<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 21:55:22 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:55:22 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-06T21:55:22+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47085-tiket-konser-coldplay-perlindungan-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">43fe41d52beb30a1a2558a3505b9f7f2</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:26:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ journal menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,menu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam industri hiburan musik, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif dan terjangkau bagi konsumen. Selain itu, perlu dilakukan kajian mendalam tentang tanggung ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi: Untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam industri hiburan musik, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif dan terjangkau bagi konsumen. Selain itu, perlu dilakukan kajian mendalam tentang tanggung jawab promotor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen selama penyelenggaraan konser, termasuk dalam hal perubahan fasilitas dan venue. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab pemerintah dalam pengawasan dan pengaturan industri hiburan, serta bagaimana regulasi yang ada dapat lebih efektif melindungi hak-hak konsumen.. Berdasarkan analisis yuridis yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pertama, hubungan hukum antara promotor musik dan konsumen pembeli tiket merupakan hubungan kontraktual yang bersumber pada perjanjian jual beli sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, yang secara bersamaan tunduk pada ketentuan UUPK sebagai lex specialis dalam bidang perlindungan konsumen.Tiket konser merupakan bukti perjanjian yang memuat janji-janji promotor mengenai venue, fasilitas, dan pengalaman yang akan diperoleh konsumen.Perubahan venue dari Jakarta International Stadium ke Stadion Madya yang disertai dengan perubahan fasilitas dari seated menjadi standing merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hak-hak konsumen yang dijamin oleh UUPK, khususnya Pasal 4 huruf a, c, d, dan h, serta merupakan pelanggaran atas kewajiban pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 7 dan Pasal 8 UUPK.Tindakan ini juga memenuhi unsur-unsur wanprestasi berdasarkan Pasal 1243 KUH Perdata.Promotor musik dapat dimintai tanggung gugat secara perdata berdasarkan ketentuan wanprestasi (Pasal 1243 KUH Perdata) dan berdasarkan UUPK (Pasal 19), serta secara pidana berdasarkan Pasal 62 UUPK.Konsumen berhak menuntut ganti rugi materiil berupa selisih harga tiket dan biaya-biaya yang dikeluarkan, serta ganti rugi immateriil atas kekecewaan dan kerugian non-ekonomis yang dialami Penelitian ini mengkaji tanggung gugat hukum promotor musik terhadap konsumen atas perubahan fasilitas layanan yang terjadi setelah transaksi pembelian tiket berlangsung. Kasus yang menjadi objek kajian adalah perubahan sepihak oleh promotor dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya, yang sekaligus mengubah fasilitas kursi (seated) menjadi berdiri (standing), padahal konsumen telah membeli tiket dengan fasilitas tempat duduk. Perubahan tersebut dilakukan setelah transaksi jual beli tiket selesai, sehingga menimbulkan kerugian materiil dan immateriil bagi konsumen. Metode... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-15c41.webp" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-15c41.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-15c41.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-15c41.webp 1x" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" alt="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-1c31d.webp" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-1c31d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-1c31d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-1c31d.webp 1x" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" alt="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp 1x" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" alt="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47085-tiket-konser-coldplay-perlindungan-ko" title="JURIS - Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi" target="_blank">Tanggung Gugat Hukum Promotor Musik Terhadap Konsumen Atas Ketidaksesuaian Fasilitas Layanan Pasca Transaksi</a>: Untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam industri hiburan musik, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif dan terjangkau bagi konsumen. Selain itu, perlu dilakukan kajian mendalam tentang tanggung jawab promotor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen selama penyelenggaraan konser, termasuk dalam hal perubahan fasilitas dan venue. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan tanggung jawab pemerintah dalam pengawasan dan pengaturan industri hiburan, serta bagaimana regulasi yang ada dapat lebih efektif melindungi hak-hak konsumen..
<br>Berdasarkan analisis yuridis yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.Pertama, hubungan hukum antara promotor musik dan konsumen pembeli tiket merupakan hubungan kontraktual yang bersumber pada perjanjian jual beli sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, yang secara bersamaan tunduk pada ketentuan UUPK sebagai lex specialis dalam bidang perlindungan konsumen.Tiket konser merupakan bukti perjanjian yang memuat janji-janji promotor mengenai venue, fasilitas, dan pengalaman yang akan diperoleh konsumen.Perubahan venue dari Jakarta International Stadium ke Stadion Madya yang disertai dengan perubahan fasilitas dari seated menjadi standing merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hak-hak konsumen yang dijamin oleh UUPK, khususnya Pasal 4 huruf a, c, d, dan h, serta merupakan pelanggaran atas kewajiban pelaku usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 7 dan Pasal 8 UUPK.Tindakan ini juga memenuhi unsur-unsur wanprestasi berdasarkan Pasal 1243 KUH Perdata.Promotor musik dapat dimintai tanggung gugat secara perdata berdasarkan ketentuan wanprestasi (Pasal 1243 KUH Perdata) dan berdasarkan UUPK (Pasal 19), serta secara pidana berdasarkan Pasal 62 UUPK.Konsumen berhak menuntut ganti rugi materiil berupa selisih harga tiket dan biaya-biaya yang dikeluarkan, serta ganti rugi immateriil atas kekecewaan dan kerugian non-ekonomis yang dialami
<br>Penelitian ini mengkaji tanggung gugat hukum promotor musik terhadap konsumen atas perubahan fasilitas layanan yang terjadi setelah transaksi pembelian tiket berlangsung. Kasus yang menjadi objek kajian adalah perubahan sepihak oleh promotor dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya, yang sekaligus mengubah fasilitas kursi (seated) menjadi berdiri (standing), padahal konsumen telah membeli tiket dengan fasilitas tempat duduk. Perubahan tersebut dilakukan setelah transaksi jual beli tiket selesai, sehingga menimbulkan kerugian materiil dan immateriil bagi konsumen. Metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp" type="image/webp" length="112370" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-15c41.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-1c31d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tiket-konser-coldplay-perlindungan-konsumen-harga-thumb-9b61c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2184-unespadang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11503-ekasakti-jurnal-penelitian-pengabdian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Implementation of Multisensory Techniques in a Project Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus Implementasi Teknik Multisensori dal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Implementation of Multisensory Techniques in a Project Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus Implementasi Teknik Multisensori dal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Implementation of Multisensory Techniques in a Project Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus Implementasi Teknik Multisensori dal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47082-manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p</link>
	<guid isPermaLink="false">82ca54e4c08ad1de63af6841b0a2f39e</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:19:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan teknik multisensori dalam PjBL bermuatan kearifan lokal terhadap perkembangan kognitif dan sosial peserta didik, serta membandingkannya dengan model pembelajaran tradisional pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan teknik multisensori dalam PjBL bermuatan kearifan lokal terhadap perkembangan kognitif dan sosial peserta didik, serta membandingkannya dengan model pembelajaran tradisional pada kelas inklusif; studi berikutnya dapat memfokuskan pada penyusunan bahan ajar digital multisensori berbasis kearifan lokal yang dapat diakses secara online, agar dapat diterapkan di berbagai sekolah dengan sumber daya terbatas; serta penelitian tambahan dapat meneliti persepsi guru tentang kebutuhan pelatihan profesional dalam mengintegrasikan teknik multisensori dan PjBL, mengidentifikasi hambatan implementasi, dan menyiapkan modul pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif yang adaptif.. Penerapan teknik multisensori dalam model PjBL bermuatan kearifan lokal pada pembelajaran IPAS menghasilkan tingkat ketercapaian indikator yang tinggi.Teknik multisensori memperkaya pengalaman belajar melalui indra visual, auditori, taktil, dan kinestetik, sementara penggabungan PjBL dengan kearifan lokal meningkatkan konteks, motivasi, dan apresiasi budaya.Metode ini juga mendorong kerja sama, partisipasi aktif, dan sikap saling menghargai, sehingga efektif mendukung pembelajaran inklusif di kelas III MI Muhammadiyah 2 Kudus Kurangnya pengetahuan guru tentang konsep pendidikan inklusif dan kemampuan menetapkan teknik dan metode yang pas menjadi permasalahan dalam penerapan pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagaimana cara penerapan teknik multisensori dalam model pembelajaran PjBL yang bermuatan kearifan lokal untuk mewujudkan pendidikan inklusif pada jenjang kelas III. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan subjek penelitian guru dan 18 peserta didik kelas III MI Muhammadiyah 2 Kudus. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, angket, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil perolehan penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik multisensori dalam model PjBL bermuatan kearifan lokal dapat terwujud dengan baik. Hasil tersebut dapat menimbulkan kegiatan pembelajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-4c6e0.webp" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-4c6e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-4c6e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-4c6e0.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" alt="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-6600d.webp" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-6600d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-6600d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-6600d.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" alt="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" alt="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47082-manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p" title="JURIS - The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal" target="_blank">The Implementation of Multisensory Techniques in a Project-Based Learning Model Integrating Local Wisdom to Promote Inclusive Education at MI Muhammadiyah 2 Kudus: Implementasi Teknik Multisensori dal</a>: Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan teknik multisensori dalam PjBL bermuatan kearifan lokal terhadap perkembangan kognitif dan sosial peserta didik, serta membandingkannya dengan model pembelajaran tradisional pada kelas inklusif; studi berikutnya dapat memfokuskan pada penyusunan bahan ajar digital multisensori berbasis kearifan lokal yang dapat diakses secara online, agar dapat diterapkan di berbagai sekolah dengan sumber daya terbatas; serta penelitian tambahan dapat meneliti persepsi guru tentang kebutuhan pelatihan profesional dalam mengintegrasikan teknik multisensori dan PjBL, mengidentifikasi hambatan implementasi, dan menyiapkan modul pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif yang adaptif..
<br>Penerapan teknik multisensori dalam model PjBL bermuatan kearifan lokal pada pembelajaran IPAS menghasilkan tingkat ketercapaian indikator yang tinggi.Teknik multisensori memperkaya pengalaman belajar melalui indra visual, auditori, taktil, dan kinestetik, sementara penggabungan PjBL dengan kearifan lokal meningkatkan konteks, motivasi, dan apresiasi budaya.Metode ini juga mendorong kerja sama, partisipasi aktif, dan sikap saling menghargai, sehingga efektif mendukung pembelajaran inklusif di kelas III MI Muhammadiyah 2 Kudus
<br>Kurangnya pengetahuan guru tentang konsep pendidikan inklusif dan kemampuan menetapkan teknik dan metode yang pas menjadi permasalahan dalam penerapan pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan bagaimana cara penerapan teknik multisensori dalam model pembelajaran PjBL yang bermuatan kearifan lokal untuk mewujudkan pendidikan inklusif pada jenjang kelas III. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan subjek penelitian guru dan 18 peserta didik kelas III MI Muhammadiyah 2 Kudus. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, angket, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil perolehan penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik multisensori dalam model PjBL bermuatan kearifan lokal dapat terwujud dengan baik. Hasil tersebut dapat menimbulkan kegiatan pembelajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp" type="image/webp" length="91042" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-4c6e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-6600d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/manajemen-kelas-inklusif-teknik-pengumpulan-data-p-thumb-67c8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers BIPA Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers BIPA Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers BIPA Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47073-budaya-lokal-angkola-tradisi-l</link>
	<guid isPermaLink="false">992d092c0b3bd7c3d0c97dd5c4ab6280</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:17:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai hubungan antara kosakata dalam tradisi Guyang Cekathak dengan aspek linguistik dan budaya lainnya. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Guyang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai hubungan antara kosakata dalam tradisi Guyang Cekathak dengan aspek linguistik dan budaya lainnya. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Guyang Cekathak dengan tradisi serupa di daerah lain untuk memahami variasi kosakata dan praktik budaya yang terkait. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan bahan ajar BIPA yang mengintegrasikan kosakata tradisi Guyang Cekathak, dengan mempertimbangkan aspek linguistik, budaya, dan relevansinya dengan kebutuhan pembelajar asing. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam upaya pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berbasis budaya lokal.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam Tradisi Guyang Cekathak ditemukan empat bentuk kosakata, yaitu kosakata dasar, kosakata berimbuhan, kata ulang, dan kata gabung, dengan dominasi kosakata dasar.Selain itu, kosakata dalam tradisi tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam enam jenis, yaitu kosakata religius, sosial, benda, ritual dan prosesi, tokoh dan tempat sakral, serta konseptual atau deskriptif.Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi Guyang Cekathak memiliki kekayaan kosakata yang berkaitan dengan aktivitas budaya masyarakat.Oleh karena itu, kosakata yang terdapat dalam tradisi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan ajar dalam pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal.Pemanfaatan kosakata tradisi lokal tersebut dapat membantu memperkenalkan bahasa Indonesia sekaligus budaya kepada pemelajar asing secara lebih kontekstual Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan jenis kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak serta relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif etnografis. Penelitian dilakukan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan tiga informan yang terdiri atas pemuka agama, perangkat desa, dan juru kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-786e4.webp" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-786e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-786e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-786e4.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" alt="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-380e3.webp" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-380e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-380e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-380e3.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" alt="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" alt="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47073-budaya-lokal-angkola-tradisi-l" title="JURIS - Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe" target="_blank">Analysis of Vocabulary Forms and Types in the Guyang Cekathak Tradition for Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA): Analisis Bentuk dan Jenis Kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak untuk Pembe</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai hubungan antara kosakata dalam tradisi Guyang Cekathak dengan aspek linguistik dan budaya lainnya. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Guyang Cekathak dengan tradisi serupa di daerah lain untuk memahami variasi kosakata dan praktik budaya yang terkait. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan bahan ajar BIPA yang mengintegrasikan kosakata tradisi Guyang Cekathak, dengan mempertimbangkan aspek linguistik, budaya, dan relevansinya dengan kebutuhan pembelajar asing. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih luas dalam upaya pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing yang berbasis budaya lokal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam Tradisi Guyang Cekathak ditemukan empat bentuk kosakata, yaitu kosakata dasar, kosakata berimbuhan, kata ulang, dan kata gabung, dengan dominasi kosakata dasar.Selain itu, kosakata dalam tradisi tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam enam jenis, yaitu kosakata religius, sosial, benda, ritual dan prosesi, tokoh dan tempat sakral, serta konseptual atau deskriptif.Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi Guyang Cekathak memiliki kekayaan kosakata yang berkaitan dengan aktivitas budaya masyarakat.Oleh karena itu, kosakata yang terdapat dalam tradisi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan ajar dalam pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal.Pemanfaatan kosakata tradisi lokal tersebut dapat membantu memperkenalkan bahasa Indonesia sekaligus budaya kepada pemelajar asing secara lebih kontekstual
<br>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan jenis kosakata dalam Tradisi Guyang Cekathak serta relevansinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif etnografis. Penelitian dilakukan di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan tiga informan yang terdiri atas pemuka agama, perangkat desa, dan juru kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp" type="image/webp" length="92910" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-786e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-380e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/budaya-lokal-angkola-tradisi-praktik-analysis-voca-thumb-be9b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pedagogical Experiences of Islamic Education PAI Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al Whatoniyah Pusat Klender East Jakarta Pengalaman Pedagogis Guru P ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pedagogical Experiences of Islamic Education PAI Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al Whatoniyah Pusat Klender East Jakarta Pengalaman Pedagogis Guru P ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pedagogical Experiences of Islamic Education PAI Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al Whatoniyah Pusat Klender East Jakarta Pengalaman Pedagogis Guru P ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47083-peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-sis</link>
	<guid isPermaLink="false">2db777a5f5b8bb49c427d28ab2df60df</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:09:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan profesional berbasis teknologi untuk guru PAI dalam mengembangkan strategi adaptif, serta mengkaji model kolaborasi guru PAI dengan pendamping khusus dan tenaga ahli dalam rangka memperkuat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan profesional berbasis teknologi untuk guru PAI dalam mengembangkan strategi adaptif, serta mengkaji model kolaborasi guru PAI dengan pendamping khusus dan tenaga ahli dalam rangka memperkuat dukungan bagi siswa ABK. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang penerapan diferensiasi evaluasi terhadap perkembangan spiritual dan akademik siswa berkebutuhan khusus. Terakhir, penelitian kualitatif dapat menilai persepsi orang tua dan siswa tentang kualitas pembelajaran inklusif, guna mengidentifikasi kendala yang belum terjamah dan meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan agama.. Pengalaman pedagogis guru PAI di MA AlAcWhatoniyah Pusat difokuskan pada penggunaan strategi adaptif dan inklusif, yaitu metode cerita, pembiasaan keagamaan, pendekatan personal, peer tutoring, pengelolaan kelas, dan diferensiasi evaluasi.Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan guru, perbedaan karakteristik siswa berkebutuhan khusus, keterbatasan waktu, dan fasilitas pendukung yang memadai.Penelitian menegaskan bahwa meski tantangan tersebut, guru dapat menyesuaikan strategi dengan konteks dan kebutuhan siswa, sehingga penanaman nilaiAcnilai keislaman dapat beradaptasi dan efektif Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi dan tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilaiAcnilai keislaman pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahapan grounded theory yang meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Validitas data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pedagogis guru diimplementasikan melalui strategi adaptif dan inklusif, seperti metode cerita dan keteladanan, pembiasaan keagamaan sehariAchari, komunikasi edukatif secara personal, tutor teman sebaya, pengelolaan kelas, serta evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Namun, terdapat beberapa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" alt="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-1cd43.webp" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-1cd43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-1cd43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-1cd43.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" alt="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-b3dfb.webp" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-b3dfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-b3dfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-b3dfb.webp 1x" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" alt="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47083-peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-sis" title="JURIS - Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P" target="_blank">Pedagogical Experiences of Islamic Education (PAI) Teachers in Instilling Islamic Values among Students with Special Needs at MA Al-Whatoniyah Pusat, Klender, East Jakarta: Pengalaman Pedagogis Guru P</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas pelatihan profesional berbasis teknologi untuk guru PAI dalam mengembangkan strategi adaptif, serta mengkaji model kolaborasi guru PAI dengan pendamping khusus dan tenaga ahli dalam rangka memperkuat dukungan bagi siswa ABK. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang penerapan diferensiasi evaluasi terhadap perkembangan spiritual dan akademik siswa berkebutuhan khusus. Terakhir, penelitian kualitatif dapat menilai persepsi orang tua dan siswa tentang kualitas pembelajaran inklusif, guna mengidentifikasi kendala yang belum terjamah dan meningkatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan agama..
<br>Pengalaman pedagogis guru PAI di MA AlAcWhatoniyah Pusat difokuskan pada penggunaan strategi adaptif dan inklusif, yaitu metode cerita, pembiasaan keagamaan, pendekatan personal, peer tutoring, pengelolaan kelas, dan diferensiasi evaluasi.Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan guru, perbedaan karakteristik siswa berkebutuhan khusus, keterbatasan waktu, dan fasilitas pendukung yang memadai.Penelitian menegaskan bahwa meski tantangan tersebut, guru dapat menyesuaikan strategi dengan konteks dan kebutuhan siswa, sehingga penanaman nilaiAcnilai keislaman dapat beradaptasi dan efektif
<br>Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi dan tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilaiAcnilai keislaman pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahapan grounded theory yang meliputi open coding, axial coding, dan selective coding. Validitas data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pedagogis guru diimplementasikan melalui strategi adaptif dan inklusif, seperti metode cerita dan keteladanan, pembiasaan keagamaan sehariAchari, komunikasi edukatif secara personal, tutor teman sebaya, pengelolaan kelas, serta evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Namun, terdapat beberapa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp" type="image/webp" length="79110" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-c0f76.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-1cd43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/peran-kolaborasi-guru-siswa-ber-motivasi-aktif-abk-thumb-b3dfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ethnophysics Study of the Malige Traditional House Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige Identifikasi Prinsip Fisika dalam K ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ethnophysics Study of the Malige Traditional House Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige Identifikasi Prinsip Fisika dalam K ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ethnophysics Study of the Malige Traditional House Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige Identifikasi Prinsip Fisika dalam K ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47075-sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya</link>
	<guid isPermaLink="false">d0bcfc69cdf05bb02577783451b3cd4c</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:55:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana prinsip fisika yang teridentifikasi di Rumah Adat Malige dapat diadaptasi dalam desain bangunan berbasis kayu di wilayah lain, sehingga menghasilkan struktur yang ramah lingkungan sekaligus mengajarkan konsep ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K: Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana prinsip fisika yang teridentifikasi di Rumah Adat Malige dapat diadaptasi dalam desain bangunan berbasis kayu di wilayah lain, sehingga menghasilkan struktur yang ramah lingkungan sekaligus mengajarkan konsep fisika secara praktis; studi lainnya dapat mengembangkan modul pembelajaran interaktif berbasis augmented reality yang mensimulasikan mekanisme distribusi gaya dan ventilasi alami rumah Malige, guna meningkatkan pemahaman konsep mekanika dan termodinamika bagi siswa; dan evaluasi eksperimental perlu dilakukan untuk mengukur dampak penggunaan bahan kearifan lokal tersebut terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep fisika di kalangan pelajar sekolah menengah, yang dapat memperluas bukti empiris tentang efektivitas pembelajaran kontekstual berbasis budaya.. Berdasarkan hasil kajian etnofisika terhadap Struktur Rumah Adat Malige di kota BauAcBau, Sulawesi Tenggara, dapat disimpulkan bahwa bangunan tradisional ini merepresentasikan penerapan prinsipAcprinsip fisika secara intuitif yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Buton.Struktur penyangga vertikal dan diagonal menunjukkan penerapan konsep kesetimbangan benda tegar, gaya tekan, dan momen torsi yang memastikan kestabilan bangunan tanpa penggunaan paku logam.Bagian tangga memperlihatkan penerapan konsep gaya pada bidang miring dan gaya gesek statis yang bekerja harmonis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna.Sementara itu, bentuk atap yang tinggi dan ruang ventilasi yang luas mencerminkan penerapan prinsip mekanika fluida yang menjadikan rumah tetap sejuk dan stabil terhadap perubahan lingkungan.Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal masyarakat Buton dalam merancang Rumah Adat Malige mengandung nilaiAcnilai ilmiah yang sejalan dengan teori fisika.Dengan demikian, integrasi antara budaya lokal dan sains melalui pendekatan etnofisika tidak hanya berfungsi untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga berpotensi besar menjadi sumber belajar fisika kontekstual yang mendukung pembelajaran mendalam Kearifan lokal dalam arsitektur Malige merefleksikan pemahaman intuitif masyarakat Buton terhadap prinsipAcprinsip fisika dan menarik untuk dikaji dalam konteks pendidikan fisika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prinsip fisika pada Rumah Adat Malige di BauAcBau melalui pendekatan etnofisika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan penerapan konsep kesetimbangan benda tegar dan distribusi gaya pada sambungan kayu tanpa paku, mekanika fluida pada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-440c5.webp" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-440c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-440c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-440c5.webp 1x" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" alt="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-8f998.webp" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-8f998.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-8f998.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-8f998.webp 1x" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" alt="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp 1x" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" alt="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47075-sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya" title="JURIS - Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K" target="_blank">Ethnophysics Study of the Malige Traditional House: Identification of Physics Principles in Local Wisdom for Physics Education: Kajian Etnofisika Rumah Adat Malige: Identifikasi Prinsip Fisika dalam K</a>: Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana prinsip fisika yang teridentifikasi di Rumah Adat Malige dapat diadaptasi dalam desain bangunan berbasis kayu di wilayah lain, sehingga menghasilkan struktur yang ramah lingkungan sekaligus mengajarkan konsep fisika secara praktis; studi lainnya dapat mengembangkan modul pembelajaran interaktif berbasis augmented reality yang mensimulasikan mekanisme distribusi gaya dan ventilasi alami rumah Malige, guna meningkatkan pemahaman konsep mekanika dan termodinamika bagi siswa; dan evaluasi eksperimental perlu dilakukan untuk mengukur dampak penggunaan bahan kearifan lokal tersebut terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep fisika di kalangan pelajar sekolah menengah, yang dapat memperluas bukti empiris tentang efektivitas pembelajaran kontekstual berbasis budaya..
<br>Berdasarkan hasil kajian etnofisika terhadap Struktur Rumah Adat Malige di kota BauAcBau, Sulawesi Tenggara, dapat disimpulkan bahwa bangunan tradisional ini merepresentasikan penerapan prinsipAcprinsip fisika secara intuitif yang lahir dari kearifan lokal masyarakat Buton.Struktur penyangga vertikal dan diagonal menunjukkan penerapan konsep kesetimbangan benda tegar, gaya tekan, dan momen torsi yang memastikan kestabilan bangunan tanpa penggunaan paku logam.Bagian tangga memperlihatkan penerapan konsep gaya pada bidang miring dan gaya gesek statis yang bekerja harmonis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna.Sementara itu, bentuk atap yang tinggi dan ruang ventilasi yang luas mencerminkan penerapan prinsip mekanika fluida yang menjadikan rumah tetap sejuk dan stabil terhadap perubahan lingkungan.Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal masyarakat Buton dalam merancang Rumah Adat Malige mengandung nilaiAcnilai ilmiah yang sejalan dengan teori fisika.Dengan demikian, integrasi antara budaya lokal dan sains melalui pendekatan etnofisika tidak hanya berfungsi untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga berpotensi besar menjadi sumber belajar fisika kontekstual yang mendukung pembelajaran mendalam
<br>Kearifan lokal dalam arsitektur Malige merefleksikan pemahaman intuitif masyarakat Buton terhadap prinsipAcprinsip fisika dan menarik untuk dikaji dalam konteks pendidikan fisika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prinsip fisika pada Rumah Adat Malige di BauAcBau melalui pendekatan etnofisika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan penerapan konsep kesetimbangan benda tegar dan distribusi gaya pada sambungan kayu tanpa paku, mekanika fluida pada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp" type="image/webp" length="86488" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-440c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-8f998.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/sumber-daya-lokal-konsep-fisika-siswa-budaya-angko-thumb-e7427.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47070-teknik-pengumpulan-data-adaptasi</link>
	<guid isPermaLink="false">0d7f160343761d8e89c7ea6d5c9a6ba5</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:54:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat penerapan kurikulum, studi harus meneliti bagaimana teknologi pendidikan dapat dikombinasikan dengan modul pelatihan guru secara berkelanjutan, mengukur dampak integrasi tersebut pada kualitas pembelajaran dan kinerja siswa. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah: Untuk memperkuat penerapan kurikulum, studi harus meneliti bagaimana teknologi pendidikan dapat dikombinasikan dengan modul pelatihan guru secara berkelanjutan, mengukur dampak integrasi tersebut pada kualitas pembelajaran dan kinerja siswa. Penelitian lanjutan juga perlu mengeksplorasi model kolaborasi antara sekolah, kementerian, dan masyarakat dalam penyediaan fasilitas pendidikan, sehingga dapat diidentifikasi strategi yang relevan untuk mengurangi ketidakcocokan kurikulum dengan kebutuhan peserta didik secara konteksual. Selain itu, perlu dilakukan riset longitudinal untuk mengetahui dampak jangka panjang dari evaluasi berkelanjutan kurikulum, termasuk perubahan pola kompetensi guru, peningkatan infrastruktur, dan adaptasi kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.. Kurikulum berfungsi vital sebagai panduan inti dalam proses pengajaran dengan menutupi tujuan didaktis, konten, metodologi, dan sistem penilaian yang terintegrasi.Walaupun demikian, pelaksanaannya masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya fasilitas, dan ketidakcocokan dengan kebutuhan siswa.Keberhasilan penerapan kurikulum memerlukan kolaborasi lintas pihak dan evaluasi berkelanjutan guna menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi fungsi kurikulum sebagai acuan dalam proses belajar di lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian berupa kajian pustaka. Data diambil melalui analisis terhadap sepuluh referensi yang terdiri dari tujuh jurnal ilmiah dan tiga buku yang berkaitan dengan studi kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yang mencakup langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penyimpulan. Temuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-9f65b.webp" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-9f65b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-9f65b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-9f65b.webp 1x" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" alt="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-72f3e.webp" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-72f3e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-72f3e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-72f3e.webp 1x" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" alt="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp 1x" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" alt="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47070-teknik-pengumpulan-data-adaptasi" title="JURIS - Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah" target="_blank">Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah</a>: Untuk memperkuat penerapan kurikulum, studi harus meneliti bagaimana teknologi pendidikan dapat dikombinasikan dengan modul pelatihan guru secara berkelanjutan, mengukur dampak integrasi tersebut pada kualitas pembelajaran dan kinerja siswa. Penelitian lanjutan juga perlu mengeksplorasi model kolaborasi antara sekolah, kementerian, dan masyarakat dalam penyediaan fasilitas pendidikan, sehingga dapat diidentifikasi strategi yang relevan untuk mengurangi ketidakcocokan kurikulum dengan kebutuhan peserta didik secara konteksual. Selain itu, perlu dilakukan riset longitudinal untuk mengetahui dampak jangka panjang dari evaluasi berkelanjutan kurikulum, termasuk perubahan pola kompetensi guru, peningkatan infrastruktur, dan adaptasi kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat..
<br>Kurikulum berfungsi vital sebagai panduan inti dalam proses pengajaran dengan menutupi tujuan didaktis, konten, metodologi, dan sistem penilaian yang terintegrasi.Walaupun demikian, pelaksanaannya masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru, minimnya fasilitas, dan ketidakcocokan dengan kebutuhan siswa.Keberhasilan penerapan kurikulum memerlukan kolaborasi lintas pihak dan evaluasi berkelanjutan guna menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi
<br>Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi fungsi kurikulum sebagai acuan dalam proses belajar di lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian berupa kajian pustaka. Data diambil melalui analisis terhadap sepuluh referensi yang terdiri dari tujuh jurnal ilmiah dan tiga buku yang berkaitan dengan studi kurikulum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yang mencakup langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penyimpulan. Temuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp" type="image/webp" length="87096" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-9f65b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-72f3e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/teknik-pengumpulan-data-adaptasi-kurikulum-proses-thumb-3d448.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47071-nilai-moral-anak-kognitif-sosial</link>
	<guid isPermaLink="false">05c314faed6027bdfd8feece0a2d81bb</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:18:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) evaluasi jangka panjang dampak program parenting terhadap karakter moral dan keagamaan anak, yakni dengan meneliti apakah nilai yang dipelajari di rumah dapat dipertahankan hingga sekolah menengah pertama; ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D: Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) evaluasi jangka panjang dampak program parenting terhadap karakter moral dan keagamaan anak, yakni dengan meneliti apakah nilai yang dipelajari di rumah dapat dipertahankan hingga sekolah menengah pertama; (2) pengembangan modul interaktif berbasis teknologi yang dapat mempermudah komunikasi antara guru dan orang tua, sehingga kunjungan rumah dapat dilaksanakan secara virtual ketika keterbatasan waktu menjadi kendala; dan (3) studi perbandingan antara sekolah PAUD yang menerapkan program parenting dengan yang tidak, untuk menilai perbedaan signifikan dalam perkembangan sosial dan nilai karakter anak. Implementasi ketiga saran ini akan memperkaya pemahaman tentang mekanisme transfer nilai antara sekolah, keluarga, dan anak, serta menawarkan strategi praktis yang dapat diadaptasi oleh lembaga PAUD di berbagai konteks.. Persepsi orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga bersifat positif.Mereka memahami pentingnya penanaman nilai sejak usia dini melalui keteladanan, pembiasaan perilaku religius, dan komunikasi yang positif di keluarga.Pendekatan pengasuhan yang menekankan kasih sayang dan disiplin yang humanis mendukung perkembangan sosial anak, seperti sikap sopan, empati, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.Program parenting memainkan peran penting dalam memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga, namun keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan tetap menjadi tantangan utama Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua dalam mendukung perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak usia 5Ae6 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp 1x" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" alt="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-2bc4c.webp" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-2bc4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-2bc4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-2bc4c.webp 1x" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" alt="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-13a60.webp" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-13a60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-13a60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-13a60.webp 1x" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" alt="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47071-nilai-moral-anak-kognitif-sosial" title="JURIS - ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D" target="_blank">ParentsAo Perceptions of the Development of Religious and Moral Values in a Parenting Program at TKK Negeri Bogenga: Persepsi Orang Tua terhadap Perkembangan Aspek Nilai Moral Agama Program Parenting D</a>: Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) evaluasi jangka panjang dampak program parenting terhadap karakter moral dan keagamaan anak, yakni dengan meneliti apakah nilai yang dipelajari di rumah dapat dipertahankan hingga sekolah menengah pertama; (2) pengembangan modul interaktif berbasis teknologi yang dapat mempermudah komunikasi antara guru dan orang tua, sehingga kunjungan rumah dapat dilaksanakan secara virtual ketika keterbatasan waktu menjadi kendala; dan (3) studi perbandingan antara sekolah PAUD yang menerapkan program parenting dengan yang tidak, untuk menilai perbedaan signifikan dalam perkembangan sosial dan nilai karakter anak. Implementasi ketiga saran ini akan memperkaya pemahaman tentang mekanisme transfer nilai antara sekolah, keluarga, dan anak, serta menawarkan strategi praktis yang dapat diadaptasi oleh lembaga PAUD di berbagai konteks..
<br>Persepsi orang tua terhadap perkembangan nilai moral dan agama anak melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga bersifat positif.Mereka memahami pentingnya penanaman nilai sejak usia dini melalui keteladanan, pembiasaan perilaku religius, dan komunikasi yang positif di keluarga.Pendekatan pengasuhan yang menekankan kasih sayang dan disiplin yang humanis mendukung perkembangan sosial anak, seperti sikap sopan, empati, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.Program parenting memainkan peran penting dalam memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga, namun keterbatasan waktu orang tua dan pengaruh lingkungan tetap menjadi tantangan utama
<br>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua dalam mendukung perkembangan nilai moral dan agama anak usia dini melalui program parenting di TKK Negeri Bogenga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak usia 5Ae6 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp" type="image/webp" length="88106" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-de6df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-2bc4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/nilai-moral-anak-kognitif-sosial-lksa-sekolah-mene-thumb-13a60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47086-kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-maha</link>
	<guid isPermaLink="false">7004caeb56bb0de3e2a9dcb6ba57a302</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:17:24 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ journal menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,menu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang fokus pada intervensi untuk mengurangi loneliness pada mahasiswa. Intervensi ini dapat berupa program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang fokus pada intervensi untuk mengurangi loneliness pada mahasiswa. Intervensi ini dapat berupa program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa, seperti kegiatan sosial atau kelompok dukungan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap bedtime procrastination, seperti kualitas hubungan sosial atau penggunaan teknologi. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk mengurangi bedtime procrastination dan meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bedtime procrastination mahasiswa umumnya berada pada kategori sedang.Loneliness pada mahasiswa berada pada kategori rendah, dan secara parsial, dimensi romantic loneliness dan family loneliness berada pada kategori rendah dan social loneliness berada pada kategori sedang.Selanjutnya hasil analisis hipotesis secara simultan terdapat hubungan positif yang signifikan antara loneliness dengan bedtime procrastination dengan kekuatan sedang.Secara parsial, dimensi social loneliness memiliki hubungan positif yang sangat kuat serta signifikan dengan bedtime procrastination, lalu diikuti oleh dimensi romantic loneliness yang memiliki hubungan positif yang kuat serta signifikan dengan bedtime procrastination dan dimensi family loneliness memiliki hubungan positif yang sedang serta signifikan dengan bedtime procrastination.Secara umum, temuan ini menegaskan bahwa aspek emosional, khususnya perasaan kesepian, memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku individu, terutama dalam kebiasaan tidur.Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi loneliness dapat menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan dalam mengatasi perilaku bedtime procrastination Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan bedtime procrastination pada mahasiswa di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa di Sumatera Barat sebanyak 386 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala SELSA dan skala bedtime procrastination. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis uji korelasi secara simultan menunjukkan bahwa terdapat hubungan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-e2e6e.webp" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-e2e6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-e2e6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-e2e6e.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" alt="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-57fd6.webp" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-57fd6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-57fd6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-57fd6.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" alt="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" alt="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47086-kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-maha" title="JURIS - Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat" target="_blank">Hubungan Loneliness dengan Bedtime procrastination Pada Mahasiswa di Sumatera Barat</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang fokus pada intervensi untuk mengurangi loneliness pada mahasiswa. Intervensi ini dapat berupa program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa, seperti kegiatan sosial atau kelompok dukungan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap bedtime procrastination, seperti kualitas hubungan sosial atau penggunaan teknologi. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk mengurangi bedtime procrastination dan meningkatkan kualitas tidur pada mahasiswa..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bedtime procrastination mahasiswa umumnya berada pada kategori sedang.Loneliness pada mahasiswa berada pada kategori rendah, dan secara parsial, dimensi romantic loneliness dan family loneliness berada pada kategori rendah dan social loneliness berada pada kategori sedang.Selanjutnya hasil analisis hipotesis secara simultan terdapat hubungan positif yang signifikan antara loneliness dengan bedtime procrastination dengan kekuatan sedang.Secara parsial, dimensi social loneliness memiliki hubungan positif yang sangat kuat serta signifikan dengan bedtime procrastination, lalu diikuti oleh dimensi romantic loneliness yang memiliki hubungan positif yang kuat serta signifikan dengan bedtime procrastination dan dimensi family loneliness memiliki hubungan positif yang sedang serta signifikan dengan bedtime procrastination.Secara umum, temuan ini menegaskan bahwa aspek emosional, khususnya perasaan kesepian, memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku individu, terutama dalam kebiasaan tidur.Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi loneliness dapat menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan dalam mengatasi perilaku bedtime procrastination
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan bedtime procrastination pada mahasiswa di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa di Sumatera Barat sebanyak 386 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala SELSA dan skala bedtime procrastination. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis uji korelasi secara simultan menunjukkan bahwa terdapat hubungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp" type="image/webp" length="119342" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-e2e6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-57fd6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/kualitas-tidur-mahasiswa-konseling-psikologis-bedt-thumb-fd197.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2184-unespadang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11503-ekasakti-jurnal-penelitian-pengabdian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47077-alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai</link>
	<guid isPermaLink="false">5f989bb8776f5f3a78a54b5fab848ed4</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:15:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang praktik Kidungan di berbagai desa di Jawa Tengah, dengan fokus pada perbedaan dan kesamaan dalam fungsi, konteks penggunaan, dan mekanisme pewarisan tradisi. Selain itu, penelitian dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang praktik Kidungan di berbagai desa di Jawa Tengah, dengan fokus pada perbedaan dan kesamaan dalam fungsi, konteks penggunaan, dan mekanisme pewarisan tradisi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran Kidungan dalam membentuk identitas dan kesadaran budaya masyarakat, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara generasi tua dan muda dalam konteks sosial-budaya yang berubah. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak modernisasi dan perubahan sosial terhadap keberlangsungan tradisi Kidungan, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan kelestariannya di masa depan.. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tradisi lisan Kidungan di Desa Kajoran merupakan bentuk kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah arus modernisasi.Kidungan berperan sebagai media nilai moral dan spiritual, sarana komunikasi sosial, serta alat pemersatu masyarakat.Syair-syair yang dilantunkan bersama-sama memperkuat identitas budaya dan membentuk kesadaran masyarakat.Kidungan juga menjadi media warisan pengetahuan, sejarah, dan falsafah hidup masyarakat Jawa, seperti konsep memayu hayuning bawana, yang menekankan pentingnya ketenteraman dan keharmonisan hidup.Kidungan di Desa Kajoran menunjukkan adanya akulturasi antara budaya jawa dengan nilai-nilai islam yang diwariskan secara turun-temurun.Praktik Kidungan yang dilakukan masyarakat juga memperlihatkan bahwa mereka masih mempertahankan identitas budaya.Dari segi fungsi, Kidungan berperan sebagai media pewarisan budaya dan pembentukana karakter Masyarakat.Melalui syair dan kegiatanya, Kidungan mampu menyampaikan ajaran kehidupan serta memperkuat kesadaran budaya Masyarakat.Dalam konteks representasi di era modernisasi, Kidungan dipahami sebagai praktik representasional yang membentuk identitas dan kesadaran budaya masyarakat Desa Kajoran.Unsur semiotik seperti ikon (juru kunci dan masyarakat), indeks (pelantun Kidung), dan simbol (palawija) merupakan sebuah tanda yang merepresentasikan nilai kepemimpinan adat serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dengan demikian, tradisi Kidungan di Desa Kajoran bukan hanya sebagai tradisi lisan, melainkan simbol identitas budaya yang berfungsi membangun makna, memperkuat solidaritas sosial masyarakat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai para leluhur di tengah perubahan sosial.Pelestarian Kidungan menjadi bentuk kesadaran masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya sebagai bagian dari jati diri dan karakter mereka Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kidungan dalam upaya pelestarian dan pewarisan tradisi lisan dari generasi ke generasi di Desa Kajoran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi dan strategi studi kasus. Lokasi penelitian dilaksanakan di Balai Desa Kajoran, rumah Bapak Parlan, dan rumah Bapak Kepala Desa di Dukuh Kewao. Data utama dari penelitian ini berupa teks, rekaman Kidungan serta wawancara. Sumber data penelitian meliputi tokoh masyarakat, tokoh adat atau sesepuh desa, pelaku seni atau penembang Kidungan, generasi muda, pemerintah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-0f63c.webp" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-0f63c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-0f63c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-0f63c.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" alt="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-be91f.webp" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-be91f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-be91f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-be91f.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" alt="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp 1x" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" alt="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47077-alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai" title="JURIS - The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran" target="_blank">The Representation of Kidungan as an Effort to Preserve Oral Tradition in Kajoran Village: Representasi Kidungan Sebagai Upaya Menjaga Tradisi Lisan Di Desa Kajoran</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang praktik Kidungan di berbagai desa di Jawa Tengah, dengan fokus pada perbedaan dan kesamaan dalam fungsi, konteks penggunaan, dan mekanisme pewarisan tradisi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran Kidungan dalam membentuk identitas dan kesadaran budaya masyarakat, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara generasi tua dan muda dalam konteks sosial-budaya yang berubah. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak modernisasi dan perubahan sosial terhadap keberlangsungan tradisi Kidungan, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk memastikan kelestariannya di masa depan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tradisi lisan Kidungan di Desa Kajoran merupakan bentuk kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah arus modernisasi.Kidungan berperan sebagai media nilai moral dan spiritual, sarana komunikasi sosial, serta alat pemersatu masyarakat.Syair-syair yang dilantunkan bersama-sama memperkuat identitas budaya dan membentuk kesadaran masyarakat.Kidungan juga menjadi media warisan pengetahuan, sejarah, dan falsafah hidup masyarakat Jawa, seperti konsep memayu hayuning bawana, yang menekankan pentingnya ketenteraman dan keharmonisan hidup.Kidungan di Desa Kajoran menunjukkan adanya akulturasi antara budaya jawa dengan nilai-nilai islam yang diwariskan secara turun-temurun.Praktik Kidungan yang dilakukan masyarakat juga memperlihatkan bahwa mereka masih mempertahankan identitas budaya.Dari segi fungsi, Kidungan berperan sebagai media pewarisan budaya dan pembentukana karakter Masyarakat.Melalui syair dan kegiatanya, Kidungan mampu menyampaikan ajaran kehidupan serta memperkuat kesadaran budaya Masyarakat.Dalam konteks representasi di era modernisasi, Kidungan dipahami sebagai praktik representasional yang membentuk identitas dan kesadaran budaya masyarakat Desa Kajoran.Unsur semiotik seperti ikon (juru kunci dan masyarakat), indeks (pelantun Kidung), dan simbol (palawija) merupakan sebuah tanda yang merepresentasikan nilai kepemimpinan adat serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dengan demikian, tradisi Kidungan di Desa Kajoran bukan hanya sebagai tradisi lisan, melainkan simbol identitas budaya yang berfungsi membangun makna, memperkuat solidaritas sosial masyarakat, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai para leluhur di tengah perubahan sosial.Pelestarian Kidungan menjadi bentuk kesadaran masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya sebagai bagian dari jati diri dan karakter mereka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kidungan dalam upaya pelestarian dan pewarisan tradisi lisan dari generasi ke generasi di Desa Kajoran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi dan strategi studi kasus. Lokasi penelitian dilaksanakan di Balai Desa Kajoran, rumah Bapak Parlan, dan rumah Bapak Kepala Desa di Dukuh Kewao. Data utama dari penelitian ini berupa teks, rekaman Kidungan serta wawancara. Sumber data penelitian meliputi tokoh masyarakat, tokoh adat atau sesepuh desa, pelaku seni atau penembang Kidungan, generasi muda, pemerintah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp" type="image/webp" length="90360" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-0f63c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-be91f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/alat-tradisi-lisan-warisan-budaya-transmisi-nilai-thumb-4e088.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Assessing Higher Order Thinking Skills in Mathematics through Project Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa Brunei Darussalam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessing Higher Order Thinking Skills in Mathematics through Project Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa Brunei Darussalam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessing Higher Order Thinking Skills in Mathematics through Project Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa Brunei Darussalam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47063-kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wa</link>
	<guid isPermaLink="false">0bdfb6f129ed41eac171c058841ba620</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:13:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ high school ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti hajar ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hajar,high,school,siti,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang PjBL terhadap pengembangan HOTS dan memeriksa implementasinya di berbagai konteks pendidikan untuk menggeneralisasi temuan lebih lanjut. Selain itu, penting untuk menyelidiki ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam.: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang PjBL terhadap pengembangan HOTS dan memeriksa implementasinya di berbagai konteks pendidikan untuk menggeneralisasi temuan lebih lanjut. Selain itu, penting untuk menyelidiki strategi optimalisasi PjBL untuk mempertahankan dan menggeneralisasi manfaatnya di berbagai pengaturan pendidikan menengah. Penelitian juga dapat berfokus pada peran fasilitasi guru, pembelajaran kolaboratif, dan praktik reflektif dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dukungan empiris untuk integrasi PjBL ke dalam kurikulum matematika sebagai strategi untuk menumbuhkan keterampilan kognitif tingkat tinggi, meningkatkan partisipasi siswa, dan menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan aplikasi kehidupan nyata.. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa matematika di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor HOTS, dengan siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah matematika yang kompleks.Ukuran efek yang besar mengonfirmasi bahwa PjBL tidak hanya mendorong peningkatan kognitif yang dapat diukur tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik.Temuan ini sejalan dengan penelitian internasional sebelumnya yang menekankan manfaat metode instruksional berpusat pada siswa dan berbasis masalah dalam mengembangkan keterampilan kognitif tingkat lanjut Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan tujuan penting dalam pendidikan matematika, karena memungkinkan pelajar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan HOTS di antara siswa sekolah menengah di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam. Pendekatan metode campuran digunakan, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan 60 siswa dari kelas 10, yang berpartisipasi dalam proyek matematika yang dirancang untuk mempromosikan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan penalaran kreatif selama periode enam minggu.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-16166.webp" title="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-16166.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-16166.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-16166.webp 1x" title="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." alt="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp" title="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp 1x" title="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." alt="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47063-kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wa" title="JURIS - Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam." target="_blank">Assessing Higher-Order Thinking Skills in Mathematics through Project-Based Learning at Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam.</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang PjBL terhadap pengembangan HOTS dan memeriksa implementasinya di berbagai konteks pendidikan untuk menggeneralisasi temuan lebih lanjut. Selain itu, penting untuk menyelidiki strategi optimalisasi PjBL untuk mempertahankan dan menggeneralisasi manfaatnya di berbagai pengaturan pendidikan menengah. Penelitian juga dapat berfokus pada peran fasilitasi guru, pembelajaran kolaboratif, dan praktik reflektif dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dukungan empiris untuk integrasi PjBL ke dalam kurikulum matematika sebagai strategi untuk menumbuhkan keterampilan kognitif tingkat tinggi, meningkatkan partisipasi siswa, dan menjembatani kesenjangan antara konsep abstrak dan aplikasi kehidupan nyata..
<br>Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa matematika di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor HOTS, dengan siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah matematika yang kompleks.Ukuran efek yang besar mengonfirmasi bahwa PjBL tidak hanya mendorong peningkatan kognitif yang dapat diukur tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik.Temuan ini sejalan dengan penelitian internasional sebelumnya yang menekankan manfaat metode instruksional berpusat pada siswa dan berbasis masalah dalam mengembangkan keterampilan kognitif tingkat lanjut
<br>Pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) merupakan tujuan penting dalam pendidikan matematika, karena memungkinkan pelajar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi untuk masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan HOTS di antara siswa sekolah menengah di Sekolah Menengah Chung Hwa, Brunei Darussalam. Pendekatan metode campuran digunakan, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian melibatkan 60 siswa dari kelas 10, yang berpartisipasi dalam proyek matematika yang dirancang untuk mempromosikan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan penalaran kreatif selama periode enam minggu....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp" type="image/webp" length="145026" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-16166.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/c/kurikulum-matematika-pendidikan-teks-wawancara-sis-thumb-a2001.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14367-journal-science-mathematics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of the Think Pair Share and Problem Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth Grade Students at SDN 169 Sadar Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of the Think Pair Share and Problem Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth Grade Students at SDN 169 Sadar Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of the Think Pair Share and Problem Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth Grade Students at SDN 169 Sadar Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47080-pair-share-think-problem-based-instruct</link>
	<guid isPermaLink="false">706992deea6bdda2ff3e6cc0adf053d7</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:10:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas model Think Pair Share dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa di berbagai tingkat pendidikan, seperti sekolah dasar, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas model Think Pair Share dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa di berbagai tingkat pendidikan, seperti sekolah dasar, menengah, atau bahkan perguruan tinggi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan kedua model pembelajaran ini terhadap perkembangan kognitif dan keterampilan sosial siswa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menyesuaikan model Think Pair Share dan Problem Based Learning dengan konteks budaya dan sosial yang spesifik, sehingga dapat diterapkan secara efektif di berbagai lingkungan belajar.. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 169 Sadar Kabupaten Bone.Kedua model tersebut mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan kerja sama, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model think pair share dan problem based learning terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V di SDN 169 Sadar. Desain penelitian yang digunakan ialah non-eqiuvalent control group design. Sampel penelitian sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan datanya tes, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebelum penggunaan model think pair share dan problem based learning berada pada kategori cukup dengan frekuensi sebanyak 1 siswa (6,66%) dengan nilai rata-rata 60-69. Sedangkan hasil belajar bahasa Indonesia setelah penggunaan model think pair share dan problem based learning berada pada kategori baik sekali dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-d5f23.webp" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-d5f23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-d5f23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-d5f23.webp 1x" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" alt="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-f8e68.webp" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-f8e68.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-f8e68.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-f8e68.webp 1x" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" alt="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp 1x" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" alt="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47080-pair-share-think-problem-based-instruct" title="JURIS - The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem" target="_blank">The Effect of the Think-Pair-Share and Problem-Based Learning Models on the Indonesian Language Learning Outcomes of Fifth-Grade Students at SDN 169 Sadar: Pengaruh Model Think Pair Share dan Problem</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas model Think Pair Share dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa di berbagai tingkat pendidikan, seperti sekolah dasar, menengah, atau bahkan perguruan tinggi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan kedua model pembelajaran ini terhadap perkembangan kognitif dan keterampilan sosial siswa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan dan menyesuaikan model Think Pair Share dan Problem Based Learning dengan konteks budaya dan sosial yang spesifik, sehingga dapat diterapkan secara efektif di berbagai lingkungan belajar..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share dan model pembelajaran Problem Based Learning terbukti efektif dalam peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 169 Sadar Kabupaten Bone.Kedua model tersebut mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan kerja sama, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan
<br>Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model think pair share dan problem based learning terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V di SDN 169 Sadar. Desain penelitian yang digunakan ialah non-eqiuvalent control group design. Sampel penelitian sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan datanya tes, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebelum penggunaan model think pair share dan problem based learning berada pada kategori cukup dengan frekuensi sebanyak 1 siswa (6,66%) dengan nilai rata-rata 60-69. Sedangkan hasil belajar bahasa Indonesia setelah penggunaan model think pair share dan problem based learning berada pada kategori baik sekali dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp" type="image/webp" length="72052" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-d5f23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-f8e68.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/pair-share-think-problem-based-instruction-koopera-thumb-7f739.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47087-hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l</link>
	<guid isPermaLink="false">e0a910acd554b91e0dcc55b93ee0e987</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:10:41 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ journal menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,menu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi sistem pengemasan yang berbeda, seperti penggunaan bahan pengemas yang dapat memperpanjang masa simpan donat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji pengaruh suhu penyimpanan yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi sistem pengemasan yang berbeda, seperti penggunaan bahan pengemas yang dapat memperpanjang masa simpan donat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji pengaruh suhu penyimpanan yang bervariasi terhadap stabilitas donat dengan substitusi tepung jagung. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk menganalisis rentang tingkat substitusi yang lebih luas, misalnya dengan meningkatkan atau menurunkan persentase tepung jagung, untuk menentukan batas optimal substitusi yang dapat mempertahankan kualitas donat dalam jangka waktu yang lebih lama.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa donat yang dibuat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30% serta disimpan pada suhu ruang dalam wadah kedap udara menunjukkan pola penurunan kualitas yang serupa selama penyimpanan.Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kedua tingkat substitusi tersebut dalam hal bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan warna.Perubahan kualitas yang dapat diamati mulai muncul pada hari ketiga, sedangkan kerusakan yang jelas teridentifikasi pada hari keempat, yang ditandai dengan munculnya kapang (jamur), aroma asam, penurunan kualitas tekstur, dan perubahan warna.Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa masa simpan praktis donat dengan substitusi tepung jagung 25% dan 30% adalah hingga tiga hari, dan produk tersebut tidak lagi layak konsumsi sejak hari keempat dan seterusnya.Hasil ini menjawab tujuan penelitian dengan menunjukkan bahwa kedua tingkat substitusi tidak menghasilkan karakteristik masa simpan yang berbeda secara substansial di bawah kondisi penyimpanan yang diterapkan dalam penelitian ini Penggunaan pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi impor gandum. Tepung jagung merupakan alternatif potensial, namun studi mengenai masa simpan produk donat dengan substitusi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan masa simpan donat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan formulasi memiliki pola penurunan kualitas yang serupa. Donat dengan kedua tingkat substitusi mempertahankan kualitas baik hingga hari kedua, mulai menurun pada hari ketiga, dan tidak layak dikonsumsi pada hari keempat yang ditandai dengan aroma asam, perubahan tekstur, pemudaran warna, serta pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan substansial antara tingkat substitusi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" alt="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-17671.webp" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-17671.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-17671.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-17671.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" alt="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-366ca.webp" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-366ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-366ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-366ca.webp 1x" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" alt="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47087-hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l" title="JURIS - Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung" target="_blank">Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi sistem pengemasan yang berbeda, seperti penggunaan bahan pengemas yang dapat memperpanjang masa simpan donat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji pengaruh suhu penyimpanan yang bervariasi terhadap stabilitas donat dengan substitusi tepung jagung. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk menganalisis rentang tingkat substitusi yang lebih luas, misalnya dengan meningkatkan atau menurunkan persentase tepung jagung, untuk menentukan batas optimal substitusi yang dapat mempertahankan kualitas donat dalam jangka waktu yang lebih lama..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa donat yang dibuat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30% serta disimpan pada suhu ruang dalam wadah kedap udara menunjukkan pola penurunan kualitas yang serupa selama penyimpanan.Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kedua tingkat substitusi tersebut dalam hal bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan warna.Perubahan kualitas yang dapat diamati mulai muncul pada hari ketiga, sedangkan kerusakan yang jelas teridentifikasi pada hari keempat, yang ditandai dengan munculnya kapang (jamur), aroma asam, penurunan kualitas tekstur, dan perubahan warna.Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa masa simpan praktis donat dengan substitusi tepung jagung 25% dan 30% adalah hingga tiga hari, dan produk tersebut tidak lagi layak konsumsi sejak hari keempat dan seterusnya.Hasil ini menjawab tujuan penelitian dengan menunjukkan bahwa kedua tingkat substitusi tidak menghasilkan karakteristik masa simpan yang berbeda secara substansial di bawah kondisi penyimpanan yang diterapkan dalam penelitian ini
<br>Penggunaan pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi impor gandum. Tepung jagung merupakan alternatif potensial, namun studi mengenai masa simpan produk donat dengan substitusi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan masa simpan donat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan formulasi memiliki pola penurunan kualitas yang serupa. Donat dengan kedua tingkat substitusi mempertahankan kualitas baik hingga hari kedua, mulai menurun pada hari ketiga, dan tidak layak dikonsumsi pada hari keempat yang ditandai dengan aroma asam, perubahan tekstur, pemudaran warna, serta pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan substansial antara tingkat substitusi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp" type="image/webp" length="114796" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-f8495.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-17671.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/hedonik-kualitas-donat-umur-simpan-rempah-pangan-l-thumb-366ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2184-unespadang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11503-ekasakti-jurnal-penelitian-pengabdian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47072-asuh-anak-usia-pola</link>
	<guid isPermaLink="false">4778c4116b8ef1e62976f794798d83eb</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:07:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini, penting untuk fokus pada pembiasaan aktivitas sehari-hari di rumah. Orang tua dapat melatih anak melalui pemberian contoh dan pembiasaan aktivitas sederhana seperti makan sendiri, berpakaian, dan merapikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu: Untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini, penting untuk fokus pada pembiasaan aktivitas sehari-hari di rumah. Orang tua dapat melatih anak melalui pemberian contoh dan pembiasaan aktivitas sederhana seperti makan sendiri, berpakaian, dan merapikan barang. Selain itu, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak juga berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian. Orang tua dapat memberikan arahan, pujian, dan dukungan emosional saat anak menghadapi kesulitan. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga juga sangat penting dalam memperkuat pembentukan karakter mandiri anak usia dini. Dengan sinergi antara praktik di sekolah dan di rumah, anak tidak akan mengalami kebingungan dalam menjalankan perilaku mandiri. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pola asuh demokratis terhadap kemandirian anak. Pola asuh demokratis yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan dapat menjadi pendekatan yang optimal dalam menumbuhkan kemandirian anak. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pola asuh demokratis mempengaruhi inisiatif, pengambilan keputusan, dan kemampuan anak dalam mengelola tanggung jawab dan disiplin diri.. Hasil diskusi menunjukkan bahwa anak-anak usia dini harus belajar menjadi mandiri sejak dini dari lingkungan keluarga, terutama di rumah, karena rumah adalah tempat pertama dan terpenting bagi mereka.Untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan untuk mengikuti kegiatan di sekolah, anak-anak perlu melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan sendiri, berpakaian, memakai sepatu, dan selalu merapikan rumah.sebaliknya, hal itu memerlukan proses pembiasaan yang terus-menerus antara keluarga dan lingkungan sekolah anak.Anak-anak yang dilatih mandiri di rumah cenderung tidak mampu berperilaku mandiri di sekolah, sementara anak-anak yang terlalu sering menerima bantuan akan mengalami ketergantungan dan kesulitan beradaptasi.Oleh karena itu, pengawasan orang tua sangat penting untuk membangun kemandirian anak usia dini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik parenting di Kelurahan Ngedukelu berperan besar dalam membantu anak-anak menjadi lebih mandiri.Melalui pertemuan orang tua, komunikasi intensif antara guru dan orang tua, dan pelatihan tentang pola asuh yang mendukung kemandirian, program parenting dapat meningkatkan kesadaran orang tua untuk memberi anak kesempatan untuk melakukan hal-hal sendiri.Keberhasilan pembentukan kemandirian anak sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara guru dan orang tua Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua memperlakukan anak usia dini mereka dan bagaimana peran orang tua bermain dalam membangun kemandirian anak di Kelurahan Ngedukelu. Penelitian ini harus mengetahui kemandirian anak dan bagaimana parenting yang baik mengajarkan anak untuk melakukan tugas sederhana secara mandiri. Penelitian ini lebih fokus pada cara orang tua mendidik anak sehingga mereka dapat membangun kemandirian mereka sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak belum mencapai tingkat kemandirian yang diharapkan. Kondisi ini ditunjukkan oleh fakta bahwa anak-anak masih memerlukan bantuan dan pendampingan orang tua untuk melakukan kegiatan sehari-hari di rumah. Beberapa aktivitas yang masih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-049cb.webp" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-049cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-049cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-049cb.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" alt="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-975b4.webp" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-975b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-975b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-975b4.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" alt="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" alt="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47072-asuh-anak-usia-pola" title="JURIS - The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu" target="_blank">The Implementation of Parenting in Fostering Early Childhood Independence in Ngedukelu Village: Pelaksanaan Parenting dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini di Kelurahan Ngedukelu</a>: Untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini, penting untuk fokus pada pembiasaan aktivitas sehari-hari di rumah. Orang tua dapat melatih anak melalui pemberian contoh dan pembiasaan aktivitas sederhana seperti makan sendiri, berpakaian, dan merapikan barang. Selain itu, komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak juga berperan penting dalam menumbuhkan kemandirian. Orang tua dapat memberikan arahan, pujian, dan dukungan emosional saat anak menghadapi kesulitan. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga juga sangat penting dalam memperkuat pembentukan karakter mandiri anak usia dini. Dengan sinergi antara praktik di sekolah dan di rumah, anak tidak akan mengalami kebingungan dalam menjalankan perilaku mandiri. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pola asuh demokratis terhadap kemandirian anak. Pola asuh demokratis yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan dapat menjadi pendekatan yang optimal dalam menumbuhkan kemandirian anak. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pola asuh demokratis mempengaruhi inisiatif, pengambilan keputusan, dan kemampuan anak dalam mengelola tanggung jawab dan disiplin diri..
<br>Hasil diskusi menunjukkan bahwa anak-anak usia dini harus belajar menjadi mandiri sejak dini dari lingkungan keluarga, terutama di rumah, karena rumah adalah tempat pertama dan terpenting bagi mereka.Untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan untuk mengikuti kegiatan di sekolah, anak-anak perlu melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan sendiri, berpakaian, memakai sepatu, dan selalu merapikan rumah.sebaliknya, hal itu memerlukan proses pembiasaan yang terus-menerus antara keluarga dan lingkungan sekolah anak.Anak-anak yang dilatih mandiri di rumah cenderung tidak mampu berperilaku mandiri di sekolah, sementara anak-anak yang terlalu sering menerima bantuan akan mengalami ketergantungan dan kesulitan beradaptasi.Oleh karena itu, pengawasan orang tua sangat penting untuk membangun kemandirian anak usia dini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik parenting di Kelurahan Ngedukelu berperan besar dalam membantu anak-anak menjadi lebih mandiri.Melalui pertemuan orang tua, komunikasi intensif antara guru dan orang tua, dan pelatihan tentang pola asuh yang mendukung kemandirian, program parenting dapat meningkatkan kesadaran orang tua untuk memberi anak kesempatan untuk melakukan hal-hal sendiri.Keberhasilan pembentukan kemandirian anak sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara guru dan orang tua
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua memperlakukan anak usia dini mereka dan bagaimana peran orang tua bermain dalam membangun kemandirian anak di Kelurahan Ngedukelu. Penelitian ini harus mengetahui kemandirian anak dan bagaimana parenting yang baik mengajarkan anak untuk melakukan tugas sederhana secara mandiri. Penelitian ini lebih fokus pada cara orang tua mendidik anak sehingga mereka dapat membangun kemandirian mereka sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak belum mencapai tingkat kemandirian yang diharapkan. Kondisi ini ditunjukkan oleh fakta bahwa anak-anak masih memerlukan bantuan dan pendampingan orang tua untuk melakukan kegiatan sehari-hari di rumah. Beberapa aktivitas yang masih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp" type="image/webp" length="87810" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-049cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-975b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/asuh-anak-usia-pola-genz-mendidik-implementation-p-thumb-bd36f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls High School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls High School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls High School ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47064-keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-hig</link>
	<guid isPermaLink="false">d6988d9c7f5d8c91d31cb50992e118e8</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:07:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ high school ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti hajar ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hajar,high,school,siti,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas di berbagai sekolah untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari intervensi AR. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki integrasi AR dengan model pembelajaran berbasis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls' High School: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas di berbagai sekolah untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari intervensi AR. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki integrasi AR dengan model pembelajaran berbasis masalah kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana AR mempengaruhi tingkat kemampuan kognitif yang berbeda, memberikan wawasan berharga tentang efektivitasnya dalam berbagai konteks pembelajaran.. Berdasarkan temuan dan diskusi, studi ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dalam pengajaran geometri tiga dimensi secara signifikan meningkatkan penguasaan konsep siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis teks dan gambar.Kelompok eksperimen menunjukkan skor rata-rata post-test yang lebih tinggi, nilai gain normalisasi yang lebih besar, dan ukuran efek yang besar, menunjukkan bahwa pembelajaran yang didukung AR memberikan manfaat kognitif yang substansial.Fitur visualisasi interaktif memungkinkan siswa untuk memanipulasi, memutar, dan memeriksa benda-benda geometri secara dinamis, sehingga memfasilitasi konstruksi model mental yang lebih akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknologi imersif dapat secara efektif mengurangi kesalahpahaman spasial dan mendukung pemahaman relasional yang lebih dalam terhadap konsep geometri Pendidikan matematika memainkan peran sentral dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan memecahkan masalah siswa. Dalam kurikulum sekolah menengah, geometri merupakan domain fundamental yang tidak hanya memperkuat penalaran deduktif tetapi juga menumbuhkan kecerdasan spasial. Namun, meskipun penting, geometriAiterutama geometri tiga dimensi (3D)Aitetap menjadi salah satu topik paling menantang bagi siswa. Kompleksitasnya muncul dari kebutuhan untuk memvisualisasikan, memutar, mengubah, dan berhubungan dengan objek dalam ruang, proses yang menuntut keterampilan visualisasi spasial tingkat lanjut. Studi-studi di konteks pendidikan Indonesia melaporkan bahwa siswa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp 1x" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" alt="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-29f12.webp" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-29f12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-29f12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-29f12.webp 1x" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" alt="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-cb390.webp" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-cb390.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-cb390.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-cb390.webp 1x" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" alt="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47064-keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-hig" title="JURIS - Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls&#039; High School" target="_blank">Augmented RealityAeSupported Learning and Its Effect on Secondary StudentsAo Conceptual Mastery of Geometry at Nanyang Girls' High School</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang lebih luas di berbagai sekolah untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dari intervensi AR. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki integrasi AR dengan model pembelajaran berbasis masalah kolaboratif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana AR mempengaruhi tingkat kemampuan kognitif yang berbeda, memberikan wawasan berharga tentang efektivitasnya dalam berbagai konteks pembelajaran..
<br>Berdasarkan temuan dan diskusi, studi ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dalam pengajaran geometri tiga dimensi secara signifikan meningkatkan penguasaan konsep siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis teks dan gambar.Kelompok eksperimen menunjukkan skor rata-rata post-test yang lebih tinggi, nilai gain normalisasi yang lebih besar, dan ukuran efek yang besar, menunjukkan bahwa pembelajaran yang didukung AR memberikan manfaat kognitif yang substansial.Fitur visualisasi interaktif memungkinkan siswa untuk memanipulasi, memutar, dan memeriksa benda-benda geometri secara dinamis, sehingga memfasilitasi konstruksi model mental yang lebih akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknologi imersif dapat secara efektif mengurangi kesalahpahaman spasial dan mendukung pemahaman relasional yang lebih dalam terhadap konsep geometri
<br>Pendidikan matematika memainkan peran sentral dalam membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, dan memecahkan masalah siswa. Dalam kurikulum sekolah menengah, geometri merupakan domain fundamental yang tidak hanya memperkuat penalaran deduktif tetapi juga menumbuhkan kecerdasan spasial. Namun, meskipun penting, geometriAiterutama geometri tiga dimensi (3D)Aitetap menjadi salah satu topik paling menantang bagi siswa. Kompleksitasnya muncul dari kebutuhan untuk memvisualisasikan, memutar, mengubah, dan berhubungan dengan objek dalam ruang, proses yang menuntut keterampilan visualisasi spasial tingkat lanjut. Studi-studi di konteks pendidikan Indonesia melaporkan bahwa siswa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp" type="image/webp" length="102792" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-651ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-29f12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/c/keterlibatan-siswa-sekolah-menengah-year-high-scho-thumb-cb390.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14367-journal-science-mathematics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Regulation of Early Childhood Socio Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Regulation of Early Childhood Socio Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Regulation of Early Childhood Socio Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47068-kolaborasi-sekolah-relasi-guru-tua-peran-kol</link>
	<guid isPermaLink="false">f764bf2edbc6e46de5ab8d3883834523</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:07:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji efektivitas kolaborasi guru-orang tua dalam konteks yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian, atau mengembangkan model kolaborasi yang dapat diterapkan secara formal di satuan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji efektivitas kolaborasi guru-orang tua dalam konteks yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian, atau mengembangkan model kolaborasi yang dapat diterapkan secara formal di satuan PAUD lainnya. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua dalam pengendalian perilaku sosial emosional anak, serta dampak jangka panjang dari kolaborasi ini terhadap perkembangan anak secara keseluruhan.. Pengendalian perilaku sosial emosional anak di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu dilakukan melalui integrasi dua pendekatan yang saling melengkapi.guru menjalankan fungsi kognitif (literasi emosi dan bimbingan) sementara orang tua menjalankan fungsi afektif (penenangan dan kasih sayang).Keterpaduan dua fungsi ini memastikan anak tidak hanya memahami emosinya, tetapi juga merasa aman secara emosional.Kolaborasi antara guru dan orang tua terwujud melalui ekosistem pendukung yang sistematis, mencakup komunikasi rutin saat antar-jemput, penyelarasan aturan sekolah dan rumah, serta pertemuan berkala.Konsistensi penanganan ini terbukti mencegah kebingungan nilai pada anak.Intervensi kolaboratif yang terjalin terbukti efektif mengubah perilaku negatif anak, seperti tantrum dan sulit berbagi, menjadi kemampuan sosial emosional yang positif, di mana anak menjadi lebih sabar, mampu bekerja sama, dan memiliki regulasi diri yang lebih baik.Implikasi praktis penelitian ini bagi guru adalah pentingnya menginisiasi komunikasi dua arah yang konsisten dengan orang tua sebagai bagian dari strategi pengelolaan perilaku anak.Bagi orang tua, hasil ini menegaskan bahwa melanjutkan pembiasaan dari sekolah di rumah merupakan kunci keberhasilan perkembangan sosial emosional anak Perilaku sosial emosional anak usia dini memegang peranan penting dalam perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengendalian perilaku sosial emosional anak usia dini serta bentuk-bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian perilaku sosial emosional anak dilakukan melalui kolaborasi sinergis antara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-41955.webp" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-41955.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-41955.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-41955.webp 1x" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" alt="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-a8539.webp" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-a8539.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-a8539.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-a8539.webp 1x" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" alt="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp 1x" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" alt="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47068-kolaborasi-sekolah-relasi-guru-tua-peran-kol" title="JURIS - Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola" target="_blank">Regulation of Early Childhood Socio-Emotional Behavior through TeacherAeParent Collaboration at TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu: Pengendalian Perilaku Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kola</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji efektivitas kolaborasi guru-orang tua dalam konteks yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian, atau mengembangkan model kolaborasi yang dapat diterapkan secara formal di satuan PAUD lainnya. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi-strategi spesifik yang dapat diterapkan oleh guru dan orang tua dalam pengendalian perilaku sosial emosional anak, serta dampak jangka panjang dari kolaborasi ini terhadap perkembangan anak secara keseluruhan..
<br>Pengendalian perilaku sosial emosional anak di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu dilakukan melalui integrasi dua pendekatan yang saling melengkapi.guru menjalankan fungsi kognitif (literasi emosi dan bimbingan) sementara orang tua menjalankan fungsi afektif (penenangan dan kasih sayang).Keterpaduan dua fungsi ini memastikan anak tidak hanya memahami emosinya, tetapi juga merasa aman secara emosional.Kolaborasi antara guru dan orang tua terwujud melalui ekosistem pendukung yang sistematis, mencakup komunikasi rutin saat antar-jemput, penyelarasan aturan sekolah dan rumah, serta pertemuan berkala.Konsistensi penanganan ini terbukti mencegah kebingungan nilai pada anak.Intervensi kolaboratif yang terjalin terbukti efektif mengubah perilaku negatif anak, seperti tantrum dan sulit berbagi, menjadi kemampuan sosial emosional yang positif, di mana anak menjadi lebih sabar, mampu bekerja sama, dan memiliki regulasi diri yang lebih baik.Implikasi praktis penelitian ini bagi guru adalah pentingnya menginisiasi komunikasi dua arah yang konsisten dengan orang tua sebagai bagian dari strategi pengelolaan perilaku anak.Bagi orang tua, hasil ini menegaskan bahwa melanjutkan pembiasaan dari sekolah di rumah merupakan kunci keberhasilan perkembangan sosial emosional anak
<br>Perilaku sosial emosional anak usia dini memegang peranan penting dalam perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengendalian perilaku sosial emosional anak usia dini serta bentuk-bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua di TKK Bunda Pengantara Rahmat Ngedukelu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian perilaku sosial emosional anak dilakukan melalui kolaborasi sinergis antara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp" type="image/webp" length="88932" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-41955.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-a8539.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/kolaborasi-sekolah-relasi-guru-orang-tua-peran-gur-thumb-bf9c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education A School Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education A School Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education A School Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47078-keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kel</link>
	<guid isPermaLink="false">2a1642c46dbf42568eb8b0c91d33b38e</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:58:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ high school ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti hajar ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hajar,high,school,siti,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penyelidikan lanjutan dapat fokus pada: (1) menilai dampak jangka panjang RME terhadap pemahaman numerasi saat siswa memindahkan ke jenjang menengah, (2) mengevaluasi peran pembelajaran berbasis projek RME dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria: Penyelidikan lanjutan dapat fokus pada: (1) menilai dampak jangka panjang RME terhadap pemahaman numerasi saat siswa memindahkan ke jenjang menengah, (2) mengevaluasi peran pembelajaran berbasis projek RME dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan (3) membandingkan efektivitas RME di berbagai konteks budaya dan sosial untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi transferibilitas strategi pembelajaran.. RME secara signifikan meningkatkan keterampilan numerasi kelas 5 di Sekolah Kebangsaan Seri Suria dibandingkan metode konvensional, dengan ukuran efek besar.Pendekatan berbasis konteks realistis dan eksplorasi kolaboratif memperkuat pemahaman konseptual, kemampuan memecahkan masalah, dan peningkatan partisipasi siswa.Pengintegrasian RME dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi numerasi dan keterlibatan siswa di pendidikan dasar Penelitian ini bertujuan memeriksa efektivitas pendekatan Realistik Matematika (RME) dalam meningkatkan keterampilan numerasi siswa di Sekolah Kebangsaan Seri Suria. Metode quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test control group digunakan, melibatkan 60 siswa kelas 5 yang dibagi menjadi kelompok eksperimental (metode RME) dan kontrol (metode konvensional). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test kelompok eksperimental dibandingkan kontrol, dengan ukuran efek besar (CohenAos d = 1,45). Selain peningkatan kuantitatif, observasi kelas mengungkap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" alt="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-cf25c.webp" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-cf25c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-cf25c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-cf25c.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" alt="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-a3404.webp" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-a3404.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-a3404.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-a3404.webp 1x" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" alt="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47078-keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kel" title="JURIS - Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria" target="_blank">Enhancing Numeracy Skills through Realistic Mathematics Education: A School-Based Study at Sekolah Kebangsaan Seri Suria</a>: Penyelidikan lanjutan dapat fokus pada: (1) menilai dampak jangka panjang RME terhadap pemahaman numerasi saat siswa memindahkan ke jenjang menengah, (2) mengevaluasi peran pembelajaran berbasis projek RME dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan (3) membandingkan efektivitas RME di berbagai konteks budaya dan sosial untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi transferibilitas strategi pembelajaran..
<br>RME secara signifikan meningkatkan keterampilan numerasi kelas 5 di Sekolah Kebangsaan Seri Suria dibandingkan metode konvensional, dengan ukuran efek besar.Pendekatan berbasis konteks realistis dan eksplorasi kolaboratif memperkuat pemahaman konseptual, kemampuan memecahkan masalah, dan peningkatan partisipasi siswa.Pengintegrasian RME dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi numerasi dan keterlibatan siswa di pendidikan dasar
<br>Penelitian ini bertujuan memeriksa efektivitas pendekatan Realistik Matematika (RME) dalam meningkatkan keterampilan numerasi siswa di Sekolah Kebangsaan Seri Suria. Metode quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test control group digunakan, melibatkan 60 siswa kelas 5 yang dibagi menjadi kelompok eksperimental (metode RME) dan kontrol (metode konvensional). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor post-test kelompok eksperimental dibandingkan kontrol, dengan ukuran efek besar (CohenAos d = 1,45). Selain peningkatan kuantitatif, observasi kelas mengungkap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp" type="image/webp" length="89938" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-c3dec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-cf25c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/keterampilan-numerasi-siswa-sdn-kelas-busana-parti-thumb-a3404.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14367-journal-science-mathematics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community Adonara East Flores Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community Adonara East Flores Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community Adonara East Flores Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47074-rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan</link>
	<guid isPermaLink="false">2eaa44238fa1a9a08344bf01ef0fcdf0</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:55:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang makna dan fungsi bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng, khususnya dalam konteks budaya dan spiritual mereka. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang makna dan fungsi bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng, khususnya dalam konteks budaya dan spiritual mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek-aspek sosial dan ekonomi yang terkait dengan pembangunan bak, seperti bagaimana masyarakat Ile Boleng mengelola dan memanfaatkan air yang ditampung dalam bak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran bak dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam konteks krisis air bersih yang semakin signifikan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng dan kontribusinya dalam melestarikan budaya serta membangun pola hidup yang lebih berkelanjutan.. Pembangunan bak penampung air hujan adalah solusi strategis bagi daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.Antusiasme masyarakat atasnya begitu dirasakan karena sejak diperkenalkan banyak orang yang berinisiatif membangun bak, baik itu untuk kepemilikan pribadi maupun untuk kepemilikan umum.Biaya bahan dan material bak yang cukup terjangkau dan daya tahan bak untuk waktu yang cukup lama menjadikan bak sebagai jawaban bagi masyarakat dalam mengatasi kelangkaan dan ketiadaan air bersih.Fungsinya yang urgentif untuk menampung air bersih sebagai kebutuhan fundamental manusia membuat bak ditempatkan secara istimewa dalam hidup masyarakat.Fenomena ini sangat dirasakan di wilayah Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, NTT yang menempatkan dan memperlakukan bak secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka.Fakta ini terlihat dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, yang mencakupi tahap persiapan, pengerjaan dan pemakaian.Tahapan ritual itu dilaksanakan secara cermat dan teliti agar bak bisa kokoh dan bertahan lama.Apabila dicermati, tahapan ritual dalam upacara Tula Bak di wilayah ini menyerupai tahapan ritual dalam pembangun uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot.Tahapan ritual itu mentransformasikan bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah.Sebab dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya sekadar sebagai tempat berdiam, tetapi juga sebagai tempat berlindung dan menimbah kekuatan serta spirit kehidupan.Konteks ini didukung dengan fungsi bak sebagai wadah penampung air yang dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot adalah personifikasi seorang perempuan (ibu) yang berkorban memberi kehidupan bagi banyak orang.Dengan demikian, bagi masyarakat Ile Boleng, bak air juga adalah tempat untuk memperoleh perlindungan, menimbah kekuatan dan spirit kehidupan.Bak adalah AuRumah yang LainAy bagi mereka Artikel ini membahas bagaimana masyarakat Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menempatkan dan memperlakukan bak air secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka. Perlakuan ini terungkap dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, pembuatan bak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikannya. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu studi literatur, observasi, dan wawancara pada periode September 2024 menghasilkan satu temuan utama bahwa tahapan ritual dalam upacara Tula Bak itu sama seperti tahapan ritual dalam pembangunan uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot. Demikianlah bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah. Sebab bagi masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp 1x" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" alt="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-38655.webp" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-38655.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-38655.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-38655.webp 1x" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" alt="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-ebaae.webp" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-ebaae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-ebaae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-ebaae.webp 1x" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" alt="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47074-rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan" title="JURIS - Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La" target="_blank">Interpretation of Local Wisdom in the Tula Bak Ritual as Authe Other HomeAy among the Ile Boleng Community, Adonara, East Flores: Interpretasi Kearifan Lokal dalam Ritual Tula Bak Sebagai AuRumah Yang La</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang makna dan fungsi bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng, khususnya dalam konteks budaya dan spiritual mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada aspek-aspek sosial dan ekonomi yang terkait dengan pembangunan bak, seperti bagaimana masyarakat Ile Boleng mengelola dan memanfaatkan air yang ditampung dalam bak. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran bak dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam konteks krisis air bersih yang semakin signifikan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya bak dalam kehidupan masyarakat Ile Boleng dan kontribusinya dalam melestarikan budaya serta membangun pola hidup yang lebih berkelanjutan..
<br>Pembangunan bak penampung air hujan adalah solusi strategis bagi daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.Antusiasme masyarakat atasnya begitu dirasakan karena sejak diperkenalkan banyak orang yang berinisiatif membangun bak, baik itu untuk kepemilikan pribadi maupun untuk kepemilikan umum.Biaya bahan dan material bak yang cukup terjangkau dan daya tahan bak untuk waktu yang cukup lama menjadikan bak sebagai jawaban bagi masyarakat dalam mengatasi kelangkaan dan ketiadaan air bersih.Fungsinya yang urgentif untuk menampung air bersih sebagai kebutuhan fundamental manusia membuat bak ditempatkan secara istimewa dalam hidup masyarakat.Fenomena ini sangat dirasakan di wilayah Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, NTT yang menempatkan dan memperlakukan bak secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka.Fakta ini terlihat dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, yang mencakupi tahap persiapan, pengerjaan dan pemakaian.Tahapan ritual itu dilaksanakan secara cermat dan teliti agar bak bisa kokoh dan bertahan lama.Apabila dicermati, tahapan ritual dalam upacara Tula Bak di wilayah ini menyerupai tahapan ritual dalam pembangun uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot.Tahapan ritual itu mentransformasikan bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah.Sebab dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya sekadar sebagai tempat berdiam, tetapi juga sebagai tempat berlindung dan menimbah kekuatan serta spirit kehidupan.Konteks ini didukung dengan fungsi bak sebagai wadah penampung air yang dalam konteks budaya masyarakat Lamaholot adalah personifikasi seorang perempuan (ibu) yang berkorban memberi kehidupan bagi banyak orang.Dengan demikian, bagi masyarakat Ile Boleng, bak air juga adalah tempat untuk memperoleh perlindungan, menimbah kekuatan dan spirit kehidupan.Bak adalah AuRumah yang LainAy bagi mereka
<br>Artikel ini membahas bagaimana masyarakat Ile Boleng, Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menempatkan dan memperlakukan bak air secara sentral dan istimewa dalam hidup mereka. Perlakuan ini terungkap dalam tahapan ritual upacara Tula Bak, pembuatan bak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikannya. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu studi literatur, observasi, dan wawancara pada periode September 2024 menghasilkan satu temuan utama bahwa tahapan ritual dalam upacara Tula Bak itu sama seperti tahapan ritual dalam pembangunan uma lango, rumah tinggal, masyarakat Lamaholot. Demikianlah bak air menjadi sakral dan keramat seakan memiliki kekuatan spiritual sama seperti rumah. Sebab bagi masyarakat Lamaholot, rumah tidak hanya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp" type="image/webp" length="82374" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-601af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-38655.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/8/rumah-tinggal-roboh-sumber-air-bersih-penangkapan-thumb-ebaae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education A Systematic Literature Review Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education A Systematic Literature Review Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education A Systematic Literature Review Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47069-learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto</link>
	<guid isPermaLink="false">8c0409afc1512ce262c9d3b3f415afc2</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:48:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan investigasi integratif longitudinal, memperluas penelitian ke berbagai konteks budaya dan pendidikan yang beragam, mengembangkan pengukuran otonomi yang lebih komprehensif dan multidimensional, melakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan investigasi integratif longitudinal, memperluas penelitian ke berbagai konteks budaya dan pendidikan yang beragam, mengembangkan pengukuran otonomi yang lebih komprehensif dan multidimensional, melakukan eksplorasi eksperimental terhadap scaffolding yang diadaptasi secara digital, serta menyelidiki bagaimana keyakinan dan kompetensi guru dalam merancang scaffolding mempengaruhi pengembangan berkelanjutan dari otonomi peserta didik.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instructional scaffolding secara konsisten diposisikan dalam literatur sebagai mekanisme pedagogis strategis yang mendukung pengembangan learner autonomy melalui dukungan bertahap, adaptasi kontekstual, refleksi terstruktur, dan pengalaman belajar autentik.Karakteristik dominan scaffolding yang diidentifikasi dalam studi-studi tersebut meliputi modeling, praktik terbimbing, manajemen beban kognitif, dialog reflektif, dan pelepasan dukungan terstruktur.Indikator otonomi yang paling sering dilaporkan meliputi self-regulation, metacognition, intrinsic motivation, self-efficacy, dan tanggung jawab belajar, yang semuanya sejalan dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan pragmatis, seperti pembelajaran berbasis pengalaman, praktik autentik, adaptasi kontekstual, dan internalisasi reflektif berkelanjutan.Berbeda dengan literatur sebelumnya yang cenderung memperlakukan scaffolding dan otonomi sebagai konstruk terpisah, penelitian ini menawarkan integrasi konseptual yang memosisikan scaffolding sebagai mekanisme mediasi strategis yang memfasilitasi transisi dari ketergantungan peserta didik menuju kemandirian dalam kerangka pendidikan pragmatis.Temuan lebih lanjut menegaskan bahwa otonomi bukanlah kondisi awal dari pembelajaran, melainkan hasil dari proses pedagogis yang terstruktur dan progresif Penelitian ini mensintesis peran instructional scaffolding dalam meningkatkan learner autonomy yang berlandaskan filsafat pendidikan pragmatis melalui pendekatan Systematic Literature Review. Kajian ini menelaah karakteristik, model, dan mekanisme scaffolding; konseptualisasi serta operasionalisasi learner autonomy; serta integrasi prinsip-prinsip pendidikan pragmatis dalam kajian ilmiah yang ada. Dengan mengikuti kerangka PRISMA 2020, telaah ini terutama bersumber dari basis data Scopus (2015Ae2025) dan satu sumber tambahan, sehingga menghasilkan 31 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik-komparatif. Temuan menunjukkan bahwa scaffolding umumnya diterapkan melalui modeling, praktik terbimbing, refleksi terstruktur, pengelolaan beban kognitif, serta pelepasan dukungan secara bertahap. Learner autonomy dioperasionalisasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-b6856.webp" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-b6856.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-b6856.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-b6856.webp 1x" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" alt="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-fa483.webp" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-fa483.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-fa483.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-fa483.webp 1x" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" alt="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp 1x" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" alt="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47069-learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto" title="JURIS - The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O" target="_blank">The Role of Instructional Scaffolding in Enhancing Learner Autonomy Based on the Philosophy of Pragmatic Education: A Systematic Literature Review : Peran Scaffolding Pembelajaran dalam Meningkatkan O</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan investigasi integratif longitudinal, memperluas penelitian ke berbagai konteks budaya dan pendidikan yang beragam, mengembangkan pengukuran otonomi yang lebih komprehensif dan multidimensional, melakukan eksplorasi eksperimental terhadap scaffolding yang diadaptasi secara digital, serta menyelidiki bagaimana keyakinan dan kompetensi guru dalam merancang scaffolding mempengaruhi pengembangan berkelanjutan dari otonomi peserta didik..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa instructional scaffolding secara konsisten diposisikan dalam literatur sebagai mekanisme pedagogis strategis yang mendukung pengembangan learner autonomy melalui dukungan bertahap, adaptasi kontekstual, refleksi terstruktur, dan pengalaman belajar autentik.Karakteristik dominan scaffolding yang diidentifikasi dalam studi-studi tersebut meliputi modeling, praktik terbimbing, manajemen beban kognitif, dialog reflektif, dan pelepasan dukungan terstruktur.Indikator otonomi yang paling sering dilaporkan meliputi self-regulation, metacognition, intrinsic motivation, self-efficacy, dan tanggung jawab belajar, yang semuanya sejalan dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan pragmatis, seperti pembelajaran berbasis pengalaman, praktik autentik, adaptasi kontekstual, dan internalisasi reflektif berkelanjutan.Berbeda dengan literatur sebelumnya yang cenderung memperlakukan scaffolding dan otonomi sebagai konstruk terpisah, penelitian ini menawarkan integrasi konseptual yang memosisikan scaffolding sebagai mekanisme mediasi strategis yang memfasilitasi transisi dari ketergantungan peserta didik menuju kemandirian dalam kerangka pendidikan pragmatis.Temuan lebih lanjut menegaskan bahwa otonomi bukanlah kondisi awal dari pembelajaran, melainkan hasil dari proses pedagogis yang terstruktur dan progresif
<br>Penelitian ini mensintesis peran instructional scaffolding dalam meningkatkan learner autonomy yang berlandaskan filsafat pendidikan pragmatis melalui pendekatan Systematic Literature Review. Kajian ini menelaah karakteristik, model, dan mekanisme scaffolding; konseptualisasi serta operasionalisasi learner autonomy; serta integrasi prinsip-prinsip pendidikan pragmatis dalam kajian ilmiah yang ada. Dengan mengikuti kerangka PRISMA 2020, telaah ini terutama bersumber dari basis data Scopus (2015Ae2025) dan satu sumber tambahan, sehingga menghasilkan 31 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik-komparatif. Temuan menunjukkan bahwa scaffolding umumnya diterapkan melalui modeling, praktik terbimbing, refleksi terstruktur, pengelolaan beban kognitif, serta pelepasan dukungan secara bertahap. Learner autonomy dioperasionalisasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp" type="image/webp" length="94284" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-b6856.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-fa483.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/learner-autonomy-filsafat-pendidikan-pragmatis-oto-thumb-68a33.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna Brunei Darussalam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna Brunei Darussalam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna Brunei Darussalam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47065-ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-inter</link>
	<guid isPermaLink="false">5b4ff493abf9c0679fa2c1749fee31fe</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:44:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ high school ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti hajar ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hajar,high,school,siti,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berhubung hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif meningkatkan literasi statistik, penelitian lanjutan dapat menyelidiki seberapa efektif integrasi teknologi digitalAiseperti platform pembelajaran onlineAidalam memperkuat interaksi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam.: Berhubung hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif meningkatkan literasi statistik, penelitian lanjutan dapat menyelidiki seberapa efektif integrasi teknologi digitalAiseperti platform pembelajaran onlineAidalam memperkuat interaksi siswa dan memperluas cakupan materi statistik yang dapat diakses. Selain itu, studi longitudinal dapat memantau dampak jangka panjang dari pendekatan kolaboratif terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan statistik di bidang studi lain, sehingga dapat menilai transferabilitas keterampilan tersebut. Akhirnya, penelitian selanjutnya dapat menilai peran moderat dari faktor demografis (misalnya, tingkat kesulitan kurikulum atau latar belakang ekonomi) dalam mempengaruhi efektivitas pembelajaran kolaboratif, dengan tujuan merancang intervensi yang lebih inklusif dan adil bagi semua kelompok siswa.. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan literasi statistik siswa di sekolah menengah, dengan siswa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan rataAcrata yang jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.Peningkatan paling menonjol terlihat pada interpretasi data, pemecahan masalah kontekstual, memahami grafik, dan penalaran probabilitas, menegaskan bahwa kerja kelompok memperkuat pemahaman konseptual dan aplikasi praktis statistik.Temuan ini menegaskan relevansi strategi kolaboratif dalam kurikulum matematika untuk mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan dataAcberat melalui keterampilan berpikir kritis dan analitis yang lebih baik Literasi statistik menjadi kompetensi penting di pendidikan menengah karena perannya yang krusial dalam pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap literasi statistik siswa di Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam. Metode kuasiAceksperimental dengan preActest dan postActest diterapkan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimental yang menerapkan strategi pembelajaran kolaboratif dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Sampel terdiri dari 60 siswa tingkat atas yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." alt="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-7a1de.webp" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-7a1de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-7a1de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-7a1de.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." alt="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-8af15.webp" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-8af15.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-8af15.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-8af15.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." alt="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47065-ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-inter" title="JURIS - Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam." target="_blank">Collaborative Learning and Its Effect on Statistical Literacy at Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam.</a>: Berhubung hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kolaboratif meningkatkan literasi statistik, penelitian lanjutan dapat menyelidiki seberapa efektif integrasi teknologi digitalAiseperti platform pembelajaran onlineAidalam memperkuat interaksi siswa dan memperluas cakupan materi statistik yang dapat diakses. Selain itu, studi longitudinal dapat memantau dampak jangka panjang dari pendekatan kolaboratif terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan statistik di bidang studi lain, sehingga dapat menilai transferabilitas keterampilan tersebut. Akhirnya, penelitian selanjutnya dapat menilai peran moderat dari faktor demografis (misalnya, tingkat kesulitan kurikulum atau latar belakang ekonomi) dalam mempengaruhi efektivitas pembelajaran kolaboratif, dengan tujuan merancang intervensi yang lebih inklusif dan adil bagi semua kelompok siswa..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara signifikan meningkatkan literasi statistik siswa di sekolah menengah, dengan siswa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan rataAcrata yang jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.Peningkatan paling menonjol terlihat pada interpretasi data, pemecahan masalah kontekstual, memahami grafik, dan penalaran probabilitas, menegaskan bahwa kerja kelompok memperkuat pemahaman konseptual dan aplikasi praktis statistik.Temuan ini menegaskan relevansi strategi kolaboratif dalam kurikulum matematika untuk mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan dataAcberat melalui keterampilan berpikir kritis dan analitis yang lebih baik
<br>Literasi statistik menjadi kompetensi penting di pendidikan menengah karena perannya yang krusial dalam pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap literasi statistik siswa di Sekolah Menengah Pengiran Anak Puteri Hajah Masna, Brunei Darussalam. Metode kuasiAceksperimental dengan preActest dan postActest diterapkan pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimental yang menerapkan strategi pembelajaran kolaboratif dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Sampel terdiri dari 60 siswa tingkat atas yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp" type="image/webp" length="157420" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-2a167.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-7a1de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/d/ghazali-interaksi-siswa-strategi-kolaboratif-sekol-thumb-8af15.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1122-publine.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14367-journal-science-mathematics-education.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use A Study at SMP Negeri 1 Lahewa Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use A Study at SMP Negeri 1 Lahewa Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use A Study at SMP Negeri 1 Lahewa Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47076-siswa-smp-ma-sosial-kognitif</link>
	<guid isPermaLink="false">ea2c0087f61113ef7ab8f1761f50aec5</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:38:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara interferensi morfopragmatik di SMP Negeri 1 Lahewa dengan sekolah-sekolah lain di daerah yang memiliki karakteristik bahasa lokal yang berbeda. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara interferensi morfopragmatik di SMP Negeri 1 Lahewa dengan sekolah-sekolah lain di daerah yang memiliki karakteristik bahasa lokal yang berbeda. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang dinamika interferensi bahasa di kalangan remaja. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih mendalam, seperti wawancara mendalam dengan siswa dan guru, untuk memahami perspektif dan pengalaman mereka dalam menggunakan bahasa sehari-hari. Dengan demikian, dapat diperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi interferensi morfopragmatik. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan efektif untuk mengatasi tantangan interferensi morfopragmatik. Strategi ini dapat mencakup pengembangan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, serta penggunaan teknologi seperti Deep Learning untuk membantu siswa memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik dalam berbagai konteks.. Peserta didik di SMP Negeri 1 Lahewa menunjukkan kecenderungan terjadinya interferensi ganda dalam praktik berbahasa.Pada tataran morfologis, ditemukan proses afiksasi campuran, yaitu melekatnya partikel bahasa Nias seperti sa, many, l, dan ba pada kosakata bahasa gaul maupun bahasa Indonesia baku.Fenomena ini mengindikasikan adanya percampuran sistem linguistik yang tidak hanya bersifat insidental, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan berbahasa sehari-hari.Sementara itu, pada tataran pragmatik, fungsi tuturan kerap mengalami pergeseran makna, yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang budaya penutur dengan tuntutan konteks komunikasi formal di lingkungan sekolah.Pergeseran ini menunjukkan bahwa interferensi tidak hanya menyentuh aspek bentuk bahasa, tetapi juga cara makna dan kesantunan dipahami serta diwujudkan dalam interaksi.Penerapan pendekatan Deep Learning dalam penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memetakan kompleksitas bahasa remaja secara lebih sistematis.Model yang digunakan mampu mengekstraksi fitur-fitur linguistik yang relatif halus, seperti kecenderungan nada, gaya bahasa, dan pola penggunaan leksikon yang menjadi ciri khas variasi yang dapat disebut sebagai AuSlang-NiasAy di wilayah Lahewa.Kemampuan komputasional tidak hanya berguna untuk klasifikasi bahasa secara umum, tetapi juga efektif dalam mengidentifikasi pola linguistik yang sering kali luput dari pengamatan deskriptif konvensional.Temuan penelitian ini menguatkan pandangan bahwa penggunaan bahasa daerah dan bahasa gaul di kalangan siswa tidak semata-mata dapat dipahami sebagai kesalahan berbahasa, melainkan juga sebagai bentuk adaptasi sosial dan ekspresi identitas kelompok.Namun demikian, apabila fenomena ini tidak diimbangi dengan pembinaan yang memadai, terdapat risiko menurunnya kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat pada situasi formal.Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia perlu diarahkan pada pengembangan kesadaran metalinguistik, sehingga siswa mampu memahami perbedaan fungsi, norma, dan konteks penggunaan bahasa, serta dapat menempatkan ragam bahasa secara tepat sesuai situasi komunikasi Penelitian ini mengkaji interferensi morfopragmatik yang muncul dari interaksi bahasa Nias, bahasa Indonesia, dan bahasa gaul pada siswa SMP Negeri 1 Lahewa. Penelitian ini berfokus pada identifikasi pola interferensi morfologis dan pragmatis serta menerapkan pendekatan Deep Learning untuk memetakan fitur kebahasaan dalam penggunaan bahasa siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari tuturan lisan dan teks tertulis siswa yang berasal dari tugas sekolah dan media komunikasi. Data kemudian diberi label secara manual untuk mengidentifikasi unsur morfologi dan pragmatik, lalu dianalisis menggunakan model Deep Learning untuk mendeteksi pola interferensi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk interferensi. Interferensi morfologis tampak pada penggunaan afiks bahasa Nias dalam kosakata... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp" title="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp 1x" title="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" alt="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-47e09.webp" title="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-47e09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-47e09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-47e09.webp 1x" title="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" alt="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47076-siswa-smp-ma-sosial-kognitif" title="JURIS - Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha" target="_blank">Morphopragmatic Interference between the Nias Language and Slang in Junior High School StudentsAo Language Use: A Study at SMP Negeri 1 Lahewa: Dinamika Interferensi Morfopragmatik Bahasa Nias dan Baha</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara interferensi morfopragmatik di SMP Negeri 1 Lahewa dengan sekolah-sekolah lain di daerah yang memiliki karakteristik bahasa lokal yang berbeda. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang dinamika interferensi bahasa di kalangan remaja. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih mendalam, seperti wawancara mendalam dengan siswa dan guru, untuk memahami perspektif dan pengalaman mereka dalam menggunakan bahasa sehari-hari. Dengan demikian, dapat diperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi interferensi morfopragmatik. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan efektif untuk mengatasi tantangan interferensi morfopragmatik. Strategi ini dapat mencakup pengembangan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, serta penggunaan teknologi seperti Deep Learning untuk membantu siswa memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik dalam berbagai konteks..
<br>Peserta didik di SMP Negeri 1 Lahewa menunjukkan kecenderungan terjadinya interferensi ganda dalam praktik berbahasa.Pada tataran morfologis, ditemukan proses afiksasi campuran, yaitu melekatnya partikel bahasa Nias seperti sa, many, l, dan ba pada kosakata bahasa gaul maupun bahasa Indonesia baku.Fenomena ini mengindikasikan adanya percampuran sistem linguistik yang tidak hanya bersifat insidental, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan berbahasa sehari-hari.Sementara itu, pada tataran pragmatik, fungsi tuturan kerap mengalami pergeseran makna, yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang budaya penutur dengan tuntutan konteks komunikasi formal di lingkungan sekolah.Pergeseran ini menunjukkan bahwa interferensi tidak hanya menyentuh aspek bentuk bahasa, tetapi juga cara makna dan kesantunan dipahami serta diwujudkan dalam interaksi.Penerapan pendekatan Deep Learning dalam penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memetakan kompleksitas bahasa remaja secara lebih sistematis.Model yang digunakan mampu mengekstraksi fitur-fitur linguistik yang relatif halus, seperti kecenderungan nada, gaya bahasa, dan pola penggunaan leksikon yang menjadi ciri khas variasi yang dapat disebut sebagai AuSlang-NiasAy di wilayah Lahewa.Kemampuan komputasional tidak hanya berguna untuk klasifikasi bahasa secara umum, tetapi juga efektif dalam mengidentifikasi pola linguistik yang sering kali luput dari pengamatan deskriptif konvensional.Temuan penelitian ini menguatkan pandangan bahwa penggunaan bahasa daerah dan bahasa gaul di kalangan siswa tidak semata-mata dapat dipahami sebagai kesalahan berbahasa, melainkan juga sebagai bentuk adaptasi sosial dan ekspresi identitas kelompok.Namun demikian, apabila fenomena ini tidak diimbangi dengan pembinaan yang memadai, terdapat risiko menurunnya kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat pada situasi formal.Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia perlu diarahkan pada pengembangan kesadaran metalinguistik, sehingga siswa mampu memahami perbedaan fungsi, norma, dan konteks penggunaan bahasa, serta dapat menempatkan ragam bahasa secara tepat sesuai situasi komunikasi
<br>Penelitian ini mengkaji interferensi morfopragmatik yang muncul dari interaksi bahasa Nias, bahasa Indonesia, dan bahasa gaul pada siswa SMP Negeri 1 Lahewa. Penelitian ini berfokus pada identifikasi pola interferensi morfologis dan pragmatis serta menerapkan pendekatan Deep Learning untuk memetakan fitur kebahasaan dalam penggunaan bahasa siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari tuturan lisan dan teks tertulis siswa yang berasal dari tugas sekolah dan media komunikasi. Data kemudian diberi label secara manual untuk mengidentifikasi unsur morfologi dan pragmatik, lalu dianalisis menggunakan model Deep Learning untuk mendeteksi pola interferensi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk interferensi. Interferensi morfologis tampak pada penggunaan afiks bahasa Nias dalam kosakata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp" type="image/webp" length="85394" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-1246e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/siswa-smp-ma-sosial-kognitif-identitas-budaya-morp-thumb-47e09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47067-tingkah-laku-anak-akademik-usia-peri</link>
	<guid isPermaLink="false">e3fd2ae36a5228f7f049f3d5dd7d8bf9</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 19:26:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana pengaruh kombinasi media jalur bola dengan elemen musik terhadap konsentrasi anak usia dini? Apa perbedaan efektivitas media jalur bola bila digunakan secara solo dibandingkan dengan kegiatan kelompok dalam konteks kelas? Bagaimana peran guru ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini: Bagaimana pengaruh kombinasi media jalur bola dengan elemen musik terhadap konsentrasi anak usia dini? Apa perbedaan efektivitas media jalur bola bila digunakan secara solo dibandingkan dengan kegiatan kelompok dalam konteks kelas? Bagaimana peran guru atau orang tua dalam memfasilitasi penggunaan media jalur bola agar dapat diterapkan secara rutin di lingkungan rumah dan sekolah?. Media permainan jalur bola dapat meningkatkan konsentrasi anak usia dini melalui stimulasi visual dan motorik.Hasil uji validasi ahli dan observasi langsung menunjukkan peningkatan fokus, koordinasi mata-tangan, serta kemampuan pemecahan masalah.Media non-digital ini merupakan alternatif efektif untuk memperkaya strategi pendidikan psikologi perkembangan Fokus merupakan salah satu keterampilan penting pada anak usia dini yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Namun, banyak anak pada tahap ini mengalami kesulitan mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media permainan jalur bola dalam meningkatkan kemampuan fokus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-10270.webp" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-10270.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-10270.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-10270.webp 1x" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" alt="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp 1x" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" alt="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-d7fde.webp" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-d7fde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-d7fde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-d7fde.webp 1x" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" alt="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47067-tingkah-laku-anak-akademik-usia-peri" title="JURIS - Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini" target="_blank">Development of a Ball Track Learning Medium to Enhance Early Childhood Attention: Pengembangan Media Jalur Bola untuk Melatih Fokus Anak Usia Dini</a>: Bagaimana pengaruh kombinasi media jalur bola dengan elemen musik terhadap konsentrasi anak usia dini? Apa perbedaan efektivitas media jalur bola bila digunakan secara solo dibandingkan dengan kegiatan kelompok dalam konteks kelas? Bagaimana peran guru atau orang tua dalam memfasilitasi penggunaan media jalur bola agar dapat diterapkan secara rutin di lingkungan rumah dan sekolah?.
<br>Media permainan jalur bola dapat meningkatkan konsentrasi anak usia dini melalui stimulasi visual dan motorik.Hasil uji validasi ahli dan observasi langsung menunjukkan peningkatan fokus, koordinasi mata-tangan, serta kemampuan pemecahan masalah.Media non-digital ini merupakan alternatif efektif untuk memperkaya strategi pendidikan psikologi perkembangan
<br>Fokus merupakan salah satu keterampilan penting pada anak usia dini yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Namun, banyak anak pada tahap ini mengalami kesulitan mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media permainan jalur bola dalam meningkatkan kemampuan fokus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti uji coba terbatas, sedangkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp" type="image/webp" length="90674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-10270.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-26326.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/tingkah-laku-anak-akademik-usia-perilaku-pola-genz-thumb-d7fde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47079-cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-ap</link>
	<guid isPermaLink="false">f48eb3d397448e3ad21e42791cd51c3d</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:59:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak penggunaan aplikasi Cake pada motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam situasi percakapan nyata, dengan cara memantau interaksi siswa di luar kelas selama satu semester. Kedua, studi berikutnya bisa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa: Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak penggunaan aplikasi Cake pada motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam situasi percakapan nyata, dengan cara memantau interaksi siswa di luar kelas selama satu semester. Kedua, studi berikutnya bisa menyelidiki efektivitas kombinasi Cake dengan modul pembelajaran berbasis game, sehingga dapat mengevaluasi apakah sinergi antara elemen gamifikasi dan latihan berbicara meningkatkan hasil belajar secara lebih signifikan. Ketiga, penelitian yang lebih luas dapat membandingkan efektivitas Cake pada berbagai jenjang pendidikan, seperti SMA, SMK, dan perguruan tinggi, serta menjurnalkan perbedaan peningkatan kemampuan berbicara di antara kelompok umur dan latar belakang bahasa. Dengan demikian, rekomendasi praktis dapat disesuaikan dengan kondisi lembaga pendidikan yang berbeda.. Aplikasi Cake terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMAN 11 Tangerang Selatan, karena mencatat peningkatan signifikan pada skor postActest kelompok eksperimen dibandingkan kontrol.Peningkatan terutama terlihat pada aspek pengucapan, kosakata, dan kelancaran berbicara, yang didukung oleh fitur latihan interaktif dan umpan balik otomatis.Oleh karena itu, penggunaan Cake dapat dijadikan alternatif pembelajaran berbicara yang inovatif di kelas Bahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Cake dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMAN 11 Tangerang Selatan tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan desain quasiAcexperimental dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang diberikan preActest dan postActest. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan, ANCOVA, dan NAcGain melalui SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rataAcrata postActest lebih tinggi (72,48) dibandingkan kelompok kontrol (70,55) dengan kategori NAcGain sedang (45,81). Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan aplikasi Cake terhadap kemampuan berbicara siswa setelah mengontrol skor awal (p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" alt="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-f994c.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-f994c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-f994c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-f994c.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" alt="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-a471f.webp" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-a471f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-a471f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-a471f.webp 1x" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" alt="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47079-cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-ap" title="JURIS - The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa" target="_blank">The Effectiveness of Using the Cake App to Improve StudentsAo Speaking Ability: Efektivitas Penggunaan Aplikasi Cake dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa</a>: Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak penggunaan aplikasi Cake pada motivasi dan rasa percaya diri siswa dalam situasi percakapan nyata, dengan cara memantau interaksi siswa di luar kelas selama satu semester. Kedua, studi berikutnya bisa menyelidiki efektivitas kombinasi Cake dengan modul pembelajaran berbasis game, sehingga dapat mengevaluasi apakah sinergi antara elemen gamifikasi dan latihan berbicara meningkatkan hasil belajar secara lebih signifikan. Ketiga, penelitian yang lebih luas dapat membandingkan efektivitas Cake pada berbagai jenjang pendidikan, seperti SMA, SMK, dan perguruan tinggi, serta menjurnalkan perbedaan peningkatan kemampuan berbicara di antara kelompok umur dan latar belakang bahasa. Dengan demikian, rekomendasi praktis dapat disesuaikan dengan kondisi lembaga pendidikan yang berbeda..
<br>Aplikasi Cake terbukti efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMAN 11 Tangerang Selatan, karena mencatat peningkatan signifikan pada skor postActest kelompok eksperimen dibandingkan kontrol.Peningkatan terutama terlihat pada aspek pengucapan, kosakata, dan kelancaran berbicara, yang didukung oleh fitur latihan interaktif dan umpan balik otomatis.Oleh karena itu, penggunaan Cake dapat dijadikan alternatif pembelajaran berbicara yang inovatif di kelas Bahasa Inggris
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi Cake dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X SMAN 11 Tangerang Selatan tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan desain quasiAcexperimental dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang diberikan preActest dan postActest. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan, ANCOVA, dan NAcGain melalui SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rataAcrata postActest lebih tinggi (72,48) dibandingkan kelompok kontrol (70,55) dengan kategori NAcGain sedang (45,81). Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan aplikasi Cake terhadap kemampuan berbicara siswa setelah mengontrol skor awal (p <...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp" type="image/webp" length="96558" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-84583.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-f994c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/cake-speaking-quasi-experimental-kombinasi-aplikas-thumb-a471f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47066-aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-af</link>
	<guid isPermaLink="false">0536be41a9e73646f4303d8795a69a72</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:52:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan pola asuh antara orang tua yang bekerja dan tidak bekerja memengaruhi kebiasaan makan anak, terutama dalam hal pendampingan saat makan dan variasi menu harian, untuk melihat pengaruh spesifik kesibukan terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak: Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan pola asuh antara orang tua yang bekerja dan tidak bekerja memengaruhi kebiasaan makan anak, terutama dalam hal pendampingan saat makan dan variasi menu harian, untuk melihat pengaruh spesifik kesibukan terhadap kualitas pola asuh gizi. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas intervensi edukasi berbasis posyandu yang menggabungkan simulasi praktik makan sehat bersama anak, guna mengevaluasi apakah pendekatan langsung dan partisipatif dapat lebih mengubah perilaku pola asuh dibanding penyuluhan biasa. Ketiga, perlu diteliti penerapan model pola asuh otoritatif dalam konteks budaya lokal, termasuk tantangan dan penerimaannya oleh keluarga, agar intervensi yang dirancang tidak hanya akademis tetapi juga relevan dan berkelanjutan secara sosial. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu merancang program yang tidak hanya memperbaiki asupan, tetapi juga memperkuat peran orang tua sebagai pengarah utama gizi seimbang pada anak. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengukur dampak jangka panjang dari perbaikan pola asuh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dengan menggabungkan aspek budaya, praktik sehari-hari, dan sistem pendukung lokal, penelitian berikutnya bisa menghasilkan model intervensi yang lebih holistik dan mudah diadopsi masyarakat. Fokus pada perubahan perilaku orang tua, bukan hanya pengetahuan, akan menjadi kunci keberhasilan. Studi ini juga bisa mengeksplorasi peran anggota keluarga lain seperti kakek-nenek dalam membentuk kebiasaan makan anak. Hasilnya diharapkan dapat dijadikan dasar pengembangan kebijakan kesehatan anak yang lebih menyeluruh. Pada akhirnya, pendekatan multilayer yang menyentuh individu, keluarga, dan komunitas diperlukan untuk mengatasi masalah gizi buruk secara tuntas.. Status gizi buruk pada anak bukan hanya disebabkan oleh ketersediaan pangan secara ekonomi, tetapi lebih merupakan hasil dari kegagalan interaksi psikososial dalam proses pengasuhan.Pola asuh yang seimbang antara kontrol dan responsivitas terbukti menjadi faktor utama dalam mencegah malnutrisi, sementara pola asuh yang mengabaikan atau terlalu otoriter justru meningkatkan risiko gizi buruk.Intervensi kesehatan gizi akan kurang efektif jika tidak disertai dengan upaya perbaikan perilaku dan pola asuh orang tua secara berkelanjutan Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh pola asuh orang tua terhadap gizi buruk pada anak, yaitu untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah gizi buruk pada anak. Pola asuh yang tepat sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh kembang secara optimal. Urgensi dari penelitian ini sangatlah besar karena pola asuh merupakan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi anak, bahkan lebih dari sekedar faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu pendekatan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan angka dan rumus, sehingga pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelurahan Kisanata terdapat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" alt="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-af08b.webp" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-af08b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-af08b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-af08b.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" alt="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-ed458.webp" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-ed458.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-ed458.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-ed458.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" alt="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47066-aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-af" title="JURIS - The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak" target="_blank">The Effect of Parenting Styles on Child Malnutrition: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Gizi Buruk pada Anak</a>: Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan pola asuh antara orang tua yang bekerja dan tidak bekerja memengaruhi kebiasaan makan anak, terutama dalam hal pendampingan saat makan dan variasi menu harian, untuk melihat pengaruh spesifik kesibukan terhadap kualitas pola asuh gizi. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas intervensi edukasi berbasis posyandu yang menggabungkan simulasi praktik makan sehat bersama anak, guna mengevaluasi apakah pendekatan langsung dan partisipatif dapat lebih mengubah perilaku pola asuh dibanding penyuluhan biasa. Ketiga, perlu diteliti penerapan model pola asuh otoritatif dalam konteks budaya lokal, termasuk tantangan dan penerimaannya oleh keluarga, agar intervensi yang dirancang tidak hanya akademis tetapi juga relevan dan berkelanjutan secara sosial. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu merancang program yang tidak hanya memperbaiki asupan, tetapi juga memperkuat peran orang tua sebagai pengarah utama gizi seimbang pada anak. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengukur dampak jangka panjang dari perbaikan pola asuh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dengan menggabungkan aspek budaya, praktik sehari-hari, dan sistem pendukung lokal, penelitian berikutnya bisa menghasilkan model intervensi yang lebih holistik dan mudah diadopsi masyarakat. Fokus pada perubahan perilaku orang tua, bukan hanya pengetahuan, akan menjadi kunci keberhasilan. Studi ini juga bisa mengeksplorasi peran anggota keluarga lain seperti kakek-nenek dalam membentuk kebiasaan makan anak. Hasilnya diharapkan dapat dijadikan dasar pengembangan kebijakan kesehatan anak yang lebih menyeluruh. Pada akhirnya, pendekatan multilayer yang menyentuh individu, keluarga, dan komunitas diperlukan untuk mengatasi masalah gizi buruk secara tuntas..
<br>Status gizi buruk pada anak bukan hanya disebabkan oleh ketersediaan pangan secara ekonomi, tetapi lebih merupakan hasil dari kegagalan interaksi psikososial dalam proses pengasuhan.Pola asuh yang seimbang antara kontrol dan responsivitas terbukti menjadi faktor utama dalam mencegah malnutrisi, sementara pola asuh yang mengabaikan atau terlalu otoriter justru meningkatkan risiko gizi buruk.Intervensi kesehatan gizi akan kurang efektif jika tidak disertai dengan upaya perbaikan perilaku dan pola asuh orang tua secara berkelanjutan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh pola asuh orang tua terhadap gizi buruk pada anak, yaitu untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah gizi buruk pada anak. Pola asuh yang tepat sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh kembang secara optimal. Urgensi dari penelitian ini sangatlah besar karena pola asuh merupakan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi anak, bahkan lebih dari sekedar faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu pendekatan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan angka dan rumus, sehingga pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelurahan Kisanata terdapat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp" type="image/webp" length="84824" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-72b2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-af08b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/aktor-dominan-pola-selera-makan-anak-afektif-kogni-thumb-ed458.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of Problem Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of Problem Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of Problem Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-47084-keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis</link>
	<guid isPermaLink="false">0174d8feb6c045045be44cb04c645370</guid>
	<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:44:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ effect think ]]></category>
	<category><![CDATA[ firaman gula ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti aisyah ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[aisyah,effect,firaman,gula,siti,think]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Namun, penelitian ini masih terbatas pada pengukuran hasil belajar secara kuantitatif tanpa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan: Berdasarkan hasil penelitian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Namun, penelitian ini masih terbatas pada pengukuran hasil belajar secara kuantitatif tanpa menjelaskan secara rinci indikator-indikator berpikir kritis yang dikembangkan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan pengukuran indikator-indikator berpikir kritis yang lebih spesifik dan terukur. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana PBL dapat diintegrasikan dengan pendekatan-pendekatan pembelajaran lainnya, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis komunitas, untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara lebih komprehensif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari penerapan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, termasuk bagaimana kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan nyata dan bagaimana PBL dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang beragam.. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan, penerapan model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi.Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh kenaikan persentase keterampilan berpikir kritis secara substansial, yakni dari 40% sebelum intervensi menjadi 80% setelah model PBL diterapkan di kelas.Model PBL mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, partisipatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.Hal ini secara langsung mendorong siswa untuk lebih berani berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mengajukan pertanyaan kritis selama proses pembelajaran berlangsung.Keberhasilan implementasi model ini juga didukung oleh penggunaan media pembelajaran visual dan audio, serta integrasi unsur kearifan lokal yang membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.Meskipun masih dijumpai beberapa kendala operasional terkait keterbatasan fasilitas pendukung seperti proyektor dan jaringan internet, secara keseluruhan pendekatan ini selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Subjek dalam penelitian ini adalah guru biologi dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil observasi, persentase keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan secara substansial dari 40% sebelum penerapan model PBL menjadi 80% setelah intervensi pembelajaran dilakukan. Data kualitatif dari wawancara guru juga mengonfirmasi bahwa penggunaan model PBL... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-dad7b.webp" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-dad7b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-dad7b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-dad7b.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" alt="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-b22f3.webp" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-b22f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-b22f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-b22f3.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" alt="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp 1x" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" alt="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-47084-keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis" title="JURIS - Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan" target="_blank">Analysis of Problem-Based Learning Implementation in Improving StudentsAo Critical Thinking Skills in Biology Education: Analisis Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Namun, penelitian ini masih terbatas pada pengukuran hasil belajar secara kuantitatif tanpa menjelaskan secara rinci indikator-indikator berpikir kritis yang dikembangkan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan pengukuran indikator-indikator berpikir kritis yang lebih spesifik dan terukur. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana PBL dapat diintegrasikan dengan pendekatan-pendekatan pembelajaran lainnya, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis komunitas, untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara lebih komprehensif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari penerapan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, termasuk bagaimana kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan nyata dan bagaimana PBL dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang beragam..
<br>Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan, penerapan model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi.Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh kenaikan persentase keterampilan berpikir kritis secara substansial, yakni dari 40% sebelum intervensi menjadi 80% setelah model PBL diterapkan di kelas.Model PBL mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, partisipatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.Hal ini secara langsung mendorong siswa untuk lebih berani berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mengajukan pertanyaan kritis selama proses pembelajaran berlangsung.Keberhasilan implementasi model ini juga didukung oleh penggunaan media pembelajaran visual dan audio, serta integrasi unsur kearifan lokal yang membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.Meskipun masih dijumpai beberapa kendala operasional terkait keterbatasan fasilitas pendukung seperti proyektor dan jaringan internet, secara keseluruhan pendekatan ini selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Subjek dalam penelitian ini adalah guru biologi dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil observasi, persentase keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan secara substansial dari 40% sebelum penerapan model PBL menjadi 80% setelah intervensi pembelajaran dilakukan. Data kualitatif dari wawancara guru juga mengonfirmasi bahwa penggunaan model PBL...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp" type="image/webp" length="85382" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-dad7b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-b22f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/keterlibatan-siswa-based-learning-pbl-kritis-pola-thumb-41ba8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2070-stkip-melawi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9904-bestari-jurnal-pendidikan-kebudayaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 06 May 2026 21:55:22 +0700. 24 items. Served in: 7.439 seconds [rss] -->
