<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.327-21aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.327-21aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-08-21T16:52:41+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59861-implikasi-makna-bahr-ilmu-ma-ani-yajyz-ithnyb-maan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59861-implikasi-makna-bahr-ilmu-ma-ani-yajyz-ithnyb-maan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:2543a3e4a811debc3c992d60b32be87f</id>
	<published>2026-08-21T16:31:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T16:31:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="46 hakam al" label="46 hakam al" />
	<category term="ilmu ma" label="ilmu ma" />
	<category term="b mus" label="b mus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[46,al,b,hakam,ilmu,ma,mus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menjelaskan dengan gamblang bagaimana keindahan bahasa Al-Qur'an melalui ilmu Ma'ani, khususnya pada aspek yjyz, ithnyb, dan musywah. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menjelaskan dengan gamblang bagaimana keindahan bahasa Al-Qur'an melalui ilmu Ma'ani, khususnya pada aspek yjyz, ithnyb, dan musywah. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-9c62a.webp" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-9c62a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-9c62a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-9c62a.webp 1x" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" alt="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-17179.webp" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-17179.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-17179.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-17179.webp 1x" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" alt="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp 1x" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" alt="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59861-implikasi-makna-bahr-ilmu-ma-ani-yajyz-ithnyb-maan" title="JURIS - Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir" target="_blank">Ilmu MaAoani dan Peranannya dalam Tafsir</a>: Penelitian ini telah menjelaskan dengan gamblang bagaimana keindahan bahasa Al-Qur'an melalui ilmu Ma'ani, khususnya pada aspek yjyz, ithnyb, dan musywah. Untuk memperkaya pemahaman kita, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menganalisis lebih banyak ayat Al-Qur'an atau bahkan surah-surah tertentu secara lebih mendalam, tidak hanya untuk menemukan contoh-contoh baru dari yjyz, ithnyb, dan musywah, tetapi juga untuk mengidentifikasi pola-pola penggunaannya dan dampak maknanya dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, apakah ada perbedaan signifikan dalam penggunaan gaya bahasa ini antara surah-surah Makkiyah dan Madaniyah? Kedua, karena penelitian ini fokus pada analisis tekstual dari literatur klasik, studi berikutnya dapat mencoba mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep balaghah ini dapat diajarkan atau dipahami oleh generasi muda yang bahasa Arabnya mungkin tidak sefasih penutur asli atau ulama klasik. Ini bisa melibatkan pengembangan modul pembelajaran interaktif atau pendekatan didaktik yang memanfaatkan teknologi modern, sehingga keindahan dan kemukjizatan bahasa Al-Qur'an dapat lebih mudah diakses dan diapresiasi oleh khalayak yang lebih luas, termasuk non-akademisi. Ketiga, mengingat bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat bahasa, penelitian komparatif dengan karya sastra Arab pra-Islam atau pasca-Islam dapat dilakukan untuk secara lebih ilmiah menunjukkan keunikan dan superioritas Al-Qur'an dalam penggunaan yjyz, ithnyb, dan musywah, sekaligus mempertegas bahwa Al-Qur'an bukanlah karya sastra manusia biasa..
<br>Ilmu MaAoani mencakup yjyz (redaksi singkat padat makna), ithnyb (penambahan lafazh untuk tujuan tertentu dengan tujuh bentuk), dan musywah (ungkapan sesuai jumlah kata dan luas makna tanpa penambahan atau pengurangan).Ketiga unsur ini, baik yjyz, ithnyb, maupun musywah, masing-masing memberikan implikasi makna yang berbeda-beda sesuai konteks pembicaraan dan kehendak penutur, serta menimbulkan efek luar biasa bagi lawan bicara.Dalam konteks Al-Qur'an, penggunaan yjyz, ithnyb, dan musywah berfungsi sebagai bukti kemukjizatan dan kefasihan kalam Allah SWT, menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah firman Tuhan, bukan buatan manusia
<br>Artikel ini membahas tentang yjyz, ithnyb, dan musywah dalam al-Quryn, ketiganya adalah bagian dari ilmu maAoani dalam ilmu balyghah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui maksud dari yjyz, ithnyb, dan musywah dan bagaimana aplikasinya didalam ayat al-Quryn serta bagaimana makna yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif, bersumber dari literatur-literatur tertulis, baik itu kitab-kitab ulym al-Quryn, balyghah, bahkan juga kitab tafsir al-Quryn dengan pendekatan deskriptif analisis, yaitu dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp" type="image/webp" length="85752" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-9c62a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-17179.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/9/implikasi-makna-bahr-ilmu-maani-yajyz-ithnyb-maani-thumb-37778.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS Cloud Service Models ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59843-adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learn" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59843-adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learn" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:b0e78ccddec11eb239e476b5f12fe0d3</id>
	<published>2026-08-21T16:31:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T16:31:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp 1x" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" alt="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59843-adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learn" title="JURIS - Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models" target="_blank">Potential Security Issues in Implementing IaaS and PaaS  Cloud Service Models</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang implikasi keamanan pada model layanan cloud, khususnya pada tingkat integritas dan kerahasiaan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang cara-cara baru untuk mengkategorikan serangan siber dan standarisasi terminologi yang digunakan. Penelitian ini juga mengusulkan pengembangan sistem keamanan cloud yang terintegrasi dengan model layanan IaaS dan PaaS. Dengan demikian, sistem keamanan cloud dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap ancaman internal dan eksternal. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang algoritma Machine Learning (ML) yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mencegah serangan siber pada model layanan cloud. Penelitian ini juga menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi keamanan dari model layanan IaaS dan PaaS masih sangat luas.Dampak terberat dari serangan siber adalah pada tingkat integritas, yang terjadi pada lapisan aplikasi.Sementara itu, implikasi terendah terjadi pada tingkat kerahasiaan, hanya pada model layanan IaaS.Penelitian ini juga menemukan bahwa para peneliti mengkategorikan berbagai metode serangan dengan cara yang tidak standar.Banyak yang tidak membedakan antara tingkat layanan cloud yang berbeda (IaaS dan PaaS), yang dapat menimbulkan masalah karena kedua model ini beroperasi pada tingkat yang berbeda.Penelitian ini mengusulkan desain kombinasi kerangka kerja Machine Learning (ML) untuk mendeteksi ancaman internal dan eksternal pada tingkat IaaS dan PaaS.Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengumpulkan data dan melatih model ML agar MLaaS dapat diterapkan dengan efektif
<br>Seiring dengan perkembangan dunia digital, ancaman keamanan siber juga terus berkembang dan meluas. Sayangnya, kebanyakan pengguna komputer tidak memahami hal ini dengan baik. Model-model cloud yang ditawarkan oleh berbagai penyedia cloud publik masih terfokus pada tiga lapisan layanan: sumber daya infrastruktur, platform aplikasi, dan layanan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami model layanan cloud yang dapat diakses dan mengidentifikasi dampak dari adopsi model layanan IaaS atau PaaS terhadap keamanan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki cara para peneliti...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" type="image/webp" length="103352" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-a4683.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-784f5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/d/adopsi-model-sumber-daya-cloud-machine-learning-ke-thumb-9caea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna Dn dalam Al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:0b52a3be9040ee694208203745a7e4a9</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp 1x" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59852-agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai" title="JURIS - Makna Dn dalam Al-QurAoan" target="_blank">Makna Dn dalam Al-QurAoan</a>: Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Qur'an dengan pemahaman agama-agama lain tentang konsep agama dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan dalam konteks sosial kontemporer, khususnya dalam mempromosikan toleransi dan kesetaraan antar umat beragama..
<br>Menggali makna din pada surat al-Kafirun ayat 6 dengan menggunakan semiotika Roland Barthes membuktikan bahwa konstruksi batasan agama hanya berdasarkan dua aspek yaitu kepercayaan pada Tuhan dan mempunyai ritual ibadah sebagaimana yang dianut oleh masyarakat jahiliyah waktu itu.Meskipun model kepercayaan mereka pada Tuhan adalah politeisme, bahkan mereka melakukan ritual ibadah berdasarkan hawa nafsu serta mereka tidak memiliki konsep nabi dan kitab suci.Berdasarkan hasil temuan ini, jika dihadapkan dengan ketetapan negara mengenai rumusan kriteria agama resmi yang diakui, al-QurAoan justru lebih longgar dan inklusif.Sedangkan telah jamak diketahui bahwa jumlah agama lokal jauh lebih banyak dari pada agama resmi di Indonesia.Hal ini sekaligus mempertegas bahwa semangat yang dibawa oleh al-QurAan adalah toleransi dan egaliter
<br>Artikel ini berusaha meneliti makna kata dn yang terdapat pada surat al-Kafirun: 6 sebagai refleksi perdebatan mengenai batasan kriteria agama resmi dalam negara. Penulis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam menganalisa makna kata din yaitu dengan melihat dari aspek denotasi sebagai sistem linguistik dan aspek konotasi sebagai sistem mitologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian adalah pada sistem lingusitik kata dn bermakna agama. Kemudian pada sistem mitologi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" type="image/webp" length="89018" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-258bb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-a7101.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/8/agama-lokal-studi-komparatif-integrasi-ai-sistem-d-thumb-f3b2d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Makna ar Al Sujud dalam Q S Al Fatu 48 29 Pendekatan MaAona Cum MaghzA ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:1e10ee0ad79f9cc5490a8f4068c32971</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp 1x" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" alt="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59851-aar-al-sujd-qs-fatu-maaona-cum-maghza-su" title="JURIS - Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA" target="_blank">Makna ar Al-Sujud dalam Q.S. Al-Fatu [48]: 29 Pendekatan MaAona-Cum-MaghzA</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat tentang tanda kesalehan. Kedua, penelitian tentang makna Aar al-sujd dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan hermeneutik yang lebih luas, seperti pendekatan maAonA cum maghzA, untuk menemukan makna yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian tentang dinamika penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dalam kitab tafsir dapat dilakukan dengan menganalisis berbagai tafsir klasik dan kontemporer, serta mengkaji perkembangan pemahaman tentang Aar al-sujd sepanjang sejarah..
<br>29 mengandung pesan utama untuk menjaga perdamaian dan dalam menyelesaikan masalah harus mengutamakan jalan damai dari pada berperang.Sikap keras para sahabat terhadap orang kafir, disebabkan sikap orang kafir yang melapaui batas.Sikap kasih sayang sesama umat muslim merupakan sikap yang harus dijaga karena dengan saling berkasih sayang, maka akan menguatkan islam.29 menunjukkan bahwa tanda hitam yang terdapat pada wajah tidak ada kaitannya dengan tanda hitam yang terdapat pada kening.ar al-sujd dipahami sebagaimna pancaran, keagungan, ketenangan yang tampak pada wajah yang direfleksikan pada ketaatan, kekhusyukAoan serta ketawadhukan
<br>Artikel ini bertujuan untuk menemukan makna kontemporer terhadap kata aar al-sujd yang terdapat dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dengan tinjauan hermeneutik maAona-cum-maghza. Kajian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengaplikasian pendekataan ini terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dengan memperhatikan pada aspek analisis tekstual yang dipadukan dengan analisis kontekstual. Sehingga berdasakan kedua tinjauan tersebut akan menemukan makna signifikansi fenomenal historis dan dinamis terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 Adapaun hasil temuan menunjukkan bahwa aar al-sujd pada QS. Al-Fath [48]: 29 menggambarkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" type="image/webp" length="97836" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-b36e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-1e56f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/3/aar-al-sujd-qs-al-fatu-maaona-cum-maghza-al-sujd-m-thumb-de74c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep NasAkh wal Manskh ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:e347b55c3a57e73ebeb78b7cb0dca691</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp 1x" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" alt="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59850-ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma" title="JURIS - Konsep NasAkh wal Manskh" target="_blank">Konsep NasAkh wal Manskh</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam antara pemikiran Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed tentang konsep nasakh wal mansukh. Selain itu, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu seperti metode ijtihad modern yang ditawarkan An-Na'im atau penggunaan konsep makkiyyah dan madaniyyah dalam menentukan konsep nasakh. Penelitian juga dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana konsep nasakh dapat diterapkan dalam konteks kontemporer dan relevansinya dengan kebutuhan umat Islam saat ini..
<br>Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa nasakh dapat diartikan sebagai pemindahan suatu ketentuan hukum syar'i dengan hukum syar'i yang datang kemudian karena sebuah kemaslahatan yang menghendakinya.Akan tetapi, menurut penulis ketentuan-ketentuan hukum yang telah di-nasakh suatu waktu dapat diberlakukan kembali jika kemaslahatan menghendakinya sebagaimana pendapat An-Na'im.Penulis juga setuju dengan pendapat Abdullah Saeed bahwa hukum pada dasarnya dapat berubah mengikut situasi dan kondisi umat Islam.Oleh karena itu, menurut penulis konsep nasakh yang ditawarkan oleh Abdullah Saeed dapat digunakan sebagai langkah untuk menghadirkan solusi di tengah masalah umat saat ini dengan jalan menafsiri ulang Al-Qur'an.Akan tetapi penulis menambahkan catatan bahwa penulis lebih setuju jika nasakh diartikan dengan istilah 'menunda' atau 'mengganti' dari pada dengan istilah 'menghapus' atau 'membatalkan'
<br>Teori nasakh wal mansukh masih menjadi perdebatan sampai sekarang baik di kalangan ulama tafsir maupun di kalangan ulama usul fiqih. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep nasakh wal mansukh yang ditawarkan oleh dua ulama kontemporer sebagai bentuk respons mereka dari perdebatan yang terus berlangsung. Dua ulama kontemporer tersebut yaitu Abdullah Ahmad An-Na'im dan Abdullah Saeed. Tulisan ini merupakan bentuk penelitian pustaka dan merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam tulisan ini didapatkan dari penelusuran sumber-sumber tertulis seperti buku dan artikel. Data yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" type="image/webp" length="89954" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-b8f93.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-264e7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/ulama-kontemporer-nasakh-wal-mansukh-abdullah-ahma-thumb-7d519.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ AyAh Dalam Kitab Al Tafsr Al BayAni Li Al QurAn Al Karm ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ AyAh Dalam Kitab Al Tafsr Al BayAni Li Al QurAn Al Karm ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ AyAh Dalam Kitab Al Tafsr Al BayAni Li Al QurAn Al Karm ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59849-bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-bayani-intertekst" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59849-bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-bayani-intertekst" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:694748a3c5cfb7801932cda72e3a4665</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Melihat cakupan penelitian ini yang terfokus pada kata 'uayAh' di beberapa surah pendek dalam Al-Tafsr Al-BayAni, penelitian lanjutan dapat memperluas fokus ke term-term Al-Qur'an fundamental lainnya yang sering muncul, seperti 'maut' atau 'qalb', untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Melihat cakupan penelitian ini yang terfokus pada kata 'uayAh' di beberapa surah pendek dalam Al-Tafsr Al-BayAni, penelitian lanjutan dapat memperluas fokus ke term-term Al-Qur'an fundamental lainnya yang sering muncul, seperti 'maut' atau 'qalb', untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp 1x" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" alt="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-76dd6.webp" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-76dd6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-76dd6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-76dd6.webp 1x" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" alt="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-15994.webp" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-15994.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-15994.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-15994.webp 1x" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" alt="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59849-bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-bayani-intertekst" title="JURIS - AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur&#039;An Al-Karm" target="_blank">AyAh Dalam Kitab Al-Tafsr Al-BayAni Li Al-Qur'An Al-Karm</a>: Melihat cakupan penelitian ini yang terfokus pada kata 'uayAh' di beberapa surah pendek dalam Al-Tafsr Al-BayAni, penelitian lanjutan dapat memperluas fokus ke term-term Al-Qur'an fundamental lainnya yang sering muncul, seperti 'maut' atau 'qalb', untuk menganalisis bagaimana Bint Al-SyAti' membangun pemaknaan konsep-konsep tersebut melalui pendekatan intertekstualitas Julia Kristeva. Studi ini dapat mengidentifikasi pola-pola transformasi dan modifikasi dalam penafsiran beliau terhadap berbagai konsep kehidupan dan eksistensi, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang kekayaan metode penafsiran beliau. Selain itu, sangat menarik untuk mengembangkan perbandingan intertekstualitas Bint Al-SyAti' tidak hanya dengan tafsir al-Kasyaf, tetapi juga dengan karya-karya tafsir kontemporer atau klasik lain yang relevan, terutama yang memiliki basis linguistik kuat. Hal ini akan membantu mengidentifikasi sejauh mana Bint Al-SyAti' berinteraksi dengan berbagai tradisi keilmuan tafsir dan bagaimana elemen-elemen seperti 'demitefikasi' Kristeva berperan dalam proses tersebut. Terakhir, mengingat apresiasi publik terhadap karya Bint Al-SyAti' dan harapan agar beliau melanjutkan tafsirnya, sebuah studi dapat mencoba mengaplikasikan metode penafsiran Bint Al-SyAti' yang khasAiyang menggabungkan semangat Amin al-Khulli dengan interpretasi linguistikAipada surah-surah Al-Qur'an lain yang belum beliau sentuh. Pertanyaan kuncinya adalah: apakah metode tersebut tetap efektif dan konsisten dalam mengungkap makna Al-Qur'an secara intertekstual di konteks surah yang berbeda, sehingga dapat memberikan perspektif baru terhadap potensi pengembangan kajian tafsir..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa teori Semanalisis dan Intertekstualitas Julia Kristeva efektif digunakan untuk menafsirkan makna dalam Al-Qur'an, di mana interpretasi selalu mengalami penyesuaian kontekstual.Bint Al-SyAti' menafsirkan Al-Qur'an menggunakan metode yang dikembangkan suaminya, Amin al-Khulli, namun mengutip penafsiran Zamakhsyari, khususnya dalam mengungkapkan kata 'uayah' dan intertekstualitasnya dengan tafsir al-Kasyaf.Novelti penelitian ini terletak pada pemaknaan 'kehidupan dunia' sebagai 'Ikhtiyar' atau mencintai diri sendiri dalam Al-Tafsr Al-BayAni, yang berbeda dengan al-Kasyaf, serta definisi 'kehidupan akhirat' sebagai 'tahassur' yang melibatkan transformasi dan modifikasi interpretasi
<br>Penelitian ini berfokus pada telaah kata hAyah dalam kitab Al-Tafsr Al-BayAni li Al-Qur'An Al-Karm dengan menggunakan intertektualitas Julia Kristeva sebagai pisau analisis. Penelitian ini mengungkapkan biografi akademik yang merupakan unsur pelacakan pemikiran dari AAoisyah Bint Al-SyAtiAo. Penelitian ini juga mengungkapkan eksplanasi dari kitab tersebut dan menggali dari perspektif intertektualitas terhadap kitab al-kasyaf sebagai sumber referensi dari Al-Tafsr Al-BayAni li Al-Qur'An Al-Karm. dalam penelitian ini mengungkapkan beberapa unsur yang ditemukan yaitu tranposisi, modifikasi dan demitefikasi
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp" type="image/webp" length="86848" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-59b9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-76dd6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/9/bint-al-shafiheld-ayah-tafsir-al-bayani-intertekst-thumb-15994.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Log Monitoring System using Quick Response QR Code A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing System ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Log Monitoring System using Quick Response QR Code A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing System ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Log Monitoring System using Quick Response QR Code A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing System ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59848-integrasi-ai-sistem-efektivitas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59848-integrasi-ai-sistem-efektivitas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:8aa0390014d5ceb277efec53f05a3444</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan efektivitas sistem pemantauan log berbasis QR dalam penelusuran kontak di lingkungan universitas. Untuk penelitian lanjutan, sebuah studi dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana persepsi privasi pengguna dan kepatuhan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini menunjukkan efektivitas sistem pemantauan log berbasis QR dalam penelusuran kontak di lingkungan universitas. Untuk penelitian lanjutan, sebuah studi dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana persepsi privasi pengguna dan kepatuhan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-80cff.webp" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-80cff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-80cff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-80cff.webp 1x" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" alt="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp 1x" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" alt="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-1ba15.webp" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-1ba15.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-1ba15.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-1ba15.webp 1x" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" alt="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59848-integrasi-ai-sistem-efektivitas" title="JURIS - Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System" target="_blank">Log Monitoring System using Quick Response (QR)  Code: A State UniversityAos COVID Ae 19 Contact Tracing  System</a>: Penelitian ini menunjukkan efektivitas sistem pemantauan log berbasis QR dalam penelusuran kontak di lingkungan universitas. Untuk penelitian lanjutan, sebuah studi dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana persepsi privasi pengguna dan kepatuhan mereka berubah seiring waktu setelah implementasi sistem semacam ini, dan bagaimana hal ini memengaruhi keberlanjutan serta penerimaan teknologi dalam jangka panjang. Pertanyaan penting lainnya adalah mengenai tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan sistem pemantauan log lokal ini dengan basis data kesehatan masyarakat yang lebih luas atau platform pelacakan kontak tingkat nasional. Integrasi semacam ini berpotensi besar untuk memperkuat respons pandemi secara keseluruhan, namun memerlukan pertimbangan serius terkait interoperabilitas data, keamanan siber, dan kepatuhan regulasi. Selain itu, mengingat sensitivitas data pergerakan individu, penelitian di masa depan sebaiknya fokus pada pengembangan kerangka kerja keamanan siber yang komprehensif dan protokol privasi data yang kuat. Ini akan memastikan bahwa sistem tidak hanya efektif dalam fungsinya, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan pengguna melalui perlindungan informasi pribadi yang maksimal, serta memenuhi standar etika dan hukum yang berlaku. Dengan demikian, penelitian dapat bergeser dari aspek teknis pengembangan menuju dampak sosial, integrasi ekosistem kesehatan yang lebih luas, dan fondasi etika-legal untuk keberlanjutan sistem di masa depan..
<br>Sistem Pemantauan Log menggunakan Kode QR merupakan salah satu cara efektif untuk memantau catatan masuk dan keluar dosen, mahasiswa, karyawan administrasi, dan pengunjung yang memasuki kampus.Karena catatan masuk dan keluar responden terekam, pelaksanaan pelacakan kontak individu yang diduga positif COVID-19 dapat dilakukan dengan mudah dan reliabel, mengingat durasi waktu mereka berada di area/kantor yang dikunjungi di dalam universitas juga tercatat oleh sistem
<br>Penelusuran kontak adalah teknik yang digunakan oleh unit kesehatan masyarakat dan layanan kontak erat nasional untuk melacak orang-orang yang mungkin telah terpapar COVID-19 melalui interaksi dengan kasus suspek, terkonfirmasi, atau probable selama periode infeksius mereka. Penelitian ini berfokus pada pengembangan Sistem Pemantauan Log Menggunakan Kode Respon Cepat (QR) di Samar State University sebagai sistem pelacakan institusi untuk pencegahan COVID-19. Studi ini dirancang sebagai alat untuk mengelola log harian karyawan, mahasiswa, dan pengunjung untuk melacak orang yang memiliki kontak erat dengan individu positif COVID-19. Model waterfall digunakan dalam pengembangan sistem dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp" type="image/webp" length="110456" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-80cff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-15fe4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/integrasi-ai-sistem-efektivitas-manajemen-kinerja-thumb-1ba15.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59847-sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59847-sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:8019590f5fba6f96480e53b2818b4028</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma yang diusulkan dengan sistem rekomendasi yang ada untuk meningkatkan akurasi dan personalisasi rekomendasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma yang diusulkan dengan sistem rekomendasi yang ada untuk meningkatkan akurasi dan personalisasi rekomendasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-588ee.webp" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-588ee.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-588ee.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-588ee.webp 1x" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" alt="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-72585.webp" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-72585.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-72585.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-72585.webp 1x" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" alt="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp 1x" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" alt="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59847-sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis" title="JURIS - New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM" target="_blank">New Modern Approach to Predict UsersAo Sentiment Using CNN and BLSTM</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengintegrasikan algoritma yang diusulkan dengan sistem rekomendasi yang ada untuk meningkatkan akurasi dan personalisasi rekomendasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam mendeteksi dan memahami emosi pengguna secara lebih mendalam, seperti menggunakan teknik pengolahan bahasa alami yang lebih canggih atau menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti data sensor atau data perilaku pengguna. Dengan demikian, sistem dapat memberikan rekomendasi yang lebih tepat dan membantu pengguna mengelola kesehatan emosional mereka dengan lebih baik..
<br>Berbagai teknik pembelajaran dalam dapat digunakan untuk prediksi analisis sentimen dan rekomendasi.Tantangannya adalah mengembangkan klasifikasi data medis yang akurat dan efisien secara komputasi.Dalam artikel ini, model berisi sistem pemantauan kesehatan emosional yang menggunakan model pembelajaran dalam dan metrik sentimen yang disebut eSM2.Kalimat diekstrak dari OSN dan kemudian sistem pemantauan kesehatan emosional mengidentifikasi kalimat mana yang menunjukkan stres atau depresi menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan emosi konten kalimat
<br>Di dunia saat ini, jaringan sosial memainkan peran vital dan menyediakan informasi relevan tentang opini pengguna. Artikel ini menyajikan sistem pemantauan kesehatan emosional untuk mendeteksi stres dan suasana hati pengguna. Tergantung pada hasilnya, sistem akan mengirim pesan bahagia, tenang, rileks, atau motivasi kepada pengguna dengan gangguan psikologis. Sistem juga mengirim pesan peringatan kepada pihak berwenang jika gangguan depresi terdeteksi oleh sistem pemantauan. Deteksi kalimat ini dilakukan melalui jaringan konvolusi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp" type="image/webp" length="109280" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-588ee.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-72585.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/7/sistem-pemantauan-log-rekomendasi-analisis-sentime-thumb-13777.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147 89 Encryption Algorithm ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59846-gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59846-gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:1ec9c7508f83c0842778f50def071bc4</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp 1x" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" alt="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59846-gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik" title="JURIS - Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm" target="_blank">Unique Aspects of Usage of the Quadratic Cryptanalysis Method to the GOST 28147-89 Encryption Algorithm</a>: Untuk meningkatkan efektivitas kriptoanalisis kuadratik, perlu dipertimbangkan pemilihan bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan metode kriptoanalisis kuadratik yang dapat diterapkan pada lebih dari lima putaran algoritma GOST 28147-89. Selain itu, studi tentang pengaruh pemilihan bit-bit tertentu dari plaintext dan ciphertext terhadap hasil kriptoanalisis dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut aspek unik dari metode ini..
<br>Metode kriptoanalisis kuadratik untuk putaran kelima algoritma GOST 28147-89 digunakan berdasarkan penambahan bit menggunakan operasi penambahan mod232.Masalah dengan penjumlahan bit tidak muncul karena paritas secara umum memenuhi kondisi berikut.P(41) = P(42) = P(43) = P(44) = P(45) = 0 { (41) = (42) = (43) = (44) = (45) = 0 Solusi untuk masalah di atas dengan penjumlahan bit tergantung pada blok S yang dipilih dan memerlukan pendekatan yang berbeda.Karena nilai setiap bit hasil tergantung pada nilai bit sebelumnya dalam urutan, maka diinginkan untuk memilih nilai nol dari bit data yang sesuai yang masuk ke putaran pertama dan keluar dari putaran kelima untuk mencapai hasil yang efisien
<br>Dalam artikel ini, dibahas mengenai penerapan metode kriptoanalisis kuadratik terhadap lima putaran algoritma enkripsi GOST 28147-89. Peran dari bit-bit keuntungan dalam penerapan metode kriptoanalisis kuadratik, yang terbentuk dalam operasi penambahan menurut mod232 yang digunakan dalam algoritma ini, dijelaskan. Dalam kasus ini, pemilihan bit-bit yang relevan dari teks plaintext dan ciphertext yang sama dengan nol memainkan peran penting dalam memperoleh hasil kriptoanalisis yang efektif.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" type="image/webp" length="100896" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-671f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-03f71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/b/gost-28147-89-plaintext-kriptoanalisis-kuadratik-a-thumb-e0d9a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Ritual Authority and Non Binary Leadership The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59845-otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59845-otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:ee2183455f1be338e2dc7ed58598b30e</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="hassan bawa" label="hassan bawa" />
	<category term="busro busro" label="busro busro" />
	<category term="roman rezki" label="roman rezki" />
	<itunes:keywords><![CDATA[bawa,busro,hassan,rezki,roman]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" alt="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59845-otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern" title="JURIS - Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes" target="_blank">Negotiating Ritual Authority and Non-Binary Leadership: The Bissu of Bugis Society in Contemporary Religious and Cultural Landscapes</a>: Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana Bissu beradaptasi dengan tekanan keagamaan dan politik yang berubah, serta bagaimana mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam konteks tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana Bissu berinteraksi dengan komunitas LGBTQ  di Sulawesi Selatan dan bagaimana identitas non-biner mereka mempengaruhi hubungan mereka dengan komunitas tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana Bissu menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan budaya dan tradisi mereka, serta bagaimana platform ini dapat membantu mereka mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka dalam lanskap budaya yang berubah..
<br>Penelitian ini menemukan bahwa suara Bissu mencerminkan perjuangan terus-menerus melawan diskriminasi dan marginalisasi, terutama berakar pada stigma sosial terhadap identitas gender non-biner.Meskipun memiliki peran yang dihormati secara historis sebagai pemimpin ritual sakral dalam sistem kosmologis Bugis, Bissu sering kali menghadapi eksklusi dan stigmatisasi, terutama dalam konteks yang dipengaruhi oleh ortodoksi agama yang kaku dan harapan gender heteronormatif.Dalam situasi ini, Bissu beradaptasi secara sosial untuk mempertahankan identitas mereka sebagai pemimpin ritual dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan yang lebih inklusif dengan unsur-unsur budaya tradisional.Hadapi dinamika yang berkembang dalam masyarakat, Bissu sedang diredefinisi melalui strategi adaptif yang menanggapi tekanan budaya, agama, dan politik yang berubah.Meskipun berakar dalam kosmologi sakral, otoritas mereka juga menarik legitimasi dari peran dalam pelestarian budaya dan pariwisata.Redefinisi ini mencerminkan ketahanan dan agensi Bissu dalam mempertahankan relevansi spiritual sambil menawar tantangan modernitas
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana Bissu, sebagai pemimpin ritual non-biner dalam masyarakat Bugis, mempertahankan identitas dan otoritas ritual mereka di tengah lanskap keagamaan, budaya, dan politik yang berubah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan praktisi Bissu, anggota masyarakat, dan perwakilan pemerintah, serta pengamatan partisipan terhadap ritual dan pertunjukan budaya di Segeri, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Analisis...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" type="image/webp" length="90348" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-5197c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-0edcb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/f/otoritas-ritual-domestik-lanskap-budaya-postmodern-thumb-26beb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ 2 D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59844-sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59844-sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:67481582353b36dcd05f29de0c6334f9</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="etalase file akademik" label="etalase file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp 1x" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" alt="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59844-sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan" title="JURIS - 2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition" target="_blank">2-D Attention Based Convolutional Recurrent Neural Network for Speech Emotion Recognition</a>: Studi lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan model 2AcD AttentionAcBased CRNN pada dataset multibahasa untuk menguji generalisasi lintas bahasa, sekaligus mengkaji dampak pemrosesan teks-voice secara bersamaan guna meningkatkan akurasi. Selain itu, menggabungkan data multimodalAi spelling audio, teks, dan visualAidalam satu framework berbasis CRNN dengan mekanisme perhatian crosstalk dapat memperkaya representasi emosi. Selanjutnya, penerapan transfer learning atau domain adaptation memungkinkan model memanfaatkan data terbatas dan meningkatkan kinerja di domain rendah sumber daya tanpa perlu pelatihan endActoAcend yang berat. Dengan mengkombinasikan tiga arah ini, penelitian dapat menelusuri efektivitas DRL, interpretabilitas, serta skalabilitas model SER di aplikasi dunia nyata..
<br>1) Model 2AcD Attention-Based CRNN memperoleh akurasi 68A% pada dataset IEMOCAP, menandakan peningkatan dibandingkan model 1AcD CNNAcLSTM dan 2AcD CNN standar.2) Mekanisme perhatian berhasil memfokuskan model pada frame yang relevan emosi, sehingga mengurangi misclassifikasi pada frame netral.3) Hasil menunjukkan potensi penerapan arsitektur ini pada tugas SER dengan dataset sejenis, namun perlu pengujian pada set_credatasets berbahasa berbeda
<br>Mengenali emosi bicara merupakan tantangan besar karena kompleksitas emosi. Fungsionalitas Speech Emotion Recognition (SER) sangat dipengaruhi oleh sinyal emosional yang diambil dari suara. Ciri-ciri emosional sering dipengaruhi oleh elemen netral seperti pembicara, gaya bicara, dan gender. Penelitian ini mengusulkanoreet feature computing yang mempertahankan informasi delta yang relevan dengan ciri emosional sembari meminimalkan komponen tidak relevan, sehingga meminimalkan kesalahan klasifikasi. Selain itu, SER juga sering mengolah frame yang tidak berkaitan dengan emosi. Model 2AcD...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" type="image/webp" length="100420" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-7d57a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-f5ed3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/9/sinyal-emosi-eeg-transfer-learning-model-penerapan-thumb-ff8e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-381-unikom.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-285-international-journal-informatics-information-system.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Besesandingon Melangun And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid 19 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:73791ddb74e9e088946ca7b557fc1b55</id>
	<published>2026-08-21T15:45:51+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:45:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="rise spectre" label="rise spectre" />
	<category term="south africa" label="south africa" />
	<itunes:keywords><![CDATA[africa,rise,south,spectre]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp 1x" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" alt="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59842-pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-komun" title="JURIS - Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19" target="_blank">Besesandingon, Melangun, And Ritual Healing Among The Suku Anak Dalam: A Marcelian Interpretation Of Relational Health During Covid-19</a>: Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) yang kompleks, namun masih banyak aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi jangka panjang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan beragam anggota komunitas SAD, termasuk perempuan, generasi muda, dan spesialis ritual, di samping para pemimpin adat. Hal ini penting untuk mengungkap dinamika transmisi pengetahuan antargenerasi, bagaimana peran gender memengaruhi praktik kesehatan, serta nuansa praktik penyembuhan sehari-hari yang mungkin tidak terwakili sepenuhnya dalam penelitian yang berfokus pada tokoh adat senior. Kedua, mengingat kekhawatiran komunitas SAD tentang penurunan jumlah spesies di Tanah Gedong Obat akibat perubahan lingkungan, penelitian lanjutan perlu mendokumentasikan secara sistematis keragaman botani di area tersebut. Ini bisa menjadi studi etnobotani kolaboratif yang mengidentifikasi spesies tanaman obat yang terancam, menganalisis dampak deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit terhadap ketersediaan dan keberlanjutan sumber daya pengobatan tradisional, serta mengidentifikasi strategi konservasi yang efektif yang didasari oleh pengetahuan lokal. Ketiga, untuk menjembatani kesenjangan antara sistem kesehatan adat dan modern, studi komparatif dapat dirancang untuk menganalisis bagaimana praktik kesehatan adat seperti besesandingon dan melangun dapat diintegrasikan atau berinteraksi dengan layanan kesehatan formal, terutama dalam konteks ancaman penyakit menular di masa depan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara otoritas adat dan tenaga kesehatan formal untuk mengembangkan pendekatan pencegahan dan penanganan penyakit yang lebih holistik dan kultural-sensitif. Pendekatan ini akan memperkaya pemahaman kita tentang resiliensi komunitas adat dan cara terbaik untuk mendukung kesejahteraan mereka tanpa mengikis kearifan lokal..
<br>Sistem kesehatan Suku Anak Dalam (SAD) mengintegrasikan penyakit, pencegahan, dan penyembuhan melalui kerangka relasional yang menghubungkan gejala fisik dengan perilaku adat, kontak sosial, tanda-tanda ekologis, dan hubungan spiritual.Praktik seperti besesandingon dan melangun mengatur ancaman kesehatan mulai dari risiko lokal hingga ancancaman yang lebih luas, sementara penyembuhan berbasis tumbuhan tertanam kuat dalam ritual, bimbingan spiritual, kepatuhan adat, dan akses ke sumber daya ekologis.Penelitian ini menekankan pentingnya memahami sistem kesehatan adat melalui kategori relasionalnya sendiri dan menyarankan keterlibatan dengan komunitas SAD harus menghormati otoritas adat serta protokol komunitas terkait akses dan pengetahuan ritual
<br>Tujuan: Penelitian ini mengkaji bagaimana pemimpin adat Suku Anak Dalam (SAD) mengklasifikasikan penyakit, menerapkan besesandingon dan melangun sebagai respons terhadap ancaman epidemi yang dirasakan, serta mengintegrasikan ritual spiritual dengan penyembuhan berbasis tumbuhan. Penelitian ini juga menafsirkan logika relasional yang menghubungkan praktik-praktik ini melalui filosofi intersubjektivitas Gabriel Marcel. Metode: Studi ini menggunakan studi kasus mini-etnografi kualitatif yang dilakukan dari September hingga November 2020 di komunitas SAD...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" length="84788" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-64d08.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-b6465.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/f/pemberdayaan-komunitas-adat-basir-tokoh-terpencil-thumb-23524.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19866-journal-contemporary-rituals-traditions.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mendengar Dalam Al QurAoan Studi Analisis Tentang Keistimewaan As SamAou Dalam QS An Nahl 16 78 Perspektif Tafsir Al Jawahir ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mendengar Dalam Al QurAoan Studi Analisis Tentang Keistimewaan As SamAou Dalam QS An Nahl 16 78 Perspektif Tafsir Al Jawahir ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mendengar Dalam Al QurAoan Studi Analisis Tentang Keistimewaan As SamAou Dalam QS An Nahl 16 78 Perspektif Tafsir Al Jawahir ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59854-tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59854-tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:325b2b8dc2881563b1cd2979fe6accf2</id>
	<published>2026-08-21T15:40:33+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:40:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini membuka wawasan mengenai pentingnya indra pendengaran (as-SamAou) dalam Al-QurAoan, khususnya melalui lensa Tafsir al-Jawahir. Namun, ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memperdalam pemahaman ini. Sebagai contoh, akan sangat menarik ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini membuka wawasan mengenai pentingnya indra pendengaran (as-SamAou) dalam Al-QurAoan, khususnya melalui lensa Tafsir al-Jawahir. Namun, ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memperdalam pemahaman ini. Sebagai contoh, akan sangat menarik ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-c97cb.webp" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-c97cb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-c97cb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-c97cb.webp 1x" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" alt="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-ac920.webp" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-ac920.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-ac920.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-ac920.webp 1x" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" alt="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp 1x" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" alt="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59854-tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik" title="JURIS - Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir" target="_blank">Mendengar Dalam Al-QurAoan: Studi Analisis Tentang Keistimewaan As-SamAou Dalam QS. An-Nahl [16]: 78 Perspektif Tafsir Al-Jawahir</a>: Penelitian ini membuka wawasan mengenai pentingnya indra pendengaran (as-SamAou) dalam Al-QurAoan, khususnya melalui lensa Tafsir al-Jawahir. Namun, ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk memperdalam pemahaman ini. Sebagai contoh, akan sangat menarik jika ada studi lanjutan yang membandingkan penafsiran Tanthawi Jawhari tentang keistimewaan as-SamAou dengan ulama tafsir lain yang memiliki corak saintifik modern, atau bahkan dengan tafsir klasik yang berbeda. Ini akan membantu kita melihat apakah ada variasi dalam memahami peran pendengaran dalam proses manusia mencapai pengetahuan dan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, karena QS. An-Nahl [16]: 78 juga menyebutkan penglihatan (al-AbAr) dan hati (al-AfAoidah) secara berdampingan, studi masa depan bisa mengeksplorasi bagaimana ketiga indra ini saling berinteraksi dan membentuk kesatuan dalam perolehan ilmu dan pemahaman. Apakah ada hierarki atau ketergantungan tertentu antara pendengaran, penglihatan, dan hati dalam perspektif Al-Qur'an secara keseluruhan? Lebih jauh lagi, dengan memahami secara mendalam peran as-Sam'u dalam Al-QurAoan sebagai fondasi pengetahuan, bagaimana kita bisa merumuskan model pendidikan atau prinsip-prinsip komunikasi yang efektif, yang tidak hanya mengandalkan penerimaan informasi secara pasif tetapi juga mendorong pemahaman aktif dan reflektif seperti yang diisyaratkan oleh ayat ini, khususnya dalam menghadapi era banjir informasi saat ini?.
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa keistimewaan as-SamAou (pendengaran) dalam QS.78, menurut tafsir al-Jawahir, memiliki kedudukan sebagai 'hati yang berakal' (qulbun yaAoqilna), sama halnya dengan penglihatan dan hati, yang semuanya bertujuan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT.Melalui indra pendengaran, penglihatan, dan hati, manusia dimampukan untuk memahami dirinya sendiri serta rahasia alam, dengan menelaah ilmu pengetahuan.Pemahaman ini menjadi pondasi bagi syukur yang sejati, yang selalu ditopang oleh pengetahuan mendalam
<br>Artikel ini berbicara tentang mendengar dalam Al-QurAoan berdasarkan analisis Tanthawi Jawhari terhadap keistimewaan as-SamAou dengan tafsir al-Jawahir. Potensi pancaindra yang dianugrahkan Allah Swt. kepada manusia, malah mengarah ke dalam jurang kesesatan. Indra pendengaran, berperan dalam kehidupan manusia untuk merefleksikan ulang potensi tersebut agar tercipta kebaikan semata. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analisis yang diperoleh melalui library research, dengan sumber yang relevan dan realibel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp" type="image/webp" length="102014" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-c97cb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-ac920.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/0/tafsir-al-kasyaf-komparatif-klasik-samaou-tanthawi-thumb-fa5f8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Larangan Homoseksual Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS Al AAoraf 7 80 81 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Larangan Homoseksual Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS Al AAoraf 7 80 81 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Larangan Homoseksual Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS Al AAoraf 7 80 81 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59858-hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59858-hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:bc4c727d69f6900a608414d333f663f9</id>
	<published>2026-08-21T15:16:42+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:16:42+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="46 hakam al" label="46 hakam al" />
	<category term="ilmu ma" label="ilmu ma" />
	<category term="b mus" label="b mus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[46,al,b,hakam,ilmu,ma,mus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang dampak kesehatan dari perilaku homoseksual, khususnya dalam hal penyakit menular seksual dan gangguan reproduksi, serta bagaimana hal ini terkait dengan ajaran Islam tentang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang dampak kesehatan dari perilaku homoseksual, khususnya dalam hal penyakit menular seksual dan gangguan reproduksi, serta bagaimana hal ini terkait dengan ajaran Islam tentang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp 1x" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" alt="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-2e0e1.webp" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-2e0e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-2e0e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-2e0e1.webp 1x" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" alt="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-5c5fe.webp" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-5c5fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-5c5fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-5c5fe.webp 1x" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" alt="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59858-hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespe" title="JURIS - Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81" target="_blank">Larangan Homoseksual: Studi Analisis Tafsir Maqashidi Pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang dampak kesehatan dari perilaku homoseksual, khususnya dalam hal penyakit menular seksual dan gangguan reproduksi, serta bagaimana hal ini terkait dengan ajaran Islam tentang menjaga kesehatan.2. Meneliti lebih lanjut tentang implikasi sosial dan budaya dari larangan homoseksual dalam masyarakat kontemporer, termasuk bagaimana pandangan masyarakat terhadap homoseksual dan bagaimana hal ini mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat.3. Mempelajari lebih lanjut tentang konsep maqashid al-syariah dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam penafsiran al-Qur'an, khususnya dalam konteks larangan homoseksual, untuk memahami lebih dalam tujuan dan maksud di balik larangan tersebut..
<br>80-81 jika ditinjau dengan menggunakan Tafsir maqashidi bahwa selain dilarangnya perilaku homoseksual, ayat ini pula bermaksud agar umat manusia tetap dalam fitrahnya dengan menyalurkan hasrat biologisnya dengan cara yang benar demi melanjutkan ajaran agama Islam, dan Islam menginginkan seluruh pemeluk agamanya terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh hubungan sesama jenis dan umat Islam menghindari berbuat melampaui batas dalam seluruh aspek kehidupan
<br>Artikel ini mendiskusikan kisah kaum Nabi Luth pada QS. Al-AAoraf [7]: 80-81 dengan menggunakan metode tafsir maqashidi yang digagas oleh Abdul Mustaqim. Para ahli tafsir sepakat untuk melarang perilaku homoseksual yang telah dipraktikkan oleh kaum Nabi Luth. Walaupun memiliki alasan yang beragam dalam melarangnya, namun jika dibaca secara keseluruhan, pendapat para ahli tafsir mengarah bahwa homoseksual telah melanggar fitrah diciptakan manusia yang hidup berpasangan antara wanita dan pria. Dengan menggunakan Tafsir maqashidi, maksud di balik QS. Al-AAoraf [7]: 80-81 jika ditinjau dari maqashid-nya, yakni hifz al-din, hifz...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp" type="image/webp" length="103596" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-deba4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-2e0e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/e/hifz-nafs-tafsir-maqashidi-prespektif-akal-al-meto-thumb-5c5fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL Parental Strategies for Developing Self Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL Parental Strategies for Developing Self Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL Parental Strategies for Developing Self Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59864-kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-regulas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59864-kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-regulas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:bcdb311962048ffba6ba40f8b315fd36</id>
	<published>2026-08-21T15:14:29+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T15:14:29+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="teknik sains" label="teknik sains" />
	<category term="tool support" label="tool support" />
	<category term="widhi dharma" label="widhi dharma" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dharma,sains,support,teknik,tool,widhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk mendukung perkembangan regulasi diri pada anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga profesional, dan masyarakat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk mendukung perkembangan regulasi diri pada anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga profesional, dan masyarakat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-308aa.webp" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-308aa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-308aa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-308aa.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" alt="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-c0897.webp" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-c0897.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-c0897.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-c0897.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" alt="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp 1x" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" alt="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59864-kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-regulas" title="JURIS - STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis" target="_blank">STRATEGI ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI ANAK DENGAN ADHD ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL: Parental Strategies for Developing Self-Regulation in Children with ADHD and Intellectual Dis</a>: Untuk mendukung perkembangan regulasi diri pada anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga profesional, dan masyarakat. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pengasuhan yang efektif, seperti penggunaan gaya pengasuhan berbasis konten, penciptaan rutinitas harian, dan penguatan positif. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan anak berkebutuhan khusus dan mengurangi stigma sosial. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, serta memperkuat kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga profesional dalam proses pendampingan dan evaluasi perkembangan anak..
<br>Pengaturan diri merupakan salah satu keterampilan mendasar yang memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan anak secara keseluruhan.Pengaturan diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan perilaku, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola emosi, mengendalikan perhatian, menahan respons impulsif, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tugas sesuai tuntutan lingkungan.Kemampuan-kemampuan ini berfungsi sebagai landasan penting bagi keberhasilan anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.Bagi anak-anak dengan ADHD dan disabilitas intelektual, perkembangan pengaturan diri umumnya berlangsung lebih lambat dibandingkan pada anak-anak dengan perkembangan tipikal karena keterbatasan dalam fungsi eksekutif, kemampuan kognitif, pengendalian emosi, dan proses adaptasi terhadap lingkungan.Oleh karena itu, pengembangan pengaturan diri pada kelompok anak ini memerlukan dukungan intensif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak
<br>Regulasi diri adalah keterampilan kunci yang berperan dalam kemampuan anak untuk mengatur emosi, perilaku, dan perhatian mereka dalam tugas-tugas harian. Anak-anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan disabilitas intelektual memerlukan peran orang tua yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi orang tua dalam membina regulasi diri pada anak-anak mereka yang memiliki ADHD dan/atau disabilitas intelektual. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa strategi orang tua, termasuk penggunaan gaya pengasuhan berbasis konten, menciptakan rutinitas harian, penguatan positif, pelatihan regulasi emosi, dan menjadi teladan,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp" type="image/webp" length="267558" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-308aa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-c0897.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/f/kendali-regulasi-emosi-kondisi-ekonomi-tua-spesifi-thumb-25970.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2697-yalamqa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11333-al-aqlu-jurnal-matematika-teknik-sains.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Tongkonan Tongkonan Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja South Sulawesi ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tongkonan Tongkonan Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja South Sulawesi ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tongkonan Tongkonan Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja South Sulawesi ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59862-kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59862-kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:0da0a31a98081bd408f0eca143d84e98</id>
	<published>2026-08-21T14:45:57+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:45:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="satya widya" label="satya widya" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[satya,stats,view,widya]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk menjaga dan mengembangkan budaya perdamaian lintas agama di Tana Toraja, penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi konkret dalam mereproduksi nilai-nilai keluarga dan tradisi Tongkonan. Bagaimana cara mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pendidikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk menjaga dan mengembangkan budaya perdamaian lintas agama di Tana Toraja, penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi konkret dalam mereproduksi nilai-nilai keluarga dan tradisi Tongkonan. Bagaimana cara mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pendidikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-7cd42.webp" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-7cd42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-7cd42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-7cd42.webp 1x" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" alt="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ab14f.webp" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ab14f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ab14f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ab14f.webp 1x" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" alt="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp 1x" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" alt="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59862-kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia" title="JURIS - Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi" target="_blank">Tongkonan Tongkonan: Symbol of Interfaith Peace in Tana Toraja, South Sulawesi</a>: Untuk menjaga dan mengembangkan budaya perdamaian lintas agama di Tana Toraja, penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi konkret dalam mereproduksi nilai-nilai keluarga dan tradisi Tongkonan. Bagaimana cara mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pendidikan formal dan informal, serta bagaimana mengkomunikasikan pentingnya nilai-nilai ini kepada generasi muda? Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pemimpin adat dan agama dalam menjaga perdamaian, serta bagaimana mereka dapat menjadi model bagi masyarakat dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak ekonomi dari pariwisata budaya di Tana Toraja dan bagaimana hal ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antarumat beragama..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat lintas agama di Tana Toraja mampu hidup berdampingan dalam suasana damai melalui penerapan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam simbol Tongkonan.Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah adat, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, tempat berdiskusi, dan media rekonsiliasi lintas agama.Keterlibatan aktif masyarakat dan integrasi peran pemimpin adat dan agama telah memperkuat harmoni antarumat.Namun, perubahan sosial seperti modernisasi dan pergeseran nilai berpotensi mengancam pelestarian budaya damai yang telah dibangun.Oleh karena itu, penting untuk terus mereproduksi nilai-nilai keluarga dan tradisi Tongkonan sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian.Upaya ini harus didukung oleh partisipasi masyarakat yang aktif dan peran strategis elit lokal agar budaya perdamaian lintas agama di Tana Toraja dapat dipertahankan dan dikembangkan di masa depan
<br>Kajian yang mendalami proses sosial pembentukan budaya damai dalam masyarakat multireligius berbasis nilai lokal masih minim, sehingga menjadi celah penting dalam literatur studi lintas agama di Indonesia. Harmoni antarumat beragama sering dipandang sebagai kondisi statis, bukan hasil interaksi sosial yang terus dibentuk dan dirawat. Pengalaman masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menawarkan pendekatan berbasis kearifan lokal yang layak dikaji lebih jauh. Tujuannya adalah untuk menjelaskan kondisi struktural dan kultural yang mencakup nilai atau identitas bersama, peran elit pemuka agama, dan keterlibatan masyarakat.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp" type="image/webp" length="80316" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-7cd42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ab14f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/c/kolaborasi-lintas-agama-kinerja-sistem-pengendalia-thumb-ae71d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2773-iahntp.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16370-satya-widya-jurnal-studi-agama.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59865-integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59865-integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:f390ea83be8cd16f937cf5d90f2a2188</id>
	<published>2026-08-21T14:43:45+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:43:45+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="teknik sains" label="teknik sains" />
	<category term="tool support" label="tool support" />
	<category term="widhi dharma" label="widhi dharma" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dharma,sains,support,teknik,tool,widhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implementasi praktis teori linguistik dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan multilingual, teknologi pendidikan, komunikasi kesehatan, dan pelestarian bahasa digital. Penelitian empiris ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implementasi praktis teori linguistik dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan multilingual, teknologi pendidikan, komunikasi kesehatan, dan pelestarian bahasa digital. Penelitian empiris ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-ea303.webp" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-ea303.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-ea303.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-ea303.webp 1x" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" alt="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp 1x" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" alt="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-e8c99.webp" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-e8c99.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-e8c99.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-e8c99.webp 1x" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" alt="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59865-integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi" title="JURIS - PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science" target="_blank">PERAN ILMU LINGUISTIK DALAM PERKEMBANGAN  TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS: The Role of Linguistics in the Development of Information Technology and Science</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi implementasi praktis teori linguistik dalam teknologi baru seperti kecerdasan buatan multilingual, teknologi pendidikan, komunikasi kesehatan, dan pelestarian bahasa digital. Penelitian empiris yang melibatkan pengguna, pendidik, dan pengembang teknologi juga akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana linguistik dapat lebih mendukung kemajuan teknologi dan sains. Kolaborasi interdisipliner yang kuat akan memperluas kontribusi linguistik sekaligus mendorong pengembangan teknologi yang lebih adaptif, berpusat pada manusia, dan responsif terhadap kebutuhan komunikasi berbagai komunitas..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu bahasa telah berkembang melampaui fokus tradisionalnya pada struktur bahasa dan komunikasi.Kini, linguistik menjadi bidang interdisipliner yang berkontribusi signifikan dalam inovasi teknologi, komunikasi ilmiah, dan pengembangan pengetahuan.Dalam teknologi informasi, teori linguistik menjadi fondasi untuk Natural Language Processing (NLP), penerjemahan mesin, pengenalan suara, analisis sentimen, dan model bahasa berbasis kecerdasan buatan.Teknologi-teknologi ini menunjukkan bahwa kemampuan sistem cerdas dalam memproses dan menghasilkan bahasa manusia bergantung pada prinsip-prinsip linguistik.Selain itu, linguistik memainkan peran penting dalam kemajuan sains dengan meningkatkan komunikasi akademik, mendukung kolaborasi interdisipliner, mengembangkan terminologi ilmiah, dan memfasilitasi penyebaran hasil penelitian.Dalam era digital, di mana pengetahuan ilmiah semakin banyak dibagikan melalui platform online dan alat bantu AI, kompetensi linguistik menjadi elemen penting untuk memastikan komunikasi penelitian yang akurat dan efektif.Integrasi linguistik dengan teknologi informasi telah menciptakan peluang baru untuk inovasi sekaligus memperkuat hubungan antara bahasa, sains, dan masyarakat.Meskipun masih ada tantangan seperti masalah etika dalam penggunaan kecerdasan buatan, bias bahasa dalam sistem AI, akses teknologi yang tidak merata, dan perwakilan minoritas bahasa yang terbatas, kolaborasi interdisipliner yang lebih kuat akan memungkinkan pengembangan sistem AI yang lebih inklusif, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan komunikasi manusia
<br>Perkembangan teknologi informasi dan sains yang semakin pesat mendorong pentingnya kolaborasi antardisiplin, termasuk kontribusi ilmu bahasa. Ilmu bahasa tidak lagi dipahami hanya sebagai kajian mengenai bahasa, tetapi juga menjadi landasan dalam pengembangan berbagai teknologi digital yang berkaitan dengan pemrosesan bahasa dan interaksi manusia dengan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ilmu bahasa dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan sains. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis berbagai buku, artikel jurnal,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp" type="image/webp" length="101712" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-ea303.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-84165.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/integrasi-linguistik-peran-ilmu-balghah-kompetensi-thumb-e8c99.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2697-yalamqa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11333-al-aqlu-jurnal-matematika-teknik-sains.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Al Quran Dan Mukjizat Angka ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Al Quran Dan Mukjizat Angka ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Al Quran Dan Mukjizat Angka ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59855-mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59855-mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:448be08b4ceba86f9e264cfba87dc826</id>
	<published>2026-08-21T14:41:14+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:41:14+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada analisis linguistik al-Quran, khususnya dalam hal kehebatan bahasa dan struktur kalimatnya. Selain itu, studi tentang hubungan antara al-Quran dan sains dapat dikembangkan lebih lanjut, dengan mengeksplorasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada analisis linguistik al-Quran, khususnya dalam hal kehebatan bahasa dan struktur kalimatnya. Selain itu, studi tentang hubungan antara al-Quran dan sains dapat dikembangkan lebih lanjut, dengan mengeksplorasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-d3d22.webp" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-d3d22.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-d3d22.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-d3d22.webp 1x" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" alt="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp 1x" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" alt="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-0a123.webp" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-0a123.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-0a123.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-0a123.webp 1x" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" alt="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59855-mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar" title="JURIS - Al-Quran Dan Mukjizat Angka" target="_blank">Al-Quran Dan Mukjizat Angka</a>: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada analisis linguistik al-Quran, khususnya dalam hal kehebatan bahasa dan struktur kalimatnya. Selain itu, studi tentang hubungan antara al-Quran dan sains dapat dikembangkan lebih lanjut, dengan mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana al-Quran memberikan isyarat tentang fenomena alam dan penemuan ilmiah. Terakhir, penelitian tentang kemukjizatan angka dalam al-Quran dapat diperluas dengan menganalisis angka-angka lain selain 11 dan 19, serta mengidentifikasi pola-pola numerik yang mungkin ada dalam al-Quran..
<br>Alam dan se-isinya dari segala makhluk dan aktifitas yang ada merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah.Mukjizat yang allah berikan kepada utusanya sebagai bentuk kebenaran misi ketuhanan yang meraka bawa.Alam merupakan instrumen di mana mukjizat itu dibuktikan baik secara ghaib dalam artian di luar batas logika manuisa maupun secara penemuan ilmiyah.Angka-angka meruapakan simbol kehebatan kekuasaan Allah di muka bumi darinya kita dapat memabaca dan meraba di balik simbol-simbol yang ada tanpa terkecuali simbol-simbol angka yang terdapat dalam kitab suci al-Quarn yang Allah turunkan sebagai bukti atas kebenaran risalah atau misi ketuahanan yang dibwa oleh Muhammad Shallahu Alaihi wa sallam
<br>Kata Mukjizat dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai Aukejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusiaAy penegrtian ini tidak sama dengan pengertian kata tersebut dalm istilah agama Islam. Secara bahasa, asal kata mukjizat atau I adalah  yang terdiri dari tiga huruf yaitu Ain, Jiem dan Zay. Menurut Ibn faris kata tersebut memiliki dua makna. Pertama pertama dari kata Ajaza atau  engan wazan faAoala yang berarti al-DloAofu atau lemah makna yang kedua yaitu dari sesuatu1. Lawan kata ajaza yang...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp" type="image/webp" length="24856" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-d3d22.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-59f0b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/a/mukjizat-ajuza-wazan-angka-meruapakan-simbol-isyar-thumb-0a123.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59856-adaptasi-manajemen-motivasi-rua" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59856-adaptasi-manajemen-motivasi-rua" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:b846f9050001a5ec8fc8412a5676a4e6</id>
	<published>2026-08-21T14:37:18+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:37:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar lembaga pendidikan Islam menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan sumber daya manusia yang kompeten. Pimpinan lembaga pendidikan harus mempertimbangkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar lembaga pendidikan Islam menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan sumber daya manusia yang kompeten. Pimpinan lembaga pendidikan harus mempertimbangkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp 1x" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" alt="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-934e3.webp" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-934e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-934e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-934e3.webp 1x" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" alt="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-e3528.webp" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-e3528.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-e3528.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-e3528.webp 1x" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" alt="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59856-adaptasi-manajemen-motivasi-rua" title="JURIS - Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan" target="_blank">Inovasi dan Adaptasi dalam Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Perspektif Al-QurAoan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar lembaga pendidikan Islam menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengejar ketertinggalan dan memastikan sumber daya manusia yang kompeten. Pimpinan lembaga pendidikan harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam manajemen pendidikan, seperti standar tujuan organisasi, sumber daya, komunikasi, dan karakteristik lembaga. Adaptasi teknologi dalam pendidikan menjadi keniscayaan, dan kemampuan lembaga pendidikan untuk beradaptasi menjadi faktor utama kelangsungan pendidikan. Pimpinan lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan manajemen yang baik dan mempertimbangkan berbagai faktor secara matang. Lembaga pendidikan harus memiliki skala prioritas dalam programnya yang terukur dan pasti, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten sesuai kebutuhan zaman..
<br>Inovasi merupakan suatu ide, barang, atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat).Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.Di era digital, perkembangan teknologi sudah menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari pada dunia pendidikan.Kemampuan masing-masing dari lembaga pendidikan untuk melakukan adaptasi menjadi faktor utama yang dapat memastikan lembaga pendidikan tersebut dapat terus eksis melakukan proses pendidikan atau tidak.Kemampuan masing-masing pimpinan lembaga pendidikan dalam melakukan kegiatan manajemen dengan mempertimbangkan berbagai faktor harus segera dilaksanakan.Masing-masing lembaga pendidikan haruslah memiliki skala prioritas dalam programnya yang terukur dan pasti, pada program jangka pendek, program jangka menengah, dan program jangka panjang
<br>Sistem pendidikan Islam di Indonesia sekarang ini masih dipertanyakan kedudukan dan kompetensi lulusannya, yang kurang mampu bersaing dengan mutu lulusan lembaga-lembaga lain yang benar-benar sudah memperhatikan masalah pendidikan. Maka dari itu lembaga pendidikan Islam harus berbenah. Salah satu usaha pembenahan yang perlu untuk dilakukan adalah pada manajemen pendidikan Islam. Artikel ini ditulis berupaya membuat kajian konseptual tentang bagaimana inovasi dan adaptasi manajemen pendidikan islam terhadap perkembangan teknologi. Artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil Analisa menunjukkan bahwa arah inovasi dan transformasi manajemen pendidikan langkah perubahan meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp" type="image/webp" length="84350" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-58f8d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-934e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/0/adaptasi-manajemen-motivasi-ruang-lingkup-administ-thumb-e3528.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al QurAoan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al QurAoan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al QurAoan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59860-muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-4" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59860-muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-4" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:6b4a119569b68619405448977892d6a6</id>
	<published>2026-08-21T14:28:05+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:28:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="46 hakam al" label="46 hakam al" />
	<category term="ilmu ma" label="ilmu ma" />
	<category term="b mus" label="b mus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[46,al,b,hakam,ilmu,ma,mus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menjelaskan filosofi kenabian Nabi Muhammad SAW berdasarkan penafsiran Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 45-46, menunjukkan peran beliau sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kebenaran, dan cahaya penerang. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian ini telah menjelaskan filosofi kenabian Nabi Muhammad SAW berdasarkan penafsiran Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 45-46, menunjukkan peran beliau sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kebenaran, dan cahaya penerang. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-a6f60.webp" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-a6f60.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-a6f60.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-a6f60.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-ea7ab.webp" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-ea7ab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-ea7ab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-ea7ab.webp 1x" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" alt="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59860-muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-4" title="JURIS - Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan" target="_blank">Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-QurAoan</a>: Penelitian ini telah menjelaskan filosofi kenabian Nabi Muhammad SAW berdasarkan penafsiran Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 45-46, menunjukkan peran beliau sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kebenaran, dan cahaya penerang. Namun, masih ada beberapa arah penelitian menarik yang bisa dikembangkan lebih lanjut agar pemahaman kita semakin mendalam dan relevan dengan tantangan zaman. Pertama, bagaimana konsep filosofi kenabian yang dijelaskan dalam ayat tersebut dapat diterapkan secara praktis untuk menyelesaikan isu-isu etika kontemporer, misalnya dalam penggunaan kecerdasan buatan atau krisis lingkungan, bukan sekadar teori namun menjadi panduan konkret bagi masyarakat umum? Kedua, mengingat adanya perdebatan filosofis di masa lalu mengenai kenabianAiantara pandangan yang bersumber dari wahyu mutlak dan yang mengintegrasikan peran akalAipenelitian selanjutnya dapat menelaah bagaimana penafsiran Al-Qur'an terhadap QS. Al-Ahzab ayat 45-46 dapat menjembatani atau memperkaya dialek antara kedua kutub pemikiran tersebut, mencari titik temu yang harmonis. Ketiga, studi ini juga dapat diperluas untuk mengidentifikasi bagaimana misi kenabian Muhammad, khususnya perannya dalam mentransformasi peradaban dari 'Badawah' menuju 'Hadharah' seperti yang diutarakan Ibn Khaldun, bisa diimplementasikan atau diadaptasi dalam konteks masyarakat Muslim modern untuk mengatasi tantangan sosial dan intelektual yang dihadapi saat ini. Misalnya, bagaimana pendidikan profetik dapat membentuk generasi yang berakhlak mulia sekaligus inovatif di era digital? Dengan demikian, penelitian mendatang dapat bergerak dari ranah penafsiran tekstual menuju aplikasi konseptual yang lebih luas dan transformatif, memberikan manfaat nyata bagi kemajuan peradaban..
<br>Al-Ahzab ayat 45-46 mengungkapkan pesan profetik Nabi Muhammad SAW, meliputi kesaksiannya sebagai utusan Tuhan yang menyampaikan risalah tauhid dan misi sebagai pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan.Misi tersebut mencakup ajakan menyembah Allah SWT dengan ikhlas dan tanpa paksaan, serta peringatan akan balasan bagi yang mendustakan.Kehadiran Nabi Muhammad juga menandai keberhasilan mengubah peradaban Jahiliyah pra-Islam yang Badawah menuju peradaban Hadharah yang lebih maju, sebagaimana dipinjam dari terminologi Ibn Khaldun
<br>Pembahasan mengenai filsafat Kenabian merupakan salah satu tema sentral bagi para filsuf Muslim pada Abad Pertengahan. Hal ini karena salah satu dasar keimanan umat Islam dibangun di atas kepercayaan kepada para utusan Tuhan sebagai penerima sekaligus penyampai pesan-pesan ketuhanan. Sehingga apabila seseorang telah mendaku diri sebagai orang beriman konsekuensi yang harus diterima adalah meyakini eksistensi nubuwwah Muhammad. Namun, sejarah mencatat keberadaan sebagaian kelompok kaum muslim pada abad Pertengahan telah mengesampingkan peran seorang Nabi. Asumsi yang mendasari mereka semata-mata hanya bertumpu pada peran akal manusia yang dinilai cukup menuntunnya kepada kebenaran sehingga peran kenabian tidak lagi dibutuhkan. Tulisan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp" type="image/webp" length="101410" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-2ad13.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-a6f60.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/7/muhammad-saw-filsafat-profetik-al-ahzab-45-46-prop-thumb-ea7ab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konsep Pendidikan Iman dalam QS Al Mukminun ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Pendidikan Iman dalam QS Al Mukminun ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Pendidikan Iman dalam QS Al Mukminun ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59857-tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-pendidik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59857-tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-pendidik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:9e4ea69f38ecdc07c6b07f7a0c4883be</id>
	<published>2026-08-21T14:09:44+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:09:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="46 hakam al" label="46 hakam al" />
	<category term="ilmu ma" label="ilmu ma" />
	<category term="b mus" label="b mus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[46,al,b,hakam,ilmu,ma,mus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut konsep iman dalam QS. Al-Mukminun dengan menggunakan metode tafsir maudhu`i (tematik) dan membandingkan hasil analisis dengan metode-metode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut konsep iman dalam QS. Al-Mukminun dengan menggunakan metode tafsir maudhu`i (tematik) dan membandingkan hasil analisis dengan metode-metode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-b43c6.webp" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-b43c6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-b43c6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-b43c6.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" alt="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-e2861.webp" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-e2861.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-e2861.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-e2861.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" alt="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp 1x" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" alt="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59857-tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-pendidik" title="JURIS - Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun" target="_blank">Konsep Pendidikan Iman dalam QS. Al-Mukminun</a>: Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut konsep iman dalam QS. Al-Mukminun dengan menggunakan metode tafsir maudhu`i (tematik) dan membandingkan hasil analisis dengan metode-metode tafsir lainnya. (2) Melakukan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam tentang konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) Mengembangkan penelitian tentang hubungan antara iman dan pendidikan, serta bagaimana iman dapat menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan komprehensif..
<br>Al-Mukminun yang menjadi tujuan dari pembahasan dalam penelitian ini disajikan berdasarkan susunan kerangka berpikir yang mencakup pandangan umum tentang iman, ayat tentang iman dalam al-Quran, dan analisis ayat tentang iman.Berdasarkan pandangan umum tentang iman diketahui bahwa iman berarti iman adalah membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.Ciri-ciri orang beriman yang terdapat dalam QS.Al-Mukminun berjumlah sebanyak enam sifat, yaitu khusyu` dalam menunaikan shalat, tidak melakukan hal-hal yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kehormatan, menunaikan amanah dan janji, serta memelihara shalatnya
<br>Tulisan ini membahas konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah penelusuran konsep pendidikan iman yang terkandung dalam QS. Al-Mukminun. Metode penulisan yang diterapkan dalam penulisan ini adalah metode tafsir maudhu`i (tematik), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Quran yang terdapat dalam QS. Al-Mukminun untuk menemukan konsep pendidikan iman yang terkandung di dalamnya. Langkah-langkah metode tafsir maudhu`i yang dirumuskan oleh Abdul Hay Al-Farmawi. Dalam rumusan tersebut terdapat tujuh langkah dalam tafsir maudhui, yaitu dimulai dengan menentukan tema, dan mengumpulkan ayat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp" type="image/webp" length="86336" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-b43c6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-e2861.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/e/tematik-ayat-al-konsep-pendidikan-iman-anak-al-muk-thumb-ffe6e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS Identification of Octopus Species in the Alas Strait ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS Identification of Octopus Species in the Alas Strait ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS Identification of Octopus Species in the Alas Strait ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59863-gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59863-gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:71df7ee347441d6b90b25ff3014dcf28</id>
	<published>2026-08-21T14:09:13+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:09:13+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="teknik sains" label="teknik sains" />
	<category term="tool support" label="tool support" />
	<category term="widhi dharma" label="widhi dharma" />
	<itunes:keywords><![CDATA[dharma,sains,support,teknik,tool,widhi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penggunaan teknik PCR sekuensing DNA mitokondria dapat menilai keragaman genetik Octopus cyanea di Selat Alas. Hasil analisis ini akan membantu mengidentifikasi populasi subspesies di wilayah perairan. Studi tentang siklus reproduksi, termasuk periode ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penggunaan teknik PCR sekuensing DNA mitokondria dapat menilai keragaman genetik Octopus cyanea di Selat Alas. Hasil analisis ini akan membantu mengidentifikasi populasi subspesies di wilayah perairan. Studi tentang siklus reproduksi, termasuk periode ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp" title="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp 1x" title="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" alt="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-4c275.webp" title="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-4c275.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-4c275.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-4c275.webp 1x" title="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" alt="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59863-gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggar" title="JURIS - IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait" target="_blank">IDENTIFIKASI SPESIES GURITA DI SELAT ALAS: Identification of Octopus Species in the Alas Strait</a>: Penggunaan teknik PCR sekuensing DNA mitokondria dapat menilai keragaman genetik Octopus cyanea di Selat Alas. Hasil analisis ini akan membantu mengidentifikasi populasi subspesies di wilayah perairan. Studi tentang siklus reproduksi, termasuk periode ovulasi dan masa larva, penting untuk menetapkan zona larva. Data ini memudahkan peraturan penangkapan guna melindungi fase reproduksi yang sensitif. Pemantauan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kadar oksigen dan kualitas substrat dapat menginterpretasi pola distribusi serta memprediksi fluktuasi populasi. Integrasi data lingkungan musiman dengan data genetik dapat mendeteksi interaksi ekologis antar spesies serta memetakan jalur migrasi. Analisis data survei pelangkap dapat menemukan zona hotspot penangkapan yang beresiko tinggi. Pengembangan model prediktif berbasis machine learning akan memudahkan identifikasi risiko serta strategi mitigasi di daerah terpencil. Penyediaan data terbuka di platform digital dan pelatihan komunitas untuk monitoring harian meningkatkan partisipasi pelestarian serta transparansi data. Kombinasi pendekatan tersebut akan menyumbang dasar ilmiah kuat untuk kebijakan pengelolaan gurita yang lestari dan berkelanjutan di Selat Alas untuk perlindungan panjang..
<br>Berdasarkan hasil identifikasi dan karakterisasi terhadap 29 individu gurita yang tertangkap di tujuh lokasi penangkapan di Selat Alas, dapat disimpulkan bahwa.(1) Seluruh spesimen gurita yang tertangkap di Selat Alas teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Octopus cyanea (Gray, 1849), yang merupakan anggota Famili Octopodidae dan Genus Octopus.(2) Karakter diagnostik kunci yang membedakan O.cyanea dari spesies lain meliputi kehadiran oceli, pola bintik putih hingga biru muda pada lateral lengan, pita zebra pada permukaan latero-ventral, dan tonjolan seperti tanduk pada dorsal mata.(3) Populasi gurita di Selat Alas terdiri dari 55,2% individu dewasa dan 44,8% juvenil, dengan berat tubuh 0,33Ae2,70 kg dan panjang mantel 7Ae22 cm
<br>Gurita merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Selat Alas, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengarakterisasi spesies gurita yang tertangkap di Selat Alas berdasarkan karakter morfometrik dan taksonomi. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh lokasi penangkapan di Selat Alas, yaitu Gili Lebur, Pulau Kambing, Pulau Panjang, Pulau Belang, Gili Belang, Pasir Putih, dan Gili Ular. Sebanyak 29 individu gurita dikoleksi dan dianalisis berdasarkan karakter morfometrik meliputi berat tubuh, panjang kepala (HL), panjang mantel (ML), rasio HL/ML, warna tubuh, serta...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp" type="image/webp" length="95452" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-1c8f9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/4/gurita-octopus-cyanea-selat-alas-nusa-tenggara-ind-thumb-4c275.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-2697-yalamqa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-11333-al-aqlu-jurnal-matematika-teknik-sains.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir Sejarah Bentuk Landasan Hukum Prinsip dan Parameternya ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:2a534113178597c89217f7c80f4ba9fa</id>
	<published>2026-08-21T14:02:03+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T14:02:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="mendengar al" label="mendengar al" />
	<category term="kh wal mans" label="kh wal mans" />
	<category term="konsep nas" label="konsep nas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[al,kh,konsep,mans,mendengar,nas,wal]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp 1x" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" alt="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59853-tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber" title="JURIS - Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya" target="_blank">Mendiskusikan Konstruksi Kritik Tafsir; Sejarah, Bentuk, Landasan Hukum, Prinsip dan Parameternya</a>: Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Qur'an, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam pengembangan metode kritik tafsir. Kedua, penelitian tentang prinsip dan parameter kritik tafsir yang jelas dan ilmiah, termasuk studi tentang bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam praktik kritik tafsir. Ketiga, penelitian tentang dampak dan manfaat dari kritik tafsir terhadap pemahaman dan penerapan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk studi tentang bagaimana kritik tafsir dapat membantu dalam mengatasi perbedaan penafsiran dan meningkatkan kualitas penafsiran Al-Qur'an..
<br>Secara historis, kritisisme sejatinya sudah sangat tua, setua manusia itu sendiri, atau bahkan jauh lebih tua dari manusia.Sebab sebelum Adam diciptakan, malaikat Aemelalui informasi QS.30Ai menurut sebagian mufasir, sudah melakukan kerja kritis itu.Kemudian kritisisme berkembang seiring dengan tabiat dasar dan kebutuhan manusia hingga masuk ke dalam disiplin ilmu pengetahuan, seperti ilmu hadis, fikih dan ilmu Al-QurAoan.Dalam konteks studi Al-QurAoan, tradisi kritik tafsir dimulai dari kritik sumber penafsiran.seperti kritik terhadap hadis-hadis palsu dan lemah, kritik israAoiliyat hingga kritik ad-dakhil (tafsir infiltratif)86 dan kritik personalitas mufasir.Secara umum, kritik tafsir didefinisikan sebagai langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-QurAoan.Maka wilayah kerja kritik tafsir adalah menganalisis, mengavaluasi dan menilai tafsir secara argumentatif dengan parameter ilmiah.Ending dari kerja kritis tersebut adalah pemetaan tipologi tafsir yang sesuai koredor ilmiah dan yang tidak sesuai, tafsir yang kuat dan yang lemah, tafsir yang mustaqm dan yang munuarif, tafsir yang terpuji (maumd) dan yang tercela (madhmm).Dengan demikian, kritik yang dilakukan bersifat konstruktif, bukan dekonstruktif.Untuk memastikan agar kerja kritik tafsir tersebut ke arah yang konstruktif, maka harus diperhatikan hal-hal berikut.(2) bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya tafsir yang dikritik.dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir.Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-QurAoan seperti QS.269, Sunnah Nabi, pendapat sahabat seperti pendapat Abu Bakar dan Umar serta kaidah-kaidah ilmiah seperti kaidah.tajwz al-khaaAo AoalA al-mujtahidn (kemungkinan terjadinya kesalahan pada ide para mujtahid).binAAo al-aukAm AoalA al-eann aw nisbyat al-uaqqah (dasar penetapan hukum adalah eann atau relativitas kebenaran).al-amr bi al-maAorf wa al-nahyu Aoan al-munkar (amar makruf nahi munkar).Dalam proses pelaksanaannya, harus dilandasi dengan prinsip dan parameter yang jelas dan ilmiah, sehingga kritikus tidak jatuh dalam kesalahan dan subjektivitas yang berlebihan.Di antara prinsip dan parameter kritik tafsir tersebut adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat, mengetahui aspek qaAoyAt, tidak melanggar ijmaAo (konsensus), memperhatikan norma adat (al-Aourf), memperhatikan konteks (siyAq), mempertimbangkan maslahat, menggunakan ilmu logika (maniq).Dengan berpegang teguh pada hal-hal tersebut, diharapkan kerja kritik tafsir akan menghasilkan produk penafsiran yang lebih baik, berkualitas dan bermanfaat
<br>Tulisan ini berusaha mengetengahkan diskursus kritik tafsir; mulai dari definisi, sejarah, landasan hukum hingga prinsip dan parameter kritiknya. Untuk mendapat gambaran yang jelas, digunakan pendekatan historis dengan metode deskriptif-filosofis. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa kritik tafsir merupakan langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-QurAoan. Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-QurAoan, Sunnah Nabi, pendapat sahabat dan kaidah-kaidah ilmiah. Adapun prinsip dan parameter kritik tafsir yang perlu dipedomani adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" type="image/webp" length="91052" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-8106f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-a98fe.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/8/tafsir-al-kasyaf-kaidah-ilmiah-valid-kritik-sumber-thumb-623bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Muhammad Basiuni Imran Tokoh Legendaris Islam Sambas Kalimantan Barat Abad 20 M ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Muhammad Basiuni Imran Tokoh Legendaris Islam Sambas Kalimantan Barat Abad 20 M ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Muhammad Basiuni Imran Tokoh Legendaris Islam Sambas Kalimantan Barat Abad 20 M ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59859-sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-59859-sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-08-21:97b89ae06a3617b47582576f2e77bf28</id>
	<published>2026-08-21T13:46:03+07:00</published>
	<updated>2026-08-21T13:46:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="46 hakam al" label="46 hakam al" />
	<category term="ilmu ma" label="ilmu ma" />
	<category term="b mus" label="b mus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[46,al,b,hakam,ilmu,ma,mus]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh pemikiran Muhammad Rasyid Ridha terhadap Muhammad Basiuni Imran ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh pemikiran Muhammad Rasyid Ridha terhadap Muhammad Basiuni Imran ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-fd2e1.webp" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-fd2e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-fd2e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-fd2e1.webp 1x" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" alt="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp 1x" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" alt="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-9b06a.webp" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-9b06a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-9b06a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-9b06a.webp 1x" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" alt="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-59859-sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu" title="JURIS - Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M" target="_blank">Muhammad Basiuni Imran: Tokoh Legendaris Islam, Sambas, Kalimantan Barat Abad 20 M</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh pemikiran Muhammad Rasyid Ridha terhadap Muhammad Basiuni Imran dan bagaimana ide-ide pembaharuan Islam tersebut diterapkan di wilayah Sambas. Kedua, penting untuk menelusuri lebih lanjut bagaimana Muhammad Basiuni Imran menyuarakan dan merealisasikan gagasan reformasi pendidikan di Sambas, termasuk strategi dan tantangan yang dihadapi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada kontribusi Muhammad Basiuni Imran dalam pengembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Sambas, seperti Madrasah Sultaniyah, Sekolah Tarbiatoel Islam, dan Kulliyat al-Muballighin, serta dampaknya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Kalimantan Barat..
<br>Muhammad Basiuni Imran merupakan tokoh legendaris Islam dari kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang cukup fenomenal di abad ke-20 M.Beliau hidup pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II.Selama masa hidupnya beliau pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah, yaitu Makkah dan Mesir, dan ketika beliau pulang ke kampung halamannya Sambas, beliau diberikan sejumlah amanah penting baik dalam dunia akademik maupun kalangan kerajaan.Di dunia akademik, Muhammad Basiuni Imran pernah diberikan kepercayaan untuk mengelola Madrasah Sultaniyah yang kemudian dari madrasah ini melahirkan sejumlah sekolah lainnya.Dan melalui dunia akademik inilah beliau berusaha memvisualisasikan ide-ide pembaharuan Islam dari Muhammad Rasyid Ridha ke Kalimantan Barat.Sedangkan di Kesultanan Sambas, beliau Ae di antaranya diberikan amanah sebagai Aomaharaja imamAo yang bertugas mengelola segala aktivitas keagamaan yang termasuk dalam ruang lingkup kesultanan Sambas
<br>Penelitian tentang ulama di Kalimantan Barat penting dilakukan, karena penelitian tentang hal tersebut belum banyak diungkap atau diteliti oleh para peneliti. Berdasarkan alasan tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti tema ini lebih jauh. Penelitian ini menggunakan teori genealogi pengetahuan dan dengan pendekatan sejarah. Kesimpulan dari artikel ini adalah pemikiran Muhammad Basiuni Imran banyak dipengaruhi oleh Muhammad Rasyid Ridha, terutama ide pembaharuan Islam, dan ide-ide tersebut diterapkannya di wilayah Sambas, khususnya pembaharuan dalam dunia pendidikan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp" type="image/webp" length="100816" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-fd2e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-683b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/f/sultan-muhammad-basiuni-imran-pembaharu-islam-samb-thumb-9b06a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4719-iiq.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17022-al-fanar-jurnal-ilmu-al-qur-an-tafsir.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Fri, 21 Aug 2026 16:52:41 +0700. 24 items. Served in: 6.196 seconds [atom] -->
