<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.84-28jun2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 01:45:02 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 01:45:02 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-29T01:45:02+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Emotions In The Quran A Thematic Study of Verses on Self Control Emosi Dalam Al QurAoan Kajian Tematik Terhadap Ayat Ayat Pengendalian Diri ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52130-regulasi-emosi-peran-pelatihan-meng</link>
	<guid isPermaLink="false">ac35dc1f3fdc1c596d47756812d543ff</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Emotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri): Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian diri yang spesifik dalam Al-Qur'an dan mengaplikasikannya dalam konteks modern. Terakhir, penelitian multidisipliner dapat dilakukan untuk mengintegrasikan konsep pengendalian diri Al-Qur'an ke dalam praktik konseling dan terapi, serta menguji efektivitasnya dalam membantu individu mengelola emosi mereka.. Studi ini menemukan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggambarkan berbagai emosi dasar manusia, baik melalui lafadz yang jelas maupun makna yang tersembunyi dalam struktur ayat.Dalam konteks pengalaman spiritual, sosial, dan moral, emosi seperti al-farh (kegembiraan), al-khawf (ketakutan), al-huzn (kesedihan), dan al-ghadab (kemarahan) beserta derivasinya muncul sebagai respons psikologis.Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa emosi dalam Al-QurAoan tidak hanya dikenali sebagai respons jiwa, tetapi diposisikan dalam kerangka nilai.dibimbing, disaring, dan diarahkan agar tidak merusak keseimbangan akal dan akhlak.Dengan demikian, terbentuklah model regulasi emosi QurAoani yang terdiri dari tiga komponen utama.identifikasi emosi (kognisi QurAoani), pengendalian diri, dan ekspresi perilaku yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial Islam Emosi yang tidak terkendali sering memicu berbagai masalah psikologis dan sosial, seperti perilaku impulsif, konflik, kecemasan, dan ketidakseimbangan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang merefleksikan emosi dasar manusia, khususnya strategi pengendalian diri. Pendekatan kualitatif yang digunakan berdasarkan tinjauan pustaka dan interpretasi tematik (mawdu'i) dengan mengelompokkan ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah ke dalam tema emosi dan pengendalian diri. Data dianalisis melalui teknik pengkodean berbasis teori berdasarkan kerangka kerja pengendalian diri menurut Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp 1x" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" alt="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52130-regulasi-emosi-peran-pelatihan-meng" title="JURIS - Emotions In The Qur&#039;an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)" target="_blank">Emotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on Self-Control: (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri)</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi interdisipliner yang menggabungkan tafsir dan psikologi Islam untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengendalian diri yang spesifik dalam Al-Qur'an dan mengaplikasikannya dalam konteks modern. Terakhir, penelitian multidisipliner dapat dilakukan untuk mengintegrasikan konsep pengendalian diri Al-Qur'an ke dalam praktik konseling dan terapi, serta menguji efektivitasnya dalam membantu individu mengelola emosi mereka..
<br>Studi ini menemukan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggambarkan berbagai emosi dasar manusia, baik melalui lafadz yang jelas maupun makna yang tersembunyi dalam struktur ayat.Dalam konteks pengalaman spiritual, sosial, dan moral, emosi seperti al-farh (kegembiraan), al-khawf (ketakutan), al-huzn (kesedihan), dan al-ghadab (kemarahan) beserta derivasinya muncul sebagai respons psikologis.Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa emosi dalam Al-QurAoan tidak hanya dikenali sebagai respons jiwa, tetapi diposisikan dalam kerangka nilai.dibimbing, disaring, dan diarahkan agar tidak merusak keseimbangan akal dan akhlak.Dengan demikian, terbentuklah model regulasi emosi QurAoani yang terdiri dari tiga komponen utama.identifikasi emosi (kognisi QurAoani), pengendalian diri, dan ekspresi perilaku yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial Islam
<br>Emosi yang tidak terkendali sering memicu berbagai masalah psikologis dan sosial, seperti perilaku impulsif, konflik, kecemasan, dan ketidakseimbangan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam literatur dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang merefleksikan emosi dasar manusia, khususnya strategi pengendalian diri. Pendekatan kualitatif yang digunakan berdasarkan tinjauan pustaka dan interpretasi tematik (mawdu'i) dengan mengelompokkan ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah ke dalam tema emosi dan pengendalian diri. Data dianalisis melalui teknik pengkodean berbasis teori berdasarkan kerangka kerja pengendalian diri menurut Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" type="image/webp" length="85694" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-ebacd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-7abe1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/regulasi-emosi-peran-pelatihan-mengelola-al-quran-thumb-15dd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52129-mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa</link>
	<guid isPermaLink="false">8efebbd11acac35650954b1ad00f1206</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi dampak program pertukaran virtual antara mahasiswa Indonesia dan penutur asli Jepang terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri dalam situasi komunikatif nyata; terakhir, penelitian eksperimental dapat menguji integrasi materi autentik multimedia (seperti video vlog dan podcast) ke dalam kurikulum untuk menilai pengaruhnya terhadap pemahaman tata bahasa menengah dan kemampuan mendengarkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam implementasinya di lingkungan pembelajaran universitas.. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tantangan sedang dalam belajar bahasa Jepang, khususnya pada penguasaan kanji, tata bahasa, dan keterampilan berbicara.Meskipun memiliki dasar kuat dalam kosakata dan struktur kalimat sederhana, mereka kesulitan dengan kompleksitas kanji, tata bahasa menengah, dan kurangnya praktik berbicara dalam situasi nyata.Oleh karena itu, disarankan peningkatan latihan kanji, penyediaan peluang berbicara yang lebih banyak, integrasi materi autentik, serta umpan balik berkelanjutan untuk meningkatkan kemahiran bahasa Jepang mahasiswa Penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa universitas di Padang, Indonesia, dalam belajar bahasa Jepang serta mengidentifikasi area utama yang dapat ditingkatkan dalam proses pengajaran. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang melibatkan 26 mahasiswa yang terdaftar pada mata kuliah bahasa Jepang. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuan berbicara. Meskipun demikian, mahasiswa umumnya menunjukkan kompetensi dalam kosakata dasar dan konstruksi kalimat,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp 1x" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" alt="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp 1x" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" alt="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52129-mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa" title="JURIS - Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese" target="_blank">Analysis of StudentsAo Difficulties in Learning Japanese</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas penggunaan aplikasi seluler berbasis gamifikasi dalam meningkatkan kemampuan kanji mahasiswa, dengan fokus pada motivasi belajar dan retensi jangka panjang; selanjutnya, studi kualitatif dapat mengeksplorasi dampak program pertukaran virtual antara mahasiswa Indonesia dan penutur asli Jepang terhadap peningkatan kemampuan berbicara dan kepercayaan diri dalam situasi komunikatif nyata; terakhir, penelitian eksperimental dapat menguji integrasi materi autentik multimedia (seperti video vlog dan podcast) ke dalam kurikulum untuk menilai pengaruhnya terhadap pemahaman tata bahasa menengah dan kemampuan mendengarkan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghalang dalam implementasinya di lingkungan pembelajaran universitas..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami tantangan sedang dalam belajar bahasa Jepang, khususnya pada penguasaan kanji, tata bahasa, dan keterampilan berbicara.Meskipun memiliki dasar kuat dalam kosakata dan struktur kalimat sederhana, mereka kesulitan dengan kompleksitas kanji, tata bahasa menengah, dan kurangnya praktik berbicara dalam situasi nyata.Oleh karena itu, disarankan peningkatan latihan kanji, penyediaan peluang berbicara yang lebih banyak, integrasi materi autentik, serta umpan balik berkelanjutan untuk meningkatkan kemahiran bahasa Jepang mahasiswa
<br>Penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa universitas di Padang, Indonesia, dalam belajar bahasa Jepang serta mengidentifikasi area utama yang dapat ditingkatkan dalam proses pengajaran. Menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang melibatkan 26 mahasiswa yang terdaftar pada mata kuliah bahasa Jepang. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan signifikan, terutama dalam pengenalan kanji, pemahaman tata bahasa tingkat menengah, dan kemampuan berbicara. Meskipun demikian, mahasiswa umumnya menunjukkan kompetensi dalam kosakata dasar dan konstruksi kalimat,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" type="image/webp" length="101556" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-257d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/mata-kuliah-bahasa-mahasiswa-universitas-bina-nusa-thumb-b5e11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Learner Anxiety Case Study of Language Anxiety in an Indonesian Japanese Intercultural Discussion Forum ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem</link>
	<guid isPermaLink="false">d4dd90c9fad620aa22a863a741f37447</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa.. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan terkait FLA (Foreign Language Anxiety) menurut Horwitz (1986). Berdasarkan temuan, kunci utama... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp 1x" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" alt="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52128-bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem" title="JURIS - Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum" target="_blank">Japanese Learner Anxiety: Case Study of Language Anxiety in an Indonesian-Japanese Intercultural Discussion Forum</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan strategi intervensi untuk mengurangi kecemasan bahasa pada pembelajar bahasa Jepang, terutama bagi mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Penelitian dapat fokus pada intervensi berbasis komunitas atau kelompok sebaya yang dapat membantu pembelajar mengatasi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.2. Meneliti lebih lanjut tentang peran dan pengaruh interlocutor dalam mengurangi kecemasan bahasa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana respons positif dari interlocutor, seperti penutur asli bahasa Jepang, dapat membantu mengurangi kecemasan pembelajar dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi.3. Menganalisis dampak intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya terhadap kecemasan bahasa. Penelitian dapat menyelidiki apakah peningkatan intensitas partisipasi secara signifikan mengurangi kecemasan bahasa dan apakah ada titik jenuh di mana peningkatan partisipasi tidak lagi berpengaruh terhadap penurunan kecemasan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara intensitas partisipasi dan kecemasan bahasa..
<br>Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa tiga faktor utama menyebabkan munculnya kecemasan pada peserta program diskusi antarbudaya, yaitu lama belajar, prestasi belajar (sertifikat keterampilan bahasa Jepang), dan intensitas partisipasi dalam forum diskusi antarbudaya.Dari ketiga faktor tersebut, intensitas partisipasi merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan responden.Semakin tinggi intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, semakin rendah intensitas partisipasi, tingkat kecemasan cenderung meningkat.Selain itu, respons dari interlocutor dalam forum diskusi antarbudaya juga mempengaruhi munculnya faktor-faktor kecemasan pada responden.Kecemasan cenderung berkurang karena respons interlocutor, dalam hal ini penutur asli bahasa Jepang, tidak menunjukkan respons negatif terhadap ucapan bahasa Jepang responden.Prinsipnya, kecemasan peserta forum diskusi antarbudaya muncul karena kuantitas atau frekuensi tinggi dari ketiga faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan.Contohnya, jika seorang peserta memiliki waktu belajar yang relatif lama, kecemasannya akan berkurang, sedangkan peserta dengan waktu belajar yang relatif singkat memiliki kecemasan yang tinggi.Hal ini juga berlaku ketika melihat prestasi belajar.Prestasi belajar dalam hal ini diukur dengan kepemilikan sertifikat ujian keterampilan bahasa Jepang.Semakin tinggi tingkat ujian yang dicapai, tingkat kecemasan cenderung menurun.Sebaliknya, jika prestasi belajar masih rendah, tingkat kecemasan akan meningkat.Contoh konkret dari kecemasan ini kebanyakan terkait dengan aspek linguistik.Responden yang memiliki masa belajar bahasa Jepang yang lebih lama dan prestasi belajar yang tinggi (sertifikat tingkat tinggi) juga tidak menutup kemungkinan memiliki kecemasan yang tinggi jika tidak dipraktikkan.Oleh karena itu, faktor selanjutnya, yaitu intensitas peserta dalam forum diskusi, dapat mengurangi kecemasan responden.Jika intensitas partisipasi tinggi, kecemasan cenderung berkurang, sedangkan peserta dengan intensitas partisipasi yang masih kecil, cenderung memiliki kecemasan yang tinggi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini juga sejalan dengan pernyataan dari Horwitz, Elaine, Tallon, dan Luo (2010) yang menyatakan bahwa paparan bahasa di luar kelas juga dapat membantu siswa yang cemas menjadi lebih nyaman menggunakan bahasa
<br>Penelitian ini menganalisis kecemasan bahasa yang dialami oleh pembelajar bahasa Jepang yang berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing, pembelajar mengalami kecemasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan apa yang dirasakan peserta dan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana hasilnya akan dianalisis menggunakan kuesioner dan wawancara dengan 47 responden pembelajar bahasa Jepang yang memiliki pengalaman berpartisipasi dalam forum diskusi antarbudaya Indonesia-Jepang. Pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah pertanyaan terkait FLA (Foreign Language Anxiety) menurut Horwitz (1986). Berdasarkan temuan, kunci utama...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" type="image/webp" length="101320" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-57e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-11edf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/bahasa-jepang-mahasiswa-forum-diskusi-ilmiah-kecem-thumb-812f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al JabiriAos Nuzuli Tafsir ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52127-tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu</link>
	<guid isPermaLink="false">2546fc2424bcf55ed683be89e2b83b9e</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Jurisprudential Critique of Khamr Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional dan kontemporer lainnya, untuk lebih memahami keunikan dan kontribusinya terhadap pemahaman hukum Islam. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penerapan metode al-Jabiri dalam konteks-konteks hukum Islam yang kontroversial, seperti keadilan gender, etika keuangan, atau hukum pidana, sehingga memperkaya diskusi maqaid al-shari'ah dalam tafsir kontemporer. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji dan mengembangkan lebih lanjut teori kebenaran pragmatis al-Jabiri, terutama dalam hubungannya dengan interpretasi hukum Islam yang relevan dengan tantangan sosial dan etis modern.. Interpretasi nuzuli al-Jabiri tentang larangan khamr mewakili pergeseran epistemologis dalam memahami wacana hukum Al-Qur'an.Dengan mengintegrasikan kronologi wahyu dengan biografi Nabi, pendekatan al-Jabiri melampaui literalisme tekstual untuk menekankan interaksi dinamis antara legislasi ilahi dan konteks sosial yang berkembang.Daripada hanya mengandalkan formula yuridis tradisional, al-Jabiri menggabungkan asbab al-nuzul, petunjuk linguistik, hadis, dan ijtihad-nya sendiri, menggunakan metode ijmali untuk menyajikan tafsir yang ringkas dan mudah diakses yang berakar pada kesadaran historis.Studi ini menunjukkan bahwa interpretasi al-Jabiri sejalan dengan teori kebenaran pragmatis, yang menekankan relevansi fungsional makna kitab suci dalam menyelesaikan masalah sosial kontemporer.Rekonstruksi larangan khamr dalam empat tahap mengungkapkan evolusi moral dan hukum yang bertujuan, yang berfungsi sebagai model untuk menafsirkan kembali perintah Al-Qur'an lainnya di bawah realitas yang berubah Khamr, sebagai zat yang memabukkan, secara eksplisit dilarang dalam hukum Islam karena efek merugikan bagi kesejahteraan individu dan masyarakat. Di Indonesia, meningkatnya kasus penyalahgunaan khamr telah menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan. Abid al-Jabiri, seorang intelektual Muslim kontemporer, merevisi larangan khamr melalui tafsir nuzuli-nya, menawarkan pemahaman kontekstual dan kronologis dari ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Studi ini menganalisis tafsir al-Jabiri dengan menerapkan pendekatan kronologis terhadap ayat-ayat tentang larangan khamr (QS. Al-Baqarah 2:219, Al-Nisa' 4:43, dan Al-Ma'idah 5:90-91), menghubungkan tahapan wahyu dengan sirah nabawiyyah. Menggunakan metode deskriptif-analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp 1x" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" alt="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52127-tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu" title="JURIS - A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir" target="_blank">A Jurisprudential Critique of Khamr  Prohibition in Abid Al-JabiriAos Nuzuli Tafsir</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode tafsir nuzuli Abid al-Jabiri dengan metode tafsir tradisional dan kontemporer lainnya, untuk lebih memahami keunikan dan kontribusinya terhadap pemahaman hukum Islam. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penerapan metode al-Jabiri dalam konteks-konteks hukum Islam yang kontroversial, seperti keadilan gender, etika keuangan, atau hukum pidana, sehingga memperkaya diskusi maqaid al-shari'ah dalam tafsir kontemporer. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji dan mengembangkan lebih lanjut teori kebenaran pragmatis al-Jabiri, terutama dalam hubungannya dengan interpretasi hukum Islam yang relevan dengan tantangan sosial dan etis modern..
<br>Interpretasi nuzuli al-Jabiri tentang larangan khamr mewakili pergeseran epistemologis dalam memahami wacana hukum Al-Qur'an.Dengan mengintegrasikan kronologi wahyu dengan biografi Nabi, pendekatan al-Jabiri melampaui literalisme tekstual untuk menekankan interaksi dinamis antara legislasi ilahi dan konteks sosial yang berkembang.Daripada hanya mengandalkan formula yuridis tradisional, al-Jabiri menggabungkan asbab al-nuzul, petunjuk linguistik, hadis, dan ijtihad-nya sendiri, menggunakan metode ijmali untuk menyajikan tafsir yang ringkas dan mudah diakses yang berakar pada kesadaran historis.Studi ini menunjukkan bahwa interpretasi al-Jabiri sejalan dengan teori kebenaran pragmatis, yang menekankan relevansi fungsional makna kitab suci dalam menyelesaikan masalah sosial kontemporer.Rekonstruksi larangan khamr dalam empat tahap mengungkapkan evolusi moral dan hukum yang bertujuan, yang berfungsi sebagai model untuk menafsirkan kembali perintah Al-Qur'an lainnya di bawah realitas yang berubah
<br>Khamr, sebagai zat yang memabukkan, secara eksplisit dilarang dalam hukum Islam karena efek merugikan bagi kesejahteraan individu dan masyarakat. Di Indonesia, meningkatnya kasus penyalahgunaan khamr telah menyebabkan berbagai masalah sosial dan kesehatan. Abid al-Jabiri, seorang intelektual Muslim kontemporer, merevisi larangan khamr melalui tafsir nuzuli-nya, menawarkan pemahaman kontekstual dan kronologis dari ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan. Studi ini menganalisis tafsir al-Jabiri dengan menerapkan pendekatan kronologis terhadap ayat-ayat tentang larangan khamr (QS. Al-Baqarah 2:219, Al-Nisa' 4:43, dan Al-Ma'idah 5:90-91), menghubungkan tahapan wahyu dengan sirah nabawiyyah. Menggunakan metode deskriptif-analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" type="image/webp" length="87112" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-7fa1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-3ff5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/tafsir-kontemporer-studi-al-ilmu-komparatif-jurisp-thumb-6f337.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi From the Feminism Point of View ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52126-critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen</link>
	<guid isPermaLink="false">fb5d7be9329ca69bd47cca4bf9075010</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dan bagaimana posisi serta citra idol perempuan dalam lirik tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif feminis, perspektif gender, dan perspektif budaya. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis kritis atau analisis diskursus untuk mengungkap bias dan diskriminasi terhadap perempuan dalam lirik lagu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana lirik lagu merepresentasikan hubungan antara idol perempuan dan penggemar, termasuk aspek-aspek seperti loyalitas, hasrat, dan fantasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis hubungan atau analisis sosial untuk memahami dinamika interaksi antara idol perempuan dan penggemar dalam konteks budaya Jepang.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak teks memanfaatkan pengetahuan stereotip ketika menyajikan informasi tentang karakter yang digambarkan secara singkat untuk dengan cepat menginferensi karakter.Hal ini membuat idol perempuan harus terus memiliki citra positif, memiliki loyalitas tinggi terhadap penggemar, menjadi profesional sebagai idol, selalu tersenyum, menyembunyikan perasaan sebenarnya, dan diharuskan sempurna dengan menutupi semua kelemahannya.Karakter idol perempuan dan penggemar diinformasikan oleh stereotip tentang apa yang sesuai dengan norma gender.Ini membatasi diri untuk menjaga idol perempuan tidak aktif, tidak direpresentasikan sebagai makhluk sadar dan utuh, dan tidak fokus pada perspektifnya sebagai idol perempuan Setiap lirik lagu memiliki pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pendengar tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan penulis. Penelitian ini membahas bagaimana idol perempuan Jepang direpresentasikan dalam soundtrack pembuka lagu anime AuOshi no KoAy yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan penggemar idol Jepang. Lagu berjudul AuIdolAy adalah karya dari duo band yang dikenal sebagai Yoasobi, menceritakan kisah kecemasan dan kesedihan dalam kehidupan cinta remaja Jepang tetapi disertai dengan musik techno yang mengangkat semangat. Ketika lirik lagu dibuat berdasarkan kepentingan komersial, makna teks harus dikritik untuk mengetahui siapa yang berada dalam posisi dominan dan siapa yang tidak.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp 1x" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" alt="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52126-critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen" title="JURIS - A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View" target="_blank">A Critical Discourse Analysis on the Representation of Female Idols in the AuIdolAy Song Lyric by Yoasobi: From the Feminism Point of View</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang representasi idol perempuan dalam lirik lagu, khususnya dalam konteks budaya Jepang. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dan bagaimana posisi serta citra idol perempuan dalam lirik tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu merepresentasikan idol perempuan dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif feminis, perspektif gender, dan perspektif budaya. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis kritis atau analisis diskursus untuk mengungkap bias dan diskriminasi terhadap perempuan dalam lirik lagu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji bagaimana lirik lagu merepresentasikan hubungan antara idol perempuan dan penggemar, termasuk aspek-aspek seperti loyalitas, hasrat, dan fantasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode analisis hubungan atau analisis sosial untuk memahami dinamika interaksi antara idol perempuan dan penggemar dalam konteks budaya Jepang..
<br>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak teks memanfaatkan pengetahuan stereotip ketika menyajikan informasi tentang karakter yang digambarkan secara singkat untuk dengan cepat menginferensi karakter.Hal ini membuat idol perempuan harus terus memiliki citra positif, memiliki loyalitas tinggi terhadap penggemar, menjadi profesional sebagai idol, selalu tersenyum, menyembunyikan perasaan sebenarnya, dan diharuskan sempurna dengan menutupi semua kelemahannya.Karakter idol perempuan dan penggemar diinformasikan oleh stereotip tentang apa yang sesuai dengan norma gender.Ini membatasi diri untuk menjaga idol perempuan tidak aktif, tidak direpresentasikan sebagai makhluk sadar dan utuh, dan tidak fokus pada perspektifnya sebagai idol perempuan
<br>Setiap lirik lagu memiliki pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pendengar tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan penulis. Penelitian ini membahas bagaimana idol perempuan Jepang direpresentasikan dalam soundtrack pembuka lagu anime AuOshi no KoAy yang saat ini menjadi perbincangan di kalangan penggemar idol Jepang. Lagu berjudul AuIdolAy adalah karya dari duo band yang dikenal sebagai Yoasobi, menceritakan kisah kecemasan dan kesedihan dalam kehidupan cinta remaja Jepang tetapi disertai dengan musik techno yang mengangkat semangat. Ketika lirik lagu dibuat berdasarkan kepentingan komersial, makna teks harus dikritik untuk mengetahui siapa yang berada dalam posisi dominan dan siapa yang tidak....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" type="image/webp" length="110586" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-bc513.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-a7deb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/critical-discourse-analysis-feminism-idol-represen-thumb-0c935.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning A Survey Based Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning A Survey Based Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning A Survey Based Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52125-mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif</link>
	<guid isPermaLink="false">32e42fbca0df825dd29f965d8732c096</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah peningkatan kesadaran metakognitif melalui intervensi pelatihan strategi belajar berdampak pada peningkatan hasil belajar Bahasa Jepang pada mahasiswa tingkat awal hingga akhir semester (penelitian eksperimen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study: Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah peningkatan kesadaran metakognitif melalui intervensi pelatihan strategi belajar berdampak pada peningkatan hasil belajar Bahasa Jepang pada mahasiswa tingkat awal hingga akhir semester (penelitian eksperimen longitudinal). Kedua, studi komparatif dapat membandingkan tingkat kesadaran metakognitif dan hasil belajar antara mahasiswa jurusan Bahasa Jepang dengan jurusan lain yang menggunakan pendekatan pembelajaran serupa, untuk mengetahui pengaruh disiplin akademik terhadap perkembangan metakognisi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi faktor-faktor konteksual, seperti motivasi belajar, dukungan dosen, dan penggunaan teknologi digital, yang memoderasi hubungan antara kesadaran metakognitif dan strategi regulasi diri pada mahasiswa Bahasa Jepang, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi yang mendukung atau menghambat peningkatan metakognisi. Selain itu, sampel penelitian dapat diperluas mencakup mahasiswa dari beberapa universitas di wilayah berbeda untuk menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi perbedaan budaya yang memengaruhi kesadaran metakognitif. Dengan menggabungkan desain eksperimental, komparatif, dan kualitatif, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang lebih spesifik bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru.. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesadaran metakognitif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang semester dua berada pada level 3 (strategic use) dengan persentase sekitar 77%, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengorganisasi pemikiran serta menyadari berbagai strategi penyelesaian masalah.Responden juga mampu secara sadar menerapkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tertentu.Peneliti selanjutnya disarankan tidak hanya mengkaji kesadaran metakognitif, tetapi juga membandingkannya dengan hasil belajar, serta dapat memfokuskan kajian pada satu mata pelajaran Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kesadaran metakognitif mahasiswa yang terdaftar pada semester dua program Bahasa Jepang guna menilai kinerja belajar yang diatur secara mandiri. Kesadaran metakognitif berperan penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa karena memungkinkan mereka memantau, mengevaluasi, dan mengatur proses belajar secara efektif. Dengan memperkuat kesadaran metakognitif, mahasiswa dapat mengembangkan otonomi yang lebih besar, menjadi lebih strategis dalam pendekatan belajar, serta meningkatkan prestasi akademik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-c3ab5.webp" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-c3ab5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-c3ab5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-c3ab5.webp 1x" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" alt="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp 1x" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" alt="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-72003.webp" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-72003.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-72003.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-72003.webp 1x" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" alt="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52125-mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif" title="JURIS - Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study" target="_blank">Examining StudentsAo Metacognitive Awareness in Japanese Language Learning: A Survey-Based Study</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah peningkatan kesadaran metakognitif melalui intervensi pelatihan strategi belajar berdampak pada peningkatan hasil belajar Bahasa Jepang pada mahasiswa tingkat awal hingga akhir semester (penelitian eksperimen longitudinal). Kedua, studi komparatif dapat membandingkan tingkat kesadaran metakognitif dan hasil belajar antara mahasiswa jurusan Bahasa Jepang dengan jurusan lain yang menggunakan pendekatan pembelajaran serupa, untuk mengetahui pengaruh disiplin akademik terhadap perkembangan metakognisi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi faktor-faktor konteksual, seperti motivasi belajar, dukungan dosen, dan penggunaan teknologi digital, yang memoderasi hubungan antara kesadaran metakognitif dan strategi regulasi diri pada mahasiswa Bahasa Jepang, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi yang mendukung atau menghambat peningkatan metakognisi. Selain itu, sampel penelitian dapat diperluas mencakup mahasiswa dari beberapa universitas di wilayah berbeda untuk menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi perbedaan budaya yang memengaruhi kesadaran metakognitif. Dengan menggabungkan desain eksperimental, komparatif, dan kualitatif, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis yang lebih spesifik bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kesadaran metakognitif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang semester dua berada pada level 3 (strategic use) dengan persentase sekitar 77%, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengorganisasi pemikiran serta menyadari berbagai strategi penyelesaian masalah.Responden juga mampu secara sadar menerapkan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tertentu.Peneliti selanjutnya disarankan tidak hanya mengkaji kesadaran metakognitif, tetapi juga membandingkannya dengan hasil belajar, serta dapat memfokuskan kajian pada satu mata pelajaran
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kesadaran metakognitif mahasiswa yang terdaftar pada semester dua program Bahasa Jepang guna menilai kinerja belajar yang diatur secara mandiri. Kesadaran metakognitif berperan penting dalam keberhasilan akademik mahasiswa karena memungkinkan mereka memantau, mengevaluasi, dan mengatur proses belajar secara efektif. Dengan memperkuat kesadaran metakognitif, mahasiswa dapat mengembangkan otonomi yang lebih besar, menjadi lebih strategis dalam pendekatan belajar, serta meningkatkan prestasi akademik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp" type="image/webp" length="108764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-c3ab5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-a49e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/mahasiswa-bahasa-jepang-kognitif-beban-daring-mayo-thumb-72003.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Educational Environment According to the Quran and Hadith Perspectives and Implications Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al QurAoan Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52124-pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami</link>
	<guid isPermaLink="false">1417c48e6a72d4481a0e80642842dd58</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anic studies ]]></category>
	<category><![CDATA[ emotions qur ]]></category>
	<category><![CDATA[ puji lestari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anic,emotions,lestari,puji,qur,studies]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Educational Environment According to the Qur'an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid): Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana ketiga pilar ini dapat bekerja sama secara efektif untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap hasil belajar siswa. Dengan memahami kontribusi masing-masing pilar, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter yang holistik dan relevan dengan tantangan kontemporer. Strategi ini dapat mencakup pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan pengembangan karakter, dengan mempertimbangkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman.. Dalam kesimpulan, dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan memainkan peran penting dalam pendidikan Islam, berfungsi sebagai ekosistem dasar untuk pengembangan moral, spiritual, dan intelektual.Lingkungan ini terdiri dari tiga domain yang saling terhubung.Dalam ajaran Islam, keluarga ideal menciptakan suasana sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang), sehingga menciptakan atmosfer yang mendukung untuk internalisasi nilai-nilai Islam.Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses pendidikan dengan memilih institusi berkualitas dan mendukung belajar anak di luar kelas.Sekolah memperkuat nilai-nilai ini melalui kurikulum berbasis karakter dan strategi pembelajaran kontekstual.Sementara itu, masyarakat berfungsi sebagai ruang hidup untuk internalisasi nilai dan penguatan sosial-agama.Untuk mencapai pendidikan Islam yang holistik, kolaborasi di antara ketiga domain ini sangat penting.Upaya terintegrasi memungkinkan realisasi amar ma'ruf nahi munkar dan mendorong pengembangan masyarakat yang adil dan berlandaskan iman (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).Penelitian masa depan harus menyelidiki penerapan praktis model terintegrasi ini untuk menginformasikan kebijakan dan meningkatkan hasil pendidikan Lingkungan pendidikan dalam Islam memainkan peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep lingkungan akademik dari perspektif Al-Qur'an dan Hadis serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan generasi Islami. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menyelidiki berbagai sumber yang relevan. Temuan mengidentifikasi tiga dimensi utama lingkungan pendidikan ideal: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga dimensi ini saling bergantung dan bekerja secara sinergis untuk membentuk generasi yang berakar pada iman, pengetahuan, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp 1x" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" alt="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52124-pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami" title="JURIS - The Educational Environment According to the Qur&#039;an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)" target="_blank">The Educational Environment According to the Qur'an and Hadith: Perspectives and Implications: (Integrasi Sanad dalam Penafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Sebuah Perspektif Berbasis Maqasid)</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan praktis model pendidikan Islam yang terintegrasi, terutama dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana ketiga pilar ini dapat bekerja sama secara efektif untuk membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat terhadap hasil belajar siswa. Dengan memahami kontribusi masing-masing pilar, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pendidikan karakter yang holistik dan relevan dengan tantangan kontemporer. Strategi ini dapat mencakup pendekatan yang terintegrasi antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan, dan pengembangan karakter, dengan mempertimbangkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang holistik, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan zaman..
<br>Dalam kesimpulan, dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan memainkan peran penting dalam pendidikan Islam, berfungsi sebagai ekosistem dasar untuk pengembangan moral, spiritual, dan intelektual.Lingkungan ini terdiri dari tiga domain yang saling terhubung.Dalam ajaran Islam, keluarga ideal menciptakan suasana sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang), sehingga menciptakan atmosfer yang mendukung untuk internalisasi nilai-nilai Islam.Orang tua diharapkan terlibat aktif dalam proses pendidikan dengan memilih institusi berkualitas dan mendukung belajar anak di luar kelas.Sekolah memperkuat nilai-nilai ini melalui kurikulum berbasis karakter dan strategi pembelajaran kontekstual.Sementara itu, masyarakat berfungsi sebagai ruang hidup untuk internalisasi nilai dan penguatan sosial-agama.Untuk mencapai pendidikan Islam yang holistik, kolaborasi di antara ketiga domain ini sangat penting.Upaya terintegrasi memungkinkan realisasi amar ma'ruf nahi munkar dan mendorong pengembangan masyarakat yang adil dan berlandaskan iman (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).Penelitian masa depan harus menyelidiki penerapan praktis model terintegrasi ini untuk menginformasikan kebijakan dan meningkatkan hasil pendidikan
<br>Lingkungan pendidikan dalam Islam memainkan peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep lingkungan akademik dari perspektif Al-Qur'an dan Hadis serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan generasi Islami. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menyelidiki berbagai sumber yang relevan. Temuan mengidentifikasi tiga dimensi utama lingkungan pendidikan ideal: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga dimensi ini saling bergantung dan bekerja secara sinergis untuk membentuk generasi yang berakar pada iman, pengetahuan, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" type="image/webp" length="101742" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-3fd59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-f6fb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/pengembangan-masyarakat-pendidikan-karakter-islami-thumb-0f714.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3500-stiq-almultazam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14076-al-muhafidz-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills Sakubun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52123-mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p</link>
	<guid isPermaLink="false">a75578e637c60ca524b3194fef92c096</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners' Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun): Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, disarankan melakukan studi campuran (mixedAcmethods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa saat menggunakan Padlet, sehingga dapat mengatasi keterbatasan interaksi yang tercatat pada penelitian ini. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal yang menilai dampak penggunaan Padlet terhadap kemampuan menulis bahasa Jepang selama periode yang lebih panjang, termasuk analisis pengaruh variabel seperti stabilitas koneksi internet dan tingkat motivasi belajar mahasiswa.. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Padlet secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis dasar bahasa Jepang mahasiswa, terbukti dari perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest.Responden memberikan tanggapan positif terhadap Padlet sebagai media kolaboratif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan interaksi guruAcmahasiswa dan kebutuhan koneksi internet yang stabil.Karena data kuesioner belum menggali secara mendalam permasalahan yang dihadapi, diperlukan penelitian lanjutan dengan metode wawancara untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif Integrasi antara Revolusi Industri 4.0 dan sektor pendidikan menuntut guru serta mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi terkini, salah satunya Padlet. Padlet merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna menulis atau menempelkan berkas seperti gambar pada Aodinding virtualAo. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Padlet dalam meningkatkan kemampuan menulis komposisi bahasa Jepang pada kelas dasar (Shokyu Sakubun). Penelitian melibatkan 15 mahasiswa pada program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mengumpulkan data melalui preActest, postActest, observasi esai,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp 1x" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" alt="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52123-mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p" title="JURIS - The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners&#039; Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)" target="_blank">The Use of Padlet to Enhance Japanese Learners' Collaborative Learning of Basic Composition Writing Skills (Sakubun)</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji efektivitas Padlet dalam konteks yang lebih beragam dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil pembelajaran. Selanjutnya, disarankan melakukan studi campuran (mixedAcmethods) yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa saat menggunakan Padlet, sehingga dapat mengatasi keterbatasan interaksi yang tercatat pada penelitian ini. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal yang menilai dampak penggunaan Padlet terhadap kemampuan menulis bahasa Jepang selama periode yang lebih panjang, termasuk analisis pengaruh variabel seperti stabilitas koneksi internet dan tingkat motivasi belajar mahasiswa..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Padlet secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis dasar bahasa Jepang mahasiswa, terbukti dari perbedaan nilai rataAcrata antara preActest dan postActest.Responden memberikan tanggapan positif terhadap Padlet sebagai media kolaboratif, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan interaksi guruAcmahasiswa dan kebutuhan koneksi internet yang stabil.Karena data kuesioner belum menggali secara mendalam permasalahan yang dihadapi, diperlukan penelitian lanjutan dengan metode wawancara untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif
<br>Integrasi antara Revolusi Industri 4.0 dan sektor pendidikan menuntut guru serta mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi terkini, salah satunya Padlet. Padlet merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna menulis atau menempelkan berkas seperti gambar pada Aodinding virtualAo. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Padlet dalam meningkatkan kemampuan menulis komposisi bahasa Jepang pada kelas dasar (Shokyu Sakubun). Penelitian melibatkan 15 mahasiswa pada program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia, dengan mengumpulkan data melalui preActest, postActest, observasi esai,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" type="image/webp" length="95730" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-23901.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-6b12b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/mahasiswa-program-studi-pembelajaran-kolaboratif-p-thumb-0c667.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Quotative Particles to and tte in Daily Conversation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52122-kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm</link>
	<guid isPermaLink="false">bf5a66311286a6828405afde8bb821b3</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Quotative Particles 'to' and 'tte' in Daily Conversation: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan dan fungsi mereka dalam mengutip pemikiran dan ucapan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan partikel quotative dalam bahasa Jepang dengan bahasa lain yang memiliki sistem kutipan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran partikel quotative dalam konteks percakapan informal dan formal, serta bagaimana penggunaan mereka dapat bervariasi tergantung pada tingkat keakraban antara pembicara.. Penelitian ini berfokus pada perspektif sintaksis partikel quotative to dan tte.Untuk meringkas apa yang telah dijelaskan, kedua partikel tersebut dalam percakapan paling sering digunakan di tengah ucapan diikuti oleh kata kerja berpikir, sama seperti struktur dasar kutipan dalam bahasa Jepang.Frekuensi berikutnya adalah penggunaan di akhir ucapan, di mana kata kerja berpikir dihilangkan.Karena to paling sering diikuti oleh kata kerja berpikir yang terkait dengan pemikiran, seperti to omou (berpikir), to di akhir juga memiliki kecenderungan tinggi untuk digunakan mengutip hal-hal terkait pemikiran seseorang.Sementara itu, tte umumnya diikuti oleh iu atau yuu (mengatakan), dan kebanyakan digunakan untuk mengutip ucapan seseorang bahkan ketika tidak ada kata kerja yang mengikutinya.Kecenderungan yang sama berlaku untuk kedua partikel bahkan ketika keduanya diikuti oleh partikel akhir kalimat.Namun, ketika partikel seperti naa atau kana menempel sebelum tte, konten yang dikutip kemungkinan besar pemikiran pembicara.Sedangkan keduanya dapat digunakan untuk mengutip kata atau deskripsi yang tidak terkait dengan ucapan atau pemikiran seseorang, tte lebih sering digunakan dalam kasus ini karena tte dapat berfungsi sebagai setara dengan to yuu.To juga dapat digunakan untuk kata jika menempel pada partikel lain seperti ka atau wa Partikel quotative (kutipan) dalam bahasa Jepang, to dan tte, memiliki fungsi sintaksis dan pragmatik yang beragam dan sering muncul dalam berbagai konteks percakapan. Struktur dasar untuk membentuk kutipan dalam bahasa Jepang mengikuti pola [isi kutipan partikel quotative kata kerja berpikir]. Namun, dalam percakapan alami, baik isi kutipan maupun kata kerja dapat dihilangkan, sehingga partikel-partikel ini muncul di awal atau akhir ucapan. Selain itu, elemen yang mengikuti partikel quotative tidak selalu kata kerja berpikir, tetapi dapat mencakup jenis kata kerja, ungkapan deskriptif, kata tanya, atau partikel akhir kalimat lainnya, yang memperluas keluwesan sintaksisnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp 1x" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" alt="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52122-kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm" title="JURIS - Japanese Quotative Particles &#039;to&#039; and &#039;tte&#039; in Daily Conversation" target="_blank">Japanese Quotative Particles 'to' and 'tte' in Daily Conversation</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan antara to dan tte dalam konteks percakapan sehari-hari, terutama dalam hal penggunaan dan fungsi mereka dalam mengutip pemikiran dan ucapan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan partikel quotative dalam bahasa Jepang dengan bahasa lain yang memiliki sistem kutipan yang serupa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut peran partikel quotative dalam konteks percakapan informal dan formal, serta bagaimana penggunaan mereka dapat bervariasi tergantung pada tingkat keakraban antara pembicara..
<br>Penelitian ini berfokus pada perspektif sintaksis partikel quotative to dan tte.Untuk meringkas apa yang telah dijelaskan, kedua partikel tersebut dalam percakapan paling sering digunakan di tengah ucapan diikuti oleh kata kerja berpikir, sama seperti struktur dasar kutipan dalam bahasa Jepang.Frekuensi berikutnya adalah penggunaan di akhir ucapan, di mana kata kerja berpikir dihilangkan.Karena to paling sering diikuti oleh kata kerja berpikir yang terkait dengan pemikiran, seperti to omou (berpikir), to di akhir juga memiliki kecenderungan tinggi untuk digunakan mengutip hal-hal terkait pemikiran seseorang.Sementara itu, tte umumnya diikuti oleh iu atau yuu (mengatakan), dan kebanyakan digunakan untuk mengutip ucapan seseorang bahkan ketika tidak ada kata kerja yang mengikutinya.Kecenderungan yang sama berlaku untuk kedua partikel bahkan ketika keduanya diikuti oleh partikel akhir kalimat.Namun, ketika partikel seperti naa atau kana menempel sebelum tte, konten yang dikutip kemungkinan besar pemikiran pembicara.Sedangkan keduanya dapat digunakan untuk mengutip kata atau deskripsi yang tidak terkait dengan ucapan atau pemikiran seseorang, tte lebih sering digunakan dalam kasus ini karena tte dapat berfungsi sebagai setara dengan to yuu.To juga dapat digunakan untuk kata jika menempel pada partikel lain seperti ka atau wa
<br>Partikel quotative (kutipan) dalam bahasa Jepang, to dan tte, memiliki fungsi sintaksis dan pragmatik yang beragam dan sering muncul dalam berbagai konteks percakapan. Struktur dasar untuk membentuk kutipan dalam bahasa Jepang mengikuti pola [isi kutipan   partikel quotative   kata kerja berpikir]. Namun, dalam percakapan alami, baik isi kutipan maupun kata kerja dapat dihilangkan, sehingga partikel-partikel ini muncul di awal atau akhir ucapan. Selain itu, elemen yang mengikuti partikel quotative tidak selalu kata kerja berpikir, tetapi dapat mencakup jenis kata kerja, ungkapan deskriptif, kata tanya, atau partikel akhir kalimat lainnya, yang memperluas keluwesan sintaksisnya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" type="image/webp" length="103886" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-13c46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-c745c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/kosakata-bahasa-jepang-conversation-analysis-pragm-thumb-6f44a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Yoga An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yoga An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yoga An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52120-pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-j</link>
	<guid isPermaLink="false">bb9814d13b4cd20ffaec4505640ebf7a</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi empiris yang mengukur dampak kesehatan fisik dan mental yoga pada berbagai kelompok usia di Jepang, sehingga memberikan bukti kuantitatif tentang manfaat yang dihasilkan. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi empiris yang mengukur dampak kesehatan fisik dan mental yoga pada berbagai kelompok usia di Jepang, sehingga memberikan bukti kuantitatif tentang manfaat yang dihasilkan. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang mengeksplorasi bagaimana yoga diintegrasikan ke dalam berbagai aliran seni bela diri Jepang, untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam praktik serta efeknya terhadap performa atletik. Terakhir, sebuah studi etnografi yang mendalam mengenai pengalaman spiritual praktisi yoga dalam konteks kepercayaan Shinto dapat mengungkap dinamika adaptasi religius dan kontribusi yoga terhadap identitas spiritual individu di Jepang.. Adopsi dan integrasi yoga di Jepang dipengaruhi oleh faktor budaya, termasuk hubungan historis IndiaAcJepang, kesadaran kesehatan, serta pengaruh filosofi Timur, sehingga yoga dipandang sebagai latihan fisik yang meningkatkan kebugaran, fleksibilitas, dan mengurangi stres.Yoga juga terintegrasi ke dalam seni beladiri Jepang serta konteks religius seperti Buddha dan Shinto, menunjukkan kemampuan adaptasi praktik tersebut melalui kontrol napas, fokus mental, dan elemen spiritual.Popularitas yoga sebagai latihan inklusif dipercepat oleh sekularisasi, media, dan dukungan selebriti, mencerminkan keterbukaan budaya Jepang dalam mengadopsi praktik luar untuk kesejahteraan holistik Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adaptasi budaya dan praktik yoga di Jepang. Penelitian menelusuri perkembangan historis yoga di Jepang, bagaimana yoga diperkenalkan dan diintegrasikan ke dalam budaya Jepang, serta pengaruh budaya yang membentuk adopsi dan evolusi yoga dari perspektif tradisional maupun modern. Selain itu, penelitian juga mengkaji peran yoga dalam tradisi religius dan spiritual Jepang, menyoroti sintesis antara yoga dan Zen Buddhism. Penelitian ini selanjutnya mengeksplorasi penerapan yoga sebagai bentuk latihan fisik dalam masyarakat Jepang, menilai dampaknya terhadap kesehatan, kebugaran, dan budaya tubuh. Hubungan antara yoga dan seni bela diri Jepang juga dianalisis, bersama dengan integrasi yoga dalam pendidikan Jepang, termasuk inklusinya dalam kurikulum sekolah dan efeknya pada siswa. Dengan menelaah gaya dan metode yoga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-83a95.webp" title="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-83a95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-83a95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-83a95.webp 1x" title="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" alt="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp" title="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp 1x" title="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" alt="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52120-pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-j" title="JURIS - Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan" target="_blank">Yoga: An Exploration of Its Cultural Adaptation and Practice in Japan</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi empiris yang mengukur dampak kesehatan fisik dan mental yoga pada berbagai kelompok usia di Jepang, sehingga memberikan bukti kuantitatif tentang manfaat yang dihasilkan. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang mengeksplorasi bagaimana yoga diintegrasikan ke dalam berbagai aliran seni bela diri Jepang, untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam praktik serta efeknya terhadap performa atletik. Terakhir, sebuah studi etnografi yang mendalam mengenai pengalaman spiritual praktisi yoga dalam konteks kepercayaan Shinto dapat mengungkap dinamika adaptasi religius dan kontribusi yoga terhadap identitas spiritual individu di Jepang..
<br>Adopsi dan integrasi yoga di Jepang dipengaruhi oleh faktor budaya, termasuk hubungan historis IndiaAcJepang, kesadaran kesehatan, serta pengaruh filosofi Timur, sehingga yoga dipandang sebagai latihan fisik yang meningkatkan kebugaran, fleksibilitas, dan mengurangi stres.Yoga juga terintegrasi ke dalam seni beladiri Jepang serta konteks religius seperti Buddha dan Shinto, menunjukkan kemampuan adaptasi praktik tersebut melalui kontrol napas, fokus mental, dan elemen spiritual.Popularitas yoga sebagai latihan inklusif dipercepat oleh sekularisasi, media, dan dukungan selebriti, mencerminkan keterbukaan budaya Jepang dalam mengadopsi praktik luar untuk kesejahteraan holistik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi adaptasi budaya dan praktik yoga di Jepang. Penelitian menelusuri perkembangan historis yoga di Jepang, bagaimana yoga diperkenalkan dan diintegrasikan ke dalam budaya Jepang, serta pengaruh budaya yang membentuk adopsi dan evolusi yoga dari perspektif tradisional maupun modern. Selain itu, penelitian juga mengkaji peran yoga dalam tradisi religius dan spiritual Jepang, menyoroti sintesis antara yoga dan Zen Buddhism. Penelitian ini selanjutnya mengeksplorasi penerapan yoga sebagai bentuk latihan fisik dalam masyarakat Jepang, menilai dampaknya terhadap kesehatan, kebugaran, dan budaya tubuh. Hubungan antara yoga dan seni bela diri Jepang juga dianalisis, bersama dengan integrasi yoga dalam pendidikan Jepang, termasuk inklusinya dalam kurikulum sekolah dan efeknya pada siswa. Dengan menelaah gaya dan metode yoga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp" type="image/webp" length="91190" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-83a95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/pendidikan-jepang-integrasi-yoga-filosofi-budaya-s-thumb-6c10f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances A Transformational Generative Grammar Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances A Transformational Generative Grammar Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances A Transformational Generative Grammar Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52119-kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-b</link>
	<guid isPermaLink="false">569a182e700d7b56d571728e012d6b7f</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut perbedaan pola tuturan antara penutur asli dan non-asli dalam bahasa Jepang, dengan fokus pada penggunaan verba transitif dan intransitif. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut perbedaan pola tuturan antara penutur asli dan non-asli dalam bahasa Jepang, dengan fokus pada penggunaan verba transitif dan intransitif. Penelitian ini dapat membantu memahami perbedaan dalam pola tuturan dan strategi pembelajaran yang efektif untuk pemelajar bahasa Jepang. (2) Meneliti lebih dalam tentang proses akuisisi bahasa Jepang oleh pemelajar pemula, terutama dalam hal penggunaan konstruksi kalimat majemuk dan konjungsi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang. (3) Mengembangkan metode pengajaran yang lebih terapan dan interaktif dalam bahasa Jepang, terutama dalam latihan yang menekankan aspek produktivitas. Penelitian ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif untuk pemelajar bahasa Jepang.. Penelitian ini membuktikan dominasi penggunaan verba monotransitif dalam klausa induk dan klausa anak dalam tuturan mahasiswa.Hal ini bertentangan dengan tuturan penutur asli yang lebih sering menggunakan verba intransitif.Karena verba adalah salah satu fokus dalam konstruksi kalimat, perbedaan dalam penggunaan verba ini telah menunjukkan perbedaan dalam pola tuturan.Kecenderungan ini mengungkapkan salah satu aspek dalam memahami pola tuturan penutur asli.Di sisi lain, konstruksi kalimat majemuk pada subjek penelitian juga cenderung sederhana dan menggunakan bentuk dasar.Selain itu, terdapat dominasi penggunaan konjungsi serial dan sebab-akibat dalam konstruksi fukubun.Analisis proses transformasi juga membuktikan adanya penghilangan, penambahan, penggabungan, dan permutasi dalam pembentukan konstruksi fukubun dalam tuturan subjek penelitian.Kecenderungan-kecenderungan ini dapat diidentifikasi sebagai pola tuturan spesifik pemelajar Indonesia saat menggambarkan atau menjelaskan berbagai peristiwa dalam bahasa Jepang sebagai bahasa asing.Tren dalam konstruksi kalimat majemuk dalam penelitian ini memiliki implikasi untuk penelitian lebih lanjut dalam menyelidiki lebih mendalam perbedaan pola tuturan antara penutur asli dan non-asli, serta memiliki implikasi untuk pengajaran-pembelajaran yang terapan dalam bahasa Jepang dengan meningkatkan aktivitas belajar dalam aspek produktivitas.Penelitian ini belum sepenuhnya menemukan pola tuturan pemelajar bahasa Jepang, tetapi melalui penelitian ini telah ditemukan dominasi dan kecenderungan tertentu dari pemelajar bahasa Jepang pemula saat belajar bahasa Jepang.Penelitian berkelanjutan perlu dilakukan agar akhirnya kecenderungan-kecenderungan ini dapat mengarah pada penemuan pola tuturan dalam proses belajar bahasa Jepang sebagai bahasa asing Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara deskriptif-objektif bagaimana konstruksi kalimat fukubun dengan verba transitif sebenarnya dibangun dalam tuturan pemelajar bahasa Jepang. Konstruksi fukubun dijelaskan dan dianalisis melalui tata bahasa generatif transformasional. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan pendekatan analitis tata bahasa generatif transformasional, yaitu analisis aturan struktur frasa dan analisis proses transformasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 4 jenis konstruksi B-turunan (konstruksi kalimat majemuk dengan frasa predikat di klausa induk adalah verba transitif), yaitu tipe BB, BB (1), BB (2), dan BB (3). Dalam keempat jenis turunan tersebut,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp 1x" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" alt="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-3b3b9.webp" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-3b3b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-3b3b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-3b3b9.webp 1x" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" alt="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-5852c.webp" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-5852c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-5852c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-5852c.webp 1x" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" alt="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52119-kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-b" title="JURIS - The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study" target="_blank">The Construction of Complex Sentences with Predicative Phrases of Transitive Verbs in Japanese Language Learners Utterances: A Transformational Generative Grammar Study</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut perbedaan pola tuturan antara penutur asli dan non-asli dalam bahasa Jepang, dengan fokus pada penggunaan verba transitif dan intransitif. Penelitian ini dapat membantu memahami perbedaan dalam pola tuturan dan strategi pembelajaran yang efektif untuk pemelajar bahasa Jepang. (2) Meneliti lebih dalam tentang proses akuisisi bahasa Jepang oleh pemelajar pemula, terutama dalam hal penggunaan konstruksi kalimat majemuk dan konjungsi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang tantangan dan strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang. (3) Mengembangkan metode pengajaran yang lebih terapan dan interaktif dalam bahasa Jepang, terutama dalam latihan yang menekankan aspek produktivitas. Penelitian ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif untuk pemelajar bahasa Jepang..
<br>Penelitian ini membuktikan dominasi penggunaan verba monotransitif dalam klausa induk dan klausa anak dalam tuturan mahasiswa.Hal ini bertentangan dengan tuturan penutur asli yang lebih sering menggunakan verba intransitif.Karena verba adalah salah satu fokus dalam konstruksi kalimat, perbedaan dalam penggunaan verba ini telah menunjukkan perbedaan dalam pola tuturan.Kecenderungan ini mengungkapkan salah satu aspek dalam memahami pola tuturan penutur asli.Di sisi lain, konstruksi kalimat majemuk pada subjek penelitian juga cenderung sederhana dan menggunakan bentuk dasar.Selain itu, terdapat dominasi penggunaan konjungsi serial dan sebab-akibat dalam konstruksi fukubun.Analisis proses transformasi juga membuktikan adanya penghilangan, penambahan, penggabungan, dan permutasi dalam pembentukan konstruksi fukubun dalam tuturan subjek penelitian.Kecenderungan-kecenderungan ini dapat diidentifikasi sebagai pola tuturan spesifik pemelajar Indonesia saat menggambarkan atau menjelaskan berbagai peristiwa dalam bahasa Jepang sebagai bahasa asing.Tren dalam konstruksi kalimat majemuk dalam penelitian ini memiliki implikasi untuk penelitian lebih lanjut dalam menyelidiki lebih mendalam perbedaan pola tuturan antara penutur asli dan non-asli, serta memiliki implikasi untuk pengajaran-pembelajaran yang terapan dalam bahasa Jepang dengan meningkatkan aktivitas belajar dalam aspek produktivitas.Penelitian ini belum sepenuhnya menemukan pola tuturan pemelajar bahasa Jepang, tetapi melalui penelitian ini telah ditemukan dominasi dan kecenderungan tertentu dari pemelajar bahasa Jepang pemula saat belajar bahasa Jepang.Penelitian berkelanjutan perlu dilakukan agar akhirnya kecenderungan-kecenderungan ini dapat mengarah pada penemuan pola tuturan dalam proses belajar bahasa Jepang sebagai bahasa asing
<br>Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara deskriptif-objektif bagaimana konstruksi kalimat fukubun dengan verba transitif sebenarnya dibangun dalam tuturan pemelajar bahasa Jepang. Konstruksi fukubun dijelaskan dan dianalisis melalui tata bahasa generatif transformasional. Metode penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan pendekatan analitis tata bahasa generatif transformasional, yaitu analisis aturan struktur frasa dan analisis proses transformasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 4 jenis konstruksi B-turunan (konstruksi kalimat majemuk dengan frasa predikat di klausa induk adalah verba transitif), yaitu tipe BB, BB (1), BB (2), dan BB (3). Dalam keempat jenis turunan tersebut,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp" type="image/webp" length="126394" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-62a44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-3b3b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/kalimat-majemuk-kosakata-bahasa-jepang-kecemasan-a-thumb-5852c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52118-teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal</link>
	<guid isPermaLink="false">ce9a37d2d5589f0b147ea0e15b323cb7</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Analysis of Techniques and Accuracy in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan akurasi dan kualitas penerjemahan lisan, serta untuk mengembangkan metode pelatihan yang efektif bagi penerjemah lisan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan teknologi dalam penerjemahan lisan, seperti penerapan alat bantu penerjemahan atau sistem penerjemahan otomatis, dan bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi akurasi dan kualitas interpretasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan akurasi penerjemahan lisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang.. Berdasarkan analisis 32 data, ditemukan bahwa teknik penerjemahan lisan yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penghilangan.Teknik penghilangan banyak digunakan oleh penerjemah karena bertujuan untuk mengklarifikasi pesan penting yang akan disampaikan dalam bahasa sasaran dengan menghilangkan hal-hal yang hanya tambahan atau tidak terlalu penting untuk disampaikan.Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap dalam bahasa sasaran.Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan karena tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak cocok untuk penerjemahan lisan.Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya.Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik penerjemahan lisan yang digunakan dan akurasi hasil penerjemahan dalam terjemahan lisan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti triangulasi, teknik non-partisipatif, teknik mencatat, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) untuk menganalisis teknik dan parameter yang digunakan untuk menilai akurasi interpretasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" alt="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52118-teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal" title="JURIS - An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech" target="_blank">An Analysis of Techniques and Accuracy  in Consecutive Interpreting from Indonesian to Japanese: A Case Study of The Indonesian Presidential State Speech</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap teknik-teknik penerjemahan lisan yang digunakan dalam konteks-konteks berbeda, seperti dalam konferensi internasional atau pertemuan bisnis. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat meningkatkan akurasi dan kualitas penerjemahan lisan, serta untuk mengembangkan metode pelatihan yang efektif bagi penerjemah lisan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menilai dampak penggunaan teknologi dalam penerjemahan lisan, seperti penerapan alat bantu penerjemahan atau sistem penerjemahan otomatis, dan bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan atau mengurangi akurasi dan kualitas interpretasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan akurasi penerjemahan lisan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang..
<br>Berdasarkan analisis 32 data, ditemukan bahwa teknik penerjemahan lisan yang paling banyak digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penghilangan.Teknik penghilangan banyak digunakan oleh penerjemah karena bertujuan untuk mengklarifikasi pesan penting yang akan disampaikan dalam bahasa sasaran dengan menghilangkan hal-hal yang hanya tambahan atau tidak terlalu penting untuk disampaikan.Namun, penggunaan teknik penghilangan menyebabkan banyak hasil terjemahan menjadi kurang akurat karena masih ada pesan dari bahasa sumber yang tidak disampaikan secara lengkap dalam bahasa sasaran.Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak dapat mengakomodasi semua ucapan dalam penerjemahan lisan karena tidak ada data yang menggunakan teknik antisipasi dan ada proses penerjemahan yang sama sekali tidak menggunakan teknik penerjemahan berdasarkan teori yang diusulkan oleh Jones.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teori teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) tidak cocok untuk penerjemahan lisan.Peneliti di masa depan dapat menggunakan lebih dari satu teknik atau dapat menggunakan teori lain yang dapat memperkuat, mendukung, dan bahkan mendalam untuk menganalisis teknik penerjemahan lisan dan menilai akurasinya.Peneliti di masa depan juga dapat menilai kualitas interpretasi dengan beberapa ahli sehingga hasilnya dapat lebih objektif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik penerjemahan lisan yang digunakan dan akurasi hasil penerjemahan dalam terjemahan lisan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti triangulasi, teknik non-partisipatif, teknik mencatat, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik penerjemahan yang diusulkan oleh Jones (2002) untuk menganalisis teknik dan parameter yang digunakan untuk menilai akurasi interpretasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" type="image/webp" length="113406" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-0a170.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-6af31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/teknik-penerjemahan-eksplorasi-vokal-pengumpulan-d-thumb-79f69.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Utilizing Japanese Community Engagement Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Utilizing Japanese Community Engagement Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Utilizing Japanese Community Engagement Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52117-komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-kh</link>
	<guid isPermaLink="false">371e20a78aef86e050700ba954c19a02</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek jangka panjang terapi musik tradisional Malaysia terhadap keterampilan sosial anak dengan autisme melalui desain longitudinal yang memantau perubahan selama setidaknya satu tahun; selanjutnya, dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek jangka panjang terapi musik tradisional Malaysia terhadap keterampilan sosial anak dengan autisme melalui desain longitudinal yang memantau perubahan selama setidaknya satu tahun; selanjutnya, dapat dilakukan perbandingan efektivitas antara pertunjukan tradisional Melayu lainnya seperti Zapin atau Wayang Kulit dengan Dikir Barat dan Kuda Kepang dalam meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif anak berkebutuhan khusus; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi adaptasi lintas budaya terapi musik tradisional Malaysia di negara Asia lain, misalnya Indonesia atau Thailand, untuk menilai sejauh mana program kolaboratif multikultural dapat meningkatkan inklusi sosial dan pembelajaran anak-anak dengan berbagai jenis disabilitas.. Secara keseluruhan, integrasi pendekatan terapi musik tradisional Malaysia bersama partisipasi semua pihak, termasuk orang tua, pendidik, komunitas lokal, terapis, dan gerakan sebaya, berpotensi memberikan dampak positif pada proses belajar anak-anak berkebutuhan khusus.Selain itu, penerapan program kerja sama semacam ini dalam lingkungan multikultural terbukti menjadi metode yang berhasil untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus serta mengembangkan kemampuan, potensi, dan kapasitas intelektual mereka Penelitian ini mengusulkan suatu intervensi terapi yang mengaitkan tarian dan nyanyian tradisional "Dikir Barat" serta "Kuda Kepang" dengan metode khas pertunjukan tradisional Melayu. Anak-anak dengan kesulitan khusus diperkirakan akan memperoleh manfaat dari penekanan terapi pada keterampilan persepsi audiens dan sosialisasi. Responden yang terdiri dari mahasiswa dan individu berkebutuhan khusus diminta mengisi kuesioner survei selama konser khusus. Analisis deskriptif skala Likert 5Acpoin terhadap 20 item menunjukkan proporsi masingAcmasing item. Hasil menunjukkan bahwa pertunjukan yang menggabungkan seni menyanyi, menari, dan akting secara signifikan memengaruhi dan memberikan dampak positif pada kelompok berkebutuhan khusus. Penelitian ini menambah pengetahuan dengan menunjukkan bagaimana terapi musik konvensional dapat mendorong anak-anak berkebutuhan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-15cd5.webp" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-15cd5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-15cd5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-15cd5.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" alt="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-95cb4.webp" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-95cb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-95cb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-95cb4.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" alt="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" alt="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52117-komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-kh" title="JURIS - Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs" target="_blank">Utilizing Japanese Community Engagement: Understanding Malaysian Traditional Music Therapy for Children with Special Needs</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek jangka panjang terapi musik tradisional Malaysia terhadap keterampilan sosial anak dengan autisme melalui desain longitudinal yang memantau perubahan selama setidaknya satu tahun; selanjutnya, dapat dilakukan perbandingan efektivitas antara pertunjukan tradisional Melayu lainnya seperti Zapin atau Wayang Kulit dengan Dikir Barat dan Kuda Kepang dalam meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif anak berkebutuhan khusus; terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi adaptasi lintas budaya terapi musik tradisional Malaysia di negara Asia lain, misalnya Indonesia atau Thailand, untuk menilai sejauh mana program kolaboratif multikultural dapat meningkatkan inklusi sosial dan pembelajaran anak-anak dengan berbagai jenis disabilitas..
<br>Secara keseluruhan, integrasi pendekatan terapi musik tradisional Malaysia bersama partisipasi semua pihak, termasuk orang tua, pendidik, komunitas lokal, terapis, dan gerakan sebaya, berpotensi memberikan dampak positif pada proses belajar anak-anak berkebutuhan khusus.Selain itu, penerapan program kerja sama semacam ini dalam lingkungan multikultural terbukti menjadi metode yang berhasil untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus serta mengembangkan kemampuan, potensi, dan kapasitas intelektual mereka
<br>Penelitian ini mengusulkan suatu intervensi terapi yang mengaitkan tarian dan nyanyian tradisional "Dikir Barat" serta "Kuda Kepang" dengan metode khas pertunjukan tradisional Melayu. Anak-anak dengan kesulitan khusus diperkirakan akan memperoleh manfaat dari penekanan terapi pada keterampilan persepsi audiens dan sosialisasi. Responden yang terdiri dari mahasiswa dan individu berkebutuhan khusus diminta mengisi kuesioner survei selama konser khusus. Analisis deskriptif skala Likert 5Acpoin terhadap 20 item menunjukkan proporsi masingAcmasing item. Hasil menunjukkan bahwa pertunjukan yang menggabungkan seni menyanyi, menari, dan akting secara signifikan memengaruhi dan memberikan dampak positif pada kelompok berkebutuhan khusus. Penelitian ini menambah pengetahuan dengan menunjukkan bagaimana terapi musik konvensional dapat mendorong anak-anak berkebutuhan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp" type="image/webp" length="131708" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-15cd5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-95cb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/komunitas-jepang-terapi-musik-anak-berkebutuhan-mo-thumb-4aa2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Advancing 21st Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Advancing 21st Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Advancing 21st Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52116-kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum</link>
	<guid isPermaLink="false">9cf33ca89d6d58816211fc1f94c139ec</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara empiris efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas siswa di tingkat menengah di Jepang, misalnya melalui desain eksperimen terkontrol yang membandingkan kelompok yang menggunakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara empiris efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas siswa di tingkat menengah di Jepang, misalnya melalui desain eksperimen terkontrol yang membandingkan kelompok yang menggunakan PBL dengan kelompok tradisional. Selain itu, penting untuk menyelidiki dampak program pelatihan guru yang berfokus pada integrasi teknologi terhadap kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang menumbuhkan inovasi, dengan mengukur perubahan praktik pengajaran dan persepsi siswa. Selanjutnya, studi komparatif dapat meneliti bagaimana tingkat otonomi siswa dalam lingkungan pembelajaran digital mempengaruhi pengembangan keterampilan inovasi, serta apakah faktor budaya lokal memoderasi hubungan tersebut, sehingga memberikan wawasan tentang adaptasi strategi pembelajaran inovatif dalam konteks pendidikan Jepang.. Kesimpulannya, memperkuat kreativitas dan inovasi dalam sistem pendidikan Jepang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan pasar kerja abad ke-21.Dengan mengadopsi pendekatan baru seperti pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi, serta menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan bagi tenaga pendidik, Jepang dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih inovatif dan kompetitif Abad ke-21 menuntut sekumpulan keterampilan baru untuk berhasil dalam ekonomi global. Kreativitas dan inovasi merupakan komponen penting dari keterampilan tersebut, namun sistem pendidikan Jepang saat ini tidak memberikan penekanan yang kuat pada kedua aspek tersebut. Makalah ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis proyek (projectAcbased learning) dan integrasi teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam sistem pendidikan Jepang. Dengan mempromosikan kreativitas dan inovasi, dapat dikembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi yang esensial bagi kesuksesan di abad ke-21. Makalah ini menyajikan strategi terperinci untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-95b55.webp" title="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-95b55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-95b55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-95b55.webp 1x" title="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" alt="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp" title="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp 1x" title="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" alt="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52116-kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum" title="JURIS - Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System" target="_blank">Advancing 21st-Century Creativity and Innovation into Japanese Educational System</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara empiris efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas siswa di tingkat menengah di Jepang, misalnya melalui desain eksperimen terkontrol yang membandingkan kelompok yang menggunakan PBL dengan kelompok tradisional. Selain itu, penting untuk menyelidiki dampak program pelatihan guru yang berfokus pada integrasi teknologi terhadap kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang menumbuhkan inovasi, dengan mengukur perubahan praktik pengajaran dan persepsi siswa. Selanjutnya, studi komparatif dapat meneliti bagaimana tingkat otonomi siswa dalam lingkungan pembelajaran digital mempengaruhi pengembangan keterampilan inovasi, serta apakah faktor budaya lokal memoderasi hubungan tersebut, sehingga memberikan wawasan tentang adaptasi strategi pembelajaran inovatif dalam konteks pendidikan Jepang..
<br>Kesimpulannya, memperkuat kreativitas dan inovasi dalam sistem pendidikan Jepang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan pasar kerja abad ke-21.Dengan mengadopsi pendekatan baru seperti pembelajaran berbasis proyek dan integrasi teknologi, serta menyediakan pelatihan dan dukungan yang diperlukan bagi tenaga pendidik, Jepang dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih inovatif dan kompetitif
<br>Abad ke-21 menuntut sekumpulan keterampilan baru untuk berhasil dalam ekonomi global. Kreativitas dan inovasi merupakan komponen penting dari keterampilan tersebut, namun sistem pendidikan Jepang saat ini tidak memberikan penekanan yang kuat pada kedua aspek tersebut. Makalah ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis proyek (projectAcbased learning) dan integrasi teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam sistem pendidikan Jepang. Dengan mempromosikan kreativitas dan inovasi, dapat dikembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi yang esensial bagi kesuksesan di abad ke-21. Makalah ini menyajikan strategi terperinci untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp" type="image/webp" length="98394" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-95b55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/kreativitas-inovasi-pendidikan-jepang-kurikulum-si-thumb-eb1c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention The Power of Unity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52115-tanggung-destigmatisasi-sistem-dukun</link>
	<guid isPermaLink="false">7a24e7d55bb166a34f22cb452000360f</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity: Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi-strategi yang digunakan Jepang, seperti pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, negara-negara lain dapat mengadopsi model Jepang dalam mencegah bunuh diri dan memberikan harapan bagi mereka yang menderita masalah kesehatan mental. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran media dalam pencegahan bunuh diri dan bagaimana sensitivitas budaya dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka yang rentan terhadap bunuh diri.. Kertas ini menyelidiki kesuksesan Jepang dalam membangun budaya tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri dan menekankan pentingnya kesatuan.Pencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses.Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama.Pencapaian ini sangat dibantu oleh pendirian berbagai inisiatif dan program, termasuk pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas.Masyarakat dapat membangun jaring keselamatan yang mendukung dan melindungi orang-orang yang lemah dengan mempromosikan solidaritas dan mendorong keterlibatan masyarakat Menggali inspirasi dari inisiatif Jepang yang menginspirasi, artikel ini mengungkapkan pelajaran berharga yang dapat dipelajari dalam mengatasi masalah bunuh diri dengan tanggung jawab bersama. Studi ini berusaha menyelidiki pentingnya kerjasama dalam efektivitas Jepang dalam mempromosikan tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, dan Jepang secara historis memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi. Namun, dengan menerapkan beberapa inisiatif yang memprioritaskan tanggung jawab... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp 1x" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" alt="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp 1x" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" alt="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52115-tanggung-destigmatisasi-sistem-dukun" title="JURIS - JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity" target="_blank">JapanAos Success Story in Fostering Collective Responsibility in Suicide Prevention: The Power of Unity</a>: Jepang telah menunjukkan kekuatan kesatuan dalam menangani masalah bunuh diri yang kompleks. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama. Saran penelitian lanjutan adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang strategi-strategi yang digunakan Jepang, seperti pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas. Dengan memahami dan menerapkan pendekatan-pendekatan ini, negara-negara lain dapat mengadopsi model Jepang dalam mencegah bunuh diri dan memberikan harapan bagi mereka yang menderita masalah kesehatan mental. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran media dalam pencegahan bunuh diri dan bagaimana sensitivitas budaya dapat membantu mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran. Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mereka yang rentan terhadap bunuh diri..
<br>Kertas ini menyelidiki kesuksesan Jepang dalam membangun budaya tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri dan menekankan pentingnya kesatuan.Pencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses.Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat dan tanggung jawab bersama.Pencapaian ini sangat dibantu oleh pendirian berbagai inisiatif dan program, termasuk pendidikan penjaga gerbang, kampanye kesadaran kesehatan mental, dan jaringan dukungan komunitas.Masyarakat dapat membangun jaring keselamatan yang mendukung dan melindungi orang-orang yang lemah dengan mempromosikan solidaritas dan mendorong keterlibatan masyarakat
<br>Menggali inspirasi dari inisiatif Jepang yang menginspirasi, artikel ini mengungkapkan pelajaran berharga yang dapat dipelajari dalam mengatasi masalah bunuh diri dengan tanggung jawab bersama. Studi ini berusaha menyelidiki pentingnya kerjasama dalam efektivitas Jepang dalam mempromosikan tanggung jawab bersama untuk pencegahan bunuh diri. Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, dan Jepang secara historis memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi. Namun, dengan menerapkan beberapa inisiatif yang memprioritaskan tanggung jawab...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" type="image/webp" length="117692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-328be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/0/tanggung-destigmatisasi-sistem-dukungan-sosial-pen-thumb-7011b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52114-fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-tek</link>
	<guid isPermaLink="false">de26de672f07361af57966b51f543759</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tenor mempengaruhi penampilan fase dan kontennya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengonfirmasi asumsi ini dengan melibatkan lebih banyak data dengan berbagai jenis status hubungan dan derajat pengenaan. Kedua, penelitian tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase juga penting untuk dilakukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pilihan linguistik dapat mempengaruhi makna interpersonal permintaan. Dengan menyelidiki lebih lanjut pilihan linguistik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan taktik yang digunakan dalam percakapan permintaan. Ketiga, penelitian tentang percakapan autentik yang melibatkan peserta dengan status setara juga sangat diperlukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik. Dengan mempelajari percakapan autentik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika percakapan permintaan dalam konteks yang sebenarnya.. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan.1) apa kesenjangan struktur antara percakapan permintaan autentik dan model percakapan buku teks.2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur percakapan permintaan.Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks permintaan tidak memiliki perbedaan dalam tahap-tahapnya, karena keduanya memiliki tiga tahap.pengenalan (senkoo-bu), permintaan (irai-bu), dan penutupan (shuuketsu-bu).Setiap tahap dari permintaan autentik memiliki urutan fase.Tahap pengenalan adalah serangkaian fase penalaran^pernyataan prasyarat^pengantar masalah^(pernyataan prarequest).Tahap permintaan terdiri dari fase penalaran^pernyataan permintaan^penjelasan tambahan^dan respons terhadap permintaan.Tahap penutupan terdiri dari (fase konfirmasi)^pengaturan^penutupan sebagai bagian penutup.Kesenjangan antara keduanya terletak pada tingkat fase dan konten beberapa fase.Model percakapan buku teks menunjukkan absennya fase penjelasan tambahan pada tahap permintaan dan fase konfirmasi pada tahap penutupan.Tidak hanya absennya beberapa fase, tetapi juga penempatan fase yang berbeda antara keduanya.Fase penalaran sebagai pernyataan masalah utama permintaan dalam model buku teks ditempatkan setelah pernyataan permintaan.Berbeda dengan permintaan autentik yang dinyatakan sebelum fase pernyataan permintaan.Selain itu, fase prarequest yang seharusnya bersifat opsional menjadi fase wajib pada setiap tingkat buku teks.Fase konfirmasi yang seharusnya muncul dalam percakapan yang melibatkan hubungan status yang setara tidak muncul dalam buku teks.Sebaliknya, fase pengaturan pada tahap penutupan hanya muncul pada tingkat pre-intermediate dan intermediate.Percakapan autentik menunjukkan perbedaan konten berdasarkan jenis status hubungan antara peserta.Permintaan ketersediaan waktu terutama diterapkan dalam interaksi yang tidak setara, sedangkan obrolan santai atau berbagi kondisi diterapkan ketika peserta memiliki status yang setara.Namun, model buku teks selalu menggunakan konten permintaan ketersediaan waktu baik dalam interaksi setara maupun tidak setara.Oleh karena itu, perbedaan ini harus diantisipasi mengingat peran penting fase prasyarat dalam percakapan permintaan.Ada dua faktor yang diduga berperan penting dalam konfigurasi struktur permintaan, yaitu jenis status hubungan interpersonal (setara atau tidak setara) dan derajat pengenaan objek yang diminta.Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa status hubungan antara peserta (tenor), sebagai salah satu komponen konteks situasional, menentukan penampilan fase dan kontennya.Deskripsi struktur wacana percakapan permintaan di atas diharapkan dapat berkontribusi pada pembelajaran percakapan bahasa Jepang.Pengetahuan wacana tentang tahap dan fase membantu pembelajar bahasa Jepang melakukan permintaan dengan tepat sesuai dengan budaya penutur bahasa Jepang.Namun, karena absennya beberapa fase yang wajib dalam model percakapan buku teks, percakapan autentik diperlukan sebagai bahan pengajaran tambahan.Selain itu, kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks lebih memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik.Lebih lanjut, pekerjaan lebih lanjut tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase harus dilakukan untuk menyelidiki makna interpersonal permintaan yang hasilnya akan memperkaya penelitian ini Permintaan (irai) adalah genre interaksi lisan yang diajarkan sejak tingkat dasar pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Permintaan adalah salah satu tindakan tutur yang dapat menimbulkan potensi ancaman terhadap harga diri. Pemahaman tentang tahap-tahap permintaan yang sesuai dengan budaya Jepang sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar dapat berkomunikasi dengan sukses. Oleh karena itu, pedagogi percakapan dengan menggunakan pendekatan wacana sangatlah penting. Penelitian ini menyelidiki kesenjangan struktur potensial dalam percakapan permintaan bahasa Jepang yang direalisasikan dalam pengaturan yang sebenarnya dan model percakapan dalam buku teks. Dengan menggunakan teori genre dan wacana interpersonal "Negosiasi" sebagai metode analisis wacana kualitatif dari perspektif Linguistik Fungsional Sistematis (SFL), makalah ini menggambarkan kesenjangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp 1x" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" alt="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52114-fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-tek" title="JURIS - Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation" target="_blank">Discourse Structure Analysis of Making Request in Japanese Conversation</a>: Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang peran status hubungan interpersonal (tenor) dalam menentukan struktur percakapan permintaan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa tenor mempengaruhi penampilan fase dan kontennya. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengonfirmasi asumsi ini dengan melibatkan lebih banyak data dengan berbagai jenis status hubungan dan derajat pengenaan. Kedua, penelitian tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase juga penting untuk dilakukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pilihan linguistik dapat mempengaruhi makna interpersonal permintaan. Dengan menyelidiki lebih lanjut pilihan linguistik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi dan taktik yang digunakan dalam percakapan permintaan. Ketiga, penelitian tentang percakapan autentik yang melibatkan peserta dengan status setara juga sangat diperlukan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik. Dengan mempelajari percakapan autentik, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dinamika percakapan permintaan dalam konteks yang sebenarnya..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan.1) apa kesenjangan struktur antara percakapan permintaan autentik dan model percakapan buku teks.2) Apa faktor-faktor yang mempengaruhi struktur percakapan permintaan.Penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis teks permintaan tidak memiliki perbedaan dalam tahap-tahapnya, karena keduanya memiliki tiga tahap.pengenalan (senkoo-bu), permintaan (irai-bu), dan penutupan (shuuketsu-bu).Setiap tahap dari permintaan autentik memiliki urutan fase.Tahap pengenalan adalah serangkaian fase penalaran^pernyataan prasyarat^pengantar masalah^(pernyataan prarequest).Tahap permintaan terdiri dari fase penalaran^pernyataan permintaan^penjelasan tambahan^dan respons terhadap permintaan.Tahap penutupan terdiri dari (fase konfirmasi)^pengaturan^penutupan sebagai bagian penutup.Kesenjangan antara keduanya terletak pada tingkat fase dan konten beberapa fase.Model percakapan buku teks menunjukkan absennya fase penjelasan tambahan pada tahap permintaan dan fase konfirmasi pada tahap penutupan.Tidak hanya absennya beberapa fase, tetapi juga penempatan fase yang berbeda antara keduanya.Fase penalaran sebagai pernyataan masalah utama permintaan dalam model buku teks ditempatkan setelah pernyataan permintaan.Berbeda dengan permintaan autentik yang dinyatakan sebelum fase pernyataan permintaan.Selain itu, fase prarequest yang seharusnya bersifat opsional menjadi fase wajib pada setiap tingkat buku teks.Fase konfirmasi yang seharusnya muncul dalam percakapan yang melibatkan hubungan status yang setara tidak muncul dalam buku teks.Sebaliknya, fase pengaturan pada tahap penutupan hanya muncul pada tingkat pre-intermediate dan intermediate.Percakapan autentik menunjukkan perbedaan konten berdasarkan jenis status hubungan antara peserta.Permintaan ketersediaan waktu terutama diterapkan dalam interaksi yang tidak setara, sedangkan obrolan santai atau berbagi kondisi diterapkan ketika peserta memiliki status yang setara.Namun, model buku teks selalu menggunakan konten permintaan ketersediaan waktu baik dalam interaksi setara maupun tidak setara.Oleh karena itu, perbedaan ini harus diantisipasi mengingat peran penting fase prasyarat dalam percakapan permintaan.Ada dua faktor yang diduga berperan penting dalam konfigurasi struktur permintaan, yaitu jenis status hubungan interpersonal (setara atau tidak setara) dan derajat pengenaan objek yang diminta.Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa status hubungan antara peserta (tenor), sebagai salah satu komponen konteks situasional, menentukan penampilan fase dan kontennya.Deskripsi struktur wacana percakapan permintaan di atas diharapkan dapat berkontribusi pada pembelajaran percakapan bahasa Jepang.Pengetahuan wacana tentang tahap dan fase membantu pembelajar bahasa Jepang melakukan permintaan dengan tepat sesuai dengan budaya penutur bahasa Jepang.Namun, karena absennya beberapa fase yang wajib dalam model percakapan buku teks, percakapan autentik diperlukan sebagai bahan pengajaran tambahan.Selain itu, kurangnya model percakapan yang melibatkan peserta dengan status setara dalam buku teks lebih memperkuat kebutuhan akan bahan percakapan autentik.Lebih lanjut, pekerjaan lebih lanjut tentang pilihan linguistik pada setiap tahap atau fase harus dilakukan untuk menyelidiki makna interpersonal permintaan yang hasilnya akan memperkaya penelitian ini
<br>Permintaan (irai) adalah genre interaksi lisan yang diajarkan sejak tingkat dasar pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing. Permintaan adalah salah satu tindakan tutur yang dapat menimbulkan potensi ancaman terhadap harga diri. Pemahaman tentang tahap-tahap permintaan yang sesuai dengan budaya Jepang sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar dapat berkomunikasi dengan sukses. Oleh karena itu, pedagogi percakapan dengan menggunakan pendekatan wacana sangatlah penting. Penelitian ini menyelidiki kesenjangan struktur potensial dalam percakapan permintaan bahasa Jepang yang direalisasikan dalam pengaturan yang sebenarnya dan model percakapan dalam buku teks. Dengan menggunakan teori genre dan wacana interpersonal "Negosiasi" sebagai metode analisis wacana kualitatif dari perspektif Linguistik Fungsional Sistematis (SFL), makalah ini menggambarkan kesenjangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" type="image/webp" length="97460" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-bdea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-62db1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/f/fase-pra-filosofi-budaya-jepang-buku-teks-pathway-thumb-808cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52113-kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni</link>
	<guid isPermaLink="false">6c681ddad11f99e6c002dc46f8b06b27</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ analysis pre ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,header,page,pre,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang menyelidiki efek dari ilustrasi kognitif pada tingkat yang lebih tinggi dalam pembelajaran Kanji. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang menyelidiki efek dari ilustrasi kognitif pada tingkat yang lebih tinggi dalam pembelajaran Kanji. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran Kanji yang berbeda dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam pengaturan JFL. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran visualisasi dalam pembelajaran Kanji dan bagaimana hal itu dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penghafalan karakter Kanji.. Studi ini telah merinci efek dari ilustrasi kognitif dalam mengingat bentuk dan makna karakter Kanji.Ilustrasi kognitif bukanlah konsep formal dan sengaja digunakan dalam studi ini untuk menggambarkan 'jenis imaji yang dimiliki siswa saat mereka melihat atau mendengar karakter Kanji dan maknanya dengan merujuk pada proses pembentukannya, termasuk pictographs (shoukei moji), simple ideographs (shiji moji), compound ideographs (kai-i moji), dan phonetic-ideographic characters (keisei moji)'.Melibatkan dua puluh delapan siswa yang mengambil kursus Kanji (lima belas siswa di kelas eksperimental dan tiga belas siswa di kelas kontrol), penelitian eksperimental ini mengamati efek dari ilustrasi kognitif pada siswa yang belajar seratus lima belas Kanji pada tingkat N5.Hasilnya menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimental menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menghafal Kanji daripada mereka di kelompok kontrol.Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pembelajaran Kanji, termasuk variasi strategi pembelajaran Kanji, instruksi yang terarah dengan baik, dan pengaturan strategi Kanji Studi ini melaporkan efek dari 'Cognitive Illustration' dalam pembelajaran Kanji dalam pengaturan JFL. Cognitive illustration bukanlah konsep formal yang dapat ditemukan secara teratur dalam metode pengajaran dan pembelajaran Kanji. Ini sengaja digunakan dalam studi ini untuk menggambarkan 'jenis imaji yang dimiliki siswa saat mereka melihat atau mendengar karakter Kanji dan maknanya dengan merujuk pada proses pembentukannya, termasuk pictographs (shoukei moji), simple ideographs (shiji moji), compound ideographs (kai-i moji), dan phonetic-ideographic characters (keisei moji)'. Melibatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-016a8.webp" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-016a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-016a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-016a8.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" alt="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" alt="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-da63d.webp" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-da63d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-da63d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-da63d.webp 1x" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" alt="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52113-kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni" title="JURIS - Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning" target="_blank">Utilizing Cognitive Illustration as a Kanji Memorization Strategy in Kanji Learning</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang menyelidiki efek dari ilustrasi kognitif pada tingkat yang lebih tinggi dalam pembelajaran Kanji. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran Kanji yang berbeda dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam pengaturan JFL. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran visualisasi dalam pembelajaran Kanji dan bagaimana hal itu dapat ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penghafalan karakter Kanji..
<br>Studi ini telah merinci efek dari ilustrasi kognitif dalam mengingat bentuk dan makna karakter Kanji.Ilustrasi kognitif bukanlah konsep formal dan sengaja digunakan dalam studi ini untuk menggambarkan 'jenis imaji yang dimiliki siswa saat mereka melihat atau mendengar karakter Kanji dan maknanya dengan merujuk pada proses pembentukannya, termasuk pictographs (shoukei moji), simple ideographs (shiji moji), compound ideographs (kai-i moji), dan phonetic-ideographic characters (keisei moji)'.Melibatkan dua puluh delapan siswa yang mengambil kursus Kanji (lima belas siswa di kelas eksperimental dan tiga belas siswa di kelas kontrol), penelitian eksperimental ini mengamati efek dari ilustrasi kognitif pada siswa yang belajar seratus lima belas Kanji pada tingkat N5.Hasilnya menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimental menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menghafal Kanji daripada mereka di kelompok kontrol.Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pembelajaran Kanji, termasuk variasi strategi pembelajaran Kanji, instruksi yang terarah dengan baik, dan pengaturan strategi Kanji
<br>Studi ini melaporkan efek dari 'Cognitive Illustration' dalam pembelajaran Kanji dalam pengaturan JFL. Cognitive illustration bukanlah konsep formal yang dapat ditemukan secara teratur dalam metode pengajaran dan pembelajaran Kanji. Ini sengaja digunakan dalam studi ini untuk menggambarkan 'jenis imaji yang dimiliki siswa saat mereka melihat atau mendengar karakter Kanji dan maknanya dengan merujuk pada proses pembentukannya, termasuk pictographs (shoukei moji), simple ideographs (shiji moji), compound ideographs (kai-i moji), dan phonetic-ideographic characters (keisei moji)'. Melibatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp" type="image/webp" length="98798" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-016a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-8a293.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/kanji-learning-strategies-siswa-ber-motivasi-cogni-thumb-da63d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cultural Interpretation in Japanese Studies A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52112-budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ek</link>
	<guid isPermaLink="false">680ed00e8e9c4b0330c00d255a0a267f</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ based study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[based,header,page,stats,study,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand: Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya Jepang lebih relevan dengan tantangan global. Sebaliknya, SU dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional dan populer ke dalam kursusnya untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang budaya Jepang kepada siswa, yang dapat mendalam apresiasi dan keterlibatan budaya mereka. Selain itu, kedua universitas dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaboratif, seperti program pertukaran budaya bersama, untuk memberikan siswa dengan perspektif yang beragam dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya Jepang di dunia yang terglobalisasi.. Perbandingan antara UPI dan SU mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara pengajaran budaya Jepang, yang mencerminkan tujuan pendidikan dan konteks budaya yang berbeda antara Indonesia dan Thailand.Pendekatan UPI, yang menekankan budaya tradisional dan populer, bertujuan membangun apresiasi yang luas terhadap budaya Jepang di antara siswa, sejalan dengan misinya sebagai institusi pendidikan.Di sisi lain, pendekatan pragmatis SU, dengan fokus kuat pada aspek sosial, politik, dan ekonomi, mempersiapkan siswa untuk terlibat dengan peran Jepang dalam konteks global, terutama berkaitan dengan hubungan ekonomi Thailand dengan Jepang.Meskipun perbedaan tersebut, kedua institusi berbagi komitmen untuk memupuk pemikiran kritis, komunikasi yang efektif, dan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang melalui kurikulum masing-masing Studi ini membandingkan pengajaran Nihonjijo (Japanology) di sebuah universitas pendidikan di Bandung, Indonesia dan sebuah universitas negeri di Bangkok, Thailand. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan budaya terintegrasi ke dalam kurikulum dan dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan nasional, faktor ekonomi, serta kebutuhan masyarakat setempat. Universitas di Indonesia menekankan aspek tradisional dan populer dari budaya Jepang, yang menekankan hubungan intrinsik antara bahasa dan budaya, sedangkan universitas di Thailand mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis, berfokus pada hubungan sosial, politik, dan ekonomi, dengan pengalaman praktis seperti kunjungan lapangan ke... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp 1x" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" alt="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52112-budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ek" title="JURIS - Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand" target="_blank">Cultural Interpretation in Japanese Studies: A Comparative Analysis of Nihonjijs Curricula in Indonesia and Thailand</a>: Untuk meningkatkan relevansi pendidikan budaya Jepang dalam konteks global, UPI disarankan mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen pragmatis ke dalam kurikulumnya, seperti aplikasi dunia nyata dan interaksi budaya lokal, agar pendidikan budaya Jepang lebih relevan dengan tantangan global. Sebaliknya, SU dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan elemen budaya tradisional dan populer ke dalam kursusnya untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang budaya Jepang kepada siswa, yang dapat mendalam apresiasi dan keterlibatan budaya mereka. Selain itu, kedua universitas dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang kolaboratif, seperti program pertukaran budaya bersama, untuk memberikan siswa dengan perspektif yang beragam dan pemahaman yang lebih komprehensif tentang budaya Jepang di dunia yang terglobalisasi..
<br>Perbandingan antara UPI dan SU mengungkapkan perbedaan signifikan dalam cara pengajaran budaya Jepang, yang mencerminkan tujuan pendidikan dan konteks budaya yang berbeda antara Indonesia dan Thailand.Pendekatan UPI, yang menekankan budaya tradisional dan populer, bertujuan membangun apresiasi yang luas terhadap budaya Jepang di antara siswa, sejalan dengan misinya sebagai institusi pendidikan.Di sisi lain, pendekatan pragmatis SU, dengan fokus kuat pada aspek sosial, politik, dan ekonomi, mempersiapkan siswa untuk terlibat dengan peran Jepang dalam konteks global, terutama berkaitan dengan hubungan ekonomi Thailand dengan Jepang.Meskipun perbedaan tersebut, kedua institusi berbagi komitmen untuk memupuk pemikiran kritis, komunikasi yang efektif, dan pemahaman mendalam tentang budaya Jepang melalui kurikulum masing-masing
<br>Studi ini membandingkan pengajaran Nihonjijo (Japanology) di sebuah universitas pendidikan di Bandung, Indonesia dan sebuah universitas negeri di Bangkok, Thailand. Penelitian ini menyelidiki bagaimana pendidikan budaya terintegrasi ke dalam kurikulum dan dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan nasional, faktor ekonomi, serta kebutuhan masyarakat setempat. Universitas di Indonesia menekankan aspek tradisional dan populer dari budaya Jepang, yang menekankan hubungan intrinsik antara bahasa dan budaya, sedangkan universitas di Thailand mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis, berfokus pada hubungan sosial, politik, dan ekonomi, dengan pengalaman praktis seperti kunjungan lapangan ke...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" type="image/webp" length="104894" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-0c419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-4fd82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/budaya-tradisi-pesantren-anak-kompetensi-ekspresi-thumb-c2f0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Linking Methods Motivation and Outcomes Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Linking Methods Motivation and Outcomes Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Linking Methods Motivation and Outcomes Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52111-motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-pene</link>
	<guid isPermaLink="false">18df365a09e3a95c98f6ce22471ccae5</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan motivasi siswa. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan media belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan motivasi siswa. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan media belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Institusi pendidikan dapat memanfaatkan berbagai platform digital, video, dan aplikasi interaktif sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. Sumber daya ini menawarkan konten yang menarik dan dapat meningkatkan pemahaman budaya serta mempromosikan pembelajaran kontekstual. Selain itu, program pelatihan harus menekankan latihan berbicara, mengintegrasikan kosakata yang beragam, dan menggunakan strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hasil yang diharapkan adalah membantu institusi dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan bahasa Jepang siswa secara signifikan.. Studi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan.Meskipun terjadi peningkatan, tantangan tetap ada dalam konstruksi kalimat, penggunaan kosakata kompleks, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.Studi ini menekankan keterkaitan antara motivasi siswa, metode pengajaran, dan hasil belajar sebagai faktor kunci dalam menentukan kesuksesan belajar bahasa.Metode belajar berfungsi sebagai sarana penyampaian materi dan memainkan peran penting dalam memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas hasil belajar.Pembelajaran berbasis praktik, peran bermain, dan penggunaan multimedia muncul sebagai metode kunci yang meningkatkan keterlibatan dan kemampuan.Motivasi siswa didorong oleh aspirasi ekonomi, termasuk peluang kerja di Jepang dan keinginan untuk mendukung keuangan keluarga.Motivasi eksternal ini terbukti menjadi prediktor kuat komitmen belajar.Selain itu, siswa secara aktif menggunakan bahasa Jepang di luar kelas, khususnya selama hari-hari yang ditentukan sebagai "Nihongo no Hi", memperkuat penggunaan bahasa secara praktis.Hasil studi ini menyarankan agar program pelatihan memprioritaskan latihan berbicara, mengintegrasikan materi yang relevan secara budaya, dan mengadopsi strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan dan kompetensi siswa.Temuan studi diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dalam merancang program bahasa Jepang yang lebih efektif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga mendukung tujuan linguistik dan sosio-ekonomi siswa Studi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan campuran longitudinal dan melibatkan 18 peserta dari sebuah LPK di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan tes kemampuan bahasa berdasarkan standar Japan Foundation (JF). Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan. Meskipun terjadi peningkatan, tantangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-10b14.webp" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-10b14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-10b14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-10b14.webp 1x" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" alt="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-d2e84.webp" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-d2e84.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-d2e84.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-d2e84.webp 1x" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" alt="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp 1x" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" alt="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52111-motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-pene" title="JURIS - Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution" target="_blank">Linking Methods, Motivation, and Outcomes: Investigating the Japanese Learning at Vocational Training Institution</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan motivasi siswa. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan media belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Institusi pendidikan dapat memanfaatkan berbagai platform digital, video, dan aplikasi interaktif sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. Sumber daya ini menawarkan konten yang menarik dan dapat meningkatkan pemahaman budaya serta mempromosikan pembelajaran kontekstual. Selain itu, program pelatihan harus menekankan latihan berbicara, mengintegrasikan kosakata yang beragam, dan menggunakan strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hasil yang diharapkan adalah membantu institusi dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan bahasa Jepang siswa secara signifikan..
<br>Studi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan.Meskipun terjadi peningkatan, tantangan tetap ada dalam konstruksi kalimat, penggunaan kosakata kompleks, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.Studi ini menekankan keterkaitan antara motivasi siswa, metode pengajaran, dan hasil belajar sebagai faktor kunci dalam menentukan kesuksesan belajar bahasa.Metode belajar berfungsi sebagai sarana penyampaian materi dan memainkan peran penting dalam memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas hasil belajar.Pembelajaran berbasis praktik, peran bermain, dan penggunaan multimedia muncul sebagai metode kunci yang meningkatkan keterlibatan dan kemampuan.Motivasi siswa didorong oleh aspirasi ekonomi, termasuk peluang kerja di Jepang dan keinginan untuk mendukung keuangan keluarga.Motivasi eksternal ini terbukti menjadi prediktor kuat komitmen belajar.Selain itu, siswa secara aktif menggunakan bahasa Jepang di luar kelas, khususnya selama hari-hari yang ditentukan sebagai "Nihongo no Hi", memperkuat penggunaan bahasa secara praktis.Hasil studi ini menyarankan agar program pelatihan memprioritaskan latihan berbicara, mengintegrasikan materi yang relevan secara budaya, dan mengadopsi strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan dan kompetensi siswa.Temuan studi diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dalam merancang program bahasa Jepang yang lebih efektif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga mendukung tujuan linguistik dan sosio-ekonomi siswa
<br>Studi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan campuran longitudinal dan melibatkan 18 peserta dari sebuah LPK di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan tes kemampuan bahasa berdasarkan standar Japan Foundation (JF). Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan. Meskipun terjadi peningkatan, tantangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp" type="image/webp" length="89948" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-10b14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-d2e84.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/motivasi-eksternal-kualitas-hasil-puisi-penelitian-thumb-a16ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52110-undi-konteks-budaya-filosofi-jepang</link>
	<guid isPermaLink="false">db44aac2bf2a6bea65f76a28ee671e08</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis literatur, penelitian ini mengusulkan pengembangan lebih lanjut dan penyebaran pendekatan konseptual dalam produksi barang dan jasa hemat dapat berdampak positif pada efektivitas manajemen krisis, kondisi keseluruhan ekonomi nasional, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture: Berdasarkan analisis literatur, penelitian ini mengusulkan pengembangan lebih lanjut dan penyebaran pendekatan konseptual dalam produksi barang dan jasa hemat dapat berdampak positif pada efektivitas manajemen krisis, kondisi keseluruhan ekonomi nasional, dan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya memasukkan perspektif budaya Jepang dalam pendekatan konseptual. Nilai-nilai budaya Jepang seperti perbaikan berkelanjutan, harmoni, dan kolaborasi kelompok dapat memberikan wawasan berharga dalam produksi barang dan jasa hemat. Dengan sejalan dengan nilai-nilai ini, konsep produksi hemat tidak hanya menjadi metodologi manajemen tetapi juga refleksi etos budaya yang membentuk asalnya. Integrasi ini dapat meningkatkan efektivitas manajemen krisis dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana nilai-nilai budaya Jepang dapat diterapkan dalam praktik produksi barang dan jasa hemat, serta bagaimana pendekatan konseptual ini dapat disesuaikan dengan konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari penerapan produksi barang dan jasa hemat dalam pendidikan tinggi dan pertanian, serta bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam kedua bidang tersebut.. Artikel ini menganalisis penelitian dan publikasi tentang topik produksi barang dan jasa hemat, yang menunjukkan relevansi pengembangan pendekatan konseptual dalam pengembangan produksi barang dan jasa hemat, mendefinisikan konsep, fungsi, peran, struktur, dan konten konsep ilmiah (teori) produksi barang dan jasa hemat, serta konsep produksi barang dan jasa hemat, ini memungkinkan kami untuk mengonfirmasi area paling menjanjikan untuk mengurangi kerugian dalam proses pengembangan produksi barang dan jasa hemat, prinsip-prinsip tambahan produksi hemat diusulkan, hasil artikel ini menunjukkan pengembangan lebih lanjut dan penyebaran pendekatan konseptual dalam produksi barang dan jasa hemat dapat mempengaruhi efektivitas manajemen krisis, kondisi keseluruhan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan.Selain itu, menggabungkan perspektif budaya Jepang memperkaya pendekatan konseptual produksi barang dan jasa hemat.Dengan sejalan dengan nilai-nilai budaya seperti perbaikan berkelanjutan, harmoni, dan kolaborasi kelompok, konsep produksi hemat menjadi bukan hanya metodologi manajemen tetapi juga refleksi etos budaya yang membentuk asalnya.Integrasi ini dapat berdampak positif pada efektivitas manajemen krisis, berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan Tujuan artikel ini adalah untuk menciptakan teori ilmiah tentang produksi hemat barang dan jasa (teori hemat), dari perspektif budaya Jepang yang dapat diterapkan dalam pendidikan tinggi dan pertanian. Saat ini, cara teknologi baru sedang terbentuk. Salah satu konsep kunci dari cara teknologi ini akan menjadi teori ilmiah manufaktur hemat, yang dapat diciptakan berdasarkan analisis praktik manufaktur hemat perusahaan mobil Toyota. Analisis arah manajemen krisis menunjukkan relevansi yang semakin meningkat dari penerapan manufaktur hemat barang dan jasa di semua bidang aktivitas baru, khususnya dalam pendidikan tinggi dan pertanian sebagai bagian dari budaya Jepang. Namun, implementasi parsial ide manufaktur hemat dapat tidak efisien. Hal ini memerlukan pengembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-e515b.webp" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-e515b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-e515b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-e515b.webp 1x" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" alt="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp 1x" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" alt="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-98f3a.webp" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-98f3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-98f3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-98f3a.webp 1x" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" alt="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52110-undi-konteks-budaya-filosofi-jepang" title="JURIS - The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture" target="_blank">The Concept of Japanese Culture in Lean Production of the Toyota Automobile Company: Its Scientific Development and Application in Higher Education and Agriculture</a>: Berdasarkan analisis literatur, penelitian ini mengusulkan pengembangan lebih lanjut dan penyebaran pendekatan konseptual dalam produksi barang dan jasa hemat dapat berdampak positif pada efektivitas manajemen krisis, kondisi keseluruhan ekonomi nasional, dan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya memasukkan perspektif budaya Jepang dalam pendekatan konseptual. Nilai-nilai budaya Jepang seperti perbaikan berkelanjutan, harmoni, dan kolaborasi kelompok dapat memberikan wawasan berharga dalam produksi barang dan jasa hemat. Dengan sejalan dengan nilai-nilai ini, konsep produksi hemat tidak hanya menjadi metodologi manajemen tetapi juga refleksi etos budaya yang membentuk asalnya. Integrasi ini dapat meningkatkan efektivitas manajemen krisis dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana nilai-nilai budaya Jepang dapat diterapkan dalam praktik produksi barang dan jasa hemat, serta bagaimana pendekatan konseptual ini dapat disesuaikan dengan konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari penerapan produksi barang dan jasa hemat dalam pendidikan tinggi dan pertanian, serta bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam kedua bidang tersebut..
<br>Artikel ini menganalisis penelitian dan publikasi tentang topik produksi barang dan jasa hemat, yang menunjukkan relevansi pengembangan pendekatan konseptual dalam pengembangan produksi barang dan jasa hemat, mendefinisikan konsep, fungsi, peran, struktur, dan konten konsep ilmiah (teori) produksi barang dan jasa hemat, serta konsep produksi barang dan jasa hemat, ini memungkinkan kami untuk mengonfirmasi area paling menjanjikan untuk mengurangi kerugian dalam proses pengembangan produksi barang dan jasa hemat, prinsip-prinsip tambahan produksi hemat diusulkan, hasil artikel ini menunjukkan pengembangan lebih lanjut dan penyebaran pendekatan konseptual dalam produksi barang dan jasa hemat dapat mempengaruhi efektivitas manajemen krisis, kondisi keseluruhan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan.Selain itu, menggabungkan perspektif budaya Jepang memperkaya pendekatan konseptual produksi barang dan jasa hemat.Dengan sejalan dengan nilai-nilai budaya seperti perbaikan berkelanjutan, harmoni, dan kolaborasi kelompok, konsep produksi hemat menjadi bukan hanya metodologi manajemen tetapi juga refleksi etos budaya yang membentuk asalnya.Integrasi ini dapat berdampak positif pada efektivitas manajemen krisis, berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional dan masyarakat secara keseluruhan
<br>Tujuan artikel ini adalah untuk menciptakan teori ilmiah tentang produksi hemat barang dan jasa (teori hemat), dari perspektif budaya Jepang yang dapat diterapkan dalam pendidikan tinggi dan pertanian. Saat ini, cara teknologi baru sedang terbentuk. Salah satu konsep kunci dari cara teknologi ini akan menjadi teori ilmiah manufaktur hemat, yang dapat diciptakan berdasarkan analisis praktik manufaktur hemat perusahaan mobil Toyota. Analisis arah manajemen krisis menunjukkan relevansi yang semakin meningkat dari penerapan manufaktur hemat barang dan jasa di semua bidang aktivitas baru, khususnya dalam pendidikan tinggi dan pertanian sebagai bagian dari budaya Jepang. Namun, implementasi parsial ide manufaktur hemat dapat tidak efisien. Hal ini memerlukan pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp" type="image/webp" length="128950" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-e515b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-9c758.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/undi-konteks-budaya-filosofi-jepang-praktik-produk-thumb-98f3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52109-bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata</link>
	<guid isPermaLink="false">bdc10a883e76b760ed041038bb1bcbc2</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ power unity ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,power,stats,unity,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode-metode baru dalam pembelajaran bahasa Jepang, seperti menggabungkan konsep-konsep linguistik lainnya atau menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan menarik bagi para pembelajar.. Penelitian ini dimulai dari titik awal memasukkan konsep "argument" verba ke dalam kelas eksperimen Focus on Form (FonF) untuk melihat efeknya terhadap akuisisi partikel kasus oleh para pembelajar.Data statistik berdasarkan hasil tes kelas menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan antara percobaan ini dengan metode konvensional dalam jangka pendek.Berdasarkan hal ini, dalam penelitian selanjutnya, perlu dilihat efek jangka panjang terhadap pembelajar yang telah mempelajari konsep "argument" verba.Salah satu metode adalah dengan menggabungkan penelitian Maarif (2021), yang merupakan titik awal penelitian ini.Perlu dikonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Dalam penelitian sebelumnya, penulis menyelidiki efek penjelasan teoritis klausa adnominal bahasa Jepang terhadap pemahaman para pembelajar. Namun, dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pengetahuan partikel kasus dalam bahasa Jepang adalah penentu kunci pemahaman klausa adnominal bahasa Jepang. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menyelidiki efek pemahaman partikel kasus dalam bahasa Jepang melalui konsep "argument" dalam verba. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini, penulis juga mencoba menjembatani konsep-konsep teoritis linguistik sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang di kelas. Dalam penelitian ini, penulis mengambil 20 mahasiswa tahun kedua sebagai sampel dan membaginya menjadi dua kelompok. Dalam kelompok eksperimen, penulis menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp 1x" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" alt="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52109-bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata" title="JURIS - The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb" target="_blank">The Acquisition of Japanese Case Particles by Indonesian Learners of Japanese: Focusing on the Concept of Kou AuArgumentAy of Verb</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melihat efek jangka panjang dari paparan konsep "argument" verba dalam kelas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode-metode baru dalam pembelajaran bahasa Jepang, seperti menggabungkan konsep-konsep linguistik lainnya atau menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan menarik bagi para pembelajar..
<br>Penelitian ini dimulai dari titik awal memasukkan konsep "argument" verba ke dalam kelas eksperimen Focus on Form (FonF) untuk melihat efeknya terhadap akuisisi partikel kasus oleh para pembelajar.Data statistik berdasarkan hasil tes kelas menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan antara percobaan ini dengan metode konvensional dalam jangka pendek.Berdasarkan hal ini, dalam penelitian selanjutnya, perlu dilihat efek jangka panjang terhadap pembelajar yang telah mempelajari konsep "argument" verba.Salah satu metode adalah dengan menggabungkan penelitian Maarif (2021), yang merupakan titik awal penelitian ini.Perlu dikonfirmasi apakah pengetahuan partikel kasus yang diperoleh melalui konsep "argument" mempengaruhi pemahaman hubungan antara bagian dalam dan luar dari klausa adnominal
<br>Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Dalam penelitian sebelumnya, penulis menyelidiki efek penjelasan teoritis klausa adnominal bahasa Jepang terhadap pemahaman para pembelajar. Namun, dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pengetahuan partikel kasus dalam bahasa Jepang adalah penentu kunci pemahaman klausa adnominal bahasa Jepang. Dalam penelitian ini, penulis mencoba menyelidiki efek pemahaman partikel kasus dalam bahasa Jepang melalui konsep "argument" dalam verba. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini, penulis juga mencoba menjembatani konsep-konsep teoritis linguistik sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Jepang di kelas. Dalam penelitian ini, penulis mengambil 20 mahasiswa tahun kedua sebagai sampel dan membaginya menjadi dua kelompok. Dalam kelompok eksperimen, penulis menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" type="image/webp" length="105424" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-7c165.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-79488.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/bahasa-jepang-pembelajaran-inggris-kosakata-vokasi-thumb-4718d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo Pragmatic Equivalence ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52108-mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-baha</link>
	<guid isPermaLink="false">b2d708e84c0a796e6ce7cd5b4701b700</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ web stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ini menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda dalam menyampaikan makna pragmatis. Kedua, penelitian tentang variasi genre dapat memberikan wawasan penting. Membandingkan bagaimana aizuchi diterjemahkan dalam konten edukasi formal dengan media hiburan informal seperti anime atau drama televisi dapat membantu menentukan apakah strategi yang diidentifikasi dalam penelitian ini berlaku di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan memahami aizuchi yang diterjemahkan dalam materi subtitled. Studi seperti itu dapat menilai apakah strategi terjemahan saat ini secara efektif memfasilitasi pemahaman lintas budaya atau apakah intervensi tambahan (misalnya anotasi, instruksi eksplisit) mungkin meningkatkan nilai pedagogis aizuchi subtitled bagi mahasiswa bahasa.. Penelitian ini mewakili penyelidikan sistematis pertama tentang terjemahan aizuchi Jepang ke dalam bahasa Indonesia dalam subtitle edukasi, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana ekspresi yang kaya secara pragmatis disesuaikan di antara bahasa dalam konteks pedagogis formal.Penelitian ini memeriksa bagaimana aizuchi Jepang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo, dengan fokus pada mencapai kesetaraan pragmatis.Dengan menganalisis subtitle terpilih menggunakan kerangka tindakan tutur Searle, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aizuchi diterjemahkan dengan cara yang mempertahankan fungsi komunikatif mereka, seperti mengekspresikan emosi, mempertahankan alur percakapan, atau menandakan perhatian.Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam terjemahan subtitle, terutama ketika menangani penanda diskursif yang halus seperti aizuchi Penelitian ini menyelidiki kesetaraan pragmatis dalam menerjemahkan aizuchi Jepang, atau backchannels percakapan, ke dalam subtitle bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menganalisis 42 contoh aizuchi menggunakan teori tindakan tutur Searle dan skala kesetaraan lima poin. Temuan menunjukkan bahwa aizuchi ekspresif, seperti interjeksi Jepang 'A', yang diterjemahkan menjadi 'Aduh' dalam bahasa Indonesia, mencapai kesetaraan fungsional tertinggi sebesar... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp 1x" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" alt="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52108-mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-baha" title="JURIS - Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence" target="_blank">Translation of Japanese Aizuchi Subtitles into Indonesian in The Educational Video Yume E No Daiippo: Pragmatic Equivalence</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki perbedaan antara terjemahan aizuchi dalam format dubbing dan subtitling, karena kedua modus ini menawarkan peluang dan tantangan yang berbeda dalam menyampaikan makna pragmatis. Kedua, penelitian tentang variasi genre dapat memberikan wawasan penting. Membandingkan bagaimana aizuchi diterjemahkan dalam konten edukasi formal dengan media hiburan informal seperti anime atau drama televisi dapat membantu menentukan apakah strategi yang diidentifikasi dalam penelitian ini berlaku di berbagai konteks. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembelajar bahasa Jepang memahami dan memahami aizuchi yang diterjemahkan dalam materi subtitled. Studi seperti itu dapat menilai apakah strategi terjemahan saat ini secara efektif memfasilitasi pemahaman lintas budaya atau apakah intervensi tambahan (misalnya anotasi, instruksi eksplisit) mungkin meningkatkan nilai pedagogis aizuchi subtitled bagi mahasiswa bahasa..
<br>Penelitian ini mewakili penyelidikan sistematis pertama tentang terjemahan aizuchi Jepang ke dalam bahasa Indonesia dalam subtitle edukasi, menawarkan wawasan baru tentang bagaimana ekspresi yang kaya secara pragmatis disesuaikan di antara bahasa dalam konteks pedagogis formal.Penelitian ini memeriksa bagaimana aizuchi Jepang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo, dengan fokus pada mencapai kesetaraan pragmatis.Dengan menganalisis subtitle terpilih menggunakan kerangka tindakan tutur Searle, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar aizuchi diterjemahkan dengan cara yang mempertahankan fungsi komunikatif mereka, seperti mengekspresikan emosi, mempertahankan alur percakapan, atau menandakan perhatian.Temuan ini menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam terjemahan subtitle, terutama ketika menangani penanda diskursif yang halus seperti aizuchi
<br>Penelitian ini menyelidiki kesetaraan pragmatis dalam menerjemahkan aizuchi Jepang, atau backchannels percakapan, ke dalam subtitle bahasa Indonesia dalam video edukasi Yume e no Daiippo. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menganalisis 42 contoh aizuchi menggunakan teori tindakan tutur Searle dan skala kesetaraan lima poin. Temuan menunjukkan bahwa aizuchi ekspresif, seperti interjeksi Jepang 'A', yang diterjemahkan menjadi 'Aduh' dalam bahasa Indonesia, mencapai kesetaraan fungsional tertinggi sebesar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" type="image/webp" length="119630" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c5176.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-41da5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/mahasiswa-bahasa-belajar-inggris-siswa-kosakata-je-thumb-c366f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52107-materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-man</link>
	<guid isPermaLink="false">041500a71685a75c13745578fccd2ed0</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ analysis pre ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,header,page,pre,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana efektivitas integrasi fitur analisis Romaji pada situs OJAD dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa dibandingkan dengan penggunaan huruf Hiragana/Katakana saja? Apakah penerapan modul pembelajaran berbasis gamifikasi yang memanfaatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School: Bagaimana efektivitas integrasi fitur analisis Romaji pada situs OJAD dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa dibandingkan dengan penggunaan huruf Hiragana/Katakana saja? Apakah penerapan modul pembelajaran berbasis gamifikasi yang memanfaatkan audio hasil OJAD dapat meningkatkan motivasi dan retensi pengetahuan fonetik bahasa Jepang pada siswa SMK? Sejauh mana penggunaan OJAD secara kolaboratif dalam kelompok kecil mempengaruhi perkembangan kemampuan berinteraksi bahasa Jepang secara lisan, khususnya dalam konteks percakapan realActime? Apakah kombinasi pelatihan OJAD dengan teknologi augmented reality yang menampilkan visualisasi aksen dapat mempercepat proses pembelajaran intonasi bagi pelajar dengan latar belakang bahasa Indonesia? Penelitian longitudinal selama satu semester yang membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan OJAD secara mandiri dengan yang dibimbing oleh guru dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jepang. Selain itu, penyelidikan tentang adaptasi antarmuka OJAD untuk perangkat seluler dengan dukungan offline dapat menilai sejauh mana aksesibilitas mempengaruhi frekuensi praktik siswa dalam konteks pembelajaran daring.. Penggunaan situs OJAD sebagai media pembelajaran terbukti meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang siswa, terutama dalam hal pelafalan dan intonasi.Sebanyak 36 siswa melaporkan peningkatan kemampuan setelah memanfaatkan fitur SuzukiAckun Prosody Tutorial, yang memudahkan praktik melalui audio yang dihasilkan.Selain peningkatan keterampilan, penggunaan OJAD juga meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar bahasa Jepang, sehingga dapat menjadi referensi untuk peningkatan profisiensi berbicara Bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia dalam hal huruf, pola tata bahasa, pengucapan, dan kosakata. Perbedaan tersebut menyebabkan kesulitan bagi siswa, seperti kebingungan antara kosakata yang memiliki pengucapan mirip, kesalahan dalam membedakan bunyi panjang dan pendek, serta kurangnya jeda pada kalimat, yang berakibat pada aksen yang tidak alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan situs OJAD (Online Japanese Accent Dictionary) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang, khususnya melalui fitur SuzukiAckun Prosody Tutorial yang memungkinkan latihan pengucapan kata atau kalimat secara akurat meliputi aksen dan intonasi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif melibatkan siswa kelas X pada Sekolah Menengah Kejuruan di Cilacap. Hasil menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-faef6.webp" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-faef6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-faef6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-faef6.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" alt="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" alt="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-b184d.webp" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-b184d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-b184d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-b184d.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" alt="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52107-materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-man" title="JURIS - The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School" target="_blank">The Utilization of the OJAD Website to Improve Japanese Speaking Skills in Vocational High School</a>: Bagaimana efektivitas integrasi fitur analisis Romaji pada situs OJAD dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa dibandingkan dengan penggunaan huruf Hiragana/Katakana saja? Apakah penerapan modul pembelajaran berbasis gamifikasi yang memanfaatkan audio hasil OJAD dapat meningkatkan motivasi dan retensi pengetahuan fonetik bahasa Jepang pada siswa SMK? Sejauh mana penggunaan OJAD secara kolaboratif dalam kelompok kecil mempengaruhi perkembangan kemampuan berinteraksi bahasa Jepang secara lisan, khususnya dalam konteks percakapan realActime? Apakah kombinasi pelatihan OJAD dengan teknologi augmented reality yang menampilkan visualisasi aksen dapat mempercepat proses pembelajaran intonasi bagi pelajar dengan latar belakang bahasa Indonesia? Penelitian longitudinal selama satu semester yang membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan OJAD secara mandiri dengan yang dibimbing oleh guru dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jepang. Selain itu, penyelidikan tentang adaptasi antarmuka OJAD untuk perangkat seluler dengan dukungan offline dapat menilai sejauh mana aksesibilitas mempengaruhi frekuensi praktik siswa dalam konteks pembelajaran daring..
<br>Penggunaan situs OJAD sebagai media pembelajaran terbukti meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang siswa, terutama dalam hal pelafalan dan intonasi.Sebanyak 36 siswa melaporkan peningkatan kemampuan setelah memanfaatkan fitur SuzukiAckun Prosody Tutorial, yang memudahkan praktik melalui audio yang dihasilkan.Selain peningkatan keterampilan, penggunaan OJAD juga meningkatkan motivasi dan antusiasme siswa dalam belajar bahasa Jepang, sehingga dapat menjadi referensi untuk peningkatan profisiensi berbicara
<br>Bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia dalam hal huruf, pola tata bahasa, pengucapan, dan kosakata. Perbedaan tersebut menyebabkan kesulitan bagi siswa, seperti kebingungan antara kosakata yang memiliki pengucapan mirip, kesalahan dalam membedakan bunyi panjang dan pendek, serta kurangnya jeda pada kalimat, yang berakibat pada aksen yang tidak alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan situs OJAD (Online Japanese Accent Dictionary) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang, khususnya melalui fitur SuzukiAckun Prosody Tutorial yang memungkinkan latihan pengucapan kata atau kalimat secara akurat meliputi aksen dan intonasi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif melibatkan siswa kelas X pada Sekolah Menengah Kejuruan di Cilacap. Hasil menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp" type="image/webp" length="92998" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-faef6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-f39e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/materi-berbicara-bahasa-inggris-fonetik-mandarin-k-thumb-b184d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker SSW Candidates An Analysis of the Pre Departure Program ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-52106-jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendi</link>
	<guid isPermaLink="false">53f82df1dae7ae0e7efb3cbd847f1dbe</guid>
	<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 00:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ analysis pre ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[analysis,header,page,pre,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital atau pembelajaran daring untuk mengurangi ketergantungan pada pengajar tatap muka, menguji sejauh mana teknologi dapat menutup kekurangan tenaga pengajar dan memperluas akses pelatihan; terakhir, penelitian dapat menilai dampak sertifikasi bahasa alternatif, seperti perbandingan antara JLPT dan JFT, terhadap proses seleksi, mobilitas, dan hasil penempatan kerja kandidat SSW, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis bukti bagi pemerintah dan lembaga pelatihan.. Penelitian menunjukkan bahwa program SSW telah secara signifikan mempengaruhi pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, terutama melalui persyaratan kompetensi bahasa sebagai kriteria masuk, yang menekankan pentingnya pengembangan human capital di negara pengirim.Program tersebut telah memicu diversifikasi bahan ajar, pembuatan kurikulum baru, namun juga menimbulkan kekurangan tenaga pengajar serta ketidakpastian ujian bahasa yang menyebabkan sebagian kandidat lebih memilih TITP.Oleh karena itu, diperlukan langkah segera untuk meningkatkan keadilan dan aksesibilitas ujian bahasa, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan sektoral, serta menyediakan pelatihan komprehensif bagi pengajar demi menciptakan sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efektif dan adil bagi pekerja Indonesia Penelitian ini memeriksa bagaimana pendidikan bahasa Jepang mempersiapkan warga Indonesia untuk program pekerja terampil khusus (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang. Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang, permintaan tenaga terampil di sektorAcsektor kunci juga meningkat. Program SSW Jepang bertujuan menarik tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wawancara kualitatif dilakukan dengan organisasi pengirim Indonesia serta kandidat dalam program persiapan visa SSW. Penelitian ini memfokuskan pada kerangka pendidikan bahasa Jepang, kesesuaiannya dengan tuntutan industri, pengembangan kurikulum, metodologi pengajaran, dan pelatihan kompetensi bahasa. Studi ini juga mengevaluasi dampak kebijakan pemerintah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp 1x" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" alt="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-52106-jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendi" title="JURIS - Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program" target="_blank">Japanese Language Education and Examination for Indonesian Specified Skilled Worker (SSW) Candidates: An Analysis of the Pre-Departure Program</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas kurikulum berbasis sektor dalam meningkatkan kompetensi bahasa Jepang kandidat SSW, dengan membandingkan hasil ujian dan kepuasan kerja di sektorAcsektor berbeda; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital atau pembelajaran daring untuk mengurangi ketergantungan pada pengajar tatap muka, menguji sejauh mana teknologi dapat menutup kekurangan tenaga pengajar dan memperluas akses pelatihan; terakhir, penelitian dapat menilai dampak sertifikasi bahasa alternatif, seperti perbandingan antara JLPT dan JFT, terhadap proses seleksi, mobilitas, dan hasil penempatan kerja kandidat SSW, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih fleksibel dan berbasis bukti bagi pemerintah dan lembaga pelatihan..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa program SSW telah secara signifikan mempengaruhi pendidikan bahasa Jepang di Indonesia, terutama melalui persyaratan kompetensi bahasa sebagai kriteria masuk, yang menekankan pentingnya pengembangan human capital di negara pengirim.Program tersebut telah memicu diversifikasi bahan ajar, pembuatan kurikulum baru, namun juga menimbulkan kekurangan tenaga pengajar serta ketidakpastian ujian bahasa yang menyebabkan sebagian kandidat lebih memilih TITP.Oleh karena itu, diperlukan langkah segera untuk meningkatkan keadilan dan aksesibilitas ujian bahasa, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan sektoral, serta menyediakan pelatihan komprehensif bagi pengajar demi menciptakan sistem pendidikan bahasa Jepang yang lebih efektif dan adil bagi pekerja Indonesia
<br>Penelitian ini memeriksa bagaimana pendidikan bahasa Jepang mempersiapkan warga Indonesia untuk program pekerja terampil khusus (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang. Seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jepang, permintaan tenaga terampil di sektorAcsektor kunci juga meningkat. Program SSW Jepang bertujuan menarik tenaga kerja asing, termasuk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Wawancara kualitatif dilakukan dengan organisasi pengirim Indonesia serta kandidat dalam program persiapan visa SSW. Penelitian ini memfokuskan pada kerangka pendidikan bahasa Jepang, kesesuaiannya dengan tuntutan industri, pengembangan kurikulum, metodologi pengajaran, dan pelatihan kompetensi bahasa. Studi ini juga mengevaluasi dampak kebijakan pemerintah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" type="image/webp" length="129760" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-a1b5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-44c5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/jepang-non-kanji-wisata-alam-program-pendidikan-pr-thumb-2015c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-570-upi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14275-japanedu-jurnal-pendidikan-pengajaran-bahasa-jepang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 29 Jun 2026 01:45:02 +0700. 24 items. Served in: 4.232 seconds [rss] -->
