<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 17:37:57 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 17:37:57 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-23T17:37:57+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Enhancing Computational Thinking through STEM Learning The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Enhancing Computational Thinking through STEM Learning The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Enhancing Computational Thinking through STEM Learning The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68692-strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-maha</link>
	<guid isPermaLink="false">99346b9b19696969d2934199aee1668f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:35:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ titi rohaeti ]]></category>
	<category><![CDATA[ sindi amelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ elfis suanto ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amelia,elfis,rohaeti,sindi,suanto,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menguji adaptasi model pembelajaran ini di berbagai konteks budaya dan topik matematika lainnya untuk memperkuat validitas eksternal. Kedua, melakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean: Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menguji adaptasi model pembelajaran ini di berbagai konteks budaya dan topik matematika lainnya untuk memperkuat validitas eksternal. Kedua, melakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap perkembangan kemampuan berpikir komputasional dan minat karier siswa dalam bidang STEM. Ketiga, mengintegrasikan teknologi digital seperti simulasi virtual atau pemrograman visual untuk memperkaya fase abstraksi dan iterasi dalam model pembelajaran, sehingga meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi peran guru dalam memfasilitasi proses berpikir komputasional melalui pendekatan kolaboratif dan reflektif. Pengembangan alat evaluasi alternatif yang lebih holistik juga penting untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional secara menyeluruh. Dengan demikian, model ini dapat diimplementasikan secara lebih luas dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Indonesia.. Disimpulkan bahwa perangkat yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan CT siswa, sekaligus menawarkan model pembelajaran kontekstual yang inovatif bagi guru.Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi STEM berbasis konteks budaya lokal seperti Perahu Arumbae mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasional melalui aktivitas pembelajaran yang relevan dan kontekstual.Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi keberlanjutan efek jangka panjang dan adaptabilitas model ini di lingkungan pendidikan yang berbeda Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran STEM berbasis budaya Perahu Arumbae pada materi Teorema Pythagoras yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional siswa. Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) digunakan dengan melibatkan 44 siswa kelas VIII di sebuah SMP di Maluku Tengah sebagai sampel uji coba. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar observasi dan tes berpikir komputasional. Hasil validasi ahli menunjukkan perangkat sangat valid (skor 3,59/4,00).... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-689b1.webp" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-689b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-689b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-689b1.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" alt="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-9a33b.webp" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-9a33b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-9a33b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-9a33b.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" alt="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" alt="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68692-strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-maha" title="JURIS - Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean" target="_blank">Enhancing Computational Thinking through STEM Learning: The Cultural Context of Perahu Arumbae in Teaching the Pythagorean</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, menguji adaptasi model pembelajaran ini di berbagai konteks budaya dan topik matematika lainnya untuk memperkuat validitas eksternal. Kedua, melakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap perkembangan kemampuan berpikir komputasional dan minat karier siswa dalam bidang STEM. Ketiga, mengintegrasikan teknologi digital seperti simulasi virtual atau pemrograman visual untuk memperkaya fase abstraksi dan iterasi dalam model pembelajaran, sehingga meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi peran guru dalam memfasilitasi proses berpikir komputasional melalui pendekatan kolaboratif dan reflektif. Pengembangan alat evaluasi alternatif yang lebih holistik juga penting untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional secara menyeluruh. Dengan demikian, model ini dapat diimplementasikan secara lebih luas dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Indonesia..
<br>Disimpulkan bahwa perangkat yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan CT siswa, sekaligus menawarkan model pembelajaran kontekstual yang inovatif bagi guru.Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi STEM berbasis konteks budaya lokal seperti Perahu Arumbae mampu meningkatkan kemampuan berpikir komputasional melalui aktivitas pembelajaran yang relevan dan kontekstual.Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi keberlanjutan efek jangka panjang dan adaptabilitas model ini di lingkungan pendidikan yang berbeda
<br>Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran STEM berbasis budaya Perahu Arumbae pada materi Teorema Pythagoras yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional siswa. Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) digunakan dengan melibatkan 44 siswa kelas VIII di sebuah SMP di Maluku Tengah sebagai sampel uji coba. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar observasi dan tes berpikir komputasional. Hasil validasi ahli menunjukkan perangkat sangat valid (skor 3,59/4,00)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp" type="image/webp" length="93380" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-689b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-9a33b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/strategi-adaptasi-model-addie-instrumen-mahasiswa-thumb-90a59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-762-ip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19664-plusminus-jurnal-pendidikan-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Islamic Rituals in Plural Societies The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islamic Rituals in Plural Societies The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islamic Rituals in Plural Societies The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68689-ritual-turun-makna-simbolik-tradisi</link>
	<guid isPermaLink="false">07ff8e32956e655a5450b75b099e8edc</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap kekayaan makna dan fungsi sosial ritual Turun Kasunge dalam masyarakat multikultural Sosorgadong, serta bagaimana tradisi ini menyelaraskan nilai Islam dan kearifan lokal. Untuk memperkaya pemahaman, ada beberapa arah penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong: Penelitian ini telah mengungkap kekayaan makna dan fungsi sosial ritual Turun Kasunge dalam masyarakat multikultural Sosorgadong, serta bagaimana tradisi ini menyelaraskan nilai Islam dan kearifan lokal. Untuk memperkaya pemahaman, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat adanya perbandingan singkat dengan Turun Mandi Minangkabau, studi di masa depan dapat melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam antara Turun Kasunge dengan ritual-ritual adaptasi Islam lokal lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dapat mengeksplorasi pertanyaan tentang bagaimana perbedaan konteks sosial dan budaya mempengaruhi evolusi makna simbolik, praktik keagamaan, serta dinamika toleransi dan koeksistensi antarumat beragama di tengah keragaman. Kedua, meskipun penelitian ini mencatat sikap toleransi dari komunitas non-Muslim, pemahaman mendalam mengenai perspektif mereka terhadap Turun Kasunge masih dapat digali lebih lanjut. Sebuah studi bisa berfokus pada: Bagaimana komunitas non-Muslim di Sosorgadong secara spesifik memahami, menginterpretasi, dan mungkin merespons secara tidak langsung terhadap pelaksanaan Turun Kasunge? Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong atau bahkan menghambat penerimaan serta penghargaan mereka terhadap tradisi ini akan sangat bermanfaat dalam memahami akar toleransi sosial. Ketiga, dengan mempertimbangkan pentingnya pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi, penelitian selanjutnya dapat mengkaji adaptasi dan relevansi Turun Kasunge di kalangan generasi muda. Ini bisa melibatkan pertanyaan seperti: Bagaimana generasi muda Muslim di Sosorgadong menafsirkan dan mempraktikkan Turun Kasunge dalam kehidupan kontemporer mereka, serta strategi apa yang paling efektif untuk memastikan tradisi ini terus relevan dan diwariskan secara bermakna? Penyelidikan ini akan membantu mengidentifikasi bagaimana tradisi dapat bertahan dan terus menjadi sumber harmoni sosial di masa depan.. Tradisi Turun Kasunge merupakan ekspresi budaya masyarakat Muslim di Sosorgadong yang kaya akan nilai simbolik, merefleksikan rasa syukur dan harapan baik dalam fase-fase penting kehidupan, serta selaras dengan prinsip-prinsip Islam selama dipahami dalam konteks budaya dan bukan kepercayaan spiritual terpisah.Meskipun hanya dipraktikkan oleh komunitas Muslim, tradisi ini dihargai dalam masyarakat multikultural karena tidak memaksakan keterlibatan pihak lain, bahkan menumbuhkan sikap saling menghormati dan menerima perbedaan.Dengan demikian, Turun Kasunge berfungsi sebagai warisan budaya dan sarana pembelajaran untuk hidup harmonis dalam keberagaman, menegaskan moderasi beragama, toleransi, dan koeksistensi damai di masyarakat pluralistik Penelitian ini mengkaji ritual Turun Kasunge sebagai ekspresi Islam lokal yang unik di tengah masyarakat multikultural di Sosorgadong, Sumatera Utara. Tradisi ini melibatkan elemen-elemen simbolik seperti air jeruk nipis, tepung, dan dupa, yang masing-masing merepresentasikan makna syukur, penyucian, perlindungan, dan pembaruan spiritual. Meskipun ritual ini hanya dipraktikkan oleh komunitas Muslim, keberadaannya dihormati dan diterima oleh pemeluk agama lain di wilayah tersebut, mencerminkan budaya toleransi, koeksistensi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-a7865.webp" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-a7865.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-a7865.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-a7865.webp 1x" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" alt="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-39f16.webp" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-39f16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-39f16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-39f16.webp 1x" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" alt="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp 1x" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" alt="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68689-ritual-turun-makna-simbolik-tradisi" title="JURIS - Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong" target="_blank">Islamic Rituals in Plural Societies: The Cultural and Religious Significance of Turun Kasunge in Sosorgadong</a>: Penelitian ini telah mengungkap kekayaan makna dan fungsi sosial ritual Turun Kasunge dalam masyarakat multikultural Sosorgadong, serta bagaimana tradisi ini menyelaraskan nilai Islam dan kearifan lokal. Untuk memperkaya pemahaman, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, mengingat adanya perbandingan singkat dengan Turun Mandi Minangkabau, studi di masa depan dapat melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam antara Turun Kasunge dengan ritual-ritual adaptasi Islam lokal lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dapat mengeksplorasi pertanyaan tentang bagaimana perbedaan konteks sosial dan budaya mempengaruhi evolusi makna simbolik, praktik keagamaan, serta dinamika toleransi dan koeksistensi antarumat beragama di tengah keragaman. Kedua, meskipun penelitian ini mencatat sikap toleransi dari komunitas non-Muslim, pemahaman mendalam mengenai perspektif mereka terhadap Turun Kasunge masih dapat digali lebih lanjut. Sebuah studi bisa berfokus pada: Bagaimana komunitas non-Muslim di Sosorgadong secara spesifik memahami, menginterpretasi, dan mungkin merespons secara tidak langsung terhadap pelaksanaan Turun Kasunge? Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong atau bahkan menghambat penerimaan serta penghargaan mereka terhadap tradisi ini akan sangat bermanfaat dalam memahami akar toleransi sosial. Ketiga, dengan mempertimbangkan pentingnya pelestarian tradisi di tengah arus modernisasi, penelitian selanjutnya dapat mengkaji adaptasi dan relevansi Turun Kasunge di kalangan generasi muda. Ini bisa melibatkan pertanyaan seperti: Bagaimana generasi muda Muslim di Sosorgadong menafsirkan dan mempraktikkan Turun Kasunge dalam kehidupan kontemporer mereka, serta strategi apa yang paling efektif untuk memastikan tradisi ini terus relevan dan diwariskan secara bermakna? Penyelidikan ini akan membantu mengidentifikasi bagaimana tradisi dapat bertahan dan terus menjadi sumber harmoni sosial di masa depan..
<br>Tradisi Turun Kasunge merupakan ekspresi budaya masyarakat Muslim di Sosorgadong yang kaya akan nilai simbolik, merefleksikan rasa syukur dan harapan baik dalam fase-fase penting kehidupan, serta selaras dengan prinsip-prinsip Islam selama dipahami dalam konteks budaya dan bukan kepercayaan spiritual terpisah.Meskipun hanya dipraktikkan oleh komunitas Muslim, tradisi ini dihargai dalam masyarakat multikultural karena tidak memaksakan keterlibatan pihak lain, bahkan menumbuhkan sikap saling menghormati dan menerima perbedaan.Dengan demikian, Turun Kasunge berfungsi sebagai warisan budaya dan sarana pembelajaran untuk hidup harmonis dalam keberagaman, menegaskan moderasi beragama, toleransi, dan koeksistensi damai di masyarakat pluralistik
<br>Penelitian ini mengkaji ritual Turun Kasunge sebagai ekspresi Islam lokal yang unik di tengah masyarakat multikultural di Sosorgadong, Sumatera Utara. Tradisi ini melibatkan elemen-elemen simbolik seperti air jeruk nipis, tepung, dan dupa, yang masing-masing merepresentasikan makna syukur, penyucian, perlindungan, dan pembaruan spiritual. Meskipun ritual ini hanya dipraktikkan oleh komunitas Muslim, keberadaannya dihormati dan diterima oleh pemeluk agama lain di wilayah tersebut, mencerminkan budaya toleransi, koeksistensi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp" type="image/webp" length="87506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-a7865.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-39f16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/ritual-turun-makna-simbolik-tradisi-spiritual-gene-thumb-3a071.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies A MaqAid Oriented Systematic Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies A MaqAid Oriented Systematic Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies A MaqAid Oriented Systematic Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68688-analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f</link>
	<guid isPermaLink="false">be53f775149d359f00ce54fdc3f204cd</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang efektivitas pendekatan maqAid al-syarAoah dalam merancang kerangka hukum kontemporer untuk mengatur poligami. 2. Analisis dampak sosial-ekonomi poligami yang tidak terkendali terhadap keluarga dan masyarakat, terutama perempuan dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review: 1. Penelitian tentang efektivitas pendekatan maqAid al-syarAoah dalam merancang kerangka hukum kontemporer untuk mengatur poligami. 2. Analisis dampak sosial-ekonomi poligami yang tidak terkendali terhadap keluarga dan masyarakat, terutama perempuan dan anak. 3. Studi tentang peran lembaga agama dalam memperkuat penerapan etika dan regulasi dalam praktik poligami, serta upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.. Poligami dalam hukum Islam merupakan dispensasi hukum yang bersifat kondisional, bukan model perkawinan ideal.Penerapan prinsip keadilan substantif dan kemaslahatan sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif poligami.Penguatan regulasi dan tanggung jawab etis diperlukan untuk melindungi hak perempuan dan anak dalam praktik poligami Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis konsep dan praktik poligami dalam hukum Islam dan kerangka hukum kontemporer di Indonesia serta sejumlah negara Muslim, dengan menitikberatkan pada prinsip keadilan, perlindungan perempuan dan anak, serta tujuan syariat (maqAid al-syarAoah). Meskipun poligami diakui secara normatif dalam Islam berdasarkan teks Al-QurAoan, implementasinya kerap menunjukkan kesenjangan antara norma ideal dan realitas empiris yang berujung pada ketidakadilan gender serta dampak sosial-psikologis. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis metode PRISMA, yang dikombinasikan dengan pendekatan sosio-legal doktrinal dan komparatif. Data diperoleh dari artikel jurnal bereputasi, literatur hukum Islam klasik dan kontemporer, regulasi perundang-undangan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-63458.webp" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-63458.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-63458.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-63458.webp 1x" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" alt="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp 1x" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" alt="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-8b65e.webp" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-8b65e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-8b65e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-8b65e.webp 1x" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" alt="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68688-analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f" title="JURIS - Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review" target="_blank">Polygamy in Islamic Law and Contemporary Muslim Societies: A MaqAid-Oriented Systematic Review</a>: 1. Penelitian tentang efektivitas pendekatan maqAid al-syarAoah dalam merancang kerangka hukum kontemporer untuk mengatur poligami. 2. Analisis dampak sosial-ekonomi poligami yang tidak terkendali terhadap keluarga dan masyarakat, terutama perempuan dan anak. 3. Studi tentang peran lembaga agama dalam memperkuat penerapan etika dan regulasi dalam praktik poligami, serta upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat..
<br>Poligami dalam hukum Islam merupakan dispensasi hukum yang bersifat kondisional, bukan model perkawinan ideal.Penerapan prinsip keadilan substantif dan kemaslahatan sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif poligami.Penguatan regulasi dan tanggung jawab etis diperlukan untuk melindungi hak perempuan dan anak dalam praktik poligami
<br>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis konsep dan praktik poligami dalam hukum Islam dan kerangka hukum kontemporer di Indonesia serta sejumlah negara Muslim, dengan menitikberatkan pada prinsip keadilan, perlindungan perempuan dan anak, serta tujuan syariat (maqAid al-syarAoah). Meskipun poligami diakui secara normatif dalam Islam berdasarkan teks Al-QurAoan, implementasinya kerap menunjukkan kesenjangan antara norma ideal dan realitas empiris yang berujung pada ketidakadilan gender serta dampak sosial-psikologis. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis metode PRISMA, yang dikombinasikan dengan pendekatan sosio-legal doktrinal dan komparatif. Data diperoleh dari artikel jurnal bereputasi, literatur hukum Islam klasik dan kontemporer, regulasi perundang-undangan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp" type="image/webp" length="87296" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-63458.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-fbafc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/analysis-islamic-law-waris-islam-klasik-poligami-f-thumb-8b65e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Constructing Religion Based Sexual Violence Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Constructing Religion Based Sexual Violence Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Constructing Religion Based Sexual Violence Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68687-kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-kekeras</link>
	<guid isPermaLink="false">a77d43dc694ca8c3f737c2d1632e1c28</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas analisis dengan menyelidiki simbolisme visual, teknik sinematik, dan representasi multimodal yang digunakan dalam Bidaah (2025) untuk memahami lebih komprehensif bagaimana makna dibangun. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025): Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas analisis dengan menyelidiki simbolisme visual, teknik sinematik, dan representasi multimodal yang digunakan dalam Bidaah (2025) untuk memahami lebih komprehensif bagaimana makna dibangun. Penelitian selanjutnya juga dianjurkan untuk mengadopsi pendekatan penerimaan audiens untuk menyelidiki bagaimana penonton menafsirkan dan menawar representasi yang disajikan dalam serial tersebut. Studi seperti itu dapat mengeksplorasi respons dan interpretasi audiens, termasuk santri setelah menonton Bidaah, sehingga menawarkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana teks media diterima, dinegosiasikan, dan dikontekstualisasikan dalam realitas sosial-keagamaan kontemporer.. Studi ini menunjukkan bahwa Bidaah merepresentasikan kekerasan seksual berbasis agama dalam pesantren melalui konstruksi makna yang tertanam dalam dialog antara karakter dan narasi keagamaan.Serial ini merekonstruksi dan merekontekstualisasi bahasa keagamaan dengan menggunakan ekspresi seperti ketaatan, khidmah, istri spiritual, dan pernikahan spiritual, serta ritual keagamaan lainnya, sebagai instrumen diskursif untuk memperkuat ketaatan dan melegitimasi penyalahgunaan otoritas keagamaan.Ekspresi linguistik ini berfungsi tidak hanya sebagai terminologi keagamaan, tetapi juga sebagai perangkat representasional yang menyembunyikan kekerasan seksual dengan mengkonstruksinya sebagai tindakan pengabdian dan kepatuhan keagamaan.Selain itu, Bidaah juga merekonstruksi kesadaran kritis perempuan melalui dialog dan representasi naratif yang mengubah keraguan terhadap ajaran keagamaan yang dipromosikan oleh pemimpin keagamaan menjadi perlawanan kolektif terhadap kekerasan seksual berbasis agama.Proses ini dimulai dengan munculnya keraguan terhadap ajaran keagamaan yang dipromosikan oleh pemimpin keagamaan, berkembang melalui kemampuan untuk membedakan ajaran Islam yang autentik dari manipulasi otoritas keagamaan, dan mencapai puncaknya dalam tindakan perlawanan konkret, termasuk mengumpulkan bukti dan melaporkan pemimpin keagamaan yang menyalahgunakan wewenangnya kepada pihak berwenang penegak hukum.Melalui representasi ini, serial ini membangun kesadaran kritis perempuan sebagai bentuk perlawanan aktif terhadap penindasan dan kekerasan seksual berbasis agama Kekerasan seksual berbasis agama di pesantren merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang serius, terutama ketika otoritas keagamaan dimobilisasi untuk melegitimasi eksploitasi seksual. Serial drama keagamaan Malaysia Bidaah (2025) menggambarkan manipulasi ajaran Islam dan otoritas keagamaan dalam praktik kekerasan seksual terhadap santri perempuan. Penelitian ini mengkaji bagaimana serial tersebut merepresentasikan kekerasan seksual berbasis agama serta merekonstruksi kesadaran kritis dan resistensi perempuan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan menganalisis dialog antarscena sebagai data primer, yang dilengkapi artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber berita kredibel sebagai data sekunder. Berlandaskan teori representasi konstruksionis Stuart Hall, penelitian ini menerapkan analisis tekstual kualitatif untuk mengkaji bagaimana... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-9fa93.webp" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-9fa93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-9fa93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-9fa93.webp 1x" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" alt="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-04b5e.webp" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-04b5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-04b5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-04b5e.webp 1x" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" alt="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp 1x" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" alt="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68687-kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-kekeras" title="JURIS - Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)" target="_blank">Constructing Religion-Based Sexual Violence: Religious Authority and WomenAos Resistance in Bidaah (2025)</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas analisis dengan menyelidiki simbolisme visual, teknik sinematik, dan representasi multimodal yang digunakan dalam Bidaah (2025) untuk memahami lebih komprehensif bagaimana makna dibangun. Penelitian selanjutnya juga dianjurkan untuk mengadopsi pendekatan penerimaan audiens untuk menyelidiki bagaimana penonton menafsirkan dan menawar representasi yang disajikan dalam serial tersebut. Studi seperti itu dapat mengeksplorasi respons dan interpretasi audiens, termasuk santri setelah menonton Bidaah, sehingga menawarkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana teks media diterima, dinegosiasikan, dan dikontekstualisasikan dalam realitas sosial-keagamaan kontemporer..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa Bidaah merepresentasikan kekerasan seksual berbasis agama dalam pesantren melalui konstruksi makna yang tertanam dalam dialog antara karakter dan narasi keagamaan.Serial ini merekonstruksi dan merekontekstualisasi bahasa keagamaan dengan menggunakan ekspresi seperti ketaatan, khidmah, istri spiritual, dan pernikahan spiritual, serta ritual keagamaan lainnya, sebagai instrumen diskursif untuk memperkuat ketaatan dan melegitimasi penyalahgunaan otoritas keagamaan.Ekspresi linguistik ini berfungsi tidak hanya sebagai terminologi keagamaan, tetapi juga sebagai perangkat representasional yang menyembunyikan kekerasan seksual dengan mengkonstruksinya sebagai tindakan pengabdian dan kepatuhan keagamaan.Selain itu, Bidaah juga merekonstruksi kesadaran kritis perempuan melalui dialog dan representasi naratif yang mengubah keraguan terhadap ajaran keagamaan yang dipromosikan oleh pemimpin keagamaan menjadi perlawanan kolektif terhadap kekerasan seksual berbasis agama.Proses ini dimulai dengan munculnya keraguan terhadap ajaran keagamaan yang dipromosikan oleh pemimpin keagamaan, berkembang melalui kemampuan untuk membedakan ajaran Islam yang autentik dari manipulasi otoritas keagamaan, dan mencapai puncaknya dalam tindakan perlawanan konkret, termasuk mengumpulkan bukti dan melaporkan pemimpin keagamaan yang menyalahgunakan wewenangnya kepada pihak berwenang penegak hukum.Melalui representasi ini, serial ini membangun kesadaran kritis perempuan sebagai bentuk perlawanan aktif terhadap penindasan dan kekerasan seksual berbasis agama
<br>Kekerasan seksual berbasis agama di pesantren merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang serius, terutama ketika otoritas keagamaan dimobilisasi untuk melegitimasi eksploitasi seksual. Serial drama keagamaan Malaysia Bidaah (2025) menggambarkan manipulasi ajaran Islam dan otoritas keagamaan dalam praktik kekerasan seksual terhadap santri perempuan. Penelitian ini mengkaji bagaimana serial tersebut merepresentasikan kekerasan seksual berbasis agama serta merekonstruksi kesadaran kritis dan resistensi perempuan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan menganalisis dialog antarscena sebagai data primer, yang dilengkapi artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber berita kredibel sebagai data sekunder. Berlandaskan teori representasi konstruksionis Stuart Hall, penelitian ini menerapkan analisis tekstual kualitatif untuk mengkaji bagaimana...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp" type="image/webp" length="114894" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-9fa93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-04b5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/kekerasan-seksual-eksploitasi-anak-penanganan-cons-thumb-ae10d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Embodied Faith Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Embodied Faith Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Embodied Faith Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68684-praktik-etis-manajemen-keagamaan-k</link>
	<guid isPermaLink="false">c44c135488f0321b26918ad82c972386</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat penelitian ini telah mengidentifikasi agensi kesalehan dan pengalaman iman yang unik pada perempuan Muslim pascamenopause, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan agar pemahaman kita semakin mendalam. Pertama, akan sangat berharga ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices: Mengingat penelitian ini telah mengidentifikasi agensi kesalehan dan pengalaman iman yang unik pada perempuan Muslim pascamenopause, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan agar pemahaman kita semakin mendalam. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi dengan cakupan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak perempuan dari latar belakang sosial, ekonomi, dan geografis yang beragam. Penelitian semacam ini dapat membantu kita memahami apakah pola agensi kesalehan yang ditemukan bersifat universal atau justru sangat dipengaruhi oleh konteks budaya lokal yang spesifik. Misalnya, apakah perempuan di perkotaan menunjukkan bentuk kesalehan yang berbeda dengan mereka di pedesaan, atau bagaimana ajaran agama yang berbeda (madzhab) memengaruhi interpretasi mereka terhadap ibadah. Kedua, meskipun penelitian ini menyentuh bagaimana kesalehan dibentuk oleh pengalaman tubuh dan interaksi sosial, studi selanjutnya bisa menggali lebih dalam faktor-faktor spesifik yang membentuk narasi kesalehan ini. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Bagaimana dinamika keluarga, seperti dukungan suami atau anak, secara langsung memengaruhi partisipasi perempuan pascamenopause dalam praktik keagamaan publik? Apakah tingkat pendidikan formal dan akses terhadap informasi kesehatan memiliki dampak signifikan terhadap cara mereka menerima dan menginternalisasi perubahan tubuh sebagai bagian dari perjalanan spiritual? Ketiga, menarik untuk meneliti dampak kehadiran aktif perempuan pascamenopause dalam ruang-ruang keagamaan publik terhadap generasi Muslim yang lebih muda, baik perempuan maupun laki-laki. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana teladan kesalehan dan kepemimpinan mereka menginspirasi atau mengubah pandangan tentang peran perempuan dalam agama, serta potensi dampaknya terhadap pola partisipasi keagamaan lintas generasi. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang peran vital perempuan pascamenopause dalam membentuk lanskap spiritual dan sosial masyarakat.. Menopause menghadirkan pengalaman tubuh yang khas, membuka jalan alternatif menuju kebebasan dan perayaan praktik keagamaan bagi perempuan.Perempuan Muslim pascamenopause secara aktif terlibat dalam menjalankan tradisi keagamaan, baik di ranah domestik maupun ruang ibadah publik, mewujudkan iman dan praktik keagamaan sebagai narasi kesalehan melalui pengalaman tubuh mereka.Komunitas keagamaan yang didukung oleh perempuan Muslim menjadi ruang kesalehan mereka, dengan pengakuan kesalehan di ruang publik terwujud melalui tindakan politik dan budaya sosial keagamaan, meskipun aspek lain masih memerlukan penelitian lebih lanjut Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana perempuan Muslim pascamenopause mengekspresikan agensi kesalehan melalui praktik keagamaan yang berkelindan dengan pengalaman tubuh, serta bagaimana mereka membangun narasi kesalehan dalam ruang-ruang sosial-keagamaan. Berakhirnya siklus menstruasi menempatkan perempuan pascamenopause pada kewajiban ritual yang setara dengan laki-laki, sehingga membentuk pengalaman religius yang khas, dipengaruhi oleh usia, perubahan tubuh, dan riwayat reproduksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengombinasikan fenomenologi dan analisis naratif, serta memanfaatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp 1x" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" alt="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-3d4ac.webp" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-3d4ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-3d4ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-3d4ac.webp 1x" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" alt="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-61f9c.webp" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-61f9c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-61f9c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-61f9c.webp 1x" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" alt="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68684-praktik-etis-manajemen-keagamaan-k" title="JURIS - Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices" target="_blank">Embodied Faith: Agency of Postmenopausal Muslim Women and Narratives of Piety in Religious Practices</a>: Mengingat penelitian ini telah mengidentifikasi agensi kesalehan dan pengalaman iman yang unik pada perempuan Muslim pascamenopause, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan agar pemahaman kita semakin mendalam. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi dengan cakupan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak perempuan dari latar belakang sosial, ekonomi, dan geografis yang beragam. Penelitian semacam ini dapat membantu kita memahami apakah pola agensi kesalehan yang ditemukan bersifat universal atau justru sangat dipengaruhi oleh konteks budaya lokal yang spesifik. Misalnya, apakah perempuan di perkotaan menunjukkan bentuk kesalehan yang berbeda dengan mereka di pedesaan, atau bagaimana ajaran agama yang berbeda (madzhab) memengaruhi interpretasi mereka terhadap ibadah. Kedua, meskipun penelitian ini menyentuh bagaimana kesalehan dibentuk oleh pengalaman tubuh dan interaksi sosial, studi selanjutnya bisa menggali lebih dalam faktor-faktor spesifik yang membentuk narasi kesalehan ini. Pertanyaan penelitian bisa mencakup: Bagaimana dinamika keluarga, seperti dukungan suami atau anak, secara langsung memengaruhi partisipasi perempuan pascamenopause dalam praktik keagamaan publik? Apakah tingkat pendidikan formal dan akses terhadap informasi kesehatan memiliki dampak signifikan terhadap cara mereka menerima dan menginternalisasi perubahan tubuh sebagai bagian dari perjalanan spiritual? Ketiga, menarik untuk meneliti dampak kehadiran aktif perempuan pascamenopause dalam ruang-ruang keagamaan publik terhadap generasi Muslim yang lebih muda, baik perempuan maupun laki-laki. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana teladan kesalehan dan kepemimpinan mereka menginspirasi atau mengubah pandangan tentang peran perempuan dalam agama, serta potensi dampaknya terhadap pola partisipasi keagamaan lintas generasi. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang peran vital perempuan pascamenopause dalam membentuk lanskap spiritual dan sosial masyarakat..
<br>Menopause menghadirkan pengalaman tubuh yang khas, membuka jalan alternatif menuju kebebasan dan perayaan praktik keagamaan bagi perempuan.Perempuan Muslim pascamenopause secara aktif terlibat dalam menjalankan tradisi keagamaan, baik di ranah domestik maupun ruang ibadah publik, mewujudkan iman dan praktik keagamaan sebagai narasi kesalehan melalui pengalaman tubuh mereka.Komunitas keagamaan yang didukung oleh perempuan Muslim menjadi ruang kesalehan mereka, dengan pengakuan kesalehan di ruang publik terwujud melalui tindakan politik dan budaya sosial keagamaan, meskipun aspek lain masih memerlukan penelitian lebih lanjut
<br>Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana perempuan Muslim pascamenopause mengekspresikan agensi kesalehan melalui praktik keagamaan yang berkelindan dengan pengalaman tubuh, serta bagaimana mereka membangun narasi kesalehan dalam ruang-ruang sosial-keagamaan. Berakhirnya siklus menstruasi menempatkan perempuan pascamenopause pada kewajiban ritual yang setara dengan laki-laki, sehingga membentuk pengalaman religius yang khas, dipengaruhi oleh usia, perubahan tubuh, dan riwayat reproduksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengombinasikan fenomenologi dan analisis naratif, serta memanfaatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp" type="image/webp" length="96554" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-b0627.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-3d4ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/praktik-etis-manajemen-keagamaan-digital-tubuh-sik-thumb-61f9c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68682-kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse</link>
	<guid isPermaLink="false">f9ce2b5208c65eef48b337f719291cfb</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana implementasi moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, bagaimana peran media sosial dan teknologi digital ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana implementasi moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, bagaimana peran media sosial dan teknologi digital dalam mempromosikan atau menghambat moderasi beragama, serta strategi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan literasi intelektual dan spiritual di era digital. Ketiga, bagaimana moderasi beragama dapat diwujudkan dalam praktik-praktik keagamaan sehari-hari, seperti ibadah, interaksi sosial, dan pengambilan keputusan etis. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam memahami dan mempromosikan moderasi beragama sebagai kerangka kerja untuk membangun perdamaian di masyarakat yang semakin beragam dan terfragmentasi.. Dalam pemikiran Islam kontemporer, moderasi beragama muncul sebagai konstruksi multidimensional yang berakar pada pendidikan, dialog budaya, dan etika spiritual.Melalui ajaran para ulama Islam terkemuka, baik klasik maupun modern, moderasi (wasathiyah) muncul sebagai prinsip teologis, etika hidup, dan respons strategis terhadap ekstremisme, intoleransi, dan fragmentasi ideologis di era digital.Studi ini mengidentifikasi tiga kerangka utama dalam membangun perdamaian.(1) kerangka intelektual dan pendidikan yang berfokus pada tafsir kontekstual, pedagogi Islam, dan keseimbangan epistemologis.(2) kerangka dialog sosial-budaya yang menekankan pluralisme, inklusivitas, dan keterlibatan antaragama melalui komunikasi artistik dan simbolis.dan (3) kerangka spiritual-etika yang menarik dari Sufisme dan yurisprudensi berbasis maqashid untuk mendorong perdamaian batin dan harmoni sosial.Meskipun memiliki penekanan yang berbeda, ketiga kerangka ini bersatu dalam visi Islam sebagai sumber kasih sayang, kebijaksanaan, dan koeksistensi.Penting untuk memahami moderasi beragama sebagai dedikasi proaktif terhadap prinsip-prinsip keadilan, harmoni, dan kasih sayang, bukan sebagai sikap pasif atau akomodatif.Kontribusi para ulama ini berfungsi sebagai sumber teoretis dan panduan praktis bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan pemimpin agama untuk membangun masyarakat plural yang damai.Komitmen ini harus terus dibudidayakan, dikontekstualisasikan, dan dikomunikasikan lintas generasi Di tengah meningkatnya polarisasi keagamaan dan rigiditas ideologi yang kian merebak, moderasi dalam Islam menjadi kebutuhan mendesak secara teologis dan moral. Studi ini mengkaji bagaimana konsep moderasi beragama (wasatiyyah) dipahami dalam pemikiran Islam kontemporer, dengan menelusuri keragaman tradisi intelektual dan konteks sosial-budaya yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Data diambil dari pemikiran sebelas tokoh: Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, Muchlis Hanafi, Dainawi, Husain Thabathabai,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-6c91d.webp" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-6c91d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-6c91d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-6c91d.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" alt="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" alt="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-b1b19.webp" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-b1b19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-b1b19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-b1b19.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" alt="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68682-kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse" title="JURIS - Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought" target="_blank">Religious Moderation as a Framework for Peaceful Coexistence in Contemporary Islamic Thought</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana implementasi moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal, terutama dalam konteks Indonesia. Kedua, bagaimana peran media sosial dan teknologi digital dalam mempromosikan atau menghambat moderasi beragama, serta strategi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan literasi intelektual dan spiritual di era digital. Ketiga, bagaimana moderasi beragama dapat diwujudkan dalam praktik-praktik keagamaan sehari-hari, seperti ibadah, interaksi sosial, dan pengambilan keputusan etis. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam memahami dan mempromosikan moderasi beragama sebagai kerangka kerja untuk membangun perdamaian di masyarakat yang semakin beragam dan terfragmentasi..
<br>Dalam pemikiran Islam kontemporer, moderasi beragama muncul sebagai konstruksi multidimensional yang berakar pada pendidikan, dialog budaya, dan etika spiritual.Melalui ajaran para ulama Islam terkemuka, baik klasik maupun modern, moderasi (wasathiyah) muncul sebagai prinsip teologis, etika hidup, dan respons strategis terhadap ekstremisme, intoleransi, dan fragmentasi ideologis di era digital.Studi ini mengidentifikasi tiga kerangka utama dalam membangun perdamaian.(1) kerangka intelektual dan pendidikan yang berfokus pada tafsir kontekstual, pedagogi Islam, dan keseimbangan epistemologis.(2) kerangka dialog sosial-budaya yang menekankan pluralisme, inklusivitas, dan keterlibatan antaragama melalui komunikasi artistik dan simbolis.dan (3) kerangka spiritual-etika yang menarik dari Sufisme dan yurisprudensi berbasis maqashid untuk mendorong perdamaian batin dan harmoni sosial.Meskipun memiliki penekanan yang berbeda, ketiga kerangka ini bersatu dalam visi Islam sebagai sumber kasih sayang, kebijaksanaan, dan koeksistensi.Penting untuk memahami moderasi beragama sebagai dedikasi proaktif terhadap prinsip-prinsip keadilan, harmoni, dan kasih sayang, bukan sebagai sikap pasif atau akomodatif.Kontribusi para ulama ini berfungsi sebagai sumber teoretis dan panduan praktis bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan pemimpin agama untuk membangun masyarakat plural yang damai.Komitmen ini harus terus dibudidayakan, dikontekstualisasikan, dan dikomunikasikan lintas generasi
<br>Di tengah meningkatnya polarisasi keagamaan dan rigiditas ideologi yang kian merebak, moderasi dalam Islam menjadi kebutuhan mendesak secara teologis dan moral. Studi ini mengkaji bagaimana konsep moderasi beragama (wasatiyyah) dipahami dalam pemikiran Islam kontemporer, dengan menelusuri keragaman tradisi intelektual dan konteks sosial-budaya yang melingkupinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Data diambil dari pemikiran sebelas tokoh: Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, Muchlis Hanafi, Dainawi, Husain Thabathabai,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp" type="image/webp" length="93024" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-6c91d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-46c48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/kebisingan-keagamaan-islam-moderasi-beragama-konse-thumb-b1b19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious Time and Symbolic Hegemony An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Time and Symbolic Hegemony An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Time and Symbolic Hegemony An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68681-relasi-negara-warga-analisis-histori-agama</link>
	<guid isPermaLink="false">3dae71ac68c64e4cb255aa3c97575414</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kebijakan hari libur nasional di negara-negara lain dengan keragaman agama yang serupa dengan Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana negara-negara tersebut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kebijakan hari libur nasional di negara-negara lain dengan keragaman agama yang serupa dengan Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana negara-negara tersebut mengelola waktu publik dan memfasilitasi inklusi dan pengakuan terhadap berbagai tradisi keagamaan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama, terutama dalam hal mobilitas sosial, konsumsi, dan distribusi manfaat ekonomi di berbagai wilayah. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang bagaimana negara dapat mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil dalam mengatur waktu publik di masyarakat yang plural.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama di Indonesia berfungsi sebagai mekanisme untuk membangun memori kolektif dan mengatur waktu publik.Temuan utama menunjukkan pola dominasi waktu religius, khususnya terkait dengan Islam, di mana kalender negara mereproduksi hierarki simbolik tertentu.Meskipun revisi tahun 2025 memperkenalkan pengakuan tambahan terhadap hari-hari keagamaan dan nasional lainnya, struktur dominasi yang mendasarinya tetap tidak berubah secara signifikan.Secara teoritis, penelitian ini memperluas studi tentang hegemoni melalui konsep hegemoni temporal, menunjukkan bagaimana negara menggunakan regulasi waktu untuk membangun identitas, legitimasi, dan konsensus sosial.Dengan menggabungkan teori memori kolektif, politik simbolik, dan netralitas negara, studi ini menunjukkan bahwa kalender nasional adalah arena politik yang dibentuk oleh hubungan kekuasaan dan inklusi simbolik.Namun, penelitian ini terbatas pada dokumen resmi dan data media sosial yang terbatas, tanpa wawasan empiris yang lebih luas tentang proses pembuatan kebijakan atau pengalaman minoritas.Penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan multi-metode, termasuk wawancara, analisis historis, survei publik, dan studi dampak sosial-ekonomi, untuk memahami lebih baik bagaimana waktu publik dinegosiasikan dalam masyarakat plural dan bagaimana kebijakan yang lebih inklusif dapat dikembangkan Artikel ini mengkaji kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama di Indonesia sebagai praktik politik waktu yang merefleksikan hubungan antara negara, agama, dan pembentukan memori kolektif. Melalui analisis isi tematik terhadap Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama periode 2020Ae2025, artikel ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu publik tidak semata-mata merupakan instrumen administratif, tetapi juga menjadi arena hegemonisasi simbolik yang merepresentasikan dominasi agama mayoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen dengan teknik Thematic Content Analysis terhadap kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020Ae2025 untuk mengungkap pola... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-28ea4.webp" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-28ea4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-28ea4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-28ea4.webp 1x" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" alt="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-5b82a.webp" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-5b82a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-5b82a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-5b82a.webp 1x" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" alt="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp 1x" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" alt="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68681-relasi-negara-warga-analisis-histori-agama" title="JURIS - Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia" target="_blank">Religious Time and Symbolic Hegemony: An Analysis of National Holiday Policy in Indonesia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif terhadap kebijakan hari libur nasional di negara-negara lain dengan keragaman agama yang serupa dengan Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana negara-negara tersebut mengelola waktu publik dan memfasilitasi inklusi dan pengakuan terhadap berbagai tradisi keagamaan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama, terutama dalam hal mobilitas sosial, konsumsi, dan distribusi manfaat ekonomi di berbagai wilayah. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman tentang bagaimana negara dapat mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil dalam mengatur waktu publik di masyarakat yang plural..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama di Indonesia berfungsi sebagai mekanisme untuk membangun memori kolektif dan mengatur waktu publik.Temuan utama menunjukkan pola dominasi waktu religius, khususnya terkait dengan Islam, di mana kalender negara mereproduksi hierarki simbolik tertentu.Meskipun revisi tahun 2025 memperkenalkan pengakuan tambahan terhadap hari-hari keagamaan dan nasional lainnya, struktur dominasi yang mendasarinya tetap tidak berubah secara signifikan.Secara teoritis, penelitian ini memperluas studi tentang hegemoni melalui konsep hegemoni temporal, menunjukkan bagaimana negara menggunakan regulasi waktu untuk membangun identitas, legitimasi, dan konsensus sosial.Dengan menggabungkan teori memori kolektif, politik simbolik, dan netralitas negara, studi ini menunjukkan bahwa kalender nasional adalah arena politik yang dibentuk oleh hubungan kekuasaan dan inklusi simbolik.Namun, penelitian ini terbatas pada dokumen resmi dan data media sosial yang terbatas, tanpa wawasan empiris yang lebih luas tentang proses pembuatan kebijakan atau pengalaman minoritas.Penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan multi-metode, termasuk wawancara, analisis historis, survei publik, dan studi dampak sosial-ekonomi, untuk memahami lebih baik bagaimana waktu publik dinegosiasikan dalam masyarakat plural dan bagaimana kebijakan yang lebih inklusif dapat dikembangkan
<br>Artikel ini mengkaji kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama di Indonesia sebagai praktik politik waktu yang merefleksikan hubungan antara negara, agama, dan pembentukan memori kolektif. Melalui analisis isi tematik terhadap Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama periode 2020Ae2025, artikel ini menunjukkan bahwa pengaturan waktu publik tidak semata-mata merupakan instrumen administratif, tetapi juga menjadi arena hegemonisasi simbolik yang merepresentasikan dominasi agama mayoritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen dengan teknik Thematic Content Analysis terhadap kebijakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020Ae2025 untuk mengungkap pola...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp" type="image/webp" length="103572" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-28ea4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-5b82a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/relasi-negara-warga-analisis-histori-agama-mem-mem-thumb-3581d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious Moderation and Local Tradition A Case Study of Sedekah Desa in East Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Moderation and Local Tradition A Case Study of Sedekah Desa in East Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Moderation and Local Tradition A Case Study of Sedekah Desa in East Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68679-prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspr</link>
	<guid isPermaLink="false">bd8c5922facedfae2a6c40f5fa56a2a9</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan merupakan contoh nyata moderasi beragama. Untuk memperkaya pemahaman, studi selanjutnya bisa meneliti bagaimana tradisi serupa di desa-desa lain di Indonesia, khususnya di wilayah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia: Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan merupakan contoh nyata moderasi beragama. Untuk memperkaya pemahaman, studi selanjutnya bisa meneliti bagaimana tradisi serupa di desa-desa lain di Indonesia, khususnya di wilayah dengan komposisi demografi dan sejarah yang berbeda, juga merepresentasikan nilai-nilai moderasi atau justru menghadapi tantangan yang unik. Misalnya, apakah faktor kepemimpinan lokal atau interaksi antar-kelompok agama turut membentuk praktik-praktik tersebut, dan bagaimana adaptasinya dari waktu ke waktu. Selain itu, menarik untuk mengkaji dampak jangka panjang dari penyelenggaraan tradisi Sedekah Desa ini terhadap generasi muda di Desa Kandangan. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah sejauh mana nilai-nilai toleransi dan kesetaraan ini tersampaikan dan diinternalisasi oleh anak-anak dan remaja, serta bagaimana mereka akan menjaga relevansi tradisi ini di masa depan di tengah perubahan zaman. Lebih lanjut, sebuah studi dapat mengeksplorasi potensi adaptasi dan replikasi elemen-elemen kunci dari Sedekah Desa, seperti prosesi doa bersama atau kumpul bujono, untuk diterapkan sebagai model praktik moderasi di lingkungan perkotaan atau komunitas yang baru terbentuk, di mana ikatan tradisional mungkin tidak sekuat di pedesaan. Penelitian semacam ini dapat membantu pemerintah daerah atau organisasi masyarakat dalam mengembangkan program penguatan kerukunan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kita bisa memahami lebih dalam mekanisme keberhasilan moderasi beragama yang terintegrasi dengan budaya, serta mengidentifikasi strategi untuk menyebarkannya ke konteks yang lebih luas.. Tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan berakar dari tradisi Nyadran periode Megalitikum, kemudian disesuaikan melalui masa Hindu dan Islam, serta kini ditegaskan sebagai ritus sosial-keagamaan yang akomodatif oleh FKUB lokal.Prosesi tradisi ini mengaktualisasikan indikator moderasi beragama seperti tasAmuh (toleransi dalam doa lintas iman), musAwah (kesetaraan dalam perjamuan kumpul bujono), iAotidAl (keseimbangan hablum minallAh dan hablum minannAs melalui arak-arakan jolen), dan tathawwur wa ibtikAr (adaptasi nilai keagamaan dan budaya).Tradisi Sedekah Desa menunjukkan praktik keagamaan ghairu mahdhah yang inklusif dan selaras dengan kearifan lokal berdasarkan kaidah ushul fiqh al-AoAdatu muhakkamah, berkontribusi pada pribumisasi Islam di Indonesia, dan menjadi rujukan bagi penelitian moderasi beragama selanjutnya Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual Sedekah Desa yang dilaksanakan di Desa Kandangan, Jawa Timur, merepresentasikan dimensi-dimensi utama dari moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap rangkaian kegiatan ritual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengaktualisasikan empat indikator utama moderasi beragama: (1) toleransi (tasAmuh) yang tercermin dalam praktik doa bersama lintas kelompok agama; (2) kesetaraan (musAwah) yang tampak dalam keterlibatan seluruh lapisan sosial masyarakat dalam perjamuan bersama; (3) keadilan (itidAl) yang disimbolkan melalui prosesi jolen sebagai ekspresi keseimbangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-de9bb.webp" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-de9bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-de9bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-de9bb.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" alt="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-53a4e.webp" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-53a4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-53a4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-53a4e.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" alt="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" alt="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68679-prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspr" title="JURIS - Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia" target="_blank">Religious Moderation and Local Tradition: A Case Study of Sedekah Desa in East Java, Indonesia</a>: Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan merupakan contoh nyata moderasi beragama. Untuk memperkaya pemahaman, studi selanjutnya bisa meneliti bagaimana tradisi serupa di desa-desa lain di Indonesia, khususnya di wilayah dengan komposisi demografi dan sejarah yang berbeda, juga merepresentasikan nilai-nilai moderasi atau justru menghadapi tantangan yang unik. Misalnya, apakah faktor kepemimpinan lokal atau interaksi antar-kelompok agama turut membentuk praktik-praktik tersebut, dan bagaimana adaptasinya dari waktu ke waktu. Selain itu, menarik untuk mengkaji dampak jangka panjang dari penyelenggaraan tradisi Sedekah Desa ini terhadap generasi muda di Desa Kandangan. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah sejauh mana nilai-nilai toleransi dan kesetaraan ini tersampaikan dan diinternalisasi oleh anak-anak dan remaja, serta bagaimana mereka akan menjaga relevansi tradisi ini di masa depan di tengah perubahan zaman. Lebih lanjut, sebuah studi dapat mengeksplorasi potensi adaptasi dan replikasi elemen-elemen kunci dari Sedekah Desa, seperti prosesi doa bersama atau kumpul bujono, untuk diterapkan sebagai model praktik moderasi di lingkungan perkotaan atau komunitas yang baru terbentuk, di mana ikatan tradisional mungkin tidak sekuat di pedesaan. Penelitian semacam ini dapat membantu pemerintah daerah atau organisasi masyarakat dalam mengembangkan program penguatan kerukunan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kita bisa memahami lebih dalam mekanisme keberhasilan moderasi beragama yang terintegrasi dengan budaya, serta mengidentifikasi strategi untuk menyebarkannya ke konteks yang lebih luas..
<br>Tradisi Sedekah Desa di Desa Kandangan berakar dari tradisi Nyadran periode Megalitikum, kemudian disesuaikan melalui masa Hindu dan Islam, serta kini ditegaskan sebagai ritus sosial-keagamaan yang akomodatif oleh FKUB lokal.Prosesi tradisi ini mengaktualisasikan indikator moderasi beragama seperti tasAmuh (toleransi dalam doa lintas iman), musAwah (kesetaraan dalam perjamuan kumpul bujono), iAotidAl (keseimbangan hablum minallAh dan hablum minannAs melalui arak-arakan jolen), dan tathawwur wa ibtikAr (adaptasi nilai keagamaan dan budaya).Tradisi Sedekah Desa menunjukkan praktik keagamaan ghairu mahdhah yang inklusif dan selaras dengan kearifan lokal berdasarkan kaidah ushul fiqh al-AoAdatu muhakkamah, berkontribusi pada pribumisasi Islam di Indonesia, dan menjadi rujukan bagi penelitian moderasi beragama selanjutnya
<br>Penelitian ini mengkaji bagaimana ritual Sedekah Desa yang dilaksanakan di Desa Kandangan, Jawa Timur, merepresentasikan dimensi-dimensi utama dari moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap rangkaian kegiatan ritual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengaktualisasikan empat indikator utama moderasi beragama: (1) toleransi (tasAmuh) yang tercermin dalam praktik doa bersama lintas kelompok agama; (2) kesetaraan (musAwah) yang tampak dalam keterlibatan seluruh lapisan sosial masyarakat dalam perjamuan bersama; (3) keadilan (itidAl) yang disimbolkan melalui prosesi jolen sebagai ekspresi keseimbangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp" type="image/webp" length="96250" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-de9bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-53a4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/prosesi-tradisi-upacara-sedekah-laut-ekspresi-buda-thumb-eda68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al Iman fi Bayan Al Iman Manuscript by Sheikh Tengku H Muhammad bin Alim ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al Iman fi Bayan Al Iman Manuscript by Sheikh Tengku H Muhammad bin Alim ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al Iman fi Bayan Al Iman Manuscript by Sheikh Tengku H Muhammad bin Alim ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68677-qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi</link>
	<guid isPermaLink="false">7cc2d4431d540cb434533e5d84ad238b</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ahmad sanusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ rifatil qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak manuskrip Qawaid Al-Iman terhadap praktik keagamaan masyarakat lokal di Jambi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara pandangan Khawarij dalam manuskrip ini dengan kelompok Islam lainnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak manuskrip Qawaid Al-Iman terhadap praktik keagamaan masyarakat lokal di Jambi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara pandangan Khawarij dalam manuskrip ini dengan kelompok Islam lainnya untuk memahami perkembangan sejarah pemikiran Islam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran manuskrip tradisional dalam pelestarian pengetahuan keagamaan, khususnya dalam konteks modernisasi dan globalisasi.. Manuskrip Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman.Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman), yang ditulis oleh Sheikh Tengku H.Muhammad bin Alim, dibuat selama masa dakwahnya di Desa Muara Jernih antara tahun 1970 dan 1980, selesai lima tahun sebelum kematiannya.Manuskrip ini mencakup berbagai topik seperti hukum syariah, rukun iman, sifat moral, cerita dan parabel, serta diskusi tentang pemeliharaan tubuh setelah kematian.Isi utamanya adalah interaksi antara Sayyidina Ali dan Khawarij, di mana Ali menjawab pertanyaan berulang kali tentang keunggulan ilmu pengetahuan.Ali memberikan berbagai alasan mengapa ilmu pengetahuan lebih unggul daripada harta, menekankan bahwa sementara harta dapat rusak dan membuat hati keras, ilmu pengetahuan tetap abadi dan mampu menerangi jiwa.Pernyataannya bahwa ia akan memberikan alasan berbeda tergantung jumlah pertanyaan menunjukkan nilai tak terbatas dan multifaset dari ilmu pengetahuan.Pertukaran ini menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dalam pemikiran Islam, tema yang ditekankan oleh Sheikh Tengku sepanjang manuskripnya, menegaskan keunggulannya atas kekayaan material di dunia dan akhirat Kajian ini mengeksplorasi dua tema utama: naskah Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman karya Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim, dan narasi interogasi Sayyidina Ali oleh Khawarij, sebagaimana disajikan dalam naskah ini. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif, kajian ini bertujuan untuk mengkaji isu-isu ini secara mendalam, memanfaatkan pendekatan filologis untuk menganalisis teks. Penelitian ini mengadopsi kerangka deskriptif untuk merinci langkah-langkah sistematis analisis filologis, termasuk identifikasi teks, katalogisasi naskah, deskripsi, studi perbandingan, transliterasi, dan penerjemahan. Temuan menunjukkan bahwa naskah berjudul Qawaid al-Imani fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman: Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman) ditulis oleh Sheikh Tengku... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-95f82.webp" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-95f82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-95f82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-95f82.webp 1x" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" alt="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-de1a4.webp" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-de1a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-de1a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-de1a4.webp 1x" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" alt="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp 1x" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" alt="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68677-qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi" title="JURIS - Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim" target="_blank">Sayyidina Ali And KhawarijAos Story in Qawaid Al-Iman fi Bayan Al-Iman Manuscript by Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak manuskrip Qawaid Al-Iman terhadap praktik keagamaan masyarakat lokal di Jambi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara pandangan Khawarij dalam manuskrip ini dengan kelompok Islam lainnya untuk memahami perkembangan sejarah pemikiran Islam. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran manuskrip tradisional dalam pelestarian pengetahuan keagamaan, khususnya dalam konteks modernisasi dan globalisasi..
<br>Manuskrip Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman.Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman), yang ditulis oleh Sheikh Tengku H.Muhammad bin Alim, dibuat selama masa dakwahnya di Desa Muara Jernih antara tahun 1970 dan 1980, selesai lima tahun sebelum kematiannya.Manuskrip ini mencakup berbagai topik seperti hukum syariah, rukun iman, sifat moral, cerita dan parabel, serta diskusi tentang pemeliharaan tubuh setelah kematian.Isi utamanya adalah interaksi antara Sayyidina Ali dan Khawarij, di mana Ali menjawab pertanyaan berulang kali tentang keunggulan ilmu pengetahuan.Ali memberikan berbagai alasan mengapa ilmu pengetahuan lebih unggul daripada harta, menekankan bahwa sementara harta dapat rusak dan membuat hati keras, ilmu pengetahuan tetap abadi dan mampu menerangi jiwa.Pernyataannya bahwa ia akan memberikan alasan berbeda tergantung jumlah pertanyaan menunjukkan nilai tak terbatas dan multifaset dari ilmu pengetahuan.Pertukaran ini menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dalam pemikiran Islam, tema yang ditekankan oleh Sheikh Tengku sepanjang manuskripnya, menegaskan keunggulannya atas kekayaan material di dunia dan akhirat
<br>Kajian ini mengeksplorasi dua tema utama: naskah Qawaid al-Iman fi Bayan al-Iman karya Sheikh Tengku H. Muhammad bin Alim, dan narasi interogasi Sayyidina Ali oleh Khawarij, sebagaimana disajikan dalam naskah ini. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif, kajian ini bertujuan untuk mengkaji isu-isu ini secara mendalam, memanfaatkan pendekatan filologis untuk menganalisis teks. Penelitian ini mengadopsi kerangka deskriptif untuk merinci langkah-langkah sistematis analisis filologis, termasuk identifikasi teks, katalogisasi naskah, deskripsi, studi perbandingan, transliterasi, dan penerjemahan. Temuan menunjukkan bahwa naskah berjudul Qawaid al-Imani fi Bayan al-Iman (Prinsip-prinsip Iman: Sebuah Eksposisi tentang Rukun-rukun Iman) ditulis oleh Sheikh Tengku...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp" type="image/webp" length="90378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-95f82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-de1a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/5/qawaid-al-iman-sheikh-tengku-khawarij-interogasi-s-thumb-9f8a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gus Durs Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gus Durs Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gus Durs Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68676-tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k</link>
	<guid isPermaLink="false">2a30a81c68cefacd7086e7ec4d1dea55</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ahmad sanusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ rifatil qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide berikut: Pertama, menyelidiki lebih lanjut bagaimana pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan dan pluralisme dapat diterapkan dalam konteks sosial dan politik Indonesia saat ini, terutama dalam upaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gus Dur's Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide berikut: Pertama, menyelidiki lebih lanjut bagaimana pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan dan pluralisme dapat diterapkan dalam konteks sosial dan politik Indonesia saat ini, terutama dalam upaya mempromosikan kesetaraan dan toleransi. Kedua, menganalisis dampak kebijakan Gus Dur dalam membela hak-hak warga negara Tionghoa Indonesia dan bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan antar-etnis di Indonesia. Ketiga, mengeksplorasi bagaimana pemikiran Gus Dur tentang pluralisme dapat diterapkan dalam pendidikan multikultural, dan bagaimana pendidikan tersebut dapat membantu membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.. Berdasarkan tulisan artikel ini, dapat disimpulkan bahwa KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah figur penting dengan pandangan yang luas, universal, global, dan penuh wawasan.sehingga figur seperti Gus Dur juga dikenal sebagai figur Islam Neo-Modernis kosmopolitan.Dari perspektif Islam dan pemikiran Gus Dur, kita diingatkan akan kesadaran keagamaan akan hal-hal substansial yang dapat melintasi batas-batas perbedaan agama itu sendiri dan memahami substansi dari keragaman, yaitu tentang kemanusiaan.Semua penganut agama sama dalam keyakinannya bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan segala kompetensinya dan Gus Dur menekankan dan mengingatkan kita akan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri melalui tindakannya yang konkret dalam membela ketidakadilan, diskriminasi, dan kelompok tertindas tanpa memandang agama, etnis, dan ras.Pemahaman kemanusiaan menegakkan martabat, kehormatan, dan sikap saling menghormati manusia.Oleh karena itu, ideologi pluralisme Gus Dur mendorong semua orang untuk memahami dan menerima keragaman dengan hati yang terbuka, karena itu adalah kenyataan hidup yang tidak dapat disangkal, juga dikenal sebagai sunnatullah dalam Islam.Langkah-langkah kebijakan Gus Dur saat menjadi Presiden dengan mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang melarang komunitas Tionghoa beribadah dan melaksanakan tradisi budaya mereka, bukan hanya pembelaan terhadap warga negara Tionghoa Indonesia, tetapi juga pembelaan terhadap hak asasi manusia untuk kebebasan setiap orang dan kelompok, sebagaimana dinyatakan dalam konsensus HAM PBB, dan juga sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam tentang al-insaniah (kemanusiaan) Artikel ini mengkaji dinamika rumit interaksi historis antara warga negara pribumi dan keturunan Tionghoa di Indonesia, dengan fokus pada dimensi ekonomi dan politik dari hubungan tersebut. Secara khusus, makalah ini menyelidiki kontribusi signifikan KH. Abdurrahman Wahid, yang dikenal sebagai Gus Dur, dalam memperjuangkan hak-hak warga negara Tionghoa Indonesia melalui sudut pandang kemanusiaan dan pluralisme. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, terutama berdasarkan penelitian pustaka, penelitian ini mengungkap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp 1x" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" alt="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-9eca3.webp" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-9eca3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-9eca3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-9eca3.webp 1x" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" alt="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-1f79b.webp" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-1f79b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-1f79b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-1f79b.webp 1x" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" alt="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68676-tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k" title="JURIS - Gus Dur&#039;s Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community" target="_blank">Gus Dur's Understanding of Humanity and Pluralism in Defending the Indonesian Chinese Community</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide berikut: Pertama, menyelidiki lebih lanjut bagaimana pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan dan pluralisme dapat diterapkan dalam konteks sosial dan politik Indonesia saat ini, terutama dalam upaya mempromosikan kesetaraan dan toleransi. Kedua, menganalisis dampak kebijakan Gus Dur dalam membela hak-hak warga negara Tionghoa Indonesia dan bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan antar-etnis di Indonesia. Ketiga, mengeksplorasi bagaimana pemikiran Gus Dur tentang pluralisme dapat diterapkan dalam pendidikan multikultural, dan bagaimana pendidikan tersebut dapat membantu membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis..
<br>Berdasarkan tulisan artikel ini, dapat disimpulkan bahwa KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah figur penting dengan pandangan yang luas, universal, global, dan penuh wawasan.sehingga figur seperti Gus Dur juga dikenal sebagai figur Islam Neo-Modernis kosmopolitan.Dari perspektif Islam dan pemikiran Gus Dur, kita diingatkan akan kesadaran keagamaan akan hal-hal substansial yang dapat melintasi batas-batas perbedaan agama itu sendiri dan memahami substansi dari keragaman, yaitu tentang kemanusiaan.Semua penganut agama sama dalam keyakinannya bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan segala kompetensinya dan Gus Dur menekankan dan mengingatkan kita akan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri melalui tindakannya yang konkret dalam membela ketidakadilan, diskriminasi, dan kelompok tertindas tanpa memandang agama, etnis, dan ras.Pemahaman kemanusiaan menegakkan martabat, kehormatan, dan sikap saling menghormati manusia.Oleh karena itu, ideologi pluralisme Gus Dur mendorong semua orang untuk memahami dan menerima keragaman dengan hati yang terbuka, karena itu adalah kenyataan hidup yang tidak dapat disangkal, juga dikenal sebagai sunnatullah dalam Islam.Langkah-langkah kebijakan Gus Dur saat menjadi Presiden dengan mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang melarang komunitas Tionghoa beribadah dan melaksanakan tradisi budaya mereka, bukan hanya pembelaan terhadap warga negara Tionghoa Indonesia, tetapi juga pembelaan terhadap hak asasi manusia untuk kebebasan setiap orang dan kelompok, sebagaimana dinyatakan dalam konsensus HAM PBB, dan juga sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam tentang al-insaniah (kemanusiaan)
<br>Artikel ini mengkaji dinamika rumit interaksi historis antara warga negara pribumi dan keturunan Tionghoa di Indonesia, dengan fokus pada dimensi ekonomi dan politik dari hubungan tersebut. Secara khusus, makalah ini menyelidiki kontribusi signifikan KH. Abdurrahman Wahid, yang dikenal sebagai Gus Dur, dalam memperjuangkan hak-hak warga negara Tionghoa Indonesia melalui sudut pandang kemanusiaan dan pluralisme. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, terutama berdasarkan penelitian pustaka, penelitian ini mengungkap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp" type="image/webp" length="88086" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-f2ce7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-9eca3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tangan-gus-dur-identitas-warga-negara-masyarakat-k-thumb-1f79b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Revitalizing Spirituality through Socio Sufism M Fethullah Gylens Integration of Sufi Ethics and Social Engagement ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Revitalizing Spirituality through Socio Sufism M Fethullah Gylens Integration of Sufi Ethics and Social Engagement ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Revitalizing Spirituality through Socio Sufism M Fethullah Gylens Integration of Sufi Ethics and Social Engagement ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68675-stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita</link>
	<guid isPermaLink="false">1e9f4ce5e0ca623c8523131df1b37bc4</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak socio-Sufism pada kohesi komunitas dalam masyarakat multikultural, seperti di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana prinsip dialog dan toleransi diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, studi tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen's Integration of Sufi Ethics and Social Engagement: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak socio-Sufism pada kohesi komunitas dalam masyarakat multikultural, seperti di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana prinsip dialog dan toleransi diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, studi tentang adaptasi socio-Sufism di berbagai konteks budaya dapat memberikan wawasan baru mengenai fleksibilitas pendekatan ini dalam menghadapi tantangan lokal. Terakhir, penelitian tentang peran pendidikan dalam membentuk nilai-nilai socio-Sufism, seperti melalui kurikulum yang mengintegrasikan etika Sufi dengan tanggung jawab sosial, dapat menjadi arah studi yang relevan untuk menguatkan hubungan antara spiritualitas dan kesejahteraan masyarakat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep socio-Sufism M.Fethullah Gylen menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merevitalisasi spiritualitas dengan menghubungkan transformasi moral internal, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab etis dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.Melalui integrasi antara tazkiyah al-nafs (pembentukan spiritual internal), hizmet (pelayanan sebagai ekspresi etis), dan praksis sosial kolektif, Sufisme diubah dari praktik spiritual yang eksklusif menjadi bentuk kehidupan keagamaan yang berorientasi pada keterlibatan etis.Penelitian ini menunjukkan bahwa socio-Sufism Gylen dapat menjadi model untuk mengembangkan spiritualitas yang responsif terhadap dinamika modernitas sekaligus memperkuat peran agama sebagai kekuatan moral dan sosial Marginalisasi nilai-nilai agama di tengah sekularisasi, materialisme, dan individualisme melahirkan kebutuhan akan bentuk spiritualitas yang tidak hanya berorientasi pada transformasi batin, tetapi juga mampu merespons tanggung jawab sosial kontemporer. Meskipun diskursus tentang spiritualitas Islam modern sering menekankan kesalehan individual dan pengalaman mistik, dimensi etis dan sosial dari spiritualitas Sufi masih relatif kurang mendapat perhatian. Artikel ini mengkaji konsep socio-Sufism M. Fethullah Gylen sebagai kerangka yang mengintegrasikan etika Sufi dengan keterlibatan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual socio-Sufism Gylen,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-64e31.webp" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-64e31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-64e31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-64e31.webp 1x" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" alt="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp 1x" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" alt="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-3a25d.webp" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-3a25d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-3a25d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-3a25d.webp 1x" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" alt="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68675-stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita" title="JURIS - Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen&#039;s Integration of Sufi Ethics and Social Engagement" target="_blank">Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gylen's Integration of Sufi Ethics and Social Engagement</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak socio-Sufism pada kohesi komunitas dalam masyarakat multikultural, seperti di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana prinsip dialog dan toleransi diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, studi tentang adaptasi socio-Sufism di berbagai konteks budaya dapat memberikan wawasan baru mengenai fleksibilitas pendekatan ini dalam menghadapi tantangan lokal. Terakhir, penelitian tentang peran pendidikan dalam membentuk nilai-nilai socio-Sufism, seperti melalui kurikulum yang mengintegrasikan etika Sufi dengan tanggung jawab sosial, dapat menjadi arah studi yang relevan untuk menguatkan hubungan antara spiritualitas dan kesejahteraan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep socio-Sufism M.Fethullah Gylen menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merevitalisasi spiritualitas dengan menghubungkan transformasi moral internal, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab etis dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.Melalui integrasi antara tazkiyah al-nafs (pembentukan spiritual internal), hizmet (pelayanan sebagai ekspresi etis), dan praksis sosial kolektif, Sufisme diubah dari praktik spiritual yang eksklusif menjadi bentuk kehidupan keagamaan yang berorientasi pada keterlibatan etis.Penelitian ini menunjukkan bahwa socio-Sufism Gylen dapat menjadi model untuk mengembangkan spiritualitas yang responsif terhadap dinamika modernitas sekaligus memperkuat peran agama sebagai kekuatan moral dan sosial
<br>Marginalisasi nilai-nilai agama di tengah sekularisasi, materialisme, dan individualisme melahirkan kebutuhan akan bentuk spiritualitas yang tidak hanya berorientasi pada transformasi batin, tetapi juga mampu merespons tanggung jawab sosial kontemporer. Meskipun diskursus tentang spiritualitas Islam modern sering menekankan kesalehan individual dan pengalaman mistik, dimensi etis dan sosial dari spiritualitas Sufi masih relatif kurang mendapat perhatian. Artikel ini mengkaji konsep socio-Sufism M. Fethullah Gylen sebagai kerangka yang mengintegrasikan etika Sufi dengan keterlibatan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual socio-Sufism Gylen,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp" type="image/webp" length="100990" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-64e31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-0416f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/stabilitas-sosial-kolektif-sosio-sufi-spiritualita-thumb-3a25d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok Public Services and Negative Stigma ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok Public Services and Negative Stigma ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok Public Services and Negative Stigma ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68671-ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah</link>
	<guid isPermaLink="false">a71100b3ebf9333c508daf247ba5bb6c</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ahmad sanusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ rifatil qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kelompok minoritas agama, seperti Ahmadiyah, dengan membandingkan kasus di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang potensi program penyelesaian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kelompok minoritas agama, seperti Ahmadiyah, dengan membandingkan kasus di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang potensi program penyelesaian konflik berbasis masyarakat yang melibatkan dialog antaragama untuk mengurangi prasangka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap kelompok minoritas, termasuk upaya mengurangi stereotip negatif melalui penyajian informasi yang lebih objektif.. Penolakan dan pengusiran oleh masyarakat berdasarkan fatwa MUI melalui Tuan Guru membuat negara tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.Sebaliknya, negara menjadi bagian dari kekerasan tersebut.Negara telah membiarkan ini melalui polisi, dan kurangnya penegakan hukum membuat Ahmadiyah semakin putus asa dalam masyarakat karena kurangnya perlindungan.Akibat turunan seperti SKB tiga menteri, peraturan kepala daerah, dan lembaga terkait, Ahmadiyah juga tidak mampu melakukan banyak hal.Melalui aparatus ideologis dan repressif, aparatus negara menjadi bagian dari tindakan kekerasan terhadap Ahmadiyah, yang hak-haknya dijamin oleh Konstitusi Republik Indonesia Konflik Ahmadiyah Lombok telah menempuh jalan panjang dari tahun 1980an sejak dikeluarkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Pengungsi Jamaah Ahmadiyah Lombok yang mengungsi di Asrama Transito mengalami diskriminasi dan stigma negatif, serta sulit memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, termasuk kebebasan beribadah sesuai keyakinannya, termasuk secara umum terbatasnya akses terhadap layanan publik. Penelitian ini berupaya menjawab beberapa pertanyaan krusial seperti bagaimana akses pelayanan publik yang didapatkan warga Ahmadiyah sejak mengungsi di Asrama Transito Mataram, bagaimana stigma negatif yang mereka alami, dan penilaian menyimpang yang mereka terima. Penelitian ini menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp 1x" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" alt="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-1b702.webp" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-1b702.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-1b702.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-1b702.webp 1x" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" alt="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-3e1c5.webp" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-3e1c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-3e1c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-3e1c5.webp 1x" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" alt="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68671-ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah" title="JURIS - The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma" target="_blank">The Conflict Dynamics of Ahmadiyya Lombok: Public Services and Negative Stigma</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kelompok minoritas agama, seperti Ahmadiyah, dengan membandingkan kasus di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang potensi program penyelesaian konflik berbasis masyarakat yang melibatkan dialog antaragama untuk mengurangi prasangka. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap kelompok minoritas, termasuk upaya mengurangi stereotip negatif melalui penyajian informasi yang lebih objektif..
<br>Penolakan dan pengusiran oleh masyarakat berdasarkan fatwa MUI melalui Tuan Guru membuat negara tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.Sebaliknya, negara menjadi bagian dari kekerasan tersebut.Negara telah membiarkan ini melalui polisi, dan kurangnya penegakan hukum membuat Ahmadiyah semakin putus asa dalam masyarakat karena kurangnya perlindungan.Akibat turunan seperti SKB tiga menteri, peraturan kepala daerah, dan lembaga terkait, Ahmadiyah juga tidak mampu melakukan banyak hal.Melalui aparatus ideologis dan repressif, aparatus negara menjadi bagian dari tindakan kekerasan terhadap Ahmadiyah, yang hak-haknya dijamin oleh Konstitusi Republik Indonesia
<br>Konflik Ahmadiyah Lombok telah menempuh jalan panjang dari tahun 1980an sejak dikeluarkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Pengungsi Jamaah Ahmadiyah Lombok yang mengungsi di Asrama Transito mengalami diskriminasi dan stigma negatif, serta sulit memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, termasuk kebebasan beribadah sesuai keyakinannya, termasuk secara umum terbatasnya akses terhadap layanan publik. Penelitian ini berupaya menjawab beberapa pertanyaan krusial seperti bagaimana akses pelayanan publik yang didapatkan warga Ahmadiyah sejak mengungsi di Asrama Transito Mataram, bagaimana stigma negatif yang mereka alami, dan penilaian menyimpang yang mereka terima. Penelitian ini menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp" type="image/webp" length="88134" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-e2694.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-1b702.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/ahmadiyah-stigma-public-services-transito-jemaah-k-thumb-3e1c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Reorienting Khatam Al QurAoan From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reorienting Khatam Al QurAoan From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reorienting Khatam Al QurAoan From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68670-tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina</link>
	<guid isPermaLink="false">889caa1389a3b432c78ecfdd42f30c99</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 16:32:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap transformasi makna Khatam Al-QurAoan di generasi muda Minangkabau, mengingat penggunaan teknologi saat ini sering memengaruhi cara masyarakat memahami dan merayakan tradisi. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap transformasi makna Khatam Al-QurAoan di generasi muda Minangkabau, mengingat penggunaan teknologi saat ini sering memengaruhi cara masyarakat memahami dan merayakan tradisi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif tentang pendekatan revitalisasi Khatam Al-QurAoan di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus pada peran tokoh adat dan ulama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan tadabbur dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Al-QurAoan, khususnya dalam konteks pendidikan moral dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.. Penelitian ini menyatakan bahwa pergeseran orientasi tradisi Khatam Al-QurAoan dari dimensi keagamaan ke seremoni sosial mencerminkan krisis makna dalam praktik keagamaan masyarakat kontemporer.Fenomena seperti Katam Ayam di Minangkabau menggambarkan bagaimana tradisi yang awalnya berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan semakin berkurang menjadi pameran sosial-ekonomi.Hal ini menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan tradisi Islam dalam mempertahankan keterhubungannya dengan esensi wahyu.Untuk mengatasi masalah ini, integrasi tafsir sosial melalui prinsip tadabbur seperti yang ditekankan dalam Q.29 menjadi pendekatan penting dalam revitalisasi tradisi Khatam Al-QurAoan.Tadabbur tidak hanya dipahami sebagai refleksi spiritual tetapi juga sebagai praxis sosial yang menghubungkan teks wahyu dengan realitas kehidupan.Dengan demikian, Khatam Al-QurAoan tidak hanya menjadi tanda teknis selesainya membaca Al-QurAoan, tetapi bertransformasi menjadi momen reflektif dan transformatif yang memperkuat otentisitas wahyu sekaligus menghadapi tantangan sosial kontemporer Penelitian ini bertujuan mengkaji pergeseran orientasi tradisi Khatam Al-QurAoan di Minangkabau dari ritus keagamaan menuju seremoni sosial yang bersifat performatif, serta menelaah kemungkinan revitalisasinya melalui perspektif tafsir sosial. Berakar pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, Khatam Al-QurAoan pada mulanya berfungsi sebagai penanda religius atas selesainya pembelajaran membaca Al-QurAoan sekaligus sarana internalisasi nilai-nilai keislaman. Dalam praktik kontemporer, tradisi ini semakin bergeser menjadi ajang representasi prestise sosialAisering kali dikritik dengan istilah Katam AyamAiyang memunculkan kekhawatiran atas menurunnya dimensi spiritual dalam ritual komunal. Dengan menggunakan metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp 1x" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" alt="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-6d25a.webp" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-6d25a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-6d25a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-6d25a.webp 1x" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" alt="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-858b5.webp" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-858b5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-858b5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-858b5.webp 1x" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" alt="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68670-tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina" title="JURIS - Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau" target="_blank">Reorienting Khatam Al-QurAoan: From Ritual Ceremony to Social Tafsir Revitalization in Minangkabau</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap transformasi makna Khatam Al-QurAoan di generasi muda Minangkabau, mengingat penggunaan teknologi saat ini sering memengaruhi cara masyarakat memahami dan merayakan tradisi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif tentang pendekatan revitalisasi Khatam Al-QurAoan di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus pada peran tokoh adat dan ulama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas pendekatan tadabbur dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Al-QurAoan, khususnya dalam konteks pendidikan moral dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau..
<br>Penelitian ini menyatakan bahwa pergeseran orientasi tradisi Khatam Al-QurAoan dari dimensi keagamaan ke seremoni sosial mencerminkan krisis makna dalam praktik keagamaan masyarakat kontemporer.Fenomena seperti Katam Ayam di Minangkabau menggambarkan bagaimana tradisi yang awalnya berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Al-QurAoan semakin berkurang menjadi pameran sosial-ekonomi.Hal ini menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan tradisi Islam dalam mempertahankan keterhubungannya dengan esensi wahyu.Untuk mengatasi masalah ini, integrasi tafsir sosial melalui prinsip tadabbur seperti yang ditekankan dalam Q.29 menjadi pendekatan penting dalam revitalisasi tradisi Khatam Al-QurAoan.Tadabbur tidak hanya dipahami sebagai refleksi spiritual tetapi juga sebagai praxis sosial yang menghubungkan teks wahyu dengan realitas kehidupan.Dengan demikian, Khatam Al-QurAoan tidak hanya menjadi tanda teknis selesainya membaca Al-QurAoan, tetapi bertransformasi menjadi momen reflektif dan transformatif yang memperkuat otentisitas wahyu sekaligus menghadapi tantangan sosial kontemporer
<br>Penelitian ini bertujuan mengkaji pergeseran orientasi tradisi Khatam Al-QurAoan di Minangkabau dari ritus keagamaan menuju seremoni sosial yang bersifat performatif, serta menelaah kemungkinan revitalisasinya melalui perspektif tafsir sosial. Berakar pada falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, Khatam Al-QurAoan pada mulanya berfungsi sebagai penanda religius atas selesainya pembelajaran membaca Al-QurAoan sekaligus sarana internalisasi nilai-nilai keislaman. Dalam praktik kontemporer, tradisi ini semakin bergeser menjadi ajang representasi prestise sosialAisering kali dikritik dengan istilah Katam AyamAiyang memunculkan kekhawatiran atas menurunnya dimensi spiritual dalam ritual komunal. Dengan menggunakan metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp" type="image/webp" length="106786" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-2ded1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-6d25a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/tradisi-islam-khatam-al-quraoan-tafsir-sosial-mina-thumb-858b5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68693-matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j</link>
	<guid isPermaLink="false">58703f070c81dbe6833be8925572f0f1</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 15:37:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ titi rohaeti ]]></category>
	<category><![CDATA[ sindi amelia ]]></category>
	<category><![CDATA[ elfis suanto ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amelia,elfis,rohaeti,sindi,suanto,titi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana konsep matematika yang terkandung dalam kue tradisional Jawa dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana konsep matematika yang terkandung dalam kue tradisional Jawa dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum matematika di sekolah-sekolah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana kue tradisional Jawa dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang menarik dan interaktif bagi siswa. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang bagaimana kue tradisional Jawa dapat menjadi jembatan antara konsep matematika abstrak dengan pengalaman nyata siswa, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika.. An ethnomathematics exploration of mathematical concepts in traditional Javanese cakes reveals an extraordinary wealth of mathematical knowledge embedded in the region's culinary heritage.(1) Geometry of plane and solid shapesAispheres, cylinders, rectangular prisms, rhombuses, circles, triangles, and small spheres.(2) Measurement in various aspectsAivolume, mass, length, time, using standard and non-standard units.(3) Comparison and proportion of ingredients that determine product quality.(4) Repeating patterns and layered structures that reflect the concepts of sequences and rows.(6) Geometric optimization and efficiency in cutting and shaping.(7) Distribution and density in layering complementary ingredients Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatan dan karakteristik kue tradisional suku Jawa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam kepada pembuat kue tradisional, dan analisis dokumentasi. Sampel penelitian meliputi sepuluh jenis kue tradisional Jawa yaitu klepon, cenil, wajik, onde-onde, getuk, lupis, kue lapis, putu Bambu, nagasari, dan serabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai konsep matematika yang terintegrasi dalam kue tradisional Jawa (bentuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp 1x" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" alt="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-9822e.webp" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-9822e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-9822e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-9822e.webp 1x" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" alt="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-34f13.webp" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-34f13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-34f13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-34f13.webp 1x" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" alt="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68693-matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j" title="JURIS - Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes" target="_blank">Exploring Mathematical Concepts in Traditional Javanese Cakes</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana konsep matematika yang terkandung dalam kue tradisional Jawa dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum matematika di sekolah-sekolah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana kue tradisional Jawa dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika yang menarik dan interaktif bagi siswa. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang bagaimana kue tradisional Jawa dapat menjadi jembatan antara konsep matematika abstrak dengan pengalaman nyata siswa, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap matematika..
<br>An ethnomathematics exploration of mathematical concepts in traditional Javanese cakes reveals an extraordinary wealth of mathematical knowledge embedded in the region's culinary heritage.(1) Geometry of plane and solid shapesAispheres, cylinders, rectangular prisms, rhombuses, circles, triangles, and small spheres.(2) Measurement in various aspectsAivolume, mass, length, time, using standard and non-standard units.(3) Comparison and proportion of ingredients that determine product quality.(4) Repeating patterns and layered structures that reflect the concepts of sequences and rows.(6) Geometric optimization and efficiency in cutting and shaping.(7) Distribution and density in layering complementary ingredients
<br>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatan dan karakteristik kue tradisional suku Jawa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam kepada pembuat kue tradisional, dan analisis dokumentasi. Sampel penelitian meliputi sepuluh jenis kue tradisional Jawa yaitu klepon, cenil, wajik, onde-onde, getuk, lupis, kue lapis, putu Bambu, nagasari, dan serabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai konsep matematika yang terintegrasi dalam kue tradisional Jawa (bentuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp" type="image/webp" length="88424" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-6d4ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-9822e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/matematika-abstrak-mandar-eksplorasi-konsep-suku-j-thumb-34f13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-762-ip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19664-plusminus-jurnal-pendidikan-matematika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68683-kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi</link>
	<guid isPermaLink="false">dc07a2eede2c5b4cbc35335d3ec793f4</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 14:40:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ fethullah g ]]></category>
	<category><![CDATA[ living qur ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat membandingkan praktik Malakok di wilayah Minangkabau yang berbeda untuk memahami variasi budaya lokal. Selain itu, perlu dikaji dampak jangka panjang Malakok terhadap dinamika hubungan antaragama dalam masyarakat plural. Terakhir, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society: Penelitian lanjutan dapat membandingkan praktik Malakok di wilayah Minangkabau yang berbeda untuk memahami variasi budaya lokal. Selain itu, perlu dikaji dampak jangka panjang Malakok terhadap dinamika hubungan antaragama dalam masyarakat plural. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana Malakok berinteraksi dengan praktik budaya lain untuk memperkuat toleransi antaragama.. Malakok berperan sebagai mekanisme integrasi sosial yang memperkuat hubungan antaragama di masyarakat Minangkabau.Praktik ini memungkinkan individu non-Muslim diakui dalam struktur kekerabatan adat tanpa menghilangkan identitas keagamaannya.Studi ini menunjukkan bahwa Malakok tidak hanya menguatkan kohesi sosial, tetapi juga menjadi sarana dialog antaragama yang berkelanjutan Tradisi Malakok, yang dikenal secara lokal sebagai Mangaku Induak, merupakan mekanisme kekerabatan adat yang memungkinkan individu diintegrasikan ke dalam struktur sosial dan genealogis masyarakat Minangkabau. Selain berfungsi membentuk ikatan dan pengakuan kekerabatan, Malakok juga menyediakan ruang sosial untuk mengelola perbedaan dan membangun relasi antaragama. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pelaksanaan Malakok serta menganalisis perannya dalam membangun penerimaan sosial, solidaritas kekerabatan, dan toleransi antaragama di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp 1x" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" alt="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-fc143.webp" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-fc143.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-fc143.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-fc143.webp 1x" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" alt="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-9584d.webp" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-9584d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-9584d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-9584d.webp 1x" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" alt="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68683-kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi" title="JURIS - The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society" target="_blank">The Malakok Tradition as a Customary Kinship Mechanism for Building Interreligious Tolerance in Minangkabau Society</a>: Penelitian lanjutan dapat membandingkan praktik Malakok di wilayah Minangkabau yang berbeda untuk memahami variasi budaya lokal. Selain itu, perlu dikaji dampak jangka panjang Malakok terhadap dinamika hubungan antaragama dalam masyarakat plural. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana Malakok berinteraksi dengan praktik budaya lain untuk memperkuat toleransi antaragama..
<br>Malakok berperan sebagai mekanisme integrasi sosial yang memperkuat hubungan antaragama di masyarakat Minangkabau.Praktik ini memungkinkan individu non-Muslim diakui dalam struktur kekerabatan adat tanpa menghilangkan identitas keagamaannya.Studi ini menunjukkan bahwa Malakok tidak hanya menguatkan kohesi sosial, tetapi juga menjadi sarana dialog antaragama yang berkelanjutan
<br>Tradisi Malakok, yang dikenal secara lokal sebagai Mangaku Induak, merupakan mekanisme kekerabatan adat yang memungkinkan individu diintegrasikan ke dalam struktur sosial dan genealogis masyarakat Minangkabau. Selain berfungsi membentuk ikatan dan pengakuan kekerabatan, Malakok juga menyediakan ruang sosial untuk mengelola perbedaan dan membangun relasi antaragama. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pelaksanaan Malakok serta menganalisis perannya dalam membangun penerimaan sosial, solidaritas kekerabatan, dan toleransi antaragama di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp" type="image/webp" length="103334" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-46534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-fc143.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/kristus-kohesi-sosial-substantif-integrasi-hubunga-thumb-9584d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68694-canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-integr</link>
	<guid isPermaLink="false">c4cf82018b7c4d7addd86dd58a7970e0</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 14:38:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ cilembu bark ]]></category>
	<category><![CDATA[ dila fairusi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ronal deniro ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bark,cilembu,deniro,dila,fairusi,ronal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan ChatGPT terhadap kemandirian belajar siswa di berbagai tingkat pendidikan. 2. Studi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas ChatGPT dengan alat AI lainnya dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan ChatGPT terhadap kemandirian belajar siswa di berbagai tingkat pendidikan. 2. Studi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas ChatGPT dengan alat AI lainnya dalam konteks pembelajaran kimia. 3. Pengembangan kerangka kerja integrasi ChatGPT yang disesuaikan dengan kurikulum lokal dan kebutuhan khusus siswa di lembaga pendidikan pesantren.. Integrasi ChatGPT dalam pembelajaran teori atom secara efektif meningkatkan aksesibilitas materi dan kemandirian belajar siswa.Penggunaan ChatGPT menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan meningkatkan motivasi akademik.Meskipun ada keterbatasan dalam formulasi instruksi, platform ini menunjukkan potensi besar untuk transformasi pendidikan kimia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) melalui ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran untuk mengatasi tantangan pendidikan tersebut di Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 29 siswa menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis pembelajaran untuk mengevaluasi persepsi mengenai aksesibilitas, kegunaan, efektivitas pemecahan masalah, serta keberlanjutan di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,1% siswa menilai lingkungan belajar berbasis ChatGPT ini mudah sehingga pengguna nyaman, yang membentuk faktor struktural krusial untuk mengurangi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" alt="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-a77e9.webp" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-a77e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-a77e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-a77e9.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" alt="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-d303f.webp" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-d303f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-d303f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-d303f.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" alt="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68694-canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-integr" title="JURIS - Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches" target="_blank">Implementation of Learning on the Development of Atomic Theory at Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi Using ChatGPT Approaches</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan ChatGPT terhadap kemandirian belajar siswa di berbagai tingkat pendidikan. 2. Studi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas ChatGPT dengan alat AI lainnya dalam konteks pembelajaran kimia. 3. Pengembangan kerangka kerja integrasi ChatGPT yang disesuaikan dengan kurikulum lokal dan kebutuhan khusus siswa di lembaga pendidikan pesantren..
<br>Integrasi ChatGPT dalam pembelajaran teori atom secara efektif meningkatkan aksesibilitas materi dan kemandirian belajar siswa.Penggunaan ChatGPT menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan meningkatkan motivasi akademik.Meskipun ada keterbatasan dalam formulasi instruksi, platform ini menunjukkan potensi besar untuk transformasi pendidikan kimia
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Artificial Intelligence (AI) melalui ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran untuk mengatasi tantangan pendidikan tersebut di Madrasah Aliyah Alamiriyah Darussalam Banyuwangi. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 29 siswa menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis pembelajaran untuk mengevaluasi persepsi mengenai aksesibilitas, kegunaan, efektivitas pemecahan masalah, serta keberlanjutan di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,1% siswa menilai lingkungan belajar berbasis ChatGPT ini mudah sehingga pengguna nyaman, yang membentuk faktor struktural krusial untuk mengurangi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp" type="image/webp" length="112784" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-df2f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-a77e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/canva-ai-chatgpt-strategi-integrasi-ajar-siswa-mad-thumb-d303f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1193-uin-mataram.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16504-spin-jurnal-kimia-pendidikan-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition Study on the Pekalongan Az Zahir Assembly ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition Study on the Pekalongan Az Zahir Assembly ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition Study on the Pekalongan Az Zahir Assembly ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68686-komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co</link>
	<guid isPermaLink="false">6902cdc8ed2d67e9db4c25bece0c01d7</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 14:36:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ polemic isra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ digital da ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[da,digital,isra,jurnal,polemic,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform digital seperti YouTube dan Instagram terhadap perubahan nilai shalawat dari ritual keagamaan menjadi produk komersial. 2. Analisis peran tokoh religius sebagai pengusaha agama (religious entrepreneurs) ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform digital seperti YouTube dan Instagram terhadap perubahan nilai shalawat dari ritual keagamaan menjadi produk komersial. 2. Analisis peran tokoh religius sebagai pengusaha agama (religious entrepreneurs) dalam memperluas pengaruh shalawat melalui strategi pemasaran dan branding. 3. Studi tentang bagaimana komodifikasi shalawat memengaruhi autentisitas pengalaman spiritual, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar budaya konsumerisme.. Studi ini menunjukkan bahwa komodifikasi shalawat di Kelompok Az-Zahir terjadi melalui tiga aspek.Komodifikasi konten mengubah shalawat menjadi nilai profit, komodifikasi audiens memberikan nilai keuntungan melalui iklan, dan komodifikasi pekerja menghasilkan pendapatan bagi anggota.Produk komoditas seperti stiker, koko, peci, dan bendera Az-Zahir memperkuat hubungan antara religiusitas komoditas dan komodifikasi agama.Kedua domain ini saling memengaruhi dan membentuk dalam konteks digital dan ekonomi Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena pembacaan shalawat di Majelis Az-Zahir Pekalongan. Shalawat yang sebelumnya merupakan ranah privat yang memiliki nilai ibadah, lambat laun berubah menjadi aktivitas yang memiliki nilai keuntungan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosial budaya yang dikaitkan dengan media digital. Melanjutkan penelitian tentang tradisi pembacaan shalawat pada penelitian yang sudah ada, sebagian besar tema yang ada hanya menyentuh aspek pengaruh tradisi shalawat terhadap perilaku masyarakat dan juga meningkatkan rasa cinta tanah air. Komodifikasi shalawat di kelompok Az-Zahir ditinjau melalui tiga aspek yaitu komodifikasi konten, komodifikasi audiens, dan komodifikasi pekerja. Dapat dipahami bahwa hubungan antara religiusitas komoditas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-f8ef3.webp" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-f8ef3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-f8ef3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-f8ef3.webp 1x" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" alt="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-59385.webp" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-59385.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-59385.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-59385.webp 1x" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" alt="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp 1x" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" alt="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68686-komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co" title="JURIS - The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly" target="_blank">The Industrialization and Commodification of Shalawatan Tradition: Study on the Pekalongan Az-Zahir Assembly</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform digital seperti YouTube dan Instagram terhadap perubahan nilai shalawat dari ritual keagamaan menjadi produk komersial. 2. Analisis peran tokoh religius sebagai pengusaha agama (religious entrepreneurs) dalam memperluas pengaruh shalawat melalui strategi pemasaran dan branding. 3. Studi tentang bagaimana komodifikasi shalawat memengaruhi autentisitas pengalaman spiritual, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar budaya konsumerisme..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa komodifikasi shalawat di Kelompok Az-Zahir terjadi melalui tiga aspek.Komodifikasi konten mengubah shalawat menjadi nilai profit, komodifikasi audiens memberikan nilai keuntungan melalui iklan, dan komodifikasi pekerja menghasilkan pendapatan bagi anggota.Produk komoditas seperti stiker, koko, peci, dan bendera Az-Zahir memperkuat hubungan antara religiusitas komoditas dan komodifikasi agama.Kedua domain ini saling memengaruhi dan membentuk dalam konteks digital dan ekonomi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena pembacaan shalawat di Majelis Az-Zahir Pekalongan. Shalawat yang sebelumnya merupakan ranah privat yang memiliki nilai ibadah, lambat laun berubah menjadi aktivitas yang memiliki nilai keuntungan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sosial budaya yang dikaitkan dengan media digital. Melanjutkan penelitian tentang tradisi pembacaan shalawat pada penelitian yang sudah ada, sebagian besar tema yang ada hanya menyentuh aspek pengaruh tradisi shalawat terhadap perilaku masyarakat dan juga meningkatkan rasa cinta tanah air. Komodifikasi shalawat di kelompok Az-Zahir ditinjau melalui tiga aspek yaitu komodifikasi konten, komodifikasi audiens, dan komodifikasi pekerja. Dapat dipahami bahwa hubungan antara religiusitas komoditas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp" type="image/webp" length="97490" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-f8ef3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-59385.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/komodifikasi-agama-shalawatan-industrialization-co-thumb-67370.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Digital Dawah The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Dawah The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Dawah The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68678-konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya</link>
	<guid isPermaLink="false">e9ab9650e88a1bd9f56336b9361c8a34</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 14:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ polemic isra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ digital da ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[da,digital,isra,jurnal,polemic,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara dampak konten dakwah di YouTube dengan media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, terhadap peningkatan literasi keagamaan di kalangan remaja. Selain itu, penelitian dapat fokus ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Da'wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara dampak konten dakwah di YouTube dengan media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, terhadap peningkatan literasi keagamaan di kalangan remaja. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi dan teknik yang digunakan para da'i dalam menciptakan konten dakwah yang menarik dan efektif di YouTube, serta bagaimana konten tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat remaja. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan pengaruh interaksi langsung antara da'i dan penonton melalui fitur komentar dan diskusi di YouTube, serta bagaimana interaksi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan remaja dalam materi dakwah yang disajikan.. Konten dakwah di YouTube sangat bermanfaat untuk kondisi remaja saat ini karena banyak muncul berita tentang isu bunuh diri, narkoba, dan lainnya, yang merupakan beberapa faktor utama karena mereka tidak menguasai pengetahuan agama dan kurangnya kesadaran iman.Setelah mendengarkan studi dakwah, orang akan mengubah atau memperbaiki diri dari buruk menjadi lebih baik.Kemudian, remaja, terutama dari PAC IPNU IPPNU Juwana, merasa nyaman dan tidak mengalami gangguan mental, terutama jika mereka lelah, sedih, atau kecewa.mungkin menonton studi dakwah di YouTube akan menjadi pencerahan.Untuk penelitian lebih lanjut, penulis berharap dapat menciptakan dan mengembangkan artikel ilmiah yang lebih baik.Penulis menyadari artikel ilmiah ini masih belum memuaskan dan memiliki banyak kekurangan.Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sehingga mereka dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan artikel ini YouTube, sebagai platform media telah menjadi sarana penting bagi para da'i dalam menyebarkan kajian dakwah, terutama di kalangan remaja Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konten dakwah di YouTube dapat meningkatkan minat religius di kalangan remaja, terutama ketika mereka menghadapi kesulitan untuk mengikuti dakwah secara langsung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan inovatif dalam memanfaatkan media digital untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-924b0.webp" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-924b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-924b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-924b0.webp 1x" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" alt="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-061ff.webp" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-061ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-061ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-061ff.webp 1x" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" alt="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp 1x" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" alt="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68678-konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya" title="JURIS - Digital Da&#039;wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth" target="_blank">Digital Da'wah: The Role of Youtube in Enhancing Religious Literacy among Nahdlatul Ulama Youth</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara dampak konten dakwah di YouTube dengan media sosial lainnya, seperti Instagram atau TikTok, terhadap peningkatan literasi keagamaan di kalangan remaja. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi dan teknik yang digunakan para da'i dalam menciptakan konten dakwah yang menarik dan efektif di YouTube, serta bagaimana konten tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat remaja. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran dan pengaruh interaksi langsung antara da'i dan penonton melalui fitur komentar dan diskusi di YouTube, serta bagaimana interaksi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan remaja dalam materi dakwah yang disajikan..
<br>Konten dakwah di YouTube sangat bermanfaat untuk kondisi remaja saat ini karena banyak muncul berita tentang isu bunuh diri, narkoba, dan lainnya, yang merupakan beberapa faktor utama karena mereka tidak menguasai pengetahuan agama dan kurangnya kesadaran iman.Setelah mendengarkan studi dakwah, orang akan mengubah atau memperbaiki diri dari buruk menjadi lebih baik.Kemudian, remaja, terutama dari PAC IPNU IPPNU Juwana, merasa nyaman dan tidak mengalami gangguan mental, terutama jika mereka lelah, sedih, atau kecewa.mungkin menonton studi dakwah di YouTube akan menjadi pencerahan.Untuk penelitian lebih lanjut, penulis berharap dapat menciptakan dan mengembangkan artikel ilmiah yang lebih baik.Penulis menyadari artikel ilmiah ini masih belum memuaskan dan memiliki banyak kekurangan.Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sehingga mereka dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan artikel ini
<br>YouTube, sebagai platform media telah menjadi sarana penting bagi para da'i dalam menyebarkan kajian dakwah, terutama di kalangan remaja Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konten dakwah di YouTube dapat meningkatkan minat religius di kalangan remaja, terutama ketika mereka menghadapi kesulitan untuk mengikuti dakwah secara langsung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan inovatif dalam memanfaatkan media digital untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp" type="image/webp" length="98768" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-924b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-061ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/konten-dakwah-remaja-ipnu-ippnu-buya-minat-putra-d-thumb-ff41d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68691-praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-ad</link>
	<guid isPermaLink="false">df14dbed71074e544e14c94e7f336444</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 14:19:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sabariah ali ]]></category>
	<category><![CDATA[ didi permadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ hadi sutiyo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,didi,hadi,permadi,sabariah,sutiyo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang dakwah di era digital, penelitian selanjutnya bisa fokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat menarik jika kita meneliti langsung bagaimana perasaan dan pikiran generasi milenial ketika mereka menonton ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang dakwah di era digital, penelitian selanjutnya bisa fokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat menarik jika kita meneliti langsung bagaimana perasaan dan pikiran generasi milenial ketika mereka menonton dakwah dari Ustadz Adi Hidayat yang menekankan dalil kuat dan penjelasan rinci, dibandingkan dengan Ustadz Hanan Attaki yang lebih banyak bercerita dan menyentuh emosi. Kita ingin tahu apakah cara penyampaian yang berbeda ini benar-benar membuat mereka lebih paham atau lebih terinspirasi untuk menjalankan ajaran fikih dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa dilakukan dengan wawancara mendalam atau kelompok diskusi. Kedua, penting juga untuk mengukur secara lebih pasti, seberapa efektif masing-masing gaya dakwah ini dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku keagamaan para milenial di berbagai kelompok usia dan latar belakang. Misalnya, bisa dengan membuat survei atau percobaan kecil untuk melihat dampak langsung dari konten dakwah terhadap pemahaman fikih mereka. Terakhir, mengingat bahwa setiap gaya punya kelebihan, ada baiknya jika kita mencoba merancang dan menguji model dakwah baru yang menggabungkan kedua pendekatan ini. Kita bisa membuat konten video yang menyajikan dalil-dalil kuat secara akademik, namun juga dibungkus dengan cerita atau sentuhan emosional yang menarik, sehingga pesan fikih menjadi lebih mudah dicerna dan diamalkan oleh kaum muda yang aktif di media sosial seperti TikTok. Penelitian semacam ini akan membantu para dai menemukan cara terbaik untuk menyampaikan ajaran agama di tengah cepatnya perubahan teknologi.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Hanan Attaki memiliki perbedaan gaya dakwah yang signifikan dalam menyampaikan pesan fikih kepada generasi milenial.Ustadz Adi Hidayat dikenal dengan pendekatan sistematis, terstruktur, dan argumentatif yang berbasis rujukan kuat, sementara Ustadz Hanan Attaki menggunakan gaya naratif-emosional, komunikatif-santai, dan relevan secara kontekstual dengan motivasi yang menyentuh hati.Meskipun berbeda, keduanya memanfaatkan media digital, mendorong keterlibatan audiens, dan menyampaikan materi aplikatif, tetapi memiliki perbedaan dalam gaya penyampaian, landasan materi, bahasa, serta fokus audiens.Strategi mereka untuk membidik generasi milenial juga berbeda, dengan Ustadz Adi Hidayat menggunakan pendekatan ilmiah-rasional dan bahasa formal-komunikatif, sedangkan Ustadz Hanan Attaki memilih pendekatan santai-humoris, visual-interaktif, emosional-inspiratif, dan bahasa yang relevan dengan kaum muda Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi dakwah Islam di era media sosial, khususnya melalui TikTok, yang mendorong penyampaian pesan menjadi lebih ringkas, visual, dan interaktif. Studi ini membandingkan gaya dakwah fikih Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Hanan Attaki serta implikasinya terhadap penerimaan generasi milenial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dengan teknik simak bebas libat cakap terhadap konten TikTok dari akun terkait. Sumber data primer diperoleh dari video dakwah melalui akun @ustadzadihidayaatt dan @Ayah Amanah serta didukung sumber sekunder seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan pendekatan sistematis, argumentatif, dan berbasis dalil kuat, sehingga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" alt="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-5af5f.webp" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-5af5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-5af5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-5af5f.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" alt="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-613ff.webp" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-613ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-613ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-613ff.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" alt="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68691-praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-ad" title="JURIS - Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial" target="_blank">Perbandingan Penyampaian Pesan Fikih Antara Ustadz Adi Hidayat Dan Ustadz Hanan Attaki Di TikTok: Analisis Gaya Dakwah Terhadap Generasi Milenial</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang dakwah di era digital, penelitian selanjutnya bisa fokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat menarik jika kita meneliti langsung bagaimana perasaan dan pikiran generasi milenial ketika mereka menonton dakwah dari Ustadz Adi Hidayat yang menekankan dalil kuat dan penjelasan rinci, dibandingkan dengan Ustadz Hanan Attaki yang lebih banyak bercerita dan menyentuh emosi. Kita ingin tahu apakah cara penyampaian yang berbeda ini benar-benar membuat mereka lebih paham atau lebih terinspirasi untuk menjalankan ajaran fikih dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa dilakukan dengan wawancara mendalam atau kelompok diskusi. Kedua, penting juga untuk mengukur secara lebih pasti, seberapa efektif masing-masing gaya dakwah ini dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku keagamaan para milenial di berbagai kelompok usia dan latar belakang. Misalnya, bisa dengan membuat survei atau percobaan kecil untuk melihat dampak langsung dari konten dakwah terhadap pemahaman fikih mereka. Terakhir, mengingat bahwa setiap gaya punya kelebihan, ada baiknya jika kita mencoba merancang dan menguji model dakwah baru yang menggabungkan kedua pendekatan ini. Kita bisa membuat konten video yang menyajikan dalil-dalil kuat secara akademik, namun juga dibungkus dengan cerita atau sentuhan emosional yang menarik, sehingga pesan fikih menjadi lebih mudah dicerna dan diamalkan oleh kaum muda yang aktif di media sosial seperti TikTok. Penelitian semacam ini akan membantu para dai menemukan cara terbaik untuk menyampaikan ajaran agama di tengah cepatnya perubahan teknologi..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Hanan Attaki memiliki perbedaan gaya dakwah yang signifikan dalam menyampaikan pesan fikih kepada generasi milenial.Ustadz Adi Hidayat dikenal dengan pendekatan sistematis, terstruktur, dan argumentatif yang berbasis rujukan kuat, sementara Ustadz Hanan Attaki menggunakan gaya naratif-emosional, komunikatif-santai, dan relevan secara kontekstual dengan motivasi yang menyentuh hati.Meskipun berbeda, keduanya memanfaatkan media digital, mendorong keterlibatan audiens, dan menyampaikan materi aplikatif, tetapi memiliki perbedaan dalam gaya penyampaian, landasan materi, bahasa, serta fokus audiens.Strategi mereka untuk membidik generasi milenial juga berbeda, dengan Ustadz Adi Hidayat menggunakan pendekatan ilmiah-rasional dan bahasa formal-komunikatif, sedangkan Ustadz Hanan Attaki memilih pendekatan santai-humoris, visual-interaktif, emosional-inspiratif, dan bahasa yang relevan dengan kaum muda
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi dakwah Islam di era media sosial, khususnya melalui TikTok, yang mendorong penyampaian pesan menjadi lebih ringkas, visual, dan interaktif. Studi ini membandingkan gaya dakwah fikih Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Hanan Attaki serta implikasinya terhadap penerimaan generasi milenial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dengan teknik simak bebas libat cakap terhadap konten TikTok dari akun terkait. Sumber data primer diperoleh dari video dakwah melalui akun @ustadzadihidayaatt dan @Ayah Amanah serta didukung sumber sekunder seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan pendekatan sistematis, argumentatif, dan berbasis dalil kuat, sehingga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp" type="image/webp" length="68360" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-a4d02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-5af5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/6/praktik-dakwah-jamaah-konten-buya-ustadz-adi-hiday-thumb-613ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3246-iaiskj-malang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13007-al-ittishol-jurnal-komunikasi-penyiaran-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68673-minoritas-pluralisme-agama-tata-k</link>
	<guid isPermaLink="false">6f5c6b3993c9ad179b89fa4818c68fa6</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:37:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat secara mendalam mengkaji pengalaman sehari-hari komunitas Ahmadiyah di tingkat mikro, khususnya di daerah-daerah yang menunjukkan variasi respons dari pemerintah daerah atau organisasi keagamaan arus utama. Hal ini untuk memahami ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism: Penelitian lanjutan dapat secara mendalam mengkaji pengalaman sehari-hari komunitas Ahmadiyah di tingkat mikro, khususnya di daerah-daerah yang menunjukkan variasi respons dari pemerintah daerah atau organisasi keagamaan arus utama. Hal ini untuk memahami bagaimana mereka menavigasi, beradaptasi, dan membangun ketahanan terhadap narasi "nasionalisme bertuhan" atau "intoleransi produktif" yang dituduhkan, melampaui sekadar respons defensif. Misalnya, studi komparatif dapat menelisik faktor-faktor spesifik (baik politik, sosial, ekonomi, maupun budaya lokal) yang mempengaruhi keputusan gubernur Yogyakarta untuk tidak melarang Ahmadiyah, dibandingkan dengan kebijakan di Jawa Barat atau Jawa Timur. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengungkap dinamika lokal yang membentuk sikap toleransi atau intoleransi, menunjukkan bahwa konsep nasionalisme bertuhan mungkin tidak berlaku secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Lebih jauh, penting untuk menggali bagaimana nilai-nilai kebangsaan Indonesia, seperti Pancasila, yang secara historis merupakan hasil negosiasi kompleks antara kelompok nasionalis dan religius, dapat diinterpretasikan ulang atau dikembangkan untuk menciptakan kerangka hubungan agama dan negara yang lebih inklusif. Pendekatan ini diharapkan dapat melampaui dikotomi biner antara sekularisme dan teokrasi, mencari model rekonsiliasi yang melindungi hak-hak kebebasan beragama minoritas tanpa mengikis identitas religius mayoritas. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang kompleksitas interaksi agama dan negara di Indonesia.. Konsep nasionalisme bertuhan Jeremy Menchik, meskipun menarik, memiliki kelemahan signifikan dalam menjelaskan hubungan agama dan negara di Indonesia, terutama terkait kekerasan terhadap Ahmadiyah.Kritik utama adalah fokusnya yang berlebihan pada data makro dan kegagalannya untuk sepenuhnya mengintegrasikan diskursus sekularisme, sehingga menyederhanakan dinamika kompleks antara religiusitas dan tata kelola negara.Analisis lebih lanjut melalui lensa sekularisme dan penolakan terhadap pemikiran biner menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dan mengakomodasi pluralisme agama untuk memahami interaksi agama dan negara di Indonesia Artikel ini mengkaji nasionalisme bertuhan dengan menggunakan teori sekularisme. Menchik mengartikan hubungan agama dan negara di Indonesia sebagai Aunasionalisme bertuhanAy. Keterkaitan ini berdasarkan Auperasaan kebersamaanAy yang bersumber pada sistem kepercayaan bersama yang dibina melalui kerja sama antara negara dan organisasi keagamaan (NU, Muhammadiyah, Persis). Jeremy Menchik berpendapat bahwa kekerasan terhadap Ahmadiyah harus dilihat sebagai Auintoleransi produktifAy dan bukan sekedar merusak demokrasi, karena hal ini dimaksudkan untuk melindungi ikatan keagamaan. Konsep nasionalisme bertuhan telah dikritik karena mengabaikan kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp 1x" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" alt="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-d156e.webp" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-d156e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-d156e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-d156e.webp 1x" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" alt="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-68bc7.webp" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-68bc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-68bc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-68bc7.webp 1x" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" alt="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68673-minoritas-pluralisme-agama-tata-k" title="JURIS - Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism" target="_blank">Violence Against Ahmadiyya as Productive Intolerance: Adressing Jeremy MenchikyCEs Godly Nationalism</a>: Penelitian lanjutan dapat secara mendalam mengkaji pengalaman sehari-hari komunitas Ahmadiyah di tingkat mikro, khususnya di daerah-daerah yang menunjukkan variasi respons dari pemerintah daerah atau organisasi keagamaan arus utama. Hal ini untuk memahami bagaimana mereka menavigasi, beradaptasi, dan membangun ketahanan terhadap narasi "nasionalisme bertuhan" atau "intoleransi produktif" yang dituduhkan, melampaui sekadar respons defensif. Misalnya, studi komparatif dapat menelisik faktor-faktor spesifik (baik politik, sosial, ekonomi, maupun budaya lokal) yang mempengaruhi keputusan gubernur Yogyakarta untuk tidak melarang Ahmadiyah, dibandingkan dengan kebijakan di Jawa Barat atau Jawa Timur. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengungkap dinamika lokal yang membentuk sikap toleransi atau intoleransi, menunjukkan bahwa konsep nasionalisme bertuhan mungkin tidak berlaku secara seragam di seluruh wilayah Indonesia. Lebih jauh, penting untuk menggali bagaimana nilai-nilai kebangsaan Indonesia, seperti Pancasila, yang secara historis merupakan hasil negosiasi kompleks antara kelompok nasionalis dan religius, dapat diinterpretasikan ulang atau dikembangkan untuk menciptakan kerangka hubungan agama dan negara yang lebih inklusif. Pendekatan ini diharapkan dapat melampaui dikotomi biner antara sekularisme dan teokrasi, mencari model rekonsiliasi yang melindungi hak-hak kebebasan beragama minoritas tanpa mengikis identitas religius mayoritas. Penelitian semacam ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang kompleksitas interaksi agama dan negara di Indonesia..
<br>Konsep nasionalisme bertuhan Jeremy Menchik, meskipun menarik, memiliki kelemahan signifikan dalam menjelaskan hubungan agama dan negara di Indonesia, terutama terkait kekerasan terhadap Ahmadiyah.Kritik utama adalah fokusnya yang berlebihan pada data makro dan kegagalannya untuk sepenuhnya mengintegrasikan diskursus sekularisme, sehingga menyederhanakan dinamika kompleks antara religiusitas dan tata kelola negara.Analisis lebih lanjut melalui lensa sekularisme dan penolakan terhadap pemikiran biner menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dan mengakomodasi pluralisme agama untuk memahami interaksi agama dan negara di Indonesia
<br>Artikel ini mengkaji nasionalisme bertuhan dengan menggunakan teori sekularisme. Menchik mengartikan hubungan agama dan negara di Indonesia sebagai Aunasionalisme bertuhanAy. Keterkaitan ini berdasarkan Auperasaan kebersamaanAy yang bersumber pada sistem kepercayaan bersama yang dibina melalui kerja sama antara negara dan organisasi keagamaan (NU, Muhammadiyah, Persis). Jeremy Menchik berpendapat bahwa kekerasan terhadap Ahmadiyah harus dilihat sebagai Auintoleransi produktifAy dan bukan sekedar merusak demokrasi, karena hal ini dimaksudkan untuk melindungi ikatan keagamaan. Konsep nasionalisme bertuhan telah dikritik karena mengabaikan kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp" type="image/webp" length="87772" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-5d834.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-d156e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/0/minoritas-pluralisme-agama-tata-kelola-negara-stud-thumb-68bc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tuanku Imam Bonjols Intellectual Contribution through the Padri Movement ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tuanku Imam Bonjols Intellectual Contribution through the Padri Movement ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tuanku Imam Bonjols Intellectual Contribution through the Padri Movement ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68674-minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam</link>
	<guid isPermaLink="false">6f85e6a7db37c083d04615cb9dae026e</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:23:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang faktor ekonomi yang memengaruhi gerakan Padri dalam menentang kolonialisme Belanda. 2. Analisis peran perempuan dalam reformasi sosial yang dilakukan Gerakan Padri. 3. Perbandingan strategi Gerakan Padri dengan gerakan anti-kolonial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tuanku Imam Bonjol's Intellectual Contribution through the Padri Movement: 1. Penelitian tentang faktor ekonomi yang memengaruhi gerakan Padri dalam menentang kolonialisme Belanda. 2. Analisis peran perempuan dalam reformasi sosial yang dilakukan Gerakan Padri. 3. Perbandingan strategi Gerakan Padri dengan gerakan anti-kolonial lainnya di Asia Tenggara untuk memahami dinamika perlawanan terhadap kekuasaan asing.. Tuanku Imam Bonjol adalah tokoh penting dalam Gerakan Padri yang bertujuan memurnikan Islam di Minangkabau.Perjuangannya melawan kolonialisme Belanda tidak hanya untuk kemerdekaan tetapi juga jihad menjaga syariat Islam.Warisan gerakan ini menginspirasi generasi penerus dalam mempertahankan nilai keislaman dan budaya lokal Artikel ini membahas kontribusi intelektual Tuanku Imam Bonjol dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tuanku Imam Bonjol merupakan tokoh intelektual dalam politik praktis gerakan Padri yang tidak membabi buta, tetap penuh perhitungan rasional dan bijaksana terhadap setiap tindakannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Perjuangannya dalam melawan penjajah Belanda tanah Minangkabau dari penjajahan Belanda, juga bentuk jihad menegakkan kembali syariat Islam di Tanah Minangkabau.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d8c06.webp" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d8c06.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d8c06.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d8c06.webp 1x" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" alt="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-dd528.webp" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-dd528.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-dd528.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-dd528.webp 1x" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" alt="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp 1x" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" alt="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68674-minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam" title="JURIS - Tuanku Imam Bonjol&#039;s Intellectual Contribution through the Padri Movement" target="_blank">Tuanku Imam Bonjol's Intellectual Contribution through the Padri Movement</a>: 1. Penelitian tentang faktor ekonomi yang memengaruhi gerakan Padri dalam menentang kolonialisme Belanda. 2. Analisis peran perempuan dalam reformasi sosial yang dilakukan Gerakan Padri. 3. Perbandingan strategi Gerakan Padri dengan gerakan anti-kolonial lainnya di Asia Tenggara untuk memahami dinamika perlawanan terhadap kekuasaan asing..
<br>Tuanku Imam Bonjol adalah tokoh penting dalam Gerakan Padri yang bertujuan memurnikan Islam di Minangkabau.Perjuangannya melawan kolonialisme Belanda tidak hanya untuk kemerdekaan tetapi juga jihad menjaga syariat Islam.Warisan gerakan ini menginspirasi generasi penerus dalam mempertahankan nilai keislaman dan budaya lokal
<br>Artikel ini membahas kontribusi intelektual Tuanku Imam Bonjol dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tuanku Imam Bonjol merupakan tokoh intelektual dalam politik praktis gerakan Padri yang tidak membabi buta, tetap penuh perhitungan rasional dan bijaksana terhadap setiap tindakannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Perjuangannya dalam melawan penjajah Belanda tanah Minangkabau dari penjajahan Belanda, juga bentuk jihad menegakkan kembali syariat Islam di Tanah Minangkabau....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp" type="image/webp" length="87518" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d8c06.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-dd528.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/minangkabau-padri-wahhabi-respon-tuanku-imam-bonjo-thumb-d79a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious Tolerance as a Lived Experience A Phenomenological Study of Adolescents Interfaith Engagement in Rural Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Tolerance as a Lived Experience A Phenomenological Study of Adolescents Interfaith Engagement in Rural Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Tolerance as a Lived Experience A Phenomenological Study of Adolescents Interfaith Engagement in Rural Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68690-nilai-toleransi-tasamuh-sikap</link>
	<guid isPermaLink="false">d84af04ed3872ad40c413db36fb04401</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 13:14:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana toleransi beragama remaja di kota-kota besar Indonesia berbeda dengan daerah pedesaan, mengingat konteks sosial yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dan non-formal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents' Interfaith Engagement in Rural Indonesia: Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana toleransi beragama remaja di kota-kota besar Indonesia berbeda dengan daerah pedesaan, mengingat konteks sosial yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dan non-formal dalam membentuk sikap toleransi beragama pada usia remaja. Terakhir, studi ini dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pengalaman interfaith engagement terhadap perkembangan karakter dan kompetensi sosial remaja dalam masyarakat yang plural.. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa remaja di Kalurahan Watusigar telah menginternalisasi dan mempraktikkan nilai toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari.Mereka tidak hanya menerima keragaman agama sebagai realitas sosial tetapi juga melihatnya sebagai sumber penguatan interaksi sosial dan perspektif individu.Toleransi beragama mereka diwujudkan melalui enam tema utama, termasuk partisipasi budaya, empati terhadap tradisi lain, dan kolaborasi lintas agama.Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi beragama bukan hanya sikap pasif tetapi bentuk perilaku sosial aktif yang terbentuk dari faktor internal dan eksternal.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena sampel yang terbatas dan konteks lokal, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan partisipan lebih beragam untuk memperdalam pemahaman tentang toleransi remaja di masyarakat plural Ini mengkaji bagaimana remaja di Kalurahan Watusigar, sebuah desa di Yogyakarta yang dikenal dengan keragaman agama, memahami dan mempraktikkan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Di desa ini, Muslim, Kristen, dan pemeluk agama lain telah hidup berdampingan selama beberapa generasi, menjadikannya lokasi penting untuk menelaah pengalaman lintas iman remaja dalam konteks pedesaan yang plural. Dengan pendekatan fenomenologi dan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap tiga remaja berusia 15Ae18 tahun yang aktif dalam interaksi lintas iman. Analisis menghasilkan enam tema utama: (1) keberagaman sebagai realitas sosial yang dihayati, (2) toleransi dan penghargaan perbedaan sebagai nilai inti, (3) kebebasan beragama... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-8a7d5.webp" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-8a7d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-8a7d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-8a7d5.webp 1x" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" alt="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-2663a.webp" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-2663a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-2663a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-2663a.webp 1x" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" alt="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp 1x" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" alt="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68690-nilai-toleransi-tasamuh-sikap" title="JURIS - Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents&#039; Interfaith Engagement in Rural Indonesia" target="_blank">Religious Tolerance as a Lived Experience: A Phenomenological Study of Adolescents' Interfaith Engagement in Rural Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana toleransi beragama remaja di kota-kota besar Indonesia berbeda dengan daerah pedesaan, mengingat konteks sosial yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pendidikan formal dan non-formal dalam membentuk sikap toleransi beragama pada usia remaja. Terakhir, studi ini dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pengalaman interfaith engagement terhadap perkembangan karakter dan kompetensi sosial remaja dalam masyarakat yang plural..
<br>Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa remaja di Kalurahan Watusigar telah menginternalisasi dan mempraktikkan nilai toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari.Mereka tidak hanya menerima keragaman agama sebagai realitas sosial tetapi juga melihatnya sebagai sumber penguatan interaksi sosial dan perspektif individu.Toleransi beragama mereka diwujudkan melalui enam tema utama, termasuk partisipasi budaya, empati terhadap tradisi lain, dan kolaborasi lintas agama.Penelitian ini menunjukkan bahwa toleransi beragama bukan hanya sikap pasif tetapi bentuk perilaku sosial aktif yang terbentuk dari faktor internal dan eksternal.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena sampel yang terbatas dan konteks lokal, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan partisipan lebih beragam untuk memperdalam pemahaman tentang toleransi remaja di masyarakat plural
<br>Ini mengkaji bagaimana remaja di Kalurahan Watusigar, sebuah desa di Yogyakarta yang dikenal dengan keragaman agama, memahami dan mempraktikkan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Di desa ini, Muslim, Kristen, dan pemeluk agama lain telah hidup berdampingan selama beberapa generasi, menjadikannya lokasi penting untuk menelaah pengalaman lintas iman remaja dalam konteks pedesaan yang plural. Dengan pendekatan fenomenologi dan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap tiga remaja berusia 15Ae18 tahun yang aktif dalam interaksi lintas iman. Analisis menghasilkan enam tema utama: (1) keberagaman sebagai realitas sosial yang dihayati, (2) toleransi dan penghargaan perbedaan sebagai nilai inti, (3) kebebasan beragama...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp" type="image/webp" length="96062" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-8a7d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-2663a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/nilai-toleransi-tasamuh-sikap-beragama-anak-usia-r-thumb-9be8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Continuity of Quranic Exegesis in Sumatra A Study of Abdrurrauf Singkel HAKA and HAMKA within the Local Islamic Tradition ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Continuity of Quranic Exegesis in Sumatra A Study of Abdrurrauf Singkel HAKA and HAMKA within the Local Islamic Tradition ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Continuity of Quranic Exegesis in Sumatra A Study of Abdrurrauf Singkel HAKA and HAMKA within the Local Islamic Tradition ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68680-tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-qur-tafsi</link>
	<guid isPermaLink="false">dc321ae14be46a46b2fbe4de3fcddeb7</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 12:40:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah berhasil menyoroti kesinambungan tradisi tafsir di Sumatra, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman kita. Pertama, studi ke depan dapat memperdalam analisis komparatif metodologis terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Continuity of Qur'anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition: Penelitian ini telah berhasil menyoroti kesinambungan tradisi tafsir di Sumatra, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman kita. Pertama, studi ke depan dapat memperdalam analisis komparatif metodologis terhadap ketiga mufasir dengan fokus pada tema-tema Al-Qur'an tertentu, seperti penafsiran ayat-ayat tentang keadilan sosial, peran perempuan, atau etika lingkungan. Bagaimana Abdurrauf, HAKA, dan HAMKA mengartikulasikan isu-isu ini dalam konteks lokal dan global mereka, dan sejauh mana perbedaan pendekatan mereka membentuk pemahaman agama di masyarakat? Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih nuansa tentang adaptasi tafsir terhadap tantangan zaman. Kedua, menarik untuk dilakukan studi perbandingan dengan tradisi tafsir dari wilayah lain di Nusantara, seperti Jawa atau Kalimantan, untuk mengidentifikasi pola umum dan keunikan dalam proses lokalisasi dan kontekstualisasi Al-Qur'an di seluruh kepulauan. Hal ini dapat mengungkapkan apakah ada "gaya Nusantara" yang koheren atau justru keragaman regional yang signifikan. Ketiga, dengan kemajuan teknologi, penerapan metode digital humanities bisa menjadi arah baru yang menjanjikan. Analisis teks komputasional terhadap karya-karya tafsir ini dapat mengungkap pola linguistik, frekuensi penggunaan konsep kunci, atau jejaring referensi yang tidak mudah terlihat melalui studi kualitatif konvensional, sehingga menghasilkan wawasan baru mengenai evolusi diskursif tafsir dari abad ke-17 hingga ke-20. Saran-saran ini diharapkan dapat memperkuat kajian tafsir Nusantara secara holistik dan interdisipliner.. Studi ini menyoroti kesinambungan tafsir Al-Qur'an di Sumatra melalui analisis biografi, konteks penulisan, dan karakteristik penafsiran Abdurrauf al-Sinkili, HAKA, serta HAMKA.Hasilnya menunjukkan bahwa karya-karya tafsir ini secara adaptif merefleksikan kebutuhan sosial dan agama komunitasnya, mulai dari aksesibilitas bagi audiens Melayu hingga respons terhadap dinamika reformasi dan sosial-politik pascakemerdekaan.Secara metodologis, ditemukan evolusi dari pendekatan ijmAl bercorak sufistik ke taull yang rasional-sosial, serta integrasi ma'tsr dan ra'y yang bersifat kosmopolitan, menegaskan kekayaan tradisi penafsiran lokal dan interaksinya dengan wacana Islam global Perkembangan tafsir Al-QurAoan di Sumatra menunjukkan kesinambungan antara periode klasik, transisional, dan modern dalam tradisi keilmuan Islam. Studi ini mengkaji tiga tokohAiAbdurrauf al-Sinkili, Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA), dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)Aiuntuk melihat: (1) konteks biografis dan intelektual mereka; (2) latar sosial-historis lahirnya tafsir; dan (3) karakteristik utama karya mereka. Melalui penelitian kepustakaan deskriptif-analitis dengan pendekatan historis, ditemukan bahwa Abdurrauf, melalui Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Aceh abad ke-17), menyederhanakan ajaran Al-QurAoan bagi masyarakat Melayu dengan corak sufistik. HAKA, melalui Tafsir al-Burhan, merespons kebutuhan pendidikan dan teologis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-959a2.webp" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-959a2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-959a2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-959a2.webp 1x" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" alt="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp 1x" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" alt="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-97887.webp" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-97887.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-97887.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-97887.webp 1x" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" alt="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68680-tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-qur-tafsi" title="JURIS - The Continuity of Qur&#039;anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition" target="_blank">The Continuity of Qur'anic Exegesis in Sumatra: A Study of Abdrurrauf Singkel, HAKA, and HAMKA within the Local Islamic Tradition</a>: Penelitian ini telah berhasil menyoroti kesinambungan tradisi tafsir di Sumatra, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman kita. Pertama, studi ke depan dapat memperdalam analisis komparatif metodologis terhadap ketiga mufasir dengan fokus pada tema-tema Al-Qur'an tertentu, seperti penafsiran ayat-ayat tentang keadilan sosial, peran perempuan, atau etika lingkungan. Bagaimana Abdurrauf, HAKA, dan HAMKA mengartikulasikan isu-isu ini dalam konteks lokal dan global mereka, dan sejauh mana perbedaan pendekatan mereka membentuk pemahaman agama di masyarakat? Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih nuansa tentang adaptasi tafsir terhadap tantangan zaman. Kedua, menarik untuk dilakukan studi perbandingan dengan tradisi tafsir dari wilayah lain di Nusantara, seperti Jawa atau Kalimantan, untuk mengidentifikasi pola umum dan keunikan dalam proses lokalisasi dan kontekstualisasi Al-Qur'an di seluruh kepulauan. Hal ini dapat mengungkapkan apakah ada "gaya Nusantara" yang koheren atau justru keragaman regional yang signifikan. Ketiga, dengan kemajuan teknologi, penerapan metode digital humanities bisa menjadi arah baru yang menjanjikan. Analisis teks komputasional terhadap karya-karya tafsir ini dapat mengungkap pola linguistik, frekuensi penggunaan konsep kunci, atau jejaring referensi yang tidak mudah terlihat melalui studi kualitatif konvensional, sehingga menghasilkan wawasan baru mengenai evolusi diskursif tafsir dari abad ke-17 hingga ke-20. Saran-saran ini diharapkan dapat memperkuat kajian tafsir Nusantara secara holistik dan interdisipliner..
<br>Studi ini menyoroti kesinambungan tafsir Al-Qur'an di Sumatra melalui analisis biografi, konteks penulisan, dan karakteristik penafsiran Abdurrauf al-Sinkili, HAKA, serta HAMKA.Hasilnya menunjukkan bahwa karya-karya tafsir ini secara adaptif merefleksikan kebutuhan sosial dan agama komunitasnya, mulai dari aksesibilitas bagi audiens Melayu hingga respons terhadap dinamika reformasi dan sosial-politik pascakemerdekaan.Secara metodologis, ditemukan evolusi dari pendekatan ijmAl bercorak sufistik ke taull yang rasional-sosial, serta integrasi ma'tsr dan ra'y yang bersifat kosmopolitan, menegaskan kekayaan tradisi penafsiran lokal dan interaksinya dengan wacana Islam global
<br>Perkembangan tafsir Al-QurAoan di Sumatra menunjukkan kesinambungan antara periode klasik, transisional, dan modern dalam tradisi keilmuan Islam. Studi ini mengkaji tiga tokohAiAbdurrauf al-Sinkili, Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA), dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)Aiuntuk melihat: (1) konteks biografis dan intelektual mereka; (2) latar sosial-historis lahirnya tafsir; dan (3) karakteristik utama karya mereka. Melalui penelitian kepustakaan deskriptif-analitis dengan pendekatan historis, ditemukan bahwa Abdurrauf, melalui Tafsir Tarjuman al-Mustafid (Aceh abad ke-17), menyederhanakan ajaran Al-QurAoan bagi masyarakat Melayu dengan corak sufistik. HAKA, melalui Tafsir al-Burhan, merespons kebutuhan pendidikan dan teologis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp" type="image/webp" length="96788" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-959a2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-84739.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/tradisi-tafsir-lokal-kajian-al-quran-al-azhar-keil-thumb-97887.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Strategic Role of the Dai Nagari in Driving Rural Development in Pasaman West Sumatra ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Strategic Role of the Dai Nagari in Driving Rural Development in Pasaman West Sumatra ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Strategic Role of the Dai Nagari in Driving Rural Development in Pasaman West Sumatra ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68672-peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan</link>
	<guid isPermaLink="false">9f1715b73d2061a30d9614ff57fd09c8</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 12:05:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ west sumatra ]]></category>
	<category><![CDATA[ rumah jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas dakwah DaAoi Nagari, khususnya dalam menyebarkan informasi pembangunan dan edukasi keagamaan. Selain itu, penting untuk mengkaji pelatihan keterampilan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Strategic Role of the Da'i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas dakwah DaAoi Nagari, khususnya dalam menyebarkan informasi pembangunan dan edukasi keagamaan. Selain itu, penting untuk mengkaji pelatihan keterampilan modern bagi DaAoi Nagari agar mampu menghadapi tantangan perubahan sosial akibat globalisasi dan perkembangan ekonomi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi kolaborasi DaAoi Nagari dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperkuat peran mereka dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih inklusif dan berdaya saing.. Berdasarkan temuan penelitian dan hasil diskusi, dapat disimpulkan bahwa DaAoi Nagari mendampingi pemerintahan nagari di berbagai desa di Kabupaten Pasaman.Peran strategis DaAoi Nagari mencakup konsultatif, inovatif, delegatif, partisipatif, dan pengawasan.DaAoi Nagari telah menerapkan lima peran strategis tersebut dalam masyarakat.Meskipun berasal dari regulasi yang sama, implementasinya bervariasi karena sikap DaAoi tidak dapat disamakan.Sebagai hasilnya, muncul berbagai pandangan di kalangan masyarakat.Kehadiran DaAoi Nagari mendapat berbagai respons dari masyarakat, baik positif maupun negatif.Namun, di antara lima peran tersebut, masyarakat menganggap peran partisipatif sebagai yang paling signifikan dalam dampak strategis.DaAoi Nagari terlibat dalam setiap pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.Implementasi setiap peran terlihat dalam berbagai aspek.Penjelasan sebelumnya tentang penjelasan peran akan memudahkan pembaca memahami peran strategis DaAoi Nagari.Banyak ahli belum melakukan studi khusus tentang DaAoi Nagari di Sumatera Barat.Penulis berharap studi ini dapat menginspirasi minat para ahli untuk mengeksplorasi keberadaan DaAoi Nagari dan spesifikasinya untuk kesuksesan pembangunan di daerah pedesaan Artikel ini merupakan analisis terhadap peran strategis DaAoi Nagari (DaAoi lokal) sebagai DaAoi pendamping pemerintahan nagari/desa yang ikut berpartisipasi dalam menggerakkan pembangunan pedesaan di kabupaten Pasaman-Sumatera Barat. DaAoi Nagari merupakan program khusus yang dibuat oleh pemerintah setempat sebagai bentuk apresiasi kepada para pendakwah di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran penting DaAoi Nagari dalam pembangunan. Kajian ini penting mengingat daAoi nagari merupakan program khusus pemerintah daerah yang hanya ada di Sumatera Barat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini mengungkap peran DaAoi Nagari dalam pembangunan dengan memberikan gambaran eksistensi DaAoi Nagari di Pasaman Barat.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-ab17d.webp" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-ab17d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-ab17d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-ab17d.webp 1x" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" alt="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-75285.webp" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-75285.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-75285.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-75285.webp 1x" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" alt="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp 1x" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" alt="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68672-peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan" title="JURIS - The Strategic Role of the Da&#039;i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra" target="_blank">The Strategic Role of the Da'i Nagari in Driving Rural Development in Pasaman, West Sumatra</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas dakwah DaAoi Nagari, khususnya dalam menyebarkan informasi pembangunan dan edukasi keagamaan. Selain itu, penting untuk mengkaji pelatihan keterampilan modern bagi DaAoi Nagari agar mampu menghadapi tantangan perubahan sosial akibat globalisasi dan perkembangan ekonomi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi kolaborasi DaAoi Nagari dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperkuat peran mereka dalam membangun masyarakat pedesaan yang lebih inklusif dan berdaya saing..
<br>Berdasarkan temuan penelitian dan hasil diskusi, dapat disimpulkan bahwa DaAoi Nagari mendampingi pemerintahan nagari di berbagai desa di Kabupaten Pasaman.Peran strategis DaAoi Nagari mencakup konsultatif, inovatif, delegatif, partisipatif, dan pengawasan.DaAoi Nagari telah menerapkan lima peran strategis tersebut dalam masyarakat.Meskipun berasal dari regulasi yang sama, implementasinya bervariasi karena sikap DaAoi tidak dapat disamakan.Sebagai hasilnya, muncul berbagai pandangan di kalangan masyarakat.Kehadiran DaAoi Nagari mendapat berbagai respons dari masyarakat, baik positif maupun negatif.Namun, di antara lima peran tersebut, masyarakat menganggap peran partisipatif sebagai yang paling signifikan dalam dampak strategis.DaAoi Nagari terlibat dalam setiap pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.Implementasi setiap peran terlihat dalam berbagai aspek.Penjelasan sebelumnya tentang penjelasan peran akan memudahkan pembaca memahami peran strategis DaAoi Nagari.Banyak ahli belum melakukan studi khusus tentang DaAoi Nagari di Sumatera Barat.Penulis berharap studi ini dapat menginspirasi minat para ahli untuk mengeksplorasi keberadaan DaAoi Nagari dan spesifikasinya untuk kesuksesan pembangunan di daerah pedesaan
<br>Artikel ini merupakan analisis terhadap peran strategis DaAoi Nagari (DaAoi lokal) sebagai DaAoi pendamping pemerintahan nagari/desa yang ikut berpartisipasi dalam menggerakkan pembangunan pedesaan di kabupaten Pasaman-Sumatera Barat. DaAoi Nagari merupakan program khusus yang dibuat oleh pemerintah setempat sebagai bentuk apresiasi kepada para pendakwah di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran penting DaAoi Nagari dalam pembangunan. Kajian ini penting mengingat daAoi nagari merupakan program khusus pemerintah daerah yang hanya ada di Sumatera Barat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini mengungkap peran DaAoi Nagari dalam pembangunan dengan memberikan gambaran eksistensi DaAoi Nagari di Pasaman Barat....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp" type="image/webp" length="84982" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-ab17d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-75285.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/peran-strategis-perempuan-daaoi-nagari-pembangunan-thumb-993ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 17:37:57 +0700. 24 items. Served in: 5.285 seconds [rss] -->
