<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 06:58:18 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:58:18 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-23T06:58:18+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri Perspektif Sosiologi Dan Antropologi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri Perspektif Sosiologi Dan Antropologi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri Perspektif Sosiologi Dan Antropologi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68512-nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami</link>
	<guid isPermaLink="false">eb1da7ff02ea1c2c9ea1334d34cefd45</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:33:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi antara pasangan dan peningkatan ketidakharmonisan rumah tangga. Selain itu, studi tentang peran perempuan dalam masyarakat patriarkal dan bagaimana norma budaya memengaruhi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi antara pasangan dan peningkatan ketidakharmonisan rumah tangga. Selain itu, studi tentang peran perempuan dalam masyarakat patriarkal dan bagaimana norma budaya memengaruhi keputusan nusyuz juga relevan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas program mediasi dalam memperbaiki konflik keluarga dan mengurangi insiden nusyuz.. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri di Desa Mudalrejo disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ketidakpuasan istri terhadap pemenuhan kebutuhan emosional dan ekonomi oleh suami.Konflik-konflik yang sering terjadi, seperti kecemburuan, masalah keuangan, dan komunikasi yang buruk, memperburuk hubungan suami istri.Dari sisi sosiologi, ketidakharmonisan ini terjadi karena ketidakseimbangan dalam hubungan sosial keluarga, di mana perilaku salah satu pihak memengaruhi keharmonisan secara keseluruhan.Ketidakmampuan suami untuk memenuhi kewajibannya membuat istri merasa tidak dihargai, yang akhirnya memicu perasaan negatif dan berujung pada nusyuz.Dari perspektif antropologi, ketidakharmonisan ini juga dipengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri yang mengarah pada nusyuz istri di Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research dan analisis data melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan keluarga sebagai subjek penelitian, sedangkan data sekunder berupa dokumen dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakharmonisan dalam rumah tangga... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-9789b.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-9789b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-9789b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-9789b.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" alt="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-a476b.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-a476b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-a476b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-a476b.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" alt="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" alt="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68512-nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami" title="JURIS - Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi" target="_blank">Tinjauan Ketidakharmonisan Dalam Hubungan Keluarga Terhadap Nusyuz Istri: Perspektif Sosiologi Dan Antropologi</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi antara pasangan dan peningkatan ketidakharmonisan rumah tangga. Selain itu, studi tentang peran perempuan dalam masyarakat patriarkal dan bagaimana norma budaya memengaruhi keputusan nusyuz juga relevan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas program mediasi dalam memperbaiki konflik keluarga dan mengurangi insiden nusyuz..
<br>Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri di Desa Mudalrejo disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ketidakpuasan istri terhadap pemenuhan kebutuhan emosional dan ekonomi oleh suami.Konflik-konflik yang sering terjadi, seperti kecemburuan, masalah keuangan, dan komunikasi yang buruk, memperburuk hubungan suami istri.Dari sisi sosiologi, ketidakharmonisan ini terjadi karena ketidakseimbangan dalam hubungan sosial keluarga, di mana perilaku salah satu pihak memengaruhi keharmonisan secara keseluruhan.Ketidakmampuan suami untuk memenuhi kewajibannya membuat istri merasa tidak dihargai, yang akhirnya memicu perasaan negatif dan berujung pada nusyuz.Dari perspektif antropologi, ketidakharmonisan ini juga dipengaruhi oleh budaya dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri yang mengarah pada nusyuz istri di Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research dan analisis data melalui model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan keluarga sebagai subjek penelitian, sedangkan data sekunder berupa dokumen dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakharmonisan dalam rumah tangga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp" type="image/webp" length="79066" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-9789b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-a476b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/nusyuz-istri-data-rumah-tangga-suami-muslim-sekund-thumb-7f319.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning Challenges and Opportunities ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning Challenges and Opportunities ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning Challenges and Opportunities ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68521-akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen</link>
	<guid isPermaLink="false">a682fdc69c2ff888e669eb7cbb9cd442</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:33:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memaksimalkan potensi AI dalam pembelajaran geografi, diperlukan tiga arah penelitian lanjutan. Pertama, pengembangan alat AI yang terjangkau dan ramah untuk sekolah di daerah dengan infrastruktur terbatas, sehingga mengurangi kesenjangan akses ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning: Challenges and Opportunities: Untuk memaksimalkan potensi AI dalam pembelajaran geografi, diperlukan tiga arah penelitian lanjutan. Pertama, pengembangan alat AI yang terjangkau dan ramah untuk sekolah di daerah dengan infrastruktur terbatas, sehingga mengurangi kesenjangan akses teknologi. Kedua, pembuatan program pelatihan guru yang fokus pada integrasi AI dalam kurikulum geografi, termasuk strategi penggunaan teknologi dan etika data. Ketiga, penelitian tentang kerangka etika dan regulasi untuk memastikan penggunaan AI dalam pendidikan geografi tetap menjaga privasi data siswa dan menghindari bias teknologi. Ketiga saran ini dapat saling melengkapi, membantu menciptakan sistem pembelajaran geografi yang inklusif, efektif, dan bertanggung jawab secara sosial.. Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran geografi merupakan kombinasi teknologi canggih dan pemahaman lingkungan fisik serta interaksi manusia.Meskipun membawa peluang besar dalam visualisasi interaktif, personalisasi pembelajaran, dan analisis data geografis mendalam, tantangan seperti akses yang adil terhadap teknologi, pelatihan guru, dan kepercayaan terhadap teknologi juga muncul.Keberhasilan integrasi memerlukan strategi efektif dan kolaborasi lintas sektor.Dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, integrasi AI dalam pembelajaran geografi dapat menciptakan pendidikan yang lebih dinamis dan relevan, mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan pemahaman mendalam dan solusi inovatif Penelitian ini membahas potensi dan tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran geografi. Melalui pendekatan deskriptif berbasis tinjauan pustaka, penelitian ini menguraikan manfaat AI dalam pembelajaran geografi seperti visualisasi interaktif dan personalisasi pembelajaran. Namun, tantangan seperti akses yang tidak merata terhadap teknologi, pelatihan guru, serta privasi data siswa menjadi perhatian utama. Penelitian ini juga menyoroti peluang AI dalam analisis data geografis dan mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim. Implikasi mendalam dari integrasi AI dalam pembelajaran geografi dibahas, termasuk dampaknya terhadap pendidikan dan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran holistik tentang perpotongan antara AI dan geografi, serta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-3e738.webp" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-3e738.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-3e738.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-3e738.webp 1x" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" alt="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp 1x" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" alt="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-270da.webp" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-270da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-270da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-270da.webp 1x" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" alt="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68521-akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen" title="JURIS - Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities" target="_blank">Integration of Artificial Intelligence in Geography Learning:  Challenges and Opportunities</a>: Untuk memaksimalkan potensi AI dalam pembelajaran geografi, diperlukan tiga arah penelitian lanjutan. Pertama, pengembangan alat AI yang terjangkau dan ramah untuk sekolah di daerah dengan infrastruktur terbatas, sehingga mengurangi kesenjangan akses teknologi. Kedua, pembuatan program pelatihan guru yang fokus pada integrasi AI dalam kurikulum geografi, termasuk strategi penggunaan teknologi dan etika data. Ketiga, penelitian tentang kerangka etika dan regulasi untuk memastikan penggunaan AI dalam pendidikan geografi tetap menjaga privasi data siswa dan menghindari bias teknologi. Ketiga saran ini dapat saling melengkapi, membantu menciptakan sistem pembelajaran geografi yang inklusif, efektif, dan bertanggung jawab secara sosial..
<br>Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran geografi merupakan kombinasi teknologi canggih dan pemahaman lingkungan fisik serta interaksi manusia.Meskipun membawa peluang besar dalam visualisasi interaktif, personalisasi pembelajaran, dan analisis data geografis mendalam, tantangan seperti akses yang adil terhadap teknologi, pelatihan guru, dan kepercayaan terhadap teknologi juga muncul.Keberhasilan integrasi memerlukan strategi efektif dan kolaborasi lintas sektor.Dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang, integrasi AI dalam pembelajaran geografi dapat menciptakan pendidikan yang lebih dinamis dan relevan, mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan pemahaman mendalam dan solusi inovatif
<br>Penelitian ini membahas potensi dan tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran geografi. Melalui pendekatan deskriptif berbasis tinjauan pustaka, penelitian ini menguraikan manfaat AI dalam pembelajaran geografi seperti visualisasi interaktif dan personalisasi pembelajaran. Namun, tantangan seperti akses yang tidak merata terhadap teknologi, pelatihan guru, serta privasi data siswa menjadi perhatian utama. Penelitian ini juga menyoroti peluang AI dalam analisis data geografis dan mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim. Implikasi mendalam dari integrasi AI dalam pembelajaran geografi dibahas, termasuk dampaknya terhadap pendidikan dan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran holistik tentang perpotongan antara AI dan geografi, serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp" type="image/webp" length="88260" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-3e738.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-2e2b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/akuisisi-alat-ai-kecerdasan-buatan-generatif-gen-a-thumb-270da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem Kabat Banyuwangi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem Kabat Banyuwangi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem Kabat Banyuwangi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68505-retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">eff089d8fb47813eed9bff4636a46e05</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:30:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lintas jambi ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot mahjong ]]></category>
	<category><![CDATA[ arfiyyatu f ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arfiyyatu,f,jambi,lintas,mahjong,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh strategi pembelajaran kosakata yang berbeda terhadap penguasaan kosakata siswa berdasarkan latar belakang budaya mereka. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh strategi pembelajaran kosakata yang berbeda terhadap penguasaan kosakata siswa berdasarkan latar belakang budaya mereka. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang memengaruhi efektivitas strategi pembelajaran kosakata di lingkungan sekolah berbasis pesantren. 3. Penelitian dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan strategi pembelajaran kosakata terhadap kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa dalam konteks akademik dan profesional.. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi.Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,697 melebihi nilai r tabel (0,514) pada tingkat signifikansi 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kosakata berpengaruh terhadap penguasaan kosakata siswa.Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa penggunaan strategi pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai kosakata Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah terdapat korelasi antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lima strategi pembelajaran kosakata, termasuk strategi metakognitif, kognitif, memori, sosial, dan afektif. Untuk penguasaan kosakata, dibagi menjadi empat kategori, yaitu Kata Benda, Kata Sifat, Kata Kerja, dan Kata Keterangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien r perhitungan adalah 0,697 dan nilai r tabel dengan N=15-2 sig 0,05 adalah 0,514 yang menunjukkan bahwa nilai koefisien r perhitungan lebih besar dari nilai r tabel (0,697>0,514). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-702e9.webp" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-702e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-702e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-702e9.webp 1x" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" alt="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-0a691.webp" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-0a691.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-0a691.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-0a691.webp 1x" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" alt="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp 1x" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" alt="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68505-retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-pen" title="JURIS - The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi" target="_blank">The Correlation Between Vocabulary Learning Strategies And The Vocabulary Mastery Of The 2nd Grade Students Of Junior High School Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh strategi pembelajaran kosakata yang berbeda terhadap penguasaan kosakata siswa berdasarkan latar belakang budaya mereka. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang memengaruhi efektivitas strategi pembelajaran kosakata di lingkungan sekolah berbasis pesantren. 3. Penelitian dapat dikembangkan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan strategi pembelajaran kosakata terhadap kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa dalam konteks akademik dan profesional..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi.Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,697 melebihi nilai r tabel (0,514) pada tingkat signifikansi 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kosakata berpengaruh terhadap penguasaan kosakata siswa.Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa penggunaan strategi pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai kosakata
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah terdapat korelasi antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan kosakata siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama Nurut Tauhid Labanasem-Kabat-Banyuwangi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lima strategi pembelajaran kosakata, termasuk strategi metakognitif, kognitif, memori, sosial, dan afektif. Untuk penguasaan kosakata, dibagi menjadi empat kategori, yaitu Kata Benda, Kata Sifat, Kata Kerja, dan Kata Keterangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien r perhitungan adalah 0,697 dan nilai r tabel dengan N=15-2 sig 0,05 adalah 0,514 yang menunjukkan bahwa nilai koefisien r perhitungan lebih besar dari nilai r tabel (0,697>0,514). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara strategi pembelajaran kosakata dan penguasaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp" type="image/webp" length="104558" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-702e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-0a691.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/retensi-kosakata-siswa-bahasa-inggris-penguasaan-v-thumb-d77d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3485-icjambi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13442-jurnal-bina-ilmu-cendekia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68520-kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">13f0cfc87f14c0ce7ad21a30da964a69</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:08:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dapat meningkatkan implementasi kurikulum berbasis nilai moderat di berbagai daerah. Selain itu, penelitian tentang efektivitas program pelatihan guru dalam menerapkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education: Penelitian lanjutan perlu mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dapat meningkatkan implementasi kurikulum berbasis nilai moderat di berbagai daerah. Selain itu, penelitian tentang efektivitas program pelatihan guru dalam menerapkan metode pembelajaran naratif untuk memperkuat karakter siswa. Terakhir, diperlukan studi mengenai peran komunitas lokal dalam mendukung pendidikan karakter yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di area dengan sumber daya terbatas.. Integrasi nilai moderat Islam dalam pendidikan karakter memperkuat pengembangan moral dan sosial siswa.Guru berperan krusial dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis naratif.Namun, tantangan sistemik seperti kebijakan kaku dan ketidaksetaraan sosial masih menghambat implementasi.Diperlukan reformasi kebijakan yang lebih fleksibel dan penguatan kapasitas guru untuk mendukung pendidikan karakter yang inklusif Studi ini mengeksplorasi nilai moderat dalam pendidikan karakter melalui ulasan naratif, dengan fokus pada lingkungan pendidikan Islam seperti madrasah. Sebanyak 32 studi yang telah direview rekan yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dianalisis. Ulasan ini menggunakan pendekatan sintesis naratif yang berlandaskan kerangka pendidikan konstruktivis dan berbasis nilai. Temuan utama menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai Islam moderat dengan kurikulum meningkatkan pengembangan moral, toleransi sosial,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-ba3f1.webp" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-ba3f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-ba3f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-ba3f1.webp 1x" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" alt="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-cf332.webp" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-cf332.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-cf332.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-cf332.webp 1x" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" alt="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp 1x" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" alt="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68520-kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi" title="JURIS - The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education" target="_blank">The Synergy of Moderate Islam and Curriculum Reform in Character Education</a>: Penelitian lanjutan perlu mengkaji bagaimana kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dapat meningkatkan implementasi kurikulum berbasis nilai moderat di berbagai daerah. Selain itu, penelitian tentang efektivitas program pelatihan guru dalam menerapkan metode pembelajaran naratif untuk memperkuat karakter siswa. Terakhir, diperlukan studi mengenai peran komunitas lokal dalam mendukung pendidikan karakter yang inklusif dan berkelanjutan, terutama di area dengan sumber daya terbatas..
<br>Integrasi nilai moderat Islam dalam pendidikan karakter memperkuat pengembangan moral dan sosial siswa.Guru berperan krusial dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis naratif.Namun, tantangan sistemik seperti kebijakan kaku dan ketidaksetaraan sosial masih menghambat implementasi.Diperlukan reformasi kebijakan yang lebih fleksibel dan penguatan kapasitas guru untuk mendukung pendidikan karakter yang inklusif
<br>Studi ini mengeksplorasi nilai moderat dalam pendidikan karakter melalui ulasan naratif, dengan fokus pada lingkungan pendidikan Islam seperti madrasah. Sebanyak 32 studi yang telah direview rekan yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dianalisis. Ulasan ini menggunakan pendekatan sintesis naratif yang berlandaskan kerangka pendidikan konstruktivis dan berbasis nilai. Temuan utama menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai Islam moderat dengan kurikulum meningkatkan pengembangan moral, toleransi sosial,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp" type="image/webp" length="84378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-ba3f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-cf332.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/kompetensi-nilai-moderat-islam-organisasi-pendidik-thumb-c8984.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68511-peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga</link>
	<guid isPermaLink="false">fa70a4a72d8a1e0f9b2ebde9c97920ca</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:06:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan kajian empiris yang mendalam tentang praktik peran ganda istri di berbagai komunitas muslim. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang implikasi sosiologis peran ganda istri terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan kajian empiris yang mendalam tentang praktik peran ganda istri di berbagai komunitas muslim. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang implikasi sosiologis peran ganda istri terhadap relasi keluarga, khususnya dalam hal komunikasi dan pengambilan keputusan. Terakhir, penelitian tentang pembacaan maqAid al-syarAoah terhadap peran ganda istri dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam dapat diterapkan dalam konteks keluarga modern.. Peran ganda istri dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga merupakan realitas sosial yang lahir dari perubahan ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan keluarga modern.Dalam perspektif hukum Islam, kewajiban nafkah tetap berada pada suami, sehingga kontribusi ekonomi istri tidak boleh dipahami sebagai pengalihan tanggung jawab utama tersebut.Namun, melalui pendekatan sosiologi hukum Islam, partisipasi istri dapat dinilai sebagai bentuk adaptasi sosial yang dibolehkan selama dibangun atas musyawarah, kerelaan, keadilan pembagian peran, dan perlindungan terhadap keharmonisan keluarga.Pembacaan maqAid al-syarAoah menunjukkan bahwa peran ganda dapat mendukung perlindungan harta, jiwa, keturunan, dan akal apabila dikelola secara proporsional.Karena itu, keluarga muslim kontemporer perlu mengembangkan pola komunikasi dan pembagian kerja yang adil agar kontribusi istri menjadi sumber ketahanan keluarga, bukan sumber konflik Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ganda istri dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga dari perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif berbasis kepustakaan, kajian ini menghubungkan hukum keluarga Islam, perubahan sosial, dan maqAid al-syarAoah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ekonomi istri dapat dipahami sebagai praktik adaptif yang dibolehkan apabila didasarkan pada musyawarah, tidak mengalihkan kewajiban nafkah utama dari suami, dan menjaga harmoni keluarga. Dalam kerangka maqAid, peran tersebut mendukung perlindungan harta (uife al-mAl), jiwa (uife al-nafs), keturunan (uife al-nasl), dan akal (uife al-Aoaql). Artikel ini menawarkan pembacaan integratif antara norma hukum Islam dan realitas keluarga kontemporer. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp 1x" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" alt="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-7b24b.webp" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-7b24b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-7b24b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-7b24b.webp 1x" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" alt="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-0279c.webp" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-0279c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-0279c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-0279c.webp 1x" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" alt="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68511-peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga" title="JURIS - Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam" target="_blank">Peran Ganda Istri Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rumah Tangga Perspektif Sosiologi Hukum Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan kajian empiris yang mendalam tentang praktik peran ganda istri di berbagai komunitas muslim. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang implikasi sosiologis peran ganda istri terhadap relasi keluarga, khususnya dalam hal komunikasi dan pengambilan keputusan. Terakhir, penelitian tentang pembacaan maqAid al-syarAoah terhadap peran ganda istri dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam dapat diterapkan dalam konteks keluarga modern..
<br>Peran ganda istri dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga merupakan realitas sosial yang lahir dari perubahan ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan keluarga modern.Dalam perspektif hukum Islam, kewajiban nafkah tetap berada pada suami, sehingga kontribusi ekonomi istri tidak boleh dipahami sebagai pengalihan tanggung jawab utama tersebut.Namun, melalui pendekatan sosiologi hukum Islam, partisipasi istri dapat dinilai sebagai bentuk adaptasi sosial yang dibolehkan selama dibangun atas musyawarah, kerelaan, keadilan pembagian peran, dan perlindungan terhadap keharmonisan keluarga.Pembacaan maqAid al-syarAoah menunjukkan bahwa peran ganda dapat mendukung perlindungan harta, jiwa, keturunan, dan akal apabila dikelola secara proporsional.Karena itu, keluarga muslim kontemporer perlu mengembangkan pola komunikasi dan pembagian kerja yang adil agar kontribusi istri menjadi sumber ketahanan keluarga, bukan sumber konflik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ganda istri dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga dari perspektif sosiologi hukum Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif berbasis kepustakaan, kajian ini menghubungkan hukum keluarga Islam, perubahan sosial, dan maqAid al-syarAoah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ekonomi istri dapat dipahami sebagai praktik adaptif yang dibolehkan apabila didasarkan pada musyawarah, tidak mengalihkan kewajiban nafkah utama dari suami, dan menjaga harmoni keluarga. Dalam kerangka maqAid, peran tersebut mendukung perlindungan harta (uife al-mAl), jiwa (uife al-nafs), keturunan (uife al-nasl), dan akal (uife al-Aoaql). Artikel ini menawarkan pembacaan integratif antara norma hukum Islam dan realitas keluarga kontemporer.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp" type="image/webp" length="84708" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-6811c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-7b24b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/2/peran-ganda-gembala-ekonomi-istri-keluarga-islam-k-thumb-0279c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Critical Analysis of the Research on Digital Literacy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Critical Analysis of the Research on Digital Literacy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Critical Analysis of the Research on Digital Literacy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68504-ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks</link>
	<guid isPermaLink="false">e8fe894374fe084f42946fef57c7ce90</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:05:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin terhadap literasi digital di lingkungan akademik, dengan mengeksplorasi bagaimana teknologi ini memperbarui metode penelitian dan kolaborasi antar disiplin. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin terhadap literasi digital di lingkungan akademik, dengan mengeksplorasi bagaimana teknologi ini memperbarui metode penelitian dan kolaborasi antar disiplin. Selain itu, penting untuk mempelajari tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan realitas virtual dan augmentasi ke dalam pendidikan literasi digital, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Penelitian juga perlu mengevaluasi peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi akademik di komunitas marginal, dengan mempertimbangkan faktor budaya dan sosial-ekonomi yang memengaruhi akses dan penggunaan teknologi. Dengan menggabungkan pendekatan ini, peneliti dapat membuka jalan untuk pengembangan literasi digital yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan global.. Eksplorasi literasi digital dan dampaknya terhadap upaya akademik di berbagai disiplin ilmu telah menerangkan pertimbangan etis yang multifaset dan kebutuhan untuk panduan etis yang disesuaikan serta praktik terbaik.Dalam menghadapi masa depan penelitian literasi digital, penting untuk mengadopsi pendekatan yang maju dan adaptif yang mencakup teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan realitas virtual/augmentasi.Memahami pengaruh teknologi-teknologi ini terhadap kompetensi digital dan perannya dalam kolaborasi antar disiplin akan menjadi kunci dalam membentuk pemandu masa depan kolaborasi akademik.Selain itu, dampak literasi digital terhadap ekspresi akademik, penyebarkan pengetahuan, dan perannya dalam konteks akademik global harus menjadi fokus penelitian masa depan.Memahami faktor budaya, linguistik, dan sosial-ekonomi yang memengaruhi pengembangan dan penggunaan kompetensi digital akan membantu mempromosikan inisiatif literasi digital yang inklusif dan adil secara global.Dalam mengatasi kesenjangan literasi digital, pendekatan yang multifaset yang menggabungkan inisiatif kebijakan, intervensi pendidikan, dan alokasi sumber daya akan menjadi penting.Dengan menyelipkan komponen literasi digital dalam kurikulum akademik, memprioritaskan akses sumber daya dan infrastruktur digital, serta memupuk budaya inklusivitas dan keragaman digital, pembuat kebijakan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan literasi digital di berbagai lingkungan akademik Tujuan dari analisis kritis ini adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang kompleksitas yang terkandung dalam literasi digital dan perannya yang penting dalam membentuk masa depan penelitian akademik. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis untuk secara menyeluruh mengeksaminasi inisiatif digitalisasi dalam penelitian literasi digital. Kami melakukan tinjauan menyeluruh terhadap literatur yang ada tentang analisis kritis penelitian literasi digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa eksplorasi literasi digital dan dampaknya terhadap upaya akademik di berbagai disiplin ilmu telah menerangkan pertimbangan etis yang multifaset dan kebutuhan untuk panduan etis yang disesuaikan serta praktik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-17d36.webp" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-17d36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-17d36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-17d36.webp 1x" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" alt="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp 1x" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" alt="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-88b49.webp" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-88b49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-88b49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-88b49.webp 1x" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" alt="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68504-ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks" title="JURIS - Critical Analysis of the Research on Digital Literacy" target="_blank">Critical Analysis of the Research on Digital Literacy</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin terhadap literasi digital di lingkungan akademik, dengan mengeksplorasi bagaimana teknologi ini memperbarui metode penelitian dan kolaborasi antar disiplin. Selain itu, penting untuk mempelajari tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan realitas virtual dan augmentasi ke dalam pendidikan literasi digital, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Penelitian juga perlu mengevaluasi peran literasi digital dalam meningkatkan partisipasi akademik di komunitas marginal, dengan mempertimbangkan faktor budaya dan sosial-ekonomi yang memengaruhi akses dan penggunaan teknologi. Dengan menggabungkan pendekatan ini, peneliti dapat membuka jalan untuk pengembangan literasi digital yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan global..
<br>Eksplorasi literasi digital dan dampaknya terhadap upaya akademik di berbagai disiplin ilmu telah menerangkan pertimbangan etis yang multifaset dan kebutuhan untuk panduan etis yang disesuaikan serta praktik terbaik.Dalam menghadapi masa depan penelitian literasi digital, penting untuk mengadopsi pendekatan yang maju dan adaptif yang mencakup teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan realitas virtual/augmentasi.Memahami pengaruh teknologi-teknologi ini terhadap kompetensi digital dan perannya dalam kolaborasi antar disiplin akan menjadi kunci dalam membentuk pemandu masa depan kolaborasi akademik.Selain itu, dampak literasi digital terhadap ekspresi akademik, penyebarkan pengetahuan, dan perannya dalam konteks akademik global harus menjadi fokus penelitian masa depan.Memahami faktor budaya, linguistik, dan sosial-ekonomi yang memengaruhi pengembangan dan penggunaan kompetensi digital akan membantu mempromosikan inisiatif literasi digital yang inklusif dan adil secara global.Dalam mengatasi kesenjangan literasi digital, pendekatan yang multifaset yang menggabungkan inisiatif kebijakan, intervensi pendidikan, dan alokasi sumber daya akan menjadi penting.Dengan menyelipkan komponen literasi digital dalam kurikulum akademik, memprioritaskan akses sumber daya dan infrastruktur digital, serta memupuk budaya inklusivitas dan keragaman digital, pembuat kebijakan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan literasi digital di berbagai lingkungan akademik
<br>Tujuan dari analisis kritis ini adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang kompleksitas yang terkandung dalam literasi digital dan perannya yang penting dalam membentuk masa depan penelitian akademik. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis untuk secara menyeluruh mengeksaminasi inisiatif digitalisasi dalam penelitian literasi digital. Kami melakukan tinjauan menyeluruh terhadap literatur yang ada tentang analisis kritis penelitian literasi digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa eksplorasi literasi digital dan dampaknya terhadap upaya akademik di berbagai disiplin ilmu telah menerangkan pertimbangan etis yang multifaset dan kebutuhan untuk panduan etis yang disesuaikan serta praktik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp" type="image/webp" length="106532" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-17d36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-0ccc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/ayah-asi-literasi-kurikulum-akademik-teks-anak-pro-thumb-88b49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68508-angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun</link>
	<guid isPermaLink="false">3ae3419aa3f43f84c5a53dc402da8b14</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 06:00:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nur rubiati ]]></category>
	<category><![CDATA[ bumi ayu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ayu,bumi,nur,rubiati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis efektivitas program GAZING (Gazebo Infaq Stunting) dalam mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kota Dumai. Penelitian ini dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis efektivitas program GAZING (Gazebo Infaq Stunting) dalam mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kota Dumai. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana program GAZING dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, serta bagaimana inovasi ini dapat diterapkan di wilayah lain. 2. Meneliti peran kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana kerjasama antara pemerintah, stakeholder, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif dalam menurunkan angka stunting. 3. Mengkaji implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana. Penelitian ini dapat mengevaluasi bagaimana pilar-pilar tersebut diterapkan secara holistik dan berkelanjutan, serta bagaimana keberhasilannya dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Urgensitas Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah berhasil dilaksanakan dengan baik.Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kelurahan Laksamana.Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting.Pelibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait, seperti kader kesehatan, PKK, bidan, puskesmas, dan pemerintah kelurahan, menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan kegiatan ini.Kampung Keluarga Berkualitas (KB) berperan sebagai platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Laksamana.Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta penerapan lima pilar strategis secara berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan dalam mengatasi masalah kemiskinan, status gizi, dan kesehatan dewasa, tantangan-tantangan tersebut tetap menjadi perhatian utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui percepatan penurunan stunting, tercermin dalam hasil survei status gizi balita tahun 2022 dengan prevalensi stunting mencapai 21,6 persen, terutama tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan angka 35,3 persen. Kota Dumai, meskipun berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,2 persen pada tahun 2022, masih memerlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah peningkatan kembali angka stunting. Dalam konteks ini, Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kota Dumai diidentifikasi sebagai potensi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting, dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp" title="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp 1x" title="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" alt="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fe99d.webp" title="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fe99d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fe99d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fe99d.webp 1x" title="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" alt="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68508-angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun" title="JURIS - Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota" target="_blank">Urgensitas Upaya Pencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis efektivitas program GAZING (Gazebo Infaq Stunting) dalam mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kota Dumai. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana program GAZING dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, serta bagaimana inovasi ini dapat diterapkan di wilayah lain. 2. Meneliti peran kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana kerjasama antara pemerintah, stakeholder, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif dalam menurunkan angka stunting. 3. Mengkaji implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana. Penelitian ini dapat mengevaluasi bagaimana pilar-pilar tersebut diterapkan secara holistik dan berkelanjutan, serta bagaimana keberhasilannya dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut..
<br>Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Urgensitas Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah berhasil dilaksanakan dengan baik.Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kelurahan Laksamana.Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting.Pelibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait, seperti kader kesehatan, PKK, bidan, puskesmas, dan pemerintah kelurahan, menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan kegiatan ini.Kampung Keluarga Berkualitas (KB) berperan sebagai platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Laksamana.Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta penerapan lima pilar strategis secara berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut
<br>Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan dalam mengatasi masalah kemiskinan, status gizi, dan kesehatan dewasa, tantangan-tantangan tersebut tetap menjadi perhatian utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui percepatan penurunan stunting, tercermin dalam hasil survei status gizi balita tahun 2022 dengan prevalensi stunting mencapai 21,6 persen, terutama tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan angka 35,3 persen. Kota Dumai, meskipun berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,2 persen pada tahun 2022, masih memerlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah peningkatan kembali angka stunting. Dalam konteks ini, Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kota Dumai diidentifikasi sebagai potensi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting, dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp" type="image/webp" length="145942" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fa593.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/angka-stunting-wilayah-kesadaran-masyarakat-kampun-thumb-fe99d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2755-stia-lk-dumai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11478-jurnal-pengabdian-masyarakat-stia-lk-pesat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68501-forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">bf554eda9f08f72891b56d6a7e068754</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:51:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ berni mulait ]]></category>
	<category><![CDATA[ muhammad ali ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,berni,kirim,muhammad,mulait,naskah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak transparansi informasi pembangunan terhadap kepercayaan masyarakat. Selain itu, studi tentang strategi meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda dalam forum pengambilan keputusan kampung perlu dilakukan. Terakhir, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak transparansi informasi pembangunan terhadap kepercayaan masyarakat. Selain itu, studi tentang strategi meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda dalam forum pengambilan keputusan kampung perlu dilakukan. Terakhir, pengembangan metode komunikasi dua arah yang lebih inklusif dapat menjadi arah penelitian untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah kampung dan masyarakat.. Komunikasi pemerintahan kampung di Kampung Habema Distrik Ibele secara umum telah berjalan baik, tetapi masih perlu peningkatan partisipasi, transparansi, dan inklusivitas.Keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih terbatas.Empati dan kesetaraan dalam komunikasi perlu diperkuat melalui mekanisme formal dan partisipasi aktif kelompok rentan seperti perempuan dan pemuda Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemerintahan dalam pelaksanaan pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu. Analisis dilakukan berdasarkan lima indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan kampung secara umum telah berjalan cukup baik dalam mendukung pembangunan. Keterbukaan telah dilakukan melalui musyawarah dan penyampaian informasi pembangunan, namun transparansi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-0b168.webp" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-0b168.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-0b168.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-0b168.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" alt="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" alt="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-b349c.webp" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-b349c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-b349c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-b349c.webp 1x" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" alt="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68501-forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-ko" title="JURIS - Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya" target="_blank">Komunikasi Pemerintahan Kampung Melaksanakan Pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak transparansi informasi pembangunan terhadap kepercayaan masyarakat. Selain itu, studi tentang strategi meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda dalam forum pengambilan keputusan kampung perlu dilakukan. Terakhir, pengembangan metode komunikasi dua arah yang lebih inklusif dapat menjadi arah penelitian untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah kampung dan masyarakat..
<br>Komunikasi pemerintahan kampung di Kampung Habema Distrik Ibele secara umum telah berjalan baik, tetapi masih perlu peningkatan partisipasi, transparansi, dan inklusivitas.Keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih terbatas.Empati dan kesetaraan dalam komunikasi perlu diperkuat melalui mekanisme formal dan partisipasi aktif kelompok rentan seperti perempuan dan pemuda
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemerintahan dalam pelaksanaan pembangunan di Kampung Habema Distrik Ibele Kabupaten Jayawijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu. Analisis dilakukan berdasarkan lima indikator komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan kampung secara umum telah berjalan cukup baik dalam mendukung pembangunan. Keterbukaan telah dilakukan melalui musyawarah dan penyampaian informasi pembangunan, namun transparansi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp" type="image/webp" length="96898" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-0b168.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-31df3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/forum-musyawarah-kampung-efektivitas-komunikasi-pe-thumb-b349c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1704-unaim-wamena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8769-jurnal-lapago.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Game Based Learning for the Digital Age A Narrative Review across Educational Levels ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Game Based Learning for the Digital Age A Narrative Review across Educational Levels ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Game Based Learning for the Digital Age A Narrative Review across Educational Levels ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68516-integrasi-gamifikasi-deep-ket</link>
	<guid isPermaLink="false">fc5adff0df23e9835eb97107dea59803</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:51:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak gamifikasi pada motivasi siswa di berbagai konteks budaya untuk memahami perbedaan respons. Selain itu, pengembangan program pelatihan guru yang fokus pada penerapan gamifikasi secara efektif dapat menjadi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak gamifikasi pada motivasi siswa di berbagai konteks budaya untuk memahami perbedaan respons. Selain itu, pengembangan program pelatihan guru yang fokus pada penerapan gamifikasi secara efektif dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, studi tentang efek jangka panjang gamifikasi terhadap kinerja akademik dan keterampilan kritis siswa di berbagai tingkat pendidikan perlu dilakukan untuk memvalidasi keberlanjutan manfaatnya.. Gamifikasi pembelajaran secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, partisipasi, dan hasil belajar ketika dirancang sesuai kebutuhan pembelajar dan konteks pendidikan.Efektivitasnya bergantung pada penyesuaian dengan tingkat perkembangan kognitif siswa, kebijakan pendidikan, dan kesiapan guru.Meski menunjukkan manfaat besar, gamifikasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan perlu adanya pendekatan yang lebih inklusif.Penelitian selanjutnya perlu mengkaji dampak jangka panjang, adaptasi budaya, serta pengembangan strategi yang lebih terstruktur untuk memaksimalkan manfaatnya Ulasan naratif ini meneliti efektivitas gamifikasi dalam keterlibatan siswa dan kinerja akademik di berbagai tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lingkungan pembelajaran yang digamifikasi memengaruhi aspek kognitif, perilaku, dan emosional dalam pembelajaran. Metodologi naratif terstruktur digunakan untuk menyintesis bukti empiris dari studi global, termasuk data kuantitatif dan kualitatif, untuk mengidentifikasi tema utama dan tren dalam pendidikan yang digamifikasi. Temuan menunjukkan bahwa gamifikasi secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, partisipasi, dan hasil belajar melalui penggunaan poin, badge, leaderboard, dan umpan balik real-time. Elemen-elemen ini sejalan dengan teori pembelajaran klasik seperti behaviorisme dan konstruktivisme, dan ketika dirancang sesuai prinsip otonomi diri, meningkatkan motivasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-82e30.webp" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-82e30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-82e30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-82e30.webp 1x" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" alt="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp 1x" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" alt="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-9877f.webp" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-9877f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-9877f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-9877f.webp 1x" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" alt="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68516-integrasi-gamifikasi-deep-ket" title="JURIS - Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels" target="_blank">Game-Based Learning for the Digital Age: A Narrative Review across Educational Levels</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak gamifikasi pada motivasi siswa di berbagai konteks budaya untuk memahami perbedaan respons. Selain itu, pengembangan program pelatihan guru yang fokus pada penerapan gamifikasi secara efektif dapat menjadi fokus penelitian. Terakhir, studi tentang efek jangka panjang gamifikasi terhadap kinerja akademik dan keterampilan kritis siswa di berbagai tingkat pendidikan perlu dilakukan untuk memvalidasi keberlanjutan manfaatnya..
<br>Gamifikasi pembelajaran secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, partisipasi, dan hasil belajar ketika dirancang sesuai kebutuhan pembelajar dan konteks pendidikan.Efektivitasnya bergantung pada penyesuaian dengan tingkat perkembangan kognitif siswa, kebijakan pendidikan, dan kesiapan guru.Meski menunjukkan manfaat besar, gamifikasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan perlu adanya pendekatan yang lebih inklusif.Penelitian selanjutnya perlu mengkaji dampak jangka panjang, adaptasi budaya, serta pengembangan strategi yang lebih terstruktur untuk memaksimalkan manfaatnya
<br>Ulasan naratif ini meneliti efektivitas gamifikasi dalam keterlibatan siswa dan kinerja akademik di berbagai tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lingkungan pembelajaran yang digamifikasi memengaruhi aspek kognitif, perilaku, dan emosional dalam pembelajaran. Metodologi naratif terstruktur digunakan untuk menyintesis bukti empiris dari studi global, termasuk data kuantitatif dan kualitatif, untuk mengidentifikasi tema utama dan tren dalam pendidikan yang digamifikasi. Temuan menunjukkan bahwa gamifikasi secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, partisipasi, dan hasil belajar melalui penggunaan poin, badge, leaderboard, dan umpan balik real-time. Elemen-elemen ini sejalan dengan teori pembelajaran klasik seperti behaviorisme dan konstruktivisme, dan ketika dirancang sesuai prinsip otonomi diri, meningkatkan motivasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp" type="image/webp" length="83194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-82e30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-49db0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/integrasi-gamifikasi-deep-keterlibatan-siswa-ekolo-thumb-9877f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68515-stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan</link>
	<guid isPermaLink="false">8d3a84e4e2143ac03fa71a6ad2489f80</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:48:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat sistem hukum nasional dan menjawab tantangan modern, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana hukum dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai instrumen pengatur dan pelindung kehidupan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial: Untuk memperkuat sistem hukum nasional dan menjawab tantangan modern, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana hukum dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai instrumen pengatur dan pelindung kehidupan bersama. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada bagaimana hukum dapat menjembatani berbagai kepentingan yang berbeda atau bahkan bertentangan, sehingga tercapai harmoni sosial yang berlandaskan keadilan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana hukum dapat berperan sebagai motor penggerak kemajuan masyarakat, khususnya dalam era digitalisasi dan globalisasi yang semakin intensif.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai tujuan dan fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pertama, tujuan hukum pada hakikatnya adalah untuk menciptakan ketertiban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Ketertiban menjadi prasyarat utama bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, sedangkan keadilan merupakan nilai fundamental yang menjadi roh dari keberlakuan hukum.Hukum tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjamin perlakuan yang adil bagi setiap individu serta menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.Dengan demikian, tujuan hukum bersifat multidimensional yang mencakup aspek moral, sosial, dan praktis yang saling melengkapi.Kedua, fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial tercermin dalam perannya sebagai alat pengatur sosial (social control), sarana penyelesaian konflik, pelindung hak asasi manusia, serta instrumen pembaharuan sosial (social engineering).Melalui fungsi-fungsi tersebut, hukum berperan menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.Dalam konteks negara hukum Indonesia, fungsi hukum harus dijalankan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, sehingga hukum tidak berpihak pada kepentingan kelompok tertentu, melainkan mengakomodasi kepentingan seluruh rakyat secara adil dan proporsional.Ketiga, pelaksanaan tujuan dan fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan sosial dan ekonomi, lemahnya penegakan hukum, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat.Kondisi tersebut menyebabkan hukum belum sepenuhnya berfungsi secara optimal sebagai sarana pemerataan keadilan sosial.Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem hukum melalui penegakan hukum yang berintegritas, pembentukan peraturan perundang-undangan yang responsif dan berkeadilan, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial sangat bergantung pada keselarasan antara tujuan hukum, fungsi hukum, dan implementasinya dalam praktik.Hukum yang berkeadilan adalah hukum yang tidak hanya memberikan kepastian dan ketertiban, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan substantif yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Hukum merupakan sistem norma yang berfungsi mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan kehidupan manusia dalam masyarakat agar tercipta keteraturan, keadilan, serta kemaslahatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tujuan dan fungsi hukum dalam konteks teori dan penerapannya di Indonesia. Tujuan hukum secara filosofis meliputi tiga nilai utama, yaitu keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, sebagaimana dikemukakan oleh Gustav Radbruch. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan dan beradab. Sementara itu, fungsi hukum tidak hanya terbatas pada pengendalian sosial (social control), tetapi juga mencakup peran sebagai sarana perubahan sosial (social engineering) serta perlindungan hak asasi manusia. Dengan demikian, keterpaduan antara tujuan dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" alt="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-e6e81.webp" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-e6e81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-e6e81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-e6e81.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" alt="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-5b044.webp" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-5b044.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-5b044.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-5b044.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" alt="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68515-stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan" title="JURIS - Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial" target="_blank">Analisis Tujuan dan Fungsi Hukum Dalam Mewujudkan Ketertiban dan Keadilan Sosial</a>: Untuk memperkuat sistem hukum nasional dan menjawab tantangan modern, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana hukum dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai instrumen pengatur dan pelindung kehidupan bersama. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada bagaimana hukum dapat menjembatani berbagai kepentingan yang berbeda atau bahkan bertentangan, sehingga tercapai harmoni sosial yang berlandaskan keadilan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana hukum dapat berperan sebagai motor penggerak kemajuan masyarakat, khususnya dalam era digitalisasi dan globalisasi yang semakin intensif..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai tujuan dan fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pertama, tujuan hukum pada hakikatnya adalah untuk menciptakan ketertiban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Ketertiban menjadi prasyarat utama bagi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, sedangkan keadilan merupakan nilai fundamental yang menjadi roh dari keberlakuan hukum.Hukum tidak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjamin perlakuan yang adil bagi setiap individu serta menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.Dengan demikian, tujuan hukum bersifat multidimensional yang mencakup aspek moral, sosial, dan praktis yang saling melengkapi.Kedua, fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial tercermin dalam perannya sebagai alat pengatur sosial (social control), sarana penyelesaian konflik, pelindung hak asasi manusia, serta instrumen pembaharuan sosial (social engineering).Melalui fungsi-fungsi tersebut, hukum berperan menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong perubahan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.Dalam konteks negara hukum Indonesia, fungsi hukum harus dijalankan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, sehingga hukum tidak berpihak pada kepentingan kelompok tertentu, melainkan mengakomodasi kepentingan seluruh rakyat secara adil dan proporsional.Ketiga, pelaksanaan tujuan dan fungsi hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain ketimpangan sosial dan ekonomi, lemahnya penegakan hukum, serta rendahnya kesadaran hukum masyarakat.Kondisi tersebut menyebabkan hukum belum sepenuhnya berfungsi secara optimal sebagai sarana pemerataan keadilan sosial.Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem hukum melalui penegakan hukum yang berintegritas, pembentukan peraturan perundang-undangan yang responsif dan berkeadilan, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan hukum dalam mewujudkan ketertiban dan keadilan sosial sangat bergantung pada keselarasan antara tujuan hukum, fungsi hukum, dan implementasinya dalam praktik.Hukum yang berkeadilan adalah hukum yang tidak hanya memberikan kepastian dan ketertiban, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan substantif yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat
<br>Hukum merupakan sistem norma yang berfungsi mengatur, mengendalikan, dan mengarahkan kehidupan manusia dalam masyarakat agar tercipta keteraturan, keadilan, serta kemaslahatan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tujuan dan fungsi hukum dalam konteks teori dan penerapannya di Indonesia. Tujuan hukum secara filosofis meliputi tiga nilai utama, yaitu keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, sebagaimana dikemukakan oleh Gustav Radbruch. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan dan beradab. Sementara itu, fungsi hukum tidak hanya terbatas pada pengendalian sosial (social control), tetapi juga mencakup peran sebagai sarana perubahan sosial (social engineering) serta perlindungan hak asasi manusia. Dengan demikian, keterpaduan antara tujuan dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp" type="image/webp" length="89086" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-a80a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-e6e81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/stabilitas-sosial-kolektif-kehidupan-fungsi-keadil-thumb-5b044.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68514-program-kampung-kb-status-gizi-masyarak</link>
	<guid isPermaLink="false">5c1c4c4d42221b77e3c5355d07b5af37</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:26:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nur rubiati ]]></category>
	<category><![CDATA[ bumi ayu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ayu,bumi,nur,rubiati]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, bagaimana peran dan strategi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dalam mencegah stunting secara efektif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti gizi, pendidikan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, bagaimana peran dan strategi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dalam mencegah stunting secara efektif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi. Kedua, bagaimana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat dapat ditingkatkan untuk mencegah stunting secara holistik dan berkelanjutan. Ketiga, bagaimana inovasi dan intervensi spesifik dapat diterapkan dalam pencegahan stunting, terutama dalam hal pemberian makanan bergizi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan menggabungkan ketiga ide penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih komprehensif dan efektif dalam mencegah stunting di masyarakat.. Kegiatan PKM tentang pencegahan stunting telah dilaksanakan dengan sukses dan mencapai tujuannya.Seluruh peserta, baik kader posyandu maupun masyarakat, mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan dan aktifnya mereka dalam diskusi dan tanya jawab.Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan holistik dan kolaboratif.Pendekatan holistik berarti bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek lain yang dapat mempengaruhi stunting, seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi.Pendekatan kolaboratif berarti bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat.Dalam upaya mencegah stunting, KB menjadi platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Setelah PKM ini dilakukan, diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal, dan generasi yang lebih sehat dan berkualitas tercipta di masa depan Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei status gizi balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-85c0f.webp" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-85c0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-85c0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-85c0f.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" alt="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-9246f.webp" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-9246f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-9246f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-9246f.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" alt="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp 1x" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" alt="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68514-program-kampung-kb-status-gizi-masyarak" title="JURIS - Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota" target="_blank">Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting   di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana  Kecamatan Dumai Kota</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, bagaimana peran dan strategi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dalam mencegah stunting secara efektif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi. Kedua, bagaimana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat dapat ditingkatkan untuk mencegah stunting secara holistik dan berkelanjutan. Ketiga, bagaimana inovasi dan intervensi spesifik dapat diterapkan dalam pencegahan stunting, terutama dalam hal pemberian makanan bergizi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan menggabungkan ketiga ide penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih komprehensif dan efektif dalam mencegah stunting di masyarakat..
<br>Kegiatan PKM tentang pencegahan stunting telah dilaksanakan dengan sukses dan mencapai tujuannya.Seluruh peserta, baik kader posyandu maupun masyarakat, mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan dan aktifnya mereka dalam diskusi dan tanya jawab.Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan holistik dan kolaboratif.Pendekatan holistik berarti bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek lain yang dapat mempengaruhi stunting, seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi.Pendekatan kolaboratif berarti bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat.Dalam upaya mencegah stunting, KB menjadi platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Setelah PKM ini dilakukan, diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal, dan generasi yang lebih sehat dan berkualitas tercipta di masa depan
<br>Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei status gizi balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp" type="image/webp" length="115460" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-85c0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-9246f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/program-kampung-kb-status-gizi-masyarakat-pemberda-thumb-1a48c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2755-stia-lk-dumai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11478-jurnal-pengabdian-masyarakat-stia-lk-pesat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68499-kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-desa-efekt</link>
	<guid isPermaLink="false">54b97eafdded891e980e741e517ee947</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:22:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ berni mulait ]]></category>
	<category><![CDATA[ muhammad ali ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,berni,kirim,muhammad,mulait,naskah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan fitur aplikasi OMSPAN yang mendukung penggunaan offline untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang model pelatihan berkelanjutan untuk aparatur kampung ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan fitur aplikasi OMSPAN yang mendukung penggunaan offline untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang model pelatihan berkelanjutan untuk aparatur kampung yang menggabungkan pendidikan teknologi informasi dengan prinsip akuntabilitas keuangan desa. Penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan teknologi untuk menciptakan sistem pendampingan lokal yang berbasis komunitas.. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dalam pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Tolikara secara umum telah berjalan efektif.OMSPAN mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan pelaporan Dana Desa melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis digital.Namun, implementasi di tingkat kampung masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya kemampuan teknologi informasi aparatur kampung, serta masih tingginya ketergantungan terhadap operator DPMK dalam proses pelaporan dan penginputan data.Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas penggunaan OMSPAN diperlukan penguatan kapasitas aparatur kampung melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan jaringan internet Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dalam pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Tolikara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), operator OMSPAN, kepala kampung, dan bendahara kampung. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator efektivitas, yaitu akses, cakupan fungsi, frekuensi penggunaan, bias layanan, akuntabilitas, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" alt="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-99d5e.webp" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-99d5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-99d5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-99d5e.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" alt="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-1d28b.webp" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-1d28b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-1d28b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-1d28b.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" alt="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68499-kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-desa-efekt" title="JURIS - Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara" target="_blank">Efektivitas Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Dan Anggaran Negara Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung Kabupaten Tolikara</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan fitur aplikasi OMSPAN yang mendukung penggunaan offline untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan internet. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang model pelatihan berkelanjutan untuk aparatur kampung yang menggabungkan pendidikan teknologi informasi dengan prinsip akuntabilitas keuangan desa. Penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan teknologi untuk menciptakan sistem pendampingan lokal yang berbasis komunitas..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dalam pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Tolikara secara umum telah berjalan efektif.OMSPAN mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan pelaporan Dana Desa melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis digital.Namun, implementasi di tingkat kampung masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya kemampuan teknologi informasi aparatur kampung, serta masih tingginya ketergantungan terhadap operator DPMK dalam proses pelaporan dan penginputan data.Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas penggunaan OMSPAN diperlukan penguatan kapasitas aparatur kampung melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan jaringan internet
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN) dalam pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Tolikara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), operator OMSPAN, kepala kampung, dan bendahara kampung. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator efektivitas, yaitu akses, cakupan fungsi, frekuensi penggunaan, bias layanan, akuntabilitas, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp" type="image/webp" length="89978" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-94579.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-99d5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/kepemimpinan-kepala-kampung-omspan-dana-efektivita-thumb-1d28b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1704-unaim-wamena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8769-jurnal-lapago.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village Welesi District Jayawijaya Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village Welesi District Jayawijaya Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village Welesi District Jayawijaya Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68500-bep-kopi-arabika-produk-rakyat-p</link>
	<guid isPermaLink="false">697fa80909f13131b4495fcb39fa945f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 05:04:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ berni mulait ]]></category>
	<category><![CDATA[ muhammad ali ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,berni,kirim,muhammad,mulait,naskah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji dampak penggunaan teknologi modern dalam meningkatkan efisiensi proses penyangraian dan penggilingan kopi Arabika Okesa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang preferensi konsumen terhadap kemasan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji dampak penggunaan teknologi modern dalam meningkatkan efisiensi proses penyangraian dan penggilingan kopi Arabika Okesa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang preferensi konsumen terhadap kemasan produk kopi yang ramah lingkungan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada potensi ekspor kopi Arabika Okesa ke pasar internasional dengan mempertimbangkan standar kualitas yang berlaku di luar negeri.. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Sistem Pengelolaan Kopi Arabika Okesa di Kampung Jagara, Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, dapat disimpulkan bahwa sistem pengelolaan kopi telah diterapkan dengan sangat baik.Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 17, yang termasuk dalam kategori sangat baik.Pada indikator penyangraian, diperoleh skor rata-rata sebesar 17, yang menunjukkan bahwa proses penyangraian telah dilaksanakan secara optimal.Indikator pendinginan biji sangrai juga memperoleh skor rata-rata sebesar 17 dengan kategori sangat baik.Selanjutnya, indikator penghalusan atau penggilingan biji kopi sangrai memperoleh skor rata-rata sebesar 17 dengan kategori sangat baik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sistem pengelolaan kopi arabika okesa di kampung jagara Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini merupakan variabel mandiri dan penyangraian, penghalusan/pengilingan biji kopi sangria. Populasi sebanyak 6 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa dengan menggunakan skor likert. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif jenuh, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa Analisis sistem pengelolaan kopi aribika okesa di kampung jagara Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya diperoleh skor sebesar 17 yang berada pada predikat sangat baik. Hasil ini diperoleh dari indikator: penyangraian dengan jumlah skor 17 dan penghalusan/pengilingan biji kopi sangria dengan jumlah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-e7984.webp" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-e7984.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-e7984.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-e7984.webp 1x" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" alt="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-66676.webp" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-66676.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-66676.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-66676.webp 1x" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" alt="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp 1x" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" alt="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68500-bep-kopi-arabika-produk-rakyat-p" title="JURIS - Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency" target="_blank">Okesa Arabica Coffee Management System in Jagara Village, Welesi District, Jayawijaya Regency</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengkaji dampak penggunaan teknologi modern dalam meningkatkan efisiensi proses penyangraian dan penggilingan kopi Arabika Okesa. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang preferensi konsumen terhadap kemasan produk kopi yang ramah lingkungan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada potensi ekspor kopi Arabika Okesa ke pasar internasional dengan mempertimbangkan standar kualitas yang berlaku di luar negeri..
<br>Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Sistem Pengelolaan Kopi Arabika Okesa di Kampung Jagara, Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, dapat disimpulkan bahwa sistem pengelolaan kopi telah diterapkan dengan sangat baik.Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 17, yang termasuk dalam kategori sangat baik.Pada indikator penyangraian, diperoleh skor rata-rata sebesar 17, yang menunjukkan bahwa proses penyangraian telah dilaksanakan secara optimal.Indikator pendinginan biji sangrai juga memperoleh skor rata-rata sebesar 17 dengan kategori sangat baik.Selanjutnya, indikator penghalusan atau penggilingan biji kopi sangrai memperoleh skor rata-rata sebesar 17 dengan kategori sangat baik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sistem pengelolaan kopi arabika okesa di kampung jagara Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini merupakan variabel mandiri dan penyangraian, penghalusan/pengilingan biji kopi sangria. Populasi sebanyak 6 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa dengan menggunakan skor likert. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif jenuh, maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa Analisis sistem pengelolaan kopi aribika okesa di kampung jagara Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya diperoleh skor sebesar 17 yang berada pada predikat sangat baik. Hasil ini diperoleh dari indikator: penyangraian dengan jumlah skor 17 dan penghalusan/pengilingan biji kopi sangria dengan jumlah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp" type="image/webp" length="75304" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-e7984.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-66676.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/bep-kopi-arabika-produk-rakyat-sistem-pengelolaan-thumb-f7f1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1704-unaim-wamena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8769-jurnal-lapago.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Inclusive Policy Design for Transformative Education A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource Constrained Contexts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Inclusive Policy Design for Transformative Education A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource Constrained Contexts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Inclusive Policy Design for Transformative Education A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource Constrained Contexts ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68506-kompetensi-profesional-guru-ujian-pendi</link>
	<guid isPermaLink="false">b9723d27a26d05b7a7000c6324482581</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:49:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana kebijakan pendidikan yang inklusif dapat diadaptasi untuk meningkatkan otonomi guru di daerah dengan sumber daya terbatas? 2. Apa peran infrastruktur digital dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan, terutama di negara berkembang? ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts: 1. Bagaimana kebijakan pendidikan yang inklusif dapat diadaptasi untuk meningkatkan otonomi guru di daerah dengan sumber daya terbatas? 2. Apa peran infrastruktur digital dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan, terutama di negara berkembang? 3. Bagaimana nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam reformasi pendidikan untuk memperkuat identitas profesional guru tanpa mengorbankan inovasi? Penelitian ini menyarankan pendekatan yang menggabungkan analisis kebijakan, studi kasus lintas budaya, dan evaluasi teknologi pendidikan untuk memahami dinamika kompleks antara struktur sistemik, konteks lokal, dan peran guru dalam pembangunan pendidikan yang adil dan berkelanjutan.. Kebijakan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap konteks sosial-budaya serta infrastruktur teknologi sangat penting untuk meningkatkan otonomi dan identitas profesional guru.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kebijakan yang terpusat sering kali mengurangi kreativitas dan motivasi guru, sementara model partisipatif dan responsif konteks lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan profesional.Diperlukan pengembangan kebijakan yang melibatkan guru sebagai mitra utama dalam proses reformasi, serta peningkatan kapasitas teknologi dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokal Studi ini mengeksplorasi bagaimana identitas profesional dan otonomi guru berkembang dalam sistem pendidikan global yang mengalami perubahan sosial-politik, budaya, dan teknologi. Berdasarkan Kerangka Agensi Kritis, studi ini menyintesis penelitian empiris dan teoretis terbaru untuk mengevaluasi bagaimana struktur kebijakan, norma budaya, dan infrastruktur digital membentuk agensi guru. Studi ini menyoroti bagaimana guru menghadapi ekspektasi profesional dalam sistem terpusat, tradisi komunitas, dan disparitas sumber daya. Studi ini menggunakan pendekatan hibrid yang menggabungkan protokol tinjauan sistematis dengan sintesis naratif. Sumber akademik diperoleh dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar menggunakan pencarian terstruktur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp 1x" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" alt="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-0dde8.webp" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-0dde8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-0dde8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-0dde8.webp 1x" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" alt="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-b9fdd.webp" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-b9fdd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-b9fdd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-b9fdd.webp 1x" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" alt="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68506-kompetensi-profesional-guru-ujian-pendi" title="JURIS - Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts" target="_blank">Inclusive Policy Design for Transformative Education: A Global Synthesis of Teacher Identity Formation in Resource-Constrained Contexts</a>: 1. Bagaimana kebijakan pendidikan yang inklusif dapat diadaptasi untuk meningkatkan otonomi guru di daerah dengan sumber daya terbatas? 2. Apa peran infrastruktur digital dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan, terutama di negara berkembang? 3. Bagaimana nilai budaya lokal dapat diintegrasikan ke dalam reformasi pendidikan untuk memperkuat identitas profesional guru tanpa mengorbankan inovasi? Penelitian ini menyarankan pendekatan yang menggabungkan analisis kebijakan, studi kasus lintas budaya, dan evaluasi teknologi pendidikan untuk memahami dinamika kompleks antara struktur sistemik, konteks lokal, dan peran guru dalam pembangunan pendidikan yang adil dan berkelanjutan..
<br>Kebijakan pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap konteks sosial-budaya serta infrastruktur teknologi sangat penting untuk meningkatkan otonomi dan identitas profesional guru.Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kebijakan yang terpusat sering kali mengurangi kreativitas dan motivasi guru, sementara model partisipatif dan responsif konteks lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan profesional.Diperlukan pengembangan kebijakan yang melibatkan guru sebagai mitra utama dalam proses reformasi, serta peningkatan kapasitas teknologi dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan lokal
<br>Studi ini mengeksplorasi bagaimana identitas profesional dan otonomi guru berkembang dalam sistem pendidikan global yang mengalami perubahan sosial-politik, budaya, dan teknologi. Berdasarkan Kerangka Agensi Kritis, studi ini menyintesis penelitian empiris dan teoretis terbaru untuk mengevaluasi bagaimana struktur kebijakan, norma budaya, dan infrastruktur digital membentuk agensi guru. Studi ini menyoroti bagaimana guru menghadapi ekspektasi profesional dalam sistem terpusat, tradisi komunitas, dan disparitas sumber daya. Studi ini menggunakan pendekatan hibrid yang menggabungkan protokol tinjauan sistematis dengan sintesis naratif. Sumber akademik diperoleh dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar menggunakan pencarian terstruktur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp" type="image/webp" length="138922" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-6e578.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-0dde8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/kompetensi-profesional-guru-ujian-pendidikan-ukppp-thumb-b9fdd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68502-alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki</link>
	<guid isPermaLink="false">756bbb344def44ae46599bad4bd7c693</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:47:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ berni mulait ]]></category>
	<category><![CDATA[ muhammad ali ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,berni,kirim,muhammad,mulait,naskah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang dampak desentralisasi kewenangan terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana desentralisasi kewenangan dapat meningkatkan partisipasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang dampak desentralisasi kewenangan terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana desentralisasi kewenangan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pelayanan publik. Selain itu, studi ini juga dapat mengeksplorasi peran birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta bagaimana kontrol dan pengaduan masyarakat dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di era otonomi daerah.. Pembahasan terhadap permasalahan yang telah diuraikan, terutama berkaitan dengan kendala dalam penerapan model demokrasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.Pertama, pasca reformasi tindakan pemerintah daerah/penyelenggara pelayanan publik bersikap tertutup, sikap penyelenggara yang seharusnya pada posisi melayani masyarakat/melayani apa yang dibutuhkan masyarakat.Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, penyelenggara dilayani masyarakat, sehingga timbul asumsi bahwa institusi pelayanan identik dengan pelayanan yang tidak responsif, berbelit-belit, lamban, biaya tinggi, keadaan ini adalah akibat dari pengaruh sistem sentralistik yang bersikap top down.Keadaan ini mengakibatkan tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara penyelenggara dan masyarakat yang berkepentingan sehingga kebijakan pelayanan publik tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Keadaan ini menimbulkan rendahnya kualitas pelayanan publik.Kedua, menetapkan standar pelayanan publik, tidak sensitif terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat, sehingga dalam penerapan pelayanan menimbulkan kesenjangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, faktor evaluasi sangat penting untuk mengetahui penyebab timbulnya kesenjangan.Dalam Pasal 20 masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik melakukan diskusi, musyawarah, dan menerima masukan dari masyarakat dapat dijadikan bahan untuk perbaikan dalam upaya meningkatkan kualitas pe- layanan publik agar sesuai dengan harapan masyarakat.Ketiga, kemampuan birokrasi yaitu petugas yang menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat, masih belum bersikap netral karena masih dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi tertentu (kepentingan daerah).Keempat, kontrol masyarakat dan pengaduan masyarakat belum berjalan optimal karena masyarakat belum banyak mengetahui bahwa masyarakat mempunyai hak untuk melakukan pengawasan dan pengaduan dengan menyampaikan keluhan-keluhan apabila penyelenggara melakukan penyimpangan dari muatan /substansi standar pelayanan Desentralisasi sebagai suatu paradigma penyelenggaraan pemerintahan daerah telah ditetapkan setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana desentralisasi kualitas pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca tindakan pemerintah daerah/penyelenggara pelayanan publik bersikap tertutup, sikap penyelenggara yang seharusnya pada posisi melayani masyarakat/melayani apa yang dibutuhkan masyarakat. Standar pelayanan publik sensitif terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat, sehingga dalam penerapan pelayanan menimbulkan kesenjangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, faktor evaluasi sangat penting untuk mengetahui penyebab timbulnya kesenjangan. Kemampuan birokrasi yaitu petugas yang menyediakan pelayanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-0efcc.webp" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-0efcc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-0efcc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-0efcc.webp 1x" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" alt="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-e380d.webp" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-e380d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-e380d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-e380d.webp 1x" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" alt="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp 1x" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" alt="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68502-alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki" title="JURIS - Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah" target="_blank">Desentralisasi Kewenangan dalam Kualitas Pelayanan Publik melalui Pendekatan Model Demokrasi pada Era Otonomi Daerah</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang dampak desentralisasi kewenangan terhadap kualitas pelayanan publik. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana desentralisasi kewenangan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pelayanan publik. Selain itu, studi ini juga dapat mengeksplorasi peran birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta bagaimana kontrol dan pengaduan masyarakat dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di era otonomi daerah..
<br>Pembahasan terhadap permasalahan yang telah diuraikan, terutama berkaitan dengan kendala dalam penerapan model demokrasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.Pertama, pasca reformasi tindakan pemerintah daerah/penyelenggara pelayanan publik bersikap tertutup, sikap penyelenggara yang seharusnya pada posisi melayani masyarakat/melayani apa yang dibutuhkan masyarakat.Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, penyelenggara dilayani masyarakat, sehingga timbul asumsi bahwa institusi pelayanan identik dengan pelayanan yang tidak responsif, berbelit-belit, lamban, biaya tinggi, keadaan ini adalah akibat dari pengaruh sistem sentralistik yang bersikap top down.Keadaan ini mengakibatkan tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara penyelenggara dan masyarakat yang berkepentingan sehingga kebijakan pelayanan publik tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Keadaan ini menimbulkan rendahnya kualitas pelayanan publik.Kedua, menetapkan standar pelayanan publik, tidak sensitif terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat, sehingga dalam penerapan pelayanan menimbulkan kesenjangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, faktor evaluasi sangat penting untuk mengetahui penyebab timbulnya kesenjangan.Dalam Pasal 20 masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik melakukan diskusi, musyawarah, dan menerima masukan dari masyarakat dapat dijadikan bahan untuk perbaikan dalam upaya meningkatkan kualitas pe- layanan publik agar sesuai dengan harapan masyarakat.Ketiga, kemampuan birokrasi yaitu petugas yang menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat, masih belum bersikap netral karena masih dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi tertentu (kepentingan daerah).Keempat, kontrol masyarakat dan pengaduan masyarakat belum berjalan optimal karena masyarakat belum banyak mengetahui bahwa masyarakat mempunyai hak untuk melakukan pengawasan dan pengaduan dengan menyampaikan keluhan-keluhan apabila penyelenggara melakukan penyimpangan dari muatan /substansi standar pelayanan
<br>Desentralisasi sebagai suatu paradigma penyelenggaraan pemerintahan daerah telah ditetapkan setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana desentralisasi kualitas pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca tindakan pemerintah daerah/penyelenggara pelayanan publik bersikap tertutup, sikap penyelenggara yang seharusnya pada posisi melayani masyarakat/melayani apa yang dibutuhkan masyarakat. Standar pelayanan publik sensitif terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat, sehingga dalam penerapan pelayanan menimbulkan kesenjangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat, faktor evaluasi sangat penting untuk mengetahui penyebab timbulnya kesenjangan. Kemampuan birokrasi yaitu petugas yang menyediakan pelayanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp" type="image/webp" length="82064" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-0efcc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-e380d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/alat-kontrol-masyarakat-layanan-publik-inklusif-ki-thumb-55d5a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1704-unaim-wamena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8769-jurnal-lapago.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implikasi Hukum Penipuan Mahar Ghurur Al Mahr Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implikasi Hukum Penipuan Mahar Ghurur Al Mahr Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implikasi Hukum Penipuan Mahar Ghurur Al Mahr Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68513-hak-istri-anak-kewajiban-suami</link>
	<guid isPermaLink="false">0e4740d993d3dbbeb326f096ea33c61f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:46:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan instrumen digital seperti e-wallet atau transfer bank dalam praktik penipuan mahar, karena teknologi ini semakin umum digunakan dan mungkin memiliki implikasi hukum yang berbeda. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan instrumen digital seperti e-wallet atau transfer bank dalam praktik penipuan mahar, karena teknologi ini semakin umum digunakan dan mungkin memiliki implikasi hukum yang berbeda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pendapat mazhab SyafiAoi dan Hanafi mengenai status hukum mahar yang tidak sah, terutama dalam konteks modernisasi hukum Islam. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi upaya hukum yang lebih efektif untuk melindungi hak istri dalam kasus penipuan mahar, seperti penguatan regulasi atau pendidikan hukum keluarga Islam di kalangan masyarakat.. Dalam perspektif hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), mahar merupakan kewajiban suami yang harus memiliki nilai ekonomi nyata, jelas, dan dapat diserahkan kepada istri.Mahar berupa cek palsu tidak memenuhi kriteria sebagai harta (mal) yang sah karena tidak memiliki nilai riil, sehingga dinilai cacat secara hukum dan tidak sah sebagai objek mahar.Meskipun demikian, ketidaksahan mahar tidak otomatis membatalkan akad nikah, karena mahar bukan rukun perkawinan.Akibat hukumnya lebih pada kewajiban suami untuk mengganti mahar tersebut dengan yang sah, sekaligus menunjukkan adanya unsur ghurur (penipuan) yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan kejelasan dalam hukum Islam.Di sisi lain, penipuan mahar (ghurur al-mahr) memiliki implikasi lebih luas terhadap keabsahan dan keberlangsungan perkawinan, terutama jika terbukti memengaruhi kehendak bebas istri dalam akad.Dalam kerangka hukum positif Indonesia, penipuan dapat menjadi dasar pembatalan perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.Oleh karena itu, penggunaan cek palsu sebagai mahar tidak hanya menimbulkan kewajiban penggantian, tetapi juga berpotensi memicu sengketa hukum hingga pembatalan perkawinan, karena mengandung unsur penipuan yang merusak dasar kesepakatan dalam akad nikah Mahar merupakan hak istri yang memiliki kedudukan penting dalam perkawinan menurut hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan penyimpangan berupa penipuan mahar, salah satunya cek palsu. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan mahar, implikasinya terhadap ikatan perkawinan, serta perlindungan hak-hak istri. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur fikih kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-1a61f.webp" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-1a61f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-1a61f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-1a61f.webp 1x" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" alt="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp 1x" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" alt="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-cdb4b.webp" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-cdb4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-cdb4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-cdb4b.webp 1x" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" alt="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68513-hak-istri-anak-kewajiban-suami" title="JURIS - Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi" target="_blank">Implikasi Hukum Penipuan Mahar (Ghurur Al-Mahr) Terhadap Keabsahan Ikatan Perkawinan: Analisis Yuridis Normatif Atas Kasus Mahar Cek Palsu Dalam Perspektif Khi</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan instrumen digital seperti e-wallet atau transfer bank dalam praktik penipuan mahar, karena teknologi ini semakin umum digunakan dan mungkin memiliki implikasi hukum yang berbeda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan pendapat mazhab SyafiAoi dan Hanafi mengenai status hukum mahar yang tidak sah, terutama dalam konteks modernisasi hukum Islam. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi upaya hukum yang lebih efektif untuk melindungi hak istri dalam kasus penipuan mahar, seperti penguatan regulasi atau pendidikan hukum keluarga Islam di kalangan masyarakat..
<br>Dalam perspektif hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), mahar merupakan kewajiban suami yang harus memiliki nilai ekonomi nyata, jelas, dan dapat diserahkan kepada istri.Mahar berupa cek palsu tidak memenuhi kriteria sebagai harta (mal) yang sah karena tidak memiliki nilai riil, sehingga dinilai cacat secara hukum dan tidak sah sebagai objek mahar.Meskipun demikian, ketidaksahan mahar tidak otomatis membatalkan akad nikah, karena mahar bukan rukun perkawinan.Akibat hukumnya lebih pada kewajiban suami untuk mengganti mahar tersebut dengan yang sah, sekaligus menunjukkan adanya unsur ghurur (penipuan) yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan kejelasan dalam hukum Islam.Di sisi lain, penipuan mahar (ghurur al-mahr) memiliki implikasi lebih luas terhadap keabsahan dan keberlangsungan perkawinan, terutama jika terbukti memengaruhi kehendak bebas istri dalam akad.Dalam kerangka hukum positif Indonesia, penipuan dapat menjadi dasar pembatalan perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.Oleh karena itu, penggunaan cek palsu sebagai mahar tidak hanya menimbulkan kewajiban penggantian, tetapi juga berpotensi memicu sengketa hukum hingga pembatalan perkawinan, karena mengandung unsur penipuan yang merusak dasar kesepakatan dalam akad nikah
<br>Mahar merupakan hak istri yang memiliki kedudukan penting dalam perkawinan menurut hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan penyimpangan berupa penipuan mahar, salah satunya cek palsu. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan mahar, implikasinya terhadap ikatan perkawinan, serta perlindungan hak-hak istri. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur fikih kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp" type="image/webp" length="92460" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-1a61f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-50b4a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/hak-hak-istri-hak-anak-kewajiban-suami-mahar-ghuru-thumb-cdb4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68507-etiologi-faktor-risiko-spesifik-risi</link>
	<guid isPermaLink="false">2277f5ac798347a08c0fa6b131314bc0</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:37:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi kohort nasional yang lebih besar untuk mengonfirmasi angka insidensi tromboemboli vena selama kehamilan dan masa nifas di Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi kohort nasional yang lebih besar untuk mengonfirmasi angka insidensi tromboemboli vena selama kehamilan dan masa nifas di Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor risiko spesifik yang terkait dengan tromboemboli vena pada populasi wanita hamil di Indonesia, termasuk faktor-faktor genetik, lingkungan, dan perilaku. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan antikoagulan selama kehamilan, khususnya LMWH, dan untuk menentukan strategi pemberian yang optimal untuk mengurangi risiko tromboemboli vena tanpa meningkatkan risiko perdarahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan efektivitas tromboprofilaksis pada wanita hamil dengan faktor risiko tromboemboli vena, termasuk wanita dengan trombofilia atau riwayat tromboemboli vena sebelumnya.. Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang menimbulkan keadaan hiperkoagulabel.Risiko tromboemboli vena meningkat sekitar 4Ae5 kali dibandingkan populasi non-hamil, dengan puncak insidens terjadi pada masa nifas (terutama 6 minggu pertama postpartum).Faktor risiko berupa trombofilia (kongenital atau didapat), riwayat tromboemboli vena sebelumnya, riwayat pembedahan, indeks massa tubuh tinggi (Ou30 kg/mA), serta kehamilan kembar, kemungkinan semakin meningkatkan terjadinya tromboemboli vena selama pascapersalinan.Unfractionated heparin (UFH) dan low molecular weight heparin (LMWH) merupakan terapi lini pertama.LMWH lebih disukai karena profil farmakokinetik yang lebih stabil, risiko trombositopenia dan osteoporosis lebih rendah, serta pemberian yang lebih praktis.Pemilihan obat dan dosis antikoagulan disesuaikan dengan kondisi ibu serta rencana persalinan.Antikoagulan dihentikan atau disesuaikan menjelang persalinan untuk mengurangi risiko perdarahan anestesi neuraksial.Warfarin dan DOACs tidak direkomendasikan untuk kehamilan.Warfarin bersifat teratogenik, terutama pada trimester pertama, dan dapat menyebabkan perdarahan janin.Direct oral anticoagulants (DOACs), seperti rivaroxaban dan dabigatran, tidak direkomendasikan karena data keamanan yang terbatas dan potensi transfer ke janin Tromboemboli vena (TEV) merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan masa nifas. Kehamilan secara fisiologis menciptakan keadaan hiperkoagulabel akibat perubahan hemostasis, termasuk peningkatan faktor koagulasi dan penurunan aktivitas fibrinolitik. Kondisi ini meningkatkan risiko TEV sekitar 4Ae5 kali lipat dibandingkan populasi non-hamil, dengan insidensi tertinggi terjadi pada 6 minggu pertama pascapersalinan. Secara global, kejadian TEV diperkirakan mencapai 1Ae2 kasus per 1.000 kehamilan. Risiko meningkat signifikan pada wanita dengan trombofilia, riwayat TEV sebelumnya, imobilisasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp 1x" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" alt="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-5577c.webp" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-5577c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-5577c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-5577c.webp 1x" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" alt="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-f9edf.webp" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-f9edf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-f9edf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-f9edf.webp 1x" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" alt="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68507-etiologi-faktor-risiko-spesifik-risi" title="JURIS - Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis" target="_blank">Pemberian Antikoagulan pada Kehamilan dengan Risiko Trombosis</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi kohort nasional yang lebih besar untuk mengonfirmasi angka insidensi tromboemboli vena selama kehamilan dan masa nifas di Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor risiko spesifik yang terkait dengan tromboemboli vena pada populasi wanita hamil di Indonesia, termasuk faktor-faktor genetik, lingkungan, dan perilaku. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan antikoagulan selama kehamilan, khususnya LMWH, dan untuk menentukan strategi pemberian yang optimal untuk mengurangi risiko tromboemboli vena tanpa meningkatkan risiko perdarahan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan efektivitas tromboprofilaksis pada wanita hamil dengan faktor risiko tromboemboli vena, termasuk wanita dengan trombofilia atau riwayat tromboemboli vena sebelumnya..
<br>Kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang menimbulkan keadaan hiperkoagulabel.Risiko tromboemboli vena meningkat sekitar 4Ae5 kali dibandingkan populasi non-hamil, dengan puncak insidens terjadi pada masa nifas (terutama 6 minggu pertama postpartum).Faktor risiko berupa trombofilia (kongenital atau didapat), riwayat tromboemboli vena sebelumnya, riwayat pembedahan, indeks massa tubuh tinggi (Ou30 kg/mA), serta kehamilan kembar, kemungkinan semakin meningkatkan terjadinya tromboemboli vena selama pascapersalinan.Unfractionated heparin (UFH) dan low molecular weight heparin (LMWH) merupakan terapi lini pertama.LMWH lebih disukai karena profil farmakokinetik yang lebih stabil, risiko trombositopenia dan osteoporosis lebih rendah, serta pemberian yang lebih praktis.Pemilihan obat dan dosis antikoagulan disesuaikan dengan kondisi ibu serta rencana persalinan.Antikoagulan dihentikan atau disesuaikan menjelang persalinan untuk mengurangi risiko perdarahan anestesi neuraksial.Warfarin dan DOACs tidak direkomendasikan untuk kehamilan.Warfarin bersifat teratogenik, terutama pada trimester pertama, dan dapat menyebabkan perdarahan janin.Direct oral anticoagulants (DOACs), seperti rivaroxaban dan dabigatran, tidak direkomendasikan karena data keamanan yang terbatas dan potensi transfer ke janin
<br>Tromboemboli vena (TEV) merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan masa nifas. Kehamilan secara fisiologis menciptakan keadaan hiperkoagulabel akibat perubahan hemostasis, termasuk peningkatan faktor koagulasi dan penurunan aktivitas fibrinolitik. Kondisi ini meningkatkan risiko TEV sekitar 4Ae5 kali lipat dibandingkan populasi non-hamil, dengan insidensi tertinggi terjadi pada 6 minggu pertama pascapersalinan. Secara global, kejadian TEV diperkirakan mencapai 1Ae2 kasus per 1.000 kehamilan. Risiko meningkat signifikan pada wanita dengan trombofilia, riwayat TEV sebelumnya, imobilisasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp" type="image/webp" length="88996" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-54d21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-5577c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/etiologi-faktor-risiko-spesifik-kehamilan-tromboem-thumb-f9edf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6253-scientic.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16927-sciena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68510-adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi</link>
	<guid isPermaLink="false">0a53c43159f723ce9d545257915c733f</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:31:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan kajian lebih mendalam mengenai implikasi praktis dari pendekatan sistem Jasser Auda dalam penerapan kaidah fiqhiyah pada kasus-kasus kontemporer, terutama dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan kajian lebih mendalam mengenai implikasi praktis dari pendekatan sistem Jasser Auda dalam penerapan kaidah fiqhiyah pada kasus-kasus kontemporer, terutama dalam konteks hukum keluarga Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan metodologis antara madzhab Hanafi dan Syafi'i dalam membangun dan memposisikan kaidah fiqhiyah, serta implikasinya terhadap praktik hukum Islam saat ini. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan sistem Jasser Auda dengan pendekatan sistem lainnya dalam hukum Islam, seperti pendekatan maqasid syariah, untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan.. Kaidah fiqhiyah merupakan struktur penalaran yang mengintegrasikan teks wahyu, logika rasional, dan etika spiritual menjadi satu kesatuan metodologi hukum yang koheren.Perdebatan mengenai otoritasnya sebagai dalil mandiri menunjukkan kekuatan kaidah-kaidah universal dalam menyelesaikan masalah-masalah baru yang kompleks.Perbedaan pendekatan antara madzhab Hanafi dan Syafi'i memberikan kekayaan perspektif bagi pengembangan ijtihad kontemporer.Rekonstruksi melalui pendekatan sistem Jasser Auda memberikan arah baru bagi kaidah fiqhiyah untuk bertransformasi menjadi filsafat hukum yang multidimensional dan berorientasi pada pembangunan manusia.Pemahaman mendalam terhadap struktur dan kedudukan kaidah fiqhiyah ini merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya produk hukum Islam yang adil, inklusif, dan maslahat bagi kehidupan manusia Tujuan penelitian ini adalah membedah struktur epistemologi hukum Islam melalui lensa kaidah fiqhiyah, menganalisis otoritasnya dalam tradisi Madzhab Hanafi dan SyafiAoi, serta merekonstruksi relevansinya menggunakan pendekatan sistem Jasser Auda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi epistemologis kaidah fiqhiyah, menganalisis otoritasnya sebagai dalil hukum, dan merekonstruksi relevansinya melalui pendekatan sistem Jasser Auda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah fiqhiyah merupakan integrasi dari epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Terdapat perbedaan metodologis signifikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp 1x" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" alt="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-1accb.webp" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-1accb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-1accb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-1accb.webp 1x" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" alt="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-de3c2.webp" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-de3c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-de3c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-de3c2.webp 1x" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" alt="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68510-adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi" title="JURIS - Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam" target="_blank">Kedudukan Kaidah Fiqhiyah Dalam Sistem Epistimologi Hukum Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan kajian lebih mendalam mengenai implikasi praktis dari pendekatan sistem Jasser Auda dalam penerapan kaidah fiqhiyah pada kasus-kasus kontemporer, terutama dalam konteks hukum keluarga Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan metodologis antara madzhab Hanafi dan Syafi'i dalam membangun dan memposisikan kaidah fiqhiyah, serta implikasinya terhadap praktik hukum Islam saat ini. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan sistem Jasser Auda dengan pendekatan sistem lainnya dalam hukum Islam, seperti pendekatan maqasid syariah, untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan..
<br>Kaidah fiqhiyah merupakan struktur penalaran yang mengintegrasikan teks wahyu, logika rasional, dan etika spiritual menjadi satu kesatuan metodologi hukum yang koheren.Perdebatan mengenai otoritasnya sebagai dalil mandiri menunjukkan kekuatan kaidah-kaidah universal dalam menyelesaikan masalah-masalah baru yang kompleks.Perbedaan pendekatan antara madzhab Hanafi dan Syafi'i memberikan kekayaan perspektif bagi pengembangan ijtihad kontemporer.Rekonstruksi melalui pendekatan sistem Jasser Auda memberikan arah baru bagi kaidah fiqhiyah untuk bertransformasi menjadi filsafat hukum yang multidimensional dan berorientasi pada pembangunan manusia.Pemahaman mendalam terhadap struktur dan kedudukan kaidah fiqhiyah ini merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya produk hukum Islam yang adil, inklusif, dan maslahat bagi kehidupan manusia
<br>Tujuan penelitian ini adalah membedah struktur epistemologi hukum Islam melalui lensa kaidah fiqhiyah, menganalisis otoritasnya dalam tradisi Madzhab Hanafi dan SyafiAoi, serta merekonstruksi relevansinya menggunakan pendekatan sistem Jasser Auda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi epistemologis kaidah fiqhiyah, menganalisis otoritasnya sebagai dalil hukum, dan merekonstruksi relevansinya melalui pendekatan sistem Jasser Auda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah fiqhiyah merupakan integrasi dari epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Terdapat perbedaan metodologis signifikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp" type="image/webp" length="105026" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-c6ded.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-1accb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/adaptasi-kaidah-fiqh-fiqhiyah-epistemologi-islam-p-thumb-de3c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya Analisis Rasionalitas Legal Max Weber ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya Analisis Rasionalitas Legal Max Weber ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya Analisis Rasionalitas Legal Max Weber ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68503-persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kr</link>
	<guid isPermaLink="false">e05513af05be15654ff081da4352222e</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:28:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kirim naskah ]]></category>
	<category><![CDATA[ berni mulait ]]></category>
	<category><![CDATA[ muhammad ali ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ali,berni,kirim,muhammad,mulait,naskah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji mekanisme pemilihan kepala kampung yang lebih inklusif, seperti melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui forum diskusi atau pemilihan langsung untuk meningkatkan legitimasi sosial. Kedua, studi tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber: Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji mekanisme pemilihan kepala kampung yang lebih inklusif, seperti melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui forum diskusi atau pemilihan langsung untuk meningkatkan legitimasi sosial. Kedua, studi tentang penerapan teknologi digital dalam meningkatkan transparansi proses pengangkatan kepala kampung, misalnya melalui platform publik yang menyediakan informasi lengkap dan real-time mengenai prosedur, dasar hukum, dan alasan keputusan pemerintah. Ketiga, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang kebijakan pengangkatan kepala kampung terhadap kepercayaan masyarakat dan stabilitas pemerintahan kampung, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi kebijakan tersebut.. Berdasarkan temuan penelitian terkait persepsi mahasiswa terhadap kebijakan pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya dalam perspektif rasionalitas legal Max Weber, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan tersebut.Kritik tersebut terutama berfokus pada aspek kepatuhan kewenangan terhadap hukum, mekanisme prosedural, transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, profesionalisme aparatur, serta prinsip akuntabilitas.Pertama, mahasiswa berpandangan bahwa pengangkatan kepala kampung semestinya sepenuhnya didasarkan pada aturan hukum yang berlaku sebagai dasar utama keabsahan pemerintahan.Kedua, proses pengangkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya berjalan sesuai prosedur formal yang bersifat transparan dan terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakjelasan hukum serta melemahkan tingkat kepercayaan masyarakat.Ketiga, mahasiswa menekankan pentingnya keabsahan kewenangan pemerintah daerah yang harus dilaksanakan sesuai dengan batas-batas hukum yang berlaku, agar tidak memunculkan anggapan adanya penyalahgunaan wewenang.Keempat, profesionalisme birokrasi dianggap sebagai faktor krusial yang menuntut adanya sikap netral, kemampuan yang memadai, serta penerapan sistem merit dalam proses pengisian jabatan publik.Kelima, transparansi dan akuntabilitas dipandang sebagai komponen utama yang berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkokoh legitimasi suatu kebijakan Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan mahasiswa mengenai kebijakan penunjukan kepala kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya beserta dampaknya terhadap penyelenggaraan demokrasi lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Informan dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa yang memahami demokrasi lokal, pemerintahan kampung, dan kebijakan publik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaya. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan teori legitimasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-6eb73.webp" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-6eb73.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-6eb73.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-6eb73.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" alt="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" alt="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-29c28.webp" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-29c28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-29c28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-29c28.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" alt="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68503-persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kr" title="JURIS - Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber" target="_blank">Persepsi Mahasiswa terhadap Pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya: Analisis Rasionalitas Legal Max Weber</a>: Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji mekanisme pemilihan kepala kampung yang lebih inklusif, seperti melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui forum diskusi atau pemilihan langsung untuk meningkatkan legitimasi sosial. Kedua, studi tentang penerapan teknologi digital dalam meningkatkan transparansi proses pengangkatan kepala kampung, misalnya melalui platform publik yang menyediakan informasi lengkap dan real-time mengenai prosedur, dasar hukum, dan alasan keputusan pemerintah. Ketiga, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang kebijakan pengangkatan kepala kampung terhadap kepercayaan masyarakat dan stabilitas pemerintahan kampung, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi kebijakan tersebut..
<br>Berdasarkan temuan penelitian terkait persepsi mahasiswa terhadap kebijakan pengangkatan Kepala Kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya dalam perspektif rasionalitas legal Max Weber, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan tersebut.Kritik tersebut terutama berfokus pada aspek kepatuhan kewenangan terhadap hukum, mekanisme prosedural, transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan, profesionalisme aparatur, serta prinsip akuntabilitas.Pertama, mahasiswa berpandangan bahwa pengangkatan kepala kampung semestinya sepenuhnya didasarkan pada aturan hukum yang berlaku sebagai dasar utama keabsahan pemerintahan.Kedua, proses pengangkatan tersebut dinilai belum sepenuhnya berjalan sesuai prosedur formal yang bersifat transparan dan terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakjelasan hukum serta melemahkan tingkat kepercayaan masyarakat.Ketiga, mahasiswa menekankan pentingnya keabsahan kewenangan pemerintah daerah yang harus dilaksanakan sesuai dengan batas-batas hukum yang berlaku, agar tidak memunculkan anggapan adanya penyalahgunaan wewenang.Keempat, profesionalisme birokrasi dianggap sebagai faktor krusial yang menuntut adanya sikap netral, kemampuan yang memadai, serta penerapan sistem merit dalam proses pengisian jabatan publik.Kelima, transparansi dan akuntabilitas dipandang sebagai komponen utama yang berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkokoh legitimasi suatu kebijakan
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan mahasiswa mengenai kebijakan penunjukan kepala kampung oleh Bupati Kabupaten Jayawijaya beserta dampaknya terhadap penyelenggaraan demokrasi lokal. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Informan dipilih secara purposive, yaitu mahasiswa yang memahami demokrasi lokal, pemerintahan kampung, dan kebijakan publik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaya. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan teori legitimasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp" type="image/webp" length="87270" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-6eb73.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-a053c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/persepsi-mahasiswa-uph-sikap-kritis-demokrasi-loka-thumb-29c28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1704-unaim-wamena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8769-jurnal-lapago.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non Bahasa Inggris ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non Bahasa Inggris ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non Bahasa Inggris ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68509-mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa</link>
	<guid isPermaLink="false">4beb85d0771a2f4e92b3d8511136bbba</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:25:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ anna noordia ]]></category>
	<category><![CDATA[ lintas jambi ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot mahjong ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anna,jambi,lintas,mahjong,noordia,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sumber daya digital berbasis teknologi untuk memperkaya materi pembelajaran Bahasa Inggris kontekstual. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi proyek kolaboratif lintas disiplin yang memadukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sumber daya digital berbasis teknologi untuk memperkaya materi pembelajaran Bahasa Inggris kontekstual. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi proyek kolaboratif lintas disiplin yang memadukan kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa. Penelitian juga perlu mengevaluasi efektivitas pelatihan dosen dalam menerapkan pendekatan ESP (English for Specific Purposes) untuk meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa secara lebih aplikatif. Dengan menggabungkan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih relevan dan mampu memenuhi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa program non-Bahasa Inggris berada pada level pemula namun memiliki motivasi tinggi untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.Materi yang diinginkan harus relevan dengan bidang studi dan dunia kerja, seperti teks otentik, kosakata baru, dan latihan kontekstual.Aktivitas pembelajaran yang disukai meliputi diskusi kelompok dan suasana kelas yang aktif dengan umpan balik dari dosen.Pencapaian belajar mahasiswa mencakup kemampuan menerjemahkan teks sesuai jurusan, mengenali jenis teks, serta meningkatkan kemampuan membaca dan berbicara.Kesenjangan antara kemampuan awal dan harapan keterampilan yang lebih tinggi menunjukkan perlunya buku ajar berbasis analisis kebutuhan dan model pembelajaran kontekstual Bahasa Inggris memiliki peran sentral dalam pendidikan tinggi sebagai alat komunikasi akademik dan kompetensi profesional di era globalisasi. Mahasiswa program non-Bahasa Inggris sering menghadapi kesulitan karena materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan konteks dan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan merancang buku ajar Bahasa Inggris berbasis model ADDIE untuk program non-Bahasa Inggris di Universitas PGRI Banyuwangi. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 85% mahasiswa berada pada level pemula, namun 90% sangat termotivasi meningkatkan kemampuan hingga level lanjutan. Sebanyak 88% mahasiswa menyatakan kebutuhan akan materi yang relevan dengan bidang studinya,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-e0653.webp" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-e0653.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-e0653.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-e0653.webp 1x" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" alt="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-9a658.webp" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-9a658.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-9a658.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-9a658.webp 1x" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" alt="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp 1x" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" alt="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68509-mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa" title="JURIS - Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris" target="_blank">Desain Buku Ajar Bahasa Inggris Berdasarkan Model Addie Pada Program Studi Non-Bahasa Inggris</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sumber daya digital berbasis teknologi untuk memperkaya materi pembelajaran Bahasa Inggris kontekstual. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi integrasi proyek kolaboratif lintas disiplin yang memadukan kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa. Penelitian juga perlu mengevaluasi efektivitas pelatihan dosen dalam menerapkan pendekatan ESP (English for Specific Purposes) untuk meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa secara lebih aplikatif. Dengan menggabungkan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih relevan dan mampu memenuhi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks..
<br>Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa program non-Bahasa Inggris berada pada level pemula namun memiliki motivasi tinggi untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.Materi yang diinginkan harus relevan dengan bidang studi dan dunia kerja, seperti teks otentik, kosakata baru, dan latihan kontekstual.Aktivitas pembelajaran yang disukai meliputi diskusi kelompok dan suasana kelas yang aktif dengan umpan balik dari dosen.Pencapaian belajar mahasiswa mencakup kemampuan menerjemahkan teks sesuai jurusan, mengenali jenis teks, serta meningkatkan kemampuan membaca dan berbicara.Kesenjangan antara kemampuan awal dan harapan keterampilan yang lebih tinggi menunjukkan perlunya buku ajar berbasis analisis kebutuhan dan model pembelajaran kontekstual
<br>Bahasa Inggris memiliki peran sentral dalam pendidikan tinggi sebagai alat komunikasi akademik dan kompetensi profesional di era globalisasi. Mahasiswa program non-Bahasa Inggris sering menghadapi kesulitan karena materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan konteks dan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan merancang buku ajar Bahasa Inggris berbasis model ADDIE untuk program non-Bahasa Inggris di Universitas PGRI Banyuwangi. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 85% mahasiswa berada pada level pemula, namun 90% sangat termotivasi meningkatkan kemampuan hingga level lanjutan. Sebanyak 88% mahasiswa menyatakan kebutuhan akan materi yang relevan dengan bidang studinya,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp" type="image/webp" length="105314" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-e0653.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-9a658.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/mahasiswa-program-problematika-pembelajaran-bahasa-thumb-3cbc2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3485-icjambi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13442-jurnal-bina-ilmu-cendekia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68517-sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacar</link>
	<guid isPermaLink="false">b1ac46387def75770cf6b88bcb4d92c2</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:21:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ teluk lingga ]]></category>
	<category><![CDATA[ ghurur al ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[al,ghurur,lingga,teluk,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak modernisasi terhadap pelestarian tradisi adat dalam konteks syariat Islam, khususnya di daerah dengan warisan budaya khas seperti Keraton Matan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran pendidikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat): Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak modernisasi terhadap pelestarian tradisi adat dalam konteks syariat Islam, khususnya di daerah dengan warisan budaya khas seperti Keraton Matan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran pendidikan agama dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap integrasi antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam. Terakhir, penelitian bisa mengkaji potensi pengembangan tradisi Mandi Tiga Malam menjadi kegiatan edukatif untuk generasi muda, dengan mempertimbangkan aspek syariah dan kearifan lokal secara lebih mendalam.. Para tokoh ulama pada prinsipnya sepakat membolehkan dan melestarikan tradisi Mandi Tiga Malam, meskipun dengan syarat penghilangan unsur mistis dan penjagaan aurat.Tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan dan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.Kesimpulan ini didasarkan pada kaidah ushul fiqh al-AoAdatu muhakkamah dan prinsip pelestarian tradisi yang baik, serta diperkuat oleh dalil Al-QurAoan dan Hadis Penelitian ini mengkaji persepsi tokoh ulama terhadap pelaksanaan tradisi Mandi Tiga Malam dalam upacara adat perkawinan kerabat Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penelitian lapangan dengan pendekatan hukum empiris ini mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tokoh ulama setempat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pandangan ulama, yaitu yang memperbolehkan dan melestarikan tradisi tersebut karena mengandung nilai pendidikan, kearifan lokal, serta unsur Islami seperti pembacaan shalawat dan doa, serta pandangan yang memperbolehkan dengan syarat pelaksanaannya dilakukan secara selektif, tidak mengandung unsur syirik atau mistis, dan tetap menjaga ketentuan syariat Islam seperti menutup aurat selama prosesi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-869ef.webp" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-869ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-869ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-869ef.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" alt="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-f8492.webp" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-f8492.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-f8492.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-f8492.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" alt="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" alt="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68517-sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacar" title="JURIS - Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)" target="_blank">Persepsi Tokoh Ulama Terhadap Tradisi Mandi Tiga Malam (Studi Adat Perkawinan Kerabat Keraton Kerajaan Matan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat)</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak modernisasi terhadap pelestarian tradisi adat dalam konteks syariat Islam, khususnya di daerah dengan warisan budaya khas seperti Keraton Matan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran pendidikan agama dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap integrasi antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam. Terakhir, penelitian bisa mengkaji potensi pengembangan tradisi Mandi Tiga Malam menjadi kegiatan edukatif untuk generasi muda, dengan mempertimbangkan aspek syariah dan kearifan lokal secara lebih mendalam..
<br>Para tokoh ulama pada prinsipnya sepakat membolehkan dan melestarikan tradisi Mandi Tiga Malam, meskipun dengan syarat penghilangan unsur mistis dan penjagaan aurat.Tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan dan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.Kesimpulan ini didasarkan pada kaidah ushul fiqh al-AoAdatu muhakkamah dan prinsip pelestarian tradisi yang baik, serta diperkuat oleh dalil Al-QurAoan dan Hadis
<br>Penelitian ini mengkaji persepsi tokoh ulama terhadap pelaksanaan tradisi Mandi Tiga Malam dalam upacara adat perkawinan kerabat Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Penelitian lapangan dengan pendekatan hukum empiris ini mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tokoh ulama setempat, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pandangan ulama, yaitu yang memperbolehkan dan melestarikan tradisi tersebut karena mengandung nilai pendidikan, kearifan lokal, serta unsur Islami seperti pembacaan shalawat dan doa, serta pandangan yang memperbolehkan dengan syarat pelaksanaannya dilakukan secara selektif, tidak mengandung unsur syirik atau mistis, dan tetap menjaga ketentuan syariat Islam seperti menutup aurat selama prosesi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp" type="image/webp" length="98418" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-869ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-f8492.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/sejarah-tradisi-mandi-lokal-upacara-adat-ulama-ush-thumb-95a4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1579-staiskutim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8016-al-usroh-jurnal-hukum-keluarga-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of E Leadership in Total Quality Management in Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of E Leadership in Total Quality Management in Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of E Leadership in Total Quality Management in Education ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68522-quality-management-tqm-e-leadership-education</link>
	<guid isPermaLink="false">87102edbb8f124551143770a99b5a615</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:15:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program pelatihan berbasis teknologi dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan di kalangan pendidik. Selain itu, studi tentang pengaruh konteks pendidikan lokal terhadap penerapan TQM dengan pendekatan kepemimpinan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program pelatihan berbasis teknologi dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan di kalangan pendidik. Selain itu, studi tentang pengaruh konteks pendidikan lokal terhadap penerapan TQM dengan pendekatan kepemimpinan digital dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian tentang peran kebijakan nasional dalam mendukung integrasi teknologi dan kepemimpinan digital di sekolah-sekolah dapat menjadi arah studi yang relevan. Penelitian ini perlu menggali hubungan antara kebijakan pendidikan dan inisiatif TQM, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan adaptasi teknologi di berbagai wilayah. Studi juga dapat mengeksplorasi peran media sosial sebagai alat komunikasi dalam membangun budaya inovasi di lembaga pendidikan. Dengan demikian, penelitian yang lebih mendalam tentang dinamika antara kepemimpinan digital, TQM, dan lingkungan pendidikan akan memperkaya pemahaman akademis dan praktis dalam bidang ini.. Kepemimpinan digital, atau e-leadership, menjadi fondasi penting dalam memaksimalkan Total Quality Management (TQM) di pendidikan.Hal ini dicapai melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyederhanakan area penting seperti perencanaan strategis, komunikasi, pengembangan staf, pemantauan kemajuan, partisipasi siswa, dan alokasi sumber daya.Ini memungkinkan e-leader untuk menciptakan lingkungan yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan menghasilkan hasil pendidikan luar biasa, sesuai dengan prinsip inti TQM.Sekolah yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan sebaiknya mempertimbangkan praktik e-leadership.Dengan memanfaatkan teknologi dan strategi yang dijelaskan di atas, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih efisien, berbasis data, dan kolaboratif yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan pada akhirnya bermanfaat bagi siswa, guru, dan seluruh komunitas pendidikan E-Leadership atau kepemimpinan digital telah menjadi faktor kunci dalam mendukung penerapan Total Quality Management (TQM) di lingkungan akademik. Artikel ini mengeksplorasi peran kepemimpinan digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui implementasi TQM. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis bagaimana kepala sekolah dan pemimpin pendidikan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung inisiatif TQM. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan digital dapat meningkatkan efektivitas manajemen, meningkatkan partisipasi siswa, dan meningkatkan hasil belajar. Namun, terdapat tantangan dalam penerapannya, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" alt="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-311bc.webp" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-311bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-311bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-311bc.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" alt="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-aeca2.webp" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-aeca2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-aeca2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-aeca2.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" alt="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68522-quality-management-tqm-e-leadership-education" title="JURIS - The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education" target="_blank">The Effectiveness of E-Leadership in Total Quality Management in Education</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program pelatihan berbasis teknologi dalam mengatasi resistensi terhadap perubahan di kalangan pendidik. Selain itu, studi tentang pengaruh konteks pendidikan lokal terhadap penerapan TQM dengan pendekatan kepemimpinan digital dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian tentang peran kebijakan nasional dalam mendukung integrasi teknologi dan kepemimpinan digital di sekolah-sekolah dapat menjadi arah studi yang relevan. Penelitian ini perlu menggali hubungan antara kebijakan pendidikan dan inisiatif TQM, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan adaptasi teknologi di berbagai wilayah. Studi juga dapat mengeksplorasi peran media sosial sebagai alat komunikasi dalam membangun budaya inovasi di lembaga pendidikan. Dengan demikian, penelitian yang lebih mendalam tentang dinamika antara kepemimpinan digital, TQM, dan lingkungan pendidikan akan memperkaya pemahaman akademis dan praktis dalam bidang ini..
<br>Kepemimpinan digital, atau e-leadership, menjadi fondasi penting dalam memaksimalkan Total Quality Management (TQM) di pendidikan.Hal ini dicapai melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyederhanakan area penting seperti perencanaan strategis, komunikasi, pengembangan staf, pemantauan kemajuan, partisipasi siswa, dan alokasi sumber daya.Ini memungkinkan e-leader untuk menciptakan lingkungan yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan menghasilkan hasil pendidikan luar biasa, sesuai dengan prinsip inti TQM.Sekolah yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan sebaiknya mempertimbangkan praktik e-leadership.Dengan memanfaatkan teknologi dan strategi yang dijelaskan di atas, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih efisien, berbasis data, dan kolaboratif yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan pada akhirnya bermanfaat bagi siswa, guru, dan seluruh komunitas pendidikan
<br>E-Leadership atau kepemimpinan digital telah menjadi faktor kunci dalam mendukung penerapan Total Quality Management (TQM) di lingkungan akademik. Artikel ini mengeksplorasi peran kepemimpinan digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui implementasi TQM. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis bagaimana kepala sekolah dan pemimpin pendidikan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung inisiatif TQM. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan digital dapat meningkatkan efektivitas manajemen, meningkatkan partisipasi siswa, dan meningkatkan hasil belajar. Namun, terdapat tantangan dalam penerapannya, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp" type="image/webp" length="100410" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-5b22c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-311bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/quality-management-tqm-e-leadership-education-prin-thumb-aeca2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68518-audio-visual-metode-karakter-religius</link>
	<guid isPermaLink="false">9fd8f392560f29c7d0ce634e91a81913</guid>
	<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 03:44:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ade holis 68 ]]></category>
	<category><![CDATA[ meggi rahayu ]]></category>
	<category><![CDATA[ cikini raya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[68,ade,cikini,holis,meggi,rahayu,raya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas media audio visual lain seperti film pendek atau game edukatif dalam menumbuhkan karakter religius anak usia dini. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh jangka panjang dari penggunaan media ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas media audio visual lain seperti film pendek atau game edukatif dalam menumbuhkan karakter religius anak usia dini. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh jangka panjang dari penggunaan media ini terhadap perkembangan nilai-nilai moral anak. Terakhir, peneliti dapat membandingkan respons anak dari berbagai kelompok usia terhadap media audio visual yang sama untuk melihat perbedaan efektivitasnya dalam menanamkan karakter religius.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terbukti bahwa penggunaan media audio visual dapat menanamkan karakter religius pada anak-anak kelompok B TK ABA Tirtajaya.Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari pre-action sebesar 10%, siklus I sebesar 50%, dan siklus II sebesar 90%.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan karakter religius anak-anak kelompok B TK ABA Tirtajaya, Kabupaten Banggai melalui media audio visual animasi Nussa dan Rara dinyatakan berhasil Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menanamkan karakter religius pada anak-anak kelompok B1 melalui media audio visual animasi Nussa dan Rara. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan media audio visual dalam menumbuhkan karakter religius anak. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok B1 TK ABA Tirtajaya Kabupaten Banggai yang berjumlah 10 anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua sesi pertemuan. Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat aktivitas implementasi, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data melalui wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Setelah itu, data dianalisis dengan metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp 1x" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" alt="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-38c48.webp" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-38c48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-38c48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-38c48.webp 1x" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" alt="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-db3e6.webp" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-db3e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-db3e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-db3e6.webp 1x" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" alt="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68518-audio-visual-metode-karakter-religius" title="JURIS - Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya" target="_blank">Application of Nusa and Rara Audio Visual Media in Planting Religious Character of Children in Group B Aba KindergartenTirtajaya</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas media audio visual lain seperti film pendek atau game edukatif dalam menumbuhkan karakter religius anak usia dini. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi pengaruh jangka panjang dari penggunaan media ini terhadap perkembangan nilai-nilai moral anak. Terakhir, peneliti dapat membandingkan respons anak dari berbagai kelompok usia terhadap media audio visual yang sama untuk melihat perbedaan efektivitasnya dalam menanamkan karakter religius..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terbukti bahwa penggunaan media audio visual dapat menanamkan karakter religius pada anak-anak kelompok B TK ABA Tirtajaya.Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa dari pre-action sebesar 10%, siklus I sebesar 50%, dan siklus II sebesar 90%.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan karakter religius anak-anak kelompok B TK ABA Tirtajaya, Kabupaten Banggai melalui media audio visual animasi Nussa dan Rara dinyatakan berhasil
<br>Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menanamkan karakter religius pada anak-anak kelompok B1 melalui media audio visual animasi Nussa dan Rara. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan media audio visual dalam menumbuhkan karakter religius anak. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok B1 TK ABA Tirtajaya Kabupaten Banggai yang berjumlah 10 anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua sesi pertemuan. Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat aktivitas implementasi, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data melalui wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Setelah itu, data dianalisis dengan metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp" type="image/webp" length="141506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-8ab2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-38c48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/audio-visual-metode-karakter-religius-generasi-nil-thumb-db3e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1163-sinergi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19624-sinergi-international-journal-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-68498-pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural</link>
	<guid isPermaLink="false">1872d10ffc8099798bd3d6873f059977</guid>
	<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 23:50:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ full issue ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur nafi ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,nafi,nur,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning: Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan dengan menggabungkan metode deep learning lainnya, seperti transfer learning menggunakan model pre-trained, untuk mempercepat proses pelatihan dan meningkatkan kinerja. Penelitian juga bisa mengeksplorasi teknik pra-pemrosesan gambar yang lebih efektif atau menggabungkan fitur visual dengan data non-visual, seperti kondisi lingkungan tanaman, untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit secara holistik.. Kami menciptakan sistem untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun menggunakan deep learning.Dataset kami berasal dari Kaggle, dan kami hanya menggunakan 2120 gambar dengan empat kelas penyakit.blight, common rust, gray leaf spot, dan healthy.Hasil pengujian untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun jagung adalah 84,5%.Hasil yang dihasilkan masih kurang akurat, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada arsitektur CNN Pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia dan ekspor ke luar negeri. Banyak petani masih belum memiliki pengalaman dalam mengenali jenis penyakit pada tanaman jagung, sehingga membutuhkan alat atau sistem untuk memberikan informasi kepada petani pemula. Banyak studi sebelumnya telah mengembangkan sistem otomatis untuk mengidentifikasi penyakit daun jagung dengan tujuan meningkatkan produksi jagung melalui pengenalan dini dan pengendalian penyakit.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp 1x" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" alt="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp 1x" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" alt="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68498-pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural" title="JURIS - Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning" target="_blank">Identifying Types of Corn Leaf Diseases With Deep Learning</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan arsitektur CNN untuk meningkatkan akurasi deteksi penyakit daun jagung. Selain itu, penggunaan dataset yang lebih besar atau bervariasi dapat membantu meningkatkan generalisasi model. Sistem juga bisa dikembangkan dengan menggabungkan metode deep learning lainnya, seperti transfer learning menggunakan model pre-trained, untuk mempercepat proses pelatihan dan meningkatkan kinerja. Penelitian juga bisa mengeksplorasi teknik pra-pemrosesan gambar yang lebih efektif atau menggabungkan fitur visual dengan data non-visual, seperti kondisi lingkungan tanaman, untuk meningkatkan akurasi identifikasi penyakit secara holistik..
<br>Kami menciptakan sistem untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun menggunakan deep learning.Dataset kami berasal dari Kaggle, dan kami hanya menggunakan 2120 gambar dengan empat kelas penyakit.blight, common rust, gray leaf spot, dan healthy.Hasil pengujian untuk mengidentifikasi jenis penyakit daun jagung adalah 84,5%.Hasil yang dihasilkan masih kurang akurat, sehingga perlu dilakukan peningkatan pada arsitektur CNN
<br>Pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia dan ekspor ke luar negeri. Banyak petani masih belum memiliki pengalaman dalam mengenali jenis penyakit pada tanaman jagung, sehingga membutuhkan alat atau sistem untuk memberikan informasi kepada petani pemula. Banyak studi sebelumnya telah mengembangkan sistem otomatis untuk mengidentifikasi penyakit daun jagung dengan tujuan meningkatkan produksi jagung melalui pengenalan dini dan pengendalian penyakit....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" type="image/webp" length="143358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-efcee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/pusat-produksi-jagung-arsitektur-cnn-modern-neural-thumb-a2b5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-176-stts.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14973-insyst-journal-intelligent-system-computation.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 06:58:18 +0700. 24 items. Served in: 4.754 seconds [rss] -->
