<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 14:46:52 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 14:46:52 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-11T14:46:52+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37350-peran-hutan-rakyat-tegakan-tani</link>
	<guid isPermaLink="false">12206a37694efd1482aff183be964279</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 14:29:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penerapan sistem penebangan berbasis rotasi optimal terhadap produktivitas tegakan dan pendapatan petani hutan rakyat di Kabupaten Sumedang, dengan membandingkan skema penebangan saat ini ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penerapan sistem penebangan berbasis rotasi optimal terhadap produktivitas tegakan dan pendapatan petani hutan rakyat di Kabupaten Sumedang, dengan membandingkan skema penebangan saat ini yang berbasis kebutuhan terhadap skema berbasis analisis pertumbuhan tahunan rata-rata (MAI). Kedua, perlu dikaji bagaimana pola agroforestri campuran dengan komposisi jenis kayu cepat tumbuh dan tanaman tahunan berpenghasilan tinggi dapat mendukung stabilitas ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan tegakan hutan rakyat di tengah tekanan alih fungsi lahan. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas skema insentif berbasis ekosistem atau sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan dalam mencegah konversi hutan rakyat menjadi penggunaan lahan non-kehutanan, dengan mempertimbangkan motivasi sosial-ekonomi petani dan ketersediaan dukungan lembaga lokal.. Sebagian besar hutan rakyat di Kabupaten Sumedang memiliki tegakan dengan umur yang bervariasi dan berbagai jenis pohon, yang berpotensi mendukung keberlanjutan hutan rakyat sebagai penyedia kayu bagi industri di Jawa Barat.Untuk menjamin keberlanjutan tersebut, penting untuk mendukung siklus penebangan tegakan dengan rentang umur pendek, sedang, dan panjang.Pengaturan siklus penebangan diharapkan dapat mendorong pasokan kayu yang berkelanjutan Hutan rakyat di Jawa Barat, Indonesia, memenuhi kebutuhan kayu domestik dan industri. Namun, karena pengelolaan hutan yang tidak profesional dan kemudahan alih fungsi lahan, hutan rakyat tidak dapat menjamin pasokan kayu yang berkelanjutan. Perlu memahami karakteristik hutan rakyat untuk mendukung penerapan pengelolaan hutan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan pasokan bahan baku kayu dengan mengevaluasi karakteristik tegakan hutan rakyat. Penelitian dilakukan di hutan rakyat Kabupaten Sumedang menggunakan metode pengambilan sampel purposif dengan plot berpindah. Hasil menunjukkan kepadatan 342,5 pohon per hektar, terdiri dari 14... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-f9d4f.webp" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-f9d4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-f9d4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-f9d4f.webp 1x" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" alt="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-56e5b.webp" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-56e5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-56e5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-56e5b.webp 1x" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" alt="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp 1x" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" alt="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37350-peran-hutan-rakyat-tegakan-tani" title="JURIS - Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java" target="_blank">Valuing And Characterization of SmallholderAos Forest In West Java</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penerapan sistem penebangan berbasis rotasi optimal terhadap produktivitas tegakan dan pendapatan petani hutan rakyat di Kabupaten Sumedang, dengan membandingkan skema penebangan saat ini yang berbasis kebutuhan terhadap skema berbasis analisis pertumbuhan tahunan rata-rata (MAI). Kedua, perlu dikaji bagaimana pola agroforestri campuran dengan komposisi jenis kayu cepat tumbuh dan tanaman tahunan berpenghasilan tinggi dapat mendukung stabilitas ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan tegakan hutan rakyat di tengah tekanan alih fungsi lahan. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas skema insentif berbasis ekosistem atau sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan dalam mencegah konversi hutan rakyat menjadi penggunaan lahan non-kehutanan, dengan mempertimbangkan motivasi sosial-ekonomi petani dan ketersediaan dukungan lembaga lokal..
<br>Sebagian besar hutan rakyat di Kabupaten Sumedang memiliki tegakan dengan umur yang bervariasi dan berbagai jenis pohon, yang berpotensi mendukung keberlanjutan hutan rakyat sebagai penyedia kayu bagi industri di Jawa Barat.Untuk menjamin keberlanjutan tersebut, penting untuk mendukung siklus penebangan tegakan dengan rentang umur pendek, sedang, dan panjang.Pengaturan siklus penebangan diharapkan dapat mendorong pasokan kayu yang berkelanjutan
<br>Hutan rakyat di Jawa Barat, Indonesia, memenuhi kebutuhan kayu domestik dan industri. Namun, karena pengelolaan hutan yang tidak profesional dan kemudahan alih fungsi lahan, hutan rakyat tidak dapat menjamin pasokan kayu yang berkelanjutan. Perlu memahami karakteristik hutan rakyat untuk mendukung penerapan pengelolaan hutan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan pasokan bahan baku kayu dengan mengevaluasi karakteristik tegakan hutan rakyat. Penelitian dilakukan di hutan rakyat Kabupaten Sumedang menggunakan metode pengambilan sampel purposif dengan plot berpindah. Hasil menunjukkan kepadatan 342,5 pohon per hektar, terdiri dari 14...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp" type="image/webp" length="101748" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-f9d4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-56e5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/peran-hutan-rakyat-tegakan-tani-galam-cutting-rota-thumb-709f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37361-saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi</link>
	<guid isPermaLink="false">091b56a541965f3f8831d62b5cca4286</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 14:21:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan produksi kacang tanah, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode penyiraman yang lebih efisien dan efektif, serta mengoptimalkan dosis pupuk organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, penelitian dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut: Untuk meningkatkan produksi kacang tanah, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode penyiraman yang lebih efisien dan efektif, serta mengoptimalkan dosis pupuk organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi jenis pupuk organik alternatif yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah dan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka.. Penyiraman setiap 4 hari menghasilkan berat tunas segar tertinggi, penyiraman setiap 3 hari menghasilkan berat 100 biji terbaik, dan penyiraman setiap hari menghasilkan berat tunas kering tertinggi.Pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan hasil terbaik untuk tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, jumlah buah, berat buah segar, berat buah kering, jumlah biji, dan berat biji.Pemberian pupuk organik dengan dosis 30 ton/ha menghasilkan jumlah daun tertinggi pada 5 minggu setelah tanam (WAP), jumlah simpul pada 5 WAP, dan usia berbunga yang optimal.Interaksi antara penyiraman setiap hari dan pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan berat tunas kering tertinggi Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, prospek ekonomi kacang tanah juga sangat menjanjikan karena dapat diolah menjadi berbagai produk yang menambah nilai ekonomi di industri pangan. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah. Populasi Indonesia yang luas mengonsumsi kacang tanah, sehingga permintaan kacang tanah terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertumbuhan populasi. Namun, peningkatan permintaan ini tidak didukung oleh peningkatan produksi kacang tanah yang sesuai. Beberapa faktor, seperti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp 1x" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" alt="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-22ad8.webp" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-22ad8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-22ad8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-22ad8.webp 1x" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" alt="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-d22ff.webp" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-d22ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-d22ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-d22ff.webp 1x" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" alt="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37361-saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi" title="JURIS - Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut" target="_blank">Effect of Watering Frequency and Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Ground Nut</a>: Untuk meningkatkan produksi kacang tanah, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode penyiraman yang lebih efisien dan efektif, serta mengoptimalkan dosis pupuk organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi jenis pupuk organik alternatif yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah dan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka..
<br>Penyiraman setiap 4 hari menghasilkan berat tunas segar tertinggi, penyiraman setiap 3 hari menghasilkan berat 100 biji terbaik, dan penyiraman setiap hari menghasilkan berat tunas kering tertinggi.Pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan hasil terbaik untuk tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, jumlah buah, berat buah segar, berat buah kering, jumlah biji, dan berat biji.Pemberian pupuk organik dengan dosis 30 ton/ha menghasilkan jumlah daun tertinggi pada 5 minggu setelah tanam (WAP), jumlah simpul pada 5 WAP, dan usia berbunga yang optimal.Interaksi antara penyiraman setiap hari dan pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan berat tunas kering tertinggi
<br>Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, prospek ekonomi kacang tanah juga sangat menjanjikan karena dapat diolah menjadi berbagai produk yang menambah nilai ekonomi di industri pangan. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah. Populasi Indonesia yang luas mengonsumsi kacang tanah, sehingga permintaan kacang tanah terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertumbuhan populasi. Namun, peningkatan permintaan ini tidak didukung oleh peningkatan produksi kacang tanah yang sesuai. Beberapa faktor, seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp" type="image/webp" length="90962" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-fda10.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-22ad8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/saing-kacang-tanah-kulit-ari-produksi-edamame-pupu-thumb-d22ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37344-morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bal</link>
	<guid isPermaLink="false">81310977f59e0dbe38630583cf83a645</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 14:07:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut proses derivasional dan infleksional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut proses derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, dengan fokus pada aspek-aspek tertentu seperti fonologi, sintaksis, atau semantik. Penelitian ini dapat membantu memahami lebih dalam struktur dan fungsi bahasa Bali di Dausa.2. Penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh bahasa Bali Dausa terhadap identitas budaya dan sosial masyarakat Dausa. Dengan memahami hubungan antara bahasa dan budaya, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa Bali Dausa berperan dalam membentuk identitas dan menjaga warisan budaya masyarakat Dausa.3. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi variasi bahasa Bali di Dausa, termasuk perbedaan dialek dan penggunaan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda. Dengan memahami variasi ini, penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang keragaman bahasa Bali dan bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dausa.. Berdasarkan tujuan penelitian, temuan, dan pembahasan pada bab sebelumnya, kesimpulan dari penelitian ini adalah penelitian ini mengidentifikasi 17 prefiks dan sufiks yang ada di Dausa.Ada tiga jenis prefiks dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.dan ada empat jenis sufiks yang termasuk dalam morfem derivasional {-IU}, {-In}, {-In} dan {I}.Ada lima jenis prefiks yang termasuk dalam morfem infleksional.dan ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa {-e}, {- IU}, {-in}, {-In} dan {-I}.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.prefiks {mI-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {mI-}.Prefiks {U-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {U-}.Prefiks {mo-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {my-}.Ada empat jenis sufiks di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional, yaitu.sufiks {-IU} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki vokal akhir dilekatkan pada sufiks {-IU}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-In} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-In}, dilekatkan langsung ke basis.Sufiks {-In} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-In}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-I} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-I}, dilekatkan langsung ke basis.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.prefiks {bI-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /c/ dilekatkan pada prefiks {bI-}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Prefiks {by-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /k/ dilekatkan pada prefiks {by-}.Prefiks {U-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /r/ dan /l/ dilekatkan pada prefiks {U-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Prefiks {y-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /n/ dilekatkan pada prefiks {y-}.Prefiks {my-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /b/, /k/, /l/, dan /p/ dilekatkan pada prefiks {my-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.sufiks {-e} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /h/ dilekatkan pada sufiks {-e}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- IU} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /m/ dan /U/ dilekatkan pada sufiks {-IU}.Sufiks {-in} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /n/, /m/, /y/, dan /U/ dilekatkan pada sufiks {-in}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- In} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dilekatkan pada sufiks {- In}.Sufiks {-I} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /I/ dilekatkan pada sufiks {-I}.Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi bagi komunitas linguistik.Pertama, para ahli bahasa dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk memberi informasi kepada akademisi lainnya tentang morfem derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa.Kedua, penelitian ini dapat digunakan di bidang budaya khususnya di Undiksha, yang biasanya menyambut pengunjung asing untuk memperkenalkan salah satu budaya Bali.Sektor pendidikan dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk mendidik siswa mereka tentang budaya.Akhirnya, penelitian ini dapat dicetak dan digunakan sebagai buku pengajaran budaya dan juga dapat menjadi warisan sejarah Desa Dausa.Penelitian saat ini berfokus pada morfologi, terutama proses derivasional dan infleksional yang terjadi di Dausa.Peneliti menemukan bahwa sangat menarik untuk mengeksplorasi bahasa Dausa.Oleh karena itu, peneliti berharap bahwa penelitian lain, seperti.sintaksis, leksikal, sociolinguistik, dan tingkat semantik bahasa Dausa dapat dilakukan di Desa Dausa Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks dan sufiks bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dan Banjar Tengah di Bali. Prefiks dan sufiks yang dideskripsikan dalam penelitian ini termasuk dalam kategori morfem derivasional dan infleksional. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan tiga informan sebagai sumber data penelitian. Mereka dipilih berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Samarin (1998). Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan wawancara. Peneliti mempelajari Dausa, melakukan observasi, perekaman, dan mencatat data informan. Kemudian data ditranskripsi, dikategorikan, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mengidentifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp 1x" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" alt="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-b9407.webp" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-b9407.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-b9407.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-b9407.webp 1x" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" alt="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-7003f.webp" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-7003f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-7003f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-7003f.webp 1x" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" alt="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37344-morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bal" title="JURIS - Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa" target="_blank">Derivational and Inflectional Morphemes of Balinese Language Spoken in Dausa</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut proses derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, dengan fokus pada aspek-aspek tertentu seperti fonologi, sintaksis, atau semantik. Penelitian ini dapat membantu memahami lebih dalam struktur dan fungsi bahasa Bali di Dausa.2. Penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh bahasa Bali Dausa terhadap identitas budaya dan sosial masyarakat Dausa. Dengan memahami hubungan antara bahasa dan budaya, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa Bali Dausa berperan dalam membentuk identitas dan menjaga warisan budaya masyarakat Dausa.3. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi variasi bahasa Bali di Dausa, termasuk perbedaan dialek dan penggunaan bahasa dalam konteks sosial yang berbeda. Dengan memahami variasi ini, penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang keragaman bahasa Bali dan bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dausa..
<br>Berdasarkan tujuan penelitian, temuan, dan pembahasan pada bab sebelumnya, kesimpulan dari penelitian ini adalah penelitian ini mengidentifikasi 17 prefiks dan sufiks yang ada di Dausa.Ada tiga jenis prefiks dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.dan ada empat jenis sufiks yang termasuk dalam morfem derivasional {-IU}, {-In}, {-In} dan {I}.Ada lima jenis prefiks yang termasuk dalam morfem infleksional.dan ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa {-e}, {- IU}, {-in}, {-In} dan {-I}.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional.prefiks {mI-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {mI-}.Prefiks {U-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {U-}.Prefiks {mo-} mengalami proses derivasional ketika basis nominal dilekatkan pada prefiks {my-}.Ada empat jenis sufiks di Dausa yang termasuk dalam morfem derivasional, yaitu.sufiks {-IU} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki vokal akhir dilekatkan pada sufiks {-IU}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-In} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-In}, dilekatkan langsung ke basis.Sufiks {-In} mengalami proses derivasional ketika basis yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-In}, dilekatkan langsung dan tanpa mengubah basis kata.Sufiks {-I} mengalami proses derivasional ketika kata yang memiliki konsonan akhir dilekatkan pada sufiks {-I}, dilekatkan langsung ke basis.Ada lima jenis prefiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.prefiks {bI-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /c/ dilekatkan pada prefiks {bI-}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Prefiks {by-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /k/ dilekatkan pada prefiks {by-}.Prefiks {U-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /r/ dan /l/ dilekatkan pada prefiks {U-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Prefiks {y-} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /n/ dilekatkan pada prefiks {y-}.Prefiks {my-} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /b/, /k/, /l/, dan /p/ dilekatkan pada prefiks {my-}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Ada lima jenis sufiks yang ditemukan di Dausa yang termasuk dalam morfem infleksional, yaitu.sufiks {-e} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dan /h/ dilekatkan pada sufiks {-e}, dilekatkan langsung tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- IU} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /m/ dan /U/ dilekatkan pada sufiks {-IU}.Sufiks {-in} mengalami proses infleksional ketika basis yang memiliki vokal awal /n/, /m/, /y/, dan /U/ dilekatkan pada sufiks {-in}, dilekatkan langsung ke basis tanpa mengubah basis kata.Sufiks {- In} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /s/ dilekatkan pada sufiks {- In}.Sufiks {-I} mengalami proses substitusi ketika basis yang memiliki konsonan awal /I/ dilekatkan pada sufiks {-I}.Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi bagi komunitas linguistik.Pertama, para ahli bahasa dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk memberi informasi kepada akademisi lainnya tentang morfem derivasional dan infleksional dalam bahasa Bali yang dituturkan di Dausa.Kedua, penelitian ini dapat digunakan di bidang budaya khususnya di Undiksha, yang biasanya menyambut pengunjung asing untuk memperkenalkan salah satu budaya Bali.Sektor pendidikan dapat menggunakan temuan penelitian ini untuk mendidik siswa mereka tentang budaya.Akhirnya, penelitian ini dapat dicetak dan digunakan sebagai buku pengajaran budaya dan juga dapat menjadi warisan sejarah Desa Dausa.Penelitian saat ini berfokus pada morfologi, terutama proses derivasional dan infleksional yang terjadi di Dausa.Peneliti menemukan bahwa sangat menarik untuk mengeksplorasi bahasa Dausa.Oleh karena itu, peneliti berharap bahwa penelitian lain, seperti.sintaksis, leksikal, sociolinguistik, dan tingkat semantik bahasa Dausa dapat dilakukan di Desa Dausa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prefiks dan sufiks bahasa Bali yang dituturkan di Dausa, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dan Banjar Tengah di Bali. Prefiks dan sufiks yang dideskripsikan dalam penelitian ini termasuk dalam kategori morfem derivasional dan infleksional. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan tiga informan sebagai sumber data penelitian. Mereka dipilih berdasarkan kriteria yang diusulkan oleh Samarin (1998). Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan wawancara. Peneliti mempelajari Dausa, melakukan observasi, perekaman, dan mencatat data informan. Kemudian data ditranskripsi, dikategorikan, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mengidentifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp" type="image/webp" length="87894" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-cea16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-b9407.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/morfem-infleksional-fungsi-bahasa-quran-bali-valid-thumb-7003f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37340-makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod</link>
	<guid isPermaLink="false">bcc46cbd09f082266657b844e082f2c7</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 14:02:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat pentingnya pelestarian budaya dan kekayaan leksikon lokal seperti upacara ngerorod di Sidetapa, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, untuk mengatasi tantangan kurangnya perhatian generasi muda, studi selanjutnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali: Melihat pentingnya pelestarian budaya dan kekayaan leksikon lokal seperti upacara ngerorod di Sidetapa, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, untuk mengatasi tantangan kurangnya perhatian generasi muda, studi selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi efektivitas platform atau media edukasi berbasis digital. Misalnya, sebuah penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana aplikasi seluler interaktif, video dokumenter yang menarik, atau bahkan pengalaman realitas virtual (VR) yang mensimulasikan upacara ngerorod dapat meningkatkan pemahaman dan minat kaum muda terhadap warisan budaya ini, serta apakah pendekatan ini mampu menjembatani kesenjangan pengetahuan antar generasi. Kedua, mengingat bahwa budaya bersifat dinamis, penelitian saat ini yang bersifat deskriptif dapat diperdalam dengan menganalisis dinamika perubahan. Studi komparatif historis dapat dilakukan untuk menelaah bagaimana prosedur dan leksikon upacara ngerorod di Sidetapa telah berevolusi dari masa ke masa. Pertanyaan penelitian dapat mencakup faktor-faktor sosial, ekonomi, atau bahkan pengaruh pariwisata yang mungkin memengaruhi adaptasi atau pelestarian tradisi ini. Misalnya, apakah ada leksikon yang telah punah atau muncul seiring waktu, dan bagaimana perubahan tersebut mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat Sidetapa? Ketiga, untuk memperluas pemahaman di luar lingkup deskriptif, penelitian lanjutan dapat menyelidiki implikasi sosial dan psikologis dari upacara ngerorod ini terhadap individu dan komunitas. Sebuah studi dapat mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pasangan yang menjalani ngerorod, serta dampaknya terhadap status sosial mereka di desa. Selain itu, perbandingan mendalam antara praktik ngerorod di Sidetapa dengan desa-desa adat lain di Bali yang memiliki tradisi serupa juga akan sangat berharga. Perbandingan ini dapat mengungkap variasi dalam interpretasi makna budaya leksikon dan prosedur, serta faktor-faktor lokal yang membentuk identitas unik setiap komunitas dalam menjalankan upacara pernikahan adat mereka.. Penelitian ini mengidentifikasi tujuh prosedur dan dua puluh tujuh leksikon dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa, Bali.Prosedur seperti *ngabe iyeh* dan *makruna/pakrunan* menunjukkan karakteristik unik upacara ini sebagai warisan leluhur.Keunikan prosedur dan leksikon dengan makna budaya yang berbeda dari daerah lain ini mendorong penelitian untuk melestarikannya agar budaya masyarakat Sidetapa tidak punah Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur, leksikon, dan makna budaya yang ditemukan dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Tiga informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan serangkaian kriteria. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera, panduan wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh prosedur dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-f6377.webp" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-f6377.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-f6377.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-f6377.webp 1x" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" alt="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-67d52.webp" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-67d52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-67d52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-67d52.webp 1x" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" alt="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp 1x" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" alt="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37340-makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod" title="JURIS - Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali" target="_blank">Procedures and Lexicons Used in Ngerorod Wedding Ceremony in Sidetapa Village North Bali</a>: Melihat pentingnya pelestarian budaya dan kekayaan leksikon lokal seperti upacara ngerorod di Sidetapa, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dieksplorasi. Pertama, untuk mengatasi tantangan kurangnya perhatian generasi muda, studi selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi efektivitas platform atau media edukasi berbasis digital. Misalnya, sebuah penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana aplikasi seluler interaktif, video dokumenter yang menarik, atau bahkan pengalaman realitas virtual (VR) yang mensimulasikan upacara ngerorod dapat meningkatkan pemahaman dan minat kaum muda terhadap warisan budaya ini, serta apakah pendekatan ini mampu menjembatani kesenjangan pengetahuan antar generasi. Kedua, mengingat bahwa budaya bersifat dinamis, penelitian saat ini yang bersifat deskriptif dapat diperdalam dengan menganalisis dinamika perubahan. Studi komparatif historis dapat dilakukan untuk menelaah bagaimana prosedur dan leksikon upacara ngerorod di Sidetapa telah berevolusi dari masa ke masa. Pertanyaan penelitian dapat mencakup faktor-faktor sosial, ekonomi, atau bahkan pengaruh pariwisata yang mungkin memengaruhi adaptasi atau pelestarian tradisi ini. Misalnya, apakah ada leksikon yang telah punah atau muncul seiring waktu, dan bagaimana perubahan tersebut mencerminkan pergeseran nilai dalam masyarakat Sidetapa? Ketiga, untuk memperluas pemahaman di luar lingkup deskriptif, penelitian lanjutan dapat menyelidiki implikasi sosial dan psikologis dari upacara ngerorod ini terhadap individu dan komunitas. Sebuah studi dapat mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pasangan yang menjalani ngerorod, serta dampaknya terhadap status sosial mereka di desa. Selain itu, perbandingan mendalam antara praktik ngerorod di Sidetapa dengan desa-desa adat lain di Bali yang memiliki tradisi serupa juga akan sangat berharga. Perbandingan ini dapat mengungkap variasi dalam interpretasi makna budaya leksikon dan prosedur, serta faktor-faktor lokal yang membentuk identitas unik setiap komunitas dalam menjalankan upacara pernikahan adat mereka..
<br>Penelitian ini mengidentifikasi tujuh prosedur dan dua puluh tujuh leksikon dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa, Bali.Prosedur seperti *ngabe iyeh* dan *makruna/pakrunan* menunjukkan karakteristik unik upacara ini sebagai warisan leluhur.Keunikan prosedur dan leksikon dengan makna budaya yang berbeda dari daerah lain ini mendorong penelitian untuk melestarikannya agar budaya masyarakat Sidetapa tidak punah
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur, leksikon, dan makna budaya yang ditemukan dalam upacara pernikahan ngerorod di desa Sidetapa. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Tiga informan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan serangkaian kriteria. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera, panduan wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh prosedur dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp" type="image/webp" length="96478" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-f6377.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-67d52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/makna-budaya-leksikon-upacara-ngerorod-kualitatif-thumb-84fe9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37338-aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-re</link>
	<guid isPermaLink="false">8fa6514d78e2842548ea053e02665e30</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:50:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ andri nofiar ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ riau cp ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andri,cp,nofiar,riau,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, mengembangkan virtual tour menjadi mobile apps untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan pengguna. Kedua, meningkatkan kualitas kamera yang digunakan agar menghasilkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, mengembangkan virtual tour menjadi mobile apps untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan pengguna. Kedua, meningkatkan kualitas kamera yang digunakan agar menghasilkan gambar yang lebih detail dan halus. Ketiga, mengintegrasikan virtual tour dengan sistem informasi geografis untuk memberikan informasi lebih lengkap tentang lokasi objek wisata. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Siak dan meningkatkan pengalaman pengguna dalam menjelajahi objek wisata secara virtual.. Berdasarkan perancangan dan pembuatan virtual tour objek wisata Kabupaten Siak dapat disimpulkan antara lain.Berhasil membuat informasi sebaran titik lokasi objek wisata Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak berbasis website merupakan suatu inovasi yang menggunakan tampilkan gambar 306 derajat. Virtual Tour ini dibuat menggunakan PHP, Javascript, dan MySQL, dengan tampilan Bootstrap v5.0 dan Bootstrap v3.0 melalui HTML dan CSS. Sistem dirancang dalam bentuk virtual tour untuk menampilkan titik lokasi sebaran objek wisata di Kabupaten Siak. Metode luther digunakan untuk menyelesaikan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini berhasil membuat virtual tour yang dapat diakses melalui website, menyajikan informasi sebaran titik lokasi objek wisata dengan tujuan memudahkan masyarakat,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp 1x" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" alt="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-bd2f1.webp" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-bd2f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-bd2f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-bd2f1.webp 1x" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" alt="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-80ca6.webp" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-80ca6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-80ca6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-80ca6.webp 1x" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" alt="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37338-aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-re" title="JURIS - Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website" target="_blank">Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak Berbasis Website</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, mengembangkan virtual tour menjadi mobile apps untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan pengguna. Kedua, meningkatkan kualitas kamera yang digunakan agar menghasilkan gambar yang lebih detail dan halus. Ketiga, mengintegrasikan virtual tour dengan sistem informasi geografis untuk memberikan informasi lebih lengkap tentang lokasi objek wisata. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Siak dan meningkatkan pengalaman pengguna dalam menjelajahi objek wisata secara virtual..
<br>Berdasarkan perancangan dan pembuatan virtual tour objek wisata Kabupaten Siak dapat disimpulkan antara lain.Berhasil membuat informasi sebaran titik lokasi objek wisata
<br>Virtual Tour Objek Wisata Kabupaten Siak berbasis website merupakan suatu inovasi yang menggunakan tampilkan gambar 306 derajat. Virtual Tour ini dibuat menggunakan PHP, Javascript, dan MySQL, dengan tampilan Bootstrap v5.0 dan Bootstrap v3.0 melalui HTML dan CSS. Sistem dirancang dalam bentuk virtual tour untuk menampilkan titik lokasi sebaran objek wisata di Kabupaten Siak. Metode luther digunakan untuk menyelesaikan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini berhasil membuat virtual tour yang dapat diakses melalui website, menyajikan informasi sebaran titik lokasi objek wisata dengan tujuan memudahkan masyarakat,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp" type="image/webp" length="57756" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-eb68f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-bd2f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/aplikasi-virtual-tour-objek-wisata-religi-luther-s.-php-thumb-80ca6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1252-poltek-kampar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14967-jurnal-elektronika-teknik-informatika-terapana-jentika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants Manihot Glaziovii ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants Manihot Glaziovii ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants Manihot Glaziovii ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37351-plant-growth-pupuk-pest-control-biope</link>
	<guid isPermaLink="false">15fb2417d425a1cd756ce1f6bd8f30de</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:50:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam kulit umbi karet yang bertanggung jawab atas aktivitas pestisida, sehingga memungkinkan pengembangan formulasi biopestisida yang lebih efektif dan terarah. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii): Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam kulit umbi karet yang bertanggung jawab atas aktivitas pestisida, sehingga memungkinkan pengembangan formulasi biopestisida yang lebih efektif dan terarah. Selain itu, studi perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak penggunaan biopestisida kulit umbi karet terhadap populasi musuh alami hama, guna memastikan keberlanjutan ekosistem pertanian. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas biopestisida ini pada berbagai jenis hama tanaman lain, serta mengkaji potensi sinergi antara biopestisida kulit umbi karet dengan metode pengendalian hama terpadu lainnya, seperti penggunaan tanaman perangkap atau pengendalian hayati, untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih resilien dan ramah lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi kulit umbi karet (B2) paling efektif dalam menekan serangan hama Aphis craccivora, dengan mengurangi persentase serangan sebesar 30,80% dan intensitas serangan sebesar 40,44%.Perlakuan dosis 30 ml per tanaman (K4) juga memberikan hasil optimal dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman, ditandai dengan berat batang segar 1905,77 gram dan berat buah 497,22 gram.Kandungan asam sianida pada kulit umbi karet berpotensi sebagai biopestisida botani yang efektif dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman kacang panjang secara signifikan Crop production success depends on environmental conditions, such as rainfall, temperature, nutrition, and pest attacks. Pest attacks are one of Indonesia's main obstacles to cultivating long beans (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis). This study aims to evaluate the effectiveness of cyanide acid content from various parts of the rubber cassava plant (Manihot glaziovii) in controlling Aphis craccivora pests and its impact on the growth and yield of long beans. The study was conducted in Sragen and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University, Surakarta during SeptemberAeDecember 2024 with a completely randomized block design (CRBD) with two factors, namely plant parts (leaves, tuber skin, and tubers) and extract doses (0, 10, 20, and 30 ml/plant). The results showed... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-68e3c.webp" title="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-68e3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-68e3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-68e3c.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" alt="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp" title="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" alt="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37351-plant-growth-pupuk-pest-control-biope" title="JURIS - Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)" target="_blank">Effectiveness of Long Bean Plant Pest Control by Utilizing Cyanic Acid Content from Various Parts of Rubber Cassava Plants (Manihot Glaziovii)</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam kulit umbi karet yang bertanggung jawab atas aktivitas pestisida, sehingga memungkinkan pengembangan formulasi biopestisida yang lebih efektif dan terarah. Selain itu, studi perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak penggunaan biopestisida kulit umbi karet terhadap populasi musuh alami hama, guna memastikan keberlanjutan ekosistem pertanian. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas biopestisida ini pada berbagai jenis hama tanaman lain, serta mengkaji potensi sinergi antara biopestisida kulit umbi karet dengan metode pengendalian hama terpadu lainnya, seperti penggunaan tanaman perangkap atau pengendalian hayati, untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih resilien dan ramah lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetik dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi kulit umbi karet (B2) paling efektif dalam menekan serangan hama Aphis craccivora, dengan mengurangi persentase serangan sebesar 30,80% dan intensitas serangan sebesar 40,44%.Perlakuan dosis 30 ml per tanaman (K4) juga memberikan hasil optimal dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman, ditandai dengan berat batang segar 1905,77 gram dan berat buah 497,22 gram.Kandungan asam sianida pada kulit umbi karet berpotensi sebagai biopestisida botani yang efektif dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman kacang panjang secara signifikan
<br>Crop production success depends on environmental conditions, such as rainfall, temperature, nutrition, and pest attacks. Pest attacks are one of Indonesia's main obstacles to cultivating long beans (Vigna unguiculata ssp. sesquipedalis). This study aims to evaluate the effectiveness of cyanide acid content from various parts of the rubber cassava plant (Manihot glaziovii) in controlling Aphis craccivora pests and its impact on the growth and yield of long beans. The study was conducted in Sragen and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tunas Pembangunan University, Surakarta during SeptemberAeDecember 2024 with a completely randomized block design (CRBD) with two factors, namely plant parts (leaves, tuber skin, and tubers) and extract doses (0, 10, 20, and 30 ml/plant). The results showed...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp" type="image/webp" length="98112" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-68e3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/plant-growth-pupuk-pest-control-biopesticides-long-thumb-61df9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37342-directive-speech-acts-act-illoc</link>
	<guid isPermaLink="false">7b1bcfb3e5b2a8e078fe11131aad7219</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:46:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research could explore the impact of cultural context on the interpretation of illocutionary acts in speeches delivered on international platforms, considering how different audiences might perceive the same utterances.  Additionally, a comparative ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations: Further research could explore the impact of cultural context on the interpretation of illocutionary acts in speeches delivered on international platforms, considering how different audiences might perceive the same utterances. Additionally, a comparative study analyzing the illocutionary acts used by youth activists from various cultural backgrounds could reveal common strategies and unique approaches to persuasive communication. Finally, investigating the effectiveness of different illocutionary act combinations in achieving specific advocacy goals Ae such as raising awareness, mobilizing support, or influencing policy Ae would provide valuable insights for crafting impactful speeches and campaigns. These studies could employ mixed-methods approaches, combining qualitative analysis of speech content with quantitative measures of audience response to better understand the complex relationship between language, persuasion, and social change. Such research would contribute to a deeper understanding of how effective communication can empower young people to address global challenges and advocate for a more sustainable future, building upon the foundation laid by Melati and Isabel WijsenAos impactful speeches.. Based on the researcherAos analysis, there were 32 illocutionary acts found in Melati and Isabel WijsenAos United Nations Speech.There were 4 types of the illocutionary act contained in their speech.Thus, the most dominant type was assertives and the least dominant was expressives.Declaratives type was not found in all of their utterances because their utterances were not meant to declare something.The study demonstrates that Melati and Isabel Wijsen primarily employed illocutionary acts to inform and persuade their audience, particularly through assertive speech acts This study was conducted to analyze the illocutionary act used in Melati and Isabel WijsenAos United Nations Speech. This speech was performed on World Oceans Day 2017. From the illocutionary act that was analyzed, the readers are able to learn that utterances also play a role as actions that can influence people to do something. The qualitative descriptive method was used in this study to collect and analyze the data, following the model from (Miles et al., 2014). This qualitative model consists of data condensation, data display, and drawing conclusions. The researcher used the illocutionary act types that were proposed by (Searle, 1976) as the grounded theory in making... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-4ae4d.webp" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-4ae4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-4ae4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-4ae4d.webp 1x" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" alt="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp 1x" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" alt="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-91f50.webp" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-91f50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-91f50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-91f50.webp 1x" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" alt="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37342-directive-speech-acts-act-illoc" title="JURIS - Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations" target="_blank">Illocutionary Act Analysis of Melati and Isabel Wijsen Speech at United Nations</a>: Further research could explore the impact of cultural context on the interpretation of illocutionary acts in speeches delivered on international platforms, considering how different audiences might perceive the same utterances.  Additionally, a comparative study analyzing the illocutionary acts used by youth activists from various cultural backgrounds could reveal common strategies and unique approaches to persuasive communication.  Finally, investigating the effectiveness of different illocutionary act combinations in achieving specific advocacy goals Ae such as raising awareness, mobilizing support, or influencing policy Ae would provide valuable insights for crafting impactful speeches and campaigns. These studies could employ mixed-methods approaches, combining qualitative analysis of speech content with quantitative measures of audience response to better understand the complex relationship between language, persuasion, and social change.  Such research would contribute to a deeper understanding of how effective communication can empower young people to address global challenges and advocate for a more sustainable future, building upon the foundation laid by Melati and Isabel WijsenAos impactful speeches..
<br>Based on the researcherAos analysis, there were 32 illocutionary acts found in Melati and Isabel WijsenAos United Nations Speech.There were 4 types of the illocutionary act contained in their speech.Thus, the most dominant type was assertives and the least dominant was expressives.Declaratives type was not found in all of their utterances because their utterances were not meant to declare something.The study demonstrates that Melati and Isabel Wijsen primarily employed illocutionary acts to inform and persuade their audience, particularly through assertive speech acts
<br>This study was conducted to analyze the illocutionary act used in Melati and Isabel WijsenAos United Nations Speech. This speech was performed on World Oceans Day 2017. From the illocutionary act that was analyzed, the readers are able to learn that utterances also play a role as actions that can influence people to do something. The qualitative descriptive method was used in this study to collect and analyze the data, following the model from (Miles et al., 2014). This qualitative model consists of data condensation, data display, and drawing conclusions. The researcher used the illocutionary act types that were proposed by (Searle, 1976) as the grounded theory in making...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp" type="image/webp" length="95798" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-4ae4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-7abd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/directive-speech-acts-act-illocutionary-utterance-thumb-91f50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37341-film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider</link>
	<guid isPermaLink="false">8a5f8c60758b8e655e2b68771e69c70c</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:44:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji lebih dalam mengapa tindak ilokusi deklaratif tidak muncul dalam film anak-anak seperti "AngelaAos Christmas", apakah karena karakteristik usia tokoh, konteks budaya, atau batasan naratif yang digunakan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy: Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji lebih dalam mengapa tindak ilokusi deklaratif tidak muncul dalam film anak-anak seperti "AngelaAos Christmas", apakah karena karakteristik usia tokoh, konteks budaya, atau batasan naratif yang digunakan dalam film animasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana perbedaan usia dan hubungan kekerabatan dalam keluarga memengaruhi frekuensi dan jenis tindak ilokusi, misalnya membandingkan dialog antar saudara kandung dengan dialog antara orang tua dan anak dalam film serupa. Ketiga, perlu diteliti bagaimana konteks situasiAikhususnya mode komunikasi lisan informal dalam keluargaAimembentuk dominasi tindak ilokusi direktif, dan apakah pola ini konsisten dalam film-film keluarga lainnya yang memiliki latar budaya serupa. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang fungsi bahasa dalam konteks sosial keluarga dalam media animasi. Selain itu, studi dapat dikembangkan ke arah genre film yang berbeda untuk melihat variasi penggunaan tindak ilokusi. Pendekatan komparatif antar budaya juga dapat dilakukan untuk melihat pengaruh budaya terhadap ekspresi pragmatik. Penelitian lebih lanjut juga bisa melibatkan analisis respons penonton anak-anak terhadap berbagai jenis tindak ilokusi. Hal ini penting untuk memahami efek pemahaman pragmatik sejak dini. Dengan demikian, temuan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan materi ajar bahasa. Studi lanjutan sebaiknya menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif yang lebih rinci.. Penelitian ini menemukan empat jenis tindak ilokusi dalam film "AngelaAos Christmas", yaitu komisif, asertif, ekspresif, dan direktif, dengan dominasi jenis direktif sebanyak 25 data (50%).Jenis tindak ilokusi deklaratif tidak ditemukan dalam film tersebut.Konteks situasi berperan penting dalam memahami makna sebenarnya dari suatu ujaran, dan analisis terhadap konteks situasi membantu memperjelas makna ujaran dalam konteks field, tenor, dan mode Penelitian ini difokuskan untuk menemukan jenis-jenis tindak ilokusi dan menganalisis konteks situasi dalam film "AngelaAos Christmas". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis jenis tindak ilokusi berdasarkan teori Searle (1979) serta menganalisis konteks situasi berdasarkan teori Halliday dan Hasan (1989). Selain itu, digunakan pula metode kuantitatif untuk menunjukkan jumlah data dan persentase ujaran yang ditemukan dalam film dengan menggunakan tabel. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data melalui menonton film dan mencatat ujaran-ujaran yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 64 data, terdiri atas asertif (11 data), direktif (30 data), komisif (9 data), dan ekspresif (14 data). Jenis yang paling dominan adalah direktif dengan 30 data (47%). Dalam penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-434b9.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-434b9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-434b9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-434b9.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-12b9e.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-12b9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-12b9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-12b9e.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp 1x" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" alt="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37341-film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider" title="JURIS - An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy" target="_blank">An Analysis of Illocutionary Act and Context of Situation Found in The Movie AuAngelaAos ChristmasAy</a>: Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji lebih dalam mengapa tindak ilokusi deklaratif tidak muncul dalam film anak-anak seperti "AngelaAos Christmas", apakah karena karakteristik usia tokoh, konteks budaya, atau batasan naratif yang digunakan dalam film animasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana perbedaan usia dan hubungan kekerabatan dalam keluarga memengaruhi frekuensi dan jenis tindak ilokusi, misalnya membandingkan dialog antar saudara kandung dengan dialog antara orang tua dan anak dalam film serupa. Ketiga, perlu diteliti bagaimana konteks situasiAikhususnya mode komunikasi lisan informal dalam keluargaAimembentuk dominasi tindak ilokusi direktif, dan apakah pola ini konsisten dalam film-film keluarga lainnya yang memiliki latar budaya serupa. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang fungsi bahasa dalam konteks sosial keluarga dalam media animasi. Selain itu, studi dapat dikembangkan ke arah genre film yang berbeda untuk melihat variasi penggunaan tindak ilokusi. Pendekatan komparatif antar budaya juga dapat dilakukan untuk melihat pengaruh budaya terhadap ekspresi pragmatik. Penelitian lebih lanjut juga bisa melibatkan analisis respons penonton anak-anak terhadap berbagai jenis tindak ilokusi. Hal ini penting untuk memahami efek pemahaman pragmatik sejak dini. Dengan demikian, temuan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan materi ajar bahasa. Studi lanjutan sebaiknya menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif yang lebih rinci..
<br>Penelitian ini menemukan empat jenis tindak ilokusi dalam film "AngelaAos Christmas", yaitu komisif, asertif, ekspresif, dan direktif, dengan dominasi jenis direktif sebanyak 25 data (50%).Jenis tindak ilokusi deklaratif tidak ditemukan dalam film tersebut.Konteks situasi berperan penting dalam memahami makna sebenarnya dari suatu ujaran, dan analisis terhadap konteks situasi membantu memperjelas makna ujaran dalam konteks field, tenor, dan mode
<br>Penelitian ini difokuskan untuk menemukan jenis-jenis tindak ilokusi dan menganalisis konteks situasi dalam film "AngelaAos Christmas". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis jenis tindak ilokusi berdasarkan teori Searle (1979) serta menganalisis konteks situasi berdasarkan teori Halliday dan Hasan (1989). Selain itu, digunakan pula metode kuantitatif untuk menunjukkan jumlah data dan persentase ujaran yang ditemukan dalam film dengan menggunakan tabel. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data melalui menonton film dan mencatat ujaran-ujaran yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 64 data, terdiri atas asertif (11 data), direktif (30 data), komisif (9 data), dan ekspresif (14 data). Jenis yang paling dominan adalah direktif dengan 30 data (47%). Dalam penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp" type="image/webp" length="99282" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-434b9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-12b9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/film-keluarga-cemara-anak-animasi-spider-angelaaos-thumb-f71d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village A Descriptive Qualitative Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village A Descriptive Qualitative Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village A Descriptive Qualitative Study ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37339-pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-word</link>
	<guid isPermaLink="false">dba72ab61c16a21e2cb3760cafc0e3a8</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:32:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang membandingkan penggunaan kata tabu dalam bahasa Bali di wilayah Sesetan dengan wilayah Bali Aga untuk melihat perbedaan pengaruh budaya dan hierarki sosial terhadap pelanggaran tabu secara lebih mendalam. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang membandingkan penggunaan kata tabu dalam bahasa Bali di wilayah Sesetan dengan wilayah Bali Aga untuk melihat perbedaan pengaruh budaya dan hierarki sosial terhadap pelanggaran tabu secara lebih mendalam. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang persepsi generasi muda di Denpasar terhadap kata-kata tabu, khususnya dalam konteks penggunaan media sosial, untuk mengetahui sejauh mana nilai tradisional masih dijaga atau telah mengalami degradasi akibat globalisasi bahasa. Ketiga, perlu ada penelitian yang mengevaluasi efektivitas peran keluarga dan institusi adat dalam melestarikan pemahaman tentang kata tabu melalui pendidikan informal di rumah dan lingkungan banjar, serta bagaimana strategi ini dapat diperkuat dalam konteks perkotaan modern. Temuan dari ketiga penelitian ini dapat membantu merancang program pelestarian bahasa dan budaya Bali yang lebih relevan dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut juga akan melengkapi temuan saat ini yang masih terbatas pada identifikasi kata dan bentuk tabu, namun belum menyentuh dinamika sosial dan perubahan generasi. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi hilangnya kesadaran akan tabu, maka intervensi berbasis masyarakat dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. Penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif juga perlu dipertimbangkan untuk mengukur sebaran dan frekuensi penggunaan kata tabu secara lebih luas. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengembangan modul pendidikan budaya lokal di sekolah. Fokus pada konteks perkotaan sangat penting karena tekanan modernisasi di daerah seperti Denpasar lebih tinggi. Penelitian lanjutan juga harus mempertimbangkan peran guru dan tokoh adat sebagai agen pelestari bahasa. Dengan demikian, pelestarian bahasa tabu tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi sistem yang terstruktur dan berkelanjutan.. Penelitian ini mengidentifikasi 30 kata tabu dalam bahasa Bali di Desa Sesetan berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yang terbagi dalam tiga domain.Parahyangan (3 kata), Pawongan (26 kata), dan Palemahan (1 kata).Ditemukan juga 20 kata yang terkait dengan bentuk tabu, terdiri atas 15 kata terkait nama dan kata, serta 5 kata terkait sumpah serapah.Selain itu, ditemukan 11 kategori referensi tabu yang mencakup nama orang tua, nama hewan, nama Tuhan, nama orang yang meninggal, sanak keluarga, penyebutan alat kelamin, aktivitas seksual, alam, penyakit, kata ganti pribadi, dan aktivitas khusus Penelitian ini berfokus pada kata-kata tabu dalam kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui kata-kata tabu, untuk mengetahui bentuk-bentuk tabu, dan untuk mengetahui referensi kata-kata tersebut dalam bahasa Bali yang digunakan di Desa Sesetan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk studi kualitatif deskriptif. Informan utama adalah Prajuru desa adat. Informan sekunder pertama adalah Mangku dadya dan informan sekunder kedua adalah Kelian desa adat. Instrumen tambahan lainnya adalah pedoman wawancara.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp 1x" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" alt="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-46191.webp" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-46191.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-46191.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-46191.webp 1x" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" alt="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-35efb.webp" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-35efb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-35efb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-35efb.webp 1x" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" alt="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37339-pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-word" title="JURIS - Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study" target="_blank">Taboo in Balinese Language Spoken in Sesetan Village: A Descriptive Qualitative Study</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang membandingkan penggunaan kata tabu dalam bahasa Bali di wilayah Sesetan dengan wilayah Bali Aga untuk melihat perbedaan pengaruh budaya dan hierarki sosial terhadap pelanggaran tabu secara lebih mendalam. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang persepsi generasi muda di Denpasar terhadap kata-kata tabu, khususnya dalam konteks penggunaan media sosial, untuk mengetahui sejauh mana nilai tradisional masih dijaga atau telah mengalami degradasi akibat globalisasi bahasa. Ketiga, perlu ada penelitian yang mengevaluasi efektivitas peran keluarga dan institusi adat dalam melestarikan pemahaman tentang kata tabu melalui pendidikan informal di rumah dan lingkungan banjar, serta bagaimana strategi ini dapat diperkuat dalam konteks perkotaan modern. Temuan dari ketiga penelitian ini dapat membantu merancang program pelestarian bahasa dan budaya Bali yang lebih relevan dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut juga akan melengkapi temuan saat ini yang masih terbatas pada identifikasi kata dan bentuk tabu, namun belum menyentuh dinamika sosial dan perubahan generasi. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi hilangnya kesadaran akan tabu, maka intervensi berbasis masyarakat dapat dirancang secara lebih tepat sasaran. Penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif juga perlu dipertimbangkan untuk mengukur sebaran dan frekuensi penggunaan kata tabu secara lebih luas. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengembangan modul pendidikan budaya lokal di sekolah. Fokus pada konteks perkotaan sangat penting karena tekanan modernisasi di daerah seperti Denpasar lebih tinggi. Penelitian lanjutan juga harus mempertimbangkan peran guru dan tokoh adat sebagai agen pelestari bahasa. Dengan demikian, pelestarian bahasa tabu tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi sistem yang terstruktur dan berkelanjutan..
<br>Penelitian ini mengidentifikasi 30 kata tabu dalam bahasa Bali di Desa Sesetan berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yang terbagi dalam tiga domain.Parahyangan (3 kata), Pawongan (26 kata), dan Palemahan (1 kata).Ditemukan juga 20 kata yang terkait dengan bentuk tabu, terdiri atas 15 kata terkait nama dan kata, serta 5 kata terkait sumpah serapah.Selain itu, ditemukan 11 kategori referensi tabu yang mencakup nama orang tua, nama hewan, nama Tuhan, nama orang yang meninggal, sanak keluarga, penyebutan alat kelamin, aktivitas seksual, alam, penyakit, kata ganti pribadi, dan aktivitas khusus
<br>Penelitian ini berfokus pada kata-kata tabu dalam kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui kata-kata tabu, untuk mengetahui bentuk-bentuk tabu, dan untuk mengetahui referensi kata-kata tersebut dalam bahasa Bali yang digunakan di Desa Sesetan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk studi kualitatif deskriptif. Informan utama adalah Prajuru desa adat. Informan sekunder pertama adalah Mangku dadya dan informan sekunder kedua adalah Kelian desa adat. Instrumen tambahan lainnya adalah pedoman wawancara....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp" type="image/webp" length="90208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-cd511.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-46191.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/pelestarian-bahasa-generasi-muda-taboo-words-forms-thumb-35efb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37343-hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-wisa</link>
	<guid isPermaLink="false">8094b1b5cbaa671377b326bdcd77c213</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:27:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi persepsi pengunjung lokal dan mancanegara terhadap keberadaan papan petunjuk multibahasa di tempat wisata Banjar, dengan pertanyaan penelitian: bagaimana tingkat kejelasan dan kebermanfaatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi persepsi pengunjung lokal dan mancanegara terhadap keberadaan papan petunjuk multibahasa di tempat wisata Banjar, dengan pertanyaan penelitian: bagaimana tingkat kejelasan dan kebermanfaatan papan petunjuk berbahasa Inggris, Indonesia, dan Bali bagi para wisatawan? Kedua, diperlukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam memilih bahasa pada papan promosi mereka, khususnya antara memprioritaskan bahasa global seperti Inggris atau menjaga keaslian budaya melalui penggunaan aksara Bali, sehingga dapat dijawab melalui penelitian tentang preferensi bahasa dalam konteks komersialisasi pariwisata. Ketiga, disarankan adanya penelitian komparatif lintas daerah wisata di Bali, seperti antara Banjar dengan Ubud atau Kuta, untuk memahami bagaimana kebijakan daerah dan karakteristik pengunjung membentuk perbedaan pola pada linguistic landscape, sehingga dapat mengungkap dinamika sosiolinguistik yang lebih luas di wilayah pariwisata Bali secara menyeluruh.. Fungsi bahasa pada papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis menggunakan empat aspek teoritis dari Yanhong dan Rungruang (2013), yaitu fungsi informasi, simbolik, mitologis, dan komersial.Dari ketiga lokasi penelitian, hanya satu tempat wisata yang tidak memenuhi keempat fungsi tersebut, yaitu Air Panas Banjar yang tidak memiliki fungsi simbolik.Fungsi yang paling dominan adalah fungsi informatif karena setiap tempat wisata menggunakan banyak papan petunjuk untuk memberikan informasi kepada pengunjung Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar, yaitu Brahmavihara Arama Banjar, Air Panas Banjar, dan Krisna Funtastic Land, ditinjau dari fungsi bahasa pada papan petunjuk serta bahasa yang digunakan. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi terhadap papan petunjuk di tiga objek wisata tersebut. Fungsi bahasa pada papan petunjuk di ruang publik di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis berdasarkan teori Yanhong dan Rungruang (2013) yang terdiri atas fungsi informatif, simbolik, mitologis, dan komersial.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp 1x" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" alt="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-0795c.webp" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-0795c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-0795c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-0795c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" alt="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-4a286.webp" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-4a286.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-4a286.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-4a286.webp 1x" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" alt="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37343-hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-wisa" title="JURIS - Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali" target="_blank">Analisis Linguistic Landscape Fungsi Bahasa Pada Papan Petunjuk Di Tempat Wisata Di Banjar Bali</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi persepsi pengunjung lokal dan mancanegara terhadap keberadaan papan petunjuk multibahasa di tempat wisata Banjar, dengan pertanyaan penelitian: bagaimana tingkat kejelasan dan kebermanfaatan papan petunjuk berbahasa Inggris, Indonesia, dan Bali bagi para wisatawan? Kedua, diperlukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam memilih bahasa pada papan promosi mereka, khususnya antara memprioritaskan bahasa global seperti Inggris atau menjaga keaslian budaya melalui penggunaan aksara Bali, sehingga dapat dijawab melalui penelitian tentang preferensi bahasa dalam konteks komersialisasi pariwisata. Ketiga, disarankan adanya penelitian komparatif lintas daerah wisata di Bali, seperti antara Banjar dengan Ubud atau Kuta, untuk memahami bagaimana kebijakan daerah dan karakteristik pengunjung membentuk perbedaan pola pada linguistic landscape, sehingga dapat mengungkap dinamika sosiolinguistik yang lebih luas di wilayah pariwisata Bali secara menyeluruh..
<br>Fungsi bahasa pada papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis menggunakan empat aspek teoritis dari Yanhong dan Rungruang (2013), yaitu fungsi informasi, simbolik, mitologis, dan komersial.Dari ketiga lokasi penelitian, hanya satu tempat wisata yang tidak memenuhi keempat fungsi tersebut, yaitu Air Panas Banjar yang tidak memiliki fungsi simbolik.Fungsi yang paling dominan adalah fungsi informatif karena setiap tempat wisata menggunakan banyak papan petunjuk untuk memberikan informasi kepada pengunjung
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi papan petunjuk di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar, yaitu Brahmavihara Arama Banjar, Air Panas Banjar, dan Krisna Funtastic Land, ditinjau dari fungsi bahasa pada papan petunjuk serta bahasa yang digunakan. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi terhadap papan petunjuk di tiga objek wisata tersebut. Fungsi bahasa pada papan petunjuk di ruang publik di tiga tempat wisata di Kecamatan Banjar dianalisis berdasarkan teori Yanhong dan Rungruang (2013) yang terdiri atas fungsi informatif, simbolik, mitologis, dan komersial....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp" type="image/webp" length="94834" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-cf269.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-0795c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/hotel-daerah-wisata-fungsi-bahasa-quran-objek-reli-thumb-4a286.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee Coffea canephora ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee Coffea canephora ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee Coffea canephora ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37353-daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor</link>
	<guid isPermaLink="false">b51fc5a7c3bd519263002f8ed9997f8e</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:26:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing dan ekstrak daun kelor memiliki potensi untuk pertumbuhan kopi robusta, namun ada beberapa hal menarik yang bisa kita telusuri lebih lanjut. Karena pupuk kandang kambing cenderung bekerja lambat dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora): Penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing dan ekstrak daun kelor memiliki potensi untuk pertumbuhan kopi robusta, namun ada beberapa hal menarik yang bisa kita telusuri lebih lanjut. Karena pupuk kandang kambing cenderung bekerja lambat dan efeknya mungkin tidak langsung terlihat, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengamati bagaimana pengaruhnya dalam jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya, bagaimana jika kita melihat dampaknya tidak hanya pada fase pertumbuhan awal, tetapi sampai tanaman kopi berbuah, bahkan untuk beberapa musim tanam? Apakah manfaat pupuk organik ini baru akan terasa setelah beberapa waktu, mungkin dengan meningkatkan kesuburan tanah secara bertahap sehingga akhirnya mendukung produksi buah kopi yang lebih baik, memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang perannya dalam budidaya berkelanjutan? Selanjutnya, studi ini juga menyinggung tentang kondisi lingkungan yang mungkin kurang ideal, seperti suhu tinggi dan cahaya matahari yang terlalu terik, yang bisa membuat tanaman sulit menyerap nutrisi. Maka, akan menarik sekali jika kita mencoba meneliti lebih lanjut bagaimana pupuk kandang kambing dan ekstrak daun kelor ini bekerja ketika tanaman kopi diberi sedikit perlindungan, misalnya dengan naungan, untuk melihat apakah efek positifnya akan menjadi jauh lebih jelas dan maksimal. Kita juga bisa mencoba berbagai cara pemberian ekstrak daun kelor, tidak hanya konsentrasi yang berbeda tetapi juga frekuensi atau metode aplikasi yang berbeda, untuk menemukan cara paling efektif agar tanaman bisa menyerap manfaatnya secara optimal. Terakhir, temuan tentang peningkatan klorofil ketika pupuk kandang dan ekstrak daun kelor digabungkan sangat menjanjikan. Kita bisa menggali lebih dalam lagi mengenai apa sebenarnya yang terjadi di dalam tanaman pada tingkat yang lebih mikroskopis, seperti mengukur secara langsung bagaimana kadar hormon pertumbuhan di dalam tanaman berubah atau bagaimana efisiensi penyerapan zat hara penting seperti nitrogen dan magnesium meningkat, guna memahami mekanisme biologis di balik pertumbuhan kopi yang lebih baik dan merancang strategi pemupukan yang lebih cerdas di masa depan.. Kombinasi pupuk kandang kambing dosis 4 kg.tanaman-1 dan ekstrak daun kelor konsentrasi 250 g.L-1 memberikan efek yang lebih baik pada kandungan total klorofil tanaman kopi robusta yang belum dewasa.Pupuk kandang kambing tidak memengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman kopi robusta yang belum dewasa.Ekstrak daun kelor memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman kopi, dan ekstrak daun kelor 250 g/L-1 lebih baik pada luas daun tanaman kopi robusta yang belum dewasa pada 6 minggu setelah pemangkasan Penggunaan pupuk organik dan stimulan pertumbuhan sebagai zat pengatur tumbuh alami merupakan solusi utama untuk mendukung budidaya kopi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik, dosis pupuk kandang kambing terbaik, dan konsentrasi ekstrak daun kelor terbaik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman kopi robusta yang belum dewasa. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Oktober 2023 hingga April 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (0, 3, 4, dan 5 kg.tanaman-1). Faktor kedua adalah ekstrak daun kelor (konsentrasi 0, 150, 200, dan 250 g/L). Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilanjutkan dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-85f7c.webp" title="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-85f7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-85f7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-85f7c.webp 1x" title="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" alt="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp" title="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp 1x" title="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" alt="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37353-daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor" title="JURIS - Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)" target="_blank">Effect of Goat Manure and Moringa Leaf Extract on Vegetative Growth of Robusta Coffee (Coffea canephora)</a>: Penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing dan ekstrak daun kelor memiliki potensi untuk pertumbuhan kopi robusta, namun ada beberapa hal menarik yang bisa kita telusuri lebih lanjut. Karena pupuk kandang kambing cenderung bekerja lambat dan efeknya mungkin tidak langsung terlihat, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengamati bagaimana pengaruhnya dalam jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya, bagaimana jika kita melihat dampaknya tidak hanya pada fase pertumbuhan awal, tetapi sampai tanaman kopi berbuah, bahkan untuk beberapa musim tanam? Apakah manfaat pupuk organik ini baru akan terasa setelah beberapa waktu, mungkin dengan meningkatkan kesuburan tanah secara bertahap sehingga akhirnya mendukung produksi buah kopi yang lebih baik, memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang perannya dalam budidaya berkelanjutan? Selanjutnya, studi ini juga menyinggung tentang kondisi lingkungan yang mungkin kurang ideal, seperti suhu tinggi dan cahaya matahari yang terlalu terik, yang bisa membuat tanaman sulit menyerap nutrisi. Maka, akan menarik sekali jika kita mencoba meneliti lebih lanjut bagaimana pupuk kandang kambing dan ekstrak daun kelor ini bekerja ketika tanaman kopi diberi sedikit perlindungan, misalnya dengan naungan, untuk melihat apakah efek positifnya akan menjadi jauh lebih jelas dan maksimal. Kita juga bisa mencoba berbagai cara pemberian ekstrak daun kelor, tidak hanya konsentrasi yang berbeda tetapi juga frekuensi atau metode aplikasi yang berbeda, untuk menemukan cara paling efektif agar tanaman bisa menyerap manfaatnya secara optimal. Terakhir, temuan tentang peningkatan klorofil ketika pupuk kandang dan ekstrak daun kelor digabungkan sangat menjanjikan. Kita bisa menggali lebih dalam lagi mengenai apa sebenarnya yang terjadi di dalam tanaman pada tingkat yang lebih mikroskopis, seperti mengukur secara langsung bagaimana kadar hormon pertumbuhan di dalam tanaman berubah atau bagaimana efisiensi penyerapan zat hara penting seperti nitrogen dan magnesium meningkat, guna memahami mekanisme biologis di balik pertumbuhan kopi yang lebih baik dan merancang strategi pemupukan yang lebih cerdas di masa depan..
<br>Kombinasi pupuk kandang kambing dosis 4 kg.tanaman-1 dan ekstrak daun kelor konsentrasi 250 g.L-1 memberikan efek yang lebih baik pada kandungan total klorofil tanaman kopi robusta yang belum dewasa.Pupuk kandang kambing tidak memengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman kopi robusta yang belum dewasa.Ekstrak daun kelor memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman kopi, dan ekstrak daun kelor 250 g/L-1 lebih baik pada luas daun tanaman kopi robusta yang belum dewasa pada 6 minggu setelah pemangkasan
<br>Penggunaan pupuk organik dan stimulan pertumbuhan sebagai zat pengatur tumbuh alami merupakan solusi utama untuk mendukung budidaya kopi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik, dosis pupuk kandang kambing terbaik, dan konsentrasi ekstrak daun kelor terbaik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman kopi robusta yang belum dewasa. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Oktober 2023 hingga April 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (0, 3, 4, dan 5 kg.tanaman-1). Faktor kedua adalah ekstrak daun kelor (konsentrasi 0, 150, 200, dan 250 g/L). Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%, kemudian dilanjutkan dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp" type="image/webp" length="107154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-85f7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/daya-kopi-interaksi-pupuk-kandang-stik-daun-kelor-thumb-bf885.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Taboo in the Frame of Tri Hita Karana Balinese Language Spoken in Menyali Village ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Taboo in the Frame of Tri Hita Karana Balinese Language Spoken in Menyali Village ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Taboo in the Frame of Tri Hita Karana Balinese Language Spoken in Menyali Village ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37345-taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc</link>
	<guid isPermaLink="false">ff5c9cdb1b3c331e480050ebca446667</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:25:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate the impact of globalization and Indonesian language influence on the erosion of taboo language in Menyali Village, exploring how these external factors contribute to language shift among younger generations. Additionally, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village: Further research should investigate the impact of globalization and Indonesian language influence on the erosion of taboo language in Menyali Village, exploring how these external factors contribute to language shift among younger generations. Additionally, a comparative study examining taboo language across different Balinese villages could reveal variations in cultural beliefs and linguistic practices, providing a broader understanding of this phenomenon. Finally, a practical intervention study could be conducted to develop and implement a language revitalization program in Menyali Village, incorporating taboo language into local school curricula and community activities to promote its preservation and transmission to future generations. These efforts are crucial to safeguard this unique aspect of Balinese culture and identity, ensuring that the rich linguistic heritage of Menyali Village is not lost to the pressures of modernization and cultural homogenization. The revitalization program should also focus on documenting the stories and cultural contexts behind these taboo words, creating a valuable resource for future generations and fostering a deeper appreciation for the cultural significance of this linguistic heritage.. This research concludes that there are 45 taboo words in Menyali Village, categorized based on the Tri Hita Karana concept.Specifically, 15 words relate to the relationship between humans and God (Parhyangan), 24 words concern human relationships (Pawongan), and 6 words pertain to the relationship between humans and the environment (Palemahan).The findings highlight the importance of upholding moral norms and using appropriate language to avoid taboos within the community.These results have implications for sociolinguistics, education, language culture, and serve as cultural notes for the Menyali Village community Taboo language is a local culture that is very important as the identity of each region. However, due to developments over time, culture in the form of taboo language is starting to be abandoned by Balinese people. This also happened in Menyali Village. New studies related to taboo language are urgently needed as a step to revitalize taboo language. Therefore, this research discusses taboo in Balinese language spoken in Menyali Village as a concrete action to protect taboo languages from extinction. This study focused on taboo words used in the Village of Menyali as a research object. The data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-3986d.webp" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-3986d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-3986d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-3986d.webp 1x" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" alt="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp 1x" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" alt="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-019a1.webp" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-019a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-019a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-019a1.webp 1x" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" alt="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37345-taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc" title="JURIS - Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village" target="_blank">Taboo in the Frame of Tri Hita Karana: Balinese Language Spoken in Menyali Village</a>: Further research should investigate the impact of globalization and Indonesian language influence on the erosion of taboo language in Menyali Village, exploring how these external factors contribute to language shift among younger generations. Additionally, a comparative study examining taboo language across different Balinese villages could reveal variations in cultural beliefs and linguistic practices, providing a broader understanding of this phenomenon. Finally, a practical intervention study could be conducted to develop and implement a language revitalization program in Menyali Village, incorporating taboo language into local school curricula and community activities to promote its preservation and transmission to future generations. These efforts are crucial to safeguard this unique aspect of Balinese culture and identity, ensuring that the rich linguistic heritage of Menyali Village is not lost to the pressures of modernization and cultural homogenization. The revitalization program should also focus on documenting the stories and cultural contexts behind these taboo words, creating a valuable resource for future generations and fostering a deeper appreciation for the cultural significance of this linguistic heritage..
<br>This research concludes that there are 45 taboo words in Menyali Village, categorized based on the Tri Hita Karana concept.Specifically, 15 words relate to the relationship between humans and God (Parhyangan), 24 words concern human relationships (Pawongan), and 6 words pertain to the relationship between humans and the environment (Palemahan).The findings highlight the importance of upholding moral norms and using appropriate language to avoid taboos within the community.These results have implications for sociolinguistics, education, language culture, and serve as cultural notes for the Menyali Village community
<br>Taboo language is a local culture that is very important as the identity of each region. However, due to developments over time, culture in the form of taboo language is starting to be abandoned by Balinese people. This also happened in Menyali Village. New studies related to taboo language are urgently needed as a step to revitalize taboo language. Therefore, this research discusses taboo in Balinese language spoken in Menyali Village as a concrete action to protect taboo languages from extinction. This study focused on taboo words used in the Village of Menyali as a research object. The data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp" type="image/webp" length="88640" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-3986d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-e9b66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/taboo-words-balinese-menyali-village-research-disc-thumb-019a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2937-stkipahsingaraja.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11833-journal-linguistic-literature-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37349-kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic</link>
	<guid isPermaLink="false">787c3b5afc620c6b2c8224bb08188d9d</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:20:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ risk factors ]]></category>
	<category><![CDATA[ south borneo ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[borneo,factors,header,page,risk,south]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kombinasi dosis BA dan NAA yang berbeda pada pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii. Selain itu, penelitian dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kombinasi dosis BA dan NAA yang berbeda pada pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan PGR lainnya, seperti IAA dan IBA, dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar anggrek. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan konsentrasi PGR yang digunakan dalam media kultur anggrek, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan budidaya anggrek secara in vitro dan meningkatkan kualitas anggrek yang dihasilkan.. Penambahan BA dan NAA pada media kultur Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii subkultur dapat meningkatkan pertumbuhan plantlet.Dosis tunggal BA 0,6 ppm memberikan hasil optimum pada perkembangan tunas (6,59 tunas), sedangkan NAA 0,2 ppm memberikan hasil optimum pada variabel jumlah akar (4,6 akar).Kombinasi BA 0,6 ppm dan NAA 0,2 ppm memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan berat plantlet (3,43 g) Anggrek hitam atau Coelogyne adalah salah satu anggrek asli Kalimantan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Anggrek Coelogyne yang baru dan berkualitas unggul dapat diperoleh melalui persilangan. Memodifikasi media, seperti pemberian PGR, diperlukan untuk hasil perbanyakan tanaman persilangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGR Benzyl Adenine (BA) dan Naphtalene Acetic Acid (NAA) terhadap pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandhurata dan Coelogyne rumphii. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu PGR BA dan NAA, masing-masing... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-f444a.webp" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-f444a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-f444a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-f444a.webp 1x" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" alt="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-bda73.webp" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-bda73.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-bda73.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-bda73.webp 1x" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" alt="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp 1x" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" alt="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37349-kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic" title="JURIS - Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses" target="_blank">Effect of Auxin and Cytokinin on Orchid Subculture Resulting from Coelogyne Crosses</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh kombinasi dosis BA dan NAA yang berbeda pada pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan PGR lainnya, seperti IAA dan IBA, dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar anggrek. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan konsentrasi PGR yang digunakan dalam media kultur anggrek, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan budidaya anggrek secara in vitro dan meningkatkan kualitas anggrek yang dihasilkan..
<br>Penambahan BA dan NAA pada media kultur Coelogyne pandurata dan Coelogyne rumphii subkultur dapat meningkatkan pertumbuhan plantlet.Dosis tunggal BA 0,6 ppm memberikan hasil optimum pada perkembangan tunas (6,59 tunas), sedangkan NAA 0,2 ppm memberikan hasil optimum pada variabel jumlah akar (4,6 akar).Kombinasi BA 0,6 ppm dan NAA 0,2 ppm memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan berat plantlet (3,43 g)
<br>Anggrek hitam atau Coelogyne adalah salah satu anggrek asli Kalimantan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Anggrek Coelogyne yang baru dan berkualitas unggul dapat diperoleh melalui persilangan. Memodifikasi media, seperti pemberian PGR, diperlukan untuk hasil perbanyakan tanaman persilangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGR Benzyl Adenine (BA) dan Naphtalene Acetic Acid (NAA) terhadap pertumbuhan subkultur anggrek dari persilangan Coelogyne pandhurata dan Coelogyne rumphii. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu PGR BA dan NAA, masing-masing...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp" type="image/webp" length="85386" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-f444a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-bda73.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/kultur-anggrek-benzyl-adenine-naphthalene-acetic-a-thumb-02c93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37359-garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis</link>
	<guid isPermaLink="false">583facc868f4f210aef1f46688bb57b1</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:12:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas BiO2 dalam kombinasi dengan berbagai jenis pupuk fosfat lainnya, termasuk sumber fosfat organik, untuk mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas BiO2 dalam kombinasi dengan berbagai jenis pupuk fosfat lainnya, termasuk sumber fosfat organik, untuk mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Selain itu, studi mendalam mengenai mekanisme interaksi antara BiO2 dan tanaman bawang putih, khususnya dalam menginduksi ketahanan terhadap penyakit purple blotch, dapat membuka peluang pengembangan biofertilizer yang lebih efektif dan spesifik. Terakhir, penelitian perlu diperluas untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan BiO2 dan pupuk fosfat terhadap kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, serta kualitas lingkungan secara keseluruhan, guna memastikan keberlanjutan praktik pertanian bawang putih di lahan Andisol.. The research demonstrates that biofilm biofertilizer (BiO2) is effective when combined with balanced phosphate (P) fertilizer dosages in controlling purple blotch disease and enhancing garlic yields in Andisol soil of Tawangmangu.Specifically, the combination of BiO2 and P fertilizer suppressed disease intensity by 49.47% and increased garlic yields by 20.These findings suggest that integrating BiO2 with appropriate P fertilization represents a promising strategy for improving garlic productivity in Andisol soils Garlic productivity in Indonesia is often constrained by purple blotch disease (Alternaria porri). A sustainable control alternative involves utilizing biofilm biofertilizer (BiO2) combined with phosphate (P) fertilizer. This study aimed to assess the effectiveness of balancing BiO2 and P dosage in suppressing purple blotch disease intensity and increasing garlic yield on Andisol soil in Tawangmangu. The research was conducted from May to September 2024 using a single-factor Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P0 (0% P 100% NK BiO2), P1 (50% P 100% NK BiO2), P2 (100%... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-b823c.webp" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-b823c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-b823c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-b823c.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" alt="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-c4624.webp" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-c4624.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-c4624.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-c4624.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" alt="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" alt="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37359-garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis" title="JURIS - Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu" target="_blank">Effectiveness of Biofilmed Biofertilizer with Balanced Phosphate Fertilizer Dosage in Suppressing Purple Blotch Disease Intensity and Increasing Garlic Yield on Andisol Soil in Tawangmangu</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas BiO2 dalam kombinasi dengan berbagai jenis pupuk fosfat lainnya, termasuk sumber fosfat organik, untuk mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi dan mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Selain itu, studi mendalam mengenai mekanisme interaksi antara BiO2 dan tanaman bawang putih, khususnya dalam menginduksi ketahanan terhadap penyakit purple blotch, dapat membuka peluang pengembangan biofertilizer yang lebih efektif dan spesifik. Terakhir, penelitian perlu diperluas untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan BiO2 dan pupuk fosfat terhadap kesehatan tanah, keanekaragaman mikroba, serta kualitas lingkungan secara keseluruhan, guna memastikan keberlanjutan praktik pertanian bawang putih di lahan Andisol..
<br>The research demonstrates that biofilm biofertilizer (BiO2) is effective when combined with balanced phosphate (P) fertilizer dosages in controlling purple blotch disease and enhancing garlic yields in Andisol soil of Tawangmangu.Specifically, the combination of BiO2 and P fertilizer suppressed disease intensity by 49.47% and increased garlic yields by 20.These findings suggest that integrating BiO2 with appropriate P fertilization represents a promising strategy for improving garlic productivity in Andisol soils
<br>Garlic productivity in Indonesia is often constrained by purple blotch disease (Alternaria porri). A sustainable control alternative involves utilizing biofilm biofertilizer (BiO2) combined with phosphate (P) fertilizer. This study aimed to assess the effectiveness of balancing BiO2 and P dosage in suppressing purple blotch disease intensity and increasing garlic yield on Andisol soil in Tawangmangu. The research was conducted from May to September 2024 using a single-factor Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P0 (0% P   100% NK   BiO2), P1 (50% P   100% NK   BiO2), P2 (100%...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp" type="image/webp" length="118730" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-b823c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-c4624.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/garlic-purple-blotch-biofertilizer-phosphate-andis-thumb-384a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37348-pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol</link>
	<guid isPermaLink="false">fe0509493800123f12785c5205025dc9</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 13:00:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ risk factors ]]></category>
	<category><![CDATA[ south borneo ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[borneo,factors,header,page,risk,south]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami mekanisme spesifik yang menghubungkan kerusakan DNA dengan obesitas pada PWS, termasuk identifikasi biomarker yang dapat memprediksi risiko komplikasi metabolik. Studi komparatif yang membandingkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami mekanisme spesifik yang menghubungkan kerusakan DNA dengan obesitas pada PWS, termasuk identifikasi biomarker yang dapat memprediksi risiko komplikasi metabolik. Studi komparatif yang membandingkan profil ekspresi gen dan jalur metabolisme antara individu dengan PWS dan kelompok kontrol dengan obesitas non-PWS dapat memberikan wawasan tentang perbedaan patofisiologis. Selain itu, penelitian intervensi yang mengeksplorasi efektivitas terapi yang menargetkan peradangan kronis dan kerusakan DNA, seperti penggunaan antioksidan atau modulator imun, dapat membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas pada individu dengan PWS. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis sampel darah dan jaringan adiposa dari pasien PWS untuk mengidentifikasi penanda biologis yang terkait dengan kerusakan DNA dan peradangan, serta mengevaluasi respons terhadap intervensi terapeutik yang berbeda. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara kerusakan DNA, obesitas, dan komplikasi metabolik pada PWS akan membuka jalan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.. Obesitas pada sindrom Prader-Willi (PWS) disebabkan oleh disfungsi pusat rasa kenyang di hipotalamus dan kelainan pada sirkuit regulasi hormonal.Kondisi ini menyebabkan kontrol yang buruk terhadap asupan makanan dan pengeluaran energi.Perubahan pada area otak seperti hipotalamus, amigdala, dan korteks prefrontal berperan penting dalam mengatur asupan makanan yang tidak normal pada PWS.Selain itu, gangguan hormon yang mengatur asupan makanan, seperti peningkatan ghrelin dan penurunan leptin, berkontribusi pada obesitas pada PWS Prader-Willi Syndrome merupakan kelainan genetik multisistem yang disebabkan oleh delesi kromosom paternal (75%), disomi kromosom maternal (25%), dan translokasi (1%). Sindrom ini memiliki karakteristik utama, yaitu obesitas pada individu yang menderita. Hal ini disebabkan oleh defisiensi kadar Growth Hormone akibat gangguan hipotalamus-limbik sentral yang terjadi pada sindrom ini. Sindrom ini memiliki perjalanan karakteristik obesitas pada setiap fase kehidupan. Karakteristik obesitas dari sindrom ini menyebabkan berbagai komplikasi karena menyebabkan kerusakan DNA melalui peradangan kronis yang disebabkan oleh peningkatan sitokin pro-inflamasi akibat penumpukan jaringan adiposa. Dengan demikian, individu dengan PWS dapat mengalami berbagai penyakit metabolik yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-81237.webp" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-81237.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-81237.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-81237.webp 1x" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" alt="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-4bdcf.webp" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-4bdcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-4bdcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-4bdcf.webp 1x" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" alt="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp 1x" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" alt="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37348-pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol" title="JURIS - DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity" target="_blank">DNA Damage in Prader Willi Syndrome Against Obesity</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami mekanisme spesifik yang menghubungkan kerusakan DNA dengan obesitas pada PWS, termasuk identifikasi biomarker yang dapat memprediksi risiko komplikasi metabolik. Studi komparatif yang membandingkan profil ekspresi gen dan jalur metabolisme antara individu dengan PWS dan kelompok kontrol dengan obesitas non-PWS dapat memberikan wawasan tentang perbedaan patofisiologis. Selain itu, penelitian intervensi yang mengeksplorasi efektivitas terapi yang menargetkan peradangan kronis dan kerusakan DNA, seperti penggunaan antioksidan atau modulator imun, dapat membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas pada individu dengan PWS. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis sampel darah dan jaringan adiposa dari pasien PWS untuk mengidentifikasi penanda biologis yang terkait dengan kerusakan DNA dan peradangan, serta mengevaluasi respons terhadap intervensi terapeutik yang berbeda. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara kerusakan DNA, obesitas, dan komplikasi metabolik pada PWS akan membuka jalan bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif..
<br>Obesitas pada sindrom Prader-Willi (PWS) disebabkan oleh disfungsi pusat rasa kenyang di hipotalamus dan kelainan pada sirkuit regulasi hormonal.Kondisi ini menyebabkan kontrol yang buruk terhadap asupan makanan dan pengeluaran energi.Perubahan pada area otak seperti hipotalamus, amigdala, dan korteks prefrontal berperan penting dalam mengatur asupan makanan yang tidak normal pada PWS.Selain itu, gangguan hormon yang mengatur asupan makanan, seperti peningkatan ghrelin dan penurunan leptin, berkontribusi pada obesitas pada PWS
<br>Prader-Willi Syndrome merupakan kelainan genetik multisistem yang disebabkan oleh delesi kromosom paternal (75%), disomi kromosom maternal (25%), dan translokasi (1%). Sindrom ini memiliki karakteristik utama, yaitu obesitas pada individu yang menderita. Hal ini disebabkan oleh defisiensi kadar Growth Hormone akibat gangguan hipotalamus-limbik sentral yang terjadi pada sindrom ini. Sindrom ini memiliki perjalanan karakteristik obesitas pada setiap fase kehidupan. Karakteristik obesitas dari sindrom ini menyebabkan berbagai komplikasi karena menyebabkan kerusakan DNA melalui peradangan kronis yang disebabkan oleh peningkatan sitokin pro-inflamasi akibat penumpukan jaringan adiposa. Dengan demikian, individu dengan PWS dapat mengalami berbagai penyakit metabolik yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp" type="image/webp" length="113818" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-81237.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-4bdcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/d/pws-growth-hormone-dna-damage-kelompok-kontrol-obe-thumb-19f63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger Zingiber officinale var Rubrum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger Zingiber officinale var Rubrum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger Zingiber officinale var Rubrum ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37346-jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis</link>
	<guid isPermaLink="false">d37e36056ee1ac08c695a076b581c694</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:55:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ risk factors ]]></category>
	<category><![CDATA[ south borneo ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[borneo,factors,header,page,risk,south]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis pupuk ZA yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah. Selain itu, penelitian tentang interaksi antara pupuk ZA dengan faktor-faktor lain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum): Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis pupuk ZA yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah. Selain itu, penelitian tentang interaksi antara pupuk ZA dengan faktor-faktor lain seperti jenis tanah, iklim, dan nutrisi tambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jahe merah. Terakhir, penelitian tentang pengaruh naungan terhadap pertumbuhan jahe merah di bawah aplikasi pupuk ZA juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.. Dosis pupuk ZA tidak meningkatkan hasil jahe merah.Namun, pada pengamatan pertumbuhan, perlakuan P1 dengan dosis 225 Kg ZA/ha memberikan peningkatan jumlah daun jahe merah per rumpun dengan rata-rata 39.38, dan pada perlakuan P2 dengan dosis 450 Kg ZA/ha dapat meningkatkan jumlah tanaman per plot.Berdasarkan model matematika dari regresi, dosis optimum pupuk ZA untuk jahe merah adalah sekitar 360 Kg ZA/ha Jahe merah merupakan salah satu komoditas ekspor rempah di Indonesia dan berperan penting dalam pendapatan devisa negara. Untuk memenuhi permintaan pasar, budidaya jahe harus diberi pupuk untuk meningkatkan produksi. Pupuk ZA untuk tanaman berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah respons jahe merah terhadap aplikasi pupuk ZA memiliki efek signifikan terhadap perkembangan dan hasil jahe merah serta memperoleh dosis optimum pupuk ZA untuk perkembangan dan hasil jahe merah. Penelitian ini dilakukan pada Maret-Agustus 2021 hingga selesai di... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp 1x" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" alt="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-8cf4f.webp" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-8cf4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-8cf4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-8cf4f.webp 1x" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" alt="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-4cdc1.webp" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-4cdc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-4cdc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-4cdc1.webp 1x" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" alt="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37346-jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis" title="JURIS - Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)" target="_blank">Application of ZA Fertilizer on Growth and Production of Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh dosis pupuk ZA yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jahe merah. Selain itu, penelitian tentang interaksi antara pupuk ZA dengan faktor-faktor lain seperti jenis tanah, iklim, dan nutrisi tambahan dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jahe merah. Terakhir, penelitian tentang pengaruh naungan terhadap pertumbuhan jahe merah di bawah aplikasi pupuk ZA juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik..
<br>Dosis pupuk ZA tidak meningkatkan hasil jahe merah.Namun, pada pengamatan pertumbuhan, perlakuan P1 dengan dosis 225 Kg ZA/ha memberikan peningkatan jumlah daun jahe merah per rumpun dengan rata-rata 39.38, dan pada perlakuan P2 dengan dosis 450 Kg ZA/ha dapat meningkatkan jumlah tanaman per plot.Berdasarkan model matematika dari regresi, dosis optimum pupuk ZA untuk jahe merah adalah sekitar 360 Kg ZA/ha
<br>Jahe merah merupakan salah satu komoditas ekspor rempah di Indonesia dan berperan penting dalam pendapatan devisa negara. Untuk memenuhi permintaan pasar, budidaya jahe harus diberi pupuk untuk meningkatkan produksi. Pupuk ZA untuk tanaman berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah respons jahe merah terhadap aplikasi pupuk ZA memiliki efek signifikan terhadap perkembangan dan hasil jahe merah serta memperoleh dosis optimum pupuk ZA untuk perkembangan dan hasil jahe merah. Penelitian ini dilakukan pada Maret-Agustus 2021 hingga selesai di...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp" type="image/webp" length="104390" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-585ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-8cf4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/jahe-merah-kompres-aplikasi-pupuk-dosis-pugam-kore-thumb-4cdc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effects of Rice Varieties on Attractiveness Population Development and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effects of Rice Varieties on Attractiveness Population Development and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effects of Rice Varieties on Attractiveness Population Development and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37358-populasi-hama-tikus-daya-tarik</link>
	<guid isPermaLink="false">34c7bacfa247100030e09690b38a9542</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:48:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengapa beras merah paling menarik bagi S. oryzae dengan meneliti komposisi senyawa volatil dan kandungan nutrisi spesifik yang menjadi daya tarik utama, agar dapat dimanfaatkan untuk membuat perangkap berbasis umpan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage: Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengapa beras merah paling menarik bagi S. oryzae dengan meneliti komposisi senyawa volatil dan kandungan nutrisi spesifik yang menjadi daya tarik utama, agar dapat dimanfaatkan untuk membuat perangkap berbasis umpan alami. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi varietas beras tahan hama, seperti beras putih, dengan varietas yang menarik hama dalam sistem penyimpanan tercampur, untuk melihat apakah strategi pengalihan hama (trap cropping) dapat diterapkan di gudang penyimpanan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana proses pengolahan pasca panen, seperti tingkat penggilingan atau perlakuan panas, memengaruhi ketahanan beras merah, hitam, cokelat, dan putih terhadap infestasi S. oryzae, sehingga dapat dirancang metode pengolahan yang mempertahankan kualitas gizi namun mengurangi risiko serangan hama. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu petani dan pengelola gudang dalam memilih varietas dan metode penyimpanan yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan interaksi antara kondisi lingkungan penyimpanan seperti kelembapan dan suhu dengan ketahanan varietas beras terhadap hama. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, strategi pengendalian hama dapat dirancang secara holistik tanpa bergantung pada insektisida kimia. Selain itu, pengembangan varietas unggul yang secara alami tahan hama perlu dieksplorasi lebih lanjut berdasarkan profil kimia dan fisik butiran beras yang ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian juga dapat dikembangkan untuk menguji respons S. oryzae terhadap campuran varietas beras dalam skala nyata. Hasilnya akan memberikan panduan praktis dalam mengelola stok beras secara lebih aman. Pendekatan ini mendukung sistem penyimpanan pascapanen yang berkelanjutan dan berbasis ekologi.. Varietas beras memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan tingkat kerusakan akibat infestasi Sitophilus oryzae selama penyimpanan.Beras merah menunjukkan nilai tertinggi dalam daya tarik, laju pertumbuhan populasi, dan kerugian berat, sedangkan beras putih menunjukkan nilai terendah untuk semua parameter yang diamati.Perbedaan respons hama terhadap masing-masing varietas beras menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan komposisi nutrisi butiran berperan penting dalam menentukan preferensi dan keberhasilan perkembangan S Sitophilus oryzae merupakan salah satu hama utama yang menyerang beras dan menyebabkan kerugian kuantitatif serta kualitatif selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa varietas beras terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan kerugian berat beras akibat infestasi S. oryzae. Penelitian dilakukan menggunakan uji pilihan bebas untuk mengukur daya tarik, observasi perkembangan populasi, dan pengukuran kerugian berat pada empat varietas beras, yaitu beras merah, beras putih, beras hitam, dan beras cokelat. Hasil menunjukkan bahwa beras merah memiliki tingkat palatabilitas dan laju pertumbuhan populasi tertinggi, diikuti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp" title="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp 1x" title="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" alt="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-344f8.webp" title="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-344f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-344f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-344f8.webp 1x" title="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" alt="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37358-populasi-hama-tikus-daya-tarik" title="JURIS - Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage" target="_blank">Effects of Rice Varieties on Attractiveness, Population Development, and Weight Loss Caused by Sitophilus oryzae During Storage</a>: Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengapa beras merah paling menarik bagi S. oryzae dengan meneliti komposisi senyawa volatil dan kandungan nutrisi spesifik yang menjadi daya tarik utama, agar dapat dimanfaatkan untuk membuat perangkap berbasis umpan alami. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi varietas beras tahan hama, seperti beras putih, dengan varietas yang menarik hama dalam sistem penyimpanan tercampur, untuk melihat apakah strategi pengalihan hama (trap cropping) dapat diterapkan di gudang penyimpanan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana proses pengolahan pasca panen, seperti tingkat penggilingan atau perlakuan panas, memengaruhi ketahanan beras merah, hitam, cokelat, dan putih terhadap infestasi S. oryzae, sehingga dapat dirancang metode pengolahan yang mempertahankan kualitas gizi namun mengurangi risiko serangan hama. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu petani dan pengelola gudang dalam memilih varietas dan metode penyimpanan yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan interaksi antara kondisi lingkungan penyimpanan seperti kelembapan dan suhu dengan ketahanan varietas beras terhadap hama. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, strategi pengendalian hama dapat dirancang secara holistik tanpa bergantung pada insektisida kimia. Selain itu, pengembangan varietas unggul yang secara alami tahan hama perlu dieksplorasi lebih lanjut berdasarkan profil kimia dan fisik butiran beras yang ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian juga dapat dikembangkan untuk menguji respons S. oryzae terhadap campuran varietas beras dalam skala nyata. Hasilnya akan memberikan panduan praktis dalam mengelola stok beras secara lebih aman. Pendekatan ini mendukung sistem penyimpanan pascapanen yang berkelanjutan dan berbasis ekologi..
<br>Varietas beras memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan tingkat kerusakan akibat infestasi Sitophilus oryzae selama penyimpanan.Beras merah menunjukkan nilai tertinggi dalam daya tarik, laju pertumbuhan populasi, dan kerugian berat, sedangkan beras putih menunjukkan nilai terendah untuk semua parameter yang diamati.Perbedaan respons hama terhadap masing-masing varietas beras menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan komposisi nutrisi butiran berperan penting dalam menentukan preferensi dan keberhasilan perkembangan S
<br>Sitophilus oryzae merupakan salah satu hama utama yang menyerang beras dan menyebabkan kerugian kuantitatif serta kualitatif selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa varietas beras terhadap daya tarik, perkembangan populasi, dan kerugian berat beras akibat infestasi S. oryzae. Penelitian dilakukan menggunakan uji pilihan bebas untuk mengukur daya tarik, observasi perkembangan populasi, dan pengukuran kerugian berat pada empat varietas beras, yaitu beras merah, beras putih, beras hitam, dan beras cokelat. Hasil menunjukkan bahwa beras merah memiliki tingkat palatabilitas dan laju pertumbuhan populasi tertinggi, diikuti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp" type="image/webp" length="105124" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-1deab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/populasi-hama-tikus-daya-tarik-varietas-beras-alam-thumb-344f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Genetic Variability and Trait Correlations of Melon Cucumis melo L Genotypes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Genetic Variability and Trait Correlations of Melon Cucumis melo L Genotypes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Genetic Variability and Trait Correlations of Melon Cucumis melo L Genotypes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37357-daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan</link>
	<guid isPermaLink="false">a62b3f1406320f48f849d790a9c00e48</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:47:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan terhadap karakteristik kuantitatif labu. Selain itu, penelitian tentang korelasi antara karakteristik kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan terhadap karakteristik kuantitatif labu. Selain itu, penelitian tentang korelasi antara karakteristik kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan untuk memahami hubungan antara kedua kelompok karakteristik tersebut. Terakhir, studi tentang efek interaksi antara genotipe dan lingkungan pada karakteristik labu dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi variabilitas dan korelasi karakteristik labu.. Genotipe labu yang dievaluasi menunjukkan variabilitas pada karakteristik kualitatif dan kuantitatif.Genotipe G2 memiliki panjang dan diameter buah terbesar.Genotipe G15 memiliki kandungan total solid soluble tertinggi, sedangkan genotipe G7 memiliki ketebalan daging buah yang paling signifikan.Perkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat.Karakteristik panjang, diameter, dan berat buah menunjukkan heritabilitas broad-sense moderat (>45%).Karakteristik-karakteristik ini memiliki korelasi positif dan signifikan dengan berat buah, yang menunjukkan bahwa karakteristik-karakteristik ini dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk berat buah dalam program pemuliaan tanaman selanjutnya Labu (Cucumis melo L.) adalah tanaman hortikultura penting dan komoditas ekonomi dengan permintaan pasar yang meningkat. Data dari Statistik Indonesia menunjukkan bahwa produksi labu meningkat dari 117.794 ton pada tahun 2023 menjadi 125.384 ton pada tahun 2024. Peningkatan produksi labu dapat dicapai melalui program pemuliaan tanaman yang bertujuan mengembangkan varietas unggul dengan potensi hasil tinggi, toleransi terhadap hama dan penyakit utama, serta kualitas gizi yang baik untuk mendukung kesehatan manusia. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-12d8e.webp" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-12d8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-12d8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-12d8e.webp 1x" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" alt="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-a8d20.webp" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-a8d20.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-a8d20.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-a8d20.webp 1x" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" alt="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp 1x" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" alt="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37357-daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan" title="JURIS - Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes" target="_blank">Genetic Variability and Trait Correlations of Melon (Cucumis melo L.) Genotypes</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan terhadap karakteristik kuantitatif labu. Selain itu, penelitian tentang korelasi antara karakteristik kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan untuk memahami hubungan antara kedua kelompok karakteristik tersebut. Terakhir, studi tentang efek interaksi antara genotipe dan lingkungan pada karakteristik labu dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi variabilitas dan korelasi karakteristik labu..
<br>Genotipe labu yang dievaluasi menunjukkan variabilitas pada karakteristik kualitatif dan kuantitatif.Genotipe G2 memiliki panjang dan diameter buah terbesar.Genotipe G15 memiliki kandungan total solid soluble tertinggi, sedangkan genotipe G7 memiliki ketebalan daging buah yang paling signifikan.Perkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat.Karakteristik panjang, diameter, dan berat buah menunjukkan heritabilitas broad-sense moderat (>45%).Karakteristik-karakteristik ini memiliki korelasi positif dan signifikan dengan berat buah, yang menunjukkan bahwa karakteristik-karakteristik ini dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk berat buah dalam program pemuliaan tanaman selanjutnya
<br>Labu (Cucumis melo L.) adalah tanaman hortikultura penting dan komoditas ekonomi dengan permintaan pasar yang meningkat. Data dari Statistik Indonesia menunjukkan bahwa produksi labu meningkat dari 117.794 ton pada tahun 2023 menjadi 125.384 ton pada tahun 2024. Peningkatan produksi labu dapat dicapai melalui program pemuliaan tanaman yang bertujuan mengembangkan varietas unggul dengan potensi hasil tinggi, toleransi terhadap hama dan penyakit utama, serta kualitas gizi yang baik untuk mendukung kesehatan manusia.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp" type="image/webp" length="103698" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-12d8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-a8d20.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/0/daging-buah-pala-korelasi-heritabilitas-pemuliaan-thumb-90ed1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Phenology Dynamics Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Phenology Dynamics Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Phenology Dynamics Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37355-strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fe</link>
	<guid isPermaLink="false">f3990ab357823abefafd19675638e8ea</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:45:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian tentang dinamika fenologi dan kualitas anggur 'Prabu Bestari' ini telah memberikan dasar ilmiah yang penting untuk budidaya di dataran rendah. Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi varietas unggul ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar: Penelitian tentang dinamika fenologi dan kualitas anggur 'Prabu Bestari' ini telah memberikan dasar ilmiah yang penting untuk budidaya di dataran rendah. Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi varietas unggul lokal ini. Salah satu arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan adalah memperluas cakupan studi ke lokasi-lokasi dataran rendah lain yang memiliki karakteristik lingkungan sedikit berbeda, atau bahkan mencakup area dengan ketinggian yang lebih bervariasi hingga batas toleransi 300 meter di atas permukaan laut. Dengan begitu, kita bisa melihat bagaimana perbedaan iklim mikro dan kondisi tanah memengaruhi kecepatan siklus pertumbuhan bunga hingga buah, serta kualitas akhir seperti tingkat kemanisan dan warna anggur. Ini akan membantu petani di berbagai daerah untuk menyesuaikan praktik budidaya mereka. Selain itu, investigasi lebih mendalam terhadap metode induksi bunga yang berbeda juga sangat diperlukan. Penelitian bisa mengeksplorasi variasi durasi stres air sebelum pemangkasan, atau menguji kombinasi dan dosis pupuk NPK dengan rasio P dan K yang berbeda, untuk menemukan protokol yang paling efisien dalam merangsang pembungaan dan pembuahan optimal, sekaligus berpotensi meningkatkan hasil panen. Terakhir, mengingat pentingnya paparan sinar matahari dan suhu saat fase pematangan buah (veraison) untuk menghasilkan warna dan kemanisan yang ideal, penelitian selanjutnya dapat fokus pada penentuan ambang batas spesifik dari intensitas cahaya matahari dan suhu. Dengan mengetahui angka pasti ini, petani bisa menerapkan strategi budidaya yang lebih presisi, seperti penggunaan naungan atau irigasi yang terkontrol, agar kualitas buah tetap prima di tengah tantangan perubahan iklim.. Siklus fenologi anggur 'Prabu Bestari' sangat cepat, selesai dalam 120 Hari Setelah Pemangkasan (HSP), sehingga memerlukan manajemen waktu yang tepat dalam budidaya.Transisi cepat dari pecah tunas ke inisiasi bunga (18Ae19 hari) adalah fase kritis yang membutuhkan aplikasi nutrisi dan perlakuan spesifik secara tepat waktu untuk mengoptimalkan potensi produksi.Oleh karena itu, pemangkasan harus disesuaikan dengan musim kemarau agar fase pematangan buah terpapar radiasi matahari dan suhu tinggi, guna mencapai warna dan tingkat Gula Terlarut Total (TSS) optimal sebesar A17ABrix sesuai standar anggur meja non-klimakterik Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan fenologi kritis dan menetapkan standar kualitas panen untuk varietas anggur unggul lokal, 'Prabu Bestari', mengingat terbatasnya data ilmiah yang tersedia untuk mengoptimalkan budidaya di dataran rendah. Studi ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, pada ketinggian (0Ae9) meter di atas permukaan laut (mdpl) dari bulan Juni hingga Oktober 2024. Induksi bunga dicapai melalui manipulasi lingkungan dan nutrisi, diawali dengan stres air total selama 30 hari sebelum pemangkasan, diikuti dengan aplikasi pupuk NPK 50g (dengan rasio P dan K tinggi) dan kejutan air berikutnya. Pemangkasan produksi (pemangkasan tunas) dilakukan dengan mempertahankan 3-5 mata tunas per cabang. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp 1x" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" alt="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-71a57.webp" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-71a57.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-71a57.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-71a57.webp 1x" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" alt="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-1cc00.webp" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-1cc00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-1cc00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-1cc00.webp 1x" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" alt="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37355-strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fe" title="JURIS - Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar" target="_blank">Phenology Dynamics: Flowering and Fruit Development of Prabu Bestari Grape Variety in Denpasar</a>: Penelitian tentang dinamika fenologi dan kualitas anggur 'Prabu Bestari' ini telah memberikan dasar ilmiah yang penting untuk budidaya di dataran rendah. Namun, masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi varietas unggul lokal ini. Salah satu arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan adalah memperluas cakupan studi ke lokasi-lokasi dataran rendah lain yang memiliki karakteristik lingkungan sedikit berbeda, atau bahkan mencakup area dengan ketinggian yang lebih bervariasi hingga batas toleransi 300 meter di atas permukaan laut. Dengan begitu, kita bisa melihat bagaimana perbedaan iklim mikro dan kondisi tanah memengaruhi kecepatan siklus pertumbuhan bunga hingga buah, serta kualitas akhir seperti tingkat kemanisan dan warna anggur. Ini akan membantu petani di berbagai daerah untuk menyesuaikan praktik budidaya mereka. Selain itu, investigasi lebih mendalam terhadap metode induksi bunga yang berbeda juga sangat diperlukan. Penelitian bisa mengeksplorasi variasi durasi stres air sebelum pemangkasan, atau menguji kombinasi dan dosis pupuk NPK dengan rasio P dan K yang berbeda, untuk menemukan protokol yang paling efisien dalam merangsang pembungaan dan pembuahan optimal, sekaligus berpotensi meningkatkan hasil panen. Terakhir, mengingat pentingnya paparan sinar matahari dan suhu saat fase pematangan buah (veraison) untuk menghasilkan warna dan kemanisan yang ideal, penelitian selanjutnya dapat fokus pada penentuan ambang batas spesifik dari intensitas cahaya matahari dan suhu. Dengan mengetahui angka pasti ini, petani bisa menerapkan strategi budidaya yang lebih presisi, seperti penggunaan naungan atau irigasi yang terkontrol, agar kualitas buah tetap prima di tengah tantangan perubahan iklim..
<br>Siklus fenologi anggur 'Prabu Bestari' sangat cepat, selesai dalam 120 Hari Setelah Pemangkasan (HSP), sehingga memerlukan manajemen waktu yang tepat dalam budidaya.Transisi cepat dari pecah tunas ke inisiasi bunga (18Ae19 hari) adalah fase kritis yang membutuhkan aplikasi nutrisi dan perlakuan spesifik secara tepat waktu untuk mengoptimalkan potensi produksi.Oleh karena itu, pemangkasan harus disesuaikan dengan musim kemarau agar fase pematangan buah terpapar radiasi matahari dan suhu tinggi, guna mencapai warna dan tingkat Gula Terlarut Total (TSS) optimal sebesar A17ABrix sesuai standar anggur meja non-klimakterik
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan fenologi kritis dan menetapkan standar kualitas panen untuk varietas anggur unggul lokal, 'Prabu Bestari', mengingat terbatasnya data ilmiah yang tersedia untuk mengoptimalkan budidaya di dataran rendah. Studi ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, pada ketinggian (0Ae9) meter di atas permukaan laut (mdpl) dari bulan Juni hingga Oktober 2024. Induksi bunga dicapai melalui manipulasi lingkungan dan nutrisi, diawali dengan stres air total selama 30 hari sebelum pemangkasan, diikuti dengan aplikasi pupuk NPK 50g (dengan rasio P dan K tinggi) dan kejutan air berikutnya. Pemangkasan produksi (pemangkasan tunas) dilakukan dengan mempertahankan 3-5 mata tunas per cabang.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp" type="image/webp" length="119292" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-4f8c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-71a57.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/1/strategi-budidaya-selada-praktik-kakao-fenologi-an-thumb-1cc00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Seroprevalence and Risk Factors of Post Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District South Borneo in 2022 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Seroprevalence and Risk Factors of Post Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District South Borneo in 2022 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Seroprevalence and Risk Factors of Post Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District South Borneo in 2022 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37347-vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit</link>
	<guid isPermaLink="false">df039a720d1e1a6de39128211c37d32a</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:41:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ risk factors ]]></category>
	<category><![CDATA[ south borneo ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[borneo,factors,header,page,risk,south]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dua jenis vaksin (Vaksin A dan B) terhadap respons imun pada sapi dan kambing melalui studi kohort longitudinal selama lebih dari satu tahun, agar dapat diketahui ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dua jenis vaksin (Vaksin A dan B) terhadap respons imun pada sapi dan kambing melalui studi kohort longitudinal selama lebih dari satu tahun, agar dapat diketahui durasi kekebalan yang dihasilkan. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana kombinasi pakan fermentasi dan suplemen mikronutrien memengaruhi titer antibodi pasca vaksinasi, terutama pada hewan muda dan sistem pemeliharaan ekstensif, guna mengidentifikasi formula pakan optimal pendukung imunitas. Ketiga, diperlukan studi spasial dinamis yang memetakan pola penyebaran vaksinasi dan risiko penularan PMK secara real-time menggunakan data GIS dan model prediktif, untuk menguji efektivitas zona vaksinasi berbasis jarak 10 km dalam konteks geografis Kabupaten Tanah Laut.. Seroprevalensi kekebalan terhadap PMK di Kabupaten Tanah Laut mencapai 95,94%, dengan nilai lebih tinggi pada kambing dibandingkan sapi.Faktor host yang memengaruhi pembentukan antibodi meliputi jenis hewan, umur, jenis kelamin, sistem pemeliharaan, dan jenis pakan, sedangkan faktor vaksinasi meliputi jenis vaksin dan jumlah vaksinasi.Analisis spasial menunjukkan pola terkelompok dengan jarak penyebaran vaksinasi diperkirakan mencapai 13,10Ae39,94 km Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease (FMDV), merupakan penyakit hewan yang menyebar cepat dan menyebabkan kerugian ekonomi besar. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program vaksinasi sebagai upaya pengendalian PMK secara nasional pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dan seroprevalensi pasca vaksinasi PMK di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan vaksinasi. Metode penelitian bersifat analitik observasional... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-bc29b.webp" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-bc29b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-bc29b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-bc29b.webp 1x" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" alt="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp 1x" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" alt="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-c0d40.webp" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-c0d40.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-c0d40.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-c0d40.webp 1x" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" alt="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37347-vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit" title="JURIS - Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023" target="_blank">Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo in 2022-2023</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dua jenis vaksin (Vaksin A dan B) terhadap respons imun pada sapi dan kambing melalui studi kohort longitudinal selama lebih dari satu tahun, agar dapat diketahui durasi kekebalan yang dihasilkan. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana kombinasi pakan fermentasi dan suplemen mikronutrien memengaruhi titer antibodi pasca vaksinasi, terutama pada hewan muda dan sistem pemeliharaan ekstensif, guna mengidentifikasi formula pakan optimal pendukung imunitas. Ketiga, diperlukan studi spasial dinamis yang memetakan pola penyebaran vaksinasi dan risiko penularan PMK secara real-time menggunakan data GIS dan model prediktif, untuk menguji efektivitas zona vaksinasi berbasis jarak 10 km dalam konteks geografis Kabupaten Tanah Laut..
<br>Seroprevalensi kekebalan terhadap PMK di Kabupaten Tanah Laut mencapai 95,94%, dengan nilai lebih tinggi pada kambing dibandingkan sapi.Faktor host yang memengaruhi pembentukan antibodi meliputi jenis hewan, umur, jenis kelamin, sistem pemeliharaan, dan jenis pakan, sedangkan faktor vaksinasi meliputi jenis vaksin dan jumlah vaksinasi.Analisis spasial menunjukkan pola terkelompok dengan jarak penyebaran vaksinasi diperkirakan mencapai 13,10Ae39,94 km
<br>Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease (FMDV), merupakan penyakit hewan yang menyebar cepat dan menyebabkan kerugian ekonomi besar. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program vaksinasi sebagai upaya pengendalian PMK secara nasional pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan dan seroprevalensi pasca vaksinasi PMK di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan vaksinasi. Metode penelitian bersifat analitik observasional...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp" type="image/webp" length="101814" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-bc29b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-e3503.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/vaksinasi-pmk-program-rotavirus-penyakit-mulut-kuk-thumb-c0d40.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Review Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv Glycines Epidemiology Economic Impact and Status in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Review Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv Glycines Epidemiology Economic Impact and Status in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Review Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv Glycines Epidemiology Economic Impact and Status in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37360-lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi</link>
	<guid isPermaLink="false">4d09e1cde65de569356feb55258dabb0</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:18:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model prediksi penyakit yang akurat dengan mempertimbangkan variabilitas iklim, resistensi inang, dan dinamika populasi patogen. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia: Untuk mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model prediksi penyakit yang akurat dengan mempertimbangkan variabilitas iklim, resistensi inang, dan dinamika populasi patogen. Selain itu, studi yang menyelidiki interaksi antara mikroba endofit dan patogen dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pertahanan tanaman terhadap pustula bakteri. Penelitian tentang formulasi dan aplikasi bakteri endofit yang efektif untuk mengendalikan pustula bakteri pada kedelai juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian yang terintegrasi dan interdisipliner dapat meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia.. Bakteri pustula yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv.glycines adalah penyakit daun penting yang mempengaruhi produktivitas kedelai di bawah kondisi lingkungan yang menguntungkan.Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh interaksi antara virulensi patogen, kerentanan inang, dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan praktik penanaman.Bukti menunjukkan bahwa pustula bakteri dapat menyebabkan keparahan penyakit yang signifikan dan kerugian hasil, menyoroti signifikansinya secara ekonomi.Di Indonesia, penyakit telah dilaporkan di beberapa daerah penghasil kedelai di mana kondisi lingkungan mendukung kelangsungan hidup dan penyebaran patogen.Namun, data kuantitatif komprehensif dan informasi tentang keragaman populasi patogen masih terbatas.Penelitian masa depan harus fokus pada penilaian epidemiologis terintegrasi, karakterisasi molekuler populasi patogen, dan evaluasi resistensi inang di bawah kondisi yang beragam.Penguatan penelitian yang mengintegrasikan penilaian epidemiologis, agroekosistem tropis, dan pendekatan bioteknologi akan menjadi hal yang penting untuk meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas penting setelah beras dan jagung. Kedelai digunakan sebagai makanan, pakan, dan bahan baku industri pangan. Salah satu hambatan biologis utama terhadap produktivitas kedelai adalah penyakit pustula bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines (Xag), patogen yang disukai oleh lingkungan hangat dan lembap. Tinjauan ini menyintesis pengetahuan saat ini tentang epidemiologi, patogenesis, dan kerugian ekonomi yang terkait dengan pustula bakteri kedelai, dengan menekankan statusnya di Indonesia. Studi yang tersedia menunjukkan bahwa pustula bakteri tersebar luas di daerah penghasil kedelai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp 1x" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" alt="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-7b686.webp" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-7b686.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-7b686.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-7b686.webp 1x" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" alt="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-81f0b.webp" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-81f0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-81f0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-81f0b.webp 1x" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" alt="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37360-lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi" title="JURIS - A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia" target="_blank">A Review: Bacterial Pustule of Soybean Caused by Xanthomonas Axonopodis Pv. Glycines: Epidemiology, Economic Impact, and Status in Indonesia</a>: Untuk mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model prediksi penyakit yang akurat dengan mempertimbangkan variabilitas iklim, resistensi inang, dan dinamika populasi patogen. Selain itu, studi yang menyelidiki interaksi antara mikroba endofit dan patogen dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pertahanan tanaman terhadap pustula bakteri. Penelitian tentang formulasi dan aplikasi bakteri endofit yang efektif untuk mengendalikan pustula bakteri pada kedelai juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian yang terintegrasi dan interdisipliner dapat meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia..
<br>Bakteri pustula yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv.glycines adalah penyakit daun penting yang mempengaruhi produktivitas kedelai di bawah kondisi lingkungan yang menguntungkan.Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh interaksi antara virulensi patogen, kerentanan inang, dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan praktik penanaman.Bukti menunjukkan bahwa pustula bakteri dapat menyebabkan keparahan penyakit yang signifikan dan kerugian hasil, menyoroti signifikansinya secara ekonomi.Di Indonesia, penyakit telah dilaporkan di beberapa daerah penghasil kedelai di mana kondisi lingkungan mendukung kelangsungan hidup dan penyebaran patogen.Namun, data kuantitatif komprehensif dan informasi tentang keragaman populasi patogen masih terbatas.Penelitian masa depan harus fokus pada penilaian epidemiologis terintegrasi, karakterisasi molekuler populasi patogen, dan evaluasi resistensi inang di bawah kondisi yang beragam.Penguatan penelitian yang mengintegrasikan penilaian epidemiologis, agroekosistem tropis, dan pendekatan bioteknologi akan menjadi hal yang penting untuk meningkatkan pengelolaan penyakit dan mendukung produksi kedelai yang berkelanjutan di Indonesia
<br>Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas penting setelah beras dan jagung. Kedelai digunakan sebagai makanan, pakan, dan bahan baku industri pangan. Salah satu hambatan biologis utama terhadap produktivitas kedelai adalah penyakit pustula bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines (Xag), patogen yang disukai oleh lingkungan hangat dan lembap. Tinjauan ini menyintesis pengetahuan saat ini tentang epidemiologi, patogenesis, dan kerugian ekonomi yang terkait dengan pustula bakteri kedelai, dengan menekankan statusnya di Indonesia. Studi yang tersedia menunjukkan bahwa pustula bakteri tersebar luas di daerah penghasil kedelai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp" type="image/webp" length="124142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-e8fa8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-7b686.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/lingkungan-fotosintesis-kedelai-molekuler-populasi-thumb-81f0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Yield Performance of Short Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yield Performance of Short Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yield Performance of Short Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37352-varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lo</link>
	<guid isPermaLink="false">7e2036d03db7dc11b3d62a604024d29c</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 11:57:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi keragaman genetik yang lebih luas dalam padi Mentik Wangi, terutama dalam hal karakteristik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi keragaman genetik yang lebih luas dalam padi Mentik Wangi, terutama dalam hal karakteristik pertumbuhan dan produktivitas. Penelitian ini dapat melibatkan analisis genetik yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi gen-gen kunci yang bertanggung jawab atas sifat-sifat unggul yang ditemukan. Kedua, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan teknik-teknik pembiakan tanaman yang lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan varietas padi Mentik Wangi dengan karakteristik unggul yang diinginkan. Ini dapat mencakup pengembangan protokol pembiakan yang lebih canggih atau penggunaan teknologi mutasi yang lebih terkendali. Ketiga, studi lanjutan dapat berfokus pada dampak lingkungan dan sosial dari penggunaan radiasi gamma dalam pembiakan tanaman. Penelitian ini dapat menyelidiki dampak radiasi gamma pada ekosistem lokal dan juga dampak sosial-ekonomi dari penggunaan varietas padi Mentik Wangi yang dimutasi.. Galur mutan yang menjanjikan dari padi Mentik Wangi yang diuji memiliki karakteristik pertumbuhan dan kriteria unggul, serta hasil yang lebih baik daripada tanaman tua (galur kontrol) dalam bentuk.tinggi tanaman yang rendah (101,88 - 106,58 cm), jumlah anakan produktif yang besar (22,27-29,07 batang), umur panen yang pendek (98,67-101,33 hari setelah penanaman), dan produktivitas tinggi (6,97-8,55 t.Galur ini dapat digunakan sebagai sumber keragaman baru untuk pengujian lebih lanjut dan pengujian multilokasi, dan dapat dirilis sebagai varietas baru Permintaan padi di Indonesia terus meningkat, sedangkan produksi telah berkurang. Sebagai solusi, pembiakan tanaman melalui radiasi gamma dengan dosis 200 gray pada padi Mentik Wangi dapat meningkatkan sifat genetik yang tidak diinginkan, seperti tinggi tanaman dan rendahnya hasil, untuk menghasilkan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil galur mutan yang menjanjikan dengan radiasi gamma 200 gray pada padi Mentik Wangi dan memperoleh galur mutan dengan kriteria unggul untuk batang pendek, berumur pendek, dan hasil tinggi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-f70ed.webp" title="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-f70ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-f70ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-f70ed.webp 1x" title="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" alt="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp" title="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp 1x" title="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" alt="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37352-varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lo" title="JURIS - Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation" target="_blank">Yield Performance of Short-Stem Promising Mutant Lines of Mentik Wangi Rice Induced by 200 Gy Gamma Irradiation</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi keragaman genetik yang lebih luas dalam padi Mentik Wangi, terutama dalam hal karakteristik pertumbuhan dan produktivitas. Penelitian ini dapat melibatkan analisis genetik yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi gen-gen kunci yang bertanggung jawab atas sifat-sifat unggul yang ditemukan. Kedua, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan teknik-teknik pembiakan tanaman yang lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan varietas padi Mentik Wangi dengan karakteristik unggul yang diinginkan. Ini dapat mencakup pengembangan protokol pembiakan yang lebih canggih atau penggunaan teknologi mutasi yang lebih terkendali. Ketiga, studi lanjutan dapat berfokus pada dampak lingkungan dan sosial dari penggunaan radiasi gamma dalam pembiakan tanaman. Penelitian ini dapat menyelidiki dampak radiasi gamma pada ekosistem lokal dan juga dampak sosial-ekonomi dari penggunaan varietas padi Mentik Wangi yang dimutasi..
<br>Galur mutan yang menjanjikan dari padi Mentik Wangi yang diuji memiliki karakteristik pertumbuhan dan kriteria unggul, serta hasil yang lebih baik daripada tanaman tua (galur kontrol) dalam bentuk.tinggi tanaman yang rendah (101,88 - 106,58 cm), jumlah anakan produktif yang besar (22,27-29,07 batang), umur panen yang pendek (98,67-101,33 hari setelah penanaman), dan produktivitas tinggi (6,97-8,55 t.Galur ini dapat digunakan sebagai sumber keragaman baru untuk pengujian lebih lanjut dan pengujian multilokasi, dan dapat dirilis sebagai varietas baru
<br>Permintaan padi di Indonesia terus meningkat, sedangkan produksi telah berkurang. Sebagai solusi, pembiakan tanaman melalui radiasi gamma dengan dosis 200 gray pada padi Mentik Wangi dapat meningkatkan sifat genetik yang tidak diinginkan, seperti tinggi tanaman dan rendahnya hasil, untuk menghasilkan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil galur mutan yang menjanjikan dengan radiasi gamma 200 gray pada padi Mentik Wangi dan memperoleh galur mutan dengan kriteria unggul untuk batang pendek, berumur pendek, dan hasil tinggi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp" type="image/webp" length="108110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-f70ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/varietas-padi-radiasi-gamma-umur-panen-lokal-hasil-thumb-0962f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37356-dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-pho</link>
	<guid isPermaLink="false">e3a55ffbf3a8bd038f3576bef0c86de4</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 11:54:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu dan adanya indikasi efisiensi penyerapan nutrisi yang mencapai titik jenuh, penelitian lanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity: Berdasarkan temuan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu dan adanya indikasi efisiensi penyerapan nutrisi yang mencapai titik jenuh, penelitian lanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan praktik pemupukan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi waktu aplikasi pupuk dan bentuk pupuk, baik organik maupun anorganik, dapat disesuaikan dengan hasil analisis tanah spesifik di berbagai lokasi budidaya dan untuk varietas tebu yang berbeda selain VMC 7616. Pendekatan ini dapat membantu menentukan strategi pemupukan presisi yang tidak hanya memaksimalkan penyerapan nutrisi tetapi juga mengurangi potensi limbah dan dampak lingkungan. Kedua, mengingat rekomendasi dosis pupuk optimal dari Perlakuan B, perlu dilakukan studi jangka panjang yang mengevaluasi dampak dosis ini terhadap kualitas dan produktivitas tanaman tebu pada siklus tanam berikutnya, seperti ratoon pertama, serta menganalisis kelayakan ekonomi secara komprehensif. Ini akan melibatkan perbandingan biaya input dan hasil panen untuk memberikan gambaran lengkap mengenai profitabilitas. Terakhir, untuk memahami lebih dalam fenomena "plateauing" dalam respons pertumbuhan terhadap peningkatan dosis pupuk, penelitian dapat difokuskan pada aspek fisiologi tanaman. Hal ini mencakup analisis nutrisi pada jaringan tanaman, pengukuran aktivitas enzim kunci yang terlibat dalam metabolisme nutrisi, atau studi ekspresi gen yang terkait dengan respons terhadap ketersediaan nutrisi. Dengan demikian, kita bisa mengidentifikasi penanda biokimia yang lebih sensitif terhadap status nutrisi tebu, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan rekomendasi pemupukan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu.Produktivitas dan pertumbuhan bibit tebu optimal, termasuk jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot bibit per hektar, tercapai pada Perlakuan B (ZA 531 kg haAA, SP 36 40 kg haAA, dan KCl 213 kg haAA), sedangkan produktivitas terendah ditemukan pada Perlakuan D.Oleh karena itu, demi efisiensi biaya dan efektivitas pemupukan pada fase vegetatif, direkomendasikan penggunaan kombinasi pupuk lengkap Perlakuan B atau pupuk nitrogen ZA 531 kg haAA saja untuk pembibitan tebu Pemupukan memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil, dan memperbaiki kualitas tanaman. Rekomendasi pemupukan tebu saat ini umumnya didasarkan pada budidaya berorientasi produksi dengan periode tumbuh 12 bulan, sementara kebutuhan pemupukan spesifik untuk bibit tebu masih kurang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk optimal untuk bibit tebu dengan mengevaluasi efek berbagai kombinasi pupuk terhadap pertumbuhan tanaman dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Puslit Sukosari. Area percobaan seluas 0,046 ha, dengan panjang baris tanam 8 m dan faktor baris 1042 baris/ha. Empat perlakuan pupuk diterapkan: (A) ZA 640 kg/ha, SP 36... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp" title="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" alt="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-0aaff.webp" title="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-0aaff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-0aaff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-0aaff.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" alt="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37356-dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-pho" title="JURIS - The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity" target="_blank">The Effect of Various Fertilizer Doses on Sugarcane Seed Growth and Productivity</a>: Berdasarkan temuan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu dan adanya indikasi efisiensi penyerapan nutrisi yang mencapai titik jenuh, penelitian lanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan praktik pemupukan. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji secara mendalam bagaimana variasi waktu aplikasi pupuk dan bentuk pupuk, baik organik maupun anorganik, dapat disesuaikan dengan hasil analisis tanah spesifik di berbagai lokasi budidaya dan untuk varietas tebu yang berbeda selain VMC 7616. Pendekatan ini dapat membantu menentukan strategi pemupukan presisi yang tidak hanya memaksimalkan penyerapan nutrisi tetapi juga mengurangi potensi limbah dan dampak lingkungan. Kedua, mengingat rekomendasi dosis pupuk optimal dari Perlakuan B, perlu dilakukan studi jangka panjang yang mengevaluasi dampak dosis ini terhadap kualitas dan produktivitas tanaman tebu pada siklus tanam berikutnya, seperti ratoon pertama, serta menganalisis kelayakan ekonomi secara komprehensif. Ini akan melibatkan perbandingan biaya input dan hasil panen untuk memberikan gambaran lengkap mengenai profitabilitas. Terakhir, untuk memahami lebih dalam fenomena "plateauing" dalam respons pertumbuhan terhadap peningkatan dosis pupuk, penelitian dapat difokuskan pada aspek fisiologi tanaman. Hal ini mencakup analisis nutrisi pada jaringan tanaman, pengukuran aktivitas enzim kunci yang terlibat dalam metabolisme nutrisi, atau studi ekspresi gen yang terkait dengan respons terhadap ketersediaan nutrisi. Dengan demikian, kita bisa mengidentifikasi penanda biokimia yang lebih sensitif terhadap status nutrisi tebu, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan rekomendasi pemupukan yang lebih cerdas dan berkelanjutan..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas bibit tebu.Produktivitas dan pertumbuhan bibit tebu optimal, termasuk jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot bibit per hektar, tercapai pada Perlakuan B (ZA 531 kg haAA, SP 36 40 kg haAA, dan KCl 213 kg haAA), sedangkan produktivitas terendah ditemukan pada Perlakuan D.Oleh karena itu, demi efisiensi biaya dan efektivitas pemupukan pada fase vegetatif, direkomendasikan penggunaan kombinasi pupuk lengkap Perlakuan B atau pupuk nitrogen ZA 531 kg haAA saja untuk pembibitan tebu
<br>Pemupukan memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil, dan memperbaiki kualitas tanaman. Rekomendasi pemupukan tebu saat ini umumnya didasarkan pada budidaya berorientasi produksi dengan periode tumbuh 12 bulan, sementara kebutuhan pemupukan spesifik untuk bibit tebu masih kurang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk optimal untuk bibit tebu dengan mengevaluasi efek berbagai kombinasi pupuk terhadap pertumbuhan tanaman dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Puslit Sukosari. Area percobaan seluas 0,046 ha, dengan panjang baris tanam 8 m dan faktor baris 1042 baris/ha. Empat perlakuan pupuk diterapkan: (A) ZA 640 kg/ha, SP 36...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp" type="image/webp" length="107742" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-c07db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/dosis-pupuk-adaptasi-varietas-tebu-phonska-pugam-n-thumb-0aaff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple Ananas comosus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple Ananas comosus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple Ananas comosus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-37354-plant-growth-pupuk-biostimulant-brome</link>
	<guid isPermaLink="false">eeaee1e852b237b40fdca814937fd17e</guid>
	<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 11:42:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh chitosan pada fase reproduksi tanaman nanas, termasuk pembentukan bunga dan buah, serta dampaknya terhadap kualitas pasca panen. Selain itu, studi komparatif antara berbagai sumber ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus): Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh chitosan pada fase reproduksi tanaman nanas, termasuk pembentukan bunga dan buah, serta dampaknya terhadap kualitas pasca panen. Selain itu, studi komparatif antara berbagai sumber chitosan, seperti dari kulit udang dengan sumber lainnya, dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sumber chitosan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan nanas. Terakhir, penelitian mengenai interaksi antara chitosan dengan mikroorganisme tanah yang menguntungkan, seperti mikoriza atau bakteri penambat nitrogen, dapat membuka peluang untuk mengembangkan strategi pemupukan yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman nanas, sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih optimal dan hasil panen yang lebih tinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi chitosan sebagai biostimulan dalam budidaya nanas dan berkontribusi pada pengembangan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.. The research findings indicate that no specific combination of chitosan concentration and application time demonstrably enhances pineapple growth.However, applying chitosan at concentrations of 1 ppm and 3 ppm effectively increases leaf number, while concentrations of 1 ppm, 3 ppm, and 5 ppm promote greater total leaf area and root length.Furthermore, applying chitosan once in the morning or evening can improve photosynthesis rate and stomatal conductance.Therefore, a concentration of 1 ppm and morning chitosan application are recommended for pineapple cultivation to optimize growth parameters Pineapple (Ananas comosus) is a popular fruit crop in Indonesia. Pineapple crowns are one of the planting materials used in pineapple cultivation; however, their growth is slower than that of other planting materials. Therefore, the addition of chitosan is necessary, as it has the potential to stimulate growth. This study aims to determine the best concentration and application time of chitosan that can improve pineapple growth. The study was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University, Surakarta, during... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-43642.webp" title="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-43642.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-43642.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-43642.webp 1x" title="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" alt="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp" title="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp 1x" title="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" alt="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-37354-plant-growth-pupuk-biostimulant-brome" title="JURIS - Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)" target="_blank">Effect of Concentration and Time of Chitosan Application on The Growth of Pineapple (Ananas comosus)</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh chitosan pada fase reproduksi tanaman nanas, termasuk pembentukan bunga dan buah, serta dampaknya terhadap kualitas pasca panen. Selain itu, studi komparatif antara berbagai sumber chitosan, seperti dari kulit udang dengan sumber lainnya, dapat dilakukan untuk mengidentifikasi sumber chitosan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan nanas. Terakhir, penelitian mengenai interaksi antara chitosan dengan mikroorganisme tanah yang menguntungkan, seperti mikoriza atau bakteri penambat nitrogen, dapat membuka peluang untuk mengembangkan strategi pemupukan yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman nanas, sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih optimal dan hasil panen yang lebih tinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi chitosan sebagai biostimulan dalam budidaya nanas dan berkontribusi pada pengembangan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan..
<br>The research findings indicate that no specific combination of chitosan concentration and application time demonstrably enhances pineapple growth.However, applying chitosan at concentrations of 1 ppm and 3 ppm effectively increases leaf number, while concentrations of 1 ppm, 3 ppm, and 5 ppm promote greater total leaf area and root length.Furthermore, applying chitosan once in the morning or evening can improve photosynthesis rate and stomatal conductance.Therefore, a concentration of 1 ppm and morning chitosan application are recommended for pineapple cultivation to optimize growth parameters
<br>Pineapple (Ananas comosus) is a popular fruit crop in Indonesia. Pineapple crowns are one of the planting materials used in pineapple cultivation; however, their growth is slower than that of other planting materials. Therefore, the addition of chitosan is necessary, as it has the potential to stimulate growth. This study aims to determine the best concentration and application time of chitosan that can improve pineapple growth. The study was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University, Surakarta, during...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp" type="image/webp" length="101432" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-43642.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/plant-growth-pupuk-biostimulant-bromeliaceae-chiti-thumb-3e2f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-581-uns.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16139-journal-biodiversity-biotechnology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 11 Apr 2026 14:46:52 +0700. 24 items. Served in: 4.349 seconds [rss] -->
