<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.8-27apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 00:35:18 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 00:35:18 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-29T00:35:18+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ A Scoping Review Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Scoping Review Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Scoping Review Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42562-klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan</link>
	<guid isPermaLink="false">b6dd8504a0a2b5bc169cd9c5876388bb</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:51:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulfa yulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ 1 rm l ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,l,rm,view,vol,yulfa,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berikut saran penelitian lanjutan: pertanyaan penelitian pertama: bagaimana penerapan sistem otomatisasi eAcclaim dapat mengurangi kesalahan input dan mempercepat proses verifikasi klaim di rumah sakit menengah? Pertanyaan kedua: apakah pelatihan periodik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit: Berikut saran penelitian lanjutan: pertanyaan penelitian pertama: bagaimana penerapan sistem otomatisasi eAcclaim dapat mengurangi kesalahan input dan mempercepat proses verifikasi klaim di rumah sakit menengah? Pertanyaan kedua: apakah pelatihan periodik untuk petugas koding dan DPJP secara bersama dapat menurunkan tingkat ketidaktepatan pengkodean dan meningkatkan kualitas resume medis? Pertanyaan ketiga: seberapa besar pengaruh SOP terintegrasi dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terhubung dengan BPJS dalam menurunkan waktu penyelesaian klaim, dan bagaimana arsitektur IT terbaik dapat mendukung hal tersebut?. Pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap di rumah sakit disebabkan oleh.(1) ketidaktepatan pengkodean, (2) berkas administrasi tidak lengkap, (3) tidak melampirkan hasil pemeriksaan penunjang, (4) penegakan diagnosa tidak sesuai kriteria, (5) perbedaan persepsi standar penegakan diagnosa antara DPJP dan BPJS, (6) perbedaan pandangan kode diagnosis antara petugas koding rumah sakit dan verifikator BPJS, (7) ketidaksesuaian diagnosis utama dengan DPJP, (8) resume medis tidak lengkap, (9) belum ada SOP pengelolaan klaim, (10) pengetahuan pelaksana klaim, (11) sarana dan prasarana di bagian klaim, dan (12) kesalahan input aplikasi klaim.Dukungan manajerial kuat diperlukan untuk mengatasi faktor-faktor tersebut Pendapatan klaim Jaminan Kesehatan Semesta Indonesia (BPJS Kesehatan) merupakan isu klasik di bidang penganggaran kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini melakukan scoping review untuk mengidentifikasi masalah yang dapat menyebabkan tertundanya klaim BPJS Kesehatan rawat inap di rumah sakit. Metode pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dan Academia.edu dengan menggunakan PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 191 artikel yang diidentifikasi, akhirnya hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa pending klaim disebabkan oleh ketidaktepatan pengkodean, berkas administrasi tidak lengkap, tidak melampirkan hasil pemeriksaan penunjang,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-42cfb.webp" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-42cfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-42cfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-42cfb.webp 1x" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" alt="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp 1x" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" alt="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-c472d.webp" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-c472d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-c472d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-c472d.webp 1x" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" alt="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42562-klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan" title="JURIS - A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit" target="_blank">A Scoping Review: Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit</a>: Berikut saran penelitian lanjutan: pertanyaan penelitian pertama: bagaimana penerapan sistem otomatisasi eAcclaim dapat mengurangi kesalahan input dan mempercepat proses verifikasi klaim di rumah sakit menengah? Pertanyaan kedua: apakah pelatihan periodik untuk petugas koding dan DPJP secara bersama dapat menurunkan tingkat ketidaktepatan pengkodean dan meningkatkan kualitas resume medis? Pertanyaan ketiga: seberapa besar pengaruh SOP terintegrasi dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terhubung dengan BPJS dalam menurunkan waktu penyelesaian klaim, dan bagaimana arsitektur IT terbaik dapat mendukung hal tersebut?.
<br>Pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap di rumah sakit disebabkan oleh.(1) ketidaktepatan pengkodean, (2) berkas administrasi tidak lengkap, (3) tidak melampirkan hasil pemeriksaan penunjang, (4) penegakan diagnosa tidak sesuai kriteria, (5) perbedaan persepsi standar penegakan diagnosa antara DPJP dan BPJS, (6) perbedaan pandangan kode diagnosis antara petugas koding rumah sakit dan verifikator BPJS, (7) ketidaksesuaian diagnosis utama dengan DPJP, (8) resume medis tidak lengkap, (9) belum ada SOP pengelolaan klaim, (10) pengetahuan pelaksana klaim, (11) sarana dan prasarana di bagian klaim, dan (12) kesalahan input aplikasi klaim.Dukungan manajerial kuat diperlukan untuk mengatasi faktor-faktor tersebut
<br>Pendapatan klaim Jaminan Kesehatan Semesta Indonesia (BPJS Kesehatan) merupakan isu klasik di bidang penganggaran kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini melakukan scoping review untuk mengidentifikasi masalah yang dapat menyebabkan tertundanya klaim BPJS Kesehatan rawat inap di rumah sakit. Metode pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dan Academia.edu dengan menggunakan PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 191 artikel yang diidentifikasi, akhirnya hanya 9 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil review menunjukkan bahwa pending klaim disebabkan oleh ketidaktepatan pengkodean, berkas administrasi tidak lengkap, tidak melampirkan hasil pemeriksaan penunjang,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp" type="image/webp" length="97640" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-42cfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-3d380.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/klaim-rumah-sakit-proses-bpjs-kesehatan-pending-fa-thumb-c472d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42556-kode-diagnosis-pasien-ketepatan-kod</link>
	<guid isPermaLink="false">2abbff52866abeb095262fd11cb761ff</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:46:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan SIMRS agar dapat mengakomodir pengodean external cause hingga karakter kelima, sehingga informasi yang lebih detail dapat dicatat dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan SIMRS agar dapat mengakomodir pengodean external cause hingga karakter kelima, sehingga informasi yang lebih detail dapat dicatat dan dianalisis. Kedua, penting untuk menyusun SPO yang lebih komprehensif dan rinci, yang secara jelas menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti petugas dalam menentukan subkategori hingga karakter ke-5, termasuk panduan interpretasi dan sumber referensi yang relevan. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari ketidaktepatan pengodean external cause terhadap kualitas data morbiditas dan mortalitas, serta implikasinya terhadap perencanaan dan evaluasi program kesehatan di tingkat rumah sakit maupun nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terukur untuk meningkatkan akurasi pengodean external cause dan kualitas rekam medis secara keseluruhan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan.. Ketepatan pengodean external cause di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tergolong cukup, dengan rentang ketepatan 20-40%.Rendahnya ketepatan kode tersebut disebabkan karena SIMRS belum mengakomodir pengodean sampai karakter kelima dan SPO yang belum menunjukkan langkah kegiatan petugas untuk menentukan hingga sub kategori karakter ke-5.Pencatatan external cause dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang, yaitu DPJP, dan pelaksanaan pengodean oleh coder berlatar belakang pendidikan D3 rekam medis Pemberian kode diagnosis dan tindakan harus dilakukan secara tepat agar terpenuhi mutu rekam medis. Yang sering terlupakan saat memberikan kode diagnosis adalah kode sekunder atau penyebab luar (external cause). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencatatan, pelaksanaan dan tingkat keakuratan kode external cause. Metode penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 berkas rekam medis cedera. Hasil penelitian menunjukkan informasi external cause didokumentasikan pada formulir triage, assessment gawat darurat, assessment awal keperawatan rawat inap dewasa, catatan perkembangan pasien terintegrasi, dan ringkasan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-4d5ca.webp" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-4d5ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-4d5ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-4d5ca.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" alt="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-87093.webp" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-87093.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-87093.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-87093.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" alt="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp 1x" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" alt="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42556-kode-diagnosis-pasien-ketepatan-kod" title="JURIS - Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul" target="_blank">Analysis Of The External Cause Code Accuracy Case Of Injury In General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan SIMRS agar dapat mengakomodir pengodean external cause hingga karakter kelima, sehingga informasi yang lebih detail dapat dicatat dan dianalisis. Kedua, penting untuk menyusun SPO yang lebih komprehensif dan rinci, yang secara jelas menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti petugas dalam menentukan subkategori hingga karakter ke-5, termasuk panduan interpretasi dan sumber referensi yang relevan. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak dari ketidaktepatan pengodean external cause terhadap kualitas data morbiditas dan mortalitas, serta implikasinya terhadap perencanaan dan evaluasi program kesehatan di tingkat rumah sakit maupun nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan terukur untuk meningkatkan akurasi pengodean external cause dan kualitas rekam medis secara keseluruhan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan..
<br>Ketepatan pengodean external cause di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tergolong cukup, dengan rentang ketepatan 20-40%.Rendahnya ketepatan kode tersebut disebabkan karena SIMRS belum mengakomodir pengodean sampai karakter kelima dan SPO yang belum menunjukkan langkah kegiatan petugas untuk menentukan hingga sub kategori karakter ke-5.Pencatatan external cause dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang, yaitu DPJP, dan pelaksanaan pengodean oleh coder berlatar belakang pendidikan D3 rekam medis
<br>Pemberian kode diagnosis dan tindakan harus dilakukan secara tepat agar terpenuhi mutu rekam medis. Yang sering terlupakan saat memberikan kode diagnosis adalah kode sekunder atau penyebab luar (external cause). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencatatan, pelaksanaan dan tingkat keakuratan kode external cause. Metode penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 berkas rekam medis cedera. Hasil penelitian menunjukkan informasi external cause didokumentasikan pada formulir triage, assessment gawat darurat, assessment awal keperawatan rawat inap dewasa, catatan perkembangan pasien terintegrasi, dan ringkasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp" type="image/webp" length="182418" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-4d5ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-87093.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/kode-diagnosis-pasien-ketepatan-icd-10-penyebab-ca-thumb-3c177.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42543-akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-p</link>
	<guid isPermaLink="false">3479ba39ba2810c4eb86c8cb43f95609</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:44:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang): Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, teliti peran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi ketidaksesuaian kode diagnosis secara otomatis sebelum klaim diajukan, guna menurunkan beban manual dan meningkatkan akurasi. Ketiga, evaluasi dampak administratif dan finansial dari pengembalian berkas klaim pada rumah sakit, termasuk waktu pemrosesan, biaya tambahan, dan kepuasan pelanggan, agar dapat mengukur nilai tambah dari perbaikan akurasi kode diagnosis secara holistik.. Pengembalian berkas klaim akibat ketidakakuratan kode diagnosis mencapai 81A%, disebabkan oleh kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan.Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.Pencegahan dapat dicapai melalui pelatihan koder, penerapan SOP khusus, dan peningkatan keterlibatan tenaga medis dalam proses koding Organisasi Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertujuan menyediakan asuransi kesehatan melalui program JKN. Pada proses klaim, berkas dapat dikembalikan bila terdapat ketidaksesuaian kode diagnosis dan tindakan, yang disebabkan oleh kurangnya bukti pendukung. Penelitian retrospektif deskriptif menggunakan 53 rekam medis yang dikembalikan pada Oktober 2022 dan diukur melalui checklist dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa 81A% berkas dikembalikan karena akurasi kode diagnosis tidak akurat, dengan penyebab utama kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan. Keterbatasan terletak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp 1x" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" alt="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42543-akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-p" title="JURIS - Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)" target="_blank">Determinan Pengembalian Berkas Klaim Berdasarkan Akurasi Kode Diagnosis Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang)</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit untuk memantau perubahan tingkat pengembalian berkas klaim setelah pelatihan koder dan penerapan SOP, sehingga dapat membandingkan apakah intervensi mempengaruhi akurasi kode diagnosis. Kedua, teliti peran teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam mendeteksi ketidaksesuaian kode diagnosis secara otomatis sebelum klaim diajukan, guna menurunkan beban manual dan meningkatkan akurasi. Ketiga, evaluasi dampak administratif dan finansial dari pengembalian berkas klaim pada rumah sakit, termasuk waktu pemrosesan, biaya tambahan, dan kepuasan pelanggan, agar dapat mengukur nilai tambah dari perbaikan akurasi kode diagnosis secara holistik..
<br>Pengembalian berkas klaim akibat ketidakakuratan kode diagnosis mencapai 81A%, disebabkan oleh kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan.Untuk menguranginya, koder perlu lebih teliti dalam menentukan kode diagnosis dengan memperhatikan bukti pendukung, asesmen awal, dan laporan operasi.Pencegahan dapat dicapai melalui pelatihan koder, penerapan SOP khusus, dan peningkatan keterlibatan tenaga medis dalam proses koding
<br>Organisasi Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertujuan menyediakan asuransi kesehatan melalui program JKN. Pada proses klaim, berkas dapat dikembalikan bila terdapat ketidaksesuaian kode diagnosis dan tindakan, yang disebabkan oleh kurangnya bukti pendukung. Penelitian retrospektif deskriptif menggunakan 53 rekam medis yang dikembalikan pada Oktober 2022 dan diukur melalui checklist dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa 81A% berkas dikembalikan karena akurasi kode diagnosis tidak akurat, dengan penyebab utama kurangnya hasil pemeriksaan penunjang dan ketidaksesuaian deskripsi tindakan. Keterbatasan terletak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" type="image/webp" length="209454" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-34012.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10b25.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/4/akurasi-kode-bpjs-klaim-diagnosis-pasien-rawat-kod-thumb-10092.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42551-lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan</link>
	<guid isPermaLink="false">29042d6a34a0621e9510383338bb2d19</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:44:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji interoperabilitas sistem RME prototipe ini dengan sistem P-Care dan aplikasi BPJS Kesehatan secara langsung dalam lingkungan klinik yang sebenarnya, untuk memastikan pertukaran data pasien BPJS berjalan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji interoperabilitas sistem RME prototipe ini dengan sistem P-Care dan aplikasi BPJS Kesehatan secara langsung dalam lingkungan klinik yang sebenarnya, untuk memastikan pertukaran data pasien BPJS berjalan lancar tanpa duplikasi. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang integrasi data dari rekam medis elektronik ini ke dalam sistem pendukung keputusan klinis (CDSS) berbasis kecerdasan buatan, guna membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit umum dan gigi secara lebih akurat. Ketiga, perlu diteliti penerapan fitur telemedicine dalam sistem ini, termasuk evaluasi kebutuhan infrastruktur, keamanan data, dan kesiapan pengguna, agar klinik pratama dapat memberikan pelayanan jarak jauh yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan masyarakat saat ini.. Prototipe RME Klinik Pratama telah mampu merekam data sosial dan data klinis untuk poliklinik umum dan poliklinik gigi.Seluruh item data dalam prototipe ini telah sesuai dengan standar data berdasarkan KMK 1423 tahun 2022, termasuk diagnosis (ICD-10), tindakan (ICD-9-CM), dan obat (KFA).Sistem informasi RME berbasis prototipe ini dapat diintegrasikan ke dalam platform SATUSEHAT Transformasi Digital Kesehatan menuntut fasyankes untuk mengembangkan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai standar data yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan prototipe RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang yang dapat diintegrasikan dengan portal SATUSEHAT. Prototipe RME Klinik Pratama disusun dengan melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan prototipe sampai dengan membangun prototipe. Subyek penelitian adalah dokter, dokter gigi, dan petugas admin. Obyek penelitian adalah RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil prototipe disusun dengan sederhana, namun dapat mencakup standar interoperabilitas data. Data pendaftaran mencakup seluruh standar data dalam PMK 1423 tahun 2022. Prototipe RME dapat merekam seluruh data klinis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-e1eea.webp" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-e1eea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-e1eea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-e1eea.webp 1x" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" alt="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp 1x" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" alt="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-829bf.webp" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-829bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-829bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-829bf.webp 1x" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" alt="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42551-lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan" title="JURIS - Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs" target="_blank">Prototype of EMR Information System for Primary Clinics According to Health Big Data Needs</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji interoperabilitas sistem RME prototipe ini dengan sistem P-Care dan aplikasi BPJS Kesehatan secara langsung dalam lingkungan klinik yang sebenarnya, untuk memastikan pertukaran data pasien BPJS berjalan lancar tanpa duplikasi. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi tentang integrasi data dari rekam medis elektronik ini ke dalam sistem pendukung keputusan klinis (CDSS) berbasis kecerdasan buatan, guna membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit umum dan gigi secara lebih akurat. Ketiga, perlu diteliti penerapan fitur telemedicine dalam sistem ini, termasuk evaluasi kebutuhan infrastruktur, keamanan data, dan kesiapan pengguna, agar klinik pratama dapat memberikan pelayanan jarak jauh yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan masyarakat saat ini..
<br>Prototipe RME Klinik Pratama telah mampu merekam data sosial dan data klinis untuk poliklinik umum dan poliklinik gigi.Seluruh item data dalam prototipe ini telah sesuai dengan standar data berdasarkan KMK 1423 tahun 2022, termasuk diagnosis (ICD-10), tindakan (ICD-9-CM), dan obat (KFA).Sistem informasi RME berbasis prototipe ini dapat diintegrasikan ke dalam platform SATUSEHAT
<br>Transformasi Digital Kesehatan menuntut fasyankes untuk mengembangkan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai standar data yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan prototipe RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang yang dapat diintegrasikan dengan portal SATUSEHAT. Prototipe RME Klinik Pratama disusun dengan melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan prototipe sampai dengan membangun prototipe. Subyek penelitian adalah dokter, dokter gigi, dan petugas admin. Obyek penelitian adalah RME Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Semarang. Hasil prototipe disusun dengan sederhana, namun dapat mencakup standar interoperabilitas data. Data pendaftaran mencakup seluruh standar data dalam PMK 1423 tahun 2022. Prototipe RME dapat merekam seluruh data klinis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp" type="image/webp" length="79830" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-e1eea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-b6d3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/lansia-klinik-pratama-sistem-pendukung-pengambilan-thumb-829bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42550-diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-ma</link>
	<guid isPermaLink="false">798fd9711c964035978670fe0d376572</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:35:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kualitatif yang memengaruhi persepsi pasien terhadap waktu tunggu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital: Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kualitatif yang memengaruhi persepsi pasien terhadap waktu tunggu, seperti kualitas komunikasi dokter dan staf medis. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen antrean, seperti sistem panggilan otomatis atau pembagian waktu tunggu berdasarkan tingkat urgensi pasien. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari implementasi aplikasi pendaftaran online terhadap kepuasan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Lawang Malang.. Mayoritas pasien di RSUD Lawang Malang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal.Faktor yang secara signifikan memengaruhi waktu tunggu adalah tempat tinggal pasien.Untuk mengatasi permasalahan ini, disarankan pengembangan aplikasi pendaftaran online terintegrasi dengan jadwal dokter guna mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan efisiensi pelayanan Waktu tunggu pasien adalah lamanya waktu yang dihabiskan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan mulai dari pendaftaran hingga memasuki ruang pemeriksaan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di RSUD Lawang Malang. Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian melibatkan 95 responden dari pasien poliklinik interna yang dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square serta analisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" alt="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-7cae6.webp" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-7cae6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-7cae6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-7cae6.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" alt="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-c3239.webp" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-c3239.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-c3239.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-c3239.webp 1x" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" alt="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42550-diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-ma" title="JURIS - Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital" target="_blank">Determinants of Outpatient Waiting Time at Lawang Malang Hospital</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kualitatif yang memengaruhi persepsi pasien terhadap waktu tunggu, seperti kualitas komunikasi dokter dan staf medis. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai strategi manajemen antrean, seperti sistem panggilan otomatis atau pembagian waktu tunggu berdasarkan tingkat urgensi pasien. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari implementasi aplikasi pendaftaran online terhadap kepuasan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien dan memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Lawang Malang..
<br>Mayoritas pasien di RSUD Lawang Malang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal.Faktor yang secara signifikan memengaruhi waktu tunggu adalah tempat tinggal pasien.Untuk mengatasi permasalahan ini, disarankan pengembangan aplikasi pendaftaran online terintegrasi dengan jadwal dokter guna mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan efisiensi pelayanan
<br>Waktu tunggu pasien adalah lamanya waktu yang dihabiskan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan mulai dari pendaftaran hingga memasuki ruang pemeriksaan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di RSUD Lawang Malang. Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, penelitian melibatkan 95 responden dari pasien poliklinik interna yang dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square serta analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp" type="image/webp" length="219586" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-ba86a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-7cae6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/7/diagnosis-pasien-rawat-komunikasi-dokter-mayoritas-thumb-c3239.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik 2000 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik 2000 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik 2000 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42558-budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">48bfdc8b29e898bc7482f630e4b554f3</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:11:23 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ back matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ contacts us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[back,contacts,front,matter,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis bibliometrik dan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam dinamika relasi antara institusi desa dan partisipasi masyarakat dalam konteks demokrasi lokal. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025): Berdasarkan analisis bibliometrik dan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam dinamika relasi antara institusi desa dan partisipasi masyarakat dalam konteks demokrasi lokal. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana praktik tata kelola, pemberdayaan, dan demokrasi lokal berlangsung di tingkat desa, serta bagaimana relasi antara institusi desa dan masyarakat mempengaruhi proses tersebut.2. Menjelajahi aspek-aspek mikro tata kelola desa, seperti praktik birokrasi desa, komunikasi politik lokal, dan mekanisme informal yang memengaruhi akuntabilitas dan partisipasi warga. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana dinamika kekuasaan dan relasi kuasa non-prosedural mempengaruhi praktik demokrasi lokal di tingkat desa.3. Memperluas cakupan analisis dengan mengintegrasikan database lain seperti Web of Science untuk memperkaya cakupan analisis dan mempermudah refleksi teoretis tentang pemerintahan desa di Indonesia dalam konteks global. Hal ini akan membantu dalam memahami tren dan pola penelitian yang lebih luas, serta memungkinkan perbandingan dengan penelitian serupa di negara-negara lain.. Penelitian ini tidak hanya memetakan perkembangan publikasi global mengenai pemerintahan desa di Indonesia selama periode 2000-2025, tetapi juga memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan studi demokrasi dan tata kelola lokal.Temuan bibliometrik menunjukkan bahwa peningkatan signifikan publikasi pasca-2019, dengan puncak pada tahun 2023, merefleksikan semakin menguatnya perhatian akademik global terhadap desa sebagai arena strategis demokratisasi, partisipasi warga, dan implementasi kebijakan desentralisasi, khususnya pasca-berlakunya Undang-Undang Desa Tahun 2014.Dominasi kata kunci village government dan local participation dalam analisis VOSviewer menegaskan bahwa diskursus pemerintahan desa di Indonesia secara konseptual masih berpusat pada relasi antara institusi desa dan partisipasi masyarakat.Hal ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi dipahami semata sebagai unit administratif, melainkan sebagai ruang sosial-politik yang dinamis, tempat praktik tata kelola, pemberdayaan, dan demokrasi lokal berlangsung.Studi ini berkontribusi dalam memperkuat posisi pemerintahan desa sebagai subbidang penting dalam kajian tata kelola (governance) dan studi demokrasi lokal di negara berkembang.Lebih lanjut, hasil kategorisasi tema melalui NVivo 12 Plus memperlihatkan bahwa meskipun topik village menjadi tema dominan, keterkaitan antartema menunjukkan adanya fragmentasi fokus kajian.Kondisi ini mengindikasikan kebutuhan akan pendekatan teoretis yang lebih integratif, yang menghubungkan aspek kelembagaan, budaya lokal, komunikasi pemerintahan, dan kehendak politik dalam satu kerangka analisis pemerintahan desa yang lebih komprehensif.Dengan kata lain, kontribusi utama penelitian ini terletak pada kemampuannya mengidentifikasi pola dominasi sekaligus keterbatasan konseptual dalam literatur yang ada.Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pembangunan desa untuk memahami arah dan kecenderungan kajian pemerintahan desa di tingkat global.Pemetaan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan agenda riset dan kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan aktual desa di Indonesia, terutama dalam memperkuat partisipasi masyarakat, tata kelola yang inklusif, serta pengakuan terhadap kearifan lokal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian tentang pemerintahan desa di Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif-studi pustaka dengan spesifikasi analisis bibliometrik. Penelitian ini menggunakan mesin pencari Scopus untuk mengidentifikasi penelitian terkait pemerintahan desa di Indonesia serta VOSviewer dan NVivo versi 12 plus sebagai software untuk memetakan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi penelitian dilakukan paling banyak di tahun 2023,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-65222.webp" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-65222.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-65222.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-65222.webp 1x" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" alt="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-3e939.webp" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-3e939.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-3e939.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-3e939.webp 1x" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" alt="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp 1x" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" alt="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42558-budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi" title="JURIS - Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)" target="_blank">Mengkaji Ulang Pemerintahan Desa di Indonesia: Peta Intelektual dan Dinamika Riset Bibliometrik (2000-2025)</a>: Berdasarkan analisis bibliometrik dan temuan penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengkaji lebih dalam dinamika relasi antara institusi desa dan partisipasi masyarakat dalam konteks demokrasi lokal. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana praktik tata kelola, pemberdayaan, dan demokrasi lokal berlangsung di tingkat desa, serta bagaimana relasi antara institusi desa dan masyarakat mempengaruhi proses tersebut.2. Menjelajahi aspek-aspek mikro tata kelola desa, seperti praktik birokrasi desa, komunikasi politik lokal, dan mekanisme informal yang memengaruhi akuntabilitas dan partisipasi warga. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana dinamika kekuasaan dan relasi kuasa non-prosedural mempengaruhi praktik demokrasi lokal di tingkat desa.3. Memperluas cakupan analisis dengan mengintegrasikan database lain seperti Web of Science untuk memperkaya cakupan analisis dan mempermudah refleksi teoretis tentang pemerintahan desa di Indonesia dalam konteks global. Hal ini akan membantu dalam memahami tren dan pola penelitian yang lebih luas, serta memungkinkan perbandingan dengan penelitian serupa di negara-negara lain..
<br>Penelitian ini tidak hanya memetakan perkembangan publikasi global mengenai pemerintahan desa di Indonesia selama periode 2000-2025, tetapi juga memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan studi demokrasi dan tata kelola lokal.Temuan bibliometrik menunjukkan bahwa peningkatan signifikan publikasi pasca-2019, dengan puncak pada tahun 2023, merefleksikan semakin menguatnya perhatian akademik global terhadap desa sebagai arena strategis demokratisasi, partisipasi warga, dan implementasi kebijakan desentralisasi, khususnya pasca-berlakunya Undang-Undang Desa Tahun 2014.Dominasi kata kunci village government dan local participation dalam analisis VOSviewer menegaskan bahwa diskursus pemerintahan desa di Indonesia secara konseptual masih berpusat pada relasi antara institusi desa dan partisipasi masyarakat.Hal ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi dipahami semata sebagai unit administratif, melainkan sebagai ruang sosial-politik yang dinamis, tempat praktik tata kelola, pemberdayaan, dan demokrasi lokal berlangsung.Studi ini berkontribusi dalam memperkuat posisi pemerintahan desa sebagai subbidang penting dalam kajian tata kelola (governance) dan studi demokrasi lokal di negara berkembang.Lebih lanjut, hasil kategorisasi tema melalui NVivo 12 Plus memperlihatkan bahwa meskipun topik village menjadi tema dominan, keterkaitan antartema menunjukkan adanya fragmentasi fokus kajian.Kondisi ini mengindikasikan kebutuhan akan pendekatan teoretis yang lebih integratif, yang menghubungkan aspek kelembagaan, budaya lokal, komunikasi pemerintahan, dan kehendak politik dalam satu kerangka analisis pemerintahan desa yang lebih komprehensif.Dengan kata lain, kontribusi utama penelitian ini terletak pada kemampuannya mengidentifikasi pola dominasi sekaligus keterbatasan konseptual dalam literatur yang ada.Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pembangunan desa untuk memahami arah dan kecenderungan kajian pemerintahan desa di tingkat global.Pemetaan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan agenda riset dan kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan aktual desa di Indonesia, terutama dalam memperkuat partisipasi masyarakat, tata kelola yang inklusif, serta pengakuan terhadap kearifan lokal
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penelitian tentang pemerintahan desa di Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif-studi pustaka dengan spesifikasi analisis bibliometrik. Penelitian ini menggunakan mesin pencari Scopus untuk mengidentifikasi penelitian terkait pemerintahan desa di Indonesia serta VOSviewer dan NVivo versi 12 plus sebagai software untuk memetakan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi penelitian dilakukan paling banyak di tahun 2023,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp" type="image/webp" length="217726" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-65222.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-3e939.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/7/budaya-lokal-angkola-tata-kelola-organisasi-politi-thumb-9bcc9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17948-jurnal-transformative-ilmu-pemerintahan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42559-rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerj</link>
	<guid isPermaLink="false">b3358357b38d24c2b7aa3131a2d067c9</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:09:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sistem tracer elektronik secara kuantitatif, misalnya dengan mengukur waktu yang dibutuhkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sistem tracer elektronik secara kuantitatif, misalnya dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menemukan rekam medis sebelum dan sesudah implementasi sistem. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan sistem tracer elektronik yang dikembangkan dengan sistem serupa yang telah diterapkan di rumah sakit lain, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada integrasi sistem tracer elektronik dengan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang ada, untuk menciptakan alur kerja yang lebih terintegrasi dan efisien, serta meminimalkan potensi kesalahan akibat input data manual. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan rekam medis dan efisiensi pelayanan kesehatan secara keseluruhan.. Kesimpulan dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan tracer manual merupakan sebuah cara agar kejadian missfile dapat dihindari.Namun, dengan kondisi di lapangan, petugas menyulitkan menggunakan tracer manual, dan pengembangan sistem tracer elektronik ini diharapkan mampu membantu menyediakan dokumen rekam medis yang lebih baik lagi sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien Tracer adalah alat bantu yang digunakan untuk menunjukkan bahwa berkas rekam medis sedang dipinjam atau diambil dari ruang filing. Informasi yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan tracer manual memperlambat pelayanan, karena petugas merasa terburu-buru saat mencatat informasi pada tracer. Akibatnya, penggunaan tracer manual telah dihentikan, namun hal ini mengakibatkan kesulitan dalam melacak keberadaan berkas, memperlambat pencarian dokumen rekam medis, dan berdampak negatif pada penanganan pasien serta mutu layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem tracer elektronik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi dan menggunakan metode perancangan sistem Rapid Application Development (RAD). Metode pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Penelitian ini dimulai dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-e1bab.webp" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-e1bab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-e1bab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-e1bab.webp 1x" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" alt="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-b350c.webp" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-b350c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-b350c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-b350c.webp 1x" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" alt="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp 1x" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" alt="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42559-rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerj" title="JURIS - Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc" target="_blank">Development of an Electronic Tracer System to Improve Medical Record Management and Healthcare Service Efficienc</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sistem tracer elektronik secara kuantitatif, misalnya dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menemukan rekam medis sebelum dan sesudah implementasi sistem. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan sistem tracer elektronik yang dikembangkan dengan sistem serupa yang telah diterapkan di rumah sakit lain, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada integrasi sistem tracer elektronik dengan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang ada, untuk menciptakan alur kerja yang lebih terintegrasi dan efisien, serta meminimalkan potensi kesalahan akibat input data manual. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan rekam medis dan efisiensi pelayanan kesehatan secara keseluruhan..
<br>Kesimpulan dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan tracer manual merupakan sebuah cara agar kejadian missfile dapat dihindari.Namun, dengan kondisi di lapangan, petugas menyulitkan menggunakan tracer manual, dan pengembangan sistem tracer elektronik ini diharapkan mampu membantu menyediakan dokumen rekam medis yang lebih baik lagi sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien
<br>Tracer adalah alat bantu yang digunakan untuk menunjukkan bahwa berkas rekam medis sedang dipinjam atau diambil dari ruang filing. Informasi yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan tracer manual memperlambat pelayanan, karena petugas merasa terburu-buru saat mencatat informasi pada tracer. Akibatnya, penggunaan tracer manual telah dihentikan, namun hal ini mengakibatkan kesulitan dalam melacak keberadaan berkas, memperlambat pencarian dokumen rekam medis, dan berdampak negatif pada penanganan pasien serta mutu layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem tracer elektronik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi dan menggunakan metode perancangan sistem Rapid Application Development (RAD). Metode pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Penelitian ini dimulai dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp" type="image/webp" length="90622" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-e1bab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-b350c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/rancang-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-integ-thumb-22ccd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality Information Technology DOQ IT di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality Information Technology DOQ IT di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality Information Technology DOQ IT di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42561-medis-elektronik-rme-rekam-doq</link>
	<guid isPermaLink="false">5f5a8ee931f10a71f7e3fab8e176c923</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:09:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ oki setiono ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur rokhman ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,oki,rokhman,setiono,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi kesiapan SDM dalam implementasi RME, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi kesiapan SDM dalam implementasi RME, seperti tingkat pendidikan, pengalaman, dan motivasi. Hal ini dapat membantu rumah sakit dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan petugas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak implementasi RME terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kajen, termasuk efisiensi proses kerja, kepuasan pasien, dan akurasi data medis. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi RME dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti sistem manajemen keuangan dan sistem pelaporan penyakit menular, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.. Berdasarkan hasil penilaian dan analisis kesiapan terhadap pelaksanaan RME dengan metode DOQ-IT di RSUD Kajen, diperoleh total nilai 91,44 dengan rata-rata 3,2.Hasil tersebut menunjukkan bahwa RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME.Variabel yang memiliki kesiapan tertinggi yaitu tata kelola kepemimpinan dan budaya kerja organisasi, sedangkan variabel dengan kesiapan terendah yaitu SDM.Untuk meningkatkan kesiapan, perlu dilakukan peningkatan pemahaman mengenai RME melalui pelatihan, penyusunan kebijakan terkait reward, dan perencanaan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi Berdasarkan Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan dalam peraturan tersebut paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Analisis kesiapan diperlukan sebelum melaksanakan RME untuk mengetahui tingkat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaksanaan RME dengan metode doctorAos office quality-information technology (DOQ-IT) pada aspek sumber daya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" alt="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-ef6bf.webp" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-ef6bf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-ef6bf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-ef6bf.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" alt="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-25908.webp" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-25908.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-25908.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-25908.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" alt="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42561-medis-elektronik-rme-rekam-doq" title="JURIS - Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga" target="_blank">Analisis Kesiapan Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode DoctoryCEs Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalonga</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling memengaruhi kesiapan SDM dalam implementasi RME, seperti tingkat pendidikan, pengalaman, dan motivasi. Hal ini dapat membantu rumah sakit dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan petugas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak implementasi RME terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kajen, termasuk efisiensi proses kerja, kepuasan pasien, dan akurasi data medis. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi RME dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti sistem manajemen keuangan dan sistem pelaporan penyakit menular, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data kesehatan secara keseluruhan. Dengan demikian, rumah sakit dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat..
<br>Berdasarkan hasil penilaian dan analisis kesiapan terhadap pelaksanaan RME dengan metode DOQ-IT di RSUD Kajen, diperoleh total nilai 91,44 dengan rata-rata 3,2.Hasil tersebut menunjukkan bahwa RSUD Kajen cukup siap dalam melaksanakan RME.Variabel yang memiliki kesiapan tertinggi yaitu tata kelola kepemimpinan dan budaya kerja organisasi, sedangkan variabel dengan kesiapan terendah yaitu SDM.Untuk meningkatkan kesiapan, perlu dilakukan peningkatan pemahaman mengenai RME melalui pelatihan, penyusunan kebijakan terkait reward, dan perencanaan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi
<br>Berdasarkan Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan RME sesuai dengan ketentuan dalam peraturan tersebut paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Analisis kesiapan diperlukan sebelum melaksanakan RME untuk mengetahui tingkat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaksanaan RME dengan metode doctorAos office quality-information technology (DOQ-IT) pada aspek sumber daya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp" type="image/webp" length="99070" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-e3368.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-ef6bf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/medis-elektronik-rme-rekam-doq-it-kesiapan-impleme-thumb-25908.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42546-konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r</link>
	<guid isPermaLink="false">0debffe523456b4d13757d4533bce8e6</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 23:04:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ revision vi ]]></category>
	<category><![CDATA[ ari sukawan ]]></category>
	<category><![CDATA[ atjo wahyu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ari,atjo,revision,sukawan,vi,wahyu]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil asesmen kesiapan yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk memperdalam pemahaman dan memastikan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang lebih optimal di masa mendatang. Pertama, penting ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati: Melihat hasil asesmen kesiapan yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk memperdalam pemahaman dan memastikan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang lebih optimal di masa mendatang. Pertama, penting untuk melakukan studi evaluasi yang lebih mendalam mengenai dampak penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) RME yang terstruktur dan terintegrasi, yang disertai dengan program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana SOP yang jelas dan pelatihan yang komprehensif memengaruhi tingkat adaptasi staf, kualitas dokumentasi medis, serta efisiensi alur kerja, sehingga dapat memberikan panduan konkret bagi rumah sakit serupa. Kedua, mengingat kendala pada fitur Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ada, perlu dilakukan analisis komparatif yang menyeluruh terhadap berbagai strategi peningkatan sistem. Studi ini bisa membandingkan efektivitas biaya dan operasional antara opsi kustomisasi fitur SIMRS yang sudah ada, pengembangan fitur internal secara mandiri, atau bahkan keputusan untuk membangun sistem SIMRS baru dari nol, dengan mempertimbangkan perspektif dari pengguna akhir, manajemen, dan tim IT. Ketiga, untuk memahami lebih lanjut kesiapan dari sisi sumber daya manusia dan teknologi, sebuah penelitian kuantitatif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi adopsi RME oleh tenaga kesehatan akan sangat bermanfaat. Penelitian ini dapat mengidentifikasi variabel kunci seperti dukungan infrastruktur IT, relevansi fitur sistem dengan kebutuhan klinis, serta kepuasan pengguna, yang secara signifikan berkorelasi dengan keberhasilan implementasi dan pemanfaatan RME secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan.. Asesmen kesiapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengidentifikasi bahwa alur kerja belum sepenuhnya siap akibat ketiadaan SOP RME, dan infrastruktur IT masih memerlukan penambahan UPS serta penyesuaian fitur perangkat lunak.Meskipun sumber daya manusia memadai dalam jumlah dan kompetensi, didukung pelatihan dan pendampingan intensif, tim pengembangan IT membutuhkan dua programmer tambahan.Secara organisasi, komitmen manajemen kuat melalui pembentukan tim adhoc dan pengembangan untuk mengoordinasi kendala, menyediakan solusi, serta mengoptimalkan implementasi RME RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengimplementasikan RME sejak tahun 2017 menggunakan SIMRS Khanza, namun penggunaannya belum optimal. SIMRS Khanza memiliki fitur lengkap, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan RME diperlukan asesmen kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan RME dalam 4 aspek meliputi aspek alur kerja, aspek infrastruktur teknologi (IT), aspek sumber daya manusia (SDM), aspek organisasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 Ae Januari 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan Metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan kepala instalasi rawat jalan, kepala tim IT dan staf IT, kepala SDI yang terlibat langsung dalam implementasi RME di instalasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp 1x" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" alt="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-e8f70.webp" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-e8f70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-e8f70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-e8f70.webp 1x" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" alt="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-7c44f.webp" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-7c44f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-7c44f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-7c44f.webp 1x" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" alt="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42546-konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r" title="JURIS - Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati" target="_blank">Asesmen Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSU  Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati</a>: Melihat hasil asesmen kesiapan yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk memperdalam pemahaman dan memastikan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang lebih optimal di masa mendatang. Pertama, penting untuk melakukan studi evaluasi yang lebih mendalam mengenai dampak penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) RME yang terstruktur dan terintegrasi, yang disertai dengan program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini dapat menginvestigasi bagaimana SOP yang jelas dan pelatihan yang komprehensif memengaruhi tingkat adaptasi staf, kualitas dokumentasi medis, serta efisiensi alur kerja, sehingga dapat memberikan panduan konkret bagi rumah sakit serupa. Kedua, mengingat kendala pada fitur Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ada, perlu dilakukan analisis komparatif yang menyeluruh terhadap berbagai strategi peningkatan sistem. Studi ini bisa membandingkan efektivitas biaya dan operasional antara opsi kustomisasi fitur SIMRS yang sudah ada, pengembangan fitur internal secara mandiri, atau bahkan keputusan untuk membangun sistem SIMRS baru dari nol, dengan mempertimbangkan perspektif dari pengguna akhir, manajemen, dan tim IT. Ketiga, untuk memahami lebih lanjut kesiapan dari sisi sumber daya manusia dan teknologi, sebuah penelitian kuantitatif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi adopsi RME oleh tenaga kesehatan akan sangat bermanfaat. Penelitian ini dapat mengidentifikasi variabel kunci seperti dukungan infrastruktur IT, relevansi fitur sistem dengan kebutuhan klinis, serta kepuasan pengguna, yang secara signifikan berkorelasi dengan keberhasilan implementasi dan pemanfaatan RME secara berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan..
<br>Asesmen kesiapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengidentifikasi bahwa alur kerja belum sepenuhnya siap akibat ketiadaan SOP RME, dan infrastruktur IT masih memerlukan penambahan UPS serta penyesuaian fitur perangkat lunak.Meskipun sumber daya manusia memadai dalam jumlah dan kompetensi, didukung pelatihan dan pendampingan intensif, tim pengembangan IT membutuhkan dua programmer tambahan.Secara organisasi, komitmen manajemen kuat melalui pembentukan tim adhoc dan pengembangan untuk mengoordinasi kendala, menyediakan solusi, serta mengoptimalkan implementasi RME
<br>RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mengimplementasikan RME sejak tahun 2017 menggunakan SIMRS Khanza, namun penggunaannya belum optimal. SIMRS Khanza memiliki fitur lengkap, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan RME diperlukan asesmen kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan RME dalam 4 aspek meliputi aspek alur kerja, aspek infrastruktur teknologi (IT), aspek sumber daya manusia (SDM), aspek organisasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 Ae Januari 2025. Jenis penelitian Kualitatif menggunakan Metode Qualitative Content Analysis (QCA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi dengan kepala instalasi rawat jalan, kepala tim IT dan staf IT, kepala SDI yang terlibat langsung dalam implementasi RME di instalasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp" type="image/webp" length="108506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-cedfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-e8f70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/konteks-adopsi-rme-fitur-sistem-asesmen-kesiapan-r-thumb-7c44f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis dan Perancangan Interoperabilitas Data Pemonitoran SPM Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dengan Web Services ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis dan Perancangan Interoperabilitas Data Pemonitoran SPM Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dengan Web Services ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis dan Perancangan Interoperabilitas Data Pemonitoran SPM Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dengan Web Services ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42557-transformasi-sistem-energi-pendukung-pengam</link>
	<guid isPermaLink="false">99b2a0dd49ab1c08731dbb39affd3473</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:48:00 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan interoperabilitas sistem pelaporan SPM, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan API yang lebih spesifik dan terintegrasi dengan sistem kesehatan yang ada. Selain itu, studi komparatif antara API yang berbeda dalam konteks ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis dan Perancangan Interoperabilitas Data Pemonitoran SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan dengan Web Services: Untuk meningkatkan interoperabilitas sistem pelaporan SPM, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan API yang lebih spesifik dan terintegrasi dengan sistem kesehatan yang ada. Selain itu, studi komparatif antara API yang berbeda dalam konteks kesehatan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi manfaat dan tantangan masing-masing pendekatan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi implementasi API yang efektif, termasuk pelatihan dan dukungan teknis bagi pengguna sistem kesehatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan efisiensi sistem pelaporan SPM.. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan interoperabilitas (pertukaran data) dalam hal pelaporan standar pelayanan minimal bidang Kesehatan (SPM-BK).Dengan menggunakan web services (API) yang dirancang dengan baik akan menjadi alat yang efektif dalam memfasilitasi pertukaran data dengan sistem-sistem yang diversitas sangat tinggi di Indonesia, khususnya di kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah, sehingga harapannya adalah pemegang kebijakan tingkat dinas Kesehatan kabupaten dapat memanfaatkan data yang baik untuk mengambil keputusan-keputusan akurat dan tepat sasaran Interoperabilitas sistem merupakan kunci dalam transformasi sistem pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model Application Programming Interface (API) untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dan pelaporan data SPM-BK dari fasilitas kesehatan primer. Melalui studi analisis, kami mengidentifikasi kebutuhan akan interoperabilitas sistem di tingkat layanan kesehatan kabupaten. Berdasarkan analisis ini, kami merancang API yang disesuaikan untuk memfasilitasi pertukaran data terkait pelaporan SPM-BK di sektor kesehatan. API yang dihasilkan mengikuti... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-2475d.webp" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-2475d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-2475d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-2475d.webp 1x" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" alt="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp 1x" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" alt="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-7303c.webp" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-7303c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-7303c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-7303c.webp 1x" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" alt="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42557-transformasi-sistem-energi-pendukung-pengam" title="JURIS - Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services" target="_blank">Analisis  dan  Perancangan  Interoperabilitas  Data  Pemonitoran  SPM  (Standar  Pelayanan  Minimal)  Bidang  Kesehatan  dengan  Web  Services</a>: Untuk meningkatkan interoperabilitas sistem pelaporan SPM, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan API yang lebih spesifik dan terintegrasi dengan sistem kesehatan yang ada. Selain itu, studi komparatif antara API yang berbeda dalam konteks kesehatan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi manfaat dan tantangan masing-masing pendekatan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi implementasi API yang efektif, termasuk pelatihan dan dukungan teknis bagi pengguna sistem kesehatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan efisiensi sistem pelaporan SPM..
<br>Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan interoperabilitas (pertukaran data) dalam hal pelaporan standar pelayanan minimal bidang Kesehatan (SPM-BK).Dengan menggunakan web services (API) yang dirancang dengan baik akan menjadi alat yang efektif dalam memfasilitasi pertukaran data dengan sistem-sistem yang diversitas sangat tinggi di Indonesia, khususnya di kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah, sehingga harapannya adalah pemegang kebijakan tingkat dinas Kesehatan kabupaten dapat memanfaatkan data yang baik untuk mengambil keputusan-keputusan akurat dan tepat sasaran
<br>Interoperabilitas sistem merupakan kunci dalam transformasi sistem pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model Application Programming Interface (API) untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dan pelaporan data SPM-BK dari fasilitas kesehatan primer. Melalui studi analisis, kami mengidentifikasi kebutuhan akan interoperabilitas sistem di tingkat layanan kesehatan kabupaten. Berdasarkan analisis ini, kami merancang API yang disesuaikan untuk memfasilitasi pertukaran data terkait pelaporan SPM-BK di sektor kesehatan. API yang dihasilkan mengikuti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp" type="image/webp" length="97410" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-2475d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-61017.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/transformasi-sistem-energi-pendukung-pengambilan-k-thumb-7303c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar KRIS untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar KRIS untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar KRIS untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42560-inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-l</link>
	<guid isPermaLink="false">617e3c76b7dbef5deabc6e3c9bc6016d</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:44:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ oki setiono ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur rokhman ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,oki,rokhman,setiono,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan dan akurasi data KRIS di rumah sakit, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan dan akurasi data KRIS di rumah sakit, termasuk faktor internal seperti sumber daya manusia dan sistem informasi, serta faktor eksternal seperti regulasi dan dukungan dari pemerintah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model atau sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengumpulan dan pelaporan data KRIS, misalnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti aplikasi mobile atau platform berbasis web. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dampak penerapan KRIS terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien, serta mengidentifikasi strategi untuk memaksimalkan manfaat KRIS dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengelolaan data KRIS dan dampaknya terhadap sistem kesehatan, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sleman.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Sleman telah memenuhi standar kelengkapan data yang ditetapkan terkait survei KRIS.Namun, masih terdapat beberapa rumah sakit yang belum melengkapi data identitas PIC RS, yang memerlukan pengingatan dan pembaruan data yang lebih teratur.Kelengkapan data ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan di Dinas Kesehatan Sleman, memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif dan pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih baik.Upaya peningkatan kualitas dan akurasi data harus terus dilakukan guna mendukung pembangunan sistem kesehatan yang lebih baik di masa mendatang Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan data informasi terkait survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Online (RS Online) Dinas Kesehatan Sleman serta menganalisis implikasinya terhadap pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data yang mendalam dari situs web RS Online dan literatur terkait. Tantangan yang dihadapi meliputi meningkatkan kesadaran dan keterlibatan rumah sakit dalam pengumpulan dan pelaporan data, serta penyesuaian dengan perubahan regulasi dan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terus-menerus dalam memperbarui kebijakan dan strategi yang lebih baik guna mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh rumah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" alt="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-b4a61.webp" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-b4a61.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-b4a61.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-b4a61.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" alt="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-adc95.webp" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-adc95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-adc95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-adc95.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" alt="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42560-inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-l" title="JURIS - Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman" target="_blank">Evaluasi Kelengkapan Data Informasi terkait Survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk Mendukung Keputusan Kesehatan di Dinas Kesehatan Sleman</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan dan akurasi data KRIS di rumah sakit, termasuk faktor internal seperti sumber daya manusia dan sistem informasi, serta faktor eksternal seperti regulasi dan dukungan dari pemerintah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model atau sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengumpulan dan pelaporan data KRIS, misalnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti aplikasi mobile atau platform berbasis web. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi dampak penerapan KRIS terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien, serta mengidentifikasi strategi untuk memaksimalkan manfaat KRIS dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengelolaan data KRIS dan dampaknya terhadap sistem kesehatan, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sleman..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit di Sleman telah memenuhi standar kelengkapan data yang ditetapkan terkait survei KRIS.Namun, masih terdapat beberapa rumah sakit yang belum melengkapi data identitas PIC RS, yang memerlukan pengingatan dan pembaruan data yang lebih teratur.Kelengkapan data ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan di Dinas Kesehatan Sleman, memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efektif dan pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih baik.Upaya peningkatan kualitas dan akurasi data harus terus dilakukan guna mendukung pembangunan sistem kesehatan yang lebih baik di masa mendatang
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan data informasi terkait survei Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Online (RS Online) Dinas Kesehatan Sleman serta menganalisis implikasinya terhadap pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data yang mendalam dari situs web RS Online dan literatur terkait. Tantangan yang dihadapi meliputi meningkatkan kesadaran dan keterlibatan rumah sakit dalam pengumpulan dan pelaporan data, serta penyesuaian dengan perubahan regulasi dan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terus-menerus dalam memperbarui kebijakan dan strategi yang lebih baik guna mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh rumah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp" type="image/webp" length="268612" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-ac735.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-b4a61.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/inap-standar-kris-analisis-data-pengelolaan-lunak-thumb-adc95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42554-analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-e</link>
	<guid isPermaLink="false">86ccef22e7a61772c32630d0ab7e7a36</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:37:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis manfaat penggunaan RME secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi pengurangan biaya operasional dan pemeliharaan RME, serta mengeksplorasi potensi peningkatan efisiensi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis manfaat penggunaan RME secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi pengurangan biaya operasional dan pemeliharaan RME, serta mengeksplorasi potensi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan dengan implementasi RME yang lebih luas.. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya investasi penggunaan RME di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND sebesar Rp 30.834, dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1.Total biaya penggunaan RME di IGD rumah sakit UNAND adalah Rp 160.Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME, apakah manfaatnya lebih tinggi dari total biaya yang dikeluarkan Berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Kesiapan penerapan RME dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah persiapan operasional. Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) telah menerapkan RME pada tahun 2023, dengan unit-unit yang baru menerapkan RME adalah instalasi gawat darurat, ruang intensive, dan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya atau anggaran dalam menggunakan RME agar semua unit dapat menerapkannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif berupa perhitungan biaya investasi, biaya operasional, dan biaya pemeliharaan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" alt="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-9b68f.webp" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-9b68f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-9b68f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-9b68f.webp 1x" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" alt="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-3f028.webp" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-3f028.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-3f028.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-3f028.webp 1x" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" alt="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42554-analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-e" title="JURIS - Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas" target="_blank">Analisis Biaya Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Andalas</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis manfaat penggunaan RME secara lebih mendalam. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada strategi pengurangan biaya operasional dan pemeliharaan RME, serta mengeksplorasi potensi peningkatan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan dengan implementasi RME yang lebih luas..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, total biaya investasi penggunaan RME di instalasi gawat darurat rumah sakit UNAND sebesar Rp 30.834, dan biaya pemeliharaan sebesar Rp 1.Total biaya penggunaan RME di IGD rumah sakit UNAND adalah Rp 160.Penerapan RME memiliki dampak positif dalam jangka menengah dan panjang.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis manfaat penggunaan RME, apakah manfaatnya lebih tinggi dari total biaya yang dikeluarkan
<br>Berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Kesiapan penerapan RME dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah persiapan operasional. Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) telah menerapkan RME pada tahun 2023, dengan unit-unit yang baru menerapkan RME adalah instalasi gawat darurat, ruang intensive, dan rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya atau anggaran dalam menggunakan RME agar semua unit dapat menerapkannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif berupa perhitungan biaya investasi, biaya operasional, dan biaya pemeliharaan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp" type="image/webp" length="82154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-4a93c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-9b68f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/analisis-biaya-manfaat-operasi-kapal-medis-elektro-thumb-3f028.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M Natsir Solok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M Natsir Solok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M Natsir Solok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42555-kode-diagnosis-pasien-penolakan-kla</link>
	<guid isPermaLink="false">b3e6246d501b32dcf5b5daf2ca24d7a0</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:33:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis ICD-10 bagi dokter dan perawat dalam meningkatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis di rumah sakit daerah. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan sistem ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok: Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis ICD-10 bagi dokter dan perawat dalam meningkatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis di rumah sakit daerah. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan sistem rekam medis elektronik (SME) yang terintegrasi dengan panduan ICD-10 dapat mengurangi kesalahan pengodean pada klaim yang tertunda. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh ketersediaan petugas koding bersertifikat terhadap akurasi pengodean diagnosis, khususnya dalam konteks rumah sakit dengan beban pasien tinggi seperti RSUD M. Natsir Solok. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap strategi sistematis untuk meningkatkan kualitas dokumentasi medis dan akurasi klaim. Fokus pada pelatihan, teknologi, dan sumber daya manusia dapat memberikan gambaran komprehensif tentang faktor yang memengaruhi ketepatan koding. Temuan dari studi-studi tersebut dapat menjadi dasar kebijakan internal rumah sakit. Selain itu, hasilnya dapat digunakan untuk menyusun standar SOP yang baku dan sesuai aturan. Dengan pendekatan terpadu, rumah sakit dapat meminimalkan penolakan klaim oleh BPJS. Secara tidak langsung, hal ini akan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dan keuangan rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian tindak lanjut yang berkelanjutan sangat diperlukan.. Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas.Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3% tidak lengkap dan 67,7% lengkap.Ketepatan kode diagnosis menunjukkan 51,6% kode tidak tepat dan 48,4% kode tepat Ketepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis dalam ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim di RSUD M.Natsir Solok. Penelitian ini kuantitatif pendekatan deskriptif. Sampel kode diagnosis pending klaim pasien di RSUD M.Natsir Solok sebanyak 62 rekam medis, diambil dengan cara teknik sampling jenuh, analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis, dan ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim ditemukan sebanyak (32,3%) penulisan diagnosis yang tidak jelas dan (67,7%) memiliki kejelasan penulisan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-4d097.webp" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-4d097.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-4d097.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-4d097.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" alt="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-e5ba5.webp" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-e5ba5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-e5ba5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-e5ba5.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" alt="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" alt="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42555-kode-diagnosis-pasien-penolakan-kla" title="JURIS - Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok" target="_blank">Tinjauan Kejelasan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Dalam Ketepatan Pengodean Berkas Pending Klaim Di Rsud M. Natsir Solok</a>: Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis ICD-10 bagi dokter dan perawat dalam meningkatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis di rumah sakit daerah. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan sistem rekam medis elektronik (SME) yang terintegrasi dengan panduan ICD-10 dapat mengurangi kesalahan pengodean pada klaim yang tertunda. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh ketersediaan petugas koding bersertifikat terhadap akurasi pengodean diagnosis, khususnya dalam konteks rumah sakit dengan beban pasien tinggi seperti RSUD M. Natsir Solok. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap strategi sistematis untuk meningkatkan kualitas dokumentasi medis dan akurasi klaim. Fokus pada pelatihan, teknologi, dan sumber daya manusia dapat memberikan gambaran komprehensif tentang faktor yang memengaruhi ketepatan koding. Temuan dari studi-studi tersebut dapat menjadi dasar kebijakan internal rumah sakit. Selain itu, hasilnya dapat digunakan untuk menyusun standar SOP yang baku dan sesuai aturan. Dengan pendekatan terpadu, rumah sakit dapat meminimalkan penolakan klaim oleh BPJS. Secara tidak langsung, hal ini akan meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dan keuangan rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian tindak lanjut yang berkelanjutan sangat diperlukan..
<br>Kejelasan penulisan diagnosis pada berkas pending klaim menunjukkan 32,3% tidak jelas dan 67,7% jelas.Kelengkapan penulisan diagnosis menunjukkan 32,3% tidak lengkap dan 67,7% lengkap.Ketepatan kode diagnosis menunjukkan 51,6% kode tidak tepat dan 48,4% kode tepat
<br>Ketepatan kode diagnosis ialah kesesuaian kode diagnosis yang ditetapkan petugas koding. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tinjauan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis dalam ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim di RSUD M.Natsir Solok. Penelitian ini kuantitatif pendekatan deskriptif. Sampel kode diagnosis pending klaim pasien di RSUD M.Natsir Solok sebanyak 62 rekam medis, diambil dengan cara teknik sampling jenuh, analisa univariat. Hasil penelitian didapatkan kejelasan dan kelengkapan penulisan diagnosis, dan ketepatan pengodean diagnosis pada berkas pending klaim ditemukan sebanyak (32,3%) penulisan diagnosis yang tidak jelas dan (67,7%) memiliki kejelasan penulisan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp" type="image/webp" length="87154" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-4d097.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-e5ba5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/kode-diagnosis-pasien-penolakan-klaim-ketepatan-ke-thumb-780a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42548-sisrute-sistem-informasi-kesehatan-puskesmas-puske</link>
	<guid isPermaLink="false">7e0a1da5248cf052af947d8aceb1b37e</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:26:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam menggunakan SISRUTE, perlu diadakan pelatihan pra-tugas dan pelatihan dalam tugas. Selain itu, perlu ada perlindungan hukum terhadap penggunaan akun SISRUTE oleh pihak yang bukan pemilik akun. 2. Dalam aspek ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City: 1. Untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam menggunakan SISRUTE, perlu diadakan pelatihan pra-tugas dan pelatihan dalam tugas. Selain itu, perlu ada perlindungan hukum terhadap penggunaan akun SISRUTE oleh pihak yang bukan pemilik akun. 2. Dalam aspek organization, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi kembali terhadap aturan terkait kompetensi serta karakteristik pengguna SISRUTE. 3. Pada aspek technology, perlu ada peningkatan terkait penggunaan SISRUTE dan perlu sinkronisasi satu data antara Rumah sakit dengan Puskesmas dalam pencatatan Kesehatan masyarakat sehingga satu data kesehatan di Indonesia yang komperhensif bisa terlaksana. 4. Untuk aspek net-benefit, perlu penambahan admin khusus SISRUTE dengan latar belakang Pendidikan rekam medis atau tenaga medis lainnya yang sesuai kewenangan dan kompetensi profesi dalam pelaksanaan SISRUTE terkait entry data pasien untuk memastikan respon yang lebih cepat terhadap rujukan yang masuk.. Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera ditinjau dari Aspek human terdapat Keterbatasan SDM, hal terutama dalam pendidikan dan pelatihan terkait penggunaan SISRUTE.Penggunaan akun SISRUTE belum di sesuaikan dengan ketentuannya.Pelaksanaan ditinjau dari Aspek organization terdapat dukungan manajemen dalam bentuk SOP dan monitoring serta evaluasi berkala mendukung pelaksanaan SISRUTE.Pada aspek technology sudah sesuai dengan SISRUTE memfasilitasi integrasi data secara real-time antara puskesmas dan rumah sakit, pelaksanaannya masih belum "paperless" karena rumah sakit masih meminta berkas pasien dalam bentuk print-out.telah Kementerian Kesehatan menyediakan fasilitas pengajuan bridging pada SISRUTE namun dalam belum kenyataannya dilaksanakan dengan baik.Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera ditinjau dari aspek net-benefit sudah menjadikan rujukan sistem terlaksana tepat namun belum menjadikan sistem rujukan terlaksana secara cepat, efektif dan efisien.Adanya pengaruh faktor eksternal menyebabkan dalam efisiensi pelaksanaan rujukan pasien, terutama komunikasi dengan Rumah Sakit tujuan.SISRUTE juga belum memberikan efesiensi pada penganggaran terkait keperluan Alat tulis Kantor (ATK) Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas perlu menjadi prioritas dalam pelaksanaan RME, terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera Kota Semarang dari aspek human, organization, technology, net-benefit. Metode penelitian menggunakan metode HOT-Fit, Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Aspek human, pemilik akun SISRUTE adalah dokter namun di operasikan oleh perawat dan bidan yang berjaga, belum ada pelatihan pengembangan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-a1c8e.webp" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-a1c8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-a1c8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-a1c8e.webp 1x" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" alt="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-7850b.webp" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-7850b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-7850b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-7850b.webp 1x" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" alt="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp 1x" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" alt="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42548-sisrute-sistem-informasi-kesehatan-puskesmas-puske" title="JURIS - Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City" target="_blank">Referral System of the BPJS Patient at the Halmahera Community Health Center Semarang City</a>: 1. Untuk meningkatkan kompetensi SDM dalam menggunakan SISRUTE, perlu diadakan pelatihan pra-tugas dan pelatihan dalam tugas. Selain itu, perlu ada perlindungan hukum terhadap penggunaan akun SISRUTE oleh pihak yang bukan pemilik akun. 2. Dalam aspek organization, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi kembali terhadap aturan terkait kompetensi serta karakteristik pengguna SISRUTE. 3. Pada aspek technology, perlu ada peningkatan terkait penggunaan SISRUTE dan perlu sinkronisasi satu data antara Rumah sakit dengan Puskesmas dalam pencatatan Kesehatan masyarakat sehingga satu data kesehatan di Indonesia yang komperhensif bisa terlaksana. 4. Untuk aspek net-benefit, perlu penambahan admin khusus SISRUTE dengan latar belakang Pendidikan rekam medis atau tenaga medis lainnya yang sesuai kewenangan dan kompetensi profesi dalam pelaksanaan SISRUTE terkait entry data pasien untuk memastikan respon yang lebih cepat terhadap rujukan yang masuk..
<br>Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera ditinjau dari Aspek human terdapat Keterbatasan SDM, hal terutama dalam pendidikan dan pelatihan terkait penggunaan SISRUTE.Penggunaan akun SISRUTE belum di sesuaikan dengan ketentuannya.Pelaksanaan ditinjau dari Aspek organization terdapat dukungan manajemen dalam bentuk SOP dan monitoring serta evaluasi berkala mendukung pelaksanaan SISRUTE.Pada aspek technology sudah sesuai dengan SISRUTE memfasilitasi integrasi data secara real-time antara puskesmas dan rumah sakit, pelaksanaannya masih belum "paperless" karena rumah sakit masih meminta berkas pasien dalam bentuk print-out.telah Kementerian Kesehatan menyediakan fasilitas pengajuan bridging pada SISRUTE namun dalam belum kenyataannya dilaksanakan dengan baik.Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera ditinjau dari aspek net-benefit sudah menjadikan rujukan sistem terlaksana tepat namun belum menjadikan sistem rujukan terlaksana secara cepat, efektif dan efisien.Adanya pengaruh faktor eksternal menyebabkan dalam efisiensi pelaksanaan rujukan pasien, terutama komunikasi dengan Rumah Sakit tujuan.SISRUTE juga belum memberikan efesiensi pada penganggaran terkait keperluan Alat tulis Kantor (ATK)
<br>Pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas perlu menjadi prioritas dalam pelaksanaan RME, terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan pelaksanaan SISRUTE di Puskesmas Halmahera Kota Semarang dari aspek human, organization, technology, net-benefit. Metode penelitian menggunakan metode HOT-Fit, Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Aspek human, pemilik akun SISRUTE adalah dokter namun di operasikan oleh perawat dan bidan yang berjaga, belum ada pelatihan pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp" type="image/webp" length="238368" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-a1c8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-7850b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/sisrute-sistem-kesehatan-puskesmas-rumah-sakit-int-thumb-86a4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr M Djamil Padang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr M Djamil Padang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr M Djamil Padang ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42563-ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">af0f390dc7adc8fde86c2d4f6c7c2c83</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 22:24:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulfa yulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ 1 rm l ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,l,rm,view,vol,yulfa,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap ketidaktepatan pengkodean cedera multiple, seperti ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap ketidaktepatan pengkodean cedera multiple, seperti tingkat pendidikan dan pelatihan koder, beban kerja, atau ketersediaan sumber daya. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan akurasi pengkodean cedera multiple di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan rumah sakit lain di Indonesia untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang memerlukan perbaikan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif koder mengenai tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam proses pengkodean cedera multiple, serta untuk menggali solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan akurasi pengkodean. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang masalah ketidaktepatan pengkodean cedera multiple dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas data rekam medis dan mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik.. Djamil Padang, dapat disimpulkan bahwa ditemukan dari 38 rekam medis kasus cedera multiple, lebih dari separuh (71,1%) penulisan diagnosa cedera multiple yang tidak tepat.Selain itu, separuh (50,0%) diagnosa cedera multiple tidak sesuai, dan lebih dari separuh (76,3%) kode cedera multiple yang tidak tepat Ketepatan kode sangat diperlukan agar informasi yang dihasilkan dari diagnosa dan tindakan medis menjadi tepat. Namun peneliti menemukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang masih terdapat kode yang tidak tepat sebanyak 29 (76,3%). Hal tersebut dikarenakan penetapan kode cedera multiple ditulis secara terpisah dan diagnosa fraktur tidak dilengkapi dengan kode karakter kelima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode cedera multiple pada kasus external cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 38 dengan menggunakan metode purposive sampling, instrumen pengumpulan data menggunakan tabel checklist dengan analisis univariat. Hasil penelitian yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" alt="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-2a511.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-2a511.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-2a511.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-2a511.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" alt="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-ec156.webp" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-ec156.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-ec156.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-ec156.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" alt="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42563-ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-ko" title="JURIS - Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang" target="_blank">Tinjauan Ketepatan Kode Cedera Multiple Pada Kasus External Cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap ketidaktepatan pengkodean cedera multiple, seperti tingkat pendidikan dan pelatihan koder, beban kerja, atau ketersediaan sumber daya. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan akurasi pengkodean cedera multiple di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan rumah sakit lain di Indonesia untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang memerlukan perbaikan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif koder mengenai tantangan dan hambatan yang mereka hadapi dalam proses pengkodean cedera multiple, serta untuk menggali solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan akurasi pengkodean. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang masalah ketidaktepatan pengkodean cedera multiple dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas data rekam medis dan mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik..
<br>Djamil Padang, dapat disimpulkan bahwa ditemukan dari 38 rekam medis kasus cedera multiple, lebih dari separuh (71,1%) penulisan diagnosa cedera multiple yang tidak tepat.Selain itu, separuh (50,0%) diagnosa cedera multiple tidak sesuai, dan lebih dari separuh (76,3%) kode cedera multiple yang tidak tepat
<br>Ketepatan kode sangat diperlukan agar informasi yang dihasilkan dari diagnosa dan tindakan medis menjadi tepat. Namun peneliti menemukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang masih terdapat kode yang tidak tepat sebanyak 29 (76,3%). Hal tersebut dikarenakan penetapan kode cedera multiple ditulis secara terpisah dan diagnosa fraktur tidak dilengkapi dengan kode karakter kelima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode cedera multiple pada kasus external cause di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 38 dengan menggunakan metode purposive sampling, instrumen pengumpulan data menggunakan tabel checklist dengan analisis univariat. Hasil penelitian yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp" type="image/webp" length="95498" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-cc2ac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-2a511.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/ketepatan-kode-kesesuaian-rekam-medis-kodefikasi-a-thumb-ec156.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42545-efisiensi-program-jkn-implementasi-prognos</link>
	<guid isPermaLink="false">b81264828782311e76e601321f76a31f</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:50:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ oki setiono ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur rokhman ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,oki,rokhman,setiono,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas strategi yang diterapkan oleh RS XYZ dalam menghadapi perubahan komposisi penjamin pasien dan potensi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas strategi yang diterapkan oleh RS XYZ dalam menghadapi perubahan komposisi penjamin pasien dan potensi penurunan pendapatan dari BPJS Kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak implementasi INA-CBGs terhadap struktur biaya dan profitabilitas rumah sakit, serta mencari solusi untuk mengoptimalkan pendapatan di bawah sistem pembayaran ini. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pengembangan layanan kesehatan yang tidak tercakup oleh BPJS Kesehatan, seperti layanan preventif atau estetika, untuk diversifikasi sumber pendapatan rumah sakit dan meningkatkan daya saing di pasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi pengelola rumah sakit dalam mengoptimalkan kinerja keuangan dan pelayanan di era JKN.. Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menyebabkan pergeseran signifikan dalam komposisi penjamin biaya perawatan pasien di RS XYZ, dengan peningkatan tajam pada pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.Perubahan ini berdampak pada kinerja keuangan rumah sakit, khususnya pendapatan rawat inap, meskipun tidak secara signifikan mempengaruhi pendapatan rawat jalan.Manajemen RS XYZ perlu mengembangkan strategi adaptif untuk menjaga stabilitas keuangan dan kinerja rumah sakit, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan pendapatan dari BPJS Kesehatan Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional mengharuskan manajemen rumah sakit siap menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang terjadi secara signifikan. Tujuan penelitian menganalisis tren perubahan pelayanan dan kinerja keuangan Rumah Sakit XYZ sebelum dan sesudah penerapan program JKN. Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan Laporan Keuangan. Setelah implementasi program JKN, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pergeseran... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-1e4e0.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-1e4e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-1e4e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-1e4e0.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-0e25b.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-0e25b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-0e25b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-0e25b.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" alt="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42545-efisiensi-program-jkn-implementasi-prognos" title="JURIS - Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok" target="_blank">Analisis Pengaruh Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Kinerja RS XYZ Kota Depok</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas strategi yang diterapkan oleh RS XYZ dalam menghadapi perubahan komposisi penjamin pasien dan potensi penurunan pendapatan dari BPJS Kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak implementasi INA-CBGs terhadap struktur biaya dan profitabilitas rumah sakit, serta mencari solusi untuk mengoptimalkan pendapatan di bawah sistem pembayaran ini. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pengembangan layanan kesehatan yang tidak tercakup oleh BPJS Kesehatan, seperti layanan preventif atau estetika, untuk diversifikasi sumber pendapatan rumah sakit dan meningkatkan daya saing di pasar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif bagi pengelola rumah sakit dalam mengoptimalkan kinerja keuangan dan pelayanan di era JKN..
<br>Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menyebabkan pergeseran signifikan dalam komposisi penjamin biaya perawatan pasien di RS XYZ, dengan peningkatan tajam pada pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan.Perubahan ini berdampak pada kinerja keuangan rumah sakit, khususnya pendapatan rawat inap, meskipun tidak secara signifikan mempengaruhi pendapatan rawat jalan.Manajemen RS XYZ perlu mengembangkan strategi adaptif untuk menjaga stabilitas keuangan dan kinerja rumah sakit, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan pendapatan dari BPJS Kesehatan
<br>Implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional mengharuskan manajemen rumah sakit siap menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang terjadi secara signifikan. Tujuan penelitian menganalisis tren perubahan pelayanan dan kinerja keuangan Rumah Sakit XYZ sebelum dan sesudah penerapan program JKN. Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan Laporan Keuangan. Setelah implementasi program JKN, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pergeseran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp" type="image/webp" length="76130" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-1e4e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-0e25b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/efisiensi-program-jkn-implementasi-prognosis-pasie-thumb-8294e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Era Society 5 0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PMIK ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42547-kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ</link>
	<guid isPermaLink="false">58e4e22a2d4cfc4c48183c1743401dbc</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:48:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yulfa yulia ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<category><![CDATA[ 1 rm l ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[1,l,rm,view,vol,yulfa,yulia]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK): Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, dan konsep baru dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan oleh PMIK. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam menerapkan teknologi, seperti RME dan SIMRS, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, PMIK dapat bersaing dan memenuhi target kompetensi di era society 5.0. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan, serta mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kesiapan PMIK dalam menghadapi peluang dan tantangan dunia kerja di era society 5.0.. 0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan.Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya sehingga dapat tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau.Tenaga kesehatan berperan penting, salah satunya yaitu perekam medis dan informasi kesehatan.0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills.Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri.Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan baru, seperti metode, teknik, dan konsep baru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Hal ini juga berpengaruh pada kesiapan peluang dan tantangan dunia kerja era society 5 Era society 5.0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan berbagai sumber daya agar tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau sehingga pada titik ini dibutuhkan perekam medis yang berkualitas. Pada era society 5.0 tiap individu harus memiliki knowledge dan skills. Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri. Pengaruh dari era society 5.0 terhadap kompetensi PMIK menyebabkan adanya perubahan dan peningkatan ilmu yang menuntut PMIK harus bisa mengembangkan, menerapkan, dan menggunakan teknologi, salah satu contoh penggunaannya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp 1x" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" alt="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp 1x" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" alt="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42547-kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ" title="JURIS - Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)" target="_blank">Dampak Era Society 5.0 Terhadap Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)</a>: Untuk meningkatkan kompetensi PMIK di era society 5.0, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi metode, teknik, dan konsep baru dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan oleh PMIK. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam menerapkan teknologi, seperti RME dan SIMRS, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, PMIK dapat bersaing dan memenuhi target kompetensi di era society 5.0. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi dan pelatihan yang telah dilakukan, serta mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan kesiapan PMIK dalam menghadapi peluang dan tantangan dunia kerja di era society 5.0..
<br>0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan.Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan upaya pengelolaan berbagai sumber daya sehingga dapat tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau.Tenaga kesehatan berperan penting, salah satunya yaitu perekam medis dan informasi kesehatan.0 tiap individu PMIK harus memiliki knowledge dan skills seperti leadership skills.Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri.Pada area kompetensi ini, seorang PMIK diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan baru, seperti metode, teknik, dan konsep baru yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Hal ini juga berpengaruh pada kesiapan peluang dan tantangan dunia kerja era society 5
<br>Era society 5.0 menciptakan sebuah tantangan baru di berbagai sektor kehidupan, salah satunya yaitu sektor kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan berbagai sumber daya agar tersedia pelayanan kesehatan yang efisien, bermutu, dan terjangkau sehingga pada titik ini dibutuhkan perekam medis yang berkualitas. Pada era society 5.0 tiap individu harus memiliki knowledge dan skills. Hal ini berkaitan dengan area kompetensi PMIK pada nomor 2 yaitu Mawas Diri dan Pengembangan Diri. Pengaruh dari era society 5.0 terhadap kompetensi PMIK menyebabkan adanya perubahan dan peningkatan ilmu yang menuntut PMIK harus bisa mengembangkan, menerapkan, dan menggunakan teknologi, salah satu contoh penggunaannya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" type="image/webp" length="95176" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a8dd9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/kompetensi-tenaga-kesehatan-rekam-medis-era-societ-thumb-a56e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi SIM KLINIK Terintegrasi Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi SIM KLINIK Terintegrasi Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi SIM KLINIK Terintegrasi Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42544-pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien</link>
	<guid isPermaLink="false">a53ca42b90e578183d017c62f7a3a34e</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:30:20 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ oki setiono ]]></category>
	<category><![CDATA[ nur rokhman ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,oki,rokhman,setiono,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah pengembangan penelitian yang menarik. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas implementasi SIM-KLINIK Terintegrasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah pengembangan penelitian yang menarik. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas implementasi SIM-KLINIK Terintegrasi terhadap kepuasan pasien dan efisiensi operasional klinik, dengan mengukur indikator-indikator seperti waktu tunggu pasien, akurasi data, dan biaya operasional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan fitur kecerdasan buatan (AI) dalam SIM-KLINIK Terintegrasi, misalnya untuk membantu dokter dalam diagnosis penyakit berdasarkan riwayat pasien dan hasil pemeriksaan, sehingga dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi SIM-KLINIK Terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti sistem rujukan pasien atau sistem informasi farmasi, untuk menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih terhubung dan terkoordinasi. Integrasi ini akan memungkinkan pertukaran data yang lebih lancar antar fasilitas kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih baik. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di klinik, serta mendukung implementasi rekam medis elektronik secara optimal.. Berdasarkan hasil penelitian prototipe sistem informasi manajemen klinik di Klinik Utama Dipta dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, pelaksanaan sistem informasi manajemen klinik yang berjalan saat ini memiliki hambatan dan masalah pada belum terwujudnya rekam medis elektronik dan sistem yang tersedia hanya keuangan dan ketersediaan obat dimana sistem tersebut juga belum terintegrasi.Kedua, sistem informasi manajemen klinik telah dikembangkan untuk mendukung terwujudnya rekam medis elektronik sesuai peraturan PMK No PMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan survei awal sistem informasi yang berjalan saat ini sering mengalami kendala seperti masih munculnya duplikasi data pasien (redudansi), inefisien yang ditunjukan dengan banyaknya pasien yang mengeluhkan antrian yang lama dikarenakan sistem manajemen klinik yang masih manual dan belum terintegrasi. Hal lain, dikeluhkan oleh dokter sebab kesulitan melacak riwayat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-36607.webp" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-36607.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-36607.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-36607.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" alt="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-fa768.webp" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-fa768.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-fa768.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-fa768.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" alt="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp 1x" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" alt="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42544-pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien" title="JURIS - Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal" target="_blank">Perancangan Prototipe Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIM-KLINIK Terintegrasi) Studi Kasus di Klinik Utama Dipta Tegal</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah pengembangan penelitian yang menarik. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas implementasi SIM-KLINIK Terintegrasi terhadap kepuasan pasien dan efisiensi operasional klinik, dengan mengukur indikator-indikator seperti waktu tunggu pasien, akurasi data, dan biaya operasional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan fitur kecerdasan buatan (AI) dalam SIM-KLINIK Terintegrasi, misalnya untuk membantu dokter dalam diagnosis penyakit berdasarkan riwayat pasien dan hasil pemeriksaan, sehingga dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi SIM-KLINIK Terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya, seperti sistem rujukan pasien atau sistem informasi farmasi, untuk menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih terhubung dan terkoordinasi. Integrasi ini akan memungkinkan pertukaran data yang lebih lancar antar fasilitas kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih baik. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di klinik, serta mendukung implementasi rekam medis elektronik secara optimal..
<br>Berdasarkan hasil penelitian prototipe sistem informasi manajemen klinik di Klinik Utama Dipta dapat disimpulkan sebagai berikut.Pertama, pelaksanaan sistem informasi manajemen klinik yang berjalan saat ini memiliki hambatan dan masalah pada belum terwujudnya rekam medis elektronik dan sistem yang tersedia hanya keuangan dan ketersediaan obat dimana sistem tersebut juga belum terintegrasi.Kedua, sistem informasi manajemen klinik telah dikembangkan untuk mendukung terwujudnya rekam medis elektronik sesuai peraturan PMK No
<br>PMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan survei awal sistem informasi yang berjalan saat ini sering mengalami kendala seperti masih munculnya duplikasi data pasien (redudansi), inefisien yang ditunjukan dengan banyaknya pasien yang mengeluhkan antrian yang lama dikarenakan sistem manajemen klinik yang masih manual dan belum terintegrasi. Hal lain, dikeluhkan oleh dokter sebab kesulitan melacak riwayat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp" type="image/webp" length="252250" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-36607.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-fa768.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/pengambilan-keputusan-klinik-transfer-data-pasien-thumb-2ba03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan Mini Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42541-telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi</link>
	<guid isPermaLink="false">2cc354e353abd378e1cf503ad15039a6</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:25:30 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ quotes day ]]></category>
	<category><![CDATA[ main menu ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[day,main,menu,quotes,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review: Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur teknologi komunikasi di daerah terpencil, serta penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait implementasi telemedicine. Dengan demikian, telemedicine dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi hambatan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.. Implementasi telemedicine menawarkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau.Teknologi ini memungkinkan pertukaran informasi medis yang efisien antara dokter dan pasien, mengurangi kebutuhan akan perjalanan fisik, serta mempermudah proses penjadwalan konsultasi.Meskipun demikian, untuk mencapai efektivitas yang optimal, diperlukan upaya untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, keterbatasan akses jaringan internet, dan rendahnya tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi ini.Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kepercayaan masyarakat sangat krusial agar telemedicine dapat diadopsi secara luas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Telemedicine telah berkembang menjadi solusi inovatif dalam penyediaan layanan kesehatan, terutama bagi wilayah pedesaan yang sering mengalami hambatan akses. Didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, telemedicine berpotensi meningkatkan manajemen penyakit, status kesehatan, dan kepuasan pasien. Namun, adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap teknologi, serta kualitas infrastruktur yang tersedia. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, di mana data diperoleh melalui pencarian pada Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" alt="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42541-telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi" title="JURIS - Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review" target="_blank">Implementasi Telemedicine dan Implikasinya terhadap Akses serta Kualitas Pelayanan Kesehatan di Komunitas Pedesaan: Mini Review</a>: Untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi masyarakat tentang telemedicine, terutama dalam meningkatkan kepercayaan dan literasi digital. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur teknologi komunikasi di daerah terpencil, serta penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah terkait implementasi telemedicine. Dengan demikian, telemedicine dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi hambatan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan..
<br>Implementasi telemedicine menawarkan potensi yang signifikan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau.Teknologi ini memungkinkan pertukaran informasi medis yang efisien antara dokter dan pasien, mengurangi kebutuhan akan perjalanan fisik, serta mempermudah proses penjadwalan konsultasi.Meskipun demikian, untuk mencapai efektivitas yang optimal, diperlukan upaya untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, keterbatasan akses jaringan internet, dan rendahnya tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi ini.Oleh karena itu, penguatan infrastruktur dasar dan peningkatan kepercayaan masyarakat sangat krusial agar telemedicine dapat diadopsi secara luas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat
<br>Telemedicine telah berkembang menjadi solusi inovatif dalam penyediaan layanan kesehatan, terutama bagi wilayah pedesaan yang sering mengalami hambatan akses. Didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, telemedicine berpotensi meningkatkan manajemen penyakit, status kesehatan, dan kepuasan pasien. Namun, adopsi teknologi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan penggunaan, tingkat kepercayaan terhadap teknologi, serta kualitas infrastruktur yang tersedia. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan analisis literatur, di mana data diperoleh melalui pencarian pada Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" type="image/webp" length="86822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-a3596.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-5f2ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/telemedicine-akses-kesehatan-kualitas-pelayanan-mi-thumb-39b23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3818-scitechgrup.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17818-jurnal-riset-sains-kesehatan-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Klinik Mata Madiun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Klinik Mata Madiun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Klinik Mata Madiun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42552-resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data</link>
	<guid isPermaLink="false">2cdaea7581a0bd2460e0635fe4a66b59</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:19:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menjelajahi integrasi sistem SIMKlinik dengan aplikasi pendaftaran online berbasis web untuk memudahkan pasien mendaftar dan memperoleh penjadwalan dokter secara real-time. Selain itu, eksplorasi penggunaan analitik data rekam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Klinik Mata Madiun: Penelitian selanjutnya dapat menjelajahi integrasi sistem SIMKlinik dengan aplikasi pendaftaran online berbasis web untuk memudahkan pasien mendaftar dan memperoleh penjadwalan dokter secara real-time. Selain itu, eksplorasi penggunaan analitik data rekam medis pasien dapat membantu mengidentifikasi pola kunjungan tinggi dan meningkatkan alokasi sumber daya klinik. Terakhir, penelitian dapat meneliti penerapan protokol keamanan data kesehatan pribadi (PHI) dalam sistem ini guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi dan melindungi informasi pasien.. Sistem informasi klinik SIMKlinik setelah diuji menggunakan metode pengujian black box dapat disimpulkan bahwa seluruh 15 poin pengujian memperoleh skor maksimal, menunjukkan kesesuaian dengan ekspektasi petugas Klinik Mata Madiun.Disarankan untuk menambah fitur pendaftaran online dan penjadwalan dokter agar pasien dapat mendaftar melalui platform online di masa mendatang Klinik mata di Madiun menyediakan berbagai layanan kesehatan mata seperti LASIK, operasi glaukoma, dan katarak. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, klinik memerlukan sistem informasi yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan melalui platform Satu Sehat. Sistem informasi ini, Simklinik, dirancang untuk mengelola pendaftaran pasien, rekam medis, dan pengiriman data pasien secara terkomputerisasi guna mencegah duplikasi data dan mempercepat proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang sistem informasi pendaftaran rawat jalan di Klinik Mata Madiun menggunakan metode Waterfall. Data diambil dari rekam medis klinik. Hasil pengujian sistem dengan metode black box menunjukkan kesesuaian 100%, sehingga sistem dapat memenuhi kebutuhan klinik secara optimal dan efisien. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-4c99c.webp" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-4c99c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-4c99c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-4c99c.webp 1x" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" alt="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp 1x" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" alt="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-55716.webp" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-55716.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-55716.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-55716.webp 1x" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" alt="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42552-resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data" title="JURIS - Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun" target="_blank">Analisa Dan Perancangan Sistem Pendaftaran Pasien Rawat Jalan  Di Klinik Mata Madiun</a>: Penelitian selanjutnya dapat menjelajahi integrasi sistem SIMKlinik dengan aplikasi pendaftaran online berbasis web untuk memudahkan pasien mendaftar dan memperoleh penjadwalan dokter secara real-time. Selain itu, eksplorasi penggunaan analitik data rekam medis pasien dapat membantu mengidentifikasi pola kunjungan tinggi dan meningkatkan alokasi sumber daya klinik. Terakhir, penelitian dapat meneliti penerapan protokol keamanan data kesehatan pribadi (PHI) dalam sistem ini guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi dan melindungi informasi pasien..
<br>Sistem informasi klinik SIMKlinik setelah diuji menggunakan metode pengujian black box dapat disimpulkan bahwa seluruh 15 poin pengujian memperoleh skor maksimal, menunjukkan kesesuaian dengan ekspektasi petugas Klinik Mata Madiun.Disarankan untuk menambah fitur pendaftaran online dan penjadwalan dokter agar pasien dapat mendaftar melalui platform online di masa mendatang
<br>Klinik mata di Madiun menyediakan berbagai layanan kesehatan mata seperti LASIK, operasi glaukoma, dan katarak. Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, klinik memerlukan sistem informasi yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan melalui platform Satu Sehat. Sistem informasi ini, Simklinik, dirancang untuk mengelola pendaftaran pasien, rekam medis, dan pengiriman data pasien secara terkomputerisasi guna mencegah duplikasi data dan mempercepat proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang sistem informasi pendaftaran rawat jalan di Klinik Mata Madiun menggunakan metode Waterfall. Data diambil dari rekam medis klinik. Hasil pengujian sistem dengan metode black box menunjukkan kesesuaian 100%, sehingga sistem dapat memenuhi kebutuhan klinik secara optimal dan efisien.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp" type="image/webp" length="76228" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-4c99c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-eff32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/resume-medis-pasien-klinik-mata-kmu-transfer-data-thumb-55716.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42553-kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-b</link>
	<guid isPermaLink="false">ca7cc3ac20bce9449a48a79a850cdc0c</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:18:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan rekam medis, perlu ada pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam pengisian rekam medis. Selain itu, perekam medis harus dilatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun: Untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan rekam medis, perlu ada pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam pengisian rekam medis. Selain itu, perekam medis harus dilatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam meninjau dan mengkode diagnosis dengan tepat. Penerapan rekam medis elektronik dapat membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses pengkodean diagnosis hipertensi.. Kelengkapan pengisian rekam medis oleh dokter/ tenaga kesehatan lain perlu ditingkatkan dan ketelitian perekam medis dalam meninjau kembali rekam medis untuk menghasilkan keakuratan kode diagnosis.Konsistensi kelengkapan rekam medis sangat penting, sehingga rumah sakit perlu segera menerapkan rekam medis elektronik untuk mendukung kelengkapan dan memudahkan perekam medis dalam mengkode diagnosis Menurunkan prevalensi hipertensi merupakan tujuan penting dalam pencegahan penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi koding pasien rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Temuan penelitian menunjukkan kebutuhan untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan entri rekam medis yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, perekam medis juga harus meningkatkan kemahiran mereka dalam meninjau rekam medis untuk memastikan kode diagnosis yang tepat. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp" title="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" alt="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-90b32.webp" title="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-90b32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-90b32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-90b32.webp 1x" title="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" alt="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42553-kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-b" title="JURIS - Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun" target="_blank">Analisis Ketepatan Pengkodean Diagnosis Hipertensi Di Rumah Sakit Arjawinangun</a>: Untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan rekam medis, perlu ada pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam pengisian rekam medis. Selain itu, perekam medis harus dilatih untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam meninjau dan mengkode diagnosis dengan tepat. Penerapan rekam medis elektronik dapat membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses pengkodean diagnosis hipertensi..
<br>Kelengkapan pengisian rekam medis oleh dokter/ tenaga kesehatan lain perlu ditingkatkan dan ketelitian perekam medis dalam meninjau kembali rekam medis untuk menghasilkan keakuratan kode diagnosis.Konsistensi kelengkapan rekam medis sangat penting, sehingga rumah sakit perlu segera menerapkan rekam medis elektronik untuk mendukung kelengkapan dan memudahkan perekam medis dalam mengkode diagnosis
<br>Menurunkan prevalensi hipertensi merupakan tujuan penting dalam pencegahan penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi koding pasien rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Temuan penelitian menunjukkan kebutuhan untuk meningkatkan akurasi dan kelengkapan entri rekam medis yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, perekam medis juga harus meningkatkan kemahiran mereka dalam meninjau rekam medis untuk memastikan kode diagnosis yang tepat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp" type="image/webp" length="91416" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-bd4f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/kerusakan-berkas-rekam-medis-petugas-ketepatan-kod-thumb-90b32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42542-instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara</link>
	<guid isPermaLink="false">1414ca44c9aebf8900f43daf1b1af98d</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:15:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ natsir solok ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[natsir,solok,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan dan autentikasi data pasien. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak ketidaksesuaian variabel dan metadata terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut hambatan dan tantangan dalam implementasi pedoman variabel dan metadata rekam medis elektronik dari perspektif berbagai pemangku kepentingan, seperti petugas rekam medis, dokter, dan staf IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi rekam medis elektronik yang efektif dan efisien, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di masa depan. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi petugas rekam medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam penggunaan rekam medis elektronik yang sesuai dengan standar yang berlaku.. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data pada penyelenggaraan rekam medis elektronik di rumah sakit X yaitu masih terdapat variabel belum sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan utamanya pada general consent, asesmen awal variabel pemeriksaan psikologis, sosial ekonomi dan spiritual kemudian pada pemeriksaan spesialistik variabel rencana rawat, instruksi medik dan keperawatan ini dikarenakan pada saat penerapan rekam medis elektronik tahun 2019 belum terdapat pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam penentuan dan adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga (vendor) jika terdapat penambahan variabel dalam rekam medis elektronik serta tanda tangan digital yang belum dapat diterapkan di Rumah Sakit X khususnya untuk pasien dan keluarga pasien Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp 1x" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" alt="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42542-instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara" title="JURIS - Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X" target="_blank">Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi sistem tanda tangan digital pada rekam medis elektronik untuk meningkatkan keamanan dan autentikasi data pasien. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak ketidaksesuaian variabel dan metadata terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut hambatan dan tantangan dalam implementasi pedoman variabel dan metadata rekam medis elektronik dari perspektif berbagai pemangku kepentingan, seperti petugas rekam medis, dokter, dan staf IT. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi rekam medis elektronik yang efektif dan efisien, serta memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di masa depan. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan pelatihan dan pendampingan bagi petugas rekam medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam penggunaan rekam medis elektronik yang sesuai dengan standar yang berlaku..
<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data pada penyelenggaraan rekam medis elektronik di rumah sakit X yaitu masih terdapat variabel belum sesuai dengan pedoman yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan utamanya pada general consent, asesmen awal variabel pemeriksaan psikologis, sosial ekonomi dan spiritual kemudian pada pemeriksaan spesialistik variabel rencana rawat, instruksi medik dan keperawatan ini dikarenakan pada saat penerapan rekam medis elektronik tahun 2019 belum terdapat pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam penentuan dan adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga (vendor) jika terdapat penambahan variabel dalam rekam medis elektronik serta tanda tangan digital yang belum dapat diterapkan di Rumah Sakit X khususnya untuk pasien dan keluarga pasien
<br>Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" type="image/webp" length="256040" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-6d181.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-a93db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/1/instalasi-rekam-medis-elektronik-emr-penyelenggara-thumb-03836.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42549-hasil-model-regresi-integrasi</link>
	<guid isPermaLink="false">161e67213f4660684f7b775ba4362080</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 21:09:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor genetik dan lingkungan spesifik yang berkontribusi terhadap stunting, serta menguji model pada populasi yang lebih luas untuk validasi. Integrasi model ini ke dalam sistem kesehatan nasional ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor genetik dan lingkungan spesifik yang berkontribusi terhadap stunting, serta menguji model pada populasi yang lebih luas untuk validasi. Integrasi model ini ke dalam sistem kesehatan nasional akan memperluas manfaatnya, dan pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap penurunan prevalensi stunting. Pengembangan program pelatihan bagi tenaga kesehatan tentang penggunaan model ini, termasuk interpretasi hasil dan penerapan intervensi yang disarankan, juga penting. Terakhir, penelitian baru yang berfokus pada intervensi berdasarkan hasil model dapat membantu mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mengurangi risiko stunting, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan kesehatan anak dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.. Penelitian ini telah berhasil mengembangkan 'Pemodelan Rasional Untuk Mendukung Diagnosis Stunting' dan mengujicobakannya di daerah Kota Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan rasional stunting dapat bekerja efektif, meskipun angka stunting masih terbilang cukup tinggi.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memasukkan lebih banyak variabel dan menguji model pada populasi yang lebih luas guna validasi dan implementasi yang lebih luas Stunting adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan kondisi pertumbuhan balita yang terganggu akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama, dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Stunting menyebabkan anak berperawakan pendek dan berisiko menimbulkan masalah pada perkembangan motorik dan mental. Di Kabupaten Cilacap, prevalensi stunting mencapai 32,1%, di atas angka nasional dan batas yang ditetapkan WHO. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pendekatan holistik, integratif, dan multisektor. Salah satu upaya yang dilakukan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-66213.webp" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-66213.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-66213.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-66213.webp 1x" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" alt="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-92183.webp" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-92183.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-92183.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-92183.webp 1x" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" alt="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp 1x" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" alt="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42549-hasil-model-regresi-integrasi" title="JURIS - Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis" target="_blank">Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis Rational Modelling to Support Stunting Diagnosis</a>: Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor genetik dan lingkungan spesifik yang berkontribusi terhadap stunting, serta menguji model pada populasi yang lebih luas untuk validasi. Integrasi model ini ke dalam sistem kesehatan nasional akan memperluas manfaatnya, dan pemantauan jangka panjang diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap penurunan prevalensi stunting. Pengembangan program pelatihan bagi tenaga kesehatan tentang penggunaan model ini, termasuk interpretasi hasil dan penerapan intervensi yang disarankan, juga penting. Terakhir, penelitian baru yang berfokus pada intervensi berdasarkan hasil model dapat membantu mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mengurangi risiko stunting, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan kesehatan anak dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan..
<br>Penelitian ini telah berhasil mengembangkan 'Pemodelan Rasional Untuk Mendukung Diagnosis Stunting' dan mengujicobakannya di daerah Kota Semarang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan rasional stunting dapat bekerja efektif, meskipun angka stunting masih terbilang cukup tinggi.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memasukkan lebih banyak variabel dan menguji model pada populasi yang lebih luas guna validasi dan implementasi yang lebih luas
<br>Stunting adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan kondisi pertumbuhan balita yang terganggu akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama, dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Stunting menyebabkan anak berperawakan pendek dan berisiko menimbulkan masalah pada perkembangan motorik dan mental. Di Kabupaten Cilacap, prevalensi stunting mencapai 32,1%, di atas angka nasional dan batas yang ditetapkan WHO. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pendekatan holistik, integratif, dan multisektor. Salah satu upaya yang dilakukan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp" type="image/webp" length="68482" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-66213.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-92183.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/e/hasil-model-regresi-integrasi-simulasi-pemodelan-r-thumb-b1b86.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-277-poltekkes-smg.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17952-moment.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bayang Bayang yang Memisah Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-42540-pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-politi</link>
	<guid isPermaLink="false">b62d05182a01262c15e9adf640f243e2</guid>
	<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 20:53:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ back matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ contacts us ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[back,contacts,front,matter,us]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali: Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu menelisik lebih jauh kondisi sosial-politik spesifik yang membuat strategi partai modular menjadi pilihan efektif, baik bagi partai dominan maupun partai yang lebih kecil. Apakah ada karakteristik demografi, budaya lokal yang kuat, atau struktur ekonomi daerah yang secara unik memengaruhi kecenderungan partai untuk mengandalkan figur personal ketimbang ideologi? Pertanyaan ini akan membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor pendorong modularisasi yang lebih luas.Kedua, sangat penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari model partai hibrida ini terhadap kualitas representasi dan akuntabilitas politik di tingkat lokal. Jika fungsi representasi semakin bergeser dari institusi partai ke individu kader atau "broker", bagaimana hal ini memengaruhi mekanisme pengawasan terhadap kebijakan publik, transparansi pengelolaan sumber daya, dan partisipasi warga di luar lingkaran patronase? Penelitian bisa mengeksplorasi apakah modularisasi ini berpotensi mengikis kapasitas partai dalam merumuskan dan mengimplementasikan agenda pembangunan yang koheren.Ketiga, sebuah studi mendalam dari perspektif pemilih akan sangat berharga. Bagaimana masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput, menafsirkan dan merespons fenomena perpindahan kader beserta basis dukungannya? Apakah mereka memandang tindakan ini sebagai pragmatisme politik yang wajar atau sebagai pengkhianatan terhadap prinsip? Memahami mengapa pemilih memilih untuk tetap loyal pada modul personal seorang kader meskipun afiliasi partainya berubah, atau sebaliknya, akan mengungkap logika "pasar politik" dari sisi permintaan secara lebih mendalam dan komprehensif.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan Bali mengalami proses modularisasi signifikan, ditandai oleh melemahnya kontrol ideologis dan meningkatnya ketergantungan pada kekuatan figur personal kader.Perpindahan tiga kader strategis (Putu Agus Suradnyana, I Nyoman Mulyadi, dan I Putu Alit Yandinata) menunjukkan mereka bertindak sebagai "aktor penghubung" yang mengelola "modul" dukungan massa personal, di mana loyalitas pemilih terikat pada hubungan pribadi, bukan institusi partai.Fenomena ini mengubah peran partai dari rumah ideologis menjadi kendaraan elektoral semata, yang memungkinkan kader berpindah dan membawa basis pemilihnya ketika insentif tidak selaras, memperkaya pemahaman tentang dinamika partai politik di tingkat lokal Artikel ini membahas tentang proses modularisasi PDI Perjuangan Bali dan dampaknya terhadap mobilitas kader menjelang Pilkada 2024. Modularisasi dipahami sebagai pergeseran fungsi partai dari rumah ideologi menjadi wadah pragmatis yang mengandalkan kekuatan personal kader untuk mempertahankan basis elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses modularisasi mempengaruhi berpindahnya kader PDI Perjuangan Bali ke partai lain serta bagaimana perpindahan tersebut mempengaruhi distribusi suara. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori modular parties dari Novaes (2015) dan kerangka logic of constituency representation dari Kitschelt (1988). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga kader yaitu: Putu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp 1x" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" alt="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-42540-pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-politi" title="JURIS - Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali" target="_blank">Bayang-Bayang yang Memisah: Fragmentasi Kader dan Kuasa Personal di PDI Perjuangan Bali</a>: Untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika politik kepartaian di Indonesia, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, selain menguji sejauh mana proses modularisasi partai ini juga terjadi di provinsi lain, riset selanjutnya perlu menelisik lebih jauh kondisi sosial-politik spesifik yang membuat strategi partai modular menjadi pilihan efektif, baik bagi partai dominan maupun partai yang lebih kecil. Apakah ada karakteristik demografi, budaya lokal yang kuat, atau struktur ekonomi daerah yang secara unik memengaruhi kecenderungan partai untuk mengandalkan figur personal ketimbang ideologi? Pertanyaan ini akan membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor pendorong modularisasi yang lebih luas.Kedua, sangat penting untuk mengkaji dampak jangka panjang dari model partai hibrida ini terhadap kualitas representasi dan akuntabilitas politik di tingkat lokal. Jika fungsi representasi semakin bergeser dari institusi partai ke individu kader atau "broker", bagaimana hal ini memengaruhi mekanisme pengawasan terhadap kebijakan publik, transparansi pengelolaan sumber daya, dan partisipasi warga di luar lingkaran patronase? Penelitian bisa mengeksplorasi apakah modularisasi ini berpotensi mengikis kapasitas partai dalam merumuskan dan mengimplementasikan agenda pembangunan yang koheren.Ketiga, sebuah studi mendalam dari perspektif pemilih akan sangat berharga. Bagaimana masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput, menafsirkan dan merespons fenomena perpindahan kader beserta basis dukungannya? Apakah mereka memandang tindakan ini sebagai pragmatisme politik yang wajar atau sebagai pengkhianatan terhadap prinsip? Memahami mengapa pemilih memilih untuk tetap loyal pada modul personal seorang kader meskipun afiliasi partainya berubah, atau sebaliknya, akan mengungkap logika "pasar politik" dari sisi permintaan secara lebih mendalam dan komprehensif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan Bali mengalami proses modularisasi signifikan, ditandai oleh melemahnya kontrol ideologis dan meningkatnya ketergantungan pada kekuatan figur personal kader.Perpindahan tiga kader strategis (Putu Agus Suradnyana, I Nyoman Mulyadi, dan I Putu Alit Yandinata) menunjukkan mereka bertindak sebagai "aktor penghubung" yang mengelola "modul" dukungan massa personal, di mana loyalitas pemilih terikat pada hubungan pribadi, bukan institusi partai.Fenomena ini mengubah peran partai dari rumah ideologis menjadi kendaraan elektoral semata, yang memungkinkan kader berpindah dan membawa basis pemilihnya ketika insentif tidak selaras, memperkaya pemahaman tentang dinamika partai politik di tingkat lokal
<br>Artikel ini membahas tentang proses modularisasi PDI Perjuangan Bali dan dampaknya terhadap mobilitas kader menjelang Pilkada 2024. Modularisasi dipahami sebagai pergeseran fungsi partai dari rumah ideologi menjadi wadah pragmatis yang mengandalkan kekuatan personal kader untuk mempertahankan basis elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses modularisasi mempengaruhi berpindahnya kader PDI Perjuangan Bali ke partai lain serta bagaimana perpindahan tersebut mempengaruhi distribusi suara. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori modular parties dari Novaes (2015) dan kerangka logic of constituency representation dari Kitschelt (1988). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga kader yaitu: Putu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" type="image/webp" length="220082" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-56981.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-8df17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/pdi-perjuangan-dinamika-politik-sumber-daya-sosial-thumb-0ba74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-482-ub.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17948-jurnal-transformative-ilmu-pemerintahan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Wed, 29 Apr 2026 00:35:18 +0700. 24 items. Served in: 5.927 seconds [rss] -->
