<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2026 15:07:40 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 15:07:40 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-21T15:07:40+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50251-norma-subjektif-aor-sisw</link>
	<guid isPermaLink="false">df4d4cc6720995e146c54002cbfeea9b</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 14:32:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 7 vero cells ]]></category>
	<category><![CDATA[ policy brief ]]></category>
	<category><![CDATA[ obati sembuh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,brief,cells,obati,policy,sembuh,vero]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dengan jelas menunjukkan potensi besar media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa sekolah menengah pertama terkait keselamatan berkendara. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang dapat digali ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia: Penelitian ini dengan jelas menunjukkan potensi besar media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa sekolah menengah pertama terkait keselamatan berkendara. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang dapat digali lebih dalam guna memaksimalkan dampak intervensi kesehatan. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana kualitas teknis dan artistik dari media edukasi audiovisual itu sendiri Ae seperti kejernihan suara narator, kualitas visualisasi, pemilihan musik latar, atau bahkan elemen interaktif Ae secara signifikan memengaruhi tingkat keterlibatan siswa, retensi informasi dalam jangka panjang, dan pada akhirnya, motivasi mereka untuk menerapkan perilaku berkendara yang aman. Memahami aspek desain media yang paling optimal akan sangat bermanfaat. Kedua, meskipun studi ini berhasil menunjukkan perubahan pada aspek kognitif dan afektif, belum ada evaluasi tentang apakah peningkatan ini benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan perilaku berkendara yang sesungguhnya di jalan. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat merancang studi longitudinal untuk memantau perilaku berkendara siswa selama beberapa bulan pasca-intervensi, mengukur frekuensi pelanggaran lalu lintas atau penggunaan perlengkapan keselamatan, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mungkin menghambat atau mendukung transfer pengetahuan dan sikap ke dalam praktik nyata. Ketiga, mengingat latar belakang dan diskusi menyoroti peran penting lingkungan sosial, seperti orang tua yang permisif dan norma komunitas, penelitian berikutnya bisa mengeksplorasi model intervensi yang lebih komprehensif. Ini berarti tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga melibatkan edukasi terencana bagi orang tua, guru, dan komunitas sekitar. Studi semacam itu bisa mengevaluasi efektivitas pendekatan multi-stakeholder dalam menciptakan ekosistem yang lebih mendukung perilaku keselamatan berkendara, yang pada gilirannya dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada kelompok usia rentan ini.. Terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p sebesar 0,000.Tingkat pengetahuan, sikap, dan norma subjektif pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Media audiovisual yang digunakan dalam penyampaian edukasi kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa sekolah menengah pertama mengenai keselamatan berkendara Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada remaja usia 16-19 tahun. Remaja pada usia sekolah menengah pertama sangat rentan terhadap kecelakaan lalu lintas. Pentingnya memberikan edukasi kesehatan tentang keselamatan berkendara (safety riding) kepada siswa sekolah menengah pertama adalah untuk mempersiapkan mereka dalam fase aktif berkendara sebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas.Tujuan: Untuk menentukan pengaruh edukasi kesehatan tentang keselamatan berkendara menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa kelas VII SMP Negeri 32 Samarinda, Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest non-ekuivalen, dengan sampel 40 siswa di setiap kelompok intervensi dan kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-e44de.webp" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-e44de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-e44de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-e44de.webp 1x" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" alt="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-29170.webp" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-29170.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-29170.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-29170.webp 1x" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" alt="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp 1x" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" alt="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50251-norma-subjektif-aor-sisw" title="JURIS - Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia" target="_blank">Effect of Health Education of Safety Riding Using Audiovisual Media on Knowledge, Attitudes and Subjective Norms of Junior High School Students in Samarinda Indonesia</a>: Penelitian ini dengan jelas menunjukkan potensi besar media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa sekolah menengah pertama terkait keselamatan berkendara. Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah yang dapat digali lebih dalam guna memaksimalkan dampak intervensi kesehatan. Pertama, penting untuk menginvestigasi secara mendalam bagaimana kualitas teknis dan artistik dari media edukasi audiovisual itu sendiri Ae seperti kejernihan suara narator, kualitas visualisasi, pemilihan musik latar, atau bahkan elemen interaktif Ae secara signifikan memengaruhi tingkat keterlibatan siswa, retensi informasi dalam jangka panjang, dan pada akhirnya, motivasi mereka untuk menerapkan perilaku berkendara yang aman. Memahami aspek desain media yang paling optimal akan sangat bermanfaat. Kedua, meskipun studi ini berhasil menunjukkan perubahan pada aspek kognitif dan afektif, belum ada evaluasi tentang apakah peningkatan ini benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan perilaku berkendara yang sesungguhnya di jalan. Oleh karena itu, penelitian di masa depan dapat merancang studi longitudinal untuk memantau perilaku berkendara siswa selama beberapa bulan pasca-intervensi, mengukur frekuensi pelanggaran lalu lintas atau penggunaan perlengkapan keselamatan, serta mengeksplorasi faktor-faktor yang mungkin menghambat atau mendukung transfer pengetahuan dan sikap ke dalam praktik nyata. Ketiga, mengingat latar belakang dan diskusi menyoroti peran penting lingkungan sosial, seperti orang tua yang permisif dan norma komunitas, penelitian berikutnya bisa mengeksplorasi model intervensi yang lebih komprehensif. Ini berarti tidak hanya fokus pada siswa, tetapi juga melibatkan edukasi terencana bagi orang tua, guru, dan komunitas sekitar. Studi semacam itu bisa mengevaluasi efektivitas pendekatan multi-stakeholder dalam menciptakan ekosistem yang lebih mendukung perilaku keselamatan berkendara, yang pada gilirannya dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas pada kelompok usia rentan ini..
<br>Terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p sebesar 0,000.Tingkat pengetahuan, sikap, dan norma subjektif pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Media audiovisual yang digunakan dalam penyampaian edukasi kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa sekolah menengah pertama mengenai keselamatan berkendara
<br>Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada remaja usia 16-19 tahun. Remaja pada usia sekolah menengah pertama sangat rentan terhadap kecelakaan lalu lintas. Pentingnya memberikan edukasi kesehatan tentang keselamatan berkendara (safety riding) kepada siswa sekolah menengah pertama adalah untuk mempersiapkan mereka dalam fase aktif berkendara sebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas.Tujuan: Untuk menentukan pengaruh edukasi kesehatan tentang keselamatan berkendara menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan, sikap, dan norma subjektif siswa kelas VII SMP Negeri 32 Samarinda, Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest non-ekuivalen, dengan sampel 40 siswa di setiap kelompok intervensi dan kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp" type="image/webp" length="93860" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-e44de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-29170.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/c/norma-subjektif-aor-siswa-remaja-keterlibatan-mora-thumb-49182.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-816-stikbar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3242-public-health-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel Bhutan 2012 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel Bhutan 2012 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel Bhutan 2012 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50252-sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigel</link>
	<guid isPermaLink="false">961c9dbb2fc91e7ef21aa9891c6a2a06</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 14:18:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 7 vero cells ]]></category>
	<category><![CDATA[ policy brief ]]></category>
	<category><![CDATA[ obati sembuh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,brief,cells,obati,policy,sembuh,vero]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, penelitian lanjutan dapat menanyakan apakah strain Shigella unik ini memerlukan metode diagnosis spesifik agar tidak terlewatkan di fasilitas kesehatan. Kedua, studi dapat mengkaji efektivitas program edukasi kesehatan yang menekankan kebersihan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012: Pertama, penelitian lanjutan dapat menanyakan apakah strain Shigella unik ini memerlukan metode diagnosis spesifik agar tidak terlewatkan di fasilitas kesehatan. Kedua, studi dapat mengkaji efektivitas program edukasi kesehatan yang menekankan kebersihan air dan sanitasi di asrama, serta menilai tingkat kepatuhan siswa terhadap penggunaan air mendidih. Ketiga, penelitian berikutnya dapat fokus pada surveilans genotipe dan resistensi antibiotik strain ini di wilayah sekitarnya untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan potensi penyebaran lintas daerah.. Wabah disebabkan oleh strain Shigella baru yang belum terdeteksi di Bhutan.Pengawasan terus-menerus terhadap penyebaran kelompok serologi dan pola sensitivitas antibiotik penting untuk memandu pengobatan pasien.Sekolah harus menyediakan air mendidih yang cukup bagi siswa, termasuk di asrama Latar Belakang: Sebuah kelompok kasus shigellosis yang dicurigai dilaporkan dari pusat kesehatan di distrik Pemagatshel ke Pusat Pengendalian Penyakit Kesehatan Kerajaan pada 14 Mei 2012. Investigasi dilakukan untuk menentukan penyebab dan faktor risiko wabah agar langkah pengendalian dan pencegahan yang tepat dapat dilaksanakan.Metode: Satu studi deskriptif digunakan untuk penyelidikan wabah. Barang makanan dan minuman yang disajikan kepada siswa asrama dikumpulkan dari petugas mess untuk menilai risikonya. Dapur dan lingkungannya diperiksa untuk mempelajari kemungkinan kontaminasi oleh tikus dan hewan lain. Sampel air dan tinja diuji di laboratorium untuk mengidentifikasi semua patogen enterik yang mungkin.Hasil: 82 siswa asrama terinfeksi dengan tingkat serangan keseluruhan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-76ea3.webp" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-76ea3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-76ea3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-76ea3.webp 1x" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" alt="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-4b93b.webp" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-4b93b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-4b93b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-4b93b.webp 1x" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" alt="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp 1x" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" alt="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50252-sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigel" title="JURIS - A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012" target="_blank">A Novel Strain of Shigella Species Outbreak in a Residential School in Pemagatshel, Bhutan, 2012</a>: Pertama, penelitian lanjutan dapat menanyakan apakah strain Shigella unik ini memerlukan metode diagnosis spesifik agar tidak terlewatkan di fasilitas kesehatan. Kedua, studi dapat mengkaji efektivitas program edukasi kesehatan yang menekankan kebersihan air dan sanitasi di asrama, serta menilai tingkat kepatuhan siswa terhadap penggunaan air mendidih. Ketiga, penelitian berikutnya dapat fokus pada surveilans genotipe dan resistensi antibiotik strain ini di wilayah sekitarnya untuk mengidentifikasi pola penyebaran dan potensi penyebaran lintas daerah..
<br>Wabah disebabkan oleh strain Shigella baru yang belum terdeteksi di Bhutan.Pengawasan terus-menerus terhadap penyebaran kelompok serologi dan pola sensitivitas antibiotik penting untuk memandu pengobatan pasien.Sekolah harus menyediakan air mendidih yang cukup bagi siswa, termasuk di asrama
<br>Latar Belakang: Sebuah kelompok kasus shigellosis yang dicurigai dilaporkan dari pusat kesehatan di distrik Pemagatshel ke Pusat Pengendalian Penyakit Kesehatan Kerajaan pada 14 Mei 2012. Investigasi dilakukan untuk menentukan penyebab dan faktor risiko wabah agar langkah pengendalian dan pencegahan yang tepat dapat dilaksanakan.Metode: Satu studi deskriptif digunakan untuk penyelidikan wabah. Barang makanan dan minuman yang disajikan kepada siswa asrama dikumpulkan dari petugas mess untuk menilai risikonya. Dapur dan lingkungannya diperiksa untuk mempelajari kemungkinan kontaminasi oleh tikus dan hewan lain. Sampel air dan tinja diuji di laboratorium untuk mengidentifikasi semua patogen enterik yang mungkin.Hasil: 82 siswa asrama terinfeksi dengan tingkat serangan keseluruhan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp" type="image/webp" length="72020" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-76ea3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-4b93b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/sampel-air-risiko-wabah-faktor-shigellosis-mdr-shi-thumb-cd5bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-816-stikbar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3242-public-health-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School Thinleygang Punakha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School Thinleygang Punakha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School Thinleygang Punakha ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50253-neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera</link>
	<guid isPermaLink="false">457371d18b060a6876b66b4e0974bfa3</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 14:08:59 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 7 vero cells ]]></category>
	<category><![CDATA[ policy brief ]]></category>
	<category><![CDATA[ obati sembuh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,brief,cells,obati,policy,sembuh,vero]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Apakah intervensi nutrisi terstruktur, seperti memasukkan suplemen vitamin B1 dan zat besi, dapat mengurangi kejadian neuropati perifer pada populasi sekolah di daerah pedesaan? Bagaimana pola konsumsi makanan sehari-hari siswa mempengaruhi status gizi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha: Apakah intervensi nutrisi terstruktur, seperti memasukkan suplemen vitamin B1 dan zat besi, dapat mengurangi kejadian neuropati perifer pada populasi sekolah di daerah pedesaan? Bagaimana pola konsumsi makanan sehari-hari siswa mempengaruhi status gizi vitamin B1, folat, dan besi serta kaitannya dengan kejadian neuropati perifer secara longitudinal? Apakah faktor genetik memoderasi hubungan antara asupan vitamin B1 dan perkembangan neuropati perifer, dan bagaimana variabel-variabel tersebut dapat diintegrasikan ke dalam program pencegahan di sekolah?. Wabah neuropati perifer di Sekolah Dasar Dechentsemo terhubung dengan asupan diet rendah vitamin B1, disertai rendahnya asupan folat dan besi.Beberapa faktor gizi yang sehat dapat menurunkan risiko perkembangan neuropati periferal pada siswa.Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan menu makanan beragam dan menambah suplemen vitamin, terutama bagi siswi yang rentan Latar belakang: Sebuah wabah neuropati perifer yang dicurigai dilaporkan berasal dari Sekolah Dasar Dechentsemo, Thinleygang, Punakha, setelah itu tim investigasi segera dikirim ke lapangan. Tujuan: Tujuan penyelidikan adalah untuk menentukan penyebab dan faktor risiko wabah tersebut agar dapat menerapkan tindakan pengendalian. Metode: Sebuah studi kontrol kasus dirancang untuk meneliti paparan masa lalu atau kekurangan nutrisi guna menemukan penyebab dan faktor risiko yang dicurigai. Kuesioner frekuensi makanan semu-kuantitatif diberikan kepada... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-8cfc7.webp" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-8cfc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-8cfc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-8cfc7.webp 1x" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" alt="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-af276.webp" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-af276.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-af276.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-af276.webp 1x" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" alt="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp 1x" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" alt="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50253-neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera" title="JURIS - Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha" target="_blank">Investigation of Suspected Peripheral Neuropathy Outbreak in Dechentsemo Central School, Thinleygang, Punakha</a>: Apakah intervensi nutrisi terstruktur, seperti memasukkan suplemen vitamin B1 dan zat besi, dapat mengurangi kejadian neuropati perifer pada populasi sekolah di daerah pedesaan? Bagaimana pola konsumsi makanan sehari-hari siswa mempengaruhi status gizi vitamin B1, folat, dan besi serta kaitannya dengan kejadian neuropati perifer secara longitudinal? Apakah faktor genetik memoderasi hubungan antara asupan vitamin B1 dan perkembangan neuropati perifer, dan bagaimana variabel-variabel tersebut dapat diintegrasikan ke dalam program pencegahan di sekolah?.
<br>Wabah neuropati perifer di Sekolah Dasar Dechentsemo terhubung dengan asupan diet rendah vitamin B1, disertai rendahnya asupan folat dan besi.Beberapa faktor gizi yang sehat dapat menurunkan risiko perkembangan neuropati periferal pada siswa.Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan menu makanan beragam dan menambah suplemen vitamin, terutama bagi siswi yang rentan
<br>Latar belakang: Sebuah wabah neuropati perifer yang dicurigai dilaporkan berasal dari Sekolah Dasar Dechentsemo, Thinleygang, Punakha, setelah itu tim investigasi segera dikirim ke lapangan. Tujuan: Tujuan penyelidikan adalah untuk menentukan penyebab dan faktor risiko wabah tersebut agar dapat menerapkan tindakan pengendalian. Metode: Sebuah studi kontrol kasus dirancang untuk meneliti paparan masa lalu atau kekurangan nutrisi guna menemukan penyebab dan faktor risiko yang dicurigai. Kuesioner frekuensi makanan semu-kuantitatif diberikan kepada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp" type="image/webp" length="87774" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-8cfc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-af276.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/neuropati-perifer-kekurangan-vitamin-sekolah-daera-thumb-a2ecf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-816-stikbar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3242-public-health-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting Evidence from a Case Control Study in North Sumatra Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting Evidence from a Case Control Study in North Sumatra Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting Evidence from a Case Control Study in North Sumatra Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50255-pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-ri</link>
	<guid isPermaLink="false">111e205327333c2b0f34ba217555f90c</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 14:06:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ malang city ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,city,content,main,malang,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai kota provinsi untuk mengevaluasi dampak intervensi pendidikan remaja terhadap penundaan pernikahan dan subsequent child growth outcomes. Kedua, teliti peran sistem dukungan kesehatan keluarga dalam memitigasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia: Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai kota provinsi untuk mengevaluasi dampak intervensi pendidikan remaja terhadap penundaan pernikahan dan subsequent child growth outcomes. Kedua, teliti peran sistem dukungan kesehatan keluarga dalam memitigasi efek negatif usia pernikahan dini, dengan mengkaji pengaruh program peningkatan akses kesehatan prenatal pada kualitas rumah tangga. Ketiga, aplikasikan analisis multilevel dengan data tingkat rumah tangga dan komunitas untuk memahami bagaimana faktor sosial budaya, seperti norma pernikahan dan status ekonomi, memodifikasi hubungan antara usia pernikahan ibu dan stunting. Secara keseluruhan, kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran komprehensif mengenai interaksi faktor individual, keluarga, dan masyarakat dalam upaya pengurangan stunting di Indonesia.. Stunting pada anak Medan secara signifikan dipengaruhi oleh usia pernikahan ibu sebelum usia 25 tahun, yang menunjukkan risiko hampir tiga kali lipat dibandingkan ibu yang menikah lebih tua.Selain itu, pendidikan rendah dan berat lahir rendah juga berkontribusi secara independen terhadap peningkatan risiko stunting.Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang menekan usia pernikahan dini dan memperkuat pendidikan serta layanan kesehatan ibu untuk mencegah stunting Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan seperti Medan. Meskipun faktor sosialAcekonomi dan nutrisi sudah dikenal, pengaruh usia pernikahan ibu terhadap pertumbuhan anak masih kurang diteliti. Penelitian ini meneliti hubungan antara usia pernikahan ibu dan stunting pada anak di Medan. Metode: studi observasional analitik dengan desain kasusAckontrol dilakukan dari Januari hingga Maret 2025 di beberapa puskesmas Medan. Total 124 pasangan ibuAcanak (62 kasus stunting dan 62 kontrol) dipilih melalui sampling cluster acak. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan rekam medis. Stunting didefinisikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3a77d.webp" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3a77d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3a77d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3a77d.webp 1x" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" alt="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3ace3.webp" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3ace3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3ace3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3ace3.webp 1x" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" alt="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp 1x" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" alt="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50255-pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-ri" title="JURIS - Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia" target="_blank">Maternal Age at Marriage and Risk of Childhood Stunting: Evidence from a Case-Control Study in North Sumatra, Indonesia</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai kota provinsi untuk mengevaluasi dampak intervensi pendidikan remaja terhadap penundaan pernikahan dan subsequent child growth outcomes. Kedua, teliti peran sistem dukungan kesehatan keluarga dalam memitigasi efek negatif usia pernikahan dini, dengan mengkaji pengaruh program peningkatan akses kesehatan prenatal pada kualitas rumah tangga. Ketiga, aplikasikan analisis multilevel dengan data tingkat rumah tangga dan komunitas untuk memahami bagaimana faktor sosial budaya, seperti norma pernikahan dan status ekonomi, memodifikasi hubungan antara usia pernikahan ibu dan stunting. Secara keseluruhan, kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran komprehensif mengenai interaksi faktor individual, keluarga, dan masyarakat dalam upaya pengurangan stunting di Indonesia..
<br>Stunting pada anak Medan secara signifikan dipengaruhi oleh usia pernikahan ibu sebelum usia 25 tahun, yang menunjukkan risiko hampir tiga kali lipat dibandingkan ibu yang menikah lebih tua.Selain itu, pendidikan rendah dan berat lahir rendah juga berkontribusi secara independen terhadap peningkatan risiko stunting.Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang menekan usia pernikahan dini dan memperkuat pendidikan serta layanan kesehatan ibu untuk mencegah stunting
<br>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan seperti Medan. Meskipun faktor sosialAcekonomi dan nutrisi sudah dikenal, pengaruh usia pernikahan ibu terhadap pertumbuhan anak masih kurang diteliti. Penelitian ini meneliti hubungan antara usia pernikahan ibu dan stunting pada anak di Medan. Metode: studi observasional analitik dengan desain kasusAckontrol dilakukan dari Januari hingga Maret 2025 di beberapa puskesmas Medan. Total 124 pasangan ibuAcanak (62 kasus stunting dan 62 kontrol) dipilih melalui sampling cluster acak. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan rekam medis. Stunting didefinisikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp" type="image/webp" length="120172" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3a77d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-3ace3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/pengaruh-usia-pembatasan-pernikahan-faktor-risiko-thumb-f6423.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3126-poltekkesdepkes-sby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13003-gema-lingkungan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Kompensasi Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Kompensasi Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Kompensasi Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50243-lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fis</link>
	<guid isPermaLink="false">ffa7dbcc25323c3f9708d45117b7b50d</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:31:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel melibatkan karyawan dari berbagai generasi dan sektor industri lain seperti ritel, perhotelan, serta manufaktur guna memahami dinamika turnover intention secara lebih komprehensif, menambahkan variabel variabel ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z: Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel melibatkan karyawan dari berbagai generasi dan sektor industri lain seperti ritel, perhotelan, serta manufaktur guna memahami dinamika turnover intention secara lebih komprehensif, menambahkan variabel variabel organisasional tambahan seperti gaya kepemimpinan, iklim organisasi, dan workAclife balance sebagai potensi mediator atau moderator, dan menerapkan pendekatan longitudinal untuk mengamati perubahan opini kerja GenAcZ dalam jangka waktu lebih lama di tengah evolusi pasar tenaga kerja yang cepat.. Lingkungan kerja nonAcfisik secara signifikan menurunkan intensi keluar karyawan GenAcZ di industri coffee shop, sementara kompensasi tidak memiliki efek langsung yang signifikan.Beban kerja meningkatkan intensi keluar, dan kepuasan kerja berfungsi sebagai mediator bagi pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi, namun tidak bagi beban kerja.Strategi manajemen harus fokus pada lingkungan kerja yang suportif dan kompensasi yang sesuai untuk menjaga retensi GenAcZ Partisipasi Generasi Z dalam pasar tenaga kerja kontemporer menjadi katalis penting untuk adopsi teknologi, inovasi organisasi, dan perubahan budaya kerja. Namun tingginya intensi beralih kerja (turnover intention) di kalangan GenAcZ menunjukkan ketidakstabilan retensi karyawan yang dapat mengganggu efisiensi operasional, khususnya di sektor jasa. Penelitian ini secara empiris menguji pengaruh Lingkungan Kerja NonAcFisik, Kompensasi, dan Beban Kerja terhadap Turnover Intention karyawan Coffee Shop di Kota Pontianak, dengan Kepuasan Kerja bertindak sebagai variabel... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-0195d.webp" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-0195d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-0195d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-0195d.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-37c27.webp" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-37c27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-37c27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-37c27.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" alt="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50243-lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fis" title="JURIS - Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z" target="_blank">Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel melibatkan karyawan dari berbagai generasi dan sektor industri lain seperti ritel, perhotelan, serta manufaktur guna memahami dinamika turnover intention secara lebih komprehensif, menambahkan variabel variabel organisasional tambahan seperti gaya kepemimpinan, iklim organisasi, dan workAclife balance sebagai potensi mediator atau moderator, dan menerapkan pendekatan longitudinal untuk mengamati perubahan opini kerja GenAcZ dalam jangka waktu lebih lama di tengah evolusi pasar tenaga kerja yang cepat..
<br>Lingkungan kerja nonAcfisik secara signifikan menurunkan intensi keluar karyawan GenAcZ di industri coffee shop, sementara kompensasi tidak memiliki efek langsung yang signifikan.Beban kerja meningkatkan intensi keluar, dan kepuasan kerja berfungsi sebagai mediator bagi pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi, namun tidak bagi beban kerja.Strategi manajemen harus fokus pada lingkungan kerja yang suportif dan kompensasi yang sesuai untuk menjaga retensi GenAcZ
<br>Partisipasi Generasi Z dalam pasar tenaga kerja kontemporer menjadi katalis penting untuk adopsi teknologi, inovasi organisasi, dan perubahan budaya kerja. Namun tingginya intensi beralih kerja (turnover intention) di kalangan GenAcZ menunjukkan ketidakstabilan retensi karyawan yang dapat mengganggu efisiensi operasional, khususnya di sektor jasa. Penelitian ini secara empiris menguji pengaruh Lingkungan Kerja NonAcFisik, Kompensasi, dan Beban Kerja terhadap Turnover Intention karyawan Coffee Shop di Kota Pontianak, dengan Kepuasan Kerja bertindak sebagai variabel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp" type="image/webp" length="86072" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-0195d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-19ff5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/lingkungan-kompensasi-turnover-intention-fisik-beb-thumb-37c27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z Peran Motivasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z Peran Motivasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z Peran Motivasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50240-pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-motiv</link>
	<guid isPermaLink="false">b98ea9596e8d13d8e46e1113d56fd027</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:25:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar studi selanjutnya memperkaya model dengan menambahkan variabel kritis seperti work-life balance, dukungan sosial, dan burnout sebagai mediator maupun moderator. Desain longitudinal sangat dianjurkan untuk ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi: Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar studi selanjutnya memperkaya model dengan menambahkan variabel kritis seperti work-life balance, dukungan sosial, dan burnout sebagai mediator maupun moderator. Desain longitudinal sangat dianjurkan untuk mengkaji evolusi hubungan antar variabel secara dinamis. Selain itu, penelitian komparatif lintas sektor atau profesi penting dilakukan untuk menguji validitas eksternal temuan. Pendekatan mixed-methods juga direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang persepsi individu terhadap stres dan penghargaan dalam konteks kerja.. Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang sangat tinggi.Semua indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,7, yang mengindikasikan bahwa setiap item secara signifikan berkontribusi terhadap konstruk yang diukur.Nilai Average Variance Extracted (AVE) yang melebihi 0,5 serta koefisien CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang konsisten berada di atas 0,7 memperkuat keandalan dan konsistensi konstruk dalam merepresentasikan variabel yang diteliti.Selain itu, validitas diskriminan yang diuji melalui nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) di bawah 0,90 menegaskan bahwa konstruk dalam model memiliki diferensiasi konseptual yang jelas, bebas dari overlap antar variabel, sehingga memperkuat validitas pengukuran baik secara teori maupun empiris.Dengan demikian, model pengukuran yang digunakan dapat diandalkan untuk mendukung analisis lanjutan pada model struktural.Pada aspek model struktural, variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan 67,4% variabilitas job satisfaction dan 62,6% variabilitas motivation, yang menunjukkan daya jelajah model yang kuat dalam menjelaskan fenomena yang dikaji.Uji hipotesis mengungkapkan bahwa job stress memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap job satisfaction dan motivation, sedangkan rewards memberikan dampak positif signifikan terhadap kedua variabel tersebut.Selain itu, motivation berperan sebagai mediator dalam hubungan antara job stress dan rewards terhadap job satisfaction, dengan mediasi negatif pada pengaruh job stress dan mediasi positif pada pengaruh rewards.Temuan ini menggarisbawahi peran sentral rewards sebagai faktor utama yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja, sementara job stress merupakan faktor risiko yang harus dikelola secara optimal untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan.Implikasi praktis dari hasil penelitian ini mendorong organisasi untuk merancang sistem penghargaan yang strategis serta mekanisme pengelolaan stres kerja yang komprehensif, guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan performa karyawan secara berkelanjutan Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan, dengan munculnya profesi baru seperti freelance content creator yang banyak diminati Generasi Z. Meskipun bekerja secara independen dan fleksibel, para pekerja lepas ini tetap terpapar pada dinamika psikososial kerja yang kompleks, seperti stres kerja, penghargaan, motivasi, dan kepuasan kerja. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris pengaruh stres kerja dan penghargaan terhadap kepuasan kerja, serta menguji peran mediasi motivasi dalam konteks... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" alt="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-46b4e.webp" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-46b4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-46b4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-46b4e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" alt="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-fef8e.webp" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-fef8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-fef8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-fef8e.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" alt="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50240-pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-motiv" title="JURIS - Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi" target="_blank">Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar studi selanjutnya memperkaya model dengan menambahkan variabel kritis seperti work-life balance, dukungan sosial, dan burnout sebagai mediator maupun moderator. Desain longitudinal sangat dianjurkan untuk mengkaji evolusi hubungan antar variabel secara dinamis. Selain itu, penelitian komparatif lintas sektor atau profesi penting dilakukan untuk menguji validitas eksternal temuan. Pendekatan mixed-methods juga direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang persepsi individu terhadap stres dan penghargaan dalam konteks kerja..
<br>Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang sangat tinggi.Semua indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,7, yang mengindikasikan bahwa setiap item secara signifikan berkontribusi terhadap konstruk yang diukur.Nilai Average Variance Extracted (AVE) yang melebihi 0,5 serta koefisien CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang konsisten berada di atas 0,7 memperkuat keandalan dan konsistensi konstruk dalam merepresentasikan variabel yang diteliti.Selain itu, validitas diskriminan yang diuji melalui nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) di bawah 0,90 menegaskan bahwa konstruk dalam model memiliki diferensiasi konseptual yang jelas, bebas dari overlap antar variabel, sehingga memperkuat validitas pengukuran baik secara teori maupun empiris.Dengan demikian, model pengukuran yang digunakan dapat diandalkan untuk mendukung analisis lanjutan pada model struktural.Pada aspek model struktural, variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan 67,4% variabilitas job satisfaction dan 62,6% variabilitas motivation, yang menunjukkan daya jelajah model yang kuat dalam menjelaskan fenomena yang dikaji.Uji hipotesis mengungkapkan bahwa job stress memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap job satisfaction dan motivation, sedangkan rewards memberikan dampak positif signifikan terhadap kedua variabel tersebut.Selain itu, motivation berperan sebagai mediator dalam hubungan antara job stress dan rewards terhadap job satisfaction, dengan mediasi negatif pada pengaruh job stress dan mediasi positif pada pengaruh rewards.Temuan ini menggarisbawahi peran sentral rewards sebagai faktor utama yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja, sementara job stress merupakan faktor risiko yang harus dikelola secara optimal untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan.Implikasi praktis dari hasil penelitian ini mendorong organisasi untuk merancang sistem penghargaan yang strategis serta mekanisme pengelolaan stres kerja yang komprehensif, guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan performa karyawan secara berkelanjutan
<br>Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan, dengan munculnya profesi baru seperti freelance content creator yang banyak diminati Generasi Z. Meskipun bekerja secara independen dan fleksibel, para pekerja lepas ini tetap terpapar pada dinamika psikososial kerja yang kompleks, seperti stres kerja, penghargaan, motivasi, dan kepuasan kerja. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris pengaruh stres kerja dan penghargaan terhadap kepuasan kerja, serta menguji peran mediasi motivasi dalam konteks...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp" type="image/webp" length="113688" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-4bd46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-46b4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/pengaruh-stres-peran-motivasi-variabel-independen-thumb-fef8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi Studi Kasus Perkara Nomor 438 Pid Sus 2020 PN JKT Utr ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi Studi Kasus Perkara Nomor 438 Pid Sus 2020 PN JKT Utr ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi Studi Kasus Perkara Nomor 438 Pid Sus 2020 PN JKT Utr ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50249-data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-dat</link>
	<guid isPermaLink="false">1568e38eaf4ec17002976bffa879d992</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 13:15:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ journal law ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ pn jkt ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[jkt,journal,law,pn,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Meskipun penelitian ini telah berhasil menganalisis tindak pidana pemerasan dan pengancaman melalui penyebaran data pribadi dalam konteks putusan pengadilan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr, masih banyak peluang untuk pengembangan studi lebih lanjut ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr): Meskipun penelitian ini telah berhasil menganalisis tindak pidana pemerasan dan pengancaman melalui penyebaran data pribadi dalam konteks putusan pengadilan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr, masih banyak peluang untuk pengembangan studi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman dan solusi praktis. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah melakukan studi komparatif yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada satu kasus. Bagaimana putusan-putusan dalam kasus pemerasan dan pengancaman digital serupa di berbagai pengadilan atau provinsi berbeda menunjukkan konsistensi atau variasi dalam penerapan Pasal 45 ayat (4) UU ITE dan pertimbangan non-yuridis hakim? Studi ini dapat mengungkap pola-pola yudisial yang mungkin belum terdeteksi dari analisis kasus tunggal.Selain itu, efektivitas regulasi yang ada, seperti UU ITE, POJK, dan PBI Fintech, dalam mencegah dan menindak operasional pinjaman online ilegal yang mengakses data pribadi secara tidak sah, juga memerlukan evaluasi mendalam. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: sejauh mana tantangan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam implementasi regulasi tersebut, terutama dalam menghadapi modus operandi kejahatan siber yang terus berkembang? Mengidentifikasi celah regulasi atau kendala implementasi akan krusial untuk perbaikan kebijakan di masa depan.Terakhir, aspek perlindungan korban dan pencegahan kejahatan ini patut menjadi fokus. Bagaimana pengalaman korban, baik dari segi psikologis maupun finansial, setelah data pribadinya disebarkan dan ia mengalami pemerasan digital? Penelitian dapat menggali model dukungan psikologis dan bantuan hukum yang paling efektif bagi para korban, serta mengembangkan strategi literasi digital yang komprehensif. Upaya ini harus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko berbagi data pribadi di platform digital dan cara-cara proaktif melindungi diri dari ancaman kejahatan siber, sehingga mengurangi angka viktimisasi di masa mendatang.. Pengaturan hukum tindak pidana pemerasan dan pengancaman melalui penyebaran data pribadi diatur secara spesifik dalam Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang melarang penyebaran informasi elektronik bermuatan pemerasan atau pengancaman secara sengaja dan tanpa hak.Utr, Majelis Hakim secara tepat menerapkan UU ITE karena kasus ini melibatkan media teknologi informasi.Pertimbangan hakim mencakup aspek yuridis berdasarkan unsur-unsur tindak pidana serta aspek non-yuridis untuk menjamin keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum bagi semua pihak Dalam perkembangan teknologi, terdapat hal-hal negatif yang muncul yaitu salah satunya adanya tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman melalui media elektronik sebagaimana yang terjadi pada kasus pidana dengan nomor perkara 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr. Dalam putusan hakim diketahui bahwa pelaku dijerat dengan KUHP dan UU ITE yang lebih mengatur secara khusus mengenai tindak pidana yang dilakukan melalui media teknologi informasi. Penelitian ini akan membahas mengenai tindak pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Analisis Putusan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini bahwa dalam menjatuhkan putusan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-df8d6.webp" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-df8d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-df8d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-df8d6.webp 1x" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" alt="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-4166c.webp" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-4166c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-4166c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-4166c.webp 1x" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" alt="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp 1x" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" alt="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50249-data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-dat" title="JURIS - Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)" target="_blank">Analisa Terhadap Tindak Pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Studi Kasus Perkara Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr)</a>: Meskipun penelitian ini telah berhasil menganalisis tindak pidana pemerasan dan pengancaman melalui penyebaran data pribadi dalam konteks putusan pengadilan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr, masih banyak peluang untuk pengembangan studi lebih lanjut guna memperkaya pemahaman dan solusi praktis. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah melakukan studi komparatif yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada satu kasus. Bagaimana putusan-putusan dalam kasus pemerasan dan pengancaman digital serupa di berbagai pengadilan atau provinsi berbeda menunjukkan konsistensi atau variasi dalam penerapan Pasal 45 ayat (4) UU ITE dan pertimbangan non-yuridis hakim? Studi ini dapat mengungkap pola-pola yudisial yang mungkin belum terdeteksi dari analisis kasus tunggal.Selain itu, efektivitas regulasi yang ada, seperti UU ITE, POJK, dan PBI Fintech, dalam mencegah dan menindak operasional pinjaman online ilegal yang mengakses data pribadi secara tidak sah, juga memerlukan evaluasi mendalam. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: sejauh mana tantangan yang dihadapi oleh aparat penegak hukum dalam implementasi regulasi tersebut, terutama dalam menghadapi modus operandi kejahatan siber yang terus berkembang? Mengidentifikasi celah regulasi atau kendala implementasi akan krusial untuk perbaikan kebijakan di masa depan.Terakhir, aspek perlindungan korban dan pencegahan kejahatan ini patut menjadi fokus. Bagaimana pengalaman korban, baik dari segi psikologis maupun finansial, setelah data pribadinya disebarkan dan ia mengalami pemerasan digital? Penelitian dapat menggali model dukungan psikologis dan bantuan hukum yang paling efektif bagi para korban, serta mengembangkan strategi literasi digital yang komprehensif. Upaya ini harus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko berbagi data pribadi di platform digital dan cara-cara proaktif melindungi diri dari ancaman kejahatan siber, sehingga mengurangi angka viktimisasi di masa mendatang..
<br>Pengaturan hukum tindak pidana pemerasan dan pengancaman melalui penyebaran data pribadi diatur secara spesifik dalam Pasal 45 ayat (4) Jo Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang melarang penyebaran informasi elektronik bermuatan pemerasan atau pengancaman secara sengaja dan tanpa hak.Utr, Majelis Hakim secara tepat menerapkan UU ITE karena kasus ini melibatkan media teknologi informasi.Pertimbangan hakim mencakup aspek yuridis berdasarkan unsur-unsur tindak pidana serta aspek non-yuridis untuk menjamin keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum bagi semua pihak
<br>Dalam perkembangan teknologi, terdapat hal-hal negatif yang muncul yaitu salah satunya adanya tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman melalui media elektronik sebagaimana yang terjadi pada kasus pidana dengan nomor perkara 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr. Dalam putusan hakim diketahui bahwa pelaku dijerat dengan KUHP dan UU ITE yang lebih mengatur secara khusus mengenai tindak pidana yang dilakukan melalui media teknologi informasi. Penelitian ini akan membahas mengenai tindak pidana Pemerasan dan Pengancaman Melalui Penyebaran Data Pribadi (Analisis Putusan Nomor 438/Pid.Sus/2020/PN JKT.Utr). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini bahwa dalam menjatuhkan putusan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp" type="image/webp" length="106548" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-df8d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-4166c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/data-pribadi-pemerasan-pengancaman-risiko-studi-an-thumb-fd587.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-849-neolectura.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10958-postulat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Community Based Recovery for Sexual Violence Victims The Case of Hapsari ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Community Based Recovery for Sexual Violence Victims The Case of Hapsari ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Community Based Recovery for Sexual Violence Victims The Case of Hapsari ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50248-korban-kekerasan-peran-aktif-kekeras</link>
	<guid isPermaLink="false">461bae4b7030b9f9f1f34265c7c2d70b</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:48:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ author fees ]]></category>
	<category><![CDATA[ site map ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[author,fees,focus,map,scope,site]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat pentingnya pemulihan berbasis komunitas bagi korban kekerasan seksual seperti yang dilakukan Hapsari, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berharga untuk dieksplorasi. Pertama, bagaimana inisiatif pemulihan berbasis komunitas dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari: Melihat pentingnya pemulihan berbasis komunitas bagi korban kekerasan seksual seperti yang dilakukan Hapsari, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berharga untuk dieksplorasi. Pertama, bagaimana inisiatif pemulihan berbasis komunitas dapat secara efektif berintegrasi dengan kebijakan formal dan kerangka hukum negara, guna memastikan perlindungan dan pemulihan yang komprehensif serta berkelanjutan bagi korban di seluruh wilayah Indonesia? Penelitian ini dapat mengkaji mekanisme sinergi terbaik antara organisasi akar rumput, pemerintah daerah, dan lembaga penegak hukum, serta hambatan dan peluang dalam membentuk kebijakan yang lebih berpihak pada korban dan tidak diskriminatif. Kedua, mengingat fokus pada pemberdayaan korban agar mandiri, penting untuk meneliti keberlanjutan dampak pemulihan berbasis komunitas dalam jangka panjang. Bagaimana model ini memastikan korban tetap berdaya dan sejahtera, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi, bertahun-tahun setelah mendapatkan dukungan awal, dan faktor-faktor apa yang paling berkontribusi pada resiliensi jangka panjang mereka? Studi ini bisa melibatkan pelacakan longitudinal terhadap para penyintas. Terakhir, dengan mempertimbangkan keberhasilan model Hapsari di konteks spesifik Sumatera Utara, akan menarik untuk melakukan studi komparatif guna memahami sejauh mana model pemulihan berbasis komunitas semacam ini dapat direplikasi atau diadaptasi secara efektif di daerah lain dengan karakteristik sosial budaya dan dukungan kelembagaan yang berbeda. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi variabel kunci kesuksesan dan merumuskan panduan implementasi yang lebih luas untuk model serupa di seluruh negeri, memastikan relevansi dan efektivitasnya di berbagai lingkungan.. Pemulihan bertujuan untuk membantu korban kekerasan seksual memahami respons yang tepat dalam kondisi traumatis, memberdayakan mereka untuk mengambil keputusan mandiri, dan sangat bergantung pada empat faktor utama.dukungan keluarga, kemandirian ekonomi, dukungan spiritual, serta partisipasi sosial dan komunitas.Proses pemulihan ini membutuhkan partisipasi dan sinergi antara pemerintah, institusi, dan komunitas, dengan pemulihan berbasis komunitas menunjukkan karakteristik kontekstual, berkelanjutan, dan didorong oleh masyarakat itu sendiri.Peran aktif komunitas, termasuk penyediaan dukungan, bantuan, dan kesempatan untuk bersosialisasi tanpa diskriminasi, sangat penting untuk memperkuat korban, membangun kembali kepercayaan diri mereka, dan mengintegrasikan mereka kembali sebagai bagian dari aktivitas komunitas, bahkan hingga menjadi paralegal untuk membantu korban lain Korban kekerasan seksual mengalami kekerasan secara fisik, psikologis, ekonomi, dan sosial. Hal itu yang menyebabkan trauma dan mengancam kehidupan mereka. Namun, sampai saat ini belum ada kebijakan yang mendukung proses pemulihan korban kekerasan seksual. Untuk itu, didirikan organisasi Hapsari yang mendukung layanan berbasis komunitas untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak, melindungi korban, dan mengumpulkan dukungan untuk keberlangsungan layanan pemulihan korban kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai teknik pengambilan data. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari perempuan dan anak di Sumatera Utara. Penelitian ini menemukan bahwa upaya pemulihan berbasis komunitas seperti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-0d87d.webp" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-0d87d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-0d87d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-0d87d.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" alt="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" alt="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-8b1fb.webp" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-8b1fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-8b1fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-8b1fb.webp 1x" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" alt="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50248-korban-kekerasan-peran-aktif-kekeras" title="JURIS - Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari" target="_blank">Community-Based Recovery for Sexual Violence Victims: The Case of Hapsari</a>: Melihat pentingnya pemulihan berbasis komunitas bagi korban kekerasan seksual seperti yang dilakukan Hapsari, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berharga untuk dieksplorasi. Pertama, bagaimana inisiatif pemulihan berbasis komunitas dapat secara efektif berintegrasi dengan kebijakan formal dan kerangka hukum negara, guna memastikan perlindungan dan pemulihan yang komprehensif serta berkelanjutan bagi korban di seluruh wilayah Indonesia? Penelitian ini dapat mengkaji mekanisme sinergi terbaik antara organisasi akar rumput, pemerintah daerah, dan lembaga penegak hukum, serta hambatan dan peluang dalam membentuk kebijakan yang lebih berpihak pada korban dan tidak diskriminatif. Kedua, mengingat fokus pada pemberdayaan korban agar mandiri, penting untuk meneliti keberlanjutan dampak pemulihan berbasis komunitas dalam jangka panjang. Bagaimana model ini memastikan korban tetap berdaya dan sejahtera, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi, bertahun-tahun setelah mendapatkan dukungan awal, dan faktor-faktor apa yang paling berkontribusi pada resiliensi jangka panjang mereka? Studi ini bisa melibatkan pelacakan longitudinal terhadap para penyintas. Terakhir, dengan mempertimbangkan keberhasilan model Hapsari di konteks spesifik Sumatera Utara, akan menarik untuk melakukan studi komparatif guna memahami sejauh mana model pemulihan berbasis komunitas semacam ini dapat direplikasi atau diadaptasi secara efektif di daerah lain dengan karakteristik sosial budaya dan dukungan kelembagaan yang berbeda. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi variabel kunci kesuksesan dan merumuskan panduan implementasi yang lebih luas untuk model serupa di seluruh negeri, memastikan relevansi dan efektivitasnya di berbagai lingkungan..
<br>Pemulihan bertujuan untuk membantu korban kekerasan seksual memahami respons yang tepat dalam kondisi traumatis, memberdayakan mereka untuk mengambil keputusan mandiri, dan sangat bergantung pada empat faktor utama.dukungan keluarga, kemandirian ekonomi, dukungan spiritual, serta partisipasi sosial dan komunitas.Proses pemulihan ini membutuhkan partisipasi dan sinergi antara pemerintah, institusi, dan komunitas, dengan pemulihan berbasis komunitas menunjukkan karakteristik kontekstual, berkelanjutan, dan didorong oleh masyarakat itu sendiri.Peran aktif komunitas, termasuk penyediaan dukungan, bantuan, dan kesempatan untuk bersosialisasi tanpa diskriminasi, sangat penting untuk memperkuat korban, membangun kembali kepercayaan diri mereka, dan mengintegrasikan mereka kembali sebagai bagian dari aktivitas komunitas, bahkan hingga menjadi paralegal untuk membantu korban lain
<br>Korban kekerasan seksual mengalami kekerasan secara fisik, psikologis, ekonomi, dan sosial. Hal itu yang menyebabkan trauma dan mengancam kehidupan mereka. Namun, sampai saat ini belum ada kebijakan yang mendukung proses pemulihan korban kekerasan seksual. Untuk itu, didirikan organisasi Hapsari yang mendukung layanan berbasis komunitas untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak, melindungi korban, dan mengumpulkan dukungan untuk keberlangsungan layanan pemulihan korban kekerasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai teknik pengambilan data. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari perempuan dan anak di Sumatera Utara. Penelitian ini menemukan bahwa upaya pemulihan berbasis komunitas seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp" type="image/webp" length="41796" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-0d87d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-4a7f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/korban-kekerasan-peran-aktif-seksual-hak-pemulihan-thumb-8b1fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-622-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-118-ahkam-jurnal-ilmu-syariah.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z Mental Health sebagai Variabel Mediasi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z Mental Health sebagai Variabel Mediasi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z Mental Health sebagai Variabel Mediasi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50245-mental-health-supporting-gene</link>
	<guid isPermaLink="false">b4f85e6e38f184b698c8dd86e07b18c9</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:46:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan sampel menjadi lebih beragam sektor dan wilayah, sehingga temuan dapat digeneralisasi ke populasi Generasi Z di Indonesia. Selain itu, studi kualitatif seperti wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi: Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan sampel menjadi lebih beragam sektor dan wilayah, sehingga temuan dapat digeneralisasi ke populasi Generasi Z di Indonesia. Selain itu, studi kualitatif seperti wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali faktor budaya, persepsi, dan mekanisme psikologis yang memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kesehatan mental, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi produktivitas. Terakhir, eksperimen intervensi berbasis kebijakan dapat dievaluasi secara longitudinal untuk menilai efektivitas program peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kesejahteraan mental dalam meningkatkan produktivitas jangka panjang.. Lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja secara signifikan meningkatkan kesehatan mental Generasi Z, yang kemudian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental berfungsi sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kondisi kerja dan produktivitas.Kebijakan organisasi harus menempatkan kesehatan mental sebagai komponen strategis untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan Penelitian ini menginvestigasi pengaruh lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas kerja individu pada Generasi Z, dengan kesehatan mental sebagai variabel mediasi dalam model struktural. Generasi Z, sebagai kelompok demografis yang kian mendominasi angkatan kerja, menunjukkan karakteristik psikososial yang menuntut pendekatan manajerial yang adaptif, khususnya terkait kesejahteraan psikologis di tempat kerja. Sampel terdiri dari 161 responden yang bekerja di berbagai sektor industri di Indonesia, diperoleh melalui teknik penentuan sampel berdasarkan rumus Lemeshow untuk populasi yang tidak terdefinisi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-73671.webp" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-73671.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-73671.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-73671.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" alt="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-58aa0.webp" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-58aa0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-58aa0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-58aa0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" alt="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" alt="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50245-mental-health-supporting-gene" title="JURIS - Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi" target="_blank">Pengaruh Work Environment dan Quality of Work Life terhadap Work Productivity Generasi Z: Mental Health sebagai Variabel Mediasi</a>: Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan sampel menjadi lebih beragam sektor dan wilayah, sehingga temuan dapat digeneralisasi ke populasi Generasi Z di Indonesia. Selain itu, studi kualitatif seperti wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali faktor budaya, persepsi, dan mekanisme psikologis yang memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kesehatan mental, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi produktivitas. Terakhir, eksperimen intervensi berbasis kebijakan dapat dievaluasi secara longitudinal untuk menilai efektivitas program peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kesejahteraan mental dalam meningkatkan produktivitas jangka panjang..
<br>Lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja secara signifikan meningkatkan kesehatan mental Generasi Z, yang kemudian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental berfungsi sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kondisi kerja dan produktivitas.Kebijakan organisasi harus menempatkan kesehatan mental sebagai komponen strategis untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan
<br>Penelitian ini menginvestigasi pengaruh lingkungan kerja dan kualitas kehidupan kerja terhadap produktivitas kerja individu pada Generasi Z, dengan kesehatan mental sebagai variabel mediasi dalam model struktural. Generasi Z, sebagai kelompok demografis yang kian mendominasi angkatan kerja, menunjukkan karakteristik psikososial yang menuntut pendekatan manajerial yang adaptif, khususnya terkait kesejahteraan psikologis di tempat kerja. Sampel terdiri dari 161 responden yang bekerja di berbagai sektor industri di Indonesia, diperoleh melalui teknik penentuan sampel berdasarkan rumus Lemeshow untuk populasi yang tidak terdefinisi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp" type="image/webp" length="105664" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-73671.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-58aa0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/mental-health-supporting-generasi-kesehatan-layana-thumb-866ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50241-kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang</link>
	<guid isPermaLink="false">86d10344aaeaddac189dc64105290f20</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:44:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan performa atletik dan menjaga kesehatan atlet dalam jangka panjang, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan model periodisasi yang lebih responsif dan individual. Integrasi teknologi pemantauan seperti HRV dan GPS dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan: Untuk meningkatkan performa atletik dan menjaga kesehatan atlet dalam jangka panjang, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan model periodisasi yang lebih responsif dan individual. Integrasi teknologi pemantauan seperti HRV dan GPS dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan program latihan secara real-time, sehingga pelatih dapat merespons kondisi atlet secara lebih akurat. Selain itu, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang menyelidiki dampak kumulatif periodisasi berbasis teknologi dalam jangka panjang. Penelitian interdisipliner yang menggabungkan ilmu fisiologi, psikologi olahraga, dan teknologi digital dapat menjadi kunci inovasi dalam model periodisasi. Dengan demikian, atlet elit dapat mencapai performa puncak secara optimal dan berkelanjutan.. Berdasarkan sintesis literatur yang telah dianalisis, periodisasi latihan fisik terbukti sebagai pendekatan fundamental dalam optimalisasi performa atlet elit.Model block periodization dan non-linear periodization menonjol sebagai strategi paling adaptif dan efektif, dengan bukti empiris yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas aerobik (8Ae12%) dan kekuatan otot (6Ae10%) dibandingkan model linear konvensional.Keberhasilan model-model ini terletak pada kemampuannya mengatur variasi beban latihan secara sistematis sambil memfasilitasi pemulihan fisiologis yang memadai.Fase-fase dalam periodisasi dirancang untuk menghindari akumulasi kelelahan berlebih dan mendukung adaptasi jangka panjang, sehingga memungkinkan atlet mencapai puncak performa secara tepat waktu.Dengan demikian, periodisasi bukan hanya merupakan struktur pelatihan, tetapi suatu sistem manajemen stres biologis yang berbasis bukti dan terukur.Di sisi lain, kemajuan teknologi telah memperkuat efektivitas periodisasi melalui integrasi alat pemantauan seperti Heart Rate Variability (HRV), sistem GPS, dan sensor biometrik lainnya.Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data fisiologis secara real-time yang dapat digunakan untuk menyesuaikan intensitas latihan secara personal dan responsif terhadap kondisi atlet.Meskipun demikian, literatur juga mencatat bahwa pemanfaatan teknologi ini belum merata, terutama di lingkungan olahraga dengan keterbatasan sumber daya, serta minimnya penelitian longitudinal yang mendalami dampak kumulatif periodisasi berbasis teknologi.Oleh karena itu, arah penelitian ke depan perlu difokuskan pada pengembangan sistem pelatihan yang bersifat individual, adaptif, dan berbasis data jangka panjang, guna menjawab kebutuhan atlet modern yang semakin kompleks.Secara keseluruhan, kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah bahwa periodisasi yang dirancang secara fleksibel, didukung oleh data objektif, dan dilaksanakan secara berkelanjutan berpotensi besar dalam meningkatkan performa atletik sekaligus menjaga kesehatan dan ketahanan atlet dalam jangka panjang Periodisasi latihan fisik merupakan pendekatan ilmiah yang bertujuan mengatur beban, volume, dan intensitas latihan secara sistematis untuk mencapai performa puncak atlet elit serta meminimalkan risiko cedera. Studi ini melakukan telaah pustaka terhadap 45 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, mencakup model-model periodisasi, respons fisiologis terhadap latihan, dan integrasi teknologi dalam proses pembinaan atlet. Hasil kajian menunjukkan bahwa block periodization dan non-linear periodization merupakan dua pendekatan yang paling efektif, terbukti mampu meningkatkan kapasitas aerobik hingga 10% dan kekuatan otot sekitar 8% pada atlet tingkat tinggi. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan seperti Heart Rate Variability (HRV) dan Global Positioning System (GPS) memberikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp 1x" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" alt="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-05656.webp" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-05656.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-05656.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-05656.webp 1x" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" alt="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-02d0e.webp" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-02d0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-02d0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-02d0e.webp 1x" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" alt="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50241-kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang" title="JURIS - Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan" target="_blank">Periode Pelatihan Fisik untuk Atlet Elit: Konsep Saat Ini dan Arah Masa Depan</a>: Untuk meningkatkan performa atletik dan menjaga kesehatan atlet dalam jangka panjang, penelitian masa depan dapat berfokus pada pengembangan model periodisasi yang lebih responsif dan individual. Integrasi teknologi pemantauan seperti HRV dan GPS dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan program latihan secara real-time, sehingga pelatih dapat merespons kondisi atlet secara lebih akurat. Selain itu, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang menyelidiki dampak kumulatif periodisasi berbasis teknologi dalam jangka panjang. Penelitian interdisipliner yang menggabungkan ilmu fisiologi, psikologi olahraga, dan teknologi digital dapat menjadi kunci inovasi dalam model periodisasi. Dengan demikian, atlet elit dapat mencapai performa puncak secara optimal dan berkelanjutan..
<br>Berdasarkan sintesis literatur yang telah dianalisis, periodisasi latihan fisik terbukti sebagai pendekatan fundamental dalam optimalisasi performa atlet elit.Model block periodization dan non-linear periodization menonjol sebagai strategi paling adaptif dan efektif, dengan bukti empiris yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas aerobik (8Ae12%) dan kekuatan otot (6Ae10%) dibandingkan model linear konvensional.Keberhasilan model-model ini terletak pada kemampuannya mengatur variasi beban latihan secara sistematis sambil memfasilitasi pemulihan fisiologis yang memadai.Fase-fase dalam periodisasi dirancang untuk menghindari akumulasi kelelahan berlebih dan mendukung adaptasi jangka panjang, sehingga memungkinkan atlet mencapai puncak performa secara tepat waktu.Dengan demikian, periodisasi bukan hanya merupakan struktur pelatihan, tetapi suatu sistem manajemen stres biologis yang berbasis bukti dan terukur.Di sisi lain, kemajuan teknologi telah memperkuat efektivitas periodisasi melalui integrasi alat pemantauan seperti Heart Rate Variability (HRV), sistem GPS, dan sensor biometrik lainnya.Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data fisiologis secara real-time yang dapat digunakan untuk menyesuaikan intensitas latihan secara personal dan responsif terhadap kondisi atlet.Meskipun demikian, literatur juga mencatat bahwa pemanfaatan teknologi ini belum merata, terutama di lingkungan olahraga dengan keterbatasan sumber daya, serta minimnya penelitian longitudinal yang mendalami dampak kumulatif periodisasi berbasis teknologi.Oleh karena itu, arah penelitian ke depan perlu difokuskan pada pengembangan sistem pelatihan yang bersifat individual, adaptif, dan berbasis data jangka panjang, guna menjawab kebutuhan atlet modern yang semakin kompleks.Secara keseluruhan, kesimpulan utama yang dapat ditarik adalah bahwa periodisasi yang dirancang secara fleksibel, didukung oleh data objektif, dan dilaksanakan secara berkelanjutan berpotensi besar dalam meningkatkan performa atletik sekaligus menjaga kesehatan dan ketahanan atlet dalam jangka panjang
<br>Periodisasi latihan fisik merupakan pendekatan ilmiah yang bertujuan mengatur beban, volume, dan intensitas latihan secara sistematis untuk mencapai performa puncak atlet elit serta meminimalkan risiko cedera. Studi ini melakukan telaah pustaka terhadap 45 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, mencakup model-model periodisasi, respons fisiologis terhadap latihan, dan integrasi teknologi dalam proses pembinaan atlet. Hasil kajian menunjukkan bahwa block periodization dan non-linear periodization merupakan dua pendekatan yang paling efektif, terbukti mampu meningkatkan kapasitas aerobik hingga 10% dan kekuatan otot sekitar 8% pada atlet tingkat tinggi. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan seperti Heart Rate Variability (HRV) dan Global Positioning System (GPS) memberikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp" type="image/webp" length="79450" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-2f58c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-05656.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/kapasitas-aerobik-atlet-performa-cabang-olahraga-a-thumb-02d0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia Family Planning Program Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia Family Planning Program Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia Family Planning Program Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50254-hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-indonesia</link>
	<guid isPermaLink="false">ba6431aeca3afa614c31719875eeb416</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:39:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 7 vero cells ]]></category>
	<category><![CDATA[ policy brief ]]></category>
	<category><![CDATA[ obati sembuh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,brief,cells,obati,policy,sembuh,vero]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan populasi era Suharto, terutama bagaimana faktor-faktor ini terus memengaruhi pola kesuburan dan perkawinan di Indonesia pasca-Suharto, serta kebijakan baru ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?: Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan populasi era Suharto, terutama bagaimana faktor-faktor ini terus memengaruhi pola kesuburan dan perkawinan di Indonesia pasca-Suharto, serta kebijakan baru apa saja yang muncul dan berkontribusi pada tren demografi saat ini. Mengingat adanya temuan bahwa pernikahan dini masih lazim di beberapa kelompok etnis, sebuah studi komparatif yang lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor budaya, agama, atau sosial-ekonomi yang membuat kelompok-kelompok tersebut resisten terhadap tren nasional. Misalnya, penelitian dapat menginvestigasi mengapa kelompok seperti suku Priangan di Jawa Barat atau Madura di Jawa Timur masih cenderung menikah muda, meskipun ada peningkatan pendidikan dan Undang-Undang Perkawinan 1974. Selain itu, penelitian di masa mendatang juga bisa memanfaatkan pendekatan kualitatif untuk memahami lebih baik proses pengambilan keputusan individu dan keluarga terkait ukuran keluarga dan waktu pernikahan. Ini akan melibatkan wawancara mendalam atau fokus grup untuk mengeksplorasi bagaimana individu menyelaraskan nilai-nilai tradisional dengan peluang modern dan kebijakan pemerintah, memberikan nuansa yang lebih kaya tentang motivasi di balik pilihan demografi mereka. Studi semacam ini akan membantu pemerintah dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih peka budaya dan efektif.. Kebijakan populasi era Suharto, yang meliputi program keluarga berencana, undang-undang perkawinan, dan wajib belajar, secara signifikan berkontribusi pada penurunan angka kesuburan di Indonesia dan perubahan pola pernikahan.Program keluarga berencana yang masif, didukung oleh pembangunan sosial melalui pendidikan dan penegakan hukum, berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang ukuran keluarga dan menunda usia pernikahan.Meskipun Undang-Undang Perkawinan 1974 berperan sebagai akselerator, pendidikan tetap menjadi pendorong utama peningkatan usia perkawinan pertama, memungkinkan wanita memiliki kesempatan lebih luas di luar ranah domestik Angka kesuburan di Indonesia telah menurun secara signifikan, dari rata-rata total angka kesuburan 5,6 anak per wanita pada tahun 1970-an menjadi 4,1 pada tahun 1980, dan 2,6 pada tahun 2010. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebijakan populasi Suharto mana dan bagaimana peranannya dalam penurunan kesuburan di Indonesia. Meskipun adopsi kontrasepsi modern dianggap sebagai penentu utama penurunan kesuburan di Indonesia, perubahan tatanan politik dan pembangunan sosial-ekonomi Indonesia juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap norma-norma kekeluargaan masyarakat Indonesia. Implementasi wajib belajar 9 tahun telah meletakkan fondasi yang kuat bagi modal manusia Indonesia di masa depan dan memungkinkan wanita memperoleh... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp 1x" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" alt="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-9ec59.webp" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-9ec59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-9ec59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-9ec59.webp 1x" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" alt="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-989a5.webp" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-989a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-989a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-989a5.webp 1x" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" alt="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50254-hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-indonesia" title="JURIS - SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?" target="_blank">SuhartoAos Population Policy In Contemporary Indonesia: Family Planning Program, Marriage Act Or Compulsory Education Has The Greatest Impact To Fertility Decline?</a>: Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan populasi era Suharto, terutama bagaimana faktor-faktor ini terus memengaruhi pola kesuburan dan perkawinan di Indonesia pasca-Suharto, serta kebijakan baru apa saja yang muncul dan berkontribusi pada tren demografi saat ini. Mengingat adanya temuan bahwa pernikahan dini masih lazim di beberapa kelompok etnis, sebuah studi komparatif yang lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor budaya, agama, atau sosial-ekonomi yang membuat kelompok-kelompok tersebut resisten terhadap tren nasional. Misalnya, penelitian dapat menginvestigasi mengapa kelompok seperti suku Priangan di Jawa Barat atau Madura di Jawa Timur masih cenderung menikah muda, meskipun ada peningkatan pendidikan dan Undang-Undang Perkawinan 1974. Selain itu, penelitian di masa mendatang juga bisa memanfaatkan pendekatan kualitatif untuk memahami lebih baik proses pengambilan keputusan individu dan keluarga terkait ukuran keluarga dan waktu pernikahan. Ini akan melibatkan wawancara mendalam atau fokus grup untuk mengeksplorasi bagaimana individu menyelaraskan nilai-nilai tradisional dengan peluang modern dan kebijakan pemerintah, memberikan nuansa yang lebih kaya tentang motivasi di balik pilihan demografi mereka. Studi semacam ini akan membantu pemerintah dan pembuat kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih peka budaya dan efektif..
<br>Kebijakan populasi era Suharto, yang meliputi program keluarga berencana, undang-undang perkawinan, dan wajib belajar, secara signifikan berkontribusi pada penurunan angka kesuburan di Indonesia dan perubahan pola pernikahan.Program keluarga berencana yang masif, didukung oleh pembangunan sosial melalui pendidikan dan penegakan hukum, berhasil mengubah persepsi masyarakat tentang ukuran keluarga dan menunda usia pernikahan.Meskipun Undang-Undang Perkawinan 1974 berperan sebagai akselerator, pendidikan tetap menjadi pendorong utama peningkatan usia perkawinan pertama, memungkinkan wanita memiliki kesempatan lebih luas di luar ranah domestik
<br>Angka kesuburan di Indonesia telah menurun secara signifikan, dari rata-rata total angka kesuburan 5,6 anak per wanita pada tahun 1970-an menjadi 4,1 pada tahun 1980, dan 2,6 pada tahun 2010. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebijakan populasi Suharto mana dan bagaimana peranannya dalam penurunan kesuburan di Indonesia. Meskipun adopsi kontrasepsi modern dianggap sebagai penentu utama penurunan kesuburan di Indonesia, perubahan tatanan politik dan pembangunan sosial-ekonomi Indonesia juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap norma-norma kekeluargaan masyarakat Indonesia. Implementasi wajib belajar 9 tahun telah meletakkan fondasi yang kuat bagi modal manusia Indonesia di masa depan dan memungkinkan wanita memperoleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp" type="image/webp" length="91260" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-eace7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-9ec59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/hak-reproduksi-wanita-kebijakan-populasi-kontempor-thumb-989a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-816-stikbar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3242-public-health-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Healthcare In Crisis Accessibility Challenges For Flood Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Healthcare In Crisis Accessibility Challenges For Flood Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Healthcare In Crisis Accessibility Challenges For Flood Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50250-banjir-kilat-rawan-daerah-banj</link>
	<guid isPermaLink="false">9a885ae9444cd07a84a70b7843905bee</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:37:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ 7 vero cells ]]></category>
	<category><![CDATA[ policy brief ]]></category>
	<category><![CDATA[ obati sembuh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[7,brief,cells,obati,policy,sembuh,vero]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, meneliti efektivitas model layanan kesehatan berbasis komunitas yang digunakan oleh Yayasan Sajida dengan menilai kepatuhan jangka panjang dan pengurangan kasus penyakit menular di wilayah rawan banjir; pertanyaan penelitian: Bagaimana keberlanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh: Pertama, meneliti efektivitas model layanan kesehatan berbasis komunitas yang digunakan oleh Yayasan Sajida dengan menilai kepatuhan jangka panjang dan pengurangan kasus penyakit menular di wilayah rawan banjir; pertanyaan penelitian: Bagaimana keberlanjutan model kesehatan berbasis wilayah dapat mempengaruhi tingkat infeksi diare setelah periode 12 bulan pasca-banjir? Kedua, mengeksplorasi peran teknologi telemedis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah terpencil selama krisis banjir, termasuk studi kasus penggunaan aplikasi mobile untuk diagnosis awal dan pengiriman obat; pertanyaan: Apakah intervensi telemedis dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien di komunitas pedesaan yang terkena banjir? Ketiga, menilai dampak kebijakan multisektoral yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur air dan sanitasi, perumahan tahan banjir, serta pelatihan kesehatan dasar pada tingkat deteksi dan penanganan penyakit kronis seperti hipertensi; pertanyaan: Sejauh mana integrasi layanan kesehatan dan infrastruktur ketahanan banjir dapat menurunkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 20Ae60 tahun setelah 24 bulan intervensi?. Studi ini menegaskan dampak dahsyat banjir kilat yang didorong oleh perubahan iklim terhadap akses kesehatan di Sunamganj, Bangladesh.Penyakit paling umum adalah diare, sementara hipertensi juga menimbulkan beban signifikan.Pola kesehatan berdasarkan usia dan jenis kelamin menyoroti kebutuhan akan intervensi yang disesuaikan.Banjir secara parah mengganggu hunian, sumber air, dan akses kesehatan, memperparah kerentanan.Pendekatan rehabilitasi Yayasan Sajida menjadi model yang berharga, meskipun masih ada hambatan seperti keterbatasan akses ke pusat kesehatan dan kualitas obat yang memadai Latar belakang: Perubahan iklim telah memperburuk frekuensi dan dampak banjir kilat, mengancam jutaan nyawa melalui gangguan mata pencaharian, kerusakan properti, dan peningkatan penyakit berbasis air. Sebagai respons atas banjir kilat mematikan di distrik Sunamganj, Bangladesh, Yayasan Sajida, sebuah organisasi nirlaba, melaksanakan program rehabilitasi pasca-banjir untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dan pelajaran yang dipetik dari respons kesehatan yang disediakan selama program rehabilitasi di Sunamganj.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-0aafe.webp" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-0aafe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-0aafe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-0aafe.webp 1x" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" alt="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp 1x" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" alt="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-dadd4.webp" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-dadd4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-dadd4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-dadd4.webp 1x" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" alt="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50250-banjir-kilat-rawan-daerah-banj" title="JURIS - Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh" target="_blank">Healthcare In Crisis: Accessibility Challenges For Flood-Affected Rural Communities In Sunamganj District Of Bangladesh</a>: Pertama, meneliti efektivitas model layanan kesehatan berbasis komunitas yang digunakan oleh Yayasan Sajida dengan menilai kepatuhan jangka panjang dan pengurangan kasus penyakit menular di wilayah rawan banjir; pertanyaan penelitian: Bagaimana keberlanjutan model kesehatan berbasis wilayah dapat mempengaruhi tingkat infeksi diare setelah periode 12 bulan pasca-banjir? Kedua, mengeksplorasi peran teknologi telemedis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah terpencil selama krisis banjir, termasuk studi kasus penggunaan aplikasi mobile untuk diagnosis awal dan pengiriman obat; pertanyaan: Apakah intervensi telemedis dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien di komunitas pedesaan yang terkena banjir? Ketiga, menilai dampak kebijakan multisektoral yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur air dan sanitasi, perumahan tahan banjir, serta pelatihan kesehatan dasar pada tingkat deteksi dan penanganan penyakit kronis seperti hipertensi; pertanyaan: Sejauh mana integrasi layanan kesehatan dan infrastruktur ketahanan banjir dapat menurunkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia 20Ae60 tahun setelah 24 bulan intervensi?.
<br>Studi ini menegaskan dampak dahsyat banjir kilat yang didorong oleh perubahan iklim terhadap akses kesehatan di Sunamganj, Bangladesh.Penyakit paling umum adalah diare, sementara hipertensi juga menimbulkan beban signifikan.Pola kesehatan berdasarkan usia dan jenis kelamin menyoroti kebutuhan akan intervensi yang disesuaikan.Banjir secara parah mengganggu hunian, sumber air, dan akses kesehatan, memperparah kerentanan.Pendekatan rehabilitasi Yayasan Sajida menjadi model yang berharga, meskipun masih ada hambatan seperti keterbatasan akses ke pusat kesehatan dan kualitas obat yang memadai
<br>Latar belakang: Perubahan iklim telah memperburuk frekuensi dan dampak banjir kilat, mengancam jutaan nyawa melalui gangguan mata pencaharian, kerusakan properti, dan peningkatan penyakit berbasis air. Sebagai respons atas banjir kilat mematikan di distrik Sunamganj, Bangladesh, Yayasan Sajida, sebuah organisasi nirlaba, melaksanakan program rehabilitasi pasca-banjir untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan mengeksplorasi tantangan dan pelajaran yang dipetik dari respons kesehatan yang disediakan selama program rehabilitasi di Sunamganj....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp" type="image/webp" length="82172" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-0aafe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-9686a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/banjir-kilat-rawan-daerah-kesehatan-masyarakat-reh-thumb-dadd4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-816-stikbar.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3242-public-health-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50231-nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro</link>
	<guid isPermaLink="false">ffef4a4645b7cbb1f1d8171f7a98dac0</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:32:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mila suryani ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti maulida ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,maulida,mila,siti,studi,suryani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan penelitian dengan metode eksperimental untuk membandingkan efektivitas berbagai modalitas fisioterapi dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada kasus Cervical Root Syndrome. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan penelitian dengan metode eksperimental untuk membandingkan efektivitas berbagai modalitas fisioterapi dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada kasus Cervical Root Syndrome. 2. Meneliti lebih lanjut tentang mekanisme kerja dan efek jangka panjang dari kombinasi modalitas fisioterapi yang digunakan dalam penelitian ini, terutama dalam hal perbaikan aktivitas fungsional pasien. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi respons individu terhadap terapi fisioterapi, seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya, untuk mengembangkan strategi penanganan yang lebih personal dan efektif.. Disimpulkan bawa pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation, Microwave Diathermy dan Exercise Therapy pada Ny.TD usia 45 tahun dengan keluhan utama adanya rasa nyeri yang menjalar dari leher dan timbul rasa kesemutan pada area jari tengah tangan kiri bahwa dengan modalitas yang digunakan dapat mengurangi nyeri, meningkatkan range of motion, kekuatan otot dan aktivitas fungsional.Setelah diberikan 6 kali dan didapatkan hasil yang signifikan dan sudah tertera diatas Latar belakang: Cervical Root Syndrome adalah kondisi tubuh dalam posisi abnormal akibat tekanan pada akar saraf serviks akibat trauma atau tertekan diskus intervertebralis di leher. Faktor penyebab nyeri, yaitu peradangan, trauma, pengapuran sendi, nyeri myofascial, spasme, serta proses degeneratif. Prevalensi penderita 16,6% orang berumur mengalami ketidaknyamanan di leher pertahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-6ab00.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-6ab00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-6ab00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-6ab00.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-a7a3d.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-a7a3d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-a7a3d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-a7a3d.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50231-nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan" target="_blank">Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cervical Root Syndrome Menggunakan Modalitas Tens MWD dan Terapi Latihan</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan penelitian dengan metode eksperimental untuk membandingkan efektivitas berbagai modalitas fisioterapi dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pada kasus Cervical Root Syndrome. 2. Meneliti lebih lanjut tentang mekanisme kerja dan efek jangka panjang dari kombinasi modalitas fisioterapi yang digunakan dalam penelitian ini, terutama dalam hal perbaikan aktivitas fungsional pasien. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi respons individu terhadap terapi fisioterapi, seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya, untuk mengembangkan strategi penanganan yang lebih personal dan efektif..
<br>Disimpulkan bawa pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation, Microwave Diathermy dan Exercise Therapy pada Ny.TD usia 45 tahun dengan keluhan utama adanya rasa nyeri yang menjalar dari leher dan timbul rasa kesemutan pada area jari tengah tangan kiri bahwa dengan modalitas yang digunakan dapat mengurangi nyeri, meningkatkan range of motion, kekuatan otot dan aktivitas fungsional.Setelah diberikan 6 kali dan didapatkan hasil yang signifikan dan sudah tertera diatas
<br>Latar belakang: Cervical Root Syndrome adalah kondisi tubuh dalam posisi abnormal akibat tekanan pada akar saraf serviks akibat trauma atau tertekan diskus intervertebralis di leher. Faktor penyebab nyeri, yaitu peradangan, trauma, pengapuran sendi, nyeri myofascial, spasme, serta proses degeneratif. Prevalensi penderita 16,6% orang berumur mengalami ketidaknyamanan di leher pertahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp" type="image/webp" length="86648" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-6ab00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-1a361.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/6/nyeri-myofascial-otot-cervical-root-syndrome-micro-thumb-a7a3d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50242-kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills</link>
	<guid isPermaLink="false">d51b5021b7e91dc63acc6a5de3ab55a1</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 12:07:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, meneliti bagaimana kolaborasi universitasAcindustri dapat diselaraskan melalui model pembagian tanggung jawab yang jelas dan mekanisme evaluasi berbasis hasil kerja nyata, sehingga program magang MBKM lebih relevan dengan kebutuhan industri lokal. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa: Pertama, meneliti bagaimana kolaborasi universitasAcindustri dapat diselaraskan melalui model pembagian tanggung jawab yang jelas dan mekanisme evaluasi berbasis hasil kerja nyata, sehingga program magang MBKM lebih relevan dengan kebutuhan industri lokal. Kedua, mengeksplorasi penggunaan platform digital terintegrasi untuk memfasilitasi penilaian kompetensi mahasiswa secara realActime, sehingga dosen dapat menyesuaikan kurikulum dan intervensi pembelajaran secara responsif terhadap feedback industri. Ketiga, melakukan studi longitudinal yang membandingkan kelompok mahasiswa yang terlibat intensif dalam aktivitas praktik MBKM dengan kelompok kontrol, guna mengukur dampak jangka panjang terhadap keberhasilan karier, pengembangan entrepreneurship, dan kepuasan kerja. Dengan pendekatanAcpendekatan ini, penelitian dapat memperkuat bukti empiris mengenai efektivitas MBKM serta memberi rekomendasi kebijakan yang lebih terukur dan kontekstual.. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara signifikan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui skema pembelajaran di luar kampus seperti magang industri, pertukaran pelajar, proyek sosial, riset, dan kewirausahaan.Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar autentik yang memperkuat hard skills dan soft skills, termasuk komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, adaptasi, dan berpikir kritis.Meski begitu, pelaksanaan MBKM masih menghadapi hambatan struktural dan teknis, seperti keterbatasan mitra industri, integrasi kurikulum, sumber daya dosen, serta kendala administratif, yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama semua pemangku kepentingan untuk mencapai potensi penuh program Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai langkah untuk memodernisasi pendidikan tinggi dan menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan dunia kerja. Meskipun telah banyak diadopsi di berbagai perguruan tinggi, efisiensi program ini dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa masih menjadi pertanyaan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampaknya terhadap persiapan kerja mahasiswa, baik soft skills maupun hard skills. Latar belakang menyoroti kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kebijakan MBKM diluncurkan untuk memperbaiki hal tersebut. Melalui metode literatur review komprehensif, penelitian ini menganalisis publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan studi evaluasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp 1x" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" alt="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-4a958.webp" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-4a958.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-4a958.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-4a958.webp 1x" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" alt="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-e27dd.webp" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-e27dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-e27dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-e27dd.webp 1x" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" alt="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50242-kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills" title="JURIS - Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa" target="_blank">Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Evaluasi Implementasi dan Dampaknya terhadap  Kesiapan Kerja Mahasiswa</a>: Pertama, meneliti bagaimana kolaborasi universitasAcindustri dapat diselaraskan melalui model pembagian tanggung jawab yang jelas dan mekanisme evaluasi berbasis hasil kerja nyata, sehingga program magang MBKM lebih relevan dengan kebutuhan industri lokal. Kedua, mengeksplorasi penggunaan platform digital terintegrasi untuk memfasilitasi penilaian kompetensi mahasiswa secara realActime, sehingga dosen dapat menyesuaikan kurikulum dan intervensi pembelajaran secara responsif terhadap feedback industri. Ketiga, melakukan studi longitudinal yang membandingkan kelompok mahasiswa yang terlibat intensif dalam aktivitas praktik MBKM dengan kelompok kontrol, guna mengukur dampak jangka panjang terhadap keberhasilan karier, pengembangan entrepreneurship, dan kepuasan kerja. Dengan pendekatanAcpendekatan ini, penelitian dapat memperkuat bukti empiris mengenai efektivitas MBKM serta memberi rekomendasi kebijakan yang lebih terukur dan kontekstual..
<br>Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara signifikan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa melalui skema pembelajaran di luar kampus seperti magang industri, pertukaran pelajar, proyek sosial, riset, dan kewirausahaan.Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar autentik yang memperkuat hard skills dan soft skills, termasuk komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, adaptasi, dan berpikir kritis.Meski begitu, pelaksanaan MBKM masih menghadapi hambatan struktural dan teknis, seperti keterbatasan mitra industri, integrasi kurikulum, sumber daya dosen, serta kendala administratif, yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama semua pemangku kepentingan untuk mencapai potensi penuh program
<br>Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai langkah untuk memodernisasi pendidikan tinggi dan menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan dunia kerja. Meskipun telah banyak diadopsi di berbagai perguruan tinggi, efisiensi program ini dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa masih menjadi pertanyaan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampaknya terhadap persiapan kerja mahasiswa, baik soft skills maupun hard skills. Latar belakang menyoroti kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga kebijakan MBKM diluncurkan untuk memperbaiki hal tersebut. Melalui metode literatur review komprehensif, penelitian ini menganalisis publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan studi evaluasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp" type="image/webp" length="111436" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-97633.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-4a958.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/9/kompetensi-teknis-mahasiswa-soft-skills-partisipas-thumb-e27dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3 4 Tahun di KB Adduriyah 3 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3 4 Tahun di KB Adduriyah 3 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3 4 Tahun di KB Adduriyah 3 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50246-motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi</link>
	<guid isPermaLink="false">66d0af2d8529c2e7bb8be3a61bbdb164</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:56:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, bertujuan memahami lebih luas bagaimana media balok warna dapat disesuaikan dengan budaya lokal, penelitian dapat mengeksplorasi variasi warna dan bentuk yang relevan dengan konteks masyarakat setempat dan menilai pengaruhnya terhadap motivasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun di KB Adduriyah 3: Pertama, bertujuan memahami lebih luas bagaimana media balok warna dapat disesuaikan dengan budaya lokal, penelitian dapat mengeksplorasi variasi warna dan bentuk yang relevan dengan konteks masyarakat setempat dan menilai pengaruhnya terhadap motivasi belajar anak. Kedua, mengkaji efektivitas integrasi media balok warna dengan teknologi digitalAimisalnya aplikasi interaktif berbasis tabletAiuntuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan keterlibatan anak melalui elemen gamifikasi. Ketiga, menilai dampak jangka panjang penggunaan media balok warna pada perkembangan bahasa dan kognitif anak usia dini dengan studi longitudinal, guna menilai apakah manfaatnya berlanjut hingga tahap pendidikan formal berikutnya.. Implementasi media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak usia 3Ac4 tahun dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna di KB Adduriyah 3.Hasil uji t menunjukkan perubahan positif yang terukur, sehingga media tersebut terbukti efektif.Selain pengenalan warna, media ini juga mendukung perkembangan kognitif, motorik halus, dan kreativitas anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan konkret Pendidikan anak usia dini memerlukan stimulasi tepat, salah satunya melalui pengenalan warna. Media balok warna, alat edukatif yang menggabungkan visual dan manipulatif, tidak hanya memperkenalkan warna tetapi juga mengenalkan bentuk geometri, angka, dan melatih pikiran serta memori anak. Penelitian ini menggunakan desain pretestAcposttest kuantitatif untuk menilai efektivitas media tersebut di KB Adduriyah 3. Hasil uji t menunjukkan p nilai 0,000, menegaskan bahwa penggunaan media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, media balok warna disarankan sebagai strategi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-41c4e.webp" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-41c4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-41c4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-41c4e.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" alt="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" alt="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-6d67f.webp" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-6d67f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-6d67f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-6d67f.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" alt="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50246-motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi" title="JURIS - Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3" target="_blank">Implementasi Media Balok Warna terhadap Kemampuan Mengenal Warna pada Anak Usia 3-4 Tahun  di KB Adduriyah 3</a>: Pertama, bertujuan memahami lebih luas bagaimana media balok warna dapat disesuaikan dengan budaya lokal, penelitian dapat mengeksplorasi variasi warna dan bentuk yang relevan dengan konteks masyarakat setempat dan menilai pengaruhnya terhadap motivasi belajar anak. Kedua, mengkaji efektivitas integrasi media balok warna dengan teknologi digitalAimisalnya aplikasi interaktif berbasis tabletAiuntuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan keterlibatan anak melalui elemen gamifikasi. Ketiga, menilai dampak jangka panjang penggunaan media balok warna pada perkembangan bahasa dan kognitif anak usia dini dengan studi longitudinal, guna menilai apakah manfaatnya berlanjut hingga tahap pendidikan formal berikutnya..
<br>Implementasi media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak usia 3Ac4 tahun dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna di KB Adduriyah 3.Hasil uji t menunjukkan perubahan positif yang terukur, sehingga media tersebut terbukti efektif.Selain pengenalan warna, media ini juga mendukung perkembangan kognitif, motorik halus, dan kreativitas anak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan konkret
<br>Pendidikan anak usia dini memerlukan stimulasi tepat, salah satunya melalui pengenalan warna. Media balok warna, alat edukatif yang menggabungkan visual dan manipulatif, tidak hanya memperkenalkan warna tetapi juga mengenalkan bentuk geometri, angka, dan melatih pikiran serta memori anak. Penelitian ini menggunakan desain pretestAcposttest kuantitatif untuk menilai efektivitas media tersebut di KB Adduriyah 3. Hasil uji t menunjukkan p nilai 0,000, menegaskan bahwa penggunaan media balok warna secara signifikan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, membedakan, dan menyebutkan warna, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, media balok warna disarankan sebagai strategi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp" type="image/webp" length="87606" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-41c4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-dd42c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/c/motorik-halus-anak-afektif-kognitif-teknologi-ar-k-thumb-6d67f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South east Asia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South east Asia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South east Asia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50247-asia-tenggara-tetangga-remaja-negara</link>
	<guid isPermaLink="false">f3dd53510a0da3104e95c288671f0181</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:41:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ main content ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ malang city ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,city,content,main,malang,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam faktor-faktor spesifik yang menjadi penghambat utama dalam penerapan agenda keberlanjutan Global Green and Healthy Hospital (GGHH) di rumah sakit Asia Tenggara, terutama untuk area seperti transportasi, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia: Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam faktor-faktor spesifik yang menjadi penghambat utama dalam penerapan agenda keberlanjutan Global Green and Healthy Hospital (GGHH) di rumah sakit Asia Tenggara, terutama untuk area seperti transportasi, farmasi, dan pengelolaan bahan kimia yang masih memiliki tingkat implementasi rendah. Hal ini dapat dilakukan melalui studi kualitatif komprehensif yang melibatkan wawancara mendalam dengan pihak manajemen rumah sakit, staf, dan pembuat kebijakan, guna mengidentifikasi kendala-kendala internal dan eksternal secara lebih rinci, yang meliputi aspek pengetahuan, alokasi anggaran, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis dampak dan efektivitas berbagai kebijakan atau program insentif pemerintah yang telah diterapkan di beberapa negara Asia Tenggara, seperti sertifikasi bangunan hijau di Malaysia, terhadap tingkat adopsi agenda GGHH secara keseluruhan. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk memahami bagaimana perbedaan pendekatan kebijakan ini berkontribusi pada disparitas implementasi antar negara, terutama dalam menyeimbangkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Terakhir, mengingat adanya tantangan keterbatasan finansial dan potensi konflik antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan, sangat penting untuk mengembangkan dan menguji model solusi keberlanjutan yang inovatif, berbiaya rendah, serta disesuaikan dengan konteks lokal. Penelitian ini dapat berupa proyek percontohan yang mengeksplorasi strategi praktis untuk meningkatkan implementasi agenda yang masih kurang, seperti sistem transportasi staf yang efisien dan ramah lingkungan atau praktik pengelolaan farmasi yang lebih aman, dengan tujuan untuk menyediakan panduan yang dapat direplikasi dan berkelanjutan bagi rumah sakit di kawasan ini.. Rumah sakit di Asia Tenggara menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah dalam menerapkan konsep Global Green and Healthy Hospital (GGHH), dengan hanya Filipina dan Indonesia yang memiliki rumah sakit yang mampu mengimplementasikan sepuluh agenda keberlanjutan secara penuh.Agenda keberlanjutan yang paling banyak diterapkan adalah pengelolaan limbah dari dimensi lingkungan, sedangkan transportasi dari dimensi sosial menjadi agenda yang paling sedikit diimplementasikan.Meskipun fokus dimensi keberlanjutan pemerintah di setiap negara bervariasi, dominasi pada dimensi lingkungan masih sangat terlihat, mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih seimbang Pertumbuhan rumah sakit yang meningkat di Asia Tenggara belum sejalan dengan kesadaran dan komitmen terhadap keberlanjutan fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Namun, karena kerentanan wilayah ini terhadap dampak perubahan iklim, rumah sakit di Asia Tenggara belum sepenuhnya bertransformasi menjadi rumah sakit hijau yang sehat. Studi ini membandingkan keberlanjutan setiap rumah sakit di Asia Tenggara yang merupakan anggota Global Green Healthy Hospital (GGHH) berdasarkan sepuluh agenda keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan analisis data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-a91f2.webp" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-a91f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-a91f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-a91f2.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" alt="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-21aee.webp" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-21aee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-21aee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-21aee.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" alt="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" alt="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50247-asia-tenggara-tetangga-remaja-negara" title="JURIS - Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia" target="_blank">Evaluation of Hospital Sustainability Initiatives in South-east Asia</a>: Penelitian mendatang dapat menyelidiki secara lebih mendalam faktor-faktor spesifik yang menjadi penghambat utama dalam penerapan agenda keberlanjutan Global Green and Healthy Hospital (GGHH) di rumah sakit Asia Tenggara, terutama untuk area seperti transportasi, farmasi, dan pengelolaan bahan kimia yang masih memiliki tingkat implementasi rendah. Hal ini dapat dilakukan melalui studi kualitatif komprehensif yang melibatkan wawancara mendalam dengan pihak manajemen rumah sakit, staf, dan pembuat kebijakan, guna mengidentifikasi kendala-kendala internal dan eksternal secara lebih rinci, yang meliputi aspek pengetahuan, alokasi anggaran, kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur. Selanjutnya, sebuah studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis dampak dan efektivitas berbagai kebijakan atau program insentif pemerintah yang telah diterapkan di beberapa negara Asia Tenggara, seperti sertifikasi bangunan hijau di Malaysia, terhadap tingkat adopsi agenda GGHH secara keseluruhan. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk memahami bagaimana perbedaan pendekatan kebijakan ini berkontribusi pada disparitas implementasi antar negara, terutama dalam menyeimbangkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Terakhir, mengingat adanya tantangan keterbatasan finansial dan potensi konflik antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan, sangat penting untuk mengembangkan dan menguji model solusi keberlanjutan yang inovatif, berbiaya rendah, serta disesuaikan dengan konteks lokal. Penelitian ini dapat berupa proyek percontohan yang mengeksplorasi strategi praktis untuk meningkatkan implementasi agenda yang masih kurang, seperti sistem transportasi staf yang efisien dan ramah lingkungan atau praktik pengelolaan farmasi yang lebih aman, dengan tujuan untuk menyediakan panduan yang dapat direplikasi dan berkelanjutan bagi rumah sakit di kawasan ini..
<br>Rumah sakit di Asia Tenggara menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah dalam menerapkan konsep Global Green and Healthy Hospital (GGHH), dengan hanya Filipina dan Indonesia yang memiliki rumah sakit yang mampu mengimplementasikan sepuluh agenda keberlanjutan secara penuh.Agenda keberlanjutan yang paling banyak diterapkan adalah pengelolaan limbah dari dimensi lingkungan, sedangkan transportasi dari dimensi sosial menjadi agenda yang paling sedikit diimplementasikan.Meskipun fokus dimensi keberlanjutan pemerintah di setiap negara bervariasi, dominasi pada dimensi lingkungan masih sangat terlihat, mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih seimbang
<br>Pertumbuhan rumah sakit yang meningkat di Asia Tenggara belum sejalan dengan kesadaran dan komitmen terhadap keberlanjutan fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit memegang peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Namun, karena kerentanan wilayah ini terhadap dampak perubahan iklim, rumah sakit di Asia Tenggara belum sepenuhnya bertransformasi menjadi rumah sakit hijau yang sehat. Studi ini membandingkan keberlanjutan setiap rumah sakit di Asia Tenggara yang merupakan anggota Global Green Healthy Hospital (GGHH) berdasarkan sepuluh agenda keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan analisis data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp" type="image/webp" length="136354" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-a91f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-21aee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/asia-tenggara-tetangga-remaja-negara-kawasan-pasif-thumb-802bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3126-poltekkesdepkes-sby.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13003-gema-lingkungan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50244-gux-content-marketing-satisfaction-loyalty-user-ex</link>
	<guid isPermaLink="false">009ca9d600709319ebf750c076e07fed</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:36:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan perluasan sampel dengan memasukkan game sejenis seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile untuk menghasilkan analisis komparatif yang lebih komprehensif dan valid terkait pengaruh Game User Experience ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan perluasan sampel dengan memasukkan game sejenis seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile untuk menghasilkan analisis komparatif yang lebih komprehensif dan valid terkait pengaruh Game User Experience (GUX) dan Content Marketing terhadap Satisfaction serta Loyalty pemain secara lebih generalisasi dan empiris. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada aspek psikologis dan sosial yang lebih kompleks untuk menjelaskan loyalitas pemain secara lebih holistik. Dengan demikian, studi lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami mekanisme pembentukan loyalitas dalam industri gim mobile yang kompetitif dan dinamis.. Penelitian ini secara empiris dan komprehensif menegaskan bahwa Game User Experience (GUX) dan Content Marketing merupakan determinan krusial yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan serta loyalitas pemain dalam konteks permainan digital Honor of Kings.Dimensi GUX (termasuk kemudahan navigasi, kualitas visual, dan tingkat kompleksitas tantangan) mempengaruhi persepsi kualitas interaksi yang berdampak positif terhadap kepuasan pemain.Kepuasan tersebut berfungsi sebagai mediator substansial yang menguatkan efek langsung GUX terhadap loyalitas pemain, menunjukkan bahwa pengalaman pengguna yang optimal memfasilitasi pembentukan keterikatan emosional dan komitmen jangka panjang secara berkelanjutan.Secara paralel, Content Marketing yang diterapkan dengan strategi penyajian konten yang relevan, informatif, dan menarik di berbagai kanal komunikasi mampu meningkatkan resonansi afektif serta motivasi internal pemain untuk tetap terlibat aktif dan menginisiasi advokasi merek dalam komunitas pengguna.Interaksi sinergis antara GUX dan Content Marketing menghasilkan efek komplementer yang memperkuat loyalitas sebagai outcome utama dalam ekosistem permainan digital Industri gim mobile telah berkembang menjadi sektor strategis dalam ekosistem ekonomi digital global, dengan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan industri gim. Salah satu manifestasi konkret dari dinamika ini adalah Honor of Kings (HoK), gim MOBA 5v5 besutan TiMi Studio Group, yang mencatat lebih dari 100 juta pemain aktif harian secara global. Keberhasilan HoK tidak hanya ditentukan oleh kualitas mekanika permainan, tetapi juga oleh keberhasilan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang imersif dan penerapan strategi pemasaran konten yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Game User Experience (GUX) dan Content Marketing terhadap Player Loyalty, dengan Satisfaction sebagai variabel mediasi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" alt="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-8945d.webp" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-8945d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-8945d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-8945d.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" alt="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-32e5d.webp" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-32e5d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-32e5d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-32e5d.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" alt="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50244-gux-content-marketing-satisfaction-loyalty-user-ex" title="JURIS - Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile" target="_blank">Pengaruh GUX dan Content Marketing terhadap Satisfaction dan Loyalty Pemain Game Mobile</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan perluasan sampel dengan memasukkan game sejenis seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile untuk menghasilkan analisis komparatif yang lebih komprehensif dan valid terkait pengaruh Game User Experience (GUX) dan Content Marketing terhadap Satisfaction serta Loyalty pemain secara lebih generalisasi dan empiris. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada aspek psikologis dan sosial yang lebih kompleks untuk menjelaskan loyalitas pemain secara lebih holistik. Dengan demikian, studi lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami mekanisme pembentukan loyalitas dalam industri gim mobile yang kompetitif dan dinamis..
<br>Penelitian ini secara empiris dan komprehensif menegaskan bahwa Game User Experience (GUX) dan Content Marketing merupakan determinan krusial yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepuasan serta loyalitas pemain dalam konteks permainan digital Honor of Kings.Dimensi GUX (termasuk kemudahan navigasi, kualitas visual, dan tingkat kompleksitas tantangan) mempengaruhi persepsi kualitas interaksi yang berdampak positif terhadap kepuasan pemain.Kepuasan tersebut berfungsi sebagai mediator substansial yang menguatkan efek langsung GUX terhadap loyalitas pemain, menunjukkan bahwa pengalaman pengguna yang optimal memfasilitasi pembentukan keterikatan emosional dan komitmen jangka panjang secara berkelanjutan.Secara paralel, Content Marketing yang diterapkan dengan strategi penyajian konten yang relevan, informatif, dan menarik di berbagai kanal komunikasi mampu meningkatkan resonansi afektif serta motivasi internal pemain untuk tetap terlibat aktif dan menginisiasi advokasi merek dalam komunitas pengguna.Interaksi sinergis antara GUX dan Content Marketing menghasilkan efek komplementer yang memperkuat loyalitas sebagai outcome utama dalam ekosistem permainan digital
<br>Industri gim mobile telah berkembang menjadi sektor strategis dalam ekosistem ekonomi digital global, dengan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan industri gim. Salah satu manifestasi konkret dari dinamika ini adalah Honor of Kings (HoK), gim MOBA 5v5 besutan TiMi Studio Group, yang mencatat lebih dari 100 juta pemain aktif harian secara global. Keberhasilan HoK tidak hanya ditentukan oleh kualitas mekanika permainan, tetapi juga oleh keberhasilan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang imersif dan penerapan strategi pemasaran konten yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh Game User Experience (GUX) dan Content Marketing terhadap Player Loyalty, dengan Satisfaction sebagai variabel mediasi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp" type="image/webp" length="84638" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-578cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-8945d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/gux-marketing-satisfaction-loyalty-user-experience-thumb-32e5d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50232-pasca-rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latiha</link>
	<guid isPermaLink="false">22429fd95c1bf8f3ade5c6c96e2aeb0c</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:22:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mila suryani ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti maulida ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,maulida,mila,siti,studi,suryani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam efek kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, khususnya dalam hal peningkatan kekuatan otot ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan: Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam efek kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, khususnya dalam hal peningkatan kekuatan otot dan gerak sendi. 2. Mengeksplorasi lebih lanjut mekanisme kerja dan manfaat dari masing-masing intervensi fisioterapi dalam konteks rehabilitasi pasca rekonstruksi PCL. 3. Melakukan studi komparatif antara pendekatan konservatif dan rekonstruksi bedah dalam penanganan cedera PCL, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan cedera. 4. Meneliti lebih lanjut tentang peran fisioterapi dalam mengatasi masalah nyeri, kelemahan otot, dan keterbatasan gerak pada ekstremitas bawah pasca rekonstruksi PCL, serta mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. 5. Menganalisis dampak jangka panjang dari kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, termasuk dalam hal pemulihan fungsi lutut dan kualitas hidup pasien.. Kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL dapat memberi manfaat untuk meningkatnya nilai kekuatan otot, meningkatkan gerak sendi, mengurangi nyeri, serta memperbaiki kemampuan aktivitas fungsional Abstrak: Info Artikel Riwayat Artikel: Latar belakang: Pasca rekonstruksi PCL merupakan rehabilitatif pascaoperasi pada cedera PCL yang bertujuan mengembalikan fungsi sendi lutut. Setelah operasi, pasien memerlukan penatalaksanaan fisioterapi pada fase awal rehabilitasi untuk membantu mengurangi nyeri, mengurangi keterbatasan gerak, serta meningkatkan fungsi lutut secara bertahap agar pemulihan berlangsung optimal. Tujuan: untuk mendeskripsikan penatalaksanaan fisioterapi pasca rekonstruksi pcl sinistra dengan TENS, Infrared, dan terapi latihan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui anamnesis, pemeriksaan, dan pelaksanaan fisioterapi. Hasil: Hasil menunjukkan setelah 6 kali terapi terjadi perbaikan. Nilai kekuatan otot fleksor meningkat T0: 2 menjadi T6: 3, sedangkan otot ekstensor T0:... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-32f4f.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-32f4f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-32f4f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-32f4f.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-ddf07.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-ddf07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-ddf07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-ddf07.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50232-pasca-rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latiha" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan" target="_blank">Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Rekonstruksi PCL Sinistra Dengan TENS Infrared Dan Terapi Latihan</a>: Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam efek kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, khususnya dalam hal peningkatan kekuatan otot dan gerak sendi. 2. Mengeksplorasi lebih lanjut mekanisme kerja dan manfaat dari masing-masing intervensi fisioterapi dalam konteks rehabilitasi pasca rekonstruksi PCL. 3. Melakukan studi komparatif antara pendekatan konservatif dan rekonstruksi bedah dalam penanganan cedera PCL, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan cedera. 4. Meneliti lebih lanjut tentang peran fisioterapi dalam mengatasi masalah nyeri, kelemahan otot, dan keterbatasan gerak pada ekstremitas bawah pasca rekonstruksi PCL, serta mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. 5. Menganalisis dampak jangka panjang dari kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, termasuk dalam hal pemulihan fungsi lutut dan kualitas hidup pasien..
<br>Kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL dapat memberi manfaat untuk meningkatnya nilai kekuatan otot, meningkatkan gerak sendi, mengurangi nyeri, serta memperbaiki kemampuan aktivitas fungsional
<br>Abstrak: Info Artikel Riwayat Artikel: Latar belakang: Pasca rekonstruksi PCL merupakan rehabilitatif pascaoperasi pada cedera PCL yang bertujuan mengembalikan fungsi sendi lutut. Setelah operasi, pasien memerlukan penatalaksanaan fisioterapi pada fase awal rehabilitasi untuk membantu mengurangi nyeri, mengurangi keterbatasan gerak, serta meningkatkan fungsi lutut secara bertahap agar pemulihan berlangsung optimal. Tujuan: untuk mendeskripsikan penatalaksanaan fisioterapi pasca rekonstruksi pcl sinistra dengan TENS, Infrared, dan terapi latihan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui anamnesis, pemeriksaan, dan pelaksanaan fisioterapi. Hasil: Hasil menunjukkan setelah 6 kali terapi terjadi perbaikan. Nilai kekuatan otot fleksor meningkat T0: 2 menjadi T6: 3, sedangkan otot ekstensor T0:...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp" type="image/webp" length="83326" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-32f4f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-29533.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/rekonstruksi-pcl-tens-infrared-terapi-latihan-nyer-thumb-ddf07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50239-strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga</link>
	<guid isPermaLink="false">2b9c58d493b673b57542a6eafdade1ff</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 11:09:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ricky martin ]]></category>
	<category><![CDATA[ welim hansen ]]></category>
	<category><![CDATA[ cahya adrevi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[adrevi,cahya,hansen,martin,ricky,welim]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan pertama adalah menyelidiki bagaimana sifat impulsivitas individu memoderasi pengaruh interaktivitas realActime dan insentif promosi terhadap perilaku pembelian impulsif dalam konteks live streaming, dengan menguji apakah konsumen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok: Saran penelitian lanjutan pertama adalah menyelidiki bagaimana sifat impulsivitas individu memoderasi pengaruh interaktivitas realActime dan insentif promosi terhadap perilaku pembelian impulsif dalam konteks live streaming, dengan menguji apakah konsumen yang memiliki tingkat impulsivitas tinggi lebih rentan terhadap stimulus tersebut. Kedua, penelitian dapat memperluas fokus ke platform live streaming lain seperti Instagram Live atau YouTube Shorts serta mengeksplorasi variasi kategori produk seperti elektronik atau kosmetik, untuk menguji apakah temuan model SAcOAcR yang melibatkan interaktivitas, promosi, dan kepercayaan tetap berlaku secara umum. Ketiga, studi selanjutnya dapat menambahkan variabel persepsi urgensi dan kredibilitas sumber sebagai mediator atau moderator, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis tambahan yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara stimulus pemasaran dan keputusan pembelian impulsif. Semua saran ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktorAcfaktor yang memengaruhi perilaku konsumen dalam ekosistem live commerce yang terus berkembang, serta membantu praktisi merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan etis. Dengan pendekatan yang lebih luas dan variabel yang lebih beragam, penelitian berikutnya dapat memberikan kontribusi penting bagi teori pemasaran digital dan praktik bisnis online.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaktivitas waktu nyata dan informasi insentif promosi secara signifikan memengaruhi perilaku pembelian impulsif baik secara langsung maupun melalui mediasi kepercayaan yang dipersepsikan.Kepercayaan yang dipersepsikan berperan sebagai mekanisme internal utama dalam kerangka StimulusAcOrganismAcResponse, memperkuat hubungan antara stimulus pemasaran dan respons impulsif konsumen.Temuan ini menegaskan validitas model SAcOAcR dalam konteks live commerce dan menyoroti pentingnya integrasi elemen interaktif serta promosi untuk membentuk keputusan pembelian Fenomena impulse buying yang semakin dominan dalam praktik live streaming commerce di TikTok, khususnya pada segmen produk fesion, menandai transformasi perilaku konsumen digital yang dipengaruhi oleh dinamika interaktivitas real-time dan strategi promosi berbasis insentif. Studi ini secara empiris mengkaji pengaruh real-time interactivity dan promotion incentive information terhadap impulse buying behavior, dengan perceived trust sebagai variabel mediasi yang menjelaskan jalur psikologis antara rangsangan digital dan keputusan pembelian spontan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif, data dikumpulkan dari 231 pengguna aktif TikTok di Indonesia dan dianalisis melalui metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" alt="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-b24dc.webp" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-b24dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-b24dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-b24dc.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" alt="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-7c9f5.webp" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-7c9f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-7c9f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-7c9f5.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" alt="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50239-strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga" title="JURIS - Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok" target="_blank">Pengaruh Real Time Interactivity dan Promotion Incentive Information terhadap Impulse Buying Behavior dengan Mediasi Perceived Trust Fashion di Live TikTok</a>: Saran penelitian lanjutan pertama adalah menyelidiki bagaimana sifat impulsivitas individu memoderasi pengaruh interaktivitas realActime dan insentif promosi terhadap perilaku pembelian impulsif dalam konteks live streaming, dengan menguji apakah konsumen yang memiliki tingkat impulsivitas tinggi lebih rentan terhadap stimulus tersebut. Kedua, penelitian dapat memperluas fokus ke platform live streaming lain seperti Instagram Live atau YouTube Shorts serta mengeksplorasi variasi kategori produk seperti elektronik atau kosmetik, untuk menguji apakah temuan model SAcOAcR yang melibatkan interaktivitas, promosi, dan kepercayaan tetap berlaku secara umum. Ketiga, studi selanjutnya dapat menambahkan variabel persepsi urgensi dan kredibilitas sumber sebagai mediator atau moderator, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis tambahan yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara stimulus pemasaran dan keputusan pembelian impulsif. Semua saran ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktorAcfaktor yang memengaruhi perilaku konsumen dalam ekosistem live commerce yang terus berkembang, serta membantu praktisi merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan etis. Dengan pendekatan yang lebih luas dan variabel yang lebih beragam, penelitian berikutnya dapat memberikan kontribusi penting bagi teori pemasaran digital dan praktik bisnis online..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaktivitas waktu nyata dan informasi insentif promosi secara signifikan memengaruhi perilaku pembelian impulsif baik secara langsung maupun melalui mediasi kepercayaan yang dipersepsikan.Kepercayaan yang dipersepsikan berperan sebagai mekanisme internal utama dalam kerangka StimulusAcOrganismAcResponse, memperkuat hubungan antara stimulus pemasaran dan respons impulsif konsumen.Temuan ini menegaskan validitas model SAcOAcR dalam konteks live commerce dan menyoroti pentingnya integrasi elemen interaktif serta promosi untuk membentuk keputusan pembelian
<br>Fenomena impulse buying yang semakin dominan dalam praktik live streaming commerce di TikTok, khususnya pada segmen produk fesion, menandai transformasi perilaku konsumen digital yang dipengaruhi oleh dinamika interaktivitas real-time dan strategi promosi berbasis insentif. Studi ini secara empiris mengkaji pengaruh real-time interactivity dan promotion incentive information terhadap impulse buying behavior, dengan perceived trust sebagai variabel mediasi yang menjelaskan jalur psikologis antara rangsangan digital dan keputusan pembelian spontan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif, data dikumpulkan dari 231 pengguna aktif TikTok di Indonesia dan dianalisis melalui metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp" type="image/webp" length="118080" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-1d1e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-b24dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/strategi-promosi-instagram-tiktok-memoderasi-penga-thumb-7c9f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-945-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12459-mutiara-jurnal-ilmiah-multidisiplin-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prosthetic Joint Infection ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prosthetic Joint Infection ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prosthetic Joint Infection ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50238-akurasi-diagnosis-pji-management-sta</link>
	<guid isPermaLink="false">d65a491198a58150d752114d8b604cc3</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:53:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<category><![CDATA[ state art ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[art,case,header,page,report,state]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengujian kombinasi teknik molekuler dan penanda cairan sefalus sebagai biomarker diagnostik. Studi prospektif berkelanjutan dapat menilai sensitivitas dan spesifisitas alat ini serta mengidentifikasi nilai ambang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prosthetic Joint Infection: Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengujian kombinasi teknik molekuler dan penanda cairan sefalus sebagai biomarker diagnostik. Studi prospektif berkelanjutan dapat menilai sensitivitas dan spesifisitas alat ini serta mengidentifikasi nilai ambang klinis yang dapat diadopsi dalam protokol terkini. Selain itu, uji klinis randomisasi (RCT) yang membandingkan durasi terapi antibiotik pada prosedur DAIR dan TSE akan memerlukan data yang kuat untuk menentukan interval optimal, mengingat kebutuhan penyesuaian personal. Selanjutnya, penelitian eksperimental laboratorium dapat mengevaluasi efektivitas agen antibiofilm baru pada model biofilm Staphylococcus aureus, menganalisis potensi perubahan mikrobiota dan respons imun lokal. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan ini, akan memungkinkan penyusunan pedoman terintegrasi yang memperkuat keamanan dan efektivitas pengelolaan PJI.. PJI diprediksi akan semakin banyak di masa mendatang.Diagnosis PJI masih menghadapi keterbatasan terkait penyakit antimikroba sebelumnya, kontaminasi, dan penanda inflamasi yang kurang spesifik, meskipun pendekatan molekuler menawarkan diagnosis cepat namun terpengaruh kontaminasi dan keberadaan sensitivitas.Oleh karena itu, diperlukan penelitian berkualitas tinggi untuk menentukan jalur dan durasi optimal terapi antimikroba sesuai tiap prosedur bedah, serta mengadopsi penanda cairan sefalus baru sebagai alat pendukung Jumlah kasus penanganan infeksi standoj prostetik (PJI) diproyeksikan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Diagnosis PJI bergantung pada evaluasi mikrobiologi, respons inflamasi, dan patologi. Namun, akurasi diagnosis terganggu oleh paparan sebelumnya terhadap agen antimikroba, kemungkinan kontaminasi, dan kurangnya spesifisitas penanda inflamasi. Meskipun metode pengujian baru, seperti teknik molekuler, menawarkan potensi diagnosis cepat, mereka terbatas oleh risiko kontaminasi dan tidak adanya hasil sensitivitas. Menariknya, penanda cairan sefalus yang baru muncul menunjukkan potensi sebagai alat tambahan untuk diagnosis PJI.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-0582f.webp" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-0582f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-0582f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-0582f.webp 1x" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" alt="JURIS - Prosthetic Joint Infection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-cfec3.webp" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-cfec3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-cfec3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-cfec3.webp 1x" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" alt="JURIS - Prosthetic Joint Infection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp 1x" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" alt="JURIS - Prosthetic Joint Infection" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50238-akurasi-diagnosis-pji-management-sta" title="JURIS - Prosthetic Joint Infection" target="_blank">Prosthetic Joint Infection</a>: Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengujian kombinasi teknik molekuler dan penanda cairan sefalus sebagai biomarker diagnostik. Studi prospektif berkelanjutan dapat menilai sensitivitas dan spesifisitas alat ini serta mengidentifikasi nilai ambang klinis yang dapat diadopsi dalam protokol terkini. Selain itu, uji klinis randomisasi (RCT) yang membandingkan durasi terapi antibiotik pada prosedur DAIR dan TSE akan memerlukan data yang kuat untuk menentukan interval optimal, mengingat kebutuhan penyesuaian personal. Selanjutnya, penelitian eksperimental laboratorium dapat mengevaluasi efektivitas agen antibiofilm baru pada model biofilm Staphylococcus aureus, menganalisis potensi perubahan mikrobiota dan respons imun lokal. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan ini, akan memungkinkan penyusunan pedoman terintegrasi yang memperkuat keamanan dan efektivitas pengelolaan PJI..
<br>PJI diprediksi akan semakin banyak di masa mendatang.Diagnosis PJI masih menghadapi keterbatasan terkait penyakit antimikroba sebelumnya, kontaminasi, dan penanda inflamasi yang kurang spesifik, meskipun pendekatan molekuler menawarkan diagnosis cepat namun terpengaruh kontaminasi dan keberadaan sensitivitas.Oleh karena itu, diperlukan penelitian berkualitas tinggi untuk menentukan jalur dan durasi optimal terapi antimikroba sesuai tiap prosedur bedah, serta mengadopsi penanda cairan sefalus baru sebagai alat pendukung
<br>Jumlah kasus penanganan infeksi standoj prostetik (PJI) diproyeksikan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Diagnosis PJI bergantung pada evaluasi mikrobiologi, respons inflamasi, dan patologi. Namun, akurasi diagnosis terganggu oleh paparan sebelumnya terhadap agen antimikroba, kemungkinan kontaminasi, dan kurangnya spesifisitas penanda inflamasi. Meskipun metode pengujian baru, seperti teknik molekuler, menawarkan potensi diagnosis cepat, mereka terbatas oleh risiko kontaminasi dan tidak adanya hasil sensitivitas. Menariknya, penanda cairan sefalus yang baru muncul menunjukkan potensi sebagai alat tambahan untuk diagnosis PJI....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp" type="image/webp" length="91892" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-0582f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-cfec3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/akurasi-diagnosis-pji-management-standoj-prostetik-thumb-3d59d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-6384-thehipkneejournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14645-hip-knee-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50235-manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ</link>
	<guid isPermaLink="false">d4925e4ffed0e601fad4f6656c0145ac</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:44:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ destinady k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,cross,destinady,k,report,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode pengolahan limbah domestik non-organik, seperti tutup botol plastik dan styrofoam, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam mengurangi dampak negatif terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode pengolahan limbah domestik non-organik, seperti tutup botol plastik dan styrofoam, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pemasaran dan distribusi produk kerajinan tangan berbasis limbah, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan potensi ekonomi kreatif. Terakhir, studi tentang dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan kreatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan untuk memahami manfaat pemberdayaan masyarakat dan kontribusinya terhadap gaya hidup berkelanjutan.. Berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan sampah domestik berupa tutup botol plastik dan styrofoam memiliki potensi besar sebagai bahan utama dalam pembuatan kerajinan tangan, seperti vas bunga dan bunga dekoratif.Proses pengolahan sampah ini diawali dengan pengumpulan, pemisahan, pembersihan, dan akhirnya pembuatan produk yang memiliki nilai estetika serta fungsi praktis.Selain memberikan nilai ekonomi tambahan, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah yang mencemari lingkungan.Oleh karena itu, inovasi kreatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dapat menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan sumber inspirasi dalam pengembangan produk kerajinan dari limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan Latar belakang: Studi tentang pemanfaatan sampah rumah tangga berupa tutup botol plastik dan styrofoam menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan estetika. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya volume sampah rumah tangga yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan polusi serta masalah kesehatan, sehingga memerlukan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan pemberdayaan melalui kegiatan kreatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan tahapan deskriptif dengan melalui pengumpulan sampah, pembersihan, pemisahan material, dan pengolahan menjadi produk kerajinan seperti vas dan bunga hias yang menarik secara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-7471d.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-7471d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-7471d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-7471d.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" alt="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" alt="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-c3406.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-c3406.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-c3406.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-c3406.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" alt="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50235-manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan" target="_blank">Pemanfaatan Limbah Domestik Menjadi Vas Bunga dari Tutup Botol dan Bunga dari Styrofoam: Studi Kreativitas dan Dampaknya Terhadap Lingkungan</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode pengolahan limbah domestik non-organik, seperti tutup botol plastik dan styrofoam, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pemasaran dan distribusi produk kerajinan tangan berbasis limbah, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan potensi ekonomi kreatif. Terakhir, studi tentang dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan kreatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan untuk memahami manfaat pemberdayaan masyarakat dan kontribusinya terhadap gaya hidup berkelanjutan..
<br>Berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan sampah domestik berupa tutup botol plastik dan styrofoam memiliki potensi besar sebagai bahan utama dalam pembuatan kerajinan tangan, seperti vas bunga dan bunga dekoratif.Proses pengolahan sampah ini diawali dengan pengumpulan, pemisahan, pembersihan, dan akhirnya pembuatan produk yang memiliki nilai estetika serta fungsi praktis.Selain memberikan nilai ekonomi tambahan, kegiatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah yang mencemari lingkungan.Oleh karena itu, inovasi kreatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga dapat menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan sumber inspirasi dalam pengembangan produk kerajinan dari limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi dan lingkungan
<br>Latar belakang: Studi tentang pemanfaatan sampah rumah tangga berupa tutup botol plastik dan styrofoam menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan estetika. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya volume sampah rumah tangga yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan polusi serta masalah kesehatan, sehingga memerlukan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan pemberdayaan melalui kegiatan kreatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan tahapan deskriptif dengan melalui pengumpulan sampah, pembersihan, pemisahan material, dan pengolahan menjadi produk kerajinan seperti vas dan bunga hias yang menarik secara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp" type="image/webp" length="89830" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-7471d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-d3d92.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/manajemen-sampah-domestik-promosi-distribusi-produ-thumb-c3406.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ AoSaya Sudah Menjelaskan Tapi Mereka Masih CemasAo Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AoSaya Sudah Menjelaskan Tapi Mereka Masih CemasAo Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AoSaya Sudah Menjelaskan Tapi Mereka Masih CemasAo Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50234-edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim</link>
	<guid isPermaLink="false">b1f22158fd0a8b3a94a3055177dc8abc</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:39:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ destinady k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,cross,destinady,k,report,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi media edukasi audiovisual yang terstandar dan mudah diakses, serta mengeksplorasi dampak inovasi ini terhadap efektivitas edukasi praoperasi dan kesiapan mental pasien. Selain itu, studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi media edukasi audiovisual yang terstandar dan mudah diakses, serta mengeksplorasi dampak inovasi ini terhadap efektivitas edukasi praoperasi dan kesiapan mental pasien. Selain itu, studi komparatif antara metode edukasi verbal dan audiovisual dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan tingkat kecemasan dan pemahaman pasien. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki peran perawat sebagai pendamping emosional dan strategi komunikasi terapeutik yang efektif dalam konteks edukasi praoperasi jantung terbuka.. Edukasi praoperasi bukan hanya penyampaian informasi medis, tetapi juga proses komunikasi empatik untuk menenangkan pasien.Edukasi verbal saja tidak cukup menurunkan kecemasan, sedangkan media visual dapat membantu meningkatkan pemahaman.Perawat memiliki peran penting sebagai komunikator terapeutik yang menggabungkan empati, visualisasi, dan dukungan emosional dalam proses edukasi.Diperlukan dukungan institusional untuk menyediakan media edukasi audiovisual dan pelatihan komunikasi empatik bagi perawat Latar belakang: Pasien yang akan menjalani operasi jantung terbuka sering kali mengalami kecemasan tinggi meskipun telah mendapatkan edukasi praoperasi dari perawat. Edukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan edukasi praoperasi kepada pasien dan memahami makna di balik fenomena kecemasan pasien meskipun sudah diberikan penjelasan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-1b6af.webp" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-1b6af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-1b6af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-1b6af.webp 1x" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" alt="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp 1x" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" alt="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-6c835.webp" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-6c835.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-6c835.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-6c835.webp 1x" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" alt="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50234-edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim" title="JURIS - AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung" target="_blank">AoSaya Sudah Menjelaskan, Tapi Mereka Masih CemasAo: Fenomenologi Pengalaman Perawat Dalam Edukasi Pasien Praoperasi Jantung</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan dan implementasi media edukasi audiovisual yang terstandar dan mudah diakses, serta mengeksplorasi dampak inovasi ini terhadap efektivitas edukasi praoperasi dan kesiapan mental pasien. Selain itu, studi komparatif antara metode edukasi verbal dan audiovisual dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan tingkat kecemasan dan pemahaman pasien. Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki peran perawat sebagai pendamping emosional dan strategi komunikasi terapeutik yang efektif dalam konteks edukasi praoperasi jantung terbuka..
<br>Edukasi praoperasi bukan hanya penyampaian informasi medis, tetapi juga proses komunikasi empatik untuk menenangkan pasien.Edukasi verbal saja tidak cukup menurunkan kecemasan, sedangkan media visual dapat membantu meningkatkan pemahaman.Perawat memiliki peran penting sebagai komunikator terapeutik yang menggabungkan empati, visualisasi, dan dukungan emosional dalam proses edukasi.Diperlukan dukungan institusional untuk menyediakan media edukasi audiovisual dan pelatihan komunikasi empatik bagi perawat
<br>Latar belakang: Pasien yang akan menjalani operasi jantung terbuka sering kali mengalami kecemasan tinggi meskipun telah mendapatkan edukasi praoperasi dari perawat. Edukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan edukasi praoperasi kepada pasien dan memahami makna di balik fenomena kecemasan pasien meskipun sudah diberikan penjelasan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp" type="image/webp" length="85552" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-1b6af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-9d5cf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/1/edukasi-audiovisual-mental-pasien-muslim-audio-vis-thumb-6c835.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50237-manajemen-stres-holistik-pol</link>
	<guid isPermaLink="false">908966e004cecca756096fb1c07a1fbe</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:23:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ destinady k ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[case,cross,destinady,k,report,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi untuk mengurangi stres pada mahasiswi Fakultas Kedokteran. Penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi untuk mengurangi stres pada mahasiswi Fakultas Kedokteran. Penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen stres, seperti terapi perilaku kognitif, latihan relaksasi, atau program dukungan sosial. Selain itu, penting untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara stres dan dismenore, seperti gaya hidup, pola makan, dan dukungan keluarga. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan intervensi yang lebih komprehensif untuk mengurangi dampak stres pada kesehatan reproduksi mahasiswi.. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang, dimana semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat derajat dismenore Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang dirasakan di perut bagian bawah dan dapat menjalar ke punggung bawah, pinggang, panggul, paha atas hingga betis. Stres dapat meningkatkan produksi hormon yang menyebabkan estrogen peningkatan kontraksi uterus sehingga memperparah dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore pada Universitas Muhammadiyah Semarang. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-04c4d.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-04c4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-04c4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-04c4d.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-104cc.webp" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-104cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-104cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-104cc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" alt="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50237-manajemen-stres-holistik-pol" title="JURIS - Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang" target="_blank">Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Derajat Dismenorea Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada intervensi untuk mengurangi stres pada mahasiswi Fakultas Kedokteran. Penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen stres, seperti terapi perilaku kognitif, latihan relaksasi, atau program dukungan sosial. Selain itu, penting untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara stres dan dismenore, seperti gaya hidup, pola makan, dan dukungan keluarga. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan intervensi yang lebih komprehensif untuk mengurangi dampak stres pada kesehatan reproduksi mahasiswi..
<br>Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang, dimana semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat derajat dismenore
<br>Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang dirasakan di perut bagian bawah dan dapat menjalar ke punggung bawah, pinggang, panggul, paha atas hingga betis. Stres dapat meningkatkan produksi hormon yang menyebabkan estrogen peningkatan kontraksi uterus sehingga memperparah dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore pada Universitas Muhammadiyah Semarang.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp" type="image/webp" length="84884" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-04c4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-c1128.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/manajemen-stres-holistik-pola-makan-dismenore-nyer-thumb-104cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50233-fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-pa</link>
	<guid isPermaLink="false">63569240ee5cdb936eeffa16866655fe</guid>
	<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 10:11:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ mila suryani ]]></category>
	<category><![CDATA[ siti maulida ]]></category>
	<category><![CDATA[ studi cross ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[cross,maulida,mila,siti,studi,suryani]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan perbandingan efektivitas antara terapi TENS tunggal dengan kombinasi TENS   inframerah untuk mengurangi nyeri pada pasien juvenil. Penelitian berikutnya dapat mengevaluasi dampak durasi latihan intensif selama ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise: Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan perbandingan efektivitas antara terapi TENS tunggal dengan kombinasi TENS inframerah untuk mengurangi nyeri pada pasien juvenil. Penelitian berikutnya dapat mengevaluasi dampak durasi latihan intensif selama 12 sesi dibandingkan 6 sesi dalam meningkatkan fungsi muskuloskeletal. Selain itu, studi kuasi-eksperimental pada kelompok pasien dengan usia 10Ae15 tahun dapat mengamati apakah peningkatan force pelatihan resistif dapat lebih signifikan dalam memperbaiki kekuatan otot dibandingkan latihan pasif dan aktif saja.. Penatalaksanaan fisioterapi sebanyak enam sesi dengan mengintegrasikan TENS, terapi inframerah, dan latihan intensif menurunkan intensitas nyeri pada pasien.Perubahan positif juga terlihat pada peningkatan lingkup gerak sendi dan penguatan otot.Selain itu, tercatat pemulihan fungsi harian pasien yang memungkinkan kemandirian lebih baik Fraktur supracondylar humeri sering dijumpai pada pasien anak, terutama laki-laki, dengan rentang usia 4 sampai 10 tahun. Pemasangan gips pasca-reduksi menjadi opsi non-bedah utama untuk menjaga posisi tulang tetap stabil. Penelitian ini bertujuan mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada post imunobnisasi gips akibat fraktur supracondylar humeri sinistra dengan menggunakan TENS, terapi inframerah, dan program latihan. Metode studi kasus pada satu pasien di Klinik GFRR Karanganyar, dilakukan intervensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-e1f00.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-e1f00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-e1f00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-e1f00.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-84681.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-84681.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-84681.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-84681.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" alt="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50233-fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-pa" title="JURIS - Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise" target="_blank">Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Immobilisasi Gips Fraktur Supracondylar Humeri Sinistra Dengan Tens Infrared Dan Exercise</a>: Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan perbandingan efektivitas antara terapi TENS tunggal dengan kombinasi TENS   inframerah untuk mengurangi nyeri pada pasien juvenil. Penelitian berikutnya dapat mengevaluasi dampak durasi latihan intensif selama 12 sesi dibandingkan 6 sesi dalam meningkatkan fungsi muskuloskeletal. Selain itu, studi kuasi-eksperimental pada kelompok pasien dengan usia 10Ae15 tahun dapat mengamati apakah peningkatan force pelatihan resistif dapat lebih signifikan dalam memperbaiki kekuatan otot dibandingkan latihan pasif dan aktif saja..
<br>Penatalaksanaan fisioterapi sebanyak enam sesi dengan mengintegrasikan TENS, terapi inframerah, dan latihan intensif menurunkan intensitas nyeri pada pasien.Perubahan positif juga terlihat pada peningkatan lingkup gerak sendi dan penguatan otot.Selain itu, tercatat pemulihan fungsi harian pasien yang memungkinkan kemandirian lebih baik
<br>Fraktur supracondylar humeri sering dijumpai pada pasien anak, terutama laki-laki, dengan rentang usia 4 sampai 10 tahun. Pemasangan gips pasca-reduksi menjadi opsi non-bedah utama untuk menjaga posisi tulang tetap stabil. Penelitian ini bertujuan mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada post imunobnisasi gips akibat fraktur supracondylar humeri sinistra dengan menggunakan TENS, terapi inframerah, dan program latihan. Metode studi kasus pada satu pasien di Klinik GFRR Karanganyar, dilakukan intervensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp" type="image/webp" length="90274" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-e1f00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-84681.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/7/fungsional-pasien-plantar-rehidrasi-anak-fisiotera-thumb-ef50c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-336-sari-mutiara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5997-jurnal-mutiara-kesehatan-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sun, 21 Jun 2026 15:07:40 +0700. 24 items. Served in: 10.301 seconds [rss] -->
