<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.372-23aug2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-09-15T22:37:09+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Direktori PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani KWT Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani KWT Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani KWT Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66429-wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66429-wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:3d8fb16a8cc5d766f79eecb6507d42f6</id>
	<published>2026-09-15T22:19:19+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T22:19:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="direktori pdf jurnal" label="direktori pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan efektivitas berbagai metode pembuatan Eco Enzyme dalam mengurangi limbah organik. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang program Eco Enzyme terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan efektivitas berbagai metode pembuatan Eco Enzyme dalam mengurangi limbah organik. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang program Eco Enzyme terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-8d897.webp" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-8d897.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-8d897.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-8d897.webp 1x" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" alt="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-6ef01.webp" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-6ef01.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-6ef01.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-6ef01.webp 1x" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" alt="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp 1x" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" alt="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66429-wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro" title="JURIS - Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme" target="_blank">Studi Persepsi Sikap dan Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo Terkait Program Pembuatan Eco enzyme</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada perbandingan efektivitas berbagai metode pembuatan Eco Enzyme dalam mengurangi limbah organik. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang program Eco Enzyme terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan masyarakat pedesaan. Penelitian juga bisa mengkaji peran teknologi digital dalam memperluas akses dan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam pengelolaan limbah organik melalui inovasi seperti aplikasi edukasi atau platform pemasaran produk ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk memperkuat program pemberdayaan berbasis lingkungan di tingkat desa..
<br>Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi yang positif membentuk sikap yang mendukung, yang selanjutnya mendorong partisipasi aktif anggota KWT dalam program pembuatan Eco Enzyme.Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga meningkatkan kesadaran lingkungan, pemberdayaan kelompok, serta mendukung pertanian ramah lingkungan di Desa Sidorejo
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi, sikap, dan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sidorejo terhadap program pembuatan Eco Enzyme. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tingginya volume limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal serta pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang anggota KWT dan seluruhnya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp" type="image/webp" length="112670" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-8d897.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-6ef01.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/3/wanita-tani-kwt-program-eco-tahfiz-wisata-alam-pro-thumb-830e5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4002-itbmpolman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19462-agrinova-jurnal-inovasi-agribisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nusantara and Mitreka Satata A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66407-majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingd" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66407-majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingd" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:1590dd07eb7eee26ed1e2a2b513e31a4</id>
	<published>2026-09-15T22:12:22+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T22:12:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp 1x" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" alt="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66407-majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingd" title="JURIS - Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century" target="_blank">Nusantara and Mitreka Satata: A Study of the Majapahit Foreign Policy in the 13th Century</a>: Based on the findings of this study, further research could delve into the specific strategies employed by the Majapahit kingdom to establish and maintain friendly relations with foreign kingdoms, particularly those in Southeast Asia. Exploring the diplomatic, economic, and cultural exchanges that facilitated these relationships could provide valuable insights into the dynamics of regional power and influence during the 13th century. Additionally, a comparative analysis of the Majapahit kingdom's foreign policy with that of other contemporary kingdoms in the region could offer a broader understanding of the unique aspects of Majapahit's approach and its impact on the political landscape of Southeast Asia..
<br>The terms Nusantara and Mitreka Satata are two very different things.It is because the term Nusantara is the term for the territories under the control of the Majapahit kingdom, so in the concept of the country, the term Nusantara is used to refer to the unity of Nagara, Nagara-gung, and Mancanagara.Meanwhile, the term Mitreka Satata refers to foreign kingdoms that were not included in the territory of the Majapahit kingdom (Nusantara).It is because this pupuh does not mention that these kingdoms also sent their envoys to pay respects or make offerings to the king of Majapahit.Mitreka Satata is a term used to describe MajapahitAos foreign policy of establishing friendly relations with foreign kingdoms
<br>Stanzas thirteen to fifteen of the Kakawin Negarakertagama mention the regional terms "Nusantara" and "Mitreka Satata". Written by Pu Prapanca, the manuscript clearly elucidates the meanings and distinctions between these terms. Notably, the term "Nusantara" was already known during the Singhasari era, as evidenced by its appearance in the Camundi inscription under the name "Dwipantara". However, there remains considerable ambiguity and frequent misinterpretations regarding these terms, with some even conflating them. This research aims to clarify the meanings of "Nusantara" and "Mitreka Satata" and to delineate their differences. Additionally, the study explores the historical contexts and nuances associated with each term. This study employs historical methods with a philological approach, examining inscriptions, statues, and manuscripts categorized...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" type="image/webp" length="121336" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-dc1d1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-beeef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/6/majapahit-nusantara-mitreka-satata-kingdom-kingdom-thumb-f996a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Impact of Baron Fishermens Activities on the Socio Economic Life of Kemadang Village Residents 2011 2017 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66413-baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66413-baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:4a1c4e6340e8be9c47eecc802a4071a1</id>
	<published>2026-09-15T22:11:34+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T22:11:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="oil gas" label="oil gas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp 1x" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" alt="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66413-baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e" title="JURIS - The Impact of Baron Fishermen&#039;s Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017" target="_blank">The Impact of Baron Fishermen's Activities on the Socio-Economic Life of Kemadang Village Residents, 2011-2017</a>: Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang perubahan mata pencaharian dari pertanian ke perikanan terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kedua, studi tentang pengaruh perubahan iklim terhadap produksi ikan di Pantai Baron dan strategi adaptasi nelayan perlu dilakukan. Ketiga, penelitian tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung nelayan melalui bantuan alat tangkap dan pelatihan teknis dapat menjadi arah baru. Penelitian ini akan memberikan wawasan lebih mendalam untuk memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir..
<br>Perpindahan mata pencaharian penduduk Desa Kemadang dari petani ke nelayan telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka secara signifikan.Produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron memungkinkan nelayan menghasilkan pendapatan 2-3 kali seminggu, berbeda jauh dengan pendapatan dua kali setahun saat bertani.Pendapatan nelayan yang memiliki perahu lebih tinggi dibandingkan nelayan pekerja karena memiliki modal dan tenaga kerja.Peningkatan pendapatan ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup, seperti kepemilikan aset, akses pendidikan, dan perbaikan perumahan.Aktivitas nelayan juga mendorong perbaikan fasilitas dan infrastruktur, seperti mercusuar, bangunan lelang ikan, dan peningkatan jumlah perahu
<br>Studi ini mengeksplorasi dampak aktivitas nelayan Baron terhadap kondisi sosial ekonomi penduduk Desa Kemadang dari tahun 2011 hingga 2017. Dengan metode historis, studi ini menganalisis bagaimana peralihan dari pertanian berbasis daratan ke perikanan memengaruhi pendapatan, kesejahteraan, dan perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa produksi ikan yang melimpah di Pantai Baron secara signifikan meningkatkan pendapatan nelayan, yang kini menghasilkan 2-3 kali seminggu dibandingkan pendapatan dua kali setahun dari pertanian. Peningkatan pendapatan ini secara langsung meningkatkan standar hidup, seperti peningkatan kepemilikan barang, akses pendidikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" type="image/webp" length="93956" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-15793.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-18264.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/6/baron-fishermen-kemadang-village-pengaruh-sosial-e-thumb-46881.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Bridge to Fence A Maritime History of the Straits of Malacca ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Bridge to Fence A Maritime History of the Straits of Malacca ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Bridge to Fence A Maritime History of the Straits of Malacca ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66408-selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-ten" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66408-selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-ten" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:4f428459c048d2f235094bb16a019baa</id>
	<published>2026-09-15T22:01:51+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T22:01:51+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengkaji lebih lanjut dampak Traktat London (1824) terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik di wilayah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengkaji lebih lanjut dampak Traktat London (1824) terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik di wilayah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp 1x" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" alt="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-c3ba6.webp" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-c3ba6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-c3ba6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-c3ba6.webp 1x" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" alt="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-4acc8.webp" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-4acc8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-4acc8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-4acc8.webp 1x" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" alt="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66408-selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-ten" title="JURIS - Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca" target="_blank">Bridge to Fence: A Maritime History of the Straits of Malacca</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Mengkaji lebih lanjut dampak Traktat London (1824) terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik di wilayah Selat Malaka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana Traktat tersebut mempengaruhi hubungan antara komunitas lokal, perdagangan, dan interaksi budaya di wilayah tersebut.2. Menganalisis peran dan pengaruh negara-negara bangsa modern yang lahir dari pembagian kolonial, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Indonesia, dalam konteks sejarah Selat Malaka. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana identitas nasional dan kebijakan pemerintah saat ini terkait dengan warisan sejarah Selat Malaka.3. Melakukan studi komparatif tentang strategi dan kebijakan perdagangan yang diadopsi oleh kekuatan kolonial Inggris dan Belanda di Selat Malaka. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kedua kekuatan tersebut bersaing dan berkolaborasi dalam konteks perdagangan internasional, dan bagaimana hal itu mempengaruhi perkembangan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana sejarah Selat Malaka telah membentuk dinamika sosial, ekonomi, dan politik di wilayah tersebut, serta bagaimana warisan sejarah tersebut masih relevan dalam konteks modern..
<br>Sebelum tahun 1824, sebelum diktator imperialisme dan kolonialisme Barat, Selat Malaka berfungsi sebagai kekuatan penghubung dengan faktor ekonomi (perdagangan dan perdagangan) yang menumbuhkan dan memperkaya matriks sosio-budaya di sekitarnya dan di seluruh Kepulauan Melayu.Jaringan dan hubungan perdagangan, dari lokal, regional hingga internasional, tumpang tindih dan saling silang di wilayah Selat Malaka menjadikannya sebagai kekuatan penyatu, yang mencakup semua pihak.Pusat aktivitas ekonomi ini menjadi menonjol dengan munculnya Srivijaya, dan kemudian, Melaka.Meskipun terpecah selama abad ke-16 dan ke-18, interaksi ekonomi terus memicu lingkungan sosio-budaya Kepulauan Melayu yang secara bertahap berevolusi menjadi apa yang dikenal sebagai 'Dunia Melayu', sebagian besar Asia Tenggara kepulauan.Awal abad ke-19 menandai fajar baru di mana Kepulauan Melayu, Dunia Melayu, dan pada gilirannya, Asia Tenggara kepulauan, menjadi 'lapangan bermain' dua 'Tuan Tanah Timur', Inggris dan Belanda.Traktat London (1824) memenuhi kebutuhan kedua 'Tuan Tanah' dan pada gilirannya, mengubah peran Selat Malaka, dari jembatan sosio-budaya menjadi pagar kolonial politik dan strategis.Negara-negara bangsa saat ini di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Indonesia lahir dari pembagian kolonial ini
<br>Samudera, laut, selat, dan badan air lainnya mungkin menjadi pembatas antara daratan, tetapi pada saat yang sama berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan wilayah yang beragam. Atribut positif ini menggambarkan samudera, laut, dan selat sebagai penghubung antara pulau-pulau dan pulau dengan benua. Studi ini menekankan sejarah Selat Malaka dan perannya dalam dinamika jaringan penghubung. Selat Malaka, yang terletak di tengah Asia Tenggara, adalah media interaksi yang menghubungkan Semenanjung Melayu (sekarang Malaysia Barat/Peninsular) dengan bagian lain dari wilayah yang meluas hingga ke Jawa dan Borneo yang jauh. Selat ini telah berfungsi sebagai jembatan alami Dunia Melayu, yang merujuk pada Kepulauan Melayu atau Nusantara, yang sebagian besar mencakup wilayah yang lebih luas di Asia Tenggara kepulauan. Jembatan ini bahkan lebih signifikan pada periode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp" type="image/webp" length="109860" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-339d2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-c3ba6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/selat-malaka-sejarah-wilayah-asia-tenggara-kelauta-thumb-4acc8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66405-daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66405-daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:26a83780ddc814191daef9a6f73d20b4</id>
	<published>2026-09-15T21:55:02+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T21:55:02+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran penguasa lokal dalam upaya anti-bajak laut di wilayah lain selama periode kolonial. Selain itu, analisis dampak kerja sama antara pemerintah Hindia Belanda dan Britania di kawasan tertentu terhadap penurunan aktivitas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran penguasa lokal dalam upaya anti-bajak laut di wilayah lain selama periode kolonial. Selain itu, analisis dampak kerja sama antara pemerintah Hindia Belanda dan Britania di kawasan tertentu terhadap penurunan aktivitas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-235c0.webp" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-235c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-235c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-235c0.webp 1x" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" alt="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp 1x" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" alt="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-99058.webp" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-99058.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-99058.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-99058.webp 1x" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" alt="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66405-daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx" title="JURIS - The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers" target="_blank">The Dutch East Indies Colonial Government Efforts To Eradicate Pirates Based On The 19th Century Colonial Newspapers</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran penguasa lokal dalam upaya anti-bajak laut di wilayah lain selama periode kolonial. Selain itu, analisis dampak kerja sama antara pemerintah Hindia Belanda dan Britania di kawasan tertentu terhadap penurunan aktivitas bajak laut perlu dikembangkan. Terakhir, studi tentang efek jangka panjang insentif yang diberikan pemerintah kolonial terhadap perilaku bajak laut dapat menjadi arah penelitian baru..
<br>Masalah bajak laut di perairan Kepulauan Nusantara merupakan tantangan serius bagi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, baik secara politik maupun ekonomi.Upaya pemerintah mencakup patroli, hukuman berat, kerja sama dengan penguasa lokal dan koloni Britania, serta kolaborasi internasional untuk mengurangi aktivitas bajak laut.Meskipun demikian, tantangan tetap besar karena luasnya perairan dan keterbatasan sumber daya
<br>Kehadiran bajak laut di perairan Kepulauan Nusantara telah mengganggu para pelaut dan pedagang sebelum kedatangan Eropa. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa serius Pemerintah Hindia Belanda Kolonial menghadapi isu bajak laut. Artikel berita di surat kabar kolonial abad ke-19 mengandung informasi yang cukup tentang bajak laut di Hindia Belanda, mulai dari identitas berbagai kelompok bajak laut dan kasus pencurian laut hingga respons Pemerintah Hindia Belanda terhadap gangguan yang marak dilakukan oleh bajak laut. Metode historis yang digunakan untuk meneliti sumber meliputi surat kabar kolonial abad ke-19, arsip kolonial, dan studi serta literatur sebelumnya. Artikel ini menemukan bahwa Pemerintah Hindia Belanda Kolonial membuat upaya...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp" type="image/webp" length="168110" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-235c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-27186.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/c/daerah-kolonial-hindia-sumber-daya-laut-xx-belanda-thumb-99058.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66430-pengembangan-produk-kualitas-perikanan-dive" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66430-pengembangan-produk-kualitas-perikanan-dive" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:a9e174deea69ff8e46830cdc9e192bf8</id>
	<published>2026-09-15T21:52:56+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T21:52:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase jurnal akademik" label="etalase jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan perikanan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan komunitas berbasis kearifan lokal yang melibatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan perikanan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan komunitas berbasis kearifan lokal yang melibatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-5d0a4.webp" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-5d0a4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-5d0a4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-5d0a4.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" alt="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-cea14.webp" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-cea14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-cea14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-cea14.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" alt="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp 1x" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" alt="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66430-pengembangan-produk-kualitas-perikanan-dive" title="JURIS - Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar" target="_blank">Analisis Pengembangan Produk Olahan Perikanan pada Masyarakat Pesisir Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan perikanan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan komunitas berbasis kearifan lokal yang melibatkan peran lembaga pendidikan dan pelaku usaha. Terakhir, penelitian juga perlu mengkaji strategi pemasaran digital dan ekspansi pasar regional untuk meningkatkan daya saing produk olahan perikanan daerah. Ketiga arah penelitian ini dapat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi, pendidikan berkelanjutan, dan pengembangan pasar yang lebih luas..
<br>Diversifikasi produk perikanan terbukti berdampak signifikan terhadap peningkatan nilai ekonomi masyarakat pesisir Desa Karama.Rata-rata pendapatan meningkat sebesar 78% dibandingkan kelompok nelayan yang hanya mengandalkan perikanan tangkap konvensional, dengan peningkatan tertinggi pada produk fillet dan bakso ikan (118%).Faktor penghambat utama dalam pengembangan produk olahan perikanan di Desa Karama meliputi keterbatasan akses teknologi, rendahnya kapasitas SDM, minimnya akses permodalan, keterbatasan jaringan pasar, dan fluktuasi ketersediaan bahan baku.Strategi bisnis inklusif yang terintegrasi mencakup diversifikasi produk, penguatan SDM, akses pasar dan teknologi, serta dukungan kebijakan merupakan instrumen efektif dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Polewali Mandar secara berkelanjutan
<br>Wilayah pesisir Indonesia, khususnya Desa Karama, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ketergantungan masyarakat pada penjualan hasil tangkap dalam bentuk mentah menyebabkan fluktuasi pendapatan yang tidak stabil serta rendahnya nilai tambah produk perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dampak diversifikasi produk perikanan terhadap nilai ekonomi masyarakat pesisir, (2) menganalisis faktor-faktor penghambat dalam pengembangan produk olahan perikanan, dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp" type="image/webp" length="59106" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-5d0a4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-cea14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/5/pengembangan-produk-kualitas-perikanan-diversifika-thumb-8e61d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4002-itbmpolman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19462-agrinova-jurnal-inovasi-agribisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani KWT Desa Bumiayu A ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani KWT Desa Bumiayu A ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani KWT Desa Bumiayu A ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66427-pupuk-organik-cair-poc" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66427-pupuk-organik-cair-poc" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:d68e2a29c325f70a614671b29c1941e3</id>
	<published>2026-09-15T21:13:47+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T21:13:47+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="etalase pdf jurnal" label="etalase pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,etalase,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan POC terhadap kesuburan tanah dan kesehatan ekosistem pertanian di wilayah lain. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji perbedaan efektivitas POC yang dihasilkan dari berbagai ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan POC terhadap kesuburan tanah dan kesehatan ekosistem pertanian di wilayah lain. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji perbedaan efektivitas POC yang dihasilkan dari berbagai ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" alt="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-ff416.webp" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-ff416.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-ff416.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-ff416.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" alt="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-a5c0e.webp" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-a5c0e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-a5c0e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-a5c0e.webp 1x" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" alt="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66427-pupuk-organik-cair-poc" title="JURIS - Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A" target="_blank">Implementasi Limbah Sayuran Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Pemberdayaakn Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumiayu   A</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan POC terhadap kesuburan tanah dan kesehatan ekosistem pertanian di wilayah lain. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji perbedaan efektivitas POC yang dihasilkan dari berbagai jenis limbah sayuran, seperti limbah daun atau limbah buah. 3. Penelitian juga bisa fokus pada analisis ekonomi penggunaan POC, termasuk biaya produksi, efisiensi penggunaan, dan keuntungan finansial bagi petani yang beralih dari pupuk kimia ke POC..
<br>Proses pemberdayaan KWT dalam mengolah limbah sayuran menjadi POC telah berjalan dengan baik melalui tahapan pre-test, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, hingga post-test.Rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan partisipasi aktif anggota KWT dalam setiap tahap pengolahan limbah, mulai dari pengumpulan bahan hingga penerapan pupuk pada tanaman.Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengolah sisa sayuran menjadi POC.Mereka tidak hanya mengetahui keuntungan dari POC, tetapi juga dapat memproduksinya secara mandiri sesuai dengan langkah-langkah yang telah diajarkan.Hasil penilaian menunjukkan bahwa POC yang dibuat memiliki efektivitas yang baik dalam mendukung perkembangan tanaman.Pemanfaatan POC terbukti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman kangkung, sehingga dapat dijadikan pilihan pupuk yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam membuat limbah sayuran menjadi Pupuk Organik Cair (POC), menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota, serta menilai efektivitas penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Desa Bumiayu selama tiga bulan dengan pendekatan metode campuran, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Untuk menganalisis data, digunakan model analisis Miles dan Huberman untuk data kualitatif, uji N-Gain serta paired t-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, dan analisis ANOVA untuk menilai efektivitas Pupuk Organik Cair (POC). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan melalui pre-test, sosialisasi, pelatihan, praktik, post-test, dan implementasi berjalan dengan baik. Nilai rata-rata...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp" type="image/webp" length="56104" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-99f7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-ff416.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/c/pupuk-organik-cair-poc-hayati-kimia-tanah-implemen-thumb-a5c0e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4002-itbmpolman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19462-agrinova-jurnal-inovasi-agribisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Tapa in Ronggowarsitos Serat Pamoring Kawula Gusti 1802 1873 The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66402-tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66402-tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:c6884473dd90985da19db95c149b388e</id>
	<published>2026-09-15T21:03:03+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T21:03:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="agus wahyudi" label="agus wahyudi" />
	<category term="tadabbur fi" label="tadabbur fi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp 1x" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" alt="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66402-tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis" title="JURIS - Tapa in Ronggowarsito&#039;s Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality" target="_blank">Tapa in Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti (1802-1873): The Convergence of Javanese Mysticism and Islamic Spirituality</a>: The study of Javanese Sufism can be further enriched by exploring the representation of Sufi concepts in other works of Ronggowarsito or in different texts of Javanese mysticism. This comparative analysis could provide a deeper understanding of the synthesis between Islamic and Javanese traditions, shedding light on the unique form of spirituality that emerges from this cultural encounter. Additionally, future research could delve into the practical implications of these spiritual teachings, examining how they shape the daily lives and ethical practices of Javanese communities. By investigating the lived experiences of those who embrace these mystical traditions, researchers can gain insights into the transformative power of tapa and its role in fostering social harmony and personal growth..
<br>This study demonstrates that Serat Pamoring Kawula Gusti represents Sufi concepts through Javanese mystical terminology without diminishing the distinctive characteristics of either tradition.This representation is constructed through a systematic spiritual framework comprising Pupuh Dhandhanggula, which articulates the spiritual goals of sastra cetha and manunggaling kawula Gusti, and Pupuh Megatruh, which outlines the seven stages of tapa as the path to attaining those goals.This structure demonstrates that the spiritual journey presented in the serat is not merely a collection of independent teachings but a coherent process of inner transformation that unfolds progressively.The analysis based on the concept of maqa>ma>t reveals a clear correspondence between the stages of tapa and the process of spiritual transformation in Sufism.Tapaning djasad and tapaning budi represent the process of takhalli> through the purification of the self from blameworthy qualities, whereas tapaning hawa napsu, tapaning rasa sejati, tapaning suksma, tapaning tjahja umantjur, and tapaning urip represent tah}alli> through the cultivation of moral and spiritual virtues.Meanwhile, sastra cetha, as the spiritual goal of the journey, corresponds to tajalli, namely the unveiling of spiritual knowledge attained through the process of self-purification, which ultimately culminates in manunggaling kawula Gusti, the harmonisation of the human will with the Divine will
<br>Tapa, a form of Javanese asceticism, constitutes a longstanding tradition and a central element of spiritual life in Javanese society. This practice is frequently documented in Javanese literary works and is regarded as a significant cultural legacy. The present study analyses the concept of tapa in Raden Ngabehi Ronggowarsito's Serat Pamoring Kawula Gusti, focusing on its relationship to Sufi teachings and its role as a process of spiritual discipline and moral transformation. The data were collected through documentation techniques...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" type="image/webp" length="84800" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-2a419.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-442ef.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/3/tapa-serat-pamoring-kawula-gusti-javanese-mysticis-thumb-e8582.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66411-hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-ac" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66411-hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-ac" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:f54216e690f7a6b3eceaa9a790379a92</id>
	<published>2026-09-15T21:02:03+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T21:02:03+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp 1x" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" alt="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66411-hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-ac" title="JURIS - The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History" target="_blank">The Indian Dimension of Aceh and Sumatra History</a>: Untuk memahami lebih lanjut tentang hubungan historis antara India dan Sumatra, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi Buddha, komersial, dan budaya yang intim pada milenium pertama yang umum, dan koneksi Muslim yang menyusul. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana koneksi ini terputus pada zaman yang lebih baru. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak perdagangan dan imigrasi India terhadap budaya dan masyarakat Aceh. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak politik dan ekonomi dari hubungan antara India dan Indonesia, terutama dalam konteks perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global..
<br>Penduduk Aceh secara mendasar Austronesia dalam bahasa mereka, praktik keagamaan dan adat istiadat (terutama hubungan gender), dan budaya material mereka.Namun, perdagangan konstan dengan India Selatan hingga abad ke-19 tampaknya telah menambahkan strain India Selatan yang jelas ke dalam populasi, yang masih terlihat dalam penampilan Aceh.Selain influx konstan pedagang, guru agama, dan petualang berbagai jenis, ada impor sengaja tenaga kerja pertanian tak bebas pada paruh kedua abad ke-17.Ketika perdamaian kembali ke Aceh setelah 1912, beberapa upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali perdagangan pinang ke India, meskipun tidak lebih dari sekadar setetes.Kemerdekaan India dan Indonesia sama sekali tidak membantu memulihkan koneksi.Kedua negara tidak menyukai perbatasan perdagangan terbuka, dan hubungan antara keduanya sering dingin setelah Konferensi Bandung (1955).India menempatkan Andaman dan Nicobars di bawah administrasi militer Angkatan Laut, dan menutup perbatasan mereka sepenuhnya untuk perdagangan atau komunikasi tidak hanya dengan Indonesia, tetapi juga dengan wilayah yang sebelumnya dikuasai Inggris, Burma dan Malaya yang telah menjadi pemasok utamanya.Pemerintah India menetapkan monopoli pembelian kelapa Nicobar.Kedua kekuatan tampaknya menganggap wilayah perbatasan masing-masing sebagai pinggiran yang merepotkan yang harus ditolak kontak normal dengan tetangga mereka.Indonesia yang paranoid tentang Aceh tampaknya dibenarkan setelah pemberontakan pada tahun 1953.Seperti Batavia, Jakarta kembali mencoba menggunakan kendali perdagangan sebagai cara untuk menegakkan kepatuhan, meskipun awalnya dengan peralatan angkatan laut yang lebih sedikit untuk memberlakukan blokadenya.Barter perdagangan dengan Semenanjung sebentar didorong oleh Gubernur Syammaun Gaharu pada tahun 1958, tetapi ditutup lagi ketika Sabang beroperasi sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1960-1985.Selanjutnya, "semua hasil bumi Aceh selama Orde Baru kecuali gas alam dan pupuk diekspor melalui Belawan" (Sulaiman 2006, 134).Paranoia India tentang perbatasan pulau lebih sulit dijelaskan, karena tidak ada bukti nyata pemberontakan atau subversi di pulau-pulau tersebut.Mereka tentu saja dilihat sebagai aset strategis dalam ambisi India di Samudra Hindia.Namun sebagai aset dalam kebijakan India yang diumumkan untuk meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara, mereka tentu saja sama berharganya.Seperti pinggiran yang merepotkan lainnya di dunia nasionalis, Aceh/Sumatra Utara dan Andaman/Nicobar memiliki banyak hal yang dapat diperoleh dalam era baru perbatasan yang semakin terbuka dan kesadaran global
<br>Batas maritim Indonesia dengan India, yang berjarak hanya sekitar 100 km dari Banda Aceh, tampak tenang dan kurang menarik bagi pembuat kebijakan, dibandingkan dengan hampir semua batas wilayah yang dipersengketakan dengan Malaysia, China, Filipina, dan Australia. Hubungan historis India dengan Sumatra juga menarik perhatian lebih sedikit dari para sarjana atau masyarakat umum dibandingkan dengan dunia Arab, Persia, dan Turki, atau dengan Jawa, Semenanjung, dan China. Ini adalah salah satu ketidakseimbangan yang membenarkan "Samudra Hindia" dalam judul International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies. Hal ini juga didukung oleh argumen bahwa hubungan historis terpenting Sumatra Utara di luar Sumatra sendiri adalah dengan India selama bertahun-tahun. Saat ini telah tiba untuk menormalisasi hubungan maritim tetangga antara Andaman/Nicobar dan Aceh dalam konteks peningkatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" type="image/webp" length="119978" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-dceda.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-7db82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/b/hiem-masyarakat-aceh-incumbent-banda-indian-dimens-thumb-a4c2e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Konsep Tanah Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66409-alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66409-alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:388b11686fb1650232c8a515173bd2d9</id>
	<published>2026-09-15T20:52:09+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:52:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp 1x" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" alt="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66409-alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan" title="JURIS - Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia" target="_blank">Konsep Tanah-Air dan Aspirasi Bangsa Maritim Indonesia</a>: Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air terhadap kebijakan maritim Indonesia di masa depan, terutama dalam upaya untuk menjadi kekuatan maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kontradiksi ini mempengaruhi visi dan strategi maritim Indonesia, serta bagaimana negara dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang terkait dengan aspirasi maritimnya.2. Memperluas penelitian tentang bagaimana konsep Tanah-Air telah mempengaruhi persepsi dan pemahaman masyarakat Indonesia tentang laut dan wilayah maritim. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konsep ini telah membentuk identitas maritim bangsa, dan bagaimana hal itu dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan maritim.3. Meneliti lebih lanjut bagaimana konsep Tanah-Air dapat diintegrasikan dengan strategi dan kebijakan maritim Indonesia yang ada, seperti Doktrin Fulcrum Maritim Global dan Kebijakan Laut Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan kebijakan maritim yang lebih kohesif dan efektif, serta bagaimana hal itu dapat membantu Indonesia mencapai aspirasi maritimnya..
<br>Paradoxes yang melekat dalam konsep 'Tanah-Air' yang berasal dari persimpangan tiga pilar memiliki implikasi mendalam bagi aspirasi saat ini Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melampaui bangsa kepulauan menuju bangsa maritim.Sejak menjabat pada tahun 2014, Presiden Jokowi telah mengangkat urusan maritim sebagai agenda utama dengan mengumumkan Fulcrum Maritim Global yang terdiri dari lima pilar dengan tujuan mewujudkan 'Indonesia sebagai bangsa maritim yang berdaulat, maju, mandiri, dan kuat yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan keamanan di wilayah serta dunia'.Namun, seperti yang tercermin dalam dokumen Kebijakan Laut Indonesia 2017, pemerintahan laut umumnya dirancang sebagai elemen untuk mendukung kebijakan ketahanan nasional yang telah mapan dengan prioritas pada ancaman internal.Hal ini memberikan gambaran tentang kelanjutan prevalensi kekhawatiran akan persatuan nasional meskipun ada menyebutkan lokasi strategis dan warisan maritim bangsa.Ramifikasi kontradiksi dalam konsep Tanah-Air sebagai dasar kebijakan maritim Indonesia pada tahun-tahun berikutnya sangat terlihat pada program pilar kebijakan budaya maritim sebagai salah satu roadmap utama dokumen IOP 2017.Misalnya, program 'penyusunan inventaris nilai-nilai budaya maritim dan sistem sosial' menunjukkan kecenderungan untuk mendasarkan visi maritimnya dari prisma sejarah-budaya kekaisaran Sriwijaya dan Majapahit dan budaya strategisnya yang sentralistik dalam pengelolaan wilayah maritim mengingat geografi kepulauan pertama dan kedua 'Nusantara' pada masa itu.Hal ini mencerminkan penerimaan kontradiksi antara kebutuhan akan elemen darat-laut yang tidak terpisahkan dari kepulauan Indonesia di satu sisi dan keyakinan untuk mengelolanya melalui filsafat Jawa yang sentralistik tentang wilayah
<br>Artikel ini menganalisis konsep Tanah-Air yang diciptakan oleh pendiri Indonesia selama periode kemerdekaan dan peran sentralnya dalam membentuk pandangan maritim bangsa. Secara khusus, menggunakan pendekatan analitis historis, artikel ini menekankan peran persimpangan antara budaya politik persatuan nasional, budaya strategis Cakra Manggilingan, dan pandangan geopolitis Segara Nusantara sebagai tiga pilar pembentuk konsep Tanah-Air. Berdasarkan persimpangan ini, artikel ini menekankan kontradiksi unik dalam konsep Tanah-Air antara kebutuhan akan kesatuan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" type="image/webp" length="103272" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-1aeb4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-968a7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/5/alur-laut-kepulauan-konsep-tanah-penerapan-ketahan-thumb-a7e05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village Wanasalam District Lebak Regency 2000 2018 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66424-sosial-program-jalan-sekaya-maritim" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66424-sosial-program-jalan-sekaya-maritim" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:b182a3acd04a445d1fa4d097de0394ce</id>
	<published>2026-09-15T20:44:37+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:44:37+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="oil gas" label="oil gas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp 1x" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" alt="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66424-sosial-program-jalan-sekaya-maritim" title="JURIS - The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018" target="_blank">The Implementation of Sekaya Maritim in Muara Village Fishermen Village, Wanasalam District, Lebak Regency, 2000-2018</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak jangka panjang Program Sekaya Maritim terhadap kesejahteraan nelayan di Desa Muara, khususnya dalam mempertahankan peningkatan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi alternatif pendanaan bagi Koperasi Mina Muara Sejahtera agar dapat memperluas akses modal bagi nelayan kecil. Penelitian juga dapat melibatkan analisis dampak sosial program terhadap komunitas non-nelayan di sekitar Desa Muara, seperti pedagang dan pekerja paruh waktu, untuk memahami interaksi antara pembangunan pesisir dan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Dengan memperhatikan aspek ini, peneliti dapat mengembangkan strategi yang lebih inklusif untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh warga desa..
<br>Kondisi infrastruktur Desa Muara sebelum menerima bantuan dan pengembangan dapat dikatakan tidak memadai.Beberapa kekurangan ini terlihat dari akses jalan yang buruk menuju PPI Binuangeun dan ketiadaan saluran drainase yang mengganggu penjualan ikan di TPI Binuangeun.Di sisi lain, nelayan tidak memiliki fasilitas dan infrastruktur yang mendukung aktivitas nelayan selain di TPI dan UPTD PPI Binuangeun.Pengembangan infrastruktur di Desa Muara dimulai ketika pemerintah pusat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan Program Sekaya Maritim.Program Sekaya Maritim di Desa Muara terdiri dari tiga program utama, yaitu pemberian kapal 12 GT, rehabilitasi saluran drainase di sekitar TPI Binuangeun, dan peningkatan akses jalan di sekitar PPI Binuangeun.Selain itu, dibangun pula gedung pelatihan nelayan yang dikenal sebagai Balai Sekaya Maritim.Program-program ini didukung oleh pemberian bantuan paket alat tangkap dari KAPI, mobil Smart Fisherman, dan penyediaan paket workshop perbaikan mesin kapal dari PUPI
<br>Artikel ini berfokus pada perkembangan wilayah Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak selama penerapan Program Sekaya Maritim dari tahun 2000 hingga 2018. Program Sekaya Maritim bertujuan untuk meningkatkan kemandirian nelayan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini diterapkan di hampir semua wilayah pesisir Indonesia, terutama pusat-pusat perikanan. Desa Muara menjadi salah satu lokasi penerapan Sekaya Maritim. Kondisi masyarakat dan infrastruktur di Desa Muara masih memerlukan perhatian karena tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah dan kondisi infrastruktur juga mengkhawatirkan. Melalui metode...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" type="image/webp" length="96062" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-7d610.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-cc397.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/8/sosial-program-jalan-sekaya-maritim-pembangunan-ko-thumb-d7e47.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs Prau Layar Padhang Wulan Suwe Ora Jamu Kodok Ngorek ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66406-indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66406-indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:6ff1da2b2315ef0f41cee00e0a4e0d5f</id>
	<published>2026-09-15T20:33:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:33:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp 1x" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" alt="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66406-indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu" title="JURIS - Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek" target="_blank">Unveiling Indigenous Health Knowledge Through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi dampak lagu-lagu folklore terhadap kesehatan mental di komunitas lain di Indonesia, seperti membandingkan efektivitas pengetahuan kesehatan yang disampaikan melalui lagu daerah dengan metode modern. Selain itu, penelitian bisa menggali potensi tanaman obat lain yang disebut dalam lagu-lagu tradisional tetapi belum dieksplorasi secara ilmiah. Terakhir, studi lanjutan dapat mengevaluasi peran digitalisasi lagu-lagu folklore melalui platform seperti YouTube dalam pelestarian pengetahuan kesehatan tradisional, termasuk tantangan dan peluangnya dalam konteks globalisasi..
<br>Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan lokal yang terkandung dalam lagu-lagu folklore meliputi kesehatan mental, kesehatan tubuh, dan tanaman obat untuk membuat minuman kesehatan tradisional.Temuan penelitian ini adalah bahwa daun ubi kayu dan daun singkong memiliki potensi sebagai bahan baku skincare alami
<br>Wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan dan lautan merupakan sisi positif yang mendukung aspek kesehatan masyarakat. Laut dapat digunakan sebagai tempat liburan (kesehatan mental) sementara daratan dapat digunakan untuk menanam tanaman herbal (kesehatan tubuh). Pengetahuan komunitas tentang manfaat kesehatan ini dibagikan dalam kegiatan folklore, berupa lagu daerah. Orang-orang menciptakan lagu untuk menyimpan dan berbagi pengetahuan tentang kesehatan. Lagu-lagu folklore tersebut adalah Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, dan Kodok Ngorek. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal dalam lagu-lagu tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan yang terkandung dalam lagu-lagu folklore meliputi kesehatan mental (pentingnya piknik di laut,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" type="image/webp" length="124998" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-5113a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-e9ec7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/8/indigenous-knowledge-health-folk-songs-mental-tubu-thumb-1cb5e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Negotiating Tradition and Innovation The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Negotiating Tradition and Innovation The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Negotiating Tradition and Innovation The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66404-sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66404-sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:f587269fe2f55f58f72abd1095bde77b</id>
	<published>2026-09-15T20:20:36+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:20:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="agus wahyudi" label="agus wahyudi" />
	<category term="tadabbur fi" label="tadabbur fi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ This study focuses on a specific community in Sambas, but further research could explore these dynamics across different TQN lineages and Sufi orders in various socio-cultural contexts. Comparative studies could investigate how other Sufi orders negotiate ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ This study focuses on a specific community in Sambas, but further research could explore these dynamics across different TQN lineages and Sufi orders in various socio-cultural contexts. Comparative studies could investigate how other Sufi orders negotiate ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" alt="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-cbefc.webp" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-cbefc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-cbefc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-cbefc.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" alt="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-200bc.webp" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-200bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-200bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-200bc.webp 1x" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" alt="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66404-sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua" title="JURIS - Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan" target="_blank">Negotiating Tradition and Innovation: The Transformation of TQN Khatibiyah in Contemporary Sambas of West Kalimantan</a>: This study focuses on a specific community in Sambas, but further research could explore these dynamics across different TQN lineages and Sufi orders in various socio-cultural contexts. Comparative studies could investigate how other Sufi orders negotiate continuity and adaptation in modern societies, particularly regarding organizational openness, inclusive religious outreach, and digital communication. Additionally, future research could delve into the impact of digital dissemination on the transmission and practice of Sufi traditions, examining how it shapes the relationship between murshids and disciples and the overall spiritual experience within Sufi communities..
<br>This study demonstrates that Sheikh Ahmad Khatib Sambas's spiritual legacy has been preserved within TQN Khatibiyah as a living tradition, reproduced across generations through the silsila, doctrinal teachings, ritual practices, and the murshid's enduring authority.Its contemporary development is marked by organizational openness, inclusive religious outreach, and digital dissemination.Rather than departures from tradition, these are adaptive strategies extending teachings and rituals to communities, demonstrating that continuity and transformation are complementary dimensions of Sufi tradition.The study contributes to contemporary Sufism by showing, through Giddens's structuration theory, how inherited structures and the agency of successive murshids interact in reproducing tradition.Bell's ritualization theory likewise demonstrates that changes in accessibility, setting, and modes of transmission can sustain ritual authority and spiritual continuity.The principal contribution lies in showing that preserving Sheikh Ahmad Khatib Sambas's spiritual legacy depends not only on ritual continuity but also on organizational innovation, social engagement, and strategic digital communication without abandoning essential spiritual foundations
<br>The continued preservation of religious traditions in modern Muslim societies raises questions about maintaining spiritual authority amid social changes. This study explores how Sheikh Ahmad Khatib Sambas's spiritual legacy, founder of the Tarekat Qa>diriyya wa Naqshbandiyya (TQN) in Sambas, West Kalimantan, Indonesia, has been retained and reinterpreted in contemporary contexts. While earlier studies have focused mostly on TQN's history, teachings, and rituals, less attention has been given to how its spiritual legacy is actively preserved and adapted. This study applies a qualitative historical method combined with ethnographic fieldwork, analyzing data with Anthony Giddens's structuration and Catherine Bell's ritualisation theory. The study reveals...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp" type="image/webp" length="82774" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-d180d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-cbefc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/7/sheikh-ahmad-khatib-sambas-tqn-khatibiyah-spiritua-thumb-200bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Spices Western Imperialism and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Spices Western Imperialism and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Spices Western Imperialism and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66421-rempah-imperialisme-barat-kekuatan-maritim" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66421-rempah-imperialisme-barat-kekuatan-maritim" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:18e46a32c75771f5e39a13f75a886bcf</id>
	<published>2026-09-15T20:19:36+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:19:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="oil gas" label="oil gas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, yaitu: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak imperialisme Barat terhadap perubahan peta kekuatan maritim di kepulauan Indonesia, dengan fokus pada peran dan strategi yang digunakan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, yaitu: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak imperialisme Barat terhadap perubahan peta kekuatan maritim di kepulauan Indonesia, dengan fokus pada peran dan strategi yang digunakan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp 1x" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" alt="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-d217e.webp" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-d217e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-d217e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-d217e.webp 1x" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" alt="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-08d31.webp" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-08d31.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-08d31.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-08d31.webp 1x" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" alt="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66421-rempah-imperialisme-barat-kekuatan-maritim" title="JURIS - The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago" target="_blank">The Spices, Western Imperialism, and The Changes of Maritime Power in The Indonesian Archipelago</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, yaitu: 1. Menganalisis lebih lanjut dampak imperialisme Barat terhadap perubahan peta kekuatan maritim di kepulauan Indonesia, dengan fokus pada peran dan strategi yang digunakan oleh kekuatan maritim asli dalam menghadapi dominasi Barat.2. Meneliti dinamika perdagangan rempah-rempah di kepulauan Indonesia sebelum kedatangan orang Eropa, termasuk jaringan perdagangan dan hubungan antara berbagai daerah penghasil rempah-rempah.3. Mempertimbangkan faktor-faktor sosial, budaya, dan politik yang mempengaruhi perkembangan kekuatan maritim di kepulauan Indonesia, dan bagaimana hal ini terkait dengan perdagangan rempah-rempah dan imperialisme Barat..
<br>Rempah-rempah adalah komoditas yang telah diperdagangkan sejak lama sebelum Masehi.Orang-orang di pusat budaya kuno seperti Mesir, India, Yunani, dan Roma menggunakan rempah-rempah untuk berbagai tujuan, termasuk bumbu masakan, pengawet mayat, kesehatan, dan mengatasi wabah penyakit.Di dunia Barat, rempah-rempah dipandang sebagai lebih dari sekadar komoditas perdagangan, tetapi karena kemahalan, kelangkaan, dan khasiatnya, rempah-rempah menjadi barang legendaris yang mendorong berbagai pihak untuk memilikinya.Diperkirakan bahwa rempah-rempah dari kepulauan Indonesia baru masuk ke pasar global bersamaan dengan perkembangan jalur perdagangan laut antara India dan Tiongkok pada awal abad Masehi.Dinamika ekonomi, budaya, dan politik di Eropa mendorong penjelajahan laut untuk mendapatkan akses langsung ke produsen rempah-rempah di dunia Timur, termasuk kepulauan Indonesia.Hal ini menyebabkan lahirnya imperialisme dan kolonialisme Barat di Asia, terutama di kepulauan Indonesia.Imperialisme dan kolonialisme Barat telah mengubah peta kekuatan maritim di kepulauan Indonesia, ditandai dengan peran yang semakin menurun dari kekuatan maritim asli sebagai akibat dari dominasi Barat.Pada abad ke-18, VOC berhasil memegang monopoli perdagangan rempah-rempah.Namun, keputusan VOC untuk menempatkan Jawa sebagai pusat politik dan ekonomi membawa kehancuran pada akhir abad ke-18
<br>Artikel ini membahas tentang rempah-rempah, imperialisme Barat, dan perubahan kekuatan maritim di kepulauan Indonesia. Melalui literatur sejarah, artikel ini menemukan bahwa rempah-rempah dari kepulauan Indonesia masuk ke pasar global bersamaan dengan perkembangan jalur perdagangan laut antara India dan Tiongkok pada awal abad Masehi. Namun, rempah-rempah adalah komoditas yang telah diperdagangkan sejak lama sebelum Masehi. Orang-orang di pusat budaya kuno seperti Mesir, India, Yunani, dan Roma menggunakan rempah-rempah untuk berbagai tujuan, termasuk bumbu masakan, pengawet mayat, kesehatan, dan mengatasi wabah penyakit. Selain India, pada abad ke-16 dan ke-17, kepulauan Indonesia adalah salah satu daerah penghasil rempah-rempah penting di dunia,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp" type="image/webp" length="92434" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-45fb1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-d217e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/d/rempah-rempah-imperialisme-kekuatan-maritim-kepula-thumb-08d31.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Kuta Bali From Port City to Surf City ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kuta Bali From Port City to Surf City ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kuta Bali From Port City to Surf City ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66426-kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66426-kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:1905a45d0e3d3ff4e24de587208f7a9b</id>
	<published>2026-09-15T20:19:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:19:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pariwisata selancar terhadap komunitas lokal dan budaya Bali. 2. Analisis peran narasi sejarah dalam membentuk identitas pariwisata Kuta serta bagaimana hal ini memengaruhi pengalaman wisatawan. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pariwisata selancar terhadap komunitas lokal dan budaya Bali. 2. Analisis peran narasi sejarah dalam membentuk identitas pariwisata Kuta serta bagaimana hal ini memengaruhi pengalaman wisatawan. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-c8993.webp" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-c8993.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-c8993.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-c8993.webp 1x" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" alt="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-b11de.webp" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-b11de.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-b11de.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-b11de.webp 1x" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" alt="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp 1x" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" alt="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66426-kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata" title="JURIS - Kuta, Bali: From Port City to Surf City" target="_blank">Kuta, Bali: From Port City to Surf City</a>: 1. Penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pariwisata selancar terhadap komunitas lokal dan budaya Bali. 2. Analisis peran narasi sejarah dalam membentuk identitas pariwisata Kuta serta bagaimana hal ini memengaruhi pengalaman wisatawan. 3. Studi tentang tantangan keberlanjutan pariwisata Bali, termasuk pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal, dengan fokus pada kota-kota seperti Kuta yang mengalami transformasi cepat..
<br>Perubahan Kuta dari pelabuhan ke kota selancar mencerminkan dinamika sejarah maritim yang kompleks.Pengaruh turis hippie dan pengembangan pariwisata telah mengubah struktur sosial dan ekonomi Kuta.Namun, modernisasi juga membawa tantangan seperti kerusakan lingkungan dan perubahan budaya lokal.Kuta kini menjadi contoh bagaimana aktivitas maritim dan pariwisata saling memengaruhi dalam konteks globalisasi
<br>Kuta, yang dahulu merupakan pelabuhan pusat perdagangan maritim Bali, secara bertahap digantikan oleh pelabuhan Buleleng sekitar tahun 1860-an. Kuta yang pernah ramai berubah menjadi desa kecil yang miskin. Namun, pada tahun 1937, Kuta mulai menarik wisatawan selancar karena pembukaan Kuta Beach Hotel yang juga menawarkan pelajaran selancar. Pada tahun 1942, hotel tersebut dibakar oleh pasukan Jepang, menghentikan aktivitas selancar hingga akhir 1960-an ketika turis hippie Amerika menghidupkan kembali scene tersebut. Mereka diikuti oleh hippie Australia pada tahun 1973, menyebarkan selancar ke pantai-pantai Bali yang berpasir putih dan ombak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp" type="image/webp" length="99210" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-c8993.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-b11de.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/0/kuta-beach-surf-city-tourism-identitas-pariwisata-thumb-87a71.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port Juwana District Pati District 2010 2015 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port Juwana District Pati District 2010 2015 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port Juwana District Pati District 2010 2015 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66422-kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66422-kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:0620de3c4678472e5272ef1fb17cebbc</id>
	<published>2026-09-15T20:12:00+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:12:00+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="oil gas" label="oil gas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak Program Minapolitan terhadap perekonomian masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Selain itu, analisis efektivitas penggunaan kapal pembeku dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk perikanan menjadi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak Program Minapolitan terhadap perekonomian masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Selain itu, analisis efektivitas penggunaan kapal pembeku dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk perikanan menjadi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-4335b.webp" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-4335b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-4335b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-4335b.webp 1x" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" alt="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp 1x" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" alt="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-2bf79.webp" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-2bf79.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-2bf79.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-2bf79.webp 1x" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" alt="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66422-kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta" title="JURIS - Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015" target="_blank">Development of Capture Fisheries in the Bajomulyo Coast Fishery Port, Juwana District, Pati District, 2010-2015</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak Program Minapolitan terhadap perekonomian masyarakat nelayan di kawasan pesisir. Selain itu, analisis efektivitas penggunaan kapal pembeku dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk perikanan menjadi arah penelitian yang relevan. Terakhir, studi tentang penerapan praktik penangkapan ikan berkelanjutan untuk mengatasi overfishing dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut dapat menjadi kontribusi signifikan dalam pengembangan sektor perikanan..
<br>PPP Bajomulyo masih bergantung pada dermaga alami dengan saluran navigasi dangkal.Pemerintah Kabupaten Pati melakukan berbagai inisiatif pengembangan untuk memastikan fasilitas Pelabuhan Bajomulyo memenuhi standar Pelabuhan Perikanan Pantai.Inisiatif ini mencakup pengerukan saluran pelayaran, pengadaan lahan untuk pelabuhan, dan pengembangan industri perikanan di sekitar.Pemerintah fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pemberian modal usaha bagi perusahaan pengolahan ikan.Perkembangan teknologi perikanan terlihat dari peningkatan jumlah kapal pembeku dan penggunaan alat tangkap jaring cincin.Namun, jumlah usaha pengolahan ikan menurun karena kebangkrutan akibat kenaikan harga ikan yang tidak sebanding dengan permintaan produk
<br>Studi ini membahas perkembangan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, 2010-2015. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta lembaga terkait serta penelitian terkait Pelabuhan Juwana. Studi ini menemukan bahwa perkembangan perikanan tangkap di Pelabuhan Juwana mengalami fluktuasi dalam pendapatan ikan, yang dipengaruhi oleh jumlah kapal, metode penjualan ikan, dan penggunaan alat tangkap. Pembangunan dan pengembangan PPP Bajomulyo juga berkontribusi terhadap perkembangan produk perikanan tangkap. Kehadiran kapal pembeku di PPP Bajomulyo terus meningkat, sehingga meningkatkan kualitas dan harga ikan. Pemilik kapal menambahkan kapal baru khusus untuk kapal pembeku. Penurunan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp" type="image/webp" length="109678" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-4335b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-31eb5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/kontribusi-signifikan-wakaf-kenaikan-harga-alat-ta-thumb-2bf79.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66428-silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-na" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66428-silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-na" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:6dbac184f296bc5f9a7a22e4a05d3d46</id>
	<published>2026-09-15T20:06:32+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T20:06:32+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="kompilasi pdf jurnal" label="kompilasi pdf jurnal" />
	<category term="kompilasi jurnal akademik" label="kompilasi jurnal akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,jurnal,kompilasi,pdf]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak konsentrasi POC di atas 150 ml/L terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, termasuk potensi ketidakseimbangan osmotik dan kejenuhan hara. Selain itu, perlu dikaji variasi jenis limbah organik rumah tangga ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak konsentrasi POC di atas 150 ml/L terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, termasuk potensi ketidakseimbangan osmotik dan kejenuhan hara. Selain itu, perlu dikaji variasi jenis limbah organik rumah tangga ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" alt="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-7c38c.webp" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-7c38c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-7c38c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-7c38c.webp 1x" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" alt="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66428-silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-na" title="JURIS - Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau" target="_blank">Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak konsentrasi POC di atas 150 ml/L terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau, termasuk potensi ketidakseimbangan osmotik dan kejenuhan hara. Selain itu, perlu dikaji variasi jenis limbah organik rumah tangga (seperti limbah sayuran, buah-buahan, atau sisa makanan) terhadap efektivitas POC dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian juga bisa membandingkan efisiensi produksi POC dari limbah rumah tangga dengan bahan baku lain, seperti limbah pertanian atau limbah industri, untuk mengevaluasi skala ekonomi dan keberlanjutan penggunaannya dalam pertanian modern..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, pemberian POC berbahan limbah organik rumah tangga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.Seluruh parameter yang diamati menunjukkan peningkatan pada setiap perlakuan dibandingkan kontrol.Hal ini menunjukkan bahwa POC memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.Konsentrasi POC 150 ml/L memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.Konsentrasi tersebut menghasilkan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering.Dengan demikian, tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh POC dan menentukan konsentrasi terbaik telah tercapai.Secara praktis, limbah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku POC yang efektif dan ramah lingkungan.Pemanfaatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih berkelanjutan.POC berbasis limbah rumah tangga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pupuk dalam budidaya tanaman hortikultura, khususnya sawi hijau
<br>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bahan tersebut berpotensi diolah menjadi pupuk organik cair (POC) untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh POC berbahan limbah organik rumah tangga terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) serta menentukan konsentrasi terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan optimal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa POC, POC 50 ml/L, POC 100 ml/L, dan POC 150 ml/L, masing-masing dengan tiga ulangan....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp" type="image/webp" length="75422" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-5e032.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/b/silase-limbah-sayur-sayuran-organik-cair-nasa-penc-thumb-7c38c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4002-itbmpolman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19462-agrinova-jurnal-inovasi-agribisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66431-analisis-data-produksi-teknologi-dme-tekn" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66431-analisis-data-produksi-teknologi-dme-tekn" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:18c9c4e701dd2cfd0f76650f14b85c1e</id>
	<published>2026-09-15T19:41:30+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:41:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="kompilasi file akademik" label="kompilasi file akademik" />
	<category term="direktori jurnal akademik" label="direktori jurnal akademik" />
	<category term="direktori file akademik" label="direktori file akademik" />
	<itunes:keywords><![CDATA[akademik,direktori,file,jurnal,kompilasi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penerapan teknologi digital terhadap efisiensi produksi dan peningkatan penjualan usaha tahu di Desa Sugihwaras. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi inovasi produk tahu yang dapat memenuhi preferensi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penerapan teknologi digital terhadap efisiensi produksi dan peningkatan penjualan usaha tahu di Desa Sugihwaras. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi inovasi produk tahu yang dapat memenuhi preferensi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-ada52.webp" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-ada52.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-ada52.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-ada52.webp 1x" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" alt="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-a3129.webp" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-a3129.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-a3129.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-a3129.webp 1x" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" alt="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp 1x" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" alt="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66431-analisis-data-produksi-teknologi-dme-tekn" title="JURIS - Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar" target="_blank">Strategi Inovatif Pengembangan Usaha Tahu di Desa Sugihwaras Untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar</a>: Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penerapan teknologi digital terhadap efisiensi produksi dan peningkatan penjualan usaha tahu di Desa Sugihwaras. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi inovasi produk tahu yang dapat memenuhi preferensi konsumen modern, seperti variasi rasa atau kemasan yang lebih menarik. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan UMKM yang sudah ada, serta merancang model kerja sama antara pelaku usaha tahu dengan lembaga pendidikan untuk meningkatkan keterampilan manajerial dan pemasaran para pengusaha..
<br>Studi ini bertujuan untuk menganalisis keadaan usaha tahu di Desa Sugihwaras, mengidentifikasi elemen-elemen yang berpengaruh pada daya saing usaha, serta merencanakan strategi pengembangan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kompetisi pasar.Temuan studi menunjukkan bahwa usaha tahu memiliki peluang yang cukup baik untuk terus dikembangkan, didukung oleh kualitas produk yang dapat memenuhi permintaan konsumen, pengalaman pelaku usaha, serta adanya pelanggan setia yang menjadi kekuatan utama dalam menjalankan usaha.Di sisi lain, terdapat beberapa elemen yang perlu diperhatikan, terutama keterbatasan modal, penggunaan teknologi produksi yang belum maksimal, dan pemasaran yang masih terbatas.Di samping itu, kesempatan yang muncul dari bertambahnya permintaan pasar, kemajuan teknologi digital, dan dukungan program pemberdayaan UMKM bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.Di sisi lain, persaingan bisnis dan perubahan harga bahan baku merupakan tantangan yang harus dihadapi.Berdasarkan hasil penelitian, strategi pengembangan usaha yang efektif harus dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan inovasi produk, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, serta memperbaiki pengelolaan usaha secara berkelanjutan
<br>Industri tahu merupakan salah satu bentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan bergizi sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Namun, pelaku usaha tahu di Desa Sugihwaras masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal usaha, penggunaan teknologi produksi yang belum maksimal, meningkatnya persaingan pasar, serta perubahan preferensi dan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi usaha tahu ditinjau dari aspek produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha, mengidentifikasi faktor-faktor...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp" type="image/webp" length="102418" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-ada52.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-a3129.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/analisis-data-produksi-teknologi-dme-garam-komisi-thumb-1a99b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-4002-itbmpolman.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-19462-agrinova-jurnal-inovasi-agribisnis.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ National Interests are above International Affairs Indonesian Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A 4 Skyhawks 1978 1982 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ National Interests are above International Affairs Indonesian Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A 4 Skyhawks 1978 1982 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ National Interests are above International Affairs Indonesian Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A 4 Skyhawks 1978 1982 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66425-4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66425-4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:fa152d590eeb914d1f997cf7946011da</id>
	<published>2026-09-15T19:30:53+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:30:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang kerja sama militer Indonesia-Israel terhadap dinamika keamanan regional. Studi lain dapat menganalisis peran lembaga intelijen dalam memfasilitasi transaksi senjata antar negara dengan posisi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang kerja sama militer Indonesia-Israel terhadap dinamika keamanan regional. Studi lain dapat menganalisis peran lembaga intelijen dalam memfasilitasi transaksi senjata antar negara dengan posisi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp 1x" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" alt="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-0f5f3.webp" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-0f5f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-0f5f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-0f5f3.webp 1x" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" alt="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-2242c.webp" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-2242c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-2242c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-2242c.webp 1x" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" alt="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66425-4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik" title="JURIS - National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982" target="_blank">National Interests are above International Affairs: Indonesian-Israeli Intelligence Operations on the Purchase of A-4 Skyhawks, 1978-1982</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang kerja sama militer Indonesia-Israel terhadap dinamika keamanan regional. Studi lain dapat menganalisis peran lembaga intelijen dalam memfasilitasi transaksi senjata antar negara dengan posisi diplomatik yang konflik. Selain itu, penelitian tentang implikasi sosial politik operasi intelijen rahasia terhadap persepsi publik di kedua negara dapat memberikan wawasan mendalam tentang dinamika kebijakan luar negeri yang tidak terlihat secara terbuka..
<br>Pemerintah Soeharto memprioritaskan kepentingan nasional dibandingkan urusan internasional, terlihat dari kebijakan pragmatis terhadap Israel.Kerja sama militer rahasia antara Indonesia dan Israel berhasil meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia.Hubungan tersebut berlangsung tanpa hubungan diplomatik resmi, melalui peran lembaga intelijen sebagai 'diplomat' negara.Kerja sama ini memberikan dampak jangka panjang pada dinamika keamanan regional dan mengubah persepsi publik terhadap kebijakan luar negeri Indonesia
<br>Studi ini mengeksplorasi Operasi Alpha, sebuah operasi intelijen yang dilakukan oleh Indonesia dan Israel untuk memfasilitasi pembelian dan pengiriman 32 pesawat tempur Douglas A-4 Skyhawk dari Israel ke Indonesia antara tahun 1978 dan 1982. Meskipun kebijakan resmi Indonesia tidak mengakui Israel karena dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto memilih pendekatan pragmatis untuk memenuhi kebutuhan modernisasi peralatan militer yang sudah usang. Melalui serangkaian negosiasi yang melibatkan Amerika Serikat, Indonesia mencapai kesepakatan dengan Israel untuk membeli pesawat dengan harga lebih rendah dan pengiriman lebih cepat dibandingkan membeli langsung dari AS. Kesuksesan Operasi Alpha tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia tetapi juga menandai awal kerja sama militer dan ekonomi rahasia antara kedua negara yang berlangsung...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp" type="image/webp" length="113150" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-f5f6f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-0f5f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/f/4-skyhawk-operasi-intelijen-alpha-politik-rahasia-thumb-2242c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape A Dialogue with Buya Hamkas Sufism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape A Dialogue with Buya Hamkas Sufism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape A Dialogue with Buya Hamkas Sufism ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66400-kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66400-kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:74712429ef63800ca38ac8fe85fd075e</id>
	<published>2026-09-15T19:26:19+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:26:19+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="agus wahyudi" label="agus wahyudi" />
	<category term="tadabbur fi" label="tadabbur fi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi tentang peran media sosial dalam memfasilitasi perbandingan sosial dan dampaknya pada kecemasan eksistensial. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi tentang peran media sosial dalam memfasilitasi perbandingan sosial dan dampaknya pada kecemasan eksistensial. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-cf31c.webp" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-cf31c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-cf31c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-cf31c.webp 1x" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" alt="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp 1x" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" alt="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-f0da7.webp" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-f0da7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-f0da7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-f0da7.webp 1x" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" alt="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66400-kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme" title="JURIS - Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka&#039;s Sufism" target="_blank">Existential Anxiety and Spiritual Coping in the Contemporary Digital Landscape: A Dialogue with Buya Hamka's Sufism</a>: Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:1. Mengembangkan studi tentang peran media sosial dalam memfasilitasi perbandingan sosial dan dampaknya pada kecemasan eksistensial. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana platform media sosial yang berbeda, seperti TikTok, X, dan Instagram, berkontribusi pada perbandingan sosial dan bagaimana hal ini mempengaruhi pengalaman individu dalam mencari makna dan tujuan dalam hidup.2. Menjelajahi hubungan antara spiritualitas dan kesehatan mental dalam konteks digital. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana praktik spiritual seperti shukr, qanAAoah, tawakkal, dan dhikr dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan ketahanan emosional individu yang menghadapi kecemasan eksistensial di era digital. Studi ini dapat mencakup analisis kualitatif yang mendalam tentang pengalaman individu dalam menerapkan nilai-nilai spiritual ini dalam kehidupan sehari-hari.3. Memeriksa peran komunitas agama dalam memberikan dukungan spiritual dan sosial kepada individu yang mengalami kecemasan eksistensial. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana komunitas agama, seperti kelompok-kelompok Sufi, dapat menjadi sumber kekuatan dan ketahanan bagi individu yang mencari makna dan tujuan dalam hidup. Studi ini dapat mencakup wawancara mendalam dengan anggota komunitas agama dan menganalisis bagaimana praktik spiritual mereka berkontribusi pada kesejahteraan psikologis dan ketahanan emosional..
<br>Studi ini menunjukkan bahwa kecemasan eksistensial di era digital terutama terwujud melalui kehilangan makna dalam hidup, isolasi digital, dan ketidakpastian tentang masa depan.Analisis narasi media sosial juga mengungkapkan bahwa individu merespons pengalaman ini melalui berbagai bentuk penanganan spiritual, termasuk rasa syukur, penerimaan, kepercayaan kepada Tuhan, dan mengingat Tuhan.Ditafsirkan melalui Tasawuf Modern Buya Hamka, praktik penanganan ini menunjukkan kesesuaian konsep yang signifikan dengan nilai-nilai shukr, qanAAoah, tawakkal, dan dhikr.Selain itu, penelitian ini tidak menyarankan bahwa individu secara sadar menerapkan ajaran Hamka, tetapi Tasawuf Modernnya menyediakan kerangka filosofis dan spiritual yang relevan untuk memahami bagaimana spiritualitas Islam dapat berkontribusi pada pembuatan makna dan ketahanan eksistensial dalam kehidupan digital kontemporer
<br>Kecemasan eksistensial telah menjadi perhatian yang semakin besar di masyarakat digital kontemporer, tetapi dimensi spiritualnya masih belum dieksplorasi secara memadai. Penelitian ini menyelidiki manifestasi kecemasan eksistensial dan penanganan spiritual melalui kerangka filosofis Tasawuf Modern Buya Hamka. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif, penelitian ini menggabungkan analisis konten digital dari narasi publik yang dapat diakses di TikTok, X, Instagram, dan Threads dengan analisis teks filosofis Tasawuf Modern. Temuan mengungkapkan tiga manifestasi utama kecemasan eksistensial: kehilangan makna dalam hidup, isolasi digital, dan ketidakpastian tentang masa depan, serta empat bentuk penanganan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp" type="image/webp" length="86748" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-cf31c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-fa512.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/kecemasan-eksistensial-masyarakat-digital-sufisme-thumb-f0da7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency 1906Ae1954 A Historical Perspective ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency 1906Ae1954 A Historical Perspective ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency 1906Ae1954 A Historical Perspective ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66410-pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66410-pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:426c4730088b7f5557b591de6f5c16e5</id>
	<published>2026-09-15T19:26:00+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:26:00+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,header,hit,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kebijakan kolonial Inggris terhadap rute dan mekanisme administrasi haji di Asia Tenggara. 2. Studi tentang efektivitas peran Komisaris Perjalanan Haji Melayu dalam mengelola kebutuhan peziarah selama ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kebijakan kolonial Inggris terhadap rute dan mekanisme administrasi haji di Asia Tenggara. 2. Studi tentang efektivitas peran Komisaris Perjalanan Haji Melayu dalam mengelola kebutuhan peziarah selama ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-11cf4.webp" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-11cf4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-11cf4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-11cf4.webp 1x" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" alt="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-04865.webp" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-04865.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-04865.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-04865.webp 1x" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" alt="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp 1x" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" alt="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66410-pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co" title="JURIS - The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective" target="_blank">The Administration of Hajj in Brunei Under the British Residency (1906Ae1954): A Historical Perspective</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kebijakan kolonial Inggris terhadap rute dan mekanisme administrasi haji di Asia Tenggara. 2. Studi tentang efektivitas peran Komisaris Perjalanan Haji Melayu dalam mengelola kebutuhan peziarah selama masa kolonial dapat menjadi arah penelitian baru. 3. Analisis peran Sheikh Haji sebagai mitra lokal dalam administrasi haji selama masa kolonial dapat dikembangkan untuk memahami dinamika kekuasaan dan keterlibatan masyarakat lokal dalam sistem pemerintahan kolonial..
<br>Administrasi haji di bawah Pejabat Residen Inggris di Brunei tidak sebesar administrasi haji di Singapura dan Malaya.Regulasi baru ditetapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan peziarah di Brunei.Faktor utama intervensi Inggris dalam administrasi haji adalah minat perdagangan di Timur Tengah, ambisi imperialis, menghindari subversi anti-kolonial, dan tujuan sanitasi untuk membatasi wabah penyakit.Meskipun niat mereka, tugas besar mengelola administrasi haji yang lebih terstruktur membutuhkan keahlian mereka dalam hal formalitas dan proses birokrasi yang tidak dapat disediakan oleh penduduk setempat saat itu.Pertukaran informasi tentang perkembangan urusan haji dan kerja sama antara Pejabat Residen Inggris, pejabat lokal, Komisaris Perjalanan Haji Melayu, Dokter Militer, dan Sheikh Haji adalah upaya untuk menghubungkan administrasi haji di koloni Inggris dan wilayah protektorat di Asia Tenggara.Meskipun kurang dibandingkan administrasi haji saat ini, kerja sama ini memberikan kenyamanan dan fasilitas lebih kepada penduduk Brunei pada masa itu, sehingga memudahkan Pejabat Residen Inggris untuk secara bertahap menyerahkan otoritas mengelola administrasi haji di Brunei kepada penduduk setempat pada tahun 1954
<br>Artikel ini mengeksplorasi administrasi haji di Brunei selama masa Kep residence Inggris dari tahun 1906 hingga 1954. Laporan perjalanan haji awalnya diterbitkan oleh pejabat Inggris dan India, tetapi sebelum 1920, para pejabat sering kali mengklasifikasikan peziarah Malaysia sebagai orang Jawa karena penyederhanaan. Namun, peziarah Brunei mungkin mengalami masalah serupa karena menggunakan jalur haji yang sama. Pada 1920-an, administrasi laporan haji secara utama ditangani oleh Pejabat Perjalanan Haji Melayu, yang kemudian dikenal sebagai Komisaris Perjalanan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp" type="image/webp" length="101710" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-11cf4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-04865.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/a/pegawai-haji-melayu-hajj-administration-british-co-thumb-d992a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia A Typology of Cyber Sufism ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66401-global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66401-global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:7bda33e0d392a01d2dcaad4120c9def2</id>
	<published>2026-09-15T19:22:57+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:22:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="west sumatra" label="west sumatra" />
	<category term="agus wahyudi" label="agus wahyudi" />
	<category term="tadabbur fi" label="tadabbur fi" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agus,fi,sumatra,tadabbur,wahyudi,west]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp 1x" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" alt="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66401-global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman" title="JURIS - The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism" target="_blank">The Digital Transformation of Sufi Orders in Indonesia: A Typology of Cyber Sufism</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara tarekat Sufi yang berbeda di Indonesia untuk memahami bagaimana mereka menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Selain itu, penelitian kualitatif yang menyelidiki pengalaman subjektif pengikut yang berpartisipasi dalam praktik spiritual online dapat memberikan wawasan berharga tentang dampak Cyber-Sufisme pada transformasi otoritas spiritual, pembentukan komunitas agama virtual, dan pengalaman agama pengikut. Akhirnya, penelitian tentang perkembangan Sufisme dalam lingkungan digital yang semakin terendam, termasuk metaverse dan platform bimbingan spiritual yang dibantu AI, akan menjadi penting untuk memahami masa depan tradisi Sufi dalam era digital..
<br>Studi ini telah menunjukkan bahwa transformasi digital telah mengubah cara penyaluran pengetahuan agama, bimbingan spiritual, dan pola otoritas agama di dalam tarekat Sufi.Dalam konteks ini, Cyber-Sufisme di Indonesia telah berkembang menjadi dua model utama.Cyber-Sufisme informatif, yang menggunakan media digital untuk penyebaran informasi dan representasi identitas tarekat, dan Cyber-Sufisme interaktif, yang mengubah ruang digital menjadi "zAwiya digital" untuk melaksanakan baiAoa, dhikr, uuba, dan bimbingan spiritual online.Tarekat Naqshbandi aqqAni merupakan contoh paling maju dari model interaktif melalui ekosistem digital yang terintegrasi, yang memungkinkan keterlibatan spiritual lintas negara.Penting untuk dicatat bahwa transformasi digital ini tidak mengurangi bentuk otoritas spiritual tradisional.sebaliknya, ia telah merekonfigurasi mereka dalam lingkungan yang dimediasi teknologi.Otoritas murshid, sanad spiritual, dan praktik Sufi terus berfungsi sebagai sumber legitimasi yang penting, bahkan dalam ruang siber.Temuan ini menunjukkan bahwa Cyber-Sufisme di Indonesia bukan hanya proses adaptasi teknologi, tetapi juga negosiasi berkelanjutan antara tradisi Sufi, modernitas digital, dan konteks sosial-agama Islam Indonesia.Akibatnya, Cyber-Sufisme di Indonesia merupakan model yang unik yang tidak hanya meniru paradigma spiritual digital Barat, tetapi juga menunjukkan kontinuitas otoritas spiritual dan epistemologis Islam di dalam cyberspace
<br>Meskipun platform agama digital berkembang pesat, sedikit yang diketahui tentang bagaimana tarekat Sufi di Indonesia telah menyesuaikan praktik spiritual mereka dengan ruang siber. Studi ini memeriksa perkembangan Cyber-Sufisme di Indonesia dengan mengidentifikasi tipologi praktik digital di antara tarekat Sufi. Menggunakan etnografi virtual dan analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis situs web resmi dan platform digital dari sembilan tarekat Sufi di Indonesia yang dipilih melalui sampling purposive. Temuan mengidentifikasi dua tipe utama Cyber-Sufisme. Tipe informatif, yang diwakili oleh tarekat QAdiriyya wa Naqshbandiyya, ShAdhiliyya, TjAniyya, SyattAriyya, Idrsiyya, SammAniyya, dan RifAAoiyya, terutama menggunakan media digital...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" type="image/webp" length="91646" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6a4d8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-6c26e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/a/global-sufi-order-agama-islam-abu-pengalaman-studi-thumb-ecba5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non Oil and Gas 1979 1987 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66423-strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fl" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66423-strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fl" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:869db84b597ad730c5e24b4b526dad6a</id>
	<published>2026-09-15T19:19:30+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T19:19:30+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="hit counters" label="hit counters" />
	<category term="page header" label="page header" />
	<category term="oil gas" label="oil gas" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counters,gas,header,hit,oil,page]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp 1x" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" alt="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66423-strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fl" title="JURIS - Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987" target="_blank">Changes in Indonesian Export Commodities from Oil and Gas to Non-Oil and Gas, 1979-1987</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, analisis dampak perubahan harga minyak global terhadap strategi ekspor non-minyak dan gas Indonesia dalam konteks ekonomi global saat ini. Kedua, penelitian tentang efektivitas kebijakan devaluasi rupiah terhadap daya saing ekspor non-minyak dan gas di pasar internasional. Ketiga, studi banding antara kebijakan ekspor non-minyak dan gas Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan inovasi. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang stabilitas ekonomi dan diversifikasi ekspor Indonesia..
<br>Kampanye ekspor non-minyak dan gas yang dimulai pada 1982 berhasil meningkatkan nilai ekspor non-minyak dan gas di Indonesia.Pada tahun 1987, nilai ekspor non-minyak dan gas melebihi ekspor minyak dan gas sebesar US$661 juta.Faktor utama keberhasilan ini termasuk kebijakan pemerintah, devaluasi rupiah, dan penurunan harga minyak global.Namun, tantangan seperti ketergantungan pada sumber daya alam tetap menjadi isu penting untuk ditangani
<br>Artikel ini meneliti masalah mengenai hubungan antara krisis minyak dan gas pada tahun 1981 serta upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor non-minyak dan gas menggunakan pendekatan ekonomi. Kondisi ekonomi Indonesia pada 1979-1980 ditandai oleh keberhasilan pendapatan minyak akibat kenaikan harga minyak internasional yang mencapai US$32 per barrel. Pemerintah melakukan kampanye ekspor non-migrasi melalui PP No. 1 tahun 1982, tetapi nilai ekspor non-minyak dan gas tidak meningkat. Setelah kebijakan tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" type="image/webp" length="105066" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-13632.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-a24fa.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/b/strategi-ekspor-udang-harga-minyak-fluktuatif-daya-thumb-db0c7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-508-undip.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18627-journal-maritime-studies-national-integration.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Between Fidelity and Reform Muuammad QAsim Nanotvis 1833Ae1880 Rearticulation of Waudat al Wujd ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66403-qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-shuhd-metaf" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-66403-qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-shuhd-metaf" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-15:430bc039ba21a356638c895180c93dec</id>
	<published>2026-09-15T18:55:41+07:00</published>
	<updated>2026-09-15T18:55:41+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS ]]></dc:publisher>
	<category term="ihza fazrian" label="ihza fazrian" />
	<category term="sim nanotvi" label="sim nanotvi" />
	<category term="ainul yaqin" label="ainul yaqin" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ainul,fazrian,ihza,nanotvi,sim,yaqin]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp 1x" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" alt="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-66403-qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-shuhd-metaf" title="JURIS - Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi&#039;s (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd" target="_blank">Between Fidelity and Reform: Muuammad QAsim Nanotvi's (1833Ae1880) Rearticulation of Waudat al-Wujd</a>: Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam artikel ini adalah sebagai berikut:1. Menganalisis lebih lanjut pengaruh metafisika Akbarian dalam pemikiran Nanotvi dan bagaimana ia memadukan elemen-elemen ini dengan komitmen teologisnya yang kuat terhadap ortodoksi Sunni. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Nanotvi menyeimbangkan mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.2. Mengembangkan model qua-theoretic yang diusulkan dalam artikel ini untuk diterapkan pada aspek-aspek lain dari pemikiran Nanotvi, seperti konsep-konsep seperti jam (penyatuan) dan farq (perbedaan). Model ini dapat membantu menjelaskan bagaimana perspektif dan pengalaman spiritual yang berbeda memberikan kontribusi terhadap pemahaman teologis yang beragam, tanpa jatuh ke dalam kontradiksi atau ekstremisme.3. Meneliti bagaimana sintesis metafisika Nanotvi mempengaruhi filsafat Deobandi selanjutnya dan bagaimana penerimaannya dalam konteks sejarah intelektual Muslim yang lebih luas. Ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana pemikiran Nanotvi mempengaruhi perkembangan pemikiran Islam di India dan bagaimana ide-idenya diterima atau ditafsirkan oleh pemikir Muslim lainnya..
<br>Artikel ini menunjukkan bagaimana Nanotvi menawarkan intervensi yang unik dalam diskursus India tentang kesatuan ilahi, mereartikulasikan waudat al-wujd sebagai kesatuan atribut keberadaan (waudat ifAt al-wujd).Pendekatan ini memungkinkan dia untuk menyelaraskan kesatuan mistik dengan transendensi ilahi, memastikan tidak ada kompromi terhadap tawud (kesatuan) dan tanzh (transendensi) Islam.Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pemikir Islam menavigasi pertanyaan metafisika yang kompleks, menawarkan wawasan berharga untuk mengatasi ketegangan antara mistisisme dan ortodoksi.Artikel ini juga menawarkan intervensi segar dalam perpotongan antara metafisika Islam dan teologi analitis, menunjukkan bagaimana Nanotvi menavigasi mistisisme dan metafisika dengan presisi intelektual.Penerapan analogi dan artikulasi prinsip metafisika yang cermat bukan upaya ad hoc untuk sintesis, tetapi berakar pada kerangka konseptual yang mengantisipasi logika perspektif dan penalaran kondisional.Model qua-theoretic membuat kerangka ini eksplisit, menunjukkan bagaimana akun Nanotvi memungkinkan predikasi yang berbeda untuk coexist dalam harmoni, masing-masing mencerminkan aspek yang valid dari jalan Sufi menuju pengetahuan ilahi
<br>Muhammad Qasim Nanotvi dikenal sebagai pendiri seminari Deoband. Keterlibatannya dengan waudat al-wujd mengungkapkan proyek filosofis yang terabaikan yang berusaha untuk menyelaraskan intuisi mistik dengan penalaran metafisika yang ketat. Mengambil dari warisan intelektual ShAh WalullAh al-Dihlaw dan Aj ImdAdullAh MuhAjir Makk, Nanotvi menegaskan bahwa semua eksistensi bergantung pada Tuhan, tetapi mereartikulasikannya dalam struktur teologis yang menjaga transendensi ilahi. Artikel ini memeriksa reinterpretasi Nanotvi tentang waudat al-wujd (kesatuan keberadaan), konsep dasar tetapi kontroversial dalam metafisika Islam dan pemikiran Sufi. Dengan menggunakan pendekatan historis-kritis, studi ini mengungkapkan bahwa Nanotvi tidak sepenuhnya mendukung waudat al-wujd tetapi mereartikulasikannya sebagai...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" type="image/webp" length="137364" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8c453.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-8162f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/d/qasim-nanotvi-waudat-al-wujd-al-shuhd-metafisika-s-thumb-c6b17.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-613-uin-walisongo.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-18626-teosofia-indonesian-journal-islamic-mysticism.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Tue, 15 Sep 2026 22:37:09 +0700. 24 items. Served in: 6.405 seconds [atom] -->
