<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 00:54:47 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:54:47 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-08T00:54:47+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47631-rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">6accfb33260e6dfc416e88f80f7614b7</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:36:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ amirul haqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amirul,content,haqi,hidayah,main,nur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak sosial dan ekonomi dari ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak sosial dan ekonomi dari kedatangan pengungsi Rohingya di Indonesia, serta bagaimana masyarakat lokal dan pengungsi dapat saling berinteraksi dan bekerja sama secara harmonis. Kedua, penelitian tentang bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dalam menangani pengungsi Rohingya dapat diterapkan secara efektif dan efisien, serta bagaimana kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Ketiga, penelitian tentang bagaimana peran media sosial dan narasi negatif yang beredar di masyarakat dapat mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat terhadap pengungsi Rohingya, serta bagaimana cara mengatasi stigma dan diskriminasi yang mungkin timbul.. Penelitian sebelumnya mengenai kebijakan pemerintah mengenai pengungsi Rohingya di Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menerima kedatangan mereka hanya sementara, terkait dengan memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bantuan dari UNHCR dan IOM.Namun, seiring berjalannya waktu, pengungsi terus berdatangan hingga tahun ini.Sesuai dengan Perpres Nomor 125 Tahun 2016 dan dari perspektif maslahah mursalah, apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat sekitar adalah benar-benar sejalan dengan kemanusiaan.tetapi tentu saja, ada rasa khawatir, kapan ini akan berakhir.Kemudian muncul pendapat bahwa para aktivis sosial yang menampung dana yang disumbangkan oleh rakyat Indonesia untuk membantu pengungsi Rohingya, apakah telah digunakan dengan baik atau apakah rakyat Indonesia akan menerima hidup berdampingan dengan pengungsi Rohingya.Hal ini dapat diteliti lebih lanjut di penelitian mendatang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Rohingya berdasarkan perspektif maslahah mursalah. Berbagai polemik yang terjadi akibat terus berdatangannya pengungsi, menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Hasilnya menunjukkan, upaya yang dapat dilakukan Indonesia adalah memenuhi hak-hak orang Rohingya hanya ketika mereka menjadi pengungsi atau pencari suaka di Indonesia. Hak-hak yang dapat dipenuhi sebagai maslahah meliputi: 1) kebebasan beragama, hak untuk hidup dan bebas dari rasa takut (pemeliharaan jiwa) di mana Indonesia telah membangun Shelter Komunitas Terpadu sebagai tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya dan membangun masjid atau tempat ibadah untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-8538f.webp" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-8538f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-8538f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-8538f.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" alt="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-1ad5f.webp" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-1ad5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-1ad5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-1ad5f.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" alt="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" alt="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47631-rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen" title="JURIS - Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah" target="_blank">Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pengungsi Rohingya Berdasarkan Perspektif Maslahah Mursalah</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak sosial dan ekonomi dari kedatangan pengungsi Rohingya di Indonesia, serta bagaimana masyarakat lokal dan pengungsi dapat saling berinteraksi dan bekerja sama secara harmonis. Kedua, penelitian tentang bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dalam menangani pengungsi Rohingya dapat diterapkan secara efektif dan efisien, serta bagaimana kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Ketiga, penelitian tentang bagaimana peran media sosial dan narasi negatif yang beredar di masyarakat dapat mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat terhadap pengungsi Rohingya, serta bagaimana cara mengatasi stigma dan diskriminasi yang mungkin timbul..
<br>Penelitian sebelumnya mengenai kebijakan pemerintah mengenai pengungsi Rohingya di Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menerima kedatangan mereka hanya sementara, terkait dengan memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bantuan dari UNHCR dan IOM.Namun, seiring berjalannya waktu, pengungsi terus berdatangan hingga tahun ini.Sesuai dengan Perpres Nomor 125 Tahun 2016 dan dari perspektif maslahah mursalah, apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat sekitar adalah benar-benar sejalan dengan kemanusiaan.tetapi tentu saja, ada rasa khawatir, kapan ini akan berakhir.Kemudian muncul pendapat bahwa para aktivis sosial yang menampung dana yang disumbangkan oleh rakyat Indonesia untuk membantu pengungsi Rohingya, apakah telah digunakan dengan baik atau apakah rakyat Indonesia akan menerima hidup berdampingan dengan pengungsi Rohingya.Hal ini dapat diteliti lebih lanjut di penelitian mendatang
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Rohingya berdasarkan perspektif maslahah mursalah. Berbagai polemik yang terjadi akibat terus berdatangannya pengungsi, menimbulkan stigma negatif di masyarakat. Hasilnya menunjukkan, upaya yang dapat dilakukan Indonesia adalah memenuhi hak-hak orang Rohingya hanya ketika mereka menjadi pengungsi atau pencari suaka di Indonesia. Hak-hak yang dapat dipenuhi sebagai maslahah meliputi: 1) kebebasan beragama, hak untuk hidup dan bebas dari rasa takut (pemeliharaan jiwa) di mana Indonesia telah membangun Shelter Komunitas Terpadu sebagai tempat tinggal bagi pengungsi Rohingya dan membangun masjid atau tempat ibadah untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp" type="image/webp" length="68802" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-8538f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-1ad5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/rohingya-masyarakat-lokal-kebijakan-pemerintah-pen-thumb-49340.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media Religious Strife and Grief in the Israeli Palestinian Conflict ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media Religious Strife and Grief in the Israeli Palestinian Conflict ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media Religious Strife and Grief in the Israeli Palestinian Conflict ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47623-keyakinan-agama-konflik-israel-palestina</link>
	<guid isPermaLink="false">b72c79164f28d4e127aa0762c6f4c344</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:25:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sunnah wa al ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ far ja ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,content,far,ja,main,sunnah,wa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana keyakinan agama bersinggungan dengan budaya influencer Instagram. Hal ini dapat membahas bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana keyakinan agama bersinggungan dengan budaya influencer Instagram. Hal ini dapat membahas bagaimana influencer mengintegrasikan iman mereka ke dalam konten mereka dan bagaimana keyakinan agama mereka mempengaruhi produk dan layanan yang mereka promosikan. Esai juga dapat mengeksplorasi konflik potensial antara nilai-nilai agama dan komersialisasi budaya influencer. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana media sosial mengubah cara komunitas agama mempraktikkan iman mereka. Hal ini dapat membahas peran Instagram dalam pendidikan agama, dakwah, dan penginjilan, serta tantangan dan peluang yang mungkin muncul dari media sosial bagi pemimpin dan organisasi agama. Selanjutnya, esai dapat menganalisis bagaimana media sosial mengubah pengalaman sehari-hari orang terhadap agama dan spiritualitas.. Kesimpulan, memeriksa pos dan komentar Instagram tentang konflik Israel-Palestina memberikan wawasan yang kaya tentang berbagai perspektif dari orang dalam dan luar.Narasi yang beragam, ekspresi kesedihan, dan upaya eksistensial melawan kehilangan yang digambarkan melalui interaksi media sosial ini menekankan dampak mendalam dari religiositas dalam membentuk respons individu terhadap konflik.Konvergensi harapan, ketakutan akan kematian, dan ketergantungan pada keyakinan agama muncul sebagai tema sentral, menggambarkan interaksi rumit antara pertimbangan eksistensial dan keyakinan agama.Saat menjelajahi medan yang rumit dari perspektif ini, jelas bahwa Instagram berfungsi sebagai baik sebagai medan pertempuran virtual dan tempat perlindungan untuk mengekspresikan emosi, solidaritas, dan pencarian makna di tengah pertikaian yang sedang berlangsung.Keyakinan agama memainkan peran penting dalam membentuk perspektif orang tentang situasi mengerikan yang terjadi di Gaza.Dalam menghadapi kematian, kebanyakan netizen percaya bahwa surga akan menjadi ganjaran bagi martir dan keyakinan akan perlindungan Tuhan menunjukkan sikap optimis yang muncul dari pemahaman mendalam tentang agama.Selain itu, keyakinan agama menjadi panduan utama yang memberikan kekuatan dan harapan dalam mengatasi keputusasaan manusia.Selain pendapat tentang kematian dan perasaan keputusasaan, keyakinan kembali memainkan peran dalam membentuk pandangan netizen tentang upaya eksistensial untuk mengatasi kesedihan akibat kehilangan.Komunitas virtual yang terbentuk oleh akun Instagram ini menjadi mikrokosmos di mana dampak religiositas terhadap respons individu dan kolektif terhadap kesedihan dan kehilangan digambarkan dengan jelas.Saat konflik berlangsung, interrelasi dinamis antara harapan, ketakutan akan kematian, dan upaya eksistensial melawan kesedihan dalam narasi online ini menekankan pengaruh mendalam dari religiositas dalam membentuk perspektif dan membimbing individu melalui kompleksitas konflik Israel-Palestina Konflik dan perang menimbulkan kesedihan dan perasaan kehilangan yang dialami oleh korban. Perasaan kesedihan dan kehilangan ini tidak terkecuali dalam konflik antara Israel dan Palestina. Perang yang berkepanjangan menyebabkan kecemasan akan kematian dan menimbulkan kekhawatiran tentang nasib yang tidak pasti bagi umat manusia. Penelitian ini menjelaskan bagaimana keyakinan agama meringankan kecemasan akan kematian dan mengatasi kesedihan yang disebabkan oleh konflik dan perang. Pertanyaan yang dibahas dalam penelitian ini mengeksplorasi pengaruh keyakinan agama terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-187e5.webp" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-187e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-187e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-187e5.webp 1x" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" alt="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp 1x" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" alt="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-c155f.webp" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-c155f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-c155f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-c155f.webp 1x" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" alt="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47623-keyakinan-agama-konflik-israel-palestina" title="JURIS - Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict" target="_blank">Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media: Religious Strife and Grief in the Israeli-Palestinian Conflict</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana keyakinan agama bersinggungan dengan budaya influencer Instagram. Hal ini dapat membahas bagaimana influencer mengintegrasikan iman mereka ke dalam konten mereka dan bagaimana keyakinan agama mereka mempengaruhi produk dan layanan yang mereka promosikan. Esai juga dapat mengeksplorasi konflik potensial antara nilai-nilai agama dan komersialisasi budaya influencer. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana media sosial mengubah cara komunitas agama mempraktikkan iman mereka. Hal ini dapat membahas peran Instagram dalam pendidikan agama, dakwah, dan penginjilan, serta tantangan dan peluang yang mungkin muncul dari media sosial bagi pemimpin dan organisasi agama. Selanjutnya, esai dapat menganalisis bagaimana media sosial mengubah pengalaman sehari-hari orang terhadap agama dan spiritualitas..
<br>Kesimpulan, memeriksa pos dan komentar Instagram tentang konflik Israel-Palestina memberikan wawasan yang kaya tentang berbagai perspektif dari orang dalam dan luar.Narasi yang beragam, ekspresi kesedihan, dan upaya eksistensial melawan kehilangan yang digambarkan melalui interaksi media sosial ini menekankan dampak mendalam dari religiositas dalam membentuk respons individu terhadap konflik.Konvergensi harapan, ketakutan akan kematian, dan ketergantungan pada keyakinan agama muncul sebagai tema sentral, menggambarkan interaksi rumit antara pertimbangan eksistensial dan keyakinan agama.Saat menjelajahi medan yang rumit dari perspektif ini, jelas bahwa Instagram berfungsi sebagai baik sebagai medan pertempuran virtual dan tempat perlindungan untuk mengekspresikan emosi, solidaritas, dan pencarian makna di tengah pertikaian yang sedang berlangsung.Keyakinan agama memainkan peran penting dalam membentuk perspektif orang tentang situasi mengerikan yang terjadi di Gaza.Dalam menghadapi kematian, kebanyakan netizen percaya bahwa surga akan menjadi ganjaran bagi martir dan keyakinan akan perlindungan Tuhan menunjukkan sikap optimis yang muncul dari pemahaman mendalam tentang agama.Selain itu, keyakinan agama menjadi panduan utama yang memberikan kekuatan dan harapan dalam mengatasi keputusasaan manusia.Selain pendapat tentang kematian dan perasaan keputusasaan, keyakinan kembali memainkan peran dalam membentuk pandangan netizen tentang upaya eksistensial untuk mengatasi kesedihan akibat kehilangan.Komunitas virtual yang terbentuk oleh akun Instagram ini menjadi mikrokosmos di mana dampak religiositas terhadap respons individu dan kolektif terhadap kesedihan dan kehilangan digambarkan dengan jelas.Saat konflik berlangsung, interrelasi dinamis antara harapan, ketakutan akan kematian, dan upaya eksistensial melawan kesedihan dalam narasi online ini menekankan pengaruh mendalam dari religiositas dalam membentuk perspektif dan membimbing individu melalui kompleksitas konflik Israel-Palestina
<br>Konflik dan perang menimbulkan kesedihan dan perasaan kehilangan yang dialami oleh korban. Perasaan kesedihan dan kehilangan ini tidak terkecuali dalam konflik antara Israel dan Palestina. Perang yang berkepanjangan menyebabkan kecemasan akan kematian dan menimbulkan kekhawatiran tentang nasib yang tidak pasti bagi umat manusia. Penelitian ini menjelaskan bagaimana keyakinan agama meringankan kecemasan akan kematian dan mengatasi kesedihan yang disebabkan oleh konflik dan perang. Pertanyaan yang dibahas dalam penelitian ini mengeksplorasi pengaruh keyakinan agama terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp" type="image/webp" length="58212" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-187e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-04885.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/keyakinan-agama-konflik-israel-palestina-integrasi-thumb-c155f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47621-pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-pesantr</link>
	<guid isPermaLink="false">90673a7bc656466803849d54a919a3e4</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:20:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kinerja guru ]]></category>
	<category><![CDATA[ barcode issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,contact,guru,issn,kinerja,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan bahwa pola pendidikan karakter di Pesantren Darussalam Blokagung telah menumbuhkan santri yang berakhlakul karimah, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada pertanyaan bagaimana mekanisme interaksi antara pelatihan disiplin harian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi: Berdasarkan temuan bahwa pola pendidikan karakter di Pesantren Darussalam Blokagung telah menumbuhkan santri yang berakhlakul karimah, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada pertanyaan bagaimana mekanisme interaksi antara pelatihan disiplin harian dan pembentukan nilai kepemimpinan yang dapat ditransfer ke lingkungan masyarakat. Selanjutnya, kajian longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang alumni pesantren terhadap perkembangan kepemimpinan di sektor keagamaan, sosial, maupun politik, dengan mengumpulkan data tentang peran dan kontribusi mereka dalam waktu bertahunActahun setelah lulus. Akhirnya, upaya komparatif antara pesantren tradisional dan pesantren modern dalam konteks manajemen kepemimpinan dapat dijadikan studi kualitatif tambahan, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan Islam lainnya.. Konsep pendidikan dan budaya di Pesantren memuat adanya pendidikan karakter yang mampu membentuk pribadi santri yang berakhlakul karimah.Melalui pendidikan karakter, kegiatan belajar, budaya, dan tradisi organisasi muncul dan berkembang pendidikan kepemimpinan secara terstruktur atau tumbuh secara alami seiring kemampuan pribadi santri dalam beradaptasi dengan lingkungan.Manajemen kepemimpinan dalam sirkulasi pendidikan dan pengajaran serta budaya dan tradisi pesantren menumbuhkan semangat yang tinggi dalam menjalin komunikasi serta membangun relasi dengan lingkungan, sehingga alumni Pondok Pesantren menjadi generasi yang berdaya dengan amanah sebagai seorang pemimpin Pendidikan berbasis pesantren mengajarkan nilai-nilai teladan baik melalui studi ilmiah berdasarkan kitab Salaf, rutinitas kegiatan sehariAchari atau uswatun hasanah dari kiai sebagai pemimpin. Studi ilmiah yang mencakup berbagai disiplin ilmu, kegiatan sehariAchari yang berisi pelatihan disiplin dan perilaku teladan dari kiai dan ustadz membentuk siswa, dalam hal ini santri, untuk memiliki rasa kemandirian dan menumbuhkan semangat kepemimpinan. Pola pendidikan pesantren, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengakomodasi konsep pendidikan kepemimpinan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-00a19.webp" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-00a19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-00a19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-00a19.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" alt="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" alt="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-50e5a.webp" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-50e5a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-50e5a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-50e5a.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" alt="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47621-pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-pesantr" title="JURIS - Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi" target="_blank">Manajemen Kepemimpinan pada Pola Pendidikan Karakter di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi</a>: Berdasarkan temuan bahwa pola pendidikan karakter di Pesantren Darussalam Blokagung telah menumbuhkan santri yang berakhlakul karimah, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan pada pertanyaan bagaimana mekanisme interaksi antara pelatihan disiplin harian dan pembentukan nilai kepemimpinan yang dapat ditransfer ke lingkungan masyarakat. Selanjutnya, kajian longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang alumni pesantren terhadap perkembangan kepemimpinan di sektor keagamaan, sosial, maupun politik, dengan mengumpulkan data tentang peran dan kontribusi mereka dalam waktu bertahunActahun setelah lulus. Akhirnya, upaya komparatif antara pesantren tradisional dan pesantren modern dalam konteks manajemen kepemimpinan dapat dijadikan studi kualitatif tambahan, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan Islam lainnya..
<br>Konsep pendidikan dan budaya di Pesantren memuat adanya pendidikan karakter yang mampu membentuk pribadi santri yang berakhlakul karimah.Melalui pendidikan karakter, kegiatan belajar, budaya, dan tradisi organisasi muncul dan berkembang pendidikan kepemimpinan secara terstruktur atau tumbuh secara alami seiring kemampuan pribadi santri dalam beradaptasi dengan lingkungan.Manajemen kepemimpinan dalam sirkulasi pendidikan dan pengajaran serta budaya dan tradisi pesantren menumbuhkan semangat yang tinggi dalam menjalin komunikasi serta membangun relasi dengan lingkungan, sehingga alumni Pondok Pesantren menjadi generasi yang berdaya dengan amanah sebagai seorang pemimpin
<br>Pendidikan berbasis pesantren mengajarkan nilai-nilai teladan baik melalui studi ilmiah berdasarkan kitab Salaf, rutinitas kegiatan sehariAchari atau uswatun hasanah dari kiai sebagai pemimpin. Studi ilmiah yang mencakup berbagai disiplin ilmu, kegiatan sehariAchari yang berisi pelatihan disiplin dan perilaku teladan dari kiai dan ustadz membentuk siswa, dalam hal ini santri, untuk memiliki rasa kemandirian dan menumbuhkan semangat kepemimpinan. Pola pendidikan pesantren, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengakomodasi konsep pendidikan kepemimpinan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp" type="image/webp" length="91236" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-00a19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-1cf91.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/pesantren-kepemimpinan-pendidikan-karakter-darussa-thumb-50e5a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3538-iainfmpapua.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15402-jumpis-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Identity of Political Islam in a Democratic Regime The Ideology of the Prosperous Justice Party PKS Indonesia and the Justice and Development Party AKP Turkey ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Identity of Political Islam in a Democratic Regime The Ideology of the Prosperous Justice Party PKS Indonesia and the Justice and Development Party AKP Turkey ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Identity of Political Islam in a Democratic Regime The Ideology of the Prosperous Justice Party PKS Indonesia and the Justice and Development Party AKP Turkey ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47612-organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit</link>
	<guid isPermaLink="false">0abd0c6c0debaeaa1a94ebb274e295e1</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:07:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilyas husti ]]></category>
	<category><![CDATA[ nbspstai al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,content,husti,ilyas,main,nbspstai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana proses moderasi ideologis di partai PKS mempengaruhi persepsi pemilih non-Muslim di Indonesia, apakah kebijakan inklusi meningkatkan basis pemilihannya, serta dampaknya terhadap kohesi partai. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey: Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana proses moderasi ideologis di partai PKS mempengaruhi persepsi pemilih non-Muslim di Indonesia, apakah kebijakan inklusi meningkatkan basis pemilihannya, serta dampaknya terhadap kohesi partai. Selanjutnya, studi sekuensial dapat meneliti dinamika internal PKS dalam mengelola konflik ideologis antara puristin dan moderat, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi strategi koalisi politiknya. Terakhir, analisis kuantitatif dapat mengkaji pengaruh kebijakan AKP dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat ke dalam kebijakan publik dan bagaimana hal itu mempengaruhi persepsi rakyat terhadap legitimasi demokratis dan keadilan sosial.. PKS telah melakukan transformasi ideologis dan politik menuju kebijakan inklusif untuk meningkatkan daya tarik electoral.AKP menciptakan versi demokrasi konservatif yang memadukan nilai-nilai Islam moderat dengan sistem demokrasi baik.Kedua partai menunjukkan bahwa moderasi ideologis dapat menjadi strategi efektif bagi partai Islam dalam konteks demokratis Penelitian ini memfokuskan pada identitas dan orientasi ideologis dua partai politik Islam, serta langkah-langkah mereka menuju moderasi ideologis dan strategi pemilihan khusus dalam lanskap politik dua negara yang berbeda. Metode penelitian ini bersifat bibliografis yang memanfaatkan sumber literatur dan tulisan tentang kelompok politik Islam di Indonesia dan Turki, khususnya PKS dan AKP, yang diperoleh dari buku dan artikel ilmiah terkemuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik PKS maupun AKP bersifat moderat dalam ideologi dan politik; PKS,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-df5f4.webp" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-df5f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-df5f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-df5f4.webp 1x" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" alt="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp 1x" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" alt="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-a4b40.webp" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-a4b40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-a4b40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-a4b40.webp 1x" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" alt="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47612-organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit" title="JURIS - The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey" target="_blank">The Identity of Political Islam in a Democratic Regime: The Ideology of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia and the Justice and Development Party (AKP), Turkey</a>: Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana proses moderasi ideologis di partai PKS mempengaruhi persepsi pemilih non-Muslim di Indonesia, apakah kebijakan inklusi meningkatkan basis pemilihannya, serta dampaknya terhadap kohesi partai. Selanjutnya, studi sekuensial dapat meneliti dinamika internal PKS dalam mengelola konflik ideologis antara puristin dan moderat, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi strategi koalisi politiknya. Terakhir, analisis kuantitatif dapat mengkaji pengaruh kebijakan AKP dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat ke dalam kebijakan publik dan bagaimana hal itu mempengaruhi persepsi rakyat terhadap legitimasi demokratis dan keadilan sosial..
<br>PKS telah melakukan transformasi ideologis dan politik menuju kebijakan inklusif untuk meningkatkan daya tarik electoral.AKP menciptakan versi demokrasi konservatif yang memadukan nilai-nilai Islam moderat dengan sistem demokrasi baik.Kedua partai menunjukkan bahwa moderasi ideologis dapat menjadi strategi efektif bagi partai Islam dalam konteks demokratis
<br>Penelitian ini memfokuskan pada identitas dan orientasi ideologis dua partai politik Islam, serta langkah-langkah mereka menuju moderasi ideologis dan strategi pemilihan khusus dalam lanskap politik dua negara yang berbeda. Metode penelitian ini bersifat bibliografis yang memanfaatkan sumber literatur dan tulisan tentang kelompok politik Islam di Indonesia dan Turki, khususnya PKS dan AKP, yang diperoleh dari buku dan artikel ilmiah terkemuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik PKS maupun AKP bersifat moderat dalam ideologi dan politik; PKS,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp" type="image/webp" length="56452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-df5f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-fbb31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/organisasi-islam-moderat-komunikasi-kelompok-polit-thumb-a4b40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47626-bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-mela</link>
	<guid isPermaLink="false">166891c9a129792c392a69bc388a1217</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:06:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ role sumenep ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy herawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,emy,herawati,main,role,sumenep]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang metodologi kritis diskursus, penelitian berikutnya dapat bertanya bagaimana peran bahasa Minangkabau memengaruhi persepsi pemahaman AlAcQuran di kalangan generasi muda. Selanjutnya, dapat diteliti seberapa jauh pendekatan kontekstual ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar: Berdasarkan latar belakang metodologi kritis diskursus, penelitian berikutnya dapat bertanya bagaimana peran bahasa Minangkabau memengaruhi persepsi pemahaman AlAcQuran di kalangan generasi muda. Selanjutnya, dapat diteliti seberapa jauh pendekatan kontekstual ini dapat diadaptasi dalam karya tafsr kontemporer di daerah lain di Indonesia, memperhatikan warisan sastra lokal yang beragam. Terakhir, studi lanjutan dapat menilai dampak penggunaan perangkat sastra tradisional terhadap efektivitas penyampaian pesan moral AlAcQuran, dengan menggunakan pendekatan eksperimental atau survei audiens untuk mengevaluasi pemahaman dan penerimaan tema-tema kultural.. Analisis menunjukkan peran dasar unsur sastra dan budaya Minangkabau dalam penciptaan Tafsr alAcAzhar.Hamka mengintegrasikan elemen literaActulisan dan budaya lokal secara sistematis, sehingga karya ini menjadi produk intelektual Nusantara.Penelitian menyarankan pengembangan eksplorasi lebih lanjut tentang interaksi bahasa dan budaya dalam interpretasi Alquran Penelitian ini menyelidiki bagaimana unsur-unsur sastra dan budaya Minangkabau membentuk Tafsr alAcAzhar Haji Abdul Malik Karim Amrullah, khususnya dalam penafsiran alAcBaqarah. Metodologi yang digunakan adalah analisis konten kualitatif yang dilengkapi dengan kerangka kritis diskursus Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat sastraAiseperti pantun, pepatah, metafora, dan pepatahAiberfungsi sebagai alat interpretasi kunci, sekaligus memperkaya resonansi estetika dan budaya teks. Pengaruh Minangkabau, termasuk bahasa daerah, tradisi sosial, dan referensi politik, mengakar penafsiran Alquran dalam pengalaman nyata. Sintesis ini menegaskan kemampuan Hamka untuk mengintegrasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-401f5.webp" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-401f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-401f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-401f5.webp 1x" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" alt="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-5d8d2.webp" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-5d8d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-5d8d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-5d8d2.webp 1x" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" alt="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp 1x" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" alt="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47626-bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-mela" title="JURIS - Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar" target="_blank">Minangkabau Cultural Imprints in HamkaAos Tafsr alAcAzhar</a>: Berdasarkan latar belakang metodologi kritis diskursus, penelitian berikutnya dapat bertanya bagaimana peran bahasa Minangkabau memengaruhi persepsi pemahaman AlAcQuran di kalangan generasi muda. Selanjutnya, dapat diteliti seberapa jauh pendekatan kontekstual ini dapat diadaptasi dalam karya tafsr kontemporer di daerah lain di Indonesia, memperhatikan warisan sastra lokal yang beragam. Terakhir, studi lanjutan dapat menilai dampak penggunaan perangkat sastra tradisional terhadap efektivitas penyampaian pesan moral AlAcQuran, dengan menggunakan pendekatan eksperimental atau survei audiens untuk mengevaluasi pemahaman dan penerimaan tema-tema kultural..
<br>Analisis menunjukkan peran dasar unsur sastra dan budaya Minangkabau dalam penciptaan Tafsr alAcAzhar.Hamka mengintegrasikan elemen literaActulisan dan budaya lokal secara sistematis, sehingga karya ini menjadi produk intelektual Nusantara.Penelitian menyarankan pengembangan eksplorasi lebih lanjut tentang interaksi bahasa dan budaya dalam interpretasi Alquran
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana unsur-unsur sastra dan budaya Minangkabau membentuk Tafsr alAcAzhar Haji Abdul Malik Karim Amrullah, khususnya dalam penafsiran alAcBaqarah. Metodologi yang digunakan adalah analisis konten kualitatif yang dilengkapi dengan kerangka kritis diskursus Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat sastraAiseperti pantun, pepatah, metafora, dan pepatahAiberfungsi sebagai alat interpretasi kunci, sekaligus memperkaya resonansi estetika dan budaya teks. Pengaruh Minangkabau, termasuk bahasa daerah, tradisi sosial, dan referensi politik, mengakar penafsiran Alquran dalam pengalaman nyata. Sintesis ini menegaskan kemampuan Hamka untuk mengintegrasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp" type="image/webp" length="71490" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-401f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-5d8d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/bahasa-minangkabau-lokal-budaya-melayu-angkola-lit-thumb-defb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Theological Implication of Oceanography Concept in the Quran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Theological Implication of Oceanography Concept in the Quran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Theological Implication of Oceanography Concept in the Quran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47611-oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-qur</link>
	<guid isPermaLink="false">54ea48565b3ed49ec09c9c87ea211d6f</guid>
	<pubDate>Fri, 08 May 2026 00:01:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ siti walidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ amiril ahmad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,amiril,content,main,siti,walidah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan oseanografi untuk memahami lebih dalam hubungan antara sains, iman, dan dunia alam. 2. Mengembangkan pendekatan interdisipliner yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur'an: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan oseanografi untuk memahami lebih dalam hubungan antara sains, iman, dan dunia alam. 2. Mengembangkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan keahlian oseanografi, teologi, dan bidang lainnya yang relevan untuk mengeksplorasi wawasan yang beragam yang disediakan oleh Al-Qur'an. 3. Mempertimbangkan peran lautan dalam konteks perubahan iklim global dan bagaimana Al-Qur'an dapat memberikan panduan etis dan spiritual dalam merespons tantangan lingkungan saat ini.. Al-Qur'an mengandung berbagai informasi tentang oseanografi, dan yang luar biasa adalah bahwa Al-Qur'an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu ketika teknologi sangat terbatas dan informasi tentang lautan langka, menyediakan informasi yang melimpah tentang lautan.Selain itu, semua ayat Al-Qur'an diwahyukan jauh dari laut, tetapi mereka mengandung informasi yang luas tentang lautan.Beberapa informasi ini baru ditemukan berabad-abad kemudian.Hingga saat ini, tidak ada penelitian ilmiah yang bertentangan dengan Al-Qur'an.Al-Qur'an menyediakan kekayaan informasi tentang lautan, termasuk asal usulnya, yang kemudian menjadi sumber kehidupan di daratan.Kehidupan di daratan dapat berkembang karena hujan yang mengairi bumi, memungkinkan kehidupan berkembang.Al-Qur'an juga menginformasikan kita tentang peran lautan dalam mengatur iklim global, siklus air, dan sumber daya alam yang melimpah yang ditemukan di laut.Berbagai hewan laut berfungsi sebagai sumber protein.Selain itu, Al-Qur'an menjelaskan bagaimana lautan ditaklukkan sehingga manusia dapat berlayar di atasnya, menjadikan lautan sebagai moda transportasi utama.Hingga saat ini, transportasi terbesar dan terberat di dunia ditemukan di lautan.Sementara banyak ayat Al-Qur'an telah didukung oleh sains, tujuan dasarnya adalah untuk menekankan konsep monoteisme (tawhid) daripada hanya mengekspresikan keajaiban dunia alam.Al-Qur'an membawa misi mengajarkan pandangan teosentris, bukan homosentris.Ia menyampaikan pesan tersirat bahwa kemajuan ilmiah hanya akan mengarah pada pemenuhan materi atau objek jika tidak termasuk agama.Pada akhirnya, konsep monoteisme yang ditemukan dalam ayat-ayat tentang lautan di Al-Qur'an mencakup.a) Beribadah kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan, b) Mengakui Allah dalam setiap peristiwa atau kejadian, c) Memandang Allah dalam setiap ciptaan (makhluk).Studi ini menekankan kebutuhan akan penelitian interdisipliner yang berkelanjutan, yang membawa bersama para ahli oseanografi, teologi, dan bidang lainnya yang relevan untuk mengeksplorasi wawasan yang beragam yang disediakan oleh Al-Qur'an.Penyelidikan lebih lanjut ke ayat-ayat Al-Qur'an mengenai lautan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara sains, iman, dan dunia alam.Selain itu, pendidik dan sarjana agama harus berkolaborasi untuk memasukkan ajaran-ajaran Al-Qur'an ini ke dalam kurikulum pendidikan, mendorong perspektif holistik yang mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai spiritual dan etika Integrasi ilmu dan Al-Qur'an, yang dikenal sebagai tafsir ilmiah, telah muncul sebagai model interpretatif yang penting dalam menanggapi pembagian antara pengetahuan sekuler dan agama. Studi ini menyelidiki ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan oseanografi, mengeksplorasi signifikansi teologisnya dan mengungkapkan berbagai manfaat dari lautan, termasuk perannya sebagai sumber kehidupan, regulator iklim, penyedia mata pencaharian, dan saluran transportasi. Selain itu, studi ini mengidentifikasi 38 ayat yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-df48f.webp" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-df48f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-df48f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-df48f.webp 1x" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" alt="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-dd9d5.webp" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-dd9d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-dd9d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-dd9d5.webp 1x" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" alt="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp 1x" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" alt="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47611-oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-qur" title="JURIS - The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur&#039;an" target="_blank">The Theological Implication of Oceanography Concept in the Qur'an</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan oseanografi untuk memahami lebih dalam hubungan antara sains, iman, dan dunia alam. 2. Mengembangkan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan keahlian oseanografi, teologi, dan bidang lainnya yang relevan untuk mengeksplorasi wawasan yang beragam yang disediakan oleh Al-Qur'an. 3. Mempertimbangkan peran lautan dalam konteks perubahan iklim global dan bagaimana Al-Qur'an dapat memberikan panduan etis dan spiritual dalam merespons tantangan lingkungan saat ini..
<br>Al-Qur'an mengandung berbagai informasi tentang oseanografi, dan yang luar biasa adalah bahwa Al-Qur'an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu ketika teknologi sangat terbatas dan informasi tentang lautan langka, menyediakan informasi yang melimpah tentang lautan.Selain itu, semua ayat Al-Qur'an diwahyukan jauh dari laut, tetapi mereka mengandung informasi yang luas tentang lautan.Beberapa informasi ini baru ditemukan berabad-abad kemudian.Hingga saat ini, tidak ada penelitian ilmiah yang bertentangan dengan Al-Qur'an.Al-Qur'an menyediakan kekayaan informasi tentang lautan, termasuk asal usulnya, yang kemudian menjadi sumber kehidupan di daratan.Kehidupan di daratan dapat berkembang karena hujan yang mengairi bumi, memungkinkan kehidupan berkembang.Al-Qur'an juga menginformasikan kita tentang peran lautan dalam mengatur iklim global, siklus air, dan sumber daya alam yang melimpah yang ditemukan di laut.Berbagai hewan laut berfungsi sebagai sumber protein.Selain itu, Al-Qur'an menjelaskan bagaimana lautan ditaklukkan sehingga manusia dapat berlayar di atasnya, menjadikan lautan sebagai moda transportasi utama.Hingga saat ini, transportasi terbesar dan terberat di dunia ditemukan di lautan.Sementara banyak ayat Al-Qur'an telah didukung oleh sains, tujuan dasarnya adalah untuk menekankan konsep monoteisme (tawhid) daripada hanya mengekspresikan keajaiban dunia alam.Al-Qur'an membawa misi mengajarkan pandangan teosentris, bukan homosentris.Ia menyampaikan pesan tersirat bahwa kemajuan ilmiah hanya akan mengarah pada pemenuhan materi atau objek jika tidak termasuk agama.Pada akhirnya, konsep monoteisme yang ditemukan dalam ayat-ayat tentang lautan di Al-Qur'an mencakup.a) Beribadah kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan, b) Mengakui Allah dalam setiap peristiwa atau kejadian, c) Memandang Allah dalam setiap ciptaan (makhluk).Studi ini menekankan kebutuhan akan penelitian interdisipliner yang berkelanjutan, yang membawa bersama para ahli oseanografi, teologi, dan bidang lainnya yang relevan untuk mengeksplorasi wawasan yang beragam yang disediakan oleh Al-Qur'an.Penyelidikan lebih lanjut ke ayat-ayat Al-Qur'an mengenai lautan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara sains, iman, dan dunia alam.Selain itu, pendidik dan sarjana agama harus berkolaborasi untuk memasukkan ajaran-ajaran Al-Qur'an ini ke dalam kurikulum pendidikan, mendorong perspektif holistik yang mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai spiritual dan etika
<br>Integrasi ilmu dan Al-Qur'an, yang dikenal sebagai tafsir ilmiah, telah muncul sebagai model interpretatif yang penting dalam menanggapi pembagian antara pengetahuan sekuler dan agama. Studi ini menyelidiki ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan oseanografi, mengeksplorasi signifikansi teologisnya dan mengungkapkan berbagai manfaat dari lautan, termasuk perannya sebagai sumber kehidupan, regulator iklim, penyedia mata pencaharian, dan saluran transportasi. Selain itu, studi ini mengidentifikasi 38 ayat yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp" type="image/webp" length="71472" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-df48f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-dd9d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/7/oseanografi-interpretasi-ilmiah-lautan-al-quran-ni-thumb-e55e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap Central Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap Central Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap Central Java ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47629-produk-ikan-asin-cilacap-par</link>
	<guid isPermaLink="false">f0eb131980a92ef0893d38e1ad551a42</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:59:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ central java ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ bayu winata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bayu,central,content,java,main,winata]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang potensi pengembangan produk kreatif kulit rays komersial skala mikro-kecil. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang dampak peningkatan jumlah armada penangkapan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang potensi pengembangan produk kreatif kulit rays komersial skala mikro-kecil. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang dampak peningkatan jumlah armada penangkapan terhadap stok ikan rays di perairan tersebut. Studi tentang strategi diversifikasi produk perikanan di Cilacap juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya untuk meningkatkan nilai ekonomi perikanan di daerah tersebut.. Pengolahan rays di Cilacap layak dikembangkan karena memiliki nilai R/C lebih dari satu, PBP sekitar empat bulan, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp Rays adalah salah satu ikan demersal yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Cilacap. Daging rays banyak dikonsumsi dan ikan olahan rays hanya ditemukan di Desa Menganti, Cilacap. Selain sebagai ikan asin, rays diolah menjadi fillet daging, kerajinan kulit, tulang, sirip, dan insang rays. Penelitian tentang pengolahan rays bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis pengolahan rays di Cilacap, Jawa Tengah, yang dilakukan dari Maret hingga April 2022. Pengumpulan data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan dengan 10 responden dan penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan dianalisis dengan analisis kelayakan bisnis. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-a5f4f.webp" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-a5f4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-a5f4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-a5f4f.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" alt="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" alt="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-2c39f.webp" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-2c39f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-2c39f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-2c39f.webp 1x" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" alt="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47629-produk-ikan-asin-cilacap-par" title="JURIS - Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java" target="_blank">Feasibility of Ray Processing Business in Cilacap, Central Java</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang potensi pengembangan produk kreatif kulit rays komersial skala mikro-kecil. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang dampak peningkatan jumlah armada penangkapan terhadap stok ikan rays di perairan tersebut. Studi tentang strategi diversifikasi produk perikanan di Cilacap juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya untuk meningkatkan nilai ekonomi perikanan di daerah tersebut..
<br>Pengolahan rays di Cilacap layak dikembangkan karena memiliki nilai R/C lebih dari satu, PBP sekitar empat bulan, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp
<br>Rays adalah salah satu ikan demersal yang banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Cilacap. Daging rays banyak dikonsumsi dan ikan olahan rays hanya ditemukan di Desa Menganti, Cilacap. Selain sebagai ikan asin, rays diolah menjadi fillet daging, kerajinan kulit, tulang, sirip, dan insang rays. Penelitian tentang pengolahan rays bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis pengolahan rays di Cilacap, Jawa Tengah, yang dilakukan dari Maret hingga April 2022. Pengumpulan data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan dengan 10 responden dan penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan dianalisis dengan analisis kelayakan bisnis.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp" type="image/webp" length="91392" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-a5f4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-98782.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/produk-ikan-asin-cilacap-pari-rays-komersial-skala-thumb-2c39f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-535-ipb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14386-jurnal-pengelolaan-perikanan-tropis-journal-tropical.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47620-data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemi</link>
	<guid isPermaLink="false">5236a13e9e7b94d115b22b0967e636fc</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:55:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kinerja guru ]]></category>
	<category><![CDATA[ barcode issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,contact,guru,issn,kinerja,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan gaya kepemimpinan lainnya, seperti kepemimpinan transaksional atau kepemimpinan partisipatif, untuk melihat perbedaan pengaruhnya terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan gaya kepemimpinan lainnya, seperti kepemimpinan transaksional atau kepemimpinan partisipatif, untuk melihat perbedaan pengaruhnya terhadap kinerja guru. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang dampak jangka panjang dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru dan pengembangan profesional mereka. Terakhir, penelitian tentang peran kepala madrasah dalam menciptakan budaya organisasi yang mendukung dan memotivasi guru juga dapat menjadi arah studi yang menarik.. Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala madrasah dengan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember.Kepala madrasah telah menjalankan gaya kepemimpinannya dengan kharisma, pengaruh ideal, inspirasi yang memotivasi, rangsangan intelektual, dan perhatian individu.Guru-guru di madrasah tersebut telah menjalankan tanggung jawab dan tugasnya sesuai dengan prinsip pelaksanaan penilaian kinerja guru (PKG) Madrasah Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain sequential explanatory, menggunakan data kuantitatif sebagai data utama dan data kualitatif sebagai data penjelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala madrasah terhadap kinerja guru, dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 55,8%. Temuan data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-8235c.webp" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-8235c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-8235c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-8235c.webp 1x" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" alt="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp 1x" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" alt="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-720e2.webp" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-720e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-720e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-720e2.webp 1x" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" alt="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47620-data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemi" title="JURIS - Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional" target="_blank">Membuktikan Terpengaruhnya Kinerja Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember oleh Gaya Kepemimpinan Transformasional</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan gaya kepemimpinan lainnya, seperti kepemimpinan transaksional atau kepemimpinan partisipatif, untuk melihat perbedaan pengaruhnya terhadap kinerja guru. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang dampak jangka panjang dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru dan pengembangan profesional mereka. Terakhir, penelitian tentang peran kepala madrasah dalam menciptakan budaya organisasi yang mendukung dan memotivasi guru juga dapat menjadi arah studi yang menarik..
<br>Penelitian ini membuktikan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala madrasah dengan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember.Kepala madrasah telah menjalankan gaya kepemimpinannya dengan kharisma, pengaruh ideal, inspirasi yang memotivasi, rangsangan intelektual, dan perhatian individu.Guru-guru di madrasah tersebut telah menjalankan tanggung jawab dan tugasnya sesuai dengan prinsip pelaksanaan penilaian kinerja guru (PKG) Madrasah
<br>Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Jember dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain sequential explanatory, menggunakan data kuantitatif sebagai data utama dan data kualitatif sebagai data penjelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala madrasah terhadap kinerja guru, dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 55,8%. Temuan data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp" type="image/webp" length="89778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-8235c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-d3ea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/0/data-kualitatif-maxqda-gaya-kepemimpinan-task-orie-thumb-720e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3538-iainfmpapua.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15402-jumpis-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47614-sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana</link>
	<guid isPermaLink="false">00de639c5cf626f82f43fcd9a5a55184</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:55:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ siti walidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ amiril ahmad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,amiril,content,main,siti,walidah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran pendidikan agama formal dapat memfasilitasi pemahaman konteksual Syariah bagi generasi muda? Bagaimana konflik nilai antara supremasi budaya lokal dan prinsip universal Islam mempengaruhi penerapan nilai keadilan dalam kebijakan publik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas: Bagaimana peran pendidikan agama formal dapat memfasilitasi pemahaman konteksual Syariah bagi generasi muda? Bagaimana konflik nilai antara supremasi budaya lokal dan prinsip universal Islam mempengaruhi penerapan nilai keadilan dalam kebijakan publik Indonesia? Bagaimana perspektif multi disipliner dari ilmu sosial dapat memperkaya dialog antara kelompok pendukung dan kritikus Islam Nusantara di era digital?. Kesimpulannya, diskursus di sekitar Islam Nusantara (IN) menunjukkan berbagai sikap partisipan, mulai dari mendukung hingga netral dan kritis.Pendekatan mayoritas baik pendukung maupun kritis terhadap IN didasarkan pada pandangan mereka tentang IN dan ideologi religius, sementara kelompok netral mengambil posisi tegas karena perspektif unik mereka mengenai IN, yang berakar pada ilmu sosial.Mereka memandang IN sebagai fenomena dalam masyarakat Muslim, memperhatikan keterkaitan kompleks antara asimilasi agama dan budaya serta dinamika politik.Pemahaman tersebut menegaskan kerumitan IN dan kebutuhan akan keterlibatan komprehensif dari berbagai sudut pandang Literatur sekunder meninjau legitimasi Islam Nusantara dengan mempertimbangkan maksud hukum Islam dan penolakan institusional, seringkali berasal dari alasan religius. Penelitian ini bertujuan memahami sikap partisipan terhadap Islam Nusantara (IN) serta pembenaran religius mereka, termasuk pemahaman tentang otoritas religius dan penerapan Hukum Islam. Hal ini penting untuk menguraikan faktor utama di balik sikap IN yang bervariasi, baik yang didorong oleh pertimbangan religius maupun faktor lain. Kami berpendapat bahwa perbedaan religius bukanlah penentu utama sikap IN, sebagaimana dibuktikan oleh diskusi partisipan tentang otoritas religius dan penerapan Hukum Islam. Meskipun minoritas partisipan konservatif mendukung formalitas Syariah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp 1x" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" alt="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-1335a.webp" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-1335a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-1335a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-1335a.webp 1x" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" alt="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-bdb68.webp" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-bdb68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-bdb68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-bdb68.webp 1x" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" alt="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47614-sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana" title="JURIS - Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas" target="_blank">Intellectual Attitudes Toward Islam Nusantara And Their Religious Ideas</a>: Bagaimana peran pendidikan agama formal dapat memfasilitasi pemahaman konteksual Syariah bagi generasi muda? Bagaimana konflik nilai antara supremasi budaya lokal dan prinsip universal Islam mempengaruhi penerapan nilai keadilan dalam kebijakan publik Indonesia? Bagaimana perspektif multi disipliner dari ilmu sosial dapat memperkaya dialog antara kelompok pendukung dan kritikus Islam Nusantara di era digital?.
<br>Kesimpulannya, diskursus di sekitar Islam Nusantara (IN) menunjukkan berbagai sikap partisipan, mulai dari mendukung hingga netral dan kritis.Pendekatan mayoritas baik pendukung maupun kritis terhadap IN didasarkan pada pandangan mereka tentang IN dan ideologi religius, sementara kelompok netral mengambil posisi tegas karena perspektif unik mereka mengenai IN, yang berakar pada ilmu sosial.Mereka memandang IN sebagai fenomena dalam masyarakat Muslim, memperhatikan keterkaitan kompleks antara asimilasi agama dan budaya serta dinamika politik.Pemahaman tersebut menegaskan kerumitan IN dan kebutuhan akan keterlibatan komprehensif dari berbagai sudut pandang
<br>Literatur sekunder meninjau legitimasi Islam Nusantara dengan mempertimbangkan maksud hukum Islam dan penolakan institusional, seringkali berasal dari alasan religius. Penelitian ini bertujuan memahami sikap partisipan terhadap Islam Nusantara (IN) serta pembenaran religius mereka, termasuk pemahaman tentang otoritas religius dan penerapan Hukum Islam. Hal ini penting untuk menguraikan faktor utama di balik sikap IN yang bervariasi, baik yang didorong oleh pertimbangan religius maupun faktor lain. Kami berpendapat bahwa perbedaan religius bukanlah penentu utama sikap IN, sebagaimana dibuktikan oleh diskusi partisipan tentang otoritas religius dan penerapan Hukum Islam. Meskipun minoritas partisipan konservatif mendukung formalitas Syariah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp" type="image/webp" length="55452" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-84616.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-1335a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/sikap-sosial-islam-nusantara-virtual-wacana-sudut-thumb-bdb68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Siti Walidah Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Siti Walidah Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Siti Walidah Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47608-peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid</link>
	<guid isPermaLink="false">28c49127f8109077432d15ea81698b89</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:27:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ siti walidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ amiril ahmad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,amiril,content,main,siti,walidah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berikut ini tiga arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan 1) Melakukan studi komparatif antara gerakan Aisyiyah pada masa penjajahan dan periode pascaAckemerdekaan untuk memahami perubahan dinamika partisipasi perempuan dalam konteks politik dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia: Berikut ini tiga arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan 1) Melakukan studi komparatif antara gerakan Aisyiyah pada masa penjajahan dan periode pascaAckemerdekaan untuk memahami perubahan dinamika partisipasi perempuan dalam konteks politik dan sosial yang berbeda.2) Meneliti pengaruh digitalisasi arsip Aisyiyah terhadap akses informasi dan partisipasi perempuan modern, serta dampaknya pada kesadaran gender di kalangan generasi muda.3) Menyelidiki peran Aisyiyah dalam pembangunan kapasitas kepemimpinan perempuan di sektor pemerintahan lokal, dengan fokus pada mekanisme yang dapat memperkuat representasi dan pengambilan keputusan perempuan dalam kebijakan publik.. Siti Walidah menjadi katalis perubahan gender di Kauman melalui interpretasi Islam modern, membuka akses pendidikan bagi perempuan, dan memimpin organisasi Aisyiyah.Dengan kebijakan pendidikan dan kepemimpinan yang inklusif, ia menegaskan peran perempuan sebagai mitra sejajar dalam pembangunan sosial dan keagamaan.Kontribusinya menandai tonggak penting bagi perempuan Muslim Indonesia menuju kesetaraan gender Penelitian ini menelusuri perjalanan Siti Walidah sebagai pelopor kesetaraan gender dalam pergerakan Islam modernis di Indonesia, khususnya melalui gerakan Aisyiyah. Metodologi yang digunakan meliputi penelitian heuristik, kritik sumber, interpretasi sosioAcanthropologis, dan historiografi, guna mengumpulkan, memvalidasi, serta melaporkan sumber sejarah secara sistematis. Temuan menunjukkan bahwa latar belakang keluarga, pernikahan dengan Ahmad Dahlan, serta kepemimpinan Gagasan Aisyiyah menjadi faktor kunci dalam pengembangan gerakan kesetaraan gender, sehingga Walidah berhasil... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp 1x" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" alt="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-65bfe.webp" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-65bfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-65bfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-65bfe.webp 1x" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" alt="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-8075e.webp" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-8075e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-8075e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-8075e.webp 1x" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" alt="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47608-peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid" title="JURIS - Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia" target="_blank">Siti Walidah, Gender Equality and Modernist Islamic WomenAos Movement in Indonesia</a>: Berikut ini tiga arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan 1) Melakukan studi komparatif antara gerakan Aisyiyah pada masa penjajahan dan periode pascaAckemerdekaan untuk memahami perubahan dinamika partisipasi perempuan dalam konteks politik dan sosial yang berbeda.2) Meneliti pengaruh digitalisasi arsip Aisyiyah terhadap akses informasi dan partisipasi perempuan modern, serta dampaknya pada kesadaran gender di kalangan generasi muda.3) Menyelidiki peran Aisyiyah dalam pembangunan kapasitas kepemimpinan perempuan di sektor pemerintahan lokal, dengan fokus pada mekanisme yang dapat memperkuat representasi dan pengambilan keputusan perempuan dalam kebijakan publik..
<br>Siti Walidah menjadi katalis perubahan gender di Kauman melalui interpretasi Islam modern, membuka akses pendidikan bagi perempuan, dan memimpin organisasi Aisyiyah.Dengan kebijakan pendidikan dan kepemimpinan yang inklusif, ia menegaskan peran perempuan sebagai mitra sejajar dalam pembangunan sosial dan keagamaan.Kontribusinya menandai tonggak penting bagi perempuan Muslim Indonesia menuju kesetaraan gender
<br>Penelitian ini menelusuri perjalanan Siti Walidah sebagai pelopor kesetaraan gender dalam pergerakan Islam modernis di Indonesia, khususnya melalui gerakan Aisyiyah. Metodologi yang digunakan meliputi penelitian heuristik, kritik sumber, interpretasi sosioAcanthropologis, dan historiografi, guna mengumpulkan, memvalidasi, serta melaporkan sumber sejarah secara sistematis. Temuan menunjukkan bahwa latar belakang keluarga, pernikahan dengan Ahmad Dahlan, serta kepemimpinan Gagasan Aisyiyah menjadi faktor kunci dalam pengembangan gerakan kesetaraan gender, sehingga Walidah berhasil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp" type="image/webp" length="60946" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-61b37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-65bfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/peran-aisyiyah-jangka-kesetaraan-gender-siti-walid-thumb-8075e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47615-hak-istri-nafkah-pemenuhan</link>
	<guid isPermaLink="false">ea6746c86f503402e2fb2bac3b8218d4</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:25:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ ilyas husti ]]></category>
	<category><![CDATA[ nbspstai al ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,content,husti,ilyas,main,nbspstai]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis yang dilakukan, penelitian ini merekomendasikan beberapa saran untuk memperkuat perlindungan hak istri dalam putusan Pengadilan Agama. Pertama, diperlukan standar minimal dalam penilaian nushuz, baik dalam hal definisi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights: Berdasarkan temuan dan analisis yang dilakukan, penelitian ini merekomendasikan beberapa saran untuk memperkuat perlindungan hak istri dalam putusan Pengadilan Agama. Pertama, diperlukan standar minimal dalam penilaian nushuz, baik dalam hal definisi maupun persyaratan bukti, untuk mencegah hal ini menjadi sumber ketidakpastian dan ketidakadilan bagi istri. Kedua, penggunaan wewenang ex officio harus terus diperkuat, disertai dengan penalaran hukum yang eksplisit dan transparan untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip proses hukum yang adil. Ketiga, penentuan jumlah nafkah istri memerlukan parameter yang lebih dapat diukur, misalnya dengan menggabungkan prinsip-prinsip kewajaran dengan data kebutuhan hidup yang layak dan kapasitas ekonomi pihak yang berkewajiban. Tindakan-tindakan ini sangat penting untuk mengurangi disparitas dalam putusan tanpa menghilangkan fleksibilitas yudisial. Implikasi praktis lebih lanjut berkaitan dengan pelaksanaan putusan. Temuan menunjukkan bahwa putusan operatif yang tidak dirancang secara operasional menghadapi risiko tinggi tidak dilaksanakan, sehingga mengancam tujuan melindungi hak nafkah istri. Oleh karena itu, hakim harus konsisten mempertimbangkan desain putusan operatif yang mendorong kepatuhan, seperti jadwal pembayaran yang jelas atau menghubungkan pemenuhan nafkah dengan tahap administratif tertentu dalam proses perceraian. Pendekatan ini selaras dengan penelitian terbaru yang menekankan bahwa efektivitas putusan pengadilan adalah indikator utama keberhasilan dalam melindungi hak-hak istri dalam hukum keluarga Islam.. Analisis pola pertimbangan yudisial dalam Pengadilan Agama Pekanbaru selama periode 2019-2024 menunjukkan bahwa penentuan nafkah istri dalam kasus perkawinan tidak dapat lagi dimengerti sebagai penerapan mekanis norma hukum tertulis.Sebaliknya, ini adalah hasil dari proses penalaran yudisial yang kompleks yang menggabungkan ketentuan normatif (Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan), kebijakan Mahkamah Agung (PERMA dan SEMA), konstruksi fakta kasus, dan orientasi hakim terhadap keadilan substantif.Sintesis temuan ini menegaskan bahwa kualitas perlindungan hak istri sangat ditentukan oleh cara hakim menyeimbangkan kepastian hukum, keadilan, dan utilitas dalam setiap putusan.Konseptual, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pertimbangan yudisial beroperasi dalam tiga lapisan utama.Lapisan pertama adalah kepastian normatif, tercermin dalam referensi eksplisit terhadap Kompilasi Hukum Islam, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017, dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018.Lapisan kedua adalah kewenangan yudisial, khususnya melalui penggunaan wewenang ex officio dan penilaian nushuz.Lapisan ketiga adalah orientasi terhadap efektivitas, yaitu sejauh mana putusan operatif dirancang untuk dapat ditegakkan dan benar-benar menghasilkan pemenuhan hak istri.Ketiga lapisan ini saling terkait dan membentuk pola pertimbangan yang berbeda di seluruh putusan, sehingga menjelaskan mengapa disparitas tetap ada meskipun kerangka normatif tersedia Penelitian ini memeriksa pertimbangan yudisial mengenai nafkah istri dalam kasus perkawinan berdasarkan analisis putusan Pengadilan Agama Pekanbaru selama periode 2019-2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola penalaran yudisial dalam pemberian atau penolakan nafkah istri, termasuk dasar-dasar normatif, penerapan konsep nushuz, penggunaan wewenang ex officio, penentuan jumlah nafkah, dan perhatian terhadap pelaksanaan putusan pengadilan. Argumen utama dalam penelitian ini menyatakan bahwa putusan mengenai nafkah istri tidak seragam, tetapi dibentuk oleh kombinasi faktor hukum dan fakta yang membentuk pola pertimbangan yudisial yang spesifik. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus dan analisis konten dari putusan pengadilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-d843c.webp" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-d843c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-d843c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-d843c.webp 1x" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" alt="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp 1x" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" alt="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-4cdca.webp" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-4cdca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-4cdca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-4cdca.webp 1x" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" alt="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47615-hak-istri-nafkah-pemenuhan" title="JURIS - Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights" target="_blank">Patterns and Determinants of Judicial Reasoning in Deciding Women Economic Rights</a>: Berdasarkan temuan dan analisis yang dilakukan, penelitian ini merekomendasikan beberapa saran untuk memperkuat perlindungan hak istri dalam putusan Pengadilan Agama. Pertama, diperlukan standar minimal dalam penilaian nushuz, baik dalam hal definisi maupun persyaratan bukti, untuk mencegah hal ini menjadi sumber ketidakpastian dan ketidakadilan bagi istri. Kedua, penggunaan wewenang ex officio harus terus diperkuat, disertai dengan penalaran hukum yang eksplisit dan transparan untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip proses hukum yang adil. Ketiga, penentuan jumlah nafkah istri memerlukan parameter yang lebih dapat diukur, misalnya dengan menggabungkan prinsip-prinsip kewajaran dengan data kebutuhan hidup yang layak dan kapasitas ekonomi pihak yang berkewajiban. Tindakan-tindakan ini sangat penting untuk mengurangi disparitas dalam putusan tanpa menghilangkan fleksibilitas yudisial. Implikasi praktis lebih lanjut berkaitan dengan pelaksanaan putusan. Temuan menunjukkan bahwa putusan operatif yang tidak dirancang secara operasional menghadapi risiko tinggi tidak dilaksanakan, sehingga mengancam tujuan melindungi hak nafkah istri. Oleh karena itu, hakim harus konsisten mempertimbangkan desain putusan operatif yang mendorong kepatuhan, seperti jadwal pembayaran yang jelas atau menghubungkan pemenuhan nafkah dengan tahap administratif tertentu dalam proses perceraian. Pendekatan ini selaras dengan penelitian terbaru yang menekankan bahwa efektivitas putusan pengadilan adalah indikator utama keberhasilan dalam melindungi hak-hak istri dalam hukum keluarga Islam..
<br>Analisis pola pertimbangan yudisial dalam Pengadilan Agama Pekanbaru selama periode 2019-2024 menunjukkan bahwa penentuan nafkah istri dalam kasus perkawinan tidak dapat lagi dimengerti sebagai penerapan mekanis norma hukum tertulis.Sebaliknya, ini adalah hasil dari proses penalaran yudisial yang kompleks yang menggabungkan ketentuan normatif (Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan), kebijakan Mahkamah Agung (PERMA dan SEMA), konstruksi fakta kasus, dan orientasi hakim terhadap keadilan substantif.Sintesis temuan ini menegaskan bahwa kualitas perlindungan hak istri sangat ditentukan oleh cara hakim menyeimbangkan kepastian hukum, keadilan, dan utilitas dalam setiap putusan.Konseptual, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pertimbangan yudisial beroperasi dalam tiga lapisan utama.Lapisan pertama adalah kepastian normatif, tercermin dalam referensi eksplisit terhadap Kompilasi Hukum Islam, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017, dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018.Lapisan kedua adalah kewenangan yudisial, khususnya melalui penggunaan wewenang ex officio dan penilaian nushuz.Lapisan ketiga adalah orientasi terhadap efektivitas, yaitu sejauh mana putusan operatif dirancang untuk dapat ditegakkan dan benar-benar menghasilkan pemenuhan hak istri.Ketiga lapisan ini saling terkait dan membentuk pola pertimbangan yang berbeda di seluruh putusan, sehingga menjelaskan mengapa disparitas tetap ada meskipun kerangka normatif tersedia
<br>Penelitian ini memeriksa pertimbangan yudisial mengenai nafkah istri dalam kasus perkawinan berdasarkan analisis putusan Pengadilan Agama Pekanbaru selama periode 2019-2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola penalaran yudisial dalam pemberian atau penolakan nafkah istri, termasuk dasar-dasar normatif, penerapan konsep nushuz, penggunaan wewenang ex officio, penentuan jumlah nafkah, dan perhatian terhadap pelaksanaan putusan pengadilan. Argumen utama dalam penelitian ini menyatakan bahwa putusan mengenai nafkah istri tidak seragam, tetapi dibentuk oleh kombinasi faktor hukum dan fakta yang membentuk pola pertimbangan yudisial yang spesifik. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus dan analisis konten dari putusan pengadilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp" type="image/webp" length="65692" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-d843c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-56f67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/hak-hak-istri-nafkah-pemenuhan-keluarga-hak-anak-p-thumb-4cdca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Shaykh Nawawi Al Bantani On Zuhd A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Shaykh Nawawi Al Bantani On Zuhd A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Shaykh Nawawi Al Bantani On Zuhd A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47616-karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme</link>
	<guid isPermaLink="false">239544fead6dfdcbd79bf917602294b9</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:24:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piety social ]]></category>
	<category><![CDATA[ bantani zuhd ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bantani,content,main,piety,social,zuhd]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, kaji bagaimana integrasi prinsip zuhd dapat diimplementasikan dalam program pendidikan kewirausahaan di pesantren untuk menumbuhkan kesadaran konsumen beretika dan pengelolaan keuangan yang sehat. Kedua, lakukan studi longitudinal yang memantau ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism: Pertama, kaji bagaimana integrasi prinsip zuhd dapat diimplementasikan dalam program pendidikan kewirausahaan di pesantren untuk menumbuhkan kesadaran konsumen beretika dan pengelolaan keuangan yang sehat. Kedua, lakukan studi longitudinal yang memantau perubahan perilaku belanja dan kesejahteraan psikologis individu yang menjalani pelatihan zuhd, guna menilai efektivitas jangka panjang pendekatan ini dibandingkan dengan intervensi psikologis konvensional. Ketiga, teliti dampak kolaborasi antara lembaga dakwah dan platform e-commerce dalam memperkenalkan fitur Auzuhd modeAy yang menghimbau pembeli memilih produk yang lebih bernilai spiritual dan berkelanjutan, serta mengukur pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat umum.. Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan bahwa zuhd dapat mengatasi tekanan materialisme modern dengan menempatkan fokus pada pertumbuhan spiritual, kedamaian batin, dan disiplin keuangan.Penerapan zuhd membantu mengalihkan perhatian konsumen dari pembelian berlebihan ke pengembangan kesejahteraan spiritual.Namun, penerapan zuhd di masyarakat yang didominasi konsumerisme menghadapi tantangan seperti iklan, media sosial, dan pengaruh teman sebaya yang sulit dihadapi Penelitian ini mengeksplorasi konsep zuhd Syekh Nawawi al-Bantani sebagai kerangka kerja untuk mengatasi perilaku belanja kompulsif. Berbasis pada kebiasaan materialistik, shopaholisme mencerminkan konsumsi berlebihan dan tidak terkendali yang menimbulkan masalah psikologis serta sosial. Metodologi penelitian kualitatif ini menggunakan tinjauan literatur karya Syekh Nawawi tentang sufisme dan zuhd, dianalisis melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa menurut Syekh Nawawi, zuhd merupakan keadaan psikologis dan spiritual di mana harta duniawi dianggap tidak penting. Konsep zuhd Syekh Nawawi secara efektif mengurangi perilaku belanja kompulsif melalui tiga prinsip kunci: (a)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-42723.webp" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-42723.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-42723.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-42723.webp 1x" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" alt="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-26bae.webp" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-26bae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-26bae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-26bae.webp 1x" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" alt="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp 1x" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" alt="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47616-karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme" title="JURIS - Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism" target="_blank">Shaykh Nawawi Al-Bantani On Zuhd: A Spiritual Remedy For Compulsive Consumerism</a>: Pertama, kaji bagaimana integrasi prinsip zuhd dapat diimplementasikan dalam program pendidikan kewirausahaan di pesantren untuk menumbuhkan kesadaran konsumen beretika dan pengelolaan keuangan yang sehat. Kedua, lakukan studi longitudinal yang memantau perubahan perilaku belanja dan kesejahteraan psikologis individu yang menjalani pelatihan zuhd, guna menilai efektivitas jangka panjang pendekatan ini dibandingkan dengan intervensi psikologis konvensional. Ketiga, teliti dampak kolaborasi antara lembaga dakwah dan platform e-commerce dalam memperkenalkan fitur Auzuhd modeAy yang menghimbau pembeli memilih produk yang lebih bernilai spiritual dan berkelanjutan, serta mengukur pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat umum..
<br>Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan bahwa zuhd dapat mengatasi tekanan materialisme modern dengan menempatkan fokus pada pertumbuhan spiritual, kedamaian batin, dan disiplin keuangan.Penerapan zuhd membantu mengalihkan perhatian konsumen dari pembelian berlebihan ke pengembangan kesejahteraan spiritual.Namun, penerapan zuhd di masyarakat yang didominasi konsumerisme menghadapi tantangan seperti iklan, media sosial, dan pengaruh teman sebaya yang sulit dihadapi
<br>Penelitian ini mengeksplorasi konsep zuhd Syekh Nawawi al-Bantani sebagai kerangka kerja untuk mengatasi perilaku belanja kompulsif. Berbasis pada kebiasaan materialistik, shopaholisme mencerminkan konsumsi berlebihan dan tidak terkendali yang menimbulkan masalah psikologis serta sosial. Metodologi penelitian kualitatif ini menggunakan tinjauan literatur karya Syekh Nawawi tentang sufisme dan zuhd, dianalisis melalui pendekatan deskriptif-analitis. Hasil menunjukkan bahwa menurut Syekh Nawawi, zuhd merupakan keadaan psikologis dan spiritual di mana harta duniawi dianggap tidak penting. Konsep zuhd Syekh Nawawi secara efektif mengurangi perilaku belanja kompulsif melalui tiga prinsip kunci: (a)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp" type="image/webp" length="69208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-42723.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-26bae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/karya-syekh-jamaluddin-shopaholisme-zuhd-sufisme-i-thumb-1a205.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47624-sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p</link>
	<guid isPermaLink="false">b54c00b166075aba24e9b40fcfc5046a</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:23:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ siti walidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ amiril ahmad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,amiril,content,main,siti,walidah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berkenaan dengan batasan metode historiografis dan fokus pada dua pendekatan utama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran lembaga pendidikan (madrasah) dalam propagasi doktrin QurAoan yang diciptakan melalui studi komparatif dokumen hukum dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna: Berkenaan dengan batasan metode historiografis dan fokus pada dua pendekatan utama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran lembaga pendidikan (madrasah) dalam propagasi doktrin QurAoan yang diciptakan melalui studi komparatif dokumen hukum dan perjanjian politik pada periode Abbasiyah awal; kajian selanjutnya dapat bertanya apakah kebijakan MihnA mempengaruhi perkembangan kurikulum madrasah dan persepsi masyarakat terhadap otoritas agama; serta dapat diteliti pengaruh sosial ekonomi terhadap penerimaan atau penolakan doktrin ini melalui analisis data kuantitatif tentang ekonomi kota Bandung pada masa tersebut, sehingga memperluas pemahaman tentang dinamika hubungan antara otoritas politik, kebudayaan, dan ekonomi di masa lampau.. Studi ini menyimpulkan bahwa motif alAcMaAomn dalam menerapkan MihnA tidak dapat dipisahkan antara strategi politik dan agenda teologis.Ia menggunakan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan untuk memperkuat otoritasnya dan merubah arah teologi Islam.Integrasi kedua perspektif ini menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang peristiwa MihnA dan dampaknya terhadap hubungan antara otoritas politik dan kebudayaan ilmiah pada era awal Abbasiyah Artikel ini meneliti interpretasi sejarah mengenai motif alAcMaAomn selama MihnA, penyelidikan mengenai doktrin QurAoan yang diciptakan (khalq alAcQurAoan). Para sarjana umumnya mengadopsi dua pendekatan dominan untuk memahami tindakan kaisar. Pendekatan pertama menafsirkan MihnA sebagai strategi politik yang bertujuan memperkuat otoritas alAcMaAomn di tengah pengaruh ulama (muhaddithn) yang semakin meningkat. Pendekatan kedua menganggap MihnA sebagai usaha ideologis yang mencerminkan komitmen alAcMaAomn menegakkan keyakinan teologisnya kepada masyarakat Muslim. Dengan menggunakan analisis historiografis, studi ini secara kritis mengevaluasi perspektif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp 1x" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" alt="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-4c13c.webp" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-4c13c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-4c13c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-4c13c.webp 1x" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" alt="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-9597b.webp" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-9597b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-9597b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-9597b.webp 1x" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" alt="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47624-sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p" title="JURIS - A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna" target="_blank">A Historiographical Analysis of AlAcMaAomnAos Motives in the Mihna</a>: Berkenaan dengan batasan metode historiografis dan fokus pada dua pendekatan utama, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran lembaga pendidikan (madrasah) dalam propagasi doktrin QurAoan yang diciptakan melalui studi komparatif dokumen hukum dan perjanjian politik pada periode Abbasiyah awal; kajian selanjutnya dapat bertanya apakah kebijakan MihnA mempengaruhi perkembangan kurikulum madrasah dan persepsi masyarakat terhadap otoritas agama; serta dapat diteliti pengaruh sosial ekonomi terhadap penerimaan atau penolakan doktrin ini melalui analisis data kuantitatif tentang ekonomi kota Bandung pada masa tersebut, sehingga memperluas pemahaman tentang dinamika hubungan antara otoritas politik, kebudayaan, dan ekonomi di masa lampau..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa motif alAcMaAomn dalam menerapkan MihnA tidak dapat dipisahkan antara strategi politik dan agenda teologis.Ia menggunakan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan untuk memperkuat otoritasnya dan merubah arah teologi Islam.Integrasi kedua perspektif ini menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang peristiwa MihnA dan dampaknya terhadap hubungan antara otoritas politik dan kebudayaan ilmiah pada era awal Abbasiyah
<br>Artikel ini meneliti interpretasi sejarah mengenai motif alAcMaAomn selama MihnA, penyelidikan mengenai doktrin QurAoan yang diciptakan (khalq alAcQurAoan). Para sarjana umumnya mengadopsi dua pendekatan dominan untuk memahami tindakan kaisar. Pendekatan pertama menafsirkan MihnA sebagai strategi politik yang bertujuan memperkuat otoritas alAcMaAomn di tengah pengaruh ulama (muhaddithn) yang semakin meningkat. Pendekatan kedua menganggap MihnA sebagai usaha ideologis yang mencerminkan komitmen alAcMaAomn menegakkan keyakinan teologisnya kepada masyarakat Muslim. Dengan menggunakan analisis historiografis, studi ini secara kritis mengevaluasi perspektif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp" type="image/webp" length="63972" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-ec96d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-4c13c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/f/sosial-ekonomi-politik-mihna-alacmaaomn-mutazila-p-thumb-9597b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Continuity and Change in Islamic Religious Authority ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Continuity and Change in Islamic Religious Authority ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Continuity and Change in Islamic Religious Authority ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47628-agama-islam-pendidikan-abu</link>
	<guid isPermaLink="false">23beef1fc1b9693212c8fe79fa97a3c9</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:18:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ siti walidah ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ amiril ahmad ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,amiril,content,main,siti,walidah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran teknologi digital dalam membentuk koneksi dengan masa lalu nabi dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan praktik agama Islam saat ini. Kedua, bagaimana dinamika ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Continuity and Change in Islamic Religious Authority: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran teknologi digital dalam membentuk koneksi dengan masa lalu nabi dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan praktik agama Islam saat ini. Kedua, bagaimana dinamika otoritas agama dalam konteks globalisasi dan modernisasi, terutama dalam hal inovasi dan perubahan dalam praktik agama. Ketiga, bagaimana konsep sunnah dan jamA'ah dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks sosial-sejarah yang berbeda, dan bagaimana hal ini mempengaruhi keberagaman dalam Islam.. Otoritas agama Islam adalah hubungan temporal yang menghubungkan umat Islam dengan masa lalu mereka yang mendasar, yaitu masa lalu Nabi Muhammad dan para sahabatnya, masa lalu yang menjadi dasar bagi umat Islam.Hubungan ini memungkinkan transmisi dan rekonfigurasi masa lalu menjadi model tindakan atau sunnah yang sesuai dengan realitas sosial-sejarah yang berubah.Figur otoritas diakui sebagai penghubung antara masa lalu nabi dan umat Islam, sehingga mereka dapat mengartikulasikan dan merealisasikan ajaran nabi sebagai norma atau sunnah komunitas.kerja menghubungkan atau mengartikulasikan masa lalu nabi dengan umat Islam.Kerja ini menghasilkan dua unsur konstituen agama.Dinamika ini terus berlangsung dan menghasilkan beragam sunnah, komunitas, dan figur otoritas, meskipun mereka berbagi referensi bersama yaitu masa lalu nabi Artikel ini bertujuan untuk membahas perdebatan tentang kontinuitas dan perubahan dalam otoritas agama Islam. Diskusi dimulai dengan menetapkan kerangka kerja untuk memahami definisi analitis otoritas sebelum menyelami dimensi-dimensi yang mengalami kontinuitas dan perubahan. Arendt mendefinisikan otoritas sebagai hubungan, yang menandakan koneksi dengan tradisi diskursif tertentu, pengetahuan, dan sejarah. Selain itu, hal ini melibatkan hubungan dengan orang lain yang mungkin mengakui, menerima, atau menentang koneksi tersebut. Artikel ini, berdasarkan definisi Arendt, mendekonstruksi sifat hubungan tersebut dengan menekankan tiga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-54c58.webp" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-54c58.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-54c58.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-54c58.webp 1x" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" alt="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-a2dbf.webp" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-a2dbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-a2dbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-a2dbf.webp 1x" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" alt="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp 1x" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" alt="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47628-agama-islam-pendidikan-abu" title="JURIS - Continuity and Change in Islamic Religious Authority" target="_blank">Continuity and Change in Islamic Religious Authority</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana peran teknologi digital dalam membentuk koneksi dengan masa lalu nabi dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan praktik agama Islam saat ini. Kedua, bagaimana dinamika otoritas agama dalam konteks globalisasi dan modernisasi, terutama dalam hal inovasi dan perubahan dalam praktik agama. Ketiga, bagaimana konsep sunnah dan jamA'ah dapat diadaptasi dan diterapkan dalam konteks sosial-sejarah yang berbeda, dan bagaimana hal ini mempengaruhi keberagaman dalam Islam..
<br>Otoritas agama Islam adalah hubungan temporal yang menghubungkan umat Islam dengan masa lalu mereka yang mendasar, yaitu masa lalu Nabi Muhammad dan para sahabatnya, masa lalu yang menjadi dasar bagi umat Islam.Hubungan ini memungkinkan transmisi dan rekonfigurasi masa lalu menjadi model tindakan atau sunnah yang sesuai dengan realitas sosial-sejarah yang berubah.Figur otoritas diakui sebagai penghubung antara masa lalu nabi dan umat Islam, sehingga mereka dapat mengartikulasikan dan merealisasikan ajaran nabi sebagai norma atau sunnah komunitas.kerja menghubungkan atau mengartikulasikan masa lalu nabi dengan umat Islam.Kerja ini menghasilkan dua unsur konstituen agama.Dinamika ini terus berlangsung dan menghasilkan beragam sunnah, komunitas, dan figur otoritas, meskipun mereka berbagi referensi bersama yaitu masa lalu nabi
<br>Artikel ini bertujuan untuk membahas perdebatan tentang kontinuitas dan perubahan dalam otoritas agama Islam. Diskusi dimulai dengan menetapkan kerangka kerja untuk memahami definisi analitis otoritas sebelum menyelami dimensi-dimensi yang mengalami kontinuitas dan perubahan. Arendt mendefinisikan otoritas sebagai hubungan, yang menandakan koneksi dengan tradisi diskursif tertentu, pengetahuan, dan sejarah. Selain itu, hal ini melibatkan hubungan dengan orang lain yang mungkin mengakui, menerima, atau menentang koneksi tersebut. Artikel ini, berdasarkan definisi Arendt, mendekonstruksi sifat hubungan tersebut dengan menekankan tiga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp" type="image/webp" length="81290" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-54c58.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-a2dbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/agama-islam-pendidikan-abu-mahasiswa-otoritas-kont-thumb-db39c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ In Search For Muslim Ethics Of Calvinism Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ In Search For Muslim Ethics Of Calvinism Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ In Search For Muslim Ethics Of Calvinism Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47630-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ</link>
	<guid isPermaLink="false">434bb4f0b119ae20bae0af7b384508b7</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:08:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ amirul haqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amirul,content,haqi,hidayah,main,nur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana mekanisme ijtihad terus aktif dapat mengadaptasi nilai-nilai etika Kalvinisme ke dalam kebijakan publik yang relevan, seperti rencana pembangunan berkelanjutan, serta bagaimana menciptakan platform ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia: Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana mekanisme ijtihad terus aktif dapat mengadaptasi nilai-nilai etika Kalvinisme ke dalam kebijakan publik yang relevan, seperti rencana pembangunan berkelanjutan, serta bagaimana menciptakan platform kolaboratif antara lembaga agama dan pemerintah untuk merumuskan narasi keagamaan yang produktif terkait kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perlu dieksplorasi bagaimana narasi keagamaan yang terintegrasi dapat mempengaruhi perilaku warga dalam mendukung kebijakan anti-korupsi dan transparansi, serta dampaknya terhadap indeks pembangunan manusia. Terakhir, investigasi mengenai penerapan etika Kalvinisme dalam pengelolaan risiko bencana dapat membuka pemahaman baru tentang sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan penanggulangan bencana, sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan efektivitas respon kebijakan.. Artikel ini berargumen bahwa Indonesia memiliki potensi besar mengekstrak etika Kalvinisme dari ajaran agama, tidak hanya Islam, untuk mendukung upaya pemberdayaan di berbagai bidang.Potensi luar biasa ini terlembas, meskipun Indonesia memiliki sumber daya berupa jumlah pengikut beriman yang signifikan.Untuk merealisasikan potensi tersebut, perlu dirancang peta jalan sistematis yang memandu seluruh warga menuju kondisi kolektif yang diinginkan.membuat teologi kehidupan publik berkualitas tinggi melalui penggalian etika Kalvinisme dari tradisi religius yang ada dan menerjemahkannya ke dalam program pemberdayaan lintas lembaga, kementerian, organisasi massa, dan pemerintah Artikel ini membahas eksplorasi bagaimana Islam diterjemahkan menjadi etika Kalvinisme ke dalam kebijakan negara guna meningkatkan kualitas kehidupan publik di Indonesia dengan meninjau kembali dasar "secularisme lembut" yang diadopsi oleh para pendiri negara ini. Dalam argumen ini, etika keagamaan dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki kualitas kehidupan publik dengan merevitalisasi doktrin keagamaan untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan publik. Dalam melakukan hal tersebut, mengaktifkan mekanisme pemikiran rasional induktif seperti ijtihad atau tajdid sangat diperlukan untuk mendekonstruksi pemahaman lama mengenai ajaran agama yang berlawanan dengan peningkatan kualitas kehidupan publik, seperti Indeks... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-56380.webp" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-56380.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-56380.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-56380.webp 1x" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" alt="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp 1x" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" alt="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-8d5c2.webp" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-8d5c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-8d5c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-8d5c2.webp 1x" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" alt="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47630-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ" title="JURIS - In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia" target="_blank">In Search For Muslim Ethics Of Calvinism: Improving The Quality Of Public Life Through The Incorporation Of Religious Narratives Into The State Policies In Indonesia</a>: Pertanyaan penelitian baru dapat difokuskan pada bagaimana mekanisme ijtihad terus aktif dapat mengadaptasi nilai-nilai etika Kalvinisme ke dalam kebijakan publik yang relevan, seperti rencana pembangunan berkelanjutan, serta bagaimana menciptakan platform kolaboratif antara lembaga agama dan pemerintah untuk merumuskan narasi keagamaan yang produktif terkait kesehatan masyarakat. Selanjutnya, perlu dieksplorasi bagaimana narasi keagamaan yang terintegrasi dapat mempengaruhi perilaku warga dalam mendukung kebijakan anti-korupsi dan transparansi, serta dampaknya terhadap indeks pembangunan manusia. Terakhir, investigasi mengenai penerapan etika Kalvinisme dalam pengelolaan risiko bencana dapat membuka pemahaman baru tentang sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan penanggulangan bencana, sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan efektivitas respon kebijakan..
<br>Artikel ini berargumen bahwa Indonesia memiliki potensi besar mengekstrak etika Kalvinisme dari ajaran agama, tidak hanya Islam, untuk mendukung upaya pemberdayaan di berbagai bidang.Potensi luar biasa ini terlembas, meskipun Indonesia memiliki sumber daya berupa jumlah pengikut beriman yang signifikan.Untuk merealisasikan potensi tersebut, perlu dirancang peta jalan sistematis yang memandu seluruh warga menuju kondisi kolektif yang diinginkan.membuat teologi kehidupan publik berkualitas tinggi melalui penggalian etika Kalvinisme dari tradisi religius yang ada dan menerjemahkannya ke dalam program pemberdayaan lintas lembaga, kementerian, organisasi massa, dan pemerintah
<br>Artikel ini membahas eksplorasi bagaimana Islam diterjemahkan menjadi etika Kalvinisme ke dalam kebijakan negara guna meningkatkan kualitas kehidupan publik di Indonesia dengan meninjau kembali dasar "secularisme lembut" yang diadopsi oleh para pendiri negara ini. Dalam argumen ini, etika keagamaan dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki kualitas kehidupan publik dengan merevitalisasi doktrin keagamaan untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan publik. Dalam melakukan hal tersebut, mengaktifkan mekanisme pemikiran rasional induktif seperti ijtihad atau tajdid sangat diperlukan untuk mendekonstruksi pemahaman lama mengenai ajaran agama yang berlawanan dengan peningkatan kualitas kehidupan publik, seperti Indeks...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp" type="image/webp" length="61532" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-56380.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-66f74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/nilai-nilai-etika-alkitab-penerapan-kebijakan-publ-thumb-8d5c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Voice of Resilience Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Voice of Resilience Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Voice of Resilience Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47625-konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris</link>
	<guid isPermaLink="false">3a1c4d613ea508b6f95e6b2f44da934b</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 23:03:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ amirul haqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amirul,content,haqi,hidayah,main,nur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran dan kontribusi wanita Palestina dalam perjuangan untuk kedaulatan dan kemerdekaan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana wanita Palestina menggunakan pendidikan, ekonomi, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran dan kontribusi wanita Palestina dalam perjuangan untuk kedaulatan dan kemerdekaan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana wanita Palestina menggunakan pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik sebagai alat untuk melawan penindasan dan membangun kembali narasi nasional Palestina. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana wanita Palestina dapat menjadi agen perubahan dan pemimpin dalam masyarakat mereka, serta bagaimana mereka dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik dan ekonomi. Penelitian ini juga dapat menganalisis bagaimana wanita Palestina dapat memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan internasional terhadap perjuangan mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan memperkuat peran wanita Palestina dalam perjuangan untuk keadilan dan kedaulatan.. 76 tahun setelah insiden Nakba pada tahun 1948, pengungsi Palestina masih harus hidup di kamp-kamp dan menghadapi berbagai krisis kemanusiaan.Krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh pengungsi Palestina, seperti yang dinyatakan oleh Kanafani dalam novel Umm SaAod, adalah dalam bentuk kemiskinan akut, kekurangan perumahan yang layak, kekurangan makanan, akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, kekerasan, dan menjadi korban dumping sosial.Semua krisis ini disebabkan oleh status mereka sebagai stateless atau al-bidn, yang hanya dapat diatasi dengan mengembalikan kewarganegaraan mereka.Penawaran Kanafani kepada wanita Palestina dalam novel Umm SaAod untuk melawan melalui politik statistik dengan menjadikan rahim mereka sebagai medan pertempuran baru dalam teori State Ibuism hanya akan mendukung hegemoni laki-laki dan menjadikan mereka sebagai objek dan masyarakat kelas dua.Dari perspektif Islam, wanita memiliki hak dan kendali atas tubuh dan sistem reproduksi mereka.Meskipun banyak aspek akan mempengaruhi keputusan mereka apakah akan hamil atau tidak.Gerakan pro-natal untuk wanita pengungsi hanya akan memperbanyak penderitaan mereka.Oleh karena itu, perlu ditemukan ide-ide lain untuk keterlibatan wanita pengungsi Palestina dalam upaya perlawanan mereka untuk memulihkan kedaulatan Palestina.Ide-ide yang menjaga kehormatan dan martabat wanita.Selain itu, ketangguhan dan agen wanita Palestina harus dibayangkan kembali melalui kerangka pemberdayaan yang menekankan pendidikan, kemerdekaan ekonomi, dan partisipasi politik.Jalur-jalur ini dapat memungkinkan mereka untuk berkontribusi secara bermakna terhadap penyebab Palestina sambil menjaga martabat dan otonomi mereka.Upaya kolaboratif dari organisasi internasional, kepemimpinan lokal, dan komunitas global harus memprioritaskan solusi berkelanjutan yang mengangkat wanita Palestina sebagai mitra yang setara dalam perjuangan untuk keadilan dan kedaulatan, bukan mengasingkan mereka ke peran yang memperpanjang penindasan mereka Artikel ini bertujuan untuk membahas krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh pengungsi wanita Palestina dalam novel Umm SaAod karya Ghassan Kanafani. Krisis kemanusiaan ini merupakan hasil dari konflik Israel-Palestina sejak insiden Nakba 1948, yang terus berlanjut hingga saat ini. Artikel ini mengungkapkan dan menganalisis krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh wanita Palestina dalam novel ini menggunakan pendekatan state-ibuism dan metode deskriptif kualitatif. State-ibuism didefinisikan sebagai ideologi tindakan wanita dalam merawat keluarga, kelompok, atau negara untuk mendukung kekuasaan laki-laki. Ide utama Kanafani bagi wanita Palestina untuk membangun kembali narasi nasional Palestina adalah gerakan pro-natal menggunakan rahim mereka.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-d46c5.webp" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-d46c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-d46c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-d46c5.webp 1x" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" alt="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp 1x" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" alt="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-df1eb.webp" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-df1eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-df1eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-df1eb.webp 1x" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" alt="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47625-konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris" title="JURIS - Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod" target="_blank">Voice of Resilience: Unveiling the Humanitarian Tragedy of Palestinian Women in the Lens of Umm SaAod</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut peran dan kontribusi wanita Palestina dalam perjuangan untuk kedaulatan dan kemerdekaan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana wanita Palestina menggunakan pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik sebagai alat untuk melawan penindasan dan membangun kembali narasi nasional Palestina. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana wanita Palestina dapat menjadi agen perubahan dan pemimpin dalam masyarakat mereka, serta bagaimana mereka dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik dan ekonomi. Penelitian ini juga dapat menganalisis bagaimana wanita Palestina dapat memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan internasional terhadap perjuangan mereka. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dan memperkuat peran wanita Palestina dalam perjuangan untuk keadilan dan kedaulatan..
<br>76 tahun setelah insiden Nakba pada tahun 1948, pengungsi Palestina masih harus hidup di kamp-kamp dan menghadapi berbagai krisis kemanusiaan.Krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh pengungsi Palestina, seperti yang dinyatakan oleh Kanafani dalam novel Umm SaAod, adalah dalam bentuk kemiskinan akut, kekurangan perumahan yang layak, kekurangan makanan, akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, kekerasan, dan menjadi korban dumping sosial.Semua krisis ini disebabkan oleh status mereka sebagai stateless atau al-bidn, yang hanya dapat diatasi dengan mengembalikan kewarganegaraan mereka.Penawaran Kanafani kepada wanita Palestina dalam novel Umm SaAod untuk melawan melalui politik statistik dengan menjadikan rahim mereka sebagai medan pertempuran baru dalam teori State Ibuism hanya akan mendukung hegemoni laki-laki dan menjadikan mereka sebagai objek dan masyarakat kelas dua.Dari perspektif Islam, wanita memiliki hak dan kendali atas tubuh dan sistem reproduksi mereka.Meskipun banyak aspek akan mempengaruhi keputusan mereka apakah akan hamil atau tidak.Gerakan pro-natal untuk wanita pengungsi hanya akan memperbanyak penderitaan mereka.Oleh karena itu, perlu ditemukan ide-ide lain untuk keterlibatan wanita pengungsi Palestina dalam upaya perlawanan mereka untuk memulihkan kedaulatan Palestina.Ide-ide yang menjaga kehormatan dan martabat wanita.Selain itu, ketangguhan dan agen wanita Palestina harus dibayangkan kembali melalui kerangka pemberdayaan yang menekankan pendidikan, kemerdekaan ekonomi, dan partisipasi politik.Jalur-jalur ini dapat memungkinkan mereka untuk berkontribusi secara bermakna terhadap penyebab Palestina sambil menjaga martabat dan otonomi mereka.Upaya kolaboratif dari organisasi internasional, kepemimpinan lokal, dan komunitas global harus memprioritaskan solusi berkelanjutan yang mengangkat wanita Palestina sebagai mitra yang setara dalam perjuangan untuk keadilan dan kedaulatan, bukan mengasingkan mereka ke peran yang memperpanjang penindasan mereka
<br>Artikel ini bertujuan untuk membahas krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh pengungsi wanita Palestina dalam novel Umm SaAod karya Ghassan Kanafani. Krisis kemanusiaan ini merupakan hasil dari konflik Israel-Palestina sejak insiden Nakba 1948, yang terus berlanjut hingga saat ini. Artikel ini mengungkapkan dan menganalisis krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh wanita Palestina dalam novel ini menggunakan pendekatan state-ibuism dan metode deskriptif kualitatif. State-ibuism didefinisikan sebagai ideologi tindakan wanita dalam merawat keluarga, kelompok, atau negara untuk mendukung kekuasaan laki-laki. Ide utama Kanafani bagi wanita Palestina untuk membangun kembali narasi nasional Palestina adalah gerakan pro-natal menggunakan rahim mereka....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp" type="image/webp" length="57220" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-d46c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-cee44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/konflik-israel-palestina-konteks-peran-wanita-kris-thumb-df1eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ QurAoanic Manuscripts Mythmaking and the Cultural Economy in Madura ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ QurAoanic Manuscripts Mythmaking and the Cultural Economy in Madura ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ QurAoanic Manuscripts Mythmaking and the Cultural Economy in Madura ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47632-politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-b</link>
	<guid isPermaLink="false">c7309b6a578f43be67ada26f72ca4906</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:55:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ role sumenep ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy herawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,emy,herawati,main,role,sumenep]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi komparatif tentang manuskrip QurAoan di pulau-pulau lain di Indonesia untuk mengidentifikasi pola narasi yang serupa atau perbedaan lokal, sehingga dapat memahami dimensi regional. Kedua, teliti dampak jangka panjang dari pariwisata ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura: Pertama, lakukan studi komparatif tentang manuskrip QurAoan di pulau-pulau lain di Indonesia untuk mengidentifikasi pola narasi yang serupa atau perbedaan lokal, sehingga dapat memahami dimensi regional. Kedua, teliti dampak jangka panjang dari pariwisata budaya terhadap pemeliharaan manuskrip, termasuk analisis ekonomi dan etika komodifikasi, guna mengembangkan kebijakan pelestarian yang seimbang. Ketiga, eksplorasi potensi digitalisasi manuskrip beserta rekonstruksi narasi melalui platform multimedia untuk memperluas akses publik sekaligus memperkuat kesadaran budaya, sambil memperhatikan keamanan dan keautentikan materi. Pendekatan ini akan membuka ruang bagi pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran manuskrip QurAoan dalam dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia masingAcmasing.. Manuskrip QurAoan di Madura berfungsi lebih dari sekadar artefak keagamaan.mereka menjadi pusat konstruksi sosial di mana mitos, keyakinan, dan ekonomi budaya bersinggungan.Narasi ajaib yang melingkupi manuskrip ini tidak netral, melainkan merupakan hasil kerja budaya yang terus diciptakan, dinegosiasikan, dan dipresentasikan dalam konteks tertentu.Melalui lensa kehidupan sosial barang, manuskrip tersebut mengalir dalam aliran nilai spiritual, ekonomi, dan simbolik, menjadi komoditas pariwisata sambil tetap mempertahankan nilai keagamaan Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana manuskrip QurAoan suci di Madura, Indonesia, tertanam dalam narasi mitologis lokal dan dikuasai menjadi sumber budaya serta ekonomi. Manuskrip-manu skrip ini, meskipun dianggap sebagai artefak keagamaan, juga berfungsi sebagai "teks hidup" yang menyebarkan makna dan kekuatan dalam konteks spiritual, budaya, dan pariwisata. Dengan pendekatan kualitatif yang meliputi observasi partisipan dan wawancara semiAcstruktural dengan penjaga manuskrip, pemuka agama, dan pengunjung, penelitian ini menganalisis bagaimana cerita asal usul ajaibAiseperti manuskrip yang ditulis dalam satu malam atau di bawah airAimembentuk persepsi publik dan menambah nilai simbolik. Temuan menunjukkan bahwa narasi-narasi ini tidak hanya menjadi ekspresi kepercayaan, tetapi juga strategi pelestarian budaya dan komodifikasi, memtransformasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp 1x" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" alt="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-bc76f.webp" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-bc76f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-bc76f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-bc76f.webp 1x" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" alt="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-20593.webp" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-20593.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-20593.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-20593.webp 1x" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" alt="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47632-politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-b" title="JURIS - QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura" target="_blank">QurAoanic Manuscripts, Mythmaking, and the Cultural Economy in Madura</a>: Pertama, lakukan studi komparatif tentang manuskrip QurAoan di pulau-pulau lain di Indonesia untuk mengidentifikasi pola narasi yang serupa atau perbedaan lokal, sehingga dapat memahami dimensi regional. Kedua, teliti dampak jangka panjang dari pariwisata budaya terhadap pemeliharaan manuskrip, termasuk analisis ekonomi dan etika komodifikasi, guna mengembangkan kebijakan pelestarian yang seimbang. Ketiga, eksplorasi potensi digitalisasi manuskrip beserta rekonstruksi narasi melalui platform multimedia untuk memperluas akses publik sekaligus memperkuat kesadaran budaya, sambil memperhatikan keamanan dan keautentikan materi. Pendekatan ini akan membuka ruang bagi pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran manuskrip QurAoan dalam dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di Indonesia masingAcmasing..
<br>Manuskrip QurAoan di Madura berfungsi lebih dari sekadar artefak keagamaan.mereka menjadi pusat konstruksi sosial di mana mitos, keyakinan, dan ekonomi budaya bersinggungan.Narasi ajaib yang melingkupi manuskrip ini tidak netral, melainkan merupakan hasil kerja budaya yang terus diciptakan, dinegosiasikan, dan dipresentasikan dalam konteks tertentu.Melalui lensa kehidupan sosial barang, manuskrip tersebut mengalir dalam aliran nilai spiritual, ekonomi, dan simbolik, menjadi komoditas pariwisata sambil tetap mempertahankan nilai keagamaan
<br>Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana manuskrip QurAoan suci di Madura, Indonesia, tertanam dalam narasi mitologis lokal dan dikuasai menjadi sumber budaya serta ekonomi. Manuskrip-manu skrip ini, meskipun dianggap sebagai artefak keagamaan, juga berfungsi sebagai "teks hidup" yang menyebarkan makna dan kekuatan dalam konteks spiritual, budaya, dan pariwisata. Dengan pendekatan kualitatif yang meliputi observasi partisipan dan wawancara semiAcstruktural dengan penjaga manuskrip, pemuka agama, dan pengunjung, penelitian ini menganalisis bagaimana cerita asal usul ajaibAiseperti manuskrip yang ditulis dalam satu malam atau di bawah airAimembentuk persepsi publik dan menambah nilai simbolik. Temuan menunjukkan bahwa narasi-narasi ini tidak hanya menjadi ekspresi kepercayaan, tetapi juga strategi pelestarian budaya dan komodifikasi, memtransformasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp" type="image/webp" length="57748" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-8294e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-bc76f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/politik-ekonomi-budaya-wisata-pelestarian-positif-thumb-20593.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Islamophobia and Counter Terrorism in France Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islamophobia and Counter Terrorism in France Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islamophobia and Counter Terrorism in France Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47622-antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa</link>
	<guid isPermaLink="false">57e36b74feb5a33d12330a787ed4dc58</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:52:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piety social ]]></category>
	<category><![CDATA[ bantani zuhd ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bantani,content,main,piety,social,zuhd]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah: pertama, lakukan studi perbandingan lintas negara mengenai dampak kebijakan anti-terorisme terhadap komunitas Muslim ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah: pertama, lakukan studi perbandingan lintas negara mengenai dampak kebijakan anti-terorisme terhadap komunitas Muslim di lingkungan multiAckultural, sehingga dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan risiko diskriminatif; kedua, gunakan pendekatan longitudinal untuk memantau persepsi publik tentang Islamofobia selama periode kebijakan keamanan yang intensif, melibatkan survei opini publik dan analisis media, guna menilai evolusi wacana dan efek jangka panjang terhadap kohesi sosial; ketiga, kembangkan model intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan hak asasi manusia dan strategi keamanan, menguji efektivitasnya melalui eksperimen terkontrol di wilayah perbatasan yang rawan terorisme, sehingga menyediakan bukti empiris tentang keseimbangan optimal antara keamanan dan hak manusia.. Studi ini menunjukkan pergeseran kebijakan anti-terorisme di Perancis menekankan keamanan nasional di atas hak asasi manusia, memperkuat Islamofobia.Pendekatan yang terlalu represif dapat memperdalam ketegangan sosial dan mengikis legitimasi pemerintah.Untuk kebijakan yang berkelanjutan, diperlukan keseimbangan antara keamanan, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia Penelitian ini memeriksa bagaimana kebijakan anti-terorisme di bawah Hollande dan Macron mencerminkan narasi berbeda tentang Islam dan Islamofobia di Perancis. Dengan menerapkan Analisis Diskursus Kritis (CDA) dan mempertimbangkan divergensi ideologis, studi ini menganalisis interaksi antara retorika politik, kebijakan, dan persepsi komunitas Muslim. Meskipun Hollande menekankan nilai kemanusiaan bersama langkah-langkah keamanan yang tidak secara langsung memengaruhi Muslim, Macron mengadopsi sikap tegas menentang Aoseparatisme IslamisAo, yang menghasilkan kebijakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp 1x" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" alt="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f82b1.webp" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f82b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f82b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f82b1.webp 1x" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" alt="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f0d90.webp" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f0d90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f0d90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f0d90.webp 1x" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" alt="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47622-antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa" title="JURIS - Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks" target="_blank">Islamophobia and Counter-Terrorism in France: Political Discourses Under Hollande and Macron After the 2015 Paris Attacks</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah: pertama, lakukan studi perbandingan lintas negara mengenai dampak kebijakan anti-terorisme terhadap komunitas Muslim di lingkungan multiAckultural, sehingga dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan risiko diskriminatif; kedua, gunakan pendekatan longitudinal untuk memantau persepsi publik tentang Islamofobia selama periode kebijakan keamanan yang intensif, melibatkan survei opini publik dan analisis media, guna menilai evolusi wacana dan efek jangka panjang terhadap kohesi sosial; ketiga, kembangkan model intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan hak asasi manusia dan strategi keamanan, menguji efektivitasnya melalui eksperimen terkontrol di wilayah perbatasan yang rawan terorisme, sehingga menyediakan bukti empiris tentang keseimbangan optimal antara keamanan dan hak manusia..
<br>Studi ini menunjukkan pergeseran kebijakan anti-terorisme di Perancis menekankan keamanan nasional di atas hak asasi manusia, memperkuat Islamofobia.Pendekatan yang terlalu represif dapat memperdalam ketegangan sosial dan mengikis legitimasi pemerintah.Untuk kebijakan yang berkelanjutan, diperlukan keseimbangan antara keamanan, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia
<br>Penelitian ini memeriksa bagaimana kebijakan anti-terorisme di bawah Hollande dan Macron mencerminkan narasi berbeda tentang Islam dan Islamofobia di Perancis. Dengan menerapkan Analisis Diskursus Kritis (CDA) dan mempertimbangkan divergensi ideologis, studi ini menganalisis interaksi antara retorika politik, kebijakan, dan persepsi komunitas Muslim. Meskipun Hollande menekankan nilai kemanusiaan bersama langkah-langkah keamanan yang tidak secara langsung memengaruhi Muslim, Macron mengadopsi sikap tegas menentang Aoseparatisme IslamisAo, yang menghasilkan kebijakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp" type="image/webp" length="72486" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-2c9a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f82b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/9/antiacterrorism-islamophobia-cda-terrorism-hak-asa-thumb-f0d90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faith in the Digital Age The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims Piety on Social Media ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faith in the Digital Age The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims Piety on Social Media ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faith in the Digital Age The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims Piety on Social Media ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47609-sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli</link>
	<guid isPermaLink="false">b628438741498e51a805cf04a582fae2</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:30:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ piety social ]]></category>
	<category><![CDATA[ bantani zuhd ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bantani,content,main,piety,social,zuhd]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Menganalisis lebih lanjut dampak transformasi gerakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims' Piety on Social Media: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Menganalisis lebih lanjut dampak transformasi gerakan fundamentalisme Islam melalui hijrah da'wah di media sosial terhadap pembentukan kesalehan milenial Muslim. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana konten Islam kreatif digital yang diproduksi oleh pendakwah muda mempengaruhi pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.2. Meneliti lebih dalam tentang bagaimana fragmentasi otoritas agama di media sosial mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim yang terasimilasi ke dalam budaya populer Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana komunitas hijrah da'wah berbasis populer di media sosial membentuk pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.3. Mengkaji peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam memproduksi narasi Islam progresif dan moderat yang merespons isu-isu kemanusiaan global. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana organisasi-organisasi ini berkontribusi dalam membentuk kesalehan progresif di kalangan milenial Muslim dan bagaimana mereka merespons tantangan modernitas seperti hak asasi manusia, feminisme, demokrasi, kesehatan, dan lainnya.. Penggunaan media sosial telah menyebabkan perubahan signifikan dalam cara pesan agama disampaikan dan diterima, dengan platform seperti YouTube dan Instagram memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman Islam di kalangan muda Muslim.Interaksi berbagai gerakan Islam dan penggunaan kreatif media digital berkontribusi terhadap pluralitas kesalehan di kalangan pemuda Muslim di Indonesia, yang mencerminkan interpretasi dan praktik iman yang beragam.Fundamentalisme Islam sebagai organisasi dan pemahaman agama yang digambarkan sebagai kelompok Islam tekstualis, konservatif, dan eksklusif terhadap pemikiran modern, saat ini mengalami transformasi signifikan dalam gerakan dakwah.Meskipun ideal gerakan fundamentalisme Islam telah konsisten berjuang untuk politik Islam, model dakwah telah mengalami modifikasi seiring dengan kehadiran media sosial.Hijrah da'wah, salah satu doktrin utama gerakan fundamentalis Islam seperti Tarbiyah, Salafi, dan HTI, adalah narasi yang dikampanyekan oleh pendakwah muda di media digital dengan tujuan memotivasi milenial Muslim untuk berlaku baik dan meninggalkan keburukan.Pendakwah muda dan keren ini adalah agen kunci yang berhasil membangun otoritas agama dan memainkan peran penting dalam penyebaran ide-ide fundamentalis Islam di Indonesia kontemporer.Sehingga, kehadiran media sosial berkontribusi dalam menyediakan pengetahuan agama dan membentuk kesalehan milenial Muslim berdasarkan literatur Islam di internet.Akhirnya, media sosial adalah pasar bebas ideologis yang menciptakan pluralitas kesalehan milenial Muslim dari moderat atau progresif, yang mengakomodasi budaya populer Islam, hingga yang radikal-ekstremis Fundamentalisme Islam telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan munculnya media sosial. Kehadiran pola baru fundamentalisme Islam dipengaruhi oleh para pendakwah muda yang berhasil membangun otoritas agama melalui konten Islam kreatif digital yang berisi ide tentang politik Islam, hijrah da'wah, dan ideologi salafisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara silsilah gerakan dan tipologi pemikiran fundamentalis Islam, hijrah da'wah, dan pluralitas kesalehan milenial Muslim. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur, yang operasionalisasinya dilakukan dengan memeriksa, mengidentifikasi, dan menemukan kesenjangan dari referensi topik terkait. Selanjutnya, menganalisis konten digital untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim. Artikel ini menemukan bahwa transformasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-dfc72.webp" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-dfc72.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-dfc72.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-dfc72.webp 1x" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" alt="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp 1x" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" alt="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-f2ff3.webp" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-f2ff3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-f2ff3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-f2ff3.webp 1x" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" alt="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47609-sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli" title="JURIS - Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims&#039; Piety on Social Media" target="_blank">Faith in the Digital Age: The Rise of Islamic Fundamentalism and the Plurality of Young Muslims' Piety on Social Media</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:1. Menganalisis lebih lanjut dampak transformasi gerakan fundamentalisme Islam melalui hijrah da'wah di media sosial terhadap pembentukan kesalehan milenial Muslim. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana konten Islam kreatif digital yang diproduksi oleh pendakwah muda mempengaruhi pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.2. Meneliti lebih dalam tentang bagaimana fragmentasi otoritas agama di media sosial mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim yang terasimilasi ke dalam budaya populer Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana komunitas hijrah da'wah berbasis populer di media sosial membentuk pemahaman dan praktik agama di kalangan milenial Muslim.3. Mengkaji peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam memproduksi narasi Islam progresif dan moderat yang merespons isu-isu kemanusiaan global. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana organisasi-organisasi ini berkontribusi dalam membentuk kesalehan progresif di kalangan milenial Muslim dan bagaimana mereka merespons tantangan modernitas seperti hak asasi manusia, feminisme, demokrasi, kesehatan, dan lainnya..
<br>Penggunaan media sosial telah menyebabkan perubahan signifikan dalam cara pesan agama disampaikan dan diterima, dengan platform seperti YouTube dan Instagram memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman Islam di kalangan muda Muslim.Interaksi berbagai gerakan Islam dan penggunaan kreatif media digital berkontribusi terhadap pluralitas kesalehan di kalangan pemuda Muslim di Indonesia, yang mencerminkan interpretasi dan praktik iman yang beragam.Fundamentalisme Islam sebagai organisasi dan pemahaman agama yang digambarkan sebagai kelompok Islam tekstualis, konservatif, dan eksklusif terhadap pemikiran modern, saat ini mengalami transformasi signifikan dalam gerakan dakwah.Meskipun ideal gerakan fundamentalisme Islam telah konsisten berjuang untuk politik Islam, model dakwah telah mengalami modifikasi seiring dengan kehadiran media sosial.Hijrah da'wah, salah satu doktrin utama gerakan fundamentalis Islam seperti Tarbiyah, Salafi, dan HTI, adalah narasi yang dikampanyekan oleh pendakwah muda di media digital dengan tujuan memotivasi milenial Muslim untuk berlaku baik dan meninggalkan keburukan.Pendakwah muda dan keren ini adalah agen kunci yang berhasil membangun otoritas agama dan memainkan peran penting dalam penyebaran ide-ide fundamentalis Islam di Indonesia kontemporer.Sehingga, kehadiran media sosial berkontribusi dalam menyediakan pengetahuan agama dan membentuk kesalehan milenial Muslim berdasarkan literatur Islam di internet.Akhirnya, media sosial adalah pasar bebas ideologis yang menciptakan pluralitas kesalehan milenial Muslim dari moderat atau progresif, yang mengakomodasi budaya populer Islam, hingga yang radikal-ekstremis
<br>Fundamentalisme Islam telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan munculnya media sosial. Kehadiran pola baru fundamentalisme Islam dipengaruhi oleh para pendakwah muda yang berhasil membangun otoritas agama melalui konten Islam kreatif digital yang berisi ide tentang politik Islam, hijrah da'wah, dan ideologi salafisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara silsilah gerakan dan tipologi pemikiran fundamentalis Islam, hijrah da'wah, dan pluralitas kesalehan milenial Muslim. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi literatur, yang operasionalisasinya dilakukan dengan memeriksa, mengidentifikasi, dan menemukan kesenjangan dari referensi topik terkait. Selanjutnya, menganalisis konten digital untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kesalehan milenial Muslim. Artikel ini menemukan bahwa transformasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp" type="image/webp" length="70286" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-dfc72.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-4048e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/sosial-komunitas-hijrah-remaja-muslim-pemuda-musli-thumb-f2ff3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi East Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi East Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi East Java ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47618-proses-asimilasi-budaya-simbol-arab</link>
	<guid isPermaLink="false">bbde133f864e8aff13f8cb7217b5837c</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:16:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur hidayah ]]></category>
	<category><![CDATA[ amirul haqi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amirul,content,haqi,hidayah,main,nur]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana peran perempuan Hadrami di Tanah Osing dapat dipengaruhi oleh integrasi pendidikan modern? Sejauh mana pemanfaatan media digital dapat memperluas pengaruh dakwah dan kebudayaan Hadrami kepada generasi muda di Banyuwangi? Apa dampak perubahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java: Bagaimana peran perempuan Hadrami di Tanah Osing dapat dipengaruhi oleh integrasi pendidikan modern? Sejauh mana pemanfaatan media digital dapat memperluas pengaruh dakwah dan kebudayaan Hadrami kepada generasi muda di Banyuwangi? Apa dampak perubahan iklim ekonomi global terhadap strategi perdagangan dan dakwah Hadrami di Tanah Osing?. Komunitas Hadrami di Tanah Osing telah berkontribusi signifikan pada perdagangan, dakwah Islam, dan kehidupan budaya setempat melalui adopsi bahasa lokal serta pengaruh Arab dalam musik, pakaian, dan praktik keagamaan.Meskipun mereka mempertahankan identitas Arab, interaksi erat dengan masyarakat Osing telah menghasilkan asimilasi budaya yang menumbuhkan pemahaman dan penghargaan atas warisan Arab.Peran perempuan Hadrami masih dominan di ruang domestik, namun perubahan sosial and lingkungan pendidikan berpotensi mengubah dinamika gender tersebut Penelitian ini menyelidiki potret komunitas Hadrami di Tanah Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi merupakan kota legenda di mana warisan Kerajaan Majapahit terjaga dengan baik. Kota ini bersatu dengan suku asli Osing, yang memiliki tradisi, bahasa, adat, dan budaya sendiri. Madura, Jawa, Sunda, Tionghoa, Eropa, dan Hadrami merupakan kelompok etnis lainnya yang bermukim di wilayah ini. Keanekaragaman bahasa, kelompok etnis, dan agama membuat Banyuwangi menjadi tempat selamat bagi Hadrami selama berabad-abad. Selama Hindia Belanda, Hadrami melakukan perdagangan luas melalui Laut Selatan pulau ini; kawasan ini menjadi pelabuhan perdagangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp 1x" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" alt="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-c49c6.webp" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-c49c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-c49c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-c49c6.webp 1x" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" alt="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-f3542.webp" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-f3542.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-f3542.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-f3542.webp 1x" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" alt="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47618-proses-asimilasi-budaya-simbol-arab" title="JURIS - Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java" target="_blank">Religious And Cultural Embodiment In The Land Of Osing: A Portrait Of Hadrami Community In Banyuwangi, East Java</a>: Bagaimana peran perempuan Hadrami di Tanah Osing dapat dipengaruhi oleh integrasi pendidikan modern? Sejauh mana pemanfaatan media digital dapat memperluas pengaruh dakwah dan kebudayaan Hadrami kepada generasi muda di Banyuwangi? Apa dampak perubahan iklim ekonomi global terhadap strategi perdagangan dan dakwah Hadrami di Tanah Osing?.
<br>Komunitas Hadrami di Tanah Osing telah berkontribusi signifikan pada perdagangan, dakwah Islam, dan kehidupan budaya setempat melalui adopsi bahasa lokal serta pengaruh Arab dalam musik, pakaian, dan praktik keagamaan.Meskipun mereka mempertahankan identitas Arab, interaksi erat dengan masyarakat Osing telah menghasilkan asimilasi budaya yang menumbuhkan pemahaman dan penghargaan atas warisan Arab.Peran perempuan Hadrami masih dominan di ruang domestik, namun perubahan sosial and lingkungan pendidikan berpotensi mengubah dinamika gender tersebut
<br>Penelitian ini menyelidiki potret komunitas Hadrami di Tanah Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Banyuwangi merupakan kota legenda di mana warisan Kerajaan Majapahit terjaga dengan baik. Kota ini bersatu dengan suku asli Osing, yang memiliki tradisi, bahasa, adat, dan budaya sendiri. Madura, Jawa, Sunda, Tionghoa, Eropa, dan Hadrami merupakan kelompok etnis lainnya yang bermukim di wilayah ini. Keanekaragaman bahasa, kelompok etnis, dan agama membuat Banyuwangi menjadi tempat selamat bagi Hadrami selama berabad-abad. Selama Hindia Belanda, Hadrami melakukan perdagangan luas melalui Laut Selatan pulau ini; kawasan ini menjadi pelabuhan perdagangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp" type="image/webp" length="81796" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-9f07a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-c49c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/proses-asimilasi-budaya-simbol-arab-hadrami-embodi-thumb-f3542.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47617-kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri</link>
	<guid isPermaLink="false">0dde7d9962756d96a8f3de5e1c4e82ed</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:11:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sunnah wa al ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ far ja ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,content,far,ja,main,sunnah,wa]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berbagai tantangan diambil untuk memperkaya pemahaman tentang dampak sosial dan politik FPI: pertama, penelitian jangka panjang dapat mengevaluasi perubahan perilaku anggota FPI setelah penurunan aktivitas fisik akibat pembubaran resmi, sehingga dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts: Berbagai tantangan diambil untuk memperkaya pemahaman tentang dampak sosial dan politik FPI: pertama, penelitian jangka panjang dapat mengevaluasi perubahan perilaku anggota FPI setelah penurunan aktivitas fisik akibat pembubaran resmi, sehingga dapat menilai keberlanjutan identitas dan solidaritas komunitas. Kedua, studi komparatif antara Pamekasan dan wilayah lain di Madura atau Jawa yang memiliki struktur pesantren dan kepercayaan nasionalitas yang berbeda dapat menilai tingkat efektifitas strategi mobilisasi kyai dalam konteks sosial-ekonomi yang variatif. Ketiga, penelitian terfokus pada hubungan antara FPI dan kebijakan lokal mengenai penerapan syariat dapat menelusuri dinamika antara legitimasi keagamaan dan mekanisme regulasi negara, serta menilai implikasi bagi dialog sosial dan kebijakan publik di Indonesia.. FPI memperoleh penerimaan luas di kalangan masyarakat Muslim Madura melalui tiga faktor utama.kesesuaian ideologis, komitmen moral terhadap amr ma'ruf nahy munkar, dan kepercayaan kepada kyai.Organisasi ini memanfaatkan modal budaya dan keagamaan kyai untuk memperkuat legitimasi dan memobilisasi partisipasi massal.Keberhasilan FPI dalam memperkuat solidaritas dan memperluas pengaruhnya menegaskan pentingnya peran figur religius dalam dinamika kelompok Islamisme lokal Penelitian ini meneliti Front Pembela Islam (FPI) di Pamekasan, Madura, dengan fokus pada daya tarik dan dinamika organisasi di kalangan masyarakat Muslim lokal. Peneliti menggunakan teori modal religius dan identitas sosial untuk menganalisis motivasi keanggotaan FPI serta strategi yang digunakan FPI untuk memperkuat solidaritas antaranggota. Temuan menunjukkan bahwa daya tarik FPI berakar pada keselarasan nilai tradisional Islam, komitmen terhadap amr ma'ruf nahy munkar, serta legitimasi yang diperoleh melalui peran kyai, habib, dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan setempat. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-6eb38.webp" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-6eb38.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-6eb38.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-6eb38.webp 1x" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" alt="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp 1x" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" alt="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-dc65d.webp" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-dc65d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-dc65d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-dc65d.webp 1x" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" alt="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47617-kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri" title="JURIS - The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts" target="_blank">The Appeal of Islamist Movements in Local Muslim Contexts</a>: Berbagai tantangan diambil untuk memperkaya pemahaman tentang dampak sosial dan politik FPI: pertama, penelitian jangka panjang dapat mengevaluasi perubahan perilaku anggota FPI setelah penurunan aktivitas fisik akibat pembubaran resmi, sehingga dapat menilai keberlanjutan identitas dan solidaritas komunitas. Kedua, studi komparatif antara Pamekasan dan wilayah lain di Madura atau Jawa yang memiliki struktur pesantren dan kepercayaan nasionalitas yang berbeda dapat menilai tingkat efektifitas strategi mobilisasi kyai dalam konteks sosial-ekonomi yang variatif. Ketiga, penelitian terfokus pada hubungan antara FPI dan kebijakan lokal mengenai penerapan syariat dapat menelusuri dinamika antara legitimasi keagamaan dan mekanisme regulasi negara, serta menilai implikasi bagi dialog sosial dan kebijakan publik di Indonesia..
<br>FPI memperoleh penerimaan luas di kalangan masyarakat Muslim Madura melalui tiga faktor utama.kesesuaian ideologis, komitmen moral terhadap amr ma'ruf nahy munkar, dan kepercayaan kepada kyai.Organisasi ini memanfaatkan modal budaya dan keagamaan kyai untuk memperkuat legitimasi dan memobilisasi partisipasi massal.Keberhasilan FPI dalam memperkuat solidaritas dan memperluas pengaruhnya menegaskan pentingnya peran figur religius dalam dinamika kelompok Islamisme lokal
<br>Penelitian ini meneliti Front Pembela Islam (FPI) di Pamekasan, Madura, dengan fokus pada daya tarik dan dinamika organisasi di kalangan masyarakat Muslim lokal. Peneliti menggunakan teori modal religius dan identitas sosial untuk menganalisis motivasi keanggotaan FPI serta strategi yang digunakan FPI untuk memperkuat solidaritas antaranggota. Temuan menunjukkan bahwa daya tarik FPI berakar pada keselarasan nilai tradisional Islam, komitmen terhadap amr ma'ruf nahy munkar, serta legitimasi yang diperoleh melalui peran kyai, habib, dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan setempat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp" type="image/webp" length="58106" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-6eb38.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-85a8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/8/kelompok-islami-legitimasi-keagamaan-al-islam-kuri-thumb-dc65d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Negotiating Gender Equality NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Gender Equality NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Gender Equality NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47619-praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-prakti</link>
	<guid isPermaLink="false">2961b1edba7d0a2040eeca293b810c3b</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:03:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ role sumenep ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy herawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,emy,herawati,main,role,sumenep]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana mekanisme adaptasi fatwa 1997 NU dalam konteks pesantren lokal dapat mempercepat internalisasi kesetaraan gender? Apakah peran media daring dapat memfasilitasi dialog lintas generasi di antara kiai dan aktivis perempuan NU Sumenep untuk mengedepankan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep: Bagaimana mekanisme adaptasi fatwa 1997 NU dalam konteks pesantren lokal dapat mempercepat internalisasi kesetaraan gender? Apakah peran media daring dapat memfasilitasi dialog lintas generasi di antara kiai dan aktivis perempuan NU Sumenep untuk mengedepankan praktik gender yang inklusif? Bagaimana strategi pelatihan berbasis kasus dapat meningkatkan kapasitas santri perempuan dalam berpartisipasi aktif di forum kebijakan NU tanpa mengganggu harmoni komunitas?. Diskursus kesetaraan gender di antara aktivis NU Sumenep telah lama hadir, namun dampaknya masih mayoritas sekular dan belum mencapai level substantif, yaitu kemampuan untuk terlibat dalam dialog, negosiasi, dan menegosiasi terhadap otoritas kiai dan guru NU yang menegolak gender equality.Sikap hati-hati dan skeptis NU Sumenep terhadap diskursus kesetaraan gender menunjukkan bahwa inisiatif PBNU belum sepenuhnya internalisasi di tingkat akar rumput.Banyak keputusan hukum dan opini pribadi kiai dan guru masih belum sejalan dengan ideal kesetaraan gender yang dianut oleh elit PBNU Kongres Nasional 1997 Nahdlatul Ulama (NU) di Lombok mengeluarkan fatwa progresif yang memperbolehkan perempuan menjabat sebagai wakil presiden, suatu langkah maju dalam advokasi keadilan gender dalam diskursus Islam. Namun, di tingkat akar rumput, segregasi gender masih terlekat kuat, khususnya di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana feminis NU di Sumenep menegosiasi perjuangan mereka untuk kesetaraan gender dan bagaimana kiai serta sarjana agama merespons upaya tersebut. Metode kualitatif menggunakan tinjauan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-d475c.webp" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-d475c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-d475c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-d475c.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" alt="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" alt="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-96d63.webp" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-96d63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-96d63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-96d63.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" alt="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47619-praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-prakti" title="JURIS - Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep" target="_blank">Negotiating Gender Equality: NU ScholarsAo Perceptions of WomenAos Role in Sumenep</a>: Bagaimana mekanisme adaptasi fatwa 1997 NU dalam konteks pesantren lokal dapat mempercepat internalisasi kesetaraan gender? Apakah peran media daring dapat memfasilitasi dialog lintas generasi di antara kiai dan aktivis perempuan NU Sumenep untuk mengedepankan praktik gender yang inklusif? Bagaimana strategi pelatihan berbasis kasus dapat meningkatkan kapasitas santri perempuan dalam berpartisipasi aktif di forum kebijakan NU tanpa mengganggu harmoni komunitas?.
<br>Diskursus kesetaraan gender di antara aktivis NU Sumenep telah lama hadir, namun dampaknya masih mayoritas sekular dan belum mencapai level substantif, yaitu kemampuan untuk terlibat dalam dialog, negosiasi, dan menegosiasi terhadap otoritas kiai dan guru NU yang menegolak gender equality.Sikap hati-hati dan skeptis NU Sumenep terhadap diskursus kesetaraan gender menunjukkan bahwa inisiatif PBNU belum sepenuhnya internalisasi di tingkat akar rumput.Banyak keputusan hukum dan opini pribadi kiai dan guru masih belum sejalan dengan ideal kesetaraan gender yang dianut oleh elit PBNU
<br>Kongres Nasional 1997 Nahdlatul Ulama (NU) di Lombok mengeluarkan fatwa progresif yang memperbolehkan perempuan menjabat sebagai wakil presiden, suatu langkah maju dalam advokasi keadilan gender dalam diskursus Islam. Namun, di tingkat akar rumput, segregasi gender masih terlekat kuat, khususnya di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana feminis NU di Sumenep menegosiasi perjuangan mereka untuk kesetaraan gender dan bagaimana kiai serta sarjana agama merespons upaya tersebut. Metode kualitatif menggunakan tinjauan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp" type="image/webp" length="58748" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-d475c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-98ac9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/praktik-gender-subversif-nahdlatul-ulama-nu-equali-thumb-96d63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47613-manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-pendidika</link>
	<guid isPermaLink="false">beca7795808b56f648841560a4b5ec6e</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 22:00:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kinerja guru ]]></category>
	<category><![CDATA[ barcode issn ]]></category>
	<category><![CDATA[ contact us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[barcode,contact,guru,issn,kinerja,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi tantangan manajemen SDM berbasis kompetensi, lembaga pendidikan dapat mempertimbangkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kerangka kerja yang jelas tentang definisi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam: Untuk mengatasi tantangan manajemen SDM berbasis kompetensi, lembaga pendidikan dapat mempertimbangkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kerangka kerja yang jelas tentang definisi dan identifikasi kompetensi, serta cara mengukur dan menilai kompetensi secara adil dan akurat. Kedua, penelitian tentang perubahan budaya lembaga pendidikan dan cara-cara efektif untuk melibatkan tenaga kependidikan dalam proses perubahan sangat penting. Ketiga, penelitian tentang teknologi dan alat pendukung yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan, serta pelatihan dan dukungan teknis yang memadai untuk tenaga kependidikan, dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen SDM berbasis kompetensi.. Menerapkan manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi menawarkan banyak keuntungan bagi organisasi dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas tim kerja.Namun, tantangan-tantangan tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.Berikut beberapa tantangan yang harus diperhatikan lembaga pendidikan, seperti definisi dan identifikasi kompetensi, perubahan budaya lembaga pendidikan, pengukuran dan penilaian kompetensi, pelatihan dan pengembangan, integrasi dengan sistem SDM, teknologi dan alat pendukung, serta komunikasi internal.Dengan pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan, menyediakan sumber daya yang cukup untuk pelatihan dan pengembangan, serta memastikan adanya integrasi antara sistem-sistem SDM lainnya, lembaga pendidikan dapat mengatasi tantangan-tantangan ini secara efektif Dalam lingkungan pendidikan modern yang dinamis dan kompetitif, manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis kompetensi adalah topik yang harus diperhatikan. Lembaga harus meningkatkan kinerja dan produktivitas untuk mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi Lembaga Pendidikan dalam menerapkan manajemen SDM berbasis kompetensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data yang dikumpulkan berasal dari penelitian sebelumnya seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber online terpercaya. Penelitian ini menggunakan analisis tematik dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan yang harus diperhatikan, seperti definisi dan identifikasi kompetensi, perubahan budaya lembaga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-7fe56.webp" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-7fe56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-7fe56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-7fe56.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-a076a.webp" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-a076a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-a076a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-a076a.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" alt="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47613-manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-pendidika" title="JURIS - Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam" target="_blank">Tantangan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi pada Lembaga Pendidikan Islam</a>: Untuk mengatasi tantangan manajemen SDM berbasis kompetensi, lembaga pendidikan dapat mempertimbangkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan kerangka kerja yang jelas tentang definisi dan identifikasi kompetensi, serta cara mengukur dan menilai kompetensi secara adil dan akurat. Kedua, penelitian tentang perubahan budaya lembaga pendidikan dan cara-cara efektif untuk melibatkan tenaga kependidikan dalam proses perubahan sangat penting. Ketiga, penelitian tentang teknologi dan alat pendukung yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan, serta pelatihan dan dukungan teknis yang memadai untuk tenaga kependidikan, dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen SDM berbasis kompetensi..
<br>Menerapkan manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi menawarkan banyak keuntungan bagi organisasi dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas tim kerja.Namun, tantangan-tantangan tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.Berikut beberapa tantangan yang harus diperhatikan lembaga pendidikan, seperti definisi dan identifikasi kompetensi, perubahan budaya lembaga pendidikan, pengukuran dan penilaian kompetensi, pelatihan dan pengembangan, integrasi dengan sistem SDM, teknologi dan alat pendukung, serta komunikasi internal.Dengan pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan, menyediakan sumber daya yang cukup untuk pelatihan dan pengembangan, serta memastikan adanya integrasi antara sistem-sistem SDM lainnya, lembaga pendidikan dapat mengatasi tantangan-tantangan ini secara efektif
<br>Dalam lingkungan pendidikan modern yang dinamis dan kompetitif, manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis kompetensi adalah topik yang harus diperhatikan. Lembaga harus meningkatkan kinerja dan produktivitas untuk mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi Lembaga Pendidikan dalam menerapkan manajemen SDM berbasis kompetensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data yang dikumpulkan berasal dari penelitian sebelumnya seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber online terpercaya. Penelitian ini menggunakan analisis tematik dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan yang harus diperhatikan, seperti definisi dan identifikasi kompetensi, perubahan budaya lembaga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp" type="image/webp" length="133216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-7fe56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-9be53.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/c/manajemen-sdm-lembaga-pendidikan-nonformal-kompete-thumb-a076a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3538-iainfmpapua.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15402-jumpis-jurnal-manajemen-pendidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial Bencoolen 1824 1942 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial Bencoolen 1824 1942 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial Bencoolen 1824 1942 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47610-proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam</link>
	<guid isPermaLink="false">2647125ac9090354805b44226cfe8079</guid>
	<pubDate>Thu, 07 May 2026 21:36:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ role sumenep ]]></category>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ emy herawati ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,emy,herawati,main,role,sumenep]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan judul, abstrak, kesimpulan, dan bagian-bagian lain dari artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut peran ulama lokal dalam proses Islamisasi dan transformasi sosial-ekonomi di wilayah ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942): Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan judul, abstrak, kesimpulan, dan bagian-bagian lain dari artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut peran ulama lokal dalam proses Islamisasi dan transformasi sosial-ekonomi di wilayah pinggiran seperti Manna. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana ulama lokal menjadi agen perubahan dan bagaimana mereka mempengaruhi praktik-praktik keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat.2. Melakukan studi komparatif antara wilayah pinggiran yang berbeda di Sumatra atau Sulawesi untuk memahami variasi dan kesamaan dalam proses Islamisasi dan transformasi sosial-ekonomi. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika Islamisasi di wilayah-wilayah tersebut.3. Mempelajari lebih dalam tentang organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di wilayah pinggiran, dan bagaimana mereka berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat dan penyebar ajaran Islam. Penelitian ini dapat fokus pada strategi dan pendekatan organisasi-organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuan mereka di wilayah-wilayah yang berbeda.. Penelitian ini menekankan pentingnya membaca sejarah lokal, seperti wilayah Manna, sebagai bagian integral dari narasi Islamisasi yang lebih besar di Indonesia.Hingga saat ini, konstruksi historiografi Islam telah berpusat pada pusat-pusat kekuasaan politik, seperti kerajaan-kerajaan Islam di Jawa atau Sumatra Utara, sehingga mengabaikan wilayah pinggiran yang mengalami proses Islamisasi yang lebih kultural dan berbasis akar rumput.Seperti yang ditunjukkan dalam temuan penelitian ini, jejak-jejak Islamisasi di Manna sangat signifikan dalam membentuk perubahan struktur sosial, ekonomi, dan agama masyarakat setempat.Pendekatan Islam yang diperkenalkan oleh Shaykh Amin dan dilanjutkan oleh jaringan ulama serta institusi pasca-kolonial menunjukkan proses Islamisasi yang berakar dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari praktik spiritual dan tradisi pendidikan hingga pengelolaan sumber daya ekonomi.Model Islamisasi ini mencerminkan apa yang disebut Woodward sebagai Islamisasi lokal, yaitu proses integratif yang muncul melalui akomodasi nilai-nilai Islam ke dalam kerangka budaya lokal, bukan melalui paksaan simbolis dari atas.Dalam konteks historiografi, pendekatan lokal seperti yang dilakukan di Manna memberikan kontribusi penting terhadap reevaluasi yang lebih kontekstual terhadap sejarah Islam Indonesia.Seperti yang dijelaskan oleh Pohl, sejarah Islam di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh hubungan kekuasaan formal, tetapi juga dibentuk oleh jaringan ulama regional, praktik-praktik Sufistik, dan sistem pendidikan pesantren yang memperkuat reproduksi nilai-nilai Islam melalui saluran non-hegemonik.Islam di Manna juga berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dan ekonomi.Seperti yang ditunjukkan dalam wawancara dan dokumentasi lokal, Islam membentuk pola hubungan antara warga, memperkuat solidaritas sosial melalui wirid, kerja kolektif, dan ekonomi yang berbasis etika.Hal ini sejalan dengan temuan Hasan, yang menekankan bahwa Islamisasi di desa-desa Indonesia memiliki efek jangka panjang dalam menciptakan struktur sosial baru yang etis, partisipatif, dan damai.Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, dan kepedulian sosial menjadi fondasi moral baru bagi masyarakat yang sebelumnya hidup dalam struktur kolonial yang eksploitatif dan hierarkis Artikel ini menyelidiki proses Islamisasi dan dampaknya terhadap transformasi sosial-ekonomi masyarakat di Onderafdeeling Manna, Bencoolen atau Bengkulu Residency, selama periode kolonial Belanda dari tahun 1824 hingga 1942. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh awal yang menyebarkan Islam di wilayah tersebut dan menganalisis bagaimana ajaran Islam mempengaruhi gaya hidup masyarakat setempat. Menggunakan metode historis melalui tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menemukan bahwa Islam memasuki wilayah Manna sekitar tahun 1880-an melalui dakwah Shaykh Muhammad Amin dari Pulau Nias. Kegiatan Islam berkembang melalui pendirian masjid-masjid besar seperti Al-Manar, pembentukan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, serta pertumbuhan tarekat Sufi pada periode pasca-kemerdekaan. Proses... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-d187d.webp" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-d187d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-d187d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-d187d.webp 1x" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" alt="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp 1x" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" alt="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-35e5f.webp" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-35e5f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-35e5f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-35e5f.webp 1x" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" alt="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47610-proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam" title="JURIS - Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)" target="_blank">Islamisasi dan Transformasi Sosial di Manna Kolonial, Bencoolen (1824-1942)</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan judul, abstrak, kesimpulan, dan bagian-bagian lain dari artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut peran ulama lokal dalam proses Islamisasi dan transformasi sosial-ekonomi di wilayah pinggiran seperti Manna. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana ulama lokal menjadi agen perubahan dan bagaimana mereka mempengaruhi praktik-praktik keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat.2. Melakukan studi komparatif antara wilayah pinggiran yang berbeda di Sumatra atau Sulawesi untuk memahami variasi dan kesamaan dalam proses Islamisasi dan transformasi sosial-ekonomi. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika Islamisasi di wilayah-wilayah tersebut.3. Mempelajari lebih dalam tentang organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di wilayah pinggiran, dan bagaimana mereka berperan sebagai agen pemberdayaan masyarakat dan penyebar ajaran Islam. Penelitian ini dapat fokus pada strategi dan pendekatan organisasi-organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuan mereka di wilayah-wilayah yang berbeda..
<br>Penelitian ini menekankan pentingnya membaca sejarah lokal, seperti wilayah Manna, sebagai bagian integral dari narasi Islamisasi yang lebih besar di Indonesia.Hingga saat ini, konstruksi historiografi Islam telah berpusat pada pusat-pusat kekuasaan politik, seperti kerajaan-kerajaan Islam di Jawa atau Sumatra Utara, sehingga mengabaikan wilayah pinggiran yang mengalami proses Islamisasi yang lebih kultural dan berbasis akar rumput.Seperti yang ditunjukkan dalam temuan penelitian ini, jejak-jejak Islamisasi di Manna sangat signifikan dalam membentuk perubahan struktur sosial, ekonomi, dan agama masyarakat setempat.Pendekatan Islam yang diperkenalkan oleh Shaykh Amin dan dilanjutkan oleh jaringan ulama serta institusi pasca-kolonial menunjukkan proses Islamisasi yang berakar dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari praktik spiritual dan tradisi pendidikan hingga pengelolaan sumber daya ekonomi.Model Islamisasi ini mencerminkan apa yang disebut Woodward sebagai Islamisasi lokal, yaitu proses integratif yang muncul melalui akomodasi nilai-nilai Islam ke dalam kerangka budaya lokal, bukan melalui paksaan simbolis dari atas.Dalam konteks historiografi, pendekatan lokal seperti yang dilakukan di Manna memberikan kontribusi penting terhadap reevaluasi yang lebih kontekstual terhadap sejarah Islam Indonesia.Seperti yang dijelaskan oleh Pohl, sejarah Islam di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh hubungan kekuasaan formal, tetapi juga dibentuk oleh jaringan ulama regional, praktik-praktik Sufistik, dan sistem pendidikan pesantren yang memperkuat reproduksi nilai-nilai Islam melalui saluran non-hegemonik.Islam di Manna juga berfungsi sebagai instrumen rekayasa sosial dan ekonomi.Seperti yang ditunjukkan dalam wawancara dan dokumentasi lokal, Islam membentuk pola hubungan antara warga, memperkuat solidaritas sosial melalui wirid, kerja kolektif, dan ekonomi yang berbasis etika.Hal ini sejalan dengan temuan Hasan, yang menekankan bahwa Islamisasi di desa-desa Indonesia memiliki efek jangka panjang dalam menciptakan struktur sosial baru yang etis, partisipatif, dan damai.Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, dan kepedulian sosial menjadi fondasi moral baru bagi masyarakat yang sebelumnya hidup dalam struktur kolonial yang eksploitatif dan hierarkis
<br>Artikel ini menyelidiki proses Islamisasi dan dampaknya terhadap transformasi sosial-ekonomi masyarakat di Onderafdeeling Manna, Bencoolen atau Bengkulu Residency, selama periode kolonial Belanda dari tahun 1824 hingga 1942. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tokoh-tokoh awal yang menyebarkan Islam di wilayah tersebut dan menganalisis bagaimana ajaran Islam mempengaruhi gaya hidup masyarakat setempat. Menggunakan metode historis melalui tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menemukan bahwa Islam memasuki wilayah Manna sekitar tahun 1880-an melalui dakwah Shaykh Muhammad Amin dari Pulau Nias. Kegiatan Islam berkembang melalui pendirian masjid-masjid besar seperti Al-Manar, pembentukan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, serta pertumbuhan tarekat Sufi pada periode pasca-kemerdekaan. Proses...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp" type="image/webp" length="59110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-d187d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-f2a36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/proses-islamisasi-tradisi-jejak-organisasi-islam-d-thumb-35e5f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-806-uinsa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15626-islamica-jurnal-studi-keislaman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 08 May 2026 00:54:47 +0700. 24 items. Served in: 7.248 seconds [rss] -->
