<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 20 Jun 2026 15:56:56 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 15:56:56 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-20T15:56:56+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ MiR 200a as Potential Early onset Biomarker while High Nitric Oxide as Potential Late onset Biomarker in Preeclampsia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ MiR 200a as Potential Early onset Biomarker while High Nitric Oxide as Potential Late onset Biomarker in Preeclampsia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ MiR 200a as Potential Early onset Biomarker while High Nitric Oxide as Potential Late onset Biomarker in Preeclampsia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49627-ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-aw</link>
	<guid isPermaLink="false">b2fbccdb443a70081f04f95a9e387792</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 15:08:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut mekanisme yang mendasari perbedaan ekspresi miR-200a dan tingkat NO antara EOPE dan LOPE. Studi ini dapat membantu memahami peran miR-200a dan NO dalam mekanisme patogenesis preeklampsia ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut mekanisme yang mendasari perbedaan ekspresi miR-200a dan tingkat NO antara EOPE dan LOPE. Studi ini dapat membantu memahami peran miR-200a dan NO dalam mekanisme patogenesis preeklampsia dan dapat mengarah pada pengembangan strategi diagnostik dan terapeutik yang lebih baik. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara miR-200a, NO, dan faktor-faktor lain yang terlibat dalam patogenesis preeklampsia, seperti faktor angiogenik dan anti-angiogenik. Dengan memahami interaksi kompleks ini, kita dapat mengembangkan pendekatan terapi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengobati preeklampsia.. MiR-200a lebih banyak diekspresikan pada subjek EOPE dibandingkan dengan subjek LOPE, yang menunjukkan bahwa miR-200a mungkin memiliki peran yang signifikan dalam mekanisme patogenesis EOPE dan dapat dianggap sebagai marker yang signifikan dalam memprediksi EOPE.Sementara itu, tingkat NO secara signifikan lebih rendah pada subjek EOPE sedangkan lebih tinggi pada subjek LOPE, sehingga mungkin menjadi potensial sebagai marker untuk membedakan EOPE dan LOPE MiR-200a diketahui dapat mengubah invasi trofoblas dan remodeling arteri spiral, yang menyebabkan placentation yang cacat yang menyebabkan hipoksia plasenta, yang merupakan mekanisme patogenesis utama preeklampsia onset awal (EOPE). Plasenta hipoksik menyebabkan disfungsi endotel sistemik yang ditandai dengan produksi vasodilator endotel yang rendah, terutama nitric oksida (NO). Di sisi lain, placentation yang cacat tidak menyebabkan preeklampsia onset akhir (LOPE), sehingga peran ekspresi miR-200a dan tingkat NO sebagai prediktor dalam LOPE diragukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan ekspresi miR-200a dan tingkat NO pada EOPE dan LOPE untuk menjelaskan peran mereka dalam mekanisme... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-a942c.webp" title="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-a942c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-a942c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-a942c.webp 1x" title="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" alt="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp" title="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp 1x" title="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" alt="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49627-ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-aw" title="JURIS - MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia" target="_blank">MiR-200a as Potential Early-onset Biomarker, while High Nitric Oxide as Potential Late-onset Biomarker in Preeclampsia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut mekanisme yang mendasari perbedaan ekspresi miR-200a dan tingkat NO antara EOPE dan LOPE. Studi ini dapat membantu memahami peran miR-200a dan NO dalam mekanisme patogenesis preeklampsia dan dapat mengarah pada pengembangan strategi diagnostik dan terapeutik yang lebih baik. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara miR-200a, NO, dan faktor-faktor lain yang terlibat dalam patogenesis preeklampsia, seperti faktor angiogenik dan anti-angiogenik. Dengan memahami interaksi kompleks ini, kita dapat mengembangkan pendekatan terapi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengobati preeklampsia..
<br>MiR-200a lebih banyak diekspresikan pada subjek EOPE dibandingkan dengan subjek LOPE, yang menunjukkan bahwa miR-200a mungkin memiliki peran yang signifikan dalam mekanisme patogenesis EOPE dan dapat dianggap sebagai marker yang signifikan dalam memprediksi EOPE.Sementara itu, tingkat NO secara signifikan lebih rendah pada subjek EOPE sedangkan lebih tinggi pada subjek LOPE, sehingga mungkin menjadi potensial sebagai marker untuk membedakan EOPE dan LOPE
<br>MiR-200a diketahui dapat mengubah invasi trofoblas dan remodeling arteri spiral, yang menyebabkan placentation yang cacat yang menyebabkan hipoksia plasenta, yang merupakan mekanisme patogenesis utama preeklampsia onset awal (EOPE). Plasenta hipoksik menyebabkan disfungsi endotel sistemik yang ditandai dengan produksi vasodilator endotel yang rendah, terutama nitric oksida (NO). Di sisi lain, placentation yang cacat tidak menyebabkan preeklampsia onset akhir (LOPE), sehingga peran ekspresi miR-200a dan tingkat NO sebagai prediktor dalam LOPE diragukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan ekspresi miR-200a dan tingkat NO pada EOPE dan LOPE untuk menjelaskan peran mereka dalam mekanisme...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp" type="image/webp" length="93128" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-a942c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/ekspresi-mir-200a-preeklampsia-onset-mir-200a-pera-thumb-9ae97.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49606-indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pen</link>
	<guid isPermaLink="false">f23e5e5449d900bd07edb45b6310ff80</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 14:53:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak perancangan sistem kerja baru ini terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja. Selain itu, studi komparatif antara sistem kerja baru dan lama dapat dilakukan untuk mengukur ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak perancangan sistem kerja baru ini terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja. Selain itu, studi komparatif antara sistem kerja baru dan lama dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan secara kuantitatif. Terakhir, penelitian dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pekerja, seperti lingkungan kerja dan peralatan pendukung.. Setelah dilakukan perancangan sistem kerja berdasarkan ketiga aspek utama yaitu layout, gerakan dan alat bantu kerja, maka didapat perubahan yang signifikan terhadap keluhan, postur kerja, serta waktu baku operator untuk mengerjakan 1 peti HPL.Dari segi layout setelah perancangan, area-area tempat penyimpanan limbah sementara, seperti kayu, klem, dan juga tatakan yang awalnya jauh dari lokasi pembongkaran peti, kini sudah menjadi lebih dekat.Lalu dari segi ekonomi gerakan, setelah perancangan gerakan kerja menjadi lebih ergonomis dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi gerakan dan motion study.Salah satunya adalah mengeliminasi gerakan membungkuk saat mengambil HPL agar operator tidak cepat merasa lelah dan mengalami cidera.Kemudian dengan penambahan alat bantu kerja berupa Trolly Replenishment dengan dimensi Trolly seperti pada tabel 5.Terdapat perubahan yang signifikan dari keluhan, postur tubuh, hingga waktu baku yang dibutuhkan.Perubahan tersebut terbukti dengan hasil penurunan skor NBM menjadi 36 termasuk tingkat resiko AuRendahAy dan belum diperlukan tindakan.Dari pengukuran postur tubuh dengan OWAS menunjukkan bahwa operator berada dalam ktegori 1 yang memiliki arti tidak adanya permasalahan disistem musculoskeletal pada sikap ini.Serta waktu siklus yang semula membutuhkan waktu 43,4 menit untuk mengerjakan 1 peti HPL, menjadi 37,0 menit sehingga output yang dihasilkan operator pun bertambah dari awalnya sekitar A3700 lembar sehari, dengan Trolly ini bisa mencapai A4200 lembar sehari Kondisi sistem kerja yang kurang ergonomis dapat menyebabkan postur tubuh yang tidak ideal, sehingga pekerja mudah lelah karena adanya beberapa bagian tubuh yang menerima beban statis secara kontinyu, Oleh sebab itu sistem kerja saat ini perlu diperbaiki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keluhan pekerja, menentukan postur tubuh saat bekerja, dan merancang sistem kerja yang ergonomis yang dapat memberikan kemudahan kepada operator saat melakukan pekerjaannya. Metode penelitian ini menggunakan (NBM) untuk menganalisis keluhan pekerja, (REBA) dan (OWAS) untuk mengukur postur tubuh, serta data antropometri untuk menentukan dimensi desain trolly replenishment. Data... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-34474.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-34474.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-34474.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-34474.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-4bf30.webp" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-4bf30.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-4bf30.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-4bf30.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" alt="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49606-indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pen" title="JURIS - Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ" target="_blank">Perancangan Sistem Kerja Replenishment HPL yang Ergonomis di Warehouse PT XYZ</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap dampak perancangan sistem kerja baru ini terhadap produktivitas dan kesehatan pekerja. Selain itu, studi komparatif antara sistem kerja baru dan lama dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan secara kuantitatif. Terakhir, penelitian dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pekerja, seperti lingkungan kerja dan peralatan pendukung..
<br>Setelah dilakukan perancangan sistem kerja berdasarkan ketiga aspek utama yaitu layout, gerakan dan alat bantu kerja, maka didapat perubahan yang signifikan terhadap keluhan, postur kerja, serta waktu baku operator untuk mengerjakan 1 peti HPL.Dari segi layout setelah perancangan, area-area tempat penyimpanan limbah sementara, seperti kayu, klem, dan juga tatakan yang awalnya jauh dari lokasi pembongkaran peti, kini sudah menjadi lebih dekat.Lalu dari segi ekonomi gerakan, setelah perancangan gerakan kerja menjadi lebih ergonomis dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi gerakan dan motion study.Salah satunya adalah mengeliminasi gerakan membungkuk saat mengambil HPL agar operator tidak cepat merasa lelah dan mengalami cidera.Kemudian dengan penambahan alat bantu kerja berupa Trolly Replenishment dengan dimensi Trolly seperti pada tabel 5.Terdapat perubahan yang signifikan dari keluhan, postur tubuh, hingga waktu baku yang dibutuhkan.Perubahan tersebut terbukti dengan hasil penurunan skor NBM menjadi 36 termasuk tingkat resiko AuRendahAy dan belum diperlukan tindakan.Dari pengukuran postur tubuh dengan OWAS menunjukkan bahwa operator berada dalam ktegori 1 yang memiliki arti tidak adanya permasalahan disistem musculoskeletal pada sikap ini.Serta waktu siklus yang semula membutuhkan waktu 43,4 menit untuk mengerjakan 1 peti HPL, menjadi 37,0 menit sehingga output yang dihasilkan operator pun bertambah dari awalnya sekitar A3700 lembar sehari, dengan Trolly ini bisa mencapai A4200 lembar sehari
<br>Kondisi sistem kerja yang kurang ergonomis dapat menyebabkan postur tubuh yang tidak ideal, sehingga pekerja mudah lelah karena adanya beberapa bagian tubuh yang menerima beban statis secara kontinyu, Oleh sebab itu sistem kerja saat ini perlu diperbaiki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keluhan pekerja, menentukan postur tubuh saat bekerja, dan merancang sistem kerja yang ergonomis yang dapat memberikan kemudahan kepada operator saat melakukan pekerjaannya. Metode penelitian ini menggunakan (NBM) untuk menganalisis keluhan pekerja, (REBA) dan (OWAS) untuk mengukur postur tubuh, serta data antropometri untuk menentukan dimensi desain trolly replenishment. Data...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp" type="image/webp" length="161312" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-32255.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-34474.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/indikator-kondisi-sistem-rancang-teknik-pengumpula-thumb-4bf30.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-126-unkris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11044-industrikrisna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET 1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol induced Acute Kidney Injury ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET 1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol induced Acute Kidney Injury ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET 1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol induced Acute Kidney Injury ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49625-tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi</link>
	<guid isPermaLink="false">f2f791ed0720dca628ec204262aaf721</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 14:41:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ p62 protein ]]></category>
	<category><![CDATA[ pilot study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,p62,page,pilot,protein,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Studi ini memberikan kabar baik bahwa hidroksiklorokuin dan asam folinat bisa membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat keracunan metanol. Untuk membuat penemuan ini lebih berguna bagi manusia, ada beberapa langkah penelitian lanjutan yang menarik. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury: Studi ini memberikan kabar baik bahwa hidroksiklorokuin dan asam folinat bisa membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat keracunan metanol. Untuk membuat penemuan ini lebih berguna bagi manusia, ada beberapa langkah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, karena penelitian ini hanya mencoba satu dosis dan satu waktu pemberian obat, akan sangat penting untuk mencari tahu dosis dan jadwal yang paling pas. Misalnya, berapa banyak obat yang paling efektif tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, dan kapan waktu terbaik memberikannya setelah seseorang keracunan metanol? Mengetahui ini akan membantu dokter menggunakan obat-obatan ini dengan lebih aman dan maksimal. Kedua, meskipun penelitian ini berhasil pada kelinci, kita perlu melihat apakah hasilnya sama pada hewan yang lebih besar atau bahkan pada manusia. Jadi, pertanyaan besar selanjutnya adalah, apakah obat ini juga aman dan efektif untuk melindungi ginjal manusia yang keracunan metanol? Ini penting karena tubuh manusia mungkin bereaksi berbeda. Ketiga, untuk memahami lebih dalam bagaimana obat-obatan ini bekerja, peneliti bisa mencari tahu jalur-jalur lain di dalam tubuh yang terpengaruh, bukan cuma ET-1 dan NLRP3. Apakah ada proses lain yang membantu perlindungan ginjal atau bagaimana kedua obat ini saling membantu di tingkat sel? Menjelajahi hal ini akan membuka wawasan baru untuk menciptakan perawatan yang lebih baik dan lebih terarah di masa depan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa asam folinat dan hidroksiklorokuin, baik sebagai monoterapi maupun dalam kombinasi, secara signifikan mengurangi ekspresi ET-1 dan NLRP3, serta skor cedera tubular, pada model kelinci AKI.Terapi kombinasi memberikan pengurangan terbesar pada skor cedera tubular, menyoroti efek komplementer agen-agen ini dalam mengurangi kerusakan ginjal akibat metanol.Temuan ini menggarisbawahi potensi asam folinat dan hidroksiklorokuin sebagai pilihan terapeutik untuk penanganan AKI akibat metanol dan menawarkan wawasan baru mengenai mekanisme dasar perlindungan ginjal LATAR BELAKANG: Keracunan metanol dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, terutama ketika terjadi cedera ginjal akut (AKI). Bukti yang muncul mengimplikasikan Endothelin-1 (ET-1) dan inflammasom Nucleotide-binding domain leucine-rich repeat-containing pyrin receptor 3 (NLRP3) dalam cedera ginjal, namun peran keduanya dalam AKI akibat metanol masih belum jelas. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menguji apakah hidroksiklorokuin atau asam folinat, yang diketahui memodulasi sinyal ET-1 dan NLRP3, dapat mengurangi cedera ginjal dalam kondisi ini. Penelitian ini mengevaluasi efek terapeutik keduanya pada model kelinci AKI akibat metanol.METODE: Subjek hewan secara acak dibagi menjadi empat kelompok:... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-c9195.webp" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-c9195.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-c9195.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-c9195.webp 1x" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" alt="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp 1x" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" alt="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-287e0.webp" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-287e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-287e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-287e0.webp 1x" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" alt="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49625-tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi" title="JURIS - Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury" target="_blank">Renoprotective Effects of Hydroxychloroquine and Folinic Acid via ET-1 and NLRP3 Modulation in Reducing Tubular Injury in A Rabbit Model of Methanol-induced Acute Kidney Injury</a>: Studi ini memberikan kabar baik bahwa hidroksiklorokuin dan asam folinat bisa membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat keracunan metanol. Untuk membuat penemuan ini lebih berguna bagi manusia, ada beberapa langkah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, karena penelitian ini hanya mencoba satu dosis dan satu waktu pemberian obat, akan sangat penting untuk mencari tahu dosis dan jadwal yang paling pas. Misalnya, berapa banyak obat yang paling efektif tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, dan kapan waktu terbaik memberikannya setelah seseorang keracunan metanol? Mengetahui ini akan membantu dokter menggunakan obat-obatan ini dengan lebih aman dan maksimal. Kedua, meskipun penelitian ini berhasil pada kelinci, kita perlu melihat apakah hasilnya sama pada hewan yang lebih besar atau bahkan pada manusia. Jadi, pertanyaan besar selanjutnya adalah, apakah obat ini juga aman dan efektif untuk melindungi ginjal manusia yang keracunan metanol? Ini penting karena tubuh manusia mungkin bereaksi berbeda. Ketiga, untuk memahami lebih dalam bagaimana obat-obatan ini bekerja, peneliti bisa mencari tahu jalur-jalur lain di dalam tubuh yang terpengaruh, bukan cuma ET-1 dan NLRP3. Apakah ada proses lain yang membantu perlindungan ginjal atau bagaimana kedua obat ini saling membantu di tingkat sel? Menjelajahi hal ini akan membuka wawasan baru untuk menciptakan perawatan yang lebih baik dan lebih terarah di masa depan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa asam folinat dan hidroksiklorokuin, baik sebagai monoterapi maupun dalam kombinasi, secara signifikan mengurangi ekspresi ET-1 dan NLRP3, serta skor cedera tubular, pada model kelinci AKI.Terapi kombinasi memberikan pengurangan terbesar pada skor cedera tubular, menyoroti efek komplementer agen-agen ini dalam mengurangi kerusakan ginjal akibat metanol.Temuan ini menggarisbawahi potensi asam folinat dan hidroksiklorokuin sebagai pilihan terapeutik untuk penanganan AKI akibat metanol dan menawarkan wawasan baru mengenai mekanisme dasar perlindungan ginjal
<br>LATAR BELAKANG: Keracunan metanol dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan, terutama ketika terjadi cedera ginjal akut (AKI). Bukti yang muncul mengimplikasikan Endothelin-1 (ET-1) dan inflammasom Nucleotide-binding domain leucine-rich repeat-containing pyrin receptor 3 (NLRP3) dalam cedera ginjal, namun peran keduanya dalam AKI akibat metanol masih belum jelas. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menguji apakah hidroksiklorokuin atau asam folinat, yang diketahui memodulasi sinyal ET-1 dan NLRP3, dapat mengurangi cedera ginjal dalam kondisi ini. Penelitian ini mengevaluasi efek terapeutik keduanya pada model kelinci AKI akibat metanol.METODE: Subjek hewan secara acak dibagi menjadi empat kelompok:...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp" type="image/webp" length="98812" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-c9195.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-b0f4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/tubulus-ginjal-manusia-pws-kelompok-kontrol-terapi-thumb-287e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ MLC 901 Decreases HSP 70 MMP 9 Cerebral Infarction Volume and Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ MLC 901 Decreases HSP 70 MMP 9 Cerebral Infarction Volume and Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ MLC 901 Decreases HSP 70 MMP 9 Cerebral Infarction Volume and Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49626-mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi</link>
	<guid isPermaLink="false">bc012eb013b3e05115242d054c181a1f</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 13:05:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Manfaatkan dua komponen aktif MLC 901, yaitu senegalin dan TSB, untuk mengevaluasi interaksi sinergisnya terhadap ekspresi gen neurogenesis di otak tikus AIS dalam jangka panjang; lakukan studi translational menggunakan model tikus AIS dengan dosis intravena ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model: Manfaatkan dua komponen aktif MLC 901, yaitu senegalin dan TSB, untuk mengevaluasi interaksi sinergisnya terhadap ekspresi gen neurogenesis di otak tikus AIS dalam jangka panjang; lakukan studi translational menggunakan model tikus AIS dengan dosis intravena karena perbedaan farmakokinetik, dan bandingkan efek neuroprotektifnya dengan trombolisis standar untuk menentukan residual risiko klinis; dan kembangkan model imunohistokimia yang mengukur penurunan peradangan sistemik, volume infark, serta penyembuhan jaringan dari perspektif mikroglia polaritas (M1/M2) guna mengidentifikasi mekanisme molekuler spesifik dari aksi MLC 901 pada pasien stroke.. Pada model tikus AIS, perlakuan MLC 901 secara signifikan menurunkan ekspresi mRNA Hsp70, tingkat protein HSPAc70 dan MMPAc9, serta volume infark serebral, sekaligus memperbaiki hasil fungsi motorik dibandingkan kelompok kontrol.Dosis 43,2Amg/200AgBW lebih efektif daripada dosis 21,6Amg/200AgBW dalam menurunkan biomarker, mengurangi luas infark, dan meningkatkan pemulihan fungsi.Hasil ini menunjukkan bahwa MLC 901 dapat berperan sebagai agen neuroprotektif dosisActergantung pada AIS Acute ischemic stroke (AIS) biasanya disertai ketidakmampuan pasien untuk menerima terapi trombolisis. Oleh karena itu diperlukan agen neuroprotektif alternatif, salah satunya Moleac (MLC) 901. Protein HSPAc70 dan matriks metalloproteinaseAc9 (MMPAc9) berperan penting dalam patogenesis AIS melalui respons stres dan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek MLC 901 pada ekspresi mRNA Hsp70, tingkat protein HSPAc70 dan MMPAc9, volume infark serebral, serta hasil fungsi motorik pada model tikus AIS. Model AIS dibentuk dengan kliping arteri karotis kanan tunggal (UCAO); tikus kemudian diberi MLC 901 dosis 43,2Amg/200AgBW, 21,6Amg/200AgBW, atau kontrol negatif (CMCAcNa)... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-c5303.webp" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-c5303.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-c5303.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-c5303.webp 1x" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" alt="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-5b544.webp" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-5b544.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-5b544.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-5b544.webp 1x" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" alt="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp 1x" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" alt="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49626-mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi" title="JURIS - MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model" target="_blank">MLC 901 Decreases HSP-70, MMP-9, Cerebral Infarction Volume and  Functional Outcome in Acute Ischemic Stroke Rat Model</a>: Manfaatkan dua komponen aktif MLC 901, yaitu senegalin dan TSB, untuk mengevaluasi interaksi sinergisnya terhadap ekspresi gen neurogenesis di otak tikus AIS dalam jangka panjang; lakukan studi translational menggunakan model tikus AIS dengan dosis intravena karena perbedaan farmakokinetik, dan bandingkan efek neuroprotektifnya dengan trombolisis standar untuk menentukan residual risiko klinis; dan kembangkan model imunohistokimia yang mengukur penurunan peradangan sistemik, volume infark, serta penyembuhan jaringan dari perspektif mikroglia polaritas (M1/M2) guna mengidentifikasi mekanisme molekuler spesifik dari aksi MLC 901 pada pasien stroke..
<br>Pada model tikus AIS, perlakuan MLC 901 secara signifikan menurunkan ekspresi mRNA Hsp70, tingkat protein HSPAc70 dan MMPAc9, serta volume infark serebral, sekaligus memperbaiki hasil fungsi motorik dibandingkan kelompok kontrol.Dosis 43,2Amg/200AgBW lebih efektif daripada dosis 21,6Amg/200AgBW dalam menurunkan biomarker, mengurangi luas infark, dan meningkatkan pemulihan fungsi.Hasil ini menunjukkan bahwa MLC 901 dapat berperan sebagai agen neuroprotektif dosisActergantung pada AIS
<br>Acute ischemic stroke (AIS) biasanya disertai ketidakmampuan pasien untuk menerima terapi trombolisis. Oleh karena itu diperlukan agen neuroprotektif alternatif, salah satunya Moleac (MLC) 901. Protein HSPAc70 dan matriks metalloproteinaseAc9 (MMPAc9) berperan penting dalam patogenesis AIS melalui respons stres dan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek MLC 901 pada ekspresi mRNA Hsp70, tingkat protein HSPAc70 dan MMPAc9, volume infark serebral, serta hasil fungsi motorik pada model tikus AIS. Model AIS dibentuk dengan kliping arteri karotis kanan tunggal (UCAO); tikus kemudian diberi MLC 901 dosis 43,2Amg/200AgBW, 21,6Amg/200AgBW, atau kontrol negatif (CMCAcNa)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp" type="image/webp" length="92164" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-c5303.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-5b544.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/mlc-901-hsp-70-mmp-9-ischemic-stroke-ais-ekspresi-thumb-3a212.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Anti thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants Psidium guajava Leaves Phyllanthus niruri Aerial Parts and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Anti thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants Psidium guajava Leaves Phyllanthus niruri Aerial Parts and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Anti thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants Psidium guajava Leaves Phyllanthus niruri Aerial Parts and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49628-ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk</link>
	<guid isPermaLink="false">c3b136083b7a94b73f7f3529ae3bffa4</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 12:57:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana ekstrak tanaman Psidium guajava (jambu biji), Phyllanthus niruri (meniran), dan Andrographis paniculata (sambiloto) dapat meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian ini dapat menyelidiki ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci: Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana ekstrak tanaman Psidium guajava (jambu biji), Phyllanthus niruri (meniran), dan Andrographis paniculata (sambiloto) dapat meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian ini dapat menyelidiki mekanisme molekuler spesifik, misalnya, apakah senyawa aktifnya merangsang langsung produksi trombosit di sumsum tulang, atau justru melindungi trombosit dari kerusakan, atau memengaruhi respons kekebalan tubuh yang berperan dalam trombositopenia. Studi ini bisa menggunakan teknik canggih seperti proteomik untuk melihat perubahan protein dalam tubuh.Selanjutnya, menarik untuk menguji apakah kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman ini, atau bahkan senyawa aktif murninya, dapat memberikan efek peningkatan trombosit yang lebih kuat daripada ekstrak tunggal. Ini juga akan membuka peluang untuk mengembangkan formulasi sediaan obat herbal yang stabil dan mudah diserap tubuh, sehingga dapat digunakan secara praktis. Selain itu, penting juga untuk memperluas penelitian ke jenis trombositopenia lain yang tidak hanya disebabkan oleh demam berdarah, guna mengetahui apakah ekstrak ini memiliki manfaat yang lebih luas. Akhirnya, setelah data pra-klinis yang kuat terkumpul, langkah berikutnya adalah melakukan studi toksisitas jangka panjang dan, jika aman, memulai uji klinis awal pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebagai terapi alternatif yang terbukti secara ilmiah.. Dari hasil pengujian aktivitas antitrombositopenik dari 15 tanaman, diketahui bahwa tiga ekstrak yang paling potensial dalam meningkatkan trombosit darah adalah daun P.paniculata (47,14%) pada dosis 500 mg/kg BB.Ketiga tanaman ini direkomendasikan untuk penanganan demam berdarah, serta studi etnomedisin, sehingga dapat dikembangkan menjadi obat herbal dengan aktivitas antitrombositopenik Latar Belakang: Trombositopenia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah trombosit darah yang rendah, yang dapat menyebabkan pendarahan berlebihan dan komplikasi serius. Pengobatan konvensional saat ini untuk trombositopenia sering kali menimbulkan efek samping dan keterbatasan yang signifikan, sehingga memerlukan eksplorasi pilihan terapi alternatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi tanaman etnomedisinal Indonesia sebagai terapi alternatif.Metode: Penelitian dilakukan dengan maserasi etanol 15 tanaman obat yang dipilih berdasarkan penggunaannya dalam pengobatan tradisional Indonesia untuk mengatasi trombositopenia. Tikus putih jantan, berusia tiga bulan dan berat antara 150 hingga 250 g, dibagi menjadi empat kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari lima tikus: kelompok kontrol negatif, kelompok yang menerima ekstrak 250 mg/kg BB,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-81b34.webp" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-81b34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-81b34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-81b34.webp 1x" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" alt="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp 1x" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" alt="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-42b23.webp" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-42b23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-42b23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-42b23.webp 1x" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" alt="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49628-ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk" title="JURIS - Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci" target="_blank">Anti-thrombocytopenic Activities of 15 Selected Indonesian Medicinal Plants: Psidium guajava Leaves, Phyllanthus niruri Aerial Parts, and Andrographis paniculata Leaves as Potential Sources in Enhanci</a>: Untuk penelitian selanjutnya, penting untuk memahami lebih dalam bagaimana ekstrak tanaman Psidium guajava (jambu biji), Phyllanthus niruri (meniran), dan Andrographis paniculata (sambiloto) dapat meningkatkan jumlah trombosit. Penelitian ini dapat menyelidiki mekanisme molekuler spesifik, misalnya, apakah senyawa aktifnya merangsang langsung produksi trombosit di sumsum tulang, atau justru melindungi trombosit dari kerusakan, atau memengaruhi respons kekebalan tubuh yang berperan dalam trombositopenia. Studi ini bisa menggunakan teknik canggih seperti proteomik untuk melihat perubahan protein dalam tubuh.Selanjutnya, menarik untuk menguji apakah kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman ini, atau bahkan senyawa aktif murninya, dapat memberikan efek peningkatan trombosit yang lebih kuat daripada ekstrak tunggal. Ini juga akan membuka peluang untuk mengembangkan formulasi sediaan obat herbal yang stabil dan mudah diserap tubuh, sehingga dapat digunakan secara praktis. Selain itu, penting juga untuk memperluas penelitian ke jenis trombositopenia lain yang tidak hanya disebabkan oleh demam berdarah, guna mengetahui apakah ekstrak ini memiliki manfaat yang lebih luas. Akhirnya, setelah data pra-klinis yang kuat terkumpul, langkah berikutnya adalah melakukan studi toksisitas jangka panjang dan, jika aman, memulai uji klinis awal pada manusia untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebagai terapi alternatif yang terbukti secara ilmiah..
<br>Dari hasil pengujian aktivitas antitrombositopenik dari 15 tanaman, diketahui bahwa tiga ekstrak yang paling potensial dalam meningkatkan trombosit darah adalah daun P.paniculata (47,14%) pada dosis 500 mg/kg BB.Ketiga tanaman ini direkomendasikan untuk penanganan demam berdarah, serta studi etnomedisin, sehingga dapat dikembangkan menjadi obat herbal dengan aktivitas antitrombositopenik
<br>Latar Belakang: Trombositopenia adalah kondisi medis yang ditandai dengan jumlah trombosit darah yang rendah, yang dapat menyebabkan pendarahan berlebihan dan komplikasi serius. Pengobatan konvensional saat ini untuk trombositopenia sering kali menimbulkan efek samping dan keterbatasan yang signifikan, sehingga memerlukan eksplorasi pilihan terapi alternatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi tanaman etnomedisinal Indonesia sebagai terapi alternatif.Metode: Penelitian dilakukan dengan maserasi etanol 15 tanaman obat yang dipilih berdasarkan penggunaannya dalam pengobatan tradisional Indonesia untuk mengatasi trombositopenia. Tikus putih jantan, berusia tiga bulan dan berat antara 150 hingga 250 g, dibagi menjadi empat kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari lima tikus: kelompok kontrol negatif, kelompok yang menerima ekstrak 250 mg/kg BB,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp" type="image/webp" length="100112" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-81b34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-a3dfc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/ekstrak-tanaman-kombinasi-antibiotik-bubuk-daun-pe-thumb-42b23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ GSH conjugation Reduces PGV 1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N Myc catenin and p62 Protein in Huh 6 Cells ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ GSH conjugation Reduces PGV 1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N Myc catenin and p62 Protein in Huh 6 Cells ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ GSH conjugation Reduces PGV 1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N Myc catenin and p62 Protein in Huh 6 Cells ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49624-pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-sik</link>
	<guid isPermaLink="false">36258416c6151ce7f802cedd48c35e25</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 12:28:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ p62 protein ]]></category>
	<category><![CDATA[ pilot study ]]></category>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,p62,page,pilot,protein,study]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat (1) mengevaluasi efektivitas inhibitor glutathione SActransferase (GST) dalam mencegah konjugasi GSH pada PGV-1, dengan mengukur perubahan sensitivitas sitotoksik PGV-1 terhadap sel Huh-6 dan JHH-4 serta analisis ekspresi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells: Penelitian selanjutnya dapat (1) mengevaluasi efektivitas inhibitor glutathione SActransferase (GST) dalam mencegah konjugasi GSH pada PGV-1, dengan mengukur perubahan sensitivitas sitotoksik PGV-1 terhadap sel Huh-6 dan JHH-4 serta analisis ekspresi protein N-Myc, -catenin, dan p62; (2) mensintesis turunan PGV-1 yang mempertahankan gugus olefin namun dilengkapi dengan struktur pendukung stabilitas metabolik, kemudian menguji aktivitas antikanker inAvitro dan inAvivo pada model HCC untuk menentukan apakah modifikasi tersebut meningkatkan potensi terapeutik tanpa mengurangi kemampuan regulasi jalur MYCN; dan (3) melakukan studi farmakokinetik dan farmakodinamik PGV-1-(GSH)2 pada hewan percobaan, termasuk evaluasi distribusi jaringan, waktu paruh, serta efek antitumor dibandingkan dengan PGV-1 bebas, sehingga dapat mengklarifikasi peran metabolit GSH dalam bioavailabilitas dan efikasi klinis. Hasil dari ketiga pendekatan ini diharapkan memberikan wawasan komprehensif untuk mengoptimalkan desain obat berbasis curcumin analogues dalam terapi hepatokarsinoma.. Studi ini menunjukkan bahwa PGV-1-(GSH)2 dapat diproduksi sebagai metabolit potensial PGV-1.Konjugasi GSH mengurangi sitotoksisitas PGV-1 terhadap sel Huh-6 serta menurunkan efektivitasnya dalam menurunkan protein NAcMyc, Accatenin, dan p62.Oleh karena itu, dampak konjugasi GSH pada metabolisme PGV-1 perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami pengaruhnya terhadap efikasi antikanker pada HCC LATAR BELAKANG: Pentagamuvone-1 (PGV-1), sebuah analog sintetis kurkumin, menunjukkan aktivitas antikanker yang kuat terhadap karsinoma hepatoseluler (HCC) dengan mengganggu regulasi siklus sel dan menurunkan ekspresi onkogen utama seperti NAcMyc. Berbagai studi telah meneliti peran konjugasi glutation (GSH) dalam memodulasi sifat antikanker kurkumin dan analognya. Namun, dampak metabolisme PGV-1, khususnya konjugasi GSH, serta implikasinya terhadap efektivitas antikanker belum terungkap. Penelitian ini... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-7db37.webp" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-7db37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-7db37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-7db37.webp 1x" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" alt="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp 1x" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" alt="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-8e704.webp" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-8e704.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-8e704.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-8e704.webp 1x" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" alt="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49624-pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-sik" title="JURIS - GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells" target="_blank">GSH-conjugation Reduces PGV-1 Cytotoxicity and Its Ability in Downregulating N-Myc, -catenin, and p62 Protein in Huh-6 Cells</a>: Penelitian selanjutnya dapat (1) mengevaluasi efektivitas inhibitor glutathione SActransferase (GST) dalam mencegah konjugasi GSH pada PGV-1, dengan mengukur perubahan sensitivitas sitotoksik PGV-1 terhadap sel Huh-6 dan JHH-4 serta analisis ekspresi protein N-Myc, -catenin, dan p62; (2) mensintesis turunan PGV-1 yang mempertahankan gugus olefin namun dilengkapi dengan struktur pendukung stabilitas metabolik, kemudian menguji aktivitas antikanker inAvitro dan inAvivo pada model HCC untuk menentukan apakah modifikasi tersebut meningkatkan potensi terapeutik tanpa mengurangi kemampuan regulasi jalur MYCN; dan (3) melakukan studi farmakokinetik dan farmakodinamik PGV-1-(GSH)2 pada hewan percobaan, termasuk evaluasi distribusi jaringan, waktu paruh, serta efek antitumor dibandingkan dengan PGV-1 bebas, sehingga dapat mengklarifikasi peran metabolit GSH dalam bioavailabilitas dan efikasi klinis. Hasil dari ketiga pendekatan ini diharapkan memberikan wawasan komprehensif untuk mengoptimalkan desain obat berbasis curcumin analogues dalam terapi hepatokarsinoma..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa PGV-1-(GSH)2 dapat diproduksi sebagai metabolit potensial PGV-1.Konjugasi GSH mengurangi sitotoksisitas PGV-1 terhadap sel Huh-6 serta menurunkan efektivitasnya dalam menurunkan protein NAcMyc, Accatenin, dan p62.Oleh karena itu, dampak konjugasi GSH pada metabolisme PGV-1 perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami pengaruhnya terhadap efikasi antikanker pada HCC
<br>LATAR BELAKANG: Pentagamuvone-1 (PGV-1), sebuah analog sintetis kurkumin, menunjukkan aktivitas antikanker yang kuat terhadap karsinoma hepatoseluler (HCC) dengan mengganggu regulasi siklus sel dan menurunkan ekspresi onkogen utama seperti NAcMyc. Berbagai studi telah meneliti peran konjugasi glutation (GSH) dalam memodulasi sifat antikanker kurkumin dan analognya. Namun, dampak metabolisme PGV-1, khususnya konjugasi GSH, serta implikasinya terhadap efektivitas antikanker belum terungkap. Penelitian ini...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp" type="image/webp" length="97596" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-7db37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-6ef95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/3/pgv-1-gsh-hcc-konjugasi-glutation-regulasi-siklus-thumb-8e704.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-747-inabj.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3762-indonesian-biomedical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy a systematic literature review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy a systematic literature review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy a systematic literature review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49623-pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ</link>
	<guid isPermaLink="false">2318a962ee3b75f883e2e65e265c18aa</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 08:27:22 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi limbah pangan dari berbagai sumber, seperti limbah pertanian, perikanan, dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi limbah pangan dari berbagai sumber, seperti limbah pertanian, perikanan, dan industri makanan, sebagai bahan baku edible coating. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi komposit yang menggabungkan berbagai biopolimer dari limbah pangan dengan zat aktif, seperti ekstrak herbal atau senyawa alami lainnya, untuk meningkatkan efektivitas edible coating dalam menjaga kualitas produk pangan. Ketiga, studi komparatif antara metode ekstraksi konvensional dan modern, seperti Microwave-Assisted Extraction (MAE), dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi masing-masing metode dalam menghasilkan biopolimer dengan kualitas tinggi untuk edible coating.. Berdasarkan analisis terhadap seluruh literatur yang diulas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah pangan seperti kulit buah (pisang, kakao, nangka), limbah berpati (bonggol pisang, biji durian, kulit kentang, ubi kayu), serta limbah hewani (cangkang krustasea) sebagai bahan baku edible coating merupakan strategi inovatif yang efektif untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pangan secara berkelanjutan.Integrasi berbagai biopolimer ini melalui metode ekstraksi modern dan formulasi komposit terutama dengan penambahan kitosan dan zat aktif seperti asap cair atau ekstrak herbal mampu menciptakan penghalang fisik yang signifikan terhadap laju respirasi dan transpirasi, sehingga menekan susut bobot, mempertahankan nutrisi seperti vitamin C, serta menghambat aktivitas mikrobiologis secara nyata.Dengan demikian, penerapan teknologi edible coating berbasis limbah tidak hanya memberikan solusi teknis dalam mengurangi kehilangan hasil pascapanen (food loss), tetapi juga mendukung implementasi ekonomi sirkular di sektor industri pangan Limbah pangan merupakan permasalahan global yang berdampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan sistem pangan. Salah satu pendekatan inovatif dalam pemanfaatan limbah pangan adalah konversinya menjadi bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi berbagai limbah pangan sebagai bahan baku edible coating dalam rangka mendukung implementasi ekonomi sirkular. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengidentifikasi 15 artikel penelitian periode 2010-2025 yang relevan melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa residu organik seperti kulit buah (pisang,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-709f2.webp" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-709f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-709f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-709f2.webp 1x" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" alt="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp 1x" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" alt="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-f392f.webp" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-f392f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-f392f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-f392f.webp 1x" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" alt="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49623-pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ" title="JURIS - Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review" target="_blank">Utilization of food waste as edible coatings to support a circular economy: a systematic literature review</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi limbah pangan dari berbagai sumber, seperti limbah pertanian, perikanan, dan industri makanan, sebagai bahan baku edible coating. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi komposit yang menggabungkan berbagai biopolimer dari limbah pangan dengan zat aktif, seperti ekstrak herbal atau senyawa alami lainnya, untuk meningkatkan efektivitas edible coating dalam menjaga kualitas produk pangan. Ketiga, studi komparatif antara metode ekstraksi konvensional dan modern, seperti Microwave-Assisted Extraction (MAE), dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi masing-masing metode dalam menghasilkan biopolimer dengan kualitas tinggi untuk edible coating..
<br>Berdasarkan analisis terhadap seluruh literatur yang diulas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah pangan seperti kulit buah (pisang, kakao, nangka), limbah berpati (bonggol pisang, biji durian, kulit kentang, ubi kayu), serta limbah hewani (cangkang krustasea) sebagai bahan baku edible coating merupakan strategi inovatif yang efektif untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pangan secara berkelanjutan.Integrasi berbagai biopolimer ini melalui metode ekstraksi modern dan formulasi komposit terutama dengan penambahan kitosan dan zat aktif seperti asap cair atau ekstrak herbal mampu menciptakan penghalang fisik yang signifikan terhadap laju respirasi dan transpirasi, sehingga menekan susut bobot, mempertahankan nutrisi seperti vitamin C, serta menghambat aktivitas mikrobiologis secara nyata.Dengan demikian, penerapan teknologi edible coating berbasis limbah tidak hanya memberikan solusi teknis dalam mengurangi kehilangan hasil pascapanen (food loss), tetapi juga mendukung implementasi ekonomi sirkular di sektor industri pangan
<br>Limbah pangan merupakan permasalahan global yang berdampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan sistem pangan. Salah satu pendekatan inovatif dalam pemanfaatan limbah pangan adalah konversinya menjadi bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi berbagai limbah pangan sebagai bahan baku edible coating dalam rangka mendukung implementasi ekonomi sirkular. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengidentifikasi 15 artikel penelitian periode 2010-2025 yang relevan melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa residu organik seperti kulit buah (pisang,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp" type="image/webp" length="77166" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-709f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-5f2eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/pangan-food-loss-pengolahan-limbah-pertanian-produ-thumb-f392f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay CRH Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay CRH Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay CRH Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49616-prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busa</link>
	<guid isPermaLink="false">fcbe20ef6e11c2e61e3eeaa9ff37d97d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 08:20:13 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas model CRH pada mata pelajaran lain di tingkat yang sama, guna mengetahui apakah peningkatan prestasi dapat diulang di bidang lain. Kedua, teliti kejangka panjang penerapan CRH dengan melacak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter: Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas model CRH pada mata pelajaran lain di tingkat yang sama, guna mengetahui apakah peningkatan prestasi dapat diulang di bidang lain. Kedua, teliti kejangka panjang penerapan CRH dengan melacak prestasi belajar siswa selama satu semester penuh, sehingga dapat diketahui apakah manfaatnya berkelanjutan. Ketiga, bandingkan secara kuantitatif dan kualitatif antara CRH dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti flipped classroom atau blended learning, guna menentukan keunggulan relatif dan strategi penggabungan yang paling optimal bagi peningkatan motivasi dan pemahaman siswa.. Model pembelajaran aktif CRH berhasil meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII A pada semester I SMP Negeri 2 Nguter.Nilai rataAcrata siswa naik dari 69,8 menjadi 82,9 setelah dua siklus penerapan CRH.Persentase ketuntasan siswa meningkat dari 53,1A% menjadi 93,8A%, sehingga melebihi indikator kinerja yang diharapkan Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa melalui model pembelajaran aktif CRH pada siswa kelas VIII A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Desember 2016 di SMP Negeri 2 Nguter. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A sebanyak 32 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir soal tes, dan dokumen daftar nilai. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-fcdd8.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-fcdd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-fcdd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-fcdd8.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-2a41f.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-2a41f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-2a41f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-2a41f.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" alt="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49616-prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busa" title="JURIS - Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter" target="_blank">Penerapan Model Pembelajaran Aktif Course Review Horay (CRH) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Nguter</a>: Pertama, lakukan penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas model CRH pada mata pelajaran lain di tingkat yang sama, guna mengetahui apakah peningkatan prestasi dapat diulang di bidang lain. Kedua, teliti kejangka panjang penerapan CRH dengan melacak prestasi belajar siswa selama satu semester penuh, sehingga dapat diketahui apakah manfaatnya berkelanjutan. Ketiga, bandingkan secara kuantitatif dan kualitatif antara CRH dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti flipped classroom atau blended learning, guna menentukan keunggulan relatif dan strategi penggabungan yang paling optimal bagi peningkatan motivasi dan pemahaman siswa..
<br>Model pembelajaran aktif CRH berhasil meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII A pada semester I SMP Negeri 2 Nguter.Nilai rataAcrata siswa naik dari 69,8 menjadi 82,9 setelah dua siklus penerapan CRH.Persentase ketuntasan siswa meningkat dari 53,1A% menjadi 93,8A%, sehingga melebihi indikator kinerja yang diharapkan
<br>Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa melalui model pembelajaran aktif CRH pada siswa kelas VIII A semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Desember 2016 di SMP Negeri 2 Nguter. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A sebanyak 32 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes tertulis. Alat pengumpulan data berupa lembar pengamatan, butir soal tes, dan dokumen daftar nilai. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) pengamatan, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp" type="image/webp" length="134572" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-fcdd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-2a41f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/e/prestasi-belajar-konsep-ipa-siswa-kelas-busana-per-thumb-bcfb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49618-guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa</link>
	<guid isPermaLink="false">02cfabfc9263443d6107e60d842428d7</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 08:14:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi lain dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, selain buzz ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi lain dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, selain buzz group discussion. Penelitian ini dapat fokus pada metode-metode pembelajaran yang melibatkan lingkungan sekolah secara lebih luas, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis komunitas.2. Menganalisis lebih dalam tentang tantangan-tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dapat menyelidiki faktor-faktor yang menghambat guru dalam menerapkan strategi-strategi pembelajaran berbasis lingkungan, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.3. Mengembangkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah secara lebih sistematis. Penelitian ini dapat bertujuan untuk merancang kurikulum atau modul pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara terstruktur, sehingga dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah dengan karakteristik yang berbeda-beda.. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa proses pembinaan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren melalui pelaksanaan diskusi kelompok kecil (buzz group discusion) terbukti dapat meningkatkan kemampuan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar.Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil penilaian terhadap ketiga aspek yang menjadi fokus perbaikan, yaitu aspek pengamatan diskusi kelompok kecil, aspek penyusunan skenario pembelajaran, dan aspek pelaksanaan pembelajaran.Hasil penilaian ketiga aspek tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pada aspek pengamatan diskusi kelompok kecil meningkat dari 64,17 menjadi 88,17 pada siklus terakhir, aspek penyusunan skenario pembelajaran meningkat dari 61,67 menjadi 86,67, dan aspek pelaksanaan pembelajaran meningkat dari 60 menjadi 86,11.Dari perolehan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penelitian dinyatakan berhasil, karena semua komponen yang diteliti menunjukkan hasil di atas kriteria keberhasilan sebesar 85% Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selaku Kepala Sekolah, guru di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji masih jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Hasil kegiatan prasiklus menunjukkan bahwa semua guru belum memaksimalkan penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan buzz group discussion dan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas sejumlah 6 orang guru di SD Negeri 2 Karangduren... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-8889c.webp" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-8889c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-8889c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-8889c.webp 1x" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" alt="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-c191c.webp" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-c191c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-c191c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-c191c.webp 1x" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" alt="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp 1x" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" alt="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49618-guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa" title="JURIS - Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion" target="_blank">Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Kegiatan Buzz Group Discussion</a>: Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi-strategi lain dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, selain buzz group discussion. Penelitian ini dapat fokus pada metode-metode pembelajaran yang melibatkan lingkungan sekolah secara lebih luas, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis komunitas.2. Menganalisis lebih dalam tentang tantangan-tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dapat menyelidiki faktor-faktor yang menghambat guru dalam menerapkan strategi-strategi pembelajaran berbasis lingkungan, serta mencari solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.3. Mengembangkan model pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah secara lebih sistematis. Penelitian ini dapat bertujuan untuk merancang kurikulum atau modul pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara terstruktur, sehingga dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah dengan karakteristik yang berbeda-beda..
<br>Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa proses pembinaan kemampuan guru dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren melalui pelaksanaan diskusi kelompok kecil (buzz group discusion) terbukti dapat meningkatkan kemampuan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar.Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil penilaian terhadap ketiga aspek yang menjadi fokus perbaikan, yaitu aspek pengamatan diskusi kelompok kecil, aspek penyusunan skenario pembelajaran, dan aspek pelaksanaan pembelajaran.Hasil penilaian ketiga aspek tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pada aspek pengamatan diskusi kelompok kecil meningkat dari 64,17 menjadi 88,17 pada siklus terakhir, aspek penyusunan skenario pembelajaran meningkat dari 61,67 menjadi 86,67, dan aspek pelaksanaan pembelajaran meningkat dari 60 menjadi 86,11.Dari perolehan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penelitian dinyatakan berhasil, karena semua komponen yang diteliti menunjukkan hasil di atas kriteria keberhasilan sebesar 85%
<br>Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selaku Kepala Sekolah, guru di SD Negeri 2 Karangduren Kecamatan Pakisaji masih jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Hasil kegiatan prasiklus menunjukkan bahwa semua guru belum memaksimalkan penggunaan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan buzz group discussion dan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SD Negeri 2 Karangduren. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas sejumlah 6 orang guru di SD Negeri 2 Karangduren...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp" type="image/webp" length="88570" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-8889c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-c191c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/guru-kelas-mata-sumber-belajar-ipa-hasil-analis-fa-thumb-a43ed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49614-guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-g</link>
	<guid isPermaLink="false">a3bd652e8dec02517f00ffc1fd3463bb</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 08:12:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Bagi siswa, agar meningkatkan peran serta dalam pembelajaran melalui antusias, kerjasama, dan keaktifan, agar kualitas pembelajaran dan hasil belajar lebih baik. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Bagi siswa, agar meningkatkan peran serta dalam pembelajaran melalui antusias, kerjasama, dan keaktifan, agar kualitas pembelajaran dan hasil belajar lebih baik. 2. Bagi guru, agar menggunakan berbagai model pembelajaran jigsaw untuk menunjang kualitas pembelajaran dan hasil belajar yang lebih baik. 3. Bagi sekolah, agar memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan dalam proses belajar mengajar, dan peningkatan perubahan sikap sosial yang lebih baik. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran jigsaw yang lebih inovatif dan efektif, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pelatihan in house training terhadap kemampuan mengajar guru dan perubahan perilaku mereka.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa.1) Proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan model jigsaw pada guru di SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020 lebih meningkat dan efektif, berjalan lancar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun.Persentase proses pembelajaran pada prasiklus diperoleh rata-rata persentase sebesar 16,67% dengan kategori kurang baik.Pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 61,11% berada pada kategori cukup baik.Pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 88,89% berada pada kategori baik.2) Ada peningkatan kemampuan mengajar setelah diberikan in house training model pembelajaran jigsaw pada guru SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020.Peningkatan ini ditunjukkan dengan persentase ketuntasan pada prasiklus 50%, pada siklus I yang tuntas menjadi 83,33% dan pada siklus II menjadi 100%.3) Ada peningkatan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan kemampuan mengajar pada guru setelah diberikan in house training model pembelajaran jigsaw pada guru SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020.Peningkatan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran pada prasiklus diperoleh rata-rata persentase sebesar 44,44% pada kategori sedang.Pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 77,78% berada pada kategori baik.Pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 88,89% kategori baik Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah 1) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan proses pelaksanaan pembelajaran melalui in house training di SDN 4 Wonoboyo untuk tahun pelajaran 2019/2020. 2) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru. 3) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan perubahan perilaku guru. Penelitian ini didesain dalam dua siklus. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Data hasil tes belajar dianalisis antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas sesuai indikator kinerja, yakni 1) mencapai ketuntasan klasikal proses pembelajaran 83%, 2) memperoleh ketuntasan kemampuan belajar mencapai 83%, 3) Mencapai perubahan perilaku 83% dari jumlah peserta keseluruhan. Berdasarkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" alt="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e7e8a.webp" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e7e8a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e7e8a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e7e8a.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" alt="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e5bd3.webp" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e5bd3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e5bd3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e5bd3.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" alt="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49614-guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-g" title="JURIS - Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training" target="_blank">Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru dengan Model Pembelajaran Jigsaw Melalui In House Training</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Bagi siswa, agar meningkatkan peran serta dalam pembelajaran melalui antusias, kerjasama, dan keaktifan, agar kualitas pembelajaran dan hasil belajar lebih baik. 2. Bagi guru, agar menggunakan berbagai model pembelajaran jigsaw untuk menunjang kualitas pembelajaran dan hasil belajar yang lebih baik. 3. Bagi sekolah, agar memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan dalam proses belajar mengajar, dan peningkatan perubahan sikap sosial yang lebih baik. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan model pembelajaran jigsaw yang lebih inovatif dan efektif, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pelatihan in house training terhadap kemampuan mengajar guru dan perubahan perilaku mereka..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa.1) Proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan model jigsaw pada guru di SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020 lebih meningkat dan efektif, berjalan lancar sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun.Persentase proses pembelajaran pada prasiklus diperoleh rata-rata persentase sebesar 16,67% dengan kategori kurang baik.Pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 61,11% berada pada kategori cukup baik.Pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 88,89% berada pada kategori baik.2) Ada peningkatan kemampuan mengajar setelah diberikan in house training model pembelajaran jigsaw pada guru SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020.Peningkatan ini ditunjukkan dengan persentase ketuntasan pada prasiklus 50%, pada siklus I yang tuntas menjadi 83,33% dan pada siklus II menjadi 100%.3) Ada peningkatan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan kemampuan mengajar pada guru setelah diberikan in house training model pembelajaran jigsaw pada guru SDN 4 Wonoboyo tahun pelajaran 2019/2020.Peningkatan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran pada prasiklus diperoleh rata-rata persentase sebesar 44,44% pada kategori sedang.Pada siklus I diperoleh rata-rata persentase sebesar 77,78% berada pada kategori baik.Pada siklus II diperoleh rata-rata persentase sebesar 88,89% kategori baik
<br>Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah 1) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan proses pelaksanaan pembelajaran melalui in house training di SDN 4 Wonoboyo untuk tahun pelajaran 2019/2020. 2) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru. 3) Pembelajaran model jigsaw dapat meningkatkan perubahan perilaku guru. Penelitian ini didesain dalam dua siklus. Data hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Data hasil tes belajar dianalisis antar siklus hingga hasilnya dapat mencapai batas tuntas sesuai indikator kinerja, yakni 1) mencapai ketuntasan klasikal proses pembelajaran 83%, 2) memperoleh ketuntasan kemampuan belajar mencapai 83%, 3) Mencapai perubahan perilaku 83% dari jumlah peserta keseluruhan. Berdasarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp" type="image/webp" length="66288" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-4a99d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e7e8a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/guru-sdn-tanah-sd-hasil-tes-siklus-kkg-penelitian-thumb-e5bd3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Review of traditional soy based fermented foods from Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Review of traditional soy based fermented foods from Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Review of traditional soy based fermented foods from Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49612-komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai</link>
	<guid isPermaLink="false">69ad41f2d510c37b6a48876295ab100a</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 08:05:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaannya: Bagaimana pengaruh penggunaan starter kultur berbasis Rhizopus oligosporus yang dikarakterisasi secara genomik terhadap konsistensi rasa dan keamanan mikroba pada produksi tempeh skala industri? Selain itu, perlu diteliti apakah integrasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia: Pertanyaannya: Bagaimana pengaruh penggunaan starter kultur berbasis Rhizopus oligosporus yang dikarakterisasi secara genomik terhadap konsistensi rasa dan keamanan mikroba pada produksi tempeh skala industri? Selain itu, perlu diteliti apakah integrasi teknologi metabolomik pada fermentasi tauco dapat mengidentifikasi profil peptida bioaktif baru yang berpotensi meningkatkan nilai gizi, dan apakah penggunaan modulasi suhu serta kelembaban selama fermentasi dapat meminimalisir risiko kontaminasi jamur beracun pada oncom. Penelitian selanjutnya juga harus mengevaluasi dampak adopsi prinsip GMP dan SSOP pada peningkatan keamanan produk dan penerimaan konsumen di pasar lokal maupun ekspor.. Penyimpulan menunjukkan bahwa makanan fermentasi berbasis kedelai tradisional Indonesia, seperti tempe, oncom, tauco, dan kecap, memiliki manfaat nutrisi dan kesehatan yang signifikan, tetapi masih menghadapi tantangan terkait kualitas, kebersihan, dan keamanan mikroba.Perluasan penggunaan kultur starter terkontrol, penerapan teknologi omics, dan standar GMP dapat meningkatkan keamanan dan keberlanjutan.Dengan langkah-langkah tersebut, produk makanan fermentasi tradisional dapat berkembang menjadi makanan etnis yang kompetitif secara global Makanan fermentasi berbahan dasar kedelai tradisional Indonesia, terutama tempe, oncom (varietas merah dan hitam), tauco, dan kecap (kecap manis), mewakili perpaduan yang kaya antara warisan kuliner, ekologi mikroba, dan inovasi nutrisi. Ulasan ini mensintesis pengetahuan terkini tentang metode produksi, komunitas mikroba, transformasi biokimia, dan potensi implikasi kesehatan dari produk-produk ini. Fermentasi oleh jamur, bakteri, dan ragi mendorong proteolisis, modifikasi karbohidrat, biosintesis vitamin, serta pemecahan senyawa antinutrisi seperti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-5ba9b.webp" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-5ba9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-5ba9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-5ba9b.webp 1x" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" alt="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-255db.webp" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-255db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-255db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-255db.webp 1x" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" alt="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp 1x" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" alt="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49612-komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai" title="JURIS - Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia" target="_blank">Review of traditional soy-based fermented foods from Indonesia</a>: Pertanyaannya: Bagaimana pengaruh penggunaan starter kultur berbasis Rhizopus oligosporus yang dikarakterisasi secara genomik terhadap konsistensi rasa dan keamanan mikroba pada produksi tempeh skala industri? Selain itu, perlu diteliti apakah integrasi teknologi metabolomik pada fermentasi tauco dapat mengidentifikasi profil peptida bioaktif baru yang berpotensi meningkatkan nilai gizi, dan apakah penggunaan modulasi suhu serta kelembaban selama fermentasi dapat meminimalisir risiko kontaminasi jamur beracun pada oncom. Penelitian selanjutnya juga harus mengevaluasi dampak adopsi prinsip GMP dan SSOP pada peningkatan keamanan produk dan penerimaan konsumen di pasar lokal maupun ekspor..
<br>Penyimpulan menunjukkan bahwa makanan fermentasi berbasis kedelai tradisional Indonesia, seperti tempe, oncom, tauco, dan kecap, memiliki manfaat nutrisi dan kesehatan yang signifikan, tetapi masih menghadapi tantangan terkait kualitas, kebersihan, dan keamanan mikroba.Perluasan penggunaan kultur starter terkontrol, penerapan teknologi omics, dan standar GMP dapat meningkatkan keamanan dan keberlanjutan.Dengan langkah-langkah tersebut, produk makanan fermentasi tradisional dapat berkembang menjadi makanan etnis yang kompetitif secara global
<br>Makanan fermentasi berbahan dasar kedelai tradisional Indonesia, terutama tempe, oncom (varietas merah dan hitam), tauco, dan kecap (kecap manis), mewakili perpaduan yang kaya antara warisan kuliner, ekologi mikroba, dan inovasi nutrisi. Ulasan ini mensintesis pengetahuan terkini tentang metode produksi, komunitas mikroba, transformasi biokimia, dan potensi implikasi kesehatan dari produk-produk ini. Fermentasi oleh jamur, bakteri, dan ragi mendorong proteolisis, modifikasi karbohidrat, biosintesis vitamin, serta pemecahan senyawa antinutrisi seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp" type="image/webp" length="94208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-5ba9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-255db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/0/komunitas-mikroba-tanah-fermentasi-kedelai-produks-thumb-a2e5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49617-model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data</link>
	<guid isPermaLink="false">70729e99cdc696e01258194f1931cee6</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:43:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada dampak jangka panjang dari penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran kooperatif ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada dampak jangka panjang dari penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran kooperatif Time Token dengan model pembelajaran lainnya untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan masing-masing model. Terakhir, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token, seperti motivasi siswa, keterlibatan guru, dan lingkungan belajar.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Time Token dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas VIII B semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun ajaran 2017/2018.Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu.sebelum tindakan 20 siswa atau 62,5%, pada siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% dan pada siklus II sebanyak 31 siswa atau 96,9%.Sedangkan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa sebelum tindakan sebesar 70,9, pada siklus I sebesar 73,4, dan pada siklus II sebesar 81,7.Pada siklus II, nilai siswa yang telah mencapai KKM yaitu 96,9% dan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa 81,7, angka ini menunjukkan bahwa penelitian telah berhasil, karena ketuntasan belajar siswa telah melampaui indikator kinerja yaitu 90% dan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa telah melampaui indikator kinerja yaitu 80,0 Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif Time Token untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas VIII B semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018, dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-4f386.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-4f386.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-4f386.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-4f386.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-d6218.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-d6218.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-d6218.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-d6218.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49617-model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token" target="_blank">Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Time Token</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada dampak jangka panjang dari penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran kooperatif Time Token dengan model pembelajaran lainnya untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan masing-masing model. Terakhir, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif Time Token, seperti motivasi siswa, keterlibatan guru, dan lingkungan belajar..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Time Token dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa kelas VIII B semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun ajaran 2017/2018.Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan belajar siswa, yaitu.sebelum tindakan 20 siswa atau 62,5%, pada siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% dan pada siklus II sebanyak 31 siswa atau 96,9%.Sedangkan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa sebelum tindakan sebesar 70,9, pada siklus I sebesar 73,4, dan pada siklus II sebesar 81,7.Pada siklus II, nilai siswa yang telah mencapai KKM yaitu 96,9% dan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa 81,7, angka ini menunjukkan bahwa penelitian telah berhasil, karena ketuntasan belajar siswa telah melampaui indikator kinerja yaitu 90% dan rata-rata hasil belajar Bahasa Inggris siswa telah melampaui indikator kinerja yaitu 80,0
<br>Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif Time Token untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas VIII B semester I SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018, dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp" type="image/webp" length="41172" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-4f386.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-0cd8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/model-pembelajaran-abad-21-hasil-analisis-data-bel-thumb-d6218.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluation of Protein Content Moisture Content and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of Protein Content Moisture Content and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of Protein Content Moisture Content and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49605-puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupu</link>
	<guid isPermaLink="false">3f97cf9dd4df561fed2597fa4acfc2cc</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:36:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperluas pengetahuan tentang manfaat pangan tradisional, penelitian berikutnya dapat menanyakan seberapa efektif penggandaan dosis puree daun kelor melampaui 7% terhadap kandungan nutrisi dan perilaku konsumen, sekaligus memantau potensi rasa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree: Untuk memperluas pengetahuan tentang manfaat pangan tradisional, penelitian berikutnya dapat menanyakan seberapa efektif penggandaan dosis puree daun kelor melampaui 7% terhadap kandungan nutrisi dan perilaku konsumen, sekaligus memantau potensi rasa pahit atau efek jangka panjang pada kesehatan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan antara crackers yang menggunakan puree daun kelor dengan varian pengganti protein lain seperti protein kacang hijau atau kedelai untuk mengevaluasi perbandingan nilai gizi, tekstur, dan penerimaan sensoris, sehingga dapat ditetapkan standar industri yang optimal. Terakhir, akan berguna untuk mengambil pendekatan multidisipliner dengan memperkirakan dampak ekonomi dan sosial penerapan teknologi fermentasi atau pemrosesan tambahan pada puree daun kelor, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan motivasi petani lokal di Kalimantan Barat untuk berpartisipasi dalam rantai nilai produk olahan.. Evaluasi keberhasilan penambahan puree daun kelor pada kerupuk berhasil meningkatkan kadar protein dan kadar air serta penerimaan sensoris.Regresi linier menunjukkan hubungan positif yang kuat antara persentase puree dan nilai nutrisi.Panelis lebih menyukai kerupuk dengan 5% puree daun kelor, sehingga rekomendasi formulasi akhir adalah 5% puree Kerupuk merupakan makanan ringan tradisional Indonesia yang populer dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah. Fortifikasi dengan bahan alami kaya nutrisi seperti daun kelor (Moringa oleifera) merupakan alternatif untuk meningkatkan nilai gizi kerupuk. Meskipun demikian, pemanfaatan daun kelor dalam sistem pangan, khususnya di Kalimantan Barat, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar protein, kadar air, dan penerimaan sensoris kerupuk dengan berbagai penambahan puree daun kelor. Kerupuk dibuat dengan penambahan puree daun kelor pada konsentrasi 0% (kontrol), 3%, 5%, dan 7% (w/w). Kadar protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl dan kadar air dianalisis menggunakan metode termogravimetri. Penerimaan sensoris, meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur, dievaluasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" alt="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-1cd62.webp" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-1cd62.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-1cd62.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-1cd62.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" alt="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-4be27.webp" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-4be27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-4be27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-4be27.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" alt="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49605-puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupu" title="JURIS - Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree" target="_blank">Evaluation of Protein Content, Moisture Content, and Sensorial Acceptability of Crackers with the Addition of Moringa Leaf Puree</a>: Untuk memperluas pengetahuan tentang manfaat pangan tradisional, penelitian berikutnya dapat menanyakan seberapa efektif penggandaan dosis puree daun kelor melampaui 7% terhadap kandungan nutrisi dan perilaku konsumen, sekaligus memantau potensi rasa pahit atau efek jangka panjang pada kesehatan. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan antara crackers yang menggunakan puree daun kelor dengan varian pengganti protein lain seperti protein kacang hijau atau kedelai untuk mengevaluasi perbandingan nilai gizi, tekstur, dan penerimaan sensoris, sehingga dapat ditetapkan standar industri yang optimal. Terakhir, akan berguna untuk mengambil pendekatan multidisipliner dengan memperkirakan dampak ekonomi dan sosial penerapan teknologi fermentasi atau pemrosesan tambahan pada puree daun kelor, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk dan motivasi petani lokal di Kalimantan Barat untuk berpartisipasi dalam rantai nilai produk olahan..
<br>Evaluasi keberhasilan penambahan puree daun kelor pada kerupuk berhasil meningkatkan kadar protein dan kadar air serta penerimaan sensoris.Regresi linier menunjukkan hubungan positif yang kuat antara persentase puree dan nilai nutrisi.Panelis lebih menyukai kerupuk dengan 5% puree daun kelor, sehingga rekomendasi formulasi akhir adalah 5% puree
<br>Kerupuk merupakan makanan ringan tradisional Indonesia yang populer dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah. Fortifikasi dengan bahan alami kaya nutrisi seperti daun kelor (Moringa oleifera) merupakan alternatif untuk meningkatkan nilai gizi kerupuk. Meskipun demikian, pemanfaatan daun kelor dalam sistem pangan, khususnya di Kalimantan Barat, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar protein, kadar air, dan penerimaan sensoris kerupuk dengan berbagai penambahan puree daun kelor. Kerupuk dibuat dengan penambahan puree daun kelor pada konsentrasi 0% (kontrol), 3%, 5%, dan 7% (w/w). Kadar protein dianalisis menggunakan metode Kjeldahl dan kadar air dianalisis menggunakan metode termogravimetri. Penerimaan sensoris, meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur, dievaluasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp" type="image/webp" length="105664" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-079fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-1cd62.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/puree-daun-katuk-kelor-stik-kerupuk-sensori-moring-thumb-4be27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian SBK Melalui Metode Asistensi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian SBK Melalui Metode Asistensi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian SBK Melalui Metode Asistensi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49619-mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest</link>
	<guid isPermaLink="false">3706523e550be2efb703bf621f794ed6</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:22:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertanyaan penelitian berikutnya dapat menelaah bagaimana penerapan metode asistensi dapat memengaruhi motivasi belajar jangka panjang siswa seni budaya, dengan membandingkan kelompok eksperimen yang menggunakan asistensi secara intensif dengan kelompok ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi: Pertanyaan penelitian berikutnya dapat menelaah bagaimana penerapan metode asistensi dapat memengaruhi motivasi belajar jangka panjang siswa seni budaya, dengan membandingkan kelompok eksperimen yang menggunakan asistensi secara intensif dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dipakai untuk menilai dampak metode asistensi terhadap perkembangan keterampilan motorik dan kooperatif siswa, sehingga dapat diidentifikasi variabel-variabel kunci yang memoderasi efeknya. Akhirnya, penelitian aplikatif dapat mengeksplorasi penerapan metode asistensi pada mata pelajaran seni budaya di tingkat menengah atas, guna menilai transferabilitas dan adaptasi metode pada konteks kelas yang lebih heterogen.. Metode asistensi dapat meningkatkan hasil belajar SBK materi Memainkan Asambel Musik Tradisional Nusantara pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar SBK materi Memainkan Asambel Musik Tradisional Nusantara melalui metode asistensi pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada kelas VIII C sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi, wawancara, dan observasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Indikator keberhasilan pelaksanaan PTK ini adalah meningkatnya hasil belajar SBK siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase ketuntasan siswa minimal... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-c6039.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-c6039.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-c6039.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-c6039.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-f8f2c.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-f8f2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-f8f2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-f8f2c.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49619-mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi" target="_blank">Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Dan Kesenian (SBK) Melalui Metode Asistensi</a>: Pertanyaan penelitian berikutnya dapat menelaah bagaimana penerapan metode asistensi dapat memengaruhi motivasi belajar jangka panjang siswa seni budaya, dengan membandingkan kelompok eksperimen yang menggunakan asistensi secara intensif dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode tradisional. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dipakai untuk menilai dampak metode asistensi terhadap perkembangan keterampilan motorik dan kooperatif siswa, sehingga dapat diidentifikasi variabel-variabel kunci yang memoderasi efeknya. Akhirnya, penelitian aplikatif dapat mengeksplorasi penerapan metode asistensi pada mata pelajaran seni budaya di tingkat menengah atas, guna menilai transferabilitas dan adaptasi metode pada konteks kelas yang lebih heterogen..
<br>Metode asistensi dapat meningkatkan hasil belajar SBK materi Memainkan Asambel Musik Tradisional Nusantara pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017
<br>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar SBK materi Memainkan Asambel Musik Tradisional Nusantara melalui metode asistensi pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada kelas VIII C sebanyak 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode tes, observasi, wawancara, dan observasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Indikator keberhasilan pelaksanaan PTK ini adalah meningkatnya hasil belajar SBK siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase ketuntasan siswa minimal...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp" type="image/webp" length="78208" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-c6039.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-f8f2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/a/mahasiswa-lembar-observasi-siswa-mi-afifiyah-prest-thumb-fb9a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49615-hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-su</link>
	<guid isPermaLink="false">060a966a63c91102096393936968013d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 07:10:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan model TGT terhadap motivasi belajar siswa, misalnya dengan menanyakan apakah peningkatan hasil belajar tetap berlanjut setelah satu semester berlalu. Selain itu, dapat juga dipertimbangkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament: Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan model TGT terhadap motivasi belajar siswa, misalnya dengan menanyakan apakah peningkatan hasil belajar tetap berlanjut setelah satu semester berlalu. Selain itu, dapat juga dipertimbangkan studi perbandingan antara model TGT dengan metode pembelajaran kooperatif lain, seperti "Jigsaw" atau "ThinkAcPairAcShare", untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam peningkatan hasil belajar. Akhirnya, peneliti dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memoderasi efektivitas TGT, seperti tingkat keanekaragaman kelompok atau jumlah anggota tim, guna memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran kooperatif yang lebih efektif.. Berdasarkan penelitiAan tindakan kelas ini, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIIIAB SMP NegeriA2 Nguter semesterA1 tahun pelajaran 2017/2018.Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rataAcrasio hasil belajar IPA siswa dari 69,25 menjadi 81,8 dan persentase ketuntasan belajar IPA siswa dari 62,5A% menjadi 93,75A% Penelitian ini merupakan upaya untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter setelah penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter, yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-b3c6a.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-b3c6a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-b3c6a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-b3c6a.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-2da27.webp" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-2da27.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-2da27.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-2da27.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" alt="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49615-hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-su" title="JURIS - Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament" target="_blank">Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Teams Game Turnament</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan model TGT terhadap motivasi belajar siswa, misalnya dengan menanyakan apakah peningkatan hasil belajar tetap berlanjut setelah satu semester berlalu. Selain itu, dapat juga dipertimbangkan studi perbandingan antara model TGT dengan metode pembelajaran kooperatif lain, seperti "Jigsaw" atau "ThinkAcPairAcShare", untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam peningkatan hasil belajar. Akhirnya, peneliti dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang memoderasi efektivitas TGT, seperti tingkat keanekaragaman kelompok atau jumlah anggota tim, guna memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran kooperatif yang lebih efektif..
<br>Berdasarkan penelitiAan tindakan kelas ini, dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIIIAB SMP NegeriA2 Nguter semesterA1 tahun pelajaran 2017/2018.Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rataAcrasio hasil belajar IPA siswa dari 69,25 menjadi 81,8 dan persentase ketuntasan belajar IPA siswa dari 62,5A% menjadi 93,75A%
<br>Penelitian ini merupakan upaya untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter setelah penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Nguter, yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp" type="image/webp" length="46852" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-b3c6a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-788c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/hasil-analisis-data-belajar-aqidah-akhlak-sumber-i-thumb-2da27.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness OEE di PT Advance Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness OEE di PT Advance Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness OEE di PT Advance Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49607-faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi</link>
	<guid isPermaLink="false">f28abab892f25c17a566cb5c7824d2af</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:56:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas objek penelitian dan mengintegrasikan metode analisis lain seperti Reliability Centered Maintenance (RCM) atau Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas objek penelitian dan mengintegrasikan metode analisis lain seperti Reliability Centered Maintenance (RCM) atau Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, perusahaan disarankan untuk mengimplementasikan preventive maintenance secara terjadwal, meningkatkan pelatihan operator, serta melakukan standarisasi prosedur kerja guna meminimalkan losses dan meningkatkan efektivitas mesin secara berkelanjutan.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap mesin injeksi molding di PT Advance Digital, dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas mesin yang diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) menunjukkan adanya kesenjangan kinerja antar mesin, dimana mesin MI-1, MI-2, dan MI-9 telah memenuhi standar efektivitas >85%, sedangkan mesin MI-4 dan MI-5 masih berada di bawah standar tersebut.Hasil analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya efektivitas pada kedua mesin tersebut didominasi oleh faktor breakdown losses, diikuti oleh setup and adjustment losses serta idling and minor stoppages losses.Temuan ini mengindikasikan bahwa permasalahan utama terletak pada tingginya downtime akibat kerusakan mesin serta belum optimalnya proses pengaturan awal mesin.Analisis lebih lanjut menggunakan fishbone diagram menunjukkan bahwa akar permasalahan berasal dari faktor metode yang belum menerapkan sistem preventive maintenance secara terjadwal, faktor manusia berupa kurangnya ketelitian dan konsentrasi operator, serta faktor mesin yang mengalami kerusakan pada komponen penting seperti molding dan injector.Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan konsep bahwa peningkatan efektivitas mesin produksi tidak hanya bergantung pada performa teknis mesin, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh integrasi antara sistem perawatan yang terstruktur, kompetensi operator, dan standar operasional yang konsisten Penelitian ini menganalisis efektivitas produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT Advance Digital, perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia yang memproduksi kipas angin. Sebagai perusahaan yang baru beroperasi sejak tahun 2025, ditemukan permasalahan efisiensi produksi khususnya pada mesin injeksi molding, seperti keterlambatan produksi, kerusakan mesin, dan produk cacat. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penerapan metode OEE yang dikombinasikan dengan analisis six big losses dalam mengevaluasi kinerja mesin pada perusahaan manufaktur yang masih dalam tahap awal operasional. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas mesin injeksi molding, mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja mesin, serta memberikan usulan perbaikan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" alt="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-db8fb.webp" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-db8fb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-db8fb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-db8fb.webp 1x" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" alt="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-6a1de.webp" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-6a1de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-6a1de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-6a1de.webp 1x" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" alt="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49607-faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi" title="JURIS - Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital" target="_blank">Analisis Efektivitas Produksi Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT Advance Digital</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas objek penelitian dan mengintegrasikan metode analisis lain seperti Reliability Centered Maintenance (RCM) atau Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Selain itu, perusahaan disarankan untuk mengimplementasikan preventive maintenance secara terjadwal, meningkatkan pelatihan operator, serta melakukan standarisasi prosedur kerja guna meminimalkan losses dan meningkatkan efektivitas mesin secara berkelanjutan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap mesin injeksi molding di PT Advance Digital, dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas mesin yang diukur menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) menunjukkan adanya kesenjangan kinerja antar mesin, dimana mesin MI-1, MI-2, dan MI-9 telah memenuhi standar efektivitas >85%, sedangkan mesin MI-4 dan MI-5 masih berada di bawah standar tersebut.Hasil analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya efektivitas pada kedua mesin tersebut didominasi oleh faktor breakdown losses, diikuti oleh setup and adjustment losses serta idling and minor stoppages losses.Temuan ini mengindikasikan bahwa permasalahan utama terletak pada tingginya downtime akibat kerusakan mesin serta belum optimalnya proses pengaturan awal mesin.Analisis lebih lanjut menggunakan fishbone diagram menunjukkan bahwa akar permasalahan berasal dari faktor metode yang belum menerapkan sistem preventive maintenance secara terjadwal, faktor manusia berupa kurangnya ketelitian dan konsentrasi operator, serta faktor mesin yang mengalami kerusakan pada komponen penting seperti molding dan injector.Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan konsep bahwa peningkatan efektivitas mesin produksi tidak hanya bergantung pada performa teknis mesin, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh integrasi antara sistem perawatan yang terstruktur, kompetensi operator, dan standar operasional yang konsisten
<br>Penelitian ini menganalisis efektivitas produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT Advance Digital, perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia yang memproduksi kipas angin. Sebagai perusahaan yang baru beroperasi sejak tahun 2025, ditemukan permasalahan efisiensi produksi khususnya pada mesin injeksi molding, seperti keterlambatan produksi, kerusakan mesin, dan produk cacat. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penerapan metode OEE yang dikombinasikan dengan analisis six big losses dalam mengevaluasi kinerja mesin pada perusahaan manufaktur yang masih dalam tahap awal operasional. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas mesin injeksi molding, mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja mesin, serta memberikan usulan perbaikan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp" type="image/webp" length="74550" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-afa7a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-db8fb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/faktor-teknis-mesin-efisiensi-produksi-kerusakan-e-thumb-6a1de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-126-unkris.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11044-industrikrisna.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Morphology the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf A brief literature review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Morphology the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf A brief literature review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Morphology the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf A brief literature review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49608-pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen</link>
	<guid isPermaLink="false">b9f230213ac068c278bf951c3c188be0</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:55:57 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana variasi metode ekstraksi (misalnya maserasi, ekstraksi ultrasonik, atau superkritikal) memengaruhi kuantitas dan profil spesifik senyawa bioaktif pada daun pucuk merah, sehingga dapat mengoptimalkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana variasi metode ekstraksi (misalnya maserasi, ekstraksi ultrasonik, atau superkritikal) memengaruhi kuantitas dan profil spesifik senyawa bioaktif pada daun pucuk merah, sehingga dapat mengoptimalkan prosedur produksi yang ramah lingkungan. Selanjutnya, penting untuk menguji efektivitas minyak atsiri daun pucuk merah sebagai agen antimikroba alami dalam produk pangan, misalnya pada pengawetan buahAcbuah segar atau produk olahan, serta menilai dampaknya terhadap kualitas sensorik dan keamanan pangan. Akhirnya, studi genetika dan agronomi yang membandingkan populasi Syzygium myrtifolium dari berbagai daerah Indonesia dapat mengidentifikasi faktor lingkungan atau varietas yang memengaruhi kandungan bioaktif dan minyak atsiri, memberikan dasar bagi program pemuliaan yang menitikberatkan pada nilai nutrisi dan aplikasi industri.. Kajian ini menunjukkan bahwa daun pucuk merah memiliki morfologi oval dengan ukuran sekitar 5Ac6Acm panjang dan 2Acm lebar, serta permukaan halus dan tepi datar.Daun mengandung beragam senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, fenolik, alkaloid, steroid, dan triterpenoid.Selain itu, daun menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen dan komposisi volatil yang bervariasi tergantung kondisi ekstraksi dan umur daun Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan minyak atsiri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara singkat karakteristik morfologi, profil senyawa bioaktif, dan minyak atsiri daun pucuk merah asal Indonesia berdasarkan publikasi ilmiah yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel jurnal, prosiding, dan skripsi yang dipublikasikan pada periode 2015Ae2025 dan diperoleh dari Google Scholar, ResearchGate, dan Crossref. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun pucuk merah memiliki ciri morfologi khas, terutama perubahan warna daun seiring tingkat ketuaan. Daun pucuk merah dilaporkan mengandung berbagai senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-38e37.webp" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-38e37.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-38e37.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-38e37.webp 1x" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" alt="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-67cb0.webp" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-67cb0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-67cb0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-67cb0.webp 1x" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" alt="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp 1x" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" alt="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49608-pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen" title="JURIS - Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -" target="_blank">Morphology, the bioactive compound and essential oil profiles of Indonesian Syzygium myrtifolium leaf: A brief literature review: -</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana variasi metode ekstraksi (misalnya maserasi, ekstraksi ultrasonik, atau superkritikal) memengaruhi kuantitas dan profil spesifik senyawa bioaktif pada daun pucuk merah, sehingga dapat mengoptimalkan prosedur produksi yang ramah lingkungan. Selanjutnya, penting untuk menguji efektivitas minyak atsiri daun pucuk merah sebagai agen antimikroba alami dalam produk pangan, misalnya pada pengawetan buahAcbuah segar atau produk olahan, serta menilai dampaknya terhadap kualitas sensorik dan keamanan pangan. Akhirnya, studi genetika dan agronomi yang membandingkan populasi Syzygium myrtifolium dari berbagai daerah Indonesia dapat mengidentifikasi faktor lingkungan atau varietas yang memengaruhi kandungan bioaktif dan minyak atsiri, memberikan dasar bagi program pemuliaan yang menitikberatkan pada nilai nutrisi dan aplikasi industri..
<br>Kajian ini menunjukkan bahwa daun pucuk merah memiliki morfologi oval dengan ukuran sekitar 5Ac6Acm panjang dan 2Acm lebar, serta permukaan halus dan tepi datar.Daun mengandung beragam senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, fenolik, alkaloid, steroid, dan triterpenoid.Selain itu, daun menghasilkan minyak atsiri dengan rendemen dan komposisi volatil yang bervariasi tergantung kondisi ekstraksi dan umur daun
<br>Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dan berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan minyak atsiri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara singkat karakteristik morfologi, profil senyawa bioaktif, dan minyak atsiri daun pucuk merah asal Indonesia berdasarkan  publikasi ilmiah yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel jurnal, prosiding, dan skripsi yang dipublikasikan pada periode 2015Ae2025 dan diperoleh dari  Google Scholar, ResearchGate, dan Crossref.  Hasil kajian menunjukkan bahwa daun pucuk merah memiliki ciri morfologi khas, terutama perubahan warna daun seiring tingkat ketuaan. Daun pucuk merah dilaporkan mengandung  berbagai senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp" type="image/webp" length="119922" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-38e37.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-67cb0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/pucuk-merah-bagan-warna-daun-fermentasi-profil-sen-thumb-a4449.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Of Students Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Of Students Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Of Students Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49610-kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi</link>
	<guid isPermaLink="false">be012479703f64bdde2dba3c009d0cd0</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:39:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Sebelum memulai program baru, lakukan evaluasi aktual fasilitas dan jadwal latihan yang seimbang dengan materi akademik. Pertimbangkan melacak perkembangan siswa dalam jangka panjang dengan metode longitudinal untuk menilai dampak berkelanjutan dari aktivitas ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Of Students' Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools: Sebelum memulai program baru, lakukan evaluasi aktual fasilitas dan jadwal latihan yang seimbang dengan materi akademik. Pertimbangkan melacak perkembangan siswa dalam jangka panjang dengan metode longitudinal untuk menilai dampak berkelanjutan dari aktivitas menari. Bandingkan efektivitas dua jenis gaya tari, tradisional dan modern, dalam meningkatkan koordinasi tubuh dan keseimbangan, sehingga dapat ditentukan pendekatan pedagogis terbaik. Eksplorasi penggunaan platform digital, seperti video tutorial interaktif, sebagai pelengkap latihan tatap muka untuk meningkatkan partisipasi dan konsistensi siswa. Mengkaji strategi penggabungan pengajaran motorik senam ringan dengan gerakan tari untuk memperluas cakupan pengembangan fizikal secara menyeluruh. Meneliti pengaruh kolaborasi antara guru KKN (kesejahteraan kognitif, emosional, dan motorik) dalam memaksimalkan sinergi antara pembelajaran akademik dengan aktivitas ekstrakurikuler. Mengembangkan model pelatihan intensif yang menyesuaikan tingkat kemampuan siswa, sehingga setiap peserta dapat memaksimalkan potensi kinestetik tanpa tekanan kompetitif. Membuat kerangka kerja evaluasi berbasis proyek yang menilai hasil karya tari siswa sebagai indikator pencapaian kompetensi. Mendorong partisipasi orang tua melalui workshop tentang pentingnya peran keluarga dalam memperkuat pelaksanaan latihan di rumah. Menetapkan indikator keunggulan akademik yang berhubungan langsung dengan perbaikan kemampuan kinestetik, sehingga memotivasi siswa untuk mengeksekusi kedua bidang secara simultan.. Kegiatan ekstrakurikuler menari secara signifikan mendukung pengembangan kecerdasan kinestetik siswa, meliputi kelincahan, koordinasi tubuh, kekuatan otot, keseimbangan, serta koordinasi visualAcmotorik.Proses pelatihan yang dimulai dengan pemanasan dan peregangan mempersiapkan kondisi fisik siswa, meningkatkan kelenturan, dan mengurangi risiko cedera.pada tahap inti, gerakan berkecepatan tinggi dan koordinasi visualAcmotorik mendorong siswa menyelaraskan seluruh bagian tubuh secara simultan.Hasilnya terlihat pada kemampuan siswa mengeksekusi gerakan tari dengan tempo tepat, postur stabil, gerakan lentur, koordinasi baik, dan kepercayaan diri meningkat di acara Pasar Semarak, sehingga menari terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik secara terintegrasi Penelitian ini dipacu oleh fakta bahwa kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler menari belum dikembangkan secara optimal, sebagaimana ditunjukkan oleh kesulitan siswa dalam menguasai gerakan tari. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kecerdasan kinestetik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler menari di SD Negeri Pondok 01 dan (2) menggambarkan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan objek penelitian siswa kelas I sampai VI serta instruktur menari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman, yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan pengambilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" alt="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ed399.webp" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ed399.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ed399.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ed399.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" alt="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ec6a8.webp" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ec6a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ec6a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ec6a8.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" alt="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49610-kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi" title="JURIS - Analysis Of Students&#039; Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools" target="_blank">Analysis Of Students' Kinesthetic Intelligence Through Extracurricular Dance Activities In Elementary Schools</a>: Sebelum memulai program baru, lakukan evaluasi aktual fasilitas dan jadwal latihan yang seimbang dengan materi akademik. Pertimbangkan melacak perkembangan siswa dalam jangka panjang dengan metode longitudinal untuk menilai dampak berkelanjutan dari aktivitas menari. Bandingkan efektivitas dua jenis gaya tari, tradisional dan modern, dalam meningkatkan koordinasi tubuh dan keseimbangan, sehingga dapat ditentukan pendekatan pedagogis terbaik. Eksplorasi penggunaan platform digital, seperti video tutorial interaktif, sebagai pelengkap latihan tatap muka untuk meningkatkan partisipasi dan konsistensi siswa. Mengkaji strategi penggabungan pengajaran motorik senam ringan dengan gerakan tari untuk memperluas cakupan pengembangan fizikal secara menyeluruh. Meneliti pengaruh kolaborasi antara guru KKN (kesejahteraan kognitif, emosional, dan motorik) dalam memaksimalkan sinergi antara pembelajaran akademik dengan aktivitas ekstrakurikuler. Mengembangkan model pelatihan intensif yang menyesuaikan tingkat kemampuan siswa, sehingga setiap peserta dapat memaksimalkan potensi kinestetik tanpa tekanan kompetitif. Membuat kerangka kerja evaluasi berbasis proyek yang menilai hasil karya tari siswa sebagai indikator pencapaian kompetensi. Mendorong partisipasi orang tua melalui workshop tentang pentingnya peran keluarga dalam memperkuat pelaksanaan latihan di rumah. Menetapkan indikator keunggulan akademik yang berhubungan langsung dengan perbaikan kemampuan kinestetik, sehingga memotivasi siswa untuk mengeksekusi kedua bidang secara simultan..
<br>Kegiatan ekstrakurikuler menari secara signifikan mendukung pengembangan kecerdasan kinestetik siswa, meliputi kelincahan, koordinasi tubuh, kekuatan otot, keseimbangan, serta koordinasi visualAcmotorik.Proses pelatihan yang dimulai dengan pemanasan dan peregangan mempersiapkan kondisi fisik siswa, meningkatkan kelenturan, dan mengurangi risiko cedera.pada tahap inti, gerakan berkecepatan tinggi dan koordinasi visualAcmotorik mendorong siswa menyelaraskan seluruh bagian tubuh secara simultan.Hasilnya terlihat pada kemampuan siswa mengeksekusi gerakan tari dengan tempo tepat, postur stabil, gerakan lentur, koordinasi baik, dan kepercayaan diri meningkat di acara Pasar Semarak, sehingga menari terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik secara terintegrasi
<br>Penelitian ini dipacu oleh fakta bahwa kecerdasan kinestetik siswa sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler menari belum dikembangkan secara optimal, sebagaimana ditunjukkan oleh kesulitan siswa dalam menguasai gerakan tari. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kecerdasan kinestetik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler menari di SD Negeri Pondok 01 dan (2) menggambarkan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan objek penelitian siswa kelas I sampai VI serta instruktur menari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman, yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan pengambilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp" type="image/webp" length="78702" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-43323.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ed399.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kecerdasan-kinestetik-kesulitan-siswa-kondisi-fisi-thumb-ec6a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49621-belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan</link>
	<guid isPermaLink="false">cd99f46f4a176b6842fee6c87e9f4633</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:21:16 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran AIR dengan model-model pembelajaran lainnya dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada jenjang pendidikan yang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR): Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran AIR dengan model-model pembelajaran lainnya dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada jenjang pendidikan yang berbeda untuk melihat efektivitas model pembelajaran AIR dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada berbagai tingkat pendidikan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek spesifik dalam model pembelajaran AIR, seperti pengaruh pengulangan (repetition) terhadap pemahaman dan penguasaan materi bahasa Indonesia oleh siswa.. Penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018.Peningkatan ini terlihat dari peningkatan nilai keterampilan menulis bahasa Indonesia siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa yang melebihi target yang ditetapkan.Model pembelajaran AIR ini memberikan tekanan pada aspek auditory (mendengar), intellectually (berpikir), dan repetition (pengulangan), yang mendorong siswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia mereka Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,0 mencapai Ou 85%. Berdasarkan penelitian,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-b9ea1.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-b9ea1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-b9ea1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-b9ea1.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-cdf56.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-cdf56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-cdf56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-cdf56.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49621-belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" target="_blank">Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara model pembelajaran AIR dengan model-model pembelajaran lainnya dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada jenjang pendidikan yang berbeda untuk melihat efektivitas model pembelajaran AIR dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada berbagai tingkat pendidikan. Terakhir, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek spesifik dalam model pembelajaran AIR, seperti pengaruh pengulangan (repetition) terhadap pemahaman dan penguasaan materi bahasa Indonesia oleh siswa..
<br>Penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018.Peningkatan ini terlihat dari peningkatan nilai keterampilan menulis bahasa Indonesia siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa yang melebihi target yang ditetapkan.Model pembelajaran AIR ini memberikan tekanan pada aspek auditory (mendengar), intellectually (berpikir), dan repetition (pengulangan), yang mendorong siswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia mereka
<br>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,0 mencapai Ou 85%. Berdasarkan penelitian,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp" type="image/webp" length="91576" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-9db28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-b9ea1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/belajar-bahasa-inggris-isi-materi-kesiapan-perilak-thumb-cdf56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49609-ekspektasi-sosial-islam-kecemasa</link>
	<guid isPermaLink="false">7cde96b910d516ab88de52f81fd0baef</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:08:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Di Indonesia, kembangkan program latih keterampilan berbicara di depan umum yang terintegrasi dalam kurikulum, sekaligus lakukan skrining rutin untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memerlukan intervensi; di Korea Selatan, lakukan penelitian longitudinal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students: Di Indonesia, kembangkan program latih keterampilan berbicara di depan umum yang terintegrasi dalam kurikulum, sekaligus lakukan skrining rutin untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memerlukan intervensi; di Korea Selatan, lakukan penelitian longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kecemasan sepanjang perguruan tinggi dan uji coba pendekatan pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif sistem penilaian berbasis kompetisi, serta evaluasi dampak kebijakan regulasi jam belajar terhadap pengurangan tekanan akademik dan kecemasan sosial.. Mahasiswa Korea Selatan menunjukkan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Indonesia, dengan faktor utama perbandingan akademik dan ekspektasi sosial yang kuat.Di Indonesia, kecemasan lebih diarahkan pada situasi penilaian individual seperti berbicara di depan umum.Perbedaan gender lebih mencolok di Korea Selatan, mencerminkan tekanan kompetisi gender.Hubungan yang lebih kuat antara tekanan akademik dan kecemasan sosial di Korea Selatan menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang lebih kompetitif berkontribusi pada tingkat kecemasan yang lebih tinggi Penelitian ini merupakan studi komparatif kuantitatif yang membandingkan prevalensi, tingkat keparahan, dan faktor penyebab kecemasan sosial antara mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan. Data dikumpulkan dari 400 mahasiswa (200 per negara) menggunakan Social Interaction Anxiety Scale (SIAS). Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Korea Selatan memiliki skor kecemasan sosial yang lebih tinggi (M=42,3, SD=10,2) dibandingkan mahasiswa Indonesia (M=34,7, SD=11,8; t=7,12, p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-0afa5.webp" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-0afa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-0afa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-0afa5.webp 1x" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" alt="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp 1x" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" alt="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-eaacd.webp" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-eaacd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-eaacd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-eaacd.webp 1x" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" alt="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49609-ekspektasi-sosial-islam-kecemasa" title="JURIS - Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students" target="_blank">Social Anxiety In Indonesian And South Korean University Students</a>: Di Indonesia, kembangkan program latih keterampilan berbicara di depan umum yang terintegrasi dalam kurikulum, sekaligus lakukan skrining rutin untuk mengidentifikasi mahasiswa yang memerlukan intervensi; di Korea Selatan, lakukan penelitian longitudinal untuk memantau perubahan tingkat kecemasan sepanjang perguruan tinggi dan uji coba pendekatan pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif sistem penilaian berbasis kompetisi, serta evaluasi dampak kebijakan regulasi jam belajar terhadap pengurangan tekanan akademik dan kecemasan sosial..
<br>Mahasiswa Korea Selatan menunjukkan tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa Indonesia, dengan faktor utama perbandingan akademik dan ekspektasi sosial yang kuat.Di Indonesia, kecemasan lebih diarahkan pada situasi penilaian individual seperti berbicara di depan umum.Perbedaan gender lebih mencolok di Korea Selatan, mencerminkan tekanan kompetisi gender.Hubungan yang lebih kuat antara tekanan akademik dan kecemasan sosial di Korea Selatan menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang lebih kompetitif berkontribusi pada tingkat kecemasan yang lebih tinggi
<br>Penelitian ini merupakan studi komparatif kuantitatif yang membandingkan prevalensi, tingkat keparahan, dan faktor penyebab kecemasan sosial antara mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan. Data dikumpulkan dari 400 mahasiswa (200 per negara) menggunakan Social Interaction Anxiety Scale (SIAS). Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Korea Selatan memiliki skor kecemasan sosial yang lebih tinggi (M=42,3, SD=10,2) dibandingkan mahasiswa Indonesia (M=34,7, SD=11,8; t=7,12, p<.001, d=0,71). Perbedaan gender lebih nyata di Korea Selatan, di mana mahasiswa perempuan melaporkan kecemasan yang lebih tinggi daripada lakiAclaki (p=.03), sementara di Indonesia tidak ada perbedaan signifikan (p=.08). Tekanan akademik berhubungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp" type="image/webp" length="79580" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-0afa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-7854e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/9/ekspektasi-sosial-islam-kecemasan-mahasiswa-perban-thumb-eaacd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Literatur Review Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Literatur Review Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Literatur Review Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49611-pembelajaran-matematika-konsep-siswa-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">b1c077bb56dd40e6ebb5e20cca749612</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:07:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas Flipped Learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas Flipped Learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, seperti kesiapan guru, kualitas media pembelajaran digital, dan dukungan orang tua. 2. Mengembangkan model Flipped Learning yang disesuaikan dengan konteks lokal dan budaya, serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika. 3. Melakukan penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang Flipped Learning terhadap hasil belajar matematika siswa, termasuk pemahaman konsep, literasi numerasi, dan keterampilan abad ke-21.. Penelitian ini secara sistematis mensintesis penelitian nasional dan internasional tentang implementasi Flipped Learning dalam pendidikan matematika sekolah dasar dari tahun 2019 hingga 2025 menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) yang dikombinasikan dengan pemetaan bibliometrik.Melalui analisis karakteristik metodologis, kluster tematis, dan temuan empiris, tinjauan ini memberikan wawasan struktural dan bukti tentang perkembangan penelitian Flipped Learning.Temuan mengungkapkan tren peningkatan konsisten dalam publikasi dan pergeseran menuju pendekatan interdisipliner dan terintegrasi teknologi.Bukti kausal terkuat muncul dari studi eksperimental, sementara penelitian quasi-eksperimental dan berbasis kelas memperkuat keterapan praktis di berbagai konteks.Secara kolektif, bukti mengonfirmasi bahwa persiapan digital pra-kelas yang terstruktur dan keterlibatan kelas yang interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep, literasi numerasi, motivasi, dan pembelajaran mandiri dalam matematika sekolah dasar.Secara teoritis, penelitian ini memosisikan Flipped Learning sebagai model restrukturisasi pedagogis yang mengintegrasikan pembelajaran aktif, keterlibatan konstruktivis, dan mediasi digital.Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konteks, dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, kesiapan infrastruktur, dan sistem dukungan sosial-pendidikan.Penelitian masa depan harus memprioritaskan desain eksperimental yang sensitif terhadap konteks dan evaluasi longitudinal untuk memperkuat implementasi berbasis bukti di berbagai lingkungan pendidikan.Selain itu, tinjauan ini menekankan pentingnya menyelaraskan inovasi pedagogis dengan kesiapan sistem pendidikan.Implementasi Flipped Learning yang sukses dalam pendidikan matematika sekolah dasar memerlukan tidak hanya perancangan ulang instruksional tetapi juga dukungan institusional, pengembangan profesional untuk guru, dan akses yang adil terhadap sumber daya digital.Pemangku kebijakan dan pemimpin sekolah harus mempertimbangkan program peningkatan kapasitas terstruktur dan peningkatan infrastruktur untuk memastikan adopsi berkelanjutan.Penelitian masa depan harus lebih jauh mengeksplorasi dampak longitudinal, analisis perbandingan lintas negara, dan model adaptif yang mengintegrasikan teknologi emerging seperti kecerdasan buatan dan sistem pembelajaran personalisasi untuk menyempurnakan dan mengkontekstualisasikan praktik Flipped Learning dalam berbagai pengaturan pendidikan dasar Pembelajaran matematika di sekolah dasar terus menghadapi tantangan terkait pemahaman konsep yang rendah, literasi numerasi, dan kemandirian belajar siswa. Menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 dan Kurikulum Merdeka, diperlukan model pembelajaran berbasis teknologi dan berpusat pada siswa. Salah satu pendekatan adalah Flipped Learning, yang memindahkan pengiriman konten di luar kelas dan menggunakan waktu tatap muka untuk aktivitas pembelajaran aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis tren penelitian dan temuan terkait implementasi Flipped Learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-36ffa.webp" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-36ffa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-36ffa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-36ffa.webp 1x" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" alt="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-eb378.webp" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-eb378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-eb378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-eb378.webp 1x" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" alt="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp 1x" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" alt="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49611-pembelajaran-matematika-konsep-siswa-ma" title="JURIS - Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025" target="_blank">Literatur Review: Implementasi Flipped Learning untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar pada Periode 2019-2025</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas Flipped Learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, seperti kesiapan guru, kualitas media pembelajaran digital, dan dukungan orang tua. 2. Mengembangkan model Flipped Learning yang disesuaikan dengan konteks lokal dan budaya, serta mengeksplorasi cara-cara untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika. 3. Melakukan penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang Flipped Learning terhadap hasil belajar matematika siswa, termasuk pemahaman konsep, literasi numerasi, dan keterampilan abad ke-21..
<br>Penelitian ini secara sistematis mensintesis penelitian nasional dan internasional tentang implementasi Flipped Learning dalam pendidikan matematika sekolah dasar dari tahun 2019 hingga 2025 menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) yang dikombinasikan dengan pemetaan bibliometrik.Melalui analisis karakteristik metodologis, kluster tematis, dan temuan empiris, tinjauan ini memberikan wawasan struktural dan bukti tentang perkembangan penelitian Flipped Learning.Temuan mengungkapkan tren peningkatan konsisten dalam publikasi dan pergeseran menuju pendekatan interdisipliner dan terintegrasi teknologi.Bukti kausal terkuat muncul dari studi eksperimental, sementara penelitian quasi-eksperimental dan berbasis kelas memperkuat keterapan praktis di berbagai konteks.Secara kolektif, bukti mengonfirmasi bahwa persiapan digital pra-kelas yang terstruktur dan keterlibatan kelas yang interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep, literasi numerasi, motivasi, dan pembelajaran mandiri dalam matematika sekolah dasar.Secara teoritis, penelitian ini memosisikan Flipped Learning sebagai model restrukturisasi pedagogis yang mengintegrasikan pembelajaran aktif, keterlibatan konstruktivis, dan mediasi digital.Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konteks, dipengaruhi oleh kompetensi digital guru, kesiapan infrastruktur, dan sistem dukungan sosial-pendidikan.Penelitian masa depan harus memprioritaskan desain eksperimental yang sensitif terhadap konteks dan evaluasi longitudinal untuk memperkuat implementasi berbasis bukti di berbagai lingkungan pendidikan.Selain itu, tinjauan ini menekankan pentingnya menyelaraskan inovasi pedagogis dengan kesiapan sistem pendidikan.Implementasi Flipped Learning yang sukses dalam pendidikan matematika sekolah dasar memerlukan tidak hanya perancangan ulang instruksional tetapi juga dukungan institusional, pengembangan profesional untuk guru, dan akses yang adil terhadap sumber daya digital.Pemangku kebijakan dan pemimpin sekolah harus mempertimbangkan program peningkatan kapasitas terstruktur dan peningkatan infrastruktur untuk memastikan adopsi berkelanjutan.Penelitian masa depan harus lebih jauh mengeksplorasi dampak longitudinal, analisis perbandingan lintas negara, dan model adaptif yang mengintegrasikan teknologi emerging seperti kecerdasan buatan dan sistem pembelajaran personalisasi untuk menyempurnakan dan mengkontekstualisasikan praktik Flipped Learning dalam berbagai pengaturan pendidikan dasar
<br>Pembelajaran matematika di sekolah dasar terus menghadapi tantangan terkait pemahaman konsep yang rendah, literasi numerasi, dan kemandirian belajar siswa. Menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 dan Kurikulum Merdeka, diperlukan model pembelajaran berbasis teknologi dan berpusat pada siswa. Salah satu pendekatan adalah Flipped Learning, yang memindahkan pengiriman konten di luar kelas dan menggunakan waktu tatap muka untuk aktivitas pembelajaran aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis tren penelitian dan temuan terkait implementasi Flipped Learning dalam pembelajaran matematika sekolah dasar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp" type="image/webp" length="137114" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-36ffa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-eb378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/pembelajaran-matematika-konsep-siswa-kesiapan-bela-thumb-37d50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Effect of Corn Flour Zea Mays Indurate Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Effect of Corn Flour Zea Mays Indurate Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Effect of Corn Flour Zea Mays Indurate Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49613-pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-jagu</link>
	<guid isPermaLink="false">d8ff79b015d51af8336738f4b33a8c9d</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:07:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperluas aplikasi, penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak substitusi tepung jagung pada produk kulit pastel kering bervarian rasa, seperti rasa keju atau pedas, guna mengevaluasi persepsi konsumen terhadap variasi rasa yang diperoleh dari ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin: Untuk memperluas aplikasi, penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak substitusi tepung jagung pada produk kulit pastel kering bervarian rasa, seperti rasa keju atau pedas, guna mengevaluasi persepsi konsumen terhadap variasi rasa yang diperoleh dari tepung jagung. Selain itu, studi lintas disiplin dapat dilakukan dengan menggabungkan pendekatan nutrisi dan kesehatan, menilai perubahan tingkat gula harapan dan indeks glikemik pada kulit pastel hasil substitusi, serta menghubungkan hasil tersebut dengan manajemen risiko kesehatan. Terakhir, peneliti dapat bereksperimen dengan teknik pengolahan tambahan, seperti penggunaan agen pengental alami atau pemrosesan suhu tinggi, untuk menyesuaikan tekstur dan krispi kulit pastel, sehingga meningkatkan daya saing produk secara keseluruhan.. Penggunaan tepung jagung pada kadar 30% tidak mempengaruhi kualitas sensorik kulit pastel kering mini maupun daya serap minyak, tetapi meningkatkan kerapuhan.Oleh karena itu, kadar substitusi 30% menjadi rekomendasi optimal untuk pengembangan produk Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung jagung terhadap sifat fisik mencakup aspek kerapuhan dan daya serap minyak serta uji mutu sensoris mencakup aspek warna, aroma, rasa dan tekstur pada kulit pastel kering mini. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Pastry Bakery untuk uji mutu sensoris sedangkan sifat fisik bertempat di Laboratorium Rekayasa Pangan, Universitas Negeri Jakarta. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" alt="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-59087.webp" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-59087.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-59087.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-59087.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" alt="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-e31b8.webp" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-e31b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-e31b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-e31b8.webp 1x" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" alt="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49613-pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-jagu" title="JURIS - The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin" target="_blank">The Effect of Corn Flour (Zea Mays Indurate) Substitution on the Physical Properties and Sensory Quality of Mini Dry Pastel Skin</a>: Untuk memperluas aplikasi, penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak substitusi tepung jagung pada produk kulit pastel kering bervarian rasa, seperti rasa keju atau pedas, guna mengevaluasi persepsi konsumen terhadap variasi rasa yang diperoleh dari tepung jagung. Selain itu, studi lintas disiplin dapat dilakukan dengan menggabungkan pendekatan nutrisi dan kesehatan, menilai perubahan tingkat gula harapan dan indeks glikemik pada kulit pastel hasil substitusi, serta menghubungkan hasil tersebut dengan manajemen risiko kesehatan. Terakhir, peneliti dapat bereksperimen dengan teknik pengolahan tambahan, seperti penggunaan agen pengental alami atau pemrosesan suhu tinggi, untuk menyesuaikan tekstur dan krispi kulit pastel, sehingga meningkatkan daya saing produk secara keseluruhan..
<br>Penggunaan tepung jagung pada kadar 30% tidak mempengaruhi kualitas sensorik kulit pastel kering mini maupun daya serap minyak, tetapi meningkatkan kerapuhan.Oleh karena itu, kadar substitusi 30% menjadi rekomendasi optimal untuk pengembangan produk
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung jagung terhadap sifat fisik mencakup aspek kerapuhan dan daya serap minyak serta uji mutu sensoris mencakup aspek warna, aroma, rasa dan tekstur pada kulit pastel kering mini. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2024 hingga Juni 2025 di Laboratorium Pastry Bakery untuk uji mutu sensoris sedangkan sifat fisik bertempat di Laboratorium Rekayasa Pangan, Universitas Negeri Jakarta. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp" type="image/webp" length="111476" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-a0ec2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-59087.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/pengaruh-substitusi-tepung-jagung-susu-mocaf-effec-thumb-e31b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition AIR ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49620-hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-tekni</link>
	<guid isPermaLink="false">4b038c579f8a53987511045d405fc575</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:03:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sa license ]]></category>
	<category><![CDATA[ slot dana ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[dana,license,menu,sa,sidebar,slot]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada efek jangka panjang penerapan model AIR dengan meneliti keberlanjutan peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia setelah satu tahun penggunaan terus menerus. Selanjutnya, studi perbandingan antara model AIR ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR): Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada efek jangka panjang penerapan model AIR dengan meneliti keberlanjutan peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia setelah satu tahun penggunaan terus menerus. Selanjutnya, studi perbandingan antara model AIR dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti problem-based learning, dapat memberikan gambaran mengenai keunggulan relatif dan kondisi optimal implementasi. Terakhir, penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat digabungkan untuk mengevaluasi dampak sosial-emosional siswa yang diberi kesempatan berpartisipasi dalam aktivitas berbasis audio yang intensif, sehingga dapat mengidentifikasi korelasi antara keterlibatan emosional dan peningkatan hasil belajar.. Penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa Kelas VIII C semester 1 SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018.Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai keterampilan menulis bahasa Indonesia siswa dari 69,1 menjadi 77,6 dan persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 46,88% menjadi 87,5%.Peningkatan signifikan ini menunjukkan efektivitas model AIR dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan menulis siswa Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,0 mencapai Ou 85%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-ff903.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-ff903.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-ff903.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-ff903.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-feffb.webp" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-feffb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-feffb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-feffb.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" alt="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49620-hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-tekni" title="JURIS - Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)" target="_blank">Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR)</a>: Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada efek jangka panjang penerapan model AIR dengan meneliti keberlanjutan peningkatan prestasi belajar bahasa Indonesia setelah satu tahun penggunaan terus menerus. Selanjutnya, studi perbandingan antara model AIR dengan model pembelajaran aktif lainnya, seperti problem-based learning, dapat memberikan gambaran mengenai keunggulan relatif dan kondisi optimal implementasi. Terakhir, penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat digabungkan untuk mengevaluasi dampak sosial-emosional siswa yang diberi kesempatan berpartisipasi dalam aktivitas berbasis audio yang intensif, sehingga dapat mengidentifikasi korelasi antara keterlibatan emosional dan peningkatan hasil belajar..
<br>Penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa Kelas VIII C semester 1 SMP Negeri 2 Nguter tahun pelajaran 2017/2018.Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai keterampilan menulis bahasa Indonesia siswa dari 69,1 menjadi 77,6 dan persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 46,88% menjadi 87,5%.Peningkatan signifikan ini menunjukkan efektivitas model AIR dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan menulis siswa
<br>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di kelas VIII C SMP Negeri 2 Nguter semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan adalah nilai rata-rata tes siswa sekurang-kurangnya 75,0 dan banyak siswa dengan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70,0 mencapai Ou 85%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp" type="image/webp" length="59988" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-41ac6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-ff903.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/hasil-belajar-siswa-emosional-inklusif-teknik-peng-thumb-feffb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8571-jurnal-dikdas-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour Manihot esculenta Viewed from Physicochemical Parameters ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour Manihot esculenta Viewed from Physicochemical Parameters ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour Manihot esculenta Viewed from Physicochemical Parameters ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-49622-fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub</link>
	<guid isPermaLink="false">f3d6c1498636d0531b34480971cea85e</guid>
	<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 06:03:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ caulerpa spp ]]></category>
	<category><![CDATA[ wira yuda 37 ]]></category>
	<category><![CDATA[ boby pranata ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[37,boby,caulerpa,pranata,spp,wira,yuda]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, meneliti pengaruh interaksi pelapisan lantai antiActetesan dan sistem humiditas otomatis terhadap stabilitas viskositas onggok flour selama penyimpanan lebih dari satu bulan. Kedua, mengevaluasi efektivitas penggunaan palet kedap udara berbahan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters: Pertama, meneliti pengaruh interaksi pelapisan lantai antiActetesan dan sistem humiditas otomatis terhadap stabilitas viskositas onggok flour selama penyimpanan lebih dari satu bulan. Kedua, mengevaluasi efektivitas penggunaan palet kedap udara berbahan sintetik dibandingkan palet kayu terhadap penurunan kadar air dan pertumbuhan mikroba pada suhu 30AAC dan 50AAC. Ketiga, mengembangkan model prediktif berbasis machine learning untuk memproyeksikan perubahan parameter fisikokimia onggok flour dalam jangka waktu 12Ac24Aminggu, dengan variabel kontrol seperti ventilasi, suhu, serta intensitas pencahayaan di lingkungan gudang.. Onggok flour stored at 50AAC showed better physicochemical stability in five of six parameters compared to 30AAC, indicating that 50AAC is the more suitable storage temperature for maintaining flour quality.The warehouse evaluation highlighted several areas needing improvement, including ventilation, roofing material, wooden pallets, temperature control equipment, sack pile management, floor hygiene, and pest control instruments.These findings suggest that optimizing storage conditions can preserve the quality of onggok flour for its use in condiment production Tepung singkong adalah tepung yang diperoleh dengan cara menggiling umbi singkong yang telah dikeringkan dan diayak hingga menjadi butiran kasar dengan ukuran tertentu. Penyimpanan akan sangat mempengaruhi karakteristik bahan serta daya simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter fisikokimia tepung ubi kayu pada suhu penyimpanan 30oC dan 50oC. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik gudang yang ada di perusahaan. Penelitian dilakukan dengan menyimpan tepung singkong dalam 2 suhu berbeda selama 5 minggu. Dalam menilai suhu penyimpanan terbaik, karakteristik utama yang akan dinilai sebagai cerminan kualitas mutu tepung singkong dibagi menjadi 6 parameter berdasarkan Standar Nasional Indonesia dan standar internal perusahaan yaitu kadar air, pH, warna, derajat keasaman, dan viskositas... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" alt="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-6bc50.webp" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-6bc50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-6bc50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-6bc50.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" alt="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-f40a1.webp" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-f40a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-f40a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-f40a1.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" alt="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-49622-fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub" title="JURIS - Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters" target="_blank">Evaluation of Temperature and Storage Conditions of Onggok flour (Manihot esculenta) Viewed from Physicochemical Parameters</a>: Pertama, meneliti pengaruh interaksi pelapisan lantai antiActetesan dan sistem humiditas otomatis terhadap stabilitas viskositas onggok flour selama penyimpanan lebih dari satu bulan. Kedua, mengevaluasi efektivitas penggunaan palet kedap udara berbahan sintetik dibandingkan palet kayu terhadap penurunan kadar air dan pertumbuhan mikroba pada suhu 30AAC dan 50AAC. Ketiga, mengembangkan model prediktif berbasis machine learning untuk memproyeksikan perubahan parameter fisikokimia onggok flour dalam jangka waktu 12Ac24Aminggu, dengan variabel kontrol seperti ventilasi, suhu, serta intensitas pencahayaan di lingkungan gudang..
<br>Onggok flour stored at 50AAC showed better physicochemical stability in five of six parameters compared to 30AAC, indicating that 50AAC is the more suitable storage temperature for maintaining flour quality.The warehouse evaluation highlighted several areas needing improvement, including ventilation, roofing material, wooden pallets, temperature control equipment, sack pile management, floor hygiene, and pest control instruments.These findings suggest that optimizing storage conditions can preserve the quality of onggok flour for its use in condiment production
<br>Tepung singkong adalah tepung yang diperoleh dengan cara menggiling umbi singkong yang telah dikeringkan dan diayak hingga menjadi butiran kasar dengan ukuran tertentu. Penyimpanan akan sangat mempengaruhi karakteristik bahan serta daya simpannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter fisikokimia tepung ubi kayu pada suhu penyimpanan 30oC dan 50oC. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik gudang yang ada di perusahaan. Penelitian dilakukan dengan menyimpan tepung singkong dalam 2 suhu berbeda selama 5 minggu. Dalam menilai suhu penyimpanan terbaik, karakteristik utama yang akan dinilai sebagai cerminan kualitas mutu tepung singkong dibagi menjadi 6 parameter berdasarkan Standar Nasional Indonesia dan standar internal perusahaan yaitu kadar air, pH, warna, derajat keasaman, dan viskositas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp" type="image/webp" length="111652" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-7d342.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-6bc50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/fisiko-kimia-tepung-singkong-manihot-esculenta-sub-thumb-f40a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-333-univet-bantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8566-journal-food-agricultural-product.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 20 Jun 2026 15:56:56 +0700. 24 items. Served in: 5.425 seconds [rss] -->
