<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 21:16:06 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 21:16:06 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-09-01T21:16:06+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63585-tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jak</link>
	<guid isPermaLink="false">7a588c25a4e292f98b55dc3b0bd8e88d</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:47:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nono4d https ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,https,nono4d,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pemantauan real-time berbasis IoT untuk mengoptimalkan pengelolaan RTH dan sampah di Jakarta Pusat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang integrasi teknologi kecil dan menengah (SME) dalam infrastruktur ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pemantauan real-time berbasis IoT untuk mengoptimalkan pengelolaan RTH dan sampah di Jakarta Pusat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang integrasi teknologi kecil dan menengah (SME) dalam infrastruktur smart environment, seperti sensor kelembapan tanah atau sistem pengolahan sampah berbasis AI, untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi kerja sama antara pemerintah dan komunitas lokal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program smart environment melalui pendekatan partisipatif dan edukasi berbasis teknologi.. Berdasarkan analisis tingkat maturitas penerapan smart environment dengan menggunakan maturity model yang memiliki 5 level maturitas, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat maturitas penerapan smart environment di Kota Jakarta Pusat pada RTH Taman Publik dan Pengelolaan Sampah masih berada pada level rendah yaitu level 2 - managed dengan tingkat persentase pencapaian sebesar 21,83%.Hasil analisis tingkat maturitas memperlihatkan kondisi smart environment yang sebenarnya di Jakarta Smart City khususnya Jakarta pusat.Dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan smart environment masih sangat sederhana dan memerlukan inisiatif-inisiatif cerdas yang lebih kompleks untuk mencapai sebuah smart city yang hakiki berdasarkan konsep smart city.Hal ini ditandai dengan tata kelola yang masih kurang mengedepankan penggunaan teknologi dan strategi yang belum cukup spesifik dan terukur, infrastruktur yang masih didominasi dengan fasilitas dasar tanpa penggunaan teknologi canggih dan tepat guna serta sistem data yang belum terintegrasi menyeluruh.Secara keseluruhan, Jakarta Pusat masih memerlukan penerapan insiaitif cerdas yang lebih kompleks disertakan dengan kebijakan yang secara spesifik dan lebih terukur dalam mengatur smart environment untuk RTH Taman Publik dan Pengelolaan Sampah serta memperkuat integrasi data dengan akses data publik secara real-time yang dioptimalkan dengan keamanan data yang tinggi untuk mencapai level maturitas yang maksimal Pertumbuhan populasi dan degradasi lingkungan menjadi isu global sebagai tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Konsep kota cerdas memungkinkan pengembangan kota berkelanjutan dengan berorientasi pada aspek pelestarian atau perlindungan lingkungan dan penerapan teknologi. Konsep kota cerdas telah diimplementasikan di Jakarta sejak tahun 2014 sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), salah satunya melalui dimensi smart environment yang berfokus pada perlindungan lingkungan dari pengembangan RTH dan Pengelolaan Sampah. Namun, implementasi ini belum mencapai hasil optimal dalam menjaga dan mengembangkan RTH serta belum mampu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-f8adf.webp" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-f8adf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-f8adf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-f8adf.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" alt="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-ca89d.webp" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-ca89d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-ca89d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-ca89d.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" alt="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp 1x" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" alt="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63585-tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jak" title="JURIS - Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah" target="_blank">Tingkat Maturitas Smart Environment di Kota Administrasi Jakarta Pusat Ditinjau dari Ruang Terbuka Hijau Publik dan Pengelolaan Sampah</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem pemantauan real-time berbasis IoT untuk mengoptimalkan pengelolaan RTH dan sampah di Jakarta Pusat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang integrasi teknologi kecil dan menengah (SME) dalam infrastruktur smart environment, seperti sensor kelembapan tanah atau sistem pengolahan sampah berbasis AI, untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi kerja sama antara pemerintah dan komunitas lokal untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program smart environment melalui pendekatan partisipatif dan edukasi berbasis teknologi..
<br>Berdasarkan analisis tingkat maturitas penerapan smart environment dengan menggunakan maturity model yang memiliki 5 level maturitas, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat maturitas penerapan smart environment di Kota Jakarta Pusat pada RTH Taman Publik dan Pengelolaan Sampah masih berada pada level rendah yaitu level 2 - managed dengan tingkat persentase pencapaian sebesar 21,83%.Hasil analisis tingkat maturitas memperlihatkan kondisi smart environment yang sebenarnya di Jakarta Smart City khususnya Jakarta pusat.Dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan smart environment masih sangat sederhana dan memerlukan inisiatif-inisiatif cerdas yang lebih kompleks untuk mencapai sebuah smart city yang hakiki berdasarkan konsep smart city.Hal ini ditandai dengan tata kelola yang masih kurang mengedepankan penggunaan teknologi dan strategi yang belum cukup spesifik dan terukur, infrastruktur yang masih didominasi dengan fasilitas dasar tanpa penggunaan teknologi canggih dan tepat guna serta sistem data yang belum terintegrasi menyeluruh.Secara keseluruhan, Jakarta Pusat masih memerlukan penerapan insiaitif cerdas yang lebih kompleks disertakan dengan kebijakan yang secara spesifik dan lebih terukur dalam mengatur smart environment untuk RTH Taman Publik dan Pengelolaan Sampah serta memperkuat integrasi data dengan akses data publik secara real-time yang dioptimalkan dengan keamanan data yang tinggi untuk mencapai level maturitas yang maksimal
<br>Pertumbuhan populasi dan degradasi lingkungan menjadi isu global sebagai tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Konsep kota cerdas memungkinkan pengembangan kota berkelanjutan dengan berorientasi pada aspek pelestarian atau perlindungan lingkungan dan penerapan teknologi. Konsep kota cerdas telah diimplementasikan di Jakarta sejak tahun 2014 sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), salah satunya melalui dimensi smart environment yang berfokus pada perlindungan lingkungan dari pengembangan RTH dan Pengelolaan Sampah. Namun, implementasi ini belum mencapai hasil optimal dalam menjaga dan mengembangkan RTH serta belum mampu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp" type="image/webp" length="113588" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-f8adf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-ca89d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/b/tata-kelola-sampah-instalasi-pengolahan-jakarta-pu-thumb-cb63e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3168-journal-plano-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63580-kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel</link>
	<guid isPermaLink="false">9f8bc678ada813c59412f93867783221</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:47:11 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ taufik akbar ]]></category>
	<category><![CDATA[ fathul bari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,bari,fathul,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan adalah: (1) Mengkaji model formal pelimpahan kewenangan (delegation model) dari tingkat kabupaten ke kecamatan dalam konteks pengelolaan bencana, sebagai respons atas gap antara tanggung jawab dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan adalah: (1) Mengkaji model formal pelimpahan kewenangan (delegation model) dari tingkat kabupaten ke kecamatan dalam konteks pengelolaan bencana, sebagai respons atas gap antara tanggung jawab dan kewenangan yang ditemukan dalam penelitian ini. (2) Meneliti peran teknologi informasi dan platform digital dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga di level kecamatan, yang relevan dan belum banyak dieksplorasi dalam literatur disaster governance Indonesia. (3) Melakukan studi komparatif lintas kecamatan untuk menguji apakah pola authority vacuum dan strategi kepemimpinan kolaboratif bersifat spesifik-konteks atau memiliki karakter yang lebih general.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kolaboratif Camat Telukjambe Timur menampilkan pola yang asimetris, efektif pada dimensi building relationships di fase respons darurat, cukup berhasil dalam handling conflict operasional, dan cukup inovatif dalam sharing control dengan mengoptimalkan kontribusi sektor swasta dan jaringan informal.Namun, ketiga dimensi tersebut belum mampu menembus batas struktural authority vacuum pada konflik yang berakar pada masalah kewenangan teknis lintas lembaga.Temuan ini memperkuat argumen bahwa authority vacuum di level kecamatan bukan semata-mata persoalan kapasitas individu pemimpin, melainkan manifestasi dari desain tata kelola multi-level yang tidak memberikan kesesuaian antara tanggung jawab dan kewenangan.Kepemimpinan kolaboratif merupakan respons adaptif yang penting, tetapi tidak cukup tanpa reformasi struktural yang memadai Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kolaboratif Camat Telukjambe Timur dalam mengatasi authority vacuum di tengah fragmentasi level kewenangan penanganan banjir yang melibatkan multi-aktor pemerintahan lintas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded single-case study (Yin, 2018). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam informan pada periode MaretAeApril 2026. Data sekunder bersumber dari dokumen pemerintah, dan dokumentasi media. Analisis data dilakukan dengan teknik explanation building menggunakan kerangka Collaborative Leadership Archer dan Cameron (2013). Temuan menunjukkan kepemimpinan Camat Telukjambe Timur efektif pada fase tanggap darurat melalui tiga dimensi: building relationships, handling conflict, dan sharing control. Namun, efektivitas ini belum menjangkau dimensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-ab2df.webp" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-ab2df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-ab2df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-ab2df.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" alt="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-21266.webp" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-21266.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-21266.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-21266.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" alt="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp 1x" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" alt="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63580-kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel" title="JURIS - Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O" target="_blank">Collaborative Leadership of the Subdistrict HeadAos in Addressing Authority Vacuum in Flood Management in East Teluk jambe Timur Subdistrict: Kepemimpinan Kolaboratif Camat Dalam Mengatasi Kekosongan O</a>: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan adalah: (1) Mengkaji model formal pelimpahan kewenangan (delegation model) dari tingkat kabupaten ke kecamatan dalam konteks pengelolaan bencana, sebagai respons atas gap antara tanggung jawab dan kewenangan yang ditemukan dalam penelitian ini. (2) Meneliti peran teknologi informasi dan platform digital dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga di level kecamatan, yang relevan dan belum banyak dieksplorasi dalam literatur disaster governance Indonesia. (3) Melakukan studi komparatif lintas kecamatan untuk menguji apakah pola authority vacuum dan strategi kepemimpinan kolaboratif bersifat spesifik-konteks atau memiliki karakter yang lebih general..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kolaboratif Camat Telukjambe Timur menampilkan pola yang asimetris, efektif pada dimensi building relationships di fase respons darurat, cukup berhasil dalam handling conflict operasional, dan cukup inovatif dalam sharing control dengan mengoptimalkan kontribusi sektor swasta dan jaringan informal.Namun, ketiga dimensi tersebut belum mampu menembus batas struktural authority vacuum pada konflik yang berakar pada masalah kewenangan teknis lintas lembaga.Temuan ini memperkuat argumen bahwa authority vacuum di level kecamatan bukan semata-mata persoalan kapasitas individu pemimpin, melainkan manifestasi dari desain tata kelola multi-level yang tidak memberikan kesesuaian antara tanggung jawab dan kewenangan.Kepemimpinan kolaboratif merupakan respons adaptif yang penting, tetapi tidak cukup tanpa reformasi struktural yang memadai
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kolaboratif Camat Telukjambe Timur dalam mengatasi authority vacuum di tengah fragmentasi level kewenangan penanganan banjir yang melibatkan multi-aktor pemerintahan lintas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded single-case study (Yin, 2018). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam informan pada periode MaretAeApril 2026. Data sekunder bersumber dari dokumen pemerintah, dan dokumentasi media. Analisis data dilakukan dengan teknik explanation building menggunakan kerangka Collaborative Leadership Archer dan Cameron (2013). Temuan menunjukkan kepemimpinan Camat Telukjambe Timur efektif pada fase tanggap darurat melalui tiga dimensi: building relationships, handling conflict, dan sharing control. Namun, efektivitas ini belum menjangkau dimensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp" type="image/webp" length="73084" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-ab2df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-21266.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/kepemimpinan-kolaboratif-authority-vacuum-tata-kel-thumb-c89be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63584-pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil</link>
	<guid isPermaLink="false">a223aa0be1a2c1abd9397e70174aad64</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:46:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nono4d https ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,https,nono4d,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi kepuasan pengguna berbasis data real-time seperti penggunaan aplikasi mobile atau sistem tracking untuk memantau efektivitas layanan Bus Dipyo secara dinamis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi kepuasan pengguna berbasis data real-time seperti penggunaan aplikasi mobile atau sistem tracking untuk memantau efektivitas layanan Bus Dipyo secara dinamis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor psikologis seperti kebiasaan berkendara atau preferensi transportasi terhadap kepuasan pengguna, terutama di kalangan mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan sistem transportasi kampus. Selain itu, studi lanjutan bisa menggabungkan metode EFA dengan pendekatan kuantitatif lain seperti regresi logistik untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara faktor-faktor utama dan tingkat kepuasan pengguna secara lebih mendalam.. Berdasarkan hasil analisis faktor terhadap kepuasan pengguna layanan Bus Dipyo di Universitas Diponegoro, dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna dengan total kontribusi variansi sebesar 65,37%.Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Kenyamanan dan Infrastruktur, faktor Pelayanan dan Operasional, serta faktor Ketersediaan dan Ketepatan Layanan.Faktor Kenyamanan dan Infrastruktur memiliki kontribusi variansi terbesar sehingga memberikan pengaruh paling dominan.Hal ini berarti prioritas utama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pengguna Bus Dipyo adalah melalui peningkatan kualitas fasilitas seperti kursi, AC, dan kebersihan bus.Selain itu, penyesuaian titik-titik keberangkatan dan pemberhentian harus mengikuti kebutuhan pengguna sehingga dapat memperluas jangkauan pelayanan dan semakin mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan kampus Seiring dengan meningkatnya jumlah penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro setiap tahunnya, kebutuhan mobilitas di lingkungan kampus juga turut melonjak dan berdampak pada kepadatan ruang jalan. Bus Dipyo merupakan salah satu pilihan moda transportasi umum yang disediakan oleh pihak Universitas Diponegoro dalam rangka mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. Namun dalam pelaksanaannya, pelayanan Bus Dipyo masih mengalami kendala berkaitan dengan infrastruktur, jadwal layanan, serta titik keberangkatan dan pemberhentian yang belum sepenuhnya menjangkau semua program studi yang ada. Kondisi ini perlu diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bus Dipyo ke depannya. Tahapan dalam penelitian ini diawali dengan pembuatan instrument kuisioner, penentuan sample... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-78c10.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-78c10.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-78c10.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-78c10.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" alt="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" alt="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-d8208.webp" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-d8208.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-d8208.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-d8208.webp 1x" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" alt="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63584-pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil" title="JURIS - Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro" target="_blank">Analisis Faktor Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Bus Dipyo Di Universitas Diponegoro</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi kepuasan pengguna berbasis data real-time seperti penggunaan aplikasi mobile atau sistem tracking untuk memantau efektivitas layanan Bus Dipyo secara dinamis. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor psikologis seperti kebiasaan berkendara atau preferensi transportasi terhadap kepuasan pengguna, terutama di kalangan mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan sistem transportasi kampus. Selain itu, studi lanjutan bisa menggabungkan metode EFA dengan pendekatan kuantitatif lain seperti regresi logistik untuk mengidentifikasi hubungan kausal antara faktor-faktor utama dan tingkat kepuasan pengguna secara lebih mendalam..
<br>Berdasarkan hasil analisis faktor terhadap kepuasan pengguna layanan Bus Dipyo di Universitas Diponegoro, dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 faktor utama yang memengaruhi kepuasan pengguna dengan total kontribusi variansi sebesar 65,37%.Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Kenyamanan dan Infrastruktur, faktor Pelayanan dan Operasional, serta faktor Ketersediaan dan Ketepatan Layanan.Faktor Kenyamanan dan Infrastruktur memiliki kontribusi variansi terbesar sehingga memberikan pengaruh paling dominan.Hal ini berarti prioritas utama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pengguna Bus Dipyo adalah melalui peningkatan kualitas fasilitas seperti kursi, AC, dan kebersihan bus.Selain itu, penyesuaian titik-titik keberangkatan dan pemberhentian harus mengikuti kebutuhan pengguna sehingga dapat memperluas jangkauan pelayanan dan semakin mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan kampus
<br>Seiring dengan meningkatnya jumlah penerimaan mahasiswa baru Universitas Diponegoro setiap tahunnya, kebutuhan mobilitas di lingkungan kampus juga turut melonjak dan berdampak pada kepadatan ruang jalan. Bus Dipyo merupakan salah satu pilihan moda transportasi umum yang disediakan oleh pihak Universitas Diponegoro dalam rangka mendukung pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. Namun dalam pelaksanaannya, pelayanan Bus Dipyo masih mengalami kendala berkaitan dengan infrastruktur, jadwal layanan, serta titik keberangkatan dan pemberhentian yang belum sepenuhnya menjangkau semua program studi yang ada. Kondisi ini perlu diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bus Dipyo ke depannya. Tahapan dalam penelitian ini diawali dengan pembuatan instrument kuisioner, penentuan sample...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp" type="image/webp" length="66194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-78c10.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-6cfd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/pengaruh-faktor-kualitas-psikologi-hasil-analis-an-thumb-d8208.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3168-journal-plano-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA Kota Bandar Lampung Tahun 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA Kota Bandar Lampung Tahun 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA Kota Bandar Lampung Tahun 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63572-cadre-nomination-prosperous-justice-party-2024-loc</link>
	<guid isPermaLink="false">95c8d04a3fa234f904b5882ba43c6669</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:34:12 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ taufik akbar ]]></category>
	<category><![CDATA[ fathul bari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,bari,fathul,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ To further explore the dynamics of internal cadre nominations, future research could delve into the role of elite patronage and its impact on candidate selection. Additionally, examining the interplay between local and national party structures in shaping ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA Kota Bandar Lampung Tahun 2024: To further explore the dynamics of internal cadre nominations, future research could delve into the role of elite patronage and its impact on candidate selection. Additionally, examining the interplay between local and national party structures in shaping nomination decisions would provide valuable insights. Finally, investigating the long-term effects of these nomination processes on the party's electoral performance and its implications for democratic representation could contribute to a more comprehensive understanding of the topic.. The research concludes that the nomination process of internal cadres within the Prosperous Justice Party (PKS) is formally structured, yet influenced by informal dynamics and elite dominance.Internal factors like cadre loyalty, political capacity, and proximity to party elites are initial considerations, while external factors such as electability, political coalitions, public pressure, and local competition become primary determinants.This dynamic reflects a tension between cadre-based development idealism and political pragmatism in pursuing electoral victory.The study recommends strengthening transparent and merit-based candidate selection systems integrated with electoral considerations to balance cadre loyalty and electoral competitiveness This study aims to analyze the dynamics of the nomination process of internal cadres of the Prosperous Justice Party and to identify the factors influencing the party's decisions in determining candidates in the 2024 Bandar Lampung mayoral election. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" alt="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-2be18.webp" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-2be18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-2be18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-2be18.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" alt="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-1004b.webp" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-1004b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-1004b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-1004b.webp 1x" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" alt="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63572-cadre-nomination-prosperous-justice-party-2024-loc" title="JURIS - Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024" target="_blank">Dynamics of PKS Internal Cadre Nominations in the 2024 Bandar Lampung City Regional Elections: Dinamika Pencalonan Kader Internal PKS pada PILKADA  Kota Bandar Lampung Tahun 2024</a>: To further explore the dynamics of internal cadre nominations, future research could delve into the role of elite patronage and its impact on candidate selection. Additionally, examining the interplay between local and national party structures in shaping nomination decisions would provide valuable insights. Finally, investigating the long-term effects of these nomination processes on the party's electoral performance and its implications for democratic representation could contribute to a more comprehensive understanding of the topic..
<br>The research concludes that the nomination process of internal cadres within the Prosperous Justice Party (PKS) is formally structured, yet influenced by informal dynamics and elite dominance.Internal factors like cadre loyalty, political capacity, and proximity to party elites are initial considerations, while external factors such as electability, political coalitions, public pressure, and local competition become primary determinants.This dynamic reflects a tension between cadre-based development idealism and political pragmatism in pursuing electoral victory.The study recommends strengthening transparent and merit-based candidate selection systems integrated with electoral considerations to balance cadre loyalty and electoral competitiveness
<br>This study aims to analyze the dynamics of the nomination process of internal cadres of the Prosperous Justice Party and to identify the factors influencing the party's decisions in determining candidates in the 2024 Bandar Lampung mayoral election.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp" type="image/webp" length="76358" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-c7512.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-2be18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/cadre-nomination-prosperous-justice-party-local-el-thumb-1004b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Politik Tambang dan Agama Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Politik Tambang dan Agama Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Politik Tambang dan Agama Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63567-sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdl</link>
	<guid isPermaLink="false">d16f8e0c0696dd3b54057c186dd79de4</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:24:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ taufik akbar ]]></category>
	<category><![CDATA[ fathul bari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,bari,fathul,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian etnografis atau wawancara mendalam dengan aktor-aktor kunci di kedua kubu untuk menangkap dimensi pengalaman ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian etnografis atau wawancara mendalam dengan aktor-aktor kunci di kedua kubu untuk menangkap dimensi pengalaman dan internalisasi ideologi secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian komparatif yang melibatkan kasus serupa di negara-negara mayoritas Muslim lainnya guna menguji validitas kerangka Gramsci dalam konteks yang lebih luas. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari war of position ini terhadap perubahan persepsi masyarakat Nahdliyyin secara empiris, misalnya melalui survei opini atau analisis pergerakan wacana di media sosial.. 25 Tahun 2024 Pasal 83A memperlihatkan dinamika dominasi dan hegemoni ideologis melalui narasi pembangunan yang menjadi landasan kebijakan pengelolaan tambang.Negara menggunakan legitimasi hukum dan retorika "pembangunan berkelanjutan" untuk memosisikan eksploitasi sumber daya alam sebagai kebutuhan nasional demi keberlanjutan masyarakat, meskipun dalam praktiknya lebih banyak menguntungkan kaum elite ekonomi dan politik.Dalam konteks ini, PBNU sebagai institusi keagamaan dominan menonjol melalui narasi maslahat umat yang meredam kritik dan mempertahankan legitimasi tambang dengan dalih nilai-nilai Islam.Melalui bahasa teknokratis dan istilah keagamaan, kebijakan ini menciptakan kesan bahwa tambang adalah solusi yang tidak dapat dihindari, sementara dampak kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial diabaikan.Di sisi lain, Gusdurian hadir sebagai blok historis alternatif yang mengedepankan nilai agama, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologis.Dengan mengkritisi narasi pro-tambang PBNU, Gusdurian menawarkan visi baru yang menempatkan masyarakat dan lingkungan sebagai prioritas utama.Dalam perspektif Gramsci, konflik ini mencerminkan "war of position", di mana Gusdurian berupaya mengguncang hegemoni PBNU melalui resistensi ideologis dan advokasi terhadap nilai-nilai universal.Konflik antara PBNU dan Gusdurian memperlihatkan bahwa diskursus mengenai isu tambang tidak semata-mata soal ekonomi, tetapi juga legitimasi moral, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan Tujuan : Penelitian ini mengkaji konflik argumentatif antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Jaringan Gusdurian dalam polemik kebijakan pengelolaan tambang melalui perspektif hegemoni Antonio Gramsci, dengan fokus pada penggunaan otoritas keagamaan, wacana Islam, dan legitimasi kelembagaan sebagai instrumen kontestasi ideologis di ruang publik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp 1x" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" alt="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-89db6.webp" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-89db6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-89db6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-89db6.webp 1x" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" alt="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-b1e98.webp" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-b1e98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-b1e98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-b1e98.webp 1x" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" alt="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63567-sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdl" title="JURIS - Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci" target="_blank">Politik Tambang dan Agama: Konflik Argumentasi Antara Gusdurian dan PBNU dalam Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran yang dapat diajukan untuk penelitian selanjutnya adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian etnografis atau wawancara mendalam dengan aktor-aktor kunci di kedua kubu untuk menangkap dimensi pengalaman dan internalisasi ideologi secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian komparatif yang melibatkan kasus serupa di negara-negara mayoritas Muslim lainnya guna menguji validitas kerangka Gramsci dalam konteks yang lebih luas. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari war of position ini terhadap perubahan persepsi masyarakat Nahdliyyin secara empiris, misalnya melalui survei opini atau analisis pergerakan wacana di media sosial..
<br>25 Tahun 2024 Pasal 83A memperlihatkan dinamika dominasi dan hegemoni ideologis melalui narasi pembangunan yang menjadi landasan kebijakan pengelolaan tambang.Negara menggunakan legitimasi hukum dan retorika "pembangunan berkelanjutan" untuk memosisikan eksploitasi sumber daya alam sebagai kebutuhan nasional demi keberlanjutan masyarakat, meskipun dalam praktiknya lebih banyak menguntungkan kaum elite ekonomi dan politik.Dalam konteks ini, PBNU sebagai institusi keagamaan dominan menonjol melalui narasi maslahat umat yang meredam kritik dan mempertahankan legitimasi tambang dengan dalih nilai-nilai Islam.Melalui bahasa teknokratis dan istilah keagamaan, kebijakan ini menciptakan kesan bahwa tambang adalah solusi yang tidak dapat dihindari, sementara dampak kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial diabaikan.Di sisi lain, Gusdurian hadir sebagai blok historis alternatif yang mengedepankan nilai agama, keadilan sosial, dan keberlanjutan ekologis.Dengan mengkritisi narasi pro-tambang PBNU, Gusdurian menawarkan visi baru yang menempatkan masyarakat dan lingkungan sebagai prioritas utama.Dalam perspektif Gramsci, konflik ini mencerminkan "war of position", di mana Gusdurian berupaya mengguncang hegemoni PBNU melalui resistensi ideologis dan advokasi terhadap nilai-nilai universal.Konflik antara PBNU dan Gusdurian memperlihatkan bahwa diskursus mengenai isu tambang tidak semata-mata soal ekonomi, tetapi juga legitimasi moral, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan
<br>Tujuan : Penelitian ini mengkaji konflik argumentatif antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Jaringan Gusdurian dalam polemik kebijakan pengelolaan tambang melalui perspektif hegemoni Antonio Gramsci, dengan fokus pada penggunaan otoritas keagamaan, wacana Islam, dan legitimasi kelembagaan sebagai instrumen kontestasi ideologis di ruang publik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp" type="image/webp" length="89448" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-f5bff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-89db6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/sumber-daya-tambang-politik-hegemoni-nahdlatul-ula-thumb-b1e98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63575-ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-eks</link>
	<guid isPermaLink="false">d5ad5ffe20fad2882648865f9c6f99d3</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:21:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana pendidikan multikultural di Papua dapat memanfaatkan tradisi pertunjukan lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Studi ini dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana pendidikan multikultural di Papua dapat memanfaatkan tradisi pertunjukan lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana Wisisi dan bentuk-bentuk pertunjukan lokal lainnya dapat berfungsi sebagai sarana untuk membangun kesadaran dan apresiasi budaya, serta mempromosikan solidaritas dan kohesi sosial di antara siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pedagogi tubuh dalam konteks pendidikan Papua, dan bagaimana hal itu dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana pertunjukan massal Wisisi dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan dialog dan pemahaman antaretnis, serta untuk memperkuat identitas dan kebanggaan budaya di antara siswa Papua.. Studi ini menyimpulkan bahwa signifikansi pertunjukan Wisisi massal di Papua tidak hanya sebagai ekspresi budaya yang terlihat, tetapi juga sebagai kapasitasnya untuk mengubah tradisi menjadi mode pembelajaran yang beroperasi secara sosial.Yang menjadi penentu adalah bukan hanya pembesaran skala, tetapi transformasi Wisisi menjadi bentuk pedagogis melalui mana siswa mengalami disiplin, solidaritas, dan rasa memiliki budaya sebagai praktik tubuh.Dalam arti ini, Wisisi tidak boleh dikurangi menjadi tampilan simbolis dari harmoni multikultural.Pentingnya yang lebih dalam terletak pada cara ia mengatur tubuh, hubungan, dan nilai-nilai ke dalam lapangan pengalaman bersama di mana kesetiakawanan tidak hanya dinyatakan, tetapi dilakukan.Dari perspektif ini, studi ini menawarkan argumen yang lebih luas.tradisi pertunjukan lokal di daerah-daerah pribumi harus dipahami sebagai infrastruktur pedagogis daripada sebagai bahan budaya tambahan dalam pendidikan formal.Kasus Wisisi menunjukkan bahwa pendidikan multikultural di Papua dapat diletakkan pada bentuk-bentuk yang berarti secara lokal yang sudah mengandung pengetahuan etis, relasional, dan komunal.Ini memindahkan diskusi dari pelestarian sebagai dokumentasi menuju pelestarian sebagai kontinuitas pedagogis.Implikasi yang lebih luas adalah bahwa pertunjukan yang berakar budaya dapat berfungsi sebagai sumber daya kritis untuk merancang praktik pendidikan yang lebih peka konteks, relasional, dan responsif secara sosial, tidak hanya di Papua, tetapi juga di pengaturan lain di mana pengetahuan lokal tetap sentral bagi pembentukan kehidupan kolektif Di Papua yang modern, Wisisi telah melampaui pengaturan ritual menjadi pertunjukan pendidikan dan publik, membuka jalur budaya untuk pembelajaran multikultural. Studi ini menganalisis bagaimana pertunjukan massal Wisisi berfungsi sebagai pedagogi tubuh di antara siswa di Papua. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan etnografi digital dan refleksi autoetnografi. Data diambil dari dokumentasi audiovisual dari pertunjukan rekor MURI 2025 di Wamena, pertunjukan Wisisi siswa sekolah di Tiom, laporan Kompas.com, dokumen pendukung, dan materi wawancara dengan seniman dan produser musik Asep Nayak. Data dikumpulkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-26610.webp" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-26610.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-26610.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-26610.webp 1x" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" alt="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-8574f.webp" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-8574f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-8574f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-8574f.webp 1x" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" alt="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp 1x" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" alt="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63575-ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-eks" title="JURIS - Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua" target="_blank">Mass Wisisi Performance as Embodied Multicultural Education in Papua</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana pendidikan multikultural di Papua dapat memanfaatkan tradisi pertunjukan lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana Wisisi dan bentuk-bentuk pertunjukan lokal lainnya dapat berfungsi sebagai sarana untuk membangun kesadaran dan apresiasi budaya, serta mempromosikan solidaritas dan kohesi sosial di antara siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pedagogi tubuh dalam konteks pendidikan Papua, dan bagaimana hal itu dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana pertunjukan massal Wisisi dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan dialog dan pemahaman antaretnis, serta untuk memperkuat identitas dan kebanggaan budaya di antara siswa Papua..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa signifikansi pertunjukan Wisisi massal di Papua tidak hanya sebagai ekspresi budaya yang terlihat, tetapi juga sebagai kapasitasnya untuk mengubah tradisi menjadi mode pembelajaran yang beroperasi secara sosial.Yang menjadi penentu adalah bukan hanya pembesaran skala, tetapi transformasi Wisisi menjadi bentuk pedagogis melalui mana siswa mengalami disiplin, solidaritas, dan rasa memiliki budaya sebagai praktik tubuh.Dalam arti ini, Wisisi tidak boleh dikurangi menjadi tampilan simbolis dari harmoni multikultural.Pentingnya yang lebih dalam terletak pada cara ia mengatur tubuh, hubungan, dan nilai-nilai ke dalam lapangan pengalaman bersama di mana kesetiakawanan tidak hanya dinyatakan, tetapi dilakukan.Dari perspektif ini, studi ini menawarkan argumen yang lebih luas.tradisi pertunjukan lokal di daerah-daerah pribumi harus dipahami sebagai infrastruktur pedagogis daripada sebagai bahan budaya tambahan dalam pendidikan formal.Kasus Wisisi menunjukkan bahwa pendidikan multikultural di Papua dapat diletakkan pada bentuk-bentuk yang berarti secara lokal yang sudah mengandung pengetahuan etis, relasional, dan komunal.Ini memindahkan diskusi dari pelestarian sebagai dokumentasi menuju pelestarian sebagai kontinuitas pedagogis.Implikasi yang lebih luas adalah bahwa pertunjukan yang berakar budaya dapat berfungsi sebagai sumber daya kritis untuk merancang praktik pendidikan yang lebih peka konteks, relasional, dan responsif secara sosial, tidak hanya di Papua, tetapi juga di pengaturan lain di mana pengetahuan lokal tetap sentral bagi pembentukan kehidupan kolektif
<br>Di Papua yang modern, Wisisi telah melampaui pengaturan ritual menjadi pertunjukan pendidikan dan publik, membuka jalur budaya untuk pembelajaran multikultural. Studi ini menganalisis bagaimana pertunjukan massal Wisisi berfungsi sebagai pedagogi tubuh di antara siswa di Papua. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan etnografi digital dan refleksi autoetnografi. Data diambil dari dokumentasi audiovisual dari pertunjukan rekor MURI 2025 di Wamena, pertunjukan Wisisi siswa sekolah di Tiom, laporan Kompas.com, dokumen pendukung, dan materi wawancara dengan seniman dan produser musik Asep Nayak. Data dikumpulkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp" type="image/webp" length="96254" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-26610.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-8574f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/6/ekspresi-budaya-tradisional-sumber-daya-wisisi-ped-thumb-a3b07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63566-nilai-islam-sekolah-analisis</link>
	<guid isPermaLink="false">c566d2820252dac93afc52a2f33bda1c</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:16:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penerapan motif dekoratif Islami dalam lukisan Jelekong terhadap minat dan penerimaan konsumen Muslim. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penerapan motif dekoratif Islami dalam lukisan Jelekong terhadap minat dan penerimaan konsumen Muslim. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana motif-motif ini berfungsi sebagai objek estetika sekaligus ekspresi identitas budaya dan agama di kalangan komunitas Muslim. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam mempromosikan dan memperluas pasar lukisan Jelekong secara online. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana platform media sosial dan e-commerce dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan konsumen, serta strategi-strategi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai produk dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada dampak kolaborasi antara pelukis, pemilik galeri, dan aktor kreatif lokal terhadap keberlanjutan ekosistem kreatif Jelekong. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi ini menciptakan dukungan dan ekosistem yang kuat untuk pengembangan seni Jelekong secara berkelanjutan.. Program ini memberikan peluang bagi pelukis Jelekong untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk seni baru melalui penerapan motif dekoratif Islami.Pelatihan yang diberikan memperkenalkan peserta pada elemen-elemen visual alternatif yang dapat disesuaikan dengan produk lukisan sambil tetap terhubung dengan praktik seni lokal.Program ini juga memperkenalkan peserta pada pendekatan desain dan pemasaran digital yang mendukung pembuatan dan promosi karya seni mereka.Selain memperluas kreativitas, program ini juga berkontribusi pada keberlanjutan Desa Jelekong sebagai salah satu pusat lukisan penting di Kabupaten Bandung.Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang menekankan pentingnya inovasi, partisipasi masyarakat, dan adaptasi teknologi dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelukis Desa Jelekong melalui penerapan motif dekoratif Islami dalam produksi lukisan. Program ini didasarkan pada konsep seni dekoratif Islam, yang menekankan kaligrafi, pola geometris, dan ornamen floral sebagai ekspresi visual nilai-nilai Islam. Studi ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Partisipatif (PTP) yang melibatkan pelukis lokal di Desa Jelekong, Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kegiatan pelatihan,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp 1x" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" alt="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-0c2c2.webp" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-0c2c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-0c2c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-0c2c2.webp 1x" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" alt="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-9728d.webp" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-9728d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-9728d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-9728d.webp 1x" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" alt="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63566-nilai-islam-sekolah-analisis" title="JURIS - Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy" target="_blank">Islamic Art Innovation in Jelekong Paintings for Strengthening the Creative Economy</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penerapan motif dekoratif Islami dalam lukisan Jelekong terhadap minat dan penerimaan konsumen Muslim. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana motif-motif ini berfungsi sebagai objek estetika sekaligus ekspresi identitas budaya dan agama di kalangan komunitas Muslim. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam mempromosikan dan memperluas pasar lukisan Jelekong secara online. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana platform media sosial dan e-commerce dapat digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan konsumen, serta strategi-strategi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai produk dan memperkuat hubungan dengan konsumen. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada dampak kolaborasi antara pelukis, pemilik galeri, dan aktor kreatif lokal terhadap keberlanjutan ekosistem kreatif Jelekong. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi ini menciptakan dukungan dan ekosistem yang kuat untuk pengembangan seni Jelekong secara berkelanjutan..
<br>Program ini memberikan peluang bagi pelukis Jelekong untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk seni baru melalui penerapan motif dekoratif Islami.Pelatihan yang diberikan memperkenalkan peserta pada elemen-elemen visual alternatif yang dapat disesuaikan dengan produk lukisan sambil tetap terhubung dengan praktik seni lokal.Program ini juga memperkenalkan peserta pada pendekatan desain dan pemasaran digital yang mendukung pembuatan dan promosi karya seni mereka.Selain memperluas kreativitas, program ini juga berkontribusi pada keberlanjutan Desa Jelekong sebagai salah satu pusat lukisan penting di Kabupaten Bandung.Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang menekankan pentingnya inovasi, partisipasi masyarakat, dan adaptasi teknologi dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal
<br>Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pelukis Desa Jelekong melalui penerapan motif dekoratif Islami dalam produksi lukisan. Program ini didasarkan pada konsep seni dekoratif Islam, yang menekankan kaligrafi, pola geometris, dan ornamen floral sebagai ekspresi visual nilai-nilai Islam. Studi ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Partisipatif (PTP) yang melibatkan pelukis lokal di Desa Jelekong, Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kegiatan pelatihan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp" type="image/webp" length="74670" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-68889.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-0c2c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/d/nilai-nilai-islam-sekolah-nilai-analisis-peran-sen-thumb-9728d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63582-stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data</link>
	<guid isPermaLink="false">7f841299c295f191d27588e24ae6b8aa</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 20:05:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan pola persegi panjang dalam desain pakaian tanpa buang. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana pola persegi panjang dapat diterapkan pada berbagai jenis pakaian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan pola persegi panjang dalam desain pakaian tanpa buang. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana pola persegi panjang dapat diterapkan pada berbagai jenis pakaian dan bagaimana hal itu mempengaruhi kenyamanan dan estetika pakaian. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan tata letak marker dalam desain pakaian tanpa buang, dengan mempertimbangkan berbagai ukuran dan bentuk tubuh. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada praktik desain pakaian yang lebih berkelanjutan dan inovatif.. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi pola datar menjadi pakaian tiga dimensi dapat dianalisis secara efektif melalui simulasi pakaian 3D.Perbandingan antara ilustrasi fashion awal dan hasil simulasi mengungkapkan baik keselarasan maupun penyimpangan dalam bentuk pakaian dan perilaku kain.Perbedaan ini menunjukkan keterbatasan ilustrasi manual dalam memprediksi proporsi pakaian yang tepat dan perilaku kain, sekaligus menekankan keunggulan simulasi pakaian 3D sebagai alat untuk mencapai validasi desain yang lebih andal dan realistis.Melalui simulasi, interaksi antara struktur pola, sifat kain, dan gravitasi dapat diamati secara lebih objektif, memberikan representasi yang lebih akurat dari pakaian akhir Pada zaman modern ini, produk fashion dapat dikembangkan dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak simulasi pakaian 3D, yang memungkinkan desainer untuk mengubah pola datar menjadi bentuk tiga dimensi pada model digital. Sementara pola datar konvensional biasanya mengikuti bentuk dasar, desain tanpa buang memerlukan bentuk pola yang dikembangkan sesuai dengan dimensi kain dan pemanfaatan bahan. Dalam penelitian ini, konsep tanpa buang mengacu pada keselarasan antara bentuk pola dan pemanfaatan kain untuk meminimalkan limbah bahan. Penelitian ini berfokus pada luaran longgar, unisex sebagai objek studi. Metode kualitatif digunakan untuk memeriksa transformasi pola datar menjadi pakaian tiga dimensi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-9b6b0.webp" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-9b6b0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-9b6b0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-9b6b0.webp 1x" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" alt="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp 1x" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" alt="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-d67f1.webp" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-d67f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-d67f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-d67f1.webp 1x" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" alt="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63582-stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data" title="JURIS - Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi" target="_blank">Desain Pakaian Luar yang Selaras dengan Konsep AuNol LimbahAy: Dari Pola Datar hingga Simulasi Tiga Dimensi</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan pola persegi panjang dalam desain pakaian tanpa buang. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana pola persegi panjang dapat diterapkan pada berbagai jenis pakaian dan bagaimana hal itu mempengaruhi kenyamanan dan estetika pakaian. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan tata letak marker dalam desain pakaian tanpa buang, dengan mempertimbangkan berbagai ukuran dan bentuk tubuh. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada praktik desain pakaian yang lebih berkelanjutan dan inovatif..
<br>Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi pola datar menjadi pakaian tiga dimensi dapat dianalisis secara efektif melalui simulasi pakaian 3D.Perbandingan antara ilustrasi fashion awal dan hasil simulasi mengungkapkan baik keselarasan maupun penyimpangan dalam bentuk pakaian dan perilaku kain.Perbedaan ini menunjukkan keterbatasan ilustrasi manual dalam memprediksi proporsi pakaian yang tepat dan perilaku kain, sekaligus menekankan keunggulan simulasi pakaian 3D sebagai alat untuk mencapai validasi desain yang lebih andal dan realistis.Melalui simulasi, interaksi antara struktur pola, sifat kain, dan gravitasi dapat diamati secara lebih objektif, memberikan representasi yang lebih akurat dari pakaian akhir
<br>Pada zaman modern ini, produk fashion dapat dikembangkan dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak simulasi pakaian 3D, yang memungkinkan desainer untuk mengubah pola datar menjadi bentuk tiga dimensi pada model digital. Sementara pola datar konvensional biasanya mengikuti bentuk dasar, desain tanpa buang memerlukan bentuk pola yang dikembangkan sesuai dengan dimensi kain dan pemanfaatan bahan. Dalam penelitian ini, konsep tanpa buang mengacu pada keselarasan antara bentuk pola dan pemanfaatan kain untuk meminimalkan limbah bahan. Penelitian ini berfokus pada luaran longgar, unisex sebagai objek studi. Metode kualitatif digunakan untuk memeriksa transformasi pola datar menjadi pakaian tiga dimensi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp" type="image/webp" length="34006" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-9b6b0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-4df4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/stabilitas-dimensi-kain-hasil-simulasi-data-pola-d-thumb-d67f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63570-film-horor-modern-horror-semiotics-props-cont</link>
	<guid isPermaLink="false">6ff9f9cf0fb62f7d6da88c000e6f6368</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:47:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi transformasi properti horor dalam konteks budaya lain, seperti membandingkan interpretasi simbol kain kafan di film Indonesia dengan tradisi teater Jepang atau Eropa. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi transformasi properti horor dalam konteks budaya lain, seperti membandingkan interpretasi simbol kain kafan di film Indonesia dengan tradisi teater Jepang atau Eropa. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi augmented reality dalam penggunaan properti teatral untuk menciptakan efek horor imersif bisa menjadi arah baru. Terakhir, penelitian dapat fokus pada interaksi audiens dengan properti horor di ruang teater, khususnya bagaimana pengalaman multisensorik memperkuat makna budaya dan emosional dari simbol-simbol tersebut.. Studi ini menunjukkan bahwa properti horor dalam Rambut Kafan berfungsi sebagai sistem tanda visual yang terstruktur dan berbasis budaya, bukan elemen visual insidental.Rambut panjang, kain kafan, dan benda ritual muncul sebagai perangkat semiotik penting yang mengatur atmosfer horor dan mengorganisir ketegangan naratif.Properti ini dapat dibaca sebagai lapisan makna kematian, trauma, gangguan spiritual, dan kondisi liminal antara kehidupan dan kematian menggunakan kerangka icon-index-symbol Peirce.Penelitian ini menunjukkan relevansi analisis semiotik film terhadap praktik teatrikal dengan memandang properti horor sebagai sumber semiotik lintas media.Pendekatan ini dapat menjadi dasar bagi praktisi teater untuk mengeksplorasi materialitas, desain ruang, gerakan, dan elemen multisensorik dalam membentuk estetika horor di panggung Pengembangan film horor Indonesia dalam dekade terakhir menunjukkan kecenderungan kuat terhadap penggunaan properti visual sebagai konstruktor atmosfer dan makna. Film Rambut Kafan secara konsisten menggunakan rambut panjang, kain kafan, dan benda ritual sebagai tanda-tanda horor utama. Studi ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik dari properti horor dalam Rambut Kafan menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce dan mengeksplorasi potensinya sebagai inspirasi untuk penciptaan artistik teater. Kebaruan penelitian ini terletak pada peta sistem tanda properti horor dari film ke konteks transformasi artistik di teater,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-42968.webp" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-42968.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-42968.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-42968.webp 1x" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" alt="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-0a29f.webp" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-0a29f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-0a29f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-0a29f.webp 1x" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" alt="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp 1x" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" alt="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63570-film-horor-modern-horror-semiotics-props-cont" title="JURIS - The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation" target="_blank">The Semiotics of Horror Props in the Film Rambut Kafan and Their Relevance to Theatre Creation</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi transformasi properti horor dalam konteks budaya lain, seperti membandingkan interpretasi simbol kain kafan di film Indonesia dengan tradisi teater Jepang atau Eropa. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi augmented reality dalam penggunaan properti teatral untuk menciptakan efek horor imersif bisa menjadi arah baru. Terakhir, penelitian dapat fokus pada interaksi audiens dengan properti horor di ruang teater, khususnya bagaimana pengalaman multisensorik memperkuat makna budaya dan emosional dari simbol-simbol tersebut..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa properti horor dalam Rambut Kafan berfungsi sebagai sistem tanda visual yang terstruktur dan berbasis budaya, bukan elemen visual insidental.Rambut panjang, kain kafan, dan benda ritual muncul sebagai perangkat semiotik penting yang mengatur atmosfer horor dan mengorganisir ketegangan naratif.Properti ini dapat dibaca sebagai lapisan makna kematian, trauma, gangguan spiritual, dan kondisi liminal antara kehidupan dan kematian menggunakan kerangka icon-index-symbol Peirce.Penelitian ini menunjukkan relevansi analisis semiotik film terhadap praktik teatrikal dengan memandang properti horor sebagai sumber semiotik lintas media.Pendekatan ini dapat menjadi dasar bagi praktisi teater untuk mengeksplorasi materialitas, desain ruang, gerakan, dan elemen multisensorik dalam membentuk estetika horor di panggung
<br>Pengembangan film horor Indonesia dalam dekade terakhir menunjukkan kecenderungan kuat terhadap penggunaan properti visual sebagai konstruktor atmosfer dan makna. Film Rambut Kafan secara konsisten menggunakan rambut panjang, kain kafan, dan benda ritual sebagai tanda-tanda horor utama. Studi ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik dari properti horor dalam Rambut Kafan menggunakan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce dan mengeksplorasi potensinya sebagai inspirasi untuk penciptaan artistik teater. Kebaruan penelitian ini terletak pada peta sistem tanda properti horor dari film ke konteks transformasi artistik di teater,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp" type="image/webp" length="90454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-42968.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-0a29f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/film-horor-modern-horror-semiotics-props-contempor-thumb-87d4e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Traces of Cultural Osmosis in Jangjawokan Paranti Melet ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Traces of Cultural Osmosis in Jangjawokan Paranti Melet ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Traces of Cultural Osmosis in Jangjawokan Paranti Melet ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63576-identitas-sejarah-budaya-sunda-bu</link>
	<guid isPermaLink="false">2e52e7c9c19538645ce1531025154ea4</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:07:18 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam artikel ini, penelitian lanjutan dapat mengusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang mekanisme osmosis budaya dalam Jangjawokan paranti melet, khususnya bagaimana elemen-elemen ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Traces of Cultural Osmosis in Jangjawokan Paranti Melet: Berdasarkan temuan dan analisis dalam artikel ini, penelitian lanjutan dapat mengusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang mekanisme osmosis budaya dalam Jangjawokan paranti melet, khususnya bagaimana elemen-elemen dari berbagai lapisan kepercayaan dan budaya diintegrasikan ke dalam struktur triadic teks. Kedua, studi tentang peran Aing/Awaking sebagai filter internal dalam Jangjawokan paranti melet dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana subjek mengatur tubuh, perasaan, dan hubungan kosmologisnya. Ketiga, penelitian tentang bagaimana Jangjawokan paranti melet berfungsi sebagai teknologi simbolis yang mengatur niat, gambar, hubungan afektif, dan orientasi kosmologis dapat memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang peran ritual dalam masyarakat Sunda.. Analisis tiga teks Jangjawokan paranti melet menunjukkan bahwa teks memiliki kohesi logika internal yang didasarkan pada struktur triadic yang terdiri dari pemanggilan kekuatan kosmik, personifikasi objek, dan afirmasi subjek.Struktur ini mereproduksi kosmologi Tritangtu, yang berfungsi sebagai kerangka kosmologis dan juga sebagai model tindakan untuk masyarakat Sunda.Mekanisme osmosis budaya beroperasi melalui seleksi, negosiasi, dan reinterpretasi elemen-elemen dari berbagai lapisan kepercayaan dan budaya, seperti batu, ratu, Batara, Gangga, Batara Ginggi, dan Malaikat Jibril.Elemen-elemen ini diintegrasikan ke dalam struktur triadic teks, menunjukkan kemampuan budaya Sunda untuk menyerap pengaruh eksternal tanpa kehilangan kohesi kosmologisnya.Temuan ini menegaskan bahwa Jangjawokan paranti melet adalah teknologi simbolis yang mengatur hubungan antara bahasa, niat, tubuh, kosmos, dan sejarah budaya Studi tentang jangjawokan umumnya memosisikannya sebagai mantra atau ekspresi ritual, meninggalkan kohesi simbolis dan mekanisme budaya yang beroperasi di dalamnya kurang dijelaskan. Artikel ini menyelidiki kohesi logika internal, struktur triadic, dan osmosis budaya yang tercermin dalam tiga teks Jangjawokan paranti melet. Studi ini mengadopsi metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan hermeneutik. Data primer diambil dari buku Jangjawokan: Inventarisasi Puisi Mantra Sunda dan dianalisis melalui integrasi deskripsi tebal Clifford Geertz, kosmologi Tritangtu Jakob Sumardjo, dan konsep osmosis budaya Denys Lombard. Temuan menunjukkan bahwa Jangjawokan paranti melet terorganisir sekitar struktur triadic yang terdiri dari pemanggilan kekuatan kosmik, personifikasi objek, dan afirmasi subjek. Struktur ini mencerminkan Tritangtu sebagai model dan model kosmologi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-a85a0.webp" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-a85a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-a85a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-a85a0.webp 1x" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" alt="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-260cd.webp" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-260cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-260cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-260cd.webp 1x" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" alt="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp 1x" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" alt="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63576-identitas-sejarah-budaya-sunda-bu" title="JURIS - Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet" target="_blank">Traces of Cultural Osmosis in  Jangjawokan Paranti Melet</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam artikel ini, penelitian lanjutan dapat mengusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang mekanisme osmosis budaya dalam Jangjawokan paranti melet, khususnya bagaimana elemen-elemen dari berbagai lapisan kepercayaan dan budaya diintegrasikan ke dalam struktur triadic teks. Kedua, studi tentang peran Aing/Awaking sebagai filter internal dalam Jangjawokan paranti melet dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana subjek mengatur tubuh, perasaan, dan hubungan kosmologisnya. Ketiga, penelitian tentang bagaimana Jangjawokan paranti melet berfungsi sebagai teknologi simbolis yang mengatur niat, gambar, hubungan afektif, dan orientasi kosmologis dapat memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang peran ritual dalam masyarakat Sunda..
<br>Analisis tiga teks Jangjawokan paranti melet menunjukkan bahwa teks memiliki kohesi logika internal yang didasarkan pada struktur triadic yang terdiri dari pemanggilan kekuatan kosmik, personifikasi objek, dan afirmasi subjek.Struktur ini mereproduksi kosmologi Tritangtu, yang berfungsi sebagai kerangka kosmologis dan juga sebagai model tindakan untuk masyarakat Sunda.Mekanisme osmosis budaya beroperasi melalui seleksi, negosiasi, dan reinterpretasi elemen-elemen dari berbagai lapisan kepercayaan dan budaya, seperti batu, ratu, Batara, Gangga, Batara Ginggi, dan Malaikat Jibril.Elemen-elemen ini diintegrasikan ke dalam struktur triadic teks, menunjukkan kemampuan budaya Sunda untuk menyerap pengaruh eksternal tanpa kehilangan kohesi kosmologisnya.Temuan ini menegaskan bahwa Jangjawokan paranti melet adalah teknologi simbolis yang mengatur hubungan antara bahasa, niat, tubuh, kosmos, dan sejarah budaya
<br>Studi tentang jangjawokan umumnya memosisikannya sebagai mantra atau ekspresi ritual, meninggalkan kohesi simbolis dan mekanisme budaya yang beroperasi di dalamnya kurang dijelaskan. Artikel ini menyelidiki kohesi logika internal, struktur triadic, dan osmosis budaya yang tercermin dalam tiga teks Jangjawokan paranti melet. Studi ini mengadopsi metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan hermeneutik. Data primer diambil dari buku Jangjawokan: Inventarisasi Puisi Mantra Sunda dan dianalisis melalui integrasi deskripsi tebal Clifford Geertz, kosmologi Tritangtu Jakob Sumardjo, dan konsep osmosis budaya Denys Lombard. Temuan menunjukkan bahwa Jangjawokan paranti melet terorganisir sekitar struktur triadic yang terdiri dari pemanggilan kekuatan kosmik, personifikasi objek, dan afirmasi subjek. Struktur ini mencerminkan Tritangtu sebagai model dan model kosmologi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp" type="image/webp" length="98504" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-a85a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-260cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/e/identitas-sejarah-budaya-sunda-jangjawokan-tritang-thumb-0c858.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community Based Management CBM Approach ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community Based Management CBM Approach ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community Based Management CBM Approach ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63568-pring-sewu-cultural-market-community-based-managem</link>
	<guid isPermaLink="false">51b07106d5abdb11f02b73e0126e8cdc</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:05:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ taufik akbar ]]></category>
	<category><![CDATA[ fathul bari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,bari,fathul,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Based on the research findings and the existing literature, the following suggestions for further research are proposed:1. Enhancing digital promotion: The study highlights the importance of promoting the Pring Sewu cultural market through digital channels. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach: Based on the research findings and the existing literature, the following suggestions for further research are proposed:1. Enhancing digital promotion: The study highlights the importance of promoting the Pring Sewu cultural market through digital channels. To further strengthen its online presence, the market management could collaborate with local youth and community organizations to actively manage and promote the market's social media platforms. This would help attract a wider audience and increase visitor engagement.2. Fostering collaboration with student volunteers: The research acknowledges the valuable contributions of student volunteers through their KKN (Community Service) activities. To build upon this, the market management could establish a more structured and long-term collaboration with local universities or student organizations. This could involve regular student involvement in market activities, such as organizing creative events, promoting the market, and providing innovative ideas for its development.3. Government support for visitor facilities: The study emphasizes the role of the local government in supporting the development of the Pring Sewu cultural market as part of the Plintahan tourist village. To enhance the visitor experience and promote sustainable tourism, the government could provide additional facilities for visitors, such as information boards, designated cleanliness areas, and improved market infrastructure. This would contribute to a more organized and welcoming environment for tourists.4. Structuring community roles: While the research highlights the active participation of the Binangun Hamlet community in managing the market, there is an opportunity to further structure and organize community roles and responsibilities. This could involve developing a clear division of tasks among community members, ensuring effective coordination, and promoting a sense of shared ownership and accountability. A more structured approach would enhance the market's efficiency and sustainability.. Based on the research findings, the management of the Pring Sewu cultural market is carried out in a participatory manner by the Binangun Hamlet community through mutual agreement, the application of local norms, and a flexible division of roles.The use of bamboo coins as a transaction tool is a form of local ownership and innovation that supports the economic sustainability of MSME actors while strengthening the identity of culture-based tourism villages.The findings of this study show that community-based market management can be a model for strengthening tourism villages that rely on the participation and independence of local communities This study aims to analyze the management of the community-based pring sewu cultural market through a Community Based Management (CBM) approach in Binangun Hamlet as part of the development of a tourist village in Plintahan Village, Pandaan District, Pasuruan Regency. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-c25c6.webp" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-c25c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-c25c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-c25c6.webp 1x" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" alt="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp 1x" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" alt="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-775e0.webp" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-775e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-775e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-775e0.webp 1x" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" alt="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63568-pring-sewu-cultural-market-community-based-managem" title="JURIS - Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach" target="_blank">Management of Pring Sewu Cultural Market Using a Community-Based Management (CBM) Approach</a>: Based on the research findings and the existing literature, the following suggestions for further research are proposed:1. Enhancing digital promotion: The study highlights the importance of promoting the Pring Sewu cultural market through digital channels. To further strengthen its online presence, the market management could collaborate with local youth and community organizations to actively manage and promote the market's social media platforms. This would help attract a wider audience and increase visitor engagement.2. Fostering collaboration with student volunteers: The research acknowledges the valuable contributions of student volunteers through their KKN (Community Service) activities. To build upon this, the market management could establish a more structured and long-term collaboration with local universities or student organizations. This could involve regular student involvement in market activities, such as organizing creative events, promoting the market, and providing innovative ideas for its development.3. Government support for visitor facilities: The study emphasizes the role of the local government in supporting the development of the Pring Sewu cultural market as part of the Plintahan tourist village. To enhance the visitor experience and promote sustainable tourism, the government could provide additional facilities for visitors, such as information boards, designated cleanliness areas, and improved market infrastructure. This would contribute to a more organized and welcoming environment for tourists.4. Structuring community roles: While the research highlights the active participation of the Binangun Hamlet community in managing the market, there is an opportunity to further structure and organize community roles and responsibilities. This could involve developing a clear division of tasks among community members, ensuring effective coordination, and promoting a sense of shared ownership and accountability. A more structured approach would enhance the market's efficiency and sustainability..
<br>Based on the research findings, the management of the Pring Sewu cultural market is carried out in a participatory manner by the Binangun Hamlet community through mutual agreement, the application of local norms, and a flexible division of roles.The use of bamboo coins as a transaction tool is a form of local ownership and innovation that supports the economic sustainability of MSME actors while strengthening the identity of culture-based tourism villages.The findings of this study show that community-based market management can be a model for strengthening tourism villages that rely on the participation and independence of local communities
<br>This study aims to analyze the management of the community-based pring sewu cultural market through a Community Based Management (CBM) approach in Binangun Hamlet as part of the development of a tourist village in Plintahan Village, Pandaan District, Pasuruan Regency.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp" type="image/webp" length="81016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-c25c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-260b5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/pring-sewu-cultural-market-community-based-managem-thumb-775e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63588-ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-waris</link>
	<guid isPermaLink="false">39757aaa01b6c40092cdc1194d125693</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:02:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut peran dan kontribusi perempuan dalam ritual mandiek anak, khususnya dalam konteks kepemimpinan adat dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, studi komparatif tentang praktik serupa ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut peran dan kontribusi perempuan dalam ritual mandiek anak, khususnya dalam konteks kepemimpinan adat dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, studi komparatif tentang praktik serupa di komunitas Minangkabau lainnya dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang variasi dan signifikansi ritual ini di seluruh wilayah. Akhirnya, penelitian yang berfokus pada aspek-aspek performatif mandiek anak, seperti bahasa tubuh, musik, dan interaksi sosial, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara ritual ini berfungsi sebagai media transmisi budaya.. Penelitian ini menunjukkan bahwa mandiek anak bukan hanya sekadar urutan ritual dalam upacara baralek gadang, tetapi juga merupakan pertunjukan budaya yang menyeluruh yang berfungsi sebagai media efektif untuk mentransmisikan pengetahuan budaya di komunitas Langgam Saripado.Ritual ini mengintegrasikan tindakan simbolis, peraturan adat, ekspresi performatif, tradisi lisan, organisasi sosial, dan praktik kuliner tradisional menjadi acara budaya yang seragam melalui mana komunitas mereproduksi dan memperkuat identitas kolektifnya.Alih-alih mengandalkan institusi pendidikan formal, pengetahuan ditransmisikan melalui partisipasi langsung, observasi, dan interaksi di antara pemimpin adat, anggota keluarga, dan komunitas yang lebih luas.Akibatnya, kontinuitas mandiek anak bergantung pada keterlibatan berkelanjutan anggota komunitas dalam melakukan dan melestarikan ritual sesuai dengan prinsip adat.Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ritual ini mewujudkan prinsip-prinsip fundamental sistem matrilineal Minangkabau.Peran masing-masing datuak, bako, anak pisang, dan aktor adat lainnya menggambarkan bagaimana kekerabatan, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kehormatan keluarga dipertahankan melalui praktik ritual.Selain itu, pengetahuan budaya ditransmisikan melalui objek ritual, sastra lisan seperti pasambahan, dan persiapan makanan tradisional, semua yang membutuhkan pengetahuan khusus yang diperoleh melalui partisipasi berulang alih-alih instruksi tertulis.Elemen-elemen ini menunjukkan bahwa mandiek anak melestarikan tidak hanya prosedur upacara tetapi juga nilai-nilai, pandangan dunia, dan pengetahuan praktis yang mendefinisikan identitas budaya komunitas Langgam Saripado Penelitian ini menyelidiki mandiek anak, sebuah ritual pernikahan khas dari komunitas Langgam Saripado di Nagari Salareh Aia, Sumatera Barat, sebagai media transmisi budaya. Dengan pendekatan etnografis kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis menerapkan konsep pertunjukan budaya untuk memeriksa bagaimana ritual ini menjaga dan menyampaikan nilai-nilai budaya Minangkabau. Temuan menunjukkan bahwa mandiek anak berfungsi tidak hanya sebagai tradisi upacara; ia juga berfungsi sebagai mekanisme performatif untuk mentransmisikan pengetahuan tentang sistem matrilineal, kepemimpinan adat, sastra lisan, pertunjukan ritual, dan praktik makanan tradisional. Partisipasi aktif pemimpin adat, bako, dan komunitas yang lebih luas memastikan kontinuitas nilai-nilai budaya ini dari generasi ke generasi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-40823.webp" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-40823.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-40823.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-40823.webp 1x" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" alt="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp 1x" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" alt="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-e7417.webp" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-e7417.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-e7417.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-e7417.webp 1x" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" alt="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63588-ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-waris" title="JURIS - Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak" target="_blank">Transmitting Knowledge Through Cultural Performance in Mandiek Anak</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut peran dan kontribusi perempuan dalam ritual mandiek anak, khususnya dalam konteks kepemimpinan adat dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, studi komparatif tentang praktik serupa di komunitas Minangkabau lainnya dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang variasi dan signifikansi ritual ini di seluruh wilayah. Akhirnya, penelitian yang berfokus pada aspek-aspek performatif mandiek anak, seperti bahasa tubuh, musik, dan interaksi sosial, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara ritual ini berfungsi sebagai media transmisi budaya..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa mandiek anak bukan hanya sekadar urutan ritual dalam upacara baralek gadang, tetapi juga merupakan pertunjukan budaya yang menyeluruh yang berfungsi sebagai media efektif untuk mentransmisikan pengetahuan budaya di komunitas Langgam Saripado.Ritual ini mengintegrasikan tindakan simbolis, peraturan adat, ekspresi performatif, tradisi lisan, organisasi sosial, dan praktik kuliner tradisional menjadi acara budaya yang seragam melalui mana komunitas mereproduksi dan memperkuat identitas kolektifnya.Alih-alih mengandalkan institusi pendidikan formal, pengetahuan ditransmisikan melalui partisipasi langsung, observasi, dan interaksi di antara pemimpin adat, anggota keluarga, dan komunitas yang lebih luas.Akibatnya, kontinuitas mandiek anak bergantung pada keterlibatan berkelanjutan anggota komunitas dalam melakukan dan melestarikan ritual sesuai dengan prinsip adat.Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ritual ini mewujudkan prinsip-prinsip fundamental sistem matrilineal Minangkabau.Peran masing-masing datuak, bako, anak pisang, dan aktor adat lainnya menggambarkan bagaimana kekerabatan, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kehormatan keluarga dipertahankan melalui praktik ritual.Selain itu, pengetahuan budaya ditransmisikan melalui objek ritual, sastra lisan seperti pasambahan, dan persiapan makanan tradisional, semua yang membutuhkan pengetahuan khusus yang diperoleh melalui partisipasi berulang alih-alih instruksi tertulis.Elemen-elemen ini menunjukkan bahwa mandiek anak melestarikan tidak hanya prosedur upacara tetapi juga nilai-nilai, pandangan dunia, dan pengetahuan praktis yang mendefinisikan identitas budaya komunitas Langgam Saripado
<br>Penelitian ini menyelidiki mandiek anak, sebuah ritual pernikahan khas dari komunitas Langgam Saripado di Nagari Salareh Aia, Sumatera Barat, sebagai media transmisi budaya. Dengan pendekatan etnografis kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis menerapkan konsep pertunjukan budaya untuk memeriksa bagaimana ritual ini menjaga dan menyampaikan nilai-nilai budaya Minangkabau. Temuan menunjukkan bahwa mandiek anak berfungsi tidak hanya sebagai tradisi upacara; ia juga berfungsi sebagai mekanisme performatif untuk mentransmisikan pengetahuan tentang sistem matrilineal, kepemimpinan adat, sastra lisan, pertunjukan ritual, dan praktik makanan tradisional. Partisipasi aktif pemimpin adat, bako, dan komunitas yang lebih luas memastikan kontinuitas nilai-nilai budaya ini dari generasi ke generasi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp" type="image/webp" length="99886" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-40823.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-c444f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/ritual-pernikahan-adat-praktik-perlon-warisan-buda-thumb-e7417.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63579-tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran</link>
	<guid isPermaLink="false">3592ca7da46f2a66bcb75c464cea7bb0</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:59:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran audiens dalam memperkuat atau mengkritik standar kecantikan melalui perspektif gender. 2. Studi perbandingan antara film-film yang mengangkat isu tubuh wanita di berbagai budaya untuk memahami variasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran audiens dalam memperkuat atau mengkritik standar kecantikan melalui perspektif gender. 2. Studi perbandingan antara film-film yang mengangkat isu tubuh wanita di berbagai budaya untuk memahami variasi representasi sosial. 3. Analisis dampak transformasi tubuh pada identitas diri wanita dalam konteks struktur kekuasaan patriarki, dengan fokus pada pengalaman subjektif individu.. Film 200 Pounds Beauty menunjukkan bagaimana standar kecantikan memengaruhi representasi tubuh wanita melalui mekanisme visual dan diskursif.Transformasi tubuh karakter utama mencerminkan tekanan sosial untuk memenuhi norma kecantikan patriarki.Penelitian ini membuktikan bahwa film tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi juga memperkuat struktur kekuasaan patriarki melalui representasi visual dan naratif Studi ini bertujuan menganalisis konstruksi tubuh wanita dalam film 200 Pounds Beauty melalui perspektif male gaze (Mulvey) dan pendekatan Feminist Critical Discourse Analysis (FCDA). Film ini dipilih karena merepresentasikan transformasi tubuh wanita sebagai jalur penerimaan sosial, mencerminkan pengaruh kuat standar kecantikan dalam budaya populer. Metode kualitatif dengan paradigma interpretatif digunakan, mengintegrasikan analisis semiotik John Fiske dan FCDA Michelle Lazar. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan meninjau adegan, dialog, dan elemen visual. Hasil menunjukkan tubuh wanita dikonstruksi melalui dua mekanisme utama, yaitu visual dan diskursif. Secara visual, film mengoperasikan male gaze dengan menempatkan wanita sebagai objek yang dinilai berdasarkan daya tarik fisik, sementara tubuh yang tidak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-e8dd0.webp" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-e8dd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-e8dd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-e8dd0.webp 1x" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" alt="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp 1x" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" alt="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-5f49c.webp" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-5f49c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-5f49c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-5f49c.webp 1x" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" alt="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63579-tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran" title="JURIS - Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia" target="_blank">Male Gaze dan Konstruksi Kecantikan dalam Film 200 Pounds Beauty 2023 Versi Indonesia</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran audiens dalam memperkuat atau mengkritik standar kecantikan melalui perspektif gender. 2. Studi perbandingan antara film-film yang mengangkat isu tubuh wanita di berbagai budaya untuk memahami variasi representasi sosial. 3. Analisis dampak transformasi tubuh pada identitas diri wanita dalam konteks struktur kekuasaan patriarki, dengan fokus pada pengalaman subjektif individu..
<br>Film 200 Pounds Beauty menunjukkan bagaimana standar kecantikan memengaruhi representasi tubuh wanita melalui mekanisme visual dan diskursif.Transformasi tubuh karakter utama mencerminkan tekanan sosial untuk memenuhi norma kecantikan patriarki.Penelitian ini membuktikan bahwa film tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi juga memperkuat struktur kekuasaan patriarki melalui representasi visual dan naratif
<br>Studi ini bertujuan menganalisis konstruksi tubuh wanita dalam film 200 Pounds Beauty melalui perspektif male gaze (Mulvey) dan pendekatan Feminist Critical Discourse Analysis (FCDA). Film ini dipilih karena merepresentasikan transformasi tubuh wanita sebagai jalur penerimaan sosial, mencerminkan pengaruh kuat standar kecantikan dalam budaya populer. Metode kualitatif dengan paradigma interpretatif digunakan, mengintegrasikan analisis semiotik John Fiske dan FCDA Michelle Lazar. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan meninjau adegan, dialog, dan elemen visual. Hasil menunjukkan tubuh wanita dikonstruksi melalui dua mekanisme utama, yaitu visual dan diskursif. Secara visual, film mengoperasikan male gaze dengan menempatkan wanita sebagai objek yang dinilai berdasarkan daya tarik fisik, sementara tubuh yang tidak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp" type="image/webp" length="87018" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-e8dd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-45bfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/b/tubuh-wanita-dewasa-analisis-semiotik-film-peran-a-thumb-5f49c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63573-struktur-beton-degradasi-normal</link>
	<guid isPermaLink="false">969e47c337b2efbcc2d374810c0c4993</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:52:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ samat nr 23 ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari anggara ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[23,anggara,ari,nr,samat]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kombinasi bahan alternatif lain seperti serbuk kayu atau limbah plastik sebagai pengganti semen untuk memperluas opsi bahan daur ulang. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jangka panjang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kombinasi bahan alternatif lain seperti serbuk kayu atau limbah plastik sebagai pengganti semen untuk memperluas opsi bahan daur ulang. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jangka panjang dari aditif Sikacim pada struktur beton, terutama terkait durabilitas dan stabilitas termal. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada optimasi proporsi ASP dan Sikacim untuk beton dengan mutu lebih tinggi, seperti FcAo30 atau FcAo40, untuk menguji skalabilitas aplikasi ini dalam proyek infrastruktur besar.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 5% abu sekam padi (ASP) dan 10% aditif Sikacim secara signifikan meningkatkan kinerja beton fc'20.Pada umur 7 hari, kuat tekan beton mencapai 20,57 MPa, yang diproyeksikan menjadi 31,65 MPa pada umur 28 hari, melampaui kekuatan beton normal.Peningkatan ini dicapai melalui mekanisme sinergis dari kedua bahan tambahan tersebut.Sifat pozzolanik pada ASP, kaya akan silika, bereaksi dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen untuk membentuk gel C-S-H tambahan.Gel ini berfungsi memadatkan struktur mikro beton, sehingga meningkatkan kekuatan secara signifikan Pengecoran jalan beton memerlukan percepatan pengerasan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mengurangi dampak kemacetan. Penelitian ini mengkaji efektivitas kombinasi abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dan Sikacim sebagai pengganti sebagian air dalam meningkatkan proses pengerasan beton Fc'20. ASP digunakan untuk menggantikan 5% kandungan semen, sedangkan Sikacim digunakan sebagai pengganti air dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dari total kebutuhan air campuran. Metodologi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" alt="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-27360.webp" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-27360.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-27360.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-27360.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" alt="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-4625c.webp" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-4625c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-4625c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-4625c.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" alt="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63573-struktur-beton-degradasi-normal" title="JURIS - Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20" target="_blank">Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton FcAo20</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kombinasi bahan alternatif lain seperti serbuk kayu atau limbah plastik sebagai pengganti semen untuk memperluas opsi bahan daur ulang. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh jangka panjang dari aditif Sikacim pada struktur beton, terutama terkait durabilitas dan stabilitas termal. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada optimasi proporsi ASP dan Sikacim untuk beton dengan mutu lebih tinggi, seperti FcAo30 atau FcAo40, untuk menguji skalabilitas aplikasi ini dalam proyek infrastruktur besar..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 5% abu sekam padi (ASP) dan 10% aditif Sikacim secara signifikan meningkatkan kinerja beton fc'20.Pada umur 7 hari, kuat tekan beton mencapai 20,57 MPa, yang diproyeksikan menjadi 31,65 MPa pada umur 28 hari, melampaui kekuatan beton normal.Peningkatan ini dicapai melalui mekanisme sinergis dari kedua bahan tambahan tersebut.Sifat pozzolanik pada ASP, kaya akan silika, bereaksi dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen untuk membentuk gel C-S-H tambahan.Gel ini berfungsi memadatkan struktur mikro beton, sehingga meningkatkan kekuatan secara signifikan
<br>Pengecoran jalan beton memerlukan percepatan pengerasan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mengurangi dampak kemacetan. Penelitian ini mengkaji efektivitas kombinasi abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dan Sikacim sebagai pengganti sebagian air dalam meningkatkan proses pengerasan beton Fc'20. ASP digunakan untuk menggantikan 5% kandungan semen, sedangkan Sikacim digunakan sebagai pengganti air dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dari total kebutuhan air campuran. Metodologi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp" type="image/webp" length="105094" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-37280.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-27360.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/struktur-beton-degradasi-normal-desain-kekuatan-te-thumb-4625c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3165-jurnal-tekno-global.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ People Justice and Legitimacy A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls Rakyat Keadilan dan Legitimasi Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ People Justice and Legitimacy A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls Rakyat Keadilan dan Legitimasi Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ People Justice and Legitimacy A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls Rakyat Keadilan dan Legitimasi Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63577-kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-p</link>
	<guid isPermaLink="false">d7b204231fda2030407b3a310c5e6cd4</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:52:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ taufik akbar ]]></category>
	<category><![CDATA[ fathul bari ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,bari,fathul,taufik]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana penerapan prinsip justice as fairness dalam konteks budaya Indonesia yang beragam? Bagaimana praktik public reason di lembaga legislatif dapat dianalisis secara empiris? Bagaimana pemikiran Rawls relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls: Bagaimana penerapan prinsip justice as fairness dalam konteks budaya Indonesia yang beragam? Bagaimana praktik public reason di lembaga legislatif dapat dianalisis secara empiris? Bagaimana pemikiran Rawls relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi digital saat ini?. Pemikiran John Rawls, terutama justice as fairness dan public reason, memiliki relevansi mendalam sebagai dasar filosofis untuk penerapan kedaulatan rakyat secara substantif.Public reason mendorong keputusan publik yang berdasarkan rasionalitas kolektif dan asas timbal balik.Penelitian ini membuka ruang untuk studi komparatif, kajian empiris, dan eksplorasi relevansi pemikiran Rawls dalam tantangan demokrasi digital Tujuan: Menganalisis relevansi pemikiran filsafat sosial John Rawls, khususnya justice as fairness dan public reason, sebagai landasan filosofis bagi penerapan konsep kedaulatan rakyat secara substantif. Penelitian ini memetakan korespondensi konseptual antara kedua gagasan Rawls tersebut dengan empat prinsip utama kedaulatan rakyat, yakni prinsip kebebasan, keadilan, suara mayoritas, dan pertanggungjawaban. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-a6d08.webp" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-a6d08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-a6d08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-a6d08.webp 1x" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" alt="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-17ba8.webp" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-17ba8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-17ba8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-17ba8.webp 1x" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" alt="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp 1x" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" alt="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63577-kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-p" title="JURIS - People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls" target="_blank">People, Justice, and Legitimacy: A Philosophical Review of Sovereignty from the Perspective of John Rawls : Rakyat, Keadilan, dan Legitimasi: Tinjauan Filosofis atas Kedaulatan Perspektif John Rawls</a>: Bagaimana penerapan prinsip justice as fairness dalam konteks budaya Indonesia yang beragam? Bagaimana praktik public reason di lembaga legislatif dapat dianalisis secara empiris? Bagaimana pemikiran Rawls relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi digital saat ini?.
<br>Pemikiran John Rawls, terutama justice as fairness dan public reason, memiliki relevansi mendalam sebagai dasar filosofis untuk penerapan kedaulatan rakyat secara substantif.Public reason mendorong keputusan publik yang berdasarkan rasionalitas kolektif dan asas timbal balik.Penelitian ini membuka ruang untuk studi komparatif, kajian empiris, dan eksplorasi relevansi pemikiran Rawls dalam tantangan demokrasi digital
<br>Tujuan: Menganalisis relevansi pemikiran filsafat sosial John Rawls, khususnya justice as fairness dan public reason, sebagai landasan filosofis bagi penerapan konsep kedaulatan rakyat secara substantif. Penelitian ini memetakan korespondensi konseptual antara kedua gagasan Rawls tersebut dengan empat prinsip utama kedaulatan rakyat, yakni prinsip kebebasan, keadilan, suara mayoritas, dan pertanggungjawaban.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp" type="image/webp" length="82568" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-a6d08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-17ba8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/kedaulatan-rakyat-john-rawls-justice-fairness-prak-thumb-26fb6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3162-jurnal-pemerintahan-politik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63578-ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybri</link>
	<guid isPermaLink="false">66b385d8703b892011175f8c22418dab</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:51:14 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak teknologi digital pada pengalaman imersif penonton di ruang pertunjukan non-konvensional di kota-kota lain di Indonesia. 2. Studi tentang peran video mapping dalam membangun narasi kolaboratif antara ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak teknologi digital pada pengalaman imersif penonton di ruang pertunjukan non-konvensional di kota-kota lain di Indonesia. 2. Studi tentang peran video mapping dalam membangun narasi kolaboratif antara seniman, penonton, dan lingkungan urban dapat dikembangkan untuk memahami dinamika dialogis dalam teater hibrida. 3. Penelitian tentang keterbatasan akses teknologi digital di kalangan seniman independen dapat menjadi fokus untuk mengembangkan model pertunjukan yang berkelanjutan dan inklusif dalam konteks budaya digital.. Produksi Disco Pig di Brotherhood Bunker Bandung menunjukkan bagaimana teknologi digital dan ruang non-konvensional dapat menciptakan pengalaman teatrikal hibrida yang menggabungkan memori, lanskap psikologis, dan interaksi sosial.Ruang pertunjukan yang diubah dari basement klub malam menjadi tempat kreatif mengubah dinamika keterlibatan penonton dan memperluas makna teater.Studi ini membuka wawasan tentang potensi teknologi digital dalam memperkaya dramaturgi dan menciptakan ruang dialogis antara seniman, penonton, dan lingkungan urban Studi ini mengeksplorasi kontribusi teknologi video mapping dan penggunaan ruang pertunjukan non-konvensional dalam menghasilkan pengalaman teatrikal hibrida dalam produksi Disco Pig Enda Walsh yang dipentaskan di Brotherhood Bunker Bandung. Produksi ini memberikan kasus signifikan untuk mengeksaminasi perpotongan antara teknologi, perubahan ruang, dan keterlibatan penonton seiring berkembangnya media digital dalam pertunjukan hidup di teater kontemporer. Data dikumpulkan melalui observasi pertunjukan, dokumentasi visual, dan analisis elemen dramaturgik dengan pendekatan fenomenologis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa video mapping bukan hanya penguatan visual tetapi juga alat dramaturgik yang membangun memori, lanskap psikologis, dan transisi naratif. Selain itu,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp 1x" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" alt="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-49cf5.webp" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-49cf5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-49cf5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-49cf5.webp 1x" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" alt="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-3e98b.webp" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-3e98b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-3e98b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-3e98b.webp 1x" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" alt="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63578-ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybri" title="JURIS - Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung" target="_blank">Hybrid Culture and Digital Innovation in Contemporary Performing Arts: A Case Study of Enda WalshAos Disco Pig Performance at Brotherhood Bunker Bandung</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak teknologi digital pada pengalaman imersif penonton di ruang pertunjukan non-konvensional di kota-kota lain di Indonesia. 2. Studi tentang peran video mapping dalam membangun narasi kolaboratif antara seniman, penonton, dan lingkungan urban dapat dikembangkan untuk memahami dinamika dialogis dalam teater hibrida. 3. Penelitian tentang keterbatasan akses teknologi digital di kalangan seniman independen dapat menjadi fokus untuk mengembangkan model pertunjukan yang berkelanjutan dan inklusif dalam konteks budaya digital..
<br>Produksi Disco Pig di Brotherhood Bunker Bandung menunjukkan bagaimana teknologi digital dan ruang non-konvensional dapat menciptakan pengalaman teatrikal hibrida yang menggabungkan memori, lanskap psikologis, dan interaksi sosial.Ruang pertunjukan yang diubah dari basement klub malam menjadi tempat kreatif mengubah dinamika keterlibatan penonton dan memperluas makna teater.Studi ini membuka wawasan tentang potensi teknologi digital dalam memperkaya dramaturgi dan menciptakan ruang dialogis antara seniman, penonton, dan lingkungan urban
<br>Studi ini mengeksplorasi kontribusi teknologi video mapping dan penggunaan ruang pertunjukan non-konvensional dalam menghasilkan pengalaman teatrikal hibrida dalam produksi Disco Pig Enda Walsh yang dipentaskan di Brotherhood Bunker Bandung. Produksi ini memberikan kasus signifikan untuk mengeksaminasi perpotongan antara teknologi, perubahan ruang, dan keterlibatan penonton seiring berkembangnya media digital dalam pertunjukan hidup di teater kontemporer. Data dikumpulkan melalui observasi pertunjukan, dokumentasi visual, dan analisis elemen dramaturgik dengan pendekatan fenomenologis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa video mapping bukan hanya penguatan visual tetapi juga alat dramaturgik yang membangun memori, lanskap psikologis, dan transisi naratif. Selain itu,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp" type="image/webp" length="94070" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-65acf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-49cf5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/ekonomi-politik-ruang-dialog-epistemik-hybrid-cult-thumb-3e98b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63583-pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisio</link>
	<guid isPermaLink="false">ab40c68a133a5f50a38b938c063b2c8a</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:34:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi musik tradisional Bas dalam pembelajaran karakter di berbagai tingkat pendidikan. Studi komparatif antara sekolah yang menerapkan strategi pembelajaran berbasis CTL ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi musik tradisional Bas dalam pembelajaran karakter di berbagai tingkat pendidikan. Studi komparatif antara sekolah yang menerapkan strategi pembelajaran berbasis CTL dengan musik Bas dan sekolah yang tidak menerapkan strategi ini dapat memberikan wawasan tentang efektivitas pendekatan ini dalam memperkuat karakter siswa. Selain itu, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif siswa dan guru tentang pengalaman pembelajaran karakter melalui musik tradisional Bas. Penelitian ini dapat mencakup wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis konten untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan integrasi musik Bas dalam pembelajaran karakter. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran karakter yang inovatif dan efektif, khususnya melalui pemanfaatan seni dan budaya lokal.. Temuan menunjukkan bahwa musik tradisional Bas dapat diposisikan sebagai sumber belajar kontekstual yang mendukung pengembangan karakter siswa dalam pengaturan kurikulum.Melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL), aktivitas pembelajaran menciptakan peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan praktik budaya sambil merefleksikan nilai-nilai yang tertanam dalam pengalaman seni.Nilai-nilai karakter yang diidentifikasi dalam musik Bas meliputi kerja keras, rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran sosial.Strategi pembelajaran berbasis CTL yang melibatkan pengenalan, praktik kolaboratif, refleksi, dan evaluasi menyarankan adanya peluang untuk menghubungkan pembelajaran budaya dengan pembentukan karakter sambil mempertahankan relevansi seni lokal dalam konteks pendidikan Artikel ini mengeksplorasi peran seni daerah, khususnya musik tradisional Bas, dalam mendukung pengembangan karakter siswa melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL). Studi ini memeriksa nilai-nilai karakter yang tertanam dalam praktik musik Bas dan mempertimbangkan bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan untuk menafsirkan potensi pendidikan musik tradisional Bas dalam konteks kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa musik Bas mengandung nilai-nilai yang terkait dengan disiplin, kerjasama, tanggung jawab, dan apresiasi budaya lokal. Dalam kerangka CTL, nilai-nilai ini tampaknya terlibat melalui proses pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-b5a9d.webp" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-b5a9d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-b5a9d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-b5a9d.webp 1x" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" alt="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp 1x" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" alt="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-eacf3.webp" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-eacf3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-eacf3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-eacf3.webp 1x" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" alt="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63583-pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisio" title="JURIS - Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration" target="_blank">Bas Music Learning Strategy Based on CTL as a Strengthening of Student Character through Curricular Integration</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak integrasi musik tradisional Bas dalam pembelajaran karakter di berbagai tingkat pendidikan. Studi komparatif antara sekolah yang menerapkan strategi pembelajaran berbasis CTL dengan musik Bas dan sekolah yang tidak menerapkan strategi ini dapat memberikan wawasan tentang efektivitas pendekatan ini dalam memperkuat karakter siswa. Selain itu, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif siswa dan guru tentang pengalaman pembelajaran karakter melalui musik tradisional Bas. Penelitian ini dapat mencakup wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis konten untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan integrasi musik Bas dalam pembelajaran karakter. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan strategi pembelajaran karakter yang inovatif dan efektif, khususnya melalui pemanfaatan seni dan budaya lokal..
<br>Temuan menunjukkan bahwa musik tradisional Bas dapat diposisikan sebagai sumber belajar kontekstual yang mendukung pengembangan karakter siswa dalam pengaturan kurikulum.Melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL), aktivitas pembelajaran menciptakan peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan praktik budaya sambil merefleksikan nilai-nilai yang tertanam dalam pengalaman seni.Nilai-nilai karakter yang diidentifikasi dalam musik Bas meliputi kerja keras, rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran sosial.Strategi pembelajaran berbasis CTL yang melibatkan pengenalan, praktik kolaboratif, refleksi, dan evaluasi menyarankan adanya peluang untuk menghubungkan pembelajaran budaya dengan pembentukan karakter sambil mempertahankan relevansi seni lokal dalam konteks pendidikan
<br>Artikel ini mengeksplorasi peran seni daerah, khususnya musik tradisional Bas, dalam mendukung pengembangan karakter siswa melalui penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL). Studi ini memeriksa nilai-nilai karakter yang tertanam dalam praktik musik Bas dan mempertimbangkan bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas pembelajaran. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan untuk menafsirkan potensi pendidikan musik tradisional Bas dalam konteks kurikulum. Temuan menunjukkan bahwa musik Bas mengandung nilai-nilai yang terkait dengan disiplin, kerjasama, tanggung jawab, dan apresiasi budaya lokal. Dalam kerangka CTL, nilai-nilai ini tampaknya terlibat melalui proses pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp" type="image/webp" length="90860" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-b5a9d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-03c3a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pendidikan-musik-seni-tradisi-tradisional-alat-pem-thumb-eacf3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63586-pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya</link>
	<guid isPermaLink="false">552d7d8d4a7b2063e8578200284676a9</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:31:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nono4d https ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,https,nono4d,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: (1) Menganalisis peran kohesi sosial dalam pembentukan pola permukiman di kawasan transmigrasi lain dengan karakteristik geografis dan budaya berbeda untuk memahami ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: (1) Menganalisis peran kohesi sosial dalam pembentukan pola permukiman di kawasan transmigrasi lain dengan karakteristik geografis dan budaya berbeda untuk memahami variabilitas dampak sosial; (2) Meneliti dampak jangka panjang kohesi sosial terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat transmigran, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim atau krisis ekonomi; (3) Mengkaji pengaruh kebijakan pemerintah daerah terhadap pembentukan kohesi sosial dan pola permukiman, dengan fokus pada inisiatif penguatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan kawasan transmigrasi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa kohesi sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan pola kawasan permukiman di Desa Transmigrasi Kolikapa.Tingkat kepercayaan, solidaritas, dan partisipasi masyarakat yang tinggi mendorong terbentuknya pola permukiman yang mengelompok, kedekatan antarhunian, serta pemanfaatan ruang komunal secara intensif.Pola tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah dan perencanaan awal transmigrasi, tetapi juga oleh dinamika sosial yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kawasan permukiman transmigrasi merupakan produk dari proses produksi sosial ruang, di mana interaksi dan relasi sosial masyarakat berperan penting dalam membentuk dan memodifikasi struktur spasial.Kohesi sosial berfungsi sebagai modal sosial yang memungkinkan adaptasi ruang berlangsung secara fleksibel dan harmonis, tanpa memicu konflik spasial yang berarti.Dengan demikian, dimensi sosial perlu dipertimbangkan secara integral bersama aspek fisik dan teknis dalam perencanaan dan pengembangan kawasan transmigrasi Program transmigrasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perwujudan pemerataan penduduk dan pembangunan wilayah, tetapi juga membentuk struktur sosial dan spasial kawasan permukiman dalam jangka panjang. Kohesi sosial menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi bagaimana masyarakat transmigran dan masyarakat lokal berinteraksi serta mengadaptasi sebuah ruang dengan fungsi tertentu, salah satunya ruang hunian atau permukiman. Ruang hunian ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang interaksi antar masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan dan menguatkan sistem kohesi, utamanya di kawasan transmigrasi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp 1x" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" alt="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-12d8f.webp" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-12d8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-12d8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-12d8f.webp 1x" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" alt="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-9f01f.webp" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-9f01f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-9f01f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-9f01f.webp 1x" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" alt="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63586-pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya" title="JURIS - Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende" target="_blank">Peran Kohesi Sosial Masyarakat Dalam Pembentukan Pola Permukiman di Kawasan Transmigrasi Desa Kolikapa, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende</a>: Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: (1) Menganalisis peran kohesi sosial dalam pembentukan pola permukiman di kawasan transmigrasi lain dengan karakteristik geografis dan budaya berbeda untuk memahami variabilitas dampak sosial; (2) Meneliti dampak jangka panjang kohesi sosial terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat transmigran, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim atau krisis ekonomi; (3) Mengkaji pengaruh kebijakan pemerintah daerah terhadap pembentukan kohesi sosial dan pola permukiman, dengan fokus pada inisiatif penguatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan kawasan transmigrasi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kohesi sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan pola kawasan permukiman di Desa Transmigrasi Kolikapa.Tingkat kepercayaan, solidaritas, dan partisipasi masyarakat yang tinggi mendorong terbentuknya pola permukiman yang mengelompok, kedekatan antarhunian, serta pemanfaatan ruang komunal secara intensif.Pola tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah dan perencanaan awal transmigrasi, tetapi juga oleh dinamika sosial yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kawasan permukiman transmigrasi merupakan produk dari proses produksi sosial ruang, di mana interaksi dan relasi sosial masyarakat berperan penting dalam membentuk dan memodifikasi struktur spasial.Kohesi sosial berfungsi sebagai modal sosial yang memungkinkan adaptasi ruang berlangsung secara fleksibel dan harmonis, tanpa memicu konflik spasial yang berarti.Dengan demikian, dimensi sosial perlu dipertimbangkan secara integral bersama aspek fisik dan teknis dalam perencanaan dan pengembangan kawasan transmigrasi
<br>Program transmigrasi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perwujudan pemerataan penduduk dan pembangunan wilayah, tetapi juga membentuk struktur sosial dan spasial kawasan permukiman dalam jangka panjang. Kohesi sosial menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi bagaimana masyarakat transmigran dan masyarakat lokal berinteraksi serta mengadaptasi sebuah ruang dengan fungsi tertentu, salah satunya ruang hunian atau permukiman. Ruang hunian ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang interaksi antar masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan dan menguatkan sistem kohesi, utamanya di kawasan transmigrasi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp" type="image/webp" length="84890" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-fb400.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-12d8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/pola-permukiman-ruang-komunal-pusat-kegiatan-masya-thumb-9f01f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3168-journal-plano-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Childrens Picture Books ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Childrens Picture Books ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Childrens Picture Books ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63571-kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-warn</link>
	<guid isPermaLink="false">807823999d1c81bfb3f369cb843500d6</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:24:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan:1. Untuk Desainer Komunikasi Visual dan Ilustrator: Desainer grafis dan ilustrator buku anak harus menjauh dari asumsi komersial yang ketinggalan zaman bahwa anak-anak ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children's Picture Books: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan:1. Untuk Desainer Komunikasi Visual dan Ilustrator: Desainer grafis dan ilustrator buku anak harus menjauh dari asumsi komersial yang ketinggalan zaman bahwa anak-anak hanya merespons warna neon atau primer yang berteriak. Desainer harus secara aktif mengintegrasikan ergonomi kognitif ke dalam alur kerja kreatif mereka dengan menerapkan manajemen warna yang disiplin. Direkomendasikan untuk menggabungkan tekstur air warna yang lembut, pendarahan gradien, dan struktur warna pastel yang desaturasi untuk menciptakan media cetak yang ramah sensorik. Perhatian khusus juga harus diberikan pada pemeliharaan batas kontras yang jelas tetapi tidak agresif antara karakter foreground dan ruang background untuk membantu penumpukan pandangan anak.2. Untuk Penerbit Buku Anak dan Dewan Editorial: Rumah penerbit memegang tanggung jawab sosial-pendidikan yang signifikan dalam membentuk bahan bacaan anak-anak. Editor harus secara sengaja mendiversifikasi portofolio visual mereka dengan mendukung ilustrator yang menggunakan gaya artistik alternatif, palet yang redup, dan desain tata letak inklusif. Penerbit disarankan untuk mendirikan kerangka desain kolaboratif yang melibatkan psikolog anak dan praktisi desain selama fase pra-produksi untuk memastikan bahwa buku cetak tidak hanya secara komersial layak tetapi juga melindungi dan mendukung literasi usia dini secara neurologis.3. Untuk Institusi Pendidikan dan Pendidik: Pendidik usia dini, guru, dan orang tua harus menjadi lebih melek visual saat mengkurasi bahan bacaan untuk pembelajar muda. Kriteria seleksi untuk perpustakaan sekolah harus menekankan pada kenyamanan visual dan harmoni tata letak buku gambar. Buku yang ramah sensorik yang menerapkan lingkungan visual yang menenangkan dan bumi harus menjadi prioritas, terutama saat merancang rutinitas belajar untuk anak-anak dengan tingkat distraksi tinggi, sensitivitas pemrosesan sensorik, atau perilaku defisit perhatian.. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara desain ilustrasi, palet warna pastel, dan psikologi visual dalam buku gambar anak terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia, yaitu Ada Berapa., Tugas Penting Kartika, Jana Tak Mau Tidur, Ketika Paman Kala Diam, dan Lelakut.Hasil menunjukkan penggunaan warna pastel dengan saturasi rendah hingga sedang, nilai kecerahan tinggi, dan komposisi visual yang seimbang.Dalam buku-buku ini, fitur warna sering dikombinasikan dengan kontras moderat, tekstur air warna, dan tata letak visual sederhana, menghasilkan lingkungan membaca yang harmonis secara visual.Pilihan desain ini dapat mempromosikan kenyamanan visual dan daya baca untuk audiens usia dini dari lensa psikologi visual dan teori warna Buku cerita anak menyediakan pembaca muda dengan cerita dan lingkungan visual yang membentuk pengalaman membaca awal mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan palet warna pastel telah semakin terlihat dalam ilustrasi buku anak-anak Indonesia, khususnya yang ditujukan untuk audiens usia dini. Studi ini menyelidiki penggunaan warna pastel dalam buku gambar terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia dan membahas karakteristik visualnya berdasarkan teori warna dan psikologi visual. Analisis didasarkan pada pendekatan deskriptif kualitatif di bidang desain komunikasi visual (VCD) dan membahas hubungan warna, kontras, komposisi, dan organisasi tata letak. Hasil menunjukkan bahwa warna pastel selalu disertai dengan komposisi seimbang dan kontras visual moderat, untuk menciptakan ilustrasi yang menekankan kehalusan dan harmoni visual. Dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-11c94.webp" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-11c94.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-11c94.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-11c94.webp 1x" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" alt="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp 1x" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" alt="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-034d5.webp" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-034d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-034d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-034d5.webp 1x" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" alt="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63571-kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-warn" title="JURIS - The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children&#039;s Picture Books" target="_blank">The Application of Pastel Color Palettes and Visual Psychology to Enhance Visual Focus in Children's Picture Books</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan:1. Untuk Desainer Komunikasi Visual dan Ilustrator: Desainer grafis dan ilustrator buku anak harus menjauh dari asumsi komersial yang ketinggalan zaman bahwa anak-anak hanya merespons warna neon atau primer yang berteriak. Desainer harus secara aktif mengintegrasikan ergonomi kognitif ke dalam alur kerja kreatif mereka dengan menerapkan manajemen warna yang disiplin. Direkomendasikan untuk menggabungkan tekstur air warna yang lembut, pendarahan gradien, dan struktur warna pastel yang desaturasi untuk menciptakan media cetak yang ramah sensorik. Perhatian khusus juga harus diberikan pada pemeliharaan batas kontras yang jelas tetapi tidak agresif antara karakter foreground dan ruang background untuk membantu penumpukan pandangan anak.2. Untuk Penerbit Buku Anak dan Dewan Editorial: Rumah penerbit memegang tanggung jawab sosial-pendidikan yang signifikan dalam membentuk bahan bacaan anak-anak. Editor harus secara sengaja mendiversifikasi portofolio visual mereka dengan mendukung ilustrator yang menggunakan gaya artistik alternatif, palet yang redup, dan desain tata letak inklusif. Penerbit disarankan untuk mendirikan kerangka desain kolaboratif yang melibatkan psikolog anak dan praktisi desain selama fase pra-produksi untuk memastikan bahwa buku cetak tidak hanya secara komersial layak tetapi juga melindungi dan mendukung literasi usia dini secara neurologis.3. Untuk Institusi Pendidikan dan Pendidik: Pendidik usia dini, guru, dan orang tua harus menjadi lebih melek visual saat mengkurasi bahan bacaan untuk pembelajar muda. Kriteria seleksi untuk perpustakaan sekolah harus menekankan pada kenyamanan visual dan harmoni tata letak buku gambar. Buku yang ramah sensorik yang menerapkan lingkungan visual yang menenangkan dan bumi harus menjadi prioritas, terutama saat merancang rutinitas belajar untuk anak-anak dengan tingkat distraksi tinggi, sensitivitas pemrosesan sensorik, atau perilaku defisit perhatian..
<br>Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara desain ilustrasi, palet warna pastel, dan psikologi visual dalam buku gambar anak terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia, yaitu Ada Berapa., Tugas Penting Kartika, Jana Tak Mau Tidur, Ketika Paman Kala Diam, dan Lelakut.Hasil menunjukkan penggunaan warna pastel dengan saturasi rendah hingga sedang, nilai kecerahan tinggi, dan komposisi visual yang seimbang.Dalam buku-buku ini, fitur warna sering dikombinasikan dengan kontras moderat, tekstur air warna, dan tata letak visual sederhana, menghasilkan lingkungan membaca yang harmonis secara visual.Pilihan desain ini dapat mempromosikan kenyamanan visual dan daya baca untuk audiens usia dini dari lensa psikologi visual dan teori warna
<br>Buku cerita anak menyediakan pembaca muda dengan cerita dan lingkungan visual yang membentuk pengalaman membaca awal mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan palet warna pastel telah semakin terlihat dalam ilustrasi buku anak-anak Indonesia, khususnya yang ditujukan untuk audiens usia dini. Studi ini menyelidiki penggunaan warna pastel dalam buku gambar terpilih yang diterbitkan oleh Pelangi Indonesia dan membahas karakteristik visualnya berdasarkan teori warna dan psikologi visual. Analisis didasarkan pada pendekatan deskriptif kualitatif di bidang desain komunikasi visual (VCD) dan membahas hubungan warna, kontras, komposisi, dan organisasi tata letak. Hasil menunjukkan bahwa warna pastel selalu disertai dengan komposisi seimbang dan kontras visual moderat, untuk menciptakan ilustrasi yang menekankan kehalusan dan harmoni visual. Dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp" type="image/webp" length="81854" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-11c94.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-76fbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/kenyamanan-visual-teori-warna-buku-anak-fitur-akur-thumb-034d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur Lingkungan dan Pelayanan Publik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur Lingkungan dan Pelayanan Publik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur Lingkungan dan Pelayanan Publik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63587-data-primer-analisis-statistik-tata-kelola</link>
	<guid isPermaLink="false">bbdb618dc0c447f9df48b44280fee3ea</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:17:37 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ nono4d https ]]></category>
	<category><![CDATA[ focus scope ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[focus,https,nono4d,scope,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik dalam satu kerangka analisis. Model ini dapat membantu mengidentifikasi hubungan timbal balik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik dalam satu kerangka analisis. Model ini dapat membantu mengidentifikasi hubungan timbal balik antara ketiga aspek tersebut dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih holistik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi informasi dan data geospasial dalam meningkatkan kinerja pembangunan, khususnya dalam hal pemantauan dan evaluasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi-strategi partisipasi masyarakat yang efektif dalam proses pembangunan, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini.. Berdasarkan hasil kajian komprehensif terhadap manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut.Pada aspek infrastruktur, pembangunan Kota Palembang masih menghadapi berbagai kendala yang meliputi belum optimalnya kualitas dan pemerataan jaringan jalan (capaian 78% dari target 85%), transportasi umum (18% dari target 30%), distribusi air bersih (83% dari target 90%), pengelolaan persampahan (65% dari target 85%), dan kapasitas drainase.Pada aspek lingkungan, Kota Palembang menghadapi tantangan signifikan terkait degradasi kualitas lingkungan akibat pencemaran udara (IKU 68 dari target 75), pencemaran air Sungai Musi, dan pengelolaan limbah yang kurang optimal (capaian IPAL 40% dari target 70%).Pada aspek pelayanan publik, tingkat maturitas keseluruhan berada pada kategori Sedang (66,46%), dengan nilai indeks layanan pemerintah konvensional 62,2%, layanan digital 70,9%, dan partisipasi masyarakat 66%.Kendala utama mencakup birokrasi yang panjang, kapasitas SDM yang terbatas, ketidakmerataan akses digital, dan rendahnya partisipasi publik.Secara keseluruhan, peningkatan manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang memerlukan sinergi antar sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pada aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik.penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan data geospasial dalam evaluasi kinerja.serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses pembangunan Kota Palembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan terus menghadapi tantangan pembangunan akibat peningkatan urbanisasi yang berdampak pada kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang secara komprehensif pada aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data sekunder dari dokumen perencanaan, laporan kinerja pemerintah, regulasi, data statistik, dan literatur terkait, serta data primer melalui survei kepada 100 responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan Kota Palembang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-73fec.webp" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-73fec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-73fec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-73fec.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" alt="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" alt="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-1e438.webp" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-1e438.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-1e438.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-1e438.webp 1x" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" alt="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63587-data-primer-analisis-statistik-tata-kelola" title="JURIS - Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik" target="_blank">Manajemen Kinerja Pembangunan Kota Palembang: Analisis Komprehensif pada Aspek Infrastruktur, Lingkungan, dan Pelayanan Publik</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model integratif yang menggabungkan aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik dalam satu kerangka analisis. Model ini dapat membantu mengidentifikasi hubungan timbal balik antara ketiga aspek tersebut dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih holistik. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi informasi dan data geospasial dalam meningkatkan kinerja pembangunan, khususnya dalam hal pemantauan dan evaluasi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki strategi-strategi partisipasi masyarakat yang efektif dalam proses pembangunan, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang dihadapi saat ini..
<br>Berdasarkan hasil kajian komprehensif terhadap manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut.Pada aspek infrastruktur, pembangunan Kota Palembang masih menghadapi berbagai kendala yang meliputi belum optimalnya kualitas dan pemerataan jaringan jalan (capaian 78% dari target 85%), transportasi umum (18% dari target 30%), distribusi air bersih (83% dari target 90%), pengelolaan persampahan (65% dari target 85%), dan kapasitas drainase.Pada aspek lingkungan, Kota Palembang menghadapi tantangan signifikan terkait degradasi kualitas lingkungan akibat pencemaran udara (IKU 68 dari target 75), pencemaran air Sungai Musi, dan pengelolaan limbah yang kurang optimal (capaian IPAL 40% dari target 70%).Pada aspek pelayanan publik, tingkat maturitas keseluruhan berada pada kategori Sedang (66,46%), dengan nilai indeks layanan pemerintah konvensional 62,2%, layanan digital 70,9%, dan partisipasi masyarakat 66%.Kendala utama mencakup birokrasi yang panjang, kapasitas SDM yang terbatas, ketidakmerataan akses digital, dan rendahnya partisipasi publik.Secara keseluruhan, peningkatan manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang memerlukan sinergi antar sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pada aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik.penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan data geospasial dalam evaluasi kinerja.serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam seluruh proses pembangunan
<br>Kota Palembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Selatan terus menghadapi tantangan pembangunan akibat peningkatan urbanisasi yang berdampak pada kebutuhan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kinerja pembangunan Kota Palembang secara komprehensif pada aspek infrastruktur, lingkungan, dan pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data sekunder dari dokumen perencanaan, laporan kinerja pemerintah, regulasi, data statistik, dan literatur terkait, serta data primer melalui survei kepada 100 responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan Kota Palembang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp" type="image/webp" length="96378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-73fec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-ac7b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/data-primer-analisis-statistik-tata-kelola-keuanga-thumb-1e438.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3168-journal-plano-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Cross Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cross Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cross Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63581-teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-l</link>
	<guid isPermaLink="false">13a061d2369e44a38445819d7e38aa3a</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:01:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki proses transformasi gerakan dalam tari Bali lainnya untuk menyempurnakan dan memperluas kerangka konseptual yang diusulkan. Selain itu, studi komparatif tentang koreografi lintas tradisi dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki proses transformasi gerakan dalam tari Bali lainnya untuk menyempurnakan dan memperluas kerangka konseptual yang diusulkan. Selain itu, studi komparatif tentang koreografi lintas tradisi dalam konteks Indonesia dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana dialog antarkultur dapat terjadi dalam satu sistem koreografi dominan. Akhirnya, penelitian yang mengeksplorasi implikasi praktis temuan ini bagi koreografer, pendidik tari, dan peneliti dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman dan praktik koreografi kontemporer.. Penelitian ini menunjukkan bahwa estetika koreografi lintas tradisi dalam Prasnaya Prami terbentuk melalui transformasi selektif vocabularies gerakan, bukan melalui kombinasi setara tari Bali dan tari klasik Yogyakarta.Temuan mengungkapkan bahwa identitas koreografi dominan Prasnaya Prami tetap berakar pada tradisi tari Bali, tercermin dalam pemeliharaan struktur presentasi (papeson, pangawak, pangecet, dan pakaad), teknik tubuh Bali, iringan Gong Kebyar, dan organisasi koreografi secara keseluruhan.Dalam kerangka ini, vocabularies gerakan dari tari klasik Yogyakarta direkonstruksi melalui proses seleksi, adaptasi, dan transformasi, memperkaya vocabularies koreografi tanpa mengubah identitas utama karya tersebut.Distribusi transformasi gerakan sepanjang struktur koreografi lebih lanjut menunjukkan bahwa estetika lintas tradisi dikembangkan sesuai dengan logika dramaturgikal tari Bali.Bagian pangawak berfungsi sebagai situs utama transformasi gerakan, sedangkan papeson menetapkan identitas koreografi Bali, pangecet memperkuat dinamika ritmis Bali, dan pakaad memulihkan kohesi struktural melalui kesimpulan yang khas Bali.Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi tari klasik Yogyakarta berfungsi sebagai strategi pengayaan koreografi, bukan sebagai pendirian sistem koreografi independen.Perspektif etno-koreologi yang diusulkan dalam penelitian ini melihat koreografi lintas tradisi sebagai proses transformasi gerakan kreatif yang beroperasi dalam kerangka koreografi dominan, alih-alih sebagai koeksistensi dua tradisi tari lengkap dalam satu pertunjukan.Pendekatan ini memindahkan perhatian analitis dari kehadiran proporsional elemen budaya yang berbeda menuju mekanisme melalui mana vocabularies gerakan dipilih, ditransformasi, dan diorganisir menjadi sistem koreografi koheren Perkembangan tari menunjukkan bahwa tradisi bukanlah warisan budaya statis, melainkan praktik dinamis yang terus dibentuk melalui transformasi kreatif. Prasnaya Prami, sebuah tari penyambutan Bali, menjadi contoh proses ini dengan mempertahankan sistem koreografi Bali sebagai kerangka utamanya, sekaligus mengambil inspirasi dari gerakan tari klasik Yogyakarta. Penelitian ini menyelidiki estetika koreografi lintas tradisi dalam Prasnaya Prami dengan menyelidiki bagaimana transformasi gerakan membentuk identitas seni. Studi kualitatif ini menggunakan perspektif etno-koreologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan tinjauan pustaka, serta dianalisis menggunakan model interaktif yang diusulkan oleh Miles, Huberman, dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-24a8b.webp" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-24a8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-24a8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-24a8b.webp 1x" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" alt="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-00069.webp" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-00069.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-00069.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-00069.webp 1x" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" alt="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp 1x" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" alt="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63581-teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-l" title="JURIS - Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System" target="_blank">Cross-Traditional Choreographic Aesthetics in Prasnaya Prami: Movement Transformation within a Dominant Balinese Choreographic System</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki proses transformasi gerakan dalam tari Bali lainnya untuk menyempurnakan dan memperluas kerangka konseptual yang diusulkan. Selain itu, studi komparatif tentang koreografi lintas tradisi dalam konteks Indonesia dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana dialog antarkultur dapat terjadi dalam satu sistem koreografi dominan. Akhirnya, penelitian yang mengeksplorasi implikasi praktis temuan ini bagi koreografer, pendidik tari, dan peneliti dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman dan praktik koreografi kontemporer..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa estetika koreografi lintas tradisi dalam Prasnaya Prami terbentuk melalui transformasi selektif vocabularies gerakan, bukan melalui kombinasi setara tari Bali dan tari klasik Yogyakarta.Temuan mengungkapkan bahwa identitas koreografi dominan Prasnaya Prami tetap berakar pada tradisi tari Bali, tercermin dalam pemeliharaan struktur presentasi (papeson, pangawak, pangecet, dan pakaad), teknik tubuh Bali, iringan Gong Kebyar, dan organisasi koreografi secara keseluruhan.Dalam kerangka ini, vocabularies gerakan dari tari klasik Yogyakarta direkonstruksi melalui proses seleksi, adaptasi, dan transformasi, memperkaya vocabularies koreografi tanpa mengubah identitas utama karya tersebut.Distribusi transformasi gerakan sepanjang struktur koreografi lebih lanjut menunjukkan bahwa estetika lintas tradisi dikembangkan sesuai dengan logika dramaturgikal tari Bali.Bagian pangawak berfungsi sebagai situs utama transformasi gerakan, sedangkan papeson menetapkan identitas koreografi Bali, pangecet memperkuat dinamika ritmis Bali, dan pakaad memulihkan kohesi struktural melalui kesimpulan yang khas Bali.Temuan ini mengonfirmasi bahwa integrasi tari klasik Yogyakarta berfungsi sebagai strategi pengayaan koreografi, bukan sebagai pendirian sistem koreografi independen.Perspektif etno-koreologi yang diusulkan dalam penelitian ini melihat koreografi lintas tradisi sebagai proses transformasi gerakan kreatif yang beroperasi dalam kerangka koreografi dominan, alih-alih sebagai koeksistensi dua tradisi tari lengkap dalam satu pertunjukan.Pendekatan ini memindahkan perhatian analitis dari kehadiran proporsional elemen budaya yang berbeda menuju mekanisme melalui mana vocabularies gerakan dipilih, ditransformasi, dan diorganisir menjadi sistem koreografi koheren
<br>Perkembangan tari menunjukkan bahwa tradisi bukanlah warisan budaya statis, melainkan praktik dinamis yang terus dibentuk melalui transformasi kreatif. Prasnaya Prami, sebuah tari penyambutan Bali, menjadi contoh proses ini dengan mempertahankan sistem koreografi Bali sebagai kerangka utamanya, sekaligus mengambil inspirasi dari gerakan tari klasik Yogyakarta. Penelitian ini menyelidiki estetika koreografi lintas tradisi dalam Prasnaya Prami dengan menyelidiki bagaimana transformasi gerakan membentuk identitas seni. Studi kualitatif ini menggunakan perspektif etno-koreologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan tinjauan pustaka, serta dianalisis menggunakan model interaktif yang diusulkan oleh Miles, Huberman, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp" type="image/webp" length="37724" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-24a8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-00069.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/teologis-lintas-tradisi-tari-klasik-buka-luwur-bud-thumb-cd4e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Batik as Social Criticism The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Batik as Social Criticism The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Batik as Social Criticism The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63569-visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-v</link>
	<guid isPermaLink="false">7e83965b87f007640b0a38c90bd348ee</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:58:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sidebar menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ sumasno hadi ]]></category>
	<category><![CDATA[ riana putra ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[hadi,menu,putra,riana,sidebar,sumasno]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah untuk menyelidiki lebih lanjut peran batik kontemporer sebagai media komunikasi visual dan pendidikan sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana batik dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah untuk menyelidiki lebih lanjut peran batik kontemporer sebagai media komunikasi visual dan pendidikan sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana batik dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang isu-isu sosial, seperti ketimpangan hukum, dan bagaimana batik dapat berfungsi sebagai platform untuk diskusi dan refleksi kritis tentang keadilan, moralitas, dan kewarganegaraan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana batik dapat digunakan untuk mempromosikan literasi budaya dan diskusi publik. Dengan menggabungkan simbolisme hukum dan unsur-unsur filosofis regional, motif Justicia memperluas batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern.. Penelitian ini menunjukkan bahwa batik kontemporer memiliki kapasitas untuk berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya dan ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media untuk terlibat secara kritis dengan realitas sosial.Melalui penciptaan dan analisis motif Justicia, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu sosial-politik seperti ketimpangan hukum dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual sambil tetap berakar pada prinsip estetika dan tradisi filosofis batik.Temuan penelitian menyarankan bahwa batik kontemporer harus dipahami sebagai praktik budaya dinamis yang mampu merespons keprihatinan kontemporer daripada hanya melestarikan tradisi visual yang diwariskan.Dalam konteks ini, citra simbolis, batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern Batik modern telah berkembang melampaui perannya sebagai seni tekstil dekoratif dan semakin berfungsi sebagai media untuk refleksi budaya dan ekspresi sosial. Studi sebelumnya sebagian besar telah memeriksa batik dari perspektif estetika, sejarah, dan pelestarian budaya, sementara perhatian terbatas diberikan pada potensinya sebagai respons visual terhadap isu-isu sosial kontemporer, khususnya ketimpangan hukum di Indonesia. Menangani kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif dan makna simbolis yang tertanam dalam desain batik "Justicia"... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-3bbcf.webp" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-3bbcf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-3bbcf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-3bbcf.webp 1x" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" alt="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp 1x" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" alt="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-9d191.webp" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-9d191.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-9d191.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-9d191.webp 1x" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" alt="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63569-visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-v" title="JURIS - Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia" target="_blank">Batik as Social Criticism: The AuJusticiaAy Motif and the Representation of Legal Inequality in Indonesia</a>: Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah untuk menyelidiki lebih lanjut peran batik kontemporer sebagai media komunikasi visual dan pendidikan sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana batik dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang isu-isu sosial, seperti ketimpangan hukum, dan bagaimana batik dapat berfungsi sebagai platform untuk diskusi dan refleksi kritis tentang keadilan, moralitas, dan kewarganegaraan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana batik dapat digunakan untuk mempromosikan literasi budaya dan diskusi publik. Dengan menggabungkan simbolisme hukum dan unsur-unsur filosofis regional, motif Justicia memperluas batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa batik kontemporer memiliki kapasitas untuk berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya dan ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media untuk terlibat secara kritis dengan realitas sosial.Melalui penciptaan dan analisis motif Justicia, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu sosial-politik seperti ketimpangan hukum dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual sambil tetap berakar pada prinsip estetika dan tradisi filosofis batik.Temuan penelitian menyarankan bahwa batik kontemporer harus dipahami sebagai praktik budaya dinamis yang mampu merespons keprihatinan kontemporer daripada hanya melestarikan tradisi visual yang diwariskan.Dalam konteks ini, citra simbolis, batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern
<br>Batik modern telah berkembang melampaui perannya sebagai seni tekstil dekoratif dan semakin berfungsi sebagai media untuk refleksi budaya dan ekspresi sosial. Studi sebelumnya sebagian besar telah memeriksa batik dari perspektif estetika, sejarah, dan pelestarian budaya, sementara perhatian terbatas diberikan pada potensinya sebagai respons visual terhadap isu-isu sosial kontemporer, khususnya ketimpangan hukum di Indonesia. Menangani kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif dan makna simbolis yang tertanam dalam desain batik "Justicia"...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp" type="image/webp" length="85188" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-3bbcf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-f22d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/visual-simbol-ruang-estetika-desain-batik-elemen-t-thumb-9d191.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15121-pantun-jurnal-ilmiah-seni-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting SAW ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting SAW ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting SAW ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63565-atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem</link>
	<guid isPermaLink="false">fc58d54fb95fc13402ea05940a6c3228</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:58:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ naive bayes ]]></category>
	<category><![CDATA[ sistem e ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bayes,e,naive,sistem]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem ini dengan mempertimbangkan aspek psikologis, disiplin, dan riwayat cedera atlet untuk meningkatkan objektivitas seleksi. Selain itu, pengembangan fitur keamanan data dan sistem cadangan (backup) menjadi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW): Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem ini dengan mempertimbangkan aspek psikologis, disiplin, dan riwayat cedera atlet untuk meningkatkan objektivitas seleksi. Selain itu, pengembangan fitur keamanan data dan sistem cadangan (backup) menjadi penting untuk mencegah kerugian data. Terakhir, peneliti dapat memperluas kriteria penilaian sesuai kebutuhan pengurus cabang BSB INKAI di wilayah Palembang dengan parameter penilaian yang berbeda.. Penelitian ini berhasil membangun Sistem Pendukung Keputusan seleksi calon atlet karate berbasis web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).Sistem mampu melakukan proses penilaian berdasarkan aspek teknik, fisik, dan mental dengan pembobotan yang telah ditentukan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode SAW dapat menghasilkan ranking atlet secara objektif, cepat, dan akurat.Implementasi sistem berbasis PHP dan MySQL juga membantu pengurus dan pelatih dalam mengelola data penilaian serta menentukan atlet terbaik secara lebih efektif dibandingkan proses manual.Dengan adanya sistem ini, proses seleksi atlet di Perguruan INKAI Jakabaring Palembang menjadi lebih transparan dan terstruktur Penelitian ini membahas pembangunan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk seleksi calon atlet karate di BSB Jakabaring Palembang menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Proses seleksi atlet karate selama ini masih dilakukan secara subjektif sehingga diperlukan sistem yang mampu memberikan hasil penilaian secara objektif dan akurat. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi aspek teknik, fisik, dan mental. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) karena mampu mempercepat proses pengembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-41414.webp" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-41414.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-41414.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-41414.webp 1x" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" alt="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp 1x" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" alt="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-c67ac.webp" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-c67ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-c67ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-c67ac.webp 1x" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" alt="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63565-atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem" title="JURIS - Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)" target="_blank">Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Atlet Karate Perguruan Inkai Di Jakabaring Palembang Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem ini dengan mempertimbangkan aspek psikologis, disiplin, dan riwayat cedera atlet untuk meningkatkan objektivitas seleksi. Selain itu, pengembangan fitur keamanan data dan sistem cadangan (backup) menjadi penting untuk mencegah kerugian data. Terakhir, peneliti dapat memperluas kriteria penilaian sesuai kebutuhan pengurus cabang BSB INKAI di wilayah Palembang dengan parameter penilaian yang berbeda..
<br>Penelitian ini berhasil membangun Sistem Pendukung Keputusan seleksi calon atlet karate berbasis web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).Sistem mampu melakukan proses penilaian berdasarkan aspek teknik, fisik, dan mental dengan pembobotan yang telah ditentukan.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode SAW dapat menghasilkan ranking atlet secara objektif, cepat, dan akurat.Implementasi sistem berbasis PHP dan MySQL juga membantu pengurus dan pelatih dalam mengelola data penilaian serta menentukan atlet terbaik secara lebih efektif dibandingkan proses manual.Dengan adanya sistem ini, proses seleksi atlet di Perguruan INKAI Jakabaring Palembang menjadi lebih transparan dan terstruktur
<br>Penelitian ini membahas pembangunan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk seleksi calon atlet karate di BSB Jakabaring Palembang menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Proses seleksi atlet karate selama ini masih dilakukan secara subjektif sehingga diperlukan sistem yang mampu memberikan hasil penilaian secara objektif dan akurat. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi aspek teknik, fisik, dan mental. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) karena mampu mempercepat proses pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp" type="image/webp" length="60104" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-41414.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-61ad8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/atlet-karate-junior-evaluasi-prestasi-sistem-m-pas-thumb-c67ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-247-uigm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-3163-jurnal-ilmiah-informatika-global.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela East Lombok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela East Lombok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela East Lombok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-63574-destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestar</link>
	<guid isPermaLink="false">49c1f86ba87852f061b03481c8df9031</guid>
	<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 17:57:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ arif hidajad ]]></category>
	<category><![CDATA[ surya dandes ]]></category>
	<category><![CDATA[ ippei suzuki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,dandes,hidajad,ippei,surya,suzuki]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran festival budaya, seperti Festival Dongdala, dalam revitalisasi dan pelestarian seni tradisional. Bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran festival budaya, seperti Festival Dongdala, dalam revitalisasi dan pelestarian seni tradisional. Bagaimana festival ini menciptakan ruang baru untuk penampilan dan transmisi budaya, serta bagaimana mereka dapat memperkuat identitas lokal dan menarik wisatawan budaya?2. Memperluas penelitian ke daerah-daerah lain di East Lombok yang memiliki kelompok Klenang, seperti Ambung, Lendang Nangka, Nyelak, Gelogor, Kotaraja, dan Keruak. Bagaimana dinamika ebb dan flow Klenang di berbagai daerah ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang lebih luas?3. Memfokuskan pada peran Sanggar Mahapati dan studio seni lainnya dalam melestarikan dan mentransmisikan pengetahuan musik, keterampilan penampilan, dan nilai-nilai budaya. Bagaimana institusi-institusi ini dapat memperkuat regenerasi antar generasi dan memastikan kelangsungan hidup seni tradisional di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat?. Trajektori historis Klenang Nunggal di Pringgasela menunjukkan bahwa kelangsungan seni tradisional tergantung pada kemampuan komunitas untuk merespons perubahan sosial dan budaya.Dikenalkan sekitar tahun 1990 sebagai alternatif dari tradisi Rebana yang menurun, Klenang Nunggal menjadi pengiring penting dalam prosesi tradisional Sasak, termasuk merarik, nyongkolan, nyunatang, dan roah.Antara tahun 1990 dan 2024, perkembangannya melewati empat fase.transisi (1990-1999), penurunan (2000-2010), hiatus (2010-2020), dan revitalisasi (2020-2024).Penurunannya disebabkan oleh instrumen yang rusak, menurunnya permintaan publik, penuaan seniman, regenerasi antar generasi yang lemah, dan popularitas hiburan modern yang meningkat, yang membawa tradisi ini mendekati penghapusan.Revitalisasi yang dimulai pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kelangsungan hidup Klenang Nunggal tergantung pada kolaborasi antara aktor budaya.Festival Dongdala, reaktivasi Sanggar Mahapati, dukungan pemerintah desa untuk perbaikan instrumen, kepemimpinan komunitas, dan partisipasi pemuda yang diperbarui menciptakan ruang baru untuk penampilan dan transmisi.Fungsi Klenang Nunggal kemudian diperluas dari pengiring ritual tradisional menjadi mewakili identitas budaya lokal dan berkontribusi pada pariwisata budaya, menunjukkan bahwa seni tradisional dapat beradaptasi dengan modernisasi tanpa meninggalkan fondasi budayanya.Dilihat melalui kerangka struktural-fungsional Talcott Parsons, kelangsungan Klenang Nunggal memerlukan adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan laten.Adaptasi melibatkan respons terhadap lingkungan hiburan dan pariwisata yang berubah.pencapaian tujuan mencerminkan komitmen kolektif untuk pelestarian.integrasi muncul melalui kerjasama antara seniman, orang tua, pemuda, pemimpin komunitas, dan pemerintah desa.sementara laten dipertahankan melalui transmisi antar generasi pengetahuan musik, keterampilan penampilan, dan nilai-nilai budaya.Revitalisasi, karenanya, melibatkan tidak hanya memulihkan penampilan tetapi juga membangun kembali sistem sosial yang mendukung kontinuitas budaya Penelitian ini menyelidiki transformasi historis Klenang Nunggal dan hubungannya dengan perubahan sosial di Pringgasela, East Lombok, dari tahun 1990 hingga 2024. Tujuannya adalah merekonstruksi keberadaan dan fungsi Klenang Nunggal yang berubah-ubah serta menjelaskan bagaimana masyarakat Pringgasela merespons penurunan dan revitalisasi Klenang Nunggal di tengah perubahan sosio-budaya yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode historis, yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yang digabungkan dengan pendekatan sejarah budaya dan seni. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seniman, pemimpin komunitas, perwakilan pemerintah desa, dan warga lokal, yang diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan empat fase historis dalam perkembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp 1x" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" alt="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-afd9b.webp" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-afd9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-afd9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-afd9b.webp 1x" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" alt="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-54eeb.webp" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-54eeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-54eeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-54eeb.webp 1x" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" alt="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-63574-destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestar" title="JURIS - The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok" target="_blank">The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:1. Mengkaji lebih lanjut peran festival budaya, seperti Festival Dongdala, dalam revitalisasi dan pelestarian seni tradisional. Bagaimana festival ini menciptakan ruang baru untuk penampilan dan transmisi budaya, serta bagaimana mereka dapat memperkuat identitas lokal dan menarik wisatawan budaya?2. Memperluas penelitian ke daerah-daerah lain di East Lombok yang memiliki kelompok Klenang, seperti Ambung, Lendang Nangka, Nyelak, Gelogor, Kotaraja, dan Keruak. Bagaimana dinamika ebb dan flow Klenang di berbagai daerah ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang lebih luas?3. Memfokuskan pada peran Sanggar Mahapati dan studio seni lainnya dalam melestarikan dan mentransmisikan pengetahuan musik, keterampilan penampilan, dan nilai-nilai budaya. Bagaimana institusi-institusi ini dapat memperkuat regenerasi antar generasi dan memastikan kelangsungan hidup seni tradisional di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat?.
<br>Trajektori historis Klenang Nunggal di Pringgasela menunjukkan bahwa kelangsungan seni tradisional tergantung pada kemampuan komunitas untuk merespons perubahan sosial dan budaya.Dikenalkan sekitar tahun 1990 sebagai alternatif dari tradisi Rebana yang menurun, Klenang Nunggal menjadi pengiring penting dalam prosesi tradisional Sasak, termasuk merarik, nyongkolan, nyunatang, dan roah.Antara tahun 1990 dan 2024, perkembangannya melewati empat fase.transisi (1990-1999), penurunan (2000-2010), hiatus (2010-2020), dan revitalisasi (2020-2024).Penurunannya disebabkan oleh instrumen yang rusak, menurunnya permintaan publik, penuaan seniman, regenerasi antar generasi yang lemah, dan popularitas hiburan modern yang meningkat, yang membawa tradisi ini mendekati penghapusan.Revitalisasi yang dimulai pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kelangsungan hidup Klenang Nunggal tergantung pada kolaborasi antara aktor budaya.Festival Dongdala, reaktivasi Sanggar Mahapati, dukungan pemerintah desa untuk perbaikan instrumen, kepemimpinan komunitas, dan partisipasi pemuda yang diperbarui menciptakan ruang baru untuk penampilan dan transmisi.Fungsi Klenang Nunggal kemudian diperluas dari pengiring ritual tradisional menjadi mewakili identitas budaya lokal dan berkontribusi pada pariwisata budaya, menunjukkan bahwa seni tradisional dapat beradaptasi dengan modernisasi tanpa meninggalkan fondasi budayanya.Dilihat melalui kerangka struktural-fungsional Talcott Parsons, kelangsungan Klenang Nunggal memerlukan adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, dan laten.Adaptasi melibatkan respons terhadap lingkungan hiburan dan pariwisata yang berubah.pencapaian tujuan mencerminkan komitmen kolektif untuk pelestarian.integrasi muncul melalui kerjasama antara seniman, orang tua, pemuda, pemimpin komunitas, dan pemerintah desa.sementara laten dipertahankan melalui transmisi antar generasi pengetahuan musik, keterampilan penampilan, dan nilai-nilai budaya.Revitalisasi, karenanya, melibatkan tidak hanya memulihkan penampilan tetapi juga membangun kembali sistem sosial yang mendukung kontinuitas budaya
<br>Penelitian ini menyelidiki transformasi historis Klenang Nunggal dan hubungannya dengan perubahan sosial di Pringgasela, East Lombok, dari tahun 1990 hingga 2024. Tujuannya adalah merekonstruksi keberadaan dan fungsi Klenang Nunggal yang berubah-ubah serta menjelaskan bagaimana masyarakat Pringgasela merespons penurunan dan revitalisasi Klenang Nunggal di tengah perubahan sosio-budaya yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode historis, yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yang digabungkan dengan pendekatan sejarah budaya dan seni. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seniman, pemimpin komunitas, perwakilan pemerintah desa, dan warga lokal, yang diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan empat fase historis dalam perkembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp" type="image/webp" length="89330" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-0ba2c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-afd9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/destinasi-wisata-budaya-pariwisata-pelestarian-ind-thumb-54eeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3626-169.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-15119-panggung.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Tue, 01 Sep 2026 21:16:06 +0700. 24 items. Served in: 7.448 seconds [rss] -->
