<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.246-23jul2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.246-23jul2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-07-25T15:41:51+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Building a Fortress of Faith in East Indonesia Islamic Religious Education for Muallaf Family in Abun Tribe Tambrauw Southwest Papua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Building a Fortress of Faith in East Indonesia Islamic Religious Education for Muallaf Family in Abun Tribe Tambrauw Southwest Papua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Building a Fortress of Faith in East Indonesia Islamic Religious Education for Muallaf Family in Abun Tribe Tambrauw Southwest Papua ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56471-agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56471-agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:50a1b306fa7ff95bff84db5d1ced340d</id>
	<published>2026-07-25T15:02:33+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T15:02:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas integrasi budaya lokal dalam pendidikan agama Islam untuk keluarga muallaf, seperti mempelajari bagaimana penggunaan bahasa setempat dan tradisi lokal memengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan mereka. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas integrasi budaya lokal dalam pendidikan agama Islam untuk keluarga muallaf, seperti mempelajari bagaimana penggunaan bahasa setempat dan tradisi lokal memengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan mereka. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-3e1c3.webp" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-3e1c3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-3e1c3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-3e1c3.webp 1x" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" alt="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-5fbca.webp" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-5fbca.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-5fbca.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-5fbca.webp 1x" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" alt="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp 1x" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" alt="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56471-agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran" title="JURIS - Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua" target="_blank">Building a Fortress of Faith in East Indonesia:  Islamic Religious Education for Muallaf Family in  Abun Tribe, Tambrauw, Southwest Papua</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas integrasi budaya lokal dalam pendidikan agama Islam untuk keluarga muallaf, seperti mempelajari bagaimana penggunaan bahasa setempat dan tradisi lokal memengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan mereka. Selain itu, perlu diteliti faktor ekonomi yang memengaruhi kemampuan keluarga muallaf dalam mengakses pendidikan agama, termasuk akses ke tempat ibadah dan program bimbingan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran tokoh masyarakat dan pemimpin agama dalam mendukung keberlanjutan identitas keagamaan keluarga muallaf di lingkungan minoritas..
<br>Keluarga konversi dari Suku Abun di Kabupaten Tambrauw menunjukkan bahwa identitas religius mereka dalam praktik keagamaan masih rendah karena kurangnya kesadaran dari hati konversi, ketidakpastian dalam menjalankan kewajiban, serta kurangnya waktu untuk menjalankan kewajiban dan mencari pasangan dalam belajar ajaran Islam.Tekanan batin yang menghantui konversi dari suku Kristen lain di wilayah tersebut menjadi kekuatan kritis sendiri.Perselisihan, kesepian batin, dan tidak memiliki tempat di hati kerabat juga menjadi masalah serius bagi konversi, kecuali lingkungan yang represif menyebabkan masalah pribadi, rasa dikeluarkan dari kehidupan kelompok, dan kemudian hidup tidak biasa.Meskipun tidak mutlak, kemiskinan menjadi masalah serius di hati para pencari Tuhan ini.Hal ini menyebabkan beberapa dari mereka meninggalkan Desa Baun di Kabupaten Tambrauw untuk pindah ke Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.Praktik keagamaan seperti shalat dan puasa masih memerlukan penguatan praktik.ini juga memberikan bimbingan kepada keluarga konversi Suku Abun di Desa Baun, Kabupaten Tambrauw, sebagai umat Islam yang masih membutuhkan penjelasan dan bimbingan terhadap aktivitas keislaman mereka.Mereka masih membutuhkan arahan, nasihat, dan bantuan dalam memahami ajaran Islam.Kehidupan konversi, sebagai minoritas di lingkungan sekitar, menjadi lebih buruk dengan kurangnya bimbingan yang diberikan oleh organisasi keagamaan atau pemerintah
<br>Membangun sinergi antara budaya lokal dan pendidikan merupakan upaya strategis untuk menciptakan masyarakat dan keluarga yang memiliki jati diri yang kuat, dan mampu beradaptasi dengan dinamika global. Artikel ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan Islam pada keluarga muallaf Suku Abun di Kampung Baun, Tambrauw, Papua Barat Daya yang menjadi minoritas di lingkungan dan sukunya. Adanya konflik batin, termarginalkan dalam kehidupan sosial, menimbulkan problem pribadi, bahkan kemiskinan, menjadi problem serius pada batin para pencari Tuhan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp" type="image/webp" length="82048" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-3e1c3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-5fbca.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/a/agama-islam-regulasi-keluarga-ajaran-abu-building-thumb-a8f44.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56472-adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-l" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56472-adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-l" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:4358a86943eb8683c61333cbdc01c793</id>
	<published>2026-07-25T14:21:17+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T14:21:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp 1x" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" alt="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56472-adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-l" title="JURIS - The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency" target="_blank">The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in Langkat Regency</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran ulama dalam memelihara dan mengembangkan tradisi Punggahan, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara budaya Jawa dan Melayu dalam masyarakat Sekoci. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari tradisi Punggahan terhadap masyarakat Sekoci, khususnya dalam hal pemeliharaan identitas budaya dan hubungan antar-kelompok etnis..
<br>Masyarakat Jawa yang bermigrasi dari Jawa pada masa kolonial membawa tradisi Punggahan ke Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.Mereka terus mengamalkan tradisi Punggahan, tetapi dengan implementasi yang berbeda dari Punggahan pada umumnya, yang mengharuskan menu tertentu seperti apem, pisang, ketan, dan pasung.Tradisi Punggahan di Desa Sekoci telah berubah menjadi mirip dengan tradisi Meugang dengan pengaruh budaya Melayu.Sehingga, terjadi asimilasi dan akulturasi budaya antara masyarakat Melayu dan Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.Menu makanan yang disediakan untuk pelaksanaan tradisi Punggahan didominasi oleh masakan daging dan tidak memerlukan menu seperti pisang, apem, ketan, pasung, dan sebagainya.Tradisi Punggahan ini memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat, seperti mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang tua dan leluhur, menjaga kedamaian dan persatuan dalam masyarakat, serta sebagai amal kebajikan bagi sesama
<br>Masyarakat Jawa masih menjalankan ritual Punggahan menjelang bulan Ramadan, khususnya yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul praktik ini, bagaimana praktik ini berkembang, dan apa makna tradisi Punggahan bagi masyarakat Jawa yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui penelitian kepustakaan dan wawancara. Masyarakat Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, mengalami perubahan dalam cara pelaksanaan ritual Punggahan. Ketika sebuah kelompok berkumpul di masjid atau mushalla, menu yang disajikan berbeda....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" type="image/webp" length="62628" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-d9590.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-c8f93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/2/adat-jawa-praktik-tradisi-aggalara-makna-lisan-roh-thumb-a1e42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Selametan and Mubeng Asem Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati Central Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Selametan and Mubeng Asem Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati Central Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Selametan and Mubeng Asem Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati Central Java ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56464-adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-j" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56464-adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-j" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:a755e116e429abe5e36c5950274e689c</id>
	<published>2026-07-25T14:16:24+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T14:16:24+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat membandingkan ritual praAcpernikahan seperti Mubeng Asem di berbagai desa Jawa untuk mengidentifikasi variasi praktik dan dampaknya terhadap keberhasilan pernikahan; selanjutnya, dilakukan analisis kuantitatif longitudinal mengenai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat membandingkan ritual praAcpernikahan seperti Mubeng Asem di berbagai desa Jawa untuk mengidentifikasi variasi praktik dan dampaknya terhadap keberhasilan pernikahan; selanjutnya, dilakukan analisis kuantitatif longitudinal mengenai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-abf42.webp" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-abf42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-abf42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-abf42.webp 1x" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" alt="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp 1x" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" alt="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-2d3d0.webp" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-2d3d0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-2d3d0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-2d3d0.webp 1x" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" alt="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56464-adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-j" title="JURIS - Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java" target="_blank">Selametan and Mubeng Asem: Acculturation between Islamic Teaching and Javanese Tradition in Pati, Central Java</a>: Penelitian lanjutan dapat membandingkan ritual praAcpernikahan seperti Mubeng Asem di berbagai desa Jawa untuk mengidentifikasi variasi praktik dan dampaknya terhadap keberhasilan pernikahan; selanjutnya, dilakukan analisis kuantitatif longitudinal mengenai pengaruh partisipasi dalam Mubeng Asem terhadap kepuasan dan stabilitas pernikahan menggunakan kuesioner terstruktur; terakhir, studi etnografis tentang diskursus hukum Islam mengenai pengintegrasian praktik adat seperti Mubeng Asem ke dalam regulasi pernikahan formal dapat memperjelas ruang lingkup legitimasi hukum dan potensi harmonisasi antara adat dan syariah..
<br>Tradisi Mubeng Asem muncul dari dinamika sosial masyarakat Jawa yang bertujuan menjaga keharmonisan rumah tangga serta mencegah bencana apabila tidak dilaksanakan.Dari perspektif antropologi hukum Islam, tradisi ini berhasil mengintegrasikan nilaiAcnilai Islam dengan adat Jawa melalui berbagai ritual tanpa menentang prinsip syariah.Karena tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tradisi ini dapat diterima sebagai hukum lokal yang selaras dengan nilaiAcnilai Islam
<br>Tradisi pra-pernikahan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi pernikahan dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tradisi Mubeng Asem di desa Kuryokalangan, Gabus, Pati, Jawa Tengah, yang berakar kuat pada adat lokal serta prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mubeng Asem mencerminkan upaya nenek moyang Jawa dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan melindungi komunitas Kuryokalangan. Tradisi ini terutama melibatkan ungkapan rasa syukur kepada keluarga ketika anggota keluarga memasuki fase pernikahan, yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp" type="image/webp" length="77620" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-abf42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-e3f4d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/4/adat-jawa-tradisi-nenek-moyang-budaya-masyarakat-a-thumb-2d3d0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Larung Sesaji at Ngebel Lake Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo East Java ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Larung Sesaji at Ngebel Lake Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo East Java ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Larung Sesaji at Ngebel Lake Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo East Java ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56468-analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56468-analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:eb69bca458829b63ec54d4b72d54d33e</id>
	<published>2026-07-25T14:05:21+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T14:05:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang bagaimana tradisi larung sesaji ini dapat bertahan dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang bagaimana tradisi larung sesaji ini dapat bertahan dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-84504.webp" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-84504.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-84504.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-84504.webp 1x" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" alt="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp 1x" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" alt="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-58d45.webp" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-58d45.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-58d45.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-58d45.webp 1x" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" alt="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56468-analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam" title="JURIS - Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java" target="_blank">Larung Sesaji at Ngebel Lake: Dialectics of AoUrf with Local Culture from the Perspective of Ulama in Ponorogo, East Java</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang bagaimana tradisi larung sesaji ini dapat bertahan dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Kedua, dapat dilakukan studi komparatif tentang bagaimana tradisi serupa di daerah lain di Indonesia ditanggapi oleh tokoh agama setempat. Ketiga, dapat dilakukan penelitian tentang bagaimana tradisi ini dapat diselaraskan dengan ajaran agama Islam, terutama dalam hal menghindari unsur-unsur syirik..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa larung sesaji adalah tradisi akulturasi dengan tradisi pra-Islam yang dilakukan pada 1 Sura.Sebelum diarak dan ditenangkan di tengah danau, sesaji dimohonkan dengan cara Islam.Menurut ulama Ponorogo, tradisi ini mengandung unsur syirik - Aourf fAsid, karena ada pengakuan terhadap kekuasaan penguasa telaga, dan larungan adalah bentuk perdamaian, bahkan permohonan keselamatan.Oleh karena itu, tokoh ulama puritan ini mendorong jemaahnya untuk tidak ikut serta dalam kegiatan ini.Ulama moderat menyatakan bahwa larung sesaji telah menjadi tradisi yang tertanam dalam masyarakat.Apa yang perlu dilakukan adalah melatih mereka sehingga hal-hal yang tidak sesuai dengan Aourf fAsid (tradisi buruk) dapat diperbaiki sehingga menjadi Aourf yang auu (tradisi yang baik)
<br>Tradisi dalam kehidupan beragama terkadang menimbulkan permasalahan dalam masyarakat. Peran para ahli agama sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi larung sesaji dan pandangan tokoh agama di Ponorogo mengenai prosesi ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya diperoleh dari penelitian lapangan. Untuk analisis, metode deskriptif dengan pendekatan fenomenologi diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi larung sesaji di Telaga Ngebel, dengan berbagai macam pernak-perniknya, diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi sebagai akumulasi dari adat istiadat pra-Islam. Tradisi ini pada awalnya merupakan doa untuk memohon keselamatan dari bencana...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp" type="image/webp" length="60938" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-84504.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-f973b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/analisis-tradisi-bukhoren-larung-sesaji-tokoh-agam-thumb-58d45.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Religious Moderation on Food and Environmental Balance Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak West Kalimantan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Religious Moderation on Food and Environmental Balance Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak West Kalimantan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Religious Moderation on Food and Environmental Balance Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak West Kalimantan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56465-fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56465-fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:999c8aacbe24c19389fe0a4ea99e63c9</id>
	<published>2026-07-25T14:04:41+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T14:04:41+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Based on the findings and implications of this study, several suggestions for further research and practical applications can be proposed. Firstly, future studies could explore the potential for collaboration between governments, non-governmental organizations, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Based on the findings and implications of this study, several suggestions for further research and practical applications can be proposed. Firstly, future studies could explore the potential for collaboration between governments, non-governmental organizations, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-c9fa4.webp" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-c9fa4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-c9fa4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-c9fa4.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" alt="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-866ad.webp" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-866ad.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-866ad.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-866ad.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" alt="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp 1x" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" alt="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56465-fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm" title="JURIS - Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan" target="_blank">Religious Moderation on Food and Environmental Balance: Local Practices of Muslims and Confucians in Pontianak, West Kalimantan</a>: Based on the findings and implications of this study, several suggestions for further research and practical applications can be proposed. Firstly, future studies could explore the potential for collaboration between governments, non-governmental organizations, and religious communities to promote practices supporting environmental balance that align with Islamic and Confucian values. This collaboration could enhance cross-sectoral cooperation and build collective awareness in efforts to maintain the sustainability of natural resources. Secondly, it would be beneficial to expand the scope of research to include a broader sample and a variety of cultural contexts, improving the generalizability of the findings. This could involve studying Muslim and Confucian communities in different locations with diverse contexts, allowing for a more comprehensive understanding of the practice of environmental stewardship in these religious contexts. Additionally, future studies could delve into other dimensions of sustainability practices and environmental ethics, going beyond food-related environmental stewardship practices. This expansion of scope would provide a more holistic understanding of sustainable behavior in daily life. Finally, experimental approaches or further analysis could be employed in future studies to measure the real impact of the environmental stewardship practices identified in this study. By adopting these suggestions, researchers can contribute to a deeper understanding of environmental stewardship practices and their implications, ultimately leading to more effective strategies for promoting sustainability and environmental conservation..
<br>Key findings from this research highlight that environmental stewardship practices in Islamic and Confucian contexts can significantly reduce food wastage and control consumption.Awareness of both faithsAo spiritual and ethical values plays a crucial role in shaping individual and societal behavior about food.Respondents affirmed that the fundamentals of their religious teachings and philosophy of life provide clear guidance in regard to respect for food, management of natural resources, and understanding the balance between humans and nature.By practicing moderation in food consumption and treating food as a gift to be cherished, they take concrete steps in supporting food sustainability and environmental conservation.The findings illustrate the importance of the spiritual dimension in shaping human behavior towards the environment and contribute to the global discourse on food wastage and sustainable environmental stewardship practices
<br>Studi tentang peran moderasi agama dalam praktik konsumsi makanan sebagai strategi untuk menjaga keseimbangan lingkungan, menyoroti sinergi unik antara nilai-nilai Islam dan Khonghucu dalam konteks lokal Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Artikel ini mengeksplorasi praktik moderat umat Islam dan Khonghucu di Pontianak dalam menghargai makanan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Secara lebih spesifik, artikel ini mempertanyakan bagaimana nilai-nilai moderasi Islam dan Khonghucu tercermin dan terintegrasi dalam praktek konsumsi sehari-hari sehingga dapat menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang mewakili masyarakat Muslim dan Khonghucu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua komunitas tersebut memiliki praktik pemeliharaan lingkungan yang tercermin...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp" type="image/webp" length="98140" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-c9fa4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-866ad.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/5/fleksibilitas-praktik-sumber-daya-manusia-environm-thumb-9c553.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract Rhaphidophora pinnata Lf Schott on Incisional Wound Healing in White Rats Rattus norvegicus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract Rhaphidophora pinnata Lf Schott on Incisional Wound Healing in White Rats Rattus norvegicus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract Rhaphidophora pinnata Lf Schott on Incisional Wound Healing in White Rats Rattus norvegicus ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56454-luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-m" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56454-luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-m" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:e351f07eb774bf260095fc7532e03e8d</id>
	<published>2026-07-25T13:54:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:54:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="marshella m" label="marshella m" />
	<category term="jeane mongi" label="jeane mongi" />
	<category term="rainhard r" label="rainhard r" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jeane,m,marshella,mongi,r,rainhard]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menekankan potensi ekstrak daun ekor naga sebagai agen penyembuhan luka. Namun, belum diketahui mekanisme molekuler yang mendukung perbaikan jaringan. Oleh karena itu, studi lanjutan dapat mengkaji ekspresi gen dan protein yang terlibat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini menekankan potensi ekstrak daun ekor naga sebagai agen penyembuhan luka. Namun, belum diketahui mekanisme molekuler yang mendukung perbaikan jaringan. Oleh karena itu, studi lanjutan dapat mengkaji ekspresi gen dan protein yang terlibat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-cacd2.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-cacd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-cacd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-cacd2.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-acaaf.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-acaaf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-acaaf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-acaaf.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp 1x" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" alt="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56454-luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-m" title="JURIS - Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)" target="_blank">Evaluation of the Effectiveness of Dragon Tail Leaf Extract (Rhaphidophora pinnata (Lf) Schott) on Incisional Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus)</a>: Penelitian ini menekankan potensi ekstrak daun ekor naga sebagai agen penyembuhan luka. Namun, belum diketahui mekanisme molekuler yang mendukung perbaikan jaringan. Oleh karena itu, studi lanjutan dapat mengkaji ekspresi gen dan protein yang terlibat dalam proses penyembuhan. Penelitian selanjutnya juga perlu menilai profil toksisitas dan keamanan penggunaan ekstrak topikal pada substruk kulit. Selain itu, peneliti dapat membandingkan efektivitas ekstrak pada model luka berbeda, seperti luka bakar dan luka diabetik, serta mengevaluasi dosis optimal. Menyelidiki interaksi bioaktif komponen flavonoid, tannin, dan saponin dalam proses penyembuhan juga menjadi penting. Pengembangan formulasi batubara yang stabil dan mudah diaplikasikan akan memperluas penerapkanannya. Evaluasi efektivitas jangka panjang penyembuhan dan kualitas jaringan setelah aplikasi ekstrak dapat memberikan data yang lebih komprehensif. Apabila hasil penelitian positif, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengamati dampak ekstrak terhadap flora mikroba kulit normal. Terakhir, menyusun panduan penggunaannya bagi tenaga medis dan pengrajin obat tradisional membantu transisi dari penelitian ke aplikasi klinis..
<br>Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ekor naga pada konsentrasi RBC 15%, 20%, dan 25% dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan.Konsentrasi 25% paling efektif, dengan penutupan luka sempurna tercapai pada hari ke-14.Oleh karena itu, ekstrak daun ekor naga dapat dianggap sebagai agen topikal yang efektif untuk meningkatkan penyembuhan luka sayat pada tikus
<br>Rhaphidophora pinnata (daun ekor naga) secara tradisional telah digunakan sebagai tanaman obat untuk Chuck luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratoriumTranslated with www.DeepL.com/Translator (free version) memiliki 15 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (aquades), kontrol positif...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp" type="image/webp" length="96420" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-cacd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-acaaf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/luka-diabetik-bahaya-bakar-hewan-model-penyembuhan-thumb-9af03.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4506-fmipaukit.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16904-biofarmasetikal-tropis-the-tropical-journal-biopharmaceutical.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Antipyretic Activity of Avocado Seed Persea americana Infusion in Pepton Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Antipyretic Activity of Avocado Seed Persea americana Infusion in Pepton Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Antipyretic Activity of Avocado Seed Persea americana Infusion in Pepton Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56453-limbah-biji-alpukat-persea" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56453-limbah-biji-alpukat-persea" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:d21f1935ae8c7fcc4c43b62ab14261d6</id>
	<published>2026-07-25T13:54:57+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:54:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="marshella m" label="marshella m" />
	<category term="jeane mongi" label="jeane mongi" />
	<category term="rainhard r" label="rainhard r" />
	<itunes:keywords><![CDATA[jeane,m,marshella,mongi,r,rainhard]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek antipyretik infus biji alpukat pada tikus betina serta pada model hewan lain untuk mengetahui adanya perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin dan spesies, yang dapat memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek antipyretik infus biji alpukat pada tikus betina serta pada model hewan lain untuk mengetahui adanya perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin dan spesies, yang dapat memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-60df0.webp" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-60df0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-60df0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-60df0.webp 1x" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" alt="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp 1x" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" alt="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-c24e3.webp" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-c24e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-c24e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-c24e3.webp 1x" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" alt="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56453-limbah-biji-alpukat-persea" title="JURIS - Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus" target="_blank">Antipyretic Activity of Avocado Seed (Persea americana) Infusion in Pepton-Induced Fever in Male White Rats Rattus norvegicus</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efek antipyretik infus biji alpukat pada tikus betina serta pada model hewan lain untuk mengetahui adanya perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin dan spesies, yang dapat memperluas generalisasi temuan. Selanjutnya, diperlukan studi mekanistik yang mendalam untuk mengidentifikasi jalur molekuler yang terlibat, misalnya melalui pengukuran aktivitas cyclooxygenase (COXAc1 dan COXAc2) dan kadar prostaglandin E2 pada jaringan target, sehingga dapat dipahami cara kerja senyawa aktif dalam mengurangi demam. Terakhir, penting untuk melakukan analisis toksikologi jangka panjang serta uji klinis awal pada manusia guna menilai keamanan, tolerabilitas, dan efektivitas infus biji alpukat dibandingkan dengan antipyretik konvensional, sehingga dapat mendukung pengembangan produk farmasi berbasis herbal yang aman dan efektif..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa infus biji alpukat (Persea americana) memiliki aktivitas antipiretik yang signifikan pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan pepton 5%.Skrining fitokimia mengidentifikasi keberadaan senyawa sekunder seperti tanin, alkaloid, fenol, triterpenoid, dan saponin yang berpotensi menurunkan demam melalui inhibisi jalur prostaglandin.Hasil uji antipyretik dan analisis ANOVA mengindikasikan bahwa dosis 300Amg/200Ag berat badan memberikan penurunan suhu yang konsisten dan setara dengan parasetamol, sehingga infus biji alpukat berpotensi menjadi agen antipyretik alami
<br>Biji alpukat (Persea americana) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan secara empiris dipercaya dapat menurunkan demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik infus biji alpukat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi pepton. Infus biji alpukat dibuat menggunakan pelarut aquades pada suhu 90AAC. Pengujian antipiretik dilakukan pada lima kelompok, yaitu kontrol negatif (NaAcCMC), kontrol positif (parasetamol), serta tiga kelompok perlakuan yang diberikan infus biji alpukat dengan dosis 100, 200, dan 300Amg/200Ag berat badan. Demam diinduksi melalui injeksi intramuskular pepton 5% sebanyak 1AmL/200Ag berat badan. Suhu rektal diukur setiap 30 menit selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis perlakuan menurunkan suhu tubuh pada menit keAc180. Penurunan suhu terbesar ditemukan pada dosis 300Amg/200Ag berat badan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp" type="image/webp" length="102820" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-60df0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-680ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/limbah-biji-alpukat-persea-americana-demam-antipir-thumb-c24e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4506-fmipaukit.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16904-biofarmasetikal-tropis-the-tropical-journal-biopharmaceutical.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Cultivating Tolerance in East Priangan Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Cultivating Tolerance in East Priangan Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Cultivating Tolerance in East Priangan Religious Moderation in the Eastern Universities of West Java Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56475-kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56475-kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:b10653f87bc22671418cb302cccd85cb</id>
	<published>2026-07-25T13:24:02+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:24:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang membentuk pandangan minoritas mahasiswa yang kurang sejalan dengan prinsip moderasi beragama, misalnya mengapa sebagian mahasiswa masih berpandangan bahwa Pancasila bertentangan dengan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang membentuk pandangan minoritas mahasiswa yang kurang sejalan dengan prinsip moderasi beragama, misalnya mengapa sebagian mahasiswa masih berpandangan bahwa Pancasila bertentangan dengan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-1deb7.webp" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-1deb7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-1deb7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-1deb7.webp 1x" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" alt="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp 1x" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" alt="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-26c04.webp" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-26c04.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-26c04.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-26c04.webp 1x" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" alt="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56475-kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak" title="JURIS - Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia" target="_blank">Cultivating Tolerance in East Priangan: Religious Moderation in the Eastern Universities of  West Java, Indonesia</a>: Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang membentuk pandangan minoritas mahasiswa yang kurang sejalan dengan prinsip moderasi beragama, misalnya mengapa sebagian mahasiswa masih berpandangan bahwa Pancasila bertentangan dengan agama, mendukung negara kekhalifahan, atau menganggap penghormatan simbol negara sebagai syirik. Melalui studi kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup, dapat diidentifikasi akar permasalahan, pengaruh lingkungan sosial, keluarga, atau paparan ideologi tertentu yang memengaruhi pembentukan sikap tersebut. Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas program dan kurikulum moderasi beragama yang telah diterapkan di perguruan tinggi, termasuk peran serta dosen dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Apakah metode pembelajaran saat ini sudah optimal dalam mengubah pandangan ekstrem atau memperkuat toleransi? Penelitian ini dapat mengukur dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan terhadap perkembangan sikap moderasi beragama mahasiswa dari awal masuk hingga lulus. Studi longitudinal akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai bagaimana proses pembelajaran di kampus, interaksi sosial, dan paparan terhadap beragam perspektif membentuk identitas keagamaan mahasiswa secara berkelanjutan. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan area perbaikan untuk strategi pendidikan moderasi beragama di masa depan. Misalnya, bagaimana pengembangan modul interaktif atau platform diskusi online yang memanfaatkan teknologi dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pluralisme dan mengurangi miskonsepsi tentang agama lain..
<br>Penelitian ini mengungkapkan pandangan beragam mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia mengenai moderasi beragama, menunjukkan pemahaman positif mayoritas namun juga adanya kesalahpahaman dan kecenderungan ekstremis di kalangan minoritas.Keragaman pandangan ini menyoroti pentingnya peran universitas dalam memupuk moderasi beragama dan toleransi melalui pendidikan, dialog, serta pengembangan kurikulum yang komprehensif.Dengan memprioritaskan dialog antaragama, integrasi nilai inklusif, dan penanganan miskonsepsi, upaya ini dapat berkontribusi membangun masyarakat Indonesia yang lebih harmonis, pluralistik, dan demokratis
<br>Moderasi beragama menjadi semakin relevan dalam masyarakat yang beragam dan majemuk, terutama dalam lingkungan akademis di mana interpretasi yang berbeda dari ajaran agama sering muncul. Studi ini menyoroti kebutuhan yang semakin besar untuk mengeksplorasi dan memahami sikap keagamaan di kalangan mahasiswa dalam konteks pengaruh sosial, budaya, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi dan pandangan mahasiswa tentang moderasi beragama dengan menggali isu-isu kritis seperti hubungan antara Pancasila dan agama, gagasan negara kekhalifahan, penghormatan terhadap simbol-simbol negara, dan sikap terhadap kekerasan. Pendekatan survei kuantitatif digunakan, melibatkan 463 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bertingkat dari berbagai program studi dan tingkat semester. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp" type="image/webp" length="61588" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-1deb7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-93d35.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/c/kurikulum-moderasi-agama-pembentukan-sikap-interak-thumb-26c04.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Helping Ease during Marriage Tombor Magh as Social Ties among Family Members of Fakfak Family West Papua Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Helping Ease during Marriage Tombor Magh as Social Ties among Family Members of Fakfak Family West Papua Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Helping Ease during Marriage Tombor Magh as Social Ties among Family Members of Fakfak Family West Papua Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56467-individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56467-individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:5a352fc21c44a4bea3f90bfed108ad13</id>
	<published>2026-07-25T13:22:07+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:22:07+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="royan utsany" label="royan utsany" />
	<category term="heni purwati" label="heni purwati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,heni,java,purwati,royan,utsany]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Tombor Magh dengan tradisi pernikahan lainnya di Indonesia atau bahkan di luar negeri, untuk melihat perbedaan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Tombor Magh dengan tradisi pernikahan lainnya di Indonesia atau bahkan di luar negeri, untuk melihat perbedaan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp 1x" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" alt="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-94b23.webp" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-94b23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-94b23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-94b23.webp 1x" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" alt="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-67928.webp" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-67928.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-67928.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-67928.webp 1x" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" alt="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56467-individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe" title="JURIS - Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia" target="_blank">Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as  Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia</a>: Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif antara tradisi Tombor Magh dengan tradisi pernikahan lainnya di Indonesia atau bahkan di luar negeri, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam hal simbolisme, nilai-nilai, dan dampak sosial yang ditimbulkannya. Kedua, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek psikologis dan sosial dari tradisi ini, seperti bagaimana tradisi ini mempengaruhi hubungan keluarga, persepsi individu terhadap tradisi, dan bagaimana tradisi ini dapat memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana tradisi ini dapat dipertahankan dan dilestarikan di tengah-tengah perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat modern. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami tradisi Tombor Magh dan implikasinya dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas..
<br>Tradisi Tombor Magh adalah bagian dari prosesi pernikahan adat yang dilakukan selama beberapa generasi, melibatkan pernikahan antara sesama orang dari wilayah adat Fakfak.Tradisi ini tidak berlaku bagi mereka yang melakukan pernikahan dengan orang dari luar Fakfak.Pelaksanaan tradisi dimulai dengan pertemuan keluarga, kemudian distribusi undangan, dan kemudian pelaksanaan Tombor Magh dilakukan di rumah mempelai laki-laki.Dalam tradisi Tombor Magh, ada pemberian yang dilakukan oleh keluarga mempelai laki-laki untuk membantu menutupi kekurangan permintaan mahar yang diinginkan oleh wanita, yang merupakan rasa kebaikan yang ditunjukkan oleh keluarga terhadap saudaranya yang mengalami kesulitan.Pemberian dilakukan oleh keluarga pria dalam timbal balik jika donor melakukan aktivitas yang sama.Meskipun mempelai pria dapat membayar mahar secara utuh, tradisi ini harus dilakukan untuk membuat seolah-olah seluruh keluarga menerapkan Tombor Magh.Hadiah untuk pengantin wanita adalah hadiah dan milik penerima hadiah, yaitu pihak pengantin wanita.Jika tidak dapat dipenuhi, pengumpulan harta dowry Tombor Magh dapat diutang dengan konsekuensi ditanggung oleh pria.Pengiriman dalam tradisi Tombor Magh, mulai dari Jumhur, Ndrup, Pdour, Yana, Gong (Mongmongka), Lela (cannon), Nteing (earrings), dan piring antik adalah mahar masyarakat Fakfak, memiliki simbol yang dapat ditafsirkan oleh komunitas.Fungsi Tombor Magh di masyarakat Patipi Island adalah pemeliharaan budaya di masyarakat sebagai alat pemersatu, memperkuat, dan mengikat hubungan keluarga dengan pernikahan dan menjaga integritas hubungan keluarga dalam perbedaan agama, di mana mereka yang melakukan pengumpulan kekayaan tidak hanya dari komunitas Muslim tetapi juga dilakukan oleh Kristen yang masih memiliki hubungan kekerabatan, juga untuk mempertahankan tradisi yang telah ada selama generasi, dan untuk menjaga kehormatan, martabat, dan harga diri keluarga laki-laki dalam memenuhi mahar yang diinginkan oleh wanita.Jika Anda tidak melakukan Tombor Magh untuk masyarakat adat, maka ada konsekuensi yang harus dipatuhi, yaitu kebiasaan yang timbul dari kesepakatan bersama yang diterapkan dan tidak dapat diubah, yang menjadi hukum adat bagi masyarakat Desa Patipi, yaitu membuang klan/keluarga yang dimiliki oleh pihak laki-laki untuk diteruskan kepada anak-anak mereka nanti.Jadi yang digunakan adalah klan/fam/klain dari ayah mempelai wanita dalam keturunan mereka
<br>Sebuah tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Patipi Pulau Kabupaten Fakfak adalah pengumpulan mas kawin yang disebut dengan tradisi Tombor Magh, yang ditentukan oleh pihak perempuan pada pihak laki-laki melalui kesepakatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Tombor Magh dan dampak yang dari tradisi Tombor Magh yang dilakukan masyarakat adat Patipi Pulau di Kabupaten Fakfak. Merupakan penelitian kualitatif, menggunakan paradigma fenomenologi social. Hasil penelitian: Tradisi Tombor Magh (pengumpulan Mas Kawin) dilakukan apabila perkawinan antara sesama masyarakat adat Fakfak. Pelaksanaan tradisi Tombor Magh dilaksanakan di rumah mempelai laki-laki. Dalam tradisi terdapat pemberian yang bersifat timbal balik, dilakukan keluarga mempelai laki-laki untuk menutupi kekurangan mas kawin dari pihak laki-laki. Pemberian pada pihak perempuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp" type="image/webp" length="69182" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-baf83.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-94b23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/individu-masyarakat-modern-tradisi-turun-ritual-pe-thumb-67928.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56473-substantif-integrasi-sosial-hubungan-integr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56473-substantif-integrasi-sosial-hubungan-integr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:ae8f8cb3dd5fe2a55252d0e9758535b3</id>
	<published>2026-07-25T13:21:15+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:21:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dinamika struktural yang terjadi dalam masyarakat Jerman, terutama ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dinamika struktural yang terjadi dalam masyarakat Jerman, terutama ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-9794b.webp" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-9794b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-9794b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-9794b.webp 1x" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" alt="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp 1x" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" alt="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-d146f.webp" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-d146f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-d146f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-d146f.webp 1x" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" alt="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56473-substantif-integrasi-sosial-hubungan-integr" title="JURIS - Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany" target="_blank">Unraveling the Intricate Dynamics of Turkish Immigrants and Muslim Minorities in Germany</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang dinamika struktural yang terjadi dalam masyarakat Jerman, terutama terkait dengan konflik kelas dan kekuasaan yang mempengaruhi integrasi sosial dan penerimaan imigran Turki dan minoritas Muslim. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami bagaimana kebijakan publik dan persepsi masyarakat mempengaruhi hasil integrasi sosial dan penerimaan imigran. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam pengalaman imigran Turki dan minoritas Muslim di berbagai negara Eropa, termasuk Jerman, untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan integrasi sosial dan penerimaan mereka..
<br>Dinamika imigran sering dipandang dengan bias oleh penduduk lokal suatu daerah.Selain perbedaan ras dan budaya, agama sering menjadi pemicu gesekan antara imigran yang menjadi minoritas etnis dan masyarakat setempat.Di antara faktor-faktor yang menyebabkan orang bermigrasi, mereka dapat dibagi menjadi dua kategori.faktor dorongan, seperti pertimbangan upah rendah, peluang kerja terbatas, akses sosial rendah di negara asal, pengurangan lahan pertanian, penggunaan teknologi, atau kesenjangan dengan adat istiadat, budaya, dan politik (keamanan) di daerah.Kemudian ada faktor tarik, seperti peluang kerja yang sesuai, kondisi lingkungan yang lebih baik, dan kesempatan untuk maju dibandingkan tetap di daerah asal.Sejarah mencatat awal kedatangan imigran Turki di Jerman karena kerjasama antara Jerman dan Turki dalam menyelesaikan masalah tenaga kerja.Jerman membutuhkan tenaga kerja besar untuk membangun kembali ekonominya setelah kehilangan populasi usia kerja pasca Perang Dunia II.Meskipun melalui saluran bilateral resmi, populasi Jerman awalnya resisten terhadap kehadiran imigran Turki, yang diperburuk oleh gelombang imigrasi ilegal yang memperburuk hubungan sosial antara dua kelompok etnis yang berbeda.Selain itu, setelah tragedi 9/11, persepsi negatif terhadap imigran Muslim Turki meningkat.Namun, di balik semua ini, ada aspek positif dari imigran Turki yang berkontribusi pada Jerman di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik, seperti yang dijelaskan di atas
<br>Jerman memiliki keragaman budaya dan ekonomi yang diperkaya oleh kontribusi imigran Turki dan minoritas Muslim, yang warisannya memperkaya negara ini. Namun, eksklusi sosial dan prasangka negatif mempengaruhi beberapa kelompok yang dapat merugikan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka. Artikel ini membahas mengenai dinamika minoritas Muslim dan imigran Turki di Jerman, dengan menekankan perkembangan sosial, perjalanan sejarah, dan tantangan yang dihadapi kelompok-kelompok ini dalam masyarakat Jerman. Artikel ini berfokus pada hak-hak minoritas, integrasi sosial, dan penerimaan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp" type="image/webp" length="60438" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-9794b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-78078.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/substantif-integrasi-sosial-hubungan-budaya-ekonom-thumb-d146f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56456-kekerasan-seksual-korban-pengabd" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56456-kekerasan-seksual-korban-pengabd" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:dd67b9e6a294d8822d859d3ba4884585</id>
	<published>2026-07-25T13:06:47+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:06:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="journal menu" label="journal menu" />
	<category term="syukron hadi" label="syukron hadi" />
	<category term="dian fisesa" label="dian fisesa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dian,fisesa,hadi,journal,menu,syukron]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kampanye edukasi digital terhadap peningkatan kesadaran masyarakat tentang kekerasan seksual, terutama di kalangan remaja. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas pelatihan staf cafy ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kampanye edukasi digital terhadap peningkatan kesadaran masyarakat tentang kekerasan seksual, terutama di kalangan remaja. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas pelatihan staf cafy ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-d17dc.webp" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-d17dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-d17dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-d17dc.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" alt="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-8dd34.webp" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-8dd34.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-8dd34.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-8dd34.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" alt="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp 1x" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" alt="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56456-kekerasan-seksual-korban-pengabd" title="JURIS - Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya" target="_blank">Meningkatkan Literasi Kekerasan Seksual di Chord Cafe Jember dalam Upaya Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berdaya</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak kampanye edukasi digital terhadap peningkatan kesadaran masyarakat tentang kekerasan seksual, terutama di kalangan remaja. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas pelatihan staf cafy dalam menangani kasus kekerasan seksual. Penelitian juga dapat menggali faktor budaya dan sosial yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kekerasan seksual, serta cara mengintegrasikan pendekatan multisektor dalam pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus dan tempat umum..
<br>Kekerasan seksual merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan, terutama di tempat umum seperti cafy.Melalui literasi dan pengabdian masyarakat, staf cafy dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang kekerasan seksual dan prosedur penanganannya.Namun, diperlukan upaya lanjutan seperti memperkuat mekanisme pelaporan, pelatihan rutin, kampanye kesadaran, kolaborasi dengan komunitas, serta evaluasi berkala untuk memastikan program anti kekerasan seksual berjalan efektif
<br>Masalah kekerasan seksual di Indonesia masih menjadi isu yang memprihatinkan, terutama di lingkungan kampus dan tempat umum seperti cafy. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya literasi dan pengabdian masyarakat, kasus kekerasan seksual masih sering terjadi karena kurangnya kesadaran dan mekanisme penanganan yang efektif. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian yang dilakukan di Chord Cafy Jember untuk meningkatkan pemahaman staf dan pemilik cafy tentang kekerasan seksual, serta strategi penanggulangannya. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, diskusi kelompok fokus, dan pembuatan materi edukasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran staf dalam mengenali dan menangani kasus kekerasan seksual, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengunjung.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp" type="image/webp" length="66470" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-d17dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-8dd34.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/8/kekerasan-seksual-korban-pengabdian-masyarakat-caf-thumb-bde80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4200-itsm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16915-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mahasantri and Rational Choice Shift of Obedience to the Kiai ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56470-komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56470-komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:950ba42382135c9cc7399613ad1b81a9</id>
	<published>2026-07-25T13:01:22+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T13:01:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="royan utsany" label="royan utsany" />
	<category term="heni purwati" label="heni purwati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,heni,java,purwati,royan,utsany]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp 1x" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" alt="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56470-komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik" title="JURIS - Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai" target="_blank">Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran tersebut. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan rasional mahasantri dalam menentukan ketaatan atau penolakan terhadap fatwa kiai..
<br>Etika ketaatan santri terhadap kiai adalah keharusan mutlak.Nilai-nilai tetap (etika, ketaqwaan) yang inherent dalam tradisi pesantren sulit dihilangkan.Mahasantri tidak secara otomatis menerima nilai-nilai ketaatan tradisional seperti santri salaf, tetapi memasuki dialog dengan rasionalitas.Mahasantri masih mempertahankan etika ketaatan, tetapi secara bertahap mengembangkan kebebasan berpikir yang rasional.Ketaatan bersyarat merupakan sintesis antara ketaatan mutlak dan kebebasan pribadi
<br>Persepsi tradisional tentang komunikasi satu arah yang sakral antara santri dan kiai tidak lagi mencerminkan hubungan mereka di pesantren. Melalui observasi partisipatif di dua pesantren di Surabaya dan Yogyakarta, studi etnografis ini bertujuan untuk mengungkap pergeseran ketaatan santri terhadap Kiai setelah mereka menjadi mahasantri. Teori pilihan rasional yang menekankan pemikiran rasional digunakan dalam studi ini untuk menganalisis tiga dimensi ketaatan mahasantri, yaitu persepsi, implementasi, dan respons terhadap fatwa kiai. Temuan menunjukkan bahwa dalam aspek sosial dan politik, mahasantri tidak lagi sepenuhnya patuh kepada kiai dibandingkan saat mereka masih menjadi siswa. Ketaatan terhadap Kiai tentu masih ada. Namun, dengan kesadaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" type="image/webp" length="94470" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-c8cb3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-011c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/a/komunikasi-kiai-mahasantri-ketaatan-pesantren-etik-thumb-68303.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Islam without Domination NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Islam without Domination NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Islam without Domination NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56463-muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56463-muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:d7559bc2c780f3b3f35c73ac92d2308f</id>
	<published>2026-07-25T12:56:11+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:56:11+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="nur rofiah" label="nur rofiah" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,rofiah,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini mengulas peran perempuan NU di Depok dalam melawan dominasi Islam konservatif melalui etika moderat dan konsep keluarga malauah. Untuk melengkapi temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa arah. Pertama, mengingat temuan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini mengulas peran perempuan NU di Depok dalam melawan dominasi Islam konservatif melalui etika moderat dan konsep keluarga malauah. Untuk melengkapi temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa arah. Pertama, mengingat temuan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-15366.webp" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-15366.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-15366.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-15366.webp 1x" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" alt="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-701e1.webp" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-701e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-701e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-701e1.webp 1x" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" alt="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp 1x" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" alt="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56463-muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan" title="JURIS - Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia" target="_blank">Islam without Domination: NU Women and Moderate Ethics at the Grassroots Level in Urban Muslim Society in Depok, Indonesia</a>: Penelitian ini mengulas peran perempuan NU di Depok dalam melawan dominasi Islam konservatif melalui etika moderat dan konsep keluarga malauah. Untuk melengkapi temuan ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa arah. Pertama, mengingat temuan bahwa toleransi seringkali bersifat pragmatis dan dan belum terinternalisasi secara teologis di kalangan anggota NU sekalipun, penelitian mendatang bisa menyelidiki metode pendidikan dan strategi komunikasi yang paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama secara mendalam. Ini bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi membentuk kesadaran etis yang kokoh, bahkan di luar lingkungan Nahdliyyin, untuk mencapai pemahaman keragaman yang lebih luas dan tulus. Kedua, studi ini mendeskripsikan berbagai inisiatif yang dilakukan perempuan NU, seperti Gerakan Keluarga Malauah Nahdlatul Ulama (GKMNU) dan pengajian berbasis gender. Akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang secara sistematis mengevaluasi dampak jangka panjang dari program-program ini terhadap perubahan sosial di Depok. Misalnya, bagaimana inisiatif ini benar-benar memengaruhi angka perceraian, ketahanan keluarga, atau bahkan persepsi masyarakat umum tentang keadilan gender, dengan menggunakan pendekatan kualitatif mendalam atau kuantitatif berbasis indikator sosial. Ketiga, melihat dominasi narasi konservatif, penting untuk mengkaji bagaimana gerakan perempuan NU dapat secara lebih strategis memanfaatkan platform digital dan media sosial. Penelitian dapat mengeksplorasi strategi dakwah digital yang inovatif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan transformatif kepada audiens perkotaan yang melek digital, sekaligus menanggulangi narasi eksklusif yang dominan, sehingga pesan moderasi dan malauah dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan..
<br>Kontestasi diskursus Islam di perkotaan seperti Depok menunjukkan dinamika perebutan ruang dan legitimasi ideologis, di mana dominasi politik Islam konservatif dari PKS ditentang oleh gerakan perempuan NU.Melalui resistensi etis akar rumput, perempuan NU mengembangkan ekosistem alternatif yang berlandaskan etika komunitas, mempromosikan interpretasi Islam yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi keadilan melalui jaringan pengajian, edukasi keluarga, dan advokasi nilai.Konsep moderasi beragama dan keluarga malauah yang diperjuangkan perempuan NU menjadi pilar utama resistensi ini, diinterpretasikan ulang sebagai ide-ide yang hidup, berperspektif gender, dan berdorongan etis untuk membangun masyarakat yang adil, plural, dan transformatif
<br>Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) di Depok mengembangkan resistensi etis terhadap dominasi politik Islam konservatif, yang dikendalikan oleh partai politik tertentu. Studi ini bertujuan untuk menelaah bagaimana perempuan NU mengartikulasikan dan terlibat dalam resistensi etis melalui keterlibatan organisasi, serta bagaimana tindakan ini memajukan moderasi beragama dan konsep keluarga malauah dalam konteks Islam perkotaan. Dengan menggunakan kerangka interdisipliner yang mengintegrasikan teori modal sosial, counterpublics, dan agen etis, penelitian ini menelaah strategi simbolik, struktural, dan praktis yang digunakan oleh perempuan NU di Muslimat NU, Fatayat NU, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp" type="image/webp" length="77650" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-15366.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-701e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/muslimat-nu-jamaah-metode-pendidikan-islam-ekonomi-thumb-10485.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56457-positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarak" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56457-positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarak" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:ed2e578674fb949430b4214af3d27b7a</id>
	<published>2026-07-25T12:53:06+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:53:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="journal menu" label="journal menu" />
	<category term="syukron hadi" label="syukron hadi" />
	<category term="dian fisesa" label="dian fisesa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dian,fisesa,hadi,journal,menu,syukron]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal dampak program KKN terhadap penurunan angka stunting di Desa Cumedak, dengan mengumpulkan data antropometri anak selama minimal dua tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal dampak program KKN terhadap penurunan angka stunting di Desa Cumedak, dengan mengumpulkan data antropometri anak selama minimal dua tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-f909b.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-f909b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-f909b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-f909b.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" alt="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp" title="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" alt="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56457-positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarak" title="JURIS - Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak" target="_blank">Pemberdayaan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian Desa Cumedak</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal dampak program KKN terhadap penurunan angka stunting di Desa Cumedak, dengan mengumpulkan data antropometri anak selama minimal dua tahun setelah intervensi. Selain itu, diperlukan studi yang menilai efektivitas edukasi tentang pernikahan dini dalam mengubah perilaku remaja, misalnya melalui survei praAc dan pascaAcintervensi serta analisis faktorAcfaktor yang mempengaruhi keputusan menikah. Selanjutnya, perbandingan model pemberdayaan sumber daya manusia antara pendekatan KKN tradisional dan pendekatan berbasis kemitraan dengan lembaga lokal dapat diinvestigasi untuk menentukan strategi paling efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Metode pengumpulan data dapat melibatkan survei rumah tangga, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, serta observasi partisipatif untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang perubahan perilaku. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut diharapkan menyediakan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan guna memperluas dampak positif program KKN..
<br>Upaya pemberdayaan sumber daya manusia di Desa Cumedak dilakukan melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.Tujuan utama adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal, meningkatkan pendapatan, dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.Diharapkan dengan demikian masyarakat Desa Cumedak menjadi lebih mandiri serta sejahtera secara ekonomi dan sosial
<br>Pelayanan masyarakat dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan utama meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah penempatan KKN, yaitu Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Kualitas hidup masyarakat terkait dengan berbagai aspek, antara lain kualitas pangan, kesehatan, dan kesejahteraan. Tingkat stunting di Desa Cumedak tergolong tinggi dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, khususnya stunting, mahasiswa KKN Kolaboratif kelompok 200 melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat dalam tiga tahap, yaitu survei lapangan/observasi, penyusunan program kerja, dan pelaksanaan program. Sasaran program meliputi anak stunting, ibu hamil, anak sekolah, dan remaja. Terdapat tiga program kerja yang dirancang untuk mencegah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp" type="image/webp" length="71628" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-f909b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/positif-program-deteksi-kkn-hidup-masyarakat-kampu-thumb-dad80.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4200-itsm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16915-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo Kabupaten Jember ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo Kabupaten Jember ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo Kabupaten Jember ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56459-program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56459-program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:30ee4df7948103a2b64a387ff62fa1bd</id>
	<published>2026-07-25T12:45:55+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:45:55+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="journal menu" label="journal menu" />
	<category term="syukron hadi" label="syukron hadi" />
	<category term="dian fisesa" label="dian fisesa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dian,fisesa,hadi,journal,menu,syukron]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penggunaan aplikasi ROOMPI dengan metode konvensional dalam meningkatkan layanan dan literasi bagi masyarakat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang penggunaan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penggunaan aplikasi ROOMPI dengan metode konvensional dalam meningkatkan layanan dan literasi bagi masyarakat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang penggunaan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-43e3b.webp" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-43e3b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-43e3b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-43e3b.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-31d85.webp" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-31d85.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-31d85.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-31d85.webp 1x" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" alt="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56459-program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian" title="JURIS - Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember" target="_blank">Pemberdayaan PKMB Rumah Pintar Melalui Penerapan Aplikasi AuROOMPIAy untuk Meningkatkan Layanan dan Literasi Bagi Masyarakat Desa Karangharjo, Kabupaten Jember</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara penggunaan aplikasi ROOMPI dengan metode konvensional dalam meningkatkan layanan dan literasi bagi masyarakat. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang penggunaan aplikasi ROOMPI terhadap peningkatan kualitas SDM dan ketahanan sosial di desa Karangharjo. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam pengembangan aplikasi ROOMPI untuk meningkatkan interaksi dan partisipasi masyarakat dalam layanan pendidikan..
<br>Sebagai solusi atas permasalahan mitra, telah dikembangkan aplikasi "ROOMPI" yang bertujuan untuk memberikan layanan secara online kepada masyarakat, khususnya untuk tiga layanan utama dari PKBM Rumah Pintar.Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pelayanan dapat lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah.Aplikasi "ROOMPI" mencakup berbagai aspek, termasuk pendaftaran siswa, pemantauan kemajuan belajar, dan interaksi antara siswa, guru, dan pengelola.Solusi permasalahan kedua telah diberikan penguatan SDM terkait pengelolaan layanan yang baik dan penggunaan manajemen tools yang baik.Dengan demikian, penggunaan teknologi aplikasi ini tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan pendidikan oleh Rumah Pintar.Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode SUS, diperoleh nilai 85 dengan kategori acceptable.Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi, 83% pengguna merasa puas dan aplikasi ROOMPI meningkatkan motivasi belajar secara signifikan
<br>Karangharjo adalah desa yang terletak di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki total penduduk 8.467 jiwa dengan tingkat pendidikan tamat SD sebesar 48,06%, SLTP 1,63%, dan SLTA 7,63%. Berdasarkan indeks IDM tahun 2023, desa Karangharjo masuk dalam cluster desa maju dengan nilai indeks 0.7797. Mata pencaharian penduduk desa ini adalah petani dan pedagang. Namun, berdasarkan data tahun 2023, indeks ketahanan sosial desa Silo masih di bawah nilai indeks rata-rata nasional. Untuk meningkatkan ketahanan sosial, salah satu program yang diterapkan adalah penguatan literasi pendidikan. Data menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat, khususnya di Kecamatan Silo dan sekitarnya, yang belum mengenyam pendidikan SLTP maupun SLTA. Oleh...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp" type="image/webp" length="60644" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-d0c63.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-43e3b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/3/program-rumah-pintar-kinerja-sistem-pengendalian-i-thumb-31d85.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4200-itsm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16915-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56462-organisasi-islam-jejak-model-pari" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56462-organisasi-islam-jejak-model-pari" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:514e2e27afa4f2e8fd4ae82a47c37e7f</id>
	<published>2026-07-25T12:40:17+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:40:17+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="royan utsany" label="royan utsany" />
	<category term="heni purwati" label="heni purwati" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,heni,java,purwati,royan,utsany]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model pariwisata perdamaian ini dalam menciptakan dialog dan pemahaman antar anggota Muhammadiyah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model pariwisata perdamaian ini dalam menciptakan dialog dan pemahaman antar anggota Muhammadiyah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp 1x" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" alt="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-04faa.webp" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-04faa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-04faa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-04faa.webp 1x" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" alt="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-4268d.webp" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-4268d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-4268d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-4268d.webp 1x" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" alt="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56462-organisasi-islam-jejak-model-pari" title="JURIS - A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia" target="_blank">A Peace Tourism Model for Conflict Resolution between Religious Organizations in Indonesia</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris untuk menguji efektivitas model pariwisata perdamaian ini dalam menciptakan dialog dan pemahaman antar anggota Muhammadiyah dan NU. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan peserta dari kedua organisasi dan mengevaluasi dampak dari pengalaman pariwisata tersebut. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran dan pelatihan panduan wisata dalam mempromosikan narasi rekonsiliasi dan mencegah bias sektarian. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan kurikulum pelatihan panduan wisata yang khusus untuk pariwisata perdamaian, memastikan bahwa mereka mampu menyampaikan narasi yang seimbang dan empati. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang dari pariwisata perdamaian ini terhadap hubungan antar organisasi dan masyarakat secara keseluruhan. Studi ini dapat mengeksplorasi apakah partisipasi dalam pariwisata perdamaian ini dapat meningkatkan toleransi, mengurangi prasangka, dan mendorong kolaborasi antar kelompok..
<br>Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peace tourism (pariwisata perdamaian) dapat menjadi pendekatan inovatif dan praktis dalam membangun rekonsiliasi antara anggota Muhammadiyah dan NU.Dengan memfasilitasi kunjungan ke situs-situs bersejarah yang terkait dengan kedua organisasi, seperti desa-desa, pesantren, masjid, dan pemakaman, model pariwisata perdamaian yang diusulkan menawarkan platform "dialogue for peace", sejalan dengan pendekatan reconciliation tourism.Pendekatan ini mendorong saling mengenal (taAoAruf) dan pemahaman yang lebih dalam (tafAhum) dengan melibatkan peserta dalam sejarah dan konteks budaya hidup dari kedua organisasi.Tahap-tahap awal ini menjadi dasar untuk menuju kerjasama (taAoAwun), solidaritas (takAful), dan akhirnya komitmen altruistik (thAr), yang merupakan komponen inti dari persaudaraan Islam.Peace tourism antara Muhammadiyah dan NU mewakili inovasi yang menjanjikan dan peka konteks dalam pembangunan perdamaian.Dengan menghubungkan nilai-nilai Islam, kesadaran sejarah, dan pengalaman partisipatif, model ini memiliki potensi untuk mempromosikan harmoni jangka panjang tidak hanya antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga dalam upaya yang lebih luas menuju coexistensi damai di masyarakat yang beragam
<br>Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, merupakan rumah bagi dua organisasi Islam besar: Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Meskipun keduanya berakar pada ajaran agama yang sama, sering kali muncul ketegangan akibat perbedaan dalam penafsiran dan praktik keagamaan. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada konflik dan pendekatan retoris untuk menyelesaikannya, sementara strategi praktisAiseperti pariwisataAimasih jarang mendapat perhatian. Studi konseptual ini mengeksplorasi bagaimana peace tourism (pariwisata perdamaian) dapat menjadi pendekatan baru dalam membangun rekonsiliasi antara Muhammadiyah dan NU. Peace tourism merujuk pada kegiatan perjalanan yang mendorong dialog dan pemahaman antara...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp" type="image/webp" length="66320" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-908e4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-04faa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/1/organisasi-islam-jejak-model-pariwisata-agro-nahdl-thumb-4268d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56458-elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-iqbal-sa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56458-elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-iqbal-sa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:20fc8ada2ec7bc7abd2b70eb371d2d8c</id>
	<published>2026-07-25T12:29:06+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:29:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="journal menu" label="journal menu" />
	<category term="syukron hadi" label="syukron hadi" />
	<category term="dian fisesa" label="dian fisesa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dian,fisesa,hadi,journal,menu,syukron]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan interaktif berbasis gamifikasi untuk meningkatkan pemahaman UMKM tentang strategi pemasaran digital. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas elemen-elemen gamifikasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan interaktif berbasis gamifikasi untuk meningkatkan pemahaman UMKM tentang strategi pemasaran digital. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas elemen-elemen gamifikasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-bebbd.webp" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-bebbd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-bebbd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-bebbd.webp 1x" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" alt="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-0a50f.webp" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-0a50f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-0a50f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-0a50f.webp 1x" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" alt="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp 1x" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" alt="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56458-elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-iqbal-sa" title="JURIS - Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital" target="_blank">Strategi Gamifikasi Ekonomi Digital dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi Digital di Era Transformasi Digital</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan modul pelatihan interaktif berbasis gamifikasi untuk meningkatkan pemahaman UMKM tentang strategi pemasaran digital. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas elemen-elemen gamifikasi selain hadiah atau tantangan dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penerapan gamifikasi terhadap perilaku konsumen dan pertumbuhan bisnis UMKM di era transformasi digital..
<br>Dengan kemajuan zaman dan penggunaan teknologi yang ada dalam dunia ekonomi digital masih sangat kurang dimanfaatkan dengan maksimal.Kepemahaman macam-macam strategi dalam dunia ekonomi digital mampu meningkatkan efektifitas dari penjualan serta interaksi dengan pembeli.Strategi seperti Gamifikasi merupakan strategi yang sangat seusai untuk segala kalangan dalam UMKM.Berbagai aspek yang ada dalam sebuah game dapat memberikan interaksi yang engaging untuk pembeli dengan produk atau brand yang ada.Kegiatan webinar dikatakan dapat membantu dalam memberikan pengetahuan lebih dalam mengenai Gamfikasi di dunia Ekonomi Digital berdasarkan data statistik yang ada
<br>Dengan perkembangan zaman yang telah berfokus untuk pemaksimalan penggunaan teknologi dalam dunia ekonomi digital, perlunya ada peningkatan strategi yang jitu dalam memaksimalkan teknologi tersebut. Gamfikasi merupakan penambahan elemen permainan kedalam aspek yang serius seperti ekonomi digital. Dengan penambahan serta pemahaman tentang gamifikasi mampu meningkatkan interaksi antara produk dan pembeli serta retensi penggunaan produk yang ada, memaksimalkan potensi dalam ekonomi digital. Sayangnya kurangnya literasi dan kepamahan dalam masyarakat dan UMKM yang ada menjadikan strategi ini kurang diminati. Dengan mengadakan webinar, hasil dari pengabdian yang dilakukan dikatakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp" type="image/webp" length="51764" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-bebbd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-0a50f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/elemen-gamifikasi-umkm-ekonomi-strategi-digital-li-thumb-fb5e9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4200-itsm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16915-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Local Religious Values of Javanese Sundanese Religion Resistance to Modernity ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56474-agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pend" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56474-agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pend" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:5b00c9c0e4de588f51740f1d3b141978</id>
	<published>2026-07-25T12:26:30+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:26:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp 1x" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" alt="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56474-agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pend" title="JURIS - Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity" target="_blank">Local Religious Values of Javanese-Sundanese Religion: Resistance to Modernity</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di tengah tekanan dari agama-agama mainstream. Kedua, studi komparatif antara ADS dan agama-agama mainstream dapat dilakukan untuk memahami bagaimana ADS menyesuaikan diri dengan modernitas dan mempertahankan tradisi mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ADS yang terkait dengan harmoni dengan alam dan tradisi dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial yang dihadapi manusia saat ini..
<br>Agama Djawa Soenda (ADS) terutama berfokus pada harmonisasi dengan dunia alam, tetapi juga mencerminkan perlawanan terhadap kekuatan modernitas.Modernitas, yang ditandai dengan nilai-nilai baru yang mengancam untuk merusak tradisi yang sudah mapan, ditanggapi dengan memperkuat nilai-nilai tradisional melalui pendidikan berbasis nilai.Perlawanan ini tidak terbatas pada modernitas saja, tetapi juga mencakup agama-agama asing yang dipandang sebagai tantangan terhadap keyakinan yang sudah mapan.Esensi dari perlawanan ini tercermin dalam ajaran yang menganjurkan anti-kolonialisme, mempromosikan hubungan harmonis dengan alam, dan mendorong kembali ke identitas manusia yang asli, alam, dan tradisi.Prinsip-prinsip ini dirancang untuk mendidik dan membimbing komunitas asli serta masyarakat Jawa secara keseluruhan.Interkoneksi dari ajaran-ajaran ini, yang menekankan pentingnya harmonisasi dengan alam dan pemulihan identitas manusia, berakar pada komitmen untuk menghormati dan melestarikan adat dan tradisi.Untuk tujuan ini, semua bentuk kolonialisme ditolak, mulai dari penaklukan fisik hingga dominasi budaya, termasuk penanaman agama asing.Studi ini hanya mengeksplorasi ajaran pendidikan nilai dan modernitas, belum membahas politik, konflik, dan aspek lainnya.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas konflik dan ketegangan antara ADS dan agama asing atau membandingkan perlawanan terhadap modernitas antara ADS dan agama-agama mainstream
<br>Modernitas dapat mengikis nilai-nilai tradisional, terutama agama. Agama lokal sering kali mencerminkan nilai-nilai budaya komunitas dengan lebih menonjol, menghasilkan aspek-aspek tradisional yang lebih kuat dibandingkan dengan agama-agama mainstream. Kajian ini membahas pendidikan nilai yang dididik dan diajarkan oleh Madrais, selaku pendiri Agama Djawa Soenda (ADS) kepada warga adat, terkait perlawanan terhadap modernitas. Inti dari ajaran ADS sebenarnya ajakan untuk melakukan harmoni dengan alam. Namun, ajaran ini bisa dianalisis dari aspek perlawanan mereka sesuatu yang baru (modernitas), serta membawa nilai yang membahayakan keberlangsungan ajaran mereka, termasuk agama yang datang dari luar. Dilihat dalam konteks ini, ADS mewakili komitmen ganda terhadap keberlanjutan lingkungan dan perlindungan nilai-nilai budaya tradisional....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" type="image/webp" length="62552" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-d67a0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-8a6ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/0/agama-studi-komparatif-lokal-modernitas-pendidikan-thumb-ab35d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy in Dompu Society West Nusa Tenggara Erosion and the Threat of Extinction ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy in Dompu Society West Nusa Tenggara Erosion and the Threat of Extinction ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy in Dompu Society West Nusa Tenggara Erosion and the Threat of Extinction ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56469-dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56469-dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:6a4d57e313fcbf351003d90afd9bff66</id>
	<published>2026-07-25T12:16:16+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:16:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana proses transmisi nilai Nggusu Waru terjadi dalam pendidikan keluarga di Dompu, misalnya dengan meneliti peran orang tua dan cerita lisan dalam membentuk pemahaman anak-anak. Selanjutnya, dapat dilakukan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana proses transmisi nilai Nggusu Waru terjadi dalam pendidikan keluarga di Dompu, misalnya dengan meneliti peran orang tua dan cerita lisan dalam membentuk pemahaman anak-anak. Selanjutnya, dapat dilakukan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-e7cc1.webp" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-e7cc1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-e7cc1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-e7cc1.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" alt="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-6f472.webp" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-6f472.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-6f472.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-6f472.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" alt="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp 1x" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" alt="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56469-dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik" title="JURIS - The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction" target="_blank">The Dynamics of the Nggusu Waru Philosophy  in Dompu Society, West Nusa Tenggara:  Erosion and the Threat of Extinction</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana proses transmisi nilai Nggusu Waru terjadi dalam pendidikan keluarga di Dompu, misalnya dengan meneliti peran orang tua dan cerita lisan dalam membentuk pemahaman anak-anak. Selanjutnya, dapat dilakukan studi komparatif antara Dompu dan wilayah lain yang memiliki filosofi kepemimpinan serupa untuk mengidentifikasi faktorAcfaktor yang mendukung atau menghambat pelestarian nilai tradisional. Selain itu, penelitian intervensi yang mengintegrasikan media digital (seperti aplikasi edukatif atau platform video) untuk mengajarkan nilai Nggusu Waru kepada generasi muda dapat menilai efektivitas pendekatan modern dalam meningkatkan pengetahuan dan penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehariAchari..
<br>Hasil studi ini menunjukkan bahwa filosofi Nggusu Waru masih ada dalam beberapa praktik dan sikap masyarakat Dompu, namun telah mengalami pergeseran signifikan bahkan cenderung menuju kepunahan.NilaiAcnilai tersebut terus beradaptasi dengan perubahan zaman, namun memerlukan perhatian khusus untuk dipahami, dipelihara, dan dipromosikan agar tetap relevan dalam dinamika sosial masyarakat.Tantangan utama dalam mempertahankan dan menerapkan nilai Nggusu Waru meliputi modernisasi, perubahan sosial, dan kurangnya pemahaman generasi muda, sehingga pendidikan, pengaruh lingkungan sosial, dan relevansi nilai tradisional harus ditingkatkan
<br>Falsafah hidup, sebagai warisan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, memberikan arahan penting dalam pola pikir, perilaku, dan sikap. Di beberapa wilayah di Indonesia, falsafah-falsafah ini menjadi panduan utama dalam kehidupan, baik pada tingkat individu maupun dalam konteks sosial. Penelitian ini
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp" type="image/webp" length="60056" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-e7cc1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-6f472.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/5/dukungan-lingkungan-sosial-konteks-politik-remaja-thumb-a9c91.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka Challenges Reflections and Implementation Prospects ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka Challenges Reflections and Implementation Prospects ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka Challenges Reflections and Implementation Prospects ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56460-coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-b" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56460-coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-b" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:605555e87751cef84d27254b67614a1d</id>
	<published>2026-07-25T12:08:47+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:08:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="nur rofiah" label="nur rofiah" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,rofiah,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat pentingnya keberagaman agama di Sri Lanka dan tantangan yang ada, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, penting untuk memperluas cakupan studi yang ada dengan melibatkan perspektif dari berbagai komunitas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Melihat pentingnya keberagaman agama di Sri Lanka dan tantangan yang ada, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, penting untuk memperluas cakupan studi yang ada dengan melibatkan perspektif dari berbagai komunitas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-b1289.webp" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-b1289.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-b1289.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-b1289.webp 1x" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" alt="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-f0f75.webp" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-f0f75.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-f0f75.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-f0f75.webp 1x" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" alt="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp 1x" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" alt="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56460-coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-b" title="JURIS - Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects" target="_blank">Navigating Religious Coexistence in Sri Lanka: Challenges, Reflections, and Implementation Prospects</a>: Melihat pentingnya keberagaman agama di Sri Lanka dan tantangan yang ada, penelitian lanjutan sangat dibutuhkan untuk memperdalam pemahaman kita. Pertama, penting untuk memperluas cakupan studi yang ada dengan melibatkan perspektif dari berbagai komunitas agama utama lainnya, seperti Buddha, Hindu, dan Kristen. Ini akan membantu membandingkan pengalaman dan pandangan mereka terhadap koeksistensi antaragama dengan temuan dari komunitas Muslim, sehingga memberikan gambaran yang lebih holistik tentang dinamika keberagaman di negara tersebut. Penelitian di masa depan juga dapat mengeksplorasi secara mendalam efektivitas nyata dari berbagai strategi yang diusulkan dalam mengatasi tantangan. Misalnya, bagaimana program pendidikan yang menumbuhkan empati dan literasi media untuk menangkal ujaran kebencian benar-benar mempengaruhi sikap generasi muda terhadap perbedaan agama, serta apakah implementasi kerangka hukum dan konstitusional mampu menciptakan keadilan bagi semua kelompok. Studi ini bisa mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan atau kegagalan program-program tersebut di lapangan, khususnya dari sudut pandang masyarakat akar rumput yang merasakan langsung dampaknya. Terakhir, sangat relevan untuk menyelidiki peran kepemimpinan lokal dan inisiatif komunitas di tingkat paling dasar dalam membangun jembatan antaragama. Bagaimana para pemimpin lokal dan masyarakat setempat berinovasi untuk mempromosikan dialog dan saling pengertian, bahkan ketika menghadapi hambatan politik atau finansial, bisa menjadi model pembelajaran yang berharga. Fokus pada studi kasus praktik terbaik di daerah-daerah yang berhasil menjaga harmoni, bahkan di tengah ketegangan, dapat menawarkan wawasan praktis dan inspirasi untuk upaya rekonsiliasi yang lebih luas. Dengan demikian, kita dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih kuat dan berkelanjutan..
<br>Keberagaman agama di Sri Lanka menghadirkan tantangan terhadap koeksistensi yang harmonis, meliputi eksploitasi politik, kerangka hukum, pengaruh media, komunikasi yang lemah, pendidikan yang tidak efektif, dan kurangnya sumber daya finansial.Mengatasi hambatan-hambatan ini melalui reformasi pendidikan, dialog antaragama, perlindungan konstitusional, regulasi media, dan strategi nasional dapat mendorong masyarakat yang lebih inklusif.Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menyajikan data wawancara dari dua organisasi Islam, sehingga studi di masa depan perlu melibatkan representasi antaragama yang lebih luas untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif
<br>Harmoni agama dan etnis di Sri Lanka menghadapi tantangan signifikan, termasuk intervensi politik yang memanfaatkan agama, kerangka hukum yang tidak diterapkan untuk keberagaman etnis, pengaruh media yang memecah belah, komunikasi dan koordinasi yang buruk antar pemangku kepentingan, sistem pendidikan yang tidak efektif, serta kurangnya sumber daya keuangan untuk mendorong inklusivitas. Mengatasi masalah ini memerlukan penghapusan agama dari ranah politik, penegakan ketat terhadap ketentuan hukum dan perlindungan konstitusional, pemantauan media untuk menekan ujaran kebencian,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp" type="image/webp" length="58830" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-b1289.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-f0f75.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/4/coexistence-pluralism-lanka-komunikasi-lemah-buday-thumb-0784f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Implementasi Layanan Arsip Kita LARSITA di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Layanan Arsip Kita LARSITA di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Layanan Arsip Kita LARSITA di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56452-pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengel" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56452-pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengel" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:c484cc657d269e2a1735249a37a302c9</id>
	<published>2026-07-25T12:04:35+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T12:04:35+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang LARSITA terhadap peningkatan transparansi pemerintahan di Kabupaten Belitung Timur. Studi berikutnya dapat mengevaluasi efektivitas pelatihan digital bagi petugas arsip dan masyarakat melalui analisis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang LARSITA terhadap peningkatan transparansi pemerintahan di Kabupaten Belitung Timur. Studi berikutnya dapat mengevaluasi efektivitas pelatihan digital bagi petugas arsip dan masyarakat melalui analisis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" alt="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-17fd8.webp" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-17fd8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-17fd8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-17fd8.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" alt="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-9758f.webp" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-9758f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-9758f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-9758f.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" alt="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56452-pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengel" title="JURIS - Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur" target="_blank">Implementasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur</a>: Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang LARSITA terhadap peningkatan transparansi pemerintahan di Kabupaten Belitung Timur. Studi berikutnya dapat mengevaluasi efektivitas pelatihan digital bagi petugas arsip dan masyarakat melalui analisis preAcpost pengetahuan dan kepuasan pengguna. Selain itu, penelitian dapat mengukur penerapan teknologi blockchain untuk menjamin integritas metadata arsip dan menilai kepercayaan publik terhadap sistem digital. Peneliti juga dapat membandingkan kinerja LARSITA dengan aplikasi serupa di kabupaten lain untuk meng_square sistem dan menyesuaikan kebijakan berbasis bukti. Perlu juga dilakukan evaluasi biayaAcmanfaat implementasi, termasuk biaya infrastruktur, pelatihan, dan pemeliharaan, serta efektivitasnya dalam mengurangi pengeluaran operasional. Penelitian dapat mengkaji bagaimana aplikasi LARSITA mempengaruhi perilaku digitalisasi arsip di sektor pendidikan, khususnya dalam memfasilitasi riset dan pengembangan. Analisis kontekstual terkait kesenjangan digital di daerah pedesaan dapat mengarahkan strategi peningkatan akses data dan konektivitas. Terakhir, perencanaan studi ke depan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam pencarian AAAEU arsip dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan..
<br>Implementasi LARSITA di Kabupaten Belitung Timur menunjukkan peningkatan efisiensi pelayanan arsip secara signifikan, dengan waktu penyelesaian permohonan berkurang rata-rata 30%.Aplikasi ini juga memperluas akses publik terhadap arsip statis dan layanan restorasi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal.Penggunaan sistem berbasis web dan cloud memperkuat keamanan data dan memfasilitasi integrasi layanan publik, namun masih perlu ditingkatkan infrastruktur jaringan dan literasi digital
<br>Transformasi digital dalam layanan kearsipan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi phm, aksesibilitas, dan pelestarian arsip di era teknologi informasi. Penelitian ini mengkaji implementasi aplikasi Layanan Arsip Kita (LARSITA) di Kabupaten Belitung Timur yang mencakup layanan arsip statis, pembinaan dan pengelolaan arsip, serta layanan restorasi keluarga dan bencana Gefahr. Aplikasi ini memfasilitasi digitalisasi arsip dengan tujuan mempercepat proses pelayanan, memperluas akses masyarakat,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp" type="image/webp" length="97590" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-885b8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-17fd8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/4/pelestarian-arsip-statis-digitalisasi-pengelolaan-thumb-9758f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-956-anri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13172-jurnal-kearsipan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality A Critical Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality A Critical Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality A Critical Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56466-tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengem" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56466-tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengem" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:974ff21f146fa5473da428b99836ccd5</id>
	<published>2026-07-25T11:57:24+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T11:57:24+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<category term="nur rofiah" label="nur rofiah" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[nur,rofiah,stats,theme,view,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana persepsi kesakralan ritual agama berbeda di antara kelompok budaya dan bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi perilaku moral, sehingga menjawab pertanyaan: "Bagaimana perbedaan persepsi kesakralan ritual ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana persepsi kesakralan ritual agama berbeda di antara kelompok budaya dan bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi perilaku moral, sehingga menjawab pertanyaan: "Bagaimana perbedaan persepsi kesakralan ritual ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp 1x" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" alt="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-01ec1.webp" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-01ec1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-01ec1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-01ec1.webp 1x" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" alt="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-f37b1.webp" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-f37b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-f37b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-f37b1.webp 1x" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" alt="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56466-tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengem" title="JURIS - The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review" target="_blank">The Complicated Relationship of Religious Rituals and Morality: A Critical Review</a>: Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana persepsi kesakralan ritual agama berbeda di antara kelompok budaya dan bagaimana perbedaan tersebut memengaruhi perilaku moral, sehingga menjawab pertanyaan: "Bagaimana perbedaan persepsi kesakralan ritual agama antar budaya memengaruhi tindakan moral?" Selain itu, studi longitudinal yang melacak partisipasi rutin dalam ritual tertentu selama beberapa tahun dapat mengungkap dampaknya terhadap perkembangan nilai moral individu, menguji hipotesis bahwa keterlibatan berkelanjutan dalam ritual meningkatkan orientasi moral seiring waktu. Selanjutnya, eksperimen yang membandingkan pengaruh makna simbolik versus konteks sosial dalam ritual terhadap keputusan moral dapat memberikan wawasan tentang mekanisme dominan yang mendasari efek ritual, dengan pertanyaan penelitian: "Apakah makna simbolik atau konteks sosial lebih berperan dalam memengaruhi keputusan moral setelah partisipasi dalam ritual?" Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang kompleksitas hubungan antara ritual agama dan moralitas, sekaligus mengatasi keterbatasan metodologis yang ada pada studi sebelumnya..
<br>Pemahaman ritual agama harus melampaui batas kesalehan pribadi karena praktiknya sering menyusup ke konteks sosial, berkontribusi pada internalisasi nilai moral melalui elemen sakral dan simbolik.Kompleksitas ini menjelaskan mengapa temuan empiris tentang hubungan ritual dan moralitas sering tidak konklusif atau kontradiktif, dan pendekatan behavioristik yang menyederhanakan ritual sebagai habitus moral tidak menangkap dimensi sakral yang esensial.Oleh karena itu, komunitas akademik perlu mengembangkan metodologi multifaset yang mengintegrasikan sakralitas, simbolisme, dan dinamika sosial untuk memahami secara mendalam bagaimana ritual berkontribusi pada pembentukan tatanan moral
<br>Meskipun banyak studi ilmiah telah memusatkan perhatian pada hubungan antara agama dan moralitas, agama mencakup berbagai domain sehingga diperlukan pemeriksaan yang terfokus pada ritual agama dan perannya dalam moralitas manusia. Dengan meninjau temuan penelitian dan kerangka teoritis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana ritual memengaruhi perilaku moral. Hasil empiris yang terkadang kontradiktif menghasilkan literatur yang beragam dan kesimpulan yang tidak pasti. Namun, model teoretis secara konsisten menunjukkan bahwa ritual memengaruhi moralitas melalui beberapa mekanisme, yaitu perilaku, spiritual, perilaku-spiritual, interaksi sosial, dan antropologis. Temuan menunjukkan bahwa pengaruh ritual terhadap tatanan moral dan perilaku tidak bersifat sederhana, melainkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp" type="image/webp" length="76636" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-ab50d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-01ec1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/0/tatanan-moral-keluarga-nilai-generasi-pengembangan-thumb-f37b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas Central Java Holistic Integrative Fiqh Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas Central Java Holistic Integrative Fiqh Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas Central Java Holistic Integrative Fiqh Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56461-seni-wayang-topeng-nilai-islam-kulit" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56461-seni-wayang-topeng-nilai-islam-kulit" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:a82e7dd2498b4a7187e0285c0ff77f21</id>
	<published>2026-07-25T11:55:22+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T11:55:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="samsul rizal" label="samsul rizal" />
	<category term="theme zanash" label="theme zanash" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,rizal,samsul,theme,zanash]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi sejauh mana praktik seni wayang kulit dalam membentuk identitas budaya Islam, dengan pendekatan fikih holistik-integratif seperti yang dilakukan Ki Ratmiko Siswo Carito di Banyumas, juga diterapkan dan berhasil ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi sejauh mana praktik seni wayang kulit dalam membentuk identitas budaya Islam, dengan pendekatan fikih holistik-integratif seperti yang dilakukan Ki Ratmiko Siswo Carito di Banyumas, juga diterapkan dan berhasil ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-9d23e.webp" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-9d23e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-9d23e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-9d23e.webp 1x" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" alt="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-c30c5.webp" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-c30c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-c30c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-c30c5.webp 1x" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" alt="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp 1x" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" alt="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56461-seni-wayang-topeng-nilai-islam-kulit" title="JURIS - Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective" target="_blank">Ki Ratmiko Siswo CaritoAos Shadow Puppet Art in Forming Islamic Cultural Identity in Banyumas, Central Java: Holistic-Integrative Fiqh Perspective</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi sejauh mana praktik seni wayang kulit dalam membentuk identitas budaya Islam, dengan pendekatan fikih holistik-integratif seperti yang dilakukan Ki Ratmiko Siswo Carito di Banyumas, juga diterapkan dan berhasil di wilayah lain di Indonesia. Penting untuk menguji apakah model integrasi budaya-agama ini dapat direplikasi atau perlu adaptasi khusus sesuai konteks lokal di daerah lain yang memiliki tradisi wayang dan populasi Muslim yang signifikan, serta menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam strategi da'wah yang digunakan. Selain itu, mengingat generasi muda adalah penerus warisan budaya, studi mendalam tentang efektivitas pertunjukan wayang kulit Ki Ratmiko Siswo Carito atau dalang lain dalam memengaruhi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam pada generasi milenial dan Gen Z akan sangat bermanfaat. Penelitian ini bisa meneliti bagaimana adaptasi artistik, penggunaan media digital, atau gaya pementasan yang lebih kontemporer dapat meningkatkan daya tarik dan relevansi wayang sebagai sarana pendidikan agama bagi audiens yang lebih muda. Terakhir, sebuah studi dapat menyelidiki bagaimana kolaborasi lintas sektor yang diusulkan antara dai, pemerintah, dalang, aktivis budaya, guru, dan masyarakat dapat secara optimal diimplementasikan untuk menciptakan konten edukatif yang inovatif dan menarik melalui wayang, tidak hanya untuk memperkuat identitas Islam tetapi juga untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan universal dan kohesi sosial dalam masyarakat yang semakin beragam..
<br>Seni wayang kulit di Banyumas berfungsi sebagai kunci dalam menyampaikan identitas Islam dan nilai-nilai fikih secara holistik dan integratif.Sebagai medium artistik, seni wayang kulit secara efektif mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya lokal, menciptakan dialog yang harmonis antara tradisi lama dan kontemporer di Banyumas.Pendekatan fikih holistik-integratif yang diterapkan oleh Ki Ratmiko Siswo Carito menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat bersinergi tanpa merusak identitas budaya Islam di Banyumas, Jawa Tengah
<br>Studi tentang pengintegrasian seni wayang dalam lanskap budaya Islam di Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, menyoroti peran Ki Ratmiko Siswo Carito dalam pelestarian budaya dan pendidikan agama. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Ki Ratmiko Siswo Carito membentuk budaya Islam melalui seni wayang berdasarkan fikih yang holistik dan integratif. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan mencari dokumen-dokumen tertulis baik dari buku, artikel, maupun dokumen tertulis lainnya yang mendukung topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Ratmiko Siswo Carito membentuk identitas budaya Islam melalui pertunjukan wayang yang cermat dalam menyampaikan ajaran-ajaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp" type="image/webp" length="94140" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-9d23e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-c30c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/a/seni-wayang-topeng-nilai-nilai-islam-kulit-jawa-ki-thumb-6798b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13109-walisongo-jurnal-penelitian-sosial-keagamaan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56455-temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-56455-temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-07-25:44865691ee436bad9ff17bf1bc05d365</id>
	<published>2026-07-25T11:13:42+07:00</published>
	<updated>2026-07-25T11:13:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="journal menu" label="journal menu" />
	<category term="syukron hadi" label="syukron hadi" />
	<category term="dian fisesa" label="dian fisesa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dian,fisesa,hadi,journal,menu,syukron]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kemampuan skalabilitas sistem irigasi berbasis IoT ketika diterapkan pada lahan perkebunan yang lebih luas atau pada jenis tanaman lain, sehingga dapat diketahui batas optimal penerapannya. Selanjutnya, studi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kemampuan skalabilitas sistem irigasi berbasis IoT ketika diterapkan pada lahan perkebunan yang lebih luas atau pada jenis tanaman lain, sehingga dapat diketahui batas optimal penerapannya. Selanjutnya, studi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-2fd67.webp" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-2fd67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-2fd67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-2fd67.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" alt="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-ddaa2.webp" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-ddaa2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-ddaa2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-ddaa2.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" alt="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp 1x" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" alt="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-56455-temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la" title="JURIS - Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT" target="_blank">Penguatan Pengelola Lahan Kelengkeng di Perkebunan Sentool melalui Teknologi Berbasis IoT</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kemampuan skalabilitas sistem irigasi berbasis IoT ketika diterapkan pada lahan perkebunan yang lebih luas atau pada jenis tanaman lain, sehingga dapat diketahui batas optimal penerapannya. Selanjutnya, studi dapat mengintegrasikan teknik pembelajaran mesin untuk menghasilkan model prediktif yang memperkirakan kebutuhan irigasi berdasarkan data sensor realActime, guna meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Selain itu, diperlukan analisis jangka panjang mengenai dampak ekonomi dan lingkungan dari adopsi teknologi IoT di perkebunan kecil, termasuk analisis biayaAcmanfaat serta kontribusi terhadap keberlanjutan pertanian, guna memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat bagi petani dan pemangku kepentingan..
<br>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah selesai dan sistem pengendalian pengairan serta monitoring kondisi lahan berbasis IoT untuk tanaman kelengkeng berhasil diimplementasikan di perkebunan Sentool.Karyawan kini menguasai operasi sistem, sehingga dapat mengurangi kendala pengairan manual.Selain itu, mereka dapat dengan mudah memantau kondisi lahan kelengkeng melalui aplikasi yang dibangun, mempermudah pemeliharaan tanaman
<br>Perkebunan Sentool merupakan salah satu perkebunan di Kabupaten Jember yang saat ini mengembangkan kelengkeng sebagai salah satu produk unggulannya. Berdasarkan hasil observasi sebelumnya, ditemukan dua permasalahan, yaitu kesulitan pekerja dalam memantau lahan serta penggunaan sumber daya air yang tidak efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disiapkan teknologi yang tepat untuk mengendalikan irigasi dan memantau kondisi lahan berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat membantu pekerja perkebunan Sentool dalam mengelola area perkebunan kelengkeng. Implementasi kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahapan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp" type="image/webp" length="63180" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-2fd67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-ddaa2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/2/temuan-sistem-pengendalian-internal-sumber-daya-la-thumb-04361.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4200-itsm.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16915-jurnal-pengabdian-masyarakat.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Sat, 25 Jul 2026 15:41:51 +0700. 24 items. Served in: 5.085 seconds [atom] -->
