<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 18:23:35 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:23:35 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-28T18:23:35+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42445-strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p</link>
	<guid isPermaLink="false">d68c2a72b4c497d5c4383929d61855ac</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ jsr ums ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ sentra ki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,jsr,ki,sentra,stats,ums,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai implementasi kebijakan pendidikan di India dan Indonesia, dengan fokus pada analisis faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai implementasi kebijakan pendidikan di India dan Indonesia, dengan fokus pada analisis faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengatasi tantangan sistemik yang dihadapi kedua negara, seperti kesenjangan infrastruktur digital dan variasi kualitas guru. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan model kolaborasi lintas sektor dan pembelajaran antarnegara untuk mengadopsi praktik terbaik yang relevan secara kontekstual, sehingga sistem pendidikan di India dan Indonesia dapat berkembang menjadi lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan global di masa depan.. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan di India dan Indonesia menunjukkan arah yang semakin konvergen menuju paradigma pendidikan abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik.Kedua negara sama-sama menggeser pendekatan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dengan menekankan integrasi kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital.Selain itu, baik National Education Policy (NEP) 2020 di India maupun Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Indonesia mengintegrasikan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran, yang menunjukkan komitmen terhadap pengembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek kognitif tetapi juga afektif dan sosial.Namun, hasil penelitian juga menunjukkan adanya divergensi strategis dalam implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara.India mengadopsi pendekatan struktural dan sistemik yang terintegrasi seperti penerapan sistem multiple entry-exit, serta integrasi standarisasi pendidikan.Sebaliknya, Indonesia lebih menekankan pendekatan kontekstual dan desentralistik dengan memberikan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal, termasuk pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila.Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan pendidikan bersifat universal, strategi implementasi sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kebijakan masing-masing negara.Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara masih menghadapi berbagai tantangan sistemik yang relatif serupa, seperti kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas dan kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.Selain itu, faktor budaya organisasi dan resistensi terhadap perubahan juga menjadi hambatan dalam mengadopsi inovasi pembelajaran abad ke-21.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain kebijakan, tetapi juga implementasi dan kesiapan ekosistem pendidikan secara keseluruhan.Penelitian ini juga mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang berperan sebagai determinan keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan, yaitu kepemimpinan pendidikan transformasional, profesionalisme dan pengembangan berkelanjutan guru, integrasi teknologi yang inklusif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.Sinergi antara faktor-faktor tersebut menjadi prasyarat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.Dengan demikian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang krusial dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pendidikan mengadopsi pendekatan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik untuk merespons perkembangan teknologi dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia, serta mengidentifikasi konvergensi paradigma, divergensi strategi implementasi, dan tantangan sistemik yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki konvergensi dalam paradigma pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum holistik. Namun, terdapat divergensi dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" alt="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-df38d.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-df38d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-df38d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-df38d.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" alt="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-9cf0f.webp" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-9cf0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-9cf0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-9cf0f.webp 1x" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" alt="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42445-strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p" title="JURIS - Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia" target="_blank">Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai implementasi kebijakan pendidikan di India dan Indonesia, dengan fokus pada analisis faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam mengatasi tantangan sistemik yang dihadapi kedua negara, seperti kesenjangan infrastruktur digital dan variasi kualitas guru. Terakhir, penelitian dapat mengusulkan model kolaborasi lintas sektor dan pembelajaran antarnegara untuk mengadopsi praktik terbaik yang relevan secara kontekstual, sehingga sistem pendidikan di India dan Indonesia dapat berkembang menjadi lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan global di masa depan..
<br>Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan di India dan Indonesia menunjukkan arah yang semakin konvergen menuju paradigma pendidikan abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan peserta didik secara holistik.Kedua negara sama-sama menggeser pendekatan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dengan menekankan integrasi kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta literasi digital.Selain itu, baik National Education Policy (NEP) 2020 di India maupun Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Indonesia mengintegrasikan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran, yang menunjukkan komitmen terhadap pengembangan manusia secara utuh, tidak hanya dari aspek kognitif tetapi juga afektif dan sosial.Namun, hasil penelitian juga menunjukkan adanya divergensi strategis dalam implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara.India mengadopsi pendekatan struktural dan sistemik yang terintegrasi seperti penerapan sistem multiple entry-exit, serta integrasi standarisasi pendidikan.Sebaliknya, Indonesia lebih menekankan pendekatan kontekstual dan desentralistik dengan memberikan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal, termasuk pembelajaran berdiferensiasi, berbasis proyek, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila.Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan pendidikan bersifat universal, strategi implementasi sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan kebijakan masing-masing negara.Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi kebijakan pendidikan di kedua negara masih menghadapi berbagai tantangan sistemik yang relatif serupa, seperti kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas dan kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.Selain itu, faktor budaya organisasi dan resistensi terhadap perubahan juga menjadi hambatan dalam mengadopsi inovasi pembelajaran abad ke-21.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain kebijakan, tetapi juga implementasi dan kesiapan ekosistem pendidikan secara keseluruhan.Penelitian ini juga mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang berperan sebagai determinan keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan, yaitu kepemimpinan pendidikan transformasional, profesionalisme dan pengembangan berkelanjutan guru, integrasi teknologi yang inklusif, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.Sinergi antara faktor-faktor tersebut menjadi prasyarat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.Dengan demikian, pendekatan yang mengintegrasikan kebijakan, praktik, dan konteks lokal menjadi strategi yang krusial dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21
<br>Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pendidikan mengadopsi pendekatan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik untuk merespons perkembangan teknologi dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia, serta mengidentifikasi konvergensi paradigma, divergensi strategi implementasi, dan tantangan sistemik yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki konvergensi dalam paradigma pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum holistik. Namun, terdapat divergensi dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp" type="image/webp" length="84190" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-b47c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-df38d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/strategi-implementasi-kompetensi-abad-ke21-model-p-thumb-9cf0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-603-ums.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9043-jurnal-keilmuan-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial Spiritual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial Spiritual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial Spiritual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42444-parameter-fisiologis-pasien-psikologis-syst</link>
	<guid isPermaLink="false">0d5ac70817baea0c79ae14a2a6e4b6f4</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ jsr ums ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ sentra ki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,jsr,ki,sentra,stats,ums,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan desain eksperimental yang lebih kuat untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan desain eksperimental yang lebih kuat untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis secara langsung. Penelitian ini dapat menggunakan desain acak terkontrol dengan kelompok perlakuan dan kontrol yang jelas, serta ukuran sampel yang representatif. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi murottal dalam menurunkan keputusasaan.2. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi efek jangka panjang terapi murottal pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dapat mengikuti perkembangan pasien selama beberapa bulan atau bahkan tahun, dengan mengukur tingkat keputusasaan, kualitas hidup, dan aspek psikologis lainnya secara berkala. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak terapi murottal dalam jangka panjang, serta kontribusinya terhadap kesehatan psikologis pasien.3. Menganalisis mekanisme kerja terapi murottal secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks pendekatan biopsikososial-spiritual. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau campuran untuk memahami pengalaman pasien dalam menjalani terapi murottal, serta bagaimana terapi ini mempengaruhi aspek psikologis, fisiologis, dan spiritual mereka. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme kerja terapi murottal dan kontribusinya dalam menurunkan keputusasaan.. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keputusasaan (hopelessness) pada pasien hemodialisis merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, meliputi aspek psikologis, klinis, kognitif, dan perilaku.Faktor psikologis, khususnya depresi dan kecemasan, menjadi determinan utama yang paling dominan dalam memengaruhi tingkat keputusasaan.Selain itu, faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status dalam daftar tunggu transplantasi, serta kemampuan perawatan diri turut memperlemah atau memperkuat kondisi psikologis pasien.Di sisi lain, terapi murottal Al-Qur'an terbukti memiliki efektivitas sebagai intervensi non-farmakologis yang memberikan dampak positif terhadap kondisi pasien hemodialisis.Terapi ini mampu menurunkan tingkat kecemasan, mengurangi kelelahan (fatigue), menstabilkan tekanan darah dan kondisi hemodinamika, serta meningkatkan kualitas tidur.Dampak-dampak tersebut menunjukkan bahwa terapi murottal tidak hanya bekerja pada aspek psikologis, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis yang terukur.Lebih lanjut, secara integratif, terapi murottal memiliki potensi dalam menurunkan keputusasaan melalui mekanisme tidak langsung, yaitu dengan memperbaiki faktor-faktor mendasarinya.Penurunan kecemasan, peningkatan kualitas tidur, serta perbaikan kondisi fisik dan emosional pasien berkontribusi terhadap peningkatan harapan dan kualitas hidup secara keseluruhan.Dengan demikian, terapi murottal dapat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan perawatan holistik berbasis biopsikososial-spiritual.Secara teoritis, penelitian ini memberikan pemahaman mengenai peran terapi murottal dalam mengatasi masalah psikologis pada pasien hemodialisis.Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi murottal sebagai intervensi komplementer dalam pelayanan keperawatan dan kesehatan, guna meningkatkan kesejahteraan pasien secara menyeluruh.Namun demikian, keterbatasan dalam jumlah dan variasi desain penelitian yang dianalisis menunjukkan perlunya penelitian lanjut, khususnya studi eksperimental dengan desain yang lebih kuat, untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis.Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperkuat evidensi ilmiah dan mendukung implementasi terapi murottal secara lebih luas dalam praktik klinis Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis pasien, salah satunya adalah keputusasaan (hopelessness). Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami keputusasaan akibat kompleksitas penyakit dan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang efektif, termasuk pendekatan berbasis spiritual seperti terapi murottal Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusasaan pada pasien hemodialisis serta menganalisis potensi terapi murottal... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-6d54f.webp" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-6d54f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-6d54f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-6d54f.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" alt="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" alt="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-215bc.webp" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-215bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-215bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-215bc.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" alt="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42444-parameter-fisiologis-pasien-psikologis-syst" title="JURIS - Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual" target="_blank">Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengembangkan desain eksperimental yang lebih kuat untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis secara langsung. Penelitian ini dapat menggunakan desain acak terkontrol dengan kelompok perlakuan dan kontrol yang jelas, serta ukuran sampel yang representatif. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi murottal dalam menurunkan keputusasaan.2. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi efek jangka panjang terapi murottal pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dapat mengikuti perkembangan pasien selama beberapa bulan atau bahkan tahun, dengan mengukur tingkat keputusasaan, kualitas hidup, dan aspek psikologis lainnya secara berkala. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak terapi murottal dalam jangka panjang, serta kontribusinya terhadap kesehatan psikologis pasien.3. Menganalisis mekanisme kerja terapi murottal secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks pendekatan biopsikososial-spiritual. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau campuran untuk memahami pengalaman pasien dalam menjalani terapi murottal, serta bagaimana terapi ini mempengaruhi aspek psikologis, fisiologis, dan spiritual mereka. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme kerja terapi murottal dan kontribusinya dalam menurunkan keputusasaan..
<br>Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keputusasaan (hopelessness) pada pasien hemodialisis merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, meliputi aspek psikologis, klinis, kognitif, dan perilaku.Faktor psikologis, khususnya depresi dan kecemasan, menjadi determinan utama yang paling dominan dalam memengaruhi tingkat keputusasaan.Selain itu, faktor seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status dalam daftar tunggu transplantasi, serta kemampuan perawatan diri turut memperlemah atau memperkuat kondisi psikologis pasien.Di sisi lain, terapi murottal Al-Qur'an terbukti memiliki efektivitas sebagai intervensi non-farmakologis yang memberikan dampak positif terhadap kondisi pasien hemodialisis.Terapi ini mampu menurunkan tingkat kecemasan, mengurangi kelelahan (fatigue), menstabilkan tekanan darah dan kondisi hemodinamika, serta meningkatkan kualitas tidur.Dampak-dampak tersebut menunjukkan bahwa terapi murottal tidak hanya bekerja pada aspek psikologis, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis yang terukur.Lebih lanjut, secara integratif, terapi murottal memiliki potensi dalam menurunkan keputusasaan melalui mekanisme tidak langsung, yaitu dengan memperbaiki faktor-faktor mendasarinya.Penurunan kecemasan, peningkatan kualitas tidur, serta perbaikan kondisi fisik dan emosional pasien berkontribusi terhadap peningkatan harapan dan kualitas hidup secara keseluruhan.Dengan demikian, terapi murottal dapat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan perawatan holistik berbasis biopsikososial-spiritual.Secara teoritis, penelitian ini memberikan pemahaman mengenai peran terapi murottal dalam mengatasi masalah psikologis pada pasien hemodialisis.Secara praktis, temuan ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan terapi murottal sebagai intervensi komplementer dalam pelayanan keperawatan dan kesehatan, guna meningkatkan kesejahteraan pasien secara menyeluruh.Namun demikian, keterbatasan dalam jumlah dan variasi desain penelitian yang dianalisis menunjukkan perlunya penelitian lanjut, khususnya studi eksperimental dengan desain yang lebih kuat, untuk menguji pengaruh terapi murottal terhadap tingkat keputusasaan pada pasien hemodialisis.Dengan demikian, penelitian selanjutnya dapat memperkuat evidensi ilmiah dan mendukung implementasi terapi murottal secara lebih luas dalam praktik klinis
<br>Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis pasien, salah satunya adalah keputusasaan (hopelessness). Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami keputusasaan akibat kompleksitas penyakit dan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang efektif, termasuk pendekatan berbasis spiritual seperti terapi murottal Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusasaan pada pasien hemodialisis serta menganalisis potensi terapi murottal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp" type="image/webp" length="99450" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-6d54f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-2b679.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/parameter-fisiologis-pasien-psikologis-systematic-thumb-215bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-603-ums.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9043-jurnal-keilmuan-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42443-tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-masj</link>
	<guid isPermaLink="false">b9eb3d42898dbd5760076de2cf7b3aa7</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ jsr ums ac ]]></category>
	<category><![CDATA[ sentra ki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,jsr,ki,sentra,stats,ums,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas model tadarus ini pada kelompok remaja yang berbeda, misalnya remaja di luar lingkungan masjid ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas model tadarus ini pada kelompok remaja yang berbeda, misalnya remaja di luar lingkungan masjid atau remaja dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran karakter religius yang lebih valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak kegiatan tadarus secara lebih akurat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan partisipasi dan kualitas tadarus, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform pembelajaran Al-QurAoan interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pengembangan model pembinaan karakter religius berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola masjid dan lembaga pendidikan dalam merancang program yang lebih adaptif dan partisipatif. Dengan demikian, kegiatan tadarus Al-QurAoan dapat terus dioptimalkan sebagai sarana untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan tadarus Al-QurAoan selama bulan Ramadhan di Masjid Al-Kautsar memiliki peran signifikan dalam meningkatkan partisipasi remaja dan membentuk karakter religius yang berkelanjutan.Pelaksanaan tadarus yang terstruktur, konsisten, dan memberdayakan remaja masjid sebagai penggerak utama terbukti menciptakan lingkungan pembinaan yang partisipatif dan kondusif.Strategi yang diterapkan, seperti pendekatan kelompok sebaya dan variasi metode, efektif meningkatkan motivasi intrinsik remaja dan keberlanjutan kegiatan ini memerlukan dukungan dari lingkungan sosial Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-QurAoan berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi remaja, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter religius dan keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar pada bulan Ramadhan. Subjek penelitian terdiri dari remaja peserta tadarus dan pengurus masjid yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi angket sebagai data pendukung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-631e2.webp" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-631e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-631e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-631e2.webp 1x" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" alt="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp 1x" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" alt="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-1c538.webp" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-1c538.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-1c538.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-1c538.webp 1x" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" alt="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42443-tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-masj" title="JURIS - Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja" target="_blank">Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-QurAoan dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas model tadarus ini pada kelompok remaja yang berbeda, misalnya remaja di luar lingkungan masjid atau remaja dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran karakter religius yang lebih valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak kegiatan tadarus secara lebih akurat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam meningkatkan partisipasi dan kualitas tadarus, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform pembelajaran Al-QurAoan interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam pengembangan model pembinaan karakter religius berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola masjid dan lembaga pendidikan dalam merancang program yang lebih adaptif dan partisipatif. Dengan demikian, kegiatan tadarus Al-QurAoan dapat terus dioptimalkan sebagai sarana untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan tadarus Al-QurAoan selama bulan Ramadhan di Masjid Al-Kautsar memiliki peran signifikan dalam meningkatkan partisipasi remaja dan membentuk karakter religius yang berkelanjutan.Pelaksanaan tadarus yang terstruktur, konsisten, dan memberdayakan remaja masjid sebagai penggerak utama terbukti menciptakan lingkungan pembinaan yang partisipatif dan kondusif.Strategi yang diterapkan, seperti pendekatan kelompok sebaya dan variasi metode, efektif meningkatkan motivasi intrinsik remaja dan keberlanjutan kegiatan ini memerlukan dukungan dari lingkungan sosial
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-QurAoan berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi remaja, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter religius dan keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar pada bulan Ramadhan. Subjek penelitian terdiri dari remaja peserta tadarus dan pengurus masjid yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi angket sebagai data pendukung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp" type="image/webp" length="95456" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-631e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-4a5b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/tadarus-al-masjid-ikhlas-organisasi-remaja-motivas-thumb-1c538.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-603-ums.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9043-jurnal-keilmuan-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42442-peran-guru-interaksi-kualitas</link>
	<guid isPermaLink="false">b8e4355fff0a55a4d121086626907775</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badboys http ]]></category>
	<category><![CDATA[ blitar heboh ]]></category>
	<category><![CDATA[ nano rayakan ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badboys,blitar,heboh,http,nano,rayakan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas platform digital sebagai medium komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa, menguji dampaknya terhadap penurunan kenakalan siswa di SMA. Selain itu, studi longitudinal dapat mengkaji bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas platform digital sebagai medium komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa, menguji dampaknya terhadap penurunan kenakalan siswa di SMA. Selain itu, studi longitudinal dapat mengkaji bagaimana program pelatihan pengembangan keterampilan sosial dan emosional bagi guru dapat memperkuat interaksi interpersonal dan dampaknya pada perilaku siswa. Terakhir, penelitian komparatif dapat mengamati perbedaan hasil pencegahan kenakalan antara sekolah negeri dan swasta, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas.. Komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua merupakan kunci utama dalam pencegahan kenakalan siswa, yang dapat mengurangi bolos dan putus sekolah.Interaksi interpersonal antara guru dan siswa juga memainkan peran penting dalam membantu siswa mengatasi masalah pribadi dan sosial serta membangun hubungan harmonis.Dengan menggabungkan strategi komunikasi terbuka, kunjungan rumah, dan pengembangan keterampilan sosial, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menurunkan tingkat kenakalan remaja Pendidikan memainkan peran strategis sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan bangsa, mempersiapkan individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Namun sistem pendidikan menghadapi tantangan seperti akses yang tidak merata, kualitas yang bervariasi, dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk meneliti upaya pencegahan kenakalan remaja di sekolah menengah atas melalui interaksi guru, orang tua, dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegah kenakalan remaja, mengurangi bolos dan putus sekolah, serta membantu siswa mengatasi masalah pribadi dan sosial. Dengan membangun komunikasi yang terbuka, mengunjungi rumah siswa, memberikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-00b77.webp" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-00b77.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-00b77.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-00b77.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" alt="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" alt="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-05977.webp" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-05977.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-05977.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-05977.webp 1x" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" alt="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42442-peran-guru-interaksi-kualitas" title="JURIS - Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA" target="_blank">Peran Guru dalam Mencengah Kenakalan Siswa SMA</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas platform digital sebagai medium komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa, menguji dampaknya terhadap penurunan kenakalan siswa di SMA. Selain itu, studi longitudinal dapat mengkaji bagaimana program pelatihan pengembangan keterampilan sosial dan emosional bagi guru dapat memperkuat interaksi interpersonal dan dampaknya pada perilaku siswa. Terakhir, penelitian komparatif dapat mengamati perbedaan hasil pencegahan kenakalan antara sekolah negeri dan swasta, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas..
<br>Komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua merupakan kunci utama dalam pencegahan kenakalan siswa, yang dapat mengurangi bolos dan putus sekolah.Interaksi interpersonal antara guru dan siswa juga memainkan peran penting dalam membantu siswa mengatasi masalah pribadi dan sosial serta membangun hubungan harmonis.Dengan menggabungkan strategi komunikasi terbuka, kunjungan rumah, dan pengembangan keterampilan sosial, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menurunkan tingkat kenakalan remaja
<br>Pendidikan memainkan peran strategis sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan bangsa, mempersiapkan individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Namun sistem pendidikan menghadapi tantangan seperti akses yang tidak merata, kualitas yang bervariasi, dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk meneliti upaya pencegahan kenakalan remaja di sekolah menengah atas melalui interaksi guru, orang tua, dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegah kenakalan remaja, mengurangi bolos dan putus sekolah, serta membantu siswa mengatasi masalah pribadi dan sosial. Dengan membangun komunikasi yang terbuka, mengunjungi rumah siswa, memberikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp" type="image/webp" length="85808" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-00b77.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-5f7a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/peran-guru-interaksi-kualitas-pjok-platform-digita-thumb-05977.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1903-pusdikra-publishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9303-jurnal-pusat-studi-pendidikan-rakyat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42439-praktik-higiene-sanitasi-pengetah</link>
	<guid isPermaLink="false">81da7a1dde65e563a3a84853bbe8e434</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan higiene sanitasi, seperti pelatihan yang diterima penjamah makanan, budaya organisasi, dan dukungan manajemen. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan higiene sanitasi, seperti pelatihan yang diterima penjamah makanan, budaya organisasi, dan dukungan manajemen. Selain itu, studi komparatif antara fasilitas kesehatan dengan tingkat pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih lanjut. Terakhir, penelitian kualitatif yang mendalam tentang persepsi dan pengalaman penjamah makanan dalam menerapkan higiene sanitasi dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan strategi yang efektif.. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik sampel sebagian besar adalah perempuan berusia 41-45 tahun dengan pendidikan SMA/SMK dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun.Pengetahuan penjamah makanan tentang higiene sanitasi sebagian besar baik (53,3%), sedangkan penerapan higiene sanitasi sebagian besar baik (63,3%).Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan.Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang mempengaruhi penerapan higiene sanitasi selain tingkat pengetahuan Tingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan sangat mempengaruhi sikap mereka dalam mengolah makanan. Jika tingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan rendah, maka penerapan personal higiene sanitasi perorangan juga akan rendah, dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan penerapan higiene sanitasi berdasarkan tingkat pengetahuan penjamah makanan di RSUD Tabanan. Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 30 penjamah makanan sebagai sampel. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penerapan higiene sanitasi terbagi menjadi kategori baik (53,3%) dan cukup (100,0%). Analisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-fe464.webp" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-fe464.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-fe464.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-fe464.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" alt="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" alt="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-16af4.webp" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-16af4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-16af4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-16af4.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" alt="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42439-praktik-higiene-sanitasi-pengetah" title="JURIS - Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali" target="_blank">Perbedaan Penerapan Higiene Sanitasi Berdasarkan Tingkat Pengetahuan  Penjamah Makanan di RSUD Tabanan Provinsi Bali</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan higiene sanitasi, seperti pelatihan yang diterima penjamah makanan, budaya organisasi, dan dukungan manajemen. Selain itu, studi komparatif antara fasilitas kesehatan dengan tingkat pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih lanjut. Terakhir, penelitian kualitatif yang mendalam tentang persepsi dan pengalaman penjamah makanan dalam menerapkan higiene sanitasi dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan strategi yang efektif..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik sampel sebagian besar adalah perempuan berusia 41-45 tahun dengan pendidikan SMA/SMK dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun.Pengetahuan penjamah makanan tentang higiene sanitasi sebagian besar baik (53,3%), sedangkan penerapan higiene sanitasi sebagian besar baik (63,3%).Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan.Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang mempengaruhi penerapan higiene sanitasi selain tingkat pengetahuan
<br>Tingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan sangat mempengaruhi sikap mereka dalam mengolah makanan. Jika tingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan rendah, maka penerapan personal higiene sanitasi perorangan juga akan rendah, dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan penerapan higiene sanitasi berdasarkan tingkat pengetahuan penjamah makanan di RSUD Tabanan. Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 30 penjamah makanan sebagai sampel. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penerapan higiene sanitasi terbagi menjadi kategori baik (53,3%) dan cukup (100,0%). Analisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp" type="image/webp" length="78316" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-fe464.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-04653.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/praktik-higiene-sanitasi-pengetahuan-penerapan-bud-thumb-16af4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42436-siswa-kelas-busana-smp-swasta</link>
	<guid isPermaLink="false">edafcd9e641b05ac28c5ea8dba43d02e</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program edukasi sarapan di sekolah melalui desain eksperimen. Kajian longitudinal dapat melacak perkembangan status gizi dan kebiasaan sarapan siswa dari tahun pertama hingga akhir SMP. Analisis lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program edukasi sarapan di sekolah melalui desain eksperimen. Kajian longitudinal dapat melacak perkembangan status gizi dan kebiasaan sarapan siswa dari tahun pertama hingga akhir SMP. Analisis lebih mendalam tentang pengaruh pengetahuan orang tua dan lingkungan keluarga terhadap pola sarapan siswa juga penting.. Status gizi siswa SMP Negeri 1 Bangli sebagian besar baik, namun kebiasaan sarapan tidak sesuai anjuran mayoritas.Kebiasaan sarapan yang buruk berhubungan dengan peningkatan obesitas di kalangan siswa.Diperlukan intervensi edukatif berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sarapan siswa Nutrisi seimbang bagi remaja sangat menentukan kematangan di masa depan. Masalah nutrisi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola sarapan. Penelitian ini bertujuan menentukan status gizi dan kebiasaan sarapan siswa di SMP Negeri 1 Bangli. Metode penelitian observasional dengan desain crossAcsectional. Populasi seluruh siswa kelas VIII, diambil sampel 76 siswa secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner, SQFFQ, dan pengukuran antropometri. Hasil menunjukkan lebih dari setengah siswa memiliki status gizi baik (55,26%). Namun, 53,95% siswa memiliki kebiasaan sarapan yang tidak sesuai rekomendasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" alt="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-e271d.webp" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-e271d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-e271d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-e271d.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" alt="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-b8cc6.webp" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-b8cc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-b8cc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-b8cc6.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" alt="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42436-siswa-kelas-busana-smp-swasta" title="JURIS - Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli" target="_blank">Gambaran Status Gizi Dan Kebiasaan Sarapan Siswa di SMP Negeri 1 Bangli</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program edukasi sarapan di sekolah melalui desain eksperimen. Kajian longitudinal dapat melacak perkembangan status gizi dan kebiasaan sarapan siswa dari tahun pertama hingga akhir SMP. Analisis lebih mendalam tentang pengaruh pengetahuan orang tua dan lingkungan keluarga terhadap pola sarapan siswa juga penting..
<br>Status gizi siswa SMP Negeri 1 Bangli sebagian besar baik, namun kebiasaan sarapan tidak sesuai anjuran mayoritas.Kebiasaan sarapan yang buruk berhubungan dengan peningkatan obesitas di kalangan siswa.Diperlukan intervensi edukatif berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sarapan siswa
<br>Nutrisi seimbang bagi remaja sangat menentukan kematangan di masa depan. Masalah nutrisi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola sarapan. Penelitian ini bertujuan menentukan status gizi dan kebiasaan sarapan siswa di SMP Negeri 1 Bangli. Metode penelitian observasional dengan desain crossAcsectional. Populasi seluruh siswa kelas VIII, diambil sampel 76 siswa secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner, SQFFQ, dan pengukuran antropometri. Hasil menunjukkan lebih dari setengah siswa memiliki status gizi baik (55,26%). Namun, 53,95% siswa memiliki kebiasaan sarapan yang tidak sesuai rekomendasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp" type="image/webp" length="59324" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-a1c2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-e271d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/siswa-kelas-busana-smp-swasta-sarapan-gizi-status-thumb-b8cc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42425-darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula</link>
	<guid isPermaLink="false">46fa9a1a72b98ee06cb0a278393d1c78</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:04:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya perlu mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II, mengingat bahwa faktor seperti olahraga dapat berperan besar dalam pengelolaan gula darah. Selain itu, penting untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan: Penelitian selanjutnya perlu mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II, mengingat bahwa faktor seperti olahraga dapat berperan besar dalam pengelolaan gula darah. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana kepatuhan terhadap konsumsi obat hipoglikemik secara konsisten memengaruhi fluktuasi glukosa darah dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji interaksi antara faktor genetik dan pola makan lokal terhadap kontrol glukosa darah, untuk memberikan gambaran holistik tentang determinan gula darah di populasi setempat.. Rata-rata asupan karbohidrat per hari sebesar 274,5 gram/hari, dengan mayoritas termasuk kategori lebih (86,4%).Sebagian besar sampel memiliki status gizi obesitas (70,5%) dan kadar glukosa darah pada kategori tinggi (97,7%).Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asupan karbohidrat maupun status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di lokasi penelitian Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular utama di masyarakat. Prevalensi DM terus meningkat dan menyebabkan berbagai dampak seperti biaya kesehatan yang tinggi serta menurunnya kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Penebel II, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidrat pada kategori lebih sebesar 86,4%, kategori normal 9%, dan kategori kurang 4,6%. Nilai signifikansi sebesar 0,697 (r = 0), sehingga tidak terdapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" alt="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-b3179.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-b3179.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-b3179.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-b3179.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" alt="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-5fbe6.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-5fbe6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-5fbe6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-5fbe6.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" alt="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42425-darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula" title="JURIS - Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan" target="_blank">Hubungan Asupan Karbohidrat Dan Status Gizi Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes  Mellitus Tipe II Di Puskesmas Penebel II Kabupaten Tabanan</a>: Penelitian selanjutnya perlu mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II, mengingat bahwa faktor seperti olahraga dapat berperan besar dalam pengelolaan gula darah. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana kepatuhan terhadap konsumsi obat hipoglikemik secara konsisten memengaruhi fluktuasi glukosa darah dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji interaksi antara faktor genetik dan pola makan lokal terhadap kontrol glukosa darah, untuk memberikan gambaran holistik tentang determinan gula darah di populasi setempat..
<br>Rata-rata asupan karbohidrat per hari sebesar 274,5 gram/hari, dengan mayoritas termasuk kategori lebih (86,4%).Sebagian besar sampel memiliki status gizi obesitas (70,5%) dan kadar glukosa darah pada kategori tinggi (97,7%).Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asupan karbohidrat maupun status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di lokasi penelitian
<br>Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular utama di masyarakat. Prevalensi DM terus meningkat dan menyebabkan berbagai dampak seperti biaya kesehatan yang tinggi serta menurunnya kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Penebel II, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidrat pada kategori lebih sebesar 86,4%, kategori normal 9%, dan kategori kurang 4,6%. Nilai signifikansi sebesar 0,697 (r = 0), sehingga tidak terdapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp" type="image/webp" length="86482" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-fc1d4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-b3179.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/darah-kualitas-hidup-glukosa-skrining-gula-rutin-k-thumb-5fbe6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Co Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus Coca Pragmatics Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Co Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus Coca Pragmatics Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Co Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus Coca Pragmatics Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42448-fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom</link>
	<guid isPermaLink="false">c2e55c4f5ea151818349d8b5c75bdc13</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 17:58:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, peneliti dapat mengembangkan studi lebih lanjut dengan menganalisis kata kerja serupa seperti 'announce', 'state', atau 'proclaim' dalam korpus yang sama untuk membandingkan variasi makna dan fungsi ilokusionernya dalam konteks yang berbeda. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study: Pertama, peneliti dapat mengembangkan studi lebih lanjut dengan menganalisis kata kerja serupa seperti 'announce', 'state', atau 'proclaim' dalam korpus yang sama untuk membandingkan variasi makna dan fungsi ilokusionernya dalam konteks yang berbeda. Kedua, penelitian bisa dilakukan pada konteks komunikasi lisan dalam pembelajaran bahasa, seperti diskusi kelas atau presentasi, untuk melihat bagaimana penutur non-native memahami dan menggunakan kata 'declare' secara pragmatis. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan mengeksplorasi bagaimana konteks sosial dan budaya memengaruhi interpretasi terhadap tindakan ilokusioner dari kata 'declare' dalam berbagai genre teks, misalnya dalam media, politik, atau hukum, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penggunaan pragmatis kata tersebut di masyarakat global.. Kata 'declare' memiliki berbagai makna dan fungsi ilokusioner tergantung pada konteks ko-teksnya.Dalam tiga data dari korpus COCA, kata tersebut dapat berfungsi sebagai proses verbal maupun material dalam kompleks klausa.Makna dan fungsi kata 'declare' bervariasi, yaitu sebagai afirmasi dengan fungsi convivial, pengumuman dengan fungsi konfliktif, dan pengumuman dengan fungsi kompetitif Penulis merupakan penutur non-native Inggris namun mengajar bahasa Inggris untuk orang dewasa. Oleh karena itu, memahami makna yang sebenarnya menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks ko-teks dari kata kerja 'declare' dalam beberapa ujaran. Secara umum, kata kerja 'declare' selalu diartikan sebagai 'mengumumkan' yang memiliki fungsi kolaboratif. Namun, ketika penulis menyelidiki korpus COCA, ditemukan fungsi ilokusioner yang berbeda dari kata kerja 'declare' berdasarkan konteks ko-teks atau konteks linguistik, yang secara otomatis mengubah maknanya saat konteks ko-teks dianalisis. Seperti diketahui, pragmatik adalah studi tentang makna berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-56197.webp" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-56197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-56197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-56197.webp 1x" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" alt="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-e3d60.webp" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-e3d60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-e3d60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-e3d60.webp 1x" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" alt="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp 1x" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" alt="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42448-fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom" title="JURIS - Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study" target="_blank">Co-Text Contextual Analysis The Verb Declare Based On Corpus (Coca): Pragmatics Study</a>: Pertama, peneliti dapat mengembangkan studi lebih lanjut dengan menganalisis kata kerja serupa seperti 'announce', 'state', atau 'proclaim' dalam korpus yang sama untuk membandingkan variasi makna dan fungsi ilokusionernya dalam konteks yang berbeda. Kedua, penelitian bisa dilakukan pada konteks komunikasi lisan dalam pembelajaran bahasa, seperti diskusi kelas atau presentasi, untuk melihat bagaimana penutur non-native memahami dan menggunakan kata 'declare' secara pragmatis. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan mengeksplorasi bagaimana konteks sosial dan budaya memengaruhi interpretasi terhadap tindakan ilokusioner dari kata 'declare' dalam berbagai genre teks, misalnya dalam media, politik, atau hukum, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang penggunaan pragmatis kata tersebut di masyarakat global..
<br>Kata 'declare' memiliki berbagai makna dan fungsi ilokusioner tergantung pada konteks ko-teksnya.Dalam tiga data dari korpus COCA, kata tersebut dapat berfungsi sebagai proses verbal maupun material dalam kompleks klausa.Makna dan fungsi kata 'declare' bervariasi, yaitu sebagai afirmasi dengan fungsi convivial, pengumuman dengan fungsi konfliktif, dan pengumuman dengan fungsi kompetitif
<br>Penulis merupakan penutur non-native Inggris namun mengajar bahasa Inggris untuk orang dewasa. Oleh karena itu, memahami makna yang sebenarnya menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks ko-teks dari kata kerja 'declare' dalam beberapa ujaran. Secara umum, kata kerja 'declare' selalu diartikan sebagai 'mengumumkan' yang memiliki fungsi kolaboratif. Namun, ketika penulis menyelidiki korpus COCA, ditemukan fungsi ilokusioner yang berbeda dari kata kerja 'declare' berdasarkan konteks ko-teks atau konteks linguistik, yang secara otomatis mengubah maknanya saat konteks ko-teks dianalisis. Seperti diketahui, pragmatik adalah studi tentang makna berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp" type="image/webp" length="100456" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-56197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-e3d60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/fungsi-ti-pragmatics-illocutionary-act-meaning-kom-thumb-6085b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3852-unipi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17909-breakthrough.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer Students Short Text Message Interaction ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer Students Short Text Message Interaction ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer Students Short Text Message Interaction ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42446-pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus</link>
	<guid isPermaLink="false">a885ca86c672f8b848a451f24387b475</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 17:31:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam konteks budaya Indonesia yang berbeda, seperti budaya tradisional dan modern, untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students' Short Text Message Interaction: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam konteks budaya Indonesia yang berbeda, seperti budaya tradisional dan modern, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam penggunaan strategi kesopanan. (2) Meneliti pengaruh latar belakang mahasiswa terhadap pilihan strategi kesopanan dan modus dalam komunikasi dengan dosen, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi hubungan sosial antara mahasiswa dan dosen. (3) Memeriksa peran dan pengaruh teknologi dalam komunikasi antara mahasiswa dan dosen, terutama dalam penggunaan pesan teks, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi dinamika hubungan dan strategi kesopanan yang digunakan.. Penelitian ini telah menunjukkan hasil penelitian yang berkaitan dengan penyelidikan penggunaan modus dalam makna interpersonal.Selain itu, penelitian ini menunjukkan hubungannya dengan strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam menyusun pesan teks kepada dosen mereka.Dalam budaya sosialisasi, khususnya di bidang akademik di Indonesia, strategi kesopanan sangat penting dalam menjaga hubungan sosial yang baik antara mahasiswa dan dosen mereka.Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan strategi kesopanan dalam hampir setiap teks, yang menunjukkan bahwa cara komunikasi ini secara universal berlaku tidak hanya dalam budaya Indonesia tradisional atau modern, tetapi juga dalam setiap budaya.Untuk kontribusi pedagogis, guru harus membekali mahasiswa dengan strategi komunikasi budaya ini untuk mendukung karakter mereka di masa depan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna interpersonal dalam interaksi pesan singkat antara dosen dan mahasiswa dalam konteks pendidikan Indonesia. Selain itu, strategi kesopanan yang diusulkan oleh Brown dan Levinson juga tercermin dalam interaksi teks. Untuk kerangka analisisnya, penelitian ini menggunakan linguistik fungsional sistemik, pragmatik, analisis wacana kritis, dan pembahasan strategi kesopanan yang digunakan dalam adat Indonesia. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini dan data dikumpulkan melalui pesan teks pendek yang disusun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-bfaa9.webp" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-bfaa9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-bfaa9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-bfaa9.webp 1x" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" alt="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-5116a.webp" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-5116a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-5116a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-5116a.webp 1x" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" alt="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp 1x" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" alt="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42446-pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus" title="JURIS - Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students&#039; Short Text Message Interaction" target="_blank">Analysis Modality and Politeness Strategy on Lecturer-Students' Short Text Message Interaction</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam konteks budaya Indonesia yang berbeda, seperti budaya tradisional dan modern, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam penggunaan strategi kesopanan. (2) Meneliti pengaruh latar belakang mahasiswa terhadap pilihan strategi kesopanan dan modus dalam komunikasi dengan dosen, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi hubungan sosial antara mahasiswa dan dosen. (3) Memeriksa peran dan pengaruh teknologi dalam komunikasi antara mahasiswa dan dosen, terutama dalam penggunaan pesan teks, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi dinamika hubungan dan strategi kesopanan yang digunakan..
<br>Penelitian ini telah menunjukkan hasil penelitian yang berkaitan dengan penyelidikan penggunaan modus dalam makna interpersonal.Selain itu, penelitian ini menunjukkan hubungannya dengan strategi kesopanan yang digunakan oleh mahasiswa dalam menyusun pesan teks kepada dosen mereka.Dalam budaya sosialisasi, khususnya di bidang akademik di Indonesia, strategi kesopanan sangat penting dalam menjaga hubungan sosial yang baik antara mahasiswa dan dosen mereka.Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan strategi kesopanan dalam hampir setiap teks, yang menunjukkan bahwa cara komunikasi ini secara universal berlaku tidak hanya dalam budaya Indonesia tradisional atau modern, tetapi juga dalam setiap budaya.Untuk kontribusi pedagogis, guru harus membekali mahasiswa dengan strategi komunikasi budaya ini untuk mendukung karakter mereka di masa depan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna interpersonal dalam interaksi pesan singkat antara dosen dan mahasiswa dalam konteks pendidikan Indonesia. Selain itu, strategi kesopanan yang diusulkan oleh Brown dan Levinson juga tercermin dalam interaksi teks. Untuk kerangka analisisnya, penelitian ini menggunakan linguistik fungsional sistemik, pragmatik, analisis wacana kritis, dan pembahasan strategi kesopanan yang digunakan dalam adat Indonesia. Metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini dan data dikumpulkan melalui pesan teks pendek yang disusun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp" type="image/webp" length="90054" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-bfaa9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-5116a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/pesan-singkat-sms-bahasa-inggris-modus-kesopanan-l-thumb-82bf8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3852-unipi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17909-breakthrough.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42440-darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g</link>
	<guid isPermaLink="false">dddaf21f0602e169775b72abc22ba2e0</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:35:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain studi intervensi untuk menguji efektivitas program edukasi carbohydrate counting terhadap pengendalian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain studi intervensi untuk menguji efektivitas program edukasi carbohydrate counting terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengendalian gula darah, seperti tingkat aktivitas fisik, dukungan sosial, dan manajemen stres, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi pasien diabetes melitus mengenai carbohydrate counting dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan strategi ini dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan bermanfaat bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan diabetes melitus yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan carbohydrate counting pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur sebagian besar kurang, asupan karbohidrat sebagian besar berlebih, dan pengendalian kadar gula darah sebagian besar tidak terkontrol.Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan carbohydrate counting dengan pengendalian kadar gula darah, serta hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dengan pengendalian kadar gula darah.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai carbohydrate counting dan memperhatikan pola makan, terutama asupan karbohidrat Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya Hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi diabetes di Provinsi Bali mencapai 1,33% dan di Kota Denpasar mencapai 1,39%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang carbohydrate counting dan asupan karbohidrat dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di UPTD Puskesmas II Denpasar Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 di UPTD Puskesmas II Denpasar Timur dengan total 37 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah Incidental sampling / Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi-square dengan p value = 0,05. Hasil yang diperoleh pengetahuan terkait carbohydrate counting kategori baik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d8fb.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d8fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d8fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d8fb.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-d1d5a.webp" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-d1d5a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-d1d5a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-d1d5a.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42440-darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g" title="JURIS - Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur" target="_blank">Hubungan Pengetahuan Carbohydrate Counting dan Asupan Karbohidrat Dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan desain studi intervensi untuk menguji efektivitas program edukasi carbohydrate counting terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengendalian gula darah, seperti tingkat aktivitas fisik, dukungan sosial, dan manajemen stres, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi pasien diabetes melitus mengenai carbohydrate counting dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan strategi ini dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih mendalam dan bermanfaat bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan diabetes melitus yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan carbohydrate counting pada penderita Diabetes Melitus di Puskesmas II Denpasar Timur sebagian besar kurang, asupan karbohidrat sebagian besar berlebih, dan pengendalian kadar gula darah sebagian besar tidak terkontrol.Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan carbohydrate counting dengan pengendalian kadar gula darah, serta hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dengan pengendalian kadar gula darah.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai carbohydrate counting dan memperhatikan pola makan, terutama asupan karbohidrat
<br>Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya Hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi diabetes di Provinsi Bali mencapai 1,33% dan di Kota Denpasar mencapai 1,39%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang carbohydrate counting dan asupan karbohidrat dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di UPTD Puskesmas II Denpasar Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 di UPTD Puskesmas II Denpasar Timur dengan total 37 sampel. Teknik pengambilan sampel adalah Incidental sampling / Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi-square dengan p value = 0,05. Hasil yang diperoleh pengetahuan terkait carbohydrate counting kategori baik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp" type="image/webp" length="91406" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d78c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-4d8fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/darah-kualitas-hidup-strategi-pengambilan-sampel-g-thumb-d1d5a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Pada Remaja di SMP N 1 Kuta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Pada Remaja di SMP N 1 Kuta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Pada Remaja di SMP N 1 Kuta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42431-frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik</link>
	<guid isPermaLink="false">68d865df4fe8a9b6665eaf759a2e4f25</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:28:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang konsumsi jajanan anak sekolah dengan menggunakan kombinasi metode survei konsumsi lainnya. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan status gizi secara rutin pada remaja sekolah. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Pada Remaja di SMP N 1 Kuta: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang konsumsi jajanan anak sekolah dengan menggunakan kombinasi metode survei konsumsi lainnya. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan status gizi secara rutin pada remaja sekolah. Penelitian juga dapat fokus pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi obesitas, seperti faktor genetik, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada remaja.. Pola konsumsi jajanan dari segi jumlah energi, frekuensi, dan jenis jajanan menunjukkan perbedaan antara remaja dengan status gizi lebih dan gizi baik.Aktivitas fisik remaja di SMPN 1 Kuta sebagian besar termasuk kategori rendah.Status gizi pada remaja di SMPN 1 Kuta menunjukkan kategori gizi baik, gizi lebih, dan obesitas.Ada hubungan yang signifikan antara jenis konsumsi jajanan, frekuensi konsumsi jajanan, energi dari jajanan, dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta Obesitas adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh akumulasi lemak dalam tubuh dan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan. Konsumsi berbagai jenis jajanan yang mengandung gula dan lemak tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik, dapat mempengaruhi terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pola konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini dilakukan pada Desember 2022, dengan 90 peserta yang dipilih secara acak sederhana. Data pola konsumsi jajanan dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan formulir SQ-FFQ, sedangkan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara pola konsumsi jajanan dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-3a00f.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-3a00f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-3a00f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-3a00f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" alt="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" alt="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-b88e3.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-b88e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-b88e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-b88e3.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" alt="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42431-frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik" title="JURIS - Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta" target="_blank">Hubungan Pola Konsumsi Jajanan dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas  Pada Remaja di SMP N 1 Kuta</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang konsumsi jajanan anak sekolah dengan menggunakan kombinasi metode survei konsumsi lainnya. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan status gizi secara rutin pada remaja sekolah. Penelitian juga dapat fokus pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi obesitas, seperti faktor genetik, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada remaja..
<br>Pola konsumsi jajanan dari segi jumlah energi, frekuensi, dan jenis jajanan menunjukkan perbedaan antara remaja dengan status gizi lebih dan gizi baik.Aktivitas fisik remaja di SMPN 1 Kuta sebagian besar termasuk kategori rendah.Status gizi pada remaja di SMPN 1 Kuta menunjukkan kategori gizi baik, gizi lebih, dan obesitas.Ada hubungan yang signifikan antara jenis konsumsi jajanan, frekuensi konsumsi jajanan, energi dari jajanan, dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta
<br>Obesitas adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh akumulasi lemak dalam tubuh dan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan. Konsumsi berbagai jenis jajanan yang mengandung gula dan lemak tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik, dapat mempengaruhi terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pola konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini dilakukan pada Desember 2022, dengan 90 peserta yang dipilih secara acak sederhana. Data pola konsumsi jajanan dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan formulir SQ-FFQ, sedangkan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara pola konsumsi jajanan dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp" type="image/webp" length="55160" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-3a00f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-5bdac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/frekuensi-konsumsi-lemak-pola-antiseptik-jajanan-p-thumb-b88e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro Status Imunisasi dan Stunting Pada Balita Usia 12 24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro Status Imunisasi dan Stunting Pada Balita Usia 12 24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro Status Imunisasi dan Stunting Pada Balita Usia 12 24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42438-bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv</link>
	<guid isPermaLink="false">bae92b512b8643fad357661a0c1f32e4</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:07:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pola konsumsi pangan keluarga memengaruhi asupan zat gizi mikro pada balita di wilayah tersebut, karena meskipun konsumsi rata-rata cukup, masih ada proporsi anak yang defisit dan mengalami stunting. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem: Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pola konsumsi pangan keluarga memengaruhi asupan zat gizi mikro pada balita di wilayah tersebut, karena meskipun konsumsi rata-rata cukup, masih ada proporsi anak yang defisit dan mengalami stunting. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor non-gizi seperti kondisi sanitasi, akses air bersih, dan praktik pengasuhan yang mungkin berkontribusi terhadap stunting meskipun imunisasi sudah lengkap. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis posyandu terhadap perbaikan status gizi balita dalam jangka panjang, mengingat saran dalam penelitian ini menekankan peran kader dan edukasi. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami secara holistik penyebab stunting dan merancang program pencegahan yang lebih efektif di tingkat desa.. Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem.Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan status stunting meskipun arah korelasinya positif.Orang tua diharapkan menerapkan pola makan seimbang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro balita guna mencegah stunting Stunting merupakan masalah gizi utama yang menjadi perhatian di Indonesia. Stunting didefinisikan sebagai kondisi status gizi anak berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan nilai z-score < -2SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi zat gizi mikro, status imunisasi, dan stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 44 balita (usia 12-24 bulan). Jenis data yang digunakan meliputi data primer, yaitu status stunting, tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor), status imunisasi, serta data sekunder berupa jumlah balita dan gambaran umum Desa Sangkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-7ce04.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-7ce04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-7ce04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-7ce04.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-d8dc5.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-d8dc5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-d8dc5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-d8dc5.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42438-bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem" target="_blank">Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Zat Gizi Mikro, Status Imunisasi, dan Stunting Pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Sangkan Gunung Sidemen Kabupaten Karangasem</a>: Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pola konsumsi pangan keluarga memengaruhi asupan zat gizi mikro pada balita di wilayah tersebut, karena meskipun konsumsi rata-rata cukup, masih ada proporsi anak yang defisit dan mengalami stunting. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor non-gizi seperti kondisi sanitasi, akses air bersih, dan praktik pengasuhan yang mungkin berkontribusi terhadap stunting meskipun imunisasi sudah lengkap. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis posyandu terhadap perbaikan status gizi balita dalam jangka panjang, mengingat saran dalam penelitian ini menekankan peran kader dan edukasi. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami secara holistik penyebab stunting dan merancang program pencegahan yang lebih efektif di tingkat desa..
<br>Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem.Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan status stunting meskipun arah korelasinya positif.Orang tua diharapkan menerapkan pola makan seimbang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro balita guna mencegah stunting
<br>Stunting merupakan masalah gizi utama yang menjadi perhatian di Indonesia. Stunting didefinisikan sebagai kondisi status gizi anak berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan nilai z-score < -2SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi zat gizi mikro, status imunisasi, dan stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 44 balita (usia 12-24 bulan). Jenis data yang digunakan meliputi data primer, yaitu status stunting, tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor), status imunisasi, serta data sekunder berupa jumlah balita dan gambaran umum Desa Sangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp" type="image/webp" length="88340" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-7ce04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-70a44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/bahasa-balita-usia-pola-konsumsi-antiseptik-interv-thumb-d8dc5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42427-status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-giz</link>
	<guid isPermaLink="false">e536eb2f40f16dc0d729dd9df304b5da</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:57:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ PertamaActama, penelitian lanjutan dapat menguji intervensi manajemen stres berbasis aplikasi mobile bagi pedagang wanita agar dapat menilai dampaknya terhadap pola makan dan konsumsinya. Kedua, studi longitudinal yang melacak perubahan tingkat energi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar: PertamaActama, penelitian lanjutan dapat menguji intervensi manajemen stres berbasis aplikasi mobile bagi pedagang wanita agar dapat menilai dampaknya terhadap pola makan dan konsumsinya. Kedua, studi longitudinal yang melacak perubahan tingkat energi dan status gizi selama periode pascaAcpandemi akan membantu memahami dinamika jangka panjang pengaruh kebijakan pasar. Ketiga, eksplorasi peran jaringan sosial dan dukungan komunitas dalam memoderasi hubungan antara stres, konsumsi energi, dan status gizi dapat memberikan insight bagi program kesehatan masyarakat yang lebih holistik.. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan tingkat konsumsi energi pedagang wanita di Pasar Umum Gianyar (pA=A0,215).Namun, terdapat hubungan signifikan dan kuat antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi pedagang wanita (pA=A0,001) Selama pandemi CovidAc19, fenomena AuNew NormalAy menjadi kebiasaan baru masyarakat yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk pedagang wanita di Pasar Umum Gianyar. Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan antara tingkat stres, tingkat konsumsi energi, dan status gizi pedagang wanita selama era New Normal. Metode observasional dengan desain crossAcsectional yang melibatkan 94 pedagang wanita menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-d89d0.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-d89d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-d89d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-d89d0.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-5ff42.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-5ff42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-5ff42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-5ff42.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42427-status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-giz" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar" target="_blank">Hubungan Tingkat Stres Tingkat Konsumsi Energi dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal di Pasar Umum Gianyar</a>: PertamaActama, penelitian lanjutan dapat menguji intervensi manajemen stres berbasis aplikasi mobile bagi pedagang wanita agar dapat menilai dampaknya terhadap pola makan dan konsumsinya. Kedua, studi longitudinal yang melacak perubahan tingkat energi dan status gizi selama periode pascaAcpandemi akan membantu memahami dinamika jangka panjang pengaruh kebijakan pasar. Ketiga, eksplorasi peran jaringan sosial dan dukungan komunitas dalam memoderasi hubungan antara stres, konsumsi energi, dan status gizi dapat memberikan insight bagi program kesehatan masyarakat yang lebih holistik..
<br>Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan tingkat konsumsi energi pedagang wanita di Pasar Umum Gianyar (pA=A0,215).Namun, terdapat hubungan signifikan dan kuat antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi pedagang wanita (pA=A0,001)
<br>Selama pandemi CovidAc19, fenomena AuNew NormalAy menjadi kebiasaan baru masyarakat yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk pedagang wanita di Pasar Umum Gianyar. Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan antara tingkat stres, tingkat konsumsi energi, dan status gizi pedagang wanita selama era New Normal. Metode observasional dengan desain crossAcsectional yang melibatkan 94 pedagang wanita menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp" type="image/webp" length="70802" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-98403.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-d89d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/f/status-gizi-siswa-konsumsi-energi-biaya-covid-19-n-thumb-5ff42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor dan Hati Ayam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor dan Hati Ayam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor dan Hati Ayam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42429-gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung</link>
	<guid isPermaLink="false">d34a94cffb748343955b78795eb73088</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:45:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berkenaan dengan temuan bahwa 16A% tepung komposit menghasilkan kombinasi terbaik antara nilai gizi dan penerimaan organoleptik, penelitian lanjutan dapat menanyakan: apakah kombinasi proporsi daun kelor dan hati ayam yang berbeda dapat meningkatkan kandungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor dan Hati Ayam: Berkenaan dengan temuan bahwa 16A% tepung komposit menghasilkan kombinasi terbaik antara nilai gizi dan penerimaan organoleptik, penelitian lanjutan dapat menanyakan: apakah kombinasi proporsi daun kelor dan hati ayam yang berbeda dapat meningkatkan kandungan hemoglobin pada konsumen? Selain itu, penelitian mendanai manfaat kesehatan jangka panjang dari konsumsi siomay meningkatkan zat besi harus dilakukan melalui uji coba klinis pada remaja putri. Terakhir, studi tentang pengaruh teknik pengolahan (misalnya metode pengukusan perbandingan waktu dan suhu) pada stabilitas antioksidan dan rasa siomay akan membantu memaksimalkan kualitas produk.. Penggunaan tepung komposit daun kelor dan hati ayam sebanyak 16A% per bobot daging ayam menjadikan siomay memiliki nilai organoleptik yang baik serta meningkatkan kandungan zat besi menjadi 2,23Amg/100Ag dan kapasitas antioksidan 0,0107A%.Peningkatan konsentrasi tepung komposit secara berkelanjutan meningkatkan nilai gizi namun menurunkan penerimaan organoleptik.Temuan ini menjadikan pemanfaatan tepung komposit sebagai strategi pengayaan nutrisi siomay yang layak diteliti lebih lanjut untuk pencegahan anemia pada remaja Siomay merupakan produk daging ayam yang dibungkus kulit tipis terbuat dari tepung gandum dan dikukus. Penelitian ini menambahkan tepung komposit daun kelor dan hati ayam pada adonan siomay untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas organoleptik, kandungan zat besi (Fe), dan kapasitas antioksidan. Metode eksperimental dengan desain blok acak (RBD) dilakukan dengan lima perlakuan dan tiga ulangan tiap perlakuan. Hasil menunjukkan perlakuan P2 (16A% tepung komposit per bobot daging ayam) menghasilkan kualitas organoleptik terbaik,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp" title="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp 1x" title="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" alt="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-fbfaa.webp" title="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-fbfaa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-fbfaa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-fbfaa.webp 1x" title="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" alt="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42429-gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung" title="JURIS - Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam" target="_blank">Studi Pembuatan Siomai Dengan Penambahan Tepung Komposit Daun Kelor  dan Hati Ayam</a>: Berkenaan dengan temuan bahwa 16A% tepung komposit menghasilkan kombinasi terbaik antara nilai gizi dan penerimaan organoleptik, penelitian lanjutan dapat menanyakan: apakah kombinasi proporsi daun kelor dan hati ayam yang berbeda dapat meningkatkan kandungan hemoglobin pada konsumen?  Selain itu, penelitian mendanai manfaat kesehatan jangka panjang dari konsumsi siomay meningkatkan zat besi harus dilakukan melalui uji coba klinis pada remaja putri.  Terakhir, studi tentang pengaruh teknik pengolahan (misalnya metode pengukusan perbandingan waktu dan suhu) pada stabilitas antioksidan dan rasa siomay akan membantu memaksimalkan kualitas produk..
<br>Penggunaan tepung komposit daun kelor dan hati ayam sebanyak 16A% per bobot daging ayam menjadikan siomay memiliki nilai organoleptik yang baik serta meningkatkan kandungan zat besi menjadi 2,23Amg/100Ag dan kapasitas antioksidan 0,0107A%.Peningkatan konsentrasi tepung komposit secara berkelanjutan meningkatkan nilai gizi namun menurunkan penerimaan organoleptik.Temuan ini menjadikan pemanfaatan tepung komposit sebagai strategi pengayaan nutrisi siomay yang layak diteliti lebih lanjut untuk pencegahan anemia pada remaja
<br>Siomay merupakan produk daging ayam yang dibungkus kulit tipis terbuat dari tepung gandum dan dikukus. Penelitian ini menambahkan tepung komposit daun kelor dan hati ayam pada adonan siomay untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas organoleptik, kandungan zat besi (Fe), dan kapasitas antioksidan. Metode eksperimental dengan desain blok acak (RBD) dilakukan dengan lima perlakuan dan tiga ulangan tiap perlakuan. Hasil menunjukkan perlakuan P2 (16A% tepung komposit per bobot daging ayam) menghasilkan kualitas organoleptik terbaik,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp" type="image/webp" length="79334" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-2a023.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/gizi-siomay-hati-ayam-proporsi-daging-tepung-daun-thumb-fbfaa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof Dr I G N G Ngoerah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof Dr I G N G Ngoerah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof Dr I G N G Ngoerah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42434-badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia</link>
	<guid isPermaLink="false">d2a30717c62f763abf30df8c84f4d8ac</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:37:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menggali pengaruh preeklampsia pada kualitas asupan makanan ibu hamil dalam konteks risiko bayi berat rendah; serta meneliti peran status primipara terhadap pola konsumsi gizi selama kehamilan dan dampaknya pada berat badan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah: Penelitian selanjutnya dapat menggali pengaruh preeklampsia pada kualitas asupan makanan ibu hamil dalam konteks risiko bayi berat rendah; serta meneliti peran status primipara terhadap pola konsumsi gizi selama kehamilan dan dampaknya pada berat badan lahir; dan juga mengevaluasi efektifitas program edukasi diet terintegrasi yang melibatkan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan gizi ibu hamil di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.. Asupan energi dan protein yang kurang pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi berat rendah sebesar lima kali.Tidak ada hubungan signifikan antara jenis makanan yang dikonsumsi dan kejadian bayi berat rendah.Edukasi nutrisi dan promosi ASI eksklusif menjadi strategi penting untuk mengurangi kejadian bayi berat rendah Defisiensi gizi selama kehamilan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Janin yang terkurang gizi berisiko lahir dengan berat badan rendah. Bayi dengan berat badan rendah dapat berdampak pada jangka pendek dan panjang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pola makan ibu hamil dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol melibatkan 40 responden: 20 ibu dengan bayi berat normal dan 20 ibu dengan bayi berat rendah. Data dikumpulkan melalui kuesioner SQAcFFQ dan dianalisis menggunakan odds ratio serta uji chiAcsquare. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (pA=A0.011, ORA=A5.571) dan asupan protein... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-56422.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-56422.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-56422.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-56422.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" alt="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" alt="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-021a8.webp" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-021a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-021a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-021a8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" alt="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42434-badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia" title="JURIS - Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah" target="_blank">Hubungan Pola Makan Ibu Hamil dengan Kelahiran Bayi BBLR di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof.Dr.I.G.N.G Ngoerah</a>: Penelitian selanjutnya dapat menggali pengaruh preeklampsia pada kualitas asupan makanan ibu hamil dalam konteks risiko bayi berat rendah; serta meneliti peran status primipara terhadap pola konsumsi gizi selama kehamilan dan dampaknya pada berat badan lahir; dan juga mengevaluasi efektifitas program edukasi diet terintegrasi yang melibatkan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan gizi ibu hamil di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah..
<br>Asupan energi dan protein yang kurang pada ibu hamil meningkatkan risiko bayi berat rendah sebesar lima kali.Tidak ada hubungan signifikan antara jenis makanan yang dikonsumsi dan kejadian bayi berat rendah.Edukasi nutrisi dan promosi ASI eksklusif menjadi strategi penting untuk mengurangi kejadian bayi berat rendah
<br>Defisiensi gizi selama kehamilan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Janin yang terkurang gizi berisiko lahir dengan berat badan rendah. Bayi dengan berat badan rendah dapat berdampak pada jangka pendek dan panjang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pola makan ibu hamil dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah di Ruang Cempaka 2 RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol melibatkan 40 responden: 20 ibu dengan bayi berat normal dan 20 ibu dengan bayi berat rendah. Data dikumpulkan melalui kuesioner SQAcFFQ dan dianalisis menggunakan odds ratio serta uji chiAcsquare. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (pA=A0.011, ORA=A5.571) dan asupan protein...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp" type="image/webp" length="86758" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-56422.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-311d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/badan-rendah-bblr-bayi-hipotermia-perubahan-berat-thumb-021a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42426-rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi</link>
	<guid isPermaLink="false">df66024cfa113b50065b6210549f81b1</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:05:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi balita di Kecamatan Kanatang, seperti praktik pemberian makan, sanitasi lingkungan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan.  Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi balita di Kecamatan Kanatang, seperti praktik pemberian makan, sanitasi lingkungan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas intervensi gizi spesifik yang ditujukan untuk meningkatkan asupan zat gizi makro dan vitamin A pada balita, misalnya melalui edukasi gizi kepada orang tua dan peningkatan ketersediaan makanan bergizi di tingkat lokal. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya asupan vitamin D, E, dan K pada balita, serta mencari solusi untuk meningkatkan konsumsi vitamin-vitamin tersebut, mengingat perannya yang penting dalam kesehatan dan pertumbuhan anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan serta program gizi yang lebih efektif di wilayah tersebut.. Penelitian ini menunjukkan bahwa 11,4% balita mengalami gizi kurang dan 1,1% balita mengalami obesitas.Tingkat asupan zat gizi makro menunjukkan bahwa 14,8% balita memiliki asupan karbohidrat kurang, 12,5% memiliki asupan protein kurang, dan 23,9% memiliki asupan lemak kurang.Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) serta vitamin A dengan status gizi balita, namun tidak terdapat hubungan antara vitamin D, E, K dan berat badan lahir dengan status gizi balita Nutrition is one of the important factors that determine the level of health and harmony between physical development and mental development. The level of normal nutritional status is achieved when optimal nutritional needs are met. According to the NTT Health Office in 2015, several areas in NTT that experienced more than 200 cases of malnutrition were in Kupang City, Kupang District, TTS, Alor, Southwest Sumba and East Sumba. Then in Nagakeo, Ngada and Central Sumba the incidence of malnutrition was ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-1ed36.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-1ed36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-1ed36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-1ed36.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-acb03.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-acb03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-acb03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-acb03.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42426-rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi" title="JURIS - Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur" target="_blank">Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Vitamin Larut Lemak dan Berat Badan Lahir  Dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Kanatang Kabupaten Sumba Timur</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi balita di Kecamatan Kanatang, seperti praktik pemberian makan, sanitasi lingkungan, dan akses terhadap pelayanan kesehatan.  Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas intervensi gizi spesifik yang ditujukan untuk meningkatkan asupan zat gizi makro dan vitamin A pada balita, misalnya melalui edukasi gizi kepada orang tua dan peningkatan ketersediaan makanan bergizi di tingkat lokal.  Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya asupan vitamin D, E, dan K pada balita, serta mencari solusi untuk meningkatkan konsumsi vitamin-vitamin tersebut, mengingat perannya yang penting dalam kesehatan dan pertumbuhan anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan serta program gizi yang lebih efektif di wilayah tersebut..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa 11,4% balita mengalami gizi kurang dan 1,1% balita mengalami obesitas.Tingkat asupan zat gizi makro menunjukkan bahwa 14,8% balita memiliki asupan karbohidrat kurang, 12,5% memiliki asupan protein kurang, dan 23,9% memiliki asupan lemak kurang.Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) serta vitamin A dengan status gizi balita, namun tidak terdapat hubungan antara vitamin D, E, K dan berat badan lahir dengan status gizi balita
<br>Nutrition is one of the important factors that determine the level of health and harmony between physical development and mental development. The level of normal nutritional status is achieved when optimal nutritional needs are met. According to the NTT Health Office in 2015, several areas in NTT that experienced more than 200 cases of malnutrition were in Kupang City, Kupang District, TTS, Alor, Southwest Sumba and East Sumba. Then in Nagakeo, Ngada and Central Sumba the incidence of malnutrition was <50 cases. The purpose of this study was to determine...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp" type="image/webp" length="80196" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-1ed36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-acb03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/rerata-asupan-vitamin-nutritional-status-zat-gizi-thumb-23995.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning Cucurbita moscata Terhadap Karakteristik Bolu Kukus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning Cucurbita moscata Terhadap Karakteristik Bolu Kukus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning Cucurbita moscata Terhadap Karakteristik Bolu Kukus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42437-bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-ku</link>
	<guid isPermaLink="false">e65eaa11acc2dc8fc6beccbfceb72a84</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:53:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pure labu kuning dalam pembuatan bolu kukus dengan menguji kombinasi berbagai varietas labu kuning untuk mendapatkan karakteristik rasa dan warna yang lebih unggul. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pure labu kuning dalam pembuatan bolu kukus dengan menguji kombinasi berbagai varietas labu kuning untuk mendapatkan karakteristik rasa dan warna yang lebih unggul. Selain itu, studi tentang pengaruh penambahan bahan fortifikasi lain, seperti vitamin atau mineral, pada bolu kukus labu kuning dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizinya dan menjadikannya sebagai alternatif camilan sehat yang lebih menarik. Terakhir, penelitian mengenai umur simpan dan metode pengemasan yang tepat untuk bolu kukus labu kuning perlu dilakukan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga selama penyimpanan dan distribusi, sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal.. Berdasarkan hasil penelitian, substitusi tepung terigu dengan pure labu kuning berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus, termasuk warna, tekstur, rasa, aroma, penerimaan keseluruhan, mutu warna, mutu tekstur, kandungan beta-karoten, dan kandungan serat kasar.Perlakuan substitusi 40% dan 50% pure labu kuning menghasilkan bolu kukus yang paling disukai oleh panelis dari segi tekstur, aroma, rasa, warna, penerimaan keseluruhan, mutu tekstur, dan mutu aroma, dengan kadar beta-karoten 51 Steamed sponge is a type of market snack, steamed sponge is substituted with pumpkin puree to increase the content of vitamins and minerals. This study aims to determine the effect of substitution of wheat flour with pumpkin puree on the characteristics of steamed sponge organoleptic and to increase beta-carotene and crude fiber levels. Type of Experimental research with Group Randomized Design (RAK), 5 treatments and 3 repeats. The treatment of P1, P2, P3, P4, and P5 given pumpkin puree substitution was 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-e2cc5.webp" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-e2cc5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-e2cc5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-e2cc5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" alt="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" alt="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-50b79.webp" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-50b79.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-50b79.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-50b79.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" alt="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42437-bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-ku" title="JURIS - Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus" target="_blank">Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Pure Labu Kuning (Cucurbita moscata) Terhadap Karakteristik Bolu Kukus</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pure labu kuning dalam pembuatan bolu kukus dengan menguji kombinasi berbagai varietas labu kuning untuk mendapatkan karakteristik rasa dan warna yang lebih unggul. Selain itu, studi tentang pengaruh penambahan bahan fortifikasi lain, seperti vitamin atau mineral, pada bolu kukus labu kuning dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizinya dan menjadikannya sebagai alternatif camilan sehat yang lebih menarik. Terakhir, penelitian mengenai umur simpan dan metode pengemasan yang tepat untuk bolu kukus labu kuning perlu dilakukan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga selama penyimpanan dan distribusi, sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, substitusi tepung terigu dengan pure labu kuning berpengaruh signifikan terhadap karakteristik bolu kukus, termasuk warna, tekstur, rasa, aroma, penerimaan keseluruhan, mutu warna, mutu tekstur, kandungan beta-karoten, dan kandungan serat kasar.Perlakuan substitusi 40% dan 50% pure labu kuning menghasilkan bolu kukus yang paling disukai oleh panelis dari segi tekstur, aroma, rasa, warna, penerimaan keseluruhan, mutu tekstur, dan mutu aroma, dengan kadar beta-karoten 51
<br>Steamed sponge is a type of market snack, steamed sponge is substituted with pumpkin puree to increase the content of vitamins and minerals. This study aims to determine the effect of substitution of wheat flour with pumpkin puree on the characteristics of steamed sponge organoleptic and to increase beta-carotene and crude fiber levels. Type of Experimental research with Group Randomized Design (RAK), 5 treatments and 3 repeats. The treatment of P1, P2, P3, P4, and P5 given pumpkin puree substitution was 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp" type="image/webp" length="97418" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-e2cc5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-288e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/bolu-kukus-labu-kuning-beta-karoten-serat-kasar-cu-thumb-50b79.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Protein Zink dan Zat Besi dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Protein Zink dan Zat Besi dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Tingkat Konsumsi Energi Protein Zink dan Zat Besi dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42433-konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte</link>
	<guid isPermaLink="false">7d3735e65e192539071315cd31002c32</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:50:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Meneliti faktor-faktor yang memengaruhi status gizi penderita kanker, seperti frekuensi kemoterapi, asupan lemak dan karbohidrat, serta pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penyakit dan makanan sehat. 2. Mengembangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar: Saran penelitian lanjutan: 1. Meneliti faktor-faktor yang memengaruhi status gizi penderita kanker, seperti frekuensi kemoterapi, asupan lemak dan karbohidrat, serta pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penyakit dan makanan sehat. 2. Mengembangkan strategi edukasi kesehatan lanjutan untuk pasien dan keluarga di rumah singgah, terutama mengenai pentingnya komposisi makanan yang beragam dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi. 3. Meneliti efek jangka panjang dari kemoterapi terhadap status gizi dan kesehatan pasien kanker anak, serta mengidentifikasi strategi intervensi gizi yang efektif untuk mencegah malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.. Seluruh sampel memiliki tingkat konsumsi energi dan protein yang adekuat, 19 orang memiliki tingkat konsumsi zink yang adekuat, dan 17 orang memiliki tingkat konsumsi zat besi yang adekuat.Status gizi normal ditemukan pada 16 orang, sedangkan 2 orang mengalami status gizi gemuk.Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi, tetapi terdapat hubungan antara tingkat konsumsi zink dan zat besi dengan status gizi Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal. Data WHO tahun 2018 menyatakan kanker menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia. Kesehatan anak adalah masalah nasional yang perlu menjadi prioritas karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat konsumsi energi, protein, zink, dan zat besi dengan status gizi pada pasien kanker anak yang menjalani kemoterapi di rumah singgah Denpasar, Bali. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan teknik sampling non-random/non-probability dengan accidental sampling. Sebanyak 23 sampel diperoleh dari penelitian di Rumah Singgah Denpasar.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-7715f.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-7715f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-7715f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-7715f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-4247b.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-4247b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-4247b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-4247b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42433-konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte" title="JURIS - Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar" target="_blank">Hubungan Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zink dan Zat Besi  dengan Status Gizi pada Pasien Kanker Anak yang Menjalani  Kemoterapi di Rumah Singgah Denpasar</a>: Saran penelitian lanjutan: 1. Meneliti faktor-faktor yang memengaruhi status gizi penderita kanker, seperti frekuensi kemoterapi, asupan lemak dan karbohidrat, serta pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penyakit dan makanan sehat. 2. Mengembangkan strategi edukasi kesehatan lanjutan untuk pasien dan keluarga di rumah singgah, terutama mengenai pentingnya komposisi makanan yang beragam dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi. 3. Meneliti efek jangka panjang dari kemoterapi terhadap status gizi dan kesehatan pasien kanker anak, serta mengidentifikasi strategi intervensi gizi yang efektif untuk mencegah malnutrisi dan meningkatkan kualitas hidup pasien..
<br>Seluruh sampel memiliki tingkat konsumsi energi dan protein yang adekuat, 19 orang memiliki tingkat konsumsi zink yang adekuat, dan 17 orang memiliki tingkat konsumsi zat besi yang adekuat.Status gizi normal ditemukan pada 16 orang, sedangkan 2 orang mengalami status gizi gemuk.Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi, tetapi terdapat hubungan antara tingkat konsumsi zink dan zat besi dengan status gizi
<br>Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal. Data WHO tahun 2018 menyatakan kanker menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia. Kesehatan anak adalah masalah nasional yang perlu menjadi prioritas karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat konsumsi energi, protein, zink, dan zat besi dengan status gizi pada pasien kanker anak yang menjalani kemoterapi di rumah singgah Denpasar, Bali. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan teknik sampling non-random/non-probability dengan accidental sampling. Sebanyak 23 sampel diperoleh dari penelitian di Rumah Singgah Denpasar....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp" type="image/webp" length="64374" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-7715f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-a9847.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/konsumsi-energi-biaya-status-zat-besi-program-inte-thumb-4247b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah Hylocereus Polyhizus Terhadap Karakteristik Jaja Laklak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah Hylocereus Polyhizus Terhadap Karakteristik Jaja Laklak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah Hylocereus Polyhizus Terhadap Karakteristik Jaja Laklak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42432-daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus</link>
	<guid isPermaLink="false">b1ff2d63e4b00c4ada8b19f0a444d155</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:37:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana efek kombinasi puree kulit dan daging buah naga merah pada kualitas organoleptik serta kandungan bioaktif jaja laklak? 2. Apakah substitusi sebagian tepung beras dengan tepung kering puree buah naga merah dapat meningkatkan daya tahan produk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak: 1. Bagaimana efek kombinasi puree kulit dan daging buah naga merah pada kualitas organoleptik serta kandungan bioaktif jaja laklak? 2. Apakah substitusi sebagian tepung beras dengan tepung kering puree buah naga merah dapat meningkatkan daya tahan produk tanpa mengurangi penerimaan sensori? 3. Bagaimana pengaruh penambahan iodo- atau mineral tambahan ke dalam puree buah naga merah mempengaruhi indeks gizi dan stabilitas nutrisi jaja laklak dalam jangka panjang?. Penambahan puree buah naga merah pada jaja laklak meningkatkan karakteristik organoleptik seperti warna, tekstur, dan rasa, serta menambah kandungan serat dan antioksidan.Perlakuan terbaik adalah 30A% puree, yang menghasilkan produk dengan warna merah keunguan, tekstur kenyal, rasa manis, dan penerimaan keseluruhan tinggi.Jaja laklak yang diperkaya puree buah naga merah dapat menjadi snack inovatif dengan nilai gizi yang lebih baik atas dasar serat dan antioxidant Penelitian ini menilai efek penambahan puree buah naga merah pada karakteristik jaja laklak tradisional Bali. Metode eksperimental dengan rancangan acak blok (RBD) melibatkan lima tingkat perlakuan (10Ae30% puree) dan tiga replikasi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan puree 30% meningkatkan nilai organoleptik (warna, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan) serta kandungan serat kasar (3,8784%) dan kapasitas antioksidan (7,8900AmgALAA). Analisis ANOVA dan LSD membuktikan perbedaan signifikan antar perlakuan. Kesimpulannya, puree buah naga merah 30A% memberikan kualitas tertinggi, menjadikannya alternatif pengganti pewarna sintetis dan bahan tambahan fungsional dalam jaja... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-089dc.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-089dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-089dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-089dc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-e4c39.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-e4c39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-e4c39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-e4c39.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42432-daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak" target="_blank">Pengaruh Penambahan Puree Buah Naga Merah (Hylocereus Polyhizus) Terhadap Karakteristik Jaja Laklak</a>: 1. Bagaimana efek kombinasi puree kulit dan daging buah naga merah pada kualitas organoleptik serta kandungan bioaktif jaja laklak? 2. Apakah substitusi sebagian tepung beras dengan tepung kering puree buah naga merah dapat meningkatkan daya tahan produk tanpa mengurangi penerimaan sensori? 3. Bagaimana pengaruh penambahan iodo- atau mineral tambahan ke dalam puree buah naga merah mempengaruhi indeks gizi dan stabilitas nutrisi jaja laklak dalam jangka panjang?.
<br>Penambahan puree buah naga merah pada jaja laklak meningkatkan karakteristik organoleptik seperti warna, tekstur, dan rasa, serta menambah kandungan serat dan antioksidan.Perlakuan terbaik adalah 30A% puree, yang menghasilkan produk dengan warna merah keunguan, tekstur kenyal, rasa manis, dan penerimaan keseluruhan tinggi.Jaja laklak yang diperkaya puree buah naga merah dapat menjadi snack inovatif dengan nilai gizi yang lebih baik atas dasar serat dan antioxidant
<br>Penelitian ini menilai efek penambahan puree buah naga merah pada karakteristik jaja laklak tradisional Bali. Metode eksperimental dengan rancangan acak blok (RBD) melibatkan lima tingkat perlakuan (10Ae30% puree) dan tiga replikasi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan puree 30% meningkatkan nilai organoleptik (warna, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan) serta kandungan serat kasar (3,8784%) dan kapasitas antioksidan (7,8900AmgALAA). Analisis ANOVA dan LSD membuktikan perbedaan signifikan antar perlakuan. Kesimpulannya, puree buah naga merah 30A% memberikan kualitas tertinggi, menjadikannya alternatif pengganti pewarna sintetis dan bahan tambahan fungsional dalam jaja...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp" type="image/webp" length="83244" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-110c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-089dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/daging-buah-pala-warna-merah-naga-hylocereus-kulit-thumb-e4c39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42424-pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes</link>
	<guid isPermaLink="false">c3c309a11c99f6e641a5cb81253b87c8</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:32:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh interaksi antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi secara bersamaan terhadap status anemia pada remaja putri. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh interaksi antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi secara bersamaan terhadap status anemia pada remaja putri. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pola konsumsi makanan penghambat dan pendorong penyerapan zat besi di kalangan siswi. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan peningkatan akses terhadap makanan kaya zat besi serta enhancer penyerapan zat besi dapat dieksplorasi untuk meningkatkan status anemia pada remaja putri di Denpasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan menjadi dasar pengembangan strategi pencegahan anemia yang efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja putri.. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 6 Denpasar.Sebagian besar siswi mengonsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti bayam dan kacang-kacangan.Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara konsumsi enhancer zat besi seperti vitamin C dan protein hewani dengan status anemia.Oleh karena itu, penting bagi siswi untuk meningkatkan konsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi dan menghindari makanan yang dapat menghambatnya Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah atau hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi kaitannya dengan status anemia pada siswi SMAN 6 Denpasar Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancara menggunakan kuesioner SQ FFQ mengenai konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menentukan hubungan antara status anemia dan konsumsi inhibitor/enhancer... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" alt="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-1044f.webp" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-1044f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-1044f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-1044f.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" alt="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-bcd29.webp" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-bcd29.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-bcd29.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-bcd29.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" alt="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42424-pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes" title="JURIS - Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar" target="_blank">Konsumsi Inhibitor dan Enhancer Zat Besi Kaitannya Dengan Status Anemia Pada Siswi SMAN 6 Denpasar</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh interaksi antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi secara bersamaan terhadap status anemia pada remaja putri. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pola konsumsi makanan penghambat dan pendorong penyerapan zat besi di kalangan siswi. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan peningkatan akses terhadap makanan kaya zat besi serta enhancer penyerapan zat besi dapat dieksplorasi untuk meningkatkan status anemia pada remaja putri di Denpasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan menjadi dasar pengembangan strategi pencegahan anemia yang efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja putri..
<br>Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan antara konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 6 Denpasar.Sebagian besar siswi mengonsumsi makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti bayam dan kacang-kacangan.Selain itu, ditemukan hubungan signifikan antara konsumsi enhancer zat besi seperti vitamin C dan protein hewani dengan status anemia.Oleh karena itu, penting bagi siswi untuk meningkatkan konsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi dan menghindari makanan yang dapat menghambatnya
<br>Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah atau hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi kaitannya dengan status anemia pada siswi SMAN 6 Denpasar Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancara menggunakan kuesioner SQ FFQ mengenai konsumsi inhibitor dan enhancer zat besi. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menentukan hubungan antara status anemia dan konsumsi inhibitor/enhancer...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp" type="image/webp" length="92364" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-184c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-1044f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/pola-konsumsi-antiseptik-pencegahan-anemia-zat-bes-thumb-bcd29.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42435-tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-tekan</link>
	<guid isPermaLink="false">7384ee17e18271b02588ff93e73b04bd</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:03:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ badrut tamam ]]></category>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[badrut,gizi,gumala,jurusan,tamam,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis keluarga terhadap kepatuhan pasien hipertensi dalam mengatur asupan natrium dan lemak di rumah, mengingat bahwa monitoring asupan di rumah masih kurang optimal. Kedua, perlu dikaji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis keluarga terhadap kepatuhan pasien hipertensi dalam mengatur asupan natrium dan lemak di rumah, mengingat bahwa monitoring asupan di rumah masih kurang optimal. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai peran pola konsumsi makanan tradisional khas Bali, seperti lawar dan sambal, terhadap fluktuasi tekanan darah pasien hipertensi, karena makanan ini sering mengandung garam dan lemak tinggi namun belum diteliti secara spesifik. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas pendekatan digital, seperti aplikasi pelacak asupan makanan, dalam membantu pasien hipertensi mencatat dan mengendalikan asupan natrium serta lemak secara mandiri, apakah pendekatan ini lebih efektif dibandingkan konseling gizi konvensional. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi saran dalam artikel yang menekankan perlunya monitoring dan edukasi asupan, namun belum menyentuh peran keluarga, makanan lokal, dan teknologi dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang.. Asupan natrium sebagian besar berada dalam kategori baik dan berhubungan dengan tekanan darah yang terkontrol, sedangkan asupan natrium berlebih dikaitkan dengan tekanan darah tidak terkontrol.Asupan lemak sebagian besar juga baik dan berhubungan dengan tekanan darah terkontrol, sementara asupan lemak berlebih dikaitkan dengan tekanan darah tidak terkontrol.Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler tidak menular. Diperkirakan kejadian hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebanyak 63.309.620 orang, dengan angka kematian 427.218. Hipertensi dapat disebabkan oleh asupan natrium dan lemak yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi yang dirawat di ruang rawat jalan Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli. Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif yang dilaksanakan di Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli pada bulan AprilAeMei 2024. Jumlah sampel sebanyak 30 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan asupan natrium: 18 sampel (60%) tergolong baik dan 12 sampel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-02aef.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-02aef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-02aef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-02aef.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" alt="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" alt="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-109ba.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-109ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-109ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-109ba.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" alt="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42435-tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-tekan" title="JURIS - Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli" target="_blank">Hubungan Asupan Natrium dan Lemak dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bangli</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis keluarga terhadap kepatuhan pasien hipertensi dalam mengatur asupan natrium dan lemak di rumah, mengingat bahwa monitoring asupan di rumah masih kurang optimal. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai peran pola konsumsi makanan tradisional khas Bali, seperti lawar dan sambal, terhadap fluktuasi tekanan darah pasien hipertensi, karena makanan ini sering mengandung garam dan lemak tinggi namun belum diteliti secara spesifik. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas pendekatan digital, seperti aplikasi pelacak asupan makanan, dalam membantu pasien hipertensi mencatat dan mengendalikan asupan natrium serta lemak secara mandiri, apakah pendekatan ini lebih efektif dibandingkan konseling gizi konvensional. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi saran dalam artikel yang menekankan perlunya monitoring dan edukasi asupan, namun belum menyentuh peran keluarga, makanan lokal, dan teknologi dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang..
<br>Asupan natrium sebagian besar berada dalam kategori baik dan berhubungan dengan tekanan darah yang terkontrol, sedangkan asupan natrium berlebih dikaitkan dengan tekanan darah tidak terkontrol.Asupan lemak sebagian besar juga baik dan berhubungan dengan tekanan darah terkontrol, sementara asupan lemak berlebih dikaitkan dengan tekanan darah tidak terkontrol.Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli
<br>Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler tidak menular. Diperkirakan kejadian hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebanyak 63.309.620 orang, dengan angka kematian 427.218. Hipertensi dapat disebabkan oleh asupan natrium dan lemak yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi yang dirawat di ruang rawat jalan Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli. Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif yang dilaksanakan di Poli Penyakit Dalam RSUD Bangli pada bulan AprilAeMei 2024. Jumlah sampel sebanyak 30 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan asupan natrium: 18 sampel (60%) tergolong baik dan 12 sampel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp" type="image/webp" length="42942" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-02aef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-2a83c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/tekanan-darah-pasien-hipertensi-pengendalian-gula-thumb-109ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42441-besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun</link>
	<guid isPermaLink="false">6d0604b9677a5644cabb7b49fad346dc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:59:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pola asuh dan ketersediaan pangan keluarga memengaruhi kualitas asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Gianyar. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1: Pertama, perlu diteliti bagaimana pola asuh dan ketersediaan pangan keluarga memengaruhi kualitas asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Gianyar. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas intervensi pemberian makanan tambahan bergizi yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan status gizi balita stunting, dibandingkan dengan konseling gizi rutin di posyandu. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara status gizi ibu hamil dan asupan zat gizi selama kehamilan dengan pertumbuhan linier anak hingga usia 23 bulan, untuk memahami dampak jangka panjang intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk merancang program pencegahan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat komunitas.. Asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita sebagian besar sudah berada dalam kategori baik, meskipun masih terdapat sekitar 9-10 dari 70 balita dengan asupan yang kurang.Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Gianyar 1, dengan arah korelasi positif.Semakin baik asupan ketiga zat gizi tersebut, semakin baik pula status gizi balita, sehingga pencegahan stunting perlu melibatkan keluarga dan pihak puskesmas melalui konseling gizi dan edukasi rutin Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Balita yang mengalami hambatan pertumbuhan yang ditandai dengan fisik pendek dan sangat pendek merupakan dua masalah gizi utama di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Gianyar 1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross-sectional yang disajikan dalam tabel silang dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui kekuatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-f41d8.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-f41d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-f41d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-f41d8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" alt="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" alt="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-408f0.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-408f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-408f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-408f0.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" alt="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42441-besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun" title="JURIS - Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1" target="_blank">Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Gianyar 1</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pola asuh dan ketersediaan pangan keluarga memengaruhi kualitas asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi seperti Gianyar. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas intervensi pemberian makanan tambahan bergizi yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan status gizi balita stunting, dibandingkan dengan konseling gizi rutin di posyandu. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara status gizi ibu hamil dan asupan zat gizi selama kehamilan dengan pertumbuhan linier anak hingga usia 23 bulan, untuk memahami dampak jangka panjang intervensi gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk merancang program pencegahan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat komunitas..
<br>Asupan protein, karbohidrat, dan zat besi pada balita sebagian besar sudah berada dalam kategori baik, meskipun masih terdapat sekitar 9-10 dari 70 balita dengan asupan yang kurang.Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Gianyar 1, dengan arah korelasi positif.Semakin baik asupan ketiga zat gizi tersebut, semakin baik pula status gizi balita, sehingga pencegahan stunting perlu melibatkan keluarga dan pihak puskesmas melalui konseling gizi dan edukasi rutin
<br>Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Balita yang mengalami hambatan pertumbuhan yang ditandai dengan fisik pendek dan sangat pendek merupakan dua masalah gizi utama di Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein, karbohidrat, dan zat besi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Gianyar 1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cross-sectional yang disajikan dalam tabel silang dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui kekuatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp" type="image/webp" length="83880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-f41d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-1b543.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/besi-fe-asupan-protein-zink-determinan-balita-stun-thumb-408f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas I Denpasar Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas I Denpasar Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas I Denpasar Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42428-frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj</link>
	<guid isPermaLink="false">671873785b7ec187501dc189f50ed52a</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:56:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi pengaruh kombinasi asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik terhadap derajat hipertensi, untuk melihat apakah tingkat aktivitas dapat memodifikasi dampak negatif dari konsumsi lemak jenuh. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Puskesmas I Denpasar Timur: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi pengaruh kombinasi asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik terhadap derajat hipertensi, untuk melihat apakah tingkat aktivitas dapat memodifikasi dampak negatif dari konsumsi lemak jenuh. Kedua, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang mengamati perubahan status obesitas dan tekanan darah secara berkala guna menentukan apakah penurunan berat badan secara konsisten dapat menurunkan derajat hipertensi meskipun asupan lemak jenuh tetap tinggi. Ketiga, penting untuk mengkaji kebiasaan konsumsi makanan tradisional tinggi lemak jenuh, seperti makanan berbahan santan dan daging olahan, dalam konteks budaya lokal Bali, untuk merancang intervensi gizi yang lebih relevan dan diterima masyarakat. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang faktor yang memengaruhi hipertensi dan membantu merancang program pencegahan yang lebih efektif di tingkat puskesmas.. Sebesar 44,4% pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas I Denpasar Timur mengalami hipertensi derajat I, 93,3% memiliki asupan lemak jenuh tidak baik (>10% dari total kebutuhan energi per hari), dan 48,9% mengalami obesitas.Terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak jenuh dengan derajat hipertensi.Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara status obesitas dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di lokasi penelitian Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Faktor terjadinya hipertensi salah satunya adalah konsumsi lemak yang tinggi, terutama makanan tinggi lemak jenuh dan tinggi kolesterol, yang dapat berpengaruh pada tingginya simpanan kolesterol dan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Simpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturan atau elastisitas pembuluh darah berkurang sehingga meningkatkan volume dan tekanan darah. Salah satu faktor risiko hipertensi lainnya adalah obesitas, yang akan meningkatkan beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, akibatnya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-c2515.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-c2515.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-c2515.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-c2515.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-a1203.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-a1203.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-a1203.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-a1203.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" alt="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42428-frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj" title="JURIS - Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur" target="_blank">Hubungan Asupan Lemak Jenuh Dan Status Obesitas Terhadap Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan  Di Puskesmas I Denpasar Timur</a>: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi pengaruh kombinasi asupan lemak jenuh dan aktivitas fisik terhadap derajat hipertensi, untuk melihat apakah tingkat aktivitas dapat memodifikasi dampak negatif dari konsumsi lemak jenuh. Kedua, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang mengamati perubahan status obesitas dan tekanan darah secara berkala guna menentukan apakah penurunan berat badan secara konsisten dapat menurunkan derajat hipertensi meskipun asupan lemak jenuh tetap tinggi. Ketiga, penting untuk mengkaji kebiasaan konsumsi makanan tradisional tinggi lemak jenuh, seperti makanan berbahan santan dan daging olahan, dalam konteks budaya lokal Bali, untuk merancang intervensi gizi yang lebih relevan dan diterima masyarakat. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang faktor yang memengaruhi hipertensi dan membantu merancang program pencegahan yang lebih efektif di tingkat puskesmas..
<br>Sebesar 44,4% pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas I Denpasar Timur mengalami hipertensi derajat I, 93,3% memiliki asupan lemak jenuh tidak baik (>10% dari total kebutuhan energi per hari), dan 48,9% mengalami obesitas.Terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak jenuh dengan derajat hipertensi.Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara status obesitas dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di lokasi penelitian
<br>Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Faktor terjadinya hipertensi salah satunya adalah konsumsi lemak yang tinggi, terutama makanan tinggi lemak jenuh dan tinggi kolesterol, yang dapat berpengaruh pada tingginya simpanan kolesterol dan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Simpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturan atau elastisitas pembuluh darah berkurang sehingga meningkatkan volume dan tekanan darah. Salah satu faktor risiko hipertensi lainnya adalah obesitas, yang akan meningkatkan beban jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh, akibatnya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp" type="image/webp" length="60364" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-c2515.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-a1203.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/frekuensi-konsumsi-lemak-kategori-hipertensi-deraj-thumb-98204.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konsumsi Seng Zn dan Zat Besi Fe dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsumsi Seng Zn dan Zat Besi Fe dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsumsi Seng Zn dan Zat Besi Fe dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42430-zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-prog</link>
	<guid isPermaLink="false">73a681b3fe337270a1061149f3d1260b</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:50:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurusan gizi ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni gumala ]]></category>
	<category><![CDATA[ zat besi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[besi,gizi,gumala,jurusan,yuni,zat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kadar hemoglobin pada siswi, seperti status sosial ekonomi keluarga, pola makan secara keseluruhan, dan aktivitas fisik. Selain itu, penting untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kadar hemoglobin pada siswi, seperti status sosial ekonomi keluarga, pola makan secara keseluruhan, dan aktivitas fisik. Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas intervensi gizi spesifik, seperti pemberian suplemen zat besi dan seng, serta edukasi gizi yang berkelanjutan, dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan status gizi siswi. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan perilaku siswi terkait konsumsi makanan bergizi, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola makan sehat, sehingga dapat dirancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri di Indonesia.. Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki kadar hemoglobin normal dengan rata-rata 12,92 g/dL.Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki tingkat konsumsi seng dan zat besi yang kurang.Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi seng dan kadar hemoglobin, serta antara konsumsi zat besi dan kadar hemoglobin Young women are susceptible to nutritional problems, one of which is anemia. The cause of anemia is the lack of consumption of macro and micronutrients, such as iron and zinc. The problem of anemia in adolescent girls will cause adverse effects such as causing babies born with low weight, stunting babies, and high prenatal mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between zinc and iron consumption and hemoglobin levels in high school students Negeri 1 Gianyar. The type of data in this... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" alt="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-1d5a0.webp" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-1d5a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-1d5a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-1d5a0.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" alt="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-bd304.webp" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-bd304.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-bd304.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-bd304.webp 1x" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" alt="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42430-zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-prog" title="JURIS - Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar" target="_blank">Konsumsi Seng (Zn) dan Zat Besi (Fe) dan Kadar Hemogoblin Pada Siswi SMA Negeri 1 Gianyar</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kadar hemoglobin pada siswi, seperti status sosial ekonomi keluarga, pola makan secara keseluruhan, dan aktivitas fisik. Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas intervensi gizi spesifik, seperti pemberian suplemen zat besi dan seng, serta edukasi gizi yang berkelanjutan, dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan status gizi siswi. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan perilaku siswi terkait konsumsi makanan bergizi, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola makan sehat, sehingga dapat dirancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri di Indonesia..
<br>Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki kadar hemoglobin normal dengan rata-rata 12,92 g/dL.Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki tingkat konsumsi seng dan zat besi yang kurang.Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi seng dan kadar hemoglobin, serta antara konsumsi zat besi dan kadar hemoglobin
<br>Young women are susceptible to nutritional problems, one of which is anemia. The cause of anemia is the lack of consumption of macro and micronutrients, such as iron and zinc. The problem of anemia in adolescent girls will cause adverse effects such as causing babies born with low weight, stunting babies, and high prenatal mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between zinc and iron consumption and hemoglobin levels in high school students Negeri 1 Gianyar. The type of data in this...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp" type="image/webp" length="84318" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-d10f6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-1d5a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/zinc-consumption-iron-hemoglobin-survey-program-st-thumb-bd304.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1757-poltekkes-denpasar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8831-jurnal-ilmu-gizi-journal-nutrition-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 28 Apr 2026 18:23:35 +0700. 24 items. Served in: 4.533 seconds [rss] -->
