<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.11-30apr2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 15:03:57 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 15:03:57 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-06-22T15:03:57+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>JURIS.id juris</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>JURIS.id juris</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50893-bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-k</link>
	<guid isPermaLink="false">16a9990803267ab4e5407bcf7f2f829d</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:47:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kejadian stunting pada bayi, seperti tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kejadian stunting pada bayi, seperti tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan bayi, serta strategi pencegahan stunting yang efektif. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut konsep maqashid al-shariah dalam konteks pernikahan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.. Pada penelitian ini, tidak terdapat hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting pada bayi di Rumah Sakit YARSI periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dengan hasil p-value = 0,534.Meskipun demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan remaja berisiko melahirkan bayi stunting dengan OR = 1,810 (95% CI 0,512-6,399) Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.8%. Stunting pada bayi laki-laki ditandai dengan PB O 46,1 cm dan pada bayi perempuan O 45,4 cm. Salah satu faktor risiko stunting yaitu kehamilan remaja. Di Indonesia, angka perkawinan usia dini masih cukup tinggi sehingga berdampak pada peningkatan angka kehamilan remaja. Al-QurAoan dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-5197f.webp" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-5197f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-5197f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-5197f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-4b360.webp" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-4b360.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-4b360.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-4b360.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50893-bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-k" title="JURIS - Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Hubungan Kehamilan Remaja terhadap Kejadian Stunting pada Bayi di Rumah Sakit YARSI Periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kejadian stunting pada bayi, seperti tinggi badan ibu, pemenuhan nutrisi, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan bayi, serta strategi pencegahan stunting yang efektif. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut konsep maqashid al-shariah dalam konteks pernikahan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat..
<br>Pada penelitian ini, tidak terdapat hubungan kehamilan remaja terhadap kejadian stunting pada bayi di Rumah Sakit YARSI periode Januari 2023 Ae Desember 2023 dengan hasil p-value = 0,534.Meskipun demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa ibu dengan kehamilan remaja berisiko melahirkan bayi stunting dengan OR = 1,810 (95% CI 0,512-6,399)
<br>Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.8%. Stunting pada bayi laki-laki ditandai dengan PB O 46,1 cm dan pada bayi perempuan O 45,4 cm. Salah satu faktor risiko stunting yaitu kehamilan remaja. Di Indonesia, angka perkawinan usia dini masih cukup tinggi sehingga berdampak pada peningkatan angka kehamilan remaja. Al-QurAoan dan sunnah tidak mengatur secara konkrit mengenai batas usia melangsungkan pernikahan. Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp" type="image/webp" length="107418" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-5197f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-4b360.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/3/bayi-perempuan-lahir-pencegahan-kehamilan-remaja-s-thumb-e67f2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Resensi Buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resensi Buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resensi Buku Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50889-pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative</link>
	<guid isPermaLink="false">268bdf728abed681c927d24c5fce0f4b</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:23:58 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ book review ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,buku,front,matter,resensi,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat pentingnya integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis melalui pendekatan appreciative inquiry yang diulas dalam buku ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk ditelusuri. Salah satu ide penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry: Mengingat pentingnya integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis melalui pendekatan appreciative inquiry yang diulas dalam buku ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk ditelusuri. Salah satu ide penelitian adalah untuk mengkaji secara empiris bagaimana appreciative inquiry benar-benar diterapkan dan bekerja di berbagai komunitas gereja di Indonesia, dengan segala perbedaan denominasi dan latar belakang budayanya. Kita perlu memahami apakah metode ini dapat diadaptasi secara efektif dalam konteks lokal yang beragam, dan tantangan praktis apa saja yang mungkin muncul saat diterapkan di lapangan. Penelitian ini bisa berbentuk studi kasus mendalam yang mengamati beberapa jemaat yang telah mencoba pendekatan ini. Ide penelitian selanjutnya adalah menyelidiki dampak konkret dari teologi praktis yang berlandaskan appreciative inquiry terhadap kehidupan dan dinamika jemaat. Misalnya, apakah jemaat yang menerapkan pendekatan positif ini menunjukkan peningkatan dalam partisipasi anggotanya, perkembangan spiritual yang lebih kuat, atau bahkan cara yang lebih efektif dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, dibandingkan dengan jemaat yang masih menggunakan cara-cara lama yang cenderung fokus pada masalah? Sebuah studi perbandingan atau pengamatan jangka panjang akan sangat berharga untuk memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Terakhir, karena buku ini menekankan pemberdayaan diri, penting untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pelatihan yang paling sesuai agar para pemimpin dan anggota jemaat awam dapat dengan mudah menguasai dan menerapkan prinsip-prinsip appreciative inquiry dalam kegiatan sehari-hari gereja mereka. Penelitian ini akan membantu menciptakan program yang praktis dan dapat direplikasi, memastikan bahwa semangat pemberdayaan melalui perspektif positif ini dapat tersebar luas dan berkelanjutan di seluruh penjuru.. Banawiratma dalam mengintegrasikan appreciative inquiry dengan teologi praktis dinilai sebagai kontribusi positif dan kreatif dalam diskursus serta praksis kedua bidang tersebut.Pendekatan appreciative inquiry ini menawarkan alternatif berharga dari metode pemecahan masalah yang umum digunakan, dengan fokus pada penguatan potensi positif.Buku ini juga mendorong refleksi lebih lanjut mengenai peluang masa depan dalam mengimplementasikan integrasi ini untuk pemberdayaan yang lebih luas Resensi ini membahas buku "Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" karya J.B. Banawiratma, yang mengulas integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis, suatu topik yang masih jarang ditemukan dalam literatur di Indonesia. Buku ini menggunakan pendekatan appreciative inquiry untuk melihat potensi positif yang dapat dimanfaatkan dari permasalahan. Upaya Banawiratma ini merupakan kontribusi penting dalam diskursus teologi praktis, menawarkan perspektif yang fokus pada penguatan kapasitas dan pengembangan potensi positif, berbeda dengan pendekatan problem solving. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-691cc.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-691cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-691cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-691cc.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" alt="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" alt="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-a98d2.webp" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-a98d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-a98d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-a98d2.webp 1x" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" alt="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50889-pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative" title="JURIS - Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" target="_blank">Resensi Buku: Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry</a>: Mengingat pentingnya integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis melalui pendekatan appreciative inquiry yang diulas dalam buku ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan relevan untuk ditelusuri. Salah satu ide penelitian adalah untuk mengkaji secara empiris bagaimana appreciative inquiry benar-benar diterapkan dan bekerja di berbagai komunitas gereja di Indonesia, dengan segala perbedaan denominasi dan latar belakang budayanya. Kita perlu memahami apakah metode ini dapat diadaptasi secara efektif dalam konteks lokal yang beragam, dan tantangan praktis apa saja yang mungkin muncul saat diterapkan di lapangan. Penelitian ini bisa berbentuk studi kasus mendalam yang mengamati beberapa jemaat yang telah mencoba pendekatan ini. Ide penelitian selanjutnya adalah menyelidiki dampak konkret dari teologi praktis yang berlandaskan appreciative inquiry terhadap kehidupan dan dinamika jemaat. Misalnya, apakah jemaat yang menerapkan pendekatan positif ini menunjukkan peningkatan dalam partisipasi anggotanya, perkembangan spiritual yang lebih kuat, atau bahkan cara yang lebih efektif dalam menyelesaikan perbedaan pendapat, dibandingkan dengan jemaat yang masih menggunakan cara-cara lama yang cenderung fokus pada masalah? Sebuah studi perbandingan atau pengamatan jangka panjang akan sangat berharga untuk memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Terakhir, karena buku ini menekankan pemberdayaan diri, penting untuk mengembangkan dan mengevaluasi model pelatihan yang paling sesuai agar para pemimpin dan anggota jemaat awam dapat dengan mudah menguasai dan menerapkan prinsip-prinsip appreciative inquiry dalam kegiatan sehari-hari gereja mereka. Penelitian ini akan membantu menciptakan program yang praktis dan dapat direplikasi, memastikan bahwa semangat pemberdayaan melalui perspektif positif ini dapat tersebar luas dan berkelanjutan di seluruh penjuru..
<br>Banawiratma dalam mengintegrasikan appreciative inquiry dengan teologi praktis dinilai sebagai kontribusi positif dan kreatif dalam diskursus serta praksis kedua bidang tersebut.Pendekatan appreciative inquiry ini menawarkan alternatif berharga dari metode pemecahan masalah yang umum digunakan, dengan fokus pada penguatan potensi positif.Buku ini juga mendorong refleksi lebih lanjut mengenai peluang masa depan dalam mengimplementasikan integrasi ini untuk pemberdayaan yang lebih luas
<br>Resensi ini membahas buku "Pemberdayaan Diri Jemaat dan Teologi Praktis melalui Appreciative Inquiry" karya J.B. Banawiratma, yang mengulas integrasi antara pemberdayaan jemaat dan teologi praktis, suatu topik yang masih jarang ditemukan dalam literatur di Indonesia. Buku ini menggunakan pendekatan appreciative inquiry untuk melihat potensi positif yang dapat dimanfaatkan dari permasalahan. Upaya Banawiratma ini merupakan kontribusi penting dalam diskursus teologi praktis, menawarkan perspektif yang fokus pada penguatan kapasitas dan pengembangan potensi positif, berbeda dengan pendekatan problem solving.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp" type="image/webp" length="111636" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-691cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-fb5f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/5/pemberdayaan-jemaat-teologi-praktis-appreciative-i-thumb-a98d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12012-gema-teologika-jurnal-teologi-kontekstual-filsafat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perempuan dalam Pelayanan Gereja Reinterpretasi 1 Korintus 14 34 35 dan 1 Timotius 2 11 12 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perempuan dalam Pelayanan Gereja Reinterpretasi 1 Korintus 14 34 35 dan 1 Timotius 2 11 12 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perempuan dalam Pelayanan Gereja Reinterpretasi 1 Korintus 14 34 35 dan 1 Timotius 2 11 12 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50888-budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-pe</link>
	<guid isPermaLink="false">5d22a1c6791f6d510343cca5171d712c</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:19:52 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ book review ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,buku,front,matter,resensi,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat hasil reinterpretasi terhadap teks-teks kunci dalam Alkitab mengenai peran perempuan dalam pelayanan gereja, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa kita eksplorasi agar pemahaman ini semakin kaya dan berdampak nyata. Pertama, akan sangat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12: Melihat hasil reinterpretasi terhadap teks-teks kunci dalam Alkitab mengenai peran perempuan dalam pelayanan gereja, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa kita eksplorasi agar pemahaman ini semakin kaya dan berdampak nyata. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menyelidiki bagaimana ajaran ini benar-benar diterapkan dan dipahami di lingkungan Gereja Pantekosta Tabernakel saat ini. Kita bisa mencari tahu pandangan para anggota jemaat, pemimpin gereja, serta perempuan yang telah atau ingin terlibat dalam pelayanan, untuk memahami tantangan dan peluang dalam praktik nyata kesetaraan gender. Ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana reinterpretasi teologis dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan praktik inklusif di tingkat akar rumput, sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dari tradisi atau pemahaman yang sudah mengakar. Kedua, untuk memperluas cakrawala pemahaman, penelitian berikutnya dapat membandingkan bagaimana denominasi gereja Pantekosta lain di Indonesia atau di wilayah berbeda menafsirkan dan mengimplementasikan peran perempuan dalam pelayanan. Studi komparatif ini akan membantu kita melihat spektrum interpretasi yang lebih luas dan belajar dari pengalaman gereja-gereja lain dalam memberdayakan perempuan tanpa mengabaikan konteks teologis mereka. Terakhir, sebuah studi historis-teologis yang mendalam mengenai perkembangan interpretasi ayat-ayat Alkitab ini dalam sejarah gerakan Pantekosta di Indonesia akan sangat berharga. Kita perlu memahami bagaimana pandangan tentang peran perempuan berevolusi seiring waktu dalam tradisi ini, serta bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan teologis telah memengaruhi kebijakan penahbisan perempuan. Penelitian semacam ini akan memperkaya dialog teologis dan membantu gereja untuk melangkah maju dengan pijakan historis yang kuat menuju praktik pelayanan yang lebih inklusif dan setara bagi semua ciptaan Tuhan, sesuai dengan semangat kasih dan keadilan Kristus.. 11-12 menyediakan pemahaman teologis yang relevan untuk gereja masa kini, menegaskan bahwa perintah Paulus bukan untuk membatasi atau meniadakan kepemimpinan perempuan dalam organisasi.Larangan tersebut bersifat situasional, menekankan pembinaan rohani bagi jemaat perempuan yang terpengaruh oleh konteks sosial-budaya dan ajaran sesat kala itu, dan bukan merupakan doktrin mutlak.Oleh karena itu, Gereja Pantekosta Tabernakel diharapkan membuka dialog tentang kesetaraan gender dengan berfokus pada Kristus sebagai Kepala gereja, memastikan setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam pelayanan Peran perempuan sering kali diperdebatkan dalam konteks gereja. Teks 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12 sering digunakan untuk membatasi peran perempuan. Masalah ini menciptakan ketegangan antara tradisi gereja dan kebutuhan untuk mengakomodasi peran perempuan dalam pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi terhadap kedua teks tersebut dengan menekankan bahwa pemahaman yang benar tentang konteks tersebut dapat memberikan perspektif lain atas interpretasi teks tersebut. Dengan menggunakan analisis teks, artikel ini menganalisis kata-kata dan frasa dalam teks untuk menggali makna serta mempertimbangkan makna... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-4416a.webp" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-4416a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-4416a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-4416a.webp 1x" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" alt="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp 1x" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" alt="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-39534.webp" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-39534.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-39534.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-39534.webp 1x" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" alt="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50888-budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-pe" title="JURIS - Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12" target="_blank">Perempuan dalam Pelayanan Gereja: Reinterpretasi 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12</a>: Melihat hasil reinterpretasi terhadap teks-teks kunci dalam Alkitab mengenai peran perempuan dalam pelayanan gereja, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa kita eksplorasi agar pemahaman ini semakin kaya dan berdampak nyata. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menyelidiki bagaimana ajaran ini benar-benar diterapkan dan dipahami di lingkungan Gereja Pantekosta Tabernakel saat ini. Kita bisa mencari tahu pandangan para anggota jemaat, pemimpin gereja, serta perempuan yang telah atau ingin terlibat dalam pelayanan, untuk memahami tantangan dan peluang dalam praktik nyata kesetaraan gender. Ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana reinterpretasi teologis dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan praktik inklusif di tingkat akar rumput, sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dari tradisi atau pemahaman yang sudah mengakar. Kedua, untuk memperluas cakrawala pemahaman, penelitian berikutnya dapat membandingkan bagaimana denominasi gereja Pantekosta lain di Indonesia atau di wilayah berbeda menafsirkan dan mengimplementasikan peran perempuan dalam pelayanan. Studi komparatif ini akan membantu kita melihat spektrum interpretasi yang lebih luas dan belajar dari pengalaman gereja-gereja lain dalam memberdayakan perempuan tanpa mengabaikan konteks teologis mereka. Terakhir, sebuah studi historis-teologis yang mendalam mengenai perkembangan interpretasi ayat-ayat Alkitab ini dalam sejarah gerakan Pantekosta di Indonesia akan sangat berharga. Kita perlu memahami bagaimana pandangan tentang peran perempuan berevolusi seiring waktu dalam tradisi ini, serta bagaimana faktor-faktor sosial, budaya, dan teologis telah memengaruhi kebijakan penahbisan perempuan. Penelitian semacam ini akan memperkaya dialog teologis dan membantu gereja untuk melangkah maju dengan pijakan historis yang kuat menuju praktik pelayanan yang lebih inklusif dan setara bagi semua ciptaan Tuhan, sesuai dengan semangat kasih dan keadilan Kristus..
<br>11-12 menyediakan pemahaman teologis yang relevan untuk gereja masa kini, menegaskan bahwa perintah Paulus bukan untuk membatasi atau meniadakan kepemimpinan perempuan dalam organisasi.Larangan tersebut bersifat situasional, menekankan pembinaan rohani bagi jemaat perempuan yang terpengaruh oleh konteks sosial-budaya dan ajaran sesat kala itu, dan bukan merupakan doktrin mutlak.Oleh karena itu, Gereja Pantekosta Tabernakel diharapkan membuka dialog tentang kesetaraan gender dengan berfokus pada Kristus sebagai Kepala gereja, memastikan setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam pelayanan
<br>Peran perempuan sering kali diperdebatkan dalam konteks gereja. Teks 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:11-12 sering digunakan untuk membatasi peran perempuan. Masalah ini menciptakan ketegangan antara tradisi gereja dan kebutuhan untuk mengakomodasi peran perempuan dalam pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi terhadap kedua teks tersebut dengan menekankan bahwa pemahaman yang benar tentang konteks tersebut dapat memberikan perspektif lain atas interpretasi teks tersebut. Dengan menggunakan analisis teks, artikel ini menganalisis kata-kata dan frasa dalam teks untuk menggali makna serta mempertimbangkan makna...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp" type="image/webp" length="82668" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-4416a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-172e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/budaya-tradisi-gereja-denominasi-kristen-peran-per-thumb-39534.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12012-gema-teologika-jurnal-teologi-kontekstual-filsafat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik PPOK pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik PPOK pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik PPOK pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50895-faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma</link>
	<guid isPermaLink="false">4c5382529d719aed514f4c783ebb7d12</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:07:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan metode skrining yang lebih komprehensif untuk mendeteksi risiko PPOK, terutama di kalangan personil TNI AU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan metode skrining yang lebih komprehensif untuk mendeteksi risiko PPOK, terutama di kalangan personil TNI AU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko lainnya seperti paparan asap rokok pasif dan faktor lingkungan kerja. 2. Melakukan studi longitudinal untuk memahami perkembangan PPOK dalam jangka panjang, terutama pada perokok dan non-perokok, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan penyakit dan efektivitas intervensi. 3. Menganalisis dampak kampanye anti-merokok dan edukasi kesehatan paru pada perilaku merokok dan kesadaran akan risiko PPOK di kalangan personil TNI AU, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi prevalensi merokok dan meningkatkan kesehatan paru.. Kesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkan kuesioner PUMA dan tinjauan menurut agama Islam, menunjukkan bahwa dari 319 responden, 262 orang (82,1%) tidak berisiko mengalami PPOK dan dapat diberi edukasi mengenai gaya hidup sehat, sementara 57 orang (17,9%) terdeteksi berisiko dan memerlukan pemeriksaan spirometri.Dari segi kebiasaan merokok, 202 responden (63,3%) adalah perokok, dengan mayoritas (34,2%) berada di usia di bawah 29 tahun dan 83 orang (26,0%) mengonsumsi lebih dari 30 bungkus rokok per tahun.Mayoritas perokok (91,8%) menunjukkan keinginan untuk berhenti merokok, dengan rokok putih sebagai jenis yang paling banyak diminati (32,3%).Terdapat hubungan signifikan antara merokok dan gejala PPOK seperti sesak napas, batuk, dan pengeluaran dahak, dengan P-Value 0,000, sedangkan gejala yang sudah terdiagnosis menunjukkan hasil yang tidak signifikan (P-Value 0,363).Dalam konteks hukum merokok, terdapat beragam pendapat, di mana MUI menyatakan merokok hukumnya makruh karena dampak negatif yang ditimbulkan.Pola hidup sehat yang dianjurkan dalam Islam, yang meliputi kebersihan jasmani dan rohani, serta praktik hidup sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, relevan dengan peningkatan kesehatan fisik dan mental.Saran dari penelitian ini mencakup perlunya penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor pentingnya penggunaan metode lebih komprehensif, serta kampanye anti-merokok di kalangan personil TNI AU Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp 1x" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-dae2f.webp" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-dae2f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-dae2f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-dae2f.webp 1x" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-902b4.webp" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-902b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-902b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-902b4.webp 1x" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50895-faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma" title="JURIS - Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil  TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya  Menurut Pandangan Islam</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan metode skrining yang lebih komprehensif untuk mendeteksi risiko PPOK, terutama di kalangan personil TNI AU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko lainnya seperti paparan asap rokok pasif dan faktor lingkungan kerja. 2. Melakukan studi longitudinal untuk memahami perkembangan PPOK dalam jangka panjang, terutama pada perokok dan non-perokok, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan penyakit dan efektivitas intervensi. 3. Menganalisis dampak kampanye anti-merokok dan edukasi kesehatan paru pada perilaku merokok dan kesadaran akan risiko PPOK di kalangan personil TNI AU, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi prevalensi merokok dan meningkatkan kesehatan paru..
<br>Kesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkan kuesioner PUMA dan tinjauan menurut agama Islam, menunjukkan bahwa dari 319 responden, 262 orang (82,1%) tidak berisiko mengalami PPOK dan dapat diberi edukasi mengenai gaya hidup sehat, sementara 57 orang (17,9%) terdeteksi berisiko dan memerlukan pemeriksaan spirometri.Dari segi kebiasaan merokok, 202 responden (63,3%) adalah perokok, dengan mayoritas (34,2%) berada di usia di bawah 29 tahun dan 83 orang (26,0%) mengonsumsi lebih dari 30 bungkus rokok per tahun.Mayoritas perokok (91,8%) menunjukkan keinginan untuk berhenti merokok, dengan rokok putih sebagai jenis yang paling banyak diminati (32,3%).Terdapat hubungan signifikan antara merokok dan gejala PPOK seperti sesak napas, batuk, dan pengeluaran dahak, dengan P-Value 0,000, sedangkan gejala yang sudah terdiagnosis menunjukkan hasil yang tidak signifikan (P-Value 0,363).Dalam konteks hukum merokok, terdapat beragam pendapat, di mana MUI menyatakan merokok hukumnya makruh karena dampak negatif yang ditimbulkan.Pola hidup sehat yang dianjurkan dalam Islam, yang meliputi kebersihan jasmani dan rohani, serta praktik hidup sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, relevan dengan peningkatan kesehatan fisik dan mental.Saran dari penelitian ini mencakup perlunya penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor pentingnya penggunaan metode lebih komprehensif, serta kampanye anti-merokok di kalangan personil TNI AU
<br>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp" type="image/webp" length="103850" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-d4f21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-dae2f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/5/faktor-risiko-pji-ppok-merokok-puma-obstruktif-kro-thumb-902b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50887-konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-peren</link>
	<guid isPermaLink="false">f221c188d4eb6ddfa0a63e812ba982eb</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:06:19 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ resensi buku ]]></category>
	<category><![CDATA[ front matter ]]></category>
	<category><![CDATA[ book review ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[book,buku,front,matter,resensi,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat berfokus pada validasi empiris kerangka SPOCha secara lebih luas dan mendalam. Mengingat artikel ini menyebutkan bahwa SPOCha telah diuji coba terbatas, studi kasus komprehensif atau penelitian tindakan akan sangat bermanfaat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM: Penelitian lanjutan dapat berfokus pada validasi empiris kerangka SPOCha secara lebih luas dan mendalam. Mengingat artikel ini menyebutkan bahwa SPOCha telah diuji coba terbatas, studi kasus komprehensif atau penelitian tindakan akan sangat bermanfaat untuk mengukur efektivitasnya dalam berbagai konteks gereja, tidak hanya di GPM tetapi juga denominasi lain. Pertanyaan penelitian bisa meliputi: sejauh mana penerapan SPOCha menghasilkan perencanaan pelayanan yang lebih kontekstual, partisipatif, dan transformatif dibandingkan dengan pendekatan SWOT atau SOAR secara terpisah? Selain itu, bagaimana adaptasi SPOCha dalam konteks yang sangat beragam, misalnya antara gereja perkotaan dengan sumber daya melimpah dan gereja pedesaan dengan keterbatasan akses, dapat menghasilkan panduan implementasi yang lebih spesifik? Ini akan membantu memahami fleksibilitas dan batasan model ini di lapangan. Akhirnya, mengidentifikasi tantangan praktis dalam implementasi SPOCha dan mengembangkan modul pelatihan yang efektif bagi para pemimpin dan fasilitator gereja merupakan area penelitian krusial. Studi dapat mengeksplorasi hambatan-hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, kurangnya keterampilan fasilitasi, atau keterbatasan waktu, serta merumuskan strategi untuk mengatasinya. Dengan demikian, SPOCha tidak hanya menjadi konsep teoretis tetapi juga alat praktis yang mudah diadopsi dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan gereja di masa depan.. Gereja Protestan Maluku (GPM) perlu pendekatan strategis yang kontekstual dan misioner, dan kerangka SPOCha (Strength, Problem, Opportunity, Challenge) menawarkan sintesis metodologis antara PS-SWOT yang problematik dan AI-SOAR yang aspiratif, menghasilkan kerangka kerja reflektif dan transformatif.SPOCha memungkinkan pembacaan menyeluruh atas pelayanan gereja, menafsirkan kekuatan sebagai anugerah, permasalahan sebagai ruang pengharapan, peluang sebagai anugerah universal, dan tantangan sebagai arena kesaksian profetik, sekaligus mendorong dialog antara iman dan konteks.Dengan demikian, SPOCha adalah ekspresi praksis gerejawi yang menyatukan metodologi dengan visi profetis, membimbing GPM menafsirkan zaman sambil berakar pada injil untuk menghidupi kasih, menghadirkan pemulihan, dan membangun persekutuan yang memberdayakan Artikel ini membahas integrasi pendekatan SWOT dan SOAR dalam perencanaan pelayanan gereja melalui model analisis strategis yang disebut SPOCha. Selama ini, kedua pendekatan tersebut sering digunakan secara terpisah dalam praktik organisasi. SWOT berangkat dari paradigma problem solving yang menekankan identifikasi kelemahan dan ancaman, sedangkan SOAR berakar pada Appreciative Inquiry yang menekankan kekuatan dan aspirasi. Pemisahan ini berpotensi mengabaikan realitas gereja yang memuat persoalan sekaligus potensi penguatan pelayanan.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-da7cc.webp" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-da7cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-da7cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-da7cc.webp 1x" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" alt="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-e87c7.webp" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-e87c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-e87c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-e87c7.webp 1x" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" alt="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp 1x" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" alt="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50887-konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-peren" title="JURIS - SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM" target="_blank">SPOCha sebagai Teknik Analisis Strategis Gereja: Integrasi Problem Solving dan Appreciative Inquiry dalam Perencanaan Pelayanan GPM</a>: Penelitian lanjutan dapat berfokus pada validasi empiris kerangka SPOCha secara lebih luas dan mendalam. Mengingat artikel ini menyebutkan bahwa SPOCha telah diuji coba terbatas, studi kasus komprehensif atau penelitian tindakan akan sangat bermanfaat untuk mengukur efektivitasnya dalam berbagai konteks gereja, tidak hanya di GPM tetapi juga denominasi lain. Pertanyaan penelitian bisa meliputi: sejauh mana penerapan SPOCha menghasilkan perencanaan pelayanan yang lebih kontekstual, partisipatif, dan transformatif dibandingkan dengan pendekatan SWOT atau SOAR secara terpisah? Selain itu, bagaimana adaptasi SPOCha dalam konteks yang sangat beragam, misalnya antara gereja perkotaan dengan sumber daya melimpah dan gereja pedesaan dengan keterbatasan akses, dapat menghasilkan panduan implementasi yang lebih spesifik? Ini akan membantu memahami fleksibilitas dan batasan model ini di lapangan. Akhirnya, mengidentifikasi tantangan praktis dalam implementasi SPOCha dan mengembangkan modul pelatihan yang efektif bagi para pemimpin dan fasilitator gereja merupakan area penelitian krusial. Studi dapat mengeksplorasi hambatan-hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, kurangnya keterampilan fasilitasi, atau keterbatasan waktu, serta merumuskan strategi untuk mengatasinya. Dengan demikian, SPOCha tidak hanya menjadi konsep teoretis tetapi juga alat praktis yang mudah diadopsi dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan gereja di masa depan..
<br>Gereja Protestan Maluku (GPM) perlu pendekatan strategis yang kontekstual dan misioner, dan kerangka SPOCha (Strength, Problem, Opportunity, Challenge) menawarkan sintesis metodologis antara PS-SWOT yang problematik dan AI-SOAR yang aspiratif, menghasilkan kerangka kerja reflektif dan transformatif.SPOCha memungkinkan pembacaan menyeluruh atas pelayanan gereja, menafsirkan kekuatan sebagai anugerah, permasalahan sebagai ruang pengharapan, peluang sebagai anugerah universal, dan tantangan sebagai arena kesaksian profetik, sekaligus mendorong dialog antara iman dan konteks.Dengan demikian, SPOCha adalah ekspresi praksis gerejawi yang menyatukan metodologi dengan visi profetis, membimbing GPM menafsirkan zaman sambil berakar pada injil untuk menghidupi kasih, menghadirkan pemulihan, dan membangun persekutuan yang memberdayakan
<br>Artikel ini membahas integrasi pendekatan SWOT dan SOAR dalam perencanaan pelayanan gereja melalui model analisis strategis yang disebut SPOCha. Selama ini, kedua pendekatan tersebut sering digunakan secara terpisah dalam praktik organisasi. SWOT berangkat dari paradigma problem solving yang menekankan identifikasi kelemahan dan ancaman, sedangkan SOAR berakar pada Appreciative Inquiry yang menekankan kekuatan dan aspirasi. Pemisahan ini berpotensi mengabaikan realitas gereja yang memuat persoalan sekaligus potensi penguatan pelayanan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp" type="image/webp" length="96522" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-da7cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-e87c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/6/konteks-gereja-batak-pelayanan-spocha-perencanaan-thumb-a20ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-586-dwcu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12012-gema-teologika-jurnal-teologi-kontekstual-filsafat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50904-arus-listrik-tegangan-estimas</link>
	<guid isPermaLink="false">2cdfcb957a2ed73fbb94b7ad8b8083f8</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:03:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ vaksin covid ]]></category>
	<category><![CDATA[ nota4dprofit ]]></category>
	<category><![CDATA[ angkanota4d ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[angkanota4d,covid,nota4dprofit,vaksin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efek listrik tegangan rendah terhadap bakteri Gram negatif lainnya, selain Escherichia coli. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efek listrik tegangan rendah terhadap bakteri Gram negatif lainnya, selain Escherichia coli. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada mekanisme kerja listrik tegangan rendah dalam membunuh bakteri, terutama pada perubahan morfologi dan ultrastruktur sel bakteri. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter listrik tegangan rendah, seperti tegangan, arus, dan waktu pemantauan, agar dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam sterilisasi.. Listrik tegangan rendah dapat membunuh bakteri Eschericia coli dengan tegangan listrik optimal sebesar 0,5 volt, arus listrik 40 mA dan waktu pemantauan optimal yaitu 20 menit.Tegangan listrik rendah ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi sudah dapat digunakan untuk membunuh bakteri, sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi Bakteri Escherichia coli adalah bakteri Gram negatif dan fakultatif anaerob. Bakteri ini biasanya hidup di usus besar manusia dan berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini umumnya tidak berbahaya, meskipun tingkat kewaspadaan terhadap Escherichia coli perlu diterapkan. Prevalensi infeksi akibat bakteri Escherichia coli sangat tinggi di negara berkembang dengan perkiraan angka kejadian lebih dari 100 kasus per 100.000 penduduk (WHO, 2006). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek listrik tegangan rendah terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Perlakuan menggunakan lima batch yang masing-masing batch terdiri dari lima tabung. Setiap batch penelitian menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-40e69.webp" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-40e69.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-40e69.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-40e69.webp 1x" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" alt="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp 1x" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" alt="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-2a810.webp" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-2a810.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-2a810.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-2a810.webp 1x" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" alt="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50904-arus-listrik-tegangan-estimas" title="JURIS - EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli" target="_blank">EFEK LISTRIK TEGANGAN RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia Coli</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efek listrik tegangan rendah terhadap bakteri Gram negatif lainnya, selain Escherichia coli. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada mekanisme kerja listrik tegangan rendah dalam membunuh bakteri, terutama pada perubahan morfologi dan ultrastruktur sel bakteri. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan parameter listrik tegangan rendah, seperti tegangan, arus, dan waktu pemantauan, agar dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam sterilisasi..
<br>Listrik tegangan rendah dapat membunuh bakteri Eschericia coli dengan tegangan listrik optimal sebesar 0,5 volt, arus listrik 40 mA dan waktu pemantauan optimal yaitu 20 menit.Tegangan listrik rendah ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi sudah dapat digunakan untuk membunuh bakteri, sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi
<br>Bakteri Escherichia coli adalah bakteri Gram negatif dan fakultatif anaerob. Bakteri ini biasanya hidup di usus besar manusia dan berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini umumnya tidak berbahaya, meskipun tingkat kewaspadaan terhadap Escherichia coli perlu diterapkan. Prevalensi infeksi akibat bakteri Escherichia coli sangat tinggi di negara berkembang dengan perkiraan angka kejadian lebih dari 100 kasus per 100.000 penduduk (WHO, 2006). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek listrik tegangan rendah terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Perlakuan menggunakan lima batch yang masing-masing batch terdiri dari lima tabung. Setiap batch penelitian menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp" type="image/webp" length="78094" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-40e69.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-0d5e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/arus-listrik-tegangan-estimasi-escherichia-coli-ba-thumb-2a810.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6108-jurnal-kedokteran-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Faktor Risiko Kematian Pasien Covid 19 Periode September 2021 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor Risiko Kematian Pasien Covid 19 Periode September 2021 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor Risiko Kematian Pasien Covid 19 Periode September 2021 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50892-klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hi</link>
	<guid isPermaLink="false">d50a98cfa6f163566142389c501f0e09</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:59:29 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Sebuah studi prospektif dapat diperkenalkan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan hipertensi yang lebih baik dapat menurunkan mortalitas COVIDAc19 di RS YARSI, dengan menanyakan apakah kontrol tekanan darah terkontrol dapat memicu penyebab kematian berkurang. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Sebuah studi prospektif dapat diperkenalkan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan hipertensi yang lebih baik dapat menurunkan mortalitas COVIDAc19 di RS YARSI, dengan menanyakan apakah kontrol tekanan darah terkontrol dapat memicu penyebab kematian berkurang. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran pandangan Islam dalam proses pengambilan keputusan klinis, khususnya apakah pemahaman etika Islam dapat mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap protokol pengobatan dan terapi intensif, dan apakah hal tersebut berdampak pada hasil klinis. Terakhir, analisis komparatif antara rumah sakit dengan fasilitas manajemen hipertensi yang berbeda dapat membantu menentukan apakah infrastruktur dan keahlian spesifik dapat mengurangi kematian COVIDAc19, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan yang lebih terfokus pada integrasi layanan kardiovaskular dan pandemi.. Terdapat hubungan antara pasien Covid-19 yang memiliki komorbid hipertensi dengan pasien yang meninggal dunia pada RS YARSI periode September 2021 sampai dengan September 2022 Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit menular, memiliki penularan melalui droplet dan kontak langsung. Pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta menunjukkan prognosis yang lebih buruk. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, telah diidentifikasi sebagai komorbiditas COVID-19, yang berarti bahwa individu dengan hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit parah atau komplikasi akibat virus tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui korelasi antara riwayat diabetes melitus dan hipertensi dengan lama rawat inap pasien COVID-19 dari pandangan kedokteran dan Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian diambil... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-89e8c.webp" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-89e8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-89e8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-89e8c.webp 1x" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp 1x" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-a93e5.webp" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-a93e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-a93e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-a93e5.webp 1x" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50892-klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hi" title="JURIS - Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Faktor Risiko Kematian Pasien Covid-19 Periode September 2021 - 2022 di RS YARSI dengan Komorbid Hipertensi serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Sebuah studi prospektif dapat diperkenalkan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan hipertensi yang lebih baik dapat menurunkan mortalitas COVIDAc19 di RS YARSI, dengan menanyakan apakah kontrol tekanan darah terkontrol dapat memicu penyebab kematian berkurang. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran pandangan Islam dalam proses pengambilan keputusan klinis, khususnya apakah pemahaman etika Islam dapat mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap protokol pengobatan dan terapi intensif, dan apakah hal tersebut berdampak pada hasil klinis. Terakhir, analisis komparatif antara rumah sakit dengan fasilitas manajemen hipertensi yang berbeda dapat membantu menentukan apakah infrastruktur dan keahlian spesifik dapat mengurangi kematian COVIDAc19, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan yang lebih terfokus pada integrasi layanan kardiovaskular dan pandemi..
<br>Terdapat hubungan antara pasien Covid-19 yang memiliki komorbid hipertensi dengan pasien yang meninggal dunia pada RS YARSI periode September 2021 sampai dengan September 2022
<br>Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit menular, memiliki penularan melalui droplet dan kontak langsung. Pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta menunjukkan prognosis yang lebih buruk. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, telah diidentifikasi sebagai komorbiditas COVID-19, yang berarti bahwa individu dengan hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit parah atau komplikasi akibat virus tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui korelasi antara riwayat diabetes melitus dan hipertensi dengan lama rawat inap pasien COVID-19 dari pandangan kedokteran dan Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian diambil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp" type="image/webp" length="101740" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-89e8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-70d28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/klinis-pasien-covid-rawat-inap-manajemen-hipertens-thumb-a93e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Neutrophil to Lymphocyte Ratio NLR Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Neutrophil to Lymphocyte Ratio NLR Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Neutrophil to Lymphocyte Ratio NLR Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50898-faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-r</link>
	<guid isPermaLink="false">6eee84069322a3f3d0d424fb06acb768</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:55:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal dan melibatkan biomarker inflamasi untuk memperkuat temuan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan keluarga dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa di Puskesmas Senen: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal dan melibatkan biomarker inflamasi untuk memperkuat temuan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan keluarga dalam meningkatkan risiko DMT2. Studi ini dapat dilakukan dengan menganalisis interaksi antara NLR dan faktor genetik, serta pengaruh pola makan dan aktivitas fisik dalam keluarga terhadap risiko DMT2.. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada dewasa di Puskesmas Senen.Sebaliknya, riwayat keluarga DMT2 memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya DMT2, sehingga tetap menjadi faktor risiko yang penting untuk diperhatikan dalam upaya pencegahan dan skrining dini Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi tingkat rendah dan disfungsi sistem imun. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan berpotensi digunakan dalam penilaian risiko DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh NLR secara statistik terhadap risiko DMT2 pada populasi dewasa di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7b6ad.webp" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7b6ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7b6ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7b6ad.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" alt="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" alt="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-38adf.webp" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-38adf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-38adf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-38adf.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" alt="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50898-faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-r" title="JURIS - Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen" target="_blank">Pengaruh Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) Sebagai Marker   Inflamasi Sistem Imun dalam Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada   Dewasa di Puskesmas Senen</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal dan melibatkan biomarker inflamasi untuk memperkuat temuan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran faktor genetik dan lingkungan keluarga dalam meningkatkan risiko DMT2. Studi ini dapat dilakukan dengan menganalisis interaksi antara NLR dan faktor genetik, serta pengaruh pola makan dan aktivitas fisik dalam keluarga terhadap risiko DMT2..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada dewasa di Puskesmas Senen.Sebaliknya, riwayat keluarga DMT2 memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya DMT2, sehingga tetap menjadi faktor risiko yang penting untuk diperhatikan dalam upaya pencegahan dan skrining dini
<br>Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan inflamasi tingkat rendah dan disfungsi sistem imun. Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan marker inflamasi sistemik yang mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin dan berpotensi digunakan dalam penilaian risiko DMT2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh NLR secara statistik terhadap risiko DMT2 pada populasi dewasa di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp" type="image/webp" length="90280" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7b6ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-7be77.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/faktor-risiko-pji-lymphocyte-ratio-nlr-penilaian-k-thumb-38adf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50896-risiko-komplikasi-pneumonia-medi</link>
	<guid isPermaLink="false">55468af5197a1d1c7efdca7e95389fab</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:39:56 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana pengaruh intervensi diet rendah karbohidrat terhadap frekuensi hiperglikemia intradialitik pada pasien hemodialisis; Apa dampak program pelatihan manajemen glukosa bagi tenaga kesehatan renologi terhadap tingkat kejadian komplikasi hiperglikemia; ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis: Bagaimana pengaruh intervensi diet rendah karbohidrat terhadap frekuensi hiperglikemia intradialitik pada pasien hemodialisis; Apa dampak program pelatihan manajemen glukosa bagi tenaga kesehatan renologi terhadap tingkat kejadian komplikasi hiperglikemia; Bagaimana hubungan persepsi pasien terhadap penilaian risiko komplikasi intradialitik dengan tingkat kepatuhan pada jadwal hemodialisis?. Studi ini menunjukkan bahwa komplikasi intradialitik yang paling sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah hiperglikemia, sementara tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan jenis komplikasi.Hiperglikemia dialami oleh 26,5% responden, diikuti oleh sakit kepala 23,5% dan hiperurisemia 20,6%.Penelitian menegaskan perlunya pemantauan ketat terhadap kadar glukosa selama prosedur hemodialisis Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkan penurunan laju fungsi ginjal secara progresif. Hemodialisis adalah salah satu bentuk terapi pengganti ginjal (TPG) dengan menggunakan inovatif untuk meningkatkan pembersihan zat terlarut yang berperan dalam menyaring darah dilengkapi dengan peralatan buatan untuk membuang kelebihan air dan racun dan menjamin terpeliharanya homeostatis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komplikasi intradialitik yang dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani hemodialisis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Hermina Grand Wisata. Populasi yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-2e5a5.webp" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-2e5a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-2e5a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-2e5a5.webp 1x" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp 1x" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-bbb76.webp" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-bbb76.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-bbb76.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-bbb76.webp 1x" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50896-risiko-komplikasi-pneumonia-medi" title="JURIS - Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis" target="_blank">Komplikasi Intradialitik pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis</a>: Bagaimana pengaruh intervensi diet rendah karbohidrat terhadap frekuensi hiperglikemia intradialitik pada pasien hemodialisis; Apa dampak program pelatihan manajemen glukosa bagi tenaga kesehatan renologi terhadap tingkat kejadian komplikasi hiperglikemia; Bagaimana hubungan persepsi pasien terhadap penilaian risiko komplikasi intradialitik dengan tingkat kepatuhan pada jadwal hemodialisis?.
<br>Studi ini menunjukkan bahwa komplikasi intradialitik yang paling sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah hiperglikemia, sementara tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan jenis komplikasi.Hiperglikemia dialami oleh 26,5% responden, diikuti oleh sakit kepala 23,5% dan hiperurisemia 20,6%.Penelitian menegaskan perlunya pemantauan ketat terhadap kadar glukosa selama prosedur hemodialisis
<br>Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kerusakan ginjal yang terjadi akibat kelainan struktur dan fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan. PGK menyebabkan penurunan laju fungsi ginjal secara progresif. Hemodialisis adalah salah satu bentuk terapi pengganti ginjal (TPG) dengan menggunakan inovatif untuk meningkatkan pembersihan zat terlarut yang berperan dalam menyaring darah dilengkapi dengan peralatan buatan untuk membuang kelebihan air dan racun dan menjamin terpeliharanya homeostatis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komplikasi intradialitik yang dapat terjadi pada pasien yang rutin menjalani hemodialisis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RS Hermina Grand Wisata. Populasi yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp" type="image/webp" length="76758" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-2e5a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-8e43b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/1/risiko-komplikasi-pneumonia-medis-pasien-rawat-hem-thumb-bbb76.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50909-mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-risik</link>
	<guid isPermaLink="false">0b34c66953cf74d1d337a733c477151f</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:28:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Mengkaji pengaruh variasi intensitas dan durasi aktivitas fisik terhadap tekanan darah di kalangan lansia secara longitudinal untuk memahami dampak jangka panjang. 2. Meneliti interaksi faktor psikososial, seperti stres dan motivasi, dengan kebiasaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: 1. Mengkaji pengaruh variasi intensitas dan durasi aktivitas fisik terhadap tekanan darah di kalangan lansia secara longitudinal untuk memahami dampak jangka panjang. 2. Meneliti interaksi faktor psikososial, seperti stres dan motivasi, dengan kebiasaan aktivitas fisik dalam memodulasi risiko hipertensi pada lansia. 3. Mengembangkan dan menguji program intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam tentang kesehatan fisik untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik teratur.. Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat.Mayoritas responden (70,9%) mengalami hipertensi, sedangkan hanya 29,1% tidak.Aktivitas fisik yang ringan memiliki tingkat kejadian hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas sedang dan berat, menegaskan pentingnya meningkatkan tingkat aktivitas fisik pada populasi lansia Hipertensi adalah peningkatan denyut nadi sistolik dan diastolik dari tekanan darah normal menjadi 140/90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan rentang waktu lima menit dalam keadaan benar-benar istirahat/tenang. Prevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Kita harus selalu menjaga kesehatan kita agar dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-dd9f9.webp" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-dd9f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-dd9f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-dd9f9.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-04da6.webp" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-04da6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-04da6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-04da6.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50909-mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-risik" title="JURIS - Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Hubungan Kebiasaan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: 1. Mengkaji pengaruh variasi intensitas dan durasi aktivitas fisik terhadap tekanan darah di kalangan lansia secara longitudinal untuk memahami dampak jangka panjang. 2. Meneliti interaksi faktor psikososial, seperti stres dan motivasi, dengan kebiasaan aktivitas fisik dalam memodulasi risiko hipertensi pada lansia. 3. Mengembangkan dan menguji program intervensi berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam tentang kesehatan fisik untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam aktivitas fisik teratur..
<br>Penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan aktivitas fisik dan kejadian hipertensi pada lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat.Mayoritas responden (70,9%) mengalami hipertensi, sedangkan hanya 29,1% tidak.Aktivitas fisik yang ringan memiliki tingkat kejadian hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas sedang dan berat, menegaskan pentingnya meningkatkan tingkat aktivitas fisik pada populasi lansia
<br>Hipertensi adalah peningkatan denyut nadi sistolik dan diastolik dari tekanan darah normal menjadi 140/90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan rentang waktu lima menit dalam keadaan benar-benar istirahat/tenang. Prevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan bahwa kesehatan adalah nikmat besar yang diberikan Allah SWT. Kita harus selalu menjaga kesehatan kita agar dapat melaksanakan perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya dan menghindari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp" type="image/webp" length="99506" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-a9547.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-dd9f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/8/mayoritas-responden-lansia-risiko-hipertensi-memod-thumb-04da6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50902-program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali</link>
	<guid isPermaLink="false">eb21865eda0336cbabb4c97ee67843e0</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:09:50 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu dan peningkatan status gizi pada balita. Misalnya, penelitian dapat menyelidiki peran pengetahuan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu dan peningkatan status gizi pada balita. Misalnya, penelitian dapat menyelidiki peran pengetahuan gizi ibu dalam menentukan perilaku pemberian nutrisi kepada anak. Selain itu, studi komparatif antara posyandu dengan fasilitas kesehatan lainnya dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan orang tua dalam program kesehatan anak. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program pendidikan gizi yang ditujukan kepada orang tua dalam meningkatkan status gizi balita.. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan antara hubungan keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07, Jakarta Pusat dari 48 responden yang telah diolah menggunakan program SPSS dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p-value sebesar 0.Berdasarkan tinjauan Islam bahwa anak merupakan sebuah amanat dan harta bagi kedua orang tua sehingga merupakan kewajiban orang tua untuk memberi nafkah kepada anak, juga berkewajiban untuk memberi makanan bergizi terhadap anak.Pemberian makanan bergizi terhadap anak itu meliputi penyusuan, penyapihan dan pemberian makanan.Selain itu, pemberian makanan bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib, dan kualitas serta kebaikan dari makanan atau minuman yang akan diberikan Pendahuluan: Dua tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-f2692.webp" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-f2692.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-f2692.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-f2692.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-83e52.webp" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-83e52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-83e52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-83e52.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50902-program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali" title="JURIS - Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu dan peningkatan status gizi pada balita. Misalnya, penelitian dapat menyelidiki peran pengetahuan gizi ibu dalam menentukan perilaku pemberian nutrisi kepada anak. Selain itu, studi komparatif antara posyandu dengan fasilitas kesehatan lainnya dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan orang tua dalam program kesehatan anak. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program pendidikan gizi yang ditujukan kepada orang tua dalam meningkatkan status gizi balita..
<br>Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan antara hubungan keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07, Jakarta Pusat dari 48 responden yang telah diolah menggunakan program SPSS dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p-value sebesar 0.Berdasarkan tinjauan Islam bahwa anak merupakan sebuah amanat dan harta bagi kedua orang tua sehingga merupakan kewajiban orang tua untuk memberi nafkah kepada anak, juga berkewajiban untuk memberi makanan bergizi terhadap anak.Pemberian makanan bergizi terhadap anak itu meliputi penyusuan, penyapihan dan pemberian makanan.Selain itu, pemberian makanan bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib, dan kualitas serta kebaikan dari makanan atau minuman yang akan diberikan
<br>Pendahuluan: Dua tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp" type="image/webp" length="86848" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-c8584.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-f2692.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/program-sekolah-perawatan-anak-model-posyandu-bali-thumb-83e52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Identifikasi Bakteri Salmonella Sp pada Ayam Potong di Beberapa Pasar Tradisional ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Identifikasi Bakteri Salmonella Sp pada Ayam Potong di Beberapa Pasar Tradisional ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Identifikasi Bakteri Salmonella Sp pada Ayam Potong di Beberapa Pasar Tradisional ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50907-salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasa</link>
	<guid isPermaLink="false">c9a5eccbb3ae428b0c6ab0ce899364c8</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 13:00:43 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam potong di pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di Beberapa Pasar Tradisional: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam potong di pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan praktik kebersihan dan etika dalam berdagang di pasar tradisional, dengan mempertimbangkan aspek-aspek keagamaan dan budaya yang relevan.. Berdasarkan hasil penelitian, dua sampel ayam potong (SA4P & SA4S) yang dijual di Pasar Serdang dan satu sampel ayam potong (SA2P) yang dijual di Pasar Sumur Batu terdeteksi positif mengandung bakteri Salmonella sp.Dalam perspektif agama Islam, prinsip kebersihan sangat penting diterapkan oleh pedagang di pasar tradisional untuk menjaga kehalalan dan thoyyiban makanan yang dijual.Penerapan prinsip kebersihan dan etika dalam berdagang sesuai ajaran Agama Islam oleh pedagang-pedagang di pasar tradisional saat ini belum sepenuhnya memenuhi aspek prinsip kebersihan dan etika dalam berdagang Penyakit yang ditularkan melalui makanan adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Salah satu contoh penyakit ini adalah salmonellosis, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dan merupakan salah satu penyebab utama diare di seluruh dunia. Bakteri Salmonella sp. adalah bakteri Gram-negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, dengan sumber infeksi tertinggi berasal dari daging ayam dan olahannya. Kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam dapat berasal dari berbagai sumber, seperti lingkungan peternakan ayam, pakan ayam yang terkontaminasi, kondisi di pasar penjualan ayam, dan tindakan tangan pedagang saat membersihkan sisa feses ayam, yang kemudian menyebar ke bagian daging lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada ayam... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-1fce9.webp" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-1fce9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-1fce9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-1fce9.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" alt="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-8be1b.webp" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-8be1b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-8be1b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-8be1b.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" alt="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp 1x" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" alt="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50907-salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasa" title="JURIS - Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional" target="_blank">Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di  Beberapa Pasar Tradisional</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam potong di pasar tradisional. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan praktik kebersihan dan etika dalam berdagang di pasar tradisional, dengan mempertimbangkan aspek-aspek keagamaan dan budaya yang relevan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dua sampel ayam potong (SA4P & SA4S) yang dijual di Pasar Serdang dan satu sampel ayam potong (SA2P) yang dijual di Pasar Sumur Batu terdeteksi positif mengandung bakteri Salmonella sp.Dalam perspektif agama Islam, prinsip kebersihan sangat penting diterapkan oleh pedagang di pasar tradisional untuk menjaga kehalalan dan thoyyiban makanan yang dijual.Penerapan prinsip kebersihan dan etika dalam berdagang sesuai ajaran Agama Islam oleh pedagang-pedagang di pasar tradisional saat ini belum sepenuhnya memenuhi aspek prinsip kebersihan dan etika dalam berdagang
<br>Penyakit yang ditularkan melalui makanan adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Salah satu contoh penyakit ini adalah salmonellosis, yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dan merupakan salah satu penyebab utama diare di seluruh dunia. Bakteri Salmonella sp. adalah bakteri Gram-negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, dengan sumber infeksi tertinggi berasal dari daging ayam dan olahannya. Kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam dapat berasal dari berbagai sumber, seperti lingkungan peternakan ayam, pakan ayam yang terkontaminasi, kondisi di pasar penjualan ayam, dan tindakan tangan pedagang saat membersihkan sisa feses ayam, yang kemudian menyebar ke bagian daging lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada ayam...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp" type="image/webp" length="74216" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-1fce9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-8be1b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/salmonella-sp-pakan-ayam-proporsi-daging-pasar-tra-thumb-fa29e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score TNSS dan Pittsburgh Sleep Quality Ind ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score TNSS dan Pittsburgh Sleep Quality Ind ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score TNSS dan Pittsburgh Sleep Quality Ind ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50906-adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi</link>
	<guid isPermaLink="false">5bdc8ac803f2115dca1b6b5c6392eeee</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:59:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan studi longitudinal untuk menilai dinamika hubungan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa, sehingga dapat mengidentifikasi arah kausalitas. Kedua, uji intervensi kebersihan lingkungan rumah dan tempat belajar ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind: Pertama, lakukan studi longitudinal untuk menilai dinamika hubungan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa, sehingga dapat mengidentifikasi arah kausalitas. Kedua, uji intervensi kebersihan lingkungan rumah dan tempat belajar yang mencakup pengurangan paparan alergen, serta evaluasi dampaknya terhadap prevalensi rhinitis alergi dan kualitas tidur. Ketiga, terapkan program edukasi tidur berlandaskan perspektif Islam, termasuk adab tidur dan rutinitas shalat yang mempromosikan pola tidur sehat, dan ukur efeknya terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa.. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas YARSI.Sebanyak 90 responden (32,5%) mengalami rhinitis alergi dengan kualitas tidur buruk, sementara tidak ada responden dengan kualitas tidur baik yang mengalami rhinitis alergi.Hubungan ini bersifat dua arah, di mana rhinitis alergi dapat memperburuk kualitas tidur dan tidur yang buruk dapat memperburuk kondisi alergi melalui peningkatan inflamasi.Menjaga kebersihan dan kualitas tidur penting sebagai bagian dari iman dan kesehatan Rhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi rhinitis alergi dan hubungannya dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional dengan total sampel 73 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data penentuan prevalensi rhinitis alergi menggunakan kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS), ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami rhinitis alergi derajat ringan sebanyak 187 orang (67,5%).... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp 1x" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" alt="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-9bbfc.webp" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-9bbfc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-9bbfc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-9bbfc.webp 1x" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" alt="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-be406.webp" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-be406.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-be406.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-be406.webp 1x" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" alt="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50906-adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi" title="JURIS - Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind" target="_blank">Prevalensi Rhinitis Alergi dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 Berdasarkan Kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) dan Pittsburgh Sleep Quality Ind</a>: Pertama, lakukan studi longitudinal untuk menilai dinamika hubungan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa, sehingga dapat mengidentifikasi arah kausalitas. Kedua, uji intervensi kebersihan lingkungan rumah dan tempat belajar yang mencakup pengurangan paparan alergen, serta evaluasi dampaknya terhadap prevalensi rhinitis alergi dan kualitas tidur. Ketiga, terapkan program edukasi tidur berlandaskan perspektif Islam, termasuk adab tidur dan rutinitas shalat yang mempromosikan pola tidur sehat, dan ukur efeknya terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa..
<br>Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas YARSI.Sebanyak 90 responden (32,5%) mengalami rhinitis alergi dengan kualitas tidur buruk, sementara tidak ada responden dengan kualitas tidur baik yang mengalami rhinitis alergi.Hubungan ini bersifat dua arah, di mana rhinitis alergi dapat memperburuk kualitas tidur dan tidur yang buruk dapat memperburuk kondisi alergi melalui peningkatan inflamasi.Menjaga kebersihan dan kualitas tidur penting sebagai bagian dari iman dan kesehatan
<br>Rhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi rhinitis alergi dan hubungannya dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional dengan total sampel 73 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data penentuan prevalensi rhinitis alergi menggunakan kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS), ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami rhinitis alergi derajat ringan sebanyak 187 orang (67,5%)....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp" type="image/webp" length="89150" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-5c476.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-9bbfc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/adab-tidur-islami-pola-mental-mahasiswa-psqi-kuali-thumb-be406.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Persepsi Dokter di RSUD Pantura M A Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Persepsi Dokter di RSUD Pantura M A Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Persepsi Dokter di RSUD Pantura M A Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50905-dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan</link>
	<guid isPermaLink="false">b9ed04c161cf2cd82a4b84b4c41353b8</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:55:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, lakukan survei kuantitatif di daerah terpencil guna mengukur dampak penempatan dokter WNA terhadap kepuasan pasien dan outcome klinis, membuktikan kontribusi nyata kebijakan tersebut. Kedua, teliti efektivitas program pelatihan bahasa Indonesia ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua: Pertama, lakukan survei kuantitatif di daerah terpencil guna mengukur dampak penempatan dokter WNA terhadap kepuasan pasien dan outcome klinis, membuktikan kontribusi nyata kebijakan tersebut. Kedua, teliti efektivitas program pelatihan bahasa Indonesia dan etika Islam bagi dokter WNA dengan perbandingan skor komunikasi dan kepatuhan etis sebelum dan sesudah pelatihan, menilai apakah peningkatan kompetensi budaya dapat mengurangi hambatan pasien. Ketiga, lakukan studi perbandingan kebijakan pendayagunaan dokter asing di negara ASEAN, menilai regulasi, distribusi tenaga medis, dan kualitas layanan, sehingga rekomendasi kebijakan Indonesia dapat bersifat adaptif dan berlandaskan praktik terbaik regional. Keempat, analisis dampak ekonomi lokal akibat pekerja asing pada pasar tenaga medis, misalnya perubahan gaji dan aliran modal, untuk memahami konsekuensi finansial bagi tenaga kesehatan Indonesia. Kelima, eksplorasi penggunaan teknologi telemedicine sebagai pelengkap pendayagunaan dokter asing, menguji apakah kolaborasi jarak jauh dapat menutupi kekurangan spesialis di daerah terpencil. Terakhir, kembangkan model kebijakan berbasis data yang mengintegrasikan feedback dokter lokal, pasien, dan regulator, guna menyelaraskan kepentingan semua pihak dalam penyelenggaraan tenaga medis.. Penelitian menunjukkan bahwa dokter di RSUD Pantura M.Sentot Patrol Indramayu memiliki persepsi negatif terhadap penggunaan dokter WNA, menganggapnya tidak perlu karena kuota dokter WNI sudah mencukupi meskipun masih ada masalah distribusi.Penggunaan dokter WNA paling tepat bila difokuskan pada transfer ilmu, teknologi, dan mengisi kekurangan subspesialis tertentu di daerah terpencil.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan tegas yang menyeimbangkan manfaat pendayagunaan WNA tanpa mengurangi kepentingan tenaga kesehatan Indonesia Pendayagunaan dokter WNA dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 telah resmi disahkan meskipun sebelumnya mendapat banyak penolakan dari organisasi profesi kesehatan. Namun, rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia masih jauh dari standar WHO, dengan distribusi dokter yang tidak merata di daerah terpencil ini bertujuan untuk menjadi masalah utama. Penelitian mengeksplorasi persepsi dokter di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter memahami isi UU RI No. 17 Tahun 2023... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-7fe8f.webp" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-7fe8f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-7fe8f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-7fe8f.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" alt="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" alt="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-9b1c4.webp" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-9b1c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-9b1c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-9b1c4.webp 1x" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" alt="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50905-dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan" title="JURIS - Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua" target="_blank">Persepsi Dokter di RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol Indramayu Terhadap Pendayagunaan Dokter Warga Negara Asing Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan dan Tinjaua</a>: Pertama, lakukan survei kuantitatif di daerah terpencil guna mengukur dampak penempatan dokter WNA terhadap kepuasan pasien dan outcome klinis, membuktikan kontribusi nyata kebijakan tersebut. Kedua, teliti efektivitas program pelatihan bahasa Indonesia dan etika Islam bagi dokter WNA dengan perbandingan skor komunikasi dan kepatuhan etis sebelum dan sesudah pelatihan, menilai apakah peningkatan kompetensi budaya dapat mengurangi hambatan pasien. Ketiga, lakukan studi perbandingan kebijakan pendayagunaan dokter asing di negara ASEAN, menilai regulasi, distribusi tenaga medis, dan kualitas layanan, sehingga rekomendasi kebijakan Indonesia dapat bersifat adaptif dan berlandaskan praktik terbaik regional. Keempat, analisis dampak ekonomi lokal akibat pekerja asing pada pasar tenaga medis, misalnya perubahan gaji dan aliran modal, untuk memahami konsekuensi finansial bagi tenaga kesehatan Indonesia. Kelima, eksplorasi penggunaan teknologi telemedicine sebagai pelengkap pendayagunaan dokter asing, menguji apakah kolaborasi jarak jauh dapat menutupi kekurangan spesialis di daerah terpencil. Terakhir, kembangkan model kebijakan berbasis data yang mengintegrasikan feedback dokter lokal, pasien, dan regulator, guna menyelaraskan kepentingan semua pihak dalam penyelenggaraan tenaga medis..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa dokter di RSUD Pantura M.Sentot Patrol Indramayu memiliki persepsi negatif terhadap penggunaan dokter WNA, menganggapnya tidak perlu karena kuota dokter WNI sudah mencukupi meskipun masih ada masalah distribusi.Penggunaan dokter WNA paling tepat bila difokuskan pada transfer ilmu, teknologi, dan mengisi kekurangan subspesialis tertentu di daerah terpencil.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan tegas yang menyeimbangkan manfaat pendayagunaan WNA tanpa mengurangi kepentingan tenaga kesehatan Indonesia
<br>Pendayagunaan dokter WNA dalam UU RI No. 17 Tahun 2023 telah resmi disahkan meskipun sebelumnya mendapat banyak penolakan dari organisasi profesi kesehatan. Namun, rasio dokter terhadap penduduk di Indonesia masih jauh dari standar WHO, dengan distribusi dokter yang tidak merata di daerah terpencil ini bertujuan untuk menjadi masalah utama. Penelitian mengeksplorasi persepsi dokter di RSUD Pantura M.A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dokter memahami isi UU RI No. 17 Tahun 2023...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp" type="image/webp" length="97194" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-7fe8f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-eb2a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/2/dokter-asing-unit-distribusi-tenaga-kualitas-layan-thumb-9b1c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack TIA Menggunakan Modalitas Computed Tomografi CT Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack TIA Menggunakan Modalitas Computed Tomografi CT Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack TIA Menggunakan Modalitas Computed Tomografi CT Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50901-biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa</link>
	<guid isPermaLink="false">01252956b104056c15617659a77d2ebb</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:55:05 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain prospektif longitudinal untuk menilai prediktabilitas temuan CT hipodens terhadap risiko stroke pada pasien TIA. Studi tersebut hendaknya mencakup pengukuran berbasis waktu keparahan gejala dan gradien skor ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo: Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain prospektif longitudinal untuk menilai prediktabilitas temuan CT hipodens terhadap risiko stroke pada pasien TIA. Studi tersebut hendaknya mencakup pengukuran berbasis waktu keparahan gejala dan gradien skor NIHSS agar dapat dibandingkan dengan hasil CT. Peneliti juga dapat menambahkan modul pemantauan biomarker inflamasi guna menilai korelasi antara peradangan sistemik dan lesion CT. Selain itu, perlu dilakukan analisis biayaAckeuntungan dari penggunaan CT nonAckontras dibandingkan dengan MRI di RSUD Pasar Rebo. Perbandingan tersebut harus memperhitungkan waktu, dosis radiasi, dan aksesibilitas layanan radiologi. Penelitian lain dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma machine learning untuk otomatis mengidentifikasi lesi hipodens pada scan. Algoritma ini dapat dipelajari untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi interpretasi radiologi pasien TIA. Selanjutnya, pengembangan protokol CT yang lebih cepat dapat diuji untuk menurunkan waktu eksekusi pemeriksaan. Evaluasi protokol baru ini sebaiknya diukur melalui kepatuhan pasien dan keterlambatan transfusi antiplatelet. Melalui kombinasi ketiga pendekatan tersebut, diharapkan dapat memperkuat basis keputusan klinis dan pengelolaan TIA di tingkat rumah sakit.. Mayoritas pasien TIA menunjukkan CTAcScan nonAckontras tanpa lesi, 61,1% dari 54 pasien.Lesi hipodens ditemukan pada 38,9% pasien, terutama pada usia Ou46 tahun.Walau mayoritas pasien perempuan, lesi hipodens lebih dominan pada lakiAclaki (20,4% vs 18,5%) Pendahuluan: Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memerlukan anamnesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA seringkali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24Ac29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negaraAcnegara berpenghasilan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" alt="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-1a2c3.webp" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-1a2c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-1a2c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-1a2c3.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" alt="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-cfb2a.webp" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-cfb2a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-cfb2a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-cfb2a.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" alt="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50901-biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa" title="JURIS - Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo" target="_blank">Gambaran Radiologi pada Pasien Transient Ischaemic Attack (TIA) Menggunakan Modalitas Computed Tomografi (CT) Scan Kepala Non Kontras di RSUD Pasar Rebo</a>: Penelitian lanjutan dapat menggunakan desain prospektif longitudinal untuk menilai prediktabilitas temuan CT hipodens terhadap risiko stroke pada pasien TIA. Studi tersebut hendaknya mencakup pengukuran berbasis waktu keparahan gejala dan gradien skor NIHSS agar dapat dibandingkan dengan hasil CT. Peneliti juga dapat menambahkan modul pemantauan biomarker inflamasi guna menilai korelasi antara peradangan sistemik dan lesion CT. Selain itu, perlu dilakukan analisis biayaAckeuntungan dari penggunaan CT nonAckontras dibandingkan dengan MRI di RSUD Pasar Rebo. Perbandingan tersebut harus memperhitungkan waktu, dosis radiasi, dan aksesibilitas layanan radiologi. Penelitian lain dapat mengeksplorasi penggunaan algoritma machine learning untuk otomatis mengidentifikasi lesi hipodens pada scan. Algoritma ini dapat dipelajari untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi interpretasi radiologi pasien TIA. Selanjutnya, pengembangan protokol CT yang lebih cepat dapat diuji untuk menurunkan waktu eksekusi pemeriksaan. Evaluasi protokol baru ini sebaiknya diukur melalui kepatuhan pasien dan keterlambatan transfusi antiplatelet. Melalui kombinasi ketiga pendekatan tersebut, diharapkan dapat memperkuat basis keputusan klinis dan pengelolaan TIA di tingkat rumah sakit..
<br>Mayoritas pasien TIA menunjukkan CTAcScan nonAckontras tanpa lesi, 61,1% dari 54 pasien.Lesi hipodens ditemukan pada 38,9% pasien, terutama pada usia Ou46 tahun.Walau mayoritas pasien perempuan, lesi hipodens lebih dominan pada lakiAclaki (20,4% vs 18,5%)
<br>Pendahuluan: Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memerlukan anamnesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA seringkali membaik kurang dari 24 jam dan tidak progresif. Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24Ac29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke menyerang sekitar 13,7 juta orang dan membunuh sekitar 5,5 juta orang setiap tahunnya. Insiden stroke meningkat dua kali lipat di negaraAcnegara berpenghasilan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp" type="image/webp" length="94762" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-f338c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-1a2c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/biomarker-inflamasi-pasien-mayoritas-ispa-tia-ct-r-thumb-cfb2a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50903-risiko-ispa-balita-prevalensi-fak</link>
	<guid isPermaLink="false">b07de002d4ae6d8abd82692a39812a7d</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:48:04 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ archive team ]]></category>
	<category><![CDATA[ zea mays ]]></category>
	<category><![CDATA[ view vol ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[archive,mays,team,view,vol,zea]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh perbaikan ventilasi rumah terhadap penurunan insiden ISPA pada balita, misalnya dengan membandingkan rumah yang menggunakan sistem ventilasi alami versus mekanis dalam studi eksperimental. Selain itu, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh perbaikan ventilasi rumah terhadap penurunan insiden ISPA pada balita, misalnya dengan membandingkan rumah yang menggunakan sistem ventilasi alami versus mekanis dalam studi eksperimental. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kontribusi partikel halus (PM2.5) dan gas berbahaya lain di dalam ruangan sebagai faktor risiko terjadinya ISPA, sehingga dapat diidentifikasi polutan spesifik yang paling berbahaya bagi anak-anak. Terakhir, sebuah studi kohort longitudinal dapat dilakukan untuk menilai efektivitas program penghentian merokok di dalam rumah terhadap penurunan prevalensi ISPA pada balita, dengan melibatkan intervensi edukasi dan pemantauan jangka panjang.. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 68% rumah memiliki kelembaban tidak memenuhi standar, sedangkan lebih dari 84% responden merokok di dalam rumah, dan lebih dari 69% balita mengalami ISPA ringan.Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang sangat signifikan antara kelembaban rumah dengan kejadian ISPA (p=0,007) serta hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok penghuni dengan ISPA (p=0,037).Hasil ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan rumah untuk mencegah dan mengurangi risiko ISPA pada balita Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian global karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak usia dibawah lima tahun (Balita) di dunia. Di Indonesia kasus ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Selain itu ISPA sering berada pada daftar sepuluh penyakit terbanyak penderitanya di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2017, adapun 10 penyakit tertinggi berdasarkan data kesakitan puskesmas ISPA menempati posisi pertama. Beberapa faktor seperti kelembaban dalam rumah dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di duga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA di Kelurahan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-6f3c1.webp" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-6f3c1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-6f3c1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-6f3c1.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" alt="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" alt="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-10df3.webp" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-10df3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-10df3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-10df3.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" alt="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50903-risiko-ispa-balita-prevalensi-fak" title="JURIS - Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita" target="_blank">Hubungan Kelembaban Dan Kebiasaan Merokok Penghuni Di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh perbaikan ventilasi rumah terhadap penurunan insiden ISPA pada balita, misalnya dengan membandingkan rumah yang menggunakan sistem ventilasi alami versus mekanis dalam studi eksperimental. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kontribusi partikel halus (PM2.5) dan gas berbahaya lain di dalam ruangan sebagai faktor risiko terjadinya ISPA, sehingga dapat diidentifikasi polutan spesifik yang paling berbahaya bagi anak-anak. Terakhir, sebuah studi kohort longitudinal dapat dilakukan untuk menilai efektivitas program penghentian merokok di dalam rumah terhadap penurunan prevalensi ISPA pada balita, dengan melibatkan intervensi edukasi dan pemantauan jangka panjang..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 68% rumah memiliki kelembaban tidak memenuhi standar, sedangkan lebih dari 84% responden merokok di dalam rumah, dan lebih dari 69% balita mengalami ISPA ringan.Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang sangat signifikan antara kelembaban rumah dengan kejadian ISPA (p=0,007) serta hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok penghuni dengan ISPA (p=0,037).Hasil ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan rumah untuk mencegah dan mengurangi risiko ISPA pada balita
<br>Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian global karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak usia dibawah lima tahun (Balita) di dunia. Di Indonesia kasus ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Selain itu ISPA sering berada pada daftar sepuluh penyakit terbanyak penderitanya di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2017, adapun 10 penyakit tertinggi berdasarkan data kesakitan puskesmas ISPA menempati posisi pertama. Beberapa faktor seperti kelembaban dalam rumah dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di duga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA di Kelurahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp" type="image/webp" length="80732" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-6f3c1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-381d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/risiko-ispa-balita-prevalensi-faktor-anak-usia-hub-thumb-10df3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11141-jurnal-sanitasi-profesional-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50900-reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaj</link>
	<guid isPermaLink="false">ecff4361a7c22d04c883bbe1a829c7b8</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:42:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat memvalidasi efektivitas modul pembelajaran kesehatan reproduksi berbasis nilai agama melalui uji coba eksperimental di beberapa pondok pesantren. Selanjutnya, studi kualitatif perlu mengeksplorasi pengaruh rekan sebaya dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Penelitian selanjutnya dapat memvalidasi efektivitas modul pembelajaran kesehatan reproduksi berbasis nilai agama melalui uji coba eksperimental di beberapa pondok pesantren. Selanjutnya, studi kualitatif perlu mengeksplorasi pengaruh rekan sebaya dan media sosial terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih serupa. Lebih lanjut, penelitian longitudinal dapat menelusuri dampak jangka panjang dari program edukasi tersebut terhadap tindakan preventif dan tingkat kejadian masalah kesehatan reproduksi pada santri remaja.. Penelitian berhasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif secara signifikan berkaitan dengan perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik pada santri remaja.Mayoritas santri memiliki pengetahuan baik (48,8A%) dan sikap positif (95,1A%), namun 32,9A% masih belum sepenuhnya mengadopsi praktik preventif konsisten.Oleh karena itu, diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan terintegrasi nilai agama di pesantren Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar ElAcQolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crossAcsectional. Sampel terdiri dari 82... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-c1377.webp" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-c1377.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-c1377.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-c1377.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-cc46f.webp" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-cc46f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-cc46f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-cc46f.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50900-reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaj" title="JURIS - Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja  Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Penelitian selanjutnya dapat memvalidasi efektivitas modul pembelajaran kesehatan reproduksi berbasis nilai agama melalui uji coba eksperimental di beberapa pondok pesantren. Selanjutnya, studi kualitatif perlu mengeksplorasi pengaruh rekan sebaya dan media sosial terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih serupa. Lebih lanjut, penelitian longitudinal dapat menelusuri dampak jangka panjang dari program edukasi tersebut terhadap tindakan preventif dan tingkat kejadian masalah kesehatan reproduksi pada santri remaja..
<br>Penelitian berhasil menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang positif secara signifikan berkaitan dengan perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik pada santri remaja.Mayoritas santri memiliki pengetahuan baik (48,8A%) dan sikap positif (95,1A%), namun 32,9A% masih belum sepenuhnya mengadopsi praktik preventif konsisten.Oleh karena itu, diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan terintegrasi nilai agama di pesantren
<br>Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar ElAcQolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crossAcsectional. Sampel terdiri dari 82...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp" type="image/webp" length="91782" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-c1377.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-cc46f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/reproduksi-santri-putri-kesehatan-remaja-pondok-pe-thumb-f59cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis OAT pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis OAT pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis OAT pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50897-obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-kond</link>
	<guid isPermaLink="false">dd7ac3702f995a2124f80898efc8f2e5</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:30:38 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas OAT KDT dan OAT dosis tunggal pada kategori 2 pasien TB, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Selain itu, penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas OAT KDT dan OAT dosis tunggal pada kategori 2 pasien TB, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi OAT, terutama pada kategori 2 yang memiliki tingkat kesembuhan lebih rendah. Terakhir, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam perspektif pasien TB tentang efek samping OAT dan bagaimana mereka mengelola dampak negatif tersebut, serta peran dukungan sosial dalam proses pengobatan.. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Bumi terhadap pasien Tuberkulosis yang diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH) pada kategori 1 (83,78%) dan kategori anak (6,76%).Sementara itu, pada kategori 2 (9,46%) terdapat kombinasi pemberian OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan tunggal (2HZES/10HE), karena kondisi pasien tidak memungkinkan apabila diberikan OAT KDT.Hal ini menunjukkan bahwa Puskesmas dalam memberikan obat pada pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI yang menekankan kepatuhan dan efektivitas melalui OAT KDT.Efek samping yang paling banyak dilaporkan meliputi urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), mual (63,5%), nyeri otot (56,8%), dan gatal (36,5%).Meskipun sebagian besar mengalami efek samping, pasien tetap melanjutkan pengobatan hingga selesai.Hal ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan di Puskemsa Tanjung Bumi memberikan edukasi dan pendampingan selama pengobatan berjalan dengan baik.Hasil pengobatan akhir menunjukkan pada pasien kategori 1 dan anak mendapat keberhasilan pengobatan yang cukup tinggi sebesar 96,8% dan 100%.Sementara kategori 2 menunjukkan hasil yang beragam, dengan tingkat kesembuhan 71,4% serta kasus pindah fasilitas Kesehatan dan meninggal masing-masing 14,3%.Data ini menunjukkan bahwa efektivitas OAT cukup tinggi jika diberikan tepat waktu dan sesuai dengan kategori pasien.Prinsip keadilan (Aoadl) dalam penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi tercermin dalam akses pengobatan tanpa diskriminasi untuk seluruh pasien.Sesuai dengan nilai solidaritas dan tolong menolong dalam Islam, penderita adalah tanggung jawab sosial bersama, baik dari tenaga medis, keluarga, maupun masyarakat.Dalam pelaksanaannya, perlu ketepatan dalam diagnosis, pemilihan jenis obat, serta dosis yang sesuai untuk mencegah timbulnya efek samping yang membahayakan pasien sehingga terhindar dari mudharat Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan lainnya... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-84716.webp" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-84716.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-84716.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-84716.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-3bc61.webp" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-3bc61.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-3bc61.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-3bc61.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50897-obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-kond" title="JURIS - Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan Jawa Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas OAT KDT dan OAT dosis tunggal pada kategori 2 pasien TB, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi OAT, terutama pada kategori 2 yang memiliki tingkat kesembuhan lebih rendah. Terakhir, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam perspektif pasien TB tentang efek samping OAT dan bagaimana mereka mengelola dampak negatif tersebut, serta peran dukungan sosial dalam proses pengobatan..
<br>Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Bumi terhadap pasien Tuberkulosis yang diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH) pada kategori 1 (83,78%) dan kategori anak (6,76%).Sementara itu, pada kategori 2 (9,46%) terdapat kombinasi pemberian OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan tunggal (2HZES/10HE), karena kondisi pasien tidak memungkinkan apabila diberikan OAT KDT.Hal ini menunjukkan bahwa Puskesmas dalam memberikan obat pada pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI yang menekankan kepatuhan dan efektivitas melalui OAT KDT.Efek samping yang paling banyak dilaporkan meliputi urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), mual (63,5%), nyeri otot (56,8%), dan gatal (36,5%).Meskipun sebagian besar mengalami efek samping, pasien tetap melanjutkan pengobatan hingga selesai.Hal ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan di Puskemsa Tanjung Bumi memberikan edukasi dan pendampingan selama pengobatan berjalan dengan baik.Hasil pengobatan akhir menunjukkan pada pasien kategori 1 dan anak mendapat keberhasilan pengobatan yang cukup tinggi sebesar 96,8% dan 100%.Sementara kategori 2 menunjukkan hasil yang beragam, dengan tingkat kesembuhan 71,4% serta kasus pindah fasilitas Kesehatan dan meninggal masing-masing 14,3%.Data ini menunjukkan bahwa efektivitas OAT cukup tinggi jika diberikan tepat waktu dan sesuai dengan kategori pasien.Prinsip keadilan (Aoadl) dalam penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi tercermin dalam akses pengobatan tanpa diskriminasi untuk seluruh pasien.Sesuai dengan nilai solidaritas dan tolong menolong dalam Islam, penderita adalah tanggung jawab sosial bersama, baik dari tenaga medis, keluarga, maupun masyarakat.Dalam pelaksanaannya, perlu ketepatan dalam diagnosis, pemilihan jenis obat, serta dosis yang sesuai untuk mencegah timbulnya efek samping yang membahayakan pasien sehingga terhindar dari mudharat
<br>Tuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan lainnya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp" type="image/webp" length="83830" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-84716.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-3bc61.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/c/obat-anti-oat-kondisi-pasien-tb-ro-hbv-medis-rawat-thumb-c5ed2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50886-program-phbs-hidup-sehat-germas-jajana</link>
	<guid isPermaLink="false">02da77113d79b27d4a1b5b25f7d19690</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:16:03 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ fahrul islam ]]></category>
	<category><![CDATA[ fajar akbar ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akbar,fahrul,fajar,islam]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan PHBS yang umumnya baik pada siswa SD, namun dengan beberapa area yang masih perlu perhatian khusus seperti perilaku menggosok gigi dan pemilihan jajanan sehat, ada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar: Berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan PHBS yang umumnya baik pada siswa SD, namun dengan beberapa area yang masih perlu perhatian khusus seperti perilaku menggosok gigi dan pemilihan jajanan sehat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, mungkin melalui wawancara dan observasi partisipatif dengan siswa, guru, dan orang tua, untuk mengungkap alasan mendasar di balik kesenjangan antara pengetahuan umum PHBS yang tinggi dengan praktik spesifik yang masih rendah, seperti mengapa hanya sebagian kecil siswa yang memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar atau memilih jajanan sehat di lingkungan sekolah. Penelitian ini dapat mengidentifikasi hambatan praktis, persepsi, atau pengaruh sosial yang mungkin menghambat penerapan PHBS secara konsisten. Kedua, sebagai kelanjutan dari pemahaman mendalam tersebut, riset selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi program intervensi berbasis sekolah yang lebih terstruktur. Ini bisa berupa uji coba intervensi pendidikan kesehatan yang melibatkan modul pembelajaran interaktif tentang kebersihan gigi atau gizi seimbang, serta pelibatan aktif orang tua melalui lokakarya, untuk kemudian mengukur efektivitasnya secara kuantitatif melalui desain quasi-eksperimen dalam meningkatkan praktik PHBS yang spesifik. Terakhir, untuk memahami keberlanjutan perilaku sehat, sebuah studi longitudinal akan sangat berharga. Penelitian ini dapat melacak perkembangan praktik PHBS siswa yang sama selama beberapa tahun, misalnya hingga mereka memasuki jenjang sekolah menengah pertama, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberlangsungan PHBS dalam jangka panjang. Hasilnya akan memberikan wawasan krusial untuk merancang program PHBS yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan dan relevan seiring dengan pertumbuhan anak.. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat siswa SD Bone-Bone Pantai baik dari segi pengetahun masyarakat sudah mencapai 93,1%, sikap mencapai 94,3 dan tindakan sudah mencapai 91,9 % Anak sekolah yang merupakan salah satu sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di institusi pendidikan dan perlu mendapatkan perhatian disamping populasi anak usia sekolah dalam suatu komunitas cukup besar. Peranan perilaku terhadap tingkat kesehatan, maka penggalakkan pola hidup sehat pada tatanan siswa SD sangat diperlukan PHBS sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Bone-Bone Pantai Desa Bambu... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-3df43.webp" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-3df43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-3df43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-3df43.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" alt="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" alt="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-7c0c7.webp" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-7c0c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-7c0c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-7c0c7.webp 1x" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" alt="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50886-program-phbs-hidup-sehat-germas-jajana" title="JURIS - Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar" target="_blank">Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Sekolah Dasar</a>: Berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan PHBS yang umumnya baik pada siswa SD, namun dengan beberapa area yang masih perlu perhatian khusus seperti perilaku menggosok gigi dan pemilihan jajanan sehat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk melakukan penelitian kualitatif mendalam, mungkin melalui wawancara dan observasi partisipatif dengan siswa, guru, dan orang tua, untuk mengungkap alasan mendasar di balik kesenjangan antara pengetahuan umum PHBS yang tinggi dengan praktik spesifik yang masih rendah, seperti mengapa hanya sebagian kecil siswa yang memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar atau memilih jajanan sehat di lingkungan sekolah. Penelitian ini dapat mengidentifikasi hambatan praktis, persepsi, atau pengaruh sosial yang mungkin menghambat penerapan PHBS secara konsisten. Kedua, sebagai kelanjutan dari pemahaman mendalam tersebut, riset selanjutnya bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi program intervensi berbasis sekolah yang lebih terstruktur. Ini bisa berupa uji coba intervensi pendidikan kesehatan yang melibatkan modul pembelajaran interaktif tentang kebersihan gigi atau gizi seimbang, serta pelibatan aktif orang tua melalui lokakarya, untuk kemudian mengukur efektivitasnya secara kuantitatif melalui desain quasi-eksperimen dalam meningkatkan praktik PHBS yang spesifik. Terakhir, untuk memahami keberlanjutan perilaku sehat, sebuah studi longitudinal akan sangat berharga. Penelitian ini dapat melacak perkembangan praktik PHBS siswa yang sama selama beberapa tahun, misalnya hingga mereka memasuki jenjang sekolah menengah pertama, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberlangsungan PHBS dalam jangka panjang. Hasilnya akan memberikan wawasan krusial untuk merancang program PHBS yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan dan relevan seiring dengan pertumbuhan anak..
<br>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat siswa SD Bone-Bone Pantai baik dari segi pengetahun masyarakat sudah mencapai 93,1%, sikap mencapai 94,3 dan tindakan sudah mencapai 91,9 %
<br>Anak sekolah yang merupakan salah satu sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di institusi pendidikan dan perlu mendapatkan perhatian disamping populasi anak usia sekolah dalam suatu komunitas cukup besar. Peranan perilaku terhadap tingkat kesehatan, maka penggalakkan pola hidup sehat pada tatanan siswa SD sangat diperlukan PHBS sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Bone-Bone Pantai Desa Bambu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp" type="image/webp" length="64406" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-3df43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-c2ecb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/program-phbs-hidup-sehat-germas-jajanan-perilaku-b-thumb-7c0c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11141-jurnal-sanitasi-profesional-indonesia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50894-kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-pas</link>
	<guid isPermaLink="false">3e125fa4dcd0e8f55bf610064274c9f5</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:15:39 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi timbulnya neuropati diabetik, seperti gaya hidup dan faktor genetik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam mencegah dan mengelola neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%.Umur penderita umumnya di atas 45 tahun.Sebagian besar penderita (78,57%) tidak terkontrol dan lama (durasi) pasien menderita DM yang mengalami neuropati diabetik adalah < 2 tahun dan > 5 tahun.Pada penelitian ini didapatkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kadar HbA1c Neuropati diabetik adalah komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya neuropati, termasuk durasi diabetes, kontrol hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, kontrol HbA1c, dan durasi diabetes pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X di Jakarta Pusat, serta meninjau dari perspektif Islam. Penelitian ini adalah studi deskriptif-analisis dengan desain cross-sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari catatan medis pasien diabetes melitus di klinik penyakit dalam Rumah Sakit X di Jakarta Pusat dan diproses menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" alt="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-46bdc.webp" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-46bdc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-46bdc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-46bdc.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" alt="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-279e2.webp" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-279e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-279e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-279e2.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" alt="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50894-kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-pas" title="JURIS - Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat" target="_blank">Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus  di Rumah Sakit X Jakarta Pusat</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi timbulnya neuropati diabetik, seperti gaya hidup dan faktor genetik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif dalam mencegah dan mengelola neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi dalam penelitian ini..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%.Umur penderita umumnya di atas 45 tahun.Sebagian besar penderita (78,57%) tidak terkontrol dan lama (durasi) pasien menderita DM yang mengalami neuropati diabetik adalah < 2 tahun dan > 5 tahun.Pada penelitian ini didapatkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kadar HbA1c
<br>Neuropati diabetik adalah komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya neuropati, termasuk durasi diabetes, kontrol hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, kontrol HbA1c, dan durasi diabetes pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X di Jakarta Pusat, serta meninjau dari perspektif Islam. Penelitian ini adalah studi deskriptif-analisis dengan desain cross-sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari catatan medis pasien diabetes melitus di klinik penyakit dalam Rumah Sakit X di Jakarta Pusat dan diproses menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp" type="image/webp" length="81288" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-0aca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-46bdc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/kualitas-hidup-pasien-rumah-sakit-medis-rawat-fakt-thumb-279e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50890-kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-ong</link>
	<guid isPermaLink="false">83a013a1659b72292f68be7123d7510e</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:10:53 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Menyelidiki mekanisme antioksidan madu pada sel pankreas, apakah berperan langsung pada penurunan ROS, agar dapat memvalidasi temuan histologis. 2. Menguji dosis lain, seperti 15 % atau 20 %, dan perbandingannya dengan 10 % untuk menentukan dosis optimal ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: 1. Menyelidiki mekanisme antioksidan madu pada sel pankreas, apakah berperan langsung pada penurunan ROS, agar dapat memvalidasi temuan histologis. 2. Menguji dosis lain, seperti 15 % atau 20 %, dan perbandingannya dengan 10 % untuk menentukan dosis optimal dosis fermentasi madu yang paling aman dan efektif. 3. Mengkaji kombinasi fermentasi madu dengan nutrisi pendukung lain (misalnya probiotik atau vitamin C) guna melihat apakah sinerginya dapat lebih menurunkan toksisitas cisplatin, sekaligus menilai efek jangka panjang pada fungsi pankreas. 4. Melakukan studi longitudinal pada hewan dengan periode observasi lebih lama untuk menilai dampak jangka panjang penggunaan fermentasi madu pada sistem metabolik. 5. Mengadaptasi desain klinis pada manusia, mulai dari fase preklinis hingga uji klinis kecil, guna menilai keamanan dan efektivitas dalam konteks imunoterapi kanker. 6. Menilai interaksi kimia antara bahan aktif madu fermentasi dan cisplatin di tingkat molekuler, sehingga dapat dikembangkan protokol dosis yang meminimalkan efek samping. 7. Menggabungkan analisis bioinformatika untuk memetakan pathway yang terpengaruh oleh madu, sehingga dapat dipertimbangkan strategi terapeutik berbasis data. 8. Menerapkan metode imaging non-invasif untuk memantau perubahan struktur pankreas dalam waktu nyata, sehingga dapat meningkatkan akurasi evaluasi intervensi. 9. Melakukan pemantauan biomarker serum seperti insulin dan glukosa, sehingga dapat menghubungkan perubahan histologis dengan fungsi fisiologis pankreas. 10. Menyelidiki dampak fermentasi madu pada sistem imun tubuh secara keseluruhan, termasuk profil sitokin dan sel imun, guna memahami kemampuan imunomodulasi yang mungkin berkontribusi pada efek anti kanker.. Pemberian fermentasi madu 10% efektif memperbaiki jaringan pankreas yang rusak akibat cisplatin.Luas pulau Langerhans pada kelompok yang diberikan fermentasi madu 10% paling mirip dengan kelompok normal.Secara Islam, madu dapat dianggap "Makanan Allah" karena mampu meminimalisir efek samping cisplatin Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang mana sel tersebut dapat tumbuh dan menyebar pada bagian tubuh lainnya bahkan dapat menyebabkan kematian. Cisplatin sebagai pengobatannya memiliki efek samping terhadap organ lain. Sehingga madu digunakan untuk meminimalisir efek samping dari cisplatin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest-only control group dengan menggunakan tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Sampel penelitian akan diinduksikan sel HSC-3 lalu diberikan dua dosis fermentasi madu (5% dan 10%) dan diamati selama 10 hari. Setelah itu diinduksikan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-95da0.webp" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-95da0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-95da0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-95da0.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-6cd39.webp" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-6cd39.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-6cd39.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-6cd39.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50890-kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-ong" title="JURIS - Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: 1. Menyelidiki mekanisme antioksidan madu pada sel pankreas, apakah berperan langsung pada penurunan ROS, agar dapat memvalidasi temuan histologis. 2. Menguji dosis lain, seperti 15 % atau 20 %, dan perbandingannya dengan 10 % untuk menentukan dosis optimal dosis fermentasi madu yang paling aman dan efektif. 3. Mengkaji kombinasi fermentasi madu dengan nutrisi pendukung lain (misalnya probiotik atau vitamin C) guna melihat apakah sinerginya dapat lebih menurunkan toksisitas cisplatin, sekaligus menilai efek jangka panjang pada fungsi pankreas. 4. Melakukan studi longitudinal pada hewan dengan periode observasi lebih lama untuk menilai dampak jangka panjang penggunaan fermentasi madu pada sistem metabolik. 5. Mengadaptasi desain klinis pada manusia, mulai dari fase preklinis hingga uji klinis kecil, guna menilai keamanan dan efektivitas dalam konteks imunoterapi kanker. 6. Menilai interaksi kimia antara bahan aktif madu fermentasi dan cisplatin di tingkat molekuler, sehingga dapat dikembangkan protokol dosis yang meminimalkan efek samping. 7. Menggabungkan analisis bioinformatika untuk memetakan pathway yang terpengaruh oleh madu, sehingga dapat dipertimbangkan strategi terapeutik berbasis data. 8. Menerapkan metode imaging non-invasif untuk memantau perubahan struktur pankreas dalam waktu nyata, sehingga dapat meningkatkan akurasi evaluasi intervensi. 9. Melakukan pemantauan biomarker serum seperti insulin dan glukosa, sehingga dapat menghubungkan perubahan histologis dengan fungsi fisiologis pankreas. 10. Menyelidiki dampak fermentasi madu pada sistem imun tubuh secara keseluruhan, termasuk profil sitokin dan sel imun, guna memahami kemampuan imunomodulasi yang mungkin berkontribusi pada efek anti kanker..
<br>Pemberian fermentasi madu 10% efektif memperbaiki jaringan pankreas yang rusak akibat cisplatin.Luas pulau Langerhans pada kelompok yang diberikan fermentasi madu 10% paling mirip dengan kelompok normal.Secara Islam, madu dapat dianggap "Makanan Allah" karena mampu meminimalisir efek samping cisplatin
<br>Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang mana sel tersebut dapat tumbuh dan menyebar pada bagian tubuh lainnya bahkan dapat menyebabkan kematian. Cisplatin sebagai pengobatannya memiliki efek samping terhadap organ lain. Sehingga madu digunakan untuk meminimalisir efek samping dari cisplatin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest-only control group dengan menggunakan tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Sampel penelitian akan diinduksikan sel HSC-3 lalu diberikan dua dosis fermentasi madu (5% dan 10%) dan diamati selama 10 hari. Setelah itu diinduksikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp" type="image/webp" length="76270" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-aa144.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-95da0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/f/kombinasi-fermentasi-singkong-dosis-onggok-subset-thumb-6cd39.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second Forced Vital Capacity FEV 1 FVC pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second Forced Vital Capacity FEV 1 FVC pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second Forced Vital Capacity FEV 1 FVC pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50891-fungsi-paru-vep1-penyakit-massa</link>
	<guid isPermaLink="false">6f24f5205c10e3d5622a309a378719af</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 12:06:10 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi fungsi paru pada individu dengan IMT di atas normal. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi fungsi paru pada individu dengan IMT di atas normal. Kedua, studi komparatif antara komunitas pria dengan IMT normal dan di atas normal dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang dampak obesitas pada fungsi paru. Ketiga, penelitian tentang intervensi gaya hidup, seperti diet dan aktivitas fisik, pada komunitas pria dengan IMT di atas normal dapat memberikan rekomendasi praktis untuk mencegah dan mengelola gangguan pernapasan. Dengan menggabungkan perspektif medis dan agama, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan obesitas dan gangguan pernapasan dalam masyarakat.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (92,5%) memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menandakan kondisi paru-paru yang baik.Namun, 7,5% responden (O17, O25, dan O29) memiliki rasio di bawah 75%, dengan dua di antaranya mengalami penyakit paru obstruktif dan satu responden dengan penyakit paru restriktif ringan.Meskipun terdapat hubungan umum antara IMT di atas normal dan penurunan rasio FEV1/FVC, beberapa responden lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak napas, dan hipertensi.Menariknya, beberapa responden dengan IMT di atas normal masih memiliki rasio FEV1/FVC yang baik Obesitas, yang meningkat secara global, mempengaruhi berbagai organ, termasuk paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan untuk mengukur obesitas dan diketahui dapat menurunkan fungsi paru, khususnya rasio FEV1/FVC. Peningkatan prevalensi obesitas, akibat pola makan dan gaya hidup tidak sehat, berdampak buruk pada kesehatan pernapasan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik, yang relevan dalam pencegahan obesitas dan gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara IMT dan fungsi paru pada pria dengan obesitas di sekitar Universitas YARSI. Metode yang... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-dba8c.webp" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-dba8c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-dba8c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-dba8c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" alt="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-a5942.webp" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-a5942.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-a5942.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-a5942.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" alt="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" alt="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50891-fungsi-paru-vep1-penyakit-massa" title="JURIS - Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan" target="_blank">Hubungan Indeks Massa Tubuh di Atas Normal dengan Forced Expiratory Volume in One second/Forced Vital Capacity (FEV-1/FVC) pada Komunitas Pria di Sekitar Universitas YARSI dan Tinjauannya dalam Pandan</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi fungsi paru pada individu dengan IMT di atas normal. Kedua, studi komparatif antara komunitas pria dengan IMT normal dan di atas normal dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang dampak obesitas pada fungsi paru. Ketiga, penelitian tentang intervensi gaya hidup, seperti diet dan aktivitas fisik, pada komunitas pria dengan IMT di atas normal dapat memberikan rekomendasi praktis untuk mencegah dan mengelola gangguan pernapasan. Dengan menggabungkan perspektif medis dan agama, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan obesitas dan gangguan pernapasan dalam masyarakat..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (92,5%) memiliki rasio FEV1/FVC di atas 75%, yang menandakan kondisi paru-paru yang baik.Namun, 7,5% responden (O17, O25, dan O29) memiliki rasio di bawah 75%, dengan dua di antaranya mengalami penyakit paru obstruktif dan satu responden dengan penyakit paru restriktif ringan.Meskipun terdapat hubungan umum antara IMT di atas normal dan penurunan rasio FEV1/FVC, beberapa responden lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti paparan asap rokok, riwayat sesak napas, dan hipertensi.Menariknya, beberapa responden dengan IMT di atas normal masih memiliki rasio FEV1/FVC yang baik
<br>Obesitas, yang meningkat secara global, mempengaruhi berbagai organ, termasuk paru-paru. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan untuk mengukur obesitas dan diketahui dapat menurunkan fungsi paru, khususnya rasio FEV1/FVC. Peningkatan prevalensi obesitas, akibat pola makan dan gaya hidup tidak sehat, berdampak buruk pada kesehatan pernapasan. Islam mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan melalui kebersihan, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik, yang relevan dalam pencegahan obesitas dan gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara IMT dan fungsi paru pada pria dengan obesitas di sekitar Universitas YARSI. Metode yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp" type="image/webp" length="100940" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-dba8c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-a5942.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/fungsi-paru-vep1-penyakit-massa-tubuh-imt-fev-1fvc-thumb-58a0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50899-klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd</link>
	<guid isPermaLink="false">5b6b0158b322d8202765df5072c8b965</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 11:57:08 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Bagaimana pengaruh kombinasi intervensi kebersihan lingkungan dan penggunaan obat antiplatelet terhadap penurunan derajat keparahan DBD pada pasien muda di Jakarta? Apakah pola distribusi genetik thrombopoietin receptor memodulasi sensitivitas trombosit ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam: Bagaimana pengaruh kombinasi intervensi kebersihan lingkungan dan penggunaan obat antiplatelet terhadap penurunan derajat keparahan DBD pada pasien muda di Jakarta? Apakah pola distribusi genetik thrombopoietin receptor memodulasi sensitivitas trombosit terhadap infeksi dengue pada populasi urban? Dapatkah model prediksi berbasis machine learning yang memadukan data klinis (hemokrist, trombosit) dan data lingkungan (kepadatan nyamuk, kualitas air) meningkatkan akurasi klasifikasi derajat DBD di rumah sakit umum?. Penelitian ini menemukan bahwa kadar trombosit berhubungan negatif dengan derajat keparahan DBD.semakin rendah trombosit, semakin tinggi derajat DBD.Hasil ini menunjukkan trombosit dapat menjadi indikator klinis penting untuk menilai keparahan DBD.Sebaliknya, kadar hematokrit tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan derajat DBD, sehingga tidak dapat dipakai sebagai indikator keparahan.Penekanan pada pencegahan melalui kebersihan dan edukasi, serta perawatan dini, disarankan untuk meminimalkan dampak DBD Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan peningkatan kasus yang signifikan setiap tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional; data diperoleh dari rekam medis pasien DBD periode Januari-Desember 2023. Sebanyak 183 sampel memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan rataAcrata hematokrit 41,96% (range 28Ac56%) dan rataAcrata trombosit 112,64... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-80709.webp" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-80709.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-80709.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-80709.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-33903.webp" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-33903.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-33903.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-33903.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" alt="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50899-klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd" title="JURIS - Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam" target="_blank">Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Periode 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam</a>: Bagaimana pengaruh kombinasi intervensi kebersihan lingkungan dan penggunaan obat antiplatelet terhadap penurunan derajat keparahan DBD pada pasien muda di Jakarta? Apakah pola distribusi genetik thrombopoietin receptor memodulasi sensitivitas trombosit terhadap infeksi dengue pada populasi urban? Dapatkah model prediksi berbasis machine learning yang memadukan data klinis (hemokrist, trombosit) dan data lingkungan (kepadatan nyamuk, kualitas air) meningkatkan akurasi klasifikasi derajat DBD di rumah sakit umum?.
<br>Penelitian ini menemukan bahwa kadar trombosit berhubungan negatif dengan derajat keparahan DBD.semakin rendah trombosit, semakin tinggi derajat DBD.Hasil ini menunjukkan trombosit dapat menjadi indikator klinis penting untuk menilai keparahan DBD.Sebaliknya, kadar hematokrit tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan derajat DBD, sehingga tidak dapat dipakai sebagai indikator keparahan.Penekanan pada pencegahan melalui kebersihan dan edukasi, serta perawatan dini, disarankan untuk meminimalkan dampak DBD
<br>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan peningkatan kasus yang signifikan setiap tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan DBD pada pasien di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional; data diperoleh dari rekam medis pasien DBD periode Januari-Desember 2023. Sebanyak 183 sampel memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan rataAcrata hematokrit 41,96% (range 28Ac56%) dan rataAcrata trombosit 112,64...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp" type="image/webp" length="108954" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-80709.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-33903.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/klinis-pasien-dbd-trombosit-hematokrit-dengue-berd-thumb-6d3cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-50908-prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p</link>
	<guid isPermaLink="false">abe0959950cba002dc2e66e7960f3e95</guid>
	<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 11:52:49 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ yudi amiarno ]]></category>
	<category><![CDATA[ roni hidayat ]]></category>
	<category><![CDATA[ astuti rahmi ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[amiarno,astuti,hidayat,rahmi,roni,yudi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penyuluhan kesehatan berbasis Islam dengan pendekatan sekuler dalam meningkatkan pengetahuan tentang polusi udara dan pencegahan ISPA. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and its Review: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penyuluhan kesehatan berbasis Islam dengan pendekatan sekuler dalam meningkatkan pengetahuan tentang polusi udara dan pencegahan ISPA. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi yang lebih beragam, seperti sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, untuk mengeksplorasi efektivitas penyuluhan dalam konteks lingkungan yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada dampak jangka panjang penyuluhan terhadap perilaku dan kesehatan siswa, serta mengukur keberlanjutan pengetahuan yang diperoleh.. Penyuluhan di SMP Global Islamic School efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA (p = 0.Dalam perspektif Islam, penyuluhan ini mendukung Maqasid Syariah, khususnya pemeliharaan jiwa dan akal, dengan memperkaya ilmu untuk menjaga kesehatan.Penelitian selanjutnya disarankan mencakup populasi lebih luas, menggunakan metode campuran, serta mengeksplorasi penerapan Maqasid Syariah pada aspek kesehatan lain guna memperkaya pendidikan kesehatan berbasis nilai Islam Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, terutama di negara berpenghasilan rendah. Polusi udara, termasuk PM2.5, berkontribusi signifikan terhadap kasus ISPA, dengan anak-anak sebagai kelompok rentan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait kesehatan memainkan peran penting dalam menekan prevalensi ISPA. Penyuluhan kesehatan berbasis Islam dapat menjadi solusi efektif, mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan nilai-nilai agama, tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memperkuat akidah, membentuk individu berilmu dan berakhlak mulia. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School, Jakarta Timur dengan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-fa2a3.webp" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-fa2a3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-fa2a3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-fa2a3.webp 1x" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" alt="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-61a6f.webp" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-61a6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-61a6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-61a6f.webp 1x" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" alt="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp 1x" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" alt="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-50908-prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p" title="JURIS - The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review" target="_blank">The Relationship of Health Counseling with the Level of Knowledge about the Effect of Air Pollution on Acute Respiratory Infection in Global Islamic School Junior High School Children and  its Review</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penyuluhan kesehatan berbasis Islam dengan pendekatan sekuler dalam meningkatkan pengetahuan tentang polusi udara dan pencegahan ISPA. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada populasi yang lebih beragam, seperti sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, untuk mengeksplorasi efektivitas penyuluhan dalam konteks lingkungan yang berbeda. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada dampak jangka panjang penyuluhan terhadap perilaku dan kesehatan siswa, serta mengukur keberlanjutan pengetahuan yang diperoleh..
<br>Penyuluhan di SMP Global Islamic School efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab ISPA (p = 0.Dalam perspektif Islam, penyuluhan ini mendukung Maqasid Syariah, khususnya pemeliharaan jiwa dan akal, dengan memperkaya ilmu untuk menjaga kesehatan.Penelitian selanjutnya disarankan mencakup populasi lebih luas, menggunakan metode campuran, serta mengeksplorasi penerapan Maqasid Syariah pada aspek kesehatan lain guna memperkaya pendidikan kesehatan berbasis nilai Islam
<br>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi, terutama di negara berpenghasilan rendah. Polusi udara, termasuk PM2.5, berkontribusi signifikan terhadap kasus ISPA, dengan anak-anak sebagai kelompok rentan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait kesehatan memainkan peran penting dalam menekan prevalensi ISPA. Penyuluhan kesehatan berbasis Islam dapat menjadi solusi efektif, mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan nilai-nilai agama, tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memperkuat akidah, membentuk individu berilmu dan berakhlak mulia. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre test dan post test. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Global Islamic School, Jakarta Timur dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp" type="image/webp" length="104952" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-fa2a3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-61a6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/7/prevalensi-ispa-penyuluhan-kesehatan-pengetahuan-p-thumb-09181.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-423-yarsi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-6106-junior-medical-journal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Mon, 22 Jun 2026 15:03:57 +0700. 24 items. Served in: 7.38 seconds [rss] -->
