<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 03 May 2026 01:09:39 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 01:09:39 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-05-03T01:09:39+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44673-digital-religion-agama-kristen-inklu</link>
	<guid isPermaLink="false">28e0925e27f0d1296cc17921831e3c06</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana strategi pelatihan digital untuk pemimpin gereja dapat meningkatkan kualitas interaksi liturgis secara online? Apakah penggunaan platform hibridaAionlineAcofflineAidapat mengoptimalkan pengalaman pastoral bagi kaum muda yang sensitif terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen: Bagaimana strategi pelatihan digital untuk pemimpin gereja dapat meningkatkan kualitas interaksi liturgis secara online? Apakah penggunaan platform hibridaAionlineAcofflineAidapat mengoptimalkan pengalaman pastoral bagi kaum muda yang sensitif terhadap teknologi? Meneliti peran literasi media digital di kalangan siswa gereja sebagai alat pemberdayaan dalam memperkuat nilai kredulitas sakramen digital. Bagaimana kerangka kerja etika digital dapat dirancang untuk menanggapi penyebaran konten keagamaan yang menyesatkan di media sosial? Membandingkan efektivitas metode pengajaran interaktif berbasis VR dengan pengajaran tradisional dalam memfasilitasi penyerapan nilai spiritual. Menilai dampak jangka panjang penggunaan aplikasi meditasi digital pada kedalaman spiritual sebagaimana yang diukur melalui survei psikologis. Menelusuri kolaborasi antara lembaga pengajaran agama dan perusahaan teknologi dalam menciptakan platform gereja yang aman dan inklusif. Menilai kesiapan infrastruktur digital gereja di daerah terpencil dan dampaknya pada keadilan akses spiritual. Meneliti adopsi teknologi AI dalam menyeleksi materi penyembahan digital agar relevan dan personal. Meneliti persepsi generasi Z terkait otoritas sakral online dan bagaimana gereja dapat menjembatani keahlian teologis dengan budaya digital.. Digital religion membawa dampak positif dengan memudahkan akses pesan keagamaan tanpa batasan ruang dan geografis, namun juga menimbulkan degradasi interaksi sosial antarjemaat.Penekanan pada integritas sakramen dan kebenaran Firman Tuhan menjadi penting agar pelaksanaan ritual digital tidak terpengaruh oleh postActruth.Gereja dan pendidik Kristen harus bersiap secara digital dan menekankan interaksi offline agar kehidupan rohani jemaat dapat tetap terjaga Tulisan ini dirancang untuk menelusuri transformasi kehidupan rohani jemaat dalam era digital dan implikasi digital religion terhadap pendidikan agama Kristen. Digital religion merupakan fenomena yang muncul dikarenakan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Digital religion menghadirkan interaksiAcinteraksi keagamaan di ruang digital. Digital religion juga mengubah kehidupan rohani jemaat dimana perayaan ibadah, transmisi pesan keagamaan dan pastoral juga mengalami perubahan yang signifikan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk mengeksplor bagaimana digital religion memberikan implikasi terhadap pendidikan agama Kristen termasuk mentransformasikan kehidupan rohani... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-2c35e.webp" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-2c35e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-2c35e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-2c35e.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-edf12.webp" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-edf12.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-edf12.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-edf12.webp 1x" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" alt="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44673-digital-religion-agama-kristen-inklu" title="JURIS - Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen" target="_blank">Transformasi Kehidupan Rohani Jemaat dalam Era Digital: Implikasi Digital Religion terhadap Pendidikan Agama Kristen</a>: Bagaimana strategi pelatihan digital untuk pemimpin gereja dapat meningkatkan kualitas interaksi liturgis secara online? Apakah penggunaan platform hibridaAionlineAcofflineAidapat mengoptimalkan pengalaman pastoral bagi kaum muda yang sensitif terhadap teknologi? Meneliti peran literasi media digital di kalangan siswa gereja sebagai alat pemberdayaan dalam memperkuat nilai kredulitas sakramen digital. Bagaimana kerangka kerja etika digital dapat dirancang untuk menanggapi penyebaran konten keagamaan yang menyesatkan di media sosial? Membandingkan efektivitas metode pengajaran interaktif berbasis VR dengan pengajaran tradisional dalam memfasilitasi penyerapan nilai spiritual. Menilai dampak jangka panjang penggunaan aplikasi meditasi digital pada kedalaman spiritual sebagaimana yang diukur melalui survei psikologis. Menelusuri kolaborasi antara lembaga pengajaran agama dan perusahaan teknologi dalam menciptakan platform gereja yang aman dan inklusif. Menilai kesiapan infrastruktur digital gereja di daerah terpencil dan dampaknya pada keadilan akses spiritual. Meneliti adopsi teknologi AI dalam menyeleksi materi penyembahan digital agar relevan dan personal. Meneliti persepsi generasi Z terkait otoritas sakral online dan bagaimana gereja dapat menjembatani keahlian teologis dengan budaya digital..
<br>Digital religion membawa dampak positif dengan memudahkan akses pesan keagamaan tanpa batasan ruang dan geografis, namun juga menimbulkan degradasi interaksi sosial antarjemaat.Penekanan pada integritas sakramen dan kebenaran Firman Tuhan menjadi penting agar pelaksanaan ritual digital tidak terpengaruh oleh postActruth.Gereja dan pendidik Kristen harus bersiap secara digital dan menekankan interaksi offline agar kehidupan rohani jemaat dapat tetap terjaga
<br>Tulisan ini dirancang untuk menelusuri transformasi kehidupan rohani jemaat dalam era digital dan implikasi digital religion terhadap pendidikan agama Kristen. Digital religion merupakan fenomena yang muncul dikarenakan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Digital religion menghadirkan interaksiAcinteraksi keagamaan di ruang digital. Digital religion juga mengubah kehidupan rohani jemaat dimana perayaan ibadah, transmisi pesan keagamaan dan pastoral juga mengalami perubahan yang signifikan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba untuk mengeksplor bagaimana digital religion memberikan implikasi terhadap pendidikan agama Kristen termasuk mentransformasikan kehidupan rohani...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp" type="image/webp" length="92680" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-2c35e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-3f634.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/f/digital-religion-agama-kristen-inklusif-pendidikan-thumb-edf12.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10 13 Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10 13 Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10 13 Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44672-konteks-historis-korintus-gereja-modern-ge</link>
	<guid isPermaLink="false">b990a44978c2cdfce141d0965a350cdc</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan bahwa 1 Korintus 10:13 menegaskan kesetiaan Allah dengan menyediakan kekuatan bagi penderitaan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep "jalan keluar" (ekbasis) mempengaruhi praktik pastoral di gereja modern; pertanyaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini: Berdasarkan temuan bahwa 1 Korintus 10:13 menegaskan kesetiaan Allah dengan menyediakan kekuatan bagi penderitaan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep "jalan keluar" (ekbasis) mempengaruhi praktik pastoral di gereja modern; pertanyaan penelitianAmengingat bagaimana pemimpin gereja dapat mengembangkan modul pelatihan pastoral yang menjembatani teori hermeneutik dengan pengalaman nyata penderitaan jemaat. Selain itu, studi kuantitatif dapat ditujukan untuk mengukur dampak penafsiran hermeneutik terhadap tingkat kepercayaan dan ketahanan rohani jemaat, sehingga dapat diusulkan strategi intervensi pastoral yang berbasis data. Akhirnya, perbandingan kontekstual antara penafsiran tradisional dan kontemporer 1 Korintus 10:13 dapat dijadikan bahan studi longitudinal untuk menilai perubahan persepsi iman gereja di berbagai denominasi, yang dapat membuka dialog teologis lintas denominasi dan memperkaya literatur teologi kontekstual.. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman hermeneutik yang mendalam terhadap 1 Korintus 10.13 untuk mengoreksi kesalahpahaman yang berkembang dalam tradisi Kristen modern.Ayat ini tidak menjanjikan kebebasan dari penderitaan, melainkan menekankan kesetiaan Allah yang menyediakan kekuatan dan jalan keluar bagi umat-Nya.Pemahaman yang tepat memberi penghiburan realistis dan memperkuat iman dalam menghadapi pencobaan Kesalahan tafsir terhadap 1 Korintus 10:13 sering kali terjadi dalam tradisi Kristen modern, terutama ketika ayat ini dipahami sebagai jaminan kebebasan total dari penderitaan. Penafsiran yang terlalu literal terhadap frasa "Allah tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu" berpotensi menimbulkan pengharapan yang tidak realistis dan kekecewaan rohani, khususnya ketika umat menghadapi pencobaan yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna asli 1 Korintus 10:13 melalui pendekatan hermeneutik dan teologis, dengan menganalisis teks alkitabiah dalam konteks historis, tekstual, dan sosiokulturalnya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp 1x" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" alt="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-7c5ee.webp" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-7c5ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-7c5ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-7c5ee.webp 1x" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" alt="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-37626.webp" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-37626.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-37626.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-37626.webp 1x" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" alt="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44672-konteks-historis-korintus-gereja-modern-ge" title="JURIS - Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini" target="_blank">Pemahaman Hermeneutik terhadap 1 Korintus 10:13: Analisis atas Kesalahpahaman dalam Tradisi Kristen Masa Kini</a>: Berdasarkan temuan bahwa 1 Korintus 10:13 menegaskan kesetiaan Allah dengan menyediakan kekuatan bagi penderitaan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep "jalan keluar" (ekbasis) mempengaruhi praktik pastoral di gereja modern; pertanyaan penelitianAmengingat bagaimana pemimpin gereja dapat mengembangkan modul pelatihan pastoral yang menjembatani teori hermeneutik dengan pengalaman nyata penderitaan jemaat. Selain itu, studi kuantitatif dapat ditujukan untuk mengukur dampak penafsiran hermeneutik terhadap tingkat kepercayaan dan ketahanan rohani jemaat, sehingga dapat diusulkan strategi intervensi pastoral yang berbasis data. Akhirnya, perbandingan kontekstual antara penafsiran tradisional dan kontemporer 1 Korintus 10:13 dapat dijadikan bahan studi longitudinal untuk menilai perubahan persepsi iman gereja di berbagai denominasi, yang dapat membuka dialog teologis lintas denominasi dan memperkaya literatur teologi kontekstual..
<br>Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman hermeneutik yang mendalam terhadap 1 Korintus 10.13 untuk mengoreksi kesalahpahaman yang berkembang dalam tradisi Kristen modern.Ayat ini tidak menjanjikan kebebasan dari penderitaan, melainkan menekankan kesetiaan Allah yang menyediakan kekuatan dan jalan keluar bagi umat-Nya.Pemahaman yang tepat memberi penghiburan realistis dan memperkuat iman dalam menghadapi pencobaan
<br>Kesalahan tafsir terhadap 1 Korintus 10:13 sering kali terjadi dalam tradisi Kristen modern, terutama ketika ayat ini dipahami sebagai jaminan kebebasan total dari penderitaan. Penafsiran yang terlalu literal terhadap frasa "Allah tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu" berpotensi menimbulkan pengharapan yang tidak realistis dan kekecewaan rohani, khususnya ketika umat menghadapi pencobaan yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna asli 1 Korintus 10:13 melalui pendekatan hermeneutik dan teologis, dengan menganalisis teks alkitabiah dalam konteks historis, tekstual, dan sosiokulturalnya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp" type="image/webp" length="83468" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-a5624.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-7c5ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/konteks-historis-korintus-gereja-modern-pelayanan-thumb-37626.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44671-kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-2</link>
	<guid isPermaLink="false">c464df937c77d6475e3a58d169d4ab61</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ timor leste ]]></category>
	<category><![CDATA[ v22i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,leste,main,timor,v22i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ A. Bagaimana mekanisme transparansi dan akuntabilitas kebijakan pembatasan media sosial dapat disesuaikan agar lebih adil dan proporsional tanpa mengorbankan keamanan informasi? B. Bagaimana peran platform digital dan lembaga pengawasan independen dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia: A. Bagaimana mekanisme transparansi dan akuntabilitas kebijakan pembatasan media sosial dapat disesuaikan agar lebih adil dan proporsional tanpa mengorbankan keamanan informasi? B. Bagaimana peran platform digital dan lembaga pengawasan independen dapat dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kepentingan kontrol sekuler dan kebebasan berekspresi dalam konteks pemilu? C. Bagaimana dampak jangka panjang pembatasan media sosial pada partisipasi politik dan kualitas deliberasi publik di era digital Indonesia dapat diukur secara empiris dan dibandingkan dengan negara lain yang menerapkan kebijakan sejenis?. Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan media sosial menjelang Pemilu 2024 tidak hanya terkait stabilitas informasi, tetapi juga berfungsi memperkuat kontrol politik negara, sehingga mengurangi kualitas demokrasi digital.Kebijakan tersebut gagal memenuhi prinsip good governanceAitransparansi, akuntabilitas, dan partisipasiAimenjadi contoh otoritarianisme digital.Oleh karena itu, perlunya reformasi kebijakan agar tetap menghormati kebebasan berekspresi dan memperluas ruang publik digital Penelitian ini mengkaji bagaimana pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan media sosial sebagai instrumen tata kelola selama Pemilihan Umum 2024 dan implikasinya terhadap kebebasan berekspresi di era digital. Metodologi kualitatif studi kasus, analisis dokumen kebijakan, liputan media massa, serta wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pengamat politik, aktivis media sosial, dan pengguna internet dilakukan. Hasilnya menunjukkan kompleksitas signifikan dalam tata kelola komunikasi digital yang memunculkan efek terukur pada demokrasi partisipatif dan kebebasan sipil, menegaskan dilema antara keamanan elektoral dan prinsip demokratis. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-b83b7.webp" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-b83b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-b83b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-b83b7.webp 1x" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" alt="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp 1x" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" alt="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-49777.webp" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-49777.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-49777.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-49777.webp 1x" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" alt="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44671-kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-2" title="JURIS - Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia" target="_blank">Kebebasan Berpendapat dan Digital Governance: Pembatasan Media Sosial Pemilu 2024 Terhadap Demokrasi di Era Digital Indonesia</a>: A. Bagaimana mekanisme transparansi dan akuntabilitas kebijakan pembatasan media sosial dapat disesuaikan agar lebih adil dan proporsional tanpa mengorbankan keamanan informasi? B. Bagaimana peran platform digital dan lembaga pengawasan independen dapat dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kepentingan kontrol sekuler dan kebebasan berekspresi dalam konteks pemilu? C. Bagaimana dampak jangka panjang pembatasan media sosial pada partisipasi politik dan kualitas deliberasi publik di era digital Indonesia dapat diukur secara empiris dan dibandingkan dengan negara lain yang menerapkan kebijakan sejenis?.
<br>Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan media sosial menjelang Pemilu 2024 tidak hanya terkait stabilitas informasi, tetapi juga berfungsi memperkuat kontrol politik negara, sehingga mengurangi kualitas demokrasi digital.Kebijakan tersebut gagal memenuhi prinsip good governanceAitransparansi, akuntabilitas, dan partisipasiAimenjadi contoh otoritarianisme digital.Oleh karena itu, perlunya reformasi kebijakan agar tetap menghormati kebebasan berekspresi dan memperluas ruang publik digital
<br>Penelitian ini mengkaji bagaimana pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan media sosial sebagai instrumen tata kelola selama Pemilihan Umum 2024 dan implikasinya terhadap kebebasan berekspresi di era digital. Metodologi kualitatif studi kasus, analisis dokumen kebijakan, liputan media massa, serta wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pengamat politik, aktivis media sosial, dan pengguna internet dilakukan. Hasilnya menunjukkan kompleksitas signifikan dalam tata kelola komunikasi digital yang memunculkan efek terukur pada demokrasi partisipatif dan kebebasan sipil, menegaskan dilema antara keamanan elektoral dan prinsip demokratis.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp" type="image/webp" length="100228" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-b83b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-85369.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/kebebasan-berekspresi-tata-kelola-digital-pemilu-p-thumb-49777.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1651-stialan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8410-jurnal-good-governance.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Podcast dalam Penginjilan Digital Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Podcast dalam Penginjilan Digital Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Podcast dalam Penginjilan Digital Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44670-etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi</link>
	<guid isPermaLink="false">4a7b5931e1fa9aef861ff91492af0185</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai strategi konten podcast dalam menarik dan mempertahankan audiens dari berbagai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai strategi konten podcast dalam menarik dan mempertahankan audiens dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial-budaya. Hal ini penting untuk memahami bagaimana pesan Injil dapat disampaikan secara lebih relevan dan menarik bagi setiap individu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kasus implementasi podcast dalam berbagai denominasi gereja, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan podcast ke dalam program misi dan pelayanan gereja. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan spiritual dari mendengarkan podcast keagamaan terhadap pendengar, termasuk bagaimana podcast dapat memengaruhi keyakinan, perilaku, dan hubungan sosial mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran podcast dalam penginjilan digital dan bagaimana gereja dapat memanfaatkan platform ini secara efektif untuk mencapai tujuan misi dan pelayanan.. Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulknab bahwa misi gereja dalam konteks Amanat Agung tetap relevan meskipun dihadapkan dengan perkembangan teknologi digital.Digital misi menawarkan peluang luas untuk menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang sulit dijangkau melalui cara konvensional.Penggunaan teknologi digital, seperti media sosial dan podcast, memungkinkan gereja untuk menyebarkan Injil secara lebih efisien dan efektif, serta memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan audiens yang lebih luas.Namun, penting untuk memastikan bahwa penyebaran pesan Injil tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, yang mana seperti yang diajarkan dalam Efesus 4.Etika digital yang berbasis kasih dan empati harus menjadi landasan dalam setiap interaksi online.Selain itu, pembentukan etika digital dalam penginjilan menjadi tanggung jawab gereja dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.Gereja perlu mengedukasi jemaat untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana, menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk penipuan.Dengan demikian, gereja tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan Injil, tetapi juga sebagai teladan dalam beretika di dunia digital.Melalui pendekatan yang bijak dan penuh kasih, gereja dapat memanfaatkan media digital untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan jemaat dan menjangkau dunia dengan pesan keselamatan Kristus yang tetap setia kepada kebenaran Firman Tuhan Perkembangan teknologi internet of Thinks, di era disrupsi digital yang semakin massif, gereja menghadapi persoalan baru dalam menyampaikan pesan Amanat Agung. Di mana kesibukan dan internet yang merubah budaya komunikasi menjadi peluang baru di misis digital. Salah satu sarana yang kini semakin populer adalah podcast, sebuah media yang memungkinkan penginjilan dilakukan secara lebih fleksibel dan aksesibel. Peran podcast dalam penginjilan digital menjadi semakin relevan mengingat penetrasi internet yang tinggi dan preferensi masyarakat terhadap konsumsi konten audio. Penelitian ini bertujuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-28475.webp" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-28475.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-28475.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-28475.webp 1x" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" alt="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2ab44.webp" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2ab44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2ab44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2ab44.webp 1x" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" alt="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp 1x" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" alt="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44670-etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi" title="JURIS - Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi" target="_blank">Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai strategi konten podcast dalam menarik dan mempertahankan audiens dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial-budaya. Hal ini penting untuk memahami bagaimana pesan Injil dapat disampaikan secara lebih relevan dan menarik bagi setiap individu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kasus implementasi podcast dalam berbagai denominasi gereja, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan podcast ke dalam program misi dan pelayanan gereja. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak psikologis dan spiritual dari mendengarkan podcast keagamaan terhadap pendengar, termasuk bagaimana podcast dapat memengaruhi keyakinan, perilaku, dan hubungan sosial mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran podcast dalam penginjilan digital dan bagaimana gereja dapat memanfaatkan platform ini secara efektif untuk mencapai tujuan misi dan pelayanan..
<br>Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulknab bahwa misi gereja dalam konteks Amanat Agung tetap relevan meskipun dihadapkan dengan perkembangan teknologi digital.Digital misi menawarkan peluang luas untuk menjangkau lebih banyak orang, termasuk mereka yang sulit dijangkau melalui cara konvensional.Penggunaan teknologi digital, seperti media sosial dan podcast, memungkinkan gereja untuk menyebarkan Injil secara lebih efisien dan efektif, serta memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan audiens yang lebih luas.Namun, penting untuk memastikan bahwa penyebaran pesan Injil tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, yang mana seperti yang diajarkan dalam Efesus 4.Etika digital yang berbasis kasih dan empati harus menjadi landasan dalam setiap interaksi online.Selain itu, pembentukan etika digital dalam penginjilan menjadi tanggung jawab gereja dalam menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.Gereja perlu mengedukasi jemaat untuk menggunakan teknologi dengan bijaksana, menghindari hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk penipuan.Dengan demikian, gereja tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan Injil, tetapi juga sebagai teladan dalam beretika di dunia digital.Melalui pendekatan yang bijak dan penuh kasih, gereja dapat memanfaatkan media digital untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan jemaat dan menjangkau dunia dengan pesan keselamatan Kristus yang tetap setia kepada kebenaran Firman Tuhan
<br>Perkembangan teknologi internet of Thinks, di era disrupsi digital yang semakin massif, gereja menghadapi persoalan baru dalam menyampaikan pesan Amanat Agung. Di mana kesibukan dan internet yang merubah budaya komunikasi menjadi peluang baru di misis digital. Salah satu sarana yang kini semakin populer adalah podcast, sebuah media yang memungkinkan penginjilan dilakukan secara lebih fleksibel dan aksesibel. Peran podcast dalam penginjilan digital menjadi semakin relevan mengingat penetrasi internet yang tinggi dan preferensi masyarakat terhadap konsumsi konten audio. Penelitian ini bertujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp" type="image/webp" length="104836" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-28475.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2ab44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/1/etika-gereja-denominasi-kristen-karya-misi-konten-thumb-2a4f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44669-sidang-gereja-pentakosta-respons</link>
	<guid isPermaLink="false">0183d20140b44ca463ecf846439394ed</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih dalam tentang strategi gereja pentakostal dalam memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal relevansi dan aktualisasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal: Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih dalam tentang strategi gereja pentakostal dalam memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal relevansi dan aktualisasi diri. Bagaimana gereja dapat memanfaatkan media digital untuk menciptakan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat modern, serta bagaimana media digital dapat menjadi wadah untuk mengaktualisasikan diri dan pemikiran teologis gereja pentakostal.2. Meneliti dampak penggunaan media digital dalam memperluas jangkauan pelayanan gereja pentakostal. Bagaimana media digital dapat menjadi jembatan untuk menjangkau orang-orang yang belum mengenal Kristus, terutama di era digital saat ini. Apakah penggunaan media digital dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penjangkauan, serta bagaimana gereja dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk mencapai lebih banyak orang.3. Melakukan studi komparatif tentang penggunaan media digital dalam pelayanan gereja pentakostal di berbagai wilayah dan konteks sosial-budaya yang berbeda. Bagaimana media digital digunakan oleh gereja-gereja pentakostal di daerah perkotaan, pedesaan, atau komunitas-komunitas tertentu, dan apakah ada perbedaan strategi dan pendekatan dalam memanfaatkan media digital untuk pelayanan. Studi komparatif ini dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam penggunaan media digital di berbagai konteks.. Salah satu karakteristik yang menonjol dari kehidupan manusia di era digital adalah keterkaitan erat antara manusia dan teknologi digital, khususnya media digital.Media digital sangat berkontribusi dalam memaksimalkan pelayanan di gereja pentakostal karena mampu meningkatkan kemampuan pelayan Tuhan dalam menggunakan teknologi media digital untuk kepentingan pelayanan dan penjangkauan.Aspek relevansi juga menjadi kontribusi media digital, di mana kemauan dan kemampuan hamba Tuhan dalam beradaptasi dan mengakomodasi media digital membuat pelayanannya menjadi relevan dengan budaya masyarakat.Selain itu, gereja perlu mengaktualisasi diri dengan terkoneksi dan berelaborasi dengan media digital.Dampak signifikan lainnya adalah meluasnya jangkauan pelayanan, baik secara pribadi maupun komunitas Keberadaan media digital telah sangat mempengaruhi kehidupan manusia masa kini, mulai dari transaksi jual beli, dunia pendidikan, hiburan, komunikasi keluarga, hingga kehidupan bergereja. Artikel ini bertujuan untuk mengulik kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayanan gereja di lingkup pentakostal. Metode kualitatif deskriptif dan kajian literatur digunakan untuk menjelaskan secara runut, sistematis, dan mendalam tentang pengaruh media digital dalam kehidupan masa kini, penggunaan media digital dalam pelayanan gereja pentakostal, serta kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayan di lingkup gereja pentakostal. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-4d207.webp" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-4d207.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-4d207.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-4d207.webp 1x" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" alt="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp 1x" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" alt="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-176d0.webp" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-176d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-176d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-176d0.webp 1x" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" alt="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44669-sidang-gereja-pentakosta-respons" title="JURIS - Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal" target="_blank">Mengulik Kontribusi Media Digital dalam Memaksimalkan Pelayanan di Lingkup Gereja Pentakostal</a>: Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih dalam tentang strategi gereja pentakostal dalam memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal relevansi dan aktualisasi diri. Bagaimana gereja dapat memanfaatkan media digital untuk menciptakan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat modern, serta bagaimana media digital dapat menjadi wadah untuk mengaktualisasikan diri dan pemikiran teologis gereja pentakostal.2. Meneliti dampak penggunaan media digital dalam memperluas jangkauan pelayanan gereja pentakostal. Bagaimana media digital dapat menjadi jembatan untuk menjangkau orang-orang yang belum mengenal Kristus, terutama di era digital saat ini. Apakah penggunaan media digital dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penjangkauan, serta bagaimana gereja dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk mencapai lebih banyak orang.3. Melakukan studi komparatif tentang penggunaan media digital dalam pelayanan gereja pentakostal di berbagai wilayah dan konteks sosial-budaya yang berbeda. Bagaimana media digital digunakan oleh gereja-gereja pentakostal di daerah perkotaan, pedesaan, atau komunitas-komunitas tertentu, dan apakah ada perbedaan strategi dan pendekatan dalam memanfaatkan media digital untuk pelayanan. Studi komparatif ini dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam penggunaan media digital di berbagai konteks..
<br>Salah satu karakteristik yang menonjol dari kehidupan manusia di era digital adalah keterkaitan erat antara manusia dan teknologi digital, khususnya media digital.Media digital sangat berkontribusi dalam memaksimalkan pelayanan di gereja pentakostal karena mampu meningkatkan kemampuan pelayan Tuhan dalam menggunakan teknologi media digital untuk kepentingan pelayanan dan penjangkauan.Aspek relevansi juga menjadi kontribusi media digital, di mana kemauan dan kemampuan hamba Tuhan dalam beradaptasi dan mengakomodasi media digital membuat pelayanannya menjadi relevan dengan budaya masyarakat.Selain itu, gereja perlu mengaktualisasi diri dengan terkoneksi dan berelaborasi dengan media digital.Dampak signifikan lainnya adalah meluasnya jangkauan pelayanan, baik secara pribadi maupun komunitas
<br>Keberadaan media digital telah sangat mempengaruhi kehidupan manusia masa kini, mulai dari transaksi jual beli, dunia pendidikan, hiburan, komunikasi keluarga, hingga kehidupan bergereja. Artikel ini bertujuan untuk mengulik kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayanan gereja di lingkup pentakostal. Metode kualitatif deskriptif dan kajian literatur digunakan untuk menjelaskan secara runut, sistematis, dan mendalam tentang pengaruh media digital dalam kehidupan masa kini, penggunaan media digital dalam pelayanan gereja pentakostal, serta kontribusi media digital dalam memaksimalkan pelayan di lingkup gereja pentakostal.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp" type="image/webp" length="107244" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-4d207.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-d2a9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/sidang-gereja-pentakosta-respons-teologis-strategi-thumb-176d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44667-bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-y</link>
	<guid isPermaLink="false">b8024e74fac203513932944ee0712b34</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana kaum muda pentakostal memandang dan memahami pertumbuhan rohani, serta bagaimana mereka ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana kaum muda pentakostal memandang dan memahami pertumbuhan rohani, serta bagaimana mereka menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran dan tanggung jawab gereja dalam membina dan mengarahkan pertumbuhan rohani kaum muda, terutama dalam konteks pentakostal. Bagaimana gereja dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan rohani kaum muda dan bagaimana mereka dapat terlibat secara aktif dalam proses ini. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kaum muda pentakostal dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, dengan menerapkan nilai-nilai pertumbuhan rohani dalam kehidupan mereka. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh gereja dan komunitas untuk mendorong pertumbuhan rohani kaum muda dan meningkatkan kontribusi mereka dalam masyarakat.. Pertumbuhan adalah proses alamiah yang dialami semua mahluk hidup tak terkecuali manusia.Rasul Paulus menyinggung ada jenis ataupun proses pertumbuhan lain yang semestinya dialami oleh semua manusia dalam konteks ini orang percaya yaitu bertumbuh dalam Kristus.Menilik hasil pembahasan, kaum muda di lingkup pentakostal memotret bahwa bertumbuh dalam Kristus itu berarti memiliki kerinduan yang besar untuk dekat dengan Tuhan.Maksudnya seseorang yang hidupnya bertumbuh dalam Kristus pastilah akan lebih banyak menyisihkan waktunya untuk berdoa, membaca firman Tuhan, serta rajin datang beribadah.Kaum muda pentakostal juga memotret bahwa orang yang bertumbuh dalam Kristus akan tergambar jelas dari keselarasan antara perkataan dan perbuatannya.Dalam artian sederhananya, antara perkataan dan perbuatan orang itu saling berkesesuaian.Konsisten adalah potret lainnya yang kaum muda pentakostal potret dari orang yang bertumbuh dalam Kristus.Ini artinya ada satu keinginan yang kuat untuk terus berupaya selaras dengan Allah dalam keterbatasan kemanusiannya.Selain itu, bagi kaum muda pentakostal bertumbuh dalam Kristus membuat seseorang menjadi contoh yang bisa diteladani oleh orang disekitarnya Bertumbuh merupakan tahapan alamiah yang mesti dilewati oleh setiap mahluk hidup tak terkecuali manusia. Paulus menilai bahwa untuk maksimal melaksanakan fungsinya sebagai alat Tuhan, bagi orang percaya adalah sebuah keharusan untuk bertumbuh dalam Kristus. Artikel ini berupaya untuk menjabarkan bertumbuh dalam Kristus dari potret kaum muda pentakostal masa kini. Metode yang digunakan dalam mengerjakan artikel ini adalah kualitatif naratif dan kajian literatur. Artikel ini menarasikan berbagai contoh bertumbuh dalam Allah yang Alkitab catat, menarasikan bertumbuh dalam Kristus menurut Kolose 2, serta potret yang kaum muda pentakostal narasikan tentang bertumbuh dalam Kristus pada masa kini. Disimpulkan bahwa kaum muda pentakostal memotret bertumbuh dalam Kristus itu berarti rajin beribadah, selaras antara perkataan dan perbuatan, kehidupan yang konsisten... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-ebf62.webp" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-ebf62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-ebf62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-ebf62.webp 1x" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" alt="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-6ae4d.webp" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-6ae4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-6ae4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-6ae4d.webp 1x" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" alt="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp 1x" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" alt="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44667-bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-y" title="JURIS - Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini" target="_blank">Mengurai Narasi Bertumbuh Dalam Kristus Dari Potret Kaum Muda Pentakostal Masa Kini</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana kaum muda pentakostal memandang dan memahami pertumbuhan rohani, serta bagaimana mereka menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran dan tanggung jawab gereja dalam membina dan mengarahkan pertumbuhan rohani kaum muda, terutama dalam konteks pentakostal. Bagaimana gereja dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan rohani kaum muda dan bagaimana mereka dapat terlibat secara aktif dalam proses ini. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kaum muda pentakostal dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, dengan menerapkan nilai-nilai pertumbuhan rohani dalam kehidupan mereka. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh gereja dan komunitas untuk mendorong pertumbuhan rohani kaum muda dan meningkatkan kontribusi mereka dalam masyarakat..
<br>Pertumbuhan adalah proses alamiah yang dialami semua mahluk hidup tak terkecuali manusia.Rasul Paulus menyinggung ada jenis ataupun proses pertumbuhan lain yang semestinya dialami oleh semua manusia dalam konteks ini orang percaya yaitu bertumbuh dalam Kristus.Menilik hasil pembahasan, kaum muda di lingkup pentakostal memotret bahwa bertumbuh dalam Kristus itu berarti memiliki kerinduan yang besar untuk dekat dengan Tuhan.Maksudnya seseorang yang hidupnya bertumbuh dalam Kristus pastilah akan lebih banyak menyisihkan waktunya untuk berdoa, membaca firman Tuhan, serta rajin datang beribadah.Kaum muda pentakostal juga memotret bahwa orang yang bertumbuh dalam Kristus akan tergambar jelas dari keselarasan antara perkataan dan perbuatannya.Dalam artian sederhananya, antara perkataan dan perbuatan orang itu saling berkesesuaian.Konsisten adalah potret lainnya yang kaum muda pentakostal potret dari orang yang bertumbuh dalam Kristus.Ini artinya ada satu keinginan yang kuat untuk terus berupaya selaras dengan Allah dalam keterbatasan kemanusiannya.Selain itu, bagi kaum muda pentakostal bertumbuh dalam Kristus membuat seseorang menjadi contoh yang bisa diteladani oleh orang disekitarnya
<br>Bertumbuh merupakan tahapan alamiah yang mesti dilewati oleh setiap mahluk hidup tak terkecuali manusia. Paulus menilai bahwa untuk maksimal melaksanakan fungsinya sebagai alat Tuhan, bagi orang percaya adalah sebuah keharusan untuk bertumbuh dalam Kristus. Artikel ini berupaya untuk menjabarkan bertumbuh dalam Kristus dari potret kaum muda pentakostal masa kini. Metode yang digunakan dalam mengerjakan artikel ini adalah kualitatif naratif dan kajian literatur. Artikel ini menarasikan berbagai contoh bertumbuh dalam Allah yang Alkitab catat, menarasikan bertumbuh dalam Kristus menurut Kolose 2, serta potret yang kaum muda pentakostal narasikan tentang bertumbuh dalam Kristus pada masa kini. Disimpulkan bahwa kaum muda pentakostal memotret bertumbuh dalam Kristus itu berarti rajin beribadah, selaras antara perkataan dan perbuatan, kehidupan yang konsisten...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp" type="image/webp" length="79668" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-ebf62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-6ae4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/bertumbuh-gereja-muda-alkitab-catat-kristus-mengur-thumb-9ef82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44664-ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan</link>
	<guid isPermaLink="false">0fb4140a5121d5997eee6bf5aa8cf3ef</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih luas mengenai implementasi konsep tarbawi di berbagai konteks lembaga pendidikan modern. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana konsep tarbawi diterapkan dalam praktik pendidikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih luas mengenai implementasi konsep tarbawi di berbagai konteks lembaga pendidikan modern. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana konsep tarbawi diterapkan dalam praktik pendidikan sehari-hari, baik di sekolah-sekolah umum maupun lembaga pendidikan agama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan implementasi konsep tarbawi di berbagai mazhab atau negara, serta menghubungkan prinsip tarbawi dengan teori pendidikan modern dalam kerangka interdisipliner. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai peran sumber ajaran Islam dalam pengembangan pendidikan di era global.. Hasil Penelitian Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan islam menegaskan hubungan yang integral antara wahyu, proses pendidikan dan pembentukan kepribadian manusia.Analisis terhadap ayat-ayat Al-QurAoan dan hadis yang relevan memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif, tetapi mencakup pembinaan moral, spiritual dan karakter secara holistik.Penelitian menemukan bahwa konsep tarbiyah dalam Al-QurAoan, seperti yang tergambar dalam QS.Az-Zariyat ayat 56, menekankan menuju pembentukan insan yang rabbani, beriman, bertakwa dan memiliki pengabdian penuh kepada Allah.Hadis-hadis tarbawi semakin menguatkan pandangan tersebut dengan memberikan ilustrasi tentang bagaimana pendidikan harus membentuk manusia yang berilmu, beramal, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya.Temuan penelitian juga menegaskan bahwa evaluasi pendidikan dalam perspektif tarbawi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan peserta didik, tetapi sebagai sarana pembinaan karakter, ketangguhan dan kedewasaan spiritual.Al-Baqarah ayat 155 serta hadis-hadis yang menampilkan supervisi langsung Nabi menunjukkan bahwa proses evaluasi dalam pendidikan Islam berorientasi pada perbaikan berkelanjutan melalui bimbingan, keteladanan dan pemberian umpan balik yang mendidik Penelitian ini menganalisis integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan Islam. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas dan karakter insan kamil. Tafsir tarbawi berperan menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan, sedangkan Hadis tarbawi memberikan contoh aplikatif tentang metode dan etika pendidikan Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi mampu melahirkan konsep pendidikan Islam yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan pendidikan Islam menurut tafsir dan hadis tarbawi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" alt="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-9a083.webp" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-9a083.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-9a083.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-9a083.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" alt="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-00e45.webp" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-00e45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-00e45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-00e45.webp 1x" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" alt="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44664-ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan" title="JURIS - Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam" target="_blank">Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang lebih luas mengenai implementasi konsep tarbawi di berbagai konteks lembaga pendidikan modern. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana konsep tarbawi diterapkan dalam praktik pendidikan sehari-hari, baik di sekolah-sekolah umum maupun lembaga pendidikan agama. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan implementasi konsep tarbawi di berbagai mazhab atau negara, serta menghubungkan prinsip tarbawi dengan teori pendidikan modern dalam kerangka interdisipliner. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai peran sumber ajaran Islam dalam pengembangan pendidikan di era global..
<br>Hasil Penelitian Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan islam menegaskan hubungan yang integral antara wahyu, proses pendidikan dan pembentukan kepribadian manusia.Analisis terhadap ayat-ayat Al-QurAoan dan hadis yang relevan memperlihatkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif, tetapi mencakup pembinaan moral, spiritual dan karakter secara holistik.Penelitian menemukan bahwa konsep tarbiyah dalam Al-QurAoan, seperti yang tergambar dalam QS.Az-Zariyat ayat 56, menekankan menuju pembentukan insan yang rabbani, beriman, bertakwa dan memiliki pengabdian penuh kepada Allah.Hadis-hadis tarbawi semakin menguatkan pandangan tersebut dengan memberikan ilustrasi tentang bagaimana pendidikan harus membentuk manusia yang berilmu, beramal, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya.Temuan penelitian juga menegaskan bahwa evaluasi pendidikan dalam perspektif tarbawi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan peserta didik, tetapi sebagai sarana pembinaan karakter, ketangguhan dan kedewasaan spiritual.Al-Baqarah ayat 155 serta hadis-hadis yang menampilkan supervisi langsung Nabi menunjukkan bahwa proses evaluasi dalam pendidikan Islam berorientasi pada perbaikan berkelanjutan melalui bimbingan, keteladanan dan pemberian umpan balik yang mendidik
<br>Penelitian ini menganalisis integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi dalam ilmu pendidikan Islam. Pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas dan karakter insan kamil. Tafsir tarbawi berperan menafsirkan ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan, sedangkan Hadis tarbawi memberikan contoh aplikatif tentang metode dan etika pendidikan Rasulullah SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Tafsir dan Hadis tarbawi mampu melahirkan konsep pendidikan Islam yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tujuan pendidikan Islam menurut tafsir dan hadis tarbawi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp" type="image/webp" length="99980" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-1ba0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-9a083.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/ajaran-islam-tafsir-tarbawi-mahasiswa-pendidikan-a-thumb-00e45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44661-struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-wa</link>
	<guid isPermaLink="false">b372a304ba869b705aef49cf4e6ef7c9</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:51:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperluas kontribusi penelitian ini, pertama, lakukan studi komparatif tentang bagaimana lirik Rajieen mempengaruhi persepsi audiens di Timur Tengah dan Eropa, menggali perbedaan persepsi akibat konteks budaya dan media yang berbeda. Kedua, teliti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk: Untuk memperluas kontribusi penelitian ini, pertama, lakukan studi komparatif tentang bagaimana lirik Rajieen mempengaruhi persepsi audiens di Timur Tengah dan Eropa, menggali perbedaan persepsi akibat konteks budaya dan media yang berbeda. Kedua, teliti interaksi antara lirik dan visualisasi musik video, menilai bagaimana elemen visual menambah atau mengubah makna wacana dan dampaknya terhadap emosi pendengar. Ketiga, evaluasi persepsi media lokal dan internasional terhadap lagu ini melalui analisis retorika dan bias, serta memetakan bagaimana lagu berfungsi sebagai alat resistensi digital dalam konteks kebijakan publik dan kebijakan asing yang mempengaruhi narasi konflik PalestinaAcIsrael.. Wacana genosida dalam lirik lagu Rajieen diungkap sebagai instrumen perlawanan struktural terhadap narasi global yang bias terhadap Palestina.Analisis wacana kritis menunjukkan bahwa lirik secara eksplisit menandai tindakan agresi sebagai upaya pemusnahan sistematis warga sipil, serta mengangkat solidaritas panAcArab untuk menantang standar ganda kemanusiaan.Lagu berfungsi sebagai kontraAcwacana yang menyeimbangkan ketimpangan kekuasaan informasi dan menjadi advokasi digital yang memperkuat kesadaran kolektif.Penelitian selanjutnya diusulkan untuk membandingkan dampak lirik terhadap audiens di berbagai wilayah guna memahami efektivitas seni dalam memodifikasi persepsi kognitif tentang konflik PalestinaAcIsrael Penelitian ini bermotivasi oleh eskalasi kekerasan pascaAcserangan Oktober 2023 yang memicu krisis kemanusiaan di Palestina dan mengekspresikan solidaritas melalui musik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, lirik lagu Rajieen dianalisis melalui kerangka analisis wacana kritis Teun A. VanADijk, yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasilnya menunjukkan struktur makro lagu menekankan penderitaan dan ancaman pemusnahan massal, lirik kritik standar ganda kemanusiaan global, dan fungsi lagu sebagai kontraAcwacana terhadap narasi media dominan tentang konflik PalestinaAcIsrael. Temuan mengimplikasikan musik dapat menjadi media advokasi kultural untuk menyoroti pelanggaran hak asasi manusia,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp 1x" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" alt="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-62d0c.webp" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-62d0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-62d0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-62d0c.webp 1x" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" alt="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-b5bb9.webp" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-b5bb9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-b5bb9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-b5bb9.webp 1x" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" alt="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44661-struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-wa" title="JURIS - Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk" target="_blank">Konstruksi Wacana Genosida dalam Lirik Lagu Rajieen: Analisis Wacana Kritis Teun A.Van Dijk</a>: Untuk memperluas kontribusi penelitian ini, pertama, lakukan studi komparatif tentang bagaimana lirik Rajieen mempengaruhi persepsi audiens di Timur Tengah dan Eropa, menggali perbedaan persepsi akibat konteks budaya dan media yang berbeda. Kedua, teliti interaksi antara lirik dan visualisasi musik video, menilai bagaimana elemen visual menambah atau mengubah makna wacana dan dampaknya terhadap emosi pendengar. Ketiga, evaluasi persepsi media lokal dan internasional terhadap lagu ini melalui analisis retorika dan bias, serta memetakan bagaimana lagu berfungsi sebagai alat resistensi digital dalam konteks kebijakan publik dan kebijakan asing yang mempengaruhi narasi konflik PalestinaAcIsrael..
<br>Wacana genosida dalam lirik lagu Rajieen diungkap sebagai instrumen perlawanan struktural terhadap narasi global yang bias terhadap Palestina.Analisis wacana kritis menunjukkan bahwa lirik secara eksplisit menandai tindakan agresi sebagai upaya pemusnahan sistematis warga sipil, serta mengangkat solidaritas panAcArab untuk menantang standar ganda kemanusiaan.Lagu berfungsi sebagai kontraAcwacana yang menyeimbangkan ketimpangan kekuasaan informasi dan menjadi advokasi digital yang memperkuat kesadaran kolektif.Penelitian selanjutnya diusulkan untuk membandingkan dampak lirik terhadap audiens di berbagai wilayah guna memahami efektivitas seni dalam memodifikasi persepsi kognitif tentang konflik PalestinaAcIsrael
<br>Penelitian ini bermotivasi oleh eskalasi kekerasan pascaAcserangan Oktober 2023 yang memicu krisis kemanusiaan di Palestina dan mengekspresikan solidaritas melalui musik. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, lirik lagu Rajieen dianalisis melalui kerangka analisis wacana kritis Teun A. VanADijk, yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasilnya menunjukkan struktur makro lagu menekankan penderitaan dan ancaman pemusnahan massal, lirik kritik standar ganda kemanusiaan global, dan fungsi lagu sebagai kontraAcwacana terhadap narasi media dominan tentang konflik PalestinaAcIsrael. Temuan mengimplikasikan musik dapat menjadi media advokasi kultural untuk menyoroti pelanggaran hak asasi manusia,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp" type="image/webp" length="109304" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-ded81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-62d0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/struktur-teks-lagu-konstruksi-wacana-politik-kriti-thumb-b5bb9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As Samra karya Nizar Qabbani Kajian Ilmu Bayan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As Samra karya Nizar Qabbani Kajian Ilmu Bayan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As Samra karya Nizar Qabbani Kajian Ilmu Bayan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44665-makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih</link>
	<guid isPermaLink="false">efdb529df132d731bde4d8ce3c116b2a</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan tasybih dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani: Kajian Ilmu Bayan: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan tasybih dalam Diwan Qaalat Lii as-Samra berkontribusi pada pembentukan identitas dan ekspresi emosi penyair, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya pada masa itu. Kedua, penelitian dapat memperluas analisis dengan mengkaji interaksi antara tasybih dengan gaya bahasa lain, seperti majaz dan kinayah, untuk memahami bagaimana elemen-elemen tersebut saling melengkapi dalam menciptakan makna puisi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan tasybih dalam karya Nizar Qabbani dengan penyair Arab modern lainnya, guna mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam gaya bahasa dan pendekatan artistik. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran tasybih dalam puisi Arab modern, serta kontribusinya terhadap perkembangan kajian balaghah dan sastra Arab.. Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani menunjukkan pemanfaatan gaya bahasa tasybih secara konsisten sebagai sarana pengungkapan makna.Berbagai bentuk tasybih yang variatif ditemukan, baik dari segi struktur maupun fungsinya.Jenis tasybih yang digunakan meliputi tasybih mursal, tasybih mufashshal, tasybih muAoakkad, tasybih baligh dan tasybih dhimni.Tujuan penggunaan tasybih dalam diwan tersebut tidak terbatas pada aspek estetis semata, melainkan berfungsi untuk menjelaskan keadaan Musyabbah, menegaskan intensitas makna atau menjelaskan kemungkinan terjadinya, serta memperindah atau memperburuk Musyabbah sesuai dengan konteks yang diungkapkan Qabbani.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian balaghah dan sastra Arab, khususnya dalam memahami fungsi stilistika atau gaya bahasa dalam puisi Arab modern Tasybih sebagai salah satu perangkat retorika utama dalam balaghah Arab memiliki peran penting dalam menciptakan keindahan bahasa serta memperjelas makna dalam karya sastra Arab, khususnya puisi. Diwan ini dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan salah satu kumpulan puisi awal karya Qabbani yang kaya akan ungkapan figuratif, namun belum banyak dikaji secara khusus dari perspektif tasybih dengan pendekatan Ilm al-Bayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dan fungsi tasybih dalam Diwan Qaalat Lii... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-c4812.webp" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-c4812.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-c4812.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-c4812.webp 1x" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" alt="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp 1x" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" alt="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-fd89f.webp" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-fd89f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-fd89f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-fd89f.webp 1x" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" alt="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44665-makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih" title="JURIS - Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan" target="_blank">Tasybih sebagai Retorika Representasi Imajinatif pada Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani:  Kajian Ilmu Bayan</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan tasybih dalam Diwan Qaalat Lii as-Samra berkontribusi pada pembentukan identitas dan ekspresi emosi penyair, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya pada masa itu. Kedua, penelitian dapat memperluas analisis dengan mengkaji interaksi antara tasybih dengan gaya bahasa lain, seperti majaz dan kinayah, untuk memahami bagaimana elemen-elemen tersebut saling melengkapi dalam menciptakan makna puisi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan tasybih dalam karya Nizar Qabbani dengan penyair Arab modern lainnya, guna mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam gaya bahasa dan pendekatan artistik. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran tasybih dalam puisi Arab modern, serta kontribusinya terhadap perkembangan kajian balaghah dan sastra Arab..
<br>Diwan Qaalat Lii As-Samra karya Nizar Qabbani menunjukkan pemanfaatan gaya bahasa tasybih secara konsisten sebagai sarana pengungkapan makna.Berbagai bentuk tasybih yang variatif ditemukan, baik dari segi struktur maupun fungsinya.Jenis tasybih yang digunakan meliputi tasybih mursal, tasybih mufashshal, tasybih muAoakkad, tasybih baligh dan tasybih dhimni.Tujuan penggunaan tasybih dalam diwan tersebut tidak terbatas pada aspek estetis semata, melainkan berfungsi untuk menjelaskan keadaan Musyabbah, menegaskan intensitas makna atau menjelaskan kemungkinan terjadinya, serta memperindah atau memperburuk Musyabbah sesuai dengan konteks yang diungkapkan Qabbani.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian balaghah dan sastra Arab, khususnya dalam memahami fungsi stilistika atau gaya bahasa dalam puisi Arab modern
<br>Tasybih sebagai salah satu perangkat retorika utama dalam balaghah Arab memiliki peran penting dalam menciptakan keindahan bahasa serta memperjelas makna dalam karya sastra Arab, khususnya puisi. Diwan ini dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan salah satu kumpulan puisi awal karya Qabbani yang kaya akan ungkapan figuratif, namun belum banyak dikaji secara khusus dari perspektif tasybih dengan pendekatan Ilm al-Bayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dan fungsi tasybih dalam Diwan Qaalat Lii...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp" type="image/webp" length="108546" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-c4812.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-5780f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/makna-puisi-teori-sastra-arab-tasybih-ilm-al-bayan-thumb-fd89f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka teki Rumah Aneh Henna Ie ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka teki Rumah Aneh Henna Ie ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka teki Rumah Aneh Henna Ie ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44663-struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-r</link>
	<guid isPermaLink="false">27f2c7cbaa7a47e9dd5943ea293c74b7</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis representasi arsitektur domestik sebagai perangkat ideologis dalam karya sastra Jepang kontemporer lainnya, untuk memahami lebih jauh relasi antara ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie): Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis representasi arsitektur domestik sebagai perangkat ideologis dalam karya sastra Jepang kontemporer lainnya, untuk memahami lebih jauh relasi antara ruang, genealogis, dan reproduksi kuasa dalam narasi populer. (2) Menelaah bagaimana transformasi sosial dan ekonomi di Jepang sejak akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 telah mengubah relasi kerja, pernikahan, dan kehidupan keluarga, sehingga menciptakan dinamika baru dalam hubungan antar generasi dalam keluarga. (3) Mengkaji bagaimana sistem ie, meskipun telah melemah secara legal, nilai kesinambungan keluarga tetap bertahan dalam praktik simbolik, termasuk dalam pengelolaan properti dan ruang domestik, serta bagaimana hal ini merefleksikan ketegangan antara modernitas dan tradisi dalam masyarakat Jepang kontemporer.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie) karya Uketsu, konflik keluarga tidak dikonstruksi melalui pertentangan dialogis yang eksplisit, melainkan melalui struktur relasi kuasa yang dilembagakan dalam institusi domestik.Konflik orang tua anak hadir sebagai ketegangan struktural yang dimaterialkan melalui isolasi ruang, pengendalian visibilitas, pencabutan legitimasi genealogis, serta tekanan suksesi yang menempatkan individu sebagai fungsi dalam kesinambungan garis keturunan.Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa denah rumah berfungsi sebagai simbol ideologis sekaligus mekanisme reproduksi kuasa.Keberadaan ruang tanpa jendela, kamar yang disamarkan, tata letak yang diwariskan, serta kewajiban membangun rumah sesuai desain keluarga menegaskan bahwa arsitektur tidak netral, melainkan menjadi medium konkret yang mengatur mobilitas, menentukan visibilitas, dan menegaskan hierarki generasional.Dengan demikian, konflik tidak hanya direpresentasikan secara naratif, tetapi dipetakan dan dilembagakan dalam struktur ruang itu sendiri Penelitian ini mengkaji representasi konflik keluarga dalam Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie) karya Uketsu. Berbeda dari kajian sebelumnya yang cenderung menekankan konflik psikologis, penelitian ini memfokuskan pada konflik sebagai relasi kuasa generasional yang dimaterialkan melalui konfigurasi ruang domestik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana relasi kuasa dalam hubungan orang tuaAeanak bekerja melalui integrasi pendekatan sosiologi sastra, teori simbol dan kajian ruang. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Tekstual Kualitatif terhadap deskripsi naratif, konfigurasi ruang,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp 1x" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" alt="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-88941.webp" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-88941.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-88941.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-88941.webp 1x" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" alt="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-2d3bf.webp" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-2d3bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-2d3bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-2d3bf.webp 1x" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" alt="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44663-struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-r" title="JURIS - Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)" target="_blank">Denah Rumah sebagai Simbol Konflik dan Relasi Kuasa dalam Novel Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie)</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis representasi arsitektur domestik sebagai perangkat ideologis dalam karya sastra Jepang kontemporer lainnya, untuk memahami lebih jauh relasi antara ruang, genealogis, dan reproduksi kuasa dalam narasi populer. (2) Menelaah bagaimana transformasi sosial dan ekonomi di Jepang sejak akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21 telah mengubah relasi kerja, pernikahan, dan kehidupan keluarga, sehingga menciptakan dinamika baru dalam hubungan antar generasi dalam keluarga. (3) Mengkaji bagaimana sistem ie, meskipun telah melemah secara legal, nilai kesinambungan keluarga tetap bertahan dalam praktik simbolik, termasuk dalam pengelolaan properti dan ruang domestik, serta bagaimana hal ini merefleksikan ketegangan antara modernitas dan tradisi dalam masyarakat Jepang kontemporer..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie) karya Uketsu, konflik keluarga tidak dikonstruksi melalui pertentangan dialogis yang eksplisit, melainkan melalui struktur relasi kuasa yang dilembagakan dalam institusi domestik.Konflik orang tua anak hadir sebagai ketegangan struktural yang dimaterialkan melalui isolasi ruang, pengendalian visibilitas, pencabutan legitimasi genealogis, serta tekanan suksesi yang menempatkan individu sebagai fungsi dalam kesinambungan garis keturunan.Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa denah rumah berfungsi sebagai simbol ideologis sekaligus mekanisme reproduksi kuasa.Keberadaan ruang tanpa jendela, kamar yang disamarkan, tata letak yang diwariskan, serta kewajiban membangun rumah sesuai desain keluarga menegaskan bahwa arsitektur tidak netral, melainkan menjadi medium konkret yang mengatur mobilitas, menentukan visibilitas, dan menegaskan hierarki generasional.Dengan demikian, konflik tidak hanya direpresentasikan secara naratif, tetapi dipetakan dan dilembagakan dalam struktur ruang itu sendiri
<br>Penelitian ini mengkaji representasi konflik keluarga dalam Teka-teki Rumah Aneh (Henna Ie) karya Uketsu. Berbeda dari kajian sebelumnya yang cenderung menekankan konflik psikologis, penelitian ini memfokuskan pada konflik sebagai relasi kuasa generasional yang dimaterialkan melalui konfigurasi ruang domestik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana relasi kuasa dalam hubungan orang tuaAeanak bekerja melalui integrasi pendekatan sosiologi sastra, teori simbol dan kajian ruang. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Tekstual Kualitatif terhadap deskripsi naratif, konfigurasi ruang,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp" type="image/webp" length="108606" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-bf929.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-88941.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/6/struktur-ruang-hasil-konflik-psikologis-domestik-k-thumb-2d3bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel Funeral of A Muslim InoEc ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel Funeral of A Muslim InoEc ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel Funeral of A Muslim InoEc ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44662-hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa</link>
	<guid isPermaLink="false">ef4597f8cd5446d44dd0431784122eb5</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan meneliti bagaimana peran media digital dan platform online memengaruhi persepsi publik terhadap praktik keagamaan Muslim Hui, mengkaji dampak kebijakan pemerintah terhadap penerapan ritual keagamaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc): Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan meneliti bagaimana peran media digital dan platform online memengaruhi persepsi publik terhadap praktik keagamaan Muslim Hui, mengkaji dampak kebijakan pemerintah terhadap penerapan ritual keagamaan dalam konteks globalisasi, serta membandingkan representasi ritus Islam dalam novel modern lainnya di Cina untuk menggali perbedaan dan kesamaan dalam penggambaran identitas minoritas.. Novel Funeral of a Muslim memaparkan beragam ritus Islam sebagai cara menggambarkan kehidupan Muslim Hui di China.Representasi ini menegaskan peran ritus dalam membangun identitas muslim dan menunjukkan bahwa identitas Hui bersifat dinamis, ternegosiasi antara norma agama dan konteks sosial-politik.Kesimpulannya, novel ini memperlihatkan bahwa praktik keagamaan dan identitas minoritas dapat dipertahankan melalui narasi yang menggali nuansa budaya lokal sekaligus mencontohkan universitas nilai keagamaan Penelitian ini meneliti refleksi kehidupan Muslim Hui dan praktik keagamaan Islam dalam novel Funeral of a Muslim karya Huo Da (1988). Berbasis metodologi sastra kualitatif, penulis menganalisis potongan narasi dan dialog dari terjemahan bahasa Inggris novel tersebut untuk mengkaji penggambaran ritual Islam seperti salam, wudhu, shalat, pernikahan, dan upacara pemakaman. Hasilnya menunjukkan bahwa novel tersebut tidak hanya memperkaya fiksi sastra Cina melalui cerminan praktik keagamaan minoritas, tetapi juga mengungkap bahwa identitas Hui dibangun sebagai proses dialogis dinamis antara persepsi diri dan struktur sosial-politik.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-c3596.webp" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-c3596.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-c3596.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-c3596.webp 1x" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" alt="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-33e03.webp" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-33e03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-33e03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-33e03.webp 1x" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" alt="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp 1x" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" alt="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44662-hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa" title="JURIS - The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)" target="_blank">The Reflection of Chinese Hui Muslim Life in Huo DaAos Novel: Funeral of A Muslim (InoEc)</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan meneliti bagaimana peran media digital dan platform online memengaruhi persepsi publik terhadap praktik keagamaan Muslim Hui, mengkaji dampak kebijakan pemerintah terhadap penerapan ritual keagamaan dalam konteks globalisasi, serta membandingkan representasi ritus Islam dalam novel modern lainnya di Cina untuk menggali perbedaan dan kesamaan dalam penggambaran identitas minoritas..
<br>Novel Funeral of a Muslim memaparkan beragam ritus Islam sebagai cara menggambarkan kehidupan Muslim Hui di China.Representasi ini menegaskan peran ritus dalam membangun identitas muslim dan menunjukkan bahwa identitas Hui bersifat dinamis, ternegosiasi antara norma agama dan konteks sosial-politik.Kesimpulannya, novel ini memperlihatkan bahwa praktik keagamaan dan identitas minoritas dapat dipertahankan melalui narasi yang menggali nuansa budaya lokal sekaligus mencontohkan universitas nilai keagamaan
<br>Penelitian ini meneliti refleksi kehidupan Muslim Hui dan praktik keagamaan Islam dalam novel Funeral of a Muslim karya Huo Da (1988). Berbasis metodologi sastra kualitatif, penulis menganalisis potongan narasi dan dialog dari terjemahan bahasa Inggris novel tersebut untuk mengkaji penggambaran ritual Islam seperti salam, wudhu, shalat, pernikahan, dan upacara pemakaman. Hasilnya menunjukkan bahwa novel tersebut tidak hanya memperkaya fiksi sastra Cina melalui cerminan praktik keagamaan minoritas, tetapi juga mengungkap bahwa identitas Hui dibangun sebagai proses dialogis dinamis antara persepsi diri dan struktur sosial-politik....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp" type="image/webp" length="133888" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-c3596.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-33e03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/3/hui-muslim-ritual-islam-identitas-minoritas-bahasa-thumb-a3e54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44660-analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga</link>
	<guid isPermaLink="false">f06e35335287fc2d690debe64d551364</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak representasi politik dan agama dalam film Boy From Heaven terhadap persepsi penonton, khususnya di kalangan mahasiswa Al-Azhar dan masyarakat Mesir. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak representasi politik dan agama dalam film Boy From Heaven terhadap persepsi penonton, khususnya di kalangan mahasiswa Al-Azhar dan masyarakat Mesir. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis film-film lain yang mengangkat tema serupa dari berbagai negara untuk mengidentifikasi pola dan perbedaan dalam representasi konflik politik dan agama. Lebih lanjut, penelitian dapat berfokus pada peran media sosial dalam membentuk opini publik terkait isu-isu yang diangkat dalam film, serta bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat atau menantang narasi yang dominan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara politik, agama, dan media dalam masyarakat kontemporer, serta implikasinya terhadap stabilitas sosial dan politik.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Boy From Heaven (2022) berhasil merepresentasikan dan mengkritik hubungan kompleks antara kekuasaan politik dan otoritas keagamaan di dunia Islam kontemporer.Film ini berfungsi sebagai cerminan sosial yang memperlihatkan lembaga agama (Al-Azhar) telah diintervensi dan dijadikan arena perebutan kekuasaan.Selain mencerminkan realitas sosial-politik masyarakat Mesir, film ini juga memberikan kritik tajam terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh otoritas agama demi stabilitas dan agenda politik Film Boy From Heaven merupakan salah satu film Swedia-Mesir karya Tarik Saleh yang mengangkat isu konflik sosial dalam masyarakat yaitu politik dan agama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis representasi politik dan agama dalam perebutan kekuasaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra Alan Swingewood yang berkaitan dengan permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, karena dapat menggambarkan peristiwa atau kejadian apa yang sedang diteliti. Sumber data yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-f28bf.webp" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-f28bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-f28bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-f28bf.webp 1x" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" alt="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-cd720.webp" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-cd720.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-cd720.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-cd720.webp 1x" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" alt="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp 1x" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" alt="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44660-analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga" title="JURIS - Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood" target="_blank">Representasi Politik dan Agama dalam Film Boy From Heaven Sosiologi Sastra Alan Swingewood</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak representasi politik dan agama dalam film Boy From Heaven terhadap persepsi penonton, khususnya di kalangan mahasiswa Al-Azhar dan masyarakat Mesir. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan menganalisis film-film lain yang mengangkat tema serupa dari berbagai negara untuk mengidentifikasi pola dan perbedaan dalam representasi konflik politik dan agama. Lebih lanjut, penelitian dapat berfokus pada peran media sosial dalam membentuk opini publik terkait isu-isu yang diangkat dalam film, serta bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat atau menantang narasi yang dominan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara politik, agama, dan media dalam masyarakat kontemporer, serta implikasinya terhadap stabilitas sosial dan politik..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Boy From Heaven (2022) berhasil merepresentasikan dan mengkritik hubungan kompleks antara kekuasaan politik dan otoritas keagamaan di dunia Islam kontemporer.Film ini berfungsi sebagai cerminan sosial yang memperlihatkan lembaga agama (Al-Azhar) telah diintervensi dan dijadikan arena perebutan kekuasaan.Selain mencerminkan realitas sosial-politik masyarakat Mesir, film ini juga memberikan kritik tajam terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh otoritas agama demi stabilitas dan agenda politik
<br>Film Boy From Heaven merupakan salah satu film Swedia-Mesir karya Tarik Saleh yang mengangkat isu konflik sosial dalam masyarakat yaitu politik dan agama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis representasi politik dan agama dalam perebutan kekuasaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra Alan Swingewood yang berkaitan dengan permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, karena dapat menggambarkan peristiwa atau kejadian apa yang sedang diteliti. Sumber data yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp" type="image/webp" length="106352" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-f28bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-cd720.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/b/analisis-film-monster-konflik-politik-otoritas-aga-thumb-93ab1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44659-wayang-topeng-malang-tari-cirebon-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">2f8e1686e47b661057571ebca37baaf4</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertimbangkan untuk meneliti bagaimana adaptasi teknologi digitalAiseperti realitas virtualAidapat memfasilitasi pemahaman lintas budaya terhadap tari topeng, sehingga memperluas jangkauan audiens nonActradisional; selanjutnya, lakukan studi longitudinal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok: Pertimbangkan untuk meneliti bagaimana adaptasi teknologi digitalAiseperti realitas virtualAidapat memfasilitasi pemahaman lintas budaya terhadap tari topeng, sehingga memperluas jangkauan audiens nonActradisional; selanjutnya, lakukan studi longitudinal mengenai dampak pengenalan program pelestarian topeng di sekolah-sekolah menengah atas, sehingga menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan nilai budaya; dan terakhir, evaluasi peran media sosial sebagai platform kolaboratif antara penggiat Tari Topeng Malangan dan Tari Biyn Lian dalam menyebarkan prinsip estetika dan moral yang berakar pada masingAcmasing tradisi, guna meningkatkan apresiasi publik terhadap seni pertunjukan lintas budaya.. Penelitian menunjukkan bahwa Tari Topeng Malangan dan Tari Biyn Lian menggunakan topeng sebagai media pertunjukan, namun memiliki perbedaan dalam makna simbolik, fungsi sosial, dan konteks pertunjukan.Tari Topeng Malangan memaknai topeng sebagai representasi karakter tetap yang berakar pada tradisi Jawa, serta berfungsi sebagai bagian integral dalam kehidupan sosial dan ritual spiritual masyarakat.Sebaliknya, Tari Biyn Lian memaknai topeng sebagai simbol transformasi karakter yang menonjolkan pergantian emosi dan kondisi batin tokoh.Melalui pendekatan antropologi interpretatif Geertz dan teori simbolik Turner, perbedaan ini mencerminkan orientasi budaya, struktur sosial, dan cara komunitas memahami kehidupan melalui seni Dalam seni pertunjukan, topeng berfungsi sebagai media utama untuk mengekspresikan makna simbolik. Namun, kedua seni topeng ini menunjukkan perbedaan dalam interpretasi simbolis, fungsi sosial, dan konteks pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makna simbolik topeng serta konteks sosial dalam Tari Topeng Malangan Indonesia dan Tari Biyn Lian China. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan analisis literatur menggunakan kerangka antropologi interpretatif Clifford Geertz dan teori simbolik Victor Turner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Topeng Malangan memahami topeng sebagai simbol karakter stabil dengan tradisi, ritual, dan aktivitas sosial masyarakat Jawa, sementara Tari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-cfa5e.webp" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-cfa5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-cfa5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-cfa5e.webp 1x" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" alt="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-96c35.webp" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-96c35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-96c35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-96c35.webp 1x" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" alt="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp 1x" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" alt="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44659-wayang-topeng-malang-tari-cirebon-ma" title="JURIS - Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok" target="_blank">Komparatif Makna Simbolik Tari Topeng Malangan dari Indonesia dan Tari Biyn Lian dari Tiongkok</a>: Pertimbangkan untuk meneliti bagaimana adaptasi teknologi digitalAiseperti realitas virtualAidapat memfasilitasi pemahaman lintas budaya terhadap tari topeng, sehingga memperluas jangkauan audiens nonActradisional; selanjutnya, lakukan studi longitudinal mengenai dampak pengenalan program pelestarian topeng di sekolah-sekolah menengah atas, sehingga menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan nilai budaya; dan terakhir, evaluasi peran media sosial sebagai platform kolaboratif antara penggiat Tari Topeng Malangan dan Tari Biyn Lian dalam menyebarkan prinsip estetika dan moral yang berakar pada masingAcmasing tradisi, guna meningkatkan apresiasi publik terhadap seni pertunjukan lintas budaya..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa Tari Topeng Malangan dan Tari Biyn Lian menggunakan topeng sebagai media pertunjukan, namun memiliki perbedaan dalam makna simbolik, fungsi sosial, dan konteks pertunjukan.Tari Topeng Malangan memaknai topeng sebagai representasi karakter tetap yang berakar pada tradisi Jawa, serta berfungsi sebagai bagian integral dalam kehidupan sosial dan ritual spiritual masyarakat.Sebaliknya, Tari Biyn Lian memaknai topeng sebagai simbol transformasi karakter yang menonjolkan pergantian emosi dan kondisi batin tokoh.Melalui pendekatan antropologi interpretatif Geertz dan teori simbolik Turner, perbedaan ini mencerminkan orientasi budaya, struktur sosial, dan cara komunitas memahami kehidupan melalui seni
<br>Dalam seni pertunjukan, topeng berfungsi sebagai media utama untuk mengekspresikan makna simbolik. Namun, kedua seni topeng ini menunjukkan perbedaan dalam interpretasi simbolis, fungsi sosial, dan konteks pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makna simbolik topeng serta konteks sosial dalam Tari Topeng Malangan Indonesia dan Tari Biyn Lian China. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan analisis literatur menggunakan kerangka antropologi interpretatif Clifford Geertz dan teori simbolik Victor Turner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Topeng Malangan memahami topeng sebagai simbol karakter stabil dengan tradisi, ritual, dan aktivitas sosial masyarakat Jawa, sementara Tari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp" type="image/webp" length="118036" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-cfa5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-96c35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/wayang-topeng-malang-tari-cirebon-malangan-nilai-b-thumb-97ab9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Usia Masa Kerja Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Usia Masa Kerja Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Usia Masa Kerja Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44658-inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa</link>
	<guid isPermaLink="false">f4ede88648b9e903171ad166b8cee3d7</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan penelitian ke seluruh OPD di Pemda DIY untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan penelitian ke seluruh OPD di Pemda DIY untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kerja inovatif dari perspektif pegawai. Lebih lanjut, penelitian dapat menginvestigasi peran kepemimpinan transformasional dalam memediasi hubungan antara komunikasi organisasi, budaya organisasi, dan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini dapat membantu organisasi dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di Pemda DIY, sementara usia dan masa kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Komunikasi yang efektif menciptakan ruang bagi pertukaran ide dan kolaborasi, sementara budaya organisasi yang adaptif mendorong kreativitas dan inovasi.Penguatan komunikasi dan budaya organisasi menjadi kunci dalam meningkatkan perilaku inovatif di sektor publik Inovasi berperan dalam meningkatkan kinerja organisasi, namun implementasinya sering terdapat resistensi dalam sistem birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di Pemda DIY. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan Metode Analisis Uji Chi Square. Penelitian melibatkan 80 responden dari dua OPD yaitu Dinas Sosial DIY dan Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY dengan teknik random sampling. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,165) dan masa kerja (p = 0,979) tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kerja inovatif. Sebaliknya, komunikasi organisasi (p < 0.001; V = 0.356) dan budaya organisasi (p = 0.007;... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-0facb.webp" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-0facb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-0facb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-0facb.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" alt="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-e057a.webp" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-e057a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-e057a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-e057a.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" alt="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" alt="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44658-inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa" title="JURIS - Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY" target="_blank">Hubungan Usia, Masa Kerja, Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dengan Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintah Daerah DIY</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan penelitian ke seluruh OPD di Pemda DIY untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kerja inovatif dari perspektif pegawai. Lebih lanjut, penelitian dapat menginvestigasi peran kepemimpinan transformasional dalam memediasi hubungan antara komunikasi organisasi, budaya organisasi, dan perilaku kerja inovatif. Penelitian ini dapat membantu organisasi dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di Pemda DIY, sementara usia dan masa kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Komunikasi yang efektif menciptakan ruang bagi pertukaran ide dan kolaborasi, sementara budaya organisasi yang adaptif mendorong kreativitas dan inovasi.Penguatan komunikasi dan budaya organisasi menjadi kunci dalam meningkatkan perilaku inovatif di sektor publik
<br>Inovasi berperan dalam meningkatkan kinerja organisasi, namun implementasinya sering terdapat resistensi dalam sistem birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di Pemda DIY. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan Metode Analisis Uji Chi Square. Penelitian melibatkan 80 responden dari dua OPD yaitu Dinas Sosial DIY dan Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY dengan teknik random sampling. Hasil menunjukkan bahwa usia (p = 0,165) dan masa kerja (p = 0,979) tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku kerja inovatif. Sebaliknya, komunikasi organisasi (p < 0.001; V = 0.356) dan budaya organisasi (p = 0.007;...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp" type="image/webp" length="118322" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-0facb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-e057a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/inovatif-pegawai-peran-kualitas-komunikasi-kerjasa-thumb-eb497.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dinamika Interaksi Orang tua Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11 15 tahun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dinamika Interaksi Orang tua Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11 15 tahun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dinamika Interaksi Orang tua Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11 15 tahun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44657-pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial</link>
	<guid isPermaLink="false">146a826f64e316b0d90a30208e9cae30</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana interaksi digital antara orang tua dan anak memengaruhi perkembangan keterampilan sosial di usia 11Ac15Atahun, mengembangkan model intervensi berbasis teknologi yang mendukung komunikasi terbuka dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana interaksi digital antara orang tua dan anak memengaruhi perkembangan keterampilan sosial di usia 11Ac15Atahun, mengembangkan model intervensi berbasis teknologi yang mendukung komunikasi terbuka dan partisipatif; meneliti efek jangka panjang pola asuh autoritatif yang terintegrasi dengan nilai keagamaan dalam konteks keluarga muslim di Indonesia, serta membandingkan dampak pola asuh otoriter dan permisif terhadap adaptasi sosial anak dalam situasi pandemi dan era digital.. Interaksi orang tuaAcanak secara langsung memengaruhi pembentukan perilaku sosial anak usia 11Ac15Atahun.Komunikasi terbuka dan partisipatif mendorong anak menjadi lebih percaya diri, empatik, dan adaptif, sedangkan pola asuh otoriter menghasilkan anak patuh namun tertutup, dan pola permisif lemah menambah kurang struktur.Keterlibatan emosional yang kuat memperkuat keterampilan sosial, sementara minimnya dukungan afektif melemahkan ekspresi diri dan hubungan sosial Interaksi orang tuaAcanak berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika interaksi orang tuaAeanak dan dampaknya terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia 11Ae15 tahun. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan pada tiga keluarga di Karawang, Madura dan Boyolali, melibatkan sembilan partisipan (ayah, ibu, anak) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semiActerstruktur dan observasi terbatas dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member checking. Analisis tematik berdasarkan model Miles & Huberman menghasilkan lima tema utama: (1) hubungan emosional orang tuaAcanak; (2) aktivitas harian dan kebersamaan; (3) pengambilan keputusan keluarga;... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-e1414.webp" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-e1414.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-e1414.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-e1414.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" alt="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-cec79.webp" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-cec79.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-cec79.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-cec79.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" alt="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp 1x" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" alt="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44657-pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial" title="JURIS - Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun" target="_blank">Dinamika Interaksi Orang tua-Anak dan Dampaknya dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia 11-15 tahun</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana interaksi digital antara orang tua dan anak memengaruhi perkembangan keterampilan sosial di usia 11Ac15Atahun, mengembangkan model intervensi berbasis teknologi yang mendukung komunikasi terbuka dan partisipatif; meneliti efek jangka panjang pola asuh autoritatif yang terintegrasi dengan nilai keagamaan dalam konteks keluarga muslim di Indonesia, serta membandingkan dampak pola asuh otoriter dan permisif terhadap adaptasi sosial anak dalam situasi pandemi dan era digital..
<br>Interaksi orang tuaAcanak secara langsung memengaruhi pembentukan perilaku sosial anak usia 11Ac15Atahun.Komunikasi terbuka dan partisipatif mendorong anak menjadi lebih percaya diri, empatik, dan adaptif, sedangkan pola asuh otoriter menghasilkan anak patuh namun tertutup, dan pola permisif lemah menambah kurang struktur.Keterlibatan emosional yang kuat memperkuat keterampilan sosial, sementara minimnya dukungan afektif melemahkan ekspresi diri dan hubungan sosial
<br>Interaksi orang tuaAcanak berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika interaksi orang tuaAeanak dan dampaknya terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia 11Ae15 tahun. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan pada tiga keluarga di Karawang, Madura dan Boyolali, melibatkan sembilan partisipan (ayah, ibu, anak) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semiActerstruktur dan observasi terbatas dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member checking. Analisis tematik berdasarkan model Miles & Huberman menghasilkan lima tema utama: (1) hubungan emosional orang tuaAcanak; (2) aktivitas harian dan kebersamaan; (3) pengambilan keputusan keluarga;...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp" type="image/webp" length="121612" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-e1414.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-cec79.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/1/pola-asuh-nilai-adaptasi-sosial-anak-lksa-era-digi-thumb-474b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual di UPTD PPA Kota Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual di UPTD PPA Kota Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual di UPTD PPA Kota Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44656-korban-kekerasan-seksual-seksu</link>
	<guid isPermaLink="false">0b76117e3c114752c420a29a73875bc8</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:26:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ view stats ]]></category>
	<category><![CDATA[ van dijk ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dijk,header,page,stats,van,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak penerapan prinsip pedagogi sosial terhadap pemulihan psikologis anak korban kekerasan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual di UPTD PPA Kota Semarang: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak penerapan prinsip pedagogi sosial terhadap pemulihan psikologis anak korban kekerasan seksual. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas pendekatan holistik dalam membantu anak-anak mengatasi trauma dan mengembangkan ketahanan diri. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran keluarga dan komunitas dalam mendukung proses pemulihan anak korban kekerasan seksual. Bagaimana cara keluarga dan komunitas dapat terlibat secara aktif dalam pendampingan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemulihan anak? Ketiga, penelitian juga dapat berfokus pada pengembangan model pendampingan yang lebih holistik dan terstruktur untuk anak korban kekerasan seksual. Model ini dapat mencakup aspek-aspek seperti dukungan emosional, pemberdayaan, dan intervensi psikologis yang terintegrasi dengan baik.. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip pedagogi sosial di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang dapat menciptakan pendekatan holistik yang meningkatkan kualitas pendampingan dan dukungan yang diberikan kepada anak korban kekerasan seksual.Pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik anak memungkinkan korban mendapatkan layanan profesional yang mengintegrasikan kompetensi kognitif, kepekaan emosional dan keterampilan praktis.Serta dinamika hubungan yang dibangun melalui kesepakatan bersama dapat menciptakan ruang aman yang diperluas menjadi Auruang hidup bersamaAy di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang, membantu korban melampaui pengalaman traumatis mereka Kekerasan seksual terhadap anak merupakan isu nasional yang membutuhkan intervensi segera. Meskipun berbagai penelitian yang ada berfokus pada tahapan pendampingan, pendekatan yang tepat terhadap anak korban kekerasan seksual seringkali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dalam pendampingan anak korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip pedagogi sosial terlihat pada pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik anak agar layanan profesional yang diberikan dapat mengintegrasikan kompetensi kognitif, kepekaan emosional dan keterampilan praktis. Simpulan penelitian ini adalah penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dapat meningkatkan kualitas pendampingan dan dukungan yang diberikan kepada anak korban kekerasan seksual. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" alt="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-de1ca.webp" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-de1ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-de1ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-de1ca.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" alt="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-bdbcc.webp" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-bdbcc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-bdbcc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-bdbcc.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" alt="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44656-korban-kekerasan-seksual-seksu" title="JURIS - Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang" target="_blank">Implementasi Prinsip Pedagogi Sosial  dalam Pendampingan Anak Korban Kekerasan Seksual  di UPTD PPA Kota Semarang</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak penerapan prinsip pedagogi sosial terhadap pemulihan psikologis anak korban kekerasan seksual. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas pendekatan holistik dalam membantu anak-anak mengatasi trauma dan mengembangkan ketahanan diri. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran keluarga dan komunitas dalam mendukung proses pemulihan anak korban kekerasan seksual. Bagaimana cara keluarga dan komunitas dapat terlibat secara aktif dalam pendampingan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemulihan anak? Ketiga, penelitian juga dapat berfokus pada pengembangan model pendampingan yang lebih holistik dan terstruktur untuk anak korban kekerasan seksual. Model ini dapat mencakup aspek-aspek seperti dukungan emosional, pemberdayaan, dan intervensi psikologis yang terintegrasi dengan baik..
<br>Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip pedagogi sosial di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang dapat menciptakan pendekatan holistik yang meningkatkan kualitas pendampingan dan dukungan yang diberikan kepada anak korban kekerasan seksual.Pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik anak memungkinkan korban mendapatkan layanan profesional yang mengintegrasikan kompetensi kognitif, kepekaan emosional dan keterampilan praktis.Serta dinamika hubungan yang dibangun melalui kesepakatan bersama dapat menciptakan ruang aman yang diperluas menjadi Auruang hidup bersamaAy di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Semarang, membantu korban melampaui pengalaman traumatis mereka
<br>Kekerasan seksual terhadap anak merupakan isu nasional yang membutuhkan intervensi segera. Meskipun berbagai penelitian yang ada berfokus pada tahapan pendampingan, pendekatan yang tepat terhadap anak korban kekerasan seksual seringkali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dalam pendampingan anak korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip pedagogi sosial terlihat pada pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik anak agar layanan profesional yang diberikan dapat mengintegrasikan kompetensi kognitif, kepekaan emosional dan keterampilan praktis. Simpulan penelitian ini adalah penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dapat meningkatkan kualitas pendampingan dan dukungan yang diberikan kepada anak korban kekerasan seksual.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp" type="image/webp" length="120864" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-2489c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-de1ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/korban-kekerasan-seksual-anak-faktor-psikologis-im-thumb-bdbcc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1048-uai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6172-jurnal-al-azhar-indonesia-seri-humaniora.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa Studi Tematik Doa Menurut 1 Tesalonika ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa Studi Tematik Doa Menurut 1 Tesalonika ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa Studi Tematik Doa Menurut 1 Tesalonika ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44677-gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g</link>
	<guid isPermaLink="false">3eb1be6570a773644d9094d9b3c6aa94</guid>
	<pubDate>Sun, 03 May 2026 00:08:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang peran doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi jembatan komunikasi dengan Tuhan. Kedua, meneliti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa Menurut 1 Tesalonika: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang peran doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi jembatan komunikasi dengan Tuhan. Kedua, meneliti lebih lanjut tentang implementasi gaya hidup doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi sumber kekuatan dan kasih karunia bagi mereka. Ketiga, menyelidiki lebih lanjut tentang hubungan antara doa dan pertumbuhan rohani, serta bagaimana doa dapat menjadi sarana untuk mencapai kekudusan dan penerimaan di hadapan Allah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi kunci untuk mencapai hubungan yang intim dengan Sang Pencipta.. Doa merupakan nafas hidup orang percaya, sama halnya ketika orang percaya tidak berdoa berarti orang tersebut akan mati (kerohaniannya).Keutamaan doa menunjukkan kualitas hubungan orang percaya dengan Tuhan dan kualitas kerohaniannya, sama seperti Paulus yang kerap kali selalu menegaskan mengenai doa dalam setiap surat-suratnya, seharusnya orang percaya menganggap doa menjadi hal yang paling utama dalam kehidupan ini.Hal ini menjadi penting karena seringkali orang menganggap doa menjadi sesuatu yang rutinitas, sehingga memiliki pola pikir bahwa Tuhan sudah mengetahui semuanya dan tidak perlu berdoa, padahal doa adalah kunci keberhasilan dalam kehidupan umat-Nya.Fakta bahwa Paulus meminta doa dari jemaatnya adalah sebuah contoh bagi orang percaya.Tentu saja tidak boleh sombong dengan berpikir bahwa menjalankan sidang jemaat sendiri.Banyak orang percaya sering meminta jemaat untuk bergabung dalam berdoa bagi para misionaris dan sebagainya.Orang percaya membutuhkan doa-doa umat sama seperti para misionaris di Afrika atau di mana pun.Orang percaya membutuhkan doa mereka agar dapat menjadi alat yang lebih efektif dalam menyebarkan firman Tuhan sehingga Ia dapat dimuliakan Keutamaan doa menunjukkan kualitas hubungan orang percaya dengan Tuhan dan kualitas kerohaniannya. Doa seharusnya menjadi sentral utama bagi hidup orang percaya sehingga doa bukan menjadi formalitas atau rutinitas hidup orang percaya melainkan terjalinnya hubungan yang erat atau intim terhadap Sang Pencipta. Pemahaman seperti ini perlu diluruskan melalui kekonsistenan Paulus dalam hal berdoa terkait surat-surat yang ditulisnya, terutama dalam 1 Tesalonika. Paulus menyatakan hal ini sebagai prinsip penting dalam kehidupan orang percaya. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tematik melalui literatur riview terkait topik yang dibahas. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, menyatakan gaya hidup Paulus tentang doa menurut 1 Tesalonika. Kedua, mengimplementasikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp 1x" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" alt="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-0f9f0.webp" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-0f9f0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-0f9f0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-0f9f0.webp 1x" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" alt="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-04e7f.webp" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-04e7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-04e7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-04e7f.webp 1x" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" alt="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44677-gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g" title="JURIS - Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika" target="_blank">Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa  Menurut 1 Tesalonika</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, mengkaji lebih dalam tentang peran doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi jembatan komunikasi dengan Tuhan. Kedua, meneliti lebih lanjut tentang implementasi gaya hidup doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi sumber kekuatan dan kasih karunia bagi mereka. Ketiga, menyelidiki lebih lanjut tentang hubungan antara doa dan pertumbuhan rohani, serta bagaimana doa dapat menjadi sarana untuk mencapai kekudusan dan penerimaan di hadapan Allah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya doa dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana doa dapat menjadi kunci untuk mencapai hubungan yang intim dengan Sang Pencipta..
<br>Doa merupakan nafas hidup orang percaya, sama halnya ketika orang percaya tidak berdoa berarti orang tersebut akan mati (kerohaniannya).Keutamaan doa menunjukkan kualitas hubungan orang percaya dengan Tuhan dan kualitas kerohaniannya, sama seperti Paulus yang kerap kali selalu menegaskan mengenai doa dalam setiap surat-suratnya, seharusnya orang percaya menganggap doa menjadi hal yang paling utama dalam kehidupan ini.Hal ini menjadi penting karena seringkali orang menganggap doa menjadi sesuatu yang rutinitas, sehingga memiliki pola pikir bahwa Tuhan sudah mengetahui semuanya dan tidak perlu berdoa, padahal doa adalah kunci keberhasilan dalam kehidupan umat-Nya.Fakta bahwa Paulus meminta doa dari jemaatnya adalah sebuah contoh bagi orang percaya.Tentu saja tidak boleh sombong dengan berpikir bahwa menjalankan sidang jemaat sendiri.Banyak orang percaya sering meminta jemaat untuk bergabung dalam berdoa bagi para misionaris dan sebagainya.Orang percaya membutuhkan doa-doa umat sama seperti para misionaris di Afrika atau di mana pun.Orang percaya membutuhkan doa mereka agar dapat menjadi alat yang lebih efektif dalam menyebarkan firman Tuhan sehingga Ia dapat dimuliakan
<br>Keutamaan doa menunjukkan kualitas hubungan orang percaya dengan Tuhan dan kualitas kerohaniannya. Doa seharusnya menjadi sentral utama bagi hidup orang percaya sehingga doa bukan menjadi formalitas atau rutinitas hidup orang percaya melainkan terjalinnya hubungan yang erat atau intim terhadap Sang Pencipta. Pemahaman seperti ini perlu diluruskan melalui kekonsistenan Paulus dalam hal berdoa terkait surat-surat yang ditulisnya, terutama dalam 1 Tesalonika. Paulus menyatakan hal ini sebagai prinsip penting dalam kehidupan orang percaya. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tematik melalui literatur riview terkait topik yang dibahas. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, menyatakan gaya hidup Paulus tentang doa menurut 1 Tesalonika. Kedua, mengimplementasikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp" type="image/webp" length="89548" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-8fdac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-0f9f0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/gaya-hidup-hedonis-peran-doa-majalah-g-ceria-halal-thumb-04e7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44668-kompetensi-aparatur-manajemen-komunikas</link>
	<guid isPermaLink="false">bd05515b78072820fa5190f9be37c03d</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 23:57:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ timor leste ]]></category>
	<category><![CDATA[ v22i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,leste,main,timor,v22i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan kajian longitudinal yang membandingkan efektivitas program sertifikasi antara wilayah metropolitan dan daerah tertinggal untuk menilai perbedaan perkembangan kompetensi ASN secara kuantitatif dan kualitatif. Kedua, studi eksperimental ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi: Pertama, perlu dilakukan kajian longitudinal yang membandingkan efektivitas program sertifikasi antara wilayah metropolitan dan daerah tertinggal untuk menilai perbedaan perkembangan kompetensi ASN secara kuantitatif dan kualitatif. Kedua, studi eksperimental dapat menggali interaksi antara pelatihan berbasis digital dan motivasi intrinsik ASN, dengan menguji apakah platform eAclearning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil sertifikasi dibanding pendekatan konvensional. Ketiga, penelitian terapan yang menguji model kolaborasi antara lembaga pemerintah, universitas, dan sektor swasta dapat mengidentifikasi mekanisme best practice dalam integrasi pelatihan, sertifikasi, dan evaluasi berkelanjutan bagi ASN, sehingga dapat disusun rekomendasi kebijakan berbasis data untuk mempercepat peningkatan kompetensi secara nasional.. Penelitian menyimpulkan bahwa sertifikasi merupakan alat ukur formal utama yang meningkatkan kompetensi ASN, sementara pelatihan, motivasi, dan teknologi informasi mendukung proses peningkatan tersebut.Dampak positif yang signifikan pada kinerja dan pelayanan publik menegaskan urgensi pengembangan kompetensi ASN secara sistematis dan berkelanjutan.Model konseptual InputAcProcessAcOutput membantu memahami mekanisme hubungan antar variabel, dan studi komparatif menyoroti perlunya adaptasi teknologi dan integrasi sertifikasi yang lebih luas di lingkungan ASN Indonesia Penelitian ini mengkaji rendahnya peningkatan kompetensi individu Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan fokus pada peran sertifikasi sebagai alat ukur yang terstandarisasi dan terukur. Sertifikasi menjadi kunci dalam meningkatkan profesionalisme ASN dan legitimasi kemampuan yang berdampak positif pada kinerja dan pelayanan publik. Dampak positif dari peningkatan kompetensi ASN meliputi peningkatan produktivitas, inovasi, dan adaptabilitas terhadap teknologi serta kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, jika peningkatan kompetensi tidak teratasi, maka terjadi stagnasi birokrasi, penurunan kualitas layanan, serta menurunnya kepercayaan publik. Faktor-faktor yang mempengaruhi termasuk sertifikasi, pelatihan, motivasi, teknologi informasi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" alt="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-1c3c8.webp" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-1c3c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-1c3c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-1c3c8.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" alt="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-2265d.webp" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-2265d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-2265d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-2265d.webp 1x" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" alt="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44668-kompetensi-aparatur-manajemen-komunikas" title="JURIS - Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi" target="_blank">Tantangan Peningkatan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Melalui Sertifikasi</a>: Pertama, perlu dilakukan kajian longitudinal yang membandingkan efektivitas program sertifikasi antara wilayah metropolitan dan daerah tertinggal untuk menilai perbedaan perkembangan kompetensi ASN secara kuantitatif dan kualitatif. Kedua, studi eksperimental dapat menggali interaksi antara pelatihan berbasis digital dan motivasi intrinsik ASN, dengan menguji apakah platform eAclearning dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil sertifikasi dibanding pendekatan konvensional. Ketiga, penelitian terapan yang menguji model kolaborasi antara lembaga pemerintah, universitas, dan sektor swasta dapat mengidentifikasi mekanisme best practice dalam integrasi pelatihan, sertifikasi, dan evaluasi berkelanjutan bagi ASN, sehingga dapat disusun rekomendasi kebijakan berbasis data untuk mempercepat peningkatan kompetensi secara nasional..
<br>Penelitian menyimpulkan bahwa sertifikasi merupakan alat ukur formal utama yang meningkatkan kompetensi ASN, sementara pelatihan, motivasi, dan teknologi informasi mendukung proses peningkatan tersebut.Dampak positif yang signifikan pada kinerja dan pelayanan publik menegaskan urgensi pengembangan kompetensi ASN secara sistematis dan berkelanjutan.Model konseptual InputAcProcessAcOutput membantu memahami mekanisme hubungan antar variabel, dan studi komparatif menyoroti perlunya adaptasi teknologi dan integrasi sertifikasi yang lebih luas di lingkungan ASN Indonesia
<br>Penelitian ini mengkaji rendahnya peningkatan kompetensi individu Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan fokus pada peran sertifikasi sebagai alat ukur yang terstandarisasi dan terukur. Sertifikasi menjadi kunci dalam meningkatkan profesionalisme ASN dan legitimasi kemampuan yang berdampak positif pada kinerja dan pelayanan publik. Dampak positif dari peningkatan kompetensi ASN meliputi peningkatan produktivitas, inovasi, dan adaptabilitas terhadap teknologi serta kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, jika peningkatan kompetensi tidak teratasi, maka terjadi stagnasi birokrasi, penurunan kualitas layanan, serta menurunnya kepercayaan publik. Faktor-faktor yang mempengaruhi termasuk sertifikasi, pelatihan, motivasi, teknologi informasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp" type="image/webp" length="96790" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-66c83.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-1c3c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/kompetensi-aparatur-manajemen-komunikasi-sumber-da-thumb-2265d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1651-stialan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8410-jurnal-good-governance.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44676-syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-ge</link>
	<guid isPermaLink="false">d97dc79e98db25f964778fdd2580317b</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:54:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak teknologi terhadap kualitas hubungan antara gembala dan jemaat, khususnya dalam konteks era ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak teknologi terhadap kualitas hubungan antara gembala dan jemaat, khususnya dalam konteks era disrupsi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana gembala dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mempererat hubungan dengan jemaat, sekaligus menghindari potensi dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial atau hilangnya interaksi tatap muka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan kepemimpinan yang adaptif bagi gembala di era disrupsi. Model ini harus mampu membekali gembala dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan perubahan, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam gereja dan masyarakat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan jemaat dalam beradaptasi dengan perubahan di era disrupsi. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang program-program pemberdayaan yang efektif, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan mental dan spiritual jemaat, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan gereja dapat lebih siap menghadapi era disrupsi dan terus menjadi komunitas yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.. Era disrupsi merupakan masa terjadinya inovasi dan perubahan besar yang secara mendasar mengubah berbagai sistem, aturan, dan pola yang sudah ada menjadi cara-cara baru.Di era disrupsi, terdapat berbagai tantangan dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi.Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar, yaitu bagaimana membimbing dan memberdayakan jemaat melalui perkembangan digital yang membawa perubahan.Oleh sebab itu, seorang pemimpin gereja perlu memiliki visi yang jelas dan menyampaikan visi tersebut kepada jemaat.Ini penting untuk menginspirasi dan membimbing jemaat menuju tujuan pelayanan yang terbaik.Prioritas berarti mendahulukan hal-hal yang penting, dan prioritas utama dalam hidup adalah Tuhan Era disrupsi merupakan masa yang penuh kejutan karena segala sesuatu berubah dengan cepat dan menawarkan kemudahan secara instan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak ahli yang cenderung memisahkan agama dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, gembala sidang memegang peran penting sebagai motivator utama dalam berbagai kegiatan gereja. Namun, ia juga perlu memahami dan menguasai nilai-nilai pelayanan agar gereja dapat berjalan dengan baik dan berkembang. Sebagai agen perubahan, gembala sidang harus memberikan perhatian dan mendidik jemaat yang ada di bawah kepemimpinannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp 1x" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" alt="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-17c28.webp" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-17c28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-17c28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-17c28.webp 1x" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" alt="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-77307.webp" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-77307.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-77307.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-77307.webp 1x" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" alt="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44676-syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-ge" title="JURIS - Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi" target="_blank">Peran Gembala dalam Membimbing dan memberdayakan Jemaat di Era Disrupsi</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak teknologi terhadap kualitas hubungan antara gembala dan jemaat, khususnya dalam konteks era disrupsi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana gembala dapat memanfaatkan teknologi secara efektif untuk mempererat hubungan dengan jemaat, sekaligus menghindari potensi dampak negatif seperti ketergantungan pada media sosial atau hilangnya interaksi tatap muka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan kepemimpinan yang adaptif bagi gembala di era disrupsi. Model ini harus mampu membekali gembala dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan perubahan, serta mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam gereja dan masyarakat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan jemaat dalam beradaptasi dengan perubahan di era disrupsi. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merancang program-program pemberdayaan yang efektif, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan mental dan spiritual jemaat, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan gereja dapat lebih siap menghadapi era disrupsi dan terus menjadi komunitas yang relevan dan berdampak bagi masyarakat..
<br>Era disrupsi merupakan masa terjadinya inovasi dan perubahan besar yang secara mendasar mengubah berbagai sistem, aturan, dan pola yang sudah ada menjadi cara-cara baru.Di era disrupsi, terdapat berbagai tantangan dalam membimbing dan memberdayakan jemaat di era disrupsi.Namun, di balik tantangan tersebut, ada peluang besar, yaitu bagaimana membimbing dan memberdayakan jemaat melalui perkembangan digital yang membawa perubahan.Oleh sebab itu, seorang pemimpin gereja perlu memiliki visi yang jelas dan menyampaikan visi tersebut kepada jemaat.Ini penting untuk menginspirasi dan membimbing jemaat menuju tujuan pelayanan yang terbaik.Prioritas berarti mendahulukan hal-hal yang penting, dan prioritas utama dalam hidup adalah Tuhan
<br>Era disrupsi merupakan masa yang penuh kejutan karena segala sesuatu berubah dengan cepat dan menawarkan kemudahan secara instan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan. Banyak ahli yang cenderung memisahkan agama dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, gembala sidang memegang peran penting sebagai motivator utama dalam berbagai kegiatan gereja. Namun, ia juga perlu memahami dan menguasai nilai-nilai pelayanan agar gereja dapat berjalan dengan baik dan berkembang. Sebagai agen perubahan, gembala sidang harus memberikan perhatian dan mendidik jemaat yang ada di bawah kepemimpinannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp" type="image/webp" length="90472" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-3c4d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-17c28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/syariah-konteks-era-gembala-sidang-disrupsi-jemaat-thumb-77307.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44674-standar-pelayanan-minimum-kualit</link>
	<guid isPermaLink="false">fc79bd67533a9d342056076b64a9bd69</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:47:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ timor leste ]]></category>
	<category><![CDATA[ v22i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,leste,main,timor,v22i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Cabenge dan wilayah sekitarnya. Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas implementasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Cabenge dan wilayah sekitarnya. Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas implementasi standar pelayanan yang telah disusun, termasuk identifikasi kendala dan solusi yang mungkin dihadapi oleh aparat kelurahan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem informasi pelayanan publik yang terintegrasi, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi pelayanan secara online dan melakukan pengajuan permohonan secara mandiri. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran serta masyarakat dalam proses evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan, misalnya melalui pembentukan forum umpan balik atau survei kepuasan pelanggan secara berkala. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran kelurahan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.. Penyusunan standar pelayanan di Kantor Kelurahan Cabenge merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan memberikan solusi bagi masyarakat terkait persyaratan pelayanan.Penelitian ini menghasilkan dokumen pedoman bagi aparat kelurahan dalam memberikan pelayanan berkualitas dan media informasi bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi.Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak lagi kebingungan mengenai persyaratan dan alur pelayanan, serta kelurahan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya secara berkelanjutan Penelitian ini menggambarkan penyusunan dan penetapan standar pelayanan pada kelurahan Cabenge sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta mewujudkan pemerintah yang baik dan kesejahteraan masyarakat terwujud. Kelurahan Cabenge kabupaten soppeng sebagai penyedia pelayanan belum mampu menyusun standar pelayanan dan belum terpublikasi informasi pelayanan, melalui penelitian ini menyusun standar pelayanan dan memberikan pemahaman bagi aparat kelurahan mengenai penyusunan standar pelayanan, metode dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, telaah dokumen serta melakukan diskusi grup terfokus (fgd). Hasil dari penelitian yakni menghasilkan 7 (tujuh) standar pelayanan, antara lain, layanan Surat pengantar akta kelahiran, layanan surat keterangan catatan kepolisian, layanan Surat keterangan berpenghasilan, layanan Surat keterangan tidak mampu, layanan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-68591.webp" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-68591.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-68591.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-68591.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" alt="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" alt="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-804ef.webp" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-804ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-804ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-804ef.webp 1x" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" alt="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44674-standar-pelayanan-minimum-kualit" title="JURIS - Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng" target="_blank">Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyusunan Standar Pelayanan berdasarkan PermenpanRB No 15 tahun 2014 pada Kantor Kelurahan Cabenge Kacamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Cabenge dan wilayah sekitarnya. Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas implementasi standar pelayanan yang telah disusun, termasuk identifikasi kendala dan solusi yang mungkin dihadapi oleh aparat kelurahan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem informasi pelayanan publik yang terintegrasi, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi pelayanan secara online dan melakukan pengajuan permohonan secara mandiri. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran serta masyarakat dalam proses evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan, misalnya melalui pembentukan forum umpan balik atau survei kepuasan pelanggan secara berkala. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat peran kelurahan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya..
<br>Penyusunan standar pelayanan di Kantor Kelurahan Cabenge merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan memberikan solusi bagi masyarakat terkait persyaratan pelayanan.Penelitian ini menghasilkan dokumen pedoman bagi aparat kelurahan dalam memberikan pelayanan berkualitas dan media informasi bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi.Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak lagi kebingungan mengenai persyaratan dan alur pelayanan, serta kelurahan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya secara berkelanjutan
<br>Penelitian ini menggambarkan penyusunan dan penetapan standar pelayanan pada kelurahan Cabenge sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta mewujudkan pemerintah yang baik dan kesejahteraan masyarakat terwujud. Kelurahan Cabenge kabupaten soppeng sebagai penyedia pelayanan belum mampu menyusun standar pelayanan dan belum terpublikasi informasi pelayanan, melalui penelitian ini menyusun standar pelayanan dan memberikan pemahaman bagi aparat kelurahan mengenai penyusunan standar pelayanan, metode dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, telaah dokumen serta melakukan diskusi grup terfokus (fgd). Hasil dari penelitian yakni menghasilkan 7 (tujuh) standar pelayanan, antara lain, layanan Surat pengantar akta kelahiran, layanan surat keterangan catatan kepolisian, layanan Surat keterangan berpenghasilan, layanan Surat keterangan tidak mampu, layanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp" type="image/webp" length="84374" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-68591.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-bd855.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/standar-pelayanan-minimum-kualitas-cabenge-tujuh-o-thumb-804ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1651-stialan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8410-jurnal-good-governance.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen Polemik Dialog Teologis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen Polemik Dialog Teologis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen Polemik Dialog Teologis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44675-islam-kristen-abraham-polemik-dialog-didit</link>
	<guid isPermaLink="false">31dd5aa946cfcd1018f1e3ec05b3255d</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:41:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian baru dapat dieksplorasi seperti: Bagaimana persepsi masyarakat Muslim dan Kristen di Indonesia mengenai anak yang dikorbankan oleh Abraham memengaruhi hubungan antaragama di tingkat lokal? Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis: Pertanyaan penelitian baru dapat dieksplorasi seperti: Bagaimana persepsi masyarakat Muslim dan Kristen di Indonesia mengenai anak yang dikorbankan oleh Abraham memengaruhi hubungan antaragama di tingkat lokal? Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial dalam menyebarkan pandangan berbeda mengenai Ismail dan Ishak dapat memengaruhi persepsi publik tentang toleransi agama? Bagaimana studi perbandingan teks suci (AlAcQurAoan dan Alkitab) dalam konteks historis dapat membangun landasan dialog teologis yang lebih inklusif dan memperkuat pemahaman bersama antara Muslim dan Kristen?. Islam dan Kristen memiliki keyakinan berbeda mengenai anak yang akan dikorbankan oleh Abraham.Islam berpendapat bahwa yang akan dikorbankan adalah Ismail, sementara Kristen mengaku bahwa yang akan dikorbankan adalah Ishak.Perbedaan pandangan ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan debat antara kedua agama.Oleh karena itu, dialog teologis yang komprehensif perlu difasilitasi untuk mencapai pemahaman bersama dan mengurangi ketegangan antaragama Penelitian ini bertujuan untuk mengurai polemik antara Islam dan Kristen tentang siapakah anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Berdasarkan pengamatan penulis, Islam dan Kristen memiliki perbedaan tentang hal ini. Islam meyakini bahwa yang akan dikorbankan Abraham adalah Ismail, sedangkan Kristen percaya bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak, sesuai dengan yang dikatakan oleh Alkitab. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui buku, jurnal, Alkitab dan AlAcQurAoan. Dari penelitian ini ditemukan fakta yaitu perbedaan keyakinan tentang siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham dalam Islam dan Kristen bisa menimbulkan polemik, oleh karena itu diperlukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-0dac8.webp" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-0dac8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-0dac8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-0dac8.webp 1x" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" alt="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp 1x" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" alt="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-84f1a.webp" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-84f1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-84f1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-84f1a.webp 1x" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" alt="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44675-islam-kristen-abraham-polemik-dialog-didit" title="JURIS - Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis" target="_blank">Kajian Teologis Mengenai Anak Yang Dikorbankan Abraham Menurut Islam Dan Kristen: Polemik Dialog Teologis</a>: Pertanyaan penelitian baru dapat dieksplorasi seperti: Bagaimana persepsi masyarakat Muslim dan Kristen di Indonesia mengenai anak yang dikorbankan oleh Abraham memengaruhi hubungan antaragama di tingkat lokal? Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial dalam menyebarkan pandangan berbeda mengenai Ismail dan Ishak dapat memengaruhi persepsi publik tentang toleransi agama? Bagaimana studi perbandingan teks suci (AlAcQurAoan dan Alkitab) dalam konteks historis dapat membangun landasan dialog teologis yang lebih inklusif dan memperkuat pemahaman bersama antara Muslim dan Kristen?.
<br>Islam dan Kristen memiliki keyakinan berbeda mengenai anak yang akan dikorbankan oleh Abraham.Islam berpendapat bahwa yang akan dikorbankan adalah Ismail, sementara Kristen mengaku bahwa yang akan dikorbankan adalah Ishak.Perbedaan pandangan ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan debat antara kedua agama.Oleh karena itu, dialog teologis yang komprehensif perlu difasilitasi untuk mencapai pemahaman bersama dan mengurangi ketegangan antaragama
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengurai polemik antara Islam dan Kristen tentang siapakah anak yang akan dikorbankan oleh Abraham. Berdasarkan pengamatan penulis, Islam dan Kristen memiliki perbedaan tentang hal ini. Islam meyakini bahwa yang akan dikorbankan Abraham adalah Ismail, sedangkan Kristen percaya bahwa yang akan dikorbankan oleh Abraham adalah Ishak, sesuai dengan yang dikatakan oleh Alkitab. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui buku, jurnal, Alkitab dan AlAcQurAoan. Dari penelitian ini ditemukan fakta yaitu perbedaan keyakinan tentang siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham dalam Islam dan Kristen bisa menimbulkan polemik, oleh karena itu diperlukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp" type="image/webp" length="123500" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-0dac8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-a4965.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/islam-kristen-abraham-polemik-dialog-kajian-teolog-thumb-84f1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44679-tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelola</link>
	<guid isPermaLink="false">ea32e88b592dcd519f32e42d966d284f</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:35:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ timor leste ]]></category>
	<category><![CDATA[ v22i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,leste,main,timor,v22i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak kuantitatif penerapan kerangka data governance dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat diukur peningkatan kinerja proses penugasan Reviewer secara empiris. Lanjutan studi dapat menyelidiki hubungan tingkat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak kuantitatif penerapan kerangka data governance dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat diukur peningkatan kinerja proses penugasan Reviewer secara empiris. Lanjutan studi dapat menyelidiki hubungan tingkat kematangan data governance dengan kualitas keputusan ilmiah, mengadaptasi model maturity pada konteks lembaga riset publik. Peneliti juga dapat memproses penerapan kerangka serupa pada fungsi pendukung proses ilmiah lainnya, seperti pengelolaan data peneliti atau data proposal, guna menilai generalisasi konsep dan menyesuaikan mekanisme pengendalian ke lingkungan yang berbeda.. Penelitian ini berhasil merancang kerangka data governance yang terintegrasi untuk pengelolaan Data Reviewer di BRIN.Integrasi tiga artefakAiBusiness Case, Program Charter, dan Data Governance CharterAimenetapkan peran, kebijakan, dan mekanisme pengendalian yang meningkatkan kualitas data dan efisiensi proses.Kerangka ini dapat menjadi referensi bagi lembaga riset pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas dan kualitas data Reviewer Pengelolaan data Reviewer memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas dan akuntabilitas proses penilaian ilmiah di lembaga riset pemerintah. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan data Reviewer sering menghadapi fragmentasi data, duplikasi, ketidakkonsistenan atribut, serta ketidakjelasan peran dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis penerapan kerangka data governance pada pengelolaan Data Reviewer di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui pendekatan Design Oriented Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Business Case, Program Charter, dan Data Governance... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-ae6ee.webp" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-ae6ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-ae6ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-ae6ee.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-9cc32.webp" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-9cc32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-9cc32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-9cc32.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" alt="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44679-tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelola" title="JURIS - Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia" target="_blank">Perancangan Tata Kelola Data pada Sistem Data Reviewer di Lembaga Riset Pemerintah Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak kuantitatif penerapan kerangka data governance dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat diukur peningkatan kinerja proses penugasan Reviewer secara empiris. Lanjutan studi dapat menyelidiki hubungan tingkat kematangan data governance dengan kualitas keputusan ilmiah, mengadaptasi model maturity pada konteks lembaga riset publik. Peneliti juga dapat memproses penerapan kerangka serupa pada fungsi pendukung proses ilmiah lainnya, seperti pengelolaan data peneliti atau data proposal, guna menilai generalisasi konsep dan menyesuaikan mekanisme pengendalian ke lingkungan yang berbeda..
<br>Penelitian ini berhasil merancang kerangka data governance yang terintegrasi untuk pengelolaan Data Reviewer di BRIN.Integrasi tiga artefakAiBusiness Case, Program Charter, dan Data Governance CharterAimenetapkan peran, kebijakan, dan mekanisme pengendalian yang meningkatkan kualitas data dan efisiensi proses.Kerangka ini dapat menjadi referensi bagi lembaga riset pemerintah dalam meningkatkan akuntabilitas dan kualitas data Reviewer
<br>Pengelolaan data Reviewer memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas dan akuntabilitas proses penilaian ilmiah di lembaga riset pemerintah. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan data Reviewer sering menghadapi fragmentasi data, duplikasi, ketidakkonsistenan atribut, serta ketidakjelasan peran dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis penerapan kerangka data governance pada pengelolaan Data Reviewer di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui pendekatan Design Oriented Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Business Case, Program Charter, dan Data Governance...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp" type="image/webp" length="85880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-ae6ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-9cc32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/tata-kelola-data-indikator-kualitas-pengelolaan-go-thumb-a5e18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1651-stialan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8410-jurnal-good-governance.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44678-era-millenial-keluarga-milenial</link>
	<guid isPermaLink="false">eaea82b30ab85e54da30c1cf663093fa</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 22:24:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ karandan rt ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ issn cetak ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cetak,header,issn,karandan,page,rt]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menyampaikan pesan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menyampaikan pesan Alkitab kepada generasi milenial, dengan mempertimbangkan preferensi dan gaya belajar mereka. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami secara lebih mendalam tantangan-tantangan iman yang dihadapi oleh generasi milenial dalam konteks budaya dan sosial yang terus berubah, serta bagaimana gereja dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang relevan. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pastoral dalam menjangkau dan membimbing generasi milenial, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya kepemimpinan, metode pengajaran, dan bentuk pelayanan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana gereja dapat secara efektif menjangkau dan membimbing generasi milenial dalam iman mereka, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan dan komunitas Kristen.. Bahwa dalam proses pengkanonan, jelas wahyu Allah memainkan peran utama sebab Allahlah yang memberikan wahyuNya kepada manusia untuk menuliskan kitab-kitab tersebut (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sesuai dengan isi hatiNya untuk manusia dengan bahasa yang dimengerti oleh manusia.Meskipun ada latar belakang pribadi dan emosi dari penulis dalam menuliskan kitab-kitab tersebut, namun hal itu tidak mengubah keaslian isi Alkitab.Terutama pada masa Perjanjian Lama, dimana manusia terutama bangsa Israel juga telah mengalami penyertaan Tuhan sepanjang hidup mereka.Pada masa Perjanjian Lama juga dikatakan bahwa Roh Allah hanya berkuasa dalam diri orang-orang pilihanNya saja (Raja, Nabi, dan Imam).Meskipun situasi ini berbeda pada masa Perjanjian Baru, dimana Roh Kudus menetap dalam diri semua orang dan para penulis kitab yang merupakan orang terdekat dengan Kristus saat itu, seperti Paulus, Yohanes, Matius, Markus, Lukas, dan penulis-penulis lainnya.Sehingga mereka juga dapat menuliskan kebenaran itu.Keaslian dari kitab Perjanjian Lama dan Baru mampu dibuktikan melalui penelitian sejarah dan sains.Hal ini membuktikan bahwa wahyu Allahlah yang menuntun para penulis untuk menulis kitab-kitab tersebut.Firman Tuhan memiliki kuasa ketika benar-benar direnungkan oleh setiap orang percaya.Jadi, proses pengkanonan telah selesai sekitar tahun 397M yang disahkan melalui Konsili Karthago oleh orang-orang Protestan.Hasil konsili tersebut menyatakan bahwa isi Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sudah lengkap, utuh.Tidak perlu dilakukan kanon ulang lagi oleh pihak manapun.Wahyu Allah melalui Roh Kudus pada masa kini adalah untuk membantu manusia lebih memahami firman Tuhan dan penerapannya bagi hidup orang percaya.Alkitab sepenuhnya dapat dipercaya dan masih sangat relevan dalam prinsip dan fleksibel dalam penerapannya pada masa kini Pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik dan relevan untuk diperbincangkan. Ada pihak-pihak yang pro tapi juga tak sedikit pihak yang kontra dengan hal tersebut sesuai dengan pembuktian mereka masing-masing. Terlepas dari banyaknya teori yang beredar selama ini, faktor utama yang menyebabkan pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan bahkan pada masa kini adalah karena pertanyaan mengenai sumber penulisan Alkitab dan proses kanon itu sendiri apakah benar dari wahyu Ilahi atau hanya sebatas cerita pengalaman dari manusia semata. Namun, lebih dari sekedar pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab, perlu mengetahui juga peranan dari wahyu Illahi tersebut dalam kanonisasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp 1x" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" alt="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-a7449.webp" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-a7449.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-a7449.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-a7449.webp 1x" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" alt="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-cabe9.webp" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-cabe9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-cabe9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-cabe9.webp 1x" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" alt="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44678-era-millenial-keluarga-milenial" title="JURIS - Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial" target="_blank">Peranan Wahyu Illahi dalam Kanonisasi Alkitab bagi Kehidupan Orang Percaya di Era Millenial</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menyampaikan pesan Alkitab kepada generasi milenial, dengan mempertimbangkan preferensi dan gaya belajar mereka. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami secara lebih mendalam tantangan-tantangan iman yang dihadapi oleh generasi milenial dalam konteks budaya dan sosial yang terus berubah, serta bagaimana gereja dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang relevan. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pastoral dalam menjangkau dan membimbing generasi milenial, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya kepemimpinan, metode pengajaran, dan bentuk pelayanan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana gereja dapat secara efektif menjangkau dan membimbing generasi milenial dalam iman mereka, serta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan dan komunitas Kristen..
<br>Bahwa dalam proses pengkanonan, jelas wahyu Allah memainkan peran utama sebab Allahlah yang memberikan wahyuNya kepada manusia untuk menuliskan kitab-kitab tersebut (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sesuai dengan isi hatiNya untuk manusia dengan bahasa yang dimengerti oleh manusia.Meskipun ada latar belakang pribadi dan emosi dari penulis dalam menuliskan kitab-kitab tersebut, namun hal itu tidak mengubah keaslian isi Alkitab.Terutama pada masa Perjanjian Lama, dimana manusia terutama bangsa Israel juga telah mengalami penyertaan Tuhan sepanjang hidup mereka.Pada masa Perjanjian Lama juga dikatakan bahwa Roh Allah hanya berkuasa dalam diri orang-orang pilihanNya saja (Raja, Nabi, dan Imam).Meskipun situasi ini berbeda pada masa Perjanjian Baru, dimana Roh Kudus menetap dalam diri semua orang dan para penulis kitab yang merupakan orang terdekat dengan Kristus saat itu, seperti Paulus, Yohanes, Matius, Markus, Lukas, dan penulis-penulis lainnya.Sehingga mereka juga dapat menuliskan kebenaran itu.Keaslian dari kitab Perjanjian Lama dan Baru mampu dibuktikan melalui penelitian sejarah dan sains.Hal ini membuktikan bahwa wahyu Allahlah yang menuntun para penulis untuk menulis kitab-kitab tersebut.Firman Tuhan memiliki kuasa ketika benar-benar direnungkan oleh setiap orang percaya.Jadi, proses pengkanonan telah selesai sekitar tahun 397M yang disahkan melalui Konsili Karthago oleh orang-orang Protestan.Hasil konsili tersebut menyatakan bahwa isi Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) sudah lengkap, utuh.Tidak perlu dilakukan kanon ulang lagi oleh pihak manapun.Wahyu Allah melalui Roh Kudus pada masa kini adalah untuk membantu manusia lebih memahami firman Tuhan dan penerapannya bagi hidup orang percaya.Alkitab sepenuhnya dapat dipercaya dan masih sangat relevan dalam prinsip dan fleksibel dalam penerapannya pada masa kini
<br>Pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik dan relevan untuk diperbincangkan. Ada pihak-pihak yang pro tapi juga tak sedikit pihak yang kontra dengan hal tersebut sesuai dengan pembuktian mereka masing-masing. Terlepas dari banyaknya teori yang beredar selama ini, faktor utama yang menyebabkan pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan bahkan pada masa kini adalah karena pertanyaan mengenai sumber penulisan Alkitab dan proses kanon itu sendiri apakah benar dari wahyu Ilahi atau hanya sebatas cerita pengalaman dari manusia semata. Namun, lebih dari sekedar pembahasan mengenai kanonisasi Alkitab, perlu mengetahui juga peranan dari wahyu Illahi tersebut dalam kanonisasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp" type="image/webp" length="105140" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-b88fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-a7449.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/era-millenial-keluarga-milenial-alkitab-komunitas-thumb-cabe9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-842-pspindonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13701-ritornera-jurnal-teologi-pentakosta-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Korupsi Jual Beli Jabatan Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi Dalam Mewujudkan ASN Profesional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Korupsi Jual Beli Jabatan Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi Dalam Mewujudkan ASN Profesional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Korupsi Jual Beli Jabatan Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi Dalam Mewujudkan ASN Profesional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-44666-kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras</link>
	<guid isPermaLink="false">5e340bd92a678d2f44b742b72d6e8f1a</guid>
	<pubDate>Sat, 02 May 2026 21:48:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ timor leste ]]></category>
	<category><![CDATA[ v22i1 ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,leste,main,timor,v22i1]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian mendalam mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik jual beli jabatan di berbagai daerah dengan mempertimbangkan karakteristik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi Dalam Mewujudkan ASN Profesional: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian mendalam mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik jual beli jabatan di berbagai daerah dengan mempertimbangkan karakteristik lokal. Kedua, studi komparatif mengenai strategi pemberantasan korupsi jual beli jabatan di Indonesia dengan negara lain yang berhasil menekan angka korupsi. Ketiga, penelitian mengenai peran serta masyarakat sipil dan media dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses seleksi dan promosi jabatan di pemerintahan daerah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sistem pemerintahan yang lebih baik dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat. Penelitian lanjutan ini perlu dilakukan dengan pendekatan interdisipliner yang melibatkan ahli hukum, ilmu politik, sosiologi, dan manajemen publik untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dan relevan.. Praktik jual beli jabatan menunjukkan bahwa korupsi merusak fondasi birokrasi dan prinsip meritokrasi.Dampaknya tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga kerusakan moral dan etika.Penerapan sistem merit yang transparan, penguatan pengawasan internal ASN, dan perlindungan whistleblower menjadi langkah penting dalam mencegah praktik korupsi ini Sebuah bentuk korupsi yang sangat merugikan dan merusak integritas birokrasi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan merupakan korupsi yang berbentuk jual beli jabatan di dalam birokrasi pemerintahan daerah yang ada di Indonesia. Kurangnya dilakukan pengawasan terhadap birokrasi, penegakan hukum yang tidak kuat, rutinitas sistem birokrasi yang sering tidak terkontrol serta minimnya profesionalitas ASN semua itu merupakan komponen penyebab terjadinya tindak korupsi jual beli jabatan. Konsekuensi yang didapatkan secara jangka panjang dari praktik jual beli jabatan akan merugikan masyarakat, rusaknya sistem birokrasi serta menurunnya kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk pencegahan korupsi, yaitu di dalamnya mencakup perbaikan sistem rekrutmen ASN yang berbasis dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-1cd42.webp" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-1cd42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-1cd42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-1cd42.webp 1x" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" alt="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-fe8f4.webp" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-fe8f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-fe8f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-fe8f4.webp 1x" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" alt="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp 1x" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" alt="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-44666-kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras" title="JURIS - Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional" target="_blank">Korupsi Jual Beli Jabatan: Potret Gagalnya Reformasi Birokrasi  Dalam Mewujudkan ASN Profesional</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian mendalam mengenai efektivitas sistem merit dalam mencegah praktik jual beli jabatan di berbagai daerah dengan mempertimbangkan karakteristik lokal. Kedua, studi komparatif mengenai strategi pemberantasan korupsi jual beli jabatan di Indonesia dengan negara lain yang berhasil menekan angka korupsi. Ketiga, penelitian mengenai peran serta masyarakat sipil dan media dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses seleksi dan promosi jabatan di pemerintahan daerah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan efektif dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sistem pemerintahan yang lebih baik dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat. Penelitian lanjutan ini perlu dilakukan dengan pendekatan interdisipliner yang melibatkan ahli hukum, ilmu politik, sosiologi, dan manajemen publik untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dan relevan..
<br>Praktik jual beli jabatan menunjukkan bahwa korupsi merusak fondasi birokrasi dan prinsip meritokrasi.Dampaknya tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga kerusakan moral dan etika.Penerapan sistem merit yang transparan, penguatan pengawasan internal ASN, dan perlindungan whistleblower menjadi langkah penting dalam mencegah praktik korupsi ini
<br>Sebuah bentuk korupsi yang sangat merugikan dan merusak integritas birokrasi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan merupakan korupsi yang berbentuk jual beli jabatan di dalam birokrasi pemerintahan daerah yang ada di Indonesia. Kurangnya dilakukan pengawasan terhadap birokrasi, penegakan hukum yang tidak kuat, rutinitas sistem birokrasi yang sering tidak terkontrol serta minimnya profesionalitas ASN semua itu merupakan komponen penyebab terjadinya tindak korupsi jual beli jabatan. Konsekuensi yang didapatkan secara jangka panjang dari praktik jual beli jabatan akan merugikan masyarakat, rusaknya sistem birokrasi serta menurunnya kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Pendekatan yang komprehensif diperlukan untuk pencegahan korupsi, yaitu di dalamnya mencakup perbaikan sistem rekrutmen ASN yang berbasis dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp" type="image/webp" length="88798" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-1cd42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-fe8f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/kepercayaan-masyarakat-integral-reformasi-birokras-thumb-ab057.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1651-stialan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8410-jurnal-good-governance.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 03 May 2026 01:09:39 +0700. 24 items. Served in: 5.068 seconds [rss] -->
