<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 06:36:37 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 06:36:37 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-04-25T06:36:37+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Kerang Hijau dan Anggur Laut Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Kerang Hijau dan Anggur Laut Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Kerang Hijau dan Anggur Laut Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41680-ikan-kakap-kualitas-putih-ka</link>
	<guid isPermaLink="false">136753b137482e3fdaf23c4452583734</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:56:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kombinasi spesies ekstraktif lain dalam sistem IMTA untuk meningkatkan efisiensi nutrisi dan mengurangi polusi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang sistem IMTA terhadap keseimbangan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kombinasi spesies ekstraktif lain dalam sistem IMTA untuk meningkatkan efisiensi nutrisi dan mengurangi polusi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang sistem IMTA terhadap keseimbangan ekosistem budidaya. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi ekonomi dari produk sampingan seperti kerang hijau dan anggur laut dalam skala industri untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi petani akuakultur.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan ikan kakap putih selama 5 minggu pemeliharaan terbesar pada sistem IMTA (P4) sebesar 85,0% dibandingkan monokultur (P1) sebesar 43,80%.Integrasi ikan kakap dengan kerang hijau dan anggur laut dalam sistem IMTA mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih stabil dan mendukung kelangsungan hidup ikan melalui pemanfaatan limbah pakan dan feses sebagai sumber nutrisi bagi organisme lain, sehingga mengurangi akumulasi bahan beracun seperti amonia yang berpotensi memicu stres dan kematian.Pendekatan budidaya terintegrasi lebih efektif dibandingkan monokultur maupun polikultur sederhana dalam meningkatkan kelangsungan hidup ikan kakap putih pada sistem resirkulasi tertutup Integrasi akuakultur (IMTA) merupakan metode budidaya yang melibatkan beberapa komunitas dengan tingkat trofik berbeda dalam hal pemanfaatan sumber makanan (energi) di air. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kombinasi spesies terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan kakap dalam sistem resirkulasi terkontrol. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, serta analisis ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa sintasan ikan kakap selama 5 minggu pemeliharaan terbesar pada perlakuan IMTA (P4) sebesar 85,0% dibandingkan monokultur... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" alt="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-89c9a.webp" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-89c9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-89c9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-89c9a.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" alt="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-73191.webp" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-73191.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-73191.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-73191.webp 1x" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" alt="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41680-ikan-kakap-kualitas-putih-ka" title="JURIS - Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol" target="_blank">Analisis Sistem Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap, Kerang Hijau dan Anggur Laut  Pada Budidaya Terintegrasi Sistem Resirkulasi Terkontrol</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi kombinasi spesies ekstraktif lain dalam sistem IMTA untuk meningkatkan efisiensi nutrisi dan mengurangi polusi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang sistem IMTA terhadap keseimbangan ekosistem budidaya. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi ekonomi dari produk sampingan seperti kerang hijau dan anggur laut dalam skala industri untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi petani akuakultur..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan ikan kakap putih selama 5 minggu pemeliharaan terbesar pada sistem IMTA (P4) sebesar 85,0% dibandingkan monokultur (P1) sebesar 43,80%.Integrasi ikan kakap dengan kerang hijau dan anggur laut dalam sistem IMTA mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih stabil dan mendukung kelangsungan hidup ikan melalui pemanfaatan limbah pakan dan feses sebagai sumber nutrisi bagi organisme lain, sehingga mengurangi akumulasi bahan beracun seperti amonia yang berpotensi memicu stres dan kematian.Pendekatan budidaya terintegrasi lebih efektif dibandingkan monokultur maupun polikultur sederhana dalam meningkatkan kelangsungan hidup ikan kakap putih pada sistem resirkulasi tertutup
<br>Integrasi akuakultur (IMTA) merupakan metode budidaya yang melibatkan beberapa komunitas dengan tingkat trofik berbeda dalam hal pemanfaatan sumber makanan (energi) di air. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh kombinasi spesies terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan kakap dalam sistem resirkulasi terkontrol. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, serta analisis ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa sintasan ikan kakap selama 5 minggu pemeliharaan terbesar pada perlakuan IMTA (P4) sebesar 85,0% dibandingkan monokultur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp" type="image/webp" length="97676" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-a306a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-89c9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ikan-kakap-kualitas-putih-hidup-nila-analisis-sist-thumb-73191.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi Kota Makassar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi Kota Makassar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi Kota Makassar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41678-peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu</link>
	<guid isPermaLink="false">5ea46f93f07a89098ef7f4aa3376b882</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:42:42 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi preferensi spesies ikan terhadap struktur transplantasi, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi preferensi spesies ikan terhadap struktur transplantasi, seperti jenis material, desain, dan ukuran struktur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas struktur transplantasi dalam meningkatkan populasi ikan karang yang terancam punah atau memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang struktur transplantasi terhadap ekosistem terumbu karang secara keseluruhan, termasuk perubahan komposisi spesies, struktur komunitas, dan fungsi ekosistem. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran struktur transplantasi dalam restorasi ekosistem terumbu karang dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air laut mendukung pertumbuhan karang pada kedua waktu pengambilan sampel.Indeks keanekaragaman pada musim hujan adalah 316,76 dengan jumlah individu 115 ekor, sedangkan pada musim kemarau adalah 322,10 dengan jumlah individu 164 ekor.Kelimpahan spesies individu pada musim hujan adalah 2,3 ind/mA, sedangkan pada musim kemarau adalah 3,28 ind/mA.Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa struktur transplantasi rangka model penyu memiliki potensi untuk meningkatkan keanekaragaman dan kelimpahan ikan karang di perairan Pulau Barrang Caddi Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter kualitas air, indeks keanekaragaman, dan kelimpahan spesies ikan karang yang berasosiasi dengan struktur transplantasi. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) pada dua waktu pengambilan sampel yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter kualitas air berada dalam standar kualitas air laut yang baik untuk kehidupan laut. Sebanyak enam belas spesies ikan ditemukan berasosiasi dengan media transplantasi, dengan nilai indeks keanekaragaman yang lebih tinggi pada musim kemarau (H' = 322.10; D = 3.28 ind/mA) dibandingkan musim hujan (H' = 316.76; D = 2.3 ind/mA). Temuan ini mengonfirmasi potensi struktur transplantasi inovatif dalam mendukung konservasi perikanan karang yang berkelanjutan. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" alt="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-c1846.webp" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-c1846.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-c1846.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-c1846.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" alt="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-54e11.webp" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-54e11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-54e11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-54e11.webp 1x" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" alt="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41678-peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu" title="JURIS - Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar" target="_blank">Asosiasi Ikan Karang Pada Media Transplantasi Rangka Model Penyu di Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi preferensi spesies ikan terhadap struktur transplantasi, seperti jenis material, desain, dan ukuran struktur. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas struktur transplantasi dalam meningkatkan populasi ikan karang yang terancam punah atau memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketiga, penting untuk menginvestigasi dampak jangka panjang struktur transplantasi terhadap ekosistem terumbu karang secara keseluruhan, termasuk perubahan komposisi spesies, struktur komunitas, dan fungsi ekosistem. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran struktur transplantasi dalam restorasi ekosistem terumbu karang dan pengelolaan perikanan berkelanjutan..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air laut mendukung pertumbuhan karang pada kedua waktu pengambilan sampel.Indeks keanekaragaman pada musim hujan adalah 316,76 dengan jumlah individu 115 ekor, sedangkan pada musim kemarau adalah 322,10 dengan jumlah individu 164 ekor.Kelimpahan spesies individu pada musim hujan adalah 2,3 ind/mA, sedangkan pada musim kemarau adalah 3,28 ind/mA.Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa struktur transplantasi rangka model penyu memiliki potensi untuk meningkatkan keanekaragaman dan kelimpahan ikan karang di perairan Pulau Barrang Caddi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter kualitas air, indeks keanekaragaman, dan kelimpahan spesies ikan karang yang berasosiasi dengan struktur transplantasi. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) pada dua waktu pengambilan sampel yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter kualitas air berada dalam standar kualitas air laut yang baik untuk kehidupan laut. Sebanyak enam belas spesies ikan ditemukan berasosiasi dengan media transplantasi, dengan nilai indeks keanekaragaman yang lebih tinggi pada musim kemarau (H' = 322.10; D = 3.28 ind/mA) dibandingkan musim hujan (H' = 316.76; D = 2.3 ind/mA). Temuan ini mengonfirmasi potensi struktur transplantasi inovatif dalam mendukung konservasi perikanan karang yang berkelanjutan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp" type="image/webp" length="127188" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-f3b9b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-c1846.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/7/peran-struktur-komunitas-bivalvia-terumbu-karang-e-thumb-54e11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang Sardinella fimbriata Valenciennes 1847 Ditinjau dari Kebiasaan Makan di Perairan Selat Makassar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang Sardinella fimbriata Valenciennes 1847 Ditinjau dari Kebiasaan Makan di Perairan Selat Makassar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang Sardinella fimbriata Valenciennes 1847 Ditinjau dari Kebiasaan Makan di Perairan Selat Makassar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41675-small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo</link>
	<guid isPermaLink="false">9c7ae150f5d8d2ca4cd82fe8794b298e</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:42:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor lingkungan seperti salinitas dan suhu perairan terhadap akumulasi merkuri pada ikan tembang. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai mekanisme detoksifikasi merkuri pada ikan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan di Perairan Selat Makassar: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor lingkungan seperti salinitas dan suhu perairan terhadap akumulasi merkuri pada ikan tembang. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai mekanisme detoksifikasi merkuri pada ikan tembang, termasuk peran enzim dan protein pengikat logam, perlu dilakukan untuk memahami adaptasi fisiologis ikan terhadap paparan logam berat. Terakhir, penelitian yang melibatkan analisis rantai makanan yang lebih kompleks, termasuk predator ikan tembang, dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai transfer dan biomagnifikasi merkuri dalam ekosistem Selat Makassar. Penelitian-penelitian ini akan memberikan informasi penting untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, dengan mempertimbangkan dampak paparan logam berat pada biota laut dan manusia. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat akumulasi merkuri pada ikan tembang di berbagai lokasi di Selat Makassar, untuk mengidentifikasi area-area yang lebih rentan terhadap pencemaran logam berat dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat.. Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang di perairan Selat Makassar mengalami pergeseran kebiasaan makan seiring pertambahan ukuran tubuh, dari fitoplankton dan zooplankton mikro pada ukuran kecil hingga zooplankton yang lebih besar pada ukuran sedang dan besar.Kandungan logam berat merkuri bervariasi antar ukuran ikan, dengan konsentrasi terendah pada ikan kecil dan tertinggi pada ikan sedang, kemudian menurun pada ikan besar, yang mengindikasikan pengaruh efek pengenceran pertumbuhan dan mekanisme fisiologis ikan.Hasil penelitian ini penting untuk menilai risiko kontaminasi merkuri pada sumber daya ikan di Selat Makassar The Fringe scale sardinella is a small pelagic fish that plays a strategic role in capture fisheries in the Makassar Strait. Information on the relationship between dietary habits and the accumulation of the heavy metal mercury (Hg) in various fish sizes is still relatively limited. Mercury is known as a heavy metal that is toxic, persistent, and capable of biomagnification in the food chain, thus potentially posing a risk to human health. This study aims to analyze the relationship between dietary habits and body size of Fringe scale sardinella and mercury content in fish muscle tissue. The study was conducted using a descriptive analytical method with a survey approach. Fringe scale sardinella samples were grouped... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-0b007.webp" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-0b007.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-0b007.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-0b007.webp 1x" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" alt="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-04478.webp" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-04478.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-04478.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-04478.webp 1x" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" alt="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp 1x" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" alt="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41675-small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo" title="JURIS - Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar" target="_blank">Akumulasi Logam Berat Merkuri pada Ikan Tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) Ditinjau dari Kebiasaan Makan  di Perairan Selat Makassar</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor lingkungan seperti salinitas dan suhu perairan terhadap akumulasi merkuri pada ikan tembang. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai mekanisme detoksifikasi merkuri pada ikan tembang, termasuk peran enzim dan protein pengikat logam, perlu dilakukan untuk memahami adaptasi fisiologis ikan terhadap paparan logam berat. Terakhir, penelitian yang melibatkan analisis rantai makanan yang lebih kompleks, termasuk predator ikan tembang, dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai transfer dan biomagnifikasi merkuri dalam ekosistem Selat Makassar. Penelitian-penelitian ini akan memberikan informasi penting untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, dengan mempertimbangkan dampak paparan logam berat pada biota laut dan manusia. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat akumulasi merkuri pada ikan tembang di berbagai lokasi di Selat Makassar, untuk mengidentifikasi area-area yang lebih rentan terhadap pencemaran logam berat dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang di perairan Selat Makassar mengalami pergeseran kebiasaan makan seiring pertambahan ukuran tubuh, dari fitoplankton dan zooplankton mikro pada ukuran kecil hingga zooplankton yang lebih besar pada ukuran sedang dan besar.Kandungan logam berat merkuri bervariasi antar ukuran ikan, dengan konsentrasi terendah pada ikan kecil dan tertinggi pada ikan sedang, kemudian menurun pada ikan besar, yang mengindikasikan pengaruh efek pengenceran pertumbuhan dan mekanisme fisiologis ikan.Hasil penelitian ini penting untuk menilai risiko kontaminasi merkuri pada sumber daya ikan di Selat Makassar
<br>The Fringe scale sardinella is a small pelagic fish that plays a strategic role in capture fisheries in the Makassar Strait. Information on the relationship between dietary habits and the accumulation of the heavy metal mercury (Hg) in various fish sizes is still relatively limited. Mercury is known as a heavy metal that is toxic, persistent, and capable of biomagnification in the food chain, thus potentially posing a risk to human health. This study aims to analyze the relationship between dietary habits and body size of Fringe scale sardinella and mercury content in fish muscle tissue. The study was conducted using a descriptive analytical method with a survey approach. Fringe scale sardinella samples were grouped...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp" type="image/webp" length="100332" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-0b007.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-04478.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/a/small-pelagic-fish-ikan-tembang-kebiasaan-makan-lo-thumb-2fdf3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Eceng Gondok Eichhornia crassipes Dengan Fermentasi Limbah Tuna Thunnus albacares Sebagai Pakan Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Eceng Gondok Eichhornia crassipes Dengan Fermentasi Limbah Tuna Thunnus albacares Sebagai Pakan Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Eceng Gondok Eichhornia crassipes Dengan Fermentasi Limbah Tuna Thunnus albacares Sebagai Pakan Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41677-kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi</link>
	<guid isPermaLink="false">83fe827e12b75b84eab63b16ed4b4708</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:17:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme fermentasi yang paling efektif dalam meningkatkan nilai gizi eceng gondok ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus): Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme fermentasi yang paling efektif dalam meningkatkan nilai gizi eceng gondok dan limbah tuna. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas fermentasi dengan metode pengolahan eceng gondok lainnya, seperti pengeringan atau silase, dalam meningkatkan kualitas pakan ikan. Ketiga, penelitian lebih mendalam diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pemberian pakan berbahan dasar eceng gondok terfermentasi terhadap kesehatan ikan, kualitas daging, dan potensi akumulasi kontaminan dalam rantai makanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi pemanfaatan limbah perikanan dan gulma air sebagai sumber pakan alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila, serta berkontribusi pada pengembangan praktik akuakultur yang lebih efisien dan bertanggung jawab.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan eceng gondok yang difermentasi dengan limbah tuna dapat meningkatkan performa pertumbuhan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila.Dosis fermentasi 20 ml/kg terbukti paling optimal dalam meningkatkan kualitas pakan dan efisiensi pertumbuhan ikan.Penerapan fermentasi yang tepat mendukung keberlanjutan budidaya ikan dengan memanfaatkan bahan lokal yang ramah lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang difermentasi dengan limbah tuna (Thunnus albacares) terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Fermentasi dilakukan menggunakan Lactobacillus sp. dan Saccharomyces cerevisiae selama lima hari dalam kondisi anaerob pada suhu 35AC. Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis fermentasi (0, 10, 20, dan 30 ml/kg pakan) serta tiga replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis fermentasi 20 ml/kg menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (167,6 A 11,24... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-cf2c4.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-cf2c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-cf2c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-cf2c4.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-50852.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-50852.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-50852.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-50852.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41677-kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi" title="JURIS - Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" target="_blank">Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dengan Fermentasi Limbah Tuna (Thunnus albacares) Sebagai Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme fermentasi yang paling efektif dalam meningkatkan nilai gizi eceng gondok dan limbah tuna. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas fermentasi dengan metode pengolahan eceng gondok lainnya, seperti pengeringan atau silase, dalam meningkatkan kualitas pakan ikan. Ketiga, penelitian lebih mendalam diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pemberian pakan berbahan dasar eceng gondok terfermentasi terhadap kesehatan ikan, kualitas daging, dan potensi akumulasi kontaminan dalam rantai makanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi pemanfaatan limbah perikanan dan gulma air sebagai sumber pakan alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila, serta berkontribusi pada pengembangan praktik akuakultur yang lebih efisien dan bertanggung jawab..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan eceng gondok yang difermentasi dengan limbah tuna dapat meningkatkan performa pertumbuhan, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila.Dosis fermentasi 20 ml/kg terbukti paling optimal dalam meningkatkan kualitas pakan dan efisiensi pertumbuhan ikan.Penerapan fermentasi yang tepat mendukung keberlanjutan budidaya ikan dengan memanfaatkan bahan lokal yang ramah lingkungan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang difermentasi dengan limbah tuna (Thunnus albacares) terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Fermentasi dilakukan menggunakan Lactobacillus sp. dan Saccharomyces cerevisiae selama lima hari dalam kondisi anaerob pada suhu 35AC. Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis fermentasi (0, 10, 20, dan 30 ml/kg pakan) serta tiga replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis fermentasi 20 ml/kg menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi (167,6 A 11,24...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp" type="image/webp" length="105440" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-cf2c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-2b5c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/2/kualitas-pakan-rumput-sumber-lokal-efisiensi-konve-thumb-50852.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi Daya Tetas dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi Daya Tetas dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi Daya Tetas dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41673-kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-kel</link>
	<guid isPermaLink="false">6a7abf6ef9006bb6805d7972d099b10e</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 05:16:28 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat meneliti dosis optimal kombinasi madu dan air kelapa pada fase perkembangan berbeda larva, serta mengkaji potensi interaksi dengan nutrisi tambahan seperti suplemen vitamin B12 guna memperkuat efek maskulinisasi. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus): Penelitian selanjutnya dapat meneliti dosis optimal kombinasi madu dan air kelapa pada fase perkembangan berbeda larva, serta mengkaji potensi interaksi dengan nutrisi tambahan seperti suplemen vitamin B12 guna memperkuat efek maskulinisasi. Selain itu, studi molekuler yang mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jalur metabolik dan gen yang terlibat, sehingga mekanisme sinergis dapat dipahami lebih jelas. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penerapan metode ini pada skala industri, memonitor variabel lingkungan seperti kualitas air dan temperatur, serta menilai dampak jangka panjang pada kesehatan ikan dan kualitas produk akhir.. Penelitian menunjukkan madu dan air kelapa dapat berfungsi sebagai agen maskulinisasi alami pada larva ikan nila.Kombinasi kedua bahan menghasilkan efek sinergis yang meningkatkan rasio jantan, daya tetas, dan kelangsungan hidup larva.Alternatif alami ini menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada hormon sintetis.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan mekanisme molekuler yang terlibat Penelitian ini menyelidiki efek sinergis madu dan air kelapa muda sebagai agen maskulinisasi alami pada larva ikan nila. Eksperimen menggunakan empat perlakuan: madu 15Aml/L, air kelapa 30A%, kombinasi keduanya, dan kontrol tanpa perlakuan. Hasil menunjukkan perlakuan kombinasi menghasilkan rasio maskulinisasi tertinggi 94A% dibandingkan kontrol 53A%. Selain itu, kombinasi ini juga meningkatkan tingkat penetasan (77,5A%), pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva (94,67A%) lebih baik daripada perlakuan tunggal maupun kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu dan air kelapa dapat dijadikan alternatif ramah lingkungan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-6213e.webp" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-6213e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-6213e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-6213e.webp 1x" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp 1x" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-68c46.webp" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-68c46.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-68c46.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-68c46.webp 1x" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" alt="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41673-kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-kel" title="JURIS - Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)" target="_blank">Efek Sinergis Madu dan Air Kelapa terhadap Maskulinisasi, Daya Tetas, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Larva Ikan Nila (Oreochromis niloticus)</a>: Penelitian selanjutnya dapat meneliti dosis optimal kombinasi madu dan air kelapa pada fase perkembangan berbeda larva, serta mengkaji potensi interaksi dengan nutrisi tambahan seperti suplemen vitamin B12 guna memperkuat efek maskulinisasi. Selain itu, studi molekuler yang mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jalur metabolik dan gen yang terlibat, sehingga mekanisme sinergis dapat dipahami lebih jelas. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penerapan metode ini pada skala industri, memonitor variabel lingkungan seperti kualitas air dan temperatur, serta menilai dampak jangka panjang pada kesehatan ikan dan kualitas produk akhir..
<br>Penelitian menunjukkan madu dan air kelapa dapat berfungsi sebagai agen maskulinisasi alami pada larva ikan nila.Kombinasi kedua bahan menghasilkan efek sinergis yang meningkatkan rasio jantan, daya tetas, dan kelangsungan hidup larva.Alternatif alami ini menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada hormon sintetis.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan mekanisme molekuler yang terlibat
<br>Penelitian ini menyelidiki efek sinergis madu dan air kelapa muda sebagai agen maskulinisasi alami pada larva ikan nila. Eksperimen menggunakan empat perlakuan: madu 15Aml/L, air kelapa 30A%, kombinasi keduanya, dan kontrol tanpa perlakuan. Hasil menunjukkan perlakuan kombinasi menghasilkan rasio maskulinisasi tertinggi 94A% dibandingkan kontrol 53A%. Selain itu, kombinasi ini juga meningkatkan tingkat penetasan (77,5A%), pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva (94,67A%) lebih baik daripada perlakuan tunggal maupun kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu dan air kelapa dapat dijadikan alternatif ramah lingkungan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp" type="image/webp" length="124640" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-6213e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-beeac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/kombinasi-air-kelapa-kualitas-akuarium-rendah-madu-thumb-68c46.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar Selar boops Cuvier 1833 di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar Selar boops Cuvier 1833 di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar Selar boops Cuvier 1833 di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41676-populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng</link>
	<guid isPermaLink="false">7aa119019bb35295e3abd9d89c4ecadd</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:59:02 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap dinamika migrasi dan produktivitas stok ikan selar di WPPRI 713, mengingat wilayah ini dipengaruhi oleh upwelling musiman dan sirkulasi Arlindo yang sensitif terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi: Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap dinamika migrasi dan produktivitas stok ikan selar di WPPRI 713, mengingat wilayah ini dipengaruhi oleh upwelling musiman dan sirkulasi Arlindo yang sensitif terhadap fluktuasi lingkungan. Kedua, diperlukan kajian mengenai efektivitas implementasi kuota tangkapan tahunan terhadap perilaku nelayan kecil, khususnya bagaimana alokasi kuota dapat dirancang secara adil dan mudah diterapkan tanpa membebani pelaku usaha skala mikro. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang mengevaluasi hubungan ekologis antara populasi ikan selar di Teluk Bone, Laut Flores, dan Selat Makassar untuk menguji hipotesis bahwa ketiganya merupakan sistem stok terhubung, sehingga dapat menjadi dasar pengelolaan berbasis ekosistem lintas wilayah. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkuat aspek ekologis, sosial, dan kelembagaan dalam pengelolaan perikanan ikan selar secara holistik.. Potensi lestari ikan selar menunjukkan stok yang tinggi dan produktif, dengan kapasitas pemulihan yang mendukung pemanfaatan berkelanjutan jika dikelola secara hati-hati.Tingkat pemanfaatan yang rendah menandakan tekanan penangkapan masih aman, sehingga membuka peluang peningkatan eksploitasi tanpa mengancam stok.Upaya optimum dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan berfungsi sebagai batas pengelolaan yang dapat menjaga keberlanjutan stok sekaligus mendukung pengembangan perikanan jangka panjang Permasalahan mendasar dalam pengelolaan perikanan ikan selar di WPPRI 713 meliputi terbatasnya data stok yang komprehensif, sehingga menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang suboptimal dan berpotensi tidak lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi lestari, tingkat pemanfaatan, upaya optimum, serta jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebagai dasar pengelolaan perikanan ikan selar yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data statistik selama sepuluh tahun (2015Ae2024), yang dianalisis dengan model surplus produksi Schaefer. Hasil menunjukkan bahwa potensi lestari ikan selar mencapai 63.404.117 ton/tahun, tingkat pemanfaatan sebesar 18,99%, upaya optimum sebesar 3.730.925 unit, dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 50.723 ton/tahun. Hasil ini menegaskan bahwa... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp 1x" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" alt="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-d359d.webp" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-d359d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-d359d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-d359d.webp 1x" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" alt="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-0177d.webp" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-0177d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-0177d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-0177d.webp 1x" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" alt="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41676-populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng" title="JURIS - Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi" target="_blank">Status Stok dan Pengelolaan Berkelanjutan Ikan Selar (Selar boops Cuvier, 1833.) di WPPRI 713 Berdasarkan Analisis Surplus Produksi</a>: Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap dinamika migrasi dan produktivitas stok ikan selar di WPPRI 713, mengingat wilayah ini dipengaruhi oleh upwelling musiman dan sirkulasi Arlindo yang sensitif terhadap fluktuasi lingkungan. Kedua, diperlukan kajian mengenai efektivitas implementasi kuota tangkapan tahunan terhadap perilaku nelayan kecil, khususnya bagaimana alokasi kuota dapat dirancang secara adil dan mudah diterapkan tanpa membebani pelaku usaha skala mikro. Ketiga, perlu dilakukan penelitian yang mengevaluasi hubungan ekologis antara populasi ikan selar di Teluk Bone, Laut Flores, dan Selat Makassar untuk menguji hipotesis bahwa ketiganya merupakan sistem stok terhubung, sehingga dapat menjadi dasar pengelolaan berbasis ekosistem lintas wilayah. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkuat aspek ekologis, sosial, dan kelembagaan dalam pengelolaan perikanan ikan selar secara holistik..
<br>Potensi lestari ikan selar menunjukkan stok yang tinggi dan produktif, dengan kapasitas pemulihan yang mendukung pemanfaatan berkelanjutan jika dikelola secara hati-hati.Tingkat pemanfaatan yang rendah menandakan tekanan penangkapan masih aman, sehingga membuka peluang peningkatan eksploitasi tanpa mengancam stok.Upaya optimum dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan berfungsi sebagai batas pengelolaan yang dapat menjaga keberlanjutan stok sekaligus mendukung pengembangan perikanan jangka panjang
<br>Permasalahan mendasar dalam pengelolaan perikanan ikan selar di WPPRI 713 meliputi terbatasnya data stok yang komprehensif, sehingga menyebabkan pemanfaatan sumber daya yang suboptimal dan berpotensi tidak lestari. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi lestari, tingkat pemanfaatan, upaya optimum, serta jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebagai dasar pengelolaan perikanan ikan selar yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data statistik selama sepuluh tahun (2015Ae2024), yang dianalisis dengan model surplus produksi Schaefer. Hasil menunjukkan bahwa potensi lestari ikan selar mencapai 63.404.117 ton/tahun, tingkat pemanfaatan sebesar 18,99%, upaya optimum sebesar 3.730.925 unit, dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 50.723 ton/tahun. Hasil ini menegaskan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp" type="image/webp" length="91432" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-648d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-d359d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/populasi-ikan-baung-analisis-surplus-produksi-peng-thumb-0177d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41682-identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi</link>
	<guid isPermaLink="false">34771805f0cd1e7289d1035cf6570abf</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:41:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ soepomo sh ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[sh,soepomo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Melakukan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi potensi bahaya dari faktor fisik seperti suhu, kelembaban udara, pencahayaan, dan tingkat kebersihan udara untuk membuat pengendalian yang sesuai ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Melakukan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi potensi bahaya dari faktor fisik seperti suhu, kelembaban udara, pencahayaan, dan tingkat kebersihan udara untuk membuat pengendalian yang sesuai demi terciptanya K3 di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito dengan bekerja sama dengan bagian Sanitasi dan Teknik. (2) Melakukan monitoring dan evaluasi pengendalian dan kemungkinan adanya potensi bahaya lain yang muncul dari pengembangan kegiatan di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito, khususnya, dan semua instalasi di RSUP Dr Sardjito pada umumnya. (3) Melengkapi upaya pengendalian risiko kerja sesuai dengan hirarki pengendalian risiko, yaitu: Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administrasi, dan Alat Pelindung Diri.. Telah diketahui bahwa ada 13 jenis pekerjaan yang ada di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, yaitu.registrasi, filing, distribusi, verifikasi, coding, assembling, penggabungan, surat keterangan medis, penelitian, pelaporan, penyusutan, pemusnahan, dan logistik.Telah diketahui langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan dalam setiap jenis pekerjaan di Instalasi Catatan Medik terbagi menjadi beberapa langkah kerja, dari empat hingga tiga belas langkah kerja pada masing-masing kegiatannya.Telah diidentifkasi potensi bahaya di setiap langkah-langkah aktivitas kerja di Instalasi Catatan Medik berasal dari beberapa faktor, yaitu.faktor fisik, faktor mekanik, faktor ergonomi, faktor psikososial, faktor listrik, dan faktor biologi.Diketahui tindakan atau prosedur dalam upaya pengendalian risiko yang telah ditetapkan untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja pada pekerjaan Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengikuti hirarki pengendalian risiko, yaitu.Substitusi, rekayasa teknik, administrasi, dan alat pelindung diri.Sedangkan upaya eliminasi yang disarankan sedang dalam proses, menunggu optimalisasi pemberlakuan rekam medis elektronik Rumah sakit memiliki ancaman besar terhadap dampak kesehatan bagi pekerja, pasien dan pengunjung. Berdasarkan studi pendahuluan, Instalasi Catatan Medik (ICM) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta memiliki 162 pegawai dan berbagai jenis pekerjaan yang memiliki potensi bahaya tersendiri. Di bagian penyimpanan berkas misalnya, memiliki potensi bahaya debu, kegiatan angkat-angkut berkas, dan lain-lain. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui potensi bahaya kerja pada ICM RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-f4491.webp" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-f4491.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-f4491.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-f4491.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" alt="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-8b3a1.webp" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-8b3a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-8b3a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-8b3a1.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" alt="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" alt="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41682-identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi" title="JURIS - Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta" target="_blank">Identifikasi Potensi Bahaya Kerja pada Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta</a>: Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Melakukan kajian lebih lanjut mengenai identifikasi potensi bahaya dari faktor fisik seperti suhu, kelembaban udara, pencahayaan, dan tingkat kebersihan udara untuk membuat pengendalian yang sesuai demi terciptanya K3 di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito dengan bekerja sama dengan bagian Sanitasi dan Teknik. (2) Melakukan monitoring dan evaluasi pengendalian dan kemungkinan adanya potensi bahaya lain yang muncul dari pengembangan kegiatan di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito, khususnya, dan semua instalasi di RSUP Dr Sardjito pada umumnya. (3) Melengkapi upaya pengendalian risiko kerja sesuai dengan hirarki pengendalian risiko, yaitu: Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administrasi, dan Alat Pelindung Diri..
<br>Telah diketahui bahwa ada 13 jenis pekerjaan yang ada di Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, yaitu.registrasi, filing, distribusi, verifikasi, coding, assembling, penggabungan, surat keterangan medis, penelitian, pelaporan, penyusutan, pemusnahan, dan logistik.Telah diketahui langkah-langkah aktivitas yang harus dilakukan dalam setiap jenis pekerjaan di Instalasi Catatan Medik terbagi menjadi beberapa langkah kerja, dari empat hingga tiga belas langkah kerja pada masing-masing kegiatannya.Telah diidentifkasi potensi bahaya di setiap langkah-langkah aktivitas kerja di Instalasi Catatan Medik berasal dari beberapa faktor, yaitu.faktor fisik, faktor mekanik, faktor ergonomi, faktor psikososial, faktor listrik, dan faktor biologi.Diketahui tindakan atau prosedur dalam upaya pengendalian risiko yang telah ditetapkan untuk mencegah timbulnya kecelakaan kerja pada pekerjaan Instalasi Catatan Medik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta mengikuti hirarki pengendalian risiko, yaitu.Substitusi, rekayasa teknik, administrasi, dan alat pelindung diri.Sedangkan upaya eliminasi yang disarankan sedang dalam proses, menunggu optimalisasi pemberlakuan rekam medis elektronik
<br>Rumah sakit memiliki ancaman besar terhadap dampak kesehatan bagi pekerja, pasien dan pengunjung. Berdasarkan studi pendahuluan, Instalasi Catatan Medik (ICM) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta memiliki 162 pegawai dan berbagai jenis pekerjaan yang memiliki potensi bahaya tersendiri. Di bagian penyimpanan berkas misalnya, memiliki potensi bahaya debu, kegiatan angkat-angkut berkas, dan lain-lain. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui potensi bahaya kerja pada ICM RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp" type="image/webp" length="182674" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-f4491.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-8b3a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/identifikasi-bahaya-pengendalian-risiko-instalasi-thumb-3fe1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-323-uad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14016-international-journal-healthcare-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms Nereis sp as Natural Feed of Vannamei Shrimp Litopenaeuse vannamei ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms Nereis sp as Natural Feed of Vannamei Shrimp Litopenaeuse vannamei ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms Nereis sp as Natural Feed of Vannamei Shrimp Litopenaeuse vannamei ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41669-treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effe</link>
	<guid isPermaLink="false">132d15170562757bcadbfbe6763a9f20</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:36:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ frida alifia ]]></category>
	<category><![CDATA[ muchlis nawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan kantun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alifia,frida,kantun,muchlis,nawa,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Future research should investigate the optimal ozone concentration and exposure time for sea worm treatment to maximize antimicrobial effects while preserving nutritional value.  Further studies are needed to explore the long-term impact of ozonated sea ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei): Future research should investigate the optimal ozone concentration and exposure time for sea worm treatment to maximize antimicrobial effects while preserving nutritional value. Further studies are needed to explore the long-term impact of ozonated sea worm consumption on the immune response and disease resistance of vannamei shrimp larvae and adults. Additionally, research could focus on developing a cost-effective and scalable ozonation system suitable for implementation in small-scale shrimp hatcheries, considering factors like energy consumption and maintenance requirements. These investigations will contribute to refining biosecurity protocols and promoting sustainable shrimp aquaculture practices by enhancing feed safety and reducing reliance on antibiotics, ultimately supporting the growth of a competitive and resilient national shrimp production sector. The exploration of combining ozonation with other biosecurity measures, such as probiotic supplementation, could also be a promising avenue for synergistic effects in improving shrimp health and reducing disease outbreaks.. Ozonization treatment significantly influences the microbiological quality of sea worms, particularly regarding total Vibrio bacteria and viral contamination levels.The treatment effectively reduces the total number of Vibrio bacteria in sea worms, which are often linked to disease risks in humans and aquatic animals.Furthermore, ozonization impacts viral contamination by damaging viral protein and nucleic acid structures, decreasing their viability and infectivity The total bacteria and viruses in sea worms as vannamei shrimp mother feed are greatly influenced by the ozonization treatment in worms. The purpose of this study is to determine the effect of ozonation on the number of vibrio bacteria and viruses in sea worms. This research was carried out at the CV Laboratory. Source Bangka Hatchery, Mapur Village, Riau Silip District, Bangka Regency, Bangka Belitung Province. The research method used is mixed methods with experimental testing procedures designed with a Complete... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" alt="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-69785.webp" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-69785.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-69785.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-69785.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" alt="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-39b18.webp" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-39b18.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-39b18.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-39b18.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" alt="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41669-treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effe" title="JURIS - Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)" target="_blank">Effectiveness of Ozonization on Total Vibrio Bacteria and Viruses in Sea Worms (Nereis sp.) as Natural Feed of Vannamei Shrimp (Litopenaeuse vannamei)</a>: Future research should investigate the optimal ozone concentration and exposure time for sea worm treatment to maximize antimicrobial effects while preserving nutritional value.  Further studies are needed to explore the long-term impact of ozonated sea worm consumption on the immune response and disease resistance of vannamei shrimp larvae and adults.  Additionally, research could focus on developing a cost-effective and scalable ozonation system suitable for implementation in small-scale shrimp hatcheries, considering factors like energy consumption and maintenance requirements. These investigations will contribute to refining biosecurity protocols and promoting sustainable shrimp aquaculture practices by enhancing feed safety and reducing reliance on antibiotics, ultimately supporting the growth of a competitive and resilient national shrimp production sector.  The exploration of combining ozonation with other biosecurity measures, such as probiotic supplementation, could also be a promising avenue for synergistic effects in improving shrimp health and reducing disease outbreaks..
<br>Ozonization treatment significantly influences the microbiological quality of sea worms, particularly regarding total Vibrio bacteria and viral contamination levels.The treatment effectively reduces the total number of Vibrio bacteria in sea worms, which are often linked to disease risks in humans and aquatic animals.Furthermore, ozonization impacts viral contamination by damaging viral protein and nucleic acid structures, decreasing their viability and infectivity
<br>The total bacteria and viruses in sea worms as vannamei shrimp mother feed are greatly influenced by the ozonization treatment in worms. The purpose of this study is to determine the effect of ozonation on the number of vibrio bacteria and viruses in sea worms. This research was carried out at the CV Laboratory. Source Bangka Hatchery, Mapur Village, Riau Silip District, Bangka Regency, Bangka Belitung Province. The research method used is mixed methods with experimental testing procedures designed with a Complete...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp" type="image/webp" length="111682" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-8e46f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-69785.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/treatment-group-vibrio-bacteria-pre-effect-ozonati-thumb-39b18.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14357-indonesian-journal-coastal-marine-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii A Comprehensive Review of Growth Dynamics Nutrient Management and Biochemical Composition ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii A Comprehensive Review of Growth Dynamics Nutrient Management and Biochemical Composition ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii A Comprehensive Review of Growth Dynamics Nutrient Management and Biochemical Composition ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41674-praktik-budidaya-kakao-karagenan</link>
	<guid isPermaLink="false">5ada092659a7fe0ac69547d870865676</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:35:34 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan tinjauan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara metode budidaya, kondisi lingkungan, dan varietas alga untuk mengoptimalkan hasil dan kualitas karagenan. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition: Berdasarkan tinjauan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara metode budidaya, kondisi lingkungan, dan varietas alga untuk mengoptimalkan hasil dan kualitas karagenan. Hal ini dapat melibatkan studi lapangan di berbagai lokasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda untuk mengidentifikasi praktik budidaya yang paling efektif. Kedua, penelitian tentang potensi sistem IMTA untuk pengelolaan nutrisi berkelanjutan perlu ditingkatkan. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai kombinasi spesies yang dapat diintegrasikan dalam sistem IMTA untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan nutrisi dan mengurangi dampak lingkungan. Ketiga, pengembangan sistem pembenihan yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk K.alvarezii sangat penting untuk memastikan pasokan bibit berkualitas tinggi dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Penelitian ini dapat fokus pada teknik mikropropagasi dan seleksi galur yang tahan terhadap penyakit dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya K.alvarezii, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.. Tinjauan ini telah mensintesis temuan utama terkait budidaya K.alvarezii, dengan fokus pada dinamika pertumbuhan, strategi pengelolaan nutrisi, dan komposisi biokimia.Tinjauan literatur yang ditinjau menyoroti bahwa budidaya K.alvarezii merupakan industri yang integral, terutama untuk produksi karagenan, yang mendukung berbagai industri.Metode budidaya yang digunakan secara signifikan memengaruhi tingkat pertumbuhan dan produktivitas K.Pengelolaan nutrisi memainkan peran penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil biokimia, terutama dalam meningkatkan kualitas karagenan.alvarezii juga muncul sebagai faktor kunci yang memengaruhi ketahanan pertanian jangka panjang.Penelitian di masa depan harus fokus pada studi terpadu yang menggabungkan aspek biologis, ekologis, dan ekonomi budidaya alga laut Kappaphycus alvarezii merupakan spesies penting untuk produksi karagenan, yang banyak digunakan di berbagai industri. Tinjauan ini bertujuan untuk mensintesis penelitian global tentang budidaya K. alvarezii, dengan fokus pada dinamika pertumbuhan, pengelolaan nutrisi, dan komposisi biokimia. Studi menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh metode budidaya, seperti longline, pertanian rakit, dan Akuakultur Multi-Trofis Terpadu (IMTA), yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp 1x" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" alt="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-1fdd6.webp" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-1fdd6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-1fdd6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-1fdd6.webp 1x" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" alt="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93e81.webp" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93e81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93e81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93e81.webp 1x" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" alt="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41674-praktik-budidaya-kakao-karagenan" title="JURIS - Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition" target="_blank">Assessing the Global Cultivation Practices of Kappaphycus alvarezii: A Comprehensive Review of Growth Dynamics, Nutrient Management, and Biochemical Composition</a>: Berdasarkan tinjauan ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai interaksi antara metode budidaya, kondisi lingkungan, dan varietas alga untuk mengoptimalkan hasil dan kualitas karagenan. Hal ini dapat melibatkan studi lapangan di berbagai lokasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda untuk mengidentifikasi praktik budidaya yang paling efektif. Kedua, penelitian tentang potensi sistem IMTA untuk pengelolaan nutrisi berkelanjutan perlu ditingkatkan. Studi ini dapat mengeksplorasi berbagai kombinasi spesies yang dapat diintegrasikan dalam sistem IMTA untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan nutrisi dan mengurangi dampak lingkungan. Ketiga, pengembangan sistem pembenihan yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk K.alvarezii sangat penting untuk memastikan pasokan bibit berkualitas tinggi dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Penelitian ini dapat fokus pada teknik mikropropagasi dan seleksi galur yang tahan terhadap penyakit dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya K.alvarezii, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan..
<br>Tinjauan ini telah mensintesis temuan utama terkait budidaya K.alvarezii, dengan fokus pada dinamika pertumbuhan, strategi pengelolaan nutrisi, dan komposisi biokimia.Tinjauan literatur yang ditinjau menyoroti bahwa budidaya K.alvarezii merupakan industri yang integral, terutama untuk produksi karagenan, yang mendukung berbagai industri.Metode budidaya yang digunakan secara signifikan memengaruhi tingkat pertumbuhan dan produktivitas K.Pengelolaan nutrisi memainkan peran penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil biokimia, terutama dalam meningkatkan kualitas karagenan.alvarezii juga muncul sebagai faktor kunci yang memengaruhi ketahanan pertanian jangka panjang.Penelitian di masa depan harus fokus pada studi terpadu yang menggabungkan aspek biologis, ekologis, dan ekonomi budidaya alga laut
<br>Kappaphycus alvarezii merupakan spesies penting untuk produksi karagenan, yang banyak digunakan di berbagai industri. Tinjauan ini bertujuan untuk mensintesis penelitian global tentang budidaya K. alvarezii, dengan fokus pada dinamika pertumbuhan, pengelolaan nutrisi, dan komposisi biokimia. Studi menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh metode budidaya, seperti longline, pertanian rakit, dan Akuakultur Multi-Trofis Terpadu (IMTA), yang masing-masing menawarkan keunggulan berbeda...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp" type="image/webp" length="119478" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93296.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-1fdd6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/praktik-budidaya-kakao-karagenan-dinamika-pertumbu-thumb-93e81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini PAUD ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini PAUD ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini PAUD ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41681-lembaga-pendidikan-nonformal-le</link>
	<guid isPermaLink="false">c236d76c0e46dce775e36117405e5f16</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:26:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ page header ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, studi lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan kurikulum kolaboratif pesantrenAepemerintah terhadap perkembangan karakter anak; menilai efektivitas pelatihan guru alumni pesantren dalam meningkatkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Berdasarkan temuan penelitian, studi lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan kurikulum kolaboratif pesantrenAepemerintah terhadap perkembangan karakter anak; menilai efektivitas pelatihan guru alumni pesantren dalam meningkatkan kualitas pengajaran di PAUD; serta meneliti bagaimana model branding PAUD berbasis pesantren memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan, dengan mempertimbangkan tingkat kesadaran nilai agama dan faktor ekonomi masyarakat.. Pengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah dan pesantren, penerapan sistem pembelajaran berbasis kegiatan keagamaan, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang didukung penuh oleh pondok pesantren.Lembaga PAUD di bawah naungan pesantren menghasilkan lulusan yang diakui sebagai santri, menandai keberhasilan strategi branding dan integrasi nilai agama.Strategi ini meningkatkan kepuasan masyarakat karena anak memperoleh pemahaman agama yang lebih baik dan bersikap sopan santun sesuai ajaran agama Model lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren mulai diminati masyarakat umum karena perkembangan karakter dan moral anak semakin marak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa jauh peran pondok pesantren dalam mengembangkan lembaga PAUD sehingga mampu menghasilkan lulusan berkarakter, berkualitas, dan diminati masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp 1x" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" alt="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-7a817.webp" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-7a817.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-7a817.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-7a817.webp 1x" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" alt="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-53058.webp" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-53058.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-53058.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-53058.webp 1x" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" alt="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41681-lembaga-pendidikan-nonformal-le" title="JURIS - Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" target="_blank">Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)</a>: Berdasarkan temuan penelitian, studi lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan kurikulum kolaboratif pesantrenAepemerintah terhadap perkembangan karakter anak; menilai efektivitas pelatihan guru alumni pesantren dalam meningkatkan kualitas pengajaran di PAUD; serta meneliti bagaimana model branding PAUD berbasis pesantren memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih lembaga pendidikan, dengan mempertimbangkan tingkat kesadaran nilai agama dan faktor ekonomi masyarakat..
<br>Pengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah dan pesantren, penerapan sistem pembelajaran berbasis kegiatan keagamaan, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang didukung penuh oleh pondok pesantren.Lembaga PAUD di bawah naungan pesantren menghasilkan lulusan yang diakui sebagai santri, menandai keberhasilan strategi branding dan integrasi nilai agama.Strategi ini meningkatkan kepuasan masyarakat karena anak memperoleh pemahaman agama yang lebih baik dan bersikap sopan santun sesuai ajaran agama
<br>Model lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren mulai diminati masyarakat umum karena perkembangan karakter dan moral anak semakin marak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa jauh peran pondok pesantren dalam mengembangkan lembaga PAUD sehingga mampu menghasilkan lulusan berkarakter, berkualitas, dan diminati masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp" type="image/webp" length="115924" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-a8bc9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-7a817.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/lembaga-pendidikan-nonformal-paud-pesantren-karakt-thumb-53058.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-608-uin-suska.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4321-potensia-jurnal-kependidikan-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid Loligo sp in the Makassar Strait ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid Loligo sp in the Makassar Strait ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid Loligo sp in the Makassar Strait ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41671-catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors</link>
	<guid isPermaLink="false">89ef7ce3d5d3d75350ae938703bb0d8c</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 03:40:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ frida alifia ]]></category>
	<category><![CDATA[ muchlis nawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan kantun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alifia,frida,kantun,muchlis,nawa,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate the optimal placement depth and spacing of attractors to maximize their effectiveness in attracting squid, considering the specific bathymetry and current patterns of the Makassar Strait.  Additionally, studies could ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait: Further research should investigate the optimal placement depth and spacing of attractors to maximize their effectiveness in attracting squid, considering the specific bathymetry and current patterns of the Makassar Strait. Additionally, studies could explore the long-term impact of attractor use on squid population dynamics and the broader marine ecosystem, including potential effects on other species and habitat structure. Finally, research is needed to assess the economic viability of implementing attractor technology on a larger scale, considering the costs of construction, maintenance, and potential benefits to local fishing communities, and to determine the most cost-effective and sustainable materials for attractor construction, balancing durability with environmental impact. These investigations will contribute to a more comprehensive understanding of attractor technology and its potential for sustainable fisheries management in the region.. The study concluded that the composition of squid catches varied significantly with attractor color, with blue attractors yielding the highest proportion of catches.Weight distribution differed across colors, with blue attractors resulting in the heaviest squid, while black attractors yielded the longest squid.The productivity of squid fishing was highest with blue attractors, indicating their superior effectiveness in attracting squid Squid is a popular marine fishery commodity, leading to increased demand and substantial domestic production. This study aims to determine the composition, size distribution, and productivity of catches using different attractor colors. Sampling was conducted in the Makassar Strait with 12 repetitions of three attractor treatments. This quantitative research employed a capture experiment method, with data analyzed descriptively based on attractor color. Results showed that the catch composition consisted of 149 fish:... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-9d2c2.webp" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-9d2c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-9d2c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-9d2c2.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" alt="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-b7fde.webp" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-b7fde.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-b7fde.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-b7fde.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" alt="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp 1x" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" alt="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41671-catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors" title="JURIS - Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait" target="_blank">Analysis of the Use of Attractor Technology in Catching Squid (Loligo sp.) in the Makassar Strait</a>: Further research should investigate the optimal placement depth and spacing of attractors to maximize their effectiveness in attracting squid, considering the specific bathymetry and current patterns of the Makassar Strait.  Additionally, studies could explore the long-term impact of attractor use on squid population dynamics and the broader marine ecosystem, including potential effects on other species and habitat structure.  Finally, research is needed to assess the economic viability of implementing attractor technology on a larger scale, considering the costs of construction, maintenance, and potential benefits to local fishing communities, and to determine the most cost-effective and sustainable materials for attractor construction, balancing durability with environmental impact. These investigations will contribute to a more comprehensive understanding of attractor technology and its potential for sustainable fisheries management in the region..
<br>The study concluded that the composition of squid catches varied significantly with attractor color, with blue attractors yielding the highest proportion of catches.Weight distribution differed across colors, with blue attractors resulting in the heaviest squid, while black attractors yielded the longest squid.The productivity of squid fishing was highest with blue attractors, indicating their superior effectiveness in attracting squid
<br>Squid is a popular marine fishery commodity, leading to increased demand and substantial domestic production. This study aims to determine the composition, size distribution, and productivity of catches using different attractor colors. Sampling was conducted in the Makassar Strait with 12 repetitions of three attractor treatments. This quantitative research employed a capture experiment method, with data analyzed descriptively based on attractor color. Results showed that the catch composition consisted of 149 fish:...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp" type="image/webp" length="84940" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-9d2c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-b7fde.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/catching-attractor-technology-loligo-sp-attractors-thumb-7b992.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14357-indonesian-journal-coastal-marine-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Utilization of Milkfish Offal Chanos chanos as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Utilization of Milkfish Offal Chanos chanos as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Utilization of Milkfish Offal Chanos chanos as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41668-sisik-ikan-bandeng-produksi-asam</link>
	<guid isPermaLink="false">477e3f7cb5640af0744a8345ff497495</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 03:31:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ frida alifia ]]></category>
	<category><![CDATA[ muchlis nawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan kantun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alifia,frida,kantun,muchlis,nawa,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Dengan memperhatikan bahwa konsentrasi garam memengaruhi komposisi nutrisi terasi jeroan ikan bandeng, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan garam alami (misalnya garam laut ulang) sebagai alternatif, menilai dampaknya terhadap mikrobiota ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations: Dengan memperhatikan bahwa konsentrasi garam memengaruhi komposisi nutrisi terasi jeroan ikan bandeng, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan garam alami (misalnya garam laut ulang) sebagai alternatif, menilai dampaknya terhadap mikrobiota pengawet dan kandungan asam lemak. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek variasi waktu fermentasi bersamaan dengan konsentrasi garam pada pembentukan senyawa umami dan aroma, guna memaksimalkan cita rasa produk. Terakhir, riset tentang skala produksi rumah tangga akan memberikan wawasan implementasi praktis, termasuk studi biaya dan dampak lingkungan dari pengolahan limbah jeroan ikan bandeng menjadi produk terasi.. Berdasarkan hasil uji proksimat, variasi konsentrasi garam pada terasi jeroan ikan bandeng memengaruhi nilai nutrisi produk.Terapi garam tinggi menurunkan kandungan air, karbohidrat, protein, dan lemak, namun meningkatkan abu.Terasi dengan kontrol (0%) memiliki kandungan nutrisi tinggi dan nilai sensori terpenuhi sesuai SNI.Secara keseluruhan, produk terasi jeroan ikan bandeng dipersembahkan secara akseptabel baik dari segi kualitas gizi maupun nilai organoleptik Produksi ikan bandeng yang tinggi menghasilkan limbah pengolahan yang tinggi, seperti jeroan ikan yang sering kali hanya dibuang tanpa pemanfaatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan jeroan ikan bandeng sebagai bahan baku pembuatan terasi dengan variasi konsentrasi garam. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan garam yang berbeda yaitu 0% sebagai kontrol, 15% dan 20%. Parameter yang diuji meliputi analisis proksimat (air, karbohidrat, protein, lemak dan abu) serta uji sensori (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur). Hasil uji proksimat konsentrasi garam 0% dengan nilai kadar air 15,37%, kadar karbohidrat 34,32%, kadar protein 32,21%, kadar lemak 15,91%, kadar... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp 1x" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" alt="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-24c53.webp" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-24c53.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-24c53.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-24c53.webp 1x" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" alt="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-da216.webp" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-da216.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-da216.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-da216.webp 1x" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" alt="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41668-sisik-ikan-bandeng-produksi-asam" title="JURIS - Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations" target="_blank">Utilization of Milkfish Offal (Chanos chanos) as a Shrimp Paste Product with Different Salt Concentrations</a>: Dengan memperhatikan bahwa konsentrasi garam memengaruhi komposisi nutrisi terasi jeroan ikan bandeng, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan garam alami (misalnya garam laut ulang) sebagai alternatif, menilai dampaknya terhadap mikrobiota pengawet dan kandungan asam lemak. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efek variasi waktu fermentasi bersamaan dengan konsentrasi garam pada pembentukan senyawa umami dan aroma, guna memaksimalkan cita rasa produk. Terakhir, riset tentang skala produksi rumah tangga akan memberikan wawasan implementasi praktis, termasuk studi biaya dan dampak lingkungan dari pengolahan limbah jeroan ikan bandeng menjadi produk terasi..
<br>Berdasarkan hasil uji proksimat, variasi konsentrasi garam pada terasi jeroan ikan bandeng memengaruhi nilai nutrisi produk.Terapi garam tinggi menurunkan kandungan air, karbohidrat, protein, dan lemak, namun meningkatkan abu.Terasi dengan kontrol (0%) memiliki kandungan nutrisi tinggi dan nilai sensori terpenuhi sesuai SNI.Secara keseluruhan, produk terasi jeroan ikan bandeng dipersembahkan secara akseptabel baik dari segi kualitas gizi maupun nilai organoleptik
<br>Produksi ikan bandeng yang tinggi menghasilkan limbah pengolahan yang tinggi, seperti jeroan ikan yang sering kali hanya dibuang tanpa pemanfaatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan jeroan ikan bandeng sebagai bahan baku pembuatan terasi dengan variasi konsentrasi garam. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan garam yang berbeda yaitu 0% sebagai kontrol, 15% dan 20%. Parameter yang diuji meliputi analisis proksimat (air, karbohidrat, protein, lemak dan abu) serta uji sensori (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur). Hasil uji proksimat konsentrasi garam 0% dengan nilai kadar air 15,37%, kadar karbohidrat 34,32%, kadar protein 32,21%, kadar lemak 15,91%, kadar...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp" type="image/webp" length="66150" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-fa276.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-24c53.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/sisik-ikan-bandeng-produksi-asam-lemak-omega-milkf-thumb-da216.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14357-indonesian-journal-coastal-marine-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture IAA Model Floating Bed Berbasis GIS ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture IAA Model Floating Bed Berbasis GIS ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture IAA Model Floating Bed Berbasis GIS ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41679-sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-penga</link>
	<guid isPermaLink="false">019da670f104a9eaee2eb971b86381f3</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 02:54:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pengembangan model IAA sebaiknya diperluas ke skala produksi komersial dengan meneliti dampak jangka panjang terhadap kualitas air dan efisiensi nutrisi, serta potensi integrasi tanaman air lain untuk memperkaya rantai ekosistem. Penelitian lanjutan dapat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS: Pengembangan model IAA sebaiknya diperluas ke skala produksi komersial dengan meneliti dampak jangka panjang terhadap kualitas air dan efisiensi nutrisi, serta potensi integrasi tanaman air lain untuk memperkaya rantai ekosistem. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi material dan desain floatingAcbed sebagai cara meningkatkan laju filtrasi kerang, sehingga menghasilkan biomassa lebih tinggi sekaligus mendaur ulang limbah lebih efisien. Penelitian lain juga perlu menilai interaksi antar spesies filter feeder dan organisme setempat di lingkungan tambak tropical, guna memetakan dampak ekologis dan ekonomi dari sistem IAA dalam konteks pembangunan berkelanjutan.. Keterlibatan sistem Integrated AgricultureAcAquaculture (IAA) dengan model floatingAcbed secara signifikan meningkatkan sintasan dan pertumbuhan kerang kijing, tercermin dari peningkatan parameter morfometrik seperti panjang, lebar, dan bobot cangkang.Pengelolaan frekuensi perpindahan floatingAcbed memengaruhi ketersediaan nutrisi terintegrasi, sehingga memfasilitasi pertumbuhan yang berkelanjutan.Model ini berhasil menstabilkan kualitas perairan serta menyediakan pakan alami bagi kerang, menegaskan potensi IAA sebagai strategi budidaya bersifat lingkungan Pengelolaan budidaya ikan di tambak menghasilkan limbah berupa sisa pakan dan produk metabolisme seperti urin serta feses. Untuk meminimalisir akumulasi nutrien residu, sistem Integrated MultiAcTrophic Aquaculture (IMTA) diterapkan dengan menggabungkan organisme tingkat trofik yang berbeda: hewan diberi pakan (ikan, udang), organisme ekstraktif partikel organik (sea cucumbers, kerang, teripang), dan organisme ekstraktif anorganik (rumput laut). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh sistem floatingAcbed berbasis GIS terhadap sintasan dan pertumbuhan kerang kijing (Corbicula sp.) di UPR Sipurennu, Soppeng. Eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan (A: tidak menggeser, B: ganti tiap 10 hari, C: ganti tiap 20 hari) selama 90 hari. Parameter utama yang diukur adalah... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-e32e6.webp" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-e32e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-e32e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-e32e6.webp 1x" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" alt="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-eab11.webp" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-eab11.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-eab11.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-eab11.webp 1x" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" alt="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp 1x" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" alt="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41679-sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-penga" title="JURIS - Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS" target="_blank">Analasis Sintasan dan Pertumbuhan Kerang Pada Sistem Integrated Agriculture Aquakulture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS</a>: Pengembangan model IAA sebaiknya diperluas ke skala produksi komersial dengan meneliti dampak jangka panjang terhadap kualitas air dan efisiensi nutrisi, serta potensi integrasi tanaman air lain untuk memperkaya rantai ekosistem. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi material dan desain floatingAcbed sebagai cara meningkatkan laju filtrasi kerang, sehingga menghasilkan biomassa lebih tinggi sekaligus mendaur ulang limbah lebih efisien. Penelitian lain juga perlu menilai interaksi antar spesies filter feeder dan organisme setempat di lingkungan tambak tropical, guna memetakan dampak ekologis dan ekonomi dari sistem IAA dalam konteks pembangunan berkelanjutan..
<br>Keterlibatan sistem Integrated AgricultureAcAquaculture (IAA) dengan model floatingAcbed secara signifikan meningkatkan sintasan dan pertumbuhan kerang kijing, tercermin dari peningkatan parameter morfometrik seperti panjang, lebar, dan bobot cangkang.Pengelolaan frekuensi perpindahan floatingAcbed memengaruhi ketersediaan nutrisi terintegrasi, sehingga memfasilitasi pertumbuhan yang berkelanjutan.Model ini berhasil menstabilkan kualitas perairan serta menyediakan pakan alami bagi kerang, menegaskan potensi IAA sebagai strategi budidaya bersifat lingkungan
<br>Pengelolaan budidaya ikan di tambak menghasilkan limbah berupa sisa pakan dan produk metabolisme seperti urin serta feses. Untuk meminimalisir akumulasi nutrien residu, sistem Integrated MultiAcTrophic Aquaculture (IMTA) diterapkan dengan menggabungkan organisme tingkat trofik yang berbeda: hewan diberi pakan (ikan, udang), organisme ekstraktif partikel organik (sea cucumbers, kerang, teripang), dan organisme ekstraktif anorganik (rumput laut). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh sistem floatingAcbed berbasis GIS terhadap sintasan dan pertumbuhan kerang kijing (Corbicula sp.) di UPR Sipurennu, Soppeng. Eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan (A: tidak menggeser, B: ganti tiap 10 hari, C: ganti tiap 20 hari) selama 90 hari. Parameter utama yang diukur adalah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp" type="image/webp" length="120376" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-e32e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-eab11.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/8/sistem-tambak-intensif-bawha-pengaruh-floating-bed-thumb-352a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41672-persepsi-mahasiswa-kepuasan-pr</link>
	<guid isPermaLink="false">0e22717eae9e3e9a85d29ed5e4be1f80</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 02:45:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ daya tetas ]]></category>
	<category><![CDATA[ irwan azis ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[azis,daya,irwan,tetas]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keadilan pelayanan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keadilan pelayanan akademik, dengan fokus pada bagaimana proses pengambilan keputusan dan komunikasi dapat ditingkatkan untuk menciptakan rasa adil yang lebih merata. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi program pelatihan etika yang paling efektif bagi pegawai ITBM Balik Diwa, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan kebutuhan spesifik masing-masing individu. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara sistematis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap berbagai aspek pelayanan akademik, serta mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan prioritas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan ITBM Balik Diwa dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan akademik, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan meningkatkan reputasi sebagai institusi pendidikan yang berintegritas dan berorientasi pada kepuasan mahasiswa.. Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai etika pelayanan akademik di Institut Teknologi Bisnis dan Maritim Balik Diwa Makassar disimpulkan etika pelayanan di Institut Teknologi Bisnis dan Maritim Balik Diwa sudah cukup baik dengan adanya integritas, loyalitas, dan sikap adil yang ditunjukkan para pimpinan dan pegawai dalam melaksanakan tridharma serta layanan kepada mahasiswa.Integritas pegawai terlihat melalui keberanian menegakkan aturan, namun perlu ditingkatkan untuk menghindari kesan keberpihakan.Loyalitas pegawai dinilai baik karena mereka menunjukkan kecintaan terhadap pekerjaan, kesetiaan terhadap organisasi, dan kemampuan menjaga rahasia.Sementara itu, sikap adil pegawai juga tergolong baik, meskipun perlu peningkatan transparansi dan penerimaan keluhan mahasiswa.Berdasarkan temuan penelitian ini juga terdapat berbagai saran rekomendasi untuk peningkatan etika akademik di ITBM melalui evaluasi dan pembinaan berkelanjutan guna memperkuat etika pelayanan di lingkungan kampus Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika pelayanan akademik karyawan di Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa, dengan fokus pada tiga dimensi utama: integritas, loyalitas, dan keadilan. Etika pelayanan akademik sangat penting dalam menciptakan kepuasan mahasiswa sebagai pengguna layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, presentasi data, serta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-11ccf.webp" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-11ccf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-11ccf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-11ccf.webp 1x" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" alt="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp 1x" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" alt="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-ef3ea.webp" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-ef3ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-ef3ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-ef3ea.webp 1x" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" alt="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41672-persepsi-mahasiswa-kepuasan-pr" title="JURIS - Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa" target="_blank">Etika Pelayanan Akademik di Program Studi Hukum Bisnis ITBM Balik Diwa</a>: Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap keadilan pelayanan akademik, dengan fokus pada bagaimana proses pengambilan keputusan dan komunikasi dapat ditingkatkan untuk menciptakan rasa adil yang lebih merata. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi program pelatihan etika yang paling efektif bagi pegawai ITBM Balik Diwa, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan kebutuhan spesifik masing-masing individu. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara sistematis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap berbagai aspek pelayanan akademik, serta mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan prioritas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan ITBM Balik Diwa dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan akademik, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan meningkatkan reputasi sebagai institusi pendidikan yang berintegritas dan berorientasi pada kepuasan mahasiswa..
<br>Berdasarkan penelitian dan pembahasan mengenai etika pelayanan akademik di Institut Teknologi Bisnis dan Maritim Balik Diwa Makassar disimpulkan etika pelayanan di Institut Teknologi Bisnis dan Maritim Balik Diwa sudah cukup baik dengan adanya integritas, loyalitas, dan sikap adil yang ditunjukkan para pimpinan dan pegawai dalam melaksanakan tridharma serta layanan kepada mahasiswa.Integritas pegawai terlihat melalui keberanian menegakkan aturan, namun perlu ditingkatkan untuk menghindari kesan keberpihakan.Loyalitas pegawai dinilai baik karena mereka menunjukkan kecintaan terhadap pekerjaan, kesetiaan terhadap organisasi, dan kemampuan menjaga rahasia.Sementara itu, sikap adil pegawai juga tergolong baik, meskipun perlu peningkatan transparansi dan penerimaan keluhan mahasiswa.Berdasarkan temuan penelitian ini juga terdapat berbagai saran rekomendasi untuk peningkatan etika akademik di ITBM melalui evaluasi dan pembinaan berkelanjutan guna memperkuat etika pelayanan di lingkungan kampus
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika pelayanan akademik karyawan di Institut Teknologi dan Bisnis Maritim (ITBM) Balik Diwa, dengan fokus pada tiga dimensi utama: integritas, loyalitas, dan keadilan. Etika pelayanan akademik sangat penting dalam menciptakan kepuasan mahasiswa sebagai pengguna layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, presentasi data, serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp" type="image/webp" length="116904" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-11ccf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-8e27f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/9/persepsi-mahasiswa-kepuasan-program-studi-d3-keseh-thumb-ef3ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14356-jurnal-riset-diwa-bahari-jrdb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices Bio FADs Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices Bio FADs Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices Bio FADs Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41670-populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangk</link>
	<guid isPermaLink="false">a18ae667e2bb051071cddea35c17ea1c</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 02:31:17 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ frida alifia ]]></category>
	<category><![CDATA[ muchlis nawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ wayan kantun ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[alifia,frida,kantun,muchlis,nawa,wayan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal selama dua tahun untuk menilai dampak jangka panjang bioAcFADs Tree terhadap biomassa ikan dan struktur komunitas, sehingga data dapat diuji validitasnya di musim monsoon dan nonAcmonsoon. Kedua, uji variasi penarik ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait: Pertama, lakukan studi longitudinal selama dua tahun untuk menilai dampak jangka panjang bioAcFADs Tree terhadap biomassa ikan dan struktur komunitas, sehingga data dapat diuji validitasnya di musim monsoon dan nonAcmonsoon. Kedua, uji variasi penarik alami (misalnya jenis lumut atau karang mini) pada bioAcFADs Tree untuk menentukan kombinasi penarik yang paling optimal dalam menarik spesies endemik dan mengurangi kerusakan habitat sekitarnya. Ketiga, integrasikan pemantauan satelit dan sensor suhu kedalaman untuk memetakan korelasi antara variabel fisik laut dan distribusi ikan di bioAcFADs, sehingga dapat dikembangkan model prediksi agregasi ikan yang berbasis data realActime. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat rekomendasi kebijakan konservasi dan membantu nelayan mengoptimalkan hasil tangkapan tanpa menambah beban terhadap ekosistem perairan Makassar Strait.. Penelitian menunjukkan bahwa bioAcFADs Tree di lahan tanpa lamun menghasilkan jumlah ikan lebih tinggi dibandingkan dengan habitat dengan lamun yang rusak atau baik.Struktur bioAcFADs menjadi habitat buatan yang efektif menarik ikan, meski lingkungan alami kurang.Potensi teknologi ini dapat dipakai sebagai strategi pelestarian dan peningkatan produktivitas perikanan di kawasan yang mengalami degradasi habitat Penangkapan ikan dasar sangat intensif sehingga diperkirakan berdampak pada kerusakan ekosistem dan perubahan populasi ikan dasar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keberadaan dan komposisi spesies ikan di area pemasangan pohon Alat Pengagregat Ikan Biologis (Bio-FAD). Penelitian ini dilakukan di perairan Tanakeke Selat Makassar pada bulan Agustus hingga September 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memasang tiga Pohon Bio-FAD di tiga stasiun. Stasiun pertama memiliki kondisi habitat tanpa lamun yang tidak dimiliki, stasiun kedua memiliki kondisi lamun yang rusak, dan stasiun ketiga memiliki kondisi habitat lamun yang baik. Pengamatan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp 1x" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" alt="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-c0628.webp" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-c0628.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-c0628.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-c0628.webp 1x" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" alt="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e978b.webp" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e978b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e978b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e978b.webp 1x" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" alt="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41670-populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangk" title="JURIS - The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait" target="_blank">The Presence of Aquatic Resources in Biological Fish Aggregating Devices (Bio-FADs) Tree Technology in the Waters of the Makassar Strait</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal selama dua tahun untuk menilai dampak jangka panjang bioAcFADs Tree terhadap biomassa ikan dan struktur komunitas, sehingga data dapat diuji validitasnya di musim monsoon dan nonAcmonsoon. Kedua, uji variasi penarik alami (misalnya jenis lumut atau karang mini) pada bioAcFADs Tree untuk menentukan kombinasi penarik yang paling optimal dalam menarik spesies endemik dan mengurangi kerusakan habitat sekitarnya. Ketiga, integrasikan pemantauan satelit dan sensor suhu kedalaman untuk memetakan korelasi antara variabel fisik laut dan distribusi ikan di bioAcFADs, sehingga dapat dikembangkan model prediksi agregasi ikan yang berbasis data realActime. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat rekomendasi kebijakan konservasi dan membantu nelayan mengoptimalkan hasil tangkapan tanpa menambah beban terhadap ekosistem perairan Makassar Strait..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa bioAcFADs Tree di lahan tanpa lamun menghasilkan jumlah ikan lebih tinggi dibandingkan dengan habitat dengan lamun yang rusak atau baik.Struktur bioAcFADs menjadi habitat buatan yang efektif menarik ikan, meski lingkungan alami kurang.Potensi teknologi ini dapat dipakai sebagai strategi pelestarian dan peningkatan produktivitas perikanan di kawasan yang mengalami degradasi habitat
<br>Penangkapan ikan dasar sangat intensif sehingga diperkirakan berdampak pada kerusakan ekosistem dan perubahan populasi ikan dasar. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keberadaan dan komposisi spesies ikan di area pemasangan pohon Alat Pengagregat Ikan Biologis (Bio-FAD). Penelitian ini dilakukan di perairan Tanakeke Selat Makassar pada bulan Agustus hingga September 2024. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memasang tiga Pohon Bio-FAD di tiga stasiun. Stasiun pertama memiliki kondisi habitat tanpa lamun yang tidak dimiliki, stasiun kedua memiliki kondisi lamun yang rusak, dan stasiun ketiga memiliki kondisi habitat lamun yang baik. Pengamatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp" type="image/webp" length="89822" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e6fac.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-c0628.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/populasi-ikan-selar-estimasi-biomassa-penangkapan-thumb-e978b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3523-itbm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14357-indonesian-journal-coastal-marine-studies.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41666-perlindungan-korban-perang-huk</link>
	<guid isPermaLink="false">8d79a8969a01c94f7ce44787bf388750</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok saat berkendara, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif dan efektif. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara dan memahami peraturan lalu lintas. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana: Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok saat berkendara, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif dan efektif. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara dan memahami peraturan lalu lintas. Perlindungan hukum bagi korban kecelakaan akibat pengemudi yang merokok saat berkendara perlu diatur dalam Undang-Undang, agar korban dapat memperoleh hak-haknya dengan lebih mudah. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi sosialisasi dan edukasi, serta mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berkendara.. Implementasi atau penerapan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor yang merokok saat berkendara di jalan raya telah dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang, tetapi belum maksimal.Korban kecelakaan pengemudi kendaraan dapat menuntut ganti rugi kepada pelanggar lalu lintas, tetapi dengan membuat laporan kepada polisi dan korban harus dapat membuktikan hal tersebut.Perlindungan untuk korban sudah ada dalam Undang-Undang, tetapi belum ada perlindungan korban terhadap pengemudi yang merokok di jalan.Pembuktian itu sendiri agak sulit disebabkan karena abu rokok sangat sulit dapat dilihat oleh mata, tetapi jika terkena mata dapat menyebabkan mata merah, perih, dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu masalah lalu lintas yang banyak ditemui oleh pemerintahan di negara dengan kepadatan penduduk tinggi. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas adalah pembunuh nomor tiga. Pengemudi kendaraan masih melakukan aktivitas lain saat berkendara, yaitu merokok sambil berkendara, yang sangat mengganggu pengendara motor lain. Jenis penelitian ini adalah hukum normatif, menggunakan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dengan metode analisis kualitatif.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-22719.webp" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-22719.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-22719.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-22719.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" alt="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" alt="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-79750.webp" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-79750.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-79750.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-79750.webp 1x" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" alt="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41666-perlindungan-korban-perang-huk" title="JURIS - Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana" target="_blank">Pengaturan Tentang Perilaku Merokok Terhadap Pengemudi Kendaraan Bermotor Dalam Perspektif Hukum Pidana</a>: Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok saat berkendara, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif dan efektif. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara dan memahami peraturan lalu lintas. Perlindungan hukum bagi korban kecelakaan akibat pengemudi yang merokok saat berkendara perlu diatur dalam Undang-Undang, agar korban dapat memperoleh hak-haknya dengan lebih mudah. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi sosialisasi dan edukasi, serta mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berkendara..
<br>Implementasi atau penerapan hukum bagi pengemudi kendaraan bermotor yang merokok saat berkendara di jalan raya telah dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang, tetapi belum maksimal.Korban kecelakaan pengemudi kendaraan dapat menuntut ganti rugi kepada pelanggar lalu lintas, tetapi dengan membuat laporan kepada polisi dan korban harus dapat membuktikan hal tersebut.Perlindungan untuk korban sudah ada dalam Undang-Undang, tetapi belum ada perlindungan korban terhadap pengemudi yang merokok di jalan.Pembuktian itu sendiri agak sulit disebabkan karena abu rokok sangat sulit dapat dilihat oleh mata, tetapi jika terkena mata dapat menyebabkan mata merah, perih, dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan
<br>Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu masalah lalu lintas yang banyak ditemui oleh pemerintahan di negara dengan kepadatan penduduk tinggi. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas adalah pembunuh nomor tiga. Pengemudi kendaraan masih melakukan aktivitas lain saat berkendara, yaitu merokok sambil berkendara, yang sangat mengganggu pengendara motor lain. Jenis penelitian ini adalah hukum normatif, menggunakan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dengan metode analisis kualitatif....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp" type="image/webp" length="67992" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-22719.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-7e3be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/perlindungan-korban-perang-lintas-merokok-pengemud-thumb-79750.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41665-sanksi-administrasi-penalisasi-hukum-kriminalisasi</link>
	<guid isPermaLink="false">deae7adac218ddf09e16d43b4092ec2c</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas sanksi administrasi sebagai alternatif dari sanksi pidana dalam mengatasi pelanggaran hukum yang bersifat administratif. Studi komparatif mengenai penerapan kebijakan penalisasi di ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas sanksi administrasi sebagai alternatif dari sanksi pidana dalam mengatasi pelanggaran hukum yang bersifat administratif. Studi komparatif mengenai penerapan kebijakan penalisasi di berbagai negara dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan potensi adaptasi di Indonesia. Selain itu, penelitian mengenai dampak sosial dan ekonomi dari kriminalisasi perbuatan administratif perlu dilakukan untuk mengidentifikasi konsekuensi yang tidak diinginkan dan merumuskan kebijakan yang lebih proporsional dan berkeadilan, dengan mempertimbangkan prinsip ultimum remedium dan keseimbangan antara kepentingan negara, masyarakat, dan individu.. Penalisasi, sebagai proses pengancaman perbuatan terlarang dengan sanksi pidana, erat kaitannya dengan kriminalisasi.Ketika suatu perbuatan dikategorikan sebagai tindak pidana, penentuan ancaman sanksi pidana menjadi langkah selanjutnya.Namun, pertimbangan aspek kemanfaatan, keadilan, dan kemanusiaan sangatlah penting dalam proses ini.Sanksi pidana penjara sebaiknya menjadi opsi terakhir, dengan tujuan utama menyelamatkan jiwa manusia dan memperhatikan aspek hukum yang rasional dan selektif Penalisasi merupakan proses pengancaman suatu perbuatan yang dilarang dengan sanksi pidana, yang umumnya berkaitan erat dengan kriminalisasi. Ketika kebijakan menentukan suatu perbuatan sebagai tindak pidana, langkah selanjutnya adalah menentukan ancaman sanksi pidana bagi perbuatan tersebut. Namun, hal ini harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti kemanfaatan, keadilan, dan kemanusiaan. Sanksi pidana penjara seharusnya menjadi opsi terakhir, karena tujuannya adalah menyelamatkan jiwa manusia, dan memasukkan ketentuan pidana harus mampu memperhatikan aspek rasional, argumentasi hukum, selektif, dan menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah perbuatan pidana. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-6dc1a.webp" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-6dc1a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-6dc1a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-6dc1a.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" alt="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-44c29.webp" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-44c29.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-44c29.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-44c29.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" alt="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp 1x" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" alt="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41665-sanksi-administrasi-penalisasi-hukum-kriminalisasi" title="JURIS - Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya" target="_blank">Kebijakan Penalitas Undang Ae Undang Yang Bersifat Administratif Serta Urgensinya</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas sanksi administrasi sebagai alternatif dari sanksi pidana dalam mengatasi pelanggaran hukum yang bersifat administratif. Studi komparatif mengenai penerapan kebijakan penalisasi di berbagai negara dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan potensi adaptasi di Indonesia. Selain itu, penelitian mengenai dampak sosial dan ekonomi dari kriminalisasi perbuatan administratif perlu dilakukan untuk mengidentifikasi konsekuensi yang tidak diinginkan dan merumuskan kebijakan yang lebih proporsional dan berkeadilan, dengan mempertimbangkan prinsip ultimum remedium dan keseimbangan antara kepentingan negara, masyarakat, dan individu..
<br>Penalisasi, sebagai proses pengancaman perbuatan terlarang dengan sanksi pidana, erat kaitannya dengan kriminalisasi.Ketika suatu perbuatan dikategorikan sebagai tindak pidana, penentuan ancaman sanksi pidana menjadi langkah selanjutnya.Namun, pertimbangan aspek kemanfaatan, keadilan, dan kemanusiaan sangatlah penting dalam proses ini.Sanksi pidana penjara sebaiknya menjadi opsi terakhir, dengan tujuan utama menyelamatkan jiwa manusia dan memperhatikan aspek hukum yang rasional dan selektif
<br>Penalisasi merupakan proses pengancaman suatu perbuatan yang dilarang dengan sanksi pidana, yang umumnya berkaitan erat dengan kriminalisasi. Ketika kebijakan menentukan suatu perbuatan sebagai tindak pidana, langkah selanjutnya adalah menentukan ancaman sanksi pidana bagi perbuatan tersebut. Namun, hal ini harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti kemanfaatan, keadilan, dan kemanusiaan. Sanksi pidana penjara seharusnya menjadi opsi terakhir, karena tujuannya adalah menyelamatkan jiwa manusia, dan memasukkan ketentuan pidana harus mampu memperhatikan aspek rasional, argumentasi hukum, selektif, dan menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah perbuatan pidana.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp" type="image/webp" length="65624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-6dc1a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-44c29.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/4/sanksi-administrasi-penalisasi-kriminalisasi-kebij-thumb-e48a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E Commerce Menurut Hukum Di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E Commerce Menurut Hukum Di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E Commerce Menurut Hukum Di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41664-data-pribadi-pelindungan-keamanan-dat</link>
	<guid isPermaLink="false">52e9b33b88f159f1b8e1c14d4d948d84</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas RUU Perlindungan Data Pribadi yang sedang dibahas untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan regulasi tersebut dalam melindungi data pengguna e-commerce. Selain itu, studi tentang dampak implementasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas RUU Perlindungan Data Pribadi yang sedang dibahas untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan regulasi tersebut dalam melindungi data pengguna e-commerce. Selain itu, studi tentang dampak implementasi hukum perlindungan data dari negara maju seperti Uni Eropa terhadap praktik e-commerce di Indonesia bisa menjadi arah penelitian baru. Peneliti juga dapat menganalisis peran perusahaan teknologi dalam meningkatkan keamanan data melalui inovasi teknologi dan kerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan standar keamanan yang lebih ketat.. Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa saat ini Indonesia masih sangat kurang memperhatikan perlindungan data pribadi pengguna e-commerce karena belum adanya undang-undang yang secara khusus, jelas dan tegas mengatur mengenai perlindungan data pribadi.Terdapat beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur mengenai perlindungan data pribadi, namun hal tersebut belum dapat memberikan perlindungan yang cukup bagi data pribadi konsumen pengguna e-commerce.Indonesia masih sangat membutuhkan suatu peraturan yang secara spesifik dan jelas mengatur tentang perlindungan data pribadi pengguna e-commerce dalam bentuk undang-undang Di era yang berkembang pesat ini, keberadaan internet tidak hanya untuk media pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan di era sekarang ini. Selain itu, internet juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi jual beli, karena kemudahan akses internet saat ini membuat sangat memudahkan orang untuk melakukan transaksi secara online, selain mudah hal ini dinilai lebih praktis, apalagi di masa yang tak kunjung usai seperti saat ini. Maraknya belanja online mengakibatkan timbulnya permasalahan baru di bidang hukum perlindungan konsumen. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai perlindungan data pribadi konsumen yang melakukan kegiatan belanja secara online. Data pribadi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-2577e.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-2577e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-2577e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-2577e.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-527d7.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-527d7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-527d7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-527d7.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41664-data-pribadi-pelindungan-keamanan-dat" title="JURIS - Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia" target="_blank">Perlindungan Hukum Atas Data Pribadi Pengguna E-Commerce Menurut Hukum Di Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas RUU Perlindungan Data Pribadi yang sedang dibahas untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan regulasi tersebut dalam melindungi data pengguna e-commerce. Selain itu, studi tentang dampak implementasi hukum perlindungan data dari negara maju seperti Uni Eropa terhadap praktik e-commerce di Indonesia bisa menjadi arah penelitian baru. Peneliti juga dapat menganalisis peran perusahaan teknologi dalam meningkatkan keamanan data melalui inovasi teknologi dan kerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan standar keamanan yang lebih ketat..
<br>Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa saat ini Indonesia masih sangat kurang memperhatikan perlindungan data pribadi pengguna e-commerce karena belum adanya undang-undang yang secara khusus, jelas dan tegas mengatur mengenai perlindungan data pribadi.Terdapat beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur mengenai perlindungan data pribadi, namun hal tersebut belum dapat memberikan perlindungan yang cukup bagi data pribadi konsumen pengguna e-commerce.Indonesia masih sangat membutuhkan suatu peraturan yang secara spesifik dan jelas mengatur tentang perlindungan data pribadi pengguna e-commerce dalam bentuk undang-undang
<br>Di era yang berkembang pesat ini, keberadaan internet tidak hanya untuk media pembelajaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan di era sekarang ini. Selain itu, internet juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi jual beli, karena kemudahan akses internet saat ini membuat sangat memudahkan orang untuk melakukan transaksi secara online, selain mudah hal ini dinilai lebih praktis, apalagi di masa yang tak kunjung usai seperti saat ini. Maraknya belanja online mengakibatkan timbulnya permasalahan baru di bidang hukum perlindungan konsumen. Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai perlindungan data pribadi konsumen yang melakukan kegiatan belanja secara online. Data pribadi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp" type="image/webp" length="80180" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-7ebfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-2577e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/data-pribadi-pelindungan-keamanan-penggajian-perli-thumb-527d7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41663-kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen</link>
	<guid isPermaLink="false">aa8b86d1906aff0e959c53f65438eab6</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat integritas dan komitmen notaris, seperti pendidikan, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat integritas dan komitmen notaris, seperti pendidikan, pelatihan, dan sistem pengawasan. Hal ini penting untuk merancang program-program yang efektif dalam meningkatkan kualitas notaris. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak integritas dan komitmen notaris terhadap kepercayaan masyarakat dan efektivitas sistem hukum. Data empiris ini dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang pentingnya integritas dan komitmen dalam profesi notaris. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan sistem pengawasan notaris di Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem kenotariatan yang lebih maju. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang praktik-praktik terbaik dalam menjaga integritas dan komitmen notaris. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas profesi notaris dan memperkuat sistem hukum di Indonesia.. Ketidakpatuhan terhadap integritas dan komitmen oleh notaris dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan mempengaruhi citra profesi notaris secara keseluruhan.Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris akan menurun dan dapat mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap tugas dan fungsi notaris secara keseluruhan.Karena notaris harus selalu menjaga integritas dan komitmennya untuk menjaga citra profesi dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.Dengan memiliki integritas dan komitmen yang tinggi, seorang notaris dapat memastikan bahwa tugas dan fungsi yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditentukan.Hal ini membuat notaris dapat dipercaya oleh masyarakat dan memberikan kepastian hukum atas transaksi yang dilakukan Integritas dan komitmen merupakan dua hal yang penting bagi seorang notaris dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kepercayaan masyarakat terhadap profesionalitas seorang notaris ditentukan oleh tingkat integritas dan komitmen yang dimilikinya. Notaris harus memastikan bahwa tugas-tugas yang dilakukan sesuai dengan standar profesi dan etika yang berlaku. Komitmen yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab membantu memastikan bahwa transaksi hukum yang dilakukan oleh seorang notaris bersifat jujur dan adil. Oleh karena itu peneliti merasa pentingnya integritas dan komitmen seorang notaris dalam menjalankan fungsinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode studi kepustakaan dengan menggunakan buku-buku dan jurnal sebagai data utama. Untuk... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-d934d.webp" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-d934d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-d934d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-d934d.webp 1x" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" alt="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-b1111.webp" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-b1111.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-b1111.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-b1111.webp 1x" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" alt="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp 1x" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" alt="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41663-kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen" title="JURIS - Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya" target="_blank">Pentingnya Integritas dan Komitmen Notaris dalam Menjalankan Fungsinya</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat integritas dan komitmen notaris, seperti pendidikan, pelatihan, dan sistem pengawasan. Hal ini penting untuk merancang program-program yang efektif dalam meningkatkan kualitas notaris. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak integritas dan komitmen notaris terhadap kepercayaan masyarakat dan efektivitas sistem hukum. Data empiris ini dapat memberikan bukti yang lebih kuat tentang pentingnya integritas dan komitmen dalam profesi notaris. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan sistem pengawasan notaris di Indonesia dengan negara lain yang memiliki sistem kenotariatan yang lebih maju. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang praktik-praktik terbaik dalam menjaga integritas dan komitmen notaris. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas profesi notaris dan memperkuat sistem hukum di Indonesia..
<br>Ketidakpatuhan terhadap integritas dan komitmen oleh notaris dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan mempengaruhi citra profesi notaris secara keseluruhan.Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris akan menurun dan dapat mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap tugas dan fungsi notaris secara keseluruhan.Karena notaris harus selalu menjaga integritas dan komitmennya untuk menjaga citra profesi dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.Dengan memiliki integritas dan komitmen yang tinggi, seorang notaris dapat memastikan bahwa tugas dan fungsi yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditentukan.Hal ini membuat notaris dapat dipercaya oleh masyarakat dan memberikan kepastian hukum atas transaksi yang dilakukan
<br>Integritas dan komitmen merupakan dua hal yang penting bagi seorang notaris dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Kepercayaan masyarakat terhadap profesionalitas seorang notaris ditentukan oleh tingkat integritas dan komitmen yang dimilikinya. Notaris harus memastikan bahwa tugas-tugas yang dilakukan sesuai dengan standar profesi dan etika yang berlaku. Komitmen yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab membantu memastikan bahwa transaksi hukum yang dilakukan oleh seorang notaris bersifat jujur dan adil. Oleh karena itu peneliti merasa pentingnya integritas dan komitmen seorang notaris dalam menjalankan fungsinya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode studi kepustakaan dengan menggunakan buku-buku dan jurnal sebagai data utama. Untuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp" type="image/webp" length="58624" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-d934d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-b1111.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/kepercayaan-masyarakat-notaris-integritas-komitmen-thumb-1bc04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41662-saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan</link>
	<guid isPermaLink="false">282e580d2bd64db7d5834843cc8d0a21</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai model pengawasan terhadap ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai model pengawasan terhadap saksi ahli forensik di berbagai negara, dengan fokus pada identifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi di Indonesia. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman saksi ahli forensik terkait tekanan dan potensi konflik kepentingan yang mereka hadapi dalam persidangan. Ketiga, pengembangan instrumen pengukuran independensi saksi ahli forensik yang valid dan reliabel akan sangat bermanfaat untuk memantau dan mengevaluasi kualitas independensi saksi ahli secara berkala. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi independensi saksi ahli forensik, serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas mereka dalam proses peradilan. Studi ini juga dapat memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan regulasi yang lebih baik dalam pengelolaan saksi ahli forensik, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas peradilan di Indonesia.. Menjaga independensi saksi ahli forensik adalah esensial untuk mendukung sistem peradilan yang adil dan efektif.Independensi saksi ahli forensik adalah kunci untuk memastikan keadilan dalam persidangan.Ahli forensik harus bebas dari pengaruh pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan keterangan yang objektif dan berdasarkan fakta ilmiah Independensi saksi ahli forensik merupakan komponen vital dalam memastikan integritas dan keadilan proses peradilan. Jurnal ini mengkaji peran dan pentingnya independensi saksi ahli forensik yang dihadirkan oleh hakim dalam persidangan. Penelitian ini menyoroti berbagai faktor yang mempengaruhi independensi tersebut, termasuk tekanan dari pihak-pihak berkepentingan, regulasi yang ada, dan kode etik profesional. Selain itu, jurnal ini membahas dampak dari keterangan saksi ahli forensik yang independen terhadap keputusan hakim, serta pentingnya penerapan regulasi yang ketat dan pelatihan berkelanjutan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-cd2e1.webp" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-cd2e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-cd2e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-cd2e1.webp 1x" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" alt="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp 1x" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" alt="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-64026.webp" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-64026.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-64026.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-64026.webp 1x" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" alt="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41662-saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan" title="JURIS - Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan" target="_blank">Independensi Saksi Ahli Forensik yang Dihadirkan Oleh Hakim Kedepan Persidangan Guna Memberikan Keterangan</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas berbagai model pengawasan terhadap saksi ahli forensik di berbagai negara, dengan fokus pada identifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi di Indonesia. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman saksi ahli forensik terkait tekanan dan potensi konflik kepentingan yang mereka hadapi dalam persidangan. Ketiga, pengembangan instrumen pengukuran independensi saksi ahli forensik yang valid dan reliabel akan sangat bermanfaat untuk memantau dan mengevaluasi kualitas independensi saksi ahli secara berkala. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi independensi saksi ahli forensik, serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan integritas dan kredibilitas mereka dalam proses peradilan. Studi ini juga dapat memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan regulasi yang lebih baik dalam pengelolaan saksi ahli forensik, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas peradilan di Indonesia..
<br>Menjaga independensi saksi ahli forensik adalah esensial untuk mendukung sistem peradilan yang adil dan efektif.Independensi saksi ahli forensik adalah kunci untuk memastikan keadilan dalam persidangan.Ahli forensik harus bebas dari pengaruh pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan keterangan yang objektif dan berdasarkan fakta ilmiah
<br>Independensi saksi ahli forensik merupakan komponen vital dalam memastikan integritas dan keadilan proses peradilan. Jurnal ini mengkaji peran dan pentingnya independensi saksi ahli forensik yang dihadirkan oleh hakim dalam persidangan. Penelitian ini menyoroti berbagai faktor yang mempengaruhi independensi tersebut, termasuk tekanan dari pihak-pihak berkepentingan, regulasi yang ada, dan kode etik profesional. Selain itu, jurnal ini membahas dampak dari keterangan saksi ahli forensik yang independen terhadap keputusan hakim, serta pentingnya penerapan regulasi yang ketat dan pelatihan berkelanjutan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp" type="image/webp" length="65120" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-cd2e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-6856c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/saksi-ahli-farmasi-forensik-persidangan-independen-thumb-64026.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41661-lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad</link>
	<guid isPermaLink="false">791562feb392d7b85395f9d01cdbfb17</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mengatasi permasalahan dalam pengadaan tanah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengadaan tanah, terutama dalam menentukan besaran ganti rugi yang adil dan layak. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi: Untuk mengatasi permasalahan dalam pengadaan tanah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengadaan tanah, terutama dalam menentukan besaran ganti rugi yang adil dan layak. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengatasi dampak pembangunan jalan tol terhadap masyarakat, serta mencari solusi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberian kompensasi kepada pemilik lahan. Dengan demikian, dapat tercipta keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan hak-hak masyarakat.. Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki peran penting dalam perkembangan daerah, terutama daerah terpencil.Jalan tol ini merupakan jalan bebas hambatan yang dapat menumbuhkan ekonomi berkelanjutan.Alokasi jalan raya wajib memungkinkan pembangunan daerah yang merata dan seimbang.Penguasaan infrastruktur jalan tol diberikan dalam rangka percepatan pembangunan, yang dijalankan oleh badan usaha milik negara atau swasta.Pemerintah membeli tanah masyarakat untuk pembangunan jalan tol dengan dana dari pemerintah dan organisasi komersial.Sistem pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol telah memberikan perlindungan hukum bagi korban, terutama masyarakat yang berhak atas ganti kerugian.Namun, masih terdapat kesalahan administrasi yang merugikan masyarakat terdampak pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar-Dasar Pokok Agraria adalah hukum nasional di bidang pertanahan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pengadaan tanah untuk infrastruktur pembangunan jalan diatur secara sistematis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan hukum yang sering muncul dalam proses pengadaan tanah, yang menimbulkan sengketa. Metode penulisan yang digunakan adalah metode penulisan yuridis normatif, dengan pendekatan masalah yang mengkaji peraturan perundang-undangan dan buku-buku kepustakaan. Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk mengatasi dampak pembangunan jalan tol dan telah memenuhi hak-hak masyarakat sesuai dengan peraturan pengadaan lahan. Namun, kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi, terutama dalam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" alt="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-791da.webp" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-791da.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-791da.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-791da.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" alt="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-06c60.webp" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-06c60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-06c60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-06c60.webp 1x" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" alt="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41661-lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad" title="JURIS - Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi" target="_blank">Tinjauan Yuridis Pembebasan Lahan dalam Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi</a>: Untuk mengatasi permasalahan dalam pengadaan tanah, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengadaan tanah, terutama dalam menentukan besaran ganti rugi yang adil dan layak. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengatasi dampak pembangunan jalan tol terhadap masyarakat, serta mencari solusi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberian kompensasi kepada pemilik lahan. Dengan demikian, dapat tercipta keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan hak-hak masyarakat..
<br>Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki peran penting dalam perkembangan daerah, terutama daerah terpencil.Jalan tol ini merupakan jalan bebas hambatan yang dapat menumbuhkan ekonomi berkelanjutan.Alokasi jalan raya wajib memungkinkan pembangunan daerah yang merata dan seimbang.Penguasaan infrastruktur jalan tol diberikan dalam rangka percepatan pembangunan, yang dijalankan oleh badan usaha milik negara atau swasta.Pemerintah membeli tanah masyarakat untuk pembangunan jalan tol dengan dana dari pemerintah dan organisasi komersial.Sistem pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol telah memberikan perlindungan hukum bagi korban, terutama masyarakat yang berhak atas ganti kerugian.Namun, masih terdapat kesalahan administrasi yang merugikan masyarakat terdampak pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi
<br>Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar-Dasar Pokok Agraria adalah hukum nasional di bidang pertanahan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, pengadaan tanah untuk infrastruktur pembangunan jalan diatur secara sistematis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, masih terdapat berbagai permasalahan hukum yang sering muncul dalam proses pengadaan tanah, yang menimbulkan sengketa. Metode penulisan yang digunakan adalah metode penulisan yuridis normatif, dengan pendekatan masalah yang mengkaji peraturan perundang-undangan dan buku-buku kepustakaan. Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk mengatasi dampak pembangunan jalan tol dan telah memenuhi hak-hak masyarakat sesuai dengan peraturan pengadaan lahan. Namun, kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi, terutama dalam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp" type="image/webp" length="75834" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-6fda1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-791da.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/f/lokasi-jalan-letjend-hak-masyarakat-rempang-pengad-thumb-06c60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia Malaysia dan Tunisia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia Malaysia dan Tunisia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia Malaysia dan Tunisia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41660-harta-gono-gini-sengketa-har</link>
	<guid isPermaLink="false">70f6505ec4b6522f98f9177827626e46</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan sistem pembagian harta bersama yang berbeda terhadap kesejahteraan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan sistem pembagian harta bersama yang berbeda terhadap kesejahteraan ekonomi mantan pasangan, khususnya di Malaysia. Kedua, penelitian komparatif dapat diperluas dengan melibatkan negara-negara lain yang memiliki sistem hukum pembagian harta bersama yang unik, seperti negara-negara di Timur Tengah, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali perspektif dan pengalaman mantan pasangan dalam menghadapi proses pembagian harta bersama, guna memahami bagaimana sistem hukum yang ada mempengaruhi kehidupan mereka secara praktis. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang isu ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan hukum yang lebih adil dan efektif.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam penerapan hukum pembagian harta bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia.Di Indonesia dan Tunisia, pembagian dilakukan secara adil antara kedua belah pihak, sementara di Malaysia, pembagian mempertimbangkan kontribusi masing-masing pihak.Perbedaan ini mencerminkan pendekatan hukum yang berbeda dalam mengatur hak-hak pasangan setelah perceraian, yang perlu dipahami untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum Harta bersama merupakan harta yang diperoleh oleh pasangan suami istri dimulai saat mereka menikah. Di Indonesia, harta ini dikenal dengan istilah harta gono-gini. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang pembagian harta bersama dengan mengkomparasikan penerapan hukum pembagian harta bersama antara hukum yang ada di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa pembagian harta bersama di Indonesia dan Tunisia memiliki kesamaan, yaitu mantan suami dan mantan istri mendapatkan harta... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" alt="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-dd09b.webp" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-dd09b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-dd09b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-dd09b.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" alt="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-075c7.webp" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-075c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-075c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-075c7.webp 1x" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" alt="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41660-harta-gono-gini-sengketa-har" title="JURIS - Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia" target="_blank">Perbandingan Hukum Penerapan Pembagian Harta Bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan sistem pembagian harta bersama yang berbeda terhadap kesejahteraan ekonomi mantan pasangan, khususnya di Malaysia. Kedua, penelitian komparatif dapat diperluas dengan melibatkan negara-negara lain yang memiliki sistem hukum pembagian harta bersama yang unik, seperti negara-negara di Timur Tengah, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali perspektif dan pengalaman mantan pasangan dalam menghadapi proses pembagian harta bersama, guna memahami bagaimana sistem hukum yang ada mempengaruhi kehidupan mereka secara praktis. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang isu ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan hukum yang lebih adil dan efektif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam penerapan hukum pembagian harta bersama di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia.Di Indonesia dan Tunisia, pembagian dilakukan secara adil antara kedua belah pihak, sementara di Malaysia, pembagian mempertimbangkan kontribusi masing-masing pihak.Perbedaan ini mencerminkan pendekatan hukum yang berbeda dalam mengatur hak-hak pasangan setelah perceraian, yang perlu dipahami untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum
<br>Harta bersama merupakan harta yang diperoleh oleh pasangan suami istri dimulai saat mereka menikah. Di Indonesia, harta ini dikenal dengan istilah harta gono-gini. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang pembagian harta bersama dengan mengkomparasikan penerapan hukum pembagian harta bersama antara hukum yang ada di Indonesia, Malaysia, dan Tunisia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa pembagian harta bersama di Indonesia dan Tunisia memiliki kesamaan, yaitu mantan suami dan mantan istri mendapatkan harta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp" type="image/webp" length="48198" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-f026c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-dd09b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/harta-gono-gini-sengketa-gono-perbandingan-malaysi-thumb-075c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41659-alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-day</link>
	<guid isPermaLink="false">922d04855a24a2dbf1a74c0b9224bccd</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas instrumen hukum dan kebijakan yang ada dalam mencegah alih ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas instrumen hukum dan kebijakan yang ada dalam mencegah alih fungsi lahan pertanian, dengan fokus pada identifikasi celah hukum dan kelemahan implementasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi model-model inovatif dalam pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, seperti pertanian perkotaan, pertanian organik, atau sistem agroforestri, serta potensi adopsinya di berbagai wilayah di Indonesia. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak sosial-ekonomi alih fungsi lahan pertanian terhadap masyarakat petani, termasuk perubahan mata pencaharian, tingkat pendapatan, dan akses terhadap sumber daya, serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian di Indonesia.. Alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian dapat melemahkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.Pengendalian alih fungsi lahan memerlukan komitmen dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dengan tidak menempatkan pembangunan ekonomi secara dikotomis dengan kegiatan pertanian pangan.Reforma agraria dan kebijakan pertanahan diharapkan dapat mewujudkan pertanian yang berkeadilan dan mensejahterakan rakyat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan merupakan upaya Pemerintah untuk melindungi penggunaan lahan pertanian pangan. Namun, peraturan ini memerlukan penjabaran lebih lanjut oleh Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian tata ruang yang efektif guna mencegah alih fungsi lahan pertanian dan cara pencegahan alih fungsi lahan pertanian serta penataan ruang yang berdasar pada pertanian berkelanjutan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan ke penggunaan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp 1x" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" alt="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-70408.webp" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-70408.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-70408.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-70408.webp 1x" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" alt="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-32c95.webp" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-32c95.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-32c95.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-32c95.webp 1x" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" alt="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41659-alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-day" title="JURIS - Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan" target="_blank">Akibat Hukum Adanya Pengendalian Ahli Fungsi Lahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Guna Mencapai Ketahanan Pangan</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas instrumen hukum dan kebijakan yang ada dalam mencegah alih fungsi lahan pertanian, dengan fokus pada identifikasi celah hukum dan kelemahan implementasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi model-model inovatif dalam pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan, seperti pertanian perkotaan, pertanian organik, atau sistem agroforestri, serta potensi adopsinya di berbagai wilayah di Indonesia. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak sosial-ekonomi alih fungsi lahan pertanian terhadap masyarakat petani, termasuk perubahan mata pencaharian, tingkat pendapatan, dan akses terhadap sumber daya, serta merumuskan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian di Indonesia..
<br>Alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian dapat melemahkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.Pengendalian alih fungsi lahan memerlukan komitmen dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dengan tidak menempatkan pembangunan ekonomi secara dikotomis dengan kegiatan pertanian pangan.Reforma agraria dan kebijakan pertanahan diharapkan dapat mewujudkan pertanian yang berkeadilan dan mensejahterakan rakyat
<br>Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan merupakan upaya Pemerintah untuk melindungi penggunaan lahan pertanian pangan. Namun, peraturan ini memerlukan penjabaran lebih lanjut oleh Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian tata ruang yang efektif guna mencegah alih fungsi lahan pertanian dan cara pencegahan alih fungsi lahan pertanian serta penataan ruang yang berdasar pada pertanian berkelanjutan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan ke penggunaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp" type="image/webp" length="63016" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-87cad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-70408.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/alih-fungsi-trotoar-lahan-tambak-sumber-daya-perta-thumb-32c95.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-41658-partai-politik-konflik-pelaporan</link>
	<guid isPermaLink="false">9cf99b750cc9fbe5e14d071f59f9d1da</guid>
	<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 00:49:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ issn journal ]]></category>
	<category><![CDATA[ wawan susilo ]]></category>
	<category><![CDATA[ quick menu ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[issn,journal,menu,quick,susilo,wawan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak pembubaran partai politik terhadap stabilitas demokrasi di Indonesia, perbandingan prosedur pembubaran partai antara Indonesia dan negara lain, serta analisis tantangan hukum yang dihadapi Mahkamah Konstitusi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak pembubaran partai politik terhadap stabilitas demokrasi di Indonesia, perbandingan prosedur pembubaran partai antara Indonesia dan negara lain, serta analisis tantangan hukum yang dihadapi Mahkamah Konstitusi dalam menangani kasus pembubaran partai. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi peran rakyat dalam pengawasan partai politik melalui mekanisme hukum yang lebih transparan. Dengan demikian, studi-studi ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika kekuasaan dan keseimbangan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa mekanisme pembubaran parpol telah mengalami perubahan yang signifikan.Pada awalnya pembubaran parpol dilakukan oleh pemerintah, sedangkan pengadilan hanya sebagai pendukung saja.Sedangkan pada masa sekarang, pengadilan sebagai lembaga yang dominan dalam pembubaran parpol, pemerintah sebagai pendukung saja Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Pembubaran Partai Politik melalui aspek hukum ini merupakan hasil amandemen ketiga UUD NRI Tahun 1945. Sebelumnya, pembubaran partai politik dilakukan oleh Pemerintah. Pembubaran partai politik melalui jalur hukum ini merupakan konsekuensi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-f4ead.webp" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-f4ead.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-f4ead.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-f4ead.webp 1x" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" alt="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-cb113.webp" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-cb113.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-cb113.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-cb113.webp 1x" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" alt="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp 1x" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" alt="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-41658-partai-politik-konflik-pelaporan" title="JURIS - Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik" target="_blank">Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Dalam Membubarkan Partai Politik</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak pembubaran partai politik terhadap stabilitas demokrasi di Indonesia, perbandingan prosedur pembubaran partai antara Indonesia dan negara lain, serta analisis tantangan hukum yang dihadapi Mahkamah Konstitusi dalam menangani kasus pembubaran partai. Selain itu, penelitian juga bisa mengeksplorasi peran rakyat dalam pengawasan partai politik melalui mekanisme hukum yang lebih transparan. Dengan demikian, studi-studi ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika kekuasaan dan keseimbangan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia..
<br>Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa mekanisme pembubaran parpol telah mengalami perubahan yang signifikan.Pada awalnya pembubaran parpol dilakukan oleh pemerintah, sedangkan pengadilan hanya sebagai pendukung saja.Sedangkan pada masa sekarang, pengadilan sebagai lembaga yang dominan dalam pembubaran parpol, pemerintah sebagai pendukung saja
<br>Pasal 24C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Pembubaran Partai Politik melalui aspek hukum ini merupakan hasil amandemen ketiga UUD NRI Tahun 1945. Sebelumnya, pembubaran partai politik dilakukan oleh Pemerintah. Pembubaran partai politik melalui jalur hukum ini merupakan konsekuensi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp" type="image/webp" length="84834" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-f4ead.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-cb113.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/1/partai-politik-konflik-pelaporan-keuangan-mahkamah-thumb-29611.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-68-unars.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16566-fenomena.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Sat, 25 Apr 2026 06:36:37 +0700. 24 items. Served in: 5.246 seconds [rss] -->
