<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/rss2full.xsl?ver=2.5.326-21aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.326-21aug2026"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
<channel>
		
	<title><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<description><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></description>

	<link>https://juris.id/</link>
	<atom:link rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss"  />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="alternate" type="application/rss+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2026 14:46:44 +0700</lastBuildDate>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 14:46:44 +0700</pubDate>
	<atom:updated>2026-08-21T14:46:44+07:00</atom:updated>

	<generator>juris.id</generator>

	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://pubsubhubbub.appspot.com/" />
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="https://superfeedr.com/hubbub" />

	<sy:updatePeriod>daily</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>

	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
	<language>en-US</language>
	<itunes:subtitle><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></itunes:subtitle>
	<itunes:summary><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></itunes:summary>
	<itunes:author>juris JURIS.id</itunes:author>
		
	<itunes:owner>
		<itunes:name>juris JURIS.id</itunes:name>
		<itunes:email>info@juris.id</itunes:email>
	</itunes:owner>
	
	<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		

<item>
	<title><![CDATA[ Color as a Cultural Resilience Strategy Material Semiotic Systems in Ghanas Indigenous Spirituality ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Color as a Cultural Resilience Strategy Material Semiotic Systems in Ghanas Indigenous Spirituality ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Color as a Cultural Resilience Strategy Material Semiotic Systems in Ghanas Indigenous Spirituality ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59841-ruang-material-warna-merek-teori-budaya-kons</link>
	<guid isPermaLink="false">c139141e4f31c2717d5f27b8416e4843</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 14:24:06 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hassan bawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ roman rezki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bawa,busro,hassan,rezki,roman]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat temuan yang menarik tentang peran warna dalam spiritualitas adat Ghana, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Salah satunya adalah melakukan penelitian jangka panjang untuk memahami bagaimana pemaknaan dan praktik warna ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana's Indigenous Spirituality: Melihat temuan yang menarik tentang peran warna dalam spiritualitas adat Ghana, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Salah satunya adalah melakukan penelitian jangka panjang untuk memahami bagaimana pemaknaan dan praktik warna berubah dari waktu ke waktu, khususnya di tengah tantangan modernitas dan pergeseran generasi. Kita bisa meneliti secara mendalam bagaimana anak muda saat ini, yang tumbuh dengan akses informasi global, memahami dan menggunakan simbol-simbol warna tradisional, serta faktor-faktor seperti pendidikan formal, media sosial, atau migrasi ke kota memengaruhi transmisi pengetahuan ini. Apakah ada adaptasi baru yang muncul, atau justru terjadi pergeseran makna yang signifikan? Penelitian ini juga dapat diperluas untuk tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menyelami bagaimana elemen sensorik lain seperti suara dalam musik ritual, aroma rempah-rempah, atau tekstur kain bekerja bersama warna untuk menciptakan pengalaman spiritual yang lengkap. Misalnya, bagaimana interaksi antara warna tertentu dan jenis bunyi-bunyian tertentu memengaruhi suasana upacara atau persepsi spiritual? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi perbandingan yang lebih luas ke komunitas adat lain di Ghana atau wilayah Afrika Barat yang belum tercakup, untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan keunikan sistem material-semiotik warna mereka. Penelitian semacam ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat adat menjaga identitas budaya mereka di tengah perubahan global, serta memberikan masukan untuk strategi pelestarian warisan budaya tak benda yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi mendatang.. Studi ini menunjukkan bahwa warna berfungsi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas adat Ghana, di mana triadik putih-hitam-merah bertindak sebagai struktur kosmologis stabil yang diekspresikan melalui orientasi temporal dan praktik material yang berbeda di komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe.Warna bertindak sebagai agen performatif yang memediasi hubungan spiritual melalui praktik-praktik seperti mengenakan, menenun, dan mempersembahkan, sekaligus memungkinkan ketahanan budaya melalui sinkretisme adaptif tanpa mengorbankan koherensi kosmologis inti, terlepas dari erosi makna di kalangan generasi muda perkotaan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang warna, spiritualitas, dan budaya material di Afrika Barat dengan mengusulkan kerangka Auwarna sebagai strategi ketahanan budayaAy yang menjembatani antropologi simbolik dan teori budaya material Tujuan: Penelitian ini menginvestigasi bagaimana warna beroperasi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas pribumi Ghana dan menguji cara sistem ini berkontribusi pada ketahanan budaya di seluruh komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana makna simbolis dan praktik material warna memediasi hubungan antara manusia, leluhur, dan kekuatan spiritual, serta bagaimana sistem ini beradaptasi dalam konteks kontemporer. Metodologi: Studi ini menggunakan desain etnografi kualitatif yang dilakukan antara Januari dan Juni 2025 di tiga wilayah Ghana. Data dikumpulkan melalui... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp 1x" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" alt="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-f121e.webp" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-f121e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-f121e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-f121e.webp 1x" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" alt="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-b61df.webp" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-b61df.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-b61df.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-b61df.webp 1x" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" alt="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59841-ruang-material-warna-merek-teori-budaya-kons" title="JURIS - Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana&#039;s Indigenous Spirituality" target="_blank">Color as a Cultural Resilience Strategy: Material-Semiotic Systems in Ghana's Indigenous Spirituality</a>: Melihat temuan yang menarik tentang peran warna dalam spiritualitas adat Ghana, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Salah satunya adalah melakukan penelitian jangka panjang untuk memahami bagaimana pemaknaan dan praktik warna berubah dari waktu ke waktu, khususnya di tengah tantangan modernitas dan pergeseran generasi. Kita bisa meneliti secara mendalam bagaimana anak muda saat ini, yang tumbuh dengan akses informasi global, memahami dan menggunakan simbol-simbol warna tradisional, serta faktor-faktor seperti pendidikan formal, media sosial, atau migrasi ke kota memengaruhi transmisi pengetahuan ini. Apakah ada adaptasi baru yang muncul, atau justru terjadi pergeseran makna yang signifikan? Penelitian ini juga dapat diperluas untuk tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menyelami bagaimana elemen sensorik lain seperti suara dalam musik ritual, aroma rempah-rempah, atau tekstur kain bekerja bersama warna untuk menciptakan pengalaman spiritual yang lengkap. Misalnya, bagaimana interaksi antara warna tertentu dan jenis bunyi-bunyian tertentu memengaruhi suasana upacara atau persepsi spiritual? Terakhir, akan sangat berharga untuk melakukan studi perbandingan yang lebih luas ke komunitas adat lain di Ghana atau wilayah Afrika Barat yang belum tercakup, untuk mengidentifikasi pola-pola umum dan keunikan sistem material-semiotik warna mereka. Penelitian semacam ini akan memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat adat menjaga identitas budaya mereka di tengah perubahan global, serta memberikan masukan untuk strategi pelestarian warisan budaya tak benda yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi mendatang..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa warna berfungsi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas adat Ghana, di mana triadik putih-hitam-merah bertindak sebagai struktur kosmologis stabil yang diekspresikan melalui orientasi temporal dan praktik material yang berbeda di komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe.Warna bertindak sebagai agen performatif yang memediasi hubungan spiritual melalui praktik-praktik seperti mengenakan, menenun, dan mempersembahkan, sekaligus memungkinkan ketahanan budaya melalui sinkretisme adaptif tanpa mengorbankan koherensi kosmologis inti, terlepas dari erosi makna di kalangan generasi muda perkotaan.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang warna, spiritualitas, dan budaya material di Afrika Barat dengan mengusulkan kerangka Auwarna sebagai strategi ketahanan budayaAy yang menjembatani antropologi simbolik dan teori budaya material
<br>Tujuan: Penelitian ini menginvestigasi bagaimana warna beroperasi sebagai sistem material-semiotik dalam spiritualitas pribumi Ghana dan menguji cara sistem ini berkontribusi pada ketahanan budaya di seluruh komunitas Akan, Dagomba, dan Ewe. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana makna simbolis dan praktik material warna memediasi hubungan antara manusia, leluhur, dan kekuatan spiritual, serta bagaimana sistem ini beradaptasi dalam konteks kontemporer. Metodologi: Studi ini menggunakan desain etnografi kualitatif yang dilakukan antara Januari dan Juni 2025 di tiga wilayah Ghana. Data dikumpulkan melalui...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp" type="image/webp" length="77196" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-4ace8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-f121e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/ruang-material-warna-merek-teori-budaya-konsumen-w-thumb-b61df.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59846-gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik</link>
	<guid isPermaLink="false">0cd1ffe8e697a708ac8e2fd438c9200f</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 14:06:48 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm: Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode kriptoanalisis kuadratik yang dapat diterapkan pada lebih dari lima putaran algoritma GOST 28147-89. Selain itu, studi tentang pengaruh pemilihan bit-bit tertentu dari plaintext dan ciphertext terhadap hasil kriptoanalisis dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut aspek unik dari metode ini.. Metode kriptoanalisis kuadratik untuk putaran kelima algoritma GOST 28147-89 digunakan berdasarkan penambahan bit menggunakan operasi penambahan mod232.Masalah dengan penjumlahan bit tidak muncul karena paritas secara umum memenuhi kondisi berikut.P(41) = P(42) = P(43) = P(44) = P(45) = 0 { (41) = (42) = (43) = (44) = (45) = 0 Solusi untuk masalah di atas dengan penjumlahan bit tergantung pada blok S yang dipilih dan memerlukan pendekatan yang berbeda.Karena nilai setiap bit hasil tergantung pada nilai bit sebelumnya dalam urutan, maka diinginkan untuk memilih nilai nol dari bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima untuk mencapai hasil yang efisien Dalam artikel ini, dibahas mengenai penerapan metode kriptoanalisis kuadratik terhadap lima putaran algoritma enkripsi GOST 28147-89. Peran dari bit-bit keuntungan dalam penerapan metode kriptoanalisis kuadratik, yang terbentuk dalam operasi penambahan menurut mod232 yang digunakan dalam algoritma ini, dijelaskan. Dalam kasus ini, pemilihan bit-bit yang relevan dari teks plaintext dan ciphertext yang sama dengan nol memainkan peran penting dalam memperoleh hasil kriptoanalisis yang efektif. Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59846-gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" target="_blank">Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm</a>: Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode kriptoanalisis kuadratik yang dapat diterapkan pada lebih dari lima putaran algoritma GOST 28147-89. Selain itu, studi tentang pengaruh pemilihan bit-bit tertentu dari plaintext dan ciphertext terhadap hasil kriptoanalisis dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut aspek unik dari metode ini..
<br>Metode kriptoanalisis kuadratik untuk putaran kelima algoritma GOST 28147-89 digunakan berdasarkan penambahan bit menggunakan operasi penambahan mod232.Masalah dengan penjumlahan bit tidak muncul karena paritas secara umum memenuhi kondisi berikut.P(41) = P(42) = P(43) = P(44) = P(45) = 0 { (41) = (42) = (43) = (44) = (45) = 0 Solusi untuk masalah di atas dengan penjumlahan bit tergantung pada blok S yang dipilih dan memerlukan pendekatan yang berbeda.Karena nilai setiap bit hasil tergantung pada nilai bit sebelumnya dalam urutan, maka diinginkan untuk memilih nilai nol dari bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima untuk mencapai hasil yang efisien
<br>Dalam artikel ini, dibahas mengenai penerapan metode kriptoanalisis kuadratik terhadap lima putaran algoritma enkripsi GOST 28147-89. Peran dari bit-bit keuntungan dalam penerapan metode kriptoanalisis kuadratik, yang terbentuk dalam operasi penambahan menurut mod232 yang digunakan dalam algoritma ini, dijelaskan. Dalam kasus ini, pemilihan bit-bit yang relevan dari teks plaintext dan ciphertext yang sama dengan nol memainkan peran penting dalam memperoleh hasil kriptoanalisis yang efektif.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" type="image/webp" length="120628" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59844-sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan</link>
	<guid isPermaLink="false">c2791788a5dad82174354edbff75a058</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:58:27 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition: Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan data multimodalAi spelling audio, teks, dan visualAidalam satu framework berbasis CRNN dengan mekanisme perhatian crosstalk dapat memperkaya representasi emosi. Selanjutnya, penerapan transfer learning atau domain adaptation memungkinkan model memanfaatkan data terbatas dan meningkatkan kinerja di domain rendah sumber daya tanpa perlu pelatihan endActoAcend yang berat. Dengan mengkombinasikan tiga arah ini, penelitian dapat menelusuri efektivitas DRL, interpretabilitas, serta skalabilitas model SER di aplikasi dunia nyata.. 1) Model 2AcD Attention-Based CRNN memperoleh akurasi 68A% pada dataset IEMOCAP, menandakan peningkatan dibandingkan model 1AcD CNNAcLSTM dan 2AcD CNN standar.2) Mekanisme perhatian berhasil memfokuskan model pada frame yang relevan emosi, sehingga mengurangi misclassifikasi pada frame netral.3) Hasil menunjukkan potensi penerapan arsitektur ini pada tugas SER dengan dataset sejenis, namun perlu pengujian pada set_credatasets berbahasa berbeda Mengenali emosi bicara merupakan tantangan besar karena kompleksitas emosi. Fungsionalitas Speech Emotion Recognition (SER) sangat dipengaruhi oleh sinyal emosional yang diambil dari suara. Ciri-ciri emosional sering dipengaruhi oleh elemen netral seperti pembicara, gaya bicara, dan gender. Penelitian ini mengusulkanoreet feature computing yang mempertahankan informasi delta yang relevan dengan ciri emosional sembari meminimalkan komponen tidak relevan, sehingga meminimalkan kesalahan klasifikasi. Selain... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59844-sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" target="_blank">2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition</a>: Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan data multimodalAi spelling audio, teks, dan visualAidalam satu framework berbasis CRNN dengan mekanisme perhatian crosstalk dapat memperkaya representasi emosi. Selanjutnya, penerapan transfer learning atau domain adaptation memungkinkan model memanfaatkan data terbatas dan meningkatkan kinerja di domain rendah sumber daya tanpa perlu pelatihan endActoAcend yang berat. Dengan mengkombinasikan tiga arah ini, penelitian dapat menelusuri efektivitas DRL, interpretabilitas, serta skalabilitas model SER di aplikasi dunia nyata..
<br>1) Model 2AcD Attention-Based CRNN memperoleh akurasi 68A% pada dataset IEMOCAP, menandakan peningkatan dibandingkan model 1AcD CNNAcLSTM dan 2AcD CNN standar.2) Mekanisme perhatian berhasil memfokuskan model pada frame yang relevan emosi, sehingga mengurangi misclassifikasi pada frame netral.3) Hasil menunjukkan potensi penerapan arsitektur ini pada tugas SER dengan dataset sejenis, namun perlu pengujian pada set_credatasets berbahasa berbeda
<br>Mengenali emosi bicara merupakan tantangan besar karena kompleksitas emosi. Fungsionalitas Speech Emotion Recognition (SER) sangat dipengaruhi oleh sinyal emosional yang diambil dari suara. Ciri-ciri emosional sering dipengaruhi oleh elemen netral seperti pembicara, gaya bicara, dan gender. Penelitian ini mengusulkanoreet feature computing yang mempertahankan informasi delta yang relevan dengan ciri emosional sembari meminimalkan komponen tidak relevan, sehingga meminimalkan kesalahan klasifikasi. Selain...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" type="image/webp" length="105824" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Faith Ritual and Ecology IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan Bali ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59837-petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual</link>
	<guid isPermaLink="false">14798021d79e66168737be652b5fdf00</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:29:40 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rise spectre ]]></category>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ritual cenderung bergeser dari tanggung jawab ritual yang berkelanjutan menuju keterlibatan yang lebih sporadis atau berbasis dokumentasi. Penting untuk menyelidiki alasan di balik perubahan ini dan mengembangkan strategi untuk melibatkan pemuda dalam posisi komite inti, program antar generasi untuk mentransfer pengetahuan ritual, dan dokumentasi makna simbolik Petik Laut, larung, sedekah laut, dan rasa syukur.2. Menganalisis dampak dan tantangan komodifikasi pariwisata terhadap ritual Petik Laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa pariwisata meningkatkan visibilitas dan peluang ekonomi, tetapi juga dapat mengubah praktik suci menjadi pertunjukan publik. Penting untuk menyelidiki bagaimana pariwisata dapat dikelola secara etis, zona wisatawan dibatasi selama momen suci, dan pemimpin agama dan komunitas terlibat dalam manajemen acara, serta terintegrasi dengan program konservasi pesisir.3. Memeriksa perdebatan ortodoksi dan bagaimana mereka mempengaruhi ruang untuk tradisi lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa perdebatan ortodoksi membantu mengklarifikasi batas teologis, tetapi juga dapat menyempitkan ruang untuk tradisi lokal jika ditangani secara kaku. Penting untuk menyelidiki bagaimana perdebatan ini dapat dikelola secara konstruktif, dengan melibatkan pemimpin agama dan komunitas dalam dialog yang terus-menerus, dan memastikan bahwa ritual tetap bermakna secara budaya sambil mempertahankan legitimasi teologis.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Petik Laut di Pengambengan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai tradisi pesisir yang terpelihara, bentuk sincretisme yang statis, atau proses Islamisasi satu arah.Sebaliknya, ritual ini berfungsi sebagai arena ritual yang dinegosiasikan di mana aktor Muslim dan Hindu menafsirkan kembali simbol ritual, mengatur batas teologis, mengatur partisipasi bersama, dan menanamkan etika ekologis ke dalam praktik komunitas.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akulturasi Islam-Hindu terjadi melalui relabeling simbolik, adaptasi liturgi Islam, dan pembuatan batas teologis berbasis komite.Elemen ritual seperti persembahan, larung, perahu hias, dan doa tidak sepenuhnya dihapus atau dibiarkan tidak berubah.mereka ditinjau, disesuaikan, dan ditafsirkan kembali sehingga tetap bermakna secara budaya sambil mengurangi ambiguitas teologis.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kohesi antaragama dalam Petik Laut bukanlah warisan budaya pasif, tetapi prestasi sosial yang terorganisir.Kohesi dihasilkan melalui gotong royong, kerja sama komite bersama, pembagian kerja ritual, ruang ritual bersama, partisipasi diferensial, dan narasi maritim kolektif seperti gagasan bahwa "laut milik semua orang." Peserta Muslim dan Hindu tidak berpartisipasi dengan cara yang identik, tetapi peran mereka yang berbeda diorganisir menjadi struktur ritual bersama yang memungkinkan kerja sama tanpa memerlukan asimilasi liturgi.Selain itu, Petik Laut berfungsi sebagai medium ekologi agama.Laut dipahami sebagai sumber rezeki, ritual diframework sebagai rasa syukur kepada Tuhan, dan tanggung jawab ekologis dipraktikkan melalui bahan yang dapat terurai secara alami, penggunaan plastik yang berkurang, pembersihan pantai, pemantauan pemuda, dan pengingat moral terhadap perilaku maritim yang merusak.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada menunjukkan bahwa ritual pesisir dapat berfungsi secara bersamaan sebagai mekanisme negosiasi agama, infrastruktur kohesi antaragama, dan medium untuk menginstitusionalisasikan etika lingkungan.Hal ini memperluas studi sebelumnya yang cenderung memperlakukan ritual pesisir terutama sebagai warisan budaya, kebijaksanaan lokal, atau simbolisme ekologis dengan menunjukkan bagaimana makna ritual dinegosiasikan dalam komunitas multireligius.Namun, penelitian ini terbatas pada satu siklus ritual di satu desa pesisir, dengan pengumpulan data lapangan yang dilakukan dalam waktu singkat.Penelitian lebih lanjut harus membandingkan Petik Laut di berbagai daerah pesisir, menyelidiki partisipasi gender dan agensi Hindu yang lebih dalam, dan melakukan studi longitudinal tentang keterlibatan pemuda, komodifikasi pariwisata, dan perdebatan ortodoksi Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Petik Laut, sebuah ritual pesisir di Pengambengan, Jembrana, Bali, berfungsi sebagai arena negosiasi akulturasi Islam-Hindu, kohesi antaragama, dan etika lingkungan pesisir. Penelitian ini membahas kebutuhan untuk melampaui pandangan ritual pesisir sebagai warisan budaya, praktik sincretik, atau Islamisasi satu arah dengan menganalisis bagaimana batas-batas agama, partisipasi bersama, dan tanggung jawab ekologis diproduksi dalam komunitas nelayan multireligius. Metodologi penelitian ini menggunakan etnografi kualitatif agama. Data dikumpulkan selama siklus ritual Petik Laut 2025 melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan 15 informan kunci, dan dokumentasi visual. Informan termasuk pemimpin agama, pemimpin... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" alt="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59837-petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual" title="JURIS - Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali" target="_blank">Negotiating Faith, Ritual, and Ecology: IslamicAeHindu Acculturation and Interreligious Cohesion in the Petik Laut Ritual of Pengambengan, Bali</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan:1. Mempelajari peran dan partisipasi pemuda dalam ritual Petik Laut secara lebih mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam ritual cenderung bergeser dari tanggung jawab ritual yang berkelanjutan menuju keterlibatan yang lebih sporadis atau berbasis dokumentasi. Penting untuk menyelidiki alasan di balik perubahan ini dan mengembangkan strategi untuk melibatkan pemuda dalam posisi komite inti, program antar generasi untuk mentransfer pengetahuan ritual, dan dokumentasi makna simbolik Petik Laut, larung, sedekah laut, dan rasa syukur.2. Menganalisis dampak dan tantangan komodifikasi pariwisata terhadap ritual Petik Laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa pariwisata meningkatkan visibilitas dan peluang ekonomi, tetapi juga dapat mengubah praktik suci menjadi pertunjukan publik. Penting untuk menyelidiki bagaimana pariwisata dapat dikelola secara etis, zona wisatawan dibatasi selama momen suci, dan pemimpin agama dan komunitas terlibat dalam manajemen acara, serta terintegrasi dengan program konservasi pesisir.3. Memeriksa perdebatan ortodoksi dan bagaimana mereka mempengaruhi ruang untuk tradisi lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa perdebatan ortodoksi membantu mengklarifikasi batas teologis, tetapi juga dapat menyempitkan ruang untuk tradisi lokal jika ditangani secara kaku. Penting untuk menyelidiki bagaimana perdebatan ini dapat dikelola secara konstruktif, dengan melibatkan pemimpin agama dan komunitas dalam dialog yang terus-menerus, dan memastikan bahwa ritual tetap bermakna secara budaya sambil mempertahankan legitimasi teologis..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa Petik Laut di Pengambengan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai tradisi pesisir yang terpelihara, bentuk sincretisme yang statis, atau proses Islamisasi satu arah.Sebaliknya, ritual ini berfungsi sebagai arena ritual yang dinegosiasikan di mana aktor Muslim dan Hindu menafsirkan kembali simbol ritual, mengatur batas teologis, mengatur partisipasi bersama, dan menanamkan etika ekologis ke dalam praktik komunitas.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akulturasi Islam-Hindu terjadi melalui relabeling simbolik, adaptasi liturgi Islam, dan pembuatan batas teologis berbasis komite.Elemen ritual seperti persembahan, larung, perahu hias, dan doa tidak sepenuhnya dihapus atau dibiarkan tidak berubah.mereka ditinjau, disesuaikan, dan ditafsirkan kembali sehingga tetap bermakna secara budaya sambil mengurangi ambiguitas teologis.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kohesi antaragama dalam Petik Laut bukanlah warisan budaya pasif, tetapi prestasi sosial yang terorganisir.Kohesi dihasilkan melalui gotong royong, kerja sama komite bersama, pembagian kerja ritual, ruang ritual bersama, partisipasi diferensial, dan narasi maritim kolektif seperti gagasan bahwa "laut milik semua orang." Peserta Muslim dan Hindu tidak berpartisipasi dengan cara yang identik, tetapi peran mereka yang berbeda diorganisir menjadi struktur ritual bersama yang memungkinkan kerja sama tanpa memerlukan asimilasi liturgi.Selain itu, Petik Laut berfungsi sebagai medium ekologi agama.Laut dipahami sebagai sumber rezeki, ritual diframework sebagai rasa syukur kepada Tuhan, dan tanggung jawab ekologis dipraktikkan melalui bahan yang dapat terurai secara alami, penggunaan plastik yang berkurang, pembersihan pantai, pemantauan pemuda, dan pengingat moral terhadap perilaku maritim yang merusak.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada menunjukkan bahwa ritual pesisir dapat berfungsi secara bersamaan sebagai mekanisme negosiasi agama, infrastruktur kohesi antaragama, dan medium untuk menginstitusionalisasikan etika lingkungan.Hal ini memperluas studi sebelumnya yang cenderung memperlakukan ritual pesisir terutama sebagai warisan budaya, kebijaksanaan lokal, atau simbolisme ekologis dengan menunjukkan bagaimana makna ritual dinegosiasikan dalam komunitas multireligius.Namun, penelitian ini terbatas pada satu siklus ritual di satu desa pesisir, dengan pengumpulan data lapangan yang dilakukan dalam waktu singkat.Penelitian lebih lanjut harus membandingkan Petik Laut di berbagai daerah pesisir, menyelidiki partisipasi gender dan agensi Hindu yang lebih dalam, dan melakukan studi longitudinal tentang keterlibatan pemuda, komodifikasi pariwisata, dan perdebatan ortodoksi
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Petik Laut, sebuah ritual pesisir di Pengambengan, Jembrana, Bali, berfungsi sebagai arena negosiasi akulturasi Islam-Hindu, kohesi antaragama, dan etika lingkungan pesisir. Penelitian ini membahas kebutuhan untuk melampaui pandangan ritual pesisir sebagai warisan budaya, praktik sincretik, atau Islamisasi satu arah dengan menganalisis bagaimana batas-batas agama, partisipasi bersama, dan tanggung jawab ekologis diproduksi dalam komunitas nelayan multireligius. Metodologi penelitian ini menggunakan etnografi kualitatif agama. Data dikumpulkan selama siklus ritual Petik Laut 2025 melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan 15 informan kunci, dan dokumentasi visual. Informan termasuk pemimpin agama, pemimpin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" type="image/webp" length="82964" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-ff276.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f5fe7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/petik-laut-pemimpin-agama-integrasi-elemen-ritual-thumb-f9e7d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan Banjar Regency Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan Banjar Regency Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan Banjar Regency Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59827-risiko-pneumonia-anak-laki</link>
	<guid isPermaLink="false">99b04b57e53db69f310eb25a24c2c082</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:29:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ wina fitria ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fitria,wina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme biologis di balik perbedaan risiko pneumonia antara anak laki-laki dan perempuan. Kedua, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme biologis di balik perbedaan risiko pneumonia antara anak laki-laki dan perempuan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk mencegah pneumonia, seperti meningkatkan akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas, pendidikan kesehatan, dan intervensi lingkungan yang ditargetkan. Ketiga, penelitian longitudinal yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menyelidiki dampak jangka panjang dari faktor risiko yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada kesehatan anak. Dengan memahami perbedaan risiko pneumonia berdasarkan jenis kelamin, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan menargetkan intervensi yang spesifik untuk mengurangi beban penyakit pneumonia pada anak-anak.. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko pneumonia berbeda antara anak laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan pola risiko spesifik berdasarkan jenis kelamin.Pada anak laki-laki, perkembangan anak yang terhambat, pendapatan keluarga rendah, tinggal dekat dengan tepi sungai, dan usia 12Ae59 bulan secara independen terkait dengan pneumonia.Pada anak perempuan, pendapatan keluarga rendah, pemberian makanan bayi formula yang dominan, dan kepadatan hunian yang tidak memadai adalah faktor risiko yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa determinan biologis, sosioekonomi, dan lingkungan mungkin berinteraksi secara berbeda sesuai dengan jenis kelamin anak.Oleh karena itu, strategi pencegahan pneumonia harus mengadopsi pendekatan yang spesifik berdasarkan jenis kelamin, dengan penekanan pada perbaikan perkembangan anak, lingkungan yang lebih baik, praktik menyusui, dan kondisi perumahan di komunitas yang rentan Pneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai perbedaan jenis kelamin dalam kerentanan terhadap pneumonia, yang menunjukkan bahwa faktor risiko mungkin berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan faktor risiko pneumonia yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada anak-anak di Banjar Regency, Indonesia. Penelitian kasus-kontrol ini melibatkan 300 anak, yaitu 169 anak laki-laki (61 kasus dan 108 kontrol) dan 131 anak perempuan (45 kasus dan 86 kontrol). Kami menilai 41 indikator demografis, sosioekonomi,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp 1x" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" alt="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-402d3.webp" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-402d3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-402d3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-402d3.webp 1x" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" alt="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-ab3ec.webp" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-ab3ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-ab3ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-ab3ec.webp 1x" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" alt="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59827-risiko-pneumonia-anak-laki" title="JURIS - Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia" target="_blank">Gender Determines Pneumonia Risk Factor Patterns in Toddlers in South Kalimantan, Banjar Regency, Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki mekanisme biologis di balik perbedaan risiko pneumonia antara anak laki-laki dan perempuan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk mencegah pneumonia, seperti meningkatkan akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas, pendidikan kesehatan, dan intervensi lingkungan yang ditargetkan. Ketiga, penelitian longitudinal yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menyelidiki dampak jangka panjang dari faktor risiko yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada kesehatan anak. Dengan memahami perbedaan risiko pneumonia berdasarkan jenis kelamin, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan menargetkan intervensi yang spesifik untuk mengurangi beban penyakit pneumonia pada anak-anak..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko pneumonia berbeda antara anak laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan pola risiko spesifik berdasarkan jenis kelamin.Pada anak laki-laki, perkembangan anak yang terhambat, pendapatan keluarga rendah, tinggal dekat dengan tepi sungai, dan usia 12Ae59 bulan secara independen terkait dengan pneumonia.Pada anak perempuan, pendapatan keluarga rendah, pemberian makanan bayi formula yang dominan, dan kepadatan hunian yang tidak memadai adalah faktor risiko yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa determinan biologis, sosioekonomi, dan lingkungan mungkin berinteraksi secara berbeda sesuai dengan jenis kelamin anak.Oleh karena itu, strategi pencegahan pneumonia harus mengadopsi pendekatan yang spesifik berdasarkan jenis kelamin, dengan penekanan pada perbaikan perkembangan anak, lingkungan yang lebih baik, praktik menyusui, dan kondisi perumahan di komunitas yang rentan
<br>Pneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya melaporkan temuan yang tidak konsisten mengenai perbedaan jenis kelamin dalam kerentanan terhadap pneumonia, yang menunjukkan bahwa faktor risiko mungkin berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan faktor risiko pneumonia yang spesifik berdasarkan jenis kelamin pada anak-anak di Banjar Regency, Indonesia. Penelitian kasus-kontrol ini melibatkan 300 anak, yaitu 169 anak laki-laki (61 kasus dan 108 kontrol) dan 131 anak perempuan (45 kasus dan 86 kontrol). Kami menilai 41 indikator demografis, sosioekonomi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp" type="image/webp" length="104068" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-60444.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-402d3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/risiko-pneumonia-anak-laki-laki-laki-perempuan-jan-thumb-ab3ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7473-tropicalhealthandmedicalresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19841-tropical-health-medical-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug Resistant Serratia marcescens ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug Resistant Serratia marcescens ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug Resistant Serratia marcescens ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59826-minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-anti</link>
	<guid isPermaLink="false">9f9081c64ac08dbba6c3c86d4ae7745e</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:29:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ wina fitria ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[fitria,wina]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang mekanisme aksi antibakteri minyak atsiri daun limau terhadap bakteri Gram negatif resisten. Selain itu, penelitian tentang formulasi yang meningkatkan efektivitas minyak atsiri dan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang mekanisme aksi antibakteri minyak atsiri daun limau terhadap bakteri Gram negatif resisten. Selain itu, penelitian tentang formulasi yang meningkatkan efektivitas minyak atsiri dan uji toksisitas serta in vivo dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan sebagai terapi komplementer. Penelitian tentang efek sinergis minyak atsiri dengan antibiotik juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.. Minyak atsiri daun limau (Citrus hystrix DC.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL dan Serratia marcescens multiresisten, dengan aktivitas optimum pada konsentrasi 90% dan kecenderungan penurunan pada konsentrasi 100%.Aktivitas antibakterinya terhadap Serratia marcescens lebih tinggi daripada terhadap Klebsiella pneumoniae ESBL, meskipun daya hambatnya masih lebih rendah daripada ciprofloxacin.Temuan ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun limau memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap bakteri Gram negatif resisten.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi konsentrasi minimum hambat dan konsentrasi minimum bakterisidal, mekanisme aksi, efek sinergis dengan antibiotik, formulasi yang meningkatkan efektivitas, serta uji toksisitas dan in vivo untuk mendukung pengembangan sebagai terapi komplementer Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri daun limau (Citrus hystrix DC.) terhadap Klebsiella pneumoniae penghasil Extended Spectrum -Lactamase (ESBL) dan Serratia marcescens multiresisten. Penelitian menggunakan desain eksperimen murni dengan desain kelompok kontrol posttest-only. Minyak atsiri diuji pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% menggunakan metode difusi sumur dengan empat replikasi. Ciprofloxacin digunakan sebagai kontrol positif dan dimethyl sulfoxide sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, ANOVA satu arah, atau Welch ANOVA, diikuti dengan uji pascahok sesuai karakteristik data pada tingkat signifikansi p ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-c7824.webp" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-c7824.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-c7824.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-c7824.webp 1x" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" alt="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp 1x" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" alt="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-a42f3.webp" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-a42f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-a42f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-a42f3.webp 1x" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" alt="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59826-minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-anti" title="JURIS - Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens" target="_blank">Comparative Antibacterial Activity of Citrus hystrix DC. Leaf Essential Oil Against ESBL Klebsiella pneumoniae and Multidrug-Resistant Serratia marcescens</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang mekanisme aksi antibakteri minyak atsiri daun limau terhadap bakteri Gram negatif resisten. Selain itu, penelitian tentang formulasi yang meningkatkan efektivitas minyak atsiri dan uji toksisitas serta in vivo dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan sebagai terapi komplementer. Penelitian tentang efek sinergis minyak atsiri dengan antibiotik juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik..
<br>Minyak atsiri daun limau (Citrus hystrix DC.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL dan Serratia marcescens multiresisten, dengan aktivitas optimum pada konsentrasi 90% dan kecenderungan penurunan pada konsentrasi 100%.Aktivitas antibakterinya terhadap Serratia marcescens lebih tinggi daripada terhadap Klebsiella pneumoniae ESBL, meskipun daya hambatnya masih lebih rendah daripada ciprofloxacin.Temuan ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun limau memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami terhadap bakteri Gram negatif resisten.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi konsentrasi minimum hambat dan konsentrasi minimum bakterisidal, mekanisme aksi, efek sinergis dengan antibiotik, formulasi yang meningkatkan efektivitas, serta uji toksisitas dan in vivo untuk mendukung pengembangan sebagai terapi komplementer
<br>Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri daun limau (Citrus hystrix DC.) terhadap Klebsiella pneumoniae penghasil Extended Spectrum -Lactamase (ESBL) dan Serratia marcescens multiresisten. Penelitian menggunakan desain eksperimen murni dengan desain kelompok kontrol posttest-only. Minyak atsiri diuji pada konsentrasi 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% menggunakan metode difusi sumur dengan empat replikasi. Ciprofloxacin digunakan sebagai kontrol positif dan dimethyl sulfoxide sebagai kontrol negatif. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, ANOVA satu arah, atau Welch ANOVA, diikuti dengan uji pascahok sesuai karakteristik data pada tingkat signifikansi p<0.05. Hasil menunjukkan bahwa minyak atsiri daun limau memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri pada semua konsentrasi yang diuji. Untuk Klebsiella pneumoniae...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp" type="image/webp" length="103328" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-c7824.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-95652.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/4/minyak-atsiri-kenanga-aktivitas-antibakteri-resist-thumb-a42f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-7473-tropicalhealthandmedicalresearch.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19841-tropical-health-medical-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59824-alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-mah</link>
	<guid isPermaLink="false">309b4c9516b62cbf966a0e4f6b423416</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:29:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ meutia nauly ]]></category>
	<category><![CDATA[ anca sembada ]]></category>
	<category><![CDATA[ tuti juhaeti ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anca,juhaeti,meutia,nauly,sembada,tuti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara penggunaan BookWidgets dengan platform pembelajaran digital lainnya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak penggunaan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara penggunaan BookWidgets dengan platform pembelajaran digital lainnya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak penggunaan BookWidgets terhadap motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat digunakan oleh guru untuk mengatasi tantangan teknis yang mungkin muncul saat menggunakan BookWidgets dalam praktik kelas.. Program pengabdian masyarakat ini berhasil memperkenalkan platform BookWidgets kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nias dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi.Melalui kombinasi demonstrasi, praktik langsung, dan bimbingan berkelanjutan, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menciptakan latihan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan menggunakan BookWidgets.Evaluasi menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan teknologi pendidikan untuk mengajar bahasa Inggris.Meskipun terdapat tantangan teknis, seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kesulitan mengakses akun Gmail, pelatihan berhasil diselesaikan dengan fasilitasi dan dukungan yang tepat.Secara keseluruhan, program ini mencapai tujuannya dan menunjukkan bahwa pelatihan teknologi berbasis praktis dapat mempersiapkan calon guru bahasa Inggris untuk mengintegrasikan platform pembelajaran digital dalam praktik kelas di masa depan Perkembangan teknologi pendidikan yang cepat menuntut calon guru bahasa Inggris untuk menerapkan pembelajaran yang didukung teknologi. Namun, banyak mahasiswa yang masih belum akrab dengan platform pembelajaran digital seperti BookWidgets dan memiliki pengalaman terbatas dalam merancang aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan platform BookWidgets dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi yang melibatkan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Program ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2026, melibatkan sepuluh mahasiswa dari Program Studi... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0e797.webp" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0e797.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0e797.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0e797.webp 1x" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" alt="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-679c3.webp" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-679c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-679c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-679c3.webp 1x" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" alt="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp 1x" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" alt="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59824-alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-mah" title="JURIS - Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web" target="_blank">Teaching Integrated Skills Through the BookWidgets Web</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara penggunaan BookWidgets dengan platform pembelajaran digital lainnya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak penggunaan BookWidgets terhadap motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat digunakan oleh guru untuk mengatasi tantangan teknis yang mungkin muncul saat menggunakan BookWidgets dalam praktik kelas..
<br>Program pengabdian masyarakat ini berhasil memperkenalkan platform BookWidgets kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nias dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi.Melalui kombinasi demonstrasi, praktik langsung, dan bimbingan berkelanjutan, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menciptakan latihan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan menggunakan BookWidgets.Evaluasi menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta dalam memanfaatkan teknologi pendidikan untuk mengajar bahasa Inggris.Meskipun terdapat tantangan teknis, seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kesulitan mengakses akun Gmail, pelatihan berhasil diselesaikan dengan fasilitasi dan dukungan yang tepat.Secara keseluruhan, program ini mencapai tujuannya dan menunjukkan bahwa pelatihan teknologi berbasis praktis dapat mempersiapkan calon guru bahasa Inggris untuk mengintegrasikan platform pembelajaran digital dalam praktik kelas di masa depan
<br>Perkembangan teknologi pendidikan yang cepat menuntut calon guru bahasa Inggris untuk menerapkan pembelajaran yang didukung teknologi. Namun, banyak mahasiswa yang masih belum akrab dengan platform pembelajaran digital seperti BookWidgets dan memiliki pengalaman terbatas dalam merancang aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan platform BookWidgets dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi yang melibatkan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Program ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2026, melibatkan sepuluh mahasiswa dari Program Studi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp" type="image/webp" length="102814" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0e797.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-679c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/alumni-mahasiswa-program-siswa-tahfidz-guru-loyali-thumb-0c874.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-918-literacyinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4487-indonesian-journal-community-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Integrating Indigenous Socio Cultural Values into GISAeAHP Based Customary Forest Zoning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrating Indigenous Socio Cultural Values into GISAeAHP Based Customary Forest Zoning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrating Indigenous Socio Cultural Values into GISAeAHP Based Customary Forest Zoning ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59823-fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sum</link>
	<guid isPermaLink="false">ec7c60e1119e5b86db9f29e987a9fc81</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:29:35 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Debugging zonasi perlu ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel kontekstual tambahan seperti sektor ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi kelembagaan, dan layanan ekosistem guna menyesuaikan zonasi dengan dinamika sosial dan lingkungan. Penelitian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning: Debugging zonasi perlu ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel kontekstual tambahan seperti sektor ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi kelembagaan, dan layanan ekosistem guna menyesuaikan zonasi dengan dinamika sosial dan lingkungan. Penelitian selanjutnya dapat menciptakan model zonasi dinamis yang mengintegrasikan data iklim regional dan proyek perubahan tata guna lahan, sehingga dapat mengantisipasi pergeseran fungsi hutan akibat perubahan iklim. Implementasi pemantauan berbasis satelit dan drone juga disarankan untuk validasi lapangan secara rutin, memperkuat data spasial mengenai batas wilayah suci dan perubahan tutupan lahan, sekaligus meningkatkan partisipasi komunitas adat dalam proses evaluasi.. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor biopistik dan sosio-kultural memiliki peranan penting dalam penentuan zonasi manajemen Suaka Katuwua To Lindu Customary Forest.Dari sembilan parameter yang dievaluasi, kemiringan (22%) dan wilayah suci (21%) menjadi yang paling berpengaruh, menandakan nilai ekologis dan nilai budaya sekuler setara.Model zonasi yang dihasilkan membagi hutan menjadi empat zona (Inti/Protektif, Buffer, Utilisasi Terbatas, dan Intensif), menjadi dasar untuk keseimbangan konservasi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya, serta dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan bagi lembaga adat dan pemerintah Hutan adat memegang peranan penting dalam menjaga fungsi ekologis, nilai budaya, dan mata pencaharian lokal. Namun, sebagian besar studi zonasi hutan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Proses Hierarki Analitik (AHP) lebih fokus pada parameter biopistik dan jarang memasukkan nilai sosio-kultural adat sebagai kriteria keputusan spasial. Keterbatasan ini menjadi sangat signifikan di wilayah hutan adat, di mana norma tradisional dan situs suci secara kuat memengaruhi praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor.Lock biopistik dan sosio-kultural yang memengaruhi pengelolaan hutan serta mengembangkan sistem zonasi manajemen untuk Hutan Suaka Katuwua To Lindu dengan pendekatan SIGAeAHP terintegrasi. Penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-8edc5.webp" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-8edc5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-8edc5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-8edc5.webp 1x" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" alt="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp 1x" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" alt="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-823dd.webp" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-823dd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-823dd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-823dd.webp 1x" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" alt="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59823-fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sum" title="JURIS - Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning" target="_blank">Integrating Indigenous Socio-Cultural Values into GISAeAHP-Based Customary Forest Zoning</a>: Debugging zonasi perlu ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel kontekstual tambahan seperti sektor ekonomi masyarakat, tingkat partisipasi kelembagaan, dan layanan ekosistem guna menyesuaikan zonasi dengan dinamika sosial dan lingkungan. Penelitian selanjutnya dapat menciptakan model zonasi dinamis yang mengintegrasikan data iklim regional dan proyek perubahan tata guna lahan, sehingga dapat mengantisipasi pergeseran fungsi hutan akibat perubahan iklim. Implementasi pemantauan berbasis satelit dan  drone juga disarankan untuk validasi lapangan secara rutin, memperkuat data spasial mengenai batas wilayah suci dan perubahan tutupan lahan, sekaligus meningkatkan partisipasi komunitas adat dalam proses evaluasi..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor biopistik dan sosio-kultural memiliki peranan penting dalam penentuan zonasi manajemen Suaka Katuwua To Lindu Customary Forest.Dari sembilan parameter yang dievaluasi, kemiringan (22%) dan wilayah suci (21%) menjadi yang paling berpengaruh, menandakan nilai ekologis dan nilai budaya sekuler setara.Model zonasi yang dihasilkan membagi hutan menjadi empat zona (Inti/Protektif, Buffer, Utilisasi Terbatas, dan Intensif), menjadi dasar untuk keseimbangan konservasi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan sumber daya, serta dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan bagi lembaga adat dan pemerintah
<br>Hutan adat memegang peranan penting dalam menjaga fungsi ekologis, nilai budaya, dan mata pencaharian lokal. Namun, sebagian besar studi zonasi hutan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Proses Hierarki Analitik (AHP) lebih fokus pada parameter biopistik dan jarang memasukkan nilai sosio-kultural adat sebagai kriteria keputusan spasial. Keterbatasan ini menjadi sangat signifikan di wilayah hutan adat, di mana norma tradisional dan situs suci secara kuat memengaruhi praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor.Lock biopistik dan sosio-kultural yang memengaruhi pengelolaan hutan serta mengembangkan sistem zonasi manajemen untuk Hutan Suaka Katuwua To Lindu dengan pendekatan SIGAeAHP terintegrasi. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp" type="image/webp" length="118264" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-8edc5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-f07e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/9/fungsi-hutan-sistem-zonasi-ketat-sumber-daya-lokal-thumb-823dd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1210-unmer-baya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19814-agricultural-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun</link>
	<guid isPermaLink="false">01d8491bdb4549814cc53e00909ab627</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:22:32 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rise spectre ]]></category>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan beragam anggota komunitas SAD, termasuk perempuan, generasi muda, dan spesialis ritual, di samping para pemimpin adat. Hal ini penting untuk mengungkap dinamika transmisi pengetahuan antargenerasi, bagaimana peran gender memengaruhi praktik kesehatan, serta nuansa praktik penyembuhan sehari-hari yang mungkin tidak terwakili sepenuhnya dalam penelitian yang berfokus pada tokoh adat senior. Kedua, mengingat kekhawatiran komunitas SAD tentang penurunan jumlah spesies di Tanah Gedong Obat akibat perubahan lingkungan, penelitian lanjutan perlu mendokumentasikan secara sistematis keragaman botani di area tersebut. Ini bisa menjadi studi etnobotani kolaboratif yang mengidentifikasi spesies tanaman obat yang terancam, menganalisis dampak deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terhadap ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya pengobatan tradisional, serta mengidentifikasi strategi konservasi yang efektif yang didasari oleh pengetahuan lokal. Ketiga, untuk menjembatani kesenjangan antara sistem kesehatan adat dan modern, studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis bagaimana praktik kesehatan adat seperti besesandingon dan melangun dapat diintegrasikan atau berinteraksi dengan layanan kesehatan formal, terutama dalam konteks ancaman penyakit menular di masa depan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara otoritas adat dan tenaga kesehatan formal untuk mengembangkan pendekatan pencegahan dan penanganan penyakit yang lebih holistik dan kultural-sensitif. Pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang resiliensi komunitas adat dan cara terbaik untuk mendukung kesejahteraan mereka tanpa mengikis kearifan lokal.. Sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) mengintegrasikan penyakit, pencegahan, dan penyembuhan melalui kerangka relasional yang menghubungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak sosial, tanda-tanda ekologis, dan hubungan spiritual.Praktik seperti besesandingon dan melangun mengatur ancaman kesehatan mulai dari risiko lokal hingga ancancaman yang lebih luas, sementara penyembuhan berbasis tumbuhan tertanam kuat dalam ritual, bimbingan spiritual, kepatuhan adat, dan akses ke sumber daya ekologis.Penelitian ini menekankan pentingnya memahami sistem kesehatan adat melalui kategori relasionalnya sendiri dan menyarankan keterlibatan dengan komunitas SAD harus menghormati otoritas adat serta protokol komunitas terkait akses dan pengetahuan ritual Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana pemimpin adat Suku Anak Dalam (SAD) mengklasifikasikan penyakit, menerapkan besesandingon dan melangun sebagai respons terhadap ancaman epidemi yang dirasakan, serta mengintegrasikan ritual spiritual dengan penyembuhan berbasis tumbuhan. Penelitian ini juga menafsirkan logika relasional yang menghubungkan praktik-praktik ini melalui filosofi intersubjektivitas Gabriel Marcel. Metode: Studi ini menggunakan studi kasus mini-etnografi kualitatif yang dilakukan dari September hingga November 2020 di komunitas SAD Air Hitam dan Kejasung, yang terletak di dekat Taman Nasional Bukit Duabelas di Jambi, Indonesia. Data diperoleh dari tujuh pemimpin adat utama dan tiga peserta tambahan melalui observasi partisipan, wawancara... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" target="_blank">Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19</a>: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan beragam anggota komunitas SAD, termasuk perempuan, generasi muda, dan spesialis ritual, di samping para pemimpin adat. Hal ini penting untuk mengungkap dinamika transmisi pengetahuan antargenerasi, bagaimana peran gender memengaruhi praktik kesehatan, serta nuansa praktik penyembuhan sehari-hari yang mungkin tidak terwakili sepenuhnya dalam penelitian yang berfokus pada tokoh adat senior. Kedua, mengingat kekhawatiran komunitas SAD tentang penurunan jumlah spesies di Tanah Gedong Obat akibat perubahan lingkungan, penelitian lanjutan perlu mendokumentasikan secara sistematis keragaman botani di area tersebut. Ini bisa menjadi studi etnobotani kolaboratif yang mengidentifikasi spesies tanaman obat yang terancam, menganalisis dampak deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terhadap ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya pengobatan tradisional, serta mengidentifikasi strategi konservasi yang efektif yang didasari oleh pengetahuan lokal. Ketiga, untuk menjembatani kesenjangan antara sistem kesehatan adat dan modern, studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis bagaimana praktik kesehatan adat seperti besesandingon dan melangun dapat diintegrasikan atau berinteraksi dengan layanan kesehatan formal, terutama dalam konteks ancaman penyakit menular di masa depan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara otoritas adat dan tenaga kesehatan formal untuk mengembangkan pendekatan pencegahan dan penanganan penyakit yang lebih holistik dan kultural-sensitif. Pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang resiliensi komunitas adat dan cara terbaik untuk mendukung kesejahteraan mereka tanpa mengikis kearifan lokal..
<br>Sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) mengintegrasikan penyakit, pencegahan, dan penyembuhan melalui kerangka relasional yang menghubungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak sosial, tanda-tanda ekologis, dan hubungan spiritual.Praktik seperti besesandingon dan melangun mengatur ancaman kesehatan mulai dari risiko lokal hingga ancancaman yang lebih luas, sementara penyembuhan berbasis tumbuhan tertanam kuat dalam ritual, bimbingan spiritual, kepatuhan adat, dan akses ke sumber daya ekologis.Penelitian ini menekankan pentingnya memahami sistem kesehatan adat melalui kategori relasionalnya sendiri dan menyarankan keterlibatan dengan komunitas SAD harus menghormati otoritas adat serta protokol komunitas terkait akses dan pengetahuan ritual
<br>Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana pemimpin adat Suku Anak Dalam (SAD) mengklasifikasikan penyakit, menerapkan besesandingon dan melangun sebagai respons terhadap ancaman epidemi yang dirasakan, serta mengintegrasikan ritual spiritual dengan penyembuhan berbasis tumbuhan. Penelitian ini juga menafsirkan logika relasional yang menghubungkan praktik-praktik ini melalui filosofi intersubjektivitas Gabriel Marcel. Metode: Studi ini menggunakan studi kasus mini-etnografi kualitatif yang dilakukan dari September hingga November 2020 di komunitas SAD Air Hitam dan Kejasung, yang terletak di dekat Taman Nasional Bukit Duabelas di Jambi, Indonesia. Data diperoleh dari tujuh pemimpin adat utama dan tiga peserta tambahan melalui observasi partisipan, wawancara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" length="84788" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District Odisha ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District Odisha ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District Odisha ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59838-spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan</link>
	<guid isPermaLink="false">9ecb72129af1cc3b417422edc958e9c0</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:09:26 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hassan bawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ roman rezki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bawa,busro,hassan,rezki,roman]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Pelestarian Warisan Budaya Takbenda: Penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi pelestarian ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Pelestarian Warisan Budaya Takbenda: Penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi pelestarian warisan yang mendukung transmisi pengetahuan yang dirasakan. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki strategi pelestarian warisan yang inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan perkotaan, dengan mempertimbangkan tantangan material-infrastruktur yang dihadapi oleh praktisi Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mempertahankan praktik Jhuti dalam konteks modern tanpa mengorbankan aspek ritual dan ekologisnya.2. Transmisi Antargenerasi: Penelitian ini mengidentifikasi pergeseran generasi dalam praktik Jhuti, dengan generasi muda semakin mengadopsi kerangka individual-artistik dan mode pembelajaran digital. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara baru untuk memfasilitasi transmisi antargenerasi pengetahuan Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi pembelajaran dan transmisi pengetahuan Jhuti, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan estetika tetap dipertahankan.3. Integrasi dengan Ruang Pendidikan dan Komunitas: Penelitian ini menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam ruang pendidikan dan komunitas tanpa melepasnya dari kosmologi ritualnya. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam kurikulum seni di sekolah-sekolah lokal, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan makna simboliknya tetap dipertahankan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk melibatkan komunitas dalam praktik Jhuti, dengan tujuan untuk memperkuat identitas budaya dan kesadaran ekologis.. Penelitian ini memberikan dokumentasi etnografi visual sistematis pertama tentang praktik Jhuti di Distrik Bhadrak, Odisha.Dengan memusatkan agen ritual perempuan, makna simbolis, dan pengetahuan ekologis, penelitian ini menantang kerangka konvensional seni rakyat sebagai hiasan semata, memosisikan Jhuti sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender.(1) mendokumentasikan motif Jhuti melalui etnografi visual.(2) menganalisis simbolisme mereka dari perspektif gender.(3) memeriksa keselarasan Jhuti dengan siklus alami dan bahan berkelanjutan.dan (4) menilai ancaman dan prospek revitalisasi.Penelitian ini mengartikulasikan tiga proposisi yang saling terkait.Praktik Jhuti menunjukkan karakteristik produksi pengetahuan otonom (otoritas ritual, inovasi simbolik, transmisi matrilineal) yang menantang narasi dominasi patriarki.Pemilihan motif dan penggunaan bahan mencerminkan pengetahuan ekologis asli yang tertanam dalam musim pertanian dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Pola transmisi antargenerasi mengungkapkan ketahanan adaptif melalui negosiasi antara tradisi dan modernitas, bukan penurunan linier sederhana.Penurunan Jhuti menandakan erosi yang lebih luas dari sistem pengetahuan asli, yang menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi interdisipliner yang mendukung kelestarian budaya dan pelestarian warisan yang dipimpin perempuan.Dengan memusatkan integrasi Jhuti dengan alam, ritual, dan agen berorientasi gender, penelitian ini menawarkan pemahaman baru tentang seni tradisional sebagai identitas budaya dan kesadaran ekologis Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan menganalisis praktik Jhuti, sebuah seni ritual yang dipimpin oleh perempuan di Distrik Bhadrak, Odisha, dengan mempelajari motif visual, fungsi ritual, transmisi antargenerasi, dan pergeseran generasi yang muncul. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Jhuti berfungsi sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender yang menggabungkan simbolisme kosmologis, nilai-nilai ekologis, dan otoritas ritual domestik. Metode penelitian ini menggunakan etnografi visual selama dua tahun (2021-2023) yang menggabungkan observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan 97 praktisi perempuan, dan dokumentasi fotografi di tujuh blok administratif. Data dianalisis menggunakan kode tematik, katalogisasi motif, dan perbandingan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-c155f.webp" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-c155f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-c155f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-c155f.webp 1x" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" alt="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-98831.webp" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-98831.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-98831.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-98831.webp 1x" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" alt="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp 1x" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" alt="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59838-spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan" title="JURIS - WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha" target="_blank">WomenAos Ritual Art and Intergenerational Knowledge: A Visual Ethnography of Jhuti Practices in Bhadrak District, Odisha</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Pelestarian Warisan Budaya Takbenda: Penelitian ini menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi pelestarian warisan yang mendukung transmisi pengetahuan yang dirasakan. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki strategi pelestarian warisan yang inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan perkotaan, dengan mempertimbangkan tantangan material-infrastruktur yang dihadapi oleh praktisi Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk mempertahankan praktik Jhuti dalam konteks modern tanpa mengorbankan aspek ritual dan ekologisnya.2. Transmisi Antargenerasi: Penelitian ini mengidentifikasi pergeseran generasi dalam praktik Jhuti, dengan generasi muda semakin mengadopsi kerangka individual-artistik dan mode pembelajaran digital. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara baru untuk memfasilitasi transmisi antargenerasi pengetahuan Jhuti. Penelitian ini dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam memfasilitasi pembelajaran dan transmisi pengetahuan Jhuti, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan estetika tetap dipertahankan.3. Integrasi dengan Ruang Pendidikan dan Komunitas: Penelitian ini menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam ruang pendidikan dan komunitas tanpa melepasnya dari kosmologi ritualnya. Saran penelitian lanjutan adalah untuk menyelidiki cara-cara untuk mengintegrasikan Jhuti ke dalam kurikulum seni di sekolah-sekolah lokal, sambil memastikan bahwa aspek ritual dan makna simboliknya tetap dipertahankan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi cara-cara untuk melibatkan komunitas dalam praktik Jhuti, dengan tujuan untuk memperkuat identitas budaya dan kesadaran ekologis..
<br>Penelitian ini memberikan dokumentasi etnografi visual sistematis pertama tentang praktik Jhuti di Distrik Bhadrak, Odisha.Dengan memusatkan agen ritual perempuan, makna simbolis, dan pengetahuan ekologis, penelitian ini menantang kerangka konvensional seni rakyat sebagai hiasan semata, memosisikan Jhuti sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender.(1) mendokumentasikan motif Jhuti melalui etnografi visual.(2) menganalisis simbolisme mereka dari perspektif gender.(3) memeriksa keselarasan Jhuti dengan siklus alami dan bahan berkelanjutan.dan (4) menilai ancaman dan prospek revitalisasi.Penelitian ini mengartikulasikan tiga proposisi yang saling terkait.Praktik Jhuti menunjukkan karakteristik produksi pengetahuan otonom (otoritas ritual, inovasi simbolik, transmisi matrilineal) yang menantang narasi dominasi patriarki.Pemilihan motif dan penggunaan bahan mencerminkan pengetahuan ekologis asli yang tertanam dalam musim pertanian dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan.Pola transmisi antargenerasi mengungkapkan ketahanan adaptif melalui negosiasi antara tradisi dan modernitas, bukan penurunan linier sederhana.Penurunan Jhuti menandakan erosi yang lebih luas dari sistem pengetahuan asli, yang menekankan kebutuhan mendesak untuk strategi interdisipliner yang mendukung kelestarian budaya dan pelestarian warisan yang dipimpin perempuan.Dengan memusatkan integrasi Jhuti dengan alam, ritual, dan agen berorientasi gender, penelitian ini menawarkan pemahaman baru tentang seni tradisional sebagai identitas budaya dan kesadaran ekologis
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan menganalisis praktik Jhuti, sebuah seni ritual yang dipimpin oleh perempuan di Distrik Bhadrak, Odisha, dengan mempelajari motif visual, fungsi ritual, transmisi antargenerasi, dan pergeseran generasi yang muncul. Penelitian ini menyelidiki bagaimana Jhuti berfungsi sebagai sistem pengetahuan yang berorientasi gender yang menggabungkan simbolisme kosmologis, nilai-nilai ekologis, dan otoritas ritual domestik. Metode penelitian ini menggunakan etnografi visual selama dua tahun (2021-2023) yang menggabungkan observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan 97 praktisi perempuan, dan dokumentasi fotografi di tujuh blok administratif. Data dianalisis menggunakan kode tematik, katalogisasi motif, dan perbandingan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp" type="image/webp" length="85778" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-c155f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-98831.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/9/spiritual-generasi-muda-pengetahuan-dirasakan-wari-thumb-0e2e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59831-hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non</link>
	<guid isPermaLink="false">b825fd68ca8158ff1e72a22103f677d9</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 13:04:31 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ husni husni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[husni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis stroke (hemoragik dan non-hemoragik) dengan kejadian aspirasi, serta faktor-faktor risiko yang terkait. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari latihan oral motor exercise pada kemampuan menelan dan kualitas hidup pasien stroke, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat meningkatkan hasil jangka panjang.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke di RSUD Dr.Yunus Bengkulu tahun 2023, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rata-rata usia yang mengalami kejadian aspirasi pada pasien stroke pasien yang berusia diatas 52 tahun.Tingkat pendidikan pada penelitian ini sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD).Jenis stroke pada penelitian ini sebagian besar dengan stroke non hemoragik dan Frekuensi stroke yang dialami sebagian besar serangan stroke pertama.Rata-rata kejadian aspirasi responden pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan 5,24 dan sesudah diberikan perlakuan menurun menjadi 0,41.Sedangkan rerata kejadian aspirasi pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan 5,18 dan sesudah diberikan edukasi menurun menjadi 3,24.Teirdapat peingaruh oral motor eixceirsicei teirhadap peinurunan keijadian aspirasi p=( ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" alt="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59831-hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non" title="JURIS - PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE" target="_blank">PENGARUH ORAL MOTOR EXERCISE TERHADAP KEJADIAN ASPIRASI PADA PASIEN STROKE</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah aspirasi pada pasien stroke, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan pasien. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis stroke (hemoragik dan non-hemoragik) dengan kejadian aspirasi, serta faktor-faktor risiko yang terkait. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari latihan oral motor exercise pada kemampuan menelan dan kualitas hidup pasien stroke, serta mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat meningkatkan hasil jangka panjang..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh oral motor excersice terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke di RSUD Dr.Yunus Bengkulu tahun 2023, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rata-rata usia yang mengalami kejadian aspirasi pada pasien stroke pasien yang berusia diatas 52 tahun.Tingkat pendidikan pada penelitian ini sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD).Jenis stroke pada penelitian ini sebagian besar dengan stroke non hemoragik dan Frekuensi stroke yang dialami sebagian besar serangan stroke pertama.Rata-rata kejadian aspirasi responden pada kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan 5,24 dan sesudah diberikan perlakuan menurun menjadi 0,41.Sedangkan rerata kejadian aspirasi pada kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan 5,18 dan sesudah diberikan edukasi menurun menjadi 3,24.Teirdapat peingaruh oral motor eixceirsicei teirhadap peinurunan keijadian aspirasi p=(<0,05) pada pasiein strokei
<br>Latar belakang: Stroke merupakan gangguan aliran darah ditandai dengan hilangnya fungsi sistem saraf fokal dan global, yang dimanifestasikan oleh paralisis pada satu sisi tubuh serta gejala neurologis lainnya. Pasien stroke juga sering mengalami kesulitan menelan dan berisiko mengalami aspirasi. Tindakan keperawatan untuk mencegah aspirasi meliputi pemberian latihan oral motor dan mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler. Tujuan: mengetahui pengaruh Oral Motor Exercise terhadap kejadian aspirasi pada pasien stroke. Metode: Desain penelitian merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest dan posttest with control group, jumlah sampel 34 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depaiul Hospitail Swaillow Screening (DHSS) dan tabel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" type="image/webp" length="63882" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-71065.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-6929f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/hidup-pasien-ohca-faktor-risiko-stroke-non-hemorag-thumb-866a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59830-kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi</link>
	<guid isPermaLink="false">f2c5298be3f4ee714e0136fdb6658104</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:57:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ husni husni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[husni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pruritus pada pasien CKD, seperti kondisi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024: Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pruritus pada pasien CKD, seperti kondisi medis lainnya, pengobatan yang sedang dijalani, dan gaya hidup. 2. Menganalisis efek jangka panjang dari terapi Aloe Vera terhadap pruritus dan mengeksplorasi kemungkinan manfaat tambahan yang dapat diberikan oleh Aloe Vera pada pasien CKD. 3. Mengembangkan penelitian yang berfokus pada mekanisme kerja Aloe Vera dalam mengurangi pruritus, termasuk studi tentang aktivitas antibakteri, antijamur, dan efeknya pada aliran darah dan penyembuhan luka.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengaruh pemerian aloe vera terhadap skala pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa, maka dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rerata usia responden pada kelompok intervensi 54.89 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol, lama menjalani hemodialisa sebagian besar responden ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-34270.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-34270.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-34270.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-34270.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-32e89.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-32e89.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-32e89.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-32e89.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" alt="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59830-kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi" title="JURIS - Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024" target="_blank">Pengaruh Pemberian Aloe Vera Terhadap Tingkat Pruritus Pada Pasien CKD Yang Menjalani Hemodialisa Di RSHD Kota Bengkulu Tahun 2024</a>: Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pruritus pada pasien CKD, seperti kondisi medis lainnya, pengobatan yang sedang dijalani, dan gaya hidup. 2. Menganalisis efek jangka panjang dari terapi Aloe Vera terhadap pruritus dan mengeksplorasi kemungkinan manfaat tambahan yang dapat diberikan oleh Aloe Vera pada pasien CKD. 3. Mengembangkan penelitian yang berfokus pada mekanisme kerja Aloe Vera dalam mengurangi pruritus, termasuk studi tentang aktivitas antibakteri, antijamur, dan efeknya pada aliran darah dan penyembuhan luka..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengaruh pemerian aloe vera terhadap skala pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa, maka dibuat kesimpulan sebagai berikut.Rerata usia responden pada kelompok intervensi 54.89 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol, lama menjalani hemodialisa sebagian besar responden <1 tahun baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol.Rerata skala pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa sebelum dilakukan intervensi massage cutaneous dengan virgin coconut oil (VCO) yaitu sebesar 2.36, dilakukan intervensi olive oil yaitu sebesar 2.61 setelah dilakukan intervensi menurun menjadi 2.29, yang artinya ada penurunan rerata skala pruritus pada kelompok kontrol sebesar 0.Rerata skala pruritus sebelum dilakukan intervensi Aloevera sebesar 2.36 setelah diberikan intervensi menurun menjadi 1.82 dan, yang artinya ada penurutan rerata skala pruritus pada kelompok intervensi sebesar 0.Terdapat pengaruh terapi massage cutaneous dengan virgin coconut oil terhadap skala pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Dr.Yunus Bengkulu dengan nilai p value 0.05 yang artinya ada pengaruh dan terdapat perbedaan skala pruritus antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol
<br>Toksik uremia dan hemodialisis merupakan salah satu dari penyakit Cronik Kidney Disease (CKD) yang dapat menimbulkan pruritus. Pruritus mengakibatkan luka pada kulit, infeksi dan mengganggu kenyamanan pada pasien sehingga membutuhkan terapi topikal tambahan untuk mengurangi efek dari pruritus. Aloevera merupakan salah satu terapi non farmakologis yang dapat mengurangi pruritus karena mempunyai zat aktivitas sebagai antibakteri, antijamur, peningkat aliran darah ke daerah yang terluka dan penstimulasi fibroblast yang bertanggung jawab untuk penyembuh luka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Aloevera terhadap tingkat pruritus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp" type="image/webp" length="65860" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-34270.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-32e89.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/kondisi-medis-pasien-posttest-kelompok-intervensi-thumb-9d9bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59845-otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern</link>
	<guid isPermaLink="false">6d843c734065537f59a292203a18bb1c</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:46:51 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ hassan bawa ]]></category>
	<category><![CDATA[ busro busro ]]></category>
	<category><![CDATA[ roman rezki ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[bawa,busro,hassan,rezki,roman]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam konteks tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana Bissu berinteraksi dengan komunitas LGBTQ di Sulawesi Selatan dan bagaimana identitas non-biner mereka mempengaruhi hubungan mereka dengan komunitas tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana Bissu menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan budaya dan tradisi mereka, serta bagaimana platform ini dapat membantu mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam lanskap budaya yang berubah.. Penelitian ini menemukan bahwa suara Bissu mencerminkan perjuangan terus-menerus melawan diskriminasi dan marginalisasi, terutama berakar pada stigma sosial terhadap identitas gender non-biner.Meskipun memiliki peran yang dihormati secara historis sebagai pemimpin ritual sakral dalam sistem kosmologis Bugis, Bissu sering kali menghadapi eksklusi dan stigmatisasi, terutama dalam konteks yang dipengaruhi oleh ortodoksi agama yang kaku dan harapan gender heteronormatif.Dalam situasi ini, Bissu beradaptasi secara sosial untuk mempertahankan identitas mereka sebagai pemimpin ritual dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan yang lebih inklusif dengan unsur-unsur budaya tradisional.Hadapi dinamika yang berkembang dalam masyarakat, Bissu sedang diredefinisi melalui strategi adaptif yang menanggapi tekanan budaya, agama, dan politik yang berubah.Meskipun berakar dalam kosmologi sakral, otoritas mereka juga menarik legitimasi dari peran dalam pelestarian budaya dan pariwisata.Redefinisi ini mencerminkan ketahanan dan agensi Bissu dalam mempertahankan relevansi spiritual sambil menawar tantangan modernitas Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Bissu, sebagai pemimpin ritual non-biner dalam masyarakat Bugis, mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka di tengah lanskap keagamaan, budaya, dan politik yang berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi Bissu, anggota masyarakat, dan perwakilan pemerintah, serta pengamatan partisipan terhadap ritual dan pertunjukan budaya di Segeri, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan melalui teknik tematik... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59845-otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" target="_blank">Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam konteks tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana Bissu berinteraksi dengan komunitas LGBTQ  di Sulawesi Selatan dan bagaimana identitas non-biner mereka mempengaruhi hubungan mereka dengan komunitas tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana Bissu menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan budaya dan tradisi mereka, serta bagaimana platform ini dapat membantu mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam lanskap budaya yang berubah..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa suara Bissu mencerminkan perjuangan terus-menerus melawan diskriminasi dan marginalisasi, terutama berakar pada stigma sosial terhadap identitas gender non-biner.Meskipun memiliki peran yang dihormati secara historis sebagai pemimpin ritual sakral dalam sistem kosmologis Bugis, Bissu sering kali menghadapi eksklusi dan stigmatisasi, terutama dalam konteks yang dipengaruhi oleh ortodoksi agama yang kaku dan harapan gender heteronormatif.Dalam situasi ini, Bissu beradaptasi secara sosial untuk mempertahankan identitas mereka sebagai pemimpin ritual dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan yang lebih inklusif dengan unsur-unsur budaya tradisional.Hadapi dinamika yang berkembang dalam masyarakat, Bissu sedang diredefinisi melalui strategi adaptif yang menanggapi tekanan budaya, agama, dan politik yang berubah.Meskipun berakar dalam kosmologi sakral, otoritas mereka juga menarik legitimasi dari peran dalam pelestarian budaya dan pariwisata.Redefinisi ini mencerminkan ketahanan dan agensi Bissu dalam mempertahankan relevansi spiritual sambil menawar tantangan modernitas
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Bissu, sebagai pemimpin ritual non-biner dalam masyarakat Bugis, mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka di tengah lanskap keagamaan, budaya, dan politik yang berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi Bissu, anggota masyarakat, dan perwakilan pemerintah, serta pengamatan partisipan terhadap ritual dan pertunjukan budaya di Segeri, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan melalui teknik tematik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" type="image/webp" length="90348" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr R GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr R GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr R GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59835-manajemen-anestesi-tim-pasien</link>
	<guid isPermaLink="false">63adf16b52923df6164fbc2aeb06d3bf</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:43:45 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh anestesi spinal pada hemodinamik pasien Sectio Caesarea. Penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti usia, ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh anestesi spinal pada hemodinamik pasien Sectio Caesarea. Penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti usia, status fisik, dan kondisi medis pasien. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi intervensi untuk mencegah penurunan hemodinamik yang signifikan selama prosedur operasi. Dengan demikian, studi ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen anestesi dan perawatan pasien Sectio Caesarea, serta meningkatkan kualitas dan keselamatan perawatan kesehatan.. Hasil penelitian ini konsisten dengan studi Tanambel et al.Ada penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik normal pasca operasi SC dengan spinal anestesi bupivakain.Perubahan hemodinamik (MAP) pre dan setelah spinal anestesi pasien Sectio Caesarea tetapi masih dalam batas normal.Ini disebabkan oleh fakta bahwa tekanan sistolik dan diastolik tak meningkat maupun menurun bersamaan, dengan kata lain, ketika tekanan sistolik meningkat, diastolik tetap dalam batas normal atau tidak.Akibatnya, nilai MAP responden tetap terkategori normal, dan ketika sistolik meningkat, diastolik tetap dalam batas normal Proses melahirkan mengandung risiko bagi ibu dan janinnya. Salah satu bahaya yang dapat muncul sebagai akibat dari penggunaan anestesi selama operasi Sectio Caesaria adalah perubahan hemodinamik dalam tubuh ibu. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan pemantauan hemodinamik sebelum dan setelah anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh gambaran terkait hemodinamik sebelum dan sesudah spinal anestesi serta untuk mengetahui demografi dari seorang ibu. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif berpendekatan cross-sectional dan bersifat survey deskriptif. Sample 60 pasien SC dan metode pengambilan data dengan menggunakan total sampling. Penelitian menggunakan lembar observasi dan dikumpulkan dalam master tabel.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-73f4c.webp" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-73f4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-73f4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-73f4c.webp 1x" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" alt="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp 1x" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" alt="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-74213.webp" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-74213.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-74213.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-74213.webp 1x" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" alt="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59835-manajemen-anestesi-tim-pasien" title="JURIS - GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA" target="_blank">GAMBARAN HEMODINAMIK PRE DAN PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA KABUPATEN PURBALINGGA</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh anestesi spinal pada hemodinamik pasien Sectio Caesarea. Penelitian dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti usia, status fisik, dan kondisi medis pasien. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi intervensi untuk mencegah penurunan hemodinamik yang signifikan selama prosedur operasi. Dengan demikian, studi ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen anestesi dan perawatan pasien Sectio Caesarea, serta meningkatkan kualitas dan keselamatan perawatan kesehatan..
<br>Hasil penelitian ini konsisten dengan studi Tanambel et al.Ada penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik normal pasca operasi SC dengan spinal anestesi bupivakain.Perubahan hemodinamik (MAP) pre dan setelah spinal anestesi pasien Sectio Caesarea tetapi masih dalam batas normal.Ini disebabkan oleh fakta bahwa tekanan sistolik dan diastolik tak meningkat maupun menurun bersamaan, dengan kata lain, ketika tekanan sistolik meningkat, diastolik tetap dalam batas normal atau tidak.Akibatnya, nilai MAP responden tetap terkategori normal, dan ketika sistolik meningkat, diastolik tetap dalam batas normal
<br>Proses melahirkan mengandung risiko bagi ibu dan janinnya. Salah satu bahaya yang dapat muncul sebagai akibat dari penggunaan anestesi selama operasi Sectio Caesaria adalah perubahan hemodinamik dalam tubuh ibu. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan pemantauan hemodinamik sebelum dan setelah anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh gambaran terkait hemodinamik sebelum dan sesudah spinal anestesi serta untuk mengetahui demografi dari seorang ibu. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif berpendekatan cross-sectional dan bersifat survey deskriptif. Sample 60 pasien SC dan metode pengambilan data dengan menggunakan total sampling. Penelitian menggunakan lembar observasi dan dikumpulkan dalam master tabel....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp" type="image/webp" length="69880" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-73f4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-82c98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/manajemen-anestesi-tim-pasien-spinal-obat-gambaran-thumb-74213.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy Rise of the Spectre ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59836-integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p</link>
	<guid isPermaLink="false">107c012821b529d2ee8146c0e39ecfc3</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:35:09 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rise spectre ]]></category>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara lebih mendalam dengan pakar budaya, khususnya perempuan cendekiawan dan praktisi ritual Yoruba, untuk memastikan bahwa penggambaran otoritas spiritual perempuan tidak hanya terlihat tetapi juga terhubung secara struktural dengan kerangka kerja adat yang kuat. Hal ini akan membantu mengatasi kecenderungan untuk hanya menampilkan kekuatan perempuan sebagai anomali, bukan sebagai bagian integral dari sistem kepercayaan. Kedua, diperlukan studi etnografi yang mendalam tentang proses produksi film dan seri streaming, melibatkan wawancara dengan para pembuat film, penulis skenario, dan tim penasihat budaya. Penelitian ini dapat mengungkap bagaimana batasan waktu, tekanan platform, dan keputusan kreatif selama produksi memengaruhi konsistensi kosmologis dan kedalaman epistemologis dari narasi yang mengadaptasi sistem pengetahuan adat. Misalnya, apakah tekanan untuk menghibur penonton global kadang membuat kedalaman filosofis dikorbankan demi daya tarik visual? Ketiga, penting untuk menganalisis bagaimana umpan balik dan penerimaan dari audiens target, terutama komunitas Yoruba dan praktisi budaya, dapat menjadi bagian integral dari siklus pengembangan media. Dengan memahami bagaimana representasi ini ditafsirkan, diterima, atau bahkan ditentang oleh mereka yang memiliki pengetahuan budaya langsung, kita dapat merancang mekanisme yang mendorong akuntabilitas budaya yang lebih tinggi dan perbaikan naratif yang berkelanjutan, menciptakan jembatan antara hiburan populer dan transmisi warisan budaya yang bertanggung jawab.. Rise of the Spectre berhasil menggambarkan kosmologi Yoruba, khususnya konsep kematian sebagai transisi dan otoritas ritual, menjadikannya medium transmisi budaya yang signifikan.Namun, seri ini tidak konsisten mempertahankan logika kosmologis yang diangkatnya, terlihat dari penyelesaian naratif yang ambigu atas kewajiban spiritual dan kurangnya pengembangan struktural agensi spiritual perempuan.Hal ini menunjukkan bahwa seri tersebut berfungsi ganda sebagai representasi budaya yang bermakna sekaligus tontonan visual populer yang, karena tuntutan naratif serial, kadang mengurangi kedalaman epistemologis sistem ritual yang digambarkannya Latar Belakang: Televisi populer Nigeria semakin banyak melibatkan kosmologi adat Afrika sebagai kerangka naratif, namun analisis ilmiah tentang bagaimana sistem ini direpresentasikan dengan kesetiaan budaya masih terbatas. Produksi Nollywood (industri film Nigeria) yang berpusat pada kepercayaan tradisional Yoruba menawarkan lokasi yang produktif namun kurang teruji untuk menginterogasi persimpangan epistemologi adat dan praktik media pascakolonial. Tujuan: Penelitian ini mengkaji Anykylypy: Rise of the Spectre (2024),... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp 1x" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" alt="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59836-integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p" title="JURIS - Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre" target="_blank">Yoruba Ritual Cosmology in Contemporary Streaming Media: Spiritual Obligation and Liminality in Anykylypy: Rise of the Spectre</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang adaptasi kosmologi tradisional dalam media modern, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana studio produksi media streaming dapat berkolaborasi secara lebih mendalam dengan pakar budaya, khususnya perempuan cendekiawan dan praktisi ritual Yoruba, untuk memastikan bahwa penggambaran otoritas spiritual perempuan tidak hanya terlihat tetapi juga terhubung secara struktural dengan kerangka kerja adat yang kuat. Hal ini akan membantu mengatasi kecenderungan untuk hanya menampilkan kekuatan perempuan sebagai anomali, bukan sebagai bagian integral dari sistem kepercayaan. Kedua, diperlukan studi etnografi yang mendalam tentang proses produksi film dan seri streaming, melibatkan wawancara dengan para pembuat film, penulis skenario, dan tim penasihat budaya. Penelitian ini dapat mengungkap bagaimana batasan waktu, tekanan platform, dan keputusan kreatif selama produksi memengaruhi konsistensi kosmologis dan kedalaman epistemologis dari narasi yang mengadaptasi sistem pengetahuan adat. Misalnya, apakah tekanan untuk menghibur penonton global kadang membuat kedalaman filosofis dikorbankan demi daya tarik visual? Ketiga, penting untuk menganalisis bagaimana umpan balik dan penerimaan dari audiens target, terutama komunitas Yoruba dan praktisi budaya, dapat menjadi bagian integral dari siklus pengembangan media. Dengan memahami bagaimana representasi ini ditafsirkan, diterima, atau bahkan ditentang oleh mereka yang memiliki pengetahuan budaya langsung, kita dapat merancang mekanisme yang mendorong akuntabilitas budaya yang lebih tinggi dan perbaikan naratif yang berkelanjutan, menciptakan jembatan antara hiburan populer dan transmisi warisan budaya yang bertanggung jawab..
<br>Rise of the Spectre berhasil menggambarkan kosmologi Yoruba, khususnya konsep kematian sebagai transisi dan otoritas ritual, menjadikannya medium transmisi budaya yang signifikan.Namun, seri ini tidak konsisten mempertahankan logika kosmologis yang diangkatnya, terlihat dari penyelesaian naratif yang ambigu atas kewajiban spiritual dan kurangnya pengembangan struktural agensi spiritual perempuan.Hal ini menunjukkan bahwa seri tersebut berfungsi ganda sebagai representasi budaya yang bermakna sekaligus tontonan visual populer yang, karena tuntutan naratif serial, kadang mengurangi kedalaman epistemologis sistem ritual yang digambarkannya
<br>Latar Belakang: Televisi populer Nigeria semakin banyak melibatkan kosmologi adat Afrika sebagai kerangka naratif, namun analisis ilmiah tentang bagaimana sistem ini direpresentasikan dengan kesetiaan budaya masih terbatas. Produksi Nollywood (industri film Nigeria) yang berpusat pada kepercayaan tradisional Yoruba menawarkan lokasi yang produktif namun kurang teruji untuk menginterogasi persimpangan epistemologi adat dan praktik media pascakolonial. Tujuan: Penelitian ini mengkaji Anykylypy: Rise of the Spectre (2024),...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" type="image/webp" length="82186" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-0fb51.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-17629.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/integrasi-elemen-ritual-agama-tradisional-afrika-p-thumb-4b25b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora Nias Catholics in Bandung Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59839-budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negos</link>
	<guid isPermaLink="false">42dd7f5b5c32177b0ccab1741bee45d8</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:23:33 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rise spectre ]]></category>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang virtual untuk pembentukan komunitas yang lebih intim dan dukungan sosial emosional. Ini mencakup pertanyaan tentang bagaimana aplikasi atau forum online dapat memfasilitasi kelompok kecil berbasis minat atau dukungan antar-anggota, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala geografis atau waktu, serta dampaknya terhadap mengurangi perasaan isolasi di antara umat Nias Katolik yang tersebar. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana elemen-elemen budaya Nias yang lebih kaya, seperti nilai-nilai luhur, seni tradisional, atau cerita rakyat, dapat diintegrasikan secara lebih sistematis dan mendalam ke dalam kurikulum katekese dan bentuk-bentuk liturgi yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pendekatan inkulturasi yang komprehensif ini mampu memperkuat pemahaman iman yang kontekstual dan memastikan transmisi identitas budaya keagamaan yang kuat kepada generasi muda di lingkungan urban. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat melacak evolusi identitas Katolik Nias lintas generasi. Fokusnya adalah bagaimana generasi kedua atau ketiga yang lahir dan besar di Bandung menafsirkan, mempraktikkan, dan mempertahankan warisan Nias dan Katolik mereka, serta tantangan dan peluang unik yang mereka hadapi dalam membentuk identitas di tengah masyarakat multikultural yang terus berubah. Memahami perspektif dan kebutuhan spesifik kelompok ini akan sangat membantu Gereja dan komunitas dalam mengembangkan strategi pastoral yang lebih relevan dan berkelanjutan untuk masa depan.. Studi ini menyimpulkan bahwa identitas religius dan budaya umat Katolik Nias di Bandung dipertahankan melalui interaksi praktik keagamaan, hubungan komunitas, dan inkulturasi, dengan Ekaristi sebagai pilar utama, namun keberlanjutan identitas ini sangat bergantung pada dukungan komunitas yang inklusif dan formasi iman yang kontekstual.Meskipun partisipasi gereja tinggi, dukungan komunitas dan inkulturasi berbasis budaya masih belum merata, menyoroti kebutuhan akan koordinasi yang lebih baik antara KNKB dan Gereja lokal serta strategi pastoral yang lebih responsif.Oleh karena itu, identitas ini tidak terpelihara secara otomatis melainkan terus-menerus dinegosiasikan melalui ibadah, relasi sosial, ekspresi budaya, dan adaptasi dalam lingkungan diaspora perkotaan multikultural Tujuan: Studi ini mengkaji bagaimana umat Katolik Nias di Bandung mempertahankan identitas religius dan budaya mereka dalam diaspora perkotaan multikultural. Penelitian ini berfokus pada praktik keagamaan, dukungan komunitas, pelestarian budaya, dan kebutuhan akan inkulturasi dalam kehidupan Gereja. Metodologi: Studi ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh perhitungan frekuensi deskriptif yang berasal dari respons kuesioner terbuka yang dikodekan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 32 responden, satu diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan enam peserta, dan wawancara mendalam dengan enam informan kunci. Data dianalisis secara tematik, sementara respons kuesioner dikategorikan dan disajikan menggunakan frekuensi dan persentase. Temuan: Temuan menunjukkan bahwa praktik keagamaan tetap menjadi fondasi penting identitas.... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp 1x" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" alt="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59839-budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negos" title="JURIS - Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia" target="_blank">Ritual Practice and Cultural Continuity in Urban Diaspora: Nias Catholics in Bandung, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek krusial untuk memperkuat identitas Katolik Nias di diaspora perkotaan. Pertama, studi mendatang bisa meneliti secara mendalam bagaimana platform digital dapat dioptimalkan bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang virtual untuk pembentukan komunitas yang lebih intim dan dukungan sosial emosional. Ini mencakup pertanyaan tentang bagaimana aplikasi atau forum online dapat memfasilitasi kelompok kecil berbasis minat atau dukungan antar-anggota, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala geografis atau waktu, serta dampaknya terhadap mengurangi perasaan isolasi di antara umat Nias Katolik yang tersebar. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana elemen-elemen budaya Nias yang lebih kaya, seperti nilai-nilai luhur, seni tradisional, atau cerita rakyat, dapat diintegrasikan secara lebih sistematis dan mendalam ke dalam kurikulum katekese dan bentuk-bentuk liturgi yang sudah ada. Hal ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pendekatan inkulturasi yang komprehensif ini mampu memperkuat pemahaman iman yang kontekstual dan memastikan transmisi identitas budaya keagamaan yang kuat kepada generasi muda di lingkungan urban. Terakhir, sebuah studi longitudinal dapat melacak evolusi identitas Katolik Nias lintas generasi. Fokusnya adalah bagaimana generasi kedua atau ketiga yang lahir dan besar di Bandung menafsirkan, mempraktikkan, dan mempertahankan warisan Nias dan Katolik mereka, serta tantangan dan peluang unik yang mereka hadapi dalam membentuk identitas di tengah masyarakat multikultural yang terus berubah. Memahami perspektif dan kebutuhan spesifik kelompok ini akan sangat membantu Gereja dan komunitas dalam mengembangkan strategi pastoral yang lebih relevan dan berkelanjutan untuk masa depan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa identitas religius dan budaya umat Katolik Nias di Bandung dipertahankan melalui interaksi praktik keagamaan, hubungan komunitas, dan inkulturasi, dengan Ekaristi sebagai pilar utama, namun keberlanjutan identitas ini sangat bergantung pada dukungan komunitas yang inklusif dan formasi iman yang kontekstual.Meskipun partisipasi gereja tinggi, dukungan komunitas dan inkulturasi berbasis budaya masih belum merata, menyoroti kebutuhan akan koordinasi yang lebih baik antara KNKB dan Gereja lokal serta strategi pastoral yang lebih responsif.Oleh karena itu, identitas ini tidak terpelihara secara otomatis melainkan terus-menerus dinegosiasikan melalui ibadah, relasi sosial, ekspresi budaya, dan adaptasi dalam lingkungan diaspora perkotaan multikultural
<br>Tujuan: Studi ini mengkaji bagaimana umat Katolik Nias di Bandung mempertahankan identitas religius dan budaya mereka dalam diaspora perkotaan multikultural. Penelitian ini berfokus pada praktik keagamaan, dukungan komunitas, pelestarian budaya, dan kebutuhan akan inkulturasi dalam kehidupan Gereja. Metodologi: Studi ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh perhitungan frekuensi deskriptif yang berasal dari respons kuesioner terbuka yang dikodekan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 32 responden, satu diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan enam peserta, dan wawancara mendalam dengan enam informan kunci. Data dianalisis secara tematik, sementara respons kuesioner dikategorikan dan disajikan menggunakan frekuensi dan persentase. Temuan: Temuan menunjukkan bahwa praktik keagamaan tetap menjadi fondasi penting identitas....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" type="image/webp" length="87406" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-cbd74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-c46e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/budaya-keagamaan-ekspresi-tradisional-negosiasi-id-thumb-1cdfe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59833-hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa</link>
	<guid isPermaLink="false">4f8ac8e6c8fe5fc2c6b7c4b0f9495f75</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:16:36 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ husni husni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[husni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada efek jangka panjang senam hamil terhadap kadar glukosa darah ibu hamil. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara senam hamil dengan jenis ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada efek jangka panjang senam hamil terhadap kadar glukosa darah ibu hamil. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara senam hamil dengan jenis olahraga lain untuk mengetahui manfaat spesifik senam hamil dalam menurunkan risiko DMG. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan senam hamil dalam menurunkan kadar glukosa darah, seperti frekuensi dan durasi senam, serta faktor-faktor individu seperti usia, berat badan, dan kondisi kesehatan ibu hamil.. Rata-rata glukosa darah sewaktu sebelum dilakukan senam hamil adalah 156,61 mg/dl dan setelah intervensi menjadi 141,26 mg/dl.Senam hamil dapat menurunkan rata-rata kadar GDS sebesar 15,35 mg/dl.Perlunya senam hamil secara rutin dengan frekuensi 2-3 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit dapat menurunkan kadar GDS ibu hamil mencegah risiko DMG Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terjadi komplikasi obstetrik seperti diabetes mellitus gestasional (DMG) yang dapat menyebabkan kematian janin/bayi, persalinan SC, dan bayi berat lahir lebih (makrosomia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian adalah pra-eksperimen dengan pendekatan pre test dan post test one group design. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 orang. Intervensi yang diberikan adalah senam hamil selama 1 kali seminggu selama 4 minggu. Glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan stick glucometer. Analisis menggunakan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp 1x" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" alt="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-de7ce.webp" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-de7ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-de7ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-de7ce.webp 1x" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" alt="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-bdc04.webp" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-bdc04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-bdc04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-bdc04.webp 1x" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" alt="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59833-hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa" title="JURIS - Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III" target="_blank">Senam Hamil Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Ibu Hamil Trimester III</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan fokus pada efek jangka panjang senam hamil terhadap kadar glukosa darah ibu hamil. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif antara senam hamil dengan jenis olahraga lain untuk mengetahui manfaat spesifik senam hamil dalam menurunkan risiko DMG. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan senam hamil dalam menurunkan kadar glukosa darah, seperti frekuensi dan durasi senam, serta faktor-faktor individu seperti usia, berat badan, dan kondisi kesehatan ibu hamil..
<br>Rata-rata glukosa darah sewaktu sebelum dilakukan senam hamil adalah 156,61 mg/dl dan setelah intervensi menjadi 141,26 mg/dl.Senam hamil dapat menurunkan rata-rata kadar GDS sebesar 15,35 mg/dl.Perlunya senam hamil secara rutin dengan frekuensi 2-3 kali seminggu dengan durasi 30-60 menit dapat menurunkan kadar GDS ibu hamil mencegah risiko DMG
<br>Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terjadi komplikasi obstetrik seperti diabetes mellitus gestasional (DMG) yang dapat menyebabkan kematian janin/bayi, persalinan SC, dan bayi berat lahir lebih (makrosomia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian adalah pra-eksperimen dengan pendekatan pre test dan post test one group design. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 orang. Intervensi yang diberikan adalah senam hamil selama 1 kali seminggu selama 4 minggu. Glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan stick glucometer. Analisis menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp" type="image/webp" length="65934" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-f7e43.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-de7ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/hamil-diabetes-mellitus-pengaruh-senam-low-glukosa-thumb-bdc04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023 ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59829-patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven</link>
	<guid isPermaLink="false">c624f54b3af327cf61c9863076967e35</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 12:14:44 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ husni husni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[husni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas edukasi dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan intake cairan pada pasien Chronic ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas edukasi dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan intake cairan pada pasien Chronic Kidney Disease. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam pembatasan intake cairan, seperti usia, pendidikan, dan motivasi. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan intake cairan.. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengaruh pengaruh edukasi terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasiencronic kidney disease, maka didapatkan.Rata-rata usia responden pada kelompok intervensi 49.Jenis kelamin Pada kelompok intervensi maupun kontrol banyak dijumpai berjenis kelamin laki-laki.Pendidikan responden pada kelompok intervensi dan kontrol tamatan SMA dengan pekerjaan wiraswasta.Rata-rata nilai kepatuhan pembatasan intake cairan pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi yaitu 28.38, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata nilai RHDS sebelum dilakukan intervensi yaitu 28.Terdapat perbedaan rata-rata nilai kepatuhan pembatasan intake cairan sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kedua kelompok (p = 0.000) sehingga ada Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (p = 0 Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menjadi uremia. Kepatuhan menjalani pembatasan asupan cairan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena jika pasien tidak patuh akan menyebabkan terjadinya penumpukan zat-zat berbahaya dari tubuh, dan akan mempunyai dampak buruk terhadap kualitas hidup. Perilaku dalam kepatuhan diit cairan pada pasien gagal ginjal kronik merupakan suatu hal yang spesifik dan berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan memperburuknya masalah kesehatan yang sedang diderita oleh pasien. Tujuan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-c9976.webp" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-c9976.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-c9976.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-c9976.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" alt="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" alt="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-39cc7.webp" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-39cc7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-39cc7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-39cc7.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" alt="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59829-patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven" title="JURIS - PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023" target="_blank">PENGARUH EDUKASI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN INTAKE CAIRAN DENGAN MEDIA KALENDER PADA PASIEN CKD DI RSHD KOTA BENGKULU TAHUN 2023</a>: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas edukasi dalam meningkatkan kepatuhan pembatasan intake cairan pada pasien Chronic Kidney Disease. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam pembatasan intake cairan, seperti usia, pendidikan, dan motivasi. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan intake cairan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengaruh pengaruh edukasi terhadap kepatuhan pembatasan cairan pada pasiencronic kidney disease, maka didapatkan.Rata-rata usia responden pada kelompok intervensi 49.Jenis kelamin Pada kelompok intervensi maupun kontrol banyak dijumpai berjenis kelamin laki-laki.Pendidikan responden pada kelompok intervensi dan kontrol tamatan SMA dengan pekerjaan wiraswasta.Rata-rata nilai kepatuhan pembatasan intake cairan pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi yaitu 28.38, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata nilai RHDS sebelum dilakukan intervensi yaitu 28.Terdapat perbedaan rata-rata nilai kepatuhan pembatasan intake cairan sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kedua kelompok (p = 0.000) sehingga ada Pengaruh Edukasi Terhadap Kepatuhan Pembatasan Intake Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (p = 0
<br>Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menjadi uremia. Kepatuhan menjalani pembatasan asupan cairan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena jika pasien tidak patuh akan menyebabkan terjadinya penumpukan zat-zat berbahaya dari tubuh, dan akan mempunyai dampak buruk terhadap kualitas hidup. Perilaku dalam kepatuhan diit cairan pada pasien gagal ginjal kronik merupakan suatu hal yang spesifik dan berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan memperburuknya masalah kesehatan yang sedang diderita oleh pasien. Tujuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp" type="image/webp" length="66010" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-c9976.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-322a2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/patients-chronic-kidney-posttest-kelompok-interven-thumb-39cc7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59843-adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learn</link>
	<guid isPermaLink="false">1e11f6dd771e2b4f6f4312c0d8250b49</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:56:07 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ direktori jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ direktori pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,jurnal,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru untuk mengkategorikan serangan siber dan standarisasi terminologi yang digunakan. Penelitian ini juga mengusulkan pengembangan sistem keamanan cloud yang terintegrasi dengan model layanan IaaS dan PaaS. Dengan demikian, sistem keamanan cloud dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap ancaman internal dan eksternal. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang algoritma Machine Learning (ML) yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mencegah serangan siber pada model layanan cloud. Penelitian ini juga menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi keamanan dari model layanan IaaS dan PaaS masih sangat luas.Dampak terberat dari serangan siber adalah pada tingkat integritas, yang terjadi pada lapisan aplikasi.Sementara itu, implikasi terendah terjadi pada tingkat kerahasiaan, hanya pada model layanan IaaS.Penelitian ini juga menemukan bahwa para peneliti mengkategorikan berbagai metode serangan dengan cara yang tidak standar.Banyak yang tidak membedakan antara tingkat layanan cloud yang berbeda (IaaS dan PaaS), yang dapat menimbulkan masalah karena kedua model ini beroperasi pada tingkat yang berbeda.Penelitian ini mengusulkan desain kombinasi kerangka kerja Machine Learning (ML) untuk mendeteksi ancaman internal dan eksternal pada tingkat IaaS dan PaaS.Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif Seiring dengan perkembangan dunia digital, ancaman keamanan siber juga terus berkembang dan meluas. Sayangnya, kebanyakan pengguna komputer tidak memahami hal ini dengan baik. Model-model cloud yang ditawarkan oleh berbagai penyedia cloud publik masih terfokus pada tiga lapisan layanan: sumber daya infrastruktur, platform aplikasi, dan layanan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami model layanan cloud yang dapat diakses dan mengidentifikasi dampak dari adopsi model layanan IaaS atau PaaS terhadap keamanan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki cara para peneliti siber mempelajari kerentanan dan ancaman keamanan pada IaaS dan PaaS. Hasil penelitian... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59843-adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learn" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" target="_blank">Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru untuk mengkategorikan serangan siber dan standarisasi terminologi yang digunakan. Penelitian ini juga mengusulkan pengembangan sistem keamanan cloud yang terintegrasi dengan model layanan IaaS dan PaaS. Dengan demikian, sistem keamanan cloud dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap ancaman internal dan eksternal. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang algoritma Machine Learning (ML) yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mencegah serangan siber pada model layanan cloud. Penelitian ini juga menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi keamanan dari model layanan IaaS dan PaaS masih sangat luas.Dampak terberat dari serangan siber adalah pada tingkat integritas, yang terjadi pada lapisan aplikasi.Sementara itu, implikasi terendah terjadi pada tingkat kerahasiaan, hanya pada model layanan IaaS.Penelitian ini juga menemukan bahwa para peneliti mengkategorikan berbagai metode serangan dengan cara yang tidak standar.Banyak yang tidak membedakan antara tingkat layanan cloud yang berbeda (IaaS dan PaaS), yang dapat menimbulkan masalah karena kedua model ini beroperasi pada tingkat yang berbeda.Penelitian ini mengusulkan desain kombinasi kerangka kerja Machine Learning (ML) untuk mendeteksi ancaman internal dan eksternal pada tingkat IaaS dan PaaS.Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif
<br>Seiring dengan perkembangan dunia digital, ancaman keamanan siber juga terus berkembang dan meluas. Sayangnya, kebanyakan pengguna komputer tidak memahami hal ini dengan baik. Model-model cloud yang ditawarkan oleh berbagai penyedia cloud publik masih terfokus pada tiga lapisan layanan: sumber daya infrastruktur, platform aplikasi, dan layanan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami model layanan cloud yang dapat diakses dan mengidentifikasi dampak dari adopsi model layanan IaaS atau PaaS terhadap keamanan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki cara para peneliti siber mempelajari kerentanan dan ancaman keamanan pada IaaS dan PaaS. Hasil penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" type="image/webp" length="116190" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59840-prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ane</link>
	<guid isPermaLink="false">a1939d87310c6439068ff412077bb822</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:48:21 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi jurnal akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi pdf jurnal ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto: Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengkaji lebih jauh bagaimana faktor-faktor spesifik pada diri pasien, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), atau riwayat kesehatan tertentu seperti penyakit saraf atau kebiasaan merokok, memengaruhi risiko dan tingkat keparahan hipersalivasi ketika seseorang menerima TIVA. Misalnya, apakah pasien lansia atau dengan kondisi medis bawaan tertentu lebih rentan mengalami hipersalivasi dengan jenis obat TIVA tertentu? Kedua, perlu diselidiki perbandingan kejadian hipersalivasi antara pasien yang hanya menerima TIVA murni dengan mereka yang menjalani anestesi gabungan, seperti TIVA dikombinasikan dengan gas anestesi atau anestesi lokal. Studi semacam ini dapat membantu menentukan apakah pendekatan anestesi yang berbeda dapat mengurangi risiko hipersalivasi. Ketiga, mengingat bahwa hipersalivasi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyumbatan jalan napas, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi, misalnya pemberian obat-obatan tertentu sebelum atau selama operasi, untuk mencegah atau mengatasi produksi air liur berlebihan yang disebabkan oleh TIVA, khususnya yang menggunakan ketamine. Tujuannya adalah menemukan cara terbaik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur bedah.. Penelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasi populasi pasien.Kejadian hipersalivasi intra anestesi lebih sering terjadi pada pasien yang diinduksi ketamine (78,8%).Secara signifikan, terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" alt="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" alt="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59840-prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ane" title="JURIS - Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto" target="_blank">Hubungan Total Intravenous Anesthesia Dengan Kejadian Hipersalivasi Intra Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto</a>: Penelitian ini telah mengungkap adanya hubungan antara penggunaan anestesi intravena total (TIVA) dengan kejadian hipersalivasi selama operasi, terutama saat menggunakan ketamine. Untuk memperdalam pemahaman ini, penelitian lanjutan bisa berfokus pada beberapa aspek penting. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang mengkaji lebih jauh bagaimana faktor-faktor spesifik pada diri pasien, seperti usia, indeks massa tubuh (IMT), atau riwayat kesehatan tertentu seperti penyakit saraf atau kebiasaan merokok, memengaruhi risiko dan tingkat keparahan hipersalivasi ketika seseorang menerima TIVA. Misalnya, apakah pasien lansia atau dengan kondisi medis bawaan tertentu lebih rentan mengalami hipersalivasi dengan jenis obat TIVA tertentu? Kedua, perlu diselidiki perbandingan kejadian hipersalivasi antara pasien yang hanya menerima TIVA murni dengan mereka yang menjalani anestesi gabungan, seperti TIVA dikombinasikan dengan gas anestesi atau anestesi lokal. Studi semacam ini dapat membantu menentukan apakah pendekatan anestesi yang berbeda dapat mengurangi risiko hipersalivasi. Ketiga, mengingat bahwa hipersalivasi dapat menyebabkan komplikasi seperti penyumbatan jalan napas, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi, misalnya pemberian obat-obatan tertentu sebelum atau selama operasi, untuk mencegah atau mengatasi produksi air liur berlebihan yang disebabkan oleh TIVA, khususnya yang menggunakan ketamine. Tujuannya adalah menemukan cara terbaik untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur bedah..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa jenis anestesi TIVA yang dominan digunakan di RSKB Jatiwinangun adalah ketamine dan propofol, dengan laki-laki mendominasi populasi pasien.Kejadian hipersalivasi intra anestesi lebih sering terjadi pada pasien yang diinduksi ketamine (78,8%).Secara signifikan, terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun
<br>Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" type="image/webp" length="98556" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-0b3d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/prosedur-bedah-payudara-agen-anestesi-inhalasi-ins-thumb-bd1b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59828-spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar</link>
	<guid isPermaLink="false">6589f6b714588a0dc600cfb15622782e</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:44:55 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ ega mawarni ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[ega,mawarni]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Agar program pencegahan stunting semakin kuat dan berdampak luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk memahami sejauh mana perubahan perilaku pengasuhan dan penurunan ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting: Agar program pencegahan stunting semakin kuat dan berdampak luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk memahami sejauh mana perubahan perilaku pengasuhan dan penurunan angka stunting dapat bertahan setelah intervensi berakhir, misalnya selama satu hingga dua tahun. Penelitian semacam ini dapat mengungkap faktor-faktor kunci yang mendukung keberlanjutan praktik gizi dan kebersihan yang lebih baik di keluarga, sehingga kita bisa memastikan manfaatnya tidak hanya sementara. Kedua, sangat penting untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif keluarga secara kualitatif, terutama terkait bagaimana mereka bernegosiasi atau mengubah pantangan budaya yang awalnya menghambat kesehatan anak. Dengan memahami detail proses adaptasi budaya ini, kita dapat menyempurnakan strategi intervensi yang lebih personal dan sensitif budaya, khususnya untuk melibatkan secara efektif anggota keluarga lain seperti ayah atau nenek yang mungkin memiliki pengaruh besar dalam keputusan pengasuhan. Ketiga, untuk mencapai dampak nasional, penelitian bisa fokus pada kelayakan dan efektivitas integrasi aplikasi seperti SIPENTING ke dalam sistem kesehatan yang lebih besar atau adaptasinya di berbagai wilayah dengan karakteristik budaya dan tingkat akses teknologi yang berbeda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi tantangan teknis, logistik, dan sosial dalam skala yang lebih besar, serta merumuskan kebijakan yang mendukung implementasi program berbasis teknologi secara merata di seluruh Indonesia.. Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing dengan aplikasi Android SIPENTING sangat efektif meningkatkan praktik pengasuhan, pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan stunting pada keluarga di Bengkulu.Keberhasilan ini didukung oleh relevansi teori Leininger dalam adaptasi budaya dan peran strategis aplikasi Android sebagai media edukasi interaktif yang berkelanjutan.Kombinasi pendekatan budaya dan teknologi digital ini terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk mengatasi stunting di komunitas dengan karakteristik sosial-budaya serupa Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen preAepost dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-3c64e.webp" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-3c64e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-3c64e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-3c64e.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" alt="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" alt="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-e73b1.webp" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-e73b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-e73b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-e73b1.webp 1x" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" alt="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59828-spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar" title="JURIS - Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting" target="_blank">Efektifitas Intervensi Keperawatan Keluarga Berbasis Transkultural Nursing Dengan Aplikasi Android Terhadap Pencegahan Stunting</a>: Agar program pencegahan stunting semakin kuat dan berdampak luas, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk memahami sejauh mana perubahan perilaku pengasuhan dan penurunan angka stunting dapat bertahan setelah intervensi berakhir, misalnya selama satu hingga dua tahun. Penelitian semacam ini dapat mengungkap faktor-faktor kunci yang mendukung keberlanjutan praktik gizi dan kebersihan yang lebih baik di keluarga, sehingga kita bisa memastikan manfaatnya tidak hanya sementara. Kedua, sangat penting untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perspektif keluarga secara kualitatif, terutama terkait bagaimana mereka bernegosiasi atau mengubah pantangan budaya yang awalnya menghambat kesehatan anak. Dengan memahami detail proses adaptasi budaya ini, kita dapat menyempurnakan strategi intervensi yang lebih personal dan sensitif budaya, khususnya untuk melibatkan secara efektif anggota keluarga lain seperti ayah atau nenek yang mungkin memiliki pengaruh besar dalam keputusan pengasuhan. Ketiga, untuk mencapai dampak nasional, penelitian bisa fokus pada kelayakan dan efektivitas integrasi aplikasi seperti SIPENTING ke dalam sistem kesehatan yang lebih besar atau adaptasinya di berbagai wilayah dengan karakteristik budaya dan tingkat akses teknologi yang berbeda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi tantangan teknis, logistik, dan sosial dalam skala yang lebih besar, serta merumuskan kebijakan yang mendukung implementasi program berbasis teknologi secara merata di seluruh Indonesia..
<br>Intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing dengan aplikasi Android SIPENTING sangat efektif meningkatkan praktik pengasuhan, pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan stunting pada keluarga di Bengkulu.Keberhasilan ini didukung oleh relevansi teori Leininger dalam adaptasi budaya dan peran strategis aplikasi Android sebagai media edukasi interaktif yang berkelanjutan.Kombinasi pendekatan budaya dan teknologi digital ini terbukti menjadi model intervensi yang efektif untuk mengatasi stunting di komunitas dengan karakteristik sosial-budaya serupa
<br>Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Bengkulu yang mencatat prevalensi 18,86% pada tahun 2022. Faktor budaya seperti pantangan makanan dan pola asuh tradisional yang kurang tepat turut memperburuk kondisi gizi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan keluarga berbasis Transcultural Nursing yang didukung aplikasi Android SIPENTING dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pengasuhan keluarga untuk pencegahan stunting pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen preAepost dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 keluarga balita berisiko stunting dipilih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp" type="image/webp" length="72064" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-3c64e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-d202b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/4/spesifik-model-intervensi-adaptasi-budaya-nusantar-thumb-e73b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59834-pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje</link>
	<guid isPermaLink="false">21c9c8fdfb2abd2c299698f76876be16</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:42:25 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ etalase file akademik ]]></category>
	<category><![CDATA[ etalase pdf jurnal ]]></category>
	<category><![CDATA[ kompilasi file akademik ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara: Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi pelatihan. Sebuah studi kualitatif, misalnya, dapat menyelidiki persepsi dan pengalaman karyawan serta fasilitator pelatihan terkait relevansi, desain kurikulum, dan metode penyampaian materi. Ini penting untuk memahami mengapa materi yang ada belum mampu mentransformasi pengetahuan menjadi peningkatan kinerja yang terukur, serta untuk mengidentifikasi jenis konten atau pendekatan pedagogis apa yang paling sesuai untuk konteks pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain itu, karena metode pelatihan terbukti memiliki hubungan yang signifikan, penelitian di masa depan bisa membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan, seperti simulasi berbasis kasus, pembelajaran kolaboratif, atau platform e-learning, terhadap indikator kinerja spesifik seperti kepuasan pasien atau efisiensi layanan. Pendekatan quasi-eksperimental dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai metode mana yang paling optimal untuk mencapai tujuan pelatihan tertentu dan mempertahankan peningkatan kinerja jangka panjang. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan untuk mengkaji peran faktor moderasi atau mediasi lain yang disebutkan dalam literatur, seperti dukungan sumber daya, budaya organisasi, atau sistem penghargaan. Misalnya, bagaimana lingkungan kerja yang mendukung atau sistem manajemen kinerja yang efektif dapat memperkuat atau bahkan melemahkan dampak pelatihan terhadap kinerja karyawan di Puskesmas, sehingga menghasilkan kerangka kerja yang lebih holistik untuk intervensi pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.. Penelitian ini menemukan bahwa tujuan dan metode pelatihan memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan kesehatan di puskesmas.Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara materi pelatihan dengan kinerja karyawan.Secara keseluruhan, pelatihan berperan besar dalam meningkatkan kinerja, sehingga manajemen puskesmas perlu memprioritaskan program pelatihan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Pelatihan karyawan di bidang pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan karyawan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelatihan dengan kinerja karyawan di Puskesmas Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jakarta Utara dengan berjumlah 100 responden. Pada variabel peneliti ini tujuan pelatihan, materi, metode,... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" alt="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59834-pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje" title="JURIS - Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara" target="_blank">Hubungan Pelatihan Dengan Kinerja Karyawan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara</a>: Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pelatihan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi efektivitas materi pelatihan. Sebuah studi kualitatif, misalnya, dapat menyelidiki persepsi dan pengalaman karyawan serta fasilitator pelatihan terkait relevansi, desain kurikulum, dan metode penyampaian materi. Ini penting untuk memahami mengapa materi yang ada belum mampu mentransformasi pengetahuan menjadi peningkatan kinerja yang terukur, serta untuk mengidentifikasi jenis konten atau pendekatan pedagogis apa yang paling sesuai untuk konteks pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain itu, karena metode pelatihan terbukti memiliki hubungan yang signifikan, penelitian di masa depan bisa membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan, seperti simulasi berbasis kasus, pembelajaran kolaboratif, atau platform e-learning, terhadap indikator kinerja spesifik seperti kepuasan pasien atau efisiensi layanan. Pendekatan quasi-eksperimental dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai metode mana yang paling optimal untuk mencapai tujuan pelatihan tertentu dan mempertahankan peningkatan kinerja jangka panjang. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan untuk mengkaji peran faktor moderasi atau mediasi lain yang disebutkan dalam literatur, seperti dukungan sumber daya, budaya organisasi, atau sistem penghargaan. Misalnya, bagaimana lingkungan kerja yang mendukung atau sistem manajemen kinerja yang efektif dapat memperkuat atau bahkan melemahkan dampak pelatihan terhadap kinerja karyawan di Puskesmas, sehingga menghasilkan kerangka kerja yang lebih holistik untuk intervensi pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa tujuan dan metode pelatihan memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan kesehatan di puskesmas.Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara materi pelatihan dengan kinerja karyawan.Secara keseluruhan, pelatihan berperan besar dalam meningkatkan kinerja, sehingga manajemen puskesmas perlu memprioritaskan program pelatihan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
<br>Pelatihan karyawan di bidang pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan karyawan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelatihan dengan kinerja karyawan di Puskesmas Jakarta Utara. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Jakarta Utara dengan berjumlah 100 responden. Pada variabel peneliti ini tujuan pelatihan, materi, metode,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" type="image/webp" length="71878" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-2d457.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-97f3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/pelatihan-kinerja-karyawan-puskesmas-sistem-manaje-thumb-4c724.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2615-poltekkesbengkulu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19865-jurnal-penelitian-terapan-kesehatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Postdigital Rituals in Laptop Orchestras HumanAeComputer Interaction and Second Order Resonance ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59832-peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-ritua</link>
	<guid isPermaLink="false">966cacd54c92072202f03885e35e1fb0</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 11:36:47 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ rise spectre ]]></category>
	<category><![CDATA[ south africa ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance: Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan peran ritual dalam berbagai jenis ansambel yang dimediasi teknologi, seperti kelompok improvisasi jaringan, komunitas live coding, atau lingkungan pertunjukan virtual. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi berulang dalam orkestra laptop dapat membentuk rasa identitas dan keterikatan para penampil. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman sosial, budaya, dan emosional para penampil dan penonton.. Penelitian ini menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital.Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang yang diritualisasi, sistem koordinasi gestur, dan objek teknologi yang secara simbolis bermuatan membentuk pertunjukan kolektif di tiga kasus yang diteliti.Bentuk ritual ini menstabilkan interaksi yang dimediasi teknologi, mengatur kreativitas kolektif, dan mengubah perangkat digital menjadi artefak pertunjukan yang bermakna.Di seluruh kasus, ritual berfungsi sebagai infrastruktur interaksi yang memediasi HCI dan mendukung keterlibatan kolektif yang berkelanjutan.Temuan ini menyarankan bahwa orkestra laptop harus dipahami tidak hanya sebagai inovasi teknologi atau musik, tetapi juga sebagai lingkungan ritual yang mengatur agen terdistribusi antara penampil dan sistem teknologi.Temuan ini memiliki implikasi untuk studi ritual dalam masyarakat digital, pedagogi pertunjukan, dan penelitian tentang kreativitas kolektif yang dimediasi teknologi Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital. Meskipun orkestra laptop telah sering dibahas sebagai inovasi teknologi dan model pedagogis, struktur ritual dan peran mereka dalam memediasi interaksi manusia-komputer (HCI) masih kurang dieksplorasi. Artikel ini menyelidiki bagaimana praktik ritual disesuaikan di berbagai konteks orkestra laptop dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap resonansi kedua-tahap dalam pertunjukan kolektif yang dimediasi teknologi. Metode penelitian menggunakan desain interpretatif kualitatif yang menggabungkan analisis kinerja komparatif dengan observasi autoetnografi. Fokus penelitian ini adalah pada tiga pertunjukan: Nonspecific Gamelan Taiko... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp 1x" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" alt="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59832-peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-ritua" title="JURIS - Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance" target="_blank">Postdigital Rituals in Laptop Orchestras: HumanAeComputer Interaction and Second-Order Resonance</a>: Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman dan persepsi penonton. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan peran ritual dalam berbagai jenis ansambel yang dimediasi teknologi, seperti kelompok improvisasi jaringan, komunitas live coding, atau lingkungan pertunjukan virtual. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi berulang dalam orkestra laptop dapat membentuk rasa identitas dan keterikatan para penampil. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana ritual dalam orkestra laptop dapat mempengaruhi pengalaman sosial, budaya, dan emosional para penampil dan penonton..
<br>Penelitian ini menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital.Temuan penelitian menunjukkan bahwa tata letak ruang yang diritualisasi, sistem koordinasi gestur, dan objek teknologi yang secara simbolis bermuatan membentuk pertunjukan kolektif di tiga kasus yang diteliti.Bentuk ritual ini menstabilkan interaksi yang dimediasi teknologi, mengatur kreativitas kolektif, dan mengubah perangkat digital menjadi artefak pertunjukan yang bermakna.Di seluruh kasus, ritual berfungsi sebagai infrastruktur interaksi yang memediasi HCI dan mendukung keterlibatan kolektif yang berkelanjutan.Temuan ini menyarankan bahwa orkestra laptop harus dipahami tidak hanya sebagai inovasi teknologi atau musik, tetapi juga sebagai lingkungan ritual yang mengatur agen terdistribusi antara penampil dan sistem teknologi.Temuan ini memiliki implikasi untuk studi ritual dalam masyarakat digital, pedagogi pertunjukan, dan penelitian tentang kreativitas kolektif yang dimediasi teknologi
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana ritual beroperasi dalam orkestra laptop sebagai lingkungan pertunjukan postdigital. Meskipun orkestra laptop telah sering dibahas sebagai inovasi teknologi dan model pedagogis, struktur ritual dan peran mereka dalam memediasi interaksi manusia-komputer (HCI) masih kurang dieksplorasi. Artikel ini menyelidiki bagaimana praktik ritual disesuaikan di berbagai konteks orkestra laptop dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap resonansi kedua-tahap dalam pertunjukan kolektif yang dimediasi teknologi. Metode penelitian menggunakan desain interpretatif kualitatif yang menggabungkan analisis kinerja komparatif dengan observasi autoetnografi. Fokus penelitian ini adalah pada tiga pertunjukan: Nonspecific Gamelan Taiko...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" type="image/webp" length="89352" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-0c248.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-42108.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/peran-ritual-mangkok-struktur-praktik-perlon-inter-thumb-33b54.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
<item>
	<title><![CDATA[ Implementation of Multisensor Flood Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At Risk Communities ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementation of Multisensor Flood Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At Risk Communities ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementation of Multisensor Flood Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At Risk Communities ]]></itunes:subtitle>
	<link>https://juris.id/pdf-59825-model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate</link>
	<guid isPermaLink="false">a59d0a7e67b9e93490d0660aa75cd0f2</guid>
	<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 10:27:54 +0700</pubDate>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category><![CDATA[ meutia nauly ]]></category>
	<category><![CDATA[ anca sembada ]]></category>
	<category><![CDATA[ tuti juhaeti ]]></category>
	<itunes:keywords><![CDATA[anca,juhaeti,meutia,nauly,sembada,tuti]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur seperti pengenalan suara atau teknologi AI untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan tanggap darurat. Selain itu, penting ]]></itunes:summary>
	<description><![CDATA[ #calendar - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur seperti pengenalan suara atau teknologi AI untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan tanggap darurat. Selain itu, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas sistem ini dalam berbagai kondisi banjir dan mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam penggunaan teknologi ini. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penerapan sistem serupa di daerah-daerah lain yang rentan terhadap banjir, dengan mempertimbangkan karakteristik unik setiap komunitas.. Implementasi tas darurat banjir multisensor berhasil meningkatkan kesiapan bencana komunitas Felda Mata Air.Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang mitigasi banjir dan tanggap darurat, seperti yang tercermin dalam peningkatan skor rata-rata dari 5,49 menjadi 7,78 (41,54%) dan nilai N-Gain sebesar 0,51 (kategori moderat).Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi multisensor terjangkau dengan pendidikan bencana berbasis komunitas memperkuat ketahanan komunitas dan mendukung perlindungan dokumen berharga selama darurat banjir Felda Mata Air, Perlis, Malaysia, adalah salah satu komunitas yang sering terkena dampak banjir musiman, yang mengakibatkan hilangnya dokumen berharga dan tertundanya tanggap darurat. Program layanan komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan komunitas melalui implementasi tas darurat banjir multisensor yang dilengkapi dengan sensor tingkat air, alarm suara, indikator LED, modul GPS, sistem notifikasi smartphone, dan kompartemen dokumen tahan air. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang terdiri dari pelatihan komunitas, praktik langsung, simulasi lapangan, dan bimbingan. Efektivitas program dievaluasi menggunakan penilaian pra-tes dan pascates dan dianalisis... Kunjungi calendar untuk informasi lainnya. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ <p><a href="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp" title="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" alt="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-89452.webp" title="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-89452.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-89452.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-89452.webp 1x" title="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" alt="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59825-model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate" title="JURIS - Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities" target="_blank">Implementation of Multisensor Flood-Emergency Bags for Protecting Valuable Documents in At-Risk Communities</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dengan menambahkan fitur-fitur seperti pengenalan suara atau teknologi AI untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan tanggap darurat. Selain itu, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas sistem ini dalam berbagai kondisi banjir dan mengidentifikasi cara-cara untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam penggunaan teknologi ini. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penerapan sistem serupa di daerah-daerah lain yang rentan terhadap banjir, dengan mempertimbangkan karakteristik unik setiap komunitas..
<br>Implementasi tas darurat banjir multisensor berhasil meningkatkan kesiapan bencana komunitas Felda Mata Air.Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang mitigasi banjir dan tanggap darurat, seperti yang tercermin dalam peningkatan skor rata-rata dari 5,49 menjadi 7,78 (41,54%) dan nilai N-Gain sebesar 0,51 (kategori moderat).Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi multisensor terjangkau dengan pendidikan bencana berbasis komunitas memperkuat ketahanan komunitas dan mendukung perlindungan dokumen berharga selama darurat banjir
<br>Felda Mata Air, Perlis, Malaysia, adalah salah satu komunitas yang sering terkena dampak banjir musiman, yang mengakibatkan hilangnya dokumen berharga dan tertundanya tanggap darurat. Program layanan komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan komunitas melalui implementasi tas darurat banjir multisensor yang dilengkapi dengan sensor tingkat air, alarm suara, indikator LED, modul GPS, sistem notifikasi smartphone, dan kompartemen dokumen tahan air. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang terdiri dari pelatihan komunitas, praktik langsung, simulasi lapangan, dan bimbingan. Efektivitas program dievaluasi menggunakan penilaian pra-tes dan pascates dan dianalisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.<p>	]]></content:encoded>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp" type="image/webp" length="96544" />
		<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-8d3b6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/model-simulasi-banjir-tanggap-darurat-covid-strate-thumb-89452.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-918-literacyinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-4487-indonesian-journal-community-services.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
</item>
</channel>
</rss>

<!--Generated at Fri, 21 Aug 2026 14:46:44 +0700. 24 items. Served in: 6.407 seconds [rss] -->
