<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 11:28:09 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 11:28:09 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-04T11:28:09+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Psychological Landscape of Children With Cleft Palate A Comprehensive Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Psychological Landscape of Children With Cleft Palate A Comprehensive Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Psychological Landscape of Children With Cleft Palate A Comprehensive Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33489-bibir-sumbing-langit-distres-psikol</link>
	<guid isPermaLink="false">794ffe9e3169d3c12b86b7774cae168c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:53:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian yang mengevaluasi efektivitas jangka panjang program dukungan psikologis berbasis sekolah bagi anak dengan sumbing, khususnya dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial sejak dini. Kedua, penting untuk mengkaji ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review: Pertama, perlu penelitian yang mengevaluasi efektivitas jangka panjang program dukungan psikologis berbasis sekolah bagi anak dengan sumbing, khususnya dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial sejak dini. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana kepuasan terhadap penampilan dan kesehatan mental berkembang seiring waktu pada remaja dengan tipe sumbing berbeda, terutama yang memiliki komorbiditas seperti sleep apnea, untuk merancang pendekatan perawatan yang lebih personal. Ketiga, diperlukan studi tentang efektivitas intervensi keluarga yang melibatkan konseling komunikasi terbuka dan edukasi psikososial guna memperkuat peran keluarga sebagai faktor protektif, terutama selama masa transisi dari anak ke dewasa. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini yang menekankan pentingnya pendekatan holistik, sekaligus menjawab kebutuhan akan strategi berkelanjutan yang menyesuaikan dengan tahap perkembangan, tipe sumbing, dan dinamika keluarga. Dengan fokus pada aspek jangka panjang, personalisasi perawatan, dan keterlibatan keluarga, intervensi dapat menjadi lebih efektif dan relevan bagi kehidupan pasien. Temuan dari studi semacam ini juga dapat membantu sistem kesehatan dalam menyusun kebijakan perawatan menyeluruh yang tidak hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan mental sepanjang hayat. Penelitian lanjutan yang terintegrasi antara aspek medis, psikologis, dan sosial akan sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal bagi individu dengan CL/P.. Dampak psikologis sumbing langit-langit meluas jauh melampaui manifestasi fisiknya, memengaruhi secara signifikan kesejahteraan emosional, fungsi sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan.Dengan memahami tantangan multifaset ini, tenaga kesehatan dapat menerapkan intervensi terarah untuk mendukung anak dan remaja dengan CL/P sepanjang perjalanan perkembangannya.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang strategi intervensi dan mengidentifikasi pendekatan baru dalam meningkatkan kesehatan mental serta kesejahteraan pada populasi ini Bibir sumbing dan/atau langit-langit sumbing (CL/P) merupakan kelainan kongenital kraniofasial yang umum dengan dampak psikososial yang signifikan. Tinjauan ini menyintesis penelitian terbaru tentang lanskap psikologis anak-anak dan remaja dengan CL/P, dengan penekanan pada dampaknya terhadap kesejahteraan emosional, fungsi sosial, dan kualitas hidup. Distres psikologis, termasuk kecemasan dan rendahnya harga diri, umum ditemukan pada individu dengan CL/P, yang sering berlanjut hingga dewasa dan memengaruhi berbagai aspek kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan adanya resiliensi atau kurangnya pelaporan kesulitan psikologis, sementara penelitian lain menyoroti tantangan yang berkelanjutan dalam kepuasan terhadap penampilan dan kesejahteraan emosional. Faktor-faktor seperti dukungan keluarga dan kepuasan terhadap penampilan memainkan peran penting dalam penyesuaian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp 1x" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" alt="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3dfd.webp" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3dfd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3dfd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3dfd.webp 1x" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" alt="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3666.webp" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3666.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3666.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3666.webp 1x" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" alt="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33489-bibir-sumbing-langit-distres-psikol" title="JURIS - Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review" target="_blank">Psychological Landscape of Children With Cleft Palate: A Comprehensive Review</a>: Pertama, perlu penelitian yang mengevaluasi efektivitas jangka panjang program dukungan psikologis berbasis sekolah bagi anak dengan sumbing, khususnya dalam membangun kepercayaan diri dan keterampilan sosial sejak dini. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana kepuasan terhadap penampilan dan kesehatan mental berkembang seiring waktu pada remaja dengan tipe sumbing berbeda, terutama yang memiliki komorbiditas seperti sleep apnea, untuk merancang pendekatan perawatan yang lebih personal. Ketiga, diperlukan studi tentang efektivitas intervensi keluarga yang melibatkan konseling komunikasi terbuka dan edukasi psikososial guna memperkuat peran keluarga sebagai faktor protektif, terutama selama masa transisi dari anak ke dewasa. Penelitian-penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini yang menekankan pentingnya pendekatan holistik, sekaligus menjawab kebutuhan akan strategi berkelanjutan yang menyesuaikan dengan tahap perkembangan, tipe sumbing, dan dinamika keluarga. Dengan fokus pada aspek jangka panjang, personalisasi perawatan, dan keterlibatan keluarga, intervensi dapat menjadi lebih efektif dan relevan bagi kehidupan pasien. Temuan dari studi semacam ini juga dapat membantu sistem kesehatan dalam menyusun kebijakan perawatan menyeluruh yang tidak hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan mental sepanjang hayat. Penelitian lanjutan yang terintegrasi antara aspek medis, psikologis, dan sosial akan sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal bagi individu dengan CL/P..
<br>Dampak psikologis sumbing langit-langit meluas jauh melampaui manifestasi fisiknya, memengaruhi secara signifikan kesejahteraan emosional, fungsi sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan.Dengan memahami tantangan multifaset ini, tenaga kesehatan dapat menerapkan intervensi terarah untuk mendukung anak dan remaja dengan CL/P sepanjang perjalanan perkembangannya.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang strategi intervensi dan mengidentifikasi pendekatan baru dalam meningkatkan kesehatan mental serta kesejahteraan pada populasi ini
<br>Bibir sumbing dan/atau langit-langit sumbing (CL/P) merupakan kelainan kongenital kraniofasial yang umum dengan dampak psikososial yang signifikan. Tinjauan ini menyintesis penelitian terbaru tentang lanskap psikologis anak-anak dan remaja dengan CL/P, dengan penekanan pada dampaknya terhadap kesejahteraan emosional, fungsi sosial, dan kualitas hidup. Distres psikologis, termasuk kecemasan dan rendahnya harga diri, umum ditemukan pada individu dengan CL/P, yang sering berlanjut hingga dewasa dan memengaruhi berbagai aspek kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan adanya resiliensi atau kurangnya pelaporan kesulitan psikologis, sementara penelitian lain menyoroti tantangan yang berkelanjutan dalam kepuasan terhadap penampilan dan kesejahteraan emosional. Faktor-faktor seperti dukungan keluarga dan kepuasan terhadap penampilan memainkan peran penting dalam penyesuaian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp" type="image/webp" length="122960" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-1d433.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3dfd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/bibir-sumbing-langit-langit-distres-psikologis-lan-thumb-b3666.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Five Year Single Surgeon Experience Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Five Year Single Surgeon Experience Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Five Year Single Surgeon Experience Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33482-flap-jaringan-bebas-bedah-plastik</link>
	<guid isPermaLink="false">128ab75cd4e072970ff0fc11b5691a64</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:28:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti status nutrisi pasien dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti status nutrisi pasien dan teknik anastomosis vaskular, terhadap keberhasilan flap bebas. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengidentifikasi prediktor kegagalan flap yang lebih akurat. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan protokol standar untuk perawatan pasca operasi dan pemantauan flap dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup flap. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien yang menjalani rekonstruksi dengan flap bebas mikrovaskular dan memperluas pengetahuan di bidang bedah rekonstruksi.. Transfer jaringan bebas mikrovaskular merupakan pilihan rekonstruktif yang sangat baik untuk mengatasi defek besar yang memerlukan flap yang luas atau komposit.Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap bebas, kita dapat mengoptimalkan hasil dan memberikan hasil terbaik yang mungkin untuk pasien kita.Studi ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan jenis flap dan faktor-faktor terkait lainnya untuk meningkatkan keberhasilan prosedur.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam meminimalkan risiko kegagalan flap Latar belakang: Selama beberapa tahun terakhir, transfer jaringan bebas mikrovaskular telah menjadi semakin populer dalam bidang bedah plastik. Pusat kami juga telah aktif melakukan operasi kompleks ini untuk penutupan defek yang luas. Dalam studi ini yang berlangsung selama lima tahun, tujuan kami adalah untuk mengkaji tantangan yang umum dihadapi dalam rekonstruksi flap bebas dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan kurva pembelajaran kami.Metode: Artikel ini menyajikan analisis retrospektif terhadap semua pasien yang menjalani prosedur transfer jaringan bebas mikrovaskular yang dilakukan oleh seorang operator bedah tunggal (PA) dan tim dari Residen Bedah Rekonstruktif dan Estetik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" alt="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-db81f.webp" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-db81f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-db81f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-db81f.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" alt="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-9e249.webp" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-9e249.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-9e249.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-9e249.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" alt="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33482-flap-jaringan-bebas-bedah-plastik" title="JURIS - A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability" target="_blank">A Five-Year Single-Surgeon Experience: Continuous Series of Microvascular Free Flap and Factors Influencing Its Viability</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini, seperti status nutrisi pasien dan teknik anastomosis vaskular, terhadap keberhasilan flap bebas. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengidentifikasi prediktor kegagalan flap yang lebih akurat. Ketiga, penelitian yang berfokus pada pengembangan protokol standar untuk perawatan pasca operasi dan pemantauan flap dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup flap. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien yang menjalani rekonstruksi dengan flap bebas mikrovaskular dan memperluas pengetahuan di bidang bedah rekonstruksi..
<br>Transfer jaringan bebas mikrovaskular merupakan pilihan rekonstruktif yang sangat baik untuk mengatasi defek besar yang memerlukan flap yang luas atau komposit.Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap bebas, kita dapat mengoptimalkan hasil dan memberikan hasil terbaik yang mungkin untuk pasien kita.Studi ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan jenis flap dan faktor-faktor terkait lainnya untuk meningkatkan keberhasilan prosedur.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam meminimalkan risiko kegagalan flap
<br>Latar belakang: Selama beberapa tahun terakhir, transfer jaringan bebas mikrovaskular telah menjadi semakin populer dalam bidang bedah plastik. Pusat kami juga telah aktif melakukan operasi kompleks ini untuk penutupan defek yang luas. Dalam studi ini yang berlangsung selama lima tahun, tujuan kami adalah untuk mengkaji tantangan yang umum dihadapi dalam rekonstruksi flap bebas dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kegagalan flap tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan kurva pembelajaran kami.Metode: Artikel ini menyajikan analisis retrospektif terhadap semua pasien yang menjalani prosedur transfer jaringan bebas mikrovaskular yang dilakukan oleh seorang operator bedah tunggal (PA) dan tim dari Residen Bedah Rekonstruktif dan Estetik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp" type="image/webp" length="97010" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-cdc5c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-db81f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/flap-jaringan-bebas-bedah-plastik-mikro-kelangsung-thumb-9e249.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33491-data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty</link>
	<guid isPermaLink="false">631eadd0e7c729b0119633bb947451e9</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:21:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif antara data dari Yayasan CLP Center Surabaya dengan data dari institusi lain di Surabaya, agar dapat menarik kesimpulan yang lebih menyeluruh tentang penanganan CLP di Surabaya. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif antara data dari Yayasan CLP Center Surabaya dengan data dari institusi lain di Surabaya, agar dapat menarik kesimpulan yang lebih menyeluruh tentang penanganan CLP di Surabaya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial dan budaya yang mungkin mempengaruhi kesadaran dan akses terhadap perawatan medis bagi pasien CLP di Surabaya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dan sosial yang dilakukan oleh Yayasan CLP Center Surabaya dalam meningkatkan kesadaran dan akses terhadap perawatan medis bagi pasien CLP.. Data menunjukkan bahwa sebagian besar pasien cenderung mencari perawatan medis pada waktu yang tepat, mengindikasikan kesadaran yang tinggi terhadap CLP sebagai hasil dari edukasi proaktif dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh Yayasan CLP Center Surabaya.Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data dari institusi lain disarankan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang penanganan CLP di Surabaya Celah bibir dan celah langit-langit adalah cacat lahir yang paling umum terjadi pada bayi baru lahir, tetapi variasi kejadiannya berdasarkan asal geografis belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki prevalensi, profil, dan waktu pelaksanaan operasi koreksi CL/P di Surabaya, Indonesia. Penelitian retrospektif ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data rekam medis dari Yayasan CLP Center Surabaya selama periode Januari 2021 hingga Desember 2023. Data yang berkaitan dengan masalah sosiodemografis, karakteristik klinis, dan waktu pelaksanaan penanganan dianalisis secara statistik. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-8484c.webp" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-8484c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-8484c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-8484c.webp 1x" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" alt="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp 1x" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" alt="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-cc990.webp" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-cc990.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-cc990.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-cc990.webp 1x" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" alt="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33491-data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty" title="JURIS - PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation" target="_blank">PatientsAo Profile of Cleft Lip and Palate : 3 Years Evaluation at Surabaya CLP Center Foundation</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif antara data dari Yayasan CLP Center Surabaya dengan data dari institusi lain di Surabaya, agar dapat menarik kesimpulan yang lebih menyeluruh tentang penanganan CLP di Surabaya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial dan budaya yang mungkin mempengaruhi kesadaran dan akses terhadap perawatan medis bagi pasien CLP di Surabaya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dan sosial yang dilakukan oleh Yayasan CLP Center Surabaya dalam meningkatkan kesadaran dan akses terhadap perawatan medis bagi pasien CLP..
<br>Data menunjukkan bahwa sebagian besar pasien cenderung mencari perawatan medis pada waktu yang tepat, mengindikasikan kesadaran yang tinggi terhadap CLP sebagai hasil dari edukasi proaktif dan kegiatan sosial yang dilakukan oleh Yayasan CLP Center Surabaya.Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data dari institusi lain disarankan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang penanganan CLP di Surabaya
<br>Celah bibir dan celah langit-langit adalah cacat lahir yang paling umum terjadi pada bayi baru lahir, tetapi variasi kejadiannya berdasarkan asal geografis belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki prevalensi, profil, dan waktu pelaksanaan operasi koreksi CL/P di Surabaya, Indonesia. Penelitian retrospektif ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data rekam medis dari Yayasan CLP Center Surabaya selama periode Januari 2021 hingga Desember 2023. Data yang berkaitan dengan masalah sosiodemografis, karakteristik klinis, dan waktu pelaksanaan penanganan dianalisis secara statistik.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp" type="image/webp" length="220768" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-8484c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-a3d99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/a/data-rekam-celah-orofasial-kongenital-cheiloplasty-thumb-cc990.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty A Systematic Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty A Systematic Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty A Systematic Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33490-pemberian-makan-palsu-cleft-palate</link>
	<guid isPermaLink="false">a019dd8cff87b106274ccabe2b3cfb1f</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:06:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor budaya dan kebiasaan terhadap hasil pemberian makan pasca palatoplasti. Studi prospektif yang lebih besar dengan desain penelitian yang terkontrol dengan baik dapat membantu mengklarifikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor budaya dan kebiasaan terhadap hasil pemberian makan pasca palatoplasti. Studi prospektif yang lebih besar dengan desain penelitian yang terkontrol dengan baik dapat membantu mengklarifikasi perbedaan potensial dalam pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang antara bayi yang diberi makan dengan botol dan syringe. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan protokol pemberian makan yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik individu bayi, seperti usia gestasi, berat lahir, dan tingkat keparahan celah langit-langit, untuk mengoptimalkan asupan nutrisi dan meminimalkan risiko komplikasi pasca operasi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas berbagai metode pemberian makan, termasuk botol, syringe, dan metode alternatif seperti pemberian makan dengan sendok atau cup, dalam mencapai target pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada bayi pasca palatoplasti.. Pemberian makan menggunakan botol tidak secara signifikan lebih rendah dibandingkan penggunaan syringe dalam hal komplikasi pasca operasi jangka pendek, dan dapat digunakan sebagai metode alternatif pemberian makan bagi pasien pasca palatoplasti.Studi ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam kejadian dehiscence luka pasca operasi dan peningkatan berat badan antara kelompok botol dan syringe.Meskipun demikian, peningkatan berat badan yang lebih cepat diamati pada kelompok botol, menunjukkan potensi keuntungan dalam efisiensi pemberian nutrisi Pendahuluan: Pemberian makan pasca operasi palatoplasti harus dimulai segera untuk mempertahankan asupan nutrisi sekaligus menjaga jahitan palatal agar terhindar dari trauma atau tegangan yang dapat menyebabkan ruptur luka. Saat ini, belum ada konsensus mengenai metode pemberian makan yang disarankan setelah palatoplasti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian makan menggunakan botol dengan pemberian makan menggunakan syringe pada pasien pasca palatoplasti. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada lima basis data, yaitu PubMed, Embase, Scopus, ProQuest, dan CINAHL, dengan kata kunci berikut: palatoplasty, cleft palate repair, bottle feeding, syringe feeding, outcome, complication, growth, dan nutrition. Studi yang terpilih dinilai secara kritis menggunakan alat penilaian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp" title="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp 1x" title="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" alt="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-3a6d6.webp" title="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-3a6d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-3a6d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-3a6d6.webp 1x" title="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" alt="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33490-pemberian-makan-palsu-cleft-palate" title="JURIS - Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review" target="_blank">Bottle Versus Syringe Feeding After Palatoplasty: A Systematic Review</a>: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor budaya dan kebiasaan terhadap hasil pemberian makan pasca palatoplasti. Studi prospektif yang lebih besar dengan desain penelitian yang terkontrol dengan baik dapat membantu mengklarifikasi perbedaan potensial dalam pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang antara bayi yang diberi makan dengan botol dan syringe. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan protokol pemberian makan yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik individu bayi, seperti usia gestasi, berat lahir, dan tingkat keparahan celah langit-langit, untuk mengoptimalkan asupan nutrisi dan meminimalkan risiko komplikasi pasca operasi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas berbagai metode pemberian makan, termasuk botol, syringe, dan metode alternatif seperti pemberian makan dengan sendok atau cup, dalam mencapai target pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada bayi pasca palatoplasti..
<br>Pemberian makan menggunakan botol tidak secara signifikan lebih rendah dibandingkan penggunaan syringe dalam hal komplikasi pasca operasi jangka pendek, dan dapat digunakan sebagai metode alternatif pemberian makan bagi pasien pasca palatoplasti.Studi ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam kejadian dehiscence luka pasca operasi dan peningkatan berat badan antara kelompok botol dan syringe.Meskipun demikian, peningkatan berat badan yang lebih cepat diamati pada kelompok botol, menunjukkan potensi keuntungan dalam efisiensi pemberian nutrisi
<br>Pendahuluan: Pemberian makan pasca operasi palatoplasti harus dimulai segera untuk mempertahankan asupan nutrisi sekaligus menjaga jahitan palatal agar terhindar dari trauma atau tegangan yang dapat menyebabkan ruptur luka. Saat ini, belum ada konsensus mengenai metode pemberian makan yang disarankan setelah palatoplasti. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian makan menggunakan botol dengan pemberian makan menggunakan syringe pada pasien pasca palatoplasti. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada lima basis data, yaitu PubMed, Embase, Scopus, ProQuest, dan CINAHL, dengan kata kunci berikut: palatoplasty, cleft palate repair, bottle feeding, syringe feeding, outcome, complication, growth, dan nutrition. Studi yang terpilih dinilai secara kritis menggunakan alat penilaian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp" type="image/webp" length="190534" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-7ec02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/6/pemberian-makan-palsu-cleft-palate-palatoplasty-fe-thumb-3a6d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation A Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation A Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation A Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33487-kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-le</link>
	<guid isPermaLink="false">2caa6c48c4153b3b4600d990c2080ef3</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 09:02:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi pengaruh teknik ekspansi jaringan eksternal (seperti sistem Brava) terhadap kelangsungan hidup lemak dalam prosedur AFG volume besar, khususnya pada pasien dengan volume payudara awal yang kecil. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi pengaruh teknik ekspansi jaringan eksternal (seperti sistem Brava) terhadap kelangsungan hidup lemak dalam prosedur AFG volume besar, khususnya pada pasien dengan volume payudara awal yang kecil. Kedua, diperlukan studi yang mengkaji faktor-faktor fisiologis pasien seperti indeks massa tubuh (IMT), usia, dan fase siklus menstruasi terhadap variasi tingkat retensi lemak, guna membantu seleksi pasien yang lebih akurat dan personalisasi prosedur. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi kombinasi AFG dengan modifikasi teknik injeksi bertahap dan pemrosesan lemak terstandar dalam studi jangka panjang yang menilai keamanan, stabilitas hasil estetik, serta kemungkinan komplikasi radiologis dalam skema tindak lanjut pasca-operasi, sehingga dapat dirumuskan protokol optimal yang dapat diterapkan secara luas di berbagai fasilitas kesehatan.. Cangkok lemak autologus (AFG) berpotensi menggantikan kebutuhan akan implan dalam augmentasi payudara karena memberikan hasil yang alami, biokompatibel, efektif secara biaya, dan dapat diperoleh dari berbagai lokasi donor pada tubuh.Namun, AFG menghadapi tantangan terkait keterbatasan volume dan variasi tingkat retensi lemak, serta risiko komplikasi seperti infeksi dan pembentukan kista.Keberhasilan dan keamanan prosedur ini sangat bergantung pada keterampilan ahli bedah, evaluasi pasien yang menyeluruh, serta kepatuhan terhadap pedoman yang direkomendasikan, termasuk pengembangan standar internasional untuk validasi lebih lanjut Augmentasi payudara merupakan prosedur bedah kosmetik yang banyak diminati, dengan tren yang beralih ke cangkok lemak autologus (autologous fat grafting/AFG) sebagai alternatif implan akibat komplikasi jangka panjang yang terkait dengan penggunaan implan. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan ringkasan komprehensif mengenai aplikasi AFG dalam augmentasi payudara. Strategi pencarian sistematis dikembangkan untuk basis data MEDLINE, serta artikel tambahan diidentifikasi melalui penelusuran referensi. AFG melibatkan tahapan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-b0397.webp" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-b0397.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-b0397.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-b0397.webp 1x" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" alt="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp 1x" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" alt="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-0280f.webp" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-0280f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-0280f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-0280f.webp 1x" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" alt="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33487-kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-le" title="JURIS - Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review" target="_blank">Exploring The Role and Safety of Autologous Fat Grafting for Breast Augmentation: A Literature Review</a>: Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi pengaruh teknik ekspansi jaringan eksternal (seperti sistem Brava) terhadap kelangsungan hidup lemak dalam prosedur AFG volume besar, khususnya pada pasien dengan volume payudara awal yang kecil. Kedua, diperlukan studi yang mengkaji faktor-faktor fisiologis pasien seperti indeks massa tubuh (IMT), usia, dan fase siklus menstruasi terhadap variasi tingkat retensi lemak, guna membantu seleksi pasien yang lebih akurat dan personalisasi prosedur. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi kombinasi AFG dengan modifikasi teknik injeksi bertahap dan pemrosesan lemak terstandar dalam studi jangka panjang yang menilai keamanan, stabilitas hasil estetik, serta kemungkinan komplikasi radiologis dalam skema tindak lanjut pasca-operasi, sehingga dapat dirumuskan protokol optimal yang dapat diterapkan secara luas di berbagai fasilitas kesehatan..
<br>Cangkok lemak autologus (AFG) berpotensi menggantikan kebutuhan akan implan dalam augmentasi payudara karena memberikan hasil yang alami, biokompatibel, efektif secara biaya, dan dapat diperoleh dari berbagai lokasi donor pada tubuh.Namun, AFG menghadapi tantangan terkait keterbatasan volume dan variasi tingkat retensi lemak, serta risiko komplikasi seperti infeksi dan pembentukan kista.Keberhasilan dan keamanan prosedur ini sangat bergantung pada keterampilan ahli bedah, evaluasi pasien yang menyeluruh, serta kepatuhan terhadap pedoman yang direkomendasikan, termasuk pengembangan standar internasional untuk validasi lebih lanjut
<br>Augmentasi payudara merupakan prosedur bedah kosmetik yang banyak diminati, dengan tren yang beralih ke cangkok lemak autologus (autologous fat grafting/AFG) sebagai alternatif implan akibat komplikasi jangka panjang yang terkait dengan penggunaan implan. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan ringkasan komprehensif mengenai aplikasi AFG dalam augmentasi payudara. Strategi pencarian sistematis dikembangkan untuk basis data MEDLINE, serta artikel tambahan diidentifikasi melalui penelusuran referensi. AFG melibatkan tahapan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp" type="image/webp" length="119714" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-b0397.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-fd989.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kriteria-seleksi-pasien-evaluasi-cangkok-lemak-aut-thumb-0280f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33480-mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k</link>
	<guid isPermaLink="false">42144d8a9e4f8664cac88980fd78615e</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 08:26:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut terkait peningkatan kualitas komunikasi petugas pendaftaran. Pertama, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan modul pelatihan komunikasi yang komprehensif, khususnya ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi: Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut terkait peningkatan kualitas komunikasi petugas pendaftaran. Pertama, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan modul pelatihan komunikasi yang komprehensif, khususnya menekankan pada prinsip respect dan cara penerapannya dalam situasi pelayanan yang beragam. Kedua, studi lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip komunikasi efektif, seperti beban kerja, tingkat stres, dan karakteristik individu petugas, sehingga intervensi yang tepat dapat dirancang. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam persepsi pasien terhadap komunikasi petugas pendaftaran, termasuk harapan dan kebutuhan mereka, sehingga dapat memberikan masukan yang berharga bagi peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas komunikasi di RSU Madina Bukittinggi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kepuasan pasien dan citra rumah sakit.. Penerapan prinsip komunikasi efektif oleh petugas pendaftaran di RSU Madina Bukittinggi belum berjalan secara optimal, meskipun prinsip-prinsip seperti empati, kemampuan mendengar, kejelasan, dan kerendahan hati dinilai cukup baik oleh sebagian besar responden.Prinsip respect menjadi aspek yang perlu diperhatikan lebih lanjut karena belum diterapkan secara optimal.Dengan peningkatan pada seluruh prinsip komunikasi, terutama respect, diharapkan pelayanan pendaftaran dapat lebih efektif dan menciptakan kepuasan serta kenyamanan bagi pasien Pendahuluan: Komunikasi efektif merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di bagian pendaftaran rumah sakit sebagai titik awal interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan. Jika komunikasi berjalan efektif, pasien akan merasa nyaman dan hubungan kerja sama dapat terjalin dengan baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip komunikasi efektif yaitu respect, empathy, audible, clarity, dan humble oleh petugas pendaftaran dalam pelaksanaan pelayanan di RSU Madina Bukittinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-59045.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-59045.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-59045.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-59045.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-78fe0.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-78fe0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-78fe0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-78fe0.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33480-mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k" title="JURIS - Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi" target="_blank">Penerapan Prinsip Komunikasi Efektif Petugas Pendaftaran dalam Pelaksanaan Pelayanan Di RSU Madina Bukittinggi</a>: Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut terkait peningkatan kualitas komunikasi petugas pendaftaran. Pertama, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan modul pelatihan komunikasi yang komprehensif, khususnya menekankan pada prinsip respect dan cara penerapannya dalam situasi pelayanan yang beragam. Kedua, studi lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan prinsip komunikasi efektif, seperti beban kerja, tingkat stres, dan karakteristik individu petugas, sehingga intervensi yang tepat dapat dirancang. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam persepsi pasien terhadap komunikasi petugas pendaftaran, termasuk harapan dan kebutuhan mereka, sehingga dapat memberikan masukan yang berharga bagi peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas komunikasi di RSU Madina Bukittinggi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kepuasan pasien dan citra rumah sakit..
<br>Penerapan prinsip komunikasi efektif oleh petugas pendaftaran di RSU Madina Bukittinggi belum berjalan secara optimal, meskipun prinsip-prinsip seperti empati, kemampuan mendengar, kejelasan, dan kerendahan hati dinilai cukup baik oleh sebagian besar responden.Prinsip respect menjadi aspek yang perlu diperhatikan lebih lanjut karena belum diterapkan secara optimal.Dengan peningkatan pada seluruh prinsip komunikasi, terutama respect, diharapkan pelayanan pendaftaran dapat lebih efektif dan menciptakan kepuasan serta kenyamanan bagi pasien
<br>Pendahuluan: Komunikasi efektif merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di bagian pendaftaran rumah sakit sebagai titik awal interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan. Jika komunikasi berjalan efektif, pasien akan merasa nyaman dan hubungan kerja sama dapat terjalin dengan baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip komunikasi efektif yaitu respect, empathy, audible, clarity, dan humble oleh petugas pendaftaran dalam pelaksanaan pelayanan di RSU Madina Bukittinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp" type="image/webp" length="109552" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-c94b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-59045.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/f/mayoritas-responden-generasi-kualitas-komunikasi-k-thumb-78fe0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Successful Limb Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Successful Limb Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Successful Limb Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33479-sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost</link>
	<guid isPermaLink="false">db7790518732c13a938820cea51fb610</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 08:07:15 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas modifikasi bentuk fibula dalam rekonstruksi fungsi lengkung kaki, terutama dalam menjaga stabilitas biomekanik jangka panjang pasca reseksi tumor besar. Kedua, penting untuk mengevaluasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas modifikasi bentuk fibula dalam rekonstruksi fungsi lengkung kaki, terutama dalam menjaga stabilitas biomekanik jangka panjang pasca reseksi tumor besar. Kedua, penting untuk mengevaluasi manfaat rehabilitasi berbasis beban bertahap yang dipantau secara radiologis terhadap pencegahan fraktur stres dan hipertrofi fibula yang optimal. Ketiga, diperlukan studi prospektif tentang kombinasi terapi radiasi dengan rekonstruksi mikrobedah sejak dini, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penyembuhan jaringan, risiko nekrosis, dan hasil fungsional jangka panjang pada pasien muda dengan sarkoma sinovial kaki, sehingga dapat dibentuk protokol terapi terpadu yang lebih holistik.. Rekonstruksi defek kompleks mid-to-forefoot dengan flap osteokutan fibula bebas terbukti efektif dengan hasil fusio dini dari osteotomi fibula dan tulang lainnya.Meskipun terjadi kehilangan tulang metatarsal dan tarsal, osteotomi fibula mampu menahan beban sehingga pasien dapat berjalan.Tidak ditemukan rekurensi selama dua tahun tindak lanjut, menunjukkan bahwa kombinasi reseksi dengan margin aman dan terapi radiasi dapat mencegah rekurensi sarkoma sinovial pada kaki Sarkoma sinovial, meskipun jarang, umumnya didiagnosis pada pasien di bawah usia 20 tahun. Kasus ini melaporkan seorang wanita berusia 21 tahun dengan sarkoma sinovial yang mempengaruhi tulang metatarsal ke-1 hingga ke-3 serta tulang tarsal. Pasien menjalani reseksi tumor ekstensif yang diikuti dengan rekonstruksi menggunakan flap fibula bebas. Fibula direkonstruksi menjadi bentuk L untuk memberikan dukungan struktural. Prosedur bypass dilakukan karena aliran darah ke jari kaki pertama terganggu, tetapi jari tersebut tidak dapat diselamatkan. Nekrosis kulit terjadi setelah diseksi tumor, sehingga diperlukan rekonstruksi kedua dengan flap paha anterolateral... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp" title="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp 1x" title="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" alt="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-7a5d6.webp" title="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-7a5d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-7a5d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-7a5d6.webp 1x" title="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" alt="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33479-sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost" title="JURIS - A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report" target="_blank">A Successful Limb-Sparing Approach In Synovial Sarcoma Of The Foot: A Case Report</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas modifikasi bentuk fibula dalam rekonstruksi fungsi lengkung kaki, terutama dalam menjaga stabilitas biomekanik jangka panjang pasca reseksi tumor besar. Kedua, penting untuk mengevaluasi manfaat rehabilitasi berbasis beban bertahap yang dipantau secara radiologis terhadap pencegahan fraktur stres dan hipertrofi fibula yang optimal. Ketiga, diperlukan studi prospektif tentang kombinasi terapi radiasi dengan rekonstruksi mikrobedah sejak dini, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penyembuhan jaringan, risiko nekrosis, dan hasil fungsional jangka panjang pada pasien muda dengan sarkoma sinovial kaki, sehingga dapat dibentuk protokol terapi terpadu yang lebih holistik..
<br>Rekonstruksi defek kompleks mid-to-forefoot dengan flap osteokutan fibula bebas terbukti efektif dengan hasil fusio dini dari osteotomi fibula dan tulang lainnya.Meskipun terjadi kehilangan tulang metatarsal dan tarsal, osteotomi fibula mampu menahan beban sehingga pasien dapat berjalan.Tidak ditemukan rekurensi selama dua tahun tindak lanjut, menunjukkan bahwa kombinasi reseksi dengan margin aman dan terapi radiasi dapat mencegah rekurensi sarkoma sinovial pada kaki
<br>Sarkoma sinovial, meskipun jarang, umumnya didiagnosis pada pasien di bawah usia 20 tahun. Kasus ini melaporkan seorang wanita berusia 21 tahun dengan sarkoma sinovial yang mempengaruhi tulang metatarsal ke-1 hingga ke-3 serta tulang tarsal. Pasien menjalani reseksi tumor ekstensif yang diikuti dengan rekonstruksi menggunakan flap fibula bebas. Fibula direkonstruksi menjadi bentuk L untuk memberikan dukungan struktural. Prosedur bypass dilakukan karena aliran darah ke jari kaki pertama terganggu, tetapi jari tersebut tidak dapat diselamatkan. Nekrosis kulit terjadi setelah diseksi tumor, sehingga diperlukan rekonstruksi kedua dengan flap paha anterolateral...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp" type="image/webp" length="166544" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-97912.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/sarkoma-sinovial-flap-bebas-bedah-mikro-tarsal-ost-thumb-7a5d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects A Systematic Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects A Systematic Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects A Systematic Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33483-keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv</link>
	<guid isPermaLink="false">f51ca80889ff28286dc2d1b87bbaa273</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:52:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan keefektifan keystone flap dengan teknik rekonstruksi lainnya dalam mengatasi defek ekstremitas bawah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran defek, lokasi anatomi, dan kondisi pasien. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan keefektifan keystone flap dengan teknik rekonstruksi lainnya dalam mengatasi defek ekstremitas bawah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran defek, lokasi anatomi, dan kondisi pasien. Studi prospektif terkontrol secara acak dengan ukuran sampel yang lebih besar sangat penting untuk mengevaluasi secara komprehensif hasil jangka panjang dan kualitas hidup pasien yang menjalani rekonstruksi dengan keystone flap. Selain itu, penelitian yang berfokus pada identifikasi dan optimasi perfurator yang ideal melalui teknik pencitraan pra-operasi, seperti angiografi CT atau MRI, dapat meningkatkan keberhasilan dan mengurangi risiko komplikasi pada prosedur keystone flap, terutama pada pasien dengan vaskularisasi yang kurang optimal.. The keystone flap is a viable alternative for reconstructing lower extremity defects, demonstrating a relatively low complication rate.The majority of complications observed were minor and manageable.These findings support the use of the keystone flap as an effective reconstructive technique for these types of defects Introduction: Lower extremity defect poses a significant challenge in reconstructive surgery due to the limited usability of soft tissue. The keystone flap which utilizes fasciocutaneous perforators, has emerged to be a potential technique in fixing soft tissue defects. However, scientific evidence, specifically on its effectivity and complication rate in lower extremity defect is lacking. Therefore, this systematic review aims to assess the outcome and potential complications correlated to the use of Keystone Flap in repairing lower extremity defect. Method: This systematic review was done in accordance to the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Literature searching was conducted using... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp 1x" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" alt="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-1c377.webp" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-1c377.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-1c377.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-1c377.webp 1x" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" alt="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-cf97e.webp" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-cf97e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-cf97e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-cf97e.webp 1x" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" alt="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33483-keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv" title="JURIS - The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review" target="_blank">The Outcome of Keystone Flap for Lower Extremity Defects: A Systematic Review</a>: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan keefektifan keystone flap dengan teknik rekonstruksi lainnya dalam mengatasi defek ekstremitas bawah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran defek, lokasi anatomi, dan kondisi pasien. Studi prospektif terkontrol secara acak dengan ukuran sampel yang lebih besar sangat penting untuk mengevaluasi secara komprehensif hasil jangka panjang dan kualitas hidup pasien yang menjalani rekonstruksi dengan keystone flap. Selain itu, penelitian yang berfokus pada identifikasi dan optimasi perfurator yang ideal melalui teknik pencitraan pra-operasi, seperti angiografi CT atau MRI, dapat meningkatkan keberhasilan dan mengurangi risiko komplikasi pada prosedur keystone flap, terutama pada pasien dengan vaskularisasi yang kurang optimal..
<br>The keystone flap is a viable alternative for reconstructing lower extremity defects, demonstrating a relatively low complication rate.The majority of complications observed were minor and manageable.These findings support the use of the keystone flap as an effective reconstructive technique for these types of defects
<br>Introduction: Lower extremity defect poses a significant challenge in reconstructive surgery due to the limited usability of soft tissue. The keystone flap which utilizes fasciocutaneous perforators, has emerged to be a potential technique in fixing soft tissue defects. However, scientific evidence, specifically on its effectivity and complication rate in lower extremity defect is lacking. Therefore, this systematic review aims to assess the outcome and potential complications correlated to the use of Keystone Flap in repairing lower extremity defect. Method: This systematic review was done in accordance to the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Literature searching was conducted using...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp" type="image/webp" length="126980" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-0298f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-1c377.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/keystone-flap-lower-extremity-defect-reconstructiv-thumb-cf97e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ A Five Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Five Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Five Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33478-pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi</link>
	<guid isPermaLink="false">ee6a1fe77ba60fab48f7a83a421fb15c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:38:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti efektivitas program edukasi keselamatan berkendara bagi wisatawan di Bali, terutama yang menyewa sepeda motor tanpa pelatih atau pengawasan, untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan dan cedera ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali: Pertama, perlu diteliti efektivitas program edukasi keselamatan berkendara bagi wisatawan di Bali, terutama yang menyewa sepeda motor tanpa pelatih atau pengawasan, untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan dan cedera mandibula. Kedua, penting untuk mengkaji hubungan antara konsumsi alkohol lokal dan risiko kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fraktur mandibula melalui penelitian kohort yang melibatkan data toksikologi dan rekam medis secara sistematis. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi protokol skrining wajib untuk trauma kepala ringan pada setiap pasien fraktur mandibula, mengingat tingginya proporsi cedera terkait, agar deteksi dini gangguan kognitif atau komplikasi neurologis dapat dilakukan lebih cepat di rumah sakit rujukan.. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan progresif dalam insidensi tahunan fraktur mandibula.Fraktur mandibula terutama disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor tanpa helm dan berada di bawah pengaruh alkohol.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran di kalangan praktisi kesehatan dalam menangani pasien dengan trauma maksilofasial serta intervensi pencegahan yang lebih kuat terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi, faktor sosiodemografis, serta pola fraktur mandibula di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali. Lebih dari setengah cedera maksilofasial disebabkan oleh fraktur mandibula, yang dapat dikaitkan dengan struktur mandibula yang menonjol. Penelitian retrospektif ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali. Data dikumpulkan dari Januari 2018 hingga Desember 2023, dengan total 289 sampel yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi anatomis fraktur, serta keterlibatan unilateral/bilateral. Selama periode penelitian dari Januari 2018 hingga Desember 2023, sebanyak 289 kasus fraktur mandibula dianalisis secara komprehensif. Insidensi tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan 72 kasus. Fraktur ini terutama dialami oleh laki-laki (72,7%), dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" alt="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-9cab6.webp" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-9cab6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-9cab6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-9cab6.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" alt="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-d5271.webp" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-d5271.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-d5271.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-d5271.webp 1x" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" alt="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33478-pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi" title="JURIS - A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali" target="_blank">A Five-Year Epidemiological Analysis of Mandible Fractures in Bali</a>: Pertama, perlu diteliti efektivitas program edukasi keselamatan berkendara bagi wisatawan di Bali, terutama yang menyewa sepeda motor tanpa pelatih atau pengawasan, untuk melihat apakah intervensi tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan dan cedera mandibula. Kedua, penting untuk mengkaji hubungan antara konsumsi alkohol lokal dan risiko kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fraktur mandibula melalui penelitian kohort yang melibatkan data toksikologi dan rekam medis secara sistematis. Ketiga, perlu dikembangkan dan dievaluasi protokol skrining wajib untuk trauma kepala ringan pada setiap pasien fraktur mandibula, mengingat tingginya proporsi cedera terkait, agar deteksi dini gangguan kognitif atau komplikasi neurologis dapat dilakukan lebih cepat di rumah sakit rujukan..
<br>Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan progresif dalam insidensi tahunan fraktur mandibula.Fraktur mandibula terutama disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor tanpa helm dan berada di bawah pengaruh alkohol.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran di kalangan praktisi kesehatan dalam menangani pasien dengan trauma maksilofasial serta intervensi pencegahan yang lebih kuat terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menilai prevalensi, faktor sosiodemografis, serta pola fraktur mandibula di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali. Lebih dari setengah cedera maksilofasial disebabkan oleh fraktur mandibula, yang dapat dikaitkan dengan struktur mandibula yang menonjol. Penelitian retrospektif ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali. Data dikumpulkan dari Januari 2018 hingga Desember 2023, dengan total 289 sampel yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi anatomis fraktur, serta keterlibatan unilateral/bilateral. Selama periode penelitian dari Januari 2018 hingga Desember 2023, sebanyak 289 kasus fraktur mandibula dianalisis secara komprehensif. Insidensi tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan 72 kasus. Fraktur ini terutama dialami oleh laki-laki (72,7%), dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp" type="image/webp" length="227990" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-172a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-9cab6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/b/pasien-fraktur-tulang-mandibula-prevalensi-pola-lo-thumb-d5271.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33486-eksplorasi-teknik-bedah-plastik</link>
	<guid isPermaLink="false">86a765bf7e243292c296e139efb384b8</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:37:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas teknik Chula dibandingkan dengan teknik bedah lainnya dalam menangani meningoensefalokel. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas teknik Chula dibandingkan dengan teknik bedah lainnya dalam menangani meningoensefalokel. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil jangka panjang dan kualitas hidup pasien pascaoperasi. Studi ini dapat mencakup evaluasi aspek sosial, perkembangan kognitif, dan estetika wajah pasien. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang manajemen optimal meningoensefalokel dan meningkatkan kualitas hidup pasien.. Kehati-hatian diperlukan dalam penanganan pembedahan yang melibatkan kreativitas estetika.Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi hasil pascaoperasi, karena banyak aspek klinis dan perkembangan sosial yang harus dipantau secara rutin Meningoensefalokel adalah salah satu bentuk cacat tabung saraf yang membentuk kantung berisi jaringan otak, meninges, dan cairan serebrospinal (CSF). Kondisi ini dapat menyebabkan deformitas struktural dan berbagai gejala klinis lainnya yang muncul setelahnya. Penanganan kasus ini memerlukan banyak konsultasi medis. Kolaborasi antara ahli bedah saraf dan ahli bedah plastik memainkan peran penting dalam manajemen kasus ini. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-5de7c.webp" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-5de7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-5de7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-5de7c.webp 1x" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" alt="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp 1x" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" alt="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-dea69.webp" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-dea69.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-dea69.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-dea69.webp 1x" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" alt="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33486-eksplorasi-teknik-bedah-plastik" title="JURIS - Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report" target="_blank">Specialty Collaboration in Managing School Age Child with Nasofrontal Meningoencephalocele: A Case Report</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas teknik Chula dibandingkan dengan teknik bedah lainnya dalam menangani meningoensefalokel. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil jangka panjang dan kualitas hidup pasien pascaoperasi. Studi ini dapat mencakup evaluasi aspek sosial, perkembangan kognitif, dan estetika wajah pasien. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang manajemen optimal meningoensefalokel dan meningkatkan kualitas hidup pasien..
<br>Kehati-hatian diperlukan dalam penanganan pembedahan yang melibatkan kreativitas estetika.Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi hasil pascaoperasi, karena banyak aspek klinis dan perkembangan sosial yang harus dipantau secara rutin
<br>Meningoensefalokel adalah salah satu bentuk cacat tabung saraf yang membentuk kantung berisi jaringan otak, meninges, dan cairan serebrospinal (CSF). Kondisi ini dapat menyebabkan deformitas struktural dan berbagai gejala klinis lainnya yang muncul setelahnya. Penanganan kasus ini memerlukan banyak konsultasi medis. Kolaborasi antara ahli bedah saraf dan ahli bedah plastik memainkan peran penting dalam manajemen kasus ini.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp" type="image/webp" length="139442" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-5de7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-89b1f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/1/eksplorasi-teknik-bedah-plastik-meningoensefalokel-thumb-dea69.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk A Participatory Action Research in South Eastern Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk A Participatory Action Research in South Eastern Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk A Participatory Action Research in South Eastern Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33488-penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-risik</link>
	<guid isPermaLink="false">9d339d4fdde910a35e8b6c3db95bac78</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:35:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi strategi yang efektif untuk mengurangi beban kerja yang dirasakan oleh perawat saat mengimplementasikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi strategi yang efektif untuk mengurangi beban kerja yang dirasakan oleh perawat saat mengimplementasikan Braden Scale, misalnya dengan mengintegrasikan penilaian risiko PI ke dalam alur kerja rutin atau mengembangkan alat bantu digital. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut persepsi dan pengalaman perawat primer dalam memfasilitasi implementasi BS dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka. Ketiga, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai pendekatan pelatihan dan pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat terkait penggunaan Braden Scale dan pencegahan pressure injury. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi insiden pressure injury di rumah sakit.. Siklus Participatory Action Research (PAR) telah berhasil melibatkan perawat sebagai pengadopsi awal dan menunjukkan bahwa implementasi Braden Scale (BS) dalam penilaian risiko pressure injury (PI) dapat diterapkan dengan baik.Penelitian ini menekankan pentingnya peran manajer dan pemimpin rumah sakit dalam memastikan kesinambungan implementasi alat ini.Implementasi BS memerlukan pemahaman yang baik dari perawat mengenai manfaatnya, meskipun dapat meningkatkan beban kerja, dan keberhasilan implementasi sangat bergantung pada peran aktif perawat primer dalam memberikan arahan dan dukungan Latar Belakang: Pressure injury (PI) atau jejas tekan merupakan luka kronis yang terjadi pada area prominens tulang dan harus dikelola dengan baik untuk mencegah morbiditas serta meningkatkan efisiensi biaya perawatan. Braden Scale (BS) telah digunakan secara luas selama hampir empat dekade sebagai alat standar untuk menilai risiko PI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi perawat dalam implementasi alat penilaian risiko PI di sebuah rumah sakit rujukan di daerah selain di kota besar.Metode: Penelitian ini menggunakan dua siklus Participatory Action Research (PAR) untuk menginisiasi implementasi BS serta melakukan tindak lanjut di unit rawat inap. Pendekatan PAR memastikan peran aktif 12 perawat dan bidan yang pertama kali menerapkan alat ini. Rekaman... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-8ebd0.webp" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-8ebd0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-8ebd0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-8ebd0.webp 1x" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" alt="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-5883a.webp" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-5883a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-5883a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-5883a.webp 1x" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" alt="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp 1x" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" alt="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33488-penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-risik" title="JURIS - Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia" target="_blank">Issues and Challenges in Implementing Braden Scale to Assess Pressure Injury Risk: A Participatory Action Research in South-Eastern Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi strategi yang efektif untuk mengurangi beban kerja yang dirasakan oleh perawat saat mengimplementasikan Braden Scale, misalnya dengan mengintegrasikan penilaian risiko PI ke dalam alur kerja rutin atau mengembangkan alat bantu digital. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut persepsi dan pengalaman perawat primer dalam memfasilitasi implementasi BS dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka. Ketiga, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai pendekatan pelatihan dan pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat terkait penggunaan Braden Scale dan pencegahan pressure injury. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi insiden pressure injury di rumah sakit..
<br>Siklus Participatory Action Research (PAR) telah berhasil melibatkan perawat sebagai pengadopsi awal dan menunjukkan bahwa implementasi Braden Scale (BS) dalam penilaian risiko pressure injury (PI) dapat diterapkan dengan baik.Penelitian ini menekankan pentingnya peran manajer dan pemimpin rumah sakit dalam memastikan kesinambungan implementasi alat ini.Implementasi BS memerlukan pemahaman yang baik dari perawat mengenai manfaatnya, meskipun dapat meningkatkan beban kerja, dan keberhasilan implementasi sangat bergantung pada peran aktif perawat primer dalam memberikan arahan dan dukungan
<br>Latar Belakang: Pressure injury (PI) atau jejas tekan merupakan luka kronis yang terjadi pada area prominens tulang dan harus dikelola dengan baik untuk mencegah morbiditas serta meningkatkan efisiensi biaya perawatan. Braden Scale (BS) telah digunakan secara luas selama hampir empat dekade sebagai alat standar untuk menilai risiko PI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi perawat dalam implementasi alat penilaian risiko PI di sebuah rumah sakit rujukan di daerah selain di kota besar.Metode: Penelitian ini menggunakan dua siklus Participatory Action Research (PAR) untuk menginisiasi implementasi BS serta melakukan tindak lanjut di unit rawat inap. Pendekatan PAR memastikan peran aktif 12 perawat dan bidan yang pertama kali menerapkan alat ini. Rekaman...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp" type="image/webp" length="119450" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-8ebd0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-5883a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/4/penilaian-risiko-fungsi-alat-bantu-kuantitatif-nil-thumb-dfdee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33477-hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-p</link>
	<guid isPermaLink="false">72a007f5f95907041567a7d5dcf1bc6b</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:26:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji lebih lanjut mengenai efektivitas sistem rice collective farming di Pulau Jawa dan Bali dalam meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi produksi beras, serta bagaimana model ini dapat diterapkan di luar Pulau Jawa. Kedua, perlu dilakukan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia: Pertama, perlu dikaji lebih lanjut mengenai efektivitas sistem rice collective farming di Pulau Jawa dan Bali dalam meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi produksi beras, serta bagaimana model ini dapat diterapkan di luar Pulau Jawa. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang potensi pengembangan rice estate farming di luar Jawa yang dikelola secara korporasi, termasuk tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mungkin muncul dari model pertanian skala besar. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak diversifikasi pangan berbasis pangan lokal terhadap konsumsi beras dan ketahanan pangan rumah tangga di berbagai daerah, sehingga dapat dirancang strategi promosi dan edukasi yang sesuai dengan karakteristik lokal.. Indonesia lebih realistis dikategorikan sebagai negara defisit beras dibandingkan surplus, mengingat keunggulan komparatif beras Indonesia yang sangat rendah.Daya saing beras Indonesia terus menurun, ditunjukkan oleh nilai Indeks Spesialisasi Pemasaran (ISP) yang negatif dan nilai RSCA yang juga negatif, sehingga beras Indonesia tidak kompetitif di pasar global.Pemerintah perlu menerapkan kebijakan operasional di sisi produksi dan permintaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta mendorong diversifikasi pangan Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara dengan 42,52 juta ton beras atau naik 0,26 persen dibanding produksi padi 2012 yang tercatat 69,1 juta ton GKG. Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 mencapai 250 juta jiwa dengan pertumbuhan yang melaju dengan cepat yakni sebesar 1,27 persen per tahun pada periode tahun 2005-2010. Konsumsi beras per kapita penduduk Indonesia mempunyai kecenderungan mengalami penurunan yakni dari 139 kg/kapita/tahun pada tahun 1993 menjadi 113 kg/kapita/tahun pada tahun 2012. Total konsumsi beras nasional mencapai 34,75 juta ton. Dengan demikian, seharusnya Indonesia sudah swasembada beras. Di masa depan, kalkulasi Indonesia... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp 1x" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" alt="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-12b00.webp" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-12b00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-12b00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-12b00.webp 1x" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" alt="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-727a2.webp" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-727a2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-727a2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-727a2.webp 1x" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" alt="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33477-hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-p" title="JURIS - Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia" target="_blank">Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia</a>: Pertama, perlu dikaji lebih lanjut mengenai efektivitas sistem rice collective farming di Pulau Jawa dan Bali dalam meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi produksi beras, serta bagaimana model ini dapat diterapkan di luar Pulau Jawa. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang potensi pengembangan rice estate farming di luar Jawa yang dikelola secara korporasi, termasuk tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mungkin muncul dari model pertanian skala besar. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak diversifikasi pangan berbasis pangan lokal terhadap konsumsi beras dan ketahanan pangan rumah tangga di berbagai daerah, sehingga dapat dirancang strategi promosi dan edukasi yang sesuai dengan karakteristik lokal..
<br>Indonesia lebih realistis dikategorikan sebagai negara defisit beras dibandingkan surplus, mengingat keunggulan komparatif beras Indonesia yang sangat rendah.Daya saing beras Indonesia terus menurun, ditunjukkan oleh nilai Indeks Spesialisasi Pemasaran (ISP) yang negatif dan nilai RSCA yang juga negatif, sehingga beras Indonesia tidak kompetitif di pasar global.Pemerintah perlu menerapkan kebijakan operasional di sisi produksi dan permintaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta mendorong diversifikasi pangan
<br>Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara dengan 42,52 juta ton beras atau naik 0,26 persen dibanding produksi padi 2012 yang tercatat 69,1 juta ton GKG. Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 mencapai 250 juta jiwa dengan pertumbuhan yang melaju dengan cepat yakni sebesar 1,27 persen per tahun pada periode tahun 2005-2010. Konsumsi beras per kapita penduduk Indonesia mempunyai kecenderungan mengalami penurunan yakni dari 139 kg/kapita/tahun pada tahun 1993 menjadi 113 kg/kapita/tahun pada tahun 2012. Total konsumsi beras nasional mencapai 34,75 juta ton. Dengan demikian, seharusnya Indonesia sudah swasembada beras. Di masa depan, kalkulasi Indonesia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp" type="image/webp" length="125068" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-1896c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-12b00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/hasil-produksi-padi-efisiensi-bioetanol-beras-prem-thumb-727a2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-236-pertanian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4133-analisis-kebijakan-pertanian.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care A Systematic Review and Meta Analysis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care A Systematic Review and Meta Analysis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care A Systematic Review and Meta Analysis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33481-luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-u</link>
	<guid isPermaLink="false">62c5cde6a7afa803a8fc20a923e00c7b</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:16:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh antara membran amnion dan metode perawatan luka bakar konvensional, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kedalaman luka, luas luka, dan usia pasien. Selain ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh antara membran amnion dan metode perawatan luka bakar konvensional, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kedalaman luka, luas luka, dan usia pasien. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis di balik efektivitas membran amnion dalam mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi infeksi. Terakhir, studi yang menyelidiki dampak ekonomis dari penggunaan membran amnion dalam perawatan luka bakar dapat memberikan wawasan yang berharga bagi sistem kesehatan.. Meta-analisis ini menunjukkan bahwa membran amnion memberikan keuntungan sebagai balutan biologis bagi pasien luka bakar.Namun, diperlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi karena bukti yang ada terbatas dalam lingkup dan kualitasnya Pengelolaan luka bakar merupakan tantangan klinis yang signifikan dalam upaya mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan komplikasi. Perkembangan terbaru, seperti penggunaan membran amnion sebagai balutan biologis, telah diperkenalkan untuk meningkatkan penyembuhan luka. Studi ini menganalisis efektivitas membran amnion dalam perawatan luka bakar serta dampaknya terhadap luaran penyembuhan luka. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-da950.webp" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-da950.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-da950.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-da950.webp 1x" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" alt="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp 1x" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" alt="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-a63c5.webp" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-a63c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-a63c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-a63c5.webp 1x" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" alt="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33481-luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-u" title="JURIS - Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis" target="_blank">Analyzing The Efficacy and Outcome of Amniotic Membrane in Burn Care: A Systematic Review and Meta-Analysis</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh antara membran amnion dan metode perawatan luka bakar konvensional, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kedalaman luka, luas luka, dan usia pasien. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis di balik efektivitas membran amnion dalam mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi infeksi. Terakhir, studi yang menyelidiki dampak ekonomis dari penggunaan membran amnion dalam perawatan luka bakar dapat memberikan wawasan yang berharga bagi sistem kesehatan..
<br>Meta-analisis ini menunjukkan bahwa membran amnion memberikan keuntungan sebagai balutan biologis bagi pasien luka bakar.Namun, diperlukan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi karena bukti yang ada terbatas dalam lingkup dan kualitasnya
<br>Pengelolaan luka bakar merupakan tantangan klinis yang signifikan dalam upaya mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan komplikasi. Perkembangan terbaru, seperti penggunaan membran amnion sebagai balutan biologis, telah diperkenalkan untuk meningkatkan penyembuhan luka. Studi ini menganalisis efektivitas membran amnion dalam perawatan luka bakar serta dampaknya terhadap luaran penyembuhan luka.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp" type="image/webp" length="84570" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-da950.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-7f35a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/6/luka-bakar-bahaya-perawatan-kaki-ulkus-penyembuhan-thumb-a63c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33484-morfometri-maksila-rekonstruksi-jenis-kelamin-vari</link>
	<guid isPermaLink="false">513209195c71fae61ba66a90955966fb</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 07:09:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<category><![CDATA[ clara menna ]]></category>
	<category><![CDATA[ atom logo ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[atom,case,clara,logo,menna,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh faktor genetik dan lingkungan terhadap variasi morfometri maksila pada populasi Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengukuran morfometri maksila yang lebih akurat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh faktor genetik dan lingkungan terhadap variasi morfometri maksila pada populasi Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengukuran morfometri maksila yang lebih akurat dan efisien, misalnya dengan memanfaatkan teknologi pemindaian 3D dan analisis citra komputer. Pengembangan model 3D maksila berdasarkan data morfometri yang diperoleh dapat menjadi alat bantu perencanaan rekonstruksi yang presisi dan personalisasi, sehingga meningkatkan hasil operasi dan kepuasan pasien.. Terdapat variasi morfometri maksila berdasarkan jenis kelamin.Laki-laki memiliki morfometri yang lebih besar pada lebar interkaninus, lebar intermolar, dan tinggi palatum dibandingkan perempuan.Data ini diharapkan dapat menjadi referensi ukuran dalam melakukan rekonstruksi maksila sesuai dengan jenis kelamin, yang akan bermanfaat bagi pasien dan tim Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetika di Indonesia Morfometri adalah pendekatan kuantitatif untuk menemukan informasi tentang variasi bentuk organisme. Maksila memiliki posisi sentral dan berperan penting dalam mendukung viscerokranium. Variasi morfometri maksila berguna dalam prosedur rekonstruksi dan menjadi referensi penting dalam bedah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variasi morfometri maksila pada pasien di RSUP Mohammad Hoesin yang dapat menjadi referensi untuk rekonstruksi maksila. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini mengidentifikasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp 1x" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" alt="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-8c412.webp" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-8c412.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-8c412.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-8c412.webp 1x" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" alt="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-504b4.webp" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-504b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-504b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-504b4.webp 1x" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" alt="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33484-morfometri-maksila-rekonstruksi-jenis-kelamin-vari" title="JURIS - Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin" target="_blank">Variasi Morfometri Maksila pada Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh faktor genetik dan lingkungan terhadap variasi morfometri maksila pada populasi Indonesia. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pengukuran morfometri maksila yang lebih akurat dan efisien, misalnya dengan memanfaatkan teknologi pemindaian 3D dan analisis citra komputer. Pengembangan model 3D maksila berdasarkan data morfometri yang diperoleh dapat menjadi alat bantu perencanaan rekonstruksi yang presisi dan personalisasi, sehingga meningkatkan hasil operasi dan kepuasan pasien..
<br>Terdapat variasi morfometri maksila berdasarkan jenis kelamin.Laki-laki memiliki morfometri yang lebih besar pada lebar interkaninus, lebar intermolar, dan tinggi palatum dibandingkan perempuan.Data ini diharapkan dapat menjadi referensi ukuran dalam melakukan rekonstruksi maksila sesuai dengan jenis kelamin, yang akan bermanfaat bagi pasien dan tim Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Estetika di Indonesia
<br>Morfometri adalah pendekatan kuantitatif untuk menemukan informasi tentang variasi bentuk organisme. Maksila memiliki posisi sentral dan berperan penting dalam mendukung viscerokranium. Variasi morfometri maksila berguna dalam prosedur rekonstruksi dan menjadi referensi penting dalam bedah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variasi morfometri maksila pada pasien di RSUP Mohammad Hoesin yang dapat menjadi referensi untuk rekonstruksi maksila. Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini mengidentifikasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp" type="image/webp" length="103462" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-37a9f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-8c412.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/a/morfometri-maksila-rekonstruksi-variasi-model-3d-p-thumb-504b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Predicting Free Flap Viability Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Predicting Free Flap Viability Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Predicting Free Flap Viability Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33485-free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-pred</link>
	<guid isPermaLink="false">63e9ccaeb20d1dbf2f5fa728491075a6</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:58:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ bob andinata ]]></category>
	<category><![CDATA[ krisna murti ]]></category>
	<category><![CDATA[ case report ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[andinata,bob,case,krisna,murti,report]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikembangkan model kecerdasan buatan yang mampu menganalisis secara real-time data dinamik kadar laktat dan glukosa dari flap secara terus-menerus untuk memprediksi risiko kegagalan lebih awal dengan akurasi tinggi. Kedua, penelitian lanjutan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence: Pertama, perlu dikembangkan model kecerdasan buatan yang mampu menganalisis secara real-time data dinamik kadar laktat dan glukosa dari flap secara terus-menerus untuk memprediksi risiko kegagalan lebih awal dengan akurasi tinggi. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi nilai ambang (threshold) optimal untuk kombinasi laktat dan glukosa yang spesifik berdasarkan jenis flap (seperti flap kulit, otot, atau tulang) agar pemantauan menjadi lebih personal dan efektif. Ketiga, diperlukan studi untuk mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan ini ke dalam prosedur klinis harian, termasuk uji coba terhadap keandalan sistem di berbagai kondisi rumah sakit dan kemampuannya membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan cepat tanpa menimbulkan ketergantungan berlebihan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan membuat sistem pemantauan yang tidak hanya prediktif, tetapi juga adaptif dan praktis digunakan secara luas di lapangan, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi layanan bedah rekonstruktif.. Pengukuran laktat dan glukosa dalam pemantauan free flap memiliki manfaat yang berbeda.Laktat mendeteksi iskemia dan mencerminkan metabolisme jaringan, sedangkan glukosa memantau metabolisme energi dan status kesehatan sistemik.Kombinasi keduanya meningkatkan tingkat keberhasilan free flap serta berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan pasien dan hasil bedah rekonstruktif yang lebih baik Dalam bedah rekonstruktif, free flap merupakan metode unggul untuk menutup defek jaringan. Meskipun viabilitas free flap umumnya dipantau melalui pemeriksaan klinis subjektif, kadar laktat dan glukosa dalam free flap, yang berperan dalam metabolisme jaringan selama iskemia dan reperfusi, dapat membantu memprediksi viabilitas jaringan. Studi ini bertujuan untuk meninjau penelitian sebelumnya dan memberikan dasar teoretis bagi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengukuran laktat dan glukosa sebagai metode asesmen... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp" title="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp 1x" title="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" alt="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-532db.webp" title="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-532db.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-532db.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-532db.webp 1x" title="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" alt="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33485-free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-pred" title="JURIS - Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence" target="_blank">Predicting Free Flap Viability: Integrating Lactate and Glucose Measurements with Artificial Intelligence</a>: Pertama, perlu dikembangkan model kecerdasan buatan yang mampu menganalisis secara real-time data dinamik kadar laktat dan glukosa dari flap secara terus-menerus untuk memprediksi risiko kegagalan lebih awal dengan akurasi tinggi. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi nilai ambang (threshold) optimal untuk kombinasi laktat dan glukosa yang spesifik berdasarkan jenis flap (seperti flap kulit, otot, atau tulang) agar pemantauan menjadi lebih personal dan efektif. Ketiga, diperlukan studi untuk mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan ini ke dalam prosedur klinis harian, termasuk uji coba terhadap keandalan sistem di berbagai kondisi rumah sakit dan kemampuannya membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan cepat tanpa menimbulkan ketergantungan berlebihan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan membuat sistem pemantauan yang tidak hanya prediktif, tetapi juga adaptif dan praktis digunakan secara luas di lapangan, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan efisiensi layanan bedah rekonstruktif..
<br>Pengukuran laktat dan glukosa dalam pemantauan free flap memiliki manfaat yang berbeda.Laktat mendeteksi iskemia dan mencerminkan metabolisme jaringan, sedangkan glukosa memantau metabolisme energi dan status kesehatan sistemik.Kombinasi keduanya meningkatkan tingkat keberhasilan free flap serta berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan pasien dan hasil bedah rekonstruktif yang lebih baik
<br>Dalam bedah rekonstruktif, free flap merupakan metode unggul untuk menutup defek jaringan. Meskipun viabilitas free flap umumnya dipantau melalui pemeriksaan klinis subjektif, kadar laktat dan glukosa dalam free flap, yang berperan dalam metabolisme jaringan selama iskemia dan reperfusi, dapat membantu memprediksi viabilitas jaringan. Studi ini bertujuan untuk meninjau penelitian sebelumnya dan memberikan dasar teoretis bagi penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengukuran laktat dan glukosa sebagai metode asesmen...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp" type="image/webp" length="120904" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-69333.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/3/free-flap-laktat-glukosa-viabilitas-predicting-kom-thumb-532db.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1192-jpr.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16019-jurnal-plastik-rekonstruksi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao Theobroma cacao L ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao Theobroma cacao L ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao Theobroma cacao L ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33470-kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-li</link>
	<guid isPermaLink="false">6b54bade1bebea505a94d7eb1800d0e9</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:31:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sintesis pan ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif ripaldi ]]></category>
	<category><![CDATA[ dyah nirmala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,dyah,nirmala,pan,ripaldi,sintesis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi kulit buah kakao sebagai bioadsorben. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses aktivasi kulit ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L): Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi kulit buah kakao sebagai bioadsorben. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses aktivasi kulit buah kakao, misalnya dengan menggunakan metode aktivasi yang berbeda atau memvariasikan parameter aktivasi seperti suhu dan waktu, guna meningkatkan luas permukaan dan volume pori adsorben secara signifikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kinetika adsorpsi yang lebih mendalam, termasuk penentuan mekanisme adsorpsi dan pengaruh berbagai faktor seperti suhu, pH, dan konsentrasi zat warna terhadap laju adsorpsi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas bioadsorben kulit buah kakao dalam mengadsorpsi berbagai jenis zat warna tekstil lainnya, serta menguji efektivitasnya dalam kondisi limbah yang lebih kompleks, seperti limbah yang mengandung berbagai jenis polutan organik dan anorganik. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi dan batasan bioadsorben kulit buah kakao dalam aplikasi pengolahan limbah cair tekstil.. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben efektif dalam penyisihan zat warna Methyl orange dari limbah cair tekstil.Kondisi optimum dicapai pada laju alir 25 ml/menit dan pH 7, dengan kapasitas adsorpsi sebesar 19,81 mg/g berdasarkan model Thomas.Aktivasi basa mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi meskipun berpengaruh pada parameter COD dan TSS.Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa potensi kulit buah kakao sebagai alternatif adsorben ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair industri tekstil Kulit buah kakao mengandung serat kasar, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi untuk dijadikan adsorben. Limbah cair tekstil umumnya mengandung zat warna yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, salah satunya adalah methyl orange (MO) yang bersifat toksik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kulit buah kakao sebagai bioadsorben dalam penyisihan MO dari limbah cair. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan kolom packed bed dengan berat unggun kakao sebanyak 100g. Konsentrasi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" alt="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-7fd9e.webp" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-7fd9e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-7fd9e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-7fd9e.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" alt="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-581d0.webp" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-581d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-581d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-581d0.webp 1x" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" alt="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33470-kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-li" title="JURIS - Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)" target="_blank">Efektivitas Bioadsorben dalam Pengolahan Limbah Warna Methyl Orange dengan Menggunakan Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L)</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi kulit buah kakao sebagai bioadsorben. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses aktivasi kulit buah kakao, misalnya dengan menggunakan metode aktivasi yang berbeda atau memvariasikan parameter aktivasi seperti suhu dan waktu, guna meningkatkan luas permukaan dan volume pori adsorben secara signifikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kinetika adsorpsi yang lebih mendalam, termasuk penentuan mekanisme adsorpsi dan pengaruh berbagai faktor seperti suhu, pH, dan konsentrasi zat warna terhadap laju adsorpsi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas bioadsorben kulit buah kakao dalam mengadsorpsi berbagai jenis zat warna tekstil lainnya, serta menguji efektivitasnya dalam kondisi limbah yang lebih kompleks, seperti limbah yang mengandung berbagai jenis polutan organik dan anorganik. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi dan batasan bioadsorben kulit buah kakao dalam aplikasi pengolahan limbah cair tekstil..
<br>Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben efektif dalam penyisihan zat warna Methyl orange dari limbah cair tekstil.Kondisi optimum dicapai pada laju alir 25 ml/menit dan pH 7, dengan kapasitas adsorpsi sebesar 19,81 mg/g berdasarkan model Thomas.Aktivasi basa mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi meskipun berpengaruh pada parameter COD dan TSS.Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa potensi kulit buah kakao sebagai alternatif adsorben ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair industri tekstil
<br>Kulit buah kakao mengandung serat kasar, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi untuk dijadikan adsorben. Limbah cair tekstil umumnya mengandung zat warna yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, salah satunya adalah methyl orange (MO) yang bersifat toksik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kulit buah kakao sebagai bioadsorben dalam penyisihan MO dari limbah cair. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan kolom packed bed dengan berat unggun kakao sebanyak 100g. Konsentrasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp" type="image/webp" length="105362" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-90a17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-7fd9e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/d/kapasitas-adsorpsi-ion-kinetika-k2-air-limbah-zat-thumb-581d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-69-unpam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-339-jurnal-ilmiah-teknik-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33466-sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-war</link>
	<guid isPermaLink="false">5b7a3a3aba75edb5047d4b1c6dc39cef</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 06:31:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sintesis pan ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif ripaldi ]]></category>
	<category><![CDATA[ dyah nirmala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,dyah,nirmala,pan,ripaldi,sintesis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan optimasi dosis HCCOCC dan pengujian pengaruhnya secara terpisah, guna memastikan efisiensi proses dan peran spesifik fotokatalis TiOCC. Selain itu, penelitian dapat menambahkan perlakuan TiOCC saja ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan optimasi dosis HCCOCC dan pengujian pengaruhnya secara terpisah, guna memastikan efisiensi proses dan peran spesifik fotokatalis TiOCC. Selain itu, penelitian dapat menambahkan perlakuan TiOCC saja dan HCCOCC saja untuk memastikan peran dominan masing-masing material dalam degradasi limbah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan energi matahari secara lebih luas, dengan mempertimbangkan spektrum dan intensitas cahaya yang lebih tinggi, untuk meningkatkan efisiensi proses fotokatalisis dan oksidasi senyawa organik. Dengan demikian, teknologi fotokatalitik dengan pemanfaatan energi matahari dapat dikembangkan sebagai solusi pengolahan limbah cair yang efisien dan berkelanjutan.. Berdasarkan hasil penelitian, fotokatalis TiOCC dan HCCOCC yang diaktivasi oleh sinar UV-C buatan maupun sinar matahari terbukti efektif dalam menurunkan parameter pencemar limbah cair industri tahu.Perlakuan optimal diperoleh dari penyinaran sinar matahari selama 60 menit, dengan efisiensi penurunan COD sebesar 84,78%, BOD sebesar 76,75%, TSS sebesar 78,37%, serta peningkatan pH dari 3,94 menjadi 6,86.Efektivitas proses ini dipengaruhi oleh pembentukan radikal hidroksil ((cid.127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik.Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.Perubahan warna limbah yang juga menjadi jernih mendukung keberhasilan teknologi ini.Dengan demikian, teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai metode pengolahan limbah cair tahu yang ramah lingkungan dan layak untuk skala industri Industri tahu di Indonesia berperan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, namun turut menyumbang pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang dihasilkannya. Limbah tersebut mengandung senyawa organik dan anorganik, termasuk BOD, COD, TSS, serta nilai pH yang tidak memenuhi baku mutu air limbah, sehingga berpotensi mencemari ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fotokatalisis TiOCC-HCCOCC yang diaktivasi sinar UV-C dan sinar matahari, dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah cair hasil produksi tahu. Proses dilakukan dengan konsentrasi tetap TiOCC sebesar 50 mg/L dan HCCOCC sebanyak 140 mL per 1000 mL limbah, serta waktu kontak yang divariasikan antara 30 hingga 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi TiOCC dan HCCOCC mampu menurunkan kadar COD hingga 84,78%, BOD sebesar 76,75%, dan TSS sebesar 78,37%, serta meningkatkan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-57983.webp" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-57983.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-57983.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-57983.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" alt="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" alt="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-e1b75.webp" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-e1b75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-e1b75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-e1b75.webp 1x" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" alt="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33466-sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-war" title="JURIS - Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu" target="_blank">Evaluasi Efektivitas Fotokatalisis TiOCC dan HCCOCC terhadap Pengolahan Limbah Cair dari Industri Tahu</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan optimasi dosis HCCOCC dan pengujian pengaruhnya secara terpisah, guna memastikan efisiensi proses dan peran spesifik fotokatalis TiOCC. Selain itu, penelitian dapat menambahkan perlakuan TiOCC saja dan HCCOCC saja untuk memastikan peran dominan masing-masing material dalam degradasi limbah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan energi matahari secara lebih luas, dengan mempertimbangkan spektrum dan intensitas cahaya yang lebih tinggi, untuk meningkatkan efisiensi proses fotokatalisis dan oksidasi senyawa organik. Dengan demikian, teknologi fotokatalitik dengan pemanfaatan energi matahari dapat dikembangkan sebagai solusi pengolahan limbah cair yang efisien dan berkelanjutan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, fotokatalis TiOCC dan HCCOCC yang diaktivasi oleh sinar UV-C buatan maupun sinar matahari terbukti efektif dalam menurunkan parameter pencemar limbah cair industri tahu.Perlakuan optimal diperoleh dari penyinaran sinar matahari selama 60 menit, dengan efisiensi penurunan COD sebesar 84,78%, BOD sebesar 76,75%, TSS sebesar 78,37%, serta peningkatan pH dari 3,94 menjadi 6,86.Efektivitas proses ini dipengaruhi oleh pembentukan radikal hidroksil ((cid.127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik.Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.Perubahan warna limbah yang juga menjadi jernih mendukung keberhasilan teknologi ini.Dengan demikian, teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai metode pengolahan limbah cair tahu yang ramah lingkungan dan layak untuk skala industri
<br>Industri tahu di Indonesia berperan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi, namun turut menyumbang pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang dihasilkannya. Limbah tersebut mengandung senyawa organik dan anorganik, termasuk BOD, COD, TSS, serta nilai pH yang tidak memenuhi baku mutu air limbah, sehingga berpotensi mencemari ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas fotokatalisis TiOCC-HCCOCC yang diaktivasi sinar UV-C dan sinar matahari, dalam menurunkan parameter pencemar pada limbah cair hasil produksi tahu. Proses dilakukan dengan konsentrasi tetap TiOCC sebesar 50 mg/L dan HCCOCC sebanyak 140 mL per 1000 mL limbah, serta waktu kontak yang divariasikan antara 30 hingga 60 menit. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi TiOCC dan HCCOCC mampu menurunkan kadar COD hingga 84,78%, BOD sebesar 76,75%, dan TSS sebesar 78,37%, serta meningkatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp" type="image/webp" length="113750" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-57983.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-bdbac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/sinar-uv-radiasi-matahari-air-limbah-zat-warna-cai-thumb-e1b75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-69-unpam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-339-jurnal-ilmiah-teknik-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33476-persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-m</link>
	<guid isPermaLink="false">9e25b0f26e9987f977676a8f07f994be</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 05:52:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pelatihan komunikasi terapeutik berbasis simulasi terhadap peningkatan keterampilan perawat dalam merespons emosional pasien di rumah sakit tipe B. Kedua, penting untuk mengkaji perbedaan persepsi komunikasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pelatihan komunikasi terapeutik berbasis simulasi terhadap peningkatan keterampilan perawat dalam merespons emosional pasien di rumah sakit tipe B. Kedua, penting untuk mengkaji perbedaan persepsi komunikasi antara perawat dan pasien melalui studi kualitatif yang mendalam agar dapat ditemukan hambatan komunikasi yang tidak terlihat dalam pengukuran kuantitatif. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian lintas lokasi dengan populasi yang lebih besar dan heterogen guna menguji generalisasi temuan hubungan komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien di berbagai tipe rumah sakit dan tingkat pelayanan, sehingga dapat dikembangkan model komunikasi terapeutik yang adaptif terhadap konteks layanan kesehatan yang beragam. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang terbatas pada satu lokasi dan sampel kecil. Dengan memahami efektivitas pelatihan, kesenjangan persepsi, dan variasi kontekstual, rumah sakit dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran menyeluruh. Fokus pada aspek emosional dan responsif dalam komunikasi juga penting untuk meningkatkan pengalaman pasien. Model komunikasi yang terbukti efektif dapat dijadikan pedoman nasional. Riset lanjutan semacam ini sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu layanan secara sistematis.. Sebagian besar pasien menilai komunikasi terapeutik perawat sudah baik, meskipun masih perlu peningkatan.Mayoritas responden merasa puas terhadap layanan rumah sakit, namun sebagian lainnya belum merasa puas, sehingga kualitas pelayanan perlu ditingkatkan secara merata.Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,01), di mana komunikasi efektif dari perawat berperan dalam meningkatkan kepuasan pasien selama perawatan Komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang disertai komunikasi yang efektif dan penuh empati mampu membangun hubungan positif antara perawat dan pasien, yang secara langsung berdampak pada kenyamanan serta kepuasan pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-74956.webp" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-74956.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-74956.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-74956.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-f369c.webp" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-f369c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-f369c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-f369c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33476-persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-m" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" target="_blank">Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pelatihan komunikasi terapeutik berbasis simulasi terhadap peningkatan keterampilan perawat dalam merespons emosional pasien di rumah sakit tipe B. Kedua, penting untuk mengkaji perbedaan persepsi komunikasi antara perawat dan pasien melalui studi kualitatif yang mendalam agar dapat ditemukan hambatan komunikasi yang tidak terlihat dalam pengukuran kuantitatif. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian lintas lokasi dengan populasi yang lebih besar dan heterogen guna menguji generalisasi temuan hubungan komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien di berbagai tipe rumah sakit dan tingkat pelayanan, sehingga dapat dikembangkan model komunikasi terapeutik yang adaptif terhadap konteks layanan kesehatan yang beragam. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang terbatas pada satu lokasi dan sampel kecil. Dengan memahami efektivitas pelatihan, kesenjangan persepsi, dan variasi kontekstual, rumah sakit dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran menyeluruh. Fokus pada aspek emosional dan responsif dalam komunikasi juga penting untuk meningkatkan pengalaman pasien. Model komunikasi yang terbukti efektif dapat dijadikan pedoman nasional. Riset lanjutan semacam ini sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu layanan secara sistematis..
<br>Sebagian besar pasien menilai komunikasi terapeutik perawat sudah baik, meskipun masih perlu peningkatan.Mayoritas responden merasa puas terhadap layanan rumah sakit, namun sebagian lainnya belum merasa puas, sehingga kualitas pelayanan perlu ditingkatkan secara merata.Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,01), di mana komunikasi efektif dari perawat berperan dalam meningkatkan kepuasan pasien selama perawatan
<br>Komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Pelayanan keperawatan yang disertai komunikasi yang efektif dan penuh empati mampu membangun hubungan positif antara perawat dan pasien, yang secara langsung berdampak pada kenyamanan serta kepuasan pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp" type="image/webp" length="46576" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-74956.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-f369c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/7/persepsi-komunikasi-kualitas-keluarga-model-kh-pro-thumb-9b734.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Pinsip Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Pinsip Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Pinsip Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33475-klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind</link>
	<guid isPermaLink="false">4648122172f7e20919993b2e48708848</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 05:51:01 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian yang mengidentifikasi adanya celah dalam penerapan prinsip komunikasi efektif oleh perawat di rawat inap, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025: Berdasarkan temuan penelitian yang mengidentifikasi adanya celah dalam penerapan prinsip komunikasi efektif oleh perawat di rawat inap, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi intervensi untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan komunikasi yang dirancang khusus. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada: "Sejauh mana pelatihan komunikasi berbasis simulasi yang mencakup prinsip Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble (REACH) dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi perawat dan, pada gilirannya, kepuasan serta pengalaman positif pasien selama perawatan di rumah sakit?" Penelitian ini bisa menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kontrol untuk mengukur dampak objektif dan subjektif. Kedua, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai akar permasalahan, diperlukan penelitian kualitatif. Meskipun penelitian deskriptif kuantitatif ini telah mengidentifikasi area yang kurang optimal, studi kualitatif dapat menggali perspektif perawat mengenai hambatan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan komunikasi efektif di lingkungan kerja yang padat, serta mengeksplorasi pengalaman pasien yang merasa kurang diperhatikan atau tidak memahami informasi yang diberikan. Pertanyaan seperti: "Apa saja faktor internal (misalnya, beban kerja, stres, kurangnya pelatihan) dan eksternal (misalnya, lingkungan rumah sakit, karakteristik pasien) yang memengaruhi penerapan prinsip komunikasi efektif oleh perawat dari sudut pandang perawat dan pasien?" akan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan intervensi yang lebih tepat sasaran. Terakhir, mengukur dampak jangka panjang dari peningkatan komunikasi perawat terhadap luaran klinis pasien dan efisiensi operasional rumah sakit merupakan area yang krusial. Setelah intervensi pelatihan diterapkan, penting untuk meneliti: "Bagaimana peningkatan kualitas komunikasi perawat berkorelasi dengan durasi rawat inap pasien, angka kejadian komplikasi, tingkat readmisi, atau kepatuhan pasien terhadap rencana perawatan setelah keluar dari rumah sakit?" Studi kohort prospektif atau studi kasus-kontrol dapat memberikan bukti empiris mengenai kontribusi langsung komunikasi efektif terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien secara holistik. Saran-saran penelitian ini akan melengkapi temuan deskriptif yang ada dan mendorong pengembangan praktik keperawatan yang lebih berpusat pada pasien.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar perawat di Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip komunikasi efektif, terlihat dari kurangnya pemahaman emosi pasien, kejelasan suara dan pesan, serta kerendahan hati.Secara umum, komunikasi perawat masih memerlukan peningkatan, khususnya dalam aspek apresiasi, kejelasan informasi yang disampaikan, dan keterbukaan.Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyelenggarakan pelatihan rutin dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan Pendahuluan: Komunikasi efektif merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks peran perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan rawat inap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran distribusi frekuensi respect dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi empathy dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi audible dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi clarity dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi humble dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-480c5.webp" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-480c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-480c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-480c5.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-5bb36.webp" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-5bb36.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-5bb36.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-5bb36.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33475-klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind" title="JURIS - Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025" target="_blank">Gambaran Pinsip-Pinsip Komunikasi Efektif Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi Tahun 2025</a>: Berdasarkan temuan penelitian yang mengidentifikasi adanya celah dalam penerapan prinsip komunikasi efektif oleh perawat di rawat inap, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi intervensi untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan komunikasi yang dirancang khusus. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada: "Sejauh mana pelatihan komunikasi berbasis simulasi yang mencakup prinsip Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble (REACH) dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi perawat dan, pada gilirannya, kepuasan serta pengalaman positif pasien selama perawatan di rumah sakit?" Penelitian ini bisa menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kontrol untuk mengukur dampak objektif dan subjektif. Kedua, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai akar permasalahan, diperlukan penelitian kualitatif. Meskipun penelitian deskriptif kuantitatif ini telah mengidentifikasi area yang kurang optimal, studi kualitatif dapat menggali perspektif perawat mengenai hambatan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan komunikasi efektif di lingkungan kerja yang padat, serta mengeksplorasi pengalaman pasien yang merasa kurang diperhatikan atau tidak memahami informasi yang diberikan. Pertanyaan seperti: "Apa saja faktor internal (misalnya, beban kerja, stres, kurangnya pelatihan) dan eksternal (misalnya, lingkungan rumah sakit, karakteristik pasien) yang memengaruhi penerapan prinsip komunikasi efektif oleh perawat dari sudut pandang perawat dan pasien?" akan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan intervensi yang lebih tepat sasaran. Terakhir, mengukur dampak jangka panjang dari peningkatan komunikasi perawat terhadap luaran klinis pasien dan efisiensi operasional rumah sakit merupakan area yang krusial. Setelah intervensi pelatihan diterapkan, penting untuk meneliti: "Bagaimana peningkatan kualitas komunikasi perawat berkorelasi dengan durasi rawat inap pasien, angka kejadian komplikasi, tingkat readmisi, atau kepatuhan pasien terhadap rencana perawatan setelah keluar dari rumah sakit?" Studi kohort prospektif atau studi kasus-kontrol dapat memberikan bukti empiris mengenai kontribusi langsung komunikasi efektif terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien secara holistik. Saran-saran penelitian ini akan melengkapi temuan deskriptif yang ada dan mendorong pengembangan praktik keperawatan yang lebih berpusat pada pasien..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar perawat di Rumah Sakit Umum Madina Bukittinggi belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip komunikasi efektif, terlihat dari kurangnya pemahaman emosi pasien, kejelasan suara dan pesan, serta kerendahan hati.Secara umum, komunikasi perawat masih memerlukan peningkatan, khususnya dalam aspek apresiasi, kejelasan informasi yang disampaikan, dan keterbukaan.Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyelenggarakan pelatihan rutin dan evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan
<br>Pendahuluan: Komunikasi efektif merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks peran perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan rawat inap. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran distribusi frekuensi respect dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi empathy dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi audible dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi clarity dalam komunikasi efektif perawat diruang rawat inap, diketahuinya gambaran distribusi frekuensi humble dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp" type="image/webp" length="113542" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-480c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-d2378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/6/klinis-pasien-dbd-kualitas-komunikasi-keluarga-ind-thumb-5bb36.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33471-metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k</link>
	<guid isPermaLink="false">442a4c1cc6b95a1451b1cf967796956c</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 03:50:46 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan program pelatihan komunikasi SBAR yang komprehensif, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan komunikasi dan kelengkapan informasi. Pelatihan ini dapat mencakup ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan program pelatihan komunikasi SBAR yang komprehensif, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan komunikasi dan kelengkapan informasi. Pelatihan ini dapat mencakup strategi-strategi untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi terbuka dan meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. 2. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien, termasuk faktor-faktor seperti dukungan organisasi, respons non-menghakimi, dan kerja sama lintas unit. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi intervensi yang tepat untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien secara menyeluruh. 3. Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari komunikasi SBAR terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian ini dapat mencakup pengukuran indikator-indikator seperti frekuensi pelaporan insiden, kualitas penanganan situasi kritis, dan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang hubungan antara komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien, serta membantu mengembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit.. Pelaksanaan komunikasi SBAR di lapangan Sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian merasa kurang baik.Salah satu faktor yang memengaruhi adalah minimnya informasi yang disampaikan.Sebagian perawat juga merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien pada saat komunikasi SBAR dilakukan.Hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkumunikasi terbuka serta ketidaklengkapan informasi saat handover.Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi.Komunikasi SBAR berperan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien dan menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara keduanya Komunikasi SBAR merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, terutama dalam menghadapi meningkatnya kasus medical error akibat kelalaian pelayanan. Penerapan metode ini di rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi SBAR dan diketahuinya pelaksanaan budaya keselamatan pasien serta diketahuinya hubungan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-0cb38.webp" title="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-0cb38.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-0cb38.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-0cb38.webp 1x" title="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp" title="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33471-metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k" title="JURIS - Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025" target="_blank">Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya Keselamatan pasien di RSU Madina Bukittingi Tahun 2025</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan program pelatihan komunikasi SBAR yang komprehensif, dengan fokus pada peningkatan keterbukaan komunikasi dan kelengkapan informasi. Pelatihan ini dapat mencakup strategi-strategi untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi terbuka dan meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. 2. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien, termasuk faktor-faktor seperti dukungan organisasi, respons non-menghakimi, dan kerja sama lintas unit. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi intervensi yang tepat untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien secara menyeluruh. 3. Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari komunikasi SBAR terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian ini dapat mencakup pengukuran indikator-indikator seperti frekuensi pelaporan insiden, kualitas penanganan situasi kritis, dan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang hubungan antara komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien, serta membantu mengembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit..
<br>Pelaksanaan komunikasi SBAR di lapangan Sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian merasa kurang baik.Salah satu faktor yang memengaruhi adalah minimnya informasi yang disampaikan.Sebagian perawat juga merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien pada saat komunikasi SBAR dilakukan.Hal ini di pengaruhi oleh hambatan dalam berkumunikasi terbuka serta ketidaklengkapan informasi saat handover.Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi.Komunikasi SBAR berperan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien dan menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara keduanya
<br>Komunikasi SBAR merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, terutama dalam menghadapi meningkatnya kasus medical error akibat kelalaian pelayanan. Penerapan metode ini di rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan komunikasi SBAR dan diketahuinya pelaksanaan budaya keselamatan pasien serta diketahuinya hubungan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp" type="image/webp" length="103424" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-0cb38.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/b/metode-komunikasi-sbar-rumah-sakit-pasien-budaya-k-thumb-1dd8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33472-mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubun</link>
	<guid isPermaLink="false">3151d5834c8d42d623fbd323a6e6f141</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 03:29:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas komunikasi antara karyawan dan pasien, seperti pelatihan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025: Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas komunikasi antara karyawan dan pasien, seperti pelatihan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit pelayanan. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari peningkatan komunikasi terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Terakhir, penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien terkait komunikasi dengan karyawan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek komunikasi yang perlu ditingkatkan.. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025.Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik, dan mutu pelayanan sebagian besar baik namun belum optimal.Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan komunikasi interpersonal, memperkuat evaluasi mutu, dan memperbaiki sarana pendukung pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien Mutu pelayanan sakit dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi tenaga kesehatan, khususnya di unit rawat jalan. Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan keluhan dan menurunkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif melibatkan 81 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara komunikasi efektif dengan mutu pelayanan (p = 0,032). Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-ce95e.webp" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-ce95e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-ce95e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-ce95e.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33472-mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubun" title="JURIS - Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025" target="_blank">Hubungan Komunikasi Efektif Karyawan dengan Mutu Pelayanan Di Unit Rawat Jalan Penyakit dalam RSU Madinabukittinggi Tahun 2025</a>: Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas komunikasi antara karyawan dan pasien, seperti pelatihan komunikasi interpersonal yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit pelayanan. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari peningkatan komunikasi terhadap kepuasan pasien dan kualitas pelayanan secara keseluruhan. Terakhir, penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien terkait komunikasi dengan karyawan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang aspek-aspek komunikasi yang perlu ditingkatkan..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025.Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik, dan mutu pelayanan sebagian besar baik namun belum optimal.Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan komunikasi interpersonal, memperkuat evaluasi mutu, dan memperbaiki sarana pendukung pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pasien
<br>Mutu pelayanan sakit dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi tenaga kesehatan, khususnya di unit rawat jalan. Komunikasi yang tidak efektif dapat menimbulkan keluhan dan menurunkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif karyawan dengan mutu pelayanan di Unit Rawat Jalan Penyakit Dalam RSU Madina Bukittinggi tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif melibatkan 81 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara komunikasi efektif dengan mutu pelayanan (p = 0,032). Komunikasi efektif karyawan sebagian dinilai baik namun masih ada yang menilai kurang baik,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp" type="image/webp" length="103950" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-b3905.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/2/mutu-pelayanan-kebidanan-model-evaluasi-hubungan-k-thumb-ce95e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3569-pbnsurabaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14670-jurnal-penelitian-multidisiplin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33469-optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri</link>
	<guid isPermaLink="false">3a3cfa1a139d3806e18a8ea882f3a033</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 00:09:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sintesis pan ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif ripaldi ]]></category>
	<category><![CDATA[ dyah nirmala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,dyah,nirmala,pan,ripaldi,sintesis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi rasio fly ash dan natrium alginat untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi dan stabilitas mekanik hidrogel. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme adsorpsi PbAA pada hidrogel komposit ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi rasio fly ash dan natrium alginat untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi dan stabilitas mekanik hidrogel. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme adsorpsi PbAA pada hidrogel komposit ini, termasuk peran komponen mineral dalam fly ash. Pengembangan aplikasi hidrogel komposit ini pada air limbah industri riil dengan komposisi yang lebih kompleks juga perlu dieksplorasi untuk menguji efektivitasnya dalam kondisi lapangan. Selain itu, penelitian tentang regenerasi dan penggunaan kembali hidrogel setelah proses adsorpsi dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya dari teknologi ini. Terakhir, eksplorasi penggunaan jenis fly ash yang berbeda dari berbagai sumber pembangkit listrik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi material yang paling optimal untuk sintesis hidrogel adsorben.. Penelitian ini berhasil mensintesis hidrogel komposit berbasis fly ashAealginate yang efektif dalam mengadsorpsi ion PbAA dari limbah cair sintetik.Formulasi hidrogel FA-D menunjukkan keseimbangan optimal antara daya swelling dan stabilitas fisik terhadap gaya gesek.Dengan kondisi operasi yang tepat, hidrogel FA-D mampu mencapai efisiensi removal PbAA tertinggi sebesar 98,21% Meningkatnya produksi abu terbang (FA) dari pembangkit listrik tenaga batubara di Indonesia dan risiko kontaminasi logam berat yang terkait memerlukan pengembangan material adsorben berkelanjutan. Studi ini melaporkan sintesis hidrogel komposit abu terbang natrium alginat yang dihubungkan silang dengan CaClCC dan aplikasinya untuk adsorpsi PbAA dalam sistem batch. Eksperimen meliputi persiapan FA, sintesis hidrogel, analisis pembengkakan, evaluasi stabilitas fisik yang didefinisikan sebagai ketahanan terhadap gaya gesek akibat... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-69efd.webp" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-69efd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-69efd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-69efd.webp 1x" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" alt="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-6a0da.webp" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-6a0da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-6a0da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-6a0da.webp 1x" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" alt="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp 1x" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" alt="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33469-optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri" title="JURIS - Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA" target="_blank">Studi Awal Sintesis dan Evaluasi Kestabilan Hidrogel Komposit Fly AshAeAlginate untuk Adsorpsi PbAA</a>: Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi rasio fly ash dan natrium alginat untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi dan stabilitas mekanik hidrogel. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme adsorpsi PbAA pada hidrogel komposit ini, termasuk peran komponen mineral dalam fly ash. Pengembangan aplikasi hidrogel komposit ini pada air limbah industri riil dengan komposisi yang lebih kompleks juga perlu dieksplorasi untuk menguji efektivitasnya dalam kondisi lapangan. Selain itu, penelitian tentang regenerasi dan penggunaan kembali hidrogel setelah proses adsorpsi dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya dari teknologi ini. Terakhir, eksplorasi penggunaan jenis fly ash yang berbeda dari berbagai sumber pembangkit listrik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi material yang paling optimal untuk sintesis hidrogel adsorben..
<br>Penelitian ini berhasil mensintesis hidrogel komposit berbasis fly ashAealginate yang efektif dalam mengadsorpsi ion PbAA dari limbah cair sintetik.Formulasi hidrogel FA-D menunjukkan keseimbangan optimal antara daya swelling dan stabilitas fisik terhadap gaya gesek.Dengan kondisi operasi yang tepat, hidrogel FA-D mampu mencapai efisiensi removal PbAA tertinggi sebesar 98,21%
<br>Meningkatnya produksi abu terbang (FA) dari pembangkit listrik tenaga batubara di Indonesia dan risiko kontaminasi logam berat yang terkait memerlukan pengembangan material adsorben berkelanjutan. Studi ini melaporkan sintesis hidrogel komposit abu terbang natrium alginat yang dihubungkan silang dengan CaClCC dan aplikasinya untuk adsorpsi PbAA dalam sistem batch. Eksperimen meliputi persiapan FA, sintesis hidrogel, analisis pembengkakan, evaluasi stabilitas fisik yang didefinisikan sebagai ketahanan terhadap gaya gesek akibat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp" type="image/webp" length="106216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-69efd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-6a0da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/9/optimum-adsorpsi-ion-logam-berat-bakteri-resisten-thumb-86f54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-69-unpam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-339-jurnal-ilmiah-teknik-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33467-kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko</link>
	<guid isPermaLink="false">422b68d7d25e889ee16b9dcbef07e435</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 00:01:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sintesis pan ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif ripaldi ]]></category>
	<category><![CDATA[ dyah nirmala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,dyah,nirmala,pan,ripaldi,sintesis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti pengaruh durasi aktivasi ekstrak belimbing wuluh terhadap pembentukan pori dan kapasitas adsorpsi bioadsorben, untuk mengetahui apakah waktu lebih lama dapat meningkatkan efisiensi penyerapan logam Cu. Kedua, perlu dikaji perbandingan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial: Pertama, perlu diteliti pengaruh durasi aktivasi ekstrak belimbing wuluh terhadap pembentukan pori dan kapasitas adsorpsi bioadsorben, untuk mengetahui apakah waktu lebih lama dapat meningkatkan efisiensi penyerapan logam Cu. Kedua, perlu dikaji perbandingan jenis aktivator alami lain seperti ekstrak jeruk nipis atau cuka buah terhadap kinerja bioadsorben dari tongkol jagung, guna menemukan alternatif yang lebih efektif dan tersedia luas. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang pengaruh ukuran partikel karbon aktif terhadap kecepatan dan kapasitas adsorpsi, karena ukuran partikel dapat memengaruhi luas permukaan dan difusi ion logam ke dalam pori. Ide-ide ini mengembangkan saran dalam penelitian yang menyebutkan pentingnya memperhatikan faktor aktivasi, jenis aktivator, dan ukuran partikel. Dengan memperdalam variabel-variabel tersebut, penelitian lanjutan dapat menghasilkan bioadsorben yang lebih optimal dan siap diterapkan dalam skala nyata. Penelitian semacam ini juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi proses pengolahan limbah berbasis bahan alami. Fokus pada parameter proses membuat penelitian lebih terarah dan aplikatif. Semua saran tetap berbasis pada temuan dan saran dalam makalah tanpa menambahkan informasi luar. Pendekatan sistematis ini mendukung pengembangan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan.. Proses adsorpsi dengan bioadsorben dari tongkol jagung yang diaktivasi menggunakan aktivator alami ekstrak belimbing wuluh 80% mampu menyerap limbah artifisial logam Cu hingga 89,55% pada kondisi optimal yaitu waktu pengontakan 120 menit dan massa adsorben 12,5 gram.Penyerapan logam berat Cu oleh bioadsorben tersebut mengikuti model Isoterm Langmuir dengan persamaan y = 1,8082x Ae 17,871 dan nilai RA = 0,994, menunjukkan kecocokan model yang sangat baik.Peningkatan massa adsorben dan waktu kontak meningkatkan efisiensi penyerapan hingga mencapai titik jenuh Zat pencemar berbahaya yang terdapat dalam limbah diantaranya adalah logam berat Cu (Tembaga). Proses adsorpsi dapat digunakan sebagai metode dalam mengurangi kadar logam berat tembaga. Metode adsorpsi dipilih karena pada proses ini tidak menimbulkan racun dan bahan baku untuk adsorben lebih ekonomis seperti tongkol jagung. Tongkol jagung memiliki kandungan kadar unsur karbon 43,42% dan struktur berpori cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model matematika yang dapat digunakan dalam penentuan proses adsorpsi logam Cu menggunakan bioadsorben dari... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-3e901.webp" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-3e901.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-3e901.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-3e901.webp 1x" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" alt="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp 1x" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" alt="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-84ef1.webp" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-84ef1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-84ef1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-84ef1.webp 1x" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" alt="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33467-kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko" title="JURIS - Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial" target="_blank">Model Matematis Bioadsorben dari Tongkol Jagung Termodifikasi Belimbing Wuluh sebagai Pengolahan Limbah Logam Cu Artifisial</a>: Pertama, perlu diteliti pengaruh durasi aktivasi ekstrak belimbing wuluh terhadap pembentukan pori dan kapasitas adsorpsi bioadsorben, untuk mengetahui apakah waktu lebih lama dapat meningkatkan efisiensi penyerapan logam Cu. Kedua, perlu dikaji perbandingan jenis aktivator alami lain seperti ekstrak jeruk nipis atau cuka buah terhadap kinerja bioadsorben dari tongkol jagung, guna menemukan alternatif yang lebih efektif dan tersedia luas. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang pengaruh ukuran partikel karbon aktif terhadap kecepatan dan kapasitas adsorpsi, karena ukuran partikel dapat memengaruhi luas permukaan dan difusi ion logam ke dalam pori. Ide-ide ini mengembangkan saran dalam penelitian yang menyebutkan pentingnya memperhatikan faktor aktivasi, jenis aktivator, dan ukuran partikel. Dengan memperdalam variabel-variabel tersebut, penelitian lanjutan dapat menghasilkan bioadsorben yang lebih optimal dan siap diterapkan dalam skala nyata. Penelitian semacam ini juga penting untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi proses pengolahan limbah berbasis bahan alami. Fokus pada parameter proses membuat penelitian lebih terarah dan aplikatif. Semua saran tetap berbasis pada temuan dan saran dalam makalah tanpa menambahkan informasi luar. Pendekatan sistematis ini mendukung pengembangan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan..
<br>Proses adsorpsi dengan bioadsorben dari tongkol jagung yang diaktivasi menggunakan aktivator alami ekstrak belimbing wuluh 80% mampu menyerap limbah artifisial logam Cu hingga 89,55% pada kondisi optimal yaitu waktu pengontakan 120 menit dan massa adsorben 12,5 gram.Penyerapan logam berat Cu oleh bioadsorben tersebut mengikuti model Isoterm Langmuir dengan persamaan y = 1,8082x Ae 17,871 dan nilai RA = 0,994, menunjukkan kecocokan model yang sangat baik.Peningkatan massa adsorben dan waktu kontak meningkatkan efisiensi penyerapan hingga mencapai titik jenuh
<br>Zat pencemar berbahaya yang terdapat dalam limbah diantaranya adalah logam berat Cu (Tembaga). Proses adsorpsi dapat digunakan sebagai metode dalam mengurangi kadar logam berat tembaga. Metode adsorpsi dipilih karena pada proses ini tidak menimbulkan racun dan bahan baku untuk adsorben lebih ekonomis seperti tongkol jagung. Tongkol jagung memiliki kandungan kadar unsur karbon 43,42% dan struktur berpori cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model matematika yang dapat digunakan dalam penentuan proses adsorpsi logam Cu menggunakan bioadsorben dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp" type="image/webp" length="111378" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-3e901.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-0a862.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/kapasitas-adsorpsi-ion-biobriket-tongkol-jagung-ko-thumb-84ef1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-69-unpam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-339-jurnal-ilmiah-teknik-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Sintesis PAN co PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Sintesis PAN co PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Sintesis PAN co PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-33468-compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural</link>
	<guid isPermaLink="false">513fbea4a977648f200fa26df8f49756</guid>
	<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 00:01:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ sintesis pan ]]></category>
	<category><![CDATA[ alif ripaldi ]]></category>
	<category><![CDATA[ dyah nirmala ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alif,dyah,nirmala,pan,ripaldi,sintesis]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang analisis morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui secara langsung pengaruh PAN-co-PMMA terhadap ukuran dan distribusi domain NBR dalam matriks NR. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang analisis morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui secara langsung pengaruh PAN-co-PMMA terhadap ukuran dan distribusi domain NBR dalam matriks NR. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan filler, seperti carbon black dan silika, dalam vulkanisasi rubber seal untuk meningkatkan sifat mekanis karet. Terakhir, studi tentang desain dan pengembangan polimer yang dapat meningkatkan viskoelastisitas dan sifat permukaan yang kritis untuk ketahanan gores pada karet seal juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.. Sintesis PAN-co-PMMA sebagai compatibilizer dalam campuran NR dan NBR menunjukkan bahwa semakin bertambahnya konsentrasi inisiator maka akan meningkatkan padatan PAN-co-PMMA.Transmitan FTIR PAN dan PMMA menurun dengan bertambahnya konsentrasi inisiator, sehingga menunjukkan telah terjadi kopolimerisasi karena terdapat ikatan rangkap CON dan C=O yang menunjukkan bahwa PAN dan PMMA telah bergabung membentuk kopolimerisasi.Penambahan compatibilizer PAN-co-PMMA dapat menaikkan nilai tensile strength dari 10,3 MPa menjadi 11,4 Mpa, namun demikian perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang analisis morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui ukuran dan distribusi domain NBR dalam matriks NR Natural Rubber (NR) dan Nitrile Butadiene Rubber (NBR) adalah dua jenis karet yang tidak dapat bercampur karena memiliki parameter kelarutan yang berbeda. Salah satu cara untuk mencampurkan NR dan NBR dibutuhkan compatibilizer yang diperoleh melalui kopolimerisasi dari monomer akrilonitril (AN) dan metil metakrilat (MMA) menggunakan inisiator kalium persulfat (K2S2O8). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiator terhadap proses sintesis dan karakterisasi PAN-co-PMMA, serta mengevaluasi sifat mekanis tensile... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-96f34.webp" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-96f34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-96f34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-96f34.webp 1x" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" alt="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp 1x" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" alt="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-0ad15.webp" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-0ad15.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-0ad15.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-0ad15.webp 1x" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" alt="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-33468-compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural" title="JURIS - Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat" target="_blank">Sintesis PAN-co-PMMA sebagai Compatibilizer pada Pencampuran Natural Rubber dan Nitrile Butadiene Rubber:Aplikasi dalam Pencampuran Karet Perapat</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi tentang analisis morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui secara langsung pengaruh PAN-co-PMMA terhadap ukuran dan distribusi domain NBR dalam matriks NR. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan filler, seperti carbon black dan silika, dalam vulkanisasi rubber seal untuk meningkatkan sifat mekanis karet. Terakhir, studi tentang desain dan pengembangan polimer yang dapat meningkatkan viskoelastisitas dan sifat permukaan yang kritis untuk ketahanan gores pada karet seal juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik..
<br>Sintesis PAN-co-PMMA sebagai compatibilizer dalam campuran NR dan NBR menunjukkan bahwa semakin bertambahnya konsentrasi inisiator maka akan meningkatkan padatan PAN-co-PMMA.Transmitan FTIR PAN dan PMMA menurun dengan bertambahnya konsentrasi inisiator, sehingga menunjukkan telah terjadi kopolimerisasi karena terdapat ikatan rangkap CON dan C=O yang menunjukkan bahwa PAN dan PMMA telah bergabung membentuk kopolimerisasi.Penambahan compatibilizer PAN-co-PMMA dapat menaikkan nilai tensile strength dari 10,3 MPa menjadi 11,4 Mpa, namun demikian perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang analisis morfologi menggunakan SEM untuk mengetahui ukuran dan distribusi domain NBR dalam matriks NR
<br>Natural Rubber (NR) dan Nitrile Butadiene Rubber (NBR) adalah dua jenis karet yang tidak dapat bercampur karena memiliki parameter kelarutan yang berbeda. Salah satu cara untuk mencampurkan NR dan NBR dibutuhkan compatibilizer yang diperoleh melalui kopolimerisasi dari monomer akrilonitril (AN) dan metil metakrilat (MMA) menggunakan inisiator kalium persulfat (K2S2O8). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiator terhadap proses sintesis dan karakterisasi PAN-co-PMMA, serta mengevaluasi sifat mekanis tensile...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp" type="image/webp" length="119128" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-96f34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-8eccd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/compatibilizer-kopolimerisasi-pan-co-pmma-natural-thumb-0ad15.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-69-unpam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-339-jurnal-ilmiah-teknik-kimia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 04 Apr 2026 11:28:09 +0700. 24 items. Served in: 4.261 seconds [rss] -->
