<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.95-4jul2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 00:03:58 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 00:03:58 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-07-05T00:03:58+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53086-relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek</link>
	<guid isPermaLink="false">aeb90e21236eb82a8f8a4832ba9c57f0</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lena atoy 34 ]]></category>
	<category><![CDATA[ hasbi nasrum ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi purnomo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung dalam uji klinis terkontrol secara randomisasi dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan pasien pasca operasi selain apendiktomi, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung dalam uji klinis terkontrol secara randomisasi dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan pasien pasca operasi selain apendiktomi, seperti operasi kolorektal atau ortopedi, untuk menilai generalisasi manfaatnya. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efek kombinasi terapi ini dengan masing-masing terapi tunggal (hanya relaksasi genggam jari atau hanya massage punggung) guna mengidentifikasi kontribusi tambahan masingAcmasing komponen dalam penurunan nyeri. Selain itu, penelitian longitudinal dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang intervensi tersebut terhadap kualitas hidup, tingkat kecemasan, dan pemulihan fungsional pasien, serta mengkaji mekanisme fisiologis yang melibatkan pelepasan endorfin dan modulasi sinyal nyeri pada sistem saraf pusat.. M terkait penerapan kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung terhadap nyeri pasca apendiktomi, dapat disimpulkan bahwa intervensi tersebut mampu menurunkan tingkat nyeri dengan menggunakan pengukuran skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS).Hal ini terlihat dari perubahan intensitas nyeri yang semula berada pada kategori 6 (nyeri sedang), kemudian menurun menjadi 1 (nyeri ringan) setelah terapi diberikan.Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua terapi mampu memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi ketegangan fisik dan meningkatkan kenyamanan pasien Latar Belakang: Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan yang sering menimbulkan nyeri pascaoperasi akibat luka pembedahan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri adalah kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung. Tujuan: untuk mengetahui gambaran penerapan kombinasi terapi tersebut terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendiktomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, yaitu Nn. M dengan masalah keperawatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-a6ce4.webp" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-a6ce4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-a6ce4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-a6ce4.webp 1x" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" alt="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-1a5af.webp" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-1a5af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-1a5af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-1a5af.webp 1x" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" alt="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp 1x" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" alt="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53086-relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek" title="JURIS - Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi" target="_blank">Kombinasi Relaksasi Genggam Jari Dan Massage Punggung Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung dalam uji klinis terkontrol secara randomisasi dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan pasien pasca operasi selain apendiktomi, seperti operasi kolorektal atau ortopedi, untuk menilai generalisasi manfaatnya. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efek kombinasi terapi ini dengan masing-masing terapi tunggal (hanya relaksasi genggam jari atau hanya massage punggung) guna mengidentifikasi kontribusi tambahan masingAcmasing komponen dalam penurunan nyeri. Selain itu, penelitian longitudinal dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang intervensi tersebut terhadap kualitas hidup, tingkat kecemasan, dan pemulihan fungsional pasien, serta mengkaji mekanisme fisiologis yang melibatkan pelepasan endorfin dan modulasi sinyal nyeri pada sistem saraf pusat..
<br>M terkait penerapan kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung terhadap nyeri pasca apendiktomi, dapat disimpulkan bahwa intervensi tersebut mampu menurunkan tingkat nyeri dengan menggunakan pengukuran skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS).Hal ini terlihat dari perubahan intensitas nyeri yang semula berada pada kategori 6 (nyeri sedang), kemudian menurun menjadi 1 (nyeri ringan) setelah terapi diberikan.Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi kedua terapi mampu memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi ketegangan fisik dan meningkatkan kenyamanan pasien
<br>Latar Belakang: Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan yang sering menimbulkan nyeri pascaoperasi akibat luka pembedahan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri adalah kombinasi terapi relaksasi genggam jari dan massage punggung. Tujuan: untuk mengetahui gambaran penerapan kombinasi terapi tersebut terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendiktomi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, yaitu Nn. M dengan masalah keperawatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp" type="image/webp" length="94674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-a6ce4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-1a5af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/b/relaksasi-genggam-jari-massage-punggung-aroma-efek-thumb-9bf24.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asuhan Keperawatan Pada An E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53085-intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-mot</link>
	<guid isPermaLink="false">b1bdb4a1da69af5cd79555e6a2338f95</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lena atoy 34 ]]></category>
	<category><![CDATA[ hasbi nasrum ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi purnomo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting pola yang dilakukan secara individual versus secara berkelompok dapat memberikan insight tentang efektivitas sosial dan motivasi anak. Selanjutnya, integrasi teknologi digital, seperti aplikasi tablet yang mensimulasikan kegiatan menggunting, dapat diuji sebagai tambahan atau alternatif terhadap metode konvensional untuk mempercepat perkembangan koordinasi mata-tangan dan keterampilan motorik halus.. E dengan gangguan perkembangan motorik halus selama 14 hari menunjukkan adanya peningkatan kemampuan secara bertahap sejak hari pertama hingga hari keempat belas.Diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah maupun orang tua yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan motorik halus, khususnya dalam keterampilan menggunting pola Latar Belakang : Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan pesat dan periode sensitif, sehingga perkembangan motorik, khususnya motorik halus, sangat penting. Perkembangan yang kurang optimal dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kesulitan akademik (menulis, menggambar, menggunakan alat belajar) serta keterlambatan kemandirian (mengancing baju, mengikat sepatu, makan sendiri). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan perkembangan motorik halus di TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil satu siswa TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju yang berusia 72 bulan, dengan gangguan perkembangan motorik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp 1x" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" alt="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53085-intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-mot" title="JURIS - Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju" target="_blank">Asuhan Keperawatan Pada An . E Dengan Gangguan Perkembangan Motorik Halus Menggunting Pola Di Tk Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa lama durasi intervensi terapi menggunting pola yang optimal untuk meningkatkan motorik halus pada anak prasekolah dengan gangguan perkembangan? Selain itu, studi komparatif antara terapi menggunting pola yang dilakukan secara individual versus secara berkelompok dapat memberikan insight tentang efektivitas sosial dan motivasi anak. Selanjutnya, integrasi teknologi digital, seperti aplikasi tablet yang mensimulasikan kegiatan menggunting, dapat diuji sebagai tambahan atau alternatif terhadap metode konvensional untuk mempercepat perkembangan koordinasi mata-tangan dan keterampilan motorik halus..
<br>E dengan gangguan perkembangan motorik halus selama 14 hari menunjukkan adanya peningkatan kemampuan secara bertahap sejak hari pertama hingga hari keempat belas.Diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah maupun orang tua yang memiliki anak dengan gangguan perkembangan motorik halus, khususnya dalam keterampilan menggunting pola
<br>Latar Belakang : Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan pesat dan periode sensitif, sehingga perkembangan motorik, khususnya motorik halus, sangat penting. Perkembangan yang kurang optimal dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kesulitan akademik (menulis, menggambar, menggunakan alat belajar) serta keterlambatan kemandirian (mengancing baju, mengikat sepatu, makan sendiri). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan perkembangan motorik halus di TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju. Metode : Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana penulis mengambil satu siswa TK Pembina Pertiwi Kabupaten Mamuju yang berusia 72 bulan, dengan gangguan perkembangan motorik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" type="image/webp" length="108176" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c1c0a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-181e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/intervensi-terapi-motorik-halus-ambisi-motivasi-an-thumb-c57da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy A Literatur ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53084-etik-terapi-kelompok-terapeutik-kep</link>
	<guid isPermaLink="false">554517de0442cee606b699344dc021fa</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lena atoy 34 ]]></category>
	<category><![CDATA[ hasbi nasrum ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi purnomo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan nilai-nilai etik dan legal dalam praktik sehari-hari, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan untuk memastikan terapi kelompok terapeutik yang profesional dan aman secara hukum. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan perawat mengenai pengalaman mereka dalam terapi kelompok terapeutik, termasuk aspek-aspek etik dan legal yang mereka hadapi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan kualitas dan akuntabilitas terapi kelompok terapeutik, serta memastikan perlindungan hak-hak pasien dan perawat.. Terapi kelompok adalah terapi yang dapat diberikan oleh Ners Spesialis, sehingga dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus memperhatikan prinsip etik dan legal keperawatan.Prinsip etik keperawatan yang dapat diterapkan pada terapi kelompok adalah autonomy, beneficence, non-maleficence, fidelity, veracity.Langkah yang dapat dilakukan untuk mengambil suatu keputusan etis apabila terjadi dilema etik dalam terapi kelompok adalah melakukan penilaian, identifikasi masalah dan identifikasi konflik, membuat perencanaan, implementasi dan evaluasi.Dasar hukum yang menjadi landasan menjalankan terapi kelompok adalah Undang-Undang RI No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, yang disempurnakan pada Undang-Undang RI No.Terapi kelompok dapat diberikan pada klien individu, keluarga, kelompok dan komunitas baik sehat, risiko dan gangguan sepanjang daur kehidupan, sebagai upaya promotif, preventif, kuratif Penguasaan aspek etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik sangat krusial bagi perawat, untuk dapat melindungi hak pasien dan memperkuat akuntabilitas profesional perawat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek etik dan legal keperawatan dalam pelaksanaan terapi kelompok terapeutik. Metode yang digunakan adalah literature review pada pangkalan data LibUI, Google Scholar, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci seperti "etik", "legal", "prinsip etik", "prinsip legal", "terapi kelompok", serta "terapi kelompok terapeutik". Kriteria inklusi menetapkan literatur berupa textbook, artikel jurnal, perundang-undangan, tesis, dan disertasi berbahasa Indonesia/Inggris terbitan 10 tahun terakhir yang membahas kerangka etik dan hukum terapi kelompok, sedangkan artikel yang tidak full-text atau berfokus pada terapi individual dieksklusi. Sepuluh artikel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp 1x" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" alt="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53084-etik-terapi-kelompok-terapeutik-kep" title="JURIS - Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur" target="_blank">Prinsip Etik Dan Legal Keperawatan Dalam Pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik: Studi Literatur Ethical And Legal Principles Of Nursing In The Implementation Of Therapeutic Group Therapy: A Literatur</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang menyelidiki penerapan prinsip etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik di berbagai setting pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perawat mengintegrasikan nilai-nilai etik dan legal dalam praktik sehari-hari, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan untuk memastikan terapi kelompok terapeutik yang profesional dan aman secara hukum. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien dan perawat mengenai pengalaman mereka dalam terapi kelompok terapeutik, termasuk aspek-aspek etik dan legal yang mereka hadapi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan kualitas dan akuntabilitas terapi kelompok terapeutik, serta memastikan perlindungan hak-hak pasien dan perawat..
<br>Terapi kelompok adalah terapi yang dapat diberikan oleh Ners Spesialis, sehingga dalam menjalankan tugas dan wewenangnya harus memperhatikan prinsip etik dan legal keperawatan.Prinsip etik keperawatan yang dapat diterapkan pada terapi kelompok adalah autonomy, beneficence, non-maleficence, fidelity, veracity.Langkah yang dapat dilakukan untuk mengambil suatu keputusan etis apabila terjadi dilema etik dalam terapi kelompok adalah melakukan penilaian, identifikasi masalah dan identifikasi konflik, membuat perencanaan, implementasi dan evaluasi.Dasar hukum yang menjadi landasan menjalankan terapi kelompok adalah Undang-Undang RI No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan, yang disempurnakan pada Undang-Undang RI No.Terapi kelompok dapat diberikan pada klien individu, keluarga, kelompok dan komunitas baik sehat, risiko dan gangguan sepanjang daur kehidupan, sebagai upaya promotif, preventif, kuratif
<br>Penguasaan aspek etik dan legal dalam terapi kelompok terapeutik sangat krusial bagi perawat, untuk dapat melindungi hak pasien dan memperkuat akuntabilitas profesional perawat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek etik dan legal keperawatan dalam pelaksanaan terapi kelompok terapeutik. Metode yang digunakan adalah literature review pada pangkalan data LibUI, Google Scholar, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci seperti "etik", "legal", "prinsip etik", "prinsip legal", "terapi kelompok", serta "terapi kelompok terapeutik". Kriteria inklusi menetapkan literatur berupa textbook, artikel jurnal, perundang-undangan, tesis, dan disertasi berbahasa Indonesia/Inggris terbitan 10 tahun terakhir yang membahas kerangka etik dan hukum terapi kelompok, sedangkan artikel yang tidak full-text atau berfokus pada terapi individual dieksklusi. Sepuluh artikel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" type="image/webp" length="128342" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-883ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-0281f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/etik-terapi-kelompok-terapeutik-keperawatan-jiwa-s-thumb-4f0b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53081-faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">b891c052ec5655cc21e6e6dfb8517fcb</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ trauma self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,self,trauma]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan self-control di kalangan mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek): Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan self-control di kalangan mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan, seperti pelatihan manajemen waktu, pengelolaan emosi, dan pengembangan strategi pengendalian diri lainnya yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi mahasiswa di wilayah urban. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang memengaruhi prokrastinasi akademik, seperti self-efficacy, self-esteem, passion, dan mindfulness, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan self-control. Dengan memahami interaksi antara berbagai faktor, intervensi yang lebih holistik dan efektif dapat dirancang untuk mengatasi prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-control memiliki peran signifikan terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di wilayah Jabodetabek.Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat self-control antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.Berdasarkan temuan utama, penelitian ini diharapkan dapat memberikan berbagai macam manfaat baik secara teoretis maupun praktis.Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat menguatkan pandangan bahwa self-control merupakan salah satu faktor psikologis utama yang dapat memengaruhi kehidupan akademik.Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang efektif guna membantu mahasiswa dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan self-control, sehingga dapat meningkatkan pencapaian dan kualitas akademik secara keseluruhan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self-control terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di wilayah Jabodetabek. Self-control, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku, diduga memiliki peran signifikan dalam mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik yaitu perilaku menunda pelaksanaan aktivitas akademik telah menjadi fenomena umum di Jabodetabek dan berpotensi berdampak buruk pada kualitas akademik mahasiswa maupun lembaga pendidikan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kuantitatif non-eksperimen yang melibatkan 140 mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek, dengan usia rata-rata 21.07 tahun (SD = 1.04) dan mayoritas partisipan perempuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-d65a5.webp" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-d65a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-d65a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-d65a5.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" alt="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" alt="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-4c471.webp" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-4c471.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-4c471.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-4c471.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" alt="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53081-faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-ma" title="JURIS - Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)" target="_blank">Meningkatkan Pengendalian Diri Mengatasi Prokrastinasi (Studi pada Mahasiswa di Jabodetabek)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan self-control di kalangan mahasiswa. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan, seperti pelatihan manajemen waktu, pengelolaan emosi, dan pengembangan strategi pengendalian diri lainnya yang sesuai dengan tantangan yang dihadapi mahasiswa di wilayah urban. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang memengaruhi prokrastinasi akademik, seperti self-efficacy, self-esteem, passion, dan mindfulness, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan self-control. Dengan memahami interaksi antara berbagai faktor, intervensi yang lebih holistik dan efektif dapat dirancang untuk mengatasi prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-control memiliki peran signifikan terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di wilayah Jabodetabek.Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat self-control antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.Berdasarkan temuan utama, penelitian ini diharapkan dapat memberikan berbagai macam manfaat baik secara teoretis maupun praktis.Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat menguatkan pandangan bahwa self-control merupakan salah satu faktor psikologis utama yang dapat memengaruhi kehidupan akademik.Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang efektif guna membantu mahasiswa dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan self-control, sehingga dapat meningkatkan pencapaian dan kualitas akademik secara keseluruhan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self-control terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di wilayah Jabodetabek. Self-control, yang didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku, diduga memiliki peran signifikan dalam mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik yaitu perilaku menunda pelaksanaan aktivitas akademik telah menjadi fenomena umum di Jabodetabek dan berpotensi berdampak buruk pada kualitas akademik mahasiswa maupun lembaga pendidikan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kuantitatif non-eksperimen yang melibatkan 140 mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek, dengan usia rata-rata 21.07 tahun (SD = 1.04) dan mayoritas partisipan perempuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp" type="image/webp" length="112694" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-d65a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-a9b95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/e/faktor-psikologis-mahasiswa-kompetensi-akademik-pr-thumb-4c471.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Self Esteem Dengan Fear Of Missing Out Fomo Pada Generasi Z ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53080-sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori</link>
	<guid isPermaLink="false">9b9a99f2b648183e9f552d3940de5b64</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ generasi z ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z: Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z. 3. Mengembangkan strategi intervensi dan edukasi untuk membantu generasi Z mengelola Fear of Missing Out (FOMO) dan meningkatkan self-esteem mereka.. Berdasarkan hasil analisis variabel self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z usia 18 hingga 25 tahun, ditemukan hubungan yang signifikan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO).Temuan ini mendukung hipotesis penelitian, yaitu adanya hubungan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z yang aktif menggunakan media sosial Individu yang mengalami fenomena Fear of Missing Out (FoMO) cenderung merasa takut akan tertinggal mengenai informasi, tren, dan pengalaman menyenangkan yang dialami oleh orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, individu yang mengalami hal tersebut tidak dapat menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain, terutama melalui media sosial. Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan hal ini adalah rendahnya harga diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada generasi Z yang menggunakan media sosial. Alat ukur self-esteem yang digunakan telah diadaptasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, sedangkan untuk mengukur FoMO digunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" alt="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53080-sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori" title="JURIS - Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z" target="_blank">Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Fear Of Missing Out (Fomo) Pada Generasi Z</a>: Saran penelitian lanjutan: 1. Mempelajari lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z, seperti pengaruh budaya dan lingkungan sosial. 2. Meneliti efek jangka panjang dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z. 3. Mengembangkan strategi intervensi dan edukasi untuk membantu generasi Z mengelola Fear of Missing Out (FOMO) dan meningkatkan self-esteem mereka..
<br>Berdasarkan hasil analisis variabel self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z usia 18 hingga 25 tahun, ditemukan hubungan yang signifikan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO).Temuan ini mendukung hipotesis penelitian, yaitu adanya hubungan antara self-esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada generasi Z yang aktif menggunakan media sosial
<br>Individu yang mengalami fenomena Fear of Missing Out (FoMO) cenderung merasa takut akan tertinggal mengenai informasi, tren, dan pengalaman menyenangkan yang dialami oleh orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, individu yang mengalami hal tersebut tidak dapat menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain, terutama melalui media sosial. Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan hal ini adalah rendahnya harga diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada generasi Z yang menggunakan media sosial. Alat ukur self-esteem yang digunakan telah diadaptasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, sedangkan untuk mengukur FoMO digunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" type="image/webp" length="95202" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-53667.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/sosial-self-esteem-fear-missing-fomo-teori-rosenbe-thumb-86749.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53079-faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan</link>
	<guid isPermaLink="false">c935efc2dbc9280843d1d70264182356</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh pada pengambilan keputusan karier, seperti faktor eksternal seperti ekonomi keluarga dan faktor internal seperti kepribadian dan keterampilan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir.. Hipotesis penelitian tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier.Pembuktian ini menunjukkan berpengaruh positif dan mampu berkontribusi sebesar 5,6%.Dengan kata lain semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier.Dan sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah juga pengambilan keputusan karier Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase dimana kondisi rasa percaya diri dan keyakinan dirinya berkurang dalam hal penetapan karier setelah lulus. Efikasi diri berperan memotivasi agar mahasiswa tingkat akhir dapat membuat rencana kariernya. Jika seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi, maka pengambilan keputusan kariernya diharapkan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan karier. Pada penelitian ini menggunakan 157 partisipan dengan rentang usia 20-25 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Career Decision Making Self-Efficacy... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp 1x" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp 1x" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53079-faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan" title="JURIS - Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK" target="_blank">Peran Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Perguruan Tinggi JABODETABEK</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada perbedaan usia dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana efikasi diri mempengaruhi pengambilan keputusan karier pada masa remaja akhir dan masa dewasa awal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh pada pengambilan keputusan karier, seperti faktor eksternal seperti ekonomi keluarga dan faktor internal seperti kepribadian dan keterampilan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang peran efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier pada mahasiswa tingkat akhir..
<br>Hipotesis penelitian tingkat akhir terbukti berpengaruh terhadap pengambilan keputusan karier.Pembuktian ini menunjukkan berpengaruh positif dan mampu berkontribusi sebesar 5,6%.Dengan kata lain semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan karier.Dan sebaliknya, semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah juga pengambilan keputusan karier
<br>Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase dimana kondisi rasa percaya diri dan keyakinan dirinya berkurang dalam hal penetapan karier setelah lulus. Efikasi diri berperan memotivasi agar mahasiswa tingkat akhir dapat membuat rencana kariernya. Jika seseorang memiliki efikasi diri yang tinggi, maka pengambilan keputusan kariernya diharapkan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan karier. Pada penelitian ini menggunakan 157 partisipan dengan rentang usia 20-25 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Career Decision Making Self-Efficacy...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" type="image/webp" length="130844" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-ee72f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/c/faktor-internal-mahasiswa-efikasi-pengambilan-kepu-thumb-7e887.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre</link>
	<guid isPermaLink="false">cae68c1dd2e169e711fd16af8ebeacec</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pengelolaan perilaku yang sistematis dan berkelanjutan di panti asuhan, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan spesifik anak-anak di panti asuhan.. Anak usia 3Ae11 tahun di Panti Asuhan X memiliki perilaku agresif yang bervariasi, termasuk agresi verbal terhadap orang lain, agresi fisik terhadap orang lain, agresi terhadap objek, dan agresi terhadap diri sendiri.Setelah diberikan intervensi regulasi emosi melalui sesi psikoedukatif dan latihan keterampilan adaptif, kemampuan anak dalam mengelola emosi meningkat, ketidakstabilan emosi berkurang, dan semua bentuk agresi menurun, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal terhadap orang lain.Hasil ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara lebih tepat dan mengurangi perilaku agresif Perilaku agresif pada anak usia 3Ae11 tahun di panti asuhan dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan menciptakan lingkungan pengasuhan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perilaku agresif anak dan mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif. Partisipan penelitian terdiri dari 10 anak berusia 3Ae11 tahun yang tinggal di Panti Asuhan X dan teridentifikasi menunjukkan perilaku agresif. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretestAeposttest dengan intervensi berupa sesi psikoedukasi dan latihan keterampilan regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kemampuan regulasi emosi dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" alt="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53078-strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre" title="JURIS - Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X" target="_blank">Penguatan Regulasi Emosi Sebagai Strategi Penurunan Perilaku Agresif Pada Anak Panti Asuhan X</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat hasil dan melihat efek jangka panjang intervensi regulasi emosi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pengelolaan perilaku yang sistematis dan berkelanjutan di panti asuhan, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan spesifik anak-anak di panti asuhan..
<br>Anak usia 3Ae11 tahun di Panti Asuhan X memiliki perilaku agresif yang bervariasi, termasuk agresi verbal terhadap orang lain, agresi fisik terhadap orang lain, agresi terhadap objek, dan agresi terhadap diri sendiri.Setelah diberikan intervensi regulasi emosi melalui sesi psikoedukatif dan latihan keterampilan adaptif, kemampuan anak dalam mengelola emosi meningkat, ketidakstabilan emosi berkurang, dan semua bentuk agresi menurun, terutama agresi fisik terhadap objek dan agresi verbal terhadap orang lain.Hasil ini menegaskan bahwa intervensi regulasi emosi efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan perasaan secara lebih tepat dan mengurangi perilaku agresif
<br>Perilaku agresif pada anak usia 3Ae11 tahun di panti asuhan dapat menghambat perkembangan sosial-emosional dan menciptakan lingkungan pengasuhan yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perilaku agresif anak dan mengevaluasi efektivitas intervensi regulasi emosi dalam menurunkan perilaku agresif. Partisipan penelitian terdiri dari 10 anak berusia 3Ae11 tahun yang tinggal di Panti Asuhan X dan teridentifikasi menunjukkan perilaku agresif. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretestAeposttest dengan intervensi berupa sesi psikoedukasi dan latihan keterampilan regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kemampuan regulasi emosi dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" type="image/webp" length="99656" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-d0f3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-2b9de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/strategi-intervensi-edukatif-variasi-perilaku-agre-thumb-12152.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti</link>
	<guid isPermaLink="false">94309b5f2693de0b0dad63dd0ca601dc</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang peran kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, seperti kondisi lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan dukungan manajemen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berperan dalam motivasi kerja sales retail di beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK).5% terhadap motivasi kerja dan memiliki peran positif yang jelas.Artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka semakin tinggi pula motivasi kerja dan sebaliknya.Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja berperan penting dalam motivasi kerja.Dimensi working conditions (WCS) merupakan dimensi kualitas kehidupan kerja yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting keberlangsungan perusahaan untuk menangani berbagai masalah salah satunya dalam membangun kinerja yang baik untuk para karyawannya. Kualitas Kerja Karyawan merupakan hal yang cukup kompleks dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah faktor dari dalam diri seperti motivasi. Upaya pimpinan dalam meningkatkan motivasi untuk para bawahan dinilai penting terutama untuk para Sales sebagai ujung tombak dari pemasaran produk atau jasa perusahaan yang memiliki pengaruh besar dalam tercapainya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp 1x" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" alt="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53077-kualitas-kehidupan-motivasi-sales-moti" title="JURIS - Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK" target="_blank">Peran Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja pada Sales Retail di JABODETABEK</a>: Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja pada Sales Retail di Jabodetabek dengan Sales Retail di daerah lain di Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang peran kualitas kehidupan kerja terhadap motivasi kerja di berbagai wilayah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, seperti kondisi lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan dukungan manajemen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan motivasi kerja Sales Retail, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan secara keseluruhan..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berperan dalam motivasi kerja sales retail di beberapa daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK).5% terhadap motivasi kerja dan memiliki peran positif yang jelas.Artinya semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka semakin tinggi pula motivasi kerja dan sebaliknya.Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dimensi kualitas kehidupan kerja berperan penting dalam motivasi kerja.Dimensi working conditions (WCS) merupakan dimensi kualitas kehidupan kerja yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja dengan koefisien korelasi sebesar 0
<br>Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penting keberlangsungan perusahaan untuk menangani berbagai masalah salah satunya dalam membangun kinerja yang baik untuk para karyawannya. Kualitas Kerja Karyawan merupakan hal yang cukup kompleks dan salah satu faktor yang memengaruhinya adalah faktor dari dalam diri seperti motivasi. Upaya pimpinan dalam meningkatkan motivasi untuk para bawahan dinilai penting terutama untuk para Sales sebagai ujung tombak dari pemasaran produk atau jasa perusahaan yang memiliki pengaruh besar dalam tercapainya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" length="77104" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-90bc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-9a842.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/kualitas-kehidupan-motivasi-sales-retail-kontribus-thumb-321e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Social Support Terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en</link>
	<guid isPermaLink="false">864fcedeeaa0101f6d963a3646b6c76f</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X): Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia.. Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support) Work engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja. Dalam penelitian ini, social support akan lebih berfokus pada rekan kerja. Sedangkan work engagement dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang mampu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp 1x" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" alt="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53076-peran-social-presence-utrecht-work-en" title="JURIS - Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)" target="_blank">Peran Social Support Terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT X)</a>: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan observasi lebih mendalam mengenai peran dukungan sosial yang paling dibutuhkan oleh karyawan. Selain itu, perlu dipertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi work engagement karyawan, sehingga dapat dilakukan studi komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan kerja. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya dalam bidang sumber daya manusia..
<br>Berdasarkan hasil analisis di atas, diketahui bahwa terdapat peran social support terhadap work engagement.Semakin tinggi perceived social support, semakin tinggi work engagement.Besar peranan perceived social support terhadap work engagement adalah 20.Implikasi dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa untuk mendorong timbulnya work engagement, individu/karyawan perlu mempersepsi bahwa lingkungan sosial telah memberikan dukungan (support)
<br>Work engagement karyawan dapat ditimbulkan dari beberapa aspek, salah satunya adalah social support dari lingkungan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran social support terhadap work engagement. Seperti perusahaan pada umumnya, PT X ingin mencapai tujuan atau target organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan tersebut, PT X berusaha menciptakan suasana kerja yang saling mendukung. Social support didefinisikan sebagai persepsi bahwa seseorang diperhatikan, dihargai, dan dicintai. Social support dapat berasal dari atasan, keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja. Dalam penelitian ini, social support akan lebih berfokus pada rekan kerja. Sedangkan work engagement dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana seseorang mampu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" type="image/webp" length="140798" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-24871.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-27b27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/peran-social-presence-utrecht-work-engagement-perc-thumb-45944.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT XYZ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT XYZ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement Studi Pada Karyawan PT XYZ ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53074-supervisor-support-work-engagement-xyz-perceive</link>
	<guid isPermaLink="false">8b1544027286d9ff48310765a63b925b</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi work engagement selain perceived supervisor support, seperti sumber daya kerja, kepuasan pribadi, atau budaya organisasi, untuk memperluas pemahaman tentang determinan WE. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ): Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi work engagement selain perceived supervisor support, seperti sumber daya kerja, kepuasan pribadi, atau budaya organisasi, untuk memperluas pemahaman tentang determinan WE. Selanjutnya, diperlukan studi yang membedakan pengaruh masing-masing jenis dukungan supervisorAiemosional, informasional, dan materialAiterhadap dimensi vigor, dedication, dan absorption, sehingga dapat mengidentifikasi jenis dukungan yang paling efektif. Selain itu, penelitian longitudinal dengan desain intervensi dapat mengamati perubahan persepsi dukungan supervisor dan tingkat work engagement selama periode waktu tertentu, guna menilai keberlanjutan efek dukungan serta menguji strategi peningkatan WE yang dapat diterapkan secara praktis di perusahaan.. Work engagement (WE) peserta penelitian tergolong tinggi.Perceived supervisor support (PSS) peserta juga tergolong tinggi.Terdapat hubungan positif antara PSS dan WE, sehingga atasan dapat meningkatkan WE melalui dukungan informasional, material, dan emosional Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perceived supervisor support (PSS) terhadap work engagement (WE) para karyawan di PT XYZ. WE merupakan perilaku karyawan dalam bekerja yang ditandai dengan vigor, dedication, serta absorption (Schaufeli & Bakker, 2004). WE karyawan dapat ditimbulkan melalui beberapa aspek salah satunya PSS. PSS merupakan pandangan umum dari perspektif karyawan mengenai sejauh mana atasan menghargai dan menilai setiap kontribusi mereka dan pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan merasakan support yang diberikan dari atasan secara emosional dengan memberikan empati, perasaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp 1x" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" alt="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-89f31.webp" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-89f31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-89f31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-89f31.webp 1x" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" alt="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-e2f9c.webp" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-e2f9c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-e2f9c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-e2f9c.webp 1x" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" alt="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53074-supervisor-support-work-engagement-xyz-perceive" title="JURIS - Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)" target="_blank">Peran Perceived Supervisor Support terhadap Work Engagement (Studi Pada Karyawan PT XYZ)</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi work engagement selain perceived supervisor support, seperti sumber daya kerja, kepuasan pribadi, atau budaya organisasi, untuk memperluas pemahaman tentang determinan WE. Selanjutnya, diperlukan studi yang membedakan pengaruh masing-masing jenis dukungan supervisorAiemosional, informasional, dan materialAiterhadap dimensi vigor, dedication, dan absorption, sehingga dapat mengidentifikasi jenis dukungan yang paling efektif. Selain itu, penelitian longitudinal dengan desain intervensi dapat mengamati perubahan persepsi dukungan supervisor dan tingkat work engagement selama periode waktu tertentu, guna menilai keberlanjutan efek dukungan serta menguji strategi peningkatan WE yang dapat diterapkan secara praktis di perusahaan..
<br>Work engagement (WE) peserta penelitian tergolong tinggi.Perceived supervisor support (PSS) peserta juga tergolong tinggi.Terdapat hubungan positif antara PSS dan WE, sehingga atasan dapat meningkatkan WE melalui dukungan informasional, material, dan emosional
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran perceived supervisor support (PSS) terhadap work engagement (WE) para karyawan di PT XYZ. WE merupakan perilaku karyawan dalam bekerja yang ditandai dengan vigor, dedication, serta absorption (Schaufeli & Bakker, 2004). WE karyawan dapat ditimbulkan melalui beberapa aspek salah satunya PSS. PSS merupakan pandangan umum dari perspektif karyawan mengenai sejauh mana atasan menghargai dan menilai setiap kontribusi mereka dan pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan merasakan support yang diberikan dari atasan secara emosional dengan memberikan empati, perasaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp" type="image/webp" length="105200" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-abe1f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-89f31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/f/supervisor-support-work-engagement-xyz-perceived-s-thumb-e2f9c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit</link>
	<guid isPermaLink="false">c639e4984c0d5016d8a9a2a323eca97c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ generasi z ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop.. Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup Musik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih inkonsisten. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi korelasi antara celebrity worship dengan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp 1x" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" alt="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53073-pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-celebrit" title="JURIS - Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X" target="_blank">Studi Korelasi Celebrity Worship dan Kualitas Hidup pada Penggemar K-pop Berusia Dewasa Awal yang Menggunakan Aplikasi X</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi korelasi antara celebrity worship dan dimensi lingkungan secara lebih dalam dengan fokus pada aspek tertentu, seperti akses informasi atau kesempatan rekreasi pada penggemar K-pop. Kedua, penelitian dapat berfokus pada konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop, untuk lebih memahami perilaku dan dampak celebrity worship pada penggemar K-pop. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak celebrity worship yang berlebihan terhadap kualitas hidup penggemar K-pop, dan mengembangkan strategi intervensi untuk mencegah dampak negatif tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam dalam memahami hubungan antara celebrity worship dan kualitas hidup pada penggemar K-pop..
<br>Penelitian ini melibatkan 482 penggemar K-pop yang menggunakan aplikasi X dari kalangan dewasa awal.Hasil penelitian menemukan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan kualitas hidup.Semakin tinggi tingkat celebrity worship yang dialami, semakin tinggi juga kualitas hidup penggemar K-pop berusia dewasa awal yang menggunakan aplikasi X, dan demikian pula sebaliknya.Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang diajukan.Korelasi antara celebrity worship dan kualitas hidup yang ditemukan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan kajian empiris, serta menjadi landasan untuk penelitian-penelitian selanjutnya.Konstruksi alat ukur celebrity worship yang dikhususkan untuk penggemar K-pop juga dapat menjadi fokus pada penelitian ke depannya.Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk merancang program psikoedukasi.Meskipun ditemukan adanya hubungan positif antara celebrity worship dengan kualitas hidup, namun perlu diingat bahwa perilaku celebrity worship yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap penggemar.Penggemar K-pop perlu mengetahui batasan yang wajar dalam menunjukkan perilaku celebrity worship terhadap idolanya.Program psikoedukasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mengedukasi penggemar K-pop terkait cara-cara untuk menjaga tingkat celebrity worship agar tidak melebihi batas wajar.Program psikoedukasi yang dirancang juga dapat mengangkat topik terkait cara-cara meningkatkan kualitas hidup
<br>Musik K-pop banyak digemari oleh masyarakat global saat ini. Penggemar K-pop tidak hanya menyukai musik K-pop, namun juga mengidolakan para penyanyinya. Penggemar K-pop sering mengikuti berita terbaru hingga mengumpulkan informasi pribadi mengenai idolanya, salah satunya melalui aplikasi X. Perilaku ini dikenal sebagai celebrity worship, yaitu perilaku yang cenderung menunjukkan hubungan parasosial dan obsesi terhadap idolanya. Beberapa penelitian terdahulu menemukan kaitan antara celebrity worship dengan beberapa aspek kualitas hidup, namun hasilnya masih inkonsisten. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi korelasi antara celebrity worship dengan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" type="image/webp" length="115182" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-8c19d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-c7b6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/pengaruh-celebrity-worship-kualitas-hidup-hivaids-thumb-5d2e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53072-green-transformational-leadership-hubungan-positif</link>
	<guid isPermaLink="false">0c2edc28d033a30961c7713cbaf10d05</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ reza fahlevi ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,fahlevi,main,reza,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut tetap konsisten seiring waktu. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran moderasi psikologis seperti rasa memiliki (psychological ownership) dan dukungan organisasi yang dirasakan (perceived organizational support) dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh transformational leadership terhadap work engagement. Terakhir, sebuah studi komparatif antarnegara yang membandingkan perusahaan IT di negara berkembang dengan negara maju dapat membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya dan konteks ekonomi memengaruhi kekuatan hubungan antara transformational leadership dan work engagement.. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat, dapat dikatakan bahwa ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT.Hal ini menunjukkan bahwa bila semakin tinggi nilai transformational leadership, semakin tinggi pula nilai work engagement.Sebaliknya, semakin rendah nilai transformational leadership, semakin rendah pula nilai work engagement Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT. Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya, selagi juga memamerkan perkembangan kelompok dan organisasi (Bass & Avolio, 1990). Work engagement adalah keadaan well-being kerja yang positif, afektif-kognitif yang dapat terlihat sebagai kebalikan dari job burnout dengan adanya vigor, dedication, dan absorption... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" alt="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53072-green-transformational-leadership-hubungan-positif" title="JURIS - Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT" target="_blank">Hubungan antara Transformational Leadership dan Work Engagement pada Karyawan Divisi IT</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan melacak perubahan nilai transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT dalam satu perusahaan selama beberapa tahun, untuk menguji apakah hubungan positif tersebut tetap konsisten seiring waktu. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi peran moderasi psikologis seperti rasa memiliki (psychological ownership) dan dukungan organisasi yang dirasakan (perceived organizational support) dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh transformational leadership terhadap work engagement. Terakhir, sebuah studi komparatif antarnegara yang membandingkan perusahaan IT di negara berkembang dengan negara maju dapat membantu mengidentifikasi bagaimana faktor budaya dan konteks ekonomi memengaruhi kekuatan hubungan antara transformational leadership dan work engagement..
<br>Berdasarkan temuan dari data-data yang didapat, dapat dikatakan bahwa ditemukannya hubungan positif dan signifikan antara transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT.Hal ini menunjukkan bahwa bila semakin tinggi nilai transformational leadership, semakin tinggi pula nilai work engagement.Sebaliknya, semakin rendah nilai transformational leadership, semakin rendah pula nilai work engagement
<br>Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan transformational leadership dan work engagement pada karyawan divisi IT. Transformational leadership ialah perilaku kepemimpinan yang mengutamakan keinginan untuk menggapai pencapaian dan perkembangan diri para pengikutnya, selagi juga memamerkan perkembangan kelompok dan organisasi (Bass & Avolio, 1990). Work engagement adalah keadaan well-being kerja yang positif, afektif-kognitif yang dapat terlihat sebagai kebalikan dari job burnout dengan adanya vigor, dedication, dan absorption...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" type="image/webp" length="111428" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-b400f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-cb703.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/green-transformational-leadership-hubungan-positif-thumb-80533.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penggunaan Dating Apps Korelasi Kesepian dengan Parental Peer attachment pada Dewasa Muda ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app</link>
	<guid isPermaLink="false">5d49581af2a78353e242b26a1329eec5</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer attachment pada Dewasa Muda: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki alasan lain seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi langsung dapat meningkatkan interaksi sosial mereka.. Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online.Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaannya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan attachment. Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Inventory of Parents and Peer Attachment-revised (IPPA-R) untuk mengukur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp 1x" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" alt="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53071-kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-app" title="JURIS - Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental &amp; Peer attachment pada Dewasa Muda" target="_blank">Penggunaan Dating Apps: Korelasi Kesepian dengan Parental & Peer attachment pada Dewasa Muda</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya membahas mengenai frekuensi penggunaan aplikasi kencan online dan durasi penggunaan, untuk mengetahui perbedaan antara pengguna baru dan lama. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki alasan lain seperti kekerasan seksual pada aplikasi kencan. Peneliti juga menyarankan agar individu dapat berinteraksi secara langsung, karena interaksi dengan aplikasi kencan memanglah tidak salah, namun interaksi langsung dapat meningkatkan interaksi sosial mereka..
<br>Berdasarkan temuan dari data-data yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan hubungan negatif signifikan antara attachment orang tua, teman sebaya dengan kesepian pada individu yang menggunakan aplikasi kencan online.Artinya semakin tinggi kesepian, maka semakin rendah attachment, dan semakin mendorong individu untuk menggunakan aplikasi kencan online
<br>Pada era digital, penggunaan platform online seperti aplikasi kencan semakin marak di kalangan masyarakat. Aplikasi kencan memberikan kemudahan dan manfaat, seperti memudahkan mencari pertemanan. Namun, terlepas dari hakikat penggunaannya, sarana aplikasi kencan online, dipergunakan untuk membantu individu yang mengalami permasalahan attachment. Keterbatasan attachment yang dimiliki dapat memicu rasa kesepian sehingga mendorong individu menggunakan dating apps. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Inventory of Parents and Peer Attachment-revised (IPPA-R) untuk mengukur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" type="image/webp" length="69200" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-367f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-a776e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/kesepian-kelekatan-dating-apps-aplikasi-kencan-kor-thumb-c8f27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53070-regulasi-emosi-pelatihan-toxic-rela</link>
	<guid isPermaLink="false">04e4435229029306a560f869fba0c7fa</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ trauma self ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,self,trauma]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan alat ukur toxic relationship dan regulasi emosi yang lebih relevan dan valid. Selain itu, perlu dilakukan kategorisasi toxic relationship yang lebih mendalam untuk memahami dinamika hubungan yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan alat ukur toxic relationship dan regulasi emosi yang lebih relevan dan valid. Selain itu, perlu dilakukan kategorisasi toxic relationship yang lebih mendalam untuk memahami dinamika hubungan yang tidak sehat. Penelitian selanjutnya juga dapat melibatkan lebih banyak partisipan yang mewakili berbagai latar belakang domisili, agama, dan jenis kelamin, sehingga hasil penelitian lebih representatif dan dapat diterapkan secara luas. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami dan mengatasi masalah toxic relationship dalam hubungan berpacaran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengalami toxic relationship dalam kategori sedang, dan memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang.Ditinjau lebih dalam, skor tertinggi toxic relationship ada pada dimensi sikap manipulative dan regulasi emosi pada dimensi cognitive reappraisal.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan memberikan peringatan kepada pembaca untuk lebih waspada dalam menjalani hubungan berpacaran, serta mengoptimalkan regulasi emosi diri sendiri Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan regulasi emosi pada individu dewasa muda yang terlibat dalam toxic relationship dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 373 partisipan dewasa muda. Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran regulasi emosi dan indikator-indikator toxic relationship. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 69.7% partisipan memiliki regulasi emosi pada tingkat yang sedang dan sebanyak 72.7% partisipan mengalami toxic relationship pada tingkat yang sedang. Pada hasil kategorisasi dimensi-dimensi toxic relationship seperti emotional abuse, physical abuse, dan sikap manipulative, mean empirik sama dengan mean hipotetik, sehingga partisipan mengalami dimensi-dimensi toxic relationship... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-88aed.webp" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-88aed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-88aed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-88aed.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" alt="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-79289.webp" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-79289.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-79289.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-79289.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" alt="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" alt="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53070-regulasi-emosi-pelatihan-toxic-rela" title="JURIS - Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran" target="_blank">Gambaran Regulasi Emosi pada Individu Dewasa Muda yang Mengalami Toxic Relationship dalam Hubungan Berpacaran</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan alat ukur toxic relationship dan regulasi emosi yang lebih relevan dan valid. Selain itu, perlu dilakukan kategorisasi toxic relationship yang lebih mendalam untuk memahami dinamika hubungan yang tidak sehat. Penelitian selanjutnya juga dapat melibatkan lebih banyak partisipan yang mewakili berbagai latar belakang domisili, agama, dan jenis kelamin, sehingga hasil penelitian lebih representatif dan dapat diterapkan secara luas. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami dan mengatasi masalah toxic relationship dalam hubungan berpacaran..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengalami toxic relationship dalam kategori sedang, dan memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang.Ditinjau lebih dalam, skor tertinggi toxic relationship ada pada dimensi sikap manipulative dan regulasi emosi pada dimensi cognitive reappraisal.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan memberikan peringatan kepada pembaca untuk lebih waspada dalam menjalani hubungan berpacaran, serta mengoptimalkan regulasi emosi diri sendiri
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan regulasi emosi pada individu dewasa muda yang terlibat dalam toxic relationship dalam hubungan berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 373 partisipan dewasa muda. Data dikumpulkan melalui instrumen pengukuran regulasi emosi dan indikator-indikator toxic relationship. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 69.7% partisipan memiliki regulasi emosi pada tingkat yang sedang dan sebanyak 72.7% partisipan mengalami toxic relationship pada tingkat yang sedang. Pada hasil kategorisasi dimensi-dimensi toxic relationship seperti emotional abuse, physical abuse, dan sikap manipulative, mean empirik sama dengan mean hipotetik, sehingga partisipan mengalami dimensi-dimensi toxic relationship...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp" type="image/webp" length="154190" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-88aed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-79289.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/regulasi-emosi-pelatihan-toxic-relationship-dewasa-thumb-a96ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress Studi Narrative Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak</link>
	<guid isPermaLink="false">ae38ead243cc633f1749dbefe476d61f</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor-Faktor Penyebab Individu Mengalami Psychological Distress (Studi Narrative Review): Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp 1x" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" alt="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53069-psychological-distress-faktor-narrative-review-fak" title="JURIS - Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)" target="_blank">Faktor-Faktor Penyebab  Individu Mengalami Psychological Distress  (Studi Narrative Review)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan psychological distress, terutama faktor-faktor yang belum tercakup dalam penelitian sebelumnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak psychological distress pada kelompok usia tertentu, seperti remaja atau dewasa muda, dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kesehatan mental mereka. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara psychological distress dengan faktor-faktor sosial, seperti dukungan keluarga, komunitas, dan lingkungan pendidikan atau kerja, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat menjadi intervensi atau pencegahan terhadap psychological distress. Dengan memahami faktor-faktor dan dinamika psikososial yang kompleks, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif untuk mendukung kesehatan mental individu dan masyarakat..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa psychological distress dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial.Melalui metode narrative review terhadap empat artikel penelitian kuantitatif, ditemukan enam faktor utama yang berkontribusi terhadap psychological distress, yaitu attachment anxiety, reflective functioning, well-being, kecanduan media sosial, stres akademik, dan koneksi komunitas.Hasil kajian menunjukkan bahwa psychological distress dialami oleh individu pada rentang usia 16Ae48 tahun.Jika dikaitkan dengan teori perkembangan psikososial, psychological distress dapat mulai muncul pada masa remaja (12Ae18 tahun), mencapai puncaknya pada masa dewasa muda (18Ae40 tahun), serta berpotensi berlanjut hingga masa dewasa akhir dan lanjut usia (40 tahun ke atas).Temuan ini menunjukkan bahwa psychological distress bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh interaksi antara kondisi internal individu dan lingkungan sosial, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan upaya pencegahan dan intervensi kesehatan mental yang lebih komprehensif
<br>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang individu mengalami psychological distress dengan data yang diambil berupa penelitian-penelitian sebelumnya. Psychological distress merupakan sebuah kondisi emosional yang tidak nyaman yang dialami seseorang sebagai tanggapan terhadap tuntutan atau stres tertentu yang dapat mengakibatkan penderitaan, baik jangka pendek maupun panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review. Narrative review adalah tinjauan kritis terhadap...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" length="105194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-fda49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-44e2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/psychological-distress-faktor-narrative-review-ind-thumb-9d973.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Keyakinan Mendapat Pekerjaan Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality</link>
	<guid isPermaLink="false">5d5c01af3b214831fb26af2e60398930</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat.. Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp 1x" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" alt="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53068-kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality" title="JURIS - Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?" target="_blank">Keyakinan Mendapat Pekerjaan: Apakah Internship Quality Sebagai Prediktor?</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti apakah terdapat perbedaan pengaruh kualitas magang terhadap employability antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor gender yang mungkin memoderasi hubungan tersebut. Selain itu, penting untuk membandingkan hubungan kualitas magang dan employability pada magang yang dilakukan di perusahaan BUMN versus perusahaan swasta, guna memahami konteks organisasi yang memengaruhi persepsi mahasiswa. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran variabel mediasi seperti career-entry worries atau dukungan sosial dalam memediasi pengaruh kualitas magang terhadap employability, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang terlibat..
<br>Berdasarkan data 96 mahasiswa S1 yang telah magang di perusahaan swasta di DKI Jakarta, internship quality tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan employability, sejalan dengan temuan Ebner et al.(2021) yang tidak menemukan hubungan positif antara keduanya.Dengan demikian, peningkatan kualitas magang belum tentu meningkatkan employability.Penelitian ini terbatas pada sampel dengan jenis kelamin yang tidak spesifik dan hanya mencakup perusahaan swasta, sehingga tidak mencakup BUMN
<br>Pendidikan tinggi bukan penjamin utama kesuksesan untuk mendapatkan pekerjaan. Di samping pengetahuan yang didapat dari pendidikan tinggi, mahasiswa perlu berusaha untuk mendapatkan keterampilan bekerja melalui pengalaman dalam kegiatan magang. Magang menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa agar merasa siap ketika tiba waktunya untuk mendapatkan dan memasuki dunia kerja. Namun faktanya di lapangan, tidak semua mahasiswa yang telah melakukan magang merasa yakin atau siap mendapatkan pekerjaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas dari suatu magang (internship...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" length="177138" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2a4b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-2efa7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/kualitas-magang-employability-mahasiswa-quality-in-thumb-85d97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Tingkat Supportive Work Environment Swe Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas</link>
	<guid isPermaLink="false">bc1c819713d23320dc02f718c5269038</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ generasi z ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,generasi,main,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi.. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja, interaksi antar rekan kerja, dukungan pengawasan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner daring yang didistribusikan kepada 42 partisipan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp 1x" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" alt="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53067-ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-generas" title="JURIS - Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y" target="_blank">Analisis Tingkat Supportive Work Environment (Swe) Pada Lingkungan Kerja Balai Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru Dari Sudut Pandang Generasi X Dan Y</a>: Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif dengan wawancara mendalam atau focus group discussion untuk mengidentifikasi faktor-faktor motivasi, hambatan, dan persepsi yang mempengaruhi tingkat Supportive Work Environment (SWE) di antara pegawai Generasi X dan Y. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif yang membandingkan tingkat SWE di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru dengan institusi publik maupun swasta lain, guna mengetahui apakah perbedaan organisasi atau budaya kerja berkontribusi pada variasi hasil. Selanjutnya, sebuah penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak intervensi kebijakan manajerial, seperti program pelatihan kepemimpinan atau peningkatan dukungan supervisi, terhadap perubahan SWE serta kinerja dan kesejahteraan karyawan selama beberapa tahun. Penerapan pendekatan mixedAcmethods yang menggabungkan data survei kuantitatif dengan temuan kualitatif akan memperkuat validitas temuan dan memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap dinamika generasi. Hasil dari penelitian-penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan organisasi yang lebih adaptif dalam memfasilitasi kolaborasi lintas generasi..
<br>Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat Supportive Work Environment (SWE) pada pegawai aktif di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru cenderung berada pada kategori sedang.Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun lingkungan kerja di BSPJI Banjarbaru sudah memberikan dukungan yang cukup kepada pegawainya, masih ada potensi dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja tersebut agar lebih optimal dalam mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai
<br>Perbedaan generasi di tempat kerja menjadi topik yang semakin relevan dalam manajemen sumber daya manusia, dengan fokus pada bagaimana nilai dan harapan yang berbeda dapat mempengaruhi interaksi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh lingkungan kerja yang mendukung (Supportive Work Environment/SWE) terhadap pengalaman dan kontribusi pegawai Generasi X dan Y di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. SWE didefinisikan sebagai suasana kerja yang mencakup dukungan, interaksi positif, dan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi mereka. Variabel dalam penelitian ini mencakup persepsi iklim kerja, interaksi antar rekan kerja, dukungan pengawasan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner daring yang didistribusikan kepada 42 partisipan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" length="87084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-42409.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-71ca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/ludruk-lintas-generasi-sanggar-seni-x-swe-y-kontri-thumb-74e16.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement Peran Resiliensi Sebagai Moderator ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53066-intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen</link>
	<guid isPermaLink="false">4d609a428fa14517368a0cabf573deef</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator: Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan layanan kamar. Selain itu, penggunaan skala kelelahan emosi yang telah diterjemahkan dan divalidasi secara budaya dapat memperjelas perbedaan dimensi kelelahan pada karyawan layanan pelanggan, sehingga peneliti dapat mengembangkan instrumen yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Selanjutnya, pendekatan longitudinal yang melacak perubahan kelelahan emosi, resiliensi, dan work engagement selama enam bulan atau lebih dapat mengungkap dinamika kausalitas yang tidak terdeteksi dalam desain crossAcsectional, memberikan wawasan tentang bagaimana intervensi resiliensi dapat mempengaruhi kesejahteraan kerja dari waktu ke waktu.. Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi.Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keduanya.Resiliensi tidak terbukti berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan emosi dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang merasakan kejenuhan/kebosanan, kurang bersemangat, kurang berdaya dalam menyelesaikan pekerjaan pribadi atau dalam melayani klien. Work engagement adalah keadaan pikiran yang positif, yang dicirikan dengan adanya dedication, vigor, dan absorption pada diri individu (Schaufeli et al. 2002). Penelitian sebelumnya (Ferreira et al., 2018) menyatakan bahwa tingkat kelelahan emosi dapat memprediksi penurunan work engagement. Untuk itu, perlu diusahakan bagaimana mengidentifikasi kelelahan emosional, agar work engagement tidak menurun. Dalam penelitian ini, resiliensi diajukan sebagai moderator antara kelelahan emosi dan work... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" alt="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53066-intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen" title="JURIS - Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator" target="_blank">Hubungan Kelelahan Emosi dan Work Engagement: Peran Resiliensi Sebagai Moderator</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah resiliensi berperan sebagai moderator pada hubungan kelelahan emosi dan work engagement di sektor perhotelan, dimana interaksi dengan tamu sangat intensif, dengan mengumpulkan data dari karyawan front desk dan layanan kamar. Selain itu, penggunaan skala kelelahan emosi yang telah diterjemahkan dan divalidasi secara budaya dapat memperjelas perbedaan dimensi kelelahan pada karyawan layanan pelanggan, sehingga peneliti dapat mengembangkan instrumen yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Selanjutnya, pendekatan longitudinal yang melacak perubahan kelelahan emosi, resiliensi, dan work engagement selama enam bulan atau lebih dapat mengungkap dinamika kausalitas yang tidak terdeteksi dalam desain crossAcsectional, memberikan wawasan tentang bagaimana intervensi resiliensi dapat mempengaruhi kesejahteraan kerja dari waktu ke waktu..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan emosi pada partisipan tergolong tinggi.Work engagement pada partisipan tergolong rendah dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keduanya.Resiliensi tidak terbukti berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement
<br>Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi berperan sebagai moderator dalam hubungan antara kelelahan emosi dan work engagement. Kelelahan emosi dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang merasakan kejenuhan/kebosanan, kurang bersemangat, kurang berdaya dalam menyelesaikan pekerjaan pribadi atau dalam melayani klien. Work engagement adalah keadaan pikiran yang positif, yang dicirikan dengan adanya dedication, vigor, dan absorption pada diri individu (Schaufeli et al. 2002). Penelitian sebelumnya (Ferreira et al., 2018) menyatakan bahwa tingkat kelelahan emosi dapat memprediksi penurunan work engagement. Untuk itu, perlu diusahakan bagaimana mengidentifikasi kelelahan emosional, agar work engagement tidak menurun. Dalam penelitian ini, resiliensi diajukan sebagai moderator antara kelelahan emosi dan work...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" type="image/webp" length="111782" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-41e9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-303e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/8/intervensi-resiliensi-kelelahan-emosional-prevalen-thumb-8b859.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe</link>
	<guid isPermaLink="false">8cbd26297682fb73843157769afbd3b8</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ tommy y ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,tommy,y]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.. Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur atau menjadwalkan setiap kegiatannya, sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp 1x" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" alt="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53065-analisis-faktor-alpha-sumbe" title="JURIS - Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu" target="_blank">Cara Ibu Tunggal Dalam Mengelola Waktu</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Meneliti lebih lanjut tentang strategi pengelolaan waktu yang efektif bagi ibu tunggal dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, di rumah, dan dalam pendidikan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana ibu tunggal dapat mengoptimalkan waktu mereka untuk berbagai peran dan tanggung jawab yang mereka miliki.2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan waktu pada ibu tunggal. Penelitian ini dapat menyelidiki peran dukungan sosial, jaringan keluarga, dan sumber daya yang tersedia dalam membantu ibu tunggal mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan unik yang dihadapi oleh ibu tunggal dalam mengelola waktu, seperti konflik peran dan tekanan sosial.3. Mengembangkan intervensi atau program pelatihan yang ditujukan khusus untuk ibu tunggal dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan waktu. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan metode-metode praktis dan efektif yang dapat diterapkan oleh ibu tunggal dalam mengatur waktu mereka secara optimal. Intervensi ini dapat mencakup strategi-strategi seperti perencanaan, pengorganisasian, prioritas, dan manajemen stres yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal.Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu ibu tunggal dalam mengelola waktu mereka dengan lebih baik, meningkatkan keseimbangan antara berbagai peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan..
<br>Dari kesepuluh kesuksesan time management menurut Kapur (2020), dapat terjelaskan bahwa pada faktor planning keempat partisipan secara garis besar membuat perencanaan di dalam notes handphone agar lebih memudahkan keempat partisipan dalam mencatat jadwal.Dalam organizing keempat partisipan melihat dan mengatur semua jadwal dari bangun hingga kembali tidur dan diletakkan di notes handphone untuk mengetahui tugas apa yang perlu diprioritaskan untuk menghindari kelalaian dalam tugas.Pada faktor leading, keempat partisipan secara garis besar mengarahkan kepada orang-orang yang membantunya seperti pada ART dan orang tua partisipan.Pada faktor prioritas keempat partisipan secara garis besar sama-sama mengutamakan anak dikarenakan anak-anak mereka yang masih tergolong kecil, menjalankan kuliah agar segera lulus dan mengutamakan pekerjaan untuk pendapatan sehari-hari.Pada faktor controlling keempat partisipan dalam pemantauan tugas mereka memantau penjadwalan yang telah disusun hingga akhir minggu untuk melihat apa saja yang perlu dikerjakan terlebih dahulu dengan mengutamakan tugas yang paling penting.Dalam faktor goal setting keempat partisipan memiliki tujuan berkuliah agar memperbagus karier dan menginginkan agar semua peran sebagai ibu tunggal berjalan dengan baik.Komunikasi dilakukan keempat partisipan kepada orang-orang yang membantunya, seperti ART dan orang tua partisipan.Hal tersebut dilakukan agar semua aktivitas serta pekerjaan berjalan secara efektif dan efisien.Pada faktor delegation keempat partisipan memiliki kesadaran akan tugas dan tanggung jawab dengan mencatat semua pekerjaan dan tugas untuk dapat dilaksanakan secara tepat waktu.Pada faktor collaboration, keempat partisipan memiliki kolaborasi yang baik dengan orang-orang yang membantunya, seperti.ART, orang tua, keluarga, dan anak partisipan.Penting sekali adanya kolaborasi yang dilakukan di saat banyaknya peran dan tugas yang ibu tunggal jalani.Faktor terakhir yaitu manage stress, keempat partisipan mempunyai pengelolaan stres yaitu meluangkan waktunya untuk menonton televisi di malam hari, mengajak anak-anak pergi ke mall, bermain bersama hewan peliharaan juga termasuk cara ibu tunggal dalam mengelola stres.Kejadian ditinggal suami meninggal merupakan hal yang dapat merubah keadaan dalam sekejap.Pada keempat partisipan ditemukan bahwa mereka tidak bisa berduka terlalu lama, karena mereka memiliki anak-anak yang harus diperjuangkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.Kejadian tersebut membuat keempat partisipan harus tetap menjalankan perannya sebagai single mother yang memiliki multi peran, agar terus dapat menopang kehidupan keluarganya.Tentunya multi peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya penerapan time management.Hasil yang telah diterapkan oleh keempat partisipan, menghasilkan banyak manfaat untuk mereka.Berdasarkan sepuluh faktor keberhasilan time management yang telah dipaparkan oleh Kapur (2020), dapat terlihat bahwa keempat partisipan dapat melakukan sepuluh faktor tersebut sehingga sampai saat ini mereka dapat menyeimbangkan peran dan tugas mereka.Pastinya bantuan dari orang-orang terdekat merupakan hal yang paling berpengaruh dalam keseharian hidup keempat partisipan.Penelitian ini juga dapat digunakan pada single mothers yang mengalami problems yang sama, yang berhubungan dalam hal mengelola waktu.Penelitian ini juga ingin memberikan manfaat untuk para pembaca agar dapat membantu mereka khususnya pada ibu tunggal yang mengalami masalah dalam pengelolaan waktu dan ingin mengetahui apa saja yang perlu diterapkan agar hidup mereka dapat berjalan dengan baik dan seimbang.Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman terhadap berbagai pihak (seperti.anak dari seorang ibu tunggal, atasan di perusahaan yang memiliki bawahan seorang ibu tunggal, ataupun dosen dari mahasiswa yang berstatus ibu tunggal), yang memiliki hubungan/keterkaitan/tuntutan terhadap seorang ibu tunggal
<br>Sebagai ibu tunggal, membesarkan anak menjadi tantangan yang sangat berat. Selain membesarkan anak dan mengurus rumah tangga, ibu tunggal juga perlu bekerja. Lebih dari itu, terkadang ibu tunggal bahkan ada yang berkegiatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ibu tunggal ingin sukses dalam berbagai aspek kehidupan, seperti sukses dalam pengasuhan, sukses dalam bekerja, dan sukses dalam pendidikan. Dalam hal menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, tampaknya bukan hal yang mudah bagi ibu tunggal. Ibu tunggal perlu melakukan pengelolaan waktu (time management) dengan baik dalam menjalankan berbagai peran/aspek kehidupan. Time management adalah cara individu mengatur atau menjadwalkan setiap kegiatannya, sehingga semua kegiatan dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" type="image/webp" length="100752" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-0baa8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-2d724.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/analisis-faktor-alpha-sumber-daya-keberhasilan-man-thumb-926e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan</link>
	<guid isPermaLink="false">7a3198664ffc5e9be727c590b754cc36</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:44:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ dating apps ]]></category>
	<category><![CDATA[ monty p ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[apps,content,dating,main,monty,p]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif.. Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor, tunjangan, penghargaan, prosedur,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" alt="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53064-adaptasi-karyawan-senior-kepuasan" title="JURIS - Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior" target="_blank">Analisis Deskriptif Kepuasaan Kerja Pada Karyawan Senior</a>: Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana variasi sistem penghargaan, seperti bonus, pengakuan publik, dan kesempatan pengembangan karier, memengaruhi kepuasan kerja karyawan senior di berbagai jenis industri, sehingga dapat diketahui apakah faktor penghargaan tetap menjadi penentu utama di sektor lain. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran desain pekerjaan yang memberikan makna, otonomi, dan kesesuaian dengan pengalaman kerja senior, guna memahami apakah peningkatan sifat pekerjaan dapat meningkatkan kepuasan mereka serta mengurangi rasa pekerjaan yang tidak berarti. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti karyawan senior selama beberapa tahun menjelang masa pensiun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan kerja seiring berjalannya waktu, faktor-faktor yang mempengaruhi transisi tersebut, dan strategi adaptasi yang efektif. Penelitian juga dapat memperluas fokus dengan membandingkan kepuasan kerja antara karyawan senior yang bekerja di perusahaan dengan kebijakan cuti fleksibel versus perusahaan tanpa kebijakan tersebut, untuk menilai dampak kebijakan keseimbangan kerjaAchidup. Semua penelitian tersebut akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika kepuasan kerja pada karyawan senior dan membantu perusahaan merancang kebijakan yang lebih efektif..
<br>Faktor yang paling kuat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan senior adalah penghargaan, sedangkan faktor yang paling lemah adalah sifat pekerjaan.Karyawan senior merasa puas bekerja apabila mendapatkan penghargaan.Namun mereka lebih memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman mereka, karena pengalaman dianggap penting dan berarti
<br>Karyawan senior merupakan karyawan dengan ciri-ciri berpengalaman dalam bekerja, memiliki pengaruh yang luas dan penting, memahami segala situasi yang terjadi di perusahaan. Di sisi lain, banyak yang menganggap karyawan senior sudah tidak dapat menghasilkan kinerja optimal. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengetahui apakah karyawan senior merasakan puas dengan pekerjaannya? Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 146 partisipan yang berusia 50 sd 55 tahun dengan menggunakan alat ukur Job Satisfaction Surevey (JSS). JSS mempunyai 9 dimensi yaitu gaji, promosi, supervisor, tunjangan, penghargaan, prosedur,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" length="85764" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c6556.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-c33fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/adaptasi-karyawan-senior-kepuasan-analisis-deskrip-thumb-7b05d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health A Protocol For Systematic Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ</link>
	<guid isPermaLink="false">dcb4de238513157d0f1cf8be5f5b4ad0</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:20:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ neva sefanya ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[content,main,neva,sefanya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Impact Of Psychological Safety On Employee Mental Health: A Protocol For Systematic Literature Review: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis dan kesehatan mental karyawan dalam konteks industri yang beragam. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam keselamatan psikologis yang paling signifikan berkontribusi terhadap hasil kesehatan mental yang positif. 2. Melakukan penelitian yang berfokus pada dampak intervensi organisasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi dan praktik organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin dapat memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong inovasi, dan mendukung karyawan dalam mengakui kesalahan dan mencari bantuan tanpa takut konsekuensi negatif. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana keselamatan psikologis dapat ditingkatkan di berbagai organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak positif pada kesehatan mental karyawan, produktivitas, dan kinerja organisasi secara keseluruhan.. Protokol ini menetapkan metodologi yang ketat dan transparan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan.Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis bukti akan menjadi komprehensif dan dapat diulang.Temuan yang diharapkan akan menjembatani kesenjangan antara teori keselamatan psikologis tingkat tim dan kerangka iklim keselamatan psikososial tingkat organisasi.Akhirnya, tinjauan sistematis ini akan memberikan wawasan berbasis bukti yang berharga bagi praktisi dan organisasi untuk memprioritaskan keselamatan psikologis sebagai strategi inti untuk melindungi kesehatan mental karyawan dan meningkatkan kesejahteraan tempat kerja secara keseluruhan Kesehatan mental karyawan telah menjadi perhatian global yang kritis, dengan data yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan berkontribusi terhadap kerugian ekonomi tahunan yang luar biasa sebesar 1 triliun dolar akibat produktivitas yang hilang. Keselamatan psikologis, yang didefinisikan sebagai keyakinan bersama dalam sebuah tim bahwa lingkungan aman untuk mengambil risiko antar pribadi, adalah faktor vital yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi. Studi ini menyajikan protokol untuk tinjauan literatur sistematis (TLS) yang dirancang untuk mengeksplorasi dan mensintesis bukti yang ada mengenai dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Tujuan utama termasuk mengidentifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp 1x" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" alt="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53075-studi-kuantitatif-employee-mental-well-organ" title="JURIS - The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review" target="_blank">The Impact Of Psychological Safety On  Employee Mental Health: A Protocol For  Systematic Literature Review</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan penelitian lebih lanjut yang menyelidiki hubungan antara keselamatan psikologis dan kesehatan mental karyawan dalam konteks industri yang beragam. Studi ini dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam keselamatan psikologis yang paling signifikan berkontribusi terhadap hasil kesehatan mental yang positif. 2. Melakukan penelitian yang berfokus pada dampak intervensi organisasi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai strategi dan praktik organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. 3. Meneliti lebih lanjut tentang peran kepemimpinan dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang aman secara psikologis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana pemimpin dapat memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong inovasi, dan mendukung karyawan dalam mengakui kesalahan dan mencari bantuan tanpa takut konsekuensi negatif. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana keselamatan psikologis dapat ditingkatkan di berbagai organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak positif pada kesehatan mental karyawan, produktivitas, dan kinerja organisasi secara keseluruhan..
<br>Protokol ini menetapkan metodologi yang ketat dan transparan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan.Dengan mematuhi pedoman PRISMA-P dan menggunakan basis data berkualitas tinggi seperti PsycInfo, PubMed, dan Scopus, studi ini memastikan bahwa sintesis bukti akan menjadi komprehensif dan dapat diulang.Temuan yang diharapkan akan menjembatani kesenjangan antara teori keselamatan psikologis tingkat tim dan kerangka iklim keselamatan psikososial tingkat organisasi.Akhirnya, tinjauan sistematis ini akan memberikan wawasan berbasis bukti yang berharga bagi praktisi dan organisasi untuk memprioritaskan keselamatan psikologis sebagai strategi inti untuk melindungi kesehatan mental karyawan dan meningkatkan kesejahteraan tempat kerja secara keseluruhan
<br>Kesehatan mental karyawan telah menjadi perhatian global yang kritis, dengan data yang menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan berkontribusi terhadap kerugian ekonomi tahunan yang luar biasa sebesar 1 triliun dolar akibat produktivitas yang hilang. Keselamatan psikologis, yang didefinisikan sebagai keyakinan bersama dalam sebuah tim bahwa lingkungan aman untuk mengambil risiko antar pribadi, adalah faktor vital yang mempengaruhi kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi. Studi ini menyajikan protokol untuk tinjauan literatur sistematis (TLS) yang dirancang untuk mengeksplorasi dan mensintesis bukti yang ada mengenai dampak keselamatan psikologis terhadap kesehatan mental karyawan. Tujuan utama termasuk mengidentifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" type="image/webp" length="160142" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-0edc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-75fef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/studi-kuantitatif-employee-mental-well-being-organ-thumb-1d24b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-413-untar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3245-phronesis-jurnal-psikologi-industri-organisasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53082-obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint</link>
	<guid isPermaLink="false">d8d9ff87527f35b2f017a71f79441752</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:19:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni amanda ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amanda,menus,quick,slot88aslijp,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan frekuensi pemberian rebusan daun sirsak yang aman bagi ibu hamil dengan hipertensi, sehingga dapat disusun pedoman penggunaan yang tepat. Selain itu, diperlukan studi kohort jangka panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan frekuensi pemberian rebusan daun sirsak yang aman bagi ibu hamil dengan hipertensi, sehingga dapat disusun pedoman penggunaan yang tepat. Selain itu, diperlukan studi kohort jangka panjang untuk menilai keamanan dan efek samping potensial dari konsumsi daun sirsak selama kehamilan, guna memastikan tidak ada risiko terhadap janin atau ibu. Selanjutnya, uji klinis terkontrol yang membandingkan efektivitas terapi kombinasi antara obat antihipertensi standar dengan rebusan daun sirsak dibandingkan terapi standar saja dapat memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat tambahan terapi herbal dalam mengendalikan tekanan darah pada populasi ibu hamil.. Pengendalian hipertensi pada masyarakat harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kepatuhan penderita yang dipengaruhi oleh efek samping obat serta keterbatasan akses obat.Pemenuhan hidrasi tubuh dan konsumsi air rebusan daun sirsak terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada ibu hamil.Oleh karena itu, selain terapi farmakologis, penyuluhan mengenai penggunaan terapi herbal serta halAchal yang perlu diperhatikan sangat penting untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai dan dikendalikan. Hal ini dikarenakan dampak dari hipertensi yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal dan lainnya. Upaya dalam mengendalikan hipertensi adalah dengan menjalani terapi hipertensi seperti mengkonsumsi obat Hipertensi. Akan tetapi, mayoritas penderita hipertensi di Indonesia tidak patuh dalam mengkonsumsi obat karena efek samping obat, ketidakmampuan membeli obat dan ketersediaan obat yang terbatas. Maka dari itu, Tim Pengabdi melakukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-140b3.webp" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-140b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-140b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-140b3.webp 1x" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" alt="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp 1x" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" alt="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-6771b.webp" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-6771b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-6771b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-6771b.webp 1x" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" alt="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53082-obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint" title="JURIS - Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara" target="_blank">Penyuluhan Efektivitas Daun Sirsak Terhadap Pengobatan Hipertensi pada Ibu Hamil di Desa Batu Gana Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dosis optimal dan frekuensi pemberian rebusan daun sirsak yang aman bagi ibu hamil dengan hipertensi, sehingga dapat disusun pedoman penggunaan yang tepat. Selain itu, diperlukan studi kohort jangka panjang untuk menilai keamanan dan efek samping potensial dari konsumsi daun sirsak selama kehamilan, guna memastikan tidak ada risiko terhadap janin atau ibu. Selanjutnya, uji klinis terkontrol yang membandingkan efektivitas terapi kombinasi antara obat antihipertensi standar dengan rebusan daun sirsak dibandingkan terapi standar saja dapat memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat tambahan terapi herbal dalam mengendalikan tekanan darah pada populasi ibu hamil..
<br>Pengendalian hipertensi pada masyarakat harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kepatuhan penderita yang dipengaruhi oleh efek samping obat serta keterbatasan akses obat.Pemenuhan hidrasi tubuh dan konsumsi air rebusan daun sirsak terbukti dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada ibu hamil.Oleh karena itu, selain terapi farmakologis, penyuluhan mengenai penggunaan terapi herbal serta halAchal yang perlu diperhatikan sangat penting untuk mengoptimalkan pengendalian hipertensi
<br>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai dan dikendalikan. Hal ini dikarenakan dampak dari hipertensi yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal dan lainnya. Upaya dalam mengendalikan hipertensi adalah dengan menjalani terapi hipertensi seperti mengkonsumsi obat Hipertensi. Akan tetapi, mayoritas penderita hipertensi di Indonesia tidak patuh dalam mengkonsumsi obat karena efek samping obat, ketidakmampuan membeli obat dan ketersediaan obat yang terbatas. Maka dari itu, Tim Pengabdi melakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp" type="image/webp" length="78230" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-140b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-cb233.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/obat-hipertensi-air-rebusan-daun-mint-sop-minum-si-thumb-6771b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53083-persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia</link>
	<guid isPermaLink="false">27c009aeab13f1f48db0e350448af514</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 22:32:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ slot88aslijp ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menus ]]></category>
	<category><![CDATA[ yuni amanda ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amanda,menus,quick,slot88aslijp,yuni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang positif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita mengenai pencegahan influenza pada remaja. Salah satu ide penelitian adalah untuk menguji keberlanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin: Meskipun studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang positif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita mengenai pencegahan influenza pada remaja. Salah satu ide penelitian adalah untuk menguji keberlanjutan efek dari intervensi edukasi jangka panjang. Misalnya, sebuah studi kohort dapat dilakukan untuk mengevaluasi apakah perilaku cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat masih diterapkan oleh para remaja beberapa bulan setelah penyuluhan, serta faktor-faktor apa saja yang mungkin memengaruhi retensi kebiasaan sehat tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu membentuk perilaku yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari remaja. Selain itu, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi efektivitas relatif dari berbagai metode intervensi. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah, "Apakah pendekatan edukasi yang lebih partisipatif dan berbasis keterampilan, seperti simulasi interaktif atau penggunaan aplikasi edukasi, akan menghasilkan dampak yang lebih besar pada perubahan perilaku dibandingkan dengan metode ceramah tradisional?" Studi perbandingan dengan kelompok kontrol dapat membantu mengidentifikasi strategi penyuluhan yang paling optimal. Terakhir, sangat menarik untuk meneliti bagaimana faktor lingkungan dan sosial yang lebih luas, seperti dukungan keluarga, peran guru, atau ketersediaan fasilitas sanitasi di sekolah, dapat memengaruhi kepatuhan remaja terhadap praktik pencegahan influenza. Penelitian ini bisa dilakukan melalui metode kualitatif untuk menggali persepsi remaja tentang hambatan dan pendorong dalam menerapkan perilaku sehat, serta mengidentifikasi kebijakan sekolah yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.. Influenza merupakan infeksi akut saluran pernapasan yang sangat menular melalui droplet, dengan gejala seperti demam, batuk, dan pilek, serta dapat diobati secara simtomatik atau dengan antiviral.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMPN 16 Banjarmasin tentang influenza melalui penyuluhan yang melibatkan Power Point dan poster.Peningkatan tingkat pengetahuan ini terbukti dengan kenaikan sebesar 4% setelah penyuluhan, berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta Influenza merupakan penyakit yang paling sering menyerang manusia. Rata-rata banyak yang mengenai penyakit ini di usia remaja atau usia produktif, yang akan memperbanyak merugikan dari segi Kesehatan dan abnormal kehidupan sehari Ae hari pada remaja. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap remaja tentang influenza dan cara menghindari influenza. Metode dalam menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan menggunakan pemaparan materi power point, diskusi dan praktek langsung cara menghindari influenza dengan praktek mencuci tangan 6 langkah dan cara penggunaan masker yang benar. Berdasarkan hasil yang dimana didapatkan penkes ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang Influenza, dengan nilai rata-rata pre-test adalah 83, dimana nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-5d64a.webp" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-5d64a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-5d64a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-5d64a.webp 1x" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" alt="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-4e8e0.webp" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-4e8e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-4e8e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-4e8e0.webp 1x" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" alt="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp 1x" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" alt="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53083-persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia" title="JURIS - Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin" target="_blank">Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin</a>: Meskipun studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang positif, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita mengenai pencegahan influenza pada remaja. Salah satu ide penelitian adalah untuk menguji keberlanjutan efek dari intervensi edukasi jangka panjang. Misalnya, sebuah studi kohort dapat dilakukan untuk mengevaluasi apakah perilaku cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat masih diterapkan oleh para remaja beberapa bulan setelah penyuluhan, serta faktor-faktor apa saja yang mungkin memengaruhi retensi kebiasaan sehat tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan pengetahuan tidak hanya bersifat sementara, melainkan mampu membentuk perilaku yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari remaja. Selain itu, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi efektivitas relatif dari berbagai metode intervensi. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah, "Apakah pendekatan edukasi yang lebih partisipatif dan berbasis keterampilan, seperti simulasi interaktif atau penggunaan aplikasi edukasi, akan menghasilkan dampak yang lebih besar pada perubahan perilaku dibandingkan dengan metode ceramah tradisional?" Studi perbandingan dengan kelompok kontrol dapat membantu mengidentifikasi strategi penyuluhan yang paling optimal. Terakhir, sangat menarik untuk meneliti bagaimana faktor lingkungan dan sosial yang lebih luas, seperti dukungan keluarga, peran guru, atau ketersediaan fasilitas sanitasi di sekolah, dapat memengaruhi kepatuhan remaja terhadap praktik pencegahan influenza. Penelitian ini bisa dilakukan melalui metode kualitatif untuk menggali persepsi remaja tentang hambatan dan pendorong dalam menerapkan perilaku sehat, serta mengidentifikasi kebijakan sekolah yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan..
<br>Influenza merupakan infeksi akut saluran pernapasan yang sangat menular melalui droplet, dengan gejala seperti demam, batuk, dan pilek, serta dapat diobati secara simtomatik atau dengan antiviral.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMPN 16 Banjarmasin tentang influenza melalui penyuluhan yang melibatkan Power Point dan poster.Peningkatan tingkat pengetahuan ini terbukti dengan kenaikan sebesar 4% setelah penyuluhan, berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test peserta
<br>Influenza merupakan penyakit yang paling sering menyerang manusia. Rata-rata banyak yang mengenai penyakit ini di usia remaja atau usia produktif, yang akan memperbanyak merugikan dari segi Kesehatan dan abnormal kehidupan sehari Ae hari pada remaja. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap remaja tentang influenza dan cara menghindari influenza. Metode dalam menjalankan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan menggunakan pemaparan materi power point, diskusi dan praktek langsung cara menghindari influenza dengan praktek mencuci tangan 6 langkah dan cara penggunaan masker yang benar. Berdasarkan hasil yang dimana didapatkan penkes ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i tentang Influenza, dengan nilai rata-rata pre-test adalah 83, dimana nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp" type="image/webp" length="83154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-5d64a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-4e8e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/persepsi-remaja-komunitas-kehamilan-usia-influenza-thumb-e514e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3578-stikessuakainsan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14728-jurnal-suaka-insan-mengabdi-jsim.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Kasus Asuhan Keperawatan Pada Nn P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study Nursing Care For Ms P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-53087-pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi</link>
	<guid isPermaLink="false">47f2c2456f002802155af88708eb377b</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 21:31:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ lena atoy 34 ]]></category>
	<category><![CDATA[ hasbi nasrum ]]></category>
	<category><![CDATA[ edi purnomo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[34,atoy,edi,hasbi,lena,nasrum,purnomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental dapat membandingkan teknik nonAcfarmakologis untuk mengurangi nyeri pada pasien ISK, seperti kompres hangat versus stimulasi listrik transkutan (TENS), untuk menentukan metode yang paling efektif dan nyaman. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak keterlibatan keluarga dalam asuhan keperawatan terhadap frekuensi kekambuhan ISK selama enam bulan setelah discharge, sehingga dapat memberikan bukti kuat tentang manfaat pendekatan keluarga dalam manajemen jangka panjang. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperluas bukti ilmiah, meningkatkan praktik keperawatan, dan menurunkan beban ISK pada populasi luas.. Asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari pada Nn.P dengan infeksi saluran kemih mampu mengatasi empat masalah keperawatan, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan.Keberhasilan implementasi didukung oleh kerja sama pasien, dukungan keluarga, kolaborasi dengan perawat ruangan, ketersediaan terapi medis, serta edukasi yang diberikan secara bertahap.Perawat diharapkan dapat meningkatkan pemantauan kebutuhan eliminasi urine, memberikan tindakan kenyamanan seperti kompres hangat sesuai indikasi, memperkuat edukasi personal hygiene urogenitalia, serta melibatkan keluarga dalam pencegahan kekambuhan ISK Latar belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) sering menimbulkan nyeri, gangguan eliminasi urine, dan demam. Tujuan: Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien ISK di ruang perawatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien perempuan dewasa dengan ISK tanpa komplikasi. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan head-to-toe, observasi tiga hari, dan dokumentasi keperawatan. Hasil: Ditegakkan empat diagnosis, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan. Intervensi berdasarkan SIKI dan SLKI dilaksanakan pada 31 Mei sampai 2 Juni 2025. Evaluasi menunjukkan nyeri menurun, eliminasi urine membaik, suhu tubuh normal, serta pengetahuan pasien dan keluarga meningkat. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp 1x" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" alt="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-53087-pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi" title="JURIS - Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward" target="_blank">Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Nn. P Dengan Infeksi Saluran Kemih Di Ruang Perawatan A Case Study: Nursing Care For Ms. P With A Urinary Tract Infection In The Inpatient Ward</a>: Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi terstruktur bagi pasien dan keluarga mengenai pencegahan ISK, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan kejadian kembali infeksi pada beberapa rumah sakit. Selain itu, studi eksperimental dapat membandingkan teknik nonAcfarmakologis untuk mengurangi nyeri pada pasien ISK, seperti kompres hangat versus stimulasi listrik transkutan (TENS), untuk menentukan metode yang paling efektif dan nyaman. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat mengevaluasi dampak keterlibatan keluarga dalam asuhan keperawatan terhadap frekuensi kekambuhan ISK selama enam bulan setelah discharge, sehingga dapat memberikan bukti kuat tentang manfaat pendekatan keluarga dalam manajemen jangka panjang. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperluas bukti ilmiah, meningkatkan praktik keperawatan, dan menurunkan beban ISK pada populasi luas..
<br>Asuhan keperawatan yang diberikan selama tiga hari pada Nn.P dengan infeksi saluran kemih mampu mengatasi empat masalah keperawatan, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan.Keberhasilan implementasi didukung oleh kerja sama pasien, dukungan keluarga, kolaborasi dengan perawat ruangan, ketersediaan terapi medis, serta edukasi yang diberikan secara bertahap.Perawat diharapkan dapat meningkatkan pemantauan kebutuhan eliminasi urine, memberikan tindakan kenyamanan seperti kompres hangat sesuai indikasi, memperkuat edukasi personal hygiene urogenitalia, serta melibatkan keluarga dalam pencegahan kekambuhan ISK
<br>Latar belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) sering menimbulkan nyeri, gangguan eliminasi urine, dan demam. Tujuan: Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien ISK di ruang perawatan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien perempuan dewasa dengan ISK tanpa komplikasi. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan head-to-toe, observasi tiga hari, dan dokumentasi keperawatan. Hasil: Ditegakkan empat diagnosis, yaitu nyeri akut, gangguan eliminasi urine, hipertermia, dan defisit pengetahuan. Intervensi berdasarkan SIKI dan SLKI dilaksanakan pada 31 Mei sampai 2 Juni 2025. Evaluasi menunjukkan nyeri menurun, eliminasi urine membaik, suhu tubuh normal, serta pengetahuan pasien dan keluarga meningkat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" type="image/webp" length="93448" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b1aca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-b7dc3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/pasien-perempuan-lesi-rumah-sakit-infeksi-saluran-thumb-7af7e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2180-poltekkes-mamuju.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10130-jurnal-keperawatan-majampangi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 05 Jul 2026 00:03:58 +0700. 24 items. Served in: 4.18 seconds [rss] -->
