<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="https://juris.id/atom10full.xsl?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="https://juris.id/dkrss.css?ver=2.5.375-21sep2026"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/"
	xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:gml="http://www.opengis.net/gml"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:opensearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule"
	xml:lang="en-US"
>
		
	<id>https://juris.id/last-updates.atom</id>
	<updated>2026-09-21T14:51:32+07:00</updated>
	
	<title type="text"><![CDATA[Last Updates - JURIS - Juru Riset - Kompilasi Jurnal Akademik Indonesia]]></title>
	<subtitle type="html"><![CDATA[Last Updates - JURIS Etalase Jurnal Akademik Indonesia. Feeds]]></subtitle>
	
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<link rel="search" type="text/html" href="https://juris.id/" />

	<link rel="next" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://juris.id/last-updates.atom" />
	
	<author>
		<name>juris.id Atom Feed Generator</name>
		<uri>https://juris.id/last-updates.atom</uri>
		<email>info@juris.id</email>
	</author>
	
	<generator uri="https://juris.id">juris.id</generator>
	
	<opensearch:totalResults>24</opensearch:totalResults>
	<opensearch:startIndex>1</opensearch:startIndex>
	<opensearch:itemsPerPage>24</opensearch:itemsPerPage>
		
 <entry>
	<title><![CDATA[ Children in the Digital Age Health Behavioral Learning Impacts and Management Strategies ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Children in the Digital Age Health Behavioral Learning Impacts and Management Strategies ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Children in the Digital Age Health Behavioral Learning Impacts and Management Strategies ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67842-anak-teknologi-digital-kesenjangan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67842-anak-teknologi-digital-kesenjangan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:7c1f3dca464f17299eb69d2a92a532e8</id>
	<published>2026-09-21T13:46:16+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:46:16+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="back top" label="back top" />
	<itunes:keywords><![CDATA[back,top]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut dimensi perkembangan dan temporal dari pengalaman digital anak-anak, termasuk bagaimana pola penggunaan mempengaruhi hasil kognitif, sosial, dan emosional. Selain itu, penting untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut dimensi perkembangan dan temporal dari pengalaman digital anak-anak, termasuk bagaimana pola penggunaan mempengaruhi hasil kognitif, sosial, dan emosional. Selain itu, penting untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-9b407.webp" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-9b407.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-9b407.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-9b407.webp 1x" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" alt="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-b3caf.webp" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-b3caf.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-b3caf.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-b3caf.webp 1x" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" alt="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp 1x" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" alt="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67842-anak-teknologi-digital-kesenjangan" title="JURIS - Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies" target="_blank">Children in the Digital Age: Health, Behavioral, Learning Impacts, and Management Strategies</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut dimensi perkembangan dan temporal dari pengalaman digital anak-anak, termasuk bagaimana pola penggunaan mempengaruhi hasil kognitif, sosial, dan emosional. Selain itu, penting untuk memahami interaksi anak-anak dengan teknologi yang muncul, terutama kecerdasan buatan, dan mengembangkan pendekatan pendidikan yang mempromosikan pemikiran kritis, kesadaran etika, dan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab. Penelitian juga dapat berfokus pada dampak teknologi digital pada kesehatan fisik dan mental anak-anak, serta strategi manajemen yang efektif untuk mempromosikan penggunaan teknologi digital yang sehat dan seimbang. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran orang tua dan pendidik dalam mempromosikan literasi digital dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, serta dampak teknologi digital pada hubungan sosial dan emosional anak-anak..
<br>Ulasan ini menyoroti dampak multifaset teknologi digital pada kehidupan anak-anak, menekankan bahwa efeknya tergantung pada konteks, tujuan, dan kondisi penggunaan.Teknologi digital dapat memberikan peluang berharga untuk belajar, kreativitas, komunikasi, dan koneksi sosial ketika terintegrasi dengan tujuan dan didukung oleh bimbingan yang tepat.Namun, penggunaan berlebihan, literasi digital yang tidak memadai, pengawasan orang dewasa yang terbatas, akses yang tidak merata, dan paparan informasi yang tidak tepat dapat mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan anak-anak.Penelitian masa depan harus lebih jauh menyelidiki dimensi perkembangan dan temporal dari pengalaman digital anak-anak, termasuk bagaimana pola penggunaan mempengaruhi hasil kognitif, sosial, dan emosional.Perhatian yang lebih besar juga diperlukan untuk memahami interaksi anak-anak dengan teknologi yang muncul, terutama kecerdasan buatan, dan untuk mengembangkan pendekatan pendidikan yang mempromosikan pemikiran kritis, kesadaran etika, dan kewarganegaraan digital yang bertanggung jawab.Secara keseluruhan, teknologi digital harus dipandang sebagai alat yang manfaat dan risikonya dibentuk oleh cara diakses, dipahami, dan dikelola.Pendekatan seimbang, yang didukung bukti yang melibatkan anak-anak, orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan, sangat penting untuk memaksimalkan potensi lingkungan digital sambil mengatasi tantangan yang terkait dengan keterlibatan anak yang semakin besar di era digital
<br>Ketergantungan anak-anak pada teknologi digital semakin menjadi tren global yang jelas. Teknologi ini menawarkan peluang berharga untuk meningkatkan pembelajaran dan memodernisasi praktik pendidikan, tetapi juga mengganggu metode tradisional dan mengubah cara berinteraksi, berpikir, dan berkembang anak-anak. Alat digital tidak hanya tertanam dalam kehidupan sehari-hari - mereka secara aktif mengubah hubungan sosial, identitas pribadi, dan bahkan pemahaman kita tentang apa artinya menjadi manusia di dunia yang terhubung secara digital. Karena teknologi ini terus mempengaruhi perilaku, kesehatan, dan pendidikan, penting untuk memeriksa manfaat potensial dan konsekuensi tidak disengaja mereka. Artikel ini menjelajahi bagaimana teknologi digital sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak, menyoroti peran kompleks dan berkembang yang mereka mainkan dalam membentuk...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp" type="image/webp" length="104830" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-9b407.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-b3caf.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/8/anak-anak-teknologi-digital-kesenjangan-isolasi-so-thumb-2fb7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-803-ukinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17132-nusantara-journal-behavioral-social-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Satu Tuhan Tiga Agama Yahudi Nasrani Islam di Yerusalem ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Satu Tuhan Tiga Agama Yahudi Nasrani Islam di Yerusalem ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Satu Tuhan Tiga Agama Yahudi Nasrani Islam di Yerusalem ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67828-peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-pe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67828-peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-pe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:caf19ae7ccebde5370f7cab955bb1d27</id>
	<published>2026-09-21T13:43:20+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:43:20+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="deni miharja" label="deni miharja" />
	<category term="tuhan agama" label="tuhan agama" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,deni,miharja,tuhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan konsep monoteisme dalam tiga agama untuk memahami perbedaan interpretasi teologis. Selain itu, penelitian dapat mengkaji dampak sejarah perjalanan nabi dan peristiwa historis ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan konsep monoteisme dalam tiga agama untuk memahami perbedaan interpretasi teologis. Selain itu, penelitian dapat mengkaji dampak sejarah perjalanan nabi dan peristiwa historis ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp" title="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp 1x" title="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" alt="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-56d51.webp" title="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-56d51.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-56d51.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-56d51.webp 1x" title="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" alt="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67828-peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-pe" title="JURIS - Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)" target="_blank">Satu Tuhan Tiga Agama (Yahudi, Nasrani, Islam di Yerusalem)</a>: Berdasarkan studi ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan konsep monoteisme dalam tiga agama untuk memahami perbedaan interpretasi teologis. Selain itu, penelitian dapat mengkaji dampak sejarah perjalanan nabi dan peristiwa historis terhadap pengembangan ajaran ketuhanan. Terakhir, penelitian juga dapat mengembangkan strategi dialog antar agama di Yerusalem untuk memperkuat kerukunan dan mengurangi konflik berdasarkan prinsip persamaan nilai keesaan Tuhan..
<br>Dari uraian sejarah dan uraian kitab yang singkat, dapat disimpulkan bahwa Tuhan satu tidak memberi ajaran akidah, syariah dan akhlak yang berbeda diantara Yahudi, Nasrani, Islam akan tetapi penegasan ketauhidan Allah dan penyempurnaan ajaran-Nya.Pemikiran bangsa yahudi sendirilah yang dalam sejarah tidak mengakui kerasulan dari nabi Isa dan nabi Muhammad.Juga pemikiran bangsa nasrani yang tidak mengakui kerasulan ajaran nabi Muhammad.Ketidaktaatan bangsa Yahudi dan Nasrani dilakukan dengan membuat penyimpangan kitab Taurat dan kitab Injil, yang tidak dapat dibuktikan keasliannya.Meskipun demikian tetap ditemukannya ajaran yang sama dengan Al-Quran sebagai kitab yang terakhir.Perang terus akan berkecambuk hingga akhir zaman.Karena seluruh kitab baik Taurat, Injil dan Al-Quran telah mengkabarkan peperangan ini.Namun demikian sebagai manusia yang beragama, kita wajib melakukan ikhtiar agar bangsa Yahudi, bangsa Nasrani, Islam hidup berdampingan dan tidak menumpahkan darah di tanah suci Yerussalem
<br>Studi ini menjelaskan tentang perbedaan prespektif mengenai ke-Esaan Tuhan di tiga agama yaitu, Yaudi, Nasrani, Islam. Berdasarkan sejarah ketiga agama tersebut selain memiliki perbedaan mereka juga memiliki persamaan walaupun ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Persamaannya mengenai konsep yang sama yaitu didasarkan pada Unitarian monoteisme dalam ketuhanan Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan pada satu Tuhan. Namun berdasarkan pemahaman tentu berbeda karena Yahudi lebih berbicara aturan hidup,al ini tergambar dalam sepuluh aturan Tuhan (ten Comandemen) sedangkan nasrani pertama kali berbicara tentang peran Tuhan, hal ini tergambar bahwa Tuhan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp" type="image/webp" length="122182" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-c67a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/peran-tuhan-lagu-allah-monoteisme-doktrin-persamaa-thumb-56d51.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67840-es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67840-es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:f0878e98b3e57a7bdb29c7043c4e9bdf</id>
	<published>2026-09-21T13:43:06+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:43:06+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="zaky mubarak" label="zaky mubarak" />
	<category term="mawar hayati" label="mawar hayati" />
	<category term="imam makhrus" label="imam makhrus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hayati,imam,makhrus,mawar,mubarak,zaky]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat, serta mengendalikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat, serta mengendalikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-01a7c.webp" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-01a7c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-01a7c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-01a7c.webp 1x" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" alt="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-ec3dc.webp" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-ec3dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-ec3dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-ec3dc.webp 1x" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" alt="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp" data-src="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp" srcset="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp 1x" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" alt="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67840-es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air" title="JURIS - Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes" target="_blank">Dampak Gula Aren pada Kontrol Gula Darah Keluarga dengan Anggota Diabetes</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat, serta mengendalikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk mengukur efek jangka panjang konsumsi gula aren pada kontrol gula darah, serta mengkaji lebih lanjut pengaruh gula aren terhadap sensitivitas insulin dan resistensi insulin pada penderita diabetes mellitus. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi gula aren sebagai alternatif pemanis alami yang lebih baik, dengan mempertimbangkan jumlah konsumsi dan prinsip diet diabetes yang seimbang..
<br>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kontrol kadar gula darah antara kelompok penderita diabetes mellitus yang mengonsumsi gula aren dan kelompok yang mengonsumsi gula rafinasi.Kelompok gula aren menunjukkan kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP) yang lebih rendah serta cenderung lebih stabil dibandingkan kelompok gula rafinasi, dengan hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05).Dengan demikian, gula aren dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif pemanis dalam pola makan penderita diabetes mellitus apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, namun tetap perlu dibatasi karena gula aren masih mengandung gula dan karbohidrat sederhana
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus berdasarkan jenis pemanis yang dikonsumsi, yaitu gula aren dan gula rafinasi. Penelitian menggunakan metode observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang mengonsumsi gula aren atau gula rafinasi sebagai pemanis utama. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP)...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp" type="image/webp" length="104598" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-01a7c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-ec3dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/a/e/es-susu-gula-aren-konsumsi-makan-air-kontrol-darah-thumb-86f79.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1095-ipm2kpe.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13303-jurnal-kesmas-asclepius.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67846-kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-rema" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67846-kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-rema" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:2226a1b400a384139f0e508f289a5086</id>
	<published>2026-09-21T13:31:56+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:31:56+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="zaky mubarak" label="zaky mubarak" />
	<category term="mawar hayati" label="mawar hayati" />
	<category term="imam makhrus" label="imam makhrus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hayati,imam,makhrus,mawar,mubarak,zaky]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengatasi perilaku pacaran berisiko pada remaja SMA. Pertama, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengatasi perilaku pacaran berisiko pada remaja SMA. Pertama, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-12072.webp" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-12072.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-12072.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-12072.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" alt="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-284a8.webp" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-284a8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-284a8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-284a8.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" alt="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp" data-src="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp" srcset="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp 1x" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" alt="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67846-kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-rema" title="JURIS - Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA" target="_blank">Hubungan antara Gaya Berkencan dan Jenis Perilaku Berkencan pada Remaja SMA</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengatasi perilaku pacaran berisiko pada remaja SMA. Pertama, penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan gaya pacaran remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah perilaku pacaran berisiko. Kedua, penelitian kualitatif yang mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi remaja tentang gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko. Wawancara mendalam dan fokus kelompok dapat membantu kita memahami bagaimana remaja memahami dan mengelola hubungan romantis mereka. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko sepanjang masa remaja. Dengan memahami dinamika perubahan ini, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih tepat waktu dan efektif..
<br>Karakteristik pacaran remaja di SMA negeri Kota Denpasar menunjukkan bahwa gaya pacaran yang paling umum adalah pragma, diikuti oleh eros, gaya kombinasi, storge, mania, agape, dan ludus.Sebagian besar responden tidak melaporkan perilaku pacaran yang berisiko.Di antara mereka yang melaporkan perilaku berisiko, berciuman adalah perilaku yang paling sering dilaporkan, diikuti oleh kombinasi perilaku, petting, necking, dan hubungan seksual.Pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara gaya pacaran dan perilaku pacaran berisiko pada remaja di SMA negeri Kota Denpasar.Gaya eros, ludus, dan mania menunjukkan proporsi perilaku pacaran berisiko yang lebih tinggi, sedangkan storge dan pragma lebih sering dikaitkan dengan perilaku yang tidak berisiko.Temuan ini sejalan dengan bukti terkini yang menunjukkan bahwa karakteristik hubungan romantis dan sikap relasional remaja berkaitan dengan pola perilaku seksual berisiko.Hubungan yang teramati ini memberikan dasar empiris untuk mengembangkan intervensi bagi remaja yang mempertimbangkan perbedaan gaya pacaran, alih-alih memperlakukan remaja sebagai kelompok yang homogen.Strategi pencegahan sebaiknya menekankan pada hubungan romantis yang sehat, pendidikan kesehatan seksual yang tepat, serta identifikasi dini terhadap remaja yang mungkin lebih rentan terhadap perilaku pacaran berisiko
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik gaya pacaran dan memeriksa asosiasinya dengan perilaku pacaran berisiko pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Denpasar, Indonesia. Studi ini menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 402 siswa kelas X dan XI dari empat SMA Negeri di Kota Denpasar yang sedang dalam hubungan romantis. Data dikumpulkan menggunakan Skala Sikap Cinta (Love Attitudes Scale) dalam bentuk singkat, yang mengukur enam gaya pacaran: eros, ludus, storge, pragma, mania, dan agape. Analisis data dilakukan secara univariat...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp" type="image/webp" length="105880" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-12072.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-284a8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/b/b/kombinasi-gaya-pacaran-perilaku-berisiko-remaja-sm-thumb-60a14.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1095-ipm2kpe.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13303-jurnal-kesmas-asclepius.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Radikalisme di Internet ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Radikalisme di Internet ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Radikalisme di Internet ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67825-pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-teror" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67825-pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-teror" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:a90a6912c1754b685bf08303c5e97d90</id>
	<published>2026-09-21T13:21:40+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:21:40+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="deni miharja" label="deni miharja" />
	<category term="tuhan agama" label="tuhan agama" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,deni,miharja,tuhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, aksi bom bunuh diri dan tidak melakukan segala tindakan intoleran dalam bentuk kekerasan atas nama apa pun, anak muda harus menjadi duta damai dunia maya sebagai salah satu solusi untuk melindungi anak muda ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, aksi bom bunuh diri dan tidak melakukan segala tindakan intoleran dalam bentuk kekerasan atas nama apa pun, anak muda harus menjadi duta damai dunia maya sebagai salah satu solusi untuk melindungi anak muda ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-ff45c.webp" title="JURIS - Radikalisme di Internet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-ff45c.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-ff45c.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-ff45c.webp 1x" title="JURIS - Radikalisme di Internet" alt="JURIS - Radikalisme di Internet" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp" title="JURIS - Radikalisme di Internet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp 1x" title="JURIS - Radikalisme di Internet" alt="JURIS - Radikalisme di Internet" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-85521.webp" title="JURIS - Radikalisme di Internet" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-85521.webp" data-src="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-85521.webp" srcset="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-85521.webp 1x" title="JURIS - Radikalisme di Internet" alt="JURIS - Radikalisme di Internet" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67825-pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-teror" title="JURIS - Radikalisme di Internet" target="_blank">Radikalisme di Internet</a>: Untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, aksi bom bunuh diri dan tidak melakukan segala tindakan intoleran dalam bentuk kekerasan atas nama apa pun, anak muda harus menjadi duta damai dunia maya sebagai salah satu solusi untuk melindungi anak muda dari propaganda terorisme melalui media sosial. Duta damai ini harus aktif menggaungkan perdamaian melalui tulisan, blog, gambar, video, meme, dan media damai lainnya. Selain itu, perlu ada upaya untuk mengembangkan sistem kontrol diri yang kuat di kalangan komunitas IT dan media massa, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan informasi global dan media massa yang tidak terkontrol. Dengan demikian, semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa Indonesia dapat terjaga dan terhindar dari perpecahan yang disebabkan oleh pengaruh informasi global dan media massa yang tidak terkontrol..
<br>Kehadiran teknologi, internet, media sosial sangat memberikan andil besar dalam menyebarluaskan paham radikal, menjadi media progapanda untuk melakukan tindakan intoleran, sebagai ajang rekrutmen, pelatihan, pendidikan, pembinaan jejaring anggota guna menebar aksi teror dan bom bunuh diri di bumi Nusantara ini.Dengan cara menggunakan konten-konten yang mengajak setiap pengunjung untuk mempraktikan toleransi, dialog hidup antaragama, berdampingan, kerukunan, perdamaian, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan demokrasi sebagai upaya menanggulangi konflik horizontal dan vertikal
<br>Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang kelompok radikal yang memanfaatkan agama melalui media sosial, hal ini mengambil peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada publik, khususnya kaum muda akan ideologi radikal. Dengan fakta bahwa perekrutan kaum muda dalam organisasi-organisasi radikal banyak dilakukan dengan menggunakan media internet. Media sosial memegang peran penting dalam memberikan informasi ke publik terhadap isu-isu radikalisme sehingga masyarakat terpropaganda terhadap isu-isu radikal yang disebarkan melalui media tersebut. Fakta ini dibuktikan dengan sejumlah kelompok teroris yang menggunakan media sosial untuk media dakwah dan membangun situs khusus sebagai medium untuk melakukan mengkoordinasi semua kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan aksi teror.
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp" type="image/webp" length="144018" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-ff45c.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-37fa3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/0/e/pemberdayaan-anak-muda-radikalisme-terorisme-globa-thumb-85521.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67841-gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-tr" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67841-gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-tr" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:54aecb7af2153ce28ec70bcb1ebf3936</id>
	<published>2026-09-21T13:16:10+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:16:10+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="back top" label="back top" />
	<itunes:keywords><![CDATA[back,top]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki bagaimana adversitas masa kecil, trauma terkait konflik, dan stres terkait perpindahan berinteraksi dan mempengaruhi hasil kesehatan mental di antara orang-orang ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki bagaimana adversitas masa kecil, trauma terkait konflik, dan stres terkait perpindahan berinteraksi dan mempengaruhi hasil kesehatan mental di antara orang-orang ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp 1x" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" alt="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-a4484.webp" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-a4484.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-a4484.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-a4484.webp 1x" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" alt="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-cb4ea.webp" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-cb4ea.webp" data-src="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-cb4ea.webp" srcset="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-cb4ea.webp 1x" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" alt="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67841-gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-tr" title="JURIS - Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon" target="_blank">Contribution of Negative Life Events to the Emergence of Post-Traumatic Stress Disorder Among Internally Displaced Persons in Cameroon</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki bagaimana adversitas masa kecil, trauma terkait konflik, dan stres terkait perpindahan berinteraksi dan mempengaruhi hasil kesehatan mental di antara orang-orang terlantar di dalam negeri. Studi ini dapat menggunakan desain campuran yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang proses psikologis yang terlibat. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran mekanisme pertahanan dalam memediasi atau memoderasi hubungan antara adversitas masa kecil dan gejala stres pasca-trauma. Studi ini dapat menggunakan pendekatan psiko-dinamis untuk menganalisis bagaimana mekanisme pertahanan yang berbeda mempengaruhi adaptasi psikologis dan pemulihan. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki bagaimana intervensi psiko-sosial yang berorientasi trauma dapat membantu orang-orang terlantar di dalam negeri dalam mengintegrasikan pengalaman traumatis mereka dan mengurangi gejala stres pasca-trauma. Studi ini dapat mengevaluasi efektivitas intervensi seperti terapi berbasis komunitas, dukungan peer, dan pendidikan psikologis dalam mengurangi beban psikologis yang terkait dengan trauma kumulatif..
<br>Studi ini berkontribusi pada pemahaman penderitaan psikologis di antara orang-orang terlantar di dalam negeri yang terpengaruh oleh krisis politik-sosial di wilayah Barat Laut dan Barat Daya Kamerun.Temuan menunjukkan bahwa tingkat tinggi gejala stres pasca-trauma terjadi dalam perjalanan hidup yang ditandai oleh interaksi antara adversitas masa kecil, peristiwa negatif dalam kehidupan, trauma terkait konflik, dan stres terkait perpindahan yang berkepanjangan.Integrasi temuan kuantitatif dan kualitatif menekankan bahwa pengalaman traumatis melampaui paparan kekerasan konflik saja dan tertanam dalam sejarah perkembangan yang ditandai oleh kerugian berulang, pengabaian, penyalahgunaan, kesulitan ekonomi, dan hubungan sosial yang terganggu.Studi juga menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan (termasuk penolakan, disosiasi, proyeksi, penekanan, regresi, dan penarikan sosial) harus dipahami sebagai respons adaptif yang memfasilitasi kelangsungan hidup psikologis di bawah kondisi adversitas ekstrem.Namun, ketika strategi ini menjadi kronis dan kaku, mereka mungkin berkontribusi pada persistensi gejala trauma-terkait dan mengganggu pemulihan psikologis.Temuan ini mendukung perspektif trauma kumulatif, menekankan bahwa kerentanan psikologis muncul dari interaksi antara pengalaman perkembangan dan adversitas lingkungan yang berkelanjutan sepanjang perjalanan hidup.Akibatnya, intervensi kesehatan mental untuk orang-orang terlantar di dalam negeri harus melampaui pendekatan yang berfokus pada gejala untuk mencakup penilaian komprehensif adversitas masa kecil, paparan trauma kumulatif, dan kondisi psiko-sosial saat ini
<br>Orang-orang yang terlantar di dalam negeri (IDP) yang terpengaruh oleh konflik bersenjata yang berkepanjangan tidak hanya terpapar kekerasan konflik, tetapi juga kesulitan yang kumulatif yang mungkin meluas sepanjang perjalanan hidup. Studi campuran eksploratif ini memeriksa asosiasi antara trauma masa kecil, peristiwa negatif dalam kehidupan, mekanisme pertahanan, dan gejala stres pasca-trauma di antara IDP yang terpengaruh oleh krisis politik-sosial di wilayah Barat Laut dan Barat Daya Kamerun. Sepuluh orang dewasa yang dipilih secara purposive yang tinggal di sebuah situs pemukim informal di wilayah Littoral berpartisipasi dalam studi ini. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan Skala Dampak Peristiwa-Bentuk Singkat (CTQ-SF), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara klinis semi-terstruktur. Temuan kuantitatif dianalisis secara deskriptif, dan transkrip wawancara menjalani...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp" type="image/webp" length="130654" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-5bad9.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-a4484.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/3/d/gejala-trauma-peristiwa-negatif-kehidupan-kumulati-thumb-cb4ea.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-803-ukinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17132-nusantara-journal-behavioral-social-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al QurtubiAos Exegesis and Sadd Al DzariAoah ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al QurtubiAos Exegesis and Sadd Al DzariAoah ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al QurtubiAos Exegesis and Sadd Al DzariAoah ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67844-hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindung" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67844-hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindung" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:49e1cd5ac12d9769026165b8417689e0</id>
	<published>2026-09-21T13:06:33+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T13:06:33+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="jurnal islam" label="jurnal islam" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[islam,jurnal,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan pasal 62 KHI terhadap hak-hak anak, terutama dalam kasus ayah lalai. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi implementasi prinsip Sadd DzariAoah dalam hukum keluarga Indonesia untuk memastikan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan pasal 62 KHI terhadap hak-hak anak, terutama dalam kasus ayah lalai. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi implementasi prinsip Sadd DzariAoah dalam hukum keluarga Indonesia untuk memastikan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-46d82.webp" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-46d82.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-46d82.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-46d82.webp 1x" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" alt="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp 1x" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" alt="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-79905.webp" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-79905.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-79905.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-79905.webp 1x" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" alt="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67844-hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindung" title="JURIS - Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah" target="_blank">Limiting the Right of Marriage Prevention by Negligent Fathers: A Reconstruction of Article 62 of the Islamic Law Compilation from the Perspectives of Al-QurtubiAos Exegesis and Sadd Al-DzariAoah</a>: Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan pasal 62 KHI terhadap hak-hak anak, terutama dalam kasus ayah lalai. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi implementasi prinsip Sadd DzariAoah dalam hukum keluarga Indonesia untuk memastikan perlindungan anak. Penelitian juga dapat fokus pada peran pengadilan dalam menilai kelayakan wali nikah, terutama dalam kasus pengabaian. Studi ini dapat membantu memperkuat keadilan hukum dan melindungi kepentingan anak. Selain itu, perlu diinvestigasi bagaimana pendekatan feminis atau intersektoral dapat memperkaya analisis hukum keluarga. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas prosedur hukum dalam mengatasi kasus pengabaian. Terakhir, perlu dilakukan penelitian komparatif terhadap hukum keluarga di negara Muslim lain untuk membandingkan pendekatan yang digunakan..
<br>Ketentuan qiwamah yang bersifat kondisional menunjukkan hubungan sebab-akibat antara otoritas dan tanggung jawab.34 menunjukkan bahwa hak kepemilikan dan wewenang pengawasan bergantung pada pemenuhan kewajiban inti seperti pendukungan dan perlindungan.Oleh karena itu, mempertahankan Artikel 62 Ayat (2) KHI yang memberikan hak pencegahan tanpa syarat kepada ayah-ayah yang lalai bertentangan dengan prinsip qiwamah dan merusak keadilan Syariah
<br>Artikel 62 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam memberikan legitimasi bagi hak untuk mencegah pernikahan kepada ayah-ayah yang tidak menjalankan tugas mereka sebagai anggota keluarga, atau yang dikenal sebagai ayah-ayah yang lalai. Ini menimbulkan isu hukum jika hak ini disalahgunakan oleh ayah-ayah untuk mencegah anak-anak mereka menikah karena motif egois atau materialistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritik Artikel 62(2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan memberikan argumen pendukung untuk merekonstruksi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp" type="image/webp" length="108850" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-46d82.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-1c850.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/2/hak-kepemilikan-unit-apartemen-anak-perlindungan-m-thumb-79905.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1550-uiidalwa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13305-al-rasckh-jurnal-hukum-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67847-keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67847-keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:1b092fe75ea59150c238ea13e168abc3</id>
	<published>2026-09-21T12:56:46+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:56:46+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="zaky mubarak" label="zaky mubarak" />
	<category term="mawar hayati" label="mawar hayati" />
	<category term="imam makhrus" label="imam makhrus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hayati,imam,makhrus,mawar,mubarak,zaky]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan bedside handover terhadap keselamatan pasien. Studi dapat dilakukan untuk menilai pengaruh dukungan manajemen terhadap efektivitas bedside handover. Penelitian dapat membandingkan ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan bedside handover terhadap keselamatan pasien. Studi dapat dilakukan untuk menilai pengaruh dukungan manajemen terhadap efektivitas bedside handover. Penelitian dapat membandingkan ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-a8c77.webp" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-a8c77.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-a8c77.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-a8c77.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" alt="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" alt="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-d4815.webp" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-d4815.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-d4815.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-d4815.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" alt="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67847-keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring" title="JURIS - Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit" target="_blank">Penerapan Bedside Handover Perawat terhadap Keselamatan Pasien di Rumah Sakit</a>: Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan bedside handover terhadap keselamatan pasien. Studi dapat dilakukan untuk menilai pengaruh dukungan manajemen terhadap efektivitas bedside handover. Penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai metode pelatihan perawat dalam meningkatkan komunikasi selama serah terima pasien. Penelitian ini juga dapat mengkaji pengaruh budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit terhadap penerapan bedside handover. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi peran pasien dalam proses bedside handover sebagai upaya meningkatkan kesinambungan pelayanan. Penelitian juga dapat mengembangkan indikator kualitas bedside handover yang lebih spesifik untuk berbagai unit pelayanan di rumah sakit. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan bedside handover. Penelitian lanjutan juga dapat mengamati perbedaan efektivitas bedside handover antara rumah sakit swasta dan pemerintah. Dengan memperluas cakupan penelitian, hasilnya dapat menjadi dasar untuk kebijakan nasional tentang keselamatan pasien. Akhirnya, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pelatihan berkelanjutan bagi perawat dalam meningkatkan keterampilan komunikasi klinis..
<br>Penerapan bedside handover di RSUD Cut Meutia Aceh Utara berada pada kategori baik dengan tingkat kepatuhan observasi sebesar 91,9%.Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien (A = 0,260.Semakin baik penerapan bedside handover, semakin meningkatkan keselamatan pasien.Oleh karena itu, peningkatan kualitas bedside handover perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan bedside handover dengan keselamatan pasien di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Cut Meutia Aceh Utara dengan jumlah responden sebanyak 97 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penerapan bedside handover dan keselamatan pasien serta lembar observasi pelaksanaan bedside handover. Analisis data dilakukan secara Univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan  = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerapan bedside handover berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,04. Dimensi kualitas informasi memiliki nilai rata-rata tertinggi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp" type="image/webp" length="113696" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-a8c77.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-e7987.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/c/keselamatan-pasien-teknik-total-monitoring-bedside-thumb-d4815.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1095-ipm2kpe.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13303-jurnal-kesmas-asclepius.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Mencari Jati Diri di Dunia Digital Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Mencari Jati Diri di Dunia Digital Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Mencari Jati Diri di Dunia Digital Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67843-konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-ge" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67843-konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-ge" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:4bb292c884d13d20047b5e32df5a0ee9</id>
	<published>2026-09-21T12:45:36+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:45:36+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="elza elza" label="elza elza" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[elza,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris, khususnya etnografi digital, untuk mengamati secara langsung bagaimana proses refleksivitas identitas berlangsung dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z Indonesia. Selain itu, perlu ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris, khususnya etnografi digital, untuk mengamati secara langsung bagaimana proses refleksivitas identitas berlangsung dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z Indonesia. Selain itu, perlu ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp 1x" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" alt="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-20e87.webp" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-20e87.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-20e87.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-20e87.webp 1x" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" alt="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-3c420.webp" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-3c420.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-3c420.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-3c420.webp 1x" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" alt="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67843-konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-ge" title="JURIS - Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens" target="_blank">Mencari Jati Diri di Dunia Digital: Analisis Proses Pembentukan Identitas Gen Z Menurut Giddens</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris, khususnya etnografi digital, untuk mengamati secara langsung bagaimana proses refleksivitas identitas berlangsung dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z Indonesia. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengintegrasikan literasi digital yang berdimensi kritis-reflektif agar Generasi Z mampu mengelola identitas digitalnya secara sadar dan bertanggung jawab. Terakhir, regulasi platform digital yang melindungi ruang ekspresi diri Generasi Z dari eksploitasi algoritmik juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan..
<br>Era digital telah membawa perubahan mendalam terhadap cara Generasi Z memahami dan membentuk identitas dirinya.Identitas kini muncul sebagai hasil dari proses refleksi dan negosiasi yang berlangsung secara berkelanjutan antara dunia nyata dan ruang digital.Mengacu pada gagasan modernitas refleksif yang dikemukakan oleh Giddens (1991) Generasi Z menghadapi tantangan untuk secara aktif membangun kembali makna eksistensinya di tengah dinamika sosial dan kemajuan teknologi yang terus berkembang begitu cepat.Media sosial kini menjadi ruang utama bagi Generasi Z untuk melakukan refleksi diri.Melalui aktivitas daring seperti berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan pandangan hidup, mereka membentuk representasi diri yang bersifat dinamis dan terus berubah, sebagai hasil dialog antara keinginan personal dan harapan sosial yang berkembang di dalam komunitas digital.Namun, di balik kebebasan berekspresi tersebut, terdapat tekanan sosial baru yang bersumber dari tuntutan popularitas dan kebutuhan akan pengakuan, yang kerap menimbulkan kegelisahan identitas.Bauman (2000) menjelaskan bahwa ketidakstabilan identitas adalah ciri khas modernitas cair yang tidak dapat dihindari.Oleh karena itu, pencarian jati diri di era digital bukan hanya proses kreatif untuk menegaskan eksistensi, tetapi juga perjuangan reflektif untuk mempertahankan keaslian diri di tengah tekanan budaya digital dan algoritma popularitas.Dari perspektif sosiologi modern, identitas Generasi Z bersifat cair dan reflektif, terbentuk melalui interaksi antara individu, budaya digital, serta struktur sosial global yang senantiasa berubah.Kajian ini menegaskan bahwa pencarian jati diri Generasi Z di ruang digital menggambarkan dinamika antara kebebasan dan keterikatan, antara refleksi diri dan pengaruh sosial.Tantangan terbesar generasi ini bukan hanya bagaimana menampilkan diri di media sosial, tetapi bagaimana menjaga konsistensi identitas di tengah arus perubahan yang cepat
<br>Penelitian ini membahas perkembangan teknologi digital yang telah mengubah struktur sosial dan cara individu membangun identitas diri, khususnya pada Generasi Z. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z melakukan konstruksi dan negosiasi identitas di era digital dengan menggunakan teori modernitas refleksif dari Anthony Giddens sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui kajian pustaka (literature review) yang berfokus pada literatur terkait konsep refleksivitas, modernitas, dan identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Generasi Z bersifat cair dan terus berubah, terbentuk melalui praktik reflektif sehari-hari di dunia maya seperti membagikan konten, berinteraksi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp" type="image/webp" length="80364" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-9cb01.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-20e87.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/7/konstruksi-identitas-generasi-aktivitas-digital-so-thumb-3c420.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-522-unsri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13304-jurnal-empirika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67832-masyarakat-kampung-naga-toleran" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67832-masyarakat-kampung-naga-toleran" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:5a6e2471e7153814e92ccb594a940707</id>
	<published>2026-09-21T12:36:18+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:36:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana masyarakat Kampung Naga menerapkan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana etika ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana masyarakat Kampung Naga menerapkan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana etika ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-1b219.webp" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-1b219.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-1b219.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-1b219.webp 1x" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" alt="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-3e575.webp" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-3e575.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-3e575.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-3e575.webp 1x" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" alt="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp 1x" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" alt="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67832-masyarakat-kampung-naga-toleran" title="JURIS - Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga" target="_blank">Etika Lingkungan Dan Implementasinya Dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam Pada Masyarakat Kampung Naga</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana masyarakat Kampung Naga menerapkan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana etika tersebut mempengaruhi perilaku mereka terhadap lingkungan. Kedua, penelitian tentang bagaimana masyarakat Kampung Naga mempertahankan dan melestarikan etika lingkungan mereka di tengah perubahan zaman dan pengaruh modernisasi. Ketiga, penelitian tentang bagaimana etika lingkungan Kampung Naga dapat diterapkan dan diadaptasi oleh masyarakat modern untuk menjaga lingkungan alam secara berkelanjutan..
<br>Masyarakat Kampung Naga memiliki pemahaman etika lingkungan yang cukup intens dalam pemeliharaan lingkungan alam.Pemahaman etika lingkungan Masyarakat Kampung Naga berpacu pada nilai-nilai yang dirumuskan secara sistematis berdasarkan pada warisan nenek moyang mereka.Warisan nenek moyang tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu warisan yang tampak (tangible) dan warisan yang tidak tampak (intangible).Hakikatnya, pemeliharaan alam di Kampung Naga yang berdasarkan etika lingkungan yang khas tersebut mencerminkan hubungan ekologis yang seimbang.Implementasi dari hubungan ekologis tersebut berbuah manis dalam menjaga keseimbangan lingkungan alam.Dimana mitigasi (upaya mengurangi resiko) telah diterapkan pada kawasan bencana Kampung Naga seperti mencegah longsor dan banjir, terjaganya keutuhan sumber daya alam, terjaganya fungsi hutan yang merupakan paru-paru kehidupan, serta semua makhluk ekologis di wilayah adat tersebut telah sama-sama menaati etika yang disuguhkan oleh ekosentrisme atau deep ecology
<br>Kerusakan lingkungan alam merupakan cerminan dari terganggunya paru-paru bumi (Hutan) akibat dari sikap antroposentrik manusia yang mengeksploitasi secara berlebihan. Untuk menyeimbangkan lingkungan alam agar tidak semakin rusak yaitu menumbuhkan kembali perilaku atau etika manusia yang peduli terhadap lingkungan. Etika ini telah lama diterapkan di Kampung Naga yang mempunyai pandangan hidup secara alternatif mengenai hubungan manusia dengan lingkungan alam yang dianggap sakral. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum mengenai etika lingkungan di Kampung Naga dalam menjaga lingkungan alam. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan antropologis dan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat Kampung Naga memiliki...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp" type="image/webp" length="200382" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-1b219.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-3e575.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/d/masyarakat-kampung-naga-toleransi-daya-alam-aceh-e-thumb-dd558.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67834-wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67834-wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:8fc7c74f3e10aa268e50edb87af443db</id>
	<published>2026-09-21T12:33:55+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:33:55+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran dialog antaragama dalam menyelesaikan sengketa izin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadah di wilayah Bandung. 2. Studi lebih mendalam tentang efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi konflik ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran dialog antaragama dalam menyelesaikan sengketa izin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadah di wilayah Bandung. 2. Studi lebih mendalam tentang efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi konflik ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-9fcfd.webp" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-9fcfd.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-9fcfd.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-9fcfd.webp 1x" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" alt="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp 1x" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" alt="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-97c0a.webp" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-97c0a.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-97c0a.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-97c0a.webp 1x" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" alt="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67834-wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p" title="JURIS - Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung" target="_blank">Resolusi Konflik Sosial Keagamaan Di Kota Bandung</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran dialog antaragama dalam menyelesaikan sengketa izin mendirikan bangunan (IMB) tempat ibadah di wilayah Bandung. 2. Studi lebih mendalam tentang efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial-keagamaan berdasarkan perspektif keadilan sosial. 3. Analisis dampak partisipasi masyarakat dalam forum kerukunan umat beragama (FKUB) terhadap penyelesaian konflik berbasis kepercayaan lokal..
<br>Peneliti menemukan temuan bahwasanya masyarakat kota Bandung itu sangat toleran, walaupun masyarakatnya heterogen, namun dalam sejarahnya ini, bahkan sudah berpuluh-puluh tahun lebih, Kota Bandung hanya diidap oleh 4 konflik sosial keagamaan saja, yaitu.(1) Konflik antara warga muslim Karasak dengan Gereja Rehobot.(2) Konflik anatara warga muslim Cipamokolan dengan Gereja Katolik.(3) Konflik anatara warga muslim Kawaluyaan dengan Gereja Karo Protestan.dan (4) Konflik anatara warga muslim Cisaranten Baru I dengan Ahmadiyah.Keempat konflik ini pun sifatnya masih soft (lembut/tidak keras) seperti konflik sosial keagamaan yang terjadi di Papua, Poso, Maluku, ataupun daerah lainnya.Selanjutnya, seperti yang kita ketahui bahwa agama tentunya mempunya dua fungsi yang berkontradiksi, yaitu menurut Talcott Parsons sebagai resolusi dalam menyelesaikan sebuah konflik dan menurut Karl Marx adalah sebagai pemicu atau penyebab konflik.Fungsi agama di Kota Bandung ini adalah sebagai resolusi dalam menyelesaikan konflik sosial keagamaan tersebut dibuktikan dengan indikator resolusi konflik yang digagas oleh intelejen daerah Kesbangpol Jabar
<br>Agama seharuhnya menjadi sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin sebagai sesuatu yang mengagungkan dan memuliakan, serta membuat manusia beradab. Implementasi dari ajaran agama harusnya menjadi pedoman bagi kehidupan manusia agar tercapainya kebahagiaan bersama. Akan tetapi, dalam melakukan kehidupan sosial masyarakat manusia dihadapkan kepada tiga permasalahan, yaitu katidakmampuan, ketidakberdayaan, dan ketidakpastian. Sehingga dewasa ini, khususnya di Kota Bandung, sering terjadi konflik sosial-keagamaan yang diperankan oleh para pemeluk agama itu sendiri. Ironisnya, ajaran agama kerap dipandang sebagai muaranya sebuah...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp" type="image/webp" length="108412" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-9fcfd.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-238bc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/5/wilayah-bandung-halaqah-prinsip-resolusi-konflik-p-thumb-97c0a.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ How Reliable How Certain A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad SD4 Among Indonesian University Students ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ How Reliable How Certain A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad SD4 Among Indonesian University Students ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ How Reliable How Certain A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad SD4 Among Indonesian University Students ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67836-bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67836-bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:52588cde84c787e818b825181e8b9909</id>
	<published>2026-09-21T12:32:15+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:32:15+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="back top" label="back top" />
	<itunes:keywords><![CDATA[back,top]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, studi yang menggunakan SD4 versi Indonesia sebaiknya melaporkan McDonald's omega bersama dengan interval kredibelnya, bukan hanya estimasi titik tunggal, sehingga ketidakpastian pengukuran tetap terlihat. Subskala Sadisme ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, studi yang menggunakan SD4 versi Indonesia sebaiknya melaporkan McDonald's omega bersama dengan interval kredibelnya, bukan hanya estimasi titik tunggal, sehingga ketidakpastian pengukuran tetap terlihat. Subskala Sadisme ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-071a6.webp" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-071a6.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-071a6.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-071a6.webp 1x" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" alt="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-085c4.webp" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-085c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-085c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-085c4.webp 1x" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" alt="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp 1x" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" alt="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67836-bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar" title="JURIS - How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students" target="_blank">How Reliable, How Certain? A Bayesian Reliability Analysis of the Short Dark Tetrad (SD4) Among Indonesian University Students</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, studi yang menggunakan SD4 versi Indonesia sebaiknya melaporkan McDonald's omega bersama dengan interval kredibelnya, bukan hanya estimasi titik tunggal, sehingga ketidakpastian pengukuran tetap terlihat. Subskala Sadisme dan Narsisisme dapat diinterpretasikan dengan kepercayaan yang lebih besar, sedangkan Machiavellianism dan Psikopati lebih berhati-hati. Hingga bukti validitas dan invariansi tersedia, instrumen ini sebaiknya digunakan untuk penelitian, bukan untuk keputusan individu berisiko tinggi seperti seleksi atau klinis. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas kerangka Bayesian ini ke populasi Indonesia yang beragam, termasuk orang dewasa yang bekerja, sampel klinis, dan sampel forensik. Selain itu, perlu dilakukan pengujian invariansi pengukuran secara Bayesian untuk memastikan kesetaraan pengukuran di antara kelompok-kelompok seperti gender, usia, dan wilayah. Penelitian tentang model bifaktor untuk subskala Narsisisme juga dapat dilakukan untuk menguji apakah struktur faktor hierarkis lebih baik mewakili organisasi internalnya, mengingat bukti konvergen tiga langkah tentang kompleksitas struktural ringan. Selain itu, validitas kriteria harus didirikan dengan studi validasi konkuren dan prediktif, dan analisis fungsi item diferensial dapat dilakukan untuk mengidentifikasi item yang mungkin dimodulasi secara budaya, terutama dalam subskala Psikopati..
<br>A sequentially conducted Bayesian reliability analysis showed that the Indonesian SD4 has acceptable-to-good internal-consistency reliability across all four subscales in a university-student sample.After confirming MCMC convergence (Step 1), single-factor plausibility through PPP eigenvalue assessment (Step 2), and adequate Bayesian model fit (Step 3), the posterior omega estimates (Step 4) placed Sadism and Narcissism in the good range and Machiavellianism and Psychopathy in the acceptable range, so reliability is highest for Sadism and Narcissism.These results support research use of the instrument in Indonesian university samples.They do not, on their own, validate it for all assessment contexts, and high-stakes use would require further validity and measurement-invariance evidence.The study contributes uncertainty-quantified reliability evidence for the Indonesian SD4 and a reproducible sequential Bayesian reporting template for Indonesian psychometric research
<br>Dark Tetrad (narsisisme subklinis, Machiavellianisme, psikopati, dan sadisme) merupakan kerangka sentral dalam psikologi kepribadian dan dikaji pada konteks klinis, organisasi, serta forensik. Short Dark Tetrad (SD4) telah diadaptasi ke dalam beberapa bahasa, tetapi studi di Indonesia baru melaporkan reliabilitasnya sebagai estimasi titik tanpa mengukur ketidakpastian estimasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengestimasi reliabilitas konsistensi internal SD4 versi Indonesia dalam kerangka Bayesian. Data dari 289 mahasiswa Indonesia dianalisis menggunakan JASP (1.000 sampel MCMC; burn-in 50) melalui empat langkah berurutan: plot jejak (trace plot) MCMC, plot nilai eigen Posterior Predictive Check (PPP), diagnostik kecocokan model faktor tunggal Bayesian,...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp" type="image/webp" length="127980" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-071a6.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-085c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/5/bukti-v-bayesian-reliability-credible-interval-dar-thumb-7b160.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-803-ukinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17132-nusantara-journal-behavioral-social-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession Integrating Administrative Law and Wahbah al ZuuaylAos Fiqh ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession Integrating Administrative Law and Wahbah al ZuuaylAos Fiqh ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession Integrating Administrative Law and Wahbah al ZuuaylAos Fiqh ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67845-wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67845-wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:812091307c66ffaa6f83073d8b5a39e4</id>
	<published>2026-09-21T12:31:39+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:31:39+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="jurnal islam" label="jurnal islam" />
	<category term="view stats" label="view stats" />
	<itunes:keywords><![CDATA[islam,jurnal,stats,view]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan stabilitas sistemik, Kementerian Agama harus menerapkan reformasi kebijakan dan teknis yang ketat. Pada tingkat operasional, setiap KUA memerlukan SOP Transisi yang standar yang mewajibkan 'Log Transisi' untuk mencatat tonggak penting ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk meningkatkan stabilitas sistemik, Kementerian Agama harus menerapkan reformasi kebijakan dan teknis yang ketat. Pada tingkat operasional, setiap KUA memerlukan SOP Transisi yang standar yang mewajibkan 'Log Transisi' untuk mencatat tonggak penting ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-3c07f.webp" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-3c07f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-3c07f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-3c07f.webp 1x" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" alt="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-7eef0.webp" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-7eef0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-7eef0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-7eef0.webp 1x" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" alt="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp 1x" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" alt="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67845-wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi" title="JURIS - Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh" target="_blank">Legitimacy of Wali Hakim in Leadership Succession: Integrating Administrative Law and Wahbah al-ZuuaylAos Fiqh</a>: Untuk meningkatkan stabilitas sistemik, Kementerian Agama harus menerapkan reformasi kebijakan dan teknis yang ketat. Pada tingkat operasional, setiap KUA memerlukan SOP Transisi yang standar yang mewajibkan 'Log Transisi' untuk mencatat tonggak penting - penerbitan dekrit, penerimaan fisik, dan timestamp serah terima yang tepat - sehingga menghilangkan kekosongan otoritas. Untuk ekosistem digital, Kementerian harus mengintegrasikan fitur 'Mode Transisi' dalam sistem SIMKAH. Fitur ini akan secara otomatis diaktifkan saat kepala baru terdaftar, mengunci validasi akhir dan tanda tangan elektronik ke aktor yang berwenang berdasarkan status serah terima formal. Desain struktural seperti itu akan menghasilkan stempel audit yang tidak dapat diubah, mengurangi kesalahan manusia dan mencegah cacat prosedural di berbagai distrik. Penelitian masa depan harus mengevaluasi kinerja model ini di kantor KUA dengan tingkat staf yang beragam dan menyelidiki bagaimana komunikasi yang transparan mengenai aturan ini mempengaruhi persepsi publik tentang otoritas agama negara..
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Wali Hakim yang berwenang selama periode transisi kepemimpinan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan menentukan bagaimana pemilihan tersebut menjamin keamanan hukum dan agama bagi pasangan yang menikah.Penelitian ini mengusulkan tes legitimasi ganda, di mana validitas administratif dan perwakilan syariah (niyabah) disintesis dalam satu berkas kasus.Dalam operasi rutin urusan agama, kesenjangan kronologis antara penerbitan dekrit penunjukan (SK), penerimaannya secara fisik, dan serah terima formal (Sertijab) menciptakan 'interregnum administratif' yang sering terjadi.Selama jendela ini, jadwal pernikahan tetap tetap dan layanan harus berlanjut untuk menghindari kerugian publik (darar).Akibatnya, legitimasi berada pada puncaknya ketika rantai otoritas yang tertanggal dengan tepat selaras dengan tanggal akad, yurisdiksi teritorial, dan batas yang tercatat dalam Berita Acara Sertijab.Dengan memastikan otoritas penandatangan dapat dibuktikan secara empiris dan dapat dilacak, KUA memberikan kepastian hukum dan keyakinan psikologis kepada pasangan, mengubah transisi birokratis menjadi latihan kepercayaan publik yang stabil
<br>Penelitian ini menyelidiki legitimasi Wali Hakim (pengawal pernikahan) selama transisi kepemimpinan di Kantor Urusan Agama (KUA) di Bululawang, Malang. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana otoritas administratif dan perwakilan hukum Islam (niyabah) dapat disinkronkan untuk memastikan kepastian hukum dan keyakinan agama bagi pasangan. Dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp" type="image/webp" length="92224" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-3c07f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-7eef0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/6/wali-hakim-transisi-kepemimpinan-kua-otoritas-admi-thumb-66c0f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1550-uiidalwa.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13305-al-rasckh-jurnal-hukum-islam.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67829-sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67829-sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:529205f950299f73c33d531c84b6e7e7</id>
	<published>2026-09-21T12:28:34+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:28:34+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji interaksi sosial keagamaan di daerah lain dengan kondisi demografi berbeda untuk membandingkan dinamika inklusivitas. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari doktrin inklusif terhadap stabilitas ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji interaksi sosial keagamaan di daerah lain dengan kondisi demografi berbeda untuk membandingkan dinamika inklusivitas. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari doktrin inklusif terhadap stabilitas ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-0f295.webp" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-0f295.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-0f295.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-0f295.webp 1x" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" alt="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-653e3.webp" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-653e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-653e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-653e3.webp 1x" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" alt="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp" data-src="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp" srcset="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp 1x" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" alt="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67829-sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi" title="JURIS - Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)" target="_blank">Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji interaksi sosial keagamaan di daerah lain dengan kondisi demografi berbeda untuk membandingkan dinamika inklusivitas. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari doktrin inklusif terhadap stabilitas sosial keagamaan di masyarakat. Terakhir, studi ini bisa dikembangkan dengan menganalisis peran organisasi keagamaan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui program kolaboratif yang berkelanjutan..
<br>Interaksi sosial keagamaan antara umat Islam dan Kristen Advent di Desa Cihanjuang Rahayu bersifat asosiatif dan positif, mendorong persatuan.Pola interaksi berubah dari eksklusif ke inklusif, memperkuat semangat pluralisme.Kegiatan sosial seperti gotong royong dan pelayanan kesehatan mencerminkan nilai universalitas agama dan kemanusiaan yang saling menguntungkan
<br>Tujuan dari tulisan ini adalah ingin mengungkapkan pola interaksi sosial keagamaan yang terjadi antara komunitas Kristen Advent dengan penduduk local yang beragama Islam, yang berlokasi di Desa Cihanjuan Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Alasan pemilihan lokasi karena sejak lama komunitas kristen Advent telah masuk desa tersebut dan secara permanen telah terbentuk segresi wilayah yang nyata antara penduduk yang beragama Islam dan penduduk yang beragama Kristen Advent di desa tersebut. Pola interaksi sosial keagamaan tumbuh dengan nuansa yang penuh warna. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis data bersifat Induktif. Sumber data adalah penduduk local yang beragama Islam dengan Pendatang yang beragama Kristen Advent. Hasil pembahasan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp" type="image/webp" length="191580" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-0f295.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-653e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/c/e/sosial-keagamaan-gotong-royong-interaksi-siswa-eks-thumb-f25c0.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67830-non-muslim-nigeria-islam-neg" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67830-non-muslim-nigeria-islam-neg" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:f138f6a2d5caf2888e112371e9f81df4</id>
	<published>2026-09-21T12:25:18+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:25:18+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana Islam ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana Islam ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-9f4c4.webp" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-9f4c4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-9f4c4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-9f4c4.webp 1x" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" alt="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-cd28f.webp" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-cd28f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-cd28f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-cd28f.webp 1x" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" alt="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp 1x" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" alt="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67830-non-muslim-nigeria-islam-neg" title="JURIS - Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas" target="_blank">Wajah Toleransi Dan Perdamainan Dalam Kontestasi Historisitas</a>: Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana Islam dapat menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia, terutama dalam hal kebebasan beragama dan toleransi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang bagaimana Islam dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain dalam menerapkan sistem toleransi dan perdamaian. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Islam dapat menjadi model bagi negara-negara plural dalam mencapai puncak kejayaannya, dengan mempertimbangkan interaksi dan hubungan antar umat beragama..
<br>Toleransi yang diajarkan Nabi Muhammad dan dipraktekkan pula oleh generasi setelahnya merupakan bukti empiris bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, baik kepada orang muslim dan non muslim."Muslim ideal adalah muslim yang orang lain selamat." Redaksi hadis tersebut menunjuk umum bukan hanya untuk orang Islam saja.Selanjutnya, sebuah negara tidak akan mencapai kemajuannya jika sesama warganya tidak tercipta toleransi antar sesama.Sebaliknya jika negara atau daerah bisa mencontoh negara-negara Islam atau mayoritas Islam yang telah menerapkan sistem toleransi yang tinggi dan menjunjung perdamaian maka insyaallah negara tersebut mencapai puncak kejayaan dan peradabannya, semoga Indonesia termasuk negara yang bisa menjaga toleransi dan perdamaiannya
<br>Misi ajaran Islam adalah membebaskan manusia dari berbagai bentuk arogansi, kesewenang-wenangan dan ketidakadilan baik yang dilakukan oleh orang muslim sendiri atau non muslim, karena Allah adalah Maha Adil yang memberikan keadilan bagi makhluknya di seluruh alam semesta. Keragaman agama, budaya dan peradaban termasuk keniscayaan sunnatullah yang harus dipelihara dengan sebaik mungkin sehingga tidak terjadi ketimpangan, kesalahpahaman dan permusuhan di antara umat manusia, baik yang seagama ataupun antar umat beragama. Dalam hal ini penulis ingin menyingkap dalil-dalil al-QurAoan maupun hadis dan beberapa fakta sejarah tentang toleransi...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp" type="image/webp" length="217964" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-9f4c4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-cd28f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/d/non-muslim-nigeria-islam-negara-korupsi-ajaran-waj-thumb-8c163.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67848-peran-sistem-sanad-budaya" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67848-peran-sistem-sanad-budaya" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:1a7aeaf1b211c34b2a7bc09144c4baaf</id>
	<published>2026-09-21T12:23:50+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:23:50+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="elza elza" label="elza elza" />
	<category term="view vol" label="view vol" />
	<itunes:keywords><![CDATA[elza,view,vol]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak jangka panjang pergeseran peran perempuan terhadap dinamika keluarga di komunitas migran. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh tradisi budaya terhadap adaptasi keluarga migran di wilayah ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak jangka panjang pergeseran peran perempuan terhadap dinamika keluarga di komunitas migran. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh tradisi budaya terhadap adaptasi keluarga migran di wilayah ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-6bee5.webp" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-6bee5.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-6bee5.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-6bee5.webp 1x" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" alt="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-ab862.webp" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-ab862.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-ab862.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-ab862.webp 1x" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" alt="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp" data-src="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp" srcset="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp 1x" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" alt="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67848-peran-sistem-sanad-budaya" title="JURIS - Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur" target="_blank">Pergeseran Peran Perempuan Pada Keluarga Migran Di Kecamatan Bintan Timur</a>: Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi dampak jangka panjang pergeseran peran perempuan terhadap dinamika keluarga di komunitas migran. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh tradisi budaya terhadap adaptasi keluarga migran di wilayah berbeda. Terakhir, analisis peran sistem dukungan komunitas dalam menjaga keseimbangan struktur keluarga pasca-migrasi dapat menjadi arah studi baru yang relevan..
<br>Perempuan dalam keluarga migran mengalami pergeseran peran signifikan, terutama dalam pengambilan keputusan keuangan, pendidikan, dan hubungan sosial.Ibu menjadi tokoh sentral dalam mengelola keuangan, mendidik anak, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, sementara peran budaya diambil alih sebagai penerus tradisi.Pergeseran peran ini didukung oleh anggota keluarga lainnya dalam situasi tertentu
<br>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pergeseran peran perempuan dalam rumah tangga keluarga migran di Kecamatan Bintan Timur menggunakan teori fungsional struktural Emile Durkheim. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan total 7 informan, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pergeseran peran perempuan sebagai ibu rumah tangga, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan keuangan keluarga, di mana mereka menjadi pengambil keputusan utama setelah suami yang merantau. Dalam hal pendidikan, ibu...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp" type="image/webp" length="78324" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-6bee5.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-ab862.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/7/9/peran-sistem-sanad-budaya-perempuan-jawa-penelitia-thumb-573ae.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-522-unsri.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13304-jurnal-empirika.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67838-motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-demons" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67838-motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-demons" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:0c7d78f56f7be98909c4c24e3ed0ad44</id>
	<published>2026-09-21T12:22:44+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:22:44+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="zaky mubarak" label="zaky mubarak" />
	<category term="mawar hayati" label="mawar hayati" />
	<category term="imam makhrus" label="imam makhrus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hayati,imam,makhrus,mawar,mubarak,zaky]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi CTL dengan metode demonstrasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan alam tertentu pada perkembangan motorik halus anak berisiko. 2. Perlu dilakukan analisis jangka panjang untuk memahami dampak ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi CTL dengan metode demonstrasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan alam tertentu pada perkembangan motorik halus anak berisiko. 2. Perlu dilakukan analisis jangka panjang untuk memahami dampak ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-ae9c8.webp" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-ae9c8.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-ae9c8.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-ae9c8.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" alt="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-9d3f3.webp" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-9d3f3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-9d3f3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-9d3f3.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" alt="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp" data-src="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp" srcset="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp 1x" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" alt="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67838-motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-demons" title="JURIS - Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam" target="_blank">Peningkatan Motorik Halus Anak Berisiko Kesulitan Belajar melalui CTL dan Demonstrasi Meronce Berbahan Alam</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi CTL dengan metode demonstrasi yang disesuaikan dengan karakteristik bahan alam tertentu pada perkembangan motorik halus anak berisiko. 2. Perlu dilakukan analisis jangka panjang untuk memahami dampak keberlanjutan peningkatan motorik halus setelah intervensi berakhir, termasuk peran lingkungan dan dukungan keluarga. 3. Studi lebih lanjut dapat mengembangkan model scaffolding individual yang lebih personalisasi, dengan mempertimbangkan respons belajar anak secara real-time selama aktivitas Meronce, serta mengukur efektivitasnya dibandingkan metode pembelajaran tradisional..
<br>Penerapan CTL yang dipadukan dengan metode demonstrasi dalam kegiatan Meronce berbahan alam efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak berisiko kesulitan belajar.Ketuntasan klasikal meningkat signifikan dari 0% menjadi 75% setelah dua siklus intervensi.Perbaikan bahan, demonstrasi, dan scaffolding individual menjadi kunci keberhasilan.Keterlibatan anak dalam aktivitas yang kontekstual dan adaptif berkontribusi pada peningkatan kemandirian dan ketepatan gerak motorik halus
<br>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dipadukan dengan metode demonstrasi serta peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan Meronce berbahan alam. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dalam dua siklus, masing-masing tiga pertemuan, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah empat anak usia 5-6 tahun yang dipilih dari 14 anak kelas B2 TK Negeri Wana Kencana berdasarkan identifikasi pedagogis awal. Data dikumpulkan melalui observasi enam indikator motorik halus dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal meningkat dari 0% pada pra tindakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp" type="image/webp" length="101646" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-ae9c8.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-9d3f3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/2/6/motorik-halus-metode-demonstrasi-ict-gerak-kasar-l-thumb-0d1e1.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1095-ipm2kpe.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13303-jurnal-kesmas-asclepius.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67835-quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-canra-kri" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67835-quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-canra-kri" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:e5549f9acf68baad98585f5a2297f891</id>
	<published>2026-09-21T12:22:09+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:22:09+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kelompok lain selain Bani Quraisy dalam sejarah kepemimpinan Islam untuk memahami dinamika struktur kekuasaan. 2. Analisis perbandingan model kepemimpinan di masa lalu dengan konteks modern dapat mengungkap ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kelompok lain selain Bani Quraisy dalam sejarah kepemimpinan Islam untuk memahami dinamika struktur kekuasaan. 2. Analisis perbandingan model kepemimpinan di masa lalu dengan konteks modern dapat mengungkap ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp 1x" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" alt="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-7002f.webp" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-7002f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-7002f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-7002f.webp 1x" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" alt="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-05e55.webp" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-05e55.webp" data-src="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-05e55.webp" srcset="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-05e55.webp 1x" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" alt="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67835-quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-canra-kri" title="JURIS - Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy" target="_blank">Kritik Terhadap Pemahaman Yang Menyatakan Bahwa Kepemimpinan Islam Harus Berasal Dari Bani Quraisy</a>: 1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kelompok lain selain Bani Quraisy dalam sejarah kepemimpinan Islam untuk memahami dinamika struktur kekuasaan. 2. Analisis perbandingan model kepemimpinan di masa lalu dengan konteks modern dapat mengungkap implikasi budaya dan politik terhadap pemilihan pemimpin. 3. Studi tentang dampak faktor sosial dan budaya terhadap pemilihan pemimpin dalam masyarakat Muslim dapat memberikan wawasan baru tentang keseimbangan antara tradisi dan perubahan..
<br>Kepemimpinan dalam Islam tidak harus berasal dari Bani Quraisy.Pendekatan sosiologis terhadap Hadis menunjukkan bahwa keturunan Quraisy bukan syarat mutlak bagi kepemimpinan.Kepemimpinan lebih berdasarkan keahlian dan ketakwaan, bukan latar belakang etnis.Prinsip al-Qur'an menegaskan bahwa keutamaan seseorang ditentukan oleh ketakwaannya, bukan keturunan
<br>Kepemimpinan merupakan suatu yang sangat penting dalam sebuah kelompok apalagi dalam suatu daerah maupun negeri. Dengan adanya seorang peminpin maka aturan kehidupan akan terlaksana dengan baik ajaran-ajaran agama dan awal bagi terwujudnya umat, sehingga kehidupan masyarakat menjadi aman dan sejahtera. Meskipun pada dasarnya semua manusia merupakan khalifah Tuhan yang memiliki kesetaraan dalam kekhalifahan ini. Adapun yang menjadi kesimpulan penulis dalam topik bahwa seseorang berhak menjadi seorang peminpin apabila ia mempunyai keahlian dalam bidangnya. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap Hadis, sehingga dapat diketahui bahwa keturunan Quraisy tidak...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp" type="image/webp" length="185324" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-841dc.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-7002f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/e/4/quraisy-islam-kepemimpinan-sejarah-kritik-pemahama-thumb-05e55.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan Literature Review ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan Literature Review ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan Literature Review ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67839-dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-dokumen" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67839-dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-dokumen" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:c99bd2992776ef754ebf998d0cc38531</id>
	<published>2026-09-21T12:05:08+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T12:05:08+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="zaky mubarak" label="zaky mubarak" />
	<category term="mawar hayati" label="mawar hayati" />
	<category term="imam makhrus" label="imam makhrus" />
	<itunes:keywords><![CDATA[hayati,imam,makhrus,mawar,mubarak,zaky]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pelatihan etika berbasis AI terhadap kepatuhan dokumentasi keperawatan di lingkungan klinis. Selain itu, studi tentang peran teknologi blockchain dalam memperkuat kerahasiaan data pasien dalam dokumentasi elektronik ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pelatihan etika berbasis AI terhadap kepatuhan dokumentasi keperawatan di lingkungan klinis. Selain itu, studi tentang peran teknologi blockchain dalam memperkuat kerahasiaan data pasien dalam dokumentasi elektronik ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-581af.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-581af.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-581af.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-581af.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-4e963.webp" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-4e963.webp" data-src="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-4e963.webp" srcset="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-4e963.webp 1x" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" alt="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67839-dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-dokumen" title="JURIS - Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review" target="_blank">Penerapan Prinsip Etik dalam Dokumentasi Elektronik Asuhan Keperawatan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Asuhan Keperawatan: Literature Review</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pelatihan etika berbasis AI terhadap kepatuhan dokumentasi keperawatan di lingkungan klinis. Selain itu, studi tentang peran teknologi blockchain dalam memperkuat kerahasiaan data pasien dalam dokumentasi elektronik perlu dikembangkan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi perspektif pasien terhadap praktik dokumentasi etis di negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta bagaimana pendekatan budaya lokal memengaruhi penerimaan teknologi ini..
<br>Dokumentasi elektronik keperawatan yang etis merupakan penentu kualitas perawatan.Kebijakan institusional, pendidikan etika, dan desain SIK perlu diperkuat.Kesenjangan etika di lingkungan klinis dapat diatasi melalui kolaborasi antara praktisi, pendidik, dan pembuat kebijakan.Integritas etika dokumentasi keperawatan akan semakin penting dengan transformasi digital di bidang kesehatan
<br>Tujuan tinjauan literatur sistematis ini untuk mensintesis bukti tentang peran praktik keperawatan etis dalam dokumentasi elektronik dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas perawatan keperawatan. Metode Protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 diterapkan. Basis data yang dicari meliputi PubMed, CINAHL, Scopus, Web of Science, dan Cochrane Library. Kriteria inklusi mencakup studi yang ditinjau sejawat yang diterbitkan antara tahun 2020 sampai 2025 yang membahas dimensi etika dokumentasi elektronik keperawatan dan hasil kualitas perawatan. Hasil dari 1.285 catatan yang awalnya diidentifikasi, 20 studi memenuhi kriteria inklusi. Empat area...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp" type="image/webp" length="100478" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-2876d.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-581af.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/1/3/dokumentasi-keperawatan-pengetahuan-sistem-asuhan-thumb-4e963.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-1095-ipm2kpe.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-13303-jurnal-kesmas-asclepius.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Nilai Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Nilai Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Nilai Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67826-ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-b" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67826-ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-b" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:97ee1de1cc4b800aa90f60795af15d3c</id>
	<published>2026-09-21T11:57:28+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T11:57:28+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="deni miharja" label="deni miharja" />
	<category term="tuhan agama" label="tuhan agama" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,deni,miharja,tuhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak praktik berbagi makanan pokok terhadap harmoni antar umat beragama di daerah lain. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pemimpin dalam menjaga konsistensi nilai kerukunan di dalam sekte. Terakhir, ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak praktik berbagi makanan pokok terhadap harmoni antar umat beragama di daerah lain. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pemimpin dalam menjaga konsistensi nilai kerukunan di dalam sekte. Terakhir, ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ade42.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ade42.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ade42.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ade42.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" alt="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" alt="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-c2994.webp" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-c2994.webp" data-src="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-c2994.webp" srcset="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-c2994.webp 1x" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" alt="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67826-ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-b" title="JURIS - Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat" target="_blank">Nilai-Nilai Kerukunan Vihara Darma Rhamsi di Jawa Barat</a>: Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak praktik berbagi makanan pokok terhadap harmoni antar umat beragama di daerah lain. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran pemimpin dalam menjaga konsistensi nilai kerukunan di dalam sekte. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana integrasi budaya memengaruhi keberlanjutan sekte-sekte yang beragam latar belakang agama..
<br>Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan beberapa point terpenting sebgai berikut.pertama, aliran darma ramsi sama dengan aliran tridarma, yaitu gabungan dari kepercayaan agama yaitu budha,tao, dan konfhusionisme.Kedua, Kwee Tek Hoay pendiri aliran Tridarma adalah guru dari Amingse Samo Amoise pendiri Vihara Darma Ramsi.Ketiga, bahwa untuk menarik perhatian dan kasih sayang orang maka kita harus memberikan kasih terlebih dahulu kepada orang lain.Karena dengan menya kepada orang yanilah kita akan bersatu, dan bentuk kasih sayangnya mereka tunjukan dengan cara mempergi makanan pokok yang selalu di berikan setiap satu bulan sekali kepada jemaat juga kepada warga sekitar vihara
<br>Suatu keyakinan, bagaimanapun bentuknya tidak lahir dari ruang kosong, termasuk sekte suatu agama. Ia hadir dari berbagai pengalaman hidup yang istimewa sesuai yang dialami seseorang yang memeluk keyakinan tersebut. Dalam prakteknya sebuah sekte membutuhkan sarana untuk dapat diakui. Penelitian ini berupaya untuk memahami suatu sekte yang memiliki ciri yang sangat unik, dengan latar belakang agama yang berbeda namun untuk mempertahankan sebuah eksistensi dari masing-masing agamanya, mereka mendidrikan sebuah sekte baru. Dengan menggunakan metode kualitatif di vihara Darma Ramsi Cibadak sebagai objek studi, Peneliti berupaya mengungkap sisi lain dari sekte ini. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp" type="image/webp" length="159604" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ade42.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-ea646.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/6/a/ranah-agama-konsep-sekte-eksistensi-berbagi-darma-thumb-c2994.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Scrolling into Crisis Social Comparison as a Predictor of Quarter Life Crisis among Emerging Adults on TikTok ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Scrolling into Crisis Social Comparison as a Predictor of Quarter Life Crisis among Emerging Adults on TikTok ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Scrolling into Crisis Social Comparison as a Predictor of Quarter Life Crisis among Emerging Adults on TikTok ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67837-perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-awa" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67837-perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-awa" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:9a860e0a721d2392341b3d099dea2673</id>
	<published>2026-09-21T11:48:32+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T11:48:32+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="back top" label="back top" />
	<itunes:keywords><![CDATA[back,top]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bentuk-bentuk perbandingan sosial yang berbeda, seperti perbandingan ke atas dan ke bawah, serta ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bentuk-bentuk perbandingan sosial yang berbeda, seperti perbandingan ke atas dan ke bawah, serta ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-6bbab.webp" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-6bbab.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-6bbab.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-6bbab.webp 1x" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" alt="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp 1x" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" alt="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-47e98.webp" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-47e98.webp" data-src="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-47e98.webp" srcset="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-47e98.webp 1x" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" alt="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67837-perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-awa" title="JURIS - Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok" target="_blank">Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok</a>: Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bentuk-bentuk perbandingan sosial yang berbeda, seperti perbandingan ke atas dan ke bawah, serta bagaimana bentuk-bentuk ini mempengaruhi quarter-life crisis. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memahami perkembangan quarter-life crisis secara lebih mendalam dan bagaimana perbandingan sosial berperan dalam perubahan ini. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada strategi intervensi yang dapat membantu individu mengelola perbandingan sosial secara lebih sehat dan mengurangi dampak psikologis negatifnya. Penelitian ini dapat mengeksplorasi teknik-teknik seperti literasi media, regulasi diri, dan pengembangan pola pikir yang lebih realistis terhadap konten media sosial. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana perbandingan sosial dapat dikelola dan dikurangi dampaknya pada quarter-life crisis di kalangan dewasa awal..
<br>Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan sosial adalah predictor yang signifikan dari quarter-life crisis di kalangan pengguna TikTok dewasa awal.Analisis regresi menunjukkan bahwa perbandingan sosial menjelaskan 65,1% variasi dalam quarter-life crisis, yang menunjukkan peran pentingnya dalam membentuk pengalaman psikologis selama masa dewasa awal.Selain itu, hasil deskriptif menunjukkan bahwa baik perbandingan sosial maupun quarter-life crisis dikategorikan sebagai tinggi di antara peserta.Temuan ini menyarankan bahwa dewasa awal yang sering terlibat dalam perbandingan sosial cenderung mengalami tingkat yang lebih tinggi dari ketidakpastian, ketidakpuasan, dan tekanan psikologis terkait masa depan dan arah hidup mereka.Penelitian ini juga mendukung perspektif orientasi perbandingan sosial yang diusulkan oleh Gibbons dan Buunk (1999), yang menjelaskan bahwa individu berbeda dalam kecenderungan mereka untuk membandingkan diri dengan orang lain saat mengevaluasi kemampuan, prestasi, dan kemajuan pribadi mereka.Individu dengan orientasi perbandingan sosial yang lebih tinggi cenderung menggunakan informasi tentang orang lain sebagai referensi untuk mengevaluasi diri.Dalam lingkungan media sosial, kecenderungan perbandingan ini mungkin menjadi lebih sering terjadi karena platform media sosial secara terus-menerus menampilkan gambaran yang telah dikurasi tentang kesuksesan dan prestasi.Ketika individu melihat kesenjangan antara keadaan mereka saat ini dan standar yang ditampilkan secara sosial, mereka mungkin mengalami perasaan tidak cukup, ketidakpuasan, dan ketidakpastian tentang arah masa depan mereka.Temuan ini juga mendukung perspektif perkembangan yang diusulkan oleh Robbins dan Wilner (2001), yang menyatakan bahwa quarter-life crisis sering muncul ketika dewasa awal mulai mempertanyakan identitas, prestasi, arah karir, dan kesiapan mereka untuk tanggung jawab dewasa.Selama masa dewasa awal, individu umumnya mengalami tekanan perkembangan terkait pendidikan, pekerjaan, stabilitas finansial, dan hubungan interpersonal.Perbandingan sosial yang sering, terutama perbandingan ke atas, mungkin semakin memperburuk tekanan ini, terutama ketika individu merasa kurang sukses atau tertinggal dibandingkan dengan orang-orang yang ditampilkan di media sosial.Akibatnya, perbandingan sosial mungkin berfungsi sebagai mekanisme psikologis penting yang berkontribusi terhadap quarter-life crisis selama transisi menuju kedewasaan
<br>Perkembangan pesat media sosial, khususnya TikTok, telah meningkatkan kecenderungan perbandingan sosial pada dewasa awal. Konten berbasis algoritma sering menampilkan gambaran yang telah dikurasi mengenai kesuksesan, gaya hidup ideal, dan penampilan, yang dapat memengaruhi evaluasi diri pengguna. Pada masa dewasa awal, yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan ketidakstabilan, paparan tersebut dapat berkontribusi pada tekanan psikologis, termasuk quarter-life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan sosial sebagai predictor quarter-life crisis pada pengguna TikTok. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan pada 116 dewasa awal di Kota Bekasi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp" type="image/webp" length="109312" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-6bbab.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-d2ea7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/f/e/perbandingan-sosial-quarter-life-crisis-dewasa-tik-thumb-47e98.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-803-ukinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17132-nusantara-journal-behavioral-social-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Understanding Work Stress and Work Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Understanding Work Stress and Work Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Understanding Work Stress and Work Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67833-work-stress-generasi-z-stres-life-balan" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67833-work-stress-generasi-z-stres-life-balan" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:96c5d436bf927fcc60b9bad4c17243c5</id>
	<published>2026-09-21T11:38:35+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T11:38:35+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="back top" label="back top" />
	<itunes:keywords><![CDATA[back,top]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja. Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja. Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp 1x" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" alt="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-74c7f.webp" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-74c7f.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-74c7f.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-74c7f.webp 1x" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" alt="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-697f7.webp" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-697f7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-697f7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-697f7.webp 1x" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" alt="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67833-work-stress-generasi-z-stres-life-balan" title="JURIS - Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace" target="_blank">Understanding Work Stress and Work-Life Balance among Generation Z Employees in the Modern Workplace</a>: Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja. Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran pengalaman kerja dalam mempengaruhi kemampuan individu untuk mengelola stres dan mempertahankan work-life balance. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan untuk memasukkan variabel tambahan seperti dukungan sosial, beban kerja, dan faktor organisasi untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi work-life balance dan stres kerja. Dengan demikian, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan akurat dalam menjelaskan dinamika kedua variabel tersebut. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk membantu karyawan mengelola stres kerja dan meningkatkan work-life balance. Strategi intervensi dapat mencakup pelatihan manajemen waktu, pengembangan strategi penanganan stres yang efektif, dan implementasi kebijakan organisasi yang mendukung work-life balance. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktivitas organisasi..
<br>Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres kerja dan work-life balance pada karyawan Generasi Z.Hasil menunjukkan bahwa tingkat stres kerja yang tinggi tidak selalu menghasilkan efek negatif, karena individu masih dapat merasakan kontribusi positif antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama pada aspek peningkatan (enhancement).Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat membantu karyawan mengelola stres kerja, seperti fleksibilitas kerja, dukungan sosial, dan kebijakan yang mendukung work-life balance.Dengan dukungan tersebut, karyawan dapat mempertahankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bahkan ketika menghadapi tekanan kerja yang tinggi.Selain itu, individu juga perlu mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan strategi penanganan stres yang efektif untuk mengelola stres secara adaptif.Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti mayoritas responden memiliki pengalaman kerja yang relatif serupa, berkisar antara 1-3 tahun, yang membatasi variasi pengalaman kerja.Penggunaan metode pengumpulan data cross-sectional juga membatasi kemampuan penelitian untuk menangkap pengaruh dinamis pengalaman kerja terhadap kedua variabel.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja.Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran pengalaman kerja dalam mempengaruhi kemampuan individu untuk mengelola stres dan mempertahankan work-life balance
<br>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan work-life balance pada karyawan Generasi Z. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya pentingnya work-life balance bagi generasi Z di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks dan berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional yang melibatkan 218 karyawan generasi Z berusia 18-28 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stres kerja dan work-life balance (r = 0,695 ; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat dan arah positif. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp" type="image/webp" length="139994" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-67578.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-74c7f.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/8/5/work-stress-generasi-z-stres-work-life-balance-org-thumb-697f7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-803-ukinstitute.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17132-nusantara-journal-behavioral-social-science.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67827-organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-musl" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67827-organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-musl" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:8b4ece2db22e512f2f08b2d0a59e5760</id>
	<published>2026-09-21T11:30:01+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T11:30:01+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="deni miharja" label="deni miharja" />
	<category term="tuhan agama" label="tuhan agama" />
	<itunes:keywords><![CDATA[agama,deni,miharja,tuhan]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis dampak budaya lokal terhadap partisipasi perempuan di organisasi seperti Muslimat NU, dengan fokus pada bagaimana mengatasi prasangka tradisional melalui pendekatan edukasi. 2. Studi komparatif ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis dampak budaya lokal terhadap partisipasi perempuan di organisasi seperti Muslimat NU, dengan fokus pada bagaimana mengatasi prasangka tradisional melalui pendekatan edukasi. 2. Studi komparatif ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp 1x" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" alt="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-f1140.webp" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-f1140.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-f1140.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-f1140.webp 1x" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" alt="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-9a9e3.webp" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-9a9e3.webp" data-src="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-9a9e3.webp" srcset="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-9a9e3.webp 1x" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" alt="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67827-organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-musl" title="JURIS - Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy" target="_blank">Partisipasi Politik Perempuan Islam Indonesia Dalam Tradisi yCeNuyCAy</a>: 1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis dampak budaya lokal terhadap partisipasi perempuan di organisasi seperti Muslimat NU, dengan fokus pada bagaimana mengatasi prasangka tradisional melalui pendekatan edukasi. 2. Studi komparatif antara Muslimat NU dengan organisasi perempuan lain di Indonesia dapat memberikan wawasan baru tentang model-partisipasi politik yang efektif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat modern. 3. Penelitian tentang peran Muslimat NU dalam memengaruhi kebijakan publik, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan di lembaga legislatif, dapat menjelaskan mekanisme partisipasi perempuan yang lebih sistematis dan berkelanjutan..
<br>Organisasi perempuan Islam seperti Muslimat NU memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan di berbagai bidang, termasuk politik dan sosial.Meskipun telah mencapai beberapa kemajuan, masih terdapat keterbatasan seperti ketergantungan pada fatwa ulama dan hambatan budaya yang membatasi kemandirian organisasi.Untuk itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam memperkuat peran perempuan melalui pendidikan, advokasi, dan pengembangan kebijakan yang inklusif
<br>Jurnal ini menelusuri tentang peran perempuan saat tergabung dalam organisasi perempuan islam Indonesia yang dinamakan Muslimat NU. Organisasi ini banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan para perempuan di Indonesia khususnya yang menyangkut kesejahteraan sosial masyarakat secara internal dan juga eksternal. Seperti mengatasi Masalah perkawinan di bawah umur adalah masalah nasional yang harus segera dituntaskan. Melalui keikutsertaan pimpinan-pimpinan Muslimat menurut tingkatannya dalam Badan Penasihat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian....
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp" type="image/webp" length="108304" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-e6b4b.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-f1140.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/d/0/organisasi-perempuan-islam-muslimat-nu-jamaah-part-thumb-9a9e3.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
 <entry>
	<title><![CDATA[ Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger ]]></title>
	<dc:title><![CDATA[ Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger ]]></dc:title>
	<itunes:subtitle><![CDATA[ Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger ]]></itunes:subtitle>
	<link rel="via" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67831-tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-pe" />
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://juris.id/pdf-67831-tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-pe" />
	<link rel="alternate" type="application/xml" href="https://juris.id/last-updates.rss" />
	<id>tag:juris.id,2026-09-21:02cf6c4d78ea61243173bd5013f62205</id>
	<published>2026-09-21T11:11:58+07:00</published>
	<updated>2026-09-21T11:11:58+07:00</updated>
	<dc:publisher><![CDATA[ juris JURIS.id ]]></dc:publisher>
	<category term="wahyu iryana" label="wahyu iryana" />
	<category term="sukabumi z" label="sukabumi z" />
	<itunes:keywords><![CDATA[iryana,sukabumi,wahyu,z]]></itunes:keywords>
	<itunes:summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang dampak modernisasi terhadap tradisi tari lengger dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. 2. Analisis dinamika gender dalam interpretasi tubuh perempuan dalam konteks tari lengger dan ajaran Islam. 3. Studi perbandingan antara tari ]]></itunes:summary>
  <summary><![CDATA[ 1. Penelitian tentang dampak modernisasi terhadap tradisi tari lengger dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. 2. Analisis dinamika gender dalam interpretasi tubuh perempuan dalam konteks tari lengger dan ajaran Islam. 3. Studi perbandingan antara tari ]]></summary>
  <content type="html"><![CDATA[ <p>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-49470.webp" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-49470.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-49470.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-49470.webp 1x" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" alt="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-892b4.webp" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-892b4.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-892b4.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-892b4.webp 1x" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" alt="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" >
</a>
<a href="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" class="imga">
<img width="100%" src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp" data-src="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp" srcset="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp 1x" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" alt="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" >
</a>
<a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">#calendar</a> - <a href="https://juris.id/pdf-67831-tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-pe" title="JURIS - Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger" target="_blank">Membangun Teologi Tubuh Dari Bawah Belajar Dari Pengalaman Olah Tubuh Tari Lengger</a>: 1. Penelitian tentang dampak modernisasi terhadap tradisi tari lengger dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. 2. Analisis dinamika gender dalam interpretasi tubuh perempuan dalam konteks tari lengger dan ajaran Islam. 3. Studi perbandingan antara tari lengger dengan kesenian tradisional lainnya untuk memahami representasi tubuh dalam budaya lokal. Penelitian ini dapat mengembangkan wacana tentang integrasi budaya dan agama, serta peran seni dalam pembentukan identitas sosial..
<br>Tari lengger berada dalam negoisasi dengan berbagai kepentingan masyarakat, termasuk agama, ekonomi, politik, dan budaya.Makna tubuh dalam konteks ini dibentuk oleh nilai-nilai yang mengakomodasi kepentingan berbagai pihak.Simbol kebudayaan menjadi alat politik untuk perjuangan kepentingan.Pengalaman personal penari lengger menemukan yang ilahi dalam tubuh, yang menjadi tantangan untuk mengarahkan olah tubuh menuju pengenalan Tuhan.Perlu penafsiran ajaran agama yang kontekstual dan inovasi dalam gerak tari lengger untuk menghindari erotisme dan memperkuat makna spiritual
<br>Kata teologi berasal dari kata Yunani theos yang berarti Tuhan, dan logos yang berarti kata-kata. Jadi teologi berarti kata-kata atau pengetahuan tentang Tuhan. Tubuh dapat mengatakan atau menunjukkan atau mengingatkan sesuatu tentang Tuhan sebagai penguasa tubuh manusia dan kehidupan. Refleksi pada tubuh dapat membawa orang kepada pengetahuan tentang Tuhan. Pengalaman para penari lengger yang bekerja di tubuh membuat mereka percaya akan keberadaan Tuhan sebagai asal-usul tubuhnya, meskipun mereka tidak berani secara tegas menyebutkan nama Allah di balik semua pengalaman ini. Pengalaman kerja tubuh memberi mereka keyakinan bahwa ada sesuatu di balik tubuh fisik yang terlihat ini. Namun, tubuh manusia tidak hanya dimiliki oleh seseorang, tetapi telah menjadi tanda sistem budaya masyarakat. Tubuh tidak lagi hanya memiliki makna itu sendiri, tetapi juga harus...
<br>Kunjungi <a href="https://juris.id/calendar" target="_blank">calendar</a> untuk informasi lainnya.
</p>
 ]]></content>
	<enclosure url="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp" type="image/webp" length="99448" />
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-49470.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-892b4.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://cdn.juris.id/9/e/tubuh-wanita-dewasa-perempuan-ruang-sumber-daya-ma-thumb-f43b7.webp" type="image/webp" medium="image" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/univ-618-uin-sgd.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
	<media:content url="https://juris.id/jur-17131-religious-jurnal-studi-agama-agama-lintas-budaya.rss" type="application/rss+xml" medium="document" expression="full">
	<media:rating>nonadult</media:rating>
	</media:content>
 </entry>
</feed>

<!--Generated at Mon, 21 Sep 2026 14:51:32 +0700. 24 items. Served in: 40.73 seconds [atom] -->
