<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 22:13:23 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 22:13:23 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-22T22:13:23+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam KKG PAI Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam KKG PAI Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam KKG PAI Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51131-hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa</link>
	<guid isPermaLink="false">f9972ab8311e03f30a4323fd05a2a95f</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:54:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan motivasi mengajar dengan kinerja pembelajaran guru, misalnya menanyakan seberapa besar motivasi intrinsik dan ekstrinsik memoderasi efek kebijakan kelompok kerja pada peningkatan kualitas pengajaran. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan motivasi mengajar dengan kinerja pembelajaran guru, misalnya menanyakan seberapa besar motivasi intrinsik dan ekstrinsik memoderasi efek kebijakan kelompok kerja pada peningkatan kualitas pengajaran. Selanjutnya, studi longitudinal yang melacak implementasi kebijakan KKG PAI selama tiga tahun dapat menilai perubahan jangka panjang terhadap prestasi belajar siswa, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang menstabilkan atau mengganggu efektivitas kebijakan. Akhirnya, penelitian komparatif antara KKG PAI di wilayah urban dan rural dapat menilai perbedaan konteks dalam penerapan kebijakan serta dampak terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa, membantu merancang strategi kebijakan yang lebih tepat sasaran.. Pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam berpengaruh signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru.Kebijakan tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa.Kinerja pembelajaran guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey. Lokasi penelitian di KKG PAI Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut dengan jumlah responden sebanyak 73 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Artikel ini berkesimpulan bahwa capaian hasil belajar siswa dapat terwujud dengan melaksanakan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam dan kinerja pembelajaran guru yang optimal. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-73067.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-73067.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-73067.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-73067.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-02afa.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-02afa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-02afa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-02afa.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51131-hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil" target="_blank">Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cil</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan motivasi mengajar dengan kinerja pembelajaran guru, misalnya menanyakan seberapa besar motivasi intrinsik dan ekstrinsik memoderasi efek kebijakan kelompok kerja pada peningkatan kualitas pengajaran. Selanjutnya, studi longitudinal yang melacak implementasi kebijakan KKG PAI selama tiga tahun dapat menilai perubahan jangka panjang terhadap prestasi belajar siswa, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang menstabilkan atau mengganggu efektivitas kebijakan. Akhirnya, penelitian komparatif antara KKG PAI di wilayah urban dan rural dapat menilai perbedaan konteks dalam penerapan kebijakan serta dampak terhadap kinerja guru dan hasil belajar siswa, membantu merancang strategi kebijakan yang lebih tepat sasaran..
<br>Pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam berpengaruh signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru.Kebijakan tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa.Kinerja pembelajaran guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey. Lokasi penelitian di KKG PAI Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut dengan jumlah responden sebanyak 73 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Artikel ini berkesimpulan bahwa capaian hasil belajar siswa dapat terwujud dengan melaksanakan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam dan kinerja pembelajaran guru yang optimal.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp" type="image/webp" length="77158" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-73067.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-02afa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/hasil-penelitian-motivasi-intrinsik-guru-mahasiswa-thumb-aa8e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-50-uniga.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11610-khazanah-akademia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen Malang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen Malang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen Malang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51125-skill-guru-pondok-strategi-analisi</link>
	<guid isPermaLink="false">614d43c88f50c2f6bfdabcfa3aa24096</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:45:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi gaya pengajaran seni guru (misalnya pendekatan demonstratif vs. interaktif) memengaruhi kualitas dan kreativitas hasil mewarnai anak pada kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi gaya pengajaran seni guru (misalnya pendekatan demonstratif vs. interaktif) memengaruhi kualitas dan kreativitas hasil mewarnai anak pada kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua, baik dalam bentuk dukungan moral maupun materi, terhadap motivasi dan prestasi anak dalam program mewarnai, sehingga dapat diidentifikasi mekanisme kolaboratif yang optimal antara guru dan orang tua. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang partisipasi dalam kegiatan mewarnai terhadap perkembangan motorik halus, kemampuan kognitif, dan kreativitas anak usia dini, dengan membandingkan kelompok yang mengikuti program secara berkelanjutan versus kelompok kontrol.. Penelitian menunjukkan peran guru dalam memberikan contoh langsung pemilihan warna dan teknik mewarnai, sehingga anak dapat meniru dan mengembangkan karya.Guru juga berperan sebagai motivator dan fasilitator, dengan strategi pengenalan komposisi, gradasi, kerapian, dan kreativitas yang memberikan dampak positif pada kemampuan mewarnai anak.Kegiatan ekstrakurikuler mewarnai terbukti efektif mengembangkan kemampuan mewarnai, kreativitas, dan sikap positif anak usia dini bila didukung strategi guru yang tepat Peran kemampuan seni guru penting dilakukan secara profesional. Kemampuan seni sebagai bentuk hard skill guru yang akan menjadi contoh untuk anak dalam memahami teknik mewarnai secara tepat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran kemampuan seni guru, strategi pembelajaran, dan capaian perkembangan seni anak di RA Qurrota AAoYuna Kepanjen-Malang. Metodologi penelitian yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan fenomenologi tentang kemampuan seni mewarnai anak yang telah berhasil dalam mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan yang terwujud dalam segi peranan kemampuan seni guru sangat mempengaruhi kemampuan seni anak dalam menciptakan ide kreatif yang akan menunjang kemampuan imajinatif anak pada saat proses pengaplikasian pola gambar.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-7882e.webp" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-7882e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-7882e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-7882e.webp 1x" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" alt="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-d6afb.webp" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-d6afb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-d6afb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-d6afb.webp 1x" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" alt="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp 1x" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" alt="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51125-skill-guru-pondok-strategi-analisi" title="JURIS - Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang" target="_blank">Peran Kemampuan Seni Guru dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Mewarnai Anak Kelompok B di RA Qurrota AAoYun Kepanjen-Malang</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi gaya pengajaran seni guru (misalnya pendekatan demonstratif vs. interaktif) memengaruhi kualitas dan kreativitas hasil mewarnai anak pada kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua, baik dalam bentuk dukungan moral maupun materi, terhadap motivasi dan prestasi anak dalam program mewarnai, sehingga dapat diidentifikasi mekanisme kolaboratif yang optimal antara guru dan orang tua. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang partisipasi dalam kegiatan mewarnai terhadap perkembangan motorik halus, kemampuan kognitif, dan kreativitas anak usia dini, dengan membandingkan kelompok yang mengikuti program secara berkelanjutan versus kelompok kontrol..
<br>Penelitian menunjukkan peran guru dalam memberikan contoh langsung pemilihan warna dan teknik mewarnai, sehingga anak dapat meniru dan mengembangkan karya.Guru juga berperan sebagai motivator dan fasilitator, dengan strategi pengenalan komposisi, gradasi, kerapian, dan kreativitas yang memberikan dampak positif pada kemampuan mewarnai anak.Kegiatan ekstrakurikuler mewarnai terbukti efektif mengembangkan kemampuan mewarnai, kreativitas, dan sikap positif anak usia dini bila didukung strategi guru yang tepat
<br>Peran kemampuan seni guru penting dilakukan secara profesional. Kemampuan seni sebagai bentuk hard skill guru yang akan menjadi contoh untuk anak dalam memahami teknik mewarnai secara tepat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran kemampuan seni guru, strategi pembelajaran, dan capaian perkembangan seni anak di RA Qurrota AAoYuna Kepanjen-Malang. Metodologi penelitian yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan fenomenologi tentang kemampuan seni mewarnai anak yang telah berhasil dalam mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan yang terwujud dalam segi peranan kemampuan seni guru sangat mempengaruhi kemampuan seni anak dalam menciptakan ide kreatif yang akan menunjang kemampuan imajinatif anak pada saat proses pengaplikasian pola gambar....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp" type="image/webp" length="95930" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-7882e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-d6afb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/skill-guru-pondok-strategi-analisis-peran-pjok-kem-thumb-29a8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51123-sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-komunika</link>
	<guid isPermaLink="false">5289b39d0b809836dd1085d4297f2ee6</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:37:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ haris hamid ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi musran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,hamid,haris,musran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut inovasi dalam strategi pemasaran Boska Transportama, terutama dalam mengembangkan layanan baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan memanfaatkan teknologi terbaru dalam proses ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut inovasi dalam strategi pemasaran Boska Transportama, terutama dalam mengembangkan layanan baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan memanfaatkan teknologi terbaru dalam proses pengiriman dan pelacakan barang. Selain itu, perusahaan dapat mempertimbangkan integrasi praktik berkelanjutan dalam operasinya, seperti penggunaan kendaraan ramah lingkungan atau optimasi rute untuk mengurangi emisi karbon. Langkah ini tidak hanya membantu perusahaan mematuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat, tetapi juga dapat menjadi poin penjualan unik dalam strategi pemasaran mereka. Dengan terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar sambil mempertimbangkan kepatuhan hukum dan regulasi, Boska Transportama dapat mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri jasa ekspedisi di Indonesia.. Implementasi strategi komunikasi pemasaran yang komprehensif oleh Boska Transportama telah berdampak positif pada peningkatan jumlah pelanggan.Data menunjukkan peningkatan yang signifikan dari sekitar 6.500 pelanggan pada tahun 2022 menjadi sekitar 7.Kenaikan ini tidak hanya mencerminkan kesuksesan strategi pemasaran, tetapi juga menimbulkan tanggung jawab hukum yang lebih besar bagi perusahaan dalam hal perlindungan data konsumen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi Penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran juga memiliki dampak positif. Konten yang beragam dan interaktif di platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok membantu meningkatkan keterlibatan pelanggan dan memperluas jangkauan merek Boska Transportama. Namun, perusahaan harus berhati-hati dalam mengelola konten media sosial untuk menghindari pelanggaran hak cipta atau penyebaran informasi menyesatkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-09d8c.webp" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-09d8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-09d8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-09d8c.webp 1x" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" alt="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-44686.webp" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-44686.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-44686.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-44686.webp 1x" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" alt="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp 1x" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" alt="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51123-sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-komunika" title="JURIS - The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy" target="_blank">The Positive Rules for Using Social Media in Marketing Communication Strategy</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut inovasi dalam strategi pemasaran Boska Transportama, terutama dalam mengembangkan layanan baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan memanfaatkan teknologi terbaru dalam proses pengiriman dan pelacakan barang. Selain itu, perusahaan dapat mempertimbangkan integrasi praktik berkelanjutan dalam operasinya, seperti penggunaan kendaraan ramah lingkungan atau optimasi rute untuk mengurangi emisi karbon. Langkah ini tidak hanya membantu perusahaan mematuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat, tetapi juga dapat menjadi poin penjualan unik dalam strategi pemasaran mereka. Dengan terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar sambil mempertimbangkan kepatuhan hukum dan regulasi, Boska Transportama dapat mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri jasa ekspedisi di Indonesia..
<br>Implementasi strategi komunikasi pemasaran yang komprehensif oleh Boska Transportama telah berdampak positif pada peningkatan jumlah pelanggan.Data menunjukkan peningkatan yang signifikan dari sekitar 6.500 pelanggan pada tahun 2022 menjadi sekitar 7.Kenaikan ini tidak hanya mencerminkan kesuksesan strategi pemasaran, tetapi juga menimbulkan tanggung jawab hukum yang lebih besar bagi perusahaan dalam hal perlindungan data konsumen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi
<br>Penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran juga memiliki dampak positif. Konten yang beragam dan interaktif di platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok membantu meningkatkan keterlibatan pelanggan dan memperluas jangkauan merek Boska Transportama. Namun, perusahaan harus berhati-hati dalam mengelola konten media sosial untuk menghindari pelanggaran hak cipta atau penyebaran informasi menyesatkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp" type="image/webp" length="100510" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-09d8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-44686.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/sosial-pemasaran-strategi-komunikasi-alat-merek-bo-thumb-a4154.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Arsitektur Nabati Respon Ruang Paska Pandemi COVID 19 di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Arsitektur Nabati Respon Ruang Paska Pandemi COVID 19 di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Arsitektur Nabati Respon Ruang Paska Pandemi COVID 19 di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51115-desain-arsitektur-plc</link>
	<guid isPermaLink="false">f907441a45e36163b4e7c9f1fcff7f23</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:23:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pilihan spesies tumbuhan yang diintegrasikan dalam sistem pertanian vertikal mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan potensi penularan virus di gedung hunian, sehingga memberikan panduan ilmiah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pilihan spesies tumbuhan yang diintegrasikan dalam sistem pertanian vertikal mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan potensi penularan virus di gedung hunian, sehingga memberikan panduan ilmiah untuk desain interior yang lebih sehat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi penerimaan sosial serta perubahan perilaku masyarakat perkotaan terhadap pola makan nabati yang dipadukan dengan arsitektur nabati, dengan membandingkan variasi budaya di berbagai wilayah Indonesia untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi dan hambatan yang mempengaruhi adopsi. Selanjutnya, dapat dikembangkan kerangka desain parametrik yang adaptif untuk arsitektur nabati, yang mengoptimalkan penggunaan ruang, energi, dan produksi pangan berdasarkan kondisi iklim lokal, sehingga menghasilkan model bangunan yang fleksibel dan berkelanjutan dalam konteks perubahan iklim dan urbanisasi.. Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak signifikan, mengungkapkan hubungan antara zoonosis dan konsumsi daging serta pentingnya beralih ke pola makan nabati untuk mencegah kemunculan kembali virus.Arsitektur nabati menawarkan solusi terpadu dengan menyediakan ketahanan pangan, meningkatkan kualitas udara, mengurangi gas rumah kaca, serta menyediakan ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi stres dan berfungsi sebagai sarana edukatif.Oleh karena itu, penerapan arsitektur nabati di kawasan perkotaan di Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan Pandemi COVID-19 tahun 2020 memaksa seluruh penduduk bumi, termasuk Indonesia, untuk menjalani kebiasaan hidup baru. Para ahli yang berkompeten terus menyatakan bahwa pandemi zoonosis yang berulang terkait erat dengan konsumsi manusia pada hewan liar dan ternak. Sebenarnya sumber pangan nabati telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap manusia. Arsitektur nabati nusantara adalah bentuk arsitektur yang menggabungkan wadah aktivitas manusia dengan tanaman pangan dalam konteks lokal. Arsitektur nabati menawarkan pemecahan terpadu dan komprehensif pencegahan berulangnya pandemi zoonosis, pencukupan nutrisi, keanekaragaman hayati,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-9fc44.webp" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-9fc44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-9fc44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-9fc44.webp 1x" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" alt="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-a6af1.webp" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-a6af1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-a6af1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-a6af1.webp 1x" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" alt="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp 1x" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" alt="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51115-desain-arsitektur-plc" title="JURIS - Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia" target="_blank">Arsitektur Nabati: Respon Ruang Paska Pandemi COVID-19 di Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pilihan spesies tumbuhan yang diintegrasikan dalam sistem pertanian vertikal mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan dan potensi penularan virus di gedung hunian, sehingga memberikan panduan ilmiah untuk desain interior yang lebih sehat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi penerimaan sosial serta perubahan perilaku masyarakat perkotaan terhadap pola makan nabati yang dipadukan dengan arsitektur nabati, dengan membandingkan variasi budaya di berbagai wilayah Indonesia untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi dan hambatan yang mempengaruhi adopsi. Selanjutnya, dapat dikembangkan kerangka desain parametrik yang adaptif untuk arsitektur nabati, yang mengoptimalkan penggunaan ruang, energi, dan produksi pangan berdasarkan kondisi iklim lokal, sehingga menghasilkan model bangunan yang fleksibel dan berkelanjutan dalam konteks perubahan iklim dan urbanisasi..
<br>Pandemi COVID-19 menimbulkan dampak signifikan, mengungkapkan hubungan antara zoonosis dan konsumsi daging serta pentingnya beralih ke pola makan nabati untuk mencegah kemunculan kembali virus.Arsitektur nabati menawarkan solusi terpadu dengan menyediakan ketahanan pangan, meningkatkan kualitas udara, mengurangi gas rumah kaca, serta menyediakan ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi stres dan berfungsi sebagai sarana edukatif.Oleh karena itu, penerapan arsitektur nabati di kawasan perkotaan di Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan
<br>Pandemi COVID-19 tahun 2020 memaksa seluruh penduduk bumi, termasuk Indonesia, untuk menjalani kebiasaan hidup baru. Para ahli yang berkompeten terus menyatakan bahwa pandemi zoonosis yang berulang terkait erat dengan konsumsi manusia pada hewan liar dan ternak. Sebenarnya sumber pangan nabati telah terbukti dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap manusia. Arsitektur nabati nusantara adalah bentuk arsitektur yang menggabungkan wadah aktivitas manusia dengan tanaman pangan dalam konteks lokal. Arsitektur nabati menawarkan pemecahan terpadu dan komprehensif pencegahan berulangnya pandemi zoonosis, pencukupan nutrisi, keanekaragaman hayati,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp" type="image/webp" length="178426" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-9fc44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-a6af1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/desain-arsitektur-plc-nabati-covid-19-pertanian-pe-thumb-dd6d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca Revitalisasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca Revitalisasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca Revitalisasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51119-museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p</link>
	<guid isPermaLink="false">0658170ad764fb66e487f0d8a3b8919b</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:21:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh elemen elemen experiencescape secara kuantitatif dengan menggunakan sistem pelacakan mata (eyeActracking) untuk mengukur perhatian visual pengunjung di setiap ruang. Selain itu, studi longitudinal yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh elemen elemen experiencescape secara kuantitatif dengan menggunakan sistem pelacakan mata (eyeActracking) untuk mengukur perhatian visual pengunjung di setiap ruang. Selain itu, studi longitudinal yang mencakup periode sebelum dan sesudah revitalisasi dapat menilai perubahan dalam durasi kunjungan dan kepuasan pengunjung akibat modifikasi ruang dan fasilitas yang diusulkan. Terakhir, analisis kuasiAceksperimental yang membandingkan dua kelompok pengunjungAisatu yang menggunakan peta digital interaktif dan satu yang tidakAidapat menilai efektivitas teknologi informasi dalam memandu alur kunjungan dan meningkatkan penyerapan pengetahuan sejarah.. Keempat jenis pengalaman pengunjung museum (sosial, objek, kognitif, dan introspektif) dapat dialami oleh pengunjung di lingkungan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melalui perilaku yang ditunjukkannya.PengalamanAcpengalaman tersebut dipengaruhi oleh seluruh ruang di lingkungan museum yang diakses selama kunjungan.Terdapat beberapa ruang yang memberikan pengaruh besar dalam membentuk keseluruhan pengalaman yang dialami sebagian besar pengunjung, yaitu plaza tengah, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 1, area jembatan dan kolam barat, serta Diorama 4 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Metode observasi dengan teknik pemetaan perilaku berpusat pada pelaku (personAccentered behavioural mapping) digunakan untuk mengidentifikasi ruangAcruang dan elemenAcelemen yang mempengaruhi experiencescape museum berdasarkan perilaku pengunjung. Hasilnya menunjukkan bahwa Diorama 1, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 4, plaza tengah, serta area jembatan dan kolam barat merupakan ruangAcruang yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk experiencescape dan pengalaman pengunjung yang beragam (sosial, objek, kognitif, dan introspektif).... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-bea74.webp" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-bea74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-bea74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-bea74.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" alt="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-8ce4d.webp" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-8ce4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-8ce4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-8ce4d.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" alt="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" alt="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51119-museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p" title="JURIS - Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi" target="_blank">Perilaku Pengunjung Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Pasca-Revitalisasi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh elemen elemen experiencescape secara kuantitatif dengan menggunakan sistem pelacakan mata (eyeActracking) untuk mengukur perhatian visual pengunjung di setiap ruang. Selain itu, studi longitudinal yang mencakup periode sebelum dan sesudah revitalisasi dapat menilai perubahan dalam durasi kunjungan dan kepuasan pengunjung akibat modifikasi ruang dan fasilitas yang diusulkan. Terakhir, analisis kuasiAceksperimental yang membandingkan dua kelompok pengunjungAisatu yang menggunakan peta digital interaktif dan satu yang tidakAidapat menilai efektivitas teknologi informasi dalam memandu alur kunjungan dan meningkatkan penyerapan pengetahuan sejarah..
<br>Keempat jenis pengalaman pengunjung museum (sosial, objek, kognitif, dan introspektif) dapat dialami oleh pengunjung di lingkungan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melalui perilaku yang ditunjukkannya.PengalamanAcpengalaman tersebut dipengaruhi oleh seluruh ruang di lingkungan museum yang diakses selama kunjungan.Terdapat beberapa ruang yang memberikan pengaruh besar dalam membentuk keseluruhan pengalaman yang dialami sebagian besar pengunjung, yaitu plaza tengah, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 1, area jembatan dan kolam barat, serta Diorama 4
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Metode observasi dengan teknik pemetaan perilaku berpusat pada pelaku (personAccentered behavioural mapping) digunakan untuk mengidentifikasi ruangAcruang dan elemenAcelemen yang mempengaruhi experiencescape museum berdasarkan perilaku pengunjung. Hasilnya menunjukkan bahwa Diorama 1, Diorama 2, Diorama 3, Diorama 4, plaza tengah, serta area jembatan dan kolam barat merupakan ruangAcruang yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk experiencescape dan pengalaman pengunjung yang beragam (sosial, objek, kognitif, dan introspektif)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp" type="image/webp" length="91710" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-bea74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-8ce4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/museum-benteng-vredeburg-experiencescape-diorama-p-thumb-f422f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS BERMAIN AKTIF DAN BERDIFERENSIASI Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al Hasan Gowa Sulawesi Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS BERMAIN AKTIF DAN BERDIFERENSIASI Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al Hasan Gowa Sulawesi Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS BERMAIN AKTIF DAN BERDIFERENSIASI Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al Hasan Gowa Sulawesi Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51127-perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom</link>
	<guid isPermaLink="false">76af3f8c8cd649628fb6a54e4668f449</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 21:02:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan, disarankan agar sekolah memberikan dukungan berupa pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada guru terkait pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen autentik PAUD. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan): Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan, disarankan agar sekolah memberikan dukungan berupa pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada guru terkait pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen autentik PAUD. Selain itu, penyediaan media pembelajaran dan alat permainan edukatif yang inovatif dan variatif perlu ditingkatkan agar guru dapat menciptakan kegiatan belajar yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Sekolah juga dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar dan lebih sistematis, serta meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan asesmen autentik melalui observasi, dokumentasi, portofolio, dan refleksi pembelajaran.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa dilaksanakan dengan fokus pada penggunaan media yang didemostrasikan oleh pendidik dalam pembelajaran dengan teknik eksplorasi lingkungan belajar.Manajemen pembelajaran inovatif dilakukan dengan metode belajar praktik yang sesuai dengan topik belajar dan konsep belajar bersifat kooperatif.Kendala penerapan pembelajaran berdiferensiasi diidentifikasi sebagai rasio guru-murid yang tidak ideal, kompetensi guru yang tidak selaras, strategi diferensiasi yang belum memadai, keterbatasan waktu belajar dengan kecepatan belajar anak, dan minimnya eksplorasi media pembelajaran.Solusi manajemen yang diusulkan meliputi diferensiasi pembelajaran dalam menggali pengalaman belajar anak, program pendampingan (coaching) guru dalam penguatan pengetahuan dan keterampilan, pengadaan media pembelajaran berbasis bahan alam yang bervariatif, serta pengembangan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar Pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi merupakan pendekatan penting dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena setiap anak memiliki kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, serta menganalisis upaya peningkatan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran inovatif melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bercerita, bermain peran, dan eksplorasi lingkungan. Pembelajaran berdiferensiasi mulai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-0c163.webp" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-0c163.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-0c163.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-0c163.webp 1x" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" alt="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-09831.webp" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-09831.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-09831.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-09831.webp 1x" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" alt="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp 1x" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" alt="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51127-perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom" title="JURIS - MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)" target="_blank">MANAJEMEN PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS  BERMAIN-AKTIF DAN BERDIFERENSIASI   (Studi Kasus Kendala Strategi Pembelajaran Guru Di TKIT Al-Hasan Gowa-Sulawesi Selatan)</a>: Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan, disarankan agar sekolah memberikan dukungan berupa pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada guru terkait pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, serta asesmen autentik PAUD. Selain itu, penyediaan media pembelajaran dan alat permainan edukatif yang inovatif dan variatif perlu ditingkatkan agar guru dapat menciptakan kegiatan belajar yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Sekolah juga dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar dan lebih sistematis, serta meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan asesmen autentik melalui observasi, dokumentasi, portofolio, dan refleksi pembelajaran..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inovatif di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa dilaksanakan dengan fokus pada penggunaan media yang didemostrasikan oleh pendidik dalam pembelajaran dengan teknik eksplorasi lingkungan belajar.Manajemen pembelajaran inovatif dilakukan dengan metode belajar praktik yang sesuai dengan topik belajar dan konsep belajar bersifat kooperatif.Kendala penerapan pembelajaran berdiferensiasi diidentifikasi sebagai rasio guru-murid yang tidak ideal, kompetensi guru yang tidak selaras, strategi diferensiasi yang belum memadai, keterbatasan waktu belajar dengan kecepatan belajar anak, dan minimnya eksplorasi media pembelajaran.Solusi manajemen yang diusulkan meliputi diferensiasi pembelajaran dalam menggali pengalaman belajar anak, program pendampingan (coaching) guru dalam penguatan pengetahuan dan keterampilan, pengadaan media pembelajaran berbasis bahan alam yang bervariatif, serta pengembangan sistem penilaian perkembangan anak yang terstandar
<br>Pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi merupakan pendekatan penting dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena setiap anak memiliki kebutuhan, minat, dan kemampuan belajar yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran inovatif dan berdiferensiasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru, serta menganalisis upaya peningkatan kualitas pembelajaran di TKIT Al Hasan Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran inovatif melalui kegiatan bermain, bernyanyi, bercerita, bermain peran, dan eksplorasi lingkungan. Pembelajaran berdiferensiasi mulai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp" type="image/webp" length="98320" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-0c163.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-09831.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/perangkat-pembelajaran-inovatif-persiapan-guru-kom-thumb-f7b60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Progressive Law Perspective Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Progressive Law Perspective Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Progressive Law Perspective Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51121-hak-korban-peristiwa-keadilan-restorati</link>
	<guid isPermaLink="false">e87a958c75f7b529a56877e25b15cc67</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:56:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ haris hamid ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi musran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,hamid,haris,musran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengembangkan keadilan restoratif dengan pendekatan hukum progresif, peneliti percaya bahwa diperlukan pelatihan bagi aparat penegak hukum, penguatan infrastruktur mediasi, dan perlindungan hak-hak korban dengan sistem kompensasi yang jelas. Melalui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code: Untuk mengembangkan keadilan restoratif dengan pendekatan hukum progresif, peneliti percaya bahwa diperlukan pelatihan bagi aparat penegak hukum, penguatan infrastruktur mediasi, dan perlindungan hak-hak korban dengan sistem kompensasi yang jelas. Melalui penerapan keadilan restoratif dengan pendekatan hukum progresif, sistem keadilan pidana Indonesia memiliki potensi untuk lebih fokus pada pemulihan dan rehabilitasi, mengurangi beban pengadilan, dan mendukung reintegrasi sosial pelaku, yang akan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan adil.. Penerapan keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional memberikan pendekatan yang lebih humanis dengan fokus pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat.Sistem ini memungkinkan penyelesaian di luar pengadilan, mempertimbangkan kepentingan semua pihak, dan mengurangi penekanan pada hukuman represif.Melalui hukum progresif, konsep keadilan restoratif memberikan ruang bagi korban dan pelaku untuk terlibat dalam proses penyelesaian masalah yang lebih konstruktif, dengan tujuan memulihkan hubungan dan memberikan peluang bagi pelaku untuk bertanggung jawab dan memperbaiki diri.Keadilan restoratif berfokus pada tiga elemen utama.Proses ini mengundang ketiga pihak untuk berdialog, mencari solusi, dan mencapai kesepakatan bersama yang mendukung pemulihan psikologis dan sosial korban, serta memberikan peluang bagi pelaku untuk belajar dari kesalahan dan mencegah terjadinya kekerasan atau kejahatan serupa di masa depan.Dalam kerangka hukum progresif, integrasi keadilan restoratif juga memprioritaskan prinsip-prinsip keadilan sosial, termasuk perhatian terhadap ketidaksamaan yang mungkin ada dalam sistem hukum.Hal ini mengarah pada penyelesaian yang lebih adil dan proporsional, mempertimbangkan latar belakang sosial-ekonomi pelaku dan korban, serta dampak tindakan mereka terhadap masyarakat secara keseluruhan.Penerapan pendekatan hukum progresif melalui keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional yang disahkan pada tahun 2023 menunjukkan upaya untuk menyesuaikan sistem hukum dengan perkembangan nilai-nilai sosial yang memprioritaskan pemulihan dan rehabilitasi, bukan hanya hukuman.Pendekatan ini sangat relevan dengan filsafat hukum progresif yang bertujuan melibatkan semua pihak dalam proses penyelesaian kasus, terutama korban dan pelaku, dengan tujuan utama memulihkan harmoni sosial.Berikut adalah beberapa cara di mana Hukum Pidana Nasional mendukung pendekatan hukum progresif melalui keadilan restoratif.1) Menyediakan peluang untuk penyelesaian non-pidana (diversi).Salah satu fitur utama Hukum Pidana Nasional adalah konsep diversifikasi, yang erat kaitannya dengan prinsip keadilan restoratif.Diversi memungkinkan pelaku, terutama anak-anak atau pelaku dengan niat rendah, untuk menyelesaikan masalah secara damai dan tanpa membawa kasus ke pengadilan, asalkan ada kesepakatan antara pelaku dan korban, serta bimbingan.Hal ini memberikan peluang bagi pelaku untuk memperbaiki kesalahan tanpa penjara yang mungkin menyebabkan penderitaan lebih lanjut bagi pelaku.Dalam Hukum Pidana Nasional, korban tidak hanya dilihat sebagai pihak yang menderita akibat tindakan pelaku, tetapi juga sebagai pihak aktif dalam proses penyelesaian kasus.Melalui keadilan restoratif, korban diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam proses hukum, di mana mereka dapat memperoleh kompensasi atau ganti rugi yang sesuai.Ini adalah langkah progresif untuk memastikan bahwa ganti rugi bagi korban tidak hanya berupa hukuman bagi pelaku, tetapi juga perbaikan atas kerugian yang diderita korban.3) Keadilan restoratif, konsep keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional memberikan ruang untuk upaya pemulihan hubungan antara pelaku dan korban.Pelaku yang berhadapan dengan sistem hukum dapat menjalani program seperti mediasi atau permintaan maaf langsung kepada korban, dan berusaha memulihkan situasi seperti semula (sebagai bentuk pemulihan hubungan).Pendekatan ini tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, mengubah perilaku, dan mencegah terulangnya kekerasan atau kejahatan serupa.4) Penyelesaian dengan pendekatan keadilan substansial, Hukum Pidana Nasional berusaha mengurangi fokus pada hukuman dan lebih menekankan pada pencapaian keadilan substansial.Hal ini dapat dilihat dalam penerapan keadilan restoratif yang lebih berfokus pada pemulihan daripada hukuman represif.Proses ini melibatkan dialog antara pelaku, korban, dan masyarakat, yang mengarah pada penyelesaian yang lebih konstruktif dan berorientasi pada rekonsiliasi.5) Sanksi pidana alternatif, dalam Hukum Pidana Nasional, ada upaya untuk menyediakan sanksi pidana alternatif yang tidak terbatas pada penjara, seperti pemberian hukuman sosial atau rehabilitasi yang lebih selaras dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif.Sanksi alternatif ini memungkinkan pelaku untuk memperbaiki diri melalui cara yang lebih produktif, seperti pekerjaan sosial atau program rehabilitasi, yang dapat berkontribusi pada pemulihan masyarakat secara keseluruhan.Secara keseluruhan, penerapan prinsip-prinsip keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional mengarah pada pendekatan hukum progresif, yang menilai hukum tidak hanya dari teori formalistik, tetapi juga dari kemanusiaan dan keadilan sosial.Pendekatan ini mendukung integrasi antara pelaku, korban, dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah hukum secara lebih holistik dan humanis.Hukum Pidana Nasional berusaha menyesuaikan tujuan hukum pidana dengan perkembangan sosial dan moral masyarakat yang lebih progresif, di mana tidak hanya hukuman yang dipertimbangkan, tetapi juga pemulihan hubungan sosial, penyelesaian yang adil, dan perbaikan perilaku.Keadilan restoratif menjadi jembatan antara teori hukum yang kaku dan praktik yang lebih berdasarkan kepentingan semua pihak, terutama korban dan pelaku yang memiliki potensi untuk berubah Hukum progresif menuntut pemikiran yang lebih terbuka terhadap kemungkinan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah hukum. Dalam hal ini, penerapan keadilan restoratif diharapkan memiliki dampak positif terhadap keadilan, tidak hanya dalam konteks hukum formal, tetapi juga dalam konteks sosial yang lebih luas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perubahan dalam hukum pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (selanjutnya disebut Hukum Pidana Nasional). Bagaimana penerapan keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional dilihat dari perspektif hukum progresif. Metode yang digunakan adalah deskriptif-normatif, dengan mengumpulkan data hukum normatif, seperti undang-undang atau peraturan, untuk mengidentifikasi dan memahami penerapannya dalam praktik. Hasil menunjukkan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-6be04.webp" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-6be04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-6be04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-6be04.webp 1x" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" alt="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-35869.webp" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-35869.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-35869.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-35869.webp 1x" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" alt="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp 1x" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" alt="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51121-hak-korban-peristiwa-keadilan-restorati" title="JURIS - Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code" target="_blank">Progressive Law Perspective: Analysis of Restorative Justice in National Criminal Code</a>: Untuk mengembangkan keadilan restoratif dengan pendekatan hukum progresif, peneliti percaya bahwa diperlukan pelatihan bagi aparat penegak hukum, penguatan infrastruktur mediasi, dan perlindungan hak-hak korban dengan sistem kompensasi yang jelas. Melalui penerapan keadilan restoratif dengan pendekatan hukum progresif, sistem keadilan pidana Indonesia memiliki potensi untuk lebih fokus pada pemulihan dan rehabilitasi, mengurangi beban pengadilan, dan mendukung reintegrasi sosial pelaku, yang akan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan adil..
<br>Penerapan keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional memberikan pendekatan yang lebih humanis dengan fokus pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat.Sistem ini memungkinkan penyelesaian di luar pengadilan, mempertimbangkan kepentingan semua pihak, dan mengurangi penekanan pada hukuman represif.Melalui hukum progresif, konsep keadilan restoratif memberikan ruang bagi korban dan pelaku untuk terlibat dalam proses penyelesaian masalah yang lebih konstruktif, dengan tujuan memulihkan hubungan dan memberikan peluang bagi pelaku untuk bertanggung jawab dan memperbaiki diri.Keadilan restoratif berfokus pada tiga elemen utama.Proses ini mengundang ketiga pihak untuk berdialog, mencari solusi, dan mencapai kesepakatan bersama yang mendukung pemulihan psikologis dan sosial korban, serta memberikan peluang bagi pelaku untuk belajar dari kesalahan dan mencegah terjadinya kekerasan atau kejahatan serupa di masa depan.Dalam kerangka hukum progresif, integrasi keadilan restoratif juga memprioritaskan prinsip-prinsip keadilan sosial, termasuk perhatian terhadap ketidaksamaan yang mungkin ada dalam sistem hukum.Hal ini mengarah pada penyelesaian yang lebih adil dan proporsional, mempertimbangkan latar belakang sosial-ekonomi pelaku dan korban, serta dampak tindakan mereka terhadap masyarakat secara keseluruhan.Penerapan pendekatan hukum progresif melalui keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional yang disahkan pada tahun 2023 menunjukkan upaya untuk menyesuaikan sistem hukum dengan perkembangan nilai-nilai sosial yang memprioritaskan pemulihan dan rehabilitasi, bukan hanya hukuman.Pendekatan ini sangat relevan dengan filsafat hukum progresif yang bertujuan melibatkan semua pihak dalam proses penyelesaian kasus, terutama korban dan pelaku, dengan tujuan utama memulihkan harmoni sosial.Berikut adalah beberapa cara di mana Hukum Pidana Nasional mendukung pendekatan hukum progresif melalui keadilan restoratif.1) Menyediakan peluang untuk penyelesaian non-pidana (diversi).Salah satu fitur utama Hukum Pidana Nasional adalah konsep diversifikasi, yang erat kaitannya dengan prinsip keadilan restoratif.Diversi memungkinkan pelaku, terutama anak-anak atau pelaku dengan niat rendah, untuk menyelesaikan masalah secara damai dan tanpa membawa kasus ke pengadilan, asalkan ada kesepakatan antara pelaku dan korban, serta bimbingan.Hal ini memberikan peluang bagi pelaku untuk memperbaiki kesalahan tanpa penjara yang mungkin menyebabkan penderitaan lebih lanjut bagi pelaku.Dalam Hukum Pidana Nasional, korban tidak hanya dilihat sebagai pihak yang menderita akibat tindakan pelaku, tetapi juga sebagai pihak aktif dalam proses penyelesaian kasus.Melalui keadilan restoratif, korban diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam proses hukum, di mana mereka dapat memperoleh kompensasi atau ganti rugi yang sesuai.Ini adalah langkah progresif untuk memastikan bahwa ganti rugi bagi korban tidak hanya berupa hukuman bagi pelaku, tetapi juga perbaikan atas kerugian yang diderita korban.3) Keadilan restoratif, konsep keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional memberikan ruang untuk upaya pemulihan hubungan antara pelaku dan korban.Pelaku yang berhadapan dengan sistem hukum dapat menjalani program seperti mediasi atau permintaan maaf langsung kepada korban, dan berusaha memulihkan situasi seperti semula (sebagai bentuk pemulihan hubungan).Pendekatan ini tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, mengubah perilaku, dan mencegah terulangnya kekerasan atau kejahatan serupa.4) Penyelesaian dengan pendekatan keadilan substansial, Hukum Pidana Nasional berusaha mengurangi fokus pada hukuman dan lebih menekankan pada pencapaian keadilan substansial.Hal ini dapat dilihat dalam penerapan keadilan restoratif yang lebih berfokus pada pemulihan daripada hukuman represif.Proses ini melibatkan dialog antara pelaku, korban, dan masyarakat, yang mengarah pada penyelesaian yang lebih konstruktif dan berorientasi pada rekonsiliasi.5) Sanksi pidana alternatif, dalam Hukum Pidana Nasional, ada upaya untuk menyediakan sanksi pidana alternatif yang tidak terbatas pada penjara, seperti pemberian hukuman sosial atau rehabilitasi yang lebih selaras dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif.Sanksi alternatif ini memungkinkan pelaku untuk memperbaiki diri melalui cara yang lebih produktif, seperti pekerjaan sosial atau program rehabilitasi, yang dapat berkontribusi pada pemulihan masyarakat secara keseluruhan.Secara keseluruhan, penerapan prinsip-prinsip keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional mengarah pada pendekatan hukum progresif, yang menilai hukum tidak hanya dari teori formalistik, tetapi juga dari kemanusiaan dan keadilan sosial.Pendekatan ini mendukung integrasi antara pelaku, korban, dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah hukum secara lebih holistik dan humanis.Hukum Pidana Nasional berusaha menyesuaikan tujuan hukum pidana dengan perkembangan sosial dan moral masyarakat yang lebih progresif, di mana tidak hanya hukuman yang dipertimbangkan, tetapi juga pemulihan hubungan sosial, penyelesaian yang adil, dan perbaikan perilaku.Keadilan restoratif menjadi jembatan antara teori hukum yang kaku dan praktik yang lebih berdasarkan kepentingan semua pihak, terutama korban dan pelaku yang memiliki potensi untuk berubah
<br>Hukum progresif menuntut pemikiran yang lebih terbuka terhadap kemungkinan solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah hukum. Dalam hal ini, penerapan keadilan restoratif diharapkan memiliki dampak positif terhadap keadilan, tidak hanya dalam konteks hukum formal, tetapi juga dalam konteks sosial yang lebih luas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perubahan dalam hukum pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (selanjutnya disebut Hukum Pidana Nasional). Bagaimana penerapan keadilan restoratif dalam Hukum Pidana Nasional dilihat dari perspektif hukum progresif. Metode yang digunakan adalah deskriptif-normatif, dengan mengumpulkan data hukum normatif, seperti undang-undang atau peraturan, untuk mengidentifikasi dan memahami penerapannya dalam praktik. Hasil menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp" type="image/webp" length="109820" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-6be04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-35869.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/hak-korban-peristiwa-keadilan-restoratif-moral-mas-thumb-5001c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal RA Teachers In Malang Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal RA Teachers In Malang Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal RA Teachers In Malang Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51128-modul-ajar-pengembangan-pembelaja</link>
	<guid isPermaLink="false">63272096b40cd5f5365adf04c7228636</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:49:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berikut saran penelitian lanjutan: pertama, lakukan penelitian eksperimental berskala lebih luas dengan sampel guru RA di berbagai kabupaten untuk menguji generalisasi temuan mengenai dampak ChatGPT pada kualitas modul; kedua, integrasikan pendekatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency: Berikut saran penelitian lanjutan: pertama, lakukan penelitian eksperimental berskala lebih luas dengan sampel guru RA di berbagai kabupaten untuk menguji generalisasi temuan mengenai dampak ChatGPT pada kualitas modul; kedua, integrasikan pendekatan mixedAcmethods untuk menilai tidak hanya kualitas modul tetapi juga dampaknya terhadap hasil belajar siswa, termasuk peningkatan pemahaman konsep dan kreativitas belajar; dan ketiga, teliti proses adaptasi guru terhadap output AI dengan mengkaji faktor-faktor seperti literasi digital, beban kerja, dan persepsi moral, guna mengembangkan pedoman pelatihan yang memaksimalkan manfaat AI sambil meminimalisir risiko ketergantungan. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi praktis dan teoretis bagi kebijakan pendidikan digital di tingkat PAUD.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT memiliki dampak positif dan signifikan pada pembuatan modul pembelajaran bagi guru RA di Kabupaten Malang.Penggunaan AI membantu guru dalam menggabungkan, mengembangkan, dan memperjelas materi pembelajaran.Hubungan kuat antara penggunaan ChatGPT dan kualitas modul mencapai 84,83% variasi.Walau demikian, peran guru tetap krusial dalam menyesuaikan hasil AI dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini.Integrasi AI dapat menjadi bagian transformasi digital yang mendukung efektivitas dan efisiensi pengajaran, asalkan didukung pelatihan literasi digital dan kompetensi pedagogik guru Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap pembuatan modul pembelajaran oleh guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan korelasional. Subjek penelitian adalah guru RA yang telah memanfaatkan ChatGPT dalam mengembangkan modul pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dan kualitas modul pembelajaran yang dihasilkan guru memiliki pengaruh... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-384a6.webp" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-384a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-384a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-384a6.webp 1x" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" alt="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-8d4ad.webp" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-8d4ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-8d4ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-8d4ad.webp 1x" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" alt="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp 1x" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" alt="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51128-modul-ajar-pengembangan-pembelaja" title="JURIS - The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency" target="_blank">The Effect Of Using The ChatGPT Application On The Creation Of ChildrenAos Learning Modules For Raudlatul Athfal (RA) Teachers In Malang Regency</a>: Berikut saran penelitian lanjutan: pertama, lakukan penelitian eksperimental berskala lebih luas dengan sampel guru RA di berbagai kabupaten untuk menguji generalisasi temuan mengenai dampak ChatGPT pada kualitas modul; kedua, integrasikan pendekatan mixedAcmethods untuk menilai tidak hanya kualitas modul tetapi juga dampaknya terhadap hasil belajar siswa, termasuk peningkatan pemahaman konsep dan kreativitas belajar; dan ketiga, teliti proses adaptasi guru terhadap output AI dengan mengkaji faktor-faktor seperti literasi digital, beban kerja, dan persepsi moral, guna mengembangkan pedoman pelatihan yang memaksimalkan manfaat AI sambil meminimalisir risiko ketergantungan. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi praktis dan teoretis bagi kebijakan pendidikan digital di tingkat PAUD..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT memiliki dampak positif dan signifikan pada pembuatan modul pembelajaran bagi guru RA di Kabupaten Malang.Penggunaan AI membantu guru dalam menggabungkan, mengembangkan, dan memperjelas materi pembelajaran.Hubungan kuat antara penggunaan ChatGPT dan kualitas modul mencapai 84,83% variasi.Walau demikian, peran guru tetap krusial dalam menyesuaikan hasil AI dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini.Integrasi AI dapat menjadi bagian transformasi digital yang mendukung efektivitas dan efisiensi pengajaran, asalkan didukung pelatihan literasi digital dan kompetensi pedagogik guru
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan ChatGPT terhadap pembuatan modul pembelajaran oleh guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan korelasional. Subjek penelitian adalah guru RA yang telah memanfaatkan ChatGPT dalam mengembangkan modul pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dan kualitas modul pembelajaran yang dihasilkan guru memiliki pengaruh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp" type="image/webp" length="99780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-384a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-8d4ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/b/modul-ajar-pengembangan-pembelajaran-kompetensi-gu-thumb-28b37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51111-pusat-kota-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-iden</link>
	<guid isPermaLink="false">646ce052b0062980cb38442b007b27df</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:46:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah responden dengan melibatkan beragam kelompok usia, latar belakang sosial, dan wilayah geografis guna memperoleh representasi persepsi yang lebih komprehensif; melakukan studi longitudinal yang memanfaatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan: Penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah responden dengan melibatkan beragam kelompok usia, latar belakang sosial, dan wilayah geografis guna memperoleh representasi persepsi yang lebih komprehensif; melakukan studi longitudinal yang memanfaatkan data GIS untuk melacak perubahan elemen permanensi dalam jangka waktu lama serta mengidentifikasi faktorAcfaktor yang mempengaruhi keberlanjutan elemen tersebut; serta membandingkan dinamika elemen permanensi dan persepsi masyarakat di Kota Pasuruan dengan kotaAckota lain di Jawa Timur yang memiliki sejarah kolonial serupa, guna menguji generalisasi temuan dan mengembangkan kerangka kebijakan perbaikan kawasan perkotaan yang adaptif.. Penelitian menemukan adanya hubungan antara elemen permanensi dengan persepsi masyarakat Kota Pasuruan, yang terbukti positif pada elemenAcelemen seperti kawasan pemerintah, perkebunan gula, dan bangunan bersejarah.Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan untuk mempertahankan elemenAcelemen tersebut, sedangkan elemenAcelemen yang tidak konsisten dipersepsikan, seperti perempatan Gedoeng Woloe, memerlukan revitalisasi agar dapat menjadi titik temu ikonik.Oleh karena itu, rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan kesadaran publik serta redesign elemen jalan (path) untuk memperkuat identitas kawasan pusat kota Pasuruan Kota Pasuruan awalnya dikenal sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara di timur Jawa karena lokasinya yang strategis di utara berbatasan langsung dengan Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipologi kawasan pusat Kota Pasuruan, mengidentifikasi tingkat permanensi elemenAcelemen pembentuk pusat kota, serta memperoleh gambaran perubahan karakter kawasan pusat kota Pasuruan. Metodologi yang dipakai deskriptif kualitatif dengan analisis urban tissue secara diakronis dan sinkronis, analisis matrikulasi permanensi elemen tiap layer waktu, serta peta mental untuk memperoleh gambaran persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan elemenAcelemen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" alt="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-478d6.webp" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-478d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-478d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-478d6.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" alt="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-d8a11.webp" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-d8a11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-d8a11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-d8a11.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" alt="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51111-pusat-kota-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-iden" title="JURIS - Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan" target="_blank">Persepsi Multigenerasi Terhadap Elemen Persisten Kawasan Pusat Kota Pasuruan</a>: Penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah responden dengan melibatkan beragam kelompok usia, latar belakang sosial, dan wilayah geografis guna memperoleh representasi persepsi yang lebih komprehensif; melakukan studi longitudinal yang memanfaatkan data GIS untuk melacak perubahan elemen permanensi dalam jangka waktu lama serta mengidentifikasi faktorAcfaktor yang mempengaruhi keberlanjutan elemen tersebut; serta membandingkan dinamika elemen permanensi dan persepsi masyarakat di Kota Pasuruan dengan kotaAckota lain di Jawa Timur yang memiliki sejarah kolonial serupa, guna menguji generalisasi temuan dan mengembangkan kerangka kebijakan perbaikan kawasan perkotaan yang adaptif..
<br>Penelitian menemukan adanya hubungan antara elemen permanensi dengan persepsi masyarakat Kota Pasuruan, yang terbukti positif pada elemenAcelemen seperti kawasan pemerintah, perkebunan gula, dan bangunan bersejarah.Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan untuk mempertahankan elemenAcelemen tersebut, sedangkan elemenAcelemen yang tidak konsisten dipersepsikan, seperti perempatan Gedoeng Woloe, memerlukan revitalisasi agar dapat menjadi titik temu ikonik.Oleh karena itu, rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan kesadaran publik serta redesign elemen jalan (path) untuk memperkuat identitas kawasan pusat kota Pasuruan
<br>Kota Pasuruan awalnya dikenal sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau serta antar negara di timur Jawa karena lokasinya yang strategis di utara berbatasan langsung dengan Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipologi kawasan pusat Kota Pasuruan, mengidentifikasi tingkat permanensi elemenAcelemen pembentuk pusat kota, serta memperoleh gambaran perubahan karakter kawasan pusat kota Pasuruan. Metodologi yang dipakai deskriptif kualitatif dengan analisis urban tissue secara diakronis dan sinkronis, analisis matrikulasi permanensi elemen tiap layer waktu, serta peta mental untuk memperoleh gambaran persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan elemenAcelemen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp" type="image/webp" length="109004" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-76105.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-478d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/pusat-pasuruan-kawasan-eropa-elemen-identitas-tipo-thumb-d8a11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Navigating Transitions in Green Architecture A Multi Level Perspective on Photobioreactor Integrated Fayades in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Navigating Transitions in Green Architecture A Multi Level Perspective on Photobioreactor Integrated Fayades in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Navigating Transitions in Green Architecture A Multi Level Perspective on Photobioreactor Integrated Fayades in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51122-fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult</link>
	<guid isPermaLink="false">7923d10965744dc576e82c494f7204d2</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:45:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji kinerja energi dan termal jangka panjang fasad PBR pada berbagai zona iklim tropis di Indonesia untuk memahami efektivitasnya dalam kondisi lingkungan yang beragam; studi LCA (Life Cycle Assessment) dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia: Penelitian selanjutnya dapat menguji kinerja energi dan termal jangka panjang fasad PBR pada berbagai zona iklim tropis di Indonesia untuk memahami efektivitasnya dalam kondisi lingkungan yang beragam; studi LCA (Life Cycle Assessment) dapat dilakukan untuk membandingkan dampak lingkungan fasad PBR dengan fasad konvensional, sehingga memberikan gambaran lengkap tentang keuntungan ekologi dan potensi pengurangan emisi; serta penelitian kebijakan dapat merancang dan mengevaluasi kerangka sertifikasi serta standar regulasi khusus untuk fasad bioAcintegrasi, melibatkan pemangku kepentingan seperti arsitek, regulator, dan masyarakat guna memastikan adopsi yang lebih luas dan berkelanjutan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem fasad jendela fotobioraktor (PBR) merupakan inovasi keberlanjutan yang menjanjikan namun masih pada tahap awal dalam lanskap arsitektur Indonesia, dimana ia menggabungkan komponen hidup yang bersifat performatif ke dalam selubung bangunan tradisional.Meskipun eksperimen pada tingkat niche telah menghasilkan terobosan fungsional dan simbolik, kendala rezim seperti kekurangan regulasi, estetika yang mengakar, dan inersia institusional menghambat adopsi yang lebih luas, sementara tekanan pemandangan seperti kerangka ESG dan kebijakan iklim membuka peluang transformasi.Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menilai kinerja energi jangka panjang, dampak siklus hidup, skala penerapan pada tipe bangunan berbeda, serta mengkaji bagaimana standar sertifikasi dan regulasi dapat mengakomodasi fasad bioAcintegrasi Di negara tropis seperti Indonesia, desain arsitektur menghadapi tantangan mendesak untuk mengurangi kelebihan panas, kelembaban, dan paparan sinar matahari, namun banyak bangunan masih mengadopsi model desain impor yang tidak kontekstual. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi dan trajektori transisional sebuah fasad jendela fotobioraktor (PBR) berbasis mikroalgaAisebuah inovasi yang mengintegrasikan sistem biologis ke dalam selubung bangunan untuk peneduhan termal, modulasi cahaya, dan kinerja ekologi. Dengan menggunakan kerangka Multi-Level Perspective (MLP), penelitian ini menelaah interaksi antara eksperimen niche, kendala pada tingkat rezim, serta faktor pemandangan yang membentuk adopsi teknologi bangunan hijau di Indonesia. Fasad PBR yang dikembangkan melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-4512b.webp" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-4512b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-4512b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-4512b.webp 1x" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" alt="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp 1x" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" alt="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-b3563.webp" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-b3563.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-b3563.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-b3563.webp 1x" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" alt="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51122-fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult" title="JURIS - Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia" target="_blank">Navigating Transitions in Green Architecture: A Multi-Level Perspective on Photobioreactor-Integrated Fayades in Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji kinerja energi dan termal jangka panjang fasad PBR pada berbagai zona iklim tropis di Indonesia untuk memahami efektivitasnya dalam kondisi lingkungan yang beragam; studi LCA (Life Cycle Assessment) dapat dilakukan untuk membandingkan dampak lingkungan fasad PBR dengan fasad konvensional, sehingga memberikan gambaran lengkap tentang keuntungan ekologi dan potensi pengurangan emisi; serta penelitian kebijakan dapat merancang dan mengevaluasi kerangka sertifikasi serta standar regulasi khusus untuk fasad bioAcintegrasi, melibatkan pemangku kepentingan seperti arsitek, regulator, dan masyarakat guna memastikan adopsi yang lebih luas dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem fasad jendela fotobioraktor (PBR) merupakan inovasi keberlanjutan yang menjanjikan namun masih pada tahap awal dalam lanskap arsitektur Indonesia, dimana ia menggabungkan komponen hidup yang bersifat performatif ke dalam selubung bangunan tradisional.Meskipun eksperimen pada tingkat niche telah menghasilkan terobosan fungsional dan simbolik, kendala rezim seperti kekurangan regulasi, estetika yang mengakar, dan inersia institusional menghambat adopsi yang lebih luas, sementara tekanan pemandangan seperti kerangka ESG dan kebijakan iklim membuka peluang transformasi.Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menilai kinerja energi jangka panjang, dampak siklus hidup, skala penerapan pada tipe bangunan berbeda, serta mengkaji bagaimana standar sertifikasi dan regulasi dapat mengakomodasi fasad bioAcintegrasi
<br>Di negara tropis seperti Indonesia, desain arsitektur menghadapi tantangan mendesak untuk mengurangi kelebihan panas, kelembaban, dan paparan sinar matahari, namun banyak bangunan masih mengadopsi model desain impor yang tidak kontekstual. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi dan trajektori transisional sebuah fasad jendela fotobioraktor (PBR) berbasis mikroalgaAisebuah inovasi yang mengintegrasikan sistem biologis ke dalam selubung bangunan untuk peneduhan termal, modulasi cahaya, dan kinerja ekologi. Dengan menggunakan kerangka Multi-Level Perspective (MLP), penelitian ini menelaah interaksi antara eksperimen niche, kendala pada tingkat rezim, serta faktor pemandangan yang membentuk adopsi teknologi bangunan hijau di Indonesia. Fasad PBR yang dikembangkan melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp" type="image/webp" length="113656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-4512b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-94bd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/fasad-fotobioraktor-arsitektur-hijau-transisi-mult-thumb-b3563.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Internet of Things Smart City dan Ibu Kota Nusantara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Internet of Things Smart City dan Ibu Kota Nusantara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Internet of Things Smart City dan Ibu Kota Nusantara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51110-konsep-smart-monitoring-city-sm</link>
	<guid isPermaLink="false">4e8f4267bf75a2df19d23f2a8d27a8a7</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:19:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mencapai visi Smart City di Ibu Kota Nusantara (IKN), diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai aspek. Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dalam teknologi IoT dan konsep Smart City. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara: Untuk mencapai visi Smart City di Ibu Kota Nusantara (IKN), diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai aspek. Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dalam teknologi IoT dan konsep Smart City. Pelatihan dan pendidikan yang komprehensif akan memastikan bahwa tenaga kerja lokal memiliki kemampuan untuk mengelola dan memelihara infrastruktur teknologi canggih. Selain itu, penting untuk menjalin kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, IKN dapat menjadi contoh keberlanjutan dan inklusivitas dalam pembangunan Smart City. Selain itu, perlu ada perhatian khusus pada aspek keamanan dan pertahanan, terutama dengan lokasi strategis IKN yang berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan Flight Information Region (FIR) negara tetangga. Kajian menyeluruh terkait pengamanan aset pendukung infrastruktur Smart City harus dilakukan untuk memastikan perlindungan optimal terhadap investasi dan sumber daya nasional. Terakhir, untuk menjaga konsistensi dan efisiensi, perlu ada standar dan framework yang jelas dalam kegiatan pemindahan dan pembangunan IKN. Framework ini harus mencakup panduan, prosedur, dan metode kerja untuk para stakeholder, sehingga meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam proses pembangunan. Dengan demikian, pembangunan IKN dapat mencapai visi Smart City yang berkelanjutan dan inklusif, dengan memanfaatkan teknologi IoT secara optimal.. Sebagai kesimpulan, esai ini menguraikan peran penting Internet of Things (IoT) dalam membentuk Smart City di berbagai kota di seluruh dunia, sekaligus menyoroti implementasi konsep ini dalam infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).Langkah Indonesia untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan tidak hanya bermaksud untuk menyeimbangkan ketidaksetaraan pembangunan, tetapi juga untuk meredakan beban berlebih di Jakarta.Ibu Kota Nusantara, dengan segala potensinya, berada di garis depan untuk menjadi contoh global dalam menyongsong era digital dengan menerapkan arsitektur yang menggabungkan kecerdasan dari Internet of Things (IoT).Dalam membangun IKN dengan konsep hutan dan Smart City tentunya akan menghadapi sejumlah tantangan kompleks.Mulai dari sisi teknis sampai kepada pembangunan manusianya yang harus menjadi Smart People.Semua tantangan ini menambah kompleksitas dalam mewujudkan visi Smart City, tetapi juga menuntut inovasi dan adaptabilitas untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.Arsitektur dan infrastruktur yang sedang dikembangkan ini tidak hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan dan efisiensi.Dengan pendekatan yang bijaksana, Ibu Kota Nusantara diharapkan meninggalkan jejak signifikan dalam pembangunan perkotaan modern yang efisien dan ramah lingkungan.Penggunaan teknologi yang terarah diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk tantangan urbanisasi, menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kesejahteraan masyarakat.Dengan demikian, Ibu Kota Nusantara berperan sebagai model utama dalam pembangunan Smart City yang mencerminkan visi ke depan Indonesia sebagai negara yang berinovasi dan berkelanjutan Sebagai tanggapan terhadap permasalahan urban yang kompleks, Indonesia merencanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah menuju pembangunan sebuah kota yang cerdas dan berkelanjutan. Tulisan ini merupakan sebuah tinjauan literatur yang mendalam mengenai konsep Internet of Things (IoT), Smart City dan penerapannya dalam konteks pemindahan ibu kota negara Indonesia. Pendahuluan dalam ini menyoroti latar belakang dan alasan di balik keputusan pemindahan ibu kota negara, juga menggambarkan visi untuk mengembangkannya menjadi sebuah Smart City yang didukung oleh teknologi IoT. Selanjutnya, studi literatur secara komprehensif mengulas konsep dan dimensi Smart City, serta penerapannya di beberapa kota besar di seluruh dunia. Fokus utama dari paper ini adalah pada kesiapan dan tantangan yang dihadapi dalam merancang ibu kota baru sebagai Smart City. Hal... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-44f5c.webp" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-44f5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-44f5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-44f5c.webp 1x" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" alt="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-b66b9.webp" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-b66b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-b66b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-b66b9.webp 1x" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" alt="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp 1x" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" alt="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51110-konsep-smart-monitoring-city-sm" title="JURIS - Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara" target="_blank">Internet of Things, Smart City, dan Ibu Kota Nusantara</a>: Untuk mencapai visi Smart City di Ibu Kota Nusantara (IKN), diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai aspek. Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dalam teknologi IoT dan konsep Smart City. Pelatihan dan pendidikan yang komprehensif akan memastikan bahwa tenaga kerja lokal memiliki kemampuan untuk mengelola dan memelihara infrastruktur teknologi canggih. Selain itu, penting untuk menjalin kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, IKN dapat menjadi contoh keberlanjutan dan inklusivitas dalam pembangunan Smart City. Selain itu, perlu ada perhatian khusus pada aspek keamanan dan pertahanan, terutama dengan lokasi strategis IKN yang berdekatan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan Flight Information Region (FIR) negara tetangga. Kajian menyeluruh terkait pengamanan aset pendukung infrastruktur Smart City harus dilakukan untuk memastikan perlindungan optimal terhadap investasi dan sumber daya nasional. Terakhir, untuk menjaga konsistensi dan efisiensi, perlu ada standar dan framework yang jelas dalam kegiatan pemindahan dan pembangunan IKN. Framework ini harus mencakup panduan, prosedur, dan metode kerja untuk para stakeholder, sehingga meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam proses pembangunan. Dengan demikian, pembangunan IKN dapat mencapai visi Smart City yang berkelanjutan dan inklusif, dengan memanfaatkan teknologi IoT secara optimal..
<br>Sebagai kesimpulan, esai ini menguraikan peran penting Internet of Things (IoT) dalam membentuk Smart City di berbagai kota di seluruh dunia, sekaligus menyoroti implementasi konsep ini dalam infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).Langkah Indonesia untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan tidak hanya bermaksud untuk menyeimbangkan ketidaksetaraan pembangunan, tetapi juga untuk meredakan beban berlebih di Jakarta.Ibu Kota Nusantara, dengan segala potensinya, berada di garis depan untuk menjadi contoh global dalam menyongsong era digital dengan menerapkan arsitektur yang menggabungkan kecerdasan dari Internet of Things (IoT).Dalam membangun IKN dengan konsep hutan dan Smart City tentunya akan menghadapi sejumlah tantangan kompleks.Mulai dari sisi teknis sampai kepada pembangunan manusianya yang harus menjadi Smart People.Semua tantangan ini menambah kompleksitas dalam mewujudkan visi Smart City, tetapi juga menuntut inovasi dan adaptabilitas untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.Arsitektur dan infrastruktur yang sedang dikembangkan ini tidak hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan dan efisiensi.Dengan pendekatan yang bijaksana, Ibu Kota Nusantara diharapkan meninggalkan jejak signifikan dalam pembangunan perkotaan modern yang efisien dan ramah lingkungan.Penggunaan teknologi yang terarah diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk tantangan urbanisasi, menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan kota dan kesejahteraan masyarakat.Dengan demikian, Ibu Kota Nusantara berperan sebagai model utama dalam pembangunan Smart City yang mencerminkan visi ke depan Indonesia sebagai negara yang berinovasi dan berkelanjutan
<br>Sebagai tanggapan terhadap permasalahan urban yang kompleks, Indonesia merencanakan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah menuju pembangunan sebuah kota yang cerdas dan berkelanjutan. Tulisan ini merupakan sebuah tinjauan literatur yang mendalam mengenai konsep Internet of Things (IoT), Smart City dan penerapannya dalam konteks pemindahan ibu kota negara Indonesia. Pendahuluan dalam ini menyoroti latar belakang dan alasan di balik keputusan pemindahan ibu kota negara, juga menggambarkan visi untuk mengembangkannya menjadi sebuah Smart City yang didukung oleh teknologi IoT. Selanjutnya, studi literatur secara komprehensif mengulas konsep dan dimensi Smart City, serta penerapannya di beberapa kota besar di seluruh dunia. Fokus utama dari paper ini adalah pada kesiapan dan tantangan yang dihadapi dalam merancang ibu kota baru sebagai Smart City. Hal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp" type="image/webp" length="104556" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-44f5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-b66b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/konsep-smart-monitoring-city-bandung-internet-thin-thumb-323af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51108-regulasi-rahasia-dagang-informasi</link>
	<guid isPermaLink="false">6b68d37edaee58ac2039b50839dacdba</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:12:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ trade secret ]]></category>
	<category><![CDATA[ mati suri ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mati,secret,suri,trade]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan investigasi komparatif mengenai efektivitas perjanjian kerahasiaan (NDA) dalam melindungi rahasia dagang antara perusahaan multinasional dan usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia, dengan pertanyaan: "Bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information: Penelitian selanjutnya dapat melakukan investigasi komparatif mengenai efektivitas perjanjian kerahasiaan (NDA) dalam melindungi rahasia dagang antara perusahaan multinasional dan usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia, dengan pertanyaan: "Bagaimana perbedaan penerapan dan hasil perlindungan rahasia dagang melalui NDA antara perusahaan multinasional dan UMKM di Indonesia?" Selanjutnya, diperlukan analisis empiris tentang praktik penegakan sanksi pidana terhadap pelanggaran rahasia dagang di Indonesia, menanyakan: "Sejauh mana penegakan sanksi pidana atas pelanggaran rahasia dagang dapat memberikan efek jera dan kompensasi yang efektif bagi pemilik rahasia?" Terakhir, studi perbandingan mengenai pengaruh pembuatan registrasi rahasia dagang terhadap kepastian hukum dan kepatuhan kontraktual dapat dilakukan, dengan pertanyaan: "Apakah pembuatan registrasi rahasia dagang meningkatkan kepastian hukum dan mengurangi sengketa dibandingkan tanpa registrasi?". Informasi rahasia yang memiliki nilai ekonomi dan dijaga kerahasiaannya merupakan karya intelektual yang memberikan hak kepemilikan material kepada pemiliknya.Informasi tersebut dapat berupa metode produksi, proses, penjualan, maupun informasi teknologi atau bisnis yang bernilai ekonomi dan tidak diketahui publik.UndangAcUndang Rahasia Dagang telah memberikan perlindungan secara preventif, sekaligus memungkinkan pemilik rahasia dagang untuk menggunakan langkah represif terhadap pelanggaran hak tersebut.Penggunaan perjanjian nonAcdisclosure oleh perusahaan, lembaga, atau individu berfungsi sebagai instrumen hukum sipil yang mengikat para pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi.NDA berfungsi sebagai perjanjian tambahan dalam kontrak kerja atau bisnis untuk mengikat pihakAcpihak agar memelihara kerahasiaan informasi, dengan kekuatan mengikat yang didasarkan pada prinsip pacta sunt servanda Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata.Ikatan tersebut tidak hanya berlaku selama masa kerja atau kemitraan, tetapi juga setelah hubungan kerja berakhir, sehingga pelanggaran dapat dituntut berdasarkan wanprestasi.Pelanggaran terhadap informasi rahasia di luar kerangka NDA pada dasarnya mengakibatkan konsekuensi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 17 UndangAcUndang Rahasia Dagang Informasi yang tidak diungkapkan (undisclosed information) yang memiliki nilai ekonomi dan belum dipublikasikan merupakan karya intelektual yang diakui dan dilindungi sebagai hak kekayaan intelektual. Pelaku bisnis dan pemilik informasi rahasia menggunakan berbagai cara untuk melindungi informasi tersebut, meskipun pada dasarnya hukum telah mengaturnya melalui UndangAcUndang Nomor 30 Tahun 2000, salah satunya adalah perjanjian nonAcdisclosure (NDA) atau perjanjian kerahasiaan yang digunakan untuk melindungi informasi yang tidak diungkapkan di luar ketentuan hukum Indonesia. Metode penelitian yang dipakai dalam studi ini adalah penelitian hukum normatif dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan konseptual dan pendekatan statut. NDA sebagai suatu perjanjian dibuat untuk mengikat para pihak agar melindungi informasi rahasia baik selama hubungan kerja/bisnis maupun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp 1x" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" alt="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7e246.webp" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7e246.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7e246.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7e246.webp 1x" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" alt="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7d1bc.webp" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7d1bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7d1bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7d1bc.webp 1x" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" alt="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51108-regulasi-rahasia-dagang-informasi" title="JURIS - Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information" target="_blank">Validity of Non Disclosure Agreement as The Protection Undisclosed Information</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan investigasi komparatif mengenai efektivitas perjanjian kerahasiaan (NDA) dalam melindungi rahasia dagang antara perusahaan multinasional dan usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia, dengan pertanyaan: "Bagaimana perbedaan penerapan dan hasil perlindungan rahasia dagang melalui NDA antara perusahaan multinasional dan UMKM di Indonesia?" Selanjutnya, diperlukan analisis empiris tentang praktik penegakan sanksi pidana terhadap pelanggaran rahasia dagang di Indonesia, menanyakan: "Sejauh mana penegakan sanksi pidana atas pelanggaran rahasia dagang dapat memberikan efek jera dan kompensasi yang efektif bagi pemilik rahasia?" Terakhir, studi perbandingan mengenai pengaruh pembuatan registrasi rahasia dagang terhadap kepastian hukum dan kepatuhan kontraktual dapat dilakukan, dengan pertanyaan: "Apakah pembuatan registrasi rahasia dagang meningkatkan kepastian hukum dan mengurangi sengketa dibandingkan tanpa registrasi?".
<br>Informasi rahasia yang memiliki nilai ekonomi dan dijaga kerahasiaannya merupakan karya intelektual yang memberikan hak kepemilikan material kepada pemiliknya.Informasi tersebut dapat berupa metode produksi, proses, penjualan, maupun informasi teknologi atau bisnis yang bernilai ekonomi dan tidak diketahui publik.UndangAcUndang Rahasia Dagang telah memberikan perlindungan secara preventif, sekaligus memungkinkan pemilik rahasia dagang untuk menggunakan langkah represif terhadap pelanggaran hak tersebut.Penggunaan perjanjian nonAcdisclosure oleh perusahaan, lembaga, atau individu berfungsi sebagai instrumen hukum sipil yang mengikat para pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi.NDA berfungsi sebagai perjanjian tambahan dalam kontrak kerja atau bisnis untuk mengikat pihakAcpihak agar memelihara kerahasiaan informasi, dengan kekuatan mengikat yang didasarkan pada prinsip pacta sunt servanda Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata.Ikatan tersebut tidak hanya berlaku selama masa kerja atau kemitraan, tetapi juga setelah hubungan kerja berakhir, sehingga pelanggaran dapat dituntut berdasarkan wanprestasi.Pelanggaran terhadap informasi rahasia di luar kerangka NDA pada dasarnya mengakibatkan konsekuensi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 17 UndangAcUndang Rahasia Dagang
<br>Informasi yang tidak diungkapkan (undisclosed information) yang memiliki nilai ekonomi dan belum dipublikasikan merupakan karya intelektual yang diakui dan dilindungi sebagai hak kekayaan intelektual. Pelaku bisnis dan pemilik informasi rahasia menggunakan berbagai cara untuk melindungi informasi tersebut, meskipun pada dasarnya hukum telah mengaturnya melalui UndangAcUndang Nomor 30 Tahun 2000, salah satunya adalah perjanjian nonAcdisclosure (NDA) atau perjanjian kerahasiaan yang digunakan untuk melindungi informasi yang tidak diungkapkan di luar ketentuan hukum Indonesia. Metode penelitian yang dipakai dalam studi ini adalah penelitian hukum normatif dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan konseptual dan pendekatan statut. NDA sebagai suatu perjanjian dibuat untuk mengikat para pihak agar melindungi informasi rahasia baik selama hubungan kerja/bisnis maupun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp" type="image/webp" length="95626" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-f005e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7e246.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/regulasi-rahasia-dagang-diungkap-hak-kekayaan-inte-thumb-7d1bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51118-restorasi-kerajaan-kampa-kabupaten-kampar-nilai</link>
	<guid isPermaLink="false">f7cbf4dcb41f4a376c43a69f7b2a38a6</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 20:11:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Seiring dengan upaya restorasi, peneliti diharapkan dapat menyelidiki dampak sosial ekonomi masyarakat setempat dalam pengembangan pariwisata budaya, misalnya melalui studi tentang persepsi wisatawan lokal terhadap nilai sejarah Kampa; selanjutnya, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar: Seiring dengan upaya restorasi, peneliti diharapkan dapat menyelidiki dampak sosial ekonomi masyarakat setempat dalam pengembangan pariwisata budaya, misalnya melalui studi tentang persepsi wisatawan lokal terhadap nilai sejarah Kampa; selanjutnya, penelitian harus mengeksplorasi kemungkinan integrasi teknologi digitisasi, seperti pemodelan 3D dan rekonstruksi virtual, guna memudahkan publik dan profesional memahami struktur awal kompleks yang hilang; serta penting dilakukan analisis perbandingan antara kompleks Kampa dengan situs serupa di wilayah Riau untuk menentukan strategi pelestarian yang lebih berkelanjutan dan dapat diadaptasi di kawasan lain.. Upaya restorasi kompleks Kerajaan Kampa harus selalu diupayakan dengan bekerja sama berbagai pihak seperti peneliti, Ninik Mamak, dan Pemerintah Kabupaten Kampar.Hal ini tentu akan memberikan benang merah masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang.Selain menjaga sejarah, restorasi ini dapat menggambarkan akar budaya dan arsitektur Melayu khususnya Kenegerian Kampa di Kabupaten Kampar serta menjadi destinasi wisata arsitektur dan budaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kerajaan berakhir pada. Banyaknya bukti dan keterangan yang mengatakan bahwa Kabupaten Kampar saat ini sudah eksis sejak abad 7 melalui peninggalan candi Muara Takus. Akar budaya dan adat sampai saat ini menjadi bagian penguat bahwa adanya kerajaan Kampa di kenegerian Kampa pada Abad 15. Ninik mamak 6 persukuan yang mampu menunjukkan keterangan baik secara lisan maupun benda seperti adanya stempel kerajaan, tanah hak milik kerajaan Kampa, sisa bangunan, dan pohon Asam Jawa yang berumum ratusan tahun. Namun eksistensi tahun 1939 dikarenakan raja terakhir tidak memiliki keturunan, keluarga kerajaan kembali ke Malaysia, dan upaya penghadangan oleh penjajah Belanda. Sejak itu kompleks Kerajaan Kampa tidak terurus dan rusak termakan waktu hingga menyebabkan kerusakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp 1x" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" alt="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-088d9.webp" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-088d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-088d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-088d9.webp 1x" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" alt="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-fdf9d.webp" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-fdf9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-fdf9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-fdf9d.webp 1x" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" alt="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51118-restorasi-kerajaan-kampa-kabupaten-kampar-nilai" title="JURIS - Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar" target="_blank">Restorasi Kompleks Kerajaan Kampa Berdasarkan Kajian Sejarah di Kabupaten Kampar</a>: Seiring dengan upaya restorasi, peneliti diharapkan dapat menyelidiki dampak sosial ekonomi masyarakat setempat dalam pengembangan pariwisata budaya, misalnya melalui studi tentang persepsi wisatawan lokal terhadap nilai sejarah Kampa; selanjutnya, penelitian harus mengeksplorasi kemungkinan integrasi teknologi digitisasi, seperti pemodelan 3D dan rekonstruksi virtual, guna memudahkan publik dan profesional memahami struktur awal kompleks yang hilang; serta penting dilakukan analisis perbandingan antara kompleks Kampa dengan situs serupa di wilayah Riau untuk menentukan strategi pelestarian yang lebih berkelanjutan dan dapat diadaptasi di kawasan lain..
<br>Upaya restorasi kompleks Kerajaan Kampa harus selalu diupayakan dengan bekerja sama berbagai pihak seperti peneliti, Ninik Mamak, dan Pemerintah Kabupaten Kampar.Hal ini tentu akan memberikan benang merah masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang.Selain menjaga sejarah, restorasi ini dapat menggambarkan akar budaya dan arsitektur Melayu khususnya Kenegerian Kampa di Kabupaten Kampar serta menjadi destinasi wisata arsitektur dan budaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat
<br>Kerajaan berakhir pada. Banyaknya bukti dan keterangan yang mengatakan bahwa Kabupaten Kampar saat ini sudah eksis sejak abad 7 melalui peninggalan candi Muara Takus. Akar budaya dan adat sampai saat ini menjadi bagian penguat bahwa adanya kerajaan Kampa di kenegerian Kampa pada Abad 15. Ninik mamak 6 persukuan yang mampu menunjukkan keterangan baik secara lisan maupun benda seperti adanya stempel kerajaan, tanah hak milik kerajaan Kampa, sisa bangunan, dan pohon Asam Jawa yang berumum ratusan tahun. Namun eksistensi tahun 1939 dikarenakan raja terakhir tidak memiliki keturunan, keluarga kerajaan kembali ke Malaysia, dan upaya penghadangan oleh penjajah Belanda. Sejak itu kompleks Kerajaan Kampa tidak terurus dan rusak termakan waktu hingga menyebabkan kerusakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp" type="image/webp" length="129732" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-2a582.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-088d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/restorasi-kerajaan-kampa-kampar-nilai-sejarah-nini-thumb-fdf9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51124-sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo</link>
	<guid isPermaLink="false">49bd1b58c87006b69ac2082c9c21f565</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:48:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ haris hamid ]]></category>
	<category><![CDATA[ andi musran ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andi,hamid,haris,musran]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk menjamin hak masyarakat lokal atas air bersih, diperlukan penguatan kapasitas hukum masyarakat lokal melalui regulasi yang partisipatif dan berbasis keadilan ekologis. Regulasi yang disusun harus melibatkan komunitas adat sebagai aktor utama, memastikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal: Untuk menjamin hak masyarakat lokal atas air bersih, diperlukan penguatan kapasitas hukum masyarakat lokal melalui regulasi yang partisipatif dan berbasis keadilan ekologis. Regulasi yang disusun harus melibatkan komunitas adat sebagai aktor utama, memastikan kepentingan ekologis jangka panjang lebih diutamakan daripada orientasi ekonomi jangka pendek. Pendidikan hukum ekologis bagi masyarakat desa menjadi aspek krusial untuk memperkuat kesadaran kritis masyarakat tentang hak atas air sebagai bagian dari hak konstitusional mereka. Kolaborasi antara penguatan instrumen hukum lokal, konsistensi advokasi komunitas, serta dukungan dari jaringan masyarakat sipil dapat mendorong keadilan ekologis di tingkat desa. Politik hukum pengelolaan sumber daya air di tingkat desa harus diarahkan pada penguatan kedaulatan ekologis masyarakat lokal sebagai subjek utama tata kelola air.. Kedudukan hak masyarakat lokal atas air bersih dalam sistem hukum nasional menegaskan bahwa air adalah hak dasar dan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.Pasal 33 Ayat 3 UUD NRI 1945 dan Putusan MK Nomor 85/PUU-XI/2013 menegaskan bahwa air sebagai cabang produksi penting harus dikelola negara demi kesejahteraan rakyat, bukan semata komoditas ekonomi.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air juga mengakui hak masyarakat lokal dan adat atas pengelolaan air berbasis kearifan lokal.Sayangnya, ketentuan tersebut belum sepenuhnya terimplementasi, sehingga hak masyarakat lokal atas air bersih masih terpinggirkan oleh kepentingan ekonomi dan investasi.Politik hukum pengelolaan sumber daya air di tingkat desa seharusnya memperkuat peran masyarakat lokal sebagai subjek utama tata kelola air berbasis kearifan lokal.Desa memiliki kewenangan hukum melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tetapi regulasi di tingkat desa masih lemah dan minim harmonisasi dengan kebijakan pusat.Kasus Sumur Tujuh Cikajayaan menunjukkan bahwa tanpa penguatan Perdes dan pendidikan hukum ekologis bagi masyarakat, desa rentan kehilangan kendali atas sumber airnya.Politik hukum yang berpihak pada masyarakat lokal diperlukan untuk memastikan air dikelola secara adil, lestari, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kedaulatan ekologis desa Konflik pengelolaan sumber daya air di Indonesia, seperti kasus Sumur Tujuh Cikajayaan, melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam perebutan hak pengelolaan air. Penelitian ini menggunakan metode juridikal normatif dengan pendekatan konseptual, teoritis, dan normatif terkait sumber daya air. Regulasi yang mengutamakan kepentingan ekonomi sering mengabaikan hak masyarakat lokal dan kearifan lokal, menciptakan disharmoni antara hukum adat dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat yang lemah dan integrasi hukum adat yang minimal menyebabkan ketidakadilan ekologis dalam pengelolaan air. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk memperkuat peran masyarakat dan harmonisasi antara hukum adat dan hukum positif untuk mewujudkan pengelolaan air yang adil dan berkelanjutan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-bcb14.webp" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-bcb14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-bcb14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-bcb14.webp 1x" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" alt="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp 1x" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" alt="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-c5a8d.webp" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-c5a8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-c5a8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-c5a8d.webp 1x" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" alt="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51124-sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo" title="JURIS - Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal" target="_blank">Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air di Sumur Tujuh Cikajayaan Dalam Menjamin Hak Masyarakat Lokal</a>: Untuk menjamin hak masyarakat lokal atas air bersih, diperlukan penguatan kapasitas hukum masyarakat lokal melalui regulasi yang partisipatif dan berbasis keadilan ekologis. Regulasi yang disusun harus melibatkan komunitas adat sebagai aktor utama, memastikan kepentingan ekologis jangka panjang lebih diutamakan daripada orientasi ekonomi jangka pendek. Pendidikan hukum ekologis bagi masyarakat desa menjadi aspek krusial untuk memperkuat kesadaran kritis masyarakat tentang hak atas air sebagai bagian dari hak konstitusional mereka. Kolaborasi antara penguatan instrumen hukum lokal, konsistensi advokasi komunitas, serta dukungan dari jaringan masyarakat sipil dapat mendorong keadilan ekologis di tingkat desa. Politik hukum pengelolaan sumber daya air di tingkat desa harus diarahkan pada penguatan kedaulatan ekologis masyarakat lokal sebagai subjek utama tata kelola air..
<br>Kedudukan hak masyarakat lokal atas air bersih dalam sistem hukum nasional menegaskan bahwa air adalah hak dasar dan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.Pasal 33 Ayat 3 UUD NRI 1945 dan Putusan MK Nomor 85/PUU-XI/2013 menegaskan bahwa air sebagai cabang produksi penting harus dikelola negara demi kesejahteraan rakyat, bukan semata komoditas ekonomi.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air juga mengakui hak masyarakat lokal dan adat atas pengelolaan air berbasis kearifan lokal.Sayangnya, ketentuan tersebut belum sepenuhnya terimplementasi, sehingga hak masyarakat lokal atas air bersih masih terpinggirkan oleh kepentingan ekonomi dan investasi.Politik hukum pengelolaan sumber daya air di tingkat desa seharusnya memperkuat peran masyarakat lokal sebagai subjek utama tata kelola air berbasis kearifan lokal.Desa memiliki kewenangan hukum melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tetapi regulasi di tingkat desa masih lemah dan minim harmonisasi dengan kebijakan pusat.Kasus Sumur Tujuh Cikajayaan menunjukkan bahwa tanpa penguatan Perdes dan pendidikan hukum ekologis bagi masyarakat, desa rentan kehilangan kendali atas sumber airnya.Politik hukum yang berpihak pada masyarakat lokal diperlukan untuk memastikan air dikelola secara adil, lestari, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kedaulatan ekologis desa
<br>Konflik pengelolaan sumber daya air di Indonesia, seperti kasus Sumur Tujuh Cikajayaan, melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam perebutan hak pengelolaan air. Penelitian ini menggunakan metode juridikal normatif dengan pendekatan konseptual, teoritis, dan normatif terkait sumber daya air. Regulasi yang mengutamakan kepentingan ekonomi sering mengabaikan hak masyarakat lokal dan kearifan lokal, menciptakan disharmoni antara hukum adat dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat yang lemah dan integrasi hukum adat yang minimal menyebabkan ketidakadilan ekologis dalam pengelolaan air. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk memperkuat peran masyarakat dan harmonisasi antara hukum adat dan hukum positif untuk mewujudkan pengelolaan air yang adil dan berkelanjutan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp" type="image/webp" length="95520" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-bcb14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-089eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/sekolah-peran-masyarakat-hak-pengelolaan-tata-kelo-thumb-c5a8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51116-kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial</link>
	<guid isPermaLink="false">e1b8b640b8a94be00bfd760f1e22256d</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:36:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi budaya regional memengaruhi persepsi terhadap kamar mandi pribadi, dengan merancang studi komparatif antara daerah urban dan pedesaan di Indonesia untuk menjawab pertanyaan: "Apakah faktor budaya memoderasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi budaya regional memengaruhi persepsi terhadap kamar mandi pribadi, dengan merancang studi komparatif antara daerah urban dan pedesaan di Indonesia untuk menjawab pertanyaan: "Apakah faktor budaya memoderasi hubungan antara familiarity dan preferensi kamar mandi pribadi?" Selanjutnya, untuk meningkatkan generalisasi temuan, disarankan melakukan survei dengan teknik sampling acak berstrata yang mencakup populasi nasional, sehingga dapat dijawab: "Bagaimana karakteristik demografis memengaruhi intensitas penggunaan kamar mandi pribadi pada skala nasional?" Terakhir, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi desain ergonomis pada kepuasan pengguna kamar mandi pribadi selama periode waktu tertentu, dengan pertanyaan penelitian: "Apakah penerapan desain ergonomis meningkatkan persepsi efisiensi dan mengurangi persepsi pemborosan pada pengguna kamar mandi pribadi?" Kombinasi ketiga pendekatan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktorAcfaktor yang memengaruhi preferensi kamar mandi pribadi serta implikasinya bagi perencanaan hunian.. Penelitian mengidentifikasi tiga dimensi persepsi (kemudahan, privasi, dan pemborosan) serta dua dimensi faktor internal (keterbiasaan menggunakan kamar mandi bersama dan intensitas penggunaan kamar tidur).Analisis regresi multivariat menunjukkan bahwa dimensi keterbiasaan menggunakan kamar mandi bersama, pemborosan, dan intensitas penggunaan kamar tidur memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi kamar mandi pribadi.Dengan demikian, preferensi terhadap kamar mandi pribadi dipengaruhi oleh tiga faktor utama Sebelumnya, kamar mandi biasanya ditempatkan di bagian belakang rumah tinggal. Namun dewasa ini banyak penghuni rumah yang memiliki kamar mandi di dalam kamar tidur, khusus untuk pengguna kamar tidur dan bersifat sangat personal, sehingga dalam penelitian ini disebut kamar mandi pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorAcfaktor yang melatarbelakangi preferensi terhadap kamar mandi pribadi dengan menyelidiki persepsi dan faktor internal penghuni rumah. Penelitian bertahap menggunakan metode kualitatifAckuantitatif; penelitian kualitatif mengeksplorasi persepsi dan faktor internal, sedangkan penelitian kuantitatif mengkonfirmasi data kualitatif serta mengungkap hubungan sebabAcakibat antara persepsi, faktor internal, dan preferensi. Hasil menunjukkan tiga faktor utama yang mempengaruhi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp 1x" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" alt="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-f10ff.webp" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-f10ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-f10ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-f10ff.webp 1x" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" alt="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d27a8.webp" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d27a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d27a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d27a8.webp 1x" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" alt="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51116-kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial" title="JURIS - Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi" target="_blank">Tiga Faktor Penentu Preferensi Penghuni Rumah Tinggal di Indonesia Terhadap Kamar Mandi Pribadi</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi budaya regional memengaruhi persepsi terhadap kamar mandi pribadi, dengan merancang studi komparatif antara daerah urban dan pedesaan di Indonesia untuk menjawab pertanyaan: "Apakah faktor budaya memoderasi hubungan antara familiarity dan preferensi kamar mandi pribadi?" Selanjutnya, untuk meningkatkan generalisasi temuan, disarankan melakukan survei dengan teknik sampling acak berstrata yang mencakup populasi nasional, sehingga dapat dijawab: "Bagaimana karakteristik demografis memengaruhi intensitas penggunaan kamar mandi pribadi pada skala nasional?" Terakhir, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi desain ergonomis pada kepuasan pengguna kamar mandi pribadi selama periode waktu tertentu, dengan pertanyaan penelitian: "Apakah penerapan desain ergonomis meningkatkan persepsi efisiensi dan mengurangi persepsi pemborosan pada pengguna kamar mandi pribadi?" Kombinasi ketiga pendekatan ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktorAcfaktor yang memengaruhi preferensi kamar mandi pribadi serta implikasinya bagi perencanaan hunian..
<br>Penelitian mengidentifikasi tiga dimensi persepsi (kemudahan, privasi, dan pemborosan) serta dua dimensi faktor internal (keterbiasaan menggunakan kamar mandi bersama dan intensitas penggunaan kamar tidur).Analisis regresi multivariat menunjukkan bahwa dimensi keterbiasaan menggunakan kamar mandi bersama, pemborosan, dan intensitas penggunaan kamar tidur memiliki pengaruh signifikan terhadap preferensi kamar mandi pribadi.Dengan demikian, preferensi terhadap kamar mandi pribadi dipengaruhi oleh tiga faktor utama
<br>Sebelumnya, kamar mandi biasanya ditempatkan di bagian belakang rumah tinggal. Namun dewasa ini banyak penghuni rumah yang memiliki kamar mandi di dalam kamar tidur, khusus untuk pengguna kamar tidur dan bersifat sangat personal, sehingga dalam penelitian ini disebut kamar mandi pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorAcfaktor yang melatarbelakangi preferensi terhadap kamar mandi pribadi dengan menyelidiki persepsi dan faktor internal penghuni rumah. Penelitian bertahap menggunakan metode kualitatifAckuantitatif; penelitian kualitatif mengeksplorasi persepsi dan faktor internal, sedangkan penelitian kuantitatif mengkonfirmasi data kualitatif serta mengungkap hubungan sebabAcakibat antara persepsi, faktor internal, dan preferensi. Hasil menunjukkan tiga faktor utama yang mempengaruhi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp" type="image/webp" length="97692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d89fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-f10ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/kamar-mandi-sdn-faktor-budaya-sosial-internal-anak-thumb-d27a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51129-konten-budaya-kurikulum-digital-loka</link>
	<guid isPermaLink="false">3eda4363cc11788e775a3331befccd51</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:34:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan digitalisasi dan pergeseran nilai-nilai budaya pada anak usia dini, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, pemerintah dapat mengambil peran aktif dalam pendanaan dan kurasi ekosistem konten ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini: Untuk mengatasi tantangan digitalisasi dan pergeseran nilai-nilai budaya pada anak usia dini, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, pemerintah dapat mengambil peran aktif dalam pendanaan dan kurasi ekosistem konten digital yang kaya budaya, dengan mempromosikan integrasi konten budaya lokal ke dalam algoritma platform digital yang digunakan oleh anak Indonesia. Kedua, peningkatan kompetensi guru dengan pelatihan dalam pedagogi budaya-digital sangat penting. Guru PAUD harus mampu membangun jembatan budaya antara dunia digital dan tradisi lokal, serta mengkurasi konten digital yang relevan secara budaya. Ketiga, pengembangan literasi digital budaya pada orang tua dapat menjadi kunci dalam mengarahkan pengalaman digital anak menjadi kesempatan belajar nilai-nilai. Orang tua dapat terlibat aktif dalam proses konsumsi digital anak dengan mendiskusikan konten yang mereka tonton, menghubungkan cerita digital dengan nilai-nilai budaya lokal, dan menggunakan teknologi sebagai jembatan menuju tradisi, bukan sebagai penggantinya. Dengan demikian, solusi yang efektif adalah integrasi cerdas antara teknologi dan tradisi, di mana teknologi digunakan sebagai media untuk memperkuat transmisi nilai-nilai budaya, bukan untuk melemahkannya.. Evaluasi literatur yang dilakukan dalam artikel ini menghasilkan sejumlah kesimpulan penting yang relevan bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan anak usia dini di Indonesia.Pertama, digitalisasi pendidikan anak usia dini bukanlah keputusan yang tak terhindarkan.melainkan sebuah realitas yang telah dan akan terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat.Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus memasukkan teknologi ke dalam pendidikan anak usia dini.melainkan bagaimana kita dapat melakukannya tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya yang menjadi dasar identitas nasional.Kedua, fenomena pergeseran nilai-nilai budaya pada anak usia dini sebagai akibat dari digitalisasi adalah kejadian nyata yang terlihat dalam berbagai cara, termasuk bahasa, permainan, seni, nilai-nilai moral, konsep waktu, dan hubungan antar generasi.melainkan merupakan hasil dari akumulasi pengalaman digital yang terjadi tanpa mediasi budaya yang memadai.Ketiga, sistem belum memberikan dukungan yang diperlukan kepada guru anak usia dini, dan mereka dihadapkan pada tantangan yang rumit.Mereka tidak hanya membutuhkan pelatihan teknologi, tetapi juga kerangka kerja pedagogis yang kohesif yang menggabungkan nilai-nilai budaya ke dalam pembelajaran digital.Keempat, peran orang tua sangat penting, tetapi seringkali kurang optimal akibat keterbatasan literasi digital budaya.Pengembangan kapasitas orang tua adalah target utama intervensi yang efektif, karena mereka adalah mediator utama antara dunia digital dan tradisi budaya dalam kehidupan anak-anak.Kelima, solusi untuk tantangan ini tidak terletak pada dikotomi yang salah dan tidak produktif antara teknologi dan tradisi.Solusi yang lebih masuk akal adalah integrasi cerdas antara keduanya, di mana teknologi digunakan sebagai media untuk memperkuat transmisi nilai-nilai budaya, bukan untuk melemahkannya Tantangan global saat ini terfokus pada peranan digitalisasi yang semakin menujukan perubahan pada nilai-nilai budaya bersifat transformatif untuk anak. Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan tentang bentuk tantangan digitalisasi dalam pergeseran nilai-nilai budaya berbasis transformatif pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) melalui analisis data sebanyak 287 naskah literatur. Serta melakukan pemilahan data berdasarkan kebutuhan variable penelitian dengan menggunakan 42 naskah literatur, di tinjau dengan proses penarikan data dengan menggunakan 22 naskah literatur yang mencangkup sebagai hasil penelitian dan pembahasan yang menjelaskan tentang pergesertan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-97d80.webp" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-97d80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-97d80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-97d80.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" alt="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" alt="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-48d16.webp" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-48d16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-48d16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-48d16.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" alt="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51129-konten-budaya-kurikulum-digital-loka" title="JURIS - Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini" target="_blank">Tantangan Digitalisasi dan Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Transformatif Anak Usia Dini</a>: Untuk mengatasi tantangan digitalisasi dan pergeseran nilai-nilai budaya pada anak usia dini, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, pemerintah dapat mengambil peran aktif dalam pendanaan dan kurasi ekosistem konten digital yang kaya budaya, dengan mempromosikan integrasi konten budaya lokal ke dalam algoritma platform digital yang digunakan oleh anak Indonesia. Kedua, peningkatan kompetensi guru dengan pelatihan dalam pedagogi budaya-digital sangat penting. Guru PAUD harus mampu membangun jembatan budaya antara dunia digital dan tradisi lokal, serta mengkurasi konten digital yang relevan secara budaya. Ketiga, pengembangan literasi digital budaya pada orang tua dapat menjadi kunci dalam mengarahkan pengalaman digital anak menjadi kesempatan belajar nilai-nilai. Orang tua dapat terlibat aktif dalam proses konsumsi digital anak dengan mendiskusikan konten yang mereka tonton, menghubungkan cerita digital dengan nilai-nilai budaya lokal, dan menggunakan teknologi sebagai jembatan menuju tradisi, bukan sebagai penggantinya. Dengan demikian, solusi yang efektif adalah integrasi cerdas antara teknologi dan tradisi, di mana teknologi digunakan sebagai media untuk memperkuat transmisi nilai-nilai budaya, bukan untuk melemahkannya..
<br>Evaluasi literatur yang dilakukan dalam artikel ini menghasilkan sejumlah kesimpulan penting yang relevan bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan anak usia dini di Indonesia.Pertama, digitalisasi pendidikan anak usia dini bukanlah keputusan yang tak terhindarkan.melainkan sebuah realitas yang telah dan akan terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat.Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus memasukkan teknologi ke dalam pendidikan anak usia dini.melainkan bagaimana kita dapat melakukannya tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya yang menjadi dasar identitas nasional.Kedua, fenomena pergeseran nilai-nilai budaya pada anak usia dini sebagai akibat dari digitalisasi adalah kejadian nyata yang terlihat dalam berbagai cara, termasuk bahasa, permainan, seni, nilai-nilai moral, konsep waktu, dan hubungan antar generasi.melainkan merupakan hasil dari akumulasi pengalaman digital yang terjadi tanpa mediasi budaya yang memadai.Ketiga, sistem belum memberikan dukungan yang diperlukan kepada guru anak usia dini, dan mereka dihadapkan pada tantangan yang rumit.Mereka tidak hanya membutuhkan pelatihan teknologi, tetapi juga kerangka kerja pedagogis yang kohesif yang menggabungkan nilai-nilai budaya ke dalam pembelajaran digital.Keempat, peran orang tua sangat penting, tetapi seringkali kurang optimal akibat keterbatasan literasi digital budaya.Pengembangan kapasitas orang tua adalah target utama intervensi yang efektif, karena mereka adalah mediator utama antara dunia digital dan tradisi budaya dalam kehidupan anak-anak.Kelima, solusi untuk tantangan ini tidak terletak pada dikotomi yang salah dan tidak produktif antara teknologi dan tradisi.Solusi yang lebih masuk akal adalah integrasi cerdas antara keduanya, di mana teknologi digunakan sebagai media untuk memperkuat transmisi nilai-nilai budaya, bukan untuk melemahkannya
<br>Tantangan global saat ini terfokus pada peranan digitalisasi yang semakin menujukan perubahan pada nilai-nilai budaya bersifat transformatif untuk anak. Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan tentang bentuk tantangan digitalisasi dalam pergeseran nilai-nilai budaya berbasis transformatif pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) melalui analisis data sebanyak 287 naskah literatur. Serta melakukan pemilahan data berdasarkan kebutuhan variable penelitian dengan menggunakan 42 naskah literatur, di tinjau dengan proses penarikan data dengan menggunakan 22 naskah literatur yang mencangkup sebagai hasil penelitian dan pembahasan yang menjelaskan tentang pergesertan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp" type="image/webp" length="96772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-97d80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-24f90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/konten-budaya-kurikulum-digital-lokal-angkola-mark-thumb-48d16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Interposition and Color Contrast as Depth Aspect From 2D Media to 3D Space Production ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interposition and Color Contrast as Depth Aspect From 2D Media to 3D Space Production ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interposition and Color Contrast as Depth Aspect From 2D Media to 3D Space Production ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51112-produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-dimens</link>
	<guid isPermaLink="false">126efcce98654774c99320f16e02a2de</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:32:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode interposisi dan kontras warna untuk media 2D lainnya atau permukaan datar. Studi ini membuka peluang untuk memperluas metode ini dan menerapkan aspek kedalaman dalam produksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production: Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode interposisi dan kontras warna untuk media 2D lainnya atau permukaan datar. Studi ini membuka peluang untuk memperluas metode ini dan menerapkan aspek kedalaman dalam produksi ruang 3D dari berbagai media 2D. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran lapisan dalam komposisi permukaan 2D dan bagaimana pengaturan lapisan dapat mendefinisikan transformasi media 2D menjadi ruang 3D. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang produksi ruang 3D yang didasarkan pada aspek kedalaman dan aplikasi praktisnya dalam desain arsitektur.. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan metode desain arsitektur yang berfokus pada aspek kedalaman sebagai dasar untuk produksi ruang 3D.Empat lukisan karya seniman terkenal dianalisis dengan membongkar lapisan yang terbentuk dalam lukisan dan penggunaan warna di setiap lapisan.Jenis kontras warna diidentifikasi dalam setiap lukisan dan lapisannya untuk mendefinisikan bagaimana penggunaan warna menciptakan aspek kedalaman.Analisis mengungkapkan berbagai teknik interposisi melalui pengaturan lapisan dalam lukisan.Keempat lukisan juga menunjukkan berbagai teknik dalam menerapkan kontras warna dalam lukisan yang berperan dalam memperkuat persepsi kedalaman Penelitian ini bertujuan untuk mengurai aspek kedalaman yang dihasilkan oleh media dua dimensi (2D) seperti lukisan sebagai dasar untuk produksi ruang tiga dimensi (3D). Khususnya, kami berpendapat bahwa lukisan sebagai karya seni dengan permukaan datar dapat diubah menjadi ruang 3D dengan memasukkan aspek kedalaman. Meskipun memiliki permukaan datar, lukisan sebagai media 2D memiliki kesan ruang 3D dan volume, yang dapat diatasi dengan membangun persepsi kedalaman. Untuk mengeksplorasi produksi ruang 3D melalui aspek kedalaman, empat lukisan 2D dianalisis untuk mengetahui bagaimana aspek kedalaman dibangun. Analisis mengungkapkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-99646.webp" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-99646.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-99646.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-99646.webp 1x" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" alt="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp 1x" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" alt="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-419d8.webp" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-419d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-419d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-419d8.webp 1x" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" alt="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51112-produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-dimens" title="JURIS - Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production" target="_blank">Interposition and Color Contrast as Depth Aspect: From 2D Media to 3D Space Production</a>: Berdasarkan temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode interposisi dan kontras warna untuk media 2D lainnya atau permukaan datar. Studi ini membuka peluang untuk memperluas metode ini dan menerapkan aspek kedalaman dalam produksi ruang 3D dari berbagai media 2D. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran lapisan dalam komposisi permukaan 2D dan bagaimana pengaturan lapisan dapat mendefinisikan transformasi media 2D menjadi ruang 3D. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang produksi ruang 3D yang didasarkan pada aspek kedalaman dan aplikasi praktisnya dalam desain arsitektur..
<br>Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan metode desain arsitektur yang berfokus pada aspek kedalaman sebagai dasar untuk produksi ruang 3D.Empat lukisan karya seniman terkenal dianalisis dengan membongkar lapisan yang terbentuk dalam lukisan dan penggunaan warna di setiap lapisan.Jenis kontras warna diidentifikasi dalam setiap lukisan dan lapisannya untuk mendefinisikan bagaimana penggunaan warna menciptakan aspek kedalaman.Analisis mengungkapkan berbagai teknik interposisi melalui pengaturan lapisan dalam lukisan.Keempat lukisan juga menunjukkan berbagai teknik dalam menerapkan kontras warna dalam lukisan yang berperan dalam memperkuat persepsi kedalaman
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengurai aspek kedalaman yang dihasilkan oleh media dua dimensi (2D) seperti lukisan sebagai dasar untuk produksi ruang tiga dimensi (3D). Khususnya, kami berpendapat bahwa lukisan sebagai karya seni dengan permukaan datar dapat diubah menjadi ruang 3D dengan memasukkan aspek kedalaman. Meskipun memiliki permukaan datar, lukisan sebagai media 2D memiliki kesan ruang 3D dan volume, yang dapat diatasi dengan membangun persepsi kedalaman. Untuk mengeksplorasi produksi ruang 3D melalui aspek kedalaman, empat lukisan 2D dianalisis untuk mengetahui bagaimana aspek kedalaman dibangun. Analisis mengungkapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp" type="image/webp" length="101982" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-99646.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-3edcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/produksi-ruang-henri-kedalaman-dimensi-kontras-war-thumb-419d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Students Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al Akbar Pandeyan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Students Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al Akbar Pandeyan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Students Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al Akbar Pandeyan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51120-faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika</link>
	<guid isPermaLink="false">5fa2e2ff47a16aef89e9ba467982226a</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:28:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modal header ]]></category>
	<category><![CDATA[ archive team ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[archive,content,header,main,modal,team]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penggunaan media digital berbasis gamifikasi terhadap peningkatan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V, sehingga dapat menjawab peluang integrasi teknologi dalam kelas. Kedua, dapat dipertimbangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Students' Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penggunaan media digital berbasis gamifikasi terhadap peningkatan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V, sehingga dapat menjawab peluang integrasi teknologi dalam kelas. Kedua, dapat dipertimbangkan penelitian longitudinal yang menilai perubahan pola perilaku belajar dan kinerja siswa selama satu tahun ajaran, guna menilai dampak jangka panjang intervensi adaptif berbasis data yang dikumpulkan di sini. Ketiga, studi komparatif antara sekolah dengan fasilitas belajar lengkap dan sekolah dengan fasilitas terbatas dapat membedakan peran infrastruktur dalam memfasilitasi pemahaman konsep geometris, sehingga dapat merumuskan rekomendasi kebijakan peningkatan sarana belajar secara lebih terfokus.. Kesulitan belajar siswa di mata pelajaran matematika kelas V MIM Al-Akbar Pandeyan teridentifikasi dalam dua kategori.pemahaman konsep bentuk geometris (kubus dan kuboid) dan kemampuan memecahkan masalah, termasuk operasi aritmatika, soal cerita, serta konversi kalimat soal menjadi bentuk matematika.Faktor penyebabnya bersifat internal dan eksternal, di mana faktor motivasi belajar dan pemanfaatan media belajar memiliki peran terbesar.Penelitian ini diharapkan memberi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa Para siswa kelas V MIM Al-Akbar Pandeyan cenderung mengalami kesulitan belajar matematika karena mereka menganggap mata pelajaran ini sulit dan menakutkan, meskipun matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar di mata pelajaran matematika bagi siswa kelas V di MIM Al-Akbar Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, pada tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi tes, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa terdiri dari dua jenis, yakni kesulitan memahami... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" alt="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-115f8.webp" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-115f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-115f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-115f8.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" alt="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-5d9d9.webp" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-5d9d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-5d9d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-5d9d9.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" alt="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51120-faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika" title="JURIS - Analysis of Students&#039; Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan" target="_blank">Analysis of Students' Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh penggunaan media digital berbasis gamifikasi terhadap peningkatan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V, sehingga dapat menjawab peluang integrasi teknologi dalam kelas. Kedua, dapat dipertimbangkan penelitian longitudinal yang menilai perubahan pola perilaku belajar dan kinerja siswa selama satu tahun ajaran, guna menilai dampak jangka panjang intervensi adaptif berbasis data yang dikumpulkan di sini. Ketiga, studi komparatif antara sekolah dengan fasilitas belajar lengkap dan sekolah dengan fasilitas terbatas dapat membedakan peran infrastruktur dalam memfasilitasi pemahaman konsep geometris, sehingga dapat merumuskan rekomendasi kebijakan peningkatan sarana belajar secara lebih terfokus..
<br>Kesulitan belajar siswa di mata pelajaran matematika kelas V MIM Al-Akbar Pandeyan teridentifikasi dalam dua kategori.pemahaman konsep bentuk geometris (kubus dan kuboid) dan kemampuan memecahkan masalah, termasuk operasi aritmatika, soal cerita, serta konversi kalimat soal menjadi bentuk matematika.Faktor penyebabnya bersifat internal dan eksternal, di mana faktor motivasi belajar dan pemanfaatan media belajar memiliki peran terbesar.Penelitian ini diharapkan memberi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa
<br>Para siswa kelas V MIM Al-Akbar Pandeyan cenderung mengalami kesulitan belajar matematika karena mereka menganggap mata pelajaran ini sulit dan menakutkan, meskipun matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesulitan belajar siswa dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar di mata pelajaran matematika bagi siswa kelas V di MIM Al-Akbar Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, pada tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi tes, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa terdiri dari dua jenis, yakni kesulitan memahami...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp" type="image/webp" length="151994" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-9fbe2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-115f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/faktor-motivasi-siswa-kesiapan-belajar-matematika-thumb-5d9d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1066-uinsaid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16662-jenius-journal-education-policy-elementary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51132-kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter</link>
	<guid isPermaLink="false">e25cb280ce36e7acc0a6af7f43d2212e</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:26:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain (Epsilon) yang dapat mempengaruhi variabel-variabel dalam penelitian ini. Beberapa topik yang dapat dieksplorasi adalah kepemimpinan kepala sekolah, manajemen bimbingan dan konseling, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain (Epsilon) yang dapat mempengaruhi variabel-variabel dalam penelitian ini. Beberapa topik yang dapat dieksplorasi adalah kepemimpinan kepala sekolah, manajemen bimbingan dan konseling, kebijakan kesiswaan, manajemen kesiswaan, manajemen pembelajaran yang efektif, peran dan fungsi partisipasi orang tua, serta strategi pembelajaran dalam mewujudkan perilaku disiplin siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa dan kinerja guru sebagai konselor.. Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa.Pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor.Pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling tidak berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa.Kinerja guru sebagai konselor memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah analisis statistik dengan model analisis jalur (path analysis). Lokasi penelitian adalah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut, dengan jumlah responden 58 orang. Hasil pengujian hipotesis utama dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-7e1b9.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-7e1b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-7e1b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-7e1b9.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-3aed5.webp" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-3aed5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-3aed5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-3aed5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" alt="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51132-kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter" title="JURIS - Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa" target="_blank">Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Bimbingan Dan Konseling Terhadap Kinerja Guru Sebagai Konselor Dalam Mewujudkan Kedisiplinan Siswa</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain (Epsilon) yang dapat mempengaruhi variabel-variabel dalam penelitian ini. Beberapa topik yang dapat dieksplorasi adalah kepemimpinan kepala sekolah, manajemen bimbingan dan konseling, kebijakan kesiswaan, manajemen kesiswaan, manajemen pembelajaran yang efektif, peran dan fungsi partisipasi orang tua, serta strategi pembelajaran dalam mewujudkan perilaku disiplin siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa dan kinerja guru sebagai konselor..
<br>Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa.Pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru sebagai konselor.Pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling tidak berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa.Kinerja guru sebagai konselor memiliki pengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa
<br>Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan kebijakan bimbingan dan konseling terhadap kinerja guru sebagai konselor dalam mewujudkan kedisiplinan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian adalah analisis statistik dengan model analisis jalur (path analysis). Lokasi penelitian adalah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Garut, dengan jumlah responden 58 orang. Hasil pengujian hipotesis utama dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp" type="image/webp" length="56044" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-7e1b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-870d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/kedisiplinan-siswa-guru-madrasah-aliyah-karakter-d-thumb-3aed5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-50-uniga.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11610-khazanah-akademia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT MALANG ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT MALANG ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT MALANG ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51126-moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak</link>
	<guid isPermaLink="false">f33998cb8a36f5cd6cbe3cd00c930a25</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:26:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ The research suggests that providing basic sexual information to children is not unnecessary. In line with current developments, offering basic sexual knowledge to children can be an initial step towards preventing sexual abuse. Regularly instilling sexual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG: The research suggests that providing basic sexual information to children is not unnecessary. In line with current developments, offering basic sexual knowledge to children can be an initial step towards preventing sexual abuse. Regularly instilling sexual knowledge can shape children's attitudes and behaviors in a positive direction. The study highlights the importance of moral education, which serves as the foundation for children to understand self-limitations and develop an open attitude towards protecting themselves as they grow. To achieve this, parents need to provide early prevention and protection through techniques such as communication, treatment (self-rules and limits), and action towards children from an early age. The study also emphasizes the need for parents to have a strong educational foundation, so that children do not experience social problems as perpetrators or victims. The researchers developed a visual post-text media, combining themes, images, and colors from the Canva application. Each slide contains detailed images and text to convey the message effectively. The material presented in the post-text was designed by analyzing the needs and problems of parents during field observations. The study concludes that the use of post-text media can be packaged in social media and print formats, making it easily accessible for parents. The researchers suggest that post-text media can play a crucial role in providing age-appropriate basic sexual knowledge to strengthen children's attitudes and behaviors towards their parents. The study also highlights the importance of an open and transparent attitude from parents, which can help provide a sense of security for children as they grow closer to their environment. Overall, the study emphasizes the need for early intervention and prevention strategies to address social issues, particularly those related to children's moral education and sexual knowledge.. The results of the data analysis that have been tested indicate the first conclusion.the media form developed in this study is a visual post-text media designed by combining themes, images, and colors from the Canva application.Each slide contains detailed images representing the indicators to be conveyed.The illustrations are accompanied by text to facilitate readers' understanding of the message.Second, the material presented in the post-text has been designed by analyzing the needs or problems of parents during field observations, analyzing indicators, and creating the media.The material certainly has conceptual continuity and has been adjusted to the indicators to be achieved.Rather than being about sexuality, the post-text will provide basic information on sex knowledge to strengthen children's attitudes and behaviors aimed at parents.Third, based on the feasibility test of post-text visual media, a percentage of 91.25% was obtained from the four assessment indicators and a score of 73 out of a total maximum score of 80.The feasibility test of the material on post-text visual media, a percentage of 95% was obtained from the five assessment indicators and a score of 95 out of a total maximum score of 100.Meanwhile, the results of the small group trial obtained a score of 1231 out of a total maximum score of 1440 with a score percentage of 85.49% and the results of the large group trial obtained a total score of 3065 out of a total maximum score of 3600 with a score percentage of 85.It can be concluded that the use of post-text can be packaged in social media so that it is easy to learn as a form of parenting for parents.In terms of the results of the moral education trial, it is the initial foundation that parents need to provide to children.In order for children to have a full understanding of self-limitations, in addition there are supporting factors that parents need to provide, namely an open attitude to protect children during their growth.Suggestions on the role of post-text media can be in the form of print and can be accessed on social media to increase insight in examining current social problems.So that we can go through prevention and early protection through techniques including communication, treatment (rules and self-limits), and action on children from an early age Pengembangan media posttext berfokus pada penyediaan informasi tentang pendidikan nilai moral anak kepada orang tua mengenai pengetahuan dasar tentang seks. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk media, materi, dan hasil pengembangan media posttext dalam pendidikan nilai moral anak untuk orang tua. Metode penelitian menggunakan metode R&D, yaitu proses penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektivitas produk tersebut. Media visual posttext dirancang dengan menggabungkan tema, gambar, dan warna dari aplikasi Canva. Konsep materi posttext dirancang dengan menganalisis masalah sosial. Bukan tentang seksualitas, posttext... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-80992.webp" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-80992.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-80992.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-80992.webp 1x" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" alt="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp 1x" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" alt="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c12a1.webp" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c12a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c12a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c12a1.webp 1x" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" alt="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51126-moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak" title="JURIS - DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG" target="_blank">DEVELOPMENT OF POSTEX MEDIA IN CHILDRENAoS MORAL VALUE EDUCATION FOR PARENTAoS OF GRUP B AT DIPONEGORO KINDERGARTEN DAMPIT-MALANG</a>: The research suggests that providing basic sexual information to children is not unnecessary. In line with current developments, offering basic sexual knowledge to children can be an initial step towards preventing sexual abuse. Regularly instilling sexual knowledge can shape children's attitudes and behaviors in a positive direction. The study highlights the importance of moral education, which serves as the foundation for children to understand self-limitations and develop an open attitude towards protecting themselves as they grow. To achieve this, parents need to provide early prevention and protection through techniques such as communication, treatment (self-rules and limits), and action towards children from an early age. The study also emphasizes the need for parents to have a strong educational foundation, so that children do not experience social problems as perpetrators or victims. The researchers developed a visual post-text media, combining themes, images, and colors from the Canva application. Each slide contains detailed images and text to convey the message effectively. The material presented in the post-text was designed by analyzing the needs and problems of parents during field observations. The study concludes that the use of post-text media can be packaged in social media and print formats, making it easily accessible for parents. The researchers suggest that post-text media can play a crucial role in providing age-appropriate basic sexual knowledge to strengthen children's attitudes and behaviors towards their parents. The study also highlights the importance of an open and transparent attitude from parents, which can help provide a sense of security for children as they grow closer to their environment. Overall, the study emphasizes the need for early intervention and prevention strategies to address social issues, particularly those related to children's moral education and sexual knowledge..
<br>The results of the data analysis that have been tested indicate the first conclusion.the media form developed in this study is a visual post-text media designed by combining themes, images, and colors from the Canva application.Each slide contains detailed images representing the indicators to be conveyed.The illustrations are accompanied by text to facilitate readers' understanding of the message.Second, the material presented in the post-text has been designed by analyzing the needs or problems of parents during field observations, analyzing indicators, and creating the media.The material certainly has conceptual continuity and has been adjusted to the indicators to be achieved.Rather than being about sexuality, the post-text will provide basic information on sex knowledge to strengthen children's attitudes and behaviors aimed at parents.Third, based on the feasibility test of post-text visual media, a percentage of 91.25% was obtained from the four assessment indicators and a score of 73 out of a total maximum score of 80.The feasibility test of the material on post-text visual media, a percentage of 95% was obtained from the five assessment indicators and a score of 95 out of a total maximum score of 100.Meanwhile, the results of the small group trial obtained a score of 1231 out of a total maximum score of 1440 with a score percentage of 85.49% and the results of the large group trial obtained a total score of 3065 out of a total maximum score of 3600 with a score percentage of 85.It can be concluded that the use of post-text can be packaged in social media so that it is easy to learn as a form of parenting for parents.In terms of the results of the moral education trial, it is the initial foundation that parents need to provide to children.In order for children to have a full understanding of self-limitations, in addition there are supporting factors that parents need to provide, namely an open attitude to protect children during their growth.Suggestions on the role of post-text media can be in the form of print and can be accessed on social media to increase insight in examining current social problems.So that we can go through prevention and early protection through techniques including communication, treatment (rules and self-limits), and action on children from an early age
<br>Pengembangan media posttext berfokus pada penyediaan informasi tentang pendidikan nilai moral anak kepada orang tua mengenai pengetahuan dasar tentang seks. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk media, materi, dan hasil pengembangan media posttext dalam pendidikan nilai moral anak untuk orang tua. Metode penelitian menggunakan metode R&D, yaitu proses penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji efektivitas produk tersebut. Media visual posttext dirancang dengan menggabungkan tema, gambar, dan warna dari aplikasi Canva. Konsep materi posttext dirancang dengan menganalisis masalah sosial. Bukan tentang seksualitas, posttext...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp" type="image/webp" length="92602" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-80992.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c867b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/moral-value-education-amid-tingkah-laku-anak-pola-thumb-c12a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe Gowa Sulawesi Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe Gowa Sulawesi Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe Gowa Sulawesi Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51130-interaksi-sosial-mahasiswa-positi</link>
	<guid isPermaLink="false">fed710619316f17a6580b7c1c0facffb</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:25:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hafiz padang ]]></category>
	<category><![CDATA[ yun kepanjen ]]></category>
	<category><![CDATA[ qolam malang ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hafiz,kepanjen,malang,padang,qolam,yun]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi pembelajaran sosio-kultural yang lebih inovatif dan kreatif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran yang dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi pembelajaran sosio-kultural yang lebih inovatif dan kreatif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam konteks PAUD, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik dan interaktif. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari pembelajaran sosio-kultural terhadap perkembangan sosial dan karakter anak usia dini. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan sosio-kultural yang lebih efektif dan berkelanjutan.. Pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa menunjukkan bahwa persepsi positif guru terhadap pembelajaran berbasis sosial dan budaya memiliki pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar serta mendukung perkembangan sosial anak usia dini.Guru tidak memandang pembelajaran sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai proses membangun karakter sosial melalui kebiasaan kerja sama, saling menghormati, penggunaan bahasa yang sopan, dan pengintegrasian budaya lokal dalam kegiatan sehari-hari.Implementasi pembelajaran seperti bermain kelompok, bermain peran, bercerita, dan kegiatan kolaboratif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi anak usia dini.Pembelajaran sosio-kultural memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi, empati, kepedulian, dan kemampuan kerja sama pada masa usia dini.Interaksi sosial berkembang melalui kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak belajar menghargai teman sebaya, menyelesaikan masalah sosial kecil, dan menanamkan rasa tanggung jawab di lingkungan sekolah secara bertahap.Namun, implementasi pembelajaran sosio-kultural masih menghadapi beberapa kendala, antara lain perbedaan karakteristik sosial anak, keterbatasan waktu belajar, kurangnya media berbasis budaya lokal, dan kurangnya pelatihan guru yang berkaitan dengan pendekatan sosio-kultural Implementasi pembelajaran sosio-kultural pada pendidikan anak usia dini belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sosial anak, kurangnya media pembelajaran berbasis budaya lokal, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya pelatihan guru tentang pendekatan sosio-kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman mengenai persepsi guru, implementasi pembelajaran, interaksi sosial anak, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif tentang pembelajaran sosio-kultural karena mampu membantu perkembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-3d5bb.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-3d5bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-3d5bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-3d5bb.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" alt="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-65562.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-65562.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-65562.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-65562.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" alt="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" alt="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51130-interaksi-sosial-mahasiswa-positi" title="JURIS - Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan" target="_blank">Persepsi Guru Terhadap Pembelajaran Sosiokultural untuk Anak Usia Dini di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa Parang Loe, Gowa-Sulawesi Selatan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi pembelajaran sosio-kultural yang lebih inovatif dan kreatif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam konteks PAUD, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik dan interaktif. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari pembelajaran sosio-kultural terhadap perkembangan sosial dan karakter anak usia dini. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan sosio-kultural yang lebih efektif dan berkelanjutan..
<br>Pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa menunjukkan bahwa persepsi positif guru terhadap pembelajaran berbasis sosial dan budaya memiliki pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar serta mendukung perkembangan sosial anak usia dini.Guru tidak memandang pembelajaran sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai proses membangun karakter sosial melalui kebiasaan kerja sama, saling menghormati, penggunaan bahasa yang sopan, dan pengintegrasian budaya lokal dalam kegiatan sehari-hari.Implementasi pembelajaran seperti bermain kelompok, bermain peran, bercerita, dan kegiatan kolaboratif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi anak usia dini.Pembelajaran sosio-kultural memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi, empati, kepedulian, dan kemampuan kerja sama pada masa usia dini.Interaksi sosial berkembang melalui kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak belajar menghargai teman sebaya, menyelesaikan masalah sosial kecil, dan menanamkan rasa tanggung jawab di lingkungan sekolah secara bertahap.Namun, implementasi pembelajaran sosio-kultural masih menghadapi beberapa kendala, antara lain perbedaan karakteristik sosial anak, keterbatasan waktu belajar, kurangnya media berbasis budaya lokal, dan kurangnya pelatihan guru yang berkaitan dengan pendekatan sosio-kultural
<br>Implementasi pembelajaran sosio-kultural pada pendidikan anak usia dini belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sosial anak, kurangnya media pembelajaran berbasis budaya lokal, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya pelatihan guru tentang pendekatan sosio-kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman mengenai persepsi guru, implementasi pembelajaran, interaksi sosial anak, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif tentang pembelajaran sosio-kultural karena mampu membantu perkembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp" type="image/webp" length="90972" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-3d5bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-65562.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/interaksi-sosial-mahasiswa-positif-guru-lingkungan-thumb-ede63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-900-alqolam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12127-juraliansi-jurnal-lingkup-anak-usia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan Kota Medan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan Kota Medan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan Kota Medan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51117-jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi</link>
	<guid isPermaLink="false">4f796831a3f805d18c677ac8b7e3d855</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:06:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modul sinta ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,modul,page,sinta,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat mempertimbangkan konteks yang lebih luas dengan mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar Pulo Brayan, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat mempertimbangkan konteks yang lebih luas dengan mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar Pulo Brayan, seperti konteks pengembangan perkebunan Helvetia yang berbatasan langsung dengan Pulo Brayan di sisi barat. Hal ini dilakukan mengingat di kawasan tersebut, ada beberapa bangunan perkebunan bersejarah. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan wawancara mendalam (depth-interview) kepada tokoh-tokoh penting (sejarawan dan akademisi) atau masyarakat yang dianggap mampu menjelaskan transformasi yang ada untuk memvalidasi hasil temuan. Ketiga, penelitian dapat fokus pada aspek regulasi dan perlindungan bangunan bersejarah di Pulo Brayan, serta dampak dari minimnya regulasi tersebut terhadap kondisi bangunan dan identitas kawasan. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami transformasi fisik dan budaya di Pulo Brayan, serta implikasinya terhadap pengembangan kawasan cagar budaya Kota Medan.. Penelitian menemukan bahwa transformasi jaringan jalan dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan yang dinamis seperti mobilitas dan permintaan perumahan.Perubahan terjadi pada penambahan lampu, signage, dsb.Beberapa jalan berkembang menjadi jalan sekunder untuk mengakomodasi perkembangan hunian.Namun demikian, beberapa jaringan jalan hilang karena dialihkanfungsikan sebagai rumah penduduk.Pertahanan mengindikasi terjadinya transformasi mayor jaringan jalan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.Transformasi pada bangunan khususnya pada perumahan penduduk, secara umum, terjadi secara vertikal, horizontal, maupun vertikal-horizontal.Beberapa bangunan lama masih tetap bertahan (tidak berubah secara signifikan) walaupun keadaannya sangat memprihatinkan.Sementara itu, beberapa bangunan telah hilang seperti bangunan KA dan rumah Tjong A Fie.Eksistensi dan kondisi bangunan sangat bergantung pada status kepemilikkan bangunan tersebut.KAI umumnya dirawat dengan baik, sedangkan tempat tinggal yang dimiliki oleh penduduk bertransformasi sesuai kebutuhan.Minimnya regulasi yang mengatur tentang perlindungan bangunan juga diyakini sebagai faktor keterawatan bangunan tersebut.Sementara itu, ruko umumnya transformasi secara vertikal dengan menambah jumlah lantai yang ada.Jika ditinjau lebih, dalam perspektif perencanaan kota, Pulo Brayan sebenarnya telah bertransformasi dari kawasan perkebunan menjadi deretan ruko.Transformasi pada fasad ruko secara spesifik dan tata guna lahan secara general menyebabkan transformasi mayor pada wajah kota secara keseluruhan Perkembangan kota di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial, ekonomi, dan politik, tak terkecuali Medan sebagai salah satu kota terbesar. Awal perkembangan Kota Medan dipengaruhi oleh keputusan politik Belanda. Ekspansi terhadap lahan perkebunan oleh Belanda berpengaruh besar pada bentuk struktur kota dan perkampungan warga, salah satunya yaitu Pulo Brayan. Penelitian empiris ini bertujuan untuk mengungkap transformasi fisik dan budaya pada kawasan bersejarah Pulo Brayan, Kota Medan. Penelitian yang dilakukan fokus pada transformasi major arteries (jalan utama), roads (jalan), dan buildings elements (elemen bangunan). Analisis dilakukan secara kualitatif berbasis pada kajian literatur,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-94377.webp" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-94377.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-94377.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-94377.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" alt="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-137b0.webp" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-137b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-137b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-137b0.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" alt="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" alt="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51117-jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi" title="JURIS - Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan" target="_blank">Transformasi Fisik dan Budaya Kawasan Pulo Brayan, Kota Medan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat mempertimbangkan konteks yang lebih luas dengan mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar Pulo Brayan, seperti konteks pengembangan perkebunan Helvetia yang berbatasan langsung dengan Pulo Brayan di sisi barat. Hal ini dilakukan mengingat di kawasan tersebut, ada beberapa bangunan perkebunan bersejarah. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan wawancara mendalam (depth-interview) kepada tokoh-tokoh penting (sejarawan dan akademisi) atau masyarakat yang dianggap mampu menjelaskan transformasi yang ada untuk memvalidasi hasil temuan. Ketiga, penelitian dapat fokus pada aspek regulasi dan perlindungan bangunan bersejarah di Pulo Brayan, serta dampak dari minimnya regulasi tersebut terhadap kondisi bangunan dan identitas kawasan. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami transformasi fisik dan budaya di Pulo Brayan, serta implikasinya terhadap pengembangan kawasan cagar budaya Kota Medan..
<br>Penelitian menemukan bahwa transformasi jaringan jalan dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan yang dinamis seperti mobilitas dan permintaan perumahan.Perubahan terjadi pada penambahan lampu, signage, dsb.Beberapa jalan berkembang menjadi jalan sekunder untuk mengakomodasi perkembangan hunian.Namun demikian, beberapa jaringan jalan hilang karena dialihkanfungsikan sebagai rumah penduduk.Pertahanan mengindikasi terjadinya transformasi mayor jaringan jalan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.Transformasi pada bangunan khususnya pada perumahan penduduk, secara umum, terjadi secara vertikal, horizontal, maupun vertikal-horizontal.Beberapa bangunan lama masih tetap bertahan (tidak berubah secara signifikan) walaupun keadaannya sangat memprihatinkan.Sementara itu, beberapa bangunan telah hilang seperti bangunan KA dan rumah Tjong A Fie.Eksistensi dan kondisi bangunan sangat bergantung pada status kepemilikkan bangunan tersebut.KAI umumnya dirawat dengan baik, sedangkan tempat tinggal yang dimiliki oleh penduduk bertransformasi sesuai kebutuhan.Minimnya regulasi yang mengatur tentang perlindungan bangunan juga diyakini sebagai faktor keterawatan bangunan tersebut.Sementara itu, ruko umumnya transformasi secara vertikal dengan menambah jumlah lantai yang ada.Jika ditinjau lebih, dalam perspektif perencanaan kota, Pulo Brayan sebenarnya telah bertransformasi dari kawasan perkebunan menjadi deretan ruko.Transformasi pada fasad ruko secara spesifik dan tata guna lahan secara general menyebabkan transformasi mayor pada wajah kota secara keseluruhan
<br>Perkembangan kota di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial, ekonomi, dan politik, tak terkecuali Medan sebagai salah satu kota terbesar. Awal perkembangan Kota Medan dipengaruhi oleh keputusan politik Belanda. Ekspansi terhadap lahan perkebunan oleh Belanda berpengaruh besar pada bentuk struktur kota dan perkampungan warga, salah satunya yaitu Pulo Brayan. Penelitian empiris ini bertujuan untuk mengungkap transformasi fisik dan budaya pada kawasan bersejarah Pulo Brayan, Kota Medan. Penelitian yang dilakukan fokus pada transformasi major arteries (jalan utama), roads (jalan), dan buildings elements (elemen bangunan). Analisis dilakukan secara kualitatif berbasis pada kajian literatur,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp" type="image/webp" length="140852" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-94377.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-137b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/jaringan-jalan-medan-pulo-brayan-transformasi-fisi-thumb-247d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13600-modul.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students Errors in Solving Mathematical Story Problems ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51109-siswa-kelas-busana-perilaku-belajar</link>
	<guid isPermaLink="false">9055b8683520c51700e7aad8d0397d41</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:06:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ modal header ]]></category>
	<category><![CDATA[ archive team ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[archive,content,header,main,modal,team]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students' Errors in Solving Mathematical Story Problems: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita matematika; apakah penggunaan modul interaktif yang menyajikan formulasi rumus secara visual dan kontekstual dapat memperdalam pemahaman konsep serta mengurangi kesalahan transformasi dan keterampilan pada siswa kelas V; serta bagaimana pendekatan pembelajaran kolaboratif yang melibatkan peerActeaching selama tiga bulan dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan operasi aritmetika secara tepat serta menurunkan frekuensi kesalahan penutup. StudiAcstudi tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan mengukur efek jangka panjang melalui tes pascaAcintervensi dan observasi kelas, sehingga dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi hambatan ontogenik, didaktik, dan epistemologis yang teridentifikasi.. Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas V MI GUPPI Wironanggan menghadapi berbagai hambatan belajar dan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yang terbagi menjadi lima jenis kesalahan (membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan, dan penutup) serta tiga jenis hambatan (ontogenik, didaktik, epistemologis).Faktor penyebab utama meliputi kurangnya ketelitian dalam membaca soal, terburuAcburunya pengerjaan, ketidakpahaman rumus, dan ketidakmampuan melakukan operasi aritmetika secara tepat.Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan ketelitian membaca, memperkuat pemahaman rumus, dan memberikan latihan operasi aritmetika untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dapat dijadikan patokan untuk memahami tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Brousseau & Balacheff, mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Analisis Kesalahan Newman, serta mengetahui faktorAcfaktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal cerita matematika. Penelitian ini dilaksanakan di MI GUPPI Wironanggan dari September 2023 hingga Maret 2024 dengan subjek siswa kelas V. Jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" alt="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51109-siswa-kelas-busana-perilaku-belajar" title="JURIS - Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students&#039; Errors in Solving Mathematical Story Problems" target="_blank">Analysis of Learning Barriers and Elementary School Students' Errors in Solving Mathematical Story Problems</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis permainan digital yang menekankan latihan membaca soal secara berulang dapat meningkatkan ketelitian siswa dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal cerita matematika; apakah penggunaan modul interaktif yang menyajikan formulasi rumus secara visual dan kontekstual dapat memperdalam pemahaman konsep serta mengurangi kesalahan transformasi dan keterampilan pada siswa kelas V; serta bagaimana pendekatan pembelajaran kolaboratif yang melibatkan peerActeaching selama tiga bulan dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam melakukan operasi aritmetika secara tepat serta menurunkan frekuensi kesalahan penutup. StudiAcstudi tersebut sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan mengukur efek jangka panjang melalui tes pascaAcintervensi dan observasi kelas, sehingga dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk mengatasi hambatan ontogenik, didaktik, dan epistemologis yang teridentifikasi..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa siswa kelas V MI GUPPI Wironanggan menghadapi berbagai hambatan belajar dan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika, yang terbagi menjadi lima jenis kesalahan (membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan, dan penutup) serta tiga jenis hambatan (ontogenik, didaktik, epistemologis).Faktor penyebab utama meliputi kurangnya ketelitian dalam membaca soal, terburuAcburunya pengerjaan, ketidakpahaman rumus, dan ketidakmampuan melakukan operasi aritmetika secara tepat.Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan ketelitian membaca, memperkuat pemahaman rumus, dan memberikan latihan operasi aritmetika untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kemampuan penyelesaian soal cerita matematika
<br>Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dapat dijadikan patokan untuk memahami tingkat pemahaman mereka terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hambatan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Brousseau & Balacheff, mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori Analisis Kesalahan Newman, serta mengetahui faktorAcfaktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal cerita matematika. Penelitian ini dilaksanakan di MI GUPPI Wironanggan dari September 2023 hingga Maret 2024 dengan subjek siswa kelas V. Jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" type="image/webp" length="169572" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-2bc84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-f562b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/siswa-kelas-busana-perilaku-belajar-ajar-hambatan-thumb-e5056.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1066-uinsaid.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16662-jenius-journal-education-policy-elementary-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-51114-model-kepala-daerah-sistem-otonomi-ot</link>
	<guid isPermaLink="false">7a0aed978a0517d91335650927fdecba</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:57:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ fadly daud ]]></category>
	<category><![CDATA[ muh nasir ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[common,crawl,daud,fadly,muh,nasir]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Kegiatan penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang penunjukan kepala daerah pengganti terhadap kualitas pemerintahan lokal, dengan membuat studi perbandingan antara wilayah yang menggunakan pengganti berjangka satu tahun ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections: Kegiatan penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang penunjukan kepala daerah pengganti terhadap kualitas pemerintahan lokal, dengan membuat studi perbandingan antara wilayah yang menggunakan pengganti berjangka satu tahun dan dua tahun. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji efektivitas mekanisme pemilihan Kepala Daerah Pengganti yang melibatkan partisipasi publik melalui platform digital, serta menilai sejauh mana transparansi proses tersebut meningkatkan kepercayaan masyarakat. Akhirnya, studi dapat mengidentifikasi indikator kinerja terbaik bagi kepala daerah pengganti, dan mengusulkan pedoman kebijakan yang dapat diterapkan secara nasional agar penunjukan pengganti lebih bersifat demokratis dan akuntabel.. Penundaan Pilkada pada 2024 menghasilkan kekosongan tenaga kepemimpinan di 271 wilayah, yang diisi oleh kepala daerah pengganti dengan masa jabatan satu hingga dua tahun.Penunjukan langsung oleh Presiden menimbulkan ketidakpastian demokrasi dan mengancam prinsip otonomi daerah.Untuk menghindari dampak negatif tersebut, diperlukan reformasi undangAcundang, mekanisme seleksi transparan, dan partisipasi publik dalam penunjukan kepala daerah pengganti Indonesia sebagai negara demokrasi menghadapi tantangan baru berupa penundaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 271 wilayah yang jabatannya berakhir pada 2022 dan 2023, sehingga pemilihan tersebut digelar bersamaan dengan Pemilu Nasional 2024. Penundaan ini menimbulkan kekosongan jabatan kepala daerah yang diisi oleh kepala daerah pengganti (acting head) dengan masa jabatan satu hingga dua tahun. Penunjukan pengganti secara langsung oleh Presiden menimbulkan ketidakpastian pada sistem demokrasi dan dapat merusak prinsip otonomi daerah, sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih efektif dan demokratis, termasuk revisi UndangAcUndang Pilkada, mekanisme seleksi terbuka, serta regulasi teknis yang menjamin partisipasi publik dalam pemilihan kepala daerah pengganti. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-19928.webp" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-19928.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-19928.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-19928.webp 1x" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" alt="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-bc9ec.webp" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-bc9ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-bc9ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-bc9ec.webp 1x" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" alt="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp 1x" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" alt="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-51114-model-kepala-daerah-sistem-otonomi-ot" title="JURIS - Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections" target="_blank">Indonesian Political Dynamics in National and Regional Elections</a>: Kegiatan penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang penunjukan kepala daerah pengganti terhadap kualitas pemerintahan lokal, dengan membuat studi perbandingan antara wilayah yang menggunakan pengganti berjangka satu tahun dan dua tahun. Selanjutnya, penelitian dapat mengkaji efektivitas mekanisme pemilihan Kepala Daerah Pengganti yang melibatkan partisipasi publik melalui platform digital, serta menilai sejauh mana transparansi proses tersebut meningkatkan kepercayaan masyarakat. Akhirnya, studi dapat mengidentifikasi indikator kinerja terbaik bagi kepala daerah pengganti, dan mengusulkan pedoman kebijakan yang dapat diterapkan secara nasional agar penunjukan pengganti lebih bersifat demokratis dan akuntabel..
<br>Penundaan Pilkada pada 2024 menghasilkan kekosongan tenaga kepemimpinan di 271 wilayah, yang diisi oleh kepala daerah pengganti dengan masa jabatan satu hingga dua tahun.Penunjukan langsung oleh Presiden menimbulkan ketidakpastian demokrasi dan mengancam prinsip otonomi daerah.Untuk menghindari dampak negatif tersebut, diperlukan reformasi undangAcundang, mekanisme seleksi transparan, dan partisipasi publik dalam penunjukan kepala daerah pengganti
<br>Indonesia sebagai negara demokrasi menghadapi tantangan baru berupa penundaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 271 wilayah yang jabatannya berakhir pada 2022 dan 2023, sehingga pemilihan tersebut digelar bersamaan dengan Pemilu Nasional 2024. Penundaan ini menimbulkan kekosongan jabatan kepala daerah yang diisi oleh kepala daerah pengganti (acting head) dengan masa jabatan satu hingga dua tahun. Penunjukan pengganti secara langsung oleh Presiden menimbulkan ketidakpastian pada sistem demokrasi dan dapat merusak prinsip otonomi daerah, sehingga diperlukan langkah-langkah yang lebih efektif dan demokratis, termasuk revisi UndangAcUndang Pilkada, mekanisme seleksi terbuka, serta regulasi teknis yang menjamin partisipasi publik dalam pemilihan kepala daerah pengganti.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp" type="image/webp" length="103656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-19928.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-bc9ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/model-kepala-daerah-sistem-otonomi-studi-indonesia-thumb-06301.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3480-amsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14019-amsir-law-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 22 Jun 2026 22:13:23 +0700. 24 items. Served in: 4.19 seconds [rss] -->
