<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2026 01:10:59 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 01:10:59 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-27T01:10:59+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42001-pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba</link>
	<guid isPermaLink="false">44ef06fe7697033b69d3930c3c710d90</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:37:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pupuk kotoran maggot dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tertentu, terutama tanaman yang membutuhkan fosfor tinggi, melalui percobaan lapangan dengan berbagai varietas dan kondisi tanah. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pupuk kotoran maggot dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tertentu, terutama tanaman yang membutuhkan fosfor tinggi, melalui percobaan lapangan dengan berbagai varietas dan kondisi tanah. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh pupuk kotoran maggot terhadap komunitas mikroba tanah dan aktivitas biologis tanah perlu dilakukan untuk memahami mekanisme peningkatan kesuburan tanah secara lebih komprehensif. Terakhir, penelitian tentang optimasi proses biokonversi ekskreta ayam menjadi pupuk kotoran maggot, termasuk rasio campuran ekskreta ayam dengan bahan organik lain, serta pengaruh jenis larva BSF yang digunakan, dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pupuk yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah peternakan dan peningkatan produktivitas pertanian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detail dan aplikatif bagi petani dan pelaku agribisnis dalam memanfaatkan pupuk kotoran maggot secara optimal.. Secara keseluruhan, pupuk komersial unggul dalam konsistensi dan kuantitas nitrogen dan kalium, serta total hara.Namun, pupuk kotoran maggot menonjol dalam kandungan fosfor.Pemilihan pupuk sebaiknya didasarkan pada kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi tanah, menjadikan pupuk kotoran maggot berpotensi menjadi alternatif atau suplemen yang baik, terutama untuk meningkatkan ketersediaan fosfor dengan memanfaatkan limbah peternakan Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan unsur hara makro (Nitrogen, Posfor, Kalium) dan nilai pH pada pupuk kotoran magot hasil biokonversi ekskreta ayam serta membandingkannya dengan pupuk kompos komersial yang beredar di pasaran. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan dua perlakuan, yaitu pupuk kotoran magot (P1) dan pupuk kompos komersial (P2), masing-masing sebanyak lima ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi pH, kadar nitrogen (metode Kjeldahl), posfor dan kalium (metode pengabuan basah), serta total hara yang diperoleh dari penjumlahan kandungan N, P, dan K. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji beda menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-5050b.webp" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-5050b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-5050b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-5050b.webp 1x" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" alt="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-00145.webp" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-00145.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-00145.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-00145.webp 1x" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" alt="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp 1x" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" alt="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42001-pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba" title="JURIS - Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam" target="_blank">Uji Unsur Hara Makro Pada Pupuk Kotoran Magot Dari Hasil Biokonversi Ekskreta Ayam</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pupuk kotoran maggot dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tertentu, terutama tanaman yang membutuhkan fosfor tinggi, melalui percobaan lapangan dengan berbagai varietas dan kondisi tanah. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh pupuk kotoran maggot terhadap komunitas mikroba tanah dan aktivitas biologis tanah perlu dilakukan untuk memahami mekanisme peningkatan kesuburan tanah secara lebih komprehensif. Terakhir, penelitian tentang optimasi proses biokonversi ekskreta ayam menjadi pupuk kotoran maggot, termasuk rasio campuran ekskreta ayam dengan bahan organik lain, serta pengaruh jenis larva BSF yang digunakan, dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pupuk yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah peternakan dan peningkatan produktivitas pertanian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detail dan aplikatif bagi petani dan pelaku agribisnis dalam memanfaatkan pupuk kotoran maggot secara optimal..
<br>Secara keseluruhan, pupuk komersial unggul dalam konsistensi dan kuantitas nitrogen dan kalium, serta total hara.Namun, pupuk kotoran maggot menonjol dalam kandungan fosfor.Pemilihan pupuk sebaiknya didasarkan pada kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi tanah, menjadikan pupuk kotoran maggot berpotensi menjadi alternatif atau suplemen yang baik, terutama untuk meningkatkan ketersediaan fosfor dengan memanfaatkan limbah peternakan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan unsur hara makro (Nitrogen, Posfor, Kalium) dan nilai pH pada pupuk kotoran magot hasil biokonversi ekskreta ayam serta membandingkannya dengan pupuk kompos komersial yang beredar di pasaran. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan dua perlakuan, yaitu pupuk kotoran magot (P1) dan pupuk kompos komersial (P2), masing-masing sebanyak lima ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi pH, kadar nitrogen (metode Kjeldahl), posfor dan kalium (metode pengabuan basah), serta total hara yang diperoleh dari penjumlahan kandungan N, P, dan K. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji beda menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp" type="image/webp" length="76710" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-5050b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-00145.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pupuk-kotoran-sapi-kimia-murni-total-mikroba-tanah-thumb-d9d4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Inseminasi Buatan IB Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Inseminasi Buatan IB Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Inseminasi Buatan IB Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41989-populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-r</link>
	<guid isPermaLink="false">47be9a21cd938ecb1300d9abfa8e876c</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:10:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan dan mendukung peningkatan populasi ternak sapi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan dan mendukung peningkatan populasi ternak sapi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti kualitas pakan dan manajemen kandang, terhadap tingkat kebuntingan pada sapi yang menjalani IB. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pemeliharaan sapi yang dapat mengoptimalkan keberhasilan reproduksi. Kedua, penelitian tentang efektivitas berbagai jenis semen beku terhadap tingkat kebuntingan pada berbagai jenis sapi lokal di Kecamatan IV Nagari dapat memberikan informasi penting bagi peternak dalam memilih semen yang paling sesuai dengan kondisi ternak mereka. Ketiga, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi program IB yang lebih komprehensif, termasuk pemantauan kesehatan reproduksi sapi secara berkala dan analisis data secara lebih mendalam, dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dan merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi program IB secara keseluruhan. Dengan demikian, program inseminasi buatan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap peningkatan populasi ternak sapi dan kesejahteraan peternak di Kecamatan IV Nagari.. Hasil penelitian terhadap peran inseminasi buatan dalam meningkatkan populasi ternak sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung menunjukkan bahwa nilai Non Return Rate (NRR) berada dalam rentang 69,80% hingga 77,91% yang menunjukkan keberhasilan kebuntingan yang cukup tinggi.Nilai Service per Conception (S/C) berkisar antara 1,13-1,30 untuk sapi Bali dan sapi PO, lebih rendah dari rata-rata nilai S/C Kabupaten Sijunjung yakni.Tingkat kebuntingan atau Conception Rate (CR) tergolong baik, dengan nilai mencapai hingga 77,7% Peningkatan permintaan protein hewani asal daging sapi tidak diimbangi dengan peningkatan populasi ternak di Indonesia, sehingga diperlukan strategi seperti inseminasi buatan (IB) untuk mempercepat reproduksi. Penelitian bertujuan mengevaluasi keberhasilan program IB dalam meningkatkan populasi sapi di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, melalui analisis Non-Return Rate (NRR), Service per Conception (S/C), dan Conception Rate (CR). Metode survei digunakan dengan data primer (wawancara peternak) dan sekunder (rekam medis Puskeswan tahun 2019Ae2023). Hasil menunjukkan bahwa NRR berkisar 69,80Ae77,91%, menunjukkan tingkat kebuntingan tinggi setelah IB pertama. S/C sapi Bali dan PO rata-rata 1,13Ae1,30, mengindikasikan efisiensi IB yang baik, dan CR mencapai 77,7% melebihi standar nasional (60Ae70%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-73635.webp" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-73635.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-73635.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-73635.webp 1x" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" alt="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-fd03e.webp" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-fd03e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-fd03e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-fd03e.webp 1x" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" alt="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp 1x" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" alt="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41989-populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-r" title="JURIS - Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung" target="_blank">Peran Inseminasi Buatan (IB) Terhadap Peningkatan Populasi Ternak Sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan dan mendukung peningkatan populasi ternak sapi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti kualitas pakan dan manajemen kandang, terhadap tingkat kebuntingan pada sapi yang menjalani IB. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pemeliharaan sapi yang dapat mengoptimalkan keberhasilan reproduksi. Kedua, penelitian tentang efektivitas berbagai jenis semen beku terhadap tingkat kebuntingan pada berbagai jenis sapi lokal di Kecamatan IV Nagari dapat memberikan informasi penting bagi peternak dalam memilih semen yang paling sesuai dengan kondisi ternak mereka. Ketiga, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi program IB yang lebih komprehensif, termasuk pemantauan kesehatan reproduksi sapi secara berkala dan analisis data secara lebih mendalam, dapat membantu mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul dan merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi program IB secara keseluruhan. Dengan demikian, program inseminasi buatan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap peningkatan populasi ternak sapi dan kesejahteraan peternak di Kecamatan IV Nagari..
<br>Hasil penelitian terhadap peran inseminasi buatan dalam meningkatkan populasi ternak sapi di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung menunjukkan bahwa nilai Non Return Rate (NRR) berada dalam rentang 69,80% hingga 77,91% yang menunjukkan keberhasilan kebuntingan yang cukup tinggi.Nilai Service per Conception (S/C) berkisar antara 1,13-1,30 untuk sapi Bali dan sapi PO, lebih rendah dari rata-rata nilai S/C Kabupaten Sijunjung yakni.Tingkat kebuntingan atau Conception Rate (CR) tergolong baik, dengan nilai mencapai hingga 77,7%
<br>Peningkatan permintaan protein hewani asal daging sapi tidak diimbangi dengan peningkatan populasi ternak di Indonesia, sehingga diperlukan strategi seperti inseminasi buatan (IB) untuk mempercepat reproduksi. Penelitian bertujuan mengevaluasi keberhasilan program IB dalam meningkatkan populasi sapi di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, melalui analisis Non-Return Rate (NRR), Service per Conception (S/C), dan Conception Rate (CR). Metode survei digunakan dengan data primer (wawancara peternak) dan sekunder (rekam medis Puskeswan tahun 2019Ae2023). Hasil menunjukkan bahwa NRR berkisar 69,80Ae77,91%, menunjukkan tingkat kebuntingan tinggi setelah IB pertama. S/C sapi Bali dan PO rata-rata 1,13Ae1,30, mengindikasikan efisiensi IB yang baik, dan CR mencapai 77,7% melebihi standar nasional (60Ae70%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp" type="image/webp" length="155048" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-73635.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-fd03e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/populasi-sapi-bali-jantan-daging-hasil-reproduksi-thumb-04c20.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41990-pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-konver</link>
	<guid isPermaLink="false">33e8fe0bee1a69c7e109fc3ab15fe457</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:01:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti faktor lingkungan mikro seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara di dalam kandang pada setiap periode pemeliharaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fluktuasi kinerja ayam, terutama pada periode dengan performa buruk seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu): Pertama, perlu diteliti faktor lingkungan mikro seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara di dalam kandang pada setiap periode pemeliharaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fluktuasi kinerja ayam, terutama pada periode dengan performa buruk seperti periode 4. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perubahan pola pakan atau formulasi pakan meskipun merek pakan sama, untuk melihat apakah variasi komposisi nutrisi berkontribusi terhadap perbedaan konversi pakan dan bobot panen antar periode. Ketiga, penting untuk mengevaluasi faktor manajerial seperti kepadatan kandang, umur DOC, atau kepatuhan terhadap protokol kesehatan harian yang mungkin berbeda antar periode dan dapat memengaruhi tingkat deplesi serta pertumbuhan ayam, agar dapat diidentifikasi praktik optimal yang dapat direplikasi secara konsisten untuk mempertahankan kinerja tinggi di semua periode pemeliharaan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa performa pemeliharaan ayam broiler di Suyatno Farm selama lima periode menghasilkan rata-rata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, deplesi 1,94%, konversi pakan 1,437, indeks performa 441, dan IOFC sebesar Rp14.Periode 1 memiliki performa terbaik dalam hal bobot badan panen, indeks performa, dan IOFC, sedangkan periode 2 unggul dalam tingkat deplesi terendah dan periode 3 dalam efisiensi konversi pakan.Periode 4 menunjukkan performa terburuk karena berada di bawah rata-rata pada hampir semua parameter, termasuk bobot panen terendah, deplesi tertinggi, konversi pakan tertinggi, indeks performa terendah, dan IOFC terendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa dari pemeliharaan ayam broiler dari 5 periode pemeliharaan ayam dengan variabel rerata bobot badan panen, nilai deplesi, konversi pakan, indeks performa (IP), dan Income Over Feed Cost (IOFC). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner dengan subyek kandang closehouse Suyatno Farm. Penelitian ini menghasilkan rerata dari 5 periode yaitu pemeliharaan 19.800, rerata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, nilai deplesi 385 ekor atau 1,94 %, nilai konversi pakan 1,437, indeks performa (IP) 441, dan Income Over Feed Cost (IOFC) Rp 14.005. Dari penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-05703.webp" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-05703.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-05703.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-05703.webp 1x" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" alt="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-f2d8c.webp" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-f2d8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-f2d8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-f2d8c.webp 1x" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" alt="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp 1x" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" alt="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41990-pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-konver" title="JURIS - Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)" target="_blank">Kinerja Produksi Dan Income Over Feed Cost Pemeliharaan Ayam Broiler Pada Kandang Close House (Studi Kasus Suyatno Farm Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu)</a>: Pertama, perlu diteliti faktor lingkungan mikro seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara di dalam kandang pada setiap periode pemeliharaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fluktuasi kinerja ayam, terutama pada periode dengan performa buruk seperti periode 4. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perubahan pola pakan atau formulasi pakan meskipun merek pakan sama, untuk melihat apakah variasi komposisi nutrisi berkontribusi terhadap perbedaan konversi pakan dan bobot panen antar periode. Ketiga, penting untuk mengevaluasi faktor manajerial seperti kepadatan kandang, umur DOC, atau kepatuhan terhadap protokol kesehatan harian yang mungkin berbeda antar periode dan dapat memengaruhi tingkat deplesi serta pertumbuhan ayam, agar dapat diidentifikasi praktik optimal yang dapat direplikasi secara konsisten untuk mempertahankan kinerja tinggi di semua periode pemeliharaan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa performa pemeliharaan ayam broiler di Suyatno Farm selama lima periode menghasilkan rata-rata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, deplesi 1,94%, konversi pakan 1,437, indeks performa 441, dan IOFC sebesar Rp14.Periode 1 memiliki performa terbaik dalam hal bobot badan panen, indeks performa, dan IOFC, sedangkan periode 2 unggul dalam tingkat deplesi terendah dan periode 3 dalam efisiensi konversi pakan.Periode 4 menunjukkan performa terburuk karena berada di bawah rata-rata pada hampir semua parameter, termasuk bobot panen terendah, deplesi tertinggi, konversi pakan tertinggi, indeks performa terendah, dan IOFC terendah
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa dari pemeliharaan ayam broiler dari 5 periode pemeliharaan ayam dengan variabel rerata bobot badan panen, nilai deplesi, konversi pakan, indeks performa (IP), dan Income Over Feed Cost (IOFC). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner dengan subyek kandang closehouse Suyatno Farm. Penelitian ini menghasilkan rerata dari 5 periode yaitu pemeliharaan 19.800, rerata bobot badan panen 1,98 kg/ekor, nilai deplesi 385 ekor atau 1,94 %, nilai konversi pakan 1,437, indeks performa (IP) 441, dan Income Over Feed Cost (IOFC) Rp 14.005. Dari penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp" type="image/webp" length="88712" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-05703.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-f2d8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/pakan-ayam-broiler-efisiensi-konversi-bobot-badan-thumb-99d91.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI SUHU REKTAL DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN SAPI ACEH ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI SUHU REKTAL DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN SAPI ACEH ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI SUHU REKTAL DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN SAPI ACEH ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42000-sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis</link>
	<guid isPermaLink="false">dcc022346d5361cad6be8bfa48d1a113</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:43:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada pengaruh pemberian pakan konsentrat dan hijauan yang berbeda terhadap kinerja fisiologis dan produktivitas sapi Aceh. Selain itu, penelitian juga ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada pengaruh pemberian pakan konsentrat dan hijauan yang berbeda terhadap kinerja fisiologis dan produktivitas sapi Aceh. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh pakan konsentrat dan hijauan pada sapi Aceh dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan sapi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami pengaruh pakan konsentrat dan hijauan terhadap sapi Aceh.. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian konsentrat dan hijauan yang berbeda menunjukkan tidak berpengaruh terhadap respons fisiologi (suhu rektal, denyut jantung dan frekuensi pernafasan) Sapi Aceh.Rataan suhu rektal tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 38,630C dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 38,530C.Rataan denyut jantung tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 72,96 kali/menit dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A, B, dan C yaitu 72,09 kali/menit.Rataan frekuensi pernafasan tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 32,84 kali/menit dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 32,60 kali/menit Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian imbangan pakan antara konsentrat dengan hijauan terhadap respons fisiologis Sapi Aceh. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2023 hingga 17 Januari 2024 di Juli Makmu, Desa Juli Mee Teungoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian konsentrat dan hijauan yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) terhadap respons fisiologi (suhu rektal,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-4ec2f.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-4ec2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-4ec2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-4ec2f.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-71181.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-71181.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-71181.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-71181.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42000-sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH" target="_blank">PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN YANG BERBEDA TERHADAP RESPONS FISIOLOGI (SUHU REKTAL, DENYUT JANTUNG DAN FREKUENSI PERNAPASAN) SAPI ACEH</a>: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada pengaruh pemberian pakan konsentrat dan hijauan yang berbeda terhadap kinerja fisiologis dan produktivitas sapi Aceh. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh pakan konsentrat dan hijauan pada sapi Aceh dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan sapi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami pengaruh pakan konsentrat dan hijauan terhadap sapi Aceh..
<br>Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian konsentrat dan hijauan yang berbeda menunjukkan tidak berpengaruh terhadap respons fisiologi (suhu rektal, denyut jantung dan frekuensi pernafasan) Sapi Aceh.Rataan suhu rektal tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 38,630C dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 38,530C.Rataan denyut jantung tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 72,96 kali/menit dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A, B, dan C yaitu 72,09 kali/menit.Rataan frekuensi pernafasan tertinggi terlihat pada perlakuan D yaitu 32,84 kali/menit dan rataan terendah terdapat pada perlakuan A yaitu 32,60 kali/menit
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian imbangan pakan antara konsentrat dengan hijauan terhadap respons fisiologis Sapi Aceh. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2023 hingga 17 Januari 2024 di Juli Makmu, Desa Juli Mee Teungoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian konsentrat dan hijauan yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) terhadap respons fisiologi (suhu rektal,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp" type="image/webp" length="85528" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-8e9e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-4ec2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/sapi-aceh-hijauan-konsentrat-respons-fisiologi-fis-thumb-71181.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma 11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma 11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma 11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41986-proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak</link>
	<guid isPermaLink="false">9f8e565c57b46316a3bdc1bd68985a12</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:35:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ produksi gas ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai ph ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gas,nilai,ph,produksi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai konsentrasi MA-11 terhadap efisiensi fermentasi onggok, dengan tujuan menemukan konsentrasi optimal yang menghasilkan kualitas pakan ternak terbaik. Selain itu, studi komparatif perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai konsentrasi MA-11 terhadap efisiensi fermentasi onggok, dengan tujuan menemukan konsentrasi optimal yang menghasilkan kualitas pakan ternak terbaik. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas MA-11 dengan starter fermentasi lainnya, seperti bakteri laktat atau jamur, dalam meningkatkan nilai gizi dan daya cerna onggok. Terakhir, penelitian mengenai aplikasi onggok yang telah difermentasi dengan MA-11 sebagai komponen ransum pada berbagai jenis ternak, seperti unggas atau ruminansia, perlu dilakukan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi pemanfaatan onggok sebagai sumber pakan alternatif yang berkelanjutan dan ekonomis.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama fermentasi onggok menggunakan MA-11 berpengaruh terhadap suhu fermentasi, penurunan pH (keasaman), dan penurunan berat kering panen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan lama fermentasi berkorelasi dengan peningkatan suhu dan penurunan pH.Penurunan berat kering panen juga teramati seiring dengan peningkatan lama fermentasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi onggok menggunakan MA-11 terhadap pH, suhu fermentasi, dan berat kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan adalah 4 macam lama fermentasi, yaitu 0, 2, 4, dan 6 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi bersifat anaerob. Variabel yang diamati berupa suhu fermentasi, pH (keasaman), berat kering panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mengalami kenaikan signifikan (P ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp" title="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" alt="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-fd2d5.webp" title="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-fd2d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-fd2d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-fd2d5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" alt="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41986-proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak" title="JURIS - Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering" target="_blank">Pengaruh Lama Fermentasi Onggok Menggunakan Ma-11 Terhadap Kualitas Fisik Dan Berat Kering</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh berbagai konsentrasi MA-11 terhadap efisiensi fermentasi onggok, dengan tujuan menemukan konsentrasi optimal yang menghasilkan kualitas pakan ternak terbaik. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas MA-11 dengan starter fermentasi lainnya, seperti bakteri laktat atau jamur, dalam meningkatkan nilai gizi dan daya cerna onggok.  Terakhir, penelitian mengenai aplikasi onggok yang telah difermentasi dengan MA-11 sebagai komponen ransum pada berbagai jenis ternak, seperti unggas atau ruminansia, perlu dilakukan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi pemanfaatan onggok sebagai sumber pakan alternatif yang berkelanjutan dan ekonomis..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama fermentasi onggok menggunakan MA-11 berpengaruh terhadap suhu fermentasi, penurunan pH (keasaman), dan penurunan berat kering panen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan lama fermentasi berkorelasi dengan peningkatan suhu dan penurunan pH.Penurunan berat kering panen juga teramati seiring dengan peningkatan lama fermentasi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi onggok menggunakan MA-11 terhadap pH, suhu fermentasi, dan berat kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan adalah 4 macam lama fermentasi, yaitu 0, 2, 4, dan 6 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi bersifat anaerob. Variabel yang diamati berupa suhu fermentasi, pH (keasaman), berat kering panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu mengalami kenaikan signifikan (P<0,05), pH (keasaman) mengalami penurunan signifikan (P<0,05), dan berat kering...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp" type="image/webp" length="73424" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-eacab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/proses-fermentasi-pliek-pakan-ternak-onggok-ma-11-thumb-fd2d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41991-sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-pa</link>
	<guid isPermaLink="false">4c7296d956f8132967123588f409b552</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:29:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan jenis-jenis hijauan pakan lokal yang belum banyak dimanfaatkan oleh peternak, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan jenis-jenis hijauan pakan lokal yang belum banyak dimanfaatkan oleh peternak, terutama di zona perbukitan dan pesisir, untuk meningkatkan ketersediaan pakan ternak saat musim kemarau. Kedua, penelitian mengenai pengaruh pemberian berbagai kombinasi hijauan pakan dari berbagai zona agroekologi terhadap pertumbuhan dan produktivitas kambing dapat memberikan informasi penting bagi peternak dalam merumuskan strategi pemberian pakan yang optimal. Ketiga, penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan dan kualitas hijauan pakan di berbagai zona agroekologi dapat membantu peternak dalam mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menjaga keberlanjutan produksi ternak.. Keanekaragaman pakan hijauan ternak di Kabupaten Bantul sangat dipengaruhi oleh kondisi agroekologi, yang terbagi menjadi zona pesisir, dataran rendah, dan perbukitan.Setiap zona memiliki jenis hijauan pakan yang khas, tergantung pada faktor-faktor seperti kemiringan lahan, jenis tanah, dan musim.Zona dataran rendah menunjukkan keanekaragaman hijauan pakan tertinggi dibandingkan zona lainnya.Keanekaragaman hijauan di berbagai zona agroekologi adalah gambaran dari ketersediaan bahan pakan lokal dan potensi pemanfaatannya oleh peternak, yang nantinya dapat mempengaruhi manajemen pemberian pakan oleh peternak sesuai dengan kondisi lingkungan dari masing-masing zona agroekologi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kambing merupakan salah satu ruminansia kecil yang berkontribusi signifikan dalam sistem peternakan rakyat dan berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia. Ketersediaan hijauan sebagai komponen utama pakan kambing biasanya bergantung pada kondisi bentang alam dan perbedaan zona agroekologi. Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki tiga zona agroekologi yang berbeda yaitu daerah perbukitan, dataran rendah, dan daerah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keragaman pakan ternak di setiap zona agroekologi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat digunakan sebagai informasi dan ilmu pengetahuan terkait dengan keanekaragaman hijauan pakan yang menjadi ciri khas dari masing-masing zona agroekologi. Penelitian dilaksanakan dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-b0dbd.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-b0dbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-b0dbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-b0dbd.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-00654.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-00654.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-00654.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-00654.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp 1x" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" alt="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41991-sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-pa" title="JURIS - Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta" target="_blank">Keanekaragaman Jenis Hijauan Sebagai Sumber Pakan Ternak Pada Berbagai Zona Agroekologi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan jenis-jenis hijauan pakan lokal yang belum banyak dimanfaatkan oleh peternak, terutama di zona perbukitan dan pesisir, untuk meningkatkan ketersediaan pakan ternak saat musim kemarau. Kedua, penelitian mengenai pengaruh pemberian berbagai kombinasi hijauan pakan dari berbagai zona agroekologi terhadap pertumbuhan dan produktivitas kambing dapat memberikan informasi penting bagi peternak dalam merumuskan strategi pemberian pakan yang optimal. Ketiga, penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan dan kualitas hijauan pakan di berbagai zona agroekologi dapat membantu peternak dalam mengantisipasi dan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menjaga keberlanjutan produksi ternak..
<br>Keanekaragaman pakan hijauan ternak di Kabupaten Bantul sangat dipengaruhi oleh kondisi agroekologi, yang terbagi menjadi zona pesisir, dataran rendah, dan perbukitan.Setiap zona memiliki jenis hijauan pakan yang khas, tergantung pada faktor-faktor seperti kemiringan lahan, jenis tanah, dan musim.Zona dataran rendah menunjukkan keanekaragaman hijauan pakan tertinggi dibandingkan zona lainnya.Keanekaragaman hijauan di berbagai zona agroekologi adalah gambaran dari ketersediaan bahan pakan lokal dan potensi pemanfaatannya oleh peternak, yang nantinya dapat mempengaruhi manajemen pemberian pakan oleh peternak sesuai dengan kondisi lingkungan dari masing-masing zona agroekologi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
<br>Kambing merupakan salah satu ruminansia kecil yang berkontribusi signifikan dalam sistem peternakan rakyat dan berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia. Ketersediaan hijauan sebagai komponen utama pakan kambing biasanya bergantung pada kondisi bentang alam dan perbedaan zona agroekologi. Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki tiga zona agroekologi yang berbeda yaitu daerah perbukitan, dataran rendah, dan daerah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keragaman pakan ternak di setiap zona agroekologi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat digunakan sebagai informasi dan ilmu pengetahuan terkait dengan keanekaragaman hijauan pakan yang menjadi ciri khas dari masing-masing zona agroekologi. Penelitian dilaksanakan dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp" type="image/webp" length="73452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-b0dbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-00654.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sekolah-daerah-pesisir-pakan-ternak-ayam-sumber-hi-thumb-9c824.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Pendekatan Analisis SWOT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Pendekatan Analisis SWOT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Pendekatan Analisis SWOT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41997-sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiens</link>
	<guid isPermaLink="false">eab62dee07bcbc7c1392c723b7f978a4</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:26:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan jerami padi, seperti fermentasi atau amoniasi, terhadap kualitas pakan dan penerimaan ternak. Kedua, penelitian tentang pengembangan sistem pakan terpadu yang mengintegrasikan jerami padi dengan sumber pakan lokal lainnya, seperti rumput atau limbah pertanian, dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi biaya produksi. Ketiga, penelitian mengenai dampak sosial-ekonomi dari pemanfaatan jerami padi terhadap pendapatan dan kesejahteraan peternak, serta dampaknya terhadap lingkungan, perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha peternakan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan dalam usaha peternakan sapi potong di wilayah tersebut, serta mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal.. Penelitian ini merumuskan strategi pemanfaatan jerami padi sebagai pakan sapi potong di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone dengan menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan skor total IFE sebesar 2,75 dengan kekuatan utama pada tingginya minat beternak di usia produktif dan pengetahuan pencegahan penyakit.Skor total EFE mencapai 3,00, dengan peluang utama pada meningkatnya minat terhadap teknologi peternakan dan permintaan pakan berkualitas.Dari sembilan strategi alternatif yang dihasilkan, strategi prioritas adalah diversifikasi pendapatan melalui produk olahan ternak dan pengembangan sistem pakan berbasis hijauan lokal serta limbah pertanian.Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti tingkat pendidikan yang rendah pada peternak, keterbatasan waktu dalam pemeliharaan ternak, dan infrastruktur yang belum memadai Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan jerami padi sebagai pakan sapi potong di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis SWOT. Data diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya, wawancara dengan pakar, serta analisis menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan skor total IFE sebesar 2,75 dengan kekuatan utama pada tingginya minat beternak di usia produktif dan pengetahuan pencegahan penyakit. Skor total EFE mencapai 3,00, dengan peluang utama pada meningkatnya minat terhadap teknologi peternakan dan permintaan pakan berkualitas. Dari sembilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-d43e2.webp" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-d43e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-d43e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-d43e2.webp 1x" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" alt="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp 1x" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" alt="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-99fa6.webp" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-99fa6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-99fa6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-99fa6.webp 1x" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" alt="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41997-sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiens" title="JURIS - Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT" target="_blank">Strategi Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Sapi Potong Di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone: Pendekatan Analisis SWOT</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan jerami padi, seperti fermentasi atau amoniasi, terhadap kualitas pakan dan penerimaan ternak. Kedua, penelitian tentang pengembangan sistem pakan terpadu yang mengintegrasikan jerami padi dengan sumber pakan lokal lainnya, seperti rumput atau limbah pertanian, dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi biaya produksi. Ketiga, penelitian mengenai dampak sosial-ekonomi dari pemanfaatan jerami padi terhadap pendapatan dan kesejahteraan peternak, serta dampaknya terhadap lingkungan, perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha peternakan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan dalam usaha peternakan sapi potong di wilayah tersebut, serta mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal..
<br>Penelitian ini merumuskan strategi pemanfaatan jerami padi sebagai pakan sapi potong di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone dengan menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan skor total IFE sebesar 2,75 dengan kekuatan utama pada tingginya minat beternak di usia produktif dan pengetahuan pencegahan penyakit.Skor total EFE mencapai 3,00, dengan peluang utama pada meningkatnya minat terhadap teknologi peternakan dan permintaan pakan berkualitas.Dari sembilan strategi alternatif yang dihasilkan, strategi prioritas adalah diversifikasi pendapatan melalui produk olahan ternak dan pengembangan sistem pakan berbasis hijauan lokal serta limbah pertanian.Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti tingkat pendidikan yang rendah pada peternak, keterbatasan waktu dalam pemeliharaan ternak, dan infrastruktur yang belum memadai
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan jerami padi sebagai pakan sapi potong di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis SWOT. Data diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya, wawancara dengan pakar, serta analisis menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan skor total IFE sebesar 2,75 dengan kekuatan utama pada tingginya minat beternak di usia produktif dan pengetahuan pencegahan penyakit. Skor total EFE mencapai 3,00, dengan peluang utama pada meningkatnya minat terhadap teknologi peternakan dan permintaan pakan berkualitas. Dari sembilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp" type="image/webp" length="94822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-d43e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-05948.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/sumber-pakan-ternak-kualitas-rumput-efisiensi-pbbh-thumb-99fa6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41993-lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum</link>
	<guid isPermaLink="false">59c2221e2d872bf3bd2a5490c2122f0a</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:19:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen yang berperan dalam pertumbuhan lingkar skrotum dan bobot badan pada kambing Saburai, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen yang berperan dalam pertumbuhan lingkar skrotum dan bobot badan pada kambing Saburai, sehingga dapat dilakukan seleksi genetik yang lebih akurat. Kedua, studi tentang pengaruh pemberian pakan suplemen dengan kandungan nutrisi tertentu terhadap perkembangan lingkar skrotum dan kualitas semen pada kambing Saburai perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi reproduksi pejantan. Ketiga, penelitian mengenai hubungan antara lingkar skrotum dengan tingkat kesuburan betina yang dikawinkan dengan pejantan Saburai dengan ukuran lingkar skrotum berbeda dapat memberikan informasi penting mengenai dampak seleksi pejantan terhadap keberhasilan reproduksi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas genetik kambing Saburai sebagai ternak unggul lokal.. Penelitian ini mengungkap adanya korelasi positif antara parameter ukuran tubuh, dengan lingkar skrotum menunjukkan hubungan paling signifikan terhadap bobot badan.Temuan ini mendukung pemanfaatan bobot badan sebagai indikator seleksi pejantan dalam program pemuliaan.Integrasi antara parameter ukuran tubuh dan indikator pertumbuhan reproduktif, dengan dukungan manajemen nutrisi dan pemeliharaan yang optimal, dapat meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat kualitas genetik kambing Saburai dalam jangka panjang Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lingkar skrotum (LS) terhadap bobot badan (BB) dan ukuran tubuh yaitu panjang (PB) dan lingkar dada (LD), sebagai salah satu prediktor seleksi pejantan. Penelitian ini dilakukan pada kambing Saburai jantan di Pembibitan Ternak Kambing Saburai Dinas Peternakan Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan metode studi korelasional dan komparatif terhadap setiap variabel yang diamati. Data yang diperoleh berjumlah 24 ekor kambing dimulai sejak usia lahir, tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-59e30.webp" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-59e30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-59e30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-59e30.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" alt="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9eca.webp" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9eca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9eca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9eca.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" alt="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" alt="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41993-lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum" title="JURIS - Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai" target="_blank">Korelasi Lingkar Skrotum Terhadap Ukuran Tubuh Dan Bobot Badan Pada Kambing Saburai</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi gen-gen yang berperan dalam pertumbuhan lingkar skrotum dan bobot badan pada kambing Saburai, sehingga dapat dilakukan seleksi genetik yang lebih akurat. Kedua, studi tentang pengaruh pemberian pakan suplemen dengan kandungan nutrisi tertentu terhadap perkembangan lingkar skrotum dan kualitas semen pada kambing Saburai perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi reproduksi pejantan. Ketiga, penelitian mengenai hubungan antara lingkar skrotum dengan tingkat kesuburan betina yang dikawinkan dengan pejantan Saburai dengan ukuran lingkar skrotum berbeda dapat memberikan informasi penting mengenai dampak seleksi pejantan terhadap keberhasilan reproduksi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas genetik kambing Saburai sebagai ternak unggul lokal..
<br>Penelitian ini mengungkap adanya korelasi positif antara parameter ukuran tubuh, dengan lingkar skrotum menunjukkan hubungan paling signifikan terhadap bobot badan.Temuan ini mendukung pemanfaatan bobot badan sebagai indikator seleksi pejantan dalam program pemuliaan.Integrasi antara parameter ukuran tubuh dan indikator pertumbuhan reproduktif, dengan dukungan manajemen nutrisi dan pemeliharaan yang optimal, dapat meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat kualitas genetik kambing Saburai dalam jangka panjang
<br>Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lingkar skrotum (LS) terhadap bobot badan (BB) dan ukuran tubuh yaitu panjang (PB) dan lingkar dada (LD), sebagai salah satu prediktor seleksi pejantan. Penelitian ini dilakukan pada kambing Saburai jantan di Pembibitan Ternak Kambing Saburai Dinas Peternakan Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan metode studi korelasional dan komparatif terhadap setiap variabel yang diamati. Data yang diperoleh berjumlah 24 ekor kambing dimulai sejak usia lahir, tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp" type="image/webp" length="85834" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-59e30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9eca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/lingkar-dada-sapi-kambing-saburai-skrotum-ukuran-t-thumb-d9453.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41992-rimpang-jahe-emprit-merah-kompres</link>
	<guid isPermaLink="false">84074c83fab7bf069cfb57434d1f3146</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:03:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek antioksidan dan antimikroba dari berbagai jenis jahe terhadap stabilitas mayonnaise, termasuk mengidentifikasi senyawa aktif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek antioksidan dan antimikroba dari berbagai jenis jahe terhadap stabilitas mayonnaise, termasuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek tersebut. (2) Mengeksplorasi potensi penggunaan jahe merah sebagai aditif alami dalam produk pangan lain yang rentan terhadap oksidasi, seperti minyak goreng atau produk olahan daging. (3) Meneliti interaksi antara jahe merah dengan bahan-bahan lain dalam mayonnaise, seperti telur atau cuka, untuk memahami bagaimana jahe merah dapat bekerja secara sinergis dengan bahan-bahan tersebut dalam menjaga kualitas mayonnaise.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan sari jahe sebagai antioksidan sebanyak 1,5% pada produk mayonnaise full fat dapat bertahan hingga 21 hari penyimpanan dalam suhu ruang 25AC.Sari jahe merah terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan emulsi, warna, dan kadar lemak selama penyimpanan.Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa bioaktif dalam jahe merah berperan penting dalam menjaga kualitas mayonnaise.Penambahan sari jahe merah dapat meningkatkan stabilitas fisikokimia mayonnaise selama penyimpanan, sehingga dapat digunakan sebagai aditif alami untuk meningkatkan umur simpan dan menjaga mutu mayonnaise Mayonnaise adalah produk emulsi minyak dalam air yang rentan mengalami degradasi selama penyimpanan, seperti pemisahan fase, oksidasi lemak, dan perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tiga jenis jahe berbeda (jahe merah, jahe gajah, dan jahe emprit) sebanyak 1,5% terhadap stabilitas fisikokimia mayonnaise full fat selama penyimpanan satu bulan. Parameter yang diamati meliputi kestabilan emulsi, warna (L*, a*, b*), kadar air, kadar lemak, dan pH pada penyimpanan hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola tersarang dan analisis data dilakukan dengan ANOVA dilanjutkan Duncan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp 1x" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" alt="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-f2965.webp" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-f2965.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-f2965.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-f2965.webp 1x" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" alt="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-78c93.webp" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-78c93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-78c93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-78c93.webp 1x" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" alt="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41992-rimpang-jahe-emprit-merah-kompres" title="JURIS - Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan" target="_blank">Perubahan Fisikokimia Full Fat Mayonnaise dengan Penambahan Sari Jahe sebagai Antioksidan Alami Selama Penyimpanan</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut efek antioksidan dan antimikroba dari berbagai jenis jahe terhadap stabilitas mayonnaise, termasuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek tersebut. (2) Mengeksplorasi potensi penggunaan jahe merah sebagai aditif alami dalam produk pangan lain yang rentan terhadap oksidasi, seperti minyak goreng atau produk olahan daging. (3) Meneliti interaksi antara jahe merah dengan bahan-bahan lain dalam mayonnaise, seperti telur atau cuka, untuk memahami bagaimana jahe merah dapat bekerja secara sinergis dengan bahan-bahan tersebut dalam menjaga kualitas mayonnaise..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan sari jahe sebagai antioksidan sebanyak 1,5% pada produk mayonnaise full fat dapat bertahan hingga 21 hari penyimpanan dalam suhu ruang 25AC.Sari jahe merah terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan emulsi, warna, dan kadar lemak selama penyimpanan.Aktivitas antioksidan dan antimikroba senyawa bioaktif dalam jahe merah berperan penting dalam menjaga kualitas mayonnaise.Penambahan sari jahe merah dapat meningkatkan stabilitas fisikokimia mayonnaise selama penyimpanan, sehingga dapat digunakan sebagai aditif alami untuk meningkatkan umur simpan dan menjaga mutu mayonnaise
<br>Mayonnaise adalah produk emulsi minyak dalam air yang rentan mengalami degradasi selama penyimpanan, seperti pemisahan fase, oksidasi lemak, dan perubahan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tiga jenis jahe berbeda (jahe merah, jahe gajah, dan jahe emprit) sebanyak 1,5% terhadap stabilitas fisikokimia mayonnaise full fat selama penyimpanan satu bulan. Parameter yang diamati meliputi kestabilan emulsi, warna (L*, a*, b*), kadar air, kadar lemak, dan pH pada penyimpanan hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola tersarang dan analisis data dilakukan dengan ANOVA dilanjutkan Duncan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp" type="image/webp" length="92044" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-69a46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-f2965.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/a/rimpang-jahe-emprit-merah-kompres-antioksidan-mayo-thumb-78c93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41996-ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lal</link>
	<guid isPermaLink="false">407deba243d6ad64a01a7627a7074419</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 20:02:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang memengaruhi penerapan biosekuriti oleh peternak, termasuk peran dukungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang memengaruhi penerapan biosekuriti oleh peternak, termasuk peran dukungan pemerintah dan akses terhadap informasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model biosekuriti yang lebih adaptif dan terjangkau bagi peternak skala kecil, dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan sumber daya yang tersedia. Ketiga, penting untuk dilakukan evaluasi efektivitas berbagai intervensi peningkatan biosekuriti, seperti pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas sanitasi, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan memastikan keberlanjutan program. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan, dan keamanan pangan di wilayah tersebut, serta memberikan informasi yang berguna bagi perumusan kebijakan dan program yang lebih efektif.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar peternak ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang telah menerapkan biosekuriti dengan cukup baik.Tiga aspek utama biosekuriti, yaitu transportasi, isolasi, dan sanitasi, umumnya sudah dijalankan oleh para peternak, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.Aspek sanitasi menjadi yang paling sering diterapkan, seperti kebersihan kandang dan peralatan yang cukup rutin dilakukan.Karakteristik peternak seperti umur, pendidikan, dan pengalaman juga berpengaruh terhadap tingkat penerapan biosekuriti Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Biosekuriti merupakan komponen penting dalam sistem manajemen kesehatan ternak yang bertujuan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit, serta menjaga produktivitas usaha peternakan. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap seluruh populasi peternak ayam broiler di wilayah tersebut, yaitu sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Aspek... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-4aab5.webp" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-4aab5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-4aab5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-4aab5.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" alt="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-93fc4.webp" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-93fc4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-93fc4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-93fc4.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" alt="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" alt="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41996-ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lal" title="JURIS - Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang" target="_blank">Evaluasi Tingkat Penerapan Biosekuriti Pada Peternakan Ayam Broiler Di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi yang memengaruhi penerapan biosekuriti oleh peternak, termasuk peran dukungan pemerintah dan akses terhadap informasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model biosekuriti yang lebih adaptif dan terjangkau bagi peternak skala kecil, dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan sumber daya yang tersedia. Ketiga, penting untuk dilakukan evaluasi efektivitas berbagai intervensi peningkatan biosekuriti, seperti pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas sanitasi, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan memastikan keberlanjutan program. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan, dan keamanan pangan di wilayah tersebut, serta memberikan informasi yang berguna bagi perumusan kebijakan dan program yang lebih efektif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar peternak ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang telah menerapkan biosekuriti dengan cukup baik.Tiga aspek utama biosekuriti, yaitu transportasi, isolasi, dan sanitasi, umumnya sudah dijalankan oleh para peternak, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.Aspek sanitasi menjadi yang paling sering diterapkan, seperti kebersihan kandang dan peralatan yang cukup rutin dilakukan.Karakteristik peternak seperti umur, pendidikan, dan pengalaman juga berpengaruh terhadap tingkat penerapan biosekuriti
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan biosekuriti pada peternakan ayam broiler di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Biosekuriti merupakan komponen penting dalam sistem manajemen kesehatan ternak yang bertujuan untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit, serta menjaga produktivitas usaha peternakan. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap seluruh populasi peternak ayam broiler di wilayah tersebut, yaitu sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Aspek...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp" type="image/webp" length="75116" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-4aab5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-93fc4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/ayam-broiler-biosekuriti-sanitasi-pengendalian-lin-thumb-d5562.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur Swamp Buffalo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur Swamp Buffalo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur Swamp Buffalo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41999-bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas</link>
	<guid isPermaLink="false">9ac3cc58e7251654eba50d1c38662468</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:51:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh penambahan -karoten pada berbagai tahapan proses pengolahan semen, seperti pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo): Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh penambahan -karoten pada berbagai tahapan proses pengolahan semen, seperti pada saat pembekuan dan pencairan, untuk mengetahui apakah terdapat efek sinergis yang dapat meningkatkan kualitas semen secara keseluruhan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan dosis optimal -karoten dalam pengencer TKT, dengan menggunakan rentang konsentrasi yang lebih sempit dan metode analisis yang lebih sensitif, untuk memastikan bahwa penambahan -karoten benar-benar memberikan manfaat yang signifikan tanpa menimbulkan efek samping. Ketiga, penting untuk menginvestigasi mekanisme kerja -karoten dalam melindungi sperma dari kerusakan oksidatif, dengan mengukur parameter biokimiawi seperti kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas enzim antioksidan, untuk memahami bagaimana -karoten dapat meningkatkan kualitas semen kerbau lumpur. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi -karoten sebagai aditif dalam pengencer semen kerbau lumpur, sehingga dapat diaplikasikan untuk meningkatkan keberhasilan program inseminasi buatan dan produktivitas ternak.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan -Karoten dengan konsentrasi yang berbeda ke dalam tris kuning telur (TKT) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas semen cair, tetapi penambahan -karoten sampai 0,1% layak diberikan untuk meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa kerbau lumpur.Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, jumlah sampel yang lebih ketat dan pengendalian variabel yang lebih diperukan untuk menilai mendalam potensi beta karoten secara lebih jelas dalam meningkatkan kualitas semen pada kerbau lumpur Upaya untuk meningkatkan kualitas semen beku kerbau lumpur selalu dilakukan, salah satunya adalah dengan penambahan suatu bahan yang efektif dalam melindungi sperma selama proses pengenceran, pembekuan dan pencairan sebagai senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas (antioksidan). Salah satu antioksidan yang banyak diteliti adalah beta karoten (-Karoten). Pigmen alami ini memiliki kemampuan untuk menstabilkan membran sel, melindungi DNA, dan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan -karoten dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair kerbau lumpur. Hasil penelitian menunjukkan penambahan -karoten dalam pengencer Tris Kuning Telur (TKT) pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3% tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-69e3c.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-69e3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-69e3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-69e3c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-60388.webp" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-60388.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-60388.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-60388.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" alt="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41999-bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas" title="JURIS - Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)" target="_blank">Pengaruh Penambahan Beta Karoten dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Semen Cair Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh penambahan -karoten pada berbagai tahapan proses pengolahan semen, seperti pada saat pembekuan dan pencairan, untuk mengetahui apakah terdapat efek sinergis yang dapat meningkatkan kualitas semen secara keseluruhan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan dosis optimal -karoten dalam pengencer TKT, dengan menggunakan rentang konsentrasi yang lebih sempit dan metode analisis yang lebih sensitif, untuk memastikan bahwa penambahan -karoten benar-benar memberikan manfaat yang signifikan tanpa menimbulkan efek samping. Ketiga, penting untuk menginvestigasi mekanisme kerja -karoten dalam melindungi sperma dari kerusakan oksidatif, dengan mengukur parameter biokimiawi seperti kadar malondialdehid (MDA) dan aktivitas enzim antioksidan, untuk memahami bagaimana -karoten dapat meningkatkan kualitas semen kerbau lumpur. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi -karoten sebagai aditif dalam pengencer semen kerbau lumpur, sehingga dapat diaplikasikan untuk meningkatkan keberhasilan program inseminasi buatan dan produktivitas ternak..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan -Karoten dengan konsentrasi yang berbeda ke dalam tris kuning telur (TKT) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas semen cair, tetapi penambahan -karoten sampai 0,1% layak diberikan untuk meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa kerbau lumpur.Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, jumlah sampel yang lebih ketat dan pengendalian variabel yang lebih diperukan untuk menilai mendalam potensi beta karoten secara lebih jelas dalam meningkatkan kualitas semen pada kerbau lumpur
<br>Upaya untuk meningkatkan kualitas semen beku kerbau lumpur selalu dilakukan, salah satunya adalah dengan penambahan suatu bahan yang efektif dalam melindungi sperma selama proses pengenceran, pembekuan dan pencairan sebagai senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas (antioksidan). Salah satu antioksidan yang banyak diteliti adalah beta karoten (-Karoten). Pigmen alami ini memiliki kemampuan untuk menstabilkan membran sel, melindungi DNA, dan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan -karoten dalam pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair kerbau lumpur. Hasil penelitian menunjukkan penambahan -karoten dalam pengencer Tris Kuning Telur (TKT) pada konsentrasi 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3% tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp" type="image/webp" length="88914" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-f00b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-69e3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/bioaktif-beta-karoten-semen-beku-standar-kualitas-thumb-60388.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42002-yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-prod</link>
	<guid isPermaLink="false">f449328277ae57a75445cbe4df312c52</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:50:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek penambahan rosemary pada kualitas susu kambing pasteurisasi dari segi rasa, aroma, dan tekstur. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi rosemary ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek penambahan rosemary pada kualitas susu kambing pasteurisasi dari segi rasa, aroma, dan tekstur. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi rosemary yang berbeda terhadap kualitas susu kambing pasteurisasi, terutama dalam hal penurunan jumlah bakteri. Selain itu, penelitian tentang penerimaan konsumen terhadap susu kambing pasteurisasi dengan penambahan rosemary juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Dengan demikian, dapat diperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang manfaat dan penerimaan produk susu kambing pasteurisasi yang diperkaya dengan rosemary.. Penambahan rosemary berpengaruh terhadap kualitas organoleptik susu kambing pasteurisasi dari segi rasa aroma namun tidak berpengaruh pada warna.Hasil uji hedonik menujukan bahwa susu dengan penambahan rosemary kurang disukai dari segi rasa, aroma dan tekstur.Namun dari segi aroma sampai penambahan tanaman rosemary masih disukai oleh panelis.Semakin tinggi konsentrasi dari rosemary maka akan semakin menurun jumlah bakteri yang tumbuh.Produk yang dihasilkan ini adalah susu dengan penambahan rosemary yang aman dikonsumsi dan mampu menyamarkan bau prengus dari susu kambing pasteurisasi.Dan saya menyarankan produk dapat diproduksi dan dipasarkan adalah susu kambing pasteurisasi dengan penambahan rosemary 1,5 g Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rosemary terhadap kualitas susu kambing pasteurisasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing Peranakan Etawa, rosemary, air, dan gula. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = Susu Pasteurisasi tanpa penambahan tanaman rosemary (sebagai kontrol), P1 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 1,5 g sebanyak 50 ml, P2 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 3 g sebanyak 50 ml, dan P3 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 4,5 g sebanyak 50 ml. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analysis of variance. Hasil penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" alt="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-011f5.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-011f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-011f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-011f5.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" alt="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-729c5.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-729c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-729c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-729c5.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" alt="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42002-yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-prod" title="JURIS - Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi" target="_blank">Pemanfaatan Ekstrak Tanaman Rosemary Terhadap Kualitas Susu Kambing Pasteurisasi</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek penambahan rosemary pada kualitas susu kambing pasteurisasi dari segi rasa, aroma, dan tekstur. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi rosemary yang berbeda terhadap kualitas susu kambing pasteurisasi, terutama dalam hal penurunan jumlah bakteri. Selain itu, penelitian tentang penerimaan konsumen terhadap susu kambing pasteurisasi dengan penambahan rosemary juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Dengan demikian, dapat diperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang manfaat dan penerimaan produk susu kambing pasteurisasi yang diperkaya dengan rosemary..
<br>Penambahan rosemary berpengaruh terhadap kualitas organoleptik susu kambing pasteurisasi dari segi rasa aroma namun tidak berpengaruh pada warna.Hasil uji hedonik menujukan bahwa susu dengan penambahan rosemary kurang disukai dari segi rasa, aroma dan tekstur.Namun dari segi aroma sampai penambahan tanaman rosemary masih disukai oleh panelis.Semakin tinggi konsentrasi dari rosemary maka akan semakin menurun jumlah bakteri yang tumbuh.Produk yang dihasilkan ini adalah susu dengan penambahan rosemary yang aman dikonsumsi dan mampu menyamarkan bau prengus dari susu kambing pasteurisasi.Dan saya menyarankan produk dapat diproduksi dan dipasarkan adalah susu kambing pasteurisasi dengan penambahan rosemary 1,5 g
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rosemary terhadap kualitas susu kambing pasteurisasi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu kambing Peranakan Etawa, rosemary, air, dan gula. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = Susu Pasteurisasi tanpa penambahan tanaman rosemary (sebagai kontrol), P1 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 1,5 g sebanyak 50 ml, P2 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 3 g sebanyak 50 ml, dan P3 = Susu Pasteurisasi dengan penambahan tanaman rosemary 4,5 g sebanyak 50 ml. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analysis of variance. Hasil penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp" type="image/webp" length="101656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-c2c74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-011f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/yogurt-susu-kambing-kualitas-produk-sapi-verifikas-thumb-729c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41995-klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote</link>
	<guid isPermaLink="false">fd83a66a622452bbf6d5069af34b58bc</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:43:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh pemberian suplemen probiotik atau enzim pada ransum terhadap metabolisme ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh pemberian suplemen probiotik atau enzim pada ransum terhadap metabolisme protein dan kadar asam urat pada ayam kampung, mengingat penggunaan probiotik dan enzim dapat meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi produksi limbah nitrogen. Kedua, penelitian mengenai pengaruh berbagai jenis sumber protein (misalnya tepung serangga atau protein nabati fermentasi) terhadap kualitas protein plasma dan respons imun ayam kampung perlu dieksplorasi lebih lanjut, karena sumber protein alternatif dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber protein konvensional dan meningkatkan nilai gizi produk peternakan. Ketiga, studi longitudinal yang memantau kadar asam urat dan protein plasma pada ayam kampung dari umur DOC hingga dewasa dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perubahan metabolisme protein seiring bertambahnya usia, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi pemberian pakan yang lebih optimal pada setiap fase pertumbuhan.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, taraf protein ransum pada fase pemeliharaan tidak berpengaruh pada konsumsi protein, kadar asam urat dan protein plasma dalam darah pada ayam kampung berusia 10 minggu.Pemberian taraf protein ransum pada fase pemeliharaan memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan tetapi tidak berpengaruh pada asam urat dan protein plasma pada ayam kampung berusia 10 minggu Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh taraf protein ransum pada fase pemeliharaan terhadap penggunaan protein yang diukur melalui kadar asam urat dan protein plasma dalam darah ayam kampung. Bahan yang digunakan yaitu 168 DOC (unsex) dengan rata-rata bobot badan sebesar 28,68A1,13 gram. Perlakuan yang digunakan yaitu tingkat protein ransum sebesar 22% diberikan selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 15% selama 7 minggu (T0), tingkat protein ransum sebesar 18% selama 4 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 6 minggu (T1), tingkat protein ransum sebesar 18% selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 4 minggu dan 14% selama 4 minggu (T2), tingkat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-b7ddc.webp" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-b7ddc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-b7ddc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-b7ddc.webp 1x" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" alt="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp 1x" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" alt="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-2a5fc.webp" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-2a5fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-2a5fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-2a5fc.webp 1x" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" alt="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41995-klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote" title="JURIS - Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan" target="_blank">Kadar Asam Urat dan Protein Plasma Darah Ayam Kampung: Pengaruh Taraf Protein Ransum dan Lama Pemeliharaan</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh pemberian suplemen probiotik atau enzim pada ransum terhadap metabolisme protein dan kadar asam urat pada ayam kampung, mengingat penggunaan probiotik dan enzim dapat meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi produksi limbah nitrogen. Kedua, penelitian mengenai pengaruh berbagai jenis sumber protein (misalnya tepung serangga atau protein nabati fermentasi) terhadap kualitas protein plasma dan respons imun ayam kampung perlu dieksplorasi lebih lanjut, karena sumber protein alternatif dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber protein konvensional dan meningkatkan nilai gizi produk peternakan. Ketiga, studi longitudinal yang memantau kadar asam urat dan protein plasma pada ayam kampung dari umur DOC hingga dewasa dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perubahan metabolisme protein seiring bertambahnya usia, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi pemberian pakan yang lebih optimal pada setiap fase pertumbuhan..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, taraf protein ransum pada fase pemeliharaan tidak berpengaruh pada konsumsi protein, kadar asam urat dan protein plasma dalam darah pada ayam kampung berusia 10 minggu.Pemberian taraf protein ransum pada fase pemeliharaan memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan tetapi tidak berpengaruh pada asam urat dan protein plasma pada ayam kampung berusia 10 minggu
<br>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh taraf protein ransum pada fase pemeliharaan terhadap penggunaan protein yang diukur melalui kadar asam urat dan protein plasma dalam darah ayam kampung. Bahan yang digunakan yaitu 168 DOC (unsex) dengan rata-rata bobot badan sebesar 28,68A1,13 gram. Perlakuan yang digunakan yaitu tingkat protein ransum sebesar 22% diberikan selama 3 minggu, dilanjutkan dengan 15% selama 7 minggu (T0), tingkat protein ransum sebesar 18% selama 4 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 6 minggu (T1), tingkat protein ransum sebesar 18% selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 16% selama 4 minggu dan 14% selama 4 minggu (T2), tingkat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp" type="image/webp" length="94640" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-b7ddc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-5fcab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/klinis-asam-urat-plasma-darah-variasi-sumber-prote-thumb-2a5fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41984-semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga</link>
	<guid isPermaLink="false">05726aee997380ac657a123eb2b72ea4</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:38:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ produksi gas ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai ph ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gas,nilai,ph,produksi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas penambahan zat aditif tertentu ke dalam media thawing air hangat guna meningkatkan kualitas semen beku lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan metode ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas penambahan zat aditif tertentu ke dalam media thawing air hangat guna meningkatkan kualitas semen beku lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan metode thawing air hangat dengan metode thawing menggunakan teknologi modern seperti penggunaan alat thawing otomatis yang dapat mengontrol suhu secara presisi. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh metode thawing yang berbeda terhadap kualitas embrio dan tingkat kebuntingan pada sapi PFH, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi tubuh induk, siklus birahi, dan keterampilan inseminator. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi program inseminasi buatan pada sapi PFH di wilayah Kecamatan Tengaran dan sekitarnya, serta memberikan rekomendasi praktis bagi peternak dan petugas inseminator untuk mengoptimalkan kualitas semen beku dan meningkatkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode thawing dengan air hangat bersuhu 37AC selama 30 detik memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan air es bersuhu 5AC selama 30 menit.Metode thawing air hangat menghasilkan kualitas semen beku yang lebih baik, ditunjukkan dengan motilitas, viabilitas, dan mortalitas spermatozoa yang lebih optimal.Hasil inseminasi buatan juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan metode thawing air hangat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode thawing menggunakan air hangat suhu 37 0C dengan air es suhu 5 0C terhadap kualitas semen beku dan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi PFH di Kecamatan Tengaran. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semen beku (straw) produksi BIB Ungaran dengan pejantan Ramaeden kode bull 30908 bacth P 044, Sapi yang digunakan adalah sapi betina peranakan Fries Holstein (PFH) umur kisaran kurang lebih 3 tahun dengan mengetahui tanggalnya 2 gigi depan ,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-27b9d.webp" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-27b9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-27b9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-27b9d.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" alt="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" alt="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ead30.webp" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ead30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ead30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ead30.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" alt="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41984-semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga" title="JURIS - Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang" target="_blank">Pengaruh Perbedaan Metode Thawing Terhadap Kualitas Semen Beku Dan Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Pfh Di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang</a>: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas penambahan zat aditif tertentu ke dalam media thawing air hangat guna meningkatkan kualitas semen beku lebih lanjut. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan metode thawing air hangat dengan metode thawing menggunakan teknologi modern seperti penggunaan alat thawing otomatis yang dapat mengontrol suhu secara presisi. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh metode thawing yang berbeda terhadap kualitas embrio dan tingkat kebuntingan pada sapi PFH, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi tubuh induk, siklus birahi, dan keterampilan inseminator. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi program inseminasi buatan pada sapi PFH di wilayah Kecamatan Tengaran dan sekitarnya, serta memberikan rekomendasi praktis bagi peternak dan petugas inseminator untuk mengoptimalkan kualitas semen beku dan meningkatkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode thawing dengan air hangat bersuhu 37AC selama 30 detik memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan air es bersuhu 5AC selama 30 menit.Metode thawing air hangat menghasilkan kualitas semen beku yang lebih baik, ditunjukkan dengan motilitas, viabilitas, dan mortalitas spermatozoa yang lebih optimal.Hasil inseminasi buatan juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan metode thawing air hangat
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode thawing menggunakan air hangat suhu 37 0C dengan air es suhu 5 0C terhadap kualitas semen beku dan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi PFH di Kecamatan Tengaran. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semen beku (straw) produksi BIB Ungaran dengan pejantan Ramaeden kode bull 30908 bacth P 044, Sapi yang digunakan adalah sapi betina peranakan Fries Holstein (PFH) umur kisaran kurang lebih 3 tahun dengan mengetahui tanggalnya 2 gigi depan ,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp" type="image/webp" length="80776" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-27b9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ae2f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/semen-beku-standar-kualitas-air-hangat-yoga-rendam-thumb-ead30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41998-produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-p</link>
	<guid isPermaLink="false">31b3c4d856a495c941bf9d841f69d2e7</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:25:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana persebaran genetik kambing perah di Merapi Farm memengaruhi produktivitas susu, khususnya perbandingan antara Saneen dan Sapera, dan apakah intervensi seleksi dapat meningkatkan rataAcrata produksi? Apakah pengelolaan nutrisi dan manajemen reproduksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed: Bagaimana persebaran genetik kambing perah di Merapi Farm memengaruhi produktivitas susu, khususnya perbandingan antara Saneen dan Sapera, dan apakah intervensi seleksi dapat meningkatkan rataAcrata produksi? Apakah pengelolaan nutrisi dan manajemen reproduksi dapat meningkatkan nilai litter size secara signifikan, dan bagaimana strategi pelaksanaan program pemuliaan selektif berbasis genomik dapat mengoptimalkan performa? Sejauh mana integrasi sistem informasi pemantauan kesehatan dan produksi maya dapat memfasilitasi keputusan manajerial realActime serta prediksi hasil susu dan reproduksi pada kambing perah di Merapi Farm?. Bangsa kambing perah memengaruhi produktivitas di Merapi Farm.Litter size tertinggi dimiliki oleh Saneen dan Sapera Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap produktivitas kambing perah di Merapi Farm, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu sensus pada 9 ekor kambing per setiap bangsa Sapera, Saneen dan Peranakan Alpen dengan variabel produksi susu, lama laktasi, masa kering, umur pertama kali estrus, umur pertama kali beranak, litter size, days open, calving interval serta service per conception. Hasil menunjukkan bahwa bangsa kambing perah Saneen menghasilkan produksi susu tertinggi, yakni 2,5 liter/hari, diikuti Sapera 2,23 liter/hari dan Peranakan Alpen 1,3 liter/hari, serta analisis regresi menyatakan bahwa bangsa mempengaruhi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7eb2e.webp" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7eb2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7eb2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7eb2e.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" alt="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" alt="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7d553.webp" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7d553.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7d553.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7d553.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" alt="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41998-produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-p" title="JURIS - Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed" target="_blank">Analysis Of Dairy Goat Production Performance In Different Breed</a>: Bagaimana persebaran genetik kambing perah di Merapi Farm memengaruhi produktivitas susu, khususnya perbandingan antara Saneen dan Sapera, dan apakah intervensi seleksi dapat meningkatkan rataAcrata produksi? Apakah pengelolaan nutrisi dan manajemen reproduksi dapat meningkatkan nilai litter size secara signifikan, dan bagaimana strategi pelaksanaan program pemuliaan selektif berbasis genomik dapat mengoptimalkan performa? Sejauh mana integrasi sistem informasi pemantauan kesehatan dan produksi maya dapat memfasilitasi keputusan manajerial realActime serta prediksi hasil susu dan reproduksi pada kambing perah di Merapi Farm?.
<br>Bangsa kambing perah memengaruhi produktivitas di Merapi Farm.Litter size tertinggi dimiliki oleh Saneen dan Sapera
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa terhadap produktivitas kambing perah di Merapi Farm, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu sensus pada 9 ekor kambing per setiap bangsa Sapera, Saneen dan Peranakan Alpen dengan variabel produksi susu, lama laktasi, masa kering, umur pertama kali estrus, umur pertama kali beranak, litter size, days open, calving interval serta service per conception. Hasil menunjukkan bahwa bangsa kambing perah Saneen menghasilkan produksi susu tertinggi, yakni 2,5 liter/hari, diikuti Sapera 2,23 liter/hari dan Peranakan Alpen 1,3 liter/hari, serta analisis regresi menyatakan bahwa bangsa mempengaruhi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp" type="image/webp" length="104938" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7eb2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-d513f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/produksi-susu-perah-bangsa-produktivitas-kambing-v-thumb-7d553.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Variasi Dosis Ma 11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Variasi Dosis Ma 11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Variasi Dosis Ma 11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41985-proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-ap</link>
	<guid isPermaLink="false">b0b800ccd73f627e9508a2f8b8e570db</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:19:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ produksi gas ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai ph ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gas,nilai,ph,produksi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi MA-11 dengan mikroba lain dalam fermentasi onggok untuk meningkatkan kualitas nutrisi. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan MA-11 pada kesehatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi MA-11 dengan mikroba lain dalam fermentasi onggok untuk meningkatkan kualitas nutrisi. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan MA-11 pada kesehatan tanah dan produktivitas pertanian. Terakhir, studi tentang optimalisasi dosis MA-11 dalam berbagai jenis limbah pertanian dapat menjadi arah penelitian baru untuk memperluas aplikasi teknologi fermentasi ini.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwa fermentasi onggok dengan menggunakan Microbacher Alfaafa (MA-11) dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan Bobot kering panen, namun tidak berbeda nyata pada suhu fermentasi.Perlakuan terbaik adalah penggunaan MA-11 dengan dosis 1,2 ml/400g bagi seluruh variabel, yaitu Suhu fermentasi, nilai pH dan Bobot kering panen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis fermentasi onggok menggunakan MA-11 terhadap suhu fermentasi, pH dan bobot kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan pada perlakuan ini adalah 4 macam dosis fermentasi yaitu, P0 : 0 ml/400g onggok (tidak fermentasi), P1 : 0,4 ml/400g onggok, P2 : 0,8 ml/400g onggok dan P3 : 1,2 ml/400g onggok, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi berupa siapkan onggok dan MA-11, Campurkan onggok sebanyak 400 gram dengan MA-11 dengan ml yang berbeda sesuai perlakuan yang sudah dicampurkan aquades sebanyak 700 ml untuk pembuatan setiap unitnya yang sesuai dengan perlakuan yang diatas. Onggok yang telah dicampur dengan MA-11 dimasukan kedalam toples fermentasi ukuran 500 ml yang bersifat anaerob. Variable yang diamati berupa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-4b50c.webp" title="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-4b50c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-4b50c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-4b50c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" alt="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp" title="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" alt="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41985-proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-ap" title="JURIS - Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering" target="_blank">Pengaruh Variasi Dosis Ma-11 Dalam Fermentasi Onggok Terhadap Kualitas Fisik Dan Bobot Kering</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi MA-11 dengan mikroba lain dalam fermentasi onggok untuk meningkatkan kualitas nutrisi. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan MA-11 pada kesehatan tanah dan produktivitas pertanian. Terakhir, studi tentang optimalisasi dosis MA-11 dalam berbagai jenis limbah pertanian dapat menjadi arah penelitian baru untuk memperluas aplikasi teknologi fermentasi ini..
<br>Kesimpulan dari penelitian ini adalah, bahwa fermentasi onggok dengan menggunakan Microbacher Alfaafa (MA-11) dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan Bobot kering panen, namun tidak berbeda nyata pada suhu fermentasi.Perlakuan terbaik adalah penggunaan MA-11 dengan dosis 1,2 ml/400g bagi seluruh variabel, yaitu Suhu fermentasi, nilai pH dan Bobot kering panen
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis fermentasi onggok menggunakan MA-11 terhadap suhu fermentasi, pH dan bobot kering panen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah one-way ANOVA. Perlakuan yang diterapkan pada perlakuan ini adalah 4 macam dosis fermentasi yaitu, P0 : 0 ml/400g onggok (tidak fermentasi), P1 : 0,4 ml/400g onggok, P2 : 0,8 ml/400g onggok dan P3 : 1,2 ml/400g onggok, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Proses fermentasi berupa siapkan onggok dan MA-11, Campurkan onggok sebanyak 400 gram dengan MA-11 dengan ml yang berbeda sesuai perlakuan yang sudah dicampurkan aquades sebanyak 700 ml untuk pembuatan setiap unitnya yang sesuai dengan perlakuan yang diatas. Onggok yang telah dicampur dengan MA-11 dimasukan kedalam toples fermentasi ukuran 500 ml yang bersifat anaerob. Variable yang diamati berupa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp" type="image/webp" length="81610" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-4b50c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/proses-fermentasi-pliek-onggok-ma-11-aplikasi-tekn-thumb-bad0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH Pennisetum purpureum Silase Pakan Lengkap nilai pH Bakteri Asam Laktat Produ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH Pennisetum purpureum Silase Pakan Lengkap nilai pH Bakteri Asam Laktat Produ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH Pennisetum purpureum Silase Pakan Lengkap nilai pH Bakteri Asam Laktat Produ ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41987-total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga</link>
	<guid isPermaLink="false">55b988648c553260ca018de89ad9ff33</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:07:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ produksi gas ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai ph ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gas,nilai,ph,produksi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh EM4 terhadap kualitas silase rumput gajah. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi mekanisme spesifik EM4 dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh EM4 terhadap kualitas silase rumput gajah. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi mekanisme spesifik EM4 dalam menurunkan pH silase dan pengaruhnya terhadap komposisi mikroba silase. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan populasi mikroba secara kuantitatif dan kualitatif selama proses ensilase dengan berbagai konsentrasi EM4. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi pengaruh penambahan EM4 terhadap kualitas silase yang disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya 6 bulan atau 1 tahun. Evaluasi ini mencakup analisis perubahan pH, kandungan asam laktat, kandungan nutrisi, dan potensi kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas penambahan EM4 dalam kombinasi dengan aditif lain, seperti probiotik atau enzim, untuk meningkatkan kualitas silase secara sinergis. Kombinasi aditif ini diharapkan dapat memberikan efek yang lebih optimal dalam meningkatkan kecernaan dan nilai gizi silase, serta memperpanjang umur simpan silase.. Penambahan EM4 berpengaruh terhadap nilai pH dan produksi gas secara in vitro, serta tidak memberikan pengaruh terhadap kandungan bakteri asam laktat silase pakan lengkap berbasis rumput gajah.Disarankan untuk penggunaan EM4 4% cfu/ml dalam pembuatan silase rumput gajah, kaliandra dan konsentrat sebagai pakan lengkap untuk sapi perah, karena dengan konsentrasi tersebut menunjukkan hasil yang terbaik Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan EM4 dalam silase pakan lengkap berbasis rumput gajah terhadap pH, kandungan bakteri asam laktat dan produksi gas secara in vitro. Materi yang digunakan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum), kaliandra (Calliandra calothyrsus), konsentrat dan EM4. Metode penelitian yang digunakan ialah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap untuk pH dan kandungan bakteri asam laktat dan Rancangan Acak Kelompok untuk produksi gas yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah tanpa penambahan EM4 (P0), penambahan EM4 sebanyak 4% (P1), penambahan EM4 sebanyak 6% (P2) dan penambahan EM4 sebanyak 8% (P3). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi pH, kandungan bakteri asam laktat dan produksi gas. Data yang diperoleh di Analisa menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-07ca7.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-07ca7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-07ca7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-07ca7.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-25f48.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-25f48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-25f48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-25f48.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41987-total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ" target="_blank">PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP pH, BAKTERI ASAM LAKTAT DAN PRODUKSI GAS SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum): Silase, Pakan Lengkap, nilai pH, Bakteri Asam Laktat, Produ</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh EM4 terhadap kualitas silase rumput gajah. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menginvestigasi mekanisme spesifik EM4 dalam menurunkan pH silase dan pengaruhnya terhadap komposisi mikroba silase. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan populasi mikroba secara kuantitatif dan kualitatif selama proses ensilase dengan berbagai konsentrasi EM4. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi pengaruh penambahan EM4 terhadap kualitas silase yang disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya 6 bulan atau 1 tahun. Evaluasi ini mencakup analisis perubahan pH, kandungan asam laktat, kandungan nutrisi, dan potensi kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas penambahan EM4 dalam kombinasi dengan aditif lain, seperti probiotik atau enzim, untuk meningkatkan kualitas silase secara sinergis. Kombinasi aditif ini diharapkan dapat memberikan efek yang lebih optimal dalam meningkatkan kecernaan dan nilai gizi silase, serta memperpanjang umur simpan silase..
<br>Penambahan EM4 berpengaruh terhadap nilai pH dan produksi gas secara in vitro, serta tidak memberikan pengaruh terhadap kandungan bakteri asam laktat silase pakan lengkap berbasis rumput gajah.Disarankan untuk penggunaan EM4 4% cfu/ml dalam pembuatan silase rumput gajah, kaliandra dan konsentrat sebagai pakan lengkap untuk sapi perah, karena dengan konsentrasi tersebut menunjukkan hasil yang terbaik
<br>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan EM4 dalam silase pakan lengkap berbasis rumput gajah terhadap pH, kandungan bakteri asam laktat dan produksi gas secara in vitro. Materi yang digunakan adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum), kaliandra (Calliandra calothyrsus), konsentrat dan EM4. Metode penelitian yang digunakan ialah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap untuk pH dan kandungan bakteri asam laktat dan Rancangan Acak Kelompok untuk produksi gas yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah tanpa penambahan EM4 (P0), penambahan EM4 sebanyak 4% (P1), penambahan EM4 sebanyak 6% (P2) dan penambahan EM4 sebanyak 8% (P3). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi pH, kandungan bakteri asam laktat dan produksi gas. Data yang diperoleh di Analisa menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp" type="image/webp" length="91128" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-c4a85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-07ca7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/total-bakteri-asam-fermentasi-nilai-ph-produksi-ga-thumb-25f48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42003-broiler-chicken-strain-indian-ayam</link>
	<guid isPermaLink="false">30a079b472b1adc7ef73122eb8dce53d</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:01:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh ketinggian kandang terhadap performa ayam broiler. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai pengaruh ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh ketinggian kandang terhadap performa ayam broiler. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai pengaruh ketinggian kandang terhadap kualitas telur pada ayam broiler petelur, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran telur, berat telur, dan kandungan nutrisi telur. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai sistem ventilasi pada ketinggian kandang yang berbeda, dengan tujuan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan mikro dan mengurangi stres termal pada ayam. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi sensor untuk memantau secara real-time kondisi lingkungan mikro pada berbagai ketinggian kandang, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi peternak dalam mengambil keputusan manajemen yang lebih baik.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh signifikan terhadap performa ayam broiler.Ketinggian kandang 4 meter memberikan hasil terbaik dalam hal konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, FCR, indeks performa, dan mortalitas.Kondisi lingkungan yang lebih stabil pada ketinggian yang lebih tinggi mendukung kenyamanan termal ayam dan meningkatkan efisiensi pertumbuhan.Oleh karena itu, ketinggian kandang merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler pada sistem closed house Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketinggian lantai kandang terhadap performa ayam broiler dalam sistem kandang closed house. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas. Penelitian ini menggunakan 90 ekor ayam broiler dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (lantai 0 m, 2 m, dan 4 m) dan 6 ulangan, di mana masing-masing ulangan terdiri atas 15 ekor ayam broiler strain CP Charoen Phokpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh nyata (P ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-7b8b4.webp" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-7b8b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-7b8b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-7b8b4.webp 1x" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" alt="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp 1x" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" alt="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-8e534.webp" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-8e534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-8e534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-8e534.webp 1x" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" alt="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42003-broiler-chicken-strain-indian-ayam" title="JURIS - Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang" target="_blank">Performa Ayam Broiler yang Dipelihara dengan Perbedaan Ketinggian Kandang</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami pengaruh ketinggian kandang terhadap performa ayam broiler. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai pengaruh ketinggian kandang terhadap kualitas telur pada ayam broiler petelur, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran telur, berat telur, dan kandungan nutrisi telur. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai sistem ventilasi pada ketinggian kandang yang berbeda, dengan tujuan untuk mengoptimalkan kondisi lingkungan mikro dan mengurangi stres termal pada ayam. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi sensor untuk memantau secara real-time kondisi lingkungan mikro pada berbagai ketinggian kandang, sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi peternak dalam mengambil keputusan manajemen yang lebih baik..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh signifikan terhadap performa ayam broiler.Ketinggian kandang 4 meter memberikan hasil terbaik dalam hal konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, FCR, indeks performa, dan mortalitas.Kondisi lingkungan yang lebih stabil pada ketinggian yang lebih tinggi mendukung kenyamanan termal ayam dan meningkatkan efisiensi pertumbuhan.Oleh karena itu, ketinggian kandang merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler pada sistem closed house
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketinggian lantai kandang terhadap performa ayam broiler dalam sistem kandang closed house. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas. Penelitian ini menggunakan 90 ekor ayam broiler dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (lantai 0 m, 2 m, dan 4 m) dan 6 ulangan, di mana masing-masing ulangan terdiri atas 15 ekor ayam broiler strain CP Charoen Phokpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian kandang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), dan mortalitas. Ketinggian 4 m memberikan hasil terbaik dengan nilai konsumsi ransum efisien (49,92 g), pertambahan bobot...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp" type="image/webp" length="96530" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-7b8b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-16616.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/broiler-chicken-strain-indian-ayam-t4-ketinggian-k-thumb-8e534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA Azzola microphylla FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR Azzola miccrophylla ON THE PERFORMANCE OF K ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA Azzola microphylla FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR Azzola miccrophylla ON THE PERFORMANCE OF K ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA Azzola microphylla FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR Azzola miccrophylla ON THE PERFORMANCE OF K ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41994-diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v</link>
	<guid isPermaLink="false">c178b257b81e2304ab0e2351b34609c5</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:00:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bone regency ]]></category>
	<category><![CDATA[ asmaul husna ]]></category>
	<category><![CDATA[ andis wijaya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andis,asmaul,bone,husna,regency,wijaya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti apakah peningkatan level tepung azolla fermentasi di atas 15% dalam ransum masih aman bagi kesehatan dan fungsi organ pencernaan ayam KUB, mengingat kandungan serat kasar yang tinggi dapat memengaruhi daya cerna. Kedua, perlu dikaji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K: Pertama, perlu diteliti apakah peningkatan level tepung azolla fermentasi di atas 15% dalam ransum masih aman bagi kesehatan dan fungsi organ pencernaan ayam KUB, mengingat kandungan serat kasar yang tinggi dapat memengaruhi daya cerna. Kedua, perlu dikaji efek pemberian azolla fermentasi secara jangka panjang terhadap parameter reproduksi dan kualitas telur pada ayam KUB fase layer, karena sebagian besar penelitian saat ini hanya fokus pada fase pertumbuhan. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas jenis mikroba fermentasi selain EM-4, seperti jamur Pleurotus ostreatus atau bakteri asam laktat, dalam meningkatkan kualitas nutrisi azolla dan performa ayam KUB, guna membandingkan hasil optimal dari berbagai metode fermentasi. Studi-studi ini dapat memperluas pemanfaatan azolla sebagai pakan alternatif yang berkelanjutan dan ekonomis. Dengan mengeksplorasi level dosis lebih tinggi, dampak pada reproduksi, serta teknik fermentasi berbeda, penelitian lanjutan dapat memberikan solusi nyata dalam pengurangan ketergantungan terhadap pakan komersial. Temuan saat ini membuka peluang besar untuk pengembangan pakan murah berbasis lokal yang mendukung ternak unggulan nasional seperti ayam KUB. Perlu juga pertimbangkan studi tentang efek azolla fermentasi terhadap respon imun dan ketahanan penyakit ayam. Kombinasi peningkatan nutrisi dan kesehatan ternak akan menjadikan azolla sebagai komponen pakan strategis. Penelitian yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi azolla secara holistik.. Penambahan tepung azolla fermentasi dalam ransum ayam KUB hingga sebanyak 15% tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan).Hal ini berarti tepung azolla dapat menggantikan pakan komersial hingga 15% tanpa menurunkan performa.Pemberian tepung azolla juga berpotensi menekan biaya pakan secara ekonomis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung azola fermentasi terhadap performa ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan). Pemberian tepung azolla diharapkan dapat meningkatkan performa ayam KUB. Penelitian ini menggunakan 36 ekor ayam KUB umur 4 minggu dan diberi ransum perlakuan sampai dengan 4 minggu pemeliharaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalah penggunaan azolla fermentasi dalam ransum: A (Ransum Komersil 0% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), B (Pakan Komersial 512 5% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), C (Pakan Komersial 512 10% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), dan D (Pakan Komersial 512 15% Azolla microphylla fermentasi dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-41402.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-41402.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-41402.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-41402.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-3e6c9.webp" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-3e6c9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-3e6c9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-3e6c9.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" alt="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41994-diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v" title="JURIS - PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K" target="_blank">PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLA (Azzola microphylla) FERMENTASI TERHADAP PERFORMA AYAM KUB  (KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN): EFFECT OF FERMENTED AZOLA FLOUR (Azzola miccrophylla) ON THE PERFORMANCE OF K</a>: Pertama, perlu diteliti apakah peningkatan level tepung azolla fermentasi di atas 15% dalam ransum masih aman bagi kesehatan dan fungsi organ pencernaan ayam KUB, mengingat kandungan serat kasar yang tinggi dapat memengaruhi daya cerna. Kedua, perlu dikaji efek pemberian azolla fermentasi secara jangka panjang terhadap parameter reproduksi dan kualitas telur pada ayam KUB fase layer, karena sebagian besar penelitian saat ini hanya fokus pada fase pertumbuhan. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas jenis mikroba fermentasi selain EM-4, seperti jamur Pleurotus ostreatus atau bakteri asam laktat, dalam meningkatkan kualitas nutrisi azolla dan performa ayam KUB, guna membandingkan hasil optimal dari berbagai metode fermentasi. Studi-studi ini dapat memperluas pemanfaatan azolla sebagai pakan alternatif yang berkelanjutan dan ekonomis. Dengan mengeksplorasi level dosis lebih tinggi, dampak pada reproduksi, serta teknik fermentasi berbeda, penelitian lanjutan dapat memberikan solusi nyata dalam pengurangan ketergantungan terhadap pakan komersial. Temuan saat ini membuka peluang besar untuk pengembangan pakan murah berbasis lokal yang mendukung ternak unggulan nasional seperti ayam KUB. Perlu juga pertimbangkan studi tentang efek azolla fermentasi terhadap respon imun dan ketahanan penyakit ayam. Kombinasi peningkatan nutrisi dan kesehatan ternak akan menjadikan azolla sebagai komponen pakan strategis. Penelitian yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi azolla secara holistik..
<br>Penambahan tepung azolla fermentasi dalam ransum ayam KUB hingga sebanyak 15% tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan).Hal ini berarti tepung azolla dapat menggantikan pakan komersial hingga 15% tanpa menurunkan performa.Pemberian tepung azolla juga berpotensi menekan biaya pakan secara ekonomis
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung azola fermentasi terhadap performa ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan). Pemberian tepung azolla diharapkan dapat meningkatkan performa ayam KUB. Penelitian ini menggunakan 36 ekor ayam KUB umur 4 minggu dan diberi ransum perlakuan sampai dengan 4 minggu pemeliharaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalah penggunaan azolla fermentasi dalam ransum: A (Ransum Komersil   0% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), B (Pakan Komersial 512   5% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), C (Pakan Komersial 512   10% Azolla microphylla fermentasi dalam ransum), dan D (Pakan Komersial 512   15% Azolla microphylla fermentasi dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp" type="image/webp" length="100646" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-41402.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-207ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/diagnosa-penyakit-ayam-konsumsi-ransum-efisiensi-v-thumb-3e6c9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Wawasan Al QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Wawasan Al QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Wawasan Al QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41983-pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi</link>
	<guid isPermaLink="false">abce7946548576322894a110a2c75469</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:27:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana konsep pendidikan dalam Al-Quran dapat diimplementasikan dalam strategi pengajaran yang efektif di lingkungan pendidikan formal dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana konsep pendidikan dalam Al-Quran dapat diimplementasikan dalam strategi pengajaran yang efektif di lingkungan pendidikan formal dan informal. Kedua, meneliti bagaimana Al-Quran menggambarkan peran guru dalam pendidikan dan sifat-sifat yang diharapkan dari peserta didik ideal. Ketiga, mengembangkan media pendidikan berbasis Al-Quran untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Islam dan proses pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di masa depan.. Pendidikan dan pengajaran adalah proses pentransferan ilmu yang membantu manusia mengembangkan pengetahuan, wawasan, fisik, emosional, dan mental.Islam dan Al-Quran memainkan peran penting dalam mengoptimalkan dunia pendidikan dan pengajaran.Al-Quran memberikan wawasan tentang pendidikan dan pengajaran dengan menekankan pentingnya pengetahuan, akhlak, dan pengembangan diri secara holistik.Pendidikan dalam wawasan Al-Quran sangat penting dalam kehidupan umat Islam, karena melalui Al-Quran, kita dapat belajar nilai-nilai kehidupan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam memberikan panduan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Wawasan Al-Quran tentang pendidikan dan pengajaran bertujuan untuk membimbing individu agar mencapai kesempurnaan spiritual, moral, dan intelektual, serta membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur yang fokus pada pengumpulan data dan analisis komprehensif terhadap materi atau teori dari berbagai sumber, termasuk artikel terkait topik yang dibahas. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-3b089.webp" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-3b089.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-3b089.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-3b089.webp 1x" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" alt="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp 1x" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" alt="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-1d021.webp" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-1d021.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-1d021.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-1d021.webp 1x" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" alt="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41983-pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi" title="JURIS - Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran" target="_blank">Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana konsep pendidikan dalam Al-Quran dapat diimplementasikan dalam strategi pengajaran yang efektif di lingkungan pendidikan formal dan informal. Kedua, meneliti bagaimana Al-Quran menggambarkan peran guru dalam pendidikan dan sifat-sifat yang diharapkan dari peserta didik ideal. Ketiga, mengembangkan media pendidikan berbasis Al-Quran untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Islam dan proses pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di masa depan..
<br>Pendidikan dan pengajaran adalah proses pentransferan ilmu yang membantu manusia mengembangkan pengetahuan, wawasan, fisik, emosional, dan mental.Islam dan Al-Quran memainkan peran penting dalam mengoptimalkan dunia pendidikan dan pengajaran.Al-Quran memberikan wawasan tentang pendidikan dan pengajaran dengan menekankan pentingnya pengetahuan, akhlak, dan pengembangan diri secara holistik.Pendidikan dalam wawasan Al-Quran sangat penting dalam kehidupan umat Islam, karena melalui Al-Quran, kita dapat belajar nilai-nilai kehidupan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
<br>Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam memberikan panduan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Wawasan Al-Quran tentang pendidikan dan pengajaran bertujuan untuk membimbing individu agar mencapai kesempurnaan spiritual, moral, dan intelektual, serta membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan makmur. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur yang fokus pada pengumpulan data dan analisis komprehensif terhadap materi atau teori dari berbagai sumber, termasuk artikel terkait topik yang dibahas.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp" type="image/webp" length="69036" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-3b089.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-31b20.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/pendidikan-islam-prinsip-nilai-transformasi-nilai-thumb-1d021.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2247-iainu-kebumen.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10225-nidzam-jurnal-manajemen-pendidikan-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA Vasconcellea pubescens ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA Vasconcellea pubescens ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA Vasconcellea pubescens ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41988-stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric</link>
	<guid isPermaLink="false">abacb3753688293a3e4a176d07212eaf</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:20:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ produksi gas ]]></category>
	<category><![CDATA[ nilai ph ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[gas,nilai,ph,produksi,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan sari buah carica terhadap karakteristik sensorik yogurt, seperti rasa, aroma, dan tekstur, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens): Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan sari buah carica terhadap karakteristik sensorik yogurt, seperti rasa, aroma, dan tekstur, untuk memastikan penerimaan konsumen. Kedua, studi lebih mendalam mengenai mekanisme interaksi antara senyawa bioaktif dalam sari buah carica dengan protein dan lemak susu selama proses fermentasi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peningkatan kualitas gizi yogurt. Ketiga, penelitian mengenai optimasi konsentrasi penambahan sari buah carica dengan mempertimbangkan berbagai varietas carica dan metode pengolahan yang berbeda dapat menghasilkan produk yogurt dengan kualitas yang lebih unggul dan disesuaikan dengan preferensi pasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri produk olahan susu yang inovatif dan bernilai tambah.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan sari buah carica sebesar 40% pada yogurt merupakan penambahan optimal dari perlakuan lainnya yang memiliki kandungan protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah.Temuan ini menunjukkan potensi carica sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai gizi yogurt.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan proses fermentasi dan stabilitas produk Produk olahan susu lebih disukai masyarakat dibandingkan susu segar, salah satu penyebabnya adalah kasus intoleransi laktosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia produk olahan susu yaitu yogurt ditambah dengan sari buah carica dengan konsentrasi penambahan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dimulai dari tahap persiapan, pembuatan sampel, uji laboratorium, dan analisis data. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi penambahan sari buah yang berbeda sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah carica berpengaruh nyata (P0,05) pada pH dan total solid. Temuan dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp 1x" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" alt="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-ab851.webp" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-ab851.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-ab851.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-ab851.webp 1x" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" alt="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-3482c.webp" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-3482c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-3482c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-3482c.webp 1x" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" alt="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41988-stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric" title="JURIS - KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)" target="_blank">KUALITAS KIMIA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH CARICA (Vasconcellea pubescens)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan sari buah carica terhadap karakteristik sensorik yogurt, seperti rasa, aroma, dan tekstur, untuk memastikan penerimaan konsumen. Kedua, studi lebih mendalam mengenai mekanisme interaksi antara senyawa bioaktif dalam sari buah carica dengan protein dan lemak susu selama proses fermentasi dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peningkatan kualitas gizi yogurt. Ketiga, penelitian mengenai optimasi konsentrasi penambahan sari buah carica dengan mempertimbangkan berbagai varietas carica dan metode pengolahan yang berbeda dapat menghasilkan produk yogurt dengan kualitas yang lebih unggul dan disesuaikan dengan preferensi pasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri produk olahan susu yang inovatif dan bernilai tambah..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan sari buah carica sebesar 40% pada yogurt merupakan penambahan optimal dari perlakuan lainnya yang memiliki kandungan protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah.Temuan ini menunjukkan potensi carica sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai gizi yogurt.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan proses fermentasi dan stabilitas produk
<br>Produk olahan susu lebih disukai masyarakat dibandingkan susu segar, salah satu penyebabnya adalah kasus intoleransi laktosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia produk olahan susu yaitu yogurt ditambah dengan sari buah carica dengan konsentrasi penambahan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dimulai dari tahap persiapan, pembuatan sampel, uji laboratorium, dan analisis data. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi penambahan sari buah yang berbeda sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah carica berpengaruh nyata (P<0,05) pada kandungan laktosa, protein, lemak, solid non fat, dan berat jenis akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada pH dan total solid. Temuan dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp" type="image/webp" length="102674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-a6aca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-ab851.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/stabilitas-produk-yogurt-sari-buah-belimbing-caric-thumb-3482c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-112-uby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16655-tropical-animal-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41981-standar-karakter-guru-pengembangan-model-pemb</link>
	<guid isPermaLink="false">5d5793cbc7169cccfed18339d30b1b93</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:00:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ zaini miftah ]]></category>
	<category><![CDATA[ flag counter ]]></category>
	<category><![CDATA[ licensed cc ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cc,counter,flag,licensed,miftah,zaini]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penggunaan teknologi digital dapat mengakomodasi karakter guru AlAcalim dalam konteks pembelajaran berbasis daring, (2) menilai dampak sifat WaraAo terhadap kepercayaan siswa terhadap guru di lingkungan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penggunaan teknologi digital dapat mengakomodasi karakter guru AlAcalim dalam konteks pembelajaran berbasis daring, (2) menilai dampak sifat WaraAo terhadap kepercayaan siswa terhadap guru di lingkungan sekolah Kristen dan Islam, dan (3) membandingkan efektivitas pelatihan pengembangan guru berusia dewasa dengan pelatihan bagi guru muda dalam meningkatkan kompetensi karakteristik guru ideal menurut perspektif TaAolim MutaAoallim di era industri 4.0.. Berdasarkan pemaparan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya, karena seorang guru adalah faktor kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar.Dalam kitab taAolim mutaAoalim Imam AzAZarnuji menjelaskan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam membimbing anak didiknya dan ini sebagai acuan kriteria ideal seorang guru yang pertama AlAcalim (orang yang berilmu), yang kedua WaraAo (orang yang menjaga diri/berhatiAchati) dan yang ketiga adalah lebih tua/dewasa Guru merupakan seseorang yang penting di dunia pendidikan namun di abad 21 ini banyak sekali kasusAckasus yang melanggar kode etik seorang guru. Tindakan tersebut dilakukan oleh beberapa guru yang tidak bertanggung jawab sehingga dalam dunia pendidikan mengalami kemunduran beretika. Kitab taAolim mutaAoallim karya Imam AzAcZarnuji menjabarkan tentang kriteriaAckriteria guru ideal dan relevansinya dengan pembelajaran di abad 21. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) data diambil dari berbagai sumber bacaan seperti buku, jurnal dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru idealnya mempunyai tiga karakteristik yaitu: Alim, WaraAo dan lebih tua. Kesimpulan penelitian ini adalah relevansi antara kandungan yang ada di dalam kitab... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-564c4.webp" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-564c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-564c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-564c4.webp 1x" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" alt="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-0e035.webp" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-0e035.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-0e035.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-0e035.webp 1x" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" alt="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp 1x" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" alt="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41981-standar-karakter-guru-pengembangan-model-pemb" title="JURIS - Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21" target="_blank">Kriteria Guru Ideal Perspektif kitab TaAolim MutaAoallim karya Imam Az-Zarnuji dan Relevansinya dengan Pembelajaran Abad 21</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) bagaimana penggunaan teknologi digital dapat mengakomodasi karakter guru AlAcalim dalam konteks pembelajaran berbasis daring, (2) menilai dampak sifat WaraAo terhadap kepercayaan siswa terhadap guru di lingkungan sekolah Kristen dan Islam, dan (3) membandingkan efektivitas pelatihan pengembangan guru berusia dewasa dengan pelatihan bagi guru muda dalam meningkatkan kompetensi karakteristik guru ideal menurut perspektif TaAolim MutaAoallim di era industri 4.0..
<br>Berdasarkan pemaparan di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya, karena seorang guru adalah faktor kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar.Dalam kitab taAolim mutaAoalim Imam AzAZarnuji menjelaskan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam membimbing anak didiknya dan ini sebagai acuan kriteria ideal seorang guru yang pertama AlAcalim (orang yang berilmu), yang kedua WaraAo (orang yang menjaga diri/berhatiAchati) dan yang ketiga adalah lebih tua/dewasa
<br>Guru merupakan seseorang yang penting di dunia pendidikan namun di abad 21 ini banyak sekali kasusAckasus yang melanggar kode etik seorang guru. Tindakan tersebut dilakukan oleh beberapa guru yang tidak bertanggung jawab sehingga dalam dunia pendidikan mengalami kemunduran beretika. Kitab taAolim mutaAoallim karya Imam AzAcZarnuji menjabarkan tentang kriteriaAckriteria guru ideal dan relevansinya dengan pembelajaran di abad 21. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) data diambil dari berbagai sumber bacaan seperti buku, jurnal dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru idealnya mempunyai tiga karakteristik yaitu: Alim, WaraAo dan lebih tua. Kesimpulan penelitian ini adalah relevansi antara kandungan yang ada di dalam kitab...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp" type="image/webp" length="49494" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-564c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-0e035.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/standar-karakter-guru-pengembangan-model-pembelaja-thumb-33873.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3044-mutiarahatimoeslem.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12557-ahad-multidisciplinary-journal-islamic-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A design of cross selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A design of cross selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A design of cross selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41980-strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen</link>
	<guid isPermaLink="false">f4bc819ed5a26c55909939bee6cd6b02</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:00:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ jurnal sains ]]></category>
	<category><![CDATA[ fajar kholid ]]></category>
	<category><![CDATA[ design cross ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,design,fajar,jurnal,kholid,sains]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara jenis pelanggan (misalnya pelajar, pegawai kantoran) dengan pola pembelian mereka menggunakan data dari kartu loyalitas, untuk mengidentifikasi segmen pelanggan mana yang paling ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business: Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara jenis pelanggan (misalnya pelajar, pegawai kantoran) dengan pola pembelian mereka menggunakan data dari kartu loyalitas, untuk mengidentifikasi segmen pelanggan mana yang paling responsif terhadap strategi bundling tertentu. Kedua, dapat dilakukan studi untuk menguji efektivitas rekomendasi bundling berbasis waktu (seperti siang hari untuk produk tertentu) dengan eksperimen terkendali di berbagai cabang kedai kopi, guna melihat konsistensi pola pembelian di lokasi berbeda. Ketiga, perlu ada penelitian lanjutan yang menggabungkan analisis cohort dan segmentasi pelanggan untuk mengevaluasi apakah personalisasi penawaran berdasarkan riwayat pembelian jangka panjang dapat meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (CLV) secara signifikan, serta bagaimana model prediktif dapat dioptimalkan dengan data perilaku yang lebih dalam.. Produk dengan kaitan positif dan frequent item set menunjukkan aturan yang bervariasi menurut waktu, sebagaimana ditentukan melalui ekstraksi pengetahuan dan mining aturan asosiasi pada data transaksi Kedai Kopi XYZ.Penelitian ini memberikan rekomendasi bundling produk untuk waktu makan siang, sore, dan malam berdasarkan periode hari kerja dan akhir pekan, yang secara efektif meningkatkan penjualan.Personalisasi melalui penerapan kartu loyalitas diperlukan untuk memfasilitasi ekstraksi aturan asosiasi, meskipun proses klasifikasi pelanggan berdasarkan profitabilitas belum dilakukan dalam penelitian ini Menggunakan studi kasus di kedai kopi XYZ di Bandar Lampung, Indonesia, penelitian ini melakukan ekstraksi pengetahuan pada dataset penjualan untuk membuat model cross-selling sebagai saran bundling produk. Ekstraksi pengetahuan dilakukan menggunakan teknik frequent itemset mining berbasis algoritma Apriori untuk mengekstrak serangkaian aturan asosiasi antar produk. Penelitian ini menerapkan struktur frequent itemset lima tahap yang mencakup pemahaman bisnis, persiapan data, eksplorasi data, pembuatan model... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp 1x" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" alt="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-a68c0.webp" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-a68c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-a68c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-a68c0.webp 1x" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" alt="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-0d874.webp" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-0d874.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-0d874.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-0d874.webp 1x" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" alt="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41980-strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen" title="JURIS - A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business" target="_blank">A design of cross-selling products based on frequent itemset mining for coffee shop business</a>: Pertama, perlu dikembangkan penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara jenis pelanggan (misalnya pelajar, pegawai kantoran) dengan pola pembelian mereka menggunakan data dari kartu loyalitas, untuk mengidentifikasi segmen pelanggan mana yang paling responsif terhadap strategi bundling tertentu. Kedua, dapat dilakukan studi untuk menguji efektivitas rekomendasi bundling berbasis waktu (seperti siang hari untuk produk tertentu) dengan eksperimen terkendali di berbagai cabang kedai kopi, guna melihat konsistensi pola pembelian di lokasi berbeda. Ketiga, perlu ada penelitian lanjutan yang menggabungkan analisis cohort dan segmentasi pelanggan untuk mengevaluasi apakah personalisasi penawaran berdasarkan riwayat pembelian jangka panjang dapat meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (CLV) secara signifikan, serta bagaimana model prediktif dapat dioptimalkan dengan data perilaku yang lebih dalam..
<br>Produk dengan kaitan positif dan frequent item set menunjukkan aturan yang bervariasi menurut waktu, sebagaimana ditentukan melalui ekstraksi pengetahuan dan mining aturan asosiasi pada data transaksi Kedai Kopi XYZ.Penelitian ini memberikan rekomendasi bundling produk untuk waktu makan siang, sore, dan malam berdasarkan periode hari kerja dan akhir pekan, yang secara efektif meningkatkan penjualan.Personalisasi melalui penerapan kartu loyalitas diperlukan untuk memfasilitasi ekstraksi aturan asosiasi, meskipun proses klasifikasi pelanggan berdasarkan profitabilitas belum dilakukan dalam penelitian ini
<br>Menggunakan studi kasus di kedai kopi XYZ di Bandar Lampung, Indonesia, penelitian ini melakukan ekstraksi pengetahuan pada dataset penjualan untuk membuat model cross-selling sebagai saran bundling produk. Ekstraksi pengetahuan dilakukan menggunakan teknik frequent itemset mining berbasis algoritma Apriori untuk mengekstrak serangkaian aturan asosiasi antar produk. Penelitian ini menerapkan struktur frequent itemset lima tahap yang mencakup pemahaman bisnis, persiapan data, eksplorasi data, pembuatan model...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp" type="image/webp" length="65284" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-707c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-a68c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/strategi-bundling-produk-algoritma-apriori-frequen-thumb-0d874.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1700-sttmcileungsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8680-teknosains-jurnal-sains-teknologi-informatika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41982-peran-komunikasi-nilai-islam-isla</link>
	<guid isPermaLink="false">52f7760e2ab167507972d09dbc0f914a</guid>
	<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 15:59:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lukman hakim ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi amin 271 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[271,amin,edi,hakim,lukman]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana aspek ekonomi lokal dipengaruhi oleh tradisi Ruwahan, misalnya melalui analisis alur distribusi dana, partisipasi pelaku usaha mikro, dan dampak festival terhadap pendapatan rumah tangga di Sendangduwur. Kedua, perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur: Pertama, perlu diteliti bagaimana aspek ekonomi lokal dipengaruhi oleh tradisi Ruwahan, misalnya melalui analisis alur distribusi dana, partisipasi pelaku usaha mikro, dan dampak festival terhadap pendapatan rumah tangga di Sendangduwur. Kedua, perlu dikaji bagaimana tradisi ini berkontribusi terhadap legitimasi politik desa, termasuk pengaruhnya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aparat desa dan tokoh agama dalam konteks pemilihan kepala desa atau pengambilan keputusan kebijakan lokal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dinamika generasi muda dalam tradisi Ruwahan, khususnya bagaimana nilai-nilai yang disampaikan melalui komunikasi Islam ditafsirkan, diterima, atau diubah oleh pelajar dan remaja dalam konteks kehidupan modern dan arus media digital. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan dari dimensi budaya semata ke ranah ekonomi, politik lokal, dan transformasi generasional, sehingga memberi gambaran utuh tentang keberlanjutan tradisi dalam tatanan sosial kontemporer.. Komunikasi Islam dalam tradisi Ruwahan di Sendangduwur berjalan secara kultural dan adaptif, menjadi media untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk identitas sosial masyarakat.Tradisi ini memperkuat posisi tokoh agama dan pemimpin adat dalam struktur kekuasaan lokal melalui akulturasi Islam dan budaya lokal.Komunikasi tersebut berperan ganda sebagai sarana dakwah kultural dan mekanisme reproduksi struktur sosial yang menjaga harmoni komunitas Tradisi Ruwahan di Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, merupakan bentuk pelestarian budaya lokal dengan nilai-nilai Islam yang diperkenalkan melalui dakwah kultural Sunan Sendangduwur. Komunikasi Islam dalam tradisi ini berperan penting dalam membangun representasi sosial masyarakat melalui ritual sedekahan dan selametan yang mengandung doa untuk sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus memperkuat struktur kekuasaan agama dan sosial di komunitas tersebut. Pendekatan dakwah yang dilakukan Sunan Sendangduwur menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara damai dan toleran dengan budaya Jawa, sehingga tradisi Ruwahan menjadi media komunikasi yang efektif dalam mempertahankan identitas sosial dan kekuasaan keagamaan di wilayah pesisir Lamongan. Festival Ruwahan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-17462.webp" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-17462.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-17462.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-17462.webp 1x" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" alt="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp 1x" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" alt="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-81551.webp" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-81551.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-81551.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-81551.webp 1x" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" alt="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41982-peran-komunikasi-nilai-islam-isla" title="JURIS - Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur" target="_blank">Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Representasi Sosial dan Struktur Kekuasaan pada Tradisi Ruwahan di Sendangduwur</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana aspek ekonomi lokal dipengaruhi oleh tradisi Ruwahan, misalnya melalui analisis alur distribusi dana, partisipasi pelaku usaha mikro, dan dampak festival terhadap pendapatan rumah tangga di Sendangduwur. Kedua, perlu dikaji bagaimana tradisi ini berkontribusi terhadap legitimasi politik desa, termasuk pengaruhnya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aparat desa dan tokoh agama dalam konteks pemilihan kepala desa atau pengambilan keputusan kebijakan lokal. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dinamika generasi muda dalam tradisi Ruwahan, khususnya bagaimana nilai-nilai yang disampaikan melalui komunikasi Islam ditafsirkan, diterima, atau diubah oleh pelajar dan remaja dalam konteks kehidupan modern dan arus media digital. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperluas cakupan dari dimensi budaya semata ke ranah ekonomi, politik lokal, dan transformasi generasional, sehingga memberi gambaran utuh tentang keberlanjutan tradisi dalam tatanan sosial kontemporer..
<br>Komunikasi Islam dalam tradisi Ruwahan di Sendangduwur berjalan secara kultural dan adaptif, menjadi media untuk mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk identitas sosial masyarakat.Tradisi ini memperkuat posisi tokoh agama dan pemimpin adat dalam struktur kekuasaan lokal melalui akulturasi Islam dan budaya lokal.Komunikasi tersebut berperan ganda sebagai sarana dakwah kultural dan mekanisme reproduksi struktur sosial yang menjaga harmoni komunitas
<br>Tradisi Ruwahan di Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, merupakan bentuk pelestarian budaya lokal dengan nilai-nilai Islam yang diperkenalkan melalui dakwah kultural Sunan Sendangduwur. Komunikasi Islam dalam tradisi ini berperan penting dalam membangun representasi sosial masyarakat melalui ritual sedekahan dan selametan yang mengandung doa untuk sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus memperkuat struktur kekuasaan agama dan sosial di komunitas tersebut. Pendekatan dakwah yang dilakukan Sunan Sendangduwur menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara damai dan toleran dengan budaya Jawa, sehingga tradisi Ruwahan menjadi media komunikasi yang efektif dalam mempertahankan identitas sosial dan kekuasaan keagamaan di wilayah pesisir Lamongan. Festival Ruwahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp" type="image/webp" length="71598" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-17462.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-fbfb6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/peran-komunikasi-nilai-nilai-islam-rumah-tangga-et-thumb-81551.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1439-iaipd-nganjuk.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16088-j-kis-jurnal-komunikasi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 27 Apr 2026 01:10:59 +0700. 24 items. Served in: 15.109 seconds [rss] -->
