<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 08:11:06 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 08:11:06 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-29T08:11:06+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler JROS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler JROS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler JROS ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52140-sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi</link>
	<guid isPermaLink="false">be99bf727ada45db6873e362350b5e88</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:26:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut dampak pengoperasian PLTMH terhadap sistem kelistrikan secara keseluruhan, termasuk aspek teknis dan ekonomi. (2) Menganalisis efektivitas kerja ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS): Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut dampak pengoperasian PLTMH terhadap sistem kelistrikan secara keseluruhan, termasuk aspek teknis dan ekonomi. (2) Menganalisis efektivitas kerja sama antara PLN dan IPP dalam mengoperasikan PLTMH, serta mengeksplorasi strategi alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem kelistrikan. (3) Mengembangkan model optimasi yang lebih canggih dan akurat, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya, dan permintaan energi listrik yang dinamis.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) energi listrik pada Sistem Sulbagsel menggunakan Joint Resource Optimization and Scheduler (jROS) menunjukkan variasi hasil berdasarkan skenario pengoperasian PLTMH.84/kWh, sementara hasil simulasi menunjukkan Case 1 sebesar Rp.Dibandingkan kondisi awal, Case 2 dan Case 3 menunjukkan penurunan BPP yang signifikan.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan sistem kelistrikan, khususnya di PT PLN UP2B Sistem Makassar, dengan menerapkan pola operasi Case 2, yaitu pengoperasian PLTMH dengan beban minim Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) terus berkembang sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 guna memenuhi kebutuhan listrik nasional yang meningkat. PLN dan Independent Power Producer (IPP) dalam menyediakan energi listrik, termasuk melalui Pembangkit Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Akan tetapi, tarif listrik dari PLTMH memiliki komponen biaya variabel yang lebih tinggi dibandingkan beberapa pembangkit energi lainnya. Selain itu, pengoperasian primer pembangkit rencana pengawasan pembebanan realtime menyebabkan meningkatnya biaya pokok penyediaan listrik, sehingga mengurangi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-cd191.webp" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-cd191.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-cd191.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-cd191.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" alt="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-e55f3.webp" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-e55f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-e55f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-e55f3.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" alt="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" alt="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52140-sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi" title="JURIS - Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)" target="_blank">Optimasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik pada Pola Pengoperasian PLTMH Sistem Sulbagsel Menggunakan Tools Joint Resource Optimization and Scheduler (JROS)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut dampak pengoperasian PLTMH terhadap sistem kelistrikan secara keseluruhan, termasuk aspek teknis dan ekonomi. (2) Menganalisis efektivitas kerja sama antara PLN dan IPP dalam mengoperasikan PLTMH, serta mengeksplorasi strategi alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem kelistrikan. (3) Mengembangkan model optimasi yang lebih canggih dan akurat, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya, dan permintaan energi listrik yang dinamis..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) energi listrik pada Sistem Sulbagsel menggunakan Joint Resource Optimization and Scheduler (jROS) menunjukkan variasi hasil berdasarkan skenario pengoperasian PLTMH.84/kWh, sementara hasil simulasi menunjukkan Case 1 sebesar Rp.Dibandingkan kondisi awal, Case 2 dan Case 3 menunjukkan penurunan BPP yang signifikan.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan sistem kelistrikan, khususnya di PT PLN UP2B Sistem Makassar, dengan menerapkan pola operasi Case 2, yaitu pengoperasian PLTMH dengan beban minim
<br>Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) terus berkembang sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 guna memenuhi kebutuhan listrik nasional yang meningkat. PLN dan Independent Power Producer (IPP) dalam menyediakan energi listrik, termasuk melalui Pembangkit Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Akan tetapi, tarif listrik dari PLTMH memiliki komponen biaya variabel yang lebih tinggi dibandingkan beberapa pembangkit energi lainnya. Selain itu, pengoperasian primer pembangkit rencana pengawasan pembebanan realtime menyebabkan meningkatnya biaya pokok penyediaan listrik, sehingga mengurangi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp" type="image/webp" length="89438" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-cd191.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-e55f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/sistem-m-paspor-kelistrikan-ilmu-ekonomi-sumber-da-thumb-2f22e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52131-budaya-organisasi-evolusi-organi</link>
	<guid isPermaLink="false">240a4eb486c8332be414ec3d0847daa7</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:18:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa variabel lain seperti kepemimpinan, dukungan manajerial, hubungan kerja yang positif, budaya organisasi, proses komunikasi, dan jenis, bentuk, serta isi perubahan untuk menciptakan model yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa variabel lain seperti kepemimpinan, dukungan manajerial, hubungan kerja yang positif, budaya organisasi, proses komunikasi, dan jenis, bentuk, serta isi perubahan untuk menciptakan model yang lebih kuat. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan pada sampel yang lebih besar dan menggunakan metode pengambilan sampel acak untuk meningkatkan kemampuan umum hasil penelitian. Penelitian dengan jenis organisasi yang berbeda seperti sektor publik, perusahaan nirlaba, dan swasta dalam banyak budaya yang berbeda juga penting untuk dilakukan untuk memperluas pemahaman dan eksplorasi faktor-faktor yang menciptakan kesiapan untuk perubahan. Pengembangan iklim kerja yang kondusif dan komunikasi dalam organisasi, khususnya komunikasi yang berhubungan dengan isu-isu perubahan organisasi, juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan individu dan organisasi untuk berubah.. Pada penelitian ini, terlihat bahwa kedua variabel baik kesiapan individu untuk berubah maupun rasa berdaya psikologis sama-sama memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Meskipun demikian, tampak bahwa rasa berdaya psikologis (RBP) yang dicerminkan pada kompetensi dan efikasi diri, kebermaknaan dan dampak terbukti lebih memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Untuk itu, organisasi yang menjalani proses perubahan perlu memperhatikan masalah ini, dan membuat berbagai program untuk meningkatkan hal tersebut.Inisiatif perubahan harus juga terdiri dari beberapa tingkatan, tidak hanya tingkat organisasi, tetapi juga tingkat kelompok dan tingkat individu.Pada tingkat organisasi dapat juga dilakukan dengan cara mengubah strategi, struktur dan sistem dan prosedur organisasi dan mengabaikan masalah pada tingkat individu.Pada tingkat kelompok dapat dilakukan intervensi pengembangan dan sinergitas tim.Selain itu, pada tingkat individu, dalam kaitannya dengan kesiapan individu untuk berubah yang tercermin pada keinginan untuk mempromosikan perubahan, keinginan untuk berpartisipasi dan tidak menolak adanya perubahan juga penting untuk memunculkan kesiapan organisasi untuk berubah, maka perlu dilakukan berbagai program pembekalan serta program ganjaran bagi para karyawan yang mau dan aktif dalam mengikuti perubahan, bahkan mempromosikan perubahan.Hal ini disebabkan karena mempromosikan perubahan terbukti memiliki pengaruh yang paling besar atas munculnya kesiapan organisasi untuk berubah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kesiapan individu untuk berubah dan rasa berdaya psikologis terhadap kesiapan organisasi untuk berubah pada 2 BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kesiapan Individu untuk Berubah (KIB) dan Rasa Berdaya Psikologis (RBP) bersama-sama memiliki efek yang signifikan pada Kesiapan Organisasi untuk Berubah (KOB) dengan r-square sebesar .34. KIB sendiri berpengaruh signifikan sebesar .51 terhadap KOB. Sedangkan RBP sendiri berpengaruh signifikan sebesar .54 terhadap KOB. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun baik RBP maupun KIB berpengaruh signifikan terhadap KOB, tetapi skor RBP sedikit lebih tinggi dibandingkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-787b7.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-787b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-787b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-787b7.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" alt="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-8f431.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-8f431.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-8f431.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-8f431.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" alt="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" alt="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52131-budaya-organisasi-evolusi-organi" title="JURIS - Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis" target="_blank">Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa variabel lain seperti kepemimpinan, dukungan manajerial, hubungan kerja yang positif, budaya organisasi, proses komunikasi, dan jenis, bentuk, serta isi perubahan untuk menciptakan model yang lebih kuat. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan pada sampel yang lebih besar dan menggunakan metode pengambilan sampel acak untuk meningkatkan kemampuan umum hasil penelitian. Penelitian dengan jenis organisasi yang berbeda seperti sektor publik, perusahaan nirlaba, dan swasta dalam banyak budaya yang berbeda juga penting untuk dilakukan untuk memperluas pemahaman dan eksplorasi faktor-faktor yang menciptakan kesiapan untuk perubahan. Pengembangan iklim kerja yang kondusif dan komunikasi dalam organisasi, khususnya komunikasi yang berhubungan dengan isu-isu perubahan organisasi, juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan individu dan organisasi untuk berubah..
<br>Pada penelitian ini, terlihat bahwa kedua variabel baik kesiapan individu untuk berubah maupun rasa berdaya psikologis sama-sama memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Meskipun demikian, tampak bahwa rasa berdaya psikologis (RBP) yang dicerminkan pada kompetensi dan efikasi diri, kebermaknaan dan dampak terbukti lebih memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan organisasi untuk berubah.Untuk itu, organisasi yang menjalani proses perubahan perlu memperhatikan masalah ini, dan membuat berbagai program untuk meningkatkan hal tersebut.Inisiatif perubahan harus juga terdiri dari beberapa tingkatan, tidak hanya tingkat organisasi, tetapi juga tingkat kelompok dan tingkat individu.Pada tingkat organisasi dapat juga dilakukan dengan cara mengubah strategi, struktur dan sistem dan prosedur organisasi dan mengabaikan masalah pada tingkat individu.Pada tingkat kelompok dapat dilakukan intervensi pengembangan dan sinergitas tim.Selain itu, pada tingkat individu, dalam kaitannya dengan kesiapan individu untuk berubah yang tercermin pada keinginan untuk mempromosikan perubahan, keinginan untuk berpartisipasi dan tidak menolak adanya perubahan juga penting untuk memunculkan kesiapan organisasi untuk berubah, maka perlu dilakukan berbagai program pembekalan serta program ganjaran bagi para karyawan yang mau dan aktif dalam mengikuti perubahan, bahkan mempromosikan perubahan.Hal ini disebabkan karena mempromosikan perubahan terbukti memiliki pengaruh yang paling besar atas munculnya kesiapan organisasi untuk berubah
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kesiapan individu untuk berubah dan rasa berdaya psikologis terhadap kesiapan organisasi untuk berubah pada 2 BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kesiapan Individu untuk Berubah (KIB) dan Rasa Berdaya Psikologis (RBP) bersama-sama memiliki efek yang signifikan pada Kesiapan Organisasi untuk Berubah (KOB) dengan r-square sebesar .34. KIB sendiri berpengaruh signifikan sebesar .51 terhadap KOB. Sedangkan RBP sendiri berpengaruh signifikan sebesar .54 terhadap KOB. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun baik RBP maupun KIB berpengaruh signifikan terhadap KOB, tetapi skor RBP sedikit lebih tinggi dibandingkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp" type="image/webp" length="94148" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-787b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-8f431.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/budaya-organisasi-evolusi-sektor-publik-perubahan-thumb-f928f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52146-jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-sos</link>
	<guid isPermaLink="false">7b2b77a81ffbf8982e753fe39355e33a</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:15:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pencegahan narkoba yang mengintegrasikan modal sosial dan teknologi digital. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana jejaring sosial digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pencegahan narkoba yang mengintegrasikan modal sosial dan teknologi digital. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana jejaring sosial digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan dan solidaritas sosial di kalangan remaja. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran keluarga dan sekolah dalam menumbuhkan ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan efektivitas strategi pencegahan narkoba berbasis masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat kebijakan sosial berbasis masyarakat dan pendidikan karakter di Indonesia.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial masyarakat memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba di Pontianak.Modal sosial, yang tercermin dalam kepercayaan sosial, norma bersama, dan partisipasi masyarakat, terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan remaja.Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat berfungsi sebagai ruang sosial strategis dalam menumbuhkan kesadaran moral, tanggung jawab kolektif, dan solidaritas sosial di kalangan remaja.Strategi pencegahan narkoba berbasis masyarakat yang memanfaatkan modal sosial terbukti lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan represif semata, karena berakar pada nilai-nilai lokal dan jejaring sosial yang hidup di tengah masyarakat Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja telah menjadi persoalan sosial multidimensional di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung secara cepat. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mengancam stabilitas moral dan sosial generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial masyarakat dalam memperkuat ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan kelompok pemuda, tokoh masyarakat, pendidik, serta lembaga keagamaan dan sosial yang terlibat dalam upaya pencegahan narkoba. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang tercermin... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-3a43f.webp" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-3a43f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-3a43f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-3a43f.webp 1x" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" alt="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-ba9d1.webp" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-ba9d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-ba9d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-ba9d1.webp 1x" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" alt="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp 1x" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" alt="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52146-jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-sos" title="JURIS - The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse" target="_blank">The Role of Community Social Capital in Building Youth Resilience against Drug Abuse</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi pencegahan narkoba yang mengintegrasikan modal sosial dan teknologi digital. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana jejaring sosial digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan dan solidaritas sosial di kalangan remaja. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran keluarga dan sekolah dalam menumbuhkan ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan efektivitas strategi pencegahan narkoba berbasis masyarakat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat kebijakan sosial berbasis masyarakat dan pendidikan karakter di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial masyarakat memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba di Pontianak.Modal sosial, yang tercermin dalam kepercayaan sosial, norma bersama, dan partisipasi masyarakat, terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan remaja.Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat berfungsi sebagai ruang sosial strategis dalam menumbuhkan kesadaran moral, tanggung jawab kolektif, dan solidaritas sosial di kalangan remaja.Strategi pencegahan narkoba berbasis masyarakat yang memanfaatkan modal sosial terbukti lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan represif semata, karena berakar pada nilai-nilai lokal dan jejaring sosial yang hidup di tengah masyarakat
<br>Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja telah menjadi persoalan sosial multidimensional di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung secara cepat. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mengancam stabilitas moral dan sosial generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial masyarakat dalam memperkuat ketahanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan kelompok pemuda, tokoh masyarakat, pendidik, serta lembaga keagamaan dan sosial yang terlibat dalam upaya pencegahan narkoba. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang tercermin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp" type="image/webp" length="227174" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-3a43f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-ba9d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/jejaring-sosial-tik-ruang-politik-modal-siswa-kine-thumb-54e46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PEMBUATAN RADIO OVER WhatsApp RoWA SISTEM VOX ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PEMBUATAN RADIO OVER WhatsApp RoWA SISTEM VOX ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PEMBUATAN RADIO OVER WhatsApp RoWA SISTEM VOX ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52142-komunikasi-radio-strategi-rowa-tr</link>
	<guid isPermaLink="false">e66522b504976ab0ad49336d8c67980b</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:13:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang implementasi sistem RoWA dengan menggunakan dua buah HT di base station, yaitu HT untuk TX dan HT untuk RX yang terpisah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja komunikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PEMBUATAN RADIO OVER WhatsApp (RoWA) SISTEM VOX: Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang implementasi sistem RoWA dengan menggunakan dua buah HT di base station, yaitu HT untuk TX dan HT untuk RX yang terpisah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja komunikasi secara duplex dan mengurangi delay yang disebabkan oleh waktu delay interface VOX. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang optimasi daya pemancar dan tinggi antenna untuk meningkatkan jarak jangkau HT. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja sistem RoWA, seperti daya pemancar, tinggi antenna, dan kepekaan penerima. Dengan demikian, sistem RoWA dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan memperluas jangkauan komunikasi radio.. Alat dapat bekerja, dengan memanfaatkan suara dari HP untuk mengaktifkan HT, sehingga alat ini dapat digunakan untuk pengulang tanpa batas, karena menggunakan jaringan internet, untuk menghubungkan HP dengan HP.Pada uji coba dengan menggunakan satu HT di base station dengan frekuensi yang sama dengan HT mobile/bergerak, terjadi delay karena menunggu waktu delay interface VOX.Pada uji coba dengan menggunakan dua buah HT di base station, dengan frekuensi TX dan RX yang berbeda, komunikasi secara duplex terjadi lebih lancer tanpa tunda dari interface VOX.Jarak jangkau HT tergantung pada daya pemancar dan tinggi antenna, serta kepekaan dari penerima Interface adalah alat penghubung antara handphoe (HP) yang dilengkapi dengan aplikasi WhatsApp dengan radio transceiver (HT). Fungsi dari Interface tersebut, bila ada perintah untuk memancar dari HP maka Interface akan bekerja, sehingga radio transceiver akan bekerja. Hubungan antara radio dengan HP pada RoWA dilakukan dengan menggunakan software WhatsApp, yang akan memerintahkan apakah kondisi hubungan sedang menerima informasi atau memancarkan informasi, dengan memanfaatkan suara, yang dikenal dengan istilah Voice Operated Transmitter (VOX). Untuk dapat menghubungkan antara radio transceiver (HT) dengan HP yang dilengkapi aplikasi WhatsApp, diperlukan suatu interface. Karena itulah interface ini dibuat, sehingga dapat menghubungkan antara radio, HP dengan HT. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ac96d.webp" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ac96d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ac96d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ac96d.webp 1x" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" alt="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ef6d8.webp" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ef6d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ef6d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ef6d8.webp 1x" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" alt="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp 1x" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" alt="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52142-komunikasi-radio-strategi-rowa-tr" title="JURIS - PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX" target="_blank">PEMBUATAN  RADIO OVER WhatsApp (RoWA)  SISTEM VOX</a>: Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian tentang implementasi sistem RoWA dengan menggunakan dua buah HT di base station, yaitu HT untuk TX dan HT untuk RX yang terpisah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja komunikasi secara duplex dan mengurangi delay yang disebabkan oleh waktu delay interface VOX. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang optimasi daya pemancar dan tinggi antenna untuk meningkatkan jarak jangkau HT. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja sistem RoWA, seperti daya pemancar, tinggi antenna, dan kepekaan penerima. Dengan demikian, sistem RoWA dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan memperluas jangkauan komunikasi radio..
<br>Alat dapat bekerja, dengan memanfaatkan suara dari HP untuk mengaktifkan HT, sehingga alat ini dapat digunakan untuk pengulang tanpa batas, karena menggunakan jaringan internet, untuk menghubungkan HP dengan HP.Pada uji coba dengan menggunakan satu HT di base station dengan frekuensi yang sama dengan HT mobile/bergerak, terjadi delay karena menunggu waktu delay interface VOX.Pada uji coba dengan menggunakan dua buah HT di base station, dengan frekuensi TX dan RX yang berbeda, komunikasi secara duplex terjadi lebih lancer tanpa tunda dari interface VOX.Jarak jangkau HT tergantung pada daya pemancar dan tinggi antenna, serta kepekaan dari penerima
<br>Interface adalah alat penghubung antara handphoe (HP) yang dilengkapi dengan aplikasi WhatsApp dengan radio transceiver (HT). Fungsi dari Interface tersebut, bila ada perintah untuk memancar dari HP maka Interface akan bekerja, sehingga radio transceiver akan bekerja. Hubungan antara radio dengan HP pada RoWA dilakukan dengan menggunakan software WhatsApp, yang akan memerintahkan apakah kondisi hubungan sedang menerima informasi atau memancarkan informasi, dengan memanfaatkan suara, yang dikenal dengan istilah Voice Operated Transmitter (VOX). Untuk dapat menghubungkan antara radio transceiver (HT) dengan HP yang dilengkapi aplikasi WhatsApp, diperlukan suatu interface. Karena itulah interface ini dibuat, sehingga dapat menghubungkan antara radio, HP dengan HT.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp" type="image/webp" length="45422" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ac96d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-ef6d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/komunikasi-radio-strategi-rowa-transceiver-vox-jar-thumb-d42c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52145-sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-la</link>
	<guid isPermaLink="false">ec722b9f2f4f5d30fd6135508da53fd9</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:13:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal partisipatif yang melacak perkembangan kepercayaan, kedekatan emosional, dan persepsi otoritas pada anak sejak usia dini hingga remaja, untuk memahami bagaimana dinamika hubungan ini berubah seiring ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal partisipatif yang melacak perkembangan kepercayaan, kedekatan emosional, dan persepsi otoritas pada anak sejak usia dini hingga remaja, untuk memahami bagaimana dinamika hubungan ini berubah seiring waktu dan mengidentifikasi titik kritis risiko grooming. Selain itu, penelitian komparatif lintas budaya dapat membandingkan norma sosialisasi anak di berbagai konteks sosial dan institusional, guna mengungkap perbedaan dan persamaan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan terhadap grooming, sehingga dapat mengembangkan model pencegahan yang sensitif terhadap latar belakang budaya. Selanjutnya, sebuah intervensi eksperimental dapat dirancang untuk menguji efektivitas kurikulum pendidikan yang menekankan kesadaran relasional, refleksi kritis terhadap otoritas, dan penetapan batasan yang jelas dalam lingkungan sekolah, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku anak serta orang dewasa terkait risiko grooming.. Penelitian ini menunjukkan bahwa child grooming bukan sekadar penyimpangan kriminal terisolasi, melainkan proses relasional yang tertanam dalam praktik sosial anak.Melalui analisis pola sosialiasi berbasis kepercayaan, normalisasi kedekatan anakAcdewasa, ambiguitas otoritas sosial, dan ketidaksadaran struktural terhadap proses grooming, ditemukan bahwa nilai-nilai yang dimaksudkan melindungi anak justru menciptakan kerentanan tersembunyi.Oleh karena itu, strategi pencegahan harus berfokus pada kesadaran relasional, kritik terhadap otoritas, dan diskusi eksplisit tentang batasan dalam keluarga, sekolah, dan institusi komunitas Penelitian ini mengkaji child grooming sebagai fenomena sosial yang tertanam dalam praktik relasional sehari hari, bukan semata mata sebagai tindakan kriminal individual. Penelitian dilakukan karena masih terbatasnya perhatian akademik terhadap pola sosialisasi anak, khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan, kedekatan emosional, dan otoritas orang dewasa, yang secara tidak langsung dapat menciptakan kondisi yang mempermudah terjadinya grooming. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder digital yang dikumpulkan melalui metode netnografi, meliputi berita daring, laporan investigatif, dan narasi perlindungan anak. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp 1x" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" alt="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-8419e.webp" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-8419e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-8419e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-8419e.webp 1x" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" alt="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-ca1cc.webp" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-ca1cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-ca1cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-ca1cc.webp 1x" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" alt="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52145-sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-la" title="JURIS - Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities" target="_blank">Child Socialization Patterns and the Risks of Child Grooming in Modern Communities</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal partisipatif yang melacak perkembangan kepercayaan, kedekatan emosional, dan persepsi otoritas pada anak sejak usia dini hingga remaja, untuk memahami bagaimana dinamika hubungan ini berubah seiring waktu dan mengidentifikasi titik kritis risiko grooming. Selain itu, penelitian komparatif lintas budaya dapat membandingkan norma sosialisasi anak di berbagai konteks sosial dan institusional, guna mengungkap perbedaan dan persamaan dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan terhadap grooming, sehingga dapat mengembangkan model pencegahan yang sensitif terhadap latar belakang budaya. Selanjutnya, sebuah intervensi eksperimental dapat dirancang untuk menguji efektivitas kurikulum pendidikan yang menekankan kesadaran relasional, refleksi kritis terhadap otoritas, dan penetapan batasan yang jelas dalam lingkungan sekolah, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku anak serta orang dewasa terkait risiko grooming..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa child grooming bukan sekadar penyimpangan kriminal terisolasi, melainkan proses relasional yang tertanam dalam praktik sosial anak.Melalui analisis pola sosialiasi berbasis kepercayaan, normalisasi kedekatan anakAcdewasa, ambiguitas otoritas sosial, dan ketidaksadaran struktural terhadap proses grooming, ditemukan bahwa nilai-nilai yang dimaksudkan melindungi anak justru menciptakan kerentanan tersembunyi.Oleh karena itu, strategi pencegahan harus berfokus pada kesadaran relasional, kritik terhadap otoritas, dan diskusi eksplisit tentang batasan dalam keluarga, sekolah, dan institusi komunitas
<br>Penelitian ini mengkaji child grooming sebagai fenomena sosial yang tertanam dalam praktik relasional sehari hari, bukan semata mata sebagai tindakan kriminal individual. Penelitian dilakukan karena masih terbatasnya perhatian akademik terhadap pola sosialisasi anak, khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan, kedekatan emosional, dan otoritas orang dewasa, yang secara tidak langsung dapat menciptakan kondisi yang mempermudah terjadinya grooming. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder digital yang dikumpulkan melalui metode netnografi, meliputi berita daring, laporan investigatif, dan narasi perlindungan anak.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp" type="image/webp" length="219170" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-91bd9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-8419e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/f/sosial-anak-tunanetra-perlindungan-tingkah-laku-ke-thumb-ca1cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52147-literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga</link>
	<guid isPermaLink="false">aacb1d8f90eae0ae9ff109d17ae829f7</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 07:10:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, penguatan literasi AI, etika digital, dan kewarganegaraan digital menjadi strategi penting untuk mengatasi penyalahgunaan AI yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa universitas. Institusi pendidikan tinggi perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students: Berdasarkan temuan penelitian ini, penguatan literasi AI, etika digital, dan kewarganegaraan digital menjadi strategi penting untuk mengatasi penyalahgunaan AI yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa universitas. Institusi pendidikan tinggi perlu mengembangkan kebijakan penggunaan AI yang jelas, adaptif, dan relevan dengan dinamika perkembangan teknologi dalam pendidikan. Penelitian Mulaudzi dan Hamilton (2025) serta Hua dan Cunningham (2026) menekankan pentingnya integrasi pendidikan etika AI dan penguatan berpikir kritis dalam kurikulum pendidikan tinggi agar mahasiswa dapat memahami dimensi akademik, sosial, dan moral penggunaan teknologi AI. Selain itu, penguatan kewarganegaraan digital diperlukan untuk mendorong perilaku digital yang lebih bertanggung jawab dalam lingkungan virtual. Penggunaan AI dalam pendidikan tinggi tidak hanya seharusnya fokus pada peningkatan efisiensi akademik, tetapi juga pada pengembangan budaya digital yang etis, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap perilaku akademik mahasiswa, kesejahteraan psikologis digital, proses pengambilan keputusan etis, dan transformasi budaya belajar di antara generasi digital masa depan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan mahasiswa universitas tidak hanya terbatas pada praktik plagiarisme dan ketergantungan akademik pada teknologi otomatis, tetapi juga mencakup manipulasi identitas melalui praktik deepfake, pelanggaran privasi, dan penyebaran konten manipulatif.Fenomena ini menunjukkan pergeseran dalam pola belajar mahasiswa dari proses pendidikan reflektif menuju budaya instan yang sangat bergantung pada otomasi teknologi.Penggunaan AI untuk menyelesaikan tugas tanpa melibatkan proses berpikir kritis menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa semakin menganggap teknologi sebagai pengganti kemampuan intelektual, bukan sebagai alat bantu belajar.Temuan ini didukung oleh penelitian Castelly-Sirvent et al.(2025), yang menekankan keprihatinan serius mengenai integritas akademik, khususnya terkait plagiarisme, manipulasi tugas, dan kesulitan mahasiswa dalam membedakan penggunaan AI yang etis dan tidak etis.Selain masalah akademik, praktik deepfake dan manipulasi digital menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI telah menjadi bagian dari budaya media sosial mahasiswa.Dalam budaya digital kontemporer, mahasiswa bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga produser konten aktif yang membangun identitas sosial melalui ruang virtual.Media sosial mendorong terbentuknya budaya popularitas yang memprioritaskan viralitas, perhatian publik, dan eksistensi digital.Dalam situasi seperti itu, teknologi AI digunakan untuk menciptakan konten yang dianggap kreatif, menghibur, dan mampu menarik perhatian pengguna internet.Namun, praktik manipulasi visual melalui teknologi deepfake juga menunjukkan normalisasi pelanggaran privasi dan manipulasi identitas digital dalam budaya komunikasi mahasiswa.Fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara hiburan digital dan pelanggaran etika telah semakin kabur karena dominasi budaya media sosial yang menempatkan popularitas digital sebagai orientasi utama interaksi online Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan etika digital di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan AI serta implikasinya terhadap etika digital mahasiswa dalam ruang media daring di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian netnografi melalui observasi terhadap pemberitaan media nasional, dokumentasi digital, dan aktivitas media sosial terkait penggunaan AI di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI berkembang dalam berbagai bentuk, seperti plagiarisme berbasis AI, ketergantungan akademik terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-19b61.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-19b61.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-19b61.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-19b61.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" alt="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" alt="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-1dc33.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-1dc33.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-1dc33.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-1dc33.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" alt="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52147-literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga" title="JURIS - Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students" target="_blank">Artificial Intelligence Misuse and Digital Ethics Among University Students</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, penguatan literasi AI, etika digital, dan kewarganegaraan digital menjadi strategi penting untuk mengatasi penyalahgunaan AI yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa universitas. Institusi pendidikan tinggi perlu mengembangkan kebijakan penggunaan AI yang jelas, adaptif, dan relevan dengan dinamika perkembangan teknologi dalam pendidikan. Penelitian Mulaudzi dan Hamilton (2025) serta Hua dan Cunningham (2026) menekankan pentingnya integrasi pendidikan etika AI dan penguatan berpikir kritis dalam kurikulum pendidikan tinggi agar mahasiswa dapat memahami dimensi akademik, sosial, dan moral penggunaan teknologi AI. Selain itu, penguatan kewarganegaraan digital diperlukan untuk mendorong perilaku digital yang lebih bertanggung jawab dalam lingkungan virtual. Penggunaan AI dalam pendidikan tinggi tidak hanya seharusnya fokus pada peningkatan efisiensi akademik, tetapi juga pada pengembangan budaya digital yang etis, kritis, dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap perilaku akademik mahasiswa, kesejahteraan psikologis digital, proses pengambilan keputusan etis, dan transformasi budaya belajar di antara generasi digital masa depan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan mahasiswa universitas tidak hanya terbatas pada praktik plagiarisme dan ketergantungan akademik pada teknologi otomatis, tetapi juga mencakup manipulasi identitas melalui praktik deepfake, pelanggaran privasi, dan penyebaran konten manipulatif.Fenomena ini menunjukkan pergeseran dalam pola belajar mahasiswa dari proses pendidikan reflektif menuju budaya instan yang sangat bergantung pada otomasi teknologi.Penggunaan AI untuk menyelesaikan tugas tanpa melibatkan proses berpikir kritis menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa semakin menganggap teknologi sebagai pengganti kemampuan intelektual, bukan sebagai alat bantu belajar.Temuan ini didukung oleh penelitian Castelly-Sirvent et al.(2025), yang menekankan keprihatinan serius mengenai integritas akademik, khususnya terkait plagiarisme, manipulasi tugas, dan kesulitan mahasiswa dalam membedakan penggunaan AI yang etis dan tidak etis.Selain masalah akademik, praktik deepfake dan manipulasi digital menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI telah menjadi bagian dari budaya media sosial mahasiswa.Dalam budaya digital kontemporer, mahasiswa bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga produser konten aktif yang membangun identitas sosial melalui ruang virtual.Media sosial mendorong terbentuknya budaya popularitas yang memprioritaskan viralitas, perhatian publik, dan eksistensi digital.Dalam situasi seperti itu, teknologi AI digunakan untuk menciptakan konten yang dianggap kreatif, menghibur, dan mampu menarik perhatian pengguna internet.Namun, praktik manipulasi visual melalui teknologi deepfake juga menunjukkan normalisasi pelanggaran privasi dan manipulasi identitas digital dalam budaya komunikasi mahasiswa.Fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara hiburan digital dan pelanggaran etika telah semakin kabur karena dominasi budaya media sosial yang menempatkan popularitas digital sebagai orientasi utama interaksi online
<br>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi menghadirkan peluang sekaligus tantangan etika digital di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan AI serta implikasinya terhadap etika digital mahasiswa dalam ruang media daring di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian netnografi melalui observasi terhadap pemberitaan media nasional, dokumentasi digital, dan aktivitas media sosial terkait penggunaan AI di lingkungan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI berkembang dalam berbagai bentuk, seperti plagiarisme berbasis AI, ketergantungan akademik terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp" type="image/webp" length="97084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-19b61.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-d2c47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/literasi-ai-etika-digital-dominasi-budaya-pelangga-thumb-1dc33.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52132-aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultu</link>
	<guid isPermaLink="false">f1b49cb60646fae1cab3a4951cf35b4a</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 06:54:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak media digital terhadap partisipasi budaya kaum muda di komunitas bantaran sungai, dengan menggunakan pendekatan campuran untuk memahami perubahan perilaku dan motivasi mereka; selanjutnya, studi perbandingan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak media digital terhadap partisipasi budaya kaum muda di komunitas bantaran sungai, dengan menggunakan pendekatan campuran untuk memahami perubahan perilaku dan motivasi mereka; selanjutnya, studi perbandingan antara proses akulturasi di beberapa pemukiman pinggir sungai, seperti Sungai Musi dan Sungai Kapuas, dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan budaya lokal; terakhir, pengembangan dan evaluasi intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan bahasa lokal dan simbol budaya dapat menguji efektivitasnya dalam memperkuat kohesi antarAcetnis dan melestarikan identitas budaya di era modern. Semua ide penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan teoretis yang lebih mendalam untuk mendukung pelestarian budaya dan peningkatan interaksi sosial inklusif di wilayah perairan perkotaan.. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial multietnis di komunitas bantaran Sungai Kapuas, Pontianak, menciptakan keharmonisan melalui komunikasi antarbudaya, kegiatan sosial kolektif, dan pemanfaatan ruang bersama serta adaptasi budaya yang berkelanjutan.Namun, proses modernisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan gaya hidup mengancam kelangsungan tradisi budaya, terutama di kalangan generasi muda yang semakin kurang berpartisipasi dalam aktivitas tradisional.Oleh karena itu, pemeliharaan identitas sosioAckultural tetap dapat dicapai melalui festival budaya, pariwisata sungai, dan program berbasis komunitas sebagai strategi adaptif terhadap transformasi sosial modern Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya interaksi sosial multietnis dan proses akulturasi budaya pada masyarakat bantaran Sungai Kapuas di Kota Pontianak sebagai bagian dari kehidupan masyarakat multikultural perkotaan. Penelitian bertujuan menganalisis pola interaksi sosial antaretnis serta proses akulturasi budaya yang terbentuk melalui aktivitas sosial masyarakat tepian sungai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat di Kampung Wisata Benua Melayu Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi sosial masyarakat berkembang melalui komunikasi antarbudaya, penggunaan ruang sosial bersama, aktivitas ekonomi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp 1x" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" alt="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-438f1.webp" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-438f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-438f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-438f1.webp 1x" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" alt="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-5e360.webp" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-5e360.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-5e360.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-5e360.webp 1x" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" alt="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52132-aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultu" title="JURIS - Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City" target="_blank">Multiethnic Social Interaction and Cultural Acculturation among Kapuas Riverbank Communities in Pontianak City</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak media digital terhadap partisipasi budaya kaum muda di komunitas bantaran sungai, dengan menggunakan pendekatan campuran untuk memahami perubahan perilaku dan motivasi mereka; selanjutnya, studi perbandingan antara proses akulturasi di beberapa pemukiman pinggir sungai, seperti Sungai Musi dan Sungai Kapuas, dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan budaya lokal; terakhir, pengembangan dan evaluasi intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan bahasa lokal dan simbol budaya dapat menguji efektivitasnya dalam memperkuat kohesi antarAcetnis dan melestarikan identitas budaya di era modern. Semua ide penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan teoretis yang lebih mendalam untuk mendukung pelestarian budaya dan peningkatan interaksi sosial inklusif di wilayah perairan perkotaan..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial multietnis di komunitas bantaran Sungai Kapuas, Pontianak, menciptakan keharmonisan melalui komunikasi antarbudaya, kegiatan sosial kolektif, dan pemanfaatan ruang bersama serta adaptasi budaya yang berkelanjutan.Namun, proses modernisasi, perkembangan teknologi digital, dan perubahan gaya hidup mengancam kelangsungan tradisi budaya, terutama di kalangan generasi muda yang semakin kurang berpartisipasi dalam aktivitas tradisional.Oleh karena itu, pemeliharaan identitas sosioAckultural tetap dapat dicapai melalui festival budaya, pariwisata sungai, dan program berbasis komunitas sebagai strategi adaptif terhadap transformasi sosial modern
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya interaksi sosial multietnis dan proses akulturasi budaya pada masyarakat bantaran Sungai Kapuas di Kota Pontianak sebagai bagian dari kehidupan masyarakat multikultural perkotaan. Penelitian bertujuan menganalisis pola interaksi sosial antaretnis serta proses akulturasi budaya yang terbentuk melalui aktivitas sosial masyarakat tepian sungai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap masyarakat di Kampung Wisata Benua Melayu Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi sosial masyarakat berkembang melalui komunikasi antarbudaya, penggunaan ruang sosial bersama, aktivitas ekonomi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp" type="image/webp" length="100256" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-d99a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-438f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/0/aktivitas-tradisi-masyarakat-multikultural-inklusi-thumb-5e360.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Community Based Social Learning in Religious Transformation A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Community Based Social Learning in Religious Transformation A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Community Based Social Learning in Religious Transformation A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52148-allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran</link>
	<guid isPermaLink="false">7307a48827ba3d5e4479dc1ee6d54cbb</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 06:53:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital, seperti media sosial, mempengaruhi proses pembelajaran sosial dalam transformasi keagamaan di komunitas Sasak, dengan menguji peran platform online dalam penyebaran nilai-nilai agama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital, seperti media sosial, mempengaruhi proses pembelajaran sosial dalam transformasi keagamaan di komunitas Sasak, dengan menguji peran platform online dalam penyebaran nilai-nilai agama baru. Selain itu, studi komparatif antara wilayah Lombok Utara dan Selatan dapat memperluas pemahaman tentang variasi mekanisme pembelajaran sosial, terutama mengidentifikasi faktor-faktor geografis dan struktural yang memperkuat atau menghambat transisi Wetu Telu ke Waktu Lima. Penelitian juga dapat mengeksplorasi perspektif generasi muda terhadap identitas keagamaan mereka, mengkaji bagaimana interaksi antara pendidikan formal dan informal membentuk persepsi mereka terhadap tradisi lokal dan praktik Islam kontemporer.. Penelitian ini menunjukkan bahwa transisi keagamaan dari Wetu Telu ke Waktu Lima pada masyarakat Sasak di Lombok merupakan proses transformasi sosial yang kompleks dan terjadi melalui mekanisme pembelajaran sosial berbasis komunitas.Perubahan agama tidak hanya dipengaruhi oleh Islamisasi atau modernisasi, melainkan muncul dari proses pembelajaran kolektif yang memungkinkan anggota komunitas mentransmisikan, menyesuaikan, dan merekonstruksi pengetahuan religius serta budaya secara berkelanjutan.Agen pembelajaran seperti pemuka agama, keluarga, lembaga pendidikan Islam, dan organisasi masyarakat berperan penting dalam menciptakan peluang observasi, partisipasi, dialog, dan makna, sehingga komunitas dapat mengembangkan pemahaman baru sambil tetap menjaga keterikatan dengan identitas budaya lokal Transisi dari Wetu Telu menuju Waktu Lima pada masyarakat Sasak di Lombok merupakan proses transformasi sosial dan keagamaan yang ditandai oleh perubahan praktik keagamaan, sistem pengetahuan, dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran sosial berbasis komunitas dalam mendorong dan memfasilitasi proses transformasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dilakukan di Lombok Utara melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan sejarah lisan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pembelajaran, interaksi, dan adaptasi yang berkembang dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wetu Telu berfungsi sebagai sistem pembelajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-a89aa.webp" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-a89aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-a89aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-a89aa.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" alt="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7068d.webp" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7068d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7068d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7068d.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" alt="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" alt="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52148-allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran" title="JURIS - Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia" target="_blank">Community-Based Social Learning in Religious Transformation: A Study of the Wetu TeluAeWaktu Lima Transition in Lombok, Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital, seperti media sosial, mempengaruhi proses pembelajaran sosial dalam transformasi keagamaan di komunitas Sasak, dengan menguji peran platform online dalam penyebaran nilai-nilai agama baru. Selain itu, studi komparatif antara wilayah Lombok Utara dan Selatan dapat memperluas pemahaman tentang variasi mekanisme pembelajaran sosial, terutama mengidentifikasi faktor-faktor geografis dan struktural yang memperkuat atau menghambat transisi Wetu Telu ke Waktu Lima. Penelitian juga dapat mengeksplorasi perspektif generasi muda terhadap identitas keagamaan mereka, mengkaji bagaimana interaksi antara pendidikan formal dan informal membentuk persepsi mereka terhadap tradisi lokal dan praktik Islam kontemporer..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa transisi keagamaan dari Wetu Telu ke Waktu Lima pada masyarakat Sasak di Lombok merupakan proses transformasi sosial yang kompleks dan terjadi melalui mekanisme pembelajaran sosial berbasis komunitas.Perubahan agama tidak hanya dipengaruhi oleh Islamisasi atau modernisasi, melainkan muncul dari proses pembelajaran kolektif yang memungkinkan anggota komunitas mentransmisikan, menyesuaikan, dan merekonstruksi pengetahuan religius serta budaya secara berkelanjutan.Agen pembelajaran seperti pemuka agama, keluarga, lembaga pendidikan Islam, dan organisasi masyarakat berperan penting dalam menciptakan peluang observasi, partisipasi, dialog, dan makna, sehingga komunitas dapat mengembangkan pemahaman baru sambil tetap menjaga keterikatan dengan identitas budaya lokal
<br>Transisi dari Wetu Telu menuju Waktu Lima pada masyarakat Sasak di Lombok merupakan proses transformasi sosial dan keagamaan yang ditandai oleh perubahan praktik keagamaan, sistem pengetahuan, dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran sosial berbasis komunitas dalam mendorong dan memfasilitasi proses transformasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dilakukan di Lombok Utara melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan sejarah lisan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pembelajaran, interaksi, dan adaptasi yang berkembang dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wetu Telu berfungsi sebagai sistem pembelajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp" type="image/webp" length="212832" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-a89aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7068d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/allah-interaksi-sosial-teori-pembelajaran-aksi-kom-thumb-7bc58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52135-mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya</link>
	<guid isPermaLink="false">9cac06836bb7b155892f699c7e918d01</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 06:42:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian setiap bentuk kearifan lokal masyarakat di daerah rawan bencana alam. Perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian setiap bentuk kearifan lokal masyarakat di daerah rawan bencana alam. Perlu melibatkan berbagai kementerian yang memiliki tugas pokok dan fungsi perlindungan dan jaminan sosial bagi korban bencana alam, mendorong melakukan sinergitas dan pelibatan di antara Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, serta Kementerian Pariwisata. Kedua, penggalian dan pelestarian berbagai bentuk kearifan lokal masyarakat daerah rawan bencana alam khususnya rawan letusan gunung Merapi, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 perlu terus dilakukan. Pemerintah DI Yogyakarta melalui Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata hendaknya secara intensif melakukan sosialisasi dan promosi berbagai strategi pendayagunaan kearifan lokal yang dilakukan masyarakat daerah rawan bencana lereng Merapi dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi erupsi. Ketiga, generasi tua hendaknya senantiasa terus menyosialisasikan kepada generasi muda mengenai setiap bentuk kearifan lokal. Generasi tua terutama tokoh kunci masyarakat seperti sesepuh desa, tetua adat, pemuka agama, dan aparat desa secara intensif perlu memberi bimbingan melalui pemahaman, penanaman, ataupun penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam lingkungan keluarga, ketetanggaan, sekolah, maupun lingkungan masyarakat secara lebih luas.. Berdasar analisis data dan pembahasan peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan berikut.Masyarakat Kalurahan Umbulharjo sebagai komunitas yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana, ternyata memiliki kearifan lokal yang masih dilestarikan dan didayagunakan dalam mitigasi bencana erupsi.Pertama, pengetahuan lokal masyarakat, yakni mencakup inisiatif lokal dan teknologi lokal.1) kegiatan warga masyarakat bersifat religius, bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa agar selamat dari marabahaya khususnya bahaya erupsi Merapi melalui pengajian bagi umat Islam, Ibadat misa dan doa novena bagi pemeluk agama Katolik, dan kebaktian untuk umat yang beragama Kristen Protestan.2) Pembimbingan filosofi Jawa melalui pendidikan sopan santun, penggunaan bahasa Jawa secara benar, pendirian sanggar tari, dan pembentukan paguyuban mocopat yang bertujuan agar warga masyarakat memiliki kepribadian kuat, ketangguhan mental, dan ketahanan sosial secara memadai.3) gugur gunung, yakni kegotongroyongan warga dalam segala aspek kehidupan seperti tolong menolong atau bantu membantu yang telah dilakukan seperti dalam membangun rumah pascaerupsi 2010, bergotong royong melakukan persiapan dan pelaksanaan upacara labuhan, serta bekerja bakti dalam memperbaiki jalur evakuasi.4) jimpitan, merupakan model keswadayaan dan kemandirian warga masyarakat setempat dalam menghimpun dana bantuan sosial.1) tradisi mencakup upacara labuhan Merapi dan nyadran.Labuhan Merapi dan nyadran merupakan upaya mitigasi bencana secara tradisi yang dilakukan warga Kalurahan Umbulharjo, bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Mahaesa, agar terbebas dari segala marabahaya dan bencana.Keberadaan kesenian selawatan oleh warga masyarakat setempat didayagunakan sebagai wahana untuk memohon keselamatan melalui lantunan paduan suara yang senantiasa mengagungkan nama Allah SWT dan Rosul utusan-Nya.Ungkapan lokal sing eling lan waspada pada dasarnya mengingatkan warga setempat agar selalu sadar bahwa mereka bertempat tinggal di daerah rawan bencana erupsi Merapi dan hendaknya selalu waspada.Dalam kajian ini difokuskan pada keterampilan warga yang mendukung masyarakat Kalurahan Umbulharjo dapat bertahan hidup di kawasan lereng Merapi sehingga mampu melakukan berbagai upaya mitigasi bencana erupsi.Keterampilan lokal masyarakat yang berhasil digali meliputi keterampilan bertani, beternak, dan pembuatan pakan ternak berbahan dasar sampah organik.Ketiga keterampilan warga desa lokasi kajian tersebut merupakan keterampilan lokal yang menunjang upaya masyarakat dalam melakukan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan antisipasi dalam rangka meminimalisir risiko bencana erupsi.Sumberdaya setempat yang didayagunakan warga Kalurahan Umbulharjo dalam melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana erupsi Merapi berupa sumberdaya manusia, sumberdaya alam, dan sumberdaya sosial.Sumberdaya manusia mencakup pikiran, tenaga, dan kemampuan warga Kalurahan Umbulharjo untuk berpikir objektif dan sadar, bahwa mereka menempati daerah rawan letusan Merapi yang perlu pengetahuan/pemahaman tentang gejala awal, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan menghadapi erupsi.Di samping itu masyarakat setempat juga memiliki tenaga profesional yang berkemampuan memadai, baik dalam melaksanakan kesiapsiagaan menghadapi bencana, bertugas kemanusiaan saat tanggap darurat, maupun dalam melaksanakan berbagai tugas pada saat pascabencana.Sumberdaya sosial masyarakat Kalurahan Umbulharjo yang didayagunakan untuk keperluan mitigasi bencana meliputi Satuan Perlindungan Masyarakat dalam Penanggulanggan bencana (Satlinmas PB) dan kampung siaga bencana (KSB) AuMerapiAy Sumberdaya berupa lembaga sosial tersebut juga didayagunakan dalam upaya mitigasi bencana, dan sangat mendukung warga masyarakat dalam bersiapsiaga menghadapi erupsi Merapi dan antisipasi untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan bencana tersebut.Kelima, proses sosial lokal, meliputi pola interaksi masyarakat, tata hubungan kemasyarakatan, dan pengawasan sosial.Masyarakat Kalurahan Umbulharjo memiliki pola berinteraksi sosial ala perdesaan dengan penuh suasana kekeluargaan, kerukunan, dan kebersamaan.Berkait dengan tata hubungan kemasyarakatan, warga desa setempat selain mengacu pada norma dan adat istiadat, juga berlandaskan pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita.Sementara dalam hal pengawasan sosial terhadap perilaku menyimpang, warga setempat memberlakukan sanksi moral berupa teguran lisan, teguran tertulis, peringatan keras secara tertulis, dan jika yang bersangkutan tetap tidak mengindahkan (mbandel) warga melakukan pengucilan lingkungan ketetanggaan.Sementara pelanggaran terhadap hukum perdata dan pidana, warga masyarakat setempat menyerahkan kepada pihak berwajib.Warga Kalurahan Umbulharjo dalam mengembangkan solidaritas sosial berlandaskan filosofi Jawa yang mengendap dalam ungkapan mangan ora mangan yen ngumpul, yang berintikan penerapan nilai kesetiakawanan sosial mencakup kejujuran, kepedulian, tenggang rasa, gotongroyong, rela berkorban, kebersamaan, kerukunan, musyawarah, legawa, dan nilai taat norma.Nilai solidaritas sosial tersebut oleh warga setempat diimplementasikan dalan hidup bermasyarakat, termasuk didayagunakan dalam berbagai upaya berkait dengan kegiatan yang bertujuan pengurangan risiko bencana erupsi Merapi.Makna kearifan lokal berkaitan dengan mitigasi bencana erupsi, bahwa setiap bentuk kearifan lokal Kalurahan Umbulharjo terbukti didayagunakan dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi Merapi.Keragaman kearifan lokal masyarakat setempat berdayaguna dalam pembangunan fisik, penyadaran warga, dan peningkatan masyarakat menghadapi bencana erupsi.Kearifan berbentuk teknologi dan keterampilan lokal serta jiwa kegotongroyongan didayagunakan dalam pembangunan prasarana dan sarana mitigasi seperti pembuatan pemeliharaan jalur evakuasi, banker, dan gardu pantau.Kearifan berupa tradisi, seni, dan ungkapan lokal didayagunakan sebagai wahana penyuluhan dan bimbingan sosial dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana.Sementara kearifan lokal seperti kegiatan religius, solidaritas sosial, dan keberadaan kampong siaga bencana AuMerapiAy didayagunakan warga dalam meningkatkan kemampuan menghadapi bencana erupsi Sebagai masyarakat yang bermukim diperdesaan Lereng Merapi, tentu memiliki beragam bentuk kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian, bagaimana bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat perdesaan lereng Merapi yang didayagunakan dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Penelitian dilakukan di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat lereng Merapi dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam upaya mitigasi bencana erupsi, masyarakat di perdesaan Lereng Merapi mendayagunakan sejumlah bentuk kearifan lokal: 1) pengetahuan lokal mencakup inisiatif lokal berupa kegiatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-68cea.webp" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-68cea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-68cea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-68cea.webp 1x" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" alt="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp 1x" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" alt="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-4a161.webp" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-4a161.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-4a161.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-4a161.webp 1x" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" alt="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52135-mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya" title="JURIS - Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi" target="_blank">Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian setiap bentuk kearifan lokal masyarakat di daerah rawan bencana alam. Perlu melibatkan berbagai kementerian yang memiliki tugas pokok dan fungsi perlindungan dan jaminan sosial bagi korban bencana alam, mendorong melakukan sinergitas dan pelibatan di antara Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, serta Kementerian Pariwisata. Kedua, penggalian dan pelestarian berbagai bentuk kearifan lokal masyarakat daerah rawan bencana alam khususnya rawan letusan gunung Merapi, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 perlu terus dilakukan. Pemerintah DI Yogyakarta melalui Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata hendaknya secara intensif melakukan sosialisasi dan promosi berbagai strategi pendayagunaan kearifan lokal yang dilakukan masyarakat daerah rawan bencana lereng Merapi dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi erupsi. Ketiga, generasi tua hendaknya senantiasa terus menyosialisasikan kepada generasi muda mengenai setiap bentuk kearifan lokal. Generasi tua terutama tokoh kunci masyarakat seperti sesepuh desa, tetua adat, pemuka agama, dan aparat desa secara intensif perlu memberi bimbingan melalui pemahaman, penanaman, ataupun penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam lingkungan keluarga, ketetanggaan, sekolah, maupun lingkungan masyarakat secara lebih luas..
<br>Berdasar analisis data dan pembahasan peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan berikut.Masyarakat Kalurahan Umbulharjo sebagai komunitas yang bertempat tinggal di daerah rawan bencana, ternyata memiliki kearifan lokal yang masih dilestarikan dan didayagunakan dalam mitigasi bencana erupsi.Pertama, pengetahuan lokal masyarakat, yakni mencakup inisiatif lokal dan teknologi lokal.1) kegiatan warga masyarakat bersifat religius, bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa agar selamat dari marabahaya khususnya bahaya erupsi Merapi melalui pengajian bagi umat Islam, Ibadat misa dan doa novena bagi pemeluk agama Katolik, dan kebaktian untuk umat yang beragama Kristen Protestan.2) Pembimbingan filosofi Jawa melalui pendidikan sopan santun, penggunaan bahasa Jawa secara benar, pendirian sanggar tari, dan pembentukan paguyuban mocopat yang bertujuan agar warga masyarakat memiliki kepribadian kuat, ketangguhan mental, dan ketahanan sosial secara memadai.3) gugur gunung, yakni kegotongroyongan warga dalam segala aspek kehidupan seperti tolong menolong atau bantu membantu yang telah dilakukan seperti dalam membangun rumah pascaerupsi 2010, bergotong royong melakukan persiapan dan pelaksanaan upacara labuhan, serta bekerja bakti dalam memperbaiki jalur evakuasi.4) jimpitan, merupakan model keswadayaan dan kemandirian warga masyarakat setempat dalam menghimpun dana bantuan sosial.1) tradisi mencakup upacara labuhan Merapi dan nyadran.Labuhan Merapi dan nyadran merupakan upaya mitigasi bencana secara tradisi yang dilakukan warga Kalurahan Umbulharjo, bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Mahaesa, agar terbebas dari segala marabahaya dan bencana.Keberadaan kesenian selawatan oleh warga masyarakat setempat didayagunakan sebagai wahana untuk memohon keselamatan melalui lantunan paduan suara yang senantiasa mengagungkan nama Allah SWT dan Rosul utusan-Nya.Ungkapan lokal sing eling lan waspada pada dasarnya mengingatkan warga setempat agar selalu sadar bahwa mereka bertempat tinggal di daerah rawan bencana erupsi Merapi dan hendaknya selalu waspada.Dalam kajian ini difokuskan pada keterampilan warga yang mendukung masyarakat Kalurahan Umbulharjo dapat bertahan hidup di kawasan lereng Merapi sehingga mampu melakukan berbagai upaya mitigasi bencana erupsi.Keterampilan lokal masyarakat yang berhasil digali meliputi keterampilan bertani, beternak, dan pembuatan pakan ternak berbahan dasar sampah organik.Ketiga keterampilan warga desa lokasi kajian tersebut merupakan keterampilan lokal yang menunjang upaya masyarakat dalam melakukan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan antisipasi dalam rangka meminimalisir risiko bencana erupsi.Sumberdaya setempat yang didayagunakan warga Kalurahan Umbulharjo dalam melakukan upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana erupsi Merapi berupa sumberdaya manusia, sumberdaya alam, dan sumberdaya sosial.Sumberdaya manusia mencakup pikiran, tenaga, dan kemampuan warga Kalurahan Umbulharjo untuk berpikir objektif dan sadar, bahwa mereka menempati daerah rawan letusan Merapi yang perlu pengetahuan/pemahaman tentang gejala awal, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan menghadapi erupsi.Di samping itu masyarakat setempat juga memiliki tenaga profesional yang berkemampuan memadai, baik dalam melaksanakan kesiapsiagaan menghadapi bencana, bertugas kemanusiaan saat tanggap darurat, maupun dalam melaksanakan berbagai tugas pada saat pascabencana.Sumberdaya sosial masyarakat Kalurahan Umbulharjo yang didayagunakan untuk keperluan mitigasi bencana meliputi Satuan Perlindungan Masyarakat dalam Penanggulanggan bencana (Satlinmas PB) dan kampung siaga bencana (KSB) AuMerapiAy Sumberdaya berupa lembaga sosial tersebut juga didayagunakan dalam upaya mitigasi bencana, dan sangat mendukung warga masyarakat dalam bersiapsiaga menghadapi erupsi Merapi dan antisipasi untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan bencana tersebut.Kelima, proses sosial lokal, meliputi pola interaksi masyarakat, tata hubungan kemasyarakatan, dan pengawasan sosial.Masyarakat Kalurahan Umbulharjo memiliki pola berinteraksi sosial ala perdesaan dengan penuh suasana kekeluargaan, kerukunan, dan kebersamaan.Berkait dengan tata hubungan kemasyarakatan, warga desa setempat selain mengacu pada norma dan adat istiadat, juga berlandaskan pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita.Sementara dalam hal pengawasan sosial terhadap perilaku menyimpang, warga setempat memberlakukan sanksi moral berupa teguran lisan, teguran tertulis, peringatan keras secara tertulis, dan jika yang bersangkutan tetap tidak mengindahkan (mbandel) warga melakukan pengucilan lingkungan ketetanggaan.Sementara pelanggaran terhadap hukum perdata dan pidana, warga masyarakat setempat menyerahkan kepada pihak berwajib.Warga Kalurahan Umbulharjo dalam mengembangkan solidaritas sosial berlandaskan filosofi Jawa yang mengendap dalam ungkapan mangan ora mangan yen ngumpul, yang berintikan penerapan nilai kesetiakawanan sosial mencakup kejujuran, kepedulian, tenggang rasa, gotongroyong, rela berkorban, kebersamaan, kerukunan, musyawarah, legawa, dan nilai taat norma.Nilai solidaritas sosial tersebut oleh warga setempat diimplementasikan dalan hidup bermasyarakat, termasuk didayagunakan dalam berbagai upaya berkait dengan kegiatan yang bertujuan pengurangan risiko bencana erupsi Merapi.Makna kearifan lokal berkaitan dengan mitigasi bencana erupsi, bahwa setiap bentuk kearifan lokal Kalurahan Umbulharjo terbukti didayagunakan dalam upaya pengurangan risiko bencana erupsi Merapi.Keragaman kearifan lokal masyarakat setempat berdayaguna dalam pembangunan fisik, penyadaran warga, dan peningkatan masyarakat menghadapi bencana erupsi.Kearifan berbentuk teknologi dan keterampilan lokal serta jiwa kegotongroyongan didayagunakan dalam pembangunan prasarana dan sarana mitigasi seperti pembuatan pemeliharaan jalur evakuasi, banker, dan gardu pantau.Kearifan berupa tradisi, seni, dan ungkapan lokal didayagunakan sebagai wahana penyuluhan dan bimbingan sosial dalam menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana.Sementara kearifan lokal seperti kegiatan religius, solidaritas sosial, dan keberadaan kampong siaga bencana AuMerapiAy didayagunakan warga dalam meningkatkan kemampuan menghadapi bencana erupsi
<br>Sebagai masyarakat yang bermukim diperdesaan Lereng Merapi, tentu memiliki beragam bentuk kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian, bagaimana bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat perdesaan lereng Merapi yang didayagunakan dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Penelitian dilakukan di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat lereng Merapi dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam upaya mitigasi bencana erupsi, masyarakat di perdesaan Lereng Merapi mendayagunakan sejumlah bentuk kearifan lokal: 1) pengetahuan lokal mencakup inisiatif lokal berupa kegiatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp" type="image/webp" length="107700" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-68cea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-93cd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/mitigasi-daerah-rawan-pengetahuan-lokal-sumberdaya-thumb-4a161.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52143-material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-me</link>
	<guid isPermaLink="false">e4a97a4d757c6a9cba808d6c67e13912</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 06:37:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada analisis vibrasi mesin selama operasi jangka panjang guna mengidentifikasi potensi kerusakan struktural dan menyesuaikan desain puli serta bantalan. Kedua, studi eksperimental mengenai penggantian sistem ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat: Pertama, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada analisis vibrasi mesin selama operasi jangka panjang guna mengidentifikasi potensi kerusakan struktural dan menyesuaikan desain puli serta bantalan. Kedua, studi eksperimental mengenai penggantian sistem penggerak beltAcV dengan satelit planetari dapat memperbaiki efisiensi transmisi daya dan mengurangi kebisingan, sehingga meningkatkan kenyamanan operator. Ketiga, penelitian terintegrasi dapat mengembangkan sistem kontrol otomatisasi bahan baku, termasuk sensor tingkat material dan pembuat keputusan berbasis data untuk memaksimalkan kontinuitas produksi serta menurunkan konsumsi energi per kilogram cat yang diolah.. Mesin Dyno Mill dirancang dengan poros penggiling berputar 740,5 rpm dan diameter 27,6 mm, menggunakan poros utama baja S45C berdiameter 180 mm serta sistem puli 220 mm dan 440 mm yang dipindahkan dari motor 1481 rpm.Mesin ini memiliki kapasitas 10 kg dalam tabung penggiling, mengubah kehalusan bahan baku cat dari 30 menjadi 5 dengan produksi 10 kg per 70 menit.Dimensi mesin (panjang 1370Amm y lebar 850Amm y tinggi 1520Amm) dan bak penampung (panjang 850Amm y lebar 656Amm y tinggi 100Amm) dirancang agar nyaman bagi operator, dengan rangka mesin profil L baja S30C Perusahaan cat memiliki banyak permintaan untuk memenuhi perusahaan manufaktur otomotif untuk bermacam-macam cat yang akan digunakan untuk hasil produk otomotifnya. Mesin Dyno mill adalah mesin untuk mengiling bahan baku cat. Di suatu perusahan memiliki mesin dyno mill berkapasitas 7 kg. Kapasitas ini hanya dapat memenuhi kebutuhan produk roda 4 dan tidak dapat memenuhi permintaan untuk roda 2. Dengan demikian diperlukan peningkatan kapasitas mesin dyno mill dari 7 kg menjadi 10 kg agar permintaan dari manufaktur otomotif dapat terpenuhi secara optimal. Perancangan mesin Dyno mill ini menghasilkan putaran poros penggiling 740,5 rpm dengan diameter 27,6 mm. Poros mesin penggiling cat terdiri dari poros utama dengan pisau penggiling. Poros ini menggunakan baja S45C. Dengan diameter 180 mm. Ukuan puli yang digunakan yaitu 220 mm dan 440 mm dengan putaran motor 1481 rpm menjadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f7eaf.webp" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f7eaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f7eaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f7eaf.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" alt="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-03945.webp" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-03945.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-03945.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-03945.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" alt="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" alt="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52143-material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-me" title="JURIS - Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat" target="_blank">Perancangan Mesin Dyno Mill sebagai Penggiling Bahan Baku Cat</a>: Pertama, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada analisis vibrasi mesin selama operasi jangka panjang guna mengidentifikasi potensi kerusakan struktural dan menyesuaikan desain puli serta bantalan. Kedua, studi eksperimental mengenai penggantian sistem penggerak beltAcV dengan satelit planetari dapat memperbaiki efisiensi transmisi daya dan mengurangi kebisingan, sehingga meningkatkan kenyamanan operator. Ketiga, penelitian terintegrasi dapat mengembangkan sistem kontrol otomatisasi bahan baku, termasuk sensor tingkat material dan pembuat keputusan berbasis data untuk memaksimalkan kontinuitas produksi serta menurunkan konsumsi energi per kilogram cat yang diolah..
<br>Mesin Dyno Mill dirancang dengan poros penggiling berputar 740,5 rpm dan diameter 27,6 mm, menggunakan poros utama baja S45C berdiameter 180 mm serta sistem puli 220 mm dan 440 mm yang dipindahkan dari motor 1481 rpm.Mesin ini memiliki kapasitas 10 kg dalam tabung penggiling, mengubah kehalusan bahan baku cat dari 30  menjadi 5  dengan produksi 10 kg per 70 menit.Dimensi mesin (panjang 1370Amm y lebar 850Amm y tinggi 1520Amm) dan bak penampung (panjang 850Amm y lebar 656Amm y tinggi 100Amm) dirancang agar nyaman bagi operator, dengan rangka mesin profil L baja S30C
<br>Perusahaan cat memiliki banyak permintaan untuk memenuhi perusahaan manufaktur otomotif untuk bermacam-macam cat yang akan digunakan untuk hasil produk otomotifnya. Mesin Dyno mill adalah mesin untuk mengiling bahan baku cat. Di suatu perusahan memiliki mesin dyno mill berkapasitas 7 kg. Kapasitas ini hanya dapat memenuhi kebutuhan produk roda 4 dan tidak dapat memenuhi permintaan untuk roda 2. Dengan demikian diperlukan peningkatan kapasitas mesin dyno mill dari 7 kg menjadi 10 kg agar permintaan dari manufaktur otomotif dapat terpenuhi secara optimal. Perancangan mesin Dyno mill ini menghasilkan putaran poros penggiling 740,5 rpm dengan diameter 27,6 mm. Poros mesin penggiling cat terdiri dari poros utama dengan pisau penggiling. Poros ini menggunakan baja S45C. Dengan diameter 180 mm. Ukuan puli yang digunakan yaitu 220 mm dan 440 mm dengan putaran motor 1481 rpm menjadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp" type="image/webp" length="70024" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f7eaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-03945.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/material-rangka-mesin-penggiling-vertikal-ratarata-thumb-f8459.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Perubahan Organisasi Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior OCB sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Perubahan Organisasi Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior OCB sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Perubahan Organisasi Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior OCB sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52149-sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e</link>
	<guid isPermaLink="false">f40090f44bb39788a163c5cd91a087a3</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 06:34:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Koordinator wilayah sebagai pemimpin organisasi di tingkat Provinsi dapat lebih memberikan motivasi kepada SDM PKH dan menerapkan sanksi langsung kepada SDM yang tidak optimal dalam bekerja. Selain itu, sosialisasikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Koordinator wilayah sebagai pemimpin organisasi di tingkat Provinsi dapat lebih memberikan motivasi kepada SDM PKH dan menerapkan sanksi langsung kepada SDM yang tidak optimal dalam bekerja. Selain itu, sosialisasikan kebijakan yang baru kepada seluruh SDM PKH dan komunikasikan dengan baik perubahan kebijakan tersebut, serta berikan pelatihan dan sinergy bulding kepada SDM dalam upaya penambahan skill dan pengetahuan baru tentang perkembangan organisasi. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan dampak perubahan organisasi terhadap budaya organisasi dan kinerja SDM PKH. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja SDM PKH, seperti motivasi kerja, komitmen organisasi, dan budaya organisasi yang spesifik di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja SDM PKH, seperti pengembangan program pelatihan yang relevan dan efektif, serta implementasi sistem insentif yang sesuai.. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perubahan organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja SDM PKH.Peran kepemimpinan pada Program Keluarga Harapan tidak terlalu besar hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data bahwa terjadi hubungan positif namun tidak signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja SDM PKH.Hasil interaksi antara organizational citien behavior (OCB) dengan perubahan organisasi ternyata memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap kinerja SDM PKH, sedangkan hasil interaksi antara perubahan organisasi dengan organizational citien behavior (OCB) terhadap budaya organisasi juga memiliki dampak negatif Setiap organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja SDM dengan harapan tujuan organisasi akan tercapai. Kemampuan SDM tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal. Kinerja SDM PKH berdasarkan hasil penilain belum memuaskan sehingga diperlukan peningkatan kinerja. Dalam penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu; kinerja SDM PKH sebagai variabel endogen (Y), perubahan organisasi sebagai variabel eksogen (X1), budaya organisasi (X2), kepemimpinan (X3) dan organizational citizen behavior (OCB) sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menyatakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-f9633.webp" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-f9633.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-f9633.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-f9633.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" alt="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" alt="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-8ab62.webp" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-8ab62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-8ab62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-8ab62.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" alt="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52149-sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e" title="JURIS - Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat" target="_blank">Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Koordinator wilayah sebagai pemimpin organisasi di tingkat Provinsi dapat lebih memberikan motivasi kepada SDM PKH dan menerapkan sanksi langsung kepada SDM yang tidak optimal dalam bekerja. Selain itu, sosialisasikan kebijakan yang baru kepada seluruh SDM PKH dan komunikasikan dengan baik perubahan kebijakan tersebut, serta berikan pelatihan dan sinergy bulding kepada SDM dalam upaya penambahan skill dan pengetahuan baru tentang perkembangan organisasi. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan dampak perubahan organisasi terhadap budaya organisasi dan kinerja SDM PKH. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja SDM PKH, seperti motivasi kerja, komitmen organisasi, dan budaya organisasi yang spesifik di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja SDM PKH, seperti pengembangan program pelatihan yang relevan dan efektif, serta implementasi sistem insentif yang sesuai..
<br>Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perubahan organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja SDM PKH.Peran kepemimpinan pada Program Keluarga Harapan tidak terlalu besar hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data bahwa terjadi hubungan positif namun tidak signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja SDM PKH.Hasil interaksi antara organizational citien behavior (OCB) dengan perubahan organisasi ternyata memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap kinerja SDM PKH, sedangkan hasil interaksi antara perubahan organisasi dengan organizational citien behavior (OCB) terhadap budaya organisasi juga memiliki dampak negatif
<br>Setiap organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja SDM dengan harapan tujuan organisasi akan tercapai. Kemampuan SDM tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal. Kinerja SDM PKH berdasarkan hasil penilain belum memuaskan sehingga diperlukan peningkatan kinerja. Dalam penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu; kinerja SDM PKH sebagai variabel endogen (Y), perubahan organisasi sebagai variabel eksogen (X1), budaya organisasi (X2), kepemimpinan (X3) dan organizational citizen behavior (OCB) sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menyatakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp" type="image/webp" length="80316" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-f9633.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-41f56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/sumber-daya-organisasi-variabel-moderasi-inflasi-e-thumb-8ab62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52139-framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal</link>
	<guid isPermaLink="false">9d08b081701899a6966a06ee943f63db</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:57:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meneliti penerapan sistem rekomendasi berbasis machine learning pada portal kerja agar pencari kerja lebih cepat menemukan lowongan yang sesuai dengan profil dan preferensi mereka, serta mengukur peningkatan tingkat aplikasi. Eksperimen dapat melibatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel: Meneliti penerapan sistem rekomendasi berbasis machine learning pada portal kerja agar pencari kerja lebih cepat menemukan lowongan yang sesuai dengan profil dan preferensi mereka, serta mengukur peningkatan tingkat aplikasi. Eksperimen dapat melibatkan perbandingan antara model rekomendasi dan metode pencarian tradisional, serta mengumpulkan data respon pengguna melalui survei. Analisis dapat mencakup metrik relevansi, kecepatan rekomendasi, dan retensi pengguna jangka panjang. Mengembangkan mekanisme pemberitahuan realActime melalui aplikasi mobile atau ekstensi browser, supaya pengguna dapat langsung menerima update lowongan terbaru, dan menilai seberapa besar peningkatan keterlibatan dibandingkan notifikasi email konvensional. Uji coba dapat dilaksanakan dalam periode tiga bulan, dengan analisis statistik peringkat klik dan konversi. Selain itu, pengumpulan feedback dapat dilakukan melalui polling singkat setelah setiap notifikasi diterima. Meneliti keamanan data pengguna dengan menambahkan otentikasi dua faktor (2FA) dan enkripsi data, serta membandingkan tingkat serangan dan kepuasan pengguna antara sistem Laravel yang telah ditingkatkan keamanannya dengan sistem sebelumnya, dan mengevaluasi dampak biaya serta kompleksitas pengelolaan. Keterlibatan pengguna dapat diukur melalui survei kepuasan dan log aktivitas, sedangkan biaya dapat dihitung berdasarkan lisensi dan waktu pengembangan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan biometrik sebagai alternatif otentikasi di masa depan. Semua studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengembang portal kerja agar lebih responsif, aman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.. Portal kerja berbasis web memudahkan alumni dalam mencari lowongan dan memperkuat jaringan alumni, serta memungkinkan pengelola secara aktif menyebarkan informasi lowongan.Sistem ini juga memberi kemudahan dalam pengelolaan website, memudahkan pembuatan, pengambilan, dan penyebaran informasi lowongan.Secara keseluruhan, implementasi Laravel dan MySQL terbukti efektif untuk menyediakan platform yang userAcfriendly dan informatif bagi publik Penelitian ini dikembangkan untuk memudahkan publik, khususnya alumni Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa, memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara cepat dan efisien melalui portal kerja berbasis web. Portal menggunakan framework Laravel, dengan basis data MySQL dan dilengkapi alat pengembangan seperti XAMPP, VSCode, serta Visual Studio Code. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian diolah menjadi sistem yang memungkinkan pencarian, pendaftaran, dan pengelolaan lowongan tanpa perlu login bagi setiap pengguna. Sistem diuji menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-4b218.webp" title="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-4b218.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-4b218.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-4b218.webp 1x" title="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" alt="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp" title="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp 1x" title="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" alt="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52139-framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal" title="JURIS - Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel" target="_blank">Sistem Informasi Portal Kerja Berbasis Web Menggunakan Framework Laravel</a>: Meneliti penerapan sistem rekomendasi berbasis machine learning pada portal kerja agar pencari kerja lebih cepat menemukan lowongan yang sesuai dengan profil dan preferensi mereka, serta mengukur peningkatan tingkat aplikasi. Eksperimen dapat melibatkan perbandingan antara model rekomendasi dan metode pencarian tradisional, serta mengumpulkan data respon pengguna melalui survei. Analisis dapat mencakup metrik relevansi, kecepatan rekomendasi, dan retensi pengguna jangka panjang. Mengembangkan mekanisme pemberitahuan realActime melalui aplikasi mobile atau ekstensi browser, supaya pengguna dapat langsung menerima update lowongan terbaru, dan menilai seberapa besar peningkatan keterlibatan dibandingkan notifikasi email konvensional. Uji coba dapat dilaksanakan dalam periode tiga bulan, dengan analisis statistik peringkat klik dan konversi. Selain itu, pengumpulan feedback dapat dilakukan melalui polling singkat setelah setiap notifikasi diterima. Meneliti keamanan data pengguna dengan menambahkan otentikasi dua faktor (2FA) dan enkripsi data, serta membandingkan tingkat serangan dan kepuasan pengguna antara sistem Laravel yang telah ditingkatkan keamanannya dengan sistem sebelumnya, dan mengevaluasi dampak biaya serta kompleksitas pengelolaan. Keterlibatan pengguna dapat diukur melalui survei kepuasan dan log aktivitas, sedangkan biaya dapat dihitung berdasarkan lisensi dan waktu pengembangan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan biometrik sebagai alternatif otentikasi di masa depan. Semua studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengembang portal kerja agar lebih responsif, aman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna..
<br>Portal kerja berbasis web memudahkan alumni dalam mencari lowongan dan memperkuat jaringan alumni, serta memungkinkan pengelola secara aktif menyebarkan informasi lowongan.Sistem ini juga memberi kemudahan dalam pengelolaan website, memudahkan pembuatan, pengambilan, dan penyebaran informasi lowongan.Secara keseluruhan, implementasi Laravel dan MySQL terbukti efektif untuk menyediakan platform yang userAcfriendly dan informatif bagi publik
<br>Penelitian ini dikembangkan untuk memudahkan publik, khususnya alumni Sekolah Tinggi Teknologi Duta Bangsa, memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara cepat dan efisien melalui portal kerja berbasis web. Portal menggunakan framework Laravel, dengan basis data MySQL dan dilengkapi alat pengembangan seperti XAMPP, VSCode, serta Visual Studio Code. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian diolah menjadi sistem yang memungkinkan pencarian, pendaftaran, dan pengelolaan lowongan tanpa perlu login bagi setiap pengguna. Sistem diuji menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp" type="image/webp" length="85968" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-4b218.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/framework-laravel-sistem-rekomendasi-portal-mysql-thumb-a6bcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ From Collective Tradition to National Integration Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Collective Tradition to National Integration Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Collective Tradition to National Integration Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52134-gotong-royong-dpr-model-substantif</link>
	<guid isPermaLink="false">577a84f7172ac06bb6ef14b3952e88b3</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:50:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ herman zuhdi ]]></category>
	<category><![CDATA[ fauzan aziz ]]></category>
	<category><![CDATA[ call editor ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aziz,call,editor,fauzan,herman,zuhdi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan dinamika gotong royong antara konteks pedesaan dan perkotaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan praktik kolektif dalam lingkungan yang berbeda; selanjutnya, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan dinamika gotong royong antara konteks pedesaan dan perkotaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan praktik kolektif dalam lingkungan yang berbeda; selanjutnya, studi dapat mengembangkan model integrasi nilai tradisional gotong royong dengan teknologi digital, seperti platform media sosial atau aplikasi komunitas, untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dan memperluas jangkauan aktivitas sosial; terakhir, penelitian dapat meneliti peran kepemimpinan berbasis gender dalam memediasi keberlanjutan gotong royong, khususnya bagaimana partisipasi perempuan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dapat mempengaruhi efektivitas serta keberlanjutan program komunitas di desa-desa yang mengalami transformasi sosial.. Gotong royong praktik di Desa Pinang Luar tetap berperan signifikan dalam mempertahankan solidaritas sosial, memperkuat integrasi komunitas, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bersama di tengah transformasi sosial budaya.Keberlanjutan praktik tersebut dipengaruhi kuat oleh nilai solidaritas, timbal balik, norma sosial, serta hubungan interpersonal yang terus terpatri dalam kehidupan desa, meskipun modernisasi dan perubahan gaya hidup digital mengurangi partisipasi generasi muda.namun gotong royong masih dipandang sebagai kewajiban moral dan identitas sosial yang diturunkan lintas generasi.Kepemimpinan lokal, khususnya Ketua RT, berperan penting dalam mempertahankan partisipasi melalui komunikasi interpersonal, mobilisasi sosial, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan kolektif Gotong royong masih menjadi praktik sosial-budaya penting dalam masyarakat pedesaan Indonesia di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk praktik gotong royong di Desa Pinang Luar, kontribusinya terhadap integrasi nasional dalam perspektif Astagatra, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu Ketua RT dan empat warga desa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6b461.webp" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6b461.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6b461.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6b461.webp 1x" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" alt="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6dc85.webp" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6dc85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6dc85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6dc85.webp 1x" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" alt="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp 1x" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" alt="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52134-gotong-royong-dpr-model-substantif" title="JURIS - From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective" target="_blank">From Collective Tradition to National Integration: Reconstructing Mutual Cooperation through the Astagatra Perspective</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan dinamika gotong royong antara konteks pedesaan dan perkotaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau melemahkan praktik kolektif dalam lingkungan yang berbeda; selanjutnya, studi dapat mengembangkan model integrasi nilai tradisional gotong royong dengan teknologi digital, seperti platform media sosial atau aplikasi komunitas, untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dan memperluas jangkauan aktivitas sosial; terakhir, penelitian dapat meneliti peran kepemimpinan berbasis gender dalam memediasi keberlanjutan gotong royong, khususnya bagaimana partisipasi perempuan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dapat mempengaruhi efektivitas serta keberlanjutan program komunitas di desa-desa yang mengalami transformasi sosial..
<br>Gotong royong praktik di Desa Pinang Luar tetap berperan signifikan dalam mempertahankan solidaritas sosial, memperkuat integrasi komunitas, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bersama di tengah transformasi sosial budaya.Keberlanjutan praktik tersebut dipengaruhi kuat oleh nilai solidaritas, timbal balik, norma sosial, serta hubungan interpersonal yang terus terpatri dalam kehidupan desa, meskipun modernisasi dan perubahan gaya hidup digital mengurangi partisipasi generasi muda.namun gotong royong masih dipandang sebagai kewajiban moral dan identitas sosial yang diturunkan lintas generasi.Kepemimpinan lokal, khususnya Ketua RT, berperan penting dalam mempertahankan partisipasi melalui komunikasi interpersonal, mobilisasi sosial, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan kolektif
<br>Gotong royong masih menjadi praktik sosial-budaya penting dalam masyarakat pedesaan Indonesia di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk praktik gotong royong di Desa Pinang Luar, kontribusinya terhadap integrasi nasional dalam perspektif Astagatra, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif dengan melibatkan satu Ketua RT dan empat warga desa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp" type="image/webp" length="95736" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6b461.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-6dc85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/gotong-royong-dpr-model-substantif-integrasi-sosia-thumb-28e3d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1497-yazri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-7580-jurnal-pendidikan-sosial-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo Road to An Integrated Approach Against Oppression ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo Road to An Integrated Approach Against Oppression ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo Road to An Integrated Approach Against Oppression ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52136-perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember</link>
	<guid isPermaLink="false">2b5671f9bb6d96a68b3a88fd7f3c83d9</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:42:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: pertama, bagaimana efektivitas pendekatan terintegrasi antiAcpenindasan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi korban perdagangan manusia di daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki kondisi geografis dan budaya berbeda; ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression: Saran penelitian lanjutan: pertama, bagaimana efektivitas pendekatan terintegrasi antiAcpenindasan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi korban perdagangan manusia di daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki kondisi geografis dan budaya berbeda; kedua, apa peran teknologi digital, seperti platform media sosial dan aplikasi seluler, dalam memperkuat proses pemberdayaan serta advokasi kebijakan bagi pekerja migran perempuan yang menjadi korban, dan bagaimana faktor keamanan data memengaruhi tingkat partisipasi mereka; ketiga, bagaimana dinamika interaksi antara lembaga pemerintah, organisasi nonAcpemerintah, dan komunitas lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan kebijakan responsif terhadap perubahan pola perdagangan manusia pascaAcpandemi COVIDAc19. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan campuran dengan survei kuantitatif pada populasi yang lebih luas serta studi kasus mendalam, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara lintas wilayah.. Berdasarkan hasil analisis, pendekatan konvensional yang hanya memusatkan perubahan pada korban dianggap tidak mendukung korban dan cenderung menyalahkan mereka, sementara menganggap sistem sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan politik tetap dan tidak dapat diubah.Pendekatan terintegrasi berbasis perspektif kritis menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan, mengidentifikasi kompleksitas perdagangan manusia termasuk praktik penindasan lokal seperti pernikahan paksa dan adopsi paksa.Penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan organisasi pekerja migran dan korban perdagangan manusia pada tingkat pribadi, budaya, dan struktural secara simultan dapat meningkatkan kesadaran, menghapus stereotip negatif, dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melawan penindasan Diskursus tentang perdagangan manusia dan upaya mengatasinya merupakan isu krusial yang memperoleh perhatian publik di Indonesia maupun secara global. Namun, perbedaan perspektif antara pakar, aktivis, dan organisasi menimbulkan beragam pendekatan dalam menganalisis sumber masalah, persepsi masalah, dan intervensi yang diperlukan. Penelitian ini memfokuskan pada pengorganisasian komunitas perempuan korban perdagangan manusia sebagai pendekatan yang diterapkan oleh Mitra Wacana Women Resource Center di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi kualitatif ini bertujuan menggali... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-423b4.webp" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-423b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-423b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-423b4.webp 1x" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" alt="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp 1x" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" alt="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-a7b00.webp" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-a7b00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-a7b00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-a7b00.webp 1x" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" alt="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52136-perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember" title="JURIS - Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression" target="_blank">Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression</a>: Saran penelitian lanjutan: pertama, bagaimana efektivitas pendekatan terintegrasi antiAcpenindasan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi korban perdagangan manusia di daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki kondisi geografis dan budaya berbeda; kedua, apa peran teknologi digital, seperti platform media sosial dan aplikasi seluler, dalam memperkuat proses pemberdayaan serta advokasi kebijakan bagi pekerja migran perempuan yang menjadi korban, dan bagaimana faktor keamanan data memengaruhi tingkat partisipasi mereka; ketiga, bagaimana dinamika interaksi antara lembaga pemerintah, organisasi nonAcpemerintah, dan komunitas lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan kebijakan responsif terhadap perubahan pola perdagangan manusia pascaAcpandemi COVIDAc19. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan campuran dengan survei kuantitatif pada populasi yang lebih luas serta studi kasus mendalam, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara lintas wilayah..
<br>Berdasarkan hasil analisis, pendekatan konvensional yang hanya memusatkan perubahan pada korban dianggap tidak mendukung korban dan cenderung menyalahkan mereka, sementara menganggap sistem sosial, ekonomi, budaya, hukum, dan politik tetap dan tidak dapat diubah.Pendekatan terintegrasi berbasis perspektif kritis menempatkan masyarakat sebagai subjek perubahan, mengidentifikasi kompleksitas perdagangan manusia termasuk praktik penindasan lokal seperti pernikahan paksa dan adopsi paksa.Penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan organisasi pekerja migran dan korban perdagangan manusia pada tingkat pribadi, budaya, dan struktural secara simultan dapat meningkatkan kesadaran, menghapus stereotip negatif, dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam melawan penindasan
<br>Diskursus tentang perdagangan manusia dan upaya mengatasinya merupakan isu krusial yang memperoleh perhatian publik di Indonesia maupun secara global. Namun, perbedaan perspektif antara pakar, aktivis, dan organisasi menimbulkan beragam pendekatan dalam menganalisis sumber masalah, persepsi masalah, dan intervensi yang diperlukan. Penelitian ini memfokuskan pada pengorganisasian komunitas perempuan korban perdagangan manusia sebagai pendekatan yang diterapkan oleh Mitra Wacana Women Resource Center di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi kualitatif ini bertujuan menggali...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp" type="image/webp" length="110240" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-423b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-eb66e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/perdagangan-manusia-pendekatan-terintegrasi-pember-thumb-a7b00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52138-sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali</link>
	<guid isPermaLink="false">5ba30a124887eaa5ffcf05d13abbaa6d</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:41:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertimbangkan integrasi sensor suhu mesin pada mikrokontroler untuk memantau kondisi mesin secara realActime, sehingga sistem starter dapat otomatis menyesuaikan waktu pemanasan. Selanjutnya, eksplorasi protokol komunikasi BLE atau WiAcFi dapat meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor: Pertimbangkan integrasi sensor suhu mesin pada mikrokontroler untuk memantau kondisi mesin secara realActime, sehingga sistem starter dapat otomatis menyesuaikan waktu pemanasan. Selanjutnya, eksplorasi protokol komunikasi BLE atau WiAcFi dapat meningkatkan jarak dan kecepatan transfer data, meminimalkan risiko gangguan sinyal. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengembangkan modul keamanan IoT dengan autentikasi dua faktor, guna mencegah akses tidak sah dari smartphone terhadap sistem starter.. Sistem starter sepeda motor berbasis kontrol smartphone dapat menghindari kerusakan mesin dan mempermudah proses menyalakan kendaraan ketika starter elektrik bermasalah.Jangkauan Bluetooth yang cukup untuk penggunaan praktis, namun masih terbatas pada jarak tertentu.Implementasi ini menegaskan potensi penggunaan smartphone sebagai antarmuka kendali kendaraan ringan Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk merancang aplikasi Android berbasis App Inventor yang terhubung dengan mikrokontroler melalui Bluetooth, guna mengaktifkan starter sepeda motor secara otomatis. Aplikasi ini bertujuan memudahkan pengguna dalam menyalakan mesin sepeda motor tanpa memanaskan mesin secara manual. Hasil uji coba menunjukkan jarak jangkau Bluetooth maksimal 17Ameter serta minimal 1Ameter, yang memungkinkan sistem starter menghindari kerusakan mesin dan mempermudah pengguna ketika starter elektrik mengalami gangguan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-d62f5.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-d62f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-d62f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-d62f5.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-119f9.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-119f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-119f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-119f9.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52138-sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali" title="JURIS - Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor" target="_blank">Perancangan Sistem Kendali Starter Sepeda Motor Berbasis Android Menggunakan App Inventor</a>: Pertimbangkan integrasi sensor suhu mesin pada mikrokontroler untuk memantau kondisi mesin secara realActime, sehingga sistem starter dapat otomatis menyesuaikan waktu pemanasan. Selanjutnya, eksplorasi protokol komunikasi BLE atau WiAcFi dapat meningkatkan jarak dan kecepatan transfer data, meminimalkan risiko gangguan sinyal. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengembangkan modul keamanan IoT dengan autentikasi dua faktor, guna mencegah akses tidak sah dari smartphone terhadap sistem starter..
<br>Sistem starter sepeda motor berbasis kontrol smartphone dapat menghindari kerusakan mesin dan mempermudah proses menyalakan kendaraan ketika starter elektrik bermasalah.Jangkauan Bluetooth yang cukup untuk penggunaan praktis, namun masih terbatas pada jarak tertentu.Implementasi ini menegaskan potensi penggunaan smartphone sebagai antarmuka kendali kendaraan ringan
<br>Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk merancang aplikasi Android berbasis App Inventor yang terhubung dengan mikrokontroler melalui Bluetooth, guna mengaktifkan starter sepeda motor secara otomatis. Aplikasi ini bertujuan memudahkan pengguna dalam menyalakan mesin sepeda motor tanpa memanaskan mesin secara manual. Hasil uji coba menunjukkan jarak jangkau Bluetooth maksimal 17Ameter serta minimal 1Ameter, yang memungkinkan sistem starter menghindari kerusakan mesin dan mempermudah pengguna ketika starter elektrik mengalami gangguan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp" type="image/webp" length="69890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-d62f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-2850d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/sistem-starter-faktor-kondisi-mesin-kendali-lampu-thumb-119f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52144-cutting-force-bending-stress-defleksi-stre</link>
	<guid isPermaLink="false">b2a97dc4d2db70699558476d4fa74c93</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:38:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh kombinasi kecepatan potong (cutting speed) dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap bending stress serta defleksi pada holder pahat, sehingga dapat diketahui batas optimal parameter pemotongan pada material ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga: Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh kombinasi kecepatan potong (cutting speed) dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap bending stress serta defleksi pada holder pahat, sehingga dapat diketahui batas optimal parameter pemotongan pada material tempa S48C. Selanjutnya, studi mengenai pengaruh suhu kerja dan keausan pahat terhadap gaya potong, bending stress, dan defleksi dapat dilakukan dengan mengukur temperatur pahat secara realActime dan memonitor perubahan dimensi pahat selama proses bubut, untuk memahami kontribusi termal dan keausan pada performa holder. Terakhir, pemodelan elemen hingga (finite element analysis) dapat dikembangkan untuk mensimulasikan perilaku mekanik berbagai desain holder pahat dan material alternatif, sehingga dapat memprediksi stress dan defleksi sebelum pengujian eksperimental serta memperluas aplikasi pada bentuk benda kerja yang lebih kompleks.. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan analisis pengaruh kecepatan makan (feeding speed) dan gaya potong (cutting force) terhadap bending stress dan defleksi pahat atau insert type TNMG160408 pada mesin CNC Lathe TCC-2100 L2 dengan menggunakan material tempa S48C di PT.XYZ, dapat disimpulkan bahwa apabila kecepatan makan semakin cepat dan gaya potong yang diterima semakin besar, maka bending stress dan defleksi yang diterima oleh pahat semakin besar Dalam proses pembubutan benda kerja dengan bentuk berongga, pahat bubut mendapatkan gaya-gaya pemakanan yang tidak seragam yaitu disaat penyayatan dan tanpa penyayatan. Hal ini membuat dasar dari penelitian ini untuk menganalisa sejauh mana efek dari rongga-rongga benda kerja saat di sayat akan berpengaruh terhadap bending stress dan defleksi pahat bubut yang akan mempengaruhi hasil pembubutan pada pemakaian pahat carbide dengan menggunakan mesin CNC lathe Takisawa TCC2100 L2 terhadap material tempa S48C. Metode penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" alt="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-c74c8.webp" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-c74c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-c74c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-c74c8.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" alt="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-1de07.webp" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-1de07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-1de07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-1de07.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" alt="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52144-cutting-force-bending-stress-defleksi-stre" title="JURIS - Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga" target="_blank">Pengaruh kecepatan makan dan Cutting force terhadap Bending Stress dan Defleksi pada Holder Pahat Bubut Untuk Proses Bubut Kasar pada Baja Tempa S48C berongga</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh kombinasi kecepatan potong (cutting speed) dan kedalaman potong (depth of cut) terhadap bending stress serta defleksi pada holder pahat, sehingga dapat diketahui batas optimal parameter pemotongan pada material tempa S48C. Selanjutnya, studi mengenai pengaruh suhu kerja dan keausan pahat terhadap gaya potong, bending stress, dan defleksi dapat dilakukan dengan mengukur temperatur pahat secara realActime dan memonitor perubahan dimensi pahat selama proses bubut, untuk memahami kontribusi termal dan keausan pada performa holder. Terakhir, pemodelan elemen hingga (finite element analysis) dapat dikembangkan untuk mensimulasikan perilaku mekanik berbagai desain holder pahat dan material alternatif, sehingga dapat memprediksi stress dan defleksi sebelum pengujian eksperimental serta memperluas aplikasi pada bentuk benda kerja yang lebih kompleks..
<br>Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan analisis pengaruh kecepatan makan (feeding speed) dan gaya potong (cutting force) terhadap bending stress dan defleksi pahat atau insert type TNMG160408 pada mesin CNC Lathe TCC-2100 L2 dengan menggunakan material tempa S48C di PT.XYZ, dapat disimpulkan bahwa apabila kecepatan makan semakin cepat dan gaya potong yang diterima semakin besar, maka bending stress dan defleksi yang diterima oleh pahat semakin besar
<br>Dalam proses pembubutan benda kerja dengan bentuk berongga, pahat bubut mendapatkan gaya-gaya pemakanan yang tidak seragam yaitu disaat penyayatan dan tanpa penyayatan. Hal ini membuat dasar dari penelitian ini untuk menganalisa sejauh mana efek dari rongga-rongga benda kerja saat di sayat akan berpengaruh terhadap bending stress dan defleksi pahat bubut yang akan mempengaruhi hasil pembubutan pada pemakaian pahat carbide dengan menggunakan mesin CNC lathe Takisawa TCC2100 L2 terhadap material tempa S48C. Metode penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp" type="image/webp" length="79702" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-9f0c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-c74c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/cutting-force-bending-stress-defleksi-pahat-tipe-t-thumb-1de07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52137-sosial-instagram-beli-followers-kesejaht</link>
	<guid isPermaLink="false">d43db0cb4d7b91e83a2a8f35acaad5e0</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 05:13:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menambahkan atau menggunakan variabel independen yang lainnya di luar variabel dalam penelitian ini, seperti variabel kredibilitas. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pilihan platform yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menambahkan atau menggunakan variabel independen yang lainnya di luar variabel dalam penelitian ini, seperti variabel kredibilitas. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pilihan platform yang lebih luas lagi selain Instagram, seperti Youtube, Twitter, atau Facebook. Dengan beragamnya media sosial yang dipilih, diharapkan hasil penelitian akan semakin menyeluruh dan dapat menunjukkan bahwa media sosial yang digunakan oleh Kementerian Sosial dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Untuk saran praktis, Kementerian Sosial RI dapat memanfaatkan media sosial Instagram lebih baik lagi dengan memberikan respons yang cepat, konten berkualitas, dan informasi yang akurat dan sejujurnya. Fitur-fitur seperti feeds, Reels, dan IG Story dapat digunakan secara maksimal untuk memberikan informasi mengenai penanganan bencana alam dan bantuan logistik yang dimiliki oleh Kementerian Sosial RI.. Efek Kognitif dan relasi dengan organisasi Kementerian Sosial RI berpengaruh secara signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi pengikut atau followers Instagram @KemensosRI dengan hasil determinasi sebesar 81,1%.Hasil ini menunjukkan bahwa efek kognitif pada penggunaan Instagram Kementerian Sosial RI dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan informasi followers.Selain itu, relasi yang dibangun oleh humas kepada masyarakat menjadi sangat kuat dan dapat menjalin hubungan baik dengan followers atau pengikutnya melalui informasi yang disampaikan.Sedangkan sisa hasilnya yaitu 18,9% dapat diuraikan melalui faktor yang lainnya di luar variabel X1 dan X2 pada penelitian ini Saat ini, pemerintah Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, salah satunya adalah Kementerian Sosial RI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers Instagram @Kemensosri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,1% kebutuhan informasi followers akun Instagram @Kemensosri dipengaruhi oleh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi. Sementara itu, sisanya sebesar 18,9% dipengaruhi oleh faktor di luar variabel dalam penelitian ini. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-16226.webp" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-16226.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-16226.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-16226.webp 1x" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" alt="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp 1x" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" alt="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-82b45.webp" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-82b45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-82b45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-82b45.webp 1x" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" alt="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52137-sosial-instagram-beli-followers-kesejaht" title="JURIS - Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat" target="_blank">Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menambahkan atau menggunakan variabel independen yang lainnya di luar variabel dalam penelitian ini, seperti variabel kredibilitas. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pilihan platform yang lebih luas lagi selain Instagram, seperti Youtube, Twitter, atau Facebook. Dengan beragamnya media sosial yang dipilih, diharapkan hasil penelitian akan semakin menyeluruh dan dapat menunjukkan bahwa media sosial yang digunakan oleh Kementerian Sosial dapat memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Untuk saran praktis, Kementerian Sosial RI dapat memanfaatkan media sosial Instagram lebih baik lagi dengan memberikan respons yang cepat, konten berkualitas, dan informasi yang akurat dan sejujurnya. Fitur-fitur seperti feeds, Reels, dan IG Story dapat digunakan secara maksimal untuk memberikan informasi mengenai penanganan bencana alam dan bantuan logistik yang dimiliki oleh Kementerian Sosial RI..
<br>Efek Kognitif dan relasi dengan organisasi Kementerian Sosial RI berpengaruh secara signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi pengikut atau followers Instagram @KemensosRI dengan hasil determinasi sebesar 81,1%.Hasil ini menunjukkan bahwa efek kognitif pada penggunaan Instagram Kementerian Sosial RI dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan informasi followers.Selain itu, relasi yang dibangun oleh humas kepada masyarakat menjadi sangat kuat dan dapat menjalin hubungan baik dengan followers atau pengikutnya melalui informasi yang disampaikan.Sedangkan sisa hasilnya yaitu 18,9% dapat diuraikan melalui faktor yang lainnya di luar variabel X1 dan X2 pada penelitian ini
<br>Saat ini, pemerintah Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, salah satunya adalah Kementerian Sosial RI. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers Instagram @Kemensosri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,1% kebutuhan informasi followers akun Instagram @Kemensosri dipengaruhi oleh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi. Sementara itu, sisanya sebesar 18,9% dipengaruhi oleh faktor di luar variabel dalam penelitian ini.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp" type="image/webp" length="92408" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-16226.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-3758e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/sosial-instagram-beli-followers-kesejahteraan-indi-thumb-82b45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52133-hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-sy</link>
	<guid isPermaLink="false">3534d0dbe1d3331b41366da25441de39</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:48:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yunia wardi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilham thaib ]]></category>
	<category><![CDATA[ view issues ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ilham,issues,thaib,view,wardi,yunia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan kajian terkait tingkat kepuasan lansia terhadap pilihan pengaturan hidup dan peran yang dijalankan oleh lansia dalam keluarga. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan kajian terkait tingkat kepuasan lansia terhadap pilihan pengaturan hidup dan peran yang dijalankan oleh lansia dalam keluarga. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran lansia dalam keluarga dari perspektif gender, yaitu peran lansia laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran lansia dalam keluarga yang tinggal bersama dengan keluarga besar, terutama dalam hal pengambilan keputusan keluarga dan pembagian tugas rumah tangga.. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menjalani pengaturan hidupnya, umumnya lansia tinggal bersama keluarga, baik itu keluarga inti maupun keluarga besar.Meskipun terdapat lansia yang tinggal hanya bersama pasangan atau asisten rumah tangga namun anak dan cucunya masih rutin mengunjungi.Lansia menjalani kehidupannya dengan tetap rutin melaksanakan olahraga ringan serta aktif dalam kegiatan/organisasi sosial, keagaaman, kewirausahaan, bahkan politik.Sementara di dalam keluarga, lansia menjalankan berbagai peran, mulai dari peran kerumahtanggaan, peran pendidikan keluarga, serta peran pengambilan keputusan keluarga.Hal ini menunjukkan bahwa lansia tetap memainkan peran yang memberikan kontribusi yang signifikan terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pengaturan hidup lansia serta peran yang dijalankan dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif guna menghasilkan tema-tema yang sesuai tujuan penelitian. Hasilnya menunjukkan lansia mengatur kehidupan dengan tinggal bersama keluarga baik keluarga inti maupun dengan keluarga besar, ada juga lansia yang hanya tinggal dengan pasangan atau bersama asisten rumah tangga tapi masih rutin dikunjungi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-fc27f.webp" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-fc27f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-fc27f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-fc27f.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" alt="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" alt="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-b0625.webp" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-b0625.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-b0625.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-b0625.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" alt="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52133-hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-sy" title="JURIS - Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga" target="_blank">Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan kajian terkait tingkat kepuasan lansia terhadap pilihan pengaturan hidup dan peran yang dijalankan oleh lansia dalam keluarga. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran lansia dalam keluarga dari perspektif gender, yaitu peran lansia laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran lansia dalam keluarga yang tinggal bersama dengan keluarga besar, terutama dalam hal pengambilan keputusan keluarga dan pembagian tugas rumah tangga..
<br>Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menjalani pengaturan hidupnya, umumnya lansia tinggal bersama keluarga, baik itu keluarga inti maupun keluarga besar.Meskipun terdapat lansia yang tinggal hanya bersama pasangan atau asisten rumah tangga namun anak dan cucunya masih rutin mengunjungi.Lansia menjalani kehidupannya dengan tetap rutin melaksanakan olahraga ringan serta aktif dalam kegiatan/organisasi sosial, keagaaman, kewirausahaan, bahkan politik.Sementara di dalam keluarga, lansia menjalankan berbagai peran, mulai dari peran kerumahtanggaan, peran pendidikan keluarga, serta peran pengambilan keputusan keluarga.Hal ini menunjukkan bahwa lansia tetap memainkan peran yang memberikan kontribusi yang signifikan terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga
<br>Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pengaturan hidup lansia serta peran yang dijalankan dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif guna menghasilkan tema-tema yang sesuai tujuan penelitian. Hasilnya menunjukkan lansia mengatur kehidupan dengan tinggal bersama keluarga baik keluarga inti maupun dengan keluarga besar, ada juga lansia yang hanya tinggal dengan pasangan atau bersama asisten rumah tangga tapi masih rutin dikunjungi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp" type="image/webp" length="100588" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-fc27f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-14c7b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/7/hidup-lansia-kesejahteraan-rumahtangga-penduduk-pe-thumb-b0625.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-780-kemensos.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2947-sosio-konsepsia-jurnal-penelitian-pengembangan-kesejahteraan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52141-deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas</link>
	<guid isPermaLink="false">2e5ddd1cdf215e0b35ca473f1001e89c</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:32:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sistem vox ]]></category>
	<category><![CDATA[ moch mulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ jus tekno ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jus,moch,mulia,sistem,tekno,vox]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi ion doping (misalnya kation alkali tanah atau logam transisi) terhadap nilai permitivitas dan permeabilitas sehingga dapat menyesuaikan sifat penyerap gelombang mikro pada rentang frekuensi yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya.: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi ion doping (misalnya kation alkali tanah atau logam transisi) terhadap nilai permitivitas dan permeabilitas sehingga dapat menyesuaikan sifat penyerap gelombang mikro pada rentang frekuensi yang lebih luas; selanjutnya, studi parametrik yang melibatkan variasi tegangan, waktu deposisi, serta suhu anil dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai hubungan antara mikrostruktur lapisan tipis dan performa elektromagnetik, termasuk analisis spektral pada pita 8Ac18AGHz; terakhir, integrasi lapisan tipis LaMnO3 yang dioptimalkan ke dalam prototipe perangkat absorber mikrowave serta evaluasi kehandalan jangka panjang dalam kondisi lingkungan nyata akan mempercepat transisi teknologi dari laboratorium ke aplikasi industri.. Penelitian berhasil membuat lapisan tipis LaMnO3 pada baja tahan karat menggunakan metode deposisi elektroforesis dengan suspensi 0,3 g LaMnO3 dalam 50Aml larutan (90A% etanol, 10A% air) pada 60AV selama 35Amenit, diikuti proses anil pada 800Ac950AAC selama 2Ajam.Karakterisasi menunjukkan nilai konstanta dielektrik (A') mencapai 80 dan dielectric loss (A") antara 0Ac80, serta nilai permeabilitas pada puncak resonansi AA'A=A13 dan AA"A=A7.Kombinasi nilai permitivitas dan permeabilitas tersebut menjadikan lapisan tipis LaMnO3 calon yang menjanjikan sebagai bahan penyerap gelombang mikro Pembuatan lapisan tipis material magnetik perovskite lanthanum manganit menggunakan metoda deposisi elektroforesis pada substrat stainless steel. Serbuk LaMnO3 terlebih dahulu disintesis memakai metoda sol-gel dengan campuran stokiometri serbuk La(NO3)3A6H2O dan Mn(NO3)2A4H2O. Sebagai larutan suspensi dipakai campuran ethanol dan deionized water dengan komposisi 90 : 10 serta serbuk LaMnO3 sebesar 30 mg dalam 50 ml larutan. Dengan memberikan tegangan DC sebesar 60 V dan waktu deposisi 35 menit. Selanjutnya sampel dikarakterisasi secara berurutan dengan analisis difraksi sinar-X, pemindaian mikroskop elektron dan vector network analysis (VNA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tipis lanthanum manganit memiliki nilai konstanta dielektrik (?') hingga 80 sedangkan dielectric loss... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-cd40f.webp" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-cd40f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-cd40f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-cd40f.webp 1x" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." alt="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-0ffd2.webp" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-0ffd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-0ffd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-0ffd2.webp 1x" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." alt="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp 1x" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." alt="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52141-deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas" title="JURIS - Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya." target="_blank">Karakterisasi Lapisan Tipis Material Magnetik Perovskite Untuk Menentukan Nilai Permitivitas dan Permeabilitasnya.</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi ion doping (misalnya kation alkali tanah atau logam transisi) terhadap nilai permitivitas dan permeabilitas sehingga dapat menyesuaikan sifat penyerap gelombang mikro pada rentang frekuensi yang lebih luas; selanjutnya, studi parametrik yang melibatkan variasi tegangan, waktu deposisi, serta suhu anil dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai hubungan antara mikrostruktur lapisan tipis dan performa elektromagnetik, termasuk analisis spektral pada pita 8Ac18AGHz; terakhir, integrasi lapisan tipis LaMnO3 yang dioptimalkan ke dalam prototipe perangkat absorber mikrowave serta evaluasi kehandalan jangka panjang dalam kondisi lingkungan nyata akan mempercepat transisi teknologi dari laboratorium ke aplikasi industri..
<br>Penelitian berhasil membuat lapisan tipis LaMnO3 pada baja tahan karat menggunakan metode deposisi elektroforesis dengan suspensi 0,3 g LaMnO3 dalam 50Aml larutan (90A% etanol, 10A% air) pada 60AV selama 35Amenit, diikuti proses anil pada 800Ac950AAC selama 2Ajam.Karakterisasi menunjukkan nilai konstanta dielektrik (A') mencapai 80 dan dielectric loss (A") antara 0Ac80, serta nilai permeabilitas pada puncak resonansi AA'A=A13 dan AA"A=A7.Kombinasi nilai permitivitas dan permeabilitas tersebut menjadikan lapisan tipis LaMnO3 calon yang menjanjikan sebagai bahan penyerap gelombang mikro
<br>Pembuatan lapisan tipis material magnetik perovskite lanthanum manganit menggunakan metoda deposisi elektroforesis pada substrat stainless steel. Serbuk LaMnO3 terlebih dahulu disintesis memakai metoda sol-gel dengan campuran stokiometri serbuk La(NO3)3A6H2O dan Mn(NO3)2A4H2O. Sebagai larutan suspensi dipakai campuran ethanol dan deionized water dengan komposisi 90 : 10 serta serbuk LaMnO3 sebesar 30 mg dalam 50 ml larutan. Dengan memberikan tegangan DC sebesar 60 V dan waktu deposisi 35 menit. Selanjutnya sampel dikarakterisasi secara berurutan dengan analisis difraksi sinar-X, pemindaian mikroskop elektron dan vector network analysis (VNA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tipis lanthanum manganit memiliki nilai konstanta dielektrik (?') hingga 80 sedangkan dielectric loss...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp" type="image/webp" length="89812" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-cd40f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-0ffd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/deposisi-elektroforesis-permitivitas-permeabilitas-thumb-58e52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2607-sttdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11120-jus-tekno-jurnal-sains-teknologi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52130-regulasi-emosi-peran-pelatihan-meng</link>
	<guid isPermaLink="false">ac35dc1f3fdc1c596d47756812d543ff</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Emotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri): Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian diri yang spesifik dalam Al-Qur'an dan mengaplikasikannya dalam konteks modern. Terakhir, penelitian multidisipliner dapat dilakukan untuk mengintegrasikan konsep pengendalian diri Al-Qur'an ke dalam praktik konseling dan terapi, serta menguji efektivitasnya dalam membantu individu mengelola emosi mereka.. Studi ini menemukan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggambarkan berbagai emosi dasar manusia, baik melalui lafadz yang jelas maupun makna yang tersembunyi dalam struktur ayat.Dalam konteks pengalaman spiritual, sosial, dan moral, emosi seperti al-farh (kegembiraan), al-khawf (ketakutan), al-huzn (kesedihan), dan al-ghadab (kemarahan) beserta derivasinya muncul sebagai respons psikologis.Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa emosi dalam Al-QurAoan tidak hanya dikenali sebagai respons jiwa, tetapi diposisikan dalam kerangka nilai.dibimbing, disaring, dan diarahkan agar tidak merusak keseimbangan akal dan akhlak.Dengan demikian, terbentuklah model regulasi emosi QurAoani yang terdiri dari tiga komponen utama.identifikasi emosi (kognisi QurAoani), pengendalian diri, dan ekspresi perilaku yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial Islam Emosi yang tidak terkendali sering memicu berbagai masalah psikologis dan sosial, seperti perilaku impulsif, konflik, kecemasan, dan ketidakseimbangan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang merefleksikan emosi dasar manusia, khususnya strategi pengendalian diri. Pendekatan kualitatif yang digunakan berdasarkan tinjauan pustaka dan interpretasi tematik (mawdu'i) dengan mengelompokkan ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah ke dalam tema emosi dan pengendalian diri. Data dianalisis melalui teknik pengkodean berbasis teori berdasarkan kerangka kerja pengendalian diri menurut Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52130-regulasi-emosi-peran-pelatihan-meng" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" target="_blank">Emotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian diri yang spesifik dalam Al-Qur'an dan mengaplikasikannya dalam konteks modern. Terakhir, penelitian multidisipliner dapat dilakukan untuk mengintegrasikan konsep pengendalian diri Al-Qur'an ke dalam praktik konseling dan terapi, serta menguji efektivitasnya dalam membantu individu mengelola emosi mereka..
<br>Studi ini menemukan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggambarkan berbagai emosi dasar manusia, baik melalui lafadz yang jelas maupun makna yang tersembunyi dalam struktur ayat.Dalam konteks pengalaman spiritual, sosial, dan moral, emosi seperti al-farh (kegembiraan), al-khawf (ketakutan), al-huzn (kesedihan), dan al-ghadab (kemarahan) beserta derivasinya muncul sebagai respons psikologis.Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa emosi dalam Al-QurAoan tidak hanya dikenali sebagai respons jiwa, tetapi diposisikan dalam kerangka nilai.dibimbing, disaring, dan diarahkan agar tidak merusak keseimbangan akal dan akhlak.Dengan demikian, terbentuklah model regulasi emosi QurAoani yang terdiri dari tiga komponen utama.identifikasi emosi (kognisi QurAoani), pengendalian diri, dan ekspresi perilaku yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial Islam
<br>Emosi yang tidak terkendali sering memicu berbagai masalah psikologis dan sosial, seperti perilaku impulsif, konflik, kecemasan, dan ketidakseimbangan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang merefleksikan emosi dasar manusia, khususnya strategi pengendalian diri. Pendekatan kualitatif yang digunakan berdasarkan tinjauan pustaka dan interpretasi tematik (mawdu'i) dengan mengelompokkan ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah ke dalam tema emosi dan pengendalian diri. Data dianalisis melalui teknik pengkodean berbasis teori berdasarkan kerangka kerja pengendalian diri menurut Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" type="image/webp" length="103928" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52129-mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa</link>
	<guid isPermaLink="false">7a800b69cf3e77b7445b9053a8eaebfd</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi dampak program pertukaran virtual antara mahasiswa Indonesia dan penutur asli Jepang terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri dalam situasi komunikatif nyata; terakhir, penelitian eksperimental dapat menguji integrasi materi autentik multimedia (seperti video vlog dan podcast) ke dalam kurikulum untuk menilai pengaruhnya terhadap pemahaman tata bahasa menengah dan kemampuan mendengarkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam implementasinya di lingkungan pembelajaran universitas.. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tantangan sedang dalam belajar bahasa Jepang, khususnya pada penguasaan kanji, tata bahasa, dan keterampilan berbicara.Meskipun memiliki dasar kuat dalam kosakata dan struktur kalimat sederhana, mereka kesulitan dengan kompleksitas kanji, tata bahasa menengah, dan kurangnya praktik berbicara dalam situasi nyata.Oleh karena itu, disarankan peningkatan latihan kanji, penyediaan peluang berbicara yang lebih banyak, integrasi materi autentik, serta umpan balik berkelanjutan untuk meningkatkan kemahiran bahasa Jepang mahasiswa Penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa universitas di Padang, Indonesia, dalam belajar bahasa Jepang serta mengidentifikasi area utama yang dapat ditingkatkan dalam proses pengajaran. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang melibatkan 26 mahasiswa yang terdaftar pada mata kuliah bahasa Jepang. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuan berbicara. Meskipun demikian, mahasiswa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp 1x" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" alt="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp 1x" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" alt="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52129-mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" target="_blank">Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi dampak program pertukaran virtual antara mahasiswa Indonesia dan penutur asli Jepang terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri dalam situasi komunikatif nyata; terakhir, penelitian eksperimental dapat menguji integrasi materi autentik multimedia (seperti video vlog dan podcast) ke dalam kurikulum untuk menilai pengaruhnya terhadap pemahaman tata bahasa menengah dan kemampuan mendengarkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam implementasinya di lingkungan pembelajaran universitas..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tantangan sedang dalam belajar bahasa Jepang, khususnya pada penguasaan kanji, tata bahasa, dan keterampilan berbicara.Meskipun memiliki dasar kuat dalam kosakata dan struktur kalimat sederhana, mereka kesulitan dengan kompleksitas kanji, tata bahasa menengah, dan kurangnya praktik berbicara dalam situasi nyata.Oleh karena itu, disarankan peningkatan latihan kanji, penyediaan peluang berbicara yang lebih banyak, integrasi materi autentik, serta umpan balik berkelanjutan untuk meningkatkan kemahiran bahasa Jepang mahasiswa
<br>Penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa universitas di Padang, Indonesia, dalam belajar bahasa Jepang serta mengidentifikasi area utama yang dapat ditingkatkan dalam proses pengajaran. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang melibatkan 26 mahasiswa yang terdaftar pada mata kuliah bahasa Jepang. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuan berbicara. Meskipun demikian, mahasiswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" type="image/webp" length="118636" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem</link>
	<guid isPermaLink="false">84f15535455b64878daaa09e9f6cdce0</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa.. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan terkait FLA (Foreign Language Anxiety) menurut Horwitz (1986). Berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" target="_blank">Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa..
<br>Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa
<br>Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan terkait FLA (Foreign Language Anxiety) menurut Horwitz (1986). Berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" type="image/webp" length="105914" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52127-tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu</link>
	<guid isPermaLink="false">2546fc2424bcf55ed683be89e2b83b9e</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional dan kontemporer lainnya, untuk lebih memahami keunikan dan kontribusinya terhadap pemahaman hukum Islam. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penerapan metode al-Jabiri dalam konteks-konteks hukum Islam yang kontroversial, seperti keadilan gender, etika keuangan, atau hukum pidana, sehingga memperkaya diskusi maqaid al-shari'ah dalam tafsir kontemporer. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji dan mengembangkan lebih lanjut teori kebenaran pragmatis al-Jabiri, terutama dalam hubungannya dengan interpretasi hukum Islam yang relevan dengan tantangan sosial dan etis modern.. Interpretasi nuzuli al-Jabiri tentang larangan khamr mewakili pergeseran epistemologis dalam memahami wacana hukum Al-Qur'an.Dengan mengintegrasikan kronologi wahyu dengan biografi Nabi, pendekatan al-Jabiri melampaui literalisme tekstual untuk menekankan interaksi dinamis antara legislasi ilahi dan konteks sosial yang berkembang.Daripada hanya mengandalkan formula yuridis tradisional, al-Jabiri menggabungkan asbab al-nuzul, petunjuk linguistik, hadis, dan ijtihad-nya sendiri, menggunakan metode ijmali untuk menyajikan tafsir yang ringkas dan mudah diakses yang berakar pada kesadaran historis.Studi ini menunjukkan bahwa interpretasi al-Jabiri sejalan dengan teori kebenaran pragmatis, yang menekankan relevansi fungsional makna kitab suci dalam menyelesaikan masalah sosial kontemporer.Rekonstruksi larangan khamr dalam empat tahap mengungkapkan evolusi moral dan hukum yang bertujuan, yang berfungsi sebagai model untuk menafsirkan kembali perintah Al-Qur'an lainnya di bawah realitas yang berubah Khamr, sebagai zat yang memabukkan, secara eksplisit dilarang dalam hukum Islam karena efek merugikan bagi kesejahteraan individu dan masyarakat. Di Indonesia, meningkatnya kasus penyalahgunaan khamr telah menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan. Abid al-Jabiri, seorang intelektual Muslim kontemporer, merevisi larangan khamr melalui tafsir nuzuli-nya, menawarkan pemahaman kontekstual dan kronologis dari ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Studi ini menganalisis tafsir al-Jabiri dengan menerapkan pendekatan kronologis terhadap ayat-ayat tentang larangan khamr (QS. Al-Baqarah 2:219, Al-Nisa' 4:43, dan Al-Ma'idah 5:90-91), menghubungkan tahapan wahyu dengan sirah nabawiyyah. Menggunakan metode deskriptif-analisis berbasis perpustakaan dan pendekatan ijmali, penelitian ini melacak perkembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52127-tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" target="_blank">A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional dan kontemporer lainnya, untuk lebih memahami keunikan dan kontribusinya terhadap pemahaman hukum Islam. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penerapan metode al-Jabiri dalam konteks-konteks hukum Islam yang kontroversial, seperti keadilan gender, etika keuangan, atau hukum pidana, sehingga memperkaya diskusi maqaid al-shari'ah dalam tafsir kontemporer. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji dan mengembangkan lebih lanjut teori kebenaran pragmatis al-Jabiri, terutama dalam hubungannya dengan interpretasi hukum Islam yang relevan dengan tantangan sosial dan etis modern..
<br>Interpretasi nuzuli al-Jabiri tentang larangan khamr mewakili pergeseran epistemologis dalam memahami wacana hukum Al-Qur'an.Dengan mengintegrasikan kronologi wahyu dengan biografi Nabi, pendekatan al-Jabiri melampaui literalisme tekstual untuk menekankan interaksi dinamis antara legislasi ilahi dan konteks sosial yang berkembang.Daripada hanya mengandalkan formula yuridis tradisional, al-Jabiri menggabungkan asbab al-nuzul, petunjuk linguistik, hadis, dan ijtihad-nya sendiri, menggunakan metode ijmali untuk menyajikan tafsir yang ringkas dan mudah diakses yang berakar pada kesadaran historis.Studi ini menunjukkan bahwa interpretasi al-Jabiri sejalan dengan teori kebenaran pragmatis, yang menekankan relevansi fungsional makna kitab suci dalam menyelesaikan masalah sosial kontemporer.Rekonstruksi larangan khamr dalam empat tahap mengungkapkan evolusi moral dan hukum yang bertujuan, yang berfungsi sebagai model untuk menafsirkan kembali perintah Al-Qur'an lainnya di bawah realitas yang berubah
<br>Khamr, sebagai zat yang memabukkan, secara eksplisit dilarang dalam hukum Islam karena efek merugikan bagi kesejahteraan individu dan masyarakat. Di Indonesia, meningkatnya kasus penyalahgunaan khamr telah menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan. Abid al-Jabiri, seorang intelektual Muslim kontemporer, merevisi larangan khamr melalui tafsir nuzuli-nya, menawarkan pemahaman kontekstual dan kronologis dari ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Studi ini menganalisis tafsir al-Jabiri dengan menerapkan pendekatan kronologis terhadap ayat-ayat tentang larangan khamr (QS. Al-Baqarah 2:219, Al-Nisa' 4:43, dan Al-Ma'idah 5:90-91), menghubungkan tahapan wahyu dengan sirah nabawiyyah. Menggunakan metode deskriptif-analisis berbasis perpustakaan dan pendekatan ijmali, penelitian ini melacak perkembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" type="image/webp" length="113820" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52126-critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen</link>
	<guid isPermaLink="false">217aec04cb3d837d7e33987cf38797da</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dan bagaimana posisi serta citra idol perempuan dalam lirik tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif feminis, perspektif gender, dan perspektif budaya. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis kritis atau analisis diskursus untuk mengungkap bias dan diskriminasi terhadap perempuan dalam lirik lagu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana lirik lagu merepresentasikan hubungan antara idol perempuan dan penggemar, termasuk aspek-aspek seperti loyalitas, hasrat, dan fantasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis hubungan atau analisis sosial untuk memahami dinamika interaksi antara idol perempuan dan penggemar dalam konteks budaya Jepang.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak teks memanfaatkan pengetahuan stereotip ketika menyajikan informasi tentang karakter yang digambarkan secara singkat untuk dengan cepat menginferensi karakter.Hal ini membuat idol perempuan harus terus memiliki citra positif, memiliki loyalitas tinggi terhadap penggemar, menjadi profesional sebagai idol, selalu tersenyum, menyembunyikan perasaan sebenarnya, dan diharuskan sempurna dengan menutupi semua kelemahannya.Karakter idol perempuan dan penggemar diinformasikan oleh stereotip tentang apa yang sesuai dengan norma gender.Ini membatasi diri untuk menjaga idol perempuan tidak aktif, tidak direpresentasikan sebagai makhluk sadar dan utuh, dan tidak fokus pada perspektifnya sebagai idol perempuan Setiap lirik lagu memiliki pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pendengar tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan penulis. Penelitian ini membahas bagaimana idol perempuan Jepang direpresentasikan dalam soundtrack pembuka lagu anime AuOshi no KoAy yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan penggemar idol Jepang. Lagu berjudul AuIdolAy adalah karya dari duo band yang dikenal sebagai Yoasobi, menceritakan kisah kecemasan dan kesedihan dalam kehidupan cinta remaja Jepang tetapi disertai dengan musik techno yang mengangkat semangat. Ketika lirik lagu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52126-critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" target="_blank">A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dan bagaimana posisi serta citra idol perempuan dalam lirik tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif feminis, perspektif gender, dan perspektif budaya. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis kritis atau analisis diskursus untuk mengungkap bias dan diskriminasi terhadap perempuan dalam lirik lagu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana lirik lagu merepresentasikan hubungan antara idol perempuan dan penggemar, termasuk aspek-aspek seperti loyalitas, hasrat, dan fantasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis hubungan atau analisis sosial untuk memahami dinamika interaksi antara idol perempuan dan penggemar dalam konteks budaya Jepang..
<br>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak teks memanfaatkan pengetahuan stereotip ketika menyajikan informasi tentang karakter yang digambarkan secara singkat untuk dengan cepat menginferensi karakter.Hal ini membuat idol perempuan harus terus memiliki citra positif, memiliki loyalitas tinggi terhadap penggemar, menjadi profesional sebagai idol, selalu tersenyum, menyembunyikan perasaan sebenarnya, dan diharuskan sempurna dengan menutupi semua kelemahannya.Karakter idol perempuan dan penggemar diinformasikan oleh stereotip tentang apa yang sesuai dengan norma gender.Ini membatasi diri untuk menjaga idol perempuan tidak aktif, tidak direpresentasikan sebagai makhluk sadar dan utuh, dan tidak fokus pada perspektifnya sebagai idol perempuan
<br>Setiap lirik lagu memiliki pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pendengar tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan penulis. Penelitian ini membahas bagaimana idol perempuan Jepang direpresentasikan dalam soundtrack pembuka lagu anime AuOshi no KoAy yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan penggemar idol Jepang. Lagu berjudul AuIdolAy adalah karya dari duo band yang dikenal sebagai Yoasobi, menceritakan kisah kecemasan dan kesedihan dalam kehidupan cinta remaja Jepang tetapi disertai dengan musik techno yang mengangkat semangat. Ketika lirik lagu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" type="image/webp" length="95850" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 29 Jun 2026 08:11:06 +0700. 24 items. Served in: 5.642 seconds [rss] -->
