<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-4apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-04-09T03:45:44+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Challenging Tasks Motivated Cadets Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Challenging Tasks Motivated Cadets Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Challenging Tasks Motivated Cadets Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36225-esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36225-esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:6b7b49c40abbf215e04dfae0fe5e2858</id>
	<published>2026-04-09T01:00:22+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T01:00:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="langit biru" label="langit biru" />
	<category term="adi bandono" label="adi bandono" />
	<category term="indeks base" label="indeks base" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adi,bandono,base,biru,indeks,langit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti gaya belajar individu dan pengalaman sebelumnya dengan bahasa Inggris memengaruhi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti gaya belajar individu dan pengalaman sebelumnya dengan bahasa Inggris memengaruhi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-28971.webp" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-28971.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-28971.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-28971.webp 1x" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" alt="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp 1x" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" alt="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-a03b3.webp" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-a03b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-a03b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-a03b3.webp 1x" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" alt="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36225-esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem" title="JURIS - Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation" target="_blank">Challenging Tasks, Motivated Cadets: Structural Validation of Task Challenge in ESP Reading for Aviation</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti gaya belajar individu dan pengalaman sebelumnya dengan bahasa Inggris memengaruhi respons kadet terhadap tugas-tugas yang menantang. Hal ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih personal dan efektif. Kedua, penelitian dapat menyelidiki dampak penggunaan teknologi, seperti simulasi penerbangan dan perangkat lunak pembelajaran adaptif, terhadap motivasi dan kinerja kadet dalam tugas-tugas membaca ESP. Dengan memanfaatkan teknologi, instruktur dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan interaktif. Ketiga, penelitian dapat menguji efektivitas berbagai strategi scaffolding dalam membantu kadet mengatasi tugas-tugas yang menantang. Strategi-strategi ini dapat mencakup pemberian umpan balik yang terstruktur, penyediaan contoh-contoh yang relevan, dan penggunaan kelompok belajar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan motivasi dan kinerja kadet penerbangan dalam tugas-tugas membaca ESP..
<br>Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tantangan tugas merupakan faktor motivasi penting dalam membaca Bahasa Inggris untuk Tujuan Spesifik (ESP) di kalangan kadet penerbangan.Tidak seperti relevansi tugas dan manfaat tugas, yang menunjukkan efek yang tidak signifikan, tantangan tugas muncul sebagai prediktor yang signifikan secara statistik terhadap Motivasi/Kepercayaan diri.Temuan ini secara langsung mengonfirmasi hipotesis bahwa tugas yang menantang secara optimal mendorong motivasi.Hasil penelitian ini memberikan dasar empiris untuk merancang kurikulum ESP yang menekankan kesulitan tugas yang optimal daripada terlalu mengandalkan keselarasan profesional.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih bernuansa tentang bagaimana konstruk motivasi beroperasi dalam pendidikan bahasa vokasional
<br>Penelitian ini menguji bagaimana karakteristik tugasAirelevansi tugas, manfaat tugas, dan tantangan tugasAiberhubungan dengan Motivasi/Kepercayaan diri kadet dalam tugas membaca ESP. Menggunakan desain survei konfirmatori kuantitatif, data survei dikumpulkan dari 95 kadet dan dianalisis dengan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) di SAS Studio 9.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga konstruk karakteristik tugas, hanya tantangan tugas yang secara signifikan memprediksi Motivasi/Kepercayaan diri kadet dalam membaca. Relevansi tugas dan manfaat tugas, meskipun dinilai positif, tidak menghasilkan efek yang signifikan secara statistik dalam model struktural. Temuan ini menyoroti peran sentral dari permintaan tugas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp" type="image/webp" length="105000" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-28971.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-47143.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/2/esp-motivasi-tantangan-tugas-aviation-english-sem-thumb-a03b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2026-ppicurug.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9788-langit-biru-jurnal-ilmiah-aviasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Significance of ii in the Book of Joshua A Theological Examination ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Significance of ii in the Book of Joshua A Theological Examination ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Significance of ii in the Book of Joshua A Theological Examination ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36213-ibadah-sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36213-ibadah-sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:293cd7d575006f81585723d0e298ad1a</id>
	<published>2026-04-09T00:51:18+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:51:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="menno simons" label="menno simons" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book joshua" label="book joshua" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,joshua,menno,simons]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai penggunaan istilah "ii" dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama lainnya, seperti Hakim-Hakim dan 1-2 Samuel, untuk melihat apakah makna dan implikasi teologisnya berubah dalam konteks sejarah yang berbeda. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai penggunaan istilah "ii" dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama lainnya, seperti Hakim-Hakim dan 1-2 Samuel, untuk melihat apakah makna dan implikasi teologisnya berubah dalam konteks sejarah yang berbeda. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-903d1.webp" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-903d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-903d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-903d1.webp 1x" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" alt="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-ca73f.webp" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-ca73f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-ca73f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-ca73f.webp 1x" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" alt="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp 1x" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" alt="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36213-ibadah-sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesa" title="JURIS - The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination" target="_blank">The Significance of ii in the Book of Joshua: A Theological Examination</a>: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai penggunaan istilah "ii" dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama lainnya, seperti Hakim-Hakim dan 1-2 Samuel, untuk melihat apakah makna dan implikasi teologisnya berubah dalam konteks sejarah yang berbeda. Kedua, sebaiknya diteliti bagaimana bentuk ibadah berupa sujud dalam konteks Alkitab dapat direlevansikan dalam praktik ibadah kontemporer di berbagai budaya, khususnya dalam konteks yang tidak mengenal gerakan fisik sebagai bentuk penghormatan. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut hubungan antara eksklusivitas ibadah dan tantangan pluralisme agama saat ini melalui pendekatan teologis naratif dari Kitab Yosua, untuk memahami bagaimana komitmen terhadap satu-satunya Allah tetap dipertahankan di tengah pengaruh kepercayaan lain, baik secara historis maupun dalam konteks modern..
<br>Analisis terhadap istilah "ii" dalam Kitab Yosua mengungkap signifikansi teologis yang mendalam melalui dua perikop utama, yaitu Yosua 5.Ibadah dalam konteks Alkitab bersifat responsif terhadap wahyu ilahi dan kesetiaan Allah, dilandasi hubungan perjanjian, serta ditujukan secara eksklusif kepada Allah.Ibadah yang sejati juga mencakup penghindaran terhadap asosiasi dengan praktik menyimpang, penjagaan hubungan dekat dengan Allah, dan transformasi hidup yang membuang segala ketidaksesuaian dengan kekudusan-Nya
<br>Penelitian ini melakukan eksplorasi komprehensif terhadap istilah "ii" dalam Kitab Yosua, dengan fokus pada dua bagian utama: Yosua 5:13-15 dan Yosua 23. Studi ini menggunakan pendekatan eksegetis yang mencakup analisis historis, literer, leksikal, dan sintaksis untuk mengungkap implikasi teologis dari penggunaan istilah tersebut. Dalam Yosua 5:13-15, pertemuan antara Yosua dan panglima tentara TUHAN menjadi puncak narasi, melambangkan klimaks ibadah Israel saat memasuki Tanah Perjanjian. Implikasi teologis dari pengalaman beribadah Yosua menjadi prinsip dasar yang membentuk sifat dan esensi ibadah Kitab Suci, menekankan dimensinya yang responsif, transformatif, dan penuh hormat. Di sisi lain, pesan pamit Yosua menekankan ibadah Alkitabiah sebagai respons terhadap kesetiaan Allah, terkait...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp" type="image/webp" length="83406" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-903d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-ca73f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/sujud-kitab-yosua-perjanjian-eksegesis-pesan-pamit-thumb-7121c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Covenant and Salvation in the Old Testament Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation considering the Abrahamic Mosaic and Davidic covenants ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Covenant and Salvation in the Old Testament Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation considering the Abrahamic Mosaic and Davidic covenants ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Covenant and Salvation in the Old Testament Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation considering the Abrahamic Mosaic and Davidic covenants ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36222-old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36222-old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:489f5a6c581f200afaf09dd4bc796104</id>
	<published>2026-04-09T00:47:34+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:47:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="mrs ugwu" label="mrs ugwu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mrs,stats,ugwu,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate Jewish interpretations of covenants during the Second Temple period, including perspectives from apocryphal and pseudepigraphal writings. Additionally, exploring how different theological traditions interpret covenants ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Further research should investigate Jewish interpretations of covenants during the Second Temple period, including perspectives from apocryphal and pseudepigraphal writings. Additionally, exploring how different theological traditions interpret covenants ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp 1x" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" alt="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-4fe49.webp" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-4fe49.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-4fe49.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-4fe49.webp 1x" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" alt="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-bd1f5.webp" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-bd1f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-bd1f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-bd1f5.webp 1x" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" alt="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36222-old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev" title="JURIS - Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants" target="_blank">Covenant and Salvation in the Old Testament:  Examining the role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation, considering the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants</a>: Further research should investigate Jewish interpretations of covenants during the Second Temple period, including perspectives from apocryphal and pseudepigraphal writings. Additionally, exploring how different theological traditions interpret covenants and their implications for salvation history would be beneficial. Finally, a comparative study examining the covenantal themes in the Old Testament and their fulfillment in the New Testament, particularly concerning the person and work of Jesus Christ, could provide a more comprehensive understanding of GodAos redemptive plan. These investigations will contribute to a richer understanding of covenant theology and its relevance for both historical interpretation and contemporary faith practice, fostering a deeper appreciation for the continuity and coherence of GodAos revelation throughout Scripture and providing valuable insights for believers seeking to understand their relationship with God within the broader context of salvation history. This will also help to bridge the gap between historical and contemporary theological perspectives, offering a more nuanced and informed approach to understanding the enduring significance of the covenants in the Christian faith..
<br>In conclusion, this research illuminates the vital role of covenants in the Old Testament as mechanisms for salvation.The study demonstrates that the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants collectively reveal GodAos unfolding plan and unwavering commitment to humanity.Understanding these covenants enriches our appreciation of salvation history and deepens our understanding of GodAos grace.Ultimately, this exploration underscores the unity of Scripture and the consistent nature of GodAos redemptive work throughout history
<br>This research examines the role of the Abrahamic, Mosaic, and Davidic covenants in the Old Testament as key mechanisms for salvation. Derived from the Hebrew term berith, a covenant is a divine agreement establishing a relationship between God and His people. Each covenant plays a pivotal role in salvation history, revealing God's character and redemptive plan. The Abrahamic Covenant promises land, descendants, and blessings, forming the foundation of Israel's identity. The Mosaic Covenant, given at Mount Sinai, provides the Law as a guide for righteous living. The Davidic Covenant guarantees an eternal kingdom...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp" type="image/webp" length="73390" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-70047.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-4fe49.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/e/old-testament-covenant-salvation-theology-gods-rev-thumb-bd1f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Menno Simons A Cross Denominational Legacy Influences on Mennonite Baptist Methodist and Adventist Church ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Menno Simons A Cross Denominational Legacy Influences on Mennonite Baptist Methodist and Adventist Church ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Menno Simons A Cross Denominational Legacy Influences on Mennonite Baptist Methodist and Adventist Church ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36212-seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36212-seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:91497249cc17f58646e62dcc69924574</id>
	<published>2026-04-09T00:43:39+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:43:39+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="menno simons" label="menno simons" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book joshua" label="book joshua" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,joshua,menno,simons]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research could explore the specific mechanisms through which Menno Simons' ideas were transmitted to and adapted by the Seventh-day Adventist Church, moving beyond a general acknowledgement of influence to identify concrete theological connections. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Further research could explore the specific mechanisms through which Menno Simons' ideas were transmitted to and adapted by the Seventh-day Adventist Church, moving beyond a general acknowledgement of influence to identify concrete theological connections. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-14a6b.webp" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-14a6b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-14a6b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-14a6b.webp 1x" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" alt="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-142ec.webp" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-142ec.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-142ec.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-142ec.webp 1x" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" alt="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp 1x" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" alt="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36212-seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo" title="JURIS - Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church" target="_blank">Menno Simons: A Cross-Denominational Legacy - Influences on Mennonite, Baptist, Methodist, and Adventist Church</a>: Further research could explore the specific mechanisms through which Menno Simons' ideas were transmitted to and adapted by the Seventh-day Adventist Church, moving beyond a general acknowledgement of influence to identify concrete theological connections.  Additionally, a comparative study examining the reception of Simons' teachings on pacifism within different denominationsAiMennonite, Baptist, Methodist, and AdventistAicould reveal nuanced understandings and applications of this core principle. Finally, investigating the socio-political contexts that facilitated or hindered the adoption of SimonsAo ideas regarding separation of church and state in each denomination would provide valuable insights into the complex interplay between theological beliefs and societal structures, potentially uncovering previously overlooked historical dynamics and offering a more comprehensive understanding of his lasting legacy. These investigations, totaling over 150 words, would contribute to a richer understanding of SimonsAo enduring impact on Christian thought and practice..
<br>Menno Simons' commitment to his beliefs and courage in the face of persecution significantly impacted the Reformation movement.While not as widely recognized as Luther, Calvin, or Zwingli, his influence on the Anabaptist movement and subsequent denominations is undeniable.His legacy, particularly his emphasis on nonviolence and separation of church and state, continues to inspire, and his example may have indirectly shaped the values of the Adventist Church
<br>The journal delves into the life and teachings of Menno Simons, a pivotal but often overlooked figure in the 16th-century Anabaptist movement. Despite not achieving the same prominence as contemporaries like Luther and Calvin, Simons significantly influenced the trajectories of Mennonite and related denominations. The study meticulously examines Simons' theological contributions, focusing on his ethical framework promoting responsible material possession use. Simons' bold decision to join the Anabaptist movement marked a stride towards religious freedom, leaving a lasting impact on Mennonite doctrinal development. The journal explores the interplay between Simons' teachings and his indirect influence on the Seventh-day Adventist Church, shedding light on his...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp" type="image/webp" length="86598" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-14a6b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-142ec.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/seventh-day-adventist-menno-simons-anabaptist-refo-thumb-3da63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1 1 20 The Potential for Resolving Church Conflicts ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1 1 20 The Potential for Resolving Church Conflicts ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1 1 20 The Potential for Resolving Church Conflicts ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36214-sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-konf" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36214-sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-konf" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:48c35f3e89bd2ebee663dc61e69db5b8</id>
	<published>2026-04-09T00:37:42+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:37:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="menno simons" label="menno simons" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book joshua" label="book joshua" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,joshua,menno,simons]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut peran pertobatan dalam konteks konflik gerejawi, dengan fokus pada bagaimana pertobatan dapat menjadi katalisator ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut peran pertobatan dalam konteks konflik gerejawi, dengan fokus pada bagaimana pertobatan dapat menjadi katalisator ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-08b9a.webp" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-08b9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-08b9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-08b9a.webp 1x" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" alt="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-e562e.webp" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-e562e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-e562e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-e562e.webp 1x" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" alt="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp 1x" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" alt="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36214-sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-konf" title="JURIS - Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts" target="_blank">Exegesis and Linguistic Analysis of Isaiah 1:1-20: The Potential for Resolving Church Conflicts</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Menganalisis lebih lanjut peran pertobatan dalam konteks konflik gerejawi, dengan fokus pada bagaimana pertobatan dapat menjadi katalisator untuk rekonsiliasi dan penyelesaian konflik. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pertobatan dapat memfasilitasi dialog yang jujur, saling pengertian, dan pemulihan hubungan yang rusak.2. Menjelajahi dampak kepemimpinan dalam konflik gerejawi, dengan memeriksa bagaimana pemimpin dapat memengaruhi dinamika konflik dan bagaimana mereka dapat memainkan peran kunci dalam memfasilitasi rekonsiliasi. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi kepemimpinan yang efektif untuk mengatasi konflik dan membangun lingkungan yang didorong oleh kepercayaan, kerendahan hati, dan percakapan yang jujur.3. Memeriksa peran transformasi dalam resolusi konflik, dengan fokus pada bagaimana perubahan sikap dan perilaku individu dapat berkontribusi pada penyelesaian konflik yang berkelanjutan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana introspeksi, refleksi diri, dan perubahan pandangan dapat memfasilitasi rekonsiliasi dan pemulihan hubungan yang rusak..
<br>Analisis "Kontroversi Agung", seperti yang dijelaskan dalam Esai 1.1-20, menawarkan wawasan yang berharga untuk menyelesaikan konflik gerejawi.Pandangan ini memberikan mereka yang terlibat dalam konflik kerangka yang didasarkan pada prinsip-prinsip Alkitab dengan menekankan konsekuensi penyimpangan spiritual, menekankan pentingnya pertobatan yang tulus, dan memvisualisasikan kemungkinan restorasi melalui rahmat Allah.Konsep ini menekankan pentingnya transformasi, kerendahan hati, dan upaya untuk mencapai kesatuan, mengikuti niat tertinggi Allah bagi pengikut-Nya untuk mengalami rekonsiliasi dan restorasi.Pandangan ini mendorong refleksi diri di antara individu, mendorong mereka untuk memikirkan perilaku dan sikap mereka, menyadari konsekuensi negatif dari menyimpang dari prinsip-prinsip spiritual, dan menekankan pentingnya penyesalan yang tulus.Selain itu, ia memberikan rasa optimisme dengan menekankan potensi restorasi melalui kebaikan ilahi.Pernyataan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa keinginan untuk mencapai rekonsiliasi dan kesatuan, yang merupakan tujuan yang patut dikejar, dapat menjadi panduan dalam menyelesaikan perselisihan dengan efektif di dalam gereja.Pandangan ini akhirnya menawarkan dasar yang kuat untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang selaras dengan niat ilahi bagi umat manusia
<br>Esai 1:1-20 menggambarkan perjuangan surgawi yang abadi, yang sering digambarkan dalam Alkitab, sebagai tema sentral yang berputar di sekitar bentrokan antara Allah dan Setan, yang melambangkan pertempuran antara cahaya melawan kegelapan. Meskipun Esai 1:1-20 mungkin tidak secara eksplisit merujuk pada konflik kosmik ini, ia dapat ditafsirkan sebagai representasi miniatur dari perjuangan yang lebih luas antara kebaikan dan kejahatan yang tertanam dalam narasi Alkitab. Pemberontakan dan kemerosotan moral orang-orang pada zaman Yesaya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp" type="image/webp" length="89742" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-08b9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-e562e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/2/sejarah-manusia-dinamika-konflik-penyelesaian-ruma-thumb-c66e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Miracle Healing On Sabbath An Exegesis Of Mark 3 1 6 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Miracle Healing On Sabbath An Exegesis Of Mark 3 1 6 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Miracle Healing On Sabbath An Exegesis Of Mark 3 1 6 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36220-sabbath-miracle-healing-jesus-man-br" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36220-sabbath-miracle-healing-jesus-man-br" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:2e0ee85a9deaea3da5720bf260ac5530</id>
	<published>2026-04-09T00:19:56+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:19:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="concept god" label="concept god" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[concept,counter,flag,god,stats,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pemahaman tentang Sabbath dalam konteks budaya dan sosial pada masa Perjanjian Baru memengaruhi interaksi antara Yesus dan para pemimpin agama Yahudi. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pemahaman tentang Sabbath dalam konteks budaya dan sosial pada masa Perjanjian Baru memengaruhi interaksi antara Yesus dan para pemimpin agama Yahudi. Selain itu, studi komparatif ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-b75ce.webp" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-b75ce.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-b75ce.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-b75ce.webp 1x" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" alt="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp 1x" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" alt="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-e67b8.webp" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-e67b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-e67b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-e67b8.webp 1x" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" alt="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36220-sabbath-miracle-healing-jesus-man-br" title="JURIS - Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6" target="_blank">Miracle Healing On Sabbath: An Exegesis Of Mark 3:1-6</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pemahaman tentang Sabbath dalam konteks budaya dan sosial pada masa Perjanjian Baru memengaruhi interaksi antara Yesus dan para pemimpin agama Yahudi. Selain itu, studi komparatif mengenai konsep Sabbath dalam tradisi Yahudi dan Kristen dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang evolusi teologisnya. Terakhir, penelitian dapat berfokus pada implikasi etis dari tindakan penyembuhan Yesus pada hari Sabbath, khususnya bagaimana tindakan tersebut menantang norma-norma sosial dan keagamaan yang berlaku, serta relevansinya bagi praktik keagamaan kontemporer. Penelitian-penelitian ini akan memperkaya pemahaman kita tentang signifikansi teologis dan historis dari peristiwa penyembuhan pada hari Sabbath yang dicatat dalam Injil Markus, serta memberikan perspektif baru tentang bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam konteks kehidupan modern..
<br>The healing of the man with a withered hand on the Sabbath underscores JesusAo intention to emphasize the true essence of the Sabbath as a day of salvation and restoration.This act challenged the rigid legalistic interpretations prevalent among the Pharisees, reaffirming the SabbathAos original purpose as a blessing for humanity.Ultimately, Jesus did not abolish the Sabbath but rather restored its intended meaning, highlighting its role in offering both physical and spiritual renewal
<br>The Sabbath, a cornerstone of biblical theology, embodies GodAos creation, sanctification, and covenant with humanity. Over time, its observance became heavily burdened with legalistic stipulations, especially during the intertestamental period. These additions distorted its purpose, culminating in tensions between Jesus and Jewish leaders, particularly the Pharisees. Mark 3:1Ae6 portrays a critical confrontation where Jesus heals a man with a withered hand on the Sabbath, challenging rigid interpretations...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp" type="image/webp" length="97638" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-b75ce.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-c1288.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/sabbath-miracle-healing-jesus-man-sabbath-exegesis-thumb-e67b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets Performance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets Performance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets Performance ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36218-kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36218-kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:e2abe871a17fdd593d1f4fec85e0b1ef</id>
	<published>2026-04-09T00:15:14+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:15:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="langit biru" label="langit biru" />
	<category term="adi bandono" label="adi bandono" />
	<category term="indeks base" label="indeks base" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adi,bandono,base,biru,indeks,langit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkuat validitas eksternal, penelitian masa depan harus mempertimbangkan: 1. Desain longitudinal, untuk melacak perubahan perkembangan dalam ketangkasan belajar dan kepuasan hidup selama beberapa semester. 2. Studi komparatif, yang memeriksa ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperkuat validitas eksternal, penelitian masa depan harus mempertimbangkan: 1. Desain longitudinal, untuk melacak perubahan perkembangan dalam ketangkasan belajar dan kepuasan hidup selama beberapa semester. 2. Studi komparatif, yang memeriksa ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp 1x" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" alt="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-dd773.webp" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-dd773.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-dd773.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-dd773.webp 1x" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" alt="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-0a892.webp" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-0a892.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-0a892.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-0a892.webp 1x" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" alt="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36218-kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi" title="JURIS - Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets&#039; Performance" target="_blank">Learning Agility and Life Satisfaction as Predictors of Air Traffic Control Cadets' Performance</a>: Untuk memperkuat validitas eksternal, penelitian masa depan harus mempertimbangkan: 1. Desain longitudinal, untuk melacak perubahan perkembangan dalam ketangkasan belajar dan kepuasan hidup selama beberapa semester. 2. Studi komparatif, yang memeriksa perbedaan di antara institusi, program, atau konteks nasional. 3. Pendekatan campuran, yang mengintegrasikan wawancara kualitatif untuk menangkap wawasan yang lebih dalam ke dalam dinamika psikososial adaptasi kadet. 4. Pemodelan statistik lanjutan, seperti Structural Equation Modeling (SEM) atau analisis mediasi, untuk menguji ketahanan sebagai mediator potensial antara ketangkasan belajar, kepuasan hidup, dan prestasi akademik. Dengan mengatasi keterbatasan ini, penelitian masa depan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana adaptabilitas dan kesejahteraan membentuk kesiapan akademik dan profesional di penerbangan dan industri lainnya yang berisiko tinggi..
<br>Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa ketangkasan belajar dan kepuasan hidup adalah prediktor yang signifikan dari prestasi akademik di antara kadet tahun pertama di pendidikan vokasional penerbangan semi-militer.Dengan menggunakan pendekatan populasi total (N = 23), temuan menunjukkan bahwa kedua konstruk secara bersama-sama menjelaskan proporsi yang signifikan dari variansi dalam IPK (RA = 0.Di antara lima dimensi ketangkasan belajar, hasil ketangkasan muncul sebagai faktor dominan, yang menekankan pentingnya ketekunan, orientasi tugas, dan kemampuan untuk menghasilkan hasil di bawah tekanan.Kepuasan hidup juga menunjukkan kontribusi yang signifikan, yang memperkuat peran kesejahteraan psikologis sebagai fondasi untuk motivasi akademik dan ketahanan.Secara teoritis, penelitian ini memperluas literatur yang ada dengan menunjukkan bahwa ketangkasan belajar berfungsi secara berbeda tergantung pada konteks.Dalam sistem semi-militer, ketahanan yang berorientasi hasil melebihi fleksibilitas kognitif, keterampilan interpersonal, dan kesadaran diri.Secara praktis, temuan ini menyarankan bahwa institusi pendidikan vokasional penerbangan harus mengintegrasikan pelatihan ketahanan yang berorientasi tujuan, pengembangan keterampilan lunak, dan intervensi kesejahteraan ke dalam kurikulum mereka.Penelitian masa depan dapat memperluas kerangka ini dengan memasukkan pendekatan multi-kriteria pengambilan keputusan, seperti Fuzzy-AHP, untuk memodelkan ketidakpastian dan kompleksitas bawaan dari faktor pendidikan dan lingkungan, terutama dalam sistem pelatihan penerbangan yang beroperasi di bawah kondisi yang bervariasi, termasuk konteks cuaca tropis.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa prestasi akademik dalam lingkungan yang berisiko tinggi dan teratur dibentuk tidak hanya oleh adaptabilitas kognitif tetapi juga oleh kesejahteraan afektif.Perspektif terpadu ini memiliki implikasi untuk maju baik teori psikologi pendidikan maupun kesiapan profesional tenaga kerja penerbangan
<br>Industri penerbangan di era Industri 4.0 membutuhkan profesional yang memiliki keahlian teknis dan kemampuan psikologis yang adaptif. Penelitian ini menyelidiki bagaimana ketangkasan belajar dan kepuasan hidup memprediksi prestasi akademik di antara para kadet pengendali lalu lintas udara tahun pertama di perguruan tinggi penerbangan semi-militer di Indonesia. Menggunakan desain korelasi kuantitatif dengan sampel populasi total (N = 23), data dikumpulkan melalui Skala Ketangkasan Belajar untuk Mahasiswa ( = 0.89) dan Skala Kepuasan Hidup ( = 0.87). Analisis regresi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp" type="image/webp" length="90294" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-44b31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-dd773.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/0/kepuasan-hidup-motivasi-akademik-prestasi-anak-ket-thumb-0a892.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2026-ppicurug.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9788-langit-biru-jurnal-ilmiah-aviasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ An Evaluation of Bert B Beachs Views on Ecumenism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ An Evaluation of Bert B Beachs Views on Ecumenism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ An Evaluation of Bert B Beachs Views on Ecumenism ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36219-ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36219-ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:8ead2e04b323b55d0ea56f9b8cfd8911</id>
	<published>2026-04-09T00:14:57+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:14:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="concept god" label="concept god" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[concept,counter,flag,god,stats,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda Adventis mempersepsikan partisipasi dalam forum ekumenis, khususnya dalam konteks kekhawatiran akan hilangnya identitas keagamaan, untuk mengetahui apakah ada ketegangan antara hasrat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda Adventis mempersepsikan partisipasi dalam forum ekumenis, khususnya dalam konteks kekhawatiran akan hilangnya identitas keagamaan, untuk mengetahui apakah ada ketegangan antara hasrat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp 1x" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" alt="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2bc48.webp" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2bc48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2bc48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2bc48.webp 1x" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" alt="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2e821.webp" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2e821.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2e821.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2e821.webp 1x" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" alt="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36219-ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-m" title="JURIS - An Evaluation of Bert B. Beach&#039;s Views on Ecumenism" target="_blank">An Evaluation of Bert B. Beach's Views on Ecumenism</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana generasi muda Adventis mempersepsikan partisipasi dalam forum ekumenis, khususnya dalam konteks kekhawatiran akan hilangnya identitas keagamaan, untuk mengetahui apakah ada ketegangan antara hasrat untuk terhubung secara global dan komitmen terhadap kekhasan doktrin. Kedua, penting untuk mengeksplorasi studi komparatif tentang praktik ibadah yang diadopsi dari tradisi Kristen lainnya, seperti pertemuan doa tengah pekan dan persekutuan Sabat, untuk mengidentifikasi sejauh mana pertukaran ekumenis telah membentuk identitas liturgi Adventis secara historis. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam peran Sabat sebagai batu ujian dalam hubungan ekumenisAimisalnya, bagaimana komitmen terhadap Sabat dapat dipahami bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai dasar etis untuk kerja sama dalam advokasi kebebasan beragama di tengah masyarakat pluralistik. Gabungan ketiga penelitian ini akan memberikan wawasan baru tentang keseimbangan antara keterlibatan ekumenis dan pemeliharaan identitas, serta membuka jalan bagi pendekatan yang lebih sensitif dan inklusif tanpa mengorbankan keyakinan inti. Penelitian semacam ini juga dapat membantu gereja menyusun kebijakan yang lebih bijaksana mengenai kerja sama antariman, terutama dalam konteks sosial yang semakin kompleks. Dengan demikian, warisan Beach dapat dikembangkan secara kritis dan relevan bagi masa kini. Meneliti persepsi internal jemaat, evaluasi kritis terhadap praktik liturgi, dan potensi Sabat sebagai nilai bersama dalam keadilan sosial bisa menjadi landasan penting bagi dialog antariman yang autentik dan saling menghormati. Pendekatan multidimensi seperti ini memungkinkan pemahaman yang lebih utuh mengenai ekumenisme yang bertanggung jawab menurut perspektif Adventis. Hasilnya dapat digunakan untuk membimbing pendidikan teologis dan pelayanan pastoral di tingkat lokal maupun global. Melalui penelitian-penelitian ini, gereja dapat menemukan bentuk keterlibatan ekumenis yang tidak hanya aman secara doktrinal namun juga berdampak secara sosial. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa partisipasi dalam ekumenisme tetap menjadi sarana pembaruan dan kesaksian, bukan ancaman terhadap iman Adventis..
<br>Beach memiliki pandangan positif terhadap ekumenisme dan meyakini bahwa umat Adventis harus terlibat dalam dialog serta kerja sama dengan denominasi Kristen lainnya.Pandangannya didasarkan pada pemahaman akan injil yang melampaui batas-batas denominasi, namun aktivitas ekumenisnya menuai respons beragam di kalangan Gereja Adventis karena kekhawatiran atas peleburan doktrin khas.Secara keseluruhan, warisan Beach dalam gerakan ekumenis ditandai dengan upaya membangun dialog, kerja sama, dan keadilan sosial antarumat Kristiani
<br>Bert Beverly Beach (1928-2022) merupakan teolog Adventis terkemuka dan ahli otoritas dalam ekumenisme Kristen. Kontribusi utamanya adalah karya besarnya, Ecumenism: Boon or Bane?, yang memberikan gambaran luas tentang latar belakang sejarah dan isu-isu utama dalam gerakan ekumenikal modern. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau apakah pandangan Beach tentang ekumenisme selaras dengan perkembangan sikap Adventis terhadap ekumenisme dalam misinya. Metodologi penelitian bersifat kepustakaan berdasarkan data historis dan teologis yang tersedia. Hasil...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp" type="image/webp" length="94428" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-96738.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2bc48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/ekumenisme-kekhasan-teologis-generasi-muda-evaluat-thumb-2e821.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Understanding of Body and Soul in Matthew 10 28 espoused by Seventh day Adventist Church ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Understanding of Body and Soul in Matthew 10 28 espoused by Seventh day Adventist Church ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Understanding of Body and Soul in Matthew 10 28 espoused by Seventh day Adventist Church ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36215-organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-keku" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36215-organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-keku" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:375d80a498e4b651e81a0b204058b831</id>
	<published>2026-04-09T00:05:22+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:05:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="menno simons" label="menno simons" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book joshua" label="book joshua" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,joshua,menno,simons]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang konsep tubuh dan jiwa dalam Alkitab, terutama dalam kaitannya dengan misi dan kekuasaan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang konsep tubuh dan jiwa dalam Alkitab, terutama dalam kaitannya dengan misi dan kekuasaan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-b1c1c.webp" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-b1c1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-b1c1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-b1c1c.webp 1x" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp 1x" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-8f575.webp" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-8f575.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-8f575.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-8f575.webp 1x" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36215-organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-keku" title="JURIS - The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church" target="_blank">The Understanding of Body and Soul in Matthew 10:28 espoused by Seventh-day Adventist Church</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang konsep tubuh dan jiwa dalam Alkitab, terutama dalam kaitannya dengan misi dan kekuasaan Allah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana Gereja Advent Hari Ketujuh memahami konsep tubuh dan jiwa, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman mereka tentang misi dan kekuasaan Allah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut bagaimana konsep tubuh dan jiwa yang berbeda dapat mempengaruhi pemahaman seseorang tentang misi dan kekuasaan Allah, dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada praktik misi dan hubungan dengan Allah..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan Gereja Advent Hari Ketujuh mengenai tubuh dan jiwa adalah valid.Dalam teks ini, Yesus menggunakan konsep umum untuk menunjuk pada kebenaran bahwa Allah lebih berkuasa daripada oposisi manusia
<br>Kontras antara tubuh dan jiwa telah menjadi topik diskusi yang hangat. Matius 10:28 adalah salah satu teks Alkitab yang berbicara tentang tubuh dan jiwa, meskipun tidak secara mendalam. Dari teks tersebut, sepertinya Yesus memahami bahwa tubuh dan jiwa dapat dihancurkan secara terpisah. Apakah ini berarti bahwa tubuh dan jiwa adalah dua entitas terpisah dan independen? Gereja Advent Hari Ketujuh percaya bahwa tidak ada entitas yang abadi dan terpisah, yang disebut jiwa, hidup dalam tubuh manusia fisik. Lebih tepat untuk mengatakan bahwa seorang manusia adalah jiwa yang hidup daripada mengatakan bahwa dia memiliki jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan harmoni antara pernyataan Yesus dalam Matius 10:28 dengan ajaran Gereja...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp" type="image/webp" length="90472" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-b1c1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-e898e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/organ-tubuh-manusia-jiwa-misi-ketakutan-kekuatan-f-thumb-8f575.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pilot Shortage and Technician Fatigue Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post Pandemic Aviation Industry ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pilot Shortage and Technician Fatigue Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post Pandemic Aviation Industry ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pilot Shortage and Technician Fatigue Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post Pandemic Aviation Industry ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36211-keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36211-keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:2b3aa3b1e6d7e434406f25b373e9edfb</id>
	<published>2026-04-09T00:02:37+07:00</published>
	<updated>2026-04-09T00:02:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="langit biru" label="langit biru" />
	<category term="adi bandono" label="adi bandono" />
	<category term="indeks base" label="indeks base" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adi,bandono,base,biru,indeks,langit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis mendalam terhadap tantangan kekurangan pilot dan kelelahan teknisi di industri penerbangan Indonesia pasca-pandemi, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif yang lebih mendalam diperlukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis mendalam terhadap tantangan kekurangan pilot dan kelelahan teknisi di industri penerbangan Indonesia pasca-pandemi, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif yang lebih mendalam diperlukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-73f03.webp" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-73f03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-73f03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-73f03.webp 1x" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" alt="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-09a19.webp" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-09a19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-09a19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-09a19.webp 1x" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" alt="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp 1x" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" alt="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36211-keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r" title="JURIS - Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry" target="_blank">Pilot Shortage and Technician Fatigue: Safety Risk Analysis and Policy Implications for IndonesiaAos Post-Pandemic Aviation Industry</a>: Berdasarkan analisis mendalam terhadap tantangan kekurangan pilot dan kelelahan teknisi di industri penerbangan Indonesia pasca-pandemi, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian kuantitatif yang lebih mendalam diperlukan untuk mengukur secara akurat dampak finansial dari biaya pelatihan tipe yang tinggi terhadap ketersediaan pilot, serta untuk mengidentifikasi model pendanaan alternatif yang berkelanjutan. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi FRMS dalam mengurangi kelelahan teknisi dan meningkatkan kualitas pemeliharaan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya keselamatan, kepemimpinan, dan partisipasi pekerja. Ketiga, penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif psikologi, ergonomi, dan manajemen sumber daya manusia dapat mengeksplorasi strategi inovatif untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja teknisi, seperti jadwal kerja yang fleksibel, program dukungan kesehatan mental, dan pelatihan manajemen stres. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kebijakan dan praktik yang lebih efektif dalam mendukung keselamatan dan keberlanjutan industri penerbangan Indonesia..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa sektor penerbangan Indonesia pasca-COVID-19 menghadapi kesenjangan sumber daya manusia yang kritis, didorong oleh kekurangan pilot dan kelelahan teknisi.Biaya pelatihan tipe yang tinggi membatasi ketersediaan pilot yang memenuhi syarat, sementara beban kerja yang berlebihan dan jam kerja yang diperpanjang meningkatkan kelelahan di antara teknisi pesawat, yang secara langsung memengaruhi keselamatan penerbangan.Untuk mengatasi kesenjangan ini, studi ini merekomendasikan perluasan akses ke pelatihan tipe melalui dukungan pemerintah dan kemitraan maskapai-lembaga pelatihan, penegakan Sistem Manajemen Risiko Kelelahan (FRMS) sesuai dengan standar FAA dan CASR, serta penguatan pelatihan teknisi melalui sertifikasi yang diakui secara internasional
<br>Di era pasca-COVID-19, industri penerbangan Indonesia menghadapi dua tantangan sumber daya manusia utama: kekurangan pilot dan kelelahan teknisi. Biaya pelatihan tipe yang tinggi telah menyebabkan banyak lulusan pilot menganggur meskipun permintaan maskapai sangat tinggi, sementara jam kerja yang panjang meningkatkan risiko kelelahan pemeliharaan yang mengancam keselamatan penerbangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko keselamatan yang timbul dari kekurangan pilot dan kelelahan teknisi di industri penerbangan Indonesia pasca-pandemi dan untuk mengidentifikasi implikasi kebijakan yang relevan dari perspektif faktor manusia. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, memanfaatkan data sekunder dari laporan resmi, publikasi akademik, dan peraturan penerbangan, yang dilengkapi dengan wawancara pemangku kepentingan singkat....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp" type="image/webp" length="99264" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-73f03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-09a19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/keselamatan-penerbangan-faktor-manusia-manajemen-r-thumb-0182b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2026-ppicurug.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9788-langit-biru-jurnal-ilmiah-aviasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36207-boarding-school-spiritual-development-student-life" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36207-boarding-school-spiritual-development-student-life" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:75013efb3455b8c8bfa4e25317019db4</id>
	<published>2026-04-08T23:58:53+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:58:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="mrs ugwu" label="mrs ugwu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mrs,stats,ugwu,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam kehidupan asrama yang paling berpengaruh terhadap perkembangan spiritual siswa perempuan, misalnya dengan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam kehidupan asrama yang paling berpengaruh terhadap perkembangan spiritual siswa perempuan, misalnya dengan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-4dca9.webp" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-4dca9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-4dca9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-4dca9.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" alt="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" alt="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-5eac1.webp" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-5eac1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-5eac1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-5eac1.webp 1x" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" alt="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36207-boarding-school-spiritual-development-student-life" title="JURIS - The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students" target="_blank">The Influence of Boarding School Life on The Spiritual Development of Female Students</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik dalam kehidupan asrama yang paling berpengaruh terhadap perkembangan spiritual siswa perempuan, misalnya dengan membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pembinaan rohani di asrama. Selain itu, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif siswa dalam menjalani kehidupan asrama dan bagaimana hal tersebut membentuk keyakinan dan praktik spiritual mereka. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembinaan spiritual yang terintegrasi antara sekolah, asrama, dan keluarga, untuk menciptakan lingkungan yang holistik dan mendukung pertumbuhan spiritual siswa secara berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif dan praktis bagi pengelola asrama dan lembaga pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan spiritual siswa..
<br>Based on the analysis, life in boarding schools has a positive and significant influence on the spiritual development of female students at the SLA UASN campus.This is supported by the t-test results and the determination coefficient, indicating that boarding school life contributes 70.Therefore, improving the quality of boarding school life through character-building programs and providing competent dormitory caretakers is recommended to further enhance students' spiritual growth
<br>This study aims to determine the effect of life in a boarding school on the spiritual development of female students. This study was conducted at the SLA-UASN campus in the 2023-2024 Academic Year. This type of research is quantitative. Data sources were obtained by distributing questionnaires to female students living in the SLA-UASN girls dormitory. The population in this study consisted of 132 female students and the number of junior high/high schools was 58, and the Special Dormitory was only 18 people. With the probability sampling technique, a sample of 70 female students living in the SLA-UASN female dormitory was obtained. The analysis technique used was a simple linear regression analysis technique. The results of this study indicate that life in a boarding school (X) has a positive and significant effect on the spiritual development (Y) of female students at the...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp" type="image/webp" length="97906" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-4dca9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-d75f1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/9/boarding-school-spiritual-development-student-life-thumb-5eac1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Self Sufficiency versus Theosufficiency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Self Sufficiency versus Theosufficiency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Self Sufficiency versus Theosufficiency ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36209-program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-gerej" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36209-program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-gerej" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:bc66a494ef92974b667a3ff574b46b1c</id>
	<published>2026-04-08T23:53:07+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:53:07+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,stats,view,vol,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana konsep theosufficiency dapat diterapkan dalam konteks ekonomi gereja lokal di negara berkembang, khususnya dalam mengelola keuangan jemaat tanpa bergantung pada bantuan luar, namun tetap berlandaskan ketergantungan rohani ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana konsep theosufficiency dapat diterapkan dalam konteks ekonomi gereja lokal di negara berkembang, khususnya dalam mengelola keuangan jemaat tanpa bergantung pada bantuan luar, namun tetap berlandaskan ketergantungan rohani ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-4ba21.webp" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-4ba21.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-4ba21.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-4ba21.webp 1x" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" alt="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-69612.webp" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-69612.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-69612.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-69612.webp 1x" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" alt="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp 1x" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" alt="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36209-program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-gerej" title="JURIS - Self-Sufficiency versus Theosufficiency" target="_blank">Self-Sufficiency versus Theosufficiency</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana konsep theosufficiency dapat diterapkan dalam konteks ekonomi gereja lokal di negara berkembang, khususnya dalam mengelola keuangan jemaat tanpa bergantung pada bantuan luar, namun tetap berlandaskan ketergantungan rohani kepada Tuhan. Kedua, layak dikaji secara empiris bagaimana komunitas jemaat yang menerapkan prinsip koinomia menunjukkan ketahanan sosial dan spiritual dibandingkan komunitas yang cenderung otonom, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi atau pandemi. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pendidikan pastoral yang mampu membentuk mentalitas theosufficiency sejak dini di kalangan pemuda gereja, sehingga generasi muda tidak hanya dilatih keterampilan hidup namun juga dibentuk ketergantungannya kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperdalam pemahaman teologis sekaligus memberikan panduan praktis bagi pembentukan komunitas gereja yang seimbang secara rohani dan struktural. Dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan teologi, sosiologi, dan ekonomi mikro, studi lanjutan dapat mengungkap bagaimana ketergantungan kepada Tuhan justru memperkuat kemandirian fungsional jemaat. Fokus pada konteks budaya lokal sangat penting agar konsep theosufficiency tidak dianggap sebagai doktrin pasif, melainkan sebagai fondasi aktif untuk pemberdayaan berbasis iman. Penelitian juga bisa melihat peran tata kelola gereja dalam mendorong siklus ekonomi internal jemaat, seperti dalam tradisi komunitas iman lainnya. Pendekatan kualitatif melalui studi kasus intensif akan memberikan gambaran mendalam tentang dinamika keseimbangan theostatik dan ekklesiostatik. Hasil temuan dapat digunakan untuk menyusun kurikulum pelatihan kepemimpinan rohani yang terintegrasi. Akhirnya, penelitian ini membuka ruang untuk mengembangkan indikator theosufficiency yang dapat diukur secara pastoral, sehingga konsep teologis ini menjadi relevan dan aplikatif bagi kehidupan gereja masa kini..
<br>Manusia, khususnya orang Kristen, tidak dapat benar-benar mandiri secara absolut karena kemandirian sejati hanya dimiliki oleh Tuhan.Orang percaya seharusnya hidup dalam ketercukupan ilahi (theosufficiency), yaitu ketergantungan penuh kepada Tuhan sebagai sumber segala pemeliharaan dan keberhasilan.Perlu terjadi pergeseran paradigma dari otonomi menuju koinomia, dari kemandirian manusia menuju ketergantungan teologis dalam menjalankan misi gereja
<br>Artikel ini berjudul 'Self-Sufficiency Versus Theosufficiency' menganalisis konsep kemandirian atau otonomi yang bernilai tinggi dalam ekonomi, gereja, dan masyarakat. Konsep ini, meskipun secara fungsional menarik, dianggap tidak mencerminkan hakikat gereja yang sejatinya bukan autonomia melainkan koinomia dan teonomia. Artikel ini mengusulkan reposisi semantik terhadap kemandirian dalam relasi dengan realitas ontologis tubuh Kristus. Dua jenis kemandirian diidentifikasi: pertama, kemandirian antroposentris yang berpusat pada manusia dan bersifat ateistik; kedua, kemandirian teosentris yang mengandalkan Tuhan dalam mencapai keseimbangan vital (autarkeia), yang pada dasarnya merupakan bentuk ketergantungan kepada Tuhan sesuai pandangan teosentris gereja.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp" type="image/webp" length="72674" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-4ba21.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-69612.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/3/program-ekonomi-gereja-muda-komunitas-masyarakat-l-thumb-5fffb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36221-fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36221-fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:16a8ee011115762e672a5c6e0a8ae47e</id>
	<published>2026-04-08T23:45:21+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:45:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="langit biru" label="langit biru" />
	<category term="adi bandono" label="adi bandono" />
	<category term="indeks base" label="indeks base" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adi,bandono,base,biru,indeks,langit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan sensor fusion yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi identifikasi target dalam kondisi lingkungan yang kompleks di Papua. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan sensor fusion yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi identifikasi target dalam kondisi lingkungan yang kompleks di Papua. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp 1x" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" alt="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-6b232.webp" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-6b232.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-6b232.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-6b232.webp 1x" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" alt="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-611bd.webp" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-611bd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-611bd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-611bd.webp 1x" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" alt="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36221-fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe" title="JURIS - Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua" target="_blank">Design And Performance Evaluation Of An Fpv Tactical Loiter Munition Drone For Tropical Mountainous Operations In Papua</a>: Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan sensor fusion yang lebih canggih untuk meningkatkan akurasi identifikasi target dalam kondisi lingkungan yang kompleks di Papua. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk memungkinkan FPV-TLM melakukan pengenalan target secara otomatis dan pengambilan keputusan taktis secara mandiri, sehingga mengurangi beban kerja operator dan mempercepat respons terhadap ancaman. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan sistem dengan mengembangkan sistem baterai yang lebih efisien atau sumber energi alternatif, serta menguji integrasi muatan (payload) yang berbeda untuk memperluas kemampuan operasional FPV-TLM dalam berbagai skenario misi, termasuk pengawasan jarak jauh, pengiriman logistik, dan komunikasi darurat. Pengembangan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan nasional dan mendukung operasi militer di wilayah Papua yang menantang..
<br>Based on the design analysis, technical testing, and operational findings, this study concludes that the FPV Tactical Loiter Munition (FPV-TLM) system constitutes a feasible and adaptive tactical UAV platform for supporting Indonesian Army operations in Papua.The research successfully developed a conceptual FPV-TLM design that meets the operational requirements of tropical and mountainous environments, demonstrated through improved hover stability and enhanced energy efficiency.Furthermore, the study confirms that FPV-TLM deployment can substantially increase surveillance effectiveness and deterrence capability compared with conventional ground patrols, while simultaneously reducing risks to personnel
<br>This research aims to design and analyze an FPV Tactical Loiter Munitions (FPV-TLM) drone as a tactical operational support platform for the Indonesian Army (TNI AD) in the Papua region. The FPV-TLM technology serves a dual function as both a reconnaissance system and a precision-strike asset capable of operating in extreme environments. The study employs a descriptive-qualitative approach combined with limited-scale experimental testing to evaluate control-system stability, energy efficiency, and surveillance effectiveness in tropical and mountainous terrain. The experimental results indicate that the adaptive PID-based control...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp" type="image/webp" length="104902" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-fcd90.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-6b232.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/fpv-tlm-uav-papua-pid-control-system-national-defe-thumb-611bd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2026-ppicurug.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9788-langit-biru-jurnal-ilmiah-aviasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ AuEvery Creature of God is GoodAy A Lexico Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4 1 5 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AuEvery Creature of God is GoodAy A Lexico Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4 1 5 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AuEvery Creature of God is GoodAy A Lexico Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4 1 5 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36204-asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-fa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36204-asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-fa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:37dc37e50a77ef19d26a7370f4f07db3</id>
	<published>2026-04-08T23:28:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:28:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="mrs ugwu" label="mrs ugwu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mrs,stats,ugwu,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik asketisme pada abad pertama memengaruhi komunitas Kristen awal dan bagaimana praktik tersebut dibandingkan dengan bentuk-bentuk spiritualitas modern. Selain itu, studi komparatif ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik asketisme pada abad pertama memengaruhi komunitas Kristen awal dan bagaimana praktik tersebut dibandingkan dengan bentuk-bentuk spiritualitas modern. Selain itu, studi komparatif ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp 1x" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" alt="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-84c63.webp" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-84c63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-84c63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-84c63.webp 1x" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" alt="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-e66a9.webp" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-e66a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-e66a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-e66a9.webp 1x" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" alt="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36204-asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-fa" title="JURIS - AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5" target="_blank">AuEvery Creature of God is GoodAy: A Lexico-Syntactical and Theological Analyses of 1 Timothy 4:1-5</a>: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik asketisme pada abad pertama memengaruhi komunitas Kristen awal dan bagaimana praktik tersebut dibandingkan dengan bentuk-bentuk spiritualitas modern. Selain itu, studi komparatif tentang pandangan Paulus tentang makanan dan pernikahan dengan praktik-praktik keagamaan dan budaya lain pada periode yang sama dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang konteks historis dan teologis dari 1 Timotius 4:1-5. Terakhir, penelitian tentang bagaimana gereja-gereja kontemporer mengatasi isu-isu terkait dengan pembatasan diet dan praktik seksual, dengan mempertimbangkan ajaran Paulus tentang kebebasan dalam Kristus dan pentingnya bersyukur atas ciptaan Allah, akan sangat bermanfaat. Penelitian-penelitian ini akan membantu memperkaya pemahaman kita tentang teks Alkitab ini dan relevansinya bagi kehidupan Kristen saat ini, serta memberikan panduan praktis bagi gereja dalam menghadapi tantangan-tantangan spiritual dan etika di dunia modern..
<br>The study identified the false teaching in the Ephesian church as asceticism, a belief that the material world is evil and that self-restraint, including abstinence from food and marriage, is necessary for salvation.Paul countered this teaching by emphasizing that all of GodAos creation is good and should be received with thanksgiving, guided by scripture.Ultimately, the study reinforces the importance of sound doctrine rooted in the gospel of Christ as the true path to salvation, rejecting the notion that salvation is achieved through human effort or restriction
<br>False teaching in the Ephesian Church was alarming. The tone of 1 Timothy 4:1Ae5 shows Paul's seriousness about these false teachings, which could ruin his Ephesus ministry. Paul stated that the Holy Spirit gives end-time deception warnings. The nature of the false teachings has puzzled Paul's readers. The study investigates the nature of the false teaching, the use of AO, and Paul's meaning of IE A EE A . Paul's handling of the Ephesian church's false teaching has also been analyzed in modern Christianity. The study concludes that the erroneous doctrine was asceticism, which posited that the material world was evil and excessive engagement with it could jeopardize one's salvation. In the Ephesian church, this doctrine was situated in a setting where certain members believed that marriage or the consumption...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp" type="image/webp" length="81428" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-4401b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-84c63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/2/asceticism-false-teaching-1-timothy-creation-ao-te-thumb-e66a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Creature or Monster A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4 6 8 from the Perspective of the Seventh day Adventist Church ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Creature or Monster A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4 6 8 from the Perspective of the Seventh day Adventist Church ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Creature or Monster A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4 6 8 from the Perspective of the Seventh day Adventist Church ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36206-klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36206-klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:ece662b44dac8e9fea12376cb3f5817c</id>
	<published>2026-04-08T23:27:27+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:27:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,stats,view,vol,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara deskripsi fisik keempat makhluk hidup dalam Kitab Wahyu dengan penggambaran ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara deskripsi fisik keempat makhluk hidup dalam Kitab Wahyu dengan penggambaran ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-2bd2b.webp" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-2bd2b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-2bd2b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-2bd2b.webp 1x" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-e14fc.webp" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-e14fc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-e14fc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-e14fc.webp 1x" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp 1x" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" alt="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36206-klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat" title="JURIS - Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church" target="_blank">Creature or Monster?: A Study of the Four Living Creatures Based on Revelation 4:6-8 from the Perspective of the Seventh-day Adventist Church</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara deskripsi fisik keempat makhluk hidup dalam Kitab Wahyu dengan penggambaran malaikat dalam kitab-kitab lain dalam Alkitab, seperti Yehezkiel dan Yesaya. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang simbolisme dan makna teologis dari makhluk-makhluk ini. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana pemahaman tentang keempat makhluk hidup ini memengaruhi interpretasi teologis tentang kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Apakah pemahaman ini dapat memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antara Tuhan dan ciptaan-Nya? Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pandangan yang berbeda tentang keempat makhluk hidup ini memengaruhi praktik keagamaan dan spiritualitas umat Kristen, khususnya dalam konteks Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Apakah pemahaman yang lebih akurat tentang makhluk-makhluk ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang ibadah dan penyembahan kepada Tuhan?.
<br>Penelitian ini telah menelaah pemahaman tentang empat makhluk hidup berdasarkan pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam Kitab Wahyu 4.Setelah menyajikan latar belakang masalah yang bertujuan untuk mengklarifikasi apakah benar ada monster yang mengelilingi takhta Tuhan, peneliti mempelajari ayat-ayat paralel untuk Kitab Wahyu 4.Penelitian ini menemukan bahwa dalam pandangan tradisional tentang empat makhluk hidup, terdapat beberapa ide yang saling bertentangan yang mengakibatkan kebingungan dan membuat peneliti tidak dapat benar-benar memberikan jawaban untuk masalah penelitian.Namun, pandangan modern menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk mempelajari ayat-ayat lain yang paralel dengan Kitab Wahyu 4.Setelah penyelidikan yang lebih mendalam, ditemukan bahwa keempat makhluk hidup tersebut adalah makhluk malaikat
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemahaman tentang empat makhluk hidup berdasarkan pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam Kitab Wahyu 4:6-8, dengan tujuan memberikan kejelasan. Penelitian ini menemukan bahwa empat makhluk hidup merujuk pada empat evangelis, Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Dalam pandangan Adventis, keempat makhluk hidup ini terkait erat dengan identitas dua puluh empat penua. Namun, para sarjana memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai ayat tersebut. Dalam pandangan modern gereja...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp" type="image/webp" length="72420" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-2bd2b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-e14fc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/3/klasifikasi-makhluk-hidup-kitab-wahyu-malaikat-tak-thumb-c1dbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith Based Organizations Can Do ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith Based Organizations Can Do ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith Based Organizations Can Do ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36223-girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-benu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36223-girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-benu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:b91b4e43680317e2b852d0d6c8d18e85</id>
	<published>2026-04-08T23:09:16+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T23:09:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="mrs ugwu" label="mrs ugwu" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,mrs,stats,ugwu,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate the long-term psychological impacts of displacement and abuse on girls in Benue State IDP camps, exploring the effectiveness of different trauma-informed care approaches.  Additionally, studies could examine the role ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Further research should investigate the long-term psychological impacts of displacement and abuse on girls in Benue State IDP camps, exploring the effectiveness of different trauma-informed care approaches.  Additionally, studies could examine the role ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp 1x" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" alt="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-f5238.webp" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-f5238.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-f5238.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-f5238.webp 1x" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" alt="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-4dc3c.webp" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-4dc3c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-4dc3c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-4dc3c.webp 1x" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" alt="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36223-girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-benu" title="JURIS - Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do" target="_blank">Interrogating The Experiences Of The Girl Child In Internally Displaced PersonsAo Camps In Benue State And What Faith-Based Organizations Can Do</a>: Further research should investigate the long-term psychological impacts of displacement and abuse on girls in Benue State IDP camps, exploring the effectiveness of different trauma-informed care approaches.  Additionally, studies could examine the role of community-based protection mechanisms and traditional conflict resolution methods in preventing gender-based violence within the camps.  Finally, research is needed to assess the sustainability of livelihood programs designed for displaced girls, focusing on skills development and economic empowerment initiatives that address the root causes of vulnerability and promote self-reliance. These investigations should consider the unique cultural context of Benue State and involve collaboration with local communities, faith-based organizations, and government agencies to ensure relevant and impactful outcomes.  A comprehensive understanding of these factors will be crucial for developing effective strategies to protect and empower girls affected by displacement and conflict, fostering their resilience and enabling them to rebuild their lives..
<br>Girls in IDP camps in Benue State face significant challenges including overcrowding, poor sanitation, and a lack of psychological support.These conditions contribute to various forms of abuse, such as sexual violence, exploitation, and increased vulnerability to health risks.The study highlights the urgent need for comprehensive interventions from faith-based organizations and other stakeholders to address the specific needs of girls in these camps and ensure their safety, well-being, and access to essential services
<br>The aim of this study is to examine the experiences of girls living in IDP camps in Benue State, Nigeria, and what FBOs could do to ameliorate their sufferings. The conflict in Benue State has occurred between the Fulani pastoralists and the indigenous people of Benue, leading to the displacement of thousands of girls. This study investigates the conditions girls live in IDP camps, the causes of their mistreatment, and the impacts of abuse. Thirty in-depth interviews were conducted with female IDPs in Makurdi, Guma, and Agatu camps, using content analysis to identify emergent themes. The study reveals that girls in Benue State's internally displaced camps endure appalling living conditions, including limited access to basic amenities, a high risk of sexual exploitation,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp" type="image/webp" length="90218" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-d5b1c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-f5238.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/girl-child-idp-benue-state-fbo-conflict-abuse-nige-thumb-4dc3c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Capitalist tendencies in Jeremiah 6 13 20 and the church in economically unstable Nigeria ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Capitalist tendencies in Jeremiah 6 13 20 and the church in economically unstable Nigeria ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Capitalist tendencies in Jeremiah 6 13 20 and the church in economically unstable Nigeria ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36208-capitalism-jeremiah-6-13-20-church-nigeria-materia" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36208-capitalism-jeremiah-6-13-20-church-nigeria-materia" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:d9fcec1127a91635a3b6b7b96d924e7e</id>
	<published>2026-04-08T22:43:05+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:43:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,stats,view,vol,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Further research should investigate the specific economic factors driving the prosperity gospel's popularity within Nigerian churches, exploring how socioeconomic vulnerabilities contribute to its appeal.  A comparative study examining the impact of different ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Further research should investigate the specific economic factors driving the prosperity gospel's popularity within Nigerian churches, exploring how socioeconomic vulnerabilities contribute to its appeal.  A comparative study examining the impact of different ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp 1x" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" alt="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-f4635.webp" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-f4635.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-f4635.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-f4635.webp 1x" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" alt="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-8561b.webp" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-8561b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-8561b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-8561b.webp 1x" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" alt="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36208-capitalism-jeremiah-6-13-20-church-nigeria-materia" title="JURIS - Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria" target="_blank">Capitalist tendencies in Jeremiah 6:13-20 and the church in economically unstable Nigeria</a>: Further research should investigate the specific economic factors driving the prosperity gospel's popularity within Nigerian churches, exploring how socioeconomic vulnerabilities contribute to its appeal.  A comparative study examining the impact of different denominations' theological stances on their engagement with capitalist practices in Nigeria could reveal best practices for maintaining ethical integrity.  Additionally, research could focus on developing and evaluating community-based programs within churches that promote financial literacy, ethical entrepreneurship, and social justice initiatives, offering practical alternatives to wealth-focused ideologies and fostering a more equitable and compassionate society. These studies should be conducted with a focus on understanding the lived experiences of church members and the broader societal context, ensuring that research findings are relevant and actionable for promoting positive change..
<br>The study reveals a stark contrast between the ethical teachings of Christianity and the capitalist tendencies observed within the Nigerian church.13Ae20 condemns greed, deceit, and false teaching, urging a return to biblical principles.Pastors should prioritize preaching holiness and righteousness over wealth, while churches should advocate for a just economic system and ethical practices to promote community welfare and spiritual integrity
<br>This article examines the capitalist tendencies in Jeremiah 6:13Ae20 and their implications for Nigeria. Jeremiah 6:13Ae20 presents a critique of greed and corruption among the leaders and people of Judah, denouncing materialistic pursuits prioritizing wealth over justice. In Nigeria, prophets and priests give prophecies for self-gain, leading to family disintegration due to deceitful practices. This is a qualitative study using the narrative method and content analysis of secondary literature. Key themes include unrestrained greed, corruption, neglect of justice, false security in wealth, and the consequences of unchecked capitalism.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp" type="image/webp" length="80802" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-255d5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-f4635.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/8/capitalism-jeremiah-613-20-church-nigeria-material-thumb-8561b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9 8 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9 8 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9 8 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36205-kosakata-bahasa-inggris-tata-ko" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36205-kosakata-bahasa-inggris-tata-ko" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:a737ac8a8f769d602b83c2a99df6f127</id>
	<published>2026-04-08T22:42:16+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:42:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,stats,view,vol,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi implikasi teologis dari terjemahan "sanctuary" atau "holy places" untuk "ta hagia" dalam konteks keseluruhan surat kepada orang Ibrani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan kata ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi implikasi teologis dari terjemahan "sanctuary" atau "holy places" untuk "ta hagia" dalam konteks keseluruhan surat kepada orang Ibrani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan kata ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-f5732.webp" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-f5732.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-f5732.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-f5732.webp 1x" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" alt="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-26c60.webp" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-26c60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-26c60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-26c60.webp 1x" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" alt="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp 1x" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" alt="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36205-kosakata-bahasa-inggris-tata-ko" title="JURIS - The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8" target="_blank">The Interpretation of ta hagia in Hebrews 9:8</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi implikasi teologis dari terjemahan "sanctuary" atau "holy places" untuk "ta hagia" dalam konteks keseluruhan surat kepada orang Ibrani. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan kata "ta hagia" dalam Septuagint dengan penggunaan dalam Perjanjian Baru, guna memperdalam pemahaman tentang makna kata tersebut. Terakhir, penelitian dapat mengkaji bagaimana pemahaman tentang "ta hagia" memengaruhi interpretasi tentang peran dan fungsi imam besar dalam sistem keagamaan Yahudi kuno, serta relevansinya dengan karya pendamaian Kristus..
<br>Penelitian ini telah memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai terjemahan yang tepat untuk "ta hagia" dalam Hebrews 9.Hasilnya menunjukkan bahwa "ta hagia" sebaiknya diterjemahkan sebagai "sanctuary" atau "holy places".Hal ini didasarkan pada analisis leksikal dan kontekstual, serta mempertimbangkan aspek tata bahasa dan konteks langsung dari kata tersebut.Dengan demikian, terjemahan "sanctuary" atau "holy places" lebih sesuai dengan makna yang dimaksudkan dalam Hebrews 9
<br>Penelitian ini mengkaji kata "ta hagia" dalam Hebrews 9:8, yang memiliki beragam terjemahan dalam Alkitab bahasa Inggris modern, seperti "Most Holy Place", "sanctuary", dan "Holy Place". Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi terjemahan yang tepat untuk "ta hagia" melalui analisis leksikal dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "ta hagia" sebaiknya diterjemahkan sebagai "sanctuary" atau "holy places" dalam Hebrews 9:8. Penelitian ini menggunakan metode studi eksygesis untuk menganalisis kata "ta hagia" dan konteksnya, serta membandingkan berbagai terjemahan Alkitab modern.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp" type="image/webp" length="79470" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-f5732.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-26c60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/kosakata-bahasa-inggris-tata-arab-ta-hagia-hebrews-thumb-6db3f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36224-flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36224-flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:2bd95612754073e3d71b2bcbdfa7b451</id>
	<published>2026-04-08T22:32:36+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:32:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="langit biru" label="langit biru" />
	<category term="adi bandono" label="adi bandono" />
	<category term="indeks base" label="indeks base" />
	<itunes:keywords><![CDATA[adi,bandono,base,biru,indeks,langit]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti efektivitas pelatihan meteorologi berbasis simulasi kokpit terhadap peningkatan kesadaran situasional (situational awareness) pengendali lalu lintas udara dalam merespons kondisi cuaca ekstrem secara lebih proaktif. Kedua, perlu ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti efektivitas pelatihan meteorologi berbasis simulasi kokpit terhadap peningkatan kesadaran situasional (situational awareness) pengendali lalu lintas udara dalam merespons kondisi cuaca ekstrem secara lebih proaktif. Kedua, perlu ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-34193.webp" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-34193.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-34193.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-34193.webp 1x" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" alt="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp 1x" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" alt="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-35ca1.webp" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-35ca1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-35ca1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-35ca1.webp 1x" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" alt="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36224-flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom" title="JURIS - Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases" target="_blank">Critical Factors Of Air Traffic Controller Meteorological Awareness And Awos Optimization For Weather-Induced Flight Incidents Mitigation In Low Level Flight Phases</a>: Pertama, perlu diteliti efektivitas pelatihan meteorologi berbasis simulasi kokpit terhadap peningkatan kesadaran situasional (situational awareness) pengendali lalu lintas udara dalam merespons kondisi cuaca ekstrem secara lebih proaktif. Kedua, perlu dikembangkan model deteksi dini angin arus balik berbasis data historis AWOS yang dianalisis secara real-time untuk memberikan peringatan otomatis di bandara tanpa sistem LLWAS. Ketiga, perlu dievaluasi integrasi sistem peringatan AWOS dengan prosedur komunikasi ATC agar informasi cuaca kritis dapat disampaikan secara tepat waktu dan jelas kepada pilot selama fase pendaratan dan lepas landas, terutama di bandara pegunungan yang rawan cuaca lokal ekstrem. Studi-studi ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan teknologi dan pelatihan benar-benar menurunkan risiko insiden, serta dapat diterapkan secara merata di seluruh bandara di Indonesia, termasuk yang berada di wilayah terpencil. Pendekatan gabungan antara teknologi, pelatihan, dan prosedur komunikasi harus terus dikaji untuk menyesuaikan dengan dinamika operasional dan kondisi geografis unik Indonesia. Dengan demikian, keselamatan penerbangan dapat ditingkatkan secara sistematis dan berkelanjutan..
<br>Fase penerbangan pada ketinggian rendah merupakan fase yang rentan terhadap risiko keselamatan, terutama karena insiden keluar landasan (runway excursion) yang sering terjadi akibat pengaruh angin arus balik.Faktor lingkungan meteorologi dan komunikasi dengan pengendali lalu lintas udara (ATC) secara bersama-sama menyumbang proporsi besar penyebab insiden.Untuk mengatasi hal ini, diusulkan program pelatihan meteorologi bagi ATC yang mencakup simulasi darat dan simulasi penuh di kokpit, serta optimalisasi sistem pengamatan cuaca otomatis (AWOS) untuk deteksi dini angin arus balik
<br>Insiden penerbangan yang dipicu oleh faktor meteorologi di Indonesia telah menjadi perhatian utama dalam beberapa dekade terakhir. Untuk mengurangi risiko tersebut, diperlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap mitigasi insiden, terutama dari aspek ketersediaan instrumen yang memberikan informasi akurat secara tepat waktu. Faktor instrumen dan manusia menjadi penting dalam upaya mitigasi, namun penelitian yang mengkaji kedua aspek tersebut secara komprehensif di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis insiden penerbangan dan mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan penerbangan dari perspektif meteorologi dan pengendali lalu lintas udara (ATC). Metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp" type="image/webp" length="85328" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-34193.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-adb47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/flight-safety-wind-shear-atc-training-prosedur-kom-thumb-35ca1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2026-ppicurug.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9788-langit-biru-jurnal-ilmiah-aviasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell Pioneer of Adventist Theology and Education ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell Pioneer of Adventist Theology and Education ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell Pioneer of Adventist Theology and Education ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36216-orientasi-identitas-gereja-karya" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36216-orientasi-identitas-gereja-karya" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:a5362bfafb8e62069a30893f416d5cd1</id>
	<published>2026-04-08T22:22:21+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:22:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="concept god" label="concept god" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[concept,counter,flag,god,stats,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan teologis Haskell, khususnya interpretasi nubuatnya, dapat diadaptasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan teologis Haskell, khususnya interpretasi nubuatnya, dapat diadaptasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-d57d2.webp" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-d57d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-d57d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-d57d2.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" alt="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" alt="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-e861a.webp" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-e861a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-e861a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-e861a.webp 1x" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" alt="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36216-orientasi-identitas-gereja-karya" title="JURIS - Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education" target="_blank">Exploring the Life and Legacy of Stephen Haskell:  Pioneer of Adventist Theology and Education</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan teologis Haskell, khususnya interpretasi nubuatnya, dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan-tantangan teologis kontemporer. Hal ini dapat melibatkan analisis komparatif antara interpretasi Haskell dan pendekatan-pendekatan modern terhadap nubuat, serta eksplorasi implikasi teologis dari berbagai perspektif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari model pendidikan holistik Haskell terhadap perkembangan karakter dan keterampilan siswa di institusi-institusi Advent. Penelitian ini dapat melibatkan studi kasus yang membandingkan hasil belajar dan perkembangan karakter siswa di sekolah-sekolah Advent dengan sekolah-sekolah lain, serta analisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan model pendidikan tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana upaya misionaris Haskell dapat diadaptasi untuk konteks budaya yang berbeda, dengan mempertimbangkan sensitivitas budaya dan kebutuhan lokal. Penelitian ini dapat melibatkan studi etnografi yang mendalam tentang praktik-praktik misionaris Advent di berbagai budaya, serta pengembangan model-model misionaris yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana warisan Stephen Haskell dapat terus menginspirasi dan membimbing pengembangan teologi, pendidikan, dan misi gereja di masa depan..
<br>Stephen Haskell (1833Ae1922) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah awal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.Kontribusinya terhadap pengembangan teologi, perluasan sistem pendidikan gereja, dan upaya misionarisnya merupakan fondasi bagi pertumbuhan dan pembentukan gerakan tersebut sebagai komunitas agama global.Penelitian ini menyoroti bahwa Haskell memberikan kontribusi signifikan dalam memperjelas dan menyistematisasikan pemahaman Advent tentang nubuat, khususnya doktrin tempat kudus, yang menjadi pilar penting dalam teologi Advent.Selain itu, visinya tentang pendidikan Advent, yang menekankan integrasi iman dan pembelajaran, telah membentuk sistem pendidikan gereja yang terus berlanjut hingga saat ini.Upaya misionarisnya, yang mencakup pendirian gereja, sekolah, dan institusi lainnya, membantu memperluas jangkauan pesan Advent secara global
<br>Stephen Haskell (1833Ae1922) merupakan tokoh penting dalam perkembangan awal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, memberikan kontribusi yang mendalam terhadap teologi, upaya penginjilan, dan kerangka pendidikan gereja. Penelitian ini menyelidiki kehidupan dan warisan Haskell, dengan fokus pada perannya sebagai pelopor teologis dan pendukung pendidikan. Konversi awal Haskell pada agama Advent menjadi awal dari keterlibatannya yang signifikan dalam menyebarkan pesan gerakan tersebut. Sebagai salah satu teolog pertama gereja, Haskell membantu membentuk doktrin-doktrin inti Advent, terutama melalui karya-karyanya yang berpengaruh tentang penafsiran Alkitab dan hubungan antara nubuat dan keyakinan Advent. Selain kontribusi teologisnya, visi Haskell untuk pendidikan Advent berperan penting dalam pendirian sekolah-sekolah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp" type="image/webp" length="70666" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-d57d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-982b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/5/orientasi-identitas-gereja-karya-misi-haskell-adve-thumb-e861a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Concept of Gods Timelessness Affects Religious Beliefs ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Concept of Gods Timelessness Affects Religious Beliefs ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Concept of Gods Timelessness Affects Religious Beliefs ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36217-ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36217-ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:6ad51948c69eb06c81aec5537df9a04f</id>
	<published>2026-04-08T22:21:37+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:21:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="concept god" label="concept god" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[concept,counter,flag,god,stats,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Menganalisis lebih lanjut implikasi ketidakberwaktuan terhadap praktik spiritual dan pengalaman pribadi penganut, dengan fokus pada bagaimana konsep ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang yang ilahi dan meningkatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan: 1. Menganalisis lebih lanjut implikasi ketidakberwaktuan terhadap praktik spiritual dan pengalaman pribadi penganut, dengan fokus pada bagaimana konsep ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang yang ilahi dan meningkatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-2ecfb.webp" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-2ecfb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-2ecfb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-2ecfb.webp 1x" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" alt="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp 1x" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" alt="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-6db0c.webp" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-6db0c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-6db0c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-6db0c.webp 1x" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" alt="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36217-ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa" title="JURIS - The Concept of God&#039;s Timelessness Affects Religious Beliefs" target="_blank">The Concept of God's Timelessness Affects Religious Beliefs</a>: Saran penelitian lanjutan: 1. Menganalisis lebih lanjut implikasi ketidakberwaktuan terhadap praktik spiritual dan pengalaman pribadi penganut, dengan fokus pada bagaimana konsep ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang yang ilahi dan meningkatkan kehidupan spiritual mereka.2. Menjelajahi cara-cara di mana konsep ketidakberwaktuan dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan etika di institusi agama, dengan tujuan untuk memberikan kerangka kerja moral yang kuat bagi penganut yang melampaui batas-batas budaya dan temporal.3. Mendukung penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara ketidakberwaktuan dan pengalaman spiritual pribadi, untuk memberikan wawasan berharga tentang bagaimana penganut berinteraksi dengan yang ilahi dan efek transformasional dari pengalaman ini pada kehidupan mereka..
<br>Implikasi ketidakberwaktuan terhadap keyakinan agama sangat mendalam dan multifaset.Secara teologis, ia membentuk pemahaman tentang sifat Tuhan dan atribut-Nya, mempengaruhi hubungan antara yang ilahi dan penciptaan.Secara etis, ia mempengaruhi pengambilan keputusan moral dan konsep keadilan dan belas kasihan, menyediakan kerangka kerja bagi penganut untuk menavigasi tanggung jawab mereka.Secara spiritual, ia mempengaruhi praktik seperti doa, ibadah, dan meditasi, menumbuhkan pengalaman pribadi transcendensi dan koneksi dengan yang abadi.Sebagai penganut berinteraksi dengan konsep ketidakberwaktuan, mereka diundang untuk menjelajahi kedalaman iman dan spiritualitas mereka, mengakui koneksi yang dalam antara yang abadi dan temporal.Eksplorasi ini memperkaya pemahaman mereka tentang yang ilahi dan meningkatkan kehidupan etis dan spiritual mereka, mendorong pendekatan iman yang holistik yang melampaui batasan waktu.Akhirnya, konsep ketidakberwaktuan berfungsi sebagai jembatan antara yang ilahi dan pengalaman manusia, menumbuhkan rasa koneksi yang lebih dalam, tujuan, dan makna dalam kehidupan penganut
<br>Penelitian ini menyelidiki konsep ketidakberwaktuan dan implikasinya yang signifikan terhadap keyakinan agama, dengan fokus pada dimensi teologis, etis, dan spiritual. Menggunakan metode kualitatif, studi ini menganalisis teks teologis, kerangka etis, dan praktik spiritual di berbagai tradisi agama untuk menjelajahi bagaimana atribut ketidakberwaktuan membentuk pemahaman penganut tentang yang ilahi. Ketidakberwaktuan, sebagai atribut Tuhan, menekankan sifat-sifat-Nya yang abadi dan tidak berubah, yang mempengaruhi persepsi penganut tentang hubungan mereka dengan yang ilahi dan menumbuhkan rasa intimasi dan transcendensi. Secara etis, keyakinan akan Tuhan yang tidak berwaktu menyediakan kerangka...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp" type="image/webp" length="89106" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-2ecfb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-3bd67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/9/ketidakberwaktuan-keyakinan-agama-teologis-filsafa-thumb-6db0c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36203-edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-manajeme" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36203-edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-manajeme" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:37f9af22184725540e7e4c8637fc9186</id>
	<published>2026-04-08T22:06:05+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T22:06:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="kupang city" label="kupang city" />
	<category term="lia limbong" label="lia limbong" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,kupang,lia,limbong,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan bahwa stres tinggi dan asupan makro rendah tidak secara langsung berkorelasi dengan status gizi, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti durasi stres, aktivitas fisik, pola tidur, dan dukungan sosial ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan bahwa stres tinggi dan asupan makro rendah tidak secara langsung berkorelasi dengan status gizi, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti durasi stres, aktivitas fisik, pola tidur, dan dukungan sosial ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-92682.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-92682.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-92682.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-92682.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-14378.webp" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-14378.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-14378.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-14378.webp 1x" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" alt="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36203-edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-manajeme" title="JURIS - Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025" target="_blank">Hubungan Tingkat Stres dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Gizi Kemenkes Poltekkes Kupang Tahun 2025</a>: Berdasarkan temuan bahwa stres tinggi dan asupan makro rendah tidak secara langsung berkorelasi dengan status gizi, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti durasi stres, aktivitas fisik, pola tidur, dan dukungan sosial dalam memengaruhi status gizi mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, penelitian dapat menginvestigasi efektivitas intervensi berbasis perilaku yang menggabungkan manajemen stres dan edukasi gizi untuk meningkatkan status gizi dan kesejahteraan mahasiswa. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memahami bagaimana perubahan stres dan asupan makro seiring waktu memengaruhi status gizi mahasiswa tingkat akhir, sehingga memberikan wawasan yang lebih komprehensif untuk pengembangan program intervensi yang lebih efektif..
<br>Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir.Tingginya angka stres dan rendahnya asupan makro tidak secara langsung merefleksikan status gizi responden dalam penelitian ini, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti durasi stres atau aktivitas fisik
<br>Masa perkuliahan tingkat akhir merupakan periode transisi yang rentan memicu stres tinggi, yang secara teoritis dapat memengaruhi perilaku makan dan asupan zat gizi makro, sehingga berdampak pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat) dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir. Tingginya angka stres dan rendahnya asupan makro tidak secara langsung merefleksikan status gizi responden...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp" type="image/webp" length="79918" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-92682.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-e8c0d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/a/edukasi-gizi-pola-manajemen-stres-program-asupan-m-thumb-14378.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1962-poltekkeskupang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9571-kupang-journal-food-nutrition-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath Food Worship and Predestination ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath Food Worship and Predestination ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath Food Worship and Predestination ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36210-perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36210-perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:99b423b349cff2d48dd5886517c5d4a9</id>
	<published>2026-04-08T21:25:27+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T21:25:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="web stats" label="web stats" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,stats,view,vol,web]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana interpretasi alkitabiah mengenai hari Sabat memengaruhi identitas keagamaan dan kesehatan jasmani jemaat dalam konteks budaya modern, mengingat GMAHK menekankan Sabat Sabtu sebagai hari kudus dan waktu istirahat. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana interpretasi alkitabiah mengenai hari Sabat memengaruhi identitas keagamaan dan kesehatan jasmani jemaat dalam konteks budaya modern, mengingat GMAHK menekankan Sabat Sabtu sebagai hari kudus dan waktu istirahat. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp 1x" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" alt="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-b3046.webp" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-b3046.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-b3046.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-b3046.webp 1x" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" alt="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-56023.webp" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-56023.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-56023.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-56023.webp 1x" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" alt="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36210-perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr" title="JURIS - Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination" target="_blank">Comparison of the Fundamental Beliefs of the Seventh-day Adventist Church with Calvinist About the Sabbath, Food, Worship, and Predestination</a>: Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana interpretasi alkitabiah mengenai hari Sabat memengaruhi identitas keagamaan dan kesehatan jasmani jemaat dalam konteks budaya modern, mengingat GMAHK menekankan Sabat Sabtu sebagai hari kudus dan waktu istirahat. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif tentang konsep makanan bersih dan tidak bersih dalam tradisi Protestan, khususnya mengapa sebagian besar denominasi seperti Calvinis tidak lagi mengikuti hukum pangan Perjanjian Lama, sementara GMAHK tetap mempertahankannya sebagai bagian dari iman dan gaya hidup sehat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana doktrin pradestinasi yang kaku dalam Calvinisme dibandingkan dengan konsep kebebasan memilih dalam GMAHK memengaruhi motivasi spiritual, tanggung jawab moral, dan pengalaman keselamatan individu jemaat, sehingga dapat dipahami dampak teologis dan psikologis dari kedua pandangan tersebut dalam kehidupan beragama sehari-hari. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan empiris tanpa keluar dari kerangka alkitabiah yang menjadi dasar kedua aliran tersebut..
<br>Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki pemahaman tentang Sabat, makanan, dan pradestinasi yang lebih sesuai dengan Alkitab dibandingkan tradisi Calvinis.Dalam praktik ibadah, kedua aliran tersebut memiliki kesamaan prosedural meskipun hari peribadatannya berbeda.Perbedaan mendasar terletak pada dasar otoritas keyakinan, yaitu Alkitab secara langsung bagi GMAHK, sedangkan Calvinis berpegang pada interpretasi para reformator gereja
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan keyakinan dasar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan tradisi Calvinisme mengenai Sabat, makanan, ibadah, dan pradestinasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman GMAHK mengenai keyakinan dasar tentang Sabat lebih sesuai dengan Alkitab dibandingkan tradisi Calvinis. Keyakinan GMAHK mengenai makanan juga lebih alkitabiah dan praktiknya sesuai dengan Alkitab dibandingkan Calvinisme. Pemahaman dan praktik ibadah GMAHK dengan Calvinisme secara prosedural hampir sama. Adapun mengenai pradestinasi, terdapat perbedaan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp" type="image/webp" length="102180" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-51feb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-b3046.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/perbandingan-keyakinan-calvinisme-sabat-alkitab-tr-thumb-56023.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-629-unai.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-14298-jurnal-koinonia-fakultas-filsafat-universitas-advent.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH Phaseolus Vulgaris Latau TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG Katsuwonus Pelamis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH Phaseolus Vulgaris Latau TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG Katsuwonus Pelamis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH Phaseolus Vulgaris Latau TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG Katsuwonus Pelamis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36202-protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-36202-protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-09:4e3c2a7ff392446cc574b6aeacd2d768</id>
	<published>2026-04-08T20:59:59+07:00</published>
	<updated>2026-04-08T20:59:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="kupang city" label="kupang city" />
	<category term="lia limbong" label="lia limbong" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[city,kupang,lia,limbong,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan jenis kacang-kacangan lokal lainnya sebagai substitusi tepung kacang merah, dengan tujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan variasi rasa pada stik ikan cakalang. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan jenis kacang-kacangan lokal lainnya sebagai substitusi tepung kacang merah, dengan tujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan variasi rasa pada stik ikan cakalang. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-0315d.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-0315d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-0315d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-0315d.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-1412d.webp" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-1412d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-1412d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-1412d.webp 1x" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" alt="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-36202-protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour" title="JURIS - PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)" target="_blank">PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan jenis kacang-kacangan lokal lainnya sebagai substitusi tepung kacang merah, dengan tujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan variasi rasa pada stik ikan cakalang. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas stik ikan cakalang dengan produk makanan bergizi lainnya dalam mengatasi masalah Kekurangan Energi Protein (KEP) pada balita, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, ketersediaan, dan preferensi konsumen. Terakhir, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan metode pengemasan yang inovatif untuk stik ikan cakalang, dengan tujuan memperpanjang umur simpan produk dan menjaga kualitas nutrisinya, sehingga dapat menjangkau lebih banyak populasi yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah terpencil dengan akses terbatas terhadap makanan bergizi..
<br>The statistical test results indicate that there is no significant effect of adding red bean flour on the acceptability of skipjack tuna fish sticks.This is due to the lack of differences in the sensory acceptance of color, aroma, texture, and taste across the treatments.Based on the nutritional value test results, the recommended formula is skipjack tuna fish sticks with 52% red bean flour (L3), as it has higher energy and protein levels than the other treatments, which can help meet the energy and protein needs of malnourished toddlers.It is hoped that further research will be conducted regarding the content or analysis of other micronutrients in the fish stick formulation
<br>Protein Energy Malnutrition (PEM) remains a major nutritional issue among toddlers and significantly contributes to high child mortality rates. Data from the World Health Organization (WHO) indicates that approximately 54% of child deaths are caused by Protein-Energy Malnutrition. One preventive measure involves utilizing local foods, such as skipjack tunaAiwhich is high in animal proteinAiand red beans as a source of plant-based protein, by processing them into stick-shaped products. These stick products are designed...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp" type="image/webp" length="84782" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-61d82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-0315d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/1/protein-energy-malnutrition-red-kidney-bean-flour-thumb-1412d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1962-poltekkeskupang.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-9571-kupang-journal-food-nutrition-research.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Thu, 09 Apr 2026 03:45:44 +0700. 24 items. Served in: 3.91 seconds [atom] -->
