<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 00:46:53 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 00:46:53 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-10T00:46:53+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Digital Platforms in Agribusiness A Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Digital Platforms in Agribusiness A Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Digital Platforms in Agribusiness A Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36895-platform-digital-hotel-platforms</link>
	<guid isPermaLink="false">6732760ef24b7cb3948faa4cc030634b</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 00:23:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[menu,quick,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Menganalisis dampak platform digital pada inklusi keuangan dan praktik pertanian berkelanjutan di antara petani kecil. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Menganalisis dampak platform digital pada inklusi keuangan dan praktik pertanian berkelanjutan di antara petani kecil. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana platform digital dapat meningkatkan akses petani kecil ke layanan keuangan dan mendorong adopsi praktik pertanian yang berkelanjutan, serta mengukur dampak sosial dan lingkungan dari implementasi platform tersebut.2. Meneliti peran platform digital dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasokan agribisnis. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana platform digital dapat meningkatkan transparansi harga, kualitas produk, dan praktik perdagangan yang adil, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan platform tersebut untuk meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan.3. Menganalisis dampak platform digital pada inklusi dan partisipasi petani kecil dalam rantai nilai agribisnis. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana platform digital dapat mengatasi hambatan tradisional yang dihadapi petani kecil dalam mengakses pasar dan sumber daya, serta mengukur dampak platform tersebut pada inklusi dan partisipasi petani kecil dalam rantai nilai, termasuk aspek-aspek seperti akses ke informasi, layanan, dan pasar yang lebih luas.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform digital telah menjadi kekuatan transformasional dalam agribisnis, terutama dalam merombak model bisnis, meningkatkan penciptaan nilai, dan memperluas akses pasar bagi petani kecil.Analisis menunjukkan evolusi lanskap penelitian - dari studi awal yang menekankan adopsi e-commerce dan keputusan strategis tingkat perusahaan menuju investigasi terbaru yang berfokus pada ekosistem yang diaktifkan platform, inklusivitas, dan keberlanjutan.Dari perspektif model bisnis, platform digital memfasilitasi munculnya konfigurasi hibrida dan berbasis jaringan yang mengintegrasikan produsen, perantara, dan konsumen dalam sistem yang lebih fleksibel dan skalabel.Model ini memungkinkan bentuk baru koordinasi, mengurangi biaya transaksi, dan mendukung inovasi dalam pengiriman layanan.Namun, temuan juga menunjukkan bahwa efektivitas model-model ini sangat tergantung pada faktor pelengkap, termasuk dukungan institusional, kemampuan digital, dan struktur tata kelola.Dalam hal penciptaan nilai, literatur menunjukkan bahwa platform digital dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan responsivitas di seluruh rantai nilai pertanian.Mereka memungkinkan petani kecil mengakses informasi pasar real-time, mengadopsi praktik produksi dan pemasaran yang lebih baik, dan berpartisipasi dalam pasar bernilai lebih tinggi.Namun, distribusi nilai tetap tidak merata, karena petani kecil sering hanya menangkap bagian terbatas karena ketergantungan yang berkelanjutan pada perantara dan daya tawar yang lemah.Mengenai akses pasar, platform digital telah menunjukkan potensi kuat untuk mengurangi hambatan tradisional dengan menghubungkan petani langsung dengan pembeli dan memungkinkan partisipasi dalam pasar yang lebih luas dan dinamis.Meskipun keunggulan ini, kendala struktural - seperti infrastruktur digital yang tidak memadai, rendahnya tingkat literasi digital, dan masalah terjangkau - terus membatasi inklusivitas dan skalabilitas platform ini, terutama di konteks negara berkembang Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah sektor agribisnis secara signifikan, terutama melalui munculnya platform digital yang memfasilitasi interaksi antara berbagai pihak dalam rantai nilai pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis literatur yang ada tentang peran platform digital dalam agribisnis, dengan fokus khusus pada transformasi model bisnis, penciptaan nilai, dan akses pasar bagi petani kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur (LR) dengan data yang dikumpulkan dari basis data Scopus melalui kueri pencarian Boolean terstruktur. Sebanyak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-58418.webp" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-58418.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-58418.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-58418.webp 1x" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" alt="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp 1x" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" alt="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-d2f0b.webp" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-d2f0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-d2f0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-d2f0b.webp 1x" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" alt="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36895-platform-digital-hotel-platforms" title="JURIS - Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review" target="_blank">Digital Platforms in Agribusiness: A Literature Review</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran untuk penelitian lanjutan:1. Menganalisis dampak platform digital pada inklusi keuangan dan praktik pertanian berkelanjutan di antara petani kecil. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana platform digital dapat meningkatkan akses petani kecil ke layanan keuangan dan mendorong adopsi praktik pertanian yang berkelanjutan, serta mengukur dampak sosial dan lingkungan dari implementasi platform tersebut.2. Meneliti peran platform digital dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasokan agribisnis. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana platform digital dapat meningkatkan transparansi harga, kualitas produk, dan praktik perdagangan yang adil, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan platform tersebut untuk meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi risiko dalam rantai pasokan.3. Menganalisis dampak platform digital pada inklusi dan partisipasi petani kecil dalam rantai nilai agribisnis. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana platform digital dapat mengatasi hambatan tradisional yang dihadapi petani kecil dalam mengakses pasar dan sumber daya, serta mengukur dampak platform tersebut pada inklusi dan partisipasi petani kecil dalam rantai nilai, termasuk aspek-aspek seperti akses ke informasi, layanan, dan pasar yang lebih luas..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform digital telah menjadi kekuatan transformasional dalam agribisnis, terutama dalam merombak model bisnis, meningkatkan penciptaan nilai, dan memperluas akses pasar bagi petani kecil.Analisis menunjukkan evolusi lanskap penelitian - dari studi awal yang menekankan adopsi e-commerce dan keputusan strategis tingkat perusahaan menuju investigasi terbaru yang berfokus pada ekosistem yang diaktifkan platform, inklusivitas, dan keberlanjutan.Dari perspektif model bisnis, platform digital memfasilitasi munculnya konfigurasi hibrida dan berbasis jaringan yang mengintegrasikan produsen, perantara, dan konsumen dalam sistem yang lebih fleksibel dan skalabel.Model ini memungkinkan bentuk baru koordinasi, mengurangi biaya transaksi, dan mendukung inovasi dalam pengiriman layanan.Namun, temuan juga menunjukkan bahwa efektivitas model-model ini sangat tergantung pada faktor pelengkap, termasuk dukungan institusional, kemampuan digital, dan struktur tata kelola.Dalam hal penciptaan nilai, literatur menunjukkan bahwa platform digital dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan responsivitas di seluruh rantai nilai pertanian.Mereka memungkinkan petani kecil mengakses informasi pasar real-time, mengadopsi praktik produksi dan pemasaran yang lebih baik, dan berpartisipasi dalam pasar bernilai lebih tinggi.Namun, distribusi nilai tetap tidak merata, karena petani kecil sering hanya menangkap bagian terbatas karena ketergantungan yang berkelanjutan pada perantara dan daya tawar yang lemah.Mengenai akses pasar, platform digital telah menunjukkan potensi kuat untuk mengurangi hambatan tradisional dengan menghubungkan petani langsung dengan pembeli dan memungkinkan partisipasi dalam pasar yang lebih luas dan dinamis.Meskipun keunggulan ini, kendala struktural - seperti infrastruktur digital yang tidak memadai, rendahnya tingkat literasi digital, dan masalah terjangkau - terus membatasi inklusivitas dan skalabilitas platform ini, terutama di konteks negara berkembang
<br>Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah sektor agribisnis secara signifikan, terutama melalui munculnya platform digital yang memfasilitasi interaksi antara berbagai pihak dalam rantai nilai pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis literatur yang ada tentang peran platform digital dalam agribisnis, dengan fokus khusus pada transformasi model bisnis, penciptaan nilai, dan akses pasar bagi petani kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur (LR) dengan data yang dikumpulkan dari basis data Scopus melalui kueri pencarian Boolean terstruktur. Sebanyak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp" type="image/webp" length="210146" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-58418.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-e8712.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/platform-digital-hotel-platforms-akses-pasar-umkm-thumb-d2f0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-840-sangadjimediapublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10080-kolano-journal-multi-disciplinary-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36893-legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen</link>
	<guid isPermaLink="false">85778b88d1ece257e510a6332ab9ff74</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 00:14:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas SIMAM dalam pengelolaan aset wakaf secara berkelanjutan, termasuk analisis faktor-faktor yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas SIMAM dalam pengelolaan aset wakaf secara berkelanjutan, termasuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan pemanfaatan SIMAM oleh pengurus Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang inovatif untuk memaksimalkan potensi wakaf produktif, misalnya melalui investasi pada sektor-sektor yang sesuai dengan prinsip syariah dan kebutuhan masyarakat setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji peran serta masyarakat dalam pengelolaan wakaf, termasuk peningkatan partisipasi aktif warga dalam pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan aset wakaf, sehingga dapat menciptakan sinergi yang positif antara Muhammadiyah dan masyarakat dalam mewujudkan manfaat wakaf yang optimal.. Kegiatan pemetaan dan pendataan tanah wakaf di Desa Pontang telah berhasil memberikan gambaran menyeluruh mengenai aset Muhammadiyah yang ada di wilayah tersebut.Melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengurus PCM, serta penginputan data ke dalam SIMAM, diperoleh kepastian mengenai jumlah, lokasi, serta legilitas empat bidang tanah wakaf yang sudah dimanfaatkan untuk masjid, mushola, dan pendidikan anak usia dini.Proses pendataan ini tidak hanya menghasilkan dokumentasi administratif, tetapi juga pemetaan spasial yang dapat dijadikan dasar perencanaan pengembangan amal usaha Muhammadiyah di masa depan.Dengan adanya data yang valid, aset wakaf memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat dan berpotensi dikembangkan secara lebih produktif untuk kepentingan masyarakat luas Wakaf memiliki peran strategis dalam menopang amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, dakwah, maupun sosial. Namun, kelemahan dalam pendataan dan pemetaan aset seringkali menjadi kendala dalam pengembangan dan perlindungan hukum atas tanah wakaf. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Pontang dengan tujuan memetakan dan mendata aset wakaf Muhammdiyah sebagai dasar pengembangan amal usaha di masa depan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta input data aset ke dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat empat bidang tanah wakaf yang telah dimanfaatkan untuk masjid, mushola, dan Taman Kanak-kanak. Seluruh aset tersebut telah didokumentasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-9b2de.webp" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-9b2de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-9b2de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-9b2de.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" alt="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" alt="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-261b1.webp" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-261b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-261b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-261b1.webp 1x" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" alt="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36893-legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen" title="JURIS - Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang" target="_blank">Pemetaan dan Pendataan Tanah Wakaf sebagai Dasar Pengembangan Aset Muhammadiyah di Desa Pontang</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas SIMAM dalam pengelolaan aset wakaf secara berkelanjutan, termasuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi dan pemanfaatan SIMAM oleh pengurus Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model bisnis yang inovatif untuk memaksimalkan potensi wakaf produktif, misalnya melalui investasi pada sektor-sektor yang sesuai dengan prinsip syariah dan kebutuhan masyarakat setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji peran serta masyarakat dalam pengelolaan wakaf, termasuk peningkatan partisipasi aktif warga dalam pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan aset wakaf, sehingga dapat menciptakan sinergi yang positif antara Muhammadiyah dan masyarakat dalam mewujudkan manfaat wakaf yang optimal..
<br>Kegiatan pemetaan dan pendataan tanah wakaf di Desa Pontang telah berhasil memberikan gambaran menyeluruh mengenai aset Muhammadiyah yang ada di wilayah tersebut.Melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengurus PCM, serta penginputan data ke dalam SIMAM, diperoleh kepastian mengenai jumlah, lokasi, serta legilitas empat bidang tanah wakaf yang sudah dimanfaatkan untuk masjid, mushola, dan pendidikan anak usia dini.Proses pendataan ini tidak hanya menghasilkan dokumentasi administratif, tetapi juga pemetaan spasial yang dapat dijadikan dasar perencanaan pengembangan amal usaha Muhammadiyah di masa depan.Dengan adanya data yang valid, aset wakaf memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat dan berpotensi dikembangkan secara lebih produktif untuk kepentingan masyarakat luas
<br>Wakaf memiliki peran strategis dalam menopang amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, dakwah, maupun sosial. Namun, kelemahan dalam pendataan dan pemetaan aset seringkali menjadi kendala dalam pengembangan dan perlindungan hukum atas tanah wakaf. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Desa Pontang dengan tujuan memetakan dan mendata aset wakaf Muhammdiyah sebagai dasar pengembangan amal usaha di masa depan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta input data aset ke dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat empat bidang tanah wakaf yang telah dimanfaatkan untuk masjid, mushola, dan Taman Kanak-kanak. Seluruh aset tersebut telah didokumentasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp" type="image/webp" length="95552" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-9b2de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-04782.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/legalisasi-tanah-wakaf-data-aset-sistem-manajemen-thumb-261b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15721-jiwakerta-jurnal-ilmiah-wawasan-kuliah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36901-anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan</link>
	<guid isPermaLink="false">ae8d7b14d4c2597811a23e3e7efec9f4</guid>
	<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 00:07:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ short report ]]></category>
	<category><![CDATA[ 7 cell lines ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,cell,common,crawl,lines,report,short]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas program edukasi masyarakat dalam mengurangi pelepasan anjing peliharaan berkeliaran bebas di daerah endemik rabies, dengan membandingkan tingkat kesadaran dan perilaku pemilik anjing sebelum dan sesudah kampanye. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention: Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas program edukasi masyarakat dalam mengurangi pelepasan anjing peliharaan berkeliaran bebas di daerah endemik rabies, dengan membandingkan tingkat kesadaran dan perilaku pemilik anjing sebelum dan sesudah kampanye. Kedua, penting untuk mengkaji model matematis yang memasukkan dinamika migrasi anjing antar wilayah, guna memahami bagaimana pergerakan anjing dari daerah endemik ke daerah bebas rabies mempengaruhi penyebaran penyakit. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian tentang kombinasi optimal antara vaksinasi massal dan sterilisasi terhadap anjing liar dan anjing peliharaan yang dilepas, untuk mengevaluasi skenario intervensi jangka panjang yang paling efisien dalam menekan populasi anjing rentan dan mencegah transmisi rabies secara berkelanjutan.. Berdasarkan hasil simulasi model, sistem pelepasan anjing peliharaan memainkan peran penting dalam penyebaran rabies.Terdapat batas maksimal laju pelepasan anjing peliharaan berkeliaran bebas, yaitu 15%.Jika laju pelepasan melebihi batas tersebut, kondisi menjadi endemik, sehingga diperlukan tindakan pencegahan seperti vaksinasi atau pemusnahan anjing peliharaan dan anjing liar yang terkena rabies Program pemerintah untuk mencapai status bebas rabies pada tahun 2030 merupakan upaya percepatan pemberantasan kasus rabies di Indonesia. Rabies adalah penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian 100%, dan anjing merupakan pembawa utama virus tersebut. Upaya pemerintah dalam meminimalkan kasus rabies meliputi vaksinasi terhadap hewan rentan, pemusnahan anjing yang terkena rabies, serta penerapan manajemen populasi anjing (MPA). Observasi lapangan menunjukkan bahwa praktik pelepasan anjing peliharaan sehingga berkeliaran bebas telah menyebabkan peningkatan kasus rabies. Melalui pemodelan matematis, dampak sistem pemeliharaan ini dapat disimulasikan. Berdasarkan analisis model, ditentukan bahwa maksimal 15% anjing peliharaan yang boleh dilepas berkeliaran. Jika ambang batas ini dilampaui, perlu dipastikan cakupan vaksinasi minimal 20% dan pemusnahan minimal 1% anjing yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-97ee0.webp" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-97ee0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-97ee0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-97ee0.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" alt="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-00166.webp" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-00166.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-00166.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-00166.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" alt="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" alt="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36901-anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan" title="JURIS - The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention" target="_blank">The Impact of Releasing Domestic Dogs on the Spread of Rabies Disease and Its Prevention</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas program edukasi masyarakat dalam mengurangi pelepasan anjing peliharaan berkeliaran bebas di daerah endemik rabies, dengan membandingkan tingkat kesadaran dan perilaku pemilik anjing sebelum dan sesudah kampanye. Kedua, penting untuk mengkaji model matematis yang memasukkan dinamika migrasi anjing antar wilayah, guna memahami bagaimana pergerakan anjing dari daerah endemik ke daerah bebas rabies mempengaruhi penyebaran penyakit. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian tentang kombinasi optimal antara vaksinasi massal dan sterilisasi terhadap anjing liar dan anjing peliharaan yang dilepas, untuk mengevaluasi skenario intervensi jangka panjang yang paling efisien dalam menekan populasi anjing rentan dan mencegah transmisi rabies secara berkelanjutan..
<br>Berdasarkan hasil simulasi model, sistem pelepasan anjing peliharaan memainkan peran penting dalam penyebaran rabies.Terdapat batas maksimal laju pelepasan anjing peliharaan berkeliaran bebas, yaitu 15%.Jika laju pelepasan melebihi batas tersebut, kondisi menjadi endemik, sehingga diperlukan tindakan pencegahan seperti vaksinasi atau pemusnahan anjing peliharaan dan anjing liar yang terkena rabies
<br>Program pemerintah untuk mencapai status bebas rabies pada tahun 2030 merupakan upaya percepatan pemberantasan kasus rabies di Indonesia. Rabies adalah penyakit yang sangat menular dengan tingkat kematian 100%, dan anjing merupakan pembawa utama virus tersebut. Upaya pemerintah dalam meminimalkan kasus rabies meliputi vaksinasi terhadap hewan rentan, pemusnahan anjing yang terkena rabies, serta penerapan manajemen populasi anjing (MPA). Observasi lapangan menunjukkan bahwa praktik pelepasan anjing peliharaan sehingga berkeliaran bebas telah menyebabkan peningkatan kasus rabies. Melalui pemodelan matematis, dampak sistem pemeliharaan ini dapat disimulasikan. Berdasarkan analisis model, ditentukan bahwa maksimal 15% anjing peliharaan yang boleh dilepas berkeliaran. Jika ambang batas ini dilampaui, perlu dipastikan cakupan vaksinasi minimal 20% dan pemusnahan minimal 1% anjing yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp" type="image/webp" length="90728" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-97ee0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-00166.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/anjing-penyakit-rabies-pelepasan-peliharaan-daerah-thumb-898ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem Diesmos Brown Squamata Scincidae in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem Diesmos Brown Squamata Scincidae in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem Diesmos Brown Squamata Scincidae in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36899-variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe</link>
	<guid isPermaLink="false">c3704b46a3bd35b49c6a918bade20683</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:43:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ short report ]]></category>
	<category><![CDATA[ 7 cell lines ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,cell,common,crawl,lines,report,short]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang genus Tytthoscincus di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan studi filogeografis yang lebih komprehensif dengan menggunakan data molekuler ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos & Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang genus Tytthoscincus di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan studi filogeografis yang lebih komprehensif dengan menggunakan data molekuler untuk mengidentifikasi unit evolusioner yang sebenarnya dan memahami pola penyebaran spesies Tytthoscincus di berbagai pulau di Indonesia. Hal ini akan membantu dalam mengklarifikasi status taksonomi variasi morfologi yang ditemukan, terutama pada T. textus Tipe 2 dari Pulau Jampea. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis ekologi dan perilaku spesies Tytthoscincus di habitat aslinya. Dengan memahami preferensi habitat, pola makan, dan interaksi dengan spesies lain, kita dapat memperoleh wawasan tentang faktor-faktor yang mendorong divergensi morfologi dan adaptasi lokal. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif yang melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai populasi Tytthoscincus, termasuk sampel dari pulau-pulau kecil yang terisolasi, untuk mengidentifikasi potensi variasi genetik dan morfologi yang tersembunyi. Kombinasi dari pendekatan molekuler, morfologi, dan ekologi akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keanekaragaman dan evolusi genus Tytthoscincus di Indonesia.. Textus didasarkan pada jumlah sisik loreal dan diameter timpani.Variasi morfologi dalam penelitian ini pada T.textus belum memberikan kepastian sebagai spesies yang berbeda.textus Tipe 2, yang terisolasi dari spesies lain di Pulau Jampea, Sulawesi.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi status taksonomi variasi ini dengan meningkatkan jumlah sampel yang memadai yang didukung oleh pendekatan analisis molekuler Variasi morfologi pada spesies dengan distribusi yang relatif luas, termasuk genus Tytthoscincus, kemungkinan besar merupakan hasil dari isolasi pulau. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan variasi morfologi genus Tytthoscincus di Indonesia. Sebanyak 32 spesimen koleksi ilmiah Tytthoscincus dari Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diidentifikasi sebagai T. temmincki, T. textus, dan T. parvus telah diperiksa dan data dikumpulkan yang mencakup enam karakter morfometri dan 12 karakter meristik. Data morfometri dianalisis secara univariat dan multivariat. Analisis univariat dilakukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-322d7.webp" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-322d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-322d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-322d7.webp 1x" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" alt="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-8753b.webp" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-8753b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-8753b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-8753b.webp 1x" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" alt="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp 1x" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" alt="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36899-variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe" title="JURIS - Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos &amp; Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia" target="_blank">Morphological Variation of Asian Small Lizards genus Tytthoscincus Linkem, Diesmos & Brown (Squamata : Scincidae) in Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang genus Tytthoscincus di Indonesia. Pertama, perlu dilakukan studi filogeografis yang lebih komprehensif dengan menggunakan data molekuler untuk mengidentifikasi unit evolusioner yang sebenarnya dan memahami pola penyebaran spesies Tytthoscincus di berbagai pulau di Indonesia. Hal ini akan membantu dalam mengklarifikasi status taksonomi variasi morfologi yang ditemukan, terutama pada T. textus Tipe 2 dari Pulau Jampea. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis ekologi dan perilaku spesies Tytthoscincus di habitat aslinya. Dengan memahami preferensi habitat, pola makan, dan interaksi dengan spesies lain, kita dapat memperoleh wawasan tentang faktor-faktor yang mendorong divergensi morfologi dan adaptasi lokal. Ketiga, penting untuk melakukan studi komparatif yang melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai populasi Tytthoscincus, termasuk sampel dari pulau-pulau kecil yang terisolasi, untuk mengidentifikasi potensi variasi genetik dan morfologi yang tersembunyi. Kombinasi dari pendekatan molekuler, morfologi, dan ekologi akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang keanekaragaman dan evolusi genus Tytthoscincus di Indonesia..
<br>Textus didasarkan pada jumlah sisik loreal dan diameter timpani.Variasi morfologi dalam penelitian ini pada T.textus belum memberikan kepastian sebagai spesies yang berbeda.textus Tipe 2, yang terisolasi dari spesies lain di Pulau Jampea, Sulawesi.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi status taksonomi variasi ini dengan meningkatkan jumlah sampel yang memadai yang didukung oleh pendekatan analisis molekuler
<br>Variasi morfologi pada spesies dengan distribusi yang relatif luas, termasuk genus Tytthoscincus, kemungkinan besar merupakan hasil dari isolasi pulau. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan variasi morfologi genus Tytthoscincus di Indonesia. Sebanyak 32 spesimen koleksi ilmiah Tytthoscincus dari Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diidentifikasi sebagai T. temmincki, T. textus, dan T. parvus telah diperiksa dan data dikumpulkan yang mencakup enam karakter morfometri dan 12 karakter meristik. Data morfometri dianalisis secara univariat dan multivariat. Analisis univariat dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp" type="image/webp" length="109504" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-322d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-8753b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/2/variasi-genetik-jaboticaba-morfometri-meristik-spe-thumb-9d9e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L in UB Forest ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L in UB Forest ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L in UB Forest ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36891-phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-bacteri</link>
	<guid isPermaLink="false">5816ad9cee6fc31f4d3718c9aceff435</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:42:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ vitro study ]]></category>
	<category><![CDATA[ tri ardyati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardyati,common,crawl,study,tri,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas konsorsium bakteri endofit yang teridentifikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kopi di lapangan, dengan mempertimbangkan interaksi sinergis antar bakteri. Studi mendalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas konsorsium bakteri endofit yang teridentifikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kopi di lapangan, dengan mempertimbangkan interaksi sinergis antar bakteri. Studi mendalam mengenai mekanisme molekuler yang mendasari kemampuan bakteri endofit dalam memproduksi IAA, melarutkan fosfat, dan fiksasi nitrogen, termasuk identifikasi gen-gen kunci yang terlibat, dapat membuka peluang untuk rekayasa bakteri endofit yang lebih efisien. Selain itu, penelitian perlu difokuskan pada pengaruh kondisi lingkungan seperti pH tanah, suhu, dan ketersediaan nutrisi terhadap aktivitas dan kelangsungan hidup bakteri endofit di rizosfer tanaman kopi, untuk mengoptimalkan aplikasi biofertilizer berbasis bakteri endofit secara berkelanjutan.. Based on the results of the study, it was concluded that endophytic root isolates of Robusta and Arabica coffee can be developed as PGP agents.E9 isolates produced the highest IAA, identified as Bacillus cereus ATCC 14579.P5 isolates showed the highest phosphate solubilization, identified as Rahnella aquatilis B35 and Kluyvera intermedia TPY16, respectively.N6 exhibited the highest nitrogen fixation and were identified as Rahnella aquatilis B35 and Pseudomonas tolaasii NCPPB 2192, respectively Plant Growth Promoting (PGP) Endophytic bacteria are used as an alternative biofertilizer to support soil health and plant productivity. This research aimed to isolate, analyze the potential, and identify the endophytic bacteria of Robusta and Arabica coffee plants as biofertilizer agents. Endophytic bacteria were isolated from the roots of coffee plants and tested for their potential to produce IAA, phosphate-solubilizing, and nitrogen fixation. Potential endophytic bacterial isolates were identified based on 16S rDNA sequence similarity. Total isolates from Robusta coffee consisting of ten IAA-producing bacteria, eight phosphate-solubilizing, and seven nitrogen fixation bacteria isolates. Total isolates from Arabica coffee... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-ee861.webp" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-ee861.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-ee861.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-ee861.webp 1x" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" alt="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp 1x" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" alt="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-f4948.webp" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-f4948.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-f4948.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-f4948.webp 1x" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" alt="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36891-phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-bacteri" title="JURIS - Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest" target="_blank">Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria of Coffea canephora and Coffea arabica L. in UB Forest</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas konsorsium bakteri endofit yang teridentifikasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kopi di lapangan, dengan mempertimbangkan interaksi sinergis antar bakteri. Studi mendalam mengenai mekanisme molekuler yang mendasari kemampuan bakteri endofit dalam memproduksi IAA, melarutkan fosfat, dan fiksasi nitrogen, termasuk identifikasi gen-gen kunci yang terlibat, dapat membuka peluang untuk rekayasa bakteri endofit yang lebih efisien. Selain itu, penelitian perlu difokuskan pada pengaruh kondisi lingkungan seperti pH tanah, suhu, dan ketersediaan nutrisi terhadap aktivitas dan kelangsungan hidup bakteri endofit di rizosfer tanaman kopi, untuk mengoptimalkan aplikasi biofertilizer berbasis bakteri endofit secara berkelanjutan..
<br>Based on the results of the study, it was concluded that endophytic root isolates of Robusta and Arabica coffee can be developed as PGP agents.E9 isolates produced the highest IAA, identified as Bacillus cereus ATCC 14579.P5 isolates showed the highest phosphate solubilization, identified as Rahnella aquatilis B35 and Kluyvera intermedia TPY16, respectively.N6 exhibited the highest nitrogen fixation and were identified as Rahnella aquatilis B35 and Pseudomonas tolaasii NCPPB 2192, respectively
<br>Plant Growth Promoting (PGP) Endophytic bacteria are used as an alternative biofertilizer to support soil health and plant productivity. This research aimed to isolate, analyze the potential, and identify the endophytic bacteria of Robusta and Arabica coffee plants as biofertilizer agents. Endophytic bacteria were isolated from the roots of coffee plants and tested for their potential to produce IAA, phosphate-solubilizing, and nitrogen fixation. Potential endophytic bacterial isolates were identified based on 16S rDNA sequence similarity. Total isolates from Robusta coffee consisting of ten IAA-producing bacteria, eight phosphate-solubilizing, and seven nitrogen fixation bacteria isolates. Total isolates from Arabica coffee...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp" type="image/webp" length="125222" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-ee861.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-a02b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/phosphate-solubilizing-bacteria-endophytic-coffee-thumb-f4948.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River East Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River East Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River East Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36897-benthos-kualitas-air-sungai-benga</link>
	<guid isPermaLink="false">dd94e068e457c2afb80369f32cf5f4de</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:18:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ chili plants ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chili,common,crawl,full,issue,plants]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara mikroplastik dan organisme akuatik, terutama pada biofilm sebagai habitat utama mikroba akuatik. Pemahaman yang lebih baik tentang kehadiran dan dampak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara mikroplastik dan organisme akuatik, terutama pada biofilm sebagai habitat utama mikroba akuatik. Pemahaman yang lebih baik tentang kehadiran dan dampak mikroplastik dalam ekosistem akuatik dapat meningkatkan peluang penggunaan mikroba untuk mengelola dan melestarikan ekosistem akuatik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi biofilm sebagai agen biomonitoring dan biosorben untuk polutan mikroplastik dalam ekosistem akuatik. Pengembangan teknologi ekologi akuatik yang memanfaatkan biofilm dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro, Malang.Penelitian ini menunjukkan bahwa air sungai dan biofilm di sungai metro mengandung mikroplastik.Jenis mikroplastik di semua stasiun sampel terdiri dari serat, fragmen, film, dan manik-manik.Kelimpahan mikroplastik dalam air sungai berkisar antara 0,8 - 1,61 partikel.mL-1 dan di dalam matriks biofilm berkisar antara 7,4 - 9,5 partikel.Asumsi 1 mL air setara dengan 1 gram air, kandungan mikroplastik dalam biofilm sepuluh kali lebih tinggi daripada dalam air sungai.Penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik, yang secara luas dipandang sebagai polutan baru, harus mendapat perhatian dalam pengelolaan ekosistem sungai di Indonesia Sungai Metro mengalir dari hulu ke hilir melintasi Jawa Timur untuk mendukung berbagai aktivitas manusia seperti rumah tangga, toilet, atau pertanian. Pemanfaatan sungai air harus seimbang dengan pemantauan kualitas air sehingga kualitas air dapat dipantau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro. Selain itu, parameter air (pH, oksigen terlarut, suhu, kecepatan aliran) juga diukur. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun yang berbeda, yaitu stasiun 1 yang mewakili area aktivitas pertanian, stasiun 2 yang mewakili area aktivitas rumah tangga, dan stasiun 3 yang mewakili aktivitas industri. Penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik dalam matriks biofilm dan air sungai sekitarnya. Jenis mikroplastik adalah serat, fragmen, dan film. Kelimpahan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-9e582.webp" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-9e582.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-9e582.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-9e582.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" alt="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" alt="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-2e25b.webp" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-2e25b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-2e25b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-2e25b.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" alt="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36897-benthos-kualitas-air-sungai-benga" title="JURIS - Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia" target="_blank">Analysis of Microplastics in Water and Biofilm Matrices in Metro River, East Java, Indonesia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara mikroplastik dan organisme akuatik, terutama pada biofilm sebagai habitat utama mikroba akuatik. Pemahaman yang lebih baik tentang kehadiran dan dampak mikroplastik dalam ekosistem akuatik dapat meningkatkan peluang penggunaan mikroba untuk mengelola dan melestarikan ekosistem akuatik. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi biofilm sebagai agen biomonitoring dan biosorben untuk polutan mikroplastik dalam ekosistem akuatik. Pengembangan teknologi ekologi akuatik yang memanfaatkan biofilm dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya..
<br>Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro, Malang.Penelitian ini menunjukkan bahwa air sungai dan biofilm di sungai metro mengandung mikroplastik.Jenis mikroplastik di semua stasiun sampel terdiri dari serat, fragmen, film, dan manik-manik.Kelimpahan mikroplastik dalam air sungai berkisar antara 0,8 - 1,61 partikel.mL-1 dan di dalam matriks biofilm berkisar antara 7,4 - 9,5 partikel.Asumsi 1 mL air setara dengan 1 gram air, kandungan mikroplastik dalam biofilm sepuluh kali lebih tinggi daripada dalam air sungai.Penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik, yang secara luas dipandang sebagai polutan baru, harus mendapat perhatian dalam pengelolaan ekosistem sungai di Indonesia
<br>Sungai Metro mengalir dari hulu ke hilir melintasi Jawa Timur untuk mendukung berbagai aktivitas manusia seperti rumah tangga, toilet, atau pertanian. Pemanfaatan sungai air harus seimbang dengan pemantauan kualitas air sehingga kualitas air dapat dipantau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan mikroplastik di Sungai Metro. Selain itu, parameter air (pH, oksigen terlarut, suhu, kecepatan aliran) juga diukur. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun yang berbeda, yaitu stasiun 1 yang mewakili area aktivitas pertanian, stasiun 2 yang mewakili area aktivitas rumah tangga, dan stasiun 3 yang mewakili aktivitas industri. Penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik dalam matriks biofilm dan air sungai sekitarnya. Jenis mikroplastik adalah serat, fragmen, dan film. Kelimpahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp" type="image/webp" length="206736" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-9e582.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-e4a32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/benthos-kualitas-air-sungai-bengawan-solo-ekologi-thumb-2e25b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36888-kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk</link>
	<guid isPermaLink="false">8ee9d44f9e588aa560c00f05fecaa28f</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:18:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ jels ub ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,common,crawl,full,issue,jels,ub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor lingkungan kandang seperti suhu dan kelembaban terhadap kejadian mastitis subklinis secara rinci untuk mengetahui ambang batas yang paling berisiko bagi sapi perah. Kedua, sebaiknya dikaji tindakan pemerahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein: Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor lingkungan kandang seperti suhu dan kelembaban terhadap kejadian mastitis subklinis secara rinci untuk mengetahui ambang batas yang paling berisiko bagi sapi perah. Kedua, sebaiknya dikaji tindakan pemerahan yang dilakukan peternak, termasuk urutan pemerahan antara sapi sehat dan terinfeksi, untuk melihat pengaruhnya terhadap penyebaran infeksi mastitis di tingkat peternakan rakyat. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas penerapan protokol sanitasi pascapemerahan, seperti pencelupan puting dalam antiseptik, terhadap pencegahan peningkatan jumlah sel somatik dan penurunan kualitas susu dalam jangka panjang. Studi ini dapat dilakukan dengan desain eksperimen terkontrol di beberapa peternakan dengan kondisi manajemen berbeda. Analisis data harus mencakup pengukuran konsistensi penerapan protokol oleh tenaga pemerah. Selain itu, perlu dianalisis berapa lama efek perlakuan tersebut bertahan. Hasilnya akan memberikan rekomendasi teknis yang lebih spesifik bagi peternak. Hal ini penting untuk mendukung produksi susu yang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan tersebut akan melengkapi temuan saat ini yang fokus pada dampak mastitis terhadap komposisi susu.. Semakin tinggi nilai mastitis pada sapi perah, kadar protein susu menurun sebesar 53%.Kadar lemak susu juga mengalami penurunan sebesar 33% seiring meningkatnya tingkat mastitis.Hubungan antara mastitis dengan komponen susu bersifat linier negatif dan sangat nyata Penelitian ini dilaksanakan di peternakan wilayah kerja Proyek Peternakan Sapi Perah GKSI Jawa Timur di Desa Sawiran, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan di Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan kadar protein dan kadar lemak susu pada tingkat mastitis yang berbeda pada sapi perah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai informasi tentang pentingnya melakukan pencegahan penyakit mastitis sebagai salah satu faktor penyebab perubahan kadar protein dan kadar lemak susu yang dihasilkan. Materi penelitian adalah sampel susu dari kuartir ambing 30 ekor sapi perah (120 puting) laktasi, dengan bulan laktasi 2 sampai 3 dan tingkat laktasi 2 sampai 3. Metode penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-7b1bb.webp" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-7b1bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-7b1bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-7b1bb.webp 1x" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" alt="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp 1x" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" alt="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-ff689.webp" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-ff689.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-ff689.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-ff689.webp 1x" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" alt="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36888-kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk" title="JURIS - Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein" target="_blank">Penampilan Kandungan Protein Dan Kadar Lemak Susu Pada Sapi Perah Mastitis Friesian Holstein</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai faktor lingkungan kandang seperti suhu dan kelembaban terhadap kejadian mastitis subklinis secara rinci untuk mengetahui ambang batas yang paling berisiko bagi sapi perah. Kedua, sebaiknya dikaji tindakan pemerahan yang dilakukan peternak, termasuk urutan pemerahan antara sapi sehat dan terinfeksi, untuk melihat pengaruhnya terhadap penyebaran infeksi mastitis di tingkat peternakan rakyat. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas penerapan protokol sanitasi pascapemerahan, seperti pencelupan puting dalam antiseptik, terhadap pencegahan peningkatan jumlah sel somatik dan penurunan kualitas susu dalam jangka panjang. Studi ini dapat dilakukan dengan desain eksperimen terkontrol di beberapa peternakan dengan kondisi manajemen berbeda. Analisis data harus mencakup pengukuran konsistensi penerapan protokol oleh tenaga pemerah. Selain itu, perlu dianalisis berapa lama efek perlakuan tersebut bertahan. Hasilnya akan memberikan rekomendasi teknis yang lebih spesifik bagi peternak. Hal ini penting untuk mendukung produksi susu yang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan tersebut akan melengkapi temuan saat ini yang fokus pada dampak mastitis terhadap komposisi susu..
<br>Semakin tinggi nilai mastitis pada sapi perah, kadar protein susu menurun sebesar 53%.Kadar lemak susu juga mengalami penurunan sebesar 33% seiring meningkatnya tingkat mastitis.Hubungan antara mastitis dengan komponen susu bersifat linier negatif dan sangat nyata
<br>Penelitian ini dilaksanakan di peternakan wilayah kerja Proyek Peternakan Sapi Perah GKSI Jawa Timur di Desa Sawiran, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan di Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan kadar protein dan kadar lemak susu pada tingkat mastitis yang berbeda pada sapi perah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai informasi tentang pentingnya melakukan pencegahan penyakit mastitis sebagai salah satu faktor penyebab perubahan kadar protein dan kadar lemak susu yang dihasilkan. Materi penelitian adalah sampel susu dari kuartir ambing 30 ekor sapi perah (120 puting) laktasi, dengan bulan laktasi 2 sampai 3 dan tingkat laktasi 2 sampai 3. Metode penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp" type="image/webp" length="82930" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-7b1bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-3d7d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/kualitas-susu-populasi-sapi-perah-kapasitas-produk-thumb-ff689.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK Artocarpus champeden DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK Artocarpus champeden DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK Artocarpus champeden DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36884-produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem</link>
	<guid isPermaLink="false">79bded8e57b1d1f1a74993c023d0518e</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:10:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi jenis-jenis senyawa antioksidan spesifik yang terdapat dalam cuka mandai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi jenis-jenis senyawa antioksidan spesifik yang terdapat dalam cuka mandai cempedak, serta memahami mekanisme kerjanya dalam menetralkan radikal bebas. Kedua, eksplorasi penggunaan kombinasi starter bakteri asam laktat (BAL) yang berbeda, atau penambahan prebiotik, dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas fermentasi dan produksi senyawa antioksidan. Ketiga, penelitian mengenai pengaruh waktu fermentasi yang lebih panjang atau pendek terhadap kualitas cuka dan aktivitas antioksidannya perlu dilakukan untuk menemukan titik optimal yang menghasilkan produk dengan kandungan antioksidan tertinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi cuka mandai cempedak sebagai sumber antioksidan alami, serta membuka peluang pengembangan produk pangan fungsional yang inovatif dan bermanfaat bagi kesehatan.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi cuka mandai cempedak menggunakan starter Lactobacillus casei secara signifikan meningkatkan aktivitas antioksidannya dibandingkan dengan fermentasi spontan.Penggunaan starter 8% menghasilkan kualitas cuka terbaik dari segi keasaman dan stabilitas.Namun, aktivitas antioksidan cuka mandai secara keseluruhan masih tergolong lemah, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan potensi antioksidannya Mandai merupakan produk fermentasi dari kulit cempedak yang berpotensi diolah menjadi cuka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh variasi metode fermentasi (tanpa starter, penambahan starter Lactobacillus casei 4%, dan 8%) terhadap kadar pH, total asam, serta menguji aktivitas antioksidan cuka yang dihasilkan. Fermentasi dilakukan selama 14 hari. Analisis kimia meliputi pengukuran pH dan penetapan total asam melalui titrasi. Pengujian antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan diukur sebagai nilai ICCICA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fermentasi secara signifikan memengaruhi kualitas cuka. Fermentasi tanpa starter menghasilkan produk yang tidak stabil dengan pH mencapai 6,65, sementara penambahan L. casei 8% menghasilkan mutu cuka terbaik dan paling stabil. Perlakuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" alt="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-44184.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-44184.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-44184.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-44184.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" alt="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-9ba30.webp" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-9ba30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-9ba30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-9ba30.webp 1x" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" alt="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36884-produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem" title="JURIS - PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI" target="_blank">PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA MANDAI CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DENGAN VARIASI METODE FERMENTASI</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkuantifikasi jenis-jenis senyawa antioksidan spesifik yang terdapat dalam cuka mandai cempedak, serta memahami mekanisme kerjanya dalam menetralkan radikal bebas. Kedua, eksplorasi penggunaan kombinasi starter bakteri asam laktat (BAL) yang berbeda, atau penambahan prebiotik, dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas fermentasi dan produksi senyawa antioksidan. Ketiga, penelitian mengenai pengaruh waktu fermentasi yang lebih panjang atau pendek terhadap kualitas cuka dan aktivitas antioksidannya perlu dilakukan untuk menemukan titik optimal yang menghasilkan produk dengan kandungan antioksidan tertinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi cuka mandai cempedak sebagai sumber antioksidan alami, serta membuka peluang pengembangan produk pangan fungsional yang inovatif dan bermanfaat bagi kesehatan..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi cuka mandai cempedak menggunakan starter Lactobacillus casei secara signifikan meningkatkan aktivitas antioksidannya dibandingkan dengan fermentasi spontan.Penggunaan starter 8% menghasilkan kualitas cuka terbaik dari segi keasaman dan stabilitas.Namun, aktivitas antioksidan cuka mandai secara keseluruhan masih tergolong lemah, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan potensi antioksidannya
<br>Mandai merupakan produk fermentasi dari kulit cempedak yang berpotensi diolah menjadi cuka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh variasi metode fermentasi (tanpa starter, penambahan starter Lactobacillus casei 4%, dan 8%) terhadap kadar pH, total asam, serta menguji aktivitas antioksidan cuka yang dihasilkan. Fermentasi dilakukan selama 14 hari. Analisis kimia meliputi pengukuran pH dan penetapan total asam melalui titrasi. Pengujian antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan diukur sebagai nilai ICCICA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fermentasi secara signifikan memengaruhi kualitas cuka. Fermentasi tanpa starter menghasilkan produk yang tidak stabil dengan pH mencapai 6,65, sementara penambahan L. casei 8% menghasilkan mutu cuka terbaik dan paling stabil. Perlakuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp" type="image/webp" length="218244" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-4ec3e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-44184.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/produk-fermentasi-susu-antioksidan-cuka-mandai-cem-thumb-9ba30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Servant Leadership in Public Sector Organizations A Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Servant Leadership in Public Sector Organizations A Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Servant Leadership in Public Sector Organizations A Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36894-perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta</link>
	<guid isPermaLink="false">8cfcc1063afd33c2ec9338d8954e96c6</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:05:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[menu,quick,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengintegrasikan dan mengklarifikasi teori kepemimpinan pelayan, terutama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengintegrasikan dan mengklarifikasi teori kepemimpinan pelayan, terutama dalam membedakan konstruk ini dari kepemimpinan autentik dan transformasional. Pengembangan model teoritis yang lebih disempurnakan dapat membantu dalam memahami dimensi dan mekanisme unik kepemimpinan pelayan. Kedua, penelitian longitudinal, eksperimental, dan kualitatif diperlukan untuk memahami dinamika kepemimpinan pelayan dalam konteks sektor publik yang nyata. Penelitian ini dapat membantu mengungkap hubungan kausal dan proses yang terlibat dalam kepemimpinan pelayan. Ketiga, studi perbandingan dan lintas negara dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana nilai-nilai budaya, sistem tata kelola, dan norma institusional mempengaruhi efektivitas kepemimpinan pelayan. Pemahaman ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi implementasi yang lebih efektif dan sensitif terhadap konteks.. Studi ini menyoroti bahwa kepemimpinan pelayan merupakan pendekatan kepemimpinan yang relevan dan berdampak dalam organisasi sektor publik, didukung oleh bukti teoritis dan empiris.Secara teoritis, kepemimpinan pelayan secara kokoh berakar pada teori pertukaran sosial, teori belajar sosial, dan motivasi pelayanan publik (PSM), yang secara kolektif menjelaskan bagaimana pemimpin mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan melalui kepercayaan, peran model, dan motivasi intrinsik untuk melayani.Secara empiris, literatur secara konsisten menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayan secara positif mempengaruhi berbagai hasil, termasuk kinerja karyawan, perilaku kewarganegaraan organisasi, keterlibatan kerja, kreativitas, dan kesejahteraan.Namun, efek-efek ini sebagian besar tidak langsung dan dimediasi oleh mekanisme psikologis dan relasional kunci seperti kepercayaan, pemberdayaan psikologis, berbagi pengetahuan, dan PSM.Pada saat yang sama, efektivitas kepemimpinan pelayan tidak universal, karena dipengaruhi oleh faktor kontekstual seperti politik organisasi, pengaturan budaya, dan struktur institusional.Temuan ini menyarankan bahwa kepemimpinan pelayan harus dipahami sebagai pendekatan kepemimpinan yang sensitif terhadap konteks dan didorong oleh mekanisme, bukan sebagai solusi yang berlaku secara universal.Meskipun kontribusinya, beberapa keterbatasan dalam literatur membuka peluang untuk penelitian masa depan.Pertama, ada kebutuhan untuk integrasi teoritis yang lebih besar dan kejelasan konseptual, terutama dalam membedakan kepemimpinan pelayan dari konstruk terkait seperti kepemimpinan autentik dan transformasional.Penelitian masa depan harus bertujuan untuk mengembangkan model teoritis yang lebih disempurnakan yang jelas mendefinisikan dimensi dan mekanisme unik kepemimpinan pelayan.Kedua, sebagian besar penelitian yang ada mengandalkan desain lintas sektoral dan kuantitatif, yang membatasi kemampuan untuk menangkap hubungan kausal dan proses dinamis.Oleh karena itu, penelitian masa depan harus menggunakan pendekatan longitudinal, eksperimental, dan kualitatif untuk memahami lebih baik bagaimana kepemimpinan pelayan berkembang dan beroperasi sepanjang waktu di pengaturan sektor publik dunia nyata.Ketiga, peran faktor kontekstual dan budaya memerlukan penjelajahan lebih lanjut.Meskipun studi yang ada menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayan dapat disesuaikan di berbagai lingkungan budaya, lebih banyak penelitian perbandingan dan lintas negara diperlukan untuk memeriksa bagaimana nilai-nilai budaya, sistem tata kelola, dan norma institusional membentuk efektivitasnya.Keempat, penelitian masa depan harus memperluas cakupan analisis dengan mengadopsi perspektif multi-level, memeriksa dampak kepemimpinan pelayan tidak hanya pada tingkat individu tetapi juga pada tim, organisasi, dan tingkat masyarakat.Ini terutama penting di sektor publik, di mana hasil kepemimpinan melampaui kinerja internal untuk mencakup nilai publik dan kepuasan warga.Akhirnya, ada kebutuhan untuk mengeksplorasi strategi implementasi praktis untuk kepemimpinan pelayan di lingkungan birokrasi dan politik yang kompleks.Penelitian masa depan harus menyelidiki bagaimana kebijakan organisasi, program pengembangan kepemimpinan, dan reformasi institusional dapat mendukung atau menghambat adopsi prinsip-prinsip kepemimpinan pelayan.Dengan mengatasi kesenjangan ini, penelitian masa depan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif dan berakar pada konteks kepemimpinan pelayan, akhirnya meningkatkan keteraplikasian dan efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja dan tata kelola sektor publik Pemimpin pelayan telah menarik perhatian yang semakin meningkat sebagai pendekatan kepemimpinan yang berpusat pada manusia dan etis, khususnya dalam organisasi sektor publik yang ditandai dengan struktur pemerintahan yang kompleks dan tuntutan akuntabilitas. Studi ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur komprehensif tentang kepemimpinan pelayan di sektor publik dengan memeriksa dasar-dasar teoritisnya, menganalisis bukti empiris tentang hasil dan efektivitasnya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang kunci untuk implementasinya. Pendekatan tinjauan literatur naratif digunakan, dengan fokus pada 13 artikel peer-reviewed... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-fc9b8.webp" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-fc9b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-fc9b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-fc9b8.webp 1x" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" alt="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp 1x" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" alt="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-8f44c.webp" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-8f44c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-8f44c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-8f44c.webp 1x" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" alt="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36894-perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta" title="JURIS - Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review" target="_blank">Servant Leadership in Public Sector Organizations: A Literature Review</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengintegrasikan dan mengklarifikasi teori kepemimpinan pelayan, terutama dalam membedakan konstruk ini dari kepemimpinan autentik dan transformasional. Pengembangan model teoritis yang lebih disempurnakan dapat membantu dalam memahami dimensi dan mekanisme unik kepemimpinan pelayan. Kedua, penelitian longitudinal, eksperimental, dan kualitatif diperlukan untuk memahami dinamika kepemimpinan pelayan dalam konteks sektor publik yang nyata. Penelitian ini dapat membantu mengungkap hubungan kausal dan proses yang terlibat dalam kepemimpinan pelayan. Ketiga, studi perbandingan dan lintas negara dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana nilai-nilai budaya, sistem tata kelola, dan norma institusional mempengaruhi efektivitas kepemimpinan pelayan. Pemahaman ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi implementasi yang lebih efektif dan sensitif terhadap konteks..
<br>Studi ini menyoroti bahwa kepemimpinan pelayan merupakan pendekatan kepemimpinan yang relevan dan berdampak dalam organisasi sektor publik, didukung oleh bukti teoritis dan empiris.Secara teoritis, kepemimpinan pelayan secara kokoh berakar pada teori pertukaran sosial, teori belajar sosial, dan motivasi pelayanan publik (PSM), yang secara kolektif menjelaskan bagaimana pemimpin mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan melalui kepercayaan, peran model, dan motivasi intrinsik untuk melayani.Secara empiris, literatur secara konsisten menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayan secara positif mempengaruhi berbagai hasil, termasuk kinerja karyawan, perilaku kewarganegaraan organisasi, keterlibatan kerja, kreativitas, dan kesejahteraan.Namun, efek-efek ini sebagian besar tidak langsung dan dimediasi oleh mekanisme psikologis dan relasional kunci seperti kepercayaan, pemberdayaan psikologis, berbagi pengetahuan, dan PSM.Pada saat yang sama, efektivitas kepemimpinan pelayan tidak universal, karena dipengaruhi oleh faktor kontekstual seperti politik organisasi, pengaturan budaya, dan struktur institusional.Temuan ini menyarankan bahwa kepemimpinan pelayan harus dipahami sebagai pendekatan kepemimpinan yang sensitif terhadap konteks dan didorong oleh mekanisme, bukan sebagai solusi yang berlaku secara universal.Meskipun kontribusinya, beberapa keterbatasan dalam literatur membuka peluang untuk penelitian masa depan.Pertama, ada kebutuhan untuk integrasi teoritis yang lebih besar dan kejelasan konseptual, terutama dalam membedakan kepemimpinan pelayan dari konstruk terkait seperti kepemimpinan autentik dan transformasional.Penelitian masa depan harus bertujuan untuk mengembangkan model teoritis yang lebih disempurnakan yang jelas mendefinisikan dimensi dan mekanisme unik kepemimpinan pelayan.Kedua, sebagian besar penelitian yang ada mengandalkan desain lintas sektoral dan kuantitatif, yang membatasi kemampuan untuk menangkap hubungan kausal dan proses dinamis.Oleh karena itu, penelitian masa depan harus menggunakan pendekatan longitudinal, eksperimental, dan kualitatif untuk memahami lebih baik bagaimana kepemimpinan pelayan berkembang dan beroperasi sepanjang waktu di pengaturan sektor publik dunia nyata.Ketiga, peran faktor kontekstual dan budaya memerlukan penjelajahan lebih lanjut.Meskipun studi yang ada menunjukkan bahwa kepemimpinan pelayan dapat disesuaikan di berbagai lingkungan budaya, lebih banyak penelitian perbandingan dan lintas negara diperlukan untuk memeriksa bagaimana nilai-nilai budaya, sistem tata kelola, dan norma institusional membentuk efektivitasnya.Keempat, penelitian masa depan harus memperluas cakupan analisis dengan mengadopsi perspektif multi-level, memeriksa dampak kepemimpinan pelayan tidak hanya pada tingkat individu tetapi juga pada tim, organisasi, dan tingkat masyarakat.Ini terutama penting di sektor publik, di mana hasil kepemimpinan melampaui kinerja internal untuk mencakup nilai publik dan kepuasan warga.Akhirnya, ada kebutuhan untuk mengeksplorasi strategi implementasi praktis untuk kepemimpinan pelayan di lingkungan birokrasi dan politik yang kompleks.Penelitian masa depan harus menyelidiki bagaimana kebijakan organisasi, program pengembangan kepemimpinan, dan reformasi institusional dapat mendukung atau menghambat adopsi prinsip-prinsip kepemimpinan pelayan.Dengan mengatasi kesenjangan ini, penelitian masa depan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif dan berakar pada konteks kepemimpinan pelayan, akhirnya meningkatkan keteraplikasian dan efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja dan tata kelola sektor publik
<br>Pemimpin pelayan telah menarik perhatian yang semakin meningkat sebagai pendekatan kepemimpinan yang berpusat pada manusia dan etis, khususnya dalam organisasi sektor publik yang ditandai dengan struktur pemerintahan yang kompleks dan tuntutan akuntabilitas. Studi ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur komprehensif tentang kepemimpinan pelayan di sektor publik dengan memeriksa dasar-dasar teoritisnya, menganalisis bukti empiris tentang hasil dan efektivitasnya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang kunci untuk implementasinya. Pendekatan tinjauan literatur naratif digunakan, dengan fokus pada 13 artikel peer-reviewed...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp" type="image/webp" length="220842" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-fc9b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-96c18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/perilaku-kewarganegaraan-organisasi-strategi-linta-thumb-8f44c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-840-sangadjimediapublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10080-kolano-journal-multi-disciplinary-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID 19 Transmission Involves Virus in the Environment ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID 19 Transmission Involves Virus in the Environment ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID 19 Transmission Involves Virus in the Environment ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36900-model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit</link>
	<guid isPermaLink="false">b559cfccc986d4ea7c121a90a6f8bce4</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:02:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ short report ]]></category>
	<category><![CDATA[ 7 cell lines ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,cell,common,crawl,lines,report,short]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research could investigate the impact of varying environmental conditions, such as temperature and humidity, on virus survival and transmission rates.  Additionally, exploring the effectiveness of different public health interventions, like vaccination ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment: Further research could investigate the impact of varying environmental conditions, such as temperature and humidity, on virus survival and transmission rates. Additionally, exploring the effectiveness of different public health interventions, like vaccination campaigns and mask mandates, within the model framework would provide valuable insights for policy-making. Finally, a more detailed investigation into the role of asymptomatic carriers and their contribution to environmental viral load could refine the model's accuracy and predictive capabilities, potentially incorporating age-structured modeling to account for varying susceptibility and transmission patterns across different demographic groups. These investigations should consider the spatial heterogeneity of transmission and the potential for virus evolution, leading to more robust and realistic predictions of pandemic dynamics and informing targeted intervention strategies.. The study successfully developed a mathematical model of COVID-19 transmission incorporating the role of viruses in the environment.The model identified two equilibrium points Ae disease-free and endemic Ae and demonstrated their local asymptotic stability based on the Routh-Hurwitz criteria.Sensitivity analysis revealed that parameters like the natural death rate, recruitment rate, and virus transmission rate significantly influence the basic reproduction number and infection dynamics This paper is aimed to develop a new COVID-19 mathematical model involving viruses in the environment. In this mathematical model, the human population is divided into five subpopulations: susceptible, exposed, infected, hospitalized, and cured individuals. In addition, the model also contains the virus population in the environment. Infection in the model occurs due to interactions between susceptible individual subpopulations and infected individuals and hospitalizations, as well as the spread of the virus in the environment. Based on the results of dynamic... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp 1x" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" alt="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-b9e8a.webp" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-b9e8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-b9e8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-b9e8a.webp 1x" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" alt="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-e8c26.webp" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-e8c26.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-e8c26.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-e8c26.webp 1x" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" alt="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36900-model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit" title="JURIS - Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment" target="_blank">Numerical Simulation and Sensitivity Analysis of COVID-19 Transmission Involves Virus in the Environment</a>: Further research could investigate the impact of varying environmental conditions, such as temperature and humidity, on virus survival and transmission rates.  Additionally, exploring the effectiveness of different public health interventions, like vaccination campaigns and mask mandates, within the model framework would provide valuable insights for policy-making.  Finally, a more detailed investigation into the role of asymptomatic carriers and their contribution to environmental viral load could refine the model's accuracy and predictive capabilities, potentially incorporating age-structured modeling to account for varying susceptibility and transmission patterns across different demographic groups. These investigations should consider the spatial heterogeneity of transmission and the potential for virus evolution, leading to more robust and realistic predictions of pandemic dynamics and informing targeted intervention strategies..
<br>The study successfully developed a mathematical model of COVID-19 transmission incorporating the role of viruses in the environment.The model identified two equilibrium points Ae disease-free and endemic Ae and demonstrated their local asymptotic stability based on the Routh-Hurwitz criteria.Sensitivity analysis revealed that parameters like the natural death rate, recruitment rate, and virus transmission rate significantly influence the basic reproduction number and infection dynamics
<br>This paper is aimed to develop a new COVID-19 mathematical model involving viruses in the environment. In this mathematical model, the human population is divided into five subpopulations: susceptible, exposed, infected, hospitalized, and cured individuals. In addition, the model also contains the virus population in the environment. Infection in the model occurs due to interactions between susceptible individual subpopulations and infected individuals and hospitalizations, as well as the spread of the virus in the environment. Based on the results of dynamic...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp" type="image/webp" length="79718" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-d46be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-b9e8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/model-al-basic-reproduction-number-covid-19-sensit-thumb-e8c26.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli Brassica Oleracea On Anti aging As Stimulant Nrf 2 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli Brassica Oleracea On Anti aging As Stimulant Nrf 2 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli Brassica Oleracea On Anti aging As Stimulant Nrf 2 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36890-analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor</link>
	<guid isPermaLink="false">75cb80812308f583aebbf634b5ee7580</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:01:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ vitro study ]]></category>
	<category><![CDATA[ tri ardyati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardyati,common,crawl,study,tri,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lain yang memiliki potensi sebagai penghambat Keap1 dan mengaktifkan Nrf2. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lain yang memiliki potensi sebagai penghambat Keap1 dan mengaktifkan Nrf2. Kedua, studi in vivo dan in vitro dapat dilakukan untuk mengonfirmasi hasil penelitian ini dan mengeksplorasi mekanisme kerja senyawa-senyawa tersebut secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang berbasis pada senyawa-senyawa ini, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan efektivitasnya.. Quercetin dan glucoraphanin adalah senyawa terkuat untuk mengaktifkan Nrf2 dengan menghambat Keap1, diikuti oleh kaempferol dan sulforaphane.Kedua senyawa ini memiliki energi pengikatan yang rendah, lebih banyak ikatan hidrogen, dan interaksi hidrofobik yang tinggi.Quercetin memiliki potensi lebih tinggi dalam pengembangan obat sebagai penghambat peroksidase Penuaan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara antioksidan dan ROS. Faktor transkripsi Nuclear Factor Erythroid 2-related factor 2 (Nrf2) mengatur gen antioksidan. Dalam kondisi normal, Nrf2 akan terikat keap1 dan menyebabkan degradasi Nrf2. Aktivasi Nrf2 dapat dirangsang oleh metabolit sekunder, seperti glukosinolat (glukorafanin dan sulforafan) dan kelompok fenolik (kaempferol dan kuersetin) yang ditemukan pada brokoli (Brassica oleracea). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis interaksi empat senyawa dengan Keap1 melalui docking molekular, mengidentifikasi interaksi yang menghambat Keap1, serta mengetahui skor bioaktivitas, drug-likeness, dan prediksi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-714d4.webp" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-714d4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-714d4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-714d4.webp 1x" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" alt="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-4412f.webp" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-4412f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-4412f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-4412f.webp 1x" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" alt="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp 1x" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" alt="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36890-analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor" title="JURIS - Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2" target="_blank">Virtual Prediction of The Effect Phenolic And Glucosinolate Compounds In Broccoli (Brassica Oleracea) On Anti-aging As Stimulant Nrf-2</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa lain yang memiliki potensi sebagai penghambat Keap1 dan mengaktifkan Nrf2. Kedua, studi in vivo dan in vitro dapat dilakukan untuk mengonfirmasi hasil penelitian ini dan mengeksplorasi mekanisme kerja senyawa-senyawa tersebut secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang berbasis pada senyawa-senyawa ini, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan efektivitasnya..
<br>Quercetin dan glucoraphanin adalah senyawa terkuat untuk mengaktifkan Nrf2 dengan menghambat Keap1, diikuti oleh kaempferol dan sulforaphane.Kedua senyawa ini memiliki energi pengikatan yang rendah, lebih banyak ikatan hidrogen, dan interaksi hidrofobik yang tinggi.Quercetin memiliki potensi lebih tinggi dalam pengembangan obat sebagai penghambat peroksidase
<br>Penuaan disebabkan oleh ketidakseimbangan antara antioksidan dan ROS. Faktor transkripsi Nuclear Factor Erythroid 2-related factor 2 (Nrf2) mengatur gen antioksidan. Dalam kondisi normal, Nrf2 akan terikat keap1 dan menyebabkan degradasi Nrf2. Aktivasi Nrf2 dapat dirangsang oleh metabolit sekunder, seperti glukosinolat (glukorafanin dan sulforafan) dan kelompok fenolik (kaempferol dan kuersetin) yang ditemukan pada brokoli (Brassica oleracea). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis interaksi empat senyawa dengan Keap1 melalui docking molekular, mengidentifikasi interaksi yang menghambat Keap1, serta mengetahui skor bioaktivitas, drug-likeness, dan prediksi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp" type="image/webp" length="141222" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-714d4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-4412f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/analisis-interaksi-host-aging-bioinformatic-glucor-thumb-89eaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36889-prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot</link>
	<guid isPermaLink="false">788cf7ccb17984b2cbca7bb3645132cc</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:56:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ vitro study ]]></category>
	<category><![CDATA[ tri ardyati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ardyati,common,crawl,study,tri,vitro]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik bakteri isolate 11 yang hanya ditemukan pada pasien RA, karena keberadaannya dapat menjadi penanda atau faktor penyebab perkembangan penyakit. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia.: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik bakteri isolate 11 yang hanya ditemukan pada pasien RA, karena keberadaannya dapat menjadi penanda atau faktor penyebab perkembangan penyakit. Selain itu, studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan kelompok pasien RA dari berbagai daerah di Indonesia perlu dilakukan untuk memahami variasi komposisi mikrobiota usus dan hubungannya dengan karakteristik klinis penyakit. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan pemberian probiotik atau prebiotik yang spesifik, dengan tujuan memodulasi komposisi mikrobiota usus dan mengurangi gejala RA, dapat memberikan wawasan baru mengenai potensi terapi berbasis mikrobiota untuk penyakit ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran mikrobiota usus dalam patogenesis RA dan membuka jalan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.. This study found that Enterococcus was the bacterial group found in both the control and RA patients in Malang.The abundance of Enterococcus in RA patients was higher than in the control patients.The bacterial group in control patients was dominated by the Lactobacillus bacteria, which was not found in the RA patients.Further analysis is required to determine the bacterial group of isolate 11 in the RA patients Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that can cause progressive damage to the joints of patients. The number of patients is expected to increase, along with the exact cause of this disease remains unknown. However, there are several risk factors associated with RA, including dysbiosis. The purpose of this study was to characterize the composition of intestinal microbiota in the RA and control groups through fecal analysis and reveal the association of microbiota composition with RA disease in Indonesia, especially Malang. Fecal samples... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp 1x" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." alt="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-91ad1.webp" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-91ad1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-91ad1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-91ad1.webp 1x" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." alt="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-e99f3.webp" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-e99f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-e99f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-e99f3.webp 1x" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." alt="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36889-prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot" title="JURIS - Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia." target="_blank">Differential Intestinal Microbiota Composition Inhibits the Lactobacillus Growth in Rheumatoid Arthritis Patients in Malang, Indonesia.</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik bakteri isolate 11 yang hanya ditemukan pada pasien RA, karena keberadaannya dapat menjadi penanda atau faktor penyebab perkembangan penyakit. Selain itu, studi komparatif yang lebih luas dengan melibatkan kelompok pasien RA dari berbagai daerah di Indonesia perlu dilakukan untuk memahami variasi komposisi mikrobiota usus dan hubungannya dengan karakteristik klinis penyakit. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan pemberian probiotik atau prebiotik yang spesifik, dengan tujuan memodulasi komposisi mikrobiota usus dan mengurangi gejala RA, dapat memberikan wawasan baru mengenai potensi terapi berbasis mikrobiota untuk penyakit ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran mikrobiota usus dalam patogenesis RA dan membuka jalan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif..
<br>This study found that Enterococcus was the bacterial group found in both the control and RA patients in Malang.The abundance of Enterococcus in RA patients was higher than in the control patients.The bacterial group in control patients was dominated by the Lactobacillus bacteria, which was not found in the RA patients.Further analysis is required to determine the bacterial group of isolate 11 in the RA patients
<br>Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that can cause progressive damage to the joints of patients. The number of patients is expected to increase, along with the exact cause of this disease remains unknown. However, there are several risk factors associated with RA, including dysbiosis. The purpose of this study was to characterize the composition of intestinal microbiota in the RA and control groups through fecal analysis and reveal the association of microbiota composition with RA disease in Indonesia, especially Malang. Fecal samples...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp" type="image/webp" length="108946" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-3d335.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-91ad1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/4/prognosis-pasien-ra-dysbiosis-intestinal-microbiot-thumb-e99f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture Insights from a Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture Insights from a Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture Insights from a Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36896-modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran</link>
	<guid isPermaLink="false">4c95367af8373fbe282beea2e0f8d1ce</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:55:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[menu,quick,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami bagaimana modal sosial berkembang dari waktu ke waktu dalam organisasi petani dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kinerja organisasi serta ketahanan petani terhadap perubahan iklim ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review: Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami bagaimana modal sosial berkembang dari waktu ke waktu dalam organisasi petani dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kinerja organisasi serta ketahanan petani terhadap perubahan iklim dan ekonomi. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi komparatif lintas wilayah dan sistem pertanian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat bentuk modal sosial seperti bonding, bridging, dan linking saling melengkapi atau saling bertentangan dalam konteks yang berbeda. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana platform digital dan inovasi kelembagaan, seperti jejaring petani berbasis teknologi atau aplikasi kolaboratif, dapat memperkuat bentuk modal sosial yang inklusif dan mengurangi risiko dominasi oleh kelompok elit dalam organisasi petani.. Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa modal sosial, yang tercermin dari kepercayaan, jaringan sosial, dan norma bersama, memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas, ketahanan, dan keberlanjutan organisasi petani di berbagai konteks pertanian.Modal sosial mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat aksi kolektif, memperbaiki akses pasar, serta mendukung adaptasi terhadap praktik pertanian yang inovatif dan tahan iklim.Namun, penelitian saat ini masih terbatas karena bersifat kontekstual dan terfragmentasi, didominasi pendekatan cross-sectional, serta kurang mengeksplorasi dampak negatif seperti eksklusi atau ketimpangan kekuasaan, sehingga diperlukan studi longitudinal, komparatif, dan integratif untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika modal sosial Modal sosial semakin diakui sebagai faktor kritis yang memengaruhi kinerja dan keberlanjutan organisasi petani di sektor pertanian. Studi ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur komprehensif mengenai peran modal sosial dalam membentuk hasil organisasi, dengan perhatian khusus pada dimensi, mekanisme, dan implikasinya terhadap pembangunan pertanian. Menggunakan pendekatan tinjauan literatur terstruktur berdasarkan database Scopus, total 16 artikel peer-reviewed diidentifikasi melalui strategi pencarian Boolean: ("social capital") AND (agriculture OR farming OR agribusiness) AND ("farmer organization"). Studi yang dipilih dianalisis menggunakan metode sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola berulang dan wawasan utama. Temuan menunjukkan bahwa modal sosialAiyang mencakup kepercayaan, jaringan, dan norma bersamaAimemainkan peran penting dalam meningkatkan penyebaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-58dbf.webp" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-58dbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-58dbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-58dbf.webp 1x" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" alt="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp 1x" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" alt="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-3dabe.webp" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-3dabe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-3dabe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-3dabe.webp 1x" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" alt="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36896-modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran" title="JURIS - Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review" target="_blank">Social Capital and Farmer Organizations in Agriculture: Insights from a Literature Review</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami bagaimana modal sosial berkembang dari waktu ke waktu dalam organisasi petani dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kinerja organisasi serta ketahanan petani terhadap perubahan iklim dan ekonomi. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi komparatif lintas wilayah dan sistem pertanian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat bentuk modal sosial seperti bonding, bridging, dan linking saling melengkapi atau saling bertentangan dalam konteks yang berbeda. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana platform digital dan inovasi kelembagaan, seperti jejaring petani berbasis teknologi atau aplikasi kolaboratif, dapat memperkuat bentuk modal sosial yang inklusif dan mengurangi risiko dominasi oleh kelompok elit dalam organisasi petani..
<br>Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa modal sosial, yang tercermin dari kepercayaan, jaringan sosial, dan norma bersama, memainkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas, ketahanan, dan keberlanjutan organisasi petani di berbagai konteks pertanian.Modal sosial mendorong pertukaran pengetahuan, memperkuat aksi kolektif, memperbaiki akses pasar, serta mendukung adaptasi terhadap praktik pertanian yang inovatif dan tahan iklim.Namun, penelitian saat ini masih terbatas karena bersifat kontekstual dan terfragmentasi, didominasi pendekatan cross-sectional, serta kurang mengeksplorasi dampak negatif seperti eksklusi atau ketimpangan kekuasaan, sehingga diperlukan studi longitudinal, komparatif, dan integratif untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika modal sosial
<br>Modal sosial semakin diakui sebagai faktor kritis yang memengaruhi kinerja dan keberlanjutan organisasi petani di sektor pertanian. Studi ini bertujuan untuk memberikan tinjauan literatur komprehensif mengenai peran modal sosial dalam membentuk hasil organisasi, dengan perhatian khusus pada dimensi, mekanisme, dan implikasinya terhadap pembangunan pertanian. Menggunakan pendekatan tinjauan literatur terstruktur berdasarkan database Scopus, total 16 artikel peer-reviewed diidentifikasi melalui strategi pencarian Boolean: ("social capital") AND (agriculture OR farming OR agribusiness) AND ("farmer organization"). Studi yang dipilih dianalisis menggunakan metode sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola berulang dan wawasan utama. Temuan menunjukkan bahwa modal sosialAiyang mencakup kepercayaan, jaringan, dan norma bersamaAimemainkan peran penting dalam meningkatkan penyebaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp" type="image/webp" length="225320" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-58dbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-29a82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/3/modal-sosial-egaliter-studi-komparatif-peran-keber-thumb-3dabe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-840-sangadjimediapublishing.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10080-kolano-journal-multi-disciplinary-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prevensi Bencana Non Alam Ktd Kehamilan Tidak Di ingankan Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi Kie Dengan Media Audiovisual ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevensi Bencana Non Alam Ktd Kehamilan Tidak Di ingankan Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi Kie Dengan Media Audiovisual ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevensi Bencana Non Alam Ktd Kehamilan Tidak Di ingankan Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi Kie Dengan Media Audiovisual ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36892-hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi</link>
	<guid isPermaLink="false">81ca247c3d182f9289edc0e156220da1</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:54:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas media audiovisual dibandingkan dengan media digital interaktif seperti aplikasi mobile atau platform daring dalam konteks pencegahan KTD di sekolah kejuruan, untuk mengetahui mana yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual: Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas media audiovisual dibandingkan dengan media digital interaktif seperti aplikasi mobile atau platform daring dalam konteks pencegahan KTD di sekolah kejuruan, untuk mengetahui mana yang lebih menarik dan mudah diakses remaja. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan reproduksi, melalui penelitian yang menguji efektivitas program pelibatan orang tua berbasis komunitas, seperti forum diskusi atau workshop keluarga, dalam memperkuat pemahaman remaja tentang KTD. Ketiga, diperlukan studi yang mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi KIE audiovisual, misalnya dengan mengamati perubahan perilaku nyata remaja selama 6-12 bulan setelah edukasi, termasuk penundaan aktivitas seksual atau penggunaan kontrasepsi yang tepat, agar dapat diketahui apakah peningkatan pengetahuan dan sikap berkelanjutan dan berdampak pada tindakan nyata. Ketiga ide ini dapat melengkapi temuan saat ini yang fokus pada peningkatan pengetahuan jangka pendek, dan mengarah pada intervensi yang lebih holistik, melibatkan keluarga dan komunitas, serta mempertimbangkan inovasi teknologi dalam edukasi kesehatan remaja.. Intervensi edukasi melalui KIE dengan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan KTD.Peran aktif dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan KTD di kalangan remaja.Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mengoptimalkan upaya edukasi dan pencegahan, sehingga remaja memiliki pemahaman yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan yang sehat terkait kesehatan reproduksi mereka Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI, AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-143e3.webp" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-143e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-143e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-143e3.webp 1x" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" alt="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-6a059.webp" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-6a059.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-6a059.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-6a059.webp 1x" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" alt="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp 1x" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" alt="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36892-hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi" title="JURIS - Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual" target="_blank">Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual</a>: Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas media audiovisual dibandingkan dengan media digital interaktif seperti aplikasi mobile atau platform daring dalam konteks pencegahan KTD di sekolah kejuruan, untuk mengetahui mana yang lebih menarik dan mudah diakses remaja. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan reproduksi, melalui penelitian yang menguji efektivitas program pelibatan orang tua berbasis komunitas, seperti forum diskusi atau workshop keluarga, dalam memperkuat pemahaman remaja tentang KTD. Ketiga, diperlukan studi yang mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi KIE audiovisual, misalnya dengan mengamati perubahan perilaku nyata remaja selama 6-12 bulan setelah edukasi, termasuk penundaan aktivitas seksual atau penggunaan kontrasepsi yang tepat, agar dapat diketahui apakah peningkatan pengetahuan dan sikap berkelanjutan dan berdampak pada tindakan nyata. Ketiga ide ini dapat melengkapi temuan saat ini yang fokus pada peningkatan pengetahuan jangka pendek, dan mengarah pada intervensi yang lebih holistik, melibatkan keluarga dan komunitas, serta mempertimbangkan inovasi teknologi dalam edukasi kesehatan remaja..
<br>Intervensi edukasi melalui KIE dengan media audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan KTD.Peran aktif dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan KTD di kalangan remaja.Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mengoptimalkan upaya edukasi dan pencegahan, sehingga remaja memiliki pemahaman yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan yang sehat terkait kesehatan reproduksi mereka
<br>Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI, AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp" type="image/webp" length="69580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-143e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-6a059.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/hasil-edukasi-kesehatan-reproduksi-remaja-populasi-thumb-e0c8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-389-unmuh.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15721-jiwakerta-jurnal-ilmiah-wawasan-kuliah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp Asal Balikpapan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp Asal Balikpapan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp Asal Balikpapan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36882-parameter-non-spesifik-senyawa</link>
	<guid isPermaLink="false">2a0197e7d75458a256c6e1534f9362ab</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:53:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut aktivitas biologis propolis Trigona sp, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik, serta mengidentifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut aktivitas biologis propolis Trigona sp, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. (2) Meneliti lebih mendalam hubungan antara karakteristik fisikokimia propolis dengan aktivitas biologisnya, termasuk pengaruh faktor geografis, jenis pakan lebah, dan kondisi lingkungan. (3) Mengembangkan metode ekstraksi yang lebih efisien dan selektif untuk mengisolasi senyawa aktif propolis, seperti flavonoid, dan mengevaluasi efeknya terhadap aktivitas biologis propolis.. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak propolis trigona sp asal Balikpapan diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid/steroid, dengan kadar sari larut air 15,87 1,62, kadar sari larut etanol 17,47 2,20, kadar air 2,17 0,29, kadar abu total 1,5 0,5, penetapan kadar flavonoid total ekstrak propolis trigona sp menggunakan metode spektrofotometri didapatkan nilai rata-rata kadar flavonoid yaitu 256,73 6,17 mg/g sampel Propolis merupakan produk lebah berupa resin yang dikumpulkan dari tumbuhan, dicampur dengan saliva dan enzim lebah, lalu digunakan untuk membangun sarang. Propolis memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik. Selain itu, propolis mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Karena kandungannya yang bermanfaat, propolis kini populer sebagai makanan kesehatan dan pengobatan alternatif di berbagai negara. Propolis dari lebah Trigona sp telah banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Balikpapan; namun karakteristik fisikokimianya belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-b9cd1.webp" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-b9cd1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-b9cd1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-b9cd1.webp 1x" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" alt="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-cc704.webp" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-cc704.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-cc704.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-cc704.webp 1x" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" alt="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp 1x" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" alt="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36882-parameter-non-spesifik-senyawa" title="JURIS - Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan" target="_blank">Standardisasi dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Propolis Trigona Sp. Asal Balikpapan</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut aktivitas biologis propolis Trigona sp, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. (2) Meneliti lebih mendalam hubungan antara karakteristik fisikokimia propolis dengan aktivitas biologisnya, termasuk pengaruh faktor geografis, jenis pakan lebah, dan kondisi lingkungan. (3) Mengembangkan metode ekstraksi yang lebih efisien dan selektif untuk mengisolasi senyawa aktif propolis, seperti flavonoid, dan mengevaluasi efeknya terhadap aktivitas biologis propolis..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak propolis trigona sp asal Balikpapan diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid/steroid, dengan kadar sari larut air 15,87   1,62, kadar sari larut etanol 17,47   2,20, kadar air 2,17   0,29, kadar abu total 1,5 0,5, penetapan kadar flavonoid total ekstrak propolis trigona sp menggunakan metode spektrofotometri didapatkan nilai rata-rata kadar flavonoid yaitu 256,73   6,17 mg/g sampel
<br>Propolis merupakan produk lebah berupa resin yang dikumpulkan dari tumbuhan, dicampur dengan saliva dan enzim lebah, lalu digunakan untuk membangun sarang. Propolis memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antioksidan, antifungi, antikanker, antivirus, dan antibiotik. Selain itu, propolis mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Karena kandungannya yang bermanfaat, propolis kini populer sebagai makanan kesehatan dan pengobatan alternatif di berbagai negara. Propolis dari lebah Trigona sp telah banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Balikpapan; namun karakteristik fisikokimianya belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisikokimia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp" type="image/webp" length="232894" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-b9cd1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-cc704.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/parameter-non-spesifik-senyawa-flavonoid-tanin-pro-thumb-7d1cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa Gynura procumbens dan Ekstrak Daun Cabe Rawit Capsicum frutescens L Pada Mencit Jantan Mus musculus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa Gynura procumbens dan Ekstrak Daun Cabe Rawit Capsicum frutescens L Pada Mencit Jantan Mus musculus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa Gynura procumbens dan Ekstrak Daun Cabe Rawit Capsicum frutescens L Pada Mencit Jantan Mus musculus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36885-sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-ekst</link>
	<guid isPermaLink="false">b8b6765c5c23213266eba8a2e0b64c12</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:48:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami potensi kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit sebagai agen antipiretik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus): Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami potensi kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit sebagai agen antipiretik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam kedua ekstrak yang berkontribusi terhadap efek antipiretik, serta memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian toksisitas akut dan subkronis pada hewan uji yang lebih besar, seperti tikus, diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan kombinasi ekstrak ini sebagai bahan baku obat. Ketiga, pengembangan formulasi sediaan yang optimal, seperti kapsul atau sirup, dapat meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit dalam terapi demam.. Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki potensi sebagai antipiretik dilihat dari aktivitasnya yang mampu menurunkan suhu rektal mencit jantan yang diinduksi oleh ragi.Konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak daun sambung nyawa adalah konsentrasi 25% ekstrak daun sambung nyawa dan 75% ekstrak daun cabe rawit Demam merupakan peningkatan suhu tubuh melebihi batas normal sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada lima kelompok mencit jantan yang diinduksi ragi 20% secara subkutan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol 1,3 mg/kgBB), serta tiga kombinasi ekstrak dengan konsentrasi 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Hasil uji normalitas menunjukkan semua kelompok terdistribusi normal (p>0,05). Uji statistik One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap penurunan suhu demam (p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp 1x" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" alt="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-40dd0.webp" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-40dd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-40dd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-40dd0.webp 1x" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" alt="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-c8304.webp" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-c8304.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-c8304.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-c8304.webp 1x" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" alt="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36885-sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-ekst" title="JURIS - Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)" target="_blank">Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) dan Ekstrak Daun Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Pada Mencit Jantan (Mus musculus)</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami potensi kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit sebagai agen antipiretik. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam kedua ekstrak yang berkontribusi terhadap efek antipiretik, serta memahami mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Kedua, penelitian toksisitas akut dan subkronis pada hewan uji yang lebih besar, seperti tikus, diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan kombinasi ekstrak ini sebagai bahan baku obat. Ketiga, pengembangan formulasi sediaan yang optimal, seperti kapsul atau sirup, dapat meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitas kombinasi ekstrak daun sambung nyawa dan daun cabe rawit dalam terapi demam..
<br>Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.) memiliki potensi sebagai antipiretik dilihat dari aktivitasnya yang mampu menurunkan suhu rektal mencit jantan yang diinduksi oleh ragi.Konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak daun sambung nyawa adalah konsentrasi 25% ekstrak daun sambung nyawa dan 75% ekstrak daun cabe rawit
<br>Demam merupakan peningkatan suhu tubuh melebihi batas normal sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dan ekstrak daun cabe rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada lima kelompok mencit jantan yang diinduksi ragi 20% secara subkutan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol 1,3 mg/kgBB), serta tiga kombinasi ekstrak dengan konsentrasi 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Hasil uji normalitas menunjukkan semua kelompok terdistribusi normal (p>0,05). Uji statistik One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan terhadap penurunan suhu demam (p<0,05). Analisis lanjut menggunakan uji Post Hoc LSD menunjukkan kombinasi ekstrak 25% sambung nyawa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp" type="image/webp" length="224568" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-315db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-40dd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/sambung-nyawa-aplikasi-ekstrak-daun-kombinasi-etan-thumb-c8304.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU piper betle L PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mus musculus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU piper betle L PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mus musculus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU piper betle L PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mus musculus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36881-aplikasi-ekstrak-daun-sirih-mera</link>
	<guid isPermaLink="false">4732fb2d98bbfee7928942e05007c0bb</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:44:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini membuka peluang pengembangan fitofarmaka lokal sebagai alternatif antipiretik berbasis bukti. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi aktivitas antipiretik dari daun sirih hijau secara sistematis dan berbasis uji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus): Penelitian ini membuka peluang pengembangan fitofarmaka lokal sebagai alternatif antipiretik berbasis bukti. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi aktivitas antipiretik dari daun sirih hijau secara sistematis dan berbasis uji praklinik. Selain itu, studi komparatif antara ekstrak daun sirih hijau dan paracetamol dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi efek antipiretik yang setara atau bahkan lebih baik. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada mekanisme aksi spesifik dari senyawa aktif dalam daun sirih hijau, seperti flavonoid, untuk memahami cara kerja antipiretiknya secara lebih mendalam.. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki efektivitas sebagai antipiretik dapat dilihat dari ke tiga dosisnya yang mampu menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan yang diinduksi dengan pepton dalam rentang waktu 240 menit Demam dapat didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang suhu tubuh normal, yaitu 36-37,5AC. Demam umumnya disebabkan oleh peradangan dalam tubuh. Tanaman sirih hijau telah dimanfaatkan sejak dahulu secara turun temurun sebagai tanaman obat yang sangat cocok bila ditanam di sekitar rumah. Bagian dari tanaman sirih yang sering dimanfaatkan sebagai alternatif obat adalah bagian daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder ekstrak daun sirih hijau, mengetahui aktivitas antipiretik pada daun sirih hijau (Piper betle L.), dan mengetahui efektivitas ekstrak daun... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-db6e5.webp" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-db6e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-db6e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-db6e5.webp 1x" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" alt="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp 1x" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" alt="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-8a730.webp" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-8a730.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-8a730.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-8a730.webp 1x" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" alt="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36881-aplikasi-ekstrak-daun-sirih-mera" title="JURIS - UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)" target="_blank">UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (piper betle L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)</a>: Penelitian ini membuka peluang pengembangan fitofarmaka lokal sebagai alternatif antipiretik berbasis bukti. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi aktivitas antipiretik dari daun sirih hijau secara sistematis dan berbasis uji praklinik. Selain itu, studi komparatif antara ekstrak daun sirih hijau dan paracetamol dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi efek antipiretik yang setara atau bahkan lebih baik. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada mekanisme aksi spesifik dari senyawa aktif dalam daun sirih hijau, seperti flavonoid, untuk memahami cara kerja antipiretiknya secara lebih mendalam..
<br>Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki efektivitas sebagai antipiretik dapat dilihat dari ke tiga dosisnya yang mampu menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan yang diinduksi dengan pepton dalam rentang waktu 240 menit
<br>Demam dapat didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang suhu tubuh normal, yaitu 36-37,5AC. Demam umumnya disebabkan oleh peradangan dalam tubuh. Tanaman sirih hijau telah dimanfaatkan sejak dahulu secara turun temurun sebagai tanaman obat yang sangat cocok bila ditanam di sekitar rumah. Bagian dari tanaman sirih yang sering dimanfaatkan sebagai alternatif obat adalah bagian daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder ekstrak daun sirih hijau, mengetahui aktivitas antipiretik pada daun sirih hijau (Piper betle L.), dan mengetahui efektivitas ekstrak daun...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp" type="image/webp" length="212566" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-db6e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-df166.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/aplikasi-ekstrak-daun-sirih-merah-antipiretik-hija-thumb-8a730.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36898-bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring</link>
	<guid isPermaLink="false">bd21212cc5b013285f6ae233b96a9640</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:32:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ chili plants ]]></category>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[chili,common,crawl,full,issue,plants]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi erythrosine dalam mewarnai berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik, untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan visualisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi erythrosine dalam mewarnai berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik, untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan visualisasi terbaik. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas pewarnaan menggunakan erythrosine dengan metode pewarnaan tradisional seperti Gram staining, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti sensitivitas, spesifisitas, dan kemudahan penggunaan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi penggunaan kombinasi pewarna makanan yang berbeda untuk menciptakan protokol pewarnaan yang lebih spesifik dan diskriminatif, yang memungkinkan identifikasi cepat dan akurat dari berbagai jenis bakteri di lingkungan dengan sumber daya terbatas.. This study demonstrates that food coloring dyes containing erythrosine can be effectively used to stain bacterial cells.The pink and purple dyes exhibited the best retention after washing, indicating the presence of erythrosine as the key staining agent.Erythrosine alone showed similar staining characteristics, confirming its potential as a viable alternative to traditional bacterial stains Staining creates a contrast between the cells and its surrounding, and enables the microscopic characteristics of bacterial cells to be easily visible and distinguished. However, staining often relies on dyes which are expensive, not readily available, or toxic. In this study, the use of food coloring dyes to stain bacteria was explored. We stained Gram-positive bacteria (Bacillus sp. and Staphylococcus aureus) and Gram-negative bacteria (Escherichia coli) using several food coloring dyes of different colors, which were purchased locally. After slide fixation, the dye was... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-c26db.webp" title="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-c26db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-c26db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-c26db.webp 1x" title="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" alt="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp" title="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp 1x" title="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" alt="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36898-bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring" title="JURIS - The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining" target="_blank">The Use of Food Coloring Dyes in Bacterial Staining</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi erythrosine dalam mewarnai berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri yang resisten terhadap antibiotik, untuk menentukan konsentrasi optimal yang memberikan visualisasi terbaik. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas pewarnaan menggunakan erythrosine dengan metode pewarnaan tradisional seperti Gram staining, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti sensitivitas, spesifisitas, dan kemudahan penggunaan.  Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi penggunaan kombinasi pewarna makanan yang berbeda untuk menciptakan protokol pewarnaan yang lebih spesifik dan diskriminatif, yang memungkinkan identifikasi cepat dan akurat dari berbagai jenis bakteri di lingkungan dengan sumber daya terbatas..
<br>This study demonstrates that food coloring dyes containing erythrosine can be effectively used to stain bacterial cells.The pink and purple dyes exhibited the best retention after washing, indicating the presence of erythrosine as the key staining agent.Erythrosine alone showed similar staining characteristics, confirming its potential as a viable alternative to traditional bacterial stains
<br>Staining creates a contrast between the cells and its surrounding, and enables the microscopic characteristics of bacterial cells to be easily visible and distinguished. However, staining often relies on dyes which are expensive, not readily available, or toxic. In this study, the use of food coloring dyes to stain bacteria was explored. We stained Gram-positive bacteria (Bacillus sp. and Staphylococcus aureus) and Gram-negative bacteria (Escherichia coli) using several food coloring dyes of different colors, which were purchased locally. After slide fixation, the dye was...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp" type="image/webp" length="223068" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-c26db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/bacterial-cell-staining-erythrosine-food-coloring-thumb-f9ac2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro Colocasia esculenta L Schott as Plant Growth Promoting Rhizobacteria ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro Colocasia esculenta L Schott as Plant Growth Promoting Rhizobacteria ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro Colocasia esculenta L Schott as Plant Growth Promoting Rhizobacteria ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36887-isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit</link>
	<guid isPermaLink="false">abb8fa46ddea6565314996021bcc2644</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:26:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ common crawl ]]></category>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ jels ub ac ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ac,common,crawl,full,issue,jels,ub]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji potensi isolat P1 sebagai agen biofertilizer untuk meningkatkan produksi tanaman talas di lapangan. (2) Menganalisis lebih lanjut kemampuan isolat P1 ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji potensi isolat P1 sebagai agen biofertilizer untuk meningkatkan produksi tanaman talas di lapangan. (2) Menganalisis lebih lanjut kemampuan isolat P1 dalam meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman talas. (3) Mengkaji interaksi antara isolat P1 dengan mikroorganisme lain dalam rhizosfer talas untuk memahami dinamika komunitas mikroba dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman.. Isolat P1 dari rhizosfer tanaman talas di Desa Tlogowaru menunjukkan potensi tertinggi untuk fosfat-solubilizing dengan konsentrasi 6,8 g.mL-1 pada 48 jam dan pengikatan nitrogen sebesar 2,52 g.Isolat P1 diidentifikasi sebagai Stenotrophomonas rhizophila dengan kesamaan (99,91%).Isolat P1 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai agen biofertilizer untuk budidaya tanaman talas Talas merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk menjaga ketahanan pangan. Talas memiliki kandungan karbohidrat dan nutrisi yang tinggi dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Talas banyak dibudidayakan dengan teknik tumpang sari, terutama di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Namun, teknik ini menyebabkan penurunan produksi umbi talas dengan produksi hanya 7-10 ton per hektar. Angka ini lebih rendah dari produksi optimal talas dengan 20,7 ton per hektar. Rhizobacteria Pertumbuhan Tanaman (PGPR), salah satu biofertilizer yang paling potensial,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-a7d9e.webp" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-a7d9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-a7d9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-a7d9e.webp 1x" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" alt="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-00e1a.webp" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-00e1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-00e1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-00e1a.webp 1x" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" alt="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp 1x" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" alt="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36887-isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit" title="JURIS - Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria" target="_blank">Isolation and Identification of Rhizosphere Bacteria Associated with Taro (Colocasia esculenta L. Schott) as Plant Growth Promoting Rhizobacteria</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji potensi isolat P1 sebagai agen biofertilizer untuk meningkatkan produksi tanaman talas di lapangan. (2) Menganalisis lebih lanjut kemampuan isolat P1 dalam meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman talas. (3) Mengkaji interaksi antara isolat P1 dengan mikroorganisme lain dalam rhizosfer talas untuk memahami dinamika komunitas mikroba dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman..
<br>Isolat P1 dari rhizosfer tanaman talas di Desa Tlogowaru menunjukkan potensi tertinggi untuk fosfat-solubilizing dengan konsentrasi 6,8 g.mL-1 pada 48 jam dan pengikatan nitrogen sebesar 2,52 g.Isolat P1 diidentifikasi sebagai Stenotrophomonas rhizophila dengan kesamaan (99,91%).Isolat P1 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai agen biofertilizer untuk budidaya tanaman talas
<br>Talas merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki potensi untuk menjaga ketahanan pangan. Talas memiliki kandungan karbohidrat dan nutrisi yang tinggi dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Talas banyak dibudidayakan dengan teknik tumpang sari, terutama di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Namun, teknik ini menyebabkan penurunan produksi umbi talas dengan produksi hanya 7-10 ton per hektar. Angka ini lebih rendah dari produksi optimal talas dengan 20,7 ton per hektar. Rhizobacteria Pertumbuhan Tanaman (PGPR), salah satu biofertilizer yang paling potensial,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp" type="image/webp" length="148640" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-a7d9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-00e1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/isolat-bakteri-endofit-colocasia-esculenta-iaa-nit-thumb-c3e1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13107-journal-experimental-life-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH Allium cepa L SEBAGAI ANTIOKSIDAN ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH Allium cepa L SEBAGAI ANTIOKSIDAN ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH Allium cepa L SEBAGAI ANTIOKSIDAN ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36883-hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekst</link>
	<guid isPermaLink="false">3480a56ef9ac84fe640017de1b0e9d3e</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:21:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas hand body lotion ekstrak kulit bawang merah dalam aplikasi jangka panjang terhadap perbaikan elastisitas dan hidrasi kulit pada berbagai kelompok usia. Selain itu, studi komparatif perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas hand body lotion ekstrak kulit bawang merah dalam aplikasi jangka panjang terhadap perbaikan elastisitas dan hidrasi kulit pada berbagai kelompok usia. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas antioksidan lotion ini dengan produk komersial yang mengandung antioksidan sintetik, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan stabilitas jangka panjang. Terakhir, penelitian mengenai optimasi metode ekstraksi kulit bawang merah untuk meningkatkan kandungan quercetin dan senyawa antioksidan lainnya, serta formulasi nanoemulsi untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam kulit, dapat menjadi arah pengembangan yang menjanjikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi kulit bawang merah sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami, serta memberikan alternatif yang lebih aman dan efektif bagi konsumen.. Lotion dengan ekstrak kulit bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dengan peningkatan persen inhibisi radikal bebas seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, menunjukkan potensi perlindungan kulit dari kerusakan oksidatif.Semua formula menunjukkan homogenitas yang baik, pH dalam rentang aman dan nyaman untuk kulit, serta viskositas, daya lekat, dan daya sebar yang memadai.Formula 3 menunjukkan keunggulan dalam menangkal radikal bebas karena kandungan ekstrak quercetin yang lebih tinggi Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami adalah kulit bawang merah. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (True Experimental Research) dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil formulasi sediaan hand body lotion dengan ekstrak terpurifikasi menghasilkan tiga formula dengan konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 0,005% (F1), konsentrasi 0,025% (F2), dan konsentrasi 0,05% (F3). Hasil uji antioksidan menghasilkan persen inhibisi di atas 50% pada konsentrasi rendah (4 ppm) sudah menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-ec17b.webp" title="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-ec17b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-ec17b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-ec17b.webp 1x" title="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" alt="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp" title="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp 1x" title="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" alt="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36883-hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekst" title="JURIS - FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN" target="_blank">FORMULASI DAN UJI STABILITAS HAND BODY LOTION EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas hand body lotion ekstrak kulit bawang merah dalam aplikasi jangka panjang terhadap perbaikan elastisitas dan hidrasi kulit pada berbagai kelompok usia. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas antioksidan lotion ini dengan produk komersial yang mengandung antioksidan sintetik, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan stabilitas jangka panjang. Terakhir, penelitian mengenai optimasi metode ekstraksi kulit bawang merah untuk meningkatkan kandungan quercetin dan senyawa antioksidan lainnya, serta formulasi nanoemulsi untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam kulit, dapat menjadi arah pengembangan yang menjanjikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi kulit bawang merah sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami, serta memberikan alternatif yang lebih aman dan efektif bagi konsumen..
<br>Lotion dengan ekstrak kulit bawang merah memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan dengan peningkatan persen inhibisi radikal bebas seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, menunjukkan potensi perlindungan kulit dari kerusakan oksidatif.Semua formula menunjukkan homogenitas yang baik, pH dalam rentang aman dan nyaman untuk kulit, serta viskositas, daya lekat, dan daya sebar yang memadai.Formula 3 menunjukkan keunggulan dalam menangkal radikal bebas karena kandungan ekstrak quercetin yang lebih tinggi
<br>Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami adalah kulit bawang merah. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu (True Experimental Research) dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil formulasi sediaan hand body lotion dengan ekstrak terpurifikasi menghasilkan tiga formula dengan konsentrasi berbeda, yaitu konsentrasi 0,005% (F1), konsentrasi 0,025% (F2), dan konsentrasi 0,05% (F3). Hasil uji antioksidan menghasilkan persen inhibisi di atas 50% pada konsentrasi rendah (4 ppm) sudah menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp" type="image/webp" length="188606" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-ec17b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/hidrasi-kulit-ekstrak-modifikasi-metode-ekstraksi-thumb-b3ce8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE Zingiber officinale var rubrum DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG Caesalpinia sappan SEBAGAI PEWARNA ALAMI ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE Zingiber officinale var rubrum DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG Caesalpinia sappan SEBAGAI PEWARNA ALAMI ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE Zingiber officinale var rubrum DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG Caesalpinia sappan SEBAGAI PEWARNA ALAMI ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36886-teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jah</link>
	<guid isPermaLink="false">8773c30ad45fdc2e9c3a838cff344fc1</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:38:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mus musculus ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[mus,musculus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi teh celup dengan variasi konsentrasi secang yang berbeda untuk mendapatkan profil rasa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi teh celup dengan variasi konsentrasi secang yang berbeda untuk mendapatkan profil rasa dan aroma yang lebih disukai konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) untuk menentukan kombinasi konsentrasi secang dan jahe merah yang optimal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya dari teh celup jahe merah dengan tambahan secang secara in vivo. Penelitian ini dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai potensi manfaat kesehatan dari produk tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan ekstrak secang yang telah dimodifikasi atau dienkapsulasi untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktifnya dalam teh celup. Modifikasi ekstrak dapat dilakukan dengan teknik seperti mikroenkapsulasi atau nanoenkapsulasi untuk melindungi senyawa aktif dari degradasi dan meningkatkan penyerapan dalam tubuh.. Semakin tinggi konsentrasi secang maka warna sediaan teh celup semakin gelap.sappan terbukti mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin serta memenuhi persyaratan hasil evaluasi sediaan yang baik.Formula yang paling digemari panelis adalah F2 15% Pemanfaatan pewarna alami dalam sediaan minuman herbal semakin diminati karena dinilai lebih aman dan menyehatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi Caesalpinia sappan terhadap karakteristik fisik dan kimia teh celup Z.officinale var. rubrum. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, dengan tiga variasi konsentrasi yakni 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan secang meningkatkan intensitas warna merah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-4f38d.webp" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-4f38d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-4f38d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-4f38d.webp 1x" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" alt="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-05939.webp" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-05939.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-05939.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-05939.webp 1x" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" alt="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp 1x" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" alt="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36886-teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jah" title="JURIS - KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI" target="_blank">KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SEDIAAN TEH CELUP JAHE (Zingiber officinale var. rubrum) DENGAN VARIASI KONSENTRASI SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI PEWARNA ALAMI</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi teh celup dengan variasi konsentrasi secang yang berbeda untuk mendapatkan profil rasa dan aroma yang lebih disukai konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) untuk menentukan kombinasi konsentrasi secang dan jahe merah yang optimal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya dari teh celup jahe merah dengan tambahan secang secara in vivo. Penelitian ini dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai potensi manfaat kesehatan dari produk tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan ekstrak secang yang telah dimodifikasi atau dienkapsulasi untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktifnya dalam teh celup. Modifikasi ekstrak dapat dilakukan dengan teknik seperti mikroenkapsulasi atau nanoenkapsulasi untuk melindungi senyawa aktif dari degradasi dan meningkatkan penyerapan dalam tubuh..
<br>Semakin tinggi konsentrasi secang maka warna sediaan teh celup semakin gelap.sappan terbukti mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin serta memenuhi persyaratan hasil evaluasi sediaan yang baik.Formula yang paling digemari panelis adalah F2 15%
<br>Pemanfaatan pewarna alami dalam sediaan minuman herbal semakin diminati karena dinilai lebih aman dan menyehatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi Caesalpinia sappan terhadap karakteristik fisik dan kimia teh celup Z.officinale var. rubrum. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor, dengan tiga variasi konsentrasi yakni 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan secang meningkatkan intensitas warna merah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp" type="image/webp" length="201474" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-4f38d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-05939.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/teh-celup-bunga-formulasi-herbal-jahe-merah-secang-thumb-7d264.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3342-universitasmulia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13452-prosiding-safana.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36879-air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah</link>
	<guid isPermaLink="false">139807ab26a0d9ef64036f3332d6f408</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:41:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sufyan anwar ]]></category>
	<category><![CDATA[ itza mulyani ]]></category>
	<category><![CDATA[ ulva lactuca ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anwar,itza,lactuca,mulyani,sufyan,ulva]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh variasi jenis gula, seperti gula merah, gula aren, atau pemanis alami lainnya, terhadap karakteristik organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba, guna menemukan alternatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh variasi jenis gula, seperti gula merah, gula aren, atau pemanis alami lainnya, terhadap karakteristik organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba, guna menemukan alternatif yang lebih sehat dan bernilai gizi tinggi. Kedua, penting untuk mengevaluasi masa simpan dan stabilitas produk sirup mangrove dengan berbagai komposisi gula melalui uji penyimpanan dalam waktu lama, sehingga dapat diketahui formulasi terbaik yang tidak hanya disukai secara sensori tetapi juga tahan lama secara kualitas. Ketiga, perlu dikaji pula penerimaan konsumen luas terhadap sirup mangrove ini dalam konteks pemasaran, termasuk preferensi kemasan, harga, dan edukasi nilai gizi, agar penelitian ini dapat dikembangkan menjadi produk pangan komersial yang berkelanjutan dan mendukung pemanfaatan sumber daya pesisir secara bijak.. Konsentrasi gula yang ditambahkan berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba.Perlakuan dengan komposisi Sonneratia alba 60% dan gula 40% (P3) mendapatkan nilai tertinggi dalam aspek rasa, warna, dan aroma.Namun, untuk tekstur, perlakuan dengan komposisi Sonneratia alba 40% dan gula 60% (P2) lebih disukai karena menghasilkan tekstur yang lebih kental Hutan mangrove merupakan ekosistem di wilayah pesisir yang secara ekonomi memiliki manfaat sangat baik yang berasal dari kayu, biji, dan buah. Buah mangrove yang paling sering digunakan sebagai sumber pangan adalah buah Sonneratia alba, serta dapat diolah menjadi sirup mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula terhadap sifat organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba. Metode uji organoleptik yang digunakan adalah uji hedonik (uji preferensi) dengan skala penilaian 1 (sangat tidak suka), 2 (tidak suka), 3 (netral), 4 (suka), dan 5 (sangat suka). Perlakuan P3 (Sonneratia alba 60% : gula 40%) merupakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-a8293.webp" title="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-a8293.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-a8293.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-a8293.webp 1x" title="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" alt="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp" title="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp 1x" title="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" alt="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36879-air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah" title="JURIS - Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit" target="_blank">Effect of the Concentration of Added Sugar on Organoleptic Properties of  Mangrove Syrup from Sonneratia alba fruit</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh variasi jenis gula, seperti gula merah, gula aren, atau pemanis alami lainnya, terhadap karakteristik organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba, guna menemukan alternatif yang lebih sehat dan bernilai gizi tinggi. Kedua, penting untuk mengevaluasi masa simpan dan stabilitas produk sirup mangrove dengan berbagai komposisi gula melalui uji penyimpanan dalam waktu lama, sehingga dapat diketahui formulasi terbaik yang tidak hanya disukai secara sensori tetapi juga tahan lama secara kualitas. Ketiga, perlu dikaji pula penerimaan konsumen luas terhadap sirup mangrove ini dalam konteks pemasaran, termasuk preferensi kemasan, harga, dan edukasi nilai gizi, agar penelitian ini dapat dikembangkan menjadi produk pangan komersial yang berkelanjutan dan mendukung pemanfaatan sumber daya pesisir secara bijak..
<br>Konsentrasi gula yang ditambahkan berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba.Perlakuan dengan komposisi Sonneratia alba 60% dan gula 40% (P3) mendapatkan nilai tertinggi dalam aspek rasa, warna, dan aroma.Namun, untuk tekstur, perlakuan dengan komposisi Sonneratia alba 40% dan gula 60% (P2) lebih disukai karena menghasilkan tekstur yang lebih kental
<br>Hutan mangrove merupakan ekosistem di wilayah pesisir yang secara ekonomi memiliki manfaat sangat baik yang berasal dari kayu, biji, dan buah. Buah mangrove yang paling sering digunakan sebagai sumber pangan adalah buah Sonneratia alba, serta dapat diolah menjadi sirup mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gula terhadap sifat organoleptik sirup mangrove dari buah Sonneratia alba. Metode uji organoleptik yang digunakan adalah uji hedonik (uji preferensi) dengan skala penilaian 1 (sangat tidak suka), 2 (tidak suka), 3 (netral), 4 (suka), dan 5 (sangat suka). Perlakuan P3 (Sonneratia alba 60% : gula 40%) merupakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp" type="image/webp" length="116726" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-a8293.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/air-gula-aren-mangrove-sonneratia-alba-merah-lonta-thumb-980b2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-439-utu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13333-j-kesmas-jurnal-fakultas-kesehatan-masyarakat-the-indonesian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36880-komunikasi-organisasi-bpd-gaya-komunika</link>
	<guid isPermaLink="false">ab37444be11228fafb20356ce5a4a41d</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:11:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh gaya komunikasi atasan yang berbeda terhadap efektivitas rotasi tenaga kerja, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh gaya komunikasi atasan yang berbeda terhadap efektivitas rotasi tenaga kerja, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepribadian atasan dan karakteristik karyawan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi indikator-indikator keberhasilan rotasi tenaga kerja yang lebih spesifik, seperti peningkatan kepuasan kerja, retensi karyawan, dan pengembangan kompetensi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memfasilitasi komunikasi dan koordinasi selama proses rotasi tenaga kerja, misalnya melalui penggunaan platform digital untuk berbagi informasi dan memberikan umpan balik. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana organisasi dapat mengoptimalkan strategi komunikasi untuk mendukung keberhasilan program rotasi tenaga kerja, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan kebijakan rotasi kerja di perusahaan.Komunikasi yang dilakukan secara langsung dan terbuka antara pimpinan dan karyawan membantu karyawan memahami tujuan dari kebijakan rotasi tenaga kerja.Penerapan rotasi tenaga kerja juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan serta pengalaman kerja karyawan Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan manajemen sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Salah satu kebijakan yang sering diterapkan untuk meningkatkan kemampuan serta kinerja karyawan adalah rotasi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh atasan dalam menerapkan metode rotasi tenaga kerja serta dampaknya terhadap kinerja karyawan di PT Bintang Agung Persada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh atasan dilakukan melalui komunikasi langsung, pendekatan persuasif, serta pemberian penjelasan yang jelas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-a19ae.webp" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-a19ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-a19ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-a19ae.webp 1x" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" alt="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e0686.webp" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e0686.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e0686.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e0686.webp 1x" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" alt="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp 1x" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" alt="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36880-komunikasi-organisasi-bpd-gaya-komunika" title="JURIS - Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada" target="_blank">Strategi Komunikasi Atasan Dalam Menerapkan Metode Rotasi Tenaga Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan Di Pt Bintang Agung Persada</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai pengaruh gaya komunikasi atasan yang berbeda terhadap efektivitas rotasi tenaga kerja, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepribadian atasan dan karakteristik karyawan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi indikator-indikator keberhasilan rotasi tenaga kerja yang lebih spesifik, seperti peningkatan kepuasan kerja, retensi karyawan, dan pengembangan kompetensi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memfasilitasi komunikasi dan koordinasi selama proses rotasi tenaga kerja, misalnya melalui penggunaan platform digital untuk berbagi informasi dan memberikan umpan balik. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana organisasi dapat mengoptimalkan strategi komunikasi untuk mendukung keberhasilan program rotasi tenaga kerja, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja karyawan dan mencapai tujuan organisasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan kebijakan rotasi kerja di perusahaan.Komunikasi yang dilakukan secara langsung dan terbuka antara pimpinan dan karyawan membantu karyawan memahami tujuan dari kebijakan rotasi tenaga kerja.Penerapan rotasi tenaga kerja juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan serta pengalaman kerja karyawan
<br>Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan manajemen sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Salah satu kebijakan yang sering diterapkan untuk meningkatkan kemampuan serta kinerja karyawan adalah rotasi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh atasan dalam menerapkan metode rotasi tenaga kerja serta dampaknya terhadap kinerja karyawan di PT Bintang Agung Persada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh atasan dilakukan melalui komunikasi langsung, pendekatan persuasif, serta pemberian penjelasan yang jelas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp" type="image/webp" length="110106" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-a19ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e0686.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/komunikasi-organisasi-bpd-gaya-guru-sumber-daya-st-thumb-e72a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2991-stisipolp12.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12169-studia-komunika-jurnal-ilmu-komunikasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of Sea Lettuce Ulva Lactuca Water Extract from Aceh Waters as an Anti Obesity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of Sea Lettuce Ulva Lactuca Water Extract from Aceh Waters as an Anti Obesity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of Sea Lettuce Ulva Lactuca Water Extract from Aceh Waters as an Anti Obesity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-36878-berat-badan-lahir-rendah-l</link>
	<guid isPermaLink="false">a99d7c1568ca23df71d5d827d0ee491b</guid>
	<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 20:07:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sufyan anwar ]]></category>
	<category><![CDATA[ itza mulyani ]]></category>
	<category><![CDATA[ ulva lactuca ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anwar,itza,lactuca,mulyani,sufyan,ulva]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak Ulva Lactuca pada berbagai dosis dan durasi pengobatan yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak Ulva Lactuca pada berbagai dosis dan durasi pengobatan yang lebih panjang, dengan mempertimbangkan potensi efek samping yang mungkin timbul. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam ekstrak Ulva Lactuca yang bertanggung jawab atas efek anti-obesitas, serta mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sinergis antara ekstrak Ulva Lactuca dengan senyawa atau terapi lain yang sudah terbukti efektif dalam mengatasi obesitas, seperti kombinasi dengan olahraga atau modifikasi pola makan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi Ulva Lactuca sebagai agen anti-obesitas, serta membuka peluang pengembangan produk kesehatan alami yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah obesitas yang semakin meningkat.. Ekstrak air Ulva Lactuca mengandung senyawa steroids, saponins, dan phenols/tannins.Ekstrak air Ulva Lactuca tidak mempengaruhi berat badan kelompok tikus normal tetapi mempengaruhi berat badan tikus obesitas, meskipun tidak signifikan.Pengobatan ekstrak air Ulva Lactuca selama 28 hari belum mampu menurunkan berat badan secara signifikan dan kembali ke rata-rata dibandingkan dengan kelompok P4 dan kelompok kontrol standar Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan di atas berat badan rata-rata. Obesitas dapat terjadi karena asupan kalori terus menerus ke dalam tubuh tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak air Ulva Lactuca terhadap penurunan berat badan pada tikus obesitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan desain penelitian kontrol kelompok posttest. Kami mengelompokkan menjadi 7 kelompok, yaitu: Normal Kontrol, Kontrol Positif, Kontrol Perlakuan, P1=kelompok tikus obesitas ekstrak 300 mg/kg, P2=kelompok tikus obesitas ekstrak 400 mg/kg, P3=kelompok tikus obesitas ekstrak 500 mg/kg P4=kelompok tikus obesitas orlistat. Ekstrak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-98bc1.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-98bc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-98bc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-98bc1.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" alt="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" alt="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36878-berat-badan-lahir-rendah-l" title="JURIS - The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity" target="_blank">The Effectiveness of Sea Lettuce (Ulva Lactuca) Water Extract from Aceh Waters as an Anti-Obesity</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak Ulva Lactuca pada berbagai dosis dan durasi pengobatan yang lebih panjang, dengan mempertimbangkan potensi efek samping yang mungkin timbul. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam ekstrak Ulva Lactuca yang bertanggung jawab atas efek anti-obesitas, serta mekanisme kerjanya secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sinergis antara ekstrak Ulva Lactuca dengan senyawa atau terapi lain yang sudah terbukti efektif dalam mengatasi obesitas, seperti kombinasi dengan olahraga atau modifikasi pola makan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi Ulva Lactuca sebagai agen anti-obesitas, serta membuka peluang pengembangan produk kesehatan alami yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah obesitas yang semakin meningkat..
<br>Ekstrak air Ulva Lactuca mengandung senyawa steroids, saponins, dan phenols/tannins.Ekstrak air Ulva Lactuca tidak mempengaruhi berat badan kelompok tikus normal tetapi mempengaruhi berat badan tikus obesitas, meskipun tidak signifikan.Pengobatan ekstrak air Ulva Lactuca selama 28 hari belum mampu menurunkan berat badan secara signifikan dan kembali ke rata-rata dibandingkan dengan kelompok P4 dan kelompok kontrol standar
<br>Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan di atas berat badan rata-rata. Obesitas dapat terjadi karena asupan kalori terus menerus ke dalam tubuh tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak air Ulva Lactuca terhadap penurunan berat badan pada tikus obesitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan desain penelitian kontrol kelompok posttest. Kami mengelompokkan menjadi 7 kelompok, yaitu: Normal Kontrol, Kontrol Positif, Kontrol Perlakuan, P1=kelompok tikus obesitas   ekstrak 300 mg/kg, P2=kelompok tikus obesitas   ekstrak 400 mg/kg, P3=kelompok tikus obesitas   ekstrak 500 mg/kg P4=kelompok tikus obesitas   orlistat. Ekstrak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp" type="image/webp" length="95780" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-98bc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/berat-badan-lahir-rendah-perubahan-ulva-lactuca-ob-thumb-72595.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-439-utu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13333-j-kesmas-jurnal-fakultas-kesehatan-masyarakat-the-indonesian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 10 Apr 2026 00:46:53 +0700. 24 items. Served in: 4.642 seconds [rss] -->
