<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-09-23T14:52:08+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi Integration Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi Integration Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi Integration Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68664-konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68664-konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:dcad80915655fb7bc057c747e539b11d</id>
	<published>2026-09-23T14:35:39+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T14:35:39+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat urgensi integrasi ilmu dalam mengatasi dikotomi pengetahuan, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi komparatif yang mendalam mengenai efektivitas model integrasi keilmuan yang telah diterapkan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Melihat urgensi integrasi ilmu dalam mengatasi dikotomi pengetahuan, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi komparatif yang mendalam mengenai efektivitas model integrasi keilmuan yang telah diterapkan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-d3e4b.webp" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-d3e4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-d3e4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-d3e4b.webp 1x" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" alt="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp 1x" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" alt="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-a6a4c.webp" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-a6a4c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-a6a4c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-a6a4c.webp 1x" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" alt="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68664-konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu" title="JURIS - Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science" target="_blank">Islamization of Knowledge of Ismail Raji Faruqi: Integration-Interconnection to the Contextualization of Indonesian Science</a>: Melihat urgensi integrasi ilmu dalam mengatasi dikotomi pengetahuan, penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi komparatif yang mendalam mengenai efektivitas model integrasi keilmuan yang telah diterapkan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, seperti model jejaring laba-laba di UIN Sunan Kalijaga, menara kembar di UIN Sunan Ampel, dan pohon ilmu di UIN Maulana Malik Ibrahim. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah: sejauh mana masing-masing model ini berhasil menanamkan nilai tauhid dalam disiplin ilmu modern, dan apa dampak spesifiknya terhadap kemampuan kritis serta adaptasi lulusan dalam menghadapi tantangan zaman kontemporer? Studi ini dapat melibatkan analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap kurikulum, metode pengajaran, serta capaian pembelajaran mahasiswa. Selanjutnya, akan sangat bermanfaat untuk memperluas cakupan penelitian di luar PTKIN, dengan menelaah potensi dan hambatan penerapan konsep Islamisasi ilmu atau integrasi pengetahuan di institusi pendidikan umum, seperti sekolah menengah atau universitas non-Islam. Bagaimana kurikulum di lembaga-lembaga tersebut dapat diadaptasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam tanpa mengurangi objektivitas ilmiah, sekaligus menghasilkan peserta didik yang memiliki pemahaman holistik tentang ilmu pengetahuan dan agama? Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi kontekstualisasi yang inovatif. Terakhir, disarankan untuk melakukan studi persepsi multi-stakeholder yang komprehensif, melibatkan dosen, mahasiswa, pimpinan lembaga, praktisi industri, dan masyarakat umum, untuk memahami pandangan mereka tentang relevansi dan keberhasilan integrasi ilmu ini. Apakah lulusan dari program terintegrasi lebih diminati di pasar kerja? Apa harapan dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan pengetahuan terintegrasi ini dalam karir mereka? Temuan dari penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi penyempurnaan kebijakan pendidikan dan pengembangan model integrasi ilmu yang lebih adaptif dan berkelanjutan di Indonesia..
<br>Gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan atau integrasi ilmu muncul sebagai upaya menggabungkan dan menginterkoneksikan dua disiplin ilmu yang berbeda untuk menghilangkan dikotomi ilmiah, serta mengembalikan hakikat sains Islam dalam tauhid sehingga Islam relevan dengan semua ilmu.Konsep integrasi-interkoneksi Faruqi telah memperkaya sains dengan beragam metode dan pola, tercermin dalam munculnya disiplin ilmu baru seperti Psikologi Islam dan Ekonomi Islam di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.Artikel ini berfokus pada pemikiran Faruqi, namun penelitian selanjutnya dapat mengembangkan teori integrasi ilmu dari berbagai tokoh lain serta melakukan kontekstualisasi yang lebih komprehensif di seluruh institusi pendidikan agar paradigma ini dapat dipahami luas oleh masyarakat umum
<br>Artikel ini membahas konsep Islamisasi ilmu pengetahuan yang diusung Ismail Raji Faruqi. Konsep ini bertujuan untuk mengalahkan sekularisme yang membutakan umat Islam dan membawa kemalangan. Penyebaran sekularisme telah mendorong umat Islam untuk memberikan konsesi terhadap apa yang ditawarkan Barat kepada mereka. Oleh karena itu, membaca Islamisasi ilmu pengetahuan dalam konteks integrasi-interkoneksi keilmuan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam yang dinilai mengagung-agungkan ilmu pengetahuan sekuler sehingga masyarakat yang terlalu jauh dari konsep tauhid. Penelitian...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp" type="image/webp" length="93704" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-d3e4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-5ae5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/konsep-inklusi-islamisasi-sains-pembelajaran-ilmu-thumb-a6a4c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68656-standar-halal-fesyen-hadis-nabi-hala" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68656-standar-halal-fesyen-hadis-nabi-hala" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:e2befeee3bd1ac0a045f943561ff83b9</id>
	<published>2026-09-23T14:29:30+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T14:29:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="fethullah g" label="fethullah g" />
	<category term="living qur" label="living qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Mengingat kompleksitas industri fesyen halal, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek teknis dan implementasi yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk melakukan studi komprehensif mengenai status kehalalan bahan pewarna dan bahan kimia ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Mengingat kompleksitas industri fesyen halal, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek teknis dan implementasi yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk melakukan studi komprehensif mengenai status kehalalan bahan pewarna dan bahan kimia ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-782e1.webp" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-782e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-782e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-782e1.webp 1x" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" alt="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-a5fc6.webp" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-a5fc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-a5fc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-a5fc6.webp 1x" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" alt="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp 1x" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" alt="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68656-standar-halal-fesyen-hadis-nabi-hala" title="JURIS - Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion" target="_blank">Analysis of adths on Raw Materials for Clothing in the Implementation of Halal Fashion</a>: Mengingat kompleksitas industri fesyen halal, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek teknis dan implementasi yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk melakukan studi komprehensif mengenai status kehalalan bahan pewarna dan bahan kimia tambahan yang digunakan dalam proses produksi tekstil. Ini bukan sekadar tentang bahan baku utama seperti sutra atau kulit, melainkan tentang aditif dan perlakuan yang seringkali luput dari perhatian, untuk memastikan bahwa seluruh rantai produksi tekstil sejalan dengan prinsip syariah. Penelitian ini akan mengidentifikasi bahan-bahan kritis dan mengembangkan panduan teknis yang jelas bagi produsen tekstil dan fesyen, mengisi kekosongan informasi yang ada mengenai aspek ini. Kedua, diperlukan studi empiris yang menyeluruh untuk mengukur tingkat kesiapan, tantangan, dan persepsi para pemangku kepentingan utama, seperti produsen tekstil, perancang busana Muslim, dan regulator, dalam mengadopsi dan menerapkan standar bahan baku halal yang komprehensif. Pemahaman mendalam tentang motivasi dan hambatan mereka akan sangat membantu dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan program pelatihan yang relevan. Ketiga, perlu dikembangkan kerangka kerja penilaian kehalalan siklus hidup produk tekstil sintetis. Ini mencakup analisis mulai dari sumber bahan mentah, proses manufakturAiterutama penggunaan gelatin dalam pelapisan seratAihingga dampak lingkungan dan keberlanjutan produk. Pendekatan holistik ini akan memastikan bahwa produk fesyen sintetis tidak hanya halal dari segi komposisi awal, tetapi juga dari seluruh proses keberadaannya, menawarkan panduan yang lebih lengkap bagi industri yang terus berkembang..
<br>Penelitian ini menganalisis delapan hadis utama tentang bahan baku pakaian, menyimpulkan status keabsahan masing-masing hadis (sahih hingga hasan li ghairihi) dan menegaskan konsistensinya dengan Al-Qur'an serta rasionalitas syar'i-sosial.Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai batas kandungan sutra, status kulit hewan haram yang disamak, dan batasan larangan isbal, yang memberikan fleksibilitas dalam perumusan standar fesyen halal yang inklusif.Secara relevansi kontekstual, hadis-hadis ini secara kolektif mendukung maqAid al-syarah dalam dimensi perlindungan jiwa, harta, dan agama, serta berfungsi sebagai landasan normatif awal bagi pengembangan standar dan protokol sertifikasi bahan baku tekstil halal di Indonesia
<br>Industri fesyen halal global berkembang sangat pesat, namun standar halal yang berlaku masih lebih banyak berfokus pada aspek desain busana dan penutupan aurat, sementara status hukum bahan tekstil, serat hewani, proses penyamakan kulit, dan kesucian material belum memperoleh perhatian yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan kajian terhadap hadis-hadis Nabi sebagai landasan normatif bagi pengembangan standar fesyen halal yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hadis-hadis tentang bahan baku pakaian sebagai dasar normatif dalam pengembangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp" type="image/webp" length="99270" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-782e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-a5fc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/7/standar-halal-fesyen-hadis-tekstil-analisis-temati-thumb-8e942.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68659-wali-hakim-kedudukan-nikah-malojon" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68659-wali-hakim-kedudukan-nikah-malojon" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:14a53215df600b2895a86a4702a82117</id>
	<published>2026-09-23T14:21:24+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T14:21:24+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ahmad sanusi" label="ahmad sanusi" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="rifatil qur" label="rifatil qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp 1x" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" alt="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68659-wali-hakim-kedudukan-nikah-malojon" title="JURIS - Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices" target="_blank">Religious and Customary Perspectives on the Transition Process of Guardians in Malojongkon Boru Marriage Practices</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kebijakan MUI terhadap praktik Malojongkon Boru di daerah lain untuk membandingkan penerapan hukum agama. Selanjutnya, studi tentang peran teknologi dalam mempercepat proses peralihan wali nikah dapat dikembangkan untuk mengurangi konflik antara keluarga dan masyarakat. Terakhir, penelitian tentang pengaruh perubahan sosial terhadap tradisi Malojongkon Boru dapat memberikan wawasan baru tentang adaptasi norma adat dengan dinamika masyarakat modern..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa peralihan wali nasab ke wali hakim dalam praktik Malojongkon Boru dilakukan sesuai dengan prinsip hukum Islam.MUI dan Tokoh Adat memandang proses peralihan tersebut sah selama memenuhi syarat yang ditentukan.Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapan sistem ini, seperti ketidaksepahaman masyarakat terhadap aturan agama dan adat.Penelitian ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara norma agama dan budaya dalam mengatur pernikahan
<br>Salah satu masalah yang sering terjadi dalam pernikahan adalah menyangkut akad nikah yang kadang sampai berhari-hari belum terlaksana. Hal ini terjadi disebabkan seorang wali tidak mau menikahkan anak perempunnya karena tidak menyetujui pernikahan tersebut. Sehingga sering terjadi praktik Malojongkon Boru sebagai cara untuk mendapatkan restu dari wali atau ayah perempuan tersebut. Pokok pembahasan untuk penelitian ini adalah peralihan wali nasab ke wali hakim pada praktik Malojongkon Boru. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tokoh Adat tentang peralihan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" type="image/webp" length="95722" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-8d655.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-0976a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/wali-hakim-kedudukan-nikah-malojongkon-boru-islam-thumb-951d6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ From Dialogue to Digital Spiritual Practice Thematic Content Analysis of Tiga Fakir on YouTube ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68663-praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-pr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68663-praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-pr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:611b46ed5162b451410755606628985e</id>
	<published>2026-09-23T13:58:51+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:58:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp 1x" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" alt="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68663-praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-pr" title="JURIS - From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of &quot;Tiga Fakir&quot; on YouTube" target="_blank">From Dialogue to Digital Spiritual Practice: Thematic Content Analysis of "Tiga Fakir" on YouTube</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram terhadap transformasi dialog spiritual menjadi praktik harian. Selain itu, penting untuk mengkaji peran komunitas dalam mempertahankan praktik spiritual berbasis digital, terutama dalam konteks generasi muda yang aktif secara online. Penelitian juga bisa fokus pada perbedaan respons audiens dari latar belakang demografis berbeda terhadap pendekatan non-klerikal dalam dakwah digital. Dengan memperluas wawasan ini, studi masa depan dapat mengembangkan kerangka teoritis yang lebih komprehensif tentang dinamika spiritualitas digital dalam masyarakat modern..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog AuTiga FakirAy beroperasi sebagai peta operasional spiritualitas digital, yang menerjemahkan kerangka kesadaran yang kompleks ke dalam disiplin-disiplin transformasional dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik media dialogis.Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi audiens melalui komentar tidak hanya menciptakan resonansi afektif, tetapi juga menjadi ruang untuk klarifikasi sejawat dan adopsi praktik spiritual.Pendekatan non-klerikal dan dialogis yang digunakan oleh Tiga Fakir berhasil menurunkan hambatan psikologis dalam pengambilan keputusan spiritual, menjadikannya lebih mudah diakses oleh audiens urban yang mencari makna eksistensial
<br>Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana wacana dialogis non-klerikal di ruang digital dapat ditransformasikan menjadi praktik spiritual sehari-hari dalam ekosistem keagamaan daring kontemporer. Dengan berfokus pada segmen AuTiga FakirAy di kanal YouTube SAY Inspiratif, studi ini menyoroti celah penting dalam kajian agama digital yang selama ini lebih didominasi oleh pola dakwah satu arah dibandingkan dialog partisipatoris. Menggunakan pendekatan analisis isi tematik, penelitian ini menganalisis transkrip episode AuMenjawab Pertanyaan Abadi Dalam KehidupanAy yang telah dibersihkan, serta data resepsi audiens yang diperoleh dari kolom komentar YouTube. Hasil analisis mengidentifikasi lima mekanisme konversi dialog menjadi praktik, yaitu:...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" type="image/webp" length="89266" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-28f00.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-8fa8b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/praktik-spiritual-kongregasi-spi-adopsi-konservasi-thumb-54251.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Fatwas and Humanitarian Actions The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fatwas and Humanitarian Actions The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fatwas and Humanitarian Actions The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68643-ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-org" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68643-ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-org" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:c8dfe4c2409b8ece94fc10d7edbed62e</id>
	<published>2026-09-23T13:41:11+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:41:11+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Bagaimana fatwa ulama Aceh dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pengungsi nasional untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia? 2. Bagaimana kolaborasi antaragama dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menangani krisis pengungsi di ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Bagaimana fatwa ulama Aceh dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pengungsi nasional untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia? 2. Bagaimana kolaborasi antaragama dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menangani krisis pengungsi di ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-8a0f5.webp" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-8a0f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-8a0f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-8a0f5.webp 1x" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" alt="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e6fbf.webp" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e6fbf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e6fbf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e6fbf.webp 1x" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" alt="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp 1x" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" alt="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68643-ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-org" title="JURIS - Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis" target="_blank">Fatwas and Humanitarian Actions: The Political Role of Acehnese Ulama in the Rohingya Refugee Crisis</a>: 1. Bagaimana fatwa ulama Aceh dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pengungsi nasional untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia? 2. Bagaimana kolaborasi antaragama dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menangani krisis pengungsi di Aceh? 3. Apa dampak jangka panjang dari peran ulama dalam membentuk narasi publik tentang pengungsi Rohingya terhadap dinamika sosial dan politik lokal?.
<br>Peran ulama Aceh dalam krisis pengungsi Rohingya menunjukkan bahwa agama bukan hanya sumber moral tetapi juga alat politik efektif.Fatwa dan tafsir ulama mampu memengaruhi kebijakan pemerintah dan membangun solidaritas kemanusiaan.Namun, tantangan seperti ketegangan antara identitas lokal dan kebijakan nasional tetap ada, memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan
<br>Artikel ini mengkaji peran politik ulama dalam menangani krisis pengungsi di Aceh. Dalam literatur tentang agama dan isu pengungsi, seringkali agama dilihat sebagai faktor pembatas. Studi ini menantang asumsi tersebut dengan menganalisis kasus Aceh, di mana ulama secara aktif memupuk solidaritas dengan pengungsi Rohingya. Artikel ini menunjukkan bahwa ulama Aceh tidak hanya mempromosikan narasi moral yang berakar pada nilai-nilai Islam, tetapi juga memanfaatkan pengaruh politik mereka untuk menekan pemerintah agar mengadopsi kebijakan yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab. Secara kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi kedalaman peran politik dan moral para ulama dalam mengatasi krisis pengungsi. Data dikumpulkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp" type="image/webp" length="94174" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-8a0f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e6fbf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/ulama-aceh-peran-sentral-agama-hak-asasi-organisas-thumb-e62f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68657-daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojo" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68657-daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojo" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:7983b69eeabe3879f26e2e0551c45484</id>
	<published>2026-09-23T13:39:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:39:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp 1x" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" alt="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68657-daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojo" title="JURIS - Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi" target="_blank">Local Wisdom in the Historical Formation of Ecotheology Discourse in South Sulawesi</a>: Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi kuatnya akar historis ekoteologi dalam kearifan lokal Sulawesi Selatan, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berpotensi. Pertama, studi mendalam dan komparatif antar-komunitas adat spesifik, seperti Toraja dengan Aluk to Dolo-nya dan Kajang dengan Patuntung-nya, perlu dilakukan untuk menggali nuansa prinsip dan praktik ekoteologis mereka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perbedaan dalam kosmologi, struktur sosial, atau hierarki keagamaan memengaruhi bentuk-bentuk kearifan lingkungan serta upaya konservasi yang diterapkan di masing-masing kelompok. Misalnya, bagaimana ritual Rambu TukaAo dan Rambu SoloAo di Toraja secara spesifik memanifestasikan etika ekologis dibandingkan dengan Pasang ri Kajang dalam menjaga keseimbangan alam. Kedua, sangat relevan untuk mengkaji resiliensi dan adaptasi ekoteologi tradisional ini dalam menghadapi tantangan lingkungan kontemporer yang masif. Pertanyaan penelitian dapat mencakup bagaimana komunitas adat menanggapi ancaman eksploitasi sumber daya alam skala besar, perubahan iklim, atau dampak pariwisata modern. Analisis ini harus menyoroti mekanisme adaptasi yang mereka kembangkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian etika ekologis leluhur. Ketiga, perlu dieksplorasi potensi integrasi pemahaman ekoteologi lokal ini ke dalam kerangka pendidikan formal dan informal. Bagaimana kearifan lokal dapat diajarkan kepada generasi muda atau diinternalisasikan dalam kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan mendukung praktik pembangunan berkelanjutan? Penelitian ini dapat mengidentifikasi metode pedagogis yang efektif atau model tata kelola yang responsif terhadap nilai-nilai ekologis tradisional, memastikan bahwa warisan budaya ini tidak hanya terlindungi tetapi juga menjadi fondasi solusi untuk krisis lingkungan di masa depan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan memiliki akar historis yang kuat dalam kearifan lokal komunitas adat, seperti Aluk to Dolo dan Patuntung, yang secara holistik memahami hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam jauh sebelum konsep modern muncul.Nilai-nilai kosmologis, ritual, dan norma adat yang diwariskan leluhur telah membentuk etika ekologis yang menganggap alam sebagai bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial, menegaskan bahwa ekoteologi di wilayah ini adalah kelanjutan pandangan dunia religio-ekologis yang telah lama ada.Perjumpaan antara kearifan lokal dan agama-agama Samawi, meskipun diwarnai paradigma eksploitatif kolonialisme, menghasilkan adaptasi dan sinkretisme yang mempertahankan kesadaran ekologis, sehingga tradisi lokal menjadi landasan kontekstual dan relevan untuk mengatasi krisis ekologis secara berkelanjutan
<br>Penelitian ini mengkaji pembentukan historis diskursus ekoteologi di Sulawesi Selatan dengan menekankan peran kearifan lokal yang berakar pada relasi antara agama, manusia, dan alam, serta perjumpaannya dengan agama samawi. Oleh karena itu, fokus kajian ini mencakup adat dan dinamika yang menyertainya dalam konteks sejarah, termasuk pemahaman kolonial terhadap agama-agama lokal itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang didukung oleh analisis sejarah untuk menelusuri konsepsi-konsepsi keagamaan mengenai relasi antara manusia dan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang tertanam dalam sistem kepercayaan lokal atau leluhur memainkan peran penting dalam membentuk relasi etis antara manusia dan alam, yang kemudian berinteraksi dengan kerangka teologis agama-agama samawi (seperti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" type="image/webp" length="126598" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-3e527.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-b01a9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/daya-alam-aceh-sumber-tradisi-lokal-bojonegoro-pro-thumb-1bd98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68646-hasil-analisis-model-formulasi-teknik-analis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68646-hasil-analisis-model-formulasi-teknik-analis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:feedccfa9b02621b6b06f5f0b41a1819</id>
	<published>2026-09-23T13:22:15+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:22:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp 1x" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" alt="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp 1x" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" alt="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68646-hasil-analisis-model-formulasi-teknik-analis" title="JURIS - Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services" target="_blank">Government Big Data Governance Model to Improve the Effectiveness of Integrated Public Services</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian empiris model tata kelola big data yang diusulkan di wilayah pemerintah daerah tertentu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan layanan publik terpadu. Selain itu, penelitian dapat membandingkan perbedaan kapasitas institusional, infrastruktur digital, kepemimpinan, regulasi, dan budaya organisasi di berbagai pemerintah daerah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tata kelola big data. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pengelolaan data publik, khususnya dalam meningkatkan kecepatan, akurasi, dan transparansi layanan tanpa mengorbankan privasi warga..
<br>Studi ini menemukan bahwa tata kelola big data pemerintah adalah kebutuhan strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu.Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi layanan publik tidak dapat dicapai hanya dengan mengembangkan aplikasi digital atau portal layanan satu atap.Layanan publik terpadu membutuhkan sistem tata kelola yang menghubungkan integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, koordinasi institusi, dan penggunaan data publik secara kolaboratif.Tanpa elemen-elemen ini, layanan digital mungkin tetap terpecah, berulang, dan tidak mampu menyediakan proses administratif yang akurat, cepat, dan berorientasi warga.Temuan juga menunjukkan bahwa integrasi data antar lembaga pemerintah adalah fondasi pengiriman layanan publik yang efektif.Pemerintah daerah perlu menghubungkan data populasi, data lisensi, catatan kesehatan, data pendidikan, basis data bantuan sosial, informasi pajak, data keluhan, dan informasi spasial ke dalam ekosistem layanan bersama.Integrasi ini dapat mengurangi duplikasi catatan, mempercepat verifikasi administratif, meningkatkan akurasi layanan, dan mendukung layanan publik proaktif.Namun, integrasi data harus didukung oleh aturan institusional yang jelas, standar yang berbagi, tata kelola data, manajemen metadata, dan mekanisme pertanggungjawaban.Inovasi utama studi ini terletak pada formulasi model tata kelola big data pemerintah lintas sektor untuk layanan publik terpadu.Model ini terdiri dari enam komponen utama.koordinasi institusi, integrasi data, interoperabilitas sistem, jaminan kualitas data, keamanan data, dan penggunaan layanan kolaboratif.Model ini memperluas studi sebelumnya tentang pemerintahan berbasis data, data pemerintah terbuka, dan layanan publik digital dengan menekankan bahwa efektivitas layanan publik terpadu bergantung pada interoperabilitas teknis dan kolaborasi institusional.Big data diposisikan bukan hanya sebagai sumber daya teknologi, tetapi sebagai aset publik strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab di seluruh sektor
<br>Studi ini bertujuan untuk menganalisis model tata kelola big data pemerintah yang dapat meningkatkan efektivitas layanan publik terpadu. Penelitian ini fokus pada integrasi data antar lembaga, interoperabilitas sistem, keamanan data, dan penggunaan data publik dalam penyediaan layanan terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratori-deskriptif dan pengembangan model tata kelola konseptual. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumentasi, termasuk artikel jurnal peer-reviewed terbaru, dokumen kebijakan, laporan institusi, pedoman pemerintahan digital, materi regulasi, dan karya akademik terkait tata kelola big data, pemerintahan berbasis data, interoperabilitas, keamanan data, dan inovasi layanan publik. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan mengklasifikasikan temuan menjadi integrasi data antar lembaga, interoperabilitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" type="image/webp" length="108772" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-081aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/7/hasil-analisis-model-formulasi-teknik-sumber-daya-thumb-ceacd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Reconfiguring Quranic Intertextuality Munim Sirrys Cross References MunAsabah and Tafsr Al QurAn bi Al QurAn ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Reconfiguring Quranic Intertextuality Munim Sirrys Cross References MunAsabah and Tafsr Al QurAn bi Al QurAn ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Reconfiguring Quranic Intertextuality Munim Sirrys Cross References MunAsabah and Tafsr Al QurAn bi Al QurAn ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68654-qur-anic-intertextuality-cross-references-munasaba" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68654-qur-anic-intertextuality-cross-references-munasaba" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:b1a7785cbd16b2292e91650744794130</id>
	<published>2026-09-23T13:20:31+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:20:31+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="fethullah g" label="fethullah g" />
	<category term="living qur" label="living qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan metode cross-references pada surah-surah yang lebih kompleks seperti al-Baqarah atau Yusuf untuk menguji konsistensi metode secara menyeluruh. Selain itu, perlu dikembangkan kriteria pemilihan referensi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan metode cross-references pada surah-surah yang lebih kompleks seperti al-Baqarah atau Yusuf untuk menguji konsistensi metode secara menyeluruh. Selain itu, perlu dikembangkan kriteria pemilihan referensi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-011a5.webp" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-011a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-011a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-011a5.webp 1x" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" alt="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-56112.webp" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-56112.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-56112.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-56112.webp 1x" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" alt="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp 1x" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" alt="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68654-qur-anic-intertextuality-cross-references-munasaba" title="JURIS - Reconfiguring Qur&#039;anic Intertextuality: Mun&#039;im Sirry&#039;s Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn" target="_blank">Reconfiguring Qur'anic Intertextuality: Mun'im Sirry's Cross-References, MunAsabah, and Tafsr Al-QurAn bi Al-QurAn</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan metode cross-references pada surah-surah yang lebih kompleks seperti al-Baqarah atau Yusuf untuk menguji konsistensi metode secara menyeluruh. Selain itu, perlu dikembangkan kriteria pemilihan referensi silang yang lebih transparan dan sistematis, sehingga meminimalkan subjektivitas dalam proses penyusunan. Terakhir, studi banding antara metode cross-references dengan pendekatan klasik seperti munAsabah dapat dilakukan untuk memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing dalam konteks hermeneutika kontemporer..
<br>Cross-references yang dikembangkan Mun'im Sirry secara esensial merupakan pengembangan kontemporer dari prinsip klasik tafsr al-QurAn bi al-QurAn, bukan metode baru.Sirry sendiri mengakui akar konsep ini dan menempatkan karyanya sebagai 'manifestasi dari cross-referentiality Al-Qur'an'.kebaruan terletak pada penyajian, yaitu format marginal sistematis yang dapat diakses oleh pembaca awam.munAsabah berorientasi pada koherensi struktural mushaf melalui tujuh klasifikasi, TQbQ pada penjelasan satu ayat oleh ayat lainnya, dan cross-references pada peta sistematis yang diatur oleh empat kriteria pemilihan dan notasi pp serta a/b/c
<br>Artikel ini mengkaji konsep cross-references yang diperkenalkan Mun'im Sirry dalam The Qur'an with Cross-References dalam kerangka intertekstualitas Al-Qur'an. Meskipun cross-references dipresentasikan sebagai pendekatan kontemporer dalam membaca Al-Qur'an, relasinya dengan konsep klasik munAsabah dan tafsr al-QurAn bi al-QurAn (TQbQ) masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual, karakteristik metodologis, serta kekhasan pendekatan Sirry melalui perbandingan dengan kedua tradisi tafsir tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan desain komparatif-deskriptif yang menerapkan analisis isi kualitatif terhadap The Qur'an with Cross-References karya Mun'im Sirry, literatur klasik ulm al-QurAn, dan kajian-kajian kontemporer yang relevan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp" type="image/webp" length="116610" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-011a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-56112.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/a/quranic-intertextuality-cross-references-munasabah-thumb-d3028.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Marifatil Quran by K H Ahmad Sanusi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68662-kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68662-kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:3b2d0f262f391efb6b5eeccd6cb6325a</id>
	<published>2026-09-23T13:20:28+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:20:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ahmad sanusi" label="ahmad sanusi" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="rifatil qur" label="rifatil qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp 1x" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" alt="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68662-kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas" title="JURIS - Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma&#039;rifatil Qur&#039;an by K.H. Ahmad Sanusi" target="_blank">Cultural Identity in the Book of Tafsir Raudhatul Irfan fi Ma'rifatil Qur'an by K.H. Ahmad Sanusi</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh penggunaan bahasa Sunda dalam tafsir Raudhatul Irfan terhadap pemahaman dan interpretasi ajaran Islam di kalangan masyarakat Sunda. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif antara tafsir Raudhatul Irfan dengan tafsir-tafsir lain yang menggunakan bahasa daerah, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pendekatan interpretasi dan penyampaian pesan agama. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran dan pengaruh aksara Pegon dalam melestarikan tradisi literasi lokal dan menjaga identitas budaya Sunda dalam konteks keagamaan..
<br>Cultural identity encompasses local wisdom, which includes aspects of language, activities, practices, customs, and traditions that are unique to a particular region.This study reveals that the Tafsir Raudhatul Irfan by K.Ahmad Sanusi, a prominent scholar from West Java, is a reflection of such cultural identity.The cultural identity in this tafsir is clearly evident through the use of the Sundanese language, which the mufassir chose to communicate the QurAoanic message to students who were already familiar with the language rather than to a broader audience.This choice was not only influenced by K.Ahmad SanusiAos background as a student of Islamic knowledge but also served to strengthen the local cultural ties within Islamic education.Ahmad Sanusi employed the Pegon script, a writing system resembling the Arabic script used for the Sundanese, Javanese, and Madurese languages.The use of Pegon in this tafsir also had a strategic dimension, aimed at maintaining confidentiality in communication between Islamic schools and preventing comprehension by the Dutch colonial authorities, thus reflecting local wisdom in the social and political context of that time
<br>Kitab tafsir merupakan salah satu sarana penting dalam menjelaskan dan mendalami ajaran Al-QurAoan di tengah masyarakat. Selain berfungsi sebagai instrumen keagamaan, kitab tafsir sering kali mencerminkan kekayaan budaya dengan menggabungkan aspek-aspek keislaman dengan nilai-nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana identitas kultural masyarakat Sunda tercermin dalam Tafsir Raudhatul Irfan fi MaAorifatil QurAoan yang ditulis oleh K.H. Ahmad Sanusi dari Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas kultural dalam Tafsir Raudhatul Irfan tercermin dalam beberapa aspek...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" type="image/webp" length="100132" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-4f9d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-9a94b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/kitab-tafsir-hidyat-bahasa-sunda-banten-identitas-thumb-294e2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt Len Railway Systems ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68650-manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-ef" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68650-manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-ef" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:1cd2672b31b41dbef0ec74f75268012d</id>
	<published>2026-09-23T13:14:18+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T13:14:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" alt="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68650-manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-ef" title="JURIS - Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems" target="_blank">Rancang Bangun Aplikasi Manufacturing Execution System Berbasis Website Dengan Metode Agile Pada Pt. Len Railway Systems</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi MES berbasis mobile untuk memudahkan akses real-time dari lokasi produksi. Selain itu, integrasi teknologi artificial intelligence (AI) bisa dieksplorasi untuk memprediksi gangguan produksi berdasarkan data historis. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi penggunaan aplikasi MES di sektor lain perusahaan, seperti manajemen inventaris atau logistik, untuk memperluas manfaat sistem ini..
<br>Penelitian ini telah menghasilkan sebuah aplikasi web untuk Manufacturing Execution System (MES) yang menggunakan framework Node.Sistem ini dirancang untuk mendukung proses pemantauan produksi di PT.Dengan adanya aplikasi ini, pengguna mendapatkan bantuan signifikan dalam proses pemantauan dan pembuatan laporan yang diperlukan oleh pimpinan produksi.Selain itu, pimpinan produksi dapat dengan mudah menganalisis data hasil produksi dan membuat keputusan yang tepat berkat fitur dashboard yang memungkinkan mereka melihat grafik pertumbuhan atau penurunan hasil produksi dengan cepat dan akurat.Aplikasi MES berbasis web ini tidak memerlukan pengaturan khusus di komputer pengguna.cukup dengan komputer yang terhubung ke jaringan dan server serta menggunakan browser, pengguna dapat mengakses sistem ini
<br>Penelitian ini berfokus pada desain dan pengembangan aplikasi Manufacturing Execution System (MES) berbasis web di PT. Len Railway Systems. Dengan menggunakan pendekatan Agile, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses manufaktur melalui digitalisasi dan otomatisasi yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. Aplikasi MES yang dikembangkan dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memungkinkan pemantauan secara real-time, dan memperbaiki manajemen produksi. Penerapan metode Agile memungkinkan pengembangan aplikasi yang fleksibel terhadap perubahan kebutuhan, melalui iterasi dan kolaborasi yang intens antara tim pengembang dan pemangku kepentingan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi MES yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada di PT. Len Railway Systems, memberikan dampak positif dalam peningkatan produktivitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" type="image/webp" length="54100" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-0d1cc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-1842a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/d/manajemen-inventaris-mesin-rancang-bangun-efisiens-thumb-114de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Why Handshakes Persist Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID 19 in Nigeria ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Why Handshakes Persist Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID 19 in Nigeria ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Why Handshakes Persist Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID 19 in Nigeria ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68658-covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68658-covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:5722d5b266a9b49e41b89cb236528a87</id>
	<published>2026-09-23T12:55:45+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:55:45+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ahmad sanusi" label="ahmad sanusi" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="rifatil qur" label="rifatil qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang perilaku kesehatan di tengah krisis, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor psikologis, khususnya "isyarat untuk bertindak" (cue to action) dan "keberhasilan diri" (self-efficacy) dari Model ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman kita tentang perilaku kesehatan di tengah krisis, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor psikologis, khususnya "isyarat untuk bertindak" (cue to action) dan "keberhasilan diri" (self-efficacy) dari Model ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp 1x" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" alt="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-7806e.webp" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-7806e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-7806e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-7806e.webp 1x" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" alt="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-463ca.webp" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-463ca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-463ca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-463ca.webp 1x" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" alt="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68658-covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria" title="JURIS - Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria" target="_blank">Why Handshakes Persist: Understanding the Influence of Beliefs on the Socializing Decisions of Young People During COVID-19 in Nigeria</a>: Untuk memperkaya pemahaman kita tentang perilaku kesehatan di tengah krisis, penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor psikologis, khususnya "isyarat untuk bertindak" (cue to action) dan "keberhasilan diri" (self-efficacy) dari Model Keyakinan Kesehatan, berinteraksi dengan keyakinan pribadi dan norma budaya dalam mendorong kepatuhan terhadap tindakan pencegahan. Ini bisa mencakup studi eksperimental yang mengevaluasi efektivitas berbagai kampanye kesehatan masyarakat dalam memotivasi kaum muda di Nigeria untuk mengadopsi atau mempertahankan perilaku tanpa kontak, sekaligus mengukur kepercayaan mereka pada kemampuan diri untuk melakukannya. Selain itu, mengingat perbedaan signifikan dalam respons terhadap pandemi di berbagai konteks global dan masalah kepercayaan pemerintah yang disorot dalam studi ini, penting untuk mengeksplorasi secara komparatif bagaimana dinamika kepercayaan antara warga dan pemerintah, serta pengaruh disinformasi, memengaruhi persepsi risiko dan kepatuhan terhadap pedoman kesehatan di berbagai daerah di Nigeria atau bahkan di negara-negara Afrika lainnya. Penelitian lebih jauh juga dapat meninjau bagaimana praktik budaya yang kuat, seperti berjabat tangan, beradaptasi atau berevolusi pascapandemi, mengkaji apakah terdapat perubahan permanen dalam norma-norma sosial dan ritual sapaan. Ini akan memberikan wawasan berharga tentang bagaimana masyarakat menyesuaikan diri dengan ancaman kesehatan jangka panjang, membantu merancang intervensi yang lebih responsif secara budaya dan meningkatkan kesiapan kita menghadapi krisis kesehatan di masa depan..
<br>Studi ini menyoroti kompleksitas pengaruh keyakinan, norma budaya, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam membentuk perilaku berjabat tangan di kalangan pemuda Nigeria selama pandemi COVID-19.Temuan menunjukkan bahwa keyakinan tentang kekebalan diri, perlindungan ilahi, praktik budaya, dan skeptisisme terhadap panduan resmi memengaruhi kepatuhan terhadap tindakan pencegahan.Oleh karena itu, diperlukan strategi kesehatan masyarakat yang disesuaikan dengan konteks lokal dan penelitian lebih lanjut dengan kerangka teoritis dan sampel yang lebih luas untuk mengembangkan intervensi efektif yang mendorong perilaku kesehatan yang lebih aman di masa pandemi
<br>Meskipun terjadi pergeseran global menuju sapaan tanpa kontak yang dipicu oleh pandemi COVID-19, sejumlah besar anak muda di Nigeria terus melakukan praktik berjabat tangan. Studi empiris sebelumnya mengenai COVID-19 dan jabat tangan terutama berfokus pada tingkat kepatuhan di berbagai negara, dengan perhatian terbatas pada pemahaman keyakinan mendasar yang memengaruhi kepatuhan atau ketidakpatuhan tindakan pencegahan. Studi ini mengeksplorasi keyakinan mendasar yang mendasari pilihan bersosialisasi ini, menyoroti faktor sosio-kultural dan psikologis yang mempengaruhi kepatuhan terhadap praktik kuno ini. Data dikumpulkan dari dua belas partisipan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Temuan ini menunjukkan bahwa partisipan sering kali merasa kebal terhadap COVID-19, dan mengaitkan kekebalan ini dengan hidroksiklorokuin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp" type="image/webp" length="99134" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-b8dd7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-7806e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/covid-19-jabat-tangan-keyakinan-daerah-nigeria-nor-thumb-463ca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Eschatology Online Netizens Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Alis Youtube Dawah ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68661-dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68661-dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:4153122b217a83e5b4a6c244d02c6439</id>
	<published>2026-09-23T12:46:10+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:46:10+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" alt="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68661-dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai" title="JURIS - Negotiating Eschatology Online: Netizens&#039; Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali&#039;s Youtube Da&#039;wah" target="_blank">Negotiating Eschatology Online: Netizens' Reception of Ustadz Zulkifli Muhammad Ali's Youtube Da'wah</a>: Penelitian ini telah mengungkap betapa aktifnya audiens YouTube dalam menafsirkan dakwah eskatologis. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali. Pertama, akan sangat berharga jika studi ke depan dapat membandingkan pola resepsi audiens terhadap berbagai jenis dakwah digital. Apakah dakwah bertema eskatologi memang secara unik memicu respons negosiasi dan oposisi yang lebih tinggi, atau apakah fenomena ini juga terjadi pada dakwah dengan tema-tema lain seperti sosial, fikih, atau motivasi? Penelitian komparatif dengan melibatkan beragam penceramah dan gaya penyampaian akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang membentuk penerimaan audiens, serta bagaimana algoritma platform mungkin memengaruhi visibilitas dan resonansi pesan-pesan tersebut. Selain itu, penting juga untuk menelusuri lebih dalam motivasi dan latar belakang sosio-demografi yang mendasari preferensi audiens terhadap pembacaan dominan, negosiasi, atau oposisi. Studi kualitatif lanjutan melalui wawancara mendalam atau survei kepada audiens akan mampu mengungkap bagaimana literasi media, tingkat pendidikan agama, dan pengalaman pribadi individu memengaruhi proses penafsiran mereka di luar apa yang terungkap dalam komentar publik. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang mengapa audiens tertentu cenderung skeptis atau, sebaliknya, sangat afirmasi terhadap pesan-pesan agama online. Terakhir, dengan mempertimbangkan bahwa otoritas keagamaan terus dinegosiasikan dalam ranah digital, penelitian dapat mengeksplorasi secara spesifik bagaimana fitur-fitur dan desain algoritma platform media sosial membentuk konstruksi dan kontestasi otoritas penceramah. Misalnya, bagaimana mekanisme interaksi seperti fitur "suka" atau "bagikan" pada komentar oposisi memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas seorang ustadz? Investigasi ini akan menjelaskan dinamika kompleks antara teknologi platform, agensi audiens, dan lanskap kepemimpinan agama yang terus berubah di dunia maya..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa dakwah eskatologis di YouTube, khususnya ceramah Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, ditafsirkan secara beragam oleh audiens, menunjukkan bahwa pesan agama di ruang digital tidak diterima secara seragam.Pembacaan negosiasi dan oposisi lebih dominan dibandingkan pembacaan dominan, merefleksikan keterlibatan kritis audiens, kehati-hatian doktrinal, serta penolakan terhadap gaya komunikasi atau klaim tertentu.Hal ini menegaskan bahwa dakwah digital berfungsi sebagai arena interpretasi yang dialogis dan kontestatif, di mana makna dan otoritas keagamaan terus dinegosiasikan melalui proses dekode aktif yang melibatkan pengetahuan agama, respons emosional, dan penalaran sosio-kultural
<br>Penelitian ini mengkaji bagaimana audiens YouTube menafsirkan pesan dakwah Islam eskatologis yang disampaikan oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali dalam ruang publik digital. Dengan menggunakan analisis resepsi kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk mengklasifikasikan interpretasi audiens ke dalam kategori pembacaan dominan (preferred), negosiasi (negotiated), dan oposisi (oppositional). Data diperoleh dari komentar pengguna pada video YouTube berjudul AuAkhir Zaman Sudah Sangat DekatAy dan dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" type="image/webp" length="92672" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-c4c0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-431d9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/dakwah-digital-relevansi-pesan-nilai-islam-era-neg-thumb-e910a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68660-praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68660-praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:37821154079c8089b579754630df260c</id>
	<published>2026-09-23T12:43:28+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:43:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ahmad sanusi" label="ahmad sanusi" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="rifatil qur" label="rifatil qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ahmad,jurnal,qur,rifatil,rumah,sanusi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang integrasi pasar terhadap praktik keagamaan perempuan, khususnya bagaimana perubahan struktur ekonomi memengaruhi nilai-nilai kesalehan sosial. 2. Studi tentang pengaruh platform digital ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang integrasi pasar terhadap praktik keagamaan perempuan, khususnya bagaimana perubahan struktur ekonomi memengaruhi nilai-nilai kesalehan sosial. 2. Studi tentang pengaruh platform digital ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c5e66.webp" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c5e66.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c5e66.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c5e66.webp 1x" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" alt="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c3c81.webp" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c3c81.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c3c81.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c3c81.webp 1x" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" alt="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp 1x" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" alt="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68660-praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi" title="JURIS - The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets" target="_blank">The Social Piety of Female Itinerant Traders in Traditional Markets</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang integrasi pasar terhadap praktik keagamaan perempuan, khususnya bagaimana perubahan struktur ekonomi memengaruhi nilai-nilai kesalehan sosial. 2. Studi tentang pengaruh platform digital dan teknologi informasi terhadap pengelolaan pasar tradisional dapat menjadi arah baru, terutama dalam memahami bagaimana perempuan pedagang keliling memanfaatkan alat digital untuk meningkatkan efisiensi dan keterlibatan sosial. 3. Penelitian komparatif antara praktik kesalehan sosial di pasar tradisional di berbagai wilayah Indonesia dapat memberikan wawasan tentang variasi budaya dan faktor lokal yang memengaruhi pengembangan kesalehan sosial dalam konteks ekonomi pasar..
<br>Dalam masyarakat Minangkabau yang matrilineal, terdapat dua tradisi agama utama yaitu tradisi agama desa dan tradisi agama pasar.Perubahan signifikan terjadi pada peran ekonomi perempuan Minangkabau saat beralih dari sektor pertanian ke perdagangan di pasar tradisional.Perubahan ini memengaruhi cara praktik agama perempuan, yang awalnya berdasarkan tradisi desa tetapi kemudian berubah sesuai dinamika pasar dan mobilitas tinggi.Pedagang perempuan keliling mempertahankan kesalehan individu dan mengembangkan bentuk baru kesalehan sosial.Mereka menerapkan prinsip bantuan saling, seperti peminjaman modal tanpa bunga, serta memperluas kesalehan sosial melalui zakat dan integritas dalam berdagang.Aktivitas perdagangan mereka meningkatkan kesadaran sosial dan solidaritas, menciptakan jaringan dukungan antar pedagang.Kesalehan sosial yang berkembang di kalangan pedagang keliling mencerminkan perubahan yang lebih inklusif dan dinamis dalam cara agama.Agama menjadi sumber motivasi dan kekuatan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.Pedagang perempuan keliling di pasar tradisional menunjukkan bahwa mobilitas dan interaksi dengan lingkungan yang beragam dapat memperkaya pemahaman dan praktik agama mereka.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa peran ekonomi dan sosial yang berubah pada perempuan Minangkabau secara signifikan memengaruhi dinamika religiusitas mereka.Kesalehan sosial yang berkembang melalui perdagangan mendorong solidaritas dan kemandirian baru, yang menguntungkan kesejahteraan individu dan masyarakat
<br>Penelitian ini mengkaji perubahan kesalehan sosial perempuan pedagang keliling di pasar tradisional dalam konteks kultural matrilineal Minangkabau di Sumatera Barat. Tradisi agama desa, yang umum di antara perempuan yang tidak termobilisasi dan bekerja sebagai petani, dibandingkan dengan tradisi agama pasar, yang berkembang di kalangan perempuan yang bekerja sebagai pedagang keliling. Perubahan dari sektor pertanian ke sektor pasar mempengaruhi cara beragama perempuan, dari tradisi yang diwarnai oleh norma...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp" type="image/webp" length="98940" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c5e66.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-c3c81.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/b/praktik-agama-keluarga-tradisi-studi-ekonomi-pasar-thumb-60f09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Artificial Intelligence Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Artificial Intelligence Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Artificial Intelligence Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68644-orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68644-orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:2586a954618b23b9cb67417d4ee38c2c</id>
	<published>2026-09-23T12:41:25+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:41:25+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman mengenai transformasi manajemen pemerintahan berbasis kecerdasan buatan, beberapa arah penelitian lanjutan yang baru dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk meneliti bagaimana adopsi AI dalam manajemen pemerintahan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memperkaya pemahaman mengenai transformasi manajemen pemerintahan berbasis kecerdasan buatan, beberapa arah penelitian lanjutan yang baru dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk meneliti bagaimana adopsi AI dalam manajemen pemerintahan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-7b895.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-7b895.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-7b895.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-7b895.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" alt="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-5a8e5.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-5a8e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-5a8e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-5a8e5.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" alt="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp 1x" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" alt="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68644-orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif" title="JURIS - Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance" target="_blank">Artificial Intelligence-Based Government Management Transformation in Improving the Quality of Public Services in the Era of Digital Governance</a>: Untuk memperkaya pemahaman mengenai transformasi manajemen pemerintahan berbasis kecerdasan buatan, beberapa arah penelitian lanjutan yang baru dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk meneliti bagaimana adopsi AI dalam manajemen pemerintahan secara jangka panjang memengaruhi perubahan perilaku warga negara serta tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah, khususnya dalam konteks interaksi digital yang semakin otomatis dan personal. Penelitian ini dapat mengkaji dinamika kepercayaan dari waktu ke waktu, mengidentifikasi faktor-faktor pendorong atau penghambat penerimaan AI oleh masyarakat, dan menganalisis dampak sosial yang tidak terduga dari penggunaan teknologi ini. Kedua, studi lanjutan dapat mengeksplorasi secara mendalam kebutuhan kompetensi dan program pelatihan yang efektif bagi pejabat publik dari berbagai tingkat dan fungsi. Hal ini krusial untuk memastikan mereka memiliki kapasitas yang memadai dalam mengelola, mengawasi, dan membuat keputusan etis terkait implementasi sistem AI, sehingga mengoptimalkan pengawasan manusia yang merupakan dimensi vital dari model manajemen adaptif yang diusulkan. Ini mencakup identifikasi keterampilan teknis, etika AI, serta kemampuan komunikasi untuk menjelaskan keputusan algoritmik kepada warga. Ketiga, perlu adanya elaborasi analisis biaya-manfaat (cost-benefit analysis) dan tingkat pengembalian investasi (return on investment) dari implementasi sistem AI spesifik di berbagai sektor pemerintahan, seperti perizinan atau manajemen bencana. Tujuannya adalah untuk mengukur efisiensi ekonomi dan dampak kuantitatif pada alokasi sumber daya publik, melengkapi pemahaman kualitatif tentang peningkatan kualitas layanan. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai keberlanjutan dan nilai strategis AI dalam pemerintahan..
<br>Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi manajemen pemerintahan berbasis kecerdasan buatan melibatkan pergeseran manajerial yang lebih luas dalam pengorganisasian data, desain alur kerja layanan, dukungan pengambilan keputusan, dan pemeliharaan akuntabilitas, yang secara signifikan meningkatkan kualitas layanan publik dan efisiensi birokrasi.Kontribusi utama penelitian ini adalah perumusan model manajemen pemerintahan adaptif berbasis AI dengan lima dimensi (inovasi layanan, dukungan keputusan berbasis data, desain ulang alur kerja, pengawasan manusia, dan tata kelola etis-akuntabel) yang mengintegrasikan teknologi, kapasitas manusia, aturan institusional, dan nilai-nilai publik.Keberhasilan implementasi AI di sektor publik bergantung pada integrasinya dengan tata kelola institusional, kapasitas organisasi, mekanisme kontrol etis, transparansi, akuntabilitas, perlindungan privasi, dan peran AI sebagai instrumen pendukung bagi pejabat publik, bukan pengganti otoritas administratif
<br>Studi ini bertujuan untuk menganalisis transformasi manajemen pemerintahan berbasis kecerdasan buatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era tata kelola digital. Penelitian ini berfokus pada penggunaan AI dalam penyampaian layanan publik, pengambilan keputusan administratif, dan efisiensi birokrasi, sekaligus mengkaji kebutuhan akan akuntabilitas dan etika publik dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratori-deskriptif dan pembangunan model konseptual. Data dikumpulkan melalui sumber sekunder dan dokumenter, termasuk artikel jurnal peer-review terbaru, dokumen kebijakan, laporan institusional, dan materi regulasi yang berkaitan dengan tata kelola AI, pemerintahan digital, administrasi publik, dan inovasi pelayanan publik. Data dianalisis menggunakan analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp" type="image/webp" length="125968" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-7b895.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-5a8e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/2/orientasi-nilai-budaya-kecerdasan-buatan-generatif-thumb-69bed.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Interspecies Kinship of Liuran Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Interspecies Kinship of Liuran Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Interspecies Kinship of Liuran Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68651-perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-dukungan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68651-perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-dukungan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:89b7bce3b4359b629d5078713c20e81a</id>
	<published>2026-09-23T12:35:48+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:35:48+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap sistem liuran dan adaptasi tradisional petani perempuan dalam menjaga keberlanjutan pertanian. 2. Studi tentang peran pengetahuan lokal, seperti tabu, dalam memperkuat hubungan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap sistem liuran dan adaptasi tradisional petani perempuan dalam menjaga keberlanjutan pertanian. 2. Studi tentang peran pengetahuan lokal, seperti tabu, dalam memperkuat hubungan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-5cb65.webp" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-5cb65.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-5cb65.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-5cb65.webp 1x" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" alt="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp 1x" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" alt="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-697f9.webp" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-697f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-697f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-697f9.webp 1x" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" alt="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68651-perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-dukungan" title="JURIS - Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being" target="_blank">Interspecies Kinship of Liuran: Rethinking Marshall Sahlinss Mutuality of Being</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap sistem liuran dan adaptasi tradisional petani perempuan dalam menjaga keberlanjutan pertanian. 2. Studi tentang peran pengetahuan lokal, seperti tabu, dalam memperkuat hubungan multispecies dan keseimbangan ekosistem dapat dikembangkan untuk memahami mekanisme keberlanjutan. 3. Penelitian lebih lanjut tentang dinamika sosial perempuan dalam kooperatif pertanian dan bagaimana struktur gender memengaruhi partisipasi serta distribusi sumber daya dalam sistem liuran, terutama dalam konteks perubahan sosial-ekonomi..
<br>Kajian ini menunjukkan bahwa sistem liuran menjadi kasus menarik untuk meneliti interaksi multispecies antara manusia dan spesies non-manusia di bumi.Ketika manusia memiliki kontak intensif dengan spesies tertentu, pengalaman ekologis-emosional akan terbentuk sebagai dasar munculnya pertalian sosial interspesies.Artikel ini menunjukkan bagaimana interaksi petani perempuan dengan spesies padi dan tanaman kebun dalam liuran dapat muncul konsepsi 'anak' bagi spesies non-manusia melalui peran perempuan dalam merawat dan operasi nilai budaya berupa tabu dalam pertanian dan kebun.Dari sini, konsepsi mutuality of being Marshall Sahlins perlu diperluas cakupannya.Artikel ini berargumen bahwa 'keberadaan' penting di bumi tidak hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, hewan, dan entitas abiotik.Dalam posisi ini, mutuality tidak berarti manusia berbagi tempat tinggal, kelangsungan hidup, dan keterikatan emosional dengan sesama manusia, tetapi juga spesies non-manusia.Manusia hadir di dunia karena spesies dan entitas lain juga berada di ruang hidup yang sama.Dari posisi ini, mutuality berdasarkan kesadaran bahwa spesies dan entitas lain juga 'hadir bersama' berpotensi menghilangkan dominasi manusia dan penindasan terhadap spesies lain, serta berusaha mencapai keseimbangan dalam ekosistem
<br>Diskusi antropologi mengenai konsep mutuality of being oleh Marshal Sahlins selama ini berfokus pada gagasan bahwa pertalian sosial hanya dapat terjadi di antara manusia melalui ritual atau terbatas dalam mempertimbangkan spesies non-manusia yang juga berpotensi membentuk pertalian sosial interspesies. Melalui pendekatan etnografi multispesies, tulisan ini membahas pertalian sosial interspesies yang hadir dalam konteks perawatan pertanian secara bersama tanpa pertukaran uang dengan nominal tertentu (liuran) oleh para petani perempuan di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pertalian sosial interspesies antara petani perempuan dengan padi dan tanaman kebun adalah selayaknya ibu dan anak karena ada ikatan emosional-ekologis dalam proses merawat pertanian sedimentasi selama belasan tahun, khususnya melalui praktik tabu. Proses merawat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp" type="image/webp" length="90470" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-5cb65.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-47323.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/a/perubahan-sosial-ekonomi-dinamika-sosial-dukungan-thumb-697f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition Quranic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68652-teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-makn" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68652-teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-makn" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:ab1c1b668d49fb861e92dbe02aa258dd</id>
	<published>2026-09-23T12:35:31+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:35:31+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="fethullah g" label="fethullah g" />
	<category term="living qur" label="living qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp 1x" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" alt="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68652-teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-makn" title="JURIS - The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur&#039;anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community" target="_blank">The Living QurAoan in the Manaqiban Tradition: Qur'anic Reception and Religious Meaning among the Haurendeng Community</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat membandingkan tradisi manaqiban di komunitas pedesaan dan perkotaan untuk mengeksplorasi dampak struktur sosial modern terhadap pandangan masyarakat terhadap al-QurAoan. 2. Menggunakan pendekatan interdisipliner seperti psikologi agama Islam untuk menganalisis transformasi kesadaran, kedamaian batin, dan sikap tawakkal dalam ritual manaqiban. 3. Meneliti bagaimana tradisi ini beradaptasi dengan era digital, seperti fenomena dunia virtual manaqiban atau penggunaan media sosial oleh anggota komunitas untuk menghasilkan temuan baru yang memperkaya studi al-QurAoan kontemporer..
<br>Tradisi manaqiban di Haurendeng menunjukkan bahwa living QurAoan tidak terbatas pada pembacaan teks al-QurAoan, tetapi merupakan proses dialektis di mana al-QurAoan muncul melalui praktik, simbol, dan pengalaman sosial masyarakat.Ayat-ayat al-QurAoan dalam ritual manaqiban berfungsi sebagai sumber nilai spiritual dan pedoman hidup.Tradisi ini memperkuat hubungan masyarakat dengan Tuhan, memperdalam koneksi spiritual, dan mengintegrasikan nilai-nilai al-QurAoan ke dalam kehidupan sosial.Meski telah membuktikan relevansi tradisi ini, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam mengeksplorasi intertekstualitas ayat-ayat tertentu dan perubahan makna seiring generasi
<br>Artikel ini mengkaji fenomena living QurAoan dalam tradisi manaqiban yang dipraktikkan oleh masyarakat Haurendeng, Jawa Barat. Al-QurAoan tidak hanya dipahami sebagai teks suci yang dibaca dan ditafsirkan, tetapi juga sebagai realitas yang hidup (living reality) yang hadir dalam berbagai praktik keagamaan dan pengalaman sosial masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ayat-ayat al-QurAoan diterima, dipraktikkan, dan dimaknai dalam tradisi manaqiban, serta bagaimana masyarakat membangun makna keagamaan melalui praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif living QurAoan dan studi resepsi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait pelaksanaan ritual manaqiban pada masyarakat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" type="image/webp" length="105004" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-eba34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-195fd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/teori-makna-ogden-relevansi-tradisi-perubahan-loka-thumb-2744c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Actualization of the Maqsid Al Sharah in Indonesia A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Actualization of the Maqsid Al Sharah in Indonesia A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Actualization of the Maqsid Al Sharah in Indonesia A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68666-akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-nara" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68666-akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-nara" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:553506eb39d04889d9a2ba0a75de826a</id>
	<published>2026-09-23T12:25:12+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:25:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan berbasis agama di fasilitas pemasyarakatan Indonesia, perlu dilakukan evaluasi komprehensif terhadap model pengembangan kepribadian yang saat ini diterapkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi program ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan berbasis agama di fasilitas pemasyarakatan Indonesia, perlu dilakukan evaluasi komprehensif terhadap model pengembangan kepribadian yang saat ini diterapkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi program ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-0434b.webp" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-0434b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-0434b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-0434b.webp 1x" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" alt="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp 1x" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" alt="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-41315.webp" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-41315.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-41315.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-41315.webp 1x" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" alt="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68666-akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-nara" title="JURIS - Actualization of the Maqsid Al-Shar&#039;ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions" target="_blank">Actualization of the Maqsid Al-Shar'ah in Indonesia: A Case Study of the Spiritual Counting of Prisoners in Judicial Institutions</a>: Untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan berbasis agama di fasilitas pemasyarakatan Indonesia, perlu dilakukan evaluasi komprehensif terhadap model pengembangan kepribadian yang saat ini diterapkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi program berbasis ceramah perlu diatasi dengan model yang lebih komprehensif dan berbasis hukum Islam. Oleh karena itu, disarankan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih interaktif dan melibatkan partisipasi aktif narapidana. Model ini dapat mencakup berbagai aktivitas, seperti diskusi kelompok, simulasi, dan kegiatan praktis yang relevan dengan kehidupan narapidana setelah bebas. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik narapidana yang beragam, terutama mereka yang terlibat dalam kejahatan serius. Masalah kelebihan kapasitas di fasilitas tertentu, seperti Salemba dan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Jakarta, merupakan tantangan serius yang menghambat proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan agar pemerintah dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan fasilitas yang tersedia di setiap lembaga pemasyarakatan. Upaya-upaya peningkatan kapasitas, seperti pembangunan fasilitas baru atau renovasi yang sudah ada, perlu dipertimbangkan untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa sumber daya dan staf yang tersedia memadai untuk memenuhi kebutuhan narapidana, termasuk dukungan medis dan psikologis yang tepat.Studi ini juga menekankan urgensi keadilan restoratif dalam penjatuhan hukuman. Oleh karena itu, disarankan agar sistem peradilan pidana di Indonesia lebih menekankan pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan pendekatan keadilan restoratif yang lebih holistik, di mana hukuman yang dijatuhkan tidak hanya berfokus pada hukuman semata, tetapi juga pada proses rehabilitasi dan persiapan narapidana untuk kembali ke masyarakat. Pendekatan ini dapat mencakup program-program yang lebih terintegrasi antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat, seperti program pendampingan dan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja..
<br>The Correctional Law was established after the reformation to provide punishment for violations that harm victims.The state aims to avoid a colonial approach solely focusing on retaliatory punishment through this law.The government has transformed the implementation of penitentiaries into coaching and improvement programs to facilitate the reintegration of penitentiary residents into society.Implementing coaching in correctional institutions centers around three key areas.hifz al-din (spiritual development), national and state awareness (implemented in 3 other maqasid.Hifz al-Nafs, Hifz al-Nasl, and Hifz al-Mal), and Hifz al-'Aql (intellectual ability development).Spiritual development (Hifz al-Din) activities involve providing inmates access to houses of worship and religious guidance.However, financial support is required for these activities.National and state awareness (which refers to Hifz al-Nafs, Hifz al-Nasl, and Hifz al-Mal) is fostered through counseling and scouting activities, with external institutions and the community contributing to the coaching.Intellectual ability development (Hifz al-'Aql) involves reading, writing, and education, focusing on increasing knowledge and skills.Independence development emphasizes self-reliance through training programs and practical work.However, the issues caused by overcapacity in correctional institutions affect the availability of resources and funding, making effective inmate rehabilitation difficult.Therefore, it is essential to address overcapacity and strengthen spiritual indicators.Indonesian correctional institutions face significant challenges that hinder effective inmate rehabilitation and reintegration.The low weighting of spiritual indicators and severe overcapacity undermines holistic prisoner development.This study aims to enhance personality development models using religious-based programs and a qawaid al-fiqhiyyah approach, which aligns with addressing these challenges.Resolving overcapacity issues, addressing the shortage of medical staff, and implementing enhancements proposed in this study are pivotal for a more just and humane correctional system in Indonesia.These actions align with maqasid shari'ah principles and foster impactful implementation within correctional frameworks.Rectifying these challenges will facilitate inmate rehabilitation and prepare them for successful reintegration into society
<br>Lembaga pemasyarakatan mengalami perubahan transformatif dari ruang hukuman menjadi pengakuan akan kemanusiaan narapidana. Dengan memprioritaskan perlindungan narapidana, reintegrasi, dan martabat, studi ini meneliti program pelatihan berbasis agama di fasilitas pemasyarakatan Indonesia. Dengan menganalisisnya melalui prinsip hukum Islam dan Maqasid al-sharAoah, penelitian ini mengeksplorasi model pengembangan kepribadian dan mengidentifikasi batasan dalam pendekatan yang ada saat ini. Meskipun temuan awal menunjukkan hasil positifAiperubahan perilaku dan penurunan tekanan psikologisAistudi ini menyoroti dominasi program berbasis ceramah, yang menandakan perlunya model yang lebih komprehensif berbasis hukum Islam....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp" type="image/webp" length="78578" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-0434b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-b9a5b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/0/akal-hifz-al-sosial-narapidana-korupsi-prisoner-co-thumb-41315.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68649-crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-laya" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68649-crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-laya" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:83a7d24b3b9c1a83c3730b999a983c5a</id>
	<published>2026-09-23T12:22:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:22:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp 1x" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" alt="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68649-crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-laya" title="JURIS - Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security" target="_blank">Constitutional Limits on Government Use of Facial Recognition Technology in Public Services and Public Security</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pengenalan wajah terhadap kelompok rentan seperti minoritas etnis atau masyarakat miskin, dengan fokus pada ketidakadilan yang muncul dari kesalahan identifikasi. Selanjutnya, studi perbandingan kerangka hukum konstitusional di berbagai negara dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam mengatur penggunaan teknologi ini untuk menyeimbangkan keamanan dan hak asasi manusia. Terakhir, penelitian etika tentang penggunaan pengenalan wajah dalam layanan publik perlu dikembangkan untuk mengevaluasi implikasi jangka panjang terhadap demokrasi, kepercayaan publik, dan hak individu dalam era digital..
<br>Penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik dan keamanan harus dipahami sebagai isu konstitusional, bukan hanya sebagai alat teknis untuk modernisasi administratif atau pencegahan kejahatan.Teknologi ini mengubah hubungan antara warga dan negara karena memungkinkan otoritas publik mengubah wajah manusia menjadi identifikasi digital permanen.Dalam konteks layanan publik, teknologi ini dapat mendukung verifikasi identitas, mengurangi penipuan, dan mempercepat akses ke platform pemerintah digital.Dalam konteks keamanan publik, dapat membantu penegak hukum, pengendalian perbatasan, dan identifikasi orang dalam situasi risiko tinggi.Namun, manfaat ini menciptakan risiko konstitusional serius ketika identifikasi biometrik digunakan tanpa batasan hukum jelas, pengawasan independen, remedy yang efektif, dan perlindungan terhadap tindakan negara yang sewenang-wenang.Temuan utama studi ini adalah bahwa pengenalan wajah memengaruhi beberapa hak konstitusional secara bersamaan, termasuk privasi, kebebasan bergerak, kebebasan berkumpul, kesetaraan, dan proses hukum.Studi ini memperluas diskusi dengan menempatkan risiko ini dalam kerangka batasan konstitusional yang lebih eksplisit
<br>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi batasan konstitusional penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh pemerintah dalam layanan publik, keamanan publik, dan identifikasi warga. Isu utama yang dibahas adalah ketegangan antara kepentingan negara dalam keamanan dan efisiensi administratif di satu sisi, serta perlindungan privasi, kebebasan sipil, kesetaraan, proses hukum, dan hak konstitusional di sisi lain. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum kualitatif dengan pendekatan normatif-doctrinal. Analisis dilakukan melalui pendekatan peraturan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" type="image/webp" length="122642" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-079c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-0e60a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/0/crm-sektor-publik-tata-kelola-keuangan-layanan-kea-thumb-757ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Utilization of Big Data in Regional Development Planning A Study on Strengthening Evidence Based Policy in Local Government ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68645-implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68645-implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:a2a63ed2a313b12be8e4da03885d7a29</id>
	<published>2026-09-23T12:12:43+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:12:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" alt="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp 1x" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" alt="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68645-implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo" title="JURIS - The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government" target="_blank">The Utilization of Big Data in Regional Development Planning: A Study on Strengthening Evidence-Based Policy in Local Government</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menguji penerapan kerangka perencanaan pembangunan lokal berbasis bukti yang diusulkan dalam penelitian ini di pemerintahan lokal yang spesifik, terutama dalam program pengentasan kemiskinan, reformasi bantuan sosial, perencanaan layanan dasar, atau sistem pemantauan pembangunan regional. Penelitian lebih lanjut juga dapat menggunakan metode campuran dengan menggabungkan analisis dokumen, wawancara, survei, analisis data spasial, dan indikator kinerja kebijakan untuk mengukur bagaimana big data mempengaruhi akurasi perencanaan, efektivitas program, kepuasan warga, dan akuntabilitas publik..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa big data dapat memperkuat perencanaan pembangunan regional dengan meningkatkan kualitas, akurasi, dan responsivitas bukti yang digunakan oleh pemerintah lokal.Temuan menunjukkan bahwa perencanaan regional menjadi lebih efektif ketika data penduduk, basis data kemiskinan, catatan bantuan sosial, informasi geospasial, indikator layanan publik, data tingkat desa, keluhan publik, dan umpan balik digital terintegrasi dalam satu ekosistem data yang berorientasi kebijakan.Melalui integrasi ini, pemerintah lokal dapat mengidentifikasi masalah pembangunan dengan lebih akurat, menentukan area prioritas, memetakan kelompok rentan, mengurangi kesalahan dalam penargetan bantuan sosial, dan memantau kesenjangan dalam layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, sanitasi, dan infrastruktur.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan big data di pemerintahan lokal bukan hanya masalah teknis, tetapi juga proses manajerial dan institusional.Big data dapat mendukung kebijakan berbasis bukti hanya ketika pemerintah lokal memiliki tata kelola data yang andal, koordinasi antarpemerintah, kapasitas analitis, pejabat publik yang melek data, dan mekanisme akuntabilitas yang jelas.Tanpa kondisi-kondisi tersebut, volume data yang besar dapat menghasilkan informasi yang terfragmentasi, interpretasi kebijakan yang tidak konsisten, dan program pembangunan yang tidak akurat.Temuan ini mengonfirmasi bahwa big data harus terhubung dengan siklus perencanaan regional penuh, dari identifikasi masalah dan formulasi program hingga implementasi, pemantauan, dan evaluasi
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan big data dalam perencanaan pembangunan regional sebagai strategi untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti di pemerintahan lokal. Penelitian ini berfokus pada cara big data dapat mendukung perencanaan program pembangunan, pengurangan kemiskinan, penargetan bantuan sosial, dan perbaikan layanan dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pengembangan kerangka konsep. Data dikumpulkan dari sumber sekunder dan dokumenter, termasuk artikel jurnal peer-reviewed terbaru, dokumen kebijakan, laporan institusi, bahan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" type="image/webp" length="127332" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-59cf7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/e/implementasi-program-bantuan-sosial-tata-kelola-lo-thumb-e6570.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Al Ilm Al udhri Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68665-epistemologi-sufism-al-ilm-hudhuri-spiritual" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68665-epistemologi-sufism-al-ilm-hudhuri-spiritual" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:25851bf7cb8a441129e3ef3959da80b0</id>
	<published>2026-09-23T12:07:43+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T12:07:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jurnal,rumah,sumatra,view,vol,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp 1x" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" alt="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68665-epistemologi-sufism-al-ilm-hudhuri-spiritual" title="JURIS - Al-&#039;Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground" target="_blank">Al-'Ilm Al-udhri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh praktik tasawuf terhadap pengembangan epistemologi modern, khususnya dalam konteks globalisasi. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara konsep al-'ilm al-nudhri dengan pendekatan epistemologi dalam tradisi non-Islam untuk menemukan kesamaan atau perbedaan mendasar. Terakhir, penelitian eksperimental bisa dilakukan untuk menguji efektivitas metode mujahadah dan riyadhah dalam meningkatkan pemahaman spiritual dan intuisi ilmiah, baik dalam konteks pendidikan maupun pengembangan diri..
<br>Al-'ilm al-nudhri (pengetahuan oleh kehadiran) merupakan pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhan tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik.Mulla Sadra dan Suhrawardi meyakini bahwa satu-satunya cara memperoleh ilmu tersebut adalah melalui observasi spiritual dengan mengamalkan tasawuf yang melibatkan ritus mujahadah dan riyadhah.Penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi filsafat dan tasawuf memiliki titik temu dalam konsep al-'ilm al-nudhri, yang memungkinkan integrasi antara pengetahuan rasional dan spiritual
<br>Artikel ini menggali kemungkinan titik temu antara filsafat dan tasawuf. Hal ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah keduanya dapat menyatu pada tataran epistemologis. Wacana al-'ilm al-nudhri digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Sumber utama studi artikel ini adalah karya-karya Mulla Shadra dan Suhrawardi, yang dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan filosofis. Artikel ini menyimpulkan bahwa al-'ilm al-nudhri merupakan suatu bentuk pengetahuan nyata yang diperoleh individu langsung dari Tuhannya tanpa memerlukan representasi mental atau simbolisme linguistik. Pengetahuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" type="image/webp" length="92796" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-72a4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-93807.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/epistemologi-sufism-al-ilm-al-hudhuri-spiritual-in-thumb-526a5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Turkish Mini Istanbul Quran by Mbah Hasan Pati A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Turkish Mini Istanbul Quran by Mbah Hasan Pati A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Turkish Mini Istanbul Quran by Mbah Hasan Pati A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68653-islam-nusantara-virtual-muuaf-ceta" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68653-islam-nusantara-virtual-muuaf-ceta" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:cdea23ac49ab330edc373dd70bc2d396</id>
	<published>2026-09-23T11:57:28+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T11:57:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="fethullah g" label="fethullah g" />
	<category term="living qur" label="living qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penyebaran cetakan Al-Qur'an Utsmani terhadap praktik keagamaan lokal di Nusantara, studi tentang peran komunitas dalam pelestarian artefak sejarah seperti muuaf cetak kuno, serta analisis pengaruh budaya material ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penyebaran cetakan Al-Qur'an Utsmani terhadap praktik keagamaan lokal di Nusantara, studi tentang peran komunitas dalam pelestarian artefak sejarah seperti muuaf cetak kuno, serta analisis pengaruh budaya material ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-c5268.webp" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-c5268.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-c5268.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-c5268.webp 1x" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" alt="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp 1x" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" alt="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-321be.webp" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-321be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-321be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-321be.webp 1x" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" alt="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68653-islam-nusantara-virtual-muuaf-ceta" title="JURIS - The Turkish Mini Istanbul Qur&#039;an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf" target="_blank">The Turkish Mini Istanbul Qur'an by Mbah Hasan Pati: A Codicological Study of an Antique Printed Muuaf</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penyebaran cetakan Al-Qur'an Utsmani terhadap praktik keagamaan lokal di Nusantara, studi tentang peran komunitas dalam pelestarian artefak sejarah seperti muuaf cetak kuno, serta analisis pengaruh budaya material terhadap transmisi Al-Qur'an di kawasan Nusantara. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara teknologi cetak dan dinamika transmisi Al-Qur'an di masa kolonial hingga era modern, serta mengkaji kebijakan pelestarian artefak sejarah secara lebih sistematis untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya ini..
<br>Al-Qur'an Mini Turki Istanbul milik Mbah Hasan Pati merupakan salah satu artefak sejarah Nusantara yang memiliki nilai sosial dan religius tinggi.Berdasarkan analisis kodikologi, Qur'an ini menunjukkan ciri khas Al-Qur'an cetak Turki Istanbul, termasuk ukuran kecil, kotak logam, tinta emas, dan kondisi kerusakan yang menggambarkan usianya.Keberadaannya berperan penting dalam warisan naskah Al-Qur'an di Nusantara, sebagai representasi perkembangan transmisi Al-Qur'an menuju era cetak modern, bukti penyebaran Islam di Nusantara, objek studi akademis tentang muuaf cetak kuno, dan manifestasi kesadaran masyarakat akan pelestarian artefak sejarah.Selain itu, keindahan Qur'an ini mencerminkan nilai historisnya yang tinggi.Dengan demikian, Al-Qur'an Mini Turki Istanbul milik Mbah Hasan Pati memberikan kontribusi penting dalam studi kodikologi dan merupakan bagian dari warisan Islam Nusantara
<br>Artikel ini mengkaji Al-Qur'an Mini Turki Istanbul milik Mbah Hasan Pati, sebuah muuaf cetak kuno yang beredar di Nusantara, melalui pendekatan kodikologi. Selama ini, kajian kodikologi lebih banyak berfokus pada manuskrip Al-Qur'an tulis tangan, sementara muuaf cetak kuno yang dimiliki kolektor atau masyarakat masih relatif kurang mendapat perhatian, padahal memiliki nilai historis yang penting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi asal-usul muuaf, mendeskripsikan karakteristik material dan tipografinya, serta menganalisis signifikansi historis dan religiusnya dalam transmisi Al-Qur'an cetak di kawasan Melayu-Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis melalui analisis kodikologi. Data diperoleh melalui observasi,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp" type="image/webp" length="100392" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-c5268.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-a38e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/5/islam-nusantara-virtual-muuaf-cetak-kuno-kodikolog-thumb-321be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post Covid 19 Reflection ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68655-antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-co" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68655-antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-co" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:eb0d13eb52e79e4f1ba2e445eed59265</id>
	<published>2026-09-23T11:48:29+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T11:48:29+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="rumah jurnal" label="rumah jurnal" />
	<category term="fethullah g" label="fethullah g" />
	<category term="living qur" label="living qur" />
	<itunes:keywords><![CDATA[fethullah,g,jurnal,living,qur,rumah]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp 1x" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" alt="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68655-antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-co" title="JURIS - The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection" target="_blank">The Flexibility of adths and the Authority of Fatwas as a Post-Covid-19 Reflection</a>: 1. Analisis perbandingan implementasi fatwa antar daerah untuk memahami dinamika lokal dalam merespons krisis kesehatan. 2. Penelitian tentang dampak perubahan sosial dan teknologi terhadap interpretasi hadis dalam konteks pandemi. 3. Pengembangan kerangka fikih pandemic yang mengintegrasikan prinsip maqAid al-syarah dengan data epidemiologis modern untuk memperkuat respons kebijakan publik..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tentang wabah memiliki fleksibilitas yang memungkinkan interpretasi kontekstual dalam menghadapi krisis kesehatan.Perbedaan implementasi fatwa dipengaruhi oleh pendekatan tekstualis dan maqAid al-syarah.Studi kasus di Sumatera Utara menggarisbawahi pentingnya adaptasi nalar hukum Islam dalam merespons tantangan global.Rekomendasi untuk penelitian lanjutan mencakup analisis perbandingan regional, evaluasi dampak dinamika sosial, serta pengembangan kerangka fikih pandemic yang lebih inklusif
<br>Pandemi COVID-19 memunculkan berbagai persoalan teologis dan hukum Islam, terutama terkait pelaksanaan ibadah berjamaah serta penerapan kebijakan kesehatan publik di kalangan umat Islam. Meskipun hadis-hadis tentang wabah telah lama menjadi rujukan normatif dalam fikih Islam, interpretasi kontemporer dan implementasinya dalam fatwa serta praktik keagamaan di tingkat lokal masih belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis fleksibilitas hadis-hadis Nabi Muhammad tentang wabah serta implementasinya dalam fatwa-fatwa kontemporer dan praktik keagamaan masyarakat Muslim di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui analisis tematik terhadap hadis-hadis sahih, analisis komparatif terhadap fatwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" type="image/webp" length="110322" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-b7045.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-9ca09.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/0/antologis-fikih-islam-wabah-pandemi-covid-fiqh-had-thumb-83aeb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1188-uin-bukittinggi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19662-jurnal-fuaduna-jurnal-kajian-keagamaan-kemasyarakatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Efficient Hybrid Cnn Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Efficient Hybrid Cnn Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Efficient Hybrid Cnn Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68647-model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68647-model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:e5985edbc8951b34c68e1cc321941b13</id>
	<published>2026-09-23T11:44:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T11:44:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model yang mampu meminimalkan kebutuhan data teranotasi melalui pendekatan pembelajaran mandiri (self-supervised learning) yang lebih inovatif. Selain itu, penting untuk merancang arsitektur yang lebih ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model yang mampu meminimalkan kebutuhan data teranotasi melalui pendekatan pembelajaran mandiri (self-supervised learning) yang lebih inovatif. Selain itu, penting untuk merancang arsitektur yang lebih ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp 1x" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" alt="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-db5b4.webp" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-db5b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-db5b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-db5b4.webp 1x" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" alt="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-65cb8.webp" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-65cb8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-65cb8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-65cb8.webp 1x" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" alt="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68647-model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen" title="JURIS - Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations" target="_blank">Efficient Hybrid Cnn-Vision Transformer For Medical Image Classification With Limited Annotations</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model yang mampu meminimalkan kebutuhan data teranotasi melalui pendekatan pembelajaran mandiri (self-supervised learning) yang lebih inovatif. Selain itu, penting untuk merancang arsitektur yang lebih ringan dan efisien agar dapat diimplementasikan pada perangkat berbasis mobile atau edge computing dengan sumber daya terbatas. Penelitian juga dapat mengeksplorasi metode kombinasi fitur lokal dan global secara lebih optimal tanpa meningkatkan kompleksitas model, misalnya dengan menggunakan teknik pemrosesan adaptif berbasis konteks. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat dicapai keseimbangan yang lebih baik antara akurasi, efisiensi komputasi, dan kebutuhan data dalam aplikasi klasifikasi citra medis..
<br>Studi ini mengusulkan model hibrida CNN-Vision Transformer yang efisien untuk klasifikasi citra medis dalam kondisi anotasi terbatas.Model ini dirancang dengan menggabungkan kemampuan CNN dalam ekstraksi fitur lokal dan ViT dalam pemodelan konteks global, sekaligus mempertahankan efisiensi komputasi dan kemampuan generalisasi pada data terbatas.Berdasarkan hasil eksperimen pada dataset OrganAMNIST, model hibrida menunjukkan kinerja kompetitif dengan akurasi 92,3%, F1-score 91,8%, dan AUC 99,5%.Meskipun nilai ini sedikit lebih rendah dibandingkan model dasar seperti ResNet50 dan ViT-Small, model hibrida menawarkan keunggulan signifikan dalam efisiensi komputasi dengan jumlah parameter sekitar 3,67 juta dan kecepatan inferensi 41,121 ms per batch.Integrasi fitur lokal dan global dalam arsitektur ringan memungkinkan model mempertahankan kemampuan klasifikasi yang baik meskipun kompleksitasnya lebih rendah.Hal ini menjadikan model hibrida lebih sesuai untuk implementasi dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas, seperti sistem diagnostik berbasis AI di bidang medis
<br>Klasifikasi citra medis merupakan komponen penting dalam sistem diagnosis berbasis komputer, namun kinerjanya sering terhambat oleh kekurangan data teranotasi. Situasi ini umum terjadi di bidang medis karena keterbatasan etis, biaya, dan konstruksi label. Jaringan Saraf Konvolusi (CNN) efektif dalam mengekstrak fitur lokal tetapi suboptimal dalam menangkap konteks global. Sebaliknya, Vision Transformers (ViTs) unggul dalam memodelkan ketergantungan jangka panjang tetapi membutuhkan jumlah besar data pelatihan. Untuk mengatasi keterbatasan ini, studi ini mengusulkan model hibrida CNN-Vision Transformer yang mengintegrasikan kekuatan keduanya untuk meningkatkan kinerja klasifikasi dalam kondisi anotasi terbatas. Model ini diuji menggunakan dataset OrganAMNIST yang terdiri dari 53.339 gambar CT abdomen dua dimensi dengan 11 kelas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp" type="image/webp" length="58554" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-a0a56.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-db5b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/5/model-hibrida-vgg16-hasil-eksperimen-hibrid-eksplo-thumb-65cb8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pearlvision Ai An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pearlvision Ai An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pearlvision Ai An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68648-ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68648-ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:8bc0c28e35fe1f440361081f0918dc42</id>
	<published>2026-09-23T11:40:12+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T11:40:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="mail journal" label="mail journal" />
	<category term="preface toc" label="preface toc" />
	<category term="us whatsapp" label="us whatsapp" />
	<itunes:keywords><![CDATA[journal,mail,preface,toc,us,whatsapp]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akurasi dan generalisasi PearlVision AI, penelitian lanjutan dapat menggabungkan fitur multi-modal seperti analisis warna, tekstur, dan kilau mutiara, yang sebelumnya tidak dipertimbangkan dalam studi ini. Selain itu, pengembangan model ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan akurasi dan generalisasi PearlVision AI, penelitian lanjutan dapat menggabungkan fitur multi-modal seperti analisis warna, tekstur, dan kilau mutiara, yang sebelumnya tidak dipertimbangkan dalam studi ini. Selain itu, pengembangan model ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-b811c.webp" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-b811c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-b811c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-b811c.webp 1x" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" alt="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-2570b.webp" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-2570b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-2570b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-2570b.webp 1x" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" alt="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp 1x" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" alt="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68648-ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai" title="JURIS - Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning" target="_blank">Pearlvision Ai: An Automated Pearl Quality Grading System Based On Morphological Features And Ensemble Learning</a>: Untuk meningkatkan akurasi dan generalisasi PearlVision AI, penelitian lanjutan dapat menggabungkan fitur multi-modal seperti analisis warna, tekstur, dan kilau mutiara, yang sebelumnya tidak dipertimbangkan dalam studi ini. Selain itu, pengembangan model berbasis deep learning seperti CNN atau transformasi visual (Vision Transformer) mungkin dapat meningkatkan kemampuan sistem untuk mengenali variasi halus dalam bentuk dan permukaan mutiara. Terakhir, penelitian juga perlu mengeksplorasi penggunaan dataset yang lebih besar dan beragam, termasuk mutiara dari daerah lain atau dengan kondisi lingkungan yang berbeda, untuk memastikan robustness sistem di berbagai konteks industri..
<br>Studi ini berhasil mengembangkan PearlVision AI, sistem penilaian otomatis untuk mutiara Lombok yang mengintegrasikan segmentasi hibrida dan pembelajaran ensemble.Sistem ini secara efektif mengatasi tantangan optik di lapangan seperti highlight spesular dan latar belakang ber tekstur, memungkinkan ekstraksi fitur morfologi yang robust.Random Forest muncul sebagai model optimal, mencapai akurasi uji 97,22% dengan metrik konsisten >0,95 di semua kelas (A, AA, AAA).Secara signifikan, fitur terkait ukuran (area dan perimeter) berkontribusi lebih besar pada diskriminasi kelas daripada metrik berbasis bentuk (circularity), mencerminkan korelasi alami antara diameter mutiara dan nilai komersial dalam dataset ini.Secara praktis, PearlVision AI menawarkan solusi objektif dan efisien (<0,5 detik/gambar) untuk mengurangi bias penilaian manual dan meningkatkan konsistensi kontrol kualitas industri.Batasan utama termasuk ukuran dataset yang moderat dan ketergantungan eksklusif pada deskriptor geometris.(1) ekspansi dataset melintasi variasi mutiara dan kondisi pengambilan data, (2) integrasi fitur multi-modal (warna, tekstur, luster), dan (3) pengembangan implementasi real-time untuk adopsi penuh industri.Penelitian ini menetapkan fondasi reproduksibel untuk transformasi digital berbasis AI dalam penilaian kualitas budidaya
<br>Penilaian kualitas mutiara secara konvensional masih sangat bergantung pada inspeksi visual manual yang bersifat subjektif dan tidak konsisten. Studi ini mengembangkan PearlVision AI, sistem otomatis untuk menilai kualitas mutiara Lombok menggunakan ekstraksi fitur morfologi dan pembelajaran ensemble. Dataset terdiri dari 361 gambar mutiara Laut Selatan (Pinctada maxima) yang dilabeli ke dalam tiga kelas komersial: A (n=120), AA (n=120), dan AAA (n=120). Pipeline yang diproposiskan mengintegrasikan segmentasi hibrida (Hough Circle Transform   Convex Hull) untuk isolasi objek yang kuat, ekstraksi empat deskriptor geometris (circularity, eccentricity, area, perimeter), dan evaluasi komparatif empat algoritma klasifikasi: Random Forest, Gradient Boosting,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp" type="image/webp" length="88818" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-b811c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-2570b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/ekstraksi-fitur-cnn-integrasi-promosi-nilai-kualit-thumb-c9a14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-720-ninetyjournal.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-2375-jurnal-kecerdasan-buatan-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 14:52:08 +0700. 24 items. Served in: 4.939 seconds [atom] -->
