan kecantikan. Selain itu, studi lebih dalam tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan representasi muslimah ideal di platform media sosial lain seperti TikTok atau YouTube, terutama dalam konten yang menggabungkan edukasi agama dengan kecantikan. Selain itu, studi lebih dalam tentang bagaimana konsep 'halal lifestyle' memengaruhi identitas generasi muda Muslim di era digital, termasuk dalam konteks kecantikan dan konsumsi produk. Penelitian juga bisa fokus pada dinamika interaksi antara nilai-nilai Islam dan tren global dalam industri kecantikan, terutama melalui lensa feminisme Islam. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang adaptasi nilai keagamaan dalam konteks modern, memastikan bahwa representasi muslimah tetap relevan dan inklusif, serta mengidentifikasi tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa konten halal makeup pada akun Instagram @dianwidayanti bukan sekadar promosi produk kosmetik, tetapi juga menjadi media representasi dan dakwah visual yang membangun konstruksi muslimah ideal di ruang digital.Melalui analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), ditemukan bahwa secara denotatif konten menampilkan perempuan berhijab yang mengajak menghapus makeup sebelum wudu sebagai bentuk ketaatan syariat.Secara konotatif, pesan religius dikemas secara estetis, lembut, dan modern sehingga relevan bagi generasi muda.Secara mitologis, konten tersebut membentuk ideologi bahwa kecantikan halal merupakan bagian dari identitas spiritual muslimah.Konsep muslimah ideal yang tergambar dalam penelitian ini mencakup perempuan yang memiliki akidah kuat, taat beribadah, menjaga kehormatan (iffah), berakhlak santun, serta menutup aurat sesuai syariat.Muslimah ideal tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi dari integrasi iman, moralitas, dan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.Dalam konteks media sosial, identitas tersebut dipadukan dengan modernitas dan ditampilkan sebagai sosok yang cerdas, produktif, mandiri, dan tetap modis tanpa melanggar nilai Islam.Dengan demikian, religiusitas dan estetika digital bersinergi membentuk citra muslimah modern yang salehah, bersih, elegan, dan berdaya di ruang publik Instagram menjadi ruang publik yang dapat membentuk persepsi pengguna terhadap identitas dan nilai-nilai keagamaan, termasuk dalam makeup. Halal makeup masyarakat Indonesia dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadikan tren lifestyle halal tidak hanya pada makanan, tetapi juga mencakup fashion, gaya hidup dan kosmetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Barthes, yang terdiri atas tiga tahapan pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diambil dari salah satu konten video berdurasi 1 menit 9 detik pada akun @dianwidayanti. Analisis dilakukan dengan mengamati aspek visual, narasi, simbol, dan teks dalam video. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi Muslimah dalam konten halal makeup di media sosial serta memberikan pemahaman mengenai Muslimah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-34c36.webp" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-34c36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-34c36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-34c36.webp 1x" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" alt="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp 1x" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" alt="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ab34d.webp" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ab34d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ab34d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ab34d.webp 1x" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" alt="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66062-produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-prom" title="JURIS - Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti" target="_blank">Representasi Muslimah dalam Konten Halal Makeup pada Akun Instagram @dianwidayanti</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbandingan representasi muslimah ideal di platform media sosial lain seperti TikTok atau YouTube, terutama dalam konten yang menggabungkan edukasi agama dengan kecantikan. Selain itu, studi lebih dalam tentang bagaimana konsep 'halal lifestyle' memengaruhi identitas generasi muda Muslim di era digital, termasuk dalam konteks kecantikan dan konsumsi produk. Penelitian juga bisa fokus pada dinamika interaksi antara nilai-nilai Islam dan tren global dalam industri kecantikan, terutama melalui lensa feminisme Islam. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang adaptasi nilai keagamaan dalam konteks modern, memastikan bahwa representasi muslimah tetap relevan dan inklusif, serta mengidentifikasi tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa konten halal makeup pada akun Instagram @dianwidayanti bukan sekadar promosi produk kosmetik, tetapi juga menjadi media representasi dan dakwah visual yang membangun konstruksi muslimah ideal di ruang digital.Melalui analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), ditemukan bahwa secara denotatif konten menampilkan perempuan berhijab yang mengajak menghapus makeup sebelum wudu sebagai bentuk ketaatan syariat.Secara konotatif, pesan religius dikemas secara estetis, lembut, dan modern sehingga relevan bagi generasi muda.Secara mitologis, konten tersebut membentuk ideologi bahwa kecantikan halal merupakan bagian dari identitas spiritual muslimah.Konsep muslimah ideal yang tergambar dalam penelitian ini mencakup perempuan yang memiliki akidah kuat, taat beribadah, menjaga kehormatan (iffah), berakhlak santun, serta menutup aurat sesuai syariat.Muslimah ideal tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi dari integrasi iman, moralitas, dan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.Dalam konteks media sosial, identitas tersebut dipadukan dengan modernitas dan ditampilkan sebagai sosok yang cerdas, produktif, mandiri, dan tetap modis tanpa melanggar nilai Islam.Dengan demikian, religiusitas dan estetika digital bersinergi membentuk citra muslimah modern yang salehah, bersih, elegan, dan berdaya di ruang publik
<br>Instagram menjadi ruang publik yang dapat membentuk persepsi pengguna terhadap identitas dan nilai-nilai keagamaan, termasuk dalam makeup. Halal makeup masyarakat Indonesia dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadikan tren lifestyle halal tidak hanya pada makanan, tetapi juga mencakup fashion, gaya hidup dan kosmetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Barthes, yang terdiri atas tiga tahapan pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diambil dari salah satu konten video berdurasi 1 menit 9 detik pada akun @dianwidayanti. Analisis dilakukan dengan mengamati aspek visual, narasi, simbol, dan teks dalam video. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi Muslimah dalam konten halal makeup di media sosial serta memberikan pemahaman mengenai Muslimah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp" type="image/webp" length="91396" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-34c36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ca3ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/produk-kosmetik-halal-gaya-hidup-konten-promosi-re-thumb-ab34d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5876-jurnal-kopis-kajian-penelitian-pemikiran-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital Studi Interaksi Pembelajaran melalui E Learning di MAN 1 Trenggalek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66063-komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru</link>
	<guid isPermaLink="false">b74f403c8857021b4892f54d0c1c8678</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:18:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal kopis ]]></category>
	<category><![CDATA[ farous amous ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amous,farous,focus,jurnal,kopis,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek): Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi teknologi. Selain itu, studi mendatang dapat mengkaji lebih dalam orientasi rasionalitas komunikasi dalam ruang digital, khususnya sejauh mana interaksi melalui portal e-learning benar-benar berorientasi pada tindakan komunikatif yang dialogis sebagaimana dijelaskan Habermas, atau masih didominasi oleh kepentingan administratif dan instrumental. Penelitian kuantitatif atau mixed methods juga dapat digunakan untuk menguji dimensi komunikasi interpersonal, impersonal, dan hyperpersonal dalam kerangka Computer-Mediated Communication (CMC), serta hubungannya dengan tingkat keterlibatan belajar dan pemahaman siswa.. Penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan portal e-learning di MAN 1 Trenggalek tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pedagogis berbasis digital yang membentuk pola interaksi dialogis dan kolaboratif antara guru, siswa, dan sistem.Pola komunikasi yang terbentuk menunjukkan pergeseran dari model instruksional satu arah menuju praktik komunikasi pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan berkelanjutan.Dengan mengintegrasikan perspektif Computer-Mediated Communication, teori tindakan komunikatif Habermas, dan pendekatan sosial-konstruktivisme Vygotsky, pembelajaran digital merupakan praktik komunikasi sosial yang memungkinkan terjadinya negosiasi makna, keterlibatan aktif, serta konstruksi pengetahuan secara kolektif dalam ruang yang dimediasi teknologi.Interaksi pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan berlangsung secara fleksibel melalui komunikasi sinkron dan asinkron yang terdokumentasi secara digital.Temuan memperluas kajian komunikasi pendidikan dengan menempatkan e-learning bukan semata-mata sebagai inovasi teknologis atau metode pedagogik, melainkan sebagai medium komunikasi pendidikan yang memiliki implikasi terhadap relasi guru dan siswa, peran siswa sebagai partisipan aktif, serta dinamika pembelajaran yang lebih demokratis.Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi e-learning ke depan perlu dipahami sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem komunikasi pedagogis yang bermakna, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era digital Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik komunikasi pembelajaran di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran digital melalui pemanfaatan Portal E-Learning di MAN 1 Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Portal E-Learning tidak hanya berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pendidikan berbasis digital yang mendorong pola interaksi dialogis, partisipatif, dan kolaboratif. Peran guru bergeser dari sumber utama informasi menjadi fasilitator... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" alt="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66063-komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru" title="JURIS - Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)" target="_blank">Transformasi Pola Komunikasi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Digital (Studi Interaksi Pembelajaran melalui E-Learning di MAN 1 Trenggalek)</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan sekolah umum, untuk melihat perbedaan budaya komunikasi digital dan implikasinya terhadap pembentukan relasi pedagogis di era transformasi teknologi. Selain itu, studi mendatang dapat mengkaji lebih dalam orientasi rasionalitas komunikasi dalam ruang digital, khususnya sejauh mana interaksi melalui portal e-learning benar-benar berorientasi pada tindakan komunikatif yang dialogis sebagaimana dijelaskan Habermas, atau masih didominasi oleh kepentingan administratif dan instrumental. Penelitian kuantitatif atau mixed methods juga dapat digunakan untuk menguji dimensi komunikasi interpersonal, impersonal, dan hyperpersonal dalam kerangka Computer-Mediated Communication (CMC), serta hubungannya dengan tingkat keterlibatan belajar dan pemahaman siswa..
<br>Penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan portal e-learning di MAN 1 Trenggalek tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pedagogis berbasis digital yang membentuk pola interaksi dialogis dan kolaboratif antara guru, siswa, dan sistem.Pola komunikasi yang terbentuk menunjukkan pergeseran dari model instruksional satu arah menuju praktik komunikasi pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan berkelanjutan.Dengan mengintegrasikan perspektif Computer-Mediated Communication, teori tindakan komunikatif Habermas, dan pendekatan sosial-konstruktivisme Vygotsky, pembelajaran digital merupakan praktik komunikasi sosial yang memungkinkan terjadinya negosiasi makna, keterlibatan aktif, serta konstruksi pengetahuan secara kolektif dalam ruang yang dimediasi teknologi.Interaksi pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan berlangsung secara fleksibel melalui komunikasi sinkron dan asinkron yang terdokumentasi secara digital.Temuan memperluas kajian komunikasi pendidikan dengan menempatkan e-learning bukan semata-mata sebagai inovasi teknologis atau metode pedagogik, melainkan sebagai medium komunikasi pendidikan yang memiliki implikasi terhadap relasi guru dan siswa, peran siswa sebagai partisipan aktif, serta dinamika pembelajaran yang lebih demokratis.Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi e-learning ke depan perlu dipahami sebagai upaya strategis dalam membangun ekosistem komunikasi pedagogis yang bermakna, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era digital
<br>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik komunikasi pembelajaran di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pola komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran digital melalui pemanfaatan Portal E-Learning di MAN 1 Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Portal E-Learning tidak hanya berfungsi sebagai media pendukung pembelajaran, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang komunikasi pendidikan berbasis digital yang mendorong pola interaksi dialogis, partisipatif, dan kolaboratif. Peran guru bergeser dari sumber utama informasi menjadi fasilitator...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" type="image/webp" length="123580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-04021.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-ece6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/komunikasi-digital-manajemen-gaya-guru-ruang-integ-thumb-c9dac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5876-jurnal-kopis-kajian-penelitian-pemikiran-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integration of Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah Values in Love Based Islamic Education in Madrasah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66076-studi-model-konseptual-integratif-integrasi</link>
	<guid isPermaLink="false">e7e4f00f424d566ca0a416112c290646</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:17:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah: Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ajar standar dan instrumen penilaian berbasis nilai ABS-SBK untuk memastikan konsistensi implementasi. Terakhir, studi tentang dampak model ini terhadap perkembangan karakter siswa dan keterlibatan komunitas dapat dilakukan untuk memperkuat dasar teoretis dan praktisnya.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah memiliki dasar filosofis yang kuat dan urgensi praktis.Kerangka kerja ABS-SBK yang holistik, yang menggabungkan dimensi transendental (Kitabullah), normatif (Syarak), dan budaya (Adat), selaras dengan metodologi pendidikan kasih sayang yang berakar pada tarbiyah qalbiyah.Model integratif tripartit yang dikembangkan mencakup tingkat epistemologis, aksiologis, dan praksis, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat identitas budaya-religius siswa.Model ini dapat diadaptasi ke berbagai konteks budaya, menjadikannya paradigma untuk pendidikan Islam yang responsif secara budaya, baik nasional maupun internasional Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan prinsip budaya Minangkabau yang menetapkan adat sebagai sesuatu yang secara fundamental berlandaskan hukum Islam, yang pada gilirannya berakar pada Al-Qur'an, sehingga menciptakan ikatan tak terpisahkan antara tradisi lokal dan doktrin agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis dan mengembangkan model konseptual guna mengintegrasikan nilai-nilai ABS-SBK ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah. Melalui studi pustaka dan pendekatan filosofis-hermeneutis terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini menemukan bahwa ABS-SBK menawarkan kerangka kerja holistik yang memadukan dimensi transendental, normatif, dan kultural. Pada saat yang sama, pedagogi kasih sayang menyediakan metodologi humanis yang selaras dengan tarbiyah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp 1x" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" alt="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66076-studi-model-konseptual-integratif-integrasi" title="JURIS - Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah" target="_blank">Integration of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Values in Love-Based Islamic Education in Madrasah</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas model integratif ABS-SBK dalam konteks budaya lain seperti Tri Hita Karana di Bali atau Javanese Bhineka Tunggal Ika untuk mengevaluasi adaptabilitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan materi ajar standar dan instrumen penilaian berbasis nilai ABS-SBK untuk memastikan konsistensi implementasi. Terakhir, studi tentang dampak model ini terhadap perkembangan karakter siswa dan keterlibatan komunitas dapat dilakukan untuk memperkuat dasar teoretis dan praktisnya..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah memiliki dasar filosofis yang kuat dan urgensi praktis.Kerangka kerja ABS-SBK yang holistik, yang menggabungkan dimensi transendental (Kitabullah), normatif (Syarak), dan budaya (Adat), selaras dengan metodologi pendidikan kasih sayang yang berakar pada tarbiyah qalbiyah.Model integratif tripartit yang dikembangkan mencakup tingkat epistemologis, aksiologis, dan praksis, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memperkuat identitas budaya-religius siswa.Model ini dapat diadaptasi ke berbagai konteks budaya, menjadikannya paradigma untuk pendidikan Islam yang responsif secara budaya, baik nasional maupun internasional
<br>Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan prinsip budaya Minangkabau yang menetapkan adat sebagai sesuatu yang secara fundamental berlandaskan hukum Islam, yang pada gilirannya berakar pada Al-Qur'an, sehingga menciptakan ikatan tak terpisahkan antara tradisi lokal dan doktrin agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis dan mengembangkan model konseptual guna mengintegrasikan nilai-nilai ABS-SBK ke dalam pendidikan Islam berbasis kasih sayang di madrasah. Melalui studi pustaka dan pendekatan filosofis-hermeneutis terhadap sumber primer dan sekunder, penelitian ini menemukan bahwa ABS-SBK menawarkan kerangka kerja holistik yang memadukan dimensi transendental, normatif, dan kultural. Pada saat yang sama, pedagogi kasih sayang menyediakan metodologi humanis yang selaras dengan tarbiyah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" type="image/webp" length="106286" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-5b378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-77061.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/studi-model-konseptual-integratif-integrasi-nilai-thumb-c0102.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pesantren Culture and Character Building of Female Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66070-kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-p</link>
	<guid isPermaLink="false">8ac55e84d5ff05ab5240f07a801d5851</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 06:09:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pesantren Culture and Character Building of Female Students: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif yang dapat diadopsi secara luas. 3. Analisis peran teknologi digital dalam memperkuat atau mengubah dinamika budaya pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santriwati.. Budaya pesantren secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter santriwati melalui tiga domain utama.kegiatan keagamaan harian, interaksi sosial etis, dan regulasi busana tradisional.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kesantunan yang diintegrasikan dalam budaya pesantren berdampak positif pada pengembangan karakter.Hasil analisis statistik mendukung hubungan signifikan antara budaya pesantren dan pembentukan karakter santriwati Degradasi moral dan tantangan etis yang dihadapi generasi muda di era digital menuntut adanya model pendidikan karakter yang berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan karakter santriwati dan menganalisis pengaruh budaya pesantren terhadap karakter mereka. Pendekatan metode campuran dengan desain eksploratif sekuensial diterapkan dalam penelitian ini. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada santriwati aktif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa pembentukan karakter diintegrasikan secara sistematis ke dalam tiga ranah utama: rutinitas keagamaan sehari-hari, dinamika interaksi sosial yang etis, serta peraturan mengenai busana tradisional, seperti sarung dan jarik (sewek), yang mencerminkan nilai-nilai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp 1x" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" alt="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66070-kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-p" title="JURIS - Pesantren Culture and Character Building of Female Students" target="_blank">Pesantren Culture and Character Building of Female Students</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang budaya pesantren terhadap perkembangan karakter santriwati di era digital. 2. Studi perbandingan antara model pendidikan karakter di berbagai pesantren untuk mengidentifikasi praktik efektif yang dapat diadopsi secara luas. 3. Analisis peran teknologi digital dalam memperkuat atau mengubah dinamika budaya pesantren serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter santriwati..
<br>Budaya pesantren secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter santriwati melalui tiga domain utama.kegiatan keagamaan harian, interaksi sosial etis, dan regulasi busana tradisional.Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kesantunan yang diintegrasikan dalam budaya pesantren berdampak positif pada pengembangan karakter.Hasil analisis statistik mendukung hubungan signifikan antara budaya pesantren dan pembentukan karakter santriwati
<br>Degradasi moral dan tantangan etis yang dihadapi generasi muda di era digital menuntut adanya model pendidikan karakter yang berbasis konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan karakter santriwati dan menganalisis pengaruh budaya pesantren terhadap karakter mereka. Pendekatan metode campuran dengan desain eksploratif sekuensial diterapkan dalam penelitian ini. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada santriwati aktif dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa pembentukan karakter diintegrasikan secara sistematis ke dalam tiga ranah utama: rutinitas keagamaan sehari-hari, dinamika interaksi sosial yang etis, serta peraturan mengenai busana tradisional, seperti sarung dan jarik (sewek), yang mencerminkan nilai-nilai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" type="image/webp" length="103324" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-60ce1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-cc7d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/kultur-pesantren-pembentukan-karakter-santriwati-c-thumb-0ad43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66080-siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis</link>
	<guid isPermaLink="false">062df299fafcab2ec02c818689eb4944</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:56:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan bakat melalui Model Taylor terhadap prestasi akademik dan keterampilan kritis siswa. 3. Penelitian kualitatif diperlukan untuk menggali persepsi guru dan siswa tentang efektivitas Model Taylor dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis bakat, serta identifikasi hambatan implementasinya di lapangan.. Kelima talenta yang dimiliki siswa yaitu berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan berpengaruh positif pada kreativitas siswa sangat.Ada perbedaan kelima talenta yang dimilki siswa pada pada kreativitas siswa berbakat, hasil penelitian bakat kretif produktf menunjukkan lebih baik dari bakat yang lainnya, sedangkan keempat bakat lain menunjukkan tidak ada perbedaan Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkan bakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitas siswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitas matematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidak ada perbedaan hasil kretivitas siswa. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp 1x" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" alt="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp 1x" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" alt="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66080-siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis" title="JURIS - Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat" target="_blank">Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh Model Taylor terhadap kreativitas siswa dalam bidang studi selain matematika untuk memvalidasi generalisasi temuan ini. 2. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pengembangan bakat melalui Model Taylor terhadap prestasi akademik dan keterampilan kritis siswa. 3. Penelitian kualitatif diperlukan untuk menggali persepsi guru dan siswa tentang efektivitas Model Taylor dalam memfasilitasi pembelajaran berbasis bakat, serta identifikasi hambatan implementasinya di lapangan..
<br>Kelima talenta yang dimiliki siswa yaitu berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan berpengaruh positif pada kreativitas siswa sangat.Ada perbedaan kelima talenta yang dimilki siswa pada pada kreativitas siswa berbakat, hasil penelitian bakat kretif produktf menunjukkan lebih baik dari bakat yang lainnya, sedangkan keempat bakat lain menunjukkan tidak ada perbedaan
<br>Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkan bakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi, meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitas siswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitas matematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidak ada perbedaan hasil kretivitas siswa.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" type="image/webp" length="94620" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-41425.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-kreativitas-kritis-madrasah-mod-thumb-04854.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66072-putusan-hakim-pengambilan-keputusan-keputusa</link>
	<guid isPermaLink="false">eed82c470727d77b4b8e53edcb92a78b</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:45:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ de recht ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,de,jkt,main,pn,recht]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih mendalam tentang unsur-unsur keterlibatan dalam peredaran narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan dampak terhadap kepercayaan publik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam putusan pengadilan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan petugas penegak hukum. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keputusan hakim dalam kasus-kasus narkotika, termasuk pengaruh budaya organisasi dan loyalitas antar sesama petugas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pertimbangan hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam kasus narkotika yang melibatkan petugas penegak hukum.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra secara hukum didukung oleh bukti dan ketentuan undang-undang yang berlaku.Putusan tersebut menetapkan pidana penjara seumur hidup yang sesuai dengan tingkat keterlibatan terdakwa, jumlah narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan kerusakan terhadap kepercayaan publik.Namun, putusan tersebut kurang sistematis dalam menjelaskan hubungan antara setiap keadaan yang memberatkan dan meringankan dengan pemilihan pidana penjara seumur hidup.Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum Artikel ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra, seorang perwira tinggi kepolisian yang dinyatakan bersalah turut serta dalam tindak pidana peredaran narkotika. Terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup, dan putusan tersebut dipertahankan pada tingkat banding dan kasasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp 1x" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" alt="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66072-putusan-hakim-pengambilan-keputusan-keputusa" title="JURIS - Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case" target="_blank">Judicial Reasoning and Sentencing Proportionality in the Teddy Minahasa Narcotics Trafficking Case</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum. Kerangka kerja ini dapat mencakup analisis yang lebih mendalam tentang unsur-unsur keterlibatan dalam peredaran narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan dampak terhadap kepercayaan publik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam putusan pengadilan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan petugas penegak hukum. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi keputusan hakim dalam kasus-kasus narkotika, termasuk pengaruh budaya organisasi dan loyalitas antar sesama petugas. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pertimbangan hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam kasus narkotika yang melibatkan petugas penegak hukum..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra secara hukum didukung oleh bukti dan ketentuan undang-undang yang berlaku.Putusan tersebut menetapkan pidana penjara seumur hidup yang sesuai dengan tingkat keterlibatan terdakwa, jumlah narkotika, penyalahgunaan kewenangan komando, dan kerusakan terhadap kepercayaan publik.Namun, putusan tersebut kurang sistematis dalam menjelaskan hubungan antara setiap keadaan yang memberatkan dan meringankan dengan pemilihan pidana penjara seumur hidup.Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk menilai pertimbangan hakim dalam kasus narkotika serius yang melibatkan petugas penegak hukum
<br>Artikel ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dan proporsionalitas pemidanaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 96/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Brt terhadap Teddy Minahasa Putra, seorang perwira tinggi kepolisian yang dinyatakan bersalah turut serta dalam tindak pidana peredaran narkotika. Terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup, dan putusan tersebut dipertahankan pada tingkat banding dan kasasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" type="image/webp" length="84024" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-51e11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-66bde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/putusan-hakim-pengambilan-keputusan-pertimbangan-p-thumb-80e7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-192-ubhara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12594-de-recht-journal-police-law-enforcement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66083-efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pemb</link>
	<guid isPermaLink="false">bcc47bbca67d9a74ff9c7343d3506dd8</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:44:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis jangka panjang tentang korelasi antara investasi pendidikan dan pertumbuhan ekonomi nasional perlu dilakukan untuk memperkuat dasar kebijakan.. Pembiayaan pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk kurangnya dana, keterbatasan fasilitas, dan gaji pengajar yang rendah.Pemerintah masih menjadi sumber utama pembiayaan pendidikan, namun efisiensi dan nilai ekonomi pendidikan tetap menjadi isu krusial.Perlu peningkatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalam kaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek di negara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantung antara lain kepada taraf pendidikan masyarakatnya. Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Sukirno (1985), di... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp 1x" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" alt="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp 1x" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" alt="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66083-efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pemb" title="JURIS - Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi" target="_blank">Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendanaan pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu, studi tentang efisiensi sistem pendidikan berbasis pasar tenaga kerja dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis jangka panjang tentang korelasi antara investasi pendidikan dan pertumbuhan ekonomi nasional perlu dilakukan untuk memperkuat dasar kebijakan..
<br>Pembiayaan pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk kurangnya dana, keterbatasan fasilitas, dan gaji pengajar yang rendah.Pemerintah masih menjadi sumber utama pembiayaan pendidikan, namun efisiensi dan nilai ekonomi pendidikan tetap menjadi isu krusial.Perlu peningkatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan untuk mencapai hasil yang optimal
<br>Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalam kaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek di negara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantung antara lain kepada taraf pendidikan masyarakatnya. Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan di negara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Sukirno (1985), di...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" type="image/webp" length="89432" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-ba0f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/efisiensi-pendidikan-nilai-ekonomi-pembiayaan-pers-thumb-b54ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4 5 Tahun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4 5 Tahun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4 5 Tahun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66077-efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti</link>
	<guid isPermaLink="false">05c7f79208f9c5ababf172a404ab6466</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:42:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ free nicepng ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,free,nicepng,scope,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan bahan gambar yang lebih beragam terhadap kreativitas anak, karena keterbatasan alat yang variatif di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes menjadi faktor penghambat. Selain itu, perlu diteliti apakah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan bahan gambar yang lebih beragam terhadap kreativitas anak, karena keterbatasan alat yang variatif di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes menjadi faktor penghambat. Selain itu, perlu diteliti apakah teknik menggambar dari angka memiliki efek jangka panjang terhadap perkembangan kognitif dan motorik halus anak usia dini. Terakhir, penelitian bisa menggabungkan teknologi, seperti aplikasi digital, untuk meningkatkan interaktivitas dan menarik minat anak dalam proses belajar menggambar kreatif.. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 4-5 tahun di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes mampu mengembangkan kreativitas melalui teknik menggambar menggunakan angka.Hasil karya anak yang mencapai kategori Sangat Berkembang (SAB) menunjukkan efektivitas metode ini.Diharapkan pendekatan ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan pembelajaran seni di lembaga pendidikan lainnya, sehingga membantu guru dan pendidik dalam merangsang kreativitas anak secara optimal Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun dalam menggambar melalui teknik menggambar sederhana menggunakan angka di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes. Dengan memanfaatkan angka sebagai dasar, anak-anak didorong untuk mengembangkan imajinasi mereka ke dalam berbagai bentuk gambar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil penerapan teknik ini kepada anak-anak Kelompok A. Instrumen data dan teknik analisis yang digunakan membantu dalam memahami sejauh mana menggambar dari angka dapat menumbuhkan kreativitas anak usia dini. Temuan menunjukkan bahwa anak-anak kecil dapat dengan mudah mengubah angka menjadi objek gambar kreatif, yang berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan kemampuan kreatif mereka. Hasil juga menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp 1x" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" alt="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-fb2ef.webp" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-fb2ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-fb2ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-fb2ef.webp 1x" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" alt="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-d3d86.webp" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-d3d86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-d3d86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-d3d86.webp 1x" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" alt="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66077-efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti" title="JURIS - Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun" target="_blank">Menggambar Kreatif dari Angka untuk Mengembangkan Imajinasi Anak Usia 4-5 Tahun</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan bahan gambar yang lebih beragam terhadap kreativitas anak, karena keterbatasan alat yang variatif di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes menjadi faktor penghambat. Selain itu, perlu diteliti apakah teknik menggambar dari angka memiliki efek jangka panjang terhadap perkembangan kognitif dan motorik halus anak usia dini. Terakhir, penelitian bisa menggabungkan teknologi, seperti aplikasi digital, untuk meningkatkan interaktivitas dan menarik minat anak dalam proses belajar menggambar kreatif..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 4-5 tahun di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes mampu mengembangkan kreativitas melalui teknik menggambar menggunakan angka.Hasil karya anak yang mencapai kategori Sangat Berkembang (SAB) menunjukkan efektivitas metode ini.Diharapkan pendekatan ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan pembelajaran seni di lembaga pendidikan lainnya, sehingga membantu guru dan pendidik dalam merangsang kreativitas anak secara optimal
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun dalam menggambar melalui teknik menggambar sederhana menggunakan angka di RA Muslimat NU Darul Ulum Ngembes. Dengan memanfaatkan angka sebagai dasar, anak-anak didorong untuk mengembangkan imajinasi mereka ke dalam berbagai bentuk gambar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil penerapan teknik ini kepada anak-anak Kelompok A. Instrumen data dan teknik analisis yang digunakan membantu dalam memahami sejauh mana menggambar dari angka dapat menumbuhkan kreativitas anak usia dini. Temuan menunjukkan bahwa anak-anak kecil dapat dengan mudah mengubah angka menjadi objek gambar kreatif, yang berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan kemampuan kreatif mereka. Hasil juga menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp" type="image/webp" length="91934" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-4c2b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-fb2ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/efek-jangka-kefir-kinestetik-anak-kelompok-kogniti-thumb-d3d86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5878-journal-ashil-jurnal-pendidikan-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konseling Bercorak Budaya Penerapannya dalam Komunikasi Konseling ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66082-budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu</link>
	<guid isPermaLink="false">ae54669a875fe9899c4914c883516f46</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:30:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling: 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan konseling lintas budaya antara kelompok etnis di Indonesia untuk memahami dinamika interaksi budaya dalam konseling.. Konseling lintas budaya memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya nasional Indonesia.Konselor perlu memiliki kompetensi budaya untuk menyesuaikan metode konseling dengan konteks lokal.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model konseling yang lebih inklusif dan berbasis budaya Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari 'sekedar' proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujung pada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalam proses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan sarana berupa komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melalui media tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Dalam berkomunikasi akan menimbulkan efek, yakni berupa penambahan wawasan atau pengetahuan (kognisi), sikap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp 1x" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" alt="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66082-budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu" title="JURIS - Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling" target="_blank">Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling</a>: 1. Penelitian tentang dampak nilai-nilai budaya Indonesia terhadap efektivitas proses konseling. 2. Pengembangan program pelatihan konselor berbasis kompetensi budaya untuk meningkatkan kesesuaian metode konseling. 3. Analisis perbandingan pendekatan konseling lintas budaya antara kelompok etnis di Indonesia untuk memahami dinamika interaksi budaya dalam konseling..
<br>Konseling lintas budaya memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan nilai-nilai budaya nasional Indonesia.Konselor perlu memiliki kompetensi budaya untuk menyesuaikan metode konseling dengan konteks lokal.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model konseling yang lebih inklusif dan berbasis budaya
<br>Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari 'sekedar' proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujung pada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalam proses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan sarana berupa komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melalui media tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Dalam berkomunikasi akan menimbulkan efek, yakni berupa penambahan wawasan atau pengetahuan (kognisi), sikap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" type="image/webp" length="47674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-b4182.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-98daf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/budaya-nasional-kerangka-komunikasi-konseling-kelu-thumb-a22d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-182-ups.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12927-cakrawala-jurnal-pendidikan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center A Study on Instagram Social Media ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center A Study on Instagram Social Media ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center A Study on Instagram Social Media ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66061-narasi-digital-high-visual-film-visu</link>
	<guid isPermaLink="false">a80dc6486d884ff56176811596e60751</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:29:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal kopis ]]></category>
	<category><![CDATA[ farous amous ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amous,farous,focus,jurnal,kopis,scope]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan video pendek (Reels) versus konten teks dalam membangun kepercayaan mualaf di media sosial. Selain itu, studi tentang perbedaan efektivitas narasi dakwah antar daerah dengan karakteristik budaya lokal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan video pendek (Reels) versus konten teks dalam membangun kepercayaan mualaf di media sosial. Selain itu, studi tentang perbedaan efektivitas narasi dakwah antar daerah dengan karakteristik budaya lokal dapat memberikan wawasan strategis untuk penyesuaian konten. Penelitian ketiga bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pendampingan digital terhadap kestabilan iman mualaf, dengan membandingkan antara pendekatan narasi dan pendekatan informasi langsung. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada aspek teknis media atau strategi pemasaran umum, sementara dimensi emosional dan kompleksitas transisi mualaf masih kurang dieksplorasi. Peneliti juga dapat mempelajari peran komunitas lokal dalam memperkuat identitas mualaf melalui interaksi offline, serta menggabungkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur hubungan antara frekuensi konten digital dan retensi mualaf dalam program pendampingan. Selain itu, mengevaluasi efektivitas platform komunikasi tertutup seperti WhatsApp atau Telegram sebagai alternatif ruang diskusi lebih pribadi mungkin memberikan insight baru tentang dinamika komunikasi dalam pendampingan mualaf. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh faktor demografi seperti usia dan latar belakang agama sebelum konversi terhadap respons mualaf terhadap narasi dakwah digital. Terakhir, membandingkan pendekatan MCY dengan lembaga serupa di kota besar lainnya dapat mengungkap strategi inovatif yang bisa diadopsi secara nasional.. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Mualaf Center Yogyakarta (MCY) melalui Instagram merepresentasikan model dakwah digital yang integratif, sistematis, dan humanis.Melalui lensa analisis Paradigma Narasi Walter Fisher, efektivitas komunikasi persuasif MCY terletak pada kemampuannya membangun narasi dengan koherensi narasi yang kuat dan keandalan narasi.Pesan persuasif yang disampaikan melalui format narasi visual tidak hanya berfungsi sebagai medium penyebaran ajaran Islam tetapi juga sebagai instrumen bantuan psikososial autentik bagi mualaf yang menjalani proses transisi identitas.Keberhasilan strategi ini ditunjukkan oleh sinkronisasi kuat antara harapan mualaf akan lingkungan belajar yang aman dan dukungan dengan layanan konkret yang disediakan institusi.Untuk pengembangan masa depan, MCY disarankan untuk lebih memperkaya konten persuasif dengan fitur interaktif dinamis untuk memperkuat keterlibatan dua arah audiens Pertumbuhan jumlah mualaf di Yogyakarta memerlukan pola pendampingan yang adaptif di era digital. Yogyakarta Converts Center (MCY) memanfaatkan Instagram sebagai ruang narasi digital untuk membimbing mualaf, tetapi strategi konstruksi pesan perlu diteliti lebih dalam. Studi ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif dalam program pendampingan mualaf MCY melalui perspektif Paradigma Narasi Walter Fisher. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi online konten Instagram MCY dan wawancara mendalam dengan administrator dan mualaf. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b5a95.webp" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b5a95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b5a95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b5a95.webp 1x" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" alt="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b267f.webp" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b267f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b267f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b267f.webp 1x" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" alt="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp 1x" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" alt="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66061-narasi-digital-high-visual-film-visu" title="JURIS - Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media" target="_blank">Persuasive Communication in the Guidance of Muslim Converts at the Yogyakarta Converts Center: A Study on Instagram Social Media</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan video pendek (Reels) versus konten teks dalam membangun kepercayaan mualaf di media sosial. Selain itu, studi tentang perbedaan efektivitas narasi dakwah antar daerah dengan karakteristik budaya lokal dapat memberikan wawasan strategis untuk penyesuaian konten. Penelitian ketiga bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pendampingan digital terhadap kestabilan iman mualaf, dengan membandingkan antara pendekatan narasi dan pendekatan informasi langsung. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada aspek teknis media atau strategi pemasaran umum, sementara dimensi emosional dan kompleksitas transisi mualaf masih kurang dieksplorasi. Peneliti juga dapat mempelajari peran komunitas lokal dalam memperkuat identitas mualaf melalui interaksi offline, serta menggabungkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur hubungan antara frekuensi konten digital dan retensi mualaf dalam program pendampingan. Selain itu, mengevaluasi efektivitas platform komunikasi tertutup seperti WhatsApp atau Telegram sebagai alternatif ruang diskusi lebih pribadi mungkin memberikan insight baru tentang dinamika komunikasi dalam pendampingan mualaf. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh faktor demografi seperti usia dan latar belakang agama sebelum konversi terhadap respons mualaf terhadap narasi dakwah digital. Terakhir, membandingkan pendekatan MCY dengan lembaga serupa di kota besar lainnya dapat mengungkap strategi inovatif yang bisa diadopsi secara nasional..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Mualaf Center Yogyakarta (MCY) melalui Instagram merepresentasikan model dakwah digital yang integratif, sistematis, dan humanis.Melalui lensa analisis Paradigma Narasi Walter Fisher, efektivitas komunikasi persuasif MCY terletak pada kemampuannya membangun narasi dengan koherensi narasi yang kuat dan keandalan narasi.Pesan persuasif yang disampaikan melalui format narasi visual tidak hanya berfungsi sebagai medium penyebaran ajaran Islam tetapi juga sebagai instrumen bantuan psikososial autentik bagi mualaf yang menjalani proses transisi identitas.Keberhasilan strategi ini ditunjukkan oleh sinkronisasi kuat antara harapan mualaf akan lingkungan belajar yang aman dan dukungan dengan layanan konkret yang disediakan institusi.Untuk pengembangan masa depan, MCY disarankan untuk lebih memperkaya konten persuasif dengan fitur interaktif dinamis untuk memperkuat keterlibatan dua arah audiens
<br>Pertumbuhan jumlah mualaf di Yogyakarta memerlukan pola pendampingan yang adaptif di era digital. Yogyakarta Converts Center (MCY) memanfaatkan Instagram sebagai ruang narasi digital untuk membimbing mualaf, tetapi strategi konstruksi pesan perlu diteliti lebih dalam. Studi ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi persuasif dalam program pendampingan mualaf MCY melalui perspektif Paradigma Narasi Walter Fisher. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi online konten Instagram MCY dan wawancara mendalam dengan administrator dan mualaf. Analisis dilakukan dengan mengevaluasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp" type="image/webp" length="108892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b5a95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-b267f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/narasi-digital-high-visual-film-komunikasi-persuas-thumb-782cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5876-jurnal-kopis-kajian-penelitian-pemikiran-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian Studi Putusan Nomor 27 Pid Sus Anak 2023 PN Jkt Utr ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian Studi Putusan Nomor 27 Pid Sus Anak 2023 PN Jkt Utr ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian Studi Putusan Nomor 27 Pid Sus Anak 2023 PN Jkt Utr ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66074-anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan</link>
	<guid isPermaLink="false">dd4599ad1ce46528aa715e9338c26377</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:26:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ de recht ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,de,jkt,main,pn,recht]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kesadaran hukum masyarakat dan aparat penegak hukum terhadap prinsip diversi dalam sistem peradilan anak. Selain itu, penting untuk mengkaji efektivitas program reintegrasi sosial berbasis komunitas dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr): Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kesadaran hukum masyarakat dan aparat penegak hukum terhadap prinsip diversi dalam sistem peradilan anak. Selain itu, penting untuk mengkaji efektivitas program reintegrasi sosial berbasis komunitas dalam proses diversi. Terakhir, penelitian juga bisa menggali dampak jangka panjang dari penerapan diversi terhadap perkembangan psikologis dan pendidikan anak pelaku tindak pidana, serta membandingkan praktik diversi di berbagai wilayah Indonesia.. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 memberikan kerangka hukum yang jelas untuk penerapan diversi, dalam kasus Putusan Nomor 27/Pid.Utr, mekanisme diversi tidak diupayakan hingga tahap persidangan meskipun syarat formalnya terpenuhi.Hal ini menunjukkan ketidaksempurnaan penerapan mekanisme perlindungan hukum bagi anak.Diperlukan konsistensi dalam penerapan diversi oleh hakim anak agar sesuai dengan tujuan perlindungan hukum yang diamanatkan undang-undang Anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana pencurian masih terus terjadi di Indonesia, sementara Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mewajibkan diupayakannya diversi sebagai mekanisme perlindungan hukum bagi anak. Namun, penerapan diversi dalam praktik peradilan tidak selalu konsisten, sebagaimana tergambar dalam Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr, di mana dua anak tetap dijatuhi pidana penjara meskipun secara formal telah memenuhi syarat diversi. Penelitian ini bertujuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp 1x" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" alt="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-b0b6d.webp" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-b0b6d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-b0b6d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-b0b6d.webp 1x" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" alt="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-70bd3.webp" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-70bd3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-70bd3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-70bd3.webp 1x" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" alt="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66074-anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan" title="JURIS - Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)" target="_blank">Diversi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencurian (Studi Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kesadaran hukum masyarakat dan aparat penegak hukum terhadap prinsip diversi dalam sistem peradilan anak. Selain itu, penting untuk mengkaji efektivitas program reintegrasi sosial berbasis komunitas dalam proses diversi. Terakhir, penelitian juga bisa menggali dampak jangka panjang dari penerapan diversi terhadap perkembangan psikologis dan pendidikan anak pelaku tindak pidana, serta membandingkan praktik diversi di berbagai wilayah Indonesia..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 memberikan kerangka hukum yang jelas untuk penerapan diversi, dalam kasus Putusan Nomor 27/Pid.Utr, mekanisme diversi tidak diupayakan hingga tahap persidangan meskipun syarat formalnya terpenuhi.Hal ini menunjukkan ketidaksempurnaan penerapan mekanisme perlindungan hukum bagi anak.Diperlukan konsistensi dalam penerapan diversi oleh hakim anak agar sesuai dengan tujuan perlindungan hukum yang diamanatkan undang-undang
<br>Anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana pencurian masih terus terjadi di Indonesia, sementara Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mewajibkan diupayakannya diversi sebagai mekanisme perlindungan hukum bagi anak. Namun, penerapan diversi dalam praktik peradilan tidak selalu konsisten, sebagaimana tergambar dalam Putusan Nomor 27/Pid.Sus.Anak/2023/PN Jkt.Utr, di mana dua anak tetap dijatuhi pidana penjara meskipun secara formal telah memenuhi syarat diversi. Penelitian ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp" type="image/webp" length="82360" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-19c11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-b0b6d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/anak-pelaku-kejahatan-pendidikan-peradilan-sekolah-thumb-70bd3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-192-ubhara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12594-de-recht-journal-police-law-enforcement.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Cognitive Overload Academic Flourishing dan Adab AI Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Cognitive Overload Academic Flourishing dan Adab AI Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Cognitive Overload Academic Flourishing dan Adab AI Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-66066-platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik</link>
	<guid isPermaLink="false">89ed5fe5c17a5a3b22e272899afc085d</guid>
	<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:07:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ratna saidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ nurul azizah ]]></category>
	<category><![CDATA[ yanti elvita ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azizah,elvita,nurul,ratna,saidah,yanti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi regulasi diri digital yang efektif bagi mahasiswa PTKI. Penelitian ini dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi regulasi diri digital yang efektif bagi mahasiswa PTKI. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan intervensi psikoedukasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola penggunaan teknologi secara sadar dan bertanggung jawab. Kedua, penelitian tentang adab AI dalam konteks PTKI dapat lebih dieksplorasi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana mahasiswa Muslim memaknai penggunaan AI sebagai persoalan adab akademik dan tanggung jawab moral, serta bagaimana mereka memvalidasi jawaban dari platform AI. Ketiga, penelitian tentang academic flourishing dalam pendidikan tinggi dapat lebih dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam konteks PTKI. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana nilai-nilai Islam seperti amanah, syukur, sabar, tawakal, dan muhasabah dapat mempengaruhi keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi praktik regulasi digital yang aplikatif.. Penelitian ini menunjukkan digital cognitive overload pada dua mahasiswa PTKI tidak hanya muncul sebagai kelebihan informasi, tetapi sebagai pengalaman akademik yang mengganggu fokus, waktu, tubuh, tidur, kedalaman belajar, dan tanggung jawab penggunaan AI.Pada kasus Informan 1, overload lebih dominan muncul melalui media sosial, TikTok, notifikasi, penundaan tugas, dan keterlibatan akademik yang rapuh.Pada kasus Informan 2, overload muncul dalam bentuk yang lebih ambivalen karena digital juga berfungsi sebagai ruang produktif untuk kuliah, kerja, bisnis, relasi, dan pencarian informasi sehingga maknanya lebih kompleks.Dengan demikian, digital dalam kehidupan mahasiswa PTKI bukan sekadar gangguan, tetapi ekosistem yang sekaligus mendukung dan melemahkan proses belajar.Temuan ini menjawab bahwa academic flourishing mahasiswa PTKI sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun regulasi diri digital, memaknai belajar secara islami, dan menggunakan AI secara beradab.Nilai Islam seperti amanah, syukur, sabar, tawakal, muhasabah, dan adab kepada dosen sudah hadir dalam pengalaman mahasiswa, tetapi belum sepenuhnya menjadi sistem regulasi digital yang stabil dan aplikatif.Oleh karena itu, kebutuhan utama bukan menjauhkan mahasiswa dari teknologi karena teknologi sudah menjadi kehidupan mereka sekarang, melainkan membimbing mereka menggunakan digital dan AI secara sadar, reflektif, bertanggung jawab, dan beradab melalui penguatan digital self-regulation, Islamic meaning-making, dan adab AI Penggunaan media digital dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin intensif dalam kehidupan akademik telah memperluas akses siswa terhadap informasi, tetapi secara bersamaan meningkatkan gangguan, fragmentasi perhatian, dan beban kognitif. Isu ini menjadi semakin penting dalam lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) karena kemampuan mengelola teknologi tidak hanya terkait dengan keberhasilan akademik tetapi juga dengan pengaturan diri, makna Islami tentang pembelajaran, dan etika penggunaan AI. Studi ini mengeksplorasi beban kognitif digital, perkembangan akademik, pengaturan diri digital,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp 1x" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" alt="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4fc4.webp" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4fc4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4fc4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4fc4.webp 1x" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" alt="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-fdfd1.webp" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-fdfd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-fdfd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-fdfd1.webp 1x" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" alt="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66066-platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik" title="JURIS - Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami" target="_blank">Digital Cognitive Overload, Academic Flourishing, dan Adab AI: Studi Kasus Regulasi Diri Digital dan Pemaknaan Islami</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi regulasi diri digital yang efektif bagi mahasiswa PTKI. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan intervensi psikoedukasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola penggunaan teknologi secara sadar dan bertanggung jawab. Kedua, penelitian tentang adab AI dalam konteks PTKI dapat lebih dieksplorasi. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana mahasiswa Muslim memaknai penggunaan AI sebagai persoalan adab akademik dan tanggung jawab moral, serta bagaimana mereka memvalidasi jawaban dari platform AI. Ketiga, penelitian tentang academic flourishing dalam pendidikan tinggi dapat lebih dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam konteks PTKI. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana nilai-nilai Islam seperti amanah, syukur, sabar, tawakal, dan muhasabah dapat mempengaruhi keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi praktik regulasi digital yang aplikatif..
<br>Penelitian ini menunjukkan digital cognitive overload pada dua mahasiswa PTKI tidak hanya muncul sebagai kelebihan informasi, tetapi sebagai pengalaman akademik yang mengganggu fokus, waktu, tubuh, tidur, kedalaman belajar, dan tanggung jawab penggunaan AI.Pada kasus Informan 1, overload lebih dominan muncul melalui media sosial, TikTok, notifikasi, penundaan tugas, dan keterlibatan akademik yang rapuh.Pada kasus Informan 2, overload muncul dalam bentuk yang lebih ambivalen karena digital juga berfungsi sebagai ruang produktif untuk kuliah, kerja, bisnis, relasi, dan pencarian informasi sehingga maknanya lebih kompleks.Dengan demikian, digital dalam kehidupan mahasiswa PTKI bukan sekadar gangguan, tetapi ekosistem yang sekaligus mendukung dan melemahkan proses belajar.Temuan ini menjawab bahwa academic flourishing mahasiswa PTKI sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun regulasi diri digital, memaknai belajar secara islami, dan menggunakan AI secara beradab.Nilai Islam seperti amanah, syukur, sabar, tawakal, muhasabah, dan adab kepada dosen sudah hadir dalam pengalaman mahasiswa, tetapi belum sepenuhnya menjadi sistem regulasi digital yang stabil dan aplikatif.Oleh karena itu, kebutuhan utama bukan menjauhkan mahasiswa dari teknologi karena teknologi sudah menjadi kehidupan mereka sekarang, melainkan membimbing mereka menggunakan digital dan AI secara sadar, reflektif, bertanggung jawab, dan beradab melalui penguatan digital self-regulation, Islamic meaning-making, dan adab AI
<br>Penggunaan media digital dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin intensif dalam kehidupan akademik telah memperluas akses siswa terhadap informasi, tetapi secara bersamaan meningkatkan gangguan, fragmentasi perhatian, dan beban kognitif. Isu ini menjadi semakin penting dalam lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) karena kemampuan mengelola teknologi tidak hanya terkait dengan keberhasilan akademik tetapi juga dengan pengaturan diri, makna Islami tentang pembelajaran, dan etika penggunaan AI. Studi ini mengeksplorasi beban kognitif digital, perkembangan akademik, pengaturan diri digital,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp" type="image/webp" length="108374" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4eae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-b4fc4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/platform-ai-deepseek-beban-kognitif-mahasiswa-etik-thumb-fdfd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1191-uit-lirboyo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5874-intelektual-jurnal-pendidikan-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 15 Sep 2026 08:29:53 +0700. 24 items. Served in: 9.435 seconds [rss] -->
