<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.1-10apr2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-04-21T11:11:34+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Kompilasi PDF Jurnal Akademik. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40889-sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-str" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40889-sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-str" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:eac96ae568d76d2fea1d485a9f23e420</id>
	<published>2026-04-21T10:32:36+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T10:32:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk dapat melakukan SP keluarga dengan jadwal yang baik dan tenaga yang terlatih, sehingga SP keluarga yang dilakukan mendapatkan hasil yang diharapkan. Selain itu, perlu memfasilitasi sarana dan prasarana kesehatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk dapat melakukan SP keluarga dengan jadwal yang baik dan tenaga yang terlatih, sehingga SP keluarga yang dilakukan mendapatkan hasil yang diharapkan. Selain itu, perlu memfasilitasi sarana dan prasarana kesehatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" alt="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-5706c.webp" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-5706c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-5706c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-5706c.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" alt="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-83a32.webp" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-83a32.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-83a32.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-83a32.webp 1x" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" alt="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40889-sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-str" title="JURIS - Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan" target="_blank">Pengaruh Penerapan Strategi Pelaksanaan Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan</a>: Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk dapat melakukan SP keluarga dengan jadwal yang baik dan tenaga yang terlatih, sehingga SP keluarga yang dilakukan mendapatkan hasil yang diharapkan. Selain itu, perlu memfasilitasi sarana dan prasarana kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dalam melakukan SP keluarga. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa, serta strategi-strategi lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa..
<br>Hasil penelitian terhadap 30 responden di RS.Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019, dapat disimpulkan sebagai berikut.Rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan SP Keluarga adalah 52,60.Rata-rata kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sesudah dilakukan SP Keluarga adalah 65,20.Ada pengaruh kemampuan keluarga merawat orang dengan gangguan jiwa sebelum dilakukan SP Keluarga (p Value = 0,000)
<br>Masalah gangguan jiwa sering terjadi di seluruh dunia dan masih menjadi permasalahan yang signifikan di negara-negara berkembang. Seseorang dikatakan sehat jiwa apabila mampu mengendalikan diri dalam menghadapi stresor di lingkungan sekitar dengan selalu berpikir positif dalam keselarasan tanpa adanya tekanan fisik dan psikologis, baik secara internal maupun eksternal mengarah pada kestabilan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pelaksanaan keluarga terhadap kemampuan keluarga...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp" type="image/webp" length="86208" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-02e05.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-5706c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/3/sehat-jiwa-peka-gangguan-rumah-sakit-strategi-pela-thumb-83a32.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40894-hukum-pernikahan-beda-agama-asas-konsensus-maisaro" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40894-hukum-pernikahan-beda-agama-asas-konsensus-maisaro" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:b88376dcb462ee913bdfcbf4f0487796</id>
	<published>2026-04-21T10:20:36+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T10:20:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book review" label="book review" />
	<category term="log journal" label="log journal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,journal,log,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan studi komparatif tentang praktik pernikahan beda agama di berbagai negara, terutama negara-negara dengan keragaman agama yang tinggi, untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan studi komparatif tentang praktik pernikahan beda agama di berbagai negara, terutama negara-negara dengan keragaman agama yang tinggi, untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-14f48.webp" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-14f48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-14f48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-14f48.webp 1x" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" alt="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-6d18c.webp" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-6d18c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-6d18c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-6d18c.webp 1x" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" alt="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp 1x" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" alt="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40894-hukum-pernikahan-beda-agama-asas-konsensus-maisaro" title="JURIS - Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia" target="_blank">Asas Konsensus Dalam Pernikahan Beda Agama di Indonesia</a>: Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, melakukan studi komparatif tentang praktik pernikahan beda agama di berbagai negara, terutama negara-negara dengan keragaman agama yang tinggi, untuk memahami bagaimana negara-negara tersebut menangani isu ini dan bagaimana mereka menjembatani perbedaan pandangan. Kedua, melakukan penelitian kualitatif mendalam tentang pengalaman pasangan yang telah menikah beda agama, untuk memahami tantangan dan solusi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, menganalisis lebih lanjut tentang peran fatwa MUI dalam pernikahan beda agama dan bagaimana fatwa tersebut dapat diselaraskan dengan asas konsensus dan kebebasan perdata dalam konteks pernikahan..
<br>Di Indonesia, pernikahan beda agama diperbolehkan secara hukum jika kedua mempelai memberikan persetujuan atau konsensus untuk menikah di Kantor Catatan Sipil.Namun, pernikahan beda agama ini tidak diakui oleh agama-agama resmi di Indonesia seperti Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.Masing-masing agama memiliki aturan tersendiri dalam menyikapi pernikahan beda agama.Misalnya dalam Islam, pernikahan beda agama antara Muslim dengan non-Muslim pada umumnya tidak diperbolehkan.Sementara di agama lain, pernikahan beda agama bisa diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu.Karena tidak diakui secara agama, pasangan yang menikah beda agama hanya memiliki status perkawinan secara administratif/sipil dan tidak bisa melangsungkan pernikahan dalam lembaga keagamaan.Hal ini menyebabkan adanya pro dan kontra di masyarakat terkait pernikahan beda agama
<br>Pernikahan beda agama merupakan isu yang masih menjadi polemik di Indonesia. Meskipun diatur dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, perdebatan tentang pelaksanaannya masih terus berlangsung. Salah satu prinsip penting dalam pernikahan adalah asas konsensus atau kerelaan dari kedua mempelai. Abstrak ini mengkaji bagaimana asas konsensus diterapkan dalam pernikahan beda agama dengan mempertimbangkan berbagai aspek hukum, sosial, budaya, dan agama yang berlaku. Pembahasan mencakup analisis terhadap ketentuan hukum positif Indonesia terkait pernikahan beda agama, serta perspektif dari berbagai agama yang diakui di Indonesia. Selain itu, abstrak ini juga mengkaji praktik pelaksanaan pernikahan beda agama di lapangan dan tantangan yang dihadapi pasangan dalam proses tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk memberikan gambaran...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp" type="image/webp" length="99552" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-14f48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-6d18c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/a/pernikahan-agama-asas-konsensus-polemik-diatur-und-thumb-ca3ff.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-256-unusia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10513-al-wasath-jurnal-ilmu-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40885-proses-alami-postpartum-depresi-inciden" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40885-proses-alami-postpartum-depresi-inciden" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:5d3e5e19917f75e6a14171ff0d6087f9</id>
	<published>2026-04-21T10:11:08+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T10:11:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara ibu yang mengalami postpartum blues dengan ibu yang tidak mengalami postpartum blues, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, pendidikan, dan jenis persalinan. Selain itu, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara ibu yang mengalami postpartum blues dengan ibu yang tidak mengalami postpartum blues, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, pendidikan, dan jenis persalinan. Selain itu, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp" title="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" alt="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-b0626.webp" title="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-b0626.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-b0626.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-b0626.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" alt="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40885-proses-alami-postpartum-depresi-inciden" title="JURIS - Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues" target="_blank">Karakteristik Ibu yang Mengalami Postpartum Blues</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara ibu yang mengalami postpartum blues dengan ibu yang tidak mengalami postpartum blues, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, pendidikan, dan jenis persalinan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dini dan strategi pencegahan postpartum blues, serta mengeksplorasi peran dukungan sosial dan psikologis dalam mengurangi dampak negatif postpartum blues terhadap ibu dan bayi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut tentang hubungan antara postpartum blues dengan depresi postpartum, dan bagaimana intervensi dini dapat mencegah perkembangan depresi postpartum yang lebih serius..
<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian postpartum blues di Klinik Amanah Bunda Medika cukup tinggi, yaitu sebesar 67,6% dari total ibu yang melahirkan.Postpartum blues lebih banyak dialami oleh ibu primipara (52,2%), menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan pertama kali dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini.Selain itu, usia ibu juga berpengaruh, di mana ibu yang berada dalam kategori usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) lebih banyak mengalami postpartum blues (52,2%).Faktor pendidikan juga memiliki hubungan dengan kejadian postpartum blues, di mana ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih dominan mengalami kondisi ini (73,9%).Dari segi jenis persalinan, mayoritas ibu yang mengalami postpartum blues melahirkan secara normal (78,3%), dan sebagian besar dari mereka memiliki kehamilan yang direncanakan (60,9%).Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa postpartum blues merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada ibu pascapersalinan, terutama pada ibu yang pertama kali melahirkan, berusia berisiko, memiliki pendidikan rendah, dan melahirkan secara normal.Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dalam bentuk edukasi, pendampingan, serta dukungan psikologis bagi ibu setelah melahirkan untuk mencegah dan mengatasi postpartum blues
<br>Menjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang penuh tantangan dan tanggung jawab yang tidak selalu menyenangkan bagi setiap wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian postpartum blues di Klinik Amanah Bunda Medika cukup tinggi, yaitu sebesar 67,6% dari total ibu yang melahirkan. Postpartum blues lebih banyak dialami oleh ibu primipara (52,2%), menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan pertama kali dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini. Selain itu, usia ibu juga berpengaruh, di mana ibu yang berada dalam kategori usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) lebih banyak mengalami postpartum blues (52,2%). Faktor pendidikan juga memiliki hubungan dengan kejadian postpartum blues, di mana ibu dengan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp" type="image/webp" length="74696" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-6804e.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/1/proses-alami-postpartum-depresi-incident-blues-par-thumb-b0626.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah Literatur Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah Literatur Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah Literatur Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40879-produksi-susu-perah-produk-sapi-mik" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40879-produksi-susu-perah-produk-sapi-mik" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:9c6a3429ab1538901d5ae98b50cd22a3</id>
	<published>2026-04-21T10:09:07+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T10:09:07+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="sidebar menu" label="sidebar menu" />
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="liana putri" label="liana putri" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,liana,menu,putri,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: 1. Menganalisis efek jangka panjang penggunaan probiotik pada kesehatan dan produktivitas sapi perah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: 1. Menganalisis efek jangka panjang penggunaan probiotik pada kesehatan dan produktivitas sapi perah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-36403.webp" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-36403.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-36403.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-36403.webp 1x" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp 1x" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-76c02.webp" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-76c02.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-76c02.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-76c02.webp 1x" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40879-produksi-susu-perah-produk-sapi-mik" title="JURIS - Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review" target="_blank">Peran Probiotik Terhadap Kesehatan Saluran Pencernaan dan Produktivitas Sapi Perah: Literatur Review</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: 1. Menganalisis efek jangka panjang penggunaan probiotik pada kesehatan dan produktivitas sapi perah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi lingkungan.2. Meneliti interaksi antara probiotik dengan berbagai jenis pakan, untuk memahami bagaimana kombinasi probiotik dan pakan dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas sapi perah.3. Mengkaji dampak penggunaan probiotik pada kualitas susu, terutama dalam hal komposisi nutrisi dan kandungan antibodi, serta potensi manfaatnya bagi kesehatan manusia..
<br>Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya terhadap 20 artikel ilmiah nasional dan internasional, dapat disimpulkan bahwa probiotik memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan produktivitas sapi perah melalui serangkaian mekanisme yang saling berhubungan.Probiotik terbukti mampu menyeimbangkan mikroflora rumen dan usus, menekan pertumbuhan mikroba patogen, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, serta memperbaiki struktur vili usus sehingga efisiensi penyerapan nutrisi meningkat secara signifikan.Di rumen, probiotik juga menstabilkan pH, meningkatkan populasi mikroba selulolitik, dan meningkatkan produksi asam lemak volatil (VFA) yang menjadi sumber energi utama ternak.Perbaikan fermentasi dan metabolisme ini berdampak langsung pada peningkatan konsumsi bahan kering, efisiensi pemanfaatan pakan, kualitas kesehatan ambing, serta peningkatan produksi susu, kadar lemak, dan kadar protein.Selain itu, probiotik berkontribusi menurunkan somatic cell count (SCC), memperkuat sistem imun melalui peningkatan IgA mukosa, serta mengurangi stres oksidatif yang mendukung umur laktasi lebih panjang dan performa reproduksi yang lebih baik.Dari perspektif lingkungan, probiotik juga menurunkan emisi metana dan limbah organik sehingga mendukung sistem peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Secara keseluruhan, probiotik merupakan strategi manajemen pakan yang efektif, aman, dan berpotensi menjadi alternatif pengganti antibiotik dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas susu sapi perah secara berkelanjutan
<br>Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan ternak ruminansia, terutama sapi perah, jika diberikan dalam jumlah yang cukup. Penggunaan probiotik dalam industri peternakan modern terbukti mampu meningkatkan efisiensi pencernaan, menstabilkan mikroflora rumen, serta meningkatkan produktivitas susu. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa strain probiotik seperti Bacillus subtilis, Lactobacillus spp. dan Saccharomyces cerevisiae berperan penting dalam memperbaiki fermentasi rumen, meningkatkan kecernaan bahan kering, dan menekan pertumbuhan mikroba patogen.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp" type="image/webp" length="75328" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-36403.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-f389c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/f/produksi-susu-perah-produk-sapi-mikroba-rumen-penc-thumb-76c02.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1735-umnu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8807-jurnal-sains-peternakan-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40892-siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40892-siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:1112895e880ad3739e26c30af5eedc17</id>
	<published>2026-04-21T10:08:05+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T10:08:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="template jsh" label="template jsh" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="tools tools" label="tools tools" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,jsh,template,tools]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas fisik siswa, seperti beban akademik, ketersediaan fasilitas olahraga, dan kebiasaan sedentari. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas fisik siswa, seperti beban akademik, ketersediaan fasilitas olahraga, dan kebiasaan sedentari. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp 1x" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" alt="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-eeac9.webp" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-eeac9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-eeac9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-eeac9.webp 1x" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" alt="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-64376.webp" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-64376.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-64376.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-64376.webp 1x" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" alt="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40892-siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisi" title="JURIS - Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School" target="_blank">Survei Indeks Massa Tubuh dan Aktivitas Fisik pada Siswa Mambusao National High School</a>: Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas fisik siswa, seperti beban akademik, ketersediaan fasilitas olahraga, dan kebiasaan sedentari. Kedua, penelitian dapat fokus pada intervensi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa dengan IMT tidak normal, serta strategi untuk menjaga kondisi fisik siswa yang sudah sehat agar tetap aktif. Ketiga, studi komparatif antara siswa dengan IMT normal dan siswa dengan IMT tidak normal dapat dilakukan untuk memahami perbedaan pola aktivitas fisik dan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan aktivitas fisik secara keseluruhan..
<br>Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap aktivitas fisik pada siswa Mambusao National High School, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut.(1) Distribusi IMT siswa bervariasi, di mana mayoritas siswa berada pada kategori normal, diikuti oleh siswa kurus, obesitas I, obesitas II, dan risiko obesitas (overweight).Variasi ini menunjukkan adanya perbedaan status gizi dan kondisi fisik di kalangan siswa.(2) Tingkat aktivitas fisik siswa mayoritas tergolong tinggi, dengan sebagian kecil siswa berada pada kategori sedang hingga rendah.Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa aktif secara fisik, baik melalui kegiatan sekolah, olahraga, maupun aktivitas sehari-hari.(3) Terdapat hubungan antara IMT dan tingkat aktivitas fisik, di mana siswa dengan IMT normal cenderung memiliki aktivitas fisik yang tinggi, sedangkan siswa dengan IMT obesitas atau kurus memiliki kecenderungan aktivitas fisik sedang hingga rendah.Temuan ini mengindikasikan bahwa status massa tubuh dapat memengaruhi partisipasi dan intensitas aktivitas fisik pada siswa.(4) Variasi IMT dan aktivitas fisik menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan, baik untuk meningkatkan aktivitas fisik siswa dengan IMT tidak normal maupun untuk menjaga kondisi fisik siswa yang sudah sehat agar tetap aktif
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan aktivitas fisik serta pengaruh IMT terhadap aktivitas fisik pada siswa kelas XII IPA 3 Mambusao National High School. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan subjek penelitian berjumlah 34 siswa. IMT diukur menggunakan rumus IMT berdasarkan standar WHO, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status IMT siswa terdiri dari kategori obesitas tingkat II sebanyak 7 siswa, obesitas tingkat I 3 siswa, berisiko obesitas 2 siswa, kategori normal 15 siswa, dan kategori kurus 7 siswa. Sementara itu, tingkat aktivitas fisik siswa berada...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp" type="image/webp" length="73056" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-9bb74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-eeac9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/1/siswa-ber-motivasi-aktif-senang-kondisi-fisik-lans-thumb-64376.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-601-yogya-umb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8033-jsh-journal-sport-health.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40883-fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40883-fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:62618b8d850f1dcbd359392549296645</id>
	<published>2026-04-21T09:51:13+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:51:13+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<category term="main menu" label="main menu" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,main,menu,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh intervensi olahraga terstruktur terhadap peningkatan kekuatan otot dan kapasitas fungsional pasien ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh intervensi olahraga terstruktur terhadap peningkatan kekuatan otot dan kapasitas fungsional pasien ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-d764d.webp" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-d764d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-d764d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-d764d.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-8a98b.webp" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-8a98b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-8a98b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-8a98b.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" alt="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40883-fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha" title="JURIS - Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis" target="_blank">Gambaran Kesehatan Fisik Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh intervensi olahraga terstruktur terhadap peningkatan kekuatan otot dan kapasitas fungsional pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi hubungan antara kualitas tidur pasien dan tingkat kelelahan yang dialami, serta mencari strategi untuk meningkatkan kualitas tidur mereka. Ketiga, penting untuk dilakukan studi komparatif yang membandingkan kualitas hidup pasien hemodialisis dengan berbagai tingkat kepatuhan terhadap diet dan jadwal terapi, guna mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap hasil klinis yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai cara meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dan mengoptimalkan manajemen penyakit mereka..
<br>Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesehatan fisik pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis tergolong baik.Kondisi ini didukung oleh kepatuhan terhadap terapi, asupan nutrisi yang tepat, dukungan psikososial, dan keterlibatan aktif dalam manajemen penyakit.Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kesehatan fisik pasien gagal ginjal kronik
<br>Gagal ginjal kronis adalah fungsi ginjal progresif dan ireversibel, menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit serta retensi urea dan limbah nitrogen lainnya dalam darah. Hemodialisis adalah metode mengalirkan darah ke dalam dialyzer (tabung ginjal buatan). Sementara kesehatan fisik adalah kondisi tubuh manusia di mana setiap organ berfungsi dengan baik, pasien gagal ginjal kronik seringkali tidak memiliki kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan pendekatan AuSurvey DeskriptifAy dengan populasi sebanyak 83 orang di ruangan hemodialisis Rumah Sakit Setio Husodo Kisaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp" type="image/webp" length="73696" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-6d257.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-d764d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/b/fungsi-ginjal-eliminasi-tubuh-manusia-fisik-keseha-thumb-8a98b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3803-akpergitamaturaabadi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16659-jurnal-keperawatan-kesehatan-holistik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Resistance Training Untuk Meningkatkan Power ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resistance Training Untuk Meningkatkan Power ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resistance Training Untuk Meningkatkan Power ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40891-enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40891-enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:b31986b99e39074e4740786b2945f9e8</id>
	<published>2026-04-21T09:43:33+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:43:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="template jsh" label="template jsh" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="tools tools" label="tools tools" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,jsh,template,tools]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah subjek, dan memperpanjang durasi intervensi. Hal ini akan memungkinkan evaluasi efek jangka panjang dan dampaknya terhadap aspek fungsional lain seperti kecepatan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah subjek, dan memperpanjang durasi intervensi. Hal ini akan memungkinkan evaluasi efek jangka panjang dan dampaknya terhadap aspek fungsional lain seperti kecepatan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp 1x" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" alt="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-80425.webp" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-80425.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-80425.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-80425.webp 1x" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" alt="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-ce8a6.webp" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-ce8a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-ce8a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-ce8a6.webp 1x" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" alt="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40891-enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet" title="JURIS - Resistance Training Untuk Meningkatkan Power" target="_blank">Resistance Training Untuk Meningkatkan Power</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah subjek, dan memperpanjang durasi intervensi. Hal ini akan memungkinkan evaluasi efek jangka panjang dan dampaknya terhadap aspek fungsional lain seperti kecepatan reaksi dan pencegahan cedera. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada atlet bola voli dengan tingkat kemampuan yang lebih beragam, termasuk atlet profesional atau remaja, untuk melihat apakah hasil penelitian ini konsisten di berbagai level kemampuan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi kombinasi latihan resistance training dengan latihan eksplosif lainnya, seperti plyometric, untuk memaksimalkan peningkatan power kaki. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak resistance training terhadap aspek-aspek fungsional lainnya, seperti kecepatan reaksi dan stabilitas sendi, untuk memahami manfaat komprehensif dari latihan ini dalam olahraga bola voli..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program resistance training terstruktur selama 12 sesi lathan mampu meningkatkan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan.Rata-rata hasil vertical jump peserta mengalami peningkatan sebesar 0.55, dan hasil uji t berpasangan (sig =.05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan power kaki setelah penerapan resistance training.Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance training berpengaruh positif terhadap peningkatan power kaki atlet bola voli.Implementasi resistance training yang terstruktur dalam siklus pelatihan voli membawa dua manfaat utama.Pertama, peningkatan performa lompatan berkontribusi langsung pada efektivitas serangan (smash) dan pertahanan (blocking).Kedua, penguatan otot dan jaringan penunjang tidak hanya meningkatkan power kaki, tetapi juga memperbaiki stabilitas pendaratan, yang pada akhirnya menurunkan risiko cedera lutut dan pergelangan kaki (Phillips & Winett, 2014).Oleh sebab itu, sangat disarankan agar pelatih memasukkan program latihan resistance training pada atlet untuk memaksimalkan power kaki yang dimiliki
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program resistance training dalam meningkatkan power kaki pada 12 atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pretestAeposttest dengan treatment 12 sesi latihan beban mencakup squat, sumo squad, leg extention, dan calv raises. Power kaki diukur sebelum dan sesudah treatment menggunakan vertical jump test, lalu dianalisis dengan uji t (p<0.05). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata power kaki dari 19,58 menjadi 20,06 dengan selisih atau peningkatan sebesar 0.55. Uji T menunjukkan nilai p yang dihitung adalah 0.002<0.05, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan power kaki setelah penerapan resistance training. Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance training berpengaruh terhadap peningkatan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp" type="image/webp" length="80004" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-5a450.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-80425.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/d/enthusiast-bola-voli-cedera-pergelangan-kaki-atlet-thumb-ce8a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-601-yogya-umb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8033-jsh-journal-sport-health.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40893-putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40893-putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:e57dffca9bf4aab2d272407fad05fddd</id>
	<published>2026-04-21T09:41:53+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:41:53+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book review" label="book review" />
	<category term="log journal" label="log journal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,journal,log,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi perlindungan hukum terhadap anak pasca perceraian di tingkat pengadilan, termasuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi perlindungan hukum terhadap anak pasca perceraian di tingkat pengadilan, termasuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-8cbd5.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-8cbd5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-8cbd5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-8cbd5.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-f944a.webp" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-f944a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-f944a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-f944a.webp 1x" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" alt="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40893-putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi" title="JURIS - Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua" target="_blank">Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Perceraian Orang Tua</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas implementasi perlindungan hukum terhadap anak pasca perceraian di tingkat pengadilan, termasuk analisis terhadap putusan-putusan hakim dan dampaknya terhadap kesejahteraan anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran aktif lembaga-lembaga sosial dan psikologis dalam memberikan dukungan dan pendampingan kepada anak-anak yang mengalami perceraian orang tuanya, serta bagaimana lembaga-lembaga tersebut dapat berkolaborasi dengan sistem peradilan. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis jangka panjang anak, termasuk potensi masalah perilaku dan kesehatan mental, serta bagaimana intervensi dini dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi masalah-masalah tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan anak-anak yang menjadi korban perceraian, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif bagi pemerintah dan lembaga terkait..
<br>Anak yang orang tuanya bercerai adalah pihak yang paling dirugikan dan perlu mendapatkan perhatian dari lembaga peradilan untuk menjamin hak-haknya.Berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia telah menjamin perlindungan terhadap masa depan dan hak-hak anak yang orang tuanya bercerai.Fenomena maraknya perceraian perlu mendapat perhatian serius, meskipun undang-undang memberi jalan untuk perceraian, pilihan terakhir setelah pengadilan berusaha mendamaikan pihak yang berselisih namun tidak berhasil
<br>Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai bagaimana bentuk perlindungan yang diberikan Undang-undang terhadap hak anak pasca perceraian yaitu melalui tindakan preventif dan tindakan represif guna memberikan penegasan kepada orang tua agar tidak melalaikan tugas dan kewajibannya dalam pemenuhan hak anak. Apabila hak ini tidak terpenuhi secara baik dan sebagai mestinya, pengadilan dan lembaga hukum yang berwenang dapat memberikan sanksi dan melakukan pencabutan hak asuh oleh orang tua atas kelalaian mereka. Dalam pencabutan hak asuh, kewajiban anak terhadap orang tua masih...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp" type="image/webp" length="94534" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-8cbd5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-0f29b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/9/putusan-hakim-peran-aktif-anak-pemenuhan-hak-pendi-thumb-f944a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-256-unusia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10513-al-wasath-jurnal-ilmu-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40873-mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-leh" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40873-mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-leh" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:c657679472a70821dde92b5a8eb30d64</id>
	<published>2026-04-21T09:26:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:26:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<category term="main menu" label="main menu" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,main,menu,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas media edukasi interaktif seperti permainan, video animasi, atau buku bergambar dalam meningkatkan pemahaman remaja putri usia dini mengenai gejala kanker leher rahim di sekolah dasar. Kedua, sebaiknya ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas media edukasi interaktif seperti permainan, video animasi, atau buku bergambar dalam meningkatkan pemahaman remaja putri usia dini mengenai gejala kanker leher rahim di sekolah dasar. Kedua, sebaiknya ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" alt="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-79a23.webp" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-79a23.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-79a23.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-79a23.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" alt="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40873-mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-leh" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim" target="_blank">Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gejala Kanker Leher Rahim</a>: Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas media edukasi interaktif seperti permainan, video animasi, atau buku bergambar dalam meningkatkan pemahaman remaja putri usia dini mengenai gejala kanker leher rahim di sekolah dasar. Kedua, sebaiknya dikaji bagaimana peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini dan bagaimana strategi terbaik untuk melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran di rumah. Ketiga, perlu dievaluasi integrasi kurikulum kesehatan reproduksi ke dalam pembelajaran reguler di sekolah dasar, termasuk pelatihan guru, pendekatan pengajaran, dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan jangka panjang. Penelitian lanjutan harus mengeksplorasi model pembelajaran yang menarik dan sesuai usia, mengukur perubahan sikap dan perilaku setelah intervensi, serta mengidentifikasi hambatan struktural di tingkat sekolah dan masyarakat. Dengan pendekatan yang sistematis dan melibatkan semua pemangku kepentingan, upaya pencegahan kanker leher rahim dapat dimulai sejak usia sangat dini. Studi semacam ini akan memberikan dasar kuat bagi kebijakan pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih inklusif dan efektif. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa edukasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran dan kesiapan untuk deteksi dini. Kombinasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu dieksplorasi lebih dalam dalam konteks komunitas tertentu. Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan program nasional yang adaptif dan berkelanjutan. Semua ini penting untuk membangun fondasi kesehatan reproduksi yang kuat sejak usia dini..
<br>Mayoritas remaja putri responden berusia 10 tahun dan memiliki tingkat pengetahuan yang tidak baik mengenai gejala kanker leher rahim.Pemahaman tentang kesehatan reproduksi, khususnya gejala kanker leher rahim, masih sangat rendah pada usia dini karena kurangnya informasi dan edukasi yang sesuai.Perlu ada strategi pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif, partisipatif, dan berbasis keluarga serta sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah keterlambatan deteksi dini
<br>Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke vagina umumnya tidak tampak, tetapi dapat dirasakan oleh penderitanya. Tahap awal munculnya kanker rahim dimulai dengan terjadinya mutase sel secara bertahap, tetapi progresif dan akhirnya berkembang menjadi karsioma. Kanker leher rahim dapat menyebar melalui pembuluh darah, pembuluh limfa, atau langsung ke organ vital lain. Hingga saat ini kanker leher rahim masih menempati urutan pertama penyakit yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan remaja putri tentang gejala kanker leher rahim. Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif Survey dan rancangan penelitian ini secara Cross sectional. Jumlah populasi 41 pelajar dan sampel...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp" type="image/webp" length="101204" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-b967b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/5/mayoritas-remaja-responden-kanker-leher-rahim-peng-thumb-79a23.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3803-akpergitamaturaabadi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16659-jurnal-keperawatan-kesehatan-holistik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal Literatur Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal Literatur Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal Literatur Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40878-suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40878-suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:71289aac8e34e90dff9f0a828fce36ac</id>
	<published>2026-04-21T09:25:05+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:25:05+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="sidebar menu" label="sidebar menu" />
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="liana putri" label="liana putri" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,liana,menu,putri,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis suplemen kalsium, seperti kalsium propionat, terhadap kadar kalsium darah dan susu serta performa produksi sapi perah laktasi awal. Selain itu, studi yang lebih mendalam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis suplemen kalsium, seperti kalsium propionat, terhadap kadar kalsium darah dan susu serta performa produksi sapi perah laktasi awal. Selain itu, studi yang lebih mendalam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-a220d.webp" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-a220d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-a220d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-a220d.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" alt="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" alt="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-176b3.webp" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-176b3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-176b3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-176b3.webp 1x" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" alt="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40878-suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit" title="JURIS - Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review" target="_blank">Korelasi Kalsium Darah dan Kalsium Susu pada Sapi Perah Laktasi Awal: Literatur Review</a>: Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis suplemen kalsium, seperti kalsium propionat, terhadap kadar kalsium darah dan susu serta performa produksi sapi perah laktasi awal. Selain itu, studi yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami mekanisme regulasi hormon dan faktor-faktor lain yang memengaruhi mobilisasi kalsium dari tulang dan absorpsi kalsium dari pakan pada sapi perah selama masa transisi. Terakhir, penelitian yang berfokus pada pengembangan teknologi sensor otomatis untuk pemantauan kadar kalsium darah dan susu secara real-time dapat membantu dalam deteksi dini hipokalsemia dan optimasi strategi manajemen nutrisi pada sapi perah, sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan hewan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai dinamika kalsium pada sapi perah laktasi awal dan mendukung pengembangan praktik manajemen yang lebih efektif untuk mencegah gangguan metabolik serta meningkatkan produktivitas..
<br>Berdasarkan review jurnal yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kalsium berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis sapi perah selama awal laktasi ketika kebutuhan kalsium meningkat tajam untuk pembentukan kolostrum dan produksi susu.Hipokalsemia subklinis yang umum terjadi pada sapi multipara dapat menurunkan produksi susu dan meningkatkan risiko gangguan metabolik.Stabilitas kadar kalsium darah berkaitan dengan tingginya produksi serta kualitas susu
<br>Kalsium memegang peran penting dalam menjaga fungsi fisiologis sapi perah pada awal laktasi ketika kebutuhan mineral meningkat tajam untuk pembentukan kolostrum dan produksi susu. Ketidakseimbangan kalsium pada fase ini sering menyebabkan hipokalsemia yang berdampak pada kesehatan dan performa produksi. Kajian literatur menunjukkan bahwa kadar kalsium darah memiliki hubungan yang erat dengan kadar kalsium susu, dimana perubahan konsentrasi kalsium darah cenderung diikuti oleh perubahan kalsium yang diekskresikan ke dalam susu. Penelitian sebelumnya melaporkan nilai korelasi yang tinggi, yaitu 0,905, yang menggambarkan hubungan positif yang kuat antara kedua parameter tersebut. Mekanisme fisiologis seperti regulasi hormon PTH, vitamin D, dan mobilisasi tulang berperan besar dalam menjaga keseimbangan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp" type="image/webp" length="122936" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-a220d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-d139d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/suplemen-kalsium-nitrat-populasi-sapi-perah-kualit-thumb-176b3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1735-umnu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8807-jurnal-sains-peternakan-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Environmental Damage Risk Control A Study of Hadith ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Environmental Damage Risk Control A Study of Hadith ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Environmental Damage Risk Control A Study of Hadith ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40874-kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40874-kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:0fd01b6c393759353f709bf57ad2a713</id>
	<published>2026-04-21T09:11:43+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T09:11:43+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ani studi qs" label="ani studi qs" />
	<category term="stain sorong" label="stain sorong" />
	<category term="gedung lp2m" label="gedung lp2m" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ani,gedung,lp2m,qs,sorong,stain,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Integrasi ajaran hadis tentang konservasi lingkungan dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan pendidikan lingkungan, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah dan pembuat ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Integrasi ajaran hadis tentang konservasi lingkungan dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan pendidikan lingkungan, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah dan pembuat ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-29196.webp" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-29196.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-29196.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-29196.webp 1x" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" alt="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-2a950.webp" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-2a950.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-2a950.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-2a950.webp 1x" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" alt="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp 1x" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" alt="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40874-kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra" title="JURIS - Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith" target="_blank">Environmental Damage Risk Control: A Study of Hadith</a>: Integrasi ajaran hadis tentang konservasi lingkungan dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan pendidikan lingkungan, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah dan pembuat kebijakan juga dapat memainkan peran vital dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam peraturan dan kebijakan lingkungan, memastikan bahwa keberlanjutan menjadi aspek sentral dalam kemajuan masyarakat. Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, kita dapat berusaha untuk membangun hubungan harmonis dengan alam, menjamin kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan..
<br>Pelestarian lingkungan bukanlah sekadar masalah estetika, melainkan praktik mendalam yang berakar kuat dalam nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam.Sebagai khalifah yang ditunjuk Allah untuk merawat bumi, manusia bertanggung jawab atas lingkungan.Ajaran hadis menawarkan fondasi etis dan moral yang kuat untuk mengatasi tantangan lingkungan modern, menekankan pentingnya konservasi, pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan pencegahan kerusakan alam.Integrasi ajaran ini ke dalam kebijakan ekologis kontemporer dan praktik dapat mempromosikan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan etis terhadap pengelolaan lingkungan.Kerusakan lingkungan terutama disebabkan oleh tindakan manusia, yang didorong oleh perilaku seperti pemborosan, kelebihan, dan kelalaian.Untuk mengatasi masalah ini, Islam mendorong menjaga kebersihan, memanfaatkan lahan kosong secara bertanggung jawab, melestarikan habitat alami, reboisasi, dan memastikan keseimbangan ekologis.Prinsip-prinsip ini bersifat teoritis dan praktis, sehingga menyediakan solusi yang dapat diterapkan pada tingkat individu, masyarakat, dan kebijakan
<br>Kerusakan lingkungan merupakan masalah global mendesak, dengan dampak yang mengancam keberlanjutan planet kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ajaran dalam hadis yang berkaitan dengan pengendalian risiko kerusakan lingkungan. Dengan mengintegrasikan ajaran-ajaran ini ke dalam kebijakan dan praktik lingkungan modern, penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan etis dalam pengelolaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran hadis dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mendorong perilaku ramah lingkungan dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam konservasi lingkungan.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp" type="image/webp" length="51858" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-29196.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-2a950.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/d/kerusakan-lingkungan-pengendalian-risiko-hadis-pra-thumb-3a205.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1067-iainsorong.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5860-tasamuh-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Fakto faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Fakto faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Fakto faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40884-perawatan-luka-proses-penyembuhan-perine" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40884-perawatan-luka-proses-penyembuhan-perine" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:d03e6f9ed31979a272abf8f6c3c4af92</id>
	<published>2026-04-21T08:59:55+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:59:55+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas media digital, seperti aplikasi ponsel atau pesan singkat, dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum, terutama bagi ibu muda dan yang tinggal di daerah terpencil. Selain ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas media digital, seperti aplikasi ponsel atau pesan singkat, dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum, terutama bagi ibu muda dan yang tinggal di daerah terpencil. Selain ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp" title="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp 1x" title="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" alt="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-8c559.webp" title="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-8c559.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-8c559.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-8c559.webp 1x" title="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" alt="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40884-perawatan-luka-proses-penyembuhan-perine" title="JURIS - Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil" target="_blank">Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil</a>: Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas media digital, seperti aplikasi ponsel atau pesan singkat, dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum, terutama bagi ibu muda dan yang tinggal di daerah terpencil. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai pengaruh partisipasi suami atau keluarga terdekat dalam proses edukasi kesehatan terhadap peningkatan kepatuhan perawatan luka perineum pasca persalinan. Akhirnya, diperlukan penelitian komparatif antara metode penyuluhan konvensional di Puskesmas dengan pendekatan pelatihan berbasis komunitas untuk melihat mana yang lebih berhasil membekali ibu hamil dengan pengetahuan yang tahan lama dan aplikatif dalam praktik sehari-hari. Ketiga pendekatan ini dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang strategi edukasi yang paling relevan dan berkelanjutan bagi peningkatan kesehatan maternal di tingkat dasar..
<br>Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum masih tergolong rendah, terutama pada kelompok usia muda, ibu yang bekerja, dan ibu dengan pendidikan rendah.Diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan melalui penyuluhan di Puskesmas, media sosial, dan program kesehatan ibu dan anak yang lebih efektif.Tenaga kesehatan perlu lebih proaktif dalam memberikan informasi kepada ibu hamil, khususnya kelompok dengan tingkat pengetahuan rendah, agar mereka memahami pentingnya perawatan luka perineum bagi kesehatan ibu dan bayi
<br>Kematian dan kesakitan ibu merupakan permasalahan kesehatan yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, usia, dan kebiasaan dalam menjaga kebersihan luka perineum sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang baik (66,6%), sedangkan ibu dengan pendidikan rendah memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (50%). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik pemahamannya terhadap informasi kesehatan, termasuk dalam perawatan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp" type="image/webp" length="58166" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-369c5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/e/perawatan-luka-proses-penyembuhan-perineum-kaki-ul-thumb-8c559.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40895-konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumbe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40895-konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumbe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:65227c1010cb8bc07191ecc272a23cd2</id>
	<published>2026-04-21T08:47:09+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:47:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="book review" label="book review" />
	<category term="log journal" label="log journal" />
	<itunes:keywords><![CDATA[book,counter,flag,journal,log,review]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas regulasi agraria yang ada dalam melindungi hak masyarakat adat, khususnya dalam proses penerbitan dan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) di kawasan hutan dan tanah ulayat, serta bagaimana celah hukum dimanfaatkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas regulasi agraria yang ada dalam melindungi hak masyarakat adat, khususnya dalam proses penerbitan dan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) di kawasan hutan dan tanah ulayat, serta bagaimana celah hukum dimanfaatkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-1b5e0.webp" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-1b5e0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-1b5e0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-1b5e0.webp 1x" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" alt="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp 1x" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" alt="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-fd0b7.webp" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-fd0b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-fd0b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-fd0b7.webp 1x" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" alt="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40895-konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumbe" title="JURIS - Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria" target="_blank">Meninjau Akar Masalah Konflik Agraria</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas regulasi agraria yang ada dalam melindungi hak masyarakat adat, khususnya dalam proses penerbitan dan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) di kawasan hutan dan tanah ulayat, serta bagaimana celah hukum dimanfaatkan oleh korporasi. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai peran mafia tanah dalam memperparah konflik agraria, termasuk jaringan mereka dengan aparatur pemerintah dan mekanisme mereka dalam memanipulasi dokumen kepemilikan tanah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model penyelesaian konflik agraria berbasis kearifan lokal, seperti sistem trust dan adat yang pernah diterapkan di Pulau Adonara, dan sejauh mana pendekatan budaya tradisional dapat diintegrasikan dengan sistem hukum formal untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi reformasi hukum agraria yang lebih adil dan responsif terhadap keberagaman masyarakat di Indonesia. Dengan memahami akar struktural dan budaya dari konflik, diharapkan dapat dirancang kebijakan yang tidak hanya menyelesaikan konflik, tetapi juga mencegah terjadinya konflik di masa depan. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan hukum, sosiologi, dan antropologi sangat diperlukan. Fokus pada masyarakat rentan seperti Suku Anak Dalam dan petani kecil juga harus menjadi prioritas. Hasil penelitian bisa menjadi dasar penguatan lembaga adat dan sistem hukum tata ruang nasional. Tanpa pemahaman mendalam terhadap dinamika lokal, penyelesaian konflik hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, riset lanjutan harus dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat terdampak. Temuan dari studi ini diharapkan dapat memperkaya kerangka kebijakan agraria nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan..
<br>Konflik agraria merupakan permasalahan yang berasal dari perebutan hak atas tanah dan sumber daya alam.973 kasus sengketa tanah menurut Kementerian ATR/BPN, 108 konflik di wilayah perkebunan pada 2021, serta 40 kasus yang melibatkan masyarakat hukum adat.Penyelesaian konflik agraria belum tuntas dan terus berlarut-larut di berbagai daerah di Indonesia
<br>Konflik agraria yang saat ini terjadi di Indonesia terus berlarut-larut, sering kali disebabkan oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dan ketidakadilan dalam penguasaan lahan. Penyelesaian konflik terus terhambat karena kurangnya peraturan pelaksana yang jelas serta maraknya mafia tanah yang merugikan masyarakat kecil. Konflik agraria berpotensi menimbulkan ketegangan sosial dan politik, yang dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pendekatan dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka. Melalui penjelasan mengenai konflik yang tak kunjung selesai, temuan diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelesaian konflik agraria di Indonesia...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp" type="image/webp" length="57068" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-1b5e0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-afa48.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/c/konflik-agraria-masyarakat-suku-anak-sumber-daya-p-thumb-fd0b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-256-unusia.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-10513-al-wasath-jurnal-ilmu-hukum.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah Literatur Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah Literatur Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah Literatur Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40881-reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40881-reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:67409ebc81c574dfc0e675f860c1adbb</id>
	<published>2026-04-21T08:39:33+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:39:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="sidebar menu" label="sidebar menu" />
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="liana putri" label="liana putri" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,liana,menu,putri,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan paper ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh formulasi UFA yang berbeda (misalnya, kombinasi berbagai jenis UFA dengan proporsi yang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan paper ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh formulasi UFA yang berbeda (misalnya, kombinasi berbagai jenis UFA dengan proporsi yang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-e14a8.webp" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-e14a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-e14a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-e14a8.webp 1x" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-51cd2.webp" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-51cd2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-51cd2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-51cd2.webp 1x" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp 1x" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40881-reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu" title="JURIS - Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review" target="_blank">Peran Asam Lemak Tak Jenuh dalam Meningkatkan Kesehatan Metabolik dan Reproduksi Ternak Sapi Perah: Literatur Review</a>: Berdasarkan paper ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh formulasi UFA yang berbeda (misalnya, kombinasi berbagai jenis UFA dengan proporsi yang berbeda) terhadap efektivitasnya dalam meningkatkan kesehatan metabolik dan reproduksi sapi perah, terutama pada kondisi lingkungan yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi biomarker genetik atau metabolik yang dapat memprediksi respons sapi perah terhadap suplementasi UFA, sehingga memungkinkan penerapan strategi nutrisi yang lebih personal dan efektif. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan UFA yang berasal dari sumber lokal dan berkelanjutan sebagai alternatif pengganti UFA impor, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran UFA dalam meningkatkan kesehatan dan produktivitas sapi perah, serta mengembangkan strategi nutrisi yang lebih inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung industri peternakan sapi perah di Indonesia..
<br>Berdasarkan hasil review, suplementasi asam lemak tak jenuh yang dilindungi rumen merupakan intervensi nutrisi yang fundamental untuk mengatasi tantangan metabolisme pada sapi perah laktasi awal yang sedang mengalami Keseimbangan Energi Negatif.Pendekatan proteksi ini sangat penting karena menjanjikan efek sistemik dengan mencegah biohidrogenasi dan memastikan transfer optimal asam lemak tak jenuh ke duodenum.Peningkatan ketersediaan PUFA di plasma berperan ganda secara metabolik, ia secara efektif meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi dan memperbaiki status metabolik dengan menurunkan konsentrasi indikator Keseimbangan Energi Negatif sekaligus meningkatkan sekresi adiponektin, serta terbukti mengurangi peradangan sistemik.Sementara itu, dari sisi reproduksi, asam lemak tak jenuh menyediakan prekursor esensial untuk hormon seperti prostaglandin dan eikosanoid, serta meningkatkan fluiditas dan integritas membran sel folikel dan oosit, yang pada akhirnya berkontribusi signifikan terhadap perbaikan kualitas oosit dan embrio, serta peningkatan kinerja reproduksi sapi perah secara berkelanjutan
<br>Masa transisi pada sapi perah merupakan fase kritis yang ditandai oleh meningkatnya kebutuhan energi seiring dimulainya laktasi, sementara asupan pakan belum mampu memenuhinya secara optimal, sehingga memicu negative energy balance (NEB) yang berdampak negatif terhadap kesehatan metabolik dan reproduksi. Literatur review ini bertujuan untuk mengevaluasi peran suplementasi asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids/UFA), khususnya polyunsaturated fatty acids (PUFA), dalam mengatasi NEB dan meningkatkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp" type="image/webp" length="93180" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-e14a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-51cd2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/1/reproduksi-sapi-betina-perah-literatur-review-popu-thumb-19828.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1735-umnu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8807-jurnal-sains-peternakan-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40890-validasi-produk-kursi-desain" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40890-validasi-produk-kursi-desain" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:3b480e584124520a5f05473e586d623c</id>
	<published>2026-04-21T08:37:21+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:37:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="template jsh" label="template jsh" />
	<category term="flag counter" label="flag counter" />
	<category term="tools tools" label="tools tools" />
	<itunes:keywords><![CDATA[counter,flag,jsh,template,tools]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji bagaimana pengaruh penggunaan alat pelontar bola sepak secara terus-menerus selama jangka panjang terhadap peningkatan refleks dan konsentrasi penjaga gawang usia muda, mengingat perkembangan motorik mereka masih dalam tahap krusial. ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu dikaji bagaimana pengaruh penggunaan alat pelontar bola sepak secara terus-menerus selama jangka panjang terhadap peningkatan refleks dan konsentrasi penjaga gawang usia muda, mengingat perkembangan motorik mereka masih dalam tahap krusial. ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a70eb.webp" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a70eb.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a70eb.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a70eb.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" alt="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-9ac67.webp" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-9ac67.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-9ac67.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-9ac67.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" alt="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp" data-src="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp" srcset="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp 1x" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" alt="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40890-validasi-produk-kursi-desain" title="JURIS - Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang" target="_blank">Pengembangan Alat Pelontar Bola Sepak Untuk Melatih Keterampilan Penjaga Gawang</a>: Pertama, perlu dikaji bagaimana pengaruh penggunaan alat pelontar bola sepak secara terus-menerus selama jangka panjang terhadap peningkatan refleks dan konsentrasi penjaga gawang usia muda, mengingat perkembangan motorik mereka masih dalam tahap krusial. Kedua, perlu diteliti efektivitas alat ini ketika digunakan dalam berbagai kondisi lapangan, seperti di permukaan rumput alami, rumput sintetis, atau lapangan terbatas, untuk mengetahui sejauh mana alat ini dapat diadaptasi dalam berbagai lingkungan latihan. Ketiga, penting untuk mengembangkan versi alat pelontar yang bisa dikendalikan secara otomatis atau melalui aplikasi mobile, sehingga pelatih atau pemain dapat mengatur kecepatan, sudut, dan pola tendangan secara lebih fleksibel tanpa bantuan orang lain, yang dapat meningkatkan intensitas dan variasi latihan secara mandiri..
<br>Alat pelontar bola sepak memperoleh penilaian sangat baik dengan rata-rata skor 83% dari uji coba skala kecil dan besar, menunjukkan efektivitasnya dalam melatih keterampilan penjaga gawang.Alat ini dinilai mudah digunakan, nyaman, efektif, praktis, serta memiliki desain yang menarik dan rapi.Secara keseluruhan, alat ini layak digunakan secara luas dalam pelatihan penjaga gawang karena memenuhi kriteria fungsional dan estetika serta memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan
<br>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat pelontar bola sepak yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan penjaga gawang dalam cabang olahraga sepak bola. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (Research and Development/R&D) dengan prosedur yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Informasi, (3) Desain Produk, (4) Validitas Produk, (5) Perbaikan Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Produk, (9) Revisi Produk, dan (10) Produk Akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp" type="image/webp" length="75078" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a70eb.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-9ac67.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/4/d/validasi-produk-kursi-desain-uji-coba-alat-analisi-thumb-a9005.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-601-yogya-umb.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8033-jsh-journal-sport-health.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan Studi Kritik Sanad Dan Matan ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan Studi Kritik Sanad Dan Matan ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan Studi Kritik Sanad Dan Matan ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40876-kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40876-kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:28be4505d09d24d353062769bfe5ac85</id>
	<published>2026-04-21T08:32:31+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:32:31+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ani studi qs" label="ani studi qs" />
	<category term="stain sorong" label="stain sorong" />
	<category term="gedung lp2m" label="gedung lp2m" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ani,gedung,lp2m,qs,sorong,stain,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji implikasi sosial-ekonomi dari larangan menghadang dagangan dan praktik makelar dalam konteks ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji implikasi sosial-ekonomi dari larangan menghadang dagangan dan praktik makelar dalam konteks ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-66d91.webp" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-66d91.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-66d91.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-66d91.webp 1x" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" alt="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-a5ac2.webp" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-a5ac2.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-a5ac2.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-a5ac2.webp 1x" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" alt="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp 1x" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" alt="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40876-kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli" title="JURIS - Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan" target="_blank">Hadis Tentang Larangan Menghadang Dagangan Di Tengah Jalan: Studi Kritik Sanad Dan Matan</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji implikasi sosial-ekonomi dari larangan menghadang dagangan dan praktik makelar dalam konteks masyarakat modern. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis bagaimana regulasi dan norma sosial dapat memfasilitasi perdagangan yang adil dan mencegah praktik monopoli. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan interpretasi dan penerapan larangan ini dalam berbagai mazhab fiqih, untuk memahami perbedaan pandangan dan argumentasi yang mendasarinya. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip etika bisnis dalam hadis dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan bisnis dan kewirausahaan, untuk membentuk generasi pengusaha yang berintegritas dan bertanggung jawab..
<br>Dari kritik sanad, hadis tentang larangan menghadang dagangan dan menjadi makelar bagi orang yang tidak mengetahui harga pasar dan keadaan pasar pada pesan hadis di atas bertujuan untuk menghindarkan peraktek monopoli dan kecurangan dalam hal perniagaan.Praktik pelarangan ini bagian dari etika dagang dalam Islam.Hadis ini menekankan pentingnya etika bisnis yang adil dan menghindari praktik monopoli serta kecurangan dalam perdagangan
<br>This study aims to describe the Hadith about the prohibition of blocking merchandise in the road. The type of research used is library research, using descriptive-analytical methods, with a sanad and matn criticism approach. The results showed that the Hadith on the prohibition of blocking merchandise in the middle of the road from the route of Abu Daud in terms of sanad is considered muttasil or sahih. Meanwhile, in terms of the matn, there is a missing editorial or illat in it. However, it does not damage the text of the Hadith because similar traditions from different sanad lines support it. This Hadth indicates that...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp" type="image/webp" length="66832" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-66d91.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-a5ac2.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/c/kritik-sanad-hadis-larangan-matan-monopoli-studi-d-thumb-b9d7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1067-iainsorong.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5860-tasamuh-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Faktor faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Faktor faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Faktor faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40886-asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40886-asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:ffebb468a9d86f2d14f6fc5e5028ea73</id>
	<published>2026-04-21T08:23:57+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:23:57+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menggali alasan mengapa ibu hamil yang belum berpengalaman memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang IMD dibandingkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menggali alasan mengapa ibu hamil yang belum berpengalaman memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang IMD dibandingkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-700c8.webp" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-700c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-700c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-700c8.webp 1x" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" alt="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-8e4be.webp" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-8e4be.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-8e4be.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-8e4be.webp 1x" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" alt="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp 1x" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" alt="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40886-asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu" title="JURIS - Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil" target="_blank">Faktor-faktor yang berhubungan dengan Inisiasi Menyusui Dini pada Ibu Hamil</a>: Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menggali alasan mengapa ibu hamil yang belum berpengalaman memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang IMD dibandingkan dengan ibu yang sudah berpengalaman, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan sosial budaya yang mungkin berperan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai sumber informasi, termasuk media sosial dan program pemerintah, dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik IMD di kalangan ibu hamil. Ketiga, studi intervensi yang melibatkan pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pengalaman ibu hamil dapat dirancang untuk meningkatkan cakupan IMD dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan praktik IMD, serta membantu merumuskan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Ani Wahyu Wijayanti bervariasi, dengan 32,9% memiliki pengetahuan baik, 31,4% cukup, dan 35,7% kurang.Pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan ibu hamil, di mana ibu dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang IMD.Secara paradoks, ibu hamil yang belum berpengalaman dalam melahirkan menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sudah berpengalaman, yang bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa pengalaman meningkatkan pengetahuan
<br>Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses penting dalam pemberian ASI yang dimulai dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. IMD dilakukan dengan membiarkan bayi secara alami mencari payudara ibu dan mulai menyusu sendiri (The Breast Crawl). Berdasarkan penelitian, tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Ani Wahyu Wijayanti menunjukkan bahwa 32,9% memiliki pengetahuan baik, 31,4% cukup, dan 35,7% kurang. Faktor pendidikan berpengaruh signifikan, di mana ibu dengan pendidikan tinggi lebih banyak memiliki pengetahuan baik (35%). Namun, ibu hamil yang belum berpengalaman dalam melahirkan justru memiliki pengetahuan lebih baik (39,2%) dibandingkan yang berpengalaman (15,8%), bertentangan dengan teori bahwa pengalaman meningkatkan pengetahuan. Sebagian besar ibu hamil memperoleh informasi tentang IMD dari...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp" type="image/webp" length="73930" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-700c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-8e4be.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/6/asi-eksklusif-imd-inisiasi-menyusu-hamil-praktik-f-thumb-384f4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40888-psikologis-pasien-systematic-nov" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40888-psikologis-pasien-systematic-nov" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:a0a125fa60939ca052cc07bb9717e188</id>
	<published>2026-04-21T08:22:28+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:22:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, seperti faktor usia, malnutrisi, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, seperti faktor usia, malnutrisi, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-c02b1.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-c02b1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-c02b1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-c02b1.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" alt="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-71a50.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-71a50.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-71a50.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-71a50.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" alt="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp 1x" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" alt="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40888-psikologis-pasien-systematic-nov" title="JURIS - Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum" target="_blank">Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, seperti faktor usia, malnutrisi, dan kondisi imun. 2. Meneliti efektivitas dan manfaat dari berbagai metode perawatan luka, seperti penggunaan NaCl dan sulfadianizine silver cream, dalam mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah infeksi. 3. Mengembangkan strategi intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani masalah nyeri, kerusakan integritas jaringan, dan resiko infeksi pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, dengan mempertimbangkan aspek fisik, nutrisi, dan psikologis pasien..
<br>Berdasarkan Asuhan Keperawatan yang telah dilakukan pada Tn."T" pada tanggal 24-26 Agustus 2020 dan Ny."M" pada tanggal 26-28 Agustus 2020 pada kasus Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum di Ruang Penyakit Dalam RSUD Palembang Bari tahun 2020, maka dapat diketahui hal-hal sebagai berikut."M" mengalami Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum."T" pada betis kaki sebelah kanan dengan luka ke 1 berdiameter lebar 6 cm, panjang 9 cm, kedalaman 3 cm, dan luka ke 2 berdiameter lebar 3 cm, panjang 4 cm, dan kedalaman 4 cm.Luka ganggren stadium 5 dan infeksi stadium 3."M" terdapat di jempol kaki kiri dengan berdiameter lebar 2 cm, panjang 5 cm, dan kedalaman 1 cm.Luka tampak kotor dan berwarna hitam, luka ganggren stadium 5 dan infeksi stadium 3.Masalah keperawatan yang sama muncul pada kasus Tn.Nyeri berhubungan dengan Luka Ganggren atau Ulkus Diabetes Melitus, Kerusakan Jaringan Integritas berhubungan dengan Ulkus Diabetes Melitus, dan Resiko Infeksi berhubungan dengan Ulkus Diabetes Melitus.Sedangkan muncul masalah keperawatan yang berbeda pada kasus Tn.Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan adanya luka pada kaki, dan Nutrisi Kurang dari kebutuhan Tubuh berhubungan dengan Anoreksia.Untuk mengatasi masalah keperawatan yang muncul tersebut maka disusunlah rencana Asuhan Keperawatan sesuai dengan teori dan kasus yang ditemukan pada Tn.Implementasi keperawatan yang telah dilakukan sesuai dengan Intervensi yang telah disusun dan disesuaikan dengan kondisi Tn.Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan selama 3 hari pada Tn."M" Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum di Ruang Penyakit Dalam selama 3 hari didapatkan bahwa luka sudah memperlihatkan adanya sedikit perbaikan.Pada kedua pasien luka tampak sedikit kemerahan.Diameter lebar, panjang dan kedalaman mengalami perubahan yang sedikit.Stadium ganggren dan stadium infeksi skala 3."M" pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum dapat dilaksanakan dan masalah teratasi sebagian
<br>Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas secara efektif (Maryunani, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan deskripsi Manajemen Perawatan Luka dalam Perawatan Keperawatan untuk Pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetes. Metode penelitian ini adalah jenis penulisan ilmiah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah perawatan keperawatan pada dua pasien Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetes. Perawatan Keperawatan Diabetes Mellitus dengan Luka Diabetes dilakukan pada tanggal 24-28 Agustus 2020. Perawatan Luka dilakukan menggunakan cairan NaCl selama 3 hari pada pagi dan sore hari. Berdasarkan kesimpulan, catatan perkembangan kepada kedua pasien penatalaksanaan perawatan luka pada pasien Diabetes Melitus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp" type="image/webp" length="85730" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-c02b1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-71a50.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/psikologis-pasien-systematic-novergicus-ulkus-diab-thumb-a8c38.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40887-blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-bligh" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40887-blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-bligh" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:9dac30ccc879ccc78b14fb01e56c8ec8</id>
	<published>2026-04-21T08:19:41+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:19:41+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ojs q2lii" label="ojs q2lii" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ojs,q2lii]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker spesifik yang dapat memprediksi risiko blighted ovum pada awal kehamilan, sehingga intervensi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker spesifik yang dapat memprediksi risiko blighted ovum pada awal kehamilan, sehingga intervensi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp" title="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" alt="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-0b885.webp" title="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-0b885.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-0b885.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-0b885.webp 1x" title="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" alt="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40887-blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-bligh" title="JURIS - Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum" target="_blank">Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum</a>: Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker spesifik yang dapat memprediksi risiko blighted ovum pada awal kehamilan, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai protokol pemeriksaan kehamilan pada kelompok berisiko tinggi dalam mendeteksi dan mencegah blighted ovum. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman psikologis dan sosial ibu hamil yang mengalami blighted ovum, serta kebutuhan dukungan yang mereka perlukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan mengurangi angka kejadian blighted ovum di masa mendatang, serta memberikan dukungan yang lebih komprehensif bagi ibu hamil yang mengalami kondisi ini..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa blighted ovum paling sering terjadi pada ibu hamil berusia 20-35 tahun, pada usia kehamilan 1-12 minggu, dan lebih umum dialami oleh ibu nulipara serta ibu dengan riwayat penyakit berisiko tinggi.Temuan ini mengindikasikan peran penting faktor usia, paritas, dan kondisi kesehatan ibu dalam kejadian blighted ovum.Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok berisiko tinggi diperlukan untuk deteksi dan pencegahan komplikasi dini
<br>Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berhasil terimplantasi di dalam rahim dan berkembang menjadi janin yang sehat. Namun, kehamilan dapat mengalami gangguan yang menyebabkan kegagalan perkembangan janin, salah satunya adalah blighted ovum atau kehamilan anembrionik. Penelitian ini menunjukkan bahwa blighted ovum paling banyak terjadi pada ibu hamil berusia 20-35 tahun (80,52%), dengan usia kehamilan 1-12 minggu (94,81%), serta lebih sering dialami oleh ibu nulipara (42,85%) dan ibu dengan riwayat penyakit berisiko tinggi (68,83%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia, paritas, dan kondisi kesehatan ibu berperan dalam kejadian blighted ovum. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok berisiko tinggi diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi sejak dini.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp" type="image/webp" length="71018" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-40a96.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/6/blighted-ovum-kehamilan-faktor-risiko-karakteristi-thumb-0b885.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3209-q2lii.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-12893-jurnal-lantera-ilmiah-keperawatan.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar Ipomoea Batatas L sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar Ipomoea Batatas L sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar Ipomoea Batatas L sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40875-konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40875-konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:9fad244a1027278615e402a0e0c44e73</id>
	<published>2026-04-21T08:00:21+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T08:00:21+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="sidebar menu" label="sidebar menu" />
	<category term="menu rules" label="menu rules" />
	<itunes:keywords><![CDATA[menu,rules,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti efektivitas biskuit pakan berbasis kulit ubi jalar terhadap performa pertumbuhan domba Wonosobo dalam skala peternakan nyata, bukan hanya secara formulasi, untuk mengetahui sejauh mana peningkatan bobot badan dan konsumsi pakan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti efektivitas biskuit pakan berbasis kulit ubi jalar terhadap performa pertumbuhan domba Wonosobo dalam skala peternakan nyata, bukan hanya secara formulasi, untuk mengetahui sejauh mana peningkatan bobot badan dan konsumsi pakan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-17701.webp" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-17701.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-17701.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-17701.webp 1x" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" alt="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp 1x" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" alt="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-a79ba.webp" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-a79ba.webp" data-src="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-a79ba.webp" srcset="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-a79ba.webp 1x" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" alt="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40875-konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi" title="JURIS - Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo" target="_blank">Feed Biscuit Innovation Inovasi Biskuit Pakan Kulit Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) sebagai Alternatif Pakan Feedlot Domba Wonosobo</a>: Pertama, perlu diteliti efektivitas biskuit pakan berbasis kulit ubi jalar terhadap performa pertumbuhan domba Wonosobo dalam skala peternakan nyata, bukan hanya secara formulasi, untuk mengetahui sejauh mana peningkatan bobot badan dan konsumsi pakan terjadi secara praktis. Kedua, perlu dikaji dampak fermentasi kulit ubi jalar sebelum diproses menjadi biskuit terhadap peningkatan ketersediaan protein dan penurunan antinutrisi seperti tannin dan fitat, agar nilai gizi pakan lebih optimal. Ketiga, perlu dikembangkan variasi formulasi biskuit dengan substitusi proporsi daun telang dan bahan lokal lainnya seperti kaliandra atau bekatul untuk mengetahui kombinasi terbaik yang mampu meningkatkan palatabilitas, daya cerna, dan pertumbuhan domba secara ekonomis dan berkelanjutan..
<br>Kandungan nutrisi dalam biskuit pakan kulit ubi jalar telah memenuhi standar kebutuhan Domba Wonosobo.Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dapat membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan ternak.Dengan demikian, hasil akhir pertumbuhan domba dapat dicapai secara maksimal
<br>Berdasarkan data BPS tahun 2021, sejak tahun 2018 populasi domba mengalami peningkatan, namun pada tahun 2022 populasi domba menurun hingga 0,13% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemanfaatan limbah kulit ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai inovasi pakan yang dapat menunjang performa pertumbuhan ternak domba tanpa mengeluarkan biaya berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit ubi jalar sebagai pakan domba Wonosobo, sehingga permasalahan lingkungan dapat teratasi dengan memiliki nilai jual yang tinggi. Ternak menyerap energi di dalam pakan terutama untuk kebutuhan hidup pokok. Penggunaan bahan dasar kulit ubi jalar sebanyak 30% dapat menghasilkan energi sebesar 888 Kkal/kg dengan kandungan PK (Protein Kasar) sebesar 0,48%, penggunaan konsentrat sebanyak 28% energi yang mampu dihasilkan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp" type="image/webp" length="82208" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-17701.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-1e077.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/5/6/konsumsi-pakan-efisiensi-tepung-ubi-jalar-ungu-poc-thumb-a79ba.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1735-umnu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8807-jurnal-sains-peternakan-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40872-teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40872-teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:7c558f153b04307080525d2d4dfb1247</id>
	<published>2026-04-21T07:48:22+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T07:48:22+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="full issue" label="full issue" />
	<category term="main menu" label="main menu" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[full,issue,main,menu,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan metode edukasi yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai teknik napas dalam. Selain itu, penting untuk melibatkan tenaga kesehatan dalam memberikan pelatihan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan metode edukasi yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai teknik napas dalam. Selain itu, penting untuk melibatkan tenaga kesehatan dalam memberikan pelatihan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79457.webp" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79457.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79457.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79457.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" alt="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79461.webp" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79461.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79461.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79461.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" alt="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp 1x" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" alt="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40872-teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi" title="JURIS - Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam" target="_blank">Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penurunan Nyeri Persalinan Menggunakan Teknik Napas Dalam</a>: Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan metode edukasi yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai teknik napas dalam. Selain itu, penting untuk melibatkan tenaga kesehatan dalam memberikan pelatihan dan penyuluhan secara berkala kepada ibu hamil di wilayah tersebut. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas teknik napas dalam dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepuasan ibu selama persalinan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, tingkat pendidikan, dan dukungan sosial..
<br>Teknik napas dalam dapat mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin.Diharapkan Kepada ibu yang sudah berpengalaman melahirkan, pada saat mendampingi ibu melahirkan mengajari ibu sesuai dengan pengalaman ibu bagaimana cara mengatasi nyeri persalinan dengan begitu ibu yang belum memiliki pengalaman tidak merasa takut
<br>Teknik napas dalam merupakan salah satu jenis dari teknik pernafasan, serta dapat mengurangi rasa nyeri pada ibu bersalin secara non farmakologi dengan cara menarik napas dalam saat ada kontraksi menggunakan pernafasan diafragma melalui hidung sehingga abdomen terangkat perlahan, dada mengembang penuh akan mengalirkan oksigen ke darah yang kemudian dialirkan keseluruh tubuh akan mengeluarkan hormon endorphin yang merupakan penghilang rasa sakit yang alami didalam tubuh. Penelitian ini menggunakan desain penelitian AuSurvey DeskriptifAy dan metode penelitian ini secara Croos Sectional dengan pendekatan. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 160 KK di Dusun II Desa Pasiran, dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi ,wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner dan menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp" type="image/webp" length="67714" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79457.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-79461.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/4/teknik-pernafasan-papworth-penurunan-nyeri-intensi-thumb-41e41.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-3803-akpergitamaturaabadi.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-16659-jurnal-keperawatan-kesehatan-holistik.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient Literatur Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient Literatur Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient Literatur Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40880-adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-gluk" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40880-adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-gluk" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:9967df3a101d5560a069c86dbb81230e</id>
	<published>2026-04-21T07:47:12+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T07:47:12+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="sidebar menu" label="sidebar menu" />
	<category term="central java" label="central java" />
	<category term="liana putri" label="liana putri" />
	<itunes:keywords><![CDATA[central,java,liana,menu,putri,sidebar]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi dosis glutamat terlindung rumen terhadap dinamika sekresi glukagon dan respons stres metabolik pada sapi perah selama masa periparturien, untuk menentukan dosis optimal yang dapat menyeimbangkan adaptasi ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi dosis glutamat terlindung rumen terhadap dinamika sekresi glukagon dan respons stres metabolik pada sapi perah selama masa periparturien, untuk menentukan dosis optimal yang dapat menyeimbangkan adaptasi ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp 1x" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-93774.webp" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-93774.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-93774.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-93774.webp 1x" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-05616.webp" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-05616.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-05616.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-05616.webp 1x" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" alt="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40880-adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-gluk" title="JURIS - Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review" target="_blank">Peran Hormon Glukagon dalam Regulasi Metabolisme Energi dan Respon Stres pada Sapi Perah Periparturient: Literatur Review</a>: Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh variasi dosis glutamat terlindung rumen terhadap dinamika sekresi glukagon dan respons stres metabolik pada sapi perah selama masa periparturien, untuk menentukan dosis optimal yang dapat menyeimbangkan adaptasi metabolik tanpa memicu hiperglukagonemia. Kedua, penting untuk mengkaji efek kombinasi suplementasi MCFA dengan asam lemak esensial terhadap ekspresi gen metabolisme hati dan fungsi imun pasca partus, guna memahami sinergi nutrisi dalam mendukung homeostasis energi dan ketahanan terhadap penyakit. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang pola pemberian pakan berbasis waktu (time-restricted feeding) pada sapi perah prepartum untuk melihat pengaruhnya terhadap ritme sirkadian hormon glukagon dan insulin, serta dampaknya terhadap efisiensi metabolisme dan adaptasi stres selama transisi ke laktasi. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi strategi nutrisi yang lebih tepat sasaran dan fisiologis dalam mengelola kesehatan dan produktivitas ternak pada masa kritis..
<br>Hormon glukagon berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan respons stres pada sapi perah periode periparturient.Kondisi negative energy balance (NEB) mengaktifkan glukagon untuk mempertahankan kadar glukosa darah melalui glukoneogenesis dan glikogenolisis, serta berkoordinasi dengan hormon lain seperti insulin, GH, IGF-1, dan kortisol.Faktor nutrisi seperti suplementasi MCFA dan glutamat terlindung rumen dapat meningkatkan efisiensi metabolik dan stabilitas hormonal guna mengurangi risiko gangguan metabolik seperti ketosis dan fatty liver
<br>Periode periparturient sapi perah merupakan fase transisi dimulai dari tiga minggu sebelum sampai tiga minggu setelah partus dengan perubahan secara fisiologis ditandai oleh meningkatnya kebutuhan energi untuk laktasi dan menurunnya konsumsi pakan, sehingga menyebabkan negative energy balance (NEB) dan stres metabolik. Hormon glukagon periode periparturient berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme energi melalui aktivasi glikogenolisis dan glukoneogenesis di hati untuk mempertahankan kadar glukosa darah, serta mendorong terjadinya lipolisis jaringan adiposa yang menghasilkan non-esterified fatty acid (NEFA) sebagai sumber energi alternatif. Glukagon berperan menjaga keseimbangan adaptasi metabolik untuk mengurangi gangguan, seperti ketosis, fatty liver, dan penurunan laktasi awal. Tujuan utama untuk menganalisis peran hormon glukagon dalam regulasi metabolisme energi dan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp" type="image/webp" length="85066" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-5a930.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-93774.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/8/adaptasi-stres-populasi-sapi-perah-glukagon-metabo-thumb-05616.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1735-umnu.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-8807-jurnal-sains-peternakan-nusantara.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash Shanani Studi QS Shad 38 21 25 ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash Shanani Studi QS Shad 38 21 25 ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash Shanani Studi QS Shad 38 21 25 ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40877-asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-klas" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40877-asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-klas" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:0b3f109a51537a2f8e993d9168d96c34</id>
	<published>2026-04-21T07:42:23+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T07:42:23+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ani studi qs" label="ani studi qs" />
	<category term="stain sorong" label="stain sorong" />
	<category term="gedung lp2m" label="gedung lp2m" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ani,gedung,lp2m,qs,sorong,stain,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh budaya Yahudi dan Kristen terhadap perkembangan riwayat Israiliyat dalam Tafsir klasik, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh budaya Yahudi dan Kristen terhadap perkembangan riwayat Israiliyat dalam Tafsir klasik, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-1a4e6.webp" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-1a4e6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-1a4e6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-1a4e6.webp 1x" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" alt="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-5d470.webp" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-5d470.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-5d470.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-5d470.webp 1x" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" alt="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp 1x" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" alt="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40877-asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-klas" title="JURIS - Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan&#039;ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)" target="_blank">Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan'ani: Studi QS. Shad {38}: 21-25)</a>: Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh budaya Yahudi dan Kristen terhadap perkembangan riwayat Israiliyat dalam Tafsir klasik, dengan fokus pada bagaimana riwayat-riwayat tersebut dimodifikasi dan disesuaikan dengan konteks Islam. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis secara komparatif pandangan ulama-ulama kontemporer mengenai keabsahan dan penggunaan riwayat Israiliyat dalam Tafsir, serta implikasinya terhadap pemahaman umat Islam tentang kisah-kisah para nabi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode kritik riwayat Israiliyat yang lebih komprehensif, dengan menggabungkan pendekatan historis, tekstual, dan kontekstual, untuk menghasilkan penilaian yang lebih akurat dan objektif terhadap keaslian riwayat-riwayat tersebut. Pengembangan penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah studi Tafsir dan meningkatkan pemahaman umat Islam tentang Al-Qur'an..
<br>Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan riwayat Israiliyat dalam penafsiran kisah Nabi Daud pada QS.Shad ayat 21Ae25 oleh Ibnu Jarir ath-Thabari dan Abdurrazzaq ash-Shan'ani menunjukkan adanya kesamaan dan perbedaan dalam jalur sanad.Mayoritas ulama Tafsir, baik klasik maupun modern, menolak keabsahan riwayat Israiliyat yang menyebutkan bahwa Nabi Daud ingin merebut istri bawahannya melalui siasat.Penolakan ini didasarkan pada prinsip kemaksuman para Nabi dalam Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam yang menegaskan keadilan dan integritas moral para Nabi.Pentingnya selektivitas dalam menerima riwayat Israiliyat dalam Tafsir, hanya riwayat yang sesuai dengan prinsip ajaran Islam dan didukung oleh sanad yang kuat yang layak dijadikan rujukan
<br>Penelitian ini menganalisis riwayat Israiliyat tentang kisah Nabi Daud dalam QS. Shad (38:21-25) yang menceritakan pertemuannya dengan dua individu yang berselisih. Studi ini berfokus pada bagaimana Ibnu Jarir ath-Thabari dan Abdurrazzaq ash-Shan'ani menggunakan Israiliyat dalam interpretasi mereka dan memeriksa sumber serta validitas riwayat-riwayat tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengandalkan Tafsir ath-Thabari, Tafsir Abdurrazzaq ash-Shan'ani, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan perbedaan dalam sanad dan struktur interpretatif, namun kedua Tafsir tersebut memiliki sumber awal yang sama dari al-Hasan. Riwayat tersebut menggambarkan ayat tersebut sebagai ujian bagi Nabi Daud dan teguran, yang menyebutkan bahwa ia berniat menikahi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp" type="image/webp" length="68676" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-1a4e6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-5d470.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/4/asi-studi-tafsir-tradisi-klasik-daud-israiliyat-qs-thumb-6bee0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1067-iainsorong.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5860-tasamuh-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40882-prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-40882-prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-04-21:06491ca8e1bd4e43a839a7dcf5340be8</id>
	<published>2026-04-21T07:33:59+07:00</published>
	<updated>2026-04-21T07:33:59+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ JURIS.id juris ]]></dc:publisher>
	<category term="ani studi qs" label="ani studi qs" />
	<category term="stain sorong" label="stain sorong" />
	<category term="gedung lp2m" label="gedung lp2m" />
	<itunes:keywords><![CDATA[ani,gedung,lp2m,qs,sorong,stain,studi]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Bagaimana peran kiai dalam mengembangkan inovasi pendidikan di pondok pesantren salaf, khususnya ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Bagaimana peran kiai dalam mengembangkan inovasi pendidikan di pondok pesantren salaf, khususnya ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-2ac74.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-2ac74.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-2ac74.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-2ac74.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-ddc53.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-ddc53.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-ddc53.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-ddc53.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp 1x" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" alt="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-40882-prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb" title="JURIS - Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo" target="_blank">Kepemimpinan Transformatif Kiai Dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Di Pondok Pesantren Nurul Qadim Kabupaten Probolinggo</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:1. Bagaimana peran kiai dalam mengembangkan inovasi pendidikan di pondok pesantren salaf, khususnya dalam hal pembelajaran dan pengajaran? Penelitian ini dapat fokus pada strategi dan metode yang digunakan kiai untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan bagaimana inovasi tersebut berdampak pada prestasi belajar santri.2. Bagaimana kiai dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi santri dalam kegiatan ekstrakulikuler? Penelitian ini dapat menyelidiki strategi dan pendekatan yang digunakan kiai untuk mendorong santri agar lebih aktif dan bersemangat dalam kegiatan ekstrakulikuler, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan pengembangan karakter dan keterampilan santri.3. Bagaimana kiai dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara pengurus, ustaz, dan ustazah dalam pondok pesantren salaf? Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi dan praktik yang digunakan kiai untuk meningkatkan kerja sama dan sinergi di antara para pengurus dan pendidik, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan efektivitas dan keberhasilan pendidikan di pondok pesantren.Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran kiai dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren salaf, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pondok pesantren untuk meningkatkan kinerja dan keberhasilannya dalam mencapai tujuan pendidikan..
<br>Hal ini dapat dibuktikan dengan 4 (empat) dimensi yaitu perilaku idealisme, motivasi inspirasi, intelektual simulasi, dan perhatian yang diindividualisasi.kharisma, keteladanan, keyakinan yang teguh, dan mampu menularkannya pada bawahan sebagai uswah dalam organisasi Pendidikan, dan perilaku ideal berupa.visi yang jelas dan konkrit, etos kerja tinggi, konsisten, komitmen, dan mampu menumbuhkan kesadaran bawahan terhadap peran dan fungsinya dalam mencapai tujuan organisasi.Pemimpin yang ideal tentu memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai lembaga dalam mengelola, mengonsolidasikan manajemen strategis dan mengembangkan pengayom lembaga, kepemimpinan, kebijakan, kelembagaan, menentukkan jalannya lembaga, memberikan saran dan masukan dalam keberlangsungan dan perkembangan lembaganya.Motivasi yang Memberi Inspirasi dimaknai sebagai perilaku pemimpin yang melakukan transformasi atau perubahan melalui hal yang inspiratif, motivasi, dan mendesain sedemikian rupa agar bawahan seolah-olah berkeinginan sama, bercita memajukan organisasi pendidikan pada hal yang tak terbayangkan sebelumnya.Sebagaimana kiai di pondok pesantren Nurul Qadim memotivasi santrinya dengan adagium AuMun tak kellar keng tak terro (jika tidak kuat berarti kurang kuat kemauannya), bertujuan agar mereka senantiasa sabar dan semangat dalam menjalani segala aktivitas yang ada di pondok pesantren serta memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi seperti kiai nya, dengan begitu kesadaran hati dan keikhlasan hati dalam melaksanakan segala hal yang diwajibkan maupun yang di sunahkan di pesantren dapat dilakukan dengan suka cita dan tanpa merasa terbebani.Simulasi intelektual berupa perilaku pemimpin secara kooperatif dalam bekerjasama untuk menumbuhkan kesadaran diri masing-masing dalam mewujudkan kesuksekan visi program dalam implementasinya.Serta dapat memberikan dampak pada kesadaran bersama dalam upaya mencapai tujuan suatu lembaga pendidikan, dengan harapan agar segala proses pendidikan dapat lebih baik, dan dapat memecahkan masalah dan mencari solusi secara bersama.Dan juga, kiai yang memiliki faktor kepemimpinan seperti ini, dapat di pastikan bahwa kiai tersebut memiliki indikator inovatif, mengembangkan ide baru, menjadi pemimpin yang melibatkan bawahan, dan kreatif.Pertimbangan Individual dimaknai sebagai perilaku pemimpin transformatif dalam merefleksi diri dalam keberlangsungan dan keberlanjutan organisasi pendidikan yang dipimpinnya.Sehingga dalam praktiknya kiai mengupayakan untuk mengidentifikasi kebutuhan para pengurus dan santri, mengenali kapasitas para pengurus dan santri, pendelegasian wewenang kepada pengurus dan ustaz ustazahnya, memberikan respons berupa reward dan punishtman atas kinerja para pengurus dan ustaz ustazah, memberikan pembinaan, bimbingan, dan pelatihan kepada para pengurus serta ustaz ustazah agar mencapai tujuan organisasi pendidikan.Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran pengurus dan santri yang masih belum semuanya mengerti akan visi yang ingin dicapai Lembaga, kurang disiplinnya para wali santri atas peraturan pesantren yang telah ditetapkan dan disepakati, kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang tidak sebanding dengan jumlah santri, serta kurangnya santri yang bersungguh-sungguh dan tertib dalam melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler.Para santri harus menyadari tugas dan kewajibannya dalam belajar agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target program pembelajaran serta dapat mencapai prestasi belajar yang baik.Mengingat bahwa penelitian ini belum sepenuhnya tuntas maka perlu dilakukan penelitian lanjutan
<br>Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang berperan penting dan berkontribusi penuh dalam membentuk insan yang mulia dan kompeten dalam segala aspek. Tentu perkembangan zaman serta kemajuan teknologi berdampak sangat besar dalam sederet aspek kehidupan, termasuk tuntutan tentang penyelenggaraan pendidikan. Kemajuan teknologi membawa tantangan tersendiri pada dunia pendidikan islam khususnya. Tentunya sebuah persaingan pada kemampuan SDM dalam soft skill maupun hard skill yang semakin luas. Perubahan mutu pendidikan dapat dimulai dengan berinovasi pada seluruh aspek lain kepemimpinan Kepemimpinan dikonseptualisasikan sebagai fenomena tingkat kelompok yang timbul dari kelompok. Dengan mempertimbangkan hubungan di luar kelompok seperti jejaring sosial, budaya, dan lingkungan sekitar. Namun, aspek lain dari lingkungan organisasi seperti ketidakpastian jalannya roda organisasi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp" type="image/webp" length="52202" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-2ac74.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-ddc53.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/7/prinsip-kerjasama-debat-lingkungan-organisasi-sumb-thumb-aaaa5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1067-iainsorong.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-5860-tasamuh-jurnal-studi-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Tue, 21 Apr 2026 11:11:34 +0700. 24 items. Served in: 3.657 seconds [atom] -->
