<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-09-23T22:03:54+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:80c00fbc952d6d96a0879763bb4114c2</id>
	<published>2026-09-23T21:40:02+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:40:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" alt="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" alt="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68757-solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika" title="JURIS - Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik" target="_blank">Optimasi Waktu Penjadwalan Pembukaan Toko Menggunakan Algoritma Genetik</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan algoritma genetika yang dikombinasikan dengan teknik optimasi lain seperti simulated annealing untuk meningkatkan efisiensi pencarian solusi. Selain itu, penelitian bisa fokus pada penerapan algoritma ini untuk skala data yang lebih besar dan beragam, seperti dalam industri manufaktur berskala global. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi adaptasi algoritma genetika untuk menangani kendala tambahan seperti keterbatasan sumber daya manusia atau fluktuasi permintaan pasar secara real-time..
<br>Algoritma genetika mampu menemukan solusi optimal secara efektif dalam meminimalkan waktu penyelesaian pekerjaan (makespan) pada masalah penjadwalan open shop.Hasil yang diperoleh stabil dan mendekati nilai optimal.Algoritma ini menunjukkan kemampuan yang baik dalam mengeksplorasi solusi secara efisien untuk permasalahan penjadwalan kompleks
<br>Penjadwalan pada sistem penjadwalan open shop merupakan masalah optimasi yang kompleks, dimana setiap pekerjaan harus dijalankan pada beberapa mesin tanpa urutan. Tantangan utamanya adalah menemukan program yang meminimalkan total waktu penyelesaian (Makespan) dalam batas waktu yang ditentukan. Pada penelitian ini, pendekatan algoritma genetika (GA) digunakan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan open store. GA dipilih karena kemampuannya dalam mengeksplorasi ruang solusi yang luas dan menemukan skema yang mendekati...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" type="image/webp" length="52482" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-c44f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/2/solusi-optimal-tocmsum-optimasi-algoritma-genetika-thumb-13bc6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah S Inventory Berbasis Desktop ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:6897fad103a4d454e4026aa4fa1fb352</id>
	<published>2026-09-23T21:17:21+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:17:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp 1x" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" alt="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68755-sistem-manajemen-aset-rancang-bangu" title="JURIS - Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  &quot;S-Inventory&quot; Berbasis Desktop" target="_blank">Rancang Bangun Sistem Manajemen Aset Sekolah  "S-Inventory" Berbasis Desktop</a>: Pengembangan sistem manajemen aset sekolah ke platform berbasis web atau mobile akan memungkinkan pengguna mengakses dan memantau data inventaris secara real-time dari lokasi mana pun, meningkatkan fleksibilitas penggunaan. Integrasi teknologi pemindaian barcode atau QR code dapat mempercepat proses input dan pelacakan barang fisik, mengurangi kesalahan manual, serta mempermudah inventarisasi. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan fitur prediktif untuk mengidentifikasi kebutuhan inventaris berdasarkan pola penggunaan historis, sehingga membantu pengambilan keputusan manajemen yang lebih efektif. Ketiga saran ini saling melengkapi dan membuka peluang penelitian yang lebih luas dalam bidang sistem informasi pendidikan..
<br>Berdasarkan hasil perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi inventaris 'S-Inventory' berbasis desktop berhasil dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Aplikasi ini mampu menggantikan sistem pencatatan manual menjadi terkomputerisasi, sehingga meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dan redundansi data.Fitur unggulan seperti notifikasi stok kritis, validasi kode barang otomatis, dan mekanisme pembaruan stok real-time terbukti meningkatkan akurasi data aset.Selain itu, ketersediaan fitur ekspor laporan ke format Excel memberikan efisiensi bagi administrator dalam menyusun rekapitulasi aset.Hasil pengujian Black Box mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi sistem berjalan valid dan bebas dari kesalahan logika
<br>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Inventaris Sekolah berbasis desktop sebagai solusi terhadap permasalahan pencatatan aset yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan. Aplikasi dikembangkan menggunakan paradigma Pemrograman Visual dengan bahasa VB.NET pada platform Microsoft Visual Studio, serta menerapkan pendekatan multi-form dan prinsip event-driven programming untuk menghasilkan alur kerja yang terstruktur dan interaktif. Sistem ini dirancang dengan arsitektur modular yang mendukung kemudahan dalam pengelolaan data, seperti pencatatan barang masuk, barang keluar, dan peminjaman aset sekolah. Selain itu, aplikasi menyediakan mekanisme validasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" type="image/webp" length="53102" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-2ea8e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-10924.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/sistem-manajemen-aset-rancang-bangun-aplikasi-uji-thumb-dfe42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:c9df0e350e0acde085162d6f55a88c8a</id>
	<published>2026-09-23T21:04:27+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T21:04:27+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="lukman hakim" label="lukman hakim" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,content,editor,hakim,lukman,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp 1x" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" alt="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68752-proses-konversi-agama-studi-k" title="JURIS - Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta" target="_blank">Conversion to Islam as a Strategy for Legalizing Marriage: Experiences of Interfaith Couples in East Jakarta</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak konversi agama terhadap individu dan masyarakat, termasuk implikasi sosial dan psikologisnya. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengalaman dan perspektif individu yang telah melakukan konversi agama, terutama dalam konteks perkawinan beda agama. Ketiga, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong pasangan beda agama untuk kembali ke agama asal mereka setelah menikah, termasuk pengaruh keluarga dan dinamika hubungan. Keempat, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan dan peraturan hukum yang ada mempengaruhi keputusan konversi agama dan perkawinan beda agama. Kelima, studi komparatif tentang praktik konversi agama dan perkawinan beda agama di berbagai wilayah di Indonesia dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika sosial dan budaya yang terkait..
<br>Artikel ini berkontribusi pada pemahaman dinamika konversi agama untuk memenuhi syarat pernikahan.Modus konversi ke Islam untuk legalitas perkawinan beda agama seringkali menampilkan dinamika rumit dalam kehidupan perempuan di Indonesia.Fenomena ini dapat terjadi pada pasangan, baik pria maupun wanita yang berpura-pura masuk Islam agar memenuhi syarat untuk menikah dengan pasangannya.Setelah menikah, salah satu pasangan seringkali mengubah gaya hidup dan meninggalkan praktik Islam.Salah satu pasangan, yang sering merasa pasrah dan terbatas dalam pilihan mereka, terkadang memutuskan untuk mengikuti agama suaminya demi harmonisasi rumah tangga dan kelangsungan hubungan keluarga.Temuan individu yang konversi dan kemudian kembali ke agamanya menunjukkan bahwa konversi tersebut seringkali hanya sebagai modus pernikahan bagi pasangan.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka tidak selalu mencerminkan niat tulus untuk konversi.Berdasarkan tipologi aktor konversi agama yang diusulkan oleh John William Bennet, mereka yang memiliki keinginan untuk kembali ke agama asal setelah menikah termasuk dalam kategori perilaku adaptif, yaitu tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam konteks ini, konversi dianggap sebagai langkah pragmatis untuk mendapatkan persetujuan dalam hubungan, tanpa komitmen mendalam terhadap ajaran agama baru
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami fenomena modus masuk Islam yang terjadi dalam perkawinan beda agama di Indonesia, dengan fokus pada lima pasangan yang berpura-pura masuk Islam untuk memenuhi syarat legal perkawinan dengan perempuan Muslim. Dalam lima kasus, setelah perkawinan terjadi, kelima pasangan kembali ke agamanya semula, sehingga menciptakan ketidaksetaraan dan dilema bagi pasangan yang terlibat. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (field research) melalui pendekatan antropologi hukum yakni untuk mengetahui bagaimana norma-norma hukum berinteraksi dengan praktik sosial dan budaya di masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" length="66970" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-0c115.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-33bb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/2/proses-konversi-agama-studi-komparatif-modus-islam-thumb-6f039.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fatwa and the Question of Meaning A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:4487f5393bcd11794bc1d7170e077a06</id>
	<published>2026-09-23T20:53:12+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T20:53:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="agus sunaryo" label="agus sunaryo" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,chief,content,editor,main,sunaryo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp 1x" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" alt="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68753-prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika" title="JURIS - Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth" target="_blank">Fatwa and the Question of Meaning: A Hermeneutic Reading of Zakat on Illicit Wealth</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Analisis Hermeneutik Fatwa dalam Konteks Sosial: Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana fatwa diinterpretasikan dan direspons oleh berbagai komunitas Muslim di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana pengalaman sosial, budaya, dan etika mempengaruhi pemahaman individu tentang fatwa dan praktik keagamaan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana fatwa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana makna fatwa dapat berubah di antara kelompok-kelompok yang berbeda.2. Etika dan Ekonomi Islam: Penelitian dapat berfokus pada aspek etika dalam ekonomi Islam, terutama dalam konteks kekayaan ilegal. Ini dapat mencakup studi tentang bagaimana individu Muslim memahami tanggung jawab moral mereka dalam mengelola kekayaan yang diperoleh secara tidak sah, dan bagaimana mereka berusaha untuk menebus kesalahan mereka melalui praktik keagamaan seperti zakat atau sedekah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana prinsip-prinsip etika Islam diterapkan dalam praktik ekonomi sehari-hari.3. Fatwa dan Inovasi Institusional: Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana fatwa mempengaruhi inovasi institusional dalam organisasi zakat di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) memengaruhi kebijakan dan praktik organisasi zakat, dan bagaimana organisasi tersebut menyesuaikan diri dengan fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana fatwa dapat menjadi katalisator untuk diskusi dan perdebatan publik tentang isu-isu moral dan ekonomi, serta bagaimana organisasi zakat dapat memainkan peran dalam merespons tantangan etika dalam masyarakat modern..
<br>13/2011 MUI mengenai zakat dan kekayaan ilegal tidak seharusnya dipahami hanya sebagai putusan hukum yang terbatas pada kebenaran doktrinal.Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamerian dan sosio-hukum, fatwa terungkap sebagai peristiwa diskursif dan interpretatif yang terbenam dalam interaksi antara penalaran hukum Islam normatif dan pengalaman moral komunitas Muslim.Analisis menunjukkan bahwa makna fatwa tidak tetap pada saat penerbitannya dan tidak sepenuhnya tercakup dalam logika yuridisnya.sebaliknya, makna terus berkembang melalui interaksi dengan praktik sosial, sensitivitas etika, dan respons institusional.Temuan menekankan divergensi antara konten hukum fatwa - yang menolak kewajiban zakat pada kekayaan ilegal karena kekurangan kepemilikan sah - dan imajinasi moral banyak Muslim, yang terus memandang pemberian sebagai tindakan pembersihan, pertanggungjawaban, dan tanggung jawab sosial.Divergensi ini tidak harus ditafsirkan sebagai kegagalan otoritas hukum atau non-kepatuhan.Sebaliknya, ini mencerminkan proses hermeneutik di mana zakat diinterpretasikan di luar kerangka fiqh teknis dan direkonstruksi sebagai praktik moral yang responsif terhadap tantangan etika yang diakibatkan oleh kehidupan ekonomi kontemporer.Dalam konteks ini, zakat berfungsi sebagai institusi yuridis dan tindakan simbolis realignmen etika dalam komunitas moral.Dengan menekankan konsep seperti Vorverstyndnis dan Horizontverschmelzung, studi ini menunjukkan bahwa norma-norma hukum Islam beroperasi dalam horizon yang cair yang dibentuk oleh pengalaman sejarah, struktur sosio-ekonomi, dan kesadaran etika.Konsep kepemilikan atas kekayaan ilegal, yang diperdebatkan dalam fatwa, menunjukkan dinamika ini.Sementara yurisprudensi klasik mendefinisikan kepemilikan secara normatif, berkaitan dengan perizinan akuisisi, aktor sosial sering kali memandang kepemilikan sebagai kondisi moral yang mencakup tanggung jawab dan pertanggungjawaban.Akibatnya, praktik yang menyerupai zakat pada kekayaan ilegal dapat diinterpretasikan sebagai bentuk taubat-iqtisadiyah - pertobatan ekonomi - yang bertujuan untuk penebusan rohani dan reintegrasi sosial, bahkan ketika praktik tersebut tidak memiliki legitimasi hukum formal.Selain itu, studi ini menyoroti peran diskursif fatwa dalam konteks hukum dan moral yang pluralistik.13/2011 MUI telah merangsang imajinasi etika, inovasi institusional, dan perdebatan publik, seperti yang ditunjukkan oleh munculnya mekanisme alternatif seperti dana non-halal atau dana pembersihan dalam institusi zakat.Hal ini menegaskan bahwa fatwa berfungsi kurang sebagai perintah yang memaksa dan lebih sebagai simpul dalam dialog etika yang berkelanjutan, yang memediasi antara normativitas Islam dan realitas kapitalisme modern.Dalam hal ini, fatwa berkontribusi pada tata bahasa hukum Islam yang berkembang dengan menyediakan kerangka di mana ketegangan moral diartikulasikan, dinegosiasikan, dan dibayangkan kembali
<br>Kekayaan yang diperoleh secara ilegal secara hukum tidak termasuk dalam kewajiban zakat; namun, tetap dipahami secara moral sebagai sesuatu yang memerlukan pembersihan. Artikel ini memeriksa interpretasi zakat pada kekayaan ilegal melalui analisis hermeneutik Fatwa No. 13 tahun 2011, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Fatwa menegaskan bahwa zakat tidak wajib pada aset yang diperoleh secara tidak sah, karena kekayaan tersebut tidak diakui secara hukum di bawah hukum Islam. Daripada berkonsentrasi pada legitimasi doktrinal sikap ini, studi ini menyelidiki bagaimana masyarakat beragama memahami dan merespons fatwa sehubungan dengan redistribusi moral. Menggunakan gagasan Hans-Georg Gadamer tentang pemahaman sebelumnya (Vorverstyndnis) dan peleburan horizon (Horizontverschmelzung), penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dalam kerangka...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" type="image/webp" length="104698" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-23e47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-04bdd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/e/prinsip-etika-fatwa-majelis-ulama-genetika-islam-k-thumb-85ba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:5569f991ea3eb5b6ed9a54b7bc7fb64f</id>
	<published>2026-09-23T20:17:17+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T20:17:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp 1x" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" alt="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68747-mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emos" title="JURIS - Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia" target="_blank">Association Between Bullying Experience and Emotional and Behavioral Problems Among High School Students in Banda Aceh, Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental remaja. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga dan teman sebaya dalam mengurangi efek negatif bullying, serta mengevaluasi efektivitas program pencegahan berbasis sekolah di berbagai wilayah dengan konteks budaya yang berbeda. Dengan memperluas sampel penelitian dan mempertimbangkan faktor psikososial, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang mendasari hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental remaja..
<br>Meskipun tidak ditemukan hubungan statistik signifikan antara bullying dan masalah emosional-perilaku, bullying mungkin masih berdampak negatif pada kesejahteraan emosional dan hubungan siswa dengan orang lain.Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini, skrining kesehatan mental, dan strategi pencegahan berbasis sekolah untuk mengurangi konsekuensi jangka panjang bullying di kalangan remaja
<br>Bullying merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan terkait dengan gangguan emosional dan perilaku. Namun, bukti mengenai dampaknya di kalangan siswa SMA di Banda Aceh, Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola pengalaman korban bullying dan mengeksaminasi hubungannya dengan masalah emosional dan perilaku di kalangan siswa SMA di Banda Aceh. Studi potong lintang dilakukan pada 180 siswa usia 14Ae17 tahun di tiga SMA di Banda Aceh, Februari 2025. Tingkat dan jenis bullying dinilai menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" type="image/webp" length="80720" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-751e8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/d/mental-remaja-incumbent-banda-aceh-emosional-keseh-thumb-5e376.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Classical Fiqh State Authority and Digital Governance Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Classical Fiqh State Authority and Digital Governance Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Classical Fiqh State Authority and Digital Governance Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68754-normativitas-islam-negara-muslim-al-wa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68754-normativitas-islam-negara-muslim-al-wa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:69f15043572be9e1927b8a61d5111bfb</id>
	<published>2026-09-23T20:12:34+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T20:12:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="agus sunaryo" label="agus sunaryo" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,chief,content,editor,main,sunaryo]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis yang disajikan, jelas bahwa regulasi hukum siber di Malaysia mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam locus otoritas hukum Islam di bawah kondisi kontemporer. Seperti yang telah diamati oleh banyak sarjana, munculnya negara-bangsa ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis yang disajikan, jelas bahwa regulasi hukum siber di Malaysia mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam locus otoritas hukum Islam di bawah kondisi kontemporer. Seperti yang telah diamati oleh banyak sarjana, munculnya negara-bangsa ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-5a6e0.webp" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-5a6e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-5a6e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-5a6e0.webp 1x" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" alt="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-c6d7e.webp" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-c6d7e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-c6d7e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-c6d7e.webp 1x" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" alt="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp 1x" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" alt="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68754-normativitas-islam-negara-muslim-al-wa" title="JURIS - Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia" target="_blank">Classical Fiqh, State Authority, and Digital Governance: Islamic Legal Discourse on Cyber Law in Malaysia</a>: Berdasarkan analisis yang disajikan, jelas bahwa regulasi hukum siber di Malaysia mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam locus otoritas hukum Islam di bawah kondisi kontemporer. Seperti yang telah diamati oleh banyak sarjana, munculnya negara-bangsa modern telah mengubah secara fundamental produksi, latihan, dan penegakan otoritas normatif dalam masyarakat Muslim. Sedangkan pada periode pra-modern, pengembangan norma-norma hukum Islam terutama terjadi melalui diskursus para ahli hukum dalam komunitas Muslim, dalam konteks saat ini, otoritas untuk mengatur kehidupan publik - termasuk praktik digital - semakin diinstitusionalisasi melalui hukum negara dan mekanisme birokratik. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana negara-negara Muslim lainnya, dengan kerangka hukum dan politik yang berbeda, mengartikulasikan kepentingan umum dalam konteks digital melalui hukum siber mereka. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana hukum siber di Malaysia dan negara-negara Muslim lainnya berinteraksi dengan prinsip-prinsip maqAid al-sharAoah, terutama dalam hal perlindungan kehidupan, akal, properti, martabat, dan ketertiban sosial. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki bagaimana hukum siber di Malaysia dan negara-negara Muslim lainnya berinteraksi dengan prinsip-prinsip maqAid al-sharAoah, terutama dalam hal perlindungan kehidupan, akal, properti, martabat, dan ketertiban sosial..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa meskipun otoritas agama terus menduduki peran normatif agama, negara secara efektif menentukan kerangka hukum yang mengatur masyarakat.Dengan menggunakan kerangka konseptual Islam sebagai tradisi diskursif, pergeseran ini harus ditafsirkan bukan sebagai putusnya tradisi hukum Islam tetapi sebagai transformasi dalam operasi normativitas Islam dalam konteks kontemporer.Dalam hal ini, konsep al-maskt 'anhu sangat signifikan, karena mengacu pada area yang tidak secara eksplisit diatur oleh teks-teks Syariah, sehingga memungkinkan berbagai bentuk penalaran dan inovasi yang bertujuan untuk mempromosikan kepentingan umum.Isu-isu digital kontemporer seperti cryptocurrency, perlindungan data pribadi, dan cyberbullying berada dalam lingkup al-maskt 'anhu.Meskipun fenomena-fenomena ini tidak ada dalam fiqh klasik, mereka tetap mencerminkan orientasi normatif yang konsisten dengan maqAid al-sharAoah, terutama perlindungan kehidupan, akal, properti, martabat, dan ketertiban sosial.Dengan demikian, hukum siber di Malaysia dapat dipahami sebagai respons yuridis yang berbasis pada nilai-nilai normatif era kontemporer, yang mengatasi domain hukum yang sebelumnya tidak diungkapkan, dengan negara bertindak sebagai agen yang menerjemahkan prinsip-prinsip umum perlindungan kesejahteraan menjadi regulasi konkret
<br>Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menimbulkan tantangan hukum yang tidak secara eksplisit diatasi dalam teks-teks fiqh Islam klasik. Tantangan-tantangan ini semakin kompleks, karena kerangka regulasi yang mengatur praktik sosial di era negara-bangsa tidak lagi secara eksklusif didasarkan pada norma-norma hukum agama yang dipegang oleh komunitas Muslim. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hukum siber Malaysia yang berkaitan dengan berbagai isu terkait siber, termasuk cryptocurrency, perlindungan data pribadi, dan cyberbullying. Dengan menggabungkan konsep al-maskt 'anhu - ruang yang diakui dalam teori hukum Islam untuk perenungan kontekstual - dengan gagasan hukum Islam sebagai tradisi diskursif,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp" type="image/webp" length="166660" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-5a6e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-c6d7e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/e/normativitas-islam-negara-muslim-al-waris-klasik-k-thumb-8a5c2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Social Media and Virtual Sisterhood The Instagram Account perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Social Media and Virtual Sisterhood The Instagram Account perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Social Media and Virtual Sisterhood The Instagram Account perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68741-islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnogr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68741-islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnogr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:614b32275496efb45da2148adf5e4b92</id>
	<published>2026-09-23T19:54:16+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:54:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="nursida arif" label="nursida arif" />
	<category term="ghost month" label="ghost month" />
	<category term="imam subuhi" label="imam subuhi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,ghost,imam,month,nursida,subuhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran platform media sosial lain seperti TikTok atau Twitter dalam membangun solidaritas virtual di kalangan wanita, karena setiap platform memiliki karakteristik unik dalam interaksi pengguna. Selain itu, penting untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran platform media sosial lain seperti TikTok atau Twitter dalam membangun solidaritas virtual di kalangan wanita, karena setiap platform memiliki karakteristik unik dalam interaksi pengguna. Selain itu, penting untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-58d7c.webp" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-58d7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-58d7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-58d7c.webp 1x" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" alt="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp 1x" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" alt="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-000a0.webp" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-000a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-000a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-000a0.webp 1x" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" alt="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68741-islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnogr" title="JURIS - Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity" target="_blank">Social Media and Virtual Sisterhood: The Instagram Account @perempuanberkisah as a Space for WomenAos Solidarity</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran platform media sosial lain seperti TikTok atau Twitter dalam membangun solidaritas virtual di kalangan wanita, karena setiap platform memiliki karakteristik unik dalam interaksi pengguna. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak anonimitas pada partisipasi wanita dalam diskusi kekerasan berbasis gender, karena anonimitas bisa menjadi penghalang atau pendorong partisipasi. Penelitian juga dapat membandingkan dinamika solidaritas virtual di Indonesia dengan negara-negara lain di Asia Tenggara untuk memahami konteks budaya yang berbeda dalam membentuk solidaritas online. Dengan memperluas perspektif ini, peneliti dapat mengungkap strategi yang lebih efektif dalam memperkuat dukungan sosial bagi korban kekerasan berbasis gender melalui media sosial..
<br>Media sosial memainkan peran penting dalam memberikan ruang bagi wanita untuk berbicara, terutama dalam konteks @perempuanberkisah.Akun media sosial ini menjadi ruang vital bagi wanita, khususnya mereka yang suaranya sering terabaikan.Dalam masyarakat di mana kekerasan berbasis gender dianggap tabu, korban kekerasan menemukan diri mereka dalam posisi sulit.@perempuanberkisah mengatasi keheningan sosial ini dengan memanfaatkan konten yang dilabeli.triggerwarning, berbagi pengalaman wanita yang menjadi korban kekerasan.Namun, @perempuanberkisah tidak hanya menampilkan konten tersebut, tetapi juga secara aktif mendorong korban dan penyintas untuk mencari bantuan, terus hidup, dan memprioritaskan kesejahteraan mereka.Akun Instagram ini menjadi jembatan digital, memupuk solidaritas virtual dan sisterhood antara pengirim dan audiens.Meskipun tidak pernah bertemu secara langsung, media sosial memungkinkan wanita untuk terhubung dan berinteraksi, dengan kolom komentar penuh pesan dukungan, nasihat, dan ekspresi kepedulian.Interaktivitas kolom komentar menunjukkan pergeseran dari konsumsi pasif ke partisipasi aktif, memungkinkan audiens tidak hanya menonton tetapi juga menyampaikan pendapat mereka terhadap berbagai konten yang muncul di akun media sosial mereka.Wanita lain yang baru saja pulih dari trauma dan berbagi pengalaman serupa dengan pengirim meninggalkan komentar untuk memastikan mereka tidak merasa sendirian, menciptakan dukungan timbal balik di antara mereka yang mengalami situasi serupa.Solidaritas virtual yang dipicu di Instagram @perempuanberkisah menciptakan lingkungan yang mendukung, penuh kasih, dan penuh empati, melebihi batas fisik.Penelitian ini menyoroti hubungan timbal balik antara aktivitas virtual dan non-virtual, menunjukkan dampak komunitas online terhadap interaksi dunia nyata.Penelitian ini juga menekankan peran yang semakin berkembang dari audiens dalam mengonsumsi, memproduksi, dan mendistribusikan konten, menekankan potensi mereka untuk menciptakan ruang baru yang lebih inklusif dan manusiawi.Selain itu, studi tentang @perempuanberkisah menjadi referensi berharga bagi aktivis, menyarankan pendekatan serupa untuk membentuk ruang aman bagi kelompok rentan.Ruang-ruang tersebut memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah struktural, membangun komunitas yang mendukung, meningkatkan kesadaran masalah wanita, dan memupuk solidaritas, sisterhood, serta rasa memiliki
<br>Media sosial memiliki peran penting dalam memupuk persatuan di kalangan wanita. Platform media sosial telah menjadi ruang bagi wanita untuk menyampaikan kekhawatiran, berbagi ketakutan, mendiskusikan masalah, dan saling empati satu sama lain. Dalam dunia maya, bentuk solidaritas yang unik telah muncul, memungkinkan wanita untuk memperkuat suara mereka di luar batas dunia nyata. Contoh fenomena ini adalah akun Instagram @perempuanberkisah yang secara aktif mendukung isu-isu wanita, khususnya kasus kekerasan. @perempuanberkisah mengumpulkan konten beragam, sering kali menampilkan tema terkait kekerasan, termasuk postingan dengan tag #kisah18  dan #triggerwarning. Konten ini tidak hanya berupa cerita, tetapi juga meliputi dukungan berkelanjutan bagi individu yang berbagi pengalaman mereka, baik dari tim @perempuanberkisah maupun komunitas wanita yang lebih luas,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp" type="image/webp" length="102056" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-58d7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-812cd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/islam-ruang-virtual-aktivitas-fisik-etnografi-sosi-thumb-000a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-625-uny.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16341-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol Related Liver Disease ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol Related Liver Disease ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol Related Liver Disease ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68742-alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68742-alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:435998bcbfe88f623c5575c214ba3912</id>
	<published>2026-09-23T19:43:37+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:43:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh gender terhadap nilai NLR dan NLA pada penyakit hati alkoholik, dengan fokus pada perbedaan respons inflamasi antara pria dan wanita. Selain itu, studi perlu mengeksplorasi potensi kombinasi NLR dengan biomarker ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh gender terhadap nilai NLR dan NLA pada penyakit hati alkoholik, dengan fokus pada perbedaan respons inflamasi antara pria dan wanita. Selain itu, studi perlu mengeksplorasi potensi kombinasi NLR dengan biomarker ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp 1x" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" alt="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-e85a8.webp" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-e85a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-e85a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-e85a8.webp 1x" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" alt="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-04a85.webp" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-04a85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-04a85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-04a85.webp 1x" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" alt="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68742-alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu" title="JURIS - NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease" target="_blank">NeutrophilAeLymphocyte and NeutrophilAeLymphocyteAeAlbumin Ratio Prognostic Value in Alcohol-Related Liver Disease</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh gender terhadap nilai NLR dan NLA pada penyakit hati alkoholik, dengan fokus pada perbedaan respons inflamasi antara pria dan wanita. Selain itu, studi perlu mengeksplorasi potensi kombinasi NLR dengan biomarker lain untuk meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian perlu memvalidasi efektivitas NLR dan NLA dalam populasi yang lebih beragam, termasuk daerah dengan akses terbatas ke layanan kesehatan..
<br>NLR dan NLA adalah biomarker prognostik yang efektif untuk memprediksi mortalitas jangka pendek pada penyakit hati alkoholik.Keduanya menunjukkan kinerja prediktif tinggi pada saat masuk dan di 30 serta 90 hari.Pemantauan konsisten terhadap parameter ini dapat meningkatkan pengambilan keputusan klinis.Studi ini menunjukkan bahwa marker sederhana ini layak diintegrasikan ke dalam protokol penanganan ALD
<br>Latar belakang: Penyakit hati terkait alkohol (ALD) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang dapat dicegah. Rasio neutrofil-limfosit (NLR) dan rasio neutrofil-limfosit-albumin (NLA) merupakan biomarker yang murah dan mudah tersedia yang mencerminkan status inflamasi dan sintesis. Tujuan: Mengevaluasi utilitas prognostik rasio NLR dan NLA dalam memprediksi mortalitas 30 hari dan 90 hari pada ALD. Metode: Studi observasional prospektif dilakukan selama 18 bulan (Juni 2024AeNovember 2025) di rumah sakit rujukan tingkat tiga di India Selatan. Tujuh puluh pasien laki-laki berusia >18 tahun dengan ALD direkrut. NLR dihitung sebagai rasio jumlah neutrofil absolut terhadap jumlah limfosit absolut, dan NLA sebagai NLR dibagi dengan albumin serum. Pasien diikuti selama 90 hari setelah dirujuk dengan mortalitas...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp" type="image/webp" length="163820" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-0b7d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-e85a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/1/alkoholik-nlr-albumin-mortalitas-jangka-pendek-neu-thumb-04a85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68746-plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68746-plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:ee7aedf12f940284783f99559871ed57</id>
	<published>2026-09-23T19:38:36+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:38:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Mempelajari efek jangka panjang LLLT pada pasien obesitas dengan fasciitis plantar melalui studi observasional bertahun-tahun. 2. Mengembangkan protokol kombinasi terapi LLLT dengan latihan fisik intensif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Mempelajari efek jangka panjang LLLT pada pasien obesitas dengan fasciitis plantar melalui studi observasional bertahun-tahun. 2. Mengembangkan protokol kombinasi terapi LLLT dengan latihan fisik intensif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-4257d.webp" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-4257d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-4257d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-4257d.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" alt="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" alt="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-f42e4.webp" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-f42e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-f42e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-f42e4.webp 1x" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" alt="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68746-plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity" title="JURIS - Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity" target="_blank">Effectiveness of Low Level Laser Therapy in Plantar Fasciitis with Obesity</a>: 1. Mempelajari efek jangka panjang LLLT pada pasien obesitas dengan fasciitis plantar melalui studi observasional bertahun-tahun. 2. Mengembangkan protokol kombinasi terapi LLLT dengan latihan fisik intensif untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. 3. Meneliti perbedaan respons terapi LLLT berdasarkan tingkat keparahan obesitas dan struktur biomekanik kaki pasien..
<br>Pasien dengan fasciitis plantar dan obesitas mengalami penurunan intensitas rasa sakit, tebal fascia plantar, dan skor rasa sakit FAOS setelah menerima empat minggu pengobatan LLLT.Hasil ini menunjukkan bahwa LLLT dapat menjadi alternatif terapi efektif untuk pasien dengan kondisi tersebut
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi laser tingkat rendah (LLLT) pada pasien dengan fasciitis plantar dan obesitas. Studi uji acak terkontrol melibatkan 14 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan menerima LLLT bersama terapi standar, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima terapi standar. Hasil menunjukkan penurunan nyata dalam skor VAS (p=0.04), penurunan signifikan tebal fascia plantar (p=0.01), dan peningkatan signifikan skor FAOS rasa sakit (p=0.005). Kesimpulan menunjukkan bahwa LLLT...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp" type="image/webp" length="83902" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-4257d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-d8c02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/8/plantar-fasciitis-low-laser-therapy-obesity-biomek-thumb-f42e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Integrative Intersubjective Type of Islamic Law Studies The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law Sunan Kalijaga State Islamic University Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:c4af8f9ec77b2967e73bf7d53910edb7</id>
	<published>2026-09-23T19:37:21+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:37:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="editor chief" label="editor chief" />
	<category term="main content" label="main content" />
	<category term="lukman hakim" label="lukman hakim" />
	<itunes:keywords><![CDATA[chief,content,editor,hakim,lukman,main]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp 1x" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" alt="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68751-tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-m" title="JURIS - Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia" target="_blank">Integrative-Intersubjective Type of Islamic Law Studies: The Shifting of Paradigms in Epistemology of Islamic Law at the Faculty of SharAoa and Law, Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode studi hukum Islam yang integratif dan interdisipliner. Penelitian dapat dilakukan dengan mengkaji pemikiran para pemikir hukum Islam di Indonesia, khususnya di Fakultas SharAoah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, untuk memahami bagaimana mereka menerapkan pendekatan integratif dan intersubjektif dalam studi hukum Islam. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam praktik hukum Islam di Indonesia, serta bagaimana metode ini dapat disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan politik yang ada..
<br>Penelitian ini menemukan tipe studi hukum Islam integratif-intersubjektif sebagai mentalitas saintifik bagi seorang ahli hukum Muslim yang mampu mendialogkan secara kreatif antara nalar subjektif, objektif, intersubjektif dan nalar periode awal, pertenghan, dan akhir, untuk penyelesaian masalah hukum Islam di era kontemporer.Temuan ini berimplikasi pada pembentukan nalar studi hukum Islam moderat, yaitu tidak ekstrim subjektif di satu sisi dan ekstrim objektif di sisi yang lain
<br>Epistemologi studi hukum Islam telah bergeser dari pola atomisasi ke arah integrasi. Integrasi epistemologi hukum Islam melingkupi tipe subjektif, objektif, dan intersubjektif. Model integrasi epistemologi di bidang ini telah menjadi diskursus penting di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" type="image/webp" length="60766" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-b7121.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-39669.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/8/tipe-studi-metode-simulasi-model-integrasi-ai-isla-thumb-7ee70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-644-uin.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21184-jurnal-ilmu-syari-ah-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ E Tourism A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4 0 Era ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ E Tourism A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4 0 Era ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ E Tourism A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4 0 Era ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68737-industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-par" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68737-industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-par" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:f311d15cc3508d2b766df072f1753c02</id>
	<published>2026-09-23T19:30:00+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:30:00+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="nursida arif" label="nursida arif" />
	<category term="ghost month" label="ghost month" />
	<category term="imam subuhi" label="imam subuhi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,ghost,imam,month,nursida,subuhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas platform e-tourism yang sudah ada dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Selain itu, peneliti juga dapat mengkaji integrasi teknologi AI (kecerdasan buatan) seperti ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas platform e-tourism yang sudah ada dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Selain itu, peneliti juga dapat mengkaji integrasi teknologi AI (kecerdasan buatan) seperti ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-0a9de.webp" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-0a9de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-0a9de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-0a9de.webp 1x" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" alt="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-bab89.webp" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-bab89.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-bab89.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-bab89.webp 1x" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" alt="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp 1x" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" alt="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68737-industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-par" title="JURIS - E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era" target="_blank">E-Tourism: A Communication Strategy Of YogyakartaAoS Tourism Potential Marketing In Industrial Revolution 4.0 Era</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas platform e-tourism yang sudah ada dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Selain itu, peneliti juga dapat mengkaji integrasi teknologi AI (kecerdasan buatan) seperti chatbot untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam layanan pelanggan melalui aplikasi e-tourism. Sementara itu, studi tentang dampak kampanye media sosial dalam meningkatkan partisipasi pengguna aplikasi e-tourism juga layak dikembangkan. Penelitian bisa fokus pada preferensi pengguna terhadap fitur-fitur tertentu dalam aplikasi, seperti kemudahan reservasi tiket atau akses informasi real-time. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan teknologi lokal dalam pengembangan sistem e-tourism yang lebih inklusif. Penelitian juga dapat meninjau kebutuhan pengguna dari berbagai latar belakang demografis, seperti generasi milenial dan lansia, untuk memastikan desain aplikasi dan layanan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, studi tentang penggunaan data big data untuk personalisasi rekomendasi wisata berbasis lokasi juga menjadi arah penelitian yang menarik. Peneliti juga bisa mengevaluasi kebijakan regulasi yang mendukung pengembangan e-tourism, termasuk perlindungan data pribadi pengguna. Dengan mempertimbangkan peran teknologi dalam industri pariwisata, penelitian lanjutan dapat menggabungkan aspek teknologi, ekonomi, dan sosial untuk menghasilkan strategi pemasaran pariwisata yang lebih holistik dan berkelanjutan..
<br>E-tourism dapat digunakan sebagai strategi promosi dan pemasaran yang efektif untuk Wilayah Istimewa Yogyakarta.Konsep e-tourism mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam industri pariwisata untuk mendukung promosi.Wilayah Istimewa Yogyakarta dengan potensi pariwisata yang besar perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.0 di mana internet memainkan peran besar dalam hampir setiap aktivitas manusia, konsep pemasaran digital muncul sebagai pilihan baru.Penggunaan teknologi digital akan membantu pemilik bisnis pariwisata dalam menyediakan informasi untuk mempromosikan produk mereka.Hal yang sama berlaku bagi wisatawan, yang akan dimudahkan oleh sistem digital baru di mana mereka dapat mengakses semua informasi yang mereka butuhkan tentang pariwisata.Dalam hal ini, Dinas Pariwisata DIY telah mengembangkan sistem e-tourism dengan situs web dan aplikasi mobile sebagai portal informasi.Situs web dan aplikasi mobile menyediakan informasi tentang objek wisata, acara wisata, akomodasi, peta wisata, dan sebagainya.Pengembangan situs web dan aplikasi mobile dilakukan untuk membantu wisatawan yang berkunjung ke DIY
<br>Pengembangan teknologi digital selama era revolusi industri 4.0 dapat menjadi cara untuk mempromosikan pariwisata. Konsep e-tourism (pariwisata elektronik) telah menjadi populer di Indonesia. E-tourism sendiri merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang diterapkan dalam sektor pariwisata dan memberikan berbagai informasi secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi komunikasi dalam pemasaran potensi pariwisata Yogyakarta melalui e-tourism. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan. Wilayah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki berbagai macam objek wisata, mulai dari tempat bersejarah hingga pusat perbelanjaan. Potensi pariwisata tersebut telah menarik banyak wisatawan, baik lokal maupun asing. Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata, Dinas Pariwisata DIY telah menerapkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp" type="image/webp" length="103594" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-0a9de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-bab89.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/1/industri-pariwisata-daerah-strategi-komunikasi-sek-thumb-e155d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-625-uny.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16341-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Association Between Neutrophil to Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:695d1b75a311079aefff63e497b3a1ff</id>
	<published>2026-09-23T19:28:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:28:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp 1x" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" alt="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68749-lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro" title="JURIS - Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients" target="_blank">Association Between Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and Recurrence in Triple Negative Breast Cancer Patients</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk melakukan studi prospektif multi-pusat dengan sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik hubungan antara NLR dan kekambuhan TNBC, serta peran NLR dalam mengarahkan strategi pengobatan dan follow-up pasien. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas NLR sebagai biomarker prognostik dan prediktif dalam pengaturan perawatan kesehatan yang terbatas aksesnya terhadap tes biomolekuler..
<br>NLR memiliki potensi sebagai biomarker prediktif sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi risiko kekambuhan pada pasien TNBC.Penggunaan NLR dapat memberikan alternatif awal dalam menentukan prognosis dan mengarahkan strategi follow-up pasien, terutama di fasilitas kesehatan dengan akses terbatas terhadap tes biomolekuler seperti PD-L1.Lebih banyak penelitian diperlukan untuk menilai peran potensial NLR dalam mengarahkan keputusan pengobatan, pemilihan pasien, dan desain uji klinis
<br>Kanker payudara triple-negative (TNBC) adalah bentuk kanker yang paling agresif, dengan tingkat kekambuhan tinggi dan prognosis buruk. Kurangnya biomarker prediktif yang mudah diakses, seperti PD-L1, menjadi tantangan dalam memprediksi kekambuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasio Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR), sebagai biomarker prognostik potensial untuk TNBC yang berulang karena sederhana, murah, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" type="image/webp" length="56520" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-1da45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-dc606.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/9/lymphocyte-ratio-nlr-biomarker-inflammation-neutro-thumb-942a1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Investigating the correlation between teachers instructional communication and students motivation A quantitative study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Investigating the correlation between teachers instructional communication and students motivation A quantitative study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Investigating the correlation between teachers instructional communication and students motivation A quantitative study ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68740-komunikasi-instruksional-lintas-budaya" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68740-komunikasi-instruksional-lintas-budaya" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:7e4fb4cf4bed65b83c1c6e2dc2cb736d</id>
	<published>2026-09-23T19:25:15+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:25:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="nursida arif" label="nursida arif" />
	<category term="ghost month" label="ghost month" />
	<category term="imam subuhi" label="imam subuhi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,ghost,imam,month,nursida,subuhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memberikan umpan balik yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa. 2. Studi longitudinal dapat mengkaji dampak regulasi terintegrasi terhadap perkembangan motivasi siswa dalam jangka ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memberikan umpan balik yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa. 2. Studi longitudinal dapat mengkaji dampak regulasi terintegrasi terhadap perkembangan motivasi siswa dalam jangka ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-d05b3.webp" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-d05b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-d05b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-d05b3.webp 1x" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" alt="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp 1x" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" alt="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-dcd70.webp" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-dcd70.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-dcd70.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-dcd70.webp 1x" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" alt="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68740-komunikasi-instruksional-lintas-budaya" title="JURIS - Investigating the correlation between teachers&#039; instructional communication and students&#039; motivation: A quantitative study" target="_blank">Investigating the correlation between teachers' instructional communication and students' motivation: A quantitative study</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memberikan umpan balik yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa. 2. Studi longitudinal dapat mengkaji dampak regulasi terintegrasi terhadap perkembangan motivasi siswa dalam jangka panjang. 3. Penelitian lintas budaya dapat membandingkan pengaruh komunikasi instruksional guru terhadap motivasi siswa di berbagai konteks pendidikan..
<br>Korelasi kuat antara komunikasi instruksional guru dan motivasi siswa terbukti melalui penelitian ini.Umpan balik dan organisasi pembelajaran merupakan faktor utama yang memengaruhi motivasi siswa.Mayoritas siswa termotivasi oleh regulasi terintegrasi, yang mencerminkan kemampuan mereka menginternalisasi tujuan belajar.Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi instruksional dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa
<br>Terdapat bukti empiris bahwa komunikasi instruksional guru dapat mempengaruhi motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi korelasi antara komunikasi instruksional guru dan motivasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 52 peserta di sekolah menengah atas di Bekasi, Indonesia. Hasil menunjukkan korelasi kuat antara komunikasi instruksional guru dan motivasi siswa. Faktor utama komunikasi instruksional guru adalah umpan balik dan organisasi unit pembelajaran, sedangkan motivasi siswa didominasi oleh regulasi terintegrasi. Penelitian ini juga membahas implikasi dan studi lanjutan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp" type="image/webp" length="100942" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-d05b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-e9ec0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/komunikasi-instruksional-lintas-budaya-siswa-sekol-thumb-dcd70.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-625-uny.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16341-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:f7f408419cb960378cf3d5274941512d</id>
	<published>2026-09-23T19:21:42+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:21:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[header,page,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp 1x" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" alt="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68756-transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-transporta" title="JURIS - Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer" target="_blank">Optimasi Rute Terpendek dan Terpanjang di Jaringan Bus TransJakarta Menggunakan Algoritma A Grey Wolf Optimizer</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma GWO dengan sistem manajemen transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini dapat membantu dalam mengoptimalkan rute secara real-time, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan permintaan penumpang. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak optimasi rute pada tingkat kemacetan dan efisiensi energi dalam jaringan bus TransJakarta. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem transportasi publik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute bus dalam jaringan TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer.Melalui analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dataset yang komprehensif dan akurat memainkan peran penting dalam keberhasilan optimasi rute.Data yang dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk rute, halte, dan informasi penumpang, memberikan gambaran yang jelas mengenai pola penggunaan transportasi publik di Jakarta.Metode yang diterapkan berhasil menghasilkan rute yang lebih efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti waktu perjalanan dan jumlah penumpang.Dengan demikian, optimasi rute tidak hanya berkontribusi pada efisiensi operasional tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna
<br>Dalam penelitian ini, optimasi rute terpendek dan terpanjang dalam jaringan bus TransJakarta menggunakan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO). Jaringan transportasi publik yang efisien sangat penting untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Dengan menerapkan algoritma GWO, bertujuan untuk menentukan rute optimal yang tidak hanya meminimalkan waktu perjalanan tetapi juga mengurangi kemacetan. Metodologi yang digunakan melibatkan pemodelan rute, simulasi, dan analisis hasil untuk mengidentifikasi solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma GWO mampu menghasilkan rute yang lebih efisien dibandingkan dengan metode konvensional, serta memberikan wawasan baru dalam pengembangan strategi manajemen transportasi di Jakarta. Penemuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" type="image/webp" length="76910" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-4a05c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/d/transportasi-ramah-lingkungan-manajemen-parameter-thumb-3f577.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-455-unimus.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19667-jurnal-komputer-teknologi-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68750-suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68750-suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:b230bddfb6bc80eab5063e31accacebb</id>
	<published>2026-09-23T19:04:25+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T19:04:25+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="win konadi" label="win konadi" />
	<category term="graph icon" label="graph icon" />
	<category term="jani jani" label="jani jani" />
	<itunes:keywords><![CDATA[graph,icon,jani,konadi,win]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak suku bunga PUAB selama krisis ekonomi, seperti krisis 2008 atau pandemi COVID-19, untuk memahami respons variabel makroekonomi. Selain itu, perlu dikaji peran instrumen kebijakan moneter alternatif yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak suku bunga PUAB selama krisis ekonomi, seperti krisis 2008 atau pandemi COVID-19, untuk memahami respons variabel makroekonomi. Selain itu, perlu dikaji peran instrumen kebijakan moneter alternatif yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp 1x" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" alt="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a960f.webp" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a960f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a960f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a960f.webp 1x" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" alt="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a8391.webp" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a8391.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a8391.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a8391.webp 1x" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" alt="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68750-suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetar" title="JURIS - Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia" target="_blank">Analisis Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank pada Variabel Makroekonomi  di Indonesia</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak suku bunga PUAB selama krisis ekonomi, seperti krisis 2008 atau pandemi COVID-19, untuk memahami respons variabel makroekonomi. Selain itu, perlu dikaji peran instrumen kebijakan moneter alternatif yang bekerja bersama PUAB. Studi juga dapat fokus pada perbedaan regional dalam transmisi kebijakan moneter, mengingat variasi ekonomi antar daerah di Indonesia..
<br>Suku bunga PUAB berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar, output riil, dan inflasi di Indonesia.Pengaruh jangka panjang lebih stabil dibandingkan jangka pendek, tetapi efektivitasnya terbatas pada output riil.Kebijakan moneter perlu dilengkapi instrumen lain untuk merespons guncangan eksternal dan menjaga stabilitas makroekonomi
<br>Penelitian ini mengkaji pengaruh suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) terhadap variabel-variabel makroekonomi di Indonesia, khususnya nilai tukar, output riil, dan inflasi, selama periode 2005 hingga 2022. Dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM), penelitian ini menemukan bahwa suku bunga PUAB memiliki dampak signifikan terhadap ketiga variabel tersebut. Hasil estimasi menunjukkan bahwa suku bunga PUAB berpengaruh positif signifikan terhadap nilai tukar, baik dalam jangka pendek maupun panjang, di mana kenaikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp" type="image/webp" length="115548" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-e3877.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a960f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/f/suku-bunga-nilai-tukar-bi-monetary-policy-exchange-thumb-a8391.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-503-unpatti.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19670-jurnal-cita-ekonomika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Concordance Between TI RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:96e66b6e999f043f191ea406e469fb88</id>
	<published>2026-09-23T18:48:59+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:48:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp 1x" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" alt="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68744-fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neop" title="JURIS - Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology" target="_blank">Concordance Between TI-RADS and Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology and Their Correlation with Histopathology</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi integrasi TI-RADS dan Bethesda untuk memperkuat keputusan pengecualian dan penegasan dalam evaluasi nodul tiroid. Selain itu, studi komparatif yang menyeluruh antara kedua sistem dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang keunggulan dan keterbatasan masing-masing dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan nodul tiroid. Akhirnya, penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi divergensi antara risiko malignansi yang tersirat dan tingkat malignansi yang diamati dalam subset yang dioperasi dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dalam penilaian nodul tiroid..
<br>TI-RADS dan Bethesda menunjukkan concordance terbatas dalam penugasan kategori, tetapi keduanya menunjukkan peningkatan risiko malignansi yang progresif di seluruh kategori pada histopatologi, dengan korelasi yang semakin meningkat.Kategorisasi Bethesda memberikan spesifisitas dan akurasi keseluruhan yang lebih tinggi daripada TI-RADS sendiri, sedangkan kedua sistem mempertahankan nilai prediktif negatif yang dapat diterima untuk mengecualikan malignansi pada subset yang dioperasi
<br>Thyroid nodules are increasingly detected with high-resolution ultrasonography (HRUS). Although most are benign, accurate malignancy risk stratification is essential to avoid unnecessary procedures. Assessing alignment between ultrasound and cytology-based classification systems may improve overall decision-making.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" type="image/webp" length="174198" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-0115d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-38ff8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/3/fine-needle-aspiration-thyroid-nodule-neoplasms-ni-thumb-bcbd3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT Scan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:77ffe4c08766729e8b70d35dca8b21ce</id>
	<published>2026-09-23T18:34:42+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:34:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp 1x" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" alt="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68748-drainase-sinus-rendah-pasien-faktor" title="JURIS - Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan" target="_blank">Correlation between Nasal Septal Deviation and Paranasal Sinus Mucosal Thickening in Chronic Rhinosinusitis on CT-Scan</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif dengan sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi tipe dan sudut deviasi septum, serta menyesuaikan faktor-faktor konfounder yang mungkin mempengaruhi asosiasi yang diamati. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di balik asosiasi antara deviasi septum dan pembengkakan mukosa sinus, serta peran faktor-faktor lain seperti alergi, merokok, dan variasi anatomi lainnya dalam pengembangan CRS. Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi dan strategi pencegahan yang lebih efektif dapat dikembangkan untuk mengelola dan mencegah CRS..
<br>Deviasi septum hidung secara signifikan terkait dengan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS yang menjalani pemeriksaan CT sinus paranasal di RSUDZA, Banda Aceh.Temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausasi, karena desain cross-sectional
<br>Deviasi septum hidung adalah anomali struktural yang umum pada rongga hidung dan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk obstruksi kompleks ostiomeatal, yang dapat mengganggu ventilasi dan drainase sinus paranasal. Akibatnya, pasien dengan deviasi septum cenderung memiliki risiko tinggi terkena sinusitis kronis (CRS). Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa asosiasi antara deviasi septum hidung dan pembengkakan mukosa sinus paranasal pada pasien dengan CRS menggunakan pencitraan CT. Studi analitik cross-sectional dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Rekam medis dan pemeriksaan CT sinus paranasal pasien dengan CRS...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" type="image/webp" length="61236" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-840b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-4eed1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/7/drainase-sinus-rendah-pasien-faktor-risiko-rumah-s-thumb-21f07.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot spot stress prediction in welded plate joints ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot spot stress prediction in welded plate joints ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot spot stress prediction in welded plate joints ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68738-stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68738-stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:01961a71eca36a0d2509dba85115eadd</id>
	<published>2026-09-23T18:33:40+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:33:40+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="surya dharma" label="surya dharma" />
	<category term="blang mangat" label="blang mangat" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[blang,dharma,header,mangat,page,surya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, perlu dilakukan perbandingan lebih lanjut antara metode IIW LSE dan Haibach pada konfigurasi sambungan las yang lebih kompleks, kondisi beban yang berbeda, dan penilaian umur lelah. Selain itu, studi ini dapat dikembangkan untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, perlu dilakukan perbandingan lebih lanjut antara metode IIW LSE dan Haibach pada konfigurasi sambungan las yang lebih kompleks, kondisi beban yang berbeda, dan penilaian umur lelah. Selain itu, studi ini dapat dikembangkan untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp 1x" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" alt="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-baac8.webp" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-baac8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-baac8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-baac8.webp 1x" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" alt="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-e356b.webp" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-e356b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-e356b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-e356b.webp 1x" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" alt="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68738-stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis" title="JURIS - Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints" target="_blank">Comparative finite element analysis of IIW linear stress extrapolation and haibach methods for structural hot-spot stress prediction in welded plate joints</a>: Untuk penelitian lanjutan, perlu dilakukan perbandingan lebih lanjut antara metode IIW LSE dan Haibach pada konfigurasi sambungan las yang lebih kompleks, kondisi beban yang berbeda, dan penilaian umur lelah. Selain itu, studi ini dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi pengaruh geometri las yang lebih realistis dan efek dari berbagai strategi penyempurnaan mesh pada prediksi SHSS. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja metode IIW LSE dan Haibach pada aplikasi spesifik, seperti desain struktur yang tahan lelah atau penilaian integritas struktural pada sistem pipa..
<br>Studi ini membandingkan metode IIW Linear Stress Extrapolation (LSE) dan Haibach untuk evaluasi stress titik panas struktural (SHSS) menggunakan model elemen hingga dengan representasi geometri las dan kepadatan mesh yang berbeda.Metode IIW LSE secara konsisten memprediksi nilai SHSS yang lebih tinggi daripada metode Haibach, sementara kedua metode menunjukkan sensitivitas rendah terhadap penyempurnaan mesh, dengan perbedaan SHSS di bawah 4%.Representasi geometri las memiliki pengaruh yang lebih besar pada prediksi SHSS daripada kepadatan mesh, dengan model chamfer menghasilkan nilai stress tertinggi.Mesh halus meningkatkan waktu komputasi sekitar lima hingga enam kali dibandingkan dengan mesh kasar, tetapi hanya memberikan perbaikan marginal dalam prediksi SHSS.Hasil ini menunjukkan bahwa metode IIW LSE lebih cocok untuk penilaian struktural konservatif dan verifikasi desain, sedangkan metode Haibach menawarkan alternatif yang efisien untuk evaluasi struktural awal dengan kompleksitas post-processing yang lebih rendah
<br>Prediksi akurat dari stress titik panas struktural (SHSS) adalah hal penting untuk mengevaluasi sambungan las. Studi ini membandingkan metode International Institute of Welding (IIW) Linear Stress Extrapolation (LSE) dan Haibach menggunakan analisis elemen hingga yang dilakukan dengan perangkat lunak open-source CalculiX. Tiga representasi geometri las (tanpa las, chamfer, dan fillet) dan dua kepadatan mesh (halus dan kasar) diinvestigasi, menghasilkan enam model elemen hingga. Kedua metode SHSS diterapkan untuk mengevaluasi prediksi stress, sensitivitas mesh, efek geometri las, dan kinerja komputasi. Metode IIW LSE secara konsisten memprediksi SHSS yang lebih tinggi daripada metode Haibach, sedangkan penyempurnaan mesh menghasilkan variasi di bawah 4%. Sebaliknya, geometri las memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap prediksi SHSS, dengan model chamfer...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp" type="image/webp" length="125566" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-95d28.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-baac8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/3/stress-titik-panas-struktural-sambungan-las-analis-thumb-e356b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16340-journal-welding-technology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The government website as users information source A model of user satisfaction information and system quality ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The government website as users information source A model of user satisfaction information and system quality ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The government website as users information source A model of user satisfaction information and system quality ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68739-website-kualitas-informasi-sistem-niken-f" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68739-website-kualitas-informasi-sistem-niken-f" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:1319843d8ac0ada54807cdd8c91bdffa</id>
	<published>2026-09-23T18:21:12+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:21:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="nursida arif" label="nursida arif" />
	<category term="ghost month" label="ghost month" />
	<category term="imam subuhi" label="imam subuhi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[arif,ghost,imam,month,nursida,subuhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh peningkatan kekompleksan informasi terhadap kepuasan pengguna dengan metode survei lebih terperinci. 2. Menganalisis dampak peningkatan interaktivitas website, seperti fitur chat langsung, terhadap partisipasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh peningkatan kekompleksan informasi terhadap kepuasan pengguna dengan metode survei lebih terperinci. 2. Menganalisis dampak peningkatan interaktivitas website, seperti fitur chat langsung, terhadap partisipasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-b23f6.webp" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-b23f6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-b23f6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-b23f6.webp 1x" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" alt="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp 1x" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" alt="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-6eef3.webp" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-6eef3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-6eef3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-6eef3.webp 1x" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" alt="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68739-website-kualitas-informasi-sistem-niken-f" title="JURIS - The government website as user&#039;s information source: A model of user satisfaction, information, and system quality" target="_blank">The government website as user's information source: A model of user satisfaction, information, and system quality</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh peningkatan kekompleksan informasi terhadap kepuasan pengguna dengan metode survei lebih terperinci. 2. Menganalisis dampak peningkatan interaktivitas website, seperti fitur chat langsung, terhadap partisipasi pengguna. 3. Mengembangkan penelitian tentang optimasi tampilan website untuk perangkat mobile guna meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman pengguna..
<br>Desain menarik dan efisiensi website secara signifikan memengaruhi kepuasan pengguna.Namun, variabel seperti kekompleksan informasi dan keandalan sistem tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.Penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan desain dan efisiensi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.Selain itu, masalah teknis seperti fitur pencarian yang tidak optimal dan ketidakfleksibelan perangkat mobile perlu diperbaiki
<br>Website merupakan alat penting dalam menyebarkan berita dan publikasi kepada masyarakat oleh lembaga pemerintah. Meskipun pengalaman pengguna website telah banyak diteliti, masih terdapat kekurangan dalam memahami dan mengevaluasi kepuasan pengguna website di lingkup kementerian pemerintah. Kepuasan pengguna terhadap kualitas informasi dan sistem yang tersedia menjadi faktor penting. Penelitian ini menyelidiki pengaruh kualitas informasi (kekompleksan, akurasi, format, keterbaruan, ketersediaan) dan kualitas sistem (keandalan, fleksibilitas, aksesibilitas, responsivitas, integrasi, kenyamanan, fungsionalitas, desain, efisiensi) terhadap kepuasan pengguna website Kementerian Agama RI. Hasil menunjukkan bahwa desain menarik dan efisiensi memiliki pengaruh signifikan pada kepuasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp" type="image/webp" length="78548" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-b23f6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-1aaca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/b/kualitas-sistem-government-users-information-sourc-thumb-6eef3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-625-uny.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16341-informasi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses A Clinicopathological Correlation Study ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68743-biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68743-biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:27d4a6159a4938a05d8e9154ae6f41d7</id>
	<published>2026-09-23T18:01:33+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T18:01:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp 1x" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" alt="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68743-biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm" title="JURIS - Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study" target="_blank">Diagnostic Accuracy of Ultrasonography in Superficial Soft Tissue Masses: A Clinicopathological Correlation Study</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi peran MRI atau elastografi untuk meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus tidak pasti. Selain itu, penelitian tentang penggunaan USG dalam mengidentifikasi fitur spesifik lesi seperti 'submarine sign' pada kista epidermoid dapat dilanjutkan untuk meningkatkan spesifisitas diagnostik. Terakhir, studi yang melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk lesi dengan lokasi atipikal atau keganasan dengan prevalensi lebih tinggi, diperlukan untuk memvalidasi hasil ini secara luas..
<br>USG beresolusi tinggi menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyingkirkan keganasan pada pembengkakan jaringan lunak dangkal, dengan sensitivitas sempurna dan nilai prediktif negatif (NPV) 100%, serta spesifisitas sangat tinggi (98,3%).Dalam jalur klinik dermatologi, USG merupakan alat penting untuk stratifikasi risiko dan perencanaan prosedur, meskipun terkadang terjadi overdiagnosis di setting keganasan dengan prevalensi rendah.Hasil ini menegaskan peran USG sebagai alat utama dalam evaluasi awal lesi jaringan lunak dangkal
<br>Latar belakang: Lesi pembengkakan jaringan lunak dangkal merupakan presentasi diagnostik yang heterogen dalam praktik klinik dermatologi. Ultrasonografi beresolusi tinggi (USG) secara luas digunakan sebagai pendekatan pertama untuk membedakan lesi kistik dari lesi padat, mendefinisikan bidang anatomi, dan triase untuk pemastian, drainase, eksisi, atau biopsi. Metode: Studi korelasi klinis-patologis retrospektif dilakukan di rumah sakit pendidikan tingkat tiga dengan kolaborasi antara Departemen Dermatologi dan Radiodiagnosis. Impresi USG (skala abu-abu A Doppler warna) dikorelasikan dengan diagnosis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" type="image/webp" length="120096" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-a6288.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-390c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/5/biopsy-epidermoid-cyst-lipoma-soft-tissue-neoplasm-thumb-fd602.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Review on Acute Cardio Cerebral Infarction a Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Review on Acute Cardio Cerebral Infarction a Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Review on Acute Cardio Cerebral Infarction a Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68734-risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-iskemi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68734-risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-iskemi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:a3c01d6983d8ef63431986dd90f452be</id>
	<published>2026-09-23T17:55:37+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T17:55:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="alvy syukrie" label="alvy syukrie" />
	<category term="workflow ojs" label="workflow ojs" />
	<category term="case report" label="case report" />
	<itunes:keywords><![CDATA[alvy,case,ojs,report,syukrie,workflow]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi waktu optimal penggunaan antikoagulan setelah stroke iskemik. Studi juga dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi terapi trombolitik dan intervensi koroner pada pasien CCI. Selain itu, diperlukan penelitian ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi waktu optimal penggunaan antikoagulan setelah stroke iskemik. Studi juga dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi terapi trombolitik dan intervensi koroner pada pasien CCI. Selain itu, diperlukan penelitian ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-c863c.webp" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-c863c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-c863c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-c863c.webp 1x" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" alt="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp 1x" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" alt="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-241aa.webp" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-241aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-241aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-241aa.webp 1x" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" alt="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68734-risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-iskemi" title="JURIS - Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report" target="_blank">Review on Acute Cardio-Cerebral Infarction: a Case Report</a>: Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi waktu optimal penggunaan antikoagulan setelah stroke iskemik. Studi juga dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi terapi trombolitik dan intervensi koroner pada pasien CCI. Selain itu, diperlukan penelitian tentang dampak jangka panjang penggunaan DOAC dibandingkan VKA pada pasien dengan fibrilasi atrium dan riwayat AMI. Penelitian ini dapat membantu menyusun panduan manajemen yang lebih spesifik untuk kasus langka seperti CCI. Evaluasi risiko dan manfaat terapi triple pasca-PCI juga menjadi fokus penting. Studi tentang faktor risiko yang memengaruhi keberhasilan intervensi diperlukan. Penelitian ini dapat mengurangi komplikasi yang terkait dengan pengobatan kombinasi. Pengembangan protokol standar untuk kasus CCI diperlukan untuk meningkatkan hasil klinis. Penelitian tentang interaksi obat antara antikoagulan dan antiplatelet perlu dilakukan. Studi lanjutan harus mempertimbangkan karakteristik populasi pasien yang berbeda..
<br>Kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) menunjukkan tantangan manajemen dalam menggabungkan terapi untuk Infark Miokard Akut (AMI) dan Stroke Iskemik Akut (AIS).Waktu optimal untuk antikoagulan setelah stroke adalah 4-14 hari.Terapi triple pasca-PCI harus disesuaikan dengan risiko perdarahan dan iskemia.Studi lanjutan diperlukan untuk memvalidasi strategi pengobatan yang efektif dan aman
<br>Tujuan: Menggambarkan kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) pada pasien laki-laki dengan riwayat nyeri dada yang diidentifikasi menggunakan elektrokardiografi, tomografi otak, dan Intervensi Koroner Perkutan (PCI). Metode: Seorang pria berusia 69 tahun datang dengan riwayat nyeri dada selama 13 jam sebelum masuk ke ruang gawat darurat. Elektrokardiografi, tomografi otak, dan PCI dilakukan, mengarah pada diagnosis CCI. Hasil: Elektrokardiografi menunjukkan elevasi ST di anterolateral, fibrilasi atrium, dan hemiparesis sisi kiri yang terjadi pada hari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp" type="image/webp" length="141578" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-c863c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-8a525.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/risiko-interaksi-obat-stroke-iskemik-akut-pasien-e-thumb-241aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68736-dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68736-dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:c1882de1eac48e0686300fe759dbf786</id>
	<published>2026-09-23T17:53:33+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T17:53:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="surya dharma" label="surya dharma" />
	<category term="blang mangat" label="blang mangat" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[blang,dharma,header,mangat,page,surya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi logam pelapis lainnya seperti ER316L terhadap kualitas pengelasan fillet antara baja tahan karat dan baja karbon. Selain itu, studi tentang posisi pengelasan berbeda seperti posisi 2F (vertikal) ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi logam pelapis lainnya seperti ER316L terhadap kualitas pengelasan fillet antara baja tahan karat dan baja karbon. Selain itu, studi tentang posisi pengelasan berbeda seperti posisi 2F (vertikal) ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7d10c.webp" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7d10c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7d10c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7d10c.webp 1x" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" alt="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp 1x" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" alt="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7bba5.webp" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7bba5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7bba5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7bba5.webp 1x" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" alt="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68736-dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca" title="JURIS - The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint" target="_blank">The effect of welding speed variations on stainless steel Ae carbon steel fillet joints with the TIG welding method on the quality of the welded joint</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi logam pelapis lainnya seperti ER316L terhadap kualitas pengelasan fillet antara baja tahan karat dan baja karbon. Selain itu, studi tentang posisi pengelasan berbeda seperti posisi 2F (vertikal) atau 3F (miring) bisa dilakukan untuk memahami bagaimana orientasi pengelasan memengaruhi penetrasi dan kualitas fusi. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada analisis jangka panjang seperti ketahanan korosi atau distorsi struktur akibat variasi parameter pengelasan, terutama pada material dengan sifat termal yang berbeda. Dengan memperluas parameter yang diteliti, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih komprehensif untuk aplikasi industri yang lebih luas..
<br>Dalam pengelasan bahan logam tidak sama antara ASTM A36 dan SS316 dengan variasi kecepatan las 83, 86, dan 93 mm/min, hasil dari tiga variasi setelah diuji melalui uji non-destruktif (penetrasi warna dan radiografi) dan uji destruktif (uji makro) menunjukkan tidak ada cacat pada spesimen, dan hasilnya diterima, sehingga pengelasan memiliki kualitas pengelasan yang baik.Namun, dari ketiga variasi, penetrasi pengelasan ditemukan paling dalam, yaitu pada kecepatan las terendah sebesar 1,25 mm pada kecepatan las 83 mm/min (spesimen 3).Hal ini disebabkan oleh masukan panas optimal yang menyebabkan penetrasi lebih dalam
<br>Pengelasan bahan logam tidak sama antara baja tahan karat dan baja karbon telah luas digunakan dalam berbagai sektor industri seperti pembangkit listrik, fasilitas petrokimia, wadah tekan, dan penukar panas karena kemampuannya menggabungkan keunggulan kedua bahan tersebut; namun, studi yang meneliti efek kecepatan las pada kualitas pengelasan fillet antara ASTM A36 baja karbon dan SS316 baja tahan karat masih terbatas, khususnya mengenai penilaian kualitas pengelasan melalui uji non-destruktif dan destruktif. Studi ini bertujuan menentukan efek kecepatan las pada kualitas pengelasan fillet antara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp" type="image/webp" length="162308" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7d10c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-0d09d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/5/dinding-baja-tahan-guncangan-cuaca-karbon-hasil-uj-thumb-7bba5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1556-pnl.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16340-journal-welding-technology.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis A Cross Sectional Study ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:1d6f29f38e24979daa0c38f36f04ea2b</id>
	<published>2026-09-23T17:52:14+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T17:52:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="muskan singh" label="muskan singh" />
	<category term="anidar latif" label="anidar latif" />
	<category term="benny kurnia" label="benny kurnia" />
	<itunes:keywords><![CDATA[anidar,benny,kurnia,latif,muskan,singh]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp 1x" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" alt="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68745-skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor" title="JURIS - Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study" target="_blank">Prevalence and Characteristics of Depression in Chronic Kidney Disease Patients Receiving Hemodialysis: A Cross-Sectional Study</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih luas untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif terhadap depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif pasien tentang dampak hemodialisis pada kesehatan mental mereka. Terakhir, penelitian intervensi dapat dieksplorasi untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis..
<br>Sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami depresi minimal, diikuti oleh depresi ringan dan sedang, dengan kejadian yang lebih tinggi pada wanita dan pasien berusia >50 tahun.Meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam durasi PGK dan hemodialisis di antara tingkat depresi, hubungan secara keseluruhan menunjukkan korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan
<br>Latar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal, yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan prognosis buruk dan peningkatan risiko penyakit psikiatrik, terutama depresi.Tujuan: Untuk memeriksa tingkat depresi pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Semarang, Indonesia.Metode: Studi deskriptif cross-sectional dilakukan pada sampel 80 responden dengan PGK yang menjalani hemodialisis. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" type="image/webp" length="74952" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-78eab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f3c19.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/skor-depresi-pasien-perempuan-dewasa-faktor-risiko-thumb-f2a59.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Culprit Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi Vessel Disease A Case Report ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Culprit Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi Vessel Disease A Case Report ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Culprit Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi Vessel Disease A Case Report ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68735-tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-68735-tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-23:8cf355bb1d01ede5c45e6fcb298d515d</id>
	<published>2026-09-23T17:37:44+07:00</published>
	<updated>2026-09-23T17:37:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="alvy syukrie" label="alvy syukrie" />
	<category term="workflow ojs" label="workflow ojs" />
	<category term="case report" label="case report" />
	<itunes:keywords><![CDATA[alvy,case,ojs,report,syukrie,workflow]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efek jangka panjang dari prosedur satu tahap versus multi-tahap dalam revascularisasi lengkap, membandingkan hasil klinis berdasarkan waktu pemberian PCI non-culprit (saat masuk atau setelah keluar rumah sakit), ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efek jangka panjang dari prosedur satu tahap versus multi-tahap dalam revascularisasi lengkap, membandingkan hasil klinis berdasarkan waktu pemberian PCI non-culprit (saat masuk atau setelah keluar rumah sakit), ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-1caf0.webp" title="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-1caf0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-1caf0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-1caf0.webp 1x" title="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" alt="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp" title="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp 1x" title="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" alt="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-68735-tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re" title="JURIS - Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report" target="_blank">Culprit-Only Versus Complete Revascularization in STEMI Multi-Vessel Disease: A Case Report</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efek jangka panjang dari prosedur satu tahap versus multi-tahap dalam revascularisasi lengkap, membandingkan hasil klinis berdasarkan waktu pemberian PCI non-culprit (saat masuk atau setelah keluar rumah sakit), serta mengembangkan metode non-invasif untuk identifikasi lesi non-culprit pada pasien STEMI multi-vessel. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran Fractional Flow Reserve (FFR) dalam pengambilan keputusan revascularisasi lengkap. Penelitian juga dapat mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pasien terhadap strategi revascularisasi, seperti risiko komplikasi, biaya, dan kualitas hidup pasca-prosedur. Selain itu, perlu diteliti apakah penggunaan imaging intrakoroner dapat meningkatkan akurasi identifikasi lesi non-culprit dan mengurangi kebutuhan PCI tidak perlu. Penelitian tentang efektivitas penggunaan obat-obatan adjuvan untuk mencegah reinfark pada pasien dengan revascularisasi lengkap juga layak dikaji. Selain itu, studi tentang efek revascularisasi lengkap pada pasien dengan penyakit jantung koroner multi-vessel STEMI yang memiliki komorbiditas seperti gagal jantung atau diabetes dapat memberikan wawasan lebih lanjut. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak psikologis dan sosial dari pilihan revascularisasi lengkap versus satu lesi pada pasien. Akhirnya, perlu dikembangkan pedoman klinis yang lebih spesifik untuk memandu waktu optimal pemberian PCI non-culprit berdasarkan karakteristik pasien dan kondisi penyakit..
<br>PCI pada lesi non-culprit infark miokard secara konsisten bermanfaat dibandingkan hanya revascularisasi pada lesi penentu pada pasien dengan penyakit jantung koroner multi-vessel STEMI, meskipun masih ada perdebatan tentang waktu optimal untuk revascularisasi lengkap dalam setting ini
<br>Tujuan: Untuk merevisi data dan menyoroti manajemen penyakit jantung koroner multi-vessel pada STEMI serta mengeksplorasi strategi revascularisasi hanya pada lesi penentu (culprit-only) versus revascularisasi multi-vessel dan waktu optimal untuk mencapai revascularisasi lengkap. Metode: Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan nyeri dada saat istirahat selama 2 jam sebelum masuk rumah sakit, riwayat merokok satu bungkus rokok per hari, datang ke rumah sakit. Pemeriksaan fisik dalam batas normal dengan hemodinamika normal; namun, troponin jantung meningkat. Elektrokardiogram menunjukkan STEMI anteroseptal dengan dinding inferior iskemik, mengarah pada diagnosis STEMI anteroseptal,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp" type="image/webp" length="105570" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-1caf0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/tujuh-pasien-stemi-lesi-non-neoplastik-complete-re-thumb-f83f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-592-unpad.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-21181-international-journal-integrated-health-sciences.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Wed, 23 Sep 2026 22:03:54 +0700. 24 items. Served in: 7.403 seconds [atom] -->
